Page 1

JUMAT 14 SEPTEMBER

29

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2012

Camat dan PKK Siap Kerahkan Massa BANYUWANGI - Dukungan acara Mlaku Bareng Pakde Karwo dan Gus Ipul terus mengalir. Setelah dukungan dari sekolahsekolah, dukungan kini datang dari para camat se-Banyuwangi. Mereka menyatakan siap mengerahkan masa demi suksesnya mlaku bareng yang dihelat Minggu 23 September nanti. Bukan hanya dari para camat, ibu-ibu pejabat yang tergabung dalam Darma Wanita dan Tim Penggerak PKK juga siap mengerahkan para anggotanya sampai tingkat bawah. Dukungan itu disampaikan dalam rapat persiapan mlaku ba-

reng di ruang Minak Jinggo kantor Pemkab Banyuwangi siang kemarin. “Kami yang tergabung dalam TP PKK siap mendukung acara mlaku bareng,” kata pengurus TP PKK Pemkab Banyuwangi, Ny. Minuk Yusuf Widiatmoko. Rapat persiapan mlaku bareng kedua kemarin dipimpin Asisten Pemerintahan Abdullah. Hadir dalam rapat itu, camat, sekcam, pengurus Dharma Wanita, Kadispendik Sulihtiono, dan Direktur Radar Banyuwangi A. Choliq Baya ■  Baca Camat...Hal 39

GALIH COKRO/RaBa

Ratna Akan Hadapi 9 Jaksa Perkaranya Segera Didaftarkan ke Pengadilan Tipikor

Tamu S Tamu Ta Studi tudi B tudi tu Banding andi andi an ding ng D Dua ua aB Bulan ula ul lan an T Terakhir errak akhi khi hirr n Kabupaten Trenggalek n Kabupaten Tanjung Jabong Timur,Jambi n Kabupaten Pacitan n Kabupaten Pekalongan n Kabupaten Kendiri n Kabupaten Tabanan n Kabupaten Karanganyar n Kabupaten Serang

9 Bulan Terima 87 Tamu Studi Banding

BANYUWANGI - Mantan Bupati Banyuwangi Ratna Ani Lestari yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan lahan untuk Lapangan Terbang (Lapt e r ) Blimbingsari hingga kemarin masih ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Medaeng, Surabaya. Semula sempat beredar rumor bahwa mantan orang nomor satu di Pemkab Banyuwangi itu akan dibawa ke Kejaksaan Negeri Banyuwangi. Namun, hingga petang kemarin rumor tersebut tidak terbukti. “Tersangka Ratna Ani Lestari tetap ditahan di Rutan Medaeng,” tegas Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Banyuwangi, Firmansyah. Menurut dia, pemeriksaan tersangka kasus korupsi lapter senilai Rp 19 miliar itu sudah selesai dilakukan ■  Baca Ratna...Hal 39

DUKUNG PENUH: Pengurus PKK dan Dharma Wanita hadir dalam rapat di ruang Minak Jinggo Pemkab Banyuwangi kemarin.

FEDRIK TARIGAN/JAWA POS

TERSENYUM: Dua Polwan dari Polres Banyuwangi mengawal Ratna Ani Lestari saat tiba di kantor Kejati Surabaya Rabu kemarin (12/9).

BANYUWANGI - Pesatnya pertumbuhan ekonomi Banyuwangi kini menjadi daya tarik daerah lain. Dalam rentang waktu Januari hingga September 2012, sudah 87 kabupaten/kota yang berkunjung ke bumi berjuluk Sunrise of Java ini. Tujuan mereka adalah melakukan studi banding. Dalam dua tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Banyuwangi terjadi percepatan yang melebihi target pertumbuhan dalam RPJMD. Bahkan, pertumbuhan ekonomi Banyuwangi berhasil mengungguli pertumbuhan ekonomi Jatim dan nasional. Pada tahun 2010, pertumbuhan ekonomi Banyuwangi berada pada angka 6,68 persen. Pada tahun 2011, pertumbuhan ekonomi Banyuwangi menyalip pertumbuhan ekonomi nasional menjadi 7,22 persen. Pertumbuhan ekonomi nasional pada 2011 berada pada angka 6,5 persen. Tidak hanya pertumbuhan ekonomi yang meroket, pada waktu yang bersamaan Banyuwangi juga berhasil menurunkan nilai inflasi dan stabilitas harga dapat dikendalikan. Keberhasilan Banyuwangi mendongkrak perekonomian itu menjadikan kabupaten ini menjadi tujuan studi banding daerah lain. Yang terakhir datang adalah Bupati Lampung Selatan, Rycko Menoza SZP,SE SH, kemarin (13/9) ■  Baca 9 Bulan...Hal 39

Duo Cewek Sabu Dituntut 4,5 Tahun RAPERDA REKLAME

Tiga Kali Gagal Disahkan BANYUWANGI - Rancangan peraturan daerah (raperda) tentang penyelenggaraan reklame tampaknya menjadi salah satu raperda yang pembahasannya paling alot. Bayangkan saja, setelah tiga kali gagal disahkan menjadi perda, rapat pembahasan final antara eksekutif dan legislatif yang dijadwalkan berlangsung kemarin (13/9) pun terpaksa urung dilakukan lantaran leading sector pihak eksekutif, yakni perwakilan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT), tidak hadir. Sedianya rapat pembahasan final raperda reklame tersebut dijadwalkan berlangsung di kantor DPRD Banyuwangi mulai pukul 09.00 kemarin ■

BANYUWANGI - Dua perempuan muda yang kesandung kasus sabu-sabu (SS), Masliha alias Masha, 29, dan Indah Sri Balini, 22, harus berjuang keras agar lolos dari jeratan hukum. Terkait kasus narkoba tersebut, kemarin keduanya dituntut hukuman 4,5 tahun penjara plus denda Rp 800 juta subsider dua bulan kurungan. Tuntutan hukuman itu dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) Eka Sabhana di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi kemarin. “Tuntutan ini saya rasa pas untuk kedua terdakwa,” tegas JPU Eka Sabhana ■ Baca Duo...Hal 39

BANYUWANGI - Kasus ganja dengan terdakwa Suharto, 47, dan Agustus alias Salim, 40, keduanya warga Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi. Agenda sidang kemarinadalahmendengarkan keterangan saksi.

ADA APA LAGI

Dapat Surprise Ledakan Mercon

http://www.radarbanyuwangi.co.id

AGUS BAIHAQI/RaBa

DENGARKAN TUNTUTAN: Indah dan Masha menjalani persidangan di PN Banyuwangi.

Dijerat Pasal Berlapis

 Baca Tiga...Hal 39

BANYUWANGI - Ada kejadian menarik di perempatan traffic light Lateng, Banyuwangi, dini hari kemarin. Mobil travel yang dikendarai Kapolres Banyuwangi, AKBP Nanang Masbudi, beserta keluarganya mendadak dihentikan anggota Polres Banyuwangi. Kapolres dipaksa turun dari mobil untuk diperiksa layaknya penumpang travel lain. Dengan wajah acak-acakan— DOK. RaBa AKBP Nanang Masbudi karena baru terbangun—Kapolres Nanang turun dari mobil travel. Begitu turun, perwira polisi dengan dua melati di pundak itu langsung menutup keras pintu mobil travel. Suasana tegang mewarnai pemeriksaan penumpang travel pagi itu. Sejurus kemudian, meledaklah sebuah petasan. Kali ini Kapolres benar-benar dibikin marah. Beruntung, kemarahan berubah menjadi ger-geran karena Wakapolres Banyuwangi Kompol M. Aldian bersama anggotanya langsung datang sembari meniup terompet. “Panjang umurnya..panjang umurnya serta mulia..serta mulia,’’ teriak wakapolres sambil menyalami kapolres dengan ucapan selamat ulang tahun ■  Baca Dapat...Hal 39

GALIH COKRO/RaBa

KEKERINGAN: Petani membajak sawah di wilayah Ketapang, Banyuwangi.

Kedua terdakwa dianggap melanggar Pasal 111 ayat 2, Pasal 114 ayat 2, dan Pasal 132 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun2009 tentang narkotika. “Perbuatan terdakwa melanggar tiga pasal itu,” cetus JPU Doddy. Dalam persidangan kemarin, JPU menghadirkan barang bukti (BB) berupa satu paket ganja seberat satu kilogram dan tiga paket obat-obatan ■  Baca Dijerat...Hal 39

BARANG BUKTI: Hakim anggota, Tenny Erma Suryathi, memegang ganja milik terdakwa.

Kerahkan 50 Orang Juru Air BANYUWANGI - Kemarau panjang menuntut pemerintah daerah bekerja keras membagi air. Saat ini, Dinas Pekerjaan Umum Pengairan menurunkan sekitar 50 personel juru air untuk membagi air ke beberapa kecamatan. Debit air yang masih memungkinkan dibagi berasal dari Kecamatan Kalibaru. “Air irigasi yang bersumber di Kalibaru harus di bagi hingga Kecamatan Muncar dan Tegaldlimo,” ujar Kepala PU Pengairan, Guntur Priambodo. Untuk mengatur pembagian air itu, lanjut Guntur, pihaknya mengerahkan sekitar 50 petugas ■  Baca Kerahkan...Hal 39

AGUS BAIHAQI/RaBa

Yang Tersisa dari Halalbihalal Ikawangi di TMII Jakarta

Meski Sukses masih Merasa sebagai Lare Osing Banyak warga Banyuwangi yang merantau ke Jakarta kini menempati posisi strategis. Ada yang jadi pengusaha, pejabat, dan politisi. Saat berlangsung halalbihalal Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) di TMII Jakarta Timur, mereka berkumpul dan berbaur dengan para perantau lain dari Bumi Blambangan. Abdul Aziz/RaBa

ABDUL AZIZ, Jakarta PAGI itu, jarum jam di tangan masih menunjuk angka 08.30. Mobil

TOKOH SUKSES: Dirjen Bea dan Cukai Agung Kuswandono (kiri) bersama para tokoh Banyuwangi saat halalbihalal Ikawangi di Jakarta Minggu lalu (9/9).

Avanza hitam yang saya naiki bersama Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi, A. Choliq Baya, tiba di

anjungan Jawa Timur, TMII Jakarta Timur. Persis di depan kendaraan yang

saya tumpangi, melaju mobil Harier yang membawa Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan istri, Ny. Ipuk Fiestiandani. Begitu turun dari mobil, rombongan kami langsung disambut Wali Kota Jakarta Utara, Bambang Sugiono. Pagi itu Bambang tampil necis. Dia mengenakan batik dominasi warna merah tua. Tak ketinggalan, udeng khas Banyuwangi melilit di kepala sang wali kota kelahiran Bumi Blambangan tersebut. Meski halalbihalal pagi itu dilaksanakan di Ibu Kota Jakarta, tapi suasana penyambutan rombongan tetap khas Banyuwangi. Iringan musik terbang menyambut kedatangan rombongan bupati. Begitu tiba di lokasi, Bupati langsung mengenakan udeng seperti yang dipakai Bambang Sugiyono dan sejumlah tokoh lain yang hadir ■

Mantan Bupati Ratna akan hadapi sembilan jaksa

Jangan takut Bu, jaksanya nggak berkumis kok!

Atasi kekeringan, Dinas Pengairan kerahkan 50 juru air

Siap-siap berhadapan dengan tukang sarang!

 Baca Meski...Hal 39

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


30

Jumat 14 September 2012

ADA APA LAGI

Melihat Potensi Desa Kemiren, Kecamatan Glagah

Optimalkan Bambu, Karyakan 6 Tetangga

TOHA/RaBa

LALU LALANG: Banyak helm hilang menjadikan karyawan Dinas Sosial bersiaga.

Sebulan, 10 Helm Amblas BANYUWANGI—Ini peringatan bagi siapa saja yang parkir dan meletakkan helm-nya di atas sepeda motor. Sebab, jika tidak hati-hati maka helm Anda akan digondol orang tak bertanggung jawab. Seperti yang terjadi di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Banyuwangi. Dalam sebulan saja, sudah 10 helm yang hilang. “Rata-rata helm yang hilang seharga Rp 200 ribu,” kata Kabid Penempatan, Pelatihan Produktivitas Dinas Sosial, Puji Utomo, kemarin (13/9). Puji mengatakan, rata-rata helm yang hilang adalah milik masyarakat yang sedang mengurus kartu kuning. Padahal, lokasi parkir sepeda motor yang ada di Dinas Sosial bisa dilihat oleh semua orang. Namun, karena ramainya tamu yang datang, maka sulit terdeteksi siapa yang mencuri helm-helm tersebut. “Oleh karena itu, kami menghimbau untuk tamu yang datang di Dinas Sosial agar berhati-hati dengan barangnya. Jika perlu helmnya dibawa ke dalam,” kata mantan Camat Cluring itu. (als)

LAKA LANTAS

KEMIREN – Kekayaan alam di wilayah Banyuwangi memang tidak perlu diragukan lagi. Selain buah-buahan, kabupaten yang berlokasi di ujung timur Pulau Jawa, ini juga memiliki banyak produk unggulan dari hasil perkebunan dan pertanian. Tak heran, banyak warga yang menggantungkan penghasilan dari hasil-hasil pertanian dan perkebunan tersebut. Seperti yang dilakukan Saleh, warga Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, ini. Sudah sejak empat tahun terakhir, kakek 71 itu menggeluti bisnis jual beli bambu. Untuk meningkatkan nilai jual, Saleh mengkreasi bambu yang dia beli dari para petani di Desa Kemiren dan sekitarnya, itu menjadi bethek (sejenis gedhek). Tanpa dinyana, sambutan pasar terhadap bethek made in Kemiren ternyata sangat besar. Bahkan kini, pemesan yang datang kepada Saleh tidak hanya berasal dari wilayah Kecamatan Glagah. Banyak juga warga Kecamatan Singojuruh hingga Kecamatan Wongsorejo yang memesan bethek tersebut. “Ada yang memesan bethek untuk pagar tambak udang. Ada juga yang memesan untuk peter-

NUR HARIRI/RaBa

Truk Terguling, Pasutri Tewas BANYUPUTIH - Sebuah truk tronton bernopol B 9332 WW bermuatan paku bumi mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Baluran, Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Selasa (11/9) lalu. Akibat kecelakaan itu, dua orang tewas di lokasi kejadian. Dua orang yang tewas itu merupakan pasangan suami istri (pasutri) yang baru menikah bernama Tri Tubayanto, 22, warga asal Desa Tamperak, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, dan Veni Novianti, 19, warga asal Desa Pakauman, Kecamatan/Kabupaten Kendal. Saat kejadian, truk bermuatan paku bumi itu melaju dari arah barat. Saat di tikungan Batangan di Desa Wonorejo, ternyata truk tronton itu oleng. Sang sopir pun tidak bisa mengendalikan truk tersebut. Akibatnya, truk terperosok ke bahu jalan dan terbalik. “Truk itu nyaris menabrak pagar puskesmas dan warung makan. Truk itu terbalik setelah jatuh ke bahu jalan,” ujar Nursaini, seorang warga di lokasi kejadian. Saat itulah, tubuh kedua pasutri yang menumpang di truk tersebut tertindih kabin truk dan terjepit. Keduanya meninggal dunia di lokasi kejadian. Usai dievakuasi, korban langsung dibawa ke ruang mayat RSUD Abdur Rahem, Situbondo. Kanitlaka Polres Situbondo, Iptu Bahtiar mengatakan, kecelakaan tunggal yang menyebabkan kedua penumpang tewas itu diduga akibat pengemudi truk mengantuk dan lalai. Hal itu dibuktikan sebelum truk terbalik, truk muatan paku bumi itu menabrak pohon asam. “Kita masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kecelakaan tersebut. Namun, dugaan awal, sopir truk mengantuk. Selain itu, bisa juga karena sopirnya lalai,” tegas Bahtiar. (mg1/c1/als)

SIGIT HARIYADI/RaBa

PADAT KARYA: Beberapa perajin bethek bambu di Desa Kemiren sibuk mengerjakan pesanan konsumen kemarin (13/9).

Tiket Wings Air Sudah Dijual Penerbangan Perdana 20 September

TERGULING: Truk tronton bermuatan paku bumi terbalik di pinggir Jalan Raya Baluran, Desa Wonorejo, Bayuputih.

nakan ayam,” ujarnya. Menurut Saleh, bethek ukuran 2,5 meter kali 2 meter dia jual ke tangan konsumen seharga Rp 30 ribu per lembar. Sedangkan bahan baku bambu dia beli dari tangan para petani seharga Rp 5 ribu per lonjor ukuran empat meter. “Hasilnya lumayan. Dari pada bingung mencari pekerjaan. Apalagi, dari usaha ini saya bisa mempekerjakan beberapa orang tetangga,” kata dia. Ya, kini Saleh memang mempekerjakan enam tetangganya. Empat orang bertugas menebang bambu yang sudah dibeli dari kebun-kebun warga. Sedangkan dua pekerja yang lain bertugas menganyam bethek. “Kalau semuanya saya kerjakan sendiri, tenaga saya sudah tidak mampu. Karena pesanan yang datang cukup banyak. Dalam sebulan rata-rata pesanan yang datang mencapai 200 lembar bethek,” paparnya. Masih menurut Saleh, pekerja bagian tebang bambu dibayar harian. Yakni sebesar Rp 35 ribu per hari. Sedangkan pekerja yang bertugas menganyam bethek dibayar borongan. Setiap selembar bethek, pekerja diupah sebesar Rp 7 ribu.(sgt/als)

BANYUWANGI - Tiket penerbangan perdana pesawat Wings Air rute SurabayaBanyuwangi pada 20 September nanti, kini sudah dijual di pasar umum. Calon penumpang Wings Air sudah bisa mendapatkan dan melakukan reservasi tiket melalui web dan agen perjalanan. Manager Area Lion Air Jatim dan Jateng, Ellyta mengungkapkan, tiket pernerbangan perdana sudah beberapa hari lalu dilepas ke pasaran. Animo masyarakat menyambut penerbangan perdana Wings Air cukup mengembirakan.

Sejak dibuka di internet, calon penumpang sudah banyak yang melakukan reservasi. Hanya saja, Ellyta belum mengetahui jumlah pasti berapa banyak reservasi yang sudah masuk. “Saya belum monitor jumlah pastinya. Saya sedang cuti sekarang,” ujar Ellyta, yang dihubungi kemarin sore. Ellyta optimistis pasar Wings Air rute Surabaya-Banyuwangi akan tumbuh dalam waktu yang tidak terlalu lama. Pasar Wings Air tidak hanya Banyuwangi saja. Namun daerah sekitar menjadi pasar potensial bagi pesawat Wings Air. Untuk tiket promo Surabaya-Banyuwangi (PP) seharga Rp 313 ribu. Sedangkan untuk tiket ekonomi, harga tiketnya Rp 379 ribu. “Kapasitas penumpang pesawat kita sebanyak 72

tempat duduk,” jelas Ellyta. Seperti diberitakan kemarin, penerbangan perdana pesawat Wings Air di Bandara Blimbingsari akan dilakukan mulai 20 September 2012. Pesawat milik grup Lion Air itu juga akan terbang setiap hari seperti Merpati melayani penumpang Surabaya-Banyuwangi dan sebaliknya. Yang membedakan, waktu kedatangan dan keberangkatan pesawat Wings Air berbeda dengan jadwal penerba-

ngan pesawat Merpati. Selama ini, pesawat Merpati datang dan berangkat dari Bandara Blimbingsari setiap sore. Nah, jadwal kedatangan dan keberangkatan pesawat Wings Air adalah pagi hari. “Pesawat kita akan take off dari Bandara Juanda, Surabaya, pukul 09.30,” ujarnya. Dari Bandara Blimbingsari, pesawat Wings Air akan take off pukul 10.45. Untuk penerbangan Surabaya-Banyuwangi, Lion Air akan menggunakan pesawat ATR-72 seri 500.

Pesawat ATR 72-500 merupakan pesawat berkapasitas 72 tempat duduk dan menggunakan mesin Pratt& Whitney 127-M. Pesawat tersebut bisa terbang nonstop selama empat jam. Pesawat buatan Prancis itu juga dilengkapi interior kabin yang nyaman dan dilengkapi perangkat navigasi terbaru. Pesawat tidak membutuhkan landasan pacu yang panjang untuk take off (tinggal landas) maupun proses landing (pendaratan). (afi/als)

Bandara Blimbingsari Digerojok Rp 8 Miliar ROGOJAMPI – Mulai 20 September nanti, ada dua maskapai penerbangan yang melayani rute BanyuwangiSurabaya. Tentu saja, Bandara Blimbingsari, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, dituntut harus memiliki fasilitas lengkap. Pada tahun 2012 ini pula, bandara tersebut tampaknya akan terus ‘’dipermak’’. Sebab, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur sudah menyiapkan anggaran yang cukup besar untuk pembangunan fisik. Tidak gemen-gemen (tanggung-tanggung), Pemprov Jatim menggelontorkan dana senilai Rp 8 Miliar untuk pembangunan fisik. Kucuran dana ini disampaikan Irwan Setiawan, anggota komisi D, yang membidangi pembangunan di DPRD Jatim, belum lama ini. Irwan menerangkan, dana tersebut dikeluarkan pada tahun 2012. Sejauh ini, realiasi dana tersebut dikucurkan

DOK.RaBA

Irwan Setiawan

secara bertahap. ’’Sampai dengan Juli kemarin, dana yang dikucurkan sudah 1,36 persen,’’ katanya, kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Menurut dia, Bandara Blimbingsari memang terus menjadi perhatian pemerintah provinsi. Mengingat, intensitas penumpang juga terus mengalami peningkatan. ‘’Melihat fakta itu, bisa jadi tahun-tahun selanjutnya dana ditambah lagi. Sebab, pembangunan mulai insfrastruktur dan fisik menjadi perhatian serius pemerintah,’’ katanya. (ton/als)

Pesta Murah di Hi – Tech Mall Hot Sale NIKMATI berbagai macam diskon dengan harga hot di event Hi – Tech Mall Hot sale yang berlangsung hingga 16 September mendatang. Dapatkan harga termurah dari notebook mulai Rp 1 jutaan, tablet android mulai Rp 500 ribuan, obral PC game, hingga aksesori dengan harga termurah. Dapatkan juga gratis internetan dari TelkomselFlash hingga 600MB untuk pembelian modem, tablet android dan notebook. Ditambah dengan voucher dari Indobook mulai Rp 30 ribu hingga Rp 60ribu. Potongan harga khusus juga diberikan oleh Microsoft, bila anda membeli Windows original. Dan pastikan anda selalu membeli produk IT yang bergaransi resmi dari distributor resmi.

modem. Sedangkan Sony Vaio EG38FG dari Rp 7.139juta jadi Rp 6.999juta gratis USB modem. Untuk Printer, HP Deskjet 1000 dipatok Rp 400ribu, Canon MP287 dan iP2770 masing-masing dipatok Rp 620ribu dan Rp 450ribu. HP K100a dibandrol Rp 750ribu, serta Epson L100 seharga Rp 1.250juta. Tablet Android Termurah dan Terlengkap Melengkapi murahnya belanja anda, cicipi pula penawaran berbagai produk tablet. Antara lain, Inforce Idano yang menurunkan harga dari Rp 799ribu jadi Rp 599juta, Cyrus TVPad plus 3G dari Rp 2.2juta jadi Rp 1.799juta. Diikuti, CP-706 dari Rp 1.799juta jadi Rp 1.099juta, RealPad Nias seharga Rp 975ribu gratis leather

Notebook Harga Termurah Garansi Terjamin Beberapa produk notebook terbaik ini menurunkan berbagai seri terpopulernya. Dimulai dari Lenovo Z475-1310 AMD ini misalnya, jika sebelumnya ditawarkan hanya Rp 4.699juta. Asus A43E seharga Rp 3.5juta. Sedangkan Toshiba C800D-1003 hanya Rp 3.7juta. Intip pula, Fujitsu LH531 lengkap dengan Windows 7 hanya Rp 3.699juta. Acer A1-471 dengan Rp 4.299juta.Toshiba NB520 hanya Rp 3.5juta. Tak ketinggalan, Zyrex Ellipse LW4343 hanya Rp 2.999juta. Axioo HNMP 222 dari Rp 3.649juta jadi Rp 3.475juta.Sedangkan Samsung notebook NP300E4Z seharga Rp 3.9juta memberikan gratis

case, microSD 4Gb, screenguard. Samsung Tab2 7" seharga Rp 3.75juta dan Vandroid T2V (TV+Telp+SMS) dipatok Rp 1.599juta, MyPad 101 Rp 999ribu gratis screen protector dan leather case.Sedangkan Treq A10 Basic 2+ dari Rp 1.099juta jadi Rp 999ribu, Efioo e1tab hanya Rp 1.000.000 gratis microSD 4GB, dan ZTE Light Tab hanya Rp 2.3juta. Jangan lupa dapatkan konsultasi langsung tentang android di Android Corner. Dapatkan juga hadiah langsung tambahan mulai mouse, speaker, headset, printer hingga notebook dan juga mug eksklusif bergambar foto diri setiap harinya. Ingat, pilihlah selalu produk terbaik yang memiliki garansi resmi. Ingat IT, Ingat Hi-Tech Mall dong. (*)

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/ SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/ mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300.  Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

 Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


31

Jumat 14 September 2012

Tolak Penundaan, Bongkar Paksa Tower CLURING - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banyuwangi melakukan tindakan tegas terkait tower tanpa izin. Kemarin tower milik PT. Daya Mitra Komunikasi yang berdiri di Dusun Krajan, Desa Sembulung, Kecamatan Cluring, itu dibongkar paksa. Teguran sudah dilayangkan kepada pengelola tower setinggi 72 meter itu. Namun, berulang kali warning dilayangkan, tapi tidak diindahkan sang pemilik. Padahal, batas akhir peringatan dalam surat tersebut tanggal 30 Agustus 2012 lalu. Lantaran tak kunjung mendapat respons, petugas langsung mempreteli tower tersebut. Tidak ada kendala dalam proses pembongkaran paksa tower tersebut. Kepala Satol PP, Choirul Ustadi, melalui Kasi Penyidikan dan Penindakan, Ripai mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat teguran kepada pemilik agar tower tersebut segera dibongkar. Namun, pihak pengelola hanya membongkar

ALI NURFATONI/RaBa

TOWER BODONG: Proses pembongkaran tower seluler di Dusun Krajan, Desa Sembulung, Kecamatan Cluring, kemarin.

10 meter saja. “Batas waktu sudah habis. Setinggi 62 meter kita bongkar sendiri,” kata Ripai. Menurut dia, tower tersebut berdiri sejak tahun 2011. Meski berdiri sudah setahun lalu, tapi tower tersebut tidak mengantongi izin alis bodong. ’’Kita akan terus perketat pengawasan,” imbuhnya. Sebetulnya, pihaknya sudah menerima surat permohonan penundaan pembongkaran dari sang pemilik. Namun, karena tidak mengantongi izin, pihaknya menolak permohonan tersebut. ’’Setelah dibongkar, besi-besi itu langsung kita sita,” tegasnya. Selain tower di Sembulung, ada beberapa tower ilegal yang sudah dibidik, antara lain tower di Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan Kecamatan Genteng; PTPN Kaliklatak, Lingkungan Suko, Kecamatan Kalipuro, dan Dusun Lidah, Desa/Kecamatan Gambiran. ‘’Semua pemilik tower itu sudah kita beri surat teguran dalam batas waktu yang sama,” kata Ripai. (ton/c1/aif)

Supri Dijerat Pasal Berlapis ALI NURFATONI/RaBa

PROTES: Hadi Yitno (tengah) berorasi dalam aksi penutupan penggalian pasir di Dusun Arjosari, Desa Bedewang, Songgon, kemarin.

Warga Tutup Paksa Penambangan Pasir SONGGON - Puluhan warga menolak penambangan pasir di Dusun Arjosari, Desa Bedewang, Kecamatan Songgon. Kemarin (13/9), mereka menggelar unjuk rasa di penambangan pasir yang berlokasi di areal persawahan itu. Mereka juga menghentikan paksa aktivitas penggalian tersebut. Pada kesempatan itu, warga melayangkan beberapa tuntutan, antara lain meminta pihak penambang mengembalikan saluran irigasi seperti semula. Sebab, pengoperasian alat berat di penambangan pasir itu merusak saluran irigasi. Kedua, bekas galian harus segera diratakan (reklamasi, red). Pasalnya, lahan tersebut merupakan lahan produktif. Selain itu, mereka minta ganti rugi terkait kerusakan jalan akibat hilir-mudik truk-truk pengangkut pasir. Tuntutan selanjutnya adalah penggalian pasir itu harus dihentikan. Sebab, sejauh ini penambangan tipe galian C tersebut tanpa persetujuan warga seki-

tar. ’’Stop penambangan pasir. Warga di sini tidak ada yang sepakat,’’ desak Hadi Yitno, salah satu tokoh masyarakat, kemarin. Sebenarnya, aksi protes warga tersebut dikarenakan ulah para pekerja pasir itu sendiri. Pasalnya, mesin beghoe tetap beroperasi meski hari sudah malam. Padahal, saat itu banyak warga yang menggelar pengajian di musala. ’’Masak waktu banyak orang ngaji, mesin ini tetap bekerja. Jadi, warga sangat terganggu sekali,’’ katanya. Setidaknya, lanjut dia, para pekerja harus mempunyai etika. Sebab, emosi warga juga tidak akan meluap manakala para pekerja bisa mengerti situasi lingkungan sekitar. ’’Apalagi, pagi hari orangorang mau mandi, air sangat keruh. Itu yang membuat amarah warga memuncak,’’ terangnya. Menurut dia, aktivitas penambangan tersebut juga tidak memiliki izin dari pemerintah. Artinya, selama ini penambangan tersebut ilegal. ’’Sudah tidak

ALI NURFATONI/RaBa

TELITI: Petugas sedang mengecek pompa air di toko Sinar Kencono, Desa Setail, Kecamatan Genteng, kemarin.

Langgar Aturan, Ancam Cabut SIUP GENTENG - Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pertambangan (Disperindagtam) Banyuwangi menggelar inspeksi mendadak (sidak) kemarin. Kali ini mereka mendatangi toko yang menjual barang elektronik, telekomunikasi, dan informatika. Hasil kroscek di lapangan menemukan sejumlah barang elektronik tanpa informasi berbahasa Indonesia. Lebih dari itu, ada barang yang masih terpampang di toko dan tidak berlabel Standar Nasional Indonesia (SNI). Seperti yang terlihat di Toko Sinar Kencono, Desa Setail, Kecamatan Genteng. Di toko itu petugas menemukan beberapa barang tidak sesuai aturan, seperti pompa air tidak berlabel SNI dan mesin pelurus rambut yang masih berlabel informasi bahasa asing. Di hadapan pemilik toko, petugas mengingatkan bahwa barang-barang yang dijual harus sesuai aturan. Atas berbagai temuan itu, petugas meminta

agar barang tersebut tidak ditaruh di etalase. “Barang-barang itu harus ditarik paling lambat 1 Maret 2013,’’ kata Kadisperindagtam, Banyuwangi, Hari Cahyo Purnomo. Jika warning tersebut tidak diindahkan, pihaknya mengancam akan memberikan sanksi berupa pencabutan surat izin usaha perdagangan (SIUP) toko tersebut. “Jika ditemukan lagi, bisa dilakukan penyelidikan dan penuntutan. Itu semata-mata demi perlindungan konsumen,” ancam Hari Cahyo. Langkah tersebut sesuai Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2009 tentang perlindungan konsumen, Peraturan Menteri Perdagangan (PMP) RI Nomor 20/M-DAG/Per/5/2009 tentang ketentuan dan tata cara pengawasan barang atau jasa. “Kemudian, ada perubahan tahun 2010 tentang mencantumkan label berbahasa Indonesia pada barang,” jelasnya n Baca Langgar...Hal 39

ada ijin, masih tetap melanggar. Kalau terus-terusan, lingkungan jadi rusak,’’ paparnya. Dia menjelaskan, dampak lain akibat penambangan galian C itu bisa mengurangi lapangan pengerjaan. Sebab, jika lahan produktif tersebut dikeruk, maka petani akan sangat dirugikan. ’’Bayangkan saja, orang-orang sini kerjanya petani. Kalau seperti itu, warga juga kehilangan pekerjaan,’’ katanya. Dia menjelaskan, di satu desa saja ada empat titik lokasi penambangan. Para penambang tersebut berpindah ke tempat lain manakala sudah kehabisan pasir. ’’Mesin ini saja pindah dari lokasi lain ke sini, kan bisa merusak jalan,’’ katanya. Dia mengingatkan kembali, jika banyak penambangan pasir di Kecamatan Songgon. Padahal, tindakan tersebut nyata-nyata sangat merusak. ’’Kami minta pemerintah juga tegas dalam hal ini. Pokoknya, mulai sekarang tambang pasir tidak boleh lagi

bekerja. Titik,’’ tuntutnya. Ketua RT setempat, Abdullah, yang ikut dalam aksi tersebut menambahkan, pemilik lahan persawahan yang dijadikan objek galian itu juga bukan merupakan warga setempat. ‘’Sawah ini punya orang Wiayu, Kecamatan Songgon. Lihat saja, tanaman padinya masih hijau sudah dikeruk. Kan eman-eman,’’ katanya. Aksi massa tersebut membuat sopir backhoe tidak bisa berbuat banyak. Setelah membuka saluran irigasi, mereka kemudian meninggalkan lokasi. ’’Memang tadi malam masih bekerja. Tadi malam cuma kurang satu truk saja,’’ ujar sopir tersebut. Sementara itu, dalam aksi tersebut, sama sekali tidak terlihat petugas keamanan. Meski begitu, aksi warga yang dilakukan secara spontan itu tidak berlangsung anarkis. Agar penambang tidak melakukan aktivitas lagi, akses menuju lokasi pertambangan ditutup dengan bambu yang dipasang secara melintang. (ton/c1/als)

SONGGON – Resiko cukup berat terancam diterima Supriyanto, alias Supri, 23. Sebab, polisi akan menerapkan pasal berlapis kepada warga Kelurahan Singotrunan, Kecamatan Banyuwangi, yang terjerat kasus tindak pidana asusila tersebut. Dari hasil pemeriksaan oleh petugas Polsek Songgon, kuat dugaan Supri telah melanggar Pasal 81 atau 82 UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Selain itu, polisi juga menerapkan pasal 332 KUHP Tentang membawa anak di bawah umur tanpa seizin orang tua

atau wali. ‘’Kita juga terapkan pasal penculikan itu. Makanya, tempat kejadian perkara pertama kali terjadi di Desa Balak, Kecamatan Songgon,’’ ungkap Kasi Humas Polsek Songgon, Bripka Abdurahman, kemarin (13/9). Dengan penerapan pasal tersebut, kata dia, ancaman hukuman yang diterima tersangka Supri adalah 15 tahun

penjara. Paling tidak, sekurangkurangnya tersangka minimal terancam di penjara di atas 3 tahun. ’’Ancaman minimalnya 3 tahun penjara,’’ sebut Abdurrahman mewakili Kapolsek Songgon, AKP Ali Ashari. Sementara itu, polisi sudah melakukan visum terhadap korban. Selain itu, polisi juga sudah mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain pakaian yang dikenakan korban. ’’Baik tersangka dan barang bukti sudah kita amankan. Semua berkas sudah lengkap,’’ tandasnya. (ton/als)


KOMUNIKASI BISNIS

32

Jumat 14 September 2012

STIKES Bekali Mahasiswa Baru B A N Y U WA N G I –S e k o l a h Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Banyuwangi dalam menyambut mahasiswa baru dikemas dengan kegiatan-kegiatan positif. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan melalui Pengenalan Program Studi (PPS). Dalam seminggu mulai tanggal 3 hingga 8 September lalu, 207 mahasiswa baru STIKES mengikuti acara berupa pengenalan lingkungan kampus, pengenalan civitas akademika hingga pengenalan masingmasing program studi. Acara pembekalan itu juga diisi orientasi spiritual atau kerohanian, pada 7 September. Mulai pukul 15.00 hingga 21.00, acara itu dikemas dalam kegiatan seminar ESQ (Emotional Spiritual Question). Acara yang menghadirkan trainer lembaga TIPS Indonesia langsung dari Malang, Askan Setiabudi, itu memiliki tujuan untuk memberikan bekal kepada mahasiswa baru, agar memiliki kecerdasan emosional. Nantinya, bekal itu bisa berguna selama masa perkuliahan. Diharapkan, selama menimba ilmu di STIKES, mahasiswa

masing Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Lincahnya gerak tari, dramatisnya teater, kuatnya pencak silat, dan merdunya lantunan musik dipadu dalam malam inaugurasi. STIKES yang berlokasi di jalan Letkol Istiqlah 109 Banyuwangi memiliki 3 program studi, yaitu S-1 Keperawatan, D-3 Keperawatan, dan D-3 Kebidanan. Dengan letak geografis yang strategis, STIKES telah meISTIMEWA miliki asrama putri KEKOMPAKAN : Outbond salah satu pembekalan kepada mahasiswa baru dengan fasilitas lenguntuk melatih leadership. kap. Satu-satunya dapat mandiri, cerdas, dan langsung dari tim STIKES. Xpe- kampus yang dilengkapi sarana berakhlak. Tentunya, kelak bisa ria Training mengubah situasi asrama, rencananya akan dirmenghasilkan output, yang siap kampus STIKES menjadi ajang esmikan Bupati Banyuwangi berkompetisi di dunia kerja. outbond, yang lebih menantang, Abdullah Azwar Anas, Selasa Setelah dua hari berkutat lebih mendidik dan bisa mencip- (18/9) mendatang. dengan pembekalan materi di takan suasana leadership. Selain peresmian gedung baru, kelas, mahasiswa baru diajak Selanjutnya, puncak acara rencananya juga dilaksanakan menikmati segarnya udara di sekaligus menjadi momen penyerahan bantuan buku dan sekeliling kampus. Jumat (8/9) penutupan PPS, menampil- perlengkapan perpustakaan lalu, mahasiswa baru mengi- kan atraksi-atraksi spektakuler dari Pemerintahan Kabupaten kuti outbond dengan trainer dan menghibur dari masing- Banyuwangi. (adv/irw)

BANYUWANGI

secara gamblang dan sangat jelas, bagaimana meraih hal tersebut. Jadi bukan lagi sebuah impian untuk melaksanakan ibadah mulia ini. Anis mengikuti program THE MIRACLE OF BAITULL AH ini sejak Februari lalu. Kini tidak hanya bisa umrah gratis, namun Anis telah memiliki pendapatan hingga Rp 177 juta dengan jangka waktu kurang dari 6 bulan. “Selain bisa memberangkatkan umrah keluarga, saya bisa mengajak para tukang becak dan penjual mi bertamu di Baitullah. Sungguh miracle!,” ujar Anis. Untuk itu, silakan datang di seminar dan presentasi OPP, Sabtu mendatang. Informasi lebih lanjut hubungi Dra. Hj. Anis Kusniyawati di nomor 0812 5332 4861. Sekali lagi GRATIS! (adv/irw)

BANYUWANGI—Gerakan percepatan pemberantasan buta aksara di Banyuwangi menjadi tekad kuat Dinas Pendidikan (Dispendik). Untuk mengurangi angka buta aksara ini, Dispendik bersama UPT Dispendik se-Kecamatan Kota Banyuwangi bahu-membahu bekerja keras untuk menurunkan buta aksara. Hal itu disampaikan Kepala Dispendik Drs. Sulihtiyono melalui Kabid PNFI Drs. Adnan Kohar, MPd. Dikatakan, program gerakan percepatan buta aksara untuk meningkatkan IPM (Indeks Pembangunan Manusia). Selain melibatkan UPT se-Kecamatan Banyuwangi, pihaknya akan melibatkan organisasi masyarakat, seperti PKK, Fatayat dan Muslimat NU, serta lembaga pendidikan non formal PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Mengajar). Kohar menjelaskan, tingginya tingkat buta aksara di Indonesia disebabkan lima penyebab utama. Di antaranya, tingginya angka putus Sekolah Dasar (SD), beratnya kondisi geografis Indo-

nesia, munculnya penyandang buta aksara baru, pengaruh faktor sosiologis masyarakat, serta kembalinya seseorang menjadi penderita buta aksara. Pemberantasan buta aksara adalah pekerjaan tidak mudah, namun tidak mustahil untuk dilakukan. “Upaya pemberantasan buta aksara saat ini dilakukan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 5 tahun 2006 tentang Gerakan Nasional Percepatan Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun dan Pemberantasan Buta Aksara,” ungkapnya. Dispendik akan melakukan verifikasi penduduk di setiap kecamatan/desa hingga RT/ RW, lalu dikelompokkan di usia data. Strategi lain adalah penanganan program diprioritaskan pada daerah kantong penduduk buta aksara, menggalang kerja sama dengan berbagai orsosmas, LSM, lembaga pendidikan formal, serta melakukan pengujian hasil belajar berdasarkan standar yang dibakukan (aksara dasar, lanjutan, dan mandiri). (adv/irw)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

DENPASAR

BANYUWANGI

• Cellular World •

ISTIMEWA

ISTIMEWA

Dra. Hj. Anis Kurniyawati

• Rumah 2 Lantai •

• Hotel Dikontrakkan •

• Admin •

Dikontrakkn HOTEL ANDA, Jl. Basuki Rahmat 34, cck utk usaha. H: 081233034703

Sebuah perusahaan membutuhkan segera Tenaga Admin, syarat: Wanita, lulusan SMA/sederajat, usia max. 25 th. Hubungi: 085236627246

• Tenaga Poltek Mesin •

BANYUWANGI

Dibutuhkn sgr Tng D3 Poltek Mesin, skill pmesinan, pglmn 3th, kirim ke HRD PT Blambangan Foodpackers Indonesia, Jl. Sampangan 1 Muncar. H: 0333 593479

• Rogojampi 740m2 •

• Jajag 1500m2 •

• Karyawan Distro •

Dijual tanah LT 740m2 sebelah terminal Rogojampi harga 250 juta (nego) Hub. 081338333153, strtegis, mobil bs msuk

Tanah dijual daerah Jajag, L 1500m2 (30x50m), bisa untuk ternak ayam, sebelah sudah ada kandang, harga 80 juta nego. Hubungi: Edy 085 258 751 525

Dbthkn sgr Krywan Distro: (Pramuniaga), min SMU, mess, bsdia dtmptkn luar kota. Tmg Admin (pnglmn), sales/ marketing. Hub: Amugerah (sltn Untag) Jl. Agus Salim Bwi. Tlp: 0333427190 / 087755894440

• Karangrejo 850m2 •

KERJASAMA: Adnan Kohar (kiri) berbincang dengan Fatayat NU untuk menjalin kerja sama memberantas buta aksara di Banyuwangi.

Dorong Berantas Buta Aksara

Djl rmh 2Lantai Jl. Adi Sucipto LT 1742m2 LB 600m2 Strategis Hub. 08123461944

BANYUWANGI

Perhiptani Bertekad Pacu Produksi Beras BANYUWANGI - Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penyuluh pertanian dalam rangka penerapan teknologi yang dianjurkan dari hasil penelitian maupun teknologi spesifik lokasi, sehingga tercapai target produksi beras. Itulah topik hangat pertemuan teknis penyuluh pertanian se-Kabupaten Banyuwangi, pada Kamis (13/9) di Restaurant Mahkota Plengkung Kecamatan Kalipuro. Pertemuan itu dihadiri 200 undangan dan dikemas halal bihalal keluarga besar anggota Perhiptani. Acara yang dirangkai pemberian santunan yatim piatu itu dihadiri Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko; Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan Banyuwangi H. Ikrori Hudanto; Dinas Peternakan, dan Kantor Ketahanan Pangan. Para PNS dan THL-TB se-Kabupaten Banyuwangi sebagai anggota Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) juga hadir. Dari kalangan ulama, ada KH. Ali Makki Zaini. Sedangkan narasumber Dr. Suryo Wiyono dari Laboratorium Hama dan Penyakit Institut Pertanian Bogor. Ketua panitia Sunaryo, SP dalam sambutannya mengatakan, kegiatan itu bertujuan menciptakan media silaturahmi antara Pemkab Banyuwangi dengan penyuluh pertanian se-Kabupaten Banyuwangi. Ajang itu menjadi motivasi bagi penyuluh pertanian dalam melaksanakan tugas mulia demi tercapainya swasembada pangan. Dikatakan, tahun 2012, Pemkab telah menerima piagam penghargaan dari Presiden RI atas keberhasilan dalam peningkatan produksi padi di atas 5 persen pada tahun 2011. Yaitu, produksi padi sebesar 803.323 ton gabah kering giling (GKG) atau setara 507.749 ton beras dengan surplus besar sebesar 337.749 ton. Berkaitan dengan hal itu, sejumlah fasilitator pertanian,

The Miracle of Baitullah BANYUWANGI–Impian setiap muslim adalah bertamu ke rumah Allah. Namun bukan sesuatu yang mudah untuk menuju Baitullah, Arab Saudi. Pastinya langsung terbersit berapa biaya yang dibutuhkan? Apalagi mungkin salah satu dari kita merasa memiliki pendapatan yang boleh dibilang cukup atau malah minim. Banyak jalan menuju Roma, itulah yang menjadi sumber inspirasi pada seminar yang akan diselenggarakan pada Sabtu (15/9) besok. Acara bertempat di Hall Pondok Wina, Jalan Basuki Rachmat, Banyuwangi, mulai pukul 13.00 WIB. GRATIS. Dengan pembicara Dra Hj. Anis Kusniyawati, yang akan membeberkan bagaimana bisa melaksanakan umrah atau haji dengan biaya minim. Bahkan hingga meraih rukun Islam ke-5 tersebut secara gratis. Tanpa mengeluarkan biaya sama sekali. Arminareka Perdana sebagai penyelenggara Umrah dan Haji Plus yang berkolaborasi dengan Kanz Berjaya Internasional bisa memberikan solusinya. Arminareka Perdana dengan no izin umrah : D/142 tahun 2009 pada 15 Mei 2012 lalu telah memberangkatkan 3000 jamaah umrah plus. MIRACLE-nya, separonya atau 1500 jamaah umrah plus tersebut adalah GRATIS. Melalui seminar dan presentasi Sabtu mendatang, Dra Hj. Anis Kusniyawati, yang juga pengusaha properti dari Jogjakarta itu akan menerangkan

TOHA/RaBa

PERTEMUAN: Dari kiri: Ikrori Hudanto, Wabup Yusuf Widyatoko, Ali Makki Zaini menghadiri halal bihalal di RM Plengkung, kemarin.

• Tanah SHM 2265m2 •

BU Tanah dijual, lok Karangrejo Bwi, LT 850m2, hrg 230jt. Rmh Dkontrakkn d Kertosari Bwi, 2,5jt/thn. Hub.08813606165, 081353581017

Jual tanah SHM, LT 2265m2, strategis pinggir jalan Pantura Stb-Bwi. Serius hubungi 087757973796

• Bulusan + 2,4 Ha •

• Kalipuro 11x20m •

Tanah di pnggir pantai L + 2,4 Ha, sebelah slatan MBP Bulusan 1jt/m2. 081353027992

D i j u a l t a n a h , 1 1 X 2 0 m K a l i p u r o, Banyuwangi. Harga jual 50 juta (nego). Lokasi strategis 50m dari Jln Raya (sebelah perum Kalipuro Asri). Hub Edi:081234989440/085859857994.

BANYUWANGI

DENPASAR • Cellular World • Kesempatan berkarir di Bali, dibutuhkan, SPG/SPB, pendidikan min. SMU/ sederajat. Tinggi min 160cm dan 170cm, komunikatif, pendapatan Gaji + bonus + asuransi kesehatan. Plus Mess karyawan. CV lengkap kirim ke Cellular World, Jl. Teuku Umar no. 60 Denpasar Bali PO BOX 80114. Info lebih lanjut Hubungi: HRD (0361) 8522669

Kesempatan berkarir di Bali, dibutuhkan, Cashier, pendidikan min SMK Akuntansi/ sederajat, umur max 27 tahun. Staff IT, pendidikan min D2 Teknik Informatika, Pria. Lamaran dikirimkan ke Cellular World, Jl. Teuku Umar no. 60 Denpasar Bali PO. BOX 80114. Info lebih lanjut hubungi: HRD (0361) 8522669

SEKABUPATEN: Sunaryo (tengah) didampingi sekretaris acara Adi Winarno.

seperti petugas penyuluh pertanian yang berjumlah 127 orang PNS dan THL- TBPP (Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian) yang berjumlah 56 orang mengadakan pertemuan kepada kelompok tani dengan berbagai metode. Sebulan sekali, gabungan kelompok tani (Gapoktan) sebanyak 203 dari masingmasing desa atau BPP (Balai Penyuluhan Pertanian) bertemu di kantor BPP, setiap hari Rabu. Mereka memiliki tugas untuk mengubah pengetahuan, sikap, dan keterampilan (PSK) petani melalui pendidikan non formal. Caranya melalui sistem kerja laku (latihan dan kunjungan), setiap dua minggu sekali. “Dengan peran fasilitator ini diharapkan para petani dapat mengidentifikasi potensi wilayah, menganalisa penerapan teknologi spesifik lokal hingga mampu memecahkan masalah,” kata Sunaryo. Wabup Yusuf dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas peran serta penyuluh pertanian, sehingga tahun 2011 Banyuwangi mendapatkan penghargaan dari presiden. Karena dinilai mampu memproduksi beras di atas 5 persen. Dikatakan, Banyuwangi merupakan salah satu lumbung pangan nasional yang memiliki peran strategis dalam memberikan kontribusi pangan nasional. Seiring dengan ini,

Pemkab berupaya membuka sawah baru (eks sawah telantar), gerakan peningkatan produksi pangan berbasis korporasi, pengembangan/ penyediaan benih dan pupuk, pengembangan sarana irigasi, hingga peningkatan paket teknologi spesifik lokal melalui penyuluhan. “Mudahmudahan, setiap tahun kita bisa mempertahankan produksi padi,” kata Wabup Yusuf. Sementara itu, narasumber Dr. Suryo Wiyono dalam paparannya menjelaskan, masalah “Pertanian Ekologi Padi, Mungkinkah? Menurutnya, pertanian ekologis harus difokuskan pada pengembangan pertanian organik. Petani belajar bersama mengembangkan sistem pertanian yang mempertimbangkan unsurunsur agro-ekosistem dan memanfaatkan sebanyak mungkin potensi lokal yang ada di desanya. Petani belajar bagaimana mengembangkan teknik budidaya tanaman yang alami dan sehat. Baik bagi diri mereka maupun lingkungan.  “Pertanian ekologis difokuskan pada penganekaragaman tanaman padi. Petani bisa belajar bersama mengembangkan varietasvarietas tanaman, khususnya padi dan sayuran, dengan cara menyilangkan antar varietas lokal untuk mendapatkan varietas baru sesuai keinginan petani,” katanya. (adv/irw)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Daihatsu Promo •

• Kijang Grand Extra ‘93 •

• Promo Daihatsu •

Miliki All new Xenia DP mulai 25 jutaan, Terios, Sirion, Luxio, Gran max DP mulai 15 jutaan. Info Daihatsu terbaru hubungi: Hadi 081 233 432 555 / 0815 5970 5555

Kijang Grand Extra ‘93 1,5CC, abu2, a/n sndiri, terawat mulus, H. 68jt. 081336351669

Promo Daihatsu Disc. bsar2an, ready stock Xirion, disc 7jt, Terios, Grandmax disc 5jt, Luxio 8jt. Dptkn hdiah di bln Sept. Hub: Vira 081336244377

• Nissan Grand Livina ‘07 •

• GrandMax 09/11 •

• Suzuki Grand Vitara ‘08 •

Dijual Nissan Grand Livina XVI tahun 2007 abu-abu metalik, harga 152,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Daihatsu Gran Max S401 RP PMREJJ HA (pick-up) th 09/011 1,5cc/1.3cc, hrg 77,5 jt / 85 jt nego, brg istmw, bisa cash/kredit, H: (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Suzuki Grand Vitara JLX MT (Jeep) tahun 2008 merah metalik, harga 175 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub: (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Toyota Kijang ‘98 •

• KIA Picanto ‘05 •

• Nissan X-Trail ‘06 •

Dijual Toyota Kijang Stenin kf 70 spr tahun 1998 hitam, harga 72,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual KIA Picanto MT tahun 2005 abuabu metalik, harga 90 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Nisan XTrail tahun 2006 silver stone, istimewa, type STT ful audio, jok kulit nopol cantik asli (P) BWI harga nego, hubungi: (0333) 393036 - 082140769069

BANYUWANGI • STNK • Hlg STNK Nopol P 6246 YC, an. Suhadi, Paembon RT02/04 Sambirejo, Bangorejo Hlg STNK Nopol P 2598 VC, an. Hariyanto, Krajan Barat RT02/02 Singojuruh Hlg STNK Nopol P 4957 YU, an. Timbul Ansori, Sukolilo RT02/02, Sukomaju, Srono Hlg STNK Nopol P 3438 VM, an. Tamam Fauzi, Lingk. Papring RT03/02 Kalipuro Hlg STNK Nopol P 2644 ZJ, an. Furqon Hidayat, Krajan RT01/01 Badean, Kabat Hlg STNK Nopol P 3884 UM, an. Sudiono, Gentengan RT02/02 Singonegaran

• Jl. Agus Salim • Dijual Ruko 2Lt, lok Jl. KH. Agus Salim blkg Untag, Bwi. Hub: 081233669969

• Toko + Rumah Genteng • Djl Toko+rumah tkt2, full prabot, strtgs. Jl. Kembar Lt 310/490m2, uk. 10x31m, marmer, ksn jati, Tk Sriwijaya Jl. Gajahmada 274 Gtg-Bwi. H. Sugiarto 081233499888, 03170338181

SITUBONDO • Ruko & Tanah • Ruko + GD 3240 m2 Jl. Argopuro 15B Stb, Ruko 205 m2 & tnh 3360m2 dkt “ROYAL” Mrt. Tnh TG 25750m2 PNJKDL, samping sungai. Tnh 9600m2 Jl.Ry. Bwi KM 17 STB Arjasa. Tnh KP 10x20 (30jt) Jl. Ry Arjasa. H. 082333008871

BANYUWANGI • Global CCTV • Ingin rumah Anda dipantau dari luar kota melalui handphone? Global CCTV menerima service dan pemasangan CCTV. Hubungi: 08121626627 (call/SMS)

• Terapi Doa • Dengan ridho Allah terapi doa membantu anda menyembuhkan penyakit Diabetes, hipertensi, stroke jantung koroner, dll. Tidak terbukti, tidak bayar. Insya Allah. Hub: 081336740396

• Travel Tosa • Travel Tosa, Sbya/Juanda/Jember/Bwi. Hubungi: 0333 - 880029 / 081336252165

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak ber tanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan baris secara resmi di Radar Banyuwangi.


OPINI

Jumat 14 September 2012

AGENDA KOTA

Lomba Kirab Drum Band LOMBA kirab drum band se Kabupaten Banyuwangi akan digelar Paguyuban Wali Drum Band Gita Swara SMP Negeri I Genteng, pada Minggu (16/9) mulai jam 13.00 WIB. Kategori yang dilombakan untuk tingkat SD non bras, SMP bras, dan SMA bras. “Pendaftaran masih dibuka di sekretariat SMP Negeri 1 Genteng hingga Sabtu besok (15/9),” kata Sucipto, MPd, sekretaris panitia. (*)

Lomba Paduan Suara Pelajar LOMBA paduan suara lagu nasional tingkat pelajar SMP dan SMA atau sederajat, diadakan oleh MKKS, DHC’45, Pemuda Panca Marga, dan Seksi Lomba HUT RI ke-67 Pemkab Banyuwangi. Babak penyisihan akan dihelat di Gedung Juang ’45, pada 15 September 2012. Final ditampilkan dalam car free day di Ruang Terbuka Hijau Taman Makan Pahlawan Wisma Raga Satria, pada 16 September. Acara final itu dirangkai dengan penyerahan trofi pawai sepeda hias dan karnaval. (*)

KRIMINALITAS

37

Men-santri-kan PSK Banyuwangi Berilah tongkat kepada orang buta Berilah makan kepada orang yang kelaparan Berilah pakaian kepada orang yang telanjang Berilah tempat berteduh kepada orang yang kehujanan. BAIT tersebut adalah terjemahan dari Lirik syair ajaran mengenai hidup bermasyarakat yang diajarkan oleh Sunan Drajat, salah seorang Walisongo. Ajaran yang diberikan pada pertengahan abad ke-16 itu adalah sebuah upaya mengangkat martabat manusia agar lebih beradab, baik urusan moral maupun kemaslahatan lain. Persoalan moral adalah persoalan yang mirip roda berputar; akan kembali dan terjadi pengulangan di kemudian hari. Saat ini di Banyuwangi, sebuah upaya mengentaskan sekelompok masyarakat dari kubangan lumpur sosial telah dilakukan oleh pemerintah. Untuk menjadikan Banyuwangi yang lebih bermartabat, pemerintah melakukan penutupan lokalisasi di sejumlah tempat. Berbagai elemen masyarakat pun banyak yang mendukung langkah pemerintah ini, tidak ketinggalan ormas Islam. Jika

hal ini merupakan sebuah keyakinan untuk menjadikan Banyuwangi lebih baik, maka tidak ada salahnya kita semua juga mendukungnya. Tentunya niat yang baik ini harus disertai semangat dan etos kerja yang baik pula, jangan sampai langkah yang ditempuh menimbulkan persoalan baru yang justru menambah pelik keadaan. Langkah yang telah ditempuh pemkab—dengan dukungan berbagai ormas Islam—berupa penutupan lokalisasi memang patut diacungi jempol, setidaknya ini lebih ampuh dari sekadar memasang CCTV di sudut–sudut lokalisasi. Namun demikian, menutup lokalisasi tidaklah sama dengan menutup sebuah brankas berisi uang, yang mana setelah tertutup akan terjamin keamanannya. PSK sebagai warga penghuni lokalisasi juga merupakan bagian masyarakat yang membutuhkan penghidupan seperti halnya orang lain pada umumnya. Hanya saja mereka masih kurang beruntung dengan apa yang telah mereka lakukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Lokalisasi selain sebagai tempat tinggal juga merupakan lahan tempat mereka mencari penghidupan.

O l e h

A. SHULHAN HADI * Maka akan timbul pertanyaan, setelah rumah dan tempat kerja mereka ditutup, akankah mereka mencari tempat baru untuk pekerjaan yang sama? Bagaimanapun juga, lokalisasi ibarat rumah bagi PSK. Rumah merupakan surga bagi penghuninya. Begitu juga lokalisasi, setidaknya tempat itu pernah menjadi “surga” bagi mereka walau hanya sementara waktu. Penutupan lokalisasi yang ditengarai akan menyelesaikan persoalan sebenarnya juga menimbulkan beberapa kekhawatiran. Kekhawatiran pertama pada persoalan kesehatan, selama ini para tenaga kesehatan maupun aktivis peduli aids bisa dengan mudah mengadakan penyuluhan kepada PSK dan kelompok rentan di lokalisasi bersangkutan. Yang kedua kekhawatiran pada persoalan sosiologis masyarakat dan psikologis mantan PSK, ketika PSK memutuskan kembali ke kampung halamannya, terpaan cacian dari masyarakat harus dihadapinya. Kalau pun identitas para PSK bisa disembunyikan, tidak menutup kemungkinan

suatu saat akan terungkap dan ini juga menimbulkan potensi penolakan dari masyarakat.

Pesantren sebagai tempat penyembuhan Menjadi PSK memang tidak benar secara norma agama maupun norma susila. Namun demikian, mereka juga bukan orang salah yang bisa diselesaikan dengan dihukum semata. Lebih tepat PSK adalah seorang pesakitan. Seorang pesakitan yang harus disembuhkan, penyembuhan harus dari diri sendiri dan didukung lingkungan sekitar. Menjadi tanggung jawab sekaligus kewajiban masyarakat adalah ikut mengupayakan penyembuhan dengan tepat dan cepat. Saat persoalan kesehatan, ekonomi telah diupayakan penyelesaiannya, yang tidak boleh dilupakan adalah persoalan dukungan moral. Dalam hal ini pembiasaan penguatan spiritual yang baik sangat dibutuhkan, terutama dari lingkungan dan teman. Para pesakitan ini memerlukan tempat terapi yang memiliki sistem 24 jam dan lingkungan yang mendukung. Pesantren sepertinya menjadi pilihan tepat sebagai tempat pembangunan mental dan ke-

terampilan pasca penutupan tempat kerja mereka sebelumnya. Menempatkan pesakitan ke dalam pesantren merupakan sebuah loncatan tinggi yang luar biasa, dengan harapan langkah ini bisa menjadikan pesakitan berubah menjadi insan yang sehat walafiat. pesantren akan menjadi Madinah bagi para muhajirin ini—tanpa menjadikan tempat mereka sebelumnya sebagai Makkah—dengan demikian Keampuhan pesantren dalam mendidik masyarakat selama berabad-abad akan semakin terbukti. Apalagi sejak Dulu Banyuwangi telah tercatat memiliki puluhan pesantren yang reputasinya tidak perlu diragukan. Hidup di pesantren diharapkan bisa menjadi terapi bagi mereka sebelum kembali ke tengah masyarakat. Dengan demikian stigma negatif yang melekat pada diri mereka bisa hilang oleh aura positif dunia pesantren. Selain itu, selama di pesantren para pesakitan ini bisa belajar berbagai keterampilan yang nanti bisa digunakan sebagai tambahan bekal saat menjalani kehidupan yang baru. *) Aktivitas PC IPNU Banyuwangi.

EKO SAPUTRO/RADAR JEMBER/JPNN

GOSONG: Di lokasi kejadian, polisi menemukan sumbu dan sebuah botol yang diduga bekas minyak untuk membakar mobil Kades Koncer Kidul, Kecamatan Tenggarang ini.

Mobil Kades Dibakar BONDOWOSO - Teror pembakaran mobil kembali menghantui Bondowoso. Korban kali ini adalah Musawir, seorang Kepala Desa (Kades) Koncer Kidul, Kecamatan Tenggarang. Pada Kamis (13/9) dini hari kemarin sekitar pukul 02.30 kemarin, sebuah Isuzu Panther warna merah nopol P 845 BZ yang diparkir dalam garasi rumahnya, di Desa Koncer Kidul dibakar orang tak dikenal. Mobil tersebut rusak berat terutama di bagian belakang. Semua kursi ludes dilalap api. Masih beruntung, korban dan beberapa tetangga segera terbangun saat api berkobar. Sehingga berhasil mengantisipasi kebakaran yang jauh lebih parah. Korban yang ditemui di rumahnya kemarin mengaku, sebelum kejadian, baru saja tertidur setelah mendatangi rumah salah satu warganya yang kehilangan sepeda motor. Namun baru terlelap, tiba-tiba ada suara yang membangunkan dirinya, diselingi bau seperti benda terbakar. ”Saya langsung bangun,” katanya. Musawir pun menuju ke kamar ibunya yang sudah berusia lanjut. ”Karena ibu saya ini sudah renta, maka saya tolong lebih dulu,” katanya. Saat menolong ibunya ini, korban mendengar suara hirukpikuk di luar halaman rumahnya. ”Orang-orang mengatakan, mobil Pak Tinggi (Kades, Red) terbakar. Sehingga, setelah menolong ibu saya langsung berlari keluar rumah,” jelasnya. Di luar dia melihat, bagian belakang mobil sudah hangus terbakar. Selanjutnya Musawir dibantu para tetangga mengambil air dengan timba untuk memadamkan api itu, agar kebakaran lebih parah bisa diantisipasi. Sementara AKP Ichwanto, Kasubag Humas Polres Bondowoso dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya masih mengumpulkan bukti- bukti dan saksi untuk dimintai keterangan. ”Kami belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran mobil tersebut, jadi kita hasil penyelidikan polisi,” katanya. (eko/esb/c1/hdi/jpnn)

PERJUDIAN

BARID ISHOM/RADAR JEMBER/JPNN

BUKTI JUDI: Beberapa bukti sepeda motor dan ayam berhasil diamankan aparat kepolisian dari arena judi.

Arena Sabung Ayam Diobrak JEMBER – Meski sudah banyak arena judi diobrak aparat kepolisian, namun hal itu tidak membuat para pejudi sabung ayam di Dusun Kedunglangkap, Desa Kraton, Kecamatan Kencong takut. Buktinya, masih saja warga yang menggelar judi sabung ayam. Tak pelak, polisi segera bertindak dan langsung mengobrak arena judi tersebut. Sayangnya saat penggerebekan berlangsung, polisi gagal menangkap pelaku judi. Saat polisi datang, pejudi semburat dan berusaha melarikan diri. Petugas hanya berhasil mengamankan empat unit sepeda motor milik pejudi. Termasuk menemukan beberapa kurungan dan tiga ekor ayam jago yang digunakan untuk aduan. “Baik pejudi dan beberapa penonton langsung semburat ke arah persawahan. Ini membuat anggota kesulitan menangkap pelaku,” kata AKP Ma’ruf¸ Kapolsek Kencong, kemarin. Dijelaskan, lokasi arena judi sabung ayam berada di tengah sawah. Ketika ada polisi datang, para pejudi keburu mengetahui, sehingga berhasil kabur sebelum dibekuk. Informasi koran ini menyebutkan, penggerebekan dilakukan polisi, menyusul laporan warga yang merasa resah karena arena persawahan di Dusun Kedunglangkap, dijadikan arena perjudian. Hampir setiap hari, banyak warga dari luar desa yang dating untuk sabung ayam. Atas kenyataan itulah, warga kemudian melaporkan hal tersebut kepada polisi. ”Warga takut judi akan merusak moral masyarakat. Apalagi arena judi itu tidak pernah sepi,’’ kata AKP Ma’ruf lagi. (rid/c1/wnp/jpnn)

Pudarkah Dasar Negara dari Jiwa Kita? APA sebenarnya makna dasar negara? Kata dasar berarti fondasi atau landasan, dan negara berarti kesatuan hukum yang terdiri atas wilayah, rakyat, pemerintahan dan kedaulatan. Dengan demikian, dasar negara adalah pedoman atau panduan dasar kehidupan bersama dalam sebuah negara. Dengan adanya panduan tersebut, setiap orang memiliki pijakan bertindak dalam kerangka hidup bernegara dan bermasyarakat. Dalam filososofische groslag (dasar negara) bangsa Indonesia yang terdiri atas 5 sila, benar-benar terkandung makna yang begitu besar, baik dalam perjuangan bangsa Indonesia maupun dalam kehidupan bangsa Indonesia kelak. Namun, apakah 5 sila yang penuh makna tersebut sudah dapat berjalan sesuai apa yang diinginkan Pancasila itu sendiri? Rasanya semua itu belum tercapai. Mengapa demikian? Negara dapat maju dan

berkembang didasari atas sistem dalam negara tersebut dan tidak lepas juga dari peran serta warga negara. Lalu, apakah kedua unsur tersebut sudah menuju ke jalan yang ditunjukkan oleh sila-sila Pancasila? Jika sudah, mengapa masih banyak kelabilan-kelabilan yang muncul di negara tercinta ini yang diakibatkan akibat moral bangsa yang semakin merosot? Moral individu dan moral kelompok, baik kelompok besar maupun kecil, dapat mempengaruhi kemajuan negara ini. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah ideologi sudah hilang dari jiwa bangsa Indonesia? Melihat begitu banyaknya penyimpangan-penyimpangan yang terjadi, seolah kita lupa bahwa bangsa ini memiliki falsafah besar. Kesalahan demi kesalahan kerap kita lakukan, baik oleh individu maupun kelompok, baik besar maupun kecil, baik sederhana

O l e h

HABIBAH NUR ABIDAH * maupun kompleks, baik sadar maupun tidak sadar. Jika kita kritisi satu per satu sila-sila Pancasila, pasti akan diketahui bahwa sesungguhnya kita saat ini telah melakukan banyak penyimpangan. Mari kita ambil contoh tentang hal ini. Ketuhanan Yang Mahaesa, misalnya. Apa kita sudah sejalan dengan sila pertama tersebut? Rasanya belum, masih banyak di antara kita yang kurang sadar dalam berketuhanan. Coba kita tengok sedikit di sekitar kita, masih banyak pencopet, perampok, maling, bahkan pembunuhan. Apakah itu etika orang yang berketuhanan? Lalai salat bagi umat Islam? Lalai berdoa? Apakah semua kelalaian itu pantas dilakukan dengan alasan sibuk di kantor? Sibuk

mengurusi rumah tangga? Banyak tugas sekolah atau karena lelah? Apakah pantas? Dari situ kita sudah bisa melihat bahwa sangat sulit membawa diri pada sebuah kebajikan. Jika kita tidak bisa membawa diri kita sendiri, bagaimana kita bisa membawa tanah air ini? Tentu hal itu sangat mustahil. Contoh lain, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Sisi manakah di negeri ini yang dapat dikatakan sebagai sebuah keadilan? Apakah hukuman untuk pejabat tinggi lebih ringan dibanding hukuman untuk rakyat kecil itu dapat dikatakan sebagai keadilan? Padahal, kesalahan-kesalahan rakyat kecil sering kali lebih ringan dibanding kesalahan pejabat tinggi. Apakah itu sebuah keadilan? Jika kita ulas semakin dalam, akan semakin banyak persoalan-persoalan yang kita temukan, yang tidak sejalan dengan Pancasila. Seharusnya sebagai manusia bermoral, kita harus

lebih kritis dalam menyikapi gejala-gejala ketidakharmonisan Pancasila dengan bangsa ini. Sehingga, kita akan membuka diri selebar-lebarnya untuk selalu berbenah, baik secara individu maupun kelompok. Kita sebagai generasi penerus bangsa ini adalah yang menjaga dan melindungi bangsa ini, bukan malah menghancurkannya. Demi mempertahankan nama baik dan jati diri Ibu Pertiwi, kita juga harus menciptakan generasi-generasi penerus yang bermoral. Itu bisa dimulai dengan cara membentuk sikap tanggung jawab terhadap diri sendiri. Kita harus disiplin, mandiri, dan sadar terhadap kepemilikan bangsa ini sedini mungkin. Disadari ataukah tidak, memulai perubahan diri sendiri sangatlah besar pengaruhnya terhadap perubahan bangsa bahkan dunia. *) Siswa XI SMAN 1 GIRI.

Mengukur Hasil Pendidikan terhadap Anak ANAK merupakan anugerah Allah SWT yang paling berharga. Mengapa? Kehadirannya adalah sebuah misteri. Banyak orang tua yang mengharapkannya, tapi tak kunjung diberi. Oleh karena itu, mereka berupaya secara sadar bagaimana cara mendapatkannya. Tidak jarang, ketika berbagai usaha gagal, mereka menempuh upaya terakhir, yaitu dengan mengambil anak orang lain untuk diasuh. Atau, bahkan secara resmi dijadikan sebagai anak angkat dengan cara meminta penetapan Pengadilan Agama. Pada saat yang sama, ada yang sangat mudah memperolehnya. Bagi yang mudah memperoleh, yang menjadi problem bukan bagaimana cara mendapatkan anak, tapi bagaimana cara mencegah timbulnya kelahiran. Berbagai upaya dilakukan agar tidak hamil. Motif seseorang untuk mendapatkan anak memang beragam. Ada yang sekadar untuk garansi hari tua, ada yang bertujuan mendapat keturunan demi meneruskan cita-cita orang tuanya, dan motif-motif lain. Argumen apa pun mengenai alasan mendapatkannya, yang jelas, anak bukan sekadar anugerah, tapi lebih dari itu, yaitu amanah Allah SWT. Dalam Alquran, anak merupakan perhiasan hidup; “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia… (QS. al-Kahfi: 46)”. Alquran juga menyebut bahwa anak juga merupakan “fitnah” sekaligus lahan mendatangkan pahala yang besar kelak di akhirat. Agar anak menjadi investasi pahala, maka setiap orang tua harus mendidiknya secara baik dan benar. Alquran mengingatkan; “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang

mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar (QS. an-Nisaa’: 9)”. Allah juga mengingatkan; “Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka (At-Tahrim: 6)”. Rasulullah SAW juga telah memberikan petunjuk; “Kewajiban orang tua atas anaknya adalah memberikan nama yang baik, mendidiknya, dan mengajarinya berenang, dan memanah”. Rasulullah juga mengingatkan agar kita memperhatikan keberadaan anakanak kita. Sebab, mereka diciptakan untuk suatu masa yang berbeda dengan masa kita. Atas alasan itulah kita sepakat bahwa anak sejatinya merupakan investasi yang luar biasa besar. Untuk keperluan itu, kita harus berupaya melakukan apa saja demi investasi tersebut. Salah satu upaya kita adalah menjadikan anak-anak kita sebagai manusia cerdas dengan memberikan pendidikan yang cukup. Pertanyakan kita, sudah tepatkah upaya kita mencerdaskan anak-anak kita? Seorang pakar dari Harvard University, Dr. Howard Gardner menyampaikan, bahwa kita tidak hanya menuntun anak mencapai tujuan dengan kecerdasan yang hanya berbasis IQ. Menurutnya, ada kecerdasan-kecerdasan lain yang perlu kita perhatikan.

Cerdas Berbahasa Adalah kemampuan anak dalam mengutarakan maksud atau berkomunikasi tertentu secara tepat dan runtut. Pada anak-anak, ini diawali dengan kemampuan verbal. Semakin meningkat usia anak kemampuan komunikasi dalam bentuk tulisan akan meningkat. Orang tua mesti telaten membimbing agar cerdas dalam berbahasa. Anak dengan kecerdasan

O l e h

HJ. SUPARMI * lebih dalam berbahasa akan tampak pada kesukaannya dengan mengarang, membaca, berdiskusi, hingga berpidato di depan umum.

Cerdas Berlogika dan Berhitung Adalah kemampuan anak dalam menalar sesuatu. Pada anak-anak ini misalnya dimulai dengan mengurutkan atau mengklasifikasi sesuatu. Kemudian anak mulai mengenal banyak, sedikit dan mengenal jumlah. Termasuk dalam masalah logika juga, si anak mulai mengenal baik dan buruk dengan lebih tajam yang menjadi salah satu modal kecerdasan religius. Hubungan sebabakibat juga menjadi bagian kecerdasan ini. Anak dengan kecerdasan lebih dalam berhitung akan tampak pada kesukaannya dalam permainan strategi (misalnya catur), mainan puzzle logika (misalnya Rubik’s Cube), serta memiliki ketepatan dan kecepatan dalam menyelesaikan soal-soal matematika.

Cerdas Berimajinasi Ruang Adalah kemampuan anak untuk menggambarkan ruang tiga dimensi dalam benaknya. Keterampilan anak bermain lego (mainan 3 dimensi) atau kesukaan anak dengan acaraacara bermanfaat di televisi menjadi awal pengembangan kecerdasan ini. Kesenangan menggambar atau bentuk visualisasi pada media komputer menjadi salah satu ciri kecerdasan spasial.

Cerdas Bernada dan Berirama Adalah kemampuan anak untuk mengenal harmoni nada

dan ketukan (ritme) lagu. Anak dengan potensi musikal ini tampak sangat senang dengan lagu atau musik dan dengan cepat dapat mengikuti lagulagu yang baru. Jika kecerdasan ini terus dilatih daya olah vokal anak akan meningkat dan bila diperkenalkan dengan alat musik, maka kemampuan motoriknya akan cepat menyesuaikan diri dan mengekspresikan kecerdasan dalam produk musik.

Cerdas Bergerak Adalah kemampuan anak untuk menggerakkan tubuhnya dengan serasi. Anak-anak dengan kecerdasan ini tampak pada kegemarannya dengan olah raga, misalnya bela diri, berenang, bulu tangkis atau sepak bola. Permainanpermainan di taman kanakkanak banyak diciptakan untuk membuat badan terlatih dengan gerakan-gerakan yang sulit. Untuk mengembangkan potensi kecerdasan mengatur tubuh hendaknya anak kita cukup diberi kesempatan berada di ruang luas dan diberi berbagai alat olah raga yang mendukung. Kemampuan drama juga membutuhkan kecerdasan kelenturan tubuh, sebab gerakan, ucapan dan emosi jiwa mesti diatur secara harmonis.

Cerdas Berinteraksi Sosial Kecerdasan ini tampak pada anak pada saat berinteraksi dengan kawan-kawannya. Bagi orang beriman, kemampuan bersosial sangat erat dengan kecerdasan religius. Sebab, agama mengajarkan untuk berbuat baik dan saling menolong dengan sesama manusia. Sifat mudah diterima dan bahkan disenangi temanteman menjadi salah satu parameter awal untuk mengukur kecerdasan ini. Sesungguhnya anak akan melihat bagaimana orang tua mereka bersikap terhadap

masyarakatnya. Anak yang penyantun dan dermawan akan sangat mungkin muncul dari keluarga yang penyantun dan dermawan. Anak yang ramah dan mudah bergaul akan sangat mungkin lahir di keluarga yang juga ramah dan mudah bergaul di masyarakatnya. Untuk membangun kecerdasan sosial anak sudah dibiasakan mengikuti kegiatankegiatan sosial sejak kecil. Mereka juga mesti sering diajak berdiskusi dalam memecahkan permasalahan yang dihadapinya.

Cerdas Berkontemplasi dan Membaca Diri Adalah kecerdasan seorang anak dalam memahami kondisi jiwanya. Kecerdasan jenis ini mungkin termasuk yang sulit diukur pada anak. Akan tetapi kecerdasan membaca diri membuat seorang anak lebih tenang dalam menghadapi masalah. Rasa self confidencenya terbangun dengan baik. Perhatikanlah ketika anak kita sedang menghadapi masalah. Seorang anak umumnya akan meledak emosinya. Apakah dengan menangis atau dengan marah-marah. Kondisi seperti sebetulnya kondisi di mana anak confuse dengan gejolak emosinya. Sebagai orang tua kita harus membimbing anak pada saat-saat seperti itu. Caranya, dengan menenangkan gejolak emosinya, memintanya mengutarakan permasalahan yang tengah dihadapi dan kemudian membantunya memecahkan masalah itu lewat dialog. Ketujuh kecerdasan tersebut oleh Gardner disebut sebagai the multiple intelligence. Aneka kecerdasan tersebut kiranya dapat kita jadikan ukuran seberapa jauh, usaha kita memberikan pendidikan anak-anak kita. *) Guru MTs Negeri Srono.


38

Jumat 14 September 2012

Yudi Gondol Perak PON

BELUM DIBAYAR: Pemain asing Persewangi Victor da Silva (tengah) termasuk yang belum dibayar oleh manajemen.

DOK.RaBa

Pemain Persewangi Somasi Manajemen Tuntut Sisa Kontrak dan Gaji BANYUWANGI – Tuntutan pembayaran hak yang disuarakan pemain Persewangi rupanya tidak pernah padam. Guyuran bantuan dana dari Bupati Banyuwangi Rp 300 juta dari Rp 500 juta yang dijanjikan tidak bisa menghentikan gejolak tuntutan pembayaran hak mereka. Bahkan, informasi terbaru, jajaran pemain siap menempuh upaya hukum. Demi memuluskan upaya tersebut, pemain kompak meminta servis lembaga bantuan hukum (LBH). Meski

tidak disebutkan LBH mana yang akan membantu untuk menuntaskan persoalan kontrak dan gaji pemain Persewangi ini, disebutkan mereka siap mengajukan upaya hukum di jalur pidana maupun perdata. Penelusuran koran inI menyebutkan, upaya menempuh upaya hukum bukan isapan jempol belaka. Beberapa pemain sudah menjalin kata sepakat untuk meminta bantuan hukum tersebut. Beberapa bukti fisik seperti kartu tanda penduduk hingga salinan draft kontrak sudah dikumpulkan sebagai barang bukti. Namun, sebelum upaya itu ditempuh, pemain rupanya masih

berupaya bersikap kooperatif dengan pihak manajemen Persewangi. Dijadwalkan, dalam dua hingga tiga hari ke depan, perwakilan pemain lewat lembaga yang ditunjuk akan mengirim somasi kepada pentolan manajemen Laskar Blambangan. Tuntutan yang disuarakan tetap sama; mereka meminta hak yang belum dibayar. Dihubungi lewat telepon, taktikan Persewangi di pentas Divisi Utama PSSI, Yudi Suryata, membenarkan adanya upaya menempuh jalur hukum yang dilakukan oleh anak asuhnya di Persewangi  Baca Pemain...Hal 39

Cabor Wajib Serahkan SPJ

MEGA/RaBa

BERGENGSI: Masa pendaftaran kompetisi futsal antar pelajar dan umum di Cendekia Futsal diperpanjang hingga 15 September.

Pendaftaran Futsal Diperpanjang BANYUWANGI - Pendaftaran peserta futsal antar pelajar dan umum yang digelar di Cendekia Futsal Banyuwangi masih dibuka. Masa pendaftaran masih dibuka hingga 15 September mendatang. Panitia lomba, Hari Pusdika mengatakan, hingga saat ini jumlah peserta pertandingan futsal cukup banyak. Adapun kategori pelajar yang dilombakan mulai SD (putra), SMP (putra/putri), SMA (putra/putri) dan Umum (putra, putri). Menurut Hari, peserta dari berbagai kategori sudah terisi. Namun, pihaknya masih memberikan kesempatan kepada sekolah maupun masyarakat umum yang ingin bergabung dalam kompetisi futsal terbesar di Banyuwangi ini.

“Pendaftaran bisa dilakukan di Cendekia Futsal Jalan Brawijaya Nomor 57 Banyuwangi, telepon (0333) 7777741, atau 085233575767-087857224000,” kata Hari, kemarin (12/9). Dikatakan, biaya pendaftaran per tim, untuk kategori umum (putra/putri) sebesar Rp. 250.000, SMA (putra/putri) Rp. 200.000, SMP (putra) Rp. 150.000, untuk putri Rp. 200.000, dan untuk SD (putra) Rp 200 ribu. “Untuk technical meeting akan digelar Minggu,16 September pukul 10.00 hingga 11.30 di Aula STM Negeri 1 Glagah Banyuwangi. Acara ini juga didukung Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi dan Pengcab PSSI Banyuwangi,” pungkas Hari. (adv/als)

Arena Car Free Day Diisi Pameran Olahraga BANYUWANGI – Rencana besar Banyuwangi yang mengajukan tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-V mulai mendapat perhatian serius dari semua pihak. Tidak kecuali KONI sebagai pencetus gagasan tersebut mulai mempersiapkan beberapa langkah untuk mempersiapkan hajatan dua tahunan itu di Banyuwangi pada tahun 2015 mendatang. Sebagai awalan, KONI yang bersinergi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga berencana menggelar seminar peningkatan prestasi olahraga Banyuwangi di dalam waktu dekat. Selain itu kegiatan yang dijadwalkan akan berlangsung pada 22 hingga 23 September ini juga akan diisi dengan pameran olahraga yang ada di Banyuwangi.

Bendahara KONI, Mandiri Warang Agung mengatakan, seminar ini akan digelar untuk kalangan pelaku dan guru olahraga. Ada beberapa bagian yang akan menjadi perbincangan di even ini. Di antaranya metode pembinaan atlet hingga membangun industri olahraga di Banyuwangi. “Pembicara akan didatangkan langsung dari sumber yang akurat,” ujar politisi PKS ini. Selain diisi dengan seminar sehari, rangkaian kegiatan ini juga akan diisi dengan pameran olahraga. Mengambil segmen Car Free Day, seluruh cabang olahraga yang ada di Banyuwangi akan diberi stan untuk memerkan segala sesuatu yang berkaitan dengan olahraga yang dibidaninya. (nic/als)

BANYUWANGI – Pencairan dana bantuan pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga membuat KONI mulai memasang sinyal peringatan merah kepada induk olahraga di bawahnya. Peringatan itu ditujukan bagi cabang olahraga (cabor) penerima dana untuk segera melaporkan pertanggungjawaban penggunaan anggaran tersebut. Deadline pun diberikan induk semang cabor ini dengan memberikan batasan maksimal 15 Desember, semua laporan sudah harus masuk ke meja KONI. Pesan itu disampaikan Sekretaris KONI, Budianto, di sela-sela acara halal bihalal di Wisma Gelora Atlet beberapa waktu lalu. Mantan Kepala Dinas Peternakan itu menyatakan bahwa ada kewajiban setelah hak cabang olahraga diterima. “Semua penerima dana wajib menyertakan laporan penggunaan keuangannya,” cetusnya. Budianto memberikan batasan untuk laporan itu bisa masuk ke meja KONI sesegera mungkin. Deadline pertanggungjawaban penggunaan uang rakyat itu maksimal sudah harus sampai ke sekreta-

riat KONI pada 15 Desember mendatang. Sebab, semua laporan akan diserahkan ke pemerintah daerah selaku pemberi anggaran. Disamping itu, Budianto menyatakan akan melakukan pertemuan lanjutan dengan pimpinan cabor untuk membahas anggaran tahun depan. Kebutuhan dana untuk 2013 wajib diserahkan untuk dimasukkan dalam draft pembahasan RAPBD 2013. “Dalam waktu dekat proposal masingmasing cabor akan kita minta,” ujarnya. Sekadar diketahui, untuk tahun anggaran 2012 APBD menyediakan bantuan pembinaan olahraga prestasi sebesar Rp 3 miliar. Dana yang diterima oleh setiap cabor nominalnya bervariasi. Paling rendah cabor menerima Rp 50 juta dan yang tertinggi mengantongi Rp 250 juta. Sebagai contoh induk pembina olahraga sepak bola di Banyuwangi menerima kucuran paling besar yakni Rp 250 juta. Sedangkan yang terkecil dengan nominal Rp 50 juta diisi oleh tujuh cabor. Mereka adalah panjat tebing, panahan, sepeda sport, selam, sepak takraw, judo, dan wushu. (nic/als)

BANYUWANGI - Perjuangan atlet Banyuwangi memburu prestasi di pentas PON XVIII di Riau mulai menemui hasil. Setidaknya sprinter Banyuwangi, Yudi Dwi Nugroho, berhasil menyumbang satu medali perak bagi Jawa Timur. Penampilan awal Yudi Dwi Nugroho adalah di nomor 4x100 meter. Tampil bersama pelari Jawa Timur lainnya, yakni Rojikin, Heru, dan Ali, Yudi harus puas duduk di peringkat kedua. Posisi teratas ditempati pelari asal Nusa Tenggara Barat dan di posisi ketiga adalah pelari asal Bangka Belitung. Meski hanya mampu menyumbang medali perak, tapi hal itu tidak membuat Yudi patah semangat. Peraih dua medali emas Porprov III itu masih memiliki kans mempersembahkan medali di ajang empat tahunan tersebut. “Yudi masih bisa merebut medali dari nomor lain. Hasil hari

DOK.RaBA

Yudi Dwi

ini (kemarin) sudah lumayan dan besok bisa lebih baik lagi,” beber Agus Sujiono, ofisial kontingen Jatim. Mengenai hasil kemarin, Agus menyatakan seluruh atlet sudah berbuat maksimal untuk merebut medali emas. Namun, kenyataannya Yudi dkk hanya kurang beruntung dalam babak final yang dilak-

sanakan sore kemarin. Namun, melihat kans yang ada, dia yakin anak asuhnya itu bisa tampil lebih greng di nomor lain. Sekadar diketahui, Banyuwangi menyertakan enam atlet dalam PON XVIII di Riau. Mereka tersebar di beberapa cabang olahraga yang dipertandingkan. Di cabang pencak silat ada Dita Amalia Ramadani dan Dinda Maulidya. Mereka menjadi tumpuan Jawa Timur dalam mendulang medali. Di cabang bola basket putri, Banyuwangi menyertakan Balmar Morangelita Nuach. Di cabang atletik ada Yudi Dwi Nugroho yang menjajal kemampuan terbaiknya. Di cabang bola voli putri, Banyuwangi mengirimkan dua pemain, yakni Yulis Indah Yani dan Dhini Indah Sari. Di cabang karate ada Ivan Adi Baskoro yang akan mencoba keberuntungan meraih medali di pentas PON tahun ini. (nic/c1/als)

Dikunjungi Rombongan Pemkab Lampung Selatan SIANG kemarin, outlet KaOsing di Jalan A. Yani 93C (50 meter arah selatan kantor Pemkab Banyuwangi) mendapat tamu istimewa. Yakni, rombongan dari Pemkab Lampung Selatan. Mereka datang menggunakan dua bus. Saking banyaknya anggota rombongan, mereka harus bergantian memilih koleksi kaus produk KaOsing. ’’Kain kaus makin tipis makin mahal harganya,’’ kata salah satu anggota rombongan menjawab pertanyaan temannya. Rombongan tamu Pemkab Banyuwangi itu terlihat menikmati koleksi kaus KaOsing. Terbukti, sebagian besar dari rombongan berbaju batik khas Lampung itu tanpa basa-basi langsung memborong kaus pilihannya. ’’Ini sangat bagus. Kami bisa pulang membawa souvenir khas Banyuwangi dalam bentuk kaus. Pasti keren kalau kami pakai di Lampung nanti,’’ ujar anggota rombongan. Dari percakapan mereka terdengar, selain membeli kaus untuk dipakai sendiri, ada yang membeli untuk oleh-oleh istri dan anak. Ada juga yang sengaja membeli beberapa kaus untuk dibagikan kepada sanak saudara dan teman-temannya. Kedatangan rombongan dari Lampung itu pas sekali momentumnya. Mereka datang bertepatan dengan launching 13 desain baru KaOsing. ’’Kami bersyukur, outlet KaOsing yang desainnya mengangkat tema kekayaan Bumi Blambangan kini menjadi salah satu jujugan

ISTIMEWA

BORONG: Rombongan dari Pemkab Lampung Selatan memilih koleksi kaus KaOsing.

para tamu dari luar kota Banyuwangi,’’ tandas Tasya Madina, pengelola outlet KaOsing. Ditambahkan, KaOsing terus berbenah. Para pembeli yang tidak membawa banyak uang tunai kini bisa membayar lewat fasilitas pembayaran gesek yang disediakan oleh bank Mandiri. Sedangkan mereka yang berada di luar kota tidak perlu jauh-jauh datang ke outlet. Mereka bisa membeli lewat media online. Caranya mudah sekali. Cukup buka facebook dan klik kaosingbanyuwangi. Setelah memilih kaus yang disukai tinggal pesan di inbox kaosingbanyuwangi, sebutkan ukuran dan warna kausnya apa. Beres. (adv/als)


BERITA UTAMA

Jumat 14 September 2012

Dianggap Rugikan Negara Rp 19 Miliar n RATNA...

Sambungan dari Hal 29

Hal itu dibuktikan dengan BAP yang sudah dinyatakan P21 alias sempurna. Ratna yang sebelumnya ditahan di Lapas Pondok Bambu, Jakarta, langsung dipindah ke Rutan Medaeng. “Ratna nanti akan disidang di Pengadilan Tipikor Surabaya,” sebut Firmansyah. Dengan BAP yang sudah P-21, se lanjutnya akan dilakukan penyerahan tahap II dari Kejaksaan Agung ke Kejaksaan tinggi Surabaya. “Di tahap II ini dilakukan pemeriksaan demi

39

HALAMAN SAMBUNGAN

kepentingan administrasi,” jelas Firmansyah. Meski sudah masuk tahap II, pihaknya mengaku belum tahu pasti kapan tersangka Ratna disidangkan di Pengadilan Tipikor Surabaya. Pihaknya optimistis dalam waktu dekat berkas itu sudah bisa didaftarkan. “Secepatnya berkas tersangka Ratna akan didaftarkan ke Pengadilan Tipikor,” imbuhnya. Ditanya siapa saja jaksa yang akan menyidangkan perkara tersebut, Firmansyah menyebut ada sembilan jaksa. Kesembilan jaksa tersebut berasal dari Kejagung, Kejati, dan

Kejari Banyuwangi. “Kita sedang menyusun dakwaan,” tandasnya. Untuk menyusun dakwaan butuh waktu beberapa hari. Sebab, materi dan kelengkapan data berkas tersebut masih perlu disempurnakan. “Masih perlu penyempurnaan lagi,” imbuh Firmansyah. Sekadar tahu, Ratna ditahan Kejagung karena kesandung kasus pengadaan lahan Lapter Blimbingsari. Bupati Banyuwangi periode 2005-2010 itu dianggap merugikan negara Rp 19 miliar. Dalam kasus pengadaan lahan lapter, Ratna diduga dengan sengaja tak melibatkan tim penaksir harga

saat membeli lahan seperti diatur Pasal 15 Perpres No. 65 Tahun 2006. Seharusnya, sesuai Pasal 15 Perpres 65 Tahun 2006, dalam menentukan harga tanah harus membentuk tim penaksir harga. Regulasi itu tidak dipenuhi Ratna. Gara-gara tim penaksir tidak dibentuk, harga lahan dipatok seenaknya. Harganya melambung tinggi melebihi batas kewajaran. S elama menyidik kasus ini, Kejagung telah memeriksa 32 saksi dan seorang saksi ahli. Terkait kasus tersebut, Ratna akhirnya ditahan di tahanan wanita Pondok Bambu, Jakarta. (abi/c1/aif)

Start Depan Gedung Wanita n CAMAT...

Sambungan dari Hal 29

“Guru bantu siap menyukseskan mlaku bareng. Berapa pun peserta yang dibutuhkan, kami siap. Tinggal butuh berapa,” kata Sulihtiono. Abdullah mengatakan, dia memperkirakan acara mlaku bareng berhadiah dua sepeda

motor itu akan dihadiri sekitar 50 ribu orang. Start di depan Gedung Wanita dan finis di depan Gesibu. “Kami minta Pak Camat mengajak para kades dan sekdes. Elemen masyarakat lain juga bisa dilibatkan,” kata mantan kepala Kesbangpolinmas itu. Acara tersebut didukung Pemprov Jatim, Pemkab Banyuwangi, Dispora, PT. MPM Honda,

FIF Spektra, Bank Jatim, UD. Kencono Elektronik Ba nyuwangi, Diler Banyuwangi Motor, Diler Garuda Motor Banyuwangi, MPM Motor Banyuwangi, Diler Garuda Motor Rogojampi, Diler Garuda Jaya Motor Srono, Diler Sumber Jaya Maha Sakti, Teh Pucuk Harum, percetakan Tirto Arum, SPBU Jalan Banterang, dan JTV Banyuwangi. (c1/even)

Peserta Rapat Minta Sidang Ditunda n TIGA...

Sambungan dari Hal 29

Sayang, hingga pukul 10.30 per wakilan BPPT dan Asisten Bidang Pemerintahan Pemkab Ba nyuwangi tidak datang ke kantor dewan. Padahal, anggota pa ni tia khusus (pansus) penyelenggaraan reklame DPRD dan be-

berapa perwakilan eksekutif yang lain, di antaranya perwakilan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan bagian hukum Pemkab, sudah menunggu di ruang rapat khusus DPRD. Lantaran sudah molor 1,5 jam dari waktu yang ditentukan, Ketua Pansus DPRD, Achmad Tur-

mudi, membuka rapat pembahasan raperda tersebut. Namun demikian, Turmudi meminta masukan anggota pansus dan per wakilan eksekutif apakah pembahasan tersebut bisa dilanjutkan ataukah tidak. Nah, karena beberapa pasal yang akan dibahas berkaitan dengan perizinan, para anggota rapat meminta sidang ditunda. (sgt/c1/aif)

Sempat Marah kepada Rilo Pambudi Studi Banding Pelayanan Perizinan n DAPAT...

n 9 BULAN...

Sambungan dari Hal 29

Rycko tidak datang sendiri melainkan mengajak serta puluhan pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Lampung Selatan. “Kami datang untuk belajar beberapa kemajuan yang dicapai Banyuwangi. Jumlah anggota rombongan kami 85 orang,” ungkap Bupati Rycko kemarin. Rombongan Rycko itu dibagi menjadi dua gelombang. Gelom bang pertama dipimpin langsung Rycko menggunakan pe sawat Merpati Nusantara Airlines dari Bandara Juanda, Su rabaya, dan mendarat di Ban dara Blimbingsari pada Rabu (12/9). Rombongan kedua mendarat di Bandara Ngurah Rai Denpasar, Bali. Dari Denpasar, rombongan pejabat eselon II dan III Pemkab Lampung Selatan itu menempuh perjalanan da-

rat menggunakan dua bus pariwisata. “Secara geografis, Lam pung Selatan dan Banyuwangi memiliki banyak kesamaan. Kami datang untuk belajar,” tegasnya. Banyuwangi merupakan kabupaten yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali, sedangkan Lampung Selatan merupakan kabupaten yang menghu bungkan Pulau Sumatera dan Pulau Jawa. Kedatangan rombongan Bupati Rycko itu disambut secara istimewa oleh Bupati Abdullah Azwar Anas di Pendapa Shaba Swagata Blambangan. Dalam acara penyambutan itu, Bupati Anas mengajak pimpinan SKPD dari eselon II dan III. Bupati Rycko mengakui keberhasilan pembangunan Banyuwangi dalam waktu yang cukup singkat. Untuk itu, Kabu paten Lampung Se la tan datang untuk belajar dari akselerasi pencapaian pem ba-

ngunan Banyuwangi. “Kami di Lampung Selatan memiliki banyak program yang harus segera dilakukan,” ungkap Bupati Rycko. Dalam kunjungan studi banding Bupati Rycko tersebut, ada beberapa SKPD yang di datangi langsung, di antaranya kantor BPPT, kantor BPKAD, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Di nas Perhubungan, Dinas Ke pendudukan dan Catatan Sipil, serta Kantor Kecamatan Banyuwangi. Dalam kunjungan pejabat Lampung Selatan itu, per soalan e-audit, BEC, dan pelayanan perizinan, menjadi fokus studi banding. Sementara itu, Bupati Anas menyampaikan beberapa program yang dilaksanakan dalam kurun waktu dua tahun memimpin Banyuwangi. “100 hari setelah dilantik, kami berjuang mengoperasikan Bandara Blimbingsari,” ungkap Bupati Anas.

Kemajuan yang dicapai itu, lanjut Bupati Anas, tidak lepas dari dukungan semua elemen masyarakat. Sejak awal, semua elemen masyarakat dilibatkan dalam proses pembangunan di segala bidang. “Kami terus berbenah demi mengejar keterting galan dari daerah lain,” ungkapnya. Kabag Humas dan Protokol Juang Pribadi menambahkan, tamu yang datang tidak hanya dari kalangan pejabat eksekutif. Dari kalangan legislatif juga ada yang datang untuk studi banding beberapa program yang dilakukan pemerintah daerah sana. Sebagian besar tamu yang datang, ungkap Juang, ingin melihat proses e-audit di BPKAD. Selain itu, BEC juga menjadi perhatian beberapa tamu yang da tang. “Tamu yang datang pada tahu 2012 meningkat tajam dibanding tahun 2011,” kata Juang. (afi/c1/aif)

Amankan BB Sabu-sabu 0,27 Gram n DUO...

Sambungan dari Hal 29

JPU menganggap kedua terdakwa terbukti melanggar Pasal 132 (menggunakan narkoba secara bersama-sama) jo Pasal 112 (kepemilikan narkoba) Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Tuntutan terhadap kedua terdakwa tergolong cukup tinggi. Dalam sidang sebelumnya, ke-

terangan saksi dari anggota Satnarkoba Polres terkesan meringankan terdakwa. Menurut keterangan saksi Hartanto, terdakwa denganbarangbukti0,27gramlayak dijerat hukuman sebagai pemakai. Tetapi, JPU tidak terpengaruh dengan keterangan saksi itu. Sehingga, JPU tetap bersikukuh dengan tuntutannya yang menyebut kedua terdakwa terbukti melanggar Pasal 132 jo 112 UU No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Lama hukuman yang dituntutkan dua pasal itu adalah 4,5 tahun penjara dan denda Rp 800 juta subsider dua bulan kurungan. Ditemui usai sidang, Eka Sabhana menegaskan bahwa kedua terdakwa tidak bisa dianggap sebagai pemakai atau Pasal 127 UU Nomor 35 Tahun 2009. Sebab, saat ditangkap di jalan maupun di tempat kosnya tidak ditemukan pe ralatan nyabu. “Kalau ada peralatan

nyabu bisa dianggap melanggar Pasal 127. Kedua terdakwa tidak bisa,” cetus Eka. Sekadar diketahui, Masliha dan Indah berurusan dengan polisi karena kedapatan menyimpan sabu-sabu seberat 0,27 gram. Masliha tercatat sebagai warga Jalan Batur, Lingkungan Tangkong, Kelurahan Singotrunan, Kecamatan Banyuwangi,sedangkanIndahwarga Dusun Sidorejo, Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi. (abi/c1/aif)

Anggota Satnarkoba Menyaru Pembeli n DIJERAT...

Sambungan dari Hal 29

Barang bukti itu oleh jaksa di tunjukkan kepada majelis hakim yang diketuai Elly Istianawati dan beranggota I Wayan Gede Rumega dan Tenny Erma Suryathi. Saksi yang dihadirkan adalah Fitria Adi Wibowo, Anggota Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Banyuwangi yang ikut

menangkap kedua terdakwa. “Kita tangkap setelah berpurapura menjadi pembeli,” kata Adi dalam kesaksiannya. Setelah menentukan waktu dan tempat, jelas dia, Suharto diajak bertemu. Tetapi, se belumnya telah ada ke sepakatan mengenai harga. Dalam kesepakatan itu, ganja se berat satu kilogram akan dibeli seharga Rp 5 juta. “Yang menjual Suharto. Agustus ha-

nya diajak dan tidak tahu apaapa,” bebernya. Seperti diberitakan se belum nya, jaringan pengedar gan ja asal Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) ternyata telah merambah di Banyuwangi. Dua warga yang diduga sebagai pengedar, Suharto, 47, dan Agustus alias Salim, 40, ditangkap Anggota Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Banyuwangi.

Dari tangan kedua tersangka, polisi berhasil menyita satu kardus berisi satu pak ganja seberat satu kilogram, empat bungkus jamu ramuan empat pusaka Aceh, dan satu unit motor Honda GL Pro. Terbongkarnya jaringan narkoba jenis ganja tersebut bermula saat petugas menyaru sebagai pembeli. Tersangka diajak bertemu di jalan simpang empat Desa Karangsari, Kecamatan Sempu. (abi/c1/aif)

Kerja Keras Selama 24 Jam n KERAHKAN...

Sambungan dari Hal 29

Mereka bekerja selama 24 jam untuk mendistribusikan air ke lahan pertanian. Kerja petugas itu harus dilakukan selama 24 jam.

Selama 24 jam itu, para juru air itu akan membagi air secara adil. Selain mendistribusikan air, ungkap Guntur, 50 personel itu juga bertugas mengawal air hingga tujuan. Kalau pendistribusian air tidak dikawal, tidak

akan sampai di daerah tujuan. “Kalau nggak ada pengawalan, kebocoran akan terjadi di mana-mana,” tegasnya. Dari Kecamatan Kalibaru hingga Kecamatan Muncar, beber Guntur, ada sekitar 30 pintu air.

Selama proses pendistribusian air, 30 pintu air tersebut harus dijaga demi menghindar kebocoran. “Kita kerja keras 24 jam untuk membagi air guna mencukupi kebutuhan petani,” tandas Guntur. (afi/c1/aif)

Terkesima Pertunjukan Tari Gandrung n MESKI...

Sambungan dari Hal 29

Selain penyambutan yang khas Banyuwangi, suasana di arena kegiatan juga mencerminkan Kota Blambangan. Gending-gending Blambangan juga terus mengalun di arena tersebut. Menu masakan yang berjajar di atas meja panjang, semua khas Lare Osing. Ada nasi cawuk, rujak soto, pecel rawon, dan sejumlah makanan kecil khas Banyuwangi. Semua disajikan secara cuma-cuma oleh panitia. Tanpa harus diminta, sudah ada panitia yang mendatangi kita sambil membawakan makanan tersebut dan air minum. Pagi itu, ketika rombongan bupati tiba di lokasi, ribuan warga Banyuwangi yang tinggal di Kota Jabodetabek sudah berkumpul di arena kegiatan yang berkapasitas sekitar 3.000 orang itu. Kebanyakan mereka datang bersama keluarga. Sebagian tokoh juga sudah hadir, seperti mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang

asli Banyuwangi, Ahmad Kahfi; Asisten Logistik TNI Angkatan Udara, Brigjend Sayyid Anwar; dan sejumlah tokoh lain. Juga datang dua tokoh asal Banyuwangi yang kini menduduki pos penting di negeri ini, yaitu Dirut PT. Telkom Arif Yahya dan Dirjen Bea dan Cukai Agung Kuswandono. Keduanya hadir hampir bersamaan. Selama mengikuti acara, para tokoh sukses asal Banyuwangi ini begitu menikmati gandrung yang menarikan Tari Bedoyo Jawa Timur, Tari Gandrung Lanang, Tari Jakripah, dan Fragmen Kemenangan Minak Jinggo. Saat kesenian asal Banyuwangi tersebut ditampilkan, ribuan pasang mata yang hadir terkesima. Mereka seolah terbawa ke suasana kampung halaman, yaitu Kota Banyuwangi. Predikat Lare Osing atau Lare Oseng masih melekat dalam diri mereka. “Jujur, saya masih merasa Lare Osing. Jadi, saya benarbenar menikmati acara ini dan pertunjukan tari gandrung ini,” ujar Dirjen Bea dan Cukai, Agung Kuswandono, saat ditemui

di sela-sela acara. Selain masih sangat merasa Lare Osing, Agung yang asli Kelurahan Cungking, Kecamatan Giri, itu merasa Banyuwangi saat ini sedang memasuki masa kecermelangan me natap masa depan. Beroperasinya Bandara Blimbingsari adalah salah satu pemicu utama yang membuat Banyuwangi akan menjadi kota maju. “Sebab, dengan beroperasinya bandara, berarti juga berhasil membuka isolasi yang selama ini membelit akses daerah,” tandasnya. Agung juga yakin bahwa berbagai terobosan yang kini sedang gencar dilakukan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, itu akan semakin mempercepat kemajuan Banyuwangi. “Jujur, bupati sekarang ini the best. Saya bicara ini nggak ada tendensi apa-apa. Saya bukan politisi. Pemikiran dan terobosan yang dilakukan bupati sekarang luar biasa untuk Banyuwangi ke depan,” tutur Agung yang seminggu sebelumnya mengaku sempat pulang kampung melihat perkembangan kota kelahirannya tersebut. (c1/aif)

Sambungan dari Hal 29

Razia “teroris” di perempatan Lateng itu ternyata hanya gurauan. Tujuannya, ingin memberikan surprise kepada kapolres yang kemarin tengah berualang tahun. “Kita me mang bikin surprise untuk Pak Kapolres. Menghentikan mobil travel dan menyalakan mercon memang

sudah kita rancang sebelumnya. Ajudan sebenarnya tahu, tapi kita minta diam saja,” tutur Wakapolres Aldian. Bagaimana reaksi kapolres dengan surprise anak buahnya itu? Kapolres semula marah bukan kepalang. Sebab, ketika travel itu dihentikan, dia sedang tidur di jok depan bagian kiri. Puncak kemarahan kapolres adalah ketika dia dipaksa

turun dari mobil oleh perwira polisi bernama Rilo Pambudi. “Gimana nggak marah, orang lagi tidur dipaksa-paksa turun,’’ kenang kapolres. Meski begitu, dia mengaku berterima kasih atas surprise yang diberikan anak buahnya itu, terutama kepada Wakapolres Aldian. “Saya nggak menyangka bakal dapat surprise seperti ini,” aku Kapolres Nanang. (gal/c1/aif)

Berdalih Pompa tidak Dijual n LANGGAR...

Sambungan dari Hal 31

Ada 46 barang elektronika keperluan rumah tangga, telekomunikasi, dan informatika, yang akan diawasi. Di barang ter sebut harus tercantum nama/merek, alamat pro dusen, alamat importer, petunjuk penggunaan, dan kartu

garansi, dalam bahasa Indonesia. ‘’Negara pembuat, penggunaan listrik, tegangan (volt), dan frekuensi harus ada,’’ imbuh Dodi Waskito, Kabid Standardisasi dan Perlindungan Konsumen. Menanggapi temuan itu, Bonny, pemilik toko Sinar Kencono, menjelaskan bahwa pompa air tersebut sudah tidak

dijual. Meski berada di etalase, tapi pompa tak berlabel SNI tersebut sudah disisihkan. “Itu sudah lama dan tidak dijual,” tandasnya. Sidak ke sejumlah toko elektronik kemarin juga melibatkan unsur kepolisian dari Polres Banyuwangi dan Satpol PP. Mereka sidak di wilayah Genteng, Glenmore, dan Kalibaru. (ton/c1/aif)

Sudah Kumpulkan Bukti-bukti n PEMAIN...

Sambungan dari Hal 38

Beberapa pemain sudah saling kontak untuk memuluskan rencana tersebut. “Mereka sudah kumpulkan bukti terkait seperti draft kontrak maupun kartu identitas,” katanya. Hanya saja, saat didesak untuk mengungkapkan LBH mana

yang ditunjuk, mantan pelatih Persijap Jepara itu tidak mengetahuinya. Dia hanya mengetahui pemain sudah akan mengirim somasi dalam waktu dekat terkait tuntutan pembayaran gaji dan kontrak yang belum dibayar manajemen Persewangi. Dihubungi terpisah, bebe rapa pemain Persewangi

membenarkan adanya upaya un tuk menempuh jalur h ukum. Beberapa pemain bahkan su dah mengirim permintaan draft kontrak untuk diserahkan kepada LBH yang dimaksud. “Saya diminta drfat kontrak katanya untuk tun tutan gaji dan kontrak,” ujar salah satu pemain Persewangi. (nic/als)

Berharap Jadi Gaya Hidup n RP 900 JUTA...

Sambungan dari Hal 40

Kata dia, program Kali Bersih sengaja melibatkan SKPD dan sebagian kecil masyarakat. Itu agar program kali bersih lebih tersosialisasi dengan baik. Harapannya, kali bersih nantinya bisa menjadi program bersama dan menjadi gaya hidup masyarakat Kota Santri. “Memang tidak bisa dalam waktu singkat, setahap demi se tahap namun harus pasti dan kekompakan semua elemen. Makanya, pemkab berupaya mengawal dengan baik agar mampu menjadi sebuah budaya. Harus kita akui, saat ini masyarakat masih ringan ta ngan membuang sampah di sungai. Tapi dengan kebersamaan saya kira tak ada yang

tak mungkin,” papar Hadi. Ditegaskan, penataan kota akan terus dilakukan. Sehingga akan menciptakan suasana kota yang bersih, indah dan sejuk. Itu tentunya harus diiringi dengan langkah penghijauan. Sebab, dengan cara seperti itu wilayah kota yang sudah dipetakan untuk digarap hingga 2014 sudah bisa benar-benar terealiasi. Untuk memperlancar alur sungai, kita sudah berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Timur untuk melakukan pengerukan. Kegiatan yang semula akan dilakukan pada akhir tahun dimajukan September 2012 ini. Sehingga, akan ada percepatan dari keadaan kumuh menjadi lebih tertata,” tandas Bupati. Bukan hanya itu, untuk memantapkan dan merealisakan pro gram Kali Bersih, Bupati

sudah memberikan tugas kepada camat dan lurah untuk memetakkan titik-titik mana ma syarakat bisa membuang sampah. Selanjutnya mensosialisasikan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah di sungai. “Solusinya nanti akan ada tempat pembuangan sampah sementara,ada petugas khusus yang menjemput,” imbuh Hadi. Pada saatnya nanti, juga akan dilakukan pemberdayaan kepada kelompok-kelompok masyarakat. Di alur-alur tertentu sungai akan diberi ikan. Kelompok-kelompok itulah yang akan merawat termasuk me nikmati bibit-bibit ikan yang dibantu oleh pemerintah. “Termasuk nanti fasilitas pendukung lainnya, seperti penerangan, gasibo, tempat duduk,” imbuh Sekda. (pri/adv/als)

Persiapan Hadapi Kejuaraan Provinsi n SMA...

Sambungan dari Hal 40

Namun, imbuhnya, di adakannya liga basket tersebut itu untuk mencari bakat siswa yang nantinya akan dipersiapkan guna mengikuti kejuaraan di tingkat provinsi. “Liga Basket ini adalah untuk persiapan mengikuti kejuaraan basket antar pelajar ditingkat provinsi pada 2013 mendatang,” ujar ketua KONI yang masih menunggu pelantikan itu.

Ditambahkan, pihaknya akan lebih serius memberikan perhatian terhadap pecinta basket di Kota Santri agar semakin maju dan mampu bersaing dengan tim-tim dari luar daerah.“Kami akan memberikan perhatian penuh ke pada para pecinta basket, juga untuk seluruh mania olahraga. De ngan harapan agar seluruh cabang olahraga di Situbondo semakin baik dan mampu bersaing dengan lawannya di luar daerah,” imbuh King, sapaan akrabnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Situbondo, Dwi Totok Irianto mengatakan, pihaknya sangat bangga melihat pelajar yang mempunyai bakat di bidang olahraga, seperti bas ket. Dikatakan, pihaknya sangat mendukung para talenta berbakat yang dimiliki cabang basket itu. “Kami sangat bangga melihat potensi yang dimiliki para pelajar ini. Kami yakin siswa-siswa ini bisa menjadi lebih baik,” tegas Dwi totok. (mg1/als)

Korban Menderita Sakit Jantung n PULANG...

Sambungan dari Hal 40

Sebab, dari dalam rumah korban ditemukan beberapa bungkus obat yang sudah terbuka. Pihak keluarga me nyampaikan, sebelumnya kor ban sudah mempunyai penyakit jantung. Data yang berhasil di kum-

pul kan, pria yang menduda itu tinggal sendiri setelah berce rai dengan istrinya. Saat ditemukan, polisi sempat kesulitan mengevakuasi karena be lum ada keluarga korban. Namun setelah pihak keluarga datang sekitar pukul 01.30 polisi pun langsung berkoordina untuk melakukan evakuasi.

KasatreskrimPolresSitubondo,AKP Sunarto mengatakan, meninggalnya korban sebenarnya cukup wajar. Hanya saja, saat kejadian tidak ada orang yang mengetahuinya. “Tidak adaindikasipenganiayaan.Kematian korban kami anggap wajar. Karena menurut keluarganya korban punya sejarah penyakit jantung,” tegas AKP Sunarto. (mg1/als)


40

Jumat 14 September 2012

805 CJH Situbondo Siap Berangkat SITUBONDO - Sebanyak 805 calon jamaah haji (CJH) asal Situbondo siap berangkat pada musim haji tahun 2012 ini. Sebanyak 805 CJH itu merupakan calon yang sudah memenuhi syarat administrasi. Pernyataan itu disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Situbondo, H. Rosyadi Badar. “Hingga hari ini

sudah tercatat 805 orang CJH asal Situbondo yang memenuhi syarat administrasi. Mereka juga sudah melunasi biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) kepada beberapa bank,” terang Rosyadi Badar saat ditemui di kantornya kemarin (12/9). Ditambahkannya, dari 805 CJH tersebut masih ada kemungkinan bertambah atau malah berkurang.

Sebab, kata dia, karena batas akhir pelunasan BPIH tahap kedua masih 14 September. CJH bisa berkurang, yaitu jika ada yang sakit, mengundurkan diri, dan sebagainya. Jumlah pastinya baru bisa diketahui saat akan diberangkatkan. “Kami lihat saja nanti apakah jumlah itu akan mengalami perubahan ataukah tetap. Yang pasti, para CJH

yang belum melunasi BPIH masih diberi kesempatan melakukan pelunasan hingga 14 September mendatang,” katanya. Sementara itu, kuota CJH Kabupaten Situbondo hingga hari ini belum ada kepastian. Itu akan ditentukan pemerintah pusat. “Berapa orang yang bisa berangkat, kami belum bisa memastikan. Kami akan men-

gusahakan sebisa mungkin semua CJH yang telah menyelesaikan persyaratan administrasi bisa berangkat,” paparnya. Data yang berhasil dikumpulkan, pada musim haji tahun 2011 lalu sebanyak 920 CJH Situbondo diberangkatkan ke Makkah. Diperoleh keterangan, di musim haji tahun 2012 ini, biayanya sekitar Rp 36 juta.

Meski BPIH setiap tahun mengalami kenaikan, tapi hal itu tidak menyurutkan minat umat muslim menunaikan rukun Islam kelima tersebut. “Banyak warga yang mendaftarkan diri menunaikan ibadah haji. Hal itu tidak lepas dari kondisi perekonomian masyarakat yang semakin membaik setiap tahun, khususnya para petani,” pungkas Rosyadi. (mg1/c1/als)

SIDANG

EDY SUPRIYONO/RaBa

BAHU MEMBAHU : Bupati bersama warga membersihkan sungai saat pelaksanaan kali bersih, beberapa waktu lalu.

Rp 900 Juta untuk Sukseskan Kali Bersih

NUR HARIRI/RaBa

SITUBONDO – Realiasasi Program Kali Bersih yang digagas Pemkab Situbondo mulai terlihat hasilnya. Sejumlah tempat yang menjadi sasaran program yang digulirkan sejak pemerintahan Dadang-Rachmad itu sudah terlihat kenyamanan dan keindahannya. Untuk kian mensukseskan program Kali Bersih, pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2012 dianggarkan dana hampir Rp 1 miliar. Anggaran tersebut ada dalam kegiatan di empat SKPD (satuan kerja perangkat daerah) Pemkab Situbondo. Kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan meliputi pe-

TERIMA:Terdakwa Santono (kiri) mendengarkan pembacaan vonis hakim di PN Situbondo kemarin (13/9).

Pembunuh Teman Divonis 9 Tahun SITUBONDO – Santono, 24, pelaku pembunuhan atas temannya sendiri, Tubyadi, 35, divonis 9 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Situbondo kemarin (13/9). Vonis majelis hakim yang diketuai Nova Flory Bunda itu lebih ringan satu tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Astuti. Dalam dakwaannya, Astuti menuntut terdakwa dengan hukuman 10 tahun penjara. Usai mendengar pembacaan vonis, Santono bertanya apakah hukuman itu bisa lebih ringan lagi. Namun hakim menjawab itu sudah diringankan. “Itu sudah ringan, Mas. Ini nyawa orang lho,” terang majelis hakim kepada Santono. Mendengar pernyataan itu, Santono mengaku tidak keberatan dengan putusan tersebut. Selain itu, JPU juga menyampaikan perihal yang sama, yakni tidak keberatan dengan putusan hakim itu. Dalam persidangan, terdapat beberapa alasan yang meringankan terdakwa dalam putusan itu. Di antaranya terdakwa mengakui perbuatannya, terdakwa mengaku menyesal, terdakwa berkelakuan baik selama mengikuti sidang, dan terdakwa menjawab dengan apa adanya. Sedang hal yang memberatkan terdakwa adalah terbukti melanggar dakwaan primer, yaitu pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Sementara, tuntutan subsider, pasal 338 KUHP dianggap tidak perlu oleh majelis hakim. Selain itu dirinya juga diberatkan karena telah membuar resah pihak keluarga. Sementara itu, mendengar keputusan hakim, Karyati, istri korban Tubyadi, kontan menangis. Dia menilai vonis yang diberikan hakim terlalu ringan. Saat itu, Karyati menangis dan hendak berteriak. Namun berhasil didiamkan oleh anggota keluarganya. “Nyawa harus dibayar nyawa. Kami tidak terima kalau hanya dihukum selama 9 tahun. Hukum dia seberat-beratnya,” ujar Karyati, sambil meninggalkan ruang sidang. Menurut terdakwa Santono, dirinya tidak keberatan dan menerima dengan vonis dari hakim tersebut. Dia mengaku siap menjalani masa hukuman selama 9 tahun ini. “Ya tidak keberatan, Mas,” ujar Santono kepada koran ini sembari masuk ke mobil tahanan bersama terdakwa lainnya. Seperti pernah diberitakan koran ini, Santono nekat menghabisi nyawa Tubyadi di rumah Yanto, kakak pelaku, di Desa Panji Kidul, Kecamatan Panji. Itu dilakukan lantaran cemburu. Santono menghabisi nyawa Tubyadi dengan sebilah sangkur ke perut korban hingga ususnya terurai. (mg1/als)

masangan kisi sampah dan jaring ikan, pembangunan kios, pembangunan pondasi pertamanan, pembangunan jaringan dan pengadaan pompa penyiraman, pemasangan lampu taman, rehab taman sungai barat pengadaan dan pembuatan taman bantaran sungai serta pengadaan bibit. “Kegiatan-kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan keindahan bantaran sungai, dan keindahan taman. Yang tak kalah pentingnya meningkatkan kesadaran dan pasrtisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian lungkungan,” ungkap Sekda Hadi Wijono  Baca Rp 900 juta...Hal 39

NUR HARIRI/RaBa

TENGKURAP: Kondisi jasad Abdul Kadir saat ditemukan tewas di lantai kamar rumahnya di Kelurahan Patokan, Situbondo, dini hari kemarin (13/9).

Pulang Ngopi, Temukan Mayat Tetangga SITUBONDO – Seorang duda bernama Abdul Kadir, 55, warga RT 03/02 Kelurahan Patokan, Kecamatan /Kabupaten Situbondo, ditemukan tewas tergeletak di lantai kamar rumahnya, dini hari kemarin (13/9). Ceritanya, pensiunan karyawan salah satu bank di Kabupaten Situbondo itu ditemukan kali pertama oleh Fajar, 40, tetangga korban sekitar 12.30 dini hari. Pria 40 tahun yang tinggal di depan rumah korban itu curiga lantaran sejak sore sepeda motor korban bernopol L 6959 LO tetap berada di depan rumahnya. Menurut Fajar, sekitar pukul 18.30 dirinya sempat menghidupkan lampu depan rumah korban. Saat itu dirinya juga sempat memanggil korban, namun tidak ada jawaban. “Setelah magrib saya hidupkan lampu karena tombol lampu

ada di depan. Saat itu saya juga memanggilnya. Karena tidak ada jawaban, saya balik lagi ke rumah,” kata Fajar, kepada koran ini di lokasi kejadian. Kemudian, sekitar pukul 21.00 dirinya lewat di depan rumah Kadir. Namun, saat itu kondisi rumahnya gelap dan hanya lampu depan yang menyala. Itu pun dinyalakan oleh Fajar. “Jam sembilanan saya lewat lagi. Orangnya tetap tidak ada dan pintunya masih terbuka,” imbuhnya. Setelah itu, Fajar beranjak pergi dan ngopi di sebuah warung yang tidak jauh dari rumah korban. Namun, sampai pukul 12.15, ternyata sepeda motor korban masih berada di depan rumahnya. Lantaran itulah dirinya sangat curiga dan membawa empat orang temannya melihat kondisi korban. “Jadi, tengah malam tadi saya curiga.

Saya langsung mengajak empat teman ngopi masuk ke rumah korban. Saat saya masuk, lampu tetap mati. Saya panggil juga tidak menjawab. Setelah saya masuk ke ruang tengah saya dan teman-teman terkejut melihat Kadir tergeletak. Saat itu pula saya lapor ke polisi,” papar Fajar. Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi di lokasi kejadian, saat ditemukan, dari mulut korban terlihat mengeluarkan busa bercampur darah. Selain itu, jasad korban itu dikerubuti semut. Setelah jasad korban diangkat ke tempat tidur, darah korban yang diduga keluar dari mulut itu sampai ke dadanya serta tangan bagian kiri. Dugaan sementara, korban tewas akibat over dosis (OD) obat-obatan  Baca Pulang...Hal 39

NUR HARIRI/RaBa

BABAK PUNCAK: Tim SMAN 1 Panarukan (putih) saat mengalahkan SMAN 2 Situbondo Rabu malam (12/9).

SMA Panarukan Sabet Juara Basket SITUBONDO – Tim basket putra SMAN 1 Panarukan berhasil merebut gelar juara basket pelajar se-Situbondo edisi 2012. Itu setelah dalam laga final yang digelar di lapangan Basket SMPK Santo Elias, jalan Mawar Situbondo, Rabu malam (12/9), SMAN 1 Panarukan berhasil menang atas seterunya SMAN 2 Situbondo dengan skor tipis 69-65. Sedangkan juara basket putri diraih tim putri SMAN 2 Situbondo. Di final, SMAN 2 Situbondo sukses menggu-

lung SMKN 1 Panji. Di tingkat SMP putra, gelar juara diraih tuan rumah SMPK Santo Elias. Di final, SMPK Santo Elias mengalahkan SMPN 1 Panji. Sedangkan juara basket putri, diraih SMPN 2 Panji setelah mengalahkan SMPN 1 Panarukan di partai puncak. Ketua KONI Situbondo, Rahmad Ongko Wijoyo mengatakan, liga basket antar pelajar Situbondo 2012 itu tidak sekedar kejuaraan biasa  Baca SMA...Hal 39

Dinsos Latih Eks Klien Panti Berkat Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau

SYAMSURI/RaBa

TIMBA ILMU: Peserta melakukan praktek potong rambut dipandu langsung oleh Instruktur dari BLK kemarin.

SITUBONDO – Dinas Sosial Pemkab Situbondo menggelar pelatihan peningkatan sarana dan prasarana rehabilitasi bagi PMKS (eks Klien Panti), siang kemarin (13/9). Kegiatan yang ditempatkan di Balai Latihan Kerja (BLK) Jalan Besuki Rachmat itu akan digelar hingga 26 hari ke depan. Kegiatan ini dibiayai dari dana bagi hasil cukai tembakau (DBHCT) diperuntukkan sejumlah daerah penghasil tembakau. Pelatihan diberikan kepada 80 orang dibagi menjadi 17 kelompok peserta bimbingan sosial. Itu meliputi pelatihan lassery, pertukangan kayu, dan tata rias, dan potong rambut. Instruktur dari BLK sesuai dengan bidangnya masing-masing. Sebelum melakukan praktek,

masing-masing peserta pelatihan diberi pemaparan materi. Peserta juga langsung melakukan praktek lapangan yang dipandu langsung instruktur dari BLK. “Selain itu juga diberikan pendidikan dan pembinaan keterampilan yang dapat mendukung bakat maupun minat dari masing-masing individu,” ungkap Kadis Sosial, Basuki. Menurut dia, keterampilan yang sudah didapatkan dari pendidikan formal maupun non formal, atau pun pembinaan di panti-panti sosial tidak cukup menunjang perekonomian klien panti-panti sosial yang didominasi masyarakat berpendapatan menengah ke bawah. Nah, untuk mendukung keterampilan yang telah mereka miliki, Dinsos memberikan kegiatan peningkatan sarana rehabilitasi sosial. “Sebanyak 17 kelompok peserta itu dibagi menjadi lima kegiatan, yakni

lassery, pertukangan kayu, tata rias, dan potong. Untuk tiga kegiatan itu sudah berlangsung. Sedangkan untuk perbengkelan dan menjahit menunggu giliran,” terang Basuki. Lima kegiatan itu diharapkan mendukung dan menunjang keterampilan eks klien serta menambah pengetahuan, sehingga lebih hidup mandiri disertai bertambahnya pendapatan. “Kita optimistis kesempatan selama 26 hari tersebut cukup untuk bisa mengembangkan pengetahuan dan usahanya agar dapat memenuhi kebutuhan dan kehidupan sehari-hari,” imbuhnya. Tidak hanya sampai disitu, usai pelatihan para peserta juga diberi bantuan berupa peralatan sesuai bidang dan ketrampilannya masing-masing. Sehingga, mereka akan benar-benar bisa memanfaatkan lapangan usaha saat kembali ke tengah-tengah masyarakat. (pri/adv/als)

PRAKTEK: Peserta membuat meja dan kursi di Aula BLK kemarin.

Radar Banyuwangi 14 September 2012  

Radar Banyuwangi

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you