Issuu on Google+

JUMAT 24 MEI

33

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2013

JAJAL MEDAN: Peselancar anakanak berlatih di tengah ganasnya ombak pantai Pulau Merah.

FOTO-FOTO: ABDUL AZIZ/RaBa

Kompetisi Surfing Diawali Khataman Alquran PESANGGARAN - Ajang Red Island International ernational Surfing Competition (ISC) 2013 di Pantai Pulau Merah ah dipastikan bakal berlangsung seru pagi ini. Ratusan surfer baik lokal, nasional, maupun internasional, kemarin sudah dah menyatakan siap mengikuti ajang bergengsi yang ng diprakarsai Pemkab Banyuwangi tersebut. Sebagai babak pembuka, puluhan surfer lokal kal Banyuwangi bakal menunjukkan kebolehan an

bermain selancar di atas ombak Laut Selatan yang dinilai dewan ber n juri dari dalam maupun luar negeri tersebut. “Besok pagi paraa peselancar lokal akan berkompetisi,” kata Ketua Panitia ISC,, pes Piping, kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. Pipi Usai U disuguhi pertunjukan peselancar lokal Banyuwangi, keesokan n harinya para pengunjung Pulau Merah bakal dihibur penampilan h n surfer nasional yang sejak kemarin sudah datang ke lokasi n s

pantai mbersihkan sampai di r negeri membantu me lua ri da ta ser n. Pe I: ara KT gg KERJA BA atan Pesan Sumberagung, Kecam Pulau Merah di Desa

 Baca Diawali...Hal 43 3

Balita Hilang Terseret Arus Kronologis Tenggelamnya Willy

Bermain di Atas Jembatan, Ditinggal Kakek Salat Duhur GAMBIRAN - Ini peringatan bagi orang tua agar hati-hati menjaga buah hatinya. Lengah sedikit bisa fatal akibatnya. Seperti yang dialami balita bernama Moh. Syam Najdah Dhuha Willy Subrata ini. Bocah be rusia 5 tahun itu hilang terseret air sungai ketika bermain di atas jembatan yang terbuat dari bambu siang kemarin. Petaka terjadi ketika bocah yang tinggal di Dusun Li-

UNAS

Ngotot Konvoi Kelulusan, Berhadapan dengan Polisi BANYUWANGI - Teka-teki pengumuman hasil ujian nasional (unas) tingkat SMA/SMK dan MA akhirnya terjawab. Hari ini (24/5) pemerintah akan mengumumkan hasil unas SMA sederajat secara serentak. Berarti, pengumuman hasil unas dilakukan tepat waktu sesuai jadwal. Pengumuman hasil unas diserahkan kepada masing-masing satuan pendidikan. “Hasil keputusan Mendikbud dan hasil koordinasi di Surabaya, pengumuman hasil unas SMA akan dilakukan pada Jumat (24/5) besok (hari ini, Red),” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Sulihtiyono n

Pukul 11.00, Willy dan Dani bermain di atas jembatan bambu. Dani mancing, Willy merangkak di 1 atas jembatan. Saat merangkak itulah, sandalnya jatuh ke sungai. Dia berusaha membalikkan 2 badan melihat sandalnya yang jatuh.

dah, Desa/Kecamatan Gambiran, itu jatuh saat bermain di atas jembatan desa setempat. Begitu terjatuh, tubuh korban langsung terseret arus sungai. Hingga petang kemarin pencarian terus dilakukan. Puluhan warga menyisir sungai tempat korban bermain. Hasilnya nihil. Apakah bocah itu selamat ataukah meninggal, belum ada kepastian. Pencarian terus dilakukan sampai malam hari. Arif Rahman 35, paman korban mengatakan, petaka terjadi sekitar pukul 11.00. Saat itu keponakannya bermain di sungai bersama Dani 5, tetangganya. Tidak ada saksi mata pada saat kejadian. Semua hanya mendapat cerita dari Dani, yang menyebutkan bahwa Willy jatuh dari jembatan bambu saat merangkak akan menyeberang. Saat merangkak di atas jembatan tersebut, tiba-tiba sandalnya jatuh

dan Willy membalikkan badan hendak melihat sandalnya yang jauh ke sungai, “Pada waktu membalikkan badan, Willy juga terjatuh ke sungai,” jelas Arif Rahman di lokasi kejadian kemarin siang. Kontan, peristiwa itu mengagetkan orang tua korban, Sam Subrata, 35, dan Fitrianai, 30. Suami istri (pasutri) itu berulang kali tidak sadarkan diri. Mereka benar-benar terpukul atas kejadian tersebut. Berdasar cerita warga, Willy tergolong anak yang ceria dan sudah biasa bermain dengan teman sebayanya. Semua tetangga mengenal balita tersebut. Informasi terakhir, sejak pagi korban ditemani kakeknya, Abdullah, 53. Saat waktu salat Duhur datang, Abdullah menitipkan cucunya itu kepada tetangga n  Baca Balita...Hal 43

Tidak Ada Tender Ulang

 Baca Ngotot...Hal 43

n Pembangunan Gedung Pemkab Rp 35 M

Willy terjatuh ke sungai.

3

BUDAYA

Tubuhnya terseret arus sungai.

Warga berusaha mencari Willy, tapi tak kunjung ditemukan.

4

GALIH COKRO/RABA

GAYENG: Aekanu dan Prof. Dr. Robert Wesing di Sanggar Genjah Arum, Kemiren, kemarin. GRAFIS: ZAKARIA/RaBa

BANYUWANGI - Proyek pembangunan gedung Pemkab Banyuwangi senilai Rp 35 miliar di putuskan tidak dilakukan tender ulang. Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang, memutuskan proyek itu akan dikerjakan pada tahun anggaran 2014 mendatang. Pertimbangan penundaan proyek itu karena waktu pelaksanaan tidak cukup. “Proyek ini akan memakan waktu enam bulan 21 hari,” ungkap Kepala Dinas PU Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang, Mujiono. Setelah dilakukan evaluasi dan kajian ulang, jika dilakukan tender

Karena waktunya tidak memungkinkan, maka kita putuskan proyek itu tidak dilakukan retender” MUJIONO Kepala Dinas PU BMCKT Banyuwangi

ulang tahun ini, maka waktu yang tersedia hanya lima bulan 21 hari n

 Baca Tidak...Hal 43

Diskusi Pentingnya Foklore GLAGAH - Budayawan Banyuwangi kemarin berkumpul di Sanggar Genjah Arum, Desa Kemiren, Kecamatan Glagah. Mereka berdiskusi tentang pentingnya foklore (cerita rakyat) bagi seni budaya dan pariwisata di Banyuwangi. Yang terasa istimewa, diskusi itu dihadiri Prof. Dr. Robert Wesing, antropolog dari Leiden, Belanda. Salah seorang peserta diskusi, Aekanu Haryono mengatakan, diskusi dilanjutkan launching buku tentang Kisah Barong Jakripah dan Paman Iris. “Buku ini merupakan cerita rakyat asal Banyuwangi,” kata Aekanu. (c1/aif)

Ketika Artis Banyuwangi Terjun ke Panggung Politik

Diva Pertahankan Nama Beken, Mia Pakai Nama Asli Di Banyuwangi Pemilu Legislatif 2014 diprediksi bakal berlangsung menarik. Tidak hanya kalangan politisi saja yang akan berebut simpati rakyat. Sejumlah artis Bumi Blambangan juga bakal bertarung habis-habisan untuk menuju gedung DPRD Banyuwangi. Siapa saja mereka? NIKLAAS ANDRIES, Banyuwangi PANGGUNG musik Banyuwangi mungkin tidak asing lagi dengan dua sosok penyanyi ini. Diva Rosa dan Mia MS sudah cukup familiar dengan hingar-bingar musik Banyuwangi.

http://www.radarbanyuwangi.co.id

Masyarakat sudah tak asing lagi dengan popularitas keduanya. Diva Rosa, misalnya. Perempuan yang satu ini sudah cukup kenyang asam garam dunia tarik suara. Pemilik nama asli Eni Puji Astutik itu terbilang cukup mapan dengan sederet lagu dan tembangBanyuwangiyangdinyanyikan. Wajah dan aksi panggungnya sudah menghiasi beberapa compact disc (CD) yang beredar di pasar. Perjalanan serupa juga dilakoni Mia. Dara bertubuh mungil itu meroket sejak ikut Kontes Dangdut Indonesia (KDI) yang digelar sebuah stasiun televisi swasta nasional. Sejak itu pula penyanyi yang memiliki nama lengkap Okta Tri Rusmianingsih itu lebih popular dengan embel-embel KDI di belakang namanya. “Nama lengkapku Okta Rusmianing sih. Kata Mia diambil dari penggalan tengah Rusmianingsih.

Proyek gedung Pemkab Banyuwangi gagal lelang Ini gara-gara banyak ”titipan” dari instansi samping!

Jalan Tembus jadi tempat mesum Murah meriah, cukup berbekal koran bekas!

DOK. RaBa

DOK. RaBa

Mia KDI

Diva Rosa

Orang mungkin lebih kenal Mia KDI gara-gara ikut kontes itu,” beber Mia. Bergelut lama di dunia en tertainment membuat keduanya tenar.

Tidak sekadar penyanyi, keduanya telah menjelma menjadi publik figur di dunia musik n  Baca Diva...Hal 43

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


34

Jumat 24 Mei 2013

Melihat Bantuan Program Bedah Rumah di Kecamatan Tegalsari

Tahun Depan Ditarget Semua Rumah Layak Huni

ISTIMEWA

TINJAU LAPANG : Tim dari Kementerian Perumahan Rakyat meninjau lokasi rumah yang mendapat bantuan rehabilitasi.

TEGALSARI - Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) berupa dana yang datangnya dari Kementerian Perumahan Rakyat anggaran tahun 2012, untuk Kecamatan Tegalsari, telah usai dibagikan ke warga. Dengan adanya bantuan tersebut, sebanyak 185 unit rumah tidak layak huni milik warga Kecamatan Tegalsari telah berhasil di rehab menjadi rumah layak huni. Setiap individu penerima bantuan ada yang merehab

atap, lantai, dinding, dan ventilasi r umah mereka. Semua tergantung dari kebutuhan dan kekurangan rumah serta swadaya dari mereka sendiri. Warga mendapatkan bant u a n d a n a s e b e s a r Rp 6 juta yang langsung dikirim melalui rekening masingmasing, dan langsung ditransfer ke toko bangunan yang telah ditunjuk oleh Tim Pendampingan Masyarakat (TPM), dan Unit Pengelola Kegiatan (UPK), yang ber-

NARKOBA

SIGIT HARIYADI/RaBa

MEMBAUR: Personel Marinir, TNI AD, dan masyarakat umum, kompak memperbaiki saluran irigasi di Kelurahan Gombengsari kemarin.

AGUS BAIHAQI/RaBa

DISAPU ANGIN: Genting bagian utara aula Poliwangi banyak yang protol.

Gedung Aula Poliwangi Protol

KALIPURO - Puluhan personel Korps Marinir “terjun” ke Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, kemarin (23/5). Para prajurit satuan elite TNI Angkatan Laut (AL) tersebut tanpa sungkan membaur bersama masyarakat sekitar untuk melaksanakan kerja bakti membersihkan lingkungan. Diperoleh keterangan, para personel Korps Marinir yang tengah menjalani pendidikan di Komando Pendidikan Marinir, Surabaya, itu sudah berada di Kelurahan Gombengsari sejak beberapa hari lalu. Di lokasi tersebut, mereka melaksanakan latihan

praktik pembinaan wilayah dan teritorial. “Kebetulan di Desa Gombengsari ada program karya bakti. Kami pun membaur bersama masyarakat untuk melaksanakan karya bakti tersebut,” ujar perwira operasi, Mayor (Mar) Bondan Wahyu Adi. Menurut Mayor Adi, karya bakti terhadap masyarakat juga termasuk dalam materi pelatihan pembinaan wilayah dan teritorial. Pada pelaksanaan karya bakti di Desa Gombeng, para personel Marinir tersebut kebagian tugas memperbaiki saluran irigasi n  Baca Marinir...Hal 43

Edy Benjut Dihajar Massa Diduga Curi Motor

ADA APA LAGI

kualitas rumah dari kementerian perumahan rakyat, M. Taruh.St. Msi berkunjung ke Kecamatan Tegalsari untuk meninjau lokasi rumah yang mendapat bantuan, semua sudah selesai dan sudah menjadi rumah layak huni. “Sementara itu, untuk tahun 2013 ini semua akan diselesakan agar di tahun depan Kecamatan Tegalsari sudah tidak ada lagi rumah tidak layak huni,” kata Hadik, TPM Kecamatan Tegalsari. (azi/als)

Marinir Perbaiki Saluran Irigasi

Pelajar Edarkan Pil Koplo BANYUWANGI - Jaringan pengedar obat daftar G berhasil digulung anggota Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Banyuwangi kemarin. Tiga tersangka yang salah satunya masih berstatus pelajar SLTA itu kini dijebloskan ke ruang tahanan Polres Banyuwangi. Ketiga tersangka itu adalah AS, 17, asal Jalan Progo, Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Banyuwangi; Aprilianto, 19, warga Jalan Ikan Mungsing, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi; dan Tri Subagio, 26, warga Jalan Ikan Tombro, Kelurahan Karangrejo. “Ketiga tersangka kita amankan di polres,” terang Kasatreskoba Polres Banyuwangi AKP Watiyo. Dari tangan AS, polisi berhasil menyita barang bukti (BB) berupa dua klip plastik yang masing-masing berisi delapan butir trihexyphenidil alias trex dan sebuah hand phone (HP) merek Nokia. Dari tangan Aprilianto, polisi menemukan dua butir pil trex, sebuah HP merek Cross, dan satu tas pinggang. “Di tangan Tri Subagio hanya ditemukan HP Nokia,” terangnya. Menurut kasat, saat ditangkap, AS diduga akan mengedarkan pil koplo tersebut. Tetapi, sebelum transaksi, dia sudah keburu ditangkap anggota polisi. “AS mengaku mendapatkan barang dari Aprilianto. AS disuruh menjualkan dengan imbalan dua butir trex,” jelasnya. Sayang, polisi tidak berhasil menelusuri asal pil yang masuk daftar G itu. Sebab, Tri Subagio mengaku mendapatkan barang dari Nining yang tidak diketahui alamatnya. “Nining katanya juga orang Banyuwangi, tapi alamat jelasnya tidak diketahui,” cetusnya. (abi/c1/aif)

t u ga s m e n gaw a s i p ro s e s pembangunan. Meskipun pengajuannya ke Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kabupaten Banyuwangi pada pertengahan tahun 2012 dan dana turun pada akhir tahun, warga yang mendapat bantuan untuk rehab rumah bisa langsung menyelesaikannya hingga awal tahun ini dan tidak ada kemoloran dalam proses rehab tersebut. Tepat pada 5 mei lalu, saat kabid stimulasi peningkatan

WONGSOREJO - Seorang terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) benjut dihakimi massa di Dusun Lambau, Desa Sidodadi, Kecamatan Wongsorejo, kemarin (23/5). Akibatnya, pria bernama Edy Purwono, 38, warga Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, tersebut mengalami luka cukup serius di beberapa bagian tubuhnya. Aksi main hakim sendiri tersebut terjadi lantaran warga geram lingkungan sekitar tempat tinggalnya kerap disatroni pelaku curanmor sejak sekitar sebulan terakhir. Beruntung, petugas Polsek Wongsorejo cepat datang ke tempat kejadian perkara (TKP). Nyawa pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serkel itu pun berhasil diselamatkan. Oleh petugas, Edy beserta satu unit motor Honda Supra Fit bernopol P 4057 WF langsung diamankan ke Mapolsek setempat. Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, peristiwa tersebut berawal saat Munasir, 40, warga setempat memarkir sepeda motor miliknya di tepi area persawahan. Setelah beberapa saat meninggalkan sepeda motor warna hitam tersebut, Munasir berniat pulang. Alangkah terkejutnya Munasir. Sebelum sampai di lokasi sepeda motornya parkir,

dia mendengar suara seperti suara kunci yang dibuka paksa. Cethak!! Tanpa pikir panjang, Munasir pun bergegas menghampiri sepeda motor miliknya. Benar saja, saat dia sampai di lokasi sepeda motornya parkir, dia mendapati seorang pria yang belakangan diketahui bernama Edy Purwono, tengah berdiri di samping kendaraan roda dua tersebut. Kecurigaan Munasir semakin menjadi lantaran saat itu dia mendapati kunci sepeda motornya sudah rusak. Uniknya, saat itu sempat terjadi perdebatan kecil antara Munasir dan Edy. Kala itu, Edy berdalih bukan dia yang merusak kunci sepeda motor tersebut. Edy mengaku suara tersebut terjadi lantaran kakinya menyenggol knalpot sepeda motor milik Muntasir. Singkat cerita, warga lantas berdatangan ke TKP. Tanpa banyak basa-basi, warga lantas “memberondong” tubuh Edy dengan bogem mentah. Saat tindakan main hakim sendiri, itu terjadi, seorang warga lantas berinisiatif melapor kepada polisi. Beberapa menit berselang, polisi datang ke TKP. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, polisi mengamankan Edy Purwono dan sepeda motor korban ke mapolsek setempat. “Warga langsung menggebuki pelaku (Edy). Sebab, kami resah lantaran dalam waktu sebulan terakhir, di daerah kami telah

terjadi tiga kali pencurian sepeda motor,” ujar Masduki, 30, warga Desa Sidodadi saat berada di Mapolsek Wongsorejo kemarin. Pernyataan senada dilontarkan Imam, 36, warga yang lain. Dikatakan, warga geram lantaran sejak sekitar 20 hari terakhir di sekitar tempat tinggalnya sudah terjadi tiga kali kasus curanmor. “Motifnya sama. Pelaku mengincar sepeda motor yang diparkir di sekitar persawahan,’ tuturnya n

SIGIT HARIYADI/RaBa

 Baca Edy...Hal 43

BERKELIT: Kapolsek menginterogasi Edy di Mapolsek Wongsorejo.

KABAT - Diduga tidak kuat menahan terjangan angin kuat, genting di aula kampus Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) protol. Genting-genting itu banyak yang pecah dan berserakan. Genting yang protol dan berserakan karena diterjang angin besar itu sebenarnya sudah terjadi tiga pekan lalu. Tetapi, hingga kini proyek yang dibiayai APBD Banyuwangi dengan anggaran Rp 2 miliar itu belum diperbaiki. “Genting itu protol akibat angin besar,” terang Satpam Poliwangi, Mukhlas. Menurut Mukhlas, genting aula yang pembangunannya baru selesai 50 persen itu banyak yang protol saat angin besar melanda tiga pekan lalu. Selain protol, banyak pula genting yang pecah. “Bangunannya memang belum selesai, kok,” katanya. PEMERINTAH KABUPATEN BANYUWANGI Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi Zaenal Arifin Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Salam saat dikonfirmasi menJalan HOS Cokroaminoto No 30 Banyuwangi gatakan, pembangunan aula kampus Poliwangi itu dibiayai APBD Banyuwangi dengan PENGUMUMAN anggaran Rp 2 miliar lebih. “Sangat disayangkan, habis RENCANA KEBUTUHAN CALON TKI biaya banyak, tapi gentingnya protol terus,” cetusnya. Sesuai surat dari Pemerintah Propinsi Jawa Timur Dinas Tenaga Kerja, Kejadian genting protol itu, Transmigrasi dan Kependudukan, Unit Pelaksana Teknis Pelayanan jelas dia, memang bukan yang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, Surabaya, pertama kali. Sebelumnya, sebagian genting beterbangan perihal rencana kebutuhan Calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) saat dilanda angin besar. “Sekprogram AKAN, maka dengan ini, arang gentingnya banyak yang protol lagi. Itu harus segera diperbaiki,” ujarnya. DIBUTUHKAN CALON TKI KE ASIA Sesuai aturan, jelas dia, SEJUMLAH 580 ORANG selama enam bulan setelah pembangunan, gedung itu masih menjadi tanggungan Informasi lebih lanjut Hubungi Bidang Tenaga Kerja Dinas Sosial, pelaksana proyek. “Kayaknya Tenaga Kerja dan Transmigrasi Banyuwangi, Jalan HOS Cokroaminoto sekarang masih menjadi tanggung jawab pelaksana proyek,” No. 30 Banyuwangi selorohnya.(abi/c1/aif)

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho, Mega Dwi P. Desain Iklan: PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/ Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


35

Kamis 24 Mei 2013

Penyidik Periksa Mubarok

PERJUDIAN

Wahyudi: Semua Kayu Ada Dokumennya

ALI NURFATONI/RaBa

BARU TERTANGKAP: Sudarsono bersama barang bukti perjudian di Mapolsek Muncar kemarin.

Darsono Akhirnya Tertangkap MUNCAR - Judi toto gelap (togel) mengantarkan Sudarsono, 40, ke balik jeruji besi. Warga Dusun Krajan, Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, itu ditangkap polisi karena kedapatan berjualan kupon togel. Sudah setahun ini Sudarsono menekuni bisnis togel. Saat ini, pria yang berperan sebagai pengepul togel itu masih dalam proses penyidikan di Mapolsek Muncar. Selama ini, Sudarsono dikenal cukup licin, sehingga menyulitkan petugas untuk menangkapnya. ‘’Tersangka kita tangkap di sebuah rumah kosong di samping rumahnya,” ungkap Kapolsek Muncar Kompol Ary Murtini melalui Kasi Humas Aiptu Putu Ardhana kemarin. Polisi menyebut, pelaku ditangkap bersama sejumlah barang bukti, antara lain sebuah tas pinggang warna cokelat, uang tunai senilai Rp 191 ribu, 2 lembar kertas rekapan, dan 1 buah buku catatan kecil. Selain itu, polisi juga berhasil mengamankan 3 buah hand phone (HP) merek Nokia, 2 ponsel merek Samsung, Sebuah kalkulator, 2 buah bolpoin, dan 3 buah stabilo, serta sebuah kartu ATM BCA. ‘’Kita pastikan tersangka sebagai pengepul,” tegasnya. Berdasar penyidikan polisi, tersangka sudah lama menggeluti judi togel. Akhirnya dia tertangkap basah dan harus berurusan dengan hukum. ‘’Tersangka kami tangkap saat merekap togel,” tandasnya. (ton/c1/aif)

BANYUWANGI - Penyidik Reskrim Polres Banyuwangi serius menangani kasus kayu jati yang disebut-sebut melibatkan mantan kepala desa (Kades) Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Mubarok. Kemarin, Mubarok menjalani pemeriksaan di ruang reskrim terkait kayu yang ditemukan di gudangnya Rabu kemarin (22/5). Selama p pemeriksaan, kapasitas Mubarok ksi. masih sebagai saksi. yuKapolres Banyuwangi AKBP Nanang Masbudi membenarkan bahwa Mu a b r o k d i periksa. ”Nunggu pemeriksaan saksi ahli. Apa milik Perhutani ataukah milik rakyat. Kalau saksi ahli menyatakan milik Perhutani, ya Mubarok bisa kita tahan. Sebaliknya, kalau saksi ahli mengatakan milik rakyat, ya tidak bisa kita tahan,’’ kata Kapolres Nanang kemarin. Sementara itu, didampingi penasihat hukumnya, Achmad Wahyudi, Mubarok menunjukkan dokumen berupa Faktur Angkutan Kayu Olahan (FA-KO), surat keterangan sah hasil hutan yang dikeluarkan Departemen Kehutanan. “Semua kayu yang diambil di rumah Pak Mubarok itu ada dokumennya,” tegas Wahyudi sambil menunjukkan dokumen FA-KO. Wahyudi mengaku heran dengan sikap petugas Perhutani Banyuwangi Selatan yang telah menyita kayu milik kliennya. Padahal, semua kayu yang disimpan di gudang itu memiliki dokumen sah. “Dulu sudah diperiksa dan tidak disita karena berdokumen, tapi kini kok disita, ada apa ini?” katanya dengan nada heran. Menurut Wahyudi, operasi yang dilakukan petugas Perhutani dengan menyita

GALIH COKRO BUWONO/RaBa

TUNJUKKAN DOKUMEN KAYU: Mantan Kades Kandangan, Mubarok (kiri) didampingi pengacaranya, Achmad Wahyudi.

kayu milik kliennya itu sebenarnya bermula dari KPH Perhutani Banyuwangi Selatan yang merasa kehilangan kayu di hutan yang mereka kelola. Karena mencurigai kliennya, semua kayu di rumah kliennya itu disita. “Perhutani terlalu gegabah,” tudingnya. Seharusnya, Perhutani itu menelusuri jejak kayunya yang disebut hilang itu.

Kapolres Konvoi Tertib Berlalu Lintas

ABDUL AZIZ/RaBa

AKSI SIMPATIK: Peserta konvoi tertib berlalu lintas start dari Lapangan Banje menuju Terminal Rogojampi kemarin. ALI NURFATONI/RaBa

Gedung Pramuka Jadi Warung MUNCAR - Gedung Pramuka di Dusun Sukomukti, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, sudah tidak berfungsi sebagai tempat pendidikan. Bangunan di atas tanah kas desa (TKD) itu kini menjadi tempat berjualan makanan. Alih fungsi gedung tersebut mengundang tanya dan protes warga. Sejumlah masyarakat tidak setuju dengan alih fungsi tersebut. ‘’Gedung Pramuka kok dijadikan warung,” cetus Yanto, warga sekitar, kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. Warga meminta agar pemerintah desa (pemdes) segera menertibkan gedung Pramuka itu seperti semula. Itu sebagai upaya menjaga aset desa. ‘’Kami berharap agar pihak desa segera mengembalikan fungsi bangunan itu,’’ pinta Yanto. Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Sosialisasi Operasional Reformasi Orientasi Demokrasi (LSM Sorod) Banyuwangi, Iphong Poniyahadi mengatakan, jauh-jauh hari sebelumnya pihaknya sudah melayangkan surat kepada pemdes agar segera menginventarisasi aset desa. Tujuannya, agar aset tersebut tidak berpindah tangan. ‘’Nah, ternyata muncul gedung Pramuka yang dijadikan warung,” katanya. Menurutnya, gedung Pramuka itu disewakan kepada orang lain. Hal itu tentu tidak sesuai fungsi. ‘’Masak gedung Pramuka digunakan jualan makanan. Kan tidak etis,’’ sesalnya. Kepala Desa Sumberberas, Sri Purnanik mengatakan, jika gedung Pramuka dijadikan warung nasi, maka itu keputusan yang tidak tepat. ‘’Yang bersangkutan akan kita panggil,” janjinya. Pihaknya sudah mewanti-wanti pengurus Pramuka agar tidak mau jika ada yang membuka warung di dalam gedung itu. Sebelumnya, mereka hanya membuka warung di luar. “Nanti mau tidak mau mereka harus jualan di luar,” tegasnya. (ton/c1/aif)

kepada Busar, warga Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. “Semua buktibukti dari dokumen ada,” terangnya. Kaurbins Ops Reskrim Polres Banyuwangi Iptu Ali Masduki saat dikonfirmasi melalui ponselnya mengakui bahwa Mubarok telah memenuhi panggilan polisi untuk menjalani pemeriksaan. “Kita panggil sebagai saksi,” katanya. (abi/c1/aif)

Sebulan 25 Nyawa Melayang di Jalan

BAGAIMANA INI

ALIH FUNGSI: Gedung Pramuka di Desa Sumberberas, Muncar, kini digunakan berjualan nasi.

Sehingga, sebelum menyita kayu milik kliennya, Perhutani perlu mencocokkan tunggak kayunya. “Jangan asal menyita dan jangan buat-buat,” tegasnya. Wahyudi menyebut, kayu milik kliennya itu sebenarnya sah. Selain memiliki dokumen, bukti untuk pengangkutan kayu juga ada. Kayu yang disita di gudang milik mantan Kades Kandangan itu dibeli

ROGOJAMPI - Petugas Polsek Rogojampi melakukan aksi simpatik tertib berlalu lintas kemarin. Kegiatan itu diawali konvoi kendaraan dengan start di lapangan Banje, Desa  Bubuk, Kecamatan Rogojampi, dan finish di Terminal Rogojampi. Konvoi kendaraan tertib berlalu lintas tersebut diikuti ratusan peserta. Mereka adalah pelajar, mahasiswa, paguyuban tukang ojek, klub motor gede, perangkat desa, dan perwakilan diler motor di Kecamatan Rogojampi. Barisan terdepan dalam konvoi simpatik tertib lalu lintas

itu adalah Kapolres Banyuwangi AKBP Nanang Masbudi, Kasatlantas AKP Irawan Wicaksono, dan Kapolsek Rogojampi Kompol Bagio SP. Dalam acara itu juga diikrarkan tekad tertib berlalu lintas yang dilakukan perwakilan pelajar dan mahasiswa. Isinya, dengan penuh kesadaran senantiasa mematuhi dan menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan tentang lalu lintas dan angkutan jalan. Mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas, menjaga etika berlalu lintas guna mencegah kecelakaan lalu lintas, dan menciptakan budaya keselamatan berlalu lintas sebagai kebutuhan. Ka p o l r e s B a n y u w a n g i

AKBP Nanang Masbudi mengatakan, aksi simpatik yang dipelopori Polsek Rogojampi itu sangat positif mengingat pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor tidak dibarengi infrastruktur yang memadai. Sehingga, dalam sebulan, jumlah kecelakaan lalu lintas di jalan raya mencapai 70 sampai 80 kejadian. Jumlah korban jiwa 20 sampai 25 jiwa per bulan. “Bukan karena jumlah kendaraan dan jalannya, tapi budaya dan perilaku pengendaranya yang harus dibenahi” kata kapolres. Usai memberikan sambutan, sebagai tanda aksi simpatik dan budaya tertib berlalu lintas, kapolres menyematkan pin kepada perwakilan pelajar dan mahasiswa. (azi/c1/aif)


36

Jumat 24 Mei 2013

KONI Putuskan Tidak Ikut Porprov di Madiun BANYUWANGI - Keputusan berat terpaksa diambil KONI Banyuwangi terkait keikutsertaannya dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim IV mendatang. Banyuwangi hampir pasti bakal absen dalam hajatan multieven tingkat provinsi yang tahun ini digelar di Madiun tersebut. Alasannya sederhana, yakni hingga saat ini induk olahraga di Banyuwangi itu belum memiliki dana sama sekali untuk memberangkatkan para atlet menuju venue pertandingan. Batalnya keikutsertaan Banyuwangi di ajang Porprov IV itu disampaikan oleh Ketua Kontingen Banyuwangi, Joko Triyadni, kepada koran ini kemarin (23/5). Pria yang juga menjabat sebagai wakil ketua KONI bidang pembinaan dan prestasi itu bahkan menyatakan kontingennya dipastikan absen di ajang dua tahunan tersebut. “Dengan berat hati dan segala pertimbangan yang ada, kontingen Banyuwangi tidak akan berangkat ke Madiun,” tegas Joko. Joko menyebut, ketiadaan dana di pos anggaran APBD 2013 menjadi penyebab utama Banyuwangi bakal absen di ajang tersebut. Meski telah mengusahakan

dana lewat pinjaman dana cabor, namun realisasinya kini masih belum pasti dan masih berjalan di tempat. Karena itu, KONI pun memutuskan untuk tidak memberangkatkan kontingen Banyuwangi ke ajang Porprov. Terkait registrasi atlet yang sudah dilakukan, Joko menyebut tidak ada masalah. Sebab, dengan mundurnya Banyuwangi, otomatis peserta dari seluruh cabor juga dipastikan tidak akan ambil bagian. Sedianya, kontingen Banyuwangi berkekuatan 192 atlet dan ofisial. Dana yang dibutuhkan untuk memberangkatkan duta olahraga Banyuwangi itu sekitar Rp 1,6 miliar. Karena tidak dianggarkan dalam APBD 2013, rencananya dana untuk Porprov akan dipinjamkan dari dana pembinaan cabor dalam APBD 2013. Dihubungi terpisah, Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Ahmad Khairullah menyatakan, bahwa proses pencairan dana pinjaman untuk mendanai Porprov tinggal selangkah lagi. Prosesnya, kata dia, tinggal menunggu penyelesaian BPKAD Banyuwangi. “Prosesnya tinggal pencairan saja,” ujar Khairul. (nic/c1/als)

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

SIA-SIA: Persiapan yang dilakukan sejumlah cabang olahraga dipastikan sia-sia jika Banyuwangi betul-betul batal ikut Porprov.

ANTAR PBSI: Banyuwangi mengirim 26 pebulu tangkis dalam kejuaraan badminton antar PBSI seJatim 25 Mei nanti.

Sirkuit Menantang, Rawan Ndelosor

BANYUWANGI - Pengkab PBSI Banyuwangi rupanya tidak ingin sekadar numpang lewat dalam kejuaraan bulu tangkis antar Pengkab PBSI se-Jawa Timur yang digelar di Surabaya 25-26 Mei men-

datang. Induk otoritas Pembina olahraga badminton di Banyuwangi itu mempersiapkan 26 atlet untuk berlaga dalam even tahunan Pengprov PBSI Jawa Timur tersebut. Ketua PBSI Banyuwangi, Mujiono menuturkan, di even tersebut, kontingen Banyuwangi beranggota 26 atlet. Mereka memang tidak ditargetkan menjadi juara. Sebab,

rata-rata anggota kontingen yang diberangkatkan berusia 40 hingga 45 tahun. “Jadi, ini ajang untuk mantan atlet dan penghobi badminton,” tuturnya. Meski demikian, Mujiono menegaskan tidak akan sekadar numpang lewat. Meski ajang ini ditujukan untuk pemain jago kapuk, PBSI tetap akan tampil ngotot. Sederet atlet pilihan sudah diproyek-

sikan tampil di ajang tersebut. Siapa saja mereka? Mujiono membeberkan, ada sejumlah nama beken dalam skuad PBSI Banyuwangi. Di kategori usia 40 tahun, Banyuwangi akan mengandalkan duet Anwar dan Jainul, Dedi dan Wito, Ali dan Wawan. Di usia 45 tahun, harapan tertuju pada Teguh Sumartono dan Supono, Yanto dan Agus, Heri dan Janu, serta Darfi dan Tanto. (nic/c1/als)

BANYUWANGI - Persaingan di arena motocross dan grasstrack di sirkuit nasional Kumendung, Muncar, ditabuh mulai besok. Ada ratusan pembalap lokal dan nasional yang akan meramaikan sirkuit yang dirancang dan didesain memiliki kesulitan tersendiri bagi pembalap itu. Mereka akan bertanding di 11 kategori di ajang yang memperebutkan Piala Kapolres Banyuwangi itu. Pembalap khusus Banyuwangi akan bertanding di kelas bebek standar pemula. Selanjutnya, ada kelas bebek standar pemula terbuka, bebek modifikasi terbuka junior, bebek modifikasi 2 tak terbuka senior, dan bebek modifikasi 4 tak terbuka senior. Juga ada nomor campuran

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

GALIH COKRO/RaBa

Kirim 26 Pebulu Tangkis ke Surabaya Ikuti Kejuaraan Badminton antar PBSI

• Dicari Sengon •

• STNK •

• Tanah + Bangunan •

• Corolla ‘95 & Kijang ‘03•

• Promo Daihatsu •

Dcri pohon sengon siap panen, kami siap mmbeli (nebas di kebun) H. 081703130988.

Hlg STNK P 624 WA, an. Enies Yulianie, Perum Kalirejo Permai Blok ii-6, Kabat

Jual tanah+bangunan lokasi asih ada air, Desa Wonorejo Bwi, hub. 0818351234.

Dijual Great Corolla 95 silver orisinil cat 70jt nego, Kijang LSX 03, 115jt nego, milik sendiri, siap pakai, BU, hub. 081336528447

Hny dg 18 Jt, miliki All New Xenia Dual Air Bag. Free servis 60.000 KM/3 th. 081 233 432555/081559705555/087 857409555

• PRIMA MOBIL •

SITUBONDO

Hlg STNK P 6708 VZ an Suyanto, Silir Baru 04/04 Sumberagung, Pesanggaran Hlg STNK P 2339 ZH, an. Dedy Hariyanto, Kertosari 01/02 Pendarungan, Kabat

BANYUWANGI

Hlg STNK P 2903 YW, an. Busairi, Dsn. Selogiri 02/02 Ketapang, Kalipuro

• Marketing •

SITUBONDO

Butuh pria/wanita usia 19-30 th berpenampilan menarik komunikatif min SMA, fas gaji+bonus +3jt transport ada jenjang karier lam kirim ke Jl. Jember 33 Genteng Bwi tlp 081336384879

Hlg STNK P 4262 EI an Sugeng Heri Budi P, S.E, Paowan Indah G-12, Panarukan

• STNK •

• Jl. Lingkar Ketapang • Dijual tanah 2500 m2, Jl. Lingkar Utama Ketapang Bwi, hub 082141046676.

• Tanah Kebun • Djl tnh kebun SHM 7790 m2 (120m X 70m) a/n sendiri Rp 150.000/m nego. Lok: Bwi kota. 150 m timur Jl Raden Wijaya, selatan Perum Djati Khayangan. Hub: 081239574908/081999093869/ Bpk Edy

PEMBERITAHUAN

BANYUWANGI

Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan secara resmi di Radar Banyuwangi.

Mau kuliah di peguruan tinggi favorit, hubungi 083830793037.

Ready stock L300, T120SS(new), PU Grdmx, PU Futura, Avanza, Xenia, Rush, Krista, APV, Escudo, Katana, Espass, Futura, STW. Bsa cash/krdt.Hub 0333411655,0811301676.

• Honda City ‘01 • Djl Honda City 2001 (5X-8) MT, silver, PS/ PW/EM/AC dingin/audio shock breaker 4 buah baru, istmw, siap pakai plat DK Denpasar, pajak baru bln april, 89jt nego dtmpat smpai jd. bu posisi Stbondo H 081232318000

• Suzuki Realvan ‘03 •

• Daihatsu Xenia ‘10 •

Dijual Suzuki Realvan GRV, AC Double, tahun 2003, biru metalik, harga 67,5 Juta nego, bisa cash/Kredit, hubungi 085258768444.

Dijual Daihatsu Xenia Xi 1.3 Sporty tahun 2010, hitam metalik, nego sampai deal, hubungi 085204916135.

• Kuliah •

Hotline Iklan Hubungi: 0333-412224

antara sport dan trail untuk klasifikasi senior. Untuk spesialis mini moto, akan dipertandingkan klasifikasi khusus untuk usia maksimal 15 tahun terbuka. Berikutnya juga turut dipertandingkan nomor FFA terbuka dan adventure 35 tahun ke atas non pembalap 150 cc. Nomor prestisius di ajang ini, yakni spesial engine (SE) SE 50 cc terbuka dan SE 125-250 cc terbuka MX 2 terbuka, siap memacu adrenalin pembalap dan penonton. Ketua penyelenggara, Supriyadi menuturkan, kejuaraan ini akan menjadi kalender kedua yang digelar di sirkuit Kumendung. Pembalap nasional hingga lokal bakal unjuk kebolehan. “Kita akan lihat siapa saja yang akan unggul

dan naik di podium juara,” tuturnya. Meski menyandang sebagai status sebagai pembalap nasional, peserta diwanti-wanti tidak meremehkan sirkuit ini. Pengalaman di tahun pertama di tahun 2012 di ajang yang sama, tidak sedikit pembalap yang harus mencium tanah saat balapan. Dibutuhkan stamina dan teknik yang matang untuk menaklukkan rintangan yang ada. Di sisi lain, Supriyadi menyatakan sirkuit ini memiliki tingkat keamanan maksimal. Pembalap pemula bisa merasakannya saat berlomba di atas sirkuit nanti. “Sirkuit ini memiliki desain maksimal terutama rintangan dan keamanan bagi pembalap,” katanya. (nic/c1/als)


41

OPINI

Jumat 24 Mei 2013

Kebangkitan Melawan Kriminalitas

UNJUK RASA

RADAR JEMBER/JPNN

PROTES: Mahasiswa FKIP saat demo meminta uang praktikum dikembalikan.

Mahasiswa Demo Dekan FKIP JEMBER - Sejumlah mahasiswa Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Universitas Jember (Unej) kemarin (23/5) menggelar aksi demonstrasi di kampusnya. Mereka menuntut pihak dekanat FKIP untuk mengembalikan uang praktikum yang sudah dibayarkan sejak empat tahun yang lalu. Dengan membawa sejumlah poster tuntutan pengembalian pembayaran uang praktikum, sejumlah demonstran mendatangi kampus FKIP Unej yang ada di Jalan Kalimantan Jember. Setiba di kampus, mereka langsung menggelar orasi secara bergantian. Meski jumlah demonstran sekitar 100 orang, mereka kompak menyuarakan satu tuntutan agar dekanat FKIP segera mengembalikan uang pembayaran biaya praktikum yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Rizal, koordinator aksi dalam orasinya mengungkapkan, sejak tahun ajaran 2009, pihak dekanat sudah melakukan penarikan biaya praktikum sebesar Rp 150 ribu pada setiap mahasiswa. Hal itu dilakukan di setiap semester. Bukan hanya itu, mahasiswa angkatan 2011 dan 2012 malah harus membayar biaya praktikum Rp 250 ribu setiap semester. Meski mereka sudah membayar biaya praktikum, menurut mahasiswa, pihak dekanat tidak pernah memberikan fasilitas praktikum kepada mahasiswa. “Sudah ada ratusan juta uang mahasiswa dari pungutan yang berkedok praktikum tersebut. Padahal, nyatanya mahasiswa PGSD tidak pernah menerima praktikum tersebut. Bahkan, ironisnya, jika mahasiswa ingin mengikuti praktikum, harus membayar lagi di luar uang tersebut,” ungkap Rizal. Sekitar setengah jam berorasi, para mahasiswa meminta dekan FKIP untuk menemuinya. Namun, karena dekat FKIP tidak kunjung menemui mahasiswa, sejumlah demonstran berupaya memasuki ruang dekanat yang telah dijaga ketat satuan pengaman kampus. Akhirnya aksi dorong pun tidak bisa dihindari. Melihat kondisi semakin memanas, Dekan FKIP Prof Sunardi menemui sejumlah demonstran. “Kami bisa saja mengembalikan uang kalian, yang telah kalian bayarkan untuk praktikum itu. Namun, konsekuensinya adalah standard kompetensi jurusan PGSD,” katanya. Sejumlah demonstran seketika menjawab pernyataan dekannya itu dengan suara beragam. Namun, ada mahasiswa yang mengomentari pernyataan itu. “Jangan jadikan standard kompetensi sebagai ancaman. Sebab, sejak tahun 2009 kami sudah tidak pernah melakukan praktikum,” tegasnya. Mendengar reaksi keras sejumlah demonstran, akhirnya Sunardi menyetujui untuk menandatangani surat pernyataan yang disodorkan sejumlah demonstran. Surat pernyataan tersebut berisi bahwa pihak dekanat bersedia mengembalikan seluruh uang praktikum. (mg3/har/jpnn)

LUMAJANG

BERITA kriminalitas dua tahun terakhir ini di Banyuwangi benar-benar menunjukkan kondisi kronis. Pembunuhan sadistic, pemerkosaan, trafficking, perdagangan narkoba, dan lain-lain seolah menjadi hiasan headline koran setiap hari. Lebih menyayat hati tatkala peristiwa demi peristiwa kejahatan itu melibatkan pemuda, remaja belia, bahkan anak usia sekolah dasar. Dulu, kesenjangan sosial dan kemiskinan “dituduh” sebagai faktor yang melatarbelakangi berbagai persoalan sosial. Sekarang ini setiap ada kejahatan—terutama kejahatan seks—kecanggihan teknologi sebagai “kambing hitamnya”. Sesungguhnya ada yang lebih urgen tapi tidak banyak orang menyorot, yakni sejauh mana caring touch para elitis di negeri ini: mulai para politisi, pakar dan praktisi hukum, praktisi pendidikan, hingga tokoh LSM. Patut juga kita pertanyakan peran strategis lembaga penjaga moral; organisasi sosial

keagamaan, MUI, kampus, organisasi pemuda, organisasi mahasiswa, dan lain-lain. Sungguh sekuat apa pun kekuasaan, secanggih apa pun peralatan aparat, sehebat dan secerdas kayak apa kita punya pempimpin hari ini, serta berapa puluh penghargaan yang telah kita terima sebagai bentuk apresiasi prestasi yang kita pernah raih, tidak akan pernah punya harapan masa depan jika membiarkan nasib, nyali, dan moralitas generasi muda rusak. Bupati Anas pernah ber-statement di hadapan ribuan guru, bahwa tingkat kriminalitas kita sudah di ambang “lampu merah”. Ini sebuah proyek yang tidak kalah menarik untuk kita “tenderkan” kepada mereka yang memiliki nurani dan rasa kepedulian terhadap masa depan bangsa. Tawaran proyek “prestisius” itu pasti segera disambut dengan suka cita bagi mereka yang senantiasa merindukan surga. Tangantangan ringan sebagai bentuk

O l e h

MOCHAMMAD RIFAI * tanggung jawab sosial Anda akan lebih bermakna daripada pidato berapi-api di forum pengajian, kampus, gedung dewan, dengan riuh gemuruh tepuk tangan ribuan orang sekali pun. Jangan sampai kekhusyukan kita beribadah, keasyikan dengan nikmatnya fatamorgana jabatan dan meruahnya kesuksesan dunia,

sehingga teledor memberikan perhatian pada moralitas generasi penerus. Melengkapi “potret buram” dari tingginya angka kriminalitas, lebih memilukan lagi saat mendengar berita bahwa pengidap HIV/aids di Bumi Blambangan ini sudah menembus angka 2.000 jiwa. Sebuah ancaman massif, bahkan bisa menjadi bahaya laten terhadap masa depan generasi kita. Informasi ini tidak menutup kemungkinan akan menjadi warning traveling seperti yang pernah dialami Thailand. Tentu juga bisa secara signifikan menjadi pengganjal program unggulan Pemerintah Daerah Banyuwangi dalam memasarkan sektor pariwisata. Bolehlah kita mengacungkan dua jempol atas prestasi pemerintah daerah karena sukses menurunkan angka kemiskinan dan sukses besar menaikkan reputasi dan prestasi luar biasa di sektor investasi modal. Lebih dahsyat lagi jika perjuangan Bupati

Anas berhasil meng-gol-kan golden share 15% atas harta karun Tumpang Pitu dari PT Bumi Suksindo berhasil. Paling tidak, wajah pesimistis Yu Jah, Yu Nah, Yu Tun, akan sedikit lebih semringah karena tidak akan lagi menghadapi siklus penyakit “miskin turunan” yang tak pernah putus. Namun, keadaan itu bisa menjadi suatu yang ironis jika kita teledor memberikan perhatian pada sektor moralitas generasi di samping membangun kompetensi yang mumpuni sebagai modal dan juga model dalam menghadapi persaingan “rimba sosial” yang kian ganas. Kita harus bangkit, bersatu, dan bersinergi melawan berbagai bentuk kejahatan. Saatnya Banyuwangi menerima “award” karena berhasil mengeliminasi angka kriminalitas. Insyaallah, The Sunrise Of Java akan menjadi sinar inspirasi membangun Indonesia. Semoga! *) Kepala SMA 2 Genteng.

Menaklukkan Samudera Mengendarai Ombak RED Island Banyuwangi International Surf Competition 2013 yang akan dilaksanakan 24-26 Mei 2013 layak diapresiasi positif. Saya yakin even tersebut akan membawa semangat baru bagi olahraga laut di perairan Banyuwangi, baik itu surfing, selam, maupun paralayang. Apalagi potensi perairan Banyuwangi cukup besar. Karakter perairan di Banyuwangi beragam. Ada perairan dangkal yang memiliki pemandangan cukup indah, yakni di kawasan Wongsorejo, perairan berangin keras di sekitar Kecamatan Kalipuro, hingga perairan berombak dahsyat, yakni di Banyuwangi Selatan. Itu mejadi keistimewaan tersendiri bagi Banyuwangi. Salah satu kendala yang sering ditemui pada setiap even surfing, khususnya yang dilaksanakan di Pulau Jawa, adalah minimnya animo masyarakat sebagai peserta. Sebab, asal olahraga yang satu ini memang bukan dari Nusantara. Surfing adalah olahraga adopsi dari daerah bersalju dan beriklim dingin. Tentu salju tidak ada di daerah beriklim tropis. Surfing sebagai olahraga mengendarai papan di atas ombak pertama dipopulerkan di pantai barat Amerika Serikat. Surfing menjadi lebih terkenal ketika dipertontonkan di sebuah pantai di sekitar kepulauan Hawaii pada awal abad 20. Kini surfing merupakan salah satu daya tarik wisata pantai

yang cukup memikat di Pulau Bali dan Lombok. Olahraga ini kini kerap dilakukan di pantai yang berbatasan dengan Laut Selatan karena memang ombaknya cukup besar. Beberapa pantai di Pulau Jawa yang sudah lama memopulerkan olahraga ini adalah pantai Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, kemudian Pacitan dan Plengkung, Banyuwangi. Walau even surfing di Plengkung sudah beberapa kali digelar, tapi dalam kegiatan yang dihelat Pemkab Banyuwangi besok layak disematkan beberapa harapan. Selain diharapkan mampu memperkenalkan potensi pariwisata sekitar Pulau Merah, juga diharapkan bisa membawa efek ekonomis. Tujuannya, agar kesejahteraan warga sekitar Pulau Merah semakin meningkat dan industri kreatif di sekitar sana juga menggeliat. Sementara itu, hendaknya pihak penyelenggara memperhatikan kebiasaan surfer berpakaian terbuka. Tentu, lambat laun itu akan mengganggu karakteristik masyarakat sekitar sana. Masyarakat hendaknya benar-benar dibimbing dan ketahanan budayanya dikuatkan. Cukup sulit memang karena itu adalah konsekuensi atas pilihan menggelar even pantai tersebut. Namun demikian, pemerintah daerah dapat melokalisasi atau memberikan peringatan yang bisa diterima para wisatawan. Marilah kita

O l e h

MR. WARANG AGUNG * menciptakan wisata pantai yang penuh keindahan, penuh kesusilaan, penuh nilai-nilai, dan mengagungkan nilai kemanusiaan yang mungkin akan berbeda persepsi dengan daerah lain. Kemudian, kebiasaan sand, sur, and sex yang biasa melekat pada wisata pantai perlu dikecualikan untuk wisata pantai Pulau Merah. Ini adalah Banyuwangi. Kabupaten yang masyarakatnya berbudaya dan religius. Antisipasi ekstra perlu dilakukan oleh penyelenggara atau pengelola. Tujuannya, agar munculnya wisata baru ini tidak menambah jumlah wisata bagi “petualang cinta” di Banyuwangi. Cukuplah orang ke Pulau Merah untuk berolahraga, menikmati pemandangan alam yang indah, bersantai, dan tidak untuk “mencari” sensasi syahwat sebagaimana di tempat lain.

Tumbuhnya penginapan, home stay, dan guest house, di sekitar pantai sebagai tempat menginap perlu diawasi dengan ketat. Jangan sampai pasangan lain jenis yang bukan muhrim diperbolehkan menginap bersama. Selain itu, biasa kita melihat para penikmat olahraga surfing dari luar negeri suka minumminuman keras. Secara tidak langsung, itu akan menambah jumlah permintaan terhadap minuman berkadar alkohol di Banyuwangi. Sudah terlalu banyak berita tentang kenakalan anak dan remaja serta kriminalitas, baik pencabulan, pemerkosaan, maupun pembunuhan, diawali dengan meminum minuman keras. Jangan lagi menambah deretan berita kriminal di media. Jangan pula kita menambah kerja polisi untuk melakukan Operasi Penyitaan Masyarakat. Yang terakhir, even surfing di Pulau Merah ini hendaknya menjadi momentum kelahiran atlet surfing Banyuwangi. Cerita tentang keberanian nelayan Banyuwangi mengarungi samudera yang ganas dengan peralatan yang sederhana hendaknya menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menaklukkan samudera mengendarai ombak. Walaupun peminatnya tidak sebanyak olahraga populer lain di Indonesia dan tidak masuk dalam even resmi KONI (PON), maupun IOC (Olympic Games), tapi olahraga tersebut mampu menjadi

sandaran hidup para atlet bila berprestasi. Tak kurang puluhan even surfing tingkat nasional dan international digelar setiap tahun dengan sponsor besar. Hendaknya itu menjadi satu stimulus bagi para calon atlet surfing di Banyuwangi. Tidak banyaknya daerah yang memiliki pantai yang bisa digunakan sebagai arena surfing, hendaknya menjadikan generasi muda Banyuwangi bersemangat mendalami olahraga tersebut. Memunculkan animo dalam diri generasi muda tentu tidak mudah. Sebab, olahraga ini membutuhkan papan surfing yang cukup mahal. Peran swasta sebagai sponsor tentu menjadi pilihan terbaik dalam pembinaan olahraga ini. Para atlet pemula tidak perlu diberi papan surfing, cukup dipinjami saja rasanya sudah cukup membantu mereka. Pengamatan saya, olahraga ini sebetulnya lebih tergantung pada kekuatan fisik, mental, dan keberanian. Oleh karena itu, banyak berlatih secara intensif bisa melahirkan atlet surfing profesional. Melihat rencana Kabupaten Banyuwangi menjadi tuan rumah Porprov 2015, even ini sangatlah strategis. Bisa sebagai pemanasan, bisa pula sebagai upaya menunjukkan kepada masyarakat tentang kesiapan Banyuwangi menjadi tuan rumah Porprov. *) Wakil Bendahara KONI.

Melanjutkan Perjuangan Pendahulu JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

HANGUS SEMUA: Sepeda motor dan warung masih dibiarkan pemiliknya di pinggir jalan raya Desa Patemon Kecamatan Pakusari.

Ditabrak Motor, Warung Terbakar JEMBER- Ditabrak pengendara sepeda motor, sebuah warung dan kios milik Jumair, yang ada di depan kantor Balai Desa Patemon, Kecamatan Pakusari, Jember, habis terbakar sekitar pukul 11.00 WIB Kamis kemarin (23/5). Selain warung, empat orang keluarga Jumair mengalami luka bakar dan harus dilarikan ke IGD RSD dr Soebandi Jember. Para korban yang mengalami luka bakar itu yakni Jumair, 50, Misnati, 45, Santi, 26 dan Galoh Rakasiwi, 13, pelajar SMP yang ada di dalam warung. Menurut sumber Jawa Pos Radar Jember siang itu Juamir bersama istri dan dua anknya sedang berada di dalam tempat usahanya itu. Tiba tiba dari arah utara sepeda motor Honda Revo P 3929 SC yang dikendarai Bunasir, 55, warga Dusun Darungan Desa Kemuninglor, Arjasa dari arah utara dengan kecepatan tinggi. Pengendara motor itu berusaha mendahuli kendaraan di depannya. Karena jalan yang akan menikung, pengendara sepeda motor kehilangan kendali dan sempat turun dari jalan aspal serta menabrak kios. Karena terjadi percikan api, warung serta kios yang masih banyak bensin di dalam botol langsung terbakar. Bahkan, sepeda motor yang menabrak warung juga ikut terbakar. Tak pelak, sejumlah warga dan pengendara yang melintas di sekitar lokasi kejadian panik. Mereka kemudian berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Selain menggunakan air, warga juga menggunakan rumput dan tanah untuk memadamkan api yang semakin membesar. Setelah beberapa menit kemudian api akhirnya berhasil dipadamkan. Namun seluruh isi warung ikut hangus terbakar. Termasuk sepeda motor Revo warna hitam yang menabrak warung. “Pelaku yang nabrak warung hanya luka kecil,” ujar Hamdan, warga sekitar. Ironisnya, setelah menabrak warung Bunasir, pengendara motor, sempat kabur, motornya dibiarkan tergeletak begitu saja. Sementara menurut warga lainnya, diduga kebakaran itu terjadi karena korban menyalakan kompor di dalam warungnya sehingga terjadi percikan saat motor Bunasir menabrak warung itu. Masih untung, warga sekitar langsung membantu memadamkan dengan menggunakan air, tanah dan pasir. (jum/ram/hdi/jpnn)

BEBERAPA waktu lalu, Ra Zaim dan Ning Sari melangsungkan persepsi pernikahan. Sungguh “integrasi” yang sangat ideal, karena “konon” mereka bertemu di Jabal Rahmah dan bersyahadat di depan Baitullah (Kakbah). Latar tersebut mirip dengan sejarah, yakni di kala kakek mempelai bercita-cita membangun pesantren di Makkatul Mukarramah. Dari proses pernikahan Ra Zaim dan Ning Sari, dapat diambil pelajaran yang sangat berharga, bahwa perkawinan merupakan peristiwa yang sakral. Perkawinan bukan hanya pertemuan dua insan yang berbeda jenis, tapi sebuah ikatan yang suci yang bersahadat kepada Sang Khalik dan memikul amanah perjuangan Rasulullah Muhammad SAW. Guna mewujudkan “esensi pernikahan tersebut” butuh persiapan dan kematangan yang prima, baik kematangan mental maupun lain-lain yang melingkupi syarat dan rukun pernikahan. Pun perkawinan merupakan komunitas terkecil dalam membangun sebuah peradaban besar. Sebab, rumah tangga yang baik akan melahirkan keturunan yang baik pula. Keluarga juga medium pertama dalam meretas

peradaban umat yang lebih berkualitas. Itu dapat dijadikan sebagai parameter “sukses dan gagalnya” keluarga. Di pundak “mempelai berdua” tersemat harapan dan cita-cita besar “regenerasi kepemimpinan yang berkualitas” dalam mengemban misi keluarga dan meneruskan estafet kepemimpinan pesantren. Resepsi pernikahan Ra Zaim dan Ning Sari dihelat selama satu minggu. Barang kali itu sangat fenomenal. Namun, di balik acara itu, sebenarnya tersirat ungkapan syukur dan jawaban nyata atas walimah atau resepsi pernikahan. Sebab, selain memiliki substansi religiusitas, walimah juga mengandung spirit sosial dan kultural. Spirit sosial adalah demi merekatkan hubungan emosional pesantren dengan masyarakat luas. Hal itu meneguhkan bahwa pesantren dan masyarakat adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa terpisahkan. Selain itu, tak ada jarak antara pesantren dan masyarakat; hanya karena perbedaan status ekonomi, sosial, atau politik. Oleh karena itu, menurut saya, fenomena tersebut merupakan hal yang wajar. Sebab, relasi pesantren sangat banyak dan berasal dari berbagai kala-

O l e h

FATAH YASIN * ngan. Sehingga, wajar jika pihak pesantren membuka ruang sebesar-besarnya bagi semua kalangan untuk bersilaturahmi. Dengan demikian, sosialisasi pernikahan atau yang lebih dikenal dengan sebutan resepsi sejatinya adalah media silaturahmi dan sosialisasi yang sangat efektif. Namun demikian, belakangan ini “budaya pernikahan” telah mengalami degradasi kesakralan. Gempuran arus modernisasi dengan jargon “pragmatisme” tanpa disadari telah menggeser nilai-nilai agama dan budaya dalam sebuah pernikahan dan resepsinya. Akhir-akhir ini menggampangkan proses pernikahan bukan menjadi satu rahasia lagi. Selain itu, juga telah banyak pihak yang berusaha memudahkan syarat dan rukun pernikahan. Pernikahan didesain semudah-mudahnya, sehingga menjamurlah istilah perkawinan kilat dan perceraian kilat. Bahkan, yang sedang tren sekarang, perkawinan hanya sekadar media pemenuhan nafsu berahi dan legalitas administrasi semata.

Lebih dari itu, masalah-masalah yang muncul dalam satu ikatan keluarga yang seharusnya dilindungi, kini justru diobral ke publik. Kini gosip dan “membuka aib” semakin terbuka dan bebas di media massa, khususnya media elektronik. Padahal, itu akan mengurangi kesakralan berkeluarga. Membuka “aurat pernikahan” seolah sudah menjadi sesuatu yang wajar. Apalagi, di kalangan selebriti. Berita kawin-cerai seakan menjadi tontonan sehari-hari yang sudah mewabah dan menular. Padahal, sejatinya berita yang demikian itu justru berdampak kurang baik terhadap arti penting dan kesakralan pernikahan. Kini fenomena broken home dan pergaulan bebas pun semakin massif dan semakin menambah daftar ancaman penyakit sosial dan degradasi moral bangsa. Bahkan, akhirakhir ini ada satu tren bahwa karisma seorang perempuan dijadikan alat untuk merusak kesakralan suatu pernikahan dan mengotak-atik tafsir ayat suci hanya demi memenuhi nafsu berahi semata. Kepemimpinan dan manajemen keluarga tak lepas dari peran suami-istri. Meskipun hak dan kewajiban seorang

suami dan istri berbeda, itu tetap harus bisa disatukan dalam satu ikatan yang harmonis. Ikatan perkawinan bukan pembatas, bukan pengekang, melainkan ikatan sakral dalam memanajemen berbagai perbedaan. Cinta dan kasih sayang akan tumbuh subur dalam rumah tangga yang demokratis. Baiti jannati (rumahku surgaku) dan gambaran kepemimpinan dalam Islam yang bersifat universal sebetulnya tampak dalam satu ikatan keluarga. Satu ikatan keluarga, satu sisi adalah amanah dan di sisi lain adalah referensi kepemimpinan untuk orang lain dan untuk umat. Keberhasilan memimpin dirinya sendiri, berhasil memimpin keluarga, akan berdampak pada keberhasilan memimpin umat. Harapan dan doa untuk Ra Azaim dan Ning Sari bukan semata-mata demi kesuksesan mewujudkan rumah tangga mereka, tapi juga kesuksesan memimpin umat. Sebab, di pundak keduanya tersemat tanggung jawab moral dalam memegang tongkat estafet kepemimpinan para pendahulu mereka. *) Alumnus Pondok Pesantren SalafiyahSyafi’iyah, Sukorejo.


GRIYA

42

Jumat Ju Jum a 2 at 24 4M Mei 2013

Stud Bolt untuk Galangan Kapal

TOHA/RaBa

LENGKAP: Fasilitas khusus Mendut Regency menjadi kawasan untuk memanjakan penghuninya.

Mendut Regency Ciptakan Fasus Ideal BANYUWANGI - Pengembang perumahan Mendut Regency begitu paham dengan kebutuhan penghuninya. Salah satu buktinya adalah pembangunan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas khusu (fasus). Keberadaan kedua fasilitas yang begitu lengkap ini mewakili penghuni Mendut Regency yang begitu memahami kenyamanan, ketenangan, elegan, dan eksklusif. Direktur Pengembang perumahan Mendut Regency, H Sunardi mengatakan, konsumen atau masyarakat sudah begitu paham akan pentingnya fasus dan fasum ini. Rata-rata pembeli rumah mengincar

tiga hal, yaitu rasa nyaman, rasa aman, dan kelengkapan fasilitas. “Nah, kami berusaha membuat ketiga faktor ini begitu nyata dan nyaman,” ujar pria asal Jember itu. Dari sisi lingkungan, perumahan yang berada di jantung kota Banyuwangi atau belakang Kantor Pemkab Banyuwangi ini sudah terbentuk. Meski tergolong perumahan baru, namun Mendut telah menjadi ikon perumahan yang ideal yang diinginkan masyarakat umumnya. Untuk rasa aman, Mendut Regency juga telah membuat sistem keamanan 24 jam nonstop, konsep one gate system pun telah dirancang untuk

memenuhi rasa aman penghuninya. Sementara, untuk kelengkapan fasilitas, Mendut Regency juga telah menyediakannya dengan sangat baik. Ada kolam renang berstandar nasional, peralatan fitness, sarana olahraga, sauna, playground, dll, semua sudah lengkap. “Konsep perumahan Mendut Regency ini menawarkan hunian tempat tinggal yang sehat dan ideal untuk masyarakat umumnya,” jelas Sunardi. “Informasi lebih lanjut, silakan menghubungi Mendut Regency di nomor 08124935190 dan 08124901231,” imbuhnya. (adv/als)

Roman Shade Gorden Mewah Minimalis ROMAN shade atau dikenal juga roman blinds merupakan tirai jendela minimalis yang praktis dan simple untuk digunakan. Roman shade atau yang lebih dikenal dengan jenis gorder minimalis jenis ini mulai banyak diminati dan menjadi alternatif gorden jendela minimalis. Model-model gorden terbaru banyak mengkombinasikan model gorden minimalis biasa di samping kiri dan kanan dan roman shade untuk menutup bagian tengah jendela. Selain terlihat lebih minimalis, kelebihan lain dari roman shade terletak pada pemakaian kain yang digunakan. Roman shade tidak memerlukan banyak kain gorden. Anda pun bisa memilih jenis dan motif kain untuk roman shade yang ingin Anda gunakan. Apakah ingin Anda buat dari kain gorden tebal atau tipis. Roman shade kain tebal juga bisa Anda kombinasikan dengan roman shade vitrage. “Sehingga pemakaian tutupbuka roman shade bisa diatur siang dan malam. Kelebihan lain, meski roman shade terlihat lebih minimalis. Namun gorden jenis ini tetap terlihat mewah dan elegan,” kata pe-

milik Toko Wallpaper Center, Fendi Triawan. Fendi menjelaskan, selain menyediakan berbagai macam wallpaper, vertical blind, dan kasa nyamuk, toko ini juga menyediakan produk baru. Yaitu roman shade dan kain gorden. “Banyak pilihan motif dan warna. Harga dijamin lebih miring. Informasi bisa langsung datang ke Ruko Jalan Ke p i t i n g Ke r t o s a r i , a t a u hubungi 081330260897, 03334460171, 0818595320, Pin BB 2316FBEB,” cetusnya. (adv/als)

ISTIMEWA

BARU: Selain menjual wallpaper, Toko Wallpaper juga menyediakan roman shade dan gorden dengan banyak pilihan.

BANYUWANGI - Anda membutuhkan baut untuk industri besar? Atau mencari baut untuk konstruksi bangunan? Tidak salah jika Anda mencarinya di toko spesialis baut, Toko Mr Bolt. Toko yang beralamat di Jalan PB Sudirman (200 meter Utara Masjid Agung Baiturrahman) Banyuwangi itu adalah ahlinya baut. Beraneka macam baut bisa Anda didapatkan di toko ini. “Untuk baut industri besar seperti galangan kapal, kami juga menyediakan. Seperti stud bolt ini adalah baut/bor untuk kebutuhan rancang galangan kapal. Baut anchor untuk beton pun kami menyediakan,” ungkap Manager Shop Toko Mr Bolt, Nurbani Yusuf. Dijelaskan, selain untuk industri besar, toko-nya juga menyediakan baut untuk kebutuhan rumah, sepeda, baut baja, stainless, baut untuk truk, dan baut L. Ada pula baut drilling untuk bor yang diimport khusus dari Taiwan (SDS ‘SEC). Selain itu, ada juga baut loss drat, anchor, long bolt, baut untuk

TOHA/RaBa

SPESIALIS: Nurbani Yusuf menunjukkan salah satu jenis stud bolt untuk galangan kapal.

kayu atau kuda-kuda rumah. “Tangga alumunium dan scaffolding atau andang besi kami menyediakan,” ujarnya. Selain menyediakan berbagai macam baut, toko ini juga menyediakan perlengkapan rumah tangga. Seperti produk Cyprus, Texstar dan Eletrolux;

seperti blender, micro wave dengan bahan keramik di mana bahannya lebih bagus dari pada Teflon. Ada pula panic aluminium, mixer, kompor gas, juicer, mesin penggiling daging, panci presto, dll. Informasi lebih lanjut hubungi 03338911002. (adv/als)


BERITA UTAMA

Jumat 24 Mei 2013

43

HALAMAN SAMBUNGAN

Nenek 125 Tahun Tewas Kecemplung Sumur n BALITA... Sambungan dari Hal 33

Saat itu, orang tua korban membantu tetangga samping rumah yang akan punya hajat. “Usai salat Duhur saya mendapat kabar dari tetangga kalau Willy jatuh ke sungai dan kini semua warga sedang mencarinya. Semoga lekas ketemu,” harap Abdullah. Kapolsek Gambiran AKP Ibnu Mas’ud mengatakan, sampai

kemarin petang puluhan warga masih melakukan pencarian Willy. Sayang, pencarian yang melibatkan puluhan warga itu be lum membuahkan hasil. “Sampai sekarang belum ketemu,” ujar Ibnu Mas’ud. Dia menuturkan, sebenarnya saat kejadian berlangsung, sungai dalam keadaan tidak banjir. “Air sungai sebenarnya dangkal. Tapi tetap belum ketemu,” imbuhnya. Mas’ud mengungkapkan, ternyata petaka tidak hanya

menimpa Willy. Pukul 15.00 kemarin, Tarni, seorang perempuan berusia 125 tahun asal Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam sumur. Ceritanya, Tarni yang penglihatannya sudah tidak normal hendak ke kamar mandi di belakang rumahnya. “Nah, ketika hendak ke kamar mandi, dia berjalan meraba-raba. Ketika ta ngannya meraba sumur, mungkin dikiranya itu kamar

mandi,” kata Mas’ud. Begitu terjatuh ke dalam sumur, korban sempat berteriak minta tolong. Seketika itu anaknya yang bernama Sarni, 70, di dalam rumah langsung keluar menolong ibunya. Namun, karena tak bisa, Sarni akhirnya berteriak minta tolong kepada para tetangga. “Para tetangga pun berdatangan dan berusaha menolong, tapi nyawa korban tidak bisa diselamatkan,” tandasnya. (azi/c1/aif)

Bule Ikut Bersih-bersih Pantai n DIAWALI... Sambungan dari Hal 33

“Hari Minggunya baru pese lancar internasional yang akan tampil,” tutur pria asal Jogjakarta tersebut. Para surfer internasional kebanyakan sudah datang ke lokasi. Ada juga yang menginap di beberapa home stay yang telah disiapkan di sekitar lokasi kegiatan. Kebanyakan mereka berasal dari Australia, Jepang, Jerman, Italia, Prancis, USA, Belanda, Korea, Selandia Baru, dan Prancis. “Mereka sudah datang sejak kemarin. Ada juga yang hari ini dan besok baru datang. Para peserta dari Australia sebagian juga sudah menuju ke sini naik speed boat dari Plengkung,” sebutnya. Pantauan wartawan koran ini menyebutkan, sebelum ISC dimulai, Pemkab Banyuwangi akan menggelar khataman Alquran. Kegiatan yang berlangsung di pantai Pulau Merah itu

akan diikuti 300 hafiz Alquran. Usai khataman, dilanjutkan doa bersama agar ISC berjalan lancar. Berbagai persiapan untuk menyambut acara terus dilakukan. Se lain mendirikan sejumlah tenda di tepi pantai, panitia juga mendirikan pentas tinggi untuk para juri yang akan menilai para peserta. Sementara itu, warga sekitar dan panitia rajin membersihkan pantai. Bahkan, para bule yang akan bertanding dalam even internasional tersebut juga membaur bersama warga melakukan bersih-bersih. Sesekali para bule tersebut bergurau dengan warga setempat. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, ISC merupakan salah satu trigger untuk mengenalkan destinasi baru pariwisata Banyuwangi yang berbasis pemberdayaan masyarakat. Dia berharap, even tersebut bisa mendorong munculnya ekonomi kreatif di sekitar destinasi wisata di Banyuwangi. “Konsep sport and tourism ini

akan menjadi salah satu pilihan strategi pemasaran dan

pengembangan wisata di Banyuwangi,” tegas Anas. (azi/c1/aif)

Danlanal Kirim Anggota Kopaska SEMENTARA itu, Pangkalan TNI AL (Lanal) Banyuwangi me mastikan akan mengirim satu tim anggota elite Komando Pa sukan Katak (Kopaska) pada ajang Red Island Banyuwangi International Surfing Competition 2013 yang digelar hari ini. Penegasan itu disampaikan Komandan Lanal (Danlanal) Banyuwangi Letkol Laut (P) Edi Eka Susanto kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi ke marin. “Bapak Panglima (Panglima Armada Timur) setuju pengiriman anggota Kopaska ini,” tegas Edi Eka. Anggota Kopaska yang akan diterjunkan dalam lomba surfing tingkat internasional itu adalah satu tim yang beranggota enam

personel. Enam personel itu terdiri atas satu perwira dan lima bintara. “Sekarang (kemarin) sedang meluncur ke Banyuwangi naik kereta api (KA),” terangnya. Sebelum menuju lokasi surfing di Pulau Merah, satu tim anggota Kopaska itu akan singgah terlebih dahulu di Lanal Banyuwangi. Baru pada pagi ini semua meluncur ke lokasi lomba. “Besok pagi (pagi ini) bareng-bareng ke lokasi,” jelasnya. Pihaknyatidakhanyamenyiapkan satu tim Kopaska sebagai petugas keamanan dalam lomba surfing tersebut. Sejumlah anggota lain juga akan diterjunkan demi menyukseskan program pemerintah tersebut. “Anggota penyelam sudah siap, termasuk peralatannya,” tandasnya. (abi/c1/aif)

Siswa Dilarang Berseragam Sekolah n NGOTOT... Sambungan dari Hal 33

Demi mengantisipasi berbagai kemungkinan, Dispendik kemarin (23/5) sudah mengirim surat edaran ke semua sekolah. Surat edaran itu berisi tentang petunjuk teknis penyampaian pengumuman kelulusan. Sulihtiyono menjelaskan, ada beberapa teknis yang bisa dilakukan sekolah dalam mengumumkan hasil unas. Pertama, kata dia, pihak sekolah bisa menyampaikan pengumuman secara online le wat website sekolah masing-masing. Teknis kedua, pengumuman bisa disampaikan langsung kepada peserta unas di sekolah.

Hanya saja, teknis langsung ini tidak boleh disampaikan langsung, melainkan disertai kegiatan bernuansa religius dan sosial. Kegiatan religius yang dimaksud, jelas Sulihtiyono, bisa dikemas dalam acara doa bersama guru dan siswa. Setelah doa bersama, pengumuman baru boleh diserahkan kepada tiap siswa. Pada saat doa bersama, siswa tidak boleh memakai seragam sekolah, melainkan menggunakan baju muslim. Itu khusus yang beragama Islam. Siswa non-muslim harus memakai pakaian umum. “Datang ke sekolah tidak boleh memakai seragam. Yang datang menggunakan berseragam tidak akan

diberi tahu lulus ataukah tidak. Sedangkan untuk kegiatan sosial, ungkap Sulihtiyono, bisa dilakukan dengan cara me ngumpulkan seragam sekolah layak pakai. Sebelum me nerima hasil unas, setiap sis wa wajib mengumpulkan seragam sekolah layak pakai untuk disumbangkan kepada juniornya yang membutuhkan. “Itu demi mencegah siswa melakukan aksi konvoi dan coratcoret,” jelasnya. Siswa peserta unas dilarang ke ras merayakan kelulusan dengan cara konvoi dan coratcoret seragam. Sebab, konvoi di jalan akan mengganggu ketertiban umum dan membahayakan keselamatan. Siswa

yang ngotot merayakan kelulusan dengan konvoi kendaraan, kata Sulihtiyono, akan berhadapan dengan aparat kepolisian. Kata Sulihtiyono, aparat kepolisian akan menindak tegas siswa yang merayakan kelulusan dengan cara konvoi dan ugalugalan di jalan. “Semua kepala sekolah sudah diinstruksikan agar berkoordinasi dengan polsek setempat sebelum menyampaikan hasil unas,” kata Sulihtoyono. Sementara itu, pengumuman hasil unas SMP/MTs, akan dilakukan 1 Juni 2013 mendatang. “Teknis pelaksanaan pengumuman sama dengan tingkat SMA,” tambahnya. (afi/c1/aif)

Penawaran Tertinggi Rp 33,4 M, Terendah Rp 8,170 M n TIDAK... Sambungan dari Hal 33

Estimasi waktu itu dihitung berdasar kondisi normal, yakni tanpa memperhitungkan gangguan cuaca dan gangguan lain. Waktu lima bulan, ungkap Mujiono, tentu tidak cukup untuk membangun empat unit gedung yang masing-masing berlantai tiga. Kalau hanya membangun satu unit bangunan, maka waktu lima bulan lebih dari cukup. “Karena waktunya tidak memungkinkan, maka kita putuskan proyek itu tidak dilakukan retender,” jelas Mujiono. Lantaran waktu mepet, pihaknya tidak bisa memaksakan diri untuk melaksanakan proyek itu. Sebab, kalau ngotot dilaksanakan, maka akan berisiko cukup tinggi. Salah satu risiko yang berpotensi terjadi adalah proyek terancam mang-

krak. Kalau itu yang ter jadi, pemerintah daerah jelas akan menanggung kerugian yang cukup besar. “Demi menghindari beberapa risiko itu, kita putuskan ditunda tahun depan,” tegasnya. Mujiono mengungkapkan, pada proses tender lalu, ada sekitar 79 rekanan yang mendaftar ke panitia lelang. Dari 79 rekanan yang mendaftar itu, yang memasukkan penawaran hanya sembilan rekanan. Dari sembilan rekanan yang memasukkan penawaran, semua tidak ada yang memenuhi syarat. Penawaran tertinggi Rp 33,4 miliar, sedangkan penawaran terendah Rp 8,170 miliar dari HPS yang ditetapkan sebesar Rp 34,49 miliar. Syarat-syarat yang tidak terpenuhi peserta lelang cukup fatal karena menyangkut teknis pengerjaan. Beberapa syarat yang tidak bisa dipenuhi adalah sertifikat keterampilan ke-

ahlian (SAK), SBU, sertifikasi me najemen mutu atau ISO, personel inti, tenaga ahli, dan tenaga terampil. Selain itu, peserta lelang juga tidak bisa memenuhi syarat kelengkapan peralatan. Dari sekian syarat kelengkapan peralatan, sembilan peserta lelang tidak ada yang bisa memenuhi 100 persen. Selain itu, kata Mujiono, peserta lelang juga ada yang tidak mencantumkan metode pelaksanaan pengerjaan. Jadwal pengerjaan proyek pun tidak ada yang menyertakan. “Padahal, semua dokumen itu men jadi syarat kelengkapan untuk menentukan pemenang tender,” katanya. Bahkan, dari sekian peserta lelang tidak ada yang menyertakan perhitungan kebutuhan bahan pembangunan gedung kantor pemkab tersebut. “Be rapa kebutuhan bahan untuk empat

unit bangunan itu tidak ada yang menyampaikan,” tegas Mujiono. Diberitakan sebelumnya, dua kali lelang proyek pembangunan gedung baru kantor Pemkab Banyuwangi senilai Rp 35 miliar gagal menghasilkan pemenang. Penyebabnya, semua peserta lelang yang memasukkan penawaran tidak ada yang memenuhi syarat. Lantaran tidak ada peserta lelang yang memenuhi syarat, Bupati Abdullah Azwar Anas memerintahkan Dinas PU dan panitia melakukan evaluasi. Selain meminta dievaluasi, Bupati Anas juga memerintahkan dilakukan pengkajian jika proyek itu akan dilakukan lelang ulang. Jika waktunya tidak memungkinkan, Bupati Anas minta Dinas PU dan panitia tidak memaksakan diri menggelar lelang ulang. (afi/c1/aif)

Berharap Bisa Mewakili Kepentingan Warga n DIVA... Sambungan dari Hal 33

Kini Diva maupun Mia tidak sekadar menyanyi di panggung hiburan yang telah membesarkan namanya. Keduanya kini mencoba merambah peruntungan di dunia politik. Dengan pertimbangan yang cukup matang, Diva dan Mia memutuskan menjadi calon anggota legislatif (caleg) dalam Pemilu 2014 mendatang. Entah kebetulan ataukah tidak, Diva dan Mia memilih kendaraan politik yang sama, yakni Partai Demokrat. Diva yang tinggal di Cluring akan bertarung di Daerah Pemilihan (Dapil) III dengan nomor urut tujuh. Mia menjadi caleg di Dapil IV dengan

nomor urut lima. Keduanya pun melakukan sejumlah persiapan demi menghadapi pemilu nanti. Diva Rosa, misalnya. Dia gigih memperjuangkan nama panggungnya sesuai dalam daftar caleg. Untuk memuluskan itu, dia rela melakukan upaya hukum agar tetap menggunakan nama Diva Rosa pada Pemilu 2014 mendatang. “Nama Diva Rosa itu sudah aku pakai sejak masih sekolah. Jadi, setelah putusan pengadilan, aku bisa pakai nama itu di Pemilu 2014 nanti,” bebernya. Baginya, nama Diva Rosa bukan seka dar penanda beken di panggung hiburan. Nama Diva itu juga didasari atas kecintaannya terhadap Mariah Carey dan artis mancanegara lainnya. Kata Rosa di-

ambil dari kesukaannya atas bunga mawar yang dalam bahasa Inggris disebut rose. Lalu, bagaimana dengan nama aslinya, yakni Eni Puji Astutik? Nama itu tetap akan melekat pada dirinya. Nama pemberian orang tuanya itu akan menjadi bagian dari hidupnya. Perjuangan Diva Rosa mempertahankan nama bekennya tidak diikuti Mia. Mahasiswa jurusan bahasa Inggris itu belum berpikir mematenkan nama punggungnya dalam kertas suara. Dia lebih suka menggunakan nama pemberian orang tuanya dalam pemilu mendatang. Lalu, motivasi apa yang membuat keduanya terjun ke dunia politik? Mia dan Diva kompak menjawab ingin membawa perubahan dan melayani kepentingan masyarakat. (c1/aif)

Mengaku Hanya Curi Burung n EDY... Sambungan dari Hal 34

Sementara itu, Kapolsek Wongsorejo, Iptu Edy Purwanto, membenarkan bahwa pihaknya mengamankan seorang yang ditengarai sebagai pelaku curanmor tersebut. “Kami menda pat laporan adanya orang yang ditengarai sebagai pelaku cu ranmor. Petugas langsung me lakukan penjemputan di TKP. Pelaku sempat dipukuli warga,” ujarnya. Kapolsek menegaskan pi-

haknya akan melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah pria yang “diserahkan” warga kepada petugas Polsek Wongsorejo, itu benar-benar pelaku curanmor ataukah bukan. “Pelaku mengaku “hanya” mencari burung lantas menyenggol sepeda motor korban yang sedang diparkir. Tetapi ada kejanggalan. Sebab, korban mengaku sebelumnya kontak sepeda motornya tidak rusak te tapi kenyataannya kontak sepeda motor tersebut tiba-tiba rusak. Karena itu, kami akan

melakukan penyelidikan lebih lanjut. Termasuk memintai ke terangan beberapa saksi,” paparnya. Ditanya modus yang di gunakan pelaku untuk merusak kontak sepeda motor tersebut, Kapolsek Edy belum bisa memastikan. “Modusnya belum dapat kami pastikan apakah dirusak pakai kunci “T” atau tidak. Yang pasti, keadaan kontak sepeda motor korban rusak. Namun kami tidak menemukan kunci “T” di sekitar lokasi kejadian,” pungkasnya. (sgt/c1/aif)

Terjunkan 25 Orang Personel n MARINIR... Sambungan dari Hal 34

“Personel yang kami terjunkan mencapai 25 personel. 15 di antaranya siswa Marinir calon pelatih, sepuluh personel lain adalah pendukung,” paparnya. Dikonfirmasi di tempat yang sama, Camat Kalipuro, Nurhadi mengatakan, karya bakti yang digelar di Kelurahan Gombengsari, tersebut merupakan per wujudan gerakan I Love Banyuwangi. Dikatakan, keterlibatan masyarakat dalam perawatan fasilitas umum sangat diperlukan. “Drainase di daerah sini (Kelurahan Gombengsari

kurang bagus. Karena itu, butuh peran masyarakat untuk menjaga dan memperbaiki drainase tersebut,” kata dia. Menurut Nurhadi, selain diikuti para personel Korps Marinir, karya bakti kali ini juga diikuti 125 personel Kodim 0825 Banyuwangi, sepuluh personel Polsek Kalipuro, 35 mahasiswa Uniba yang tengah mengadakan Kuliah Kerja Nyata (KKN), dan sekitar 2 ribu masyarakat umum. “Beberapa waktu lalu kami sempat curhat kepada Dandim dan menyatakan butuh per sonel untuk melakukan normalisasi drainase di daerah ini. Alhamdulillah curhat itu

ditanggapi dengan baik oleh Dandim dengan menerjunkan personel,” kata dia. Nurhadi menambahkan, nor malisasi drainase di wilayah Kecamatan Kalipuro, khususnya di Kelurahan Gombeng sari, sangat mendesak di lakukan. “Drainase jelek. Padahal, jalan menuju Kelura han Gombengsari sudah di perbaiki dengan hotmix. Eman kalau tidak dijaga. Kalau Drainase jelek, air hujan akan menggenang di badan jalan. Kalau itu terjadi, jalan akan cepat rusak, sehingga ma syarakat yang akan rugi,” pungkasnya. (sgt/c1/aif)

Awalnya Hanya Duduk-duduk n MESUM... Sambungan dari Hal 44

Sebelum berbuat mesum, pasangan yang diduga masih pelajar itu hanya duduk-duduk santai di bawah pohon sambil melihat pemandangan. Namun, lama-kelamaan sang pria merangkul dan menciumi

kekasihnya. Lalu, dia me rebahkan tubuh kekasihnya di rerumputan yang mulai kering itu. “Ini sudah yang beberapa kali saya memergoki pasangan mesum. Jadi, saya memotonya untuk diberikan kepada Pol PP agar dirazia,” imbuhnya. Untuk itu, dirinya berharap agar petugas Satpol PP gen-

car melakukan razia di sejumlah kawasan, termasuk di Jalan Tembus itu. Sebab, kata dia, sudah lama kawasan perbukitan itu dijadikan ajang bermesum ria. “Ini tugas Satpol PP untuk menertibkan. Jika ini dibiarkan, maka perilaku pemuda Situbondo akan semakin tidak terkendali,” pungkasnya. (rri/c1/als)

Diduga Akibat Mesin Pecah n BUS... Sambungan dari Hal 44

Mendengar teriakan Ahyar, puluhan penumpang langsung panik. Mereka meminta bus berhenti. Ketika bus berhenti, puluhan nelayan itu langsung berebut keluar melewati pintu depan. “Pas tanjakan, Mas. Karena terasa berat, giginya saya turunkan. Pada saat itu, suara mesin terdengar kurang enak. Tiba-tiba ada penumpang yang berteriak bahwa bus terbakar,” kata Agus, sopir bus, saat memberikan keterangan kepada polisi. Kata Agus, kebakaran tersebut juga bisa diakibatkan mesin pecah. “Bisa saja mesin pecah, ke mudian mungkin ada oli

yang menetes, sehingga mengakibatkan bus terbakar,” paparnya. Data yang berhasil dikumpulkan, bus yang terbakar itu hanya dipadamkan dengan alat seadanya, seperti menggunakan pasir, ranting pohon, dan air mineral. Setelah semua penumpang selamat dan bus berhasil dipadamkan, puluhan penumpang telantar di pinggir Jalur Pantura karena menunggu bus lain. “Baru pulang dari Pusdiklat Perikanan di Desa Bangsring, Wongsorejo, Banyuwangi. Tu juannya adalah Surabaya. Sebelumnya, tidak ada yang aneh,” kata Agus. Sementara itu, insiden tersebut mengundang perhatian para pengemudi yang melintas di daerah tersebut, sehingga arus lalu lintas menjadi macet. Pe-

tugas yang datang ke lokasi kejadian akhirnya menerapkan sistem buka-tutup jalur demi menghindari kemacetan panjang. Kanit Pos Lantas 905 Polsek Banyuputih, Aiptu Suratman mengatakan, Damri itu terbakar murni merupakan musibah. Mes ki demikian, pihaknya masih melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut. “Beruntung tidak ada korban jiwa. Kejadian ini murni musibah. Penyebab sementara diduga mesin pecah sehingga me ngakibatkan kebakaran. Sementara itu, Damri-nya kami amankan di Polsek Banyuputih guna penyelidikan lebih lanjut,” terang Aiptu Suratman kepada wartawan. (rri/c1/als)


44

Jumat 24 Mei 2013

Polemik Pabrik Nikel, Dewan Panggil Bupati

APA POLEH

REPRO NUR HARIRI/RaBa

TERTANGKAP KAMERA: Sepasang kekasih sedang asyik menuju kawasan perbukitan di Jalan Tembus, Situbondo.

Mesum di Jalan Tembus PANARUKAN - Sepasang muda-mudi yang asyik berpacaran di perbukitan sekitar Jalan Tembus, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, tertangkap kamera sedang bermesum ria kemarin (23/5). Sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara itu berciuman sambil tidur-tiduran di bawah pohon. Salah seorang warga, Prakoso, mengaku kaget dengan perilaku nekat kedua pemuda itu. “Mereka bukan hanya berciuman. Juga ada yang melakukan hubungan badan di tempat terbuka itu,” ujar Prakoso n  Baca Mesum...Hal 43

KEBAKARAN NUR HARIRI/RaBa

TERUS MEMBESAR: Kondisi Auliya, bayi penderita hydrocephalus, di rumahnya di Kelurahan Patokan, Situbondo.

Kepala Auliya Terus Membesar NUR HARIRI/RaBa

MESIN PECAH: Kondisi bus Damri yang mengangkut 36 penumpang setelah mengalami kebakaran di Hutan Baluran kemarin (23/5).

Bus Damri Hangus di Baluran BANYUPUTIH - Sebuah Bus Damri bernopol P 7074 OV yang ditumpangi 35 nelayan asal Kalimantan Selatan terbakar di Hutan Baluran, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, kemarin (23/5). Beruntung, insiden yang terjadi sekitar pukul 11.00 itu tidak memakan korban jiwa. Bus yang dikemudikan Agus Budiono, 36, warga Kecamatan Arjasa, Jember, itu terbakar diduga karena mesin bus bagian belakang pecah. Awalnya, dari bagasi belakang keluar asap berbau karet terbakar. Kemudian, seorang penumpang bernama Ahyar, 28, warga Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan, langsung berteriak. “Kami langsung panik. Apalagi, pintu belakang tidak bisa dibuka,” kata Ahyar n  Baca Bus...Hal 43

SITUBONDO - Satu lagi bayi penderita hydrocephalus atau kelebihan cairan di Kota Santri. Bayi itu bernama Auliya Siti Saro. Bayi yang masih berumur lima bulan itu adalah anak Ibu Selamet, 45, Warga Kelurahan Patokan, Kecamatan Situbondo. Ibu Selamet, orang tua Auliya menceritakan, kepala anaknya mengalami keanehan sejak umur satu bulan. Dikatakan, sebagian kulit kepala anaknya itu terasa empuk dan ukurannya terus membesar. Karena kepalanya terus membesar, pihak keluarga pun khawatir. Kemudian, Auliya dibawa ke RSUD

Abdoer Rahem, Situbondo. Namun, karena fasilitas di RSUD kurang memadai, akhirnya Auliya dirujuk ke Rumah Sakit (RS) dr. Soebandi di Jember. Di Jember, Auliya sempat ditangani seorang dokter spesialis anak. Namun, belakangan bayi yang diduga menderita hydrocephalus itu kurang mendapat perhatian tim dokter rumah sakit. Bahkan, kata Ibu Selamet, sejak hari kedua dirawat hingga dua minggu berada di rumah sakit tersebut, ternyata dokter yang sempat merawat anaknya itu tidak pernah nongol lagi. Para perawat pun tidak

berani melakukan penanganan medis dan lebih banyak yang tidak mempedulikannya. Merasa tidak mendapatkan pelayanan baik, Bu Selamet terpaksa membawa anaknya pulang. “Percuma, Mas. Saya sudah wira-wiri ke Jember untuk mendapatkan pelayanan yang baik demi anak saya ini. Namun, ternyata tidak diperhatikan,” terang Bu Selamet. Kini pihak keluarga hanya pasrah dengan penyakit yang diderita Auliya. Pihaknya berharap ada pihak yang membantu dan memberikan perhatian agar putrinya itu sembuh. (rri/c1/als)

Giliran Enam PSK Kena Garuk SITUBONDO - Setelah menangkap basah pelajar SMP yang berduaan dengan kekasihnya di kamar hotel, giliran enam pekerja seks komersial (PSK) terjaring razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Situbondo kemarin (23/5). Keenam PSK itu diciduk di dua tempat berbeda, yakni di warung remang-remang Kecamatan Suboh, dan eks lokalisasi Bandengan, Kecamatan Panarukan. Dalam razia sekitar pukul 13.00 tersebut, sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara petugas Satpol PP dan para PSK. Namun, keenam PSK itu tidak bisa berkutik karena petugas yang datang cukup banyak. Menurut salah seorang petugas Satpol PP, Basri, razia tersebut dilakukan karena banyak warga yang mengeluh. “Begitu ada laporan, kami langsung menuju lokasi. Razia kali ini berhasil menjaring enam PSK,” terang Basri, salah seorang petugas Satpol PP. Selanjutnya, keenam PSK itu akan didata dan dibina sebelum dipulangkan. Salah seorang PSK bernama Anilisia, 22, warga Desa Kalian-

NUR HARIRI/RaBa

KELAS TERI: Enam PSK yang terjaring razia didata di kantor Satpol PP kemarin (23/5)

get, Kecamatan Banyuglugur, mengaku terpaksa menjual diri. “Saya terpaksa jadi PSK karena suami selingkuh dan

saya menyaksikannya sendiri. Selain itu, mantan suami saya tidak pernah memberi uang belanja,” kata ibu satu anak

itu saat memberi keterangan kepada petugas Satpol PP. Dua dari enam PSK, yakni Erni Ningsih, 28, dan Sumyati, 45, merupakan warga Kabupaten Probolinggo. Keduanya terjaring saat berada di warung remang-remang di sepanjang Jalan Raya Desa/Kecamatan Suboh. Empat PSK lain terjaring saat berada eks lokalisasi Bandengan. Keempat PSK tersebut adalah Suryani, 27, warga Desa Mojudungkul, Kecamatan Suboh; Rusmiyati, 27, warga Wongsorejo, Banyuwangi; Diana, 28, warga Maesan, Bondowoso; dan Anilisia, 22, warga Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur. (rri/c1/als)

SMAN 2 Situbondo Buka Dua Jalur PPDB SITUBONDO - SMAN 2 Situbondo menggunakan dua jalur dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun pelajaran 2013/2014. Yakni, jalur tes akademik dan jalur prestasi akademik/non akademik. Pendaftaran PPDB dilakukan pada 27 hingga 30 Mei 2013 di Aula SMAN 2 Situbondo pukul 08.00-13.00. “Di jalur tes akademik kita menggunakan tiga aspek penilaian. Yang pertama, nilai rata-rata raport SMP/MTs semester 1 sampai semester 5,” ujar Kepala SMAN 2 Situbondo, Endang Wiji Lestari. Kedua, tes kemampuan akademik. Yakni, mewajibkan setiap peserta didik baru mengikuti tes mata ujian umum (matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris), mata ujian IPA (Fisika, Kimia, Biologi) dan mata ujian IPS (Ekonomi, geografi dan sosiologi) “Ketiga, kita menggunakan nilai ujian nasional. Artinya, setiap peserta didik baru melampirkan foto kopi DKHUN (daftar kumulatif hasil ujian nasional) yang dilegalisir kepala sekolah. Sedangkan PPDB di jalur prestasi, peserta didik yang

ISTIMEWA

berprestasi akademik/non akademik minimal juara tiga tingkat kabupaten bebas tes,” imbuh Endang. Dia mengungkapkan, verifikasi nilai tahap awal akan dilakukan 31 Mei hingga 5 Juni 2013. Pengumuman tahap I pada 10 Juni. Sedangkan tes akademik akan dilaksanakan pada 14-15 Juni 2013. “Untuk pengumpulan ijazah sementara/DKHUN, verifikasi nilai dan pengumuman, termasuk daftar ulang, waktunya menyesuaikan,” terang Endang. Perempuan berjilbab itu mengungkapkan, pagu penerimaan siswa baru SMAN 2 Situbondo sebanyak 324 siswa. Endang menegaskan, SMAN 2

BUKTI PRESTASI: Suasana penilaian Adiwiyata Mandiri tingkat nasional di SMAN 2 Situbondo beberapa waktu lalu.

Situbondo benar-benar memberikan apresiasi khusus kepada siswasiswanya yang berprestasi. Bagi siswa kelas X yang ranking 1-6 pararel, serta siswa kelas XI dan kelas XII ranking 1-3 pararel, dibebaskan dari semua biaya (dana komite maupun buku) selama satu semester. Semua siswa yang berprestasi juara 1-3 baik di bidang akademik dan non akademik di tingkat provinsi, juga dibebaskan dari semua biaya selama semester. Demikian juga juara 1-3 tingkat nasional, dibebaskan dari semua biaya pendidikan selama setahun. (pri/adv/als)

SITUBONDO - Rencana pembangunan pabrik nikel di Desa Agel, Kecamatan Jangkar, Situbondo, hingga saat ini masih menjadi pro-kontra di kalangan masyarakat Situbondo. Demi mencari solusi terbaik, pimpinan DPRD bersama komisi terkait memanggil Bupati Dadang Wigiarto pagi kemarin (23/5). Dalam pertemuan yang berlangsung secara tertutup tersebut, Bupati Dadang didampingi Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Syaifullah, Kepala KPPT Didik Sulistiono, dan Kepala Kantor Lingkungan Hidup, Agus Fauzi. Mereka melakukan rapat tertutup dengan Ketua DPRD Zeiniye dan beberapa anggota DPRD lain. “Maaf, tidak boleh masuk karena ini rapat tertutup,” kata Yusup, petugas Satpol PP. Dikonfirmasi usai rapat, Bupati Dadang mengatakan, sampai saat ini rencana pembangunan pabrik nikel itu baru sampai tahap persiapan lahan. “Pabrik nikel itu bisa terealisasi tidak hanya karena mengantongi AMDAL air, tanah, dan udara, tapi juga dampak sosial,” ujar Dadang. Sementara itu, pihak ITS (lembaga akademik yang ditunjuk investor), ungkap Dadang, berjanji akan bekerja secara objektif dan proporsional. ITS juga siap bekerja dengan profesional dan bertanggung jawab secara ilmiah. “Hingga kini kami belum bisa memastikan hasilnya. Apakah investasi itu layak diteruskan ataukah harus mencari tempat lain ataukah diurungkan. Namun, yang pasti kita jangan gelisah dulu karena AMDAL-nya

Hingga kini kami belum bisa memastikan hasilnya. Apakah investasi itu layak diteruskan ataukah harus mencari tempat lain ataukah diurungkan Dadang Wigiarto Bupati Situbondo

masih diproses,” papar Dadang. Menurut Bupati Dadang, tim ITS mengaku bahwa pabrik nikel di Situbondo akan dibangun dua kali lipat lebih besar dibanding pabrik nikel di Tuban. “Diperkirakan, kalau proses pembangunan infrastrukturnya lancar, akan selesai dua tahun. Soal berapa luasnya, sampai saat ini saya belum menerima dokumen resminya,” tegas Bupati Dadang. Di sisi lain, Ketua DPRD Zeiniye mengatakan, pihak investor menunjuk ITS dalam menyampaikan langkah-langkah dan rencana pembangunan pabrik nikel itu. “Saat ini persepsi kami terkait tanah, kajian AMDAL, sosialisasi kepada masyarakat, dan pembangunan infrastruktur, masih sama,” kata Zeiniye. Di samping itu, adanya investasi nikel tersebut akan berdampak bagus terhadap PAD dan pengurangan pengangguran. Dirinya siap memberi dukungan atas berdirinya pabrik nikel itu. Pabrik nikel tersebut diharapkan menjadi embrio investasi lain di Situbondo. (rri/c1/als)


Radar Banyuwangi 24 Mei 2013