Issuu on Google+

SELASA 19 MARET

25

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2013

PERDA KOS

MELAYANG: Gelandang Persewangi Febrian Sofiandi meloncat menghindari tebasan gelandang PPSM Sylla Daouda di Stadion Diponegoro Banyuwangi sore kemarin.

GALIH COKRO/RaBa

KONSULTASI: Ismoko menunjukkan draf raperda rumah kos di aula kantor Camat Banyuwangi kemarin.

Izin Rumah Kos, Cukup Isi Formulir BANYUWANGI - Konsultasi publik yang digelar panitia khusus (pansus) rancangan peraturan daerah (raperda) penyelenggaraan usaha rumah kos DPRD Banyuwangi berjalan alot kemarin (18/3). Para pengusaha rumah kos yang tergabung dalam Paguyuban Rumah Kos Banyuwangi (Parukoba) bersikukuh dengan argumen bahwa perda tersebut tidak diperlukan. Selain dihadiri sejumlah anggota Parukoba, konsultasi publik yang digelar di aula kantor Camat Banyuwangi itu dihadiri jajaran perwakilan Forum Studi Pembangunan, dan Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Banyuwangi, Giri, Glagah, dan sekitarnya. Hadir pula dalam konsultasi kemarin petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), pihak kepolisian, Bagian Hukum Pemkab, dan perwakilan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Banyuwangi n  Baca Izin...Hal 35

KRIMINALITAS

AGUS BAIHAQI/RaBa

DICIDUK: Kuryono (kiri) dan Fathurrozi di Polres Banyuwangi kemarin.

Membunuh di Kalteng, Kena di Wongsorejo WONGSOREJO - Dua tersangka pelaku perampokan dan pembunuhan, Kuryono, 30, warga Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, dan Fathurrozi, 31, asal Dusun Tanah Anyar, Desa Alas Malang, Kecamatan Panarukan, diringkus anggota Buru Sergap (Buser) Polres Banyuwangi kemarin (18/3). Kedua tersangka diduga telah merampok dan membunuh Candra Liem, 70, bos supermarket yang tinggal di Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arus Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah n  Baca Membunuh...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

2

PERSEWANGI v PPSM MAGELANG

0

Langsung Naik Tiga Setrip BANYUWANGI - Tiga dari sembilan poin yang ditargetkan etkan manajemen Persewangi di tiga laga kandangnya sudah didapat. Sebab, tim berjuluk Laskar Blambangan tersebut berhasil menekuk tamunya, PPSM Magelang Sakti, di Stadion Diponegoro Banyuwangi, kemarin (18/2). Dalam laga yang disaksikan ribuan pasang mata tersebut, Zaenal Ichwan dkk. mendulang kemenangan impresif 2-0 (1-0). Dua gol Laskar Blambangan dihasilkan lewat sepakan n kaki Toure Morlaye menit ke-20 dan Ikrom Syafii menit enit ke-52. Tambahan tiga poin itu membuat peringkat anak asuh Bagong Iswahyudi dan Mohamad Hasan itu terkerek ke posisi tiga besar klasemen sementara grup V Divisi Utama PT Liga In-

donesia. “Target perdana mengamankan tiga poin sudah done tercapai,” ujar Agung Setyo Wibowo, asisten manajer Persewangi. Memainkan empat laga, Persewangi bisa mengumpulkan enam poin dari hasil dua kali menang dan dua kali kalah. Sementara itu, bagi kubu PPSM Magelang, hasil di Stadion Diponegoro kemarin membuat tim besutan Aris Mus M tiantoro itu terpaku di posisi juru kunci klasemen sementara grup V dengan poin dua dari hasil empat kali main. m Turun dengan minus Mohamed Lamine Fofana yang terkena Tu akumulasi kartu kuning di Kediri lalu, tuan rumah langsung menggebrak sejak menit pertama n

KLASEMEN GRUP V 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Persik Kediri PSMP Mojokerto Persewangi PSIM Jogja Madiun Putra FC Persis Solo PPSM Magelang

5 4 4 4 5 4 4

4 2 2 2 1 1 0

1 0 0 0 2 1 2

0 2 2 2 2 2 2

6-2 6-3 7-5 6-5 8-11 5-8 5-9

13 6 6 6 5 4 2

Laga Mendatang: Jumat (22/3) Persewangi v PSIM Jogjakarta

n Modal Positif Hadapi PSIM

 Baca Langsung...Hal 35

Baca Radar Sport Halaman 34

Aniaya Istri Dituntut 7 Tahun Berpotensi Turun BANYUWANGI - Eko Priyono, 26, asal Dusun Krajan, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, yang diduga telah menganiaya Ana Yuliati, 34, istrinya, hingga meninggal, oleh jaksa penuntut umum (JPU) Heru Sandika SH dituntut 7 tahun penjara. Dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi dengan agenda pembacaan tuntutan kemarin, Jaksa Heru menyebut terdakwa yang telah menganiaya istrinya pada Sabtu 11 Agustus 2012 lalu itu melanggar Pasal 44 ayat 3 Undang-Undang (UU) No. 23 Tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). “Terdakwa bersalah dan harus dihukum,” cetus Jaksa Heru Sandika. Sebelum membacakan tuntutan, dalam per s idangan yang dipimpin Widarti SH dengan anggota I Wayan Gede Ru mega SH dan Bawono Effendi SH ini, JPU membeberkan fakta-fakta dalam per sida ngan berdasar keterangan para saksi dan terdakwa. “Melakukan kekerasan fisik hingga menyebabkan korban meninggal,” katanya. Dalam materi tuntutannya, jaksa membeberkan kekerasan fisik yang dilakukan terdakwa kepada istrinya itu terjadi pada Sabtu 11 Agustus 2012 sekitar pukul 21.00 n

Hujan Ekstra Lebat BANYUWANGI - Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan potensi terjadinya hujan lebat di wilayah Banyuwangi dan sekitarnya. Meskipun pada Maret ini intensitas hujan di Bumi Blambangan sudah menurun dibanding

KDRT

 Baca Judul...Hal 35

Januari sampai Februari lalu, tapi hujan ekstra lebat seperti yang terjadi Jumat (15/3) lalu masih berpotensi terjadi. Prakirawan Stasiun Meteorologi Banyuwangi, Yustoto Windiarto mengatakan, Banyuwangi saat ini masih berada pada musim hujan n  Baca Berpotensi...Hal 35

Akhir 2012 Januari 2013 Awal Maret 2013 10 Maret 2013 11 Maret 2013 12 Maret 2013 13 Maret 2013 16 Maret 2013 17 Maret 2013 18 Maret 2013

Fluktuasi Harga Bawang Putih di Banyuwangi

Rp 15.000/Kg Rp 18.000/Kg Rp 40.000/Kg Rp 60.000/Kg Rp 70.000/Kg Rp 75.000/Kg Rp 85.000/Kg Rp 60.000/Kg Rp 40.000/Kg Rp 40.000/Kg GRAFIS: ZAKARIA: RaBa

Harga Bawang Putih Tertahan Lagi DISIDANG: Eko Priyono di Pengadilan Negeri Banyuwangi kemarin.

BANYUWANGI - Masyarakat tampaknya harus lebih bersabar menanti normalnya harga bawang putih. Sepekan lalu, harga bawang putih terjun be-

bas dari Rp 85 ribu per Kilogram (Kg) menjadi Rp 60 ribu per Kg, kemudian turun lagi menjadi Rp 40 ribu per Kg n  Baca Harga...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

ADA APA LAGI Mengunjungi Ruang Terbuka Hijau Maron di Kecamatan Genteng

Dulu Dianggap Angker, Kini Ramai Setiap Malam ALI NURFATONI/RaBa

SULIT DIEVAKUASI: Warga menonton pikap yang terperosok ke sebuah parit di Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran, kemarin.

Takut Kena Tilang, Pikap Nyungsep ke Parit GAMBIRAN - Niat menghindari razia polisi, sebuah pikap merek Toyota Hice terperosok ke parit, masuk Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran, kemarin. Tidak ada korban jiwa dalam insiden pukul 09.30 itu. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, mobil niaga bernopol DK 9386 AG itu melaju dari arah Bangorejo menuju Jajag, Kecamatan Gambiran n  Baca Takut...Hal 35

http://www.radarbanyuwangi.co.id

Pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) di lapangan Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, memang belum tuntas seratus persen. Meski begitu, RTH itu kian diminati dan dikunjungi warga setiap malam. ABDUL AZIZ, Genteng RAMAI dan ekonomi masyarakat kecil terlihat sangat menggeliat. Itulah kesan bila kita berkunjung ke RTH Maron di Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, khususnya pada malam hari. Setiap malam bisa dipastikan ada ribuan orang yang silih-berganti menghabiskan waktu di RTH Maron. Sejak sore sekitar pukul 16.00, para

pedagang kaki lima (PKL) sudah menata dagangan. Ada warga yang berjualan mi ayam, bakso, makanan ringan, rokok, kopi, dan berbagai macam dagangan lain. Tempatnya berjajar rapi di sisi timur RTH Maron. Selain itu, juga ada penjual jasa mainan anak-anak, seperti skuter, mobil-mobilan, kolam pancing ikanikanan. Menjelang petang sekitar pukul 18.30, giliran pengunjung yang terus berdatangan. Mereka yang notabene warga sekitar RTH datang bersama anak dan istrinya dengan berjalan kaki. Warga yang rumahnya agak jauh atau dari luar Kecamatan Genteng, datang dengan naik kendaraan roda dua dan empat. Semakin malam suasananya semakin ramai. Untungnya para juru parkir pintar mengatur kendaraan. Mereka membuka lokasi parkir di lapangan. Sehingga, berapa pun banyaknya

Produk IKM Banyuwangi kalah kemasan “Yang penting rasanya, Bung!” ternyata kurang laku

Banyuwangi masih berpotensi hujan lebat Bisa dikemas dengan baik sebagai wisata banjir sesaat

ABDUL AZIZ/RaBa

RAMAI: Suasana RTH Maron di Kecamatan Genteng pada malam hari.

kendaraan yang datang tetap bisa tertampung dan tidak mengganggu arus lalu lintas. Kondisi semacam itu hampir ter-

jadi setiap malam. Khusus malam Minggu atau Sabtu malam, pengunjung tambah banyak n

 Baca Dulu...Hal 35 email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


26

Selasa 19 Maret 2013

Kiat Pemuda Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Atasi Limbah di Sungai

Keruk Sampah di Sungai, Ajak Pabrik Jaga Lingkungan MUNCAR - Langkah yang dilakukan para pemuda di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, ini layak diacungi jempol. Sebab, para pemuda yang tergabung dalam wadah Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAD) itu mengeruk sungai yang penuh sampah. Tujuannya, agar aliran sungai menjadi bersih dan mengurangi pencemaran. Kali ini, SIBAD membersihkan sampah di Sungai Kalimati, yang berada tak jauh dari tepi pantai. ’’Kita keruk sungai yang dangkal setengah meter. Sampah-sampah juga kita bersihkan supaya bau limbah bisa

dikurangi,’’ ungkap ketua SIBAD, Ahmad Safroni, di sela-sela membersikan sampah di sungai tersebut. Menurut dia, kegiatan sosial itu semata-mata untuk mengurangi pencemaran. Langkah itu didasari kesadaran agar lingkungan menjadi bersih. ’’Kegiatan ini juga sebagai upaya untuk mengantisipasi adanya banjir. Kalau sungai dangkal, nanti air akan meluber ke pemukiman. Kami tidak ingin kejadian beberapa tahun lalu terulang,’’ tekad Safroni. SIBAD, kata dia, sudah membuat beberapa tempat penampungan sampah alias bak sampah di tepi

jalan. Hal itu dilakukan agar masyarakat bisa membuang sampah pada tempatnya. ’’Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan,’’ serunya. Selain itu, jelas dia, perusahaan yang memiliki IPAL diharapkan menggunakannya sebaik mungkin. Artinya, jangan sampai IPAL hanya sebagai simbol tanpa dipakai. ’’Jadi, IPAL harus benar-benar digunakan,’’ tandas mantan aktivis mahasiswa itu. Pengurus SIBAD lainnya, Johar menambahkan, sungai yang dibersihkan itu berjarak sekitar 150 meter dari bibir pantai. Pengerukan itu akan dilakukan

hingga bersih total. ’’Gak tahu sampai berapa hari selesai. Tapi target kami sampai selesai,’’ tegasnya. Koordinator pengerukan, Andi Samsu Alang, mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan sungai. Oleh karena itu, setelah sungai bersih, dia mengimbau agar sungai dijaga bersama-sama agar tidak kotor lagi. ’’Kami harap agar masyarakat jangan membuang sampah di sungai,’’ ajaknya. Sementara itu, Camat Muncar Isa Anshori tampak hadir dalam kegiatan sosial itu. Selain itu, sejumlah pengurus PMI Banyuwangi juga ikut meninjau lokasi. (ton/als)

ALI NURFATONI/RaBa

DIKERUK: Sejumlah pemuda tampak membersihkan sampah di Sungai Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar.

Produk BWI Kalah Kemasan

GALIH COKRO/RaBa

BELAJAR: Suasana sosialisasi kemasan produk IKM di gedung Korpri Banyuwangi kemarin.

Cahyaning Gantikan Sri Sarbini

PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO), Tbk. Jl. Jenderal Achmad Yani No. 12 Telp. (0333) 421444, 412285, 412777, 424888, Facsimile (0333) 424616, 412286 BANYUWANGI

PENGUMUMAN KEDUA LELANG EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN Nomor : B. 1075/KC-XVI/ADK/03/2013

ISTIMEWA

SUKSESI : Suasana Musda NA di aula Masjid Besar Ahmad Dahlan Banyuwangi Minggu (17/3) kemarin.

NA Jawa Timur serta 14 anak cabang NA se-Banyuwangi. Selain memilih ketua baru, kegiatan itu juga dimanfaatkan untuk menyosialisasikan kegiatan yang telah dilakukan. Kegiatan tersebut meliputi bidang sosial, ekonomi, dakwah, dan pendidikan. Dalam

pelaksanaan program kerja tersebut, NA telah menjalin kerja sama dengan beberapa elemen di antaranya organisasi Muhammadiyah, Aisyiyah, ormas lainnya, perbankan, koperasi, unit kegiatan masyarakat, dan pemerintah n  Baca Cahyaning...Hal 35

New Surya Hotel

Tawarkan Sesuatu yang Beda GAMBIRAN - Seiring dengan perkembangan dan keperluan para masyarakat Banyuwangi, New Surya Hotel di jalan Yos Sudarso nomor 2 Jajag pada tahun 2013 ini mempersembahkan sesuatu yang berbeda. Untuk memenuhi kebutuhan rapat kantor, acara pernikahan, acara seminar, serta acara lain-lain tak perlu lagi dilakukan di luar kota Banyuwangi. Karena semua kegiatan tersebut bisa dilakukan di New Surya Hotel Jajag. Gunakan kesempatan untuk menikmati pelayanan dan fasilitas yang tak tertandingi di New Surya Hotel Jajag. Untuk kenyamanan para tamu, hotel ini menawarkan fasilitas poolside, meeting room / function room, ballroom, hall, tennis court, dan area parkir luas. Suharto selaku General Manajer New Surya Hotel mengatakan, pihaknya ingin menawarkan sesuatu yang berbeda. “Saya berharap, dengan hadirnya New Surya Hotel Jajag tahun 2013 ini, kebutuhan para tamu akan dipenuhi function room. Baik itu untuk keperluan seminar, gathering, workshop, wedding party, birthday party, dan karaoke keluarga bisa terpenuhi. Mengingat para tamu New Surya Hotel Jajag adalah para pebisnis, dan juga pendapatan masyarakat Banyuwangi yang cukup tinggi,’’ tuturnya. Suharto mengatakan, acara pernikahan yang menggunakan tempat di ballroom,

pelaku IKM. Acara tersebut dijadwalkan berlangsung hingga hari ini (19/3). Kepala Disperindagtam Banyuwangi, Hari Cahyo Purnomo mengatakan, jumlah IKM yang bergerak di bidang makanan olahan dan memanfaatkan kemasan produk di Banyuwangi mencapai 3.167 unit usaha. Dari jumlah tersebut, 950 unit usaha sudah difasilitasi Disperindagtam. Di tahun 2013 ada 200 unit usaha lain yang akan difasilitasi. Menurut Hari, peningkatan kualitas produk penting dilakukan mengingat Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI sudah mengisyaratkan pemberlakuan Komunitas Ekonomi ASEAN tahun 2015. “Kita harus bersiap-siap. Potensi Banyuwangi melimpah. Makanya, pengelolaan potensi harus benar-benar dilakukan dengan baik, termasuk mengenai pen-

KANTOR CABANG BANYUWANGI

Jabat Ketua Nasyiatul Asyiyah 2013-2016 BANYUWANGI – Cahyaningsih Wiwin Utami didaulat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Nasyiatul Aisyiyah (NA) Banyuwangi. Lewat mekanisme pemilihan yang digelar melalui musyawarah organisasi kewanitaan di bawah bendera Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyuwangi untuk periode 2013-2016 tersebut. Terpilihnya Cahyaning sekaligus mengakhiri kepemimpinan DPD NA Banyuwangi sebelumnya yang dipegang Sri Sarbini. Suksesi kepemimpinan di tubuh NA ini juga dihadiri pengurus wilayah

BANYUWANGI - Kualitas kemasan produk selama ini cenderung diabaikan oleh para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) Banyuwangi (BWI). Dari 3.000-an IKM yang bergerak di bidang makanan olahan, unit usaha yang sudah menggunakan kemasan yang eye catching tak sampai sepertiga. Akibatnya, meskipun kualitas produk yang dihasilkan bagus, tapi makanan olahan hasil produksi IKM di Bumi Blambangan kalah bersaing dengan produkproduk industri besar. Karena itu, Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pertambangan (Disperindagtam) Banyuwangi melakukan sosialisasi peningkatan daya saing industri melalui kemasan produk kemarin (18/3). Acara yang digelar di gedung serbaguna Korpri di Jalan A. Yani, Banyuwangi, itu dihadiri sekitar 200

THOMY SILA/RaBa

RAMAH : Resepsionis menyambut para tamu di New Surya Hotel Jajag.

kami akan memberikan bonus dekorasi, sound system, wedding cake, screen plus LCD projector, kamar pengantin, dan mobil pengantin. ‘’Yang pasti, ruangan itu full AC,’’ katanya Suharto menambahkan,

bagi tamu hotel juga tersedia fasilitas hot spot area, café, dan restoran serta internet. Hotel terebut didukung bermacam fasilitas. ‘’Tempat kami bisa menampung 50 sampai 1000 orang,’’ ujarnya. (adv/*)

Berdasarkan Pasal 6 Undang-Undang Hak Tanggungan No. 4 Tahun 1996 dan Undang-Undang No. 42 Tahun 1999 PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Kantor Cabang Banyuwangi selaku pemegang Hak Tanggungan Peringkat Pertama atas kekuasaan sendiri akan menjual Obyek Hak Tanggungan melalui perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember dan berdasarkan Surat Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember Perihal Penetapan Hari dan Tanggal Lelang, terhadap : 1. Debitur : KHALID S. KURBI, Dsn. Jajangsurat Rt.02 Rw.01 Ds. Karangbendo, Kec. Kabat, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 2820 m2, SHM No. 184 a/n. KHALID S. KURBI, Ds. Karangbendo, Kec. Kabat, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 435.000.000,- (Empat Ratus Tiga Puluh Lima Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 131.000.000,- ( Seratus Tiga Puluh Satu Juta Rupiah ). b. Tanah bangunan, LT. 18.250 m2 SHM No. 511 a/n. MUHAMAD AMOUDI, Ds. Kalibarumanis, Kec. Kalibaru, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 685.000.000,- (Enam Ratus Delapan Puluh Lima Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 206.000.000,- (Dua Ratus Enam Juta Rupiah). 2. Debitur : HASAN, Alamat: Dsn. Krajan Rt.05 Rw.09, Ds. Kedungringin, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 478 m2 , SHM No. 136 a/n. MASUDAH, Ds. Kedungringin, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 299.000.000,- (Dua Ratus Sembilan Puluh Sembilan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 90.000.000,- (Sembilan Puluh Juta Rupiah). b. Tanah bangunan, LT. 194 m2, SHM No. 2845 a/n. HASAN, Ds. Kedungrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 140.000.000,- (Seratus Empat Puluh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 42.000.000,- (Empat Puluh Dua Juta Rupiah). 3. Debitur : NARAWI, Alamat: Dsn. Krajan Rt.05 Rw.10 Ds. Wongsorejo, Kec. Wongsorejo,, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 438 m2, SHM No. 328 a/n. NARAWI, Ds. Alasbuluh, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 62.000.000,- (Enam Puluh Dua Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 19.000.000,- (Sembilan Belas Juta Rupiah). b. Tanah bangunan, LT. 403 m2 SHM No. 756 a/n. Nyonya MARTINAH, Ds. Wongsorejo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 156.000.000,- (Seratus Lima Puluh Enam Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 47.000.000,- (Empat Puluh Tujuh Juta Rupiah). c. Tanah bangunan, LT. 236 m2 SHM No. 857 a/n. SURYATI bok LUKMAN HAKIM, Ds. Wongsorejo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 106.000.000,- (Seratus Enam Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 32.000.000,- (Tiga Puluh Dua Juta Rupiah). 4. Debitur : Hj. MUSDALIFAH, Alamat: Dsn. Krajan Rt.02 Rw.10 Ds. Wongsorejo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 285 m2, SHM No. 453 a/n. MUSDALIFAH, Ds. Wongsorejo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 191.000.000,- (Seratus Sembilan Puluh Satu Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 58.000.000,- (Lima Puluh Delapan Juta Rupiah). b. Tanah kebun, LT. 21.700 m2 SHM No. 300 a/n. MUSDALIFAH, Sarjana Sosial, Ds. Wongsorejo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 109.000.000,- (Seratus Sembilan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 33.000.000,- (Tiga Puluh Tiga Juta Rupiah). 5. Debitur : SUTOMO, Alamat: Dsn. Krajan Rt.04 Rw.01, Ds. Watukebo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 640 m2, SHM No. 567 a/n. SUTOMO, Ds. Wongsorejo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 52.000.000,- (Lima Puluh Dua Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 16.000.000,- (Enam Belas Juta Rupiah). b. Tanah bangunan, LT. 125 m2 SHM No. 841 a/n. LUTFIYAH, Ds. Wongsorejo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 46.000.000,- (Empat Puluh Enam Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 14.000.000,- (Empat Belas Juta Rupiah). 6. Debitur : GINARTI, Alamat: Ds. Tembokrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 960 m2, SHM No. 1921 a/n. GINARTI, Ds. Tembokrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 290.000.000,- (Dua Ratus Sembilan Puluh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 87.000.000,- (Delapan Puluh Tujuh Juta Rupiah). 7. Debitur : SUJARNOKO, Alamat: Dsn. Pasembon Rt.04 Rw.04, Ds. Sambirejo, Kec. Bangorejo, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 1.230 m2, SHM No. 1834 a/n. SUPRIHATIN, Ds. Sambirejo, Kec. Bangorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 421.000.000,- ( Empat Ratus Dua Puluh Satu Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 127.000.000,- (Seratus Dua Puluh Tujuh Juta Rupiah). b. Tanah bangunan, LT. 2.555 m2 SHM No. 2100 a/n. IR. SUJARNOKO, Ds. Sambirejo, Kec. Bangorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 196.000.000,- (Seratus Sembilan Puluh Enam Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 59.000.000,- (Lima Puluh Sembilan Juta Rupiah). 8. Debitur : SUNIT ERNAWATI, Alamat: Dsn. Muncarbaru Rt.03 Rw.05 Ds. Tembokrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 155 m2, SHM No. 2361 a/n. SLAMET GUNAWAN, Ds. Tembokrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 78.000.000,- (Tujuh Puluh Delapan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 24.000.000,- (Dua Puluh Empat Juta Rupiah). b. Tanah bangunan, LT. 1.118 m2 SHM No. 3253 a/n. SUNIT ERNAWATI, Ds. Tembokrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 75.000.000,- (Tujuh Puluh Lima Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 23.000.000,- (Dua Puluh Tiga Juta Rupiah). 9. Debitur : NOVY ANTORO, Alamat: Jl. Candi Sewu No. 10 Rt.01Rw.02 Kel. Penganjuran. Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 290 m2 SHM No. 2063 a/n. SUGENG SANTOSO, Kel. Penganjuran, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 180.000.000,- (Seratus Delapan Puluh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 54.000.000,- (Lima Puluh Empat Juta Rupiah). 10.Debitur : AHMAD NUR AL CHAFFAF, Alamat: Dsn. Sumberrejo Rt.03 Rw.01 Ds. Songgon, Kec. Songgon, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 1050 m2 SHM No. 1404 a/n. Haji AHMAD NUR ALCHAFFAF, Ds. Songgon, Kec. Songgon, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 285.000.000,- (Dua Ratus Delapan Puluh Lima Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 86.000.000,- (Delapan Puluh Enam Juta Rupiah). b. Tanah bangunan, LT. 341 m2 SHM No. 196 a/n. HAJI AHMAD NUR ALCHAFFAF, Kel. Singolatren, Kec. Singojuruh, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 450.000.000,- (Empat Ratus Lima Puluh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 135.000.000,- (Seratus Tiga Puluh Lima Juta Rupiah). 11. Debitur : MOH. ALWI, Alamat: Dsn. Badolan Rt.03 Rw.03, Ds. Bajulmati, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 143 m2 SHM No. 1813 a/n. SULIANAH, Ds. Bajulmati, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 62.000.000,- (Enam Puluh Dua Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 19.000.000,- (Sembilan Belas Juta Rupiah). 12.Debitur : REZA HERTA IRAWAN, Alamat: Jl. Tidar Rt. 05 Rw.03 Kel. Singotrunan, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 1325 m2 SHM No. 1059 a/n. REZA HERTA IRAWAN, Ds. Giri, Kec. Gri, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 90.000.000,- (Sembilan Puluh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 27.000.000,- (Dua Puluh Tujuh Juta Rupiah). 13. Debitur : ARIZONA EL RIZA, Alamat: Dsn. Srono Rt.02 Rw.04 Ds. Kebaman, Kec. Srono, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 757 m2 SHM No. 1963 a/n. AGUS DWI KURIYANTO, SHM No.

ingkatan kualitas kemasan produk,” ujarnya kemarin. Hari menegaskan, pihaknya akan mendorong pelaku IKM meningkatkan kualitas kemasan. Sebab, menurut dia, kemasan yang bagus akan menambah daya tarik produk. Sehingga, pemasaran dan harga jual produk-produk IKM bisa ditingkatkan. “Sebenarnya makanan dan minuman hasil produksi IKM Banyuwangi berkualitas, tapi kemasannya kurang mendukung. Sehingga, produk hasil IKM itu kalah bersaing di pasaran,” paparnya. Lebih lanjut Hari mengatakan, pihaknya menggandeng narasumber dari tim Unit Pelaksana Teknis (UPT) Industri Makanan, Minuman, dan Kemasan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Provinsi Jatim n  Baca Produk...Hal 35

1467 a/n. MAMIK SUMARTININGSIH, Ds. Kebaman, Kec. Srono, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 446.000.000,- (Empat Ratus Empat Puluh Enam Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 134.000.000,- (Seratus Tiga Puluh Empat Juta Rupiah). b. Tanah bangunan, LT. 237 m2 SHM No. 2104 a/n. SHINTA VIA EKA F.; LT. 465 m2 SHM No. 909 a/n. ARIZONA EL RIZA; LT. 445 m2 SHM No. 589 a/n. ARIZONA EL RIZA; ketiga di Ds. Kebaman, Kec. Srono, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 750.000.000,- (Tujuh Ratus Lima Puluh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 225.000.000,- (Dua Ratus Dua Puluh Lima Juta Rupiah). 14.Debitur : AGUS WAHYUDI, Alamat: Dsn. Krajan Rt.01 Rw.03 Ds. Watukebo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 1095 m2 SHM No. 511 a/n. ASAM bin SUNARTO, Ds. Watukebo, Kec. Srono, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 286.000.000,- (Dua Ratus Delapan Puluh Enam Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 86.000.000,- (Delapan Puluh Enam Juta Rupiah). b. Tanah sawah, LT. 4300 m2 SHM No. 508 a/n. ASAM PAK ANA, Ds. Watukebo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 78.000.000,- (Tujuh Puluh Delapan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. Rp. 24.000.000,- (Dua Puluh Empat Juta Rupiah). 15.Debitur : ABDUL HARIS, Alamat: Dsn. Krajan Rt.03 Rw.04 Ds. Watukebo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 10.315 m2 SHM No. 512 a/n. HANIYAH, Ds. Watukebo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 93.000.000,- (Sembilan Puluh Tiga Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 28.000.000,- (Dua Puluh Delapan Juta Rupiah). b. Tanah bangunan, LT. 1004 m2 SHM No. 766 a/n. HANIYAH, Ds. Watukebo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 127.000.000,- (Seratus Dua Puluh Tujuh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 39.000.000,- (Tiga Puluh Sembilan Juta Rupiah). 16. Debitur : AGUS SUPRIYADI, Alamat : Dsn. Krajan Rt.04 Rw.02 Ds. Bajulmati, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT. 182 m2 SHM No. 1732 a/n. YUYUN PUJIRAHAYU, Ds. Bajulmati, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 44.000.000,- (Empat Puluh Empat Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 14.000.000,- (Empat Belas Juta Rupiah). b. Tanah bangunan, LT. 930 m2 SHM No. 1831 a/n. AGUS SUPRIYADI, Ds. Bajulmati, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 170.000.000,- (Seratus Tujuh Puluh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 51.000.000,- (Lima Puluh Satu Juta Rupiah). c. Tanah bangunan, LT. 209 m2 SHM No. 1881 a/n. KUSRINI, Ds. Bajulmati, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 83.000.000,- (Delapan Puluh Tiga Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 25.000.000,- (Dua Puluh Lima Juta Rupiah). 17.Debitur : HOLIFAH, Alamat : Lingk. Gesari Rt.02 Rw.02 Kel. Pengantigan, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi. a. Tanah kebun, LT.10.360 m2 SHM No. 361 a/n. HOLIFAH, Ds. Temuguruh, Kec. Sempu, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 82.000.000,- (Delapan Puluh Dua Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 25.000.000,- (Dua Puluh Lima Juta Rupiah). b. Tanah bangunan, LT. 96 m2 SHM No. 933 a/n. BUDI HARIYANTO, Ds. Pengantigan, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 72.000.000,- (Tujuh Puluh Dua Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 22.000.000,- (Dua Puluh Dua Juta Rupiah). c. Tanah bangunan, LT. 166 m2 SHM No. 1273 a/n. BUDI HARIYANTO, Ds. Pengantigan, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 283.000.000,- (Dua Ratus Delapan Puluh Tiga Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 85.000.000,- (Delapan Puluh Lima Juta Rupiah). d. Tanah bangunan, LT. 80 m2 SHM No. 1732 a/n. BUDI HARIYANTO, Kel. Sobo, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 168.000.000,- (Seratus Enam Puluh Delapan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 51.000.000,- (Lima Puluh Satu Juta Rupiah). 18.Debitur : HABIBAH KOMAR, Alamat : Ds. Kedungrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, LT.252 m2 SHM No. 907 a/n. SLAMET NURKHOJIN dan HENI RAHMAWATI, Ds. Blambangan, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 112.000.000,- (Seratus Dua Belas Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 34.000.000,- (Tiga Puluh Empat Juta Rupiah). b. Tanah bangunan, LT. 485 m2 SHM No. 1462 a/n. HABIBAH KOMAR, Ds. Kedungrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 233.000.000,- (Dua Ratus Tiga Puluh Tiga Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 70.000.000,- (Tujuh Puluh Juta Rupiah). 19. Debitur : SURYANI, Alamat : Dsn. Palurejo Rt.01 Rw.02 Ds. Tembokrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi. a. Tanahbangunan,LT.3170m2 SHM No.1670 dan LT.3170 m2 SHM No.1671;keduanya a/n.SURYANI, Ds.Tembokrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 280.000.000,- (Dua Ratus Delapan Puluh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 84.000.000,- (Delapan Puluh Empat Juta Rupiah). b. Tanah sawah, LT. 3150 m2 SHM No. 2456 a/n. SURYANI, Ds. Tembokrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 30.000.000,- (Tiga Puluh Juta Rupiah). Lelang akan dilaksanakan pada : Hari / Tanggal : Selasa / 02 April 2013 Pukul : 10.30 WIB Tempat : PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Cabang Banyuwangi Jl. A. Yani No. 12 Banyuwangi Syarat-syarat Lelang : 1. Setiap peserta diwajibkan menyetorkan uang jaminan sesuai yang tertera dalam masingmasing point ke rekening Penampungan Lelang KPKNL Jember nomor : 143.0009894476 pada PT. Bank Mandiri Cabang Jember Alun-alun paling lambat 1 (satu) hari sebelum pelaksanaan lelang telah efektif diterima, dengan menyebutkan identitas penyetor (dan kuasanya) serta nomor urut barang yang akan ditawar dan bagi peserta lelang penawarannya dianggap tidak sah apabila barang yang ditawar tidak sesuai dengan obyek yang disebutkan pada waktu menyetor uang jaminan. Terhadap barang yang sama setiap peserta hanya dapat mengajukan 1 (satu) penawaran. 2. Lelang dilaksanakan dengan penawaran secara tertulis dalam amplop tertutup atau akan ditentukan kemudian saat pelaksanaan lelang. 3. Peserta lelang wajib melakukan pendaftaran kepada Pejabat Lelang dengan menunjukkan identitas diri dan bukti setoran asli/sah. 4. Peserta yang tidak ditunjuk sebagai pemenang dapat mengambil kembali uang jaminan lelang tanpa dikenakan potongan apapun setelah lelang berakhir. 5. Pemenang lelang yang ditunjuk wajib melunasi harga lelang dan bea lelang sebesar 1% dalam waktu 3 (tiga) hari kerja sejak ditunjuk sebagai pemenang lelang dan BPHTB sesuai ketentuan yang berlaku. 6. Apabila sampai dengan waktu yang telah ditentukan pemenang lelang belum melunasi harga lelang, maka pemenang lelang tersebut dinyatakan wanprestasi dan uang jaminan lelang menjadi milik Negara yang disetorkan ke Kas Negara. 7. Semua barang yang akan dijual dalam kondisi sesungguhnya, dilokasi dan dengan semua cacat dan kekurangannya, kami menganjurkan peminat untuk melihat, memeriksa obyek yang bersangkutan sebelum mengikuti pelelangan. 8. Apabila karena sesuatu hal terjadi pembatalan / penundaan lelang terhadap salah satu barang atau beberapa barang tersebut diatas, pihak-pihak yang berkepentingan / peminat lelang tidak dapat melakukan tuntutan dalam bentuk apapun baik pidana maupun perdata kepada KPKNL Jember dan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. 9. Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Kantor Cabang Banyuwangi Nomor Telepon (0333) 421444, 412285, 412777, 424888. 10.Syarat-syarat lainnya akan ditentukan pada saat lelang. Demikian pengumuman lelang ini dan atas perhatian dan partisipasinya disampaikan terima kasih. Banyuwangi, 19 Maret 2013 PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Kantor Cabang Banyuwangi Ttd. Sulaeman Tahe Pemimpin Cabang

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho, Mega Dwi P. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Windyah Sari. Pemasaran: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/ Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Selasa 19 Maret 2013

Jalan Rusak Parah Ditanami Pisang ABDUL AZIZ/RaBa

BUTUH PERBAIKAN: Kondisi jalan di Desa Benelan Lor, Kecamatan Kabat, kemarin.

KABAT - Diduga terlalu sering dilalui kendaraan besar yang bukan kelasnya, jalan di Desa Benelan Lor, Kecamatan Kabat, rusak parah. Banyak lubang di sepanjang jalur perbatasan Kecamatan Rogojampi dan Kabat tersebut. Kesal dengan kondisi jalan tersebut, warga setempat menanami jalan rusak itu pohon pisang dan memberi tanda agar pengendara berhati-hati saat melintasi jalan di kampung tersebut.

Masduki, warga setempat mengaku, jalan di desanya sudah rusak sejak sekitar lima tahun silam. Sebab, sering dilewati truk saat jalur Rogojampi–Banyuwangi dialihkan. “Apalagi, saat ada kegiatan Agustusan, banyak truk dan bus yang lewat jalur ini,” katanya. Selain itu, rusaknya jalan tersebut juga ditengarai karena sering dilalui truk pengangkut kayu yang melebihi tonase.” Truk bermuatan kayu biasanya lewat saat

tengah malam” katanya. Kondisi itu juga diperparah dengan jeleknya drainase atau selokan. Sehingga, jika hujan melanda, jalan di depan sekolah MI Tarbiyatul Mubtadiin tersebut mirip kolam. Warga sudah berulang kali mengajukan permohonan perbaikan, tapi tidak ada tindak lanjut. ”Kalau difoto dan diukur-ukur sudah sering, tapi nggak ada tanda-tanda akan diperbaiki,” kata warga. (azi/c1/aif )

Ajak Pemuda Banyuwangi Mandiri GAMBIRAN - Sebagai agen perubahan dan pemegang tongkat estafet kepemimpinan yang akan datang, para pemuda di Banyuwangi diharapkan mandiri dalam berbagai sektor, khususnya ekonomi. Dengan mandiri sejak usia muda, para pemuda diharapkan bisa mempercepat proses pembangunan daerah. Hal itu terungkap dalam ‘’Fasilitasi Pekan Temuwicara Organisasi Pemuda” yang merupakan kerja sama Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi kemarin. Acara yang diselenggarakan di aula Hotel Surya Jajag, Kecamatan Gambiran, itu menghadirkan narasumber Dekan Fisipol Untag Dra. Sri Wilujeng, M.Si, Dosen Fisipol Untag Subur Bahri, M.Si, dan Cucuk Rustandi, SE, pendekar internet marketing dari STIKOM Banyuwangi, serta moderator Kabiro Radar Genteng Jawa Pos Radar Banyuwangi Abdul Aziz. Dalam kesempatan tersebut, Sri Wilujeng menegaskan, pent-

DIALOG: Suasana temuwicara organisasi kepemudaan di hotel Surya Jajag, Kecamatan Gambiran, kemarin. ISTIMEWA

ingnya menjadi wirausahawan sukses dan berkarakter, yaitu jujur, gigih, inovatif, dan terus mengejar kemajuan. “Jangan pernah menyerah melihat tantangan. Jadikan kelemahan sebagai kekuatan. Sebab, semua orang punya hak untuk sukses,” tandas Sri Wilujeng di hadapan 400 peserta. Motivasi yang tak jauh beda juga disampaikan Subur. Menurutnya, sudah saatnya para pemuda Banyuwangi bangga menjadi dirinya sendiri dan memiliki kepercayaan diri. Sebab, belakangan mulai ada gejala para pemuda di Indonesia, termasuk di Banyuwangi, justru membanggakan

Gagal Dilantik, Protes Panwaslu SONGGON - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), baik tingkat kabupaten maupun kecamatan, di Banyuwangi sudah dilantik beberapa waktu lalu. Meski begitu, proses penerimaan anggota menjadi panitia pengawas pemilu kecamatan (panwascam) masih menyisakan masalah. Seperti yang dialami Ahmad Afandi, warga Desa/Kecamatan Songgon, ini. Dia terpaksa gigit jari hanya dua hari jelang pelantikan karena dianggap gagal memenuhi syarat. Padahal, dia dinyatakan lolos jauh-jauh hari setelah melalui serangkaian tes tulis dan wawancara. Ahmad Afandi mengatakan, dirinya sudah lolos menjadi anggota panwascam dan bakal bertugas di Kecamatan Songgon. Sebagai bukti lulus, nama dia tertera dalam pengumuman bersama dua anggota lain di tingkat kecamatan. ‘’Tapi, kok tiba-tiba

NUGROHO/RaBa

BEKAL PENTING: Boaz Baan Lotte saat menyampaikan materi kepada peserta dalam pelatihan di Hotel Surya Jajag, Kecamatan Gambiran kemarin.

karya dan produk luar negeri. “Masak bilang pepaya, pepaya Thailand. Ngomongkan apel, ya New Zeland. Mbok sekali-sekali bangga dengan singkong rasa strawberi, misalnya,” ujarnya sedikit berkelakar. Subur menegaskan, bila para pemuda di Indonesia mau kreatif, dan memiliki kepercayaan diri, serta tetap menjaga nilai luhur bangsa, maka sangat terbuka peluang memiliki keunggulan yang jauh melebihi produk dan karya luar negeri. Hal yang juga tak kalah menariknya adalah yang disampaikan Cucuk. Sebagai pendekar warung internet, dia mengajak ratusan pemuda yang hadir menjadi wirausahawan sukses tanpa kebingungan modal. Bahkan, dia juga siap memberikan

pelatihan secara gratis kepada para pemuda agar sukses berwirausaha melalui internet. Bahkan, dia siap berbagi ilmu bisnis online tanpa modal dengan hasil yang fantastis. Sekadar tahu, temuwicara kemarin rencananya dibuka Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Namun, karena di saat yang bersamaan sang bupati harus menjadi narasumber dalam Diklatpim II di Jakarta, sehingga diwakilkan kepada Asisten Administrasi dan Pembangunan Suhartyo. Acara yang dimulai sejak pukul 09.30 sampai 13.45 dan berlangsung cukup gayeng tersebut juga dihadiri Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Khairullah, Kabag Humas dan Protokol, Djuang Pribadi dan jajaran Muspika Gambiran. (azi/c1/aif)

Tingkatkan Kualitas SDM Karyawan Perbarindo Gelar Pelatihan GAMBIRAN - Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Komisariat Banyuwangi menggelar pelatihan bertajuk In House Training tentang analisa kredit dan Professional Selling Skill di Hotel Surya Jajag, Kecamatan Gambiran kemarin. Kegiatan itu diikuti oleh para karyawan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di bawah naungan komisariat Perbarindo Kabupaten Banyuwangi. Semua peserta itu tercatat di 17 BPR yang tersebar di Bumi

Blambangan. Kegiatan pelatihan itu sedianya akan dilaksanakan selama empat hari. Ketua Perbarindo Komisariat Banyuwangi, Drs. Ec. Mansyur menuturkan, bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pada setiap BPR yang ada di Banyuwangi, “Kegiatan pelatihan ini juga meningkatkan daya saing dengan lembaga keuangan yang lain,’’ ungkapnya. Menurut dia, ada beberapa tahapan dalam agenda pelatihan yang rutin digelar setiap satu semester itu. Antara lain, para peserta akan dibekali mengenai analisa kredit dan Profesional

Selling Skill. ‘’Masing-masing tahap akan diselesaikan selama dua hari,’’ terang Mansyur, pimpinan BPR Genteng. Panitia menghadirkan trainer handal Boaz Baan Lotte dari Lembaga Solata Smile Comunication, Malang. Para peserta tampak antusias mengikuti acara sejak pagi hingga sore itu. ‘’Kualitas SDM memang menjadi prioritas utama demi pelayanan terbaik kepada para nasabah,‘’ pungkasnya. Sementara itu, kegiatan pelatihan tersebut dibuka dihadiri oleh sejumlah pengurus Perbarindo Jawa Timur. Bahkan, ketua Perbarindo Jatim, Hari Wuryanto didaulat membuka acara. (adv)

nama saya dianulir,” sesalnya. Atas kejadian itu, dia menuntut agar pengesahan anggota panwascam pengganti dirinya dibatalkan. Sebab, sampai detik ini dirinya tidak menerima SK pembatalan hasil rapat pleno. ‘’Hasil pleno itu cacat hukum,” tegasnya. Menanggapi protes tersebut, salah satu anggota Panwaslu Banyuwangi, Lilikh Maslikah, mengakui bahwa Ahmad Afandi dicoret menjadi anggota panwascam. Sebab, dia tercatat sebagai staf desa. “Dia sebagai kaur kesra di desa, itu yang tidak boleh demi hukum,” jelas Lilik. Dia menegaskan bahwa keputusan itu berdasar pertimbangan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur. ‘’Sudah koordinasi dengan Bawaslu Jatim dan hasilnya tidak boleh. Hasil pleno ada. Tapi, memang belum kami berikan kepada yang bersangkutan,” tandasnya. (ton/c1/aif)

KOMUNIKASI PEMBANGUNAN

Bupati Anas Jadi Penceramah Peserta Diklat Pim II Angkatan XXIX

Diminta Beberkan Resep Pertumbuhan Ekonomi Banyuwangi SURABAYA - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwas Anas, kemarin (18/3) didaulat menjadi penceramah kegiatan Diklat Pim II angkatan XXIX Pemprov Jatim. Kegiatan ceramah di depan pejabat eselon II itu merupakan kesempatan langka bagi bupati/wali kota di Indonesia. Selama ini, narasumber kegiatan Diklat Pim II hanya disampaikan menteri, wakil menteri, gubernur dan pejabat eselon I di kementerian negara. Diklat Pim II angkatan XXIX yang berlangsung di Gedung Sasana Wiyata Praja Badiklat Jatim itu di ikuti sekitar 116 peserta sejumlah provinsi di Indonesia. Mereka berasal dari pejabat eselon II di delapan provinsi di Indonesia. Pada kesempatan itu, Bupati Anas menyampaikan tema ceramah “Upaya meningkatkan kinerja pembangunan daerah”. Dalam paparannya, Bupati Anas menyampaikan enam poin penting dalam meningkatkan kinerja pembangunan daerah. Pertama, strategi leadership, kedua peningkatan kesejahteraan rakyat, ketiga upaya dan kinerja makro ekonomi, keempat menjaga kondusivitas wilayah. Poin kelima yang disampaikan Bupati Anas adalah pembangunan pariwisata berbasis alam dan kekayaan budaya. Poin terakhir yang disampaikan adalah, preview potensi wisata alam dan budaya.

pembangunan Banyuwangi. “Pertumbuhan ekonomi Banyuwangi melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Apa resepnya Pak bupati”, tanya peserta lain dari Jawa Barat. Dalam beberapa tahun ini, kinerja pembangunan Banyuwangi cukup moncer. Karena itu, Bupati Anas dituntut untuk membeberkan kisah sukses Banyuwangi meningkatkan kinerja pembangunannya. “Berdasarkan data yang kita dapat, Banyuwangi bangkit sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jatim,” tutur salah seorang peserta dari Kalimantan. Pertumbuhan ekonomi Banyuwangi tum-

buh bagitu pesat meninggalkan daerahdaerah lain. Para peserta Diklat Pim mengaku cukup penasaran dengan pertumbuhan ekonomi Banyuwangi. Dalam waktu dekat, sebagian peserta diklat akan berkunjung ke Banyuwangi untuk melihat langsung program inovasi yang telah dilakukan pemerintah daerah. “Mereka tahu perkembangan Banyuwangi dari media massa. Mereka akan Banyuwangi untuk melihat langsung,” ujar Kepala BKD Sih Wahyudi, yang ikut mendampingi Bupati Anas dalam acara Diklat Pim II kemarin. (afi)

ISTIMEWA

JADI PENCERAMAH: Bupati Anas berbicara di depan peserta Diklat Pim II angkatan XXIX di Gedung Sasana Wiyata Praja Badiklat Jatim.

Dalam kesempatan itu, Bupati Anas juga menyampaikan program percepatan reformasi birokrasi yang dilakukan Pemkab Banyuwangi. Ada lima program pengembangan sistem elektronik pemerintahan (eGovernment untuk mendukung percepatan reformasi birokrasi. Enam program itu adalah e-office, eplanning, e-budgetting, e-procurement, eperformance dan e-audit. “ Tiga dari program itu sudah lama berjalan lama, dan tiga lainnya sedang berjalan,” ungkap Bupati Anas.

Selain itu, Bupati Anas pada kesempatan itu menyampaikan progres pembangunan yang telah dilakukan Banyuwangi dalam kurun waktu tiga tahun berjalan. Paparan yang disampaikan mantan anggota DPR RI itu, mendapat respons cukup besar dari peserta Diklat Pim. Usia menyampaikan paparan, Bupati Anas membuka sesi dialog dengan peserta. Dalam sisi dialog itu, peserta memanfaatkan kesempatan itu untuk bertanya langsung tentang resep Bupati Anas meningkatkan kinerja

PEJABAT ESELON II: Peserta diklat mendengarkan paparan yang disampaikan Bupati Anas dengan tema upaya meningkatkan kinerja pembangunan daerah.


KESEHATAN

28

Selasa 19 Maret 2013

56 Pasien Situbondo Sukses Dioperasi GAMBIRAN-Sebanyak 810 pasien duafa telah berhasil dioperasi dari 1000 orang, yang direncanakan dalam Sinergi Aksi Kemanusiaan Operasi Gratis. Rinciannya, 250 pasien telah tuntas dioperasi di RS Al Huda Genteng dan 560 pasien telah di operasi di RS Bina Sehat Jember. Dari Kabupaten Situbondo, 56 pasien sukses dioperasi secara gratis di RS Bina Sehat Jember. Sebanyak 38 pasien katarak telah melihat dunia lebih terang dan 14 pasien bibir sumbing telah mendapatkan senyum baru. Koordinator Aksi Kemanusiaan RS Al Huda dr. Indiati, MMRS mengatakan, Sabtu (16/3) lalu menjadi prioritas operasi katarak bagi pasien Situbondo. Walaupun daerahnya cukup jauh dari Kabupaten Jember, namun tidak mengurangi semangat pasien untuk dapat dioperasi. Bahkan, mereka rela berkumpul di Koramil setempat sejak

jam 03.00 dini hari agar bisa sampai di RS Bina Sehat Jember, tepat waktu. “Operasi dilaksanakan pukul 07.00, pasien diharapkan sudah hadir sebelumnya supaya dapat dipersiapkan dengan baik kondisi fisiknya melalui pemeriksaan tekanan darah dan jantung agar operasi dapat berjalan dengan lancar sesuai rencana,” tutur Indiati kemarin. Sebelum operasi, tim Aksi Kemanusiaan RS Bina Sehat sudah lebih dahulu berkunjung ke RSUD Besuki dan Puskesmas Kapongan di Situbondo. Mereka melakukan screening penderita katarak, yang sudah terdaftar dari wilayah Situbondo. “Screening katarak biasanya dilakukan di RS Bina Sehat Jember, namun untuk mempermudah pasien, tim kami yang berkunjung ke Situbondo,” jelasnya. Sawir, 67, peserta operasi katarak asal Desa Kembang Sari, Kecamatan

Jatibanteng, Situbondo ketika ditemui setelah operasi mengatakan bahwa dirinya sekarang sudah lega. Sebab, sudah menjalani operasi katarak. “Rasanya lega setelah menjalani operasi, walaupun agak sedikit ada rasa nyeri di mata karena baru saja menjalani operasi,” ujarnya sambil berbaring. Selain didampingi cucunya, Sawir yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani juga mendapat pendampingan dari Babinsa Desa Kembang Sari Serda Djoko. Babinsa itu mengantar dan menjemputnya mulai saat screening sampai pelaksanaan operasi. Peserta lain, Kusnadi, 38, peserta operasi katarak dari Desa/Kecamatan Jangkar, Situbondo mengatakan, setelah operasi dia kini bisa melihat cahaya walaupun belum sepenuhnya terang. Diakui, selama empat tahun terakhir dia tersiksa oleh gangguan katarak yang meng-

halangi penglihatan mata kanannya. “Untuk kerja sehari-hari dengan kondisi penglihatan yang terhalang karena katarak sangat mengganggu sekali. Mudah-mudahan setelah operasi ini hasilnya bagus dan saya dapat melihat normal seperti dulu lagi,” kata Kusnadi, yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ukir mebel di Situbondo. Lebih lanjut Indiati menyampaikan, pasien katarak akan dilakukan kontrol I dan II di RS Bina Sehat Jember. Kontrol selanjutnya dapat dilaksanakan di sarana kesehatan yang ditunjuk Dinas Kesehatan Situbondo. Dalam hal ini RS Besuki dan Puskesmas Kapongan. ”Berkat Koordinasi dan kerja sama yang baik antara TNI, Pemerintah Kabupaten dan Dinas Kesehatan Situbondo, semua pasien duafa dari Situbondo dapat tertangani dengan baik,” pungkasnya.(*/irw)

RSAH For RaBa

LEGA: Peserta operasi katarak dari Situbondo didampingi perawat RS Bina Sehat Jember dan Babinsa Situbondo.

SELEKSI

Luncurkan Program Suka Bengkong

DINKES FOR RaBa

SOSIALISASI: Para kepala Puskesmas menyimak sosialisasi pemilihan tenaga kesehatan teladan.

Pilih Tenaga Teladan BANYUWANGI-Dalam rangka percepatan pencapaian standar pelayanan minimal dan Millenium Development Goals (MDGs) bidang kesehatan, perlu peningkatan mutu pelayanan bidang kesehatan. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas sangat dipengaruhi oleh kualitas pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan. Oleh karena itu, pemilihan tenaga kesehatan teladan diharapkan menjadi suatu motivasi untuk meningkatkan minat tenaga kesehatan yang bekerja di Puskesmas untuk terus meningkatkan kinerjanya, sehingga menjadi pendorong terciptanya tenaga kesehatan yang mempunyai sikap nasionalis, etis dan profesional, memiliki semangat pengabdian tinggi, disiplin kreatif, berilmu, terampil, berbudi luhur, serta memegang teguh etika profesi. Sesuai pedoman seleksi tenaga kesehatan di Puskesmas, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi merencanakan menyelenggarakan kegiatan seleksi tenaga kesehatan di Puskesmas. Kegiatan dimulai dengan sosialisasi pemilihan tenaga kesehatan teladan kepada kepala Puskesmas se Kabupaten Banyuwangi. Kemudian dilanjutkan setiap Puskesmas mengusulkan calon tenaga kesehatan teladan untuk diseleksi tulis dan ujian psikotest. Selain itu, membuat karya tulis keberhasilannya sebagai tenaga kesehatan di Puskesmas maupun masyarakat. Penetapan pemenang akan dilakukan dengan tinjau lapang dari tim seleksi untuk membuktikan berbagai inovasi dan keberhasilan di Puskesmas dan masyarakat. Kategori seleksi tenaga kesehatan di Puskesmas terdiri dari empat, yaitu tenaga medis meliputi dokter dan dokter gigi. Tenaga keperawatan meliputi perawat, bidan, dan perawat gigi. Sedangkan, tenaga kesehatan masyarakat meliputi penyuluh, sanitarian, entomolog, serta epidemiolog. Kemudian kategori keempat adalah tenaga gizi. Dalam sambutan pembukaan Sosialisasi Tenaga Kesehatan Teladan, dr Rio WL, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi berharap, pelaksanaan kegiatan oleh tenaga kesehatan yang dilakukan sesuai pelayanan minimal disertai inovasinya tidak hanya dilaksanakan ketika lomba. Bukan kemenangan yang menjadi tujuan utama dari kegiatan itu. Tetapi mengikuti seleksi tenaga kesehatan teladan, harap dia, dapatnya menjadi momentum bagi semua untuk meningkatkan motivasi. “Serta menyempurnakan berbagai program dan kegiatan yang dilakukan,” imbuhnya dalam sosialisasi di aula Klinik Sritanjung Jalan Letkol Istiqlah, Jumat (15/3) lalu.(*/irw)

PKMS SEMPU FOR RaBa

TELATEN: Petugas Puskesmas Sempu melayani pasien Askes.

Pilot Project Dokter Keluarga SEMPU-Satu lagi inovasi bidang kesehatan, yakni Puskesmas Berbasis Dokter Keluarga. Program kerja sama antara Pemkab Banyuwangi dengan PT. Askes Pusat itu melayani pasien peserta Asuransi Kesehatan (Askes) PNS. Di Banyuwangi, ada delapan Puskesmas yang menjadi pilot project. Salah satunya Puskesmas Sempu. Target dari program itu meningkatkan kunjungan pasien Askes dan menurunkan angka rujukan. Hal itu bukan pekerjaan mudah, karena berkaitan dengan mengubah mindset peserta Askes. “Juga mengubah paradigma Puskesmas yang selama ini dianggap hanya apa adanya dalam memberikan pelayanan,” terang Hadi Kusairi, Kepala Puskesmas Sempu, kemarin. Selama ini, lanjut Hadi, pasien Askes yang datang di Puskesmas sebanyak 90 % minta rujukan ke RSUD Genteng. Alasannya ke dokter spesialis dan obatnya lengkap. “Bahkan, sakit gatal saja minta rujukan ke RSUD Genteng,” seloroh Hadi.

Tetapi dengan adanya dokter keluarga di Puskesmas Sempu, lanjut dia, sekarang tidak sampai 10 % yang minta rujukan. Pasien lainnya bisa ditangani di Puskesmas Sempu. “Ini semua berkat layanan yang diberikan dokter keluarga dengan fasilitas alat dan obat-obatan dilengkapi Askes, pemeriksaan laboratorium gratis, ruangan tersendiri, dokter khusus dan pelayanan tepat waktu pukul 07.30 seperti pasien pada umumnya,” paparnya. Keberhasilan program itu berkat gencarnya sosialisasi tim Dokter Keluarga Puskesmas Sempu bersama Camat Sempu, Kepala UPTD Pendidikan Sempu, PGRI Sempu, PWRI, dan Pepabri. Askes juga rajin turun ke bawah. Hasilnya, pada bulan ketiga Dokter Keluarga Puskesmas Sempu sudah mampu memenuhi dua indikator. Indikator pertama adalah meningkatkan kunjungan di atas 20 % dan menurunkan rujukan di bawah 10 %. “Malah bisa menjadi yang terbaik dari delapan Puskesmas berbasis dokter keluarga serta

paling banyak merawat pasien Askes di Rawat Inap Griya Husada Puskesmas Sempu,” beber dr. Erwin, Kabag Admin Klaim PT Askes Banyuwangi. Tak kalah penting peran dr Satinta dan Tiza Amd.Keb dalam memberikan pelayanan kepada pasien Askes. Hal itu dibuktikan dengan survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) oleh tenaga Askes. Hasilnya 98 % peserta Askes merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh tim dokter keluarga Puskesmas Sempu. “Ya pelayanan begini ini yang kami harapkan, karena gaji kami tiap bulan dipotong,” kata Bambang Mulyono, pengunjung dokter keluarga Puskesmas Sempu. Satinta mengakui, dokter keluarga juga melayani konsultasi peserta Askes lewat handphone mulai jam 16.00 sampai 21.00. Bahkan membentuk kelompok penderita diabetes melitus dan hipertensi dengan kegiatan pemeriksaan laboratorium rutin tiap bulan. “Kami juga mengadakan senam bersama,” pungkas Satinta.(*/irw)

MUNCAR-Suka Bengkong bukanlah sebuah ungkapan untuk sesuatu yang bengkongbengkong yang berkonotasi negatif. Melainkan sebuah akronim dari “Sungai Kami Bebas Bokong”. Bebas bokong yang dimaksud adalah di sungai tidak lagi dijumpai ada orang buang air besar, orang mencuci bahan makanan, mencuci pakaian, dan juga mandi. Sungai harus bersih dari semua aktivitas tersebut, sehingga diharapkan nantinya sungai tidak lagi menjadi tempat atau sarana penularan penyakit. Langkah pertama dari program Suka Bengkong adalah melaksanakan kegiatan pemicuan. Kegiatan pemicuan untuk menyadarkan masyarakat dari prilaku buang air besar di sembarang tempat atau sungai. Dalam menyukseskan program itu, Puskesmas Tembokrejo sudah melaksanakan pemicuan di beberapa titik yang dianggap rawan. Pemicuan digerakkan bersama kader kader kesehatan dan tokoh tokoh masyarakat. Tak terkecuali kepala dusun setempat juga ikut menyukseskan. Seperti pemicuan yang dilaksanakan di Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, semua perangkat desa ikut terlibat

dan kompak menyukseskan program itu. Desa Sumbersewu adalah desa yang pernah memenangkan lomba Desa Berseri (Bersih dan Lestari) nomor dua se Jawa Timur. Di desa itu terdapat 2.202 kepala keluarga (KK). Setelah dilakukan beberapa kali pemicuan, sekarang tinggal 32 KK, yang belum mempunyai jamban dan menjadikan sungai sebagai tempat buang air besar. Dar i pemicuan muncul komitmen masyarakat untuk segera membuat jamban dan mengubah prilakunya. Bagi yang ekonominya kurang mampu akan dibantu oleh warga yang mampu. Seperti yang disampaikan para kader sekaligus kepala dusun setempat Sukardi, Jumadi, dan Arisman. “ODF (Open Defecation Free) adalah salah satu tujuan dalam MDGs (Millenium Development Goals) dan program Suka Bengkong adalah upaya Puskesmas Tembokrejo untuk mewujudkan itu. Kami berharap, Desa Sumbersewu tahun ini sudah menjadi desa ODF, tidak lagi dijumpai orang yang buang air di sungai,” harap H. Tusiana SKM, M.Mkes, kepala Puskesmas Tembokrejo.(*/irw)

PKMS TEMBOKREJO FOR RaBa

PEMICUAN: Tusiana, kepala Puskesmas Tembokrejo memberikan sambutan di Desa Sumbersewu, Muncar.

Kenali Pilihan Kontrasepsi Ideal untuk Anda SALAH satu masalah terpenting yang dihadapi oleh negara berkembang, seperti di Indonesia adalah ledakan penduduk. Ledakan penduduk mengakibatkan laju pertumbuhan penduduk yang pesat. Hal ini karena minimnya pengetahuan serta pola budaya pada masyarakat setempat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah Indonesia telah menerapkan program keluarga berencana (KB). Gerakan Keluarga Berencana Nasional bertujuan mengontrol laju pertumbuhan penduduk dan juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia. KB merupakan salah satu pelayanan kesehatan preventif yang paling dasar dan utama bagi wanita, meski tidak selalu diakui demikian. Peningkatan dan perluasan pelayanan KB merupakan salah satu usaha untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu yang sedemikian tinggi akibat kehamilan. Sebagian besar wanita harus menentukan pilihan kontrasepsi yang sulit. Tidak hanya karena terbatasnya jumlah metode yang tersedia. Tetapi juga karena metode-metode tertentu, mungkin tidak dapat diterima sehubungan dengan kebijakan nasional KB, kesehatan individual dan seksualitas wanita, maupun biaya untuk memperoleh kontrasepsi. Program

ini dilaksanakan melalui empat misi gerakan KB nasional, yaitu pengaturan kelahiran, penundaan usia kawin, peningkatan ketahanan keluarga, dan kesejahteraan keluarga. Permasalahan kesehatan reproduksi masih banyak sekali yang harus dikaji. Tidak hanya tentang organ reproduksi, tetapi ada beberapa aspek, salah satunya adalah kontrasepsi. Saat ini tersedia banyak metode atau alat kontrasepsi, meliputi IUD, suntik, pil, implant, kontap, dan kondom. Oleh sebab itu, wawasan tentang alat atau metode kontrasepsi harus diketahui oleh pengguna, yang dalam hal ini disebut akseptor. Kontrasepsi merupakan usahausaha untuk mencegah terjadinya kehamilan, bersifat sementara (menunda/ menjarangkan) atau permanen (tidak ingin hamil lagi). Prinsip kontrasepsi mencegah bertemunya sel mani (sperma) dan sel telur (ovum). Kontrasepsi yang ideal ialah dapat dipercaya, tidak menimbulkan efek yang mengganggu kesehatan bagi pengguna (akseptor), daya kerjanya dapat diatur menurut kebutuhan dan gaya hidup, serta tidak menimbulkan gangguan sewaktu melakukan hubungan intim. Selain itu, tidak memerlukan motivasi terus-menerus, mudah

OLEH: ARIEF RISKI ANDHIKA Dokter Puskesmas Besuki, Situbondo

pelaksanaannya, murah harganya, sehingga dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, diterima penggunaannya oleh pasangan yang bersangkutan. Ada banyak macam metode atau alat kontrasepsi yang tersedia di Indonesia. Antara lain, pil KB yang terdiri dari pil progestin atau minipil dan pil kombinasi (mengandung hormon estrogen dan progesteron). Cara kerja kedua pil KB ini adalah dengan cara mengentalkan lendir rahim, sehingga sulit dilalui oleh sperma. Keuntungan dari pil KB pro-

gestin atau minipil bisa digunakan untuk ibu yang sedang menyusui, kesuburan cepat kembali, sedikit efek samping, dapat dihentikan setiap saat. Sedangkan kelemahannya, hampir 30-60 % mengalami gangguan haid (spotting/flek, amenorea/tidak haid), peningkatan/ penurunan berat badan, harus digunakan tiap hari pada waktu yang sama. Yang boleh menggunakan minipil, antara lain usia produksi, pascakeguguran, dan mempunyai tekanan darah tinggi. Sebaliknya untuk pil kombinasi tidak bisa digunakan oleh ibu yang menyusui. Namun pada jenis pil ini jarang menyebabkan gangguan haid, dapat meningkatkan tekanan darah, dan harganya juga mahal. Jenis KB yang lain adalah suntik KB. Sama seperti pil KB, suntik KB juga ada dua macam. Adalah progestin yang biasanya lebih dikenal dengan suntik KB 3 bulan dan kombinasi yang biasanya lebih dikenal dengan suntik KB 1 bulan. Cara kerja, keuntungan, dan kelemahannya pun sama. Namun suntik KB lebih sering menimbulkan gangguan haid. Keuntungannya kita tidak perlu minum obat tiap hari pada jam yang sama. Kita hanya perlu mengingat kapan tanggal kita harus disuntik KB lagi. IUD atau AKDR (Alat Kontrasepsi

Dalam Rahim) adalah jenis KB yang cara pemakaian dengan memasukan alat ke dalam rahim. Jenis KB ini bisa dipakai dalam jangka panjang (10 tahun) dan juga sangat efektif karena tidak perlu mengingat-ingat. Cara kerja IUD menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba falopii (saluran sel telur), sehingga sperma tidak bisa bertemu dengan sel telur. IUD bisa dipasang segera setelah melahirkan atau setelah keguguran, tidak mempengaruhi ASI sehingga bisa dipakai untuk ibu yang menyusui. Efek samping yang sering timbul, antara lain haid yang lebih lama dan banyak, nyeri perut bagian bawah. Namun IUD tidak boleh dipakai oleh wanita dengan infeksi menular seksual. Implan adalah jenis KB hormon yang cara kerja, keuntungan, dan efek sampingnya sama dengan pil KB atau KB suntik. Bedanya, implan itu dengan cara memasukan alat ke dalam lengan kiri pasien. Sedangkan kontap atau kontrasepsi matap terdiri dari vasektomi (memotong atau mengikat saluran sperma) dan tubektomi (memotong atau mengikat saluran telur), sehingga sperma tidak bisa bertemu dengan sel telur. Kontap biasanya dilakukan oleh pasangan yang sudah mempunyai banyak anak dan

usia tua. Cara sederhana, misal kondom dan kalender di mana metode tersebut apabila dihentikan akan menimbulkan kesuburan kembali dan mempunyai efektivitas tinggi. Kondom biasanya dipakai pada alat kelamin pria, namun sekarang ada juga kondom untuk wanita. Alat ini dipakai saat berhubungan seks, sehingga mudah dan sederhana. Namun kelemahannya bisa terjadi kehamilan, jika kondom yang dipakai robek atau berlubang. Sedangkan sistem kalender, dengan cara menghitung masa subur seorang wanita, yaitu pada hari ke 11-19 dari hari pertama haid. Kelemahan metode ini, kadang kita tidak tahu kapan masa subur kita. Dari keseluruhan metode kontrasepsi dapat berbeda efek samping yang dialami oleh tiap-tiap individu, walaupun menggunakan metode kontrasepsi yang sama. Untuk menanggulangi masalah tersebut perlu dilakukan konseling/ penjelasan tentang metode kontrasepsi. Dengan konseling berarti petugas kesehatan baik dokter maupun bidan dapat membantu klien (akseptor) dalam memilih dan memutuskan jenis kontrasepsi yang akan digunakan sesuai pilihannya. (*)


33

Selasa 19 Maret 2013

SOCIETY

Penutupan Lokalisasi Sudah Final KEBIJAKAN penutupan lokalisasi di Banyuwangi sudah final dan tidak bisa ditawar lagi. Penutupan lokalisasi merupakan program prioritas Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Pemprov Jatim. Forpimda memiliki lima prioritas penanganan masalah sosial di Jatim. Salah satunya penutupan lokalisasi. Sejak digulirkannya penutupan lokalisasi ini, berbagai kalangan banyak yang menyuarakan dukungannya, namun ada pula yang menolak dengan alasan beragam. Yang pasti, prostitusi adalah hal yang melanggar Undang-undang dan melanggar etika agama. Namun untuk menyelesaikan masalah klasik ini tentu tidak mudah, paling tidak perlu ikhtiar dan keikhlasan semua pihak untuk menyelesaikan masalah serta solusi yang tepat. Berikut komentar beberapa tokoh:

Libatkan Stake Holder

Jika Tidak Ditutup, PMS akan Meningkat PENUTUPAN lokalisasi hatan, penutupan lobukanlah sebuah pelangkalisasi ini akan bergaran. Penutupan itu, dampak pada kualitas justru akan menjunjung kesehatan suatu pentinggi harkat dan martabat duduk. Baik kesehatan manusia. Namun Karena fisik dan moral. Diakui, masalah ini bisa berdamangka penyakit menupak masalah sosial, maka lar seksual (PMS) juga semua pihak harus duduk akan meningkat. Dan bersama memecahkan mayang harus diwaspadai salah yang sudah mulai juga adalah prostitusi dulu diwacanakan ini. Baik diluar lokalisasi yang Pemerintah Daerah, DPRD, tidak terlihat. “Artinya, Tokoh Masyarakat, Forum PMI mendukung jika Pimpinan Daerah, LSM, lokalisasi atau tempat Masyarakat serta penghuni prostitusi lainnya ditulokalisasi harus berbicara tup, namun juga harus dari hati-ke hati. “Solusinya diberi solusi bagi pengadalah penghuni lokalisasi huni lokalisasi,” terang diberikan pelatihan dan mantan Kepala Dinas keterampilan agar mereka bisa menghasil- Pendidikan Banyuwangi itu. kan keterampilan yang bisa dijual,” kata Nurhadi Wakil Ketua PMI Banyuwangi, Nurhadi. Wakil Ketua PMI Banyuwangi Nurhadi menjelaskan, dari sisi kese-

SECARA etis, segala bentuk prostitusi menurut norma kesusilaan kurang patut. Sedangkan dari utility, dari segi manfaat. Sebenarnya dengan dilokalisirnya para penjaja cinta bisa memudahkan pendataan dan pendeteksi kesehatan termasuk pembinaan Penjaja Seks Komersil (PSK) sendiri. Menyikapi penutupan lokalisasi, menurut Sugihartoyo, tidak serta merta dengan melakukan tindakan represif. Butuh proses yang panjang. “Yang terpenting, melibatkan stake holder” imbuh Sugihartoyo. Dengan begitu stake holder tersebut yang akan memberikan solusi pas bagi person-person lokalisasi tersebut.

SUGIHARTOYO Tokoh Masyarakat

Prostitusi Langgar Ajaran Agama

Perlu Pendekatan Kesejahteraan Dukung Program Pemerintah SUDAH saatnya lokalisasi itu ditiadakan. Dengan lingkungan yang aman, bersih dan amanah, generasi muda Banyuwangi tentunya bisa menjadi generasi penerus yang berakhlak dan berkualitas. Dinas Penddidikan Banyuwangi dalam hal ini turut membentuk generasi muda yang berakhlak dan berkulaitas tentunya ikut mendukung program pemerintah kabupaten Banyuwangi yang sudah berjalan yaitu penutupan lokalisasi. Sulihtiyono, Kepala Diknas Banyuwangi menuturkan, memang tidak serta merta menutup lokalisasi, harus dipikirkan setelah penutupan tersebut. Diknas Banyuwangi memiliki program Kelompok Belajar Usaha (KBU). “Melalui KBU, para eks penghuni lokalisasi bisa belajar sekaligus mengasah ketrampilan,” ujar Sulihtiyono. Tujuannya bisa untuk pesangon setelah lulus dari dunia kelam. SULIHTIYONO Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi

Dua Calon Independen Kandas

BANYUWANGI • Puri Mendut •

SEMENTARA itu, dari dunia kesehatan juga menunjukkan dan memperingatkan bahaya penyakit kelamin yang mengerikan seperti HIV/AIDS akibat adanya pelacuran di tengah masyarakat. Normanorma sosial jelas mengharamkan keberadaan prostitusi, bahkan sudah ada UU mengenai praktik prostitusi. Menurut Ketua Stikes Banyuwangi, Soekardjo mengatakan, prostitusi atau pelacuran merupakan penyakit masyarakat yang semakin marak sekarang ini dan mempunyai sejarah panjang. Sejak adanya kehidupan manusia telah diatur norma-norma perkawinan, dan sejak saat itu pula pelacuran sebagai salah satu penyimpangan dari pada norma-norma perkawinan tersebut lahir dimana tidak ada habis-habisnya yang terdapat di semua negara di dunia, tidak hanya di Indonesia. “Jika berbicara setuju atau tidak setuju penutupan lokalisasi ini, saya setuju. Sebab secara hukum

BONDOWOSO – Sesuai dengan prediksi banyak kalangan, dua pasangan calon kepala daerah dari jalur independen, pasangan Bahtiyar Lutfi – Saiful Rizal (Bisa) dan Suroso – Darmaji (Soma), kandas dan tidak bisa mengikuti pemilukada. Hal itu setelah KPU Bondowoso menetapkan bahwa dua pasangan tersebut dianggap tidak memenuhi persyaratan sebagai calon peserta Pemilukada Bondowoso dalam rapat pleno di kantor KPU Bondowoso kemarin (18/3). Keputusan itu tertuang dalam surat kepu-

BANYUWANGI

Negara sudah jelas tidak boleh, secara hukum agama juga sangat jelas. Namun yang paling penting adalah memberikan kesadaran dan pengertian secara terus menerus kepada penghuni lokalisasi tentang pratek yang dijalankannya,” ungkap Soekardjo. Pemkab Banyuwangi, kata dia, selama ini juga sudah proaktif dalam memberantas lokalisasi ini. Mulai pendekatan hingga memberikan pelatihan-pelatihan. Apa yang dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi adalah sebuah intervensi sosial untuk memberikan penyadaran sosial dan pendekatan kesejahteraan harus dilakukan. “Menangani mereka harus dengan kepala dingin. Kita harus menanyakan pada keinginan mereka? Dengan begitu terjadi komunikasi yang sangat baik,” cetusnya. Soekardjo Ketua Stikes Banyuwangi

tusan KPU No 9 Tahun 2013 yang dibacakan oleh Ketua KPU Bondowoso Zainuddin sekitar pukul 15.15. “Diputuskan dalam rapat pleno yang tertuang dalam surat NK No 9 2013 bahwa yang memenuhi syarat adalah pasangan Amin Said Husni – KH Salwa Arifin (Aswaja) dan pasangan Mustawiyanto - Abdul Mannan (Muna),” papar Zainuddin. Menurut dia, setelah melakukan verifikasi, semua berkas pasangan Aswaja dan Muna lengkap dan memenuhi persyaratan. Sementara, untuk dua pasangan dari jalur

BANYUWANGI

independen tidak memenuhi persyaratan. Diungkapkan Zainuddin, sesuai berita acara KPU No 43, pasangan Bisa menyerahkan 77.083 bukti dukungan yang dilampiri KTP. Jumlah tersebut termasuk saat pendaftaran maupun ketika penambahan perbaikan. Tetapi, setelah diverifikasi dan direkapitulasi oleh KPU, yang memenuhi syarat hanya sekitar 18.647. Padahal, kata dia, sesuai dengan UU maupun Peraturan KPU, pasangan calon independen harus menyerahkan bukti dukungan dilampiri fotokopi KTP sebanyak empat persen dari jum-

lah penduduk. Untuk Bondowoso, harus menyerahkan sedikitnya 30.941 lembar dukungan. “Berarti untuk pasangan Bisa ada kekurangan 12.294 bukti dukungan,” ungkapnya. Sementara, untuk pasangan Soma, kekurangannya mencapai 8.020 bukti dukungan. Karena, sesuai dengan berita acara KPU No 48, total bukti dukungan yang diserahkan Soma mencapai 79.076 bukti dukungan. Namun, setelah diverifikasi, hanya 22.921 bukti dukungan yang memenuhi syarat. (esb/c1/har/jpnn)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Suzuki Baleno ‘02 •

• Toyota Innova ‘09 •

• GrandMax ‘11 •

Dijual Suzuki Baleno DX tahun 2002, silver Metalik, harga 83,5 juta nego, barang istimewa, full audio, velg R16, yang serius hubungi: 081336471111, no SMS

Dijual Toyota Innova akhir 2009, hitam, solar, STNK & BPKB terima atas nama pmbeli, hrg 210 jt nego, cash & kredit, tukar tambah, hub: 082142194111, 081335897888

Dijual Daihatsu Grand Max S40 I RP (pickup) tahun 2011,hitam, harga 85 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Kijang KF 80 ‘04 •

• Toyota Avanza ‘04 •

Dijual Toyota Kijang KF 80 STD tahun 2004, hitam metalik, harga 110 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Toyota Avanza 1.3 F60 1RM tahun 2004, hijau metalik, harga 115 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

• Chevrolet Aveo ‘03 •

• Kijang Innova ‘05 •

Dijual Chevrolet Aveo 1.5L MT tahun 2003, hitam metalik, harga 86,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual T Kijang Innova GXW 42 tahun 2005, silver mtl AC DBL harga 143,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

• Cak Rudy STMJ •

• Promo Daihatsu •

Cak Rudy STMJ siap tempur, Jl. Gajah Mada 71 Penataban Banyuwangi

R-Stock Xenia, Terios, Luxio, Sirion, GrandMax, cash/kredit, disc gede, hub:HADI 081559705555/081233432555

SITUBONDO

ISTU HANDONO Kepala SMAN 1 Banyuwangi

SEGALA bentuk kemaksiatan harus dihapus, tidak hanya dilokalisir. Tetapi menurut kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Banyuwangi ini, harus ada penanganan kelanjutan dari eks lokalisasi. Para penghuni lokalisasi wajib dientaskan dari dunia kelam. Melalui pelatihan tenaga terampil yang sudah dilakukan oleh dinas terkait selama ini. “ Pembekalan religi dan wawasan yang positif harus dilakukan secara kontinyu, tidak sekali dua kali,” ujar Istu.

SITUBONDO

• Lemahbangdewo •

• Lovebird •

Wajib Dientaskan dari Dunia Kelam

BANYUWANGI

Dijual tanah di Lemahbangdewo Rogojampi, LT 920m2. H: 081235320800

Grosir / eceran Lovebird, Jl. Ciliwung 5 Banyuwangi, 085334845244

AYU CATUR PAMUNGKAS Mahasiswa

LOKALISASI dan prostitusi pada dasarnya tidak baik dan melanggar ajaran agama. Dengan dilaksanakannya penutupan lokasilasi, sebuah tindakan yang sangat terpuji dan menuju kebaikan. Akan tetapi, dampak dari penutupan harus tetap diperhatikan, ujar mahasiswa salah satu sekolah tinggi swasta di Banyuwangi. “Tanggung jawab pemerintah untuk menyalurkan para penghuni eks lokalisasi menuju padat karya,”ujar Bayu. Semisal selain pelatihan wirausaha, mungkin bisa disalurkan kepada pabrik atau cold storage yang ada di Banyuwangi. Mereka bisa menjadi tenaga terampil di tempat kerja tersebut, asal pekerjaan yang layak.

• Kijang LGX ‘98 • Dijual Kijang LGX tahun 1998, bensin, lat DK, biru, siap pakai. Harga Rp. 87.5juta. H: 08123353502

• Kijang Innova ‘10 • Rumah siap huni di Puri Mendut, Jl. Mendut 88 Banyuwangi (100m dari Kantor Pemda), cash/kredit, bunga ringan. 081336143490, cepetan sisa hanya 5 unit.

• Ruko 2 Lt • Djl Ruko 2 Lt. LT71m2. Jl. Olean no. 36, dpn Pasar. H: 08179310008/03151161403

BANYUWANGI

Djl Kijang Innova Diesel 2010 hitam type G, super istmw, km23000. H:08123268826

• STNK • • Belakang Pemda • Dijual rumah murah siap huni tngah kota belakang Pemda, L+400, H: 085236168779

• Tanah & Rumah • Djl tanah & rumah 355m2, Geladag Rgojampi, sblh Bimantara, tnp prntra 08133633898

HlgSTNKNopolP3688ZI,YuslimRahmatAdrianto, PerumGentenganAsriBJ0904/06Penataban,Giri HlgSTNKNopolH6433TS,an.UdaAyuAnggraini, Jl. Lumbungsari Raya 3 01/02 Semarang Jateng Hlg STNK Nopol P 3664 ZE, an. Sudarso, Jl. Semeru 87, Sukowidi 04/04 Klatak, Kalipuro

SITUBONDO • STNK • Hlg STNK Nopol P 5293 ES, an. Endri Tri Kusumadewi, Jl. Diponegoro 01/04 Dawuhan


34

Selasa 19 Maret 2013

MENANG 2-0: Gelandang Persewangi Jordi Kartiko (tengah) berusaha melewati hadangan pemain PPSM Magelang dalam laga Divisi Utama PT Liga Indonesia di Stadion Diponegoro Banyuwangi kemarin.

GALIH COKRO/RaBa

Modal Positif Hadapi PSIM Jogja BANYUWANGI - Tambahan tiga angka dalam laga kontra PPSM Magelang kemarin (18/3) melambungkan spirit skuad Laskar Blambangan. Hasil impresif itu sekaligus menjadi modal berharga jelang laga home ketiga Jumat (22/3) mendatang. Kali ini, Zaenal Ichwan dkk akan kedatangan salah satu tim tangguh di grup V, PSIM Jogjakarta. Terkait laga yang akan kembali dimainkan di Stadion Diponegoro itu, manajemen kembali menargetkan tiga angka. Target yang sekaligus akan mereduksi perolehan poin pemuncak klasemen sementara grup V, Persik Kediri. “Target kami jelas. Laga home harus tiga angka. Itu juga yang akan diwujudkan Jumat besok,” tegas Bagong Iswahyudi, pelatih Persewangi. PSIM saat ini nangkring di posisi kedua. Memainkan tiga laga, Laskar Mataram—julu-

kan PSIM Jogjakarta—mengemas poin enam dari hasil dua kali menang dan sekali kalah. Perbedaan selisih gol yang lebih baik dari Laskar Blambangan membuatnya layak berada di bawah pemuncak klasemen, Persik Kediri. Konfidensi atas hasil kontra PPSM coba ditularkan ke laga mendatang. Persiapan menghadapi PSIM langsung diberikan usai menumbangkan PPSM kemarin. Jajaran pelatih hanya memberikan libur sehari untuk skuadnya. Bagong menyatakan, timnya tidak ingin besar kepala atas laga kemarin. Dia menyebut PSIM memiliki pemain yang cukup baik. Mereka cukup

solid dan terkenal angker, terutama dalam melakoni laga away. Hal inilah yang akan diantisipasi dalam pertandingan mendatang. “Kami senang dengan hasil kemarin. Tapi tugas berat selanjutnya sudah menunggu di depan mata dan butuh konsentrasi dan kerja keras untuk meraih tiga angka lagi,” imbuhnya. Menghadapi laga Jumat nanti, Bagong besar kemungkinan akan tetap mengandalkan line up kontra PPSM Magelang Sakti. Heru Santoso dan Faisol Arif yang sudah pulih bisa berduet kembali di lini depan bersama Ikrom Syafii. Jordi Kartiko, Zaenal Ichwan, dan Toure, bisa menjadi penggalang second line Persewangi. Selebihnya, dia akan melihat kondisi terkini para pemain. Lantaran jadwal cukup mepet, bukan tidak mungkin terjadi rotasi pemain di laga Jumat (22/3) mendatang. (nic/c1/als)

Bertapa Sepekan di Surabaya BANYUWANGI - Persiapan tim Persewangi Futsal demi menyambut Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) terus digelar. Selain menggelar pemusatan latihan, tim yang bermateri pemain usia under 21 tahun itu mulai berancang-ancang menggelar try out dalam waktu dekat. Adalah Kota Surabaya yang bakal dipilih menjadi lokasi tray out para pemain. Asisten manajer tim futsal porprov Banyuwangi, Rikcy Reza Luika mengatakan, pe-

musatan latihan lanjutan akan dilaksanakan di Surabaya. Selama lebih-kurang sepekan, mulai kemarin (18/3) hingga 23 Maret mendatang, tim futsal porprov Banyuwangi akan bertapa di Kota Surabaya. Selain menggelar latihan, tim tersebut juga akan melakukan serangkaian uji coba. Tim kompetisi regular Surabaya akan menjadi mitra tanding Banyuwangi. Di antara tim yang bakal menjadi mitra sparing adalah Surabaya Laros FC,

Bhaskara FC, Dyuy Sidoarjo, Kalianak FC, dan Green Army. Bertempat di Lapangan Internasional M Sport Siwakakerto, Surabaya, pemain futsal Banyuwangi akan menjalani try out. Target yang diusung dalam uji coba tersebut ada tiga: teamwork, mental, dan teknik. “Kami ingin anak-anak memperoleh pelajaran berharga di Surabaya. Diharapkan ada nilai plus yang bisa diperoleh di sana,” ujar Ricky. (nic/c1/als)

Komunitas Jeep Borong Kaos Katrok OUTLET Kaos Katrok kedatangan tamu istimewa dari Komunitas JEEP Indonesia Jawa Timur, Minggu (17/3) lalu. Mereka langsung memborong tidak kurang dari 60 pcs Kaos Katrok untuk kegiatan touring JEEP Comunity di wilayah Banyuwangi Selatan bulan depan. Produsen Kaos Katrok nyaris tidak pernah istirahat karena kebanjiran order kaos bertuliskan dan berbau “I Love Banyuwangi”, dan I Love-I Love yang lain dari instansi pemerintah, pendidikan, pertanian, perusahaan swasta, komunitas pelajar, dan mahasiswa. Bahkan beberapa perusahaan swasta yang memiliki karyawan ratusan orang juga ikut memborong Kaos Katrok berlebel I Love Banyuwangi dan I Love Komunitas yang lain. Besarnya respons masyarakat terhadap Kaos Katrok tidak lain karena bahan yang dipakai dari kain katun murni, tebal, halus adem dan nyaman dipakai serta mudah menyerap keringat.

NUGROHO/RaBa

BANYAK DIBURU: Anggota komunitas Jeep, satu di antara banyak komunitas yang membeli kaos produksi Katrok.

Selain cetakan sablonannya dari bahan tinta spesial, harga Kaos Katrok pun sangat terjangkau. Mulai dari kaos anak-anak dijual hanya Rp 25 ribu sampai kaos dewasa seharga Rp 75 ribu. Itu semua karena Kaos Katrok diproduksi sendiri oleh anakanak asli Banyuwangi. Mulai proses memilih kain, menjahit, desain, hingga sablonnya, semuanya dikerjakan sendiri oleh tim kreator Kaos Katrok. Bukan kulakan di tempat lain,

atau dikerjakan di luar kota, lalu dijual di Banyuwangi.  Karena itu,  produsen Kaos Katrok merasa tertantang untuk bekerja lebih giat dan lebih profesional lagi. Sehingga ke depan Kaos Katrok benar-benar menjadi Ikon Kaos Banyuwangi. “Belum Banyuwangi Banget, Kalo Belum Pake Kaos Katrok”. Segera datang ke otlet Kaos Katrok/ dukun spanduk Gambiran, atau hubungi 081 358 720 777. (adv/als)

SELEBRASI: Pemain Persewangi merayakan gol Toure Morlaye menit ke-20 ke gawang PPSM Magelang Sakti kemarin.

GALIH COKRO/RaBa

Kado Manis Ultah Sampurno HASIL impresif yang dibukukan Persewangi atas PPSM kemarin tidak hanya disyukuri jajaran manajemen Laskar Blambangan. Kemenangan itu juga menjadi kado terindah dan persembahan khusus bagi dua punggawa Persewangi, Slamet Sampurno dan Ikrom Syafii. Turun sebagai starter dalam laga tersebut, keduanya memberikan kontribusi maksimal atas kemenangan tim kemarin. Bagi Slamet Sampurno, kemenangan itu adalah momen spesial bagi dirinya. Tiga angka yang diraih timnya merupakan

kado ulang tahun bagi pemain belakang berpostur tinggi tersebut. Sebab, 19 Maret ini mantan pemain Persik dan Persid Jember itu genap berusia 32 tahun. “Alhamdulillah menang. Ini jadi kado ulang tahun besok (hari ini). Semoga ini bisa menjadi spirit di laga berikutnya,” harap Sampur. Meski tidak mencetak gol, penampilan Slamet Sampurno cukup lugas di jantung pertahanan Laskar Blambangan. Dia beberapa kali meredam agresivitas pemain lini depan tim tamu. Kontribusinya membuat gawang Persewangi yang dikawal Boy Vinalosa aman

dari gempuran pemain lawan. Sementara itu, momen spesial juga dirasakan striker mungil Persewangi, Ikrom Syafii. Satu golnya menit ke-52 kemarin membuatnya menjadi top skor bagi tim. Sejauh ini dia sudah mencetak tiga gol dari empat kali tampil bersama Laskar Blambangan. Dalam laga kemarin, dia bermain disaksikan istri dan anak semata wayangnya. Gol itu didedikasikan untuk buah hatinya tercinta. “Ini gol buat anak supaya lekas sembuh,” ujarnya. (nic/c1/als)


BERITA UTAMA

Selasa 19 Maret 2013

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Ikrom Diplot Jadi Striker Tunggal n LANGSUNG... Sambungan dari Hal 25

Dalam laga tersebut, Ikrom Syafii diplot sebagai striker tunggal. Lini tengah yang digalang Zaenal Ichwan, Touer Morlaye, dan Jordi Kartiko, tampil solid. Namun, skuad Laskar Blambangan harus menunggu hingga menit ke-20 untuk memecah kebuntuan. Akselerasi Jordi Kar-

tiko di sisi kiri pertahanan Macan Tidar menjadi awal pesta tim tuan rumah. Umpan crossingnya berhasil diteruskan dengan sundulan oleh Ikrom Syafii. Usaha pemain asal Songgon itu sebenarnya mampu digagalkan penjaga gawang PPSM, Johan Charles. Namun, bola rebound berhasil diteruskan Toure Morlaye ke jala gawang PPSM. 1-0 Persewangi memimpin. Unggul satu gol, tuan rumah

semakin bernafsu menyerang. Peluang terbaik tuan rumah datang menit ke-45. Sayang, tendangan mendatar Ikrom Syafii bisa dihalau pemain bertahan lawan. Di babak kedua, tuan rumah sedikit mengendurkan tekanan. Kesempatan itu dimanfaatkan tim tamu untuk menekan. Na mun, justru Persewangi yang menambah gol. Menit ke-52 kemelut di gawang PPSM

mampu dimanfaatkan striker asal Pesawat Tegalwudi, M. Ikrom Syafi’i. Tendangan mendatarnya gagal dibendung penjaga gawang PPSM, Johan Chalres. 2-0 memimpin. Unggul dua gol, tuan rumah mulai tenang. Rotasi pemain pun dilakukan di waktu yang tersisa. Namun, hingga wasit Hipni meniup peluit panjang, skor 2-0 untuk keunggulan Persewangi tidak berubah. (nic/c1/als)

Dihajar Menggunakan Paralon n ANIAYA... Sambungan dari Hal 25

“Ke jadian ini berawal saat ter dakwa mengajak istrinya melakukan hubungan intim,” terangnya. Saat melakukan hubungan itu, sang istri sempat menyebut Benjot, yang diduga pria idaman lain (PIL). Mendengar istrinya menyebut nama pria lain, terdakwa tidak terima dan marah besar.

“Terdakwa memukul korban karena korban tidak mau menje laskan terkait Benjot itu,” jelasnya. Pada malam kejadian, korban sempat dibawa ke sumur tidak jauh dari rumahnya. Di tempat itu, korban kembali dihajar dan dipukul menggunakan paralon hingga tidak bisa berdiri. “Korban juga dipukul dengan paralon di tempat tidur,” bebernya. Berdasar fakta-fakta yang

ada, jaksa menyebut terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah melakukan tindak pidana kekerasan fisik dalam rumah tangga hingga mengakibatkan korban meninggal. Perbuatannya itu melanggar Pasal 44 ayat 3 UU No. 23 Tahun 2004 tentang KDRT. “Mohon pada majelis hakim untuk menghukum terdakwa selama tujuh tahun penjara,” tegasnya. Menurut jaksa, tuntutan tu-

juh tahun penjara itu setelah dia mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan. Pertimbangan yang memberatkan, perbuatan terdakwa menyebabkan istrinya meninggal, dan terdakwa pernah dihukum. Pertimbangan yang me ringankan, lanjut dia, terdakwa bersikap sopan selama persidangan, mengakui perbuatannya, dan masih mempunyai tanggungan keluarga. (abi/c1/bay)

Mendekati Masa Pancaroba n BERPOTENSI... Sambungan dari Hal 25

Namun demikian, pada bulan ketiga kalender Masehi tersebut, intensitas hujan yang terjadi di wilayah Banyuwangi tidak sebesar Januari dan Februari lalu. Meski demikian, Yustoto mengimbau warga tetap mewaspadai potensi hujan lebat disertai petir dan angin ken-

cang atau bahkan angin puting beliung. “Hujan deras yang disertai petir, angin kencang, atau bahkan puting beliung, yang datang secara tiba-tiba masih berpotensi terjadi. Sebab, saat ini wilayah Banyuwangi sudah mendekati musim pancaroba,” ujarnya kemarin (18/3). Sementara itu, Yustoto memaparkan prediksi cuaca di wilayah Banyuwangi hari ini (19/3)

umumnya berawan. Kecepatan angin diprediksi berkisar antara lima kilometer (Km) per jam sampai 32 Km per jam. Masih menurut Yustoto, ketinggian gelombang di wilayah perairan Banyuwangi hari ini diprediksi normal. Dia merinci, prediksi ketinggian gelombang signifikan di Selat Bali berkisar antara 0,3 meter sampai 0,8 meter, sedangkan ketinggian

gelombang maksimum di perairan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali itu diprediksi mencapai 0,5 meter sampai 0,8 meter. “Untuk wilayah perairan Selat Bali bagian se latan, berkisar antara 0,5 me ter sampai 1,3 meter. Di Samudera Hindia, ketinggian gelombang bisa mencapai 0,5 meter sampai 2,5 meter,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Normalnya Rp 20 Ribu per Kg n HARGA... Sambungan dari Hal 25

Nah, awal pekan ini harga komoditas pertanian tersebut masih tertahan di harga Rp 40 ribu per Kg. Normalnya, harga bawang putih berada di kisaran Rp 20 ribu per Kg. Seperti diketahui, mulai awal tahun 2013, harga bawang putih terus merangkak naik. Jika pada akhir 2012 harganya hanya sebesar Rp 15 ribu per Kg, pada

awal 2013 harga bawang putih meningkat menjadi Rp 18 ribu per Kg. Pada awal Maret, harga ba wang putih melambung menjadi sekitar 40 ribu per Kg. Selanjutnya, tanggal 10 Maret, harga bawang putih melambung menjadi Rp 60 ribu per Kg. Sehari berselang, tepatnya 11 Maret, harga bawang putih kembali melonjak menjadi Rp 65 ribu per Kg sampai Rp 70 ribu per Kg. Tren peningkatan harga bawang putih itu terus berlanjut. Pada 13

Maret, para pedagang di Pasar Banyuwangi melego bawang putih seharga Rp 75 ribu sampai Rp 85 ribu per Kg. Hingga akhirnya, Sabtu pekan lalu (16/3) harga bawang putih tu run signifikan menjadi Rp 60 ribu sampai Rp 65 ribu per Kg. Sehari berselang, tepatnya Minggu (17/3), harga bawang putih kembali merosot menjadi Rp 40 ribu sampai Rp 45 ribu per Kg. Sayang, tren penurunan harga bawang putih tersebut

tersendat kemarin (18/3). S u g i o n o, 3 3 , p e d a g a n g bumbu di Pasar Banyuwangi menyebutkan, dirinya menjual bawang putih seharga Rp 40 ribu per Kg. “Informasinya, ratusan peti kemas bawang di pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, segera dibongkar. Jika bawang putih tersebut segera didistribusikan, harga bawang bisa kembali normal di kisaran Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu per Kg,” ujarnya. (sgt/c1/bay)

Diterbangkan ke Kotawaringin Barat n MEMBUNUH... Sambungan dari Hal 25

“Kedua tersangka setelah beraksi kabur ke Jawa,” ujar Kasatreskrim Polres Banyuwangi AKP Bagus Ikhwan Christian. Menurut kasat, aksi perampokan dengan korban Candra Liem itu dilakukan enam orang. Selain kedua tersangka yang telah ditangkap, tiga pelaku lain diduga kabur ke Kabupaten Jember, dan satu lagi ke Bali.

“Dari enam pelaku, yang ditangkap masih dua tersangka ini,” katanya. Tertangkapnya kedua tersangka, jelas dia, setelah anggota Polres Kotawaringin Barat minta bantuan karena pelaku perampokan dan pembunuhan diduga bersembunyi di wilayah Kabupaten Banyuwangi. “Dari per mintaan itu, kita segera melakukan pelacakan,” ujarnya. Hasil penyelidikan yang dilakukan, sebut dia, diketahui dua

pelaku bersembunyi di Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo. “Kuryono punya istri yang tinggal di Desa Alasbuluh, dan dua tersangka bersembunyi di rumah itu,” jelasnya. Saat anggotanya bersama anggota Polres Kotawaringin Barat mendatangi rumah yang ditempati istri Kuryono, kedua tersangka berada di rumah itu. Sayang, Fathurrozi langsung kabur begitu tahu polisi akan menangkapnya. “Kuryono kita

tangkap di rumah istrinya. Fathurrozi yang sempat kabur akhirnya juga tertangkap,” jelasnya. Karena lokasi kejadian berada di wilayah hukum Polres Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, maka kedua tersangka langsung diterbangkan ke tempat kejadian perkara (TKP). “Sempat kita bawa ke Polres Banyuwangi, tapi tidak lama. Lalu, kita kirim ke Kalimantan,” katanya. (abi/c1/bay)

Pengajuan Izin Dipermudah n IZIN... Sambungan dari Hal 25

Handoko, anggota pansus DPRD yang juga merupakan ini siator raperda rumah kos mengatakan, latar belakang munculnya raperda tersebut adalah banyaknya pelanggaran dan penyalahgunaan rumah kos oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Itu ter bukti dengan banyaknya penangkapan para pelaku penyalahgunaan fungsi rumah kos yang dilakukan petugas Satpol PP. Dikatakan, lantaran tidak ada payung hukum, para pelanggar tersebut hanya diberi pembinaan tanpa diberi sanksi yang bisa memberikan efek jera. “Nah, semangat kami adalah menertibkan rumah kos. Bukan untuk memberatkan masyarakat. Kita ingin membangun Banyuwangi lebih baik,” ujar Handoko. Politikus asal Partai demokrat, itu menambahkan, raperda rumah kos belum final. Pansus DPRD perlu melakukan pembahasan-pembahasan lanjutan dan menerima masukan dari para stake holder untuk menyem purnakan draf raperda penyelenggaraan rumah kos itu. Rizal, anggota Forum Kajian Studi Pembangunan mengatakan, pertengahan tahun 2012 pihaknya melakukan se minar terkait banyaknya penggerebekan yang dilakukan Satpol PP, terutama di wilayah Ke camatan Gir i. Namun, tidak ada payung hukum yang

n TAKUT... Sambungan dari Hal 25

Namun, niat pulang dari Pasar Pe dotan, Desa Kebundalem, Kecamatan Bangorejo, tersebut tidak berjalan mulus. Pengemudi mendadak meng hen tikan kendaraan gara-gara ada operasi lalu

lintas. Takut di tilang, sang pengemudi memilih menghentikan kendaraan. Pe ngemudi pun berusaha memutar kendaraannya untuk melewati jalur lain. Nahas, saat mundur, kendaraan roda empat itu malah terperosok ke parit. Akibatnya, bodi mobil bagian belakang

rusak karena terbentur pohon. ‘’Niat saya mengerem tapi salah ngegas, akhirnya seperti ini,” tutur si sopir yang juga pedagang kain asal Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, itu. Dia mengatakan, saat keja dian dirinya mengangkut sejumlah penumpang. Hanya saja, saat mobil terperosok,

semua penumpang sudah turun. ‘’Cuma saya sendiri yang mau atret. Orang-orang turun semua. Sekarang orang-orang sudah pulang,” paparnya. Pasca kejadian, mobil warna hijau itu dievakuasi truk. Namun, as truk malah rusak. Praktis, proses evakuasi terhambat. (ton/c1/aif)

Lebih Lapang setelah Tembok Dijebol n DULU... Sambungan dari Hal 25

Saking padatnya kendaraan yang lalu lalang di jalur menuju RTH Maron, sebagian kendaraan yang dari arah selatan menuju arah Kecamatan Sempu maupun sebaliknya terpaksa harus dialihkan ke jalur alternatif, yaitu melalui Dusun Jalen, Desa Setail, Kecamatan Genteng. Oleh karena itu, meski belum tun tas seratus persen, RTH Maron benar-benar menjadi ikon baru di Kecamatan Genteng dan Banyuwangi Selatan yang bisa dikunjungi warga secara gratis. Ramainya RTH Maron tersebut ternyata membuat warga sekitar benar-benar senang. Para PKL pun memuji terobosan atas pembangunan RTH tersebut. Warga dan para PKL sesungguhnya takjub

terhadap RTH di sisi barat lapangan Maron yang kini terlihat indah dan selalu dipadati pengunjung tersebut. Maklum, dulu bila tak ada kegiatan besar di lapangan Maron, suasana malam hari di lokasi tersebut sangat sunyi. Bahkan, sebagian warga menyebut tempat tersebut sebagai tempat angker yang menakutkan. “Tapi sekarang seperti ini. Semua orang senang. Masyarakat juga bisa cari nafkah di sini,” kata Sudarto, salah satu pedagang yang biasa mangkal di RTH Maron. Kondisi RTH Maron saat ini tentu telah menjawab keraguan sebagian elemen yang dulu menolak pembangunan RTH tersebut. Para penyedia jasa parkir pun dulu takut kehilangan lahan ekonomi karena tembok lapangan sisi barat dibongkar. Dulu itu dikhawatirkan akan menyebabkan para event organizer enggan menggelar kegiatan

di tempat tersebut. Namun, kini semua itu terbantah. Para juru parkir kini tak perlu lagi menunggu even tertentu yang digelar di Lapangan Maron. Sebab, hampir setiap malam mereka bisa mengais rezeki di lokasi tersebut. Sekadar tahu, renovasi sejumlah RTH yang digagas Bupati Anas itu awalnya mengundang kontroversi. Bahkan, ada elemen masyarakat yang menolak program tersebut. Beberapa RTH yang telah direnovasi Pemkab Banyuwangi adalah Taman Sri Tanjung, Taman Blambangan, Taman Makam Pahlawan Wisma Raga Satria, dan Taman Tirta Wangi (Patung Kuda). Semua berada di pusat kota. Selain itu, Pemkab Banyuwangi juga membangun sejumlah RTH di kecamatan-kecamatan, salah satunya di Lapangan Maron, Kecamatan Genteng. (c1/bay)

perda. Jadi, seharusnya raperda yang dibentuk adalah tentang pemanfaatan rumah sebagai kegiatan usaha, bukan raperda penyelenggaraan usaha rumah kos,” bebernya. Dikonfirmasi usai konsultasi publik kemarin, Ketua Pansus Raperda Penyelenggaraan Rumah Kos DPRD Banyuwangi, Ismoko mengatakan, perda tersebut sangat diperlukan untuk mengatur rumah kos di Banyuwangi. Ismoko mengaku, pihaknya menghargai penolakan yang diutarakan Parukoba. Menurutnya, Parukoba pasti memiliki dasar menolak raperda tersebut. “Tetapi, kitajugapunyadasar.Adamasukanmasukan dari masyarakat (untuk menerbitkan payung hukum yang mengatur penyalahgunaan rumah kos, Red),” ujarnya. Ismoko menambahkan, izin usaha rumah kos diperlukan untuk mendata rumah kos. Izin tersebut juga bertujuan agar para pengusaha rumah kos lebih berhati-hati. Sebab, kalau pengusaha rumah kos tersebut salah, petugas sudah memiliki payung hukum untuk memberi sanksi. Ismoko menegaskan, sesuai roh pemikiran anggota dewan untuk memunculkan raperda penyelenggaraan izin usaha rumah kos, maka proses perizinan tersebut dipermudah. “Kami ingin mengatur pemanfaatan rumah kos agar tidak disalahgunakan. Tidak untuk memberatkan masyarakat. Makanya, proses perizinan rumah kos dipermudah. Sampai-sampai izin itu hanya mengisi formulir,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Yang Baik hanya Sepuluh Persen n PRODUK... Sambungan dari Hal 26

Selain itu, pihaknya juga menggandeng petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Ba nyuwangi untuk menyampaikan ma teri terkait pen tingnya bahan tam bahan ma kanan yang sesuai standar kesehatan. “Itu penting untuk mencegah penggunaan bahan tambahan makanan yang tidak se suai standar kesehatan. Misalnya, menggunakan bahan pewarna tekstil,” cetusnya. Sementara itu, dikonfirmasi di lokasi yang sama, Ketua Asosiasi Produsen Pangan Olahan Banyuwangi (Aspoba), Syamsudin mengungkapkan, sosialisasi kemarin bermanfaat

untuk menambah pengetahuan para pelaku IKM di Banyuwangi. “Namun, kami berharap ada langkah yang lebih konkret dari pemerintah untuk membantu pelaku IKM,” kata dia. Dijelaskan, selama ini para pe laku IKM terkendala permodalan untuk memperbaiki kualitas kemasan produknya. “Un tuk mencetak kemasan yang baik, persoalannya dana. Dalam proses percetakan, kita dikenai minimum order. Misalnya seribu unit. Sebab jika tidak, harga kemasan akan lebih mahal. Misalnya, harga kemasan Rp 500 jika kami pesan sesuai minimum order. Tetapi jika dipesan kurang dari ke tentuan minimum order, harganya bisa mencapai seribu

rupiah per unit,” jelasnya. Syamsudin berharap, pemerintah memberikan solusi konkret untuk membantu IKM. Misalnya dengan memfasilitasi pelaku IKM di Banyuwangi memesan kemasan yang menarik kepada Disperindag Jatim. “Di Disperindag Jatim ada se macam klinik desain kemasan. Desainernya sudah disediakan. Ada mesin cetaknya juga. Kendalanya, jika kami harus memesan sendiri-sendiri di Surabaya, ongkos transportasinya mahal. Kami berharap di Banyuwangi ada klinik desain kemasan seperti itu. Atau jika tidak, pe merintah bisa memfasilitasi kami memesan kemasan kepada Disperindag Jatim,” bebernya. (sgt/c1/bay)

Penitipan Anak Tetap Eksis n CAHYANING... Sambungan dari Hal 26

Salah satu wujud kesuksesan itu di antaranya tetap eksisnya tempat penitipan anak Buana Di nar yang berlokasi di bela kang Masjid Besar Ahmad Dahlan. Terkait terpilihnya Cahyaning, mantan aktivis IMM ini pun berharap, NA bisa menjadi organisasi yang tetap peduli dan mampu mengikuti perkembangan

yang ada di tengah masyarakat. Mengambil spirit dari ajang Muktamar XII Nasyiatul Aisyiyah, salah satunya memuat tentang penguatan peran advokasi kader perempuan dan anak. Peningkatan peran dan fungsi advokasi kader NA untuk pe ningkatan kualitas hidup pe rempuan dan anak wajib menjadi perhatian tersendiri bagi organisasi ini. NA dengan kondisi terkini telah memiliki

kekuatan jaring organisasi yang luas dan bergerak di level aktivis serta ditopang dengan struktur serta satuan gerak yang solid. Hal ini memungkinkan NA untuk bisa menjadi organisasi pe rem puan terdepan dalam per ge rakannya. Selain itu, kehadiran organisasi diharapkan mampu meningkatkan peran serta pe rempuan dalam mewujudkan pembangunan dan kesejahteraan. (*/adv)

Makin Berkepentingan, Kian Bermasalah n NGUNDUH... Sambungan dari Hal 36

Mendadak Menghentikan Kendaraan

men dasari penindakan para pelanggar tersebut. Menurut dia, keberadaan rumah kos memberikan dampak positif dan negatif. Dampak positifnya, rumah kos dapat mendukung ke gi atan p e n d i d i k a n , ya k n i m e m permudah siswa yang ja rak rumahnya jauh dengan tempatnya menimba ilmu. Rumah kos juga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar, misalnya dengan mendirikan warung dan lain-lain. “Namun, rumah kos juga memberikan dampak negatif. Misalnya, membuka peluang terjadinya seks bebas, pesta miras atau penyalahgunaan narkoba, dan dikhawatirkan menjadi tempat persembunyian pelaku kejahatan serta teroris,” kata dia. Sementara itu, Sekretaris Parukoba Ipung Purwadi mengatakan, beberapa klausul dalam raperda tersebut bertentangan dengan peraturan di atasnya, di antaranya Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2011 tentang perumahan dan kawasan permukiman dan PP Nomor 44 Tahun 1994 tentang penghunian rumah oleh bukan pemilik. Ipung menjelaskan, rumah kos diartikan sebagai tempat ting gal sementara. Padahal, da lam UU Nomor 1 Tahun 2011, hal itu tidak boleh diatur oleh perda, melainkan diatur dalam peraturan pemerintah (PP) sesuai Pasal 50 UU tersebut. “Sedangkan mengenai pemanfaatan rumah sebagai kegiatan usaha, misalnya rumah komersial, harus diatur

Tapi, banyaknya kepentingan. Ma kin banyak kepentingan, makin tidak sederhanalah permasalahan. Makin banyak kepen tingan, makin rumitlah memahami persoalan. Ini yang menjadi sumber rasa bingung tersebut. Padahal, orang-orang suci berkata, tidak tulusnya kepentingan akan menjadi sumber penghalang buntunya komunikasi permintaan petunjuk kepada Tuhan sekalipun. Orang tua yang ingin menikahkan anaknya hanya untuk berumah tangga tentu akan dengan mudah untuk melepaskannya. Masalah menikahkan kemudian menjadi sederhana, walaupun menjalani biduk rumah tangga nantinya tak sederhana-sederhana amat. Tapi, beda dengan orang tua yang banyak kepentingan terhadap pernikahan putrinya. Misalnya, ingin putrinya langsung hidup bahagia dengan bergelimang harta hingga masa tua, maka akan banyak perhitungan untuk melepaskannya. Yang lebih gila lagi jika sang orang tua dan saudara-saudaranya berkepentingan ingin juga menikmati harta sang anak hingga tujuh turunan. Tentu akan sangat sulit mendapatkan calon yang mampu seperti itu. Jika ada yang memaksa

mam pu melakukannya, jangan-jangan sang putri nanti akan berperilaku seperti Roro Jonggrang. Putri cantik itu berbuat curang memba ngunkan ayam sebelum hari benar-benar pagi. Akhirnya, gagallah keinginan pria menyuntingnya sebagai istri, meski sudah mampu membangun seribu candi dalam waktu semalam. Siapa pun tahu Dinas Pendidikan adalah SKPD (satuan kerja perangkat daerah) yang memiliki kasta tinggi. Sehingga, tak sembarangan pejabat bisa duduk di tempat tersebut. Hanya pejabat-pejabat yang mampu melakukan komunikasi tingkat tinggilah yang punya peluang untuk menempatinya. Selain itu, jangan ngarep! Sudah menjadi rahasia umum, dari massa ke massa, Kadispendik selama ini selalu diidentikkan dengan orang yang dekat dengan Bupati. Mak lum, massa di bawahnya yang banyak, dan uang yang bertumpuk di dalamnya menggunung, membuat Dispendik menjadi SKPD yang paling tepat dan mudah untuk disusupi kepentingan politis maupun pragmatis penguasa dan kroni-kroninya. Semua keputusan saat ini memang ada di tangan bupati. Kita percaya saja, bahwa Bupati Dadang Wigiarto yang dikenal dengan langkahnya yang sarat

akan nilai-nilai religius, benarbenar mampu memberikan pemimpin yang tepat untuk Dispendik. Kita yakin saja bahwa Bupati sebenarnya sudah memi liki calon yang pas. Kita percaya saja, calon ini tidak hanya telah memenuhi unsure regulasi tapi juga tangguh dan pintar. Selain itu, (ini penting) kita yakin saja pejabat nanti adalah orang yang nama atau wajahnya muncul dalam bisikan “suara langit”. Kalau suara langit, seharusnya tidak akan salah pilih. Sebab, kabarnya untuk mengisi pejabat di SKPD-SKPD strategis, langkah ritual-ritual pendekatan kepada Tuhan senantiasa dilakukan. Katanya, ada tim khusus yang dipercaya untuk melakukan komunikasi de ngan Tuhan. Semoga saja yang berbisik-bisik itu benarbenar suara langit, bukan suara yang lainnya. Kita berbaik sangka saja, -ibarat akan menikahkan putrinya- Bupati mungkin masih mencari waktu yang baik untuk melantik Kadispendik. Mulai hari jam hingga tempat yang akan digunakan untuk pelantikan. Bukankah hal yang demikian itu tak bisa ditinggalkan mentah-mentah? Ya, kita tunggu bersama-sama! * Kabiro Situbondo, Jawa Pos Radar Banyuwangi.


36

Selasa 19 Maret 2013

Ngunduh Mantu Kursi Kepala Dispendik HAMPIR tiga bulan sudah Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Situbondo dibiarkan tanpa kepala definitif. Siapa yang akan menempati kursi jabatan tertinggi di Madura 01 itu hingga kini masih menjadi teka-teki. Bupati Dadang Wigiarto tampaknya belum tergugah untuk segera menjawab. Dia memilih membiarkan setiap orang untuk terus bermain-main dengan tanda tanya yang terus membenahi benak. Menebak-nebak sendiri, berharap-harap sendiri, tersenyum hingga jantungan sendiri. Sejumlah pihak yang getol memperhatikan dunia pendidikan Kota

Santri, termasuk Komisi IV DPRD Situbondo sudah menyampaikan desakan. Alasan-alasan penting untuk menyadarkan bupati agar segera melantik pejabat definitif berkali-kali diutarakan. Namun desakan tersebut seperti masuk di telinga kiri keluar di telinga kanan. Toh, sampai sekarang Dispendik tetap saja dipimpin pelaksana tugas (PLT) Kadispendik. Iya, siapa pun setuju, Bupati harus independen. Jangan sampai melantik Kadispendik hanya karena capek lantaran terus didesak kelompok masyarakat. Sebab, itu bisa berakibat mengesampingkan

berbagai hal yang harus diperhati- optimal. Sebab itulah, jika memang kan dan ditaati. Bupati tentu tidak sudah ada calon yang pas dan tepat bisa terburu-buru, nauntuk mengisi kursi Kadismun juga jangan terlalu pendik. Bupati seharusnya lemot untuk menentutak perlu menunggu waktu kan Kadispendik pengterlalu lama lagi untuk melganti Fathurahman. antiknya. Apalagi, bukanlah hal Penentuan Kadispendik yang bijak juga jika Buseratus persen full ada di pati terus menerus metangan Bupati. Sehingga nutup mata dan telinga wajar jika kelompok materhadap segala aspirasi syarakat terus menerus CATATAN dari bawah yang men- EDY SUPRIYONO* menyampaikan desakan ginginkan Dispendik dan sorotan. Berbeda densegera memiliki kepala definitif gan kursi Sekretaris Daerah (sekagar segala program dan kegiatan da) yang untuk masih ada campur lebih berjalan dengan maksimal dan tangan dari pejabat pemerintahan

di atas Pemkab. Sehingga kalau cukup lama, masyarakat bisa sedikit memaklumi. Dalam penentuan Kadispendik ini, saya memahami posisi Bupati Dadang Wigiarto tak ubahnya orang tua yang akan mencarikan jodoh untuk putri semata wayangnya. Tentu harus hati-hati dan benar-benar selektif. Banyak pria yang mengincar dan mendambanya. Ada yang rupawan, ada yang bergelimang harta, ada juga yang tak rupawan dan tak bergelimang harta, tapi gayanya mirip superstar. Tentu bingung. Akan bertambah bingung, jika orang-orang yang dekat dengan

Bupati, misalnya sang paman, ibu, sahabat, dan tetangga, juga ikut-ikutan menyodorkan calon suami untuk putri semata wayang tersebut. Semuanya mengemukakan kehebatan-kehebatan dari calon-calon yang dibawanya. Semuanya punya keinginan untuk meng-goalkan calonnya karena masing-masing punya kepentingan. Akhirnya, benar kata Iklan rokok, makin banyak pilihan makin bingung. Yang membuat bingung sebenarnya bukan banyaknya calon atau pilihan n  Baca Ngunduh...Hal 35

Tercengang Hasil Sidak Puskesmas

FPCB for RaBa

DITELITI: Seorang anggota FPCB membersihkan struktur bangunan yang tersusun dari bata kuno di Desa Sumberejo, Banyuputih.

Temukan Batu Bata Bangunan Kuno BANYUPU TIH - For um Penyelamat Cagar Budaya (FPCB) Kabupaten Situbondo kemarin melakukan penggalian benda yang diduga kuat benda cagar budaya di Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih. Temuan itu diprediksi sebuah pagar tembok permukiman kuno. Panjang bata yang ditemukan tersebut 36 cm, lebar 20 cm, dan tebal 8 cm. “Peninggalan itu kita asumsikan berasal dari

zaman klasik Hindu-Budha,” terang Humas FPCB, Irwan Rakhday, kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (18/3). Diungkapkan, batu bata ditemukan di tiga titik. Dua titik di Dusun Melik, Desa Sumberejo, dan satu titik di Desa Banyuputih. “Namun, yang relatif utuh ada di Dusun Melik, tepatnya di pinggir sungai,” imbuh bapak dua anak itu. Irwan mengungkapkan, penggalian yang dilakukan FPCB di

tempat tersebut tidak ujuk-ujuk dilakukan. Sebelumnya, warga bernama Nihalil, 56, lebih dulu menemukan sejumlah benda lain, di antaranya lesung batu, gerabah, dan keramik. Ada juga piring keramik China, potongan kepala patung bermahkota berbahan tembikar, penggilasan jamu, dan beberapa pecahanpecahan tembikar. Irwan mengungkapkan, FPCB melakukan penggalian setelah menerima informasi bahwa ada

warga Dusun Melik yang mengamankan artefak-artefak kuno. Selanjutnya, anggota FPCB melakukan langkah persuasif terhadap sang penemu. “Pak Nihalil sehari-hari bekerja sebagai penambang pasir. Dia mengoleksi artefak-artefak itu. Setelah memahami pemaparan FPCB, dia akhirnya menyampaikan bahwa ada tumpukan bata di pinggir kali yang diduga sebuah bangunan kuno,” papar Irwan.(pri/c1/als)

Bawa Kabur Motor Tetangga, Ditangkap SITUBONDO - Jajaran Kepolisian Polres Situbondo berhasil menangkap satu orang yang diduga mencuri motor milik tetangganya sendiri. Pria bernama Joni Iskandar asal Desa Curah Lembu, Kecamatan Curah Dami, Bondowoso, itu ditangkap saat berada di Alun-alun Kota Situbondo dini hari kemarin (18/3). Penangkapan Joni berawal saat polisi di lingkungan Mapolres Situbondo mendapat informasi bahwa ada seorang maling sepeda motor asal Bondowoso yang membawa kabur satu unit motor

dan berlari ke wilayah Situbondo. Mendapat kabar tersebut, polisi langsung melakukan pengejaran. Setelah dua hari dikejar, Joni diketahui tengah asyik di Alun alun Situbondo. Saat ditangkap, Joni kabur menunggang motor milik tetangganya itu. Polisi mengejarnya hingga sekitar Gedung Bhayangkara. Akhirnya, Joni berhasil ditangkap sekitar pukul 04.00 dini hari kemarin. Data yang berhasil dikumpulkan, dua hari lalu tersangka dilaporkan ke Mapolres Bondowoso melakukan pencu-

rian. Sebelumnya, Joni meminjam motor tetangganya. Nah, ternyata Joni tidak mengembalikan motor yang dia pinjam itu kepada sang pemilik. Bahkan, saat dicari ke rumahnya, Joni tidak ada. Berdasar hasil pemeriksaan, Joni memang membawa kabur motor milik tetangganya selama dua hari ke Situbondo. “Setelah berhasil ditangkap, pelaku diamankan di Mapolres Situbondo. Selanjutnya, proses hukum pelaku dilimpahkan ke polsek setempat,” kata AKP Wahyudi, Kasubag Humas Polres Situbondo. (rri/c1/als)

Wiwiek Murtiningsih Sabet Suzuki APV Pemenang Undian Simpedes BRI SITUBONDO - Puluhan nasabah BRI pemegang rekening Simpedes di Situbondo ketiban rezeki, Minggu (17/03) lalu. Mereka berhasil memenangkan undian dengan hadiah utama Suzuki Suzuki APV GEPS, serta puluhan hadiah sepeda motor berbagai merk. Selain itu, televisi LCD, lemari es, mesin cuci, hingga dispenser. “Untuk hadiah utama ini merupakan hadiah pemenang undian Simpedes periode ke-2 tahun 2013,” ungkap AMBM BRI Cabang Situbondo, Luluk Suhardi. Untuk hadiah utama berupa mobil Suzuki APV GEPS diraih Wiwiek Murtiningsih dari nasabah BRI Situbondo 1. Hadiah utama tersebut diserahkan secara simbolis oleh Pimpinan Cabang (Pinca) BRI Situbondo, Tresnawan DS, Setelah menerima hadiah utama, Wiwiek Murtinigsih mengungkapkan rasa bahagianya. “Sungguh tidak mengira kami mendapat hadiah utama. Makanya kami sangat bersyukur kepada Allah SWT. Sebab dengan menjadi nasabah BRI Simpedes, saya merasa banyak mendapatkan manfaat dan keuntungan,” kata Wiwiek. Pinca BRI Situbondo Tresnawan DS mengungkapkan, hadiah-hadiah tersebut diberikan secara khusus kepada para nasabah loyal pemegang rekening Simpedes yang menabungkan uangnya di 14 unit BRI di seluruh Situbondo. “Kami berharap kepada seluruh nasabah BRI untuk terus

ISTIMEWA

SIMBOLIS: Pinca BRI Situbondo Tresnawan DS didampingi AMBM BRI Luluk Suhardi memberikan hadiah utama berupa mobil Susuki APV GEPS kepada perwakilan nasabah BRI Situbondo 1 di halaman parkir BRI Minggu (17/3) lalu.

menabung. Karena dengan menabung di BRI, banyak manfaat dan keuntungan yang dirasakan para nasabah. Selain berkesempatan memperoleh hadiah, dengan menabung kita juga dapat membantu masyarakat. Terutama mereka yang memerlukan pinjaman untuk modal,” kata Tresnawan. Menurut Tresnawan, program undian

Simpedes berbeda dengan program undian BritAma yang dilakukan secara nasional. Kalau Simpedes, kata dia, dilakukan secara lokal dan diundi dua kali dalam setahun. Pastinya melalui Simpedes masyarakat lebih memiliki kesempatan untuk menang. “Karena peluang untuk menang di undian Simpedes sangat besar,” pungkas Tresnawan. (adv/als)

MANG ARAN - Ke giatan inspeksi mendadak (sidak) lanjutan siang kemarin (18/3) kian membuat anggota Komisi IV DPRD Situbondo tercengang dengan kondisi riil pusat kesehatan masyarakat (puskesmas). Hampir semua puskesmas mengalami masalah kekurangan tenaga fungsional definitif. Karena itulah, alat kelengkapan DPRD yang menangani masalah kesehatan dan pendidikan itu secepatnya akan mengagendakan rapat kerja dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Situbondo. Sebab, permasalahan di puskesmas disebabkan kebijakan Dinkes. “Keterangan pihak puskesmas, kita mendapatkan data bahwa tenaga-tenaga fungsional itu ditarik ke Dinkes. Puskesmas banyak diisi tenaga magang. Ironisnya, di Dinkes, para PNS tersebut dijadikan tenaga administrasi,” ungkap Janur Sasra Ananda, anggota Komisi IV DPRD Situbondo. Dikatakan, yang paling ironis ditemukan di salah satu Postu (Pos Pembantu) Puskesmas Kecamatan Mangaran. Sebab, meski sudah ada bangunannya, tapi tidak ada tenaga medis yang bertugas. Yang berjaga hanya tenaga magang. Padahal, tenaga magang tidak boleh mengambil tindakan medis. Bahkan, di Puskesmas Mangaran, lanjut Janur, dokter yang bertugas adalah dokter pinjaman dari puskesmas tetangga. Sehingga, sifatnya hanya visit ke Puskesmas Mangaran. “Makanya kita akan segera memanggil Dinas Kesehatan untuk memperjelas persoalan

ini. Penarikan tenaga fungsional PNS apakah memang karena kekurangan tenaga ataukah karena pendistribusian PNS tidak tepat,” kata Janur. Jika di Dinkes memang kekurangan tenaga adminis-

trasi, kata dia, pihaknya akan meminta segera dilakukan pengangkatan CPNS tenaga administrasi di Dinkes. Sehingga, para tenaga fungsional yang ditarik ke Dinkes itu bisa dikembalikan ke tempat asalnya. (pri/c1/als)


Radar Banyuwangi 19 Maret 2013