Page 1

SELASA 15 JANUARI

25

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2013

Tiga Napi Koruptor Dilayar BANYUWANGI - Tiga narapidana (napi) kasus korupsi pengadaan lahan pembangunan Bandara Blimbingsari harus menghabiskan masa hukumannya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Ketiga napi kasus korupsi yang dilayar ke Bandung adalah mantan Bupati Banyuwangi H. Sam-

sul Hadi, mantan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) H. Masduki Suud, dan pengusaha asal Desa Pangatigan, Kecamatan Rogojampi, H. Effendi. “Ada tiga napi kasus korupsi yang kita pindah ke Lapas Sukamiskin, Bandung,” ujar Kepala Lapas Banyuwangi Krismono kemarin (14/1) n  Baca Tiga Napi...Hal 35

Sempat Dihalangi LSM Antikorupsi

GALIH COKRO/RaBa

SAKIT: Mantan Bupati Samsul Hadi dirawat di RSUD Blambangan kemarin.

SEMENTARA itu, pemindahan tiga napi kasus korupsi ke Lapas Sukamiskin, Bandung, sempat ditentang Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Rakyat Anti Korupsi (LSM Gerak) Banyuwangi. Sejumlah aktivis LSM Gerak yang dimotori Sulaiman Sabang menemui Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Banyuwangi Krismono di ruang kerjanya kemarin (14/1). “Kami

KRONOLOGI:

menolak pemindahan Pak Samsul dan rekan-rekannya ke Lapas Sukamiskin,” ujar Sulaiman. Hampir satu jam lamanya Sulaiman Sabang berada di ruang kalapas, dekat pintu masuk Lapas Banyuwangi. Meski Kalapas Krismono sudah menjelaskan bahwa pemindahan tiga napi ini adalah perintah Kemenkum dan HAMRI, Sulaiman tetap bersikukuh n  Baca Sempat...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

TUTUPI: Aktivis LSM Gerak menghadang mobil napi kasus korupsi di depan Lapas Banyuwangi kemarin.

3 13.12 : Mobil Innova putih

1 Pukul 10.00 : LSM Gerak menemui Kalapas. Mereka memprotes pemindahan 3 napi koruptor.

Napi Korupsi yang Dilayar ke LP Sukamiskin Bandung

P 1444 YI berisi H Masduki dan H Effendi keluar dari Lapas.

2 12.45 : Mobil Innova berisi HJ Hairina diperiksa petugas saat akan keluar Lapas.

1. Samsul Hadi *) : Hukuman 20 tahun 2. Effendi: Hukuman 10 tahun, subsider 4 tahun

4 13.15 : Aktivis LSM Gerak menghadang mobil berisi dua napi korupsi yang akan dilayar ke Lapas Sukamiskin Bandung.

3. Masduki Suud: Hukuman 10 tahun

Effendi

*) Ditunda karena dirawat di RSUD Blambangan

Kriteria Pemindahan Napi Korupsi n Hukuman di atas 1 tahun n Kerugian negara lebih Rp 100 juta n Masa bebas melebihi tahun 2014

Dasar Pemindahan: Surat Perintah Kemenkumham RI Nomor: W10.PK.01.01.02-85 Tanggal SK: 10 Januari 2013

Masduki Suud GRAFIS: ZAKARIA/RaBa

Penyeberangan Selat Bali Ditunda Melaut hanya Dapat 10 Kg Ikan

Pandangan Terbatas karena Tertutup Kabut

EKONOMI

SIGIT HARIYADI/RaBa

NAIK HARGA: Pembeli memilih telur di sebuah toko yang berlokasi di Pasar Pujasera kemarin.

Beras-Telur mulai Naik BANYUWANGI - Tren kenaikan harga bahan kebutuhan rumah tangga terus berlanjut. Ironisnya, beras yang notabene menjadi bahan makanan pokok utama masyarakat pekan ini ikut terseret gelombang peningkatan harga. Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, dua pekan terakhir harga beras kualitas super berangsur naik n  Baca Beras...Hal 35

KALIPURO - Hujan lebat yang melanda wilayah Banyuwangi dan sekitarnya kemarin (14/1) mengakibatkan aktivitas penyeberangan di Selat Bali terhambat. Lantaran perairan tersebut diselimuti kabut tebal, pihak pengelola Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gilimanuk berinisiatif menunda penyeberangan selama satu jam. Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, penundaan aktivitas penyeberangan itu berlangsung sejak pukul 14.10 hingga sekitar pukul 15.00 kemarin. Penyebabnya, kabut tebal menghalangi jarak pandang di perairan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali tersebut. Pemimpin Cabang PT ASDP Indonesia Ferry (PT IF) Ketapang, Waspada Heruwanto, membenarkan penundaan aktivitas penyeberangan tersebut. Dia menjelaskan, penundaan penyeberangan itu dilakukan karena hujan lebat menimbulkan kabut yang mempengaruhi jarak pandang. Untuk menghindari kecelakaan, maka aktivitas penyeberangan harus ditunda. “Penundaan dilakukan karena kabut. Sedangkan ketinggian gelombang normal,” ujarnya. Waspada menambahkan, aktivitas penyeberangan kembali dibuka sekitar pukul 15.00 n  Baca Penyeberangan...Hal 35

SIGIT HARIYADI/RaBa

SEPI TANGKAPAN: Nelayan istirahat di atas perahu yang sandar di Pantai Boom, Banyuwangi, kemarin.

Tiga Periode Gus Hisyam-Masykur Pimpin PCNU Banyuwangi

Tak Ada Persiapan, Biasa saja saat Pemilihan Berakhir sudah Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama (Konfercab NU) Banyuwangi. Duet Rais Syuriah KH. Ahmad Hisyam Syafaat (Gus Hisyam) dan Ketua Tanfidz H. Masykur Ali kembali dipercaya memimpin organisasi massa Islam terbesar di Banyuwangi itu untuk periode ketiga. ABDUL AZIZ, Tegalsari UNTUK pertama kalinya duet Gus Hisyam dan Masykur Ali terpilih dalam Konfercab NU di Gedung Wanita Paramitha Kencana, Banyuwangi, 2003 silam. Lima tahun kemudian, yakni pada tahun 2008,

http://www.radarbanyuwangi.co.id

SEMENTARA itu, hujan deras disertai angin kencang yang kerap melanda Kota Banyuwangi dan sekitarnya dalam kurun sepekan terakhir benar-benar membuat para nelayan yang mengais rezeki di wilayah Bumi Blambangan kelabakan. Pasalnya, angin kencang tersebut menimbulkan gelombang tinggi yang dapat membahayakan keselamatan para nelayan, khususnya mereka yang nekat melaut. Akibatnya, para nelayan terpaksa tidak melego jangkar. Mereka lebih memilih menyandarkan perahu di bibir Pantai Boom, Banyuwangi. Ironisnya, meski dua hari lalu kecepatan angin sempat turun dan para nelayan berani melego jangkar, ternyata ikan tangkapan sangat sedikit. Tentu saja hal itu membuat para nelayan mengelus dada. Seperti diutarakan Madhawi, 60, nelayan asal Kecamatan Talango, Sumenep, Madura. Pria yang sengaja datang jauh-jauh dari Madura untuk mencari ikan di Selat Bali itu mengatakan, dia dan sejumlah rekan sesama nelayan Asal Talango sudah berada di Banyuwangi sejak 15 hari lalu. Selama di wilayah Banyuwangi, Madhawi tak melaut selama sepekan, yaitu saat angin kencang yang mengakibatkan gelombang tinggi. “Kalau nekat melaut, kami khawatir kapal kami pecah n  Baca Melaut...Hal 35

duet keduanya kembali terpilih di arena Konfercab NU di kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Ibrahimy, Kecamatan Genteng. Bagi Gus Hisyam dan Masykur Ali, memimpin sebuah organisasi besar, seperti NU, dalam dua periode atau 10 tahun, sebenarnya sudah cukup. Mereka memilih mempercayakan roda kepemimpinan periode berikutnya kepada generasi lain. Sehingga, sejak awal kedua tokoh tersebut memang sama sekali tidak melakukan persiapan apa pun untuk maju sebagai rais syuriah dan ketua tanfidz dalam Konfercab NU di Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, Kecamatan Tegalsari, 12-13 Januari 2013 lalu. Namun, sekitar empat bulan lalu suara-suara dari akar rumput yang menghendaki keduanya maju kembali untuk memimpin PCNU mulai

muncul. Kala itu, sekitar 16 ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) NU datang ke Pesantren Blokagung. Mereka meminta Gus Hisyam kembali maju menjadi Rais Syuriah PCNU periode lima tahun ABDUL AZIZ/RaBa mendatang. Masykur Ali Bak gayung bersambut, desakan para kiai ketua MWCNU tersebut mendapat tanggapan yang bersangkutan. Gus Hisyam bersedia dicalonkan lagi bila ketua tanfidz adalah Masykur Ali n  Baca Tak Ada...Hal 35

Pemindahan napi koruptor dihalangi LSM antikorupsi Tikus dipindah, kucingnya protes

Lokasi tergenang, pameran di Situbondo sepi Bukan payung, tapi harus sedia panggung sebelum hujan

ABDUL AZIZ/RaBa

Gus Hisyam email: radarbwi@gmail.com/beritaraba@gmail.com


26

Selasa 15 Januari 2013

BAGAIMANA INI

ALI NURFATONI/RaBa

TERGENANG: Sebuah pengendara sedang menghindari jalan rusak di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, kemarin.

Jalan Rusak Rawan Begal MUNCAR - Perbaikan jalan di Banyuwangi tampaknya masih belum merata hingga pedesaan. Salah satunya, jalan di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, menuju Desa Bagorejo. Akses jalan menuju Desa Bagorejo, Kecamatan Srono, itu rusak parah. Banyak aspal yang mengelupas. Jika musim hujan, genangan air menghiasi jalan sejauh dua kilometer itu. Jalan rusak tersebut membuat warga resah. Sebab, selama ini banyak pengendara yang menjadi korban tindak kejahatan. Tidak tanggung-tanggung, rata-rata para penjahat beraksi dua kali dalam sebulan. Menurut beberapa warga sekitar, aksi kriminal di jalan tersebut tidak mengenal waktu. Terkadang pelaku beraksi di siang bolong. ‘’Pukul dua siang kemarin ada orang kena jambret di jalan ini,” ujar Tutik, warga setempat. Penjahat jalanan itu dengan mudah merampas motor. Setelah itu, mereka kabur. ‘’Orang yang lewat sini ada yang dirampas kalungnya. Jalannya memang sepi,” cetus Sudarsono, warga lain. Dia mendesak pemerintah agar memperhatikan jalan tersebut. Jika tidak, bukan tidak mungkin korban akan terus berjatuhan. ‘’Ini mumpung belum banyak yang kena begal,” katanya. Berdasar pengamatan Jawa Pos Radar Banyuwangi, sebagian penahan jalan sudah dibangun tahun 2012 lalu. Papan anggaran dengan nilai proyek Rp 92 juta juga masih terpasang di lokasi. (ton/c1/aif)

ALI NURFATONI/RaBa

TIDAK BISA DILEWATI KENDARAAN: Bambu dipasang melintang di atas jembatan Bagorejo, Kecamatan Srono, yang ambles kemarin.

Jembatan Bagorejo Ambles SRONO - Protes warga yang menilai bahwa Jembatan Bagorejo-Blambangan akan cepat rusak ternyata benar. Sebab, kini jembatan yang menelan anggaran Rp 565,9 juta tersebut sudah ambles. Menurut beberapa warga sekitar, jembatan tersebut ambles Jumat sore lalu (11/1). Sejak itu, semua kendaraan, baik roda empat maupun roda dua, dilarang melintas di atas jembatan yang baru rampung Oktober 2012 tersebut.

Akses jalan di atas jembatan tersebut ditutup. Sejumlah bambu dipasang melintang di dua sisi jembatan. Selain itu, warga juga menumpuk sejumlah batu di tengah jalan. Tidak sedikit kendaraan, terutama roda empat, balik kanan. Seperti yang terlihat kemarin, sebuah truk dari arah selatan terpaksa balik kanan lantaran tidak bisa melewati jembatan tersebut. Amblesnya jembatan itu memunculkan reaksi keras

warga sekitar. Sebab, jembatan tersebut baru beberapa bulan digunakan. ‘’Benar kan, belum apa-apa jembatan sudah ambles,” ujar Sudarsono, warga Desa Blambangan, Kecamatan Muncar. Menurut dia, jembatan tersebut rusak karena konstruksinya tidak sesuai speak. Permintaan warga agar jembatan itu dibongkar lagi ternyata tidak ditanggapi. ‘’Ini buktinya, sekarang sudah rusak,” tandasnya. Dia mendesak agar pelaksana proyek

segera memperbaiki jembatan di atas Sungai Bagorejo itu. Sebab, amblesnya jembatan itu merupakan tanggung jawab pelaksana. “Pelaksana proyek harus tanggung jawab,” tegasnya. Kepala Desa Bagorejo, Djoko Purnomo, mengaku sudah mengetahui jembatan tersebut ambles. Dia sudah melapor kepada pemerintah. ‘’Ya memang rusak. Sudah kita laporkan kepada kepala Dinas Pekerjaan Umum,” kata Joko. (ton/c1/aif)

Disapu Angin, Genting Rontok

PENDIDIKAN

NUGROHO/RaBa

PEMBEKALAN : Puluhan tutor sedang mengikuti pemantapan dan pengarahan di pendapa Kecamatan Tegalsari.

PKBM Se-Tegalsari Siap Berantas Buta Huruf

BANYUWANGI - Genting aula di kampus Politeknik Banyuwangi (Poliwangi) sudah mulai rontok setelah disapu angin kencang. Padahal, genting tersebut baru dipasang akhir Desember 2012 lalu. Genting bangunan senilai Rp 2,988 miliar itu mulai lepas dan pecah sejak Sabtu lalu (5/1). Hingga kemarin (14/1), genting itu belum diperbaiki pihak pelaksana proyek. “Sudah dilaporkan kepada yang garap, tapi kok belum diperbaiki ya,” cetus salah satu Satpam di Poliwangi. Satpam lain, Sholahudin menyebut, genting aula itu rontok karena diterjang angin kencang dan hujan deras Sabtu (5/1) lalu. “Anginnya memang besar, gentingnya banyak yang pecah,” katanya. Berdasar pantauan wartawan koran ini,

genting yang rontok berada di bagian ujung utara, sisi bawah, dan bagian selatan. Genting di bagian tengah juga ada juga yang pecah. Secara terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, H. Zaenal Arifin Salam menyebut, proyek pembangunan aula Poliwangi itu dibiayai APBD 2012. Masa pengerjaan proyek itu selesai Desember 2012 lalu. “Proyek itu masih menjadi tanggung jawab pelaksana proyek,” sebutnya. Sesuai aturan, selama enam bulan setelah pengerjaan, proyek itu masih masuk masa pemeliharaan. Bila ada kerusakan, itu menjadi tanggung jawab rekanan. “Kami minta semua proyek yang rusak pada masa pemeliharaan segera diperbaiki,” ujarnya. (abi/c1/bay)

RONTOK: Akibat hujan deras dan angin kencang, genting gedung aula Poliwangi yang beralamat di Kabat tampak prothol saat dipotret kemarin (14/1).

AGUS BAIHAQI/RaBa

TEGALSARI - Lima kelompok Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) se-Kecamatan Tegalsari bakal all out untuk memberantas buta aksara. Seperti yang terlihat di Pendapa Kecamatan Tegalsari Jumat malam lalu (11/1). Puluhan orang terdiri dari 80 tutur dari lima PKBM mengikuti pemantaban dan pengarahan dari pejabat Dinas Pendidikan Banyuwangi. Lima PKBM itu antara lain, PKBM Mabadiul Ihsan Karagdoro, PKBM Mubarok Tegalrejo, PKBM Mambaul Huda Tegalsari, PKBM Muchtarussalam Karangmulyo, dan PKBM Tunas Mulia Dasri Nara sumber yang dihadirkan untuk memberikan pengarahan adalah Saipan, S.Pd, selaku penilik PLS Kecamatan Tegalsari dan Drs. Wagianto, MM sebagai Sekretaris Kecamatan Tegalsari. Saipan menuturkan, pembelajaran buta huruf adalah pembelajaran yang harus dimulai sejak dini. Sebab itulah, para pengurus PKBM harus bersama-sama membangkitkan semangat belajar masyarakat. ”Jadi bukan hanya anak-anak, orang tua yang tidak tahu wajib belajar kita berikan pembelajaran,’’ jelas Saipan. Sementara, Wagianto mengungkapkan, pembelajaran buta huruf adalah upaya signifikan dalam menyukseskan programprogram pemerintah, khususnya dalam bidang pendidikan dan peningkatan ekonomi kerakyatan. “Semua elemen harus terlibat dan mendukung program ini,’’ pintanya. Koordinator kegiatan Nur Laila, S.Pd, mengungkapkan, jika kegiatan tersebut bertujuan untuk menumbuhkembangkan semangat perjuangan memberantas buta aksara kepada para tutor buta aksara yang ada di Kecamatan Tegalsari. (adv/aif)

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho, Deni Setiawan, Mega Dwi P. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Selasa 15 Januari 2013

Mantan Sekdes Didemo Kesandung Poligami dan Kasus Penipuan KALIBARU - Puluhan warga Dusun Tegalpakis, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, berunjuk rasa di kantor Kecamatan Kalibaru kemarin pagi. Mereka mendesak mantan Sekretaris Desa Kalibaru Wetan, Joko Pamungkas, yang sekarang menjadi staf Kecamatan Kalibaru, diproses secara hukum atas dugaan penipuan dan poligami. Awalnya, puluhan warga itu hanya bergerombol di tepi jalan raya depan kantor Kecamatan Kalibaru. Sesekali mereka mengangkat poster bertulisan kecaman terhadap Joko. Tak lama kemudian, warga diminta masuk ke halaman kantor Kecamatan Kalibaru. Selanjutnya, beberapa perwakilan warga diminta bertemu jajaran Muspika Kalibaru di ruangan Camat Kalibaru Susanto. Saat bertemu jajaran muspika, Joni, salah satu perwakilan warga, menyampaikan tuntutan. “Kami minta supaya tuntutan warga ini diproses dan direspons,” desak Joni. Usai menyampaikan tuntutan, Joni dkk keluar ruangan dan membubarkan diri. Sementara itu, Camat Kalibaru Susanto Wibowo mengatakan, yang diminta warga terkait kasus Sekdes Kalibaru Wetan sudah dia tampung dan masih dievaluasi. “Sekarang yang bersangkutan sudah tidak menjabat sebagai sekdes dan kita tarik ke kecamatan,” tandasnya. Susanto menambahkan, sebenarnya ketika warga menyampaikan surat keberatan terkait kasus yang dialami sekdes, pihaknya sudah mengambil tindakan dengan melapor ke Pemkab Banyuwangi. “Sekarang ini hanya penyampaian aspirasi

ABDUL AZIZ/RaBa

UNJUK RASA: Puluhan warga Dusun Tegalpakis, Desa Kalibaru Wetan, mendatangi kantor Kecamatan Kalibaru kemarin.

ABDUL AZIS/RaBa

SAMPAIKAN TUNTUTAN: Warga berorasi di depan kantor Kecamatan Kalibaru. Mereka mendesak Joko Pamungkas diproses hukum.

agar lebih didengar,” tutur Susanto. Secara terpisah, Joko Pamungkas kepada koran ini menyatakan bahwa pernyataan pendemo bahwa dirinya tinggal dengan dua istri tersebut salah besar. Joko tidak menyangkal bahwa dirinya sudah nikah siri dengan seorang janda 6 November 2012 lalu. “Tapi sekarang saya sudah tidak lagi kumpul dengan istri siri itu. Tetapi, kumpul dengan istri sah, bahkan istri saya tidak mempermasalahkan hal ini,” akunya. Masalah pembuatan sertifikat tanah milik warga yang sampai kemarin belum tuntas, Joko mengaku siap mengembalikan uang warga yang telanjur disetor. “Masalah sertifikat itu bukan karena penipuan, tapi karena ada kendala terkait ahli waris,” pungkasnya. (azi/c1/aif)

KOMUNIKASI PEMBANGUNAN

Silaturahmi Penerima Beasiswa Banyuwangi Cerdas Bersama Bupati Anas

Sukses Bukan Milik Orang Kaya, Orang Miskin pun Bisa Sukses Sabtu (12/1) lalu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bertemu dengan sekitar 800 orang penerima beasiswa program Banyuwangi Cerdas di Pendapa Shaba Swagata Blambangan. Dalam pertemuan itu, orang nomor satu di Pmekab Banyuwangi itu memberikan motivasi kepada pelajar berprestasi. ------------------------------------PADA tahun 2012 lalu, Pemkab memberikan beasiswa kepada sekitar 50 orang mahasiswas. Masing-masing mahasiswa mendapat beasiswa sebesar Rp 12 juta setiap tahun. Jumlah penerimaan beasiswa Banyuwangi Cerdas tahun 2012 meningkat dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2011, jumlah penerima beasiswa hanya 24 orang mahasiswa dengan total anggaran Rp 288 juta. Pada tahun 2012, jumlah penerima beasiswa meningkat jadi 50 orang dengan total anggaran Rp 600 juta. Penerima beasiswa

HUMAS PEMKAB FOR RABA

BERPRESTASI: Bupati Anas menyerahkan bantuan beasiswa program Banyuwangi Cerdas kepada salah seorang mahasiswa Unej.

SILATURAHMI: Bupati Anas didampingi Kadispendik Sulihtiyono menyalami orang tua siswa penerima beasiswa.

Banyuwangi Cerdas itu tersebar di Universitas Jember (Unej) dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Jember. Selain penerima beasiswa Banyuwangi Cerdas, dalam pertemuan itu juga hadir penerima beasiswa mahasiswa berprestasi dari keluarga miskin. Tahun 2012 lalu, APBD menggelontor dana Rp 798 juta untuk membayar beasiswa sekitar 117 mahasiswa berprestasi tidak mampu. Penerima bantuan khusus siswa

Dalam silaturahmi itu, Bupati Anas banyak menyampaikan kisah sukses sejumlah tokoh-tokoh nasional. Cerita itu, disampaikan Bupati Anas guna memberikan motivasi dan semangat kepada pelajar dan mahasiswa penerima beasiswa. “Keberhasilan dan kesuksesan bukan hanya milik orang kaya saja,” ungkap Bupati Anas. Keberhasilan dan kesuksesan seseorang bukan didapatkan karena dari keluarga kaya. Kesuksesan

miskin (BKSM) SMA/SMK dan MA juga hadir dalam pertemuan itu. Hanya saja, tidak semua penerima BKSM hadir. Sebagian diwakili pihak sekolah masingmasing. Pada tahun 2012, jumlah penerima BKSM mencapai 5.924 siswa dengan total anggaran yang mengucur sebesar Rp 4,620 miliar. Dana BKSM itu diterima sekolah sebagai biaya operasional siswa miskin masing-masing menerima Rp 780 ribu dalam setahun.

dan keberhasilan diperoleh karena perjuangan dan belajar yang keras. “Tidak ada orang sukses tanpa melalui kerja keras. Kesempatan jadi mahasiswa hendaknya dijadikan bagian kerja keras untuk meraih sukses,” tegas Bupati Anas. Selain kerja keras dan belajar keras, kata Bupati Anas, kesuksesan juga didorong doa kedua orang tua. Banyak tokoh nasional yang sukses, tidak bisa dilepaskan dari peran dan perjuangan keras

orang tua. Karena itu, Bupati Anas mengajak semua orang tua siswa dan mahasiswa untuk melibatkan tangan tuhan dalam mengantarkan kesuksesan putra-putrinya. “Orang tua harus banyak berdoa dan bersedekah untuk kesuksesan anak-anaknya,” tegasnya. Pada kesempatan yang sama, Bupati Anas mengajak mahasiswa dan pelajar penerima beasiswa untuk menjadi public relation (PR) Banyuwangi. Citra Banyuwangi harus terus dibangun oleh semua elemen masyarakat, termasuk mahasiswa yang sedang belajar diluar Banyuwangi. Citra Banyuwangi harus terus berubah lebih baik dari waktu ke waktu. Karena itu, Mahasiswa harus ikut terlibat dalam promosi wisata Kota Gandrung di luar Banyuwangi. “Citrakan Banyuwangi sebagai daerah yang nyaman, damai, aman untuk dikunjungi,” pintanya. Pembangunan Banyuwangi, harus dibangun melalui prakarsa rakyat. Bupati Anas yakin dan percaya, kalau rakyat kompak capaian pembangunan akan cepat diraih. (afi/aif)


KESEHATAN

28

Tuntaskan Distribusi Kartu Jamkesmas

RS FATIMAH

ISTIMEWA

NYAMAN:RSI Fatimah tampak memberikan kesan nyaman bagi pasien dan keluarganya.

Hospital Feels Like Home Stay BANYUWANGI–Hospital feels like home stay. Ungkapan itu cocok untuk Rumah Sakit Islam (RSI) Fatimah. Kenapa? Kesan angker, pelayanan kurang menyenangkan, serba putih, mungkin itu yang akan terbersit ketika mendengar nama RS. Berbeda saat memasuki area RSI Fatimah yang berlokasi di Jalan Jember 25 Banyuwangi, maka akan berbalik 180 derajat. Nuansa gedung yang eksklusif dengan model modern menyapa mata siapa pun yang memasuki pintu gerbang RSI Fatimah ini. Dukungan area parkir yang luas dengan deretan pohon semakin menambah nyamannya pelayanan. RS yang berdiri 24 tahun silam, tepatnya tahun 1988, itu memiliki beragam pilihan ruang rawat inap. Kelas VIP yang memiliki area parkir tersendiri, kelas utama dengan fasilitas kulkas, kelas satu dengan desain ruangan yang manis dan ceria, hingga kelas dua dan kelas tiga. Hal ini diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan pasien dan keluarga pasien. Fasilitas tambahan pada masing-masing ruangan kelas, bertujuan pasien serasa tidak opname. Tetapi serasa menginap di rumah sendiri atau hotel. Hal ini bisa memberi motivasi kepada pasien untuk segera sembuh. Cocoklah RSI Fatimah menyandang Hospital feels like home stay. Taman terbuka yang ada di sekitar ruang rawat inap tidak sekadar membuat penampilan manis RS yang berslogan “Layananku Ibadahku” itu. Tetapi juga untuk memberikan ruang terbuka hijau (RTH), sehingga aliran udara segar terus terjaga. Sementara pasien dan keluarga semakin nyaman dengan pemandangan yang ada. Ditambah pelayanan sumber daya manusia (SDM) di RSI Fatimah yang tidak lepas dari keramahan, senyum, dan seperti keluarga sendiri. Hal itu menambah kenyamanan bagi pasien dan keluarga. Kebanggaan tersendiri bagi dr. Rusdi Dziban, SpB, FINACS, Direktur RSI Fatimah beserta seluruh karyawan, karena RSI Fatimah mendapatkan anugerah juara I mewakili Kecamatan Kabat. Penghargaan itu diterima dari program Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, yakni Green and Clean tahun 2011 lalu. (*/irw)

BANYUWANGI

Selasa 15 Januari 2013

• Desa Balak •

SRONO-Kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) adalah kartu yang sangat bermanfaat bagi msyararakat, terutama masyarakat miskin. Dengan kartu tersebut masyarakat bisa berobat ke Puskesmas maupun Rumah Sakit (RS) secara gratis. Bukan hanya RS pemerintah, tetapi juga beberapa RS swasta pun mau melayani. Puskesmas Wonosobo menjadi salah satu tempat pelayanan yang melayani pemegang kartu tersebut. Baik pelayanan umum maupun pelayanan gigi, dan juga merujuk ke RS bila perlu pelayanan lanjutan. Sementara itu, kartu Jamkesmas lama sudah habis masa berlakunya pada tahun 2012. Nah, mulai Januari 2013 ini diterbitkan lagi kartu baru. Pendistribusian kartu baru diharapkan selesai pada awal bulan Januari 2013, sehingga masyarakat bisa segera menggunakannya. Puskesmas

BAGI KARTU: Bidan Fitriatul Laili, Amd, Keb dkk membagikan kartu Jamkesmas di Balai desa Rejoagung. PKMS WONOSOBO For RaBa

Wonosobo menjadi salah satu puskesmas yang ditugasi mendistribusikan kartu baru tersebut. Sebanyak 8.713 kartu dibagi, yang meliputi Desa Wonosobo 2.249 kartu, Desa Rejoagung 3.236 kartu, dan desa Bagorejo 2.228 kartu. “Saat ini, alhamdulillah kartu tersebut

sudah terdistribusikan tuntas ke semua masyarakat yang berhak menerima di tiga desa tersebut,” kata Mujito, SKM, MMKes, Kepala UPTD Puskesmas Wonosobo, kemarin. Dijelaskan, dalam Daftar penerima kartu baru terdapat banyak peruba-

han. Ada yang dulu menerima kartu, ungkap dia, tetapi sekarang tidak menerima lagi. Ada pula yang dulu tidak menerima, tetapi sekarang malah menerima. “Bagi yang dulu menerima dan sekarang tidak terima, tidak perlu kawatir,” pesan Mujito. Kkalau memang benar-benar tidak mampu lanjut dia, masih ada lagi jaminan bagi mereka bila berobat. Ada JPKMB (Jaminan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Banyuwangi). Ada juga Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah), bahkan masih bisa lewat SPM (Surat Pernyataan Miskin). Tidak hanya itu, karena masih ada Jamkesmin, produk Banyuwangi asli yang akan segera diterbitkan.. “Pemerintah Pusat dan terutama pemerintah daerah pasti akan memperhatikan warganya yang kurang mampu untuk memenuhi kesehatannya,” pungkasnya.(*/irw)

Screening Pasien Operasi Gratis 1000 Dhuafa BANYUWANGI-Rumah Sakit Al Huda (RSAH) mulai melakukan screening awal pasien sebagai rangkaian kegiatan operasi gratis bagi 1000 kaum dhuafa di RSAH dan RS Bina Sehat Jember. Sejak Senin (14/1) lalu, tim aksi sosial RSAH sudah mulai melaksanakan pemeriksaan awal pasien. Pemeriksaan itu meliputi pasien bibir sumbing, katarak, hernia, polidaktili (jari lebih), dan CTEV (kaki bengkok). Koordinator aksi sosial RSAH dr. Indiati, MMRS mengatakan, berdasarkan data yang ada, saat ini tercatat total peserta dari lima kabupaten yang menjadi cakupan wilayah kegiatan aksi sosial berjumlah 867. Rinciannya meliputi Jember 374 peserta, Lumajang 17 peserta, Bondowoso 19 peserta, dan Situbondo 128 peserta. Sedangkan jumlah pendaftar dari Kabupaten Banyuwangi tercatat 323 orang. “Itu meliputi 273 peserta katarak, 5 bibir sumbing, 39 hernia, 2 polidactili, dan 4 CTEV,” sebutnya. Indiati menyampaikan bahwa rang-

BANYUWANGI

kaian kegiatan screening pada pasien dimulai dengan pendataan ulang peserta serta cek kelengkapan berkas syarat peserta. Kegiatan dilanjutkan pemeriksaan awal oleh beberapa dokter. Di antaranya, dokter spesialis mata dr. Yoan Affandy Sp.M, dokter umum, dan dr. Tito Sumarwoto Sp. OT. “Pemeriksaan meliputi pemeriksaan fisik, tekanan darah, pemeriksaan RSAH For RaBa tambahan meliputi ECG SCREENING:Pasien menjalani pemeriksaan awal (Electro Cardio Graphy), gula di RSAH disaksikan pendamping dari Koramil. darah acak, dan konsul dokter spesialis penyakit dalam,” tuturnya. dilakukan di klinik mata RSAH mulai Jadwal screening operasi gratis, beber Senin tanggal 14 sampai 17 Januari Indiati, dilaksanakan mulai Senin, 2013. Setiap tanggal pelaksanaan tanggal 14 sampai 17 Januari 2013. screening tersebut dijadwalkan seban“Untuk pasien bibir sumbing, hernia, yak 70 pasien setiap hari. Masing–masdan polidactili mulai Senin tanggal ing peserta sudah dihubungi melalui 14 sampai 17 Januari 2013 pada pukul telpon sesuai jadwal. “Pemeriksaan 09.00 sampai selesai,” katanya. dilaksanakan mulai pukul 12.00 sampai Sedangkan pasien katarak, lanjut dia, 15.00, meliputi pemeriksaan dasar un-

tuk melihat pasien terdiagnosa katarak atau diagnosa penyakit lain (kelainan refraksi, pterigium, glaukoma dan lainlain) hingga pemeriksaan penunjang lainnya,” terangnya. Indiati menambahkan, untuk kasus CTEV akan dilakukan pemeriksaan pada Selasa (15/1) di klinik orthopedi RSAH pada pukul 14.00. “Pemberitahuan secara tertulis sudah kami sampaikan kepada Kodim 0825, Koramil dan Puskesmas terkait,” ujarnya. Indiati optimisti kegiatan itu bakal sukses, karena adanya dukungan dari berbagai pihak. Di antaranya, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Dinas Kesehatan, serta jajaran TNI wilayah Banyuwangi. Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan aksi sosial itu dapat menghubungi (0333) 842033 Ext. 317 atau Ext. 330. Atau dr. Indiati, MMRS di 08123482308. Bisa juga datang ke RSAH, Bagian Klinik Rawat Jalan, Jl. Raya Gambiran No. 225 Gambiran, Banyuwangi. (*/irw)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Jl. Ronggolawe •

• STNK •

• Laptop Bekas •

• Chevrolet •

• PRIMA Mobil •

• Mitsubishi New •

Djl Rmh Jl. Ronggolawe 36 (SMP 3 Kblnan) Bwi, hrg 250jt (nego). H. 085236396077. TP

Hlg STNK Nopol P 3272 YO, an. Khumaidah. Cendono RT3/2 Kembiritan, Genteng

Menerima laptop bekas yg pingin dijual, Minimal Intel Atom. 081934876969

Dijual Chevrolet Captiva Aveo Spark baru. Hubungi: Fendy 081336495825

STW ELf ‘11, Kjg Krista’03, PU SS ‘09, STW Espass ‘96, APV X ‘05, PU Futura ‘11, Avanza G’07’11, PU Granmax ‘11, Jazz’10, Escudo’98, Fortuner’10,Innovadiesel’08,Coltdiesel.Bscash/ kredit, hdh lgsg TV/lemari Es. H: 0811301676

Kredit DP ringan, bunga mulai 0%, hadiah lgsung BB, TV LED, ready Stock, all type, Mirage Pajero L300 dll, T. 081217913037

• Rumah Cantik Murah • Perum permata genteng blok AA-01 Lt 113, Lb 70, rumah cantik, murah,harga 390jt djual 320jt cukup byar 50% sisa 2th lagi bunga 0% ada yg siap sewa 15 jt/th hub 08885105987

Djl Tanah + bangunan L 10 x 14,5 = 145m2, bisa di beli dengan cash atau kredit & juga bisa disewa, SHM, Lok Ds Balak, hrg nego, hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

BANYUWANGI

Jl Baleno 1997, hijau metalik, 69jt nego, tangan prtama, original, 081333346665

Hlg STNK Nopol P 3257 ZI, an. Dadik Wijayanto, Dsn Jagalan 01/03 Rogojampi

• Butuh Dana Cepat? •

Jual Honda Genio 92 Silver, 61 juta nego, BU. 081333346665, 081805144642

Hlg STNK Nopol P 7443 ZS, an. Srinanti, Lingk. Cungking 03/01 Mojopanggung, Giri

Butuh Dana cepat jaminan BPKB Mobil/ Motor, lgsg cair. 08170051758/500018

• KIA Picanto •

• Jual Gedung •

Djl Picanto 2005 M/T hitam VR DVD LCD kamera 85 Nett. Hub. 081317774500 TP

SITUBONDO • STNK •

• Admin •

Hlg STNK Nopol P 5837 EU, an. Ahmad Baihaki, Dsn. Tribungan 02/01 Sumberkolak

Sebuah perusahaan membutuhkan segera Admin, Wanita, max 25th, pendidikan minimal SMA/SMK, bisa komputer. Hubungi: 081234561678 / 085236627246

• Marketing •

• Admin & Sales •

• Baleno ‘97 •

Dibuka Investasi sengon setot mdl 7 juta tagl 2-9 januari jangka waktu 5 tahun terima 22 juta. huubungi GS INVESMENT 08574680823

Hlg STNK Nopol P 3170 YK, an. Hadiyono, Dsn Krajan, Giri

• Banyuwangi •

Dbthkn Marketing P/W max 30th min D1 pnmpiln mnrk&komp dg baik, krja dg deadline ktat&team work. Kirm: PT F1 Perkasa Jl. Pantai Pacemengan Blimbingsari Rgjampi Bwi eml: f1perkasa@yahoo.co.id

• Investasi •

HlgSTNKNopolP6356ZC,an.LaelyNurkodarwati. Jl. Bengawan 51 RT04/II Kel. Panderejo

Dijual Gedung + fasilitas serta isinya bks tampung & pelatihan TKI, dulu PT Iin Era Sejahtera, al: Jl. Inspektur Suwoto 95B Lawang, Malang. LT 10.000m2, LB 4.000m2. Hub: Bu. Tatik 08129901823

• Honda Genio ‘92 •

• Obral Murah • Dijual obral murah 3 unit Honda Revo + 1 unit Honda Spacy, kadaan bru. 1 Unit mobil Bison Stcn, knds bgus. 3 Gerobak kue kndisi bgs. Hub: Jago Oli Rogojampi 0333-632888 / 08179680253

• Vario CW 09 • Jual Vario CW 09 htm STNK panjang ist ex dokter 11 jt pas hub 08887105016

SITUBONDO • 2 Isuzu Bison • Dijual 2 Isuzu Bison tahun 1993, engkel Box posisi jalan, kondisi prima. Berminat, Hubungi: 085258568953

• Suzuki Carrry ‘90 • Dijual murah: Suzuki Carry tahun ‘90, no. L, body Alexander, warna kuning metalic, BU, Rp. 25 juta. Hubungi: 082 333 00 8871

• Chevrolet Aveo ‘03 •

• Grand Livina ‘08 •

• Grand Max ‘10 •

Dijual Chevrolet Aveo 1.5L MT tahun 2003 hitam metalik, harga 86,5 jt juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Nissan Grand Livina XV I.5MT tahun 2008, hitam metalik, harga 143,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Daihatsu Grand Max S40IRV ZMDEJJ HJ tahun 2010 hitam, harga 96,5 juta nego, barang istimewa, bsa cash/kredit, hub: (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• suzu New panther ‘05 •

• Mitsubishi Kuda ‘00 •

• Honda Jazz ‘06 •

Dijual Isuzu New panther TBR 541 tahun 2005 biru muda metalik, harga 136,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub:i (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Mitsubishi Kuda VB5W GLS tahun 2000 hijau tua metalik, harga 78,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Honda Jazz 06 idsi, silver stone, matica, harga 130 juta nego, bisa cash/ kredit atau tukar tambah, hubungi 082142194111 - 081335897888

BANYUWANGI Djl Rumah L 10X15 = 150M2 lok Banyuwangi, utara pbrik ES, bs dibeli dg cash/ kredit dan juga bisa di sewa hrg nego hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Kebalenan •

Dbutuhkn Admin, max 25th, min SMA Kompt (min rumus2 Excel) pnglmn min 2th. Sales, max 25th, min SMA, jujur ulet, pglmn min 2th. Bersedia luar kota. Lamr: Jl. Gajah Mada 43C Banyuwangi

• Toko + Rumah Genteng • Djl Toko+rumah tkt2, full prabot, strtgs. Jl. Kembar Lt 310/490m2, uk. 10x31m, marmer, ksn jati, Tk Sriwijaya Jl. Gajahmada 274 Gtg-Bwi. H. Sugiarto, 081233499888, 03170338181

BANYUWANGI • Tanah Kebun • Dijual tanah kebun di Kalipuro 1,3 Ha, Hub: Arya 082141057540. Tdk trma SMS

• Teknisi Oli, Kasir & Acc • Dcr Sgr Wanita u poss Kasir/SPG & Accounting, pglmn Min SMU/sdrjt & S1+Teknisi Oli & Variasi Mobil (Pria) pnglmn. Hub: Gas Car Wash & Variasi Jl. Piere Tendean No. 49 Bwi. 081803216312

Djl rumah lok Kebalenan di Jl. Raya Rogojampi/ Genteng, L10 x15=150m2, SHM, bs dibeli dg kash atau kredit & jga bsa disewa, hrg nego. Hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148


33

Selasa 15 Januari 2013

PENCAK SILAT

Hujan Deras, Seleksi Gagal Persewangi LPIS

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

BERI PIALA: Perwakilan juara kerjukab kategori SMA menerima hadiah dan ucapan selamat dari Plt. Kadispora.

Kantongi Pesilat Proyeksi Porprov BANYUWANGI - Rampungnya kejuaraan pencak silat antarpelajar (kejurkab) SMP-SMA sedikit meringankan tekanan terhadap IPSI Banyuwangi dalam menatap Porprov IV Madiun mendatang. Sebab, beberapa pendekar potensial yang muncul dalam even yang digelar mulai 5-12 Januari tersebut sudah masuk dalam pantauan. Sekretaris IPSI Banyuwangi, Mukayin menuturkan, salah satu agenda yang diusung dalam kejurkab ini memang untuk proyeksi Porprov 2013. Pentolan perguruan PSHT itu mengaku sudah merangkum para pesilat potensial untuk tampil di ajang dua tahunan itu. “Ya, memang ada pesilat yang menonjol di sana,” ujarnya. Selanjutnya, persiapan akan segera disusun IPSI. Salah satunya, menyeleksi pesilat yang akan disiapkan tampil di Madiun mendatang. Kapan waktunya? Mukayin masih akan berkoordinasi dengan semua pengurus dan perguruan di bawah IPSI. Seperti diberitakan kemarin, kejurkab di kategori SMA memunculkan SMAN 1 Glagah sebagai juara umum. SMAN 2 Genteng duduk di peringkat kedua. Sementara itu, di kategori SMP, SMP 2 Gambiran keluar sebagai juara umum. Peringkat kedua diduduki SMP 4 Genteng. Selain memastikan juara umum, kejurkab kali ini juga melahirkan pendekar terbaik di setiap kategori. Di kategori SMP, pesilat terbaik putra diraih Bregas Denlawawi asal SMP 1 Cluring yang turun di kelas D. Terbaik putri menjadi milik Desi Tri Wahyuni asal SMP 3 Genteng yang tampil di kelas G. Di tingkat SMA, pendekar terbaik putra diraih Sulistiono asal SMAN I Bangorejo yang turun di kelas C. Terbaik putri menjadi milik Rini Hermawati dari SMAN 1 Banyuwangi. (nic/c1/als)

BANYUWANGI - Seleksi hari kedua Persewangi proyeksi Divisi Utama LPIS gagal digelar kemarin. Penyebabnya, cuaca ekstrem berupa hujan deras yang mengguyur Stadion Diponegoro, Banyuwangi, menjadi penyebabnya. Imbasnya, lapangan yang akan digunakan seleksi pemain tergenang air. Hujan yang turun sejak 13.30 kemarin (14/1) benar-benar membuat seleksi hari kedua yang sudah diagendakan berantakan. Padahal, puluhan pemain sudah bersiap mengikuti seleksi. Dengan berteduh di bawah tribun, mereka menunggu dan berharap hujan yang turun lebat itu segera reda. Namun, hingga pukul 15.00, hujan tidak berhenti. Bahkan, lapangan yang akan digunakan sudah terendam air. Akhirnya, panitia seleksi memutuskan membatalkan seleksi hari

kedua kemarin. Rencananya, penjaringan kembali dibuka hari ini di tempat yang sama. Salah satu anggota tim pelatih Persewangi LPIS, Syaiful Amri, mengatakan, pihaknya terpaksa mengurungkan seleksi kemarin. “Seleksi tidak bisa digelar karena hujan deras dan lapangan tergenang air,” ujar pelatih asal Kalibaru itu. Batalnya seleksi kemarin dipastikan menjadi kerugian besar bagi Persewangi LPIS. Pasalnya, mentor Aji Santoso yang sedianya ikut membantu proses seleksi dipastikan tidak akan mengikuti seleksi hari ini. Pasalnya, pelatih nasional dan mantan pemain Persebaya itu sudah harus terbang ke Jakarta karena ada keperluan dengan PSSI versi Johar Arifin Husein. Sehari sebelumnya, Aji memberi coahing clinic kepada sejumlah pemain seleksi dan pelatih klub di Banyuwangi. (nic/c1/als)

GALIH COKRO/RaBa

IMBAS HUJAN: Mantan pemain Persewangi Divisi III, Edi Prianggawan (kanan), ikut seleksi Persewangi LPIS di Stadion Diponegoro Minggu (13/1) lalu.

Jelang Porprov, Pelatih dan Wasit TI Ikut Penyegaran BANYUWANGI - Konsolidasi internal terus dilakukan Pengkab Taekwondo Indonesia (TI) Banyuwangi demi menghadapi Porprov IV di Madiun mendatang. Selain berancang-ancang menggelar seleksi, induk olahraga asal Korea itu sudah melakukan penyegaran terhadap pelatih dan wasit proyeksi ajang dua tahunan tersebut. Sa l a h s at u c a ra n ya, m e n g i r i m pelatih dan wasit ke penataran wasit dan pelatih yang digelar Pengprov TI Jawa Timur. Pelatih dan wasit yang dikirim adalah Arif Suprianto, Nur Wahyudi, Iwan S. Wahono, dan Satrio Bintang Johar. Selama tiga hari mereka mendapat materi langsung dari instruktur nasional dan internasional di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.

ISTIMEWA

DIGEMBLENG: (Ki-ka) Nur Wahyudi, Satrio Bintang Johar, Brigadir Arif Suprianto, dan Iwan S. Wahono.

Ketua Harian TI Banyuwangi, Arif Suprianto mengatakan, pelatihan tersebut memuat tentang teknik-teknik pertandingan. Dua instruktur, yakni Lee Duk Hwie dan Fahmi Reza, mendapat kesempatan menggodok peserta yang datang. “Tidak hanya diajari materi, tapi juga praktik,” katanya. Lee Duk Hwie yang merupakan master poomsae dan kyorugi memberikan materi secara simultan terhadap para peserta. Mentor asal Korea itu dilengkapi Fahmi Fahreza. Arif menuturkan, kegiatan tersebut memiliki banyak manfaat. Salah satunya, pengayaan materi bagi pelatih dan wasit yang dimiliki Banyuwangi. Materi yang diperoleh diharapkan bisa menjadi modal berharga untuk mempersiapkan atlet Taekwondo Banyuwangi di Porprov IV mendatang. (nic/c1/als)

BALJEBOL

BALI

PILKADA

JEMBER

BONDOWOSO

LUMAJANG

Massa Lojejer Datangi Kantor Camat WULUHAN – Sekitar 50-an warga Desa Lojejer, Wuluhan, yang mengatasnamakan Forum Peduli Masyarakat Desa Lojejer kemarin (14/1) mendatangi Kantor Camat Wuluhan. Mereka meminta pemerintah kecamatan dan kabupaten memberlakukan perda terkait Penjabat Sementara (Pjs) Kades untuk menggantikan Kades M. Soleh yang masa kerjanya berakhir hari ini.

Massa datang membawa spanduk dan pengeras suara. Warga berkumpul di sekitar balai desa setempat dulu sebelum datang ke kantor ke kecamatan. Mereka meneriakkan yel-yel agar camat dan pemkab memberlakukan Perda No 6 tahun 2006 tentang Pjs Kades dijabat oleh sekdes atau PNS d a r i ke-

camatan yang ditunjuk. Dalam spanduknya, mereka juga meminta kepada pemkab menunjuk Pjs Kades dengan mengabaikan SE Mendagri yang memperbolehkan Kades yang sudah dua kali masa jabatan untuk menjadi Pjs. “Kami menolak Kades M. Soleh untuk menjadi Pjs hingga nanti pilkades dilaksanakan,” ujar Abdul Maimun, seorang warga yang melakukan orasi di depan kantor camat kemarin. Dalam orasinya, warga juga meminta Ca-

mat Wuluhan agar mengangkat Sekdes Basir sebagai Pjs Kades Lojejer sesuai dengan Perda No 06 Tahun 2006. Mereka menganggap sekdes lebih independen jika dibandingkan Pjs Kades dijabat oleh Soleh. Pasalnya, jika nantinya Soleh menjadi Pjs, maka warga mempertanyakan kenetralan Kades. “Kami takut ada indikasi tidak netral. Pasalnya, ada salah satu keluarga Soleh yang mau maju dalam pilkades mendatang,” ujar Ardi, salah seorang warga lainnya. Kha-

watir aksi massa berakhir ricuh, Muspika yang diwakili Sekcam Juwono Heri, Kapolsek Wuluhan AKP Wadoyo Utomo, dan Danramil Kapten Bambang langsung memanggil enam perwakilan warga untuk dialog. Keenam perwakilan warga itu adalah Joko Santoso, Suwarso, Wiyono, Abadi, Ardi Pujo, dan Sukino. (ram/mg3/ har/jpnn)

RIDWAN/RADAR JEMBER/JPNN

SIAP SUKSESKAN PILKADA: Dengan membentangkan poster, mahasiswa PMII siap memberikan dukungan agar pelaksanaan pemilihan kepala daerah di Lumajang.

KPU Didemo Mahasiswa LUMAJANG – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi demo di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lumajang. Salah satu tujuannya adalah menginginkan agar pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati Lumajang yang berlangsung 29 Mei 2013 mendatang bisa berjalan lancar. Aksi mahasiswa tersebut diawali dari perempatan Toga Lumajang. Dua kelompok mahasiswa datang dari arah utara dan selatan. Massa yang sama-sama dari PMII tersebut kemudian bertemu di perempatan Toga Lumajang. Mereka langsung membuat lingkaran di perempatan lampu merah. Mahasiswa sempat membentangkan poster dan bendera PMII, baru kemudian berorasi. Meski menutup salah satu ruas jalan, aksi tersebut tidak membuat jalanan macet total. Dalam pernyataan sikapnya, PMII Cabang Lumajang menyatakan, pemilihan kepala daerah merupakan ajang penentuan nasib sebuah daerah lima tahun mendatang. Dalam ajang demokrasi tersebut akan dipilih pemimpin kabupaten. “Sebentar lagi, tepatnya tanggal 29 Mei 2013, masyarakat Lumajang akan menentukan nasibnya selama lima tahun,” tegas Muhammad Agus, salahs eorang mahasiswa saat berorasi. Maka dari itu, kata dia, baik dan buruknya hasil pemilihan kepala daerah, tergantung pada baik dan buruknya penyelenggaraan pilkada. Mulai dari tingkat KPU Kabupaten, PPK, dan PPS di tingkat desa. Dijelaskan, peran aktif masyarakat dan pemerintah, aparat keamanan dalam menyukseskan pesta demokrasi lima tahunan ini juga sangat dibutuhkan. “Oleh sebab itu, PMII Lumajang bertekad ikut andil dalam mensukseskan pesta demokrasi Pilkada 29 Mei 2013,” tambahnya. Pada aksi tersebut, ada tujuh pernyataan sikap yang disampaikan. Isinya, PMII Lumajang siap mem-back up penuh suksesnya Pilkada Lumajang. PMII juga mengecam keras jika ada pihak-pihak yang ingin menghambat penyelenggaraan Pilkada dan mengutuk gerakan-gerakan yang ingin merongrong suksesnya demokrasi di Lumajang.(wan/wnp/jpnn)

RULLI EFENDI/RADAR JEMBER/JPNN

AKSI PENOLAKAN: Puluhan warga membentangkan spanduk memprotes penetapan Pjs Kades Lojejer, Kecamatan Sukorambi kemarin.

Warga Tolak Sumber Air PDAM

SUKORAMBI  Sebanyak 81 warga Dukuh Mencek mendatangi kantor desa guna menolak rencana pemanfaatan sumber mata air untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jember. Alasannya, lahan yang akan dibangun untuk pipa PDAM merupakan satu-satunya sumber air yang digunakan warga untuk mengairi lahan sawah. “Jangan mentang-mentang punya hak atas tanah, lalu membangun pipa air,” kata Sucipto Hadi, salah seorang warga yang menggantungkan pengairan lahannya dari sumber mata air yang telah dibeli PDAM. Dikatakan, dirinya sangat geram setelah

mendengar rencana PDAM mau membangun pipa di sumber mata air di desa tersebut. Sampai-sampai, dirinya mengancam akan melakukan perlawanan jika sampai sumber mata air tersebut benarbenar dibangun pipa PDAM. Dijelaskan, perjuangan mempertahankan sumber air tersebut bukan hanya untuk saat kepentingaan saat ini saja, namun demi keberlanjutan anak cucu warga desa tersebut nantinya. Menurut masyarakat desa, sumber air yang berada di bawah tanah yang telah dibeli PDAM di Desa Dukuh Mencek sudah turun-temurun digunakan warga untuk

mengairi lahan sawah mereka. “Sudah mulai dari nenek moyang kita menggunakannya,” kata Sumarto, warga yang juga memiliki lahan di Dukuh Mencek. Sumarto menambahkan, awal mula pembelian tanah milik warga oleh PDAM, sudah terjadi sejak sepuluh tahunan. Namun, PDAM, sebagai perusahaan daerah membeli tanah yang ada sumber mata airnya tersebut, tanpa melakukan musyawarah dengan warga terlebih dahulu. Jika air itu merupakan kebutuhan warga, lalu digunakan oleh PDAM, maka lahan sawah warga yang seluas 92 hektare terancam kekeringan. (mg1/wnp/jpnn)


34

Selasa 15 Januari 2013

KACA FILM

Aman Saat Benturan, Pakai Kaca Film Excellent EXCELLENT Window Film Protection adalah solusi praktis untuk mengontrol panas dan sinar matahari yang optimal untuk rumah, mobil hingga gedung perkantoran Anda. Tingkat kenyamanan maksimum, baik di dalam mobil maupun di dalam ruangan gedung atau hunian Anda dengan kemampuannya untuk menahan panas (infrared) yang melewati kaca jendela hingga 90 persen. Selain itu, dengan menggunakan Excellent, Anda akan terhindar dari sinar yang menyilaukan saat berkendara. Kaca film Excellent menggunakan proses sputtered technology dengan multilayer by DuPont material. Sehingga memberikan perlindungan maksimum dengan kemampuannya untuk menahan sinar UV matahari yang membahayakan. Selain itu, Anda akan mampu menghemat energi baik di rumah, mobil, hingga gedung kantor. Kaca film Excellent hadir dengan ragam warna dan tingkat kegelapan yang harmonis dengan mobil, bangunan hunian atau gedung Anda. Kaca film Excellent mempunyai banyak varian type, kegelapan dan warna, type: EX 50 (kegelapan 20 persen), EX 35 (kegelapan 40 persen), dan EX 20 (kegelapan 60 persen). Selain itu, EX 10 (kegelapan 80 persen), EX black 40 (kegelapan 40 persen), EX black 60 (kegelapan 60 persen), dan EX black 80 (kegelapan 80 persen). Kaca film ini mampu melindungi kita dari pecahan kaca yang diakibatkan oleh benturan keras dan juga kaca film Excellent dilengkapi lapisan anti glare (anti silau) dan anti corrosion (anti korosi). “Tidak mudah luntur seperti kaca film anti gores biasa yang menggunakan teknologi lama sistem pencelupan warna, karena kaca fim Excellent menggunakan teknologi terkini, yaitu sputter technology (penembakan ion) yang mampu menolak panas tinggi dalam waktu yang lama,” kata Sales Kaca Film Excellent, Adi. Di mana membeli kaca film Excellent? Anda bisa membelinya di Aguung Variasi, Jalan A. Yani Nomor 84, telp. (0333) 413226, Banyuwangi. Ganti kaca film lama Anda dengan kaca film Excellent, buktikan dengan alat test digital dari Amerika. Selain menyediakan kaca film, Aguung audio dan variasi mobil juga bisa menerima spooring & balancing, oli & vet, pasang dan servis audio /variasi mobil, pasang dan servis AC mobil, audio merk Braxton, lampu HID bergaransi, dll. Aguung variasi juga menerima segala macam servis mobil. (adv/irw)

Kasur Busa Tahan Lama BAGI sebagian orang, kesukaan memilih spring bed atau kasur spon tergantung selera masing-masing. Namun, ada kasur spon atau busa yang berkualitas bagus dan tahan lama. Kasur spon tersedia bermacam bahan. Sejauh ini spon yang berbahan rebonded lebih banyak diminati. Spon berbahan rebonded lebih kenyal bahannya, kuat, dan tahan lama. Ada juga tingkat kekenyalannya. Ada rebonded biasa, dan ada yang tingkat kekenyalan hingga 100 persen. Bahan rebonded juga biasa dipakai di jok mobil atau motor. Ada juga kasur spon yang berbahan latex. Bahan latex ini hampir sama dengan rebonded jika dilihat dari tingkat kekenyalannya. Bentuk bahan latex ini seberti kasur spon berongga-rongga. Salah satu keunggulannya karena bahan ini tidak gampang kempes. Menurut Alexander, pemilik mebel Putra Arjuna Situbondo, selera konsumen berbeda-beda jika harus memilih kasur spon atau spring bed. Soal harga, bisa dikatakan kasur spon lebih murah. “Kalau secara pribadi, jika memilih kasur spon, saya akan memilih yang berbahan rebonded dengan kekenyalan 100 persen. Soal harga, perbandingan spon kualitas bagus sama dengan satu spring bed biasa”, terang pria yang akrab disapa Alex itu.

ISTIMEWA

TAHAN LAMA: Kasur spon juga awet dan memberikan kenyamanan saat dipakai tidur.

Ketika ditanya lebih baik mana bahan rebonded atau latex, Alexander menjawab, secara pribadi dia lebih suka spon berbahan rebonded dengan

kekenyalan 100 persen. Namun, orang lain juga banyak yang lebih memilih latex. Stok kasur spon tersedia di Mebel Putra Arjuna. Toko itu juga menye-

diakan segala jenis bahan spon. Harganya bervariasi. “Yang paling utama sebaiknya disesuaikan dulu dengan kebutuhannya“, tambah Alex.(adv/irw)

VZ Skincare Atasi Flek Hitam SALAH satu masalah kulit yang sering mengganggu penampilan dan membuat orang kurang percaya diri adalah timbulnya flek hitam di wajah. Bagi yang ingin tampil menarik, tentunya sangat mengganggu. Pasalnya, flek yang muncul dengan bintik-bintik hitam pada wajah akan membentuk seperti noda, sehingga wajah terlihat tidak bersih. Flek hitam terjadi karena adanya perubahan pigmentasi atau melasma pada bagian kulit wajah. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa hal. Seperti luka bekas jerawat, kulit yang terlalu sensitif dengan sinar matahari, serta pemakaian alat kosmetik yang tidak sesuai dengan kondisi kulit. Menghilangkan flek hitam pada wajah membutuhkan perawatan ekstra dan waktu yang relatif lama, agar noda yang berupa bintik-bintik hitam bisa hilang tanpa bekas. Untuk menghilangkan flek hitam di wajah, Anda dapat mencoba melakukan treatment di VZ Skincare yang beralamat di Jalan Letjend S. Parman No. 115 A, Banyuwangi. VZ Skincare hadir untuk membantu merawat wajah tanpa ada efek sampingan. Dengan menggunakan produk perawatan, wajah akan menjadi tampak bersinar, putih, tidak berminyak, dan menjadi kencang seperti kulit bayi. Produk ini cocok untuk segala usia, bagi Anda yang peduli dengan kecantikan wajah, segar, alami, dan awet muda. Dengan harga yang sangat terjangkau, perawatan yang teratur akan memberikan solusi yang tepat. VZ Skincare mengusung

DENY/RaBa

ASRI: Salah satu sudut rumah Bumi Yosomulyo yang menawarkan hunian gaya minimalis modern.

Angsuran Per Hari Hanya Rp 15 Ribu

ISTIMEWA

LEBIH PERCAYA DIRI: Flek hitam di wajah yang mengganggu penampilan bisa di-treatment di VZ Skincare.

konsep pelayanan terpadu atau integrated system service. Produk penunjang perawatan kulit hingga perawatan tubuh yang digunakan telah melalui hasil uji klinis dan penelitian intensif. Klinik VC SkinCare juga memberikan pelayanan dan produk yang terbaik dan berkualitas dengan harga ter-

jangkau kepada semua konsumen. Di klinik VZ Skincare, Anda dapat melakukan perawatan yang nyaman seperti berada di rumah sendiri tanpa perlu khawatir kehilangan privasi. (adv/irw)

BUMI Yosomulyo menawarkan alternatif hunian yang pantas untuk dijadikan tempat hunian. Lokasinya memiliki udara segar. Suasananya tenang menjadikan RSH ini menjadi hunian yang menawarkan suasana yang berbeda. Berada di antara Kota Genteng dan Kota Jajag, Anda bisa melihat perumahan Bumi Yosomulyo ini. Perumahan dengan gaya minimalis modern tertata apik dan lokasi strategis. Direktur PT. Prowina Hantyasto pengembang Bumi Yosomulyo, Tri Yuli Susanto, SE mengatakan, perumahan Bumi Yosomulyo menyediakan dua pilihan rumah, yakni rumah dengan tipe 36/84 dan rumah dengan tipe 45/98. Tentu harganya sangat terjangkau. Rumah dengan tipe 36/84 bisa didadapatkan dengan harga hanya Rp 75 juta. Sedangkan rumah dengan tipe 45/98 bisa dimiliki hanya dengan harga Rp

135 juta. Harga itu bisa dibayar secara angsuran dan persyaratan mudah. “Bunga kredit ditawarkan 7,25 persen, angsuran per hari hanya Rp 15 ribu, lebih murah daripada nyicil motor,” kata Totok. Hal senada juga disampaikan oleh Komisaris PT. Prowina Hantyasto, Ulinjari. Menurutnya, spesifikasi yang diberikan pengembang boleh dibilang sangat baik. Batu kali untuk fondasi, konstruksi dengan menggunakan beton bertulang, dan dinding meggunakan batu bata merah. Kerangka atap menggunakan kayu lokal, penutup atap genting beton, lantai memakai keramik 30x30 bermotif, plafon eternit, ditambah dengan jalan lingkungan paving blok. “Jadi, silakan hubungi kantor pemasaran di 085336918699-081939742999,” kata wanita yang berpengalaman di bidang pertanahan serta perizinan itu. (adv/irw)


Selasa 15 Januari 2013

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Mantan Bupati Samsul Opname n TIGA NAPI... Sambungan dari Hal 25

Menurut Krismono, pemindahan tiga napi kasus korupsi ke Lapas Sukamiskin itu me-

rupakan kebijakan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum dan HAM) Republik Indonesia. Pemindahan napi itu berdasar Surat Perintah (Sprint) Nomor

W10.PK.01.01.02-85 yang dikeluarkan 10 Januari 2013. “Lapas Sukamiskin di Bandung itu kini telah digunakan menampung para napi yang terlibat kasus korupsi,” jelasnya.

Dari tiga napi yang akan dilayar ke Lapas Sukamiskin, Bandung, yang diberangkatkan kemarin hanya dua orang. Dua napi tersebut adalah H. Masduki Suud dan H. Effendi. Satu

GALIH COKRO/RaBa

DIALOG: Aktivis LSM Gerak, Sulaiman Sabang, menemui Kalapas Banyuwangi Krismono kemarin.

Kalapas Sesalkan LSM Antikorupsi n SEMPAT... Sambungan dari Hal 25

“LSM antikorupsi seharusnya membela kita, kok ini tidak,” kata Kalapas Krismono. Pernyataan Kalapas Krismono itu ternyata membuat Sulaiman emosi. Aktivis LSM itu mengecam Wakil Kemenkum dan HAM Deny Indrayana yang hanya mencari muka kepada Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) dengan membuat kebijakan yang berdasar pikiran sempit. “Kami tidak membela koruptor, tapi ini bentuk kemanusiaan,” dalih Sulaiman. Kepada para wartawan, Sulaiman menyebut yang dilakukan itu semata-mata bentuk kemanusiaan. Aksi yang dila-

kukan itu bukan membela para koruptor, tapi membela nilainilai kemanusiaan. “Proses hukum sudah dijalani para napi, dan napi punya hak menjalani hukuman yang dekat dengan keluarganya,” cetusnya. Meski ditentang aktivis LSM Gerak, Kalapas Banyuwangi bergeming. Petugas keamanan dan karyawan lapas pun disiapkan untuk segera mengirim dua napi korupsi ke Lapas Sukamiskin. Sementara itu, Sulaiman mengancam akan melakukan penghadangan bila kedua napi tersebut tetap dikirim ke Bandung. “Kami hanya melaksanakan tugas atasan, dan kami tidak suka dengan ancaman,” tegas Kalapas Krismono.

LSM antikorupsi seharusnya membela kita, kok ini tidak.” Krismono Kalapas Banyuwangi

Pernyataan Sulaiman Sabang itu ternyata bukan hanya gertak sambal. Saat mobil Toyota Innova yang membawa Masduki Suud dan Effendi keluar dari pintu gerbang utama lapas, Sulaiman bersama beberapa temannya mencoba

menghalangi. Mereka berdiri di depan mobil yang baru keluar dari gerbang utama lapas itu. Sejumlah anggota kepolisian dan dibantu petugas keamanan lapas langsung menghalau para aktivis LSM Gerak tersebut. Bahkan, salah satu anggota LSM itu ada yang ditarik karena tetap menghalangi mobil yang membawa kedua napi tersebut. Upaya aktivis LSM Gerak yang menghalang-halangi mobil Innova itu sempat menjadi perhatian para keluarga yang akan membesuk napi dan tahanan. Bahkan, arus lalu lintas di Jalan Istiqlah sempat terganggu akibat aksi para aktivis LSM tersebut. (abi/c1/bay)

Ingin Sinergi Memajukan Banyuwangi n TAK ADA... Sambungan dari Hal 25

Usai menemui Gus Hisyam, para ketua MWC tersebut langsung menemui Masykur Ali di Dusun Jalen, Desa Setail, Kecamatan Genteng, untuk menyampaikan hasil pertemuan di kediaman Gus Hisyam itu. Awalnya, Masykur tidak bisa langsung menerima amanat para kiai tersebut. Sebab, dia merasa sudah cukup dua periode menjadi ketua Tanfidz PCNU Banyuwangi. Namun, setelah mendengar berbagai alasan dan masukan para kiai

MWCNU itu dan permintaan Gus Hisyam, akhirnya Masykur Ali bersedia maju kembali menjadi ketua tanfidz. “Saya tidak bisa menolak permintaan para ketua MWC. Apalagi, Gus Hisyam juga yang minta,” kata Masykur. Sehingga, sejak itu dibantu para ketua MWCNU dan sejumlah orang dekatnya, Gus Hisyam dan Masykur Ali mulai melakukan konsolidasi. Melalui jaringan MWCNU, duet incumbent tersebut melakukan pertemuan dengan para rais syuriah dan ketua tanfidz Ranting NU di setiap

daerah pemilihan (mengacu peta wilayah pemilihan umum, Red). Semakin lama, upaya konsolidasi itu menunjukkan hasil yang signifikan. Mereka mampu meyakinkan para pemilik suara untuk kembali memilih duet incumbent pada Konfercab NU 12-13 Januari lalu. Makanya, ketika proses pemilihan berlangsung, keduanya mengaku optimistis. Meski demikian, saat penghitungan suara tanfidz, Masykur mengaku biasa saja. “Dua periode sebelumnya, saya juga merasa biasa seperti ini,” tuturnya.

Hal sama juga disampaikan Gus Hisyam. Kiai dengan ribuan santri tersebut juga mengaku tak merasakan bakal ada perubahan pada duet PCNU untuk periode 2013-2018. “Biasa-biasa saja, feeling gitu kan bisa dirasakan,” ujarnya. Ke depan, duet Gus HisyamMasykur berharap bisa sinergi dengan Pemkab Banyuwangi. Apalagi, bupati saat ini adalah mandat dari hasil rekam aspirasi warga NU. “Bersinergi dalam arti demi kemaslahatan umat dan memajukan Banyuwangi menjadi lebih baik,” pungkas Gus Hisyam. (c1/bay)

napi lain, yakni Samsul Hadi, belum bisa dilayar karena sakit. Hingga kemarin, Samsul masih dirawat di RSUD Blambangan. “Pak Samsul Hadi harus menjalani perawatan di rumah sakit. Lantaran sakit, dia belum memungkinkan diberangkatkan ke Bandung,” jelas Krismono. Pemindahan napi korupsi ke Lapas Sukamiskin tersebut, sebut Krismono, bukan hanya terjadi di Lapas Banyuwangi. Pemindahan serupa juga akan diberlakukan di semua lapas dan rumah tahanan (rutan) seIndonesia. Hanya saja, pemindahan itu dimulai dari Jawa Timur. “Pemindahan bukan hanya di Lapas Banyuwangi, hari ini serentak di Jawa Timur,” sebutnya. Krismono menyebut, napi kasus korupsi se-Jawa Timur yang akan dikirim ke Lapas Sukamiskin berjumlah 29 napi. Napi sebanyak itu berasal dari 12 lapas dan rutan di Jawa Timur. “29 napi korupsi ini berangkat dan berkumpul di Lapas Porong hari ini (kemarin, Red). Nanti berangkat ke

Lapas Sukamiskin bersamasama,” jelasnya. Pemindahan kedua napi korupsi dari Lapas Banyuwangi ke Lapas Sukamiskin sedianya akan dilakukan tepat pukul 12.00. Tetapi, karena ada administrasi yang belum selesai, kedua napi tersebut baru diberangkatkan sekitar pukul 13.12. Suasana haru dan hujan tangis mewarnai proses pemindahan kedua napi tersebut. Keluarga H. Masduki dan H. Effendi sejak pukul 09.30 terlihat sudah berada di lapas. Kedua keluarga tersebut bertemu di ruang berbeda yang sudah disiapkan petugas lapas. Hj. Hairina, istri H. Masduki Suud, menangis saat dijemput keluarganya yang diikuti sejumlah wartawan. Tangisan itu baru berakhir setelah para wartawan diminta keluar Kalapas Krismono. “Tolong semua wartawan keluar,” pinta Krismono. Berselang 30 menit, mobil Toyota Innova yang dinaiki Hj. Hairina bersiap keluar dari lapas. Tapi sebelum keluar, sejumlah petugas lapas meme-

riksa isi mobil tersebut. Tidak kalah haru saat H. Effendi akan masuk ke mobil Toyota Innova yang akan membawanya ke Lapas Sukamiskin. Keluarga dan sejumlah kerabat secara bergantian merangkul mantan kepala Desa Pengatigan, Kecamatan Rogojampi, itu sambil menangis. Sekitar pukul 13.12, mobil Toyota Innova bernopol P 1444 YI yang membawa Masduki dan Effendi meluncur meninggalkan lapas. Sebelum keluar dari gerbang utama lapas, keduanya masih sempat menemui keluarga dan kerabat melalui jendela mobil yang sengaja dibuka. Dalam proses pemindahan tersebut, Wakil Bupati (Wabup) Banyuwangi Yusuf Widiyatmoko sempat menemui kedua napi tersebut di lapas. Selain itu, mantan kepala Dinas Peternakan (Disnak) Banyuwangi drh. Budianto dan mantan wakil ketua DPRD H. Eko Sukartono juga hadir saat pemberangkatan Masduki dan Effendi itu. (abi/c1/bay)

Tidak Ada Antrean Kendaraan n PENYEBERANGAN... Sambungan dari Hal 25

Penundaan yang berlangsung selama kurang dari satu jam itu tidak menyebabkan antrean panjang kendaraan di

Pelabuhan Ketapang. “Penumpang cenderung sepi, tidak terjadi penumpukan penumpang,” kata dia. Sementara itu, berdasar catatan Jawa Pos Radar Banyuwangi, penundaan akti-

vitas penyeberangan kali ini merupakan yang pertama di tahun 2013. Namun, di akhir tahun 2012 lalu, penundaan penyeberangan seperti itu sedikitnya dua kali terjadi. (sgt/c1/bay)

Pulang bila Tangkapan Melimpah n MELAUT... Sambungan dari Hal 25

Kami tidak melaut dengan pertimbangan keselamatan,” ujarnya kemarin (14/1). Nah, setelah sepekan tak melaut, Madhawi dan sejumlah nelayan lain baru berani melaut dua hari lalu. Namun, sekelompok nelayan yang melaut menggunakan pera-

hu payangan tersebut harus gigit jari. Bagaimana tidak, ikan hasil tangkapan mereka dalam sekali melaut hanya 10 Kilogram (Kg) sampai 15 Kg. Padahal, dalam kondisi normal, sekali melaut mereka bisa menjaring 2 kuintal sampai 3 kuintal ikan. “Kemarin (Minggu 13/1) kita melaut hanya dapat 10 Kg cumi-cumi,” kata Madhawi didampingi rekan-

nya, Santawi, 30. Madhawi berharap, cuaca segera membaik sehingga dia bisa melaut dengan tenang dan dapat ikan banyak. “Kami baru pulang jika ikan hasil tangkapan kami melimpah. Sebab, dalam sekali perjalanan dari Banyuwangi ke Talango, kami harus mengeluarkan biaya solar sebesar Rp 500 ribu,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Harga Minyak Goreng Stabil n BERAS... Sambungan dari Hal 25

Sebelumnya, pedagang melego beras kualitas super seharga Rp 8.400 per Kilogram (Kg). Namun, kini naik menjadi Rp 8.700 per Kg. Beras kualitas sedang, kini harganya Rp 8 ribu per Kg. Padahal, sekitar dua pekan lalu harga beras kualitas medium “hanya” sebesar Rp 7.700 per Kg. Selain beras, peningkatan harga juga terjadi pada beberapa komoditas lain, di antaranya telur ayam ras dan kacang tanah. Saat ini, harga

telur ayam ras mencapai Rp 17.400 per Kg, atau naik Rp 1.400 rupiah dari sebelumnya Rp 16.000 per Kg. Harga kacang tanah naik dari Rp 18.500 per Kg menjadi Rp 21.000 per Kg. Davina, pemilik toko bahan kebutuhan rumah tangga di kawasan Pasar Pujasera, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi mengatakan, kenaikan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok rumah tangga tersebut berlangsung sejak dua pekan terakhir. “Peningkatan harga berlangsung secara berangsur-angsur,” ujarnya kemarin (14/1).

Beruntung, harga beberapa bahan kebutuhan pokok yang lain cenderung stabil. Minyak goreng (migor) curah, gula pasir, dan tepung terigu, misalnya. Harga migor curah stabil di kisaran Rp 9 ribu per Kg, gula pasir seharga Rp 10.700 per Kg, dan tepung terigu kualitas sedang seharga Rp 5.700 per Kg. “Khusus tepung terigu, harga beli dari pemasok meningkat seribu rupiah per sak (25 Kg). Namun, saya putuskan tidak menaikkan harga eceran kepada konsumen,” pungkas Davina. (sgt/c1/bay)

Usai Acara Digelar Pesta Kembang Api n DIGUYUR... Sambungan dari Hal 36

Karena itulah semua butuh bimbingan dan pertolongan Allah SWT, baik lahir maupun batin, di dunia maupun di akherat, semua butuh ridho Allah SWT. “Bila orang sudah menyambungkan diri kepada Kanjeng Nabi Muhammad

SAW, lewat pembacaan salawat melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, itu semua untuk memakmuran hatinya, imannya, agamanya, kemaslahatan, serta kemakmuran daerahnya. Namun ini semua hanya hanya Allah SWT yang bisa memberikan melalui Kanjeng Nabi Muhammad SAW,” terang Kiai Kholil.

Setelah memberikan siraman rohani, Kiai Kholil As’ad langsung memimpin salawat diiringi Hadrah Santri Pondok Pesantren Wali Songo. Di puncak pembacaan salawat, para hadirin sangat terharu. Karena, meski hujan yang turun sangat lebat, acara tetap berlangsung khidmad. Usai acara, dilanjutkan pesta kembang api. (pri/adv/als)

Hendak Dipindah ke Sekolah Lain n KEGADISAN... Sambungan dari Hal 36

ALI NURFATONI/RaBa

STOP: Sejumlah polisi sedang menghentikan laju sepeda motor di depan Pos Lantas Genteng kemarin.

Tilang Seratus Pengendara

GENTENG - Polisi menggelar operasi lalu lintas di depan Pos Lantas Genteng kemarin. Sedikitnya, seratus pengendara kena tilang. Mereka tidak bisa menunjukkan kelengkapan surat-surat kendaraan. Tapi, mayoritas pelanggar tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Kanitlantas Polsek Genteng, Ipda Sumono mengatakan, razia tersebut semata-mata agar pengemudi mematuhi peraturan. Sebab, hal itu sebagai wujud mengurangi kecelakaan. ‘’Tertib lalu lintas sangat penting,” katanya. (ton/c1/aif)

Namun, saat itu dia belum berhasil memperdaya Mawar. Baru beberapa bulan kemudian NM berhasil merenggut kesucian remaja yang seharusnya dia lindungi itu. “Saat itu di sungai, di sebelah utara Jembatan Sibond. Setelah itu, dia sering mengajak saya begituan,” ungkapnya. Pengakuan menarik lain disampaikan kakak kandung Mawar. NM ternyata beberapa kali datang ke rumah Mawar dengan alasan mengajar les.

Bahkan, pernah bersama istrinya. “Saat itu, adik memang bersama teman-temannya. Cuma saya sudah melihat ada yang tidak beres dengan gurunya tersebut,” terang kakak Mawar yang enggan disebut identitasnya itu. Sementara itu, ibu Mawar mengaku sudah pernah dipanggil sekolah terkait rencana Mawar yang akan dipindah ke sekolah lain. Alasannya, sekolah mendapat tekanan dari 900 siswa, wali murid, dan guru. Itu juga diakui sebagai sebuah kesepakatan dengan Kantor Kementerian Agama

(Kemenag) Situbondo. S ebelum meninggalkan rumah Mawar, Ketua PPTKKTPA, dr. Imam, berpesan agar Mawar tidak terpengaruh dengan isu miring tentang peristiwa yang dialami. Dia meminta remaja itu tetap fokus belajar. Apalagi, ujian akhir sudah tinggal hitungan bulan. “Konsentrasilah belajar. Yang menentukan kelulusan kamu sendiri, bukan sekolah. Kalau sampai sekolah bilang kamu percuma belajar, jangan dipercaya. Kamu yang menentukan kelulusan kamu sendiri,” saran Imam. (pri/c1/als)


36

Selasa 15 Januari 2013

Nenek Tewas Terseret Arus Sungai KAPONGAN- Seorang nenek berusia sekitar 65 tahun ditemukan tewas di sungai Desa Kandang, Kecamatan Kapongan, Situbondo, kemarin (14/1). Jenazah warga Dusun Lembung, Desa Kandang, yang diketahui bernama Suryah itu ditemukan kali pertama oleh anak-anak yang sedang mandi di sungai sekitar pukul 12.30 siang kemarin. Saat ditemukan, kondisi tubuh korban sudah kaku dan mengapung. Menurut keterangan warga, Minggu (13/ 1) lalu Surya pamit mandi di sungai Desa Kandang tak jauh dari rumahnya. Beberapa lama kemudian, korban tak kunjung pulang. Bahkan, hingga larut malam Surya tak kunjung pulang. Malam itu keluarga korban mulai melakukan pencarian. Namun, hasilnya nihil. Keesokan harinya, pihak keluarga dibantu warga sekitar melakukan pencarian lagi. Mereka terkejut saat melihat pakaian korban berada di pinggir sungai dan Surya tidak ada

NARKOBA

NUR HARIRI/RaBa

PENCARIAN: Puluhan warga mencari korban di sungai Desa Kandang kemarin.

di tempat tersebut. Warga pun terus mencarinya. Beberapa saat kemudian, ada laporan seorang perempuan tewas ditemukan anakanak saat mandi beberapa puluh meter dari pakaian si nenek ditemukan. “Sebelum ditemukan menjadi mayat, ibu pamit mandi di sungai. Namun, hingga larut malam, ibu tidak pulang. Saya bersama keluarga langsung melakukan pencarian. Namun, upaya itu tak membuahkan hasil. Akhirnya, ada anak-anak yang menemukan ibu sudah menjadi mayat,” terang Tuni, 45, putri korban. Kapolsek Kapongan, AKP Moh. Bakri mengatakan, saat ditemukan, sebagian tubuh korban mengalami luka lecet. Di dada korban terdapat luka robek sepanjang dua centimeter. Diduga kuat, nenek tersebut tewas karena terpeleset saat mandi lalu terseret arus sungai. “Dengan demikian, korban ini murni meninggal karena tenggelam,” tegas AKP Moh. Bakri. (rri/c1/als)

EDY SUPRIYONO/RaBa

BLAK-BLAKAN: Mawar (membelakangi lensa) menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada pengurus PPT-KKTPA kemarin. NUR HARIRI/RaBa

DIGELANDANG: Achmad Busyairi (kiri) dibawa ke Mapolres Situbondo kemarin (14/1).

Bawa Sabu-sabu, Bos Mebel Dibekuk SUBOH - Satuan Reserse Narkoba (SatReskoba) Polres Situbondo menangkap Achmad Busyairi, 43, warga Desa Buduan, Kecamatan Suboh, kemarin (14/1). Penangkapan bos mebel itu dilakukan lantaran dia kedapatan membawa narkoba jenis sabu-sabu (SS) seberat 0,33 gram. Tersangka ditangkap polisi di pertigaan Suboh. Awalnya, tersangka berkelit. Setelah digeledah, polisi menemukan satu poket SS yang diselipkan di lubang baut kaca spion motor matik bernopol DR 2774 CA yang dikendarainya. Lantaran tertangkap basah membawa SS, polisi langsung menggelandangnya ke Mapolres Situbondo. “Pelaku kami tangkap saat mengendarai sepeda motor. Petugas menghadangnya di pertigaan Suboh. Pelaku tertangkap basah membawa satu poket sabu-sabu,” terang Kasatreskoba Polres Situbondo AKP Priyo Purwandito. Ditambahkan, penangkapan Busyairi itu berkat informasi masyarakat. (rri/c1/als)

APA POLEH

NUR HARIRI/RaBa

BARU DIBUKA: Arena pameran di Desa Kapongan digenangi air usai turun hujan siang kemarin (14/1).

Lokasi Tergenang Air, Pameran Sepi KAPONGAN - Sejak dibuka akhir pekan lalu, arena pameran di Desa/Kecamatan Kapongan, Situbondo, selalu digenangi air hujan. Akibatnya, tempat hiburan rakyat itu sepi pengunjung. Tentu saja, kondisi tersebut membuat pengelola pameran dan pemilik stan rugi. Menurut salah seorang pengelola mainan anakanak, Satroyan mengatakan, alat-alat tersebut didatangkan dari Kota Malang. Namun, sejak dipasang tiga hari lalu, jarang ada pengunjung. “Hujan yang membuat lapangan di sini digenangi air. Jadi, mungkin pengunjung malas datang ke sini,” keluh Satroyan kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (14/1). Meski demikian, Satroyan dan beberapa pengelola lain tetap sabar menunggu pengunjung. Itu dilakukan karena sewa tempat tersebut belum habis. “Kami tetap di sini sampai izin habis, Mas,” kata Satroyan. Dia berharap, hujan yang turun tidak terlalu besar, sehingga lapangan yang mereka tempati tidak selalu digenangi air. “Hujannya saja jangan besar-besar agar lapangannya tidak kembung, sehingga ada warga datang berkunjung,” pungkasnya. (rri/c1/als)

FOTO-FOTO: HUMAS PEMKAB FOR RaBa

KHUSUK: Kiai Kholil (tengah), Bupati Dadang dan warga membaca salawat dalam acara Ancak Agung, Minggu malam (13/1).

Diguyur Hujan, Warga Tak Beranjak Pemkab Situbondo Peringati Maulid Nabi SITUBONDO - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Pemkab Situbondo melalui acara Ancak Agung, Minggu malam (13/1), diguyur hujan lebat. Meski demikian, ribuan kaum muslimin dan muslimat yang memadati alun-alun tidak ada yang beranjak meninggalkan tempat acara. Penyebabnya, karena mereka begitu ingin untuk menyambungkan diri kepada Allah melalui kemuliaan Nabi Muhammad SAW. Acara ini diawali dengan pawai bersama Bupati Situbondo H. Dadang Wigiarto; Wakil Bupati Rachmad, berserta seluruh Pimpinan SKPD dan staf, Ketua TP PKK, Hj. Umi Kulsum, Wakil Ketua TP PKK Dian Rachmad, serta seluruh jajaran camat. Rombongan berangkat dari kantor pemkab Jalan PB Sudirman dengan membawa Ancak Agung berukuran lima meter dengan dihiasi bermacam-macam buah. Benda itu diangkut menggunakan pikap menuju tengah alun-alun kota. Kepada ribuan masyarakat yang hadir, Bupati Dadang Wigiarto mengucapkan banyak terima kasih. Sehingga, pelaksaaan Maulid Nabi Muhammad SAW berjalan sukses dan lancar. “Semoga apa yang telah diberikan ini mendapat pahala serta syafaat dari Baginda Rasulullah,” kata bupati. Hujan yang begitu lebat tak sedikit pun mengurangi animo hadirin

AKRAB: Warga berebut menyantap sajian acara Ancak Agung.

untuk mendengarkan ceramah dan pembacaan salawat dari Pengasuh PP Wali Songo, Mimbaan, Panji, KHR. Mohammad Kholil As’ad. Dalam ceramahnya, putra Kiai As’ad Syamsul Arifin itu mengatakan, peringatan Maulid Nabi untuk mengenang dan terus mengenang, menyambung dan terus menyambungkan diri kepada Nabi Muhammad SAW. “Sehingga orang yang menyambungkan diri kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW, maka hatinya, pemikirannya, pekerjaannya, tingkah lakunya, hartanya, kekuasaannya, ilmunya, kekuatannya, kemampuannya, kejayaannya, semuanya bisa terus digunakan untuk menyambung

cita-cita Kanjeng Nabi Muhammad SAW,” ungkap Kiai Kholil. Menurut Kiai Kholil, dalam setiap dakwah, perjuangan, dan sunnah Nabi Muhammad SAW, ada ridho Allah SWT. Itu akan terus berbuah dan diberikan kepada umatnya sampai di akherat kelak. “Makanya mari terus menyambungkan diri kepada Nabi Muhammad SAW. Sebab, kemampuan kita sangat terbatas baik yang ada pada diri kita maupun pikiran kita,” katanya. Jika ada kelelebihan, ungkap adik kandung almarhum KHR Achmad Fawaid As’ad itu, semuanya pemberian dari Allah SWT n  Baca Diguyur...Hal 35

Kegadisan Direnggut di Pinggir Sungai Pengakuan Korban Berahi sang Guru kepada PPT-KKTPA SITUBONDO - Kabar akan dikeluarkannya Mawar (bukan nama sebenarnya) dari sekolah benar-benar mendapat perhatian Pusat Pelayanan Terpadu Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (PPTKKTPA) Kabupaten Situbondo. Sejumlah pengurus siang kemarin melakukan kunjungan ke rumah siswi yang menjadi korban perbuatan asusila gurunya sendiri. Rombongan dipimpin langsung Ketua PPT-KKTPA, dr. Imam, didampingi dua pengacara PPT-KKTPA, Supriyono dan Jayadi, beserta sejumlah staf. Mereka ditemui Mawar, orang tua Mawar dan sejumlah anggota keluarganya. “Kita ingin mendapat tambahan fakta dan memberikan support kepada korban dan keluarganya,” terang Supriyono kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu, Mawar menceritakan awal perkenalannya dengan sang guru, NM, hingga melakukan perbuatan layaknya suami istri. Yang menarik, sebelum mendekati Mawar, NM ternyata dekat dengan dua teman Mawar yang lain. “Sempat mengirim SMS (short massager service) yang isinya menggoda juga kepada teman saya itu. Cuma saat itu ketahuan orang tuanya, kemudian (NM) diminta tidak lagi mengulangi perbuatannya,” terang Mawar yang kemarin masih mengenakan seragam sekolah lengkap. Perkenalan Mawar terjadi saat siswi yang kini duduk di kelas III itu tidak bisa mengikuti kegiatan sekolah ke Baluran. Kemudian, NM meminta nomor HP Mawar dengan alasan akan menelepon langsung orang tua Mawar agar diizinkan ikut. Sejak itu, NM sering mengirim SMS kepada Mawar, termasuk menyatakan perasaannya. Puncaknya, NM pernah mengajak Mawar check in di sebuah hotel di wilayah Situbondo Barat n  Baca Kegadisan...Hal 35

Pemegang Air Soft Gun Bakal Ditertibkan SITUBONDO - Komandan Kodim 0823 Situbondo, Letkol ARM Soegeng Riadi, bakal menertibkan pengguna dan pemilik air soft gun. Penertiban kepemilikan air soft gun dilakukan untuk mengantisipasi penyalahgunaan senjata tersebut di tengah-tengah masyarakat. Salah satu upaya penertiban yang dilakukan Kodim 0823 Situbondo adalah mendata semua pemilik senjata, baik warga yang tergabung dalam Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Cabang Situbondo maupun masyarakat umum. “Kita inventarisasi siapa saja yang memiliki air soft gun di Kabupaten Situbondo,” ujar Dandim Letkol Soegeng Riadi yang juga Ketua Umum Perbakin Cabang Situbondo tersebut.

Dalam penertiban senjata, pihaknya akan melibatkan kepolisian. Sekaligus untuk memberikan penyuluhan terkait prosedur dan teknis penggunaan senjata jenis air soft gun. “Senjata itu hanya digunakan latihan. Setelah itu, semua senjata harus kita kandangkan, sehingga tidak terjadi penyalahgunaan,” terang Letkol Soegeng. Menurut Letkol Soegeng, upaya penertiban itu dilakukan setelah ada insiden seseorang mengancam orang lain menggunakan air soft gun. Soegeng memastikan orang tersebut bukan anggota Perbakin. “Jika dipakai untuk mengancam orang, (perbuatan) itu tidak benar,” pungkas Letkol Soegeng kepada wartawan kemarin (14/1). (rri/c1/als)

Radar Banyuwangi 15 Januari 2013  

Radar Banyuwangi