Page 1

KAMIS 18 JULI

25

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2013

BIROKRASI

Urus Semua Layanan Cukup di Kecamatan BANYUWANGI- Bupati Abdullah Azwar Anas meresmikan program One Stop Service gratis kantor kecamatan di Aula Rempeg Jogopati kemarin (17/7). Dengan program tersebut, semua pelayanan pemerintah daerah bisa dilakukan melalui satu pintu dan cukup di kantor kecamatan. Khusus wilayah Kecamatan Banyuwangi, semua pelayanan dapat diselesaikan di kantor kelurahan. Di 23 kecamatan lain, basis pelayanan belum sampai ke kantor desa. Layanan baru bisa ditangani di kantor kecamatan. Melalui pelayanan satu pintu di kantor kecamatan, warga tidak perlu jauh-jauh datang ke Banyuwangi. Proses pelayanan cukup diselesaikan di kantor kecamatan. “Program ini diluncurkan untuk memangkas proses birokrasi pelayanan dengan waktu dan biaya yang terukur,” ujar Bupati Abdullah Azwar Anas n

Mulai Seleksi

BANYUWANGI - Meski masih kurang sebulan, persiapan pelaksanaan upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI sudah mulai dilakukan di Banyuwangi. Panitia Agustusan Kabupaten Banyuwangi sudah mulai menyeleksi calon anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di Gelanggang Olah Raga (GOR) Tawang Alun Banyuwangi kemarin (17/7). Seleksi Paskibra berlangsung cukup

 Baca Urus...Hal 35

PAK APBD

Bendungan Bomo Terkendala Lahan BANYUWANGI - Pembahasan perubahan Anggaran Pendapat dan Belanja Daerah (APBD) 2013 tidak hanya digunakan untuk merevisi target pendapatan dan belanja. Dalam pembahasan perubahan APBD itu juga akan direvisi beberapa proyek yang tidak bisa dilaksanakan. Beberapa proyek yang gagal dilaksanakan adalah pembangunan gedung kantor Pemkab Banyuwangi senilai Rp 35 miliar. Mega proyek itu gagal dilaksanakan karena gagal lelang. Proses lelang yang digelar pemerintah daerah gagal menghasilkan pemenang. Dari sekian peserta lelang yang memasukkan penawaran, tidak ada satu pun yang memenuhi ketentuan. Pemerintah daerah memutuskan tidak melelang ulang proyek itu karena pertimbangan waktu. Alokasi waktu yang tersisa tidak mencukupi untuk pelaksanaan pembangunan gedung tiga lantai tersebut n  Baca Bendungan...Hal 35

ADA APA LAGI

Bertugas Hitung Uang Dituntut Delapan Bulan BANYUWANGI - Ini peringatan agar karyawati diler lebih berhati-hati dalam menghitung uang nasabah. Seperti yang dialami Agnes Dwi Agustin, 24, pe rempuan yang bekerja di diler Garuda Motor Jajag, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi. Gara-gara berperan menerima dan menghitung uang nasabah pembeli motor, dia dituntut delapan bulan penjara. Apalagi, jika uang nasabah itu tidak disetorkan ke perusahaan oleh ok num c o u nt e r bengkel diler motor tersebut. AGUS BAIHAQI/RaBa Kasus itu bermula Agnes Dwi Agustin saat para pelanggan ramai-ramai protes ke diler motor tersebut. Mereka mengaku sudah membayar angsuran, ternyata tidak diakui pihak diler. Setelah diusut, ternyata uang tersebut digelapkan oknum karyawan diler. Setelah diproses hukum, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi menjatuhkan vonis satu tahun empat bulan penjara untuk Dedi Kurniawan, karyawan bagian bengkel di diler tersebut. Dedi dinyatakan terbukti bersalah karena telah menggelapkan dana pelanggan sebesar Rp 49 juta. Sementara itu, Agnes Dwi Agustin dituntut delapan bulan penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) Heru Sandika SH. Agnes yang tercatat sebagai warga Dusun Krajan, Desa Bakungan, Kecamatan Glagah, itu berperan menerima uang dari pelanggan n  Baca Bertugas...Hal 35

ketat. Ratusan peserta menjalani serangkaian tes di GOR Tawang Alun. Seperti tahun-tahun sebelumnya, panitia akan menjaring 75 anggota Paskibra. Selanjutnya, para pelajar pilihan tersebut akan menjalani masa penggemblengan selama hampir sebulan. Mereka nanti akan dibagi tiga kelompok, di antaranya kelompok 17, kelompok 8, dan kelompok 45. (gal/c1/bay) GALIH COKRO/RaBa

ANGKAT TANGAN: Petugas menyeleksi para pelajar yang akan bertugas menjadi Paskibra di GOR Tawang Alun Banyuwangi kemarin.

Kapasitas 500, Diisi 800 Napi BANYUWANGI - Kerusuhan yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Gusta, Medan, Suma tera Utara (Sumut), memicu atensi jajaran Polres Banyuwangi. Untuk mencegah peristiwa serupa terjadi di Bumi Blambangan, polisi melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lapas kelas II-B Banyuwangi kemarin (17/6) n  Baca Kapasitas...Hal 35

Lapas Banyuwangi

n SIDAK: Kapolres AKBP Nanang Masbudi berbincang dengan mantan bupati Samsul Hadi di Lapas Banyuwangi kemarin.

Kelas Lapas : II-B Alamat : Jalan Letkol Istiqlah, Kecamatan Giri, Banyuwangi Kapasitas : 500 napi Penghuni saat ini : 800 napi/tahanan GRAFIS: ZAKARIA/RaBa

GALIH COKRO/RaBa

Ditinggal Konsultasi, DPRD Sepi Berkas PAW Masuk KPU BANYUWANGI - Lagi-lagi kantor DPRD Banyuwangi lengang. Tidak ada aktivitas berarti di kantor wakil rakyat yang terhormat itu saat jam kerja kemarin (17/7). Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, dari 50 anggota DPRD, hanya tampak dua anggota yang ngantor. Mereka adalah Sukarno asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Abdul Basit asal Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Padahal, informasi yang diterima wartawan menyebutkan, agenda penting ke luar daerah “hanya” di lakukan para anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD. Lantas, ke mana anggota alat kelengkapan dewan yang lain? Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Adil Achmadiono mengatakan, seluruh anggota Banggar DPRD memang tengah melakukan konsultasi ke Jakarta kemarin. Para wakil rakyat tersebut dibagi dua tim n  Baca Ditinggal...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

BANYUWANGI - Gelombang pergantian antar waktu (PAW) sejumlah anggota DPRD Banyuwangi tampaknya tinggal menunggu waktu. Betapa tidak, pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi telah menerima surat dari dua partai politik (parpol) terkait nana-nama anggota dewan yang hendak di-PAW. Mereka di-recall lantaran kembali mencalonkan diri menjadi wakil rakyat tapi dari parpol lain. Komisioner Divisi Hukum KPU Banyuwangi, Irfan Hidayat, membenarkan pihaknya telah menerima surat dari dua parpol terkait PAW tersebut. Dikatakan, dua parpol yang telah menyerahkan surat terkait nama-nama anggota DPRD Banyuwangi yang kini menjadi calon anggota legislatif (caleg) parpol berbeda itu adalah Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) dan Partai Republika Nusantara (RepublikaN). Menurut Irfan, PKNU menyerahkan dua nama anggota dewan yang kini nyaleg dari parpol lain. Mereka adalah Turmudzi dan Nasiroh. Anggota dewan asal RepublikaN yang pindah parpol adalah Eko Susilo n

LENGANG: Kondisi selasar timur kompleks gedung DPRD Banyuwangi kemarin.

 Baca Berkas...Hal 35

DOK. RaBa

Nasiroh

DOK. RaBa

Eko Susilo

DOK. RaBa

Turmudzi

Shally dan Arin, Perenang Masa Depan Banyuwangi

Diincar Beberapa Klub Renang Jatim Prestasi Pengkab PRSI Banyuwangi tidak lepas dari peran dua perenang muda, Mariesca Regina Ratuwishally, 11, dan Arin Nahda Zhafira, 10. Seperti apa kisah dan perjuangan keduanya. NIKLAAS ANDRIES, Banyuwangi SUPEL, dinamis, dan energik. Kesan itulah yang tergambar dari pertemuan pertama dengan dua perenang cilik itu. Usia keduanya pun terbilang masih cukup muda. Meski masih berusia belia, Arin dan Shally bisa dibilang bukan anak sembarangan. Keduanya dikenal sebagai atlet renang dan sudah menorehkan

http://www.radarbanyuwangi.co.id

Paskibra

seabrek prestasi. Potensi yang tentu saja datang tidak begitu saja dan diperoleh atas kerja keras yang berkelanjutan. Salah satu prestasinya, Arin berhasil menyabet predikat perenang terbaik di Kejurprov Jatim 2012. Sementara itu, Shally baru saja menjadi perenang terbaik dalam kejuaraan renang Wali Kota Madiun 2013. Tidak heran, dengan potensi yang dimiliki, keduanya menjadi incaran sejumlah klub renang di Jawa Timur. Saking seringnya tampil bersama dalam beberapa kejuaraan berskala regional maupun open, Shally dan Arin sering dijuluki sebagai kakakberadik. Mereka juga mendapat julukan rising star masa depan dunia renang Banyuwangi n  Baca Diincar...Hal 35

Kapasitas 500 orang, Lapas Banyuwangi dihuni 800 orang Bukan lagi hotel prodeo, tapi hotel es cendol

Ditinggal konsultasi ke Jakarta, DPRD Banyuwangi sepi Kalau ingin tak sepi, orang pusat yang diundang ke sini dong !

NIKLAAS ANDIRES/RaBa

SEBAYA: Mariesca Regina Ratuwishally dan Arin Nahda Zhafira. email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


26

Kamis 18 Juli 2013

Turun tapi Masih Mahal

CERMIN DIRI

Untung-Rugi Konsultasi di Daerah BERITA tentang sepinya kantor DPRD Banyuwangi memang bukan hal yang baru. Dari sudut pandang berita, bisa dibilang kisah tentang wakil rakyat yang bedhol kantor itu sudah bukan sesuatu yang up to date. Sudah sering kali wakil rakyat kita berangkat ke luar daerah. Dalam setahun, tercatat puluhan kali para legislator itu bertugas ke luar daerah. Kadang dilakukan secara berkelompok, kadang pula mereka berangkat bersamasama. Acaranya biasanya kunjungan kerja, studi banding, bimbingan teknis, dan konsultasi. Karena sudah terjadwal, beragam kegiatan legislatif itu memang harus disikapi dengan prasangka baik. Semua kegiatan itu dilakukan demi peningkatan kualitas wakil rakyat kita. Namun, tidak ada salahnya bila konsultasi ke departemen di pusat itu dilakukan di daerah. Karena bukan mustahil, pejabat berwenang di pusat itu diundang ke Banyuwangi untuk melayani konsultasi lembaga legislatif. Peluang mendatangkan mereka pun tetap ada. Nah, jika itu benar-benar terwujud, maka ada beberapa keuntungan yang didapatkan daerah. Salah satunya, orang pusat akan tahu secara langsung kondisi Banyuwangi. Selain itu, kunjungan orang pusat di daerah ini bisa juga bermanfaat untuk ‘’menjual potensi daerah’’, terutama di bidang pariwisata. Karena selain datang untuk meladeni konsultasi wakil rakyat, orang pusat itu juga akan jadi “corong” yang bisa mempromosikan potensi daerah kepada orang-orang sekitarnya. Model promosi semacam itu tentu akan sangat manjur alias lebih mengena. Ayo, mengapa tidak kita coba. (*)

BANYUWANGI - Kabar baik datang dari beragam jenis ikan laut. Setelah naik gilagilaan pekan lalu, kini tren tersebut mulai berbalik arah. Ya, kemarin (17/7) harga ikan laut di pasaran turun cukup signifikan dibanding awal Ramadan lalu. Pantauan di lapangan menyebutkan, para pedagang di Pasar Banyuwangi memasarkan cumi-cumi seharga Rp 45 ribu per kilogram (Kg). Padahal, menjelang Ramadan dan Senin lalu (15/7), harga cumi-cumi mencapai Rp 50 ribu per Kg. Harga ikan kerapu juga menunjukkan tren serupa. Ikan jenis yang satu ini turun harga dari Rp 40 ribu per Kg menjadi Rp 35 ribu per Kg. Ikan marnying juga turun harga, tepatnya dari Rp 28 ribu per Kg menjadi Rp 22 ribu per Kg. Penurunan harga ikan tongkol bahkan lebih ekstrem, yakni mencapai Rp 10 ribu per Kg. Jika sebelumnya pedagang memasarkan tongkol seharga

Kirim tulisan Anda ke alamat di bawah ini:

Rp 35 ribu per Kg, kini turun menjadi Rp 25 ribu per Kg. Hawa, 45, seorang pedagang di Pasar Banyuwangi mengatakan, penurunan harga beragam jenis ikan laut itu disebabkan ikan hasil tangkapan nelayan mulai melimpah. “Selain itu, pembelian konsumen juga mulai turun dibandingkan awal Ramadan lalu. Akibatnya, harga ikan turun,” ujarnya. Hawa berharap, tren penurunan harga ikan laut itu terus berlanjut. Pasalnya, meski harga beragam jenis ikan laut sudah turun, tapi harga yang berlaku di pasaran masih lebih tinggi dibanding harga ikan laut sebelum Ramadan lalu. Sebelum Ramadan, harga cumi-cumi “hanya” Rp 35 ribu per Kg. Di saat bersamaan, harga ikan marnying Rp 20 ribu per Kg. Sementara itu, sebelum Ramadan, harga ikan tongkol mencapai Rp 25 ribu per Kg, dan harga ikan kerapu Rp 35 ribu per Kg. (sgt/c1/bay)

OPINI DAN REMBUGAN

HASIL LAUT : Seorang pedagang menjajakan cumi-cumi di Pasar Banyuwangi kemarin.

Naskah Opini panjang tulisan sekitar 850 kata. Sedangkan Rembugan maksimal 250 kata. Kirim ke artikelradarbwi@gmail.com. Sertakan nama dan identitas penulis. SIGIT HARIYADI/RaBa

Naskah yang sudah dua minggu berada di redaksi dan tidak termuat otomatis dianggap kembali ke pengirim.

SUARA PEMBACA Tulis permasalahan yang Anda hadapi terkait layanan publik. Baik terhadap intansi swasta maupun pemerintah. Sertakan alamat yang lengkap disertai fotokopi identitas dan nomor telepon Anda. Kirim ke artikelradarbwi@gmail.com

KRIMINALITAS

Motor PNS Raib saat Diparkir SITUBONDO - Belum terlacak pelaku pencurian dua motor milik mahasiswa Universitas Abdurachman Shaleh (Unars), aksi curanmor kembali terjadi di Kota Santri kemarin (16/7). Kali ini yang menjadi korban adalah Hendra Bagus, salah seorang pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Situbondo. Pria 31 tahun itu kehilangan motor Honda Tiger bernopol P 3108 ET. Saat kejadian, Hendra memarkir motornya itu di halaman samping SKPD di Jalan WR. Supratman tersebut. Saat diparkir, motor tersebut sudah dikunci setir. Pencurian terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Hendra baru sadar menjadi korban pencurian motor saat hendak pulang ke rumahnya. Warga Kelurahan Patokan, Kecamatan Kota, Situbondo, itu langsung mencari ke sejumlah tempat di sekitar kantornya, tapi hasilnya nihil. Kasubag Humas Polres Situbondo, AKP Wahyudi, membenarkan berita curanmor dengan korban salah seorang PNS di lingkungan Pemkab Situbondo tersebut. Diakui, kasus curanmor sangat memerahkan telinga aparat penegak hukum. “Sejak awal puasa aksi curanmor terus meningkat. Makanya kami mengimbau warga Kota Situbondo agar ekstra hati-hati dan waspada saat memarkir motor,” imbau AKP Wahyudi. (pri/c1/als)

Pelengkap Isi Es Naik Rp 2.000 PANJI - Selama Ramadan ini semua barang konsumsi diburu masyarakat. Salah satunya pelengkap isi es yang satu ini. Pelengkap isi es yang dimaksud adalah kolang-kaling, cincau, rumput laut, dan nata de koko. Pada puasa ini, harga sejumlah isi es tersebut juga naik. Meski begitu, banyak warga yang tetap memburunya sebagai minuman berbuka puasa. “Alhamdulillah tetap laris, Mas,” kata Mayati, salah seorang pedagang kolang-kaling di Pasar Mimbaan, Panji. Dikatakan, kenaikan harga sejumlah pelengkap minuman es tersebut sudah terjadi sejak awal puasa. Rata-rata kenaikan harga bahan itu Rp 2 ribu. “Harganya naik mulai awal puasa lalu,” imbuhnya. Data yang berhasil dikumpulkan, harga kolang-kaling sebel-

umnya Rp 10 ribu per kilogram (kg). Begitu memasuki bulan puasa, harganya menjadi Rp 12 ribu per kg. Kenaikan harga yang mencapai Rp 2 ribu itu juga terjadi pada rumput laut. Karena itu, para pedagang tidak lagi menjualnya secara kiloan melainkan dikemas untuk satu keluarga saja. “Kalau rumput laut per kilogram mahal. Jadi, dibungkus dengan takaran cukup untuk sekeluarga. Harga per bungkus Rp 2 ribu,” kata Hendri, pedagang lain. Pelengkap es, seperti cincau dan nata de koko, harganya sama-sama naik seribu rupiah. Cincau harganya Rp 3 ribu dan nata de koko harganya Rp 2 ribu per kg. “Cincau dan nata de koko naik cuma seribu,” terang Hendri. Hampir setiap hari semua pelengkap es yang dijual di Pasar

Mimbaan tersebut habis diserbu warga. Namun, warga yang membeli di pasar itu kebanyakan penjual es. “Warga biasa juga banyak, tapi kalah banyak dengan pedagang es,” imbuhnya. Menurut para pedagang, yang menjadi faktor banyak warga memburu kolang-kaling dan cincau, karena beberapa bahan tersebut akan dijadikan menu berbuka puasa. Sebab, penyajian sejumlah pelengkap isi es tersebut tergolong simple. Sehingga, banyak warga yang suka. “Menyiapkannya kan sederhana, tidak ribet. Selain itu, juga seger untuk buka puasa,” kata Hendri. Mereka bersyukur pada puasa kali ini dagangannya selalu ramai. Meski begitu, mereka tidak ingin harga bahan-bahan itu melonjak seperti harga sejumlah kebutuhan pokok. (rri/c1/als)

NUR HARIRI/RaBa

BERKAH RAMADAN: Harga berbagai macam pelengkap es yang dijual Mayati di Pasar Mimbaan ikut naik.

ORMAS

Laskar Merah Putih Beda dengan KPJ Laskar Putih BANYUWANGI - Ketua Laskar Merah Putih Markas Cabang Banyuwangi, Poltak Situmorang, meluruskan pemberitaan sidang di PN Banyuwangi Senin lalu (15/7). Menurut dia, terdakwa kasus illegal logging yang kini menjalani rangkaian persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi bukan berstatus sebagai ketua Laskar Merah Putih. Kepada wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, Poltak menunjukkan kartu identitas yang menerangkan dirinya sebagai ketua Laskar Merah Putih Markas Cabang Banyuwangi. “Saya menjabat ketua Laskar Merah Putih Markas Cabang Banyuwangi sejak 2005,” ujarnya kemarin (17/7). Poltak mengaku keberatan dengan berita tersebut. Dikatakan, Muhamad Yunus Wahyudi yang menjadi terdakwa kasus illegal logging itu bukanlah ketua Laskar Merah Banyuwangi. “Mungkin nama lembaganya nyaris sama dengan Laskar Merah Putih. Tetapi, kembali saya tegaskan, yang bersangkutan (Yunus) bukanlah ketua Laskar Merah Putih Markas Cabang Banyuwangi,” tegasnya. Sementara itu diberitakan sebelumnya, ketua Laskar Merah Putih (yang benar adalah ketua KPJ Laskar Putih Banyuwangi) Yunus menjalani sidang. Dia tersandung kasus illegal logging dengan peran sebagai koordinator yang meminta bantuan terdakwa lain mengambil kayu jati di hutan Petak 88h, RPH Selogiri, BKPH Ketapang, KPH Banyuwangi Utara. Seperti diberitakan sebelumnya, Muhamad Yunus Wahyudi, 41, asal Dusun Kaliboyo, Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo, mulai disidang di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi Senin lalu (15/7). Dalam persidangan yang dipimpin Siyoto SH, Yunus tidak sendirian duduk di kursi terdakwa. Dia disidang bersama enam terdakwa lain, yakni Lutut Widi Hardiyanto, 34, warga Dusun Kaliboyo, Desa Kradenan; M. Imron, 38, asal Dusun Talunrejo, Desa Sembulung, Kecamatan Cluring; dan Sudiyono, 51, warga Dusun Krajan, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng. Terdakwa lain adalah Sulaiman, 52, warga Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng; Soeyanto, 53, asal Jalan Gubeng Kertajaya V-F/22, Kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya; dan M. Gading Setiyawan, 41, Jalan Ngagel Mulyo Gg VIII, No 2, Surabaya. (sgt/c1/bay) Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho. Desain Iklan: Mohammad PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/ mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Kamis 18 Juli 2013

PACEKLIK IKAN

ALI NURFATONI/RaBa

SEPI IKAN: Perahu selerek sandar di Pelabuhan Muncar.

Perahu Nelayan Terancam Rusak MUNCAR - Para nelayan yang mangkal di Pelabuhan Muncar masih menjerit. Pasalnya, paceklik ikan masih belum berhenti. Hingga kemarin, belum ada tanda-tanda ikan bakal melimpah. Akibat paceklik ikan tersebut, banyak perahu yang terancam rusak. Selama musim ikan sepi, banyak perahu yang tidak melaut dan terpaksa bersandar di Pelabuhan Muncar. Karena lama tidak berlayar, tidak sedikit perahu jenis selerek yang dibiarkan mangkrak. Banyak perahu sandar hingga berlumut. ‘’Perahu ini sudah sandar di sini empat bulan,” ujar Agus, salah satu nelayan. Ditemui di Pelabuhan Muncar kemarin, Agus mengatakan, sebagian perahu memang dibiarkan begitu saja. Tetapi, ada pula yang merawat perahu mereka secara kontinu. “Nggak tahu sampai kapan sepi ikan terus. Nggak ada ikan sudah lama,” katanya. Kepala Desa Kedungrejo, Abdurahman mengungkapkan, para nelayan Muncar kini sedang menghadapi ujian berat. Sebab, paceklik ikan masih terus berlanjut. ‘’Sampai sekarang, para nelayan tidak ada yang melaut,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Dia menuturkan, akibat paceklik ikan yang berlangsung cukup lama itu, banyak nelayan yang beralih profesi. Bahkan, tidak sedikit yang nekat ke luar daerah mencari pekerjaan. ‘’Banyak yang pergi ke Bali untuk bekerja,” terang kades berkacamata itu. Dia berharap agar musim paceklik ikan tersebut kembali normal. Pasalnya, mayoritas masyarakat Muncar menggantungkan hidupnya dari hasil ikan laut. (ton/c1/aif)

Cak Dikin Manggung di RTH Maron

GENTENG - Suasana Ruang Terbuka Hijau (RTH) Maron, Kecamatan Genteng, terasa berbeda kemarin malam. Budayawan kondang asal Srono yang kini tinggal di Kota Solo, Mohammad Sodikin alias Cak Dikin, tampil lengkap bersama grup musik campursari menghibur para pengunjung. Dalam acara yang dikemas dengan

judul “Campursari Campur Ngaji” itu, Cak Dikin duet dengan Mbak Wiwit yang juga turut menghibur para pengunjung RTH Maron. Acara tersebut makin lengkap karena dipadu dengan penampilan grup musik Al-Mumtaz dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Banyuwangi n Baca Cak Dikin...Hal 35

MEMUKAU: Cak Dikin dan Mbak Wiwit saat tampil di RTH Maron, Kecamatan Genteng, kemarin malam.

ABDUL AZIZ/RABA

ADA APA LAGI

Perbaiki Pipa yang Jebol ini, pipa sebagai pengganti itu belum dari bahan besi. ‘’Nanti, bisa diganti dengan besi sambil menunggu bantuan dari pemerintah,’’ terangnya. Kerja bakti tersebut akan terus dilakukan. Sebab, masih banyak pekerjaan yang belum diselesaikan. ‘’Kita masih banyak PR. Kami bersama warga akan terus kerja bakti memperbaiki pipa,’’ janjinya. Menurut dia, warga sangat ke-

Warga Masih Kesulitan Air ABDUL AZIZ/RABA

DITAMBAL: Jembatan yang menyebabkan pengendara motor terperosok ditambal warga kemarin.

Diguyur Hujan, Jembatan Jebol GENTENG - Diduga tak kuat menahan derasnya air sungai, jembatan di Dusun Krajan 1, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, jebol. Ambrolnya jembatan di jalan raya jurusan Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, menuju Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring, itu sempat mencelakakan pengemudi motor. Warga setempat, Wawan mengatakan, Senin malam usai salat tarawih, dia melihat pengendara motor terjatuh di lokasi tersebut. “Jalannya agak menikung, sehingga orang dari arah selatan tidak tahu bahwa jembatan itu berlubang,” tuturnya. Khawatir kejadian tersebut terulang, warga sekitar tempat kejadian perkara berinisiatif memperbaiki jembatan yang berlubang tersebut. Jembatan yang berlubang itu dicor menggunakan semen hasil iuran warga. Warga juga memasang bambu sebagai penghalang sementara agar tambalan tersebut tak digilas kendaraan hingga kering. (azi/c1/aif)

SONGGON - Kerusakan sejumlah fasilitas umum di wilayah Songgon akibat banjir belum seratus persen teratasi. Hingga kemarin, dua desa masih kekurangan pasokan air bersih. Sebab, pipa penghubung air dari mata air lereng Gunung Raung masih rusak. Dua desa itu adalah Desa Sumberarum dan Sumberbulu. Sejak pipa jebol, pelanggan HIPAM belum mendapat air bersih. Terkait kerusakan itu, warga bersama aparat dan perangkat desa bahu-membahu memperbaiki saluran pipa air bersih di Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon, kemarin. Dalam kerja bakti masal itu diketahui bahwa tidak semua rusak saluran pipa berdiameter 3 dim. ‘’Ada pipa yang masih bisa

sulitan mendapatkan air bersih. Bagaimana tidak, mau mencari air di sungai juga keruh. ‘’Sumur juga tidak ada. Ya satu-satunya jalan ya pakai saluran itu,’’ tandas Sarengat. Rencananya, kerja bakti tersebut akan dilangsungkan secara bergilir. Sepanjang hari kemarin, puluhan warga bersama aparat memperbaiki saluran pipa yang jebol di Dusun Sumberagung. (ton/c1/aif)

ALI NURFATONI/RaBa

KERJA BAKTI: Puluhan warga bersama aparat TNI memperbaiki pipa air di tepi Sungai Kumbo, Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon, kemarin.

digunakan. Yang rusak segera kita ganti supaya warga bisa menikmati air bersih,’’ ungkap Kepala Desa Sumberbulu, Sarengat Makruf, kemarin. Pemerintah desa mengambil keputusan langsung mengganti

pipa yang rusak itu dengan yang baru. ‘’Ya ngutang dulu di toko bangunan. Karena ini sifatnya harus segera dan tidak bisa ditunda-tunda,” kata Sarengat. Pipa yang dibutuhkan sekitar 30 lonjor. Untuk sementara

DKP Tambah Lima Unit Motor Bak Sampah

TOHA/RaBa

BARU: Lima unit motor bak sampah mangkal di Kantor DKP, kemarin. Keberadaannya akan membantu petugas kebersihan agar lebih cepat dalam bekerja.

BANYUWANGI - Lima unit motor bak sampah untuk membantu pesapon Banyuwangi tiba di Banyuwangi. Keberadaan lima motor bak ini untuk menambah tiga armada yang ada sebelumnya. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Banyuwangi, Drs. H. Arief Setiawan menjelaskan, keberadaan delapan unit motor bak sampah ini untuk mendukung program Banyuwangi bersih. Sehingga diharapkan dengan penambahan armada ini para pesapon yang ketika membersihkan ruas jalan dapat langsung menaruhnya di bak motor tersebut. Rencananya, lima unit roda tiga bak sampah ini akan dibagi dua fungsi, yaitu 3 unit bidang kebersihan dan dua unit untuk bidang pertamanan. “Kendaraan untuk bidang pertamanan ini kita lengkapi dengan tendon

mini dan selang penyemprot. Kendaraan ini diharapkan bisa membantu DKP untuk menyiram tanam yang sulit dijangkau mobil besar,’ ujarnya. Arief menambahkan, setiap hari sampah yang dihasilkan di Banyuwangi ini mencapai 492 meter kubik. Untuk mengangkat sampah sebanyak itu, DKP rotasi armadanya dua kali sehari. “Dengan demikian keberadaan lima unit motor bak sampah ini diharapkan sedikit banyak membantu petugas kebersihan,” jelasnya. Saat ini, imbuh dia, DKP sangat fokus terhadap program yang diusung Bupati Abdullah Azwar Anas, yaitu Banyuwangi bebas dari sampah. Program ini paling tidak pada tahun 2014 sudah teralisasi. Maka dari itu, DKP selalu membuat terobosan-terobosan agar program itu bisa

dilaksanakan. Luasnya Kabupaten Banyuwangi membutuhkan langkah tepat untuk menyukseskan Banyuwangi bebas dari sampah. Salah satu, cara yang getol dilakukan oleh DKP adalah mencari dan mengumpulkan para kader dasawisma untuk turut berpartisipasi dalam program ini. Mereka diberikan pengertian tentang pemilihan sampah. Dengan begitu, sampah yang dikeluarkan masing-masing rumah tangga, harus dipilah oleh warga yang membuang sampah. Misalnya sampah kering, diletakkan tersendiri begitu juga dengan sampah basah, beri tempat khusus .Sampah basah dikelola menjadi pupuk, sementara yang kering bisa dikembangkan menjadi bahan daur ulang yang bisa dimanfaatkan. Misalkan, bungkus detergen bisa

dibuat topi, tas. Lalu, bekas sedotan plastik bisa dibuat bunga hias atau lainnya.  “Dengan begitu sampah tidak akan menggunung, perlahan tapi pasti Banyuwangi Merdeka dari Sampah akan bisa tercapai,” kata Arief. Sekadar diketahui, saat ini DKP punya sembilan armada truk sampah untuk membuang sampah sebanyak itu. Oleh sebab itu, untuk mengurangi volume sampah yang diangkut ke tempat pembuangan sampah akhir (TPSA), DKP melaksanakan program pemilahan sampah melalui kader lingkungannya.  Kader tersebut, kata Arief, telah berhasil memilah sampah organik sekitar 934,50 kg per bulan. Sedangkan pada Januari 2012, produksi sampah anorganik Banyuwangi mencapai 99,43 meter kubik setiap harinya, atau 2,982,79 meter kubik setiap bulan.  (adv/aif)


28

Kamis 18 Juli 2013

Jadwal Imsakiyah Imsyak 04.07

Subuh 04.17

Duhur 11.30

Ashar 14.51

Maghrib 17.22

Isyak 18.35

SUMBER: BADAN HISAB RUKYAT (BHR) BANYUWANGI

HIKMAH

Beratnya Mendidik Anak Zaman Sekarang ANAK merupakan anugerah termahal bagi orang tua. Banyak orang tua yang mengharapkannya tapi tak kunjung diberi. Sementara banyak juga orang tua yang dengan mudah memperolehnya. Tapi, jangan pula merasa bangga dengan hadirnya anak, jika kita tak mampu membekalinya dengan pendidikan yang benar sesuai ajaran Islam. Karena, selain anugerah, anak juga merupakan amanah “berat” yang dititipkan Allah kepada orang tuanya. Terlebih lagi di tengah-tengah merosotnya nilai-nilai etika, moral, dan gencarnya serangan permisifisme (budaya serba boleh) melalui media elektoronik, tanggungjawab orang tua menjadi kian berat. Anak memang anugerah. Bahkan di dalam Alquran dikatakan sebagai perhiasan hidup. “Harta dan anakanak adalah perhiasan kehidupan dunia…” (QS. alKahfi : 46). Bayangkan, jika hidup kita tanpa perhiasan, OLEH: keluarga akan terasa kurang Asmu’i Syarkowi indah. Untuk itu kita patut bersyukur atas nikmat Allah yang dititipkannya melalui anak-anak kita. Rasa syukur itu dapat kita wujudkan dengan mengasuh dan mendidik mereka berlandaskan fitrah dan kasih sayang. Selain sebagai anugerah, anak diberikan kepada orang tuanya sebagai amanah ”berat” untuk dipelihara, dididik, dan dibina agar berkualitas dan tangguh. Seperti diperintahkan dalam Alquran, “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar” (QS. anNisaa’ : 9). Anak yang dirawat dan dididik dengan sebaikbaiknya nantinya akan menjadi anak dambaan yang oleh Alquran disebut qurrata a’yun (Q.S. Al-Furqan : 74). Setiap orang tua harus menyadari amanah ini. Karena orang tualah yang bertanggungjawab terhadap pendidikan anak-anaknya. Jika orang tua tidak memiliki kemampuan untuk mendidik, tanggungjawabnya memang dapat dibagi atau bahkan dialihkan kepada guru di sekolah atau lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Namun peran sentral harus tetap pada orang tua. Caranya, sudah barang tentu orang tua dapat memilih guru atau sekolah untuk anak-anaknya dengan kriteria yang tepat n Baca Beratnya...Hal 35

ANDA punya tulisan terkait Ramadan? Jangan biarkan mengendap di komputer Anda. Kirim ke radarbwi@gmail. com. Jangan lupa sertakan pas foto. Tulisan yang dimuat akan mendapat souvenir berupa Alquran terjemah dari Yayasan Dana Sosial al-Falah (YDSF) Banyuwangi. Bagi penulis yang artikelnya sudah dimuat, silakan ambil souvenir di kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi, Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi (tiap jam kerja). Jangan lupa membawa identitas diri dan bukti koran.

BANYUWANGI

BANYUWANGI

Diawali Buka Puasa Bersama BANYUWANGI - Setelah menuntaskan kegiatan ibadah umrah di tanah suci Makkah, mulai hari ini (18/7) Bupati Abdullah Azwar Anas akan mulai start kegiatan Safari Ramadan 1434 H. Kegiatan safari Ramadan diawali dengan acara silaturrahmi dan buka puasa bersama dengan sejumlah elemen masyarakat di Pendapa Shaba Swagata Blambangan. Dalam kegiatan buka bersama itu, Bupati Anas mengundang anggota forum pimpinan dsaerah (Forpimda), instansi vertikal, BUMN, pimpinan perbankan, pengurus MUI, pengusaha dan tokoh masyarakat. Kabag Humas dan Protokol, Juang Pribadi mengatakan, safari Ramadan yang akan dilakukan Bupati Anas bersama jajaran bertujuan untuk membangun silaturrahim dengan semua stakeholder dan lapisan masyarakat. Roadshow kegiatan Ramadan akan dilakukan setelah acara buka puasa

DOK.RaBa

Abdullah Azwar Anas

bersama di Pendapa Shaba Swagata Blambangan. “Bupati, wakil bupati, dan sekretaris daerah akan turun bersama untuk bertatap muka dengan berbagai elemen masyarakat,” ungkap Juang Pribadi. Kegiatan safari Ramadan ini, kata Juang akan menjadi ajang untuk meningkatkan kepedulian sosial melalui pemberian santunan anak yatim dan pemberian bantuan sembako kepada duafa dan fakir miskin.

BENNY SISWANTO/RaBa

ALL OUT: Personel grup patrol Banyuwangi Putra tengah berlatih di kantor Kelurahan Temenggungan, Banyuwangi, malam kemarin (16/7).

Demi Banyuwangi, Bertekad Tampil Maksimal BANYUWANGI - Persiapan mengikuti grand final Jawa Pos Festival Ramadan terus dilakukan grup patrol Banyuwangi Putra. Setiap usai salat tarawih, grup asal Kelurahan Temenggungan, Kecamatan Banyuwangi, itu intens berlatih di kantor kelurahan setempat. Ketua grup patrol Banyuwangi Putra, Eko Rastiko mengatakan, fokus latihan yang kini dijalani adalah kekompakan,

BANYUWANGI

keserasian, harmonisasi, dan improvisasi. Tidak hanya itu, ketepatan waktu penampilan yang dibatasi hanya tujuh menit untuk masing-masing peserta juga menjadi salah satu menu latihan tersebut. “Lagu yang akan kami bawakan saat grand final berbeda dengan lagu yang kami tampilkan pada saat audisi di Banyuwangi. Yakni lagu berjudul Ayo Podo Puoso,” ujar Eko

BANYUWANGI

kemarin (17/7). Grup patrol Banyuwangi Putra terdiri dari delapan personel. Empat personel berperan sebagai penabuh trotok, satu personel memainkan angklung, dua personel memainkan krucilan, dan satu personel bertugas menabuh gong. “Semoga tim kami bisa meraih hasil maksimal dalam grand final yang akan dihelat di Surabaya mendatang,”

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Kijang LGX ‘04 •

• Nissan •

Dijual BU Toyota Kijang LGX 1,8 th 2004 silver, barang bagus/istimewa, no STNK panjang, harga 140 juta, cash tanpa perantara, hub 081229225219 / Yanto

Promo Nissan pameran di Giant Sun East & dealer Nissan Bwi Jl. Letjen S. Parman 150 Pakis, Bwi. Daptkan diskon&bonus ++ ready stock all type hub 0333-446022 Nissan

• Avanza ‘08 & ‘11•

• Kijang Innova ‘06 •

• Isuzu Panther ‘05 •

Jual Toyota Avanza G, Hitam Metalik Vr. Racing, Plat P. Banyuwangi, tahun 2008 (127), tahun 2011 (138), mulus. Hubungi. 081914700510

Dijual Toyota Kijang Innova G XW tahun 2006 biru metalik, harga 147,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Isuzu Panther TBR 541 LS 25 MT tahun 2005 hitam harga152,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Grand Livina ‘07 •

• Daihatsu Terios ‘07 •

• Toyota Avanza ‘11 •

Dijual Nissan Grand Livina XV 1,5 MT tahun 2007 abu-abu tua metalik, harga 142,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Daihatsu Terios F700 RG TS tahun 2007 hitam metalik, harga 137,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Toyota Avanza 1.3 G tahun 2011 abuabu metalik, harga 139,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

• 5 Kapling Tanah •

• Jual Mesin •

• STNK •

• Driver Penjor Travel •

• Colt Diesel FE ‘08 •

Jual mesin 4D FE 30 hdp+posneleng+ radiator+ casis. Hub. 0811341488 / 087808143338

Hlg STNK P 2302 V, an. Abdolah, Dsn. Krajan 06/03, Bedewang, Songgon, Bwi.

Jual C Diesel FE 71 th 2008, Taft 93 full audio ban 33. Istimewa. H. 08123353223

• Jl. Denpasar •

• Rental Mobil •

Dijual Tanah 2000 M2, Jl. Denpasar, Kalipuro Bwi, Hub 082141046676.

RENTAL MOBIL BANYUWANGI. HUBUNGI: 0819-3484-3445

Hlg STNK P 4036 XG an Sulastri, Dsn. Krajan 03/01 Dasri, Tegalsari, Bwi.

Dicari Driver min SIM B1 Menguasai wil bwi-sby/mlg, dps-sby/mlg, jbr-sby/mlg kirim lamaran ke CV "Penjor Bali Transport" Jl. Pb. Sudirman, No.17 Bwi.

• Tanah 2 Kapling •

• Percetakan • Cetak Mug 10rb,pin 2rb, ganci 2,5rb. Kaos,polo,pulpenEFOD417992-081913906633

SITUBONDO • Jl. Argopuro •

• Pengobatan Lahir Batin • Pngobatan lahir batin mlayani sgl hajat Insya Allah Mustajabah PP.Al Abbas 087759585558

Hlg STNK P 5276 WW, an. Suriyadi. Sukorejo 03/05 Lemahbang Kulon, Singojuruh Hlg STNK P 6893 YH, an. Arwan Nurhadi, Krajan Selatan 02/02 Singojuruh, Singojuruh

• BPKB •

• Nissan Banyuwangi • Nissan Banyuwangi bth karyawan/ti sales executive&sales counter min SMA Kirm srta lamaran ke Nissan Banyuwangi Jl. Letjen S. Parman 150, intrvw tgl 8-17 Juli Don't Miss It!!! pukul 09.00

• Isuzu Panther ‘94 • Dijual Panther 1994 AC/TP/Racing mls biru muda, 70 jt nego, a/n sendiri, brng bgus, tnp perntara. Hub. 081336581680

• Promo Daihatsu • Lebaran pakai All New Xenia? Cma dgn 20jutaan mobil bisa dbwa pulang. Hub: Hadi 081233432555 / 081559705555

Hlg BPKB AE 803 NF, an. Dwi Mulyanto, Glatik 1/7 Lanud IWY Kec Maospati Magetan.

Jual tnh SHM 10x20, 955 m2, 1150 m2 @750 rb/ m2Jl.Argopuro15BdktRoyalStbH.082333008871

harapnya. Eko memohon doa restu warga Banyuwangi. Dia pun bertekad menampilkan kemampuan terbaik dalam gelaran yang diselenggarakan koran terbesar di Indonesia tersebut. “Mohon doa restu kepada masyarakat Banyuwangi agar tim kami bisa meraih hasil terbaik demi Bumi Blambangan,” pungkasnya. (sgt/als)

BANYUWANGI

Djl 5 Kapling tnh Jl. Supriyadi & tnh L.1.128m2 Tamanbaru, SHM, Vici 081336142143

Dijual 2 tanah Kapling msg2 uk: 10x20 M2, Lokasi Kebalenan, SHM Harga : 75 Juta Hun: 082141060580/083847407631

“Juga akan ada pemberian sarung dan bantuan sembako kepada penambang belerang gunung Ijen. Aksi sosial ini akan menjadi agenda tetap sepanjang kegiatan safari Ramadan,” ujar Juang. Safari Ramadan tahun ini, lanjut Juang, akan berlangsung mulai 18 Juli dan akan berakhir pada 3 Agustus 2013. Lokasi safari tidak hanya di kota saja melainkan bergantian di beberapa kecamatan. “Sasaran lokasinya meliputi Kecamatan Wongsorejo, Glagah, Licin, Srono dan Genteng,” ungkap Juang. Pelaksanaan safari Ramadan akan digelar berbeda dengan tahun 2012 lalu. Jika sebelumnya, kegiatan hanya diisi acara buka bersama, tahun ini akan dilanjutkan dengan tarawih dan sahur bersama di beberapa lokasi. “Salah satu lokasi acara sahur bersama akan dilakukan di Pasar Subuh Desa/Kecamatan Bangorejo,” tambah Juang. (afi/als)

BANYUWANGI • Brawijaya Regency • Dijual cpat murah rumah di Brawijaya Regency C11 Hub 0817350774 (No SMS)

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan secara resmi di Radar Banyuwangi.


BALJEBOL

Kamis 18 Juli 2013

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

33

LUMAJANG

14 Pemilik Tower ”Kemplang” Retribusi

KECELAKAAN

Hasil Laporan Badan Pemeriksa Keuangan

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

TERLINDAS MOBIL: Mayat Jumaida langsung digotong menuju puskesma Bangsalsari untuk dilakukan otopsi.

Nenek Pencari Rumput Tewas Tertabrak Mobil JEMBER - Seorang nenek pencari rumput, kemarin (17/7), tewas mengenaskan tertabrak mobil box, di jalan raya Petung Bangsalsari. Perempuan berusia sekitar 60 tahun itu, tewas terkapar di jalan beraspal yang ada di sebelah barat pasar Petung. Korban bernama Miraya alias Jumaida, warga Dusun Krajan, Desa Petung Bangsalsari itu, awalnya mengayuh sepeda anginnya bermuatan rumput, bersama temannya yang lain dari arah barat. Seketika, mobil box bernopol N 8367 CJ datang dari arah yang sama, dengan laju kendaraan yang begitu kencang. Tanpa diduga, mobil yang dikendarai Yudi Purwanto, seorang warga Malang itu, bagian belakangnya menyentuh rumput yang dibawa korban. Akhirnya, korban tersrempet dan terpental, kemudian terlindas ban sebelah kiri. Fendi, saksi mata yang melihat kejadian itu mengungkapkan, jika korban tewas seketika dengan luka di kepala dan kaki. “Kejadiannya begitu cepat. Jumaida tewas setelah dilindas ban belakang mobil box itu,” ungkapnya. Sekitar 15 menit dari kejadian kecelakaan tersebut, petugas polisi Polsek Bangsalsari datang kelokasi kejadian, untuk melakukan evakuasi korban dan mengamankan barang bukti, berupa sepeda angin yang dikendarai korban. (rul/jum/hdi/jpnn)

JEMBER - Berdasarkan hasil laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Tahun Anggaran 2012, sebanyak 14 perusahaan jasa telekomunikasi yang menggunakan ratusan tower di wilayah Jember, tidak membayar retribusi daerah BPK menemukan, ada 18 perusahaan pemilik tower yang beroperasi di Jember. Dari jumlah tersebut, Dinas Perhubungan Jember telah memberikan izin pendirian tower sebanyak 324 unit. Kenyataannya, hanya 12 unit tower yang tercatat rutin dibayarkan retribusinya oleh empat perusahaan. Sedangkan 14 perusahaan lainnya tidak membayar retribusi (selengkapnya baca grafis). Otomatis, banyak perusahaan yang sampai kini bisa menikmati keberadaan 312 tower yang sudah berdiri, tanpa mau membayar retribusi. Tidak heran bila selama tahun 2012 lalu, Dinas Perhubungan hanya mendapatkan

retribusi dari pendirian tower sebesar Rp 68,09 juta. Pendapatan tersebut kecil karena mayoritas perusahaan pemilik tower tidak mau membayar retribusi yang menjadi kewajibannya. Atas kenyataan itulah, BPK menilai, pengelolaan Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi tidak dijalankan dengan baik oleh Dinas Perhubungan. Padahal sejatinya, nilai retribusi tower terdapat dalam Surat Keterangan Retribusi Daerah (SKRD) sebesar dua persen dari Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) bangunan tower. Ketentuan itu juga sudah diamanatkan dalam Pasal 115 Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2011 Tentang Retribusi Jasa Umum. Ternyata, Dinas Perhubungan Jember sepertinya hanya menerbitkan SKRD untuk empat perusahaan dengan jumlah tower 12 unit. Padahal, tower yang tercatat diberi izin untuk beroperasi sebanyak 324 unit. Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Dinas Perhubungan Jember Djuwarto tidak mau menjawab hal itu secara

Data Perusahaan Tidak Membayar Retribusi Pendirian Tower No

Perusahaan

Jumlah Tower

1. Dian Swastika Sentosa 2. Persada Sokatama 3. Naragita Dinamika Komunika 4. Daya Mitra Telekomunikasi 5. Lintas Media Asia 6. Smart Freen 7. XL Axiata 8. Telkomsel 9. Indosat 10. Protelindo 11. Telkom Flexi 12. Bakrie Telkom 13. Nurama Indotama 14. Sampoerna 15. HCPT 16. Axis Telekom Indonesia 17. Bina Tower Sejahtera 18. Tower Bersama Group Jumlah

Retribusi (Rp)

SKRD

1 3 3 5 2 12 31 72 30 40 10 1 22 5 5 28 1 53

7.284.300 17.567.100 16.478.200 26.761.100 -

Ada Ada Ada Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada

324

68.090.700

Sumber: Laporan Hasil Pemeriksaan BPK ZAKARIA/RaBa

langsung. Malah dia mengarahkan sejumlah media untuk menanyakan kepada bawahannya saja. “Saya tidak tahu detail, silakan ke

Pak Satuki (Kepala Seksi Bidang Pengendalian Menara Telekomunikasi),” katanya saat dihubungi melalui telepon seluler.(ram/wnp/jpnn)

SIAGA: Petugas dari Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Jember saat mengamankan uji coba perubahan lalin, kemarin.

CUKAI TEMBAKAU

Tujuh SKPD Dipanggil Kejari JEMBER - Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember bergerak cepat mengusut dugaan penyimpangan sejumlah proyek yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2012. Untuk pengumpulan data awal, Kejari memanggil tujuh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) penerima DBH CHT dengan anggaran Rp 17 miliar. Pada tahap awal, memang dilakukan pengumpulan data mulai dari yang berupa dokumen hingga kondisi di lapangan. Bahkan, lembaga perencana dan seluruh instansi penerima DBHCHT, yakni tujuh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), telah dipanggil satu per satu. Mereka diminta untuk memberikan klarifikasi terkait laporan LSM Government Corruption Watch (GCW) yang menengarai proyek DBHCHT telah dikorupsi. “Sudah saya perintahkan kepada intel untuk menindaklanjuti laporannya. Teknis-teknis dan materinya tanya langsung ke Intel (Seksi Intel). Mereka lebih tahu detail,” terang Kajari Jember Aris Surya di kantornya. Saat dikonfirmasi, Kepala Seksi Intelijen Eko Tjahjono mengatakan, permintaan klarifikasi ditujukan kepada Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten (Bappekab), Dinas Perindustrian Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM), Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut). Termasuk Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (Disperikel), Kantor Lingkungan Hidup (KLH), serta Dinas Kesehatan. (ram/wnp/jpnn)

HERU PUTRANTO/RADAR JEMBER/JPNN

Perubahan Lalin, Jalan Trunojoyo Lancar

JEMBER - Uji coba perubahan arus lalu lintas membuahkan hasil di hari pertama. Perubahan arus jalan Diponegoro yang dibalik arahnya kemarin membuat kepadatan yang biasanya terjadi di Jalan Trunojoyo, bisa terurai. Bahkan, hampir tidak ada kemacetan lagi terjadi di Jalan Trunojoyo. Pantauan Jawa Pos Radar Jember kemarin siang, sisi simpang Semar tampak banyak sekali petugas yang berjaga. Baik dari Satlantas Polres Jember maupun Dinas Perhubungan Jember.

Mereka langsung mengarahkan pengendara dari Jalan Trunojoyo masuk ke Jalan Diponegoro. Selain itu, ditempatkan tanda menuju Surabaya lurus, sedangkan untuk arah Bondowoso dan Mutiara Plaza bisa langsung belok kanan. Sedangkan area Pasar Tanjung, sama sekali tidak terlihat adanya penumpukan kepadatan seperti hari-hari sebelumnya. Padahal, saat jam-jam sibuk sekitar pukul 11.00 biasanya selalu ada penumpukan kendaraan. Namun, kemarin hal itu

tidak terjadi lagi. Pengendara terlihat santai melewati jalan tersebut. Jika sebelumnya kendaraan merayap dan sering macet, sejak kemarin arus lancar dan laju kendaraan bisa mencapai 30 kilometer per jam. Terlihat sisi utara dekat Pos Lantas Jember dipasangi blokade oleh petugas dan diberi tanda tulisan ‘Pemberitahuan, Arus Lalu Lintas Jalan Diponegoro Dibalik Sementara’. Hal ini sempat membuat masyarakat yang belum tahu kaget dengan pengalihan arus lalin tersebut. (ram/wnp/jpnn)

Knalpot Brong Terjaring Razia SUMBERSARI – Ini peringatan kepada pemilik kendaraan sepeda motor yang menggunakan knalpot telo atau model brong. Terutama, di bulan puasa yang dianggap mengganggu ibadah. Kemarin, Polsek Sumbersari bertindak tegas dengan merazia motor knalpot brong. Hasilnya, puluhan kendaraan dengan knapolt brong diamankan Mapolsek Sumbersari. “Karena selain bising juga sangat mengganggu kepada pengguna jalan lainnya,” ujar Kompol Sugiyo Wibowo, Kapolsek Sumbersari kemarin.

Bahkan sejak Januari hingga Juli 2013 ini sudah terjaring ratusan sepeda motor yang menggunakan knalpot telo atau tidak standar. Untuk melakukan razia terha dap kendaraan sepeda mo tor yang menggunakan knalpot brong ini Polsek Sumbersari sempat merasa kesulitan. Karena biasanya pemilik kendaraan sepeda motor yang tidak menggunakan knalpot standart ini jarang melintas di jalan depan polsek. Sehingga petugas polsek harus sering pindah dengan lokasi saat melakukan penyisiran.

Apabila mengetahui sepeda motor saat dikendarai menggunakan knalpot brong, maka petugas langsung meminggirkan kendaraan tersebut. “Karena kalau sudah dipasang knalpot telo biasa pemilik juga tidak melengkapai dengan kelengkapan kendaraan seperti spion dan kelengkapan lainnya,” jelasnya. Namun, tidak jarang pemilik kendaraan sepeda motor yang protolan ini dihentikan juga banyak yang langsung tancap gas. Tetapi petugas tidak mau kehilangan akal, saat melintas petugas langsung menggiring ke pinggir. (jum/ram/hdi/jpnn)

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

DISITA POLISI: Kapolsek Sumbersari Kompol Sugio Wibowo menunjukkan knalpot telo atau knalpot brong yang terjaring razia kemarin.

Luqman Effendi dan Hobi Antiknya Bersama Vespa Kuno

Vespa Versi Congo Produksi 63 Jadi Maskot Utama Kecintaan Luqman Effendi pada vespa melebihi segalanya. Baginya, vespa memiliki keunikan dan keindahan tersendiri. SHOLIKHUL HUDA, Jember TIDAK tampak kesombongan pada laki-laki 34 tahun ini. Kebulatan tekadnya dalam melakukan usaha, serta etos kerjanya yang tinggi, telah mengantarkan dirinya sebagai orang yang dibilang sukses di Dusun Majangan, Desa Grenden, Kecamatan Puger. Berawal dari seorang loper koran di Bali, sampai kemudian mengantarkan dirinya sebagai manajer penyetok bahan-bahan antik di berbagai hotel di Bali. Dari kesuksesannya tersebut, muncul keinginan kuat untuk mengembangkan hobinya. Jiwa kecintaannya pada hal-hal antik, membuatnya ingin mengabadikan segala hal yang menjadi saksi hidupnya. Hingga seluruh perabotan rumah yang serba kuno, dan berbagai koleksi lain. Saat wartawan Jawa Pos Radar Jember berkunjung ke rumahnya, ruang tamu dan perabotan rumah terlihat cantik

SHOLIKHUL HUDA/RADAR JEMBER/JPNN

HOBI ANTIK: Luqman Effendi mengkoleksi belasan vespa kuno di rumahnya.

dan rapi dengan perabotan yang serba tua. “Saya memang sangat cinta dengan barang-barang antik. Dulunya kursi yang saat ini digunakan di ruang tamu, sama orang tua saya sudah ditaruh di kandang belakang rumah. Namun saat saya punya modal, keinginan saya akhirnya terwujud. Seluruh barang yang memiliki sejarah di rumah saya, saya renovasi seluruhnya sehingga layak

pajang di ruang tamu dan memiliki nilai artistik yang tinggi,” terang Luqman. Awal mula keinginanya muncul untuk mengkoleksi vespa muncul sekitar 3 tahun yang lalu. Vespa merupakan kendaraan yang memiliki sejarah baginya. Saat kecil dahulu, Luqman pernah menaiki vespa milik orang tuanya, namun akhirnya dirinya menjatuhkan. Sejak saat itu, diriya tidak boleh me-

naiki sepeda motor. Hal tersebut yang memunculkan keinginan kuat untuk mengoleksi berbagai macam vespa. Saat ini, bapak dua anak tersebut, sudah memiliki 12 buah motor vespa dengan versi sangat jadul. Jika vespa yang banyak beredar di kalangan warga saat ini, merupakan vespa yang pembuatannya di bawah tahun 1960-an. “Kelangkaan vespa tersebut, membuat aura seninya semakin tinggi,” katanya. Da menilai, jika banyak club vespa yang ada saat ini menggubah serta memodifikasi bodi vespa tersebut. Lain halnya dengan Luqman. Untuk menjaga cita rasa seni pada tubuh vespa, orang kelahiran Grenden, Puger ini lebih memilih untuk mengkondisikan motor pada kondisi asli. Saat ini, dirinya sudah memiliki 12 koleksi vespa yang pembuatannya di bawah tahun 1960. Bahkan, terdapat vespa versi Congo 63, yang populasinya tidak lebih dari 300 buah. Itu pun dia dapatkan dalam keadaan mati seharga Rp 65 juta. “Saya mendapatkannya dari seseorang di Medan, saya memang mencari model ini. Dan vespa ini merupakan vespa kesayangan-ku,” katanya. Sempat dirinya merogoh kocek sebesar Rp 11 juta hanya untuk membeli sadel buntut untuk vespa seri Darling miliknya. (jpnn)


34

Kamis 18 Juli 2013

WARUNG NELAYAN

TOHA/RaBa

HIGIENIS: Aneka jenis olahan yang bersumber dari laut ada di Warung Nelayan Blambangan.

Ikan Fresh dan Menyehatkan Menu khas laut menjadi sajian andalan dari Warung Nelayan Blambangan. Aneka olahan bersumber dari laut seperti ikan, kepiting, lobster, hingga udang bisa diperoleh dengan ragam cita rasa. Selain harganya terjangkau, dijamin rasanya juga maknyus. Buka selama 24 jam, Warung Nelayan Blambangan yang berada di kawasan Wana Wisata Watudodol, Ketapang, Kalipuro, itu memberikan tawaran aneka macam menu. Sajian khas laut seperti sop tomyam, kepiting, udang, hingga aneka jenis ikan lainnya bisa diperoleh di tempat ini. Kombinasi makanan dan menu dari bahan dasar laut tersebut pun bisa dijumpai dalam menu spesial utamanya, Umbul-Umbul Blambangan. Meski menyajikan sajian laut sebagai menu utamanya, Warung Nelayan Blambangan juga menyediakan aneka menu umum lainnya. Beberapa masakan berbahan dasar unggas seperti ayam dan bebek juga tersedia dan dapat dinikmati sesuai selera dari pengunjung. “Segera kunjungi kami untuk sensasi rasanya,” ujar Sulihtiyono, manajer Warung Nelayan Blambangan. Di samping itu, Warung Nelayan Blambangan menjamin ikannya segar dan berkhasiat. Salah satu kandungan vitaminnya yang sesuai dengan kebutuhan gizi bagi konsumennya. Ragam sajian bebas dari bahan berbahaya dan bahan pengawet yang dapat mengancam kesehatan tubuh. (nic/adv/als)

MAJU MAPAN

TOHA/RaBa

TRANSAKSI: Pengunjung toko Maju Mapan tertarik dengan paket kredit yang ditawarkan FIF Spektra.

Korting Angsuran Dua Bulan KREDIT notebook super murah ditawarkan Toko Maju Mapan. Proses kredit yang tidak berbelit ini diberikan khusus kepada pengunjung Toko Maju Mapan dari PT Federal International Finance (FIF) Spektra. Direktur Toko Maju Mapan, Herman Soetjahjo mengatakan, tokonya menyediakan berbagai macam merk notebook, seperti Toshiba, Acer, Asus, Axio, hingga Lenovo. Notebook ini juga memberikan garansi khusus bagi konsumen. “Kami menjamin harga dan jenis barangnya sangat miring,” jelas Herman, saat ditemui di tokonya yang beralamat di Jalan Jaksa Agung Suprapto 68A, Ruko di sebelah barat Stadion Diponegoro Banyuwangi. Hal senada juga dikatakan oleh Supervisor PT FIF Spektra, Iswadi SE. Dijelaskan, FIF Spektra memberikan fasilitas kedit menarik bagi Anda yang ingin membeli barang di toko Maju Mapan. Fasilitas khusus lainnya, yaitu potongan angsuran kredit. “Misalnya, masa angsuran 12 bulan, maka Anda cukup membayar angsuran 11 bulan saja. Atau jika masa kreditnya 18 bulan, maka konsumen hanya diperkenankan membayar 16 bulan saja,” ungkapnya. (adv/als)

ISTIMEWA

STRATEGIS: Sukses mengembangkan Madania Residence I, pengembang kembali membangun Madania Residence II.

Dua Kawasan yang Tak Tertandingi

Madania Residence Hunian Terbesar di Kota Genteng KAWASAN cluster Madania Residence I yang dibangun di atas lahan seluas 3,5 ha telah menjelma menjadi sebuah perumahan elit di kawasan Genteng. Bahkan, hingga saat ini, pengembang Madania Residence telah melakukan pengembangan tahap kedua dengan luas 4 ha. Kawasan yang dinamakan Madania

Residence II ini berada di sebelah utara sekitar 2,5 km dari Madania Residence I. Semua fasilitas umum dan sarana yang ada di Madania Residence I juga ada di Madania Residence 2. Di antaranya masjid, taman/play ground, lapangan futsal, kolam renang umum dengan pembatas (untuk pria dan wanita), jalan lingkungan paving block, jaringan TV cable 40 channel dan internet, pengelolaan kebersihan, keamanan, dan kenyamanan lingkungan yang Islam, pelayanan purna jual untuk perbai-

Bang Hasyim Obral Diskon DI BULAN Ramadan ini, Bang Hasyim Dept Store yang beralamat di Jalan Temuguruh 42 Kecamatan Genteng ini, memberikan diskon dari 40 hingga 80% untuk semua jenis pakaian. Pemberian diskon itu berada di lantai 2 dan 3 Bang Hasyim Dept Store. Tidak tanggung-tanggung, semua barang yang dipersiapkan guna menyambut Lebaran ini semuanya model terkini. Stok yang didatangkan di atas 80% dan kebanyakan untuk pakaian Ramadan dan Lebaran. Manajer Bang Hasyim Dept Store, Wawan mengatakan, diskon yang diberikan ini untuk memanjakan para pelanggan.

Di samping itu, peningkatan pelayanan juga diutamakan. “Kami akan meningkatkan pelayanan hingga menjelang Lebaran. Sekarang saja Bang Hasyim Dept Store sudah ramai didatangi konsumen. Pengunjung kami biasanya akan memuncak pada dua pekan sebelum Lebaran,” jelas Wawan. Wawan berharap, semua konsumen yang datang ke Bang Hasyim Dept Store selama Ramadan dan Lebaran nanti merasakan kepuasan dan kenyamanan selama berbelanja. “Pokoknya, bagi pelanggan datang saja ke sini, kalian pasti akan tahu seperti apa pakaian yang akan didiskon di

sini. Dan yang tak kalah menarik adalah kami mempunyai semua pakaian apalagi fashion untuk lebaran,” ujar Wawan. Persaingan yang semakin hari semakin kompetitif di pasar bisnis pakaian, khususnya pakaian modern, semuanya telah disediakan di Bang Hasyim Dept Store. “Kami selalu meng-update pakaian-pakaian terbaru kami, dengan merk yang terkenal dan kualitas yang tak di ragukan lagi,” tegasnya. Wawan berharap, dengan adanya diskon besar-besaran ini pengunjung akan lebih antusias THOMY SILA / RaBa untuk datang ke Bang Hasyim BERKUALITAS: Busana muslim untuk Ramadan dan Dept Store. (adv/*/als) Lebaran tersedia di lantai 2 dan 3 Bang Hasyim Dept Store.

Ketika Pria Mulai ‘Padam’

PUTRA JAYA TEKNIK

TOHA/RaBa

SERBA ADA: Putra Jaya Teknik juga menyediakan batu gerinda, regulator, amplas rool, hingga pemotong keramik.

Sedia Helm hingga Sepatu Boot PUTRA Jaya Teknik memang jagonya professional tools dan hardware. Gerai yang ada di Jalan Yos Sudarso 17 Sukowidi, Banyuwangi, ini menyediakan ragam kebutuhan peralatan terlengkap dan termurah di Banyuwangi. Salah satunya perlengkapan pelindung bagi pekerja di outdoor atau proyekan. Toko ini juga menyediakan aneka helm keselamatan bagi pekerja. Tidak hanya itu, Putra Jaya Teknik juga mempersiapkan rompi dan sepatu khusus untuk pekerja. Sepatu ini cukup istimewa karena selain didesain untuk keselamatan pekerja. Sepatu ini membuat kaki aman dari benturan benda berukuran besar dan berat. Di sini juga menyediakan aneka pelindung mata bagi pekerja yang bekerja dengan resiko tinggi. Selain aman dijamin harganya juga murah dengan kualitas nomor satu. Selain kebutuhan tersebut, Putra Jaya Teknik juga menyediakan aneka barang lainnya seperti genset sesuai kebutuhan. Untuk kantor, bengkel, hingga lainnya bisa dipilih sesuai dengan keinginan dan kebutuhan penggunanya. “Datang dan buktikan sendiri di disini,” ujar Andik, manajer Putra Jaya Teknik.(nic/adv/als)

kan dan perawatan bangunan. Sementara, Madania Residence I juga tak kalah strategis. Lokasinya terletak di persimpangan lima kecamatan; Genteng, Gambiran, Jajag, Temuguruh, dan Srono. Fasilitas umum terdekat adalah RSUD Genteng, Pasar Genteng, Pusat Perkantoran dan Bank, Kantor Kecamatan, SMU I Genteng, Pertokoan, Mall Kalisari, dan Mall KDS. Untuk informasi selengkapnya, hubungi kantor pemasaran di telepon 0333-844444085331363636 atau info@madaniaresidence.com (adv/als)

TOHA/RaBa

SEJUK: Suasana pegunungan mengelilingi Taman Rekreasi dan Pemandian Taman Suruh.

Cocok untuk Libur Lebaran TA M A N r e k r e a s i d a n pemandian Taman Suruh layak menjadi jujukan alternatif liburan di bulan puasa dan lebaran nanti. Daya pikat obyek wisata di Kecamatan Glagah ini pun cocok untuk bersantai bersama keluarga atau kerabat lainnya. Aneka hiburan dan fasilitas seperti kolam renang, flaying fox, hingga waterboom siap memanjakan pengunjung. Didukung dengan hawa yang sejuk, tempat rekreasi Taman Suruh ini menawarkan suasana pedesaan suku asli

Banyuwangi, Oseng. Ini menjadi ciri khas pengunjung yang berekreasi di Taman Suruh. Selain itu, air sumber taman rekreasi ini layak minum, dengan kandungan mineral dan tidak ada endapan. Air yang langsung bersumber dari sumber alami ini memiliki rasa yang cukup sejuk. Suhu rata-rata airnya mencapai 12 hingga 15 derajat celcius. Ini pun sudah dibuktikan dengan hasil uji penelitian BTKL (Badan Teknologi Kesehatan Lingkungan) di Surabaya. Hasil penelitian menghasilkan

kualitas air sumber Taman Suruh layak minum. “Di sini tersedia kolam untuk anak-anak, remaja, hingga dewasa. Ditambah dengan airnya yang jernih dan langsung dari pegunungan semakin terasa menyehatkan ,” ujar Iman Santoso, owner Taman suruh. Tidak heran bila kemudian, Tamana Suruh layak menjadi lokasi jujukan untuk liburan bersama keluarga. Momentum lebaran tempat ini juga cocok untuk acara outdoor seperti halal bi halal dan acara keluarga lainnya. (nic/adv/als)

BANYAK pria yang mengeluh tentang kondisi fisiknya. Kalau dulu dia gagah perkasa, stamina prima, tidak mudah lelah, dll, tapi kenapa sekarang kok mudah loyo, kurang bergairah, gampang mengantuk, dll? Kalau hal ini yang terjadi, maka jangan-jangan Anda mengalami “PADAM” (Partial Androgen Deficiensi in Aging Male)? Yaitu suatu kondisi dimana kadar hormon testosteron di dalam tubuh kurang dari normal. Direktur Marketing Klinik Amour dr. Andriyani Taufiq, MMRS menjelaskan, memang betul perubahan hormonal dan biokimia tubuh secara alami pasti akan terjadi dengan bertambahnya umur. Tapi kapan PADAM dimulai akan berbeda pada setiap individu, suku/ras, sosial ekonomi, jenis pekerjaan, dll. ”Jadi tidak semua pria akan mengalami keluhan PADAM. Disebut PADAM bila kadar total testos-

teron dalam darah kurang dari 11 nmol/liter atau kadar free testosteron kurang dari 0.225 nmol/liter,” jelasnya. Dijelaskan, pada pria yang mengalami penurunan kadar testosteron dalam tubuhnya, maka akan terdapat beberapa perubahan. Antara lain perubahan mental; perasaan tanpa gairah, merasa kurang energik, sering mengantuk, mudah lupa, dan mudah tersinggung. Fungsi sekresi dan jumlah sel kelenjar seks berkurang. Sehingga volume sperma menurun. Terjadi osteoporosis yang diikuti dengan pengurangan tinggi badan. Berkurangnya massa dan kekuatan otot tubuh. Serta bertambahnya tumpukan lemak tubuh. Bila Anda mengalami gejala seperti yang tersebut, Anda bisa datang ke Klinik Amour untuk berkonsultasi. Klinik ini beralamat di Jalan Raya nomor 77 Benculuk, Kecamatan Cluring, telepon 03338914500. (adv/als)

ISTIMEWA

KELEBIHAN LEMAK: Pria yang mengalami penurunan kadar testosteron dalam tubuhnya cenderung kurang bergairah.

SIC SARANA INFORMASI COMPUTER

TAMAN REKREASI TAMAN SURUH


BERITA UTAMA

Kamis 18 Juli 2013

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Antisipasi Rusuh, Kapolres Sidak n KAPASITAS... Sambungan dari Hal 25

Sidak kali ini dipimpin langsung Kapolres AKBP Nanang Masbudi. Di da lam ling kungan lapas, Ka pol res Na nang memantau sejumlah blok ta hanan, di antaranya blok tahanan anak-anak dan blok tahanan perempuan. Per wira polisi dengan dua mawar di pundak tersebut juga melihat aktivitas napi yang tengah menata taman di lingkungan lapas. Dikonfirmasi sejumlah wartawan, Kapolres Nanang mengatakan, kun ju ngan ke la-

pas kemarin dilakukan dalam rangka silaturahmi dan membangun sinergisitas demi menciptakan keamanan yang kondusif di lingkungan lapas. “Pasca kejadian di Lapas Tanjung Gusta, kita akan lebih meningkatkan koordinasi dan sinergisitas dalam pengamanan Lapas Banyuwangi,” ujarnya. Dikatakan, kondisi Lapas Banyuwangi yang over kapasitas memungkinkan ter ja dinya hal-hal yang tidak diinginkan. Beruntung, imbuh Ka polres Nanang, lokasi Lapas Banyuwangi berdekatan dengan ling kungan Polri. Sehingga,

memudahkan koordinasi dan akses pengamanan di lapas tersebut. “Setiap jam-jam rawan, polisi melaksanakan patroli di lingkungan lapas,” kata dia. Sementara itu, kepala Lapas Banyuwangi, Marlik Subiyanto, membenarkan kondisi Lapas Banyuwangi yang over kapasitas itu. Namun demikian, situasi di lapas yang dia pimpin tersebut masih terkendali dan kondusif. Idealnya, imbuh Marlik, daya tampung Lapas Banyuwangi 500 orang. Tetapi, saat ini Lapas Banyuwangi menampung sekitar 800 orang, termasuk narapidana, tahanan titipan kejaksaan, dan

tahanan titipan ke polisian. “Lapas ini over kapasitas sekitar 50 persen,” paparnya. Lebih jauh Marlik mengatakan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di lapas, pihaknya menjalin koordinasi intensif dengan pihak kepolisian. Selain itu, pi hak lapas juga menjalin komunikasi intensif dengan warga binaan. “Warga binaan dapat menyampaikan apa yang perlu mereka sampaikan. Apa permasalahan yang ada. Kita lakukan komunikasi. Itu penting demi mencegah halhal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Dari 50 Orang, Tersisa Dua Orang n DITINGGAL... Sambungan dari Hal 25

Tim pertama berkonsultasi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Pekerjaan Umum (Ke men PU), sedangkan tim kedua melakukan konsultasi ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Adil mengungkapkan, dirinya memimpin tim pertama melakukan konsultasi ke Kemendagri dan Kemen PU terkait pembahasan Perubahan Ang-

garan Keuangan (PAK) 2013 dan aset daerah. “Ada beberapa hal yang perlu kami tanyakan ke Kemendagri dan Kemen PU terkait pembahasan PAK dan aset daerah, termasuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan PT Pelayaran Ba nyuwangi Sejati (PBS),” ujarnya dikonfirmasi melalui sambungan telepon kemarin. Dijelaskan, ada beberapa alternatif yang bisa diambil untuk menentukan bentuk usaha PT PBS. Menurut dia, ka pal yang kini dikelola PBS sudah jelas milik Pemkab Banyuwangi. Namun, perlu di tentukan

apakah sebaiknya kapal tersebut disewakan atau dikerjasamakan dengan pihak lain. “Jika sudah diten tu kan disewakan atau dikerjasamakan, kita perlu tahu pa yung hukumnya. Apakah perlu dibentuk peraturan daerah (perda), ataukah bagaimana,” kata dia. Tim pertama tersebut juga akan menanyakan posisi dana hibah sebesar Rp 12 miliar dari pemerintah pusat yang diberikan kepada PDAM Ba nyuwangi. “Perlu kita tanyakan apakah dana hibah itu masuk aset daerah dan bagaimana posisinya. Sebab, hibah Rp 12 miliar itu langsung

ditujukan ke PDAM,” cetusnya. Masih kata Adil, satu tim lain melakukan konsultasi ke Kemendikbud dan Kemenkes. Tim kedua tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD Ba nyuwangi, Joni Subagyo. Konsultasi ke Kemendikbud berkai tan dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan konsultasi ke Kemenkes dilakukan untuk mencermati insentif jasa medis yang anggarannya naik seratus persen dari Rp 6 miliar menjadi Rp 12 miliar. “Konsultasi kami gelar selama dua hari, yakni hari ini (kemarin) dan besok (hari ini 18/7),” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Suminto Paling Awal Diproses n BERKAS... Sambungan dari Hal 25

“Sesuai mekanisme, KPU menunggu proses pengajuan PAW yangdilakukanDPRDBanyuwangi,” ujarnya kemarin (17/7). Dia menambahkan, jika berkas PAW dari DPRD sudah diterima KPU, maka lembaga tersebut akan langsung mempro ses berkas tersebut. KPU

juga akan memverifikasi calon pengganti tiga anggota dewan yang loncat parpol tersebut. Sekadar tahu, anggota DPRD Banyuwangi yang nyaleg dengan cara pindah parpol mencapai enam orang. Turmudzi pindah par pol dari PKNU ke Partai Ke bangkitan Bangsa (PKB), dan Nasiroh loncat partai dari PKNU ke Partai Persatuan Pemba ngunan (PPP). Eko Susilo

ganti kendaraan politik dari Partai RepublikaN ke Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Selain mereka bertiga, ada tiga nama lain yang juga pindah parpol, yaitu Masruroh, Ridwan, dan Suminto. Masruroh pindah partai dari PKNU menuju Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Ridwan loncat partai dari Gerindra ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP),

sedangkan Suminto pindah dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ke Gerindra. Catatan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, hingga kini berkas PAW anggota dewan loncat parpol yang sudah masuk ke meja KPU Banyuwangi empat orang. Sebab, beberapa pekan sebelumnya, berkas PAW Suminto sudah lebih dulu sampai meja KPU Banyuwangi. (sgt/c1/bay)

Proyek Gedung Pemkab Dialihkan n BENDUNGAN... Sambungan dari Hal 25

Dalam perubahan APBD itu, anggaran Rp 35 miliar itu akan dialihkan untuk pe ngadaan aspal. Aspal itu akan digunakan me-recovery se jumlah ruas jalan berbasis swa daya masyarakat. Rehabilitasi jalan rusak dila kukan melalui dua tahap, yakni perbaikan menggunakan hotmix. Jalan rusak yang tersebar di pedesaan akan diperbaiki menggunakan aspal hasil

swadaya masyarakat. Selain pembangunan gedung pemkab, proyek lain yang gagal dilaksanakan adalah pembangunan Bendungan Bomo senilai Rp 7,5 miliar. Pembangunan Bendungan Bomo itu diperkirakan menelan biaya Rp 26 miliar. Pada tahun 2013 ini, pemba ngunan bendungan itu mendapat anggaran Rp 7,5 miliar. Dana sejumlah itu akan digunakan pembangunan as bendungan. Namun, hal itu tidak bisa dilaksanakan tahun ini.

“Masih ada kendala pembebasan lahan. Sebagian genangan air berada di lahan milik warga yang belum dibebaskan,” ungkap Kepala Di nas PU Pengairan, Guntur Priambodo. Melalui perubahan APBD 2013, skema pembangunan bendungan itu akan direvisi. Dalam APBD 2013, pem ba ngunan bendungan dimulai dari atas dengan start awal pembangunan as bendungan. Namun, karena terkendala pembebasan lahan, maka dalam perubahan APBD, ske ma pembangunan akan

dimulai dari bawah. “Proyek pembangunan bendungan itu bukan gagal, tapi skema pembangunannya diubah,” jelasnya. Kebutuhan anggaran Rp 26 miliar itu, kata Guntur, bukan ha nya untuk pembangunan bendungan. Anggaran itu juga akan digunakan membangun jaringan sekunder dan primer. “Anggaran Rp 7,5 miliar itu akan digunakan membangun jaringan sekunder dan primer. Jadi, bendungan itu tidak lagi dimulai dari atas tapi dari bawah,” jelasnya. (afi/c1/bay)

Dedi Kurniawan Sudah Divonis n BERTUGAS... Sambungan dari Hal 25

Dalam tuntutan jaksa, Agnes dianggap terbukti melanggar Pasal 378 KUHP jo Pasal 56 ke 1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. “Terdakwa menerima uang dari pelanggan dan membuatkan kuitansi yang ditandatangani

Dedi Kurniawan,” cetus Jaksa Heru Sandika. Jaksa Heru juga membeberkan sejumlah pelanggan yang di rugikan terkait pembelian motor di diler tersebut. Pemba ya ran yang dilakukan kepada ter dakwa dan diberi kuitansi dengan tanda tangan Dedi Kurniawan, ternyata ba-

nyak yang tidak disetorkan ke perusahaan. Menanggapi tuntutan itu, pe nasihat hukum terdakwa, Jae nuri SH, menyebut tuntutan yang disampaikan JPU ti dak pas. Sebab, terdakwa hanya menghitung uang dan menyerahkan kuitansi. “Terdakwa hanya menghitung se-

mua uang dibawa Dedi Kurniawan,” dalihnya. Dengan peran yang dianggap tidak bisa dikategorikan perbuatan pidana itu, Jaenuri meminta majelis hakim yang dipimpin Made Sutrisna SH memutus bebas terdakwa. “Nama baik terdakwa juga harus dikembalikan,” pintanya. (abi/c1/bay)

Sering Absen dan Telat ke Sekolah n DIINCAR... Sambungan dari Hal 25

“Kita dulu punya Akbar yang pindah ke Gresik, dan kini ada Arin dan Shally. Potensi keduanya kini tengah dipantau dan didekati sejumlah klub renang besar Jawa Timur,” beber Joko Triyadni, ketua PRSI Banyuwangi, kemarin. Tengok saja perjuangan dan keseriusan keduanya berlatih dan menempa diri. Kolam renang di kawasan Mendut Regency menjadi arena penggodokan keduanya hingga ini. Meski belum standar untuk kategori lomba, setidaknya fasilitas yang ada cukup membantu keduanya berlatih. Di waktu normal, Arin dan Shally berlatih dua kali sehari. Latihan pertama digelar pagi sebelum sekolah. Latihan kedua dilakukan sore selepas sekolah. Berhubung sekarang bulan Puasa, waktu latihan praktis berubah. Kini latihan hanya digelar sekali sehari. Itu pun dilaksanakan sesudah jam berbuka puasa. Namun, hal itu tidak menyurutkan kedua pelajar sekolah dasar itu untuk terus berlatih. Saking terlalu fokus di kolam renang, tidak jarang konsekuensi atas pilihan

tersebut muncul. Arin yang tinggal di Jalan Mawar 73, Banyuwangi, misalnya. Dia kerap terlambat ke sekolah lantaran mengikuti latihan pagi. Itu menjadi hal yang harus diterima. Praktis, dalam beberapa kesempatan, seperti upacara bendera, dia harus menyaksikannya dari balik pagar sekolah. Oleh guru dan temantemannya, dia dijuluki manusia ikan. Bukan hanya itu. Konsekuensi lain juga harus dirasakan mereka, di antaranya sering meninggalkan bangku sekolah karena mengikuti kejuaraan. Meski begitu, meninggalkan sekolah untuk mengikuti kejuaraan renang bukanlah perkara mudah. Shally, misalnya, kerap sulit memperoleh izin dari sekolah untuk ikut kejuaraan renang. Sementara itu, keseriusannya berlatih menyebabkan mereka berprestasi. Anak sulung pasangan Haris Wibawanto dan Jerini Lukmantari itu mengenal dunia renang sejak usia lima tahun. Lewat sang ibu, Arin sedikit demi sedikit belajar berenang. Ragam kejadian di tepi dan di kolam pernah dialami. Tidak jarang air kolam terminum saat latihan. Bukan itu saja, telinga juga kerap sakit karena kema-

sukan air. Siapa sangka, di kejuaraan pertama yang diikuti, Arin langsung bertaji. Dia berhasil menyabet medali perak. “Sempat ndredeg sih pas mau lomba, tapi kini sudah biasa,” ujar penikmat nasi goreng pedas itu. Pengalaman serupa juga dialami Shally. Remaja yang tinggal di Jalan Ijen 28, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah, itu mulai berkenalan dengan dunia air sebagai sprinter air di usia delapan tahun. Anak pasangan Ali Sadikin dan Windy Pratiwi itu langsung moncer. Penampilan perdananya di Porseni berbuah manis. Dia menjadi juara pertama dalam even antar sekolah dasar itu. Kemiripan keduanya pun semakin tampak. Dari empat gaya yang sering dilakoni, Arin dan Shally kompak menyebut gaya kupu-kupu menjadi hal yang perlu dilatih ekstra keras. Meski mampu menorehkan prestasi di ajang tersebut, tapi gaya kupukupu tetap memiliki tingkat kesulitan tersendiri. “Gaya kupu-kupu agak sulit. Mungkin karena di dalamnya ada unsur selam, makanya harus sering berlatih agar mahir,” ujar Arin. (c1/bay)

ICHSAN RASYID/RaBa

PRESENTASI: Camat Banyuwangi Abdul Aziz Hamidi memaparkan layanan One Stop Sevice di Aula rempeg Jopgopati Pemkab Banyuwangi kemarin.

Wilayah Kota, Layanan Cukup di Kelurahan n URUS... Sambungan dari Hal 25

Peluncuran program la yanan satu pintu itu, kata Anas, merupakan bagian dari program reformasi birokrasi yang sedang dilakukan pemerintah daerah. Tujuan jangka panjang, layanan satu pintu itu akan dikembangkan hingga pemerintah desa. Sementara waktu, layanan satu pintu itu akan dilaksanakan di kelurahan. Setelah di tingkat kelurahan berjalan secara baik, selanjutnya akan dikembangkan hingga kantor desa. “Setelah kelurahan sukses, nanti desa bisa belajar kepada kelurahan,” kata Bupati Anas. Bupati Anas mengatakan, launching program One Stop Service ini sengaja dilakukan pada bulan Puasa. Harapannya, di puasa Ramadan semua birokrat dapat meningkatkan kinerja. Walau sedang melaksanakan ibadah puasa, kata Bupati Anas, bukan berarti kinerja harus merosot. Sebaliknya, semangat puasa bisa dijadikan momen untuk memperbaiki dan me-

ningkatkan kinerja. Dalam pelaksanaan program One Stop Service, Bupati Anas minta se mua camat menyediakan ru ang khusus yang nyaman bagi masyarakat. Selain ruang khu sus, camat juga diminta menyediakan ruang tunggu, toilet yang bersih, dan lokasi parkir yang nyaman dan aman. Bupati Anas me-warning semua camat dan lurah agar melaksanakan standar operasional prosedur (SOP) secara konsisten. Salah satu yang har us menjadi perhatian adalah penyediaan fasilitas publik yang nyaman. “Camat yang tidak sanggup melaksanakan program layanan satu pintu ini, saya minta melapor pada sekkab,” tegasnya. Tidak hanya itu, camat dan lurah diminta menyediakan kotak pengaduan di ruang pelayanan satu pintu ini. Warga yang tidak puas dengan pe layanan satu pintu, bisa menyampaikan kritik melalui kotak pengaduan itu. Para camat juga diserukan agar menyebarkan kuesioner

secara rutin agar tingkat kepuasan masyarakat bisa diukur. “Program layanan satu pintu ini sebagai respons atas tuntutan masyarakat yang ingin pelayanan cepat, murah, dan mudah,” tegas Bupati Anas. Yang tidak kalah penting, para camat diminta melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat tentang layanan satu pintu di kecamatan. Tanpa ada sosialisasi yang maksimal, maka tidak ada artinya program itu. “Gunakan forum-forum keagamaan untuk menyampaikan sosialisasi kepada warga,” katanya. Sekkab Slamet Karyono menambahkan, program layanan satu pintu di kantor kecamatan dan kelurahan harus menjadi komitmen semua jajaran PNS. Dalam program itu, masyarakat harus diberi kepastian waktu yang jelas. Jangan sampai pelayanan satu pintu, warga tidak diberi kepastian waktu. “Pastikan melalui pelayanan satu pintu ini warga mendapatkan pelayanan cepat, murah, dan mudah,” pinta Slamet. (afi/c1/bay)

Diselingi Ceramah Ustad Wahyudi n CAK DIKIN... Sambungan dari Hal 27

Dalam acara itu dihadirkan dai muda yang kini sedang naik daun, yaitu Ir. H. Achmad Wahyudi. Sementara itu, Cak Dikin mengaku bangga bisa hadir menghibur para pengunjung RTH Ma ron. “Saya ini asli Srono, cuma sudah lama tinggal di Solo. Jadi, kalau saya diundang tampil di sini, ini namanya sama dengan pulang kampung,” ucap Cak Dikin dengan logat Jawa kental. Sebagai pembuka, Cak Dikin tampil bareng Mbak Wiwit menyanyikan lagu ”Lir Ilir” dengan iringan musik cam-

pursari dan sesekali diselingi pengajian dengan suasana yang cukup santai. Penampilan Cak Dikin yang menyanyikan lagulagu religi dengan khas campursari itu ternyata menyedot per hatian para pengunjung yang sebelumnya banyak bermain dan duduk di tepi jalan. Para pengunjung RTH, mulai anak-anak, muda-mudi, hingga orang tua, terus merangsek ke depan untuk menyaksikan penampilan Cak Dikin dkk dari jarak yang lebih dekat. Meski sempat diguyur hujan beberapa menit, tapi minat pengunjung untuk menyaksikan acara tersebut tidak surut. Mereka tetap berada di lokasi hingga hujan reda.

Acara tersebut makin menarik k a re na d i t e n ga h - t e n ga h mang gung, Cak Dikin minta Us tad Wahyudi naik ke atas panggung menyampaikan ceramah agama. Nah, di sela-sela ceramahnya, Wahyudi mengajak grup musik Al-Mumtaz tampil bareng dengan grup musik campursari Cak Dikin. Duet maut itu membawakan beberapa buah lagu, salah satunya berjudul “Titip Rindu Buat Ayah” karya Ebiet. Lagu ter sebut membuat suasana semakin meriah. Acara yang berakhir pukul 23.00 itu diakhiri dengan pembacaan doa oleh Ustad Dzulqornaen asal Kalibaru. (azi/c1/aif)

Bentengi Anak-anak dari Pengaruh Negatif n BERATNYA... Sambungan dari Hal 28

Misalnya, guru atau sekolah yang dipilih harus mampu membina anak-anak dengan berbagai disiplin ilmu atas dasar akidah, akhlak, dan ajaran Islam. Akan tetapi, mendidik anak di zaman sekarang memang bukan perkara mudah. Dampak globalisasi informasi, seperti gaya hidup yang kurang Islami kini tidak bisa dihindari dan yang pasti dapat meracuni anak-anak kita. Pengaruh negatif yang dahulu hanya berada di luar, sekarang telah masuk rumah-rumah kita, seperti

dampak negatif siaran televisi dan internet. Oleh karena itu, membentengi sedini mungkin anak-anak kita dari semua pengaruh negatif itu tidak bisa ditunda-tunda. Dampak kegagalan mendidik seorang anak telah diingatkan oleh Alquran. Alquran ada menyebut dua istilah anak yang berkonotasi negatif, yaitu anak yang disebut sebagai “fitnah” dan bahkan ’’aduwwun (musuh)”. Peringatan Alquran tersebut bukan sekedar isapan jempol. (*) *) Mantan Ketua Pengadilan Agama Waingapu, NTT. Saat ini menjadi hakim di Pengadilan Agama Banyuwangi.

Sidak Terkesan Tebang Pilih n PENERBITAN... Sambungan dari Hal 36

Penyebabnya, belum ada rekomendasi dari DPR RI untuk penetapan WP. Berdasar Pasal 9 UU No. 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara, WP sebagai bagian dari tata ruang nasional merupakan landasan penetapankegiatanpertambangan. WP ditetapkan pemerintah setelah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berkon-

sultasi dengan DPR RI. “Jadi, polemik ini sebenarnya menjadi masalah nasional,” terang Amirul Mustofa, pemerhati lingkungan hidup di Kabupaten Situbondo. Karena itu, sidak anggota Komisi III DPRD Situbondo ke lokasi pertambangan di Desa/ Kecamatan, Banyuputih, cukup rancu. Sebab, terkesan tebang pilih atau bertindak karena pesanan pihak tertentu. “Ini sebenarnya menjadi kewajiban ber sama, terutama anggota

DPRD khususnya fungsi legislasi, untuk memikirkan bagaimana legalitas usaha pertambangan di Situbondo,” tegasnya. Sebab, jika dibiarkan tanpa ada regulasi, maka seluruh proses pembangunan di Kabupaten Situbondo akan mandek. Sebab, suplai material dari para pengusaha tambang, semua tidak berizin. “Makanya ini merupakan kewajiban semua pihak untuk mencari solusi terkait masalah ini,” harap Amir. (pri/c1/als)


36

Kamis 18 Juli 2013

Bukit Dikepras, Sungai Dikeruk Penambangan di Desa Kukusan Justru Lebih Memprihatinkan KENDIT - Pemkab Situbondo tampaknya perlu segera bersikap tegas terkait penambangan liar di sejumlah titik di Kabupaten Situbondo. Pasalnya, penambangan secara besar-besaran terus dilakukan tanpa memikirkan dampak negatif terhadap lingkungan. Selain di Desa/Kecamatan Banyuputih, penambangan berupa galian pasir dan batu juga dilakukan secara besarbesaran di Desa Kukusan, Kecamatan Kendit. Bahkan, di tempat itu ada sejumlah titik yang digali dan diambil tanah, pasir, dan batunya. Saat Jawa Pos Radar Banyuwangi turun ke lapangan kemarin (17/7), warga menunjuk sejumlah tempat. “Kalau yang di sini sudah habis, Pak. Sekarang pindah ke barat kuburan,” terang salah seorang warga. Lokasi yang dimaksud warga tersebut adalah kawasan sungai yang tak jauh dari rumahnya. Meski demikian, selain sungai dekat rumah warga itu, juga ada sungai lain yang dijadikan tempat menambang pasir dan batu. Saat koran ini mencoba mendatangi lokasi, di jalan menuju sungai itu sudah ada palang bambu bertulisan “ditutup”. Koran ini mencoba masuk meski dengan berjalan kaki. Medannya cukup sulit. Yang ironis, ada anak sungai yang ditutup menggunakan timbunan sirtu demi bisa dilewati truk pengangkut tanah. Pemandangan mengerikan ada di sungai. Pasalnya, sungai tersebut hampir menjadi jurang yang dalam karena batu dan pasirnya terus diambil. “Ya, hanya tinggal menunggu waktu kapan bencana tiba. Yang akan merasakan dampaknya, ya warga kecil yang tak pernah tahu bagaimana manisnya mengeksploitasi pasir dan batu,” terang Agus, salah seorang warga. Koran ini juga mendatangi lokasi penambangan di sebuah Bukit Kukusan, sebelah barat balai desa. Tempat itu lebih mengerikan. Sebab, hanya tinggal menunggu waktu longsor. Bukit dengan kemiringan hampir 85 derajat itu terus dikepras. Alat berat kemarin tampak tengah parkir. Di tempat itu, para penambang menutup jalan air hujan. Bukit yang dikeruk itu ketinggiannya kini sudah mencapai sekitar 20 meter. Itu akan terus bertambah, karena semakin lama posisinya semakin tinggi. “Ya hanya tinggal menunggu longsor. Warga sekitar akan marasakan dampaknya,” tegas salah seorang warga. Yang menarik, kemarin penambangan tiba-tiba saja dihentikan. Sejumlah pekerja mengaku tidak tahu apa penyebabnya. “Mungkin ada masalah, Mas. Besok (hari ini) kemungkinan sudah mulai lagi. Saya baru hari ini bekerja,” terang salah seorang pekerja. (pri/c1/als)

HARJAKASI

EDY SUPRIYONO/RaBa

TUNGGU LONGSOR: Penambangan tanah dan batu di salah satu bukit di Desa Kukusan, Kecamatan Kendit, kemarin (17/7).

Penerbitan IUP Distop sejak Maret 2012 SEMENTARA itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemkab Situbondo secara tegas menghentikan sementara penerbitan Surat Izin Usaha Pertambangan (IUP) baru. Surat tertanggal 9 Maret 2012 bernomor 540/73/431.207.2.1/2012 tersebut

dikirimkan kepada Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT). Melalui surat tersebut, Kepala Disperindag, Tutik Margianti, meminta kepala KPPT menghentikan sementara penerbitan IUP hingga wilayah pertambangan (WP) ditetapkan pemerintah.

Langkah yang dilakukan Disperindag itu bukan tanpa alasan, melainkan berdasar Surat Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jawa Timur Nomor 545/428/119.2/2012. Sementara itu, surat dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jawa Timur

tersebut menindaklanjuti Surat Edaran Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. Dalam surat edaran tersebut dijelaskan, hingga kini pemerintah belum menetapkan WP n  Baca Penerbitan...Hal 35

Marak, Penipuan Bermodus Umrah Diduga Digelapkan,

EDY SUPRIYONO/RaBa

TAK SETUJU: Irwan Rakhday (kanan) menunjukkan hasil jajak pendapat yang pernah dilakukan UNARS Situbondo yang dinilai juga bisa dijadikan dasar.

Nilai Penetapan Terburu-buru SITUBONDO - Penetapan Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) yang baru mengundang reaksi sejumlah pihak. Sebab, penetapannya dinilai sebagai langkah yang terlalu cepat alias grusa-grusu. Pemerhati Budaya Lokal Situbondo, Irwan Rakhday mengungkapkan, penetapan ulang Harjakasi tersebut masih memungkinkan munculnya polemik. “Proses lahirnya rekomendasi saja tampak kurang fair. Sebab, tidak representatif. Polling yang dilakukan hanya dua opsi, yaitu Harjakasi produk 2009 dikonfrontasi dengan pengangkatan Bupati Besuki I pada 15 Agustus 1818,” terang Irwan. Bapak dua anak itu menyesalkan, karena Harjakasi menjadi tanggal 15 Agustus 1818 sangat neerlandosentris alias sangat berbau kolonial. Sehingga, sangat mengabaikan kebanggaan lokal yang semestinya dijunjung tinggi. “Penetapan 15 Agustus 1818 itu hanya karena mengingat jasa-jasa Bupati Besuki pertama yang dinilai sangat besar dalam penataan sebuah pemerintahan, termasuk infrastruktur dan semacamnya. Seolah tidak ada pilihan lain. Padahal, masih banyak opsi lain yang lebih membanggakan,” tegasnya. Diberitakan sebelumnya, usia Kota Santri berubah drastis. Jika sebelumnya hanya 41 tahun, kini menjadi 195 tahun. Itu terjadi setelah DPRD mengesahkan peraturan daerah (perda) tentang Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) yang baru. Harjakasi yang baru adalah 15 Agustus 1818. Itu merupakan momentum pengangkatan Bupati Besuki Pertama, Raden Aryo Prawiro Adhiningrat. Sebelumnya adalah 19 Sptember 1972, yakni terbitnya Peraturan pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 1972 tentang perubahan nama dan pemindahan tempat kedudukan pemerintahan Kabupaten Panarukan menjadi Kabupaten Situbondo. (pri/c1/als)

SITUBONDO - Bila Anda ingin umrah, lebih baik berhati-hati agar tidak menjadi korban penipuan. Seperti yang dialami Haryadi, asal Dusun Singoatmojo, Desa/Kecamatan Arjasa, dan Suryati, warga Kampung Gedang, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Jangkar, Situbondo. Dua warga tersebut mengaku ditipu Haji NS. Akibat penipuan yang diduga dilakukan warga Desa/ Kecamatan Kendit, Situbondo, berumur 59 tahun itu, kedua korban mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Sekitar pukul 10.00 kemarin (17/7), Haryadi dan Suryati mendatangi Mapolres Situbondo guna melaporkan dugaan penipuan bermodus pemberangkatan umrah. “Laporan, Mas. Ditipu orang,” kata Haryadi, warga asal Arjasa, saat ditanya Jawa Pos Radar Banyuwangi. Menurutnya, penipuan yang dilakukan NS terjadi pada Rabu 27 Maret 2013 lalu. Saat itu, NS mendatangi rumahnya sekitar pukul 14.00 dan menawarkan jasa umrah ke Mekkah. Setelah ada kesepakatan, korban pun menyerahkan uang sebesar Rp 42 juta. Uang tersebut merupakan ongkos umrah untuk Haryadi dan istrinya. “Saya setorkan Rp 42 juta rupiah. Dana itu untuk saya dan istri saya. Katanya akan berangkat umrah pada 26 Mei 2013 lalu,” terang Haryadi. Sebelum dilaporkan ke polisi, pada 26 Mei lalu, banyak warga yang mencari-cari NS. Konon, mereka juga ingin memastikan k e b e ra n g k a t a n u m ra h. Na h , terlapor mengatakan umrahnya diundur dengan waktu yang tidak jelas. Lantaran itu, Haryadi melaporkan dugaan penipuan yang dilakukan oknum pegawai negeri sipil (PNS) tersebut. “Sekarang ini dia sulit dicari. Katanya diundur hingga Maulid, tapi ternyata

Polisi Tangkap Penyewa Mobil

NUR HARIRI/RaBa

KENA TIPU: Haryadi (kiri) saat melapor ke Mapolres Situbondo kemarin (17/7).

KORBAN: Suryati

tidak jelas,” kata Haryadi. Laporan serupa juga dilakukan Suryati. Tidak jauh berbeda dengan yang dialami Haryadi. Suryati didatangi terlapor pada 10 Mei 2013. Karena Suryati ingin sekali umrah, dia pun menyetorkan uang Rp 22 juta dan dijanjikan akan berangkat pada 26 Mei 2013. Tidak hanya itu, korban penipuan yang diduga dilakukan NS juga menimpa beberapa warga lain. Konon,

di Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kendit, ada belasan warga yang juga tidak berangkat umrah. “Tetangga saya juga ada, tapi dia tidak ikut (melapor) karena sakit,” kata Suryati. Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP Sunarto mengatakan, begitu pihaknya mendapat laporan dari beberapa warga. Pihaknya langsung menyelidiki kasus dugaan penipuan bermodus jasa pemberangkatan umrah tersebut. “Sementara ada empat warga yang melapor, dan kami langsung menyelidikinya,” kata AKP Sunarto. Menurutnya, demi melengkapi data yang diperlukan, terlapor akan dipanggil untuk memberikan keterangan sebagai saksi. Jika nanti terbukti melakukan penipuan sesuai laporan beberapa warga itu, maka terlapor akan dijerat Pasal 378 sub 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman kurungan 5 tahun penjara. “Jika terbukti, maka dikenakan Pasal 378,” tegas Sunarto. (rri/c1/als)

BANYUGLUGUR - MM, warga Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, diamankan polisi karena diduga menggelapkan mobil. Penangkapan itu dilakukan setelah petugas menerima laporan Ahmad Susanto, warga Desa/Kecamatan Besuki. Penangkapan yang dilakukan anggota Polsek Banyuglugur itu berawal saat mobil korban yang disewa pelaku ternyata telah berpindah tangan kepada orang lain. Konon, pembeli mobil tersebut adalah warga Kabupaten Bondowoso. Karena warga itu tidak mengetahui bahwa mobil bernopol P 1516 J yang dipakainya merupakan mobil sewaan milik Ahmad, akhirnya polisi dengan mudah menemukan dan mengamankan mobil tersebut. Hanya saja, hingga berita ini ditulis, belum diketahui jelas apakah mobil yang disewa terlapor itu dijual ataukah disewakan kepada warga Bondowoso itu. Namun, kini mobil jenis Toyota Avanza tersebut sudah diamankan di Mapolsek Banyuglugur sebagai barang bukti. Nah, kini polisi mengejar penyewa mobil, MM, yang diduga menggelapkan mobil itu. Akhirnya, anggota Polsek Banyuglugur berhasil mengamankan pria 38 tahun itu. Data yang berhasil dikumpulkan, dugaan penggelapan itu berawal saat Ahmad menyewakan mobil Avanza-nya pada 4 Juni 2013 lalu. Sebelumnya, MM menghubungi Ahmad Susanto untuk menyewa mobil dengan tenggat waktu satu bulan. “Harga per hari Rp 250 ribu,” terang Ahmad dalam laporannya. Begitu keduanya sepakat, Ahmad pun memberikan mobil Avanza miliknya itu beserta kontak dan STNK kepada MM. Satu bulan berlalu, ternyata mobil yang disewa itu tak kunjung dikembalikan MM. Begitu korban mendengar bahwa mobil miliknya dipindahtangankan oleh MM, akhirnya pria asal Besuki itu melaporkan MM ke Mapolsek Banyuglugur. Dikonfirmasi, Kasubbag Humas Polres Situbondo AKP Wahyudi membenarkan adanya penangkapan pria yang diduga menggelapkan mobil tersebut. “Dugaan penggelapan mobil tersebut masih tahap pemeriksaan. Tersangka dan mobil yang disewanya saat ini diamankan di Mapolsek Banyuglugur,” terang AKP Wahyudi. (rri/c1/als)

Radar Banyuwangi 18 Juli 2013  

Jawa Pos Radar Banyuwangi