Issuu on Google+

KAMIS 13 JUNI

TAHUN 2013

29

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

Adipura Disambut

Ribuan Warga BANYUWANGI - Piala Adipura mendapat sambutan meriah dari ribuan warga Bumi Blambangan. Piala penghargaan dari Setelah Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono bidang kebersihan dan lingkungan hidup itu dijemput ratusan pesapon (tukang sapu) di Bandara Blimbingsari. ADIPURA Pesawat Wings Air yang membawa Bupati Ab2013 dullah Azwar Anas dan Piala Adipura itu mendarat sekitar pukul 10.45. Wakil Bupati Yusuf Widyat moko, Sekkab Slamet Karyono, dan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Banyuwangi Arief Setiawan, menjemput piala tersebut di apron bandara. n  Baca Adipura...Hal 39

GALIH COKRO/RaBa

DITANDU PARA PESAPON: Bupati Abdullah Azwar Anas mengangkat Piala Adipura saat kirab di Jalan A. Yani, Banyuwangi, siang kemarin.

ZBee Dibangun di BWI Sedot Sabu-sabu Dituntut 8 Tahun BANYUWANGI - Gara-gara menyedot narkoba jenis sabu-sabu (SS), Usholi Andri, 35, warga Dusun Sumberjambe, Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo, dituntut delapan tahun penjara kemarin (12/6). Tun tutan jaksa tersebut di ba cakan lebih se tengah ta hun setelah Usholli ditangkap polisi 1 Desember 2012 lalu. Saat membacakan tun tutan, jaksa penuntut umum ( JPU) Elseus Sa lakor y SH juga minta AGUS BAIHAQI/RaBa majelis hakim Usholi yang dipimpin Siyoto SH dan anggota Afrizal Hadi SH dan Tenny Erma Suryathi SH agar mengganjar terdakwa dengan denda Rp 800 juta subsider enam bulan kurungan n

Lebar : 1,

z

Berat : 230 Kg Safety Belt : 3 titik

Lama Pengisian Baterai : 1 jam Menempuh 100 Km: butuh listrik 4 kWh

pengganti

 Baca ZBee...Hal 39

Kecepatan : 45 Km/jam. Produsen : Clean Motion dari Swedia Rencana Lokasi Pabrik : Sekitar PT Lundin Industry Invest, Pantai Cacalan, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Potensi Pasar : 100.000 unit / tahun

Hilang Tiga Hari, Ditemukan Penuh Luka

GALIH COKRO/RaBa

Rumah Ludes tak Sampai Sejam KALIPURO - Satu unit rumah yang berlokasi di Jalan Denpasar, Lingkungan Klatakan, Ke lurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, ludes dilalap si jago merah Selasa malam (11/6). Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa yang diduga disebabkan korsleting listrik itu menyebabkan pemilik rumah, Mulyani, 57, mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Diperoleh keterangan, kebakaran itu bermula saat bagian depan rumah milik Mulyani itu roboh sekitar pukul 18.00. Peristiwa itulah yang diduga

menjadi penyulut korsleting listrik. Sebab beberapa saat setelah bagian depan ru mah itu roboh, seorang warga melihat kobaran api di rumah tersebut. Sejurus kemudian, puluhan warga datang ke lokasi kebakaran. Dengan peralatan seadanya, warga berupaya memadamkan kobaran api di rumah tersebut. Tak sampai satu jam, rumah tersebut sudah ludes terbakar. Warga sempat waswas saat melihat kobaran api menjalar ke rumah lain n  Baca Rumah...Hal 39

BANYUWANGI - Warga Lingku ngan Kanalan, Ke lu rahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi, mendadak gempar pagi kemarin (12/6). Mereka dihebohkan penemuan sesosok pria dengan kondisi tubuh penuh luka di areal tanaman jagung di lingkungan setempat. Perut dan kedua tangan pria itu penuh luka sayat. Tidak hanya itu, korban juga menderita luka serius di bagian leher. Kondisi tersebut menimbulkan kecurigaan warga bahwa pria malang tersebut adalah korban percobaan pembunuhan. Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi me nyebutkan, korban kali pertama ditemukan oleh Saihu, 41, pemilik tanaman jagung tersebut. Awalnya, pria asal Dusun Krajan, Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, itu menduga sesosok tubuh yang tergeletak di tepi areal tanaman jagung itu adalah orang gila yang sedang tidur n  Baca Hilang...Hal 39

SIGIT HARIYADI/RaBa

LUKA: Arifin dirawat di RSI Banyuwangi kemarin.

Kisah Hilangnya Arifin sang Tukang Pijat

Tergolek dan Matanya Dirubung Semut Kondisi Arifin, 50, warga Lingkungan Singodiwongso, Kelurahan Singotrunan, Kecamatan Banyuwangi, masih kritis hingga kemarin. Setelah tiga hari menghilang, tukang pijat itu ditemukan tergeletak penuh luka di ladang jagung. SIGIT HARIYADI, Banyuwangi SETELAH menerima panggilan telepon pada Minggu malam lalu (9/6), Arifin langsung pergi dari rumah. Kepada sang istri, yakni Jami, 48, dia pamit pergi ke Lingkungan Kanalan, Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi. Kala itu, bapak satu anak itu mengatakan hendak

http://www.radarbanyuwangi.co.id

GRAFIS: ZAKARIA/RaBa

Panjang : 2,4 meter

KOBONG: Rumah Mulyani di Klatak, Kalipuro, nyaris rata tanah setelah kebakaran Selasa malam lalu (11/6).

BANYUWANGI - Ajang bergengsi Jawa Pos Festival Ramadan sudah semakin dekat. Gelombang pendaftar berbagai lomba yang digelar untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan itu pun sudah mulai mengalir. Calon peserta lomba hadrah al banjari, patrol, qasidah modern, dan kaligrafi, sudah banyak yang mendaftar langsung ke kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi, Jalan Yos Sudarso 89C, Banyuwangi. Divisi Event Jawa Pos Radar Banyuwangi, Benny Siswanto mengatakan, khusus lomba patrol, setiap grup peserta minimal terdiri atas lima orang dan maksimal 20 orang. Batas waktu maksimal masing-masing peserta di atas panggung ditetapkan sepuluh menit dengan rincian tiga menit persiapan dan tujuh menit penampilan n  Baca Satu...Hal 39

Baterai : Li-Ion

z

 Baca Sedot...Hal 39

Satu G S Grup H Hadrah d h Maksimal 20 Orang

25 meter

Tinggi : 1,5 meter

ADA APA LAGI

BANYUWANGI - Tidak lama lagi, Banyuwangi (BWI) akan menjadi produsen kendaraan roda tiga bertenaga listrik. Investor asal Swedia, Clean Motion, segera membangun pabrik berteknologi ramah lingkungan. Rencana pendirian pabrik kendaraan roda tiga bertenaga listrik itu disampaikan Bupati Abdullah Azwar Anas kemarin (12/6). Bupati Anas mengungkapkan, dirinya bertemu Duta Besar Swedia di Hotel Shangri-La Jakarta Selasa Malam (11/6). Dalam pertemuan itu, hadir CEO Clean Motion dari Swedia dan membicarakan rencana pendirian pabrik kendaraan roda tiga bermerek ZBee. Untuk memproduksi kendaraan listrik pengganti Bajaj tersebut, Clean Motion akan menggandeng industri manufaktur lokal PT Lundin Industry Invest n

SIGIT HARIYADI/RaBa

LOKASI: Sejumlah warga mendatangi ladang jagung di Lingkungan Kanalan, Kelurahan Lateng, Banyuwangi.

memijat seseorang yang baru saja menelepon. Lantaran bekerja menjual jasa pijat,

Arifin pun nyaris pergi setiap malam. Jami tidak mempermasalahkan kepergian sang suami itu. Apalagi,

jarak rumah Arifin dan Lingkungan Kanalan tidak sampai satu kilometer. Namun, siapa sangka panggilan telepon itu berbuah petaka. Ya, sejak meninggalkan rumah selepas salat Magrib Minggu lalu, Arifin tak kunjung kembali ke rumah. Upaya pencarian yang dilakukan sang istri dan beberapa kerabat sia-sia. Hingga Selasa malam (11/6), Arifin tak kunjung ditemukan. Hingga akhirnya, pihak keluarga Arifin mendengar kabar penemuan sesosok pria terkapar di sekitar ladang Jagung di Lingkungan Kanalan sekitar pukul 06.00 pagi kemarin (12/6). Saat ditemukan, kondisi pria tersebut sangat memprihatinkan. Luka menganga tersebar nyaris di seluruh bagian tubuhnya. Dugaan bahwa korban adalah Arifin seketika mencuat n

Pemkab Situbondo seriusi pemanfaatan gas metana Berdayakan semua sumber gas metana, kecuali kentut warga

Kendaraan listrik roda tiga akan diproduksi di Banyuwangi Mirip-mirip seperti yang disewakan di Sri Tanjung, tapi agak besar.

 Baca Tergolek...Hal 39

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


30

Kamis 13 Juni 2013

GALIH COKRO/RaBa

TAMU: (Dari kiri) Farid, dan Hamy, bertemu Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi Choliq Baya kemarin.

Dikunjungi Pengurus PKS Jatim KETUA Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur, Hamy Wahyunianto, berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (12/6). Dia didampingi Kepala Bidang (Kabid) Kaderisasi DPW PKJ Jatim, Farid Dhofir, dan Ketua DPD PKS Banyuwangi, Mandiri Ratu Warang Agung. Selain bersilaturahmi, mereka juga berdiskusi tentang beberapa isu terkini. (sgt/c1/bay)

KOMISI PEMILIHAN UMUM (KPU) KABUPATEN BANYUWANGI

PENGUMUMAN

GALIH COKRO /RaBa

RAMAI: Para sopir truk tangki mendatangi kantor Dinsosnakertrans Banyuwangi kemarin. Mereka wadul masalah kenaikan upah.

Sopir Tangki Minta Upah Naik BANYUWANGI - Para sopir angkutan truk tangki bahan bakar minyak (BBM) mendatangi kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertran) Banyuwangi kemarin (12/6). Mereka menuntut perusahaan outsourcing yang telah mempekerjakan mereka di Pertamina menaikkan upah para sopir. Didampingi kuasa hukumnya, Jaka Sarwata SH dari Lembaga Bantuan Hukum dan Perlindungan Tenaga Kerja (LBH PTK) Mobil Tangki Seluruh Jawa, para sopir mengaku kerja yang dilakoni hingga 24 jam sehari tidak pernah diberi uang lembur. “Setiap hari,

kita kerja 24 jam,” cetus ketua Crew Mobil Tangki Kabupaten Banyuwangi, Agus Sulistiyo. Menurut Agus, sopir tangki yang beroperasi di Pertamina Depo Ketapang jumlahnya 136 orang. Mereka ini, jelas dia, hampir semua sudah bekerja sebagai sopir yang melayani wilayah Kabupaten Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi selama empat tahun. “Kita berangkat pagi, pulangnya pagi lagi,” ujarnya. Bekerja dengan acara outsourcing ini, Agus mengakui bahwa gajinya sudah sesuai upah minimum kabupaten (UMK). Setiap bulan, para sopir mendapat upah sebesar Rp 1.086.000. “Gaji kita me-

mang sudah memenuhi upah, tapi jam kerjanya kan lebih,” cetusnya. Dengan bekerja mencapai 24 jam setiap hari, para sopir truk tangki itu meminta dianggap lembur. Sehingga, mereka menuntut upah lemburnya segera dibayarkan. “Kerja yang normal itu hanya tujuh hingga delapan jam per hari, selebihnya dianggap kerja lembur,” jelas Jaka Sarwata SH. Sesuai Undang-Undang (UU) Tenaga Kerja, lanjut dia, memang ada toleransi masa kerja per hari. Toleransi kerja itu maksimal hanya tiga jam per hari. “Para sopir tangki ini, setiap hari bekerja 24 jam, mereka berangkat pukul 05.00

Hadiri...

ng a Tenmangan e K

dan pulang pukul 05.00 esok hari,” sebutnya. Jaka menyebut, para sopir itu semua bekerja melalui outsourcing. Mereka disalurkan PT Pertamina Training Consulting (PTC). Sedang PT. PTC sendiri, sub dari PT Pertamina Patra Niaga. “Kita menuntutnya pada PT PTC, bukan menuntut ke Pertamina,” cetusnya. Para sopir truk tangki itu oleh Dinsosnakertrans akan dipertemukan perusahaan yang mempekerjakan. Tetapi, hingga siang PT PTC yang diundang belum hadir. “Para sopir truk tangki ini tidak demo, hanya mengadukan nasibnya,” kata Kepala Disos-

nakertran Banyuwangi Syaiful Alam Sudrajat. Alam mengaku akan membantu para sopir truk tangki yang menuntut haknya itu. Mereka akan dipertemukan dengan perusahaan yang akan mempekerjakan. “Akan kita mediasi agar bisa dicarikan jalan yang terbaik,” ungkapnya. (abi/c1/bay)

Kepada seluruh masyarakat Banyuwangi mulai tanggal 13 s/d17 Juni 2013 Daftar Calon Sementara (DCS) anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) tahun 2014 Kabupaten Banyuwangi dapat dilihat di: 1. Kantor KPU Banyuwangi Jl KH Agus Salim No. 7 Telp.0333421354 Fax 0333412214 2. Website KPU Banyuwangi www.kpud-banyuwangikab.go.id 3. Kantor Kecamatan/PPS se-Kabupaten Banyuwangi Masukan dan tanggapan masyarakat tanggal 14 s/d 27 Juni 2013 Ketua Pokja Pencalonan Suherman, SE

Resepsi HUT ke-14 Radar Banyuwangi di Hotel AJM Genteng 30 Juni 2013 Mulai Pukul : 18.30

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho. Desain Iklan: Mohammad PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/ mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


31

Kamis 13 Juni 2013

Peternak Sapi Terjun ke Sungai Hendak Beli Obat, Nabrak Jembatan SONGGON - Malang menimpa Sugiono, 61. Rencana membeli obat sapi malah menjadi petaka bagi warga Dusun Tegalrejo, Desa Bayu, Kecamatan Songgon, itu. Peternak sapi itu tewas mengenaskan setelah motor yang dikendarai menabrak jembatan dan masuk ke sungai. Diperoleh keterangan, petaka terjadi saat korban dalam perjalanan membeli obat sapi. Malam itu, korban mengendarai Honda Supra X bernopol P 2570 WA. Dalam perjalanan, korban mengalami kecelakaan. Diduga, korban akan melewati jalan yang menurun tajam dan licin. Saat itu, dia tidak bisa menguasai setir kemudian menabrak jembatan. Selain menabrak jembatan, korban juga menerjang pohon hingga menyebabkan korban terjun bebas ke sungai sedalam enam meter. Tak pelak, Sugiono mengalami luka serius di kepala. Keesokan

MUSIBAH: Sejumlah warga mengevakuasi Sugiono di sungai Desa Bayu, Kecamatan Songgon, kemarin.

ALI NURFATONI/RaBa

harinya, korban meninggal dunia. Kapolsek Songgon AKP Ali Ashari membenarkan kabar kejadian itu. Setelah ditemukan sekitar pukul 09.00, pihaknya langsung mengecek tempat kejadian perkara. ‘’Kita langsung evakuasi korban dari sungai,”

katanya. Berdasar hasil visum et repertum, tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Sebab itulah, polisi memastikan korban meninggal dunia murni kecelakaan. ‘’Keluarga korban menyadari musibah itu. Maka, hari ini juga

dimakamkan,” katanya. Sementara itu, motor yang digunakan korban juga rusak. Roda depan motor warna merah kombinasi putih itu penyok. Barang yang dibawa korban, yaitu dompet dan sejumlah uang, masih utuh. (ton/c1/aif)

24

23

22

“MAIN BOLA” Cantika Putri Permata Hati

“AKU TIDAK SENDIRI” Winanis Nur Azizah Fitriani

“NAIK DELMAN KUDUDUK DI MUKA - MARGOUTOMO COTTAGE” WM. Daffa Raffi Affandy


28

Kamis 13 Juni 2013

ADA APA LAGI

SYAIFUDDIN M/RaBa

PEPAYA UNIK: Lilik menunjukkan pepaya yang diyakini bertuliskan lafadz Allah.

Buah Pepaya Lafadz Allah BANYUWANGI - Sebuah pepaya bertulisan “Allah” dalam huruf Arab ditemukan di rumah Lilik Sucianingsih, warga Perumahan Kebalenan Indah, Blok C, Banyuwangi. Tulisan Allah terlihat jelas di daging pepaya saat dibelah Lilik Sucianingsih dua hari lalu. Lilik menuturkan, buah pepaya tersebut dibeli di Penataban dengan harga Rp 2.500. Sebelum mendapatkan papaya tersebut, LIlik mengaku bermimpi ditemui ibunya yang sudah meninggal. ”Pepaya tersebut untuk suami saya yang sedang sakit,’’ ujar Lilik saat ditemui di rumahnya di Perum Kebalenan Indah kemarin. Dia berharap pepaya aneh itu merupakan pertanda baik dan dapat membawa rezeki. ”Rasa papaya tersebut tetap manis,” ujar Lilik. (c1/aif)

ALI NURFATONI/RaBa

RAMAI: Deretan sapi yang diperjualbelikan di pasar hewan Rogojampi kemarin. Dalam enam bulan terakhir ini harga sapi mengalami kenaikan cukup signifikan.

GAPOKTAN

Stok Minim, Harga Sapi Melejit NUGROHO/RABA

SARAT PRESTASI: Ikrori Hudanto berbincang dengan Gapoktan Rukun Santoso, kemarin.

Ikuti Penilaian Tingkat Nasional KALIBARU - Perkembangan prestasi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Banyuwangi semakin membanggakan, salah satunya adalah Gapoktan Rukun  Santoso. Gapoktan yang pernah mendapat bantuan Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) pada tahun anggaran 2010 itu mendapat kunjungan Tim Penilai Gapoktan PUAP berprestasi tingkat nasional, Kemarin (12/6). Bertempat di sekretariat Gapoktan Rukun Santoso, Desa Kajarharjo Kecamatan Kalibaru, rombongan tim penilai datang pukul 12.00 WIBB. Untuk kali kedua Gapoktan Rukun Santoso kembali mengikuti penilaian Gapoktan berprestasi setelah berhasil menorehkan prestasi penilaian di tingkat provinsi. Hari ini kembali mengikuti penialain Gapoktan Berprestasi tingkat nasional. Menurut Kepala Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuwangi, Ikrori Hudanto, Gapoktan Rukun Santoso hari ini mengikuti penilaian tingkat nasional. “Pihaknya mengaku bangga karena Gapoktan Banyuwangi mampu berprestasi dan terpilih untuk diikutkan dalam lomba tingakat nasional” tuturnya. Ikrori berharap Gapoktan Rukun Santoso bisa menang dan juara pertama. “Semoga bisa menjadi juara nasional dan berhak diundang ke Jakarta,’’ pungkasnya. (adv)

POLITIK

3 Bacaleg tak Penuhi Syarat JEMBER – Dari 560 bakal calon anggota legislatif (bacaleg) DPRD Jember dari 12 parpol peserta pemilu 2014, ada tiga bacaleg yang dianggap tidak memenuhi syarat (TMS). Dua orang dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan seorang dari Partai Bulan Bintang (PBB). Meskipun ada bacaleg yang TMS, hal itu tidak membuat parpol yang bersangkutan kehilangan daerah pemilihan (dapil) seperti di KPU. Hal itu diungkapkan Ketua KPU Jember Ketty Tri Setyorini saat ditemui di kantornya kemarin (19/6). Dia mengatakan, KPU sudah menggelar rapat pleno dan mengumumkan melalui media cetak dan elektronik mulai tadi malam. Hasil rapat pleno itu juga telah diserahkan kepada parpol untuk ditandatangani. Penetapan daftar caleg sementara (DCS) akan diumumkan mulai 13 sampai 17 Juni. Ketty menjelaskan, dari hasil pleno, ada tiga bacaleg yang TMS. Ketiganya dinyatakan TMS karena berkas yang dikumpulkan tidak lengkap dan tidak memenuhi syarat. “Ada juga berkas lengkap, namun semua form yang membutuhkan pembubuhan materai  tidak ada sama sekali,” ungkapnya. Selain itu, kata dia, ada pula materai yang ditempelkan kurang lengkap untuk jumlah kopian lembaran berkas. Dirinya berharap pencoretan tiga bacaleg itu tidak akan terlalu dipermasalahkan oleh parpol. “Sudah kami sampaikan saat pleno dan parpol memaklumi,” ujarnya. Menurut Ketty, meskipun ada sejumlah bacaleg yang tidak lolos DCS, namun hal itu tidak terlalu berpengaruh pada parpol yang bersangkutan. (ram/har/jpnn)

ROGOJAMPI - Peternak hewan di Banyuwangi semakin menyusut. Hal itu yang memicu harga hewan melambung tinggi. Bahkan, kondisi itu ternyata sudah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir. Kenaikan harga di pasaran itu berlaku merata untuk semua jenis hewan, misalnya harga sapi, kerbau, dan domba. Semua jenis hewan tersebut samasama mengalami kenaikan harga cukup signifikan. Bahkan, persentase kenaikan harga

tersebut mendekati 50 persen. Misalnya, harga sapi yang sebelumnya Rp 12 juta, kini bisa mencapai Rp 18 juta. ‘’Kenaikan harga itu sudah terjadi selama enam bulan ini,” ujar Alek, salah satu pedagang hewan saat ditemui di Pasar Hewan Rogojampi kemarin. Menurut dia, kenaikan harga itu dipicu stok hewan di Bumi Blambangan terus menipis. Para peternak hewan kurang semangat karena tidak ada kontes hewan dalam beberapa tahun terakhir. ‘’Kalau ada kontes hewan,

peternak sapi semangat,’’ kata warga Dusun Sukonatar, Desa Sukomaju, Kecamatan Srono, itu. Dia menjelaskan, kontes hewan bisa mengangkat nilai jual. Dengan demikian, para peternak sapi akan bergeliat. ‘’Jika harga tinggi, peternak sapi di sini akan senang,” katanya. Di tempat yang sama, Sopyan mengatakan, sapi di Banyuwangi selama ini bisa disuplai ke daerah lain. Tentu saja kondisi itu sebagai salah satu indikator bahwa hewan di Banyuwangi

bagus. ‘’Sapi-sapi ini dikirim ke Jawa Barat, Jawa Tengah. Jombang dan Probolinggo sudah rutin setiap pasaran,’’ sebutnya. Oleh karena itu, ternak hewan di Banyuwangi dianggap menjanjikan. Hal itu harus ada peran pemerintah agar para peternak kembali semangat. ‘’Jadi, harga hewan naik bukan karena mendekati Lebaran. Ini murni karena stok hewan mulai sepi,” terang pedagang hewan asal Desa Sragi, Kecamatan Songgon, itu. (ton/c1/aif)

Santri Blokagung Borong Juara RMI TEGALSARI - Kontingen Pondok Pesantren (PP) Darussalam yang mengikuti Musabaqoh RMI di PP Raudhotut Tholabah Desa Setail, Kecamatan Genteng tiba di Bumi Darussalam Blokagung usai salat magrib, kemarin (11/6). Kedatangan kontingen disambut oleh ribuan santri di halaman pondok dengan kebahagian yang luar biasa. Sambutan yang luar biasa ini diberikan oleh para darsal --sebutan untuk santri PP Darussalam-- karena kedatangan mereka sebagai juara umum musabaqoh RMI. Sekitar 82 piala berhasil diborong oleh kontingen Blokagung dan untuk ketiga kalinya PP Darussalam merebut juara umum secara beruntun sejak musabaqah RMI di Muncar beberapa waktu lalu. Secara resmi kedatangan kontingen itu disambut oleh ustadz Abdussyukur dan seketika itu pula semua hasil kemenangan yang diperoleh

para utusan dari Blokagung dibacakan oleh KH. Aly Asyiqin, selaku Kabid Kepesantrenan. “Sejumlah 30 santri berhasil juara 1 murni, yang terbagi atas 14 santri putra dan 16 santri putri, dan 26 santri berhasil menggondol juara 2, yang terdiri 10 santri putra dan 16 santri putri,” sebut Aly Asyiqin disertai tepuk tangan para santri. Masih menurut Aly Asyiqin ada 13 santri yang lain juga berhasil menyabet juara 3, yang diperoleh 8 santri putra dan 5 santri putri, dan 3 santri putra berhasil mendapat juara harapan 1 , serta 7 santri berhasil meraih juara 5 harapan. Perlu diketahui bahwasanya juara dalam musabaqah RMI ke-XIII itu didominasi pada jenis lomba kutubussalaf atau baca kitab kuning, “Hal ini sesuai dengan prinsip pondok pesantren yang saat ini diasuh oleh Almukarram KH. Ahamad Hisyam Syafa’at, dimana Pon-

PP. DARUSSALAM BLOKAGUNG FOR RaBa

PELEPASAN: KH. Ahmad Hisyam Syafaat melepas peserta musabaqoh RMI, beberapa hari lalu.

dok Pesantren Darussalam yang harus digalakkan adalah kitab kuning,” ujarnya. Selanjutnya acara ditutup

dengan pembacaan doa yang langsung dipimpin oleh KH. Jabir muda. “Mari kita berdoa mudah-mudahan kita saat

mencari ilmu mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan barokah,” kata Aly sebelum membacakan doa. (adv)


37

Kamis 13 Juni 2013

DISTRIBUSI: Pengurus BAZ dan empat penerima bantuan di Pendapa Kecamatan Singojuruh kemarin.

NUGROHO/RaBa

BAZ Singojuruh Salurkan Rp 42,1 Juta SINGOJURUH - Pelaksanaan Badan Amil Zakat (BAZ) Kecamatan Singojuruh berjalan sukses. Dana yang terkumpul pada tahun 2012 hingga kemarin mencapai puluhan juta rupiah. Dana yang sudah terkumpul tersebut sudah disalurkan kepada yang berhak. Dana yang sudah disalurkan mencapai total Rp 42.1 juta. Dana tersebut disalurkan ada beberapa macam. Antara lain, dana untuk santunan senilai Rp 13,5 juta; tambahan modal, Rp 5,5 juta; dan bantuan ternak Rp 5 juta; bantuan pendidikan Rp 8 juta; bantuan pelatihan alat dan modal kerja senilai Rp 4,4 juta; dan bantuan konsumtif Rp 6 juta. Camat Singojuruh, Nanik Machrufi menuturkan, pelaksanaan BAZ dari

BANYUWANGI

tahun ke tahun semakin meningkat. Dengan demikian, kesadaran masyarakat untuk berzakat sesuai dengan arahan Bupati Banyuwangi terus mengalami perkembangan yang cukup signifikan. ’’Pada tahun lalu, distribusi BAZ yang sudah tersalurkan mencapai Rp 42,1 juta,’’ ungkapnya. Dia menyampaikan hal itu dalam acara sosialisasi e-BAZ dan distribusi Zakat Infak Sodaqoh (ZIZ) untuk tahun 2013 di Pendapa Kecamatan Singojuruh kemarin (12/6). Acara itu dihadiri pengurus BAZ Banyuwangi, KUA, dan jajaran kepala desa. Kepala KUA Kecamatan Singojuruh, Rosyidin menuturkan, ke depan pihaknya akan bekerjasama dengan kalangan instansi maupun desa. Misalnya, akan merambah jajaran

SITUBONDO

kepolisian, puskemas, dan kepala desa, beserta perangkatnya. ’’Target kita tahun ini tercapai,’’ katanya. Menurut dia, BAZ di Kecamatan Singojuruh dalam beberapa tahun terakhir mengalami perkembangan. Dia menyebut, dalam tiga tahun terakhir BAZ terealisasi dengan baik. ’’Kita terus mendorong supaya zakat 2,5 persen bisa diberikan dengan baik,’’ paparnya. Dalam acara kemarin, ada empat warga yang mendapatkan bantuan dari dana BAZ. Dana tersebut untuk bantuan modal ternak senilai Rp 1 juta, bantuan pendidikan senilai Rp 500 ribu, bantuan santunan rutin untuk setahun senilai Rp 1,2 juta, dan modal pengembangan usaha senilai Rp 500 ribu. (adv/als)

BANYUWANGI

BTI Selawatan di Karangsari SEMPU - Acara selawat dan pengajian yang digelar di Masjid Baiturrahim Karangsari, Sempu, mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat sekitar. Kegiatan yang untuk memperingati ulang tahun pembangunan masjid setempat itu diikuti ratusan warga sekitar, tokoh masyarakat, dan tokoh ormas. Salah satu tokoh ormas yang hadir adalah Nyai Hj. Muzzayanah S.Sos, M.Si, dewan pembina ormas Bhinneka Tunggal Ika (BTI). Muzayanah datang bersama ketua umum BTI H.Hatta Rosyadi, SE dalam acara yang digagas DPD BTI Banyuwangi. Ketua umum BTI, H.Hatta Rosyadi, SE mengatakan, masyarakat sangat antusias dalam mengikuti acara selawat dan pengajian yang dilaksanakan Dewan Pembina Daerah (DPD) BTI Banyuwangi itu. Hatta juga berharap, ormas BTI bisa menjadi perekat dan pengayom bagi semua

Karangsari, ini mendapat bantuan APBD Jawa Timur melalui jasa Ibu Muzzayanah, jelasnya. (adv/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Honda Jazz •

•Grand Livina •

• Terios •

DIJUAL Honda Jazz rs 09 hitam hrg 190 juta nego Bisa cash/kredit atau tukar tambah hp 08123453975 – 081335897888

DIJUAL Nissan grand Livina XV 1.5 MT tahun 2007 warna abu-abu tua mtl hrg 143,5 juta nego brg istw bisa, kash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

DIJUAL Daihatsu terios F700 RG TS tahun 2007 hitam mtl hrg 137,5 juta nego brg istw Bisa , Kash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

• Chevrolet Aveo•

• Nissan Xtrail •

• Toyota Kijang •

DIJUAL Chevrolet Aveo 1.5L MT tahun2005 hitam mtl hrg 88,5 juta nego brg istw, Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

DIJUAL Nissan xtrail 2.5L ST AT tahun 2005 abu-abu mtl hrg 145 juta nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

DIJUAL Toyota Kijang KF 42 STD tahun 1996 biru hrg 66,5 juta nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Jl. Argopuro •

• Jl. Ikan Paus •

• Toyota Starlet ‘94 •

Jual rmh SHM 205m2, 95jt, LKP dkt "mega" & "royal", Jl. Argopuro 7B, Hb 082333008871

Dijual Ruko Joglo 10X20, Jl. Ikan Paus dpan SDN 3 Karangrejo, Lokasi strategis, hub 081236047833, tanpa perantara.

Djl toyota starlet 94 merah metalik 1300 cc, plt DK, 52 jt, Hub 085646477168.

• Belakang Pabrik Es Bwi•

aca ra ini dilaksanakan di Desa Karangsari, serta di Masjid Baiturahim? Sebab, Masjid Baiturahim

BANYUWANGI

• Perum Elit Sutri •

• Jual Cepat •

golongan masyarakat. Ketua DPD BTI Banyuwangi, Ust Sugiono menambahkan, ”Kenapa

BANYUWANGI

Djl rmh mrh/ oper kredit Lt 109, LB 60m di Perum Elit Sutri Bwi, hub 085230634123.

Djual rmh Jl. Monginsidi 12, Bwi, tmr hotl kumala, blkg Roxy, Hub 081235485434.

THOMY SILA/RaBa

KUNJUNGAN: Dewan pembina pusat BTI Nyai Hj. Muzzayanah S.Sos, M.Si di Karangsari, Kecamatan Sempu.

• Jl. KH. Agus Salim • Djl ruko 2lt lok Jl. Agus Salim (blkg Untag) Bwi. CP : 081233650233 / 0333427190

• Rumah Balak • BANYUWANGI • Surveyor • BANYUWANGI DIJUAL Rumah L 10X15 = 150M2 lok Banyuwangi utara pbrik ES bisa dibeli dengan kash atau kredit dan juga bisa di sewa hrg negohub(0333)631526–635176,0811351148 DIJUAL Tanah + bagunan L 4x8 =32M2 + 10x15=150M2 bisa di beli dengan kash atau kredit dan juga bisa di sewa, SHM Lok DS Balak hrgnegohub(0333)631526–635176,0811351148

• Rumah Kebalenan•

• STNK • Hlg STNK P 5169 X, an. Taufik Hariyadi, Ling Kramat Timur 02/01 Kertosari, Bwi. Hlg STNK P 6873 VA, an. Heru Prasetyo, Dsn. Krajan 03/01, Kemiren, Glagah, Bwi Hlg STNK P 3345 VS, an. Ahmad Ansori, Krajan 01/02, Buluagung, Siliragung, Bwi. Hlg STNK P 3246 YL, an. Sahroji, Ling Krajan 02/01, Bj. Sari, Glagah, Bwangi.

BANYUWANGI

Hlg STNK P 5843 VL, an. Endang Siswati, Jl. Kapt Sarpan 13 02/03, Tukangkayu.

• Lmbg Keuangan/Investasi •

Hlg STNK P 4272 VF, an. Yono Effendi, Jl. Cakraningrat RT 02/02, Sumberejo

Tradg forex tnp loss dr 0 mdl 25jt (ea, vps&panduan lgkp), proft bs 10%/mg. Arif 085655926875 / 087757666039.

DIJUALRumahlokkebalenandiJLrayaRogojampi/ GentengL10x15=150m2SHMbisadibelidengan kash atau kredit dan juga bisa di sewa hrg nego hub(0333)631526–635176,0811351148

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan secara resmi di Radar Banyuwangi.

Surveyor krdit bank, SMU, gji ttp&kmisi. Mtor&HP. CV: PT. Wira, Plaza Pasifik A4/ 77-14240/ E:hrd@wira.pt pnmptn Bwi

• Arsitek & Sipil • Dicari Arsitek&Sipil untuk proyek mirah fantasia bwi kirm cv ke valoreproperty @gmail.com hub 0361-737913

• Apoteker & As. Apoteker • Dicari apoteker dan asisten apoteker, Wanita/Pria, umur maksimal 40tahun, kirim lamaran ke CV. Indo Jaya Pratama, Jl. Kedungrejo, Muncar, Banyuwangi. Telepon 0333-593478.

Hlg STNK P 5013 ZJ, an. Harun Thahir, Jl. Riau No.39 RT 01/04, Lateng, Bwangi Hlg STNK P 5101VM, an.Yoga Agus Cahyono, Jl. Jembrana, Klatakan 03/01 Klatak, Kalipuro

• BPKB • Hlg BPKB P 2936 Z, an. Nengah Landro, Dsn Kedunen Bomo Rogojampi, Bwi

• Sertifikat • Hlg Sertifikat HM 1733 Ds. Kaliakah, an. Umi Rosida, H: 08123618404/ 082330641140.

BANYUWANGI • Tanah + Bangunan • Jual tanah+bangunan lokasi asih ada air, Desa Wonorejo Bwi, hub. 0818351234.

• Tanah 2 Kapling • Dijual 2 tanah Kapling msg2 uk: 10x20 M2, Lokasi Kebalenan, SHM Harga : 75 Juta Hun: 082141060580/083847407631


38

Kamis 13 Juni 2013

Adu Penalti, Telemung Bekuk Pendarungan ROGOJAMPI - Persaingan menuju babak delapan besar kompetisi Divisi II Pengkab PSSI Banyuwangi zona I semakin seru. Sejumlah tim terasa kian sengit menjaga persaingan menuju babak empat besar. Dalam pertandingan yang digelar di Lapangan Desa Watukebo, Rogojampi, Selasa (11/6) lalu, tim Orsep 98 Pendarungan gagal memastikan meraih satu tiket ke babak per delapan final. Kepastian itu diperoleh karena dalam laga penentuan tersebut, tim asuhan Abdul Karim itu mendapat perlawanan sengit dari lawannya, Buana Putra Telemung, lewat adu penalti dengan skor 6-5. Babak adu

keberuntungan itu dilakukan usai kedua tim bermain imbang 0-0 di waktu normal. Hasil itu membuat Buana Putra akan menjadi penantang Generasi Wongsorejo di babak per delapan final mendatang. Siapa yang menang dalam laga itu akan memastikan satu tiket ke babak semifinal kompetisi Divisi II Pengkab PSSI Banyuwangi zona I. Bertanding di bawah cuaca mendung, kedua tim bermain terbuka sejak menit pertama. Orsep 98 yang didominasi pemain muda tampil menggebrak sejak menit pertama. Sayang, sejumlah peluang emas yang diperoleh gagal dimaksimalkan menjadi gol.

Bermain sedikit bertahan, tim asal Telemung itu bukan tanpa peluang. Sayang, lemahnya penyelesaian akhir membuat gawang Orsep 98 aman dari kebobolan. Hingga babak pertama usai, skor 0-0 bertahan turun minum. Di babak kedua, ambisi mencuri gol membuat kedua tim bermain lebih berani. Baik Buana Putra maupun Orsep 98 sama-sama tampil menekan. Sekali lagi, lemahnya penyelesaian akhir membuat peluang yang tercipta bagi kedua tim terbuang percuma. Orsep sempat memiliki kesempatan mencetal gol di pertengahan babak kedua. Sialnya, eksekusi penalti Luk-

man masih melenceng di sisi kiri kiri gawang Buana Putra yang dikawal Budi Harjo. Hingga usai, skor 0-0 tetap bertahan sampai memaksakan pertandingan ke adu tendangan penalti. Di babak adu keberuntungan ini, penendang Buana Putra lebih beruntung. Skor akhir 6-5 pun menjadi penyuda pertandingan di Lapangan Desa Watukebo, Rogojampi, kemarin. Kompetisi Divisi II Pengkab PSSI Banyuwangi diikuti lebih-kurang 101 klub. Mereka merupakan gabungan tim Divisi II dan Divisi III. Menggunakan sistem gugur, tim teratas berhak memperoleh tiket lolos ke Divisi di atasnya. (nic/c1/als)

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

KETAT: Pemain Buana PutraTelemung (merah hitam) berebut bola dengan pemain Orsep 98 Pendarungan (kuning) di kompetisi Divisi II Pengkab PSSI Banyuwangi.


BERITA UTAMA

Kamis 13 Juni 2013

39

HALAMAN SAMBUNGAN

Bisa Dipacu hingga 45 Km/Jam n ZBEE... Sambungan dari Hal 29

Bupati Anas membeberkan, dalam pertemuan dengan duta besar Swedia dan CEO Clean Motion itu terungkap bahwa Banyuwangi bukan satu-satu pilihan lokasi pembangunan pabrik kendaraan ZBee di Indo nesia. Banyuwangi hanya satu lokasi alternatif, tapi pada akhirnya Banyuwangi-lah yang dipilih sebagai lokasi pabrik.

“Dipilihnya Banyuwangi karena be berapa alasan mendasar,” ujarnya. Dalam pertemuan di hotel Shangri-La Jakarta, Bupati Anas diminta meyakinkan duta besar dan pihak investor terkait kesiapan Banyuwangi me nerima kehadiran pa brik kendaraan roda tiga ra mah lingkungan tersebut. Prinsipnya, Banyuwangi siap menerima dan mendukung sepenuhnya kedatangan pro-

dusen kendaraan listrik roda tiga itu. “Minggu depan, saya akan bertemu lagi dengan duta besar dan investornya untuk membicarakan tindak lan jut pendirian pabrik ZBee,” tegasnya. Sedianya, Bupati Anas diminta mengikuti uji coba kendaraan ZBee bersama Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Jakarta kemarin. Namun, Bupati Anas tidak bisa mengikuti uji coba itu, karena dia harus mengantar Piala Adi-

pura ke Banyuwangi. Sementara itu, produsen Clean Motion menyebut potensi pa sar kendaraan jenis ini di Indonesia mencapai 100.000 unit per tahun. Produksi itu antara lain untuk memenuhi kebutuhan peremajaan Bajaj yang sedang digiatkan Pemprov DKI Jakarta. ZBee mempunyai efisiensi energi yang besar, sehingga bisa mengurangi emisi kar bondioksida. Kendaraan ini diklaim sebagai solusi atas

Rogojampi-Banyuwangi Sempat Tersendat n ADIPURA... Sambungan dari Hal 29

Sesaat setelah turun dari tangga pesawat, Bupati Anas langsung menyerahkan Piala Adipura itu kepada Kepala DKP Arief yang disaksikan Wabup Yusuf dan Sekkab Slamet. Ratusan pesapon menunggu di depan terminal bandara. Setelah istirahat sejenak, Piala Adipura itu langsung dikirab menggunakan kendaraan terbuka. Piala Adipura itu dikirab bersama piala sekolah Adiwiyata Mandiri yang diterima SMKN 1 Banyuwangi. Rombongan kirab Piala Adipura itu terdiri atas pu luhan kendaraan pejabat, kendaraan roda dua pesapon, dan guru, serta siswa SMKN 1 Banyuwangi. Selain itu, berapa truk dan satu trailer yang di tumpangi puluhan pesapon juga ikut dalam pawai kirab. Kendaraan

rombongan penyambutan Piala Adipura itu mencapai 1,5 kilometer (Km). Sejak keluar dari bandara, puluhan warga sudah menyambut kedatangan Piala Adipura yang sudah ditunggu publik Banyu wangi selama 17 tahun tersebut. Tidak hanya warga, ratusan siswa di sepanjang jalan dari bandara hingga jalan raya Rogojampi ikut menyambut kedatangan Piala Adipura di pinggir jalan. Ribuan warga mulai Ke camatan Rogojampi hingga Kelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi, ikut menyambut Piala Adipura di tepi jalan. Selama kirab Piala Adipura berlangsung, arus lalu lintas dari Rogojampi hingga Banyuwangi tersendat karena banyak warga me nyambut Piala Adipura. Tidak hanya berbaris di sepanjang jalan, warga juga membawa spanduk bertulisan uca-

pan selamat datang. Kemeriahan acara penyambutan Piala Adipura bertambah saat arak-arakan kirab memasuki Kota Banyuwangi. Bupati Anas, Wakil Bupati Yusuf, Sekkab Slamet Kariyono, turun dari mobil dinas masing-masing, lalu naik mobil terbuka untuk menyapa warga di pinggir jalan. Sepanjang rute kirab yang di lewati, warga menyambut cukup antusias. Rute yang dilalui rombongan kirab Adipura meliputi Jalan Brawijaya, Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, Jalan MH. Thamrin, Jalan PB. Sudirman, Jalan A. Yani, Jalan Adi Sucipto, Jalan Kepiting, Jalan Kolonel Sugiono, MT. Haryono, Jalan Piere Tendean, Jalan Kartini, Jalan Banterang, dan Jalan Sri Tanjung. Iring-iringan kirab kembali melintas di Jalan PB Sudirman dan A. Yani. Setelah konvoi kali ke dua tersebut, rombongan

kirab berhenti di depan kantor PCNU. Dari sana, rombongan kirab berjalan kaki menuju kantor Pemkab Banyuwangi. Bupati Anas bersama Piala Adipura sempat ditandu ramairamai oleh puluhan pesapon menuju halaman kantor pemkab. Di lokasi acara, sudah menunggu ratusan Tenaga Lepas Harian (THL) Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) dan siswa SMKN 1 Banyuwangi. Mengawali syukuran datangnya Adipura itu, Bupati Anas, Wabup Yusuf, dan puluhan pejabat lain makan siang bers a ma d e n ga n m e nu na s i bungkus bersama ratusan puluhan pesapon. “Pesapon yang ditugaskan menyambut kedatangan Piala Adipura tidak sebanyak itu. Namun, mereka datang sendiri ke bandara, dan kita tidak bisa menghalangi mereka,” ujar Kepala DKP, Arief Setiawan. (afi/c1/bay)

kemacetan di kota-kota besar yang semakin meningkat. Sekadar diketahui, ZBee berdi mensi panjang 2,4 meter, lebar 1,25 meter, dan tinggi 1,5 meter. Beratnya 230 kilogram de ngan sabuk pengaman di tiga titik. Kendaraan bebas polusi udara ini menyimpan daya di baterai Li-Ion. Untuk menempuh 100 kilometer, ZBee me merlukan listrik 4 kWh. Baterai ZBee dapat diisi penuh dalam tempo kurang dari satu jam. Tidak diperlukan in frastruktur khusus untuk pe ngisian baterai listrik sebagaimana mobil listrik berkapasitas besar. Semua kebu tuhan pengisian baterai ter sebut bisa didapatkan di toko biasa. Kendaraan ini mam-

pu menempuh jarak 50 kilo meter sebelum harus diisi kem bali dayanya. Mobil ini bisa dipacu dengan kecepatan 45 kilometer per jam. Bupati Anas berharap, investa si perusahaan Swedia dengan menggandeng mitra lokal di Banyuwangi itu akan mempunyai dampak se per ti bola salju yang terus menggelinding dan membesar. Diharapkan, industri itu dapat menggaet jaringan bisnis Swe dia lain untuk masuk ke Ba nyuwangi. “Kami yakin ja ringan bisnis Swedia bisa semakin melirik Banyuwangi se telah ZBee diproduksi di B a n y u w a n g i ,” u ja r A n a s. Dia menyambut antusias rencana investasi Swedia

ter sebut. Swedia adalah negara yang menduduki pering kat ke delapan dalam Inno vation Capacity Index (In deks Kapasitas Inovasi) dunia. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Swedia tercatat di posisi 10 besar dunia. Sejumlah penemuan, seperti GPS, sabuk pengaman tiga titik, atau cardiac pacemaker (penunjang medis untuk kesehatan jantung), adalah inovasi Swedia. “Ino vasi adalah kunci daya saing. Karena itu, masuknya Swedia dengan memproduksi ZBee di Banyuwangi bisa menjadi impuls untuk tumbuhkembangnya budaya dan tradisi inovasi agar daya saing ekonomi daerah terus meningkat,” jelasnya. (afi/c1/bay)

Setahun Gaji Anas untuk Pesapon SEMENTARA itu, ke berhasilan meraih Piala Adipura membawa berkah pada ratusan pesapon (tukang sapu). Bupati Abdullah Azwar Anas langsung menggerojok bonus untuk pesapon dari kocek pribadinya. Bupati Anas menghibahkan gajinya selama satu tahun sebagai bonus kepada ratusan pesapon. “Saya sudah musyawarah dengan istri untuk memberikan gaji selama satu tahun bagi pesapon. Istri saya setuju,” ujar Bupati Anas saat syukuran kedatangan Piala Adipura kemarin (12/6). Selama setahun, kata Anas, dirinya tidak akan mengambil

fa silitas gaji sebagai Bupati Banyuwangi. Sebagai gan tinya, pundi-pundi itu akan diserahkan kepada para pesapon sebagai bonus atas diraihnya penghargaan Piala Adipura dari Presiden Susilo Bambang Yudhono. Pada kesempatan itu, Bupati Anas mengajak berbagai elemen masyarakat memberikan perhatian kepada para pesapon. Selama ini, perhatian kepada para pesapon hanya diberikan pemerintah daerah. Para pesapon itu memiliki andil cukup besar keberhasilan meraih Piala Adipura. Karena itu, Bupati Anas mendorong

par tisipasi pihak swasta untuk memberikan reward kepada pesapon atas jasanya me ngantarkan Banyuwangi meraih penghargaan Adipura. Penghargaan Piala Adipura itu, kata Anas, sebagai simbol ke banggaan daerah. Jakarta saja yang sudah sering kali menerima Adipura, masih melakukan kirab. Akibat kirab piala Adipura itu jalan-jalan menjadi macet. Kirab Adipura itu bertujuan mensyukuri keberhasilan dan memberikan semangat kepada masyarakat agar terus bersinergi dan bersemangat menciptakan lingkungan bersih. “Penghargaan

Adipura dan Adiwiyata Mandiri ini melengkapi beberapa penghargaan yang telah diraih Banyuwangi sebelumnya,” ujarnya. Pada kesempatan itu, Bupati Anas menyampaikan rencana memasang bendera hitam bagi kecamatan dan kelurahan terkotor. Sebaliknya, bagi kecamatan dan kelurahan terbersih akan dipasang bendera putih di depan kantornya. Karena itu, Bupati Anas berharap kecamatan dan kelurahan berlomba menciptakan lingkungan bersih dan indah. “Langkah ini dilakukan untuk memotivasi kecamatan dan kelurahan,” ungkapnya. (afi/c1/bay)

MUKLIS/RaBa

LUDES: Api melalap rumah Mulyani di Jalan Denpasar, Klatak, Kecamatan Kalipuro, Selasa malam lalu (11/6).

Menumpang di Rumah Saudara n RUMAH... Sambungan dari Hal 29

Sebab, tidak jauh dari rumah Mulyani itu terdapat kabel listrik tegangan tinggi. Beruntung, sebelum si jago merah kian menggila, tiba-tiba saja hujan deras mengguyur. Kebakaran yang meludeskan rumah itu tidak menimbulkan korban jiwa. Karena saat kejadian, Mulyani tengah bekerja

sebagai pengasong di Pelabuhan Ketapang. “Biasanya di rumah ini ada anak saya. Tetapi, saat kejadian anak saya sedang ikut suaminya kerja di Bali,” jelas Mulyani. Mulyani mengatakan, tak ada barang yang bisa diselamatkan di dalam rumah berukuran 6 meter x 12 meter tersebut. Dua unit televisi, dua unit kipas angin, tiga unit bufet, meja, kursi, dipan, ludes dilalap si jago merah. Tidak hanya itu, uang

tunai Rp 3 juta yang disimpan di dalam lemari pun ikut ludes terbakar. “Padahal, uang itu saya kumpulkan sedikit demi sedikit dari hasil berjualan,” kata dia. Lantaran tidak satu pun barang yang tersisa, Mulyani menaksir kerugian yang dia derita mencapai Rp 50 juta. “Seperti yang Anda saksikan, rumah saya nyaris rata tanah. Sementara saya ngampung tidur di rumah saudara,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Tak Menemukan Sajam atau Benda Lain Berdalih Pemakai Bukan Pengedar n HILANG... Sambungan dari Hal 29

Namun, saat didekati, Saihu mendapati tubuh pria tersebut penuh luka. Takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Saihu langsung melapor kepada ketua RT setempat. Begitu menerima laporan, pihak ketua RT langsung me laporkan hal itu kepada po lisi. “Anehnya, saya tidak me nemukan bercak darah di sekitar lahan tanaman jagung ini. Melihat lukanya, kemungkinan luka tersebut sudah diderita sekitar dua hari sebelum ditemukan. Yang pasti, saat saya temukan, korban masih hidup. Mungkin karena mendengar suara saya, korban sempat menggerakkan kepala meskipun hanya sekali,” ujar Saihu. Hal yang tidak kalah ganjil, imbuh Saihu, dirinya tidak

menemukan korban saat berkeliling kebun jagungnya itu sehari sebelumnya, tepatnya Selasa sore (11/6). “Kemungkinan korban baru dibuang tadi malam (Selasa),” ujarnya. Kabar penemuan tubuh pria yang ditengarai sebagai korban percobaan pembunuhan itu pun dengan cepat menyebar. Tak lama berselang, kabar tersebut akhirnya sampai ke te linga warga Lingkungan Si ngodiwongso, Kelurahan Singotrunan, Kecamatan Banyuwangi. Kebetulan, Arifin, 50, warga Lingkungan Singodiwongso, RT 02/RW 03, Kelurahan Singotrunan, dikabarkan hilang selama tiga hari. Beberapa menit kemudian, petugas kepolisian datang di tempat kejadian perkara. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, polisi langsung mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Islam (RSI) Banyuwangi.

Untuk mengungkap penyebab pasti kejadian, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Di lain pihak, beberapa warga Lingkungan Singodiwongso yang datang ke TKP terperangah. Betapa tidak, pria yang ditemukan dalam kon disi mengenaskan itu ternyata Arifin. Kontan saja, puluhan tetangga korban langsung berdatangan ke RSI Banyuwangi untuk melihat dari dekat kondisi korban. Sementara itu, Kasatreskrim Polres Banyuwangi, AKP Bagus Ikhwan, tidak menampik kemungkinan Arifin merupakan korban penganiayaan. “Kami su dah melakukan olah TKP. Kami juga akan memeriksa sejumlah saksi (untuk mengetahui penyebab pasti kasus ter sebut, Red),” ujarnya saat dikonfirmasi ketika berada di RSI Banyuwangi. Menurut Kasatreskrim Ba-

gus, awalnya pihaknya menduga korban melakukan perco baan bu nuh diri. Namun, berdasar ke terangan dokter, tanda-tanda luka yang dialami korban, nyaris tidak mungkin dilakukan korban sendiri. “Se hingga, me mungkinkan ada nya unsur pe nganiayaan atau pencurian dengan kekerasan. Dugaan itu masih kami dalami,” paparnya. Dijelaskan, saat melakukan olah TKP, petugas tidak mene mukan barang bukti (BB) senjata tajam, tali, atau bendabenda mencurigakan lain. “Tidak ada BB yang ditemukan di TKP. Hanya saja, saat petugas datang, kondisi tanaman jagung di sekitar lokasi penemuan korban banyak yang rusak. Namun, itu masih harus kami dalami. Apakah jagung itu roboh akibat korban berkelahi dengan pelaku ataukah karena sebab lain,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Pergi Pakai Baju, Ditemukan Telanjang Dada n TERGOLEK... Sambungan dari Hal 29

Dugaan tersebut ternyata tidak meleset. Lelaki yang ditemukan di kebun jagung dengan kondisi kritis itu ternyata memang Arifin. Saat ditemukan, luka menganga seperti bekas jeratan tampak di leher korban. Tidak hanya itu, di kedua tangan dan perut korban juga terdapat luka sayat benda tajam. Kepala korban benjol seperti bekas berbenturan dengan benda keras. Melihat kondisi luka yang dialami korban, berbagai spekulasi pun berkembang. Ada yang menduga Arifin merupakan korban percobaan pembunuhan. Ada juga yang menduga dia sebagai perampokan. “Kami benar-benar prihatin melihat apa yang menimpa Arifin. Setahu kami, Arifin sangat ramah dan tidak punya musuh,” ujar Wheru Nusa, ketua RT 02/RW 03, Lingkungan Singodiwongso. Wheru mengatakan, selama korban tidak pulang ke rumah, pihak keluarga dibantu warga sekitar telah berupaya melakukan pen carian. “Warga benar-benar tidak

me nyangka akan seperti ini. Arifin itu orangnya baik,” tutur ketua RT tersebut saat berada di RSI Banyuwangi. Dia menjelaskan, saat pergi dari rumah, Arifin mengenakan kemeja kotak-kotak dan celana warna cokelat. Namun, saat ditemukan, Arifin telanjang dada. Hanya celana cokelat itu yang masih melekat di tubuhnya. “Korban kali pertama ditemukan pemilik tanaman jagung tersebut,” cetusnya. Sementara itu, kepada wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, Jami mengaku tidak menyangka suaminya akan menjadi korban kekerasan. Menurutnya, selama ini Arifin tidak punya musuh. “Suami saya itu orangnya pendiam. Tidak pernah macammacam,” jelasnya. Dikatakan, suaminya pergi dari rumah sejak Minggu malam. Sebelum pergi, Arifin menerima telepon dari seseorang. “Setelah itu, suami saya (Arifin) pamit memijat orang di Lingkungan Kanalan. Saya tidak curiga, sehari-hari memang seperti itu,” tuturnya. Jami menambahkan, sebelum suaminya pergi atau saat ditemukan dalam kondisi mengenaskan kemarin, dirinya sama sekali

tidak mendapat firasat buruk. “Sebelum pergi, suami saya juga tidak meninggalkan pesan khusus. Saya benar-benar khawatir terhadap kondisi suami saya. Kalau terjadi apa-apa, kasihan anak saya masih kecil,” papar ibu Mia Setyani, 3, tersebut. Sementara itu, Saihu, pemilik ladang jagung tempat tubuh Arifin ditemukan mengungkapkan, saat kali pertama ditemukan, tubuh Arifin tergeletak di tanah dengan posisi kepala menghadap arah barat. “Awalnya saya kira orang gila. Karena saat itu korban tidak mengenakan baju,” jelasnya. Namun, setelah didekati, ternyata tampak luka di beberapa bagian tubuh Arifin. Anehnya, tidak ada sedikit pun darah yang tercecer di sekitar penemuan tubuh Arifin. “Luka-luka yang saya lihat dengan jelas di bagian leher korban. Saya tidak berani meneliti. Saya memilih langsung melapor kepada ketua RT setempat,” jelasnya. Menurut Saihu, kali pertama ditemukan, korban sudah tak mampu berkomunikasi. Bahkan, kedua mata korban sudah dirubung semut. “Mau ngasih minum pun saya takut,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

n SEDOT... Sambungan dari Hal 29

Dalam tuntutannya, terdakwa Usholi yang ditangkap anggota Satnarkoba di tepi jalan raya Dusun Randuagung, Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo, itu terbukti melanggar Pa sal 112 Undang-Undang (UU) No. 35 Tahun 2009 tentang nar kotika. “Mohon majelis hakim menghukum terdakwa delapan tahun penjara,” tuntut Jaksa Elseus Salakory SH. Menanggapi tuntutan itu, pe-

nasihat hukum terdakwa Tomi Yudianto SH menyatakan pihaknya kurang sependapat dengan tuntutan jaksa yang memasang Pasal 112 UU No. 35 Tahun 2009. “Pasal 112 tidak pas untuk menjerat klien saya,” katanya. Dalam pembelaannya, Tomi mengungkapkan kliennya yang ditangkap sekitar pukul 23.00 itu usai mengisap sabu di tepi jalan raya Dusun Randuagung, Desa Kradenan. “Sabu dan peralatan mengisap ada. Semua disita polisi yang menangkap,” terangnya. Tomi menyebut, di antara pe-

ralatan yang disita polisi dari tangan kliennya itu adalah alat isap atau bong, pipet, sedotan, dan satu lembar kertas foil. “Dengan ditemukan peralatan hisab sabu, maka penerapan Pasal 112 ini kurang pas, karena klien kami termasuk pecandu,” cetusnya. Kepada majelis hakim, Tomi me nyebut kliennya yang ditangkap sedang membawa sabu dan bong itu lebih pas melanggar Pasal 127 UU No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika. “Mohon Yang Mulia membebaskan terdakwa,” pintanya. (abi/c1/bay)

Bisa Daftar di Genteng atau Situbondo n SATU... Sambungan dari Hal 29

Ketentuan lain, peserta harus membawa peralatan masingmasing. Jenis peralatan yang digunakan bebas, dengan ketentuan peralatan wajib adalah kentungan. “Peserta harus membawakan lagu religi dan atau mengandung spirit ajakan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya kemarin (12/6).

Sekadar tahu, Jawa Pos Festival Ramadan di Banyuwangi akan dihelat di Taman Blambangan Banyuwangi 28 Juni dan 29 Juni mendatang. Tidak hanya warga asal seantero Banyuwangi, lomba yang dihelat di pusat Kota Gandrung itu juga terbuka bagi masyarakat yang tinggal di wilayah Jember, Situbondo, Bondowoso, Probolinggo, dan Lumajang. Nah, untuk warga Banyuwangi dan sekitarnya, pendaftaran bisa dilakukan di kantor Jawa

Pos Radar Banyuwangi, Jalan Yos Sudarso 89C, Banyuwangi. Warga Banyuwangi wilayah selatan, pendaftaran bisa dilakukan di kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi biro Genteng, Jalan Raya Jember 36 Genteng. Warga Kota Santri bisa mendaftar di kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi biro Situbondo, Jalan Wijaya Kusuma 60, Situbondo. “Pendaftaran bisa dilakukan pada jam kerja,” pungkas Benny. (sgt/c1/bay)

Target Raih Adipura Kencana n SERIUSI... Sambungan dari Hal 40

Buktinya, tiga tahun berturutturut lembaga pemerintahan yang dikomandani Dadang Wigiarto itu berhasil meraih Adipura dari Pemerintah Pusat. Di tahun pertama, yakni 2011 Pemkab Situbondo men da-

patkan sertifikat Adipura. Selanjutnya, di tahun 2012 dan 2013 berhasil mendapatkan Piala Adipura. “Alhamdulillah, ini berkat kepedulian dan ke kompakan masyarakat Situbondo, khususnya di wilayah perkotaan,” kata Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto. Menurut Bupati, mem per-

tahankan Adipura selama tiga tahun berturut-turut bukanlah pekerjaan mudah. Sebab itulah, masyarakat diharapkan mampu mempertahankan dan meningkatkan pengelolaan lingkungan. “Di 2014 kita menargetkan bisa meraih Adipura Kencana,” imbuh bupati. (pri/ c1/als)


40

Kamis 13 Juni 2013

Kapal Kandas, Imigran Lolos

EDY SUPRIYONO/RaBa

KALI KETIGA: Bupati Dadang Wigiarto (kiri) mengamati Piala Adipura setelah diserahkan kepala Kantor Lingkungan Hidup dan kepala Dinas Cipta Karya di Pendapa Kabupaten kemarin.

Seriusi Pemanfaatan Gas Metana Strategi Meraih Adipura Kencana SITUBONDO - Pemkab Situbondo mulai melakukan langkah nyata terkait upaya meraih Piala Adipura Kencana 2014 mendatang. Salah satunya memanfaatkan gas metana dalam mengolah sampah. Kepala Dinas Cipta Karya, Sumadin mengungkapkan, gas metana tidak hanya ramah lingkungan. Namun, juga dapat menghasilkan energi yang besar. Sebab, satu meter kubik gas metana setara dengan energi yang dihasilkan 0,48 kg gas Elpiji. Dia mengungkapkan, gas metana dapat dihasilkan dari perombakan anaerobik senyawa-senyawa organik. Salah satunya bisa dihasilkan dari ribuan kubik sampah

di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) di Kabupaten Situbondo. “Kita ingin agar sejumlah penduduk bisa memanfaatkan gas metana sebagai bahan bakar kompor gas. Langkah semacam itu bisa mengangkat nilai dan meraih Adipura Kencana pada 2014,” terang Sumadin. Kata dia, usaha mengimplementasikan hal tersebut akan dilakukan secara dominan. Segala kemampuan akan dikerahkan untuk merealisasikan peningkatan secara signifikan di bidang pemanfaatan gas metana. Saat ini, pengelolaan gas metana sudah mulai dilakukan di pos TPA di Desa Siliwung, Kecamatan Panji. “Jadi itu sudah berlaku. sudah kita manfaatkan untuk menyalakan kompor. Jadi, sudah bisa masak. Tidak ada kendala,” terangnya. Meski demikian, kata Sumadin, hingga kini belum disalurkan ke penduduk.

Pemanfaatan gas metana itu tahap awal adalah menyalurkan kepada minimal satu kelompok masyarakat yang bisa memanfaatkan secara maksimal. “Di samping itu, yang tak kala penting adalah pertamanan di tepi jalan. Khusus rumah remang–remang di sejumlah tempat, kita sudah memiliki agenda tersendiri,” terang Sumadin. Salah satunya akan disulap menjadi ruas pertamanan dengan menanam pohonpohon yang rindang untuk menambah keindahan. “Ini tentu perlu keterlibatan semua komponen masyarakat untuk merealisasikannya,” pungkas mantan Kabag Pembangunan tersebut. Diberitakan kemarin, Pemkab Situbondo patut diacungi jempol dalam masalah kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan n  Baca Seriusi...Hal 39

Minum Air Aki, Langsung Muntah Darah JATIBANTENG - Sholeh, warga Desa Semambung, Kecamatan Jatibanteng harus dilarikan ke RSUD Besuki Selasa (11/6) lalu. Pria berumur 40 tahun tersebut minum air aki yang disangkanya air mineral. Tak pelak, Sholeh langsung kelojotan. Dia terus muntah-muntah. Bahkan, beberapa lama kemudian, dia muntah darah. “Awalnya, keadaannya stabil, hanya muntahmuntah saja,” terang dr. Monita, dokter jaga di RSUD Besuki, yang menangani Sholeh. Kemudian, air aki tersebut bereaksi.

Hingga puncaknya, Sholeh muntah darah. Karena keadaannya kian mengkhawatirkan, pihak keluarga memilih merujuknya ke rumah sakit di Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Menurut Monita, air aki yang diminumnya sangat berpotensi merusak organ dalam Sholeh, terutama lambung. Makanya, dia muntah darah. “Karena keterbatasan peralatan medis di RSUD Besuki, pihak keluarga memilih merujuknya ke rumah sakit di Kraksaan,

Probolinggo,” ungkap Monita. Informasi yang dikumpulkan Jawa Pos Radar Banyuwangi, petaka yang dialami Sholeh tersebut terjadi saat dirinya pulang kerja dari ladang. Karena merasa haus, dia pun mencari air minum di kediamannya. Pandangannya lalu membentur sebuah botol air mineral. Dia tidak menyangka jika isi botol itu adalah air aki. Tanpa pikir panjang, dia pun menenggaknya. Tak berselang lama, dia langsung kelojotan. (pri/c1/als)

Waspadai Gejala DB Sejak Dini RIKA Rizkia, gadis 17 tahun asal Mimbaan, Panji, Situbondo, awalnya mengalami gejala muntah-muntah yang diiringi dengan panas di tubuhnya. Beberapa hari berselang, Rika kemudian dilarikan ke rumah sakit karena belum menunjukkan tanda-tanda gejala yang dialaminya menurun. Sebelumnya, Rika adalah gadis belia yang cukup energik. Namun kemudian tubuhnya mendadak lemah dan lemas. Hasil pemeriksaan di rumah sakit, ternyata Rika dinyatakan terkena demam berdarah. Hingga kini, masa perawatannya sudah berjalan dua hari. Selama menjalani perawatan, Rika kesulitan untuk makan. Sebab, kondisi lambungnya yang tak stabil membuat Rika sering muntah-muntah. Karena itu, asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuhnya untuk melawan penyakit yang dideritanya juga berkurang. Ayahnya, seringkali berusaha berkata kepada anaknya untuk berusaha tetap mau mengunyah makanan dan minum air yang banyak. Agar sakit yang dideritanya menjadi cepat pulih. Namun, Rika tetap sulit untuk makan. Nafsu makannya berkurang, seiring adanya gangguan di saluran pencernaannya. Seringkali, demam berdarah kerap disangka penyakit lain, seperti tipus, sakit tenggorokan, sakit pencernaan, dan flu. Wajah merah sembab yang diperlihat-

YUSROH/RaBa

SEMOGA LEKAS SEMBUH: Rika Rizkia mendapat kunjungan dari perwakilan PT Nestle Situbondo.

kan penderita demam berdarah kadang disimpulkan sebagai gejala campak. Hal ini perlu untuk diwaspadai. Memperbanyak mengkonsumsi air mutlak harus dilakukan ketika tubuh terkena dan menunjukkan tanda-tanda gelaja demam berdarah, dengan tetap memberikan obat yang bisa menurunkan panas tubuh. Caranya, agar cairan tubuh bisa tercukupi adalah dengan membiasakan pola minimal minum 8 gelas setiap hari. Namun bisa juga mengkonsumsi susu sebagai penambah gizi. Alfian, mengaku pertama kali saat

mengkonsumsi susu Bear Brand, rasanya ternyata tawar dan sedikit aneh. Namun, setelah meminumnya, terasa segar di lambungnya. Bahkan Alfian merasa nafasnya lebih panjang, dan paru-parunya dapat lebih enak. Susu murni dengan kandungan gizi yang cukup tentu bisa memulihkan stamina apalagi dalam masa penyembuhan. Selama ini masyarakat sendiri yang mengatakan kalau Susu Bear Brand dapat meningkatkan daya tahan tubuh, maupun melancarkan saluran pencernaan. (*/als)

MANGARAN - Sebuah kapal motor yang diduga berpenumpang imigran gelap kandas saat melintas di perairan Desa Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran, Situbondo, kemarin (12/6). Kapal yang diperkirakan berpenumpang 30 sampai 40 orang tersebut ditinggalkan begitu saja di tengah laut. Jaraknya dari bibir pantai sekitar 200 meter. Kapal motor itu kandas diduga sekitar pukul 03.00 dini hari. Kali pertama ditemukan para nelayan. Mereka curiga dengan kondisi kapal yang penuh barang dan sudah tidak ada awak kapal. Kemudian, para nelayan melapor kepada kepala desa setempat, dan Satuan Polisi Air dan Udara. Begitu mendapat laporan, petugas serta beberapa warga mendatangi lokasi kejadian. Saat diperiksa, ternyata benar kapal tersebut sudah ditinggalkan awak kapal yang diduga imigran gelap. Data yang berhasil dikumpulkan, berdasar keterangan sejumlah nelayan, kapal motor tersebut  kandas sekitar pukul 3 pagi saat air laut sedang surut. “Menurut para nelayan puluhan penumpang kapal tersebut bukan warga Indonesia, melainkan warga asing,” kata Mathan, Kepala Desa Tanjung Pecinan. Ditambahkan, sepertinya para penumpang kapal motor tersebut sudah memiliki tujuan dengan dibantu sebuah jaringan yang cukup mengakar. Sehingga mereka lolos dan tidak diketahui ke mana larinya. Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, jika dilihat dari barang bawaan yang ada di kapal tersebut, sepertinya puluhan orang yang diduga imigran gelap itu akan melakukan perjalanan jauh. Sebab, di kapal tersebut terdapat ratusan

NUR HARIRI, RaBa

LOLOS: Kapal motor yang diduga ditumpangi imigran gelap ini kandas di Desa Tanjung Pecinan.

kardus air mineral, puluhan jeriken bahan bakar minyak (BBM) jenis solar, dua kuintal beras, puluhan pelampung, serta beberapa barang dan makanan lainnya. Namun, karena tidak satu pun awak kapal yang berhasil

ditemukan, petugas Satuan Polisi Air dan Udara langsung mengamankan barang bawaan yang ada di kapal tersebut. “Memang diduga imigran gelap. Sekarang masih dalam penyelidikan,” tegas Kasat Polair Iptu Basori. (rri/c1/als)


Radar Banyuwangi 13 Juni 2013