Page 1

25

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

KAMIS 25 APRIL TAHUN 2013

DEMI KEMANUSIAAN: Ribuan warga mendonorkan darahnya di lapangan tenis indoor GOR Tawang Alun, Banyuwangi, kemarin.

GALIH COKRO/RaBa

Kuota 3.000, Membeludak 4.217 Pendonor GIRI - Ribuan warga mengikuti aksi kemanusiaan donor darah di lapangan tenis indoor kawasan Gedung Olah Raga (GOR) Tawang Alun, Banyuwangi, kemarin (24/4). Jumlah warga yang datang di luar prediksi dan ku o t a ya n g ditetapkan panitia. Jumlah pendonor yang mendaftar mencapai 6.610 orang. Demi memudahkan pelaksanaan, panitia membagi kegiatan Banyuwangi Peduli itu menjadi dua gelombang n  Baca Kuota...Hal 35

Gelombang I Donor Darah Masal Pendaftar BWI Peduli : 6.610 pendonor Kuota gelombang I : 3000 pendonor Rencana gelombang II : 3610 pendonor

Asal petugas medis:

GALIH COKRO/RaBa

BANTUAN: Ratusan anak yatim penerima santunan di lapangan tenis indoor GOR Tawang Alun, Banyuwangi, kemarin.

PMI Banyuwangi PMI Gresik PMI Jombang PMI Mojokerto PMI Kabupaten Probolinggo PMI Kota Probolinggo PMI Lumajang PMI Jember PMI Bondowoso PMI Situbondo

Peserta Gelombang I : 4.217 pendonor Realisasi : 2.153 kantong darah Dikirim ke Jombang : 250 kantong darah Dokter & paramedis : 138 orang Petugas umum : 300 orang Total petugas : 430 orang

Pemenang Door Prize : -Kulkas nomor 745 -Televisi nomor 1012 dan 1466

Santuni 650 Anak Yatim SEMENTARA itu, kegiatan Banyuwangi Peduli juga diwarnai santunan kepada anak yatim dan pembagian sembako kepada fakirmiskin kemarin (24/4). Santunan anak yatim diberikan kepada sekitar 650 anak yatim piatu dari ber bagai kecamatan. Bingkisan sembako diberikan kepada sekitar 700 fakir miskin n  Baca Santuni...Hal 35

GRAFIS: ZAKARIA/RaBa

PPK Pilgub 2013 Belum Gajian Gara-gara Sekretaris Belum Kantongi SK ADA APA LAGI

SERIUS: Seorang peserta mengerjakan soal unas di SMPN 1 Banyuwangi. GALIH COKRO/RaBa

Unas SMP Lebih Baik daripada SMA SIGIT HARIYADI/RaBa

UNIK: Tandan buah muncul dari batang pohon pisang di Kelurahan Banjarsari, Glagah.

Buah Muncul dari Batang GLAGAH - Pohon pisang unik tumbuh di pekarangan kandang ayam di Lingkungan Pancoran, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Bukannya muncul dari ujung batang seperti lazimnya, tandan buah pisang jenis sobo itu muncul di tengah batang setinggi tiga meter tersebut. Dinar, 21, pemilik pohon pisang unik tersebut mengatakan, tandan buah pisang itu kali pertama muncul sekitar sebulan lalu. “Pohon pisang lain yang tumbuh serumpun dengan pisang itu berbuah normal. Baru kali ini ada pohon pisang berbuah dari tengah batang,” ujarnya kemarin (24/4). Uniknya lagi, meski tandan itu muncul tidak di tempatnya, ternyata perkembangan buah pisang tersebut tetap normal. Tak heran, Dinar berniat merawat pohon pisang itu hingga siap panen. “Biasanya pohon pisang yang berbuah dari tengah batang, buahnya sedikit dan kecil-kecil. Tetapi, sepertinya buah pisang milik saya ini normal. Buahnya cukup rapat,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

BANYUWANGI - Beberapa persoalan yang mengakibatkan pelaksanaan ujian nasional (unas) tingkat SMA/sederajat pekan lalu berlangsung amburadul, tampaknya tidak terulang pada unas yang dijalani siswa kelas IX SMP/ sederajat. Setidaknya, kekurangan soal yang dialami beberapa sekolah dan soal yang tertukar antara SMA dan SMK tidak lagi terjadi. Ketua II Tim Pengawas Independen unas SMA, SMK, MA, dan SMA-LB 2013 Banyuwangi, Andi Karya Catur Sukarwanto mengata-

Beberapa kendala yang terjadi pada unas tingkat SMA/sederajat adalah kekurangan soal di beberapa sekolah, dan adanya soal yang tertukar. Meski berhasil diatasi oleh pihak-pihak terkait, kata Catur—sapaan karib Andi Karya Catur—, unas SMA/sederajat tahun ini lebih jelek dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pria yang juga menjabat wakil Rektor I Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi (Untag) itu mengatakan, n  Baca Unas SMP...Hal 35

Kasihan teman-teman PPK. Mereka sudah menunggu anggaran tersebut. Selain untuk honor, mereka juga sudah mengeluarkan anggaran untuk pembelian ATK (alat tulis kantor) dan lain sebagainya.” Bambang Santoso Sekretaris KPU Banyuwangi

(KPPS) dan Petugas Pendaftaran Pemilih (Pantarlih) n  Baca PPK Pilgub...Hal 35

Cornelis Mangisi, Penerima Penghargaan Satya Lencana Kebaktian Sosial

Rutin Donor mulai Usia 28 hingga 63 Tahun Pemerintah memberikan penghargaan Satya Lencana Kebaktian Sosial kepada pendonor darah sukarela yang telah 100 kali menyumbangkan darah. Salah satu penerima penghargaan itu adalah pendonor asal Banyuwangi, Cornelis Mangisi. AF. ICHSAN RASYID, Banyuwangi PADA tahun 2012 lalu Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono memberikan penghargaan Satya Lencana Kebaktian Sosial kepada 1.402 pendonor darah sukarela. Dari 1.402 penerima penghargaan

http://www.radarbanyuwangi.co.id

kan, berdasar pemantauan tim yang dia pimpin, selama unas tingkat SMA/sederajat pekan lalu tidak ditemukan pelanggaran, baik kebocoran soal maupun praktik perjokian. “Namun, pada pelaksanaannya (unas SMA/sederajat) ada beberapa kendala,” ujarnya saat dikonfirmasi via telepon kemarin (23/4).

BANYUWANGI - Seluruh anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pemilihan Umum Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim) di seantero Banyuwangi sudah dilantik dan mulai bekerja sejak dua bulan lalu. Namun, hingga kemarin (24/4) para anggota penyelenggara pemilu di tingkat kecamatan tersebut belum pernah menerima honor. Itu terjadi lantaran surat keputusan (SK) pengangkatan sekretaris PPK belum keluar. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi baru bisa mentransfer anggaran ke rekening masing-masing PPK jika sekretaris PPK sudah definitif alias sudah mengantongi SK bupati. Ironisnya, sejumlah pengeluaran sudah dilakukan lembaga PPK untuk melaksanakan tahaptahap persiapan pelaksanaan Pilgub Jatim 2013. Tahap-tahap persiapan pelaksanaan pilgub yang sudah dijalankan PPK, antara lain pembentukan Kelompok Panitia Pemungutan Suara

Aktivitas donor darah itu dilakukan mulai usia 28 tahun hingga usia 63 tahun. Selama kurun waktu 34 tahun, Cornelis hanya dua tahun off tidak melakukan donor secara rutin. Selama 32 tahun, Cornelis aktif melakukan donor lima hingga enam kali dalam setahun. Yang dua tahun off. Selama dua tahun Cornelis tidak aktif mendonorkan darahnya GALIH COKRO/RaBa karena alasan medis. SENIOR: Cornelis Mangisi di lapangan tenis indoor GOR Tawang Alun, Banyuwangi. Setelah dua tahun tidak aktif, kini Cornelis kemitu, sebanyak tiga orang berasal tahun 2012 lalu, pensiunan pega- bali aktif mendonorkan darahnya dari Banyuwangi. wai PDAM Banyuwangi itu tercatat walau tidak sebanyak beberapa Tiga orang penerima, salah sa- sudah melakukan donor darah tahun silam n  Baca Rutin Donor...Hal 35 tunya Cornelis Mangisi. Hingga secara sukarela sebanyak 103 kali.

Perguruan tinggi menilai pelaksanaan unas SMP lebih baik daripada SMA Mungkin lebih baik lagi tak usah unas

PPK Pilgub 2013 belum gajian Ganti saja namanya menjadi RPK (Relawan Pemilihan Kecamatan)

email: radarbwi@gmail.com/beritaraba@gmail.com


26

Kamis 25 April 2013

PKL Sumberwadung Protes Rumah Toko BANYUWANGI - Belasan pedagang kaki lima (PKL) yang sehari-hari mangkal di depan Stasiun Kereta Api (KA) Sumberwadung, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, ramairamai datang ke kantor DPRD Banyuwangi kemarin (24/4). Para PKL tersebut memprotes pembangunan rumah toko (ruko) di belakang lokasi mereka berjualan. Mereka khawatir pembangunan ruko itu menyebabkan mereka tergusur dari lokasi mereka berjualan selama ini. Para PKL itu wadul ke kantor DPRD agar para wakil rakyat memperjuangkan nasib mereka. Apalagi, pengembang ruko sama sekali tidak pernah mengadakan sosialisasi sebelum memulai proses pembangunan. Keluhan itu ditanggapi anggota Komisi II DPRD Banyuwangi dengan menggelar rapat dengar pendapat (hearing). “Kami meminta para anggota dewan memperhatikan nasib rakyat kecil seperti kami. Kami sudah menempati lokasi di depan Stasiun Sumberwadung itu selama puluhan tahun. Saat ini tiba-tiba ada pembangunan ruko,” ujar Naiman, salah satu PKL Stasiun Sumberwadung. Selain dihadiri belasan PKL,

SIGIT HARIYADI/RaBa

MENGADU: Sejumlah PKL asal Sumberwadung, Kecamatan Glenmore, mengikuti hearing di kantor DPRD Banyuwangi kemarin.

hearing tersebut juga dihadiri pihak pengembang ruko, yakni Susanto; Camat Glenmore, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Tata Ruang (PU-BMTR) Banyuwangi, Mujiono. Belakangan terungkap, Susanto membangun ruko tersebut di atas lahan milik Pemkab Banyuwangi. Meski proses pembangunan ruko itu sudah mencapai tahap finishing, ternyata Susanto yang tercatat sebagai warga Desa Tulungrejo itu belum mengajukan izin mendirikan bangunan (IMB).

Menurut Naiman, beberapa waktu lalu Susanto pernah mengatakan bahwa para PKL yang mangkal di depan ruko itu akan mendapat prioritas menempati ruko yang tengah dibangun itu. Awalnya, harga sewa yang ditetapkan per ruko Rp 5 juta sampai Rp 6 juta per tahun. Namun, perkembangan selanjutnya, Susanto menaikkan harga sewa satu ruko Rp 8 juta per tahun. Itu pun tiap PKL harus menyewa minimal lima tahun. “Kami hanya pedagang kecil, dapat dari mana uang sebanyak itu,” kata Naiman.

PEMBERITAHUAN Kami informasikan kepada pengguna jasa telekomunikasi khususnya wilayah Ketapang dan sekitarnya. Sehubungan dengan pemeliharaan jaringan kabel Telkom yang dimulai tgl 26 April 2013 (pkl 16.00 WIB) sdg 27 April 2013 (pkl 18.00 WIB), kami sampaikan mohon maaf apabila terjadi ketidaknyamanan para pelanggan dalam menggunakan layanan Telkom selama periode tersebut. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Nomor telpon 0333-510500 atau 0333-418180. Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan pengertiannya kami ucapkan terima kasih ttd Customer Care Telkom Banyuwangi

Lantaran harga sewa yang tak terjangkau itu, para PKL pun angkat tangan. Apalagi, saat ini nyaris semua stan di ruko tersebut sudah disewa para pedagang lain yang selama ini tidak mangkal di depan Stasiun Sumberwadung. “Kami meminta ganti rugi. Kami juga menuntut tidak ada penggusuran sebelum ada jalan keluar atas permasalahan ini,” pintanya. Sementara itu, Susanto tak banyak komentar terkait protes yang dilayangkan para PKL yang merupakan tetangganya sendiri tersebut. Bahkan, saat ditanya Kepala Dinas PUBMTR Mujiono terkait IMB ruko tersebut, Susanto tidak bisa menunjukkan. Dikonfirmasi usai mengikuti rapat dengar pendapat, Kadis PU Mujiono mengaku bahwa pihak pengembang ruko belum mengajukan IMB. “Para PKL meminta ruko tersebut digusur. Itu bukan domain Dinas PU. Kami hanya bisa mendesak pengembang ruko memenuhi ketentuan, misalnya terkait garis sempadan pagar dan sempadan bangunan. Jarak bangunan ruko dengan pagar minimal lima meter,” terangnya n

Kirim tulisan Anda ke alamat di bawah ini: OPINI & REMBUGAN Naskah Opini panjang tulisan sekitar 850 kata. Sedangkan Rembugan maksimal 250 kata. Kirim ke artikelradarbwi@gmail.com Sertakan nama dan identitas penulis.

 Baca PKL...Hal 35

Data Bacaleg Mengacu KTP KPU Teliti Kelengkapan Administrasi BANYUWANGI - Hingga dua hari pasca penutupan masa penyerahan daftar caleg sementara (DCS), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi terus memelototi satu per satu kelengkapan administrasi tiap bakal calon legislatif (bacaleg) kemarin (24/4). Tidak hanya hard copy (dokumen fisik), soft copy (dokumen berupa file komputer yang disimpan

dalam bentuk disk) tak luput menjadi objek verifikasi administrasi tersebut. Komisioner KPU Banyuwangi, Suherman mengatakan, dokumen dalam bentuk hard copy dan soft copy yang berisi data masing-masing bacaleg tersebut harus sama persis. Dikatakan, item verifikasi yang dilakukan KPU meliputi surat pencalonan yang ditandatangani ketua dan sekretaris partai politik (parpol), penempatan bacaleg di suatu daerah pemilihan, dan kelengkapan administrasi masing-masing bacaleg. Suherman menjelaskan, ke-

lengkapan administrasi masing-masing bacaleg yang diterima KPU terdiri atas hard copy dan soft copy. Dokumen berbentuk hard copy itu terdiri atas satu file asli dan dua lembar fotokopi yang dilegalisasi. “Nama bacaleg di KTP, kartu tanda anggota (KTA), ijazah, dan surat keterangan seorang calon, harus sama. Jika tidak sama, yang kami jadikan patokan adalah nama di KTP, kecuali ada penetapan pengadilan,” ujarnya. Menurut Suherman, seluruh kelengkapan administrasi akan di-list. Selanjutnya, hasil verifikasi tersebut akan disam-

paikan ke parpol pada tanggal 7-8 Mei mendatang. “Kami memiliki waktu melakukan verifikasi administrasi sejak tanggal 23 April sampai 6 Mei,” paparnya. Setelah itu, parpol punya waktu melakukan perbaikan DCS mulai tanggal 9-22 Mei. Dikatakan, pada masa perbaikan DCS, parpol yang jumlah bacalegnya belum seratus persen di masing-masing dapil, diperbolehkan menambah bacaleg. “Parpol juga punya kewenangan mengurangi bacaleg,” pungkas Suherman. (sgt/c1/bay)

CERMIN DIRI

Jangan Salah Pilih Wakil Rakyat SEBENTAR lagi rakyat Banyuwangi dan Situbondo akan disuguhi nama-nama daftar calon legislatif (caleg). Nama-nama calon wakil rakyat itu kini tengah digodok Komisi Pemilihan Umum (KPU). Yang pasti, semua parpol yang lolos pemilu sudah menyerahkan daftar caleg sementara (DCS) ke KPU. Masyarakat belum tahu siapa saja figur-figur yang layak dipilih nanti. Yang pasti, nama-nama tersebut sudah melalui tahap seleksi di masing-masing parpol. Latar belakang mereka juga beragam. Ada pengusaha, kepala desa, pensiunan PNS, tokoh pemuda, dan politisi sejati. Wajah-wajah baru tampaknya juga mendominasi daftar caleg. Ada yang masih ”pemula” terjun ke panggung politik praktis alias nol putul. Ada juga yang jadi ”kutu loncat”. Artinya, para caleg kita ada yang pernah jadi anggota DPRD lewat parpol A, dan pada pemilu tahun depan akan maju lewat parpol B. Beragam alasan dikemukakan untuk jadi ”kutu loncat”, mulai tidak sepaham dengan visi-misi partai hingga alasan tereliminasi dari partai lama. Apa pun alasan yang dikemukakan, masyarakat yang berhak menentukan kualitas caleg nanti. Sipa pun caleg pilihan Anda nanti, yang terpenting harus melihat kualitas dan kiprahnya. Pokoknya jangan sampai keliru memilih. Jangan sampai memilih anggota DPRD yang hanya pintar ngomong, hobi pelesir, dan suka bolos. Pilihlah caleg yang benar-benar membawa aspirasi Anda. Bila perlu yang bisa ”menyejahterakan” Anda. Jangan pilih wakil rakyat yang hanya pandai mengumbar janji. Biasanya caleg seperti ini jika terpilih akan lupa kepada konstituennya. Menyusul nama-nama caleg itu akan segera diumumkan, masyarakat harus berpikir cerdas. Sekali lagi, jangan mau dibodohi hanya demi kepentingan temporer. Sebaliknya, bagi para caleg, kini saatnya Anda pamer program dan visi-misi. Rakyat akan memilih Anda jika kualitas Anda bisa diperhitungkan. Sebab, jika kita cermati, banyak caleg ”dadakan” yang namanya tercantum dalam DCS. Dari sisi kualitas kurang memenuhi, tapi namanya tetap terpasang. Pemilu tinggal hitungan bulan, karena itu berlombalah wahai para caleg untuk merebut simpati rakyat! (*)

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Pemasaran: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, Mega Dwi P. Administrasi Iklan: Widi PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Ukiyanti. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/ mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Kamis 25 April 2013

Lidik Curat, Bekuk 3 Pejudi Satu Tersangka Terindikasi Anggota LSM

GALIH COKRO/RaBa

DISERBU PEMBELI: Petugas SPBU Setail, Kecamatan Genteng melayani pembelian solar menggunakan jeriken.

CLURING - Tiga pria tepergok polisi saat asyik bermain judi. Penangkapan ketiga pejudi tersebut berlangsung secara tidak sengaja. Kala itu, polisi sedang menyelidiki (lidik) kasus lain, dan justru menemukan pejudi. Diperoleh keterangan, ketiga pejudi yang ditangkap itu adalah Rudi, 51, Supandi, 43, dan Imam Turmudi, 36. Ketiganya warga Desa Sembulung, Kecamatan Cluring. Mereka tertangkap basah saat bermain judi kiu-kiu di Dusun Talungrejo, desa setempat, pukul 17.15. Di lokasi perjudian, polisi menemukan ratusan ribu uang tunai dan kartu domino.

ALI NURFATONI/RaBa

DITAHAN: Rudi, Supandi, dan ImamTurmudi, di Mapolsek Cluring kemarin.

Semua barang itu disita petugas sebagai barang bukti. ‘’Barang bukti yang kami sita adalah satu set kartu domino dan uang tunai Rp 480 ribu,” ungkap Kapolsek Cluring, AKP Agung Setyabudi, kemarin. Berdasar hasil pemeriksaan, ketiga pelaku terbukti kuat melanggar pidana. Karena itu,

polisi langsung menetapkan ketiga pejudi tersebut sebagai tersangka. ‘’Ketiga pelaku langsung kita tahan. Sampai sekarang mereka masih berada di tahanan,” tegas perwira polisi yang pernah menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Banyuwangi itu n  Baca Lidik...Hal 35

Antrean Solar Sampai 5 Kilometer

1 Hektare Lahan Hasilkan 6,5 Ton

GENTENG - Pengiriman bahan bakar solar ke sejumlah SPBU mulai normal. Meski begitu, antrean kendaraan untuk membeli bahan bakar solar tersebut masih terjadi hingga petang kemarin. Seperti yang terlihat di SPBU Setail, Kecamatan Genteng, dan SPBU Krikilan, Kecamatan Glenmore, kemarin. Sejak pukul 11.00, antrean kendaraan di dua SPBU tersebut sudah terlihat. Saat itu berbarengan dengan pengiriman bahan bakar solar menggunakan mobil tangki berkapasitas 16.000 liter dari Pertamina Banyuwangi. Awalnya, kendaraan yang ante membeli solar masih bisa dihitung dengan tangan. Semakin sore jumlahnya semakin banyak. Di SPBU

CLURING - Meski sempat diserang hama tikus dan wereng, produksi padi Banyuwangi masih cukup tinggi. Produksi padi tahun lalu mencapai 792 ribu ton. Tahun ini produksi padi diprediksi meningkat pesat. Perkembangan produksi padi di Banyuwangi tahun ini dianggap lebih baik. Bahkan, rata-rata padi hasil panen Banyuwangi sudah di atas ratarata Jawa Timur dan bahkan nasional. Peningkatan produksi padi itu terlihat dalam panen raya padi di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Selasa kemarin (23/4). Meski demikian, produksi padi bisa menyusut jika persawahan sudah beralih fungsi menjadi perumahan. Hal itu disadari betul oleh Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, “Kita perketat perizinan pengembang perumahan,” katanya usai

Krikilan, antrean kendaraan mengular sampai dua kilometer. Sementara itu, di SPBU Setail antrean kendaraan sampai lima kilometer. Agar antrean kendaraan di SPBU Setail tidak mengganggu arus lalu lintas jalan raya Jember–Banyuwangi, petugas Dinas Perhubungan Banyuwangi mengarahkan antrean kendaraan yang hendak membeli solar tersebut ke areal Terminal Wiroguno, Genteng. Kebetulan SPBU Setail persis berada di barat jalan dekat Terminal Wiroguno, Genteng. Manajer SPBU Setail Ismail, mengatakan, sebenarnya sejak kemarin pengiriman solar sudah normal. “Mulai hari ini sudah normal kembali. Kita dikirimi 16.000 liter. Pengiriman ke

SPBU lain juga sudah normal,” kata Ismail kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin sore. Mengenai banyaknya kendaraan yang antre demi mendapatkan solar, diduga sisa dari kelangkaan solar beberapa hari sebelumnya. “Mungkin ini sisa-sisa kendaraan yang kemarin nggak dapat solar,” duganya. Demi mengurangi antrean yang terus memanjang, kemarin dirinya terpaksa melarang para pembeli solar menggunakan jeriken. Pihak SPBU mengutamakan kendaraan roda empat dan truk yang akan menempuh perjalanan jauh. “Kita kasihan truk-truk yang akan menempuh perjalanan jauh sampai ke Jakarta itu. Jadi, pembeliannya tidak kita batasi,” pungkasnya. (azi/c1/aif)

PT. PLN (PERSERO) APJ BANYUWANGI

Ikrori Hudanto Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi

menghadiri panen raya di Benculuk Selasa kemarin. Menurut dia, Pemkab Banyuwangi tidak akan memberikan

400 Siswa Ikut Ujian Paket B

Agar terhindar dari sanksi pemutusan sementara dan biaya keterlambatan, bayarlah rekening listrik anda sesuai jadwal mulai tanggal 1 s/d 20 setiap bulannya dan pelaksanaan pemutusan sementara akan dilakukan mulai tanggal 21 s/d selesai.

ADA APA LAGI

Jelang Unas, Minggat dari Rumah GENTENG - Tanpa sebab yang jelas, Yuli Dwi Lestari, 15, siswi sebuah MTs di Kecamatan Genteng, pergi meninggalkan rumah tanpa pamit kepada orang tuanya. Pelajar asal Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, itu minggat sejak dua pekan lalu, tepatnya Senin (8/4). Dia berangkat sekolah mengendarai motor Yamaha Mio pukul 06.00. Hingga jam pulang sekolah, anak kedua pasangan suami istri (pasutri) Slamet Hariyono 43, dan Hartatik, 40, itu tidak pulang. Hal itu menyebabkan keluarganya cemas. Merasa REPRO: ABDUL AZIZ/RaBa ada yang janggal, SlaHILANG: Wulan met langsung mencari anaknya itu. Pencarian dilakukan di rumah saudara dan rekan-rekannya. Sayang, yang dicari tak ketemu. Malam harinya, Slamet datang ke rumah rekan Yuli, bernama Wulan di Dusun Krajan, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng. Saat di rumah Wulan, ternyata Slamet melihat Yamaha Mio yang dibawa anaknya. Ketika ditanyakan kepada Wulan, ternyata kendaraan itu sengaja ditinggal begitu saja oleh Yuli di tepi jalan. Ketika meninggalkan motor, Yuli sama sekali tak meninggalkan pesan apa pun. Dia juga tidak pamit pergi ke mana. Lantaran tak menemukan anaknya, kemarin siang (24/4) Slamet akhirnya memilih melaporkan kasus tersebut ke Mapolsek G e n t e n g . Ke p a d a p o l i s i , Slamet melaporkan bahwa sejak meninggalkan rumah, anaknya hanya sekali telepon kepada orang tua. “Teleponnya setelah tiga hari dia meninggalkan rumah,” terang Slamet saat melapor ke Polsek. (azi/c1/aif )

Angka gagal panen hanya satu persen. Kita optimistis pertumbuhan hasil panen padi bisa meningkat

izin pengembang perumahan yang lahannya kurang dari dua hektare. ‘’Kita sudah buat perda tentang pengembang perumahan minimal dua hektare. Itu dalam rangka antisipasi. Sebab, kalau dulu modal kecil bisa, sekarang tidak bisa,” paparnya. Kebijakan itu demi mengendalikan meluapnya air ketika hujan deras. ‘’Jika perumahan terkoordinasi dengan baik, banjir di Banyuwangi bisa diminimalkan,” tegas orang nomor satu di Pemkab Banyuwangi itu. Kepala Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan (Distanhutbun) Banyuwangi Ikrori Hudanto menjelaskan, kalangan petani meraup untung lebih dalam panen musim ini. Betapa tidak, satu hektare lahan rata-rata menghasilkan 6,5 ton. ‘’Padahal, rata-rata di Jawa Timur hanya 5,6 ton,’’ ungkap Ikrori kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi.(ton/c1/aif)

ABDUL AZIZ/RABA

MULAI RAMAI: Nelayan Muncar menurunkan ikan yang baru dipanen kemarin.

Panen Ikan Melimpah MUNCAR - Beberapa hari belakangan, para nelayan di Pantai Muncar bisa bernapas lega. Setelah sepi ikan tangkapan, kali ini mereka bisa panen. Pantauan wartawan koran ini, aktivitas di Pelabuhan Muncar cukup ramai. Banyak nelayan yang baru datang melaut membawa banyak ikan. Sehingga, aktivitas di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muncar yang sebelumnya terlihat sepi itu kini ramai sebagaimana biasa. Sayang, di tengah banyaknya ikan tangkapan tersebut,

para nelayan ternyata terkena imbas langkanya bahan bakar solar. “Kita sering kehabisan solar, sehingga tidak bisa melaut. Padahal, sekarang sedang ramaiikan,” tandas Umar, seorang nelayan setempat. Umar berharap pemerintah segera mengatasi kelangkaan solar tersebut. Sebab, itu sangat merugikan nelayan yang kini sedang panen ikan. “Sudah lama ikan sepi. Sekarang waktunya panen justru tidak ada solar,” tandasnya. (azi/c1/aif )

SONGGON - Ratusan siswa di Banyuwangi mengikuti ujian Kejar Paket B. Pelaksanaan ujian yang setara dengan SMP tersebut digelar pada hari yang sama dengan ujian nasional (unas) SMP/MTs. Hanya saja, pelaksanaannya siang hari atau setelah unas SMP selesai. Pelaksanaan ujian Kejar Paket B berlangsung selama tiga hari, yakni sejak Senin (22/4) dan berakhir Rabu kemarin (24/4). Selama satu hari para peserta ujian menuntaskan dua materi ujian. Ujian dimulai pukul 13.30 dan berakhir 18.30. Pada hari pertama, peserta ujian mengerjakan soal pendidikan kewarganegaraan (PKN) dan bahasa Indonesia. Dua hari berikutnya adalah ilmu pengetahuan sosial (IPS), matematika, ilmu pengetahuan alam (IPA), dan bahasa Inggris. Ujian Kejar Paket B dilaksanakan di berbagai sub rayon yang tersebar di sejumlah kecamatan di Bumi Blambangan, antara lain Kecamatan Songgon, Sempu, Kalibaru, Tegalsari, Rogojampi, Glagah,

SERIUS: Para peserta ujian Kejar Paket B mengerjakan soal ujian di MI At-Tauhidiyah, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, kemarin.

ALI NURFATONI/RaBa

dan Wongsorejo. Ketua Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (FK-PKBM) Banyuwangi, Ahmad Sadid Bastomi mengungkapkan, ujian tersebut sangat membantu masyarakat dalam memperoleh ijazah di tingkat

yang lebih tinggi. “Kesenjangan pendidikan di Banyuwangi bisa dikurangi,” ujarnya ditemui di sela-sela memantau ujian di MI At-Tauhidiyah, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, kemarin sore n  Baca 400...Hal 35


28

KOMUNIKASI BISNIS

Kamis 25 April 2013

Perias Pengantin Uji Kompetensi

BENNY SISWANTO/RaBa

PEMAPARAN: (Ki-ka) Kepala SMKN 1 Banyuwangi Karimullah, Plt. Kepala BLH Banyuwangi Husnul Chotimah, Subagiyo (pegang mic) dan Muhammad Kusnan di SMKN 1 Banyuwangi, Selasa (23/4).

KLH Visitasi Adiwiyata Mandiri di SMKN 1 Banyuwangi BANYUWANGI - Tim Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI Jakarta Selasa (23/4) lalu mengunjungi SMKN 1 Banyuwangi. Tim yang beranggotakan Subagiyo sebagai ketua dan Muhammad Kusnan ini dalam rangka visitasi calon sekolah Adiwiyata Mandiri di SMKN 1 Banyuwangi. Kedatangan tim KLH RI disambut Plt. Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Banyuwangi, Husnul Chotimah, Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Sulihtiyono, tim Adiwiyata Kabupaten Banyuwangi, Kepala SMKN 1 Banyuwangi Karimullah, beserta keluarga besar SMKN 1 Banyuwangi. Tim melakukan penilaiaan meliputi kelengkapan dokumen, kajian lingkungan, dokumen 1,2,3 dan 4 yang meliputi meliputi kurikulum Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS)/Kurikulum

Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) serta sarana dan prasarana sekolah. Tim KLH juga melakukan visitasi adiwiyata di tiga sekolah yang menjadi binaaan SMKN 1 Banyuwangi. Dari sepuluh cluster diambil secara acak, sekolah yang dikunjungi adalah SMAN 1 Giri, SMAN 1 Banyuwangi dan SDN Model Banyuwangi. Plt. Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Banyuwangi, Husnul Chotimah mengatakan, kedatangan tim KLH ini untuk visitasi calon sekolah Adiwiyata Mandiri di SMKN 1 Banyuwangi. SMKN 1 Banyuwangi merupakan satu-satunya perwakilan dari Kabupaten Banyuwangi. “SMKN 1 Banyuwangi bisa menjadi contoh bagi sekolahsekolah di Banyuwangi dan harapannya bisa meraih hasil terbaik menjadi sekolah Adiwiyata Mandiri,“ jelas Husnul. Husnul mengungkapkan,

dengan majunya SMKN 1 Banyuwangi menjadi calon sekolah Adiwiyata Mandiri ini bisa memotivasi sekolah yang lain untuk menjadi sekolah Adiwiyata yang berkarakter lingkungan baik di tingkat kabupaten, provinsi, nasional maupun mandiri bahkan hingga ASEAN. Tujuannya utamanya adalah mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan. “Semoga ini bisa menjadi motivasi bagi pemangku pendidikan dalam meningkatkan kapasitas Sumber Daya manusia (SDM) dalam mewujudkan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan sesuai dengan visi dan misi Bupati Banyuwangi. “ harap Husnul. (adv/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Ruko Gandeng •

• Rumah Banyuwangi •

• Rumah Kebalenan •

BANYUWANGI - Sebagai bagian dari proses sertifikasi bagi para praktisi tata rias pengantin di Banyuwangi, diperlukan proses uji kompetensi yang terpercaya dari lembaga sertifikasi resmi yang memiliki rekanan dengan Dinas Pendidikan. Hal ini pula yang mendorong LPK (lembaga kursus dan pelatihan) Titi Wangi Banyuwangi menggelar tempat uji kompetensi (TUK) untuk tata rias pengantin di LPK Titi Wangi Jalan Kyai Saleh, Kelurahan Panderejo, Banyuwangi, kemarin (24/4). Pemilik LPK Titi Wangi, Hj Lismiyana mengatakan, TUK tata rias pengantin ini diikuti kurang lebih 30 perias pengantin pemula yang ingin mengembangkan tata riasnya yang berdaya saing tinggi.

Tri Astutik MPd, ketua HIMPAUDI Banyuwangi. Sementara itu, Kabid PNFI Drs. Suhud AR memberikan apresiasi terhadap kegiatan apresiasi lomba citra pesona pendidik PAUD karena dapat meningkatkan kompetensi dan profesionalisme, memiliki

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Adm Keuangan •

• Kijang LSX ‘98 •

• Daihatsu Taft ‘93 •

• Mitsubishi Kuda ‘00 •

Djl Kijang LSX ‘98 wrn hijau mtalik trawat baik, milik sndiri hrg 95jt. H. 081234636910.

Daihatsu Taft GT/F70 th1993, abu2 metlk, istmw, 63 juta nego. H. 081234590053

Mitsubishi Kuda SP Exced ‘00 biru silv, Ori, N pajak bru d Prob, 93jt nego. 08123481534

• Toyota Innova ‘05 •

• Toyota Avanza ‘06 •

• Totoya Avanza ‘11 •

Dijual Toyota Innova solar type V, silver, 2005, harga Rp. 180 juta nego, cash & kredit, tukar tambah. Hubungi 081234539753, 081335897888

Dijual IToyota Avanza 06 vvti, silver type G, harga Rp. 127 juta nego, cash & kredit, tukar tambah, hubungi: 082142194111, 081335897888

Dijual Toyota Avanza type G 2011 hitam, harga Rp 147 jutanego, tukar tambah, hubungi 082142194111, 081335897888

• Honda Jazz ‘08 •

• Mitsubishi Kuda ‘99 •

• Daihatsu Terios ‘10 •

Dijual Honda Jazz GE8 1.5.S MT CKD tahun 2008, biru metalik, harga 152,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 - 635176, 0811351148

Dijual Mitsubishi Kuda VB5W GLS (solar) tahun 1999, hijau muda metalik, harga 75 juta nego, brang istimewa, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 - 635176 , 0811351148

Dijual Daihatsu Terios F700 RG TS plues, tahun 2010 silver metalik, harga 145 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 - 635176 , 0811351148

• Grand Livina ‘07 •

• Isuzu Panther ‘01 •

Dijual Nissan Grand Livina X4 MT tahun 2007, abu-abu tua metalik, harga 143,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 - 635176, 0811351148

Dijual Isuzu Panther TBR 541 LS 25 MT tahun 2001, biru muda metalik, harga 115 juta nego, brang istimewa, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 - 635176, 0811351148

• Rumah Desa Balak •

Dijual ruko 2lt lok. Jl. Agus Salim (blkg Untag) Bwi, hub : Anugerah (0333427190)

Dijual Rmh Lingk Stendo RT/RW 02/02 Tukangkayu LT 306 LB 249 Sertifikat SHM IMB Hub 0333-423950

BANYUWANGI

• **Arum Regency** •

Hlg STNK P 4132 YH, an. Dasuki Dsn Krajan 02/02 Ketapang Kalipuro Bwi.

• STNK •

Dijual rumah cantik lokasi strategis Lt / Lb 120/60 hrg pasar 350jt-an dijual 236jt bisa bayar separo sisanya flexibel tanpa bunga & tanpa pajak apapun tidak krasan uang kembali 100%. Hub. 085336885520

Hlg STNK P 3746 ZK, an. Muhammad Nawawi, S.Pd, Werengan 03/02 Rogojampi Djl tanah + bangunan L 4x8=32m2 + 10 x 15 = 150m2, bisa dibeli dgn cash/kredit & juga bs disewa, SHM, Lok Ds Balak, hrg nego,H:(0333)631526–635176,0811351148

Hlg STNK P 9828 UV, an. Tri Ichsan Budi W, Dsn Krajan 02/01 Kaligung Rogojampi.

SITUBONDO • STNK •

• Kalirejo Permai • Jual tanah 192m2, uk 16x12m, nangka 1112, Perum Kalirejo Permai. H: 081553553553

IWAN SETIONO/RaBa

KOMPAK: Tim Diknas dan juri foto bersama peserta lomba citra pesona pendidik PAUD.

1. Adm Keuangan, pend. min D3 segala jurusan, usia max 28thn, blm menikah, bersedia dtempatkn di sluruh wilayah kerja perusahaan. 2. Satpam, Lk/Pr, pend. min SMA sdrjt, usia max 35thn, bersedia dtempatkn di sluruh wilyah krja. 3. OB, Lk, pend. min SMP/sdrjt, brsedia dtempatkn di sluruh wilayah perusahaan. Kirim lamaran ke PT. DAS, Jl. Boediono No. 42, Bwangi. Telp: 411000

• Lingk. Stendo •

• Perum Griya Giri Mulya •

mendapatkan sertifikasi yang dikeluarkan langsung LKP Titi Wangi berdasarkan hasil penilaian tim pusat. “Kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya untuk menciptakan lapangan kerja baru dan menekan angka pengangguran,” pungkas politisi Gerindra itu. (adv/als)

motivasi, dedikasi, loyalitas dan profesionalisme guru yang diharapkan berpengaruh positif pada peningkatan kinerja. ”Sasaran kegiatan adalah pengurus dan pendidik PAUD se-Kabupaten Banyuwangi yang telah terseleksi pada tingkat kecamatan,’’ kata Dra.

• Jl. Agus Salim •

Djl cpt Perum Griya Giri Mulya WX-01/WX02 hrg nego. Hub: 085353574360 SHM

ISTIMEWA

Hj Lismiyana

rasa bangga terhadap profesi yang dimiliki dan sekaligus meningkatkan kinerja pendidik PAUD di Kabupaten Banyuwangi. Guru merupakan pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan dan menilai. Untuk melaksanakan tugasnya, guru harus memiliki kemampuan dan kepribadian yang memadai. Sehingga menjadi sosok panutan bagi peserta didik. ”Dengan semangat Kartini, kita tingkatkan peran tenaga pendidik PAUD dalam membangun penerus bangsa melalui pendidikan karakter bangsa,’’pungkasnya. (adv/als)

Djl rumah lok Kebalenan di Jl. Raya Rogojampi/ Genteng, L10 x15=150m2, SHM, bs dibeli dg cash atau kredit & jga bsa disewa, hrg nego. Hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual tnh 2500 m2 Jl. Lingkar Utama Ketapang Bwi, hub 082141046676.

Jakarta dan Luluk Handayani dari Jember. “Kedua penguji ini sudah sangat berpengalaman dan berkompeten dalam mengeluarkan sertifikasi bagi perias pengantin,” kata Lismiyana yang sesaat lagi menjadi anggota DPRD hasil PAW dari Partai Gerindra itu. Dikatakan, para peserta yang lulus uji kompetensi ini berhak

BANYUWANGI - Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April 2013 adalah simbol semangat perjuangan wanita untuk persamaan derajat dengan pria. Nama Kartini sudah tidak asing lagi dalam kehidupan sekarang ini. Karena telah terpatri dalam suatu sikap, khususnya sikap para pendidik dan remaja putri yang mencerminkan cita-cita luhur Ibu Kartini. Berkaca dari latar belakang tersebut, HIMPAUDI Banyuwangi menggelar kegiatan apresiasi lomba citra pesona pendidik PAUD di Aula Dinas Pendidikan Banyuwangi kemarin (24/4). Kegiatan tersebut bertujuan mendorong

Djl rumah L 10X15 = 150M2 lok Banyuwangi, utara pbrik ES, bs dibeli dg cash/kredit dan juga bisa di sewa hrg nego hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Jl. Lingkar Utama •

Kompetensi ini sangat bermanfaat untuk diikuti oleh semua perias pengantin. Dalam uji kompetensi ini, kategori yang diujikan adalah jenis pengantin Solo putri. Untuk sertifikasi ini, kata dia, langsung dipantau oleh tim penguji dari Jakarta dan Jember, yaitu Dra Hj Suyatni Harun Ketua LSK (Lembaga Sertifikasi Kompetensi)

HIMPAUDI Gelar Apresiasi Lomba Citra Pesona

Dijual ruko gandeng. L42m2 & 45m2. Lokasi Tengahkota,strtgis.(dpnalun-alun,dekatBank Mandiri, Telkom, Kantor Pos). Hub 081336119000,03337751000.TanpaPerantara.

BANYUWANGI

ISTIMEWA

MENUJU PROFESIONAL: Hasil tata rias pengantin yang melakukan TUK di LPK Titi Wangi Jalan Kyai Saleh Panderejo kemarin (24/4).

Ingin pasang iklan? Hubungi : 0333-412224

Hlg STNK P 3312 ET, an. Mochamad Maqfur 03/06 Buduan Suboh, STb.

BANYUWANGI • Jaring Futsal • Dijual murah jaring yang ada di tempat Futsal Kabat. Hub: 632888, 081934815953

• Beras Organik • Sedia beras organik putih, perum PKBR (blkg untag), hrg 15 rb/kg 081336659258.


BALJEBOL

Kamis 25 April 2013

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

33

LUMAJANG

GILING TEBU

BERSITEGANG: Warga Desa Klungkung Kecamatan Sukorambi yang mendatangi kantor camat sempat bersitegang dengan aparat keamanan.

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

SATUKAN PEMAHAMAN: Para Sopir juga bakal dikumpulkan untuk mengawal pencanangan rendemen sembilan persen.

Kumpulkan Sopir Angkutan Tebu SEMBORO – Bukan hanya petani dan tukang tebang, namun para sopir angkutan juga bakal dikumpulkan. Sebab dalam musim giling 2013 ini ada perubahan mendasar terkait dengan suplai bahan baku gula ke Pabrik Gula (PG). Hal ini tak lain untuk menunjang peningkatan produksi gula secara nasional. ‘’Kami mencanangkan untuk musim giling 2013 ini rendemen sembilan persen. Sehingga seluruh steakholder yang ada harus satu visi. Bukan hanya pabrik, petani tukang tebang namun juga para sopir. Kami juga akan kumpulkan mereka da;lam forum,’’ ungkap Putu Sukarmen, Kepala Tanaman PG. Semboro. Lebih jauh Putu mengungkapkan, para sopir angkutan memiliki peran penting dalam pencapian rendemen sembilan. Sebab untuk mencapai rendemen sembilan itu bahan baku tebu yang digiling harus benar-benar sesuai standar mutu. ‘’Tebu yang bagus harus memenuhi standar mutu yakni Masak, Bersih dan Segar,’’ ungkapnya. Sehingga proses tebu mulai dari lahan hingga pabrik harus mendapat pengawalan yang ketat. Artinya, tebu yang dikirim ke pabrik tidak boleh ada kotoran, daduk (daun kering), tanah, akar, tali ikat, sogolan (tebu muda) dan pucuk. Sehingga tebu harus bersih. Kemudian tebu juga harus masak. Dimana tebu yang masuk ke Pabrik sesuai dengan jadwal giling. Untuk giling awal, harus di tebang dan diangkut pada awal, tengah dan akhir juga demikian. Tentunya hal ini sesuai dengan brix (ukuran kemasakan/kekentalan kadar gula, red) yang telah ditentukan. Tak hanya itu tebu juga harus segar, artinya tebu yang dikirim ke pabrik, menurut Putu, tidak boleh berlama-lama di lahan. Ketika tebu sudah di tebang harus segera di kirim ke pabrik. Hal ini menghindari hilangnya rendemen yang ada.(rid/hdi/jpnn)

RANGGA MAHARDIKA/RADAR JEMBER/JPNN

Warga Geruduk Kantor Kecamatan Tuntut Pelantikan Kades Klungkung Ditunda SUKORAMBI – Sekitar 50 warga Desa Klungkung, Sukorambi kemarin mendatangi Kantor Camat Sukorambi. Warga meminta agar pelantikan terhadap Adi Sunarto (kades terpilih) dalam Pilkades 26 Maret 2013 lalu ditunda. Pasalnya, warga menduga adanya pemalsuan tanda tangan terhadap salah satu Badan Perwakilan Desa (BPD) setempat. Dengan menggunakan puluhan sepeda motor, mereka datang ke kan-

tor kecamatan. Mereka ditemui Camat Sukorambi Kamiran dan Kapolsek serta Danramil setempat. Puluhan warga itu juga membawa sejumlah poster yang meminta pada camat untuk mundur. Warga menganggap, camat berperan untuk terjadinya pelantikan yang dianggap tidak sesuai prosedur. Beberapa poster antar lain berbunyi: Camat tidak bisa ngurus rakyat, turunkan!, Turunkan Camat yang Tidak Becus, Pilkades Curang, Kades Jangan Dilantik. Supra, salah satu warga menganggap, pilkades tidak sah. Apalagi, ada pemalsuan tanda tangan BPD dalam laporan Pilkades.

Panitia Pilkades sendiri sudah menyerahkan bukti penyelenggaraan pada pihak kecamatan dan kabupaten terkait laporan penetapan pilkades. Laporan itu ditandatangani 11 anggota BPD setempat. Ternyata, tidak semua tanda tangan itu asli, pasalnya warga menganggap ada tanda tangan yang dipalsu. Salah satunya adalah tanda tangan milik Hipni Hasyim, wakil ketua BPD desa tersebut. Dirinya saat ditemui Jawa Pos Radar Jember Hipni Hasyim merasa tidak pernah menandatangani laporan Pilkades desa itu. “Setelah pilkades tidak ada forum BPD dan saya

ADA APA LAGI

Mulai Ganggu Distribusi Elpiji

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

DIAMANKAN: Polisi menunjukkan butiran peluru yang nyasar

Peluru Nyasar ke Rumah Anggota Komisi VII DPR JEMBER – Peluru senjata api ditemukan nyasar ke rumah anggota Komisi VII DPR Nur Yasin di Jalan S. Parman No 111, Kelurahan Karangrejo, Sumbersari, kemarin (24/4) pagi. Saat kejadian, legislator dari Fraksi PKB itu tengah menerima tamu di lorong rumah. Peluru nyasar itu diduga menembus pagar fiber dan jatuh di dekat korban yang tengah duduk-duduk. Informasi Jawa Pos Radar Jember, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.00. Nur Yasin saat itu sedang menerima tamu. Tiba-tiba, duakk...Nur Yasin mendengar fiber di sebelah dinding barat rumahnya pecah. Diduga kuat, suara itu berasal dari peluru yang menembus fiber di rumah tersebut. Peluru nyasar itu hanya berjarak sekitar 30 cm dari tempat Nur Yasin tengah duduk santai. “Saya dan tamu sempat kaget,” ujar Nur Yasin kepada wartawan yang menemuinya di Harlah GP Ansor di Jember kemarin. Bahkan, proyektil peluru ditemukan sekitar dua meter di depan Nur Yasin. Beruntung, proyektil tersebut tidak sampai mengenai siapa pun, sehingga tidak sampai timbul korban jiwa. Sementara itu, Kapolres Jember AKBP melalui Kasatreskrim Polres Jember AKP Makung Ismoyojati mengaku sudah mengamankan peluru yang jatuh di rumah Nur Yasin. Makung sempat memperlihatkan peluru itu kepada wartawan. Berdasarkan penyelidikan dan keterangan saksi, peluru itu jatuh di atas rumah Nur Yasin, lalu jatuh ke lantai. Sehingga, bukan diawali oleh ledakan suara senjata api. Di anak peluru itu juga tidak terlihat ada bekas keluar dari selongsong senjata api yang ditembakkan. (ram/jum/har/jpnn)

HAFID ASNAN/RADAR JEMBER/JPNN

SALAHI ATURAN:Baliho dan poster bergambar pasangan cabup/cawabup Lumajang diturunkan Panwaslu.

Turunkan Foto Bupati-Wabup LUMAJANG – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Lumajang menilai ada solusi bijak dalam pemasangan foto Bupati dan Wakil Bupati Lumajang agar tidak dikira sebagai alat peraga kampanye. Apalagi, bupati dan wakil bupati maju sebagai calon incumbent yang bertarung dalam pilkada Lumajang. Panwaslu meminta agar gambar bupati dan wakil bupati tidak dipasang tidak berdampingan. Menurut Ketua Panwaslu Al Mas’udi, pihaknya berani menurunkan foto bergambar Bupati Sjahrazad Masdar dan Wabup As`at Malik dikarenakan ada unsur kumulatif sebagai bentuk kampanye. Alasan itulah yang membuat Panwaslu bersama Sat-

pol PP berani bertindak dengan menurunkan ucapan selamat Unas bergambar bupati dan wabup yang terpasang. Namun dia tidak menyangkal jika foto tersebut adalah ucapan Unas dari kepala daerah yang memberikan spirit kepada murid-murid untuk berjuang lulus dalam Unas. “Kami tahu itu foto ucapan Unas,” terangnya. Agar tidak memiliki kerancuan, dia berharap himbauan atau ucapan Unas yang berisi foto itu tidak dipasang mirip dengan foto pasangan calon. “Silahkan dipasang. Tapi fotonya jangan berdampingan,” ujarnya. Dia mengakui kinerja Panwaslu memang banyak yang menyorot. Ketidakpuasan muncul dari sejumlah pihak. Termasuk

Narapidana Unjuk Kebolehan JEMBER – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember kemarin (24/4) tampak meriah. Ratusan penghuni lapas menyaksikan final Audisi Lapas Mencari Bakat (LMB) yang digelar di aula lapas. Mereka melihat penampilan sepuluh narapidana yang masuk babak final dalam audisi LMB 2013. Aula lapas mulai pukul 09.00 hingga 13.00 terlihat ramai. Sepuluh finalis menampilkan kehebatan mereka dalam menujukkan bakatnya. Sepuluh finalis menampilkan kemampuan olah suara atau berjoget. Hasilnya, Om Hendro yang menampilkan kebolehan berjoget ngerep menjadi juara I. Juara II diraih Saiful Jamil, dan ketiga digondol oleh Nila, yang mantan

tidak pernah tanda tangan laporan penetapan Pilkades,” tegas Hipni, wakil ketua BPD kemarin. Namun, diakui, dirinya pernah tanda tangan daftar hadir dalam suatu pertemuan. Namun bukan penetapan Pilkades. Pihaknya juga tidak mengikuti rapat hingga selesai. Karena itu, betapa kagetnya Hipni setelah beberapa lama sudah keluar laporan penetapan Pilkades Desa Klungkung. “Kemungkinan, itu bukan tanda tangan saya,” jelasnya. Oleh karena itu, warga pun meminta agar pelantikan yang direncanakan pekan ini harus ditunda. (ram/jum/hdi/jpnn)

RADAR JEMBER/JPNN

FINAL: Penghuni Lapas Jember bertarung dalam audisi.

aktivis kesenian kampus Universitas Jember (Unej). Ketiganya berhasil menying-

kirkan tujuh finalis lainnya. Antara lain, Hendra, Ahmad dari Situbondo, Nila, Beta, Juniardi,

David, dan Nurul Aini. Meski kalah, mereka mengaku senang dengan adanya audisi LMB. “Saya senang masuk final. Saya tidak latihan, tetapi saya senang ikut,” ungkap Ahmad. Sebelum masuk final, kesepuluh napi yang masuk finalis berjuang sekitar satu minggu mengikuti audisi LMB. Para finalis ini berhasil menyingkirkan sekitar 60 peserta audisi LMB. “Mereka satu minggu mengikuti audisi lapas mencari bakat. Yang tampil hari ini adalah finalisnya,” ungkap Harun Sulianto, kepala Lapas Kelas IIA Jember. Dia menjelaskan, acara tersebut untuk menunjukkan bahwa penghuni lapas mempunyai banyak potensi. (aro/har/jpnn)

dari masing-masing pasangan calon. Namun dia mengaku bahwa kinerjanya tidak pernah melenceng dari aturan. Terkait risiko, dia dan anggotanya mengaku sering menerima intimidasi. Intimidasi terjadi baik secara langsung maupun tidak langsung. Utamanya saat Panwaslu menurunkan alat peraga kampanye yang dalam beberapa hari ini sudah dilakukan. Dia menegaskan, upaya yang dilakukan sejauh ini adalah upaya preventif (pencegahan, Red). Tujuannya untuk menghindarkan sanksi pidana pemilu jika memasuki tahap kampanye. “Ini masih pencegahan. Jika sudah masa kampanye nanti, tidak ada toleransi,” tegasnya.(fid/wnp/jpnn)

JEMBER – Kelangkaan solar di Jember berimbas kepada distribusi elpiji, khususnya yang berukuran 3 kg. Sebab, banyak truk pengangkut elpiji yang tidak bisa beroperasi maksimal. Agen tidak bisa mengoperasikan semua armada untuk mendistribusikan elpiji . Menurut Arman Susilo, agen elpiji asal Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Kebonsari, Sumbersari, dirinya terpaksa mengurangi pengambilan tabung gas elpiji 3 kilogram. “Ini lantaran sulitnya mendapatkan solar,” katanya. Menurut dia, pihaknya biasa mengambil dua sampai tiga kali pengambilan elpiji 3 kilogram. Namun, sejak solar langka, pendistribusian hanya bisa dilakukan satu kali tiap hari. “Sekarang rata-rata hanya satu kali mengirim elpiji ke kios-kios,” terangnya. Ketua Hiswanamigas Karesidenan Besuki Benny Satria mengatakan pengurangan solar tersebut sangat berimbas terhadap distribusi tabung elpiji 3 kilogram. Sebab, kendaraan operasional yang digunakan para agen, baik truk maupun pikap, biasanya mobil berbahan bakar solar. Meski demikian, lanjut dia, hingga kini belum ada gejolak keresahan di masyarakat akibat beberapa agen elpiji mengurangi pengirimannya. Diperkirakan, persediaan elpiji tabung 3 kg di masingmasing toko masih mencukupi. “Sekarang belum ada gejolak. Kemungkinan persediaan di toko-toko masih ada, sehingga kebutuhan masyarakat masih tercukupi,” ujarnya. Namun, kata Beny, jika persediaan menipis dan pasokan dari agen ke toko tersendat, dikhawatirkan ada gejolak di masyarakat yang kini sudah menggantungkan kebutuhan bahan bakar rumah tangga pada elpiji. Benny menuturkan, Hiswanamigas Karesidenen Besuki sudah berkoordinasi secara lisan dengan PT Pertamina terkait kondisi ini. “Dalam waktu dekat Hiswanamigas akan mengirim surat sebagai bentuk keluhan adanya pengurangan solar dan dampaknya di Jember,” ungkapnya. Anang Murwanto, ketua Komisi B DPRD Jember yang membidangi ekonomi, berharap kelangkaan solar segera teratasi. “Kami harap masalah solar segera ada solusi. Kalau terus-terusan akan berimbas kepada bidang lainnya. Indikasinya, distribusi elpiji tersendat,” katanya.(aro/har/jpnn)


UNTUK PEREMPUAN

34

Kamis 25 April 2013

Bikin Hidup Lebih Fresh bhayangkari

Misi sosial yang diusung oleh sebuah komunitas adalah menjadikan mereka yang acuh terhadap lingkungan menjadi akrab dengan suasana yang sehat dan bersih. Jika misi ini benar-benar dipahami masyarakat, akan tercipta suasana hidup yang sehat dan damai. Lingkungan yang sehat akan membuat kerasan siapa saja. Karena ini mulai sekarang budayakan hidup sehat dengan menjaga pola makan yang sehat. Jangan lupa rutin berolahraga dan menjaga lingkungan yang sehat. Kami yakin hidup Anda akan lebih fresh. (aif)

Base Camp: Mapolres Banyuwangi Tanggal Aktivitas: Sepekan sekali bertemu

Ciptakan Lingkungan yang Bersih IBU-ibu ini rajin turun ke masyarakat. Meski istri polisi, mereka tak segan-segan berbaur dengan masyarakat. Aktivitasnya juga tergolong padat. Mulai menyantuni anak yatim, penghijauan, arisan, dan berolahraga. Belum lama ini, mereka memasang sepanduk besar di tiga titik strategis. Sepanduk bertuliskan ”Indonesia Berseri” menga-

jak masyarakt untuk hidup bersih, sehat, ramah lingkungan, rapi dan indah. Pemasangan sepanduk dipimpin langsung oleh Ketua Cabang Bhayangkari Banyuwangi Ny. Ovie Nanang Masbudi. ”Kita mengajak masyarakat untuk selalu menjaga lingkungan agar tetap sehat,’’ kata Ovie Nanang Masbudi. Belum lama ini, komu-

nitas ini juga melakukan penghijauan di lahan milik polres. Di lahan nan hijau itu, ibu-ibu ini juga memelihara ikan lele. Dengan lingkungan yang sehat, lanjut Ovie, akan tercipta kehidupan yang sehat. ”Kita juga aktif olahraga tenis lapangan setiap Minggu. Ada juga senam pagi dan kegiatan keagamaan,’’ tanads Ovie. (aif)

Stikes SRI TANjung

Bagi-bagi Tips Hidup Sehat

n$

$khusus perempua

KOMUNITAS anda ingin tampil di koran? Caranya mudah. Isi ballot Jawa Pos For Her Community Competition yang tercetak di halaman koran ini, lalu kirim data dan foto ke kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi di jalan Yos Sudarso 89-c Banyuwangi. Kiriman pembaca akan terbit setiap edisi kamis dan minggu.

Base Camp: Kampus Stikes Jl. Letkol Istiqlah Berdiri: 2012

BEKERJA di Sekolah Tinggi I l mu Ke s e hat a n ( St i k e s ) Banyuwangi menjadikan kru ”Sri Tanjung” ini mengerti tentang kesehatan. Bagi mereka hidup sehat sangat penting dan dibutuhkan oleh semua orang. Banyak cara menjaga tubuh agar tetap sehat. Misalnya, dengan merubah pola hidup yang tidak sehat men-

jadi sehat. Contohnya banyak minum air putih dan makan makanan yang bergizi. Tips lainnya jangan tidur terlalu malam dan hiruplah udara segar. “Stres dapat menimbulkan penyakit bagi tubuh,” kata mereka. Perlu diketahui pola hidup sehat tidak sama dengan diet sehat. Pola hidup yang

sehat dapat dilakukan dengan beberapa cara. Misalnya, banyak mengonsumsi air putih minimal 8 gelas sehari, hindari minuman beralkohol, bersoda dan minuman dengan kandungan gula dan kafein tinggi. Jus sayuran dan buah baik untuk menjaga dan memelihara kesehatan tubuh. (aif )

Latihan Pulang Sekolah, Juara Usia Dini GENTENG - Penampilan M.Rendra Budi Utama dalam kejuaraan badminton piala Bupati Banyuwangi yang digelar di GOR Tawang Alun 10-14 April lalu membuat decak kagum para penonton. Pasalnya, bocah kelahiran Banyuwangi, 28 September 2003 itu tampil ciamik. Hasilnya, Rendra menyabet juara pertama kategori tunggal putra usia dini. Sepanjang pertandingan, bocah kelas IV SDN 1 Genteng itu mampu menyisihkan lawan dalam kategori usia dini putra itu. Bahkan, putra daerah asal Dusun Maron, RT 04, RW 01, Desa Genteng Kulon, Keca-

Tentang Rendra Nama : M.Rendra Budi Utama Lahir : Banyuwangi, 28 September 2003 Alamat : Dusun Maron, RT 04, RW 01, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng Klub : PB Sariagung Genteng Prestasi tahun 2012-2013 1.Juara I Tunggal Putra Kejurkab II 2012 2.Juara III Tunggal Usia Dini Putra Kejurkab Walikota Cup Se-Jawa-Bali di Probolinggo 2012 3.Juara II Ganda Usia Dini Putra Bupati Cup Kab Tulung Agung 2012 4.Juara 1 Porseni SD Banyuwangi 2012 5.Juara III Tunggal Usia Dini Putra Dewarra Cup VI Se-Jawa-Bali-NTB di Tabanan, Bali 2012 6.Juara I Kejuaraan Bupati Cup II Open Banyuwangi 2013

JAWARA: M. Rendra Budi Utama bersama Ninik, ibunda pebulu tangkis nasional Alvent Yulianto, mengangkat piala di GOR Tawang Alun beberapa waktu lalu. NIKLAAS ANDRIES/RaBa

BAHAN EVALUASI: Pemain Persewangi saat beruji coba melawan PS Putra Stail kemarin. ISTIMEWA

matan Genteng itu menyisihkan lawan dengan dua set langsung. Raihan hasil positif itu merupakan kerja keras dalam berlatih rutin setiap hari. Prestasi mentereng itu semakin memacu dia untuk terus bersemangat dalam berlatih. ’’Sepulang sekolah saya latihan sampai sore,’’ katanya ditemui di rumahnya kemarin. Beberapa catatan manis ternyata tidak hanya diraih di bumi blambangan. Sebab, dia sering tampil dalam kejuaraan di berbagai kota di luar Banyuwan-

gi. Tapi, hal itu tidak membuat dia lekas puas dan jumawa. ’ Saya kepingin sekali dilihat tampil di televisi,’’ kata Rendra. Rentetan hasil membanggakan itu akan terus ditingkatkan lagi. Dengan demikian, bukan tidak mungkin bocah tersebut akan menjadi atlet pelatnas bulu tangkis nasional. ’’Badan saya agak gemuk, makanya makan saya diatur sama Papa. Gak boleh makan yang aneh-aneh,’’ tandasnya. (ton/adv/als)

Penentuan Nasib Pemain Seleksi Uji Coba Lawan Persid Besok

BANYUWANGI - Persewangi akhirnya memastikan diri mendapat lawan uji coba yang sepadan jelang putaran kedua kompetisi Divisi Utama mendatang. Setelah melakoni pemanasan dengan dua klub lokal, PS Putra Candi dan PS Putra Kali Setail, Laskar Blambangan dipastikan akan mengukur kekuatan dengan menjajal Persid Jember.

Pertandingan uji coba yang dijadwalkan digelar di Stadion Diponegoro itu rencananya akan digelar Jumat (26/4) besok. Pertandingan itu akan menjadi sparing terakhir Zaenal Ichwan dkk sebelum melakoni tour maut ke kandang PSMP Mojokerto Putra, PPSM Magelang, dan PSIM Jogjakarta. “Pengurus sudah mencapai kata sepakat dengan manajemen Persid,” beber Bagong Iswahyudi, pelatih Persewangi. Bagong menuturkan, pertandingan kontra Persid besok akan menjadi momentum

evaluasi terakhir. Tidak hanya bagi pemain yang menghuni skuad Persewangi, tapi juga bagi sejumlah pemain seleksi. Semua posisi, mulai penjaga gawang, lini belakang, tengah, dan depan, akan mendapat perhatian serius dalam uji coba besok. Sekadar diketahui, di putaran pertama Divisi Utama lalu, Persewangi berhasil finish di posisi tiga klasemen grup V. Laskar Blambangan mengemas sepuluh poin hasil tiga kali menang, sekali seri, dan dua kali kalah. (nic/c1/als)


Kamis 25 April 2013

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Sebagian Dikirim Pesawat ke Jombang n KUOTA... Sambungan dari Hal 25

Gelombang pertama digelar 24 April kemarin, dan gelombang kedua akan digelar pada Mei 2013 mendatang. Namun, tanggal pelaksanaan gelombang kedua itu masih menunggu kepastian Ketua Umum PMI Pusat, Jusuf Kalla. Pada gelombang pertama, panitia memasang kuota 3.000 peserta donor. Sisanya, sebanyak 3.610 akan dilaksanakan pada gelombang dua. Nyatanya, kuota gelombang pertama membengkak menjadi sekitar 4.217 peserta. 4.217 peserta itu menghasilkan 2.153 kantong darah berbagai golongan. Membengkaknya jumlah peserta donor itu karena peserta yang datang bukan saja yang sudah terdaftar di panitia. Sekitar seribu lebih warga yang belum mendaftar datang untuk berpartisipasi. Pihak panitia pun tidak bisa menolak kein-

ginan para pendonor tersebut. Sebab, pendonor yang tidak terdaftar itu sebagian besar kalangan pelajar sekolah yang datang dari wilayah Banyuwangi Selatan. Panitia tetap mengambil darah mereka walaupun mereka tidak terdaftar sebagai peserta gelombang pertama. Membeludaknya peserta itu memicu antrean panjang. Sebelum melakukan donor, peserta diperiksa tim medis terlebih dahulu. Jika dalam proses pemeriksaan itu seorang peserta dianggap memenuhi syarat secara medis, maka akan dilanjutkan pada aksi donor. Banyak peserta yang gagal donor karena tidak memenuhi syarat medis. Ketua Umum PMI Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko, dijadwalkan mengikuti aksi donor darah gelombang pertama kemarin. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan medis, ternyata tekanan darah pria yang men-

jabat Wakil Bupati Banyuwangi itu drop. Sehingga, tim medis memutuskan tidak mengambil darah orang nomor dua di Pemkab Banyuwangi itu. Selain Wabup Yusuf, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Banyuwangi, Arief Setiawan, juga tidak bisa mengikuti donor darah. Penyebabnya, tekanan darahnya tinggi. Ketua Panitia Banyuwangi Peduli, Choiril Ustadi, awalnya juga tidak diizinkan mengikuti donor darah karena tekanan darahnya naik. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan ulang pada sore hari, Ustadi akhirnya diizinkan mengikuti donor. Bupati Abdullah Azwar Anas dan Ibu Dani Azwar Anas juga ikut mendonorkan darahnya bersama ribuan warga. Beberapa perwira TNI/Polri, Kasatlantas AKP Irawan Wicaksono, Kapolsek KP3 AKP Subandi, dan Kapolsek Wongsorejo Iptu Edi, dan Kasdim 0825 Mayor Gandu Saputro, juga ikut ambil bagian

dalam donor darah tersebut. Pejabat BUMN dan beberapa pimpinan perbankan juga ikut kegiatan tersebut. Mereka tidak berangkat sendiri, melainkan mengajak puluhan karyawannya untuk ikut aksi kemanusiaan terbesar di Banyuwangi itu. Untuk melayani ribuan pendonor yang datang, panitia mengerahkan ratusan petugas medis. Setidaknya, ada sekitar 430 petugas yang dihadirkan demi menyukseskan acara di lapangan tenis indoor GOR Tawang Alun tersebut. Dengan rincian, 138 dokter dan tenaga medis, dan 300 petugas umum. Ratusan petugas itu berasal dari PMI beberapa daerah. Daerah yang mengirimkan petugas medisnya adalah PMI Gresik, Jombang, Mojokerto, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Lumajang. PMI Jember, Bondowoso, dan Situbondo juga mengirimkan tim medis. “Tim medis yang kita

Sudah Mengeluarkan Anggaran ATK n PPK PILGUB... Sambungan dari Hal 25

Dikonfirmasi terkait belum cairnya anggaran PPK, sekretaris KPU Banyuwangi, Bambang Santoso mengatakan, pihaknya masih menunggu SK bupati terkait sekretaris PPK. “Sampai hari ini (kemarin, Red), SK sekretaris PPK belum turun. Jadi, kami tidak bisa mentransfer anggaran ke

rekening PPK,” ujarnya. Dikatakan, anggaran dari KPU Provinsi Jatim sudah ditransfer ke rekening KPU Banyuwangi. Namun, KPU belum bisa mentransfer anggaran Pilgub Jatim 2013 tersebut ke rekening PPK karena SK sekretaris PPK menjadi acuan mutlak proses transfer anggaran tersebut. “Harapan kami, Pemkab Banyuwangi segera mengeluarkan SK sekre-

taris PPK. Kalau bisa sebelum akhir April ini,” harapnya. Bambang menambahkan, seluruh anggota PPK sudah mulai bekerja sejak Maret, sedangkan sekretaris PPK mulai bekerja sejak awal April. Menurut Bambang, pihaknya kerap menerima pertanyaan dari para anggota PPK terkait anggaran yang belum cair tersebut. “Kasihan teman-teman

PPK. Mereka sudah menunggu anggaran tersebut. Selain untuk honor, mereka juga sudah mengeluarkan anggaran untuk pembelian ATK (alat tulis kantor) dan lain sebagainya. Anggota PPK juga sudah menjalankan kegiatan terkait Pilgub 2013, seperti validasi DPS (daftar pemilih sementara), pembentukan KPPS, dan Pantarlih,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Warga Miskin Ambil Bantuan di Posko n SANTUNI... Sambungan dari Hal 25

Sembako itu diberikan secara simbolis kepada 12 warga miskin oleh Bupati Abdullah Azwar Anas pada pembukaan Banyuwangi Peduli di lapangan tenis indoor GOR Tawang Alun. Ratusan warga miskin lain mengambil sendiri bantuan sembako di posko yang telah disediakan di sekitar acara. Sementara itu, santunan yatim diberikan langsung satu per

satu kepada 600 anak yatim. Bupati Anas, Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko, dan jajaran forpimda, ikut menyerahkan santunan yang berasal dari berbagai elemen itu. Usai memberikan santunan kepada anak yatim, Bupati Anas bersama forpimda beramai-ramai melakukan aksi donor darah. Bupati Anas menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan Banyuwangi Peduli tersebut. Dia berharap, kegia-

tan itu menjadi stimulan bagi masyarakat untuk terus berbuat lebih konkret dan nyata demi kemajuan Banyuwangi. Gerakan“CintaBanyuwangi”,kata dia, tidak boleh hanya ramai dalam slogan.Gerakan“CintaBanyuwangi” harus dibuktikan dengan action dan peduli terhadap masyarakat. “Tidak boleh hanya menjadi slogan belaka. Gerakan I Love BWI bisa diwujudkan di berbagai kesempatan dengan kegiatan yang berbeda,” kata Anas. Gerakan “Cinta Banyuwan-

gi” harus terus digelorakan demi memotivasi masyarakat agar bangkit mengejar masa depan yang lebih baik. “Ayo kita berbuat yang terbaik melalui profesi masing-masing untuk membuktikan cinta kita kepada Banyuwangi,” ajak Bupati Anas. Kegiatan Banyuwangi Peduli kemarin di hibur penampilan Komunitas Gitaris Banyuwangi (Kagebe). Puluhan anggota Kagebe tampil all out untuk menghibur acara donor darah mulai pagi hingga selesai. (afi/c1/bay)

Usia Peserta Ada yang 45 Tahun n 400... Sambungan dari Hal 27

Dia menjelaskan, peserta Kejar Paket B di Banyuwangi tahun ini sekitar 400 peserta. Para peserta itu berasal dari puluhan PKBM. Sampai saat ini, pelaksanaan ujian berlangsung lancar. “Di Kecama-

tan Songgon ada sekitar 85 peserta yang mengikuti ujian,” ungkap ketua PKBM Khodijah, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, itu. Meski begitu, dia mengakui tidak semua peserta hadir mengikuti ujian dengan berbagai alasan. Salah satu alasannya sedang sakit. ‘’Peserta yang

tidak mengikuti ujian itu masih boleh mengikuti ujian susulan yang dilaksanakan Juli mendatang,” ujar Bastomi kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Meski berlangsung siang hari, dia menegaskan bahwa tidak ada bocoran soal dalam ujian tersebut. Sebab, peserta ujian tetap diawasi dua pengawas

dan dijaga ketat aparat kepolisian. “Meski siang, kita jamin ujian sukses,” paparnya. Sementara itu, peserta Kejar Paket B di tempat tersebut banyak yang sudah ‘’berumur’’. Rata-rata peserta ujian berusia 16 hingga 45 tahun. Para peserta ujian itu menggunakan seragam bebas. (ton/c1/aif)

Rasanya Sama, Sensasi Beda n DI BAWAH... Sambungan dari Hal 36

Ingat, kebanyakan orang melakukan hobi, itu bukan berdasar logika atau berdasar pertimbangan untung-rugi. Tetapi, berdasar kepuasan. Jadi, hobi itu lebih mengutamakan perasaan atau sensasi. Makanya, tak jarang kita sering mendengar ungkapan, “Rasanya sama, hanya sensasinya yang beda,” he he he he Saat seseorang tidak pandai menyiasati rasa bosan atau jenuh terhadap pasangan yang setiap saat selalu berada di sampingnya, maka paras cantik atau tampan seperti apa pun, tidak akan pernah menjamin seseorang untuk setia atau merasa puas, kemudian mensyukuri dengan mencurahkan segenap rasa cinta, kasih dan sayang. Tubuh yang menarik, sifat

yang terpuji sering kali kemudian menjadi sesuatu yang sama sekali tak terhargai dan tak lagi bernilai istimewa. Tidak jarang, kesadaran untuk menghargai, memuliakan dan menjaga baik-baik, itu baru datang saat masa perpisahan sudah tiba. Saat ia sudah tak di sisi lagi. Harus diakui, saat sudah dimiliki suatu benda sering kali menjadi tak lagi istimewa. Nilai keistimewaan itu sedikit demi sedikit seperti pupus terbawa angin, tak ubahnya harum sabun mandi, tak ubahnya daun pohon jati saat musim kemarau panjang. Padahal, ia dulu begitu diidam-idamkan. Seiring perjalanan waktu ia kemudian menjadi sesuatu yang biasa-biasa saja. Entah mungkin karena saat ini ia dapat dengan mudah kita akses, entah karena bosan, entah karena sudah tak menarik

lagi, atau entah-entah lainnya yang terlalu banyak untuk disebutkan. Rasa jenuh dan bosan yang ada pada tiap orang, kemudian membentuk perilaku manusia untuk memungkinkan lebih tertarik kepada hal-hal yang baru, dan mengistimewakannya. Mereka dengan mudah terpesona, bahkan ingin memiliki. Sensasi baru nan indah yang sudah tertanam dalam benak membuat rasa ingin menguasai kian menjadi-jadi. Padahal, tak ada jaminan barang baru, itu lebih berkualitas dari barang lama. Justru yang terjadi, barang lama itu jauh lebih berkualitas dan tahan banting dari pada keluaran baru. Namun sayang, ternyata sedikit sekali yang tertarik kepada kemampuan tahan banting ini. Mungkin karena keistimewaan kategori ini miskin sensasi. Masih lebih banyak yang tergi-

la-gila kepada barang-barang keluaran terbaru karena kaya sensasi. Maklum barang keluaran baru, dari bentuknya saja lebih aduhai. Selain itu, juga lebih mengilap di mata. Namun, yang perlu diingat, jika tidak waspada dan hati-hati, barang baru sangat mudah menipu dan memperdayai dengan segala kemampuan menawannya. Lalu, bagaimana jika barang baru itu benar-benar melebihi barang lama, mulai dari segi kualitas, tahan banting, apalagi dari segi performa? Jawaban pertanyaan ini ada pada masing-masing pembaca, termasuk jika Anda perlu mengambil keputusan, silakan diputuskan sendiri. He he he he… (*) *) Kepala biro Jawa Pos Radar Banyuwangi di Situbondo.

Merasa Lesu bila Tidak Donor n RUTIN DONOR... Sambungan dari Hal 25

Saat ini, tidak bisa maksimal karena terbentur usia. Walau sudah berumur, tapi Cornelis mengaku bersyukur masih bisa ikut donor meski tidak sesering dulu. “Usia saya tahun ini 63 tahun. Namun, dokter masih menyatakan bisa ikut donor hingga usia 65 tahun,” papar Cornelis. Bagi Cornelis, donor darah sudah menjadi ketergantungan hidup. Jika tidak melakukan donor secara rutin, badannya terasa pegal dan tidak

nyaman melakukan aktivitas. Pegal-pegal itu akan hilang sendiri apabila sudah melakukan donor darah. Karena itu, sepanjang kesehatannya masih memungkinkan, dia bertekad terus berdonor demi menjaga staminanya. Sejatinya, Cornelis memiliki gejala penyakit jantung koroner. Namun, berkat donor yang dia lakukan secara rutin, hingga saat ini kondisi jantungnya masih sehat hingga usia senja. “Saya melakukan donor secara rutin, karena badan lebih produktif dan lebih bugar,” tutur pria yang sudah memiliki

enam cucu tersebut. Jika telat donor, Cornelis mengaku sering mengalami lesu dan sekujur tubuhnya terasa tidak nyaman. Agar badan selalu sehat, solusinya melakukan donor darah secara rutin. “Saya donor tidak hanya di Banyuwangi. Donor di Malang, Surabaya, dan Jakarta sudah pernah saya lakukan,” tutur pria pemilik golongan darah 0 itu. Pada saat masih muda, Cornelis juga sering dipanggil untuk menjadi pendonor. Aktivitas sebagai pendonor on call dia lakukan selama berapa ta-

hun. Tidak hanya di Banyuwangi, tapi juga di beberapa daerah lain. “Donor darah bukan hanya bisa membantu orang lain, tapi juga bermanfaat untuk saya sendiri,” tuturnya lagi. Pada donor gelombang kedua Mei 2013 mendatang, Cornelis mengaku akan melakukan donor yang ke-104 kali. Sedianya pada donor darah kemarin akan berdonor, tapi secara medis belum memungkinkan. “Pada usia 63 ini saya hanya bisa berdonor setiap empat bulan sekali,” pungkas pria yang masih terlihat energik itu. (c1/bay)

punya tidak cukup. Jumlah pendonor yang datang di luar prediksi kita,” ungkap Ketua Umum PMI Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko. Darah yang dihasilkan dalam kegiatan Banyuwangi Peduli itu tidak hanya digunakan oleh PMI Banyuwangi. Beberapa daerah yang ikut berpartisipasi akan mendapatkan jatah darah untuk digunakan di daerah asalnya. Sebanyak 250 kantong darah kemarin siang langsung di kirim ke Jombang menggunakan pesawat Wings Air dari Bandara Blimbingsari. “PMI Jombang

kehabisan stok darah. Hasil donor darah pagi kemarin langsung kita kirim ke sana,” kata Yusuf. Aksi donor darah gelombang kedua diperkirakan akan lebih banyak. Hingga kemarin, yang sudah mendaftar donor gelombang kedua sebanyak 3.000 orang lebih. Pada gelombang kedua, Ketua Umum PMI Pusat Jusuf Kalla akan ambil bagian dalam acara tersebut. Sedianya mantan Wapres RI itu akan hadir dalam donor darah gelombang pertama. Namun, karena ada kegiatan lain, JK tidak bisa

datang. “Donor darah gelombang kedua kemungkinan dilaksanakan setelah tanggal 9 Mei. Setelah tanggal itu, Pak JK bisa datang ke Banyuwangi,” kata Yusuf. Dalam kegiatan donor kemarin, panitia menyediakan beberapa door prize berupa kulkas dan TV untuk para peserta. Tiga peserta donor yang beruntung mendapatkan door prize adalah nomor 745 (kulkas), 1012 (TV), dan 1466 (TV). “Door prize bisa diambil di kantor Satpol PP dengan bukti identitas yang masih berlaku,” ujar Ketua Panitia, Choiril Ustadi. (afi/c1/bay)

Soal Tertinggal Bisa Diatasi n UNAS SMP... Sambungan dari Hal 25

tahun ini tim perguruan tinggi tidak dilibatkan sejak awal proses persiapan unas; mulai memantau proses percetakan soal dan lain sebagainya. Menurut dia, selama sebulan bekerja, tugas tim perguruan tinggi hanya melakukan pengawasan. “Seolah-olah semua dipercayakan ke percetakan. Tetapi, kejadian

di lapangan, ada sekolah yang kekurangan soal dan terpaksa harus meminta soal ke sekolah tetangga. Akhirnya, waktu ujian harus diperpanjang karena soal telat datang,” paparnya. Mengenai kasus tertinggalnya soal unas SMK Ikhya Ulumuddin, Singojuruh, di Surabaya, Catur menjelaskan hal tersebut sudah diatasi dengan cepat oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi. “Dinas (Dispendik) lang-

sung menelepon tim di Surabaya. Dari Surabaya, soal itu diantar ke Situbondo. Tim Untag, Kepolisian, dan Dispendik, mengambil soal tersebut di Situbondo. Pukul 04.00, soal sudah sampai di Banyuwangi dan langsung diambil pihak sekolah dengan pengawalan tim pengawas dan kepolisian,” jelasnya. “Pelaksanaan ujian SMP tampaknya lebih baik dan lebih rapi. Tidak ada kendala berarti,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Dewan Akan Kunjungi Sumberwadung n PKL... Sambungan dari Hal 26

Ketua Komisi II DPRD Banyuwangi, Ismoko mengatakan, pihaknya merekomendasikan tidak ada penggusuran PKL sebelum ada kesepakatan antara para PKL dan pengembang ruko. Dikatakan, sesuai Pera-

turan Bupati (Perbup) Nomor 35 Tahun 2011, masalah pembangunan di luar wilayah kota, pihaknya merekomendasikan Camat Glenmore bersama Kades Tulungrejo memfasilitasi pertemuan PKL dan pengembang untuk mencari solusi terbaik. Menurut Ismoko, lahan yang

ditempati lapak PKL dan ruko tersebut merupakan lahan milik pemerintah. “Solusinya perlu ada pendekatan. Tidak boleh grusa-grusu melakukan penggusuran. Jumat (26/4) mendatang kami akan melakukan tinjau lapang ke Sumberwadung,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Pemilik Rumah Melarikan Diri n LIDIK... Sambungan dari Hal 27

Perjudian itu terbongkar saat anak buahnya sedang menyelidiki kasus pencurian dengan pemberatan (curat) di desa tersebut. Tetapi, secara kebetulan ada informasi dari masyarakat bahwa di desa itu ada perjudian.

‘’Ternyata benar, kita temukan mereka sedang berjudi di rumah,” kata Agung. Saat penyergapan itu, pemilik rumah melarikan dari. Meski begitu, polisi tetap mengejar pemilik rumah tersebut untuk dimintai keterangan. ‘’Pemilik rumah lari. Namun, berdasar keterangan ketiga pelaku, yang bersangkutan

tidak ikut berjudi,” paparnya. Kapolsek Agung mengimbau agar masyarakat tidak bermain judi. Sebab, polisi tidak tebang pilih dalam memberantas perjudian. ‘’Katanya, satu pejudi terindikasi anggota LSM (lembaga swadaya masyarakat, Red). Tidak tahu LSM apa,” ujar Agung. (ton/c1/aif)

Masih Disimpan di Rumah Jagal n HIBAH... Sambungan dari Hal 36

Untuk mengecek kebenarannya, kata Aswari, Komisi II turun ke sejumlah pasar tradisional pada 15 April. “Kita ambil secara acak, yakni di Pasar Mimbaan Baru, Pasar Panji, dan Pasar Sumberkolak,” ungkapnya. Hasilnya sangat mengejutkan. Ternyata di tiga pasar itu belum ada bantuan frezeer untuk para pedagang. Yang tak kalah mencengangkan, di sejumlah pasar tersebut belum ada jaringan listrik yang men-

dukung pengoperasian freezer. “Jadi, bagaimana mungkin Disnak mengatakan program ini sudah terlaksana? Jaringan listrik belum tersedia, dan pihak paguyuban juga belum menerima barang. Angka capaian 92 persen itu dari mana?” tandas Aswari. Aswari menegaskan, jika sudah dikatakan terlaksana, maka barang yang akan dihibahkan termasuk perangkat pendukungnya sudah harus siap di pasar. “Ternyata keadaannya tidak seperti itu. Jadi, ini boleh dikatakan mengarah ke penggelapan,” tandasnya.

Dikonfirmasi via telepon seluler pukul 17.47 tadi malam, Kepala Disnak drh. Gaguk belum bisa memberikan keterangan. “Suaranya putus-putus,” katanya. Sekretaris Disnak Ir Sentot mengungkapkan, Dinas Peternakan hingga kini masih berkoordinasi dengan semua kepala pasar yang akan menerima hibah freezer tersebut. Sebab, arus listrik di pasar tidak ada yang kuat menanggung beban freezer tersebut. “Jadi, masih disimpan di rumah jagal. Untuk mengoperasikan freezer itu, kita perlu tambah daya listrik,” terang Sentot. (pri/c1/als)

Stok Habis Sejak Selasa n TERPAKSA... Sambungan dari Hal 36

“Sudah satu jam belum dapat giliran,” kata Anwar, pengemudi lain asal Bondowoso. Dikatakan, sejak pukul 21.00 malam kemarin, di pompa

bensin tersebut stok solar sudah habis. Baru siang kemarin (24/4) solar dikirim dari Banyuwangi. “Habisnya solar sekitar jam 9 tadi malam. Tadi (kemarin) jam satu siang baru tiba,” terang Irwan, seorang petugas SPBU Mimbaan.

Begitu solar tiba di SPBU tersebut, petugas kepolisian langsung mengatur antrean agar tertib. “Ada kabar solar datang, petugas langsung datang untuk mengamankan antrean,” kata AKP. Wahyudi, Kasubag Humas Polres Situbondo. (rri/c1/als)

Diiming-imingi Sejumlah Uang n KAKEK... Sambungan dari Hal 36

Lantaran kabar tersebut santer di desanya, keluarga korban melaporkan kejadian itu kepada kepala dusun dan Kepala Desa Sumberejo, H. Hubburridho. Mendapat laporan, sejumlah tokoh masyarakat bersama pemerintahan desa langsung

mendatangi rumah korban. Pihak keluarga sempat emosi dan menginginkan pelaku dihukum berat. Namun, setelah dimediasi pihak berwajib, antara lain Kapolsek Banyuputih AKP Suyitno dan Kepala Desa Hubburridho, akhirnya pihak keluarga sepakat menyerahkan kasus tersebut ke Mapolres Situbondo. Berdasar informasi yang di-

peroleh Jawa Pos Radar Banyuwangi, sebelum menjalankan aksinya, sang kakek lebih dahulu mengiming-imingi sejumlah uang. Kali pertama tindak asusila itu dilakukan, dirinya diberi uang Rp 2 ribu. Kali kedua, ketiga, dan keempat, korban diberi uang Rp 5 ribu. Yang terakhir diberi uang Rp 10 ribu. (rri/c1/als)

Dilakukan Pemeriksaan Fisik n TKM... Sambungan dari Hal 36

Bantuan yang diberikan terdiri dari baju seragam, sepatu, tas, dan alat-alat tulis. Kegiatan ini dilaksanakan oleh KSM Seruni LKM Tegal Arum. Selain itu, ada acara penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan dr Budiawan, D.S, M.Kes selaku Dewan Pembina Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI). Dia memberikan resep hidup sehat

bagi lansia. ”Biasakan hidup sehat dengan pola makan yang sehat pula, serta beraktivitas sesuai dengan kemampuan masing-masing. Jangan lupa lakukan pemeriksaan fisik yang diduga mempunyai penyakit katarak. Harapan saya masyarakat Situbondo bisa hidup lebih produktif dan berguna bagi nusa dan bangsa,” terang Budi. Koordinator LKM Tegal Arum, Supriyadi menyampaikan, sejak LKM Tegal Arum dibentuk pada

2009. Hingga kini untuk kegiatan sosial sasaran pemanfaat untuk penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan ada sekitar 325 orang. Untuk pemberian sarana sekolah ada sekitar 260 siswa keluarga miskin. “Ini di lakukan dalam rangka mensukseskan gerakan hidup sehat dan pembangunan manusia yang merupakan target dari milenium development gold (MDGS) tahun 2015 yang merupakan kesepakatan global,” terang Supriyadi. (pri/adv/als)


36

Kamis 25 April 2013

Di Bawah Cengkeraman Sensasi Baru BERITA Kepala Desa (Kades) Bayeman, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, Wahyu Wahyudi, yang terungkap memiliki hubungan fair dengan istri perangkat desanya, Vivin Agustin, 25, cukup menarik perhatian banyak pihak. Hampir semua media massa memberikan kavling untuk memberitakan peristiwa tersebut, dan terus me-running-nya. Banyak sisi yang memang menarik, mulai pelaku yang seorang kades hingga proses pengungkapan perselingkuhan yang sangat dramatis. Kalau kita mengamini pendapat yang mengatakan hampir setiap

laki-laki memiliki potensi playboy, berarti kita sepakat bahwa Kades Bayeman sedang ketiban apes saja. Artinya, berapa banyak laki-laki yang kenakalannya terhadap perempuan lebih jahat daripada Kades Bayeman, tapi karena belum apes, sehingga perilaku itu tak terungkap ke permukaan. Mereka terus menikmati dan melakukan petualangannya dari waktu ke waktu hingga rasa bosan datang, bahkan hingga kematian datang menjemput. Namun, jika menggunakan kerangka berpikir etika moralitas, tak ada celah sekecil lubang jarum pun untuk membenarkan apalagi me-

maafkan perilaku Kades Bayeman. sejak zaman dahulu. Selalu saja Paling banter, orang-orang yang terulang dan terulang dengan diperankan oleh para selalu berprasangka baik pemain yang berbeda di kepada Tuhan hanya setiap generasinya. Arakan mengatakan; batinya, Peristiwa semarang kali dengan cara cam ini bisa menimpa seperti inilah Tuhan siapa saja, di mana saja memberikan teguran dan kapan saja. kepada Kades Bayeman Mereka yang menjadi agar tak terus berada dapara pelaku itu, bukan tak lam kubangan dosa. tahu tentang bahayanya Peristiwa yang meberperilaku semacam ini. nimpa Kades Bayeman CATATAN merupakan potret kecil EDY SUPRIYONO* Namun, karena sering kali kalah terhadap ajakan saja dari sebuah lakon asmara terlarang dalam kehidupan nafsu, sehingga membuat perilaku manusia yang tak pernah surut sebagaimana yang dilakukan Ka-

des Bayeman ini terus terpelihara dengan baik. Contoh lain adalah kasus Nimo. Oknum guru di MAN 2 Situbondo yang sudah memiliki anak dan istri ini nekat menjalin asmara terlarang dengan siswinya sendiri hingga mengantarkannya ke jeruji tahanan. Keindahan dan kenikmatan melakukan asmara terlarang membuat banyak orang ketagihan. Peminatnya juga kian banyak saja, meski jarang sekali ada yang mau menampakkan ke permukaan. Namun, mereka terus melakukan gerakan di bawah tanah hingga aksinya yang merupakan aib besar

SITUBONDO - Kelangkaan solar tampaknya sudah membuat pengguna kendaraan berbahan bakar solar sangat resah. Sebab, gara-gara antre membeli solar, pekerjaan mereka terganggu. Seperti yang terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Situbondo, kemarin (24/4). Puluhan warga harus rela mengantre solar hingga berjam-jam. “Saya sudah dari kemarin nginep di Situbondo ini karena solar habis,” kata Ihsan, salah seorang pengendara truk asal Probolinggo. Panjang antrean kendaraan yang hendak mengisi solar di pompa bensin itu kemarin hampir mencapai satu kilometer. Sejumlah warga mengaku sangat menyesalkan kelangkaan solar di sejumlah SPBU tersebut n

NUR HARIRI/Raba

MENGULAR: Selain jeriken, puluhan kendaraan juga mengantre demi mendapatkan solar di SPBU Mimbaan kemarin (24/4).

Kakek 80 Tahun Cabuli Cucu

Anggota FPKNU Pilih tak Nyaleg Lagi

BANYUPUTIH - Warga Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, digegerkan dugaan pencabulan yang dilakukan seorang kakek berinisial AT, 80, terhadap cucunya sendiri yang masih berumur 9 tahun. Kasus dugaan asusila terhadap bocah SD yang masih duduk di kelas 2 tersebut terjadi saat kondisi rumah korban sepi. Kedua orang tua korban sedang bertakziah ke rumah tetangganya yang meninggal dunia akhir pekan (20/4) lalu. Di saat kondisi rumah korban kosong, sang kakek menjalankan aksi bejatnya. “Ini sudah yang kelima kali. Saya diberi uang Rp 10 ribu,” ujar bocah tersebut sambil menunjukkan kelima jarinya. Setelah pencabulan kali kelima itu, sang kakek langsung meninggalkan korban begitu saja. Namun, korban yang masih anak-anak ini merasa sakit di bagian vitalnya. Akhirnya, korban menceritakan kepada keluarganya insiden pencabulan tersebut. Begitu kabar memalukan itu diketahui keluarganya dan menyebar ke telinga warga Dusun Krajan, Desa Sumberejo, paman korban langsung mendatangi pelaku dan menanyakan dugaan kasus tersebut. Namun, saat didatangi paman korban, sang kakek mengaku tidak melakukan perbuatan seperti yang dituduhkan n  Baca Kakek...Hal 35

SITUBONDO - Keputusan mengejutkan diambil sepuluh anggota Fraksi Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) di DPRD Situbondo. Pasalnya, mereka serempak tidak mencalonkan diri lagi pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 mendatang. Yang menarik, keputusan mereka itu kabarnya bukan kehendak diri sendiri. Tetapi, karena dilarang seorang tokoh karismatis. “Karena teman-teman dewan dari PKNU kan harus loncat partai untuk mencalonkan diri kembali. Ternyata dilarang dengan alasan moral. Jadi, akhirnya mereka tak ada yang mendaftar lagi,” ungkap sumber koran ini yang namanya enggan dikorankan. Sepuluh anggota Fraksi PKNU tersebut sebenarnya sudah memiliki pilihan parpol lain. Itu karena PKNU dinyatakan KPU (Komisi Pemilihan Umum) tidak lolos sebagai peserta Pemilu 2014.

KORBAN: Bocah kelas 2 SD yang mengaku dicabuli kakeknya sendiri hingga lima kali.

NUR HARIRI/RaBa

Bahkan, Zainurachman, anggota FPKNU, kini memilih menjadi ketua DPC Partai Gerindra Situbondo. Dikonfirmasi, Ketua Fraksi PKNU H. Lailul Ilham tidak mengelak bahwa seluruh kader PKNU di DPRD Situbondo tak ada satu pun yang mencalonkan diri sebagai caleg. “Iya, benar kabar itu,” ungkap Lailul kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. Menurut pria asal Asembagus tersebut, seluruh anggota FPKNU sudah berkomitmen tidak mendaftar. Sebab, mereka ingin menyelesaikan tugasnya sebagai anggota dewan hingga 2014 mendatang. Itu sesuai mandat yang telah diamanatkan masyarakat. “Pertimbangan utamanya adalah moralitas, sehingga anggota FPKNU yang semula ingin menjadi caleg lagi dari partai lain, dengan kesadaran tinggi mengurungkan niatnya,” tandas anggota DPRD dua periode tersebut. (pri/c1/als)

Melihat Perjuangan Juma’ani, Nenek Pemecah Batu asal Kotakan

Kerja Sejak Pukul 07.00 hanya dapat Rp 12 Ribu Keterbatasan ekonomi memaksa kaum wanita harus ikut membantu perekonomian keluarga. Bahkan, saat usia sudah senja, mereka harus tetap giat bekerja. Salah satu caranya adalah menjadi pemecah batu. NUR HARIRI, Situbondo MENJADI pemecah batu bukanlah pekerjaan yang diinginkan Juma’ani. Hanya saja, keterbatasan ekonomi dan kondisi keluarganya yang memaksanya melakoni pekerjaan yang seharusnya dilakukan laki-laki itu. Usia yang terlampau tua dan fisik yang mulai melemah tidak menjadi penghalang warga Dusun Krajan, Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo, itu terus mencari nafkah. Di usianya yang sudah uzur, sepatutnya Juma’ani hidup dengan tenang di rumah dan mengasuh cucunya. Tetapi, itu tak berlaku bagi nenek 85 tahun itu. Setiap hari dia harus

 Baca Di Bawah...Hal 35

Hibah Freezer Rp 273 Juta tak Berwujud

Terpaksa Menginap di SPBU

 Baca Terpaksa...Hal 35

itu benar-benar terbongkar. Sejumlah teman yang kenal dengan Kades Bayeman bercerita kepada saya. Mereka mengatakan bahwa istri Kades Bayeman itu perempuan tercantik di desa asalnya. Lalu, kenapa Kades Bayeman masih berpaling ke wanita lain? Meski sang WIL lebih muda, tapi ia sudah memiliki suami. Cukup sulit menemukan jawaban yang mampu memuaskan logika atau sisi-sisi akal sehat. Apalagi kalau—misalnya—memosisikan bermain perempuan sebagai sebuah hobi n

NUR HARIRI/RaBa

SEPUH: Juma’ani saat memecah batu di Desa Kotakan kemarin.

memecah batu. Pekerjaan itu dia lakoni sejak pukul 07.00 pagi hingga 15.00 sore. Demi bertahan hidup, perempuan sepuh yang menjalani pekerjaan sebagai pemecah batu sejak 35 silam itu harus bekerja ekstra setiap hari. Namun demikian, meski dirinya bekerja penuh

dari pagi hingga sore bahkan hingga malam, Juma’ani hanya mampu memecah 10 timba batu. “Satu hari paling banyak 10 timba. Itu pun sampai malam dan tidak istirahat,” kata Juma’ani yang akrap dipanggil Bu Nahra itu. Ditambahkan, penghasilan satu

timba batu hanya Rp 1.200. Jika dikalikan, maka dalam satu hari upah yang diperoleh nenek tersebut paling banyak Rp 12 ribu. “Dapat segitu tidak setiap hari,” kata nenek dua anak itu. Semasa suaminya masih hidup sekitar 20 tahun lalu, penghasilan bekerja sebagai buruh pemecah batu hanya digunakan untuk menutupi kebutuhan ekonomi keluarga. Namun, setelah dua anaknya besar dan sudah menikah, akhirnya penghasilan minim tersebut hanya digunakan untuk dirinya sendiri. “Suami saya sudah meninggal. Dulu sekali,” kata nenek enam cucu tersebut. Kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi, setiap hari dirinya bersama beberapa perempuan lain di Desa Kotakan bekerja sebagai buruh pemecah batu mulai pukul 07.00 hingga pukul 15.00. Bekalnya hanya ban bekas untuk menjepit batu dan palu untuk memecah batu tersebut. “Pekerjaan ini saya tekuni. Soalnya tidak ada lagi pekerjaan lain, apalagi kebutuhan semakin banyak. Saya juga malu minta uang ke anak dan cucu. Jadi, saya menjadi pemecah batu sampai sekarang,” pungkasnya. (c1/als)

SITUBONDO - Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP) mendapatkan temuan cukup mencengangkan. Hibah freezer kepada pedagang daging di sejumlah pasar tradisional yang dianggarkan pada 2012 di Dinas Peternakan (Disnak) hingga kini tak ada wujudnya. Padahal, saat dilakukan pembahasan program antara tanggal 8-12 April, petugas Disnak mengatakan bahwa program tersebut sudah 92 persen terlaksana. “Jadi, diklaim sudah

mencapai 92 persen,” terang H. Aswari, anggota FPPP, kemarin. Politisi berkacamata itu mengungkapkan, program hibah freezer kepada sejumlah pedagang ikan dan daging masuk dalam anggaran Dinas Peternakan di APBD 2012. Hibah itu menelan anggaran Rp 273 juta. “Anggaran sebesar itu untuk membeli sepuluh freezer. Saat Disnak bertemu kita, dikatakan bahwa hibah freezer kepada para pedagang di pasar-pasar sudah dilakukan,” terangnyan  Baca Hibah...Hal 35

PENYULUHAN: Pemberian makanan dan vitamin kepada puluhan lansia oleh LKM Tegal Arum.

EDY SUPRIYONO/RaBa

LKM Tegal Arum Bantu Lansia SITUBONDO - LKM Tegal Arum, Desa Talkandang, Kecamatan Situbondo, memberikan makanan dan vitamin kepada puluhan lansia belum lama ini. Langkah tersebut adalah bagian dari program optimalisasi BLM tahun 2012 PNPM Mandiri Perkotaan LKM Tegal Arum. Sedikitnya ada sekitar 71 lansia menjadi penerima manfaat. Sebagian besar mereka berasal dari keluarga miskin.

Sehingga, tak ayal begitu menerima bantuan, wajah mereka sangat antusias. “Terima kasih kepada LKM Tegal Arum yang sangat memperhatikan dan peduli kepada para lansia,” terang salah seorang warga. Dalam acara yang ditempatkan di Balai Desa Talkandang itu juga ada pemberian bantuan sarana sekolah terhadap 42 siswa miskin n  Baca TKM...Hal 35

Radar Banyuwangi 25 April 2013  

Radar Banyuwangi

Advertisement