Issuu on Google+

RABU 12 JUNI

29

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2013

Perbup PPDB Belum Disahkan

Langsung

Dikirab

Keliling Kota BANYUWANGI - Piala Adipura yang berhasil diraih Banyuwangi sebagai kota bersih akan tiba di Bumi Blambangan pagi ini (12/6). Piala Adipura pertama setelah penantian selama 17 tahun itu dibawa langsung Bupati Abdullah Az war Anas dari Jakarta. S e d i a n y a, P i a l a Adipura yang serahkan Presiden Susilo Bambang Yu dhono (SBY) di Istana Negara pada Senin lalu (10/6) itu dijadwalkan tiba di Banyuwangi Selasa ADIPURA kemarin (11/6). Namun, karena Bupati 2013 Anas masih ada kegiatan dinas di Jakarta, maka piala tersebut baru dibawa pulang pagi ini. Kedatangan pi a la penghargaan ter tinggi bidang kebersihan dan lingkungan itu akan disambut jajaran Pemkab Banyuwangi di Bandara Udara Blimbingsari n

Setelah

 Baca Langsung...Hal 39

n Drafnya Sudah Rampung Disusun

BANYUWANGI - Peraturan bupati (perbup) tentang penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun 2013 belum disahkan hingga kemarin (11/6). Meski belum disahkan, namun draf perbup itu sudah rampung disusun. Dalam waktu dekat, draf perbup itu segera diserahkan ke sekretariat daerah untuk pro ses pengesahan. Sebelum diteken bupati, draf itu harus di sampaikan kepada bu pati terlebih dahulu. “Draf perbup PPDB sudah rampung,” ungkap Sekretaris Dinas Pendidikan (Dispendik) Ba nyuwangi, Dwiyanto. Perbup PPDB itu akan menjadi payung hukum pelaksanaan PPDB. Tahun lalu, pelaksanaan PPDB hanya diatur dalam bentuk surat keputusan bersama (SKB) kepala Dispendik Banyuwangi dan kepala kantor Kementerian Agama Banyuwangi. Tahun ini payung hukum PPDB di tingkatkan menjadi perbup. Pelaksanaan PPDB akan mengacu pada ketentuan dalam perbup yang segera disahkan tersebut. Kabag Hukum Pemkab, Yudi Pramono menjelaskan, proses pengesahan perbup didahului oleh pembentuk tim. Tim itu bertugas melakukan kajian terhadap draf perbup yang diusulkan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) n

PPDB PEMKAB BWI FOR RaBa

PRESTASI: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyerahkan Piala Adipura kepada Bupati Abdullah Azwar Anas di Istana Negara, Jakarta, Senin lalu (10/6).

Tahun Ini Bangun TPSA Baru SEMENTARA itu, keberhasilan Banyuwangi memperoleh Piala Adipura berbuah tugas yang tidak kalah berat. Demi mempertahankan penghargaan di bidang kebersihan tersebut, diperlukan kerja keras dan kemauan seluruh elemen masyarakat menjaga kebersihan lingkungan n  Baca Tahun...Hal 39

Selamat Datang Adipura

CATATAN

Oleh A. CHOLIQ BAYA

SAYA yang pernah berangan-angan Bumi Blambangan bisa meraih piala Adipura akhirnya menjadi kenyataan. Ya, anugerah tertinggi di bidang pengelolaan kebersihan lingkungan itu Senin lalu (10/6) diberikan Presiden SBY kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Istana Negara. Rencananya, hari ini Piala Adipura itu akan diarak keliling kota. Ini penghargaan Adipura pertama yang diterima kota Banyuwangi bersama 33 daerah lain di Indonesia. Sebetulnya, Banyuwangi sudah pernah menerima Piala Adipura di era pemerintahan Orde Baru n  Baca Selamat...Hal 39

 Baca Perbup...Hal 39

Kades Sebut Pertahankan Aset Desa PILGUB

Tetapkan 3096 TPS BANYUWANGI - Setelah para personel panitia pemutakhiran data pemilih (pantarlih) Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2014 merampungkan tugas mela kukan pencocokan dan penelitian (coklit) pe milih, giliran para petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) Pemilihan Umum Gubernur (Pilgub) Jatim 2013 merampungkan tugas serupa sehari berselang. Kini, hasil pemutakhiran data pemilih tersebut berada di tangan Panitia Pemungutan Suara (PPS). Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Daftar Pemilih Tetap (DPT) KPU Banyuwangi, Atim Hariyadi mengatakan, pemutakhiran data pemilih yang dilakukan personel PPDP di seantero Banyuwangi telah selesai Senin (10/6) n  Baca Tetapkan...Hal 39

BANYUWANGI - Sidang kasus perusakan dan penebangan tanaman jagung milik Saminah di Desa Sumbergondo, Kecamatan Kecamatan Glenmore, dengan terdakwa 11 orang asal Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, berlangsung panas kemarin. Ratusan keluarga dan pendukung para terdakwa sempat menyoraki lima saksi yang hadir untuk memberi kesaksian. Dalam persidangan lanjutan itu, para pengunjung yang memadati ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi juga ada yang men cemooh saksi saat keterangannya dianggap menyudutkan para terdakwa. “Sawahnya siapa yang ditanami itu,”

cetus salah satu pengunjung saat mendengar keterangan Saminah yang menyebut lahan yang ditanami jagung itu warisan orang tuanya. Agenda sidang lanjutan dengan majelis hakim yang dipimpin Made Sutrisna SH didampingi Bawono Effendi SH dan Jamuji SH itu memang mendengarkan keterangan saksi yang diajukan jaksa penuntut umum (JPU) Putu Karmawan SH dan Karimudin SH. “Lima saksi telah hadir, Yang Mulia,” terang jaksa Karmawan SH. Kelima saksi yang dihadirkan para jaksa itu adalah Saminah (pe milik lahan), Supriyanto Purnomo (anak Saminah), dan Seger (adik Saminah) n

SDN II Parijatah Wetan, Srono, Peraih Unas Terbaik Jatim

Sebulan Belajar Bersama Tiap Malam di Sekolah SDN 2 Parijatah Wetan, Kecamatan Srono, melesat sebagai peraih nilai unas terbaik se-Jawa Timur. Apa resepnya? ALI NURFATONI, Srono PRESTASI yang diukir siswa yang belajar di SDN 2 Parijatah Wetan patut dibanggakan. Betapa tidak, dalam unas tahun 2013 ini, sekolah tersebut berhasil meraih nilai ratarata tertinggi di Jawa Timur. Dari tiga materi pelajaran yang diujikan, para siswa tersebut berhasil merengkuh nilai rata-rata 29,20. Jumlah peserta didik di sekolah itu memang terbilang minim. Bayangkan, total siswa dari kelas satu hingga kelas enam hanya 107 siswa. Khusus siswa kelas enam yang mengikuti

http://www.radarbanyuwangi.co.id

 Baca Kades...Hal 39

GALIH COKRO/RaBa

SAKSI KORBAN: Saminah (kanan) memberikan keterangan dalam sidang kasus perusakan jagung dengan 11 terdakwa di Pengadilan Negeri Banyuwangi kemarin.

unas tahun ini hanya 16 siswa. Meski jumlah murid terbilang sedikit. Tetapi, untuk kategori desa di pinggiran Kabupaten Banyuwangi, populasi sebanyak itu sudah cukup lumayan. Maklum, lokasi sekolah tersebut berada jauh dengan perkotaan, yaitu di Dusun Sidorejo, Desa Parijatah Wetan. Meski berada di pedesaan, tapi semangat belajar para siswa tersebut tidak terbantahkan. Bayangkan, para siswa tersebut rajin mengikuti pelajar sesuai petunjuk dan arahan guru. Bahkan, para siswa itu tetap semangat meski diminta guru belajar bersama pada malam hari di sekolah. Diceritakan kemarin, siswa khusus kelas VI mempunyai agenda rutin belajar bersama di sekolah sebulan sebelum hari H pelaksanaan unas n  Baca Sebulan...Hal 39

Perbup PPDB belum disahkan Hari ini Bupati datang, pasti langsung beres !

Piala Adipura langsung dikirab keliling kota Para pelajar sudah 17 tahun menunggu kirab macam ini

ALI NURFATONI/RaBa

SEMANGAT: Suasana ujian semester di SDN II Parijatah Wetan kemarin.

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


30

Rabu 12 Juni 2013

Kemen PU Tolak Hibahkan Jalan BANYUWANGI - Upaya pengurus Yayasan Masjid Agung Baiturrahman (MAB) menggunakan dua lajur jalan nasional di depan masjid tersebut tampaknya gagal. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menolak menyerahkan jalan nasional tersebut. Dalam surat jawaban Kemen PU yang dikirim pada 15 Mei 2013 lalu dan diteken Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Marga Kemen PU, Ir. Yusid Toyib, M.Eng.Sc, menyebut Jalan Jenderal Sudirman di depan MAB itu sudah ditetapkan sebagai jalan umum sejak 10 Oktober 1935. Pada surat itu, Yusid menyebut Jalan Sudirman itu selain sebagai jalan umum juga

telah ditetapkan sebagai jalan nasional. Mengenai ketetapan jalan ini, terakhir melalui keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 631/KPTS/M/2009 dengan No. Ruas 077.144.K. “Ini juga menyebut Jalan Jenderal Sudirman sebagai barang milik negara,” terang Yusid dalam surat tersebut. Berdasar aturan, jelas Yusid, terutama mengenai tata cara pelaksanaan, penggunaan, pemanfaatan, penghapusan, dan pemindahtanganan barang milik negara, maka Jalan Jenderal Sudirman tidak dapat dihibahkan pada pihak lain. “Jalan depan MAB itu jalan nasional, yang mengelola ya

Kemen PU,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Banyuwangi, Mujiono. Menurut Mujiono, Pemkab Banyuwangi tidak memiliki kewenangan mengenai jalan nasional di depan MAB tersebut. Sehingga, pemkab juga tidak memiliki kewenangan mengelola dan memutuskan pemindahan hak dan penggunaannya. “Kalau soal jalan nasional, itu urusan pemerintah pusat,” sebutnya. Sementaraitu,SekretarisYayasan MAB, Iwan Azis Siswanto, saat dikonfirmasi mengaku, perjuangannya belum berakhir. Surat yang dikirim itu berasal dari sekretaris

Direktorat Jenderal Bina Marga. “Suratnya bukan dari Bapak MenteriPU,kamimohonkepadaBapak Menteri, kok,” dalihnya. Iwan yakin, hingga surat dari Bina Marga itu turun, Menteri Pekerjaan Umum RI Djoko Kirmanto belum membaca surat pengajuan yang pernah diajukan Yayasan MAB itu. Bila nanti Kemen PU RI benarbenar menolak, baginya juga belum berakhir. “Kita akan lapor ke presiden,” ujarnya. Baru bila nanti presiden juga menolak pengajuan itu, kata dia, maka pihaknya akan menentukan langkah-langkah berikutnya, yakni menempuh jalur hukum. (abi/c1/bay)

GALIH COKRO/RaBa

JALAN SEJAK 1935: Ruas jalan di depan Masjid Agung Baiturrahman (MAB) Banyuwangi kemarin

Tercemar, Ikan masih Aman Dikonsumsi BANYUWANG I - Si nyal waspada tampaknya layak disematkan untuk menggambarkan kondisi perairan Muncar. Betapa tidak, berdasar hasil uji laboratorium Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jawa Timur (Jatim), kondisi air laut di kawasan penghasil ikan terbesar ke dua se-Indonesia itu sudah tercemar zat amoniak dan padatan terlarut yang melebihi baku mutu. Meski tidak membahayakan kehidupan manusia secara langsung, jika pencemaran itu terus dibiarkan tetap akan menimbulkan dampak negatif yang sangat merugikan masyarakat. Dampak negatif tersebut adalah matinya organisme yang hidup di laut Muncar, termasuk ikan yang selama ini menjadi sumber pendapatan utama ribuan nelayan setempat. Kepala BLH Banyuwangi, Hu s n u l C h o t i m a h m e n gatakan, berdasar hasil uji laboratorium BLH Jatim diketahui komposisi ammonia total (NH3-N) di perairan Muncar mencapai 0,974 ppm. Angka itu jauh di atas ketentuan baku mutu yang ditetapkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 51 Tahun 2004 sebesar 0,3 ppm. “Kandungan ammonia di perairan Muncar tiga kali lipat dari baku mutu,” ujarnya kemarin (11/6).

Selain amoniak, komposisi jumlah padatan terlarut (total suspended solid/TSS) di

perairan juga melebihi baku mutu yang ditetapkan sebesar 80 ppm. Sampel laut Muncar

tersebut diambil pada radius lima meter dari pantai pada 28 Mei 2013 lalu.(sgt/c1/bay)

PENGUMUMAN LELANG ULANG EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN & FIDUCIA Menunjuk Pengumuman Lelang Tanggal 26 April 2013, dan Pelaksanaan Lelang Tanggal 10 Mei 2013, serta berdasarkan Pasal 6 Undang-Undang Hak Tanggungan No. 4 Tahun 1996 dan Undang-Undang Jaminan Fiducia No. 42 Tahun 1999, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Kanca Bondowoso akan melaksanakan Lelang Ulang Eksekusi Hak Tanggungan & Fiducia dengan perantara Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember terhadap asset : 1. ABDUL WACHID CHUDORI. Tanah Bangunan. SHM No. 329/Ds. Nangkaan an. ABDUL WAHID & SHM No. 1119 an. ABDUL WACHID CHUDORI LT. 673 m2 Kel. Nangkaan Kec. Bondowoso Kab. Bondowoso (Harga Limit Rp. 796.000.000 Uang Jaminan Rp. 160.000.000) 2. NANANG AL FAUSAN a. Tanah Sawah. SHM No. 1000/Kel. Blindungan an. NANANG ALFAUZAN LT. 3.830 m2 Kel. Blindungan Kec. Bondowoso Kab. Bondowoso (Harga Limit Rp. 76.000.000 Uang jaminan Rp. 16.000.000) b. Tanah Bangunan. SHM No. 999/Kel. Blindungan an. AE RIDWAN H. LT. 444 m2 Kel. Blindungan Kec. Bondowoso Kab. Bondowoso (Harga Limit Rp. 283.000.000 Uang jaminan Rp. 57.000.000) c. Tanah Sawah. SHM No. 1454/Kel. Tamansari an. NANANG AL FAUZAN LT. 1.785 m2 Kel. Tamansari Kec. Bondowoso Kab. Bondowoso (Harga Limit Rp. 107.100.000 Uang jaminan Rp. 22.000.000) d. Tanah Sawah. SHM No. 848/Ds. Sukowiryo an. NANANG ALFAUZAN LT. 2.115 m2 Ds. Sukowiryo Kec. Bondowoso Kab. Bondowoso (Harga Limit Rp. 126.900.000 Uang jaminan Rp. 26.000.000) 3. RADIO GENTA BAWANA SAKTI a. Tanah Bangunan, SHM No. 308/Ds Banjarsari an. Slamet Supriyadi LT. 547 m2 Ds. Banjarsari Kec. Glagah Kab. Banyuwangi (Harga Limit Rp. 452.110.000 Uang Jaminan Rp. 91.000.000) b. 1 (satu) Pemancar Merk/Type DB KA2500, Padova, Italy (Harga Limit Rp.37.125.000 Rp. Uang Jaminan Rp.8.000.000) c. 1 (satu) Mixer Siar Merk/Type Solydine Mode 2300 XL (Harga Limit Rp. 7.500.000 Uang Jaminan Rp. 2.000.000) d. 6 (enam) Antena Merk/Type ACP 1 (Harga Limit Rp. 9.900.000 Uang Jaminan Rp. 2.000.000) e. 1 (satu) Mixer Produksi Merk Mackie Type 1402 VLZPro (Harga Limit Rp. 3.500.000 Uang Jaminan Rp. 1.000.000) f. 2 (dua) Computer Siaran Merk LG (Harga Limit Rp. 6.000.000 Uang Jaminan Rp. 2.000.000) g. 1 (satu) Computer Record Merk/Type Advance (Harga Limit Rp. 10.000.000 Uang Jaminan Rp. 2.000.000) h. 2 (dua) Computer Produksi (Harga Limit Rp. 3.000.000 Uang Jaminan Rp. 1.000.000) i. 1 (satu) Equalizer Merk/Type LG (Harga Limit Rp. 2.000.000 Uang Jaminan Rp. 2.000.000) j. 2 (dua) Computer ADM Merk/Type LG (Harga Limit Rp. 6.000.000 Uang Jaminan Rp. 2.000.000) k. 1 (satu) Tower Merk/Type Standing Baja Galvanis 102 (seratus dua) meter (Harga Limit Rp. 374.400.000 Uang Jaminan Rp. 75.000.000) 4. SRI AGUSTIJANA

a. Tanah Pekarangan. SHM No.1312/Kel. Nangkaan LT.291 m2, an. Totok, Kel. Nangkaan, Kec. Bondowoso, Kab. Bondowoso (Harga Limit Rp.39.200.000 Uang jaminan Rp. 8.000.000) b. Tanah Pekarangan. SHM No.1313/Kel. Nangkaan an. Sri Agustijana, LT. 540 m2 Kel. Nangkaan, Kec. Bondowoso, Kab. Bondowoso (Harga Limit Rp.72.900.000 Uang jaminan Rp. 15.000.000) 5. SUHARTONO. Tanah Bangunan/Sawah/Pekarangan, SHM No. 45;58;53/Ds. Sukosari an. SUHARTONO LT. 8780 m2 Ds. Sukosari Kec. Tamanan Kab. Bondowoso (Harga Limit Rp. 1.083.000.000 Uang Jaminan Rp. 217.000.000) 6. TASUDJI. Tanah Bangunan. SHM No. 649/Ds. Kademangankulon an. TASUDJI HARRY SAKSONO LT. 280 m2 Ds. Kademangankulon Kec. Bondowoso Kab. Bondowoso (Harga Limit Rp. 290.000.000 Uang Jaminan Rp. 58.000.000) 7. KUSWATI. Tanah Bangunan, SHM No. 4/Ds. Kapuran an. KOESWATI LT. 210 m2 Ds. Kapuran Kec. Wonosari Kab. Bondowoso (Harga Limit Rp. 382.200.000 Uang Jaminan Rp. 77.000.000) Lelang akan dilaksanakan pada :

Hari/tanggal : Rabu, 19 Juni 2013 Waktu : Pkl. 10.00 WIB Tempat : KPKNL Jember Jl. Slamet Riyadi No. 344A Jember SYARAT-SYARAT LELANG : 1. Peserta Lelang wajib menyetor uang jaminan lelang ke PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk. Cabang Jember Alun-Alun No. Rek. 143-0009894476 an. Penampungan Lelang KPKNL Jember yang sudah harus efektif selambat-lambatnya 1 (satu) hari kerja sebelum lelang dan membawa asli bukti setoran saat pelaksanaan lelang. Pelunasan selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja setelah pelaksanaan lelang. Apabila tidak melunasi. pemenang lelang akan dianggap Wanprestasi dan uang jaminan lelang akan disetorkan ke Kas Negara. Bagi yang tidak memenangkan lelang, uang jaminan dikembalikan tanpa dikenakan potongan apapun. 2. Setiap Peserta Lelang wajib melakukan penawaran minimal sama dengan Nilai Limit dimana penawaran yang telah disampaikan oleh Peserta Lelang kepada Pejabat Lelang tidak dapat dibatalkan dan bagi Peserta Lelang yang tidak melakukan penawaran akan dikenakan sanksi tidak diperbolehkan mengikuti lelang selama 3 bulan di wilayah kerja KPKNL pelaksana lelang. 3. 1 (satu) slip setoran uang jaminan penawaran lelang hanya berlaku untuk 1 (satu) obyek lelang dan nilainya harus sama dengan pengumuman lelang. 4. Apabila karena suatu hal terjadi pembatalan/penundaan pelaksanaan lelang, maka peserta tidak diperkenankan melakukan tuntutan apapun kepada KPKNL Jember dan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Kanca Bondowoso. 5. Peserta lelang dianggap menyetujui semua aspek legal dari obyek yang dilelang sesuai dengan kondisi apa adanya (”as is”). Syarat-syarat lelang lainnya ditentukan saat lelang. Bondowoso,12 Juni 2013

Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember

PT. BANK RAKYAT INDONESIA (Persero), Tbk. Kanca Bondowoso

Hubungi: Bpk. Indarto : 081.249.333.678, Bpk. Rizal : 081.135.310.01

PENGUMUMAN KEDUA LELANG EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN Menunjuk Pengumuman Lelang Pertama tanggal 28 Mei 2013 dan Berdasarkan Pasal 6 Undang-Undang Hak Tanggungan RI No. 4 Tahun 1996 PT KSP Millenium Artha Niaga, Tegaldlimo, Banyuwangi akan melaksanakan Penjualan di muka umum dengan perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember atas debitur: 1. Royani: Sebidang tanah dan segala sesuatu diatasnya, luas 3.760 M2 tersebut dalam SHM No.46, atas nama Boyani, terletak di Desa Kaliploso, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi Harga Limit : Rp. 100.000.000,- dan Uang Jaminan sebesar Rp. 25.000.000,Pelaksanaan Lelang : Rabu , 26 Juni 2013 Pukul : 10.00 WIB Tempat : PT KSP Millenium Artha Niaga, Tegaldlimo, Banyuwangi Jalan Koptu Ruswandi 06 Tegaldlimo, Banyuwangi Syarat-syarat Lelang : 1. Peserta Lelang wajib menyetor uang jaminan sesuai tersebut diatas ke rekening atas nama : Penampungan Lelang Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember No. 143.0009894476 pada PT Bank Mandiri Cabang Jember Alun-Alun, yang sudah efektif selambat-lambatnya 1 (satu) hari kerja sebelum pelaksanaan lelang dengan mencantumkan nama penawar dan obyek lelang yang akan ditawar. 2. Pemenang lelang wajib melunasi seluruh harga lelang dan bea lelang paling lambat 3 (tiga) hari kerja setelah lelang ke rekening tersebut diatas, apabila tidak dilunasi, maka pemenang lelang dianggap wanprestasi dan uang jaminan akan disetorkan ke kas negara. 3. Bagi peminat, dapat melihat obyek yang akan lelang pada alamat tersebut diatas. Semua obyek dijual dalam kondisi apa adanya dan semua cacat dan kekurangannya, peminat lelang diharapkan untuk memeriksa Obyek lelang sebelum mengikuti lelang, 4. Apabila karena suatu hal terjadi pembatalan/penundaan terhadap salah satu atau beberapa barang/obyek lelang tersebut diatas, pihak-pihak yang berkepentingan/ peminat lelang tidak diperkenankan untuk melakukan tuntutan dalam bentuk apapun kepada KPKNL Jember dan PT KSP Millenium Artha Niaga, Tegaldlimo, Banyuwangi, 5. Syarat-syarat lain ditentukan pada saat lelang 6. Keterangan lebih lanjut dapat diperoleh di PT KSP Millenium Artha Niaga, Tegaldlimo Banyuwangi, Banyuwangi, 12 Juni 2013 Ttd PT KSP Millenium Artha Niaga Tegaldlimo Banyuwangi

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho. Desain Iklan: Mohammad PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/ mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


31

Rabu 12 Juni 2013

Tewas Disambar Hiace Usai Antar ke RS, Penabrak Kabur SEMPU - Kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan seorang pelajar SD meninggal dunia terjadi di jalan raya Gendoh, Kecamatan Sempu, pukul 07.30 kemarin. Korban meninggal adalah Barcaya, 11,

pelajar SD asal Dusun Plaosan, RT 04/RW01, Kecamatan Sempu. Saat kejadian, korban dibonceng seorang perempuan bernama Yuyun, 40, menggunakan Honda Grand bernopol P 6703 YL. Ceritanya, pagi itu Yuyun naik motor membonceng korban dari arah barat. Ketika sampai di tempat kejadian perkara (TKP),

dia hendak mendahului sebuah kendaraan di depannya. Diduga tak bisa menguasai kemudi, motor yang dinaiki itu oleng ke kanan. Saat bersamaan ada Toyota Hiace bernopol L 1319 ZL melaju dari arah timur dikemudikan Sulaiman, 32, warga Dusun Tugung, Desa/Kecamatan Sempu n Baca Tewas...Hal 39

PEDULI SOSIAL: Puluhan warga sekitar mendapat pengobatan gratis kemarin (atas). Operation Head Pertamina Tanjung Wangi Wawan Gunawan memberikan bantuan secara simbolis untuk konservasi terumbu karang, kemarin (kiri). FOTO-FOTO: GALIH COKRO/RABA

Pertamina dan Polair Peduli Sosial Konservasi Terumbu Karang, Bantu Usaha Ternak, dan Pengobatan Gratis

SOSIALISASI: Petugas Pertamina memberikan pemahaman tentang tabung gas dan cara penggunaan yang benar.

BAKTI SOSIAL: Warga mendapat perhatian khusus, pengobatan gratis ini dipersembahkan Pertamina dan Ditpolair Polda Jatim.

BANYUWANGI - Pertamina Depo Tanjung Wangi bersama Ditpolair Polda Jatim menggelar bakti sosial, kemarin. Kegiatan yang bertema CSR (corporate social responsibility) itu dihadiri langsung oleh Direktur Ditpolair Polda Jatim, Kombes Pol Agoes Doeta S; Kapolres Banyuwangi AKBP Nanang Masbudi; Operation Head Pertamina Tanjungwangi Wawan Gunawan; Camat Kalipuro Drs. Nurhadi, tokoh masyarakat, dan para undangan. Dalam sambutannya, Direktur Ditpolair Polda Jatim, Kombes Pol Agoes Doeta S mengatakan, kegiatan ini merupakan sinergi antara Pertamina dan Ditpolair Polda Jatim yang misinya untuk melaksanakan kegiatan sosial bersama yang ditujukan untuk masyarakat sekitar TBBM Tanjung Wangi dan beberapa desa binaan Polair. Disebutkan, dalam acara ini Pertamina dan Ditpolair juga memberikan bantuan konservasi terumbu karang dan bantuan usaha ternak dari Pertama TBBM Tanjung Wangi serta pengobatan gratis dari Ditpolair Polda Jatim untuk sekitar 420 warga. “kegiatan ini sekaligus rangkaian HUT Bhayangkara ke-67,” ujarnya. Hal senada juga dikatakan oleh Operation Head Pertamina Tanjungwangi

KENANGKENANGAN: Wawan Gunawan memberikan vandel secara simbolis kepada Kapolres AKBP Nanang Masbudi disaksikan Ditpolair Polda Jatim, Kombes Pol Agoes Doeta S (tengah).

Wawan Gunawan. Menurut dia, program ini sekaligus untuk melengkapi program CSR Pertamina yang telah dilaksanakan sebelumnya. Di antaranya, program pemberdayaan usaha kerupuk ikan, bank sampah masyarakat

dan penanaman pohon. Untuk program pemberdayaan usaha kerupuk telah berjalan sekitar tujuh bulan dan kini warga sudah mengolah ikan menjadi kerupuk yang memiliki nilai ekonomis lebih tinggi. “Pertamina dan Polair

Polda Jatim berharap dengan adanya sinergi ini dapat membantu hubungan kedua pihak lebih solid terutama yang berhubungan dengan pengamanan panyaluran BBM di wilayah perairan,” cetusnya. (adv/aif)


KOMUNIKASI BISNIS

32

PEDULI RAKYAT: Sri Utami Faktuningsih (tiga dari kanan) bersama suami Wahyu Widodo, bercengkrama dengan warga di sela-sela pembangunan rumah di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, kemarin.

Santri Rawan Terjangkit Tifus RS Fatimah Penyuluhan Kesehatan di Pesantren

MUNCAR - Kepedulian Sri Utami Faktuningsih kepada warga miskin tak terbantahkan lagi. Untuk kali kesekian, istri Bos Raja Sengon Muncar, Wahyu Widodo, itu menyalurkan bantuan untuk pembangunan rumah warga miskin di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, kemarin (11/6). Adalah Buwang yang mendapatkan perhatian dari Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Banyuwangi itu. Rumah bapak enam anak itu dibangun oleh Sri Utami. Selama ini, lelaki tersebut tinggal di seberang dam sungai yang cukup membahayakan. Di sela-sela pembangunan rumah kemarin, Sri Utami yang juga politisi Partai De-

mokrat (PD) itu dielu-elukan warga Desa Blambangan. Beberapa kali pengurus REI Banyuwangi itu tampak dipeluk beberapa perempuan yang merasa sangat senang atas perhatiannya kepada warga kurang mampu. ’’Terima kasih banyak Mbak Uut,’’ ujar Tumini, orang tua Buwang. Mendengar ungkapan itu, Uut-sapaan Sri Utami Faktuningsih menuturkan, dirinya siap membantu masyarakat kurang mampu. Sebab, dulu dirinya juga pernah mengalami kesulitan ekonomi. ’’Saya hanya membantu sesama. Jika ada orang miskin lain, bisa hubungi saya. Insyaallah saya bantu,’’ janjinya. Menurut dia, warga miskin memang harus diperhati-

kan. ’’Orang yang tidak punya rumah biasanya orangnya tidak mampu. Tidak punya kerjaan dan tentu tidak punya penghasilan,’’ katanya. Karena itu, tempat tinggal warga menjadi prioritas utamanya. Menurut Sri Utami, masyarakat miskin selayaknya mendapatkan perhatian. Dengan dasar itulah, nalurinya untuk membantu masyarakat kian tidak terbendung. ’’Dulu, saya seperti ibu-ibu. Saya belajar banyak dari pengalaman yang serba sulit,’’ jelasnya. Dia mohon doa restu untuk maju sebagai caleg dari Partai Demokrat (PD) di daerah pemilihan (dapil III) meliputi Muncar, Tegaldlimo, Srono, dan Cluring. (adv/als)

WONGSOREJO - Rumah Sakit Islam (RSI) Fatimah bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyuwangi mengadakan penyuluhan kesehatan di pesantren, kemarin (11/6). Sosialisasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan itu dilakukan di Pesantren Nurul Abror Rabbaniyyin di Desa Alas Buluh, Kecamatan Wongsorejo. Dalam acara kemarin, jajaran RS Fatimah turun langsung dipimpin Direktur dr. Rusdi Dziban, SpB. Sedangkan dari Kantor Kemenag Banyuwangi diwakili Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Zainal Abidin, SAg, MAg serta M. Fauzan. Penyuluhan di kalangan santri putra ditangani sendiri oleh Dokter Rusdi. Sementara, penyuluhan kepada santriwati dilakukan oleh drg. Kharislina. Rusdi Dziban dalam penyuluhannya berpesan agar para santri selalu menjaga kebersihan lingkungan. Sebab, lingkungan yang kotor akan menjadi penyebab timbulnya penyakit. “Jangan biarkan air tergenang, karena bisa menjadi sarang nyamuk aedes

BANYUWANGI

SITUBONDO

BANYUWANGI

NUGROHO/RaBa

Bantu Bangun Rumah Warga Miskin

yak di pesantren adalah tifus yang dibawa lalat yang hinggap di makanan dan membawa bakteri salmonella typhosa,” papar dokter bedah tersebut. Sementara itu, Zainal Abidin mewakili Kantor Kemenag mengaku berterima kasih atas perhatian RS Fatimah kepada pesantren. Dia berharap, kerja

sama serupa bisa berkembang ke pesantren lain dan diikuti rumah sakit lainnya. Saat ini, ada 327 pesantren di Kabupaten Banyuwangi yang sudah memiliki izin dan terdaftar di Kemenag. “Khusus Pesantren Nurul Abror Rabbaniyyin ini dihuni 700 orang lebih santri putra dan putri,” ungkapnya. (adv/*/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Honda Jazz •

•Grand Livina •

• Terios •

DIJUAL Honda Jazz rs 09 hitam hrg 190 juta nego Bisa cash/kredit atau tukar tambah hp 08123453975 – 081335897888

DIJUAL Nissan grand Livina XV 1.5 MT tahun 2007 warna abu-abu tua mtl hrg 143,5 juta nego brg istw bisa, kash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

DIJUAL Daihatsu terios F700 RG TS tahun 2007 hitam mtl hrg 137,5 juta nego brg istw Bisa , Kash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

• Chevrolet Aveo•

• Nissan Xtrail •

• Toyota Kijang •

DIJUAL Chevrolet Aveo 1.5L MT tahun2005 hitam mtl hrg 88,5 juta nego brg istw, Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

DIJUAL Nissan xtrail 2.5L ST AT tahun 2005 abu-abu mtl hrg 145 juta nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

DIJUAL Toyota Kijang KF 42 STD tahun 1996 biru hrg 66,5 juta nego brg istw , Bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Perum Elit Sutri •

• Jl. Argopuro •

• Jl. Ikan Paus •

• Toyota Starlet ‘94 •

Jual rmh SHM 205m2, 95jt, LKP dkt "mega" & "royal", Jl. Argopuro 7B, Hb 082333008871

Dijual Ruko Joglo 10X20, Jl. Ikan Paus dpan SDN 3 Karangrejo, Lokasi strategis, hub 081236047833, tanpa perantara.

Djl toyota starlet 94 merah metalik 1300 cc, plt DK, 52 jt, Hub 085646477168.

• Jual Cepat •

• Belakang Pabrik Es Bwi•

• Jl. KH. Agus Salim • Djl ruko 2lt lok Jl. Agus Salim (blkg Untag) Bwi. CP : 081233650233 / 0333427190

• Rumah Balak •

BANYUWANGI • Arsitek & Sipil • BANYUWANGI DIJUAL Rumah L 10X15 = 150M2 lok Banyuwangi utara pbrik ES bisa dibeli dengan kash atau kredit dan juga bisa di sewa hrg negohub(0333)631526–635176,0811351148

DIJUAL Tanah + bagunan L 4x8 =32M2 + 10x15=150M2 bisa di beli dengan kash atau kredit dan juga bisa di sewa, SHM Lok DS Balak hrgnegohub(0333)631526–635176,0811351148

GERDA/RaBa

PENYULUHAN: Para santriwati menyimak penjelasan drg. Kharislina tentang kesehatan gigi di Pesantren Nurul Abror Rabbaniyyin Desa Alas Buluh, Wongsorejo, kemarin.

aegypti, penyebab penyakit demam berdarah,” terangnya. Santri juga diminta mewaspadai kebersihan makanan. Sebab, makanan yang terbuka tanpa penutup bisa dihinggapi lalat. Nah, lalat yang sebelumnya hinggap di tempat sampah bisa membawa kuman dan penyakit. “Salah satu penyakit yang ban-

Djl rmh mrh/ oper kredit Lt 109, LB 60m di Perum Elit Sutri Bwi, hub 085230634123.

Djual rmh Jl. Monginsidi 12, Bwi, tmr hotl kumala, blkg Roxy, Hub 081235485434.

Rabu 12 Juni 2013

• Rumah Kebalenan•

• STNK • Hlg STNK P 3981 ZU, an. Teguh Yulianto. Jl. Gn Pujiyama 11. No 8. Denpasar Hlg STNK P 6146 YI, an. Bura, Dsn. Bejong 02/01, Sumberarum, Songgon.

Dicari Arsitek&Sipil untuk proyek mirah fantasia bwi kirm cv ke valoreproperty @gmail.com hub 0361-737913

• Apoteker &As. Apoteker • Dicari apoteker dan asisten apoteker, Wanita/Pria, umur maksimal 40tahun, kirim lamaran ke CV. Indo Jaya Pratama, Jl. Kedungrejo, Muncar, Banyuwangi. Telepon 0333-593478.

Hlg STNK P 3246 YL, an. Sahroji, Ling Krajan 02/01, Bj. Sari, Glagah, Bwangi. Hlg STNK P 5843 VL, an. Endang Siswati, Jl. Kapt Sarpan 13 02/03, Tukangkayu. Hlg STNK P 4575 VQ, an. Triyan Decca Mardi, Jl. Gembrung, Glagah, Bwangi

BANYUWANGI • Lmbg Keuangan/Investasi • Tradg forex tnp loss dr 0 mdl 25jt (ea, vps&panduan lgkp), proft bs 10%/mg. Arif 085655926875 / 087757666039.

DIJUALRumahlokkebalenandiJLrayaRogojampi/ GentengL10x15=150m2SHMbisadibelidengan kash atau kredit dan juga bisa di sewa hrg nego hub(0333)631526–635176,0811351148

Hotline Iklan Hubungi: 0333-412224

BANYUWANGI

Hlg STNK P 6998 XB, an. Masmurahoh Allatifah, Jl. Ikan Tuna B 15 01/03, Sobo.

• Tanah + Bangunan •

Hlg STNK P 4272 VF, an. Yono Effendi, Jl. Cakraningrat RT 02/02, Sumberejo

Jual tanah+bangunan lokasi asih ada air, Desa Wonorejo Bwi, hub. 0818351234.

Hlg STNK P 5013 ZJ, an. Harun Thahir, Jl. Riau No.39 RT 01/04, Lateng, Bwangi

• Tanah 2 Kapling •

Hlg STNK P 5101VM, an.Yoga Agus Cahyono, Jl. Jembrana, Klatakan 03/01 Klatak, Kalipuro

Dijual 2 tanah Kapling msg2 uk: 10x20 M2, Lokasi Kebalenan, SHM Harga : 75 Juta Hun: 082141060580/083847407631

Mobil Anda belum laku? Hubungi: 0333-412224


Hadiri...

g n a Tenmangan e K

Rabu 12 Juni 2013

Resepsi HUT ke-14 Radar Banyuwangi di Hotel AJM Genteng 30 Juni 2013 Mulai Pukul : 18.30

BALJEBOL

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

37

LUMAJANG

Pemprov Bali Dilaporkan ke Ombudsman

ADA APA LAGI

Belum Bentuk Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi

ALI NURFATONI/RaBa

SEDIH: Korban curanmor, Yuliana, sebelum diperiksa di Mapolsek Muncar kemarin.

Ngantar Pengantin, Sepeda Motor Raib MUNCAR - Untuk kali kesekian, pencurian motor (curanmor) kembali terjadi di Muncar. Kali ini menimpa Yuliana, 27, warga Dusun Lidah, Desa/Kecamatan Gambiran. Perempuan tersebut kehilangan motor di Dusun Sampangan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar. Diperoleh keterangan, aksi curanmor terjadi saat ibu dua anak itu datang bersama rombongan lain untuk menghadiri acara pernikahan. Tanpa rasa khawatir, korban menaruh motor Honda Supra X 125 itu di tepi jalan yang berdampingan dengan kendaraan lain. Namun, korban terkejut saat hendak pulang. Betapa tidak, sepeda motor bernopol P 3450 XS warna hitammerah itu sudah tidak ada di tempat. Padahal, motor milik orang tuanya itu sudah terkunci ganda. Yuliana mengatakan, dirinya mengantar pengantin ke tempat itu. Saat itu, dirinya menaruh sepeda di tepi jalan sekitar pukul 08.00. ‘’Tapi, waktu saya akan pulang pukul 09.15, motor yang saya pakai itu sudah gak ada,” katanya di Mapolsek Muncar kemarin. Mengetahui motornya yang raib, dia langsung mendatangi kantor polisi untuk memberitahukan kasus tersebut. Hanya saja, saat itu dia lupa tidak mengetahui secara pasti nopol polisi kendaraan tersebut. ‘’Baru sekarang, nopol polisinya tahu. Karena STNK ada di bawah sadel,” katanya. Motor itu belum lunas. Motor tersebut dibeli secara kredit di salah satu leasing di Banyuwangi. ‘’Masih bayar 12 bulan. Mau senang, malah jadi seneb,” sesal Yuliana. (ton/c1/aif)

Traffic Light Padam Tiap Pekan MUNCAR – Traffic light mati bisa menimbulkan musibah. Gara-gara traffic light tak berfungsi, kendaraan yang melintas di perempatan jalan terlihat semrawut. Seperti yang terjadi di perempatan Desa tembokrejo, Kecamatan Muncar kemarin. Menurut penuturan beberapa warga, traffic light tersebut sering kali padam. Padahal,

arus lalu lintas di lokasi itu cukup padat. ‘’Kalau pagi kendaraan ramai, bisa ruwet,’’ ungkap Dayat, salah satu tukang ojek yang biasa mangkal di perempatan lampu merah itu. Dia menceritakan, lampu pengatur jalan itu mati hampir setiap pekan. ‘’Kalau kena hujan, lampunya mati. Apa mungkin barangnya bekas,’’ duganya.

Berharap Tidak Ada Oknum yang Bermain

RAZIA MOTOR

ABDUL AZIZ/RABA

DISAKSIKAN POLISI: Bahrul dan Andika membetulkan motornya yang dipreteli kemarin sore.

Polsek Genteng Razia Sepeda Motor Protolan GENTENG - Aparat Polsek Genteng melakukan Operasi Simpatik kemarin malam. Sasarannya adalah kendaraan yang dimodifikasi dan tak memenuhi standar alias motor protolan. Hasilnya, tiga buah motor protolan diamankan petugas ke Mapolsek Genteng. Para pemilik motor tersebut boleh mengambil kendaraannya bila onderdil sudah dipasang seperti sedia kala. Kapolsek Genteng Kompol Riamun mengatakan, para pemilik motor tersebut dibawa ke Mapolsek Genteng untuk diberi pembinaan. “Kita beri pembinaan dan kita buatkan surat pernyataan. Motornya boleh diambil jika sudah dibenahi,” katanya. Riamun menuturkan, Operasi Simpatik tersebut akan terus dilakukan di wilayah hukumnya. Sebab, belakangan diketahui banyak anak muda yang sering memainkan gas motor, dan itu meresahkan masyarakat. “Kita akan rutin lakukan razia, terutama setiap malam Minggu. Biasanya kalau malam Minggu anak muda banyak yang trek-trekan,” tandas Kapolsek Riamun di markasnya kemarin. (azi/c1/aif)

ALI NURFATONI/RaBa

PERBAIKAN Petugas Dishubkominfo memperbaiki traffic light yang padam di perempatan Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar kemarin.

GLENMORE - Puluhan warga Dusun Sepanjang Wetan dan Dusun Sidoluhur, Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore, yang melakukan aksi protes terhadap kandang ayam potong berharap tak ada oknum tertentu yang memanfaatkan kasus tersebut. Sebab, warga mulai mencium ada oknum pegawai dinas tertentu yang berupaya membekingi Totok agar kandang ayam tersebut dipaksakan mendapatkan izin. Bahkan, oknum pegawai dinas tersebut diam-diam bersama Totok menghadap Camat Glenmore Didik Suhono. “Jangan-jangan sudah dapat sesuatu, kok sampai nekat membekingi,” celetuk seorang

warga yang enggan disebut namanya. Sementara itu, Yudi, salah satu tokoh pemuda setempat, berharap agar kesepakatan warga dan Totok di Balaidesa Sepanjang dua hari lalu ditaati Totok. “Jangan sampai kesepakatan tersebut diingkari,” ujarnya mengingatkan. Seperti diberitakan kemarin, puluhan warga Dusun Sidoluhur dan Desa Sepanjang Wetan, Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore, mendatangi balai desa setempat. Mereka memprotes kandang ayam potong milik Totok di Dusun Sidoluhur. Kotoran ayam itu dianggap mencemari sungai dan lingkungan sekitar. (azi/c1/aif)

Menurut dia, di kawasan itu seharusnya juga dibangun pos polisi. Sebab, arus kendaraan di tempat itu terbilang cukup padat. ‘’Pos polisi cuma ada di polsek. Di sini nggak ada, padahal seharusnya ada,’’ katanya. Warga lain, Sudomo mengatakan, petugas dari dinas terkait memang sering terlihat memperbaiki lampu padam tersebut. Namun demikian, sering padamnya lampu itu seharusnya diantisipasi agar tidak padam terus menerus. (ton/aif)

DENPASAR - Sejak berlakunya UU 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, Pemprov Bali termasuk badan publik yang memengkung. Hingga kini belum dibentuk pejabat pengelola informasi dan dokumentasi (PPID). Atas kondisi ini, empat organisasi yakni Kekal Bali, Frontier Bali, Sloka Institute dan Walhi Bali mengadukan ke Ombudsman RI Perwakilan Bali, kemarin. Wakil Walhi Bali, Adi Sumiarta menyatakan dalam laporannya bahwa belum terbentuknya PPID membuat akses informasi publik terhambat. Sebab, badan publik kerap seenaknya mengatakan informasi yang diminta dikecualikan atau dirahasiakan. Contohnya yang dialami Walhi dalam sengkata informasi terkait mangrove. ”Tanpa PPID, badan publik kerap seenaknya mengatakan itu informasi yang dikecualikan,” tandas Adi ketika diterima Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Bali Umar Ibnu Alkhatab dan Asisten Bidang Pencegahan Ni Nyoman Sri Widianti. Dia juga melontarkan kekecewaannya terhadap Dishut Bali yang hingga kini belum menanggapi permohonan

Tanpa PPID, badan publik kerap seenaknya mengatakan itu informasi yang dikecualikan. Belum terbentuknya PPID membuat akses informasi publik terhambat” Adi Sumiarta Wakil Walhi Bali

informasi Walhi Bali terkait SK Dishut Bali Nomor 188.46/89/ XI/2012 tanggal 12 November 2012 tentang evaluasi dalam rangka penyempurnaan pengelolaan Tahura Ngurah Rai tahun 2012 beserta lampirannya. Sesuai UU, mestinya harus dijawab dalam waktu 10 hari. Tapi, hanya memberikan penyataan lisan untuk diselesaikan di Komisi Informasi. Atas laporan ini, dari perwakilan Ombudsman Ni Nyoman Sri Widianti mengaku akan mempelajari dulu laporan ini. Apakah laporan ini memang masuk kewenangan Ombudsman. Pada prinsipnya, dia mendukung upaya untuk terwujudnya keterbukaan informasi dan pelayanan publik di Bali. (yor/yes/jpnn)


38

Rabu 12 Juni 2013

BRCC Finis Posisi Ketiga di Singkarak BANYUWANGI - BRCC Team Banyuwangi mengakhiri keikutsertaannya di ajang Tour de Singkarak dengan manis. Dalam even yang digelar pada 2-9 Juni tersebut, tim balap sepeda yang dihuni pembalap terbaik yang dimiliki tim asal Banyu-

wangi tersebut berhasil tampil kompetitif di ajang balap sepeda berlabel internasional tersebut. Catatan mengesankan itu tampak dari capaian di team general classification. Di kelas ini, BRCC mampu finis di peringkat ketiga dari ratusan

tim yang turut ambil bagian. BRCC hanya kalah dari tim nasional Indonesia dan Putra Pejuang Bandung yang tampil sebagai juara dan runner up di nomor ini. Di kategori best Indonesian rider yang memperebutkan red and white

”RAMAINYA BANYUWANGIKU” Mohammad Arif Rahman

Banyuwangi dalam menghadapi ajang serupa tahun ini. Setidaknya, catatan ini bisa menjadi modal berharga untuk turut serta dalam kalender even Tour de Ijen yang akan digelar Desember nanti. “Anak-anak sudah tampil bagus.

21

20

19

jersey, Kurniawan berhasil mengakhiri kompetisi dengan finis di posisi keempat. Sementara di stage team classification, BRCC harus puas mengakhiri kompetisi di posisi ke-16. Hasil ini tentu saja modal bagi BRCC Team Banyuwangi dan ISSI

“KASIH SAYANG DI PANTAI BOOM” Sugiarto, SE

“NONG ENDI BYAEN NGELENCER, ATI TETEP CINTA BANYUWANGI” Nur Suciati

Dan, ini bisa menjadi spirit dan dukungan moral untuk tampil di ajang lainnya tahun ini. Sekaligus persiapan bagus untuk Tour de Ijen mendatang,” ujar Guntur Priambodo CEO BRCC Banyuwangi team. (nic/c1/als)


BERITA UTAMA

Rabu 12 Juni 2013

39

HALAMAN SAMBUNGAN

Start dari Bandara Blimbingsari n LANGSUNG... Sambungan dari Hal 29

Tidak hanya pejabat, puluhan pesapon juga akan ikut menjemput kedatangan Piala Adipura tersebut. Setelah mendarat di Bandara Blimbingsari, Bupati Anas bersama Piala Adipura itu akan kirab keliling kota. Rombongan kendaraan kirab Piala Adipura itu akan start di Bandara Blimbingsari, Kecamatan Rogojampi.

Kirab tersebut berakhir di halaman kantor Pemkab Banyuwangi. Di finis, pemerintah daerah sudah menyiapkan beberapa acara penyambutan Piala Adipura tersebut. Beberapa rute yang telah di persiapkan me liputi Jalan Brawijaya, Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, Jalan MH. Thamrin, Jalan PB. Sudirman, Jalan A. Yani, Jalan Adi Sucipto. Setelah Jalan Adi Sucipto, arakarakan akan melewati Ja lan

Kepiting, Jalan Kolonel Sugiono, Jalan MT. Haryono, Jalan Pierre Tendean, Jalan RA. Kartini, Jalan Banterang, Ja lan Surati, dan Jalan DI. Penjaitan. Setelah dari Jalan DI. Penjaitan, rombongan arak-arakan akan kembali ke Jalan PB. Sudirman, langsung ke Jalan A. Yani hingga depan kantor Pemkab Banyuwangi. “Piala Adipura kita kirab agar semua masyarakat Banyuwangi mengetahui,” ujar Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan

(DKP) Banyuwangi, Arief Setiawan. Penghargaan tertinggi bidang kebersihan dan lingkungan yang diberikan ada beberapa kategori, antara lain kategori kota metropolitan, kota besar, kota sedang, dan kota kecil. Penghargaan kota me tropolitan, pemerintah memberikan penghargaan kepada enam kota. Piala Adipura kategori kota besar diberikan ke tiga kota, dan kategori kota sedang diberikan

Nyapu Bareng Bisa Masuk MURI n SELAMAT... Sambungan dari Hal 29

Tepatnya pada tahun 1996, yaitu saat daerah ini dipimpin Bupati Purnomo Sidik. Ada 109 kota di Indonesia yang berhasil mempertahankan kembali Piala Adipura tahun 2013 ini. Salah satunya adalah Situbondo yang berhasil mempertahankan untuk kali ketiga. Sedang yang berhasil meraih Adipura Kencana ada tujuh daerah. Adipura Kencana diberikan kepada kota yang berhasil melampaui batas pencapaian dari segi pencemaran air dan udara, pengelolaan tanah, perubahan iklim, sosial, ekonomi, dan keanekaragaman hayati. Total, ada 149 Piala Adipura yang diberikan Presiden SBY kepada kota terbersih di tahun 2013. Tahun sebelumnya, total penerima Adipura 125 kota. Dengan demikian, secara kuantitas dan kualitas ada peningkatan dalam manajemen kebersihan lingkungan di Bumi Pertiwi ini. Tentu kemajuan itu menjadi suatu kebanggaan bagi kita semua. Terutama, bagi warga kota Banyuwangi yang tergolong cepat dalam menerima predikat ini. Sebab, Banyuwangi bersama lima daerah di Jawa Timur pernah mendapat predikat sebagai kota terkotor, yakni Bondowoso, Jember, Batu, Pamekasan, dan Pare (Kediri) pada tahun 2011 lalu. Dari lima kota itu, dua di antaranya telah berhasil mentas. Bahkan, bisa membuktikan diri mengubah kota terkotor menjadi kota terbersih, yaitu Bondowoso dan Banyuwangi. Bahkan, Bondowoso tergolong lebih cepat. Sebab, kota yang dipimpin Bupati Amin Said itu tahun lalu sudah berhasil mempersembahkan Piala Adipura. Tahun ini Kota Tape itu berhasil mempertahankan piala itu untuk kali kedua. Kita berharap Banyuwangi juga bisa mempertahankan kembali Piala Adipura seperti halnya Situbondo dan Bondowoso. Tentu mempertahankan jauh lebih berat dibandingkan merebut Adipura di awal perjuangan. Apalagi, setelah mendapatkan predikat sebagai kota terkotor di tahun 2011 dan kota sampah di akhir 2010. Sebagaimana pernah diberitakan dan saya tulis di kolom ini beberapa tahun lalu, Kota Banyuwangi pernah mendapat julukan sebagai kota terkotor. Predikat itu tak lepas dari persoalan sampah yang tidak tertangani di akhir masa pemerintahan Bupati

Ratna Ani Lestari. Sampah menggunung di beberapa sudut kota dan tempat pembuangan sementara (TPS). Pasalnya, tempat pembuangan sampah akhir (TPSA) di Bulusan, Kalipuro, ditutup. Warga setempat melarang sampah dibuang di sekitar sana. Mengingat, pemerintah pernah berjanji akan memberikan beberapa fasilitas kepada warga sekitar, tapi itu tak dipenuhi. Dampaknya, sampah berceceran di manamana. Pemandangan kotor dan bau tidak sedap mewarnai Kota Gandrung. Kejadian itu berlangsung pada Oktober 2010, yakni di awal pemerintahan Bupati Abdullah Azwar Anas. Karena peristiwa itu bertepatan dengan masa-masa turunnya tim penilai Adipura, sehingga sangatlah wajar kalau di tahun 2011 Banyuwangi mendapatkan predikat sebagai kota terkotor di Jatim. Predikat memalukan itu tentu mencambuk pemerintah dan masyarakat Banyuwangi untuk berbenah. Beberapa langkah penyelamatan dan pembenahan mulai dilakukan Bupati Anas. Di antaranya, merombak struktur organisasi di lingkungan birokrasi. Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) yang sebelumnya menjadi bagian dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU), ‘’dimerdekakan’’ menjadi satuan kerja pemerintah daerah (SKPD) penuh. Anggaran untuk memperbaiki taman, mengelola kebersihan, dan fasilitas umum (fasum), mendapat porsi berlipat-lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Tak hanya itu, DKP juga merekrut 600 pesapon (tukang sapu jalan dan perawat ta man) yang pada era pemerintahan Ratna Ani Lestari tidak punya pesapon khusus. Para pesapon itu dikontrak untuk membersihkan Banyuwangi kota, Ro gojampi, dan Genteng. Untuk menum buhkan motivasi mereka, pemkab memberi asuransi Jamsostek. Bahkan, ada yang diberangkatkan umrah ke Tanah Suci dengan cara diundi. Selain itu, beberapa fasum juga dirombak cukup ekstrem, seperti Taman Sri Tanjung, Taman Blambangan, Taman Makam Pahlawan, Lapangan Maron Genteng, dan Pendopo Kabupaten. Seluruh pagar yang mengitari fasum tersebut dirobohkan, kemudian dipercantik dengan taman, trotoar, ruang pameran, dan jaringan WiFi. Langkah ekstrem bupati itu semula mendapat kecaman beberapa pihak. Tetapi, setelah itu mereda dengan sendirinya, bahkan berbalik mengapresiasi.

Angan-angan yang pernah saya cetuskan lewat tulisan di kolom harian ini 4 November 2011 lalu itu kini benar-benar menjadi kenyataan. Sebab, Banyuwangi benarbenar bisa ‘’disulap’’ menjadi kota yang bersih, indah, dan asri, sehingga mendapat Piala Adipura. Selain kerja keras dan kerja cerdas aparat pemerintah, khususnya DKP dan Badan Lingkungan Hidup (BLH), peran serta masyarakat juga ikut menentukan. Meski demikian, saya merasa masih per lu kerja keras untuk meningkatkan par tisipasi masyarakat dalam menjaga dan membersihkan lingkungan masingmasing. Kondisi tersebut beberapa kali saya utarakan dalam tulisan di kolom ini. Sebab, masalah kebersihan lingkungan tidak hanya menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah, tapi juga warga. Betapa eloknya bila masyarakat Banyuwangi memiliki kesadaran dan kepedulian tinggi terhadap kebersihan lingkungan sekitar. Apalagi, bila kesadaran dan kepedulian itu telah menjadi budaya masyarakat, wajah Banyuwangi akan semakin terlihat bersih, cantik, dan sehat. Kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan itu bisa diciptakan. Sehingga, partisipasi mereka bisa diandalkan dalam menunjang program kebersihan lingkungan. Apalagi, dalam penilaian Adipura, faktor partisipasi masyarakat memiliki nilai yang sangat tinggi. Inovasi-inovasi baru terkait pengelolaan lingkungan bisa diciptakan sekaligus dikerjakan masyarakat. Ke depan, upaya menumbuhkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan kebersihan lingkungan perlu dibangun lebih intens, misalnya menggalakkan bersih-bersih sungai, pantai, selokan, dan fasum. Bisa juga menggelar even nyapu bareng di sepanjang jalan raya seperti pernah dilakukan di tahun 2011 hingga memecahkan rekor MURI. Bisa juga mengecat trotoar, rambu lalu lintas, markah jalan, pot bunga, tiang lampu penerangan jalan umum (LPJU), pos keamanan, dan lain sebagainya. Semoga pasca penerimaan Adipura ini, inovasi baru dan upaya menumbuhkan partisipasi masyarakat bisa direalisasikan. Tak lupa saya sampaikan selamat atas diraihnya Adipura. Harapan kita semua, tahun depan semoga prestasi tersebut bisa dipertahankan. Akhirnya, selamat datang Adipura di Bumi Blambangan. (@cho_baya)

Hanya Menunggu Diteken Bupati n PERBUP... Sambungan dari Hal 29

Tim dipimpin seorang ketua dan sekretaris. Ketua tim dijabat oleh pimpinan SKPD pengusul, se dangkan sekretarisnya dijabat Kabag Hukum Pemkab. ���Se lain pimpinan, tim juga ter dapat anggota tetap dan

anggota tidak tetap,” jelas Yudi. Terkait dengan perbup PPDB, kata Yudi, anggota tetapnya berasal dari pejabat eselon III di Dinas Pendidikan. Anggota tidak tetap berasal dari instansi terkait. Setelah tim terbentuk, tugas utamanya adalah melakukan finalisasi kajian terhadap draf. Setelah draf final dibahas tim, draf

itu langsung disampaikan kepada bupati. “Bupati akan membaca draf yang diusulkan tim. Biasanya setelah membaca, Pak Bupati minta dilakukan kajian,” jelas Yudi. Setelah dibaca bupati, draf itu dikaji kembali oleh tim. Selesai dikaji, draf itu disampaikan kepada bupati lagi untuk dikoreksi. “Jika draf itu men-

dapat ACC bupati, maka draf itu akan disempurnakan menjadi perbup untuk mendapatkan pengesahan bupati,” katanya. Setelah perbup itu di te ken bupati, selanjutnya se kretaris daerah (sekda) mengundangkan perda tersebut. Setelah diundangkan, perbup itu baru bisa dilaksanakan. (afi/c1/bay)

Mobil Ditinggal di Tepi Jalan n TEWAS... Sambungan dari Hal 31

Karena jaraknya sudah dekat, benturan dua kendaraan itu tak bisa dihindari. Yuyun dan korban jatuh dari kendaraan hingga menyebabkan keduanya mengalami luka parah. Sesaat setelah kejadian, Sulaiman langsung membawa keduanya ke Rumah Sakit Al-Huda, Kecamatan Gambiran. Namun,

tak lama kemudian, bocah SD tersebut meninggal dunia akibat luka di kepalanya cukup parah. Mendengar kabar bahwa korban meninggal dunia, Sulaiman yang masih berada di Rumah Sakit (RS) Al-Huda tiba-tiba kabur. Dia mengemudikan mobilnya menuju arah barat, yakni Desa Tamansari, Kecamatan Tegalsari. Ketika sampai Desa Tamansari, mendadak bahan bakar kendaraan tersebut

habis. Mobil pun tidak bisa berjalan. Mengetahui kendaraannya ma cet, Sulaiman langsung keluar dan meninggalkan mobilnya begitu saja di tepi jalan. Hal itu mengundang perhatian warga sekitar. Mereka memilih melaporkan keberadaan mobil yang ada bercak darah di joknya tersebut ke Mapolsek Tegalsari. “Sekarang mobilnya sudah dibawa ke Mapolsek Genteng

oleh Polisi Lalu lintas Genteng,” kata Kapolsek Tegalsari AKP Suhardi melalui Kanitreskrim Aiptu Yudo Adi Kusumo. Setelah diselidiki petugas Pos Lantas Genteng, ternyata mobil tersebut dikemudikan Sulaiman. “Sekarang sudah kita amankan, tapi Sulaiman masih dalam pencarian,” kata Kapolsek Genteng Kompol Riamun melalui Kanitlantas Genteng Ipda Sumono. (azi/c1/aif)

Siswa Kelas Enam hanya 16 Orang n SEBULAN... Sambungan dari Hal 29

Jadwal belajar itu dimulai pukul 18.00 hingga 20.30. Kebiasaan itu sudahberlangsungbertahun-tahun. Kepala sekolah setempat, Sasmiati mengungkapkan, proses belajar yang diterapkan di sekolah memang tidak berbeda jauh dengan sekolah lain. Artinya, waktu masuk belajar dan pulang tetap diberlakukan sesuai dengan ketentuan pada umumnya. ‘’Siswa masuk pagi, pulang siang,’’ katanya. Namun demikian, para guru mulai menambah porsi belajar khusus para siswa kelas enam. Jadwal bimbingan belajar privat itu biasanya dilakukan seusai jad-

wal aktif belajar di sekolah. ‘’Mulai semester II, anak-anak belajar privat mulai pukul 12.00 sampai 14.00,’’ terang Kasek Sasmiati. Menurut Sasmiati, bimbingan belajar itu dilakukan selama empat hari dalam sepekan. Dia menyebut, bukan hanya tiga materi yang saja dalam proses belajar privat tersebut. ‘’Materi privat itu ditambah PKN dan IPS,’’ jelas kasek yang bertugas di sekolah itu sejak tahun 2007 lalu. Agar para siswa mampu menye rap materi dengan baik, pihak sekolah juga mempunyai cara khusus. Bayangkan, para siswa terus digenjot belajar pada malam hari. ‘’Anak-anak belajar malam di sekolah,’’ kata PNS yang tinggal di Desa Kepundungan,

Kecamatan Srono, itu. Dia mengaku sangat bangga atas capaian para siswanya itu. Sebab, prestasi tersebut bisa mengangkat nama sekolah dan membawa nama harum Bumi Blambangan. ‘’Saya banggasekali.Semangatbelajaranakanak sangat luar biasa,’ terangnya. Di samping itu, dia juga menyampaikan salut terhadap kerja keras para guru dalam mendidik siswa. Sebab, perjuangan jajarannya itu dianggap pantang menyerah dan tidak mengenal lelah. ‘’Guru-guru di sini sangat peduli dalam memompa semangat belajar anak-anak,’’ tuturnya. Salah satu guru, Wiwit Sukesi, mengungkapkan, para guru se lama ini memang fokus mendidik anak-anak. Karena

itu, para guru tidak begitu mengetahui informasi di luar sekolah. ‘’Guru-guru di sini Cuma ingin anak-anak pintar. Semua bimbingan belajar, baik siang maupun malam gratis tanpa dipungut biaya,’’ kata pembina kelas enam tersebut. Dia menyebut, bukan hanya satu siswa yang meraih nilai sama dalam unas tahun ini. Bahkan, ada sekitar sepuluh siswa yang mendapatkan nilai sama yaitu 29,40. ‘’Tahun-tahun sebelumnya, rata-rata kita juga bagus. Kami juga bangga tahun ini meraih terbaik di provinsi,’’ tandas ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus Perijatah We tan – Parijatah Kulon itu. (c1/bay)

ke 28 kota di Indonesia. Salah satu dari 28 kota sedang yang mendapatkan penghargaan itu adalah Banyuwangi. Di kelas kota sedang di Jatim, selain Banyuwangi ada Lumajang, Jombang, Gre sik, Tulungagung, Kota Pro bolinggo, Kota Blitar, dan Kota Sidoarjo. Sementara itu, Adipura kategori kota kecil diberikan kepada 57 kota se-Indonesia. Di Jatim ada 14 kota yang menerima penghargaan Piala Adipura kategori kota kecil, antara lain Bondowoso, Situbondo,

dan Lamongan. Penyerahan Piala Adipura di Istana Negara, Jakarta, hanya diterima Bupati Anas sendiri. Kepala Dinas Pendidikan Sulihtiyono juga ikut ke Jakarta, tapi bukan untuk menerima Piala Adipura melainkan menerima penghargaan Sekolah Adiwiyata di tempat yang sama. Berbeda dengan Banyuwangi, be berapa daerah lain me lakukan arak-arakan Piala Adipura sejak dari Jakarta. Sejumlah bupati, datang ke Jakarta tidak seorang diri melainkan mengajak beberapa pejabat.

Tetapi, beberapa pejabat itu tidak boleh masuk ke Istana Negara. Saat penyerahan Piala Adipura di Istana Negara berlangsung, rombongan pejabat beberapa daerah menunggu di luar istana. Saat para bupati dan wali kota selesai mengikuti acara penyerahan di istana, piala-piala itu langsung diarak menuju Bandar Udara Soekarno-Hatta. “Hanya Banyuwangi yang sepisepi. Pak Bupati Anas hanya datang dan menerima piala sendiri,” ujar Kepala Dinas Pe n d i d i k a n Ba n y u w a n g i , Sulihtiyono. (afi/c1/bay)

Gubernur yang Menentukan Lokasi n TAHUN... Sambungan dari Hal 29

Tidak hanya itu, kondisi Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bulusan, Kecamatan Kalipuro yang semakin sesak pun menjadi perhatian khusus yang harus segera dicarikan jalan keluar. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Banyuwangi, Arif Setiawan mengatakan, ada beberapa faktor penunjang yang menyebabkan Banyuwangi berhasil meraih penghargaan Adipura tahun ini. Salah satunya, inovasi dan kemauan daerah di ba wah kepemimpinan Bupati Abdullah Azwar Anas melakukan perubahan di bidang ke bersihan jalan dan kebersihan lingkungan. “Seperti kita lihat, jalan-jalan umum dan sungai kini lebih bersih. Ruang terbuka

hijau (RTH) juga berperan menciptakan keindahan lingkungan,” ujarnya. Arif menambahkan, keberadaan sejumlah bank sampah juga menjadi nilai plus Banyu wangi. Bahkan, menurut dia, tim penilai Adipura dari Jakarta sempat kaget dengan keberadaan bank-bank sampah di Bumi Blambangan. Hal yang tidak kalah penting, imbuh Arif, perilaku masyarakat da lam menjaga kebersihan ling kungan berperan besar me ngantarkan Banyuwangi meraih penghargaan Adipura. “Kita memang butuh tempat pembuangan sampah (TPS). Tetapi, itu bukan kebutuhan pokok. Yang terpenting adalah ma syarakat mengolah dan memilah sampah. Kita ingin mengurangi volume sampah yang terbuang,” paparnya.

Namun demikian, kondisi TPSA Bulusan di Kecamatan Kalipuro yang saat ini sudah se makin sesak harus segera dicarikan jalan keluar. Sebab, jika TPSA tersebut tak mampu lagi menampung sampah yang setiap hari dihasilkan warga Kota Gandrung dan se kitarnya, maka Kota Banyuwangi berpotensi menjadi “kota sampah” seperti saat pemblokiran akses menuju TPSA Bulusan beberapa waktu lalu. “Tahun 2013 ini insyaallah akan dilakukan pengadaan lahan baru untuk TPSA. Luasnya sekitar delapan hektare (Ha). Saat ini kami mengusulkan kepada Gubernur Jatim. Gubernur yang menentukan lokasi, tentu dengan beberapa persyaratan, termasuk keterangan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN),” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Pemkab Bisa Bantu Advis Perdata n KADES... Sambungan dari Hal 29

Saksi berikutnya adalah Sami ni (salah satu penggarap lahan), dan Ponimin, kepala Dusun (Kadus) Balerejo, Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore. “Kami menggarap lahan sudah turun-temurun. Lahan itu memang milik keluarga kami,” cetus Saminah dalam kesaksiannya. Dengan menggunakan bahasa Jawa ngoko dan krama, Saminah mengaku berani menanam jagung di lahan seluas hampir dua hektare (ha) di Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore, itu karena memang men jadi hak keluarganya. “Dulu yang mbabat (mbabat hutan) itu Simbah, dan kami meng garap sudah turun-temurun,” dalihnya. Untuk menanam jagung di la han tersebut, keluarganya te lah habis benih sebanyak satu kuintal. Benih sebanyak itu, termasuk menyulami benih yang sudah mati. “Yang menanam jagung itu saya sendiri, suami, anak (Su priyanto), Seger, dan Samini,” sebutnya. Saminah menyebut, jagung yang telah dirusak 11 terdakwa itu sebenarnya sudah hampir panen. Semua tanaman jagung itu yang menanam dirinya bersama suami, anak, dan Samini. “Kurang 15 hari lagi panen, eh dibabat para terdakwa,” cetusnya. Kepada majelis hakim, Suminah menunjuk 11 terdakwa yang sedang diadili itu adalah pelaku perusakan dan pembabatan jagung miliknya. Para terdakwa itu membabat menggunakan celurit. “Ada yang nyoteng-nyoteng lalu ikut membabat,” ungkapnya. Saminah mengaku sudah tahu ada sertifikat yang muncul terkait lahannya itu. Dalam sertifikat itu, lahan milik leluhurnya itu diklaim milik Pemerintah Desa (Pemdes) Bumiharjo. “Saya juga heran, kok bisa muncul sertifikat itu, wong lahannya milik keluarga dan kami garap secara turun-temurun.” Saya tidak mengakui sertifikat itu, wong lahan itu milik saya,” jelasnya. Keterangan itu dikuatkan saksi lain, Supriyanto Purnomo, Seger, dan Samini. Para saksi mengaku melihat 11 terdakwa membabat

dan merusak tanaman jagung pada 29 Mei 2011 dari pukul 07.00 hingga pukul 09. 00. “Jagungnya dibawa pulang,” sebut Samini dalam kesaksiannya. Di hadapan majelis hakim, Sa mini mengaku selama ini membantu Saminah menggarap lahan yang ditanami jagung itu. “Saya ngedok sawahnya Saminah sudah lama, dan saya juga ikut menanam jagung bersama Saminah dan suaminya,” cetusnya. Samini mengaku tidak tahumenahu terkait sejarah tanah yang menjadi sengketa tersebut. Setahunya, lahan yang luasnya hampir dua hektare itu milik Saminah. “Ada sertifikat itu kan tahun 2003. Sebelum ada sertifikat, saya sudah garap sawahnya,” ungkapnya. Kesaksian para saksi itu tidak sepenuhnya diterima para terdakwa. Salah satu terdakwa, Katiran, membantah diri nya ikut membabat dan merusak tanaman jagung itu. “Saya ini jadi ketua tim untuk mengamankan tanah kas desa (TKD),” katanya. Terdakwa lain, Zaenuri dan Ponijan, kepada majelis hakim juga mengaku tidak ikut membabati tanaman jagung tersebut. Saat datang ke lokasi pembabatan tanaman jagung itu, Zaenuri mengaku tidak membawa celurit atau alat lain. Ponijan tiba di lokasi kejadian saat semua tanaman jagung itu sudah dibabat. Hujan tangis sempat mewarnai persidangan itu, terutama saat para terdakwa akan pulang ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi naik mobil tahanan. Sejumlah keluarga merangkul para terdakwa sambil menangis histeris. Sementara itu, Kepala Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, Tupon, yang hadir di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi memberi semangat warganya yang menjadi terdakwa. Dia menyebut warganya itu sebenarnya sedang mempertahankan aset desa. Dari 11 terdakwa itu, jelas dia, dua di antaranya kepala dusun (kadus), yakni Sutarji, Kadus Wonoasih; dan Zaenuri, Kadus Sugihwaras. Satu terdakwa lain, Budiyono, tercatat sebagai anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) Desa Bu miharjo. “Mereka ini ingin menyelamatkan

aset desa,” sebutnya. Kades menyebut, lahan yang digarap oleh Saminah itu merupakan tanah kas desa (TKD) dan sudah bersertifikat. Sebelum kasus ini bergulir di pengadilan, sebenarnya sudah diupayakan melalui jalur damai yang dimediatori Muspika Glenmore. “Saminah bersikukuh lahannya, meski tanpa ada bukti otentik,” tudingnya. Ketua Asosiasi Kepala Desa Kabupaten (Askab) Banyuwangi Agus Tarmidzi menyampaikan, seluruh jajaran Askab Banyuwangi hadir di persidangan untuk member semangat para terdakwa. “Apa yang dilakukan (terdakwa) un tuk me nye lamatkan asset desa,” katanya. Tarmidzi menyebut, apa ya n g d i l a ku k a n o l e h p e rangkat desa yang menjadi terdakwa bersama warga ini, me rupakan bentuk realisasi dari surat edaran yang pernah disampaikan oleh Bupati Banyu wangi Abdullah Azwar Anas dalam mengamankan aset desa. “Bapak bupati minta aset desa diamankan,” cetusnya. Tar midzi mengaku prihatin dengan sikap Pemkab Banyuwangi yang terkesan mengabaikan perjuangan para perangkat desa ini. Pemkab Banyuwangi harusnya member per lindungan dan bantuan hukum bagi para terdakwa ini. Kepala bagian (Kabag) Hukum Pemkab Banyuwangi Yudi Pra mono saat dikonfirmasi mengaku ada aturan yang mengatur pemkab bisa turun dengan memberi bantuan dan pendampingan hukum. “Kalau urusan pidana, pemkab tidak bisa member advis (bantuan hukum),” sebutnya. Perkara yang bisa ditangani atau pemkab bisa memberi bantuan advis itu, jelas dia, hanya dalam ranah hukum perdata, dan perkara yang berhubungan dengan Tata Usaha Negara (TUN). “Yang terjadi ini (perusakan dan pembabatan jagung), masuk perkara pidana,” dalihnya. Yudi mengakui pemkab pernah mengeluarkan surat edaran yang berisi pengamanan aset desa dan daerah. Hanya, dalam pengamanan aset itu tidak sampai melakukan perbuatan yang melawan hukum. “Pemkab akan mendampingi selama me laksanakan tugas pokok,” ungkapnya. (abi/c1/bay)

Diberi Waktu hingga 15 Juni n TETAPKAN... Sambungan dari Hal 29

Saat ini daftar pemilih yang sudah dimutakhirkan itu berada di tangan PPS. Selanjutnya, daftar pemilih tersebut akan disusun per tempat pemungutan suara (TPS). “Ploting

TPS Pilgub 2013 sebanyak 3.096 unit,” ujarnya kemarin (11/6). Dikatakan, KPU Banyuwangi hanya diberi waktu hingga 15 Juni untuk menyerahkan daftar pemilih tersebut kepada KPU Jatim. Karena itu, Atim meminta seluruh PPS segera menyerahkan

daftar pemilih yang kini berada di tangannya kepada masing-masing Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). “Itu agar daftar pemilih tersebut segera masuk ke KPU Banyuwangi dan akan kami lanjutkan ke KPU Jatim,” paparnya. (sgt/c1/bay)


40

Rabu 12 Juni 2013

Cewek 21 Tahun Bawa Pil Haram Penderita DB Harus Banyak Minum PANARUKAN - Personel kepolisian dari Satuan Reskoba Polres Situbondo kemarin mengamankan Fitriya, warga Desa Balung, Kecamatan Kendit, Situbondo. Dari tangan perempuan berumur 21 tahun itu, petugas mengamankan obat daftar G jenis Trihexyphinidy. Barang bukti (BB) lain yang diamankan polisi adalah uang Rp 50 ribu yang diduga hasil penjualan pil haram tersebut. Selain itu, juga hand phone (HP) yang digunakan berkomunikasi dengan para pelanggan. “Pil yang kita amankan 20 butir,” terang salah seorang polisi. Terendusnya Fitriya sebagai penjual barang haram itu saat polisi menerima sejumlah informasi jika perempuan yang masih berkeluarga tersebut sering membawa pil trex. Polisi pun mencari tahu keberadaan Fitriya. Tersangka ditangkap polisi diduga kuat saat hendak menjual pil trex tersebut. Kala itu dia tengah menuju Pantai Pathek di Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, karena akan menemui salah satu pembeli. Polisi pun membuntutinya. Awalnya, dia mengelak saat polisi menangkapnya. Namun, ketika polisi menggeledah sakunya, Fitriya tak dapat mengelak. Dia hanya mengatakan pil

EDY SUPRIYONO/RaBa

BAWA TREX: Fitriya (kanan) di Mapolres Situbondo siang kemarin.

tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi, bukan untuk dijual. Fitriya pun digelandang ke Mapolres Situbondo untuk menjalani pemeriksaan. Dia tetap mengelak jika dianggap sebagai pengedar. “Sumpah pak hanya saya pakai sendiri,” katanya.

Penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 197 Sub 98 ayat 2 jo 196 UndangUndang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan.“Tersangka kami tahan untuk memudahkan pemeriksaan,” kata AKP Priyo Purwandito, Kasatreskoba Polres Situbondo. (pri/c1/als)

2014, Incar Adipura Kencana Tiga Tahun Pertahankan Piala Adipura SITUBONDO - Pemkab Situbondo patut diacungi jempol dalam masalah kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan. Buktinya, selama tiga tahun berturut-turut lembaga pemerintahan yang dikomandani Dadang Wigiarto itu berhasil meraih Adipura dari Pemerintah Pusat. Di tahun pertama, yakni 2011, Pemkab Situbondo mendapatkan sertifikat Adipura. Selanjutnya, tahun 2012 dan 2013 berhasil mendapatkan Piala Adipura. “Alhamdulillah, ini berkat kepedulian dan kekompakan masyarakat Situbondo, khususnya di wilayah perkotaan,” kata Bupati Situbondo,

Ketua DPRD Dilaporkan ke BK SITUBONDO - Ketua DPRD Situbondo, Zeiniye, dilaporkan ke Badan Kehormatan (BK) DPRD siang kemarin (11/6). Penyebabnya, dia dinilai tidak prosedural saat melakukan hearing kasus Nimas Puspitaningrum dengan sejumlah pihak beberapa waktu lalu. Pelapornya adalah Supriyono, kuasa hukum Nimas dari Pusat Pelayanan Terp a d u Ko r b a n Ke k e ra s a n Perempuan dan Anak (PPTKKTP) Kabupaten Situbondo. “Saya melihat ada indikasi Ketua DPRD (Zeiniye) berkepentingan terhadap kelompok tertentu dalam penyelesaian kasus Nimas,” kata Supriyono. Supriyono memaparkan, hearing digelar atas permintaan SMA Ibrahimy. Masalah pendidikan seharusnya ditangani Komisi IV secara internal. Baru setelah itu dilanjutkan kepada pimpinan DPRD. Baru dari pimpinan DPRD ditentukan langkah apakah perlu diplenokan ataukah tidak. Supriyono kemarin diterima Wakil Ketua BK, Eko Budi Santoso. Politisi PDI Perjuangan tersebut mengaku akan merapatkan terkait langkah yang akan diambil atas laporan Supriyono. “Sekarang kita baru menerima laporan. Besok (hari ini) kita baru bisa berkomentar banyak,” terangnya. Sementara itu, Ketua DPRD Zeiniye belum berhasil dikonfirmasi. Ketika dihubungi melalui telepon, politisi PPP itu memilih mereject-nya. (pri/c1/als)

Dadang Wigiarto, tadi malam. Menurut bupati, mempertahankan Adipura selama tiga tahun berturut-turut bukanlah pekerjaan mudah. Karena itulah, masyarakat diharapkan mampu mempertahankan dan meningkatkan pengelolaan lingkungan. “Pada 2014 kita menargetkan bisa meraih Piala Adipura Kencana,” imbuh Bupati Dadang. Piala Adipura untuk Kabupaten Situbondo sedang dalam

perjalanan menuju Kota Santri tadi malam. Piala itu dijemput Kepala Kantor Lingkungan Hidup, Agus Fauzi, dan Kepala Dinas Cipta Karya, Sumadin. “Ini saya bawa kami masih perjalanan pulang ke Situbondo, masih di Surabaya,” terangnya tadi malam sekitar pukul 18.30. Menurut mantan Camat Banyuputih tersebut, Situbondo mendapatkan Piala Adipura untuk kategori kota kecil. “Di 2014 sebagaimana

harapan bupati kita menargetkan meraih Piala Adipura Kencana,” papar Agus Fauzi. Karena itulah, lanjut dia, sejak sekarang sudah mulai harus ada inovasi dalam pengelolaan lingkungan, mulai pengelolaan sampah dan ruang terbuka hijau. “Artinya harus ada perubahan signifikan dibanding 2013. Itu syarat signifikan dalam memperoleh Piala Adipura Kencana,” ungkap Agus. (pri/c1/als)

Sering Mengalami RadangLambung Berisiko Terkena Kanker Lambung Kanker lambung? Ya, kanker ini terkadangt bermula dari radang lambung. Kanker lambung sering disebut kanker perut. Kanker ini berkembang di bagian perut dan dapat menyebar ke organ lainnya, terutama ke esofagus. Data membuktikan, kanker ini menyebabkan kematian satu juta orang di dunia per tahun. Gejala awalnya tak begitu terasa dan kerap tak dihiraukan sehingga pemeriksaannya pun sulit dilakukan. Tapi, bila gejalanya sudah meningkat, baru bisa ditemukan lokasi tumbuhnya. Misalnya, perasaan penuh atau tak nyaman di perut setelah makan bisa menjadi petunjuk bahwa kanker itu berada di lambung bagian bawah. Gejala lain yang sering muncul pada penderita penyakit ini adalah penurunan berat badan, gampang lelah, dan sulit atau tak mampu menyerap beberapa vitamin dan mineral. Penyakit ini lebih banyak menyerang manusia usia lanjut. Kenapa? Karena bisa jadi di lambung mereka sudah lama terdapat tumor. Gara-gara suatu hal, tumor yang tadinya jinak itu kini berubah menjadi ganas dan berkembang menjadi kanker. Ahli kesehatan menyatakan, penderita kanker ini di masa mendatang akan makin banyak karena makanan yang dikonsumsi manusia makin bervariasi. Apalagi makanan itu banyak menggunakan zat pengawet dan penyedap. Masuknya zat itu membuat lambung mengalami infeksi, yang kadang-kadang berlanjut pada inflamasi. Kondisi ini bisa saja memberi kontribusi pada luka di lambung serta berbagai jenis kanker pencernaan lainnya. Bakteri yang terdapat dalam ulkus duodenalis juga dapat berperan dalam memunculkan kanker lambung. Termasuk polip lambung. Karena itu, jika ada, polip lambung harus diangkat untuk mencegah munculnya kanker. Faktor-faktor lain yang dapat memicu kanker lambung adalah asupan garam yang tinggi, karbohidrat yang tinggi, nitrat yang tinggi, serta sayuran dan buah

yang kurang. Untuk mengobati, tentu saja Anda perlu ke dokter. Tapi, untuk mencegah, yang perlu dilakukan adalah skrining rutin dengan pemeriksan darah, USG, dan CT Scan. Bisa juga dengan rutin mengonsumsi antioksidan tingkat tinggi. Apa misalnya? Xanthone, yang terdapat dalam kulit buah manggis. Peneliti luar negeri, seperti Martin (1980), Kanchanapoom (1998), Nakasone (1998), Paul (1998), Nakatani (2002), dan Matsumo ( 2003) melaporkan bahwa 10 mikron/ml alfa-mangostin (turunan xanthone) yang diisolasi dari kulit buah manggis mampu menghambat sel leukimia HL-60 pada manusia, dan garcinone E (juga derivat xanthone) efektif untuk menghambat kanker hati, kanker lambung, dan kanker paru. Khasiatnya bahkan jauh lebih efektif bila di ban dingkan dengan obat kanker seperti flauraucil, cis platin, vincristin, metohotrexete, dan mitoxiantrone. Bila ingin tahu lebih banyak tentang khasiat k u l i t manggis tersebut, Anda bisa membacanya di b u ku b e rjudul Kulit Manggis Berkhasiat Tinggi, yang tersedia di Toko Buku Gramedia di seluruh Indonesia. Tapi, apakah untuk mendapatkan xanthone itu kita perlu mengimpornya dari luar negeri dulu? Tidak. Sekarang, teknologinya sudah ada di Indonesia. Dan produk itu sudah beredar di apotek dan toko-toko obat terkemuka di kota Anda, dalam bentuk kapsul. Namanya Garcia. Bila ingin tahu lebih banyak tentang ekstrak kulit manggis pertama di Indonesia itu, Anda bisa menghubungi telepon bebas pulsa kami di 08001401430, email info@manggisgarcia.com, atau website www.manggisgarcia. com. Produk ini bisa didapatkan di Apotek dan toko obat terkemuka di kota anda atau segera Banyuwangi : 0333-7703239 & 081336445358 Situbondo 087885198976

ABDUL Salam, warga asal Gayam Lor, Kecamatan/Kabupaten Probolinggo, ini harus mendapatkan perawatan ekstra di salah satu rumah sakit di Situbondo. Sebab, Salam teridentifikasi terkena serangan demam berdarah. Sebelum masuk rumah sakit, sehari sebelumnya, dia mengalami panas tinggi, serta kondisi tubuhnya lemas. Sehingga membuatnya tidak berdaya. Karena itu, Salam segera dilarikan ke rumah sakit. Selama masa perawatan, istrinya mengakui suaminya memiliki tidak nafsu makan. Hanya sedikit makanan yang bisa masuk ke dalam tubuhnya. Menurut sang istri, beruntung suaminya segera dilarikan ke rumah sakit. Karena saat itu suaminya sudah merasa cukup lemas dan panasnya tinggi. Selain Abdul Salam, di rumah sakit tersebut juga banyak pasien yang mengalami penyakit serupa. Setidaknya ada sekitar enam pasien yang teridentifikasi terkena demam berdarah. Bahkan, satu minggu sebelumnya, kurang lebih ada tujuh pasien yang dilarikan

YUSROH/RaBa

LEMAS: Abdul Salam mendapat kunjungan dari perwakilan PT Neslte Situbondo.

ke rumah sakit tersebut. Cuaca yang tidak menentu, di samping musim yang sering turun hujan, menjadi penyebab penyebaran wabah demam berdarah lebih banyak. Banyak orang yang menyepelekan panas tubuh. Karena dianggapnya sebagai hal yang biasa. Hal ini seharusnya diwaspadai. Agar jangan sampai trombosit sudah turun drastis, baru kemudian dilarikan ke rumah sakit. Sekretaris Dinas Kesehatan Banyuwangi, Abu Bakar Abdi menjelaskan, penderita DB harus tetap berusaha mengonsumsi makanan yang bergizi dan memperbanyak

minum. Agar kebutuhan gizi tubuhnya tetap terjaga. Pasalnya, demam yang menyerang membuat tubuh banyak kehilangan cairan. Meminum susu, lebih disarankan agar kebutuhan gizi lebih tercukupi. Terlebih selama dalam perawatan lantaran terkena suatu penyakit. Susu Bear Brand, dipercaya masyarakat dapat meningkatkan daya tahan tubuh, maupun melancarkan saluran pencernaan. Selain terbuat dari 100% susu sapi murni, Bear Brand mengandung seluruh kebaikan susu dan tidak mengandung gula. (*/als)


Radar Banyuwangi 12 Juni 2013