Page 1

RABU 24 JULI

25

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2013

Kubur Bayi di Kandang Sapi Diduga Dihamili Tetangga, Suami Lama di Malaysia WONGSOREJO - Diduga meninggal dengan cara tidak wajar, kuburan bayi di pemakaman keluarga Dusun Krajan, Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, dibongkar aparat Polsek Wongsorejo pagi kemarin (23/7). Polisi menetapkan ibu bayi tersebut, Karsini, 40, sebagai tersangka. Saat diangkat dari kuburan, bayi yang diduga sudah meninggal sejak Rabu (17/7) lalu itu, kondisinya sudah mulai membusuk. Jenazah bayi tersebut, oleh polisi dikirim ke RSUD Blambangan untuk diotopsi. “Pada bayi itu tidak terlihat ada tanda-tanda kekerasan karena sudah mulai membusuk,” cetus Kapolsek Wongsorejo Iptu Edy Purwanto. Terbongkarnya kasus bayi yang meninggal tidak wajar itu setelah polisi mendapat laporan warga n  Baca Kubur...Hal 35

Dugaan Aborsi di Desa Bengkak 1

3

Karena mengalami pendarahan, Karsini minta tolong iparnya, Astuti untuk periksa ke bidan desa.

Karsini ditinggal suaminya bekerja di Malaysia hampir dua tahun terakhir.

2

Karena jarang keluar rumah, pihak keluarga tak tahu kalau Karsini hamil, hingga akhirnya melahirkan di rumah.

Setelah memeriksa, bidan langsung menyatakan Karsini baru saja melahirkan. Meski sempat mengelak, akhirnya Karsini mengakui dirinya baru melahirkan dan posisi bayi dikubur di dekat kandang sapi. 4

FOTO-GRAFIS: GALIH COKRO-ZAKARIA//RaBa

LOKASI KEJADIAN: Kondisi rumah Karsini di Dusun Krajan, Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, kemarin (atas). Petugas memeriksa kesehatan Karsini di Puskesmas Bajulmati kemarin (kanan).

Korban Dilindas Truk Bertambah

ROGOJAMPI - Korban kecelakaan dilindas dump truk di Sasak Bomo, Kecamatan Rogojampi, bertambah. Samini yang sebelumnya kritis dan dirawat intensif di Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Mangir akhirnya meninggal dunia Senin lalu (22/7). Perempuan berusia 47 tahun asal Dusun Bulusari, Desa Jajag, Kecamatan

Gambiran, itu mengembuskan napas terakhir setelah dirawat selama dua jam di rumah sakit tersebut. Akhirnya, dia menyusul anak kandungnya, Arliyani, 20, yang meninggal dunia di lokasi kejadian. Dengan begitu, kecelakaan di jalan raya perbatasan Rogojampi-Srono itu merenggut tiga nyawa. Selain ibu-anak Samini dan Arliyani, korban lain yang juga meninggal

HARI ANAK

dunia adalah Sri Wulandari, 15, siswi SMAN I Srono. “Tak lama setelah dirawat, ibunya juga meninggal dunia,” kata Agus Baidlawi, petugas RSNU Mangir, kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (23/7). Sementara itu, kejadian tersebut meninggalkan duka mendalam bagi Sumiati, adik kandung Samini n  Baca Korban...Hal 35

Sidak Mamin, Dapat Hair Tonic BANYUWANGI - Petugas lintas instansi menggelar inspeksi men dadak (sidak) makanan dan minuman (mamin) kedaluwarsa di sejumlah toko dan su permarket di Banyuwangi kemarin (23/7). Tidak hanya itu, beragam jenis produk lain juga tidak luput dari pemantauan petugas gabungan yang berasal dari unsur Dinas Per industrian, Perdagangan, dan Pertambangan (Dis perindagtam); Dinas Kesehatan (Dinkes); Polres; Satuan polisi Pamong Praja (Satpol PP); Bagian Perekonomian; dan Bagian Hukum Pemkab Banyuwangi tersebut.

SIGIT HARIYADI/RaBa

CERIA:Sejumlah anak bermain bersama di lapangan Taman Blambangan, Banyuwangi, kemarin.

Main Bareng Anjal dan Arek Logam BANYUWANGI - Puluhan anak yang memiliki latar belakang berbeda membaur di kawasan Taman Blambangan, Banyuwangi, sore kemarin (23/7). Berbagai kegiatan positif, mulai bermain game yang bertujuan melatih kekompakan, belajar di mobil perpustakaan keliling, hingga pembagian takjil gratis, mereka lakukan bersama n  Baca Main...Hal 35

ADA APA LAGI

Kabar baiknya, dalam razia kali ini petugas tidak menemukan satu pun mamin kedaluwarsa. Namun demikian, kon sumen diharapkan tetap me waspadai produk-produk yang sudah melampaui masa edar. Pasalnya, dalam sidak kali ini petugas menemukan produk hair tonic kedaluwarsa dipajang di rak toko Arjuna, Jalan PB. Sudirman, Banyuwangi. Di tempat yang sama, petugas juga menemukan produk susu kental manis yang kemasannya penyok. Melihat hal itu, petugas langsung menyita hair tonic dan susu kental manis tersebut n  Baca Sidak...Hal 35

AGUS BAIHAQI/RaBa

PANAS: Api melahap gudang penyimpan genset dan mesin penyedot milik PTPN Pasewaran di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Senin malam lalu (22/7).

Gudang Penyimpan Mesin Terbakar Kerugian Sekitar Rp 100 Juta WONGSOREJO - Dua gudang milik PTPN XII Pasewaran, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, ludes terbakar Senin malam kemarin (22/7). Mesin genset dan mesin penyedot air di dalam gudang itu ludes terbakar bersama bangunan gudang di tengah ladang sorgum tersebut. Hingga berita ini ditulis tadi malam (23/7), belum diketahui penyebab api yang telah

membakar habis kedua gudang tersebut. Yang jelas, kebakaran tersebut diperkirakan menimbulkan kerugian material sekitar Rp 100 juta. “Gudang itu milik perkebunan (PTPN XII). Kerugian akibat kebakaran itu katanya Rp 100 juta,” cetus Kapolsek Wongsorejo Iptu Edy Purwanto. Kebakaran gudang milik PTPN XII Pasewaran itu terjadi sekitar pukul 19.00. Saat api membakar gudang, tidak ada orang yang mengetahui n  Baca Gudang...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

SEMUA AMAN: Petugas gabungan mengecek produk mamin di Giant Banyuwangi kemarin.

AGUS BAIHAQI/RaBa

VONIS: Agnes mendengar pembacaan putusan majelis hakim PN Banyuwangi kemarin.

Tak Makan Uangnya, Dihukum 6 Bulan BANYUWANGI - Meski tidak ikut menikmati uang hasil penipuan konsumen, Agnes Dwi Agustin, 24, tetap dinyatakan bersalah n  Baca Tak Makan...Hal 35

Meninggalnya Ibu-Anak dalam Kecelakaan di Jembatan Bomo

Berharap Sopir Truk Baca Koran, lalu Sadar Kecelakaan maut yang terjadi di tikungan Sasak Bomo, Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Dua di antara tiga korban meninggal dunia itu merupakan ibu dan anak, yaitu Samini dan Arliyani. ABDUL AZIZ, Gambiran RASA duka atas meninggalnya dua perempuan yang notabene ibu dan anak tersebut bukan hanya dirasakan para keluarga korban. Para tetangga juga merasakan kesedihan mendalam. Setidaknya hal itu terlihat sekitar

http://www.radarbanyuwangi.co.id

pukul 09.00 pagi kemarin (23/7). Pagi itu, Jawa Pos Radar Banyuwangi berkunjung ke rumah duka di Dusun Bulusari, Desa Jajag, Ke camatan Gambiran. Beberapa tetangga yang kami temui ternyata agak keberatan jika kami langsung menemui keluarga korban di rumah duka. Sebab, meski jenazah kedua korban sudah dimakamkan Senin sore (22/07) di pemakaman umum desa setempat, tapi duka masih sangat dirasakan keluarga besar korban. Bahkan, tiga saudara kandung Samini yang semua perempuan masih sangat shock atas kejadian tersebut. Mereka seakan tak percaya atas kejadian yang menimpa keluarganya itu. Satu-satunya keluarga yang masih bisa diajak bicara meski dalam suasana duka adalah adik kandung

Sidak mamin, dapat hair tonic kedaluwarsa Meski belum kedaluwarsa, kalau diminum dijamin kelengar

Tak makan uangnya, karyawati diler divonis 6 bulan Tak makan uangnya, tapi makan getahnya DOK. KELUARGA

KENANGAN: Samini dan Arliyani (tengah) saat ultah ke-47 diapit anak pertamanya, Andi Susanto (kanan), dan Sukaji (kiri), serta seorang cucu.

Samini yang bernama Sumiati, 43. Itu pun Sumiati hanya mau ditemui di rumahnya sendiri alias tidak berkenan ditemui di rumah duka.

Rumah Sumiati memang tak jauh dari tempat tinggal Samini, yaitu sekitar 200 meter arah utara n  Baca Berharap...Hal 35

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


26

Rabu 24 Juli 2013

HEARING

Razia Teroris, Dapat Sajam SIGIT HARIYADI/RaBa

HEARING: Perwakilan warga Desa Sidorejo, Kecamatan Purwoharjo, berada di ruang rapat khusus kantor DPRD Banyuwangi kemarin.

Berpeluang Daftar Ulang Cakades BANYUWANGI - Polemik terkait proses pendaftaran calon kepala desa (cakades) Sidorejo, Kecamatan Purwoharjo, tampaknya mulai menemukan titik terang. Melalui rapat dengar pendapat (hearing) yang dilakukan di kantor DPRD Banyuwangi kemarin (23/7), sinyal panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sidorejo akan membuka pendaftaran kembali bagi para calon yang akan bertarung dalam pesta demokrasi tingkat desa mulai menyeruak ke permukaan. Selain pihak panitia Pilkades Sidorejo, sejumlah stake holder juga hadir dalam hearing yang dipimpin Wakil Ketua Komisi I, Khusnan Abadi, tersebut. Salah satu yang hadir adalah warga yang mendukung pencalonan Heri Sudarianto, cakades yang pendaftarannya ditolak lantaran sudah melampaui tenggat masa pendaftaran. Camat Purwoharjo, Zen Kostolani; kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM-PD), Peni Handayani; dan Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Pemkab, Anacleto Da Silva, juga hadir dalam hearing kemarin. Salah satu Panitia Pilkades Sidorejo, Ahmad Hudairi mengatakan, berdasar rapat yang telah tiga kali dilakukan, panitia berpegang teguh menolak pendaftaran Heri. Namun demikian, panitia akan mempertimbangkan pencoretan salah satu cakades yang lain, yakni Eko Supanto. Alasannya, walaupun sudah mendaftar sebelum masa pendaftaran ditutup pukul 14.00 Sabtu (6/7) lalu, tapi Panto—panggilan karib Eko Supanto—tidak berhasil menyelesaikan administrasi yang diwajibkan. Hal senada juga dilontarkan Ketua Panitia Pilkades Sidorejo, Boijan. Dikatakan, pihaknya bisa menolak pencalonan Heri dan Panto asalkan ada surat rekomendasi dari Pemkab Banyuwangi. “Rekomendasi dari pemerintah untuk menolak dua cakades tersebut (Heri dan Panto) dapat kami gunakan sebagai alasan yang akan disampaikan kepada masyarakat agar kondisi tetap kondusif,” ujarnya. Dijelaskan, selain Heri dan Panto, ada satu bakal calon kepala desa (bacakades) Sidorejo yang telah mendaftar kepada panitia. Dia adalah Winarti. Berbeda dengan dua pendaftar lain yang kini terbentur masalah pendaftaran, Winarti bisa melenggang mulus lantaran dirinya sudah memenuhi seluruh persyaratan administrasi jauh sebelum masa pendaftaran ditutup. “Jika calon yang tersisa tinggal satu orang, maka kami akan membuka pendaftaran lagi,” paparnya. Di lain pihak, Kabag Pemerintahan Anacleto Da Silva mengatakan, jika panitia meminta rekomendasi Pemkab Banyuwangi untuk menolak pencalonan dua cakades tersebut, maka hendaknya pihak panitia dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat segera mengirim surat permintaan rekomendasi kepada bupati. “Jika ada rekomendasi, maka keputusan bupati bersifat final, kecuali jika terjadi pelanggaran berat,” cetusnya n  Baca Berpeluang...Hal 35

SITUBONDO - Tertembaknya teroris di Tulungagung beberapa waktu lalu menyebabkan jajaran Polres Situbondo gencar melakukan razia. Tujuannya, mengantisipasi dan mempersempit ruang gerak terorisme. Dalam razia yang dilakukan petugas gabungan Senin malam (22/7) tersebut, semua jenis kendaraan baik roda dua dan roda empat diperiksa. Namun, dalam razia tersebut tidak ditemukan teroris. “Operasi yang dilakukan malam ini dalam rangka menanggulangi indikasi teroris terkait tertangkapnya atau tertembaknya teroris di Tulungagung,” terang Wakapolres Situbondo, Kompol Beny Elfyansyah. Meski begitu, razia yang berlangsung sejak pukul 21.00 hingga tengah malam tersebut tidak sia-sia. Sebab, petugas berhasil mengamankan tiga pengendara motor yang kedapatan membawa senjata tajam (sajam). Mereka ditangkap saat melintas di jalan raya Desa Kotakan. Begitu tiga pengendara motor tersebut ditemukan melanggar, mereka langsung digelandang ke Mapolres Situbondo untuk diperiksa lebih lanjut. Apa pun alasannya membawa sajam tidak bisa dibenarkan. Apalagi, ketiga tersangka tidak mengantongi izin resmi terkait senjata tajam yang dibawa. “Intinya, sasaran utama kita adalah teroris. Namun, apabila ada orang yang melanggar hukum, tetap kita proses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Kompol Beny.

NUR HARIRI/RaBa

CLURIT: Petugas saat mengamankan sajam yang dibawa pengendara di jalan Desa Kotakan malam kemarin (22/7).

Data yang berhasil dikumpulkan, selain mengamankan tiga orang yang kedapatan membawa sajam, polisi juga menindak tegas pengendara yang tidak

membawa surat-surat kendaraan. Tidak hanya itu, petugas gabungan yang menurunkan puluhan personel kepolisian tersebut juga memeriksa ba-

rang-barang bawaan para pengendara. Itu dilakukan dengan tujuan mengantisipasi adanya barang haram, seperti narkoba dan sebagainya. (rri/c1/als)

Maling Pecah Kaca Caleg Demokrat Santuni 250 Anak Yatim Mobil Guru SMA BANYUWANGI - Aksi pencurian dengan modus pecah kaca mobil tampaknya semakin merajalela di Bumi Blambangan. Kaca pintu depan bagian kiri Isuzu Panther milik Machdum yang sedang diparkir di tepi Jalan Agus Salim, Banyuwangi, dipecah maling pada Senin (22/7). Dalam pencurian itu, tas warna hitam milik korban yang tinggal di Desa Blimbingsari, Kecamatan Rogojampi, itu dibawa kabur pelaku yang diduga berjumlah lebih dari satu orang. “Kaca depan dipecah orang, dan tas di jok depan diambil,” terang Machdum. Tas warna hitam yang diambil maling itu, jelas dia, berisi berkas dan surat-surat penting. Dalam tas itu, jelas dia, tidak ada uang sama sekali. “Insya

Allah uangnya tidak ada dalam tas itu,” kata salah satu guru SMAN 1 Rogojampi tersebut. Kaca mobil itu, jelas dia, dipecah kawanan maling diperkirakan pada pukul 13.00. Saat kejadian, dirinya sedang menemui adiknya yang tinggal di perumahan di Jalan Agus Salim. “Mobil saya parkir di sisi utara menghadap ke utara,” ujarnya. Menurut Machdum, lokasi yang dijadikan tempat parkir mobilnya sebenarnya cukup ramai. Malahan, tidak jauh dari lokasi mobilnya parkir itu ada toko komputer yang buka dan ramai. “Katanya tidak ada yang mendengar saat maling memecah kaca mobil,” cetusnya. Warga di sekitar lokasi kejadian, juga tidak ada yang mengetahui saat terjadi aksi pecah kaca mobil itu .(abi/c1/bay)

MUNCAR - Perhatian Sri Utami Faktuningsih, Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Banyuwangi dari Partai Demokrat, terhadap masyarakat yang kurang mampu tidak terbantahkan dan terus berlanjut. Kali ini, kepedulian istri Wahyu Widodo, Bos Raja Sengon Muncar itu diaplikasikan dengan memberikan santunan kepada ratusan anak yatim piatu dan kaum duafa. Acara yang dirangkai dengan menggelar pengajian sekaligus pagelaran campursari tersebut dipusatkan di Terminal Muncar, Sabtu malam (20/7) lalu. Acara yang dihadiri Cak Dikin, dan artis campursari nasional dari Solo, Wiwid Wijayati, itu berlangsung meriah dan spektakuler. Selain itu, caleg nomor urut 4 dapil III wilayah Srono, Muncar, Tegaldlimo dan Cluring, itu juga menghadirkan H. Achmad Wahyudi sebagai penceramah agama. Pengurus REI Banyuwangi itu total memberikan santunan terhadap 125 anak yatim piatu dan 125 kaum duafa. Caleg yang fenomenal tersebut menyampaikan bahwa acara

ALI NURFATONI/RaBa

PEDULI: Sri Utami Faktuningsih bersama Wahyu Widodo memberikan santunan kepada anak yatim dalam acara pengajian di terminal Muncar, Sabtu malam (20/7) lalu. tersebut dalam rangka Safari Ramadan. Untuk berbagi terhadap sesama, dia juga memberikan santunan terhadap ratusan anak yatim piatu dan kaum fakir miskin. ’’Semoga bantuan ini bermanfaat,’’ ungkapnya. Dia berjanji akan terus memberikan perhatian lebih kepada masyarakat. Sebab, hal tersebut sudah menjadi cita-cita yang akan terus diwujudkan. ’’Mohon doa restu dan dukungannya kepada masyarakat luas. Saya maju berkat

aspirasi dari masyarakat,’’ paparnya. Kegiatan tersebut dihadiri para tokoh dan Muspika Kecamatan Muncar. Animo masyarakat yang hadir juga cukup besar. Betapa tidak, ribuan warga tumplek blek di lokasi acara yang diprakarsasi caleg perempuan tersebut. Pada kesempatan itu, caleg asal Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, itu siap menyambut kedatangan presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Banyuwangi pada tanggal 29 Juli 2013 ini. (ton/adv/als)

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho. Desain Iklan: Mohammad PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/ mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Rabu 24 Juli 2013

PENCURIAN

Lokalisasi Pulau Merah Ditutup Pakem, Padang Bulan, dan LCM Menyusul

ALI NURFATONI/RaBa

BERTATO: Ermanto Besi di Mapolsek Muncar setelah ditangkap kemarin.

Penadah Besi Sumberyala Dibekuk

PESANGGARAN - Satu lagi aktivitas lokalisasi di Banyuwangi resmi berakhir. Kali ini giliran tempat prostitusi Pulau Merah di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, yang ditutup Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banyuwangi kemarin. Tidak ada perlawanan dalam penertiban tersebut. Bahkan, tidak ada satu pun warga yang berada di lokalisasi yang memiliki tujuh wisma tersebut. Praktis, saat petugas penegak perda didampingi Muspika Pesanggaran datang, lokalisasi tersebut sepi. Selain sepi, semua pintu wisma milik warga setempat itu juga terkunci dari luar. Diperoleh keterangan, semua mucikari tengah bekerja. Sehing-

ga, tanpa kesulitan petugas penegak perda langsung memasang plang penutupan di lokalisasi yang berada di kawasan pesisir itu. Penghentian bisnis esek-esek tersebut merupakan yang kali kesekian. Dalam catatan koran ini, Satpol PP sudah menutup sekitar sembilan lokalisasi. Kini lokalisasi di Bumi Blambangan yang belum ditutup hanya tiga. Tiga lokalisasi yang belum ditutup itu adalah LCM Ketapang, Kecamatan Kalipuro; Lokalisasi Pakem, Kecamatan Banyuwangi, dan Lokalisasi Padang Bulan, Desa Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh. Selama puasa ini, tiga lokalisasi itu tutup sementara. Kasi Penyidikan dan penindakan Satpol PP Banyuwangi, Ripai mengungkapkan, penutupan lokalisasi tersebut merupakan langkah final. ‘’Lokalisasi ini kita tertibkan dengan cara ditutup seperti lokalisasi lain,” tegas Ripai kepada Jawa Pos Radar

DIHENTIKAN: Petugas Satpol PP Banyuwangi memasang plang penutupan lokalisasi Pulau Merah di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, kemarin. ALI NURFATONI/RaBa

Banyuwangi. Penutupan lokalisasi tersebut merupakan hasil kerja sama dengan semua pihak. Warga dan muspika mendukung penuh tindakan petugas tersebut. ‘’Kita

berkoordinasi terus, dan akhirnya bisa ditutup,” paparnya. Disinggung mengenai tiga lokalisasi lain yang masih beroperasi, Ripai menjelaskan, pihaknya masih menjalin komunikasi dan

koordinasi dengan muspika kecamatan, warga, dan mucikari. ‘’Kita upayakan semaksimal mungkin agar semua lokalisasi ditutup. Tinggal tiga yang belum tutup,” pungkasnya. (ton/c1/aif)

MUNCAR - Polisi terus mengembangkan sindikat pencurian besi milik PT Sumberyala, Muncar. Sebelumnya, polisi menangkap tiga eksekutor. Kali ini penadahnya yang dibekuk. Dia adalah Ermanto, 36, warga Dusun Kaligoro, Desa Sukomaju, Kecamatan Srono. Pria bertato itu ditangkap karena diduga kuat terlibat aksi kejahatan yang terjadi pada Mei 2012 lalu. Karena itu, pedagang rongsokan tersebut terpaksa harus menginap di sel Mapolsek Muncar kemarin. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Banyuwangi, Ermanto ditangkap di rumahnya Senin siang lalu (22/7). Tidak ada perlawanan dalam upaya mencokok tersangka. Ermanto hanya pasrah saat digelandang polisi ke Mapolsek Muncar. Kapolsek Muncar, Kompol Ary Murtini, melalui Kasi Humas Aiptu Putu Ardhana menjelaskan, tersangka membeli barang hasil curian kepada Kastubi dkk. Pada saat itu, semua besi tersebut sudah berbentuk potongan. ‘’Total yang dibeli 25 potong,” katanya. Bobot besi tersebut 5 kuintal. Anehnya, potongan besi tersebut dibeli dengan harga jauh di bawah harga standar. Per kilogram hanya dibeli seharga Rp 2.000. ‘’Tersangka kita tangkap berdasar hasil pengembangan,” terangnya. Demi menguatkan kasus tersebut, polisi juga menyita barang bukti. Barang bukti yang disita adalah sebuah timbangan besar. ‘’Timbangan itu digunakan menimbang besi hasil curian,” kata Putu. Sementara itu, polisi masih memburu tiga pelaku yang belum tertangkap. Tiga pelaku yang sudah ditetapkan sebagai DPO berinisial HA, WS, dan MM. (ton/c1/aif)

Dulu, Diabetes Dianggap Penyakit yang Menjijikkan Konon, istilah diabetes untuk pnyakit kencing manis diciptakan Aretaeus dari Kapadokia, yang berasal dari kata Yunani diabaínein, yang berarti berjalan atau berdiri dengan kaki terbelah. Dari sinilah konon asal mula penggunaan diabetes sebagai nama untuk penyakit yang melibatkan pembuangan urine berlebihan. Kata diabetes pertama yang tercatat dalam bahasa Inggris dalam bentuk diabete, dalam sebuah teks medis ditulis sekitar tahun 1425. Di tahun 1675, Thomas Willis menambahkan kata mellitus, dari bahasa Latin yang berarti madu, sebuah referensi untuk rasa manis dari urine. Rasa manis ini diketahui setelah melihat urine orang Yunani kuno, Cina, Mesir, India, dan Persia yang disukai semut. Pada tahun 1776, Matius Dobson menegaskan bahwa ra sa m a n i s itu disebabkan oleh kelebi han gula dalam urine dan darah penderita dia betes. Penyakit diabetes mellitus telah menjadi semacam hukuman mati di zaman kuno. Hippocrates memilih untuk tidak menyebutkan penyakit itu, yang mungkin menunjukkan bahwa ia merasa penyakit itu tak dapat disembuhkan. Aretaeus tidak berusaha untuk mengobatinya, namun tidak bisa memberikan prognosis yang baik. Ia hanya berkomentar bahwa hidup (dengan diabetes) pendek, dan menjijikkan. Mereka yang punya riwayat keturunan menderita diabetes (diabetisi) berpotensi mewarisi penyakit ini. Dan umumnya gejalanya baru terdeteksi di atas usia 40. Tapi, bukan berarti mereka yang tak memiliki riwayat keturunan takkan terkena penyakit ini. Dan bukan berarti pula orang muda tak akan terkena penyakit ini. Selain faktor genetik, yang jadi penyebab penyakit ini adalah: perubahan gaya hidup, kebiasaan makan yang buruk, perubahan komposisi tubuh, penyakit penyerta, usia lanjut, dan

pemakaian obat-obatan yang dilakukan secara rutin. Lalu, bagaimana cara mengatasi gejala dan penyakit ini? Salah satu cara yang tepat dengan mengonsumsi senyawa xanthone yang terkandung dalam kulit buah manggis. Dan, mengapa dengan xanthone gejala diabetes bisa ditekan? Berdasarkan hasil tes yang dilakukan seorang dokter dan praktisi kesehatan di Jakarta terhadap tujuh pasien penderita kencing manis selama sepuluh hari mengnsumsi esktrak kulit buah manggis, terbukti bahwa esktrak ini mampu menurunkan gula darah tujuh orang pasien dari 205,0 menjadi 119,86 mg/dl. Tapi, tapi penurunan itu bervariasi di antara semua pasien itu. Bervariasinya penurunan kadar gula itu disebabkan oleh berbedanya respons sistem metabolisme tubuh tiaptiap pasien terhadap ekstrak kulit buah manggis yang diberikan. Bila ingin tahu lebih banyak tentang khasiat mangg i s, A n d a bisa membacanya di buku berjudul K u l i t Manggis Berkhasiat Tinggi, yang te r s e d ia d i Toko Buku Gramedia se-Indonesia. Tapi, apakah untuk mendapatkan xanthone itu kita perlu mengimpornya? Tidak. Sekarang, teknologinya sudah ada di Indonesia. Dan produk itu sudah beredar di apotek dan toko-toko obat terkemuka di kota Anda, dalam bentuk kapsul. Namanya Garcia, bukan xanthone. Xanthone adalah nama zat yang dikandungnya. Bila ingin tahu lebih banyak tentang ekstrak kulit manggis pertama di Indonesia itu, Anda bisa menghubungi telepon bebas pulsa di 08001401430, email info@manggisgarcia.com, atau website www.manggisgarcia.com. .Produk ini bisa didapatkan di Apotek dan toko obat terkemuka di kota anda atau segera Banyuwangi : 0333-7703239 & 081336445358.


28

Rabu 24 Juli 2013

Perkuat Pendidikan Karakter Imsyak 04.07

Subuh 04.17

Duhur 11.30

Ashar 14.52

Maghrib 17.23

Isyak 18.35

SUMBER: BADAN HISAB RUKYAT (BHR) BANYUWANGI

AGENDA KOTA

ARB Buka Puasa di Pendapa BUPATI Abdullah Azwar Anas direncanakan buka bersama ketua umum DPP Partai Golkar Abu Rizal Bakrie (ARB) pada Rabu (24/7) sore ini di Pandapa Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi. Acara buka bersama ini juga dihadiri tokoh agama dan masyarakat. (*)

HIKMAH

Harga Senyuman Harus Tetap Murah SELAMA Ramadan ini, harga-harga kebutuhan pokok boleh melambung. Namun kita tidak boleh sedih. Apalagi menyuramkan muka yang berujung pada stres. Tetap optimistis menatap masa depan. Semua boleh mahal, tapi tidak dengan senyum kita. Senyuman itu harus tetap murah! Mengapa? Bersumber dari sebuah media online, ternyata senyum OLEH: merupakan salah satu cara yang paling mudah untuk Al-Ihsan mengurangi stres dan menambah pertemanan. Ternyata juga dibutuhkan lebih sedikit otot wajah untuk membuat seorang tersenyum dibandingkan cemburut n Baca Harga...Hal 35

ANDA punya tulisan terkait Ramadan? Jangan biarkan mengendap di komputer Anda. Kirim ke radarbwi@gmail. com. Jangan lupa sertakan pas foto. Tulisan yang dimuat akan mendapat souvenir berupa Alquran terjemah dari Yayasan Dana Sosial al-Falah (YDSF) Banyuwangi. Bagi penulis yang artikelnya sudah dimuat, silakan ambil souvenir di kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi, Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi (tiap jam kerja). Jangan lupa membawa identitas diri dan bukti koran.

BANYUWANGI

SITUBONDO

Siswa SMPN 2 Banyuwangi MOPDB di Baiturrahman BANYUWANGI - Sebagai sekolah yang mementingkan pendidikan karakter, SMPN 2 Banyuwangi begitu getol dalam membina para siswanya. Lihat saja, saat mereka baru diterima di SMPN 2 Banyuwangi, siswa baru sudah merasakan Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPDB) yang dikemas khusus oleh dewan guru SMPN 2 Banyuwangi. Sementara siswa kelas 8 dan 9 dibimbing dengan kerohanian. Kepala Sekolah SMPN 2 Banyuwangi, Supriyadi MPd mengatakan, khusus kelas 7 MOPDB mengambil tema membumikan school culture disekolah dengan 5S (salam, sapa, senyum, sopan, santun) yang dilaksanakan selama tiga hari, yaitu tanggal 15-17 Juli 2013. “Makna MOPDB dengan 5S ini agar para siswa dalam

TOHA/RaBa

PEMBINAAN: Habib Taufiq saat memberikan siraman rohani kepada siswa-siswi kelas 8 dan 9 di Masjid Agung Baiturrahman (MAB) beberapa waktu lalu.

berinteraksi dengan teman, guru, dan orang lain bisa melakukannya dengan baik,” kata Supriyadi. Hal senada juga dikatakan oleh Ketua MOPDB, Winarno, SPd. Menurutnya,

tidak berbeda jauh dengan siswa kelas 7 dan 9, di mana selama bulan Ramadan ini siswa kelas 8 dan 9 juga menjalani MOPDB selama dua hari dengan tema back to mosque yang digelar di Masjid

Agung Baiturrahman Banyuwangi (MAB). Tema ini dimaksudkan untuk mengembalikan kebiasaan/budaya para siswa agar lebih sennag pergi ke musala/masjid ketimbang di mall atau bermain game. “Usai kegiatan tersebut, para siswa akan menjalni Pesantren kilat (sanlat) yang dilaksanakan mulai hari Senin-Kamis mendatang,” terangnya. Pembina Kerohanian SMPN 2 Banyuwangi, Acmad Zaenul, SAg menambahkan, serangkaian kegiatan pembinaan agama ini adalah sebagai wujud kepedulian sekolah terhadap siswa agar memiliki karakter yang baik sehingga diharapkan kepribadiannya dapat terbentuk dengan baik. “Alhamdulillah dengan pembinaan karakter seperti ini, SMPN 2 Banyuwangi dipercaya mewakili Banyuwangi dalam ajang lomba sekolah berkarakter pada bulan September mendatang,” pungkasnya. (adv/als)

Teladani Kebiasaan Khatam Alquran TEGALSARI - Ribuan pengunjung dari berbagai kecamatan di Banyuwangi menghadiri haul ke-I pendiri dan pengasuh pertama Pondok Pesantren Mabadi’ul Ihsan, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, kemarin sore (23/7). Selain dihadiri ribuan pengunjung, acara yang dipusatkan di jalaman Masjid Jamik Mabadi’ul Ihsan, itu juga dihadiri para kiai pengasuh pesantren se Banyuwangi. Seperti Pengasuh Pesantren Darussalam Blokagung, KH. Ahmad Hisyam Syafaat, dan KH. Hasyim Syafaat; Pengasuh Pesantren Kanzul Makarim, Glenmore, KH. Ishomudin Dimyati; Pengasuh Pesantren Kebunrejo, Genteng, KH. Muwafiq Amir; serta masih banyak lagi kiai besar Banyuwangi. Selain itu tampak juga Ketua Tanfidziah PCNU Banyuwangi KH. Masykur Ali, yang mendapat kehormatan memberikan kata sambutan para undangan. Tampak juga jajaran PCNU dan Majelis Wakil Cabang NU, Pimpinan Cabang Pemuda dan Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor, PC. Muslimat dan Fatayat NU.

BANYUWANGI

ABDUL AZIZ/RaBa

MEMBELUDAK: Ribuan pengunjung saat menghadiri acara haul ke-I KH. Achmad Musayyidi, kemarin sore (23/7).

Sedang dari jajaran forum pimpinan daerah (Forpimda) Banyuwangi tampak Bupati Banyuwangi sekaligus tuan rumah H. Abdullah Azwar Anas, Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko, Kapolres

BANYUWANGI

AKBP. Nanang Masbudi, Kajari Syaiful Anwar, Dandim Letkol Kav Muslimin Fahsyah, Danlanal Letkol Laut (P) Edi Susanto, serta Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Mohammad Ruliyono.

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Toyota Yaris ‘06 •

• Grand Livina ‘07 •

Dijual Toyota Yaris 2006 merah matix STNK panjang, barang istimewa, full variasi 135 juta bisa nego, plat Banyuwangi. Hub: Bpk. Agus 082141496296 - 08124946056.

Dijual Nissan Grand Livina XV 1.8MT tahun 2007 hitam, harga 143,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

• 5 Kapling Tanah •

• Jl. Semeru •

• STNK •

• Prima Mobil •

• Colt Diesel FE ‘08 •

Djl tnh Jl. Semeru, L 445 M2, fll bngunan, cck utk usaha kantor&siap huni. 08124921333

Hlg STNK P 2402 ZF, an. Husnul Umaroh, Krajan 01/07 Watukebo, Wongsorejo

Jual C Diesel FE 71 th 2008, Taft 93 full audio ban 33. L300 th 2010. H. 08123353223

• Tanah 2 Kapling •

• Jl. Argopuro •

Dijual 2 tanah Kapling msg2 uk: 10x20 M2, Lokasi Kebalenan, SHM Harga : 75 Juta Hun: 082141060580/083847407631

Jual tnh SHM 10x20, 955 m2, 1150 m2 @750 rb/ m2Jl.Argopuro15BdktRoyalStbH.082333008871

Hlg STNK P 2470 XC, an. Sulemi, Resomulyo 01/02 Gentengwetan, Genteng

ReadyPU:L300,SSnew,Carry2011,Grdmx2011, 2012, Zebra, ready Avanza G 09,2011, Xenia 06,09,11, Krista 03, Escudo 98, Innova G 2.0, Rush 08,Futurastw03,Zebrastw95,96,bscash/kredit.H. 0811301676/0333-411655(dptknhadiahlgsg!)

Hlg STNK P 3576 YD, an. Suyanto, Krajan 02/03 Gentengwetan Genteng Hlg STNK P 2080 VQ, an. Evi Andriyani, Perum Villa Sukowidi ND-20 03/04 Klatak

• Panther Higrade ‘95 •

Baca Teladani...Hal 35

BANYUWANGI

Djl 5 Kapling tnh Jl. Supriyadi & tnh L.1.128m2 Tamanbaru, SHM, Vici 081336142143

Hlg STNK P 1153 ZN, an. Sulemi, Resomulyo 01/02 Desa Gentengwetan, Genteng

Selain itu tampak hadir juga Sekkab Slamet Karyono, Kepala Dinas Pendidikan Sulihtiyono, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Hairullah, Kepala Disperindagkop Hari, serta para Kepala Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Anas sekaligus sebagai tuan rumah mengatakan, bahwa haul ke-I ayahnya tersebut sekaligus menjadi momentum bagi dirinya dan keluarga untuk mengingat kembali keteladanan almarhum. Terutama amalan-amalan yang sering dilakukan almarhum n

• Isuzu Panther ‘94 • Dijual Panther 1994 AC/TP/Racing mls biru muda, 70 jt nego, a/n sendiri, brng bgus, tnp perntara. Hub. 081336581680

Dijual Panther higrade asli 1995 cat 90% orsi msh bgus sekali 081336528447 nego

Mobil Anda belum laku? Hubungi: 0333-412224

SITUBONDO

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Sewa/Jual •

• Jl. Basuki rahmad •

• STNK •

Sewa/Jual rmh dpn Stasiun Rogojampi, cck buat usaha cpt hub087823185909

Djl ruko uk 5X13, 2 lnt, Jl. Basuki Rahmad 183 Stb, Loks strategis. H. 081336156185

Hlg STNK P 6736 EJ an Ridwan Jl. Diponegoro gang 07, Situbondo

• Jl. Ikan Louhan •

• Kepiting Mas Square •

• Daihatsu Xenia ‘10 •

• Nissan X-Trail ‘05 •

• Suzuki Karimun ‘05 •

• Daihatsu Taft ‘92 •

Dijual Daihatsu Xenia F60I RV-GMDFJJ (XI) tahun 2010, silver metalik, harga 119,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Nissan XTrail 2.5 ST AT tahun 2005 abu-abu metalik, harga 136,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Suzuki SL 410 R-Karimun tahun 2005 hitam harga 93,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu F70 TAFT 4WD (4x4) Jeep (solar) tahun 1992 hitam harga 66,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• L300 Pick Up ‘09 •

• Kijang LGX ‘04 •

• Nissan •

• Avanza ‘08 & ‘11•

Dijual L300 Pick-Up 2009, harga 115 juta nego, bisa cash/ kredit atau tukar tambah, hubungi 082142194111 - 081335897888

Dijual BU Toyota Kijang LGX 1,8 th 2004 silver, barang bagus/istimewa, no STNK panjang, harga 140 juta, cash tanpa perantara, hub 081229225219 / Yanto

Promo Nissan pameran di Giant Sun East & dealer Nissan Bwi Jl. Letjen S. Parman 150 Pakis, Bwi. Daptkan diskon&bonus ++ ready stock all type hub 0333-446022 Nissan

Jual Toyota Avanza G, Hitam Metalik Vr. Racing, Plat P. Banyuwangi, tahun 2008 (127), tahun 2011 (138), mulus. Hubungi. 081914700510

BANYUWANGI • Jual Mesin • Jual mesin 4D FE 30 hdp+posneleng+ radiator+ casis. Hub. 0811341488 / 087808143338

• Rental Mobil • Jual cepat rumah Jalan Ikan Louhan Kertosari Banyuwangi, ukuran 10X18 M2, harga 175 juta nego, 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, hubungi 08123267113

Kepiting mas-exclusive bisnis square hrg 300jt-an cash back 25jt juli-agus investasi ruko terdasyat 2013 kota banyuwangi 081230063707-085854526161.

RENTAL MOBIL BANYUWANGI. HUBUNGI: 0819-3484-3445

• Percetakan • Cetak Mug 10rb,pin 2rb, ganci 2,5rb. Kaos,polo,pulpenEFOD417992-081913906633


BALJEBOL

Rabu 24 Juli 2013

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

33

LUMAJANG

Dua Srikandi DPRD Mundur

BANDARA

Bangun Run Way Tahun Ini JEMBER – Pemkab Jember berjanji untuk segera mengerjakan perpanjangan run way (landasan pacu) Bandara Notohadinegoro Jember tahun ini. Hal ini diungkapkan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Jember Sugiarto saat mendampingi Gubernur Soekarwo dalam acara di Gedung Serba Guna Kaliwates, Jember, kemarin (22/7). “Tahun ini lah dikerjakan. Akan ada tambahan run way (landasan pacu) sepanjang 400 meter,” ujar Sugiarto. Pemkab akan segera menambah panjang run way seperti yang sudah diamanatkan dalam APBD 2013. Dalam APBD tahun ini perpanjangan run way dianggarkan Rp 3,2 miliar. Namun, anggaran sebesar itu hanya cukup untuk penambahan run way sepanjang 200 meter. Idealnya, penambahan run way itu harus mencapai 400 meter. Walaupun anggaran sementara hanya cukup untuk 200 meter, Sugiarto mengatakan, pemkab bersama DPRD Jember bisa saja mengalokasikan anggaran menambah landasan pacu menjadi 400 meter. Yang penting, ada kesepakatan antara pemkab dengan dewan. Terkait mepetnya waktu penggunaan anggaran yang hingga kini belum dimulai, Sugiarto berdalih, dirinya tidak tahu persis proses teknisnya. “Untuk teknisnya langsung ke dishub (dinas perhubungan, Red) saja,” katanya. Sugiarto meminta wartawan bertanya ke dishub terkait proses pembangunan tambahan landasan pacu itu. Yang jelas, tambahan run way itu diharapkan dapat membuat Bandara Notohadinegoro beroperasi kembali. “Saat ini landasan pacu dulu dibangun untuk menarik maskapai agar datang,” ujarnya. Untuk menarik maskapai agar datang, lanjut dia, run way minimal harus 1.600 meter. Saat ini run way di Bandara Notohadinegoro yang ada di Desa Wirowongso, Ajung, itu hanya sepanjang 1.200 meter. (ram/har/jpnn)

SIDAK MAMIN

RADAR JEMBER/JPNN

ANTUSIAS: Warga Sidomulyo, Kecamatan Silo ramai-ramai menukarkan uang yang dibuka secara mobiling oleh BI Jember.

BI Jember Gelar Penukaran Uang Pecahan SILO- Sejumlah warga Desa Sidomulyo Silo, kemarin siang (23/7), berkerumun mendekati mobil penukaran uang milik Bank Indonesia (BI) Jember yang mendatangi mereka di pasar yang ada di desanya tersebut. Kedatangan mobil penukaran uang itu cukup mengundang antusias warga sekitar. Sebab, sejak sepekan terakhir ini, mereka mulai kesulitan menukarkan uang pecahan kertas itu.

Hal tersebut diungkapkan salah seorang warga sekitar yang bernama Sri Purwati. Bahkan Sri mengaku, jika dia harus gigit jari, saat dirinya hendak menukarkan uang pecahan itu, di salah satu cabang bank umum yang ada di Jember. Padahal, untuk mendatangi bank umum tersebut, dia harus menempuh jarak sekitar 40 km dari rumahnya. “Saya sering ke Jember mau nukar uang, tapi selalu habis

duluan. Padahal, saya sampai bank itu baru jam 11,” ujarnya. Sementara itu, Gde Agus D. K, Humas BI Jember membenarkan, jika tahun ini BI memang tidak membuka penukaran uang pecahan, dikantornya yang ada di jalan Gajahmada Jember. Namun dia menambahkan, pihaknya telah menunjuk 10 bank umum yang ada di Jember, untuk menyebarkan uang pecahan itu. (rul/jpnn)

JEMBER – Dua perempuan anggota DPRD Jember memastikan mengajukan pengunduran diri. Mereka adalah Lilik Niamah, anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan R. Lili Safiani dari Partai Demokrat. Keduanya dikabarkan maju menjadi calon legislative (caleg) melalui partai politik (Parpol) lain. Kedua srikandi DPRD Jember itu tlah menyerahkan surat pengunduran diri ke pimpinan DPRD Jember. Keduanya ingin mendapatkan surat keterangan telah mengundurkan diri sebagai prasyarat untuk maju nyaleg melalui partai lain. Kemarin pimpinan DPRD Jember secara khusus membahas surat pengunduran diri Lilik Niamah dan R. Lili Safiani. Wakil Ketua DPRD Jember Miftahul Ulum mengakui telkah menerima dua surat penguduran diri. “Kami menerima surat pengunduran diri anggota DPRD untuk pencaleg-kan. Pimpinan masih sebatas membahas surat formal yang masuk,” ungkap Miftahul Ulum, kemarin. Ulum menjelaskan, atas dasar surat pengunduran diri itu pimpinan DPRD Jember akan membuat surat keterangan (Pengunduran diri, red) kepada KPU jember sebagai

prasayarat caleg yang pindah partai. “Disurat muncul surat permohonan mengundurkan diri, dibutuhkan untuk syarat caleg ke KPU,” terangnya. Pimpinan DPRD tidak mempermasalahkan pengunduran diri dari anggota DPRD Jember tersebut. Namun, Pimpinan DPRD Jember merasa perlu untuk klarifikasi kepada partai asal kedua anggota DPRD yang mengundurkan diri. “Termasuk klerifikasi kepada masig-masing (Yang mengundurkan diri, red). Tentu akan kami sampaikan masih ada sisa waktu sekitar satu tahun untuk menjadi anggota DPRD,” imbuhnya. Pimpinan DPRD Jember akan mengirimkan surat resmi kepada pimpinan partai asal. Termasuk kepada dua anggta DPRD Jember yang mengundurkan diri. Pimpinan parpol asal kedua anggota DPRD tersebut selama 14 hari untuk memberikan tanggkapan. Jika selama 14 hari tidak ada tanggapan maka pimpinan DPRD Jember akan memproses pengunduran diri tersebut. Namun, Ketua DPC PKB Jember itu menegaskan sampai kemarin belum menerims surat pengunduran diri dari empat anggota PKNU yang nyaleg lewat partai laian. (aro/jpnn)

Mahasiswa FKG Unej Sukses Rajai Dentistry Scientific Meeting (DSM) di UI

Sempat Minder Hadapi Tim FKG Universitas Indonesia RADAR JEMBER/JPNN

SIDAK: Tim gabungan tengah memeriksa makanan dan minuman di sebuah pasar modern di Jember.

Temukan Kaleng Penyok JEMBER - Tim gabungan dari Dinas Kesehatan, Satuan Polisi PP, Disperindag, Polres dan instansi lainnya, kemarin siang (23/7) menggelar razia makanan dan minuman di sejumlah Pasar Modern Di Jember. Hasilnya, mereka menemukan sejumlah kaleng makanan dan minuman dalam kondisi penyok dan rusak serta ada beberapa makanan tidak terdaftar dan tidak ada tanggal kadaluarsanya. Kegiatan razia ini memang dilakukan terkait dengan maraknya peredaran makanan dan minuman menjelang lebaran. Dimana masyarakat memang banyak sekali berbelanja makanan dan minuman jelas lebaran. Dalam sidak kali ini dilakukan ke beberapa toko kecil dan pertokoan besar di Jember. Di antaranya toko yg menjual barang keutuhan lebaran serta supermarket dan toko besar yang ada di Jember. Bahkan Carefour dan Matahari departement store pun tak luput dari operasi tersebut. Kegiatan razia tim gabungan dimulai pada Koperasi yang ada di Jalan kalimantan. Jumarlis Humas Dinkes Jember mengatakan, untuk target razia makanan dan minuman kebutuhan sehari- hari, serta paket parsel yang biasanya banyak dibeli masyarakat, untuk hari raya idul fitri. Dari hasil razia itu, untuk di KPRI Unej ada 16 bungkus makanan yg blm terdaftar, sedangkan di Carefour ada 10 bungkus makanan tidak memenuhi label. Sedangkan di Toko Slamet, ada lima minuman yang kedaluwarsa dan kalungnya penyok. dan penyok. Bernady Parcel ada 10 wadah makanan yang tidak menyantyumkan label kadaluarsa serta beberapa makanan juga belum terdaftar. (jum/ram/jpnn)

PERJUDIAN

JUMAI/Radar Jember/jpnn

BERLEBARAN DI TAHANAN: Meski menginap di tahanan, empat tersangka judi masih cengengesan saat diperiksa di Polsek Semboro, kemarin.

4 Sopir Truk Digerebek SEMBORO - Iseng-iseng main judi, empat sopir truk digulung polisi. Keempatnya lagi asyik nyantai menunggu giliran truknya muat tebu, di pelataran timbangan truk tebu PG Semborosekitar kemarin. ”Kami hanya jenuh menunggu antrian itu, maka kami main remi,” kata Bambang Siswanto, 33, warga Dusun Karang Anom, Desa Karang Anyar, Yosowilangun, salah satu tersangka. Dia diciduk bersama tiga rekannya, masing-masing Abdul Karim, 42, warga Dusun Betengrejo, Desa/Kecamatan Kunir, lalu Misran, 45, warga Dusun Rowokangkung, Desa Genitri, Kecamatan Rowokangkung dan Mat Kasim, 37, warga Dusun Kebonan, Desa/Kecamatan Gumukmas. Atas perilaku tersebut, mereka kini harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Semboro. Selain mengamankan empat tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti perjudian, diantaranya dua set kartu remi dan uang tunai Rp 345 ribu sebagai bahan taruhan. Setelah ditangkap, keempatnya langsung digelandang ke Mapolsek Semboro untuk menjalani pemeriksaan. Kapolsek Semboro AKP Gunawan Triono melalui Kanit Reskrim Aiptu Iwan Iswanto membenarkan aksi penangkapan polisi itu. “Begitu kami kroscek ke lapangan, ternyata benar. Selanjutnya kita lakukan penangkapan,” tegas Iwan Iswanto, yang memimpin penangkapan saat itu. (jum/ram/hdi/jpnn)

Prestasi bagus ditorehkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember. Dalam lomba karya tulis ilmiah nasional yang digelar di Universitas Indonesia, para mahasiswa ini pulang membawa empat gelar juara. NARTO, Jember WAJAH empat mahasiswa FKG, Ayu Prativia, Faisal Riski, Ika Ayu Fatimah dan Intan Riska siang kemarin tampak sumringah ketika ditemui Jawa Pos Radar Jember di kampusnya. Dengan gamblang keempat

mahasiswa semester dua itu bertutur tentang perjuangannya merajai lomba karya tulis ilmiah nasional yang digelar di Universitas Indonesia. Dalam lomba karya tulis ilmiah nasional di UI itu, arek-arek FKG Unej meraih empat gelar dari enam gelar yang disediakan oleh panitia Dentistry Scientific Meeting (DSM) VII. Bagi mereka, prestasi nasional sudah biasa karena hampir tiap tahun ada mahasiswa FKG yang juara nasional dari berbagai perlombaan yang diikuti. Namun karena di UI ini sangat mendominasi, sehingga terasa luar biasa. Prestasi ini justru diraih arekarek Kampus Tegalboto di kategori literature review. Semua gelar kategori ini berhasil dibawa pulang ke Unej. “Salah seorang dewan juri dari FKG Universitas Indonesia bahkan

RADAR JEMBER/JPNN

RAJAI LOMBA KARYA TULIS: Ayu Prativia, Faisal Riski, Ika Ayu Fatimah, dan Intan Riska di kampus Unej.

spontan melontarkan pujian kepada kami karena kagum dengan semangat bertanding dan perjuangan yang kami tunjukkan, maklum kami ini boleh dikata peserta terjauh di babak final,” tutur Ayu Prativia. Ayu Prativia yang bersama In-

tan Rizka dan Ika Ayu Fatimah menjadi juara satu dengan karya tulis ilmiah berjudul Inovasi Sanitasi Destilator Penyaring Limbah Infeksius Cair Kedokteran Gigi. “Selama ini limbah cair kedokteran gigi masih kurang diperhatikan,

makanya kami membuat karya ilmiah ini,” imbuhnya. “Prestasi di Universitas Indonesia ini berhasil kami raih salah satunya karena kami mampu memupuk rasa percaya diri. Kami yakin mampu bersaing di tingkat nasional, apalagi ajang tahunan Dentistry Scientific Meeting adalah barometer karya tulis ilmiah mahasiswa FKG di Indonesia,” kata Ayu Prativia. Dia sempat minder ketika harus menghadapi tim FKG UI. Tetapi setelah berlomba baru percaya diri. Apalagi, penampilan arek-arek Tegal Boto cukup bagus saat menjawab pertanyaan sejumlah dewan juri. Sementara Fasial menceritakan, keikutsertaannya bersama teman-temannya dalam lomba tersebut tidak sungguhsungguh. (*/hdi/jpnn)


34

INFO KULINER

Rabu 24 Juli 2013

FOTO-FOTO: GERDA & NIKLAAS/RaBa

NUANSA KEBUN: Menikmati hidangan non-MSG di tempat terbuka yang nyaman.

MURAH: Paket berbuka RP. 20.000 yang higienis dengan berbagai menu.

Menikmati Buka Puasa di Garden Café RS Yasmin

Gurihnya Ayam Bakar Dua Bumbu Menu Paket Paket Ramadan I: Ayam kampung (bakar/goreng) Nasi putih Cah Sayur tiga warna Banana Frister Rp 100.000,Paket Ramadan II: Ayam Potong (bakar/goreng) Nasi putih Cah sawi Bawang Putih Tahu Granat Rp 80.000,Paket Ramadan III: Gurami (bakar/goreng) Nasi putih Cah Kangkung Tahu Petis Rp 80.000,-

CERIA: Menyediakan layanan ulang tahun didampingi badut lucu.

Layani Prasmanan hingga Acara Ulang Tahun MENU paket dan harian berbuka puasa di Garden Café memang menjadi andalan tempat ini. Selain menawarkan sajian kuliner sehat dengan harga terjangkau, Garden Café juga menawarkan ragam keunggulan lain yang tidak dimiliki oleh café sejenis. Berada tidak jauh dari pusat kota, Garden Café cocok untuk menggelar sejumlah kegiatan. Mulai reuni, acara keluarga, hingga ulang tahun bisa digelar di sini. Didukung dengan tempat dan fasilitas y g ada, membuat tempat yang

ini bisa menjadi pilihan utama untuk menggelar ragam acara. Pilihannya pun cukup variatif. Acara yang digelar bisa dilaksanakan di alam terbuka maupun pondokan. Untuk pondokan, tempat ini mampu menampung hingga 200 orang. Maka tidak perlu ragu untuk menjadikan Garden Café menjadi jujukan utama. Soal menu, tidak perlu khawatir. Sebab, café yang terletak di Jalan letkol Istiqlah 80-84 atau persisnya berada di belakang Rumah y Sakit Yasmin ini menye-

diakan ragam menu untuk skala besar. Tidak terbatas pada menu yang telah ada. Di sini juga menyediakan paket menu untuk prasmanan, paket keluarga, ulang tahun, dan acara lainnya. Didukung dengan lokasi dan tenaga terampil ya n g b e r p e n ga l a ma n , Garden Café siap menjadikan acara yang digelar lebih berkesan dan b e r m a k n a. D i t u n ja n g dengan menu yang sehat, sensasi berkuliner di sini akan lebih aman tanpa perlu cemas akan kondisi kesehatan. (nic/*/als)

Paket Ramadan IV: Udang asam manis Nasi putih Cah Sayur tiga warna Tahu granat Rp 75.000,-

Menu Harian Senin: - Ikan laut bumbu Bali, Cah sayur tiga warna, - Udang asam manis, Cah sayur tiga warna, krupuk, sambal Selasa: - Ayam bakar Taliwang, lalapan, sambal - Nasi Timbel, ayam goreng, Ikan asin, sambal, krupuk Rabu: - Koloke ayam, setup wortel buncis, sambal, krupuk - Udang goreng tepung, Setup wortel buncis, sambal, krupuk

BEGITU banyak pilihan tempat berbuka puasa yang menyajikan menu istimewa. Namun, Garden Café tetap layak menjadi pilihan terdepan. Café yang berada di Jalan letkol Istiqlah 80-84 atau persisnya berada di belakang Rumah Sakit Yasmin itu menyajikan sajian berbuka puasa. Lebih dari itu, Garden Café juga menyuguhkan tempat yang nyaman dan teduh sebagai tempat berkumpul dan menikmati berbuka puasa di alam terbuka. Buka mulai pukul 16.00 selama bulan Ramadan, café bergaya alam natural ini menyajikan ragam pilihan menu sebagai teman berbuka puasa. Pilihannya pun beragam dan pasti sesuai selera. Selain diramu oleh tangan-tangan berpengalaman, masakan yang disajikan juga mempergunakan bahan alami dan segar. Tanpa bahan pengawet dan bumbu-bumbu mengandung penguat rasa. Dijamin, selain menyehatkan, bersantap ria di Garden Café juga menyenangkan. Ada banyak pilihan menu yang bisa dipilih di sini. Semuanya bersumber dari kuliner rumahan yang dimodifikasi menjadi sajian istimewa dengan harga terjangkau. Pengunjung dapat menyesuaikan keinginan menu dalam dua pilihan utama, yakni menu paket dan harian. Ada empat pilihan menu paket Ramadan di Garden Café. Menu yang diperuntukkan hingga empat orang ini dapat dinikmati mulai harga Rp 75.000 hingga Rp 100.000 per paketnya. Pilihan variasi

ANDALAN: Menu ayam bakar plus sambal merah-hijau yang menggiurkan

menunya pun beraneka ragam. Mulai ayam goreng atau bakar, gurami goreng atau bakar, hingga udang asam manis dengan sayur sekaligus lengkap dengan hidangan penutupnya . Bagi yang single pun tidak perlu khawatir. Garden Café juga menyediakan menu harian dengan dua variasi olahan menu setiap harinya. Setiap hari mulai Senin hingga Minggu, pengunjung seolah dimanjakan dengan menu-menu berbeda khas dapur Garden Café. Penasaran apa saja menunya? Tenang saja, menu harian di Garden Café di antaranya

menyediakan ayam taliwang, ikan bumbu Bali, ayam ricarica, udang goreng tepung, hingga ayam bakar dua bumbu. Soal harga tidak perlu khawatir. Sebab, semuanya bisa diperoleh dengan harga cukup Rp 20.000 per porsinya. Plus, baik menu paket maupun harian, sudah mendapatkan asupan minuman gratis. Pilihan untuk pendamping makan ini pun ada tiga pilihan rasa yakni jasmine teh, air putih, dan es moca. Dijamin berbuka puasa di Garden Café akan lebih terasa nikmati bersama teman, kerabat, atau saudara. (nic/*/als)

Kamis: - Ayam bakar dua bumbu, lalapan, sambal - Ayam bakar rica-rica, lalapan, sambal Jumat: - Nasi timbel, ayam goreng, ikan asing, sambal - Nasi tempong, ayam goreng, sayuran, sambal Sabtu: - Ayam bakar taliwang, lalapan, sambal, - Ikan laut bumbu Bali, Cah Sayur, krupuk

RUTIN: Acara santunan anak yatim saat pembukaan poli baru di RS Yasmin.

Minggu: - Nasi Tempong, ayam goreng, sayuran, sambal - Ayam bakar rica-rica

UNTUK KELUARGA: Tersedia pula paket Ramadan cukup untuk satu keluarga.

Sajikan Live Music Tiap Akhir Pekan

BERSAMA-SAMA: Lebih asyik dan ramai berbuka di garden cafe RS Yasmin

BERNUANSA alam, Garden Café menjadi salah satu tempat yang cocok untuk bersantai dan berkumpul b e r s a ma t e ma n mau pu n keluarga. Diselingi dengan pilihan vasiasi menu, lokasi ini menawarkan keindahan alam yang cukup menyejukkan. Di malam hari, pengunjung seolah dibawa ke alam terbuka nan sejuk dan indah. Kerlap-kerlip lampu di beberapa sudut taman menambah eksotisme café yang terletak di Jalan letkol Istiqlah 80-84 atau persisnya berada di belakang Rumah Sakit

Yasmin ini. Saat cuaca sedang bersahabat, keindahan yang tersaji dapat lebih dinikmati dengan udara dan suasana yang lebih indah. Apalagi, pengelola pun penyediakan acara khusus untuk menemani pengunjung menikmati suasana di tempat ini. Khusus untuk akhir pekan persisnya di Hari Minggu, pengelola memberikan sajian khusus untuk pengunjung Garden Café. Sajian live acoustic music dapat dinikmati mulai pukul 19.30 hingga 21.30. Pengunjung pun dapat berinteraksi langsung dalam acara ini.

Tidak hanya sekadar mendengarkan sajikan tembang yang dibawakan oleh sang vokalis, pengunjung dapat menyumbangkan suara emasnya dalam kesempatan itu. Hal inilah yang membuat Garden Café tidak hanya akan menjadi sebuah café bernuansa alam biasa. Sajian live acoustic music ini menjadikan Garden Café benar-benar menjadi tempat ya ng menghibur. Tidak hanya bagi kalangan muda-mudi, tetapi juga menjadi sajian istimewa saat berkumpul bersama keluarga. (nic/*/als)

SIAP SAJI: Proses pembakaran ayam .


BERITA UTAMA

Rabu 24 Juli 2013

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Tetangga yang Menghamili Kabur n KUBUR... Sambungan dari Hal 25

Sebelum dimakamkan di pemakaman keluarga, bayi berkelamin perempuan itu dikubur di dekat kandang sapi di belakang rumah Karsini. “Di de kat kandang sapi, bayi ini di kubur di kedalaman satu

cangkulan,” katanya. Menurut Kapolsek Edy, setelah mendapat informasi mengenai bayi yang dikubur de ngan cara tidak wajar itu, po lisi segera melakukan penyelidikan. Berdasar data yang diperoleh, diduga kuat bayi itu sengaja dikubur hidup-hidup oleh ibu kandungnya setelah

me lahirkan. “Ibunya sudah tidak ada di rumah,” jelasnya. Berdasar keterangan keluarga, ibu kandung bayi itu berada di rumah keponakannya di Perumahan Pabrik Gula Olean, Kecamatan/Kabupaten Situbondo. “Tadi malam (kemarin malam, Red) ibunya kita jemput, dan sekarang sudah ditetapkan

sebagai tersangka,” cetusnya. Lantaran tersangka sakit akibat pendarahan saat me lahir kan, polisi mengirim perem puan itu ke Puskesmas Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, untuk mendapat perawatan. Untuk menjaga ibu bayi ini, satu personel polisi berjaga di puskesmas. “Bayi ini

Dompet Berisi Identitas Hilang n KORBAN... Sambungan dari Hal 25

Dia mengaku tak hanya kehilangan dua anggota keluarganya. Kecelakaan ter sebut bukan hanya merenggut nyawa kakak dan keponakannya. Sebab, dompet warna cokelat muda berisi surat izin mengemudi, kartu tan da penduduk, dan surat tanda nomor kendaraan, serta sejumlah uang milik keponakannya juga hilang. Dompet tersebut tersimpan di sadel motor yang terlibat kecelakaan. Karena itu, Sumiati berharap agar siapa pun yang menemukan atau mengambil barang tersebut

mengembalikannya. “Uangnya yang ada di dalam dompet. Kalau mau diambil, silakan diambil. Yang penting su rat-suratnya dikembalikan ke polisi atau ke pihak keluarga,” harapnya. Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut terjadi di tikungan jalan raya Sasak Bomo, Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Senin siang (22/7). Akibat kecelakaan tersebut, dua perempuan meninggal dunia di lokasi kejadian. Korban meninggal dunia adalah Sri Wulandari, 15, siswa baru SMAN I Srono. Korban meninggal lain adalah Arliyani, 20, warga Dusun Jajag, Desa Bu-

lusari, Kecamatan Gambiran. Ke duanya mengalami luka parah di kepala. Satu lagi perempuan masih kritis adalah ibu Arliyani, yakni Samini, 47. Kecelakaan itu terjadi saat Arliyani membonceng ibunya, Samini, menggunakan motor Honda Beat warna hitam bernopol P 2783 VY. Mereka melaju dari arah selatan. Saat bersamaan, di depannya ada Sri Wulandari, 15, yang mengendarai Honda Beat warna merah bernopol P 5956 ZK. Entah bagaimana kejadian pastinya, ketika sampai di tempat kejadian perkara (TKP), di jembatan perbatasan Kecamatan

Srono dan Kecamatan Rogojampi, kedua motor matik tersebut samasama jatuh di jalan raya. Pada saat bersamaan, melintas dump truck pengangkut pasir dari arah berlawanan, yakni utara. Truk muatan pasir itu langsung menghantam ketiga perempuan yang jatuh dari motor tersebut. Akibat kejadian itu, Sri Wulandari dan Arliyani samasama mengalami luka parah di kepala. Kedua perempuan pengendara motor tersebut meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan Samini meninggal dunia setelah dirawat di RSNU Mangir. (azi/c1/bay)

diduga hasil hubungan gelap dengan pria lain,” ujar kapolsek. Dugaan kapolsek itu ternyata cukup beralasan. Sebab, sudah hampir dua tahun ini, Hasan, suami tersangka, menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. “Suaminya di Malaysia sudah dua tahun, istrinya kok bisa hamil,” dalihnya. Kapolsek menyebut, bayi itu diduga lahir pada Rabu (17/7) di rumah tersangka. Persalinan dilakukan sendiri oleh tersangka tanpa ada yang membantu. “Tersangka di rumah bersama dua anaknya. Tapi jarang di rumah,” ungkapnya. Sementara Astuti, adik kandung Hasan menyampaikan, selama 18 bulan bekerja di Malaysia, kakaknya belum pernah pulang. Pihak keluarga tidak per nah mengetahui Karsini hamil. “Orangnya tertutup dan jarang keluar rumah,” katanya. Pada Rabu (17/7) sore, lanjut Astuti, kakak iparnya pernah me-

n GUDANG... Sambungan dari Hal 25

Sebab, dua gudang itu berada di tengah kebun sorgum dan jauh dari permukiman penduduk. “Tidak ada yang jaga,” terang petugas keamanan kebun, Arif Gozali. Arif menyebut, saat api membakar dua gudang yang berisi mesin genset dan mesin penyedot air itu, semua petugas ke amanan masih berada di

kantor di daerah Kampe. “Kita tahu ada kebakaran setelah diberi tahu warga,” katanya. Mendapat laporan dari warga, Arif bersama karyawan lain segera meluncur ke lokasi dan bangunan sudah habis terbakar. “Saat kebakaran terjadi pada pukul 19.00, kebetulan di gudang itu tidak ada yang jaga,” sebut Arif kepada Jawa Pos Ra dar Banyuwangi Senin malam lalu. Dua gudang di tengah kebun sorgum itu jaraknya sekitar 100

meter dari jalan raya jurusan Ba nyuwangi-Situbondo. Api yang membakar gedung itu diduga berasal dari gudang sebelah timur yang berisi mesin genset. Api yang membakar gudang genset itu membesar hingga membakar tumpukan bam bu yang digunakan menyangga tanaman. Setelah itu, api merembet ke gudang yang berisi mesin penyedot air. Api berhasil dipadamkan sekitar pu kul 21.30 setelah petugas

dan dua unit mobil pemadam kebakaran (damkar) berjuang memadamkan api selama 1,5 jam. “Asal api masih dalam penyelidikan,” cetus Kapolsek Wongsorejo Iptu Edy Purwanto. Menurut Kapolsek Edy, api yang membakar habis dua gudang itu kecil kemungkinan akibat arus pendek atau korsleting. Sebab, saat kejadian, mesin genset sedang mati. “Tapi masih kita selidiki,” katanya. (abi/c1/bay)

Pengelola Toko Merasa Terbantu n SIDAK... Sambungan dari Hal 25

Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, petugas me ngimbau pengelola toko agar tidak memasarkan produk yang tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa. Dikonfirmasi wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, penanggung jawab karyawan Arjuna, Sigit, tidak menampik adanya hair tonic yang kedaluwarsa tersebut. “Sales promotion girl (SPG) produk tersebut lepas

kontrol. Kami berterima kasih kepada petugas yang telah membantu mengontrol seka ligus mengingatkan kami. Kami merasa terbantu dalam mempertahankan kepercayaan publik,” ujarnya. Kepala Disperindagtam Banyuwangi, Hary Cahyo Purnomo, dikonfirmasi saat memimpin sidak kemarin mengatakan, sidak produk kedaluwarsa kemarin dilakukan da lam rangka melindungi kon sumen menjelang Idul Fitri. Dikatakan, sidak tersebut

dilakukan atas amanat UndangUndang (UU) Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Menurut Hary, pengelola toko yang kedapatan memajang produk kedaluwarsa akan disanksi penyitaan barang. “Pengelola juga kami beri pembinaan,” pungkasnya. Hary menambahkan, kese lamatan, keamanan, dan hak-hak konsumen dalam mend apatkan barang yang memenuhi standar kesehatan menjadi “harga mati” yang ha-

rus dipenuhi para pedagang. “Karena itu, dalam sidak kali ini kami juga memantau standar mutu produk. Jika ada produk yang tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa, pemilik toko kami imbau menarik produk tersebut,” cetusnya. Sementara itu, selain Arjuna, sasaran razia kemarin adalah Giant Supermarket, Roxy Supermerket, Vionata Supermarket, dan Ramayana Mal. Namun, di sejumlah pasar modern tersebut, petugas tidak menemukan temuan berarti. (sgt/c1/bay)

Sediakan Perpustakaan Keliling n MAIN... Sambungan dari Hal 25

Tak pelak, puluhan anak yang di antaranya adalah anak jalanan (anjal), arek logam (arlog), anak yatim piatu, anak berkebutuhan khusus, anak putus sekolah, dan

anggota Pusat Informasi dan Konseling (PIK), tersebut tampak semringah. Mereka sangat menikmati momen bermain dan bercanda bersama rekan-rekan sebayanya tersebut. Di momentum tersebut anak-anak kurang beruntung juga mem-

peroleh kesempatan belajar dengan memanfaatkan bukubuku yang tersedia di dua unit mobil perpustakaan keliling yang mangkal tepat di timur Taman Blambangan. Belakangan diketahui, kegiatan kemarin diselenggarakan Fo-

rum Anak Banyuwangi untuk memperingati Hari Anak Nasional 2013. “Kegiatan ini kami gelar dalam rangka mendukung terciptanya kabupaten yang layak bagi anak,” ujar ketua Forum Anak Banyuwangi, Oya Ismadona. (sgt/c1/bay)

Langsung Bebas pada 29 Juli n TAK MAKAN... Sambungan dari Hal 25

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi menyatakan, karyawan diler motor di Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, itu bersalah. Sebab, dia turut serta dalam pe nipuan yang dilakukan Dedi Kur niawan, petugas counter bengkel di diler tersebut. Majelis hakim yang dipimpin Made Sutrisna SH sependapat dengan jaksa penuntut umum (JPU) Heri Sandika SH yang menyebut bahwa terdakwa melanggar Pasal 378 KUHP jo. Pasal 56 ke 1 jo. Pasal

64 ayat 1 KUHP. “Terdakwa turut serta dalam perbuatan pidana yang dilakukan Dedi Kurniawan,” cetus Made Sutrisna dalam amar putusannya. Saat membacakan amar putusan dalam sidang yang digelar di ruang utama PN Banyuwangi itu, majelis hakim juga mempertimbangkan pem belaan penasihat hukum terdakwa, Jaenuri SH, yang menyebut kliennya tidak menikmati uang hasil kejahatan yang dilakukan Dedi. “Keberatan penasihat hukum terdakwa juga kita pertimbangkan,” ujarnya. Sebelum membacakan putusan, majelis hakim membeber

pertimbangan yang digunakan dasar keputusannya, baik yang memberatkan maupun yang meringankan. “Yang memberatkan tidak ada,” kata Made Sutrisna dalam amar putusannya. Yang meringankan, lanjut dia, terdakwa masih muda dan belum pernah dihukum. Selain itu, terdakwa berterus terang dalam persidangan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. “Berdasar per timbangan itu, majelis hakim memutus enam bulan penjara,” katanya. Keputusan majelis hakim itu lebih ringan dua bulan dibanding tuntutan yang di-

sampaikan Heru Sandika SH. Dalam tuntutannya, jaksa tersebut menyebut terdakwa terbukti melakukan perbuatan pidana dan minta majelis hakim menghukum terdakwa delapan bulan penjara. Dengan putusan enam bulan penjara itu, terdakwa dipastikan akan segera bebas. Sebab, perempuan asal Dusun Krajan, Desa Bakungan, Kecamatan Glagah, itu sudah ditahan sejak enam bulan lalu. “29 Juli nanti sudah genap enam bulan, Pak Hakim,” ujar Agnes saat ditanya majelis hakim terkait masa penahanannya. (abi/c1/bay)

Kerja di Warung, Pulang Setiap Minggu n BERHARAP... Sambungan dari Hal 25

Awal menemui wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, Sumiati berusaha tenang meski masih dalam suasana duka. Dia menuturkan, kecelakaan lalu lintas yang akhirnya merenggut nyawa kakak dan keponakannya tersebut sungguh di luar dugaan keluarga. Apalagi, beberapa hari belakangan dia tak merasakan firasat apa pun. “Kami baru tau musibahinidaripolisi,”tuturperempuantersebut. Dia menuturkan, pagi sekitar pukul 10.00 (22/07), tepatnya usai berjualan tahu keliling di sekitar Jajag, Samini berpamitan pergi ke Banyuwangi bersama Arliyani. Saat itu, Samini akan berkonsultasi ke Banyuwangi mengenai benjolan di kepalanya.

Sebab, beberapa waktu lalu saudaranya yang di Banyuwangi sempat berobat ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. “Nah, dia mau tanya ke saudaranya di Banyuwangi itu bagaimana caranya mendapat rujukan agar bisa berobat ke Surabaya. Nggak tahunnya justru kecelakaan di jalan,” ujarnya. Sumiati menuturkan, selama ini Arliyani atau yang biasa dipanggil Lia itu pernah bekerja di salah satu rumah sakit di Kecamatan Gambiran. Arliyani bertugas di bagian gizi di rumah sakit tersebut. Namun, beberapa bulan lalu dia memutuskan berhenti. Arliyani memutuskan ikut bekerja di warung makan milik pamannya di Banyuwangi. Dia pulang ke rumah ibunya setiap pekan. Sehari-hari, Lia yang juga alumnus tata boga

di SMK Sritanjung, Banyuwangi, itu dikenal sebagai anak yang pendiam sekaligus rajin beribadah. “Saat kecelakaan dan meninggal dunia, dia dalam kondisi berpuasa,” tuturnya. Sementara itu, sang ibu bersama suaminya, Sukaji, dikenal sebagai pemilik home industry tahu. “Mereka anaknya dua. Anak pertama Andi Susanto, dan yang nomor dua Arliyani,” sebutnya. Kini setelah kakak dan keponakannya meninggal dunia, Sumiati berharap sopir dump truk yang menabrak dan melarikan diri itu ditemukan atau menyerahkan diri kepada pihak berwajib. “Semoga dengan dimuat di koran Jawa Pos Radar Banyuwangi, orangnya membaca dan sadar, kemudian menyerahkan diri ke pihak berwajib,” harapnya. (c1/bay)

tangga,” cetus Karsini dengan bahasa Madura yang kental. Sebelum hamil, tersangka mengaku beberapa kali dipaksa melayani nafsu bejat salah satu tetangganya berinisial BSR. Bahkan, saat hamil juga masih diminta melayaninya. “Setiap datang ke rumah selalu membawa celurit. Kalau tidak mau, akan dibacok,” dalihnya. Setelah mengetahui dirinya ha mil, kata dia, orang yang menghamilinya itu kabur. Kini Karsini tidak tahu keberadaan pria tersebut. “Saya pernah disuruh pijat biar bayi dalam kandungan keluar,” kata tersangka sambil menangis. Ditanya siapa yang mengubur bayinya di dekat kandang sapi, Karsini mengaku tidak tahu. Saat melahirkan di rumah sendirian itu, dia mengaku mengalami pendarahan dan pingsan. “Saya tidak tahu dengan anak saya. Tidak tahu siapa yang mengubur,” katanya. (abi/c1/bay)

Minta tak Jadi Polemik Berkepanjangan n BERPELUANG... Sambungan dari Hal 26

Posisi Mesin Genset Sedang Mati

ngeluh sakit perut dan menyebut baru mengalami pendarahan. Tanpa ada rasa curiga, tersangka disarankan periksa ke bidan desa. “Bidan menyebut bahwa pendarahan itu akibat melahirkan, tapi dia (Karsini) membantah kalau baru melahirkan,” jelasnya. Setelah dirayu sang bidan dan keluarganya, Karsini akhirnya mengaku bahwa dirinya baru saja melahirkan. Bayi yang baru dilahirkan itu dikubur dekat kandang sapi di belakang rumahnya. Atas pengakuan tersangka itu, kuburan bayi yang dalamnya hanya satu cangkulan itu langsung dibongkar dan keesokan harinya (Kamis 18/7) dimakamkan di pemakaman keluarga. Bagaimana pengakuan Karsini? Saat Jawa Pos Radar Banyu wangi mengunjunginya di ruang rawat Puskesmas Bajulmati, Karsini masih berbaring lemas. Dia juga masih sulit berkomunikasi karena masih sakit perut. “Saya diperkosa te-

Dikonfirmasi usai memimpin hearing, Khusnan Abadi mengatakan, rapat dengar pendapat itu dilakukan untuk mem fasilitasi agar polemik ter kait Pilkades Sidorejo tidak berlarut-larut. “Sesuai peraturan bupati (perbup) dan peraturan daerah (perda), panitia pilkades bertugas mene-

tapkan tata tertib (tatib). Karena tatib ditetapkan panitia, maka keputusan sepenuhnya merupakan hak panitia,” kata dia. Masih kata Khusnan, poin lima ketetapan Panitia Pilka des Sidodadi bahwa pendaf taran dibuka mulai tanggal 30 Juni hingga 6 Juli, mulai pukul 08.00 hingga 14.00. “Berdasar ketentuan tersebut, panitia menolak pendaftaran Heri. Tetapi, ada opsi lain,

yakni panitia akan menolak pendaftaran Pan to dengan alasan tidak memenuhi administrasi hingga pendaftaran ditutup. Jika ada rekomendasi dari pemkab, panitia akan menolak pendaftaran Heri dan Panto. Tetapi, jika ti dak ada rekomendasi dari pemkab, maka panitia akan berpatokan pada keputusan menolak pendaftaran Heri saja,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Berdoa Banyuwangi Kondusif n TELADANI... Sambungan dari Hal 28

Yaitu sering menghatamkan alquran, menyantuni para anak yatim, tanpa memandang suku dan agama. “Selain itu beliau juga sangat menghormati para guru-guru dan kiai-kiai beliau,” tuturnya. Untuk dalam kesempatan tersebut, bupati menyampaikan ba nyak terimakasih kepada ribuan hadirin serta para kiai

dan pejabat yang telah hadir pada kesempatan tersebut, sekaligus mendoakan orang tuanya. “Kami juga terus mohon doanya, semoga Banyuwangi semakin kondusif dan semakin baik,” harapnya. Sementara itu, KH. Hisyam Syafaat yang menjadi penceramah dalam kesempatan ter sebut, kembali mengajak para hadirin untuk meneladani sosok almarhum KH. Achmad Musayyidi.

Meurut Gus Hisyam-sapaan akrabnya, sosok Kiai Musayyidi, adalah figure kiai yang berhasil dalam mendidik anak-anaknya, salah satunya melahirkan pemimpin Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas. Gus Hisyam berharap dan percaya, Bupati Anas mampu membawa Banyuwangi kearah yang lebih baik. “Bisa mengharumkan daerah sebagaimana namanya, yaitu Banyuwangi, air yang harum,” tandasnya. (azi/als)

Tersenyum Walapun Dihina n HARGA... Sambungan dari Hal 28

Beberapa ahli menyatakan dibutuhkan 43 otot untuk cemberut dan hanya 17 otot untuk tersenyum. Subhanallah. Selain itu, dengan tersenyumberdasarkan medis-se ba gaimana yang disadur dari www. pesantrenvirtual.com, senyum yang ikhlas tanpa paksaan dapat menghindarkan diri dari penyakit kardiovaskuler. Senyum sebanyak 20 kali dan se tiap senyuman berdurasi 20 detik dapat menghasilkan zat endorphin oleh otak. Di mana fungsinya itu melebarkan pembuluh darah dan menghabat epinefrin. Di dalam tubuh apabila epinefrin tinggi maka akan menimbulkan penyem pitan pembuluh darah dan juga merangsang gerak jantung lebih cepat dapat menyebabkan penyakit darah tinggi atau hipertensi yang da pat berdampak terhadap timbulnya penyakit stroke dan penyakit jantung. Bisa jadi, kemanfaatan senyum yang dikuak di dunia medis di zaman ilmu pengetahuan mo dern ini adalah hikmah

sunah Rasulullah SAW. Nabi Mu h a m m a d S AW a d a l a h orang yang selalu berseri-seri mukanya. Menurut para sahabat, tidak ada orang yang paling ba nyak senyumnya kecuali Rasulullah SAW. Pribadi agung ini selalu tersenyum. Walaupun beliau dihina dan dicaci maki oleh kaumnya. Bahkan ketika beliau hendak dicelakakan oleh musuh-musuh Islam. “Tersenyum ketika bertemu saudara kalian adalah ibadah.” Demikian kira-kira hadits riwayat Tirmidzi, Ibn Hiban dan Al-Baihaqi. Kalau Rasullullah mensunahkan yang demikian dan medis telah membenarkan kemanfaatan akan arti sebuah senyuman, lantas apakah kirakira sebagai umat Islam meninggalkan sunnah tersebut? Bulan Ramadan yang didalamnya ada rahmat, ampunan, dan jaminan kebebasan dari api neraka sebaiknya diisi dengan penuh senyuman, yakni senyum yang pada tempatnya. Senyum yang mampu mengembalikan lagi spiritualitas kelompok duafa lewat sedakah dan zakat. Mekanisme ditribusi tahunan yang dapat memperbaiki aspek-aspek hubungan ke ma-

nu sian dalam keragaman. Mendorong keterbelakangan dan ketertinggalan, baik secara ekonomi, fisik, otak dan sikap menuju pada kemajuan peradaban. Kemandirian dalam memberikan perlindungan akan hak-hak kelompok miskin di jalanan, di pinggiran dan di sudut-sudut lingkungan kumuh. Yahudi tua buta di sudut kota Madinah mempertegas bagaimana pembelaan Rasulullah SAW pada kelompok duafa, pada kelompok minoritas tanpa membedakan ras, suku, agama dan golongan. Di tengah cacian si Yahudi tua buta, Nabi SAW tetap memberikan hak-hak hidup si Yahudi. Menariknya hak hidup berupa makanan disiapkan oleh Rasulullah SAW dan dilembutkan dengan mulut beliau sendiri tanpa meninggalkan sikap rendah hati dan seuntai senyuman. Nah, dengan nalar agama yang baik, pertanyaannya adalah memberikan senyuman saja adalah pahala, apalagi kalau membuat orang tersenyum? *) Staf pengajar di Akademi Kelautan Banyuwangi (AKABA)

Kasek Mengaku Terkejut n WALI... Sambungan dari Hal 36

“Kalau caranya begini, sekolah kan seenaknya sendiri. Kita tidak mempermasalahkan sekolah jika ingin mendapatkan fee dari penerbit, yang penting bukunya benar-benar sesuai kebutuhan siswa. Jangan memaksa seperti ini jika ingin mendapatkan

keuntungan,” tegas ibu dua anak tersebut. Kepala SDN 1 Dawuhan yang baru saja menjabat, Bambang Harianto, mengaku terkejut se jumlah wali murid memprotes penjualan buku-buku pelajaran. “Saya sudah meminta wali murid tenang. Artinya, kita akan berusaha menyelesaikan persoalan ini,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. (pri/c1/als)

Kepala Dispendik Menyayangkan n DISPENDIK... Sambungan dari Hal 36

Mantan kepala SMPN 1 Suboh itu sangat menyayangkan jika orientasi sekolah menjual buku kepada siswa hanya profit. Sebab, yang akan jadi korban pasti siswa dan wali murid. Pembelian buku pelajaran

hanya menjadi kegiatan formalitas dan melenceng jauh dari tujuan utama. Fathor Rakhman mengungkapkan, penerapan kurikulum 2013 di sekolah dasar adalah per semester. Di semester satu, sis wa hanya membeli buku lima mata pelajaran. Khusus Pendidikan Agama Islam tidak

per semester melainkan per tahun. “Makanya kita akan menurunkan teman-teman ke SDN 1 Dawuhan untuk memastikan bagaimana kejadian yang sebenarnya. Apalagi, kalau sampai ada pemaksaan pembelian buku, itu tidak bisa dibenarkan,” tegasnya. (pri/c1/als)


36

Rabu 24 Juli 2013

Wali Murid Protes Penjualan Buku Tak Sesuai Kurikulum 2013, Pihak Sekolah Tetap Menjual

NUR HARIRI/RaBa

BARANG BUKTI: Madiyono dan petasannya saat diamankan polisi kemarin (23/7).

Lagi, Polisi Tangkap Produsen Mercon PANJI - Satu lagi warga yang ditangkap gara-gara membuat petasan. Kali ini, petugas Polsek Panji menangkap Madiyono, warga Kampung Battal Tengah, Desa Battal, Kecamatan Panji, yang tengah membuat petasan di rumahnya Senin malam (23/7). Penangkapan tersangka berusia 23 tahun tersebut bermula saat pihak kepolisian mendapat informasi dari warga yang menyebutkan bahwa tersangka membuat petasan di rumahnya. Begitu mendapat informasi, polisi pun bergegas mendatangi rumah tersangka di Desa Battal. Sekitar pukul 23.00 saat polisi menggerebek rumah tersangka, Madiyono tidak bisa berkutik. Sebab, beberapa petasan siap ledak ditemukan di dalam rumahnya. Polisi yang mendatangi rumah Madiyono juga menggeledah beberapa sudut ruangan. Petugas sangat terkejut

saat mendapati ratusan mercon siap ledak.“Petugas Polsek Panji berhasil mengamankan ratusan petasan. Saat ini pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Polsek Panji. Kini masih dalam pemeriksaan petugas,” kata AKP Wahyudi, Kasubag Humas Polres Situbondo, kemarin (23/7). Kepada polisi, tersangka mengaku baru sekali membuat petasan yang bentuknya telah direnteng itu. Korban mengaku mendapatkan obat mercon tersebut dari seseorang. “Baru sekali buat. Obatnya beli,” kata Madiyono saat memberikan keterangan kepada polisi. Petugas tidak percaya begitu saja. Sebab, dilihat dari hasil produksi ratusan petasan yang direnteng itu, sepertinya tersangka sudah lihai membuat mercon. “Masih dilakukan pengembangan. Mungkin saja itu home industry yang setiap tahun sekali berproduksi,” imbuh AKP Wahyudi.

Data yang berhasil dikumpulkan, di dalam rumah tersangka, petugas Polsek Panji berhasil mengamankan ratusan barang bukti. Di antara petasan yang sudah dirangkai itu, yakni petasan yang panjangnya 3 meter berisi 340 petasan. Selanjutnya, satu renteng mercon sepanjang 1,2 meter berisi 150 mercon. Rangkaian petasan ketiga berisi 300 petasan sepanjang 1,9 meter. Selain mengamankan petasan, petugas juga menemukan obat bubuk yang merupakan mesiu mercon seberat 6 ons. Karena tertangkap basah memproduksi petasan, kini Madiyono harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Tersangka akan diproses sesuai aturan. Semua warga, khususnya di Situbondo, diminta tidak membuat petasan karena sangat berbahaya dan dilarang,” pungkas Wahyudi. (rri/c1/als)

Curi Helm di Masjid, Residivis Dimassa SITUBONDO - Achmad Gazali, 20, warga Desa Talkadang, Kecamatan Situbondo, babak-belur dihajar massa Senin malam (22/7). Penghakiman jalanan itu dilakukan belasan warga saat tersangka kepergok mencuri helm di depan Masjid Al-Abror Situbondo. Pria yang belakangan diketahui sebagai residivis pencurian kendaraan motor (curanmor) itu sempat menjadi bulan-bulanan warga. Akibat amukan warga, kepala pelaku yang pernah terlibat curanmor pada 2009 itu bocor dan langsung dilarikan ke RSUD Abdoer Rachem. Data yang berhasil dikumpulkan, saat korban mencuri helm milik Samsuri Syam, 26, warga Desa Pondok Kelor, Kecamatan Paiton, Probolonggo, yang tengah diparkir di halaman Masjid Al-Abror, aksi pelaku diketahui warga yang belum sempat masuk masjid. Saat ditanya, korban justru kabur dengan berceloteh yang bukan-bukan. Lantaran korban diketahui hendak mencuri helm, akhirnya warga yang tahu itu langsung berteriak maling. Kontan, beberapa orang yang saat itu berada di halaman masjid langsung mengejar tersangka yang lari. Akhirnya massa berhasil menangkap residivis curanmor tersebut dan langsung menghakiminya hingga babak-belur. Beruntung, amukan masa itu tidak sampai merenggut nyawa tersangka. Beberapa saat kemudian, petugas polisi datang ke lokasi kejadian dan langsung mengamankan tersangka. Petugas polisi membawa tersangka ke RSUD Abdoer Rachem Situbondo. “Kondisinya cukup parah, jadi sempat dirawat di rumah sakit. Saat ini korban sudah ditahan dan menjalani pemeriksaan,” ujar AKP Wahyudi, Kasubag Humas Polres Situbondo.

Saat diperiksa, korban mengaku terpaksa mencuri helm itu untuk membayar utang kepada seseorang. “Saya butuh uang untuk bayar utang, Pak,” kata Achmad Gazali saat memberikan keterangan di depan penyidik Reskrim Polres Situbondo. Data yang berhasil dikumpulkan, pencurian itu terjadi pada saat motor korban diparkir di halaman masjid. Korban tengah menunaikan salat tarawih. Pelaku mencuri dengan cara merusak kunci sadel motor terlebih dahulu. Bahkan, celana dan dompet milik korban di bawah sadel motor juga disikat tersangka. Beruntung, saat maling itu beraksi, ada warga yang tahu. “Pelaku sudah berkalikali terlibat aksi kriminal. Beruntung pelaku selamat dari amukan massa,” terang Wahyudi. (rri/c1/als)

NUR HARIRI/RaBa

DIRAWAT: Pencuri helm babak belur dihajar massa Senin malam (22/7).

SITUBONDO - Sejumlah wali murid SDN 1 Dawuhan melakukan protes. Itu disebabkan sekolah menjual buku pelajaran yang sudah jelas tidak akan digunakan pada kurikulum 2013. Aroma sekolah mengutamakan profit dalam penjualan buku tersebut sangat kental. Protes yang dilakukan wali murid sangat beralasan. Pasalnya, harga buku yang dijual tidak murah, sehingga dirasa sangat membebani. Kelas satu saja, wali murid harus merogoh kocek hingga Rp 422.000. Semakin tinggi kelasnya, semakin mahal harga buku pelajarannya. “Jadi, hitung saja berapa uang yang diterima sekolah meski tidak semua siswa memberi buku pelajaran lengkap. Tetapi, setiap wali murid membeli sekitar 85 persen buku dari total yang ditawarkan,” ungkap salah seorang wali murid yang namanya enggan dikorankan kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (23/7). Informasi yang dikumpulkan koran ini menyebutkan, dalam menjual buku kepada wali murid, SDN 1 Dawuhan memberikan selebaran daftar buku pelajaran dan LKS (lembar kerja siswa) yang dibutuhkan siswa. Wali murid tinggal memilih buku pelajaran mana yang dikehendaki akan dibeli. Ironisnya, meski akan ada penerapan kurikulum baru 2013, sekolah tidak pernah memberikan informasi secara utuh kepada wali murid. Sehingga, mereka tetap membeli buku-buku tersebut. Sosialisasi kurikulum 2013 baru dilakukan saat wali murid memesan dan menerima bukubuku pelajaran yang tidak sesuai kurikulum 2013. Tak pelak, saat digelar sosialisasi kurikulum 2013 dan pertemuan pihak sekolah dengan wali murid Senin (22/7) lalu, sejumlah protes mencuat. Dalam acara itu juga ada pertemuan dengan kepala SDN 1 Dawuhan yang baru. “Ini sangat aneh. Seharusnya sosialisasi kurikulum dulu, baru siswa ditawari buku sesuai kebutuhan. Bukan siswa membeli buku pelajaran dulu, lalu sosialisasi kurikulum. Kalau seperti ini kan menjebak atau membodohi siswa dan wali mu-

rid,” tandas wali murid lain. Sayang, saat sejumlah wali murid menyampaikan kekesalannya, kepala sekolah yang lama sudah tidak ada di tempat. Sehingga, kepala sekolah yang baru hanya bisa menenangkan dan berjanji akan menyelesaikan permasalahan tersebut. “Kita sebenarnya tidak keberatan membeli buku jika memang itu kebutuhan siswa. Yang kita sesalkan, ternyata buku-buku pelajaran itu tak lama lagi tak akan digunakan

karena ada kurikulum baru. Akan ada buku-buku baru yang didrop Dinas Pendidikan,” terang Winda Ninis, salah satu wali murid. Jika tahu akan ada kurikulum baru, pihak sekolah seharusnya tidak menjual buku-buku tersebut. Sebab, sekolah pasti tahu bahwa buku-buku tersebut tidak akan digunakan lagi atau diganti buku-buku baru yang lebih tepat dengan kurikulum 2013 n  Baca Wali...Hal 35

Dispendik Janji Turunkan Tim KEPALA Dinas Pendidikan Situbondo, Fathur Rakhman, mengaku akan mengirim tim untuk menyelidiki kasus di SDN 1 Dawuhan tersebut. Dia sangat menyayangkan jika kejadiannya benar-benar semacam itu. Sebab, kepala sekolah sebelumnya sudah mendapat sosialisasi tentang kurikulum baru. “Yang pasti, jika kasusnya seperti itu, sekolah tidak bisa dibenarkan. Sebab, kepala sekolah sudah mendapatkan sosialisasi dari dinas bahwa akan ada kurikulum baru. Jadi, seharusnya sekolah menahan diri. Hal itu seharusnya tak perlu terjadi,” tegasnya melalui telepon seluler. Kata dia, demi penerapan kurikulum baru, Pemkab

DOK.RaBa

Fathor Rakhman

Situbondo sudah menyiapkan anggaran khusus untuk pembelian buku yang sesuai amanat kurikulum 2013. Hanya saja, buku-buku tersebut hanya untuk siswa kelas I hingga kelas IV. “Kelas lain masih menggunakan standar kurikulum lama,” terangnya n  Baca Dispendik...Hal 35

Radar Banyuwangi 24 Juli 2013  

Jawa Pos Radar Banyuwangi

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you