Issuu on Google+

SENIN 13 MEI

29

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2013

Membedah Isi Perda Rumah Kos PERATURAN Daerah (Perda) usaha penyelenggaraan jasa rumah kos sudah disahkan. Seperti apa isi perda yang masih diverifikasi Gubernur Jatim itu.

Pulau Merah Bakal Meriah RATUSAN Surfer dari 18 negara akan berpartisipasi dalam kompetisi surfing internasional di Pulau Merah 24-26 Mei mendatang.

Baca COVER STORY halaman 30

Baca RADAR SPORT halaman 38

Warga Gang Rambo Luruk Polsek INFRASTRUKTUR

PDAM Digelontor Dana Rp 7, 2 Miliar BANYUWANGI - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Banyuwangi mendapat kucuran dana segar sebesar Rp 7,372 miliar. Dana hibah itu berasal dari APBN dan APBD 2013. Bantuan dari APBD nilainya sebesar Rp 2,017 miliar dan bantuan dana APBN sekitar 5,354 miliar. “Bantuan itu akan kita gunakan menambah jaringan dan penambahan debit air,” ungkap Plt Direktur Utama PDAM Banyuwangi, Ayub Hidayat, kemarin (6/5). Bantuan dana dari pusat dan daerah itu, kata Ayub, akan digunakan membiayai beberapa kegiatan perluasan jaringan. Beberapa kegiatan yang akan dibiayai dari dana bantuan Rp 7,354 miliar itu adalah penambahan sumber air dan jaringan pipa di Ibu Kota Kecamatan (IKK) Wongsorejo. Untuk menambah debit air, akan dibangun satu unit sumur bor senilai Rp 571 juta lebih. Selain digunakan pembangunan sumur bor, dana yang bersumber dari APBD itu akan digunakan memasang pipa sepanjang 500 meter n  Baca PDAM...Hal 39

ABDUL AZIZ/RaBa

ICHSAN RASYID/RaBa

TONTONAN: Pentas cerita rakyat di Taman Blambangan Sabtu malam lalu.

Drama Asmara Putri Sekar Dalu BANYUWANGI- Malam aktualisasi seni dan budaya lokal di panggung terbuka Taman Blambangan, menyuguhkan opera cerita rakyat Sabtu malam lalu (11/5). Kali ini, cerita yang ditampilkan adalah kisah asmara putri raja dan patih Kerajaan Blambangan yang tidak kesampaian. Cerita rakyat yang mengambil tema ‘Sekar Dalu Ngerandu Ndaru’ itu mengisahkan, pada tahun 1596 merupakan tahun terakhir Menak Sembuyu atau Menak Dedali Putih memimpin kerajaan Blambangan. Ketika itu, Patih Sengoro menaruh hati pada putri Menak Dedali Putih yang bernama Sekar Dalu. Patih Sengoro minta bantuan tukang sihir untuk menyebarkan penyakit. Jika penyakit tersebut menyebar di masyarakat, Patih Sengoro berniat mencuri simpati raja dengan cara membasmi penyakit tersebut. Namun rencana itu gagal. Saat Putri Sekar Dalu terjangkit penyakit, tapi tidak berhasil di sembuhkan. Datanglah Syech Maulana Ishak mengobati penyakit Putri Sekar Dalu. Syech Maulana Ishak pun akhirnya menikahi Putri Sekar Dalu. Sementara itu, hingga pentas itu selesai, warga tidak ada yang beranjak meninggalkan acara. “Warga cukup antusias. Kami mengemas acara ini sebagai hiburan rakyat,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Suprayogi. (afi/bay)

Tubing Merambah Lereng Ijen LICIN - Wisata arung sungai de ngan ban dalam (tubing) tak hanya dilakukan di Sungai Badeng, Kecamatan Songgon. Kali ini, sensasi petualangan kintir-kintiran semacam itu juga bisa dinikmati di perbatasan Desa Segobang dan Desa Kluncing, Kecamatan Licin. Wisata alam yang memanfaatkan

derasnya air Sungai Kedawung tersebut diperkenalkan kepada publik kemarin (12/5). Tidak tanggung-tanggung, panjang lintasan wahana rekreasi sarat tantangan tersebut mencapai empat Kilometer (Km). Rute sepanjang, itu di bagi dalam tiga ka tegori, yakni re kreasi (kelas

KALIPURO - Pekerjaan proyek jalan poros nasional depan Pelabuhan Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi terus dikebut. Hingga kemarin (12/5), pekerjaan yang dibiayai dana APBN 2013 tersebut mencapai sepuluh persen. Saat ini, pekerjaan proyek di fokuskan pada pemasangan campuran pasir batu (sirtu) untuk meninggikan jalan badan setinggi 61 centimeter (cm) tersebut. Pengurukan jalan sepanjang 300 meter menggunakan sirtu. Selain menggunakan sirtu, juga dipasang cement treated base (CTB) untuk menambah kekuatan jalan. Proses pengurukan jalan, sudah rampung dilakukan. Pihak pelaksana, saat ini sedang mengerjakan pemasangan CTB pada sesi badan jalan sebelah barat. Sedangkan untuk sesi badan jalan sebelah timur, pekerjaannya menunggu keringnya pemasangan CTB. Jalan sebelah timur digunakan untuk arus lalu lintas kendaraan yang akan menyeberang ke Bali dan kendaraan yang keluar dari pelabuhan. “Progressnya baru sekitar 10 persen lebih, masih banyak kegiatan proyek yang belum dilaksanakan,” ujar Kepala TU PPK Jalan Nasional Situbondo-Ketapang, Sudahlan. Sedangkan pembangunan saluran air, hingga kemarin (12/5) belum dikerjakan. Pekerjaan saluran air, kata Sudahlan, akan dilakukan setelah beton saluran sudah dating n  Baca Mulai...Hal 39

MENANTANG: Warga naik ban dalam sambil menyusuri sungai Kedawung di Desa Segobang, Kecamatan Licin, kemarin.

pemula), medium, dan ekstrem. Rute tubing tersebut merupakan buah kerja keras warga se kitar. Pa salnya, sejak enam bulan terakhir, warga peduli wisata Desa Se gobang, telah bersusah payah me nata dan sekaligus menjajal lintasan tersebut tanpa dibayar n

GALIH COKRO/RaBa

 Baca Tubing...Hal 39

E-KTP Segera Dicetak di Daerah

GALIH COKRO/RaBa

DASAR: Alat berat memadatkan lapisan cement treated base di ruas jalan Gatot Subroto Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, kemarin.

BA N Y U WA N G I - P ro s e s re kam data KTP elektronik (e-KTP) di Banyuwangi mulai melambat. Walau demikian, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Banyuwangi masih melayani proses rekam data e-KTP tersebut. Proses rekam data e-KTP tetap di lakukan sebelum deadline yang ditetapkan pemerintah pusat berakhir. “Jika tidak ada perubahan, perekaman data e-KTP akan ditutup pada Juli mendatang,” ujar Kepala Dispendukcapil Banyuwangi, Sudjani kemarin (12/5). Dalam rentang Mei hingga Juli 2013 mendatang, Sudjani mengaku akan memaksimalkan warga untuk sedapat mungkin menyelesaikan perekaman data e-KTP. Saat ini, grafik perekaman data e-KTP sudah cukup lambat. Dalam sehari, pro ses rekam data e-KTP antara tujuh hingga 10 orang se tiap kecamatan. Sedangkan perekaman data di kantor Dispenduk berkisar antara 30 hingga 35 orang per hari. “Pelayanan di kantor dinas, warga yang pindah datang dari daerah lain,” timpal Kabid Administrasi Kependudukan, H Heru Eko Wahyudi.

Deadline yang diberikan pemerintah pusat, kata Heru, memang pada bulan Juli 2013. Namun demikian, pemerintah pusat menargetkan un tuk menuntaskan rekam data e-KTP pada tahun 2013. Artinya, kemungkinan rekam data e-KTP masih akan berlanjut hingga akhir tahun 2013 mendatang. “Perekaman e-KTP ditargetkan tuntas tahun 2013 karena pada tahun 2014 KTP lama sudah tidak berlaku lagi,” katanya. Karena itu, semua warga Banyuwangi diminta sudah mengganti KTP lama dengan e-KTP. Sebab, pada tahun 2014 semua pelayanan hanya akan dilayani jika menggunakan e-KTP. Untuk saat ini, pencetakan e-KTP dilakukan di Jakarta. Proses pencetakan e-KTP, dalam waktu dekat ini akan diserahkan ke daerah masing-masing. “Informasi yang disampaikan Kemendagri, pada Oktober mendatang pro ses pencetakan e-KTP akan diserahkan ke daerah,” katanya. Walau proses cetaknya diserahkan ke daerah, jelas Heru, namun blangko e-KTP tetap akan disediakan oleh pemerintah pusat. Hanya proses cetaknya yang akan dilakukan daerah. (afi/bay)

Resepsi Pernikahan 7 Hari 7 Malam Kiai Zaim – Ning Sari (2-Habis)

Keinginan Kiai As’ad 23 Tahun Lalu Resepsi pernikahan tujuh hari tujuh malam Kiai Azaim dengan Ning Sari saat ini tidak ada apa-apanya dibandingkan keinginan Fawaid semasa hidupnya. Sebab, pengasuh ketiga P2S2 Sukorejo tersebut perah berencana merayakannya selama sebulan dan mengundang seratus ribu alumni serta wali santri di seluruh pelosok Nusantara. EDY SUPRIYONO, Banyuputih WAJAH Nyai Djuwairiyah (istri alm KHR Ahmad Fawaid) malam itu tampak cerah. Raut mukanya berseri-seri berhias senyum ramah yang

http://www.radarbanyuwangi.co.id

 Baca Warga...Hal 39

SOLIDARITAS : Puluhan tetangga Ansori dari Gang Rambo, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, mendatangi Mapolsek Muncar siang kemarin.

Mulai Pasang Lapisan CTB

BUDAYA

MUNCAR – Merasa tak terima tetangganya ditangkap polisi dengan tuduhan telah bermain judi sabung ayam, puluhan war ga Gang Rambo, Dusun Mun car, Desa Kedungrejo, mendatangi Mapolsek Muncar siang kemarin (12/5). Informasi yang berhasil dihimpun wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, pada pukul 12.00 kemarin, Ansori, 41, warga Dusun Muncar, ditangkap polisi karena diduga telah mengadu ayam disertai unsur judi. Namun tak lama berselang, penangkapan Ansori itu ternyata mengundang emosi para tetangganya. Sebab sepengetahuan mereka, Ansori sama sekali tidak mengadu ayam, apalagi disertai unsur judi n

terus mengembang kepada setiap mata yang memandang. Pancaran kebahagiaan sangat tampak di wajah ibunda Nur Sari As’adiyah (Ning Sari) tersebut. Rasa bahagia itu seperti tak terhingga. Sepintas rasa suka cita Nyai Dju (panggilan Nyai Djuwairiyah) tak ubahnya orang tua pada umumnya, yang pasti sangat berbahagia saat mengantarkan anaknya ke pe laminan. Namun, kebahagiaan ganda Nyai Dju juga karena dirinya mampu melaksanakan apa yang menjadi wasiat sang suami dan mertuanya, KHR As’ad Syamsul Arifin serta sejumlah saudara kandung Kiai Fawaid. Itu terungkap lewat sambutan yang disampaikan pada malam awal resepsi pernikahan Kiai Zaim – Ning Sari di tempat resepsi pernikahan di halaman Kantor Pusat Pesantren Salafiyah – Syafi’iyah (P2S2) Suko-

Razia lalu lintas ditabrak mobil Kalau di AS, pengejaran pasti masuk siaran langsung.

Warga Gang Rambo mendatangi polsek Yang ini Rambo Muncar, bukan John Rambo pasukan khusus AS EDY SUPRIYONO/RaBa

CERIA: Nyai Djuwairiyah (merah) di acara resepsi pernikahan Kiai Zaim – Ning Sari di Sukorejo, Banyuputih, Situbondo, Kamis lalu (9/5).

rejo Kamis malam (9/5) lalu. “Ternyata Allah punya kehendak lain, Allah punya cara sendiri untuk mewujudkan keinginan 23 tahun lalu,”

kata perempuan asal Surabaya yang malam itu mengenakan baju merah dengan jilbab berpadu hijau pupus n  Baca Keinginan...Hal 39

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


30

COVER STORY

Senin 13 Mei 2013

BESAR: Bangunan bertingkat rumah kos di Kelurahan Tamanbaru, Kecamatan Banyuwangi. Wilayah Kelurahan Tamanbaru tercatat sebagai kawasan yang memiliki usaha rumah kos terbanyak di Bumi Blambangan.

FOTO-FOTO: GALIH COKRO/RaBa

Setelah Perda Rumah Kos Disahkan

Mengatur ataukah Memberatkan? BANYUWANGI - Di satu sisi, rumah kos adalah salah satu sarana strategis penunjang pendidikan dan perekonomian masyarakat. Para siswa yang jarak sekolahnya jauh dari kediamannya banyak yang memanfaatkan rumah kos untuk memangkas mobilitas yang tentu memakan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Hal serupa juga dilakukan para karyawan yang bertempat tinggal jauh dari lokasinya bekerja. Namun, di sisi lain, keberadaan rumah kos kerap kali menimbulkan keresahan warga. Sebab, tak jarang fungsi rumah kos disalahgunakan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan per-

buatan yang menyimpang dari norma agama, adat, dan kesusilaan masyarakat se kitar. Bahkan, tidak se dikit pula rumah kos yang dijadikan tempat melakukan hal-hal yang melanggar hukum, seperti pesta minuman keras (miras) dan narkoba. Maraknya penyalahgunaan rumah kos itu tergambar dari banyaknya kasus yang diungkap petugas, baik oleh unsur kepolisian maupun Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Petugas Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Banyuwangi beberapa kali membongkar pesta narkoba di sejumlah rumah kos

Motivasi kami hanya itu (mengan tisipasi penyalahgunaan rumah kos), bukan memberatkan ma syarakat.” di Bumi BlamISMOKO bangan. Satpol Ketua Pansus Raperda Usaha Rumah Kos PP juga kerap DPRD Banyuwangi menjaring paDOK. RaBa sangan bukan muhrim berduaan di kamar kos. mencetuskan rancangan peraturan daerah Nah, berkaca pada kenyataan tersebut, (raperda) tentang penyelenggaraan usaha jasa lembaga legislatif (DPRD) Banyuwangi pemondokan n  Baca Mengatur...Hal 39

Perda Penyelenggaraan Usaha Rumah Kos s Disahkan: 18 April 2013 Penerapan: Menunggu verifikasi Gubernur Jatim Izin usaha rumah kos: Pemilik lapor tertulis ke kades/kelurahan Tidak dikenakan biaya Hanya mengisi formulir Formulir disediakan pemerintah

Poin-poin penting lainnya: n Berlaku untuk rumah kos : maksimal 10 kamar n Tidak boleh campur penghuni lelaki dan perempuan n Menyediakan ruang tamu di luar kamar n Tidak perlu izin hak operasional (HO) n Wajib punya Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Penghuni Lelaki-Perempuan Harus Terpisah MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyuwangi menaruh harapan besar dengan disahkannya peraturan daerah (perda) tentang penyelenggaraan usaha rumah kos. Dengan aturan itu, rumah kos di Kota Gandrung diharapkan bisa ditertibkan. Saat ini, banyak tempat kos yang diduga telah disalahgunakan. Tidak sedikit rumah kos yang di salahgunakan menjadi tempat prostitusi liar dan transaksi narkoba. “MUI mendukung perda tempat kos ini,” tegas Sekretaris MUI Banyuwangi, H. Nur Khozin Kholil. Perda tentang penyelenggaraan usaha rumah kos, terang Khozin, sebenarnya sudah lama diharapkan masyarakat. Sebab, tidak jarang tempat kos itu

KAWASAN SEPI: Suasana rumah kos di Jalan Borobudur Banyuwangi.

Parukoba masih Merasa Keberatan RAPERDA inisiatif tentang p e n y e l e n g ga raa n u s a ha r u mah kos sudah didok DPRD Banyuwangi. Sayang, pengesahan itu mengundang penolakan para pemilik kos-kosan yang tergabung dalam Pa rukoba (Paguyuban Rumah Kos Banyuwangi). Parukoba merasa keberatan karena perda tersebut bertolak belakang dengan Pasal 50 UU Nomor 1 Tahun 2011 tentang perumahan dan kawasan permukiman. Disebutkan, penyelenggaraan hunian dengan cara sewa-menyewa diatur oleh peraturan pemerintah, bukan perda. ”Lahirnya perda ini siatif tentang kos-kosan ini setengah hati. Kami keberatan karena perda ini terkesan di paksakan,” tegas Sekretaris Parukoba, H. Ipung Purwadi Quthbi. Pihaknya justru sepakat dengan aturan yang lebih dulu di berlakukan pihak kelurahan. Dalam tata tertib kelurahan itu sudah banyak dilaksanakan pemilik rumah kos. Misalnya, jika bertamu dalam waktu 1x24 jam, pemilik rumah

kos harus Data Rumah Kos me lapor n Jumlah seluruh Banyuwangi : 1.058 unit kepada n Kecamatan Banyuwangi : 500 unit k e t u a (kamar >10 hampir 40%) RT/RW. (kamar < 10 sekitar 60%) Peng hun Kelurahan Tamanbaru : 146 unit ni rumah n Kelurahan Tukangkayu : 98 unit kos putra n Kelurahan Kebalenan : 20 unit dan putri n Kelurahan Kertosari : 25 unit tidak bo0 unit n Kelurahan Mojopanggung (Kec. Giri): 80-100 leh din Kecamatan Kalipuro : 50-60 unit campur SUMBER: SEKRETARIS PARUKOBA sekamar. pus. Apalagi, ngurus IPPT sulitnya Poin penting lain, tamu yang berkunjung, minta ampun,” tegas pria yang berselambat-lambatnya pukul 22.00 profesi sebagai lawyer itu. Diungkapkan Ipung, saat ini harus meninggalkan rumah kos. Pihaknya belum tahu pasti isi jumlah kos-kosan di Banyuwangi perda kos-kosan. Namun, dia ber- mencapai 1.058 rumah kos. Jumlah harap isinya tidak terlalu membe- paling banyak berada di jantung ratkan pemilik kos. Sebab, dalam kota Banyuwangi. Sesuai data yang praktiknya, birokrasi mendirikan dilansir Parukoba, jumlah kossebuah rumah kos cukup rumit. kosan di pusat kota mencapai 500 Mulai izin HO, SIUP, Izin Perun- rumah kos. ”Di kota Banyuwangi tukan Penggunaan Tanah (IPPT), paling banyak di Kelurahan Tahingga retribusi harus lengkap. manbaru. Jumlahnya mencapai ”Be lum lagi ada pungli-pungli. 400 rumah kos,’’ ungkap Ipung. Kami setuju ada perda, tapi segala (selengkapnya baca grafis) n  Baca Parukoba...Hal 39 bentuk praktik pungli harus diha-

DOK. RaBa

Kami setuju ada perda, tapi segala bentuk praktik pungli harus dihapus. Apalagi, ngurus IPPT sulitnya minta ampun.” IPUNG PURWADI QUTHBI Sekretaris Parukoba

meresahkan warga di sekitarnya. “Pemerintah harus serius dengan aturan yang sudah ada ini. Jangan hanya jadi dokumen belaka,” katanya. Karena perda ini masih baru, Khozin berharap pemerintah segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat, terutama di daerah yang memiliki tempat kos. Para ketua rukun tetangga (RT), rukun warga (RW), dan perangkat kelurahan atau desa, harus paham aturan di perda ini. “Sosialisasi harus maksimal,” pintanya. Aturan dalam perda rumah kos, seperti penghuni lelaki dan perempuan tidak boleh dicampur, harus disosialisasikan n  Baca Penghuni...Hal 39

Satpol PP Punya Data Kos-kosan Nakal PENYALAHGUNAAN rumah kos tidak lama lagi segera ditertibkan. Penertiban itu segera dilakukan bersamaan dengan disahkannya peraturan daerah (perda) tentang penyelenggaraan usaha jasa rumah kos oleh DPRD Banyuwangi. Saat ini, perda yang baru disahkan April 2013 itu sedang dalam koreksi Gubernur Jawa Timur (Jatim.) Walau sudah disahkan dalam rapat paripurna DPRD Banyuwangi, tapi perda tersebut belum bisa dilaksanakan karena belum diundangkan dalam lembaran daerah. Pemerintah daerah masih menunggu selesainya proses ko reksi yang dilakukan Gubernur Jatim. Setelah proses koreksi di Pemprov Jatim clear, pemerintah daerah akan mengundangkan perda tersebut dalam lembaran daerah. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sebagai penegak perda sudah siap melaksanakan perda tersebut. Tentu pelaksanaan perda itu masih

RAZIA: Petugas melakukan pemeriksaan KTP penghuni rumah kos di jalan Majapahit Banyuwangi beberapa waktu lalu.

menunggu proses verifikasi atau koreksi. “Kami masih menunggu perda itu diundangkan. Sekarang masih dalam proses ve rifikasi gubernur,” ungkap Kepala Satpol PP Banyuwangi, Choiril Ustadi. Untuk melaksanakan perda itu, kata Ustadi, pihaknya tidak perlu melakukan persiapan khu sus. Seperti perda-perda

yang lain, begitu perda usaha penyelenggaraan rumah kos itu resmi diundangkan, maka secara otomatis langsung berlaku. Satpol PP memang di bentuk untuk menegakkan perda. Karena itu, Satpol PP berkomit men selalu me ne gakkan perda yang dibuat pemerintah bersama-sama DPRD n  Baca Satpol PP...Hal 39

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. 

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.



Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


31

Senin 13 Mei 2013

ADA APA LAGI

Bagian belakang Honda GL- Pro diseruduk mobil warna hijau tua.

Kronologi Polisi menggelar razia di perbatasan Desa Tulungrejo dan Desa Kaligondo sekitar pukul 11.00 kemarin.

Motor GLPro terjatuh ke kiri jalan, muatan ikan jatuh berhamburan.

Mobil hijau juga menabrak anggota polisi hingga terjatuh ke kanan jalan.

Petugas berdiri di jalan menghentikan laju motor Honda GL-Pro bermuatan ikan laut.

Mobil kabur ke arah barat dan tak terjangkau kejaran petugas.

GRAFIS: ZAKARIA/RaBa

ABDUL AZIZ/RaBa

APES : Jiram di Mapolsek Muncar kemarin.

Ketahuan Malah Teriak Maling MUNCAR – Sial dialami Jiram,42, warga Dusun Krajan, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi. Dia babak belur setelah dihajar warga karena ketahuan hendak mencuri ayam pada pukul 02.30 Sabtu lalu (11/5). Jiram diduga hendak mencuri ayam milik Makruf Ali, 32, warga Dusun Palurejo, Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar. Ceritanya, Makruf yang baru pulang bekerja di laut merasa curiga dengan keberadaan motor tua di dekat rumahnya. Sehingga dia tidak langsung masuk ke rumah, dan memilih memutar ke kandang ayam. Ketika kakinya baru melangkah ke kandang ayam, mendadak muncul Jimar. “Saat itu, dia ngaku mengejar maling. Kan aneh? Akhirnya dia saya pegang dan saya serahkan ke perangkat desa,” jelas Makruf di Mapolsek Muncar kemarin (12/5). Kapolsek Muncar Kompol Ary Murtini melalui Kanitreskrim Aiptu Bagio mengatakan, selain menahan Jimar, polisi juga mengamankan barang bukti berupa motor tua milik lelaki tersebut. “Dia kita tahan atas dugaan percobaan pencurian ayam,” tandasnya. (azi/bay)

TRANSPORTASI

Segera Terapkan Izin Angkutan Tambang Pasir

Razia Lantas Diseruduk Mobil GENTENG - Operasi lalu lintas yang dilakukan jajaran Polres Banyuwangi di tikungan jalan raya perbatasan Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, dan Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, diwarnai insiden sekitar pukul 11.00 siang kemarin (12/5). Sebuah mobil warna hijau tua yang tak diketahui identitasnya, meluncur dari arah timur dan menabrak seorang petugas yang sedang berdiri di jalan untuk melakukan penertiban. Bukan hanya itu, mobil hijau tersebut juga dikabarkan menabrak sepeda motor Honda GL-Pro yang dikemudikan seorang pedagang ikan laut. Informasi yang berhasil dihimpun wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, beberapa petugas polisi melakukan operasi kendaraan di jalan raya tersebut. Sebagaimana biasa, saat itu seorang petugas berdiri di poros jalan dan berusaha menghentikan laju motor Honda GL-Pro yang membawa muatan ikan laut.

Belum sempat berhenti, dari arah belakang tiba-tiba meluncur sebuah mobil warna hijau tua dengan kecepatan tinggi tanpa mengerem. Pengemudi mobil itu langsung menabrak bagian belakang motor Honda GL-Pro sekaligus anggota Polantas yang berdiri di jalan. Akibat kerasnya benturan tersebut, pengemudi Honda GL-Pro terlempar ke kiri jalan. Sedangkan seluruh muatan ikan dalam boks berhamburan. Anggota polisi juga terlempar ke kanan jalan hingga keluar bahu jalan. “Begitu tahu rekannya tertabrak, salah satu anggota polisi langsung melempar mobil itu dengan HT (handy talky),“ terang Ade 38, warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore. Anggota polisi yang lain langsung mengejarnya mobil itu ke arah barat. Namun hingga berita ini ditulis tadi malam, polisi belum berhasil mengejar mobil tersebut. Sedangkan anggota Polisi yang ditabrak langsung dibawa mobil patroli ke arah timur. “Bekas ikan

BANYUWANGI- Tidak semua kendaraan dapat mengangkut hasil tambang pasir dan bebatuan. Kendaraan yang mengangkut hasil tambang pasir dan bebatuan harus memiliki izin khusus dari pihak yang berwenang. Selama ini, izin angkutan pasir dan bebatuan hanya dikeluarkan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo). Ke depan, izin itu tidak cukup namun harus mengantongi izin khusus. Ketentuan itu diatur dalam UU Nomor 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan. Dalam UU itu, diatur secara khusus tentang kendaraan yang boleh mengangkat hasil pertambangan pasir dan bebatuan. “Saat ini, di Banyuwangi belum ada angkutan yang memiliki izin khusus mengangkut hasil pertambangan pasir dan batuan,” ujar Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Pertambangan (Disprindagtam) Banyuwangi, Hary Cahyo Purnomo. Saat ini, kata Hary, Disperindagtam sedang konsentrasi untuk mendorong pengusaha mengurus izin kegiatan pertambangan pasir dan bebatuan. Sedangkan untuk proses izin angkutan, akan dilakukan setelah kegiatan pertambangan memiliki izin melakukan eksploitasi. Saat ini, kegiatan pertambangan pasir dan bebatuan berjumlah 32 unit usaha. Dari 32 unit usaha itu, seluruhnya belum memiliki izin bersamaan dengan berakhirnya surat izin pertambangan daerah (SIPD) pada tahun 2009 lalu. Walau belum memiliki izin, kata Hary, namun sudah ada sekitar 20 orang pengusaha tambang pasir dan bebatuan yang mulai memproses untuk mendapat izin usaha pertambangan (IUP). Saat ini, 20 pengusaha itu sedang melengkapi syarat untuk mengajukan IUP di Kantor Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T). Untuk mengajukan permohonan IUP, lanjut Hary, pengusaha harus terlebih dahulu mengurus advice planning (AP)dari Bappeda. Setelah selesai mendapatkan AP, tahap selanjutnya mengurus wilayah izin usaha pertambangan (WIUP) dari Disprindagtam. Terakhir, pengusaha harus mendapat izin lingkungan dari Badan Lingkungan Hidup (BLH). Setelah semua dokumen tercukupi, baru permohonan izin diajukan ke BP2T. “Kita ingin semua pengusaha pertambangan pasir dan bebatuan memiliki izin sesuai ketentuan UU 4 tahun 2009,” tegas Hary. (afi/bay)

yang berhamburan dan satu spion serta bumper mobil itu tertinggal di lokasi,” jelas Ade. Hal sama juga disampaikan Niman, seorang pengemudi motor

yang lewat di lokasi itu. Setelah menabrak polisi dan motor, kata dia, mobil itu kabur ke arah barat. Sementara itu saat dikonfrimasi, Kanitlantas Genteng

Ipda Sumono tampak enggan berkomentar atas kejadian tersebut. “Saya nggak tahu. Yang melakukan operasi itu mungkin dari polres,” dalihnya. (azi/bay)

Banyak Mengonsumsi Alkohol Dapat Menimbulkan Kanker Mulut DARI situs Dentistry diperoleh informasi bahwa pengguna berat alkohol berisiko tinggi terkena karsinoma mulut. Hal ini disebabkan oleh alkohol kandungan karsinogen atau prokarsinogen yang banyak terdapat dalam alkohol, termasuk kontaminan dari nitrosamin dan uretan selain etanol. Dalam tubuh, etanol dimetabolisme oleh alkohol-dehidrogenase dan oleh sitokrom P450 menjadi asetaldehid yang bersifat karsinogen. Enzim metabolisme karsinogen berperan pada individu tertentu. Alkohol dehidrogenase mengoksidasi etanol menjadi asetaldehid yang sitotoksik dan meng hasilkan radikal bebas serta basa DNA hidroksilasi. Sebagaimana halnya tembakau pada perokok, alkohol memberikan efek sinergis yang menyebabkan terjadinya perubahan displastik pada mukosa. Oleh karena itu, orang yang m e ro k o k sek a ligus minum alkohol dalam jumlah yang berlebihan mempunyai risiko lebih tinggi untuk menderita kanker mulut dari pada orang yang meminum alkohol saja atau yang menggunakan tembakau saja. Daerah mukosa yang paling sering terkena oleh alkohol mempunyai risiko yang paling tinggi untuk kena kanker. Alkohol memudahkan kerja tembakau dengan berfungsi sebagai pelarut sehingga memudahkan bahan karsinogen untuk melakukan penetrsi ke dalam jaringan mulut. Alkohol dapat memengaruhi keutuhan sistem kekebalan tubuh, yang memungkinkan kanker tumbuh dan berkembang dengan baik. Apa yang harus dilakukan untuk mencegahnya? Tentu saja menghindari faktor risiko. Faktor risiko itu ada dua: yang tidak bisa dihindari dan yang bisa dihindari. Contoh yang tidak bisa dihindari adalah faktor genetik. Sedangkan yang bisa dihindari seperti rokok dan alkohol itu. Kendati beberapa faktor risiko itu dapat dihindari, bukan berarti Anda seratus persen dapat terbebas dari kanker. Sebaliknya, orang yang hidupnya penuh dengan faktor risiko belum tentu akan

menderita kanker. Walaupun demikian, menghindari pasti jauh lebih baik daripada mengobati. Dengan apa? Selain menghindari faktor risiko itu, juga bisa dengan rutin mengonsumsi antioksidan tingkat tinggi, seperti xanthone, yang terdapat dalam kulit buah manggis. Peneliti luar negeri, seperti Martin (1980), Kanchanapoom (1998), Nakasone (1998), Paul (1998), Nakatani (2002), dan Matsumo ( 2003) melaporkan bahwa 10 mikron/ml alfa-mangostin (turunan xanthone) yang diisolasi dari kulit buah manggis mampu menghambat sel leukimia HL-60 pada manusia, dan garcinone E (juga derivat xanthone) efektif untuk menghambat kanker hati, kanker lambung, kanker paru, dan beberapa kanker lainnya. Khasiatnya bahkan jauh lebih efektif bila dibandingkan dengan obat kanker seperti flauraucil, cisplatin, vincristin, metohotrexete, dan mitoxiantrone. Anda yang ingin men dapatkan informasi lengkap tentang khasiat kulit manggis bisa membacanya di buku berjudul Ku lit Manggis Berkhasiat Tinggi, yang tersedia di Toko Buku Gramedia se-Indonesia. Tapi, apakah untuk mendapatkan xanthone itu kita perlu menggiling kulit manggis dulu untuk meminum airnya? Tidak. Sekarang, teknologinya sudah ada di Indonesia. Dan produk itu sudah beredar di apotek-apotek dan toko-toko obat terkemuka di kota Anda, dalam bentuk kapsul. Namanya Garcia, sedangkan xanthone adalah zat yang dikandungnya. Bila ingin tahu lebih banyak tentang ekstrak kulit manggis pertama di Indonesia itu, Anda bisa menghubungi telepon bebas pulsa kami 08001401430, email info@manggisgarcia.com, atau website www.manggisgarcia.com.Produk ini bisa didapatkan di Apotek dan toko obat terkemuka di kota anda atau segera Banyuwangi : 0333-7703239 & 081336445358

Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dalam Tiga Bulan Terakhir

Berhasil Menambah 821 Pelanggan Baru dan Atasi Air Mampet di 12 Titik Dalam rentang waktu tiga bulan, PDAM berhasil meningkatkan kinerja perusahaan cukup membanggakan. Apa saja, capaian yang dilakukan direksi baru perusahaan daerah itu? TAHUN 2013 ini, PDAM menargetkan penambahan jaringan pelanggan baru sebanyak 3000 sambungan. Dari target 3000 pelanggan baru itu, sekitar 821 jaringan berhasil direalisasikan dalam tempo tiga bulan. Sehingga total pelanggan PDAM hingga bulan Mei 2013 mencapai 40.871 pelanggan. Tahun 2012 lalu, jumlah pelanggan PDAM tercatat hanya 40.050 pelanggan. “Tahun ini, kita targetkan pelanggan PDAM bertambah menjadi 43.050,” ungkap Plt Direktur Utama PDAM Banyuwangi, Ayub Hidayat. Tidak hanya berhasil memperluas jaringan pelanggan baru, PDAM juga berhasil mengatasi beberapa titik yang menjadi langganan air mampet. Dalam rentang waktu tiga bulan, sekitar 12 titik langganan mampet ber-

KOMPAK : Dewan Pengawas dan Direksi kompak mengikuti pengajian rutin bulanan yang dilaksanakan PDAM Banyuwangi.

hasil diatasi. Salah satu yang menjadi langganan mampet adalah Jalan Ijen Banyuwangi, dan Perumahan Kalirejo di Kecamatan Kabat. Saat ini, dua titik itu airnya sudah lancar. Untuk perumahan Kalirejo, selain bisa mengatasi kemacetan air juga berhasil menambah jaringan baru di beberapa desa di Kecamatan Kabat. Saat ini, PDAM sudah memiliki jaringan untuk melayani pelanggan yang ada di Desa Badean dan sekitarnya. Pembangunan sumur bor baru di sekitar perumahan Kalirejo, berhasil mengatasi kemacetan air dan menam-

bah jaringan pelanggan. Walau sudah berhasil mengatasi beberapa titik mampet, PDAM mengakui masih ada beberapa titik yang sering mengalami mampet. Beberapa titik itu antara lain, Jalan Agus Salim, Perumahan Kodim, dan Gang Jarum di Kelurahan Kebalenan. Kemacetan di beberapa titik itu ditargetkan teratasi dalam tiga bulan ke depan. “Untuk mengatasi persoalan itu, kita akan membangun beberapa penangkap air senilai Rp 548 juta,” ujar Ayub. Selain membangun beberapa

tangkapan air, PDAM juga akan menambah truk tangki air isi ulang. Penambahan armada unit Depo air isi ulang itu, dalam rangka mengantisipasi kekeringan pada musim kemarau mendatang. Dengan dukungan jumlah armada yang memadai, PDAM bertekad untuk membantu masyarakat yang menjadi korban kekeringan. Khususnya dalam persediaan air minum yang sehat dan layak di konsumsi. Selain menggenjot pelanggan baru dan perbaikan layanan, PDAM juga melakukan perbaikan internal. Untuk

DONGKRAK KINERJA : Karyawati PDAM mengikuti pengajian yang digelar setiap hari Sabtu pada pekan pertama setiap bulan.

mendorong kinerja karyawan terus meningkat, PDAM menggelar pengajian rutin setiap awal bulan. Pengajian dihadiri seluruh karyawan, direksi, dan dewan pengawas. Pengajian dilakukan setiap hari Sabtu pagi selama 1,5 jam. Setiap hari Sabtu awal bulan, jam masuk karyawan dimajukan menjadi pukul 60.30. Jam masuk dimajukan karena, setiap Sabtu minggu pertama digelar pengajian secara rutin yang diisi ceramah KH Masruhin. Walau digelar pengajian,

namun pelayanan kepada masyarakat tetap berlangsung. “Acara pengajian rutin itu berdampak positif pada perbaikan kinerja masing-masing karyawan,” ungkap Ketua Badan Pengawas, Slamet Kariyono. Pengajian itu digelar untuk membangun keakraban, dan komunikasi antara sesama karyawan. Dengan pengajian itu, dapat mendorong kinerja masing-masing karyawan dalam memberikan pelayanan pada masyarakat. (afi/adv)


32

Senin 13 Mei 2013

Unas Bikin Siswa Trauma Pendapat Pakar Pendidikan dari Kanada BANYUWANGI – Kelulusan yang ditentukan dengan model ujian nasional, dianggap membuat siswa trauma dan stres. Pendapat itu dikemukakan pakar pendidikan asal Provinsi Nova Scotia, Alan Lowe yang berkunjung ke Banyuwangi pekan lalu (10/5). Alan Lowe mengatakan, negaranya menolak keras model tes semacam ujian nasional (unas) karena menyebabkan siswa menjadi stres dan trauma. “Di negara kami, sistem pembelajaran tidak mengizinkan ada kompetisi di antara anak. Kompetisi dikhawatirkan berakibat pada tertekannya anak. Mereka juga akan berupaya segala cara untuk mendapat nilai baik, meski

dengan cara yang tak jujur,” urai Alan. Menurut  Alan, mata pelajaran yang diujikan dibuat oleh sekolah. Siswa mengerjakan ujian sesuai materi yang diajarkan gurunya selama ini, dan setiap kali ujian berlangsung, pihak pemerintah secara khusus datang untuk mengawasi pelaksanaan ujian tersebut. Apabila ada siswa yang mendapatkan nilai yang kurang baik, pihak sekolah juga aktif bekerja sama dengan orang tua siswa untuk meng-up grade kemampuannya. Apabila ada guru yang kurang berhasil dalam mengajar, mereka tak segan untuk bertanya dan menimba ilmu dari guru yang dianggap paling baik dalam mengajar dan membimbing siswanya di sekolah. Sementara itu, Staf Ahli kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Saut Situmorang mengatakan, Banyuwangi dipilih

Kompetisi dikhawatirkan berakibat pada tertekannya anak. Mereka juga akan berupaya segala cara untuk mendapat nilai baik, meski dengan cara yang tak jujur. Alan Lowe Pakar Pendidikan di Provinsi Nova Scotia, Kanada

sebagai model penyelenggaraan lokakarya ini karena Banyuwangi dinilai luar biasa ofensif dalam ‘menjual’ kekayaan daerahnya. “Saya berharap momen langka ini

bisa dijadikan ajang untuk bertukar pikiran dengan para pakar, utamanya dalam meningkatkan pelayanan publik,” tandas Saut. Kemendagri juga menetapkan Banyuwangi sebagai daerah percontohan pelaksanaan lokakarya internasional di tingkat lokal. Kemendagri menggandeng The Institute of Public Administration of Canada (IPAC) untuk menggelar workshop service delivery di Banyuwangi. Service delivery adalah pelayanan publik yang tepat sasaran dan menyentuh langsung pada masyarakat. Dalam kegiatan itu, Kemendagri menggandeng empat pakar bidang pendidikan, kesehatan, pengelolaan sampah serta pemerhati dalam bidang pelayanan publik dari Provinsi Nova Scotia, Kanada. Kegiatan ini akan digelar secara rutin kepada para kepala desa/lurah, camat dan para kepala dinas. (afi/bay)

Lomba Banyuwangi Hijau dan Bersih Dinilai Hari Ini BANYUWANGI - Tim juri penilai lomba Banyuwangi Hijau dan Bersih (BHB) 2013 Kabupaten Banyuwangi akan melaksanakan tugasnya mulai hari Senin ini (13/5). Sebelum melakukan penilaian ke beberapa titik penilaian di masing-masing kecamatan, tim juri kumpul terlebih dahulu di kantor Badan Lingkungan Hidup (BLH) di jalan KH. Agus Salim 107 Banyuwangi pada pukul 07.00. Dijadwalkan, tim juri melakukan penilaian tahap penyisihan yang digelar mulai tanggal 13 Mei hingga 7 Juni 2013 mendatang. Pada tanggal 13 hingga 17 Mei 2013, tim juri akan menilai di kecamatan Kalibaru (13/5), dan dilanjutkan berkeliling ke kecamatankecamatan lainnya. (Jadwal selengkapnya lihat grafis). Objek yang akan dinilai oleh tim penilai BHB 2013 meliputi beberapa jenis lomba yakni lomba BHB untuk RT Desa/Kelurahan, RT Perumahan, Desa/Kelurahan, dan lomba kebersihan Pasar. Sedangkan untuk kategori sekolah lomba BHB mulai dari tingkat SD hingga SLTA, dan ada kategori lomba BHB antar pondok pesantren. Tidak ketinggalan ada penilaian terhadap kepala desa/kelurahan dan camat yang

BANYUWANGI

Jadwal Penilaian Lomba Banyuwangi Hijau dan Bersih 2013 No 1 2 3 4 5 6

Tanggal 13-Mei-13 14-Mei-13 15-Mei-13 16-Mei-13 17-Mei-13 20-Mei-13

7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

21-Mei-13 22-Mei-13 23-Mei-13 24-Mei-13 27-Mei-13 28-Mei-13 29-Mei-13 30-Mei-13 31-Mei-13 03-Jun-13 04-Jun-13 05-Jun-13 07-Jun-13

BANYUWANGI

Kecamatan Kalibaru Kalipuro Muncar & Srono Rogojampi Giri Siliragung & Pesanggaran Gambiran & Cluring Glagah & Cluring Glenmore Purwoharjo Songgon&Singojuruh Tegalsari Wongsorejo Genteng Bangorejo Banyuwangi Kabat Tegaldlimo Sempu

aktif dan bisa mengimplementasikan program Banyuwangi Hijau dan Bersih tahun 2013. Plt Kepala BLH Banyuwangi, Husnul Chotimah mengatakan tim penilai lomba BHB 2013 kabupaten Banyuwangi akan melakukan penilaian tahap penyisihan mulai hari ini. Sebelum melakukan penilaian pada objek yang telah dijadwalkan, tim penilai akan mendatangi kantor kecamatan untuk melakukan koordinasi terlebih dahulu. “ Tim berangkat dari kantor BLH Banyuwangi tepat pukul 07.00 WIB dan langsung meluncur ke kecamatan yang akan dinilai dan melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan.” jelas Husnul. Husnul mengungkapkan lewat lomba Banyuwangi Hijau dan Bersih memiliki beberapa tujuan yakni pemerintah ingin meningkatkan kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup. Lewat lomba BHB bertujuan pula untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup, menciptakan lingkungan yang sehat, asri, sejuk dan nyaman menjadi target pelaksanaan lomba BHB. “Kami harap kepada semua peserta lomba BHB Kabupaten Banyuwangi, untuk mempersiapkan diri dan siap dinilai oleh tim penilai Kabupaten,“ ujar Husnul.(adv)

BANYUWANGI

• Toyota Innova ‘05 •

• Panther Sporty ‘99 •

• Toyota Avanza ‘07 •

Dijual Innova tipe v solar tahun 2005 silver Rp. 176 juta nego, cash & kredit, tukar tambah, hubungi 082142194111 & 081335897888.

Dijual Panther Sporty tahun 1999, warna coklat muda abu, barang istimewa, siap pakai, full audio, DVD, harga 80 juta nego, hubungi 085331868888

Dijual Toyota Avanza 1.3G F60 IRM GMMFJJ tahun 2007 hitam metalik, harga 124,5 juta nego, brg istmw, bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

• Grand Livina ‘07 •

• Kijang LGX ‘00 •

• Isuzu Panther ‘01 •

• Daihatsu Terios ‘10 •

Dijual Nissan Grand Livina XV 1.5 MT tahun 2007 abu-abu metalik, harga 143,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Toyota Kijang LGX LF 82 super long ( solar) tahun 2000 biru metalik, harga 117 juta nego, brang istimewa, bisa cash/kredit hub(0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Isuzu Panther TBR 541 LS 25 mt tahun 2001 biru muda metalik, harga 115 juta nego, brng istimewa, bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu Terios F700 RG TS tahun 2010 hitam, harga 149 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Blimbingsari •

• Truk Toyota Dina ‘04 •

Jl tnh sktr Bandara Blimbingsari Bwi, L 3Ha, SHM,300rb/m.H.081235026365/087859712349

Dijual Truk Toyota Dina thn 2004 wrn biru, kond siap pakai, hrg 110 jt. H. 085234622754.

• Karangrejo •

SITUBONDO

• Solusi Telat Bulan • Anda telat bulan ?? solusi cpat&tpat dlm jangka 3jam dijamin lancar, garansi & tanpa efek smping h.081358456098.

• Jaring Futsal • Dijual murah jaring yang ada di tempat Futsal Kabat. Hub: 632888, 081934815953

Perusahaan PMA yang bergerak di bidang produksi mebel export membutuhkan segera tenaga skill yang berpengalaman "Kepala Bagian Produksi". Pelamar harus menguasai gambar dan Teknik Konstruksi pembuatan mebel kayu. Kirim lamaran ke PT. Warisan Eurindo, Jl. Letjen Suprapto 69 Banyuwangi, Jatim. atau email ke : adhiwarna.p.h@gmail.com

• Jl. Lingkar Ketapang • Dijual tnh 2500 m2 Jl. Lingkar Utama Ketapang Bwi, hub 082141046676.

”Untuk jalan santai dilepas muspika,” terangnya. Camat Zen Kastoloni menambahkan, dalam rangka Pemberdayaan Masyarakat Pantai dan memanfaatkan  kondisi alam di Pantai Grajagan, Asisten Sekkab juga menyerahkan sky board kepada Pengurus Grajagan Surf Community (GSC), agar mereka bisa menambah penghasilan dari sektor wisata. “Kita menarik wisatawan asing agar mau melewati Grajagan terlebih dulu sebelum ke Plengkung,” pungkasnya.(adv)

BANYUWANGI

• Sales •

• Kepala Bagian Produksi •

memeriahkan acara itu. Camat Purwoharjo Zen Kastoloni mengatakan, kegiatan Mlaku Bareng dan Gowes untuk pelajar serta Gowes Off road tersebut, pihaknya sengaja menyediakan hadiah berupa dua unit motor Honda Revo serta puluhan hadiah menarik lainnya. Ac a r a d i h a d i r i As i s te n Sekkab Suhartoyo yang mewakili Bupati Banyuwangi. Suhartoyo melepas peserta Gowes Off Road, sedangkan Kadispendik Sulihtiyono melepas peserta Gowes Pelajar.

BANYUWANGI

Bth sgr eks Sales handal. P/W, min 20th &max30th, min SMA sdrjt, jujur&pkrja kras, mmp bkrj dgn team, pny kndraan+SIM C. Fas: Gaji 1, 9jt. Krm lam ke Permata Edulink, ruko Lavender. Jl. Kol. Sugiono Bwi. Tlp 087 755 744 259

Djl tnh L600m 200rb/m utr pabrik es krgrejo& Lt460m 300rb blkg kntr pos ktpg 082334205469

PURWOHARJO – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Purwoharjo, bekerja sama dengan UPTD Pendidikan Kecamatan Purwoharjo menggelar Mlaku bareng dan Gowes Wisata sehat kemarin (12/5). Kegiatan tersebut diikuti oleh ribuan peserta. Mereka berasal dari seluruh institusi pemerintahan, guru, siswa, dan masyarakat sekitar. Bahkan Ada beberapa peserta dari luar kabupaten yang ikut

BANYUWANGI

• Tulang Ikan Hiu •

• Investasi •

Hardiknas, Mlaku Bareng dan Gowes Wisata

BANYUWANGI

Dicari tulang dari ikan hiu hubungi: 081353027992.

Ingin omset jualan naik 100%?Temukan rahasianya dg hny brinvestasi 250rb.Hub 03337742121,087755774384

NUGROHO/RaBa

SIMBOLIS: Asisten Sekkab Suhartoyo menyerahkan hadiah Mlaku Bareng di Purwoharjo kemarin.

• Honda City ‘01 • Djl Honda City 2001 (5X-8) MT, silver, PS/ PW/EM/AC dingin/audio shock breaker 4 buah baru, istmw, siap pakai plat DK Denpasar, pajak baru bln april, 89jt nego dtmpat smpai jd. bu posisi Stbondo H 081232318000

• Toyota Yaris • Dijual Yaris E06 merah terawat baik, milik sendiri 135juta nego, 081233770294.

BANYUWANGI • STNK • HILANG STNK Nopol P 3402 X a/n Siti Roinah d/a Brawijaya RT 03/03 Banyuwangi

BANYUWANGI • STNK • Hlg STNK P 2316 VJ, an. Sunartik, Dsn Aseman 01/03 Bomorejo Wongsorejo

BANYUWANGI • Jl. Yos Sudarso • Djual rmh Jl. Yos Sudarso 08 Bwi LT 1082 m2, SHM lok strategis hub, 0811309588.

• BPKB• Hlg STNK P 2936 Z, an. Nengah Landro, Dsn Kedunen Bomo Rogojampi BWI

HILANGSTNKNopolP2370Wa/nNovertaIndra Avandianto.DsnMaduranRT02/03DsRogojampi

Ingin Pasang Iklan? Hubungi : 0333-412224

• PRIMA MOBIL• Ready stock L300, T120SS(new), pu grdmx, pufutura,avanza ,xenia,rush krista,APV,Escudo,Katana,Espass,Futura,STW.Bs Cash/kredt.Hub 0333411655,0811301676.


BALJEBOL

Senin 13 Mei 2013

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

37

LUMAJANG

Agus Sulaiman, Penyandang Difabel Tukang Servis Elektronik

Mahir Upgrade Ponsel, Ongkos Seikhlasnya Kondisi fisik yang kurang sempurna tidak mematahkan semangat Agus Sulaiman mengarungi bahtera kehidupan. Dia tetap bekerja layaknya orang normal sebagai tukang servis elektronik. SHOLIKHUL HUDA, Jember AGUS Sulaiman, warga Dusun Mandaran, Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, adalah anak pasangan Sabariman dan Siti Mariam. Pria kelahiran 1992 tersebut memiliki bentuk fisik yang berbeda dibanding anak lain. Agus lahir tanpa tangan dan kaki normal (difabel). Kedua tangannya hanya sebatas lengan, dan kedua kakinya hanya

sebatas lutut. Namun demikian, itu tidak membuat orang tuanya menyerah. Padahal, orang tuanya hanya sebagai nelayan kecil. Harapan kedua orang tuanya, nanti Agus bisa mandiri dalam mengarungi kehidupannya. Karena tidak selamanya orang tuanya bisa mendampingi Agus. Dari itu, orang tuanya mengusahakan pendidikan anaknya tersebut sampai bisa melakukan pekerjaan yang bisa ia lakukan dengan keterbatasan yang dimiliki. Sabariman bercerita, karena kondisi Agus yang cacat, pernah ditolak ketika mau masuk ke salah satu SMP Negeri di Puger. Padahal Agus dinyatakan lolos dalam ujian tes masuk SMP tersebut. Hal itu membuat Agus dan orang tuanya mengelus dada sembari menahan kesedihan. “Padahal waktu itu, Agus sangat berharap bisa sekolah di

SMP seperti anak-anak lainnya,” kata Sabariman. Kemudian, orang tuanya berkonsultasi dengan salah seorang guru di SMPN 03 Balung. Betapa bahagianya Agus, akhirnya ada sekolah yang mau menampungnya walau dengan keadaan fisik yang terbatas. Agus merasa enjoy berada di sekolah tersebut. Tidak ada diskriminasi dalam pertemanan. Semua teman-temannya sayang kepadanya, walau dirinya memiliki fisik yang tidak sama dengan yang lain. Hal tersebut yang membuatnya bertahan hingga Agus lulus SMP pada 2008. “Banyak yang tahu kondisi saya,” kata Agus. Dari SMPN 03 Balung, SMK Teknologi Balung menjadi pilihannya untuk melanjutkan jenjang pendidikan. Namun, sebuah saran dan wawasan yang cukup bijak dari

SHOLIKHUL HUDA/RADAR JEMBER/JPNN

TEGAR: Agus Sulaiman, 21, mampu bekerja sebagai tukang servis elektronik.

salah seorang guru SMK Teknologi Balung. Bahwa SMK Teknologi

BARID ISHOM/RADAR JEMBER/JPNN

AJANG JUDI: Balapan liar kembali marak terjadi di sekitar Curahmalang, Jember.

Balap Liar Marak Lagi JEMBER- Balapan liar disertai judi kembali marak. Bahkan, saat ini dilakukan setiap saat. Bukan hanya malam, sore hari pun sudah mulai di-start. Pantauan wartawan di lokasi, di Jalan Raya Desa Sukorejo, jalur Curahmalang, Rambipuji, marak balapan liar kemarin sore. Ratusan anak muda dengan sepeda protholan berada di lokasi itu. Dua pemuda lain menggeber motor yang tidak lengkap. Balapan itu dilakukan beberapa motor secara bergantian. Setelah itu, mereka bubar dan membagi uang hasil ta-

ruhan kepada yang menang. Yang kalah langsung membubarkan diri. Aksi itu dilakukan berulang kali. Balapan liar juga terjadi di jalur Rambipuji-Balung, tepatnya di Jalan Raya Curahmalang. S ejumlah anak muda pun dari dua kelompok menggeber motor yang telah dimodifikasi mesinnya. Suara mesin motor itu pun memekakkan telinga. ‘’Saya juga tidak tahu kok marak lagi. Memang sebelumnya sempat sepi tapi

RUBRIK PAJAK Username : hendy Pertanyaan : Saya belum mendapat no seri faktur pajak baru, bagaimana aturan penomeran faktur pajak sesuai aturan terbaru?Terimakasih. Jawaban : Terimakasih atas pertanyaan Saudara. Surat Edaran Dirjen Pajak No.SE-15/PJ/2013 Tentang Penyampaian Peraturan Direktur Jenderal Pajak No.PER-08/PJ/2013 Tentang Perubahan Atas Peraturan Dirjen Pajak No.PER-24/PJ/2012 Tentang Bentuk,Ukuran,Tata Cara Pengisian Keterangan, Prosedur Pemberitahuan Dalam Rangka Pembuatan,Tata Cara Pembetulan atau Penggantian, dan Tata Cara Pembatalan Faktur Pajak. Angka 2 Dalam rangka memberikan kesempatan kepada Pengusaha Kena Pajak untuk memperoleh Nomor Seri Faktur Pajak dari Dirjen Pajak sebagaimana diatur dalam Peraturan Dirjen Pajak No.PER-24/PJ/2012, maka kepada Pengusaha Kena Pajak yang belum memperoleh Nomor Seri Faktur Pajak dari Dirjen Pajak diperkenankan untuk menggunakan Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak sesuai Peraturan Dirjen Pajak No.PER-13/ PJ/2010 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Dirjen Pajak No.PER-65/PJ/2010 sampai dengan tanggal 31 Mei 2013 dengan cara melanjutkan Nomor Seri Faktur Pajak sebelumnya. Contoh 1: PKP A telah memperoleh surat pemberitahuan Nomor Seri Faktur Pajak dari KPP tempat PKP A dikukuhkan pada tanggal 27 Maret 2013, maka untuk penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) yang dilakukan sejak tanggal 1 April 2013 PKP A wajib membuat Faktur Pajak dengan menggunakan Nomor Seri Faktur Pajak yang diberikan oleh KPP tempat PKP A dikukuhkan sesuai ketentuan Peraturan Dirjen Pajak No.PER-24/PJ/2012. Contoh 2: PKP B pada tanggal 2 April 2013 melakukan penyerahan BKP, namun belum memperoleh surat pemberitahuan Nomor Seri Faktur Pajak dari KPP tempat PKP B dikukuhkan, maka atas penyerahan BKP tersebut PKP B wajib membuat Faktur Pajak dengan menggunakan Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak sesuai ketentuan Peraturan Dirjen Pajak No.PER-13/PJ/2010 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Dirjen Pajak No.PER-65/PJ/2010 PER-65/PJ/2010. Contoh 3: Selanjutnya, PKP B pada tanggal 15 Mei 2013 memperoleh surat pemberitahuan Nomor Seri Faktur Pajak dari KPP tempat PKP B dikukuhkan, maka atas penyerahan BKP yang dilakukan sejak tanggal 15 Mei 2013 PKP B wajib membuat Faktur Pajak dengan menggunakan Nomor Seri Faktur Pajak yang diperoleh dari KPP sesuai ketentuan Peraturan Dirjen Pajak No.PER-24/PJ/2012. Angka 4 Terhitung mulai tanggal 1 Juni 2013 seluruh PKP wajib menggunakan Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Dirjen Pajak No.PER-24/PJ/2010. Informasi lebih lanjut Saudara dapat berkonsultasi pada Account Representative Saudara di Kantor Pelayanan Pajak dimana Saudara terdaftar atau hubungi Call Center DJP 500200.

sekarang kembali lagi. Apalagi ketika malam libur, selalu ada balapan di sini,’’ kata Aat, salah seorang warga Curahmalang. Aat mengaku heran dengan aksi balap motor yang dilakukan oleh para anak muda itu. Motor yang mahal dibelikan oleh orang tuanya di-protholi. Seluruh onderdil juga diganti. Mulai dari roda hingga bodi. Semua dilepas dan motor itu berubah seperti sepeda pancal. Sementara Edy, warga yang

lain juga heran. Ketika ada balapan para pengguna jalan pun juga bingung. Bahkan ada yang takut. Sebab beberapa kali kejadian, dari balapan itu pernah menabrak orang hingga meninggal dunia. ‘’Ada balapan di jalan umum menabrak orang hingga mati,’’ katanya. Selain itu, suara keras dari knalpot juga mengusik ketenangan warga. Terutama balapan malam hari, banyak warga yang terganggu. ‘’Suaranya itu keras. Padahal saya punya anak kecil,’’ kata Endang, salah seorang warga Sukorejo. (rid/c1/hdi/jpnn)

Balung merupakan sekolah yang mengedepankan praktik lapangan dalam hal pembenahan mesin berkapasitas besar. Sementara, hobi Agus adalah membenahi halhal yang berhubungan dengan elektronik. “Jika saya masuk SMK, sulit melakukan kegiatan lapangan. Karena berhubungan dengan mesin dan alat berat,” jelasnya. Tak mau larut dalam keterbatasannya, Agus akhirnya masuk SLB (Sekolah Luar Biasa) Surya Tama yang ada di kota Bangil. Dua tahun Agus mendalami jurusan Elektro di sekolah tersebut. Hingga tahun 2011 dinyatakan lulus dengan nilai yang cukup mumpuni. Berbekal itulah, akhirnya Agus membuka sendiri usahanya sebagai ahli elektro di rumahnya, sampai sekarang. “Pertamanya saya membetulkan barang-barang milik

tetangga. Namun kemudian banyak orang berdatangan untuk membenahi barang-barang lainnya,” kata Agus. Segala barang elektronik milik warga yang mengalami kerusakan, bisa dibetulkan oleh Agus. Selama 1,5 tahun profesi ini dijalani dengan tekun, hingga namanya sudah tidak asing di telinga warga Puger dan sekitarnya. Dari keahliannya itulah Agus bisa membantu meringankan kedua orang tuanya dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Sementara Mariyam, tetangga dekatnya yang sering menyervis elektronik ke Agus mengaku, bahwa Agus adalah sosok anak yang berjiwa besar. Karena dengan keterbatasan itu dirinya bisa berbuat baik, tidak mau tergantung pada orang lain. “Ongkos tidak ditentukan. Seikhlasnya,” katanya.. (hdi/c1/jpnn)


38

Senin 13 Mei 2013

Diikuti 192 Surfer dari 18 Negara BANYUWANGI - Banyuwangi segera menggelar event sport tourism bertajuk ‘Red Island Banyuwangi International Surfing Competition’ pada 24-26 Mei 2013 mendatang. Kompetisi tingkat internasional itu digelar untuk mengembangkan wisata minat khusus atau special interest tourism di Bumi Blambangan. Bupati Abdullah Azwar Anas menjelaskan dalam pengembangan pariwisata, positioning Banyuwangi memiliki potensi besar pada wisata minat khusus, khususnya eco-tourism dan sport tourism. “Dalam beberapa hal antara eco-tourism dan sport tourism saling beririsan karena kekayaan wisata alam dipadukan dengan wisata olahraga. Para wisatawan akan merasakan extreme sport,” kata Anas. Untuk memastikan kegiatan tersebut, Bupati Anas sudah turun ke lokasi di Pantai Pulau Merah untuk melihat persiapan lomba yang diikuti 192 surfer dari 18 negara itu pekan lalu (7/5). Selain melihat kondisi akses yang akan dilalui peserta menuju Pulau Merah, Bupati Anas juga ingin memastikan kesiapan akomodasi peserta dan kondisi lokasi pantai n  Baca Diikuti...Hal 39

GALIH COKRO/RaBa

MENANTANG: Rakih, surfer lokal asal Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi menjajal ombak di Pantai Pulau Merah.

IPSI Ancang-ancang Gelar TC Lanjutan Persiapan Hadapi Babak Utama Porprov Persewangi kembali berlaga di Divisi Utama PSSI. Ayo beri dukungan, kriƟk, dan saran agar kedua Ɵm tersebut mampu meraih prestasi maksimal. Kirim tulisan Anda melalui SMS ke nomor 087857488787. Tulisan dilarang menghujat, menyerang, dan menghina personal.

Tiru Arema Alhamdulillah, ya Allah Persewangiku telah jadi satu ini. Bukti kekuatan Banyuwangi menuju level tertinggi. Tunjukkan bahwa Banyuwangi bisa kayak Arema Cronouse. Vicco, 081934838884

Ono Neng Mburi Riko Sun dungokne riko armadane Persewangi, ojo gentar musuh lawan riko. Laros Banyuwangi ono ring mburi riko kabeh. Katrol Arweter Rogojampi, 083119563328

Pantang Mundur Persewangi go ISL. Bola-bola bobol gawang lawan. Indonesia pasti juara. Maju terus pantang mundur Persewangi Rossy SMKN 1 Kalipuro, 087806673163

Kalahkan Lawan yang Menghadang Persewangi pasti bisa. Kalahkan setiap lawan yang menghadang untuk bisa menang.

DOK.RaBa

LONCAT: Pesilat proyeksi porprov berlatih jurus sabetan di depan GOR Tawang Alun.

Peserta Liga Voli Pelajar Membeludak

KSP Maju, 081934734719

Manajemen Langsung Revisi Target BANYUWANGI – Dari tiga pertandingan away Persewangi Banyuwangi di putaran kedua kompetisi Divisi Utama tahun ini, ternyata hanya menghasilkan satu poin. Hasil ini tentu membuat ambisi manajemen Laskar Blambangan untuk mewujudkan finish di posisi kedua klasemen akhir grup lima semakin berat. Tidak heran, dengan menyisakan tiga pertandingan manajemen pun segera revisi target yang dipasang tersebut.

Sekadar diketahui, Persewangi Banyuwangi menatap putaran kedua kompetisi Divisi Utama dengan tiga pertandingan tandang. Di markas PSMP Mojokerto (2/5), Laskar Blambangan takluk dengan skor 3-1. Sedangkan di laga tandang kedua, Zaenal Ichwan dkk ditahan imbang 1-1 oleh tua rumah PPSM Magelang Sakti. Terakhir, laga away ke Stadion Mandala Krida Jogjakarta menghadapi PSIM Jogjakarta

Sabtu lalu (11/5), Persewangi dicukur tuan rumah Laskar Mataram dengan skor mencolok 3-0. “Untuk finish dua besar di klasemen sepertinya sulit,” ujar Ketua Persewangi Hari Wijaya kemarin (12/5). Meski masih menyisakan tiga laga, Hari menyebut hasil realistis timnya adalah dengan finish di posisitigabesar.Mengemassebelas poin dari sembilan laga, Persewangi kini bertengger di posisi empat n  Baca Manajemen...Hal 39

BANYUWANGI - Animo peserta liga bola voli pelajar rupanya semakin besar. Dari 60 peserta yang ditargetkan, peserta yang ambil bagian dalam kompetisi bola voli pelajar pertama di Banyuwangi itu dipastikan lebih banyak. Menjelang penutupan registrasi peserta besok siang (12/5), jumlah peserta yang mendaftar sudah mencapai 77 tim. Bukan mustahil jumlah tersebut akan bertambah, mengingat masih ada jeda waktu pendaftaran jelang penutupan. Namun, hal itu tentu saja patut disyukuri Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora)

BANYUWANGI - Keberhasilan cabang pencak silat meloloskan enam pendekar ke babak utama Porprov IV di Madiun tidak serta merta membuat IPSI Banyuwangi suka cita. Hadangan berat yang menunggu di depan mata membuat manajemen ilmu bela diri tradisional Indonesia itu berancang-ancang melakukan persiapan lanjutan. Salah satunya, menggagas pemusatan latihan (training center: TC) berkelanjutan jelang babak utama Porprov IV pertengahan Juni mendatang. “Setelah lolos ke babak utama, mereka akan menjalani pemusatan latihan kembali,” beber Mukayin, manajer kontingen pencak silat Banyuwangi. Dikatakan, lolos ke babak uta-

sebagai operator kegiatan. Tingginya animo peserta membuat ajang yang memperebutkan Piala Bupati Banyuwangi itu bakal berlangsung semarak. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dispora Banyuwangi, Ahmad Khairullah mengatakan, pendaftaran akan ditutup 12 Mei besok. Sejauh ini sudah lebih dari 77 tim memastikan diri berlaga di liga bola voli tersebut. Mereka berasal dari sekolah tingkat SMP dan SMA. Memang, kategori yang dipertandingkan dalam liga tersebut adalah pelajar tingkat SMP dan SMA.

ma bukan berarti tugas selesai. Sebab, calon lawan yang bakal dihadapi tentu tidak mudah. Hal yang sama juga diungkapkan pelatih silat Banyuwangi, Bambang Wahyuono. Dia menilai, pemusatan latihan menjadi sarana yang tepat untuk mempersiapkan diri. Terkait peluang, dia melihat semua atlet yang lolos memiliki peluang yang sama. “Semua punya peluang. Minimal kita bisa mendulang dua medali, tapi itu butuh kerja keras,” ujarnya. Sekadar diketahui, dalam kualifikasi Porprov yang berakhir 5 Mei lalu, Banyuwangi memastikan enam pendekar lolos ke Madiun. Mereka adalah Umi Lailiyah yang tampil di kelas A putri, Nurul Hidayah di kelas D putri, Agung Santoso di kelas C putra, Dias Jusmawan di kelas F putra, Riya Kharisma di kelas C putri, dan nama Heriyono di kelas D putra. (nic/c1/als)

Setelah pendaftaran peserta ditutup, Khairullah dan panitia akan mempersiapkan agenda berikutnya, di antaranya temu teknik yang akan digelar 13 Mei. Setelah itu, pembukaan dan pertandingan perdana akan digelar 15 Mei di Taman Blambangan. Khairullah mengingatkan, keabsahan pemain sangat penting. Dia berharap pendaftaran pemain berjalan sesuai ketentuan, agar seluruh pertandingan berjalan sesuai keinginan. “Aturan dan keabsahan pemain akan dibahas dalam temu teknik besok,” ujarnya. (nic/c1/als)


BERITA UTAMA

Senin 13 Mei 2013

39

HALAMAN SAMBUNGAN

Polisi Akhirnya Melepas Ansori n WARGA... Sambungan dari Hal 29

Bahkan mereka menduga polisi memaksakan penangkapan Ansori, dengan cara mengambil barang bukti berupa ayam dari kandang. “Semua teman-teman yang datang ke sini menjadi saksi bahwa Ansori tidak mengadu ayam dan main judi,” kata Ompos, tokoh pemuda warga Dusun Muncar, ditemui di Mapolsek Muncar kemarin. Ompos menuturkan, warga me rasa tidak terima ada tetangganya ditangkap dengan tuduhan yang tidak berdasar. “Kalau memang salah silakan ditangkap, tapi semua tetangga menjadi saksi kalau Ansori tidak main judi,” tandasnya dengan nada tinggi. Sayangnya kedatangan puluhan warga yang berniat membela Ansori, ini ternyata sia-sia.

Sebab tak lama kemudian, mereka mendapat kabar bahwa saat diperiksa penyidik Reskrim Polsek Muncar, Ansori mengakui secara terus terang telah mengadu ayam dengan seseorang bernama Hudi disertai unsur judi uang senilai Rp 60 ribu. al itu dilakukan Ansori sekitar pukul 11.00 kemarin. “Kemudian jam 12 saya ditangkap polisi di rumah, sedang Hudi saya nggak tau di mana,” tuturnya. Kontan saja, pengakuan Ansori kepada penyidik tersebut membuat Ompos ddan kawankawan terkejut. “Bagaimana ini kok nggak sesuai dengan kesaksian warga,” tutur Ompos, sambil meninggalkan ruang penjagaan Mapolsek Muncar. Sementara itu, penangkapan Ansori ternyata juga menjadi masalah tersendiri bagi Suhadi, 41, yang juga tetangganya sendiri. Dia dikejar warga karena diduga sebagai orang yang sering

melaporkan rekannya ke polisi. “Saya didorong sampai jatuh dan kaki saya terluka, makanya saya lapor ke sini,” kata Suhadi di ruang penjagaan Mapolsek Muncar. Hal itu langsung dibantah oleh Ompos, yang duduk di sampingnya siang itu. Menurutnya, warga tidak ada yang mendorong Suhadi hingga terjatuh. “Dia ini ketakutan sendiri dikejar warga, kalau saya dan warga yang lain nggak ada yang mendorong,” tegas Ompos. Kapolsek Muncar Kompol Ary Murtini, mengatakan bahwa datangnya puluhan warga ke Mapolsek Muncar itu semata hanya memberi dukungan moral kepada rekannya. Menurut Kapolsek Ary, kedatangan massa tersebut untuk member dukungan moral kepada rekannya yang didorong maupun yang mendorong. “Jadi samasama bawa warga. Kami, polsek

terima laporannya kok,” katanya. Namun Kapolsek Ary kembali mengklarifikasi kasus tersebut tadi malam. Menurutnya, setelah melalui proses penyidikan secara mendalam, ternyata kasus yang melibatkan Ansori, dinyatakan belum cukup bukti untuk ditindaklanjuti. “Kurang memenuhi unsur, sehingga Ansori kita lepas,” tuturnya. Terkait banyaknya warga yang mendatangi Mapolsek Muncar, menurutnya mereka hanya ingin memberikan dukungan moril kepada Ansori dan Suhadi. “Mereka ini para tetangganya,” katanya. Kompol Ary menambahkan, setelah melalui mediasi, kasus yang melibatkan Suhadi akhirnya juga diselesaikan secara kekeluargaan. “Pak Suhadi men cabut laporannya dan tadi juga ada pak kepala desa,” pungkasnya. (azi/bay)

Dukung Suplai Air ke Bandara n PDAM... Sambungan dari Hal 29

Dana bantuan APBN yang mengucur di IKK Wongsorejo sebesar Rp 1,651 miliar lebih. Anggaran itu akan difokuskan pada kegiatan pemasangan pipa sepanjang 13 kilometer. Untuk IKK Banyuwangi, lanjut Ayub, mendapatkan jatah sebesar Rp 548 juta lebih. Dana itu akan dikonsentrasikan pada pe nambahan debit air dan pembangunan penangkap air. Bantuan yang mengucur dari

APBD, jatah IKK Banyuwangi lebih besar dari IKK Wongsorejo, yakni sebesar Rp 2,518 miliar lebih. Pundi-pundi itu akan digunakan memasangjaringanpipasepanjang 16 kilometer. “Fokus bantuan dari APBNadalahpemasanganjaringan PDAM,” jelas Ayub. Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Blimbingsari, Kecamatan Rogojampi, menjadi sasaran perluasan jaringan. Untuk mendukung aktivitas ekonomi di TPI Blimbingsari, PDAM membangun tandon dan pemasangan pipa sepanjang satu

kilometer senilai Rp 897 juta. Dana proyek pembangunan tandon dan pemasangan jaringan pipa itu berasal dari APBD 2013. Bantuan APBN 2013 senilai Rp 1,184 miliar akan digunakan membiayai pemasangan pipa sepanjang 12 kilometer di sekitar TPI. Selain mendukung aktivitas perekonomian di TPI, kata Ayub, pembangunan jaringan pipa di Desa Blimbingsari itu juga bertujuan menyuplai air bersih ke Bandar Udara Blimbingsari. Meningkatnya aktivitas di bandara,

secara otomatis membutuhkan air bersih yang memadai. Terkait pelaksanaan beberapa kegiatan itu, tambah Ayub, pihaknya tidak terlibat secara langsung. Pemasangan pipa yang pendanaannya berasal dari APBN akan dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Bantuan yang bersumber dari APBD, kegiatannya dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang. “Kita akan terima hasil dan tidak terlibat pengerjaan fisik,” tambah Ayub. (afi/c1/bay)

Sudah Diuji Mapala UGM n TUBING... Sambungan dari Hal 29

Kepala Desa Segobang, Samsul Kholik mengatakui, pengelolaan wisata tubing oleh masyarakat sekitar itu dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Keberadaan wisata keli-kelian ini merupakan buah kerja keras kita bersama,” serunya. Kades Samsul mengklaim, lintasan arung jeram di Sungai Kedawung yang berlokasi di lereng Gunung Ijen itu aman. Sebab, selain sudah ditata dan

diuji coba oleh masyarakat sekitar sejak enam bulan yang lalu, lintasan itu juga sudah di jajal oleh tim Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Univer sitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta. Camat Licin Gatot Suyono

me nambahkan, secara ekonomis, keberadaan wisata tubing tersebut akan berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat sekitar. “Perekonomian masyarakat se kitar bisa ikut terangkat,” ujarnya.(sgt/bay)

Kampanye Titik Surfing Baru n DIIKUTI... Sambungan dari Hal 38

Sebagian peserta akan menempati tenda-tenda yang disiapkan panitia selama tiga hari kompetisi berlangsung. Selain tinggal di tenda khusus, peserta juga akan ditampung di rumah-rumah warga sekitar. “Kami ingin memastikan kesiapan lokasi untuk pendirian tenda, dan apakah warga siap melayani para surfer,” terangnya. Untuk memperkenalkan ajang

kompetisi internasional tersebut, Bupati Anas juga sudah menggelar press conference di Hotel Grand Istana Rama, Kuta, Bali, pekan lalu (6/5). Acara tersebut dihadiri Presiden Indo nesia Surfing Association (INSA) Jro Suparta Karang, serta anggota komunitas surfing lokal dan mancanegara. Pada kesempatan itu, Bupati Anas menjelaskan latar belakang diselenggarakannya kompetisi. Salah satu tujuannya, untuk mengangkat pamor Pulau

Merah Banyuwangi sebagai destinasi wisata internasional baru Banyuwangi, selain Triangle of Diamond. “Pantai Pulau Merah akan dikampanyekan sebagai titik surfing yang baru bagi para peselancar. Sebelumnya, para peselancar lebih banyak mengenal Pantai Plengkung (G-Land) sebagai tempat berselancar di Banyuwangi,” kata Anas. Kabag Humas dan Protokol Pemkab, Djuang Pribadi menambahkan, sebanyak 28 peselancar asing dari 18 negara

yang akan berpartisipasi. Mereka berasal dari Australia, Amerika, Selandia Baru, Singapura, Malaysia, dan Jerman. Selain itu juga ada surfer Italia, Swedia, Brazil, Portugal, Prancis, Austria, Belanda, Afrika Selatan, Puerto Rico, Spanyol, dan Jepang. Adapun di tingkat lokal dan nasional tercatat 100 peserta yang sudah mendaftarkan diri. Ditargetkan setiap kategori, jumlah peserta mencapai 64 orang. Total ada 192 peserta yang ikut dalam kompetisi itu. (afi/bay)

Menyisakan Tiga Laga Terakhir n MANAJEMEN... Sambungan dari Hal 38

Secara kalkulasi di atas kertas, bila mampu memaksimalkan tiga laga dengan kemenangan, total poin yang dimiliki Persewangi adalah 20. Dua partai kandang di antaranya menjamu Madiun Putra pada Selasa (21/5) dan Persik Kediri

pada Senin (27/5) diprediksi Persewangi bisa mendulang tiga poin. Satu pertandingan sisa alias penutup di kandang Per sis Solo pada Rabu (5/6) mendatang, manajemen Laskar Blambangan berharap bisa memaksimalkan pertandingan dengan kemenangan. Optimisme itu bukan tanpa sebab. Di pertemuan pertama

Persewangi kontra Madiun Putra, Laskar Blambangan sukses membukukan kemenangan 3-1. Sedangkan di laga kontra Persik Kediri Zaenal Ichwan kalah kurang beruntung dengan skor 1-0. Dan melawan Persis Solo, Persewangi hanya takluk 2-3. Meski demikian manajemen Persewangi sejauh ini masih

ber syukur bisa bertahan di papan tengah klasemen grup lima. Dengan materi pemain dan persiapan yang ada, setidaknya Persewangi masih bisa bersaing dengan kontestan lain di grup ini. “Setidaknya kiprah perdana di Divisi Utama PT Liga Indonesia tidak terlalu mengecewakan,” ujarnya. (nic/ bay)

Acara Nanggung Bisa Menimbulkan Fitnah n KEINGINAN... Sambungan dari Hal 29

Kata Nyai Dju, keinginan tersebut disampaikan oleh Kiai As’ad melalui Nyai Khoiriyah (istri ketiga Kiai As’ad) yang me nginginkan keturunan Kiai Fawaid dan keturunan Nyai Zainiyah bisa disatukan dalam sebuah perkawinan. “Itu disampaikan 23 tahun lalu, ketika kami belum hamil. Beliau sudah menginginkan, bagaimana putri Kiai Fawaid bisa bersatu dengan putra Ibu Nyai Zainiyah,” terangnya. Menurut Nyai Dju, Nyai Zainiyah juga begitu memegang wasiat Kiai As’ad tersebut. Demikian juga Kiai Fawaid. Sampai-sampai di detik-detik akhir hayatnya, satu yang menjadi keinginan Kiai Fawaid yang disampaikan berulang-ulang adalah perjodohan antara Nur Sari As’adiyah dengan Lora Azaim. “Kita sering tak sabar menunggu waktu itu. Banyak pertanyaan, kenapa tidak cepat dilangsungkan pernikahan (setelah wafatnya Kiai Fawaid) mengingat pondok pesantren begitu butuh seorang pemimpin, butuh seorang figur. Seperti figurnya Kiai

Syamsul Arifin, seperti figurnya Kiai As’ad, seperti figurnya Kiai Fawaid. Tapi inilah setting dari Allah Ta’ala,” papar Nyai Dju. Mantan Ketua Fatayat NU Situbondo itu mengungkapkan, merayakan walimatul urus atau resepsi pernikahan adalah wujud syukur karena Ning Sari dan Kiai Azaim sudah resmi menjadi suami istri. Bahkan, Kiai Fawaid sendiri punya keinginan spektakuler jika Ning Sari dan Kiai Zaim bisa bersatu dalam ikatan perkawinan. “Sebelum wafat, ketika itu beliau (Kiai Fawaid) bilang kepada saya, Ummi (panggilan Kiai Fawaid kepada Nyai Dju)… Engkok mon Sari bik Zaim deddih, seluruh alumni serta wali santri eundangah, sabulen ngkok aparloah, seratus ribu alumni akan saya undang, tanpa terkecuali. Itu dawuhnya. (Jika Ning Sari dan Kiai Zaim benar-benar berjodoh, saya akan mengundang seluruh alumni dan wali santri, satu bulan akan saya gelar resepsi),” jelas Nyai Dju menirukan perkataan alm. Kiai Fawaid. Keinginan Kiai Fawaid itu juga diperkuat oleh kakak kandungnya, Nyai Makkiyah. Dia berpesan jika akan menikahkan Ning

Sari dengan Kiai Zaim, agar tidak nanggung. Jika acara pernikahan akan dibuat kecil, maka buat sekecil-kecilnya sekalian. Demikian pula sebaliknya. “Karena mon nanggung, gun deddih fitnah, em p ean anak’nah gun settong. (Sebab kalau acaranya tanggung hanya akan jadi fitnah. Sampean, putranya hanya satu),” terang Nyai Dju menirukan pesan Nyai Makkiyah. Nyai Dju menegaskan, ada dua kekuatan yang mendorong dirinya dan keluarga P2S2 Sukorejo untuk bermunajat kepada Allah mewujudkan cita-cita Kiai Fawaid dan mewujudkan harapan Nyai Makkiyah. “Walaupun tidak sempurna inilah kemampuan kami, meski demikian kami sudah bersyukur karena bisa mewujudkan keinginan Kiai Fawaid,” terang perempuan kelahiran 1971 itu. Dia mengakui, apa yang dilakukannya saat ini masih harapan dari sang suami yang ingin merayakan pernikahan Ning Sari selama sebulan dan mengundang seratus ribu alumni dan wali santri. “Ini hanya sepuluh persennya dari keinginan Kiai Fawaid untuk merayakan, kita hanya bisa mengundang di seluruh Jawa Timur saja,” ujarnya. (bay/habis)

Pekerjaan Selesai Sepuluh Persen n MULAI... Sambungan dari Hal 29

Pihak pelaksana sudah memesan beton saluran itu, namun masih belum datang. “Pekerjaan saluran akan dilakukan ber sama dengan pekerjaan meninggikan badan jalan. Sekarang belum dikerjakan, karena saluran betonnya belum datang,” katanya. Terkait dengan keberadaan bangunan di atas sungai, Su-

dahlan mengaku tidak memiliki kewenangan untuk me lakukan pembongkaran. Yang jelas, secara teknis keberadaan bangunan itu sangat mengganggu kelancaran pembuangan air dari saluran menuju laut. Walau cukup mengganggu, na mun Sudahlan mengaku tidak memiliki kewenangan untuk membongkar bangunan liar itu. “Kalau bangunan itu tidak di bongkar, kita akan mencari

celah lain agar pembuangan air dari saluran lancar,” tegasnya. Salah satu cara yang akan ditempuh, kata Sudahlan, melakukan pengerukan su ngai dari sisi pantai. Kalau bangunan di atas sungai, pihak Bina Marga tidak me mi liki kewenangan untuk membongkar. “Kemungkinan yang kita bongkar, beton yang ada di depan bangunan. Kalau bangunannya, kita tidak punya wewenang” katanya. (afi/bay)

Masih Proses Verifikasi Gubernur n MENGATUR... Sambungan dari Hal 30

Belakangan, nama raperda tersebut berubah menjadi raperda penyelenggaraan usaha rumah kos. Wakil rakyat pun membentuk panitia khusus (pan sus) untuk melakukan pembahasan raperda tersebut. Ketua Komisi II DPRD, Ismoko, terpilih sebagai ketua Pansus Raperda Penyelenggaraan Usaha Rumah Kos tersebut. Setelah melalui pembahasan yang cukup alot, termasuk dengan sejumlah stakeholder, raperda penyelenggaraan rumah kos itu akhirnya disahkan pada 8 April 2013 lalu. Ada beberapa poin penting dalam perda tersebut, di antaranya raperda pe nyelenggaraan rumah kos itu hanya mengatur rumah kos yang memiliki jumlah kamar maksimal sepuluh unit. Sebab, berdasar Undang-Undang (UU) Nomor 28 Tahun 2012 tentang pajak dan retribusi dae rah, rumah singgah yang ter diri atas sepuluh kamar lebih dika-

tegorikan sebagai hotel. Berbeda dengan hotel yang harus mengantongi hak operasional (HO), rumah kos tak harus mengantongi salah satu persyaratan tersebut. Namun demikian, para pengusaha rumah kos tetap harus memiliki sejumlah izin lain, termasuk izin mendirikan bangunan (IMB). Dikonfirmasi wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, Ismoko mengatakan, munculnya inisiatif dewan mencetuskan raperda penyelenggaraan ru mah kos itu dilandasi keinginan mengatur dan me nertibkan rumah kos agar tidak di salahgunakan oknum-oknum tidak bertanggung jawab. “Motivasi kami hanya itu (mengantisipasi penyalahgunaan rumah kos), bukan memberatkan masyarakat,” ujarnya Rabu (8/5). Menurut Ismoko, perda tersebut dibutuhkan sebagai payung hukum petugas, baik Satpol PP maupun kepolisian, untuk melakukan penindakan terhadap oknum-oknum yang

melakukan pelanggaran di rumah kos. “Kalau perda rumah kos ditiadakan, kesemrawutan rumah kos akan bertambah,” paparnya. Ismoko menambahkan, sebagai bukti bahwa perda penyelenggaraan usaha rumah kos itu dibuat bukan untuk mem beratkan masyarakat, pe ngusaha rumah kos ti dak dipungut biaya saat me ngajukan izin pendirian rumah kos. “Hanya mengisi formulir. Itu pun formulirnya disediakan pemerintah,” cetus politikus asal Partai Golongan Karya (Golkar) tersebut. Lebih lanjut Ismoko mengatakan, saat ini draf raperda ru mah kos sudah dikirim ke Su rabaya untuk diverifikasi Gubernur Jawa Timur (Jatim). “Draf raperda tersebut masih di verifikasi gubernur. Yang pasti, motivasi kami adalah mengatur pemanfaatan rumah kos agar tidak disalahgunakan. Tidak untuk memberatkan masyarakat. Makanya, proses perizinan rumah kos dipermudah,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Sepuluh Tahun Baru Bisa BEP n PARUKOBA... Sambungan dari Hal 30

Menurut Ipung, menekuni bisnis kos-kosan hanya sebagai kerja sampingan. Pihaknya tidak bisa berharap banyak dari bisnis rumah kos. Selain

biaya yang dikeluarkan cukup ba nyak, BEP (break event point) baru bisa balik sepuluh ta hun kemudian. Saat ini, Ipung punya kos-kosan di Jalan Mataram 9, Kelurahan Tamanbaru, Banyuwangi. Sewa kamar per bulan Rp 400-Rp 500

ribu. ”Yang pasti, sebelum lahir perda, kami sudah menaati aturan yang dikeluarkan pihak Kelurahan Tamanbaru. Aturan itu saya rasa lebih simple dan harus ditaati,” tegas pria yang lama bekerja di kapal pesiar itu. (c1/aif)

MUI Minta Masalah Kos-kosan Diseriusi n PENGHUNI... Sambungan dari Hal 30

Selain itu, tempat kos harus me miliki ruang tamu. Poinpoin itu harus dilaksanakan serius oleh para pemilik tempat kos. “Aturan dan sanksi dalam perda harus segera dibeber kepada masyarakat,” katanya. Setelah disahkan DPRD, sebut dia, perda tentang penyelenggaraan usaha rumah kos itu secara otomatis akan

diberlakukan. Usai di so sialisasikan kepada masyarakat, pe tugas penertiban, seperti Sa tuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), harus serius mengawal perda tersebut. “Kalau petugasnya tidak serius, percuma ada perda,” ujarnya. Me nu r u t K h oz i n , p e rd a yang mengatur tempat kos itu me rupakan ikhtiar anggota DPRD yang tidak murah. Selain membutuhkan dana besar, para wakil rakyat juga telah men-

curahkan pikirannya dalam penyusunan dan menggarap aturan itu. “Tapi DPRD harus tetap mengawasi,” katanya. Khozin menyebut, Ba nyuwangi sekarang ini sedang mengalami carut-marut moral. Semua pihak tentu berkewajiban dan memiliki tang gung jawab yang sama dalam mengatasi hal itu. “Ini tanggung jawab kita semua,” katanya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. (abi/c1/bay)

Langsung Bergerak setelah Diundangkan n SATPOL PP... Sambungan dari Hal 30

Terkait pelaksanaan perda pe nyelenggaraan usaha jasa rumah kos, Ustadi mengaku sudah mengantongi data rumah kos di Banyuwangi. Karena itu, setelah perda itu diundangkan,

Satpol PP akan langsung menegakkannya. Data rumah kos yang selama ini diduga sering disalahgunakan sudah ada di meja Satpol PP. Karena itu, pemilik kos diminta menertibkan sendiri penghuni kos yang menyalahgunakan rumah kos sebelum ditertibkan

Satpol PP. Satpol PP juga mengimbau para penghuni agar tidak menya lahgunakan tempat kos untuk kegiatan yang melanggar aturan hukum. “Gunakan rumah kos sebagaimana peruntu kannya,” ujar Ustadi. (afi/ c1/bay)


40 1

Zainurrahman dan Lutfi naik motor dari barat dengan kecepatan tinggi pukul 01.00

2

3 Motor Suzuki

4

protholan nopol P 3636 EA tersebut menabrak bagian depan sisi kiri bus Gunung Harta yang melaju dari arah timur.

Setelah melintasi jembatan Bandengan, Kecamatan Panarukan, motor tak terkendali.

Kepala Zainur remuk menghatam bus dan tewas di lokasi kejadian.

gH

Kronologi Kecelakaan

Gun un

APA POLEH

arta

Senin 13 Mei 2013

Sedangkan Lutfi mengalami luka berat.

1

2 NUR HARIRI/RaBa

arta

Gunung H

RAMAI: Puluhan warga saat mendatangi rumah dinas Bina Marga dan Pengairan di Lingkungan Dam, Kecamatan Situbondo pekan lalu.

NUR HARIRI/RaBa

HANCUR: Jenazah Zainurrahman dievakuasi menuju ruang mayat RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo dini hari kemarin.

3

Penghuni Rumah Dinas Mengaku Sewa ke Pemkab SITUBONDO – Penggerebekan warga terhadap beberapa rumah dinas (rumdin) Bina Marga dan Pengairan di Lingkungan Dam, akhirnya mendapat jawaban dari salah seorang penghuni rumah dinas tersebut. Mereka mengaku menyewa rumah dinas di Kelurahan Dawuhan tersebut kepada Pemkab Situbondo. “Saya menempati rumah itu dengan menyewa kepada pemerintah, surat-suratnya lengkap dan kami tidak menyalahgunakannya,” kata Didit, seorang warga yang menempati rumdin yang disertai bengkel tersebut. Didir menjelaskan, dalam penyewaan rumah tersebut, dirinya juga telah memenuhi segala persyaratannya. “Semua sudah saya penuhi, jadi jangan asal-asalan sampai warga sekitar menilai rumah ini disalahgunakan dan tidak izin, ini sudah melalu proses sampai saya menempati rumah tersebut,” ujar Didit lewat telepon selulernya kemarin. Dia berharap, sebelum warga melakukan penggerebekan minimal ada perbincangan sehingga tidak terjadi kesalahpahaman sepeti yang terjadi. “Orang tahunya saya menempat di situ, mereka tidak tahu kalau saya menyewa rumah itu,” kata Didit. Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan warga asal Kecamatan Panji, Situbondo, tiba-tiba menggerebek beberapa rumah Dinas Bina Marga dan Pengairan Situbondo yang ada di lingkungan Dam. Mereka melakukan itu karena rumah dinas tersebut diduga disalahgunakan bukan untuk keperluan dinas. (rri/bay)

NUR HARIRI/RaBa

RINSEK: Mobil Daihatsu Xenia rombongan lamaran diamankan di Polres Situbondo kemarin.

4 GRAFIS: ZAKARIA /RaBa

Tabrak Bus, Kepala Remuk PANARUKAN – Tabrakan maut terjadi di jalan raya Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Situbondo, sekitar pukul 01.00 Minggu dini hari kemarin (12/5). Sepeda motor Suzuki protholan bernopol P 3636 EA menyeruduk Bus Gunung Harta bernopol DK 9159 GH di dekat jembatan Bandengan. Akibat tabrakan tersebut, pengendara motor bernama Zainurrahman, 16, warga Desa Klampokan, Kecamatan Panji, Situbondo, tewas seketika di lokasi kejadian. Sedangkan rekannya yang bernama Lutfi Aziz, 18, warga Klampokan, Kecamatan Panji, mengalami luka berat. Insiden kecelakaan di Kilometer 156 arah Surabaya itu berawal saat sepeda motor yang dikendarai Zainurahman melaju cepat dari arah barat. Motor diduga dikemudikan secara ugal-ugalan.

Sesampainya di jembatan timur eks lokalisasi Bandengan, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, korban yang diduga mabuk itu tidak dapat mengendalikan kemudi motornya. Akhirnya, motor tersebut menabrak bus Gunung Harta dari arah timur yang dikemudikan Imam Musthofa, 47, warga Tegal Besar, Kabupaten Jember. Begitu menabrak bus jurusan Denpasar – Malang tersebut, kedua remaja yang mengendarai motor itu langsung terbanting. Zainurrahman terlempar dan mengalami luka sangat parah pada bagian kepala dan pinggang kiri. Nyawanya tak bisa diselamatkan akibat luka parah di kepala.

Sementara itu, Lutfi mengalami luka serius pada wajah dan sekujur tubuhnya. Sekitar satu jam setelah kecelakaan terjadi, kedua korban berhasil dievakuasi ke RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo. Kedua kendaraan juga langsung diamankan polisi. Selain itu, kondisi sepeda motor tersebut rusak berat. Sedangkan kondisi bus rusak pada kabin depan sebelah kiri. Data yang berhasil dikumpulkan Jawa Pos Radar Banyuwangi, sebelum kecelakaan terjadi, kedua korban bersama lima temannya sempat bermain di Pantai Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Situbondo. Saat mereka pulang

beriringan, tiba-tiba Zainur dan Lutfi melaju cepat meninggalkan temantemannya. “Saya tidak tahu secara pasti, sebelumnya kami tujuh anak dari Pasir Putih. Kemudian kedua korban melaju di depan, setelah sampai di tempat kejadian, kami baru tahu kalau ada kecelakaan,” kata Samwari, seorang teman korban. Aiptu Subagyo, petugas Lantas Polres Situbondo mengatakan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban melaju dari barat ke timur dan tidak dapat mengendalikan kemudi. Motor itu langsung menabrak Bus Gunung Harta. “Kronologinya, sepeda dari barat dan bus dari timur, itu saja. Sampai saat ini, kami belum dapat menyimpulkan penyebab pastinya tabrakan, karena masih dalam penyelidikan petugas,” jelas Aiptu Subagyo.(rri/bay)

Rombongan Lamaran Tabrak Truk SEMENTARA itu, rombongan keluarga asal Desa Kilensari yang akan berangkat lamaran mengalami kecelakaan di Panarukan, Situbondo pukul 06.30 kemarin (12/5). Mobil Daihatsu Xenia bernopol B 1257 WFF yang dikemudikan Andi Firmansyah, 25, menabrak truk bernopol P 9510 F milik Sunarto, yang sedang parkir di Desa Wringinanom, Panarukan. Meski kondisi mobil itu remuk, tidak ada korban jiwa dalam tabrakan tersebut. Kondisi Xenia ringsek pada kabin depan dan belakang. Kaca depan, samping kiri, dan kaca

belakang mobil tersebut juga pecah berhamburan. Data yang berhasil dikumpulkan Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, Xenia berwarna hitam yang mengangkut rombongan lamaran dari Desa Kilensari itu rencananya menuju ke Kabupaten Jember. Saat melaju, tiba-tiba ban belakang sebelah kiri mobil itu kempis. Akibatnya, Xenia oleng dan sopir tidak dapat menguasai kemudi. Akhirnya, mobil yang mayoritas ditumpangi ibu-ibu tersebut menabrak truk milik Sunarto yang parkir di sisi selatan jalan. Mobil Xenia lang-

sung rusak berat, sedangkan kondisi truk sempat bergeser hingga roda kanan truk nyemplung selokan. “Kata seorang penumpangnya, kendaraan itu tidak ada masalah saat berangkat. Tetapi tiba-tiba ban

belakangnya kempis, akhirnya menabrak,” kata Utomo, 50, warga Desa Wringinanom. Petugas Laka Polres Situbondo, Aiptu Siswanto mengatakan, untuk sementara pihaknya belum bisa meny-

impulkan tentang penyebab kecelakaan tunggal tersebut. “Dugaan sementara, penyebab laka karena ban kempis, sehingga sopirnya tak dapat mengendalikan kemudi,” je;as Aiptu Siswanto. (rri/bay)


Radar Banyuwangi 13 Mei 2013