Issuu on Google+

SELASA 26 MARET

25

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2013

Jelang Galungan, Harga Cabai Naik BANYUWANGI - Menurunnya harga bawang putih tak membuat kalangan konsumen semringah. Karena pada saat bersamaan, harga cabai rawit justru mengalami peningkatan harga. Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi di Pasar Banyu wangi menyebutkan, para pe dagang menjual cabai rawit seharga Rp 40 ribu per Kilogram (Kg) kemarin (25/3). Sehari sebelumnya, bumbu masak berasa pedas itu hanya Rp 35 ribu per Kg. Misria, 52, salah satu pedagang di pasar tradisional mengatakan, peningkatan harga cabai rawit terjadi lantaran stok menipis n

HUKUM

John Robert Tolak Panggilan Kejari BANYUWANGI - Upaya Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi segera mengeksekusi John Robert Andreas, 43, ternyata tidak b e r ja l a n mu l u s. Pengusaha asal Nga gel, Surabaya, yang terlibat kasus ille gal logging itu menolak datang ke kejaksaan. Dalam surat b alasan yang dikirim ke Kejari Ba nyuwangi, John Robert yang divonis enam bulan penjara dan DOK. RaBa John Robert Andreas denda Rp 1 juta subsider satu bulan kurungan dalam kasasi MA tersebut mengaku tidak bisa datang ke kantor Kejari Banyuwangi. Alasannya, dia belum menerima salinan keputusan kasasi tersebut. “John Robert membalas surat yang kita kirim,” terang Kepala Seksi Pidana Umum (Ka sipidum) Kejari Banyuwangi Wayan Sumertayasa SH n

 Baca Jelang...Hal 35

Harga Cabai di Banyuwangi Awal Maret 2013:

Rp 40.000 /Kg 21 Maret 2013 :

Rp 33.000/Kg 23 Maret 2013:

 Baca John...Hal 35

Rp 35.000/Kg 24 Maret 2013:

EKONOMI

Rp 40.000/Kg

Konsumsi Ikan Terus Meningkat BANYUWANGI - Gerakan makan ikan di Banyuwangi tampaknya berhasil. Pertumbuhan makan ikan masyarakat di Banyuwangi terus meningkat dan tahun 2012 lalu konsumsi ikan setiap warga mencapai 29,6 Kilogram (Kg) per tahun. Angka konsumsi ikan warga itu mengalami peningkatan dibanding tahun 2011 lalu. Pada tahun tersebut, konsumsi ikan warga hanya sekitar 29,3 Kg setahun. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Banyuwangi, Pudjo Hartanto mengatakan, hasil sur vei yang dilakukan Japan International Corporation Agency (JICA) konsumsi ikan warga Banyuwangi sudah cukup baik. Dalam sepekan, mayoritas warga Banyuwangi mengonsumsi ikan minimal dua kali. Walau sudah tergolong baik, tapi pemkab akan terus mengampanyekan gemar makan ikan. Selain berdampak pada perekonomian nelayan, jika konsumsi ikan terus meningkat, maka akan berdampak pada kesehatan masyarakat n  Baca Konsumsi...Hal 35

ADA APA LAGI

GALIH COKRO/RaBa

DIBINA: Petugas memeriksa perempuan hamil di kamar Hotel Brawijaya, Banyuwangi, siang kemarin.

Perempuan Muda Hamil Kena Razia BANYUWANGI - Temuan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat menggelar razia di sejumlah hotel dan tempat kos di pusat Kota Banyuwangi dan sekitarnya kemarin siang (25/3) benar-benar mencengangkan. Betapa tidak, kali ini petugas men dapati seorang perempuan muda yang tengah hamil lima bulan di dalam kamar hotel dengan lelaki yang bukan muhrimnya. Awalnya, pasangan tersebut enggan keluar saat petugas Satpol PP menggedor pintu kamar hotel itu. Namun, petugas yang sudah mendapat keterangan dari petugas hotel bahwa kamar tersebut berpenghuni, terus menginstruksikan agar sang penghuni kamar keluar. Alangkah terkejutnya petugas, saat pintu kamar dibuka, ternyata seorang perempuan muda yang sedang hamil berada di dalam kamar bersama seorang pria. Di hadapan petugas, lelaki itu mengatakan bahwa perempuan hamil di dalam satu kamar itu adalah tunangannya. “Dia hamil lima bulan, Pak. Kami berdua bertunangan dan sudah hendak menikah,” kilahnya. Petugas tetap menggiring pasangan bukan suami-istri tersebut ke kantor Satpol PP untuk didata dan diberi pembinaan. Kepala Seksi (Kasi) Penyidik dan Penindakan Satpol PP Banyuwangi, Ripai mengatakan, razia tersebut di gelar dalam rangka menjaga ketenteraman dan ketertiban umum di Banyuwangi. “Kita menggelar razia di hotel dan rumah kos untuk menjalankan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 5 Tahun 2013 tentang ketertiban umum di wilayah Banyuwangi,” ujarnya n  Baca Perempuan...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

MERAH: Seorang pedagang menjajakan cabai di Pasar Banyuwangi kemarin.

GRAFIS: ZAKARIA/RaBa

Murwanto masih Kades yang Sah PESANGGARAN - Kepala Desa (Kades) Sumberagung, Murwanto, yang kini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi sementara bisa bernapas lega. Sebab, Pemkab Banyuwangi masih mengakui dia sebagai kades yang sah. Murwanto yang kalah di tingkat kasasi dan dianggap bersalah dalam kasus ijazah palsu saat mendaftar dalam pemilihan kepala desa (pilkades) 2011 lalu, oleh pemkab tetap dianggap sah sebagai kades. “Saudara Mur wanto tetap sah menjadi kepala desa,” cetus Kabag Hukum Pemkab Banyuwangi, Yudi Pramono, kemarin (25/3). Yudi menyebut, sebelum surat keputusan (SK) sebagai kades dicabut, maka posisi Murwanto masih tetap sebagai kepala Desa Sumberagung. “Sampai saat ini, SK Murwanto sebagai kades belum dicabut,” katanya pada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Ditanya soal ijazah palsu yang digunakan saat mendaftar sebagai ka des, Yudi enggan berkomentar

banyak. Yang pasti sampai saat ini Murwanto masih mengantongi SK sebagai kades. “Selama SK itu belum

dicabut, berarti (Murwanto) masih menjadi kades,” ujarnya n  Baca Murwanto...Hal 35

ABDUL AZIZ/RaBa

BIASA: Suasana kantor Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, kemarin.

Mantan Napi Boleh Nyaleg BANYUWANGI - Meski persyaratannya berat, para mantan narapidana (napi) masih berkesempatan duduk di kursi legislatif melalui Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif 2014 mendatang. Peluang para mantan terpidana menjadi wakil rakyat terbuka setelah ada Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nomor 7 Seorang mantan Tahun 2013 tentang peraturan pencalonan anggota DPR, narapidana DPRD, dan DPD (Dewan yang ingin Perwakilan Daerah). Ketua KPU Banyuwangi, nyaleg wajib Syamsul Arifin mengatakan, mengumumkan pendaftaran calon legislatif diri di media (caleg) berlangsung selama 14 hari, yakni sejak 9 April bahwa sudah hingga 22 April mendatang. bebas dari Formulir pendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg) itu hahukuman rus ditandatangani ketua dan pidana.” sekretaris partai politik (parpol) SYAMSUL ARIFIN yang menjadi “kendaraan” politik bacaleg tersebut. Ketua KPU Banyuwangi Dikatakan, partai disarankan menunjuk dua tenaga penghubung untuk berkomunikasi dengan KPU dalam hal pendaftaran caleg. Lantaran posisi tenaga penghubung cukup vital, yakni membubuhkan paraf di daftar caleg sementara (DCS) yang akan diumumkan KPU, Syamsul menyarankan masing-masing parpol menunjuk orang yang tepat untuk menjadi tenaga penghubung n  Baca Mantan...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

DITAHAN: Tiga tersangka kasus judi siap menjalani pemeriksaan di Mapolsek Blambangan kemarin.

Ditahan Gara-gara Kasino Jalanan BANYUWANGI - Tiga warga yang diduga sedang berjudi kartu domino digaruk anggota Buru Sergap (Buser) Polsek Blambangan Minggu malam lalu (24/3). Untuk pemeriksaan, ketiga tersangka sementara dijebloskan ke ruang tahanan polsek. Ketiga warga yang bernasib apes itu adalah Usman, 45, warga Jalan Ikan Kembang Waru, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi; Sukatman, 47, dan Sutikno, 35, keduanya tinggal di Lingkungan Kaliasin, Kelurahan Karangrejo. “Ketiga tersangka kita tangkap saat berjudi,” cetus Kapolsek Blambangan AKP Ketut Redana melalui Kasi Humas Aiptu Monip. Adanya “kasino jalanan” (arena judi pinggir jalan) tersebut terungkap setelah polisi mendapat laporan warga. “Atas laporan warga itu, sejumlah anggota langsung ke TKP,” sebutnya. Menurut Monip, lokasi judi yang digerebek itu berada di pinggir jalan raya Lingkungan Kaliasin, tepatnya di depan rumah Sutikno. Sekitar pukul 21.30, ketiga tersangka itu sedang asyik main kartu domino n  Baca Ditahan...Hal 35 http://www.radarbanyuwangi.co.id

Pandu Krisna Tegar Anggoro, Bocah Lelaki Berambut Panjang

Langsung Sakit saat Diminta Potong Rambut Pandu Krisna Tegar Anggoro tergolong anak istimewa. Sejak lahir, rambut bocah asal Dusun Pasar, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, itu tidak pernah dicukur. ALI NURFATONI, Songgon HANYA gara-gara rambut gondrong, putra anak pasangan suami istri (Pasutri) Sunaryo, 41, dan Qomariyah, 35, itu gagal masuk sekolah dasar (SD). Bocah tersebut akhirnya mengambil alternatif lain, yakni mendaftar di Madrasah Ibtidaiah (MI) At-Tauhidiyah di Desa Sumberarum. Beruntung, madrasah me-

nyambut baik bocah itu. Sampai kemarin, Krisna tetap menempuh pendidikan seperti anak-anak pada umumnya. Kini, anak bungsu dari tiga bersaudara itu sudah duduk di bangku kelas tiga MI. Andai saja waktu itu gagal ma suk sekolah, orang tua tidak punya pilihan lain. Keluarga Krisna tidak memotong rambut Krisna memang bukan tanpa alasan. Mereka mengikuti petuah sang nenek moyang. Pepatah leluhur mereka pernah berujar, jika ingin punya anak hidup, jangan potong rambutnya. Patuh terhadap pitutur nenek moyang itu pernah dilanggar. Akibatnya, sepekan sesudahnya, salah satu anggota keluarganya sakit. Bahkan, hanya sakit demam biasa,

yang bersangkutan sampai meninggal dunia. “Adik saya waktu itu coba-coba dipotong rambutnya oleh ibu, akhirnya meninggal dunia. Padahal, cuma sakit panas,” kenang Qomariyah saat ditemui di rumahnya kemarin. Peristiwa itu menjadi pelajaran bagi keluarga besar SunaryoQomariyah. Artinya, keluarga tidak ingin kejadian tersebut menimpa anggota keluarganya yang lain. “Mulai saat itu saya dan keluarga tidak ingin coba-coba memotong rambut,” terang ibu beranak tiga itu. Penuturan nenek moyang, rambut anak-anak boleh dipotong atas dasar kemauan sendiri. Selama tidak ada niat dari yang bersangkutan, maka tidak boleh dipotong n  Baca Langsung...Hal 35

Murwanto tetap kades yang sah Bisa ngantor kembali 1,5 bulan lagi

Mantan napi masih boleh nyaleg Paling tidak, bisa mendulang suara di dua TPS Lapas

ALI NURFATONI/RaBa

SEPINGGANG: Qomariyah menyisir rambut Pandu Krisna Tegar Anggora kemarin. email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


26

Selasa 26 Maret 2013

Potensi Desa Lemahbangkulon, Singojuruh

Ketela Rambat Melimpah, Dikreasi Jadi Keripik LEMAHBANGKULON - Luas lahan tanaman ketela rambat di Desa Lemahbangkulon, Kecamatan Singojuruh, memang cukup besar. Dari ratusan hektare lahan pertanian yang ada di desa yang satu ini, 30 persen di antaranya ditanami dengan tanaman ketela rambat yang oleh masyarakat sekitar lebih dikenal dengan istilah sabrang tersebut. Karena itu, jangan heran

bila kuantitas sabrang hasil produksi para petani Desa Lemahbangkulon melimpah. Namun seperti diketahui, jika dijual mentah, harga komoditas pertanian yang satu ini sangat murah. Tak kalah akal, sebagian warga berinisiatif menambah nilai jual ketela rambat tersebut dengan cara diolah menjadi keripik. “Di Desa Lemahbangkulon terdapat tiga usaha kecil

menengah (UKM) yang memproduksi keripik berbahan baku sabrang, sukun, dan lainlain. Selain berhasil menambah nilai jual, keberadaan UKM tersebut juga bermanfaat membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar,” ujar Camat Singojuruh, Nanik Machrufi kemarin (25/3). Menurut Nanik, tiga UKM tersebut masing-masing mempekerjakan 6, 12, dan 13

GALIH COKRO/RaBa

Nanik Machrufi

orang. Wilayah pemasaran produk industri rumahan, itu pun sudah mencapai seantero Banyuwangi hingga Pulau Dewata Bali. Namun demikian, Camat Nanik mengakui bahwa kualitas kemasan masih menjadi salah satu nilai minus keripik hasil produksi UKM di Desa Lemahbangkulon. Untuk itu, Nanik mengaku akan terus menerus memberikan pembi-

naan kepada masing-masing pengelola UKM tersebut untuk memperbaiki kualitas kemasan produknya. “Kami akan membina para pengelola UKM tersebut agar kualitas kemasan produknya bisa ditingkatkan. Untuk mewujudkan hal itu, kami akan bekerja sama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pertambangan (Disperindagtam) Banyuwangi,” kata dia.

Sebagaimana diketahui, kualitas kemasan yang baik akan memperkuat daya saing produk UKM dengan produk-produk makanan hasil produksi industri besar. “Sebenarnya kualitas keripik hasil produksi UKM Desa Lemahbangkulon sangat baik. Untuk menambah daya tarik kepada konsumen, perlu perbaikan kemasan,” pungkas Nanik. (sgt/als)

Jumlah Warga Miskin masih 10,48 Persen Tahun 2010 di Atas 20 Persen BANYUWANGI - Angka kemiskinan Banyuwangi terus menurun dalam rentang waktu tiga tahun belakangan. Pada tahun 2010, jumlah warga miskin masih berkisar di angka 20,09 persen. Di awal tahun 2013, angka kemiskinan turun menjadi 10,48 persen. Penurunan angka kemiskinan itu dipicu menurunnya angka kemiskinan di dua kecamatan yang menjadi kantong warga miskin, yakni Kecamatan Kalipuro dan Kecamatan Wongsorejo. Pada tahun 2010, kemiskinan di Kalipuro 40,68 persen dan Wongsorejo 29,35 persen. Pada tahun 2011, kemiskinan di Kecamatan Kalipuro turun menjadi 5,09 persen dan di

Wongsorejo turun menjadi 15,55 persen. Pada tahun 2012, angka kemiskinan di dua kecamatan itu turun lagi, yakni di Kecamatan Kalipuro menjadi 4,74 persen, dan Kecamatan Wongsorejo menjadi 11,69 persen. “Kalipuro sejak tahun 2010 mengalami penurunan sekitar 35,9 persen,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banyuwangi, Agus Siswanto. Bersamaan dengan turunnya angka kemiskinan di dua kecamatan itu, angka kemiskinan di Kecamatan Genteng malah naik. Pada tahun 2010 angka kemiskinan di Kecamatan Genteng 14,42 persen, tahun 2011 naik menjadi 16,19 persen. Pada tahun 2012, kemiskinan Kecamatan Genteng turun menjadi 15,08 persen. “Kemiskinan Kecamatan Genteng

naik sekitar 0,66 persen. Kita sedang mencari pemicu naiknya angka itu,” jelas Agus. Angka kemiskinan Banyuwangi turun secara bertahap mulai akhir tahun 2011. Di tahun 2010, penduduk miskin di Banyuwangi mencapai 20,09 persen. Pada tahun 2011, jumlah penduduk miskin turun menjadi 11,25 persen. “Secara umum, sejak tahun 2010, angka kemiskinan terus turun,” kata Agus. Angka kemiskinan tahun 2010 merupakan data kemiskinan tahun 2009, dan angka kemiskinan tahun 2011 merupakan data kemiskinan tahun 2010. “Penurunan angka kemiskinan itu terjadi setelah beberapa program inovasi diluncurkan,” kata Agus. Beberapa program pengentasan kemiskinan yang sudah diluncurkan, antara

lain optimalisasi program kredit usaha rakyat (KUR). Pemerintah daerah melakukan kerja sama dengan pihak perbankan untuk mengoptimalkan pengucuran KUR. KUR yang terserap di Banyuwangi adalah yang terbesar di kawasan Tapal Kuda, Jawa Timur. Terkait pengentasan kemiskinan di Kecamatan Kalipuro dan Wongsorejo, pemerintah daerah memiliki kebijakan khusus. Mulai tahun 2010 lalu, investasi diarahkan ke dua kecamatan itu. Selain investasi, pemerintah daerah juga mendorong sejumlah BUMN di kecamatan tersebut menggelontorkan dana corporate social responsibility (CSR). “TNI juga dilibatkan dalam pengentasan kemiskinan di Kecamatan Wongsorejo,” tambah Agus. (afi/c1/bay)

TOHA/RaBa

CERAMAH: Syaukani Ong memberikan siraman rohani di Masjid Nurul Ummah Banyuwangi Minggu lalu (24/3).

Oesing Craft Raih Penghargaan UNESCO Ketua PITI Jatim: Muslim PERAJIN sekaligus pengusaha sukses di Banyuwangi, Bambang Haryono kembali membuktikan kelihaiannya dalam menggeluti dunia kerajinan tangan (handy craft). Kali ini, pengusaha oleh-oleh khas Banyuwangi itu kembali meraih penghargaan dari UNESCO. Dia meraih predikat Award of Excellent for handy craft. Penghargaan tingkat dunia ini diberikan oleh UNESCO yang merupakan salah satu badan PBB di Basel, Swiss bulan lalu (27/2). Dalam kesempatan itu, Gubernur Jatim Soekarwo dan Duta Besar RI untuk Swiss, Djoko Susilo turut menyaksikan penahbisan pengusaha daerah yang sukses di level dunia itu. Bambang menceritakan, untuk mengikuti ajang pameran dagang di Basel Swiss itu, dia harus mengikuti seleksi tingkat provinsi dan dinyatakan memenuhi syarat. Selanjutnya, Bambang melaju ke tingkat nasional. Kali ini, Oesing Craft harus beradu dengan seluruh peserta dari Indonesia. Namun lagi-lagi, Bambang mampu menunjukkan eksistensinya sehingga dinyatakan lolos menjadi salah satu peserta dari Indonesia ke pentas pameran dunia itu. Bambang tak menyangka, kerajinan kayu asam (Tamarindus indica) yang bagi sebagian orang dibuat untuk kayu bakar itu mendapat penghargaan dari UNESCO. Rupanya, ornamen-ornamen khas pada kayu asam, termasuk kulit kayunya yang kasar menjadi produk yang berkualitas di tangan seorang Bambang. “Ini dibuktikan

Harus Berperilaku Islami

ISTIMEWA

BAHAGIA: Bambang Haryono (kiri) bersama Gubernur Jatim Soekarwo dan Duta Besar Swiss, Djoko Susilo di Basel, Swiss beberapa waktu lalu.

dengan penghargaan yang memenuhi kategori excellent, authentic, innovative, marketable. Inilah bukti sebuah hasil dari pemberdayaan ekonomi kerakyatan,” jelas Bambang. Bambang menambahkan, pohon asam yang jumlahnya berlimpah di Kabupaten Banyuwangi dijadikan beragam kerajinan tangan, termasuk limbahnya yang dija-

dikan ornamen furnitur. Selain memiliki ornamen yang unik, kayu asam dikenal natural tidak memiliki zat berbahaya. “Dari hasil pameran itu, Oesing Craft juga berhasil mendapat order USD 50 ribu. Permintaan ini dari berbagai negara seperti Korea, Spanyol, dan Belanda. Promosi ini saya lakukan secara online,” terang pemilik Dapur Oesing itu. (adv)

BANYUWANGI - Pengajian Ad Dhuha Masjid Nurul Ummah, Kelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi menghadirkan pembicara Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Jatim, Ustad Syaukani Ong pada Minggu lalu (24/3). Pengajian ini merupakan hasil kerja sama dengan Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) DPD Banyuwangi. Dalam kesempatan itu, Ketua Ikadi Banyuwangi, Ust. Imam Basuki, S.Sos dan Ketua Takmir Ust. Muhammad Firdaus S.Pd.I turut mendampingi. Ustad Syaukani Ong mengatakan, saat ini banyak orang Islam namun tidak mencerminkan perilaku Islami. Padahal Nabi Muhammad SAW mengajarkan serta menganjurkan untuk selalu menjaga lisan, hati, serta pola perbuatan. “Nabi Muhammad tidak pernah mengejek, tapi mengajak. Sehingga perilaku serta perbuatan Nabi sangat

Syaukani Ong

mulia. Ini yang harus kita contoh dengan sebenarnya,” jelas lelaki yang juga salah satu pendiri Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia itu. Syaukani menceritakan ketertarikannya terhadap agama Islam sejak kelas tiga SMP. Sewaktu duduk si bangku SMP, dia kerap mendengarkan pela-

jaran agama Islam. Maklum, di era itu hanya mata pelajaran agama ini yang diberikan di sekolah. “Karena saya nonmuslim, maka saya berada di luar kelas hingga mata pelajaran itu selesai. Saya pun otomatis mendengarkan apa yang diajarkan guru,” tuturnya. Sambil menguping di luar kelas, dia mulai bertanya-tanya mengenai kondisi alam di sekitarnya. Salah satu pertanyaan yang sering terlintas di kepalanya adalah bagaimana pohon tebu dan tanaman cabai bisa tumbuh berdampingan dan mendapat air dari sungai yang sama, tetapi memiliki rasa yang beda yaitu manis dan pedas. “Saya berpikir pasti ada yang mengatur dan sangat hebat. Dan Tuhan yang mengatur pasti satu, kalau lebih dari satu biasanya ada kompromi dan hasilnya belum tentu bagus. Saya pun menarik kesimpulan, Allah kah di atas segala ini,” katanya. (adv)

PAC PD Kerja Bakti Mengecat Gapura BANGOREJO – Jajaran Pengurus Anak Cabang Partai Demokrat (PAC PD) Bangorejo dan para simpatisan melakukan kegiatan simpatik. Mereka bersama warga menggelar kegiatan pengecatan tugu gapura pembatas RT 01 dan RT 02 di Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo dengan warna full biru. Koordinator kegiatan, Drs. Eko Purwanto mengatakan, kegiatan sosial tersebut dilakukan setelah sebelumnya warga setempat menyampai-

ISTIMEWA

BAKTI SOSIAL : Relawan PAC PD Bangorejo melakukan pengecatan gapura bersama warga Desa Temurejo.

kan keinginannya ke PAC PD Bangorejo. Keinginan tersebut langsung direspons oleh jajaran PAC PD Bangorejo, dengan melakukan pengecatan tugu gapura. “Ini baru halaman pertama, masih halamanhalaman berikutnya masih ada lagi,” kata Eko Purwanto. Sementara itu, Kepala Dusun Temurejo, Paidi Widodo menyampaikan banyak terima kasih kepada DPC PD Banyuwangi dan PAC PD Bangorejo atas bantuan pengecatan gapura tersebut. (adv)

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho, Mega Dwi P. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Windyah Sari. Pemasaran: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/ Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Selasa 26 Maret 2013

Polisi Razia PSK Pulau Merah

ABDUL AZIZ/RaBa

JALANI TIPIRING: Tujuh PSK yang mangkal di Pulau Merah diamankan di Mapolsek Pesanggaran.

PESANGGARAN - Aparat kepolisian Pesanggaran merazia pekerja seks komersial (WPS) yang mangkal di lokalisasi dekat pantai Pulau Merah, Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, kemarin siang. Hasilnya, sebanyak tujuh PSK dan seorang mucikari terjaring razia tersebut. Mereka yang tertangkap langsung diangkut ke mobil patroli, selanjutnya dibawa ke Mapolsek Pesanggaran. Para PSK yang terkena razia tersebut ternyata berasal dari luar Kecamatan Pesanggaran. Mereka ada yang datang dari Jajag, Gambiran, Rogojampi, dan Jember. Kapolsek Pesanggaran AKP Supriyadi mengatakan, PSK

dan mucikari tersebut langsung diamankan di mapolsek. Pagi ini akan dikirim ke Pengadilan Negeri Banyuwangi guna menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring). Mantan Kapolsek Glenmore itu juga menjelaskan, jauh hari sebelum dirazia, polisi sudah sering mengingatkan para PSK dan mucikari agar menghentikan aktivitas di sana. Terlebih, para PSK dari luar daerah kerap diimbau agar meninggalkan Banyuwangi. “Beberapa waktu lalu juga sempat kita kumpulkan di polsek dan kita beri penjelasan. Berhubung tetap beroperasi, ya akhirnya kita razia,” tegas Supriyadi. (azi/c1/aif)

KOMUNIKASI PEMBANGUNAN

Bupati Anas dan Ikawangi Dewata Kolaborasi Promosikan Banyuwangi

Kampanye Wisata Melalui Festival Kuliner Khas Oesing Promosi wisata Banyuwangi di Pulau Bali terus diintensifkan. Minggu (24/3) kemarin Bupati Abdullah Azwar Anas ”berjualan” potensi wisata yang dimiliki Banyuwangi dalam acara musyawarah besar (mubes) pertama Ikawangi Dewata Bali. -------------------------------------MUBES berlangsung di Mr. Kuta Mall Badung. Dalam acara itu sekaligus digelar festival kuliner khas Banyuwangi di Kabupaten Badung, Bali. Pada kesempatan itu, hadir Bupati Badung AA. Gde Agung; Ketua DPRD Badung I Nyoman Giri Prasta; Ketua dan pengurus Ikawangi Dewata Bali, serta ratusan warga Banyuwangi yang tinggal di Bali. Bupati Anas menjelaskan, pertemuannya dengan Ikawangi Dewata dan Pemkab Badung dalam rangka menjalin kerjasama sektor perekonomian dan pariwisata. Tdak dapat dipungkiri bahwa pada zaman kerajaan sekitar abad ke-8, wilayah kerajaan Blambangan yang sekarang menjadi Banyuwangi dan beberapa kerajaan di Pulau Bali telah menjalin hubungan disegala

ragama. ”Dimanapun warga Banyuwangi berada saya harapkan patuh dan mendukung kebijakan pemerintah setempat, sehingga terjalin hubungan harmonis hingga pucuk pimpinan,’’ harap Anas. Dalam kesempatan itu bupati juga mengajak warga Banyuwangi yang telah sukses di Bali untuk kembali ke kampung halaman dan bersama pemerintah PEMKAB FOR RaBa membangun BanyuTABUH BEDUG: Bupati Badung AA. Gde Agung disaksikan Bupati wangi. Sebab, saat ini Anas membuka Mubes Ikawangi Dewata yang berlangsung di Mr. Banyuwangi sedang Kuta Mall Badung Minggu kemarin (24/3). berbenah dan menunjukkan perkembangan sektor. ”Hubungan Banyuwangi dan Bali sudah yang cukup pesat sehingga menjadi daerah yang seperti saudara tua sejak jaman nenek moyang,’’ patut diperhitungkan. ”Banyuwangi membutuhkan sentuhan tangan orang asli Banyuwangi unkata Bupati Azwar Anas. Dia berharap warga Banyuwangi yang ada di tuk terus maju dan menunjukkan identitasnya,’’ Bali --khususnya di Kabupaten Badung-- supaya kata Bupati Anas. Jika ada warga Ikawangi yang ingin berinterus mendukung kebijakan pemerintah setempat dan menjaga ketenteraman antarumat be- vestasi, pemerintah daerah sudah menyiapkan

kawasan khusus di Banyuwangi utara dan beberapa tempat menarik di seluruh wilayah Banyuwangi yang dapat dijadikan sebagai hotel dan restoran. ”Proses perizinannya sudah kita siapkan secara cepat dan mudah,’’ imbuhnya. Pada kesempatan itu juga, Bupati Anas mengajak warga Ikawangi di Bali untuk ikut mempromosikan wisata Banyuwangi. Pemerintah daerah baru saja selesai memperbaiki infrastruktur jalan menuju destinasi wisata. Sejumlah lokasi obyek wisata di Banyuwangi, sekarang mudah di akses secara cepat dan nyaman. ”Akses jalan menuju kawah Ijen sudah rampung diperbaiki. Kita akan terus melanjutkan perbaikan infrastruktur jalan untuk memberikan kenyamanan pada wisatawan yang datang ke Banyuwangi,’’ tandas pejabat yang baru saja mendapatkan penghargaan dari PWI Jatim itu. Bupati Badung AA. Gde Agung mengapresiasi terselenggaranya pertemuan ini. Dia berharap kekompakan Ikawangi Dewata dan Bupati Anas bisa mempromosikan Banyuwangi di tingkat nasional maupun internasional. Bupati Gde Agung juga berharap komunikasi kerjasama di segala sektor supaya terus dilakukan karena Bali --khususnya Kabupaten Badung merupakan etalase Banyuwangi dalam mempromosikan wisata dan produk asli Banyuwangi. ”Kami

telah menampung aspirasi warga Ikawangi dan bekerja bersama mereka. Kami juga siap menerima produk Banyuwangi untuk dipasarkan di Badung dan Bali,’’ kata Gde Agung. Dalam kesempatan tersebut Pemkab Banyuwangi juga menyerahkan satu unit mobil ambulans pada Ikawangi Dewata Bali. Ketua Umum Ikawangi Dewata Bali, Masyhudi Jamal mengapresiasi pemberian mobil ambulans. ”Selama ini warga Banyuwangi yang tinggal di Bali terkendala kendaraan saat memulangkan jenazah keluarganya ke kampung halamannya,’’ kata Masyhudi. Sebab, lanjut Masyhudi, di Bali tidak tersedia tempat pemakaman. Dengan adanya mobil ambulans kami sangat terbantu untuk memulangkan jenazah keluarga Ikawangi ke kampung halaman. ”Kami akan terus menjalin komunikasi dengan pemerintah stempat dalam mempromosikan wisata Banyuwangi hingga di event nasional maupun internasional di Bali,’’ janji Masyhudi. Sementara itu, mubes Ikawangi Dewata pertama dan festival kuliner khas Banyuwangi dibuka langsung oleh Bupati AA. Gde Agung dan Bupati Anas. Pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug. Selain itu, hadir pula sejumlah pejabat Pemkab Banyuwangi dan Pemkab Badung, serta tokoh masyarakat Ikawangi. (afi/aif))


KESEHATAN

28

Selasa 26 Maret 2013

Bentuk Duta Prokasih Puskesmas Wonosobo Gandeng Sekolah

PUSKESMAS TAPANREJO FOR RaBa

PAKDE RIN: Pairin membimbing anak PAUD gosok gigi yang benar di Balai Desa Tapanrejo, Kecamatan Muncar.

Pakde Rin Kumpul Bocah, Cegah Caries Gigi MUNCAR-Menjaga kesehatan gigi pada anak merupakan hal yang tidak dapat kita abaikan begitu saja. Memang kelihatan terasa wajar jika anak punya gigi gigis atau rusak. Namun, hal itu sangat tidak baik untuk kesehatan gigi dan mulut bagi anak. Jika dibiarkan terlalu lama dapat menimbulkan dampak lebih serius dan permanen, yaitu dapat mengubah bentuk wajah anak tersebut. Pada Jumat (22/3) lalu, bertempat di pendapa Balai Desa Tapanrejo, Kecamatan Muncar, Puskesmas Tapanrejo menggelar acara kumpul bocah cegah caries gigi pada anak. Acara tersebut menghadirkan murid-murid dari tiga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di wilayah Desa Tapanrejo. Sebanyak 101 murid diundang dari PAUD Tunas Melati, PAUD Berlian, dan PAUD Alba 4. Acara yang didukung sponsor tunggal Bank Mandiri Cabang Muncar tersebut dibuka oleh Kepala Desa Tapanrejo Suryatmojo, SPd. Acara diawali senam anak PAUD yang diikuti oleh murid PAUD, ibu-ibu wali murid, karyawan Puskesmas, dan perangkat desa. Senam dipandu oleh Setyorini dari PAUD Berlian. Acara meriah itu dan dirangkai pemeriksaan gigi murid PAUD. Mereka juga mempraktikkan cara menggosok gigi yang benar kepada murid PAUD yang dibimbing Pairin, SKM, MMkes, perawat gigi di Puskesmas Tapanrejo.

PUSKESMAS TAPANREJO FOR RaBa

BAGI SIKAT: Sunariyadi, Pakde Rin, dan Puput Isnianto memberikan sikat gigi pada anak PAUD.

Kepala Puskesmas Tapanrejo Sunariyadi, SKM, MMKes menjelaskan perlunya menanamkan sikap untuk berperilaku hidup bersih dan sehat sejak usia dini. Salah satunya memberikan contoh yang benar cara membersihkan gigi. Kegiatan seperti itu diharapkan bisa mendongkrak capaian target dari program kesehatan gigi dan mulut di wilayah Puskesmas Tapanrejo. “Dengan menggalang dukungan dari tokoh masyarakat dan sponsor, diharapkan seluruh kegiatan program bisa terlaksana dengan baik dan sukses,” harapnya. Setyorini dari PAUD Berlian ber-

harap kepada petugas kesehatan agar kegiatan semacam itu dilaksanakan secara rutin. “Sehingga anak didiknya bisa sehat semua,” katanya. Di ujung acara, Customer Servis Representative PT Bank Mandiri Cabang Muncar Puput Isnianto dkk menawarkan produk Axa Mandiri kepada ibu-ibu wali murid. Asuransi itu bisa jadi bekal belajar anak-anak kelak ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Presentasi itu disambut antusias oleh ibu-ibu wali murid. Sebelum acara ditutup, pihak Bank Mandiri memberikan sikat gigi gratis pada murid-murid PAUD.(*/irw)

SRONO-Meski semua desa di wilayah kerjanya sudah dinyatakan ODF (Open Defication Free), tetapi Puskesmas Wonosobo beserta kader kesehatan terus bekerja untuk membuat sungai menjadi bersih dan nyaman dilihat. Satu lagi program Puskesmas bersama kader kesehatan diluncurkan, yaitu Prokasih (Program Kali Bersih). Program itu bertujuan membuat sungai lebih sehat dan bersih. Program pemicuan tersebut memiliki sasaran anak anak sekolah. Anak-anak diarahkan dan diberi pemahaman yang baik tentang sungai dan kebersihan diri. Bahkan, anak- anak juga dilibatkan dengan menjadi duta Prokasih. “Anak anak diharapkan bisa menjadi sahabat sungai,’’ kata Mujito, SKM, Mmkes, kepala Puskesmas Wonosobo. Sungai tidak lagi dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah. Apalagi tempat buang air besar. Sungai juga bukan tempat yang sehat untuk mandi, mencuci pakaian, apalagi mencuci bahan makanan. “Dengan Prokasih diharapkan anak- anak lebih mencintai sungai,” imbuhnya. Program Prokasih diutamakan pada sekolah- sekolah yang lokasinya berdekatan dengan sungai. Kegiatan pertama dilaksanakan di SDN 2 Wonosobo, sekolah tepian sungai yang dikepalai oleh Drs. Anshori.

PKMS WONOSOBO FOR RaBa

DUTA: Mujito menyematkan pin pada duta Prokasih di SDN 2 Wonosobo.

Pemicuan dipimpin langsung oleh Rokhani , koordinator kesehatan lingkungan Puskesmas Wonosobo. Dia dibantu oleh kader- kader Prokasih, yaitu Husen, Sridayaningsih, dan Ahmad Abd. Azis. Ambarwati, SPd, guru UKS setempat juga ikut aktif dalam pemicuan itu. Bahkan, hadir pula Suyut, kepala dusun setempat. Acara berlangsung meriah. Anak-anak tampak mengikuti acara dengan penuh semangat. Bahkan, mereka terbawa dan terpicu untuk melaksanakan arahan-arahan dari para kader kesehatan. Ujung acara tersebut adalah pemilihan duta-duta Prokasih di sekolah. Terpilih lima duta Prokasih, yaitu Dewi Masita dari kelas V, Intan Rosida dari kelas IV, Rijal Muhaimin dari

Ambulans Kawal Aksi Kemanusiaan Peserta Gladag Difasilitasi ke RS Al Huda Gambiran G A M B I R A N- R a n g k a i a n pelaksanaan kegiatan Sinergi Aksi Kemanusiaan Operasi Gratis 1000 Dhuafa” masih terus berlanjut. Kerja sama dan koordinasi dari berbagai pihak untuk turut mensukseskan kegiatan ini terus dilakukan. Koordinator kegiatan Sinergi Aksi Kemanusiaan RS Al Huda Gambiran dr. Indiati, MMRS menyampaikan bahwa dukungan dari semua pihak masih terus diharapkan demi kelancaran kegiatan itu. “Dari Puskesmas Gladag, Rogojampi, misalnya. Seluruh peserta operasi gratis yang mendaftarkan diri melalui Puskesmas Gladag diantar dengan menggunakan ambulans Puskesmas Gladag menuju ke RS Al Huda,” katanya. Indi menjelaskan, sebanyak 23 peserta aksi kemanusiaan itu berasal dari Puskesmas Gladag. Peserta didominasi oleh pasien katarak. Jadwal pelaksanaan operasi untuk 23 peserta tersebut tidak sama.

seluruh peserta dari Puskesmas Gladag telah selesai menjalani operasi,” ungkapnya. Lebih lanjut Indi menambahkan, sejauh ini pelaksanaan “Sinergi Aksi Keman u s i a a n O p e ra s i Gratis 1000 Dhuafa”, secara umum berjalan dengan baik. Meski terkadang ada kendala, tetapi masih bisa diatasi dan diselesaikan dengan baik. “Terutama tentang jadwal pelaksanaan operasi yang kadangkala berubah,” RSAH for RaBa DIFASILITASI: Ambulans Puskesmas Gladag yang selalu setia mengantar jelasnya. Tingkat kepedulian pasien katarak ke RS Al Huda. berbagai pihak, kata Tetapi, karena adanya dukun- seluruh peserta kegiatan dia, merupakan hal yang luar gan dan partisipasi transpor- kemanusiaan yang mendaftar biasa. Hal itu mengingat sitasi dari Puskesmas Gladag, melalui Puskesmas Gladag nergi dan kerja sama untuk pelaksanaan operasi dapat dijamin transportasi dan kesuksesan kegiatan itu tidak berjalan lancar. akomodasinya. Mulai dari mungkin hanya berasal dari Tentunya, hal itu tidak lepas berangkat diantar ambulans, satu pihak. Melainkan dari dari dukungan Kepala Pusk- saat operasi ditunggui petu- semua pihak. Indi berharap, esmas Gladag Ns. Supriyadi gas Puskesmas Gladag, ter- koordinasi itu akan tetap berBintoro, MMKes. Melalui per- masuk pemberian konsumsi lanjut. “Tidak hanya pada aksi awat Puskesmas Gladag M. untuk peserta, dan pulang kemanusiaan ini saja, namun Anas Fauzi, A.Md. Kep. ST bersama menggunakan am- juga pada kegiatan yang akan diperoleh informasi bahwa bulans. “Sampai saat ini, datang,” harapnya. (*/irw)

kelas IV, Yusron Hadi dari kelas III, dan Sindi Adinda juga dari kelas III. Di dada mereka disematkan pin Prokasih. Setiap saat, pin itu akan dipakai di baju guna mengingatkan dirinya dan orang lain untuk menjaga sungai agar tetap bersih. “Duta ini kita bentuk dengan tugas untuk mengingatkan teman- temannya, saudaranya, dan orang tuanya, agar menyayangi sungai, tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan kotoran apalagi kotoran manusia,” harap Mujito. Duta-duta itu akan dijadikan sahabat Puskesmas Wonosobo. “Ke depan semua sekolah yang siswanya dekat sungai, akan kita bentuk duta-duta Prokasih seperti ini,” pungkas Mujito. (*/irw)

PKMS TEGALSARI FOR RaBa

KELAS IBU HAMIL: Sesi senam ibu hamil diselenggarakan di Puskesmas Tegalsari.

Kelas Ibu Hamil di Puskesmas Tegalsari TEGALSARI-Program pembangunan kesehatan di Indonesia dewasa ini, masih diprioritaskan pada upaya peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak. Terutama pada kelompok yang paling rentan kesehatan, yaitu ibu hamil, ibu bersalin, dan bayi. Hal itu ditandai dengan tingginya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Kelas ibu hamil merupakan sarana belajar kelompok tentang kesehatan bagi ibu hamil dalam bentuk tatap muka. Tujuannya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu mengenai kehamilan, persalinan, perawatan nifas, dan perawatan bayi baru lahir melalui praktik dengan menggunakan buku KIA. Di Puskesmas Tegalsari, program kelas ibu hamil dilaksanakan secara rutin di semua desa. Jumlah peserta maksimal 10 orang setiap kali pertemuan. Di kelas itu, ibu hamil akan diajak belajar bersama, diskusi, dan tukar pengalaman

tentang kesehatan ibu dan anak (KIA) secara menyeluruh. Kelas tersebut dapat dilaksanakan secara terjadwal dan berkesinambungan. Kelas ibu hamil difasilitasi oleh bidan/ tenaga kesehatan di setiap desa dengan menggunakan paket kelas ibu hamil, yaitu buku KIA, Flip Chart (lembar balik), pedoman pelaksanaan kelas ibu hamil, dan pegangan Fasilitator Kelas Ibu Hamil. “Di Puskesmas Tegalsari ini, bidan pelaksana kelas ibu hamil adalah semua bidan desa,’’ terang Kepala Puskesmas Tegalsari dr. Hj. Asiah Aswin, MMRS. Ada pun keuntungan kelas ibu hamil adalah materi diberikan secara menyeluruh dan terencana sesuai pedoman kelas ibu hamil. Materi juga lebih komprehensif, sehingga memudahkan petugas kesehatan dalam menyampaikan materi. Pada pelaksanaan kelas ibu hamil itu, sebelum penyajian materi oleh bidan juga diisi oleh dr. Asiah As-

win, MMRS mengenai topik tertentu. Diharapkan, waktu pembahasan materi menjadi efektif karena metode pembelajaran yang dipakai adalah partisipatif interaktif disertai praktik, ceramah, tanya jawab, peragaan (posisi menyusui, senam hamil), dan curah pendapat. Materi dilaksanakan secara berkala dan berkesinambungan serta dilakukan evaluasi terhadap petugas kesehatan dalam memberikan penyajian materi sehingga dapat meningkatkan kualitas sistem pembelajaran. Dengan diadakannya kelas ibu hamil, lanjut Asiah, pihaknya berharap adanya peningkatan pengetahuan perubahan sikap dan perilaku ibu agar memahami tentang pemer iksaan kehamilan. “Dengan begitu diharapkan, ibu dan janin sehat, persalinan aman, nifas nyaman, ibu selamat, bayi sehat, sehingga dapat menurunkan AKI dan AKB,” cetusnya. (*/irw)

PD Aisyiyah Optimalkan Amal Usaha BANYUWANGI – Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Banyuwangi punya gawe Ahad kemarin (24/3). Bertempat di aula Masjid Besar Ahmad Dahlan, organisasi kewanitaan Muhammadiyah ini menggelar musyawarah pimpinan daerah (muspimda) periode kepengurusan 2010-2015. Mengusung tema Jelang Satu Abad Gerakan Al Ma’un melalui praksis sosial untuk kemajuan bangsa, kegiatan ini diikuti perwakilan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA), Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA), dan Amal Usaha Aisyiyah se-Banyuwangi. Dalam kegiatan yang berlang-

sung sehari tersebut, mengagendakan sejumlah kegiatan yakni laporan dan evaluasi pelaksanaan keputusan musda. Selain itu acara tersebut juga berisi penyusunan rencana tahap kerja berikutnya, masalah organisasi serta persoalan lainnya yang dianggap perlu. Pada kesempatan itu juga dilaporkan sejumlah keberhasilan yang telah dicapai oleh Aisyiyah. Di antaranya perkembangan Amal Usaha Aisyiyah (AUA) yang ada di bawah naungan organisasi ini. AUA diharapkan selain sebagai usaha pelayanan dari berbagai kegiatan organisasi juga memiliki fungsi sebagai sarana

dakwah dan kaderisasi. Lewat konsolidasi dan koordinasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyuwangi dan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) disepakati berdirinya pimpinan cabang Aisyiyah Bangorejo. Capaian lainnya terbentuk PRA khusus Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) gabungan Rogojampi, PRA khusus SMK Muhammadiyah 6 Genteng dan ditambah dengan berdirinya PAUD baru. Berdirinya PAUD ini melengkapi jumlah TK dan PAUD yang ada sebelumnya sejumlah 48 unit. Selain diisi dengan capaian di

amal usaha tersebut, kegiatan ini juga menyampaikan beberapa pelaksanaan program unggulan yang telah dicapai. Di antara program itu meliputi pelayanan kesehatan dan konsultasi reproduksi gratis oleh majelis kesehatan PDA. Kegiatan ini dilaksanakan sebulan sekali dan tambahan lainnya disesuaikan dengan kebutuhan. Ditambah lagi dengan catering As Sakinah yang mampu memberikan masukan bagi pendanaan organisasi. Tidak ketinggalan hasil usaha majelis koperasi berupa penjualan batik juga menjadi support bagi program unggulan yang

telah dilaksanakan. Ketua PDA Banyuwangi, Dwi Deritaning Tyas berharap, kegiatan ini bisa membawa manfaat bagi organisasi dan secara luas bagi Kabupaten Banyuwangi. Dijelaskan, dalam melaksanakan agenda yang telah disusun diperlukan jalinan komunikasi dan kerja sama antar pimpinan baik vertikal maupun horizontal. Dan yang lebih penting, perumusan perencanaan dan pelaksanaan program disesuaikan dengan kebutuhan daerah. “Lewat sini semua diharapkan bisa berperan aktif dan memaksimalkan pencapaian tujuan organisasi,” tegasnya. (adv/bay)

ISTIMEWA

GAYENG: Suasana Muspimda PDA Banyuwangi di aula Masjid Besar Ahmad Dahlan Banyuwangi.


BALJEBOL

Selasa 26 Maret 2013

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

33

LUMAJANG

Duta Wisata Jember 10 Besar

IMB

Ardhy Dwiki Pilih Tinggal di Jakarta GENTENG - Ardhy Dwiki Priyananta, finalis Indonesia Mencari Bakat (IMB) asal Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, akhirnya pulang ke kampung halamannya kemarin. Kedatangan remaja 19 tahun itu disambut hangat para fans beratnya, khususnya para pelajar. Sejak pagi hingga malam mereka terus berdatangan untuk menemui idolanya tersebut. Di sela-sela banyaknya fans yang datang ke rumahnya tersebut, Ardhy menyempatkan diri bertemu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Pemkab Banyuwangi kemarin pagi. Dia juga menyempatkan diri berkunjung ke bekas almamaternya, yaitu SMAN I Genteng, dan kemarin sore dia bertandang ke kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi Biro Genteng yang beralamat di Jalan Raya Jember Nomor 36, Setail, Genteng. Kedatangan Ardhy yang didampingi ibu kandungnya, Jauharul Latifah, itu bertujuan bersilaturahmi sekaligus menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan warga Banyuwangi selama ajang IMB berlangsung. “Kami bersyukur dan menyampaikan banyak terima kasih kepada bupati dan semua warga Banyuwangi yang memberikan dukungan,” ujar Ardhy. Ardhy menuturkan, selain bersilaturahmi dan menyampaikan terima kasih, kepulangannya selama sepekan ini sekaligus untuk mengurus segala persyaratan administrasi terkait pindah kuliah. Mahasiswa semester satu Fakultas Ekonomi Universitas Jember itu akan pindah studi ke Universitas Admajaya, Jakarta, sekaligus ingin fokus meniti karir. Apalagi, saat ini dia sudah terikat kontrak dengan sebuah stasiun televisi swasta selama dua tahun. “Sehingga, kalau kuliahnya masih di Jember akan sangat menyulitkan,” kata Ardhy. Alumnus SMPN I Genteng itu meminta doa warga Banyuwangi agar dalam meniti karir di Jakarta bisa membawa nama baik kota kelahirannya. “Saya mohon doa kepada semua, semoga diberi kemudahan,” pungkas Ardhy yang akan balik ke Jakarta Jumat mendatang itu. (azi/c1/aif)

HERU PUTRANTO/RADAR JEMBER/JPNN

SUDAH MAKSIMAL: Setelah bertarung selama empat hari di Surabaya, duta wisata Jember hanya berhasil masuk 10 besar Jawa Timur.

2 Pria 1 Wanita Tidur Sekamar Terjaring Razia Koskosan di Genteng

ABDUL AZIZ/RaBa

KUNJUNGI RADAR: Ardhy IMB ditemui Kabiro Radar Genteng Abdul Aziz.

JEMBER - Duta wisata atau yang biasa disebut Gus dan Ning Jember akhir menuntaskan perjuangannya di pentas Raka-Raki Jawa Timur yang digelar 19-23 Maret 2013 lalu. Ajang Raka-Raki itu sendiri merupakan ajang pemilihan Duta Wisata Jawa Timur yang diikuti oleh 38 Kabupaten/Kota se Jawa Timur. Arief Cahyono, kepala Kantor Pariwisata Jember mengaku puas dengan capaian yang diraih Gus dan Ning Jember di pentas Raka-Raki Jawa Timur. “Mereka sudah berjuang, pembinaan juga sudah kita lakukan. Untuk Raka, bisa masuk 10 besar, dan untuk Raki kita juara harapan 1,” ujar Arief. Raka merupakan sebutan untuk duta wisata pria, dan raki adalah sebutan duta wisata putri Jawa Timur. Di ajang tersebut, Jember diwakili oleh Haekal Muda Ralial dan Rifqa Fairuz Putri. Ke depan Haikal dan Rifqa akan bergabung dengan Paguyuban Gus dan Ning Jember, serta turut aktif membantu untuk mempromosikan pariwisata Jember. “Nanti mereka akan terus membantu kami untuk mempromosikan potensi wisata Kabupaten Jember,” kata Arief. Pada malam Grand Final Duta Wisata Raka Raki 2013 yang digelar di Grand City Surabaya itu, Alvine Stefan Widjaja dari Kota Madiun dinobatkan sebagai Raka Jatim dan Retno Ambar Arum dari Kota Malang sebagai Raki Jatim. Seperti diketahui, perwakilan beberapa daerah lolos untuk mengikuti grand final di Surabaya, yaitu, Kota Malang, Kota Madiun, Kabupaten Malang, Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi, Kota Surabaya, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Gresik, Kabupaten Blitar, Kabupaten, Magetan, Kabupaten Kediri, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Bondowoso. (mg2/c1/hdi/jpnn)

GENTENG - Para pemilik kos-kosan di Banyuwangi harus lebih jeli dalam menerima anak kos. Pasalnya, pengawasan tempat-tempat kos di Banyuwangi kini lebih diperketat. Seperti yang dilakukan aparat kepolisian dan Satpol PP Kecamatan Genteng kemarin. Aparat gabungan tersebut menggelar razia di sejumlah tempat kos. Hasilnya, ditemukan tiga pemuda (dua pria dan satu wanita) sedang terlelap tidur di salah satu tempat kos di Dusun Krajan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng. Berdasar temuan itu, aparat gabungan

langsung membawa ketiga pemuda tersebut ke Mapolsek Genteng untuk dimintai keterangan. Setelah dimintai keterangan secara intensif, akhirnya ketiganya diperbolehkan pulang. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, seorang wanita itu ternyata tinggal di Dusun Maron, Desa Genteng Kulon. Tetapi, wanita yang terjaring razia tersebut memilih kos meski jarak ke rumahnya tak jauh. Keterangan sementara, wanita tersebut mengaku sudah menikah dengan salah satu dari dua pria yang tepergok tidur di tempat kos tersebut. ‘’Saya sudah menikah tapi nikah siri,” aku si wanita saat dicecar pertanyaan oleh Aiptu Subekti, salah satu penyidik Polsek Genteng. (ton/c1/aif)

NGAKU NIKAH SIRI: Tiga mudamudi saat dimintai keterangan penyidik di Mapolsek Genteng kemarin.

ALI NURFATONI/RaBa

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Ruko Gandeng •

• Jl. Wahid Hasyim •

• Jl. Brawijaya •

• Puri Mendut •

Dijual ruko gandeng. L42m2 & 45m2. Lokasi Tengahkota,strtgis.(dpnalun-alun,dekatBank Mandiri, Telkom, Kantor Pos). Hub 081336119000,03337751000.TanpaPerantara.

Dijual tanah L 263m2 SHM no. 3660/3661/ 3670, lok Jl. Wahid Hasyim Banyuwangi, baratnya persis toko Spot, letak strategis utk usaha pertokoan. H: 08883361235 (Edho).

Dijual cepat rumah L 292m2 SHM no. 1486, lokasi Jl. Brawijaya Banyuwangi, 5 rumah dari SPBU Karangente, hubungi 08883361235 (Edho).

Rumah siap huni di Puri Mendut, Jl. Mendut 88 Banyuwangi (100m dari Kantor Pemda), cash/kredit, bunga ringan. 081336143490, cepetan sisa hanya 5 unit.

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Sales Motoris •

• Promo Daihatsu •

• Kijang Innova ‘10 •

UD Agung Jaya bth Sales Motoris, lam lgsg Jl. Ikan Wijinongko 11Banyuwangi

R-Stock Xenia, Terios, Luxio, Sirion, GrandMax, cash/kredit, disc gede, hub:HADI 081559705555/081233432555

Djl Kijang Innova Diesel 2010 hitam type G, super istmw, km23000. H:08123268826

• Honda Jazz ‘09 •

• Grand Livina ‘07 •

Jual Honda Jazz hitam, PMK 09, mulus, pajak baru, harga 158 juta, hanya di Showroom Bersama Pakis Kalirejo Banyuwangi. Hamid 081336928223

Dijual Nissan Grand Livina XV 1.5MT tahun 2007 abu-abu tua metalik, harga 143,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Kijang Innova ‘05 •

• Honda Jazz ‘08 •

Dijual Toyota Kijang Innova GXW42 AC dbl tahun 2005 selver metalik, harga 143,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Honda Jazz GE8 1.5S MT CKD tahun 2008, biru metalik, harga 155 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Toyota Avanza ‘04 •

• Isuzu LS Smart ‘05 •

Dijual Toyota Avanza 1.3 F60 IRM-MMEJ tahun 2004 hijau metalik, harga 113,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Isuzu LS Smart TBR 541 LM25 AC dbl / V-r thn 2005 perak metalik, solar, hrg 133.5 jt nego, brg istmw, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

BANYUWANGI • STNK • Hlg STNK Nopol P 2036 VI, an. Arsyad Abdullah, BCHK.Jl.Borobudur 36 RT03/01Tamanbaru

SITUBONDO

• Lemahbangdewo •

• Rumah+Tanah+Toko •

• Belakang Pemda •

• Ruko 2 Lt •

Dijual tanah di Lemahbangdewo Rogojampi, LT 920m2. H: 081235320800

Djl rmh di Bwi L+330, 130 jt & djl tnh+Toko L1200 Sembulung Cluring 300jt. 087755630534

Dijual rumah murah siap huni tngah kota belakang Pemda, L+400, H: 085236168779

Djl Ruko 2 Lt. LT71m2. Jl. Olean no. 36, dpn Pasar. H: 08179310008/03151161403

• Tanah & Rumah • Djl tanah & rumah 355m2, Geladag Rgojampi, sblh Bimantara, tnp prntra 08133633898

Hlg STNK Nopol P 5029 ZC, an. Ahmad Sofyanto, Salakan 02/02 Kenjo, Glagah Hlg STNK Nopol P 6938YX, an.Sodiqul Anwar, Krajan 23/03 Kedunggebang Tegaldlimo Hlg STNK Nopol P 4444 ZQ, an. Reni Ekowati, Gentengan 04/06 Penataban Giri

BANYUWANGI • Cak Rudy STMJ • Cak Rudy STMJ siap tempur, Jl. Gajah Mada 71 Penataban Banyuwangi

• Lovebird • Grosir / eceran Lovebird, Jl. Ciliwung 5 Banyuwangi, 085334845244


34

Selasa 26 Maret 2013

Gondol 9 Medali dari Kediri BANYUWANGI - Kontingen Banyuwangi tampil cukup baik dalam kejuaraan daerah (kejurda) karate di Kota Kediri. Dalam kejuaraan yang memperebutkan Piala Wali Kota Kediri tersebut, duta olahraga Kota Gandrung berhasil mendulang sembilan medali. Rincian medali yang diperoleh dalam even yang digelar 23-25 Maret tersebut adalah lima emas, satu perak, dan tiga perunggu. Hasil itu menempatkan kontingen Banyuwangi yang diperkuat perguruan Inkai itu di peringkat empat di klasemen akhir pendulang medali terbanyak. Banyuwangi berada di bawah tuan rumah Kediri, Marinir, YMCA, dan Surabaya. Hasil tersebut menunjukkan kontingen Banyuwangi mampu bersaing dengan beberapa kontingen lain. Sementara itu, lima medali

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

PERINGKAT 4: Sejumlah atlet karate saat mengikuti latihan beberapa waktu lalu.

emas tersebut didapat di kelas pemula 9 hingga 11 tahun. Mereka yang meraih medali emas adalah Erfinda, Aqidatul, dan Dimas. Capaian tersebut menjadi catatan tersendiri bagi Forki dan Inkai Banyuwangi. Dalam kejuaraan tersebut,

Banyuwangi mengirim 23 karateka terbaik. Hasil tersebut menjadi spirit untuk tampil lebih baik di ajang berikutnya. Setidaknya ajang tersebut menjadi langkah awal dalam mempersiapkan diri menuju Porprov IV di Madiun mendatang. (nic/c1/als)

Bidik Juara LPI Zona Jatim SMAN 1 Rogojampi setelah Juara LPI Banyuwangi

GALIH COKRO/RaBa

CEDERA: Gelandang Toure Morlaye (19) berebut bola dengan pemain PSIM Jumat (22/3) lalu. Saat ini kondisi Toure masih tanda tanya.

Dihantui Badai Kartu B A N Y U WA N G I - G a g a l meraih poin maksimal saat menjamu PSIM Jogjakarta Jumat (22/3) lalu tidak membuat manajemen Persewangi larut dalam kekecewaan. Demi mengobati kegagalan itu, skuad Laskar Blambangan menargetkan poin penuh dalam laga penutup putaran pertama Divisi Utama Indonesia Super League (ISL) besok sore (27/3). Lawan yang dihadapi Zaenal Ichwan dkk di Stadion Diponegoro besok adalah PS Mojokerto Putra (PSMP). Namun, target menyapu tiga poin di laga terakhir di putaran pertama tersebut dipastikan tidak mudah. Tim asuhan Bagong

Iswahyudi itu dihadapkan dalam kondisi sulit. Selain sejumlah pemain cedera, badai kartu kembali membayangi skuad Laskar Blambangan. “Ada beberapa pemain yang sudah hampir mendapat akumulasi kartu kuning. Sejauh ini ada beberapa pemain yang sudah menerima dua kartu kuning di dua pertandingan berbeda. Artinya, sekali lagi mendapat kartu kuning, maka dia harus absen sekali,” beber Bagong Iswahyudi. Pemain-pemain yang terkena dua kartu kuning, di antaranya Decky Rolias, Nelson Chapparo, dan Jordi Kartiko. Anis Mujiono, Nilo Susanto,

dan Febrian Sofiandi, hanya mendapat satu kartu kuning. Meski banyak pemain yang mendapat kartu kuning, tapi mereka masih bisa bermain kontra PSMP Rabu besok. Bagong menuturkan, pemain yang mendapat dua kartu kuning masih bisa main karena ada kebijakan dari PT Liga Indonesia. Dalam surat edaran disebutkan, pemain baru dilarang bermain di satu laga setelah mengantongi tiga kartu kuning (akumulasi). Artinya, Persewangi bakal turun full tim dalam laga tersebut. Namun, bila mereka menerima kartu kuning di laga tersebut, praktis mereka ber-

potensi absen di laga pembuka putaran kedua Divisi Utama mendatang. Lepas dari kartu kuning, Bagong Iswahyudi juga dihadapkan dengan kondisi fisik anak asuhnya. Cedera menghantui pilar Persewangi dalam persiapan menghadapi Laskar Mojopahit, julukan PSMP. Toure Morlaye dan Faisol Arif Wicaksono kondisinya masih tanda tanya. Keduanya mengalami gangguan serius di kaki usai bermain kontra PSIM Jogjakarta kemarin. “Kondisi Toure masih terus dipantau. Sementara itu, Arif masih dalam masa pemulihan. Semoga keduanya bisa turun di laga Rabu besok,” harapnya. (nic/c1/als)

Caleg Demokrat Jalani Fit and Proper Test BANYUWANGI - Bakal calon anggota legislatif (bacaleg) yang berkualitas dan mampu mengutamakan kepentingan rakyat menjadi perhatian serius DPC Partai Demokrat (PD) Banyuwangi. Menyambut pesta demokrasi tahun 2014 mendatang, partai bersimbol mercy itu memberikan treatment dan pembekalan khusus bagi para caleg. Caranya, seluruh caleg partai tersebut diwajibkan mengikuti fit and proper test. Kegiatan yang dipusatkan di kantor DPC Partai Demokrat Jalan S. Parman, Banyuwangi, itu berlangsung selama lima hari. Uji kelayakan dan kepatutan tersebut diikuti ratusan bacaleg. Tidak pandang bulu, proses tersebut juga berlaku bagi bacaleg yang kini masih duduk di kursi legislatif. Bersama calon lain yang berasal dari lintas sektoral, seperti agamawan, pengusaha, pensiunan, tokoh masyarakat, dan lain-lain, mereka antre menunggu giliran fit and proper test yang dilaksanakan mulai kemarin. Ujian tersebut dipilah berdasar zona daerah pemilihan (dapil) pendaftaran yang telah dibuka dan diumumkan partai tersebut sebelumnya.

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

UJI KELAYAKAN: Tim tujuh bersama Ketua PD Banyuwangi Michael Edi Hariyanto mewawancarai seorang bacaleg kemarin.

Tidak tanggung-tanggung fit and proper test tersebut dipimpin langsung tim tujuh dan Ketua DPC Partai Demokrat Michael Edi Hariyanto. Michael mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya partai mengetahui bacaleg ideal yang diharapkan masyarakat. Selain memaparkan visi-misi, bacaleg juga diminta menerangkan beberapa ma-

salah sosial yang dihadapi masyarakat dan solusi yang bisa dilakukan. Selain itu, juga terkait masalah politik, sosial, ekonomi, dan budaya. Setelah itu, mereka diminta merumuskan kebijakan yang pro dan mengutamakan masyarakat. ”Ini ujian perdana bagi bacaleg. Kita ingin setelah mereka terpilih, mereka bisa mengabdi kepada rakyat,” tandas Michael. (nic/c1/aif)

BANYUWANGI - Keberhasilan tim SMA 1 Rogojampi mempertahankan gelar juara Liga Pendidikan Indonesia (LPI) disambut hangat warga sekolah. Hal itu melambungkan optimisme anak asuh Nursamsi itu untuk meraih hasil lebih baik di ajang LPI Jawa Timur mendatang. Tidak sekadar memenuhi ambisi berlaga, tim tersebut menargetkan menjadi kampiun di LPI Jawa Timur mendatang. Target tersebut datang dari manajer tim sekaligus kepala

sekolah SMA 1 Rogojampi, Rodiwanto. Dia menuturkan, timnya sangat bersyukur bisa meraih double winner di LPI edisi 2012 dan 2013. Capaian itu, kata dia, menjadikan timnya sebagai salah satu tim yang disegani di tingkat pelajar Banyuwangi. Rodiwanto pun menargetkan timnya unjuk gigi di LPI Jawa Timur tahun ini. Dia ingin anak asuhnya menembus final dan meraih juara dalam kompetisi antar pelajar tingkat provinsi tersebut. “Kami targetkan juara di tingkat provinsi,” tegas Rodiwanto. Target itu bukan tanpa alasan. Di LPI 2012 lalu, pasukan Nursamsi itu berhasil menyabet posisi runner up. Oleh

karena itu, jika tahun ini tim SMAN 1 Rogojampi membidik juara pertama, itu sah-sah saja. Meski pertandingan masih lama, tapi Rodiwanto akan mempersiapkan tim sejak dini. Beberapa kelemahan mendasar saat kualifikasi hingga final bakal mendapat perhatian serius. Hal itu dilakukan agar tim SMA 1 Rogojampi bisa bersaing dengan kontestan asal di Jawa Timur lainnya. “Kami inginkan persiapan pemain lebih mantap. Persiapan akan dilakukan sejak dini agar bisa mewujudkan target di tingkat Jawa Timur nanti,” pungkasnya usai penerimaan piala LPI dari kapten tim SMAN 1 Rogojampi kemarin. (nic/c1/als)


BERITA UTAMA

Selasa 26 Maret 2013

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Banyak Dikirim ke Pulau Dewata n JELANG... Sambungan dari Hal 25

“Awal Maret harga cabai rawit Rp 40 ribu per Kg. Setelah itu, harganya turun menjadi Rp 33 ribu sampai Rp 35 ribu per Kg. Namun, hari ini harga cabai rawit kembali meningkat menjadi Rp 40 ribu per Kg,” ujarnya. Menurut Misria, peningkatan harga cabai rawit itu lantaran stok menipis. “Kemungkinan banyak cabai asal Banyuwangi

yang dikirim ke Bali. Sebab, umat Hindu Bali akan merayakan Galungan besok (hari ini, Red),” ujarnya. Pernyataan senada di lontarkan Sus, 32, pedagang bumbu lain. Setelah sempat turun harga dari Rp 40 ribu per Kg menjadi Rp 38 ribu per Kg, kemarin harga cabai rawit kembali naik menjadi Rp 40 ribu per Kg. “Stok cabai rawit tipis. Itu juga terjadi di kota-kota besar, seperti Jakarta dan Surabaya,”

paparnya. Sementara itu, mulai awal tahun 2013, harga Bawang putih merangkak naik. Di akhir 2012 harganya hanya sebesar Rp 15 ribu per Kg, dan di awal 2013 harga bawang putih meningkat menjadi Rp 18 ribu per Kg. Pada awal Maret, harga bawang putih melambung menjadi 40 ribu per Kg. Gejolak harga bawang terus berlanjut hingga harganya mencapai Rp 100 ribu per Kg, yakni pada pertengahan Maret.

Akhirnya, harga bawang putih tu run signifikan menjadi Rp 60 ribu sampai Rp 65 ribu per Kg pada Sabtu (16/3). Sehari berselang, tepatnya Minggu (17/3), harga bawang putih kembali merosot menjadi Rp 40 ribu sampai Rp 45 ribu per Kg. Nah, tiga hari terakhir, tepatnya mulai Jumat (22/3), harga bawang putih turun menjadi Rp 30 ribu per Kg. Harga Rp 30 ribu per Kg itu bertahan hingga kemarin (24/3). (sgt/c1/bay)

Belum Ada Laporan dari Kecamatan n MURWANTO... Sambungan dari Hal 25

Menurut Yudi, Pemkab Banyuwangi tidak akan mengevaluasi SK Murwanto sebagai kades bila tidak ada laporan dari Pemerintah Kecamatan Pesanggaran. “Pak camat tidak akan melangkah kalau tidak ada pengaduan atau permintaan

dari desa,” ujarnya. Yudi mengingatkan, laporan dari desa mengenai jabatan kades itu bukan sekadar laporan belaka. Laporan tersebut harus disertai bukti-bukti penahanan kades yang bersangkutan. “Kita belum mengambil langkah apa pun karena memang belum ada laporan dari bawah,” cetusnya. Seperti diberitakan sebelum-

nya, Kades Murwanto dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi. Itu setelah Mahkamah Agung (MA) dalam putusan kasasinya menganulir keputusan Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi terkait pemalsuan ijazah. Dalam putusan tingkat kasasi itu, MA memutus Murwanto bersalah terkait penggunaan

ija zah palsu saat mendaftar dalam pemilihan kepala desa (pilkades). Atas kesalahannya itu, MA menghukum terdakwa tiga bulan penjara. “MA memutus Mu r w a n t o b e r s a l a h d a n menghukum tiga bulan penjara,” cetus Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi I Wayan Sumertayasa. (abi/c1/bay)

Minta Tanda Tangan Harus ke Lapas SEMENTARA itu, penahanan Ke pala Desa Sumberagung, Ke c a mat a n Pe s a n g ga ra n , Mur wanto, oleh Kejaksaan Ne geri Banyuwangi mulai di rasakan dampaknya oleh masyarakat setempat. Betapa tidak, akibat penahanan sang kades, pelayanan Pemdes Sumbe ragung terhambat. Sebab, warga harus menunggu tanda tangan Murwanto yang kini tinggal di Lapas Banyuwangi. Seperti kejadian kemarin, setidaknya ada sepuluh warga yang datang ke balai Desa Sumberagung untuk meminta tanda tangan kades sebagai syarat pembuatan KTP dan kartu keluarga. “Karena harus minta tanda tangan ke Lapas Banyuwangi, kita minta warga agar menunggu sampai sore. Kalau ternyata sore yang ngantar surat belum pulang, warga kita minta datang lagi besok,”

ABDUL AZIZ/RABA

SEPI: Suasana teras depan kantor Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, siang kemarin.

kata Ahmad Bahrudin, Kaur Umum Pemdes Sumberagung. Bahrudi menuturkan, se-

cara umum, dengan di tahan nya Kades Mur wanto, ro d a p e m e r i nt a ha n d e s a

men jadi terganggu. Sebab, se mua proses administrasi yang membutuhkan tanda tangan kades harus ke Lapas Banyuwangi. Apalagi, sejak November 2012 lalu, jabatan Sekdes Sumberagung yang s e b e l u m n ya d i jab at He r i Susanto masih kosong sampai saat ini. Bukan hanya itu, Kaur Ekonomi dan Pembangunan Desa Sumberagung, Purnoto, sejak sebulan lalu juga ditahan ke jaksaan Banyuwangi kare na terjerat kasus dugaan penganiayaan. Sehingga, saat ini roda pemerintahan desa dijalankan empat orang, yaitu Kaur Umum Ahmad Bahrudin; Kasi Pemerintahan Kasiyadi; Kaur Kesra Jakfar Sodiq; dan Kaur Keuangan Supriyatun. “Sekarang ya tinggal kita berempat ini, Mas,” tandas Bahrudin. (azi/c1/aif)

Masa Hukuman Kurang Sebulan n JOHN... Sambungan dari Hal 25

Dengan adanya surat balasan dari John Robert itu, Kasipidum Sumertayasa mengaku belum mengirim surat panggilan lagi. Sebab, terdakwa dipastikan tidak akan datang lagi dengan alasan yang sama. “Terdakwa memang punya hak mendapat salinan keputusan kasasi itu,” katanya. Untuk mengeksekusi terdakwa, Kasipidum mengaku tengah berkoordinasi dengan Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi belum diterimanya salinan keputusan kasasi itu. “Kita minta terdakwa lekas dikirimi salinan keputusan itu,” ujarnya. Dalam koordinasi yang dila-

kukan itu, kata Sumertayasa, PN Banyuwangi sudah melakukan koordinasi dengan PN Surabaya. Dalam koordinasi tersebut, PN Banyuwangi meminta tolong PN Surabaya mengirim surat salinan keputusan kasasi kepada John Robert yang tinggal di Ngagel, Surabaya. “PN Surabaya yang mengirim salinan putusan ke John Robert,” katanya. Hanya, Sumertayasa mengaku belum tahu apakah PN Surabaya sudah mengirim surat salinan keputusan kasasi itu kepada John Robert ataukah belum. “Setelah ini kita akan tanya kepada PN Banyuwangi, baru kita akan bersikap lagi,” ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, John Robert Andreas, 43, yang divonis bebas oleh PN

Banyuwangi pada 7 Juni 2012 lalu tampaknya harus kembali ke tahanan. Mahkamah Agung (MA) yang menangani kasasi kasus tersebut ternyata memutus terdakwa bersalah. Salinan putusan MA tertanggal 30 Januari 2012 itu telah diterima Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, dan diteruskan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi untuk dilakukan eksekusi. “Surat salinan putusan MA tentang John Robert telah kami terima,” terang Humas PN Banyuwangi, Bawono Effendi SH, saat itu. Menurut Bawono, MA telah me mutus kasus kasasi yang diajukan pihak KPH Perhutani Banyuwangi Utara. Dalam putusan bernomor 1977.K/Pid.

Sus/2011, MA menganggap terdakwa terbukti menebang po hon dan memungut hasil hutan tanpa persetujuan pihak berwenang. Dalam putusannya, MA menjatuhkan vonis enam bulan penjara dan denda sebesar Rp 1 juta subsider satu bulan kurungan. “Kita sudah menerima salinan putusan mengenai John Robert dari PN Banyuwangi,” cetus Kasi Pidum Kejari Banyuwangi Wayan Sumartayasa. Untuk menindaklanjuti putusan MA itu, Kejari telah memanggil terdakwa. Surat panggilan dikirim ke alamat terdakwa di Ngagel, Surabaya, lewat pos. “Dipotong masa tahanan, hukuman yang harus dijalani kurang sebulan,” jelasnya. (abi/c1/bay)

Giatkan Pembuatan Rumpon Pantai n KONSUMSI... Sambungan dari Hal 25

Karena itu, selain mendongkrak produksi ikan, Dinas Kelautan dan Perikanan juga akan mendongkrak konsumsi ikan oleh warga. Pada tahun 2013 harus lebih meningkat lagi. Pudjo menambahkan, produksi ikan di Banyuwangi cukup tinggi. Pada tahun 2012 lalu, produksi ikan mencapai 66 ribu ton setahun. Jumlah itu

meningkat dibanding produksi ikan tahun 2011 yang mencapai 57 ribu ton per tahun. Menurut Pudjo, produksi ikan itu meliputi hasil perikanan tangkap dan budi daya. Ikan budi daya digenjot melalui program gerakan 10 ribu kolam ikan selama dua tahun te rakhir. Produksi ikan budi daya di tahun 2012 mencapai 22 ribu ton. Tahun 2011 hanya memproduksi 17 ribu ton ikan. Sementara itu, tahun 2012,

perikanan tangkap meng hasilkan 44 ribu ton, dan pada tahun 2011 hanya 37 ribu ton. Program gerakan 10 ribu kolam telah menghasilkan 7.500 ton di tahun 2012 ini. Hasil itu berasal dari 6.230 unit kolam. Di tahun 2011, program gerakan 10 ribu kolam juga menghasilkan ikan cukup banyak, meski hanya dari 1.800 unit kolam.  Demi meningkatkan produksi ikan di Banyuwangi, kata Pudjo, pe merintah telah membuat

satu program inovasi melalui pemantapan rumpon di pantai. Tujuannya, mempermudah nelayan mencari populasi ikan yang paling banyak. Melalui program tersebut, ikan tangkapan akan meningkat banyak tanpa harus mencari di wilayah yang sulit. Tahun 2015, pemerintah daerah menargetkan produksi ikan hingga 73 ribu ton per tahun. “Produksi ikan terus kita genjot dan kita juga mengampanyekan gemar makan ikan,” katanya. (afi/c1/bay)

Berlaku 7 Turunan, Sudah Jalan 3 Turunan n LANGSUNG... Sambungan dari Hal 25

‘’Boleh dipotong, tapi sak njaluke (permintaan sendiri, Red),” terang Sunaryo, ayah Krisna. Menurut Sunaryo, kakeknya termasuk salah satu paranormal. Dikatakannya, rambut kakeknya sangat panjang. Saking panjangnya, sampai menempel ke tanah. ‘’Kakek saya memang paranormal,” kenangnya. Sampai saat ini, jelas dia, wasiat leluhur itu tetap dipertahankan. Sebab, keluarga tidak ingin kehilangan anggota keluarga hanya gara-gara melanggar wasiat tersebut. ‘’Ini anak saya yang terakhir. Dua kakaknya

perempuan juga rambutnya panjang. Tapi, sudah ada yang dipotong karena kemauan sendiri,” jelasnya. Dia mengenang, selama ini anaknya se ring berobat di dokter hanya karena rambutnya diminta dipotong. “Awal-awal sekolah dulu, dalam sebulan sampai tiga kali berobat ke dokter. Itu gara-gara diminta cukur. Tapi, beberapa bulan terakhir sudah banyak yang memaklumi,” paparnya. Peni Agustin, 22, anak sulung Sunaryo me ngatakan, dirinya mempunyai anak laki-laki. Rambut anak pertamanya itu hingga kini dibiarkan panjang. ‘’Rambut anak saya memang tidak dipotong mulai kecil,” katanya sambil memberi tahu Jawa

Pos Radar Banyuwangi bahwa putranya itu bernama Arjuna dan masih berumur dua tahun. Dia menceritakan, putranya itu pernah dirawat di sebuah rumah sakit di Bali. Garagaranya, waktu disisir rambutnya ada yang rontok. ‘’Anak saya langsung panas dan opname di rumah sakit,” terangnya. Pihak keluarga berharap agar persoalan itu dianggap sesuatu yang bisa dimaklumi. Artinya, Krisna bisa sekolah seperti biasa meski dalam kondisi rambut panjang. Sebab, hal itu berlaku hingga tujuh turunan. “Gak boleh dipotong sampai tujuh turunan. Anak saya itu turunan ke tiga,” terang Qomariyah. (c1/bay)

Sudah Bertunangan, Akan Menikah n PEREMPUAN... Sambungan dari Hal 25

Dalam razia kali ini, petugas Satpol PP berhasil menjaring enam pasangan yang tidak terikat perkawinan. Rinciannya, empat pasangan mesum diciduk di sejumlah hotel, dan dua pasangan lain diciduk di kamar kos di Banyuwangi dan sekitarnya. Ripai tidak menampik bahwa salah satu perempuan yang terjaring razia dalam kondisi

mengandung. “Benar, menurut pengakuan pihak pria-nya, si perempuan tengah hamil lima bulan. Mereka mengaku sudah bertunangan dan hendak menikah. Namun, karena sampai saat ini (kemarin) keduanya belum menikah, mereka berdua kami giring ke kantor Satpol PP untuk didata dan diberi pembinaan,” jelasnya. Selain itu, petugas Satpol PP juga menjaring satu pasang pelajar SMK swasta yang tengah berduaan di kamar kos. Petugas

langsung memanggil wali kelas pelajar tersebut ke kantor Satpol PP. “Sepasang pelajar yang kami ciduk kami lepas setelah wali kelasnya kami hadirkan ke kantor Satpol PP,” tegas Ripai. Ripai menambahkan, jika di lain waktu para warga yang terjaring razia tersebut kembali melakukan perbuatan serupa, mereka akan digiring ke Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi untuk menjalani si dang tindak pidana ringan (tipiring). (sgt/c1/bay)

Polisi Warning Belasan Mucikari di Ketapang SEMENTARA itu, aparat Polsek Blambangan menyisir pasangan yang check in di sejumlah hotel di Kecamatan Banyuwangi kemarin (25/3). Sayang, dari beberapa hotel yang diperiksa itu, hanya ada satu pasangan yang sedang berduaan di kamar hotel. Pasangan bukan suami-istri itu berinisial AS, 46, warga Desa Kampung Anyar, Kecamatan Glagah, dan SU, 50, asal Desa/Kecamatan Licin. Po lisi memergoki mereka di satu kamar di Hotel Berlin Timur, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi. “Pasangan ini bukan suami istri, tapi berada di satu kamar hotel,” terang Kapolsek Blambangan AKP Ketut Redana.

Untuk keperluan pemeriksaan, pasangan tersebut dibawa ke Ma polsek Blambangan oleh polisi. Selama berada di polsek, ke duanya terus menunduk sambil menutupi wajah. “Kami be lum melakukan apa-apa. Kami baru saja masuk kamar hotel,” kata SU. SU yang mengaku sebagai janda itu berangkat ke Banyu wangi untuk membayar angsuran ke kantor salah satu le asing di Banyuwangi. Dari kantor leasing itu, dia menuju Hotel Berlin Timur naik motor bersama. “Jangan dimasukkan koran. Kasihan AS ini masih punya istri,” pinta SU sambil menunjuk kekasihnya. Sementara itu, Muspika Kecamatan Kalipuro memanggil 13

mucikari yang selama ini membuka praktik di sekitar Pelabuhan Ketapang kemarin (25/3). Para mucikari itu dikumpulkan di Mapolsek KPPP Ketapang untuk diberi pembinaan. Dari 13 mucikari yang hadir, sebanyak 12 mucikari membuka praktik di sekitar pelabuhan landing craft tank (LCT), dan satu mucikari lagi beroperasi di Warung Panjang, Ketapang. “Kita beri pembinaan agar tidak membuka prostitusi lagi,” sebut Kapolsek KPPP Ketapang AKP Subandi. Dalam pembinaan itu, lanjut Subandi, para mucikari diminta tidak menjual minuman keras (miras) secara bebas. Apalagi, miras itu dijual tanpa izin. “Tidak boleh menjual miras secara ilegal,” tegasnya. (abi/c1/bay)

Wajib Pasang Pengumuman di Media n MANTAN... Sambungan dari Hal 25

“Paling tidak, penghubung ha rus tahu seluk-beluk administrasi. Sehingga, jika ada seorang caleg yang persyaratan administrasinya kurang, pokja (kelompok kerja) pencalegan KPU bisa langsung berhubungan dengan penghubung,” ujarnya kemarin (25/3). Menurut Syamsul, untuk menjadi caleg, seseorang harus memenuhi beberapa kriteria, di antaranya ijazah minimal SMA/

sederajat, usia minimal 21 tahun, dan melampirkan surat keterangan tidak pernah dipidana. Namun demikian, para mantan terpidana kasus kriminal dan kasus korupsi tetap bisa menjadi caleg asalkan memenuhi ketentuan yang diatur dalam Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2013 tersebut. Seorang mantan narapidana baru boleh menjadi caleg setelah lima tahun bebas dari masa tahanan ter hitung sejak keluar lapas hingga penetapan daftar caleg tetap (DCT) oleh KPU.

Persyaratan lain yang tidak kalah berat bagi para mantan terpidana adalah wajib melampirkan surat keterangan dari kepala lembaga pemasyarakatan (lapas) tempat mantan narapidana tersebut menjalani hukuman. “Seorang mantan narapidana yang ingin nyaleg juga wajib me ngumumkan diri di media bahwa sudah bebas dari hukuman pidana. Selain itu, narapidana juga harus membuat surat pernyataan tidak me ngulangi perbuatannya,” pungkas Syamsul. (sgt/c1/bay)

Sita Uang Taruhan Rp 166 Ribu n DITAHAN... Sambungan dari Hal 25

“Mereka berjudi di pinggir jalan,” katanya. Dari lokasi judi tersebut, aparat kepolisian berhasil menyita sejumlah barang

bukti (BB) berupa uang tunai sebesar Rp 166 ribu dan satu set kartu domino. Selain itu, ketiga warga yang diduga sedang main judi juga ditangkap. “Tiga tersangka kita tangkap bersama BB,” katanya. Dalam keterangannya kepada

polisi, Sukatman mengaku yang dia lakukan bersama dua tersangka lain sebenarnya hanya bermain kartu. Tetapi, dengan iseng mereka bertaruh uang. “Hanya iseng saja, main kartu sambil kumpul-kumpul,” dalihnya. (abi/c1/bay)

BUKTI: Jaksa Syahroli menunjukkan alat pencari ikan yang dipukulkan ke kepala Imam di Pengadilan Negeri Banyuwangi.

AGUS BAIHAQI/RaBa

Imam Dilaporkan Kerja di Luar Jawa Alasan Suyono Mengelabui Keluarga Korban BANYUWANGI - Kasus penganiayaan yang me nga kibatkan Imam Sujono, 16, meninggal dunia semakin terbuka. Terdakwa Suyono, 42, Warga Dusun Klontang, Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, yang menjadi terdakwa dalam kasus tersebut membeber perbuatannya kepada majelis hakim kemarin (25/3). Dalam sidang di ruang utama Pengadilan Negeri (PN) Ba nyuwangi yang dipimpin Made Sutrisna SH dan anggota Unggul Tri Esthi Mulyana SH dan I Wayan Gede Rumega SH itu, terdakwa Suyono akhirnya mengakui perbuatannya. Padahal, jauh sebelumnya, dia membantah menganiaya tetang ganya itu. “Saya pukul tiga kali dengan gagang jaring berbahan besi,” cetus Suyono. Dalam sidang dengan agenda pemeriksaan ter dak wa tersebut, majelis hakim sempat melontarkan berbagai pertanyaan seputar penganiayaan hingga korban meninggal. “Saya pukul. Dia jatuh ke sungai dan membentur batu,” jelasnya. Di hadapan majelis hakim,

terdakwa Suyono juga meng ungkapkan bahwa pada ma lam kejadian, korban sebe narnya akan dibawa pulang. Tetapi, karena takut ke pada keluarganya, korban yang sudah tidak bernyawa itu ditaruh di pintu gerbang menuju kampungnya. “Saya tidak berani mengantar pulang,” sebutnya. Kemudian, tubuh korban yang sudah membujur kaku itu dipindah ke kebun yang tidak jauh dari rumah orang tua korban. Pemindahan itu dilakukan agar tidak ada warga yang mengetahui bahwa korban meninggal. “Lalu, saya buang ke Gunung Kumitir,” ungkapnya. Suyono menyebut, saat membawa korban mulai dari lokasi mincing di Desa Kemiren, Ke camatan Glagah, hingga membuang mayat korban di sekitar Gunung Kumitir, dilakukan bersama SJ, 16, anak kandungnya yang telah divonis empat bulan. Saat pemeriksaan terdakwa, Suyono juga menyampaikan bahwa selama korban dibuang dan belum ditemukan dirinya dua kali menghubungi keluarga korban melalui telepon. “Saat telepon yang pertama, saya menyampaikan bahwa Imam Sujono berangkat kerja ke luar Jawa,” terangnya.

Dua hari kemudian, terdakwa kembali menghubungi keluarga korban dan mengabarkan bahwa korban sudah sampai di luar Jawa dan sudah mendapat pekerjaan. “Saya yang telepon, tapi saya mengaku sebagai Imam Sujono. Itu saya lakukan untuk mengelabui keluarganya,” ungkapnya. Seperti diberitakan sebelumnya, 3 Januari 2013 lalu Suyono dan anaknya, SJ, mengajak Imam Sujono mencari ikan di su ngai Desa Kemiren, Ke camatan Glagah. Karena ada masalah, Suyono memukul Imam Sujono dengan gagang jaring hingga jatuh ke sungai. Korban yang sudah tidak sadarkan diri itu dibawa pulang oleh Suyono dan SJ ke rumahnya di Dusun Klontang, Desa Gendoh, Kecamatan Sempu. Tetapi apes, saat tiba di lampu merah pertigaan Lincing, Kecamatan Rogojampi, Imam Sujono jatuh dari motor. Selanjutnya, dengan ditolong warga, dia dibawa ke PKU Muhammadiyah, Rogojampi. Setelah itu, jasad korban di masukkan ke karung. Selanjutnya, jasad korban dibuang ke Gunung Kumitir, wilayah Dusun Mrawan, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, oleh Suyono dan SJ. (abi/c1/bay)


36

Selasa 26 Maret 2013

SITUS PURBAKALA

EDY SUPRIYONO/RaBa

SURVEI: Perwakilan MPPM Wilayah Timur, FPCB, KMPL, dan KSB, di Dusun Melik, Desa Sumberejo, Banyuputih, kemarin.

Diduga Peninggalan Kerajaan Patukangan BANYUPUTIH - Ditemukannya sejumlah benda yang diduga kuat peninggalan Kerajaan Patukangan di Dusun Melik, Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, mendapat perhatian khusus sejumlah pihak yang peduli terhadap peninggalan situs-situs kuno. Kemarin, mereka datang ke tempat tersebut untuk melakukan survei lokasi. Mereka yang datang adalah Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit (MPPM) Wilayah Timur, Forum Penyelamat Cagar Budaya (FPCB) Situbondo, Komunitas Mahasiswa Peduli Lumajang (KMPL) dan Komunitas sejarah Blambangan (KSB). Nihali, warga yang menemukan sejumlah benda purbkala itu, juga ikut serta. Humas FPCB, Irwan Rakhday mengungkapkan, survei lokasi situs purbakala itu dilakukan sebagai bahan analisis dan laporan kepada pihak berwenang. “Tentu ini juga sebagai bagian dari upaya pelestarian cagar budaya di Situbondo,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Kata dia, FPCB telah berkirim surat ke Pusat Arkeologi Nasional terkait temuan-temuan di Dusun Melik dan di Hutan Baluran itu. Itu diharapkan agar segera dilakukan penelitian, sehingga segera diketahui sejarah di kawasan Situbondo bagian timur. Sementara itu, Ketua (MPPM) Wilayah Timur, Mansur Hidayat, mengungkapkan, situs di Dusun Melik tersebut diduga kuat berasal dari Kerajaan Patukangan yang merupakan Bandar Internasional Lamajang Tigang Juru di masa pemerintahan Arya Wiraraja. “Situs ini merupakan tempat keresian,” terangnya. Staf pengajar di IKIP PGRI Jember tersebut mensinyalir ada sinkretisme Hindu dan Buddha di daerah tersebut sebagai pengaruh Kerajaan Lamajang, Majapahit, dan Singosari. “Wilayah ini juga menjadi tempat transit ke Blambangan antara tahun 1300-1400,” imbuh Mansur. Situs tersebut, kata dia, merupakan simbol hubungan baik antara Patukangan dan Blambangan. (pri/c1/als)

PDAM

Razia Narkoba, Dapat Pasangan Mesum PANARUKAN - Petugas gabungan Satuan Reskoba dan Satuan Sabhara Polres Situbondo berhasil mengamankan tiga pasangan mesum di Hotel Asri di Desa Wringinanom, Ke camatan Panar ukan, kemarin (25/3). Ketiga pasangan yang diketahui berhubungan di luar nikah tersebut adalah NH, 41, Asal Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, dan SA, 40, asal Desa Bloro, Kecamatan Besuki. Kemudian, WS, 31, asal Kelurahan Mimbaan, Kecapatan Panji, dan NV, 29, asal Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan. Pasangan ketiga adalah HB, 31, asal Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, dan YA, 38, asal Desa/Kecamatan Kendit, Situbondo. Data yang diperoleh Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, pihak kepolisian sebenarnya hendak melakukan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) 2013 dan memburu narkoba. Namun, dalam Operasi Pekat tersebut, petugas memergoki tiga pasangan luar nikah berada di Hotel Asri di Desa Wringin Anom. Pada saat dirazia, tiga pasangan mesum itu hendak check in di hotel tersebut. lantaran diketahui belum menikah, keenam orang tersebut langsung dibawa ke Mapolres Situbondo. “”Saat dirazia, mereka ada yang mengaku sudah suami-istri. Namun, setelah diperiksa petugas, ternyata pengakuan tersebut bohong. Petugas

NUR HARIRI/RaBa

DIAMANKAN: Tiga pasangan mesum saat berada di Mapolres Situbondo kemarin (25/3).

pun langsung membawanya,” kata AKP Priyo Purwandito, Kasatreskoba Polres Situbondo. Saat diperiksa polisi, di antara mereka mengaku takut ketahuan keluarganya. Sebab, mereka sudah memiliki suami

atau istri, bahkan sudah punya anak. “Saya tadi pamit keluar kepada suami mau belanja. Saya takut ketahuan keluarga, Pak,” kata YA saat berada di Mapolres Situbondo. AKP Priyo Purwandito menjelas-

Khitanan 3.300 Bocah Disorot

NUR HARIRI/RaBa

RAPUH: Kondisi jembatan penghubung Dusun Sekarputih dan Dusun Blangguan tengah dibenahi masyarakat setempat.

Gotong-Royong Benahi Jembatan Ambrol BANYUPUTIH - Jembatan bambu yang menghubungkan Dusun Sekarputih dan Dusun Belangguan, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, yang sempat ambrol beberapa waktu lalu akhirnya diperbaiki masyarakat setempat kemarin. Perbaikan tersebut sangat dinanti-nanti warga sekitar. Sebab, jembatan tersebut merupakan jalan alternatif bagi sekitar 105 kepala keluarga (KK) di Dusun Sekarputih yang hendak ke luar dusun. Bahkan, anak-anak sekolah juga banyak yang melewati jembatan bambu tersebut. Data yang berhasil dikumpulkan, sekitar sepekan lalu jembatan tersebut ditutup karena kondisi jembatan yang terbuat dari bambu itu sudah rapuh. Bahkan, beberapa tiang

EDY SUPRIYONO/RaBa

LEPAS BALON: (Ki-Ka) Direktur PDAM, Jamal Fajri; Waka DPRD Hadi Prianto; Wabup Rachmad, dan Bupati Dadang.

Gelar ASTL dan Resmikan Renovasi Gedung SITUBONDO – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Situbondo menggelar Fun Bike bertajuk ‘Asapedaan Sareng Tokang Ledeng’ (ASTL), Minggu (24/3) lalu. Kegiatan yang diberangkatkan Bupati Dadang Wigiarto dan Wabup Rachmad itu untuk memeriahkan HUT PDAM Situbondo ke-22. Fun Bike ASTL diikuti sekitar 4000 peserta. Sebagian besar adalah pelanggan PDAM. Mereka mendapatkan kupon undian Fun Bike ASTL ketika membayar rekening bulanan air sebelum tanggal 10 Maret. Selain pelanggan PDAM, ada juga peserta umum, dari dalam maupun luar daerah. “Seluruh PDAM di Jawa Timur sebenarnya kita undang. Hanya saja yang bersedia hadir ada 12 PDAM. Kita beri kupon gratis, masing-masing sepuluh kupon,” ungkap Direktur PDAM Situbondo, Jamal Fajri. Peserta khusus pelanggan PDAM menempuh jarak pendek hanya 10 KM. Sedangkan, peserta umum yang rata-rata klub sepeda menempuh jarak sejauh 28 km. Mereka memperebutkan hadiah utama berupa satu unit motor Mio-G. Menurut Jamal, tujuan digelarnya Fun Bike ASTL untuk meningkatkan keakraban PDAM terhadap seluruh konsumen. Sehingga ke depan akan kian bersinergi. “Ini juga sebagai wujud terima kasih kami kepada pelanggan,” imbuhnya. Sebelum pemberangkatan peserta Fun Bike ASTL, dilakukan peresmian renovasi gedung pengembangan ruang pelayanan PDAM. Ini dilakukan untuk kenyamanan pelanggan PDAM. Apalagi, pada tanggal 20 adalah waktu puncak pembayaran bulanan. Pelanggan sampai ada di luar. Dengan renovasi, itu tak akan terjadi lagi. (pri/adv/als)

kan, ketiga pasangan tersebut akan dipulangkan setelah menandatangani surat pernyataan. “Selain pembinaan, mereka juga harus membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi,” tegas AKP Priyo Purwandito. (rri/c1/als)

penyangga ada yang patah. Jembatan pun ambrol. Setelah itu, warga menutup jembatan tersebut. Nah, saat jembatan sepanjang 15 meter tersebut tidak digunakan, ratusan warga yang hendak keluar dusun harus menempuh jarak lebih jauh. “Sebenarnya ada jembatan yang dibangun menggunakan dana PNPM pada 2012 lalu. Tetapi, jaraknya jauh. Dari sini sekitar 250 meter,” kata Muhaimin, 46, salah seorang ketua RT di dusun tersebut. Oleh karena itu, warga Dusun Sekarputih memilih melewati sungai jika hendak keluar-masuk dusun tersebut. “Bambunya sudah lapuk. Jadi, kemarin sempat ditutup. Tapi, kasihan warga dan anak-anak yang hendak sekolah,” imbuhnya.

Dikatakan, untuk membangun jembatan yang tingginya sekitar lima meter dari permukaan sungai tersebut sebenarnya sudah ada bantuan berupa dua batang besi sepanjang empat meter dari salah satu anggota DPRD Situbondo. Namun, hingga saat ini bantuan tersebut tidak digunakan lantaran lebar sungai sekitar 15 meter. “Sampai sekarang besinya tidak dipakai, karena kurang panjang,” paparnya. Warga berharap agar pemerintah segera membangun jembatan yang menghubungkan Dusun Sekarputih dan Dusun Blangguan t e r s e b u t. “ Wa rga s i n i y a cuma berharap jembatan ini dibangun lebih layak,” pungkas Muhaimin. (rri/c1/als)

SITUBONDO - Rencana khitanan masal untuk memecahkan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) mendapat perhatian Komisi IV DPRD Situbondo. Pasalnya, pelaksanaannya dilakukan pada jam efektif sekolah. Anggota Komisi IV DPRD Situbondo Janjur Sasra Ananda mengatakan, sorotan itu bukan bertujuan menggagalkan pelaksanaan kegiatan. Itu bertujuan memberikan masukan. “Masalahnya ada satu sekolah yang mengadu kepada kami. Mereka mengaku keberatan dengan kegiatan tersebut. Sebab, sekolah tersebut harus diliburkan karena meja kelas banyak yang dipinjam untuk kegiatan tersebut,” terang Janur kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. Kata dia, keberatan tersebut sangat logis. Sebab, pada waktu yang bersamaan ada ujian. “Kita mengapresiasi langkah tersebut. Namun, apa pun alasannya, kegiatan tersebut seharusnya tak mengganggu jam pelajaran, apalagi mengganggu ujian sekolah,” ungkap Janur seraya mengatakan

bahwa khitanan tersebut akan dilakukan Rabu (27/3) besok. Sementara itu, Imam Hidayat, salah satu panitia khitanan masal mengungkapkan, kegiatan yang akan ditempatkan di alun-alun Kota Santri itu sebenarnya akan dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi SAW beberapa waktu lalu. “Terkait masalah waktu efektif sekolah dan waktu dinas jam kerja, saya tidak terlalu tahu. Setahu saya, itu sudah dikoordinasikan dengan SKPD terkait. Masalah jam sekolah, misalnya, sudah dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan,” terang Kabag TU RS, dr. Abdoer Rahem, tersebut. Kata dia, total peserta khitanan masal untuk memecahkan rekor MURI tersebut berjumlah 3.300 orang. Kegiatan itu melibatkan 350 operator. “Kalau tenaga medis, mulai perawat, dokter, dan tenaga medis lainnya yang terlibat berjumlah 750 orang. Kita mendapat bantuan tenaga dari PPNI Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember,” terang Imam. (pri/c1/als)


Radar Banyuwangi 26 Maret 2013