Page 1

21 JULI

29

TAHUN 2013

PENERTIBAN: Satpol PP saat menurunkan banner pasangan calon Gubernur Jawa Timur di Situbondo kemarin (20/7). Baliho ucapan selamat milik SoekarwoSaifullah Yusuf (kiri) dan baliho milik Bambang DH-Said Abdullah dicopot petugas (bawah).

FOTO-FOTO: NUR HARIRI/RaBa

Baliho Cagub Diturunkan Paksa SITUBONDO - Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu) Situbondo menurunkan paksa baliho dan banner pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur. Penertiban itu dilakukan bersama Panwascam dan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP)

Kabupaten Situbondo kemarin (20/7). Penurunan atribut alat peraga pasangan calon tersebut berdasar ins truksi Badan Pengawas Pe milu (Bawaslu) Provinsi Jatim Nom o r 3 3 5 / Bawa s l u - P rov / J T M / VII/2013. Dengan adanya instruksi

ter sebut, di seluruh Jawa Timur se rentak dilakukan penertiban alat peraga yang berhubungan dengan pemilukada Provinsi Jawa Timur. “Pada hari ini secara serentak dilakukan penertiban sesuai instruksi Bawaslu,” terang

Eko Kintoko, Divisi Penindakan Panwaslu Kabupaten Situbondo. Selain berdasar instruksi Bawaslu, penertiban alat peraga juga berdasar Keputusan KPU Nomor 11 Tahun 2013 dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 n Baca Baliho...Hal 35

Sopir Sweeping MPU dari Luar Kota SITUBONDO - Belasan sopir mobil penumpang umum (MPU) melakukan aksi mogok kerja di JalanRayaPB.Sudirman,Situbondo, kemarin (20/7). Sweeping itu dilakukan demi menghentikan angkutan asal luar kabupaten yang beroperasi di Situbondo. Sekitar pukul 09.00 sebuah ang kutan umum jurusan Sidoarjo-Malang terlihat nekat beroperasi di Situbondo. Melihat mobil asal luar kota tersebut, para sopir langsung meng hentikannya. Akibat penghentian itu, beberapa warga yang menumpang angkutan luar kota

itu harus turun dan pindah ke MPU jurusan Situbondo–Besuki. Agar tetap memberikan rasa nyaman kepada penumpang. Angkutan umum yang biasa beroperasi disiapkan menjadi pengganti. Hal itu terlihat saat MPU asal luar kota bernopol N 7025 UT diberhentikan. Beberapa penumpang langsung dipindah ke angkutan lain. Aksi mogok para sopir itu didasari karena MPU asal luar kota itu dituding menyalahi izin trayek angkutan umum, khususnya jalur Situbondo–Besuki n  Baca Sopir...Hal 35

NUR HARIRI/RaBa

Diizinkan Gunakan Dermaga Lanal Antisipasi Antrean dan Kondisi Darurat Pelabuhan Ketapang BANYUWANGI - Persiapan penyeberangan dalam rangka hari raya Idul Fitri sudah disiapkan Pangkalan TNI AL (Lanal) Banyuwangi. Dermaga di belakang pangkalan di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, tersebut diperbolehkan digunakan un-

ADA APA LAGI

tuk tu kegiatan penyeberangan. ny Itu I disampaikan Dan lanal ka Ba nyu wa ngi B Letkol Laut (P) Edi Eka Susanto kepada Jawa Po s R a d a r Banyuwangi kemarin (20/7). “Kecepatan antara laut dan darat itu tidak sama, sehingga kita

harus cepat dalam mengantisipasi,” terang Danlanal Edi. Menurut Danlanal Edi, se ti ap li buran penyeberangan di Pe labuhan ASDP Indonesia Ferry Ketapang dengan jurusan KetapangGilimanuk sering macet. Kondisi seperti itu menyebabkan antrean ken daraan yang pan jang. Tentu itu sangat membahayakan. “Kita antisipasi bila ada kemungkinan terjelek,” katanya n  Baca Diizinkan...Hal 35

NUR HARIRI/RaBa

CADANGAN:

RINGSEK: Kondisi Mobil BPBD Jatim di Desa Sletreng, Kecamatan Kapongan, Situbondo, kemarin (20/7).

Dermaga pangkalan TNI AL (Lanal) Banyuwangi.

Mobil Dinas BPBD Nyundul Truk Tebu KAPONGAN - Mobil dinas (mobdin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur rusak parah setelah menabrak truk muatan tebu Jumat malam (19/7) lalu. Beruntung, kecelakaan lalu lintas yang terjadi di jalan raya Desa Sletreng, Kecamatan Kapongan, Situbondo, itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, tabrakan yang melibatkan mobdin yang dikemudikan Iwan Satyagraha dan truk tebu yang dikemudikan Suhatip itu terjadi sekitar pukul 22.00 Jumat malam. Mobil Toyota Kijang Innova bernopol L 1528 GP dan truk pengangkut tebu bernopol N 8836 UN itu samasama melaju dari arah timur ke barat dengan kecepatan cukup tinggi n  Baca Mobil...Hal 35

BAYU SAKSONO/RaBa

Kembar Siam Nurul Buta, Ortu Pasrah GENTENG - Kembar siam dempet perut, Nurul dan Rahma, asal Dusun Krajan, Desa Bomo, Kecamatan Rogojampi, Ba nyuwangi, masih dirawat secara intensif di Rumah Sakit Umum (RSU) dr. Soetomo, Surabaya, hingga kemarin (20/7). Selama pe nanganan medis, kon disi kesehatan kedua bayi tersebut semakin hari semakin membaik. Kedua anak p a sangan suami istri Yuda Winarno dan Sika Jayati itu memang sehat secara keseluruhan. Tetapi, satu bayi bernama Nurul menderita retinopathy of prematurity (ROP) grade 5. Akibatnya, bayi tersebut terancam kebutaan. Kedua orang tua bayi tersebut mengetahui kabar tersebut melalui dokter yang merawat. Mereka mengaku pasrah. ‘’Kata dokter, satu anak saya buta,’’

ungkap Yuda Winarno kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Meski begitu, pihak keluarga tetap senang lantaran kondisi kesehatan kedua bayi mereka baik. Hingga kemarin, bobot kedua bayi tersebut sekitar 7 kilogram. ‘’Gak apa-apa (buta, red), yang penting kedua anak saya sehat,’’ kata bapak yang langsung dikaruniai tiga anak sekaligus itu. Disinggung kapan akan dilakukan ope rasi, Yuda Wi narno menye but, operasi pe misahan kedua anaknya itu masih belum diketahui. Tetapi, pemberitahuan tim dokter, kedua bayi tersebut akan dioperasi setelah bobot mereka 10 kilogram. ‘’Anak saya dioperasi setelah operasi bayi asal Jombang,’’ katanya. Melihat perkembangan kedua bayinya, Yuda Winarno sangat senang n

kembar

S m Siam

 Baca Kembar...Hal 35

Mengintip Budi Daya Belimbing di Lahan Kering Situbondo

Ukuran Bangkok, Rasanya Tetap Belimbing Madu Tanah kering justru menjadi nilai lebih dalam budi daya belimbing. Buah akan menjadi lebih manis dan ukurannya besar. EDY SUPRIYONO, Kapongan BEBERAPA buah belimbing tampak dibiarkan berserakan di atas tanah tepat di bawah pohon. Pemandangan seperti itu tampak di setiap pohon. Ukurannya memang tidak besar, tapi warnanya sangat kuning. Lubang di tempat berdirinya pohon belimbing seolah menjadi tempat menampung buah-buah yang tak dimanfaatkan tersebut. Usut punya usut, buah belimbing itu sengaja dijatuhkan. “Yang dijatuhkan ini ada yang karena sudah terkena

http://www.radarbanyuwangi.co.id

DIHENTIKAN: Penumpang angkutan diturunkan oleh paguyuban sopir di Jalan PB. Sudirman kemarin (20/7).

penyakit, ada yang kena sortir,” terang Bayu Mohammad Siddiq, pemilik lahan budi daya tanaman buah Belimbing di Dusun Mincel, Desa Juglangan, Kecamatan Panji, Situbondo. Buah yang terkena penyakit yang dimaksudkan adalah buah yang sudah terserang lalat buah. Kalau tidak secepatnya dibuang, maka berpotensi menjadi inang berkembang biaknya lalat buah. “Makanya kita buang. Yang dibuang ini ya kita biarkan menjadi kompos. Nanti ber guna untuk makanan tanaman,” terangnya. Yang kedua, belimbing dibuang karena dalam rangka pembesaran buah yang lebih sempurna. Buah belimbing yang ukurannya kecil diambil. “Yang kita pelihara yang bagus ukurannya dan bentuknya. Ini untuk menarik minat orang untuk membeli atau menanam,” cetus Bayu n  Baca Ukuran...Hal 35

Mobil dinas BPBD nyundul truk tebu Petugas penanggulangan bencana pun tertimpa bencana

Para sopir angkutan Situbondo sweeping MPU dari luar kota Angkut saja!

EDY SUPRIYONO/RaBa

DIAMATI: Petani menyortir buah belimbing di Situbondo. email: radarbwi@gmail.com / radarbwi@yahoo.com


30

Minggu 21 Juli 2013

Sahur Bareng di Pasar Bangorejo Imsyak 04.07

Subuh 04.17

Duhur 11.30

Ashar 14.52

Maghrib 17.24

Isyak 18.36

SUMBER: BADAN HISAB RUKYAT (BHR) BANYUWANGI

HIKMAH

Kenapa Puasa Harus Lapar? SEPINTAS, judul di atas mirip dengan lagunya Bimbo yang berjudul “Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya” yang salah satu liriknya mempertanyakan buat apa berlapar-lapar puasa. Puasa dan lapar ternyata memiliki keterkaitan makna dan efek yang mendalam baik secara lahiriah dan batiniah. Secara biologis lapar adalah gejala yang ditimbulkan oleh tubuh yang kekurangan pasokan energi. Kemudian untuk memenuhinya, tubuh mengirim sinyal rasa lapar ke dalam otak yang dilanjutkan ke perut dengan bentuk suara “kemeriuk” pertanda lapar. Hal ini secara otomatis memicu manusia untuk mencari makan. Menurut penelitian Dr. Gene Jack Wang (2009) – Ilmuwan Brookhaven National Labotary, New York, Amerika Serikat—sinyal lapar di otak tidak hanya dipicu oleh rasa lapar yang Oleh ditimbulkan kebutuhan Yusri Nur Dian Muslim energi pada tubuh tapi juga karena hasrat untuk memenuhi keinginan. Hal ini oleh Dr. Wang disebut dengan “Lapar Mata.” n

BANGOREJO - Sabtu (20/7) dini hari seorang perempuan bersama putrinya terlihat tergopoh-gopoh datang ke Pasar Bangorejo. Begitu tiba di pasar, perempuan tersebut tidak langsung belanja, tapi sibuk mencari tempat duduk lesehan di sisi barat Pasar Bangorejo itu. Rupanya, kedatangan Suryatun, nama perempuan tersebut, yang lebih awal ke Pasar Bangorejo itu khusus ingin mengikuti Sahur Bareng Bupati Anas. Nuansa Safari Ramadan yang digelar Pemkab Banyuwangi tahun itu berbeda dibandingkan tahuntahun sebelumnya. Bila biasanya hanya diisi acara buka bersama dan tarawih, tahun ini Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, menambah aktivitasnya dengan sahur bareng. Sahur bareng bupati ini digelar cukup sederhana, yakni di pelataran barat Pasar Bangorejo. Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko dan Sekretaris Kabupaten Slamet Kariyono juga turut hadir. Suryatun menuturkan, kabar tentang sahur bareng dengan orang nomor satu di lingkungan Pemkab Banyuwangi itu didapat dari tetangganya n  Baca Sahur...Hal 35

HUMAS PEMKAB BWI FOR RaBa

BERBAUR: Rombongan Bupati Anas salat Subuh berjamaah di Pasar Bangorejo Sabtu kemarin.

Annisa Suguhkan Formasi Kuntulan

 Baca Kenapa...Hal 35

GO SURABAYA: Grup qasidah modern Annisa Panderejo berlatih di Jalan Ciliwung, Kelurahan Panderejo, Banyuwangi.

B A N Y U WA N G I - S a l a h satu calon kontestan grand final Jawa Pos Festival Ramadan asal Banyuwangi, yakni grup qasidah modern Annisa Panderejo, siap menggebrak Kota Pahlawan, Surabaya. Bahkan, grup asal Kelurahan Panderejo, Kecamatan Banyuwangi, itu siap menampilkan nuansa Bumi

Blambangan dalam grand final yang dijadwalkan berlangsung 27 Juli sampai 28 Juli tersebut. Ketua grup qasidah modern Annisa, Mifta mengatakan, sejak beberapa hari terakhir pihaknya intens berlatih koreografi, vokal, dan improvisasi musik n

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Toyota Yaris ‘06 •

• Grand Livina ‘07 •

• Daihatsu Xenia ‘10 •

Mobil Anda belum laku? Hubungi: 0333-412224

Dijual Toyota Yaris 2006 merah matix STNK panjang, barang istimewa, full variasi 135 juta bisa nego, plat Banyuwangi. Hub: Bpk. Agus 082141496296 - 08124946056.

Dijual Nissan Grand Livina XV 1.8MT tahun 2007 hitam, harga 143,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Daihatsu Xenia F60I RV-GMDFJJ (XI) tahun 2010, silver metalik, harga 119,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

• Nissan X-Trail ‘05 •

• Suzuki Karimun ‘05 •

• Daihatsu Taft ‘92 •

• L300 Pick Up ‘09 •

Dijual Nissan XTrail 2.5 ST AT tahun 2005 abu-abu metalik, harga 136,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Suzuki SL 410 R-Karimun tahun 2005 hitam harga 93,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu F70 TAFT 4WD (4x4) Jeep (solar) tahun 1992 hitam harga 66,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual L300 Pick-Up 2009, harga 115 juta nego, bisa cash/ kredit atau tukar tambah, hubungi 082142194111 - 081335897888

• Kijang LGX ‘04 •

• Nissan •

• Avanza ‘08 & ‘11•

Dijual BU Toyota Kijang LGX 1,8 th 2004 silver, barang bagus/istimewa, no STNK panjang, harga 140 juta, cash tanpa perantara, hub 081229225219 / Yanto

Promo Nissan pameran di Giant Sun East & dealer Nissan Bwi Jl. Letjen S. Parman 150 Pakis, Bwi. Daptkan diskon&bonus ++ ready stock all type hub 0333-446022 Nissan

Jual Toyota Avanza G, Hitam Metalik Vr. Racing, Plat P. Banyuwangi, tahun 2008 (127), tahun 2011 (138), mulus. Hubungi. 081914700510

BENNY SISWANTO/RaBa

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Jual Mesin •

• STNK •

• 5 Kapling Tanah •

• Colt Diesel FE ‘08 •

Jual mesin 4D FE 30 hdp+posneleng+ radiator+ casis. Hub. 0811341488 / 087808143338

Hlg STNK P 4784 X, an. Syarif Hidayatullah, Jl. Ikan Lumba-lumba 6 04/03 Karangrejo

Djl 5 Kapling tnh Jl. Supriyadi & tnh L.1.128m2 Tamanbaru, SHM, Vici 081336142143

Jual C Diesel FE 71 th 2008, Taft 93 full audio ban 33. L300 th 2010. H. 08123353223

• Rental Mobil •

Hlg STNK P 4322 YB, an. Suryono, Ling Kramat 03/03 Kertosari, Bwi.

RENTAL MOBIL BANYUWANGI. HUBUNGI: 0819-3484-3445

• Percetakan • Cetak Mug 10rb,pin 2rb, ganci 2,5rb. Kaos,polo,pulpenEFOD417992-081913906633

Hlg STNK P 6103 WF, an. Mochtarno, Singomayan Barat 25 01/1 Singonegaran Hlg STNK P 2738 ZI, an. Mukhamad Anwar, Gumukagung 02/05 Gintangan Rogojampi

• Pengobatan Lahir Batin •

• Jl. Denpasar •

• Isuzu Panther ‘94 •

Dijual Tanah 2000 M2, Jl. Denpasar, Kalipuro Bwi, Hub 082141046676.

Dijual Panther 1994 AC/TP/Racing mls biru muda, 70 jt nego, a/n sendiri, brng bgus, tnp perntara. Hub. 081336581680

• Tanah 2 Kapling • Dijual 2 tanah Kapling msg2 uk: 10x20 M2, Lokasi Kebalenan, SHM Harga : 75 Juta Hun: 082141060580/083847407631

SITUBONDO

Pngobatan lahir batin mlayani sgl hajat Insya Allah Mustajabah PP.Al Abbas 087759585558

 Baca Annisa...Hal 35

• Jl. Semeru • • Kepiting Mas Square •

Kepiting mas-exclusive bisnis square hrg 300jt-an cash back 25jt juli-agus investasi ruko terdasyat 2013 kota banyuwangi 081230063707-085854526161.

BANYUWANGI

Djl tnh Jl. Semeru, L 445 M2, fll bngunan, cck utk usaha kantor&siap huni. 08124921333

• Brawijaya Regency •

• Jl. Argopuro •

Dijual cpat murah rumah di Brawijaya Regency C11 Hub 0817350774 (No SMS)

Jual tnh SHM 10x20, 955 m2, 1150 m2 @750 rb/ m2Jl.Argopuro15BdktRoyalStbH.082333008871

PEMBERITAHUAN

Ingin pasang iklan? Hubungi: 0333-412224

Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan secara resmi di Radar Banyuwangi.

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho. Desain Iklan: Mohammad PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/ mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


31

Minggu 21 Juli 2013

Pendaftar 619, Lolos 75 Orang BANYUWANGI - Setelah men jalani seleksi ketat, 75 Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Banyuwangi akhirnya terbentuk kemarin (21/7). Mereka nanti yang akan mengibarkan bendera saat upacara Detik-Detik Proklamasi peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) 17 Agustus 2013 mendatang. Anggota Paskibra terdiri atas pelajar SMA/SMK/MA di Kabupaten Banyuwangi. Mereka terpilih setelah menyisihkan 619 peserta. “Seleksi Paskibra kita mulai 17 Juli 2013 lalu,” cetus Ketua Tim Pelatih Paskibra Lettu Laut (P) Ogi Mabarti. Seleksi Paskibra ini, jelas Mabarti, dilakukan di tiga zona.

Zona utara dilaksanakan di Gedung Olah Raga (GOR) Tawang Alun. Zona tengah, seleksi dilakukan di Kecamatan Srono. Zona barat, seleksi dilakukan di Kecamatan Genteng. Peserta yang lolos seleksi dari tiga zona itu akan menjalani seleksi pemantauan akhir (pantaukhir). “Yang lolos di tingkat zona, hari ini (kemarin) mengikuti pantaukhir,” kata Pasi Ops Lanal Banyuwangi itu. Peserta yang mengikuti pantaukhir ini, imbuh Mabarti, jumlahnya 154 peserta. Dalam pantaukhir, para peserta kembali menjalani seleksi dan tes baris-berbaris. “Dari 154 peserta, mereka kita pilih 75 peserta,” katanya n  Baca Pendaftaran...Hal 35

BERBARIS: Suasana seleksi akhir Paskibra di GOR Tawang Alun, Banyuwangi, kemarin. GALIH COKRO/RaBa

Waspadai Datangnya Banjir Susulan SONGGON - Banjir bandang yang mengaliri tiga sungai yaitu Kumbo, Gumarang, dan Badeng, di Kecamatan Songgon, Banyuwangi, perlu diwaspadai kembali. Sebab, bencana alam tersebut diprediksi akan berlanjut ketika hujan turun seperti saat ini. Seperti diketahui, banjir bandang yang terjadi Senin dini hari (15/7) lalu cukup dahsyat. Sejumlah fasilitas umum, baik hasil bantuan pemerintah maupun swadaya masyarakat, rusak berantakan. Tidak terkecuali, lahan perkebunan dan pertanian milik warga di tepi sungai juga pora-poranda. Misalnya, jembatan yang dibangun hasil swadaya masyarakat di atas Sungai Gumarang, tepatnya di belakang pasar Desa Sumberarum putus. Sebuah jembatan besar sebagai akses menuju dua dusun, yaitu Dusun Bejong dan Lider, tampak retak akibat diterjang banjir yang berlangsung saat hujan deras itu. Banjir bandang tersebut juga meluluhlantakkan saluran pipa air bersih yang dimanfaatkan warga Desa Sumberarum dan Desa Sumberbulu. Tak pelak, ratusan Kepala Keluarga (KK) sempat kesulitan mendapatkan pasokan air bersih pasca insiden itu dalam beberapa hari terakhir sebelum akhirnya diperbaiki. Banjir bandang tersebut ternyata termasuk salah satu dampak aktivitas Gunung Raung. Sebab, aktivitas gunung terbesar di Pulau Jawa tersebut sedang ‘’in’’ dengan status siaga level III beberapa waktu lalu. Akibatnya, banyak pohon yang terbakar akibat hawa panas. Kepala Pos Pengamatan Gunung Raung di Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Balok Suryadi menjelaskan, banjir bandang

diprediksi akan terjadi selama musim penghujan. Banjir besar tersebut merupakan efek bahaya sekunder aktivitas Gunung Raung. ‘’Bahaya sekunder yang perlu diwaspadai,’’ ungkapnya. Ditemui kemarin, dia mengatakan, bahwa banjir bandang tersebut diawali tersumbatnya aliran sungai di lereng gunung. Gara-garanya, banyak pohon tumbang akibat terbakar beberapa waktu lalu. ‘’Sehingga, debit sungai tampak menipis karena dibendung di sekitar lereng gunung,’’ katanya. Tapi, lambat laun, jelas dia, sumbatan material tersebut akhirnya jebol waktu hujan deras. Hal itu dipicu tidak mampu menampung debitnya air yang terlalu banyak. ‘’Kalau sudah begitu, maka banjir besar akan terjadi,’’ kata pria berkacamata itu. Kondisi cuaca memang sangat berpengaruh terhadap bahaya banjir. Jika kondisi cuaca di lereng Gunung Raung terpantau hujan terus menerus, maka warga yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Raung untuk waspada. Jadi, masih sama dia, ancaman banjir tersebut bukan hanya terjadi di tiga sungai tersebut. Mengingat, semua sungai yang berhulu ‘’Jadi, bukan hanya tiga sungai ini saja, semua sungai mulai dari sungai Setail sampai di Kalibaru juga harus waspada,’’ terangnya. Dia menuturkan, jika aktivitas gunung setinggi 3.332 meter di atas permukaan air laut (dpl). Hingga kemarin, gempa tremor yang terekam di Seismograf masih terus meningkat. ‘’Status masih waspada,’’ pungkas warga Dusun Krajan, Desa Sragi, Kecamatan Songgon, itu. (ton/c1/bay)

Pasokan Air Bersih Lancar

ALI NURFATONI/RaBa

MENONTON: Dua warga melihat lokasi jembatan yang hilang setelah diterjang banjir di Sungai Gumarang, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Banyuwangi.

Tikus Serang Puluhan Ha Padi

EDY SUPRIYONO/RaBa

KUNING: Tanaman padi di wilayah Kecamatan Kapongan, Situbondo, kemarin.

SITUBONDO - Serangan hama tikus merajalela di Situbondo sebulan terakhir. Yang menjadi korban adalah lahan pertanian di wilayah Kecamatan Kapongan hingga ke timur. Hingga kini sudah puluhan hektare (ha) sawah rusak diserang hewan pengerat tersebut. Serangan tikus kali ini benar-benar ganas. Dalam waktu semalam, kerusakan yang ditimbulkan bisa mencapai beberapa petak sawah. Selain itu, yang diserang bukan hanya padi, tanaman jagung dan tebu juga diserang. H. Aswari, anggota DPRD Situbondo dari Dapil III (Jangkar, Asembagus, dan Banyuputih) mengakui, pihaknya mendapat banyak keluhan dari para petani

tentang serangan hama tikus yang kian merajalela. “Harus ada tindakan nyata dari pemerintah untuk mengatasi keadaan ini,” katanya. Bagi petani yang memiliki modal besar, gagal panen mungkin tak terlalu menjadi persoalan. Sebab, mereka memiliki banyak modal. Namun, bagi petani yang pas-pasan, gagal panen akan langsung membuat mereka bangkrut. “Mereka bukan tak bergairah menanam padi, tapi tak punya modal untuk menanam kembali. Makanya, saat bertemu Dinas Pertanian, saya minta agar ada bantuan benih sebagai stimulan agar para petani kembali bergairah menanam padi,” tegasnya n  Baca Tikus...Hal 35

SEMENTARA itu, kesulitan mendapatkan air bersih oleh ratusan warga yang tinggal di Dusun Krajan, Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, sudah berhasil teratasi. Sebab, perbaikan pipa yang jebol diterjang banjir sudah rampung. Pasokan air bersih untuk warga tersebut berjalan normal seperti biasa kemarin (20/7). Kepala Desa Sumberbulu, Sarengat Makruf mengatakan, ratusan kepala keluarga (KK) kini sudah bisa menikmati air bersih. Sebab, perbaikan pipa yang rusak sudah berhasil dituntaskan. ‘’Alhamdulillah sudah normal,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Kades Sarengat meALI NURFATONI/RaBa nyebut, perbaikan Sarengat Makruf pipa yang jebol tersebut hanya berlaku sementara. Sebab, puluhan lonjor pipa yang diganti hanya berbahan plastik. ‘’Yang penting disambung dulu meski hanya sementara,’’ katanya kemarin. Dia menjelaskan, masyarakat memang banyak yang mengeluhkan suplai air bersih pasca banjir bandang di Sungai Kumbo Senin lalu itu. Tentu saja, warga ingin segera perbaikan pipa tersebut selesai. ‘’Kita kerja bakti terus, akhirnya kemarin sore (Jumat, red) selesai dan air lancar,” terangnya. Meski sudah selesai, tapi pemerintah desa masih menunggu bantuan pemerintah. Mengingat, pipa yang dipasang sebagai pengganti itu sifatnya hanya sementara. ‘’Pipanya bukan permanen. Kami masih menunggu bantuan. Semoga lekas ada bantuan,’’ harapnya. (ton/c1/bay)

AGENDA KOTA

Reuni SMPN 1 Banyuwangi Alumni 1983 Alumni siswa siswi SMPN 1Banyuwangi tahun 1983 akan menggelar reuni akbar. Acara yang dikemas dengan tema 30 tahun heng kecaruk itu kan digelar di SMPN 1 Banyuwangi pada pukul 09.00 tanggal 10 Agustus 2013 mendatang. (adv)

Gerindra Gelar Buka Puasa Partai Gerindra Banyuwangi menggelar acara buka puasa bersama dan santunan duafa Minggu besok (21/7). Acara yang digelar di Kantor DPC Partai Gerindra Kab Banyuwangi Jl Agus Salim no 126 A Banyuwangi itu dimulai pukul 15.00. Sebagai pembicara adalah Kyai Sunandi Zubaidi, S,Pdi M.Pdi (Ketua Lembaga Bathsul Masail PCNU Kab. BanyuwangiWakil Ketua MMPP Kab Banyuwangi). (*)


UNTUK PEREMPUAN

34

Minggu 21 Juli 2013

Pada Suatu Malam

Rapat di Alam Terbuka

Pada suatu malam engkau terbangun demi sebuah ingatan. tentang hijau, lanskap taman. akarakar rumput menyesap embun tubuhnya berkilatan. berkilatan dalam balutan cahya bulan.

SETIAP selesai melakukan kegiatan, jangan lantas dilupakan begitu saja. Sekelompok guru SMPN yang tergabung dalam BWI4 Teacher’s ini juga sepakat dengan hal itu. Mereka merasa perlu melakukan evaluasi berkala yang diselingi diskusi usai melakukan kegiatan. Terkait kegiatan pembelajaran

Di atas lanskap taman dudukmu sendirian. melabuh pandang ke luas langit. menandai bintang atawa mungkin sejumlah harapan yang masih tergantung. Gamang!

n$

$khusus perempua

yoho! langit memang selalu indah di kala malam. Di kala tamak loba ditidurkan ke belantara mimpi.

BWI-4 teacher’s

KOMUNITAS anda ingin tampil di koran? Caranya mudah. Isi ballot Jawa Pos For Her Community Competition yang tercetak di halaman koran ini, lalu kirim data dan foto ke kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi di jalan Yos Sudarso 89-c Banyuwangi. Kiriman pembaca akan terbit setiap edisi kamis dan minggu.

Base Camp: Jl Letkol Istiqlah Banyuwangi Tanggal kegiatan: Juni 2013

tak ada lagi air mata pedih. kerena hak yang tercuri diamdiam. atawa bahkan terang terangan.

Tamparan Si Mata Malaikat

Embun dan Sesayat Doa mula embun hadir merebak terasalah malam merambat basah nur bulan membias pucat merubuh tumbang bayangbayang. langit murah hati digambarnya wajah yang disayang duhai. betapa nyata kesepian. betapa nyata kesendirian. mula embun hadir dan merebak terasalah malam merambat basah sesayat doa merambati kelelangan menuju satu persatu tangga langit. Sampai kapan?

Ditepi Pantai Blimbingsari Disini, akan kita nikmati lagi sedap aroma ikan bakar tersaji bersama deburan ombak yang pulang menepi. Melarutkan resah tak lagi menjadi kembang mimpi. angin payau menggerai rambut namun tak ada kabut yang turut hanya senyum abadi kekasih mengantar matahari pulang hanyutkan diri ke gelanggang laut. biru yang syahdu. Sajak-sajak Muchlis Darma Putra. Penyair asal Wadung Pal, Banyuwangi.

Apa? tuli telingaku tuli buta mataku buta lumpu kakiku lumpuh mati jiwaku mati rapuh tulangku rapuh letih tubuhku letih hamparan dunia tak peduli apa? air laut bisa surut matahari bisa padam itu harapan semut...

Debu Berdirilah batang Tak rumpang diimpit keladi Lolong api menyapa Biang dari kematian Cabutlah!!! Matahati tak kusam Walau awan debu datang Jernihkan pikiran Pada bintang berkedip Merayu… Ledakkan!!! Surya membeku Pada lempeng tak menyatu

Aku Aku… Bukanlah singa Yang mengaung Tanpa menampakkan taring Tapi aku singa Yang mengendap di semak Tuk mencabik-cabik daging… Aku… Melompat batang Menginjak batu Menampakkan kesejatian Sang penguasa…   Aku… Mendengar tangisan batu kecil Yang terimpit dua gunung Melangkahkan kaki tak menyatu Dari biang panas membeku tubuh Puisi-puisi M.Zainol Khofi. Pencinta puisi.

Pe njaga gawang rubrik budaya Radar Banyuwangi siap menerima tendangan karya Anda dalam ben tuk gambar, sketsa, puisi, cerpen, apresiasi sa stra, dan ar tikel budaya (maksimal 10.000 characters with spaces). Silakan kirim ke budayaradarbwi@gmail.com.

siswa juga perlu dievaluasi. Agar tidak membosankan, proses evaluasi kegiatan pembelajaran tersebut dilakukan di alam terbuka. Selain bertukar pikiran seputar dunia pendidikan, mereka juga bisa refreshing di tempat terbuka. Salah satu lokasi yang dipilih adalah kawasan Gunung Gumitir di perbatasan Banyuwangi– Jember. (c1/bay)

Oleh Lukman Hadi*

J

ika hidup ini adalah rel kereta api dalam eksperimen relativitas Einstein, maka pengalaman demi pengalaman yang menggempur kita dari waktu ke waktu adalah cahaya yang melesat-lesat di dalam gerbong di atas rel itu. Relatifitasnya berupa seberapa banyak kita dapat mengambil pelajaran dari pengalaman yang melesatlesat itu. Analogi eksperimen itu tak lain, karena kecepatan cahaya bersifat sama dan absolut, dan waktu relatif tergantung kecepatan gerbong. Maka pengalaman yang sama dapat menimpa siapa saja, namun sejauh mana, dan secepat apa pengalaman yang sama tadi memberi pelajaran pada seseorang, hasilnya akan berbeda, relatif satu sama lain (Andrea Hirata, dalam Novel Edensor, 2007). Jelas sekali, saya, Anda dan semua orang pasti mengalami segala hal untuk pertama kalinya dalam hidup, ini tidak perlu diperdebatkan. Juga semua orang pasti menginginkan segala hal terjadi untuk pertama kalinya dalam kondisi, moment, dan kesan yang indah. Dan, pernahkah Anda membayangkan sebelumnya, bahwa pengalaman ditampar pertama kalinya dalam hidup Anda, dilakukan bukan oleh orang tua Anda yang sangat Anda sayangi, juga bukan oleh musuh Anda yang mati-matian Anda benci, melainkan oleh guru Anda yang sungguh Anda hormati di sekolah? Inilah yang saya alami, kawan. Adalah Lukman Hakim, Gladag, teman satu bangku, satu kelas, 2G, SMPN 2 Rogojampi-lah biang kerok semua kesialan yang pernah saya alami ini. Dan, guru yang beruntung mendaratkan telapak tangannya, dengan cukup keras, di wajah saya, untuk pertama kalinya dalam hidup, tak lain dan tak bukan, adalah Pak Arifin, guru mata pelajaran geografi, yang hampir semua siswa SMPN 2 Rogojampi saat itu, menyebutnya “Si Mata Malaikat”. Julukan yang mengerikan, bukan. Pun tamparannya, menyakitkan. Cerita ini berawal dari keisengan Lukman, Si biang Kerok, dengan sengaja batuk-batuk, yang dibuat-buat tentu saja, saat Pak Arifin, seperti biasa, mendikte materi pelajaran geografi. Pak Arifin, ah, kuat dugaan saya, guru yang satu ini, hanya memiliki tiga metode pembelajaran dalam penyampaian materi: pertama dikte, kedua dikte dan ketiga dikte. Tanpa peduli siswanya nguap-nguap menahan kantuk dan bosan yang luar biasa. Boleh jadi, ngantuk dan bosan inilah yang mendasari keisengan Lukman mengerjai Pak Arifin. Dan, Anda tahu, Lukman, si biang kerok ini, rupanya cukup cerdas untuk menyinergikan suara batuknya dengan suara Pak Arifin, kompak sekali. Saking kompaknya dua suara tadi, membuat saya dan semua teman sekelas mengalami kesulitan pendengaran yang akut. Tidak dapat membedakan antara suara Pak Arifin dengan Lukman. Sehingga banyak dari teman satu kelas yang meminta Pak Arifin mengulangi perkataannya lagi. Tragisnya, ini dilakukan berulang kali. Coba Anda terka apa yang kemudian terjadi? Ya benar, Pak Arifin benar-benar

naik pitam. Kesabarannya sudah cukup lama terkikis, akhirnya habis juga. Beliau seakan-akan benar-benar berubah menjadi malaikat maut yang siap mencabut nyawa para pembuat onar, para berandal kelas. Dengan air muka yang mendadak berubah jadi merah, (maaf ) kedua matanya semakin tidak jelas ke mana arah penglihatannya, bibir dan kedua tangan serta kakinya bergetar-getar kecil, beliau mengawali kemarahannya dengan bertanya “Siapa yang mainan batuk tadi?”. “Lukman, Pak”. Dengan spontan dan serempak, bagaikan paduan suara, hampir semua siswa di kelas menoleh dan menunjuk ke arah Lukman, si biang kerok. Saya santai saja ketika tanpa dikomando, Pak Arifin bergegas menghampiri bangku tempat kami, dua siswa dengan nama depan yang nyaris sama persis, duduk bersama. Melihat langkah kaki beliau saat menghampiri kami, langkah kecil-kecil dengan interval yang cukup cepat, saya mengingatnya seperti orang sedang kebelet buang hajat yang sangat mendamba toilet. Gairah yang tak tertangguhkan untuk segera menghukum siswa pembuat onar, pengacau suasana belajar dan berandal kelas, bernama Lukman. Ketika jarak Pak Arifin dengan tempat duduk kami hanya dua meter saja, saya masih benar-benar tidak dapat memasti-

kan ke mana arah yang beliau tuju. Maaf sekali lagi, karena ketidaksempurnaan mata beliau, maka yang saya lihat, beliau justru menoleh ke arah bangku teman di samping bangku kami. Dan, itu membuat saya semakin santai. Dan, tiba-tiba “plakkk!!!”. Saya benarbenar terkejut bukan buatan, ketika beliau berada persis di depan Saya, tanpa basabasi, cas-cis-cus, atau ini-itu, langsung menampar wajah saya sebelah kanan. Satu kali, ya hanya satu kali. Setelah melakukannya, beliau berbalik badan dan berjalan amat santai kembali ke posisi idealnya di depan kelas. Hening, sunyi, senyap seketika suasana di dalam kelas. Tak ada seorang pun yang berani berbicara. Semua siswa boleh jadi bingung, saling berpandangan satu dengan lainnya. Apalagi saya yang menjadi korban, sungguh tak habis pikir “mengapa jadi saya yang kena tampar ya”, begitu gumam saya di dalam hati. Sungguh, saya, pun teman-teman lainnya, tidak ada yang berani memprotes apa yang dilakukan Pak Arifin tersebut. Entah salah paham, salah orang, atau pun salah penglihatan, kami benar-benar tidak mengerti. Dengan wajah sebelah kanan saya yang masih kemerah-merahan seperti buah tomat yang belum benar-benar matang, karena bekas tamparan “Si mata malaikat” tadi, saya berusaha keras untuk menemu-

kan alasan mengapa beliau bisa salah sasaran. Beberapa variabel saya ajukan. Dan, akhirnya mengerucut pada dua kemungkinan: jika bukan karena seragam Pramuka yang Saya kenakan tersemat nama LUKMAN HADI -sedangkan Lukman sebelah saya tidak terdapat emblem nama pada seragamnya-, atau mungkin beliau lebih mengenal nama Lukman itu adalah Saya daripada Lukman lainnya. Tidak cukup berhenti di situ saja, kemarahan Pak Arifin berlanjut dengan omelannya di depan kelas. Saya benarbenar kesulitan mengingat apa yang disampaikan dalam omelannya itu. Alihalih mendengarkan omelannya, pikiran saya masih tidak mempercayai apa yang baru saja menimpa saya. Juga rasa sakit yang lama-lama semakin terasa, panas sekali. Yang pasti, jika Si mata malaikat sudah marah sampai bersungut-sungut seperti itu, maka setiap ucapannya yang keluar akan berbanding lurus dengan air ludahnya yang keluar. Sebuah kolaborasi yang apik untuk membentuk “gerimis” di siang hari. Itu artinya, selain saya yang sial bukan kepalang hari itu, juga temanteman yang duduk persis di depan Pak Arifin berdiri. Mereka sial harus terkena gerimis ludah. Mengenaskan. *) Cerpenis.

Menoreh Sebuah Luka

Oleh Neny Ida Sushanty

C

ahaya rembulan malam itu semakin tinggi semakin gelap, mataku mulai berkaca-kaca menatap malam telah menundukkan sinarnya. Di serambi kamar di atas alas koran ku merebahkan tubuhku. Setelah ku mendirikan salat tahajud memakai mukena putih yang kusam termakan debu. Meski seharian penuh perutku kosong sebutir nasi, perlahan kuremas-remas tubuhku dengan kedua jemariku. Seekor lalat terbang sempoyongan mengitari raga ini yang telah lemas terombang-ambing rasa lapar. Ku tertatih-tatih meraih sebuah buku kecil yang kutemukan di tong sampah belakang rumahku. Kelihatannya tak layak pakai. Setidaknya dapat menulis setitik impian masa kecilku yang terabaikan waktu. Malam Jumat itu membuat jantungku terus-menerus berdetak, hatiku mulai tak menentu keluar ke alam sadar. “Nak..? Bapakku sudah pulang!” seru mamak yang terbaring lumpuh di ranjang kamar depan

“belum mak ? mungkin tengah malam nanti!” jawabku Sembari membelai rambutnya yang telah memutih tersesak usia. Waktu demi waktu mamak terdiam di atas alas kerdus “indomie” itu, aku tak mampu melakukan sesuatu. Sesuap nasi pun tak dapat kuberikan untuk mamak. Untunglah kudapatkan sepotong roti tawar di jalanan pasar. “Mak...? Makan dulu ya? Hanya ini yang dapat kucari Mak? Sungguhku dengan tatapan menerawang paras wajah mamak. Ungguhan kepala mamak membuatku tersentak. Ku tak mampu menahan gerimis air mata. “Nak . .? Sudah makan ??? Tanya mamak sepintas. Mulutku menelan air liur. Ku terdiam sambil menundukkan kepala di depan mamak. Refleks saja bibir ini tak mau mengatakan perutku sakit. Seolah sebuah karet galeng mengikat tubuhku erat-erat. Sedikit demi sedikit mata mamak mulai mengantuk, ku belai-belai rambut mamak sambil menatapnya dengan pandangan mata terbelalak.

*** Cerah pagi itu, secercah hinggapan mentari yang terus mengelilingi bumi, kembali diri ini bersiap-siap meraih sebuah alat musik yang kubuat dari tutup botol sprit. Terangkai satu per satu hingga menjadi bunyian musik kecil. Niatan hati menyertai langkahku “Nak? Hati-hati di jalan!” jelas mamak dengan wajah semringah setelah kumencium jemarinya yang telah mengeriput itu. Paras kedamaian mamak tak hentihentinya membakar semangatku kembali. Kulihat tatapan trawangan mamak, tangis laksana sumber semangat tertuang dalam pintu hati mamak kala itu. Senyumnya bak terasa menyumputkan sesak napasnya dalam singgasana hitungan detik, dan seribu mimpiku kurabaikan menyelusuri garis bumi khatulistiwa ini, malam kunanti siang, petang kuharap menjadi senja, bahkan fatamorgana cerita kehidupanku dan mamak masih terlukis dalam lembaran kerja sang kholiq, akku yakin Tuhan melihatku di setiap pijakan mata kaki ini & butiran

air mata yang menjadi pintu harapku di kala gundah. *** Setelah perjalanan aku pun berhenti sejenak, telapak kakiku terlihat semakin bengkak. Seperti tak berdaya aku terus menyelusuri luasnya samudra. Ku bersandar dibalik tembok raksasa jembatan sungai kecil tempatku mencari sesuap nasi itu. Sambil mendekap musik kecil yang kugantungkan di leherku. “Tuhan . . . Ku ingin meraih bintang pencerahku Namun jua tak kudapatkan Ku ingin meraih bulan penerangku Namun jua tak kutemukan Ku ingin meraih matahari menyejukku Namun jua tak dapat kugenggam Tuhan... mampukahakumenjadirembulanmu Walaupun hanya sebutir debu gersang Yang berterbangan . . .” “catatan kecil perjalanan suramku di jembatan berantai Pulau Nias” *)Siswi SMA Darussalam Blokagung. Penulis Sastra Bumi Kepulauan Riau.


BERITA UTAMA

Minggu 21 Juli 2013

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Kurangi Pendapatan Sopir n SOPIR... Sambungan dari Hal 29

Beruntung, petugas Lantas Polres Situbondo dapat meredam aksi para sopir tersebut. Sehingga, mogok kerja belasan sopir di Jalur Pantura, tepatnya di Lingkungan Karengasem, Kelurahan Patokan, Situbondo, itu tidak memanas. Selanjutnya, kedua pihak di mediasi petugas Lantas di Mapolres Situbondo yang melibatkan Dinas Per hu bungan. “Tidak jadi mogok, Mas. Katanya kejadian ini mau dimu-

syawarahkan,” ujar Tohari, salah seorang perwakilan sopir paste jurusan Situbondo- Besuki. Data yang berhasil di kumpulkan Jawa Pos Radar Banyuwangi, angkutan asal luar Kabupaten Situbondo itu telah beroperasi sekitar satu bulan. “MPU tersebut sudah beroperasi satu bulan ini,” kata To hari, salah seorang sopir yang tergabung dalam Serikat Pa guyuban Transportasi Indonesia (SPTI) Situbondo. Dijelaskan, alasan pencegatan MPU terhadap dua unit armada baru itu karena mereka tidak

memberikan pemberitahuan kepada pengurus paguyuban yang selama ini telah beroperasi. Selain itu, penambahan dua unit angkutan asal luar kabupaten dirasakan oleh para sopir dapat mengurangi penghasilan mereka. “Kalau ada tambahan armada, jelas akan berdampak pada penghasilan sopir. Akibatnya, setoran kepada juragan bisa berkurang. Apalagi, MPUitutrayeknyabukandijalurKabupaten Situbondo,” papar Tohari. Dikonfirmasi, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Situbondo, Heruman mengatakan, pihaknya

akan mengumpulkan para sopir MPU untuk mencari solusi. Harapannya, transportasi di Situbondo tidak lagi terganggu. Menurutnya, berdasar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang angkutan jalan, dua unit angkutan asal luar kota yang beroperasi di Si tubondo telah melakukan penyimpangan trayek. “Petugas tidak menutup mata, tapi ada paguyuban yang mengizinkan beroperasi. Maka hari ini mereka kami pertemukan,” kata Heruman saat berada di Mapolres Situbondo. (rri/c1/bay)

Yuda Seminggu Sekali ke Surabaya n KEMBAR... Sambungan dari Hal 29

Sebab, kini kedua bayi yang lahir di Rumah Sakit Al-Huda, Kecamatan Gambiran, akhir Januari 2013 lalu itu sangat menghibur. ‘’Anak saya sudah lucu-lucu,’’ terang bapak berusia 23 tahun itu.

Selama dirawat di RSU dr. Soetomo Surabaya, kedua bayi tersebut ditemani sang ibu. Yuda Winarno menyebut, tidak bisa mendampingi setiap hari lantaran harus bekerja di Bali. ‘’Saya seminggu sekali ke Surabaya. Saya baru saja dari Surabaya jenguk anak saya,” katanya. (ton/ c1/bay)

UTUH: Kondisi truk bermuatan tebu yang diseruduk mobil BPBD Jatim di Desa Sletreng, Kecamatan Kapongan, Situbondo, kemarin (20/7).

Sempat Dilawan Oknum Pengurus Parpol n BALIHO... Sambungan dari Hal 29

“Masa kampanye sudah ditentukan, yaitu mulai 12 sampai 25 Agustus 2013. Di luar tanggal yang ditentukan itu, adalah pe langgaran pidana pemilu,” tegas Eko Kintoko Kusumo kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Ditambahkan, sesuai Pasal

116 ayat 1, setiap orang yang melakukan pemasangan alat peraga kampanye di luar masa kampanye, mereka dapat dipidanakan. “Di luar jadwal itu, berarti melanggar dan bisa dipidana 15 hari dan maksimal satu bulan,” imbuhnya. Penertiban sejumlah alat pera ga yang diturunkan paksa Panwaslu bersama Satpol PP itu tidak hanya di jalan protokol.

Sejumlah alat peraga pasangan calon di kantor pemerintah di Situbondo dan di rumah-rumah tim kampanye pasangan calon pemilukada Provinsi Jatim juga ditertibkan. Sementara itu, dalam menertibkan baliho sesuai instruksi Bawaslu tersebut, Panwaslu Kabupaten Situbondo sempat menemui kendala. Pasalnya, ada beberapa oknum PAC partai

politik yang sempat menghalanghalangi penertiban. Meski mendapat perlawanan, tapi pihak Panwas dan Petugas Pol PP tetap menurunkan baliho dan banner pasangan pemilukada tersebut. “Kami bersama Satpol PP tetap melakukan pem bersihan. Sementara ini masih ada belasan banner dan spanduk,” pungkas Eko. (rri/ c1/bay)

Kuat dan Biasa Menurunkan Tank n DIIZINKAN... Sambungan dari Hal 29

Bila kondisi penyeberangan di Pelabuhan ASDP Ketapang dalam keadaan darurat, Danlanal Edi dengan tegas menyebut sandar bisa dilakukan di dermaga milik Lanal Banyuwangi. Kondisi dermaga Lanal saat ini sangat layak dan kuat.

“Der maga kita biasa untuk menurunkan dan menaikkan tank,” ungkapnya. Selain akan menyerahkan der maga untuk kegiatan penye berangan, Danlanal Edi juga menyebut dalam demi ke amanan selama Lebaran nanti, Lanal Banyuwangi telah menyiapkan sejumlah personel pengamanan di laut dan darat.

“Pasukan akan kita kerahkan untuk pengamanan,” sebutnya. Pasukan pengamanan yang akan diterjunkan itu, lanjut dia, 25 personel untuk menjaga keamanan di laut menggunakan dua speedboat, 10 personel di Pelabuhan Tanjung Wangi, dan 15 personel di sekitar Pelabuhan ASDP Indonesia Ferry Ketapang. “Pengamanan yang

kita lakukan 24 jam penuh,” katanya. Bukan hanya itu, Lanal Ba nyuwangi juga akan menyiapkan satu tim rescue yang bertugas di laut. Tim rescue akan bertugas bila terjadi kecelakaan di laut. “Semua pasukan akan menempati posnya sejak H-7 hingga H+7 Idul Fitri,” cetusnya. (abi/c1/bay)

Faktor Desktruktif Terbesar Manusia n KENAPA... Sambungan dari Hal 30

Istilah “Lapar Mata” inilah yang disebut oleh Al-Ghazali dalam masterpiece-nya, Kitab Ihya’ Ulumuddin sebagai Syahwatul batni (keinginan perut). Syahwatul batni adalah gejala untuk memenuhi rasa lapar yang timbul dari nafsu yang bukan semata-mata menunjang pembunuhan energi tubuh. Sehingga hal ini diduga sebagai faktor destruktif terbesar bagi Bani Adam (manusia). Dengan pemenuhan syahwatul batni manusia akan berada pada kondisi kekenyangan yang berlebihan. Dalam kondisi perut kenyang itu lah menurut AlGhazali dapat memicu terjadinya syahwat (keinginan), penyakit dan mara bahaya lainnya. Dalam kondisi perut seperti itu pula akan memicu meningkatnya libido (syahwatul farji). Untuk memenuhi syahwatut tho’am (keinginan untuk makan) dan syahwatul farji (keinginan seksual / libido) manusia akan memburu harta (mal) dan pangkat (al-jah) yang dijadikan sebagai media untuk memenuhi kedua syahwatnya tersebut. Dalam rangka meraih harta dan jabatan itulah manusia sering kali terjebak ambisi yang membabi buta dan

menghalalkan segala cara. Sehingga jabatan dan harta yang telah didapat menjadikannya riya’ (ekhsibisionis / pamer), sombong dan bermegah-megahan (at-takatsur). Ke adaan demikianlah yang mengakibatkan efek destruktif (merusak) yang paling berbahaya bagi manusia. Kemudian AlGhazali menyitir salah satu riwayat: Inna saythona layajri min ibni adam majrod dam. Fa doyyikuu majriyahu bijju’ wal athos (sesungguhnya syetan (pe micu dampak destruktif ) mengalir pada Bani Adam (manusia) melalui aliran darah. Maka sempitkan aliran darah tersebut dengan lapar dan haus). Rasa kenyang yang mengakibatkan peningkatan nafsu syahwat, secara otomatis, dapat dikendalikan dengan menimbulkan rasa lapar. Dengan asumsi demikian, lapar dan haus dijadikan instrumen ibadah puasa yang bertujuan untuk mengendalikan hawa nafsu. Dalam kitab Dzurotun Nasihin terdapat sebuah kisah yang menjelaskan keterkaitan rasa lapar dan pengendalian nafsu. Konon ketika menciptakan manusia, Allah juga menciptakan Akal dan Nafsu. Suatu ketika Akal dipanggil oleh Allah. Akal ditanya oleh Allah, “Siapa kamu, siapa Aku?” Akal menjawab, “Aku adalah

hamba-Mu yang lemah dan Engkau adalah Tuhanku.” Dengan jawaban demikian, Allah menempatkan Akal pada manusia. Kemudian Allah memanggil Nafsu. Dengan agak enggan Nafsu memenuhi panggilan Allah. “Hai Nafsu, siapa Aku siapa kamu?” Tanya Allah. “Aku adalah Aku, Engkau adalah Engkau.” Nafsu menjawab dengan congkak. Allah murka dan menghukum nafsu di neraka jahanam selama seratus tahun. Setelah seratus tahun masa hukuman, Nafsu kembali dipanggil oleh Allah. “Siapa Aku dan siapa kamu?” tanya Allah kepada Nafsu. “Aku adalah Aku dan Engkau adalah Engkau.” Jawab Nafsu tanpa ada rasa bersalah dan jera. Mendengar jawaban yang sama, Allah kembali menghukum Nafsu dalam neraka kelaparan (narujju’) selama seratus tahun. Setelah menjalani hukuman di neraka kelaparan inilah, Nafsu akhirnya jera dan mengakui bahwa dirinya hanyalah seorang hamba dan Allah adalah Tuhannya. Dengan demikian, Allah akhirnya mewajibkan berpuasa dengan menahan rasa lapar dan haus, sebagai upaya untuk mengendalikan hawa nafsu. Dengan terkendalinya hawa nafsu itulah, manusia akan menjadi orang yang bertakwa

sebagaimana yang diharapkan Allah dengan perintah berpuasa. “Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kalian bertakwa.” (QS Al-Baqarah (2):183). Namun perlu dicatat, menahan lapar dan haus dalam berpuasa tidak hanya sebatas menahan dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Menahan lapar dan haus haruslah terjadi secara berkelanjutan baik dalam waktu malam dan waktu di luar puasa. Menahan lapar dan haus dalam arti mengendalikan nafsu makan yang berlebihan. Esensi puasa akan hilang jika nanti malah hanya mengganti waktu makan di siang hari ke waktu berbuka dan seterusnya sampai sahur. Puasa yang demikian tidaklah mampu untuk mengendalikan hawa nafsu karena tetap menjalankan syahwatul batni dalam waktu yang berbeda. Hal inilah yang disindir oleh Khalifah Umar bin Khattab, “Betapa banyaknya orang yang berpuasa namun tidak ada baginya kecuali lapar dan haus.” *) Ketua PAC IPNU Kecamatan Rogojampi. Alumni PP Al-Anwari, Banyuwangi (Tahun 2003).

Butuh Pergantian Pola Tanam n TIKUS... Sambungan dari Hal 31

Aswari mengatakan, ada sawah petani yang seminggu sebelumnya masih bagus. Namun, hanya dalam waktu sepekan, tanaman padi berumur dua bulan di lahan seluas setengah hectare itu sudah

habis dimakan tikus. “Makanya jangan heran jika sekarang banyak sawah di Kecamatan Kapongan ke arah timur dibiarkan kosong. Itu karena tak kuat lagi dengan serangan tikus. Di Desa Sletreng banyak sawah dipagari plastik. Itu bukan hiasan, tapi agar tikus tidak melihat tanaman

di dalamnya,” tegasnya. Kadis Pertanian Pemkab Situbondo, Ir. H. Budi Priyono mengakui adanya serangan tikus di lahan pertanian sawah di Desa Sletreng, Kecamatan Kapongan, hingga Kecamatan Arjasa. Dia mengungkapkan, tanaman padi terserang tikus sekitar delapan ha

dari areal dampak seluas 40 ha. Keadaan tersebut salah satu nya di sebabkan petani terus-menerus menanam padi. Mestinya ada pola pergantian. “Yang harus ditempuh adalah gerakan pengendalian masal. Dinas Pertanian siap membantu Pestisida,” terangnya. (pri/c1/bay)

NUR HARIRI/RaBa

Tiga Penumpang hanya Lecet n MOBIL... Sambungan dari Hal 29

Di deretan paling depan terdapat truk gandeng yang tibatiba berhenti. Hal itu membuat Suhatib, 46, warga Desa Sopet, Kecamatan Jangkar, Si tubondo, mengerem mendadak. Dia menghentikan laju truk bermuatan tebu yang dikemudikannya. Nahas, Mobdin BPBD Jawa Timur yang dikemudikan pria 42 ta hun tersebut tidak dapat di ken-

dalikan. Akibatnya, mobil warna hitam yang ditumpangi beberapa PNS yang baru datang dari Kabupaten Banyuwangi itu langsung menabrak bak belakang truk tersebut. “Truk ber muatan tebu itu berhenti mendadak, sehingga sopir kendaraan Kijang Innova yang melaju dengan kecepatan tinggi tidak bisa mengendalikan kemudi. Akhirnya menabrak truk tebu,” jelas Hosen, 28, salah seorang warga Desa Sletreng. Meski kondisi Toyota Kijang

Innova itu rusak, sejumlah penumpang di dalamnya hanya mengalami luka lecet. “Sopir dan tiga penumpang lecet,” imbuh Hosen. Kanitlaka Polres Situbondo, Iptu Bakhtiar mengatakan, tabrakan antara Mobdin BPBD Pemprov Jawa Timur dan truk bermuatan tebu itu masih dalam penyelidikan. Saat ini Unit Laka Satlantas Polres belum dapat memastikan penyebab tabrakan tersebut. “Saat ini kami masih melakukan olah TKP,” terang Iptu Bakhtiar. (rri/c1/bay)

Salat Subuh di Atas Trotoar n SAHUR... Sambungan dari Hal 30

Spontan perempuan berusia 44 tahun tersebut mengubah jadwal belanjanya. Bila biasanya dilakukan selepas salat Subuh, tapi pagi itu jadwalnya diajukan menjadi pukul 03.00 . “Kulo niki pengen ngraosaken saur bareng kalian pak bupati. Niki kulo mriki ngejak yoga kulo (Saya ingin merasakan sahur bersama bupati. Saat ini saya mengajak anak saya,” ujar Suryatun polos. Suryatun tidak sendirian, banyak ibu yang menunda be-

lanjanya untuk duduk sejenak menikmati santap sahur. Bukan hanya pengunjung pasar yang mayoritas perempuan, namun para pedagang Pasar Bangorejo pun menyempatkan diri untuk menikmati sahur dan menyimak sambutan yang disampaikan Bupati Anas. Karena saat itu Bupati Anas menyampaikan sejumlah pelayanan inovatif yang bakal memudahkan warga Banyuwangi. Pelayanan publik itu misalnya one stop service (satu pintu), di mana warga yang mengurus surat keterangan di kecamatan selain akan dipermudah juga

digratiskan. Dalam ke sempatan itu Bupati Anas juga menyampaikan program pelayanan penerbitan akta kelahiran langsung jadi di rumah sakit daerah. “Mohon ibu-ibu segera menyiapkan nama untuk putra-putrinya. Biar nanti saat pulang melahirkan, aktanya sudah langsung jadi,” pinta Bupati Anas. Usai menikmati sahur bareng warga, Bupati Anas bersama ratusan warga yang hadir menunaikan salat Subuh berjamaah. Salat subuh tersebut digelar di atas trotoar. (sgt/c1/bay)

Mohon Dukungan Warga Banyuwangi n ANNISA... Sambungan dari Hal 30

Latihan digelar setiap bakda salat tarawih di markas grup Annisa Panderejo di Jalan Ciliwung Nomor 2 Banyuwangi. Itu bertujuan agar 12 personel grup yang terdiri atas delapan penabuh rebana, dua pemain tambourine, satu pemain keyboard, dan satu vokalis, itu semakin kompak. Mifta mengaku, grup qa sidah yang dipimpinnya akan membawakan lagu yang ber-

beda dengan lagu yang mereka bawakan saat audisi di Banyuwangi beberapa pekan lalu. “Dalam grand final, kami akan membawakan lagu berjudul “Inal Habi” ciptaan Ustad Qudus. Tetapi, aransemen lagu tersebut kami rombak total, sehingga akan menghasilkan sesuatu yang benar-benar baru,” ujarnya. Mifta mengungkapkan, saat tampil dalam grand final, pihaknya akan menampilkan beberapa formasi, di antaranya formasi bulat, japin, dan kun-

tulan. “Kami akan tampil dengan formasi kuntulan untuk memunculkan unsur Banyuwangi,” katanya. Menurut Mifta, pihaknya bertekad menyuguhkan penampilan terbaik demi meng harumkan nama Banyuwangi, khususnya Kelurahan Panderejo. “Mohon dukungan dan doa restu seluruh masyarakat Banyuwangi, agar menjadi penyaji terbaik di malam grand final Jawa Pos festival ramadan di Surabaya nanti” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Langsung Mengukur Sepatu n PENDAFTARAN... Sambungan dari Hal 31

Dari 75 anggota Paskibra yang terpilih itu, kata dia, 50 peserta laki-laki dan 25 peserta perempuan. Nanti akan dipilih 70 anggota inti dan lima cadangan. “75 anggota Paskibra itu akan kita gembleng,” cetusnya. Dalam proses pantaukhir, Ko mandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Banyuwangi Letkol Laut (P) Edi Eka Susanto terlihat se rius dalam proses seleksi ak hir di Gedung Olah Raga (GOR) Kelurahan Boyolangu, Ke camatan Giri. “75 anggota Paskibra ini akan kita gembleng

khu sus,” sebut Danlanal Edi Eka Susanto. Kepada para anggota Paskibra yang baru, Danlanal Edi memuji keseriusan para peserta dalam mengikuti seleksi sejak awal hingga pantaukhir. “Seleksi ini saya anggap cukup berat, karena bertepatan dengan puasa Ramadan,” ujar Danlanal Edi. Edi menyebut, 75 anggota Paskibra yang baru terbentuk itu layak bangga karena terpilih. Sebab, seleksi yang dilakukan tim gabungan tersebut cukup ketat. “Saya dulu waktu SMA gagal menjadi anggota Paskibra. Adik-adik ini berhasil,” katanya. Kepada para anggota Paskibra, Danlanal Edi meminta agar me-

reka serius menjalani latihan. Apa yang dilakukan dalam pe ngibaran bendera Merah Putih pada upacara Detik-Detik Proklamasi merupakan bentuk perjuangan dalam meneruskan cita-cita para pejuang. “Dulu nyawa taruhannya. Sekarang kita hanya melawan dengan puasa,” katanya. Usai menerima pembekalan dari Danlanal Banyuwangi, para anggota Paskibra itu langsung melakukan pengukuran seragam. Mereka, juga melakukan pengukuran sepatu dan songkok. “Anggota Paskibra ini akan menjalani karantina mulai 28 Juli 2013 hingga 18 Agustus 2013,” sebut Ogi Mabarti. (abi/c1/bay)

hanyalah yang berjenis kelamin jantan, Hendra kerap melepaskan ayam bekisar betina hasil budi daya yang dia lakukan di hutan. “Karena tidak ada harganya, saya sering melepas ayam bekisar betina ke hutan,” terang ayah dua putra tersebut. Hendra menambahkan, ayam hu tan hijau asal hutan yang satu dengan hutan yang lain memiliki ciri-ciri fisik berbeda. Ayam hutan hijau asal Pulau Jawa memiliki ciri-ciri bulu punggung kemerahan dengan kaki warna putih. Ayam hutan

hi jau asal Bali memiliki ciri warna bulu punggung dan kaki kemerahan. Sedangkan ayam hutan hijau dari Flores, ciricirinya adalah badannya lebih besar dibandingkan ayam sejenis asal Jawa dan Bali, warna kaki putih, dan warna bulu cenderung hijau kekuningan. “Jadi, se lain harus memilih ayam kam pung sesuai warna bulu anakan yang diinginkan, kita juga harus memilih ayam hutan hijau jantan yang sesuai warna anakan yang kita inginkan,” cetusnya. (sgt/c1/bay)

Peningkatan Kualitas Buah Melalui Perbaikan Struktur Tanah Sering Melepas Bekisar Betina ke Hutan n UKURAN... Sambungan dari Hal 29

Menurut pria yang masih betah melajang tersebut, di lahannya tersebut ada 500 pohon belimbing. Itu akan terus ditambah. Bayu mengaku sengaja membudidayakan belimbing. Salah satu alasannya, belimbing tidak mengenal musim panen. “Sepanjang tahun panen terus. Artinya, kalau waktunya berbuah, ya tiap hari akan berbuah. Jadi, secara ekonomis sangat menguntungkan. Apalagi, di Kabupaten Situbondo belum terlalu banyak yang membudidayakan belimbing,” terangnya. Bayu mengungkapkan, usia pohon belimbing di lahannya kini rata-rata dua tahun.

Pohon-pohon tersebut sudah mulai belajar berbuah sejak umur satu tahun. Jika sudah begitu, pohon hanya butuh pe rawatan intensif, mulai pemupukan hingga penggarapan struktur tanah. Mahasiswa lulusan jurusan desain grafis tersebut mengatakan, struktur tanah menjadi hal yang sangat perlu diperhatikan dalam membudidayakan buah belimbing, khususnya jika ingin menciptakan rasa yang manis. “Kalau lahan yang saya kelola kebetulan juga ditunjang tanah yang kering,” terang Bayu. Pemuda tiga bersaudara itu memilih menanam belimbing jenis bangkok yang terkenal karena ukurannya cukup besar. Na mun, belimbing bangkok memiliki ke lemahan rasanya tak begitu manis.

Belimbing yang paling manis adalah belimbing madu. Sayang, ukurannya kecil. “Kita ingin memadukan belimbing bangkok dan belimbing madu,” imbuhnya. Langkah yang ditempuh adalah memperbaiki struktur tanah. Dia mengolah lahan kering di dataran tinggi itu sebagai media tanam agar ada tambahan nutrisi kalium sebagai zat penambah manis. “Jadi, ukurannya besar seperti belimbing bangkok. Rasanya seperti belimbing madu,” tandas Bayu. Bayu mengaku usaha yang dilakukannya itu tidak bertepuk sebelah tangan. Dia mampu menghasilkan belimbing bangkok dengan rasa belimbing madu. “Kalau tidak percaya nanti jika sudah panen, silakan datang ke sini,” tantangnya. (c1/bay)

n KAWIN... Sambungan dari Hal 36

Tidak hanya itu, jika ayam bekisar jantan kawin dengan ayam kampung betina, ke tu runan yang dihasilkan adalah ayam bekokok, yakni ayam kampung yang memiliki sedikit sifat bekisar. Jika ayam bekisar betina dikawinkan dengan ayam hutan jantan, keturunan yang dihasilkan memiliki sifat ayam hutan yang terlalu dominan. Nah, karena ayam bekisar yang memiliki nilai jual tinggi


MINGGU l 21 JULI 2013 l HALAMAN 36

xcvb;l,

HOBI: Hendra sudah mulai menekuni persilangan ayam hutan dengan ayam kampung sejak tahun 1990.

Warna Putih Paling Mahal PROSES menghasilkan ayam bekisar berbulu putih mulus jauh lebih sulit dibandingkan ayam bekisar dengan warna bulu lain. Sebab, menurut Hendra, ayam bekisar warna putih hanya bisa dihasilkan dari proses perkawinan antara ayam kampung betina warna putih mulus keturunan ke lima dengan ayam hutan hijau. Dijelaskan, jika ayam betina warna putih mulus yang dikawinkan dengan ayam hutan hijau adalah keturunan pertama, maka potensi keluar warna selain putih pada ayam bekisar hasil perkawinan tersebut sangat tinggi. “Alasan ayam kampung betina warna putih mulus keturunan kelima digunakan untuk menghasilkan ayam bekisar warna putih mulus adalah, potensi munculnya warna lain sangat kecil,” paparnya. Maka tak heran, imbuh Hendra, harga ayam bekisar putih mulus atau yang dikenal ayam bekisar seto jauh lebih mahal dibandingkan harga ayam bekisar dengan warna bulu lain. “Harganya bisa mencapai Rp 3 juta hingga Rp 5 juta per ekor, tergantung suara kokokannya,” terangnya. Hendra menambahkan, selain segi suara dan warna bulu, ciri-ciri yang membedakan ayam bekisar dengan ayam kampung adalah ukuran tubuhnya lebih kecil. Perbedaan lain, jengger ayam bekisar lebih lebar dan berbentuk oval dengan gerigi yang tidak terlalu dalam. “Ayam kampung biasa gerigi jenggernya lebih dalam,” kata dia. (sgt/c1/bay)

xcvb;l,

BIASA: Ayam bekisar betina kurang begitu diminati.

Kawin Sesama tak Bisa Menetas AYAM bekisar memang benar-benar unik. Ayam jenis yang satu ini hanya bisa dihasilkan dari perkawinan ayam hutan hijau dengan ayam kampung. Jika pakem perkawinan silang tersebut dilanggar, jangan harap bisa menghasilkan keturunan ayam bekisar. Bahkan uniknya lagi, perkawinan antara ayam bekisar jantan dan ayam bekisar betina justru tidak bisa menghasilkan keturunan. Hendra memaparkan, perkawinan ayam bekisar jantan dengan ayam bekisar betina memang dapat menghasilkan telur. Namun, telur tersebut kopong alias infertil. “Jadi, meskipun ayam bekisar betina yang dikawini ayam bekisar jantan tetap bertelur, tapi telur tersebut tidak akan menetas. Berarti perkawinan tersebut tidak akan menghasilkan keturunan,” jelasnya. Pakem untuk dapat menghasilkan ayam bekisar memang tidak bisa diganggu gugat. Betapa tidak, ayam bekisar betina yang dikawini ayam kampung jantan telurnya juga tidak bisa menetas n  Baca Kawin...Hal 35

xcvb;l,

LINGKUNGAN SEHAT: Kurungan dan sekitar kandang bekisar harus terjaga kebersihannya.

FOTO-FOTO: GALIH COKRO/RaBa

EKSOTIK: Ayam bekisar jantan memiliki keunggulan pada bulunya yang bagus serta suara berkokok yang khas dan sangat keras.

Rumitnya Beternak Suara Terdengar Radius 1 Kilometer BULU yang indah dan suara kokokan yang khas serta melengking menjadi daya tarik utama ayam bekisar. Namun, proses “penciptaan” yang begitu njelimet membuat harga salah satu jenis ayam hias tersebut selangit. Tak heran, mayoritas penghobi ayam be kisar berasal dari kalangan ekonomi menengah ke atas. Seperti dilakoni Hendra Gunawan, 48, warga Jalan Prambanan 85, Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Banyuwangi. Pria yang juga pemilik toko emas di kawasan Pasar Banyuwangi ini telah bergelut dengan budi daya ayam bekisar sejak puluhan tahun silam. Dia pun telah merasakan bagaimana rumitnya membudidayakan ayam hasil per silangan ayam hutan hijau jantan dan ayam kampung betina tersebut. Untuk menghasilkan ayam bekisar berkualitas, Hendra harus merawat ayam

Ayam Bekisar

hutan hijau yang diproyeksikan menjadi pejantan sejak baru menetas. Itu dilakukan untuk meminimalkan sifat liar yang notabene merupakan sifat bawaan ayam hutan tersebut. Setelah berusia 1,5 tahun, barulah ayam hutan hijau jantan itu siap “mengawini” ayam kampung betina. Itu pun peluang sukses atau gagalnya proses perkawinan masih 50 persen berbanding 50 persen. “Sebab, meskipun sudah dirawat sejak baru menetas, potensi sifat liar ayam hutan hijau pejantan tersebut masih ada. Sehingga, ayam pejantan itu tidak mau mengawini ayam kampung,” ujarnya. Kesulitan lain, tidak jarang ayam hutan hijau pejantan memiliki kecenderungan hanya bersedia “mengawini” ayam kampung betina dengan warna bulu tertentu, misalnya warna hitam, cokelat, putih, dan lain sebagainya. Jika itu terjadi, ayam betina yang sudah dipersiapkan sebagai calon indukan harus diganti dengan warna bulu yang sesuai selera ayam pejantan tersebut.

Tidak hanya itu, dengan pertimbangan efisiensi waktu, proses perkawinan ayam hu tan hijau dengan ayam kampung itu harus dilakukan dengan teknik dodokan, yakni memasukkan ayam kampung betina ke dalam kandang ayam jantan dengan cara dipegangi. Nah, jika ayam hutan hijau pejantan sudah benarbenar siap kawin dan si ayam betina benar-benar memenuhi kriteria si ayam jantan, dalam hitungan detik ayam hutan pejantan tersebut akan langsung mengawini ayam kampung betina itu. Proses perkawinan bisa juga di lakukan secara alamiah. Caranya dengan memasukkan ayam kampung betina ke kandang ayam hutan hijau pejantan, lantas dibiarkan sampai pro ses perkawinan terjadi. “Tetapi, cara alamiah ini tak jarang membutuhkan waktu lama. Kemungkinan proses perkawinan gagal juga cukup besar,” papar Hendra. Nah, proses kawin silang ayam hutan hijau dan ayam kampung betina untuk menghasilkan ayam bekisar yang begitu

rumit, itulah yang menjadi penyebab mahalnya harga jual ayam bekisar. Bayangkan saja, harga ayam bekisar anakan berjenis kelamin jantan bisa mencapai Rp 150 ribu per ekor. Harga ayam bekisar jantan dewasa lebih tinggi lagi, yakni antara Rp 500 ribu per ekor jutaan rupiah per ekor. “Semakin bagus warna bulu dan semakin melengking suara berkokok ayam bekisar, harganya semakin tinggi,” cetus pria yang akrab disapa Pak Tik tersebut. Hendra menambahkan, keistimewaan ayam bekisar memang terletak pada bulu dan lengkingan suaranya. Dikatakan, bulu ayam bekisar lebih berkilau dan lebih bervariasi dibandingkan dengan bulu ayam kampung biasa. Sementara itu, lengkingan suara berkokok ayam bekisar berkualitas bagus, bisa terdengar hingga radius satu kilometer (Km). “Nadanya pun unik, yakni terdiri dari dua penggalan suara dan selalu lebih panjang pada penggalan kedua. Contohnya, kokokan ayam bekisar berbunyi “cu-iiiiiing”, “o-iiiiinnng”, dan lain-lain,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Rentan Penyakit di Musim Hujan HENDRA Gunawan, 48, mulai tertarik pada ayam bekisar sejak tahun 1990. Sebelumnya, dia lebih gemar memelihara merpati balap. Namun, sejak anak pertamanya lahir, pria yang satu itu mulai beralih ke budi daya ayam bekisar. Sebab, dia “dilarang keras” memelihara merpati oleh orang tuanya. Gara-garanya, dengan memelihara mer pati, udara di sekitar rumahnya cenderung kotor. Menurut Hendra, dirinya beralih dari budi daya merpati balap ke budi daya ayam bekisar bukan semata-mata karena larangan orang tuanya. Lebih dari itu, pilihan tersebut di lat ar belakangi “promosi” seorang kerabat yang me ngatakan ayam bekisar unik dan langka lantaran budi dayanya sulit. Merasa tertantang, Hendra mulai mencari segala informasi tentang ayam bekisar. Perlahan tapi pasti, dia pun mencoba membudidayakan ayam bernilai jual tinggi tersebut. Bahkan, hingga kini sudah ratusan ayam bekisar milik suami Dingding, 46, tersebut yang terjual ke ta-

ngan penghobi asal berbagai daerah di tanah air. “Karena harga ayam bekisar cenderung mahal, rata-rata pembelinya berasal dari kalangan menengah ke atas. Tidak sedikit pejabat yang beli ayam bekisar hasil budi daya yang saya lakukan. Khusus pejabat, biasanya membeli ayam bekisar berkelas, misalnya warna hitam cemani atau putih mulus,” ujarnya bangga. Menurut Hendra, dirinya memilih ayam kampung betina jenis nagadori sebagai indukan. Pasalnya, ayam asal Jepang itu memiliki keistimewaan di banding ayam kampung biasa, yakni luruk atau kokokannya lebih panjang dan warna bulunya lebih indah. Hendra mengaku, sementara menghentikan proses mengawinkan ayam hutan hijau dengan ayam kampung betina un tuk menghasilkan anakan ayam bekisar. Sebab, kondisi cuaca kurang bersahabat dan hujan kerap mengguyur. “Kalau proses mengawinkan dilakukan saat musim hujan, anakan yang dihasilkan rentan terserang penyakit,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

xcgv;,ll

MUDA: Ayam bekisar yang masih berusia muda rentan serangan penyakit di musim hujan.

Radar Banyuwangi 21 Juli 2013  

Jawa Pos Radar Banyuwangi

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you