Issuu on Google+

RABU 12 DESEMBER

HARJABA

Tutup Tahun Diisi Pencerahan Akbar BANYUWANGI - Rangkaian Banyuwangi Festival akan ditutup dengan Malam Pencerahan Akbar (MPA) akhir tahun 2012 mendatang. Pencerahan Akbar itu akan menghadirkan cendekiawan muslim Jakarta, Prof.Dr.Quraish Shihab MA. Acara MPA itu akan dilaksanakan di lapangan Taman Blambangan pada hari terakhir tahun ini (31/12). “Kita akan mendapatkan pencerahan dari Prof. Quraish. Acara itu terbuka untuk masyarakat umum,” ungkap Ketua Umum Festival Banyuwangi (B-Fest) 2012, Slamet Kariyono. MPA merupakan menutup dari program dan kegiatan tahun 2012. Melalui acara itu, semua masyarakat Banyuwangi diharapkan menatap tahun 2013 lebih optimistis dan lebih semangat ■

29

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2012

Yang Menghabisi ternyata Teman SMP BANYUWANGI - Masih ingat pembunuhan sadis siswa SMAN 1 Purwoharjo yang juga penyanyi bernama Rima Lutfiasari? Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi menggelar sidang perdana kasus pembunuhan gadis 16 tahun itu kemarin (11/12). Dalam sidang tersebut, jaksa menghadirkan tiga terdakwa. Mereka adalah eksekutor yang menusuk korban FI, 16, dan FA, 16. Kedua terdakwa kasus pembunuhan tersebut ternyata pernah satu sekolah saat Rima masih SMP beberapa tahun lalu. Selain itu, penadah motor Honda Beat warna putih milik korban, yakni SL, 16, juga dihadirkan di ruang sidang kemarin. Dalam sidang perdana yang dilaksanakan di ruang utama PN Banyuwangi itu, agendanya mendengarkan dakwaan yang disampaikan jaksa penuntut umum (JPU) ■  Baca Yang...Hal 39

 Baca Tutup...Hal 39

KORUPSI

Didominasi Kasus Pemerintah Desa BANYUWANGI - Kasus korupsi yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi selama tahun 2012 ternyata didominasi dugaan korupsi yang terjadi di tingkat pemerintah desa (pemdes). Sampai Desember 2012 ini, ada tujuh kasus dugaan korupsi yang statusnya penyidikan di Banyuwangi. Dari tujuh kasus itu, lima di antaranya ternyata DOK. RaBa berada di tingkat Firmansyah SH pemdes. Dua lainnya, kasus dugaan korupsi proyek RSUD Genteng. “Dugaan korupsi di RSUD Genteng itu ada dua kasus, semua dalam penyidikan,” cetus Kasipidsus Kejari Banyuwangi Firmansyah SH kemarin (11/12) ■  Baca Didominasi...Hal 39

GALIH COKRO-REPRO ALI NURFATONI/RaBa

YOUNG KILLERS: Terdakwa FI, FA, dan SL, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Banyuwangi kemarin (atas). Korban alm Rima Lutfiasari semasa hidup (kanan).

Kunker Lagi di Akhir Tahun Dewan Studi Banding ke Jateng-Jogjakarta BANYUWANGI - Masa jeda menunggu jawaban eksekutif atas pandangan umum (PU) fraksi dalam pembahasan raperda APBD 2013 dimanfaatkan legislatif melakukan

kunjungan kerja (kunker). Kali ini, DPRD melakukan studi banding ke Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Jogjakarta. Perjalanan dinas wakil rakyat itu diperkirakan yang terakhir tahun 2012 ini. Sepanjang tahun ini, tercatat sudah lebih 20 kali mereka melakukan kunker ke luar daerah. Untuk studi banding ke

Jateng-Jogjakarta tersebut, yang berangkat merupakan gabungan empat komisi. Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan koran ini menyebutkan, unsur pimpinan tidak ikut berangkat ke Jateng-Jogjakarta. Yang berangkat adalah anggota dewan yang duduk di komisi I, komisi II, komisi III, dan komisi IV. Mereka sudah bertolak ke

daerah tujuan sejak Minggu malam lalu (9/ 12). Agenda kunjungan kerja tersebut dijadwalkan berakhir kemarin (11/12). Studi banding itu dilakukan dalam rangka penyempurnaan empat rancangan peraturan daerah (raperda) yang saat ini sedang dibahas di meja legislatif ■  Baca Kunker...Hal 39

Menyerukan Warga Nahdliyin Satu Suara Pada Pilgub Jatim 2013

ADA APA LAGI

Wuri Dihukum Tiga Tahun BANYUWANGI - Kasus penipuan dengan modus bisnis tas laptop diputus Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi kemarin (11/12). Majelis hakim akhirnya menyatakan terdakwa Tut Wuri Handayani, 41, terbukti bersalah. Perempuan yang tinggal di Perum Griya Giri Mulya, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, itu pun diganjar hukuman tiga tahun penjara. Vonis tiga tahun penjara itu lebih berat enam bulan dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Agus Suraharta SH ■  Baca Wuri...Hal 39

TULUS FOR RaBa

RANCAK: Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tingkat Jawa Timur diramaikan hiburan tari daerah di Taman Blambangan, Banyuwangi, pagi kemarin.

Banyuwangi Paling Inovatif se-Jatim BANYUWANGI - Berbagai penghargaan terus diukir rakyat Banyuwangi. Kali ini, penghargaan diterima Bupati Abdullah Azwar Anas dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Pemprov Jatim menobatkan Bupati Anas sebagai bupati paling inovatif dalam pelayanan kesehatan. Penghargaan diserahkan Asisten III Sekdaprov Jatim Edi Purwinarto

pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-48 tingkat Jawa Timur di Taman Blambangan, Banyuwangi, pagi kemarin (11/12). Sejatinya, penghargaan itu akan diserahkan langsung Gubernur Jatim Soekarwo. Namun, pada waktu yang bersamaan, Gubernur Soekarwo batal ke Banyuwangi karena harus mendampingi Presiden SBY dalam kunjungan kerja ke Magetan.

Penghargaan itu didapatkan lantaran Bupati Anas menelurkan sejumlah program inovasi lokal yang mampu memicu peningkatan derajat kesehatan rakyat ■  Baca Banyuwangi...Hal 39

■ Harus Dukung Indonesia Cinta Sehat Baca halaman Radar Genteng

BANYUWANGI - Seruan agar warga Nahdhiyin satu suara dalam menentukan pilihan pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim) tahun 2013 mendatang terus mengalir. Kali ini, seruan itu dilontarkan tokoh sepuh Nahdlatul Ulama (NU) Banyuwangi, KH. Maksum Safi’i. Menurut tokoh yang akrab disapa Kiai Maksum itu, mayoritas penduduk Jatim adalah warga Nahdhiyin. Jadi, sudah selayaknya tokoh NU memimpin provinsi paling timur Pulau Jawa ini. “Sikap ini sejalan dengan pidato ketua Pengurus Wilayah (PW) NU Jatim, KH. Mutawakkil Alallah, beberapa waktu lalu. Dalam pidatonya, beliau (KH Mutawakkil) mengatakan bahwa pada pilgub mendatang sudah saatnya war-

DOK. RaBa

KH. Maksum Safi’i

ga NU memilih gubernur dari kalangan NU, bukan wakil gubernur,” ujarnya saat menggelar jumpa pers di kediamannya di Jalan Cut Nyak Dien, Banyuwangi, kemarin (11/12). Kiai Maksum menilai, tokoh dari kalangan NU yang tepat untuk menjadi calon gubernur (cagub) Jatim adalah Khofifah Indar Parawansa ■  Baca Menyerukan...Hal 39

Guntur Priambodo, Panitia Sekaligus Peserta BTDI 2012

Even Sukses tapi Gagal Finis karena Jatuh Tut Wuri Handayani AGUS BAIHAQI/RaBa

Sukses besar pelaksanaan International Banyuwangi Tour de’Ijen (BTDI) tidak lepas dari kerja keras Ir. Guntur Priambodo MM. Selain sibuk menjadi ketua panitia BTDI, dia juga ikut turun lintasan sebagai peserta executive race. A.F. ICHSAN RASYID, Banyuwangi

 Baca Dengan...Hal 30 http://www.radarbanyuwangi.co.id

SOSOK Guntur lebih dikenal sebagai kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Banyuwangi. Selain sebagai pejabat birokrasi, baru-baru ini dia juga terpilih sebagai ketua Ikatan Sport Sepeda In-

donesia (ISSI) Banyuwangi. Jabatan sebagai ketua ISSI itulah yang mengantarkan Guntur dipercaya sebagai nakhoda penyelenggaraan lomba balap sepeda bertaraf internasional pertama di Bumi Blambangan. Pelaksanaan BTDI itu berawal dari diskusi kecil pengurus dan anggota ISSI Banyuwangi. Pada era kepemimpinan Guntur, ISSI Banyuwangi akan mengawali program dengan menggelar even balap sepeda yang akan diberi nama Banyuwangi Tour de’Ijen. Hanya, even itu rencananya tidak sebesar BTDI. Rencana awal, BTDI hanya akan melibatkan peserta dari Jatim dan sebagian pembalap Bali. Tetapi, ide kecil itu ditangkap menjadi ide besar setelah disampaikan kepada Bupati Abdullah Azwar Anas. Rute awal yang direncanakan ISSI Banyuwangi

Program kesehatan Banyuwangi paling inovatif se-Jatim

Penyakitnya juga lebih bervariasi… termasuk penyakit gaib

Serukan warga NU satu suara dalam pilgub

Mulai sekarang harus sering latihan koor

GALIH COKRO/RaBa

NGEBUT: Guntur (hijau) mengikuti race kelas eksekutif Minggu pagi lalu (9/12).

hanya dari Banyuwangi menuju Gunung Ijen. Namun, Bupati Anas meminta rutenya diperpanjang lebih

dari 100 kilometer (Km) karena akan melibatkan peserta internasional ■

 Baca Even...Hal 39 email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


26

Rabu 12 Desember 2012

Tari Saman Ramaikan Bazindo Oleh: Irene Geza

ACARA Bazindo (Bazar Indonesia) yang diselenggarakan pada tanggal 5-9 November 2012 lalu oleh Komando ’45 (Komunitas Anak Indonesia dengan semangat 45) di Taylor’s Lakeside University, Kota Satelit Petaling Jaya, Kuala Lumpur, Malaysia, berlangsung sukses. Es teler, pempek, bakso, sate madura, sate padang, roti impit, martabak manis, beragam snack, dan berbagai minuman asli dari tanah air Indonesia berhasil disajikan di acara perdana Komando ’45 ini. Alhasil, banyak orang di Indonesia yang rela datang hanya untuk mencicipi berbagai makanan yang disediakan di Bazindo. Selain menjajakan berbagai makanan, Bazindo juga memamerkan berbagai instrument musik tradisional, batik, rumah

adat, dan berbagai souvenir hasil karya anak bangsa. Tak hanya cukup sampai di situ, seluruh pendukung acara ini memang dengan serempak mengenakan baju batik. “Kita memang sengaja mengenakan batik untuk menciptakan suasana tanah air Indonesia di bumi Malaysia. Khususnya di Taylor’s University,” ujar Amanda Amalia, 20, Wakil President Komando ’45. Acara yang berhasil digarap menarik oleh pelajar Indonesia ini memang patut diacungi jempol. Di hari kedua Bazindo, tujuh orang yang tak lain adalah para panitia Komando ’45 menarikan salah satu tarian tradisional Aceh. Tarian yang kondang dengan nama Tari Saman ini berhasil menyedot ratusan mata untuk menonton kecepatan tangan, yang berpadu dengan keseragaman dari satu penari ke

penari yang lainnya. Acara Bazindo ini tidak hanya dibuat untuk mempromosikan klub Komando ’45 di kalangan pelajar, terlebih acara ini bertujuan untuk mengenalkan berbagai sisi kebudayaan dan tradisional yang masih cukup kental di Indonesia. (*) *) Penulis adalah mahasiswa asal Banyuwangi yang saat ini menempuh studi di Taylor’s Lakeside University, Malaysia.

Radar Banyuwangi me ngundang warga Banyuwangi dan Situbondo yang berada di perantauan untuk menulis pengalamannya. Tulisan kirim ke radarbwi@gmail.com. Sertakan juga foto diri. Maaf, kami tidak menyediakan imbalan apapun bagi tulisan yang dimuat.

DOK. PRIBADI

BANGGA INDONESIA: Penulis (tengah) pada acara Bazindo di Student Life Centre Foyer, Taylor’s Lakeside University.

Nelayan Sesalkan Anggaran IPAL Distop MUNCAR - Buntut protes warga, proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Terpadu di Dusun Tratas, Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar, terpaksa dihentikan. Sejumlah elemen menyesalkan kebijakan tersebut. Salah satu yang angkat suara adalah Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI). Ketua HNSI Banyuwangi, Hasan Basri mengatakan, masalah tersebut justru berisiko buruk terhadap mayoritas nelayan Muncar. Dia mengaku kaget saat menerima informasi bahwa dana dari pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup tersebut ditarik. Padahal, IPAL Terpadu sejak lama menjadi idaman nelayan. ‘’Sangat ironis sekali,” sesal Hasan Basri. Menurut dia, proses pem-

bangunan IPAL Terpadu tersebut sudah sesuai prosedur. Artinya, proses sosialisasi sudah dilakukan. ‘’Waktu itu, pertemuan di lokasi pembangunan IPAL. Sebelum TPI dibongkar, gak ada yang menolak,” jelasnya. Sebab itulah, dia mengaku terkejut jika penarikan anggaran sudah menjadi kesimpulan akhir. Hal itu justru menambah masalah bagi para nelayan. ‘’Laut sudah tercemar, pembangunan IPAL kok ditolak. Saya ini tidak ada tendensi apa-apa, cuma merasa prihatin,’’ pungkasnya. Hal senada diungkapkan Ketua Koperasi Nelayan Indonesia (Kopeneli) Muncar, Ali Imron. Selain menyesal, dia mengaku tidak habis pikir kenapa anggaran tersebut langsung dicabut. “Kok secepat itu ditarik, padahal ma-

sih banyak solusi,” katanya. Sementara itu, penyetopan anggaran IPAL Terpadu di Dusun Tratas, Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar, disambut gegap gempita warga. Puluhan warga mulai pria, wanita, hingga anakanak, kompak bersorak-sorak di lokasi proyek kemarin. Statemen Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas membuat warga benar-benar puas. Bagi mereka, perjuangan yang selama ini didengungkan tidak sia-sia dan terbukti berhasil.

Jl. Jenderal Achmad Yani No. 12 Telp. (0333) 421444, 412285, 412777, 424888, Facsimile (0333) 424616, 412286 BANYUWANGI

PENGUMUMAN LELANG ULANG LELANG EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN Nomor : B. 7057/KC-XVI/ADK/12/2012 Berdasarkan Pasal 6 Undang-Undang Hak Tanggungan No. 4 Tahun 1996 dan Undang-Undang No. 42 Tahun 1999 PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Kantor Cabang Banyuwangi selaku pemegang Hak Tanggungan Peringkat Pertama atas kekuasaan sendiri akan menjual Obyek Hak Tanggungan melalui perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember dan berdasarkan Surat Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember Perihal Penetapan Hari dan Tanggal Lelang, terhadap: 1. Debitur : SUJAI KOMAR, Alamat: Dsn. Muncar Baru Rt.02 Rw.02, Ds. Tembokrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 1.295 m2, SHM No. 3181 a/n. Hajjah TITIK NURHIDAYATI, Ds. Tembokrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 1.350.000.000,- (Satu Milyar Tiga Ratus Lima Puluh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 1.350.000.000,(Satu Milyar Tiga Ratus Lima Puluh Juta Rupiah). Lelang akan dilaksanakan pada : Hari / Tanggal : Rabu / 19 Desember 2012 Pukul : 11.00 WIB Tempat : KPKNL Jember, Jl. Slamet Riyadi No. 344A Jember Syarat-syarat Lelang : 1. Setiap peserta diwajibkan menyetorkan uang jaminan sesuai yang tertera dalam masing-masing point ke rekening Penampungan Lelang KPKNL Jember nomor: 143.0009894476 pada PT. Bank Mandiri Cabang Jember Alun-alun paling lambat 1 (satu) hari sebelum pelaksanaan lelang telah efektif diterima, dengan menyebutkan identitas penyetor (dan kuasanya) serta nomor urut barang yang akan ditawar dan bagi peserta lelang penawarannya dianggap tidak sah apabila barang yang ditawar tidak sesuai dengan obyek yang disebutkan pada waktu menyetor uang jaminan. Terhadap barang yang sama setiap peserta hanya dapat mengajukan 1 (satu) penawaran. 2. Lelang dilaksanakan dengan penawaran secara tertulis dalam amplop tertutup atau akan ditentukan kemudian

Hari Ini Peresmian Pembangunan PGG GLENMORE - Bila tak ada halangan, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (Meneg BUMN) Dahlan Iskan akan meresmikan pembangunan Pabrik Gula Glenmore (PGG) pagi ini (12/12). Rencananya, Dahlan Iskan akan mendarat dengan pesawat khusus di Bandara Blimbingsari, Kecamatan Rogojampi, pagi ini. Selanjutnya, Dahlan langsung menuju lokasi acara di areal Perkebunan Kalirejo, masuk Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore. Ini berbeda dengan rencana sebelumnya, yaitu Meneg BUMN akan mendarat langsung di helipad yang sudah disiapkan panitia di dekat lokasi acara. Namun, setelah ada pemberitahuan mendadak dari Kementerian BUMN, ternyata Dahlan Iskan akan mendarat di Bandara Blimbingsari. “Pemberitahuan itu

Mereka tidak peduli jika protes tersebut berdampak luas bagi kelangsungan pembangunan proyek lain di Kecamatan Muncar. Salah seorang warga, Juwanto mengatakan, warga sangat senang setelah menerima kabar bahwa proyek itu dihentikan. Sebab, hal itu sesuai apa yang diinginkan warga, terutama yang rumahnya berada di sekitar proyek. “Tadi, orang-orang sini baca koran. Semua senang,” terangnya. (ton/c1/aif)

PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO), Tbk. KANTOR CABANG BANYUWANGI

saat pelaksanaan lelang. 3. Peserta lelang wajib melakukan pendaftaran kepada Pejabat Lelang dengan menunjukkan identitas diri dan bukti setoran asli/sah. 4. Peserta yang tidak ditunjuk sebagai pemenang dapat mengambil kembali uang jaminan lelang tanpa dikenakan potongan apapun setelah lelang berakhir. 5. Pemenang lelang yang ditunjuk wajib melunasi harga lelang dan bea lelang sebesar 1% dalam waktu 3 (tiga) hari kerja sejak ditunjuk sebagai pemenang lelang dan BPHTB sesuai ketentuan yang berlaku. 6. Apabila sampai dengan waktu yang telah ditentukan pemenang lelang belum melunasi harga lelang, maka pemenang lelang tersebut dinyatakan wanprestasi dan uang jaminan lelang menjadi milik Negara yang disetorkan ke Kas Negara. 7. Semua barang yang akan dijual dalam kondisi sesungguhnya, dilokasi dan dengan semua cacat dan kekurangannya, kami menganjurkan peminat untuk melihat, memeriksa obyek yang bersangkutan sebelum mengikuti pelelangan. 8. Apabila karena sesuatu hal terjadi pembatalan / penundaan lelang terhadap salah satu barang atau beberapa barang tersebut diatas, pihak-pihak yang berkepentingan / peminat lelang tidak dapat melakukan tuntutan dalam bentuk apapun baik pidana maupun perdata kepada KPKNL Jember dan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. 9. Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Kantor Cabang Banyuwangi Nomor Telepon (0333) 421444, 412285, 412777, 424888. 10. Syarat-syarat lainnya akan ditentukan pada saat lelang. Demikian pengumuman lelang ini dan atas perhatian dan partisipasinya disampaikan terima kasih. Banyuwangi, 12 Desember 2012 PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Kantor Cabang Banyuwangi Ttd. Sulaeman Tahe Pemimpin Cabang

mendadak,” kata Manajer Perkebunan Kalirejo, Agus, kemarin (11/12). Sementara itu, acara peresmian pembangunan PGG juga akan diisi kegiatan santunan anak yatim dan pemberian bantuan ke sejumlah pondok pesantren. “Acara akan dimulai pukul 09.00,” kata Humas Pembangunan PGG, Yayik. (azi/c1/bay)

25

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran: PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


31

Rabu 12 Desember 2012

Tergiur Penggandaan Uang, Rp 45 Juta Melayang MUNCAR - Sungguh malang nasib Dwi Astuti, 48. Perempuan yang berdomisili di Desa Lubuk Banja, Kecamatan Lubuk Raja, Kabupaten Oku, Sumatrea Selatan, itu menjadi korban penipuan. Dia pun kehilangan uang puluhan juta rupiah. Tidak hanya itu, istri Maryoto, 37, itu juga terdampar di Banyuwangi. Kini, ibu tiga anak tersebut diamankan di rumah warga di Desa Sumber Beras, Kecamatan Muncar. Kepada wartawan koran ini, perempuan berkerudung itu mengaku ditipu dua orang yang mengaku bernama Karim dan Halimah. Disaksikan Kepala Desa Sumber Beras, Sri Purnanik, dan Iphong Poniyahadi, Dwi pun menceritakan nasib yang menimpanya. Saat itu, dia menyerahkan uang tunai Rp 45 juta kepada dua orang tersebut. Konon, uang tersebut bisa berlipat menjadi 2 miliar. “Uang saya katanya bisa digandakan,” aku Dwi di Balai

Desa Sumber Beras kemarin. Awalnya, dia mendapatkan uang tersebut dari orang tuanya. Rencananya uang tersebut untuk membeli tanah. “Uang itu dikasih bapak waktu di Brebes, Jawa Tengah. Uang ditransfer lewat kantor Pos atas nama saya sendiri. Baru saya ambil saat saya di Sumatera,” ungkap Dwi. Dia mengambil uang tersebut tanggal 4 November 2012. Sesaat setelah diambil, dia didatangi dua orang yang menawarkan penggandaan uang. “Anehnya, saya nurut begitu saja. Waktu memberikan uang, saya tidak sempat bertanya alamat mereka berdua,” sesalnya. Beberapa pekan kemudian, dua orang tersebut mengajak ke Pulau Jawa untuk melakukan ritual. Lokasi pertama berada di kawasan pantai Karang Bolong, Kebumen, dan diajak ke makam Mbah Jugo, Malang. “Tapi ritual di dua tempat itu tidak berhasil,” ujarnya. Selanjutnya, dia diajak ke Banyuwangi,

tepatnya ke makam Mbah Datuk. Dia baru menyadari tertipu setelah dua orang tersebut menghilang. ‘’Saya baru sadar waktu ada di Masjid hari Senin kemarin (10/12),” aku warga asli Brebes itu. Merasa ditipu mentah-mentah, dia memutuskan mencari temannya waktu sama-sama berada di Malaysia. Namanya Istiqomah dan beralamat di Kecamatan Genteng. ‘’Dalam perjalanan naik bus, saya ketemu bapak ini (Iphong Poniyahadi, red). Lalu, saya diajak ke rumahnya,” terangnya. Iphong yang notabene ketua LSM Sorod mengaku prihatin atas musibah yang menimpa perempuan tersebut. Sebab, perempuan tersebut sudah kehabisan bekal. “Nggak punya uang, mau ke rumah temannya dan alamatnya nggak jelas. Makanya sementara saya ajak ke rumah, tidur dengan istri saya,” tutur Iphong. (ton/c1/aif)

TERDAMPAR DI MUNCAR: Dwi Astuti (kanan) mendengarkan pengarahan Sri Purnanik di Balai Desa Sumber Beras, Kecamatan Muncar, kemarin.

ALI NURFATONI/RaBa

KOMUNIKASI PEMBANGUNAN

Sukses BTDI, Prestasi Besar Rakyat Banyuwangi BANYUWANGI - Jika masyarakat Sumatera Barat bangga dengan event Tour de Singkarak (TDS), rakyat Banyuwangi pun patut berbangga dengan event Banyuwangi Tour de Ijen (BTDI). Meski dengan anggaran jauh lebih kecil, namun penyelenggaraan BTDI berhasil mengikuti sukses yang dicapai TDS. Pelaksanaan BTD 2012 hanya mendapat suplai anggaran dari APBD sebesar Rp 2 miliar saja. Dengan anggaran itu, Pemkab Banyuwangi sukses menyelenggarakan lomba balap sepeda sekelas dengan TDS dengan tiga etape yang cukup menantang. Jika BTD hanya mendapat suplai anggaran APBD Rp 2 miliar, beda dengan event TDS yang di laksanakan pada 4 hingga 10 Juni 2012 lalu. Dari APBN saja, event itu mendapat suplai pundi-pundi sebesar Rp 14 miliar. Anggaran sebesar itu, belum anggaran yang berasal dari pihak sponsor dari pemerintah daerah. Untuk anggaran konsultan saja, panitia TDS menghabiskan dana sekitar Rp 4 miliar. Sedangkan anggaran konsultan BTDI kurang dari Rp 1 miliar. Hasil pelaksanaan dua event olahraga internasional itu, tidak beda jauh. Penilaian itu disampaikan pihak UCI yang terlibat langsung dalam pelaksanaan dua even itu. Banyuwangi berhasil mendapatkan penilaian 85 dari UCI yang mengawal pelak-

GALIH COKRO/RaBa

RELA KEHUJANAN: Meski diguyur hujan deras, masyarakat tetap antusias menyaksikan peserta Tour de Ijen yang melintas di wilayah Pesanggaran Sabtu lalu (8/12).

sanaan BTDI. Keberhasilan pelaksanaan BTDI ini, membuktikan bahwa rakyat Banyuwangi mampu dan sukses menyelenggarakan event balap sepeda tingkat internasional. Penghelatan balap sepeda itu berhasil menyedot perhatian

ribuan masyarakat bumi Blambangan. Sejak stage pertama di buka, Jum’at (7/12) sambutan masyarakat sepanjang rute Banyuwangi hingga finish Pulau Merah sangat luar biasa. Mereka rela menunda kesibukan masing-masing hanya untuk menyaksikan

momen yang baru kali pertama digeber itu. Sambil membawa kerabat, anak istri dan bekal masyarakat Banyuwngi merapat di pinggir jalan yang akan dilalui para rider internasional. Bukan itu saja, kalangan guru dan murid sangat bersemangat menyambut BTDI ini. Mereka sama-sama turun ke jalan untuk mensuport acara BTDI. Anak-anak dari tingkat SD hingga SLTA ini rela berdiri di sepanjang rute yang akan dilalui balapan sambil membawa bendera bermacam-macam negara sesuai asal rider. Anak-anak SD yang polos itu dengan tiada lelah menanti para rider yang akan melintas, meski harus berdiri berjam-jam di pinggir jalan. Sesekali anak-anak ini bercanda bersama temannya di pinggir jalan untuk menghilangkan rasa penat dan bosan. Aparat keamanan mulai, jajaran kepolisian, TNI, Satpol PP, Babinkamtibnas, Babinsa dan para sukarelawan keamanan juga berperan besar dalam suksesnya acara BTDI. Selama berlangsungnya event BTDI, mereka siaga penuh di pos-pos dan pertigaan yang menjadi persimpangan lalu lintas peserta BTDI. Dengan berbagai atribut masing-masing korpsnya satuan pengamanan, berpartisipasi langsung dalam pengamanan pelaksanaan BTDI. Mereka siaga untuk menghalau semua

kendaraan yang akan memasuki dan menghalangi lintasan pembalap. Melihat sambutan dan suport yang luar biasa dari rakyat Banyuwangi itu, Bupati Abdullah Azwar Anas, menyampaikan rasa terima kasih. Bupati Anas memuji kekompakan dan partisipasi masyarakat yang telah mendukung dan mensuport BTDI. Juga pada jajaran kepolisian, TNI, Babinkamtibnas,Babinsa dan para sukarelewan keamanan yang telah bekerja keras mendukung suksesnya BTDI 2012. Bupati Anas juga angkat topi atas kerja sama seluruh elemen dalam mengangkat citra positif Banyuwangi dalam event BTDI. “Kesuksesan BTDI merupakan kesuksesan rakyat Banyuwangi,” kata Bupati Anas. Event ini menunjukkan konsolidasi yang sinergi dari atas ke bawah. Spirit ini harus terus dijaga untuk Banyuwangi yang lebih baik dan lebih sejahtera pada tahun-tahun mendatang. “Ini prestasi besar rakyat Banyuwangi. Saya bangga jadi warga Banyuwangi yang kompak, sungguh luar biasa,” kata Bupati Anas penuh haru. Bupati Anas juga berterima kasih kepada seluruh jajaran pemkab dan komponen masyarakat yang terlibat di BTDI ini. Dengan event ini target untuk promosi wisata sudah mencapai sasaran. (afi/aif)                 

Pemangku Kesehatan Harus Dukung Indonesia Cinta Sehat BANYUWANGI- Puncak Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-48 Jawa Timur difokuskan di Kabupaten Banyuwangi. Ini ditandai dengan upacara yang dihadiri berbagai Dinas Kesehatan yang ada di wilayah Jatim. Pembina upacara dipimpin langsung Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas. Hadir dalam upacara kemarin, Kepala Dinas Kesehatan Jatim, Dr. Budi Rahaju, MPH; pejabat dari utusan Kementerian Kesehatan RI, serta Asisten III Bidang Kesra Pemprov Jatim Edi Purwinarto. Dalam upacara itu, Bupati Anas membacakan sambutan Menteri Kesehatan RI, Dr. Nafsiah Mboi. Dikatakan, pembangunan kesehatan tidak akan berhasil tanpa dukungan peran serta dan komitmen seluruh pemangku kepentingan dan seluruh lapisan masyarakat. Hari Kesehatan Nasional diperingati setiap tahun dengan tujuan meningkatkan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam pembangunan kesehatan. Tema HKN kali ini “Indonesia Cinta Sehat’. Sehat adalah refleksi dari sikap dan perilaku setiap insan Indonesia menjadikan kesehatan sebagai dasar tindakan dan motivasi dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan sub tema ”Ibu selamat bayi sehat” dipilih karena merupakan sasaran prioritas pembangunan kesehatan. Sasaran ini juga merupakan sasaran Millenium Development Goals dan sasaran rencana pembangunan jangka menengah nasional 2010-2014. “Pemerintah berupaya terus meningkatkan akses masyarakat terhadap

Pemenang Lomba Hari Kesehatan Nasional (HKN) Jawa Timur PEMENANG LOMBA PSN DBD DI SEKOLAH Juara 1 Juara 2 Juara III Harapan I Harapan II Harapan III

: SDN Kraggan I Kota Mojokerto : SDN Baron I Kab. Magetan : MIN Ploso Lor Kab Kediri : SDN Rampal Claket Kota Malang : MIN Demangan Kota Madiun : SDNJemurwonosari I Kota Surabaya

TENAGA KESEHATAN TELADAN PUSKESMAS: DOKTER/DOKTER GIGI: Juara 1 Juara II Juara III

: Dr. Nurhayati Triasih, Pusk. Panekan Kab. Magetan : Drg. Diana Roosimantri, Pusk Mojoagung Kab. Jombang : Dr. Wiwik Sundari, Pusk. Kedungjajang, Kab. Lumajang

BIDAN/PERAWAT: Juara I Juara II Juara III

POSE BERSAMA: (Dari kanan) Wabup Yusuf Widyatmoko, Bupati Anas, Ny Ipuk Fiestandani, Dr. Budi Rahaju, MPH, Edi Purwinarto, Kapolres AKBP Nanang Masbudi, dan drg. Wahyu ketua pelaksana HKN Banyuwangi.

NUTRISIONIS Juara I

pelayanan kesehatan yang bermutu dan menitikberatkan upaya promotif preventif dengan tetap memperhatikan upaya-upaya kuratif rehabilitatif,” kata Bupati Anas saat membaca sambutan Menteri Kesehatan RI. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim Dr Budi Rahaju MPH mengatakan, dipilihnya Banyuwangi sebagai lokasi puncak peringatan HKN 2012 karena melihat visi pe-

mimpinnya terhadap kesehatan. “Banyak nilai positif di Banyuwangi. Visi bupati terhadap kesehatan harus diapresiasi karena memang, tanpa masyarakat yang sehat, tidak ada manusia yang produktif,” jelasnya. Pelaksanaan upacara dan resepsi peringatan HKN 2012 di Banyuwangi merupakan rangkaian dari beberapa kegiatan yang digelar Dinas Kesehatan Jatim. Kegiatan lainnya adalah Family

Gathering di Puskesmas Rejoso, Nganjuk, yang melibatkan pasien sakit jiwa dan mantan penderita sakit jiwa yang telah sembuh. Selain itu juga digelar lomba karya tulis jurnalistik yang melibatkan wartawan di Jatim serta pemberian penghargaan kepada desa-desa yang masuk kategori ODF (Open Defecation Free) atau bebas BAB di tempat terbuka. (adv/aif)

: Sriana Kristianingrum, Amd Keb, Pusk. Balerejo, Kab. Madiun : Siti Zulaikah Masrukhi, Amd Keb, Pusk. Peterongan, Kab. Jombang : Ratna Indah Kurniawati, Amd Kep, Pusk. Grati Kab. Pasuruan

Juara II Juara III

: Yuni Dwi Rahmatai, AMG, Pusk. Cermee Kab Bondowoso : Nur Farida Handayani, Amd Gizi, Pusk Mojoagung Kab Jombang : Hermiati, Amd Gizi, Pusk. Tugu Kab. Trenggalek

KESEHATAN MASYARAKAT Juara I Juara II Juara III

: Siti Muhimatulifadah, Amd KL, Pusk. Janti, Malang : Didik Prihatanto, Amd KL, Pusk. Sedati, Sidoarjo : Endang Sri Lestari, Puskesmas Kertosari, Banyuwangi

LOMBA PUSKESMAS BERPRESTASI: Juara I Juara II Juara III Harapan I Harapan II Harapan III

: Pusk. Mojoagung Kab Jombang : Pusk Panekan Kab Magetan : Pusk Kedung Jajag Kab Lumajang : Pusk Panarukan Kab Situbondo : Pusk. Kedungkandang Kota Malang : Pusk Ujung Pangkah Kab Gresik

LOMBA PONKESDES BERPRESTASI Juara I Juara II Juara III Harapan I Harapan II Harapan III

: Desa Sibodang Kec Balen Kab Bojonegoro : Desa Sukorejo Kec Sedayu Kab Gresik : Desa Jumeneng, Kec Mojoanyar Kab Mojokerto : Desa Jambeanom Kec Jambesari Kab Bondowoso : Desa Klesem Kec Kebonagung Kab. Pacitan : Desa Pesanggrahan Kec Jangkar Kab. Situbondo

DUTA KESEHATAN REMAJA Putra: Juara 1 Juara II Juara III

: Zuafy Verlieza Oktaviano Subagyo Kab Gresik : Moh. Maman Marzuki Kab Bangkalan : Dindi Mega Prasta Kab Mojokerto

Putri:

BANTUAN: Kepala Dinas Kesehatan Jatim Dr. Budi Rahaju saat memberikan bantuan modal kerja kepada Badan Amil Zakat.

BERPRESTASI: Asisten III Bidang Kesra Pemprov Jatim Edi Purwinarto (kiri) memberikan piagam kepada Bupati Anas atas kepeduliannya terhadap dunia kesehatan di Banyuwangi.

Juara I Juara II Juara III

: Inovira Riesnawati Kab Mojokerto : Rebecca Ajeng Aprilia Kota Blitar : Reni Ulva Lailatul M, Kab Banyuwangi


KOMUNIKASI BISNIS

32 AGENDA KOTA

BPBD Mengadakan Workshop Tsunami BADAN Penangggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur bersama BPBD Kabupaten Banyuwangi akan menggelar kegiatan workshop tsunami, pada Kamis-Jumat, 13-14 Desember 2012. Acara yang bekerja sama dengan Gesellscchaft fur Internasionale Zusammenarbeit- Internasionale Service (GIZIS) tersebut, dipusatkan di hall Hotel Mirah di Kecamatan Kalipuro. (*)

Penganugerahan Pemenang GBHB PEMENANG Lomba Gerakan Banyuwangi Hijau dan Bersih (GBHB) Tahun 2012 akan menerima penghargaan dari Pemkab Banyuwangi, pada Rabu (12/12) malam. Acara penganugerahan yang dipusatkan di hall Pondok Wina Restaurant itu akan dimulai pukul 18.30. (*)

Seni Hadrah MAB RANGKAIAN kegiatan Harlah ke-239 Masjid Agung Baiturrahman (MAB) Banyuwangi, digelar Rabu malam (12/12). Acara menampilkan Seni Islami Hadrah di halaman parkir MAB. (*)

Rabu 12 Desember 2012

Soekardjo: Kesehatan Bagian Pembangunan BANYUWANGI—Puncak Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-48 Provinsi Jawa Timur (Jatim) dipusatkan di Banyuwangi. HKN yang kali ini memilih tema “Cinta Sehat, Ibu Selamat, Anak Sehat”, itu ditandai dengan upacara di lapangan Taman Blambangan, Selasa (11/12). Dalam upacara yang berlangsung khidmat tersebut, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sebagai pembina upacara membacakan pidato Menteri Kesehatan RI. Yang istimewa, Kabupaten Banyuwangi ditunjuk oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jatim untuk menggelar upacara puncak HKN. Upacara tersebut tak hanya dihadiri Kepala Dinkes Provinsi Jatim Dr. Budi Rahaju, MPH. Tetapi, para kepala Dinkes dari beberapa kabupaten/kota di wilayah Jatim juga hadir. Pejabat Banyuwangi, selain Kepala Dinkes, hadir juga perwakilan semua Puskesmas se Kabupaten Banyuwangi, PPNI, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) dan Universitas Bhakti Indonesia, serta undangan lain. Bupati Anas dalam kata sambutannya mengatakan, pemerintah berupaya terus meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu. “Selain itu, menitikberatkan upaya promotif preventif, dengan tetap

KHIDMAT: Mahasiswa Stikes membaca ikrar dan menyuguhkan tari gandrung untuk memeriahkan puncak HKN, kemarin (11/12).

HUMAS PEMKAB FOR RaBa

memperhatikan upaya-upaya kuratif rehabilitatif,” terang bupati. Peringatan HKN juga mendapat perhatian dari Ketua STIKES Banyuwangi H. Soekardjo. Menurut Soekardjo, pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Yang tentunya bertujuan agar semua lapisan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan secara mudah, leluasa, dan murah. Dengan upaya tersebut, diharapkan akan tercapai derajat kesehatan masyarakat

yang baik. “Upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sudah banyak dilakukan oleh pemerintah, antara lain memberikan penyuluhan kesehatan agar keluarga berperilaku hidup sehat, dan penyediaan fasilitas, seperti rumah sakit, Puskesmas, Posyandu, tenaga kesehatan, seperti dokter, bidan, perawat, dan paramedis,” paparnya. Soekardjo menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dengan memberi kesem-

patan kepada mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pelaksanaan HKN. Seperti dalam pembacaan UUD 1945, hymne, pengamanan melalui Resimen Mahasiswa (Menwa), serta suguhan tari gandrung. Dengan terlibatnya para mahasiswa itu, kata dia, akan menambah kepercayaan diri mereka untuk berkomunikasi dengan dunia luar. “Terima kasih atas kesempatannya dan mohon maaf jika ada kekurangannya,” kata mantan ketua PPNI Banyuwangi itu. (adv/irw)

Kebun Sungailembu Bangun Monumen Pancasila PESANGGARAN-Upaya untuk mengingatkan kembali kepada jiwa Pancasila dilakukan oleh Perkebunan Sungailembu, Kecamatan Pesanggaran. Caranya dengan membangun Monumen Pancasila. Lokasinya sangat strategis dan mudah dilihat siapa pun yang melintas atau menuju perkebunan milik PTPN XII itu. Penggagas pembangunan monumen itu adalah Manajer Perkebunan Sungailembu Ir Sigit Prakoso Boedoyo. “Kenapa saya membuat monumen ini, karena sekarang ini banyak orang yang melupakan arti pentingnya Pancasila. Nah, fungsi monumen ini untuk sekadar mengingatkan kembali jiwa Pancasila itu sendiri,” kata Sigit kepada wartawan koran ini di kantornya, kemarin. Menurut mantan Manajer Perkebunan Selogiri, Kecamatan Kalipuro itu, monumen Pancasila tersebut sengaja didirikan dengan tujuan ingin membangkitkan kembali jiwajiwa Pancasila terhadap insan Indonesia sebagai penerus bangsa. “Karena Pancasila ini

dilakukan oleh nenek moyang. “Jadi, itu yang menjadikan tujuan kami membuat monumen ini, meski di tempat terpencil, tapi kami hidupkan Pancasila itu,” tandasnya. Ke depan, kata Sigit, manfaat lebih jauh sangat banyak sekali. Ter utama un tuk generasi ke de pannya. Karena itu Pancasila ini berkembang sesuai cita-cita para pendaISTIMEWA BANGUN MONUMEN: Sigit Prakoso Boe- hulu kita. “Jadi tamdoyo berpose di depan monumen Panca- paknya setelah ini sila di Perkebunan Sungailembu. kita prihatin sekali, karena banyak perismerupakan sumber daripada tiwa yang tidak mencerminkan sumber yang ada di Indonesia Pancasila itu. Karena keprihaini. Bahkan, perilaku nenek tinan kita yang harus kita jaga moyang kita sudah dicermink- semua,” imbuhnya. an dalam Pancasila. Hanya Sigit berharap, generasi waktu itu namanya kan bukan penerus lebih mengenal PanPancasila,” tuturnya. casila. Untuk itu, ajak dia, mari Nah, setelah para penggali memulai dari tingkat Taman Pancasila merumuskan, lanjut Kanak-Kanak (TK), dengan dia, maka lahir nama Pan- menanamkan jiwa-jiwa Pancasila. Gambaran atau perilaku casila. “Nantinya saat menjadi Pancasila sebetulnya sudah pimpinan tertinggi, dia tidak akan

lupa nilai-nilai luhur dari para pendahulu kita,” harap Sigit. Sigit juga berharap, pemerintah sudah mulai giat memberikan pelajaran di sekolah mulai tingkat TK hingga SMA. Pihaknya salut, karena Dinas Pendidikan akan kembali menerapkan pendidikan tentang Pancasila pada tahun 2013. Makanya dirinya membuat monumen dilengkapi arti Pancasila secara lengkap dan mudah dimengerti. Dalam monumen itu tertulis sila ke-1 hingga sila ke-5. Sila ke-1 Ketuhanan Yang Maha Esa, sila ke-5 Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, sila ke-3 Persatuan Indonesia, sila ke-4 Kerakyatan yang Dipimpin oleh Khidmat Kebijakan dalam Permusyawaratan Perwakilan, dan sila ke-5 Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. “Semua sila itu ditulis lengkap hingga butir-butirnya. Maka dari itu, siapa pun yang melihat monumen itu pasti melihat butir-butir itu, termasuk gambar Garuda,” jelas pria yang Februari 2013 akan memasuki masa pensiun itu.(adv/irw)

SILIRAGUNG -Dalam rangka memperingati HUT TNI ke-67, Koramil Siliragung mengadakan pertandingan sepak bola unik, yang disebut Jago Kapuk. Bukan juara yang diperebutkan, tetapi dijadikan sebuah media hiburan sekaligus ajang membangun kebersamaan di antara semua komponen masyarakat dan pejabat di Banyuwangi. Menurut ketua penyelenggara Kadeni, pihaknya bertujuan memberikan hiburan. Bukan mencari juara. Melainkan guna temu kangen antara mantan pemain sepak bola Persewangi. Kadeni menambahkan, per-

tandingan sepak bola Jago Kapuk diselenggarakan di lapangan Tegal Agung, Kecamatan Siliragung, kemarin. Kesebelasan yang bertanding adalah P.S. Alumni SMK PGRI Pesanggaran melawan P.S. Srono yang diperkuat mantan pemain Persewangi era tahun 2000. Skor akhir imbang 0-0. “Setelah diadakan adu penalti, akhirnya P.S. Srono yang berhasil membawa pulang tropi Baladika Cup,” jelasnya. Pertandingan sepak bola itu disaksikan Muspika Seliragung dan para mantan pemain Persewangi era tahun 2000. Ketua

Pengcab PSSI Banyuwangi H. Kayun didampingi Ketua I Andik Purwanto, SHut dan bendahara Agung juga hadir. Kadeni mengaku, niat menyelenggarakan sepak bola se Banyuwangi, itu hanya untuk mempertemukan para mantan pemain Persewangi. “Hati mereka biar tergugah terus peduli Persewangi,” harapnya. Kayun ditemui di rumahnya menjelaskan, pertandingan itu diharapkan bisa menjadi sarana pemacu prestasi generasi muda. ”Generasi tua hanya sebagai teladan bagi generasi muda,” cetusnya. (adv/irw)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Carry Pick Up ‘88 •

• Kijang ‘91 •

Jual Carry Pick Up ‘88, putih (cat baru) harga nego, Hub: 082331488668

Dijual Kijang 91 Long + Audio Manual, abu2 metalik, 58jt. Hub: 082335597000

• Kijang Krista ‘01 •

• Cuci Gudang Daihatsu •

Dijual Kijang Krista Diesel ‘01, silver, 116 juta bisa nego. Hub: 081358979111

Terios disc 12jt, Xenia disc 9jt, Luxio 15jt, Grandmax 7jt, Xirion 13jt, buruan barang ready stock. Hub: Vira 081336244377

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Disewakan •

• Jl. Ikan Tongkol •

• Apoteker •

Disewakan Toko/Kantor dpn pasar. Jl Raya Sumberayu Muncar uk 3x7m, listrik 900+Toilet. Hub: 081338391966

Jual rumah di Jl. Ikan Tongkol Kertosari, LT 322m2, SHM, Hub: 0811350821

Dibutuhkan segera Apoteker, sebagai penanggungjawab Apotek. Syarat lulusan sarjana Apoteker, mempunyai Surat Tanda Registrasi Apoteker (STRA). Hubungi: 085236774678

• Toko dan Rumah • Jual toko Jl. Brawijaya 53 Bwi, LB 15x12 m2 & rumh Jl. Ikan Sadar 80 Bwi LT 140 m2, 3kmr tdr, halm luas hub 08122721575

• Jl. Adi Sucipto • Djl rmh 2Lantai Jl. Adi Sucipto LT 1742m2 LB 600m2 Strategis Hub. 08123461944

• Dibutuhkan Segera •

• Jl. Ikan Gurami •

• Mutiara Blambangan •

Dijual rmh Jl. Ikan Gurami 20 LT894 LB515, SHM, hub: 08175214082 / 08883855586

Dijual 2 Ruko gandeng di Mutiara Blambangan (Barat Bank Mandiri) Hubungi 0333-7751000

• Perum Mendut Hijau •

• Jl. Agus Salim •

Djual rmh Perum Mendut Hijau Blok B no 1-2, dpn Pos Satpam, sertifikat SHM IMB, hubungi: 081937620001 / 082141147299

Dijual Ruko 2Lt, lok Jl. KH. Agus Salim blkg Untag, Bwi. Hub: 081233669969

• Balak - Songgon •

Djl Tanah + bangunan L 10 x 14,5 = 145m2, bisa dibeli dgn cash atau kredit, & jg bisa di sewa, SHM, Lokasi Desa Balak Songgon, hrg nego,H:(0333)631526–635176,0811351148

• Lugonto - Rogojampi •

PT GIM Maintanence Liqiud Petrolium bth professional yg handal & inovatif utk mengisi jabatan: Technisi, SPV, Marketing, OB. Kualifikasi Pria/Wanita maks 30th. Min SMA sdrjt. Komunikatif, mmpu brorganisasi & mmbangun tim kerja. Suka tantangan. Brsedia ikut Test (GRATIS). Lmrn lkp ke: HRD PT GUNA INDAH MAKNUR, Jl. Letnan Sanyoto Gg. I No. 32B Utara Makam Pahlawan Bwi. (50 Plamar prtma diprioritaskn)

• Toko + Rumah Genteng •

• Pemain Sinetron •

Djl Toko+rumah tkt2, full prabot, strtgs. Jl. Kembar Lt 310/490m2, uk. 10x31m, marmer, ksn jati, Tk Sriwijaya Jl. Gajahmada 274 GtgBwi. H. Sugiarto, 081233499888, 03170338181

Butuh pemain sinetron, P/W, 6-45 th, 100% langsung Soting, HP: 087755788845

JUARA: Kesebelasan yang menjadi pemenang sepak bola Jago Kapuk menerima trofi.

NUGROHO/RaBa

Baladika Cup Tandingkan Jago Kapok

• Gracindo Centratama • Membutuhkan: Marketing (D3), Sales Penjualan, Sopir (B2 umum), Security, Administrasi, Operator Produksi (diutamakan STM jurusan Elektro). Lam krm: CV. Gracindo Centratama, Jl. Raya Jember Banyuwangi KM 7,5 Desa Kedayunan Kabat Banyuwangi (0333) 635423 - 635424

• Avanza & Rumah • Djl Avanza G htm ‘09 & Djl rmah Brawijaya Asri B4 Kebalenan SHM 085746365778

• Daihatsu Taft GT ‘94 • BANYUWANGI • Selep & Mesin Temes • Dijual selep & mesin Fuso mrh L2935m2, hrg 135jt. Djl msin Temes mrh nego 081336596124

SITUBONDO • Kijang ‘91 •

Dijual Taft GT 1994 hitam mulus 75 juta, velg racing & ban besar. H: 081249689188

Djl Kijang ‘91 P Silver, hrg 47,5jt & Kijang LGX ‘03 P Jbr 1,8 cc. Pajak br, biru, hrg 135jt. H: 081335292597 / 087757767416

• Daihatsu Xenia ‘04 •

• Toyota Avanza ‘10 •

Dijual Daihatsu F600 Xenia 1.0 tahun 2004 biru metalik, harga 89,5 juta nego barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Toyota Avanza 1.3G F60IRM G MMF JJ tahun 2010 merah metalik, harga 138,5 juta nego barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

• Daihatsu Luxio ‘11 •

• Daihatsu Feroza ‘95 •

Dijual Daihatsu Luxio 1.5D MT tahun 2011 silver metalik, harga 116,5 juta nego barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu Feroza 2WD (jeep) tahun 1995 hijau metalik, harga 49,5 juta nego barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

• Kijang Innova ‘04 •

• BMW 318i ‘03 •

DijualToyota/\Kijang Innova E XW41 ( bensin) tahun 2004, biru metalik, harga 129,5 juta nego barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual BMW 318i ‘03 km74ribu seperti baru, hitam, tiptronik, Rp 155 juta. Kijang Innova diesel ‘05 type V auto matic, hitam Rp. 185juta. BU. Hubungi 081230400909

• Bisnis Bergaransi • Ibu2 mau bisnis bergaransi tnp rugi? Jualan tas ibu2 saja. Hub: 081236550459

Djl Rmh L 8 X 25 = 200m2 SHM, lok Lugonto/Rogojampi, bs dibeli dgn cash atau kredit, & juga bisa disewa, hrg nego, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

• Kebalenan •

• Jual Proyektor BENQ • BANYUWANGI

Djl proyektor BENQ MW 512 Sepc 2800 lumens, Barunya 7jjt. Jual Rp. 4jt msh ada garansi spt baru. Hub 081249400460

• Tanah Ketapang • Jual tnh blkg Bulog Ketpg L 1600m2 strtgis, hrg nego, bs utk gudang. H: 08123461944

• Tanah Strategis • Lokasi Banjarsari, pinggir jalan, cocok utk perumahan/ dikavling, luas 2600m2, harga 1,5M. Bisa bayar separoh, separohnya 1thn lagi. Hubungi pemilik. Ita 085785087588

• Tanah Kalipuro • Djl Rmh lokasi Kebalenan di Jl. Raya Rogojampi/ Genteng L 10 x15= 150m2, SHM, bs dibeli dgn cash atau kredit, & juga bisa di sewa, hrg nego, H: (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual tanah 20x20m Kalipuro, Jati unggul 200 batang umur 3 tahun, harga 150ribu/ m2 nego. Hubungi. 08229677868

BANYUWANGI • STNK • Hlg STNK Nopol P 3860 QV, an. Lutfiah HN, SH. Pesona Surya Milinia B 5/10 Jbr Hlg STNK Nopol P 3627 XI, an. Nurudin. Dsn Plembangrejo RT02/01 Wonosobo Srono Hlg STNK Nopol P 4161 ZL, an. Sutriani. Polean RT03/III Gambiran Hlg STNK Nopol P 6223 ZA, an. Eko Budi Priyono, Bangunrejo 02/II Alasmalang Sgjrh

SITUBONDO • STNK • Hlg STNK Nopol P 3395 EQ, an. Inggrid Sofia, Trebungan - Mangaran


37

Rabu 12 Desember 2012

Potensi Swasembada Gula yang Terabaikan INDUSTRI gula merupakan kegiatan ekonomi yang terkait pemanfaatan sumber daya lokal dan masyarakat setempat. Kesenjangan sosial dan ketimpangan ekonomi yang merupakan masalah serius yang dihadapi Indonesia. Terjadinya perbedaan kemampuan antara usaha besar dengan usaha mikro, kecil, dan masyarakat sekitar apabila tidak diatasi akan mengancam peradaban kita sebagai bangsa yang berdaulat dan beradab. Keberadaan pabrik gula (PG) dengan membangun sistem kemitraan saling menguntungkan dengan petani tebu diharapkan mampu memberikan peluang peningkatan kesejahteraan petani. Sebagai sebuah gambaran riil di Indonesia terdapat 62 PG yang tersebar di luar Jawa 14 PG dan yang tersebar di Pulau Jawa adalah 48 PG dengan total kapasitas terpasang tercatat pada tahun 2012 kurang lebih 213.038 TCD (inclusive). Sementara luas areal tanaman tebu tahun 2012 kurang lebih 451.998 Ha. Estimasi produksi tebu pada tahun 2012 adalah 33.725.795 ton. Prakiraan produktivitas tebu 74,6 ton/ha dengan

harapan rendemen yang dicapai 7,89 sehingga diharapkan produksi gula tahun 2012 paling tidak adalah kurang lebih 2.662.127 ton. Sementara perhitungan kebutuhan gula di Indonesia berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Sucofindo dan Susenas untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga, warung, dan industri rumah tangga totalnya adalah 2.613.271 ton. Apabila produksi gula nasional tahun 2012 sesuai dengan rencana maka Indonesia sudah mampu mencukupi kebutuhan konsumsi rumah tangga, warung, rumah makan, dan home industry. Namun, di sisi lain sesuai dengan hasil survai Sucofindo dan Surveyor Indonesia, ternyata Indonesia masih membutuhkan gula kristal rafinasi sebanyak 2.161.937 ton untuk kepentingan industri kecil, industri menengah, dan besar. Sehingga total kebutuhan gula di Indonesia untuk konsumsi rumah tangga dan industri sesuai dengan hasil survei adalah 4.775.208 ton. Jika memang benar total kebutuhan gula nasional adalah 4.775.208 ton sesuai hasil survai Sucofindo/

OLEH: H.M. Arum Sabil, SP Susenas dan Surveyor Indonesia, maka masyarakat pergulaan Indonesia harus bekerja keras untuk mencapai swasembada gula yang berdaya saing. Namun, dari pengalaman kami di lapangan banyak persoalan-persoalan yang terkait dengan maraknya gula selundupan dan peredaran gula rafinasi ilegal serta persoalan serius yang terkait

dengan on farm dan off farm yang terabaikan, bahkan cenderung terjadi pembiaran dan penelantaran. Gula selundupan yang mulai banyak beredar di wilayah-wilayah perbatasan di luar pulau Jawa sudah mulai merambah ke daerah-daerah yang menjadi sentra distribusi gula lokal. Gula rafinasi yang seharusnya hanya untuk kepentingan industri makanan dan minuman juga sudah mendominasi pasar tradisional maupun modern di sebagian besar kota-kota dan pedesaan luar pulau Jawa. Apa saja persoalan on farm? Untuk saat ini, masalah irigasi/saluran pengairan masih menjadi keluhan bagi petani tebu. Hancurnya saluran irigasi seolah tidak ada kebijakan perbaikan (cenderung terjadi pembiaran). Kacaunya sistem pengairan karena terjadi persaingan kebutuhan air dengan petani yang menanam komoditi pertanian lain. Problem lain, tingginya biaya tebang angkut karena harus ada transit dan sewa jalan dengan angkutan tenaga manusia sampai ke jalan. Problem lain adalah buruh tani pindah menjadi TKI dan buruh bangu-

nan. Dalam jangka panjang pertanian tebu akan kesulitan tenaga tebang tebu dan tenaga tanam rawat tebu (penghasilan sebagai buruh pertanian tebu sudah dianggap tidak menguntungkan). Minimnya ketersediaan bibit tebu dengan varitas unggul juga menjadi persoalan serius. Sementara, persoalan off farm menyangkut efisiensi PG. Saat ini revitalisasi PG setengah hati. Rendemen yang didapat tidak optimal. Kesenjangan rendemen terlalu tinggi antara tebu milik petani dan PG. Potensi konflik saling curiga antara petani dengan PG. Kwalitas hasil produksi gula tidak stabil. Hal lain yang patut menjadi perhatian adalah ketersediaan bibit tebu dengan varitas unggul serta penataan zona hamparan komoditi pertanian. Meminimalisasi konflik pembagian air dengan komoditi pertanian lain sangatlah penting diperhatikan. Selain itu perlunya perbaikan irigasi/saluran pengairan pertanian. Perluasan areal tanaman tebu perlu dilakukan akselerasi. Saat ini luas areal ± 451.000 ha ditingkatkan menjadi 750.000 ha. Produksi tebu dengan vari-

tas unggul 100 ton/ha dengan potensi rendemen 10%. Persoalan tersebut di atas hanyalah sebagian kecil yang sengaja kami rangkum. Dari uraian solusi tersebut di atas jika revitalisasi PG dengan fokus pada peningkatan kapasitas terpasang dan rendemen minimal 10% serta pendirian pabrik gula baru benar-benar diwujudkan dengan diimbangi peningkatan perluasan areal tanaman tebu menjadi 750.000 Ha dan produksi tebu 100 ton/ha dengan potensi rendemen 10% akan menghasilkan gula 7.500.000 ton. Dari hasil tersebut maka Indonesia masuk dalam kategori mampu berswasembada gula dan menjadi negara eksportir gula. Tidak ada hal yang tidak mungkin dalam jangka waktu maksimal 5 tahun dari sekarang jika sinergi antara masyarakat pergulaan Indonesia dengan pemerintah berjalan dengan baik pasti swasembada gula yang berdaya saing akan terwujud. *) Ketua Umum Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia Wilayah Jatim

Disambar Petir, Gudang Terbakar

BENCANA

JEMBER – Gudang pengeringan tembakau milik PTPN 10 Kebun Kertosari di Dusun Krajan, Desa Pecoro terbakar setelah disambar petir sekitar 14.30, kemarin (11/12). Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski satu gudang tembakau kosong ludes dilalap api. Untuk menghentikan kobaran api, dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Jember sempat diterjunkan ke lokasi kejadian. Petugas

sempat kewalahan untuk menghentikan kobaran api. Meskipun gudang dalam kondisi basah karena diguyur hujan, tidak serta merta membuat api padam. Bahkan, kobaran api terus membesar terutama di bagian selatan gudang. Terlebih lagi, bagian selatan banyak tumpukan bambu yang ditaruh dalam gudang. Untungnya lagi, meskipun angin di sekitar lokasi kebakaran membesar, tidak sampai merembet ke dua gudang

di sisi timur dan barat. Rembetan api bisa dikendalikan setelah beberapa karyawan PTPN turun tangan mengamankan dua gudang tersebut. Menurut Wahyudi, 39, warga yang rumahnya di sebelah selatan gudang, sebelum gudang terbakar ada kilatan petir menyambar. Tidak lama kemudian, terdengar ledakan bambu dari gudang. Wahyudi dan istrinya sempat keluar guna memeriksa. Saat itulah terlihat kobaran api sudah mulai mem-

bakar gudang. Api mulai membakar di bagian atas di ujung utara. “Kobaran api terus membesar membakar hingga bagian selatan gudang,” katanya. Dikatakan, saat hujan turun, ada dua kilatan petir. “Kilatan petir yang kedua yang membakar gudang,” papar Wahyudi. Lantaran gudang yang terbakar berada di di pinggir jalan jurusan Jember-Surabaya, kejadian tersebut menjadi tontotan warga sekitar. (jum/c1/wnp/jpnn)

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

RUSAK BERAT: Kapolres Jember AKBP Jayadi bersama Dandim 0825 Jember Letkol Tri Rana Subekti melihat kondisi rumah warga yang tertimpa pohon kemarin siang

Dua Dusun Dihajar Puting Beliung JEMBER - Dua dusun di Desa Gunung Malang, Kecamatan Sumberjambe diterjang angin puting beliung, kemarin (11/12). Masing-masing, Dusun Paleran dan Dusun Gayasan. Sedikitnya 53 rumah warga kena imbas. Perinciannya, 51 rumah warga mengalami rusak ringan dan 2 rumah warga rusak total. Sekitar pukul 13.00, dua dusun tersebut diguyur hujan angin disertai sambaran petir. Akibat terjangan angin yang cukup keras tersebut, tidak hanya rumah warga yang rusak. Ratusan pohon sengon milik Bambang, 50 dan Haji Ali Wafa, 50, warga Desa Gunung Malang, tumbang. Rumah warga yang rusak di Dusun Paleran, tepatnya di RT 02/RW XII, sebanyak 12 rumah. Satu rumah warga hancur setelah tertimpa pohon jenis manting di sisi barat rumah. Menurut Sahir alias Pak Cipto, 60, warga sekitar, saat kejadian, dirinya berada di rumah karena hujan turun cukup deras. Tidak lama kemudian, kata dia, terdengar suara gemuruh angin dari barat daya diikuti robohnya pohon manting yang mengenai kandang sapi dan rumahnya. Masih untung, dia bersama istrinya tidak berada di dapur rumah, sehingga selamat dari maut. Saat pohon roboh, Sahir langsung menuju kandang. Dia bermaksud mengeluarkan dua sapi. Nah, saat itulah, mendadak pohon kelapa cukup tinggi roboh di bagian barat rumahnya. Pohon ukuran besar tersebut menimpa kandang dan dapur. Bukan hanya rumah Sahir saja yang hancur saat pohon manting tumbang. Rumah Achmad alias Pak Suyinah, 35, juga rusak cukup parah, terutama di bagian dapur. (jum/c1/wnp/jpnn)

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

LUDES: Gudang milik PTPN 10 Kebun Kertosari terbakar setelah disambar petir Selasa, siang kemarin. Tidak ada korban dalam insiden tersebut.

SURPLUS: Puluhan ribu ton beras tersimpan di Gudang Bulog Genteng kemarin.

PENCURIAN

Sikat DVD Sekolah, Ditangkap Warga PESANGGARAN - Jaenudin, warga Dusun Sidomulyo, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, harus mendekam di ruang tahanan Mapolsek Pesanggaran sejak lusa malam. Lelaki 37 tahun tersebut ditangkap warga saat mencuri DVD di SDN SDN 2 pada pukul 20.00 kemarin. Tertangkapnya pelaku bermula dari kecurigaan tukang kebun sekolah tersebut. Malam itu dia mendengar suara mencurigakan di ruang guru. Setelah dicek, ternyata ada orang tengah mencongkel jendela. Melihat hal itu, si tukang kebun itu langsung berteriak maling dengan suara sangat keras. Teriakan tersebut mengundang perhatian warga sekitar. Malam itu juga warga beramairamai datang ke tempat kejadian perkara (TKP) dan mengejar ABDUL AZIZ/RaBa APES: Jaenudin dan barang bukti di pelaku. Tak lama Mapolsek Pesanggaran. ke mudian, Jaenudin berhasil ditangkap dan sempat merasakan bogem mentah warga. Beruntung, sebelum massa semakin beringas, dia segera diamankan dan diserahkan ke Mapolsek Pesanggaran. “Barang bukti berupa DVD dan sebuah obeng untuk mencukit kita amankan,” kata Kapolsek Pesanggaran AKP Supriyadi melalui Kanitreskrim Aiptu Solikin. (azi/c1/aif)

ABDUL AZIZ/RaBa

Kabulog Langsung Turun ke Genteng Terkait Raskin yang Digiling Ulang GENTENG - Temuan adanya beras untuk warga miskin (raskin) yang kotor dan harus digiling ulang oleh para penerima di Dusun Klontang, Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, langsung direspons cepat Kepala Sub Bulog Banyuwangi, Raswan Setiawan. Kemarin siang, Raswan dan beberapa staf langsung datang ke Gudang Bulog di Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, untuk mengecek raskin yang kotor tersebut. Temuan Raswan, pada awal masuk ke gudang Bulog, raskin yang dibeli dari gabungan kelompok tani (gapoktan) dan para mitra Bulog tersebut sebenarnya dalam kondisi layak. “Kondisinya masih bersih dan memang layak,” katanya.

Hanya saja, lanjut Raswan, karena banyaknya beras yang masuk ke gudang Bulog dan harus ditimbun selama berbulan-bulan, akhirnya kondisi beras tersebut menjadi kotor. Apakah tidak ada perawatan yang bisa menjaga agar beras tetap dalam kondisi bersih? Menurut Raswan, sebenarnya sudah dilakukan dengan standar dan prosedur yang sudah ditentukan. Hanya saja, karena penyerapan beras yang rendah dan menumpuk lama di gudang, itu menyebabkan beras mengalami perubahan warna. “Karena lama, sehingga terlihat kotor. Makanya ada penerima yang menggiling ulang supaya terlihat bersih,” tandasnya. Meski demikian, Raswan tetap membuka diri terhadap masukan, termasuk dari para penerima yang mengeluhkan kualitas raskin. “Kalau ada keluhan

karena beras jelek, silakan sampaikan langsung ke Bulog dan pasti akan kami ganti dengan yang layak, karena itu memang pedoman umum kami,” ujarnya. Sementara itu, di sisi lain, Raswan juga menyebutkan bahwa saat ini produksi beras Banyuwangi mengalami surplus dua kali lipat dari jumlah kebutuhan masyarakat. Diberitakan sebelumnya, kondisi beras untuk orang miskin (raskin) yang diterima warga di Dusun Klontang, Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, sungguh sangat memprihatinkan. Betapa tidak, raskin yang baru diterima warga tersebut kondisinya sangat kotor. Kondisi beras yang seperti itu tentu tidak bisa bersihkan hanya dengan tangan. Para warga miskin (Gakin) penerima beras dari pemerintah tersebut harus menggiling lagi supaya terlihat lebih bersih. (azi/c1/aif)

Khataman Ihya’ Selama Empat Bulan 250 Pendaftar Pertama Gratis Kitab dan Konsumsi GLENMORE – Ini kabar gembira bagi kaum muslimin dan muslimat di manapun berada. Pondok Pesantren Kanzul Makarim, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, asuhan KH. Ishomuddin Dimyati, kembali menggelar khataman kitab Ihya’ Ulumudin dalam waktu singkat, hanya empat bulan. Khataman buku atau kitab kuning karya besar Imam Al-Ghozali tersebut diselenggarakan mulai Robi’ul Tsani sampai dengan Rajab 1434 Hijriah atau 12 februari sampai dengan 9 Juni 2012. Mumpung waktunya masih jauh, Ponpes Kanzul Makarim memberi kesempatan kepada para peserta di manapun berada, muslimin maupun muslimat untuk segera mendaftarkan diri. Caranya bisa datang langsung ke Ponpes Kanzul Makarim di Jalan Raya Pasar Glenmore, Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore. Atau bisa daftar melalui kontak telepone di 081 249 892 626 atas nama KH. Ishomuddin Dimyati, pemilik toko Al-Bayan Genteng, Ustadz Muhdlar Atim 081252749090, dan Sekretaris Majelis Musyawarah Pengasuh Pesantren Banyuwangi, Ikhwan, 087857215544. “Sebanyak 250 pendaftar pertama akan mendapatkan kitab

Ihya Ih hya’ ya’’se ya s caara gratis. se gra r ttiiss.. Selama Seellaam maaeempat empat em pat pa Ihya’ secara

ABDUL AZIZ/RaBa

KHATAMAN: KH. Ishomuddin Dimyati siap menggelar khataman kitab Ihya’ Ulumudin dalam waktu empat bulan.

bulan mengikuti khataman, fasilitas makan dan tempat juga gratis,” kata Ishomuddin Dimyati. Gus Ishom-sapaan akrabnya-pengajian khataman Ihya’ Ulumuddin yang keempat kalinya tersebut merupakan agenda rutin di pesantren yang dia asuh. Dia menjelaskan, kitab setebal 2.000 halaman tersebut banyak membahas masalah tasawuf, tentang tatacara membersihkan hati, menjalin hubungan antara manusia dengan manusia lain, serta manusia dengan Allah Subhanahuwata’ala. “Dengan belajar kitab Ihya’, orang akan merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Saking bahagianya, ngaji setiap hari dan sampai khatam selama empat bulan, rasanya tidak terasa, karena orang akan merasa bahagian terus,” jelasnya. (azi/adv)


34

Rabu 12 Desember 2012

DOK.RaBa

GABUNGAN: Mantan striker Persewangi Divisi I, M Ikrom Syafi’i (kiri), akan memperkuat Persewangi All Star besok.

Diperkuat Tiga Legiun Asing Persewangi All Star v Deltras Sidoarjo BANYUWANGI - Aksi keprihatinan terhadap nasib Persewangi rupanya juga tidak hanya diikuti pemain lokal Banyuwangi. Bahkan, untuk mengemas aksi ini dalam pertandingan persahabatan kontra Deltras Sidoarjo besok (13/12), koordinator aksi dan pertandingan persahabatan, Aliong, juga membawa serta tiga pemain asing untuk memperkuat skuad Laskar Blambangan dalam laga tersebut. Menurut Aliong, penyertaan tiga pemain asing lebih ditujukan untuk memberi warna lain dalam pertandingan ini. Pemain asing yang disertakan rata-rata sudah paham betul dengan karakter dan model

pertandingan sepak bola di Indonesia. “Makanya kita berani mendatangkan mereka (pemain asing),” kata Aliong. Siapa saja ketiga pemain asing yang diundang tersebut? Aliong menyebut mereka adalah Jorge Paredes yang musim lalu memperkuat Madiun Putra dan Persbul Buol, Angel Alfredo Vera yang pernah memperkuat PASP Sigli, dan Nelson Chaparo Aguero yang pernah bermain untuk PSS Sleman. Mereka akan menjadi bagian skuad Persewangi All Star dalam laga persahabatan melawan Deltras Sidoarjo. Aliong menambahkan, dalam laga ini ketiga pemain asing akan menjadi satu kesatuan dengan pemain lainnya. Kehadiran mereka akan didukung oleh Nurcahyo, Nanda Pradana, Dekcy Rolias, Mahsun Bukhori, Slamet Hariyadi, Sugi-

anto, Frengky Sulistyono, Anis Mujiono, dan masih banyak lagi. Pertandingan kontra Deltras sendiri akan dilaksanakan Kamis (13/12) besok di Stadion Diponegoro. Laga ini, menurut Aliong, digelar sekaligus sebagai aksi keprihatinan terhadap Persewangi saat ini. Di mana, meski roda kompetisi Divisi Utama ditabuh mulai bulan depan, namun hingga kini belum ada tanda-tanda pengurus PSSI maupun Persewangi menyiapkan tim. Lewat kegiatan ini, diharapkan PSSI dan pengurus Persewangi bisa terketuk hatinya. Sebab, sedianya masih ada pemain yang berharap bisa membela Laskar Blambangan musim depan. Maka, lewat kegiatan ini diharapkan musim nanti Persewangi bisa eksis kembali di pentas sepak bola nasional. (nic/c1/als)

Diawali Penyegaran Wasit Juri BANYUWANGI - Kejuaraan pencak silat tingkat kabupaten (kejurkab) antar pelajar sejatinya masih akan digelar 5 Januari 2013 mendatang. Namun, hal itu tidak mengurangi gairah Pengkab IPSI Banyuwangi dalam mempersiapkan kejuaraan ini. Sebagai awalan, induk pembina olahraga pencak silat itu berencana melakukan penyegaran barisan wasit juri. Tidak menunggu hingga kejuaraan digelar, agenda untuk memberikan refreshing bagi wasit juri itu akan dilaksanakan bulan ini. Bahkan, IPSI sudah memberikan kepastian waktunya. Ajang pembekalan ini akan digelar pada 23-25 Desember mendatang. “Tempatnya di Aula SMA 1 Glagah,” beber Mukayin,

DOK.RaBa

HINDARI PROTES: Untuk menjaga kualitas pertandingan, pengetahuan wasit juri pencak silat juga perlu direfresh.

sekretaris IPSI Banyuwangi. Mukayin menambahkan, arena penyegaran ini akan diperuntukkan bagi dua jenis peserta. Pertama, tentu saja bagi kalangan perguruan dan wasit juri yang telah memegang lisensi dari IPSI. Kedua, peserta bisa berasal dari ka-

Jelang Tutup Tahun, Dana Delapan Cabor tak Cair B A N Y U WA N G I - Na s i b ngenes rupanya masih berlanjut untuk delapan cabang olahraga (cabor) yang bernaung di bawah naungan KONI Banyuwangi. Dibanding cabor lain, hingga kini mereka belum juga mendapat bantuan dana seperti yang telah dialokasikan KONI lewat APBD 2012. Alhasil, dengan mepetnya masa anggaran tahun 2012, delapan cabor tersebut terancam ngaplo. Kedelapan cabor tersebut adalah PSTI, Taekwondo, P OSSI, PJSI, FP TI, PBSI, PABBSI, dan Pelti. Hingga kini, mekanisme pencairan dana kedelapan cabor di tingkat birokrasi Pemkab Banyuwangi belum jelas. Bahkan, KONI Banyuwangi sudah angkat tangan untuk mendesak agar dana tersebut segera bisa dicairkan. Bendahara KONI Banyuwangi, Mandiri Warang Agung mengaku sudah kehabisan akal untuk membantu pencairan dana delapan cabor tersebut. Beberapa upaya sudah dilakukan KONI agar dana itu segera bisa dicairkan. Nyatanya, hingga kini dana itu masih betah ngendon di kas pemerintah daerah dan belum dicairkan. Soal penyebab keterlambatan pencairan itu, Agung belum tahu pasti. Hanya saja permintaan pemerintah seperti revisi proposal pengajuan yang dianggap keliru sudah dilaku-

kan. Bahkan, kabar terakhir pencairan tinggal menunggu tanda tangan lewat SK bupati. Faktanya hingga kini dana itu juga belum bisa turun. “Ya, KONI sudah berusaha untuk menanyakan dana itu. Tapi apa boleh buat semua kembali pada mekanisme pencairan yang ada. Kami angkat tangan,” ujar politisi PKS ini. Menilik anggaran yang ada, untuk cabang Taekwondo, bantuan yang semestinya diterima sebesar Rp 75 juta, FPTI Rp 50 juta, PABBSI Rp 75 juta, PBSI Rp 225 juta, Pelti Rp125 juta, PJSI Rp 50 juta, POSSI Rp 50 juta, dan PSTI Rp 50 juta. Soal mepetnya dengan akhir tutup buku anggaran, Agung bahkan memiliki pendapat lain. Agung menyarankan, kalaupun cabor menerima bantuan dana, dia meminta segera membuat laporan kegiatannya. Namun, bila dirasakan mepet, maka KONI tidak melarang bila kemudian ada cabor yang tidak mengambil dana yang menjadi haknya. Belum cairnya dana delapan cabor tersebut, menurut Agung, sebenarnya hal itu tidak bisa dibiarkan. Sebab, kondisi tersebut bisa menjadi preseden buruk bagi dunia olahraga di Banyuwangi. “Ya serba salah, cair pun sudah mepet dengan akhir tahun,” cetusnya. (nic/c1/als)

langan guru olahraga yang berkompeten. Selain memberikan penyegaran, agenda ini sekaligus akan

memberikan materi terbaru dalam pertandingan pencak silat. Sekaligus menjadi penyamaan sudut pandang dalam penilaian di pertandingan kejurkab nanti. “Ini penting agar tidak ada protes saat kegiatan nanti,” ujarnya. Sekaligus, Mukayin menegaskan, kegiatan ini merupakan upaya untuk mengoptimalkan kinerja wasit juri. Setali dua uang, penyegaran wasit juri merupakan amanah perguruan terhadap IPSI untuk melakukan penyegaran bagi anggota di lembaga wasit juri IPSI. (nic/c1/als)


BERITA UTAMA

Rabu 12 Desember 2012

39

HALAMAN SAMBUNGAN

Belajar Pengembangan Bandara di Semarang n KUNKER... Sambungan dari Hal 29

Kebetulan, dalam pembahasan empat raperda itu, DPRD membentuk empat panitia khusus (pansus) yang masingmasing anggotanya merupakan re presentasi anggota empat komisi di DPRD Banyuwangi.

Anggota pansus raperda tata cara penyusunan, pengendalian, dan evaluasi rencana pemba ngunan desa berasal dari para anggota komisi I. Mereka melakukan studi banding ke Kabupaten Bantul, Jogjakarta. Ang gota pansus raperda pengendalian penebangan pohon yang tumbuh di luar kawasan

hutan yang berasal dari komisi II melakukan studi banding ke Kabupaten Rembang, Jateng. Para anggota komisi III yang kali ini mengemban tugas sebagai anggota pansus raperda izin pemanfaatan tanah melakukan studi banding ke Kabupaten Sleman, Jogjakarta. Pada saat ber samaan, anggota pansus

pelayanan dan pemanfaatan fasilitas Bandar Udara (Bandara) Blimbingsari yang terdiri atas para anggota komisi IV melaksanakan studi banding ke Kota Semarang, Jateng. Dikonfirmasi di ruang kerjanya, Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Adil Achmadiono, membenarkan bahwa seluruh

Lima Desa Bebas BAB Sembarangan n BANYUWANGI... Sambungan dari Hal 29

Program itu, antara lain Harapan Keluarga Peduli Anak Sejak Dini (Harga Pas) dan Anak Tumbuh Optimal Berkualitas dan Cerdas (Anak TokCer). “Bupati Anas sejak pemimpin Banyuwangi banyak melahirkan program inovatif la yanan kesehatan,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Jatim, dr Budi Rahaju. Selain itu, Bupati Anas dinilai berhasil mendorong pembangunan kesehatan di Banyuwangi dengan program kreatif. Sehingga, Banyuwangi berperan besar dalam menjaga dan melestarikan kesehatan warga Jatim di pintu paling timur Pulau Jawa. Selain Harga Pas dan Anak Tokcer, penghargaan tersebut diberikan kepada Bupati Anas karena sukses mendorong lima

desa menjadi open defecation free (ODF) atau desa bebas BAB sembarangan. Kelima desa tersebut adalah Desa Bu lu sari, Kecamatan Kalipuro; Desa Wonosobo, Kecamatan Bangorejo; dan Rejoagung, Kecamatan Srono; serta Desa Sidodadi, Kecamatan Wongsorejo. Plt Kepala Dinas Kesehatan dr. Widji Lestariono menjelaskan, program Harga Pas dan Anak Tokcer merupakan program yang digagas Pemkab Banyuwangi guna mewujudkan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat yang berbasis keluarga. Kedua program tersebut mengajak semua keluarga peduli kesehatan anak sejak dini, yakni sejak masa anak di dalam kandungan. Melalui program Harga Pas, pemerintah daerah mengajak semua keluarga memilih alat kontrasepsi yang sesuai, pemeriksaan dini kehamilan, pemberian ASI dan imunisasi,

membiasakan mencuci tangan dalam keluarga dengan sabun, dan membiasakan anggota keluarga BAB di jamban. Program Anak Tokcer, kata Rio, mengajak semua keluarga memberikan gizi seimbang dan mencegah permasalahan gizi se tiap anggota keluarganya, seperti menimbang berat badan bayi secara rutin, makan makanan yang beraneka ragam, dan menggunakan garam beryodium. “Program inovasi harga Pas dan Anak Tokcer saling berkaitan,” terang dr. Rio. Mantan kepala Puskesmas Sempu itu menambahkan, suksesnya program Harga Pas dan Anak Tokcer lantaran diso sialisasikan secara terusmenerus melalui kader-kader kesehatan di puskesmas dan posyandu. Tokoh agama dan masyarakat dilibatkan melalui pengajian dan acara kemasyarakatan untuk

memberikan penyuluhan tentang pentingnya kesehatan anak sejak dini. Untuk menarik perhatian ibuibu datang ke posyandu, lanjut Rio, posyandu memberikan door prize. Bahkan, ada juga kader posyandu yang arisan, sehingga mereka bisa saling share masalah kesehatan. Tentang keberhasilan ODF, menurut Rio, karena program tersebut dijalankan me lalui penyadaran kepada masyarakat. Masyarakat diberikan informasi dan terus digugah untuk membuat WC di tiap rumah. “Program ini memunculkan kemandirian masyarakat mewujudkan sanitasi mandiri,” katanya. Melalui program, masyarakat di picu agar sadar, sehingga timbul rasa malu kepada masyarakat untuk BAB sem barangan tempat. “Program ini akan dikembangkan lebih luas,” tambah Rio. (afi/c1/bay)

Khofifah dan Gus Ipul Kandidat Kuat n MENYERUKAN... Sambungan dari Hal 29

Sebab, perempuan yang satu ini memiliki pengalaman dan kemampuan yang mumpuni memimpin Jatim. “Beliau (Khofifah) layak menjadi gubernur. Pengalaman dan kemampuannya sangat mum puni. Saya tahu beliau menjabat ketua Muslimat NU dua periode, pernah menjabat menteri di era Presiden Gus Dur (Abdurrahman Wahid),

men jabat Presiden Koperasi ASEAN, dan wakil ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin). Pengalaman dan keilmuannya insyaallah mampu memajukan Jatim,” paparnya. Pertimbangan lain, Khofifah adalah kader NU yang mampu mengimbangi cagub lain. Apalagi, Khofifah adalah sosok yang bersih. “Meskipun beliau pernah menjabat di lembaga pemerintahan (menteri), beliau tidak pernah terlibat korupsi,” pungkasnya.

Sebelumnya, seruan serupa juga dilontarkan Rais Syuriah PCNU Banyuwangi, KH. Ahmad Hisyam Syafaat. Seruan tersebut didasari fenomena munculnya dua nama kader NU dalam bursa cagub Jatim. Mereka adalah Ketua Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa dan Ketua Dewan Penasihat Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Saifullah Yusuf. Gus Hisyam berharap jajaran pengurus dan warga NU tetap satu barisan dalam menentukan

pilihan saat pilgub mendatang. “Sebab, hanya dengan bersatu kader NU bisa menang menjadi gubernur,” katanya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi beberapa hari lalu. Gus Hisyam menjelaskan, sudah saatnya pengurus dan war ga NU belajar banyak pada pilgub 2008. Beberapa kader NU maju, baik sebagai calon gubernur maupun wakil gubernur. Aki bat nya posisi gubernur justru menjadi milik orang lain. (sgt/c1/bay)

Konser Band Ungu Ditunda n TUTUP... Sambungan dari Hal 29

Slamet mengundang seluruh masyarakat Banyuwangi untuk hadir dalam acara tersebut. Pro fesor Quraish yang juga guru besar ilmu tafsir Uni-

ver sitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah itu sudah me mastikan diri hadir. Dia akan memberikan pencerahan akhir tahun 2012 dan tahun baru 2013. Menurut Slamet, sela-sela acara MPA akan diisi doa ber-

sa ma akhir tahun dan doa awal tahun 2013. Dengan harapan, semoga tahun 2013 mem berikan berkah yang lebih baik bagi seluruh rakyat Banyuwangi. “Semoga di tahun 2013 rakyat Banyuwangi lebih kompak dan lebih sejahtera,”

ujarnya. Sementara itu seperti diberi takan sebelumnya, konser band Ungu yang sedianya digelar malam inin (12/12), ditunda pelaksanaannya pada malam Minggu akhir tahun 2012 mendatang (29/12). (afi/c1/bay)

Prona Tapanrejo Sudah Divonis n DIDOMINASI... Sambungan dari Hal 29

Terkait dua kasus korupsi RSUD Genteng, jelas dia, tersangka yang sudah ditetapkan tiga orang. Ternyata hingga kini ketiga tersangka itu belum ditahan. “Tiga tersangka akan segera diperiksa lagi,” katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Banyuwangi di ruang kerjanya. Lima kasus korupsi lain yang juga masuk dalam penyidikan, jelas dia, adalah penyimpangan proyek P2JD senilai Rp 120 juta di Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, dan penyimpangan

kas desa di Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo. “Dua kasus itu tersangkanya TG dan kini buron,” katanya. Tiga kasus korupsi tingkat desa yang kini ditangani kejari adalah kasus PNPM Mandiri di Desa Pakel, Kecamatan Licin, kerugian Rp 65 juta de ngan satu calon tersangka; Prona di Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo, dengan kerugian Rp 1 juta dan satu calon tersangka; dan kasus korupsi ADD di Desa Kalirejo, Ke camatan Kabat, dengan kerugian Rp 15 juta dan satu calon tersangka. Selain ketujuh kasus korupsi itu,

selama 2012 ini Kejari Banyuwangi juga menangani beberapa kasus dugaan korupsi yang statusnya masih dalam penyelidikan. Kasus dugaan korupsi yang masih dalam tahap penyelidikan di antaranya kasus Ruang Terbuka Hijau (RTH), pengadaan lahan Poliwangi, dan pengadaan mobil dinas. “Penyelidikan ini jalan terus,” sebut Kasi Intel Kejari Yudi Istiono. Dalam sejumlah kasus dugaan korupsi yang masih dalam tahap penyelidikan tersebut, saat ini tim yang sudah dibentuk masih melakukan pemanggilan sejumlah saksi untuk dimintai

keterangan. “Pemanggilan saksi ini untuk puldata (pengumpulan data),” terangnya. Yudi menyebut, selama 2012 ada beberapa kasus yang sudah disidangkan, bahkan ada yang sudah divonis Pengadilan Tipikor. Kasus korupsi yang sudah divonis itu adalah kasus Prona di Desa Tapanrejo, Keca matan Muncar, dan Desa Bimo, Kecamatan Wongsorejo. “Ka sus korupsi pengadaan lahan lapter dengan tersangka mantan bupati Ratna Ani Lestari masih dalam tahap sidang di Pengadilan Tipikor,” ungkapnya. (abi/c1/bay)

Menghindar Malah Tabrakan n EVEN... Sambungan dari Hal 29

“Yang memunculkan rute Banyuwangi Pulau Merah itu ya Pak Bupati. Tujuannya, mengenalkan wisata Pulau Merah kepada masyarakat internasional,” papar Guntur. Bupati Anas merespons acara itu dengan cepat. Bupati Anas menghendaki BTDI itu dilaksanakan secara serius dan berkelas internasional. Alasannya, jika BTDI hanya di gelar dengan skala kecil tidak akan memberikan dampak apa pun. Tetapi, jika BTDI digelar dengan melibatkan peserta internasional, even itu akan memberikan dampak positif yang lebih luas terhadap Banyuwangi dan rakyat. Dari ide kecil itu, Bupati Anas kemudian mengontak teman-temannya di Pengurus Besar (PB) ISSI di Jakarta. Kepada PB ISSI, Anas menyampaikan keinginannya menggelar even internasional di Banyuwangi. Dari pembicaraan itu, PB ISSI berjanji akan ke Banyuwangi guna melakukan survei lokasi. Survei lokasi itu untuk menentukan apakah Banyuwangi layak menggelar even balap sepeda internasional. Tidak lama setelah itu, tim PB ISSI turun dan menggelar pertemuan. Usai menggelar pertemuan, tim PB ISSI turun melakukan survei lokasi yang akan dilalui. Setelah dilakukan survei, PB ISSI menyimpulkan layak dengan beberapa persyaratan. Salah satunya, perbaikan jalan yang akan dilalui peserta BTDI. Beberapa

syarat itu langsung disanggupi Bupati Anas. Setelah dinyatakan layak, Anas langsung bergerak cepat. Langkah pertama, Bupati Anas menunjuk Guntur Priambodo sebagai penanggung jawab suksesnya pelaksanaan BTDI. Persiapan BTDI itu mulai dilakukan pada Agustus 2012 lalu. Saat ini, dukungan dana dari APBD belum ada. Walau belum ada dana, Guntur bersama timnya tetap kerja keras agar persiapan BTDI berjalan sesuai rencana. Walau persiapan pelaksanaan BTDI sa ngat melelahkan dan menyita waktu ba nyak, namun Guntur mengaku puas dengan pelaksanaan BTDI. Apalagi penyelenggaraan BTDI mendapatkan penilaian nyaris sempurna dengan nilai 85 persen dari Union Cycliste International (UCI) dari penilai sempurna 95 persen. Pada BTDI tahun 2012 ini, banyak peserta tidak berhasil menaklukkan tanjakan me nuju finish etape dua di Paltuding. Mereka bertekad untuk datang lagi guna menaklukkan etape ‘neraka’ itu. Walau kerjanya sangat padat, Guntur masih menyempatkan latihan bersepeda. Sebelum terpilih menjadi ketua ISSI, Guntur sudah gemar bersepeda bersama tim Banyuwangi Road Cycling Club (BRCC) lain. Guntur mengaku gemar berolahraga se peda sejak empat tahun silam. Tapi untuk sepeda balapan, baru ditekuninya dalam rentang waktu satu tahun. Dalam waktu satu tahun terakhir ini, Guntur sering mengikuti berbagai lomba. Dalam

event BTDI, Guntur mendaftarkan dirinya sebagai peserta pada executive race. Walau hanya menjadi peserta ada kelas eksekutif, namun persaingan di kelas ini sangat ketat. Pada putaran pertama, Guntur sudah leading di depan bersama Direktur Utama PT Jawa Pos Koran, Azrul Ananda yang juga mengikuti kelas yang sama. Sayangnya, Guntur tidak sampai menyelesaikan tiga putaran yang dipertandingkan. Pada putaran terakhir, Guntur mengalami kecelakaan karena bersenggolan dengan peserta lainnya. Senggolan itu terjadi pada tikungan Taman Sri Tanjung. Saat itu, Guntur sudah leading pada posisi depan, tapi pada saat menikung dia diserobot peserta lain dari luar lintasan. Peserta dari tim Bali itu masuk lintasan dari trotoar sehingga Guntur tidak bisa mengendalikan laju sepedanya. Tabrakan sesama peserta tidak bisa dihindari. “Kalau saya menghindar ke kiri, maka akan terjadi tabrak beruntun,” katanya. Akibat tabrakan itu, Guntur tidak bisa me lanjutkan balapan hingga finish. Secara fisik, Guntur hanya mengalami c e d e ra r i n ga n . Na mu n s e p e d a n ya tidak memungkinkan digunakan untuk melanjutkan balapan karena mengalami rusak berat. Sepeda seharga Rp 100 juta milik Guntur itu harus ma suk bengkel untuk dilakukan perbaikan. “Kualitas executive race kita, hanya terpaut sedikit tim lainnya. Kalau kita nggak senggolan, insyallah menang,” tuturnya. (c1/bay)

anggota pansus mengadakan studi banding ke Jogjakarta dan Jateng. “Benar, seluruh anggota dewan, kecuali unsur pimpinan (ketua dan tiga wakil ketua DPRD Banyuwangi, red) melakukan studi banding,” ujarnya kemarin (11/12). Menurut Adil, studi banding tersebut dilakukan untuk mencermati sejauh mana kekurangan empat raperda yang saat ini tengah berada di meja DPRD. “Karena

itu, seluruh pansus melakukan studi banding. Kita perlu melihat kekurangan dan kelebihan perda yang diterapkan di masing-masing daerah untuk dijadikan bahan evaluasi,” paparnya. Adil menambahkan, pihaknya ber harap empat raperda itu bisa disahkan sebelum tutup ta hun. Dengan demikian, DPRD mampu menambah pen capaian Program Le gislasi Daerah (Prolegda) 2012.

“Jika ditambah empat raperda tersebut, DPRD telah merampungkan sekitar 20 dari 26 raperda yang terdapat dalam Prolegda 2012,” terangnya. Masih menurut Adil, beberapa raperda dalam Prolegda 2012 yang belum disahkan tahun ini akan ditindaklanjuti 2013 mendatang. “Semua (raperda dalam Prolegda 2012 yang belum disahkan jadi perda) sudah ter-cover dalam Prolegda 2013,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Dijerat Pasal Berlapis n YANG... Sambungan dari Hal 29

Sidang untuk ketiga terdakwa itu dilakukan secara bergantian oleh majelis hakim yang dipimpin Made Sutrisna SH didampingi dua hakim anggota Bawono Effendi SH dan Unggul Tri Esthi Mulyono SH. Jaksa yang menangani kasus tersebut atas terdakwa FA adalah Syahroli SH, dan jaksa Semu SH atas terdakwa FI dan SL. Dalam dakwaannya, Syahroli menyebut, dalam pembunuhan Rima, terdakwa FA yang tinggal di Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, dianggap terlibat dalam pe rencanaan perampokan dan pembunuhan bersama FI. Terdakwa FA juga ikut me-

rampas motor Honda Beat milik korban. “Terdakwa juga ikut menusuk korban,” katanya. Atas peran yang dilakukan terdakwa, Syahroli memasang pasal berlapis. Dalam dakwaannya, dia mencantumkan Pasal 340 jo Pasal 55 ayat 1, Pasal 338, Pasal 365 ayat 3 dan 4 KUHP. “Pencurian dengan kekerasan (perampokan) dan pembunuhan yang direncanakan,” ujarnya. Sementara itu, Semu saat mem bacakan dakwaan untuk FI menyebut bahwa FI sebenarnya yang mengajak FA melakukan pembunuhan dan merampas motor milik korban. “FI melakukan rapat untuk merampas motor milik korban,” terangnya. Malahan, jaksa menyebut FI yang tinggal di Dusun Simbar,

Desa Tampo, Kecamatan Cluring, itu sejak awal telah punya niat membunuh korban. Niat membunuh itu dilakukan agar aksinya menguasai motor korban tidak terdeteksi. Se lanjutnya, mayat korban di buang di bawah jembatan Melik, Desa Parijatah Kulon, Ke camatan Srono. “Ada niat membunuh korban,” jelasnya. Untuk menjerat terdakwa, Semu dalam dakwaannya memasang empat pasal sekaligus, yakni Pasal 340, Pasal 365 ayat 3, Pasal 338, dan Pasal 351 ayat 1 KUHP. “Terdakwa melakukan pembunuhan secara direncanakan, penganiayaan hingga menyebabkan kematian, dan pencurian dengan kekerasan,” sebutnya. (abi/c1/bay)

Tidak Ada Niat Mengembalikan n WURI... Sambungan dari Hal 29

Dalam sidang sebelumnya de ngan agenda pembacaan tuntutan, jaksa menyebut yang dilakukan terdakwa melanggar Pasal 378 jo Pasal 65 ayat 1 KUHP dan meminta majelis ha kim menghukum 2,5 tahun penjara. Dalam amar putusannya, majelis hakim yang dipimpin Made Sutrisna SH itu menyebut terdakwa didakwa melanggar Pasal 378 jo Pasal 65 ayat 1 KUHP dan Pasal 372 KUHP. Dalam tuntutan, jaksa menyebut pasal yang pas untuk terdakwa adalah Pasal 378 jo Pasal 65

ayat 1 KUHP. “Kami sependapat dengan jaksa,” kata Made Sutrisna SH. Berdasar keterangan sejumlah saksiyangdihadirkandanbuktiyang ada,lanjutSutrisna,Wuridinyatakan terbukti bersalah. “Terdakwa telah menjanjikan keuntungan banyak dalam pengadaan tas laptop itu,” ungkapnya. Majelis hakim menyebut, terdakwa sengaja mencari keuntungan sendiri yang dilakukan dengan cara meng him pun dana dari para korban hingga terkumpul Rp 1,3 miliar lebih. “Dana disimpan di bank dengan rekening orang lain,” cetusnya. Fakta-fakta dalam per si-

dangan, majelis hakim menyebut terdakwa terbukti bersa lah dan harus dihukum. Hal-hal yang dianggap memberatkan, perbuatannya merugikan orang lain, tidak ada niat mengembalikan, dan me resahkan orang lain. “Tidak ada hal yang meringankan,” sebutnya. Berdasar beberapa per timbangan itu, majelis hakim menyebut terdakwa terbukti secara sah melakukan pidana penipuan dan melanggar Pasal 378 jo Pasal 65 ayat 1 KUHP. “Dihukum tiga tahun penjara dan dipotong masa penahanan,” cetus Made Sutrisna saat membaca amar putusan. (abi/c1/bay)

Remaja Sangat Mudah Berimitasi n HODENISME... Sambungan dari Hal 40

Lain remaja, tentu lain pula cara me ngaktualisasikan. Pendidikan agama, lingkungan dan pergaulan sangat menentukan cara yang akan ditempuh mereka itu. Ada remaja yang memilih menyibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan positif saat ajakan dari sisi seksualitas datang menggebu-gebu. Ada yang memilih melakukan onani (mohon maaf ). Ada juga yang memilih melampiaskan melalui benda mati seperti sextoys dan sebagainya. Namun, ada juga remaja yang berani melampiaskan hasrat biologis itu kepada lawan jenis. Bisa kepada pacar hingga mendatangi PSK di lokalisasi. Perilaku pelajar yang mem-booking PSK, sebenarnya bukan cerita baru. Saat saya masih SMA, teman-teman seangkatan saya dulu (1996-1999) sudah dengan bangga bercerita tentang pengalamannya “bermain” dengan PSK. Bahkan, teman-teman saya sudah mampu beradegan yang menurut saya jauh meninggalkan perkembangan dan fantasi seks anak-anak seusianya. Saat SMP saya juga punya teman yang bercita-cita ingin menjadi gigolo. Bayangkan, masih SMP! Dia bangga terhadap kelaminnya yang ukurannya di atas rata-rata. Nah, jangan-jangan pelajar yang terlibat dalam arisan PSK di Situbondo tersebut adalah orang-orang semacam itu. Artinya, mereka adalah golongan remaja yang perkembangan seksualnya jauh meninggalkan anak-anak seusianya. Harus kita akui, orang seperti itu ada di sekitar kita. Mereka adalah golongan orang yang dorongan nafsu birahinya sangat menggebu-gebu sehingga begitu hobi melakukan petualangan seks. Pengalaman seksnya tentu sangat mencengangkan juga. Jika remaja seusianya mampu atau cukup menyalurkan hasrat seksual dengan melakukan ak tivitas positif atau beronani, mereka tak pernah cukup. Fantasi dan gairah seksualnya yang besar itu kemudian mendorongnya melakukan perilaku-perilaku tidak benar bahkan meng halalkan segala cara sekali pun. Salah satunya ya dengan cara melakukan ‘arisan’ PSK tersebut. Semangat dan nilai-nilai gotong royong

atau tolong menolong terhadap sesama yang diajarkan di sekolah, malah diadopsi untuk merealisasikan perilaku buruk. Jumlah pelajar yang seperti ini memang tidaklah seberapa. Hanya saja tetap harus diwaspadai keberadaannya. Sebab, mereka bisa kapan saja merekrut anggota lebih banyak lagi. Iming-iming layanan seksual dari PSK kepada peserta arisan cukup menggiurkan jiwa remaja. Sekolah, orang tua maupun semua komponen masyarakat harus punya kesadaran untuk mempersempit ruang geraknya. Bertolak kepada film “Arisan Brondong”, janganjangan perilaku pelajar melakukan ‘arisan’ PSK, ini merupakan gejala bahwa remaja di Kota Santri sudah mulai terhinggap penyakit hedonisme. Yakni, pandangan hidup dan perilaku yang begitu memuja dan mengagungkan kenikmatan badaniah semata. Satu hal lagi, budaya malu sudah mulai luntur bahkan lenyap. Mereka tidak malu diketahui melakukan perbuatan tidak baik, bahkan mereka pun tidak segan-segan berkomplot untuk melakukan perbuatan tersebut. Semoga kian santernya pemberitaan sejumlah pelajar yang melakukan “arisan” PSK tidak justru mengilhami pelajar yang lain untuk melakukan tindakan serupa. Siapa tahu, jika selama ini mereka tidak bisa mem-booking PSK karena tidak punya cukup uang, dengan adanya berita arisan PSK, mereka terilhami untuk mengumpulkan teman yang satu misi dan visi. Bukankah remaja itu sangat mudah berimitasi dan tersugesti? Bisa-bisa kian menjamurlah arisan PSK di kalangan pelajar. Beruntung, berita tentang pelajar “arisan” PSK disandingkan terus dengan meningkatnya penularan HIV/AIDS di Situbondo. Sehingga, paling tidak itu akan cukup mengerem atau minimal membuat pelajar atau pun masyarakat umum untuk mem-booking PSK berpikir dua kali. Namun, sekali lagi, rasa ingin tahu, rasa ketagihan dan rasa nikmat, itu seringkali membuat kita mengabaikan bahkan lupa akan ancaman yang begitu dahsyat di belakang hari. Makanya perilaku-perilaku kotor lainnya, hingga detik ini pun tak pernah habis. Wallahua’lam Bisshowab. (*) *Kabiro Situbondo, Jawa Pos Radar Banyuwangi.

Fokus Advokasi Perencanaan Anggaran n GABUNGAN... Sambungan dari Hal 40

Salah satunya terkait pendidikan dan pelayanan kesehatan. “Fosads fokus melakukan kegiatan-kegiatan penguatan kapasitas dan advokasi terhadap perencanaan dan penganggaran daerah,” imbuh Fitriyanto. Aksi tersebut diharapkan akan membuka ruang partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan penganggaran daerah serta evaluasi terhadap pelaksanaan

pembangunan daerah di Kabupaten Situbondo. Fosads di-launching 5 Desember 2012 lalu di aula Hotel Sido Muncul I bersamaan dengan training peningkatan kapasitas CSO terhadap proses perencanaan dan penganggaran daerah. Kegiatan tersebut dimulai Se nin sampai Rabu (3-5/12) dan bertema “Mendorong Meningkatnya Partisipasi CSO dalam Kebijakan dan Pelayanan Publik Daerah”. Ke gi atan itu merupakan agenda awal yang

dilakukan PATTIRO se bagai implementasi program The Australia-Indonesia Partnership of Decentralization (AIPD) di daerah, khususnya di Situbondo. “Training tersebut merupakan instrument awal peningkatan kapasitas community social of organization (CSO) yang diharapkan mampu melakukan advokasi terkait anggaran pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, yang berpihak kepada masyarakat miskin (pro poor),” imbuh Fitriyanto. (pri/c1/als)


36

Rabu 12 Desember 2012

Hodenisme Pelajar dan “Arisan” PSK SATU pekan terakhir ini Kabupaten Situbondo dihebohkan dengan kabar “arisan” sejumlah pelajar untuk kepentingan mem-booking perempuan seks komersial (PSK) di sebuah eks lokalisasi. Kehebohan ini tidak hanya melanda di tingkat lokal Situbondo saja, tapi sudah sampai tingkat nasional. Banyak pihak berdecak kagum, tapi kekaguman itu dipenuhi rasa miris, prihatin, dan harus mengelus dada berulang-ulang. Sangat wajar jika kabar pelajar “arisan” PSK tersebut menarik perhatian banyak pihak. Banyak hal di dalamnya yang memang mampu

membuat orang terkaget-kaget. Mulai dari pelaku yang terlibat, hingga cara unik yang digunakan. Seandainya pelakunya bukan pelajar, mungkin tidak akan sebombastis ini. Seandainya bukan PSK yang dijadikan objek ‘arisan’, mungkin tidak akan seheboh ini. Demikian juga seandainya tidak dilakukan dengan cara ‘arisan’ mungkin tidak akan se-gaswat ini. Kita bisa saja memunculkan pertanyaan sederhana. Dari mana para pelajar mendapatkan inspirasi tersebut? Apakah terinspirasi film “Arisan Berondong”? Untuk mencicipi dan menikmati tubuh

PSK, tiba-tiba saja mereka berini- dan tolong menolong dalam takwa siatif urunan. Kemudian, secara dan kebaikan, bukan tolong mebergiliran melakukan nolong dalam keburukan aktivitas seksual di eks dan dosa. lokalisasi. Ini sungguh Apa siswa itu tidak tahu terlalu, kata Bang Haji. kalau apa yang mereka Apa kekompakan yang lakukan tidak baik? Kalau semacam itu didapatkan tahu tidak baik, kenapa dari pelajaran di sekolah? masih melakukan? JawaTentu jawabannya tidak. bannya, karena persoalanSebab, kekompakan atau nya tidak sesederhana itu. tolong menolong yang Pikiran yang sehat mungCATATAN diajarkan di sekolah apa- EDY SUPRIYONO* kin akan berkata, saya lagi dalam agama Islam tidak akan melakukan hal adalah tolong menolong dalam ke- yang tidak baik karena akibatnya baikan. Agama sudah dengan tegas juga tidak baik. Begitu pula semenganjurkan kita berlomba-lomba baliknya. Namun, berapa banyak

orang yang tetap saja melakukan hal yang tidak baik, meskipun dia sadar apa yang dilakukan itu tidak baik dan akan berakibat buruk. Pahami perilaku remaja lebih humanis. Ini agar tidak terjebak kepada caci maki berlebihan bahkan berpola pikir bahwa kita sepertinya sudah tidak memiliki generasi penerus yang baik lagi. Jangan melihat pelajar yang terlibat dalam “arisan” PSK tersebut sebagai remaja yang memiliki mental rusak dan perilaku bejat apalagi memiliki hobi menikmati tubuh PSK. Coba pahami bahwa pelajar itu sedang ingin memenuhi kebutuhan biologis, walau dengan

cara yang sama sekali tidak bisa kita benarkan! Bukankah, perilaku-perilaku negatif bahkan yang positif sekalipun, itu tidak sedikit yang muncul karena keadaan yang memaksa. Remaja itu memiliki sifat keingintahuan yang tinggi. Salah satu yang paling mendominasi dalam jiwa remaja adalah keingintahuannya terhadap masalah seks. Apalagi, di zaman seperti sekarang ini, dengan sangat mudahnya mengakses gambar maupun video porno yang membuat pertumbuhan seks remaja matang lebih cepat n  Baca Hodenisme...Hal 35

Rata-rata tak Miliki Dokumen

APA POLEH

Para Penambang Pasir di Situbondo

ISTIMEWA

KOMPAK: Sejumlah anggota Fosads berpose setelah melakukan diskusi.

Gabungan CSO Bentuk Fosads SITUBONDO - Sebuah forum baru terbentuk di Kabupaten Situbondo. Forum yang memberikan perhatian khusus terhadap pendidikan dan pelayanan kesehatan itu diberi nama Forum Studi Anggaran Daerah Situbondo (Fosads). Fosads beranggota sejumlah masyarakat yang menginginkan proses perencanaan dan penganggaran yang lebih berpihak kepada rakyat (pro poor). “Berawal dari diskusi yang dilakukan beberapa CSO yang peduli pelayanan publik di Situbondo,” ungkap koordinator Fosads, Fitriyanto. Sejumlah CSO yang terlibat dalam Fosads, yaitu PC Muslimat NU, PC Fatayat NU, PC GP Ansor NU, PD Muhammadiyah, PD Aisyiyah, PD Nasyiatul Aisyiyah, PDP Muhammadiyah, Karak’s, PC IPNU, PUSKLAP PDM, PC PMII, HMI, LP3M, LSM SAR (Symponi Akar Rumput), Recenter, Mar’ah Institute, Lingkar Nusantara, IRDeS, dan DF Kabupaten Situbondo yang difasilitasi PATTIRO (Pusat Telaah Informasi Regional). Diskusi para CSO itu menghasilkan beberapa kesimpulan yang perlu ditelaah lebih lanjut n  Baca Gabungan...Hal 35

SITUB OND O - Hampir semua penambang di Situbondo ternyata tak memiliki dokumen lingkungan. Padahal, penambangan batu dan pasir itu sangat membahayakan lingkungan. “Lingkungan Hidup (LH) Pemkab Situbondo menemukan sekitar 25 penambang di Situbondo hanya memiliki izin dari Kantor Pusat Pelayanan Terpadu (KPPT). Padahal, semua penambangan harus memiliki dokumen lingkungan. “Seharusnya begitu,” kata Kepala LH Pemkab Situbondo, Agus Fauzi. Bukan itu saja, selain menemukan puluhan penambang tak berdokumen lingkungan, LH juga menemukan sekitar 40 penambang ilegal yang tersebar di 17 kecamatan. Dia menerangkan, penambang pasir dan batu berukuran di atas dua hektare harus memiliki AMDAL. Sementara itu, penambang ukuran sedang harus memiliki UKL-UPL. Penambangan kecil yang biasa dilakukan pribadi cukup memiliki SPPL. Agus mengatakan, lembaga yang dia pimpin sudah memberikan rekomendasi agar para pengusaha juga memiliki dokumen lingkungan saat mengurus

EDY SUPRIYONO/RaBa

BODONG: Aktivitas penambangan pasir di Sungai Sampean, Desa Siliwung, Kecamatan Panji, kemarin.

perizinan di KPPT. Namun, mereka kebanyakan mengabaikan itu. Mantan Kabag Sosial itu mengungkapkan, sejauh ini lembaga yang dia pimpin baru bertindak jika sudah mendapat laporan dari masyarakat. Terkait pengusaha yang mengabaikan izin dokumen lingkungan, dia men-

Tertindih Besi, Betis Pengawas Patah MANGARAN - Hendrik Wijaya, pengawas kerja Kantor Perhubungan Laut (Pelpeng) Jakarta, sore kemarin (11/12) harus dilarikan ke RS Elisabeth Situbondo. Sebab, Hendrik menjadi korban kecelakaan kerja. Pergelangan betis kaki kirinya patah akibat tertimpa sebuah besi berukuran besar pada saat memantau pelaksanaan pengurukan di Pelabuhan Kalbut. Karena kondisinya cukup parah, Hendrik dirujuk ke RS di Surabaya. Informasi yang dikumpulkan Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, petaka yang dialami Hendrik terjadi di dermaga Pelabuhan Kalbut, Kecamatan Mangaran, berawal saat dia mengawasi pengurukan. Kala itu dia duduk di atas sebuah besi material proyek. Kejadian tragis terjadi saat sebuah backhoe yang dioperasikan HM. Chumaidi Hamid alias Edi berjalan tak jauh dari Hendrik. Tanpa dinyana, roda bagian belakang backhoe itu melindas besi yang diduduki Hendrik. Besi itu terpental dan menimpa kaki kiri Hendrik. Tak ayal, besi yang diperkirakan beratnya mencapai satu ton itu membuat tulang betis sebelah kiri Hendrik patah. Sejumlah pekerja, masyarakat, dan personel Pol Air Situ-

bondo, yang melihat kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan. Hendrik dilarikan ke UGD RS Elisabeth sekitar pukul 15.50. Kasat Pol Air Polres Situbondo, Iptu Basori Alwi, membenarkan kabar kejadian tersebut. Kata dia, kejadian tersebut masih dalam proses penyelidikan. “Kita melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Apa yang menyebabkan kecelakaan kerja itu masih kita dalami,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi tadi malam. (pri/c1/als)

EDY SUPRIYONO/RaBa

BETIS PATAH: Hendrik Wijaya, pengawas kerja Kantor Perhubungan Laut (Pelpeng) Jakarta, di RS Elisabteh kemarin.

gaku tak bisa berbuat apa-apa. Sebab, di kantor KPPT hingga kini belum ada perwakilan LH. “Sehingga, kita tak bisa menyeleksi dokumen lingkungan dalam memberikan izin penambangan. KPPT biasanya mengajak petugas kantor Lingkungan Hidup untuk melakukan survei be-

berapa jenis penambangan. “Namun, itu hanya sebatas koordinasi. Sebab, hampir semua dokumen izin penambangan dari KPPT diterbitkan atas dasar pertimbangan Bagian Ekonomi Pemkab, Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta Bidang Pengairan,” jlentrehnya. (pri/c1/als)


Radar Banyuwangi 12 Desember 2012