Issuu on Google+

RABU 17 APRIL

25

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2013

Eko Dihukum Tujuh Tahun Terbukti Menganiaya Istri sampai Mati

I LOVE BWI

Siapkan 138 Kasur BANYUWANGI - Panitia Banyuwangi Peduli terus mematangkan persiapan ajang yang akan dihelat di arena Tennis Indoor GOR Tawang Alun Rabu pekan depan (24/4) tersebut. Agar peserta tidak antre terlalu lama saat akan mendonorkan darahnya, panitia menyiapkan 138 unit bed. Ratusan ka sur tersebut, di anberasal dari pemkab ttaranya b dan PMI Banyuwangi, PMI Mojokerto, PMI Lumajang, PMI Situbondo, dan PMI Jember. Pemkab dan PMI Banyuwangi menyediakan 78 unit bed demi menyukseskan agenda yang merupakan hasil kerja sama Pemkab Banyuwangi dan Jawa Pos Radar Banyuwangi tersebut. PMI Mojokerto menyediakan 16 unit bed aftap, PMI Lumajang sepuluh unit, PMI Situbondo 14 unit, dan PMI Jember 20 unit. (sgt/c1/bay)

ADA APA LAGI

Perjalanan Penganiaya Istri

BANYUWANGI - Eko Priyono, 26, warga Dusun Krajan, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, oleh majelis hakim dinyatakan terbukti bersalah te lah me la kukan keke rasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan korban Ana Yuliati, 34, istrinya. Dalam kasus tersebut, Eko menganiaya istrinya hingga meninggal dunia. Dalam persidangan di P engadilan Negeri (PN) Banyuwa ngi dengan agenda pembacaan vonis kemarin (16/4), majelis hakim yang dipimpin Wi darti SH didampingi Bawono Effendi SH dan I Wayan Gede Rumega SH menyebut, berda sar fakta-fakta hukum, terdakwa Eko melanggar Pasal 44 ayat 3 Undang-Undang (UU) No. 23 Tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Majelis hakim menyebut, Eko yang ditangkap polisi sejak 12 Agustus 2012 lalu itu telah melakukan perbuatan pidana. Makanya, perbuatan tersebut harus diberi ganjaran pidana. Ganjaran untuk terdakwa adalah tujuh tahun penjara. “Saudara terdakwa paham ya, telah divonis tujuh tahun penjara,” tegas Widarti n

Nama : Eko Priyono Umur : 26 tahun Alamat : Dusun Krajan, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi Kejadian : pukul 21.00 tanggal 12 Agustus 2012 Korban : Ana Yuliati, 34 th

KDRT

Meninggal Mendadak di Toilet Pelabuhan KALIPURO - Warga sekitar Pelabuhan ASDP Indonesia Ferry, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, geger siang kemarin 916/4). Seorang ibu ditemukan sudah tewas dengan tubuh terlentang di depan kamar mandi di pelabuhan terTEMUAN MAYAT sebut. Di tubuh korban tidak ditemukan tandatanda luka bekas penganiayaan. Warga yang menemukan perempuan bernasib malang ini langsung melapor ke Polsek KP3. Selanjutnya, mayat korban dikirim ke RSUD Blambangan untuk divisum. “Ibu itu baru masuk ke kamar mandi,” jelas Husni, salah satu petugas keamanan pelabuhan. Korban yang diketahui bernama Kamariah, 47, warga Desa Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), itu baru saja tiba di pelabuhan. Sebelumnya, perempuan itu naik bus jurusan SemarangDenpasar. “Turun dari bus, lalu tanya kamar mandi kepada tukang ojek,” katanya. Menurut Husni, korban diduga sedang mencuci tangan di wastafel. Tidak diketahui pasti penyebabnya, perempuan itu tiba-tiba ambruk dan langsung meninggal dunia dengan posisi terlentang. “Tidak ada luka bekas penganiayaan,” cetus Kapolsek KP3 Pelabuhan Ketapang AKP Subandi. Berdasar keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi, pada pukul 10.00 korban turun dari bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) jurusan Semarang-Denpasar. “Korban baru dari Semarang n

Jumlah Honorer K2 : 3.039 orang Jumlah Pengaduan : 53 Pengaduan Laporan dugaan pemalsuan dokumen : 6 Pengaduan Masa uji publik : berakhir 16 April 2013

Kronologi : 1 Eko memukul istrinya dengan tangan di kamar

Pemukulan dilanjutkan dengan menggunakan 2 pipa paralon

Eko membawa Ana naik becak ke RSUD Genteng Diperkirakan Ana Yuliati meninggal 3 dunia saat dibawa

Pengaduan dan sanggahan diterima hingga 4 Mei 2013 Isi Sanggahan: Kekeliruan nama Kekeliruan tanggal lahir Kesalahan alamat Kesalahan pendidikan

Eko ditangkap di Polsek Genteng

5

Beberapa hari ditahan di polsek, Eko berhasil kabur. Eko ditangkap di Blitar beberapa 6 hari kemudian Eko divonis 7 tahun penjara oleh PN Banyuwangi pada 16 April 2013

Ana Yuliati luka lebam di sekujur tubuh 4 GRAFIS: ZAKARIA/RaBa

 Baca Meninggal...Hal 35

BANYUWANGI - Tingkat kehadiran peserta di hari kedua ujian nasional (unas) kemarin (16/4) tidak mengalami perubahan signifikan diband i n g hari sebelumnya. Jika p a d a hari pertama pelaksanaan unas Senin lalu (15/4) jumlah p e s e r t a ya n g t i d a k ha d i r 77 orang, ke mar in (16/4) jum lah pe serta yang tidak me ngikuti ujian yang sangat me nentukan kelulusan siswa itu 76 orang n  Baca Pertama...Hal 35

Enam Honorer Diadukan Pemalsuan Dokumen

Honorer K-2 Banyuwangi

Pertama Kali Pakai Huruf Braille AGUS BAIHAQI/RaBa

BANYUWANGI - Uji publik daftar nominasi tenaga honorer kategori II (K2) di lingkungan Pemkab Banyuwangi berakhir kemarin (16/4). Hingga uji publik berakhir, ada 53 sanggahan yang masuk ke Kantor Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Banyuwangi. Walau uji publik sudah berakhir, tapi jumlah sanggahan ma s i h mu ngk i n b e r t a m b a h. S e bab, BKD masih membuka kesempatan terhadap masyarakat umum agar menyampaikan sanggahan terkait 3.039 nama honorer K2 tersebut. Walau uji publik sudah berakhir kemarin, tapi sanggahan dan pengaduan masih tetap diterima hingga 4 Mei 2013 mendatang. “Kalau ada sanggahan dan pengaduan, kita harapkan disampaikan secara tertulis kepada kami hingga 4 Mei mendatang,” ujar Kepala BKD Banyuwangi, Sih Wahyudi, kemarin. Dari 53 sanggahan yang masuk, kata Sih Wahyudi, sebagian besar pengaduan terkait kekeliruan nama, tanggal lahir, alamat, dan pendidikan. Pengaduan soal dugaan pemalsuan dokumen pengangkatan tenaga honorer hanya ada enam n  Baca Uji...Hal 35

 Baca Eko...Hal 35

LEMARI: Petugas identifikasi Polres Banyuwangi memeriksa jenazah Kamariah di IKK RSUD Blambangan kemarin.

Uji Publik Berakhir, Masuk 53 Sanggahan

GALIH COKRO/RaBa

TENANG: Peserta mengerjakan soal unas di SMA-LB Negeri Banyuwangi kemarin.

GRAFIS: ZAKARIA/RaBa

Runway Tambahan Lolos Verifikasi ROGOJAMPI - Run way baru Bandara Blimbingsari sepanjang 400 meter lolos verifikasi tim Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI. Dengan lolosnya verifikasi tersebut, secara otomatis landasan pacu tambahan tersebut bisa langsung dioperasikan. Bandara BlimSetelah semua catatan bingsari memiliki run way sepanjang tim Dirjen Udara 1.800 meter. Namun, Kemenhub selesai landasan pacu yang sudah digunakan kami laksanakan, tuk aktivitas perunway itu sudah bisa un nerbangan hanya dioperasikan.” 1.400 meter. Yang 400 meter ma sih ANDY HENDRA SURYAKA belum di ope raKepala Satker Bandara sikan ka rena beBlimbingsari lum diverifikasi kelayakan oleh tim Kemenhub RI. Runway tambahan sepanjang 400 meter itu memang baru selesai dibangun akhir tahun anggaran 2012 lalu. “Pekan lalu tim dari Dirjen Udara Kemenhub sudah rampung melakukan verifikasi,” ujar Kepala Satker Bandara Blimbingsari, Andy Hendra Suryaka, kemarin (16/4) n  Baca Runway...Hal 35

Melihat dari Dekat Lokasi Penambangan Pasir di Desa Singolatren

Jauh Lebih Sepi setelah Warga Lapor Bupati Penambangan pasir di Dusun Blumbang, Desa Singolatren, Kecamatan Singojuruh, sempat ditentang warga. Sebab, selain belum berizin, aktivitas penambangan itu dikhawatirkan merusak jalan yang baru diaspal. Bagaimana kondisinya kini?

Jangan-jangan kuwalat sama Moukwelle SUNYI: Lokasi penambangan pasir di Desa Singolatren, Kecamatan Singojuruh, kemarin.

ABDUL AZIZ, Singojuruh LOKASI penambangan pasir di Dusun Blumbang, Desa Singolatren, Kecamatan Singojuruh, berada di tengah areal persawahan yang cukup produktif. Sebelum disulap menjadi lokasi penambangan pasir, kawasan yang berbatasan dengan Dusun Sukorejo, Desa Lemahbang Kulon,

Persewangi IPL terancam WO

Prolegda DPRD Banyuwangi tuntas 25 persen Harap maklum, sedang sibuk (daftar caleg)

ABDUL AZIZ/RaBa

Kecamatan Singojuruh, itu ditanami padi oleh pemiliknya. Namun, sejak awal tahun 2013 lalu, lahan yang cukup subur tersebut berubah fungsi. Sebuah alat berat masuk ke lokasi

tersebut untuk mengeruk pasir. Sejak itu sawah tersebut tak pernah lagi ditanami padi. Setiap hari yang terlihat adalah alat berat mengeruk pasir. Bahkan, semakin hari lahan yang dikeruk semakin dalam

dan semakin luas. Akibat pengerukan pasir itu, dump p truk setiap hari masuk ke areal terrsebut untuk mengangkut pasir n  Baca Jauh...Hal 35

 Baca Saat...Hal 39 http://www.radarbanyuwangi.co.id

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com

26

Rabu 17 April 2013

Istanbul, Kota Seribu Masjid di Eropa Oleh: Ellys Utami P.

JIKA Kairo mendapat julukan negeri seribu menara, mungkinkah Istanbul berhak menyandang gelar yang sama? Karena hampir sama dengan di Kairo, di seluruh daratan kota Istanbul dihiasi masjid-masjid berasitektur indah. Bentuknya juga nyaris mirip satu sama lain, memiliki kubah besar dan beberapa kubah kecil dan tentu yang menjadi ciri khasnya adalah bentuk menaranya yang lancip. Mengingatkan saya pada Masjid Muhammad Ali Pasha, Citadel Kairo. Kontur tanah yang berbukit-bukit, semakin menonjolkan bangunan masjid yang dalam bahasa Turki disebut camii.   Dari sekian banyak masjid-masjid

itu, saya hanya sempat mampir di dua masjid di Istanbul dan satu masjid di Edirne untuk melihat keindahan interiornya. Tapi beberapa lainnya hanya bisa menikmati keindahannya dari luar karena keterbatasan waktu. Suasana religius lebih terasa ketika masuk waktu salat. Suara adzan masjid satu dengan yang lain akan saling bersahutsahutan. Saya bahkan hampir tak percaya bahwa saya sedang berada di daratan Eropa. Berikut beberapa masjid indah yang sempat saya kunjungi dan saya abadikan dalam jepretan kamera saya. Masjid Sultan Ahmed Lima hari saya berada di Istanbul, rasanya tidak pernah saya tidak melewati Masjid Sultan Ahmed ini. Dan hampir tak pernah pula saya

CERMIN DIRI

Menakar Dampak Kelangkaan Solar SIAPA pun yang memiliki kendaraan bermotor berbahan bakar solar pasti merasakan kejengkelan belakangan ini. Untuk bepergian ke luar kota, mereka harus bersiap antre berjam-jam jika ingin mengisi solar di SPBU. Pasalnya, sudah seminggu ini solar mengalami kelangkaan. Di sejumlah SPBU terlihat antrean mengular para pemburu solar. Terkadang, meski sudah berjam-jam antre, mereka kecewa karena stok solar di SPBU sudah habis. Kelangkaan solar itu tidak hanya berimbas pada pemilik kendaraan berbahan bakar solar. Para nelayan dan petani pun terkena dampaknya. Mesin perahu nelayan dan mesin pembajak sawah milik para petani rata-rata menggunakan solar. Tak ayal, mereka juga kelimpungan. Yang paling terpukul adalah usaha pengiriman atau jasa ekspedisi. Seperti pengiriman sembako, elektronik, hasil industri, dan lain-lain. Sebab, untuk mengangkut barang-barang tersebut, mereka biasanya menggunakan truk atau bus. Ironisnya, kendaraan besar itu lebih banyak memakai solar sebagai bahan bakar. Jika kelangkaan solar itu terjadi terus-menerus, dikhawatirkan imbasnya tidak hanya dialami pebisnis transportasi. Tetapi, juga bisa merembet ke sektor lain, seperti kelangkaan barang-barang tertentu akibat pengiriman telat dan kenaikan harga-harga barang. Semoga kelangkaan solar ini bisa segera teratasi. Sehingga, masyarakat tidak mengalami kebingungan dan kejengkelan akibat antre lama di SPBU. Atau, silakan saja jika BBM bersubsidi terus dikurangi. Akan tetapi, stok BBM non-subsidi di semua SPBU harus terpenuhi. Lambat laun jika BBM bersubsidi sudah langka, meski sangat terpaksa, masyarakat akan beralih ke BBM nonsubsidi. Sebab, mereka masih membutuhkan BBM agar kendaraan mereka tetap bisa greng. (*)

Kirim tulisan Anda ke alamat di bawah ini:

SUARA PEMBACA Tulis permasalahan yang Anda hadapi terkait layanan publik. Baik terhadap intansi swasta maupun pemerintah. Sertakan alamat yang lengkap disertai fotokopi identitas dan nomor telepon Anda. Kirim ke artikelradarbwi@gmail.com

ISTIMEWA

TIDAK MEMBOSANKAN: Saya dan keluarga di salah satu sudut Kota Istanbul,Turki.

tidak menjepretkan kamera saya pada masjid indah yang dijuluki The Blue Mosque tersebut. Pagi, siang, sore bahkan malam hari foto masjid biru terekam dalam memory card kamera saya. Kami memang menginap di belakang masjid ini. Hanya

sekitar 200-an meter saja. Jadi pergi kemanapun kami pasti melewati dua bangunan megah di kota tua Sultanahmet, Blue Mosque, dan Ayasofya. Masjid Sultan Ahmed dibangun pada tahun 1609-1617 pada masa pemerintahan Sultan Ahmet I yang

merupakan cucu Sultan Mehmed II. Arsitektur masjid ini merupakan puncak dari karya arsitektur pada masa kesultanan Turki Usmani, mengadopsi beberapa elemen dari Hagia Sophia yang merupakan bangunan peninggalan Byzantium dan memadukannya dengan arsitektur tradisional Islam. Memiliki 8 kubah kecil dan 1 kubah utama serta 6 menara. Arsiteknya adalah Mehmet Agha murid dari arsitek Mimar Sinan. Julukan Blue Mosque untuk Masjid Sultan Ahmed disebabkan karena interior ruangannya yang kebiruan. Menggunakan 21.043 keping keramik bernuansa biru dan hijau yang ditangkan dari Iznik, sebuah kota kecil penghasil keramik terbaik di Bursa untuk dekorasi ruangan

Radar Banyuwangi mengundang warga Banyuwangi dan Situbondo yang berada di perantauan untuk menulis pengalamannya. Tulisan kirim ke radarbwi@gmail.com. Sertakan juga foto diri. Maaf, kami tidak menyediakan imbalan apapun bagi tulisan yang dimuat.

dalam masjid. Hampir seluruh ruangan yang luasnya 51 m x 53 m dihiasi dengan keramik termasuk pilar dan langit-langit yang tingginya 5 meter. Ada kurang lebih 260 jendela kaca patri dari Venesia yang juga melengkapi keindahan interior masjid Biru.  Rasanya tak pernah bosan berada dalam masjid ini n  Baca Istambul...Hal 35

Wadul Pilkades BANYUWANGI - Polemik pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, terus berlanjut. Pesta demokrasi tingkat desa dengan dua kandidat, yakni Supriyadi (nomor urut 1) dan calon kepala desa (cakades) nomor urut 2, Mey Setyorini, itu diwarnai protes. Merasa dirugikan, cakades nomor urut 2, Mey Setyorini, dan pendukungnya mendatangi kantor DPRD Banyuwangi kemarin (16/4). Di kantor wakil rakyat, rombongan itu diterima Komisi I DPRD Banyuwangi. Pihak Komisi I langsung menggelar rapat dengar pendapat (hearing) di ruang pertemuan khusus DPRD Banyuwangi n  Baca Wadul...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

LAPORAN: Mey Setyorini dan Eko Sukartono di gedung DPRD Banyuwangi kemarin.

Tamu Lokalisasi 97 Persen Beristri KALIPURO - Para pengunjung lokalisasi pelacuran di beberapa daerah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Banyuwangi, ternyata didominasi lelaki dewasa. Yang menarik, lelaki yang suka jajan itu sebagian besar memiliki istri. Pernyataan itu disampaikan Dr. Djumayar Marhun saat menjadi narasumber sosialisasi Rehabilitasi Sosial Eks Wanita Tuna Susila di Hotel Mirah, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro,

Banyuwangi, kemarin (16/4). Doktor Marhun mengaku pernah melakukan penelitian khusus terkait penanganan lokalisasi pelacuran. Di antara hasil penelitian itu, sebagian besar pengunjung lokalisasi pelacuran itu adalah lelaki yang sudah beristri. “Ternyata 97 persen pengunjung pelacuran itu lelaki yang sudah punya istri,” kata staf pengajar di Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung itu.

Hasil penelitian ini, jelas Marhun, menunjukkan bahwa lelaki yang masih berstatus bujangan ternyata hanya sedikit atau sekitar tiga persen yang suka jajan ke lokalisasi. “Ternyata yang suka jajan itu bapak-bapak ya,” ungkapnya disambut tawa peserta. Dalam penelitian itu, kata dia, ada dua alasan yang menjadi penyebab lelaki suka ke lokalisasi pelacuran. Dua alasan itu, karena jenuh berhubungan dengan

istrinya. “Alasan kedua, istrinya kalau diajak ‘main’ tidak punya variasi,” bebernya. Melihat hasil penelitian ini, masih kata dia, mengurangi jumlah pengunjung ke lokalisasi bisa dilakukan dengan memberi teori-teori mengenai hubungan kepada para istri. Sehingga, para suami tidak merasa jenuh. “Kayaknya para istri perlu diberi pelajaran khusus,” selorohnya n  Baca Tamu...Hal 35

Atau kirim langsung ke kantor Radar Banyuwangi Jalan Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Biro Genteng: Jalan Raya Jember 47 Genteng, Biro Situbondo: Jalan Wijaya Kusuma 60 Situbondo.

LEGISLATIF

Prolegda Rampung 25 Persen BANYUWANGI - Triwulan pertama 2013 sudah berakhir, bahkan sudah lewat 15 hari. Namun, hingga kini, capaian DPRD Banyuwangi dalam menuntaskan Program Legislasi Daerah (Prolegda) baru mencapai 25 persen. Dari 20 rancangan peraturan daerah (raperda) yang dijadwalkan tuntas dibahas tahun ini, baru lima di antaranya yang telah disahkan menjadi peraturan daerah (perda). Akibatnya, pesimisme kalangan dewan mampu merampungkan Prolegda yang telah disusun tersebut pun muncul. Apalagi, tahun ini tahap Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2014 sudah dimulai. Proses pencalonan anggota legislatif pun telah berlangsung sejak 9 April lalu. Dikhawatirkan, para anggota dewan yang maju lagi dalam pileg mendatang tidak akan fokus menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat. Ketua DPRD Banyuwangi, Hermanto mengatakan, selepas tahun ini merupakan tahun pemilu. Pihaknya tetap optimistis seluruh Prolegda 2013 akan rampung. “Terkait masalah Prolegda, sebagaimana mekanisme dan planning yang sudah disusun insyaallah semua akan tercapai pada waktunya nanti,” ujarnya kemarin (16/4). Hermanto mengakui bahwa waktu pembahasan beberapa raperda tidak sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Itu terjadi lantaran para anggota dewan melaksanakan program lain yang lebih mendesak. “Timing memang tidak sesuai jadwal yang sudah ditentukan karena memang ada beberapa kegiatan yang mendesak. Tetapi, kita tidak mengabaikan kegiatan-kegiatan yang sudah kita planning,” ujarnya. Hermanto menambahkan, walaupun tahun ini tahap Pileg 2014 sudah berjalan, anggota dewan harus tetap melaksanakan kewajiban sebagai wakil rakyat. “Anggota dewan mempunyai kewajiban melaksanakan tugas sesuai amanat yang mereka emban. Itu harus dilaksanakan sampai akhir masa jabatan,” tegas politikus PDI Perjuangan tersebut. Disinggung ada-tidaknya sanksi terhadap anggota legislatif yang mengabaikan tugas, misalnya lantaran sibuk nyaleg, Hermanto menjawab diplomatis. “Jika ada anggota dewan yang mengabaikan tugas, sudah ada Badan Kehormatan (BK) yang menangani. Harapan kami, tugas dewan dilaksanakan dengan baik oleh semua anggota,” pungkasnya. (sgt/c1/bay) Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho, Mega Dwi P. Desain Iklan: PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/ Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi

27

Rabu 17 April 2013

Antre Lima Jam Dapat 2 Jeriken

PENAMBANG LIAR

Kelangkaan Solar Belum Teratasi

ABDUL AZIZ/RABA

TETAP BERTAHAN: Petugas gabungan saat mengumpulkan penambang emas ilegal kemarin siang.

Diimbau Tinggalkan Gunung Tumpang Pitu PESANGGARAN - Seakan tak pernah lelah, aparat Polsek Pesanggaran dan Perhutani Banyuwangi Selatan terus mengimbau agar para penambang ilegal di Petak 78 dan 79 Gunung Tumpang Pitu, Desa/Kecamatan Pesanggaran, segera meninggalkan lokasi. Kemarin siang, aparat gabungan kembali naik ke Gunung Tumpang Pitu. Mereka mengimbau ratusan penambang ilegal yang masih bertahan di tempat tersebut agar secepatnya meninggalkan areal penambangan. Dalam kesempatan tersebut, petugas gabungan juga mengimbau agar para penambang ilegal sebisa mungkin menjaga lingkungan. “Karena pada tanggal 25 dan 26 April besok akan dilakukan reklamasi,” kata Kapolsek Pesanggaran AKP Supriyadi kemarin. Sayang, para penambang tak mau begitu saja meninggalkan lokasi penambangan. Mereka tetap berharap Pemkab Banyuwangi mencarikan solusi agar mereka bisa tetap menambang di Gunung Tumpang Pitu. “Jadi, intinya mereka akan taat apa pun aturannya, yang penting diberi kesempatan mencari penghasilan di sana. Mereka berharap pemerintah mencarikan jalan keluar,” kata Supriyadi. Upaya petugas gabungan membujuk penambang bukan sekali ini saja dilakukan. Sebelumnya, ratusan penambang liar sudah dikumpulkan. Dalam waktu dekat, polisi juga akan melakukan pendataan ulang terhadap para penambang di Petak 79. Pihaknya tidak ingin ada penambang liar dari luar Banyuwangi melakukan penambangan di areal Perhutani Banyuwangi Selatan tersebut. Genderang perang terhadap para penambang emas ilegal dari luar Banyuwangi mulai ditabuh jajaran Muspika Kecamatan Pesanggaran. Jajaran Muspika Pesanggaran mulai melakukan operasi terhadap para penambang emas ilegal yang biasa beroperasi di areal Gunung Tumpang Pitu, Kecamatan Pesanggaran, itu. Operasi yang dilakukan jajaran Forpimda Pesanggaran tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi forum pimpinan daerah (forpimda) terkait penertiban terhadap para penambang asal luar daerah. (azi/c1/aif)

MUNCAR - Antrean panjang kembali terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Pelabuhan Muncar kemarin. Para nelayan terpaksa antre solar meski harus menunggu hingga lima jam. Antrean tersebut menyusul kelangkaan solar yang berlangsung beberapa hari terakhir. Fauzi, ketua RT 03/RW 02, Dusun Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, mengakui bahwa para nelayan terpaksa antre untuk mendapatkan solar. ‘’Itu keponakan saya antre mulai tadi pagi. Sampai sekarang belum selesai,’’ ujar Fauzi ditemui koran ini kemarin. Menurut dia, fenomena antre solar itu pertama kali terjadi sepanjang tahun 2013 ini. ‘’A ntre kayak gini ini sudah semingguan terjadi,” imbuhnya. Nelayan lain, Edy, mengatakan bahwa antrean tersebut berlangsung sejak solar langka. “Antre mulai tadi malam. Sampai sekarang masih antre terus. Ini gara-gara solar langka,” cetusnya. Jika solar habis, kata dia, banyak nelayan mencari solar ke SPBU lain. Tapi itu harus mendapatkan rekomendasi dari petugas perikanan dan kelautan di Muncar. “Paling banter cuma dapat dua jeriken,” kata Edy. Dia menjelaskan, akibat kelangkaan solar itu, nelayan banyak yang kelimpungan. Sebab, saat ini musim banyak ikan. “Kalau nggak ada solar, ya gak bisa melaut,” sesalnya. Untungnya, lanjut dia, daerah operasi mencari ikan masih terbilang dekat. Para nelayan menangkap ikan di kawasan perairan Sembulungan. ‘’Kalau dekat, solarnya

ALI NURFATONI/RaBa

DITINGGAL ROKOKAN: Antrean pembelian solar pakai jeriken di SPBN Pelabuhan Muncar kemarin.

tidak terlalu banyak. Bagaimana kalau melaut sampai Jimbaran, Bali,” tandasnya. Dia berharap agar kelangkaan solar tersebut segera diatasi. Sebab, nelayan sangat menggantungkan hidup kepada solar. “Jangan sampai seperti ini, yaitu

ALI NURFATONI/RaBa

DIJAGA KETAT: Puluhan personel polisi mengamankan eksekusi lahan di Dusun Kedungringin, Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo, kemarin.

ALI NURFATONI/RaBa

PANEN RAYA: Buruh tani sedang merontokkan padi di Dusun Sukomukti, Desa Kebaman, Kecamatan Srono, kemarin.

basah Rp 2 ribu. Kalau panas harganya bagus,” imbuhnya. Kepala Kantor Ketahanan Pangan Banyuwangi, I Made Wicaksana mengatakan, standar harga gabah yang dipatok Pemkab Banyuwangi cukup tinggi. Kategori gabah kering giling (GKG) saat ini dibeli seharga Rp 4.100. ‘’Kering sawah harganya Rp 3.600,’’ kata Made.

Dia menjelaskan, standar harga tersebut jauh lebih tinggi daripada harga dari pemerintah pusat. Sebab, sesuai inpres tentang pengadaan gabah, pemerintah hanya mematok harga gabah kering panen senilai Rp 3.300 per kilogram. ‘’Jadi, kita sudah di atas pembelian pemerintah,” ujar Made bangga. Petani sangat diuntungkan di

panen raya tahun ini. Mengingat, harga gabah cukup tinggi. Bagaimana kalau di lapangan terjadi permainan harga? Made mengatakan, semua pihak harus berperan aktif, termasuk Bulog. ”Para petani jangan sampai dirugikan saat musim panen. Peran pemerintah adalah memantau harga,” tandas Made. (ton/c1/aif)

Ban Meletus, Wagon Seruduk Warung GAMBIRAN - Kecelakaan lalu lintas antara mobil Station Wagon bernopol P 1252 VF dan motor Mio bernopol P 3794 XT terjadi di Jalan Diponegoro, Desa/Kecamatan Gambiran, kemarin petang. Akibat kecelakaan tersebut, pengemudi Mio atas nama M. Farihul Masbudi, 23, warga Dusun/Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, mengalami patah tulang tangan sebelah kanan. Selain itu, sebuah warung makan di tepi jalan milik Kholis Beni, 41, rusak parah setelah dihantam mobil Wagon milik Hari Cahyono, 38, warga Dusun Krajan, Desa Setail, Kecamatan Genteng. Diperoleh keterangan, kecelakaan tersebut bermula ketika mobil Wagon itu meluncur dari arah utara. Ketika sampai di tempat kejadian perkara (TKP), dari arah berlawanan muncul motor Mio yang dikemudikan Farihul dan

adalah 24 kiloliter,’’ katanya. Di sela-sela pengisian, Topan mengaku tidak bisa memprediksi kapan solar tersebut habis. Menurut dia, jika solar habis, terpaksa harus menunggu pasokan dari Pertamina. (ton/c1/aif)

Diprediksi Ricuh, Eksekusi Lancar

Waspadai Permainan Penimbang Gabah SRONO - Para petani harus mewaspadai harga gabah dalam panen raya yang terjadi di Banyuwangi. Sebab, harga gabah kerap kali ‘’dimainkan’’ para penimbang gabah. Mereka bisa seenaknya menimbang gabah dan merugikan petani. Saat ini harga gabah dari petani dibeli seharga Rp 3.400 per kilogram. Seperti yang terjadi di Dusun Sukomukti, Desa Kebaman, Kecamatan Srono, kemarin. ‘’Harga sekarang Rp 3.400,” ungkap Pendi, salah seorang petani, di sela-sela panen kemarin. Menurut dia, panen kali ini memang lebih baik daripada musim sebelumnya. Dia menyebut, satu hektare sawah bisa mendapat 50 karung atau sama dengan 5 ton. Harga gabah bisa turun menyesuaikan kualitas. Seperti diungkapkan Saudah, salah satu buruh tani. ‘’Kalau gabah hasil ngasak harganya per kilogram Rp 3 ribu,” ujar Saudah. Menurut dia, harga tersebut menyesuaikan kondisi padi. Jika musim hujan, maka harga bisa turun drastis. “Harga gabah

antre berjam-jam,” tanads Edy. Topan, salah satu petugas SPBN Muncar mengatakan, pasokan solar yang diterima kali ini lebih banyak dibandingkan hari sebelumnya. ‘’Tadi malam datang pukul 20.00. Solar yang dipasok

ABDUL AZIZ/RABA

AMBROL: Warung milik Kholis Beny jebol setelah dihantam mobil Station Wagon kemarin.

tengah mendahului truk yang belum diketahui identitasnya. Motor Mio yang dikemudikan Farihul tersebut diduga terlalu ke kanan dan menghantam ban depan mobil milik Cahyono. Hal ini membuat Farihul terjatuh dan mengalami patah tulang tangan kanan. Parahnya lagi, ban depan sisi kanan mobil Cahyono mendadak kempis. Mobil langsung oleng ke kanan lalu menghantam warung milik Kholis Beni. “Sepeda motor punya pemilik warung yang diparkir di depan warung itu juga tertabrak mobil,” kata Kapolsek Genteng Kompol Riamun melalui Kanitlantas Ipda Sumono. Tak lama setelah kejadian, Farihul dilarikan ke Rumah Sakit Al-Huda, Kecamatan Gambiran. “Motor milik Farihul dan mobil milik Cahyono sudah kita amankan,” tandas Sumono. (azi/c1/aif )

BANGOREJO - Meski sempat diprediksi ricuh, jalannya eksekusi lahan di Dusun Kedungringin, Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo, ternyata berlangsung lancar kemarin. Sekitar 100 aparat kepolisian dikerahkan untuk mengamankan eksekusi lahan seluas 8.275 meter persegi tersebut. Eksekusi itu mengacu keputusan Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi Nomor 03/PDT.G.EKS/2013/PN.BWI. Mengacu putusan PN itu, Parnadi, warga Dusun Gumukrejo, Desa Sidorejo, Kecamatan Purwoharjo, dinyatakan sebagai orang yang berhak memiliki lahan yang ditanami jeruk tersebut. Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, proses eksekusi sempat mendapatkan perlawanan dari suami Siti Muntamamah. Pria asal Dusun Kedungrejo, Desa Sambimul-

yo, Kecamatan Bangorejo, itu berusaha menghalangi dua pekerja yang sedang memotong tanaman jeruk di lahan tersebut. Beruntung, aparat kepolisian yang dipimpin langsung Kabagops Polres Banyuwangi Kompol Sujarwo bertindak cepat. Pria tersebut langsung dibawa menjauh dari lokasi lahan. Tim juru sita PN Banyuwangi, Edy Sugiarto mengatakan, lahan tersebut kini milik Parnadi selaku pemenang lelang atau pemohon eksekusi. “Dulu milik Muntamamah sebagai debitur BRI, sekarang menjadi milik Parnadi,” katanya. Dia menegaskan, eksekusi lahan tersebut berdasar pemenang lelang, bukan sebagai lahan yang bersengketa. “Jadi, saya tegaskan bahwa eksekusi ini dilakukan berdasar hasil lelang,” jelas Edy. (ton/c1/aif)

Mengonsumsi Alkohol Dapat Menimbulkan Gangguan Seksual Pada kelompok masyarakat tertentu, mengonsumsi alkohol seperti menjadi kebanggan tersendiri. Memang ada dampak positif mengonsumsi alcohol, tapi itu hanya didapat bila dikonsumsi dalam jumlah yang sedikit. Bila dikonsumsi dalam jumlah yang banyak dan terus-menerus, alkohol sangat membahayakan. Alkohol adalah senyawa yang mempunyai molekul sangat kecil dan larut air serta lemak, sehingga mudah masuk ke dalam aliran darah dan menembus otak. Karena itu, target utama alkohol adalah otak dan sistem saraf pusat. Dosis rendah alkohol memberikan efek relaksasi, menurunkan ketegangan, inhibisi, konsentrasi, dan memperlambat reflek. Pada dosis sedang menyebabkan bicara lambat, drowsy, dan penurunan emosi. Pada dosis tinggi menyebabkan mual, muntah, gang guan per na pa san, p e n u runan k esadaran, koma atau kematian. Bahkan, sebuah penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang meneguk minuman keras lebih dari 100 gelas per bulan memiliki potensi yang tinggi terhadap kehancuran otak. Selain itu, mengonsumsi alkohol juga berdampak signifikan terhadap sistem kardiovaskuler. Alkohol dapat menyebabkan pembengkakan jantung yang dapat menggiring ke arah terjadinya gagal jantung kongestif. Penelitian terkini menyatakan bahwa ada hubungan positif antara konsumsi alkohol dan kejadian kardiomyopati ( kelainan otot jantung ). Dan juga, mengonsumsi alkohol secara berlebihan dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke karena dapat menyebabkan terjadinya penggumpalan darah dalam salurannya, termasuk di otak. Yang amat menakutkan adalah yang berikut ini. Menurut Prof. Dr. Wimpie Pangkahila, seorang ahli andrologi dan seksologi, penggunaan alkohol dalam waktu yang lama dapat menyebabkan gangguan fungsi seksual. Apakah hanya untuk kaum lelaki? Ternyata tidak. Menurut beliau, ternyata gangguan

seksual akibat mengonsumsi alcohol dalam jumlah banyak itu terjadi baik pada pria maupun wanita. Masalah seksual yang terjadi pada pria alkoholik disebabkan oleh penurunan produksi hormon testosteron. Penurunan hormon testosteron menyebabkan terjadinya peningkatan, baik relatif maupun absolut, hormon estrogen. Ini terjadi lantaran berlangsungnya penekanan atau penurunan dorongan seksual karena berkurangnya testosteron bebas yang aktif. Sedangkan pada wanita alkoholik terjadi kesulitan perangsangan dan hambatan orgasme. Bahkan, bukan hanya itu. Wanita yang banyak mengonsumsi alkohol akan mengalami proses penuaan dini dan menopause dini. Nah, kalau sudah begitu, apa yang harus dilakukan? Tentu saja menghindari factor risikonya itu. Selain itu, memperbanyak konsumsi antioksidan. Dan salah satu antioksidan yang ampuh adalah xanthone, sua tu senyawa yang terdapat di dalam kulit buah manggis. Anda yang i ngin tahu informasi lengkap tentang kulit manggis bisa membacanya di buku berjudul Kulit Manggis Berkhasiat Tinggi, yang tersedia di Toko Buku Gramedia se-Indonesia. Tapi, apakah untuk mendapatkan xanthone itu kita perlu menggiling kulit manggis dulu untuk meminum airnya? Tidak. Sekarang, teknologinya sudah ada di Indonesia. Dan produk itu sudah beredar di apotek dan tokotoko obat terkemuka di kota Anda, dalam bentuk kapsul. Namanya Garcia, bukan xanthone karena xanthone adalah nama zat yang dikandungnya. Bila ingin tahu lebih banyak tentang ekstrak kulit manggis pertama di Indonesia itu, Anda bisa menghubungi telepon bebas pulsa kami di 08001401430, email info@manggisgarcia.com, atau website www.manggisgarcia.com. .Produk ini bisa didapatkan di Apotek dan toko obat terkemuka di kota anda atau segera Banyuwangi : 0333-7703239 & 081336445358

KOMUNIKASI BISNIS

28

Rabu 17 April 2013

Bangun Sistem Keuangan On Line Kini, Laporan Kwarcab-Kwarda Terintegrasi IWAN SETIONO/RaBa

GAYENG: Manajer Pengembangan Usaha JP-RaBa, Elly Irwan Suryanto, memberikan materi penulisan artikel kemarin.

Tim Puskesmas Digembleng Jurnalistik

PULUHAN staf pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) bagian promosi se-Banyuwangi mengikuti pelatihan jurnalistik kemarin (16/4). Acara yang digelar di lantai II Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi itu dibimbing Manajer Pengembangan Usaha Jawa

Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) Elly Irwan Suryanto, dan redaktur Ali Sodiqin. Dalam pelatihan tersebut, Irwan mengupas tata cara penulisan artikel di media massa. Sedangkan Ali lebih banyak mengupas masalah berita dan cara penulisannya. (*)

BANYUWANGI - Pertanggungjawaban keuangan Kwarcab Pramuka Banyuwangi kini semakin akuntabel. Setidaknya, hal itu yang tergambar dalam laporan arus kas Kwarcab Banyuwangi. Bendahara Kwarcab Banyuwangi, Endang Wahyuningsih mengatakan, Kwarda Jatim membuat sistem pelaporan keuangan dengan sistem PSAK 2. Di mana, sistem ini memudahkan Kwarcab dalam mengklasifikasi pema-

sukan dan pengeuang harus atas perluaran kas dalam setujuan ketua gugus suatu periode. depan yang ditanDijelaskan, sistem datangani oleh angPSAK 2 yang digugota pembina yang nakan Kwarda Jatim telah ditentukan. ini mulai diterapkan “Jadi, sistem awal tahun 2013. Tukeuangan kita saat juannya, untuk menini on line dengan jamin agar keuangan Kwarda. Dan, sistem Kwarcab terorganini baru dijalankan TOHA/RaBa isasikan dengan oleh Kwarda Jatim. Endang W baik, ketentuan, dan Rencananya, jika prosedur keuangan berhasil diterapkan, harus dilaksanakan secara ketat maka akan dibawa ke Kwarnas serta disiplin. Prosedurnya an- untuk dijadikan model peltara lain, semua penerimaan/ aporan keuangan di setiap pendapatan dimasukkan dalam Kwarcab,” ungkap Pengawas rekening bank atau semua dana TK-SD di UPTD Kecamatan melalui bank, pengambilan Banyuwangi itu. (adv/als)

Maksimalkan WiFi Lewat Olimpiade MIPA BANYUWANGI - Sebanyak 442 siswa dari 24 kecamatan se-Banyuwangi mengikuti Olimpiade MIPA kemarin (16/4). Pembukaan olimpiade dilakukan oleh Bupati Abdullah Azwar Anas di Pendapa Sabha Swagata Blambangan. Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Drs Sulihtiyono, Kabid TK, SD Dinas Pendidikan, Drs Hamami, serta seluruh Kepala UPTD dan pengawas sekolah seKabupaten Banyuwangi. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Drs Sulihtiyono dalam sambutannya mengatakan, olimpiade MIPA (Matematika dan IPA) berbasis IT ini digelar untuk menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Peserta olimpiade ini, kata dia, akan

menggunakan IT sesuai konsep Banyuwangi Digital Society. “Jadi, Banyuwangi Digital Society berbasis IT itu harus kita maksimalkan perannya.

Dan, olimpiade ini adalah salah satu upayanya,” ungkap Sulihtiyono. Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas menyam-

but baik olimpiade MIPA ini. Menurut Anas, olimpiade bertujuan meningkatkan mutu pendidikan matematika dan IPA kepada siswa secara komprehensif melalui penumbuhkembangan budaya belajar, kreativitas, dan motivasi meraih prestasi terbaik dengan kompetisi yang sehat serta menjunjung nilai sportivitas. Apalagi olimpiade ini dilakukan secara on line dengan menggunakan ICT (Information and Communication Technology). Di mana, konsep Banyuwangi Digital Society salah satunya adalah digelarnya olimpiade sains ini. Dengan akses 1.100 WiFi yang tersebar di seluruh Kabupaten Banyuwangi, maka kegiatan semacam ini sangat bermanfaat. (adv/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Rumah Desa Balak •

• Rumah Kebalenan •

• Marketing •

• Adm Keuangan • 1. Adm Keuangan, pend. min D3 segala jurusan, usia max 28thn, blm menikah, bersedia dtempatkn di sluruh wilayah kerja perusahaan. 2. Satpam, Lk/Pr, pend. min SMA sdrjt, usia max 35thn, bersedia dtempatkn di sluruh wilyah krja. 3. OB, Lk, pend. min SMP/sdrjt, brsedia dtempatkn di sluruh wilayah perusahaan. Kirim lamaran ke PT. DAS, Jl. Boediono No. 42, Bwangi. Telp: 411000

ISTIMEWA

SAMBUTAN: Bupati Anas (tenga) memberikan apresisasi terhadap pelaksanaan olimpiade yang digelar di Pendapa Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi kemarin.

Lowongan Marketing, Pria, min SMA, mempunyai pengalaman Marketing, pekerja keras, mampu kerja ditarget. Lam krm ke: KSU Syirkatul Muamalat Syari’ah, Tegalmojo, Singojuruh, T: 635900

Hotline Iklan 0333-412224 Djl tanah + bangunan L 4x8=32m2 + 10 x 15 = 150m2, bisa dibeli dgn cash/kredit & juga bs disewa, SHM, Lok Ds Balak, hrg nego,H:(0333)631526–635176,0811351148

• Rumah Banyuwangi •

Djl rumah lok Kebalenan di Jl. Raya Rogojampi/ Genteng, L10 x15=150m2, SHM, bs dibeli dg cash atau kredit & jga bsa disewa, hrg nego. Hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Perum Griya Giri Mulya •

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Beras Organik •

• Daihatsu Taft •

• Toyota Innova ‘10 •

Sedia beras organik putih, perum PKBR (blkg untag), hrg 15 rb/kg 081336659258.

Daihatsu Taft GT/F70, abu-abu metalik, istimewa, 63 juta nego. H. 081234590053

• Peluang Usaha •

• Mitsubishi Kuda ‘00 •

Ingin punya usaha tanpa ganggu pekerjaan? Modal minimal 10 juta, tidak perlu bayar pegawai, keuntungan pasti 100% dalam 24 bulan. Hubungi: 03337611387

Mitsubishi Kuda SP Exced ‘00 biru silv, Ori, N pajak bru d Prob, 93jt nego. 08123481534

• Rajah Kijang Kencono •

• Toyota Soluna • Dijual Toyota Soluna 2003 hitam, metalik, hub: 082141268922 / 087857370701

Ush rajah Kijang Kencono mdl sdkit Insya Allah hsilny mmuaskan yg pnting ush; 085236824224

Dijual Kijang Innova tahun 2010 (solar) tipe G silver, harga 225 juta nego, bisa cash/ kredit atau tukar tambah, hubungi : 082142194111 atau 081335897888.

• Honda Jazz ‘08 •

• Grand Livina ‘07 •

• Daihatsu Terios ‘10 •

Dijual Honda Jazz GE8 1.5.S MT CKD tahun 2008, biru metalik, harga 152,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 - 635176, 0811351148

Dijual Nissan Grand Livina X4 MT tahun 2007, abu-abu tua metalik, harga 143,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 - 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu Terios F700 RG TS plues, tahun 2010 silver metalik, harga 145 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 - 635176 , 0811351148

• Mitsubishi Kuda ‘99 •

• Isuzu Panther ‘01 •

• Toyota Kijang LGX ‘04 •

Dijual Mitsubishi Kuda VB5W GLS (solar) tahun 1999, hijau muda metalik, harga 75 juta nego, brang istimewa, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 - 635176 , 0811351148

Dijual Isuzu Panther TBR 541 LS 25 MT tahun 2001, biru muda metalik, harga 115 juta nego, brang istimewa, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 - 635176, 0811351148

Dijual Toyota LGX bensin tahun 2004 silver stone harga 132 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit atau tukar tambah, hubungi 081336666171

Djl cpt Perum Griya Giri Mulya WX-01/WX02 hrg nego. Hub: 085353574360 SHM

BANYUWANGI Djl rumah L 10X15 = 150M2 lok Banyuwangi, utara pbrik ES, bs dibeli dg cash/kredit dan juga bisa di sewa hrg nego hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Kalirejo Permai • Jual tanah 192m2, uk 16x12m, nangka 1112, Perum Kalirejo Permai. H: 081553553553

BANYUWANGI BANYUWANGI • STNK • • Ruko Gandeng •

Hlg STNK P 4635 XC, an. Ratna Purwaningsih. Karangharjo 05/02 Karangharjo, Glenmore Hlg STNK Nopol P 6037 YX, an. Basuni. Kedaleman RT04/03 Kemiren, Glagah Hlg STNK Nopol P 4871 XF, an. Teguh Hermansyah, Jl. Musi 19 01/02 Penganjuran

Dijual ruko gandeng. L42m2 & 45m2. Lokasi Tengahkota,strtgis.(dpnalun-alun,dekatBank Mandiri, Telkom, Kantor Pos). Hub 081336119000,03337751000.TanpaPerantara.

• Jl. Agus Salim • Dijual ruko 2lt lok. Jl. Agus Salim (blkg Untag) Bwi, hub : Anugerah (0333427190)

SITUBONDO • Jl. Ahmad Yani • Djl Ruko pusat kota + 400m2, Jl. Ahmad Yani 106 A, 081336436864 / 0338671304

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua

BALJEBOL

Rabu 17 April 2013

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

33

LUMAJANG

14 Orang Punya Paspor Imigran Asal Myanmar Diinapkan di Hotel Sulawesi JEMBER – Dari hasil penelusuran Kantor Imigrasi Jember, tidak semua imigran asal Rohingya, Myanmar, benar-benar ilegal. Pasalnya, sebanyak 14 orang dari 59 orang imigran memiliki surat kelengkapan atau dokumen perjalanan internasional, seperti paspor dan semacamnya. Hal ini diungkapkan Kasi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Jember Haryo Sakti kemarin (16/4). “Iya, 14 orang imigran memiliki paspor, namun tidak ada visa tinggal,” ungkapnya. Meskipun memiliki paspor, kata dia, tindakan 14 imigran bersama puluhan imigran gelap lainnya yang memasuki wilayah Indonesia tanpa izin tidak bisa dibenarkan. Sebab, meski 14 orang tersebut memiliki paspor, mereka memasuki wilayah Indonesia tidak melewati pemeriksaan dokumen, baik di bandara udara maupun pelabuhan, sebagaimana semestinya. Padahal, menurut Haryo, ke-14 orang ini masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, setelah dari Malaysia. “Berbeda dengan yang lainnya yang hingga saat ini belum mengaku lewat mana masuk Indonesia,” ujarnya. Yang unik, sambung dia, dalam paspor ini mereka bukan menggunakan nama muslim, seperti yang tercatat sebelumnya. Dalam paspor yang berhasil ditemukan, semua menggunakan namanama khas Myanmar. Oleh karena itu, Haryo menyatakan,

untuk langkah selanjutnya, pihak Kantor Imigrasi Jember masih akan melakukan koordinasi dengan International Organization for Migration (IOM). “Karena, mereka menyebut diri sebagai pengungsi dan berbaur dengan yang lainnya,” ungkapnya. Menurut dia, IOM sebagai organisasi yang menangani masalah-masalah keimigrasian dapat menentukan status ke14 orang yang memiliki paspor tersebut. “Malam ini (tadi malam, Red) IOM akan datang,” ujarnya. Selanjutnya, apakah nantinya akan dideportasi ke negara asal mereka, atau diizinkan melanjutkan perjalanan ke Australia, atau tetap tinggal di Indonesia, akan ditentukan oleh IOM. Kejelasan status imigran gelap dari Rohingnya itu akan diketahui hari ini. Sementara itu, 59 orang imigran asal Rohingya, Myanmar, itu Senin malam, diinapkan di Hotel Sulawesi, Jember. Para pengungsi mendapatkan perlakukan yang layak dan baik. Seluruh kepentingan pengungsi atau imigran dijamin seluruhnya oleh Kantor Imigrasi Jember. Dengan perlakuan yang baik, diharapkan para imigran itu tidak memiliki niat melarikan diri. Para imigran tersebut, kata Haryo, ditampung di kamar standar hotel dengan fasilitas pendingin ruangan, televisi, kamar mandi dalam, dan makan sehari tiga kali. Tetapi, pihak imigrasi bersama petugas Polres Jember menjaga ketat para imigran. Petugas dibagi dalam dua sif penjagaan. Diharapkan, para imigran itu tidak melarikan selama dalam pengawasan pihak imigrasi. (ram/c1/mg-1/jpnn)

POLITIK

KPU Dipanggil PTUN LUMAJANG - Menjelang pelaksanaan pilkada Lumajang, persoalan hukum terus-terusan menerpa KPU. Kemarin, KPU menerima gugatan di PTUN Surabaya. Tergugat I adalah KPU Jatim yang telah men-take over KPU Lumajang dan tergugat II adalah KPU Lumajang sendiri. Gugatan itu dibuktikan dengan surat panggilan KPU ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Baik KPU Jatim maupun KPU Lumajang, sama-sama menerima panggilan dari PTUN. “Iya, tadi pagi kami menerima surat panggilan dari PTUN,” terang Pudholi Sandra, Divisi Hukum KPU Lumajang. Pudholi menjelaskan, gugatan dilayangkan Hanan dan kawan-kawan. Namun mengenai materi gugatan dan pokok gugatan, Pudoli mengaku belum mengetahui secara pasti. Sehingga, pihaknya tidak bisa menjelaskan isi materi gugatan tersebut secara rinci. Pihaknya hanya bisa menerka jika gugatan tersebut tidak jauh dari persoalan pencalonan cabup/cawabup dalam pilkada yang telah ditetapkan KPU Jatim. “Tapi secara jelasnya, saya dan teman-teman masih belum tahu,” tambahnya. Pudoli juga tidak mengetahui jati diri Hanan yang menggugat KPU Jatim dan KPU Lumajang. “Hanan itu siapa, saya juga tidak tahu,” katanya bertanya-tanya. alaupun penggugat melakukan gugatan dalam pencalonan, dia malah bertanya apakah yang bersangkutan mencalonkan diri dan apakah memiliki legalitas dari partai politik. Karena menurut dia, yang namanya pendaftaran calon, mestinya memiliki kendaraan partai politik yang tentunya harus memiliki legalitas dari partai politik tersebut. Namun yang terjadi, kata dia, tidak ada pendaftaran dari Hanan. Bahkan, sampai surat panggilan dari PTUN diterima, Pudoli tidak tahu betul persoalannya. “Benar ini, kami tidak tahu,” tegasnya. (fid/wnp/jpnn)

GALIH COKRO/RaBa

PINDAH KE JEMBER: Imigran asal Myanmar ketika meninggalkan tempat penampungan di gedung Pramuka Banyuwangi, dua hari lalu.

Jelang Unas, Siswi SMP Hamil Akibat Hubungan Intim dengan Pacar SILO – Melati (bukan nama sebenarnya, Red) kini hanya bisa menyesal. Akibat pergaulan dengan pacar yang sangat bebas, siswa kelas 3 di sebuah SMP negeri di Silo tersebut diketahui sudah hamil delapan bulan. Padahal, Senin pekan depan perempuan 17 tahun itu asal Desa Sidomulyo, Silo, itu akan mengikuti ujian nasional (unas). Kehamilan Melati tersebut diduga aki-

bat hubungan gelapnya dengan sang Us, sang pacar. Us sendiri diketahui sudah menikahi perempuan lain dua bulan lalu. Kasus ini terbongkar setelah Melati tidak masuk sekolah sejak Jumat (12/4). Dia mengaku sering pusing. Karena sebelumnya sudah sering tidak masuk sekolah, Suanim, ibunya, menjadi curiga. Semula, perempuan yang berjualan di depan rumahnya itu sama sekali tidak tahu bahwa buah hatinya sedang hamil. Kehamilan Melati terbongkar setelah ada warga yang menyarankan agar Melati dibawa ke bidan untuk diperiksa

2014. “Sejak hari ini (kemarin, Red), kami ditugaskan mengawasi,” paparnya. Dikatakan, setiap harinya akan disiapkan sebanyak sepuluh anggota Panwascam untuk pengawasan yang berasal dari kecamatan berbeda secara bergantian. Tujuannya mengawal proses pendaftaran agar tetap mengacu pada peraturan dan perundangundangan yang berlaku. Apa saja yang akan diawasi oleh sepuluh Panwascam ini? Fauzan menjelaskan, substan-

RADAR JEMBER/JPNN

PERIKSA: Orang tua Melati sedang menunggui anaknya di Puskesmas Silo I, Jember.

sinya adalah pada peraturan perundang-undangan yang mengatur pendaftaran caleg. Mulai dari administratif, kuota perempuan, sampai pada keabsahan partai politik. Termasuk beberapa legalitas yang wajib dilampirkan masingmasing partai politik ketika mendaftar. Dia menambahkan, pengawasan akan diperketat dengan dibantu sembilan panwaslu lainnya. “Kami akan mengawasi dengan serius,” ujarnya. Sejak dibukanya pendaftaran

caleg 9 April lalu, hingga kemarin belum ada satupun partai politik yang mendaftar. Meski terdengar informasi dari Partai Hanura yang bakal mendaftar pada tanggal 16-17 April, namun hingga Selasa (16/4) kemarin, tidak ada yang datang. Baru beberapa saat kemudian, didapat informasi bahwa pendaftaran calon anggota legislatif dari Partai Hanura bakal dilangsungkan serentak 20 April mendatang. “Sekarang masih belum ada yang mendaftar,” tegas Fauzan. (fid/wnp/jpnn)

Antre Solar, Terpaksa Nginap di SPBU SUKORAMBI – Kelangkaan solar non subsidi masih belum ada solusi. Hal ini mengundang emosi para sopir dan kru angkutan umum. Mereka menilai, pemerintah tidak berpihak kepada kaum kecil. ‘’Kenapa kok sampai langka seperti ini. Dan hal ini hampir terjadi di seluruh Jawa Timur. Ini cukup menyusahkan kami sebagai orang jalanan,’’ kata Yono, salah seorang sopir trailer asal Sidoarjo. Terpaksa, dia menginap di SPBU Jubung, Sukorambi sejak kemarin, untuk menunggu solar datang. ”Nggak ada solar saya (mobilnya, Red) nggak bisa jalan,” lanjutnya. Yono mengaku kesal dengan kondisi ini. Sebab dengan sulitnya mendapatkan solar membuat dirinya tidak tenang saat bekerja. Ketakutan bahan bakar dalam tangki habis belum sampai tujuan selalu menghantui. Kemudian kalau habis, dia pun harus melakukan antrian panjang lagi. Tak salah jika hal ini menjadi

RADAR JEMBER/JPNN

ANRE SOLAR: Jeriken kosong berjejer di SPBU Jubung, Kecamatan Sukorambi, Jember.

kekhawatiran khusus baginya. Sebab pantauan di lokasi SPBU, antrian panjang terjadi setiap hari. Di SPBU Jubung misalnya, antrian panjang mulai dari SPBU Jubung sampai pertigaan perumahan Griya Mangli. Mereka harus menghidupkan dan mematikan

dan membawanya ke Puskesmas Silo 1 untuk diperiksa. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa korban memang hamil dengan usia kandungan mencapai delapan bulan. Setelah dari Puskesmas Silo 1, korban bersama ibunya langsung melaporkan hal itu ke polsek. Dalam pengakuannya, korban melakukan hubungan layaknya suami istri bersama Us pada Juli 2012. Melati melakukan hubungan intim dengan pacarnya hampir setiap malam di rumah pamannya yang kosong karena ditinggal kerja. (jum/ram/jpnn)

Yang Mundur Tambah 12 Orang

Panwascam Dilibatkan Awasi Pendaftaran Caleg LUMAJANG - Pengawasan pendaftaran calon anggota legislatif (caleg) sejak kemarin semakin diperketat. Anggota Panitia Pengawas Kecamatan ( Pa n w a s c a m ) d i l i b at k a n dalam pengawasan ini. Mereka stand by di kantor KPU Lumajang sejak jam kerja atas perintah Panwaslu Kabupaten. Hal ini diungkapkan Fauzan Muttaqin, salah seorang anggota Panwascam. Dijelaskan, panwascam akan mengawasi proses pendaftaran calon anggota legislatif pada pemilu

karena terlihat pucat sekali. Tidak puas dengan hasil pemeriksaan bbidan, Melati dibawa ibunya ke salah seorang dukun. Dukun tersebut juga mengatakan bahwa Melati hamil. Saat ditanya siapa yang menghamili dirinya, Melati mengaku bahwa yang menghamili dirinya adalah Us, 27 warga Dusun Pasar Alas, Desa Garahan, Silo. Mendengar hal itu, ibu korban dengan diantar keluarganya melaporkan kejadian itu ke Polsek Silo. Selanjutnya, anggota Unit Reskrim Polsek Silo mendatangi rumah korban

mesin ketika antri. ‘’Antri itu sendiri butuh banyak bahan bakar. Sebab mesin mati dan hidup secara terus-terusan,’’ kata Yono lagi. Bahkan ketika sampai di giliran, solar di SPBU ada yang pas habis. Jika hal ini terjadi, terpaksa mereka harus menunggu dan bermalam di

SPBU tersebut. Sementara Mohtar, salah sopir lainnya mengaku, terpaksa juga menginap di SPBU, setelah lama terjebak antrian panjang. ‘’Saya sudah antri mulai dari Mangli. Lalu sampai di SPBU solar pas habis. Masak mau mencari SPBU lagi. Nanti antri lagi, berapa solar yang hilang untuk cari SPBU,’’ kata sopir truk engkel asal Tanggul itu. Tak hanya di SPBU Jubung. Pemandangan serupa juga terjadi di SPBU Kaliwates. Antrian panjang di Jalan Gajah Mada juga terjadi. Kali ini banyak didominasi oleh mobil pribadi maupun mobil truk milik perusahaan. Dari kondisi itu, para sopir dan kru pun berharap masalah ini segera selesai. Pemerintah pun segera memperlancar distribusi solar. Sebab jika tidak kerugian akan banyak diderita. ‘’Saya bekerja sebagai sopir sudah beberapa tahun. Kalau seperti ini saya rugi. Saya berharap semoga solar kembali lancar,’’ ungkapnya. (rid/hdi/jpnn)

JUMLAH peserta ujian nasional (unas) SMA/SMK/MA yang mengundurkan diri bertambah. Pada unas hari kedua yang mengujikan mata pelajaran Bahasa Inggris, Ekonomi, Fisika, Bahasa Asing, dan Tafsir itu diketahui jumlah siswa yang tidak hadir mencapai 116 orang. Padahal, pada hari pertama unas Senin lalu yang tidak hadir 103 orang. Dengan demikian, siswa yang

mengundurkan diri bertambah menjadi 12 orang. “Yang mengundurkan diri ternyata bertambah, yang sakit juga bertambah satu orang,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember Bambang Hariono. Hanya, Bambang tidak mengetahui penyebab bertambahnya jumlah peserta unas yang mengundurkan diri. Namun, berdasarkan laporan dari sekolah-

sekolah, dimungkinkan ada sekolah yang salah menuliskan jumlah siswanya yang mengundurkan diri. “Ada perubahan tidak hadir dibandingkan hari pertama karena ada kemungkinan ada kesalahan data dari sekolah,” imbuhnya. Dia menjelaskan, jumlah peserta unas yang hadir pada hari kedua 19.596 orang, dari 19.712 orang yang tercatat sebagai peserta. (aro/har/jpnn)

34

Rabu 17 April 2013

Mulai Seleksi Amunisi Anyar Persewangi kembali berlaga di Divisi Utama PSSI. Ayo beri dukungan, kriƟk, dan saran agar kedua Ɵm tersebut mampu meraih prestasi maksimal. Kirim tulisan Anda melalui SMS ke nomor 087857488787. Tulisan dilarang menghujat, menyerang, dan menghina personal.

Suporter Sejati Ayo Laros, dukung The Lasblang di kancah sepak bola nasional. Biar tau Lare Osing itu suporter sejati Persewangi. Kadek Angin Laros Dewata, 087755536647

Perbaiki Fasilitasnya Sebaiknya Stadion Diponegoro diperbaiki fasilitasnya dan ditambah tribunnya. 087755816426

Babat Habis Lawanmu NIKLAAS ANDRIES/RaBa

Ayo Persewangi, tunjukkan semangat Minak Jing20 U, ba2t habis lawan-lawan U biar jadi juara.

IKUT SELEKSI: Imam Hambali (kanan) dan Iswanto melakukan peregangan di Stadion Diponegoro kemarin.

4RE5NIT4, 089609223347

BANYUWANGI - Upaya manajemen Persewangi ISL menambah kekuatan tim jelang putaran kedua kompetisi Divisi Utama PT Liga Indonesia mulai dikebut. Seakan berburu dengan waktu, sejumlah amunisi anyar sudah tampak berlatih bersama pemain lawas. Namun, mereka bukan pemain asing seperti yang diinginkan pengurus Laskar Blambangan sebelumnya. Kebanyakan pemain yang hadir justru merupakan wajah-wajah lokal. Mereka yang hadir dalam latihan di Stadion Diponegoro kemarin, di antaranya Imam Hambali, Iswanto, dan David Ariyanto. “Sejauh ini mereka hadir untuk mengikuti seleksi tambahan yang memang direncanakan manajemen. Semua keputusan ada di tangan manajemen,” ujar Bagong Iswahyudi, pelatih Persewangi. Dalam latihan yang diikuti sejumlah pemain lawas dan seleksi tersebut, hadir juga dua pemain asing Persewangi, Mohamed Lamine Fofana dan Toure Morlaye. Hanya Nelson Chapparo Aguero tidak tampak. Tersiar

Kalah Sama Madura

Tenis Piala Rektor Stikes Ditabuh Besok

Go go Larosku, maka bukit Blambangan harus tetap semangat. Alangkah baiknya stadion harap diperbaharui. Masa stadion kita kalah dengan Madura. Go go Larosku.

Diikuti Petenis Jatim dan Bali

085204876185

dan 50. Di kelas beregu putra minimal usia 40 tahun, serta putri minimal umur 35 tahun. Ketua Stikes Banyuwangi, H Soekardjo mengatakan, kejuaraan tenis ini akan diikuti peserta dari berbagai daerah. Selain diikuti petenis tuan rumah Banyuwangi, kejuaraan ini juga diikuti petenis se eks Karesidenan Besuki, serta Probolinggo, Pasuruan, dan Bali. Diprediksi, kehadiran peserta dari beberapa kota ini

akan menambah sengit jalannya pertandingan. Dikatakan Soekarjo, turnamen yang memperebutkan piala Rektor Stikes ini, selain berkompetisi juga bertujuan memasyarakatkan olahraga tenis. “Sebab, di usia yang mulai senja ini, kualitas kekuatan otot sudah mulai menurun. Oleh karena itu harus tetap dijaga dengan berolahraga. Salah satunya tenis,” ungkapnya. (*/als)

Pakai Lokal Saja

BANYUWANGI - Turnamen tenis bertajuk Rektor Stikes Cup II bakal ditabuh mulai Kamis (18/4) besok. Even tahunan yang digelar di lapangan indoor GOR Tawangalun Banyuwangi itu akan diikuti beberapa kelas. Di antaranya, kelas perorangan dengan kategori minimal umur 40, 45,

Sebagai kota yang mempunyai bakat prestasi unggul, alangkah baiknya pemain Persewangi menggunakan pemain lokal saja tanpa harus menggunakan pemain asing. Toh pemain lokal kita punya skill yang lebih bagus.

Persewangi IPL Terancam WO

Fadhois Suzuki Finance, 085204585058

Sore Ini Lawan Persipro, Tim Belum Jelas

Jangan Putus Asa Bermain yang baik. Ayo Persewangi, jangan pernah berputus asa. Kalahkan lawanmu. Bermainlah dengan sportif. Aku selalu mendukungmu. Yoga Fans Setia Laskar Blambangan, 087806645881

Poin Maksimal Semoga putaran kedua Persewangi bisa mendapatkan poin maksimal. Sehingga bisa masuk ke putaran ketiga. Amin. Handy Jagster, 087755918357

Pantas Tampil di ISL Ayo, Laros Banyuwangi. Tunjukan pada PSSI, kalo Laros Banyuwangi patut tampil di ISL. Semangat. Santri “Dafa” Purwoharjo, 081934766490

Jangan Menyerah Ayo Bagong, sebagai pelatihe harus semangat. Jangan menyerah arek-arek Persewangi. 082337096973

BANYUWANGI - Keikutsertaan Persewangi IPL dalam kompetisi Divisi Utama Indonesia Premiere League (IPL) masih teka-teki. Hingga kemarin, skuad Persewangi IPL itu belum jelas. Padahal, sore ini (17/4) tim yang diketuai Nanang Nur Ahmadi itu harus melakoni pertandingan perdana melawan tuan rumah Persipro Probolinggo. Kondisi itu tentu saja membuat para pemain Persewangi IPL yang sebelumnya mengi-

GALIH COKRO/RaBa

JADI MAIN?: Suasana seleksi pemain Persewangi IPL di Stadion Diponegoro beberapa waktu lalu.

kuti seleksi bertanya-tanya. Selain belum menjalani pemusatan latihan, bayang-bayang

walk out (WO) di laga perdana itu sudah di depan mata n  Baca Persewangi...Hal 35

informasi, pada putaran II ini Nelson hengkang ke Perseta Tulungagung. Menurut Bagong, hasil evaluasi putaran pertama, sektor gelandang dan penyerang menjadi titik fokus yang harus mendapat sentuhan. Sebelumnya, manajemen sudah mengeliminasi dua pilar di lini tersebut. Ketua Persewangi, Hari Wijaya menyatakan, striker sebagai target man di depan sangat dibutuhkan tim saat ini. Itulah yang membuat manajemen dan pengurus harus berburu pemain untuk mengisi dua lini tersebut. Terkait rumor perburuan pemain yang sempat dicetuskan sebelumnya, Hari Wijaya bersikap realistis. “Kita akan tambah kekuatan sesuai kebutuhan tim,” ujarnya. Terkait penambahan kuota pemain asing, juragan kabel listrik asal Genteng itu tidak menampik kemungkinan tersebut. Pemain asing juga akan menjadi perhatiannya untuk mengisi satu jatah sisa pemain asing di putaran II kompetisi Divisi Utama mendatang. (nic/c1/als)

BERITA UTAMA

Rabu 17 April 2013

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Putusan Klop dengan Tuntutan Jaksa n EKO... Sambungan dari Hal 25

Sebelum menetapkan putusan, majelis hakim sempat membacakan fakta-fakta yang diperoleh dalam persidangan. Fakta yang disebutkan itu berdasar keterangan sejumlah sak si, termasuk keterangan terdakwa. “Berdasar fakta-fakta persidangan, terdakwa telah melakukan penganiayaan terhadap korban hingga meninggal dunia,” terang Widarti. Majelis hakim juga membeberkan kejadian saat terdakwa me nganiaya istrinya hingga meninggal. Kasus KDRT yang terjadi pada 11 Agustus 2012 sekitar pukul 21.00 itu bermula saat terdakwa yang baru pulang

minta “jatah” kepada istrinya. Saat berhubungan, Ana Yuliati menyebut nama Benjot yang diduga pria idaman lain (PIL). Mendengar nama Benjot disebut, Eko marah dan minta is trinya menjelaskan nama tersebut. Karena korban tidak mau membeberkan, terdakwa marah dan menganiaya istrinya hingga mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya dan akhirnya meninggal dunia. Dalam amar putusannya, da lam menjatuhkan vo nis, majelis hakim telah mempertimbangkan beberapa hal yang dianggap memberatkan dan meringankan. Hal yang memberatkan adalah perbuatan terdakwa itu membuat korban meninggal dan menjadi per-

hatian masyarakat. “Yang meringankan, terdakwa berlaku s opan dan mengakui semua perbuatannya,” katanya. Putusan majelis hakim dengan memvonis tujuh tahun penjara ini merupakan conform atau sesuai tuntutan yang disampaikan jaksa penuntut umum (JPU Heru Sandika SH. Se belumnya, Heru meminta ma jelis hakim menghukum terdakwa tujuh tahun penjara. Menurut Heru, terdakwa yang telah menganiaya istrinya pada Sabtu 11 Agustus 2012 lalu itu melanggar Pasal 44 ayat 3 Undang-Undang (UU) No. 23 Tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). “Terdakwa bersalah dan harus di hukum,” pinta Heru saat

menyampaikan tuntutannya beberapa waktu lalu. Menanggapi putusan majelis hakim tersebut, penasihat terdakwa, H. Tomy Yudianto SH, langsung menyatakan menerima. “Klien kami (terdakwa) menyatakan menerima vonis dari majelis hakim. Kami selaku penasihat hukum, ya tidak punya pilihan lagi,” dalihnya. Bagaimana dengan Heru? Kepada Jawa Pos Radar Banyu wangi, Heru menerima putusan majelis hakim mengganjar terdakwa tujuh tahun penjara itu. “Putusan itu conform dengan tuntutan yang kami sampaikan, maka kami menerima,” ujar jaksa yang hobi olahraga panjat dinding itu. (abi/c1/bay)

Hanya BKN yang Berhak Mengubah n UJI... Sambungan dari Hal 25

Terhadap pengaduan pemalsuan dokumen itu, lanjut Wahyudi, pihaknya sudah menurunkan tim untuk mengcross check data di lapangan. Pengaduan yang masuk ke BKD itu akan diadu dengan datadata riil di lapangan. Dari enam pengaduan dugaan

pemalsuan itu, pengirimnya tidak menyebutkan identitas yang jelas. Walau tidak menyebut identitas, tapi pihaknya tetap menindaklanjuti pengaduan itu. “Data-data yang disampaikan melalui pengaduan itu kita cocokkan dengan data lapangan di masingmasing unit kerja,” katanya. Sementara waktu, Sih Wahyudi belum bisa menyimpulkan

apakah pengaduan itu benar ataukah tidak. Sebab, saat ini tim masih dalam proses membuktikan kebenaran pengaduan tersebut. Semua penga duan yang masuk akan di kirim ke BKN. Pengiriman itu akan dilakukan setelah semua pengaduan itu selesai diolah oleh tim BKD. “Kalau pengaduan terkait kekeliruan identitas harus disampaikan ke

BKN,” katanya. Perubahan data, tambah Sih Wahyudi, hanya bisa dilakukan di BKN. Data base honorer K2 itu ada di BKN. Sehingga, kalau terjadi kekeliruan data, yang berhak mengubah adalah BKN. “Kewenangan kita mengusulkan perbaikan data hasil uji publik itu. Yang melakukan perbaikan tetap BKN,” tambahnya. (afi/c1/bay)

Apron Menampung Dua Pesawat ATR-72 n RUNWAY... Sambungan dari Hal 25

Hasil verifikasi tim tersebut, run way baru itu sudah dinyatakan memenuhi standar. Hanya, tim tersebut memberikan beberapa catatan terkait runway sepanjang 400 meter itu. Salah satu catatan yang diberikan tim verifikasi, kata Andy, terkait markah di runway baru tersebut. Tim verifikasi meminta agar markah runway itu dilebarkan.

Saat ini, pihak Bandara Blimbingsari sedang memperbaiki beberapa catatan yang disampaikan tim verifikasi. Andy menargetkan, pelebaran markah runway selesai pekan ini. Jika pelebaran markah runway selesai pekan ini, maka minggu mendatang run way baru itu sudah bisa di ope rasikan. “Setelah semua catatan tim selesai kami laksanakan, runway itu sudah bisa operasikan,” tegas Andy. Bulan lalu tim Kemenhub baru

merampungkan verifikasi tambahan apron (areal parkir pesawat) seluas 2.400 meter persegi. Tambahan fasilitas untuk parkir pesawat itu juga dibangun pada akhir tahun 2012 lalu. Hasil verifikasi, apron baru itu dinyatakan layak dioperasionalkan. Sebelumnya, Bandara Blimbingsari hanya memiliki apron 2.400 meter persegi. Pada 2012 lalu, ada penambahan luas apron 2.400 meter persegi, sehingga total apron yang ada mencapai 4.800 meter persegi.

Dengan luas apron segitu, maka Bandara Blimbingsari bisa menampung dua pesawat jenis ATR 72-500. Setelah runway sepanjang 1.800 meter dioperasikan semua, maka Bandara Blimbingsari sudah bisa didarati  pesawat Boeing series 737-  200/300. Selama ini, bandara yang dirintis pembangu nannya pada era Bupati Sam sul Hadi itu hanya bisa diterbangi pesawat jenis ATR 72-500. (afi/c1/bay)

Tidak Ditemukan Bekas Luka n MENINGGAL... Sambungan dari Hal 25

Sebelum pulang ke Mataram, dia mampir ke rumah temannya di Banyuwangi,” jelasnya. Kepada beberapa tukang ojek yang biasa mangkal di pintu keluar pelabuhan, lanjut Subandi, korban sempat mena-

nyakan arah menuju Desa/ Kecamatan Cluring. Sebelum melanjutkan perjalanan menuju Cluring, korban ingin mencuci tangan di kamar mandi. “Setelah mencuci tangan di wastafel, dia langsung ambruk,” ujarnya. Ditanya penyebab korban meninggal, kapolsek mengaku belum mengetahui secara pasti.

Yang pasti, di beberapa bagian tu buhnya tidak ditemukan luka bekas penganiayaan. “Kecapaian atau karena apa, kita belum tahu,” katanya. Hanya saja, masih kata dia, berdasar informasi yang berhasil diperoleh, korban bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah salah satu warga di

Semarang, Jawa Tengah. Kepada juragannya, perempuan tersebut pamitan pulang ke rumahnya di Mataram, NTB. “Korban akan ke rumah kenalannya di Dusun Trembelang, Desa Cluring,” sebut kapolsek yang juga berasal dari Dusun Trembelang, Desa/ Kecamatan Cluring, itu. (abi/ c1/bay)

Tunarungu-daksa Pakai Tulisan Biasa n PERTAMA... Sambungan dari Hal 25

Sama seperti sehari sebelumnya, mayoritas siswa yang tidak hadir unas hari kedua kemarin didominasi siswa SMK. Data yang berhasil dikumpulkan war tawan Jawa Pos Radar Ba nyuwangi menyebutkan, sis wa SMK yang absen hari kedua unas mencapai 58 orang. Jumlah peserta unas yang tidak hadir dari kalangan siswa SMA dan MA tetap sama seperti sehari sebelumnya, yakni sepuluh dan delapan peserta. Pun demikian dengan jumlah siswa asal SMA Luar Biasa (LB). Dari sebelas peserta Unas SMA-LB se-Banyuwangi, sejak hari pertama Unas berlangsung

hingga kemarin tidak ada satu pun yang absen. Sekadar tahu, jumlah peserta unas tingkat SMA/sederajat tahun ini mencapai 15.388 siswa. Rinciannya, peserta unas asal SMA, baik negeri maupun swasta, mencapai 5.942 orang, dan SMK negeri dan swasta sebanyak 7.271 orang. Jumlah peserta unas dari kalangan siswa Madrasah Aliyah (MA) negeri dan swasta mencapai 2.164 orang. Peserta asal SMA Luar Biasa (LB) sebanyak 11 orang. Pada hari pertama unas, jumlah siswa SMA yang absen mencapai sepuluh orang. Dari kalangan siswa SMK, jumlah peserta yang kemarin tidak mengikuti unas sebanyak 59 orang. Peserta unas dari kalangan MA yang absen

di hari pertama unas sejumlah delapan orang. Sementara itu, pelaksanaan unas di SMA LB Negeri Banyuwangi kemarin berjalan lancar. Di sekolah tersebut, peserta berasal dari dua sekolah, yakni enam siswa asal SMA LB Negeri Banyuwangi dan lima siswa asal SMA LB Adelweis Gambiran. “Sebenarnya di seluruh Banyuwangi ada tiga SMA LB. Namun, tahun ini tidak ada satu pun siswa SMA LB PGRI Banyuwangi yang menjadi peserta unas,” ujar Kepala SMA LB Negeri Banyuwangi, Estuningsih, kemarin. Dikatakan, peserta unas asal SMA LB Negeri Banyuwangi terbagi menjadi dua golongan. Satu orang mengalami tunanetra dan lima orang me-

ngalami tunarungu. Peserta unas asal SMA LB Adelweis juga meliputi dua ketunaan, satu orang tunadaksa dan empat orang mengalami tunarungu. “Peserta unas yang tunanetra, soal ujian dan lembar jawaban ujian nasional (LJUN)-nya menggunakan huruf Braille. Jadi siswa tersebut membaca sendiri soal ujian. Tidak dibacakan pengawas,” kata dia. Menurut Estuningsih, peserta unas yang mengalami tunarungu dan tunadaksa, lembar soal dan LJUN meng gu nakan tulisan biasa. “Saat mengerjakan soal, mereka juga tidak dibacakan oleh pengawas. Secara umum, pelaksanaan unas, khususnya di sekolah ini, cukup lancar,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Warga Takut Aspal Jalan Cepat Rusak n JAUH... Sambungan dari Hal 25

Hal itu menyebabkan jalan berdebu dan jalan desa yang baru diaspal oleh Pemkab Banyuwangi melalui dana APBD 2012 itu mengelupas. Kondisi itu membuat warga, terutama yang tinggal di Dusun Sukorejo, Desa Lemahbang Kulon, resah. Sebab, jalan di desanya yang baru saja diaspal juga terancam rusak. Tak ingin jalan di desanya rusak, awal Februari 2013 lalu warga beramairamai mendatangi lokasi penambangan pasir tersebut. Warga minta para pekerja menghentikan aktivitasnya. Namun, aksi warga tersebut mendapat perlawanan dari para pekerja dan pengelola tam bang. Terjadilah ketegangan antar warga dan pekerja di lokasi penambangan. Beruntung pihak kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) segera

datang ke lokasi dan mencairkan ketegangan tersebut. Keesokan harinya, Kepala Desa Lemahbang Kulon, waktu itu Subandio, memfasilitasi pertemuan warga dan pemilik tambang pasir untuk bermusyawarah di balai desa setempat. Sayang, musyawarah ini buntu. Keesokan harinya, giliran Camat Singojuruh, Nanik Machrufi, mengundang para pihak berdialog di pendapa Kecamatan Singojuruh. Namun, hal ini tak membuahkan kesepakatan. “Saat itu kami memilih walkout karena yang diundang banyak dari orang-orangnya pengusaha, sementara warga hanya beberapa,” kata Hendra, pemuda setempat. Anehnya, meski tak ada kesepakatan dalam rembuk di pendapa Kecamatan Singojuruh tersebut, beberapa hari kemudian pengusaha tambang yang sebelumnya sempat berhenti beroperasi itu kembali beraktivitas. Saat itu, sebuah alat berat yang sebe-

lumnya sempat berhenti beberapa hari kembali dioperasikan. Hal itu semakin membuat warga jengkel. Sehingga, pada 9 Maret 2013 lalu mereka melayangkan surat pengaduan kepada Bupati Banyuwangi, H. Abdullah Azwar Anas, dan meminta agar penambangan pasir tersebut segera dihentikan. Sayang, surat itu belum ada tindak lanjutnya. Sehingga, pada Senin (8/04) warga kembali melayangkan surat kepada bupati. “Senin kemarin akhirnya ada tim dari Dinas Pertambangan yang turun ke lokasi,” kata Hendra. Sayang, hasil tinjau lapang yang dilakukan Dinas Pertambangan Banyuwangi itu belum diketahui hasilnya. Yang jelas, sejak kemarin alat berat tersebut masih ada di lokasi. Hanya saja, alat berat tersebut tak beroperasi sebagaimana beberapa hari sebelumnya. Suasana di lokasi penambangan juga sepi. (c1/bay)

Dana Dipakai untuk Pemulangan n TAMU... Sambungan dari Hal 26

Sementara itu, Direktur Jenderal Rehabilitasi Tuna Sosial (Dirjen RTS) Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Sony W. Manalu mengatakan, saat ini jumlah para penjaja seks komersial (PSK) di Indonesia 40 ribu orang lebih. “Jumlah ini khu sus PSK yang tinggal di lokalisasi,” katanya. Dari 40 ribu PSK itu, jelas dia, sekitar 7.500 orang PSK

berada di Provinsi Jawa Timur. Jumlah PSK itu, kata dia, tentu ter masuk cukup besar. “Kita (Kemensos RI) akan membantu daerah (kabupaten/Kota) yang mau mengentaskan masalah PSK ini,” cetusnya. Kedatangannya ke Kabupaten Banyuwangi, lanjut dia, karena pemerintahan Banyuwangi punya kemauan tinggi dalam pemulangan para PSK dari lokalisasi. Bahkan, Banyuwangi rencananya akan dijadikan sebagai model penutupan

lo kalisasi di Indonesia. “Kemen terian akan membantu Pem kab Banyuwangi dalam pemulangan PSK,” ungkapnya. Di tahun anggaran ini, sebut dia, Kemensos RI akan mencairkan dana sebesar Rp 1,8 miliar untuk Pemkab Banyuwangi. Dana itu digunakan untuk pemulangan PSK, pemberian, keterampilan, dan uang kesejahteraan. “Yang kita bantu itu PSK yang sudah keluar dari lokalisasi,” sebutnya. (abi/c1/ bay)

Panitia Bantah Ada Penggelembungan n WADUL... Sambungan dari Hal 26

Hearing tersebut meng hadirkan pihak panitia pilkades, B a d a n P e r m u s y aw a ra t a n Desa (BPD) Karangdoro, Camat Tegalsari, dan Asisten Pemerintahan Pemkab Ba nyuwangi. Dengar pendapat itu dipimpin wakil ketua Komisi I, Khusnan Abadi. Kepada anggota dewan, Rini—sapaan karib Mey Setyorini—mengaku memiliki bukti kuat dugaan pelanggaran yang dilakukan panitia pilkades. Dikatakan, saat proses pemungutan berlangsung 28 Maret yang lalu, ada oknum anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang mengarahkan warga memilih calon kades nomor urut 1. Dugaan pelanggaran lain yang disampaikan Rini adalah penggelembungan 500 suara yang terjadi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 6. Belum berhenti di situ, Rini dan tim suksesnya juga mempersoalkan hilangnya 12 surat suara. “Modus penggelembungan suara di TPS 6, panitia menyatakan tingkat

kehadiran pemilih 100 persen. Padahal, di TPS 1 sampai TPS 5, tingkat kehadiran pemilih hanya berkisar 60 persen sampai 70 persen. Saya bisa membuktikan bahwa banyak pemilik hak suara asal Dusun Sumberagung tidak datang,” ujarnya. Abdul Hamid, ketua Panitia Pil kades mengatakan, tidak ada penggelembungan suara pada proses demokrasi tingkat desa tersebut. “Teman-teman kurang paham dengan sistem yang kita pakai,” cetusnya. Dijelaskan, pada saat pemungutan suara, 12 bilik suara dari enam TPS berlokasi di satu tempat. Menurut Hamid, pemilih bebas masuk ke bilik mana pun dan memasukkan kertas suara yang sudah dicoblos ke kotak suara mana pun. “Sistem itu sudah kita sosialisasikan,” dalihnya. Hamid mengakui adanya 12 surat suara yang hilang dalam proses pemungutan suara Pilkades Karangdoro. “Kita tidak tahu ke mana surat suara itu. Ya bisalah, itu kelemahan kami. Kita mengakui itu,” tuturnya. Sementara itu, dikonfirmasi usai memimpin hearing, Khusnan Abadi mengatakan, pi-

haknya akan langsung ke Desa Karangdoro untuk melakukan cek dan ricek terkait polemik pil kades setempat hari ini (17/4). “Kita akan melihat dan membaca apa yang di sampaikan calon kepala desa (Rini) dan kita akan konfirmasi ke pihak panitia,” ujar politikus asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu. Khusnan menambahkan, pi haknya akan mendalami du gaan pelanggaran dalam proses pemungutan suara tersebut. Untuk itu, Komisi I akan meminta kronologi secara tertulis kepada Rini dan panitia Pilkades Karangdoro untuk dilakukan kroscek. “Besok (hari ini) kita akan turun ke lapangan. Akan kita kroscek satu per satu. Selanjutnya, akan kita konfrontasi dengan data dari panitia pilkades. Dari situlah akan kita tentukan langkah Komisi I. Apakah merekomendasikan agar kades terpilih segera dilantik karena proses pemilihan sudah sesuai prosedur, ataukah kita minta penundaan pelantikan dalam rangka mencari titik temu yang terbaik,” pungkasnya. (sgt/ c1/bay)

Salat Duhur di Masjid Beyazid n ISTAMBUL... Sambungan dari Hal 26

Masjid Beyazid Letaknya hanya 50 meter dari grand bazaar, dan stasiun tram Beyazid. Berhadapan langsung dengan Istanbul University. Arsitekturnya tidak seperti Blue Mosque yang terkesan rumit. Desain luarnya terlihat sangat simple. Usianya 100 tahun lebih tua dari Masjid Sultan Ahmed, dibangun pada masa Sultan Beyazid II tahun 1501-1506 dan merupakan masjid kedua terbesar kekaisaran setelah penaklukan Konstantinopel. Kubahnya pernah direnovasi pada tahun 1573-1574, akibat rusak karena gempa bumi tahun 1509. Interiornya tak kalah indah dengan Masjid Sultan Ahmed, walaupun tak semewah masjid biru itu. Langit-langit yang tinggi membuat ruangan di dalam masjid terasa sangat sejuk tanpa pendingin ruangan ataupun kipas angin. Pintu keluar dari tempat salat perempuan berbatasan langsung dengan Sahaflar Carsisi (Bursa Buku). Dan, di halaman depan masjid terdapat pasar barang bekas yang cukup ramai saat sore hari. Kami sempat salat duhur di masjid ini. Masjid Sulaymaniye Sebenarnya jarak masjid Sulaymaniye dengan masjid Beyazid bisa ditempuh dengan 10-15 menit jalan kaki. Tapi waktu itu sudah terlalu sore saya ke sana dan selanjutnya tidak sempat lagi mengunjunginya. Saya hanya bisa menikmati kemegahan masjid itu dari jauh. Karena memang letaknya sangat menonjol jika dilihat dari Topkapi Palace dan Galata Bridge. Masjid berkubah besar ini dibangun pada tahun 1550 dan selesai pada tahun 1558 pada masa pemerintahan Sultan Sulayman, arsiteknya adalah Sinan Pasha. Arsitekturnya merupakan perpaduan dari arsitektur Romawi dan Islam. Bentuk kubahnya merupakan adopsi dari Dome of The Rock di Palestina. Pada tahun 1660, masjid Suleymaniye ini pernah terbakar, lalu direstorasi kembali pada masa Sultan Mehmed IV. Yeni Camii Letaknya berada di area pelabuhan ferry Eminonu yang menghubungkan Istanbul Eropa

dengan Istanbul Asia dan dekat dengan Galata Bridge. Beberapa kali kami melewati masjid ini tanpa sempat masuk ke dalamnya. Saat malam, masjid ini akan bertambah indah karena lampulampu menonjolkan bentuk arsitekturnya. Seperti umumnya masjid di Istanbul, Yeni Camii ini memiliki beberapa kubah kecil dan 1 kubah besar serta 2 buah menara. Masjid ini mulai dibangun pada tahun 1597, pembangunannya memakan waktu lebih dari setengah abad. Dibangun atas perintah istri Sultan Murad III, Safiye Sultan. Arsiteknya adalah Davut Aga, salah seorang murid arsitek terkenal Turki Mimar Sinan. Namun Davut Aga meninggal dunia sebelum sempat menyelesaikan masjid ini, ini juga yang menjadi salah satu alasan lamanya pembangunan masjid selain masalah-masalah politik masa itu. Akhirnya masjid bisa diselesaikan pada tahun 1663 dan diresmikan tahun 1665. Masjid Dolmabache Jika kita naik tram jalur biru tua, lalu turun di stasiun terakhir Kabatas kita akan langsung melihat bangunan masjid yang berada di areal istana Dolmabache ini. Dibangun bersamaan dengan pembangunan Dolmabache Palace (Istana kesultanan Turki baru) antara tahun 1843 sampai 1856. Dibangun pada masa pemerintahan Sultan Abdulmecid I. Satu masjid yang tidak kesampaian saya kunjungi dan membuat saya penasaran adalah masjid Karakoy. Letaknya persis di sebelah jembatan yang menghubungkan Istanbul Eropa dan Asia. Sebenarnya saya sudah berjalan ke arah yang benar, turun di stasiun T1 Kabatas, lalu berjalan menyusuri tepi selat Bosphorus. Namun karena waktu itu malam sudah semakin larut dan saya tidak juga melihat menara masjid, saya pikir saya salah arah dan akhirnya memutuskan untuk kembali ke arah Sultanahmet. Padahal dari stasiun Kabatas itu saya sudah berjalan kaki lebih dari 30 menit, lumayan pegel juga tapi rasa penasaran tidak terbayar. Hmmm... nyesel juga tidak bisa mengambil gambarnya. Tapi mungkin lain kali saya akan kembali. (*) *) Penulis adalah warga Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, yang kini bermukim di Kairo, Mesir.

Sumber Dana Belum Jelas n PERSEWANGI... Sambungan dari Hal 34

Koordinator seleksi Persewangi IPL, Aliong menuturkan, sejauh ini belum ada keputusan dari manajemen terkait kepastian timnya berangkat ataukah tidak ke Probolinggo. “Sejauh ini belum jelas. Apakah jadi main ataukah tidak,” ujar Aliong. Menurut Aliong, persiapan Persewangi IPL memang dilematis. Pasca selesainya proses seleksi yang dihadiri pelatih na-

sional, Aji Santoso, tim tersebut menghadapi banyak cobaan. Selain tim pelatih menyatakan me ngundurkan diri, sumber pen danaan Persewangi IPL juga tidak jelas. Imbasnya, yang paling kentara adalah gejolak para pemain. Banyak pemain yang mempertanyakan jadi-tidaknya Persewangi IPL berlaga dalam kompetisi Divisi Utama IPL. “Kalau sudah begini bisa walk out (WO),” kata Aliong. Sekadar diketahui, Persewangi

IPL akan melakoni tiga partai away sebagai pembuka kompetisi tahun ini. Sore ini (17/4) Persewangi dijadwalkan me nantang Persipro di Probolinggo. Kemudian menghadapi Persip Kota Pasuruan, dan away terakhir menghadapi tuan rumah PSBI Blitar. Di kompetisi Divisi Utama IPL, Persewangi bergabung di grup II. Ada 12 tim yang ada di grup tersebut. Tim-tim tersebut berasal dari Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua. (nic/c1/als)

Target Rebut 12 Kursi n ZAINURRAHMAN... Sambungan dari Hal 36

“Seiring keluarnya SK DPP ini, kami mengajak seluruh simpatisan dan anggota DPC Partai Gerindra bahu-membahu membesarkan partai,” kata Zainurrahman. Langkah cepat pun dilakukan oleh duet Zainurachman-Jai-

nur. Begitu SK kepengurusan di terima, mereka langsung memberi tahu KPU dan Panwaslu Kabupaten Situbondo kemarin. Didampingi sejumlah pengurus, Zainurrahman menyerahkan SK DPP kepada Sekretaris KPU Imron Rosadi. Bahkan, hari ini (17/4) DPC Partai Gerindra merencanakan me-

nyerahkan DCS kepada KPU. “Ada 45 bacaleg dari enam dapil yang besok (hari ini, Red) kami serahkan. Porsi seluruh dapil terpenuhi, termasuk kuota bagi perempuan. Insyaallah bacalegkamiberkualitas. Kami pasang target 12 kursi. Silakan diremehkan, tapi kami bertekad menjadi partai pemenang,” tegas Zainurrahman. (pri/c1/als)

36

Rabu 17 April 2013

PEMERINTAHAN

EDY SUPRIYONO/RaBa

SELAMAT BERTUGAS: Bupati memberikan ucapan selamat kepada sembilan PNS yang dimutasi.

9 PNS Eselon IV Dimutasi SITUBONDO - Sembilan pegawai negeri sipil (PNS) eselon IV di lingkungan Pemkab Situbondo dimutasi Senin pagi (15/4). Mutasi itu dilakukan cukup mendadak, yakni sebelum Bupati Dadang Wigiarto memantau ujian nasional (unas) SMA di sejumlah sekolah. Sembilan PNS yang dimutasi tersebut adalah Sumaryono. Kasubid hubungan antar lembaga di Kesbangpol dan Linmas itu kini menduduki kursi baru sebagai lurah Ardirejo. Bambang Agus Purnomo yang sebelumnya menjabat sebagai fungsional umum di Bagian Pemerintahan kini menjabat sebagai Kasubag Pembinaan Perekonomian dan Penanaman Modal pada Bagian Ekonomi. Suedi menduduki kursi baru sebagai Kasubag Pengadaan Barang Sekda di Bagian Perlengkapan. Surasmi yang menjabat fungsional umum di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kini menduduki jabatan Kesubag Umum pada Disperindag. Hevin Switerson yang sebelumnya menjabat Kasi Pertambangan d Disperindag kini menjabat sebagai Kasi Energi di SKPD yang sama. Setyani menduduki kursi baru di Kasi Pertambangan Disperindag. Sebelumnya, dia merupakan tenaga fungsional umum di Disperindag. Ida Martiyana yang menjabat Kasi Bina Usaha Tani Tanaman Perkebunan di Dinas Pertanian kini menjabat sebagai Kasubag TU di Kantor LH. Ani Susanti menempati posisi baru sebagai Kasubag Keuangan di Dinas Peternakan. Sebelumnya, dia adalah kasi pendaftaran perusahaan dan promosi di Disperindag. Posisi dia digantikan Chandra Dewi yang sebelumnya merupakan fungsional umum di Disperindag. (pri/c1/als)

Ruangan Minim, Kelas Disekat SITUBONDO - Dalam tata tertib pelaksanaan ujian nasional (unas), satu ruang kelas harus diisi 20 siswa. Namun, di SMKN 2 Situbondo, satu ruang kelas diisi 28 hingga 30 siswa. Namun jangan salah. Di SMKN 2 Situbondo, satu ruangan kelas itu ternyata disekat menjadi dua ruang. Sehingga, satu ruang kelas terhitung menjadi dua ruang ujian. Satu ruang berisi 20 siswa, dan satu ruang lagi berisi delapan siswa. Ada juga yang sepuluh siswa. Yang ironis, sekat yang digunakan hanya kain tipis. Sehingga, jika ada angin, maka kain tersebut bergerak ke sana-kemari. “Sudah tiga tahun kita menggelar unas dengan keadaan seperti ini,” terang Mohammad Kholil, wakil kepala SMKN 2 Situbondo, kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. Menurut pria berkacamata

EDY SUPRIYONO/RaBa

BERTIRAI KAIN: Di SMKN 2 Situbondo, satu ruang kelas disekat menjadi dua ruangan.

tersebut, hal itu terpaksa dilakukan karena SMKN 2 Situbondo tidak memiliki ruang kelas yang memadai. Sejak berdiri, lembaga pendidikan di Desa Talkandang, Kecamatan Situbondo, tersebut

ngampung ke gedung SD yang sudah lama tak digunakan. “Ada dua ruang ujian unas yang harus disekat seperti ini. Ada yang berisi 20 dan delapan orang, ada pula yang berisi 20 dan sepuluh

Zainurrahman Pimpin Gerindra Situbondo SITUBONDO - Gonjang-ganjing kepengurusan DPC Partai Gerindra Situbondo dipastikan berakhir. Hal itu ditandai keluarnya SK DPP Gerindra Nomor: 04-0099/Kpts/DPPGerinda tertanggal 12 April 2013. Dalam SK yang ditandatangani Ketua Umum Prof. Dr. Suhardi Msc dan Sekjen H. Ahmad Muzaini S.Sos, serta disetujui Ketua Dewan Pembina H. Prabowo Subianto, Drs. Zainurahman MM ditunjuk sebagai Ketua DPC Situbondo. Pria yang sudah enam periode menjadi anggota DPRD Situbondo tersebut didampingi Jainur Ridho sebagai sekjen. Jabatan bendahara umum dipercayakan kepada Edi Santoso. Sementara itu, Ketua Dewan Penasihat dijabat KH. Mursyid Romli. Nama terakhir ini selain dikenal

sebagai mantan dewan pendidikan juga mantan ketua PCNU Situbondo. Selain Mursyid, ada juga nama mantan wabup Suroso, KH. Ramli Ahmad, dan Habib Salim, di kursi dewan penasihat. Selain nama-nama tersebut, kepengurusan DPC Situbondo yang baru juga diisi nama-nama yang tak kalah beken, di antaranya Heri Noviadi, H. Ahmad Zuhri, Abd Aziz, H. Suyanto, Abd. Karim, Hadi Siswoyo, Junaedi Rofi, dan Zaidani. Sejumlah mantan anggota DPRD dan pengusaha serta pentolan LSM tersebut dipercaya sebagai wakil ketua. Sementara itu, Ahmat Amir dan pengusaha Agus Isbandi dipercaya sebagai wakil sekretaris untuk mendampingi Jainur Ridho n  Baca Zainurrahman...Hal 35

orang. Pengawasnya ya tetap empat orang, karena meski berada dalam satu ruang, itu terhitung dua ruang,” terangnya. Menurut Kholil, keadaan tersebut sebenarnya sangat tidak men-

dukung kenyamanan siswa dalam mengikuti unas. Sebab, mereka merasa panas dan pengap. “Tapi mau bagaimana lagi,” cetusnya. Kata dia, ada 131 siswa SMKN 2 Situbondo yang mengikuti ujian akhir penentu kelulusan tersebut. Banyaknya jumlah siswa yang ikut membuat ruang yang ada tidak cukup. “Makanya ada dua ruang yang disekat menjadi empat ruang,” imbuhnya. Bukan hanya peserta unas yang terkena dampak keadaan tragis SMKN 2 Situbondo tersebut, sejumlah guru yang menjadi pengawas unas juga harus ikut merasakan keadaan yang tidak nyaman itu. “Ruang pengawas kita buat menggunakan tenda. Sehingga, kalau sudah siang, panasnya minta ampun. Tidak ada yang betah berada di ruang pengawas. Mereka memilih berteduh di bawah pohon,” terang Kholil. (pri/c1/als)

Gusdurian Kota Santri Diimbau Kembali ke PKB ASEMBAGUS - Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Hj Muzayyanah, S.Sos, MS.I turun ke Kabupaten Situbondo belum lama ini. Wakil rakyat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menggelar acara bertajuk ‘Halaqoh PKB Penerus Politik Gus Dur’. Ada tiga tempat yang disinggahi Muzayyanah. Kali pertama di Kecamatan Mangaran, kemudian Kecamatan Jati Banteng, dan terakhir di Pondok Pesantren Al-Falah Desa Wringinanom, Kecamatan Asembagus. Di tiga tempat tersebut, acara dalam rangka reses anggota DPRD Provinsi Jawa Timur itu mampu menjadi pengobat rindu para Gusdurian Situbondo. Sebab, acara tersebut mengusung tema Gus Dur sebagai penggagas pluralisme. “Kita mengambil tema ini juga sebagai salah satu bentuk kecintaan kita kepada pendiri PKB KH Abdurachman Wahid,” kata politisi beerjilbab itu di depan para undangan dari berbagai kalangan. Kata Muzayyanah, almarhum Gus Dur sangat mencintai perbedaan

ISTIMEWA

RESES: Hj. Muzayyanah (berkerudung) usai acara Halaqoh PKB Penerus Politik Gus Dur. dan membela kaum minoritas. Kedekatannya dengan beragam tokoh agama lain, seringkali disalahartikan oleh sebagian umat Islam. Padahal, setelah Gus Dur tiada, banyak orang mengakui kebenaran dan kehebatan toleransi sosok mantan presiden RI ke-4 itu. Gus Dur juga sangat berani, termasuk menentang arus kekuasaan,dan siapapun akan dilawan. “Tapi keberanian itu didasarkan atas kebenaran dan kecintaan terhadap sesama,” kata Muzayyanah. Karena itulah, dia mengimbau kepada Gusdurian (sebutan untuk

pengikut Gus Dur) kembali bergabung kepada PKB. Masyarakat hendaknya benar-benar pintar memilih caleg pemilu mendatang. “Karena di PKB sendiri untuk menjadi caleg harus memiliki sejumlah kriteria, seperti pintar, kobar, bener, keker dan angker,” terangnya. Muzayyanah menambahkan, dirinya telah membentuk ormas yang dibernama Bhinneka Tunggal Ika yang di Banyuwangi. Ormas ini bertujuan menampung aspirasi masyarakat. ormas ini tidak membedakan suku, etnis, ras dan agama. Ini sesuai jiwa pluralisme Gus Dur. (pri/adv/als)


Radar Banyuwangi 17 April 2013