Issuu on Google+

KAMIS 19 JULI

25

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2012

Nyanyian Merdu Negeri Kaya Raya Bukan lautan hanya kolam susu Kail dan jala cukup menghidupimu Tiada badai tiada ombak kau temui Ikan dan udang menghampiri dirimu Orang bilang tanah kita tanah surga Tongkat kayu dan batu jadi tanaman SEBAIT untaian syair lagu yang per-

nah dipopulerkan kelompok musik legendaris Koes Ploes di atas, menggambarkan betapa suburnya tanah air kita. Seolah-olah kita tidak akan pernah kekurangan bahan pangan. Sebab, sumber daya alam negara kita memang cukup melimpah. Bahkan, hasil buminya tidak sekadar cukup untuk dinikmati oleh rakyat Indonesia saja, tetapi sampai diekspor ke negara lain. Gambaran bumi Indonesia yang subur, damai dan rakyatnya akan hidup

Oleh: A. CHOLIQ BAYA

sejahtera juga tercermin dalam pepatah Jawa ‘’gemah ripah loh jinawi tata tentrem karta raharja.’’ Bahkan, karena begitu melimpahnya kekayaan yang dimiliki oleh negara kita, sampai-sampai para pengelola negeri ini merelakan sumber daya alam (SDA) kita ‘’dikuras’’ oleh negara lain. Itu semua karena orang-orang kita ‘’malas’’ mengelolanya atau sengaja menyerahkan ke negara lain karena ada ‘’sesuatunya’’ atau bisa juga karena ‘’kebodohan’’ sumber daya manusia (SDM)

kita. Wallahu ’alam bissawab. Yang jelas, salah satu kekayaan negeri ini juga tersimpan di Bumi Blambangan Banyuwangi. Berdasarkan hasil riset majalah Warta Ekonomi, Banyuwangi masuk peringkat daerah terkaya tahun 2012. Dari 491 kabupaten/kota di Indonesia yang diteliti, 50 daerah ditetapkan sebagai yang terkaya. Dari jumlah itu, Banyuwangi menempati peringkat ke-11 sebagai daerah paling kaya di Indonesia ■  Baca Nyanyian...Hal 35

Stop Lokalisasi selama Ramadan GALIH COKRO/RaBa

MERAH PUTIH: Pedagang musiman bendera dan umbul-umbul bernuansa Agustusan di tepi Jalan Satsuit Tubun Banyuwangi kemarin.

Omzet Umbul-umbul Agutusan Seret BANYUWANGI – Para pedagang musiman bendera dan umbul-umbul Agustusan pesimistis omzet penjualan tahun ini bisa lebih baik dari tahun lalu. Gara-garanya, banyak kegiatan Agustusan yang molor dari jadwal. Ika, seorang penjual umbul-umbul

musiman mengakui, pembelian aksesori Agustusan belum sesuai harapan. Karena ada beberapa kegiatan peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI yang dilaksanakan usai Lebaran bulan de-

pan.’’Pembelian bendera dan umbu-umbul dari konsumen masih cenderung sepi sampai pertengahan bulan Juli ini,’’ ujar pedagang musiman yang mangkal di tepi Jalan Satsuit Tubun tersebut kemarin (18/7).

Tidak tanggung-tanggung, penurunan pembelian bendera dan umbul-umbul dibandingkan periode yang sama tahun lalu mencapai 50 persen. “Sejak tiga hari terakhir, ratarata penjualan yang saya raih sebesar Rp 1,5 juta per hari ■

 Baca Omzet...Hal 35

BANYUWANGI - Pekerja seks komersial (PSK) yang berpraktik di sejumlah lokalisasi, harus berhenti sejenak selama bulan Ramadan 1433 H. Sebab, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) dan Pemkab Banyuwangi sepakat menghentikan semua kegiatan prostitusi di lokalisasi selama Ramadan berlangsung. Bupati Abdullah Azwar Anas sudah mengambil keputusan untuk menutup ‘sementara’ aktivitas 13 lokalisasi di Banyuwangi. Keputusan penutupan sementara itu diambil berdasarkan instruksi Gubernur Jatim Soekarwo Nomor :460/12640/ 031/2012 tertanggal 5 Juli 2012. Surat instruksi yang diteken Gubernur Soekarwo itu, berisi li-

INSTRUKSI GUBERNUR JATIM KEPADA BUPATIWALIKOTA NOMOR : 460/12640/031/2012 1. Bupati melakukan penutupan sementara lokalisasi 2. Bupati melakukan kegiatan pembinaan mental spiritual. Memberikan pendidikan dan pelatihan PSK yang bermukim di lokalisasi 3. Bupati mendata dan mencegah bertambahnya jumlah penghuni lokalisasi 4. Bupati membangun kesadaran masyarakat di sekitar lokalisasi. 5. Bupati mencegah merebaknya tempat prostitusi terselubung.

ma poin yang harus dilaksanakan bupati selaku kepala daerah ■  Baca Stop...Hal 35

Masih Temukan Barang Kedaluwarsa BANYUWANGI - Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Pertambangan (Disprindagtam) menggelar inspeksi mendadak (sidak) di beberapa pasar swalayan di Banyuwangi kemarin (18/7). Sidak bertujuan untuk mengetahui stok dan persiapan kebutuhan pangan pada bulan Ramadan dan Idul Fitri mendatang. Tim yang terdiri dari Polres, Dinas Kesehatan dan Satpol PP itu menyisir beberapa swalayan besar yang ada di Banyuwangi. Mereka mendatangi supermarket Arjuna, Giant Hypermart, Vionata, Roxy, dan Ramayana. Dalam sidak itu, tim gabungan menemukan beberapa pelanggaran yang dilakukan pihak swalayan. Beberapa pelanggaran itu, tim menemukan barang yang kemasan rusak tetap dijual. Selain itu, tim juga menemukan beberapa barang yang masa berlakunya habis, dicampur dengan barang-barang yang masa berlakunya

CUACA

SIGIT HARIYADI/RaBa

HEARING: Perwakilan penghuni lokalisasi Padang Pasir Rogojampi menyampaikan keluh-kesah kepada Komisi II DPRD Banyuwangi kemarin (18/7).

Minta Tunda Penutupan GALIH COKRO/RaBa

SIDAK: Petugas gabungan mengecek makanan kemasan di supermarket Roxy Banyuwangi kemarin.

masih ada. “Barang yang masa berlaku sudah habis, jangan di jual karena akan membahayakan konsumen,” tegas Kepala Disprindagtam Banyuwangi, Hary Cahyo Purnomo.

Tidak hanya itu saja, dalam sidak juga di temukan barang-barang yang tidak memiliki IPRP dari Dinas Kesehatan ■

 Baca Masih...Hal 35

SEMENTARA itu, beberapa orang penghuni lokalisasi Padang Pasir, Dusun Pancoran, Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi, mendatangi kantor DPRD Banyuwangi kemarin (18/7). Mereka menolak kebijakan Pemkab yang menutup tempat pelacuran lantaran belum ada solusi masa depan mereka setelah penutupan tempat tersebut.

Di kantor wakil rakyat, para pekerja seks komersial (PSK), mucikari, dan didampingi aktivis Gerakan Pejuang Rakyat Banyuwangi (GPRB) mengikuti rapat dengar pendapat (hearing) dengan Komisi II DPRD. Hadir pula beberapa instansi terkait yakni Satpol PP, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) ■

 Baca Minta...Hal 35

Kesibukan Rumah Produksi Kue Tradisional untuk Lebaran GALIH COKRO/RaBa

PAYUNG:Warga berjalan di bawah guyuran hujan di Jalan Mulawarman Banyuwangi kemarin (18/7).

Selat Bali Berpotensi Gelombang Tinggi BANYUWANGI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, gelombang tinggi akan terjadi di perairan Selatan Banyuwangi dan Selat Bali sejak hari ini sampai lima hari ke depan ■  Baca Selat...Hal 35

Jauh Sebelum Puasa, Order Sudah Penuh Bulan Ramadan tinggal beberapa hari lagi. Namun kesibukan masyarakat menyambut puasa dan Lebaran sudah mulai terasa. Pusat produksi jajanan tradisional sudah diserbu konsumen. Seperti industri rumahan milik di Kelurahan Singotrunan, Kecamatan Banyuwangi ini. NIKLAAS ANDRIES, Banyuwangi

JARUM jam masih menunjukkan pukul 07.30. Gerimis yang turun http://www.radarbanyuwangi.co.id

hampir sepanjang hari kemarin, tidak menghalangi kesibukan salah satu sudut rumah di Gang Kerinci, Kelurahan Singotrunan, Banyuwangi itu. Kepulan asap berwarna putih sudah membumbung tinggi dari rumah milik Hadiyah, 44. Bukan asap merokok, melainkan kepulan asap itu berasal dari tungku dan oven yang berjajar rapi di sisi bangunan yang dulunya merupakan garasi mobil itu. Di ruangan berukuran 4 x 3 meter tersebut, ragam kue basah dan kering dihasilkan. Ada bikang, bolu, bakiak, sale pisang, dan lainnya dihasilkan dari industri makanan rumahan ini. Tiga orang tampak sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Ada yang mengolah adonan, mengukus, hingga menata perlengkapan pendukung pembuatan kue. Aktivitas

Selat Bali berpotensi gelombang tinggi selama lima hari

Yang hobi memancing puasa dulu

Gubernur minta stop lokalisasi selama Ramadan

Yang hobi jajan harus puasa juga, kalau bisa selamanya

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

MEMASAK: Aktivitas warga membuat kue tradisional di Singotrunan.

itu menjadi pemandangan rutin di rumah yang bergaya arsitektur Bali tersebut. Belakangan, kegiatan meramu bahan kue di rumah ini mengalami

peningkatan. Persisnya beberapa menjelang Ramadan dan satu bulan sebelum hari raya Idul Fitri, Hadiyah sedikit dibuat sibuk ■

 Baca Jauh...Hal 35 email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


26

Kamis 19 Juli 2012

Pemain Luar Tuntut Gaji

JUDO

GALIH COKRO/RaBa

PERSIAPAN: Atlet judo dalam sebuah agenda latihan.

PJSI Sertakan 7 Pejudo BANYUWANGI – Pengkab PJSI Banyuwangi punya agenda besar jelang akhir tahun 2012 ini. Persisnya, pada November mendatang, induk olahraga judo itu sudah mempersiapkan tujuh atletnya untuk mengikuti babak kualifikasi dan seleksi Wismoyo Cup di Surabaya. Lolos, artinya gerbang menatap pentas nasional sudah ada di depan mata. Misi lolos menjadi bagian dari skuad Jawa Timur itulah yang kini dipatok PJSI Banyuwangi. Menurunkan tujuh pejudonya, Banyuwangi berharap banyak untuk bisa menjadi bagian dalam skuad yang akan dibawa dalam kejuaraan Wismoyo Cup yang dijadwalkan berlangsung di Bandung tersebut. Ketua PJSI Banyuwangi, Agung Setyono mengatakan, untuk menghadapi seleksi pejudo Jatim, pihaknya sudah mempersiapkan tujuh atlet. Mereka sudah menjalani pemusatan dan latihan intensif untuk tahap awal ikut dalam kualifikasi dan seleksi yang dilaksanakan di Surabaya. “Ada tujuh atlet yang kami persiapkan untuk mengikuti seleksi,” katanya. Bermodal torehan positif di Piala Walikota lalu, Agung optimistis anak asuhnya bisa masuk dalam skuad Jawa Timur. Apalagi dengan persiapan yang lumayan panjang, dia yakin peak penampilan anak asuhnya bisa benar-benar siap untuk diturunkan dalam kejuaraan tersebut. (nic/als)

CERMIN DIRI Pertahankan Status Lumbung Pangan Nasional SATU lagi penghargaan diraih Banyuwangi tahun 2012 ini. Kali ini, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan penghargaan peningkatan produksi beras nasional (P2BN) kepada Bupati Banyuwangi. Kabupaten Banyuwangi dinilai berhasil memberikan kontribusi pada produksi beras nasional. Banyuwangi juga dianggap berhasil meningkatkan produktivitas beras. Kontribusi produksi beras dari Bumi Blambangan ini cukup signifikan dalam menyokong produksi beras nasional. Produktivitas beras Banyuwangi adalah 6,5 kuintal per hektare (kw/ha) hingga 6,7 kuintal per hektare (kw/ha). Angka tersebut melampaui produktivitas padi nasional yakni 5,9 kw/ha hingga 6,00 kw/ha. Pada tahun 2011 lalu, produksi tanaman padi Banyuwangi memang sempat menurun. Lahan pertanian seantero Bumi Blambangan hanya menghasilkan sekitar 700 ribu ton gabah kering giling (GKG). Penurunan produksi gabah itu disebabkan serangan hama secara besar-besaran. Ratusan ha tanaman padi di Banyuwangi mengalami gagal panen karena terserang hama tahun lalu. Meski produksi beras anjlok, tapi produktivitasnya tetap naik tahun lalu. Kondisi ini yang diapresiasi oleh pemerintah pusat. Keberhasilan Banyuwangi mempertahankan produktivitas beras di tengah serangan hama ganas, akhirnya berbuah penghargaan Presiden. Untuk tahun 2012, produksi beras Banyuwangi naik lagi. Hingga April 2012 lalu, produksi padi Banyuwangi sudah mencapai 360 ribu ton GKG. Pemkab memprediksi, produksi beras Banyuwangi akan mencapai 900 ribu ton GKG pada tahun 2012 ini. Melihat tren positif tersebut, jangan lantas membuat kita berleha-leha. Jangan sampai status Banyuwangi sebagai salah satu lumbung padi nasional lepas ke daerah lain. Seluruh lini di bidang pertanian harus tetap waspada dan bekerja keras untuk memproduksi padi yang banyak dan berkualitas. Masih banyak yang harus kita kerjakan di bidang pangan dan pertanian. Bukan hanya serangan hama yang selalu datang mengancam. Keterbatasan lahan pertanian dan serangan ‘hama baru’ yakni merebaknya sektor perumahan yang menggerogoti luas lahan pertanian, akan jadi pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama.(*)

BANYUWANGI – Kucuran bantuan dana pemkab Banyuwangi yang bersumber dari sumbangan Forpimda kepada manajerial Persewangi rupanya belum membuat bara api dalam tim berjuluk Laskar Blambangan tersebut padam. Tuntutan atas pembayaran sisa kontrak dan gaji yang menjadi kewajiban pengurus Persewangi terus berkumandang. Suara itu kali bersumber dari penggawa Laskar Blambangan yang berasal dari luar daerah. Mereka tetap meminta manajemen untuk membayar lunas sisa gaji dan kontrak yang belum mereka terima. Bahkan, untuk mewujudkan tuntutan itu, mereka kini tengah mempersiapkan keputusan bersama terkait hak yang belum diberikan pengurus. Bahkan, bahasan formula keputusan yang akan diserahkan kepada manajemen Persewangi itu kini masih dibahas seluruh pemain dari luar Banyuwangi. “Kami saat ini sedang berkumpul di Tulungagung untuk membahas masa depan dan hak kami yang

GALIH COKRO/RaBa

TUNTUT HAK: Pemain luar daerah merayakan kemenangan Persewangi. Meski kompetisi sudah berakhir, ternyata mereka belum dibayar.

nyantol di Banyuwangi,” beber Yudi Suryata, pelatih Persewangi. Berkumpulnya pemain di Kota Marmer tersebut dikarenakan jarak dengan

Banyuwangi dengan lokasi asal mereka dianggap cukup dekat. Bila nanti dilahirkan keputusan dari pertemuan tersebut, mereka tidak harus menem-

puh jarak cukup jauh untuk sampai ke Banyuwangi. Lalu, apa yang dibahas di sana? Mantan arsitek Persijap Jepara itu menuturkan, di Tulungagung mereka membahas seputar gaji dan kontrak yang belum dibayar manajemen Persewangi. Pada prinsipnya, mereka tetap menuntut agar ada solusi dan penegasan soal kejelasan draf perjanjian yang sudah disepakati antara pemain dan manajemen. Soal kucuran dana Rp 300 juta yang diberikan Pemkab Banyuwangi, Yudi menganggap dana itu belum cukup. Uang tersebut jauh dari kewajiban yang harus dibayar manajemen kepada pelatih dan pemain Persewangi. Inilah yang membuat mereka sepakat untuk mencari solusi atas persoalan tersebut dengan berkumpul di Tulungagung. Bahkan, mereka berencana mempersiapkan langkah pamungkas untuk mensiasati masalah tersebut. Apa itu? Yudi belum mau buka suara. “Kita masih akan bahas ini segera,” ujarnya. (nic/als)

GALIH COKRO/RaBa

ASATINGGI: Harapan meraih medali Popda di puncak tim basket putri.

Perbasi Evaluasi Program BANYUWANGI – Lolos dari fase kualifikasi Popda IX yang digelar Jember beberapa waktu lalu tidak membuat tim putri bola basket berpuas diri. Tim asuhan Mulyadi itu tetap serius menata diri menghadapi babak utama even dua tahunan yang akan digelar di Surabaya tersebut. Rangkaian evaluasi dan pemusatan latihan terus dilakukan untuk mewujudkan target prestasi. Apalagi, dua tahun lalu, cabang basket menyumbangkan dua medali perak. Sayang, tahun ini harapan mendulang medali hanya berada di pundak di tim putri. Pasalnya, tim putra yang juga digadang lolos gagal meraih tiket ke babak utama. Kondisi inilah yang kini menjadi tantangan dari bola basket. Gonjang-ganjing se-

retnya pendanaan tidak membuat cabor ini mengendurkan persiapan. Mereka tetap fokus untuk mempersiapkan diri. “Kita tetap latihan dan melaksanakan evaluasi secara menyeluruh,” ujar Sujito, manajer tim bola basket Banyuwangi. Sujito menambahkan, timnya akan terus melaksanakan persiapan. Di antaranya dengan melakukan evaluasi atas hasil yang telah diperoleh dari babak kualifikasi di Jember. Termasuk mematangkan program persiapan yang akan dijalani selama rentang waktu yang tersisa. Di antara program yang disusun untuk diusulkan adalah uji coba. Sujito menyebut agenda ini memang harus ada. “Kita akan upayakan untuk uji coba sebelum berangkat ke Surabaya,” tandasnya. (nic/als)

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Pemasaran: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300.  Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

 Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Kamis 19 Juli 2012

Aparat Tutup Sumur Emas Tenda dan Warung Turut Dibongkar

ISTIMEWA

TETAP BERTAHAN: Meski diguyur hujan, ribuan jamaah tetap tak beranjak dari lokasi pengajian, kemarin malam.

Diguyur Hujan, Jamaah Tetap Khusyuk SONGGON – Pengajian Manaqib Haul Syekh Abdul Qodir Al Jaelani menyambut bulan Suci Ramadan di lapangan Desa Bedewang, Kecamatan Songgon, diwarnai dengan hujan deras, kemarin malam. Meski demikian, ribuan jamaah yang datang dari berbagai pen-

juru Kabupaten Banyuwangi, tetap khusyuk berdzikir dan berdoa mengikuti pengajian manaqib pimpinan KH. Muzaki Syah. Mengenakan payung dan pelindung hujan seadanya, ribuan jamaah tetap khusyuk mengikuti pengajian yang dipimpin oleh KH. Umar Syaifuddin,

yang tak lain adalah menantu dari KH. Muzaki Syah. Dalam kesempatan tersebut, KH. Umar Syaifuddin, mengimbau pada seluruh jamaah untuk menyambut dan mengisi bulan suci Ramadan dengan berbagai kegiatan amaliah ibadah, seperti salat sunah, memperbanyak

zikir, dan beriktikaf di masjid. Pasalnya, selama bulan suci Ramadan seluruh pahala dilipat gandakan. “Untuk penetapan 1 Ramadan dan 1 Syawal, sebaiknya menunggu dari pemerintah atau menunggu pengumuman dari Menteri Agama RI,” imbaunya. (azi/aif)

Korsleting, Kios Pracangan Terbakar

BAGAIMANA INI

ABDUL AZIZ/RaBa

SONGGON - Diduga karena korsleting kabel listrik, sebuah kios di dalam Pasar Songgon, Kecamatan Songgon, terbakar. Kios yang terbakar adalah milik Abdul Jabar, 58. Parahnya, kebakaran kios milik warga Dusun Bongkoran, Desa Sragi, Kecamatan Songgon, itu sempat merembet ke toko milik Kholil dan Pak Tokid, yang lokasinya berdekatan. Untung saja, kebakaran itu segera diketahui oleh seorang saksi mata

bernama Suwarso, warga sekitar Pasar Songgon. Begitu tahu ada kios terbakar, dia langsung berteriak minta tolong. Mendengar teriakan Suwarso, warga sekitar tempat kejadian perkara (TKP) langsung berhamburan keluar rumah dan berusaha memadamkan api dengan cara menyiramkan air ke kobaran si jago merah. Tak lama setelah itu, api berhasil dipadamkan dari kios yang ditinggal pulang oleh pemiliknya

tersebut. “Jadi nggak sampai ada korban jiwa, karena saat kejadian pemilik kios memang nggak ada di tempat,” kata Kapolsek Songgon AKP Ali Azhari melalui Kanit Humas Bripka H. Abdurrahman. Meski tak sampai menyebabkan korban jiwa, namun akibat kejadian tersebut, Abdul Jabar mengalami kerugian sekitar Rp 5 juta. “Sedangkan Kholil dan Tokid, kerugiannya tak seberapa besar, hanya kayu plafon atas ludes,” tandasnya. (azi/aif)

PESANGGARAN – Perang melawan penambang emas ilegal belum juga berhenti. Meski berkali-kali dirazia, para penambang tak kapok melakukan aktivitas penambangan di kawasan Petak 78 Perhutani Banyuwangi Selatan. Mereka seolah tak takut berhadapan dengan aparat keamanan. Melihat maraknya aktivitas penambangan emas ilegal, kemarin aparat gabungan menutup sumur-sumur emas di areal Petak 78 Perhutani Banyuwangi Selatan, masuk Desa/Kecamatan Pesanggaran. Petugas gabungan terdiri personil Perhutani Banyuwangi Selatan, Polres Banyuwangi, Kodim 0825 Banyuwangi, jajaran Muspika Pesanggaran, serta ratusan pekerja yang direkrut pihak Perhutani Banyuwangi Selatan. Wakil ADM Perhutani Banyuwangi Selatan, Ketut Gede Sukantawiyasa mengatakan, selain melakukan penutupan sumursmur emas, petugas gabungan juga membongkar tenda-tenda dan warung yang ada di areal pegunungan tersebut. “Semua tenda sekarang sudah dibongkar, begitu juga dengan warungwarung yang ada di Petak 78,”

kata Ketut Gede. Selama proses penutupan lubang dan pembongkaran tenda, petugas gabungan tak mengalami kendala sedikitpun. Sebab, para penambang ilegal yang biasa melakukan aktifitas kemarin tak tampak sama sekali. “Nggak ada hambatan, para penambang sepertinya sudah tahu kalau kita mau operasi,” tandasnyaa., Operasi penutupan lubang tambang ilegal tersebut sengaja dilakukan untuk mengantisipasi kerusakan hutan yang lebih parah. “Kita lakukan reklamasi mulai pukul 08.00 tadi pagi,” kata Ketut. Sampai pukul 14.00, petugas gabungan diperkirakan mampu menutup seratus lubang yang ada di pegunungan. Bagaimana dengan sisa lubang yang belum ditutup? Menurut Ketut, semua masih menunggu perkembangan di lapangan. “Nanti kita lihat, kalau memang penambang masih saja naik lagi, kita akan operasi lagi dan kita lakukan penutupan lagi,” tuturnya. Nantinya setelah diakukan penutupan lubang, Perhutani Banyuwangi Selatan, akan melakukan penanaman pohon di areal hutan jati tersebut. “Sementara kita tutup dulu, nanti setelah selesai baru kita lakukan penanaman pohon,” pungkasnya. (azi/aif)

LANGGAR LALIN: Pelajar sebuah SMP di Kecamatan Genteng, saat melintas di jalan raya Kembiritan, Genteng, kemarin.

Pakai Seragam, tak Pakai Helm GENTENG- Apa yang dilakukan seorang siswa dan siswi sebuah SMP di Kecamatan Genteng, ini sepertinya tak layak ditiru. Meski kompak mengenakan seragam sekolah, keduanya tak bisa disiplin dalam berlalu lintas. Saat melintas di jalan raya Kembiritan Genteng, kedua pelajar ini dengan santainya berboncengan naik sepeda motor tanpa mengenakan hlem. Bagaimana ini? (azi/aif)

ABDUL AZIZ/RaBa

GOTONG ROYONG: Petugas gabungan menguruk sumur emas.

SDN Model Banyuwangi

Pawai Sambut Bulan Ramadan BANYUWANGI - SDN Model Banyuwangi menggelar pawai menyambut bulan suci Ramadan kemarin. Meski sejak pagi diguyur hujan, namun tidak menghalangi para siswa dan guru melakukan pawai Ramadan. ” Pawai Ramadan ini rutin dilaksanakan di SDN RBI Banyuwangi tiap tahun,’’ kata Kepala Sekolah Dra. Hj Suhernik, MPd. Suhernik berpesan kepada seluruh siswa SDN RBI Banyuwangi agar menjalankan ibadah puasa sebaik mungkin, menjauhi dari hal-hal yang membatalkan puasa dan yang lain sebagainya. Selama bulan Ramadan ke-

Lebih lanjut Suhernik mengatakan, dengan datangnya bulan suci Ramadan ini sebagai umat muslim harus lebih banyak mendekatkan diri kepada Allah SW T dan memperbanyak amal dan ibadah serta membantu warga IWAN SETIONO/RaBa SIAR AGAMA: SDN RBI Banyuwangi persiapan pawai Ramadan kemarin. yang membutuhkan uluran tangan.” giatan belajar mengajar terus lim.” Untuk non-muslim bisa Mari kita tingkatkan amal dan berlangsung seperti biasanya menggunakan baju seragam ibadah kita dalam bulan Radan untuk menghormati bu- sekolah, toleransi antar umat madan, semoga kita bisa menlan Ramadan semua siswa agama terus terjalin di SDN RBI jadi manusia yang bertaqwa,’’ pungkasnya. (adv) menggunakan busana mus- Banyuwangi,’’ imbuhnya.


KOMUNIKASI BISNIS

28

Kamis 19 Juli 2012

Dua Tahun Ingkar Bayar Kewajiban

KALIBARU

Pemkab Hadapi Gugatan Balik Pengelola MOST

SINGOJURUH - Berbagai macam lomba diselenggarakan Puskesmas Singojuruh dan Kecamatan Singojuruh dalam rangka anak tumbuh optimal, kreatif, dan cerdas (TokCer), Selasa (17/7) lalu. Beberapa kegiatan tersebut adalah jalan sehat untuk murid TK dan PAUD se-Kecamatan Singojuruh. Garis start di SMA Negeri Darussholah dan finish Kantor Kecamatan Singojuruh. Ada juga lomba menu atau memasak menu untuk anak usia 2-5 tahun berupa makanan dan kue. Kegiatan tersebut diikuti 67 Posyandu di Pendapa Kecamatan Singojuruh. Selain itu, panitia juga menggelar lomba cuci tangan bersama anak TK dan PAUD. Aca-

ra dilanjutkan minum susu bersama, dan makan menu masakan ibu-ibu Posyandu secara bersama. Kepala Puskesmas Singojuruh, dr. Kurniyanto mengatakan, dengan digelarnya kegiatan tersebut diharapkan para kader Posyandu mampu membuat pemberian makanan tambahan. Sehingga, ketika nantinya Pemkab Banyuwangi menggelontorkan dana Rp 6 miliar untuk gizi anak, para kader Posyandu siap menangkap program tersebut. Dia menuturkan, peserta lomba menu atau memasak menu tersebut, syaratnya harus berbahan lokal, serta mencantumkan cara pembuatan makanan. “Nantinya, resep dari 67 Posyandu tersebut akan kita

bukukan dan kita bagi kepada 67 Posyandu yang ada di Kecamatan Singojuruh,” tandasnya. Sekadar tahu, tim juri penilai lomba menu tersebut berasal dari ahli gizi RSUD Blambangan, PKK Kecamatan Singojuruh Pokja Tiga, dan Puskesmas Singojuruh. Hasilnya, juara satu kreasi menu diraih Posyandu Kemuning I Desa Alas Malang, jura dua Posyandu Kemuning II Desa Alas Malang, dan juara tiga Posyandu Ly ly, Desa Kemiri. Sedang untuk juara harapan I diraih Posyandu Mawar 6 Singojuruh, Posyandu Tulip 3 Lemahbang Kulon, dan Posyandu Mawar 9 Singojuruh. “Sedang juara kreatif adalah Posyandu Melati IV Singojuruh,” pungkasnya. (azi/adv/als)

BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi tampaknya tidak mau ambil pusing terhadap gugatan balik PT Dian Graha Utama (DGU). Sebaliknya, pemkab menyerahkan menyelesaikan sengketa pengelolaan Mall of Sri Tanjung (MOST) itu pada proses hukum di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi. Pelaksana tugas (Plt) Kabag Hukum Pemkab, Yudi Pramono dan Kabag Humas dan Protokol pemkab, Juang Pribadimenggelar jumpa pers di ruang kerja Sekkab Slamet Kariyono kmarin (18/7). Dalam kesempatan itu, Yudi memberikan penjelasan soal sengketa pengelolaan MOST. Kontrak kerja sama pengelolaan MOST itu dilakukan pada tahun 2009 lalu. Dengan nilai kontrak kerja sama yang disepakati, PT DGU sebagai pihak pertama memberikan kontribusi Rp 18 miliar pada pihak pertama yakni pemkab. Dengan ketentuan, ungkap Yudi, nilai kontrak kerja sama Rp 18 miliar itu dikurangi sebesar Rp 2,156 miliar. Pengurangan dari nilai kontrak itu akan pakai sebagai anggaran untuk penyelesaian bangunan yang belum rampung 100 persen. Nilai kontrak sebesar Rp 18 miliar setelah dikurangi sebesar Rp 2,156 miliar itu, akan dicicil setiap tahun selama 20 tahun sebesar Rp 800 juta. Dalam kontrak itu, realisasi pembayaran di mulai pada akhir Februari 2011. Hanya saja, kesepakatan dalam kontrak kerja sama telah diingkari sendiri oleh pihak PT DGU. Sejatinya, realisasi pembayaran pertama pada akhir Februari 2011 lalu, namun pada saat itu tidak ada realisasi sepeser pun. “Kita sudah melayangkan peringatan atas pengingkaran kesepakatan itu,” tegasnya. Hal yang sama juga terjadi pada pembayaran kewajiban tahun kedua. Sesuai kontrak,

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

ISTIMEWA

PEMENANG: Ketua PKK Kecamatan Kalibaru, Ny. Titik Ernawati Susanto, memberikan hadiah kepada pemenang lomba memasak nasgor.

Lomba Gemuk Luwes dan Masak Nasgor KALIBARU - Apa jadinya jika para ibu-ibu berbadan gemuk ikut fashion? Dan, apa pula yang akan terjadi bila para bapak-bapak harus memasak nasi goreng (nasgor) sendirian? Tentu banyak kelucuan dan ger-geran para penonton yang melihatnya. Itulah yang terjadi dalam lomba Gemuk Luwes dan Memasak Nasgor yang diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan dan Tim Penggerak PKK Kecamatan Kalibaru kemarin (18/7). Lomba yang digelar untuk memperingati HUT RI ke67 RI itu diselenggarakan di Pendapa Kecamatan Kalibaru. Acara tersebut diikuti peserta bapak-bapak memasak nasgor sebanyak 19 orang, dan fashion gemuk luwes oleh 17 ibu-ibu. Mereka berasal dari kantor dinas instansi, pemerintahan desa, dan perkebunan yang ada di Kecamatan Kalibaru. Sejumlah hadiah menarik juga disedikan dalam lomba yang diselenggarakan mulai pagi sampai sore hari tersebut. Hadiah diserahkan langsung Ketua Tim Penggerak PKK Kalibaru, Ny. Titik Ernawati Susanto. (azi/adv/als)

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan baris secara resmi di Radar Banyuwangi.

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Rumah SHM 625m2 •

• Bunga Residence •

ISTIMEWA

JALAN SEHAT: Camat Singojuruh Nanik (kiri) melepas peserta jalan sehat kemarin. Acara yang digelar Puskesmas Singojuruh itu dalam rangka mengoptimalkan program Anak TokCer.

Lomba Minum Susu di Singojuruh

• Aneka Kue & Sirup •

• Staf Smart Marketing •

• Grand Civic ‘90 •

• Gebyar Ramadan •

• Honda Genio ‘92 •

Bth 100 staff smart marketing madu hutan, pia/wnt. energik, siap kerja target. target ringan, gaji 1-3 juta. Krm ke Manager Personalia Husada Alam, Susukan Kidul RT 3/1 Gladag Rogojampi Bwi. T. 7721798

Dijual Grand Civic tahun 90 akhir, no. Bondowoso.Jl.Ciliwung 34, HP.087857246437

Persiapan Lebaran, Indent skr jg. All New Xenia, Terios, Luxio, Sirion, Gran Max. Bunga mrh+disc gede, Cash/Kredit. Hub: HADI 081 233 432 555 / 0815 5970 5555

Dijual Honda Genio tahun 92, kondisi istimewa, Plat P Situbondo, audio - jok kulit, MB tech - velg racing R17”, ban baru, warna biru metalik, pajak panjang. Hub: 081-2345-4599

• Jual Cepat Usaha •

• Rumah Stand Toko •

• Jl. Grajagan •

Dijual cpt rmh, stand toko A7-A8 di Pasar Sumberayu Mncr. H: 082334126869, TP.

Jual rumah dan tanah lbr tnh 8,5m, pnjg 25m, SHM, di Jln Grajagan (dpn ktr P dan K) Purwoharjo. Hub 081333797797

• Jl. Dr. Soetomo •

Jual Perlngkapan air isi ulang, tutup gallon, tisue, catrage dll. OPER KONTRAK tempat usaha (Toko) lok Jl Citarum No. 18 Panderejo Bwi. Hub 085 339 493 191

• Kijang ‘94 • Djl Kijang '94 (P) abu2 metalik, body nusa, long sasis, Istimewa. Hrg Nego. Hub: (0333) 7750406 dan 0818319774 TP

BANYUWANGI • STNK •

• Cari Komik Cina •

Hlg STNK Nopol P 5974VJ, an.Yoso Mulyanto, Gepuro RT01/02 Watukebo, Kec. Rogojampi

Dicari komik Cina lama (kojek) thn 50/ 60an harga tinggi, Kartono 085736001012

Hlg KTP, SIM C, STNK Nopol P 5792 ZD, an. Sahidah, Ling. Krajan RT 02/01 Kel. Giri

• Prima Mobil •

Dijual Kijang 95 (DK) merah metalik, lon sasis. Hrg nego Hub 081336925517

Avanza '07 '11, Panther LS '05, Grand Livina ‘08, Kjg Krista '03, Splash '11, Kuda GLS ‘02, APV ‘09, Innova ‘05, Escudo ‘98, PUL300 '09 '12, PU SS ‘09, PU Zebra ‘04, PU GrMax '12. cash/kredit. Hub.0333411655, 0811301676

• Grand Livina ‘07 •

• T120SS PU ‘08 •

• Toyota Yaris ‘08 •

Dijual cepat tanpa perantara Nissan Grand Livina 1.8 XV / MT tahun 2007, Silver metalik, harga 115 juta nego, hubungi 081358052200

Dijual Pick Up T120ss tahun 2008, hitam, harga 67,5 juta nego, bisa cash/kredit, atau tukar tambah. Hubungi: 08123453975, 081335897888

Dijual Toyota Yaris E 08 hitam metalik, harga 145 juta nego, barang istimewa. Hubungi: 081234889111, depan Dinas Dispenda Banyuwangi/Cungking.

• Chery QQ ‘08 •

• Suzuki APV ‘08 •

• Granmax PU ‘09/11 •

Dijual Chery QQ LX812L MT tahun 2008, merah muda, harga 59,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Suzuki GC 415V APV Arena DLX (ac dbl) tahun 2008, abu-abu metalik, harga 112,5 juta nego, brg istimw, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Gran Max (pick-up) tahun 09/011. 1.5cc/1.3cc, harga 76 jt / 83 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Kijang Innova ‘04 •

• Mitsubishi Kuda ‘99 •

• Mazda Surabaya •

Dijual Toyota KJG Innova E XW41 tahun 2004, silver metalik, harga 130 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Mitsubishi Kuda VB5W GLS (solar) tahun 1999 biru, tosca muat, harga 78,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Mazda Surabaya 100% New " LEBARAN PROMO" Pilih hadiah langsung + Diskon Besar hub: OmLi 031-70778183 / 085230031483 pin :2388c09e

• Kijang ‘95 •

• Prlngkapan Air Isi Ulang • Dijual Rumah Type 62 Blok B 05, Perumahan Bunga Residence Jl. Brawijaya Banyuwangi. Hubungi. 081 233 827 114

SITUBONDO

Persiapan Lebaran Kesempatan jadi agen / penjual aneka macam kue dan sirup. Harga 1 Dos isi 6 Toples Rp 70 Ribu. Hubungi: 085258224500 / 08179622454

Dijual cepat usagha sdh jalan, berpeng hasilan tetap, RP 360jt. Hub: 081336252629

DjlrmhSHM+IMB,LT625m2,Jl.RayaSitubondo 12, PDAM, PLN 2200VA, dkt Psar Galekan Wongsorejo. 600jt nego. H: David Katili (0333) 463333-8937999,HP:087755978999,02141476999

PT DGU wajib membayar kontribusi tahun kedua pada akhir Februari 2012 lalu sebesar Rp 800 juta. “Tapi lagi-lagi, terjadi pengingkaran kedua. Sehingga pemerintah daerah belum mendapatkan apa pun dari nilai kerja sama yang disepakati Rp 18 miliar itu,” ungkapnya. Karena terjadi pengingkaran yang berulang-ulang, maka pemerintah daerah melayangkan surat peringatan kedua dan ketiga. Sejatinya, sesuai dengan kontrak kerja sama apabila terjadi pengingkaran pembayaran dua kali berturutturut, pihak pertama bisa memutus kontrak secara sepihak. Namun hal itu tidak dilakukan oleh pemerintah daerah. Untuk menyelesaikan persoalan itu, pemerintah daerah menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum di pengadilan. “Kita sudah banyak memberikan toleransi, tapi pihak PT DGU terus menghindar untuk membayar kewajibannya dengan berbagai alasan-alasan,” katanya. Dalam gugatan ke pengadilan, ada empat gugatan pokok untuk mendapat keadilan. Antara lain, pertama, menggugat pihak DGU untuk membayar kewajiban selama dua tahun yang tidak dipenuhi sebesar Rp 16 miliar, kedua memutus kerja sama pengelolaan Mal Sritanjung dengan PT DGU. Sedangkan gugatan ketiga, menghentikan semua aktivitas di Mal selama proses sengketa berlangsung. “Izin Borobudur tidak dikeluarkan, karena proses hukum di pengadilan belum selesai,” tambah Plt Sekkab Slamet Kariyono. Terkait gugatan balik pihak PT DGU, Yudi menilai sebagai akalakalan untuk menghindari tunggakan kewajiban kontribusi sebesar Rp 1,6 M. Balam gugatannya, pihak PT DGU minta pengurangan kewajiban menjadi Rp 600 juta setiap tahun. “Dalam gugatan itu, jika permohonan gugatan itu diterima akan direalisasikan pada 2013 mendatang,” katanya. (afi/bay)

Dijual rumahpinggir jalan Jl. Dr. Soetomo 35 Bwi Luas 168m2. H: 081270281958

• Mendut Regency • Dijual/dkntrakkn rumahdiMendutRegencyA19 LT 11x19 LB130m2, hrg nego.H:081249707879

BANYUWANGI • Jl. MT. Haryono • Disewakan Ruko 2 Lantai L 225 m2, depan VIS FM, ada mess & dapur. Hub: (0333) 631190 / 08124985985

• Toko + Rumah Genteng • Djl Toko+rumah tkt2, full prabot, strtgs. Jl. Kembar Lt 310/490m2, uk. 10x31m, marmer, ksn jati, Tk Sriwijaya Jl. Gajahmada 274 Gtg-Bwi. H. Sugiarto 081233499888, 03170338181

SITUBONDO • Ruko + Rumah + Tanah • Jual ruko SHM 205m2, Jl. Argopuro 7B Stb. Gudang + rmh SHM 9000m2 Jl. Argopuro 15B Stb . Tnh SHM 9500m2 Jl. Raya Lamongan Arjasa KM 15 Stb. Tnh SHM 25720m2 Ds Panji Kidul dkt sungai. Hrg mrah nego. H: Leo Properti 082333008871

Hotline Iklan: 0333-415153


BALJEBOL

Kamis 19 Juli 2012

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

33

LUMAJANG

WARUNG DUGEM

Digusur Tanpa Ganti Rugi MENDOYO - Kebijakan Pemkab Jembrana untuk menata kawasan Delodberawah, Mendoyo baru sampai masa tender. Namun demikian warung-warung dugem yang akan disulap menjadi ruko sudah digusur. Sayangnya, pengusuran warung tersebut tanpa ganti rugi kepada pemilik sebelumnya. Padahal, untuk mengontrak bangunan tersebut pemilik warung sudah mengeluarkan budget yang terbilang lumayan. Bahkan ada yang mencapai Rp 20 juta. Pembongkaran warung tanpa ganti rugi itu dibenarkan oleh Kadek Ria Purnayanti, salah satu pengelola warung. Menurutnya warungwarung itu memang dibangun dengan biaya sendiri. Ada yang sudah lama dan ada juga yang baru. Setiap bulan satu warung dipungut sewa tanah Rp 150 ribu dan untuk satu orang pekerja wanita dari luar dipungut Rp 20 ribu sebulan. “Karena akan dijadikan warung wisata maka pemilik membongkar sendiri dan tidak dapat ganti rugi. Mungkin sudah kesepakatan karena saya kurang tahu pasti,” sebutnya. Site plan penataan kawasan Delodberawah memang warung wisata masuk dalam perencanaan. Warung itu nanti akan menjual barang kerajinan dan makanan sebagai penunjang objek wisata. Bendesa Pekraman Delodberawah I Ketut Narya membenarkan kalau warung yang digusur itu dibongkar sendiri oleh pemiliknya tanpa ganti rugi. Pembongkaran itu dilakukaan atas kesepakatan pemilik dan desa adat. “Atas kesepakatan bersama dalam paruman, warungwarung itu dibongkar dan tidak ada ganti rugi,” ujarnya. (nom/gup/jpnn)

E-KTP

MIFTAHUDDIN/RADAR BALI/JPNN

LANGSUNG DIKERUBUTI: Pengacara Pastika Robert J. Khuana (kiri) dan pengacara Bali Post Suryatin Lijaya, langsung dikerubuti wartawan usai putusan.

Gubernur Menangkan Gugatan DENPASAR - Gubernur Bali Made Mangku Pastika memenangkan gugatan atas Harian Bali Post (BP). Dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar kemarin, majelis hakim yang diketuai Amzer Simanjuntak mengabulkan gugatan yang diajukan gubernur. Nah, sesuai putusan majelis hakim, BP diwajibkan meminta maaf kepada guber-

RIDWAN/RADAR JEMBER/JPNN

KERJA KERAS: Pelaksanaan perekaman data E-KTP harus dilembur hingga malam seperti yang dilakukan di Kecamatan Lumajang.

Randuagung Terendah LUMAJANG – Proses perekaman e-KTP di Lumajang terus berjalan. Hingga kemarin sudah lebih dari 252.417 warga Lumajang yang sudah menjalani perekaman e-KTP. Kecamatan Ran duagung merupakan kecamatan paling rendah dalam proses perekaman e-KTP. Hal ini membuat pihak kecamatan perlu meningkatkan antusias kedatangan warga. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Lumajang I mam Supriono menjelaskan, sejatinya masyarakat Lumajang sangat antusias dalam perekaman e-KTP. Seluruh masyarakat menurutnya sangat berperan aktif. Masyarakat antusias sehingga angka 252.417 warga yang sudah terekam tergolong sangat bagus. “Ini angka yang bagus,” jelasnya.Dalam setiap hari, rata-rata di masing-masing kecamatan bi sa mencapai 500 warga. Bahkan ada yang sehari sampai 600 – 700 warga yang menjalani perekaman e-KTP. Meskipun ada juga yang belum optimal dengan hanya menyelesaikan 200 warga dalam sehari di beberapa kecamatan. Terbanyak dalam perolehan perekaman per hari adalah Ke ca matan Jatiroto. Kecamatan ini bisa mencapai 765 warga per hari. Kalau dirata-rata kecamatan ini setiap hari bisa merekam di atas 500 warga. Imam menjelaskan, sesuai instruksi bupati Lumajang Sjahrazad Masdar, pihaknya akan menambah alat untuk perekaman e-KTP. Rata-rata di masing-masing kecamatan yang hanya disediakan dua alat akan ditambah dari pinjaman alat dari Kotamadya Surabaya. “Akan ada pinjaman 14 alat dari Surabaya yang akan kami distribusikan pada kecamatan yang penduduknya di atas 40-50 ribu,” jelasnya. (fid/c1/wah/jpnn)

nur karena telah memuat pemberitaan yang dinilai tidak benar terkait pernyataan Pastika. Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan, permintaan maaf itu harus disampaikan melalui BP dengan porsi satu halaman penuh selama 6 hari berturut-turut. BP juga diminta wajib menyampaikan permohonan maaf serupa di beberapa koran lokal. Antara lain, di harian Warta Bali, Nusa Bali, dan Bali Tribun sebanyak 2 hari berturut-turut. Juga Fajar Bali dan Radar Bali sebanyak satu kali. Permohonan maaf itu juga wajib diletakkan di halaman depan. Majelis hakim berpendapat, berita BP yang dimuat pada 19 September 2011 berjudul Gubernur: Bubarkan Saja Desa Pakraman merupakan berita yang tidak

perbuatan para tergugat membiarkan pemberitaan bahwa gubernur Bali akan membubarkan desa pakraman telah meresahkan tokoh tokoh adat dan agama serta masyarakat Bali,” papar Amzer yang didampingi dua hakim anggota, IGAB Wijaya Adhi dan Nur Syam. Lebih lanjut diungkapkan, bila BP tidak mau memenuhi kewajiban menyampaikan permintaan maaf tersebut, maka para tergugat, yakni tergugat I (Pemimpin Redaksi BP I Nyoman Wirata), tergugat II (PT. Bali Post), dan tergugat 3 (wartawan BP Bali Putra) secara bersama-sama harus membayar uang paksa sebesar Rp 2 juta rupiah per hari untuk setiap keterlambatan melakukan permohonan maaf, terhitung sejak keputusan mempunyai kekuatan hukum tetap. (aim/pit/jpnn)

148 Siswa Bersaing Masuk Unej Program Banyuwangi Cerdas Tahun 2012 JEMBER - Sebanyak 148 siswa siswi SMA/ SMK peserta Program Banyuwangi Cerdas 2012 bersaing untuk masuk Universitas Jember. Mereka mengikuti tes Ujian Masuk Universitas Jember (UM UNEJ) Gelombang I yang diselenggarakan di SMA Negeri I Glagah. Mereka terdiri dari 74 peserta kelompok ujian IPA dan sisanya peserta kelompok ujian IPS. Program Banyuwangi Cerdas adalah program beasiswa kuliah di perguruan tinggi bagi siswa-siswi Banyuwangi yang berasal dari keluarga kurang mampu, namun berprestasi.

Program Banyuwangi Cerdas adalah program yang digagas Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas MSi. Pelaksanaan tes UM UNEJ di SMA Negeri I Glagah diawasi langsung Kepala Bidang Pendidikan Menengah, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Suratno MM. Menurut Suratno, awalnya ada 540 siswa yang berminat mengikuti Program Banyuwangi Cerdas tahun ini. ”Setelah diseleksi tinggal 200an peserta,” kata Suratno. Program Banyuwangi Cerdas 2012 memberikan kesempatan bagi siswa-siswi Banyuwangi untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Jember, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Jember, dan

Uni versitas Brawijaya, Malang. Dalam ujian di SMA Negeri I Glagah, para peserta mengerjakan soal yang sama dengan yang dikerjakan oleh peserta lain yang mengikuti UM Unej di Kampus Tegalboto. Jam pertama mengerjakan ujian kemampuan bahasa. Sedangkan pada jam kedua mereka wajib menyelesaikan soal-soal kemampuan IPA bagi peserta kelompok ujian IPA dan kemampuan IPS bagi peserta kelompok ujian IPS. Bagi siswa siswi Banyuwangi yang lolos tes UM UNEJ selanjutnya akan melanjutkan kuliah di Kampus Tegalboto dengan biaya dari Pemkab Banyuwangi se lama delapan semester. Selain mendapatkan biaya kuliah, mere-

ka juga akan mendapatkan biaya hidup. Sementara itu, ketua tim pelaksana UM UNEJ untuk Banyuwangi Cerdas Soedjito PhD mengharapkan terobosan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas melalui program Banyuwangi Cerdas diikuti daerah-daerah lain,

sehingga kesempatan bagi anak bangsa untuk mengikuti kuliah lebih terbuka lebar. Untuk diketahui, tahun lalu ada 12 siswa-siswi dari Banyuwangi yang menuntut ilmu di Kampus Tegalboto melalui program Banyuwangi Cerdas. (aro/c1/wnp/jpnn)

UNEJ FOR RADAR JEMBER/JPNN

BERSAING KETAT: Ratusan siswa SMA/SMK peserta program Banyuwangi Cerdas saat mengikuti seleksi masuk Universitas Jember.

Dua Murid SMPN 2 Jember Juara Olimpiade Sains Nasional

Belajar Tidak Lama, yang Penting Rutin Dua murid SMPN 2 Jember mengharumkan Jember di pentas nasional. Dalam olimpiade sains nasional (OSN), M. Alfi andy meraih juara II bidang fi sika dan Ardhy Ihza Mahendra meraih juara III bidang biologi. NARTO/RADAR JEMBER/JPNN

BEROTAK ENCER: Alfiandy (dua dari kanan) dan Ardhy Ihza.

NARTO, Jember M. ALFIANDY dan Ardhy Ihza duduk di deretan kursi tunggu di lobi Praja Mukti Pemkab Jember. Alfi dan Ardhy ditemani dua guru pembimbingnya, Dama Nuri dan Wulan Trisnani. Mereka ingin menyampaikan hasil OSN yang digelar 28 Juni - 4 Juli 2012 di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) kepada Bupati Jember M.Z.A. Djalal. Alfi dan Ardhy bergabung dengan kontingen OSN Jatim di Pontianak. Setelah antre, Alfi dan Ardhy bersama guru pembimbing

tepat dan menyalahi kode etik jurnalistik dan Undang-undang Pers. “Perbuatan tergugat (BP) atas pemberitaan yang intinya gubernur Bali akan membubarkan desa pakraman merupakan perbuatan yang bertentangan dengan azas praduga tak bersalah, informasi yang tidak tepat, tidak akurat, dan tidak benar, sebagaimana diatur dalam UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers,” tegas hakim Amzer Simanjuntak. Berdasar keterangan saksi-saksi, termasuk keterangan ahli yang dihadirkan dalam persidangan, majelis hakim juga menyatakan, pemberitaan BP mengenai Pastika yang cenderung tendensius telah meresahkan tokoh adat, agama, serta masyarakat Bali. “Menyatakan bahwa perbuatan para tergugat merupakan perbuatan melawan hukum. Menyatakan

dan Kepala SMPN 2 Jember Eko Budiyono ditemui Bupati Djalal. Bupati mengapresiasi kesuksesan murid SMPN 2 Jember di kancah nasional. Sekitar lima menit mereka berdialog. Setelah itu, mereka foto bareng di lobi Bupati Jember Prajamukti. Bagi Alfi perlombaan bukan hal yang asing. Sejak masih duduk di bangku SD, Alfi juga sering ikut perlombaan. Mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, regional Provinsi Jatim, nasional, bahkan hingga internasional. Alfi sudah banyak makan garam ikut perlombaan.

Terakhir, Alfi meraih juara dua OSN dan mendapatkan medali perak. Alfi saat masih di bangku kelas V SD sudah pernah ikut kejuaraan International Mathematics Science Olympiad (IMSO). Tetapi, saat itu belum meraih juara. Alfi hanya mampu menembus tahap empat nasional. Dia mengakui, dalam OSN di Pontianak ada dua tes, yaitu tes teori dan eksperimen. Hasil dua tes tersebut digabung untuk mendapatkan nilai. Dari berbagai bidang studi, ada lima medali emas yang disediakan, 10 medali perak,

dan 15 medali perunggu. “Saya dapat med-ali perak untuk bidang fisika. Juara satu diraih peserta dari Jakarta,” ungkap Alfi. Sedangkan juara umum OSN diraih kontingen Jateng. Meski demikian, prestasi itu cukup membanggakan. Sebab, prestasi tersebut meneruskan tradisi SMPN 2 Jember yang selalu mendapatkan juara nasional tiap tahunnya. Putra pasangan Nana Hariyanto dan Siti Cholifah itu mengaku tidak punya trik khusus untuk meraih prestasi. Kuncinya hanya belajar disiplin tiap harinya. “Saya belajar habis Magrib, tidak perlu lamalama, cukup satu jam buat mata pelajaran besok. Kalau pas ulangan baru agak lama. Sebenarnya belajar cukup 30 menit asal rutin, itu kata guru SD saya,” ungkapnya. Ternyata, nasihat guru SD itu benar-benar dijalani Alfi hingga SMP sehingga bisa meraih prestasi. Bahkan, hingga kini Alfi masih diajari guru SD yang menguasai materi SMP dan SMA. Alfi diajar khusus privat untuk mata pelajaran tertentu oleh guru SDnya tersebut. (*/c1/jpnn)

HILANGKAN ASAM URAT DALAM SEMINGGU Tahukan anda bahwa perempuan ya n g m e ny u k a i minum mi nu man seperti soda berpemanis gula dan jus jeruk lebih mudah menderita sakit encok dibandingkan pria? Sebuah penelitian be berapa waktu yang lalu dir ilis di Journal of American Medical Association yang menyatakan bahwa kasus encok di Amerika Serikat meningkat dari 16 per 100.000 orang pada 1977 menjadi 42 per 100.000 pada 1996. Kenaikan itu seiring dengan peningkatan tinggi konsumsi soda dan pemanis. Minuman berpemanis buatan dapat menyebabkan penumpukan asam urat dalam darah, yang menyebabkan asam urat. Dalam studi terbaru ini, peneliti menganalisis data dari 78.906 wanita yang ikut dalam Nurses’ Health Studyantara 1984 hingga 2006. Para wanita itu tidak memiliki riwayat gout pada awal penelitian. Selama 22 tahun berikutnya, 778 wanita didiagnosis menderita gout. Ibu Jahriyah (53th), mengalami hal tersebut. Kegiatan sehari-hari mengasuh dan menggendong cucu sering terhambat karena sakit pinggang atau encok. “Saya sering nyeri persendian, otot terasa kaku dan linu. Saya sudah berobat, tapi khasiat yang nyata justru saya rasakan setelah mengkonsumsi PW5 yang diberi saudara. Saya minum satu kali sehari sebelum tidur, manfaat yang terasa adalah tidur saya kian nyenyak, bangun badan terasa segar. Selain itu, kalau dulu saat beraktivitas kadang terasa kesemutan,

sekarang sudah berkurang,” tegas wanita yang tinggal di jalan Letjen Soetoyo. PW5 merupakan sumber gizi untuk mempertahankan kekuatan tulang dari nyeri sendi. Kandungan lesitinnya mampu menetralkan timbunan kristal dalam persendian sehingga secara perlahan radang sendi pun berkurang. Kadar asam urat dalam darah pun kembali normal. Pe m a s a ra n P W 5 t e r u s m e n g a l a m i perkembangan yang sangat pesat, hal ini karena adanya uji kualitas yang dilakukan setiap saat dengan produk yang diolah secara alami tanpa bahan kimia. Mengkonsumsi PW5 ibarat melakukan investasi untuk masa depan, karena tidak mengandung efek samping dan cocok untuk semua usia, tentu membuat PW5 yang paling dicari di berbagai daerah. Tidak ada kata terlambat untuk sehat. PW5 bisa anda dapatkan di apotek-apotek dan toko obat terdekat di kota anda. Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi……. Apotek-apotek terdekat di kota anda atau dapat menghubungi Distributor Jatim 082119867153. Perwakilan Banyuwangi 0816591517, 081358306555. Situbondo 085258837404. Jember 085257366263. Lumajang 085232322811. Bondowoso 085258837505. Mojokerto 082132312436, 085746011441. Surabaya 082140952625. Sidoarjo 085223517756. Customer Service 08211.70.55500 www.pw5sehat.com Facebook : www.facebook.com/pw5sehat Twitter: @pw5sehat Dinkes RI.P-IRT : 806321701040 Dicari Perwakilan Distributor untuk Kota dan Kabupaten di wilayah Jawa Timur.


Ingin Tampil di Koran?

34

MLAKU

Kamis 19 Juli 2012

MANGAN

MEJENG

Caranya gampang! Cukup kirim ke radarbwi@gmail.com tentang pengalaman Anda pergi ke tempat-tempat wisata bersama keluarga, teman, atau si Dia. Anda juga bisa mengirim tips masakan, kue, maupun minuman. Maksimal tulisan satu halaman kuarto. Jangan lupa, sertakan juga foto-foto plus keterangannya. Maaf, kami tidak menyediakan imbalan apapun bagi tulisan yang dimuat.

PASAR SENI: Pengunjung bisa memilih kerajinan, lukisan, dan kain batik Banyuwangi.

SAJIKAN HIDANGAN BUKA PUASA DAN SAHUR

Nikmati Musik Live Islami Disediakan Tempat Salat Tarawih DAPUR Oesing siap memberikan suguhan dan hiburan yang berbeda selama bulan puasa. Pesta kembang api spektakuler akan menjadi tanda waktu berbuka pada puasa hari pertama. Bambang Haryono, pengelola Wisata Kuliner Dapur Oesing mengatakan, selama bulan puasa, pihaknya menampilkan hiburan yang Islami. Musik live dengan

lagu-lagu bernuansa Islami akan terdengar menjelang waktu berbuka puasa. “Semoga menjadi hiburan yang menyejukkan hati bagi pengunjung yang hendak berbuka puasa,” harapnya. Selain menyediakan menu hidangan buka puasa dan santap sahur, lanjut Bambang, pihaknya juga menyediakan tempat salat tarawih. Lokasinya berada di areal Wisata Kuliner Dapur Oesing. “Pengunjung yang ingin melanjutkan buka puasa dengan salat tarawih di Dapur Oesing,

juga bisa, karena telah kami sediakan tempatnya,” ungkapnya. Dapur Oesing juga dilengkapi pasar seni. Aneka kerajinan khas Banyuwangi dan lukisan bisa dipilih untuk mempercantik interior rumah. Dipajang juga bermacam motif kreatif Batik Blambangan, yang bisa menjadi alternatif busana Lebaran. Pusat jajanan dan oleholeh Pelangi Sari bisa menjadi jujugan yang mau mudik ke kampung halaman. “Di sini juga tersedia jaringan wifi untuk berinternet secara gratis,” imbuhnya.(irw/*)

MAKNYES:Es blewah, es campur dan kolak pisang cocok untuk pembuka berbuka puasa.

Lengkap Maknyus dan Maknyes WISATA Kuliner Dapur Oesing pantas disebut sebagai pusat kuliner terlengkap di Banyuwangi. Pasalnya, pengunjung bisa menemukan hampir semua gerai kuliner yang tersebar di sejumlah wilayah Kota Gandrung. Sejumlah depot atau warung ternama memiliki stan di areal tersebut. Betapa tidak, pengunjung bisa menyantap ayam goreng Blambangan yang terkenal itu di stan Wina Mac Joe. Soto ceker, urap-urap, dan gudeg juga bisa dipesan. Bahkan, ikan bakar Blimbingsari bisa ditemukan di Dapur Oesing. Jadi, warga Kota Banyuwangi tidak perlu jauhjauh ke Pantai Blimbingsari, Kecamatan Rogojampi, untuk menikmati ikan bakar. Begitu juga nasi tempong Bu Sum, yang legendaris rasa pedasnya itu. Termasuk rujak soto, rujak kecut, soto Lombok, soto Kudus Neng Lilik, soto paran maning, gado-gado, nasi cawuk, dan nasi kuning. Selain itu, aneka sop dan rica-rica, lontong balap Oesing, mangut tuna, aneka sate, aneka masakan kikil, iga bakar, dan tahu campur Lamongan. Menu restoran Cawang Indah, Bakwan 99, Pondok Cabe Rawit, Minak Jinggo, Bakso Bathok Bu Prapto, Sego Santet, M & U

Health & Delicious, Panduang Salero, dan Bamboo Chinese Food, bisa jadi pilihan. Anek camilan bisa ditemukan di Tari’s, Pondok Barbeque, Mekar Sari, Sari Kembar Jaya, Mr

Blendung, Olivia Cafe, dan Tahu Kres. Aneka menu minuman segar dan hangat, juga bisa dipesan dari beberapa stan, di antaranya, Honey Drink, Selayang Pandang, dan Cafe Hafy. (irw/*)

MENYAMBUT bulan puasa Ramadan tahun ini, Wisata Kuliner Dapur Oesing menyiapkan berbagai menu spesial. Aneka hidangan buka puasa dan sahur bisa ditemukan pada stan-stan kuliner di Jalan A. Yani No. 25 Banyuwangi tersebut. Bambang Haryono, pengelola Wisata Kuliner Dapur Oesing mengatakan, selama bulan puasa Ramadan, jam buka Dapur Oesing akan diperpanjang hingga waktu sahur. Menunya pun disesuaikan untuk berbuka puasa maupun santap sahur. “Bagi umat Islam yang akan menikmati buka puasa atau santap sahur bisa menemukan berbagai menu spesial di Dapur Oesing,” kata pemilik pusat oleh-oleh Pelangi Sari itu. Aneka menu pembuka tersedia secara lengkap di stan-stan kuliner. Ada beraneka minuman segar, seperti bermacam jus buah, es campur, es buah, es dawet, es blewah, dan beraneka jenis es nikmat lainnya. Kolak pisang dan beraneka jenang dan bubur juga tersedia. Seperti jenang bendul, bubur ketan, dan bubur mutiara. Jajan tradisional, seperti cenil, klepon, serabi, dan orog-orog, juga siap disajikan. “Pengunjung dijamin akan menemukan menu berbuka, yang memuaskan setelah berpuasa seharian. Begitu juga ketika makan sahut,” imbuh pengusaha yang baru saja menerima penghargaan Prabaswara Award dari Menteri Negara Koperasi dan UKM itu.(irw/*)

FOTO-FOTO GALIH COKRO/RaBa

PENCUCI MULUT:Bubur ketan, bubur mutiara dan jenang bendul melengkapi hidangan.


BERITA UTAMA

Kamis 19 Juli 2012

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Tidak Bisa Pulangkan Mucikari n STOP... Sambungan dari Hal 25

Pertama, melakukan pe nutupan sementara seluruh kegiatan prostitusi di lokalisasi. Selain penutupan, Gu bernur Soekarwo juga menginstruksikan bupati melakukan kegiatan pembinaan mental spiritual / keagamaan secara terus me nerus. Kedua, gubernur menginstruksikan memberikan pendidikan dan pelatihan keterampilan sesuai bakat dan minat para pekerja seks yang bermukim di lokalisasi. Pendidikan dan keterampilan itu, sebagai bekal kemandirian untuk beralih pada kehidupan yang layak dan bermartabat. Bu pati juga diinstruksikan untuk melakukan pendataan dan melakukan pencegahan terhadap kemungkinan ber-

tambahnya jumlah penghuni lokalisasi. “Dalam instruksinya, gubernur minta kabupaten mengupayakan terwujudnya penutupan lokalisasi secara permanen,” ujar Plt Sekkab Slamet Kariyono kemarin (18/7). Instruksi keempat, gubernur minta agar membangun kesadaran masyarakat di sekitar lokalisasi tentang arti penting ter wujudnya lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, tertib dan aman tanpa prostitusi. Yang terakhir, Gubernur Soekarwo menginstruksikan agar melakukan pencegahan terhadap kemungkinan me rebaknya tempat-tempat prostitusi terselubung. Untuk mempersempit tumbuh nya prostitusi liar, kata Slamet, gubernur minta agar dilakukan penertiban dan pembinaan secara terus me-

nerus. Pendataan dan pembinaan terhadap para PSK, sudah dilakukan pemerintah daerah satu tahun lalu. Pembinaan dan pemberdayaan terhadap PSK, sudah berlangsung selama satu lebih. Kebijakan anggaran untuk pemberdayaan para PSK itu, ungkap Slamet, nilainya cukup besar, yakni sekitar Rp 1 miliar lebih. “Itu bagian dari komitmen pemerintah daerah dan Pak bupati untuk mengangkat harkat dan martabat para PSK,” tegasnya. Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Disnakertran) Iskandar Azis menambahkan, jumlah PSK di Banyuwangi terus menyusut. Pada tahun 2011 lalu, jumlah PSK yang beroperasi di beberapa lokalisasi mencapai 600 orang. Namun seiring dengan pembinaan dan pemberdayaan yang

dilakukan pemerintah daerah, jumlah itu kini tersisa sekitar 181 PSK. Jumlah itu, terus ditekan hingga Banyuwangi dinyatakan bersih dari kegiatan prostitusi. Sedangkan jumlah lokalisasi, kata Iskandar, hanya berkurang satu dari 14 titik menjadi 13 titik. Satu lokalisasi yang ditutup itu adalah lokalisasi padang pasir, Kecamatan Rogojampi. “Satpol PP menutup lokalisasi padang pasir atas permintaan masyarakat,” tegas Iskandar. Yang menjadi masalah, kata Is kandar, adalah mucikari. Sampai bulan ini, jumlah mucikari yang tersebar di beberapa lokalisasi mencapai 227 orang. “Mucikari tidak bisa di pulangkan karena tempat tinggal mereka di lokalisasi. Rumah yang mereka tempati milik pribadi,” katanya.

Sepakat tak Kerja selama Ramadan n MINTA... Sambungan dari Hal 25

Ketua GPRB, Endras Puji Yuwono me ngatakan, penutupan lokalisasi tersebut dilakukan tanpa ada solusi untuk memberikan pekerjaan yang layak bagi para PSK dan mucikari. Selain itu, penutupan lokalisasi juga akan berdampak pada pe rekonomian warga sekitar. “Ada rantai sosial yang berjalan, mulai buruh cuci pakaian, tukang ojek, pedagang melijoan, dan lain-lain yang menggantungkan penghasilan dari keberadaan lokalisasi,” ujar Endras. Selain itu, keberadaan lokalisasi juga ber manfaat untuk m emudahkan kontrol ter-

hadap pe nyebaran penyakit seksual (HIV/AIDS). “Jika lokalisasi ditutup, para PSK dikhawatirkan akan beroperasi di sembarang tempat. Tentu ini akan semakin menyulitkan upaya pencegahan penularan HIV/AIDS dan penyakit berbahaya yang lain,” paparnya. Karena itu, Endras mendesak pemkab me nunda kebijakan menutup seluruh lo kalisasi yang ada di Banyuwangi, sebe lum ada solusi mengenai nasib para PSK, mucikari, dan ma syarakat yang terdampak terhadap penutupan lokalisasi ter sebut. “Para PSK sepakat tidak akan beroperasi selama Ra madan. Tetapi yang kami pertanyakan adalah kebijakan menutup lokalisasi untuk sela-

manya itu,” katanya. Sementara itu, ketua Komisi II DPRD Banyuwangi, Ismoko menyesalkan penutupan lokalisasi yang terkesan dilakukan de ngan aro gan, tanpa ada komunikasi dan upaya penyelesaian terhadap para PSK. “Kami akan memanggil pihak-pihak terkait untuk membahas lebih lanjut masalah ini (penutupan lokalisasi, Red),” tegasnya. Menurut Ismoko, sebelum penutupan dilakukan seharusnya pemkab mencari solusi pekerjaan yang layak bagi para PSK dan mucikari. “Penutupan lokalisasi tidak bisa dilakukan begitu saja. Butuh waktu untuk menyadarkan masyarakat juga. Percuma lokalisasi ditutup, jika belum ada kesadaran dari

para PSK. Nanti bisa-bisa mereka beroperasi di sembarang tempat. Pa dahal kita tahu, tidak ada PSK yang bercita-cita menjadi PSK. Hal itu sematamata mereka lakukan karena terdesak kebutuhan ekonomi,” katanya. Seperti diberitakan sebe lumnya, petugas Sa tuan Po lisi Pamong Praja (Satpol PP) menghentikan aktivitas prostitusi di Padang Pasir, Kecamatan Rogojampi sejak 26 Juni lalu. Penghentian ak tivitas prostitusi itu ditandai dengan pemasangan dua papan berwarna merah di pintu masuk tempat pelacuran yang berlokasi di Dusun Pancoran, Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi tersebut. (sgt/bay)

Keberadaan mucikari itu, tam bah Iskandar, tidak bisa mendapatkan jatah anggaran pembinaan dari Din sos na-

kertrans. Alasannya, karena mu cikari itu tidak termasuk penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). “Seka-

rang, banyak lokalisasi yang kehilangan penghuninya. Dampaknya pada mucikari,” tambahnya. (afi/bay)

Cuma Diberi Surat Teguran n MASIH... Sambungan dari Hal 25

Ju g a d i t e m u k a n b a ra n g ke masan impor yang tidak meng gunakan bahasa In donesia, melainkan masih menggunakan bahasa asal negara barang itu. “Itu jelas-jelas sebagai pelanggaran. Dalam sidak ini, kita belum mem berikan tin-

dakan hukum apa-apa,” tegasnya. Disprindagtam akan me layangkan surat teguran kepada beberapa swalayan yang menjual barang tidak sesuai prosedur hukum yang berlaku. Jika surat teguran tidak digubris, maka pihaknya akan mengeluarkan surat peringatan. “Kalau peringatan tidak digubris, kita akan me-

lakukan pencabutan izin usaha,” ancam Hary. Sidak kali bukan yang terakhir. Sebab, sepanjang bulan Ramadan, Disprindagtam akan rutin menggelar sidak ke beberapa tempat. “Tidak hanya swalayan, tem pat-tempat juga akan di sidak untuk memastikan barang yang di jual benar-benar aman,” tegasnya. (afi/bay)

Didominasi Pegawai Pemerintah n OMZET... Sambungan dari Hal 25

Padahal pada periode yang sama tahun lalu, pendapatan saya bisa mencapai Rp 3 juta sampai Rp 4 juta per hari,” paparnya. Menurut Ika, sejak beberapa hari terakhir pembelian bendera umbul-umbul didominasi oleh pegawai pemerintah. Bendera dan umbul-umbul itu akan

di pasang di kantor instansi masing-masing. “Masyarakat umum belum banyak yang beli. Pembelian masih didominasi pegawai pemerintah, terutama yang bertugas di daerah pinggiran Banyuwangi,” paparnya. Dijelaskan, jenis barang yang paling diburu konsumen adalah umbul-umbul jenis rumbairumbai yang dipasarkan seharga Rp 100 ribu sampai Rp 300 ribu per unit. Sejak sepuluh

hari menjelang Idul Fitri, dia akan menutup sementara dagangannya. Nah, jika ternyata banyak kegiatan Agustusan yang digelar usai Lebaran, dia akan kembali berjualan. “Sejak H-10 Lebaran, saya akan berjualan taplak, keset, dan lain-lain. Tetapi kalau kegiatan Agustusan yang digelar setelah Lebaran masih banyak, saya akan jualan umbul-umbul lagi,” jelasnya.(sgt/bay)

Investor Kabur Akibat Ulah Oknum n NYANYIAN... Sambungan dari Hal 25

Dari Jatim sendiri, hanya lima daerah yang berhasil masuk dalam daftar kabupaten/ kota terkaya. Selain Banyuwangi, ada Surabaya di ranking dua, di bawah Kabupaten Kutai yang berada di urutan teratas. Malang berada di peringkat 14, Sidoarjo 15 dan Sumenep 49. Dalam riset itu, ada beberapa variable yang dinilai, meliputi daya tarik investasi (DTI), pendukung infrastruktur (PI), kualitas masyarakat (KM), dan ekonomi daerah (ED). Masing-masing variable itu memiliki indeks sendiri. Indeks DTI yang dimiliki Banyuwangi nilainya paling tinggi, yakni 3.750 dibandingkan Kabupaten Kutai yang nilainya 3.000 dan Surabaya di angka 2.750. Sedangkan Malang indeks DTI-nya 3.500 dan Sidoarjo 2.750. Berarti, Banyuwangi bisa dikatakan sebagai daerah di Indonesia yang paling diminati investor. Ini agak berbeda dengan data yang dirilis Pemprov Jatim beberapa bulan lalu. Di mana Banyuwangi dinyatakan sebagai daerah paling diminati investor di urutan ketiga di antara 38 daerah di Jatim setelah Surabaya dan Sidoarjo. Padahal, tahun lalu Banyuwangi menempati urutan 30. Luar biasa lonjakannya. Begitu pula dengan realisasi investasi di daerah, juga mengalami kemajuan cukup pesat di banding daerah lain di Jatim. Dari urutan 36 pada tahun lalu, sekarang naik ke peringkat 7. Dengan data-data hasil riset di atas, berarti minat investor untuk menggelontor uangnya di Banyuwangi sangat tinggi. Kenyataan ini tidak kita pungkiri, mengingat be berapa dekade terakhir ini banyak investor yang berminat maupun sudah masuk menanamkan modalnya di bumi berjuluk Sunrise of Java. Apalagi, Bupati Banyuwangi juga cukup aktif berpromosi

ataupun menawarkan daerahnya kepada para investor. Dengan potensi alam ‘’kaya raya’’ yang dimiliki Banyuwangi dan besarnya minat investor yang datang untuk ‘’mengeksplorasi’’ sekaligus menggerakkan perekonomian di sini, harapan kita semua nantinya bisa semakin menyejahterakan rakyatnya. Sebab, akan menjadi tidak berarti mana kala kekayaan alam yang dimiliki Bumi Blambangan hanya dibanggakan saja dan menjadi nyanyian merdu yang bisa meninabobokkan pemerintah maupun rakyatnya. Beberapa langkah yang telah ditempuh oleh pemerintah untuk menggali segala po tensi yang dimiliki daerah ini perlu kita apresiasi. Terutama upayanya dalam menarik minat para investor agar mempercepat penggalian segala potensi kekayaan yang ada di sini. Sehingga, imbasnya bisa mempercepat pergerakan roda perekonomian di Banyuwangi tercinta yang bisa membawa dampak bagi kesejahteraan warganya. Karena penggalian potensi kekayaan ini bisa membawa implikasi yang sangat besar bagi kehidupan warga mendatang, maka semua pihak harus ikut peduli dan mem bantu mendorongnya. Selain itu, pemerintah juga tidak boleh melakukan diskriminasi terhadap investor. Misalnya, hanya investor bermodal besar dan dari luar daerah yang diutamakan, sedang investor lokal bermodal kecil dianaktirikan. Ini tidak boleh terjadi. Kenapa hal ini harus saya kemukakan? Sebab, beberapa investor lokal banyak yang mengeluh dengan pelayanan yang diberikan pemerintah. Keluhan paling banyak dan paling menyolok adalah sulitnya memperoleh izin dalam segala aspek. Di samping yang juga banyak dikeluhkan, adanya permintaan ‘’uang siluman’’ alias biaya di luar ketentuan oleh oknum aparat

negara. Terutama yang ada di kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT). Keluhan ini sebenarnya sudah cukup lama terjadi. Anehnya, kuantitasnya kian hari terus meningkat, dan terus aman terkendali hingga sekarang. Rasanya sudah tak terhitung lagi para pengusaha yang mengeluh ke saya saat mengurus atau melengkapi dokumen perizinan untuk kegiatan usahanya. Baik menyampaikan secara langsung, via SMS maupun keluhan yang diungkap di jejaring sosial facebook. Ada yang mengeluh untuk tinjau lapangan saja dimintai sampai puluhan juta. Begitu pula pengurusan dokumen seperti surat izin usaha Perdagangan (SIUP), tanda daftar perusahaan (TDP), surat izin usaha kepariwisataan (SIUK), surat izin usaha industri (SIUI), dan beberapa perizinan yang lain juga dikenai biaya. Padahal, da lam peraturan daerah (Perda) tidak dikenai biaya alias gratis, anehnya tetap saja dimintai ‘’uang siluman’’. Karena sifatnya pungutan liar, tentu saja tanpa disertai kuitansi pembayaran. Dan, kalau tidak diberi, tentu pelayanannya menjadi lama. Bahkan, banyak yang khawatir tidak diproses. Kalau kondisi seperti ini terus dibiarkan, tentu akan mengganggu proses pe ngembangan potensi kekayaan yang dimiliki Banyuwangi. Para pengusaha atau pun investor akan tidak tertarik lagi un tuk mengembangkan usahanya di Banyuwangi. Dampaknya, tidak hanya pengusaha atau investor yang dirugikan, tapi rakyat Banyuwangi juga tidak bisa menikmati kekayaan daerahnya. Akhirnya, kekayaan yang dimiliki daerah ini hanya menjadi cerita manis karena oknum-oknum abdi negara yang mendapat amanah berperilaku brengsek. Semoga setelah ini, Banyuwangi ada perubahan yang lebih baik. (cho@jawapos.co.id)

Antisipasi Naiknya Harga Bahan Baku n JAUH... Sambungan dari Hal 25

Penyebabnya order kue bikinannya sedang tinggi-tingginya saat ini. Dalam kondisi normal, Hadiyah mampu menghasilkan 10 hingga 25 kilogram (Kg) ragam jenis kue. Jumlah itu belum termasuk order luar daerah seperti Bali, Madura, dan Surabaya yang juga mengambil produksi jajanan miliknya. Total dalam sehari dia bisa memproduksi aneka kue hingga 50 Kg. Kini order sebelum Ramadan dan Idul Fitri tiba, pesanannya su dah melesat jauh hampir tiga perempat dari order tahun lalu. Untuk musim Lebaran kali ini saja, diprediksi lebih kurang 100 Kg hingga 200 Kg kue siap dibuat. Menilik dari jenis jajanan favorit, kue kering semacam nastar, putri salju, dan lidah kucing masih menjadi primadona. Tidak heran kondisi itu mem-

buatnya harus menambah tenaga bantuan untuk mengatasi tingginya pesanan. Jumlah per gawainya pun ditambah. Cara lain menyiasati tingginya pesanan, home industry ini terpaksa menutup pintu. “Kalau pesanan sudah banyak terpaksa ditutup biar fokus,” ujarnya. Menilik kondisi yang ada sekarang, Hadiyah merasakan ada pergeseran tren dan grafik pesanan. Order kue yang biasa di terimanya di pertengahan bulan Ramadan, kini bergeser jauh ke sebelum itu. Kini pesa nan justru sudah banyak menunggu di awal jelang bulan Ramadan. Kondisi itu tentu saja menimbulkan dua perasaan yang berkecamuk dalam diri perempuan ini. Rasa senang tentu ada karena gambaran omzet bakal meningkat sudah ada di depan mata. Di sisi lain, pesanan di awal menghindarkannya kemungkinan harga bahan baku kue kembali saat menjelang

hari raya. Dan, inilah salah satu kenyataan yang dihadapi Hadiyah bahkan penjual kue Lebaran lainnya. Fluktuasi harga bahan kue yang cenderung tidak stabil selama Ramadan dan jelang hari raya sering menjadi momok. Sebab bukan rahasia umum bila harga bahan baku kue me ngalami kenaikan hampir dua kali lipat saat sebelum dan menjelang hari raya. Maka tidak heran tren pesanan di awal Ramadan seperti saat ini memiliki sisi keuntungan. Meski bahan kue naik, minimal masih bisa menyiasati dengan kemungkinan melambungnya harga bahan pokok kue. Contohnya saja untuk kali ini saja, harga kebutuhan tersebut sudah melambung tinggi. Telur, mentega, tepung, hingga adonan lainnya sudah membuatnya dirinya pusing. Belum lagi kemungkinan untuk kembali kebutuhan kue

tersebut untuk merangkak naik jelang hari raya. Meski terkadang turun namun kenyataan di lapangan selama ini, harga yang turun sifatnya hanya sesaat dan bisa kembali meroket Pusing lantaran melambungnya harga bahan kue tersebut boleh jadi akan membuat keuntungan yang diperolehnya juga bakal merosot. Belum lagi situasi ini akan berdampak pada harga jual kue produksinya. “Ya cara penjual kue macam-macam. Cuma kalau saya harga terpaksa dinaikkan untuk meng imbangi harga bahan kue yang naik,” katanya. Opsi menaikkan harga dipandang perlu sebagai upaya mengimbangi biaya produksi yang dikeluarkan. Di sisi lain, cara ini dilakukan juga untuk tidak mengurangi kualitas cita rasa kue buatannya. Bila dikurangi dikhawatirkan konsumen akan protes karena kualitas pesanannya yang diterimanya berkurang. (bay)

SIGIT HARIYADI/RaBa

WASPADA: Atmaji Putro menunjukkan hasil pencitraan satelit di Stasiun Meteorologi Banyuwangi kemarin (18/7).

Uap karena Arah Angin Berubah n SELAT... Sambungan dari Hal 25

Karena itu, para nelayan dan peng guna jasa transportasi laut diimbau waspada guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Dikonfirmasi kemarin (18/7), kepala Stasiun Meteorologi Banyuwangi, Atmaji Putro mengatakan, gelombang tinggi tersebut dipicu angin yang bertiup dengan kecepatan kurang lebih 15 knot (sekitar 30 kilometer per jam) dari arah tenggara. Dikatakan, prediksi tinggi ge-

lombang di Selat Bali kemarin sekitar satu meter, sedangkan di laut selatan mencapai 2,5 meter. “Tetapi sampai lima hari ke depan, diprediksi akan terjadi peningkatan tinggi gelombang yang sangat signifikan,” ujarnya. Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, Atmaji mengimbau warga yang beraktivitas di perairan selalu waspada. “Papa pengguna jasa angkutan laut kami imbau selalu waspada. Begitu juga dengan para nelayan, terutama mereka yang melaut menggunakan kapal kecil,” ujarnya.

Sementara itu, meskipun wilayah Banyuwangi sudah mengalami musim kemarau sejak awal bulan Juli yang lalu, namun hujan ternyata masih mengguyur sehari kemarin. Menurut Atmaji, hujan dengan intensitas ringan yang terjadi kemarin masih berada dalam tahap wajar, karena adanya gangguan atmosfer, yakni pembelokan arah angin yang mengakibatkan penumpukan uap air. “Kami memprediksi hal itu tidak akan terjadi selama berhari-hari,” pungkasnya.(sgt/ bay)

BERKAT MINUM SUSU KAMBING MILKUMA, ASMA SAYA TIDAK PERNAH KAMBUH LAGI... JANGAN biarkan aktifitas Anda terhambat karena derita sesak nafas! Atasi segera dengan Milkuma, minuman serbuk susu kambing yang diproses secara alami, tanpa pemanis buatan dan bahan pengawet. Bahan dasarnya adalah susu kambing peranakan ettawa segar dan Gula Aren. “Sejak 2 tahun yang lalu, saya mudah terserang sesak nafas, na fas jadi terasa berat dan badan mudah capek. Padahal, aktifitas saya sebagai pelajar kini mulai padat.” Terang Alesandro, warga Surabaya, Jawa Timur. “Untunglah sekarang saya tahu solusinya mengatasinya, yakni dengan minum Milkuma. 3 bulan setelah minum, kondisi saya membaik, sesak nafas sudah jarang kambuh. Saya pun sudah jarang ke dokter lagi seperti sebelumnya.” Ungkap remaja berusia 13 tahun tersebut. Karena merasakan manfaatnya secara langsung, sekarang Alesandro menyarankan orang lain untuk mencoba Milkuma, “Mari kita sehat bersama Milkuma.” Ajaknya. Pada penderita asma, penyempitan saluran pernafasan merupakan respon terhadap rangsangan yang pada paru-paru normal tidak akan mempengaruhi saluran pernafasan. Penyempitan ini dapat dipicu oleh berbagai rangsangan, seperti serbuk sari, debu, bulu binatang, asap, udara dingin dan olahraga. Sebenarnya, banyak masyarakat kita yang belum mengetahui tentang manfaat yang terkandung dalam susu kambing. Berbeda dengan susu sapi, sesungguhnya susu kambing memiliki kandungan gizi yang lebih unggul, baik dari segi protein, energi, maupun lemak yang mendekati

air susu ibu (ASI). Selain mengandung Riboflavin, vitamin B yang penting untuk produksi energi, susu kambing Milkuma pun jarang menyebabkan alergi sehingga aman, dan bermanfaat untuk penderita asma. Satu gelas susu kambing Milkuma memasok 20,0% dari nilai harian Riboflavin. Selain itu, mengkonsumsi Milkuma sebanyak 3 gelas sehari bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan vitalitas. Fluorine yang terdapat dalam susu kambing Milkuma bermanfaat sebagai antiseptik alami dan dapat membantu menekan pembiakan bakteri di dalam tubuh serta membantu pencernaan dan tidak menimbulkan dampak diare pada orang yang mengkonsumsinya. Selain diproses secara alami, pakan ternak yang diberikan pun organik, sehingga menghasilkan susu yang lebih sehat dan bermanfaat bagi kesehatan. Ditambah dengan kandungan Gula Aren bemutu tinggi sebagai pemanisnya, menjadikan Milkuma sebagai pilihan bijak untuk kesehatan. Untuk memperoleh hasil yang maksimal, terapkan pola hidup sehat seperti disiplin dalam pola makan, dan berolahraga, serta mengkonsumsi air putih paling sedikit 8 gelas/ hari. Dapatkan informasi lengkap tentang Milkuma di www.milkuma.com. Saat ini Anda bisa mendapatkan Milkuma di Apotek2 juga Toko Obat terdekat dikota anda, atau hubungi, Jatim: 082120862055, Banyuwangi : 082141354607, Bangkalan: 082120862055, Sumenep: 082120862055, Situbondo : 082120862055. Depkes RI No.PIRT. 6.09.3328.01.395.


36

Kamis 19 Juli 2012

LEGISLATIF

DPRD Bentuk Pansus Penelusuran Aset SITUBONDO – Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Situbondo menyepakati membentuk Panitia Khusus (Pansus) penelusuran aset. Ini dilakukan karena para wakil rakyat ini melihat banyaknya persoalan ketidakberesan aset di lingkungan Pemkab Situbondo. Ketidakberesan tersebut terungkap setelah DPRD melihat hasil audit BPKRI tentang banyaknya persoalan aset di sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD). “Misalnya, ada tumpang tindih kepemilikan. Ada aset yang tidak jelas kepemilikannya, apakah milik pemkab atau bukan. Ada juga aset milik daerah, tapi sertifikatnya juga tidak jelas,” terang Ketua DPRD, Zeiniye, kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. Bukan hanya itu, menurut politisi PPP tersebut, ada beberapa pos DOK.RaBa dana bergulir di tujuh Zeiniye SKPD yang tingkat pengembaliannya kepada kas daerah juga bermasalah. “Kita menganggap itu semua asset-aset daerah yang penting. Makanya, Banmus sudah menyepakati membentuk Pansus penelusuran aset,” imbuh Zeiniye. Menurut Zeiniye, dalam pemeriksaan 2011, BPK memberikan status WDP (Wajar dengan pengecualian). Karena itulah, pada tahun anggaran 2012 dan 2013 nanti, status harus sudah menjadi WTP (wajar tanpa pengecualian). Salah satu langkah untuk bisa meraih hal tersebut adalah dengan cara membentuk pansus aset. “Jadi, target kita bagaimana dari WDP menjadi WTP. Untuk kepentingan pembentukan Pansus, fraksi-fraksi sudah memasukkan nama-nama anggotanya. Ini akan kita bawa dalam forum paripurna yang akan segera kira agendakan untuk mengumumkan nama-nama anggota Pansus tersebut,” katanya. Ditambahkan, termasuk bagian kinerja pansus aset, adalah mencari solusi tentang nasib dana kasdagate sebesar Rp 43 miliar. Sebab, dana itu selama ini selalu menjadi beban APBD. “Artinya, dalam draf APBD, dana itu selalu muncul, namun uangnya tak ada. Kita, akan koordinasi dengan BPK RI, kira-kira posisi dana Rp 43 miliar itu nanti seperti apa agar tak terus-menerus menjadi beban,” kata Zeiniye. (pri/als)

MTQ

Sabet Juara Tiga Nasional SITUBONDO – Prestasi tingkat nasional berhasil ditorehkan Bisri Hidayatullah, utusan Kabupaten Situbondo yang mewakili Jawa Timur dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional ke VII. Santri Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo itu mampu menyabet juara tiga JQH NU (cabang MKQ/ Kaligrafi). Bisri mampu menyingkirkan 52 peserta lainnya yang datang dari seluruh provinsi seIndonesia. Penilaian lomba di antaranya meliputi kebenaran tulisan, keindahan tulisan, dan imajinasi warna. “Kita tidak menyangka bisa berada di posisi ketiga. Sebab, saat di tingkat provinsi, Bisri EDY SUPRIYONO/RaBa ada di posisi kedua. TaBisri Hidayatullah pi, saat di tingkat Nasional, justru dia berada di peringkat ketiga, yang di posisi pertama justru ada di harapan,” terang Ketua Jam’iyyatul Qurro’ Wal Huffadh, Situbondo, H Syamsul Huda, kemarin. Menurut dia, MTQ tingkat nasional ke VII digelar di Pontianak, Kalimantan Barat, sejak 3-8 Juli lalu. Atas keberhasilan tersebut, Bisri mendapat tropi dan tabanas. “Alhamdulillah, JQH Situbondo juga bisa mempersembahkan prestasi tingkat nasional kepada kabupaten ini, meski bukan di posisi pertama,” terangnya. Bisri Hidayatullah juga mengaku tidak percaya bisa mendapat juara tiga. Apalagi, tidak ada juri yang berasal dari Jawa Timur. Sehingga, dirinya benar-benar bisa memaksimalkan kemampuan dirinya. “Tapi, ternyata masih bisa ada di posisi ketiga. Saya tak menyangka,” terangnya. (pri/als)

EDY SUPRIYONO/RaBa

Puasa, Gerak Jalan Agustusan Dimajukan PERAYAAN HUT Kemeredekaan RI pada 17 Agustus mendatang bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Tak pelak, kecamatan-kecamatan di Kota

Santri memilih memajukan sejumlah jadwal perlombaan untuk memeriahkan peringatan momentum bersejarah itu. Seperti yang terlihat pada gambar

di atas. Sejumlah siswa SD di Kecamatan Besuki sedang berlatih pada sore hari untuk mengikuti lomba gerak jalan di kecamatan setempat. (pri/als)

Empat Nelayan Mangaran Hilang MANGARAN - Perahu yang ditumpangi empat nelayan asal Kecamatan Mangaran hancur dan karam setelah dihantam gelombang laut Selasa (17/ 7) lalu. Dari empat nelayan itu, baru satu orang yang dipastikan lolos dari maut. Mereka dikabarkan tenggelam di perairan Tunduk, sebelah timur Kepulauan Raas, Sumenep, Madura. Dari empat nelayan itu, satu orang bernama Aryadi, 35, berhasil kandas ke tepi pantai setelah berjam-jam terapung di tengah laut. Selama di laut lepas, dia berpegangan pada penutup boks tempat ikan. Akhirnya sampai ke pinggir pantai Raas. Sementara tiga nelayan lain, Mabi, 60, Subairi, 27, dan Asmawi, 38, awalnya juga sempat terapung dengan berpegangan pada penutup boks yang sama. Tetapi, diduga karena kelelahan, akhirnya mereka terlepas. Hingga berita ini ditulis, ketiga nelayan itu masih dalam pencarian. “Aryadi menelepon saya dan memberi kabar kalau perahunya tenggelam dan tiga rekannya masih hilang. Aryadi sendiri sekarang masih ada di Raas. Kami terus berdoa tiga nelayan yang

NUR HARIRI/RaBa

PANIK: Suasana di rumah salah seorang keluarga nelayan yang masih dinyatakan hilang.

hilang bisa ditemukan dengan selamat,” ujar Suwani, salah seorang kerabat Mabi kemarin (18/7). Data yang berhasil dikumpulkan koran ini, empat nelayan itu berangkat mencari

ikan dengan menggunakan perahu jenis parombang, Selasa (17/7) lalu sekitar pukul 04.00 pagi. Aryadi bertindak sebagai nahkoda perahu bertenaga mesin diesel tersebut. Tiga lainnya bertugas

mengarahkan pencarian ikan ke perairan di sisi timur Pulau Raas. Saat di tengah laut dan belum sempat mencari ikan, ternyata perahu yang ditumpanginya tiba-tiba diterjang gelombang besar. Saat itu pula, perahu tenggelam dan empat nelayan itu langsung tenggelam ke laut. Keempatnya sudah berusaha menyelamatkan diri dengan cara berpegangan pada boks penutup tempat ikan. Namun, karena diduga terlalu lama dan lelah, akhirnya tiga dari empat nelayan tersebut terlepas. “Pencarian terus dilakukan dengan berbagai upaya. Kami juga terus berdoa bersama dan meminta tolong kepada orang pintar. Di sisi lain, kami terus-terusan komunikasi dengan Kades Raas untuk mengetahui perkembangan,” kata Ashar, Kepala Desa Tanjung Kamal, Kecamatan Mangaran. Sementara itu, hilangnya ketiga nelayan yang belum ditemukan membuat keluarga mereka panik. “Selain itu, pencarian ketiga nelayan juga sudah melibatkan nelayan setempat,” ujar Kapolsek Mangaran, Iptu Imron, saat mendatangi rumah keluarga tiga nelayan itu. (mg1/als)

Bukan Dana Pemkab Rekanan yang Bobol Bank Rp 58 Miliar SITUBONDO – Bobolnya uang salah satu bank milik pemerintah sebesar Rp 58 miliar ternyata bukan merupakan dana pemerintah. Melainkan, uang yang dibobol itu murni milik bank tertentu. Itu terungkap setelah tim Penyidik Pidana Tertentu (Piter) Polda Jatim melakukan pemeriksaan terhadap dua orang terkait salah satu rekanan yang menjebol dana hibah sebesar Rp 58 miliar pada bank tertentu. Dua pejabat Pemkab Situbondo yang telah diperiksa Piter Polda Jatim Selasa (17/7) lalu adalah Kabag Hukum Achmad Sugiarto, dan Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik)

Fathorrachman. Kedua orang itu masing-masing diperiksa sekitar dua jam untuk diminta keterangannya terkait perkara tindak pidana perbankan atau pencucian uang. Mereka diperiksa di kantor Unit III Pajak Asuransi dan Money Laundering Subdit II/Fishmondev Ditreskrimsus Polda Jatim. Dalam jumpa pers kemarin (18/7), Achmad Sugiarto menyatakan, saat diperiksa Piter Polda Jatim, dirinya ditanya terkait benar-tidaknya Bupati Dadang Wigiarto mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Situbondo, tanggal 20 Januari 2011 dengan nomor 528/ 0133/431.212.4/2011 tentang dana Peningkatan Mutu Pendidikan Kabupaten Situbondo 2011. Dengan tegas, Achmad Sugiarto menjawab, bahwa SK

Bupati Situbondo yang seperti itu tidak pernah ada. “Bupati Situbondo tidak pernah membuat SK seperti itu,” terang Achmad Sugiarto, di hadapan wartawan kemarin. Ditambahkan, SK Bupati Situbondo yang dibawa salah satu rekanan yang diduga asal Surabaya itu dinilainya palsu. Sebab, banyak keganjalan dan tidak sama dengan SK bupati yang biasa dikeluarkan. “Dilihat dari bentuk surat, nomor register, tatanan bahasa, logo Pancasila yang tidak memakai tinta emas, itu saja sudah jelas kalau SK ini palsu. Apalagi melihat tanda tangan bupati yang jelas-jelas tidak sama. Maka SK ini palsu,” imbuhnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pengelola Keuangan Daerah (DPKD) Ibu Tri Cahya Setia-

EDY SUPRIYONO/RaBa

Klarifikasi: Kabag Hukum Achmad Sugiarto menggelar jumpa pers di hadapan wartawan.

ningsih menambahkan, dana kas daerah Kabupaten Situbondo tidak ada yang kebobolan atau hilang. Dikatakan, jika memang ada orang yang membobol dana pemerintah kabupaten, maka kas daerah pasti akan mengalami kerugian. “Tidak ada pembobolan pada kas daerah. Kalau pun ada, yang pasti akan menimbulkan kerugian negara. Tetapi

di sini kas daerah tetap utuh,” kata Tri Cahya Setianingsih. Kepala Dispendik Fathorrachman mengatakan, saat dirinya diperiksa Piter Polda Jatim, dia menjelaskan tidak ada dana hibah terkait Peningkatan Mutu Pendidikan dari pemerintah pusat. “Dana hibah sebesar itu tidak ada. Apa lagi sampai miliaran,” ujar Fathurrahman. (mg1/als)

ULTAH ke-13 JAWA POS RADAR BANYUWANGI (26 JULI 1999-26 JULI 2012) KUE ULTAH: Meski hari H ulang tahun ke-13 Jawa Pos Radar Banyuwangi masih beberapa hari lagi, tepatnya 26 Juli 2012, namun sejumlah relasi mulai berdatangan memberi ucapan selamat. Salah satunya dari PT Temprina Media Grafika Jember. Tampak jajaran pimpinan PT Temprina dan awak Jawa Pos Radar Banyuwangi meniup lilin di ruang redaksi kemarin (18/7).

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

TAMU KITA: Guru TK/SD Al-Qomar foto bersama Direktur Radar Banyuwangi A. Choliq Baya (tengah) di lobi Kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (18/7). Selain memberi ucapan selamat Ultah ke-13, dalam kunjungan tersebut, keluarga besar AlQomar juga memberi bingkisan untuk awak redaksi.

NIKLAAS ANDRIES/RaBa


Radar Banyuwangi 19 Juli 2012