Page 1

JUMAT 12 APRIL

29

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2013

Tiket KA Naik 300 Persen

GALIH COKRO/RaBa

ASAH KEMAMPUAN: Siswa-siswi SMPN 2 Banyuwangi serius mengerjakan soal try out (baca selengkapnya halaman 31).

Try Out SMP Sukses

Luar Biasa

BANYUWANGI - Animo pelajar SMP mengikuti try out yang digagas Jawa Pos Radar Banyuwangi dan Dinas Pendidikan Ba nyuwangi sungguh luar biasa. Sebanyak 6.572 siswa-siswi SMP kemarin (1/4) berjuang menyelesaikan soal latihan menghadapi ujian nasional (unas) tersebut. Pelaksanaan try out itu berlangsung sukses luar biasa. Try out dimulai pukul 07.30 dan

be rakhir pukul 12.00. Pe ser ta serius menggarap soal la tihan yang  dirancang panitia. Me reka  beranggapan sukses  try out menjadi  modal awal  menghadapi  unas 2013. Selain itu, try out juga bisa sebagai sarana mengukur kemampuan mereka. Dari 49 sekolah yang mengikuti try out, start-nya berbeda-beda n  Baca Try...Hal 39

BANYUWANGI - Penumpang kereta api (KA) Sri Tanjung dan KA Tawang Alun kini harus merogoh kocek dalam-dalam. Sebab, mulai 10 April 2013 kemarin, tiket kedua KA tersebut naik drastis hingga 300 persen. Tiket KA Sri Tanjung jurusan Banyuwangi-Lempuyangan Jogjakarta naik menjadi Rp 70 ribu dari sebelumnya hanya Rp 35 ribu. Tarif KA Tawang Alun jurusan Banyuwangi-Malang naik dari Rp 18.500 menjadi Rp 50 ribu. Selain menetapkan tarif flat, PT. Kereta Api Indonesia (KAI) juga menerapkan tarif batas bawah (TBB) dan tarif batas atas (TBA) untuk kedua KA tersebut. Manajer Humas dan Hukum PT. KAI Daops IX Jember Gatut Sutiyatmoko mengungkapkan, TBB KA Sri Tanjung ditetapkan sebesar Rp 70 ribu dan TBA sebesar Rp 125 ribu. TBB Tawang Alun ditetapkan sebesar Rp 40 ribu dan TBA sebesar Rp 65 ribu. Kenaikan tarif tiket KA Sri

Tanjung dan Tawang Alun itu, kata Gatut, disebabkan perubahan layanan. Selama ini, kedua KA dengan tujuan kota ber beda itu dilayani dengan layanan kelas ekonomi (K3). Na mun, beberapa bulan terakhir layanan di kedua KA itu ditingkatkan menjadi kelas ekonomi AC (K3-AC). ”Dengan mempertimbangkan permintaan pasar, maka tarif tiket dua KA itu disesuaikan,” kata Gatut. Khusus KA Sri Tanjung, lanjut Gatut, proses peningkatan layanan belum tuntas di seluruh rang kaian gerbong. Saat ini, proses pemasangan AC masih berlangsung. “Karena proses pemasangan AC di KA Sri Tanjung belum selesai, maka masih diberlakukan tarif ekonomi biasa sampai ada kabar lebih lanjut,” jelas Gatut. Pemberlakuan tarif tiket flat itu dalam rangka meningkatkan pendapatan dan okupansi n  Baca Tiket...Hal 39

Tarif Baru Kereta Ekonomi AC

ISTIMEWA

KASIH SEMANGAT: Bupati Anas didampingi Kadispendik Sulihtiyono (kanan) meninjau try out di SMPN I Giri.

Nama KA Sri Tanjung Tawangalun

Jurusan Tarif Lama TBB BWI-Lempuyangan Rp 35 Ribu Rp 70 ribu BWIMalang Rp 18.500 Rp 40 ribu

-Kenaikan sejak 10 April 2013 -Besarnya kenaikan sampai 300 persen -Layanan menjadi kelas ekonomi AC Sumber: PT KAI Daops IX Jember

Kronologi Penangkapan Sigit Purnomo Sigit Purnomo pesan ganja kepada seseorang bernama Fahmi yang alamatnya tidak diketahui. Pembayaran ditransfer lewat ATM. Kepada penjual, Sigit transfer uang Rp 1,3 juta.

KEBAKARAN

Sesuai pesanan, ganja satu garis dikirim pakai sistem ranjau di daerah Genteng. Pengambilan ganja tanpa menemui kendala. GALIH COKRO/RaBa

LAMA DIINCAR POLISI: Sigit Purnomo bersama barang bukti ganja di ruang Satnarkoba Polres Banyuwangi.

ALI NURFATONI/RaBa

AKIBAT KORSLETING: Seorang warga mengamati toko pertanian Sundari yang ludes dilalap api.

Toko Sundari tak Ikut Asuransi GAMBIRAN - Polisi terus bekerja keras menyelidiki kebakaran yang meludeskan toko pertanian Sundari di Jalan Juanda, Dusun Kampung Baru, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Rabu kemarin (10/4). Demi memastikan penyebab kebakaran tersebut, sedianya polisi mendatangkan tim Labfor Polda Jatim. Sayang, rencana tersebut diurungkan karena pemilik toko, Sukoco, tidak berkenan. ‘’Pemilik toko tidak menghendaki rencana itu (mendatangkan tim Labfor Polda, Red),” kata Kapolsek Gambiran, AKP Ibnu Mas’ud, kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi n  Baca Toko...Hal 39

Penjual Kacamata Edarkan Ganja BANGOREJO - Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Banyuwangi dapat tangkapan kasus narkoba. Kali ini polisi menyita 8,95 gram ganja kering dari seorang penjual kacamata asal Dusun Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari n  Baca Penjual...Hal 39

GRAFIS: ZAKARIA/RaBa

Notaris Diminta Ikut Genjot Pajak BPHTB BANYUWANGI- Untuk meningkatkan penerimaan penda patan asli daerah (PAD), Bupati Abdullah Azwar Anas meng gelar Coffee Morning bersama kalangan notaris dan PPAT (pejabat pembuat akta tanah). Acara yang berlangsung di halaman belakang Pendapa Sha ba Swagata Blambangan itu juga dihadiri jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) dan kalangan perbankan. Pimpinan Badan Pertahanan Nasional (BPN) dan kantor pajak Pratama Banyuwangi turut hadir. Jajaran forpimda kompak hadir, kecuali Kajari Syaiful Anwar yang hanya diwakili stafnya. Coffee Morning yang berlangsung mulai pukul 06.30 itu juga dihadiri semua kepala dinas dan camat se-Banyuwangi. “Acara ini merupakan forum silaturahmi untuk membangun kekompakan dan sinergi pembangunan,” kata Bupati Anas. Coffee Morning dengan kalangan notaris dan PPAT itu merupakan yang kedua kali digelar. Tahun lalu di tempat yang sama

Saya mengajak para notaris/PPAT ikut berkontribusi dalam menaikkan penerimaan BPHTB ABDULLAH AZWAR ANAS Bupati Banyuwangi

juga digelar Coffee Morning. “Selama beberapa tahun ini penerimaan PAD semua naik, kecuali penerimaan BPHTB (bea perolehan hak atas tanah dan bangunan, Red) yang nggak naik,” ujar Anas. Diungkapkannya, di beberapa daerah, penerimaan BPHTB meningkat drastis hingga ratusan miliar. Sementara itu, penerimaan BPHTB di Banyuwangi angkanya tidak naik-naik. Sejatinya, penerimaan BPHTB meningkat tajam karena jumlah PDRB Banyuwangi naik tajam n  Baca Notaris...Hal 39

Uniknya Soft Launching Buku Kisah Barong Karya Aekanu

Doa di Makam Buyut Cili, Lalu Selamatan Pecel Pitik Buku berjudul “Kemiren” karya Aekanu memang cukup kental nuansa global. Cerita dalam buku tersebut disajikan dalam tujuh bahasa. Uniknya, peluncuran awal buku tersebut justru dilakukan dengan sangat sederhana di areal pemakaman. SIGIT HARIYADI, Glagah KESENIAN barong benar-benar mengakar di dalam kehidupan masyarakat Desa Kemiren, Kecamatan Glagah. Saking cintanya terhadap kesenian yang sudah muncul berabadabad silam itu, pertunjukan barong seakan menjadi “menu” wajib saat ada warga Desa Kemiren yang meng-

http://www.radarbanyuwangi.co.id

Sebagian ganja oleh Sigit dikonsumsi sendiri. Sebagian lagi dijual kepada seseorang. Saat hendak menyerahkan ganja inilah, Sigit ditangkap polisi di tepi Sungai Pekalen Sampean di Desa/Kecamatan Bangorejo.

GRAFIS: ZAKARIA/RaBa

gelar hajatan, baik khitanan maupun perkawinan. Tidak hanya itu, rasa cinta juga ditunjukkan para pelaku kesenian ba rong kemiren. Saat menggelar pertunjukan, prioritas utama mereka bukanlah materi. Lebih dari itu, mereka lebih mementingkan kelestarian kesenian barong. Karena itu, para pelaku kesenian barong tidak pernah membedakan apakah mereka akan menggelar pertunjukan di panggung megah ataukah manggung lesehan di atas tanah. Itulah yang mendasari keputusan seorang pemerhati budaya, Aekanu Hariyanto, menulis buku berjudul Kemiren (Kisah Barong Jakripah dan Paman Iris) tersebut. Bahkan, buku yang diangkat dari cerita rakyat yang menyebar secara turun-temurun melalui lisan (folklore) itu juga menarik minat pemerhati budaya dari berbagai

Notaris diminta ikut genjot pajak BPHTB Artinya kepeduliannya pada daerah patut dipertanyakan!

Polres menangkan gugatan praperadilan Nggak ada ceritanya blandong kayu menang lawan polisi! GALIH COKRO/RaBa

SELAMATAN: Peluncuran buku ”Kemiren”karya Aekanu di makam Buyut Cili kemarin.

negara untuk menerjemahkannya ke dalam bahasa masing-masing. Jadilah buku yang bercerita tentang kisah hewan Singobarong, seorang

wanita cantik bernama Jakripah, dan pria sakti bernama Paman Iris. Buku ini ditulis dalam tujuh bahasa n  Baca Berdoa...Hal 39

email: radarbwi@gmail.com / radarbwi@yahoo.com


30

Jumat 12 April 2013

Melihat Geliat Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng

Masuk Sepuluh Besar Desa Terbaik Banyuwangi GENTENG - Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, masuk dalam sepuluh besar desa terbaik di Banyuwangi. Padahal, total desa yang ada di Bumi Blambangan berjumlah 180 desa. Predikat itu merupakan hasil tim penilai lomba desa yang berkunjung di desa tersebut Rabu (10/4) lalu. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Banyuwangi, Peni Handayani, hadir langsung untuk memimpin penilaian. Peni disambut kepala desa (Kades) Genteng Wetan, Hasan Ismail beserta jajaran BPD dan semua perangkat desa. Selain itu, Muspika Genteng juga hadir dalam acara tersebut. Dalam sambutannya, Kades Hasan Ismail menjelaskan, bahwa masyarakat di desanya memiliki beragam potensi. Antara lain home industry pembuatan songkok, pakaian

’’Acara itu sudah berlangsung lama dan akan terus kita jaga jangan sampai berhenti,’’ papar Hasan. Kades Hasan juga mengutamakan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Kegiatan gotong-royong, kebersihan lingkungan, dan keamanan desa akan terus ditingkatkan. ’’Hal itu dalam ra n g k a m e n d u ku n g p ro gram Pemkab Banyuwangi

menjadi lebih baik, rakyat makmur, dan sejahtera,’’ tandasnya. Usai memberikan paparan di depan tim penilai, Kades Hasan juga menunjukkan beberapa bukti berupa dokumentasi setiap pelaksanaan kegiatan. Sebagai penguat, ada beberapa hasil produksi yang dipamerkan langsung di halaman kantor desa tersebut. (ton/als)

ALI NURFATONI/RaBa

BERDIRI: Kades Hasan Ismail (kiri) bersama Muspika dan tim penilai menyanyikan lagu Indonesia Raya di kantor Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng Rabu (10/4) lalu.

busana muslim, dan produksi makanan khas. Selain itu, kata Hasan, masyarakat di desanya banyak yang bergelut dalam dunia

usaha pembuatan tahu dan tempe. Tidak sedikit pula warga yang sukses di bidang budidaya jamur. ’’Kami (pemerintah desa, Red) terus

mendukung itu semua demi meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat,’’ ulasnya. Dari sisi sosial, papar dia,

pihaknya rutin menggelar santunan anak yatim sekali dalam sepekan. Kegiatan tersebut diselenggaran tiap Jumat yang dipusatkan di Dusun Canga’an.

Penangkapan Yunus cs Prosedural Polres Menangkan Gugatan Praperadilan BANYUWANGI - Gugatan praperadilan yang diajukan Mohamad Yunus Wahyudi dan 19 rekannya diputus Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi Rabu kemarin (10/4). Setelah mencermati dan menimbang bukti-bukti yang diajukan ke persidangan, hakim tunggal Afrizal Hadi memutuskan menolak permohonan praperadilan yang diajukan 20 tersangka kasus illegal logging tersebut. Gugatan praperadilan itu dilayangkan para tersangka lantaran mereka menganggap penangkapan, penahanan, dan penyitaan barang bukti (BB) yang dilakukan aparat kepolisian, tidak sah. Pasalnya, menurut pihak tersangka, saat

melakukan penangkapan, petugas tidak menunjukkan surat perintah penangkapan. Begitu pun saat penahanan dilakukan, petugas tidak memberikan berita acara penahanan kepada keluarga para tersangka. Sementara itu, hal yang membuat penyitaan yang dilakukan aparat cacat hukum, penyitaan tersebut tidak disertai persetujuan ketua PN Banyuwangi. Namun, pihak pengadilan berpendapat lain. Dalam amar putusan yang dibacakan hakim Afrizal, apa yang dilakukan aparat kepolisian sudah prosedural. Sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), penangkapan bisa dilakukan tanpa surat perintah lantaran para tersangka tertangkap tangan. Polisi pun sudah mengirimkan tembusan berita acara penangkapan itu kepada pihak keluarga para tersangka. Dari sisi penahanan, imbuh Afrizal, polisi juga sudah men-

girimkan surat berita acara penahanan kepada keluarga para tersangka. Dari sisi penyitaan BB, langkah polisi menyita sejumlah BB dari tangan para tersangka, yakni satu unit mobil kijang, mesin gergaji senso, dan beberapa BB lain, sah menurut hukum. Sebab, penyitaan itu sudah dimintakan persetujuan kepada ketua PN Banyuwangi. “Menolak permohonan praperadilan untuk seluruhnya. Menyatakan sah menurut hukum penangkapan, penahanan, dan penyitaan yang dilakukan termohon (pihak kepolisian) terhadap para pemohon praperadilan (Yunus dan kawan-kawan),” tegas Afrizal. Sementara itu, dikonfirmasi usai sidang, salah satu penasihat hukum para tersangka, Hufron, menepis anggapan bahwa para kliennya tertangkap tangan. Menurut dia, pagi hari sebelum penangkapan dilakukan, polisi sudah datang ke tempat kejadian perkara

(TKP). Namun, saat melakukan penangkapan di siang hari, polisi tidak membawa surat perintah penangkapan. “Ini bukan tertangkap tangan. Polisi sudah datang di pagi hari. Seharusnya saat datang yang kedua kali, polisi membawa surat perintah penangkapan. Karena polisi sudah

datang di pagi hari dan sudah tahu siapa yang ada di situ,” jelentreh Hufron. Sekadar tahu, Yunus dan kawan-kawan ditangkap polisi lantaran diduga kuat melakukan penebangan liar di hutan Selogiri. Penangkapan itu dilakukan Kamis (21/2) lalu. (sgt/c1/aif)

Gendoh, Kec. Sempu, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 162.000.000,- (Seratus Enam Puluh Dua Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 49.000.000,- (Empat Puluh Sembilan Juta Rupiah).

PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO), Tbk.

KANTOR CABANG BANYUWANGI Jl. Jenderal Achmad Yani No. 12 Telp. (0333) 421444, 412285, 412777, 424888, Facsimile (0333) 424616, 412286 BANYUWANGI

PENGUMUMAN KEDUA LELANG EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN Nomor : B. 1400/KC-XVI/ADK/04/2013 Berdasarkan Pasal 6 Undang-Undang Hak Tanggungan No. 4 Tahun 1996 dan Undang-Undang No. 42 Tahun 1999 PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Kantor Cabang Banyuwangi selaku pemegang Hak Tanggungan Peringkat Pertama atas kekuasaan sendiri akan menjual Obyek Hak Tanggungan melalui perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember dan berdasarkan Surat Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember Perihal Penetapan Hari dan Tanggal Lelang, terhadap : 1. Debitur : IMAM SUBAWEH, Dsn. Krajan Ds. Sarongan, Kec. Pesanggaran, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 126 m2, SHM No. 3626 a/n. IMAM SIBAWEH, Ds. Sarongan, Kec. Pesanggaran, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 169.000.000,- (Seratus Enam Puluh Sembilan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 51.000.000,- ( Lima Puluh Satu Juta Rupiah ). 2. Debitur : AHMAD BAIHAKI, Alamat: Dsn. Stoplas Rt.05 Rw.04, Ds. Kedungrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 671 m2, SHM No. 3218 a/n. Haji AHMAD BAIHAKI, Ds. Kedungrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 245.000.000,- (Dua Ratus Empat Puluh Lima Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 74.000.000,- (Tujuh Puluh Empat Juta Rupiah). 3. Debitur : H. RAMDAN, Alamat: Lingk.Sukowidi Rt.02 Rw.03 Kel.Klatak, Kec.Kalipuro, Kab.Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 4.590 m2, SHM No. 3018 & 3017 a/n. RAMDAN, Kel. Klatak, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 2.500.000.000,- (Dua Milyar Lima Ratus Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 750.000.000,- (Tujuh Ratus Lima Puluh Juta Rupiah). 4. Debitur : HOTIJAH NURUL ALIFAH, Alamat: Lingk. Sukowidi Rt.03 Rw.02, Kel. Klatak, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 140 m2, SHM No. 315 a/n. HOTIJAH NURUL ALIFAH, Kel. Klatak, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 74.000.000,- (Tujuh Puluh Empat Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 23.000.000,- (Dua Puluh Tiga Juta Rupiah). b. Tanah bangunan, Luas : 715 m2, SHM No. 676 a/n. MOHAMAD YASIN, Kel. Giri, Kec. Giri, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 154.000.000,- (Seratus Lima Puluh Empat Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 47.000.000,- (Empat Puluh Tujuh Juta Rupiah). 5. Debitur : EDI ERLIYANTO, Alamat: Dsn. Sempu Rt.02 Rw.02, Kec. Cluring, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 268 m2, SHM No. 00053 a/n. SUPRIATI, Ds. Sarimulyo, Kec. Cluring, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 199.000.000,- (Seratus Sembilan Puluh Sembilan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 60.000.000,- (Enam Puluh Juta Rupiah). b. Tanah bangunan, Luas : 900 m2, SHM No. 65 a/n. SAMONO P. EDI ERLIYANTO, Ds. Sarimulyo, Kec. Cluring, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 90.000.000,- (Sembilan Puluh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 27.000.000,- (Dua Puluh Tujuh Juta Rupiah). 6. Debitur : SAMSUL HIDAYAT, Alamat: Jl. Ternate Rt.04 Rw.03 Kel. Lateng, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 205 m2, SHM No. 324 a/n. MOCHTAR EFFENDI, Kel. Karangrejo, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 105.000000,- ( Seratus Lima Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 32.000.000,- (Tiga Puluh Dua Juta Rupiah). b. Tanah bangunan, Luas : 203 m2, SHM No. 654 a/n. SAMSUL HIDAYAT, Kel. Lateng, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 109.000.000,- (Seratus Sembilan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 33.000.000,- (Tiga Puluh Tiga Juta Rupiah). 7. Debitur : HASANAH, Alamat: Dsn. Srono Rt.02 Rw.02 Ds. Kebaman. Kec. Srono, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 635 m2, SHM No. 2192 a/n. HASANAH, Ds. Kebaman, Kec. Srono, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 185.000.000,- (Seratus Delapan Puluh Lima Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 56.000.000,- (Lima Puluh Enam Juta Rupiah). 8. Debitur : NUR HIDAYAT, Alamat: Dsn. Krajan Rt.01 Rw.02 Ds. Badean, Kec. Kabat, Kab. Banyuwangi. a. Tanah sawah, Luas : 3015 m2, SHM No. 361 a/n. CHOLIDAH binti HAJI SYOMAD anak yang masih belum cukup umur yang diwakili sebagai wali oleh ayahnya HAJI SYOMAD, Ds. Badean, Kec. Kabat, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 68.000.000,- (Enam Puluh Delapan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 21.000.000,- (Dua Puluh Satu Juta Rupiah). b. Tanah sawah, Luas : 5.370 m2, SHM No. 640 a/n. SITI USWATUN HASANAH, Ds. Badean, Kec. Kabat, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 121.000.000,- (Seratus Dua Puluh Satu Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 37.000.000,- (Tiga Puluh Tujuh Juta Rupiah). 9. Debitur : TRI MARYONO, Alamat: Dsn. Muncarlama Rt.01 Rw.04, Ds. Tembokrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 100 m2, SHM No. 524 a/n. TRI MARIYONO, Ds. Tembokrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 171.000.000,- (Seratus Tujuh Puluh Satu Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 52.000.000,- (Lima Puluh Dua Juta Rupiah). 10.Debitur : TUKIMIN, Alamat: Dsn. Kedunggebang, Kec. Tegaldlimo, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 2.865 m2, SHM No. 780 a/n. RUSTINATUN, Ds. Kedunggebang, Kec. Tegaldlimo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 180.000.000,- (Seratus Delapan Puluh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 54.000.000,- (Lima Puluh Empat Juta Rupiah). 11.Debitur : TUKIMIN, Alamat: Ds. Wonosobo, Kec. Srono, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 8385 m2, SHM No. 746 a/n. TUKIMIN Bin SAJI, Ds. Wonosobo, Kec. Srono, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 88.000.000,- (Delapan Puluh Delapan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 27.000.000,- (Dua Puluh Tujuh Juta Rupiah).

14.Debitur : SELAMET WIDODO, Alamat : Jl. Citarum 13 Rt.03 Rw.02, Kel. Panderejo, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 164 m2, SHM No. 1777 a/n. SELAMET WIDODO, Kel. Singotrunan, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 34.000.000,- (Tiga Puluh Empat Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 11.000.000,- (Sebelas Juta Rupiah). b. Tanah bangunan, Luas : 113 m2, SHM No. 3346 a/n. AGUS PRANOTO, Kel. Klatak, Kec. Kalipuro, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 52.000.000,- (Lima Puluh Dua Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 16.000.000,- (Enam Belas Juta Rupiah). c. Tanah bangunan, Luas : 590 m2, SHM No. 436 a/n. 1. SELAMET WIDODO 2. ROHIMAH, Ds. Banjarsari, Kec. Glagah, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 404.000.000,- (Empat Ratus Empat Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 122.000.000,- (Seratus Dua Puluh Dua Juta Rupiah). d. Tanah bangunan, Luas : 394 m2, SHM No. 873 a/n. 1. SELAMET WIDODO 2. ROHIMAH, Kel. Panderejo, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 244.000.000,- (Dua Ratus Empat Puluh Empat Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 74.000.000,- (Tujuh Puluh Empat Juta Rupiah). 15.Debitur : FAFAN LUIKA, FX, Alamat : Jl. Mendut Gg. XIII No. 05 Rt.04 Rw.01, Kel. Tamanbaru, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 530 m2, SHM No. 2202 a/n. FRANCISCUS XAVERIUS FAFAN LUIKA dahulu bernama NIO TJIN LOEY, Kel. Penganjuran, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi dan Tanah bangunan, Luas : 455 m2, SHM No. 296 a/n. FRANCISCUS XAVERIUS FAFAN LUIKA, Kel. Tamanbaru, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 850.000.000,- (Delapan Ratus Lima Puluh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 255.000.000,- (Dua Ratus Lima Puluh Lima Juta Rupiah). 16. Debitur :DIDI LIMANTO, Alamat :Dsn.Tratas Rt.04 Rw.05 Ds.Kedungringin, Kec.Muncar, Kab.Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 5.805 m2, SHM No. 2319 a/n. DIDI LIMANTO, Ds. Kedungrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, beserta mesin-mesin yang berdiri diatasnya, serta persediaan barang berupa bahan aval, bijih plastic dan kantong plastic, harga limit Rp.6.785.000.000,- (Enam Milyar Tujuh Ratus Delapan Puluh Lima Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 2.036.000.000,- (Dua Milyar Tiga Puluh Enam Juta Rupiah). b. Tanah bangunan, Luas : 8255 m2, SHM No. 132 & SHM No. 82 a/n. DIDI LIMANTO, Ds. Kedungringin, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 4.595.000.000,- (Empat Milyar Lima Ratus Sembilan Puluh Lima Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 1.379.000.000,(Satu Milyar Tiga Ratus Tujuh Puluh Sembilan Juta Rupiah). c. Tanah sawah, Luas : 6755 m2, SHM 2579 & SHM No. 2742 a/n. DIDI LIMANTO, Ds. Kedungrejo, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi harga limit Rp. 912.000.000,- (Sembilan Ratus Dua Belas Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 274.000.000,- (Dua Ratus Tujuh Puluh Empat Juta Rupiah). 17. Debitur : HARIONO, Alamat : Dsn. Yosowinangun Rt.08 Rw.03 Ds. Jajag, Kec. Gambiran, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 1285 m2 SHM No. 1 a/n. HARIONO ; Tanah bangunan, Luas : 1.135 m2, SHM No. 840 a/n. HARIONO dahulu bernama WOEN KOK KON dan Tanah bangunan, Luas : 563 m2, SHM No. 1221 a/n. HARIONO dahulu bernama WOEN KOK KON, ketiganya terletak di Ds. Sidorejo, Kec. Purwoharjo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 452.000.000,- (Empat Ratus Lima Puluh Dua Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 136.000.000,- (Seratus Tiga Puluh Enam Juta Rupiah). b. Tanah kering, Luas : 1870 m2, SHGB No. 1 a/n. WOEN KOK KON alias HARIONO, Ds. Sidorejo, Kec. Purwoharjo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 85.000.000,- (Delapan Puluh Lima Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 26.000.000,- (Dua Puluh Enam Juta Rupiah). Lelang akan dilaksanakan pada : Hari / Tanggal : Senin / 29 April 2013 Pukul : 10.00 WIB Tempat : PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Cabang Banyuwangi Jl. A. Yani No. 12 Banyuwangi Syarat-syarat Lelang : 1. Setiap peserta diwajibkan menyetorkan uang jaminan sesuai yang tertera dalam masingmasing point ke rekening Penampungan Lelang KPKNL Jember nomor : 143.0009894476 pada PT. Bank Mandiri Cabang Jember Alun-alun paling lambat 1 (satu) hari sebelum pelaksanaan lelang telah efektif diterima, dengan menyebutkan identitas penyetor (dan kuasanya) serta nomor urut barang yang akan ditawar dan bagi peserta lelang penawarannya dianggap tidak sah apabila barang yang ditawar tidak sesuai dengan obyek yang disebutkan pada waktu menyetor uang jaminan. Terhadap barang yang sama setiap peserta hanya dapat mengajukan 1 (satu) penawaran. 2. Lelang dilaksanakan dengan penawaran secara tertulis dalam amplop tertutup atau akan ditentukan kemudian saat pelaksanaan lelang. 3. Peserta lelang wajib melakukan pendaftaran kepada Pejabat Lelang dengan menunjukkan identitas diri dan bukti setoran asli/sah. 4. Peserta yang tidak ditunjuk sebagai pemenang dapat mengambil kembali uang jaminan lelang tanpa dikenakan potongan apapun setelah lelang berakhir. 5. Pemenang lelang yang ditunjuk wajib melunasi harga lelang dan bea lelang sebesar 1% dalam waktu 3 (tiga) hari kerja sejak ditunjuk sebagai pemenang lelang dan BPHTB sesuai ketentuan yang berlaku. 6. Apabila sampai dengan waktu yang telah ditentukan pemenang lelang belum melunasi harga lelang, maka pemenang lelang tersebut dinyatakan wanprestasi dan uang jaminan lelang menjadi milik Negara yang disetorkan ke Kas Negara. 7. Semua barang yang akan dijual dalam kondisi sesungguhnya, dilokasi dan dengan semua cacat dan kekurangannya, kami menganjurkan peminat untuk melihat, memeriksa obyek yang bersangkutan sebelum mengikuti pelelangan. 8. Apabila karena sesuatu hal terjadi pembatalan / penundaan lelang terhadap salah satu barang atau beberapa barang tersebut diatas, pihak-pihak yang berkepentingan / peminat lelang tidak dapat melakukan tuntutan dalam bentuk apapun baik pidana maupun perdata kepada KPKNL Jember dan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. 9. Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Kantor Cabang Banyuwangi Nomor Telepon (0333) 421444, 412285, 412777, 424888. 10.Syarat-syarat lainnya akan ditentukan pada saat lelang. Demikian pengumuman lelang ini dan atas perhatian dan partisipasinya disampaikan terima kasih.

12.Debitur : MESERI, Alamat: Dsn. Silirbaru Rt.66 Rw.11 Ds. Sumberagung, Kec. Pesanggaran, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 1510 m2, SHM No. 331 a/n. MESERI, Ds. Sumberagung, Kec. Pesanggaran, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 138.000.000,- (Seratus Tiga Puluh Delapan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 42.000.000,- (Empat Puluh Dua Juta Rupiah).

Banyuwangi,12 April 2013 PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Kantor Cabang Banyuwangi

13. Debitur:SUPRIYANTO, Alamat :Dsn.Krajan Rt.02 Rw.01 Ds.Gendoh, Kec.Singojuruh, Kab.Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 89 m2, SHM No. 441, Ds. Gendoh, Kec. Singojuruh, Kab. Banyuwangi dan Tanah bangunan, Luas : 97 m2, SHM No. 677 keduanya a/n. SUPRIYANTO, Ds.

Sulaeman Tahe Pemimpin Cabang

Ttd.

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho, Mega Dwi P. Desain Iklan: PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/ Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


TRY OUT SMP 2013

Jumat 12 April 2013

31

SMPN 1 Rogojampi SMPN 2 Tegaldlimo

SMPN 1 Genteng

Lancar & Tertib SMPN 1 Srono

PELAKSANAAN Try Out Ujian Nasional (Unas) Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Banyuwangi berlangsung aman dan tertib kemarin (11/4). Even yang digagas Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi yang bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) itu diikuti lebih dari 6 ribu siswa SMP. Mereka tersebar di SMP negeri maupun swasta yang ada di 24

kecamatan se-Kota Gandrung. Kegiatan try out berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 12.00. Dari 49 sekolah yang mengikuti try out, memulai kegiatan try out berbeda-beda. Ada sekolah yang memulai try out-nya pada pagi hari. Ada pula, sekolah yang baru melaksanakan try out pada siang hari. Berikut sebagian suasana try out dan distribusi soal dan koran yang terekam lensa JP-RaBa. (*)

SMPN 1 Gambiran

SMPN 2 Purwoharjo SMPN 3 Siliragung SMPN 4 Siliragung

SMPN 2 Rogojampi SMPN 3 Sempu Satu Atap SMPN 1 Siliragung

SMPN 2 Gambiran

SMPN 1 Muncar SMPN 2 Genteng

SMPN 3 Purwoharjo Satu Atap

SMPN 1 Tegaldlimo SMPN 1 Kalibaru

SMPN 1 Cluring

SMPN 1 Kabat

SMPN 1 Purwoharjo


32

Jumat 12 April 2013

Bawa Kabur Gadis Terancam 15 Tahun GLENMORE - Meski sudah memiliki tiga anak, Sugiono, warga Dusun Tegalgondo, Desa Kajarharjo, Kecamatan Glenmore, masih suka daun muda. Pria berusia 34 tahun itu pun membawa lari gadis di bawah umur. Bukan hanya itu, Sugiono yang seharihari bekerja sebagai penderes gula kelapa itu diduga kuat juga telah merenggut kegadisan korban sebut saja namanya Saritem,15 (nama samaran). Korban tercatat sebagai warga Dusun Kalikempit, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore. Saritem dibawa kabur Sugiono ke Bali pada Januari 2013 lalu. Hilangnya Saritem dari rumah membuat pihak keluarga kalang kabut. Upaya pencarian pun dilakukan. Selama tiga hari pihak keluarga melacak Saritem. Berhubung tak ditemukan, pihak keluarga akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Mapolsek

diketahui. Nah, beberapa hari lalu, polisi mendapat kabar bahwa Sugiono pulang bersama Saritem. “Begitu mengetahui Sugiono pulang ke rumah, kita langsung bergerak menangkapnya,” ujar Kapolsek Glenmore AKP Subardi melalui Kanitreskrim Iptu Abdullah Syajad. Ketika diperiksa penyidik, Sugiono mengaku telah membawa pergi Saritem ke Pulau Bali. Pelaku juga mengakui bahwa sebelum memutuskan minggat ke Pulau Dewata, dia telah merenggut keperawanan korban dan berjanji akan menikahinya. Kini untuk mempertangABDUL AZIZ/RABA PUNYA ANAK TIGA: Sugiono digiring polisi gungjawabkan perbuatannya tersebut, menuju ruang tahanan Mapolsek Glenmore. Sugiono dijerat Pasal 81 Undang-Undang Nomor 23/2003 junto Pasal 332 KUHP dengan ancaman hukuman minimal tiga Glenmore. Atas laporan tersebut, polisi bergerak tahun dan maksimal 15 tahun kurungan cepat. Sayang, keberadaan pelaku belum penjara. (azi/c1/aif)

Kabel Telepon Diembat, Warnet Padam SRONO - Kabel telepon milik Telkom masih menjadi sasaran pencuri. Seperti yang terjadi di Dusun Sumberrejo, Desa Parijatah Wetan, Kecamatan Srono. Ratusan meter kabel telepon yang dipasang di tepi jalan tersebut hilang kemarin. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, kabel telepon yang raib itu sepanjang 180 meter ukuran KU 100. Akibat pencurian itu, kerugian ditaksir mencapai Rp 12,5 juta. Kabel telepon diputus menggunakan gergaji. Kapolsek Srono AKP Jodana Gunadi melalui Kanitreskrim Bripka Sunarto membenarkan kabar kejadian tersebut. Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku. ‘’Pencurian itu diketahui dini hari tadi,” katanya.

BANYUWANGI • Ruko Gandeng •

Dia menjelaskan, kejadian itu bermula saat salah satu warnet di Desa Parijatah Kulon, Kecamatan Srono, mendadak putus. Pemilik warnet segera melaporkan kejadian itu ke pihak Telkom. ‘’Karena mati mendadak, pemilik warnet lapor Telkom,” katanya. Pihak Telkom menyadari ada yang tidak beres di lapangan terkait laporan tersebut. Seketika itu petugas Telkom mengecek di lapangan dan menemukan kabel sudah putus. ‘’Pencuri sudah kabur,” katanya Bripka Sunarto. Polisi menerima laporan terkait kasus tersebut beberapa jam kemudian. Sampai saat ini polisi masih memburu spesialis pencuri kabel tersebut. “Pelaku masih kita lacak,” tandasnya. (ton/c1/aif)

BANYUWANGI

ALI NURFATONI/RaBa

DIGERGAJI: Polisi menunjukkan kabel telepon yang diputus pencuri di Dusun Sumberrejo, Desa Parijatah Wetan, Kecamatan Srono, kemarin.

BANYUWANGI

Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua

• Mitsubishi Kuda ‘99 •

Mercy E200K'05 full moduf AMG,velg+ban baru, asuransi sd 2015. Pajak baru, ist,dijamin puas, jual cepat.Peminat serius diskon khusus lumayan. Hub 081234587000

Dijual Nissan Livina 1.5 4x2 MT XR tahun 2008, abu-abu tua metalik, harga 132,5 juta nego, barang istimewa, bisa kash/kredit, hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Mits Kuda VB5W GLS (solar) tahun 1999 hijau muda metalik harga 77,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub: (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

• Toyota Kijang ‘97 •

• Chevrolet Aveo ‘04 •

• Chery Tiggo ‘08 •

Dijual Toyota Kijang LF80 SPR (solar) tahun 1997 hijau metalik harga 87,5 juta nego, barang istimewa, bisa kash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Chevrolet Aveo 1.5L MT tahun 2004 hitam metalik, harga 87,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Chery Tiggo 2.0L Mt tahun 2008 hitam harga 115 juta nego, barang istimewa , bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

BANYUWANGI • Puri Mendut •

BANYUWANGI

• Jl. Ahmad Yani •

PEMBERITAHUAN

• Nissan Livina ‘08 •

• Rajah Kijang Kencono • Ush rajah Kijang Kencono mdl sdkit Insya Allah hsilny mmuaskan yg pnting ush; 085236824224

Dijual ruko gandeng. L42m2 & 45m2. Lokasi Tengahkota,strtgis.(dpnalun-alun,dekatBank Mandiri, Telkom, Kantor Pos). Hub 081336119000,03337751000.TanpaPerantara.

Djl Ruko pusat kota + 400m2, Jl. Ahmad Yani 106 A, 081336436864 / 0338671304

• Mercy E200K'05 •

• Toyota Soluna • Dijual Toyota Soluna 2003 hitam, metalik, hub: 082141268922 / 087857370701

BANYUWANGI • Adm Keuangan • 1. Adm Keuangan, pend. min D3 segala jurusan, usia max 28thn, blm menikah, bersedia dtempatkn di sluruh wilayah kerja perusahaan. 2. Satpam, Lk/Pr, pend. min SMA sdrjt, usia max 35thn, bersedia dtempatkn di sluruh wilyah krja. 3. OB, Lk, pend. min SMP/sdrjt, brsedia dtempatkn di sluruh wilayah perusahaan. Kirim lamaran ke PT. DAS, Jl. Boediono No. 42, Bwangi. Telp: 411000

menggelar workshop Adiwiyata yang digelar di ruang rapat Minak Jinggo Pemkab Banyuwangi yang diikuti oleh 16 sekolah di Banyuwangi, mulai jenjang Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, hingga Sekolah Menengah Atas. “Setelah worksop ini, tim Adiwiyata Kabupaten Banyuwangi melakukan penilaian tinjau lapangan “ tutur Chusnul. Chusnul menambahkan, bagi sekolah yang belum lolos Adiwiyata kali ini tidak perlu berkecil hati. Karena tahun depan akan diikutkan kembali pada penilaian Adiwiyata tingkat provinsi. Sekolah bisa mempersiapkan diri lebih baik nantinya. “ Semoga sekolah di Banyuwangi bisa menjadi sekolah Adiwiyata di tingkat provinsi maupun nasional yang bisa membawa harum nama Banyuwangi tercinta ini “ harap Chusnul. (adv/als)

BANYUWANGI

• Peluang Usaha •

SITUBONDO

Pendidikan (KTSP), serta sarana dan prasarana sekolah. Plt. Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Banyuwangi, Dra Chusnul Hotimah mengatakan, tahun ini ada 16 sekolah di Banyuwangi yang sebelumnya telah diseleksi tim Adiwiyata Mandiri Kabupaten Banyuwangi. Penilaian dilakukan pada 31 Januari hingga 13 Februari lalu. Tim Adiwiyata Mandiri Banyuwangi terdiri dari berbagai unsur. Yakni Badan Lingkungan Hidup Banyuwangi, Perguruan Tinggi (PT), LSM lingkungan, Dinas Pendidikan, Kemenag, dan media massa. “Tim melakukan penilaian mulai dari kajian lingkungan, kelengkapan dukumen, hingga sarana dan pra sarana sekolah yang ada “ jelas Chusnul. Chusnul menjelaskan, pada Januari lalu, BLH Banyuwangi

BANYUWANGI

Ingin punya usaha tanpa ganggu pekerjaan? Modal minimal 10 juta, tidak perlu bayar pegawai, keuntungan pasti 100% dalam 24 bulan. Hubungi: 03337611387

Hlg STNK Nopol P 6213 VO, an. Mz. Zainal Arifin, Blokagung 04/04 Karangdoro, Tegalsari

BANYUWANGI - Tim Adiwiyata Provinsi Jawa Timur mengunjungi Banyuwangi pada 5-6 April 2013 lalu. Kedatangan tim yang beranggotakan Dedy Ainur dari BLH Provinsi Jawa Timur, Mohammad Kohar dari sekolah Adiwiyata Mandiri Probolinggo, dan Andreas dari LSM Ecoton Surabaya, ini untuk menyeleksi dan evaluasi lapangan Adiwiyata di sejumlah sekolah di Banyuwangi. Selama dua hari tersebut, tim Adiwiyata Provinsi Jatim mengunjungi empat sekolah. Yakni SDN Model Banyuwangi, SMAN 1 Banyuwangi, SDN 1 Cluring, dan SMPN 1 Kabat Bannyuwangi. Tim melakukan penilaian mulai dari kajian lingkungan, dokumen 1, 2, 3 dan 4 yang meliputi kurikulum Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS)/ Kurikulum Tingkat Satuan

BANYUWANGI

• STNK •

Hlg STNK Nopol P 2492 XS, an. Defi Kristia, Dsn. Buluagung 02/’02 Krajan, Siliragung

Tim Adiwiyata Nilai Empat Sekolah

BANYUWANGI

Hlg STNK Nopol P 4096 VK, an. Suryono. Jl. Ikan Wijinongko RT 01/03 Sobo Hlg STNK Nopol P 5855 XA, an. Mahwiyani, Lingk. Klatakan 01/01 Klatak, Kalipuro

BENNY SISWANTO/RaBa

KALUNGAN BUNGA: Tim Adiwiyata Provinsi Jatim Mohammad Kohar yang didampingi Tim Adiwiyata Kabupaten Banyuwangi disambut hangat oleh Kepala SMP 1 Kabat Mariyat, Jumat (5/4) lalu.

• Kalirejo Permai • Jual tanah 192m2, uk 16x12m, nangka 1112, Perum Kalirejo Permai. H: 081553553553

• Tepi Jalan Raya • Djl tanah tepi jalan raya, sblh showroom mobil Sraten, L4000m2. Hub:082336199061

Hotline Iklan 0333-412224

Rumah siap huni di Puri Mendut, Jl. Mendut 88 Banyuwangi (100m dari Kantor Pemda), cash/kredit, bunga ringan. 081336143490, cepetan sisa hanya 5 unit.

• Perum Griya Giri Mulya • Djl cpt Perum Griya Giri Mulya WX-01/ WX-02 hrg nego. Hub: 085353574360 SHM


37

OPINI

Jumat 12 April 2013

PENIPUAN

Kena Gendam, 3 Mahasiswa Akper Kehilangan 3 Laptop SITUBONDO - Diduga digendam, tiga mahasiswa sebuah akademi perawat (akper) di Situbondo kehilangan tiga laptop. Peristiwa yang terjadi di sebuah tempat kos di Lingkungan Paraaman, Kelurahan Dawuhan, Kota Situbondo, itu dialami Siana, 21, Nur Alif, 20, dan Fifin, 20, kemarin (11/4). Penipuan bermodus gendam itu berawal saat ketiga korban tergiur dengan lowongan pekerjaan di bidang komputer dengan gaji Rp 1 juta 250 ribu per bulan. Setelah mereka menerima selebaran lowongan, mereka pun mendatangi alamat yang tertera di selebaran tersebut. Setelah sampai di kantor yang tak lain kos-kosan itu, pelaku diminta melengkapi persyaratan, yakni membawa laptop sendiri-sendiri. Selanjutnya, pelaku memberi tugas kepada ketiga mahasiswa tersebut. Siana dan Fifin diminta menanyakan harga laptop di sebuah toko komputer, dan satu mahasiswa bernama Nur Alif diminta menemui bos pelaku di Jalan A. Yani, Situbondo. Mendapat tugas tersebut, ketiga calon perawat itu pun berangkat. Ironisnya, ketiganya meninggalkan laptop di kos-kosan pelaku. Dalam perjalanan, ketiga korban baru sadar bahwa laptopnya ditinggal di tempat kos pelaku. Lantaran curiga, tiga mahasiswa itu kembali ke tempat kos di Lingkungan Paraaman, Kelurahan Dawuhan, itu. Nahas, sesampai di tempat kos tersebut, seseorang yang menjanjikan pekerjaan tersebut telah kabur. Tiga laptop itu pun sudah raib. Merasa ditipu mentah-mentah, ketiga mahasiswa itu langsung melaporkan kasus yang menimpanya itu ke Mapolres Situbondo. “Begitu mendapat laporan, kasus penipuan tersebut langsung kami tangani. Berdasar keterangan ketiga mahasiswa, mereka mengaku seperti tidak sadar,” kata AKP Wahyudi, Kasubag Humas Polres Situbondo. (rri/c1/als)

INFRASTRUKTUR

Mengapa Harus Perpustakaan Komunitas? NUR HARIRI/RaBa

AMBROL: Plengsengan penyangga jembatan di Dusun Tol Tol, Desa Bayeman, Kecamatan Arjasa, ambrol diterjang banjir beberapa hari lalu.

Warga Tol Tol Terisolasi ARJASA - Sebanyak 200 kepala keluarga (KK) yang tinggal di Dusun Tol Tol, Desa Bayeman, Kecamatan Arjasa, terancam terisolasi. Sebab, plengsengan penyangga jembatan menuju dusun tersebut ambrol dihantam banjir beberapa waktu lalu. Bahkan, akibat ambrolnya plengsengan tersebut, salah satu tiang penyangga jembatan yang menghubungkan Dusun Tol Tol, Desa Bayeman, dan Desa Sopet, Kecamatan Jangkar, hilang. Jembatan itu pun sangat rawan ambrol jika dilewati kendaraan bermotor. Data yang berhasil dikumpulkan, ambrolnya jembatan yang dibangun sekitar tahun 2003 melalui swadaya masyarakat itu diduga karena air sungai terlalu deras. Selain itu, kondisi bangunan dan fondasi jembatan sudah rapuh. Hal itu membuat warga yang ingin melewati jembatan tersebut harus bergantian. Bahkan, beberapa warga terpaksa turun ke jurang lantaran khawatir jembatan tersebut akan ambrol bila dilewati. Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Situbondo, H. Yoyok Mulyadi mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan memperbaiki jembatan tersebut. Meski tidak menjelaskan kapan akan diperbaiki, tapi Yoyok memastikan perbaikan jembatan di Dusun Tol Tol tersebut akan segera dilakukan. “Minggu ini besi INP dan bronjong akan datang, sehingga perbaikan sudah bisa dilakukan,” terang Yoyok. (rri/c1/als)

TOGEL

DARI pertengahan 2006 hingga paro 2009, saya menempuh pendidikan Master di Hawaii, Amerika Serikat. Ada hal yang mengusik hati saya selama tinggal di Negara Obama itu, yakni keberadaan perpustakaan. Hampir di tiap distrik (wilayah setingkat kecamatan di Indonesian) ada satu perpustakaan umum yang dikelola pemerintah untuk masyarakat luas. Perpustakaan itu biasanya berada di lokasi yang ramai dikunjungi masyarakat, misalnya di distrik Manoa, Hawaii. Perpustakaan di wilayah tersebut bergandengan dengan pasar di lembah bukit Manoa. Mahasiswa internasional, yang jelas bukan masyarakat lokal, bisa mengakses perpustakaan umum tersebut dengan mudah. Pernah suatu hari saya masuk ke perpustakaan tersebut. Saat itu sedang ada telling story atau bercerita. Sesi itu diperuntukkan anak-anak balita. Ada sekitar sepuluh anak yang duduk melingkar mengelilingi seorang pencerita yang duduk di kursi kecil. Kegiatan itu dilakukan tiga atau dua kali seminggu. Ketika saya berbincang dengan seorang teman dari Indonesia yang sudah lama hidup di Amerika, dia bilang bahwa perpustakaan umum tersebut di samping pelayanannya bagus, dan welcome untuk semua umur, juga sangat men-support anak-anak un-

tuk menjadi pecandu buku. Caranya macam-macam, ada yang dengan memberikan stimulus hadiah untuk anakanak yang dalam seminggu bisa membaca beberapa buku dan bisa menjawab kuis yang pertanyaannya dari buku-buku tersebut. Ada pula dengan memberikan buku-buku gratis kepada anak-anak. Perpustakaan yang tertata bersih dan friendly kepada anak-anak bukan hanya saya jumpai di Amerika, tapi juga di Melbourne, Australia. Salah satu tempat yang saya kagumi di Melbourne adalah Victoria Library State. Perpustakaan itu berada di tengah keramaian Melbourne, dengan bangunan yang mencapai beberapa blok dan berarsitektur Eropa kuno. Di dalam perpustakaan yang bertingkat lima itu ribuan buku tertata rapi. Yang paling menarik adalah ada satu sisi di bagian depan perpustakaan yang diperuntukkan anak-anak. Di bagian buku khusus anakanak itu tidak hanya ada buku tapi juga mainan. Jadi, sangat ideal sebagai tempat belajar dan bermain bagi orang tua dan anak. Di negara-negara maju dorongan untuk menjadi pencinta buku telah dimulai sejak dini. Sehingga, tidak mengherankan bila masyarakat di negara tersebut tumbuh menjadi pencinta buku. Lalu, bagaimana dengan di Indonesia ??

O l e h

Hj. NIHAYATUL WAFIROH * Mari kita lihat di Kabupaten Banyuwangi tercinta ini. Sepanjang pengetahuan saya, hanya ada satu perpustakaan daerah yang bertempat di kota Banyuwangi. Di wilayahwilayah selevel kecamatan dan desa, perpustakaan untuk masyarakat sangat langka. Jangankan perpustakaan, koran dinding atau koran yang dipasang di tempat umum yang bisa dibaca masyarakat luas sangat jarang terlihat. Sudah saatnya kita memikirkan bahwa pengembangan masyarakat harus dilakukan dari dua sisi, yakni sumber daya alam dan sumber daya manusia (SDM). Saya percaya ilmu pengetahuan adalah kunci utama pengembangan SDM. Pada gilirannya, ilmu pengetahuan akan berkembang bila kita menyadari pentingnya membaca. Bagi banyak orang, mereka mencukupkan diri hanya dengan membaca bukubuku yang tersedia di sekolah, dan hanya belajar di bangku sekolah. Sebenarnya banyak sekali ilmu pengetahuan yang bisa didapat dari buku-buku yang tidak disediakan di sekolah. Satu lagi, yang perlu membaca tentunya bukan hanya anak-anak di sekolah, ibu-ibu dan bapak-bapak yang sudah

berjibaku dengan pekerjaan pun sangat perlu membaca. Sebagai gambaran, di tahun 2009 saya merintis perpustakaan komunitas di Dusun Blokagung, Karangdoro, Tegalsari. Seorang ibu rumah tangga mendekap erat buku yang berjudul Tafsir Ar-Ra’yi. Menurut hemat saya, buku tersebut lumayan berat. Namun, ibu itu bilang, ”Saya tidak mau hanya sekadar hafal al-Quran tapi tidak mengetahui ilmu tafsir. Makanya saya senang sekali menemukan buku ini.” Sebenarnya beberapa buku di perpustakaan komunitas tersedia di perpustakaan sekolah. Namun, perpustakaan sekolah biasanya hanya dapat diakses muridmurid sekolah tersebut, dan tidak untuk masyarakat umum. Ibu-ibu juga menggunakan perpustakaan komunitas untuk meminjam buku anakanak, buku tersebut dibacakan untuk anak-anak mereka sebelum tidur. Cerita lain, ada seorang pelajar SMA yang menitikkan air mata ketika menemukan novel Bumi Manusia karya Pramodya Ananta Toer. Menurut gadis yang kutu buku itu, sudah lama dia ingin membaca buku itu, tapi harganya sangat mahal dan untuk membelinya harus menempuh jarak yang sangat jauh. Jadi, ketika menemukan buku tersebut di perpustakaan komuni-

tas, dia seperti menemukan mutiara. Kehausan terhadap buku bacaan sudah seharusnya ditangkap secara positif oleh pemerintah. Di Banyuwangi ada 24 kecamatan dan ratusan desa, idealnya setiap desa memiliki satu perpustakaan komunitas. Dengan adanya perpustakaan yang terjangkau tempatnya, maka akan memberikan peluang kepada masyarakat untuk mengakses. Pembangunan perpustakaan sebenarnya bisa dimasukkan dalam RPJMDes. Dengan begitu, pemerintah desa dan pemerintah daerah bertanggung jawab mendirikan perpustakaan komunitas ini. Na mu n , a d a n ya p e rpustakaan komunitas juga harus dibarengi dengan skill pengelolaan perpustakaan yang baik. Pengelolaan itu meliputi manajemen dan promosi perpustakaan, sehingga dapat mendorong dan menumbuhkan kesadaran pentingnya membaca. Saya berkeyakinan bahwa bila mengunjungi perpustakaan dan membaca telah menjadi kebiasaan masyarakat sebagian, maka cita-cita bangsa, yakni pembangunan manusia seutuhnya, bukan mustahil tercapai. *) Pendiri dan pengelola Perpustakaan Komunitas di Blokagung, Karangdoro, Banyuwangi, dan pengelola gerakan “Baca Yuk”.

Mengunci Kunci Jawaban Unas? NUR HARIRI/RaBa

TERTANGKAP BASAH: Rama Sunoto beserta barang bukti (BB) diamankan di Polsek Panji kemarin (11/4).

Polisi Bekuk Pengepul SITUBONDO - Rama Sunoto, 59, ditangkap petugas Polsek Panji saat melakukan transaksi togel di rumahnya di Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Rabu sore (10/4). Penangkapan yang dilakukan sekitar pukul 17.00 tersebut berawal saat petugas kepolisian mendapat informasi bahwa pria itu sudah lama menjadi pengepul toto gelap (togel). Untuk membuktikan benar-tidaknya informasi tersebut, petugas Polsek Panji diam-diam mendatangi rumah pengepul togel di Gang Samam, Kelurahan Mimbaan, itu. Setelah sampai, beberapa petugas langsung menggerebek rumah pelaku. Rama Sunoto pun tidak bisa berkutik karena tertangkap basah sedang melayani pembelian kupon beberapa pelanggan. Selain menyita buku rekapan togel, polisi juga menemukan beberapa buku saku yang penuh nomor togel. Selain itu, beberapa kertas togel pesanan pelanggan, kertas rumus togel, dan alat tulis serta dua buah HP, juga disita. Lantaran tertangkap basah, Rama Sunoto pun diamankan petugas Polsek Panji bersama barang bukti. “Pelaku itu pengepul. Dia tertangkap basah. Petugas langsung mengamankan pelaku dan barang bukti,” kata AKP Wahyudi, Kasubag Humas Polres Situbondo, kemarin (11/4). Dikatakan, pengepul togel itu dapat diancam Pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman kurungan maksimal 5 tahun penjara. (rri/c1/als)

SEBENTAR lagi akan diselenggarakan perhelatan akbar bernama ujian nasional alias unas. Walaupun agenda itu sudah rutin digelar, tapi tetap saja menghantui para peserta dan para pemangku kepentingan lain, misalnya orang tua, guru, pihak sekolah, yayasan, bahkan juga pemimpin daerah. Evaluasi merupakan bagian penting dalam sistem manajemen, planning, organizing, actuating, controlling, and evaluation. Tanpa evaluasi, tidak akan dapat diukur sejauh mana keberhasilan kegiatan yang telah direncanakan. Oleh karena itu, pembelajaran di sekolah perlu dievaluasi dalam bentuk ulangan dan ujian. Siapakah sesungguhnya yang berwenang? Merujuk Permendiknas No. 20 Tahun 2007 tentang standar penilaian pendidikan, penilaian dilakukan oleh pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah. Dalam hal ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan semester, dan ulangan kenaikan kelas, adalah kewenangan penuh pendidik. Ujian sekolah menjadi kewenangan sekolah, dan ujian nasional menjadi kewenangan pemerintah. Setiap penilaian, baik yang

dilakukan oleh pendidik, pihak sekolah, maupun pemerintah, akan menghasilkan keputusan lulus ataukah tidak lulus. Penilaian yang dilakukan pendidik pada saat ulangan harian, peserta didik yang mendapatkan nilai lebih besar atau sama dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM), maka akan dinyatakan tuntas atau lulus. Sementara itu, siswa yang tidak tuntas harus melakukan remidi (mengulang). Penilaian yang dilakukan oleh satuan pendidikan pada saat ujian sekolah, peserta didik yang melampai persyaratan lulus, maka akan dinyatakan lulus. Sedangkan siswa yang tidak lulus harus ikut ujian ulang (sampai lulus). Pada level penilaian yang dilakukan oleh pemerintah, yaitu ujian nasional, peserta didik yang melampaui persyaratan lulus, maka akan dinyatakan lulus. Sebaliknya, yang tidak melampaui persyaratan lulus, berarti tidak lulus dan tidak ada kesempatan ujian ulang di tahun yang sama. Ujian nasional menjadi momok yang menakutkan karena materi yang disajikan ada 20 sampai 30 varian. Itu pun tidak dibuat oleh gurunya

O l e h

CATUR PAMARTO * sendiri. Kedua, pelaksanaan ujian nasional diawasi oleh guru sekolah lain. Ketiga, tidak ada remidi atau ujian ulang di tahun yang sama. Keempat, dikoreksi secara computerized. Nilai unas sangat penting karena 60% menentukan kelulusan seorang siswa dari sebuah lembaga pendidikan. Selain itu, unas juga punya andil besar dalam diterimatidaknya seorang siswa menjadi mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Semakin tinggi nilai unas, maka tingkat kelulusan semakin tinggi dan tingkat keterterimaan di PTN juga semakin tinggi. Itu menjadi ”prestise” bagi peserta didik, orang tua, sekolah, yayasan, lembaga bimbingan belajar, dan institusi terkait. Dalam rangka memperoleh dan menjaga “prestise” tersebut, ada yang menempuh dengan cara-cara terhormat. Tetapi, (disinyalir) ada pula

yang menempuh dengan caracara yang tidak fair, melanggar etika, dan melanggar hukum. Hampir di setiap pelaksanaan unas terdengar isu kebocoran soal, pemanduan jawaban, penggantian pilihan jawaban secara terstruktur yang dilakukan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, kiranya ada upaya mengunci jawaban unas. Bagaimana caranya? Yang jelas tidaklah mudah. Sebab, banyak titik rawan yang memungkinkan terjadinya kebocoran. Mulai hulu sampai hilir, yakni penyusunan, pencetakan, distribusi, hingga penyimpanan naskah, memungkinkan terjadinya kebocoran. Pelibatan aparat keamanan (kepolisian) dan pengawas independen dari perguruan tinggi diharapkan dapat mencegah terjadinya kebocoran itu. Tetapi, ada yang lebih penting yang bisa dilakukan, yakni membuat varian soal unas sebanyak-banyaknya. Misalnya ada 20 atau 30 atau lebih varian soal. Adanya kesamaan option jawaban salah (secara masal) telah mengindikasikan adanya ketidakjujuran dalam pelaksa-

naan unas. Tentu itu diawali oleh bocornya soal, kemudian muncul kunci jawaban dan menyebar ke mana-mana. Kalau varian soal hanya tunggal, maka kunci jawabannya hanya satu, dan sangat gampang menyebar. Tetapi, jika varian soalnya sangat banyak, bahkan sampai 30 varian, maka upaya ketidakjujuran dalam unas itu bisa diminimalkan, bahkan bisa dihilangkan. Sebab, dengan banyaknya varian soal, maka upaya pencurian dan penyebaran kunci jawaban secara berantai akan semakin sulit, karena soal yang dikerjakan tiap siswa dalam satu kelas nyaris tidak sama. Dengan jumlah varian soal 30 atau lebih, peserta didik akan lebih percaya diri dan tidak akan begitu saja tergiur adanya kunci jawaban yang bergentayangan. Pemberian kewenangan kepada perguruan tinggi dan memperbanyak jumlah varian soal tentu dapat mengunci oknum yang terbiasa membuat dan menjual kunci jawaban. Semoga kunci jawaban unas tahun ini tidak bocor. *) Guru SMA 1 Giri, Banyuwangi.


38

Jumat 12 April 2013

Dapat Pengalaman Berharga MESKI baru berumur enam tahun, Richard Nathanael Wijaya tetap bersemangat mengikuti pertandingan kejuaraan bulu tangkis bertajuk Bupati Banyuwangi Cup II Open 2013. Siswa kelas satu SD Alethea Genteng itu berada di bawah bendera PB Sari Agung Genteng. Baru kali ini dia tampil dalam sebuah kejuaraan. Pada penampilan perdananya, Richard turun di nomor anak-anak putra under 10 tahun. Meski pertama kali berlaga, dia tampak tidak canggung. Tanpa beban, bocah bertubuh mungil itu bermain lepas Rabu (10/4) malam.

TOHA/RaBa

Richard Nathanael Wijaya

“Richard kita bina untuk menjadi atlet bulu tangkis. Karena itu, dalam turnamen ini kita munculkan dia. Ini adalah pertandingan perdananya. Ini untuk membina mentalnya,” kata Angka Wijaya, orang tua Richard. Menurut Angka, sebagai salah satu penasihat di PB Sari Agung, dia optimistis PB Sari Agung bisa menjuarai turnamen tersebut. Berbekal pemain sarat pengalaman, Angka yakin bisa bersaing dan meraih hasil terbaik dalam kejuaraan yang memperebutkan Piala Bupati Banyuwangi itu. (nic/c1/als)

GALIH COKRO/RaBa

SENGIT: Penampilan salah satu peserta kejuaraan bulu tangkis Piala Bupati Banyuwangi II di GOR Tawang Alun kemarin.

Langkah Unggulan Belum Terbendung BANYUWANGI - Kejuaraan bulu tangkis Bupati Banyuwangi Cup II Open 2013 rupanya masih menjadi ladang pembuktian bagi sejumlah pemain unggulan. Hingga hari kedua kemarin, belum ada kejutan berarti dalam kejuaraan badminton se-Jawa Timur dan Bali tersebut. Sejumlah pebulu tangkis unggulan belum terbendung langkahnya. Konsistensi atlet unggulan itu, di antaranya diperlihatkan di nomor tunggal putra kategori usia dini. Unggulan pertama, Alif Adabi (Hi Qua Wima Surabaya), memastikan diri ke putaran ketiga. Kemarin, Alif berhasil menumbangkan Fabi

dari Bimantara Jajag lewat pertandingan tiga set, 18-21 21-19 21-18. Unggulan lain yang memastikan melenggang adalah Bilal Firman Rohmansyah. Unggulan keenam asal Suryanaga Surabaya itu menang dua set langsung atas Tyas Akbar dari PB Agung Banyu-

wangi 21-12 21-19. Langkah atlet unggulan itu diteruskan Haikal Ramadan asal Smash Jember. Menghadapi M. Zidan asal Agung Banyuwangi, Haikal Ramadan memastikan langkah ke babak berikutnya lewat kemenangan 21-14 21-9. Di laga lain, Andi Kurnia Hakim yang diunggulkan di posisi kedelapan menang atas Abyan dengan skor 21-7 21-3. Berikutnya, ada Rafael Adrianto di peringkat ketujuh yang menundukkan Yahya dua seta langsung, 22-20 21-7. Unggulan ketiga, Yoga Irawan, berhasil menghentikan perlawanan Akmal dengan skor 21-6 21-8. Sementara itu, dalam Bupati

Cup II Open 2013 hari ketiga yang akan dimainkan pagi ini, nomor veteran mulai dipertandingkan. Ada 36 peserta yang ambil bagian dalam pertandingan yang dikhususkan para pemain di atas 45 tahun itu. Nomor veteran ini akan menjadi kategori tambahan yang akan dipertandingkan di kejuaraan bulu tangkis kaliber Jawa Timur dan Bali tersebut. “Mulai hari ini kategori veteran akan dimainkan. Pesertanya lumayan banyak. Selain Banyuwangi juga ada peserta dari Bali dan Bondowoso,” ujar Dedi Susanto, sekretaris PBSI Banyuwangi. (nic/c1/als)

RAMADA KUSUMA/RaBa

PERSABATAN: Tim bulu tangkis BRI Banyuwangi pose bersama sebelum pertandingan persahaban melawan gabungan pemain PAM Klatak dan Salpuk (Asal Gepuk) di JP-RaBa Badminton Airdrome, Selasa malam (9/4) lalu.

Menunggu Kepastian Jadwal Copa BANYUWANGI - Rencana manajemen Persewangi menambah dan memperkuat amunisi jelang putaran kedua Divisi Utama rupanya harus benarbenar selektif. Selain persaingan putaran kedua dipastikan lebih sengit, tim berjuluk Laskar Blambangan itu juga harus mempersiapkan diri mengikuti kompetisi tambahan. Kompetisi yang akan menjadi pertaruhan bagi Persewangi tersebut adalah Copa Indonesia. Meski belum dipastikan kapan digelar, tapi tim besutan Bagong Iswahyudi dan Mohamad Hasan itu memandang turnamen tersebut memiliki nilai lebih. Sebab, turnamen itu akan mempertemukan dua tingkat kompetisi di Indonesia, yakni tim-tim Divisi Utama dan ISL. “Memang belum ada kabar kapan Copa Indonesia akan digelar. Yang jelas, ajang tersebut cukup kompetitif karena mempertemukan tim level teratas dan level kedua di Liga Indonesia,” cetus Bagong Iswahyudi, pelatih Persewangi. Bagong menambahkan, sejauh ini dirinya masih menunggu konfirmasi terkait jadwal resmi Copa Indonesia. Beredar informasi bahwa PT Liga Indonesia akan menggulirkan turnamen itu pada pertengahan Mei mendatang. Tidak heran bila manajemen dan jajaran pelatih Laskar Blambangan menaruh konsentrasi besar terhadap seleksi tambahan yang digelar saat ini. Kebutuhan pemain yang benar-benar mumpuni dan berkualitas menjadi perhatian manajemen dan jajaran pelatih.

“Tim sangat membutuhkan pemain yang benar-benar siap

tanding. Sebab, mereka tidak hanya harus siap berkompetisi

di liga regular, tapi juga di Copa itu,” cetus Bagong. (nic/c1/als)

PAUD Mangga Kompak Beli Kaus Katrok

Gusdurian Diimbau Kembali ke PKB SRONO - Sebagai bentuk kecintaan kepada pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), KH Abdurrahman Wahid, ormas Bhineka Tunggal Ika Banyuwangi mengadakan kegiatan di tiga kecamatan sekaligus kemarin (10/4). Acara yang bertajuk Halaqah PKB Penerus Politik Gus Dur itu digelar di Balai Desa Puspan, Kecamatan Glagah. Acara tersebut dihadiri masyarakat umum dan para petani. Sedang yang kedua digelar MI Al Ikhlas, Kecamatan Srono, yang dihadiri kepala-kepala serta guru MI se-Kecamatan Srono. Sedang yang ketiga digelar di Desa Wongsorejo, yang dihadiri Jamiyah Muslimat Al Hidayah. Acara halaqah di ketiga tempat itu hadiri anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dapil 3, Hj. Muzayyanah, S.Sos.,M .Si. Kegiatan dengan mengusung sosok Gus Dur sebagai penggagas pluralisme itu

THOMY SILA/ RaBa

GAYENG: Ibu-ibu Jam’iyah Muslimat Al Hidayah mendengarkan paparan dari Hj. Muzayyanah, S.Sos., M.Si

benar-benar menjadi pengobat rindu para Gusdurian Banyuwangi. Almarhum Gus Dur yang sangat menghargai perbedaan, membela kaum minoritas, dan kedekatannya dengan beragam tokoh agama lain, sering disalahartikan oleh sebagian umat Islam. Padahal, setelah Gus Dur tiada, banyak orang akhirnya men-

gakui kebenaran dan kehebatan toleransi yang ditunjukkan sosok mantan presiden RI ke-4 itu. “Gus Dur itu sangat berani. Termasuk menentang arus kekuasaan dan siapa pun akan dilawan. Tapi keberanian itu didasarkan atas kebenaran dan kecintaan terhadap sesama,” kata Muzayyanah. Untuk itu, Muzayyanah meng-

himbau kepada para Gusdurian diharapkan mau kembali ke PKB. Serta masyarakat hendaknya harus benar-benar pintar memilih caleg dalam pemilu mendatang. “Karena di PKB sendiri untuk menjadi caleg harus mempunyai beberapa kriteria. Seperti pintar, kobar, bener, keker dan angker,” katanya. Muzayyanah mengatakan, terbentuknya ormas Bhineka Tunggal Ika yang ada di Banyuwangi bertujuan menampung aspirasi dari masyarakat. Di mana, ormas ini tidak membedakan suku, etnis, ras dan agama. Sesuai jiwa pluralisme Gus Dur. Muzayyanah berharap, nantinya bantuan dari pemerintah provinsi bisa langsung terserap kepada masyarakat melalui ormas Bhineka Tunggal Ika.“Saat ini, ormas Bineka Tunggal Ika masih ada di dapil 3. Ke depannya akan mencangkup seluruh Jatim,” pungkasnya. (adv/als)

GAMBIRAN - Cinta negara, cinta bangsa, dan cinta tanah air, perlu ditanamkan kepada generasi penerus sejak usia dini. Seperti halnya dewan guru PAUD Mangga 1 yang berada di Kecamatan Tegalsari ini. Untuk menanamkan rasa cinta daerah Banyuwangi kepada seluruh anak didiknya, keluarga besar PAUD Mangga membeli kaus Katrok bertuliskan I love BWI. Produsen kaus Katrok setiap hari memang tidak pernah beristirahat. Mereka kebanjiran order kaus bertuliskan dan berbau I Love Banyuwangi dan I Love-I Love yang lain. Baik pembeli dari instansi pemerintah, pendidikan, pertanian, perusahaan swasta, komunitas pelajar, mahasiswa, bahkan perusahaan-perusahaan swasta yang memiliki karyawan ratusan orang, juga ikut memborong kaus Katrok berlebel I Love Banyuwangi dan I Love komunitas yang lain. Besarnya respons masyarakat terhadap kaus Katrok tidak lain karena bahan yang dipakai murni dari kain ka-

NUGROHO/RaBa

TINTA SPESIAL: Guru dan siswa PAUD Mangga Tegalsari sesaat setelah membeli kaus I Love BWI di kaus Katrok.

tun, tebal, halus adem, dan nyaman saat dipakai. Serta mudah menyerap keringat. Selain disablon dengan bahan tinta spesial, harga kaus Katrok pun sangat terjangkau. Untuk kalangan anak-anak usia PAUD, dijual dengan harga Rp 15 ribu. Sedangkan kaus krah kombinasi batik gajah oleng, untuk dewasa seharga Rp 75 ribu. Mengapa sedemikian murah? Itu karena kaus Katrok dikerjakan sendiri oleh putraputra asli Banyuwangi. Mulai proses memilih kain, menjahit, desain, hingga sablonnya.

Semuanya dikerjakan sendiri oleh tim kreator kaus Katrok. Bukan kulakan di tempat lain, atau dikerjakan di luar kota, lalu dijual di Banyuwangi. Karena itu,  produsen kaus Katrok merasa tertantang untuk bekerja lebih giat dan lebih profesional lagi. Sehingga ke depan kaos Katrok benar-benar menjadi ikon kaos Banyuwangi. Belum Banyuwangi banget kalau belum pake kaus Katrok. Segera datang ke outlet kaus Katrok/ dukun spanduk Gambiran atau hubungi 081 358 720 777. (adv/als)


BERITA UTAMA

Jumat 12 April 2013

39

HALAMAN SAMBUNGAN

Uji Kesiapan Unas n TRY... Sambungan dari Hal 29

Ada sekolah yang memulai pagi hari, dan ada pula sekolah yang baru melaksanakan try out siang hari. Meski start-nya berbeda-beda, tapi pada pukul 12.00 try out sudah tuntas semua. Sekitar pukul 13.30, beberapa sekolah sudah mengembalikan lembar jawaban ke kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi di Jalan Yos Sudarso 89 C, Banyuwangi. “Setelah semua lembar jawaban terkumpul, kita koreksi,” kata Beny Siswanto, salah seorang panitia try out. Sejatinya, lembar jawaban bisa terkumpul semua siang itu. Namun, karena cuaca hujan, lembar jawaban itu tidak bisa terkumpul semua ke-

marin. Sekolah yang belum mengumpulkan lembar jawaban, kata Beny, panitia akan datang ke sekolah tersebut. Setelah dikoreksi, akan ditentukan 100 peserta terbaik. “Terbaik kesatu akan diberi hadiah PC Tablet,” kata Beny. Pantauan koran ini, try out di SMPN 1 Giri berlangsung is timewa. Bupati Abdullah Az war Anas menyempatkan diri mengunjungi sekolah itu untuk melihat siswa yang mengikuti try out. Bupati Anas ter lihat memasuki beberapa ruang kelas dan melihat langsung para peserta yang sedang mengerjakan soal-soal try out. ”Ayo semangat ngerjakan soalnya,” kata Anas menyemangati siswa-siswi SMPN 1 Giri. Kunjungan Bupati Anas di

SMPN 1 Giri kemarin didampingi Kepala Dinas Pen didikan Sulihtiyono; Kepala Bap pekab Agus Siswanto; Asis ten Pembangunan dan Kesra Suhartoyo; Kabag Pemba ngu nan Wawan Yadmadi; Ka bag Hu mas dan Protokol Juang Pri badi, dan Camat Giri Agni. Meriahnya try out tidak hanya terlihat di sekolah perkotaan. Sejumlah sekolah di wilayah Banyuwangi Selatan juga tak mau kalah. Mereka bersemangat mengerjakan soalsoal meski sejak pagi kemarin diguyur hujan. Pendistribusian soal dan lembar jawaban komputer (LJK) tanpa kendala berarti. Di SMPN I Gambiran kemarin ada 200 siswa kelas IX yang ikut try out.

Para guru di sekolah tersebut ter lihat antusias mengawasi murid-muridnya mengerjakan soal try out. Kepala sekolah SMPN I Gambiran, Eufius Sugito me nuturkan, sekolah sangat mendukung kegiatan tersebut. Sebab, try out tersebut bisa menguji kesiapan anak didiknya dalam menghadapi unas. ‘’Anak-anak agar lebih siap dalam menghadapi ujian,” kata Eufius. Sementara itu, perwakilan guru mengambil LJK dan soal di SMPN I Gambiran sejak pukul 05.00, antara lain, perwakilan SMPN I Siliragung, SMPN 2 Siliragung, SMPN 3 Siliragung Satu Atap, SMPN 4 Siliragung Satu Atap, SMPN I Tegalsari, dan SMPN 2 Gambiran. (afi/ ton/c1/aif)

Dua Notaris Dapat Penghargaan n NOTARIS... Sambungan dari Hal 29

Pada tahun 2012, PDRB Banyuwangi meningkat menjadi Rp 30,7 triliun. Pembangunan pe rumahan terus tumbuh, tapi penerimaan BPHTB pertumbuhan lambat. “Saya mengajak para notaris/PPAT ikut berkonstribusi dalam menaikkan penerimaan BPHTB,” tandas Anas. Notaris/PPAT dan BPN, lanjut Bupati Anas, memiliki peran stra tegis dalam menaikkan BPHTB. Selama ini, sebagian kalangan banyak yang menghindari pembayaran pajak. “Karena itu, kita mengajak semua pihak bersama-sama mencari solusi agar wajib pajak tidak menghindar dari kewajibannya,” ajaknya. Tahun 2012 lalu, penerimaan BPHTB ditargetkan Rp 7,5 miliar. Hingga akhir tahun anggaran 2012, realisasi penerimaan pajak BPHTB mencapai Rp 9,5 miliar. Pada Coffee Morning itu, Bupati Anas memberikan penghargaan kepada dua

notaris/PPAT teladan. Dua notaris itu dinilai memberikan konstribusi be sar terhadap peningkatan penerimaan BPHTB. Dua notaris/ PPAT yang mendapat penghargaan itu adalah mantan notaris Ratna Handayani dan notaris Andjo Winarto. Kedua notaris itu dinilai meme nuhi kriteria sebagai pene rima penghargaan karena berperan dalam meningkatkan penerimaan BPHTB. Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Suyanto Waspo Tando Wicaksana mengatakan, selama ini dua notaris itu tergolong paling tertib dalam melaporkan BPHTB. Selain tertib melaporkan BPHTB, dua notaris itu juga dinilai paling kooperatif dan akomodatif terhadap pajak BPHTB. “Kita memberikan penghargaan kepada notaris teladan. Kita harapkan para notaris/PPAT mengedukasi masyarakat agar taat membayar pajak BPHTB,” harap Suyanto. Dijelaskan Suyanto, mulai tahun 2011 BPTHB telah dialihkan sebagai pajak daerah.

Pe nerimaan BPHTB tahun 2012 Rp 9,5 miliar. Itu masih bisa ditingkatkan. Sebab, outstanding kredit perumahan di Banyuwangi dari satu bank saja berkisar Rp 450 miliar. Selama ini, kata Suyanto, transaksi jual-beli tanah dan bangunan ada kecenderungan meminimalkan nilai jual objek pajak (NJOP). Dengan cara itu, penerimaan pajak BPHTP akan kecil. Bahkan, tidak perlu bayar karena nilainya di bawah Rp 60 juta. “Pembeli dan penjual cenderung ingin meminimalkan biaya transaksi. Sering terjadi rekayasa nilai transaksi yang dikecilkan,” kata Suyanto. Coffee Morning itu, kata Suyanto, sebagai jembatan dalam meningkatkan perolehan BPHTB. “Kami ingin mengetuk semua pihak agar melakukan transaksi jual-beli dengan nilai riil, mulai dari penjual, pembeli, hingga PPAT yang terlibat,” katanya. Selain proses penyadaran, Dispenda juga akan membentuk tim intensifikasi pajak yang tugasnya antara lain mengecek laporan transaksi penjualan ob-

jek yang masuk. “Akan kita cek laporan jual-beli notaris/ PPAT secara random,” ujarnya. Upaya lain yang dilakukan pemkab untuk mendongkrak pajak daerah adalah dengan mengeluarkan kebijakan terkait Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT). “Mulai saat ini Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) akan mewajibkan semua nama pemohon IPPT sama dengan nama yang di sertifikat,” tegasnya. Menanggapi kebijakan pemkab itu, mantan notaris V Ratna Handayani yang hadir di Coffee Morning itu memberikan apresiasi yang tinggi sekaligus memberikan masukan kepada pemerintah daerah dalam upaya memaksimalkan perolehan pajak BPHTB. “Kita harus beri tahu penjual dan pembeli apa itu pajak penghasilan (PPh) dan BPHTB. Bahwa biaya yang tinggi di atas nilai jual objek pajak (NJOP) bukan masuk ke kantong kita, tapi ke kas pemerintah. Notaris harus mengecek kebenaran harga jualbeli riil,” tegas Ratna. (afi/c1/aif)

Kobaran Api Muncul dari Atap Toko n TOKO... Sambungan dari Hal 29

Pemilik toko berdalih kebakaran yang menelan kerugian se kitar Rp 350 juta itu tidak diasuransikan. Mereka beranggapan tim labfor itu dihadirkan dalam rangka klaim asuransi. “Jadi, kebakaran toko pertanian itu dianggap musibah,” terang per wira dengan tiga balok di

pundak itu. Hasil penyelidikan kemarin, polisi masih menyimpulkan bahwa pemicu kebakaran adalah arus pendek listrik (korsleting). Sebab, api muncul dari atap toko. “Dugaan masih korsleting listrik,” tandas Ibnu Mas’ud. Keterangan beberapa saksi, ungkap kapolsek, orang pertama yang mengetahui api berkobar adalah salah satu cucu pemilik

toko. Tidak ada orang lain yang melihat ke bakaran tersebut. “Cucu pemilik toko itu tahu ada api saat akan berangkat sekolah,” kata Mas’ud. Diberitakan sebelumnya, kebakaran hebat melanda toko pertanian Sundari di Jalan Juanda, Dusun Kampung Baru, Desa Jajag, Kecamatan Gambi ran, Banyuwangi. Semua barang di dalam toko tersebut

ludes tidak bisa diselamatkan. Selain itu, sebuah sepeda motor dan beberapa sepeda pancal yang parkir di garasi ludes. Mobil Daihatsu Taft juga nyaris hangus jika tidak segera dikeluarkan dari garasi. Meski begitu, bodi mobil dengan nomor polisi P 850 ZO itu sudah mengelupas karena terendus hawa panas yang disertai percikan api. (ton/c1/aif)

Penemu Dapat Kompensasi dari Pemkab n PENINGGALAN... Sambungan dari Hal 40

“Khusus Bapak Misyono sebagai penemu benda tersebut akan diberi kompensasi sesuai ana lisis tim provinsi yang di harapkan ditindaklanjuti Pem kab Situbondo,” terang Sugiono.

Visitasi BPCB Trowulan dan Tim Kepurbakalaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim juga mendapat perhatian pihak-pihak yang peduli terha dap peninggalan budaya dari luar daerah, di antaranya Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit Timur dan Masyarakat Advokasi Warisan Budaya

(Madya) Jogjakarta. “Kita tertarik datang ke Situbondo hanya ingin membe rikan satu pen dam pi n gan dan motivasi kepada FPCB (Forum Penyelamat Cagar Budaya) Situbondo agar mengawal penelitian arca yang ditemukan di TN Baluran itu,” terang Ketua Masyarakat Peduli Peninggalan

Majapahit Timur, Mansur Hidayat. “Alhamdulillah, tadi sudah di tegaskan BPCB Trowulan bahwa arca tersebut adalah arca yang merupakan benda cagar budaya yang sangat luar biasa dan merupakan peninggalan zaman Majapahit,” imbuh Mansur. (pri/c1/als)

Libatkan Warga Asli Kemiren n BERDOA... Sambungan dari Hal 29

Yakni Indonesia, Osing, Inggris, Belanda, Prancis, Jawa, dan Italia. “Di Indonesia ada beberapa jenis barong. Tetapi, barong kemiren memiliki ciri yang spesifik, yakni bersayap dan bermahkota,” ujar Aekanu. Meski sedikit-banyak buku yang dia tulis sudah mendapat “pengakuan” dari warga asing, Aekanu tidak pongah. Dia memilih melakukan soft launching buku tersebut dengan cara yang sangat sederhana. Dengan mengundang sejumlah penggiat kesenian barong, peluncuran awal buku yang dia susun selama lima tahun itu dilakukan di Petilasan Buyut Cili yang berlokasi di sekitar persawahan Dukuh Sukosari, Dusun Kedaleman, Desa Kemiren. Oleh Masyarakat Kemiren, Buyut Cili diyakini sebagai sosok yang bisa menangkal pengaruh jahat terhadap masyarakat desa setempat. “Terserah mau dipersepsikan seperti apa. Yang jelas, kami menghormati ke yakinan masyarakat bahwa Buyut Cili adalah sosok yang mengayomi dan

menjembatani doa mereka kepada Tuhan,” ujar Aekanu. Suasana soft launching buku yang diterbitkan oleh Lembaga Kajian Pendidikan Adat Budaya dan Lingkungan Kiling Osing Banyuwangi itu benar-benar sederhana. Di awali doa bersama di makam Buyut Cili, acara dilanjutkan dengan penyerahan buku dari Aekanu kepada juru kunci barong tuwek kemiren, Sapi’i. Setelah itu, rangkaian acara dilanjutkan dengan selamatan nasi pecel pitik pethetheng. Sekadar tahu, buku karya Aekanu itu di terjemahkan dalam bahasa Inggris oleh Rachel Lovelock, editor bahasa Belanda-nya ialah Clemy Balvers, Gaelle De Boishebert menerjemahkan ke dalam bahasa Prancis, dan editor bahasa Italia-nya adalah Lara Abraham. Untuk bahasa Osing, orang yang menerjemahkannya adalah Djohadi Timbul dan Tahyat, sedangkan editor bahasa Jawa-nya adalah Pradji Wijono dan Heru Widodo. Illustrator buku tersebut adalah pemuda asli Osing berusia 25 tahun, yakni Aris Siswanto. Bakat melukis alami yang dimiliki

Aris terlihat sejak pemuda asli Desa Kemiren itu masih anak-anak. Darah seni Aris diwariskan oleh kakeknya yang hingga kini masih aktif sebagai pemain teater tradisional Osing kebanggaan warga Desa Kemiren tersebut. “Kami melibatkan warga asli Kemiren karena ada potensi yang bisa dikembangkan dari mereka. Salah satunya adalah Aris. Jika diwadahi dengan baik, bakat melukis Aris bisa berkembang, sehingga ekonominya akan terangkat. Saat ini Aris bekerja membantu ayahnya sebagai tukang batu,” papar Aekanu. Sementara itu, soft launching buku karya Ae kanu kemarin juga dihadiri seorang pencinta budaya, Setiawan, seorang editor ba hasa Osing buku tersebut, Djohadi Timbul. Sahek, salah satu pemain barong tertuam juga hadir dalam acara tersebut. Hadir juga Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi A. Choliq Baya dan anggota DPRD Banyuwangi Ridwan. Dia adalah me nantu mantan bupati Samsul Hadi. “Buku ini diharapkan bermanfaat bagi pendidikan dan budaya di seluruh dunia,” harap timbul. (c1/aif)

GALIH COKRO/RaBa

TETAP RAMAI: Antrean pembelian tiket KA di Stasiun Karangasem, Banyuwangi.

Kenaikan Diimbangi Pelayanan Maksimal n TIKET... Sambungan dari Hal 29

Kebijakan itu diberlakukan dengan tetap mempertimbangkan permintaan pasar dan tarif kompetitor. Kenaikan tarif tiket itu, kata Gatut, akan diimbangi dengan pelayanan maksimal kepada pengguna jasa

transportasi KA. “Penyesuaian tarif itu bertujuan meningkatkan layanan kepada para pengguna jasa,” tegas Gatut. Pembelian tiket KA bisa dilakukan 90 hari sebelum keberangkatan. Meski tiket-baru berlaku sejak 10 April 2013, tapi pengguna jasa KA yang sudah membeli tiket sebelum 10 April tidak

dikenakan tambahan bea. Tiket yang sudah dibeli sebelum 10 April tetap dinyatakan berlaku tanpa harus menambah bea apa pun. Tiket dengan tarif baru itu hanya berlaku untuk pembelian setelah 10 April 2013. “Calon penumpang yang beli tiket sebelum 10 April bisa langsung menggunakannya,” kata Gatut. (afi/c1/aif)

Satu Paket Dijual Rp 300 Ribu n PENJUAL... Sambungan dari Hal 29

Pengedar yang ditangkap itu adalah Sigit Purnomo, 31. Bapak satu anak itu ditangkap di jalan raya ketika hendak tran saksi ganja, tepatnya di pinggir Sungai Pekalen Sampean di Desa/Kecamatan Bangorejo kemarin. Selain menyita ganja, polisi juga mengamankan barang bukti (BB) sebuah hand phone (HP) merek Cross, dan satu lembar bukti transfer bank. ”Tersangka diduga sebagai pengedar,” cetus Kasatresnarkoba Polres Banyuwangi AKP Watiyo. Begitu tertangkap tangan membawa ganja, anggota Satreskoba langsung menggeledah rumah Sigit di Karangdoro. Di ru mah yang sekaligus optic ter sebut, polisi menyita biji ganja seberat 8,62 gram. “Kita menggeledah rumah tersangka, ternyata banyak biji ganja di

sana,” ungkap Watiyo. Terbongkarnya peredaran narkoba jenis ganja itu setelah polisi melakukan penyelidikan. Berdasar informasi warga, tersangka sudah lama berprofesi sebagai pengedar ganja. “Tersangka sebenarnya sudah lama kita incar, tapi selalu lolos,” ujar Watiyo. Sebelum diringkus, pihaknya mendapat informasi bahwa orang yang sedang diincar itu berada di sekitar Desa/Kecamatan Bangorejo. Bahkan, informasinya dia sedang membawa ganja. “Kita menemukan tersangka di tepi sungai dan langsung kita tangkap,” cetusnya. Saat akan diringkus, sebut dia, tersangka mengelak terlibat peredaran narkoba. Tetapi, tersangka tidak bisa berkutik karena saat digeledah ditemukan dua paket ganja seberat 8,95 gram di balik bajunya. “Tersangka kita keler ke rumahnya dan ditemukan biji ganja seberat 8,62 gram,” sebutnya.

Menurut Watiyo, dilihat dari biji ganja yang tergolong cukup banyak itu, tersangka diduga sudah lama mengedarkan ganja. Biji ganja yang ditemukan di rumahnya itu berasal dari tanaman ganja yang telah dikumpulkan. “Setiap membeli ganja, bijinya dikumpulkan,” terangnya. Dalam keterangannya kepada polisi, tersangka mengaku mendapatkan barang haram itu dari sa lah satu kenalannya yang tinggal di wilayah Kecamatan Genteng. Hanya saja, tersangka tidak mengetahui alamatnya. “Barang diranjau, dan saya membayar melalui transfer bank,” sebutnya. Tersangka mengaku membeli cimeng tersebut seharga Rp 1,3 juta. Selanjutnya, barang itu dibagi menjadi beberapa paket dan dijual kepada para pelanggan. “Satu paket ganja saya jual seharga Rp 300 ribu. Sebagian ganja itu saya konsumsi sendiri,” aku Sigit. (abi/c1/aif)

Partisipasi Terus Mengalir BANYUWANGI - Respons masyarakat terhadap kegiatan Banyuwangi Peduli cukup tinggi. Beberapa instansi menyatakan bersedia menyukseskan even akbar yang rencananya masuk catatan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) tersebut. Kegiatan tersebut akan memecahkan rekor donor darah terbanyak tingkat kabupaten yang akan dihelat di lapangan tenis GOR Tawang Alun, Banyuwangi, pekan depan (24/4). Hingga kemarin jumlah peserta donor dan partisipasi masyarakat terus bertambah. Bank Mandiri, misalnya. Lembaga perbankan itu menyumbang 20 paket sem bako. BPR Jatim juga tak mau ketinggalan. BPR yang beralamat di Jalan Brigjend Ka-

Sumbangan kemarin

n Kec. Singojuruh: 56 pendonor n Bank Mandiri: 20 paket sembako n Kodim 0825: 150 orang pendonor n BPR Jatim: Rp 10 juta, dana santunan sembako dan jam dinding 100 buah untuk door prize n Bank Jatim: Rp 17 juta

tamso itu menyumbang Rp 10 juta, sembako, dan door pri ze berupa 100 buah jam dinding. ”Melihat kepedulian masyarakat cukup tinggi, kami op timistis kegiatan ini akan berjalan sukses,” kata panitia Gerakan Banyuwangi Peduli, M. Choiril Ustadi. (daftar penyumbang selengkapnya baca grafis). Kegiatan donor darah tersebut diharapkan bisa menghasilkan 3.000 kantong darah. Karena

itu, paling tidak dibutuhkan 3.500 pendaftar agar target itu bisa terpenuhi. Gawe besar Pemkab Banyuwangi yang bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Banyuwangi ini akan dihelat 24 April 2013 mendatang. Dalam kegiatan tersebut akan dilaksanakan tiga ke giatan sosial, yakni donor da rah, pemberian santunan anak yatim, dan pembagian sembako kepada warga tidak mampu. (c1/aif)


40

Jumat 12 April 2013

Bocah SD Cabuli Anak TK Korban dan Pelaku Masih Bertetangga SITUBONDO - Kelakuan siswa sebuah sekolah dasar (SD) berinisial BB, 15, asal Kabupaten Situbondo ini benarbenar tidak patut ditiru. Sebab, bocah SD tersebut mencabuli siswi TK, Saritem (bukan nama sebenarnya), yang tak lain tetangganya sendiri kemarin (11/4). Akibat pencabulan yang terjadi sekitar pukul 11.00 tersebut, siswi TK yang masih berumur 5 tahun itu menangis dan menjerit lantaran kemaluannya sakit. Beruntung, saat korban menangis, kedua orang tuanya mendengar dan langsung menghampiri korban. Insiden konyol yang dilakukan bocah SD terhadap siswi

EDY SUPRIYONO/RaBa

VERIFIKASI: Tim dari BPCB Trowulan dan Kepurbakalaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim di Pendapa Kabupaten Situbondo kemarin.

Peninggalan Zaman Majapahit Arca yang Ditemukan di Hutan Baluran SITUBONDO - Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto, dan Tim Kepurbakalaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur melakukan verifikasi penemuan arca di Taman Nasional Baluran Rabu (10/4) lalu. Tim yang berjumlah sembilan orang yang terdiri atas unsur BPCB Trowulan itu dipimpin Kepala BPCB Aris Suhaeni. Dari unsur Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim dipimpin Kepala Bidang

Sejarah, Museum, dan Purbakala, Edy Irianto. Mereka diterima Sekkab Syaifullah dan Kadisparbudpora, Sugiyono, di pendapa kabupaten. Hasil verifikasi menunjukkan bahwa arca tersebut merupakan sesuatu yang sangat luar biasa. Arca yang ditemukan Misyono, warga Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, itu dinyatakan sudah memenuhi kriteria sebagai benda cagar budaya yang layak dilestarikan. “Jadi, tidak seperti yang diprediksi sebelumnya bahwa arca tersebut merupakan arca Dewi Tara peninggalan zaman Buddha. Kepala BPCB men-

gatakan, arca tersebut diduga merupakan arca Dewi Laksmi pendamping Dewa Wisnu yang hidup pada zaman Hindu,” terang Kadisparbudpora, Sugiyono, kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (11/4). Dosen di Fakultas Dakwah IAI Ibrahimy, Sukorejo tersebut menegaskan, tim verifikasi provinsi akan menyampaikan hasil tertulis kepada Bupati Situbondo terkait status arca tersebut. Hal itu sebagai referensi bagi pemerintah daerah untuk menetapkan benda tersebut sebagai benda cagar budaya n  Baca Peninggalan...Hal 39

Bila Berlebihan, Kolesterol itu Membahayakan Kesehatan Sebenarnya, kolesterol sangat dibutuhkan oleh tubuh. Namun, banyak orang menyangka semua kolesterol itu jahat. Dalam jumlah tertentu, kolesterol dibutuhkan antara lain untuk mensintetis protein dan lemak. Dengan demikian, ia tetap dibutuhkan untuk menjaga kelangsungan metabolisme dan keberadaan organ-organ tubuh. Kolesterol adalah lemak yang berguna sebagai bahan penyusun hormon dan bahan membran atau dinding sel dalam tubuh. Dengan kata lain, kolesterol merupakan salah satu komponen lemak yang terdapat dalam makanan dan tubuh. Sebagian besar kolesterol, sekitar 80%, dibentuk di organ hati dan sisanya didapat dari berbagai jenis sumber makanan dan minuman. Jika kadarnya berlebihan atau lebih tinggi daripada yang dibutuhkan, ia akan menimbulkan masalah. Peredaran darah menjadi tak lancar, tekanan darah meninggi, dan muncul pegal-pegal pada seba gian tubuh. Bila terlalu tinggi, ia dapat menimbulkan penggum palan lemak dalam pembuluh darah. Dan ini akan menyumbat aliran darah, yang membuat kerja jantung menjadi berat. Hal ini dapat mengakibatkan munculnya serangan jantung dan stroke. Tapi, tak semua kolesterol yang berlebihan membahayakan. Sebab, kolesterol itu banyak jenisnya. Yang membahayakan itu adalah trigliserida dan low density lipoporotein alias LDL alias yang jahat. Sedangkan high density lipoprotein alias HDL merupakan kolesterol baik yang dapat melarutkan kolesterol jahat dan menurunkan kadarnya di dalam tubuh. Jadi, semakin tinggi kadar HDL di dalam darah akan makin baik efeknya bagi tubuh. Bagaimana cara mengatasi kolesterol jahat itu? Bisa dengan obat, tapi tentu punya efek samping. Karena itu, dengan produk herbal tentu akan lebih baik. Dalam hal ini, khasiat xanthone kulit manggis telah teruji secara klinis. Penelitian membuktikan

bahwa tingkat antioksidan xanthone sangat tinggi, melebihi vitamin C dan E. Salah satu fungsi antioksidan dalam tubuh adalah untuk menangkal radikal bebas. Dan salah satu yang dilakukan radikal bebas dalam tubuh adalah mengoksidasi lemak, sehingga kadar kolesterol jahat meningkat. Selain itu, manfaat xanthone untuk menurunkan kadar kolesterol ini telah dibukitkan sendiri oleh seorang dokter di Jakarta. Garagara kesibukan, dokter itu sempat “mengabaikan” kesehatannya. Enam bulan sebelumnya, kolesterol totalnya 283 mg/ dl. Padahal, normalnya tak boleh lebih dari 200. Untuk itu, ia bukannya minum obat. Ia malah meminum ekstrak kulit manggis dengan merek Garcia tiga kali sehari. Dan itu dilakukan wanita 48 tahun itu selama 10 hari berturut-turut. Ternyata, hasilnya signifikan. Kolesterol totalnya turun hingga angka 180. Anda yang ingin tahu lebih lengkap tentang khasiat mang gis bisa membacanya di buku berjudul Kulit Manggis Berkhas i a t Tinggi, y a n g tersedia di Toko Buku Gramedia di seluruh Indonesia. Tapi, apakah untuk mendapatkan xanthone itu kita perlu menggiling kulit manggis dulu untuk kemudian meminum airnya? Tidak. Sekarang, teknologinya sudah ada di Indonesia. Dan produk itu sudah beredar di apotek dan toko-toko obat terkemuka di kota Anda, dalam bentuk kapsul. Namanya Garcia. Sedangkan xanthone adalah nama zat yang dikandungnya. Bila ingin tahu lebih banyak tentang ekstrak kulit manggis pertama di Indonesia itu, Anda bisa menghubungi telepon bebas pulsa di 08001401430, email info@ manggisgarcia.com, atau website www. manggis garcia.com. Produk ini bisa didapatkan di Apotek dan toko obat terkemuka di kota anda atau segera hubungi Banyuwangi : 0333-7703239 & 081336445358.

TK itu terjadi saat korban bermain bersama di halaman rumah pelaku. Tiba-tiba pelaku datang dan mengajak korban masuk ke kamar rumahnya yang dalam keadaan kosong. Setelah lama berada di dalam kamar, teman korban pun penasaran dan mengintip melalui pintu kamar. Teman korban yang sama-sama masih kecil itu mengetahui tubuh korban ditindih pelaku. “Temannya sempat melihat saat pelaku membuka celana dan menindih korban,” ujar Pram, warga sekitar. Tidak lama kemudian, korban menangis dan menjerit. Kedua orang tua korban mendengar tangisan putrinya tersebut. Setelah dihampiri, korban dibujuk orang tuanya agar tidak menangis. Namun, korban terus menjerit sambil menunjuk kemaluannya. Saat

mengetahui kemaluan putrinya merah, kedua orang tua korban langsung membawanya ke rumah sakit. Selanjutnya, korban menceritakan kejadian yang baru dialami kepada orang tuanya. Mendengar cerita bahwa putrinya sempat ditindih dan celananya dibuka oleh pelaku, kedua orang tua korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapol-

res Situbondo. Untuk memastikan perbuatan pelaku, kepolisian akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi sambil menunggu hasil visum dokter. “Kasusnya dilimpahkan ke PPA. Sekarang sudah dilakukan penyelidikan dan sudah dimintakan visum,” ujar Kasubag Humas Polres Situbondo, AKP Wahyudi. (rri/c1/als)

Radar Banyuwangi 12 April 2013  

Radar Banyuwangi

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you