Issuu on Google+

33

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

SABTU 24 NOVEMBER TAHUN 2012

Lagi, Main Hakim Sendiri

HUKUM

■ Maling Motor Dimassa di Sempu AGUS BAIHAQI/RaBa

DITUNDA: Sidang perdana kasus sengketa tanah Ketapang di PN Banyuwangi kemarin.

Kades Ketapang Gugat Pemkab dan BPN BANYUWANGI - Sengketa tanah antara Pemerintah Desa (Pemdes) Ketapang, Kecamatan Kalipuro, dan Pemkab Banyuwangi akhirnya berlanjut ke meja hijau. Kepala Desa (Kades) Ketapang Slamet Utomo menggugat Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Kades Ketapang yang diwakili pengacara R. Wisnu Radjasa dan Jaenuri itu juga menggugat Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banyuwangi. BPN ikut digugat karena telah menerbitkan sertifikat tanah di Pelabuhan LCM Ketapang atas nama Pemkab Banyuwangi ■  Baca Kades...Hal 43

POWER CROSS

Diikuti 100 Crosser BANYUWANGI - International Power Cross Championship (IPCC) 2012 mendapat respons cukup tinggi. Hingga kemarin (23/11), peserta yang sudah mendaftar dalam even tahunan itu sebanyak 100 crosser. Peserta yang sudah mendaftar itu tidak hanya datang dari dalam negeri. Beberapa crosser dari Eropa jauh hari juga sudah mendaftar untuk mengikuti kegiatan yang akan berlangsung 1 hingga 2 Desember 2012 itu. Ketua Panitia IPCC Arief Setiawan mengatakan, ratusan peserta yang sudah mendaftar itu sebagian besar berasal dari dalam negeri ■  Baca Diikuti...Hal 43

Butuh Cangkok Hati

KALIPURO - Dewi Kurniasari yang baru berumur 10 bulan ini divonis mengalami kelainan hati. Tim medis RSUD Blambangan yang telah memeriksanya menyarankan balita asal Lingkungan Krajan, Kelurahan/Kecamatan Kalipuro, itu melakukan operasi cangkok hati.

AGUS BAIHAQI/RaBa

BANYUWANGI - Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko menyerukan para birokrat agar meningkatkan pelayanan prima terhadap masyarakat. Wabup Yusuf juga meminta birokrat menyinergikan unsur emotional quotient (EQ), spiritual quotient (SQ), dan intelligence quotient dalam memberikan pelayanan agar menghasilkan layanan berkualitas.

Seruan Wabup Yusuf itu disampaikan saat membuka training Emotional Spiritual Quotient (ESQ) Personal Transformation keIII di Gedung Wanita Paramitha Kencana kemarin (23/11). Training ESQ itu diikuti sekitar seratus pejabat struktural eselon III dan IV dari seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

 Baca Lagi,...Hal 43

Saat memberikan sambutan, Wabup Yusuf menyampaikan, training ESQ tersebut memiliki peran besar dalam menciptakan pribadi yang berkarakter tangguh. “ Kita semua ingin birokrat mampu menumbuhkan motivasi baru untuk selalu berprestasi dalam kehidupan masing-masing,” tegas Ketua DPC PDIP Banyuwangi itu.

Pengalaman spiritual, lanjut Yusuf, akan memunculkan inspirasi dan semangat baru untuk meningkatkan kinerja para pegawai. “Jadi, kita harus bisa menggabungkan spiritual, profesionalisme, dan disiplin kerja untuk memperbaiki kinerja pegawai,” pintanya ■

 Baca Seratus...Hal 43

Mobil Pikap Berbalut Ukiran Kayu Jati BANYUWANGI - Tampilan mobil Isuzu Panther pikap warna hijau bernopol P 8360 G ini cukup menarik perhatian. Betapa tidak, mobil warna hijau keluaran tahun 1992 ini berbalut kayu jati. Pada bagian depan, ukiran kayu tampak menutup seluruh bagian bumper. Ukiran kayu berlubang angin juga menjadi grill cover depan radiator sekaligus penghias kap mesin. Wadah spion juga dibalut kayu. Side spoiler juga dibalut kayu yang sama. Tak ketinggalan, pintu bak belakang juga full ornamen kayu jati. Pikap yang benar-benar bercita rasa Indonesia. (gal/c1/bay)

Akui Banyuwangi Memberi Inspirasi

FOTO–FOTO: GALIH COKRO/RaBa

UNIK: Bagian belakang mobil pikap dilapisi kayu jati (foto kiri). Mobil pikap jati saat melintas di pertigaan Sukowidi, Banyuwangi, Kamis sore lalu (foto atas).

Perjuangan Moukwelle Sylvain Menagih Haknya di Persewangi

Haram Main Tarkam, Rutin Jaga Kebugaran Perjuangan tak kenal lelah diperlihatkan Moukwelle Sylvain. Sudah hampir enam bulan pemain asal Prancis itu bertahan di Banyuwangi. Tujuannya satu, Persewangi semoga segera membayar haknya sesuai kontrak.

GALIH COKRO/RaBa

NIKLAAS ANDRIES, Banyuwangi TANPA terasa rumah kos di Jalan Bima, Kelurahan Tamanbaru, Banyuwangi, sudah enam bulan menjadi hunian Moukwelle. Lokasinya sedikit jauh dari keramaian. Meski demikian, rumah kos itu bisa dihttp://www.radarbanyuwangi.co.id

turun, dia bergegas menuju sebuah warung kopi di Dusun Gantung, Desa Gendoh. Selang beberapa menit setelah dia pesan kopi, tiba-tiba datang Basuli naik Honda Grand bernopol P 5908 PF, lalu memarkir motor itu di dekat warung kopi tersebut. Saat memarkir kendaraannya, Basuli ternyata lupa melepas kontak dan membiarkannya menggantung di kendaraan. Rupanya keteledoran itu diketahui pelaku. Tanpa banyak bicara, Purwadi langsung berlalu dari warung dan membawa motor tersebut. Melihat hal itu, beberapa orang yang sedang minum kopi di warung langsung meneriaki pelaku dengan kata maling. “Warga yang mendengar teriakan tersebut langsung melakukan penghadangan dan korban berhasil ditangkap,” kata Kapolsek Sempu AKP Toha Choiri ■

Seratus Pejabat Pemkab Ditatar ESQ

F E

 Baca Akui...Hal 43

 Baca Butuh...Hal 43

SAKIT KUNING: Sariyati menangis sembari menggendong Dewi Kurniasari di rumahnya di Kelurahan/ Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, siang kemarin (23/11).

emal

“KOTANYA Bersih, makanannya enak dan murah, musiknya beragam, alamnya indah,” sanjungan bertubi-tubi yang disampaikan penyanyi jazz papan atas tanah air, Rieka Roslan, itu ditujukan untuk Kota Gandrung saat dia berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi pekan lalu (16/11). Penyanyi kelahiran Sukabumi, Jawa Barat, 23 Januari 1970, yang merupakan salah satu bintang tamu Banyuwangi Jazz Festival itu mengaku sangat kagum dengan beragam daya pikat Bumi Blambangan ■

Mengingat tingginya biaya operasi cangkok hati, orang tua Dewi, yakni pasangan Mansyur, 40, dan Sariyati, 39, hanya bisa pasrah. “Operasi di Surabaya biayanya sangat mahal,” cetus Sariyati kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (23/11) ■

SEMPU - Aksi main hakim sendiri terhadap pelaku kejahatan marak lagi di Banyuwangi Selatan. Setelah seorang penjambret nyaris dibakar di Kecamatan Gambiran Kamis lalu (22/11), kemarin (23/11) giliran pencuri sepeda motor bonyok digebuki warga di Kecamatan Sempu. Penjahat yang kena batunya itu adalah Purwadi, 28, warga Dusun Kalisepanjang, Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore. Dia jadi bulan-bulanan massa setelah tepergok membawa kabur sepeda motor milik Basuli, 52, warga Dusun Gantung, Desa Gendoh, Kecamatan Sempu. Begitu tertangkap, Purwadi langsung dihajar ramai-ramai oleh warga. Diperoleh keterangan, sebelum beraksi, Purwadi turun dari kereta api di Stasiun Temuguruh, Kecamatan Sempu. Begitu

akses dengan kendaraan roda dua bahkan empat. Suasananya yang teduh dan tenang, disukai pemain asal Prancis tersebut. Lebih dari satu pohon mangga tumbuh di sana. Itu membuat udara terasa sejuk. Apalagi, saat cuaca tidak bersahabat. Di sini, Moukwelle menempati kamar kos urutan paling depan. Di kamar berukuran tiga meter kali empat meter itu, pemain yang musim lalu identik dengan nomor 14 itu menanti kepastian nasib. Yaitu kepastian gaji dan kontrak yang hingga kini belum dibayar lunas oleh manajemen Persewangi. “Aku tinggal di sini untuk menagih hakku,” ujarnya singkat. Selain berusaha menagih haknya, dia juga berusaha menjalani kehidupan dengan normal. Sebagai seorang atlet, dia harus tetap menja-

Kades Ketapang gugat pemkab dan BPN

Biasa saja, ibarat anak menagih uang saku ke ortu

Seratus pejabat pemkab ditatar ESQ

Kalau masih mau korupsi, perlu ditatar di Nusa Kambangan

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

GIMBAL: Moukwelle Sylvain bersama para fans Persewangi.

lankan latihan seperti biasa. Kadang pagi, kadang, sore, bahkan malam, dia biasa berlari kecil me-

ngelilingi lapangan Stadion Diponegoro seorang diri ■  Baca Haram...Hal 43

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


34

Sabtu 24 November 2012

Demo Kecam Israel

CERMIN DIRI Prihatin Maraknya Aksi Kejahatan MARAKNYA aksi kejahatan belakangan ini memicu kemarahan masyarakat. Warga pantas murka lantaran maling motor dan jambret gentayangan mencari mangsa. Untuk melampiaskan emosinya, warga menghakimi sendiri pelaku kejahatan. Dalam dua hari ini, kita melihat aksi main hakim sendiri yang diperagakan warga. Kasus pertama, tertangkapnya seorang penjambret di Gambiran Kamis kemarin (22/11). Adalah Faruk Gozi, 44. Usai menjambret kalung, warga Dusun Krajan, Desa Grogol, Kecamatan Giri, itu langsung dijadikan bulan-bulanan warga. Meski tak sampai menemui ajal, Faruk menderita luka di sekujur tubuh. Kejadian serupa terulang di Sempu kemarin. Seorang pencuri sepeda motor, Purwadi, 28, digebuki massa setelah tepergok membawa kabur sepeda motor. Nasib Purwadi sama dengan Faruk. Keduanya tertangkap tangan usai melakukan aksi kejahatan. Beruntung, nyawa keduanya bisa diselamatkan setelah polisi datang. Kekerasan yang dilakukan warga terhadap pelaku kejahatan tampaknya bakal terus terjadi. Setidaknya itu sebagai pelampiasan rasa jengkel warga terhadap maraknya aksi kejahatan belakangan ini. Entah itu pencurian kendaraan bermotor (curanmor), jambret, perampokan, maupun pencurian dalam rumah. Selagi, aksi kejahatan tetap berlangsung, masyarakat tak bakal tenang. Sejatinya, aksi main hakim sendiri tidak dibenarkan menurut hukum. Namun, apa boleh buat, begitulah fakta yang terjadi di lapangan. Masyarakat telanjur jengkel dengan maraknya aksi kejahatan. Simak saja, orang lagi asyik belanja di swalayan tibatiba motornya hilang. Padahal, baru lima menit dia parkir. Sungguh, fenomena ini membuat jengkel dan uring-uringan pemilik motor. Ada lagi, seorang warga sedang berobat ke dokter. Baru ditinggal antre berobat, sepeda motor kesayangannya amblas dibawa kabur penjahat. Melihat maraknya aksi kejahatan seperti itu, masyarakat pantas marah. Karena itu, jangan salahkan warga jika harus menghakimi penjahat. Terkait maraknya aksi curanmor, sejatinya polisi sudah bekerja maksimal memburu pelaku. Bahkan, Polres Banyuwangi telah membentuk timsus (tim khusus) yang anggotanya para resmob pilihan. Sayang, kerja timsus belum sepenuhnya bisa mengungkap jaringan kakap curanmor di Bumi Blambangan. Terbukti, curanmor, curas, dan jambret masih meresahkan masyarakat. Karena itu, untuk mengimbangi maraknya aksi kejahatan, polisi harus rajin menggandeng masyarakat. Kita tahu jumlah polisi di Banyuwangi tak sepadan dengan jumlah penduduk. Dengan menggandeng masyarakat, minimal aksi kejahatan bisa ditekan seminim mungkin. Menggelar patroli rutin, poskamling, hingga menyeru warga agar selalu waspada adalah antisipasi jitu memerangi kejahatan. Yang terpenting lagi adalah membuat kapok pelaku kejahatan. Tentu saja itu tugas jaksa dan hakim. Jangan sampai pelaku kejahatan yang telanjur meresahkan masyarakat mendapatkan hukuman ringan. Yang kita lihat selama ini, sekeluar dari penjara, pelaku kejahatan justru tidak kapok. Mereka malah lebih mahir melakukan kejahatan. Bisa jadi selama di penjara, mereka berkumpul dengan para dedengkot alias residivis kakap. Harapan kami, vonis di pengadilan setidaknya benarbenar harus memberi efek jera bagi para pelaku kejahatan. (*)

Kirim tulisan Anda ke alamat di bawah ini: SUARA PEMBACA Tulis permasalahan yang Anda hadapi terkait layanan publik. Baik terhadap intansi swasta maupun pemerintah. Sertakan alamat yang lengkap disertai fotokopi identitas dan nomor telepon Anda. Kirim ke artikelradarbwi@gmail.com Atau kirim langsung ke kantor Radar Banyuwangi Jalan Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Biro Genteng: Jalan Raya Jember 47 Genteng, Biro Situbondo: Jalan Wijaya Kusuma 60 Situbondo.

AGUS BAIHAQI/RaBa

PEREMPUAN: Suasana demo solidaritas untuk Palestina di kawasan Simpang Lima, Banyuwangi, kemarin.

BANYUWANGI - Ratusan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melakukan aksi turun jalan di Simpang Lima, Banyuwangi, sore kemarin (23/11). Mereka mengutuk serangan Israel ke Palestina. Dalam aksi itu, mereka mengutuk serangan Israel yang membabi buta ke Palestina. Mereka juga membentangkan bendera Israel di tengah jalan. Pengguna jalan yang melintas di persilakan menginjak-injak bendera Israel itu. Tidak hanya itu, mereka juga

menggalang dana untuk membantu perjuangan bangsa Palestina. Ketua DPD PKS Banyuwangi, Mandiri Ratu Warang Agung mengatakan, aksi itu sebagai bentuk dukungan moral terhadap perjuangan rakyat Palestina. Pihaknya juga mendorong Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberi dukungan langsung kepada Palestina. “Kita mendorong Pak SBY datang langsung ke Palestina seperti yang dilakukan pemerintah Mesir,” ujar Agung. (afi/c1/bay)

Satu Lagi Korban Lapor Polisi BANYUWANGI - Para korban Pairin, 57, yang mengaku anggota tim paranormal Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mulai berdatangan ke Mapolres Banyuwangi. Mereka melaporkan lelaki asal Dusun Kutorejo, Desa Kalipahit, Kecamatan Tegaldlimo, itu atas pasal dugaan penipuan. Sebelumnya, Winarto, 40, warga Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, mengaku telah ditipu Rp 50 juta. Nah, kali ini giliran Muhamad Yasin, warga Desa/Kecamatan Tegaldlimo, yang datang ke Polres Banyuwangi kemarin (23/11). “Yasin juga mengaku tertipu,” cetus Kasatreskrim Polres Banyuwangi AKP Bagus Ikhwan C. melalui Kanit Pidter dan Ekonomi Aipda Sastro Mulyono. Dalam laporannya, terang Sastro, Yasin mengaku didatangi Pairin. Saat itu, Pairin juga mengaku sebagai anggota tim paranormal Jokowi. “Korban dirayu hingga kepincut dan mau menyerahkan uang Rp 20 juta,” ungkap Aipda Sastro. Menurut Sastro, Yasin mengaku dijanjikan uangnya akan diganti dengan uang sebesar Rp 20 miliar. Selain itu, tersangka juga berjanji akan membelikan mobil Jazz dan motor. “Karena iming-iming itu, korban menyerahkan uangnya,” jelasnya. Kepada polisi, korban membeberkan bahwa saat datang ke ru-

GALIH COKRO/RaBa

Pairin

mahnya untuk meminjam uang, gaya tersangka Pairin sangat meyakinkan. Uang yang akan dipinjam itu katanya untuk kebutuhan dalam pemenangan Jokowi sebagai calon gubernur (cagub) DKI Jakarta. “Tahu tersangka ditangkap polisi, korban langsung lapor,” cetusnya. Seperti diberitakan sebelumnya, gara-gara kebelet foya-foya, Pairin, 57, warga Dusun Kutorejo, Desa Kalipahit, Kecamatan Tegaldlimo, nekat menipu kerabatnya sendiri. Laki-laki yang rambutnya sudah beruban itu rupanya jeli memanfaatkan situasi. Di tengah hiruk-pikuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta beberapa waktu lalu, Pairin mengaku sebagai anggota tim spiritual Jokowi. Modus tersebut ternyata cukup ampuh. Dia sukses menggondol uang tunai sebesar Rp 50 juta rupiah. (abi/c1/bay)

EDUKASI

Pelatihan Budi Daya Jamur BANYUWANGI - Untuk menanamkan jiwa kewirausahaan bagi para mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Biologi, FKIP Universitas 17 Agustus 45 (Untag) Banyuwangi menggelar pelatihan budi daya jamur dan peternakan sapi perah. Kegiatan ini digelar di Desa Banjar dan Desa Tamansari, Kecamatan Licin mulai pukul 08.00 hari ini Sabtu (24/11). Nara sumber acara antara lain Amin Setiono (Pembudidaya Jamur Tiram), Adi Purwanto dari Bagian logistik peternakan sapi perah, dan Didik Septianto dari Bagian pengendali mutu peternakan sapi perah. “Peserta dapat sertifikat” cetus panitia pelaksana Surtiyono.(abi/bay)

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. 

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.



Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


35

Sabtu 24 November 2012

Larung

ADA APA LAGI

Kepala Kambing

PESANGGARAN  - Ratusan warga ramai-ramai menghadiri acara tradisional petik laut yang diselenggarakan di Pantai Rajagwesi, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, kemarin pagi. Acara sakral secara turun-temurun tersebut dilakukan para nelayan sebagai wu-

jud syukur kepada Tuhan Yang Mahaesa. Warga bersyukur karena diberi berkah, yaitu ikan tangkapan yang melimpah. Ketua Panitia Petik Laut, Mubarok mengatakan, selain sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Mahaesa, petik laut juga sebagai wujud me-

lestarikan tradisi leluhur. “Upacara petik laut ini sudah ada di Rajegwesi sejak lama. Bahkan, sejak masa penjajahan Belanda sudah ada,” tuturnya. Selain melarang kepala kambing ke tengah laut, rangkaian acara petik laut itu juga diisi dengan ruwatan di Pantai Rajegwesi.

“Ruwatan kita lakukan setelah salat Jumat,” tuturnya Sementara itu, selain melepas sesaji ke tengah laut dan ruwatan, panitia juga menggelar pertunjukan wayang kulit semalam suntuk dengan menghadirkan dalang Ki Makmur dari Kecamatan Tegalsari. (azi/c1/aif)

ALI NURFATONI/RaBa

AKTIF: Sebuah bom aktif jenis roket lontar di markas TNI AL Muncar kemarin.

Mancing Hiu Dapat Bom MUNCAR - Sebuah bom aktif jenis roket lontar ditemukan di perairan Muncar pukul 11.00 kemarin. Roket tersebut diangkat dari dasar laut di kedalaman 60 meter. Bom yang prediksi berusia puluhan tahun tersebut ditemukan nelayan. Dia adalah Mispan, 40, warga Dusun Muncar Baru, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar. Saat itu, Mispan sedang memancing ikan di tengah laut, tepatnya di 5 mil dari batas pantai perairan Karangente Selatan. Alih-alih mendapatkan hiu, Mispan justru mendapat sebuah roket. Temuan roket tersebut mengundang perhatian aparat setempat. TNI dan Polri segera melakukan pengecekan. Hasilnya, petugas menyatakan bom yang diduga peninggalan penjajah tersebut masih aktif. ‘’Bom itu berbahaya,’’ ujar Kapolsek Muncar Kompol Ary Murtini. Bom lontar berbentuk silinder tersebut memiliki 6 cincin dan 12 sirip. Selain itu, benda berbahaya yang sudah karatan tersebut berpanjang 64 centimeter dan berdiameter 12 centimeter. ‘’Beratnya 16 kilogram,’’ kata Ary. Ary menambahkan, di lokasi penemuan bom tersebut ada bangkai kapal. Saat ini, roket tersebut masih diamankan di markas Polair Muncar. ‘’Tadi kita terima penyerahan dari Danpos TNI AL Muncar Letda Hermanto,” tandas Ary. (ton/c1/aif)

PETIK LAUT: Pelepasan sesaji di Pantai Rajegwesi, Desa Sarongan, Pesanggaran, kemarin pagi.

ABDUL AZIZ/RaBa

Turis Tinggalkan Plengkung Mulai Masuki Akhir Tahun, Ombak Surut

ALI NURFATONI/RaBa

BERBAHAYA: Kapolsek Muncar Ary Murtini meneliti bom jenis lontar di markas TNI AL Muncar kemarin.

TEGALDLIMO - Memasuki masa akhir tahun atau masa ombak surut, wisatawan mancanegara yang biasa surfing di Pantai Plengkung, Kecamatan Tegaldlimo, mulai banyak yang pulang kemarin. Setidaknya ada sebelas turis yang kemarin pulang ke negara asalnya. Para turis tersebut sebelumnya menginap di Plengkung untuk menikmati panjangnya ombak. “Hari ini mereka sudah pulang semua, dan sekarang sudah tidak ada turis,” kata Roni, seorang pekerja di sebuah camp di Pantai Plengkung, kemarin sore.

Roni menuturkan, hari-hari terakhir menjelang surutnya ombak Pantai Plengkung, masih ada beberapa bule yang menikmati liburan di pantai yang lebih dikenal dengan sebutan G-Land tersebut. “terakhir tinggal sebelas bule dan sekarang sudah pulang,” tuturnya. Biasanya para bule dari mancanegara akan kembali menikmati liburan di Pantai Plengkung ketika ombak pasang seperti biasa. Pada masa tersebut, para bule akan kembali berselancar di tengah gulungan ombak terpanjang di dunia tersebut. Masa-masa bagusnya ombak tersebut akan tersaji mulai April sampai November tahun depan. “Bulan April nanti turis akan datang lagi seperti biasa,” pungkasnya. (azi/c1/aif)

OMBAK SURUT: Rombongan turis memanfaatkan mas liburan dengan bermain surfing di Pantai Plengkung. Sejak kemarin wisatawan asing tersebut mulai meninggalkan G-Land. DOK.RaBa

DPC PKB Banyuwangi Launching Caleg 2014 BANYUWANGI - Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Banyuwangi, secara resmi membuka pendaftaran untuk calon anggota legislatif (caleg) anggota DPRD 2014. Kegiatan yang bertajuk launching Caleg 2014 ini, digelar di kantor DPC PKB Jalan Istiqlah, Banyuwangi, kemarin. Launching Caleg 2014 yang dimulai pukul 14.30 ini, berlangsung cukup semarak. Seluruh jajaran DPC PKB, anggota FKB DPRD Banyuwangi, PAC PKB se- Banyuwangi kompak hadir. Selain itu, juga ada PCNU, MWC NU, Muslimat NU, Fatayat NU, dan GP Ansor. “Alhamdulillah, saat ini PKB bisa kompak lagi,” cetus sekretaris Dewan Syuro DPC PKB Banyuwangi, H. Syafii Mustofa. Dalam sambutannya, Syafi’i menyebut kehadiran PCNU, Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, MWC NU, dan PAC PKB se-Banyuwangi dalam launching Caleg 2014 ini menunjukkan warga NU sudah kembali lagi ke partai yang ddidirikan yakni PKB. “PKB dan NU sudah kompak lagi, ini harus bisa seperti Pemilu 1999 lalu,” kata mantan sekretaris PCNU Banyuwangi itu.

Dalam Pemilu 1999 lalu, lanjut dia, PKB Banyuwangi bisa meraih 17 kursi di DPRD karena kekompakan warga NU. Kekompakan itu, sebut dia, kini sudah mulai terlihat lagi. “Sekarang NU sudah kompak lagi, dalam Pemilu 2014 nanti, suara PKB harus lebih banyak lagi,” ujarnya. Wakil ketua PCNU Banyuwangi KH. Abdul Gafar menyampaikan, se jarah telah mencatat partai yang dilahirkan oleh NU itu hanya PKB. Dan ini, masih diakui dalam Muktamar NU di Makasar beberapa tahun lalu. “Partainya NU itu ya PKB, mari kita besarkan PKB,” ajaknya. NU mendirikan PKB itu, jelas dia, untuk menjaga, mempertahankan, dan memperjuangkan ajaran Islam ala Ahlussunah Waljamaah. Selain itu, PKB itu didirikan oleh para kiai NU untuk memperjuangkan nasib umat. “PKB itu alat NU dalam kemaslahatan umat di bidang politik praktis,” sebutnya. (abi/adv/aif) LAUNCHING CALEG: Joni menyerahkan formulir caleg PKB pada ketua Fatayat NU Nikmah. FOTO-FOTO: AGUS BAIHAQI/RaBa

Caleg PKB 30 Persen untuk NU DPRD: Para bacaleg dengan formulir bertekad menangkan PKB di Banyuwangi.

KOMPAK: Para pengurus NU, PKB, Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor hadir dalam launching caleg 2014.

PARTAI TERBUKA: Arifin Salam menyerahkan formulir pada wakil profesional.

SEMENTARA itu, DPC PKB Banyuwangi tampaknya ingin membuktikan kalau partainya yang berlambang bola dunia dengan dikitari bintang sembilan ini, merupakan bagian yang tidak bisa terpisah dari Nahdlatul Ulama (NU). Dalam launching caleg 2014, Ketua Tanfidz DPC PKB Kabupaten Banyuwangi H. Joni Subagio menyebut, dalam pencalegan ini partainya sudah merumuskan secara khusus dan sudah menjadi keputusan partai. “Masalah caleg, PKB akan melibatkan NU dan banom-banomnya,” katanya. Lebih jauh Joni mengatakan, dalam menyusun caleg ini rumusan yang sudah diatur oleh PKB adalah struktur PKB mulai dari ranting hingga cabang porsinya 30 persen. Untuk struktur NU dan badan otonom (banom) yang ada, juga diberi porsi 30 persen. “Jatah NU dan jatah PKB sama, sama-sama 30 persen,” ujarnya. Untuk sisanya yang 40 persen, lanjut dia, merupakan jatah dari kalangan profesional. Jatah besar dari kalangan profesional ini, karena partainya merupakan partai terbuka dan ingin secara serius dalam memperjuangkan nasib rakyat. “Caleg dari PKB harus serius memperjuangkan rakyat,” ujarnya. Launching yang digelar di halaman kantor DPC PKB Banyuwangi di Jalan Istiqlah Banyuwangi, ditandai dengan penyerahan formulir caleg. Ada tujuh bakal calon anggota legislatif (bacaleg) yang menerima formulir untuk menjadi caleg DPRD Banyuwangi dari PKB. Tujuh bacaleg itu ada ketua Fatayat NU

NU-PKB: Wakil Ketua PCNU Abdul Gaffar menegaskan PKB dilahirkan NU (atas). Ketua PKB Joni Subagio menargetkan 20 kursi pada Pemilu 2014 (bawah).

Banyuwangi Mafrokhatin Nikmah; anggota FKB A. Taufiq; Kepala Desa (Kades) Kalibendo, Rogojampi Sufyan; Pengurus Pagar Nusa Banyuwangi Rahman Mulyadi; PAC PKB Gambiran Bambang P Prasetyo; Pengurus Muslimat NU Untari. Bacaleg lainnya perwakilan profesional dan MWC NU. “Bagi yang ingin daftar caleg, bisa dikantor DPC PKB ini,” seru ketua tim pemenangan pemilu (TPP) PKB Zaenal Arifin Salam. Arifin menyebut, untuk pendaftaran caleg 2014 ini mulai dibuka pada 23 Nopember 2012 hingga 30 Nopember 2012. Dalam pencalegan, ada persyaratan yang bisa ditanya saat mendaftar. “Untuk pendaftaran hari pertama, yang sudah mengambil formulir ada 42 orang,” ungkapnya. (abi/adv/aif)


KOMUNIKASI BISNIS

36

Sabtu 24 November 2012

Bongkar 8000 Ton Beras Vietnam Disimpan di Gudang Bulog Banyuwangi KALIPURO- Ribuan ton beras asal Vietnam kembali membanjiri pasar beras Indonesia. Sejak dua hari lalu, kapal asal Vietnam sandar di pelabuhan Tanjung Wangi untuk menurunkan beras milik Bulog. Hingga kemarin (23/11), proses bongkar muat beras impor itu masih berlangsung. Puluhan truk keluarmasuk pelabuhan Tanjung Wangi untuk mengangkut ribuan ton beras. “Kapal itu membawa beras asal dari Vietnam,” ungkap Kepala Syahbandar Tanjung Wangi Sri Sukesi kepada koran ini, kemarin. Kepala Bulog Sub Divre IX Banyuwangi Raswan Setiawan mengatakan, beras asal Vietnam itu merupakan beras memiliki pemerintah. Jumlah beras yang diturunkan di Banyuwangi sebanyak 8000 ton. Beras luar negeri itu bukan untuk diedarkan di Banyuwangi. Bulog Banyuwangi hanya mendapatkan tugas sebagai gudang transit. “BanyuIMPOR BERAS:Gudang Bulog Ketapang menjadi tempat penyimpanan beras Vietnam.

wangi tidak perlu beras impor. Beras lokal hasil penga d a a n tahun 2012 lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat DOK.RaBa BanyuwanSri Sukesi gi,” ungkap Raswan. Beras asal Vietnam itu, ungkap Raswan, disediakan untuk mencukupi stok pangan di luar Jawa Timur. Penyimpanan beras asal Vietnam itu di gudang Bulog Banyuwangi hanya sementara. Setelah disimpan beberapa saat, beras akan didistribusikan. Berapa lama di Banyuwangi? Raswan tidak bisa memastikan. Sebab, untuk mendistribusikan beras luar negeri itu, Bulog Banyuwangi menunggu perintah dari Bulog Pusat. Beberapa bulan lalu, Bulog Banyuwangi juga menerima bera asal Vietnam. Beberapa bulan kemudian, beras didistribusikan ke beberapa daerah di luar Pulau Jawa. (afi/irw)

GALIH COKRO/RaBa

AGENDA KOTA

Seminar Syndrome Darah Kental SEMINAR kesehatan digelar dengan tema Waspada Syndrome Darah Kental yang Menyebabkan Penyakit Jantung dan Stroke. Narasumber seminar Dr. Ipung Purhito, spesialis penyakit dalam RSUD dr. Sutomo Surabaya dan Dr. Agus Abdul Aziz, spesialis jantung. Acara dilaksanakan pada Minggu (25/11) pukul 10.00 di Aula Hotel Baru Indah Jajag. Informasi bisa menghubungi H. Eko Susilo Nurhidayat, SE, MM 0812311230234 atau 081937687234 dan Mashudi 081336312497. (*)

Seminar Perda Cagar Budaya DEWAN Kesenian Blambangan (DKB) akan menggelar seminar bertema “Pentingnya Perda Cagar Budaya dan Ekonomi Kreatif Ungkit Pariwisata”. Acara dipusatkan di Gedung Juang’45 Banyuwangi pada 27 November 2012 mulai pukul 07.45. Keynote speaker berasal dari asosiasi kompeten Jatim. Peserta diundang dari seluruh unsur pemangku kepentingan dan digratiskan. Jalannya seminar juga bisa dipantau di radio komunitas Bung Tomo dan streaming website Pemkab Banyuwangi. (*)

Relawan PMI Digembleng di Coban Rondo Ikuti Pembinaan dan Pengembangan Strategi BANYUWANGI—Strategi pembinaan dan pengembangan relawan digelar oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Propinsi Jawa Timur. Temu relawan itu diikuti seluruh anggota PMI se-Jatim serta anggota KSR (Korps Sukarela), TSR (Tenaga Sukarela), dan DDS (Donor Darah Sukarela). Acara itu dikemas dengan evaluasi dan pembinaan para kader relawan PMI. Wakil Ketua PMI Banyuwangi Drs. H. Nurhadi, MM mengatakan, temu karya relawan PMI Jatim itu digelar pada 24 hingga 28 November 2012 di Coban Rondo, Malang. Kontigen Banyuwangi diikuti 25 personel. Mereka berangkat

ke Malang pada Kamis malam (22/11), dengan membawa perlengkapan dan diangkut satu truk. Sementara personel diangkut dua mobil Elf. “Insya Allah kontingen PMI Banyuwangi paling lengkap, sebab diikuti oleh perwakilan KSR, TSR, dan DDS,” kata Nurhadi di sela-sela acara pemberangkatan tim PMI Banyuwangi, Kamis malam. Dijelaskan, temu karya relawan itu bukan sekadar ajang pertemuan relawan biasa. Kegiatan itu lebih mengedepankan karya nyata di masyarakat dan pembelajaran bagi relawan. Temu karya relawan di Malang itu akan menjadi momen penting bagi PMI maupun seluruh relawannya. Sebab, berbeda dengan kegiatan sebelumnya, yang lebih mengedepankan kegiatan kompetisi atau

lomba. Pada ajang kali ini akan ada perubahan drastis pada penyelenggaraannya. “Jenis kegiatannya memang harus dikuasai relawan dengan metode learning by doing dan setting perkampungan dianalogkan sebagai penampungann darurat,” kata mantan Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi itu. S e t t i n g p erkampungan tersebut, katanya, akan lebih menuntun seluruh peserta kontingen, untuk melakukan tugas seperti pada kondisi sebenarnya. Selain itu, menggambarkan siklus pembinaan dan pengembangan relawan. “Materinya sangat penting sekaligus sebagai pertukaran informasi dan anjangsana pengalaman pengabdian kemanusiaan di masing-masing tingkatan oleh para anggota KSR,” tandas Nurjadi. (adv/irw)

Lomba Pop Singer SMP se Kabupaten LOMBA pop singer session dua tingkat SMP sederajat se Kabupaten Banyuwangi digelar pada 6 Desember 2012. Technical meeting diadakan pada 3 Desember 2012 di kantor BPM Banyuwangi. Pendaftaran bisa dilakukan di Sekretariat Cahaya Enterprise Perumahan Kebalenan Baru 1, Banyuwangi. Informasi silakan menghubungi 081249562552 atau 087755644476. Pendaftaran gratis! (*)

BANYUWANGI

TOHA/RaBa

SEMANGAT: Pengurus PMI berfoto bersama tim relawan PMI yang ke Malang, Kamis (22/11) lalu.

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Perum Kalirejo Permai •

• Rumah Cantik Murah •

• Souvenir •

• Kijang 91 •

Dijual rumah siap huni LT. 84m2, LB: 47m2, Perum Kalirejo Permai. Jl. Belimbing NN/13. Hubungi: 085236003081

Djl rumah cantik murah, pasaran 500 jt djl 400jt. Lok: Perum Permata Genteng AA-01, bs byar 1/2 sisa 2 th lg. Bs diangsr 1 th tnp bunga. Trbtas 1 org pmbeli, lgsg ada pnyewa. Frendas 081999025178

Trm pesnan souv nikah ultah promo ktr, TK sklh, pulpen, jam, mug, kaos, pin, Gaci Efod 0333417992, 081913906633. Murah!

Dijual Kijang 91 Long + Audio Manual, abu2 metalik, 58jt. Hub: 082335597000

SITUBONDO

Ready PU, GrandMax1.5’2011, 1.3’2011, 1.3’2012.Kjg Innova slr G’08, Avanza G’11,APV GX’05. Cash/kredit. Hubungi: Devi 085258665239/0333411655. Dapatkan hadiah lgsung TV/HP

• Perum Bunga Residence • Dijual rumah Perum Bunga Residence bl o k A 3 1 LT. 1 0 4 m 2 , S H M , h u b : 081358639444/085646477168

• Peluang Usaha • Edukasi FOREX melatih menjadi trader yg handal dg metode treding yg trarah & trget profit konsisten. Hub: 081252341466

• Dikontrakkan • Dikontrakkan rmh Jl. Mendut 61 Bwi. Hub: 0318419288 / 0333413973 / 081230614069

• Perum Mendut Hijau • Djual rmh Perum Mendut Hijau Blok B no 1-2, dpn Pos Satpam, sertifikat SHM IMB, hubungi: 081937620001 / 082141147299

• Ruko Pasar Rogojampi •

• Dicari Lahan min 1Ha • Dcri lahan min 1 Ha utk kerjasama tanam sengon sgt menguntungkan, semua biaya kami tanggung. Hub: 082334560960

BANYUWANGI–Kabupaten Banyuwangi meraih ranking 2 di antara seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Peringkat itu dilihat dari data pencapaian Kontak Kinerja Provinsi (KKP), Keluarga Berencana (KB), dan Keluarga Sejahtera untuk bidang ADPW Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur sampai bulan Oktober 2012. Kabar gembira itu diketahui dalam evaluasi data pencapaian BKKBN, penguatan kelembagaan, dan peningkatan peran serta dan kesetaraan gender di Balai Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, 12-13 November 2012 lalu. Kegiatan itu dihadiri 40 peserta yang terdiri dari Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kecamatan Sempu, Kasi Kesejahteraan Rakyat Kantor Kecamatan Sempu, UPTD Pertanian, UPTD Pendidikan, dan Koordinator PLKB Kecamatan Sempu. Hadir juga Kepala Desa Jambewangi, Ketua TP PKK Desa Jambewangi, Bidan Desa Jambewangi, lima orang kader Desa Jambewangi, lima orang ketua kelompok kegiatan perempuan, dan dua orang pengusaha setempat. Acara itu langsung dihadiri Muhammad Pua Jua, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyuwangi. Dalam acara itu dilakukan pemba-

hasan kegiatan penguatan kelembagaan pegarusutamaan gender dan anak. Dibahas untuk pencegahan hamil pada wanita untuk mengurangi kehamilan mencapai target MOW (Medis Operasi Wanita). Dalam acara itu disampaikan juga raihan prestasi Banyuwangi yang mendapat urutan ranking 2 di Jatim. Catatan pencapaian KB baru per mix kontrasepsi sampai sekarang diketahui, kecamatan yang masuk lima besar adalah Bangorejo, Genteng, Wongsorejo, Kabat, dan Siliragung. “Posisi lima besar dari 24 kecamatan itu diharapkan bisa bertahan untuk jangka panjang,” kata Muhammad Pua Jua dalam sambutannya. Secara berkesinambungan, lanjut Pua, juga diadakan kegiatan pendidikan dan pelatihan pembuatan sosis ikan untuk peningkatan peran serta dan kesetaraan gender. Pelatihan itu diharapkan bisa memaksimalkan kegiatan usahanya dalam peningkatan perekonomian masyarakat. Dengan begitu, nantinya kelembagaan lebih kuat bisa dikontrol tingkat gender di Kabupaten Banyuwangi. “Hal ini juga akan membantu kemajuan di sektor petumbuhan ekonomi yang dapat membantu target pemerintah, akan kemakmuran masyarakat,” imbuhnya. (adv/irw)

• Toyota Avanza ‘09 •

• Honda Stream ‘04 •

• Isuzu Panther ‘97 •

Dijual Toyota Avanza 1.3 G F60 IRM GMMF JJ tahun 2007, silver metalik, harga 127,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Honda Stream S7A 1.7MT tahun 2004, hitam, harga 137,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Isuzu panther TBR 54 PRLC super tahun 1997, perak metalik, harga 70 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

• Innova ‘04 •

• Daihatsu Xenia ‘04 •

• Innova G ‘10 •

Dijual Toyota Kijang Innova E XW41 tahun 2004, biru metalik, harga 131 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu F600 Xenia 1.0, tahun 2004 biru metalik, harga 88,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Innova G. tahun 2010 silver (solar) harga 220 juta, brangg istimew, bisa cash /kredit atau tukar tambah, hubungi 08123453975 - 081335897888

• Kijang LSX ‘97 •

• Honda Jazz ‘09 •

• Kijang Innova ‘07 •

Dijual Kijang LSX 97 power window, solar harga 92 juta nego, bisa cash / kredit, atau tukar tambah. Hubungi: 082142194111, 081335897888.

Dijual Honda Jazz rs 2009, warna abu-abu metalik, harga 189 juta nego, bisa cash & kredit, bisa tukar tambah, hubungi: 082142194111, 081335897888.

Dijual Kijang Innova Euro II bensin G 2.0 tahun 2007, warna hitam, kondisi bagus, harga nego, hubungi: 08155918371 08775793939

BANYUWANGI BANYUWANGI • GRC Raung •

• STNK • Hlg KTP, SIM A, STNK Nopol P 1493 VL, Aly Muttaqin, S.Sos. Gombeng RT05/01 Gombengsari Kalipuro

SITUBONDO

• Admin & Arsitek •

• STNK •

Dijual cepat Ruko Pasar Rogojampi, lokasi strategis, LT36m2, LB 72m2 (tingkat), HGB. Hubungi: 081230400909

Dibutuhkan tenaga Admin & Arsitek, wanita/Pria. Admin, SMA, bisa komputer. Arsitek, min S1, bisa AutoCAD/3D berpengalaman. Hub: 0811351780

Hlg STNK Nopol P 6819 EQ, an. Abd. Hamid. Kp. Krajan 03/01 Lamongan Arjasa

• Ruko Jalan Protokol •

• Salesman •

Dijual cepat: Ruko 2 lantai SHM, LT310m2, LB200m2, IMB, PLN 2200w, di pusat kota jalan protokol, bebas parkir, cocok u usaha apa saja, Hrga 950juta nego. Cpt dpt. Hub:081346293265 / 087755991595.

Dicari Salesman minimal SLTA, SIM A/ B1, lamaran langsung ke CV. Kresno Wijoyo Jl. Teratai 15 Banyuwangi

BANYUWANGI Dijual tanah 20x20m Kalipuro, Jati unggul 200 batang umur 3 tahun, harga 150ribu/ m2 nego. Hubungi. 08229677868

KB Banyuwangi Ranking 2 Jatim

• Prima Mobil •

BANYUWANGI

Dicari Thnk Spil; Las lstrik; Fnsing psang GRC dnding tmpel, SMK/pngl proyek Gj-60-70. Lmr: GRC Raung. L Letkol Istiqlah 78 Bwi

• Tanah Kalipuro •

MEGA/RaBa

PEGANG MIK: Muhammad Pua Jua menyampaikan kata sambutan.

Hlg STNK Nopol P 6926 EL, an. Suliman, Duwet Selatan 02/02 Duwet Panarukan

• Perusahaan Meubel • Lowker Perush. Meubel Hub. 081913935890, A1 Acc; A2 Admin; A3 Gudang; A4 Drafter. Min SMA/SMK, wnt, kuat mental, disiplin. Bs Ms. Office, (u/ A1 berpengalaman), Bs AutoCAD u/ A4, lamaran cantumkan kode.

BANYUWANGI • Kuliah Di Australia • Prgrm pmbiayaan kuliah smbl krj d Australia D1/ D2/D3/S1: Test, kls bhs, usia, mdical Cek, biaya pend 2 smstr, biya tnggal 1 kali d awal stdy, tket kbrgktn. Syrt & ktntuan brlk. Anda serius krm ke Media 03614012697 / 082340619744


BALJEBOL

Sabtu 24 November 2012

BALI

KECELAKAAN

JEMBER

BONDOWOSO

41

LUMAJANG

Ketua PNPM Kutsel Dibui Dugaan Korupsi Senilai Rp 600 Juta

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

APES: Truk fuso yang mengangkut 16 ton beras mengalami kecelakaan di wilayah Polsek Silo.

DENPASAR - Begitu beberapa kejaksaan negeri di Bali menjebloskan sejumlah tersangka kasus dugaan korupsi, Kejari Denpasar tak mau kalah. Buktinya, Ketut Rana, 48, ketua UPK Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) Kuta Selatan (Kutsel) yang menjadi tersangka langsung dibui setelah diperiksa kemarin. Dia menyusul mantan bendahara UPK PNPM-MP Kutsel Desak Putu Ari Padmini yang kini sedang menjalani masa hukuman selama 2 tahun di Lapas Kerobokan.

Setelah menjalani pemeriksaan di ruang Seksi Intelijen Kejari Denpasar lantai 2, Rana langsung digiring Kasiintel AA Gde Satya Markandeya dan Kasipidsus Romulus Halolongan Kejari Denpasar turun dan masuk ke mobil tahanan Kejari Denpasar di depan ruang lobi yang sudah siap meluncur menuju Lapas Kelas IIA Denpasar di Kerobokan. Ketika dalam perjalanan, ketua DPD LPM se-Badung ini sempat meladeni sejumlah pertanyaan dari awak media. Dengan tegas, Rana mengaku sama sekali tidak menikmati uang yang dikorupsi bendaharanya, Desak Putu Ari Padmini. ”Yang jelas, saya tidak ikut menikmati uang itu,” kata Rana yang didampingi

pengacaranya, Haposan Sihombing dan Gede Astawa. Mantan kader Partai Golkar yang kini menyeberang ke Partai Gerindra ini pun menjelaskan bahwa awalnya dia tidak sadar kalau tindakannya menandatangani specimen kosong untuk penarikan uang di BPD Bali berbuntut masalah hukum. Sebab, pria yang tinggal di Lingkungan Tengkulung, Kelurahan Tanjung Benoa, Kuta Selatan, ini cukup sibuk dengan sejumlah kegiatannya sendiri. Dia baru sadar, ketika terjadi macetnya pengembalian dalam program simpan pinjam untuk kelompok perempuan (SPP) PNPMMP. Setelah diusut, ternyata sedikitnya

ada 24 kelompok perempuan fiktif yang dibuat Desak dengan nilai yang dikorupsi sekitar Rp 600 juta. ”Setelah dia (Desak, Red) gunakan uang itu, saya baru sadar. Saya ikut jadi korban,” jelas wakil kepala SMA Dwijendra ini. Haposan ketika ditanya apakah akan mengajukan penangguhan penahanan, dia mengaku masih berkoordinasi dengan kliennya. Kasiintel Kejari Denpasar AA Gde Satya Markandeya mengatakan Rana ditahan selama 20 hari mulai 22 November sampai 11 Desember 2012. Penahanan ini lantaran dikhawatirkan tersangka melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti. (yor/yes/jpnn)

Sopir Ngantuk, Truk Fuso Tabrakan JEMBER - Truk fuso Nopol P 8777 UN yang dikemudikan Ilyas, 38, warga Dusun Krajan Desa/Kecamatan Kabat, Banyuwangi menabrak mobil Panther Nopol P 1818 SE milik Haji Anwar, 55, warga Dusun Karangkebon, Desa Sumberjati, Kecamatan Silo, sekitar pukul 23.00 kemarin. Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Hanya saja, kerugian akibat tertabraknya truk fuso yang mengangkut 16 ton beras itu, mencapai puluhan juta rupiah. Truk fuso melaju dari arah jalan raya Banyuwangi menuju Jember. Saat melintasi jalan menikung dan menurun, sopir diduga mengantuk. Sebelum menabrak mobil Panther milik H Anwar, pemilik bengkel Sumberjati Motor, ada bekas rem. Truk kemudian oleng ke kanan dan menabrak mobil yang diparkir di depan bengkel. Lantaran kaget, sopir langsung banting setir ke kiri dan menabrak lampu PJU dan tiang telepon di sisi barat bengkel. Hingga kemudian menabrak pagar tembok milik warga. Bagian ban depan dan belakang sebelah kiri terjerembap selokan sedalam 1 meter. Akibat kerasnya benturan, truk masih menabrak cempolong hingga melompat dan baru berhenti setelah menabrak pagar tembok setinggi 4 meter milik Adi Purnomo di kiri jalan. Bahkan, lampu PJU yang masih dalam kondisi hidup, ikut kena sasaran. Tiang PJU sampai terseret dan menempel di bagian kabin truk. Setelah truk menabrak pagar, sopir langsung keluar dari pintu kanan. Kondisi sopir dari Rogojampi ini tidak mengalami luka serius. (jum/c1/wnp/jpnn)

INFRASTRUKTUR

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

TAK BERATAP: Murid-murid saat membersihkan sisa-sisa reruntuhan di ruang kelas 4 SDN Karanganyar 3 Ambulu, kemarin.

EKO SETIO BUDI/RADAR JEMBER/JPNN

DI-STOP DULU: Eman, garapan senilai Rp 8,2 miliar yang bersumber dari dana Siaga Darurat Gunung Ijen yang dikucurkan BNPB ini diduga kuat, tak sesuai spesifikasi.

Ruang Kelas SD Ambruk

JEMBER – Ruang kelas 4 SDN Karanganyar 3 Ambulu ambruk kemarin (21/11). Beruntung, kejadian ambrolnya genting dan atap ruang kelas itu terjadi malam hari, sehingga tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Sisa-sisa bangunan gedung kelas yang ambrol masih terlihat jelas. Kondisi dinding bagian belakang tinggal separo karena ikut ambrol bersama atap ruang kelas. Menariknya, meskipun ruang

kelas ambrol, atap bagian teras masih utuh, seperti tidak terjadi apa-apa. Oleh karena itu, jika tidak masuk ke ruang kelas 4 yang ambrol, tidak akan tahu jika satu ruang kelas itu telah ambrol. “Untung saja kejadiannya malam hari sekitar pukul 03.00 dini hari,” jelas Sugiyanto, Kepala SDN Karanganyar 3. Padahal, jelas dia, saat kejadian tidak ada angin maupun hujan. Ruang kelas yang ambrol tersebut, pagi harinya

ternyata masih digunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) seperti hari-hari biasanya. “Ini dulu bangunannya SD Inpres sekitar tahun 1976,” jelasnya. Selama itu pula, atap kelas tidak pernah direhabilitasi atau diperbaiki. Paling-paling, kata dia, yang diperbaiki hanya dinding, lantai, dan dilakukan pengecatan. Tak heran dengan kondisi sekolah yang sudah tua, ruangan kelas ambruk. (ram/jum/c1/wnp/jpnn)

Proyek Miliaran Dihentikan BONDOWOSO – Proyek pengaspalan jalan Sukorejo - Gunung Malang kecamatan Sempol sepanjang 4,63 kilometer terpaksa harus dihentikan sementara. Hal itu setelah garapan proyek senilai Rp 8,2 miliar lebih yang bersumber dari dana Siaga Darurat Gunung Ijen yang dikucurkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), diduga kuat, tak sesuai dengan spesifikasi. Proyek tersebut kini mandek. Tak ada aktivitas pekerja maupun alat berat di kawasan menuju Gunung Ijen tersebut. Kendati begitu, materiil pasir maupun batu koral untuk lapisan aspal masih berserakan di sepanjang jalan tersebut. Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, proyek yang digarap oleh kontraktor PT GKCA tersebut tidak memenuhi spesifikasi sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB). Tak pelak, pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BPBD Bondowoso dan konsultan pengawas proyek tersebut mengeluarkan surat penghentian sementara pengerjaan proyek tersebut. Dikonfirmasi terkait persoalan tersebut, Munandar SP, PPK BPBD Bondowoso tidak mengelak jika pihaknya telah mengeluarkan surat penghentian sementara pengerjaan proyek tersebut. Surat tersebut menurutnya keluar setelah sebelumnya pihaknya telah dua kali mengeluarkan teguran kepada pihak PT GKCA sebagai pelaksana proyek. (esb/c1/hdi/jpnn)

Lima Penadah Motor Diringkus

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

KENA GETAHNYA: Tersangka penadah motor hasil curian saat diperiksa di Mapolres Jember kemarin.

JEMBER - Satreskrim Polres Jember berhasil membekuk lima penadah motor bodong hasil kejahatan. Masing-masing, Iw, 16; Adi Aliansyah, 31; Nasir, 40; Imam Rofi’i, 21; dan Holil, 29, semuanya warga Dusun Congapan, Desa Karangbayat, Kecamatan Sumberbaru. Dipimpin Kanit Pidum Iptu Miftahul Huda, kelima tersangka ditangkap di rumahnya masing-masing. Selain mengamankan tersangka, polisi berhasil menyita 6 unit kendaraan sepeda motor berbagai merek, yang tidak dilengkapi dengan surat-surat. Selanjutnya, kelima tersangka langsung digelandang ke Mapolres Jember guna menjalani pemeriksaan. Menurut sumber Jawa Pos Radar Jember, tersangka pertama yang ditangkap adalah Iw pda hari Kamis (22/11) sekitar pukul 23.00. Dari rumah Iw, polisi berhasil

mengamankan satu unit Suzuki Satria FU Nopol P 3711 TM tanpa dilengkapi surat resmi. Selanjutnya, petugas bergerak ke rumah Adi Aliansyah¸ tersangka lain. Di rumah Adi, polisi menyita sepeda motor Honda Supra X 125 Nopol W 3859 SS. Diketahui jika nomor rangka (Noka) dan nomor mesin (Nosin) sepeda motor sudah dirusak. Selanjutnya, petugas bergerak menuju rumah Nasir. Dari rumah Nasir, polisi menyita dua unit sepeda motor bodong. Dari hasil pengembangan, polisi menuju rumah Imam Rofi’i. Satu unit sepeda motor bodong jenis Yamaha Jupiter Z, berhasil disita dari rumah Imam Rofi’i ini. Dan terakhir, polisi menuju rumah Holil. Petugas juga berhasil menyita satu unit sepeda motor bodong jenis Yamaha Mio Soul. (jum/c1/wnp/jpnn)

Melongok Kelas Jauh SDN 7 Ban, yang Belajar di Balai Banjar

Inisiatif Warga karena Banyak Anak yang Putus Sekolah Ini adalah salah satu potret pendidikan di Kabupaten Karangasem. Keinginan masyarakat Dusun Jati Tuhu, Desa Ban, Kubu Karangasem untuk mencetak generasi muda menjadi lebih baik, harus dilalui dengan penuh perjuangan. Beberapa siswa harus belajar di bale banjar untuk mengikuti kelas jauh. MERTAWAN, Amlapura SDN 7 BAN merupakan salah satu SD yang berada di Desa Ban, Kubu Karangasem. Sekolah yang saat ini mengasuh sebanyak 107 orang siswa ini tepatnya berada di Dusun Temakung, Desa Ban, Kubu Karangasem. Untuk mencapai keberadaan gedung sekolah ini, tidaklah mudah. Memang, keberadaan sekolah ini berada di pinggir jalan

raya di Dusun Temakung. Namun, untuk masuk ke dusun tersebut, jangan harap bisa melewati jalan beraspal. Penelusuran koran ini, , begitu masuk ke kawasan Dusun Temakung hingga Dusun Jati Tuhu, harus melewati jalan yang bisa dibilang rusak berat.Ketika musim hujan, kondisi jalan akan licin. Dan, jika musim panas, kondisi jalan tersebut akan berdebu,yang tentunya akan mengganggu jarak pandang sang pengendara. Bahkan, menurut Kepala Dusun Jati Tuhu Nyoman Semera sedikitnya sudah tiga kali ada truk terguling. Dari tiga kali kejadian itu, sudah menelan korban jiwa satu orang. Kembali ke SDN 7 Ban. Sejak tahun 2011 lalu, SDN 7 Ban ini memutuskan untuk membuat kelas jauh di Dusun Jati Tuhu. Kelas jauh ini dimanfaatkan untuk menampung siswa dari Jati Tuhu yang tidak kuat menuntut ilmu di gedung sekolah yang berada di Dusun Temakung. Pasalnya, jarak dari rumah masyarakat menuju gedung sekolah SD N 7 Ban di Temakung itu bisa mencapai 6 kilometer. Dengan dibuat kelas jauh, di Dusun Jati

Tuhu, mereka akan menempuh perjalanan sepanjang 2 kilometer atau 4 kilometer lebih dekat. Walaupun, jarak lebih dekat itu harus ada konsekuensi, yaitu memanfaatkan balai banjar sebagai ruangbelajar yang penuh debu. Sampai saat ini, sudah ada sebanyak10 orang siswa, yang belajar dibalai banjar itu. Mereka semuanya duduk di bangku kelas dua. Sepuluh orang siswa ini dibimbing sebanyak empat orang guru. Seperti, Wayan Arsana, Nyoman Suparwa, Kadek Arimbawa, dan Made Kembar Sariana. Selaku Kepala Dusun Jati Tuhu, Nyoman Semera menegaskan, terealisasinya tempat belajar di balai banjar itu adalah inisiatif masyarakat di Jati Tuhu. Jarak sekolah yang cukup jauh, membuat banyak orang tua kasihan menyekolahkan anak-anaknya. Padahal, menurut Semera, warga Dusun Jati Tuhu, yang jumlahnya men-capi 111 kepala keluarga itusangat berkeinginan untuk melihat anakanak mereka lulussekolah. “Karena jarak sekolahjauh, banyak anak-anak kami yang sudah berhenti sekolah,karena tidak kuat berjalan kakisekitar 6 kilometer,” katanya. (yes/jpnn)

ADEK MERTAWAN/RADAR BALI/JPNN

MEMPRIHATINKAN: Suasana kelas di Balai Banjar Temakung, Desa Ban,Kubu, Karangasem, .


42

Sabtu 24 November 2012

Partai Hidup-Mati Banyuwangi Putra di Ajang Livoli Divisi I BANYUWANGI - Partai hidup-mati bakal dilakoni tim Banyuwangi Putra dalam babak penyisihan Liga Bola Voli (Livoli) Divisi I 2012 yang digelar di Sentul, Bogor. Tim asuhan Bambang Wahyudi itu dituntut bekerja keras untuk mengamankan tiket ke fase knock out di laga pemungkas akhir pekan ini. Namun, itu bukan perkara mudah. Sebab, lawan yang dihadapi adalah tim Bank Sumsel. Meski lawan yang dihadapi berstatus debutan, anak-anak Banyuwangi tidak bisa menganggap sebelah mata lawan tersebut.

ALI NURFATONI/RaBa

LATIHAN: Sejumlah pembalap BMX sedang menjajal sirkuit perkebunan kelapa Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, kemarin (23/11).

200 Pembalap Pastikan Tampil MUNCAR - Even BMX Cross 2012 meleset dari jadwal yang sudah ditentutan. Sesuai rencana, perhelatan yang diikuti para pembalap regional Jawa Timur akan dimulai hari ini, 24 November 2012. Tetapi, informasi terbaru dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi memastikan lomba tersebut bakal digeber besok, 25 November 2012. ‘’Mundur sehari, kita mulai hari Minggu (25/11)

mulai pukul 08.00 sampai selesai,’’ ungkap Plt. Kadispora Ahmad Khoirullah. Meski meleset dari jadwal, Khoirullah tetap optimistis ajang balap sepeda tersebut bakal berakhir sukses. Ajang balap BMX tersebut juga pertama kali digeber di Bumi Blambangan. ‘’Sekitar 200 pembalap sudah mendaftar dan siap ikut ambil bagian dalam lomba balapan itu,’’ jelasnya. Khoirullah menyebutkan, para pem-

DOK.RaBa

BODY CONTEST: Salah satu kategori yang akan dilombakan oleh Pengkab PBBSI Banyuwangi dalam Kejurkab mendatang.

PABBSI Gagas Kejurkab BANYUWANGI - Hari Jadi Banyuwangi ke-241 rupanya menjadi magnet untuk penyelenggaraan even. Tidak terkecuali bagi Pengkab PABBSI yang berencana melaksanakan kejuaraan tingkat kabupaten (kejurkab) dalam waktu dekat. Dijadwalkan, tiga kejuaraan sekaligus akan digelar. Kejuaraan itu adalah binaraga, bodi kontes, dan aerobik. Kejuaraan itu akan digelar awal Desember mendatang. Ketua PABBSI Banyuwangi, Nurmasyah mengatakan, untuk memperingati Hari Jadi Banyuwangi, organisasinya sudah mempersiapkan agenda khusus. Bertajuk kejurkab, PABBSI berencana akan menggelar kejuaraan binaraga, bodi kontes, sekaligus aerobik. Kejuaraan binaraga, Nurmasyah menyatakan akan

mempertandingkan sejumlah kelas, di antaranya 55 kg, 60 kg, 65 kg, dan up 75 kg. Kejuaraan tersebut di samping untuk memeriahkan Hari Jadi Banyuwangi, juga memiliki misi lain, yaitu sebagai momentum pembinaan atlet. Rencananya, even tersebut digelar sehari pada 2 Desember di aula Hotel AJM Genteng. “Kita akan gelar di sana (Genteng) sekaligus menyemarakkan Harjaba di sana,” katanya Nurmansyah. Selain akan diikuti atlet lokal Banyuwangi, Nurmasyah tidak menampik sejumlah peserta dari luar Banyuwangi juga bakal turut serta. Sejauh ini beberapa peserta dari kota tetangga, seperti Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Probolinggo, sudah siap turut serta dalam kegiatan tersebut. (nic/c1/als)

balap tersebut berasal dari Surabaya, Malang, Jember, Lumajang, dan Probolinggo. Meski begitu, pembalap lokal Banyuwangi sudah menyiapkan bekal agar meraih hasil terbaik. ‘’Atlet-atlet kita ada yang juara nasional,’’ ujarnya. Sementara itu, sejak kemarin, sejumlah pembalap mulai berlatih di sirkuit Perkebunan Kelapa Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar kemarin. (ton/als)

Di pentas Pro Liga, Bank Sumsel merupakan tim yang cukup disegani. Dipastikan, dalam laga tersebut, pertemuan kedua tim tidak ubahnya sebagai pertarungan David versus Goliath. Tetapi, bukan Banyuwangi rasanya bila menyerah terhadap nama besar tim asal Sumatera Selatan tersebut. Banyuwangi tetap optimistis menyambut laga tersebut. Berbekal satu kali kalah dan satu kali menang, anak asuh Bambang Wahyudi hanya butuh kalah tidak dengan skor telak dalam laga tersebut. “Menilik poin yang dimiliki, posisi Banyuwangi sudah aman. Tapi anak-anak tetap harus main fight agar bisa mengamankan tiket ke babak

berikutnya,” beber Ayub Hidayat, kepala Pelatih PBVSI Banyuwangi. Tergabung bersama Aceh, Jawa Barat, dan Bank Sumsel, Banyuwangi Putra kini mengemas poin empat. Kemenangan pertama dipetik saat bersua wakil Aceh. Dalam laga perdana itu, tim Banyuwangi Putra berhasil unggul dengan skor 3-0. Sayang, pada pertandingan kedua, Jawa Barat menjadi batu sandungan bagi Banyuwangi Putra. Anak-anak Banyuwangi takluk dengan skor tipis 3-2. Meski kalah, peluang ke babak selanjutnya masih terbuka. Minimal, kemenangan di laga pemungkas bisa memuluskan langkah Banyuwangi ke fase knock out. (nic/c1/als)


BERITA UTAMA

Sabtu 24 November 2012

43

HALAMAN SAMBUNGAN

Kolaborasi Gandrung dan Kuda Kencak Pakde Karwo Hadiri Apel Akbar Guru KABAT - Ragam khazanah budaya yang dimiliki Banyuwangi seakan tidak pernah habis. Setidaknya itu tampak dalam pentas kesenian paju gandrung yang digelar masyarakat Desa Gombolirang, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, Selasa lalu (20/11). Bertempat di halaman rumah salah seorang warga, kolaborasi seni tari gandrung dan jaran kencak sangat apik. Meski digelar di bawah terik panas matahari yang menyengat, kolaborasi paju gandrung itu tidak kehilangan magnet. Penari gandrung menari dengan lemah gemulai di depan kuda yang juga menari di kendalikan joki. “Kesenian ini sekaligus memperkenalkan ke senian paju gandrung dan kesenian berkuda kepada masyarakat,” ujar Siswo Budi salah seorang tokoh masyarakat se tempat yang juga ketua harian Pordasi Banyuwangi. (nic/c1/bay)

BANYUWANGI – Gubernur Jatim Soekarwo dipastikan hadir dalam puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) yang dipusatkan di Lapangan Blambangan, besok pagi (25/11). Acara ini akan dihadiri ribuan guru dari kalangan TK, SD, MI, SMP, MTs, SMA, MA, SMK negeri dan swasta. Puncak HGN tahun ini mengusung tema ”Memacu pro-

fesionalisasi guru melalui peningkatan kompetensi dan penegakan kode etik”. ”Pakde Karwo (Gubernur Jatim, Red) sudah memastikan hadir. Beliau akan berpidato di depan ribuan guru Banyuwangi,’’ ujar Ketua PGRI Banyuwangi Husin Matamin didampingi Sekretaris Siswaji. Siswaji menambahkan, apel ak bar guru ini merupakan rangkaian menyambut

HGN. Sebelumnya, PGRI bekerjasama dengan Pemkab, Dinas Pendidikan, dan Jawa Pos Radar Banyuwangi sudah menggelar berbagai kegiatan. Salah satunya adalah seminar na sional pendidikan yang meng hadirkan nara sumber ketua PGRI pusat, DR. Sulistyo. ”Harapan kami dalam apel akbar nanti, guru-guru bisa hadir semua,’’ harap Siswaji. (aif)

Beruntung Polisi Cepat Datang n LAGI,... Sambungan dari Hal 33

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

RISIKO TINGGI: Penari gandrung menari bersama kuda kencak di Desa Gombolirang, Kecamatan Kabat, Selasa lalu (20/11).

Begitu berhasil ditangkap, pelaku langsung dihajar hingga babak belur. Beruntung, tak lama kemudian, petugas datang ke tempat kejadian perkara (TKP) dan langsung mengamankan Purwadi. “Sekarang pelaku dan barang bukti berupa motor milik korban sudah kita amankan di mapolsek,” tandas Toha Choiri. (azi/c1/aif)

Sudah Digunakan Spiritual Digabung sejak Tahun 1972 dengan Profesionalisme ABDUL AZIZ/RaBa

NYONYOR: Pelaku diamankan di Mapolsek Sempu dengan luka di wajah kemarin.

n KADES...

Sambungan dari Hal 33

“Tanah Pelabuhan LCM itu milik desa, bukan milik pemkab,” cetus Jaenuri. Sidang atas gugatan Kades Ketapang itu mulai digelar di PN Banyuwangi Kamis sore (22/11). Sayang, karena hakim yang menyidangkan kasus tersebut ti-

dak lengkap, akhirnya sidang ditunda Kamis depan (29/1). “Karena hakim ada acara di luar kota, persidangan ditunda Kamis depan,” cetus Afrizal Hadi, salah satu majelis hakim yang memimpin persidangan perkara tersebut. Sekadar diketahui, kasus perebutan tanah seluas dua hektare di Dusun Krajan, Desa

Ketapang, yang kini digunakan sebagai Pelabuhan LCM Ketapang sebenarnya sudah lama ber langsung. Beberapa kali Pem des Ketapang bersama warga menggelar aksi di jalan. Dalam aksi tersebut, pemdes bersama warga meminta tanah seluas dua hektare yang kini dikuasai Pemkab Banyuwangi itu dikembalikan kepada desa. “Desa

sebenarnya tidak mutlak menuntut pengembalian tanah, tapi hasil usaha harus dibagi,” kata Jaenuri. Menurut Jaenuri, tanah milik desa yang kini diklaim dan bersertifikat atas nama Pemkab Banyuwangi itu digunakan pemkab sejak 1972. Awalnya, tanah itu hanya dipinjam. “Klien kami hanya menuntut hak saja,” tandasnya. (abi/c1/aif)

Tubuh dan Mata Berwarna Kuning n BUTUH... Sambungan dari Hal 33

Sariyati menyebut, suaminya yang hanya bekerja sebagai buruh tidak mungkin bisa menanggung biaya operasi putri mereka. Makanya, keluarga ter-

sebut hanya bisa pasrah dengan nasib yang menimpa anak bungsu dari empat bersaudara itu. “Saya takut ada apa-apa, tapi kami tidak mampu membayar biaya operasi,” katanya. Menurut Sariyati, Dewi sudah menunjukkan keanehan sejak

berumur satu bulan. Saat itu, perutnya membesar dan sering panas. Pada umur 40 hari, mata dan tubuhnya terlihat berwarna kuning. “Kata dokter sakit kuning, tapi diobati tidak sembuh,” ujarnya. Lantaran tidak kunjung sem-

buh, atas saran petugas kesehatan di Puskesmas Klatak, putrinya dibawa ke RSUD Blambangan. Hingga saat ini bocah malang itu sudah tujuh kali diperiksa di RSUD. “Kata dokter harus operasi cangkok hati,” tuturnya sambil menangis. (abi/c1/bay)

Dimeriahkan Pertunjukan Free Style n DIIKUTI... Sambungan dari Hal 33

Mereka akan bertarung dengan pembalap asing, terutama crosser dari Eropa. Sebelum even itu resmi dibuka, semua

peserta akan mengikuti latihan pada 1 Desember 2012. Setelah latihan, pada hari yang sama, akan digelar babak kualifikasi. Pada saat itu juga akan digelar acara hi bu ran, yaitu pentas band dan bazar.

Final race dan free style motocross akan laksanakan pada hari Minggu (2/12). “Acara akan digelar mulai pukul 08.00 hingga 17.30,” katanya. Salah satu acara dalam rangkai an Banyuwangi Festival

(B-Fest) 2012 itu akan digelar di barat Stadion Diponegoro, Banyuwangi. Lapangan seluas 1,5 hektare itu akan disulap menjadi gelanggang motor cross. “Tiket masuk Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu,” katanya. (afi/c1/bay)

Untung Tertahan Pohon Mimbo n TIDAK TAHU... Sambungan dari Hal 44

Truk yang oleng ke kanan itu menabrak jembatan Purbosari di Desa Kilensari hingga terguling. Kejadian itu tepatnya di KM 178.700 arah Surabaya. Beruntung, truk tersebut tidak jatuh ke jurang karena tertahan pohon Mimbo. “Awalnya, sopir mengira jalan lurus dan setelah tahu

bahwa jalannya belok, akhirnya sopir banting setir ke kiri. Selanjutnya, banting setir ke kanan, dan truk langsung terguling dan menabrak tembok pagar jembatan,” ujar Dade Arcana, kernet truk, saat berada di lokasi kejadian. Akibat kecelakaan tunggal itu, kabin truk bagian depan remuk. Sopir truk sempat terjepit. Beberapa saat kemudian, polisi

yang datang langsung mengevakuasi korban. “Sopir hanya mengalami luka ringan dan saat ini dirawat di puskesmas,” imbuh Arcane. Sekitar dua jam kemudian, truk muatan mangga dari Bali yang akan dikirim ke Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, itu berhasil dievakuasi. Karena truk mengalami kerusakan cukup parah, akhirnya muatan mangga ter-

paksa dipindah ke kendaraan lain. Kasubag Humas Polres Situ bondo, AKP Wahyudi mengatakan, kecelakaan tunggal tersebut memang disebabkan sang sopir tidak hafal jalan. “Dari beberapa keterangan saksi dan olah TKP, sopir tidak hafal jalan dan mengira jalan lurus. Jadi, kecelakaan tunggal itu sudah selesai dievakuasi,” tegas AKP Wahyudi. (rri/c1/als)

Tim Besar yang Salah Kelola n HARAM... Sambungan dari Hal 33

Semua dilakukan sebagai wujud profesional pemain sepak bola sekaligus menjaga kebugaran. Tidak adanya sarana transportasi, seperti sepeda motor, sebenarnya membuatnya repot. Tidak jarang dia berjalan kaki menuju stadion. Bahkan, sesekali dia naik becak sebagai moda transportasi menuju lokasi latihan. Sesekali pula dia melakukan fitness di gym. Tidak hanya latihan, Moukwelle juga cukup teliti dan cermat terkait makanan. Dia tidak sembarangan melahap menu. Semua telah dihitung dan diatur agar performa di lapangan tetap terjaga. Menyiasati kondisi keuangan yang ada, Moukwelle lebih memilih makanan sarat gizi, termasuk buah. Salah satunya adalah pisang. Selain murah, buah tersebut juga merupakan sumber energi yang cukup untuk menunjang kebugaran dan penampilan. Di waktu senggang, Moukwelle tidak berdiam diri. Kegiatan sosial pun dia jalani. Berkumpul dengan suporter dan bercengkerama dengan masyarakat umum dia lakoni tanpa risi. Itulah yang membuatnya familiar dengan kehidupan masyarakat Banyuwangi

Di samping itu, dia tetap berusaha mencari cara agar bisa mendapatkan haknya. Namun, upaya menagih hak itu tidak berjalan mulus. Berbelitnya manajemen cukup menyita waktu dan pikriannya. Inilah yang membuat Moukwelle seakan kehabisan kesabaran. Praktis, hari-harinya kini hanya diliputi ketidakpastian. Menemui manajemen Persewangi menjadi pekerjaan rutin. Bahkan, demi mendapatkan uang yang semestinya menjadi haknya itu, tidak jarang dia dipingpong ke sana-ke mari. “Aku tahu hakku urusan manajemen. Tapi manajemen malah bilang uangnya di bupati. Bupati aku temui tidak bisa. Aku harus nagih sama siapa?” ujarnya. Hidup terus berjalan. Konsekuensi atas ketidakjelasan pembayaran gaji dan kontraknya, Moukwelle harus rela keluar uang dari kantong pribadi untuk membiayai hidup di Banyuwangi. Mulai makan hingga sewa kamar kos, semua dari sisa uang tabungannya. Dia pun sampai saat ini tidak bisa mengirim uang untuk keluarganya di Prancis. Bahkan, saat putranya berulang tahun, Moukwelle tidak bisa memberikan kado apa pun. Tanpa ada pemasukan, praktis keuangan pemain berambut gimbal itu semakin lama semakin tipis.

Tidak heran, dia pun kadang pinjam ke sejumlah teman untuk membayar sewa ka mar kosnya. Sebetulnya ada banyak tawaran untuk dirinya dalam menambah pundi keuangan. Bermain sepak bola tarikan kampung (tarkam) dan tawaran bergabung dengan klub besar pun kerap masuk kotak pesan di teleponnya. Namun, Moukwelle menolak tegas ajakan itu. Baginya, pemain profesional haram bermain tarkam meski terdesak kebutuhan ekonomi. “Aku kalau main tarkam bisa kena kartu merah langsung. Aku sudah emosi saat ini masalah hakku,” katanya. Meski menolak bermain tarkam dan menolak tawaran klub lain, Moukwelle rupanya memiliki berjiwa sosial tinggi. Dalam beberapa kesempatan, pemain seangkatan Samuel Eto’o itu tidak untuk menularkan ilmunya kepada pemain sepak bola muda. Beberapa sekolah sepak bola, bahkan taman kanak-kanak (TK), pernah mendapat transfer ilmu bermain sepak bola darinya. Hebatnya, semua itu dilakukan Moukwelle tanpa meminta bayaran alias gratis. Semua itu dia lakukan atas dasar kecintaan dirinya terhadap sepak bola. “Banyuwangi sebetulnya bisa jadi tim besar, tapi salah kelola,” cetusnya. (c1/bay)

n SERATUS...

Sambungan dari Hal 33

Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Banyuwangi, Sih Wahyudi mengatakan, trai ning ESQ saat ini di selenggarakan selama dua hari,

yaitu 23–24 November 2012. “ Pelatihan ini dibimbing secara langsung para trainer  ESQ berlisensi. Mereka adalah owner ESQ Leadership Center Jakarta, Heidi Akhadi dan Adrian Hamzah” jelas Sih. Beberapa pejabat Pemkab

Banyuwangi turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Sekretaris Kabupaten Slamet Ka riyono dan para asisten setkab. Selain itu, hadir pula Branch Manager ESQ Leadership Center Jawa Timur Kepy Damayanti. (afi/c1/bay)

Lama Tinggal di Lombok n AKUI... Sambungan dari Hal 33

“Jarak tempuh dari BandungJakarta-Surabaya-Banyuwangi jadi terlupakan karena itu semua,” imbuhnya.

Bahkan, artis yang masih berkarir bersama grup band The Groove itu mengaku ingin berlama-lama tinggal di Banyuwangi. ���Saya sudah pernah tinggal di Pulau Lombok se lama lima tahun. Lombok

banyak menginspirasi saya untuk menulis. Saat ini, saya juga ingin beberapa hari lagi tinggal di kota ini (Banyuwangi). Karena Banyuwangi begitu menginspirasi untuk menulis (lagu),” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Akui Datang Terlambat n BUPATI... Sambungan dari Hal 44

Padahal, anggota dewan mem butuhkan keterangan langsung kepala dinas, selaku pengguna anggaran. “Pemanggilan itu untuk melakukan evaluasi program kerja selama tahun 2012. Tetapi, kepala Dinas Cipta Karya selalu me wakilkan kepada stafnya. Jadi, kami akan layangkan surat

rekomendasi kepada bupati,” ujar Nizar. Lebih jauh Nizar menegaskan, rekomendasi komisi III terhadap kinerja kepala Dinas Cipta Karya itu diharapkan menjadi pembelajaran bagi Bupati Dadang Wigiarto agar tidak sembarang menunjuk PNS untuk menempati jabatan tertentu. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Cipta Karya, Sumadin membantah disebut kerap ti-

dak memenuhi panggilan anggota dewan. Sumadin mengaku terlambat datang ke hearing bersama komisi III yang dijadwalkan pukul 12.30 itu. Menurutnya, dirinya baru tiba di kantor DPRD sekitar pukul 13.45. “Saya bukan tidak datang, tapi saya terlambat. Saat itu saya datang sekitar pukul 13.45. Saat itu hanya ada tiga anggota komisi III,” kata Sumadin kepada koran ini via teleponselulerkemarin.(rri/c1/als)


44

Sabtu 24 November 2012

KAKANG JANUR SASRA ANANDA

Usul Perda Rumah Kos MENJAMURNYA rumah kos di Situbondo seharusnya ditanggapi Pemkab Situbondo sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD). Karena itu, harus dipikirkan membuat perda kos-kosan. Pernyataan itu disampaikan anggota Komisi IV DPRD Situbondo, Janur Sasra Ananda. Kata dia, pemkab harus pandai mencari dan meningkatkan sumber PAD. Itu menyusul meningkatnya target PAD 2013 dari Rp 46 miliar menjadi Rp 48 miliar. “Jangan sampai peningkatan target PAD itu membebani atau mencekik masyarakat,” terangnya.

Salah satu yang bisa dilakukan untuk meningkatkan sumber-sumber PAD, kata Janur, adalah optimalisasi peran masyarakat dalam membayar pajak bumi dan bangunan (PBB). Atau, bisa juga membuat perda kos-kosan. “Jadi jangan sampai menaikkan retribusi yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Misalnya, kesehatan, pendidikan, dan bidang-bidang kehidupan vital lain. Retribusi kos-kosan saya kira alternatif cerdas,” terang pria yang berdomisili di Jalan Sucipto, Kelurahan Dawuhan, Situbondo, itu. (pri/c1/als)

& EMBUG

LIA DESTRIANA

Terkesan Pengalaman Pertama PENGALAMAN pertama begitu mengesankan. Hal itu juga dialami Lia Destriana. Dia mengaku sangat terkesan saat menjadi seorang ibu. Anak pertamanya lahir belum genap 40 hari. Menurut mantan penyiar radio itu, menjadi seorang ibu ternyata tak semudah yang dibayangkan. “Bayangkan, untuk menggendong bayi saja, sampai sekarang saya masih canggung. Untung ada ibu yang selalu mendampingi saya. Terus diajari cara menggendong bayi yang baik dan benar,” terangnya. Diakui perempuan yang kini menjadi reporter televisi swasta di Kota

Santri tersebut, tidak ada persiapan khusus yang dilakukan untuk menjadi seorang ibu. “Yang ada dalam benak saya hanya bagaimana secepatnya memiliki momongan. Kalau ditunda, saya khawatir justru lama punya anak,” terangnya. Kini, banyak kebiasaannya yang harus diubah. Rambut panjangnya harus selalu diikat. Dia pun harus bangun dua jam sekali di tengah malam untuk memberikan ASI kepada sang buah hati. “Saya sangat berkesan dengan pengalaman pertama ini. Apalagi, kalau memandangi wajah bayiku, tak terkira kebahagiaannya,” imbuh Lia. (pri/c1/als) ISTIMEWA

EDY SUPRIYONO/RaBa

Bupati Diminta Copot Kadis Cipta Karya

KRIMINALITAS

Gara-gara Air, Guru SD Dibacok BANYUGLUGUR - Seorang guru bernama Narto, 45, warga Desa Kalisari, Kecamatan Banyuglugur, menjadi korban pembacokan oleh tetangganya sendiri. Itu lantaran mereka cekcok masalah air. Guru yang tercatat sebagai tenaga pengajar di SDN 2 Kalisari itu mengalami luka bacok di tangan kiri. Selain itu, korban juga mengalami lebam di pipi. Karena tidak terima dengan ulah tetangganya bernama TY, 50, akhirnya dirinya melaporkan kasus tersebut ke Mapolsek Banyuglugur. Kepada polisi, korban menceritakan awal mula kejadian tersebut. Dikatakan, aksi pembacokan itu terjadi di dekat tandon air dekat rumah korban. Saat itu, bapak dua anak itu mendatangi tendon lantaran selang air yang menuju rumahnya sering ada yang memindah. Saat mendatangi tendon air, tanpa disengaja korban memergoki pelaku yang dicurigai sebagai orang yang suka memindah selang air menuju rumahnya. Saat kepergok pertama kali sebenarnya tidak ada permasalahan. Namun, saat ketemu kedua kali, pelaku mendadak emosi. Sebab, korban menyorot wajah pelaku menggunakan senter. Tanpa banyak bicara, pelaku langsung menyerang korban dengan menggunakan senjata tajam. Mendapat serangan yang tiba-tiba, korban berusaha menangkis, sehingga senjata tajam itu melukai tangan kiri. Tidak hanya itu, korban juga mengaku dihantam benda tumpul hingga menyebabkan lebam pada wajah. Korban harus mendapat perawatan intensif di Puskesmas Banyuglugur. Kasubag Humas Polres Situbondo, AKP Wahyudi, membenarkan adanya laporan terkait kasus pembacokan karena masalah air tersebut. “Setelah laporan itu kami terima, pihak kepolisian langsung memproses dan kasus tersebut saat ini masih dalam penyelidikan yang ditangani Mapolsek Banyuglugur,” tegas AKP Wahyudi. (rri/c1/als)

SITUBONDO - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Situbondo tampaknya kesal dengan Kepala Dinas Cipta Karya, Sumadin, karena kerap tidak mendatangi panggilan anggota dewan. Seperti yang terjadi kemarin (23/11) saat komisi III menggelar hearing (dengar pendapat) dengan Dinas Cipta Karya. Hingga batas waktu yang ditentukan, kepala dinas itu tetap tidak datang memenuhi panggilan komisi III. Sikap kepala Dinas Cipta Karya yang terkesan meremehkan para wakil rakyat itu bukan sekali ini saja. Konon, Sumadin sudah kerap tidak datang dan hanya diwakili kepada staf setiap diundang dewan. Lantaran itu, Komisi III DPRD Situbondo akan mem-

berikan hasil evaluasi kinerja kepala Dinas Cipta Karya kepada Bupati Dadang Wigiarto. Menurut Anggota Komisi III, Muhammad Nizar, pihaknya memanggil Kepala Dinas Cipta Karya untuk melakukan evaluasi program kerja selama tahun 2012. Sebab, berdasar temuan komisi III, banyak kegiatan Dinas Cipta Karya yang amburadul. Salah satunya program pipanisasi di Kecamatan Arjasa. Tidak hanya itu, komisi III juga akan mengirimkan rekomendasi agar bupati mencopot Sumadin sebagai kepala Dinas Cipta Karya. Nizar menambahkan, selama ini kepala dinas itu kerap meremehkan panggilan anggota dewan. Bahkan, sudah berulang kali mewakilkan dirinya kepada staf n  Baca Bupati...Hal 43

LAKA LANTAS

EDY SUPRIYONO/RaBa

KHUSYUK: Doa bersama demi kebesaran PKB digelar di tiga titik.

PKB Pilih Banyak Berdoa NUR HARIRI/RaBa

TERGULING:Truk muatan mangga setelah mengalami kecelakaan dini hari kemarin (23/11).

Tidak Tahu Jalan, Truk Mangga Terguling PANARUKAN - Hati-hati bila berkendara dan tidak hafal jalan. Jika tidak hati-hati, bisa berakibat sama seperti truk bernopol N 3562 UN yang dikemudikan Komang Sute, warga Bali. Truk bermuatan mangga yang dia kemudikan terguling dan menabrak jembatan Purbosari di Jalan Raya Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Situbondo, dini hari kemarin (23/11). Kecelakaan tunggal yang terjadi sekitar pukul 04.00 itu berawal ketika truk yang dikemudikan Komang Sute melaju dari arah timur ke barat dengan kecepatan cukup tinggi. Katanya, sang sopir awalnya mengira jalan raya yang dilewati itu lurus. Namun, saat sang sopir mengetahui jalan yang dilewatinya berbelok, akhirnya dia membanting setir ke kiri. Nah, karena takut menabrak, sang sopir kembali membelokkan kemudi ke kanan. Namun, karena bingung dan tidak tenang, kecelakaan tidak dapat dihindari n  Baca Tidak Tahu...Hal 43

EDY SUPRIYONO/RaBa

DISKUSI: Imam Kutunuk (kanan) menerangkan pakaian khas Situbondo berdasar versinya.

Sarasehan Tentukan Pakaian Khas SITUBONDO - Usaha mencari identitas Kabupaten Situbondo terus dilakukan. Salah satunya menentukan pakaian khas. Dalam waktu dekat akan digelar saresehan untuk mewujudkan hal itu. Kemarin (23/11), pengurus Korps Pegawai Negeri (Korpri) mendatangkan Imam Kutunuk, salah satu budayawan senior Bumi Rengganis. Dia akan ditunjuk sebagai narasumber dalam sarasehan yang direncanakan digelar 29 No-

vember mendatang di pendapa kabupaten. Imam Kutunuk menerangkan panjang-lebar tentang pakaian khas Situbondo. Tidak hanya itu, dia juga membawa sketsa pakaian khas Situbondo, sehingga yang mendengarnya tak hanya membayangkan. Kutunuk juga membawa model-model batik yang biasa digunakan masyarakat Situbondo kala itu. “Nanti pada pelaksanaan sarasehan, lebih pas jika menggunakan pakaian ini,” im-

buh Imam Kutunuk. Ide itu disetujui pengurus Korpri. Selain mendatangkan Imam Kutunuk, Korpri juga akan mendatangkan beberapa narasumber lain. Menurut Imam Kutunuk, jika mengacu pakaian tradisional yang pernah dipakai masyarakat Situbondo di masa lampau, kata dia, setidaknya ada empat macam pakaian, yakni pakaian yang digunakan ulama, petani, pedagang atau saudagar, dan masyarakat kota. (pri/c1/als)

SITUBONDO - Muharram dimanfaatkan DPC PKB Situbondo untuk banyak berdoa. Kegiatan itu juga diniati untuk melindungi partai yang kini dipimpin Syaiful Bahri itu dari tangan-tangan yang bertujuan menghancurkan. Doa bersama dalam rangka menyambut Muharram 1434 H itu dikemas dalam acara “Do’a Bersama untuk Kebesaran PKB”. “Secara manusiawi yang diberikan kuasa dan ketergantungan oleh Tuhan, kita terus berusaha mensinergikan antara usaha dan doa,” terang Syaiful Bahri kemarin (23/11). Menurut Syaiful, “Do’a Bersama Untuk Kebesaran PKB” dilaksanakan di tiga tempat. Wilayah barat di Besuki, wilayah tengah di Panarukan, dan wilayah timur di Mangaran. Hadir dalam acara itu seluruh pengurus DPC, DPAC, DPRT, tokoh masyarakat, kiai, dan guru ngaji. “Dalam doa bersama ini, kita mendoakan para kiai atau ulama pendiri dan pejuang PKB.

Kita juga mendoakan semoga Allah melindungi, membesarkan, dan memenangkan PKB sebagai sayap politik NU pada Pemilu 2014,” imbuhnya. Politisi yang menjabat sebagai ketua Komisi I DPRD Situbondo itu mengharap agar kemelut yang menimpa DPC PKB Situbondo segera diberi jalan keluar. “Kita berdoa agar partai kita ini dilindungi dari tangan-tangan yang akan menghancurkan,” kata Syaiful. Seperti diberitakan kemarin, kepengurusan DPC PKB Situbondo sedang galau. Hal itu menyusul gerakan kudeta terhadap kepengurusan Syaiful Bahri-Mursyid Ramli beberapa bulan terakhir oleh sejumlah orang yang berasal dari salah satu partai politik di Situbondo. Kabar itu kian santer beredar sejak salah satu partai tersebut dinyatakan tidak lolos verifikasi faktual oleh KPU pusat. Yang terbaru, beredar rumor sudah ada kepengurusan karteker DPC PKB Situbondo. (pri/c1/als)


Radar Banyuwangi 24 November 2012