Issuu on Google+

SELASA 16 APRIL

29

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2013

Hari Pertama 77 Siswa Absen BANYUWANGI - Ujian nasional (unas) tingkat SMA/sederajat resmi dimulai kemarin (15/4). Meski secara umum berjalan lancar, ujian yang sangat menentukan kelulusan siswa itu ternyata masih diliputi beberapa kendala. Bahkan, sebanyak 77 siswa tidak mengikuti unas hari pertama tersebut. Ada sejumlah alasan yang mendasari ketidakhadiran siswa pada hari pertama unas kemarin, di antaranya sakit, meninggal dunia, dan mengundurkan diri. Alasan pengunduran diri calon peserta unas itu pun beragam. Ada yang sudah menikah, ada yang pindah sekolah ke luar Banyuwangi, ada juga yang tidak ikut ujian lantaran sudah bekerja di luar daerah. Sekadar tahu, jumlah peserta unas tingkat SMA/sederajat tahun ini mencapai 15.388 siswa. Rinciannya, peserta unas asal SMA, baik negeri maupun swasta, mencapai 5.942 orang, dan SMK negeri dan swasta sebanyak 7.271 orang. Jumlah peserta unas dari kalangan

I LOVE BWI

SIGIT HARIYADI/RaBa

SEMANGAT: Anggota Paguyuban Becak berkumpul di Pasar Banyuwangi kemarin.

Puluhan Tukang Becak Siap Donor

 Baca Puluhan...Hal 39

Partisipasi kemarin:

ADA APA LAGI

Dijanjikan ke Pontianak, Dikirim ke Sarawak BANYUWANGI - Merasa jadi korban trafficking, H. Mukhsin, 49, warga Dusun Stoplas, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, mendatangi Mapolres Banyuwangi kemarin (15/4). Korban yang pernah dijanjikan bekerja di Pontianak, Kalimantan Barat, itu ternyata dikirim ke Sarawak, Malaysia. Selain H. Mukhsin, warga lain yang juga melapor ke polres adalah Suharti, 50, asal Dusun Stoplas, Desa Kedungrejo n  Baca Dijanjikan...Hal 39

AGUS BAIHAQI/RaBa

GALIH COKRO/RaBa

MIKIR: Siswi mengerjakan soal unas di SMK PGRI 1 Banyuwangi kemarin.

AMBIL: Panitia unas SMAN Purwoharjo mengambil kekurangan naskah di Mapolres Banyuwangi kemarin.

BANYUWANGI - Polisi mengirim 55 orang (bukan 56 orang seperti berita sebelumnya) imigran gelap etnis Rohingnya asal Myanmar ke Kantor Imigrasi Jember kemarin (15/4). Sebelumnya, mereka ditampung di Gedung Pramuka di Jalan Wijaya Kusuma, Banyuwangi. Dengan diangkut dua bus, puluhan imigran gelap yang sebagian perempuan dan anak-anak itu dibawa ke Jember sekitar pukul 08.30. Pemberangkatan itu molor dari jadwal

yang telah ditentukan, yakni pukul 07.00. “Para imigran kita suruh mandi susah, jadi molor,” cetus Kabag Ops Polres Banyuwangi Kompol Sujarwo. Kompol Sujarwo mengaku tidak ada kendala dalam pengiriman para imigran gelap itu. Saat dibawa ke kantor Imigrasi di Jember, mereka juga menurut. “Semua imigran etnis Rohingnya kita serahkan kepada petugas Kantor Imigrasi di Jember,” katanya. Setiba di Jember, jelas dia, para

SIGIT HARIYADI/RaBa

5.942 orang 7.271 orang 2.164 orang 11 orang 15.388 orang

ABSEN 10 orang 59 orang 8 orang nihil 77 orang

SEMENTARA itu, kekurangan soal sempat terjadi dalam ujian nasional (unas) hari pertama kemarin (15/4). Malahan, soal mata pelajaran bahasa Inggris untuk SMAN Darussholah, Kecamatan Singojuruh, tertinggal di Surabaya kemarin. Padahal, pelajaran English tersebut akan diujikan hari ini. Kekurangan soal di SMAN Darussholah itu langsung dilaporkan kepada panitia unas tingkat Provinsi Jawa Timur kemarin. Panitia pun diminta segera mengambil naskah tersebut di Surabaya. “Kita sudah lapor ke Surabaya. Sekarang (kemarin, Red) akan kita ambil di Surabaya, dan besok pagi (pagi ini, Red) bisa diujikan,” jelas Sutikno, Kasi SMP pada Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi di Mapolres Banyuwangi kemarin. Menurut Sutikno, naskah mata pelajaran bahasa Inggris untuk SMAN Darussholah kurang lima amplop. Setiap amplop berisi 20 lembar soal. “Jadwal ujian bahasa Inggris adalah di jam kedua, jadi masih ada waktu,” sebutnya n  Baca Naskah...Hal 39

 Baca Imigran...Hal 39

TOHA/RaBa

MEGAH: Gedung baru BPR Wilis Putra Utama di Jalan PB. Sudirman, Banyuwangi.

MENUJU BUS: Beberapa imigran keluar dari gedung Kwarcab Pramuka Banyuwangi kemarin.

Gedung Baru Bermunculan BANYUWANGI - Gedung baru akan terus bermunculan di jantung Kota Gandrung. Beberapa bangunan besar sedang dalam proses pembangunan di pusat kota Banyuwangi hingga kini. Kali ini, bangunan kantor anyar yang sudah mulai beroperasi adalah gedung Bank BPR Wilis Putra Utama di Jalan PB. Sudirman, Banyuwangi. Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jember, M. Nur Zaenudin, meresmikan operasional gedung tersebut kemarin (15/4). Peresmian itu juga disaksikan pemegang saham dan dewan komisaris Bank BPR Wilis n  Baca Gedung...Hal 39

GALIH COKRO/RaBa

Melihat Kondisi Pelabuhan Nelayan Muncar saat Solar Langka

Saat Ikan Melimpah Malah tak Bisa Melaut Ujian nelayan di kawasan Muncar terus berlanjut. Sebelumnya, mereka mengalami paceklik ikan berkepanjangan. Kali ini saat musim ikan melimpah, mereka tak bisa melaut gara-gara solar langka. ALI NURFATONI, Muncar PULUHAN jeriken berjejer di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Muncar siang kemarin (15/4). Beberapa jeriken sudah terisi solar, sedangkan deretan panjang jeriken yang lain masih kosong. Sejumlah nelayan langsung mengangkut jeriken yang sudah berisi solar tersebut. Para nelayan itu langsung

http://www.radarbanyuwangi.co.id

Peserta

SMA SMK MA SMA-LB Total

imigran itu langsung didata. Sujarwo mengaku tidak tahu materi pendataan yang dilakukan petugas Imigrasi. “Setelah diserahkan ke petugas Imigrasi, kami langsung pulang,” ujarnya. Menurut Kompol Sujarwo, jumlah imigran yang dikirim ke kantor Imigrasi Jember sebanyak 59 orang. Dari jumlah itu, 55 imigran sempat ditampung di Gedung Pramuka Banyuwangi n

Puas Nyanyi, Terjun ke Politik

 Baca Puas...Hal 39

Sekolah

Imigran Myanmar Dikirim ke Jember

FemalE

DIVA Rosa, begitu nama panggung penyanyi asal Dusun Ka rangrejo, Desa/ Ke camatan Cluring, tersebut. Sebagai seorang entertainer, perempuan yang memiliki nama asli Eni Puji Astuti ter sebut sudah men jelajahi satu daerah ke daerah lain. Dalam pen jelajahan ter sebut, tak jarang dia melihat warga yang hidup di ba wah garis kemiskinan n

Peserta Unas di Hari Pertama

Naskah Soal Tertinggal di Surabaya

BANYUWANGI - Kegiatan Banyuwangi Peduli hasil kerja sama Pemkab Banyuwangi, Palang Merah Indonesia (PMI), dan Jawa Pos Radar Banyu wangi, te rus mendapat dukungan ber ba gai lapisan ma syaKali ini, para tukang rakat. K becakk yang tergabung dalam b Paguyuban Abang Becak Pasar Banyuwangi menyatakan siap mendonorkan darah n

Kec Glagah: 184 pendonor + Rp 3 juta SMAN Glagah: 304 pendonor + Rp 3 Juta BRI Banyuwangi: Rp 5 juta Sonny Febryanto: donor + Rp 600 ribu Perhutani BWI Barat: 16 pendonor + Rp 2 juta Humas & Protokol Pemkab: 4 pendonor Disperta Hutbun: 133 pendonor + Rp 2 juta Dishubkominfo: 132 pendonor + Rp 1,5 juta Kebersihan Terminal: 25 orang Jukir & Pengawas: 117 orang BPP & KB: 4 pendonor + Rp 1 juta Disperindagtam: Rp 2,5 juta Dinas Koperasi: Rp 1 juta BPM: Rp 1,5 juta

siswa Madrasah Aliyah (MA) negeri dan swasta mencapai 2.164 orang. Peserta asal SMA Luar Biasa (LB) sebanyak 11 orang. Dari kalangan siswa SMA, jumlah peserta unas yang absen pada hari pertama kemarin mencapai sepuluh orang n  Baca Hari...Hal 39

membawa bahan bakar diesel itu ke slerek masing-masing. Begitu dapat solar, mereka langsung bersiap melaut. Di bagian lain, beberapa orang berkumpul di sekitar SPBN. Tampaknya mereka masih menunggu pasokan solar dari Pertamina. Meski tak jelas kapan solar akan dikirim, mereka tetap setia menunggu. Selama stok solar kosong, praktis karyawan di SPBN tersebut tidak beraktivitas. Sejumlah petugas yang mengenakan seragam biru juga tampak santai. Mereka terlihat mendiskusikan kelangkaan solar tersebut. Terkait kelangkaan solar itu, para nelayan dilanda kegalauan. Betapa tidak, rencana melaut terpaksa ditunda. Bahkan, bisa jadi mencari ikan pada musim padangan (terang bulan, red) ini gagal total. Padahal, kali ini ikan tidak begitu sulit didapat. Artinya, dalam beberapa hari

Naskah soal unas bahasa Inggris tertinggal di Surabaya Kunci jawabannya berbunyi: Ups… sorry !

KPU serukan jangan golput lewat pentas musik dangdut Nanti boleh nyontreng sambil goyang

ALI NURFATONI/RaBa

ANTRE: Dua nelayan menggotong jeriken berisi solar di SPBN Muncar kemarin.

terakhir, nelayan sering mendapatkan ikan. ‘’Ikan mulai ada, tapi solarnya yang gak ada. Nelayan jadi susah,”

keluh Suhdi, salah satu nelayan Muncar, kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin n  Baca Saat...Hal 39 email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com

30

Selasa 16 April 2013

Kiat Desa Kendalrejo, Kecamatan Tegaldlimo, Atasi Musim Paceklik

Giatkan Lumbung Paceklik, Raih Predikat Desa Terbaik TEGALDLIMO - Desa Kendalrejo, Kecamatan Tegaldlimo, masuk dalam jajaran desa terbaik se-Banyuwangi. Itu kesimpulan tim penilai Pemkab Banyuwangi saat meninjau desa tersebut dalam ajang perlombaan desa Se-Banyuwangi Rabu lalu. Berdasar kacamata tim penilai, desa tersebut masuk dalam enam desa terbaik. Bahkan, nilai yang diraih desa yang dikomandani Kepala Desa (Kades) Ahmad Yadjid itu paling tinggi. Prestasi tersebut juga mendapatkan apresiasi langsung dari Bupati

Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Banyuwangi itu hadir langsung dalam acara tersebut. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Banyuwangi, Peni Handayani, juga mengacungi jempol desa tersebut. Prestasi itu disabet berkat kiat pemdes dalam berkreasi dan berinovasi meningkatkan ekonomi masyarakat, salah satunya menggalakkan wadah Lumbung Paceklik. Lumbung Paceklik itu dibentuk dalam rangka mengantisipasi

ALI NURFATONI/RaBa

TERBAIK: Suasana penilaian lomba desa di pendapa Desa Kendalrejo, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, Rabu lalu (10/4).

musim paceklik. Kegiatannya, masyarakat setor sebagian hasil panen

SIMBOLIS: Bupati Anas didampingi Kepala Kemenag Banyuwangi Santoso melepas burung merpati di lapangan Taman Blambangan kemarin.

TOHA/RaBa

Bupati Anas Resmikan Porseni MI ke-4 BANYUWANGI - Pek an Olahraga dan Seni (Porseni) Madrasah Ibtidaiah (MI) ke-4 Banyuwangi resmi dibuka Bupati Abdullah Azwar Anas di lapangan Taman Blambangan kemarin (15/4) kemarin. Upacara pembukaan Porseni MI yang dimeriahkan parade 24 drum band pelajar itu dimulai tepat pukul 13.30. Selain dihadiri bupati, Porseni itu juga dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi, H. Santoso. Ketua Panitia Porseni MI, Sumarman mengatakan, kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang digelar MI se-Kabupaten Banyuwangi. Peserta didik MI, sebagaimana sekolah dasar lain, juga perlu mengikuti kom-

petensi baik akademik maupun non-akademik melalui olahraga dan seni. “Even ini diharapkan menumbuhkan kesadaran pelajar terhadap pentingnya melakukan aktivitas olahraga dan sportivitas,” kata Sumarman. Ada beberapa olahraga dan seni yang dilombakan dalam Porseni MI kali ini, mulai kaligrafi, melukis, hingga lomba pidato berbahasa Arab, pidato bahasa Indonesia, dan pidato bahasa Inggris. Tidak ketinggalan, beberapa cabang atletik juga dilombakan, seperti lari, lompat jauh, dan tolak peluru. Panitia juga menggelar lomba bulu tangkis, bola voli, catur, dan tenis meja. Ada pula lomba kesenian samroh, baca puisi, paduan suara,

dan MTQ. “Pengumuman pemenang lomba diumumkan Kamis mendatang (18/4),” ujar Sumarman. Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas menyambut baik Porseni MI tersebut. Selain untuk mencari bibit potensi, ajang tersebut juga bisa digunakan sebagai alat merajut tali silaturahmi antarsiswa dan sekolah. Sehingga, akan timbul kerja sama yang baik. “Saya memberikan apresiasi atas Porseni ini. Saya mengimbau anak-anak MI harus percaya diri. Sebab, alumni MI telah membuktikan diri mampu memberikan kontribusi besar terhadap negara. Presiden RI ada yang alumni MI,” kata Bupati Anas kemarin. (adv/c1/bay)

atau gabah dan ditampung di lumbung. Jika nanti terjadi musim ke-

marau, tumpukan gabah tersebut akan dibagikan kepada masyarakat. Masing-masing Lumbung Paceklik dikelola orang-orang yang berbeda. Nah, tercatat ada sebelas kelompok yang mengelola Lumbung Paceklik. Satu kelompok jumlahnya bervariasi, antara 10 hingga 15 orang. Camat Tegaldlimo, Ahmad Laini, mengaku bangga atas prestasi desa tersebut. Sebab, itu sangat bermanfaat bagi masyarakat. ‘’Itu sebagai langkah awal dalam menjaga ketersediaan pangan masyarakat Desa Kendalrejo,” katanya.

Menurut Camat Laini, kegiatan itu sangat positif dalam mendukung program Pemkab Banyuwangi. Dengan demikian, Lumbung Paceklik tersebut harus terus ditingkatkan. ‘’Bisa menjadi contoh desa lain,” katanya. Kades Ahmad Yadjid menuturkan, kegiatan tersebut sudah berlangsung lama. Dia bertekad akan menjaga dan melestarikan hal itu demi terwujudnya masyarakat yang bertakwa kepada Tuhan Yang Mahaesa, sejahtera melalui peningkatan ekonomi, dan sumber daya manusia yang berkualitas. (ton/c1/bay)

Serukan Jangan sampai Golput Lewat Dangdut GIRI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi punya cara unik dalam menyosialisasikan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim) 2013. Untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada pesta demokrasi tersebut, KPU menggelar pentas bertajuk Gebyar Dangdut di lapangan depan Kecamatan Giri Minggu malam lalu (14/4). Langkah unik tersebut berhasil menyedot animo masyarakat. Ratusan warga sekitar berduyun-duyun mendatangi arena pergelaran malam itu. Mereka dihibur penampilan terbaik artis-artis papan atas Banyuwangi, di antaranya Mis MS, Dewi Rosalinda, Fitri Tamara, dan sejumlah artis Bumi Blambangan yang lain.

Tidak hanya itu, KPU juga menyajikan suguhan menarik lain berupa tarian tradisional. Beberapa tarian khas Banyuwangi yang ditampilkan malam itu adalah jejer gandrung, jaran goyang, dan semebyar. Tentu saja, sebelum disuguhi musik berirama mengentak dan suara merdu para penyanyi dangdut tersebut, warga diberi pengetahuan tentang waktu pelaksanaan Pilgub Jatim, yakni Kamis 29 Agustus. Sebagai penyelenggara pemilu, KPU juga mengajak para pemilik hak suara menyalurkan suaranya pada pilgub mendatang. Ketua KPU Banyuwangi, Syamsul Arifin mengatakan, agenda tersebut merupakan launching Pilgub Jatim 2013. Menurut Syam-

sul, pihaknya mengundang perwakilan seluruh partai politik (parpol) dan PPK asal 24 kecamatan di Banyuwangi. Tidak hanya itu, KPU juga mengundang jajaran forum pimpinan daerah (forpimda) Banyuwangi. Syamsul menjelaskan, tema besar yang diusung KPU dalam sosialisasi Pilgub Jatim adalah kearifan lokal masyarakat. “Karena itu, kami menyuguhkan gandrung Banyuwangi. Pasca kegiatan, masyarakat dihibur musik dangdut,” ujarnya. Masih menurut Syamsul, kegiatan tersebut dihelat sebagai upaya meningkatkan partisipasi pemilih pada Pilgub Jatim 2013 n  Baca Serukan...Hal 39

SIGIT HARIYADI/RaBa

SAMBUT PILGUB: Aksi penyanyi Rosalinda dengan iringan orkes Melayu di lapangan Giri, Banyuwangi, Minggu malam lalu (14/4).

CERMIN DIRI

Positif Menyikapi Problem Distribusi Naskah Unas UJIAN nasional (unas) tahun ini menggunakan sistem yang berbeda dengan tahun sebelumnya. Setiap siswa dijamin menggarap soal yang benar-benar berbeda dengan rekan satu ruangannya. Selain itu, sistem baru ini juga memperkecil kemungkinan munculnya kebocoran soal. Apalagi, dikabarkan kunci jawaban soal tersebut baru disusun setelah ujian berlangsung. Tentu saja sistem baru itu sangat efektif dalam mereduksi berbagai kecurangan selama ujian. Dengan 20 macam paket soal yang berbeda di setiap ruang ujian yang berisi maksimal 20 peserta itu, tentu akan menyulitkan peserta berlaku curang. Namun konsekuensinya, panitia unas harus bekerja keras dalam menyiapkan naskah soal, lembar jawaban komputer, dan distribusi soal yang termasuk dokumen negara tersebut. Nah, pada hari pertama unas SMA/SKM/ MA sederajat tersebut memang ada beberapa problem. Namun, berbagai persoalan tersebut masih bisa diatasi panitia setempat dengan kerja yang cepat. Misalnya, ada naskah soal mata pelajaran bahasa Inggris yang tertinggal di Surabaya. Padahal, pelajaran tersebut akan diujikan hari ini. Akhirnya, panitia langsung mengambil naskah tersebut di Surabaya. Persoalan pun selesai. Sejauh ini, penerapan sistem baru unas tersebut memunculkan kendala, terutama dalam hal distribusi. Problem distribusi naskah unas semacam itu pun terjadi merata di hampir seluruh wilayah Indonesia. Kendala semacam itu sudah dikaji secara khusus oleh Menteri Pendidikan bersama timnya. Karena itu, kita yang berada di daerah tak perlu larut untuk ikut-ikutan menghujat, apalagi melemahkan sistem baru unas tersebut. Apa yang sudah dilakukan tim unas di Banyuwangi di hari pertama kemarin patut ditiru. Begitu mendapat laporan bahwa naskah soal kurang atau tertinggal di Surabaya, reaksi yang dilakukan adalah action dengan cepat untuk menutup kekurangan tersebut. Kita semua harus optimistis dan berpikir positif. Menteri Pendidikan bersama timnya akan menemukan solusi terbaik untuk memecahkan problem distribusi naskah unas di masamasa mendatang. (*) Kirim tulisan Anda ke alamat di bawah ini:

SUARA PEMBACA Tulis permasalahan yang Anda hadapi terkait layanan publik. Baik terhadap intansi swasta maupun pemerintah. Sertakan alamat yang lengkap disertai fotokopi identitas dan nomor telepon Anda. Kirim ke artikelradarbwi@gmail.com

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho, Mega Dwi P. Desain Iklan: PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/ Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi

31

Selasa 16 April 2013

Disperindagtam Respons Pengaduan Warga SINGOJURUH - Pengaduan masyarakat Dusun Sukorejo, Desa Lemahbangkulon, Kecamatan Singojuruh, yang mengeluhkan penambangan pasir ilegal di Desa Singolatren, Kecamatan Singojuruh, langsung direspons Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pertambangan (Disperindagtam) Banyuwangi. Kemarin, tim Disperindagtam langsung menemui sejumlah warga di Dusun Sukorejo yang sebelumnya menggalang tanda tangan agar tambang pasir tersebut ditutup. Usai menemui sejumlah warga dan mendata semua keluhan masyarakat, tim langsung meninjau lokasi penambangan pasir. Tim juga mendokumentasikan perusakan yang terjadi di tengah persawahan tersebut. Kedatangan tim Disperindagtam sedikit melegakan masyarakat sekitar penambangan. Warga sangat berterima kasih pengaduannya direspons. Mereka berharap agar lokasi tersebut ditutup secepatnya. “Kalau sesudah ini tidak ada penutupan, jangan salahkan warga jika menutup paksa lokasi tersebut,” kata warga yang enggan dikorankan namanya. Menanggapi desakan warga, Rama, petugas Disperindagtam, tidak berani berkomentar banyak tentang penutupan lokasi penam-

bangan pasir tersebut. Sebab, yang berwenang menutup adalah Satuan Polisi Pamong Praja dan kepolisian. “Hasil tinjau lapang itu akan segera kami laporkan kepada kepala dinas agar diteruskan kepada bupati” kata Rama. Seperti diberitakan sebelumnya, meski belum mengantongi izin, pengelola tambang pasir di Desa Singolatren, Kecamatan Singojuruh, itu terus melakukan aktivitas pengerukan. Kondisi itu memicu protes warga, terutama warga Dusun Sukorejo, Desa Lemahbangkulon, Kecamatan Singojuruh, yang tempat tinggalnya berbatasan langsung dengan lokasi galian C tersebut. Penggalian pasir di persawahan Desa Singolatren tersebut sangat merugikan warga Dusun Sukorejo, Desa Lemahbangkulon. Sebab, lokasinya sangat berdekatan. “Lahan pertanian yang dikeruk sangat mengancam lahan pertanian kami yang berbatasan langsung,” kata seorang warga, Gunomo. (azi/c1/aif) CEK LAPANGAN: Petugas Disperindagtam mengambil gambar lokasi penambangan pasir di Dusun Sukorejo, Desa Lemahbangkulon, kemarin. ABDUL AZIZ/RaBa

BAHAN BAKAR

ABG Tenggelam di Sungai Tujuh Rekannya Pilih Bungkam

ALI NURFATONI/RaBa

KEHABISAN STOK: Herman kecele saat akan mengisi BBM jenis solar di SPBU Desa/Kecamatan Rogojampi kemarin.

Kelangkaan Solar Kian Meluas ROGOJAMPI - Stok bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Banyuwangi banyak yang kosong. Kelangkaan tersebut sudah berlangsung beberapa hari terakhir. Akibat persediaan terbatas, warga pun kelimpungan. Kekosongan pasokan solar tersebut membuat sejumlah kendaraan yang akan mengisi solar terpaksa gigit jari. Selain itu, sejumlah warga yang membawa jeriken untuk mengisi solar pun harus pulang dengan tangan hampa. Bahkan, gara-gara persediaan solar kosong, beberapa kendaraan terpaksa parkir di SPBU. Seperti yang terlihat di SPBU Desa/Kecamatan Rogojampi pagi kemarin. Sebuah mobil Pajero Sport bernopol DK 918 YS gagal melanjutkan perjalanan lantaran kehabisan bahan bakar. Meski ada pengumuman bahwa solar habis, tapi sang sopir tetap bertanya kepada petugas SPBU terkait stok solar. Setelah mendengar jawaban petugas SPBU bahwa solar habis, sang sopir yang diketahui bernama Herman itu pun tidak bisa berbuat banyak. ‘’Solar di mobil saya sudah tipis. Mau mengisi solar malah tidak ada,” keluhnya. Rencananya, dia akan menuju Banyuwangi kota. Tetapi, lantaran solar tidak cukup, dia bersama keluarga terpaksa naik angkot (angkutan kota). ‘’Saya kira cuma kemarin solar nggak ada, ternyata sekarang juga tidak ada,” sesal warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, itu. Karena sudah telanjur berangkat, mobil yang dia bawa terpaksa diparkir di SPBU tersebut. Sebab, tidak mungkin dia melanjutkan perjalanan menggunakan mobil tersebut n Baca Kelangkaan...Hal 39

ISTIGHOTSAH

ABDUL AZIZ/RABA

PENGAJIAN: Bupati Anas berbicara di hadapan ribuan jamaah istighotsah Ihsaniah di Ponpes Minhajut Thullab.

Berdoa Banyuwangi Lebih Maju GLENMORE – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, menghadiri acara istighotsah Ihsaniah di halaman Pondok Pesantren Minhajut Thullab, Desa Kajarharjo, Kecamatan Glenmore, kemarin. Selain menyampaikan perkembangan terkini tentang kemajuan program yang telah dan akan dilaksanakan oleh Pemkab Banyuwangi, bupati juga meminta agar ribuan jamaah ikut ambil bagian memajukan kabupaten ujung timur Pulau Jawa tersebut. Tak lupa, mantan vokalis Senayan Jakarta itu juga minta doa kepada para kiai dan jamaah Ihsaniah, agar Banyuwangi aman, kondusif, dan semakin lebih baik. (azi/aif)

SEMPU - Sungguh malang nasib Laila Aurora, 14. Warga Dusun Krajan 2, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, itu ditemukan tak bernyawa setelah tenggelam di Sungai Kalisetail, Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu, pagi kemarin. Diperoleh keterangan, peristiwa tragis itu terjadi pada Minggu (14/4) di dam pembagi air Sungai Setail, masuk Dusun Damsari, Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu. Pada Minggu tersebut, anak pasangan Hadiri 50, dan Toyibah 45, itu pamit kepada orang tuanya bermain di tempat wisata Umbul di Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore. Anak baru gede (ABG) itu berangkat bersama ketujuh temannya. Dalam perjalanan, mereka membatalkan rencana ke wisata Umbul dan memilih ke dam pembagi air di Dusun Damsari. Entah bagaimana ceritanya,

BERDUKA: Jenazah Laila Aurora disemayamkan di rumahnya di Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, siang kemarin.

ABDUL AZIZ/RABA

ketika mandi bersama tujuh rekannya itu, tiba-tiba tubuh korban terbawa arus hingga ke dam pembagi air. Saat korban jatuh, sebenarnya rekan-rekannya mengetahui. Sayang, mereka tidak langsung menceritakan hal itu ke pihak keluarga. Ketujuh rekan korban justru

bungkam. Setiap kali ditanya pihak keluarga, mereka mengatakan bahwa Laila sudah pulang dan tidak tahu di mana berada. Baru pada pukul 00.00, setelah melalui pendekatan dan pemaksaan, akhirnya salah satu dari ketujuh teman korban mengaku bahwa Laila teng-

gelam. “Malam itu juga kami lapor ke Polsek Sempu dan langsung dilakukan pencarian di lokasi,” tutur Salim, salah satu warga yang ikut melakukan pencarian korban. Kapolsek Sempu AKP Toha Chori mengatakan, setelah menerima laporan dari pihak ke-

luarga, jajaran petugas Polsek Sempu langsung melakukan pencarian sampai pagi. Sekitar pukul 07.00 kemarin (15/4) warga dan petugas kepolisian melihat kaki korban mengapung di sekitar air terjun tersebut, tapi hilang lagi di pusaran air. “Jadi, sempat muncul lalu tenggelam lagi,” kata kapolsek. Lantaran kerap muncul kemudian tenggelam lagi, petugas pengairan akhirnya membuka aliran air, sehingga arus sungai menjadi lebih besar lagi. “Tak lama setelah itu, tubuh korban muncul ke permukaan,” tandasnya. Saat ditemukan, tubuh korban masih terlihat utuh dan langsung dibawa ke rumah duka di Dusun Krajan 2, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, kemudian dimakamkan. Sementara itu, sore hari kemarin, ketujuh rekan korban langsung dimintai keterangan di Mapolsek Sempu terkait kejadian tersebut. “Iya tadi sore masih dimintai keterangan penyidik,” kata Toha Choiri. (azi/c1/aif)

KESEHATAN

32

Selasa 16 April 2013

Puskesmas Songgon

Bentuk Pemantau Kasus Gizi Kurang ISTIMEWA

BERSINERGI: (Ki-ka) Bupati Anas, Amin Said Husni, M.Z.A. Djalal, Dr Hj Faida MMR, Sjahrazad Masdar, dan Dadang Wigiarto.

Lima Kepala Daerah Terima Penghargaan JEMBER - Wujud kepedulian para pemimpin daerah terlihat saat penutupan Sinergi Aksi Kemanusiaan Operasi Gratis 1.000 Duafa yang dipusatkan di Rumah Sakit Bina Sehat Jember, sejak Kamis (10/4) lalu. Terbukti, lima bupati di wilayah Tapal Kuda berkumpul jadi satu menghadiri penutupan aksi kemanusiaan yang ditutup Danpusterad Mayor Jenderal TNI Indra Hidayat itu. Lima bupati yang kemarin (15/4) juga mendapat penghargaan atas dukungannya dalam aksi kemanusiaan tersebut adalah Bupati Banyuwangi Drs. H Abdullah Azwar Anas MSi, Bupati Bondowoso Drs H Amin Said Husni, Bupati Lumajang Dr H Sjahrazad Masdar MA, Bupati Jember Ir. M.Z.A. Djalal, dan Bupati Situbondo H Dadang Wigiarto SH. Bupati Banyuwangi Drs. H Abdullah Azwar Anas dalam sambutannya menyampaikan kebanggaannya kepada semua pihak yang telah menyukseskan aksi sosial tersebut. “Saya sangat bangga dengan kegiatan seperti ini. Kedatangan saya ke Jember ini sebagai

ucapan terima kasih kepada penggerak aksi kemanusiaan ini, yang telah peduli pada kesehatan rakyat kecil. Jika diperkenankan, tahun depan Banyuwangi siap memfasilitasi acara serupa,” ungkapnya. Sementara itu, Direktur RS Bina Sehat Dr Hj Faida MMR menyambut gembira hadirnya lima bupati dalam acara penutupan aksi sosial. “Kehadiran dan kepedulian lima bupati dalam acara penutupan aksi sosial sebagai bukti kebesaran hati para pemimpin untuk menolong sesama. Ini adalah bukti kekuatan cinta, the power of love, yang mampu menembus batasbatas wilayah kekuasaan dan menanggalkan berbagai kepentingan. semuanya melebur jadi satu melalui kekuatan Sinergi Aksi Kemanusiaan,” ujarnya. Dijelaskan, apa yang telah dilakukan kali ini masih akan dilanjutkan dalam aksi-aksi kemanusiaan berikutnya. “Ini baru halaman pertama, masih ada halaman-halaman berikutnya, yang akan kita tulis bersama-sama,’’ pungkas CEO RS Al Huda Genteng, Banyuwangi, ini. (*als)

ISTIMEWA

ISTIMEWA

SADAR GIZI: Untuk melakukan pemantauan dan pendampingan pada kasus gizi kurang, Puskesmas Songgon membentuk Tim Manggisku. Tujuannya, menghindarkan anak-anak dari kasus gizi buruk.

SONGGON - Guna memantau perkembangan gizi pada bayi dan anak-anak usia dini, Puskesmas Songgon membentuk Tim Manggisku (peMANtau GIZi KUrang). Tim ini bertugas melakukan pemantauan dan pendampingan terhadap bayi dan anak-anak kurang gizi. Dalam kerjanya, Tim Manggisku dipimpin oleh sepasang mitra. Yaitu mitra dokter dan mitra nutrisionis. Penbentukan Tim Manggisku ini berawal dari kasus kurang gizi yang terjadi di wilayah kerja Puskesmas Songgon sebelumnya. Beberapa waktu lalu, sempat ditemukan bayi yang mengalami kelainan pertumbuhan. Pada usia tujuh bulan, berat badan si bayi seharusnya 7 kilogram. Namun, hanya mencapai 3,9 kg. Setelah diperiksa, ternyata si bayi menderita infeksi saluran nafas akut (ISPA) dan Malnutrisi. Sehingga, perlu mendapat perawatan intensif. Setelah mendapat pelayanan dari Puskesmas Songgon dan pihak-pihak terkait, akhirnya kondisi si bayi berangsur-angsur membaik. “Diharapkan, dengan adanya Tim Manggisku ini, dapat mengantisipasi kasus gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Songgon. Sehingga para bayi dan anak-anak tidak jatuh menjadi gizi buruk,” harap Kepala Puskesmas Songgon, Bambang Sudiarto, S.Kep, MMKes. (*/als)

Cegah AIDS, Ubah Gaya Hidup CLURING - AIDS adalah penyakit yang paling sering didengar belakangan ini. Ketakutan orang tentang AIDS sangat besar. Karena sejauh ini masih belum dapat disembuhkan. Semua orang bisa saja terkena AIDS. Di Indonesia sudah ada bayi maupun orang dewasa yang terkena AIDS. Karena itu, kita mesti waspada terhadap bahaya penularan AIDS. Catatan penting tentang AIDS tidak bisa dilihat dari apakah seseorang sudah tertular HIV (bibit penyakit AIDS) hanya berdasarkan penampilannya. AIDS baru bisa tampak beberapa tahun setelah orang terkena. Jadi, meski pasangan pilihan kita tampak sehat, bisa saja dia sudah tertular HIV. Dan biarpun tampak sehat, dia sudah bisa menularkan penyakitnya kepada kita. Data penderita HIV/AIDS di Banyuwangi hingga Maret 2013 adalah berjumlah 1.416 jiwa. Jumlah ini tentu saja membuat miris banyak kalangan. Terutama Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi dan jajarannya. Tugas berat ada di pundak semua tenaja

kesehatan untuk bisa mengendalikan penularan penyakit mematikan tersebut. Hal itu pula yang membuat Puskesmas Tampo bergerak berperan aktif dalam pengendalian HIV/AIDS di wilayah kerjanya. Purksemas yang dipimpinan H. Sudarawan, SKM. M.MKes itu rutin melakukan pengenalan dan penyuluhan akan bahaya HIV/AIDS. Penyuluhan dilakukan di kalangan siswa sekolah menengah, masyarakat umum, dan pembinaan di lokalisasi. Saat ini, Puskesmas Tampo mempunyai satu lokalisasi binaan. Pembinaan yang dilakukan Puskesmas Tampo adalah dengan melakukan pemeriksaan rutin setiap bulan terhadap semua WPS. Serta setiap empat bulan bekerjasama dengan Dinkes dan VCT Genteng melakukan pemeriksaan Siphilis dan HIV/AIDS. Menurut Kepala Puskesmas Tampo, Sudarmawan, AIDS adalah kumpulan gejala penyakit yang didapat yang menyerang manusia karena penurunan kekebalan tubuh disebabkan virus HIV. HIV/AIDS ditularkan melalui

SERIUS: Peserta penyuluhan HIV/AIDS tampak menyimak penjelasan dari narasumber yang digelar Puskesmas Tampo. ISTIMEWA

hubungan seks yang tidak aman. Yaitu berganti-ganti pasangan, tidak memakai kondom bagi yang beresiko, juga melalui darah yang terkontaminasi virus HIV. Seperti transfusi yang tidak aman, memakai jarum suntik bergantian pada pemakai narkoba suntik, dan terinfeksinya ke janin dari ibu, serta melalui ASI. “Sedangkan pencegahan penularan HIV/AIDS adalah tidak melakukan hubungan seks pranikah, setia kepada pasangan, memakai kondom

bagi yang beresiko, hindari narkoba terutama narkoba suntik, dan edukasi kepada masyarakat tentang HIV/ AIDS. Yang tidak kalah pentingnya HIV/AIDS tidak bisa ditularkan melalui kontak sosial seperti cium pipi, berpelukan, bersalaman, memakai kamar mandi/WC bersama, dll,” kata Sudarmawan. Jadi, pengendalian HIV/AIDS tidak hanya ada di pundak tenaga kesehatan, tapi juga menjadi tanggung jawab semua pihak. (*/als)

BERBEDA: Tata ruang RSI Fatimah didesain dengan gaya modern.

Serasa Tidak di Rumah Sakit BANYUWANGI - Sebagai rumah sakit berkonsep tata ruang modern, Rumah Sakit Islam (RSI) Fatimah memberikan pelayanan pasien melalui poli. Fasilitas apa saja yang bisa dinikmati? Klien atau pasien akan merasakan suasana berbeda saat memasuki RSI Fatimah Selain disuguhi lingkungan RS yang bersih dan asri, area parkir yang luas dan selalu terjaga dapat menambah rasa aman bagi pasien dan keluarga maupun pengunjung. Memasuki ruang pelayanan poli, suasana di dalam sebuah RS tidak serasa sama sekali. Karena di sebelah gedung bagian selatan RS ini, kini telah didesain dengan warna ceria nan harmonis. Televisi dan dinginnya suhu ruangan melengkapi suasana poli yang rapi dan bersih.

Para pasien dan keluarganya akan disambut senyuman petugas administrasi. Pasien cukup memberikan data yang dibutuhkan dan poli yang dituju. Selanjutnya, bisa menunggu panggilan dari masing-masing petugas poli yang ada. Tidak sulit dan tidak ribet. Itulah pelayanan yang diberikan poli RSI Fatimah. Poli Umum, Poli Anak, Poli Gigi, Poli Bedah, Poli Kandungan, dan Poli Saraf tersedia di RSI Fatimah. Dengan dokter jaga yang tidak menggunakan sistem “On Call”, artinya dokter yang profesional yang bekerja di RSI Fatimah. “Sistem On Call bisa mengurangi pelayanan kepada klien. Karena pasien harus lebih lama menunggu,” ujar dr Ruzdi Dziban, SpB, FINACS, direktur RSI Fatimah. (*/als)

Puskesmas Tegaldlimo

Sosialisasi Gosok Gigi yang Benar

ISTIMEWA

JEMPUT BOLA: Siswa TK diajari tata cara menggosok gigi dengan baik dan benar.

TEGALDLIMO - Di antara gangguan pada gigi adalah kelainan jaringan penyangga gigi (periodontal disease) dan karies gigi. Kedua penyakit tersebut menganggu fungsi kunyah yang dapat menyebabkan gangguan penyerapan dan pencernaan serta gigi gangrean (gigi busuk). Hal ini merupakan vocal infeksi yang menimbulkan penyakit pada organ tubuh lainnya. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Puskesmas Tegaldlimo melakukan sosialiasasi tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi sejak dini. Melalui program usaha kesehatan gigi sekolah (UKGS), puskesmas yang dipimpin dr. Rudi Hartawan itu mencoba melakukan tindakan preventif atau pencegahan terhadap gangguan pada gigi. Sosialisasi itu dilakukan dengan cara mendatangi TK dan SD yang berada di wilayah kerja Puskesmas Tegaldlimo.

“Pelayanan kesehatan gigi dan mulut ini sebagai salah satu program puskesmas yang ditujukan kepada anak usia dini dan usia sekolah. Yang pelaksanaannya di luar gedung Puskesmas Tegaldlimo. Petugas Puskesmas Tegaldlimo menjemput bola dalam pelaksanaan UKGS terkhusus pada kesehatan gigi usia dini dan anak usia sekolah,” terang dr, Rudi Hartawan, Kepala Puskesmas Tegaldlimo. Keuntungan dari menjemput bola dalam sosialisasi UKGS ini adalah memberikan pengetahuan sejak dini tentang kesehatan gigi dan memberikan contoh dengan benar, bagaimana cara menggosok gigi dengan baik dan benar terhadap anak usia dini. “Pemberian materi secara komprehensif sesuai dengan tingkatan umur. Sehingga memudahkan pendataan dan pemberian materi secara berkesinambungan,” imbuh Rudi. (*/als)

Remaja Dominasi Pasien Baru HIV/AIDS JUDUL artikel di atas adalah judul berita di halaman depan koran Jawa Pos edisi Kamis 4 April 2013 lalu. Sebuah judul berita yang menarik untuk dibaca dan dicermati sekaligus direnungkan. Dikatakan, bahwa saat ini secara nasional penemuan pasien baru HIV/AIDS didominasi kalangan remaja. Bahkan sampai 70 persen. Sebuah berita yang membuat kita miris. Bagaimana dengan Banyuwangi? Setali tiga uang, sama saja. Sejak ditemukan pertama kali tahun 1999, sampai saat ini di Banyuwangi sudah menyentuh angka 1.400 orang. Dominasi juga dipegang oleh remaja. Rata-rata perbulan ditemukan 25 sampai 30 orang yang terinfeksi. Banyuwangi masih juga tetap menyandang gelar juara ketiga terbanyak di Jawa Timur setelah Surabaya dan Malang. Yang membedakan dengan nasional adalah cara penularannya. Secara nasional penularan lewat hubungan seks adalah 58,7 persen. Sedangkan di Banyuwangi dengan jalan penularan yang sama adalah 75 persen lebih. Artinya, perilaku seks menyimpang (selingkuh) sangat tinggi. Terutama

di kalangan remaja. Seperti yang pernah saya tulis di koran ini sebelumnya, bahwa dalam ilmu epidemiologi setiap satu penderita HIV/AIDS yang terdeteksi mewakili 100 sampai 200 orang yang tidak terdeteksi (WHO memberi patokan 1 orang mewakili 100 orang). Ini biasa disebut dengan fenomena gunung es. Mari kita hitung sekarang. Di Banyuwangi sekarang ditemukan penderita HIV/ AIDS 1.400 dikalikan 100, hasilnya adalah 140.000 orang. Maka, secara teori epidemiologi saat ini di Banyuwangi terdapat 140.000 orang yang terinfeksi virus HIV. Jumlah yang lumayan banyak dari 1,6 jutaan penduduk Banyuwangi. Hampir 10 persennya.. Really? Benarkah? Percaya atau tidak, itu terserah pembaca tercinta. Tetapi ini adalah teori yang shaheh. Pembaca tercinta, sejenak kita tengok perilaku seks warga kita, Di Banyuwangi saat ini terdapat 11 lokalisasi yang masih selalu ramai pengunjungnya. Ada beberapa yang telah ”ditutup” oleh pemkab. Tapi belakangan yang tutup hanya ”pintu depan” saja (untuk mengelabuhi

petugas). Pintu samppenggerebekan. ing dan pintu belakang Satu hal yang tetap masih dibuka, meski tibelum bisa berubah dari dak dibuka lebar-lebar. perilaku seks mereka. Untuk yang tidak ditutup, Yaitu keengganan memeski jumlah pekerja makai alat pengaman seksnya sudah dibatasi untuk menghindarkan oleh pemkab, tetap saja diri dari penularan pejumlah mereka lebih benyakit. Dari perilaku sar dari “kuota” yang inilah, jumlah pendtelah ditetapkan. erita HIV/AIDS yang Di luar lokalisasi, ada penularannya lewat banyak tempat hiburan hubungan seks tetap yang tumbuh subur. Ada mendominasi. OLEH: banyak kafé maupun Kembali ke masalah tempat-tempat karaoke Mujito, SKM, M.Mkes remaja yang mendoyang tumbuh subur pula. minasi penderita HIV/ Di tempat itu, sering kali sebagai AIDS. Perekonomian Banyuwangi tempat mangkal para remaja. Seke- sekarang sudah berkembang pesat. dar menemani menyanyi atau seka- Banyuwangi menempati urutan lian menemani lainnya. ke delapan kabupaten terkaya di Di samping itu, di sini juga lagi Indonesia. Pertumbuhan ekonomi menjamur tempat kos-kosan. Banyuwangi tahun 2012 sebesar Kos kosan bebas. Begitu mereka 7,17 persen. Melebihi pertumbuhan menyebutnya. Di tempat ini tidak nasional yang hanya 6,4 persen. ada pengawasan dari pemiliknya. Pertumbuhan tinggi ekonomi ini Siapapun bebas keluar masuk tentu akan mencetak banyak OKB dan tidur di dalamnya. Sehingga (orang kaya baru). OKB ini biasanya ditengarahi sebagai tempat yang mempunyai kebiasaan baru pula. nyaman untuk transaksi seks, se- Satu di antaranya adalah selingkuh mentara di hotel sering dilakukan atau seks bebas. Mereka biasanya

mencari remaja, daun muda, untuk menyalurkan kebiasaan barunya ini. Di luar banyak tersedia banyak ”daun muda” yang siap pakai. Banyak di antaranya masih usia sekolah. Hal ini yang memperparah keadaan. Perilaku seks bebas di kalangan remaja saat ini sudah masuk fase mengkawatirkan. Selain mereka yang memang sudah ”berjualan” banyak juga di antara mereka yang melakukan hanya untuk have fun alias hanya untuk bersenang senang saja. Atau, awalnya hanya untuk bersenang-senang, lama lama berjualan juga. Saat pemeriksaan HP di sekolahan, banyak ditemukan video dewasa di sana. Pernah juga ditemukan SMS yang isinya kurang lebih begini, “Isun gelem wes. Pokok e ojo digilir karo konco-koncomu koyok bengen iko”. Sebuah SMS yang menjelaskan perilaku seksnya dan teman-temannya. Banyak lagi kejadian-kejadian yang menggambarkan perilaku remaja kita sudah sangat mengkawatirkan. Terakhir adalah sebuah video dengan judul Rogojampi Bergoyang yang baru saja tersebar dan masih hangat-hangatnya. Pemainnya ma-

sih menggunakan seragam sekolah. Dominasi remaja pada penemuan penderita HIV/AIDS adalah persoalan serius. Masalah ini harus diatasi secara komprehensif. Banyak pihak yang harus dilibatkan, Dinas Kesehatan tidak bisa bekerja sendirian. Harus didukung oleh dinas-dinas lain, terutama Dinas Pendidikan. Melihat kompleksnya permasalahan, tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta LSM, juga harus diajak duduk bersama untuk mencari solusi. Solusi tidak boleh hanya manis di meja dan hebat di tataran wacana. Solusi harus yang manjur. Yang langsung bisa diimplementasikan dan berdampak nyata. Remaja kita adalah aset kita. Jangan biarkan mereka menjadi beban kita. Jangan biarkan mereka terinfeksi dan mati muda. Banyuwangi masih membutuhkan pemikir-pemikir dan tenaga muda untuk membantu Kang Anas membawa Banyuwangi menjadi lebih baik. I love Banyuwangi. (*) *) Penulis adalah Kepala Puskesmas Wonosobo, Kecamatan Srono.

BALJEBOL

Selasa 16 April 2013

BALI

KELANGKAAN SOLAR

JEMBER

HAFID ASNAN/RADAR JEMBER

Penggunaan Jeriken Masih Banyak LUMAJANG - Kelangkaan solar dalam sepekan terakhir membuat pembeli semakin nekat. Meski dilarang membeli dengan menggunakan jeriken, namun mereka masih bandel. Bahkan cara itu dilakukan dengan dalih sudah mengantongi izin. Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Jember malam kemarin, sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) masih belum mendapat kiriman solar. Baru sekitar pukul 24.00, pengiriman mulai datang pada beberapa SPBU secara berkala. Kedatangan solar ini langsung diserbu para pembeli. Utamanya mereka yang menggunakan kendaraan berbahan bakar jenis solar. Diantara antrean panjang itu, banyak pembeli yang menggunakan jeriken yang memaksa mengisi solar. Salah satunya terlihat di SPBU Sukarno Hatta, Lumajang. Puluhan jeriken dijejer secara teratur di tempat pengisian SPBU. Parahnya lagi, setelah diisi, jeriken itu dipindahkan ke kendaraan roda tiga yang diparkir di samping kantor SPBU. Ketika dikonfirmasi kegunaannya untuk apa, pembeli yang bernama Mahmud itu mengaku sudah mendapat rekomendasi. “Sudah dapat rekom,” ujarnya. Dia mengaku telah mendapat rekomendasi dan dititipi oleh rekan-rekannya. Sehingga jumlahnya banyak dan diangkut kendaraan roda tiga. Akibat melayani jeriken ini, kendaraan yang antre dan belum dilayani semakin banyak. Terhitung sekitar tiga jam situasi antrean masih mengular sampai dini hari. Antrean kendaraan mengular sampai di kawasan jalan raya jalur ke kota Lumajang. Nurul Huda, Kabag Ekonomi Pemkab Lumajang menegaskan, soal larangan pembelian solar dengan mengunakan jeriken. “Demi menjaga kuota, kami melarang pembelian dengan menggunakan jeriken. Jadi kita perlu mengawasi,” ujarnya. (fid/wnp/jpnn)

37

LUMAJANG

Unas di MAN Bondowoso Kacau Soal Tertukar, Siswa Kerjakan Soal Foto Kopian

NGISI PAKAI JERIKEN: Antrean solar menggunakan jeriken yang terlihat di SPBU, malam kemarin.

BONDOWOSO

BONDOWOSO - Pelaksanaan Unas di Bondowoso pada rayon Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bondowoso kemarin sempat terjadi kekacauan. Sebanyak 44 siswa-siswi yang berasal dari MAN Bondowoso dan MA Bustanul Ulum Grujugan, terlanjur mengerjakan soal Bahasa Indonesia untuk jurusan Bahasa. Padahal, ke 44 siswa-siswi itu adalah siswa-siswi jurusan Agama. Sehingga, para siswa-siswi tersebut panik. Begitu juga, para pengawas dan guru yang mengawasi pelaksanaan ujian tersebut di MAN Bondowoso. ”Padahal, mereka itu sudah selesai mengerjakan soal Bahasa Indonesia.

Ternyata, yang dikerjakan mereka dalah soal bahasa Indonesia jurusan Bahasa bukan soal Bahasa Indonesia jurusan Agama,” ungkap Ibrahim, salah seorang guru MAN Bondowoso kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (15/4). Tentu saja, para guru, pengawas dan siswa-siswi MAN tak bisa disalahkan. Apalagi, saat materi soal Bahasa Indonesia didistribusikan ke MAN Bondowoso, pada sampul amplop tertulis Bahasa Indonesia untuk jurusan Agama.”Ternyata, setelah para siswasiswi itu selesai mengerjakan materi bahasa Indonesia itu untuk jurusan Bahasa. Di MAN tidak ada jurusan Bahasa,” ungkapnya. Sehingga pihak pengawas dan guru MAN mengambil inisiatif untuk menggandakan soal Bahasa Indonesia untuk

jurusan Agama. Kemudian, ke 44 siswasiswi MAN dan MA Bustanul Ulum mengerjakan soal fotokopian.”Mau bagaimana lagi, iIni sebuah insiden yang seharusnya tidak perlu terjadi,” sesalnya. Oleh sebab itu, lanjut dia, jika ke 44 siswa-siswi itu mendapatkan nilai jeblok, maka tidak bisa disalahkan.”Sebab, sistemnyalah yang kacau, anak-anak ini menjadi korbannya,” katanya. Apalagi, ke 44 siswa-siswi itu terkuras tenaga dan pikirannya mengerjakan Bahasa Indonesia jurusan Bahasa dari jam 7.30 hingga 9.30. Lalu, mereka mengerjakan lagi soal Bahasa Indonesia jurusan Agama.”Sehingga, tenaga dan pikiran anak-anak terkuras karena sistem yang salah,” katanya. Ibrahim juga mengungkapkan, untuk jurusan Bahasa di MAN dan beberapa MA

di Bondowoso tidak ada. “Jurusan yang ada itu hanya IPA, IPS dan Agama. Saya juga tidak tahu asal muasalnya kok soal Bahasa Indonesia jurusan Bahasa kok bisa masuk ke MAN Bondowoso,” katanya. Akhirnya, pihak sekolah mengambil contoh soal bahasa Indonesia untuk jurusan Agama untuk difotokopi.”Kami langsung memfotokopi materi Unas bahasa Indonesia. Lalu, materi fotokopian itulah yang dibagikan kepada 44 siswa-siswi untuk dikerjakan,” katanya. Sementara itu, pelaksanaan Unas untuk siswa-siswi SMA dan SMK se Bondowoso cukup lancar. Para siswa-siswi mengerjakan materi bahasa Indonesia sesuai dengan jurusan masing-masing. Bahkan, pelaksaan Unas di SMK Negeri 2 Bondowoso cukup aman tidak ada kendala sedikitpun. (eko/wah/jpnn)

Pelaku Curanmor Ujian di Lapas

RADAR JEMBER/JPNN

DIJAGA PENGAWAS: And mengerjakan soal Unas di ruang Kasi Binadik Lapas Kelas II A Jember.

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Rumah Desa Balak •

• Rumah Kebalenan •

• Ruko Gandeng •

SEMENTARA itu, di antara ribuan siswa yang menjalani ujian nasional (unas) SMA/ SMK/MA kemarin (15/4), terdapat seorang peserta yang menjalani ujian di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jember. Peserta itu berinisial And, dari Desa Kertonegoro, Jenggawah. And yang tercatat sebagai siswa SMK Teknologi Balung itu menjalani ujian di ruang kepala seksi (kasi) pembinaan dan pendidikan (binadik) Lapas Kelas IIA Jember. And tercatat sebagai tahanan kasus pencurain kendaraan bermotor (curanmor). And menjalani ujian dengan diawasi pengawas dari Dinas Pendidikan (dispendik) Jember, lapas, dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember. Seperti peserta unas lainnya, And menjalani ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia mulai pukul 07.30. Meski sendirian, And tampak serius mengerjakan soal unas. “Sejak awal dia serius. Dia dibimbing secara khusus oleh psikolog,” kata Harun Sulianto, kepala Lapas Kelas IIA Jember kepada wartawan kemarin. Harun mengatakan, psikolog banyak memberikan bimbingan mental kepada And. Tujuannya agar And tetap bisa ikut unas meski sedang dibelit masalah hukum. Lapas berkomitmen memfasilitasi penghuni lapas untuk mengikuti unas. Sebab, kata dia, tahun lalu juga ada pen-

ghuni lapas yang mengikuti unas. “Kami memberikan dorongan agar penghuni yang unas untuk tetap ikut unas. Dispendik dan Kantor Kemenag Jember juga memberikan dorongan,” katanya. Secara umum, pelaksanaan unas hari pertama berjalan cukup lancar. Tidak ditemukan kendala berarti, termasuk kabar kebocoran soal. Namun, jumlah peserta unas yang tidak hadir cukup mencapai 103 orang, dari total peserta 19.712 orang. Yang terbanyak disebabkan mengundurkan diri sebanyak 94 orang, sakit 8 orang, dan tanpa keterangan 1 orang. Kepala Dispendik Jember Bambang Hariono sendiri kemarin memilih inspeksi mendadak (sidak) ke sekolah pinggiran. Bambang memberikan motivasi kepada peserta unas yang ada di pinggiran, termasuk peserta unas Paket C yang digelar bersamaan dengan unas SMA/SMK/MA. Dia menjelaskan, secara umum penyelenggaraan unas berjalan lancar. Sampai kemarin tidak ditemukan jawaban soal yang beredar melalui SMS seperti yang dikhawatirkan sebelumnya. “Total peserta unas yang hadir 19.609 orang. Yang tidak hadir total 103 orang, 8 diantaranya sakit, 94 sudah mengundurkan diri, dan 1 peserta tanpa keterangan,” ungkapnya. (aro/har/jpnn)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Kalirejo Permai •

• Mitsubishi Kuda ‘00 •

• Grand Livina ‘07 •

• Daihatsu Terios ‘10 •

Jual tanah 192m2, uk 16x12m, nangka 1112, Perum Kalirejo Permai. H: 081553553553

Mitsubishi Kuda SP Exced ‘00 biru silv, Ori, N pajak bru d Prob, 93jt nego. 08123481534

Dijual ruko gandeng. L42m2 & 45m2. Lokasi Tengahkota,strtgis.(dpnalun-alun,dekatBank Mandiri, Telkom, Kantor Pos). Hub 081336119000,03337751000.TanpaPerantara.

Dijual Nissan Grand Livina X4 MT tahun 2007, abu-abu tua metalik, harga 143,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 - 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu Terios F700 RG TS plues, tahun 2010 silver metalik, harga 145 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 - 635176 , 0811351148

• Perum Griya Giri Mulya •

• Jl. Agus Salim •

• Isuzu Panther ‘01 •

• Honda Jazz ‘08 •

Djl cpt Perum Griya Giri Mulya WX-01/ WX-02 hrg nego. Hub: 085353574360 SHM

Dijual ruko 2lt lok. Jl. Agus Salim (blkg Untag) Bwi, hub : Anugerah (0333427190)

Dijual Isuzu Panther TBR 541 LS 25 MT tahun 2001, biru muda metalik, harga 115 juta nego, brang istimewa, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 - 635176, 0811351148

Dijual Honda Jazz GE8 1.5.S MT CKD tahun 2008, biru metalik, harga 152,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 - 635176, 0811351148

• Mitsubishi Kuda ‘99 •

• Toyota Kijang LGX ‘04 •

Dijual Mitsubishi Kuda VB5W GLS (solar) tahun 1999, hijau muda metalik, harga 75 juta nego, brang istimewa, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 - 635176 , 0811351148

Dijual Toyota LGX bensin tahun 2004 silver stone harga 132 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit atau tukar tambah, hubungi 081336666171

BANYUWANGI

• Tepi Jalan Raya •

• Toyota Soluna •

Djl tanah tepi jalan raya, sblh showroom mobil Sraten, L4000m2. Hub:082336199061

Dijual Toyota Soluna 2003 hitam, metalik, hub: 082141268922 / 087857370701

Hotline Iklan 0333-412224 Djl tanah + bangunan L 4x8=32m2 + 10 x 15 = 150m2, bisa dibeli dgn cash/kredit & juga bs disewa, SHM, Lok Ds Balak, hrg nego,H:(0333)631526–635176,0811351148

• Rumah Banyuwangi •

Djl rumah lok Kebalenan di Jl. Raya Rogojampi/ Genteng, L10 x15=150m2, SHM, bs dibeli dg cash atau kredit & jga bsa disewa, hrg nego. Hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

SITUBONDO • Jl. Ahmad Yani • Djl Ruko pusat kota + 400m2, Jl. Ahmad Yani 106 A, 081336436864 / 0338671304

BANYUWANGI Djl rumah L 10X15 = 150M2 lok Banyuwangi, utara pbrik ES, bs dibeli dg cash/kredit dan juga bisa di sewa hrg nego hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

BANYUWANGI

• STNK • Hlg STNK Nopol P 4871 XF, an. Teguh Hermansyah, Jl. Musi 19 01/02 Penganjuran Hlg STNK Nopol P 3505 WF, an. Suluh Dwi Wastito. Sukorojo RT02/01 Banjarsari, Glagah

• Beras Organik •

• BPKB •

Sedia beras organik putih, perum PKBR (blkg untag), hrg 15 rb/kg 081336659258.

Hlg BPKB Nopol P 2936 Z, an. Nengah Landro. Kedunen, Bomo Rogojampi

SITUBONDO • Marketing • Lowongan Marketing, Pria, min SMA, mempunyai pengalaman Marketing, pekerja keras, mampu kerja ditarget. Lam krm ke: KSU Syirkatul Muamalat Syari’ah, Tegalmojo, Singojuruh, T: 635900

• Adm Keuangan • 1. Adm Keuangan, pend. min D3 segala jurusan, usia max 28thn, blm menikah, bersedia dtempatkn di sluruh wilayah kerja perusahaan. 2. Satpam, Lk/Pr, pend. min SMA sdrjt, usia max 35thn, bersedia dtempatkn di sluruh wilyah krja. 3. OB, Lk, pend. min SMP/sdrjt, brsedia dtempatkn di sluruh wilayah perusahaan. Kirim lamaran ke PT. DAS, Jl. Boediono No. 42, Bwangi. Telp: 411000

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhatihati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua

BANYUWANGI

• STNK • Hlg STNK Nopol P 4265 EU, an. Hendri, S.P. Ds. Wringinanom 01/03 Panarukan Hlg STNK Nopol P 2870 EW, an.Muhammad Arifin, Sagaran 01/03 Blimbing, Besuki

• Peluang Usaha • Ingin punya usaha tanpa ganggu pekerjaan? Modal minimal 10 juta, tidak perlu bayar pegawai, keuntungan pasti 100% dalam 24 bulan. Hubungi: 03337611387

• Rajah Kijang Kencono • Ush rajah Kijang Kencono mdl sdkit Insya Allah hsilny mmuaskan yg pnting ush; 085236824224

38

Selasa 16 April 2013

Panen Gelar di Jawa Barat Persewangi kembali berlaga di Divisi Utama PSSI. Ayo beri dukungan, kriƟk, dan saran agar kedua Ɵm tersebut mampu meraih prestasi maksimal. Kirim tulisan Anda melalui SMS ke nomor 087857488787. Tulisan dilarang menghujat, menyerang, dan menghina personal.

Ayo Maju Terus Ayo, maju terus Persewangi. Semoga lolos di ISL. Maju Persewangi. Ayo, ayo, ayo. 087857223817

Kawal Perjalanan Lasblang Demi Persewangi, ayo Laros mari kita bersatu mengawal perjalanan the Lasblang. Salam cinta damai. Kadek Laros Dewata, 087755536647

Harumkan Nama Banyuwangi Ayo Persewangi, kamu harus bisa mengharumkan Banyuwangi meraih kemenangan. Inot Singotrunan, 081913919262

Hanya Ada Satu Persewangi hanya satu. Laros Jenggirat pasti menang. Ayo maju Persewangi 081937657648

Tampil Trengginas Persewangi JMKT (Jaya Maju Kuat Tangguh) pantang menyerah dan tampil trengginas Sugriwa Laros Karangrejo, 085933751256

Kobarkan Semangatmu Jangan pantang menyerah, kobarkan semangatmu, taklukkan semua lawanmu, Vamos Persewangi. Fajar Street Salsa Dance, 087755983289

Setia Mendukungmu Jayalah terus untuk Persewangi. Aku di sini tetap setia mendukungmu. Salam Laros. Panca Laros Banyuwangi, 081913909171

Menangkan Laga Away Ayo Persewangi, menangkan terus laga away kamu. Agar suporter dan penonton tetap eksis mendukungmu. Peby Nazar, 089639043853

Jos Nganti Mbledos Ayo buktikan tekadmu untuk melawan musuhmu Persewangi tetap jos gandos nganti mbledos. Usrok Sugehwaras Glenmore, 087755861937

Tunjukan Tajimu Ayo tunjukkan tajimu. Libas habis musuh-musuhmu. Jangan sampai kalah lagi. Laros Genteng – 081934869431

ISTIMEWA

NOMOR II: Pembalap Banyuwangi Hariyadi (kanan) saat tampil dalam kejuaraan balap sepeda klasik di Bandung-Tangkuban Perahu Minggu (14/4) lalu.

Sumedang, Teten Rohandi. Catatan impresif di nomor junior berlanjut di nomor master. Di kategori yang dikhususkan mantan atlet itu, pembalap Banyuwangi mampu finis di posisi sepuluh besar. Hariyadi dan Agung Hariyanto finis di posisi delapan dan sembilan. Posisi teratas ditempati pembalap Champion Kalimantan Timur, Nana Iroh. Pembalap Banyuwangi lain, Guntur Priambodo, gagal masuk 10 besar. Di kategori tersebut, pembalap yang juga ketua ISSI Banyuwangi itu finis di posisi 12. S e m e nt a ra i t u , c at at a n mengilap justru datang dari nomor MTB usia 30 hingga 39 tahun. Pembalap asli Banyuwangi, Untung, berhasil menjadi yang tercepat di kategori tersebut. “Ini menjadi modal positif bagi ISSI Banyuwangi dalam menatap kejuaraan lain. Setidaknya ini bisa menjadi spirit bagi olahraga sepeda di Banyuwangi,” harap Guntur Priambodo, ketua ISSI Banyuwangi. (nic/c1/als)

Jelang Kualifikasi Porprov, Perbasi Ketar-ketir Putra Selalu Keok, Tim Putri Dililit Cedera BANYUWANGI - Pengkab Perbasi Banyuwangi ketarketir jelang pelaksanaan babak kualifikasi Porprov yang dijadwalkan digelar akhir bulan ini. Kekhawatiran itu datang karena kondisi tim putra dan putri jelang babak penjaringan menuju even dua tahunan tersebut masih teka-teki. Tim putri yang ditargetkan lolos ke babak berikutnya terancam tampil pincang. Sementara itu, tim putra masih banyak kekurangan. Dalam beberapa kali uji coba, tim putra belum menunjukkan hasil yang mengesankan. Kekalahan demi kekalahan menghampiri tim putra yang

bersiap menghadapi babak pra Porprov tersebut. Ketua Perbasi Banyuwangi, Edi Lukisanto menuturkan, tim putri memang sedikit riskan karena beberapa pemain mengalami cedera. Kondisi Vidi dan Sheril masih tanda tanya besar. “Kondisi Vidi terus dipantau,” ujarnya. Mereka mengalami cedera saat beruji coba dengan tim IPH Surabaya dua pekan lalu. Dalam uji coba tersebut, beberapa anggota skuad tim putri cedera serius di bagian tulang rusuk, kaki, dan engkel. Sementara itu, rentetan hasil negatif yang ditunjukkan tim putra dalam beberapa uji coba menjadi perhatian serius. “Tim putri dihadapkan pada masalah kondisi pemain, dan tim putra masih banyak yang harus diperbaiki,” ujarnya. (nic/c1/als)

Maestro Gitar Ramaikan Gitaran Sore BANYUWANGI - Penampilan maestro gitar papan atas nasional mampu menghipnotis publik Banyuwangi yang memadati Gesibu Blambangan, Banyuwangi, Minggu malam (14/4) . Event bertajuk LA Lights Community Gitaran Sore di Banyuwangi itu disambut antusias oleh audiens pada malam itu. Beberapa gitaris ternama Indonesia yang tampil memukau itu di antaranya Balawan, Jhon Paul Ivan (eks Boomerang), Pupun `D-Bandhits` Dudiyawan, Andry Muhammad `Maha Dewa` dan Andy Owen (eks Don Juan). Merek a menampilk an genre yang berbeda mulai jazz, rock, hingga metal. Penampilan shredder Pupun `D-Bandhits` Dudiyawan yang malam itu membawakan lagu play with the money mampu menghipnotis penonton yang berjubel di sepanjang jalan sisi barat Gesibu Blambangan itu. Apalagi penampilan gitaris terbaik Indonesia lainnya juga menunjukkan keahliannya dalam memetik senar yang mampu menghasilkan bunyi nyaring itu. Distric Supervisor PT Djarum, Doddy WW mengatakan, event ini bertajuk Gitaran Sore. Di mana kegiatannya dimu-

BANYUWANGI - Capaian manis kembali ditorehkan kontingen Banyuwangi dalam kejuaraan balap sepeda classic yang digelar di Jawa Barat akhir pekan kemarin (14/4). Menurunkan pembalap terbaik, pembalap Banyuwangi yang mengusung bendera ISSI Banyuwangi berhasil menjaga persaingan dengan kontestan lain. Mengikuti beberapa kategori, pembalap ISSI Banyuwangi mampu menaklukkan rute Bandung-Tangkuban Perahu. Tanjakan di rute tersebut dikenal sangat sulit dan mengharuskan pembalap pandai mengatur strategi dan stamina. Tetapi, rintangan itu tidak berarti bagi pembalap Banyuwangi. Di kategori junior alphen, tiga pembalap Banyuwangi berhasil duduk di podium juara. Duta ISSI Banyuwangi itu berhasil finish di posisi kedua, ketiga, dan keempat. Adalah Zenin Fikri Habibi, Hariyadi, dan Rico Fauzi Permana, yang menduduki posisi tersebut. Tempat teratas ditempati pembalap asal CX3

TOHA/RaBa

MEMUKAU: Penampilan salah seorang gitaris yang mampu menghipnotis pengunjung Gitaran Sore di Taman Blambangan Minggu malam (14/4).

lai sore hingga malam hari. Konsep acaranya gabungan dari guitar performance, clinic, dan sharing seputar dunia gitar, dan gitaris. Para gitaris ini tampil all out dengan kemampuan teknik bermain gitar yang dimiliki. Doddy menjelaskan, penonton tidak hanya akan disuguhi hiburan yang menarik seputar skill dan teknik bermain gitar yang ditampilkan gitaris. Namun mereka juga akan mengedukasi penonton lewat ilmu yang dimiliki. “Event ini merupakan rangkaian tour di 16 kota seluruh Indonesia,” ungkap Doddy, yang juga seorang gitaris itu. Sementara itu, salah satu gitaris,Andry Muhammad menambahkan, Gitaran Sore

merupakan event terheboh yang pernah ada. Selain menyajikan musisi nasional, Gitaran Sore yang baru pertama digelar ini juga menampilkan gitaris lokal yang tergabung dalam KGB (Komunitas Gitaris Banyuwangi). Hal yang sama dikatakan oleh Andy Owen yang malam itu juga menjadi host. Menurut dia, event Gitaran Sore ini merupakan salah satu langkah edukasi seni gitar melalui ilmu yang dimiliki oleh maestro gitar nasional. Seperi Andry Muhammad, Balawan, John Paul Ivan, Pupun, dan Andy Owen. “Mereka ini adalah jawaranya gitaris di kelas nasional,” pungkas musisi berambut gondrong itu. (adv/als)

PERSIAPAN: Pemain basket putri Banyuwangi saat beruji coba melawan tim basket Jembrana, 24 Maret lalu.

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

BERITA UTAMA

Selasa 16 April 2013

39

HALAMAN SAMBUNGAN

Anas Sambangi SMK Gama dan SMK PGRI 1 n HARI... Sambungan dari Hal 29

Dari kalangan siswa SMK, jumlah peserta yang kemarin tidak mengikuti unas sebanyak 59 orang. Peserta unas dari kalangan MA yang absen di hari pertama kemarin sejumlah delapan orang. Dari kalangan siswa SMA LB, tidak satu pun yang absen kemarin. Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi, Sulihtiyono, melalui Sekretaris Dispendik Dwi Yanto mengatakan, para siswa yang absen mengikuti unas dengan mata ujian bahasa Indonesia kemarin tidak terkonsentrasi di

satu wilayah. “Siswa yang absen di hari pertama unas cenderung menyebar. Ada yang berasal dari sekolah di wilayah Banyuwangi Utara, Banyuwangi kota, dan Banyuwangi Selatan,” ujarnya. Menurut Dwi Yanto, peserta unas yang kemarin absen bisa mengikuti ujian susulan yang dijadwalkan berlangsung pekan depan. Ujian susulan itu akan dilaksanakan mulai Senin (22/4) sampai Rabu (24/4) mendatang. “Bagi yang tidak hadir (dengan alasan) non mengundurkan diri diberi kesempatan mengikuti ujian susulan pada 22 April sampai 24 April,” ujarnya. Informasi yang berhasil di-

kumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi di sejumlah sekolah di Kota Gandrung dan sekitarnya, sejumlah siswa mengaku kecewa dengan lembar jawaban komputer (LJK) yang mereka terima. Alasannya, LJK tersebut terlalu tipis, sehingga rawan berlubang saat diarsir. “Awalnya saya menerima soal dan LJK yang kondisinya robek. Beruntung soal dan LJK itu bisa diganti pengawas dengan segera. Namun, saya agak kecewa karena LJK yang saya terima ternyata sangat tipis. Jadi, saya harus ekstra hati-hati saat mengarsir LJK tersebut,” ujar Citra, salah satu siswa SMA di Kecamatan Giri.

Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas terjun langsung ke lapangan untuk mengetahui secara langsung unas hari pertama kemarin (15/4). Kunjungan langsung ke sejumlah sekolah oleh orang nomor satu di lingkungan Pemkab Banyuwangi itu juga bertujuanmenyuntikkansemangat terhadap para siswa yang tengah mengerjakan soal ujian. Beberapa sekolah yang menjadi jujugan bupati adalah SMK Gajah Mada dan SMK PGRI 1 Giri. Di dua sekolah tersebut, Anas mendapat laporan adanya beberapa soal dan LJK yang robek. “Saya datang ke sekolah-sekolah. Tanya ke penjaga, tidak ada masalah berarti. Memang ada soal yang robek, tapi

Siswa MA Mambaul Huda Pakai Soal ”Bekas” n NASKAH... Sambungan dari Hal 29

Kekurangan soal ternyata bukan hanya terjadi di SMAN Darussholah. Sejumlah sekolah juga mengalami problem yang sama, yaitu kurang naskah soal bahasa Inggris. Tapi karena cepat melapor, naskah soal langsung diambil di Surabaya. “Yang sudah melapor, soalnya sudah datang dan bisa diambil hari ini (kemarin, Red),” Sutikno. Sekolah yang naskahnya kurang itu adalah SMAN 1 Purwoharjo, SMAN 1 Tegaldlimo, SMAK Banyuwangi, SMK Gajah Mada, SMK PGRI Giri, dan SMK PGRI Rogojampi. “Kekurangan

naskah soal bahasa Inggris sekolah-sekolah tersebut sudah bisa diambil sekarang (kemarin),” katanya. Didampingi Ipda Gunawan dari Polres Banyuwangi, Sutikno membeberkan bahwa SMAN 1 Purwoharjo kekurangan satu amplop soal bahasa Inggris. SMAN 1 Tegaldlimo kurang empat amplop soal bahasa Inggris. “SMAK Banyuwangi kurang satu amplop soal ekonomi,” jelasnya. Untuk SMK Gajah Mada dan SMK PGRI Rogojampi, kata dia, mengalami kekurangan masing-masing satu amplop soal bahasa Inggris. SMK Giri kekurangan enam amplop soal matematika pariwisata. Selain kekurangan soal, pada

hari pertama unas kemarin juga ada kesalahan pendistribusian soal. Seperti yang menimpa siswa MA Unggulan Mambaul Huda, Krasak, Kecamatan Tegalsari. “Soal yang diterima para siswa ternyata tertukar,” ujar salah satu pengajar MA Unggulan Mambaul Huda, Muhyidin DP. Menurut Muhyidin, pada unas tahun ini, siswanya yang berjumlah 18 orang dengan jurusan keagamaan itu masih bergabung dengan MAN Genteng. Dalam ujian hari pertama dengan mata pe lajaran bahasa Indonesia kemarin, siswanya diberi soal untuk jurusan bahasa. “Karena jurusannya beda, kami larang siswa mengerjakan soal ter-

sebut,” katanya. Karena tidak ada persediaan soal, kata dia, para siswanya tidak bisa mengikuti unas sesuai jad wal. Siswanya baru bisa mengikuti unas sekitar pukul 11.30 setelah mengambil soal yang sudah selesai dikerjakan para siswa MAN Banyuwangi. “Soal yang sudah dikerjakan siswa MAN Banyuwangi kita ambil dan dikerjakan para siswa kami,” ujarnya. Meski yang diambil dan dikerjakan para siswa itu soal be kas, Muhyidin menjamin kerahasiaan tetap terjaga. Pengambilan soal itu juga didampingi anggota kepolisian. “Kerahasiaan soal tetap terjamin,” ungkapnya. (abi/c1/bay)

Polisi Siaga di Sekitar Pesantren Kiai Kembar n IMIGRAN... Sambungan dari Hal 29

“Empat imigran lain baru ditemukan Polsek Siliragung,” jelasnya. Imigran gelap etnis Rohingnya itu, sebut dia, diduga masih ada yang tertinggal di sekitar Kecamatan Siliragung. Hingga saat ini, anggota kepolisian masih mencari mereka. “Ada informasi jumlah imigran gelap sekitar 70-an orang,” sebutnya. Puluhan imigran asal Myanmar itu, jelas dia, diduga pernah bersembunyi di Pondok Pesantren Nahdlatul Qo diri di Dusun Seneposari, Desa

Barurejo, Kecamatan Si liragung, di bawah asuhan Kiai Kembar. “Jumlah pasti imigran di Pesantren Kiai Kembar masih belum jelas,” ujar Kompol Sujarwo. Saat digerebek aparat kepolisian, imbuh dia, disebutkan bahwa jumlahnya hanya 38 orang dan perempuannya hanya satu orang. Tetapi, keterangan tersebut berubah menjadi 47 orang. Setelah diamankan dan dibawa ke polres, ternyata jumlahnya ber tam bah lagi menjadi 55 orang. “Sekarang jumlahnya malah 59 orang,” sebutnya. Pencarian imigran gelap itu

masih terus dilakukan anggota kepolisian. Pondok Pesantren Nahdlatul Qodiri yang pernah di gunakan sebagai tempat persembunyian para imigran ge lap itu kini dijaga polisi. “Jum lah imigran yang tidak jelas itu membuat kita harus me ngawasi pesantren Kiai Kembar,” sebutnya. Sementara itu, Kapolsek Siliragung AKP Bakin mengaku masih mencari para imigran yang sempat kabur saat didatangi Jumat ma lam (12/4) lalu. “Dengan ditemukannya empat imigran lagi, ke mungkinan masih ada lagi,” katanya. Empat imigran yang baru

ditemukan itu ditemukan sekitar pukul 10.30. Dia diketahui warga sedang berjalan di jalan raya depan SMP Kosgoro, Desa/Kecamatan Pesanggaran. “Warga ada yang lapor ke polsek, lalu (empat imigran) kita jemput,” terangnya. Menurut Kapolsek Bakin, empat imigran yang baru ditemukan itu memiliki identitas lengkap, termasuk paspor. Proses selanjutnya, keempat imigran itu langsung dikirim ke Kantor Imigrasi di Jember dan bergabung dengan puluhan imigran lain. “Kita masih melakukan pencarian,” katanya. (abi/c1/bay)

Dimintai Uang Rp 500 Ribu n DIJANJIKAN... Sambungan dari Hal 29

Suharti melapor bahwa anaknya, Heru Setiyawan, 23, yang kini bekerja di Sarawak, Malaysia, diduga menjadi korban trafficking. “Yang menjadi korban ada sekitar 47 orang,” cetus aktivis Gerakan Aliansi Daerah untuk Buruh Migran Indonesia (Garda BMI), Dalail Khoirot. Menurut Dalail, jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang diduga menjadi korban trafficking itu 47 orang. Mereka dikirim dalam tiga gelombang. “Pertama pengiriman pada 16 Desember 2012. Yang dikirim sembilan orang,” sebutnya. Pengiriman kedua, lanjut dia, di lakukan pada 10 Januari 2013. Yang dikirim sejumlah 32 orang. Pengiriman ketiga adalah pertengahan Januari 2013, dan yang dikirim enam orang. “Yang mengirim Lasmi. Juga warga Dusun Stoplas, Desa Kedungrejo,” jelasnya. Dari 47 TKI yang kini dipekerjakan di salah satu pabrik tripleks di Sarawak, Malaysia itu, masih kata dia, empat di

AGUS BAIHAQI/RaBa

POLRES: H. Mukhsin bersama Kasi Humas Polres Banyuwangi AKP Bambang SP kemarin.

antaranya berhasil kabur dan pulang ke Banyuwangi. “47 orang yang dikirim ke Malaysia itu lakilaki dan perempuan,” cetusnya. Empat TKI yang berhasil kabur dan pulang ke Muncar itu, sebut dia, adalah H. Mukhsin, Gufron, dan pasangan suami istri Yanto dan Fatimah. Keempat orang itu kabur karena merasa tidak kuat bekerja di pabrik tripleks

tersebut. “Gajinya dipotong 50 persen,” sebut H. Mukhsin usai melapor ke polres kemarin. Menurut H. Mukhsin, dugaan trafficking yang melibatkan dirinya sebagai korban itu berawal saat dirinya ditawari pekerjaan oleh Lasmi, tetangganya. Dirinya bersama warga lain dijanjikan bekerja di pabrik tripleks di Pontianak dengan gaji

Rp 2,2 juta per bulan. “Saat akan bekerja, saya diminta uang Rp 500 ribu,” jelasnya. Mukhsin mengaku sempat dibawa ke Pontianak. Di Pontianak, pria yang mengaku berprofesi sebagai nelayan itu tinggal selama empat hari. Selama tinggal tersebut, dia dibuatkan paspor wisata dan dikirim ke Sarawak, Malaysia, melalui perjalanan darat. “Di Sarawak kami disuruh bekerja di pabrik tripleks,” cetusnya. Selama bekerja di pabrik tripleks itu, Mukhsin mengaku sering mendapat tekanan. Dia harus kerja mulai pukul 07.00 pagi hingga pukul 19.00 dan tidak ada hari libur. “Gaji yang seharusnya Rp 2,2 juta per bulan, ternyata kami hanya diberi Rp 1,1 juta,” ungkapnya. Sementara itu, Kasi Humas Polres Banyuwangi AKP Bambang SP kepada para wartawan menyebut akan segera menindaklanjuti laporan tersebut. Kedua warga yang melapor masih dimintai keterangan. “Kita akan menindaklanjuti laporan ini. Yang diduga sebagai pelaku masih ada di Kalimantan,” katanya. (abi/c1/bay)

Antrean Panjang Jeriken di SPBN n SAAT... Sambungan dari Hal 29

Kondisi tersebut membuat mayoritas nelayan waswas. Bayangkan, para nelayan terancam tidak bisa melaut gara-gara tidak ada bahan bakar. ‘’Ya gak bisa melaut kalau gak ada solar. Apa mau pakai dayung,” ujar Suhdi yang tinggal di Dusun Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, itu. Menurut Suhdi, setiap kali melaut dibutuhkan empat drum bahan bakar. Setiap drum biasanya berisi 6 jeriken. ‘’Iya, kalau dulu pakai perahu kecil bisa didayung, sekarang gak bisa,” terangnya. Dia menyebut, nelayan mampu mendapatkan ikan hingga berton-ton. Satu slerek yang membawa 30 hingga 40 anak buah kapal itu bisa mengangkut ikan satu ton hingga dua ton. ‘’Sekarang memang musim ikan,” terangnya.

Sementara itu, Yudi, salah satu pemilik slerek mengakui, akhir-akhir ini memang ikan mulai banyak. Tetapi, tidak semua nelayan bisa membawa pulang ikan dengan jumlah yang memuaskan. ‘’Saya sudah tujuh kali melaut, tapi hanya dua kali yang terakhir dapat ikan,” katanya di SPBN Muncar kemarin. Yudi menceritakan, mayoritas nelayan memang tengah aktif melaut. Hal itu karena banyak nelayan lain yang mendapat ikan. ‘’Tapi, gara-gara solar sulit didapat, proses mencari ikan tidak lancar,” terang warga Kampung Duwaraan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, itu. Dia menjelaskan, saat truk tangki Pertamina datang, antrean panjang tidak bisa dihindari. Sebab, jika tidak antre, nelayan tidak akan mendapatkan solar. “Kalau datang malam, orang-orang ya antre panjang,” katanya. Meski solar di SPBN itu kosong, tapi nelayan tetap menaruh jerikennya di dekat

mesin pengisian. Hal itu sebagai upaya antre mendapatkan solar. ‘’Yang paling dekat dengan mesin, berarti itu yang akan diisi pertama,” ungkapnya. Selain itu, para nelayan juga kroscek ke SPBU lain untuk mencari solar. ‘’Kalau di tempat lain gak ada, ya terpaksa menunggu di sini,” katanya. Salah satu petugas SPBN setempat, Topan mengakui, dalam beberapa hari terakhir pasokan solar memang terbatas. Padahal, permintaan terhadap solar cukup tinggi. ‘’Sekarang mulai banyak ikan, para nelayan banyak yang beli solar,” terangnya. Menurut dia, sehari sebelumnya, solar yang diterima berjumlah 16 Kilo Liter (KL). Tapi, belum genap 1x24 jam, solar tersebut sudah ludes terjual. ‘’Biasanya tiga hari solar habis, tapi sekarang cepat habis. Kalau sepi ikan, habisnya solar lama,” paparnya. (c1/bay)

sudah diganti karena tersedia soal cadangan. Secara umum unas hari ini (kemarin) berjalan lancar,” ujarnya. Dalam lawatan ke SMK PGRI 1 Giri, Anas mendapati satu

bangku peserta unas yang kosong. Setelah ditanyakan kepada pihak sekolah, ternyata ada satu siswa yang mengundurkan diri. “Ada siswa yang tidak ikut unas. Katanya dia

sudah menikah. Saya meminta sekolah memastikan siswa tersebut bisa ikut unas, entah susulan atau kejar paket, agar dia memiliki ijazah,” pinta Anas. (sgt/c1/bay)

Pendaftar Tembus 2.732 Orang n PULUHAN... Sambungan dari Hal 29

Dikonfirmasi kemarin (15/4), Ketua Paguyuban Abang Becak Pasar Banyuwangi, Suhariyanto, 33, mengatakan, pihaknya sudah menyosialisasikan donor darah masal tersebut kepada 60 lebih anggota paguyuban. “Sampai hari ini (kemarin, Red) sudah 25 anggota yang siap mendonorkan darah. Kami optimistis jumlahnya akan terus bertambah hingga mencapai 50 orang,” ujar lelaki yang akrab disapa Yanto itu. Yanto mengaku tidak mewajibkan anggota paguyuban

men donorkan darah. Para anggota paguyuban itu harus me nyumbangkan darahnya secara sukarela. “Donor darah memberikan efek positif terhadap kesehatan diri. Selain itu, kami juga ingin membantu orang-orang yang membutuhkan,” paparnya. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang sekaligus ketua panitia Banyuwangi Peduli, Chairil Ustadi mengatakan, jumlah tukang becak binaan Satpol PP yang tersebar di wilayah Kecamatan Banyuwangi, Giri, dan Kalipuro, mencapai 500-an orang. Dari jumlah sebanyak

itu, 150 orang di antaranya sudah menyatakan siap menjadi peserta donor darah yang akan dilaksanakan di lapangan tenis Gedung Olah Raga (GOR) Tawang Alun Rabu pekan depan (24/4). “Tukang becak saja bisa, kenapa yang lain tidak,” katanya. Sementara itu, hingga kemarin jumlah calon pendonor yang sudah mendaftarkan diri kepada panitia mencapai 2.732 orang. Dana santunan yang terkumpul untuk dibagikan kepada anak yatim dan pemberian sembako sudah mencapai Rp 151,1 juta plus 5.000 butir telur, dan susu segar. (sgt/c1/bay)

Peduli Anak Jalanan n PUAS... Sambungan dari Hal 29

Nurani perempuan berusia 33 tahun itu pun terketuk. Dia bertekad mengawal program pemerintah yang pro rakyat agar be nar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. Nah, jalan yang ditempuh untuk mewujudkan cita-cita itu adalah maju dalam bursa calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif 2014 mendatang. Pada pesta demokrasi lima ta-

hunan tersebut, Eni akan bertarung memperebutkan kursi DPRD Banyuwangi dari Daerah Pemilihan (Dapil) III yang meliputi wilayah Ke camatan Srono, Muncar, Tegaldlimo, dan Cluring. Eni memilih Partai Demokrat sebagai kendaraan politiknya menuju gedung dewan. “Saya ingin menjadi manusia yang lebih bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Menjadi penyanyi juga bisa membantu masyarakat. Namun, dengan menjadi anggota dewan, kita bisa mengawasi kebijakan pemerintah agar benar-

benar pro rakyat,” ujarnya di selasela manggung di Agrowisata Alam Indah Lestari (AIL) kemarin (14/4). Banyaknya warga yang mengidap HIV/AIDS tidak luput dari keprihatinan Eni. Dia ingin tokoh agama dan tokoh masyarakat merangkul mereka yang rentan terjangkit HIV/AIDS agar tidak tertular virus mematikan tersebut. “Saya ingin tokoh masyarakat dan tokoh agama “merangkul” anak jalanan,pengamen,danPSK.Mereka butuh sosok pengayom dan panutan untuk menjalani hidup yang lebih baik,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

TOHA/RaBa

LIHAT GEDUNG BARU: Dari kisi Komisaris BPR Wilis Paulino Krisnawahjuesa, Komut BPR Wilis Henggarsah TS, Dirut BPR Wilis Tikno Santoso, dan Kepala BI Jember M. Nur Zaenudin di lantai dua BPR Wilis Banyuwangi kemarin.

Aset BPR Wilis Grup Rp 230 M n GEDUNG... Sambungan dari Hal 29

Ada pula mitra perbankan Banyuwangi, perwakilan camat dan Muspika Banyuwangi, Lurah Temenggungan, Ketua MUI Banyuwangi, KH. Dailami Ahmad. Tidak ketinggalan, mitra dan nasabah Bank BPR Wilis juga hadir memeriahkan peresmian gedung baru tersebut. Direktur Utama Bank BPR Wilis Putra Utama, Tikno Santoso mengatakan, gedung baru itu bertujuan memberikan kenyamanan terhadap nasabah yang sudah mencapai empat ribu lebih. Komisaris Bank BPR Wilis, Paulino Krisnawahjuesa menambahkan, keberadaan gedung baru tersebut merupakan sebuah proses panjang yang telah dilakoni BPR Wilis sejak tahun 1980-an. “Gedung ini adalah gedung lama yang kami renovasi dengan tujuan memberikan kenyamanan, kemudahan, dan fasilitas yang lebih layak kepada para nasabah,” kata Paulino. Disebutkan, di usianya yang sudah tiga dasa-

warsa (30 tahun), BPR Wilis menjadi salah satu pelopor bank perkreditan di Banyuwangi. Dengan total aset lebih dari Rp 70 miliar, BPR Wilis merupakan bagian yang penting dari grup usaha Bank BPR Wilis. Total asset keseluruhan BPR Wilis Grup mencapai Rp 230 miliar dan melayani hampir 11.500 nasabah. Saat ini, grup BPR Wilis memiliki 11 kantor, yakni di Banyuwangi, Jember, Ambulu, Bondowoso, dan Lumajang. Paulino menambahkan, saat ini BPR Wilis memberikan program pinjaman dengan bunga menarik, yakni satu persen dan plafon pinjaman maksimal Rp. 1,25 miliar. “Info program ini bisa langsung diakses di Bank BPR Wilis terdekat atau hubungi 0333425777,” cetusnya. Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Jember M. Nur Zaenudin mengatakan, selama ini BPR di Banyuwangi lebih banyak memberikan kredit di sektor modal kerja. Kabupaten Banyuwangi adalah salah satu kabupaten yang berhasil memberikan kredit sektor modal kerja sebesar 81,2 persen. (adv/c1/bay)

Berurutan Pilgub, Pileg, dan Pilpres n SERUKAN... Sambungan dari Hal 30

“Launching kali ini kami lakukan agar gaung Pilgub Jatim 2013 tidak kalah dengan Pileg (Pemilihan Umum Legislatif ) 2014. Keduanya harus berjalan beriringan,” paparnya. Dalam sambutannya, Syamsul

menginstruksikan seluruh personel PPK menggalakkan sosialisasi pilgub kepada masyarakat. “Kami ingin partisipasi pemilih meningkat. Apalagi, dalam dua tahun ada tiga pemilu, yakni Pilgub Jatim, pileg, dan pilpres (pemilihan umum presiden),” cetusnya. Sementara itu, perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

(Baksebangpol) Banyuwangi, Abdul Kohar mengatakan, pemkab siap mendukung penuh pelaksanaan pemilu, baik pilgub, pileg, maupun pilpres. “Kami berharap masyarakat tidak ada yang golput (tidak menggunakan hak pilih). Sebab, setiap suara sangat menentukan masa depan bangsa,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Jatah Solar SPBU Dibatasi n KELANGKAAN... Sambungan dari Hal 31

‘’Mas, saya titip mobil di sini dulu ya,” ujarnya kepada petugas SPBU bernama Budi Santoso. Kepada koran ini, Budi Santoso mengakui stok BBM khusus solar langka. Dikatakannya, solar habis sebelum 24 jam setelah dikirim. ‘’Diisi kemarin, pagi ini sudah habis,” katanya. Dia menyebut, kapasitas tiap pengiriman solar adalah 8 kiloliter. Itu sangat jauh dari permintaan konsumen. “Solar sudah nggak ada. Kalau habis ya ha-

bis,” katanya. Penelusuran koran ini menyebutkan, di beberapa SPBU lain stok solar juga kosong, antara lain SPBU Lemahbang Kulon, Kecamatan Singojuruh; SPBU Karangsari, Kecamatan Sempu; dan SPBU Genteng Wetan, Kecamatan Genteng. Sementara itu, persediaan solar di SPBU Kedung Gebang, Kecamatan Tegaldlimo, masih aman. Meskipun sempat terjadi kelangkaan sehari sebelumnya, kini stok solar aman. ‘’Sekarang masih ada. Tadi ada mobil yang mau mengisi di Rogojampi ngisi di sini, karena di sana habis,”

cetus seorang perempuan yang bekerja SPBU tersebut. Pengelola SPBU Genteng Wetan, Anam, mengaku jatah BBM jenis solar di tiap SPBU dibatasi. Sejak solar langka, antrean kendaraan di SPBU pun tidak bisa dihindari. Hal senada diungkapkan pengelola SPBU Krikilan, Kecamatan Glenmore, Agus. Dia mengatakan, kerap terjadi antrean kendaraan gara-gara stok solar habis. Meski antre, tapi tidak sampai terjadi penumpukan kendaraan. “Solar memang dibatasi. Ini saja cuma datang 16 kiloliter” tandasnya. (ton/c1/aif)

40

Selasa 16 April 2013

Stok BBM Dikurangi, Solar Langka

EDY SUPRIYONO/RaBa

LANGGAR TATA TERTIB: Seorang pengawas unas di MAN 2 Situbondo tidur-tiduran di sela-sela menjaga peserta unas kemarin.

Pengawas Tidur-tiduran Sambil Telepon SITUBONDO - Seorang pengawas ujian nasional (unas) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Situbondo melanggar tata tertib kemarin. Di depan para peserta unas yang dia jaga, dengan santai dia menelepon seseorang sambil tidur-tiduran. Pengawas laki-laki itu baru mematikan hand phone (HP)nya saat rombongan Bupati Dadang Wigiarto menuju ruang yang dia jaga. Sebelumnya, meski telah melihat ke-

hadiran Satpol PP dan koran ini, dia tetap tenang berbicara melalui HP. Kepala MAN 2 Situbondo, Khalik Wijaya, sebagai pihak penyelenggara unas mengaku sangat dirugikan dengan ulah pengawas tersebut. Selain mencederai kredibilitas sekolah, aksi pengawas itu juga bisa mengganggu konsentrasi para siswa. “Padahal, sebelum ujian dilaksanakan, semua pengawas sudah kita brifing agar tidak

Hari Pertama Unas 80 Siswa Absen SEMENTARA itu sedikitnya 80 siswa tidak mengikuti ujian nasional (unas) tingkat SLTA di hari pertama kemarin (15/4). Siswa SMK paling banyak yang tidak mengikuti ujian akhir penentu kelulusan tersebut. Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, ada 37 siswa SMK yang tidak mengikuti unas di hari pertama kemarin, siswa SMA sebanyak 24 orang, dan siswa Madrasah Aliyah (MA) sebanyak 19 orang. “Jadi, dari 6.960 peserta unas, sebanyak 80 peserta tak mengikuti ujian di hari pertama,” terang Plt Kadispendik Situbondo, Ateng Zaelani. Kata dia, sebagian besar dari 80 siswa yang tak mengikuti unas itu berasal dari sekolah swasta. “Mereka tidak mengikuti ujian karena bekerja. Ada juga yang sudah menikah. Padahal, mereka sudah masuk dalam daftar nominasi tetap peserta unas,” pungkas Ateng. Dengan demikian, lanjut mantan kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Arjasa tersebut, siswa

yang mengikuti unas tahun ini berjumlah 6.952 siswa. “Semoga kita tidak hanya sukses secara pelaksanaan atau penyelenggaraan, tapi juga sukses secara hasil,” harapnya. Sementara itu, Bupati Dadang Wigiarto, Wakil Bupati Rachmad, Sekda Syaifullah, Ketua DPRD Zeiniye, dan Ketua Komisi IV, Rudi Afiyanto, pagi kemarin memantau langsung unas di sejumlah sekolah penyelenggara unas. Hal yang sama juga dilakukan sejumlah pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Situbondo. “Secara umum pelaksanaan unas tahun ini tak ada masalah. Sejumlah siswa terlihat tegang, terutama di sepuluh menit pertama. Namun, setelah itu mereka bisa adaptasi dan mengerjakan soal secara rileks. Kita berharap semua peserta unas tidak hanya lulus seratus persen, tapi juga berprestasi dalam perolehan nilai, minimal di tingkat provinsi,” pungkasnya. (pri/c1/als)

melakukan pelanggaran tata tertib. Termasuk, bermain HP dalam ruangan. Juga sudah ada penandatanganan kontrak persetujuan terkait ketentuan tersebut. Kalau masih melanggar, berarti memang pengawasnya seperti itu,” terang Khalik. Kata dia, atas kejadian itu, MAN 2 Situbondo langsung menegur keras pengawas tersebut. “Dia kita panggil dan kita tegur keras,” tandas Khalik. Ditanya tentang apakah akan ada sanksi, Khalik mengaku itu tergantung keputusan pihak sekolah yang mengirim pengawas tersebut.

“Dia guru sekolah swasta. Kita sudah laporkan pelanggaran itu ke pihak sekolahnya,” imbuh Suhalis. Sementara itu, NM, siswi sekolah SMA swasta di Situbondo yang terkena kasus pelanggaran etika karena menyimpan foto cowoknya telanjang dada, pagi kemarin bisa mengikuti unas. Meski demikian, dia harus mengerjakan ujian seorang diri di Kantor Pusat Pelayanan Terpadu (KPPT). “NM sempat dikeluarkan pihak sekolah karena kedapatan menyimpan foto pacara di dalam hand phone dalam

keadaan telanjang dada. NM diperbolehkan mengikuti unas dengan syarat mengerjakannya di tempat khusus,” terang Jayadi, anggota PPT Situbondo. Meski mengerjakan ujian seorang diri, NM terlihat bersemangat. “Meski hanya seorang diri, tapi unas di ruang KPPT itu berlangsung sebagaimana mestinya,” terang Nur Budi, pengawas ruangan NM. Selain dijaga dua pengawas, unas di ruang KPPT itu juga dijaga seorang anggota polisi. Selain itu, juga dipantau tim pengawas independen. (pri/c1/als)

SITUBONDO - Bahan Bakar Minyak (BBM)  jenis solar mulai sulit didapatkan di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Situbondo. Hampir semua pom bensin di sepanjang Jalur Pantura memasang papan nama bertulisan “solar kosong” kemarin (15/4). Menurut Indra, 43, supervisor SPBU Kapongan, kelangkaan BBM jenis solar tersebut disebabkan pengurangan jatah pasokan, khususnya dari Depo Pertamina Banyuwangi. Sehingga, dalam kurun waktu tidak sampai satu hari, stok solar di sejumlah pom bensin habis. “Tidak sampai satu hari sudah habis,” kata Indra. Menurutnya, pengurangan stok solar itu sudah berlangsung sejak 1 April. “Biasanya SPBU di sini per hari mendapat

jatah 16 kiloliter BBM solar. Namun, sejak 1 April 2013 lalu jatahnya dikurangi menjadi 8 kiloliter per hari. Kebijakan itu berdampak pada kekurangan stok BBM solar  di sini,” terangnya. Akibat kosongnya BBM jenis solar, tidak sedikit sopir kendaraan besar dan kecil berbahan bakar solar kecewa. “Gimana tidak kecewa. Saya dan keluarga rencananya mau pulang ke Bali. Namun, BBM di kendaraan yang saya kendarai tinggal sedikit. Saya akan membeli solar di SPBU ini. Namun, saat masuk ke lokasi, saya melihat ada tulisan BBM jenis solar kosong,” ujar Kadek, 27, waga Badung, Bali. Akibatnya, Kadek terpaksa menunda kepulangannya ke Bali hingga kendaraannya diisi BBM. (rri/c1/als)

NUR HARIRI/Raba

HABIS: SPBU di Desa Kesambirampak, Kecamatan Kapongan, kehabisan stok solar kemarin (15/4).

Enam Desa Masuk Nominasi Desa Terbaik SITUBONDO - Enam desa di Kabupaten Situbondo masuk dalam nominasi pemenang lomba desa tahun 2013. Namun, tim penilai hingga kini belum menentukan desa mana yang menempati masing-masing nomor pemenang itu. Bupati Dadang Wigiar to berharap lomba desa benar-benar dilaksanakan dengan objektif oleh semua pihak yang terlibat di dalamnya. “Jadi, tidak ada rekayasa dan main-main,” harapnya. Dengan demikian, kata orang nomor satu di Lingkungan Pemkab Situbondo tersebut, dampak positif dari lomba desa benar-benar terasa bagi desa. Terutama dalam memacu kemajuan desa. “Desa kita harapkan bisa bersaing dengan sehat. Sehingga nantinya dapat meningkatkan kemajuan pembangunan maupun pelayanan kepada masyarakat,” imbuh Bupati Dadang. Sebagai pembina tim kabupaten lomba desa, harapan tersebut terus disampaikan bupati saat turun ke desa-desa untuk memberikan pembinaan kepada desa. Dalam kesempatan itu, bupati biasanya memberikan arahan-arahan kepada desa. Bersama tim kabupaten, bupati memberikan motivasi dan pembinaan kepada kades bersama. Kepala Badan Pembinaan Masyarakat dan perempuan (BPMP) Pemkab Situbondo, Ahmad Junaedi mengungkapkan, lomba desa digelar di seluruh Indonesia berdasar Peraturan Menteri Dalam Negeri no 13 tahun 2007. Digelar mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, dan nasional. ”Tujuannya untuk memotivasi desa agar lebih

FOTO-FOTO: ISTIMEWA

AKRAB: Bupati Dadang menyapa jajaran muspika di kecamatan yang dikunjunginya.

meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” kata Junaedi. Kata dia, ada perbedaan pelaksanaan lomba desa pada 2013 dibandingkan tahun sebelumnya. Sebelum 2013, tahap pertama lomba desa dilakukan di tingkat kecamatan yang mengikutsertakan seluruh desa di kecamatan tersebut. Kemudian, ditentukan satu pemenang di tingkat kecamatan untuk mewakili bertanding di tingkat kabupaten. Sedangkan saat ini, dari desa di 17 kecamatan, semua kepala desanya diundang ke kabupaten untuk mem-

SENYUM: Ketua TP PKK Kabupaten, Ny Umi Kultsum ikut turun ke desa untuk mensukseskan lomba desa.

presentasikan profil desa. “Namun sebelum itu, dua tahun berturutturut tim kabupaten mencermati perkembangan profil desa, sejauh mana tingkat perkembangannya,” paparnya. Setelah melakukan presentasi, dari nilai yang ada dipilihlah enam besar nominasi desa pemenang tingkat kabupaten. “Namun, hingga kini kita belum tahu siapa desa yang menempati di masing-masing nomor tersebut,” terang mantan Kabag Ekonomi tersebut. Enam desa yang masuk dalam enam

nominasi juara lomba desa itu adalah Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa; Desa Banyuputih, Kecamatan Banyuputih; Desa Gelung, Kecamatan Panarukan; Desa Curahjeru, Kecamatan Panji; dan Desa Talempong, Kecamatan Banyuglugur. Proses selanjutnya adalah tim penilaian akan turun untuk menentukan desa akan menempati nomor urut juara satu hingga enam. Untuk kemudian ditentukan yang nomor satu dijadikan perwakilan Situbondo mewakili situbondo di tingkat provinsi. (pri/adv/als)

NAIK DOKAR: Bupati Dadang bersama Camat Arjasa Masyhari di Desa Jatisari.


Radar Banyuwangi 16 April 2013