Issuu on Google+

16 DESEMBER

29

TAHUN 2012

POLITIK

PLN Diprotes Anak-anak

Munculkan Wacana Kembali ke UUD 45 Asli KALIPURO - Seminar “Membangun Karakter Bangsa Menuju Paradigma Berbangsa dan Bernegara” yang diselenggarakan persatuan alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Banyuwangi kemarin (15/12) gagal menghadirkan sejumlah tokoh beken. Beberapa tokoh nasional yang di undang berhalangan hadir. Panitia seminar sudah mengundang sejumlah tokoh, yaitu Gubernur Jatim Soekarwo, anggota DPR RI Achmad Basarah, Ketua DPP PDIP dan mantan Walikota Blitar Djarot Saiful, dan Prof. Dr. Wani Hadi Utomo dari Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang. Gubernur Soekarwo berhalangan hadir karena bersamaan dengan acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) DPP Partai Demokrat (PD). Ketua DPD PD Jatim itu harus mengikuti acara yang juga dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyo selaku ketua dewan pembina PD ■

SITUBONDO - Gara-gara listrik sering padam, puluhan warga yang sebagian besar adalah anak-anak mendatangi kantor PLN di Jalan Cempaka II, Situbondo, Jumat malam lalu (14/12). Masyarakat RT 03/01, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, itu melayangkan protes sekaligus meminta PLN segera membenahi jaringan listrik yang sering padam di lingkungan mereka. Warga memang sengaja mengajak anak-anak ke kantor PLN. Sebab, yang paling merasakan dampak pemadaman tersebut adalah anak-anak. Mereka tidak bisa mengaji dan belajar lantaran lampu padam ■

 Baca Munculkan...Hal 35

 Baca PLN...Hal 35

NUR HARIRI/RaBa

EMOSIONAL: Anak-anak warga RT 03/01, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, mendatangi kantor PLN Situbondo kemarin malam (14/12).

Antre Lagi di Pelabuhan LCM ADA APA LAGI

Pembunuh Pak RT Menyerahkan Diri BESUKI - Salim, warga Desa Demung, Kecamatan Besuki, Situbondo, akhirnya diamankan polisi Jumat malam lalu (14/12). Sebelumnya, dia kabur setelah membunuh Rediyanto, 37, salah satu ketua RT di Desa Demung. Rupanya, Salim sengaja bersembunyi di rumah salah satu kerabatnya usai pembunuhan itu. Namun, oleh kerabatnya, Salim diminta menyerahkan diri kepada polisi. “Saya disadarkan keluarga, akhirnya saya menyerahkan diri,” ujar Salim saat ditemui Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (15/12). Dikatakan, setelah terjadi duel dengan Rediyanto, Salim memang melarikan diri. Korban yang terkena pisau Salim itu pun tergeletak dan bersimbah darah di Jalan Desa Demung. Lantaran khawatir, Salim melarikan diri dan bersembunyi di rumah saudaranya ■

KALIPURO - Jelang tutup tahun 2012, aktivitas penumpang kendaraan barang di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk meningkat drastis. Peningkatan penumpang kendaraan barang itu terjadi pada truk dengan berat muatan di atas 20 ton. Peningkatan itu sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir. Peningkatan penyeberangan angkutan barang itu menyebabkan antrean panjang di pelabuhan yang menghubungkan JawaBali tersebut. “Penumpang kendaraan barang meningkat hingga 15 persen,” kata Pemimpin Cabang PT ASDP Indonesia Ferry (IF) Ketapang, Waspada Heruwanto, kemarin (15/12) ■

PADAT: Antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, kemarin.

 Baca Antre...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

Belum Layak Jadi Cagar Budaya Tetapkan Jadwal Penilaian BPCB untuk Gedung Eks Kawedanan SITUBONDO - Kabar kurang menggembirakan bagi pihak yang menginginkan gedung eks Kawedanan Sumberwaru di Kecamatan Asembagus ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya. Sebab, Balai Peles-

tarian Cagar Budaya (BPCB) Mojokerto menilai bangunan tersebut secara arsitektural tidak mewakili gaya yang khas sedikitnya 50 tahun lalu. Kepastian itu disampaikan Bupati Situbondo Dadang Wigiarto saat menyampaikan jawaban terhadap pandangan umum fraksi-fraksi di DPRD Jumat lalu (15/12). Dalam kesempatan itu, Bupati Dadang mengungkapkan bahwa untuk memastikan status gedung eks Kawedanan Sumber-

waru, Pemkab Situbondo mengirimkan surat ke Balai Pelestarian Cagar Budaya di Mojokerto. Dalam surat Bupati Situbondo tertanggal 12 November 2012 tersebut, Bupati Dadang mermohon informasi dan klarifikasi. Surat bernomor 050/970/431.301.5/2012 itu mendapat balasan dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Mojokerto pada 6 Desember 2012 ■  Baca Belum...Hal 35

 Baca Pembunuh...Hal 35

PARIWISATA

EDY SUPRIYONO /RaBa

PRO-KONTRA: Bangunan gedung eks Kawedanan Sumberwaru di Desa/Kecamatan Asembagus, Situbondo.

Konfercab NU BANYUWANGI - Setelah beberapa kali berubah, jadwal pelaksanaan Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama (Konfercab NU) Banyuwangi akhirnya ditetapkan. Acara lima tahunan itu rencananya akan digelar di Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, pada 1213 Januari 2013 mendatang. Panitia pelaksana Konfercab NU kini sedang mengebut persiapan acara mulai administrasi hingga lokasi. “Administrasi sudah rampung sekitar 90 persen. Tempat juga sudah tidak ada masalah,” cetus Ketua Konfercab NU Banyuwangi, Guntur Al-Badri. Guntur mengakui, jadwal konfercab memang sempat berubah karena menyesuaikan jadwal pesantren dan PWNU Jawa Timur. Konfercab rencananya akan mengundang seluruh pengurus NU di tingkat ranting (desa) dan majelis wakil cabang (MWC) di tingkat kecamatan. “PCNU Banyuwangi memiliki 523 ranting dan 24 MWC,” terangnya. Dia menjelaskan, setiap ranting mendapat jatah dua undangan, yakni dari unsur tanfidz dan syuriah. Sedang dari MWC, undangannya ada em-

Yang Berpeluang Meramaikan Bursa Calon

Ketua PCNU

Masykur Ali

Ali Makki Zaini

Abdillah Rafsanjani

Zainal Arifin Salam Teguh Sumarno Achmad Wahyudi pat orang tanfidz dan syuriah. “Mereka ini yang akan menjadi peserta konfercab,” ujarnya. Sementara itu, organisasi Badan Otonom (Banom) NU juga diundang untuk menjadi peserta konfercab ■

 Baca Tetapkan...Hal 35

ICHSAN RASYID/RaBa

KAMERA: Bupati Anas (kiri), Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi Choliq Baya, dan Budi Sugiharto dari detik.com di Hotel Ketapang Indah kemarin.

Jurnalis-Travel Diajak Lihat Blue Flame KALIPURO - Promosi wisata terus dilakukan Pemkab Banyuwangi. Setelah menggelar BEC dan Banyuwangi Tour de Ijen (BTDI), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggelar familiarization trip (famtrip) bersama wartawan dan para agen travel. Dalam Famtrip 2012 ini, ada tiga tujuan wisata yang dikunjungi, yakni Gunung Ijen, pantai GLand (Plengkung), dan ketiga kawasan mangrove Bedul. Peserta Famtrip 2012 yang berjumlah 38 orang itu langsung naik ke Gunung Ijen Jumat malam lalu (14/12). Mereka dilepas Bupati Abdullah Azwar Anas di Hotel Ketapang Indah. Sebelum berangkat, peserta famtrip melakukan ramah-tamah dengan Bupati Anas, Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko, Sekkab Slamet Kariyono, Asisten Kesra Suhartoyo, dan beberapa pejabat lain ■  Baca Jurnalis...Hal 35

http://www.radarbanyuwangi.co.id

Ghufron Jayadi, Juara I MTQ JQH NU Jawa Timur

Badan Gemetar Menahan Lapar saat Tampil Beberapa saat sebelum tampil, tubuh Ghufron Jayadi gemetar dan panas-dingin akibat menahan lapar. Beruntung, semua itu tak berpengaruh. Dia keluar sebagai juara pertama lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Jawa Timur. EDY SUPRIYONO, Situbondo MENAHAN lapar sebenarnya bukan hal yang baru bagi Ghufron Jayadi. Maklum, hal yang seperti itu sudah terbiasa dia lakukan setiap akan tampil dalam perlombaan

MTQ. Tujuannya, agar pernapasan dan kualitas suara tidak terganggu perut yang kekenyangan. Namun, dalam kejuaraan yang ditempatkan di Tuban belum lama ini, lapar cukup membuat Gufron tersiksa. Sebab, dia harus menahan lapar hingga dalam waktu yang tak biasa dilakukan. “Badan saya sampai gemetar dan panas-dingin,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (15/12). Dia biasanya hanya menahan lapar hingga lima jam. Namun, saat perlombaan di Tuban, Ghufron tidak makan sejak pagi sampai jam 15.00. “Waktunya sempat molor, sehingga waktu tampil saya juga molor,” kenangnya. Keadaan Ghufron tersebut membuat pengurus JQH NU Situbondo yang

EDY SUPRIYONO/RaBa

JUARA: Ghufron Jayadi

mendampinginya tidak tenang. Sebab, mereka khawatir itu akan berpengaruh terhadap penampilan Ghufron. “Saya tahu sendiri waktu itu badannya panas dan gemetar karena lapar,” ujar Ketua JQH NU Situbondo, H. Syamsul Huda. Namun, kekhawatiran itu pupus kala Ghufron dengan meyakinkan. Bahkan, kekhawatiran itu berubah menjadi gembira karena saat pengumuman, Ghufron Jayadi dinobatkan sebagai juara pertama JQH NU golongan remaja tingkat Provinsi Jawa Timur. Menyandang gelar juara sebenarnya bukan hal yang baru bagi Ghufron. Maklum, santri Pondok Pesantren Salafiyah- Syafi’iyah (P2S2) Sukorejo, Situbondo, tersebut sudah sering menyabet juara ■

PLN Situbondo diprotes anak-anak

Itulah kalau byar-pet di masa ujian

Munculkan wacana kembali ke UUD 45 asli

Yang ori memang lebih mahal daripada yang kw 1

 Baca Badan...Hal 35

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@jawapos.co.id

30

Minggu 16 Desember 2012

AGENDA KOTA

KH Iskandar di Pengajian Ad-Dhuha PENGAJIAN Ad-Dhuha di Masjid Agung Baiturrahman (MAB) Banyuwangi pagi ini (16/12) diisi penceramah dari ibu kota. Dr. KH. Noer Muh. Iskandar SQ dari Jakarta akan memberikan siraman rohani dalam rangka harlah MAB ke-239. Pentas kesenian hadrah akan digelar di tempat yang sama malam nanti. (*)

BANYUWANGI

Kabat mulai Dialiri Air PDAM KABAT - Layanan air bersih dan minum kini semakin mudah diakses masyarakat. Satu lagi kantor cabang PDAM untuk wilayah Kecamatan Kabat diresmikan. Berada di Desa Kalirejo, kantor cabang baru PDAM itu diharapkan bisa menjadi pendukung visi-misi PDAM Banyuwangi dalam melayani dan penyuplai air bersih untuk masyarakat dengan harga murah dan kualitas terjamin. Proses peresmian dilaksanakan secara sederhana Sabtu kemarin (15/12). Seluruh karyawan dan kepala cabang PDAM Banyuwangi hadir dalam peresmian kantor cabang baru tersebut, di antaranya Direktur PDAM Banyuwangi Hang Surya, para tokoh agama, dan masyarakat setempat. Peresmian kantor cabang baru PDAM di Kecamatan Kabat itu ditandai dengan pemotongan tumpeng. Direktur Hang Surya secara simbolis melakukan pemotongan tumpeng sebagai tanda beroperasinya kantor paling anyar tersebut.

BANYUWANGI

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

KOMPAK: Keluarga besar PDAM Banyuwangi saat pembukaan kantor PDAM Cabang Kabat kemarin.

Alumnus STAN Jakarta dan Singapore College itu kemudian makan bersama seluruh tamu dan karyawan PDAM. Mewakili tokoh agama dan masyarakat setempat, Haji Ikrom sangat berharap kantor baru PDAM itu memberikan manfaat bagi masyarakat. Salah satunya, menyediakan air bersih yang layak konsumsi untuk masyarakat. “Saya doakan Pak Suryo terpilih lagi.

BANYUWANGI

Airnya jangan dinaikkan harganya, karena masyarakat di sini kebanyakan masih belum mampu,” pinta Ikrom. Direktur PDAM Hang Surya menyatakan, peresmian kantor cabang baru itu merupakan wujud komitmen dalam melayani masyarakat. Dengan kehadiran kantor baru tersebut, air bersih untuk semua pelanggan diharapkan bisa terpenuhi. Kantor itu diharapkan

BANYUWANGI

dapat menggerakkan roda ekonomi masyarakat di wilayah Kabat. Kantor baru tersebut sekaligus melengkapi beberapa kantor cabang PDAM yang sudah ada. Kantor cabang PDAM yang ada, antara lain cabang Wongsorejo, Rogojampi, Genteng, Muncar, dan Tegaldlimo. “Sekaligus ini kado bagi Hari Jadi Banyuwangi ke-241 bulan ini,” ujarnya. (*/nic/c1/bay)

BANYUWANGI

BANYUWANGI • Kebalenan •

• Tng Srbutan & Tkg Jahit •

• Anda Telat Bulan? •

• Mutiara Blambangan •

• Jl. Agus Salim •

• Jl. Ikan Tongkol •

Dicari Tng Serabutan & Tkg Jahit tas, kerja d Bali, dpt mess. Hub: 085792205319

Anda telat bulan?? Solusi cepat & tepat melancarkan haid secara teratur dalam jangka 3 jam dijamin lancar, garansi & tanpa efek samping. Hubungi: 082333794444

Dijual 2 Ruko gandeng di Mutiara Blambangan (Barat Bank Mandiri) Hubungi 0333-7751000

Dijual Ruko 2Lt, lok Jl. KH. Agus Salim blkg Untag, Bwi. Hub: 081233669969

Jual rumah di Jl. Ikan Tongkol Kertosari, LT 322m2, SHM, Hub: 0811350821

• Toko + Rumah Genteng •

• Disewakan •

Djl Toko+rumah tkt2, full prabot, strtgs. Jl. Kembar Lt 310/490m2, uk. 10x31m, marmer, ksn jati, Tk Sriwijaya Jl. Gajahmada 274 GtgBwi. H. Sugiarto, 081233499888, 03170338181

Disewakan Toko/Kantor dpn pasar. Jl Raya Sumberayu Muncar uk 3x7m, listrik 900+Toilet. Hub: 081338391966

• Gracindo Centratama • Bth: Marketing (D3), Sales Penjualan, Sopir (B2 umum), Security, Administrasi, Operator Prod. (diutmkn STM jur. Elektro). Lam krm: CV. Gracindo Centratama, Jl. Raya Jember Bwi KM 7,5 Ds. Kedayunan Kabat Bwi (0333) 635423 - 635424

• Satpam & Cleaning Srvc • Butuh segera: (1) Tenaga Satpam, min SMA, bhs Inggris, max 40th, brsedia dtempatkan di perhotelan Seminyak KutaBali. (2) Calon Tenaga Satpam, min SMA, usia 20-35, pnempatan Situbondo, diutamakn pnglaman & sertifikasi. (3) Cleaning Service, min SMP, brsedia dtmpatkn d Situbondo, Srabaya, usia 1827. Krm lamrn ke PT Diana Abadi Santosa Jl. Budiono 42 Komplek PKBR Bwi 411000

• Desain Interior • Butuh Desain Interior untuk rumah, ruko, & kntor? Arya Property 081336659258

• Jl. Ikan Gurami • BANYUWANGI

• Bisnis Bergaransi •

BANYUWANGI

Ibu2 mau bisnis bergaransi tnp rugi? Jualan tas ibu2 saja. Hub: 081236550459

• STNK •

• Jual Proyektor BENQ •

Hlg STNK Nopol P 5168 YQ, an. Wijayanti, Jl. Rinjani Gg II 03/03 Singotrunan, Bwi

Djl proyektor BENQ MW 512 Sepc 2800 lumens, Barunya 7jjt. Jual Rp. 4jt msh ada garansi spt baru. Hub 081249400460

Hlg STNK Nopol P 4404 ZI, an. Jasmin. Sumberagung RT01/05 Rejoagung Rogojampi

• Carry Pick Up ‘88 •

• Kijang ‘91 • Djl Kijang ‘91 P Silver, hrg 47,5jt & Kijang LGX ‘03 P Jbr 1,8 cc. Pajak br, biru, hrg 135jt. H: 081335292597 / 087757767416

• Kijang Krista ‘01 •

Hlg KTP & STNK Nopol P 2118 WM, an. Un Insrikanah. Jl. Ikan Gurita 4 RT03/01 Karangrejo

SITUBONDO

Jual Carry Pick Up ‘88, putih (cat baru) harga nego, Hub: 082331488668

• Bunga Residence • Jual rumah Bunga Residence blok A31 LT 104m2, LB 55m2, SHM. Hub: 081358639444 / 085646477168

• Selep & Mesin Temes • Dijual selep & mesin Fuso mrh L2935m2, hrg 135jt.Djl msinTemes mrh nego 081336596124

NopolAB1262KH,an.JunitaHerawati,Jl.Perintis Kemerdekaan62RT36/09PaduyanUmbulharjo

BANYUWANGI

• Jl. Adi Sucipto • Djl rmh 2Lantai Jl. Adi Sucipto LT 1742m2 LB 600m2 Strategis Hub. 08123461944

Hlg STNK Nopol P 2446 VL, an. Hatijah. Lingk Tirtopuro RT01/02 Kel. Kalipuro

• Tanah Kalipuro •

Dijual rmh Jl. Ikan Gurami 20 LT894 LB515, SHM, hub: 08175214082 / 08883855586

DjlRmhlokasiKebalenandiJl.RayaRogojampi/ Genteng L 10 x15= 150m2, SHM, bs dibeli dgn cash atau kredit, & juga bisa di sewa, hrg nego, H: (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

• Balak - Songgon •

• Lugonto - Rogojampi •

Djl Tanah + bangunan L 10 x 14,5 = 145m2, bisa dibeli dgn cash atau kredit, & jg bisa di sewa, SHM, Lokasi Desa Balak Songgon, hrg nego,H:(0333)631526–635176,0811351148

Djl Rmh L 8 X 25 = 200m2 SHM, lok Lugonto/Rogojampi, bs dibeli dgn cash atau kredit, & juga bisa disewa, hrg nego, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual tanah 20x20m Kalipuro, Jati unggul 200 batang umur 3 tahun, harga 150ribu/ m2 nego. Hubungi. 08229677868

• Tanah Ketapang • Jual tnh blkg Bulog Ketpg L 1600m2 strtgis, hrg nego, bs utk gudang. H: 08123461944

• Tanah Strategis • Lokasi Banjarsari, pinggir jalan, cocok utk perumahan/ dikavling, luas 2600m2, harga 1,5M. Bisa bayar separoh, separohnya 1thn lagi. Hubungi pemilik. Ita 085785087588

Dijual Kijang Krista Diesel ‘01, silver, 116 juta bisa nego. Hub: 081358979111

• Avanza & Rumah • Djl Avanza G htm ‘09 & Djl rmah Brawijaya Asri B4 Kebalenan SHM 085746365778

• Honda Jazz rs ‘09 •

• Daihatsu Taft GT ‘94 • Dijual Taft GT 1994 hitam mulus 75 juta, velg racing & ban besar. H: 081249689188

• Cuci Gudang Daihatsu • Terios disc 12jt, Xenia disc 9jt, Luxio 15jt, Grandmax 7jt, Xirion 13jt, buruan barang ready stock. Hub: Vira 081336244377

• Kijang ‘91 • Dijual Kijang 91 Long + Audio Manual, abu2 metalik, 58jt. Hub: 082335597000

Dijual Honda Jazz RS 09. Abu-abu metalik, harga 184 juta nego, bisa cash & kredit, tukar tambah. Hubungi: 082142194111, 081335897888

• Daihatsu Xenia ‘04 •

• Toyota Avanza ‘10 •

Dijual Daihatsu F600 Xenia 1.0 tahun 2004 biru metalik, harga 89,5 juta nego barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Toyota Avanza 1.3G F60IRM G MMF JJ tahun 2010 merah metalik, harga 138,5 juta nego barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

• Daihatsu Luxio ‘11 •

• Daihatsu Feroza ‘95 •

Dijual Daihatsu Luxio 1.5D MT tahun 2011 silver metalik, harga 116,5 juta nego barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu Feroza 2WD (jeep) tahun 1995 hijau metalik, harga 49,5 juta nego barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

• Kijang Innova ‘04 •

• BMW 318i ‘03 •

Dijual Toyota/\Kijang Innova E XW41 ( bensin) tahun 2004, biru metalik, harga 129,5 juta nego barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual BMW 318i '03 km74ribu seperti baru, hitam, tiptronik, Rp 155 juta. Kijang Innova diesel '05 type V auto matic, hitam Rp. 185juta. BU. Hubungi 081230400909

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran: PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi

31

Minggu 16 Desember 2012

Habib Resmi Ajukan Banding

ADA APA LAGI

Pekan Lalu Divonis Mati oleh PN Banyuwangi

DOK.RaBa

M. Ali Hinduan alias Habib

BANYUWANGI - Muhamad Ali Hinduan alias Habib, 44, terpidana mati kasus pembunuhan keluarga Rosan, akhirnya mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) di Surabaya. Pekan lalu, Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi menjatuhkan vonis hukuman mati untuk lelaki asal Dusun Krajan, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, itu. Pernyataan banding Habib disampaikan melalui penasihat hukumnya, Siti Nur Hayati SH, ke PN Banyuwangi.

“Saya telah resmi menyatakan banding ke PN pada Selasa lalu,” cetus Siti Nur Hayati kemarin (15/12). Dalam persidangan yang memvonis kliennya dengan hukuman mati, pihaknya diberi waktu sepekan untuk menyatakan banding. “Saya menyatakan banding sehari sebelum batas itu habis,” kata Nur Hayati. Meski sudah menyatakan banding ke PN Banyuwangi, pengacara yang biasa

disapa Mbak Nur ini mengaku belum menyerahkan memori banding. Bahkan, berkas salinan keputusan mati untuk kliennya juga belum diambil di PN Banyuwangi. “Senin salinan keputusan akan saya ambil,” ujarnya. Keputusan banding tersebut, jelas Nur, merupakan hak yang dijamin undang-undang. Apalagi, hukuman mati yang dijatuhkan majelis hakim dianggap terlalu berat. “Klien kami punya hak untuk hidup,” cetusnya. Dalam kasus pembunuhan keluarga Rosan asal Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, tiga pelaku sudah diadili dan divonis  Baca Habib...Hal 35

ALI NURFATONI/RaBa

ANTISIPASI: Pekerja mengepras pohon angsana di Jalan Raya Temuguruh, Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, kemarin (15/12).

Kepras Pohon Tepi Jalan SEMPU - Sejumlah pohon berukuran besar di sepanjang tepi jalan Rogojampi-Genteng dikepras kemarin (15/12). Pengeprasan pohon tersebut sebagai upaya antisipasi terjadinya bencana alam. Khusus pohon yang sudah lapuk terpaksa ditebang agar tidak membahayakan pengguna jalan. Seperti yang terlihat di Jalan Raya Temuruguruh, Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, kemarin. Sebuah pohon angsana di sisi timur jalan ditebang. Sebelum menebang, seorang pekerja mengepras ranting pohon yang sudah tampak keropos tersebut. Joko Purwono, pengamat jalan di Rogojampi pada UPT Dinas Bina Marga Banyuwangi menuturkan, ada sekitar 20 pohon yang bakal ditebang di sepanjang jalur tersebut. Lokasi pohon lapuk tersebut mulai Kecamatan Rogojampi, Kecamatan Singojuruh, hingga Kecamatan Genteng. “Kita tebang untuk menghindari musibah,” jelasnya kemarin. Menurut Joko, ada beberapa jenis pohon yang sudah dibidik, seperti pohon angsana dan flamboyan. ‘’Sekiranya pohon membahayakan bagi pengguna jalan, langsung kita tebang. Penebangan ini kita lakukan bertahap. Kalau dilakukan sehari tidak cukup,” paparnya. Sementara itu, aktivitas penebangan pohon tersebut sedikit mengganggu kenyamanan para pengguna jalan. Meski begitu, sejumlah petugas melakukan pengawalan agar tidak ada kendaraan yang nyelonong saat pohon dirobohkan. (ton/c1/bay)

AGUS BAIHAQI/RaBa

KEJAR WAKTU: Para pekerja menggarap bangunan berlantai dua untuk ruang Poliklinik di RSUD Genteng kemarin (15/12).

Ngebut Kejar Deadline Akhir Tahun BANYUWANGI - Proyek pembangunan fisik di RSUD Blambangan dan RSUD Genteng sedang berpacu dengan waktu. Hingga kemarin (15/12), pihak pelaksana proyek di dua lokasi itu terus berusaha merampungkan pekerjaan sebelum deadline tahun anggaran 2012 ini habis. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Banyuwangi, Mujiono mengakui, masa pengerjaan proyek bernilai miliaran rupiah yang didanai APBD itu hampir habis. “Desember 2012 ini sudah harus selesai,” ujar Mujiono. Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, proyek ruang poliklinik di RSUD Blam-

bangan masih terus dikerjakan hingga kemarin. Anggaran untuk mengerjakan proyek di RSUD Blambangan itu mencapai Rp 2,8 miliar. Sesuai jadwal, waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan proyek tersebut 90 hari dan berakhir pada Desember 2012. Proyek lain yang belum tuntas adalah pembangunan ruang poliklinik di RSUD Genteng. Proyek bangunan dua lantai itu masih dalam proses pengecoran tiang dan balok bangunan lantai dua. Dana yang disediakan APBD Banyuwangi untuk mengerjakan proyek tersebut Rp 3,85 miliar. “Semua proyek harus sudah selesai akhir Desember 2012,” tegas Mujiono.

PT. PLN (PERSERO) APJ BANYUWANGI Agar terhindar dari sanksi pemutusan sementara dan biaya keterlambatan, bayarlah rekening listrik anda sesuai jadwal mulai tanggal 1 s/d 20 setiap bulannya dan pelaksanaan pemutusan sementara akan dilakukan mulai tanggal 21 s/d selesai.

Mujiono membeberkan, proyek ruang poliklinik di RSUD Blambangan dan RSUD Genteng tidak semua harus selesai akhir Desember 2012. Sebab, di antara proyek itu ada yang bersifat struktur dan akan dilanjutkan pada tahun anggaran 2013 mendatang.

“RSUD Blambangan di bagian kiri (barat) itu proyek struktur,” jelasnya. Tetapi, proyek di bagian timur itu harus sudah selesai akhir Desember 2012 ini. “Saya sudah minta agar segera diselesaikan dan di-finishing. Pelaksana proyek katanya sanggup,”

kata Mujiono. Proyek di RSUD Genteng, kata Mujiono, semua berupa proyek struktur. Sehingga, proyek yang dianggarkan Rp 3,85 miliar itu tidak sampai finishing. “Tapi atap harus tetap ada pada akhir Desember nanti,” cetusnya. (abi/c1/bay)

Ingin Dimuat di Koran?

34

Rubrik Koran Pelajar (Koper) Jawa Pos Radar Banyuwangi yang dimuat setiap hari Minggu menerima sumbangan pemikiran dan tulisan dari para siswa dan guru. Silakan kirim artikel ke alamat email radarbwi@gmail. com. Jangan lupa sertakan foto diri atau ilustrasi dan beri keterangan untuk rubrik Koper.

Minggu 16 Desember 2012

Gemar Baca Tinggi, Perpustakaan Diminati MINAT pelajar terhadap bacaan yang tersedia di perpustakaan kini masih sangat tinggi. Berbagai godaan hiburan melenakan, yang ditawarkan media online, gadget, dan televisi, tak selalu mampu mengalihkan perhatian mereka. Terbukti, kunjungan ke Perpustakaan Daerah Banyuwangi masih cukup tinggi. Kepala Kantor Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi Banyuwangi Dra. Hj. Riyanti Ananta, PKD, MAP mengakui bahwa animo pelajar untuk mengunjungi perpustakaan daerah masih cukup tinggi. Bahkan mengalami tren peningkatan jumlah kunjungan dibanding tahun lalu. “Kenaikannya cukup signifikan,” katanya saat dikonfirmasi koran ini, kemarin (14/12). Setiap bulan, kata Riyanti, rata-rata jumlah pengunjung perpustakaan daerah mencapai 200 orang. Dari 200-an pengunjung itu, ungkap dia, mayoritas didominasi kalangan pelajar. “Biasanya para pelajar mampir ke perpustakaan daerah pada jam-jam usai pulang sekolah,” terangnya. Diakui bahwa hampir setiap hari perpustakaan daerah selalu ramai

pengunjung sejak pagi hingga tutup. Yang menarik, pada pagi hingga siang hari justru ibu-ibu rumah tangga yang lebih banyak berkunjung. “Ibu-ibu rumah tangga itu baca-baca buku di perpustakaan daerah pada saat jamjam kerja,” jelas Riyanti. Selain melayani pembaca di Kantor Perpustakaan Daerah, Arsip, dan Dokumentasi, puluhan armada perpustakaan keliling juga disebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. Saat ini, ada 30 unit sepeda motor kanvas yang berkeliling di 24 kecamatan. Puluhan motor yang dilengkapi gerobak buku itu mendatangi pondok pesantren dan sekolah hingga pelosok desa. “Satu kecamatan dibantu satu hingga tiga unit perpustakaan sepeda motor, sehingga totalnya 30 unit,” bebernya. Diakui, sepeda motor pengangkut buku itu masih menemui kendala di lapangan. Hal itu disebabkan desainnya yang dilengkapi gerobak di samping. Akibatnya, kesulitan ketika memasuki jalan-jalan sempit atau gang. “Terpaksa ada yang gerobak bukunya diganti tobos (keranjang anyaman bambu untuk

mengangkut barang di atas motor, Red), agar bisa masuk jalan sempit,” tuturnya. Selain 30 armada perpustakaan sepeda motor keliling, imbuh Riyanti, pihaknya juga mengoperasikan empat unit mobil perpustakaan keliling. Fungsinya sama, yakni mendatangi kawasan publik agar masyarakat bisa membaca buku. “Mobil ini selalu stand by di area car free day Jalan A. Yani Kota Banyuwangi, pada hari Minggu pagi dan setiap malam hari di tepi jalan kawasan Taman Sri Tanjung,” ungkapnya. Untuk menggugah minat baca masyarakat, lanjut Riyanti, mulai 5 hingga 18 Desember 2012 digelar pameran dan bursa buku. Acara di halaman kantor perpustakaan Jalan Jaksa Agung Suprapto Banyuwangi tersebut memberikan diskon besar-besaran untuk pembelian buku bacaan. “Pameran dan bursa buku ini terbuka untuk umum, tersedia buku bacaan bagi anak-anak hingga kalangan profesional dengan harga terjangkau dan banjir diskon,” paparnya seraya menambahkan bahwa kegiatan itu dalam rangka meramaikan Hari Jadi Banyuwangi ke-241.(irw)

GALIH COKRO/RaBa

BURSA BUKU: Pameran dan bursa buku di halaman Kantor Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi Banyuwangi selalu ramai pengunjung, setiap hari.

KAU, KATA TIAP DOAKU

Aku mengerti, bahkan sangat mengerti. Itu kenapa selama ini aku tak pernah membenci. Itu kenapa aku bertahan sampai sekarang. Itu kenapa aku tak pernah letih menantimu. Itu kenapa aku selalu percaya, kau akan kembali. Aku percaya, tak ada yang sia-sia. Hampir satu tahun yang lalu. Dika meninggalkan Winda, wanita yang mencintainya. Saat itu, Winda hanya mampu terdiam dengan rintikan air matanya, yang tak pernah terbayangkan betapa sakitnya. Bahkan setelah kepergian Dika, Winda sering menangis, merasakan cinta yang masih sama untuk Dika yang entah telah bahagia dengan siapa. Tak ada satu pun lelaki yang mampu menyentuh hatinya. Hanya Dika yang ia simpan dan ia abadikan. Bahkan beberapa masa lalunya sempat kembali, dan mencoba meraihnya, tapi tak ada satu pun yang mampu memalingkan mata hatinya dari Dika. Tak ada satu pun yang mampu menggantikan Dika, meski ia tahu Dika masih mencintai masa lalunya dibandingkan Winda. Ia berharap suatu ketika, Tuhan menyentuh hati Dika. Menyadarkannya dari segala mimpi yang ia lalui, bahwa di sudut palung hatinya, ada wanita yang sering menitikkan air mata karena penantian yang tak kunjung ada jawabnya. * Dua bulan kemudian, Winda dan Dika bertemu di sebuah taman yang dulu pernah ia singgahi bersama. Winda hanya mampu menebarkan senyum indahnya untuk membohongi rasa takutnya. Terlihat ia meremas-remas tangannya yang gemetar. Mereka duduk bersebelahan, kosong tanpa suara. “Win, aku minta maaf karena aku sempat menyakitimu dulu. Selama ini aku cuma berani bilang lewat SMS atau BBM. Tapi sekarang aku pengen kamu tahu, aku benarbenar sangat menyesal,” ujar Dika. “Kamu pernah bayangin apa yang aku rasain waktu? Kamu pernah bayangin gimana rasanya waktu kamu diem, terus kamu tiba-tiba ditampar orang sekeras-kerasnya? Sekadar sakit atau sakit sekali Dik? Kamu pernah bayangin kalo semua itu terjadi sama aku hanya dalam hitungan menit?” jelas Winda. “Aku nyesel Win. Maafin aku,” kata Dika. “Kamu tahu nggak Dik, kalau sampai detik ini aku masih sayang sama kamu. Aku masih nunggu kamu. Aku nggak pernah berhenti berandai-andai, andai kamu tahu apa yang aku rasain tentang kamu. Sakit Dika… sakit sekali…!” ujar Winda. Dika memeluk Winda,”Kasi kesempatan lagi buat aku. Aku pengen bahagiain kamu Win. Aku nggak akan nyakitin kamu.” “Aku sayang kamu Dika,” ujar Winda sambil memeluk erat Dika.

Oleh: Vivi Anggraini*

S

etiap detik aku bertanya pada aroma fajar yang menyegarkan. Kemana larinya air mata yang tiap malam kuteteskan? Benarkah ia tengah singgah dalam pelukan? Ataukah ia berlalu begitu saja? Izinkanlah aku tersenyum, menikmati tiap detik bersamamu. Agar aku merasakan betapa aku pernah menjadi sempurna. Hanya denganmu, semangat hidupku.

Kriiing… Kriiing… Kriiing…. Bunyi alarm membangunkan Winda dari tidur nyenyaknya. Mata lebam sisa tangisan semalam membuat pandangan remaja berusia 22 tahun ini sedikit buram. Beberapa kali ia mengusap matanya hanya untuk memastikan di angka berapa jarum jam berada. Dengan rambut berantakan dan baju tidur berwarna biru yang kusut, ia berlari menuju kamar mandi. Sejenak dering teleponnya berbunyi, sebuah kontak bertuliskan Dika memanggil berkali-kali. “Halo,” Winda menjawab teleponnya dengan suara sedikit bergetar. “Hai Win, maaf ganggu kamu pagi-pagi. Gimana kabarmu? Baik kan?” ujar Dika. Mantan kekasih Winda yang hingga kini masih ia cintai. “Baik Dik, kamu?” jawabnya. “Baik Win, aku denger udah lulus, selamat yaa?” ujar Dika. “Makasi Dika. Nanti disambung lagi yaa? Soalnya aku kesiangan mau ngurus administrasi di kampus.” Jelas Winda mengakhiri perbincangannya. Betapa detak itu masih sama, Seperti saat aku melihatmu untuk pertama kalinya. Betapa rasa itu masih menggema, Sama seperti bahagia yang kurasa saat itu. Betapa aku tak bisa membohongi hatiku, Tentang kepergianmu yang sempat menyiksaku beberapa saat. Betapa tanyaku tetap sama, Apakah cinta memahami keadaan kita? Aku yang masih di sini menantimu, atau kau yang tak merasakan itu? Sejak itu, Winda dan Dika saling bercengkerama. Seperti dulu, seperti waktu sebelum Dika memutuskan untuk meninggalkan Winda. Seperti dulu, saat mereka menjalin kasih dan saling mencintai satu sama lain. Mereka saling tertawa, bahagia, berbagi ceria. Sedikit pun tak terlihat kegalauan dalam hati Winda yang pada saat itu masih tak percaya, bahwa Tuhan telah menjawab doanya untuk kembali menikmati senyum manis karyawan swasta yang memiliki selisih usia satu tahun di atas Winda. “Nes, Dika balik lagi hubungin aku, dia kembali Nes,” curhat Winda pada Ines, sahabatnya sejak ia duduk di bangku taman kanak-kanak. “Hah? Yakin lo? Kok bisa Win?” Ines terperangah sambil meletakkan sendoknya pada mangkuk bakso yang sedang ia nikmati di warung langganan mereka. “Nggak tahu. Semuanya terjadi gitu aja. Ini jawaban Tuhan buat aku kali yaa?” jawab Winda. “Dia minta maaf sama kamu?” tanya Ines. “Enggak,” jawabnya singkat. “Terus?” tanya Ines lagi. “Cinta itu memaafkan Nes. Walaupun aku pernah sakit. Tapi rasa cinta itu meleburnya menjadi sepatah kata maaf yang nggak akan ngerubah perasaanku ke Dika jadi benci,” jelasnya. Ines menggelengkan kepalanya, lalu berkata, “Apa pun yang kamu rasa, cuma kamu yang tahu Win. Semua ada di tanganmu. Tapi kamu juga harus tahu, bahwa rasa juga

Tuhan… Terima kasih atas rasa yang luar biasa Terima kasih atas cinta yang penuh pengorbanan Terima kasih atas segalanya Kau selalu tahu bagaimana aku ketika itu, Saat air mata mereka bilang terbuang percuma Saat waktuku mereka bilang terkuras sia-sia Saat rasaku mereka bilang tak ada artinya

harus diimbangi dengan logika.” Blackberry Winda berbunyi. Pesan BBM dari Dika mengakhiri curhatannya dengan Ines. Winda, seandainya kau tahu, apa yang ada di pikiranku kala itu. Saat aku harus meninggalkanmu dulu. Aku kehilangan, sangat kehilangan. Aku bimbang dengan hatiku yang tiba-tiba terpeluk oleh masa laluku yang datang begitu saja.

Aku ragu, bahwa aku bisa membahagiakanmu tanpanya. Aku takut, jika suatu saat kau tahu, dan kau tersakiti karenanya. Maafkan aku yang sempat menyiksamu Win. Maafkan aku… Winda terdiam. Tetes demi tetes air matanya jatuh membasahi melewati anggun wajahnya. Bibirnya kelu, tak mampu mengatakan apa pun. Perlahan ia tundukkan wajahnya.

Aku tetap yakin, Kemuning senja kala itu, menenggelamkan segala luka Biarkan Sang Fajar menjadi saksi lahirnya rasa yang sama pada waktu yang berbeda Itu karena kau berbeda, dan kau satu-satunya Percayalah, Bahwa aku masih mencintaimu seperti dulu, Tak pernah lekang oleh waktu Tak pernah usang Dan tak pernah kutanyakan seberapa besar rasamu untukku *) Cerpenis muda.

BERITA UTAMA

Minggu 16 Desember 2012

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Truk yang Menyeberang Naik Sekitar 15 Persen

n ANTRE...

Sambungan dari Hal 29

Antrean truk yang akan menye berang ke Bali itu sudah ter jadi sejak Jumat malam (14/12). Hingga pukul 17.00 sore kemarin (15/12), antrean kendaraan truk dari pelabuhan landing craft machine (PCM) masih mengular hingga depan gudang Bulog Ketapang. Sementara itu, di dermaga pontoon dan dermaga mobile bridge (MB) tidak tampak antrean panjang seperti yang terjadi di pelabuhan LCM. Kendaraan barang bermuatan berat memang tidak diizinkan menyeberang melalui dermaga MB dan dermaga pontoon. “Kendaraan dengan bobot 20 ton

lebih tidak boleh menyeberang di dermaga MB dan pontoon,” kata Waspada Heruwanto. Kendaraan bermuatan 20 ton lebih, kata Waspada, hanya boleh menyeberang lewat dermaga pelabuhan LCM. Walau lewat dermaga LCM, tapi kendaraan itu masih masuk ke area pelabuhan MB untuk timbang di loket masuk pelabuhan. Dari loket timbang itu, jelas Waspada, akan diketahui berat muatan kendaraan. Kendaraan yang kurang dari 20 ton bisa diarahkan lewat dermaga MB, sedangkan kendaraan barang yang 20 ton lebih akan digiring masuk dermaga LCM. Selain adanya peningkatan kendaraan barang, kata Waspada, tiga dermaga di pe-

labuhan LCM tidak semua bisa difungsikan. Sebab, satu dermaga sedang dilakukan perbaikan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur. “Untuk mengurai antrean itu kita lakukan percepatan bongkarmuat penumpang,” katanya. Peningkatan penumpang ken daraan barang itu, kata Was pada, akan terus terjadi hingga tahun 2012. Sebab, bebe rapa perusahaan banyak yang menargetkan pengiriman barang ke Bali sebelum tahun 2012 berakhir. Pagi hingga malam, aktivitas bongkar-muat di pelabuhan LCM sangat padat. Waspada me ngaku kerja keras untuk menghindari antrean yang lebih panjang.

Beberapa hari ini kapal-kapal yang sudah penuh muatan langsung berangkat tanpa harus menunggu waktu yang ditetapkan. Kebijakan itu dilakukan demi kelancaran aktivitas penyeberangan. Walau demikian, Waspada tetap me-warning semua nakhoda kapal tetap memperhatikan keselamatan pelayaran. Sebelum berangkat, semua nakhoda harus memastikan semua pendukung keselamatan pelayaran berfungsi dengan baik. Begitu juga dengan faktor cuaca. Semua operator kapal wajib memperhatikan faktor cuaca saat melakukan pelayaran. “Keselamatan pelayaran harus tetap dijaga dalam kondisi apa pun,” katanya. (afi/c1/bay)

Masykur dan Makki Calon Kuat n TETAPKAN... Sambungan dari Hal 29

Namun, banom tidak memiliki hak suara dalam pemilihan. “Banom kita minta ikut dalam sidang komisi,” kata Guntur. Dia menambahkan, un dangan untuk para calon peserta Konfercab NU sudah selesai dibagi. Undangan itu diminta

diserahkan lagi kepada panitia pada H-7. “Pendaftaran peserta kita layani pada H-7,” tegasnya. Guntur menyebut, puncak konfercab adalah pemilihan pe ngurus PCNU yang baru untuk periode 2013-2018. Pengurus yang dipilih adalah ketua tanfidz dan rais syuriah. “Kandidatnya banyak,” katanya. Sementara itu, sejumlah na-

ma calon ketua tanfidz sudah beredar. Beberapa kandidat yang namanya muncul, antara lain mantan ketua DPRD H. Achmad Wahyudi, mantan ketua GP Ansor H. Abdillah Rafsanzani, Ketua LP Ma’arif NU H. Zainal Arifin Salam, dan Rektor Uniba H. Teguh Sumarno. Selain itu, ketua tanfidz PCNU saat ini, H Masykur Aly, dan Wakil Ketua

Tanfidz H. Ali Makki Zaini juga disebut memiliki kans cukup kuat. Bahkan, Masykur dan Makki bersaing untuk memperebutkan suara dari ranting dan MWC. “Pak Masykur dan Gus Makki informasinya maju dalam konfercab,” kata Sekretaris MWC NU Kecamatan Genteng, Ahmad Shodik. (abi/ c1/bay)

Langsung Dilakukan Perbaikan n PLN... Sambungan dari Hal 29

“Kami tidak bisa mengaji dan belajar gara-gara lampu mati,” teriak anak-anak saat berada di halaman kantor PLN Situbondo malam itu. Selain itu, padamnya aliran listrik yang terjadi sekitar sepekan terakhir ternyata juga membuat para pedagang rugi. Sebab, dagangan mereka yang biasanya disimpan di kulkas menjadi busuk. “Ada yang jual ayam, dagingnya busuk karena lampu mati terus-terusan,” ujar Jaruddin, warga Desa Kilensari. Karena itu, Jaruddin bersa ma warga lain mengaku ter paksa mendatangi kantor PLN. Sebelumnya, mereka me-

ngaku sudah beberapa kali melakukan pengaduan, tapi tidak mendapat tanggapan. Data yang berhasil di kumpulkan Jawa Pos Radar Banyuwangi, sekitar 30 rumah warga RT 03/01, Desa Kilensari, lampunya padam. Sekitar sepekan terakhir, listrik padam hampir setiap malam. “Biasanya listrik padam mulai pukul 18.00, dan baru hidup sekitar pukul 01.00 dini hari,” imbuh Jaruddin. Perwakilan warga tersebut akhirnya ditemui petugas pengaduan PLN. Setelah pertemuan perwakilan warga dengan pihak PLN berlangsung, puluhan anak-anak itu membubarkan diri. Mereka akhirnya pulang ke rumah masing-masing. Sementara itu, satpam PLN

Situbondo, Victor Eka mengatakan, pihaknya sudah mem pertemukan warga dengan bagian pengaduan PLN. Atas pengaduan warga tersebut, petugas PLN langsung menindaklanjuti. “Perwakilan warga sudah ditemui bagian pengaduan, jadi semua sudah dijelaskan kepada warga dan saat ini langsung dilakukan perbaikan,” jelas Viktor. Lebih jauh Victor mengatakan, beberapa hari terakhir ini memang sedang dilakukan perbaikan jaringan. Perbaikan jaringan itu memaksa dilakukan pemadaman di sejumlah tempat. “Kemarin memang ada perbaikan dan sempat membuat lampu padam,” pungkasnya. (rri/c1/bay)

Banyak Mengalami Perubahan n BELUM... Sambungan dari Hal 29

Isinya bukan hanya informasi dan klarifikasi tapi juga hasil peninjauan lokasi pada tanggal 21 November 2012. Ada tiga penjelasan yang disampaikan Balai Pelestarian Cagar Budaya

Mojokerto. Yang pertama, bangunan eks Kawedanan Sumberwaru belum ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya sesuai amanat UU RI Nomor 11 Tahun 2010 tentang cagar buda ya. Kedua, sesuai UU 11 Tahun 2010 itu, kewenangan

penetapan cagar budaya ada pada bupati atau wali kota setelah mendapat rekomendasi tim ahli cagar budaya. “Secara arsitektural tidak mewakili gaya yang khas sedikitnya 50 tahun dan telah banyak mengalami perubahan,” papar Bupati Dadang. (pri/c1/bay)

Hanya Ada di Ijen dan Alaska n JURNALIS... Sambungan dari Hal 29

Usai makan malam, sekitar pukul 22.00, 38 peserta berangkat menuju Ijen. Pendakian ke Gunung Ijen kali ini dila-

kukan pada malam hari. Hal itu sengaja dilakukan dalam rangka melihat keindahan blue flame di puncak Gunung Ijen. Fenomena blue flame hanya terlihat pada malam hari. Fenomena alam blue flame itu

hanya ada dua di dunia, yakni di kawah Gunung Ijen, Indonesia, dan di Alaska, Amerika Serikat (AS). “Di negara lain nggak ada. Yang ada hanya di Ijen dan Alaska, AS,” ungkap Bupati Anas. (afi/c1/bay)

Banyak yang Berhalangan Hadir Berjalan Melewati Sebelas Pos n MUNCULKAN... Sambungan dari Hal 29

Selain Ketua DPD PD Jatim, Soe karwo juga menjabat seba gai ketua umum DPP PA GMNI. Selain dijadwalkan menjadi narasumber seminar, Soekarwo juga direncanakan membuka Konfercab II PA GMNI Banyuwangi. Basarah dan Djarot gagal hadir karena ada acara mendadak di DPP PDIP. Kedua tokoh man tan aktivis GMNI itu me ru pakan fungsionaris DPP PDIP. “Kami selaku panitia menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran para narasumber itu,” ungkap Ke-

tua Panitia Konfercab, Didik Suharyanto. Sementara itu, Prof. Wani Hadi tidak bisa hadir karena sedang berada di Kalimantan. Walau beberapa tokoh nasional itu berhalangan hadir, tapi seminar yang berlangsung di restoran Mahkota Plengkung itu tetap berlangsung. Sebagai gantinya, panitia menghadirkan Dosen Fakultas Humum Unej Djayus SH M.Hum, dan Pembantu Rektor III Untag Banyuwangi, Subur Bahri. Bupati Abdullah Azwar Anas juga hadir dalam acara itu. Semula, Bupati Anas hanya dijadwalkan membuka acara. Namun,

Bupati Anas yang datang setelah mengikuti wisuda di UBI, Jajag, didaulat menjadi narasumber. Bupati Anas mengikuti seminar itu hingga tuntas. “Saya sengaja hadir dalam acara-acara seperti ini untuk mendengar masukan dan kritik semua pihak,” kata Bupati Anas. Didik menjelaskan, se minar itu bertujuan membangun kesadaran publik atas pentingnya membangun karakter bangsa dalam menuju pa radigma berbangsa dan bernegara. Selain itu, seminar tersebut bertujuan mengembangkan diskursus tentang pentingnya membangun karakter bangsa. “Khususnya

bagi generasi muda dalam menyikapi kecenderungan gejolak sosial yang mengarah pada disintegrasi,” jelas Didik. Dalam seminar itu, muncul wacana mengembalikan dasar negara Indonesia ke UUD 1945 asli. Para peserta seminar menilai amandemen UUD 45 yang dilakukan MPR RI pasca-reformasi 1998 gagal membawa Indonesia menuju yang lebih baik. Bahkan, ada peserta seminar yang mengajak peserta seminar untuk mengeluarkan desakan agar kembali ke UU 1945 yang asli. Namun, hingga acara selesai, tidak ada rekomendasi apa pun terkait UUD 1945 itu. (afi/c1/bay)

Disadarkan oleh Pihak Keluarga n PEMBUNUH... Sambungan dari Hal 29

Data yang berhasil di kumpul kan, Salim yang bekerja se bagai tukang pijat keliling itu nekat membunuh ketua RT di kampungnya itu karena ada kon flik yang belum selesai. Se belumnya, Salim sempat me nyebarkan pamflet yang be risi permintaan keadilan ke pada pihak desa lantaran

ke luarga Salim tidak pernah mendapat bantuan apa pun dari pemerintah. Namun, saat Salim memasang pamflet, dia dipukuli empat orang hingga babak belur. Sepeda pancal milik Salim juga dirusak dan dibuang ke sawah. Salim menduga orang yang me nganiaya dirinya itu ada hu bungannya dengan ketua RT. Suatu ketika, Salim bertemu Rediyanto di jalan Desa De-

mung. Saat itulah, keduanya terlibat carok (duel bersenjata tajam). Lama-kelamaan carok itu bergeser ke sebuah gang. Di sebuah gang itulah pisau mi lik Salim mengenai paha Rediyanto. Sang ketua RT itu pun akhirnya meninggal dunia lantaran kehabisan darah. Dikonfirmasi, Kapolsek Besuki AKP Agus Supariyono membenarkan pihaknya telah mengamankan tersangka pem-

bunuhan tersebut. “Tadi malam (Jumat malam, Red) langsung diamankan oleh petugas dan sekarang sudah ditahan di Mapolres Situbondo,” ujar AKP Agus Supariyono kemarin (15/12). Seperti diberitakan kemarin, Rediyanto, seorang ketua RT di Desa Demung, tewas dibunuh warganya sendiri, yakni Salim, di salah satu gang di jalan Desa Demung. (rri/c1/bay)

Haedori Dihukum Seumur Hidup n HABIB... Sambungan dari Hal 31

Satu tersangka lain, yakni Siwan, hingga kini masih menjadi buron aparat kepolisian. Tiga pelaku yang sudah diadili adalah Habib,

Haedori Setiawan, dan Andi Azis. Dalam putusan di PN Banyuwangi, Haedori divonis 18 tahun penjara, dan Andi Azis diberi hu kuman 12 tahun penjara. Tidak terima dengan putusan PN Banyuwangi tersebut, Hae-

dori dan Andi Azis yang masih satu kampung dengan Habib di Desa Kembiritan itu menya ta kan banding ke PT di Su rabaya. Ternyata putusan ban ding untuk Haedori dan Andi malah semakin berat.

Dalam persidangan di PT, Hae dori dianggap bersalah dan dihukum penjara seumur hidup. Andi Azis oleh majelis ha kim di PT juga dianggap bersalah dan divonis 14 tahun penjara. (abi/c1/bay)

Belum Pernah Memandu Turis Asing n SUNRISE... Sambungan dari Hal 36

Bahkan, puncak Gunung Agung, Bali juga bisa terlihat ketika tidak ada kabut. Selain momen itu, para pendakibakalsemakinterperangah ketika melihat jalur yang dilalui

cukup terjal. Hal inilah yang membuat daya tarik tersendiri bagi para pendaki. Sensasi pendakian semakin lebih oke. Namun sampai saat ini, belum ada informasi turis dari mancanegara yang me naklukkan gunung terbesar se-Jawa

tersebut. PA Luwak sendiri belum pernah memandu turis. Tentu saja, hal inilah yang perlu dipikirkan pemerintah. Apalagi, saat ini Banyuwangi terus bergeliat mempromosikan pariwisata agar dikenal di kancah internasional. Seperti segitiga emas berlian yakni

Pantai Plengkung, Kawah Gunung Ijen dan Penyu Sukomade. Gunung Raung dianggap potensial bisa dikenal di kancah internasional. Sebab, selain me nantang, pesona alam di kawasan gunung juga menakjubkan. (ton/bay)

Bakatnya kian Terasah saat Masuk Pesantren n BADAN... Sambungan dari Hal 29

Tahun 2009, misalnya, dia menjadi juara pertama MTQ tingkat Provinsi Jatim. Gelar tersebut membuat Ghufron dipercaya dikirim mewakili Provinsi Jatim untuk berlaga di tingkat nasional di Bengkulu.

Pada 2011, dia juga menyabet juara pertama dalam lomba MTQ antar-polres se-Jawa Timur. “Alhamdulillah, pada 2012 ini saya juga menjadi juara,” imbuhnya. Menurut remaja kelahiran Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran, tersebut, bakat qari-nya benar-benar terasah saat dirinya masuk ke P2S2 Sukorejo pada 2003. Kala itu dia masih

SMP. Berkat ketekunannya, setahun kemudian dia sudah meraih juara pertama lomba MTQ kategori anak-anak di lingkungan pesantren. Kemudian, dua tahun berturut-turut dia menjadi juara tingkat remaja dan dewasa. “Baru pada 2008 saya diizinkan bertanding di luar pondok hingga sekarang,” imbuh cowok kelahiran 28 Januari 1992 itu. (c1/bay)

n RUTE...

Sambungan dari Hal 36

Sebab, rute ini baru dibuka pada tahun 2004 silam. Rute tersebut pertama kali ditemukan oleh komunitas Pencinta Alam (PA) Luwak Banyuwangi yang beralamat di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu. Dari rute ini, jalur yang dile wati adalah Jambewangi me nuju kawasan hutan pinus KRPH Sidomulyo KPH Ba nyuwangi Barat. Setelah itu, menuju ke kawasan Brak Seng (Batas Hutan Industri dengan Hutan Lindung). Rute jalur ini sekitar tujuh kilometer (Km). Jika berjalan kaki, bisa ditempuh sekitar lima jam. Biasanya, para pendaki bermalam di kawasan Brak Seng. Para pendaki kembali me-

lanjutkan perjalanan pagi hari. Perlu diingat, asupan makanan sangat penting agar stamina tetap oke. Dari catatan koran ini, ada 11 pos yang bakal dilalui. Brak seng disebut pos nol. Dari pos nol ini, jika berangkat sekitar pukul 08.00 sampai pos 7 ketinggian 2.800 dpl pada sore hari. Biasanya, di pos tujuh yang dinamakan Pondok Lengit ini para pendaki menginap. Usaha untuk menaklukkan puncak gunung tidak sampai di situ, para pendaki harus melalui jalur curam dan tebing terjal. Meski begitu, jalur tidak pernah terputus. Ketika berada di pos 10 dengan ketinggian 3.000 dpl, para pendaki harus eks tra hati-hati. Sebab, ada dua jalur yang dengan puncak berbeda. Sebab, jalur di kawah

te rendah, dan ada kawasan puncak tertinggi. Perlu diketahui, antara pos 10 hingga ke pos 11 masih ditemukan mata air. Temuan mata air di kawasan batas vegetasi (tumbuhan dan padas) ini hanya dijumpai di Gunung Raung. Sebab, di gunung lain di pulau Jawa bahkan di Indonesia tidak pernah ditemukan. Di pos sebelas pada ketinggian 3.100 dpl, para pendaki harus melewati padas dan pasir. Butuh waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam untuk bisa ke puncak kawah. Meski begitu, kisaran waktu tersebut dengan melihat kondisi cuaca. Jika kondisi angin kencang, para pendaki harus memilih berhenti. Sebab, jalan yang dilalui sejauh 900 meter berupa padas yang curam dengan kemiringan 45 derajat.(ton/bay)

Terdapat Batu Lingga n DILARANG... Sambungan dari Hal 36

Jika sisi barat ada curam, sisi timur ada batu padas dan sisi utara tebing curam. ‘’Dari situlah, semua tas kita cek. Ternyata teman-teman ada yang membawa bunga yang dipetik selama perjalanan. Ada juga yang membawa duri landak,’’ jelasnya. Dengan temuan itu, lanjut

dia, akhirnya bawaan tersebut ditinggal di lokasi tersebut. Anehnya, setelah itu kabut langsung hilang. ‘’Yang aneh lagi, di depan yang saya cek ternyata tidak ada tebing,’’ paparnya. Tidak hanya itu, dirinya kerap kali menemukan bambu dengan ruas yang tempuk (gandeng). Menurut orang Jawa, barang tersebut dipercaya se bagai pesugihan. Tetapi, dirinya tidak pernah berniat mengambil barang

tersebut. ‘’Kalaupun ingin, pasti tidak ditemukan,’’ jelasnya. Dia mencontohkan, ada temannya yang dijanjikan warga bakal berikan sepeda motor. Asalkan, temannya tersebut bisa membawa pulang bambu tempuk ruas tersebut. ‘’Tetapi, teman saya itu tidak melihat sama sekali bambu itu. Padahal, saya dan teman-teman lain tahu barang itu. Aneh bukan,’’ ujarnya mengenang. (ton/bay)

Menunggu Statusnya Kembali Normal n SIAP... Sambungan dari Hal 36

Jika ditarik lurus tidak ada jalur penghubung. Tetapi, hal itu tidak terbukti. Sebab, untuk menembus puncak gunung ternyata bisa dilalui. ‘’Dulu pendakian dari Kalibaru ditemukan sekitar tahun 2.000-an. Sebab,

dari sini katanya tidak ada jalur,’’ jelas Ali Kabol. Meski begitu, lanjut Ali, dirinya bersama teman-temannya mencoba membuat se jarah. Hasilnya, cukup membanggakan dan kini tercatat sebagai sejarah. ‘’Saya sudah 21 kali naik puncak Gunung Raung,’’ tandasnya. Para PA Luwak berkomitmen,

siap kapan saja ketika diminta bantuan untuk pengawalan mendaki ke Gunung Raung. Sebab, itu sudah menjadi komitmen sejak awal. ‘’Kita siap kapan pun dibutuhkan. Tetapi, saat ini status gunung masih siaga. Jadi, kita siap memandu jika status gunung sudah kembali normal,’’ tandasnya.(ton/bay)

MINGGU l 16 DESEMBER 2012 l HALAMAN 36

EKSOTIK: Panorama matahari terbit di kawasan timur Pulau Jawa dilihat dari Puncak Gunung Raung.

Sunrise Sensasional PANORAMA akan terlihat ketika berada di puncak Gunung Raung. Selain bisa melihat kondisi kawah, para pendaki juga bisa menikmati pesona alam di kawasan gunung tersebut. Misalnya, para pendaki bisa menyaksikan terbitnya matahari di sebelah timur. Selain itu, kawasan pantai di kawasan selatan juga bakal terlihat.

Deretan Gunung di kawasan Banyuwangi juga bakal bisa dilihat. Mengingat, gunung lain masih lebih rendah jika dibandingkan dengan Gunung Raung. Misalnya, Gunung Rante alias Gunung Meranti yang berada persis di samping Gunung Raung dan puncak Gunung Ijen bakal terlihat n  Baca Sunrise...Hal 35

Rute Ekstrem Mendaki

Gunung Raung SEMPU – Gunung Raung memiliki ketinggian 3.332 di atas permukaan laut (DPL). Selain tinggi, gunung aktif tersebut terbilang besar. Bahkan, gunung yang kini masih status siaga (level III) tersebut tercatat sebagai gunung terbesar di Pulau Jawa. Sebelum gunung dinyatakan siaga, banyak kalangan Pencinta Alam (PA) di berbagai daerah di Indonesia melakukan

pendakian di gunung tersebut. Mulai dari kalangan mahasiswa hingga pelajar. Meski begitu, jalur yang dilalui cukup terjal dan me nantang. Selain itu, membutuhkan waktu hingga berhari-hari agar bisa sampai puncak tertinggi. Ada tiga jalur pendakian untuk bisa finis di puncak gunung yang memiliki kaldera seluas 1200 x 800 meter itu. Dua rute pen-

dakian bisa dilalui dari Banyuwangi. Tepatnya, di Desa Banyunyar, Kecamatan Kalibaru dan Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu. Sedangkan, satu pendakian melalui Kabupaten Bondowoso. Rute jalur Jamb ewangi tergolong paling ba ru jika dibandingkan dengan dua ja lur lain n  Baca Rute...Hal 35

BERBAHAYA: Anggota Komunitas Pencinta Alam (KPA) Luwak mendaki puncak Gunung Raung melalui rute terjal dari Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi.

FOTO-FOTO: KPA LUWAK FOR RaBa

Siap Mengawal Para Pendaki

Pernah Menemukan Tengkorak Manusia SELAMA ini, dari beberapa pendakian yang sudah dilakukan. Tidak pernah satu pun binatang yang dijumpai selama perjalanan. Baik binatang melata maupun binatang buas lainnya. Menurut para pendaki, tidak pernah terpikir bakal menemukan binatang tersebut. ‘’Tidak ada kamusnya kita menemukan binatang yang membahayakan. Itu sudah rumus,’’ tegas Ali Kabol. Meski begitu, pertama kali membuka jalur rute Jambewangi menuju Gunung Raung. Komunitas PA Luwak pernah menjumpai tengkorak manusia. Tetapi, penemuan tulang belulang tersebut terbilang sangat aneh. Bayangkan, pertama mendaki hanya ditemukan celana ukuran seperempat. Kemudian sebanyak delapan orang pendaki tersebut menduga pernah ada orang yang mendaki. Terkait penemuan itu, mereka hanya membungkus celana tersebut dan di-cantol-kan ke sebuah pohon dengan dibungkus plastik warna hitam. ‘’Anehnya, saat kita turun usai dari puncak kita lihat plastik itu ada tulang paha,’’ kenang Ali Kabol sambil geleng-geleng kepala. Selanjutnya, dilakukan penyisiran. Ternyata benar, ditemukan beberapa tulang yang berserakan di sekitar lokasi tersebut. ‘’Akhirnya kita kubur di lokasi itu. Kita beri tanda makam di lokasi itu. Sampai sekarang masih ada tulisan makam itu. Setiap kali kita melewati, kita lakukan doa bersama,’’ pungkasnya. (ton/bay) CONTACT US! Anda anggota sebuah komunitas, penghobi, atau sekadar mengetahui keberadaan mereka? Jangan pernah membiarkan hal itu terpendam tanpa diketahui orang lain. Silakan kontak kami di:

radarbwi@gmail.com Bisa pula melalui nomor telepon (0333) 416647. Atau, hubungi Gerda (085859687870), Iwan (081559555572)

PANAS: Kaldera yang luas dengan hamparan pasir dan kepulan gas di puncak Gunung Raung.

KOMUNITAS PA Luwak (Luwes, Wajar, Kreatif ) selama ini sudah terbiasa mendaki ke puncak Gunung Raung. Karena sudah terbiasa, mereka juga sering menjadi pemandu bagi para pendaki lain. Mulai dari pendaki lokal hingga pengunjung dari luar daerah. Biasanya, para pendaki yang dikawal adalah kalangan mahasiswa. Contohnya, Mahasiswa

Pencinta Alam (Mapala) dari Universitas Negeri Jember, mahasiwa Untag Surabaya, dan Institut Telkom Bandung serta mahasiswa dari Palembang. Bagi kalangan mahasiswa, pengawalan dalam pen dakian tersebut sangat penting. Mengingat, PA Luwak ada lah pembuka jalur Jambewangi menuju Gunung Raung tersebut. Tentu saja,

pe ngawalan dilakukan agar proses pendakian lancar, sehingga mereka tidak tersesat dan mampu sampai di puncak dengan selamat. Diceritakan, pertama membuka rute tersebut tidak mudah. S e b a b, h a r u s m e m b e l a h hut an belantara. Selain itu, harus membuka jalur sendiri. Awalnya, dari kacamata peta n  Baca Siap...Hal 35

Dilarang Ngomong Jorok, Pantang Berkata Capek SEMENTARA itu, ada beberapa pantangan yang perlu diperhatikan untuk menaklukkan gunung terbesar di Pulau Jawa itu. Mengingat, gunung yang memiliki ketinggian 3.332 di atas permukaan laut (dpl) tersebut dikenal memiliki mitos. Kata-kata jorok jangan sampai terucap ketika da lam pendakian. Jika tidak, hambatan selama perjalanan akan terjadi. Selain itu, para pendaki dilarang mengatakan kata lelah. Yang disarankan, ketika para pendaki letih yakni mengucapkan kata ngepos.

Mantan ketua PA Luwak Jambewangi, Ali Kabol mengatakan, para pendaki harus benar-benar memperhatikan itu. Sebab, sejarah panjang mengenai Gunung Raung tidak lepas dari mitos. ‘’Gunung Raung juga memiliki daya magis tersendiri. Itu penting untuk diketahui,’’ ujar ketua periode 2003-2006 itu. Ali menjelaskan, pada ketinggian 3.000 dpl ada batu yang diyakini oleh umat Hindu. Batu tersebut dinamakan Batu Lingga. ‘’Menurut sejarah teologi, di dalam Rung wilayah selatan itu selalu berkaitan dengan

Sang Maha Resi Markandeya. Ter masuk batu itu diyakini oleh umat Hindu,’’ terang warga Dusun Krajan, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu itu. Selain itu, terang dia, ada beberapa temuan lain di sekitar gunung yang dilarang untuk diba wa pendaki. Mi salnya, mem bawa tanaman un tuk dibawa ke puncak. ‘’Contohnya, kita pernah terjebak kabut,’’ ceritanya. Setelah dicek, jelas dia, sisi barat, utara, dan timur ternyata buntu semua n  Baca Dilarang...Hal 35

DATARAN TINGGI: Mengambil air dari sumber mata air lereng Gunung Raung.


Radar Banyuwangi 16 Desember 2012