Issuu on Google+

SENIN 11 MARET

TAHUN 2013

25

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

Sehari Serasa

Chinatown BANYUWANGI - Kirab tolak bala (Cie Swa) yang digelar untuk memperingati hari kebesaran Yang Mulia Kongco Tan Hu Cin Jin ke-229 berlangsung meriah kemarin (10/3). Banyuwangi pun serasa menjadi Chinatown sore itu. Hujan deras yang sempat mengguyur Kota Gandrung dan sekitarnya sesaat sebelum pawai dimulai, ternyata tidak menyurutkan animo warga. Ribuan warga berbondong-bondong memadati tepi jalan raya yang menjadi rute pawai Cie Swa tersebut. Tidak tanggung-tanggung, Cie Swa yang digelar jemaat Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hoo Tong Bio Banyuwangi kali ini diikuti oleh 24 kontingen. Mereka berasal dari Jawa, Bali, dan Madura. Bahkan, tiga kontingen asal Jakarta juga ikut ambil bagian dalam ritual Cie Swa kali ini. Di antaranya rombongan asal Cetya Kwee Thio Kong, Shang Nie Bio, dan Rumah Ibadah Sheng Xing Thang. Selain undangan asal Jakarta, kirab tolak bala tahun ini juga diikuti oleh rombongan asal Cirebon, Jawa Barat; Klaten, Jogjakarta; Lasem, Magelang, Semarang, Salatiga, Jawa Tengah. Peserta asal Jawa Timur terdiri dari perwakilan Kwan Im Kiong Pamekasan, Madura; Makin Pak Kik Bio Surabaya; Rumah Suci Dewi Kwan Im dan TITD Pay Lien San, Jember n  Baca Sehari...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

NUANSA MERAH: Iring-iringan salah satu kontingen pawai Cie Swa melintas di persimpangan Jalan PB Sudirman dan Jalan Satsuit Tubun Banyuwangi sore kemarin.

Bawang Putih Menggila Harga Bawang Merah juga Meningkat Pesat BANYUWANGI - Tren peningkatan harga bawang berlanjut. Perlahan namun pasti, harga komoditas pertanian tersebut terus merangkak naik. Bahkan tren peningkatan harga bawang

yang terjadi sejak awal tahun 2013, belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir hingga menjelang berakhirnya triwulan pertama tahun ini. Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi di Pasar Banyuwangi menyebutkan, para pedagang menjual bawang merah kepada konsumen seharga Rp 45 ribu per Kilogram (Kg) kemarin (10/3).

Harga sebesar itu melonjak signifikan dibanding dua hari sebelumnya yang hanya sebesar Rp 30 ribu per Kg. Peningkatan harga yang lebih ekstrem terjadi pada bawang putih. Betapa tidak, pedagang melego bawang putih dengan harga Rp 60 ribu per Kg kemarin. Padahal sehari sebelumnya, konsumen masih bisa membeli sekilogram bawang

BALAP LIAR BANYUWANGI - Sebanyak 75 unit sepeda motor yang sudah dimodifikasi dijaring oleh Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Banyuwangi Sabtu malam lalu (9/3). Puluhan motor itu diamankan saat hendak dipakai balapan liar di sejumlah lokasi di Banyuwangi. Motor yang terjaring razia itu, sebagian besar onderdilnya sudah diganti yang tidak standar. Semua motor itu untuk sementara diamankan di Mapolres Banyuwangi. “Motor bisa diambil, asal onderdil diganti aslinya, dan menunjukkan surat-surat motor,” terang Kasatlantas AKP Irawan Wicaksana melalui Kanit Laka Iptu Mujiono. Razia balapan liar yang digelar oleh Satlantas Polres itu dimulai sekitar pukul 22.00. Petugas membidik tiga ruas jalan yang selama ini sering menjadi arena balapan n

Jadi Incaran Penipuan CPNS

 Baca Jaring...Hal 35 AGUS BAIHAQI/RaBa

DARI BALI: Begitu rampdoor feri dibuka, ratusan sepeda motor langsung keluar beriringan di dermaga Pelabuhan Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, siang kemarin.

Penumpang Feri Naik 78 Persen

AGUS BAIHAQI/RaBa

BANJIR: Warga melintas di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, sore kemarin.

Rumah Warga dan Sekolah Tergenang BANYUWANGI - Lingkungan Klatakan, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi dilanda banjir sore kemarin (10/3). Sebuah rumah dan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tergenang dengan ketinggian air sekitar satu meter. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Taufiq beserta istri dan anaknya yang sempat terjebak dalam rumah, berhasil menyelamatkan diri setelah ditolong warga. “Airnya tinggi sekali, dan arusnya cukup keras,” terang Taufiq sambil menunjuk genangan air setinggi pinggang orang dewasa n  Baca Rumah...Hal 35

KALIPURO - Aktivitas penyeberangan meningkat tajam sehari jelang penutupan pelabuhan Ketapang-Gilimanuk kemarin (10/3). Kendaraan penumpang dari arah Bali naik hingga 78 persen dari hari-hari sebelumnya. Sedangkan penumpang dari arah Pelabuhan Ketapang tidak terjadi kepadatan dan cenderung normal sepi. Kepadatan penumpang dari arah Bali tersebut didominasi kendaraan roda dua (R2) dan kendaraan roda empat (R4). Sedangkan penumpang pejalan kaki dari Bali tidak terjadi peningkatan. Kepadatan penumpang R2 dan R4 sudah terjadi mulai Sabtu sore (9/3), dan berlanjut hingga sore kemarin n  Baca Penumpang...Hal 35

Ritual Melebur Dosa di Pantai Boom SEMENTARA itu, ratusan umat Hindu berkumpul di kawasan Pantai Boom Banyuwangi kemarin (10/3). Mereka menggelar ritual Melasti untuk menyambut Hari Raya Nyepi yang jatuh pada hari Selasa besok (12/3). Ritual tersebut sengaja dilakukan di tepi pantai lantaran umat Hindu meyakini laut sebagai tempat yang tepat

untuk menghilangkan kotoran dan melebur dosa umat. Anggota panitia kegiatan tersebut, I Wayan Mertha mengatakan, ritual Melasti rutin digelar umat Hindu setiap menjelang perayaan Nyepi. “Tujuan Melasti untuk menyucikan alam (buana agung) dan menyucikan diri (buana alit) n  Baca Ritual...Hal 35

BANYUWANGI - Ribuan honorer kategori dua (K2) di Banyuwangi, saat ini sedang menjadi incaran sindikat pelaku penipuan. Karena itu, Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Banyuwangi me-warning agar 3.000 orang honorer K2 untuk waspada. Mereka diminta tidak mudah percaya kepada pihak-pihak yang datang menawarkan jasa. Kepala BKD Banyuwangi, Sih Wahyudi mengatakan, pihaknya sering mendapat konfirmasi dari sejumlah pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang memiliki honorer K2 akhir-akhir ini. Para pimpinan SKPD itu mengcross check kebenaran, apakah dirinya pernah menghubungi para honorer. Beberapa honorer yang tersebar di beberapa SKPD, kata Sih Wahyudi, mengaku mendapat telepon yang mengaku sebagai Kepala BKD. Orang yang mencatut nama Kepala BKD itu menawarkan jasa untuk memperjuangkan honorer segera diangkat menjadi CPNS. Tidak hanya menawarkan jasa, Sih Wahyudi mengatakan, sindikat itu juga meminta honorer untuk memberikan kompensasi tertentu agar lolos diangkat sebagai CPNS. “Saya ti-

Waspada Penipuan Honorer K2 Jumlah Honorer K2 di Banyuwangi : 3.000 orang Modus Penipuan :

1 Penipu mengaku sebagai

3

kepala BKD menelepon honorer. Penipu mengaku 2 bisa memperjuangkan honorer diangkat menjadi CPNS. Penipu minta uang kompe sasi.

4 Padahal pe-

ngangkatan CPNS ditetapkan BKN pusat, dan tidak dipungut biaya. ZAKARIA/RaBa

dak pernah menelepon honorer dan meminta kompensasi apa pun untuk diangkat jadi CPNS. Itu penipuan, honorer jangan sampai percaya,” katanya. Sih Wahyudi menambahkan, beberapa guru honorer K2 mendapat telepon dari seseorang yang mengaku pejabat dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) pekan lalu. Penelepon tersebut mengaku siap membantu pengangkatan honorer menjadi CPNS. Tawaran jasa itu tidak gratis, namun harus memberikan kompensasi tertentu n  Baca Para Honorer...Hal 35

Peristiwa Unik di Balik Pawai Cie Swa di Banyuwangi

Tangkal Hujan dengan Ritual Gotong Toa Pekong Hujan lebat mengguyur sejak sekitar satu jam sebelum pawai peserta ritual tolak bala (Cie Swa) di Banyuwangi. Meski sebagian peserta menganggap hujan tersebut sebagai berkah, sebagian peserta lain justru melakukan ritual agar hujan segera reda. SIGIT HARIYADI, Banyuwangi SUASANA di bawah deretan tenda yang dipasang lingkungan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hoo Tong Bio, Kelurahan Karangrejo, Banyuwangi tampak benarbenar sibuk kemarin (10/3). Beberapa di antara ratusan orang yang memadati tenda-tenda, itu tidak henti nyogrok tenda tersebut dengan sebatang bambu, agar air hujan tidak menggenang di atas tenda. Di saat bersamaan, sebagian calon peserta

http://www.radarbanyuwangi.co.id

 Baca Bawang...Hal 35

Para Honorer K2 Diminta Waspada

Jaring 75 Motor Protholan

BENCANA ALAM

putih dengan harga Rp 40 ribu per kg. “Harga bawang kali ini merupakan yang termahal sejak beberapa tahun terakhir,” ujar Ayu, 39 pedagang bumbu di pasar tradisional tersebut. Ayu menambahkan, harga bawang merah dan bawang putih berangsur-angsur naik sejak awal tahun 2013 yang lalu n

kirab Cie Swa asal sejumlah kota itu sibuk melindungi Kim Sin (patung dewa-dewi) dengan payung. Sedangkan sebagian yang lain mengelap Kim Sin dengan kapas. Hal itu dilakukan untuk menghilangkan air hujan yang muncrat di kepala dan tubuh Kim Sin tersebut. Kesibukan lain ditunjukkan oleh para penabuh beragam alat musim yang biasa digunakan untuk mengiringi konvoi barongsai dan liang liong. Agar kesan semarak tetap terjaga, mereka tetap menabuh tambur (semacam jidor), bonang, gong, hingga simbal di tengah guyuran hujan deras tersebut. Bambang, wakil ketua rombongan asal tempat ibadah Hoo Hap Hwee, Lasem, Jawa Tengah (Jateng) mengatakan, hujan yang mengguyur Banyuwangi tidak akan menyurutkan langkah dia dan anggota rombongan lainnya, dalam mengikuti kirab tolak bala yang digelar dalam rangka memperingati hari kebesaran Yang Mulia Kongco Tan Hu Cin Jin ke-229 tersebut n  Baca Tangkal...Hal 35

Banyuwangi sehari serasa menjadi China Town Lain waktu perlu dijajal, Banyuwangi yang serasa Western Town

Polisi jaring 75 motor protholan Kalau motor protholan dibuang ke laut, balap pasti berhenti

GALIH COKRO/RaBa

INTOKSIKASI: Peserta asal Cetya Kwee Thio Kong Jakarta menggelar ritual mengusir hujan sebelum kirab Cie Swa kemarin.


26

Senin 11 Maret 2013

PGRI Biayai Umrah Enam Orang BANYUWANGI - Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI ) Kabupaten Banyuwangi bersama Pengajian Khotmil Quran Adz Dzikri memberangkatkan 50 orang umrah ke Makkah. Dari puluhan jamaah yang berangkat umrah tersebut, ada enam orang yang diberangkatkan secara gratis. Mereka yang berangkat umrah gratis adalah Joko, Abdullah, Jam’i, Kiai Tobroni, Bu Atika, dan Bu Untung. Pemberangkatan umrah tersebut juga merupakan kerja sama dengan Almadina Mutiara Sunah Sidoarjo dengan PGRI Banyuwangi. ”Setiap empat bulan, kami memberangkatkan umrah,’’ kata Sekretaris PGRI Banyuwangi, Siswaji. Jamaah umrah tersebut secara simbolis diberangkatkan dari aula PGRI Banyuwangi oleh Bupati Abdullah Azwar Anas didampingi Ketua PGRI Banyuwangi Husin Matamin. Hadir pula ustad Achmad Wahyudi, Kadispendik Sulihti-

IWAN SETIONO/RaBa

PEDULI: (Dari kiri) Husin Matamin, Wahyudi, Bupati Anas, dan Kadispendik Sulihtiyono.

yono, dan para pengurus PGRI serta ribuan jamaah pengajian. Dalam kegiatan tersebut juga diberikan santunan kepada seribu anak yatim. ”Kegiatan santunan ini merupakan kegaitan rutin PGRI bersama Pengajian Khotmil Quran Adz Dzikri,’’ jelas Siswaji. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Anas memberikan apresiasi terhadap program kerja dari PGRI Banyuwangi. Bah-

kan PGRI Kabupaten Lumajang mencontoh beberapa kegiatan yang dilakukan PGRI Banyuwangi. Mereka menerapkan beberapa program yang dilakukan PGRI Banyuwangi seperti proteksi hukum, pengajian, santunan dan kegiatan lainnya. ”Dalam mewujudkan siswa yang mandiri, cerdas, dan ber-akhlaqul karimah berasal dari guru yang berakhlak mulia,’’ kata Bupati Anas. (adv/bay)

JAMBORE: Pembukaan Jambore Ranting 2013 di Lapangan Kecamatan Kabat Jumat lalu (8/3).

IWAN SETIONO/RaBa

Kwaran Kabat Gelar Jambore 2013 KABAT- Gerakan Pramuka adalah wadah pembinaan generasi muda di lingkungan sekolah, untuk membentuk manusia yang berkepribadian dan berbudi pekerti yang luhur, sehat jasmani, dan rohani. Mengingat pentingnya eksistensi Gugus Depan di dalam lingkungan sekolah, maka Kwartir Ranting Pramuka Kecamatan Kabat mengadakan kegiatan perkemahan dalam rangka Jambore Ranting tahun 2013. ”Tujuan Jambore untuk mempraktikkan sistem berorganisasi, prinsip swadaya, dan

kepemimpinan,’’ kata Ka Kwaran Kabat, Drs. H. Mastamyis, MSi. Mastamyis mengatakan, Jambore Ranting 2013 ini juga bertujuan untuk meningkatkan mental dan kepercayaan pada diri sendiri, membina kerja sama dan gotong royong. Selain itu, jamboree itu juga melatih hidup bersahaja dan swadaya serta mengkader pemimpin yang andal. ”Menjadikan manusia Indonesia seutuhnya dan berbudi luhur,’’ jelasnya. Jambore Ranting 2013 dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Su-

lihtiyono di lapangan kantor Kecamatan Kabat. Kadispendik Sulihtiyono juga didampingi Camat Kabat M. Luqman, Kepala UPTD Pendidikan Kabat, Mastamyis. Upacara pembukaan juga diikuti seluruh peserta Jambore yang berasal dari SD/ MI se Kecamatan Kabat. Pembukaan Jambore berlangsung meriah dengan hiburan drum band dari SDN 2 Kalirejo, SDN 1 Kabat, SDN 1 Pakistaji, dan MI Sukojati. Selain penampilan drum band, tampil juga tari jejer gandrung kreasi yang dilakukan 200 penari. ”Setiap SD/MI sekarang wajib kegiatan ekstrakurikuler tari jejer gandrung, sehingga budaya Banyuwangi terus terjaga,’’ kata Mastamyis. (adv/bay)

FOTO-FOTO: IWAN SETIONO/RaBa

KOMPAK GOTONG ROYONG: Siswa bersama guru, kasek, dan komite Smanteg melakukan kerja bakti.

Smanteg Dukung

I Love BWI TEGALDLIMO - SMA Negeri 1 Tegaldlimo (Smanteg) menggelar kerja bakti masal di lingkungan sekolahnya. Kerja bakti dilakukan seluruh siswa, guru, kasek, dan komite sekolah. Mereka kompak bergotong-royong membersihkan sekolah agar menjadi lebih indah dan bersih. Selain kerja bakti dan penanaman pohon, juga ada kegiatan seminar. Dalam seminar tersebut, narasumber yang memberikan paparan adalah siswa yang telah melakukan study banding ke beberapa kota. Kegiatan tersebut sebagai wujud dukungan terhadap program dari

Pemkab Banyuwangi seperti program Green And Clean, I Love Banyuwangi, dan juga program Banyuwangi Cerdas. Beberapa kegiatan yang dilakukan Smanteg dalam mendukung I Love Banyuwangi di antaranya dengan kerja bakti Jumat bersih, penanaman pohon, dan pengecatan semua pot bunga, pengadaan tempat sampah, kebersihan masjid, dan ruang kelas pengendalian ibadah serta kegiatan lainnya. ”Semua ini juga untuk memacu siswa berprestasi di bidang akademik dan non-akademik,’’ kata Kasek Smanteg

PEDULI: Kasek Smanteg Sudjipto, guru bersama para siswa menyapu halaman sekolah.

Drs. Sudjipto MPd. Prestasi yang berhasil diraih siswa Smanteg tahun 2012 di antaranya sepuluh besar finalis lagu Pop Banyuwangi, juara favorit BEC Nuansa Barong Kuning, lima penyaji terbaik seni tari, dan penyaji terbaik nuansa Islam pada tingkat nasional, serta prestasi lainnya. Selain siswa berprestasi, para guru tidak kalah dalam mengukir prestasi. Dalam pemilihan guru berprestasi, Drs.Purwadi menjadi juara dua tingkat kabupaten. ”Prestasi ini akan terus kita pertahankan bahkan bisa lebih baik lagi,’’ kata Kasek Sudjipto. (adv/bay)

SEMANGAT: Kasek Sudjipto memindahkan pot bunga ke posisi yang lebih baik di Smanteg.

IWAN SETIONO/RaBa

KOMPAK: Para kepala sekolah yang hadir dalam PERSAMI kemarin malam.

Tukangkayu Tuan Rumah Persami BANYUWANGI - SDN 2 Tukangkayu Banyuwangi menjadi tuan rumah perkemahan Sabtu malam Minggu kemarin (9/3). Kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin sekolah yang tergabung dalam Guslah 04 Kecamatan Banyuwangi. Gugus tersebut terdiri dari

SDN 3 Panderejo sebagai SD inti, dan didukung SDN 1 Tukangkayu, SDN 2 Tukangkayu, SDN Singonegaran, dan SD Islam Al Khairiyah Banyuwangi. ”Persami untuk menjalin kebersamaan dan kekompakan di Guslah 04,’’ kata Ketua Guslah 04, Barorotin. (*/bay)

RAKSASA: Bendera dukungan terhadap program pemerintah dikibarkan di SMAN 1 Glagah.

IWAN SETIONO/RaBa

Pasang Bendera Besar SMAN 1 Glagah mendukung program Pemkab Banyuwangi. Bentuk dukungan dibuktikan dengan pemasangan bendera besar di sekolah tersebut.

”SMAN 1 Glagah sangat mendukung program dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi,’’ ujar Kepala SMAN 1 Glagah, Heru Muhardi.(*/bay)

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, Mega Dwi P. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/ mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Senin 11 Maret 2013

Ditambal Semen ABGJalan SikatBerlubang Kabel Telepon GENTENG – Prihatin dengan kondisi jalan aspal yang penuh lubang dan sering menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas, warga Dusun Sumberwadung, Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, terpaksa menambal jalan aspal dengan semen,

kemarin pagi. Jalan berlubang tersebut memang terbilang parah. Selain terlihat panjang, juga terlihat menganga. Padahal arus lalu lintas di jalur jurusan Kecamatan Genteng dan Glenmore, itu cukup padat. Setiap hari lalu lalang kendaraan roda

dan empat selalu ramai. Munawaruddin, ketua RT setempat mengatakan, bahwa kerusakan jalan raya di depan rumahnya tersebut sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. “Sudah ada kalau dua tahunan, dan sudah ada empat kali

kecelakaan,” katanya, kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi, kemarin. Dia berharap pihak terkait segera memperbaiki jalan penuh lubang tersebut. Sebab penambalan lubang dengan semen secara swadaya tersebut sifatnya sementara. (azi/aif)

ABDUL AZIZ/RaBa

DITAMBAL: Warga Dusun Sumberwadung, Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng menambal jalan yang rusak dengan semen, kemarin pagi.

Siap Operasi Besar-besaran Perhutani Terusik Penambang Emas Liar Marak Lagi PESANGGARAN – Rencana Polres Banyuwangi akan merazia besar-besaran terhadap para penambang emas tanpa izin (PETI) di areal Gunung Tumpang Pitu, Kecamatan Pesanggaran, mendapat dukungan penuh dari pihak Perhutani Banyuwangi Selatan. Wakil Kepala ADM Perhutani Banyuwangi Selatan, Ketut Gede Sukantawiyasa menegas-

kan, pihaknya memang sudah melakukan koordinasi dengan Polres Banyuwangi terkait rencana tersebut. “Bulan ini kita akan lakukan operasi besarbesaran, hanya tanggalnya masih kita rahasiakan,” kata Ketut kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi, kemarin. Ketut menuturkan, bahwa sampai saat ini masih banyak para penambang ilegal yang melakukan aktivitas di Gunung Tumpang Pitu. Mereka tersebar di petak 78 dan 79 kampung 56 Desa/Kecamatan Pesanggaran. Selain itu para penambang ilegal juga melakukan akti-

Bulan ini kita akan lakukan operasi besar-besaran, hanya tanggalnya masih kita rahasiakan Ketut Gede Sukantawiyasa Waka Perhutani Banyuwangi Selatan

vitasnya di wilayah Gunung Lompongan, masuk KRPH Pulau Merah, masuk Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.

Nantinya, lanjut Ketut, semua wilayah yang menjadi areal penambangan ilegal tersebut akan dioperasi oleh aparat gabungan. “Kita operasi ke semua tempat yang menjadi tempat penambangan illegal,” tandasnya. Bersamaan dengan operasi tersebut, petugas Perhutani juga akan melakukan pendataan terhadap para penambang. Mereka akan dikelompokkan menjadi penduduk asli Banyuwangi dan luar kota. “Yang luar kota akan kita kembalikan ke daerah asal masing-masing,” tegasnya.

Bagaimana dengan penduduk asli Banyuwangi? Menurut Ketut, mereka akan dilokalisasi dan diberi pembinaan secara intensif oleh pihak Perhutani Banyuwangi Selatan serta jajaran Forum Pimpinan Daerah Banyuwangi. Selama pembinaan berlangsung, para penambang asli Banyuwangi tersebut juga akan dibolehkan menambang di tempat tertentu saja. ‘’Lokasi yang benar-benar parah akan kita tutup. Sambil lalu kita beri pembinaan, para penambang hanya boleh melakukan aktivitas yang sudah kita lokalisasi,” pungkasnya. (azi/aif)

Dari Sosialisasi Program Kewajiban Pelayanan Universal

BP3TI: Internet Dukung Percepatan Pemerataan Komunikasi BANYUWANGI - Kementerian Kominfo RI dan Balai Penyedia dan Pengelola PembiayaanTelekomunikasi dan Informatika (BP3TI) Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika menyelenggarakan sosialisasi program  Kewajiban Pelayanan Universal/Universal Service Obligation (KPU/USO) di wilayah Banyuwangi, Sabtu (9/3). Sosialisasi yang ditandai dengan grand launching Banyuwangi Diso (Digital Society) ini merupakan edukasi publik atas program Kementerian Komunikasi dalam mengatasi kesenjangan digital dan kesetaraan akses teknologi informasi dan komunikasi, Sosialisasi ini dihadiri Menteri Informasi dan Komunikasi RI, Ir Tifatul Sembiring, Direktur Utama PT. Telkom Indonesia Tbk, Arief Yahya, Deputi Eksekutif PT Telkom Prasabri Pasti, serta Kepala Dinas Kominfo se-Jawa Timur. Hadir pula, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas; Wabup Yusuf Widyatmoko; Forum Pimpinan Daerah, serta pejabat vertikal Pemkab Banyuwangi, unsur SKPD, dan unsur pendidikan di wilayah Banyuwangi. Program sosialisasi KPU/USO ini dimaksudkan untuk lebih menyebarluaskan akses komunikasi layanan internet di seluruh Indonesia agar masyarakat dapat mengambil manfaat positif dari akses internet tersebut. Program KPU/USO di Kementerian Kominfo meliputi program desa dering, desa pintar,

HANGAT: Setelah melakukan serangkaian acara, Menteri Tifatul bersama tamu mendapat hiburan dari Bupati Anas berupa pergelaran wayang kulit di Ruang Tata Hijau Taman Blambangan.

FOTO-FOTO: HUMAS FOR RaBa

KENANG-KENANGAN: Menteri Tifatul Sembiring mendapat buku budaya Banyuwangi the Sunrise of Java dari Bupati Anas (kiri) dalam acara sosialisasi KPU/USO pada Sabtu malam (9/3) di Pendapa Sabha Swagata Blambangan.

pusat layanan internet kecamatan, dan mobilepusat layanan internet kecamatan (m-plik). Sedangkan program KPU/USO yang sedang berjalan di tahun 2013 ini adalah program nusantara internet exchange (nix), plik sentra produktif, jalin KPU/USO (jasa akses layanan

internet berupa wifi kabupaten), dan telinfo tuntas (telekomunikasi dan informatika di pulau terluar dan perbatasan). Kewajiban KPU/USO merujuk pada kewajiban pemerintah untuk menjamin tersedianya pelayanan publik bagi setiap warga negara

RAMAH TAMAH: Tifatul Sembiring bersama Bupati Anas, Dirut Telkom Arif Yahya (kanan) di sela-sela sosialisasi KPU/USO di Pendapa Sabha Swagata Blambangan.

melalui proses percepatan peningkatan pemerataan fasilitas komunikasi informasi warga masyarakat yang tinggal di desa-desa khususnya desa terpencil. Pelaksanaan kegiatan sosialisasi KPU/USO  ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Program KPU/USO yang dilaksanakan di seluruh wilayah di Indonesia. Meningkatnya kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam mendukung program KPU/ USO merupakan salah satu indikator bahwa masyarakat juga semakin memiliki kebutuhan akan pentingnya telekomunikasi dan informatika dalam mendukung pekerjaan dan kegiatan sehari-harinya. Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, teknologi informasi akan terus didorong menjadi alat percepatan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi. ”Di Banyuwangi kami sadar bahwa masa depan hanya akan dimiliki oleh mereka yang menguasai teknologi informasi. Karena itu kami menyiapkannya infra struktur teknologi sejak sekarang sebagai bagian dari human investment menuju masyarakat berbasis pengetahuan atau knowledge based society,” katanya. Pemkab Banyuwangi terus berikhtiar untuk mewujudkan e-government dengan memanfaatkan TIK untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Melalui B-Diso telah terapkan e-office untuk mempercepat pelayanan, sehingga diharapkan bisa menekan ekonomi biaya tinggi dalam urusan-urusan publik yang berkaitan dengan pemerintahan. ”Kami mengembangkan penyelenggaraan kepemerintahan yang berbasis elektronik untuk memacu kualitas layanan publik secara efektif dan efisien,” pungkasnya. (adv/aif)

BUDAYA JAWA:Tifatul Sembiring menyerahkan gunungan kepada dalang Gaib Siswoyo dalam pagelaran malam aktualisasi seni di Taman Blambangan (9/3).


28

Senin 11 Maret 2013

Percasi Gemilang di Hari Pertama

PERSEWANGI ISL

Target Sapu Poin BANYUWANGI - Tiga partai home akan menjadi penuntas kiprah Persewangi ISL di putaran pertama Divisi Utama PT Liga Indonesia musim ini. Sepekan lagi, Laskar Blambangan bakal kedatangan tamu asal Magelang, PPSM Magelang Sakti. Laga yang akan digelar di Stadion Diponegoro itu akan dimainkan 18 Maret mendatang. Dua laga lainnya akan dimainkan Persewangi ISL di kandang dengan menjamu PSIM Jogjakarta pada 21 Maret, dan PSMP Mojokerto pada 27 Maret. Memainkan tiga laga home di kandang, manajemen Laskar Blambangan pun mematok sapu bersih poin. “Kita sudah kehilangan poin di laga perdana. Dan, di laga ini kita wajib sapu bersih,” tegas Agung Setyo Wibowo, asisten manajer Persewangi. Memainkan tiga laga, Persewangi kini mengemas tiga poin dari sekali menang dan dua kali kalah. Tim merah-hitam itu untuk sementara harus puas berada di posisi kelima klasemen sementara grup V. Namun, untuk mewujudkan hal itu dipastikan tidak mudah. Pasalnya, tuan rumah sendiri dipastikan turun tanpa kekuatan terbaiknya. Kartu merah yang diterima Mohamed Lamine Fofana meninggalkan celah di lini belakang Persewangi. Tidak heran bila kemudian perhatian sisi latihan yang digelar banyak bereksperimen untuk mengisi pos yang kosong di tinggal pemain bernomor punggung 22 ini. Selain lini belakang yang menjadi perhatian serius, sektor lini depan juga mendapat terapis. Dari tiga laga yang dimainkan, Persewangi sudah menceploskan lima gol. Zaenal Ichwan dan Ikrom Syafii menjadi penyumbang koleksi gol Laskar Blambangan dengan masing-masing dua gol. Sedangkan satu gol dihasilkan oleh Faisol Arif Wicaksono. “Finishing akan menjadi perhatian. Di Kediri lalu lini depan kurang tampil greng meski banyak peluang,” ujarnya. Namun, manajemen boleh sedikit bernafa lega terkait harapan produktivitas lini depannya. Pulihnya Heru Santoso menjadi angin segar bagi kubu tuan rumah. Cidera yang dialami saat bentrok dengan Madiun Putra lalu dipastikan sudah membaik. Itu artinya, pemain kawakan Persewangi sudah bisa turun saat melawan PPSM Magelang Sakti pekan depan. “Hadirnya Heru diharapkan bisa menambah ketajaman lini depan. Dia bisa menjadi spirit bersama pemain lainnya untuk mewujudkan tiga angka di laga kandang ini,” pungkasnya. (nic/als)

Pra Porprov IV di Sidoarjo

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

FORCE MAJOR: Meski kondisi lapangan tergenang air hujan kemarin (10/3), namun pertandingan LPI tetap digelar.

SMP 2 Genteng Dampingi Siliragung BANYUWANGI - Sinyal lapangan Stadion Diponegoro butuh sentuhan perbaikan tampak dalam laga Liga Pendidikan Indonesia (LPI) kemarin (10/3). Hujan deras yang mengguyur sepanjang sore membuat lapangan menjadi lautan air. Genangan air hampir merata di semua sisi lapangan yang ada di dalam stadion terbesar di Banyuwangi tersebut. Imbasnya, pertandingan yang sejatinya menjadi hiburan menarik, tidak ubahnya berubah menjadi arena permainan air.

Dua tim yang bertanding tidak bisa mengembangkan permainan lantaran lapangan tergenang dan pemain mudah terjatuh karena licin. Namun, kondisi lapangan itu tidak membuat panitia menghentikan pertandingan. Kompetisi sepak bola antar pelajar yang memasuki babak delapan besar itu terus dilanjutkan. Seperti tampak dalam laga SMP 3 Srono versus SMP 3 Banyuwangi. Dalam laga tersebut, kedua tim harus puas berbagi skor kacamata 0-0. Hasil itu membuat kedua tim harus mengubur

ambisi lolos ke babak final four. Memainkan tiga laga, SMP 3 Banyuwangi kini mengemas dua poin. Sedangkan SMP 3 Srono dari tiga laga baru mengemas satu poin. Justru, hasil tersebut cukup menguntungkan SMP 2 Genteng. Sebab, wakil asal Genteng itu sudah dipastikan lolos ke semifinal. Memainkan dua laga, SMP 2 Genteng kini mengumpulkan poin empat. Karena itu, laga pamungkas kontra SMP 2 SIliragung hanya akan menjadi penentuan perebutan juara pool. (nic/als)

BANYUWANGI - Ambisi Pengkab Percasi Banyuwangi meloloskan atletnya ke babak utama Porprov IV mendatang mendekati kenyataan. Dalam babak kualifikasi yang digelar di Sidoarjo mulai 9-12 Maret kemarin, kontingen Banyuwangi meraih hasil positif. Di babak pertama mereka berhasil menundukkan lawan-lawannya. Di kategori beregu putra yang diperkuat Sri Bintang Pamungkas, Dimas, Jhoni, dan Ito mampu tampil gemilang. Status sebagai peraih medali emas di Porprov III lalu langkah beregu putra untuk lolos tinggal selangkah lagi. “Kita bersyukur di babak pertama anakanak bisa tampil maksimal,” ujar Pebdi Arisdiawan, Ketua Percasi Banyuwangi. Sayang, jejak tim putra gagal diikuti oleh tim beregu putri. Diharapkan, bisa menyusul ke babak kedua, tim putri harus kandas di fase pertama kualifikasi Porprov. Namun, kegagalan di sektor putri berhasil ditebus di bagian perorangan. Adalah Rinta dan Ella yang menjadi pelipur lara di bagian putri. Keduanya memastikan melangkah ke fase kedua penyisihan. Hanya saja, di bagian perorangan putra dua pecatur Banyuwangi Dana dan Toni harus menelan pil pahit. Keduanya kalah di babak pertama kualifikasi. “Kita berharap semua nomor ini bisa lolos ke babak berikutnya dan bisa bermain di babak utama Porprov tahun ini,” harapnya. (nic/als)

ADVERTORIAL

Optimistis Masuk 10 Besar Unas Perhutani Barat Bagikan Bibit Pohon PURWOHARJO - Untuk memperingati dies natalis ke-20, MTs Negeri Sidorejo, Kecamatan Purwoharjo, menggelar jalan sehat kemarin (10/3). Acara tersebut diikuti sekitar 2000 peserta. Mereka berjalan mengitari kawasan Desa Sidorejo sejauh 10 kilometer. Ketua panitia Subagyo, Spd. menjelaskan, jalan sehat yang diikuti siswa MTsN Sidorejo beserta masyarakat setempat itu memperebutkan hadiah utama sepeda gunung dan berbagai doorprize. “Kita ingin mengenalkan kepada masyarakat jika di Desa Sidorejo ada MTs Negeri yang sudah maju,” jelas Subagyo. Sebelum jalan sehat, kata Subagyo, pihak sekolah juga mengadakan lomba olimpiade dan tartir Alquran untuk SD/MI se-Kabupaten Banyuwangi. Acara tersebut digelar pada tanggal 3 Maret lalu dan diikuti 449

NUGROHO/RaBa

DIES NATALIS: Kasek MTsN Sidorejo melepas peserta jalan sehat kemarin.

peserta. “Tujuannya untuk mencari bibit unggul dalam rangka peserta didik baru,” katanya. Kepala MTsN Sidorejo, HM. Sahlah, SAg. MPd, bahwa pihaknya juga melaksanakan training ESQ bagi siswa kelas VII yang akan mengikuti

BANYUWANGI

SITUBONDO

• Puri Mendut •

• Ruko Jl. Sucipto 36 •

ujian nasional. Tujuannya agar siswa lebih tenang dan bisa berkonsentrasi menghadapi Unas. “Saya optimistis siswa MTs Negeri Sidorejo akan mampu masuk peringkat sepuluh besar se-kabupaten,” pungkasnya. (adv/als)

BANYUWANGI - Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Banyuwangi Barat membagikan bibit pohon kepada masyarakat pengguna jalan Jumat (8/3) lalu. Sebanyak 1000 bibit pohon yang terdiri dari gamelina, mahoni, dan trembesi dibagikan dengan tujuan agar ditanam oleh masyarakat. Administratur KPH Banyuwangi Barat, Adi Winarno, Shut, MSi menuturkan, kegiatan jalan sehat yand disertai membagikan bibit pohon merupakan rangkaian acara launching I Love Banyuwangi Barat. “Bukan untuk menyaingi. Malah kita ikut mendukung program Bupati Banyuwangi. Selanjutnya, kita sebagai pemangku hutan juga harus bangga terhadap instansi dan wilayah hutan yang dinaungi,” ujar Adi, pria asli Situbondo ini. Acara jalan sehat sendiri melwati

PERHUTANI FOR RaBa

PENGHIJAUAN: Karyawan KPH Banyuwangi Barat membagikan bibit pohon kepada pengguna jalan raya Jumat (8/3) lalu.

rute Jalan Jaksa Agung Suprapto, menuju Simpang Lima, Jl PB Sudirman, Jl. Satsuit Tubun, Taman

Blambangan, Jl. Dr Soetomo, dan berakhir di kantor KPH Banyuwangi Barat, itu. (adv/als)

BANYUWANGI

SITUBONDO

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Lemahbangdewo •

• Honda City ‘01 •

• Kijang Krista ‘03 •

• Suzuki Aerio ‘03 •

• Toyota Avanza ‘07 •

HondaCity‘01,MT,silver,PS/PW/EM/ACdingin/ Audio, BBM irit, shockbreaker 4 bh baru, ori luar dlm,catutuhtdklecet,siappakai,platDKDenpasar, 95jtnego,bisaa/nPembeli.085854304697(Stbd)

Dijual Kijang Krista 03, hitam metalik, P Banyuwangi, pajak 1 tahun utuh, istimewa, yang serius, hubungi 0813366109999, no SMS

Dijual Suzuki Aerio DR MT tahun 2003, abu-abu metalik, harga 87,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Toyota Avanza 1.3G F60IRM tahun 2007, biru metalik, harga 127,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

• Toyota (Jeep) ‘77 •

• Suzuki Splash ‘10 •

• Daihatsu Terios ‘07 •

Dijual Toyota ( Jeep ) FJ 40RV Tahun 1977, Nebula Green hrg 85 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Suzuki YV4 1.2 RHD Splash GL tahun 2010, abu-abu metalik, harga 118,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu Terios F700RG TS tahun 2007, silver metalik, harga 133,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual tanah di Lemahbangdewo Rogojampi, LT 920m2. H: 081235320800

BANYUWANGI Rumah siap huni di Puri Mendut, Jl. Mendut 88 Banyuwangi (100m dari Kantor Pemda), cash/kredit, bunga ringan. 081336143490, cepetan sisa hanya 5 unit.

Djl Ruko Jl. Sucipto 36 Talkandang Timur Stb. LT 480m2, full bangunan, fas lngkap, lokasi pinggir Jl. Raya, kond bgs, tnp prantara. H: Budianto 085234890808, 087857570577

• Tanah & Rumah •

• Adm & Marketing • Dibutuhkan ADM dan Marketing. Lowongan dikirim ke Banyuwangi Motor Benculuk, Jalan Raya Benculuk 136 atau Banyuwangi Motor Sumberayu Jl Pasar Sumberayu Muncar

Djl tanah & rumah 355m2, Geladag Rgojampi, sblh Bimantara, tnp prntra 08133633898

• Rumah Tengah Kota •

BANYUWANGI-SITUBONDO

Jual cepat murah rumah tengah kota Jl.letjen Sutoyo 087851295602

• STNK •

BANYUWANGI Hlg STNK Nopol P 6897 ZC, an. Ihwan, Krajan RT03/03 Kabat Hlg STNK Nopol P 1644 J Jl Hasan Asegaf RT. 03/3 Situbondo

BANYUWANGI

• Lovebird •

• Kijang Innova ‘10 •

Grosir / eceran Lovebird, Jl. Ciliwung 5 Banyuwangi, 085334845244

Dl Kijang Innova Diesel 2010 hitam type G, super istmw, km23000. H:08123268826

• Pengepul Karet Alam •

• Toyota Starlet ‘94 •

Dicari Petani/Pengepul karet alam. Hubungi 082338833778/0321 513700

Dijual 1 unit Toyota Starlet ‘94 merah metalik Rp 53,5 Juta Hub: 085646477168


BALJEBOL

Senin 11 Maret 2013

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

33

LUMAJANG

PPK-PPS Ancam Boikot Pemilu

ADA APA LAGI

Jika Honor tidak Segera Diberikan LUMAJANG—Honor Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) menjadi polemik tersendiri. Sebab, ada ancaman mereka akan melakukan boikot terhadap tahapan pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) jika honor mereka tidak segera dicairkan. Informasi yang dihimpun koran ini

menyebutkan, PPK dan PPS mulai gerah. Sebab, selama tiga bulan terakhir, mereka sama sekali belum menerima gaji. Untuk operasional mereka sehari-hari, mereka terpaksa harus mengeluarkan dari kontong mereka sendiri. “Kita belum menerima gaji,” kata salah satu anggota PPK yang namanya enggan dikorankan. Nanok, salah satu anggota PPK Kecamatan Klakah ketika dihubungi koran ini menyangkal rencana ada boikot tahapan pilkada Lumajang. “Itu tidak benar,” kata Nanok saat dihubungi koran ini kemarin.

Dia membenarkan kalau ada petemuan PPK beberapa waktu lalu untuk membahas pendaaan yang belum cair. Hasilnya, memang ada kekhawatiran dari PPK, PPS tidak bisa bekerja maksimal jika honor mereka tidak dipenuhi. Dijelaskan oleh Nanok, setelah daftar pemilih sementara (DPS) ditetapkan, PPS saat ini bekerja melakukan pencatatan pemilih tambahan. “Mereka sampai saat ini masih bekerja,” ungkapnya. Namun, PPK khawatir tahapan tesebut tidak dilakukan oleh PPS jika

hak-hak mereka belum dipenuhi. Dari hasil pertemuan di internal PPK tersebut, kemudian disampaikan kepada KPU Lumajang. kondisi riil dilapangan, kata Nanok sudah dilaporkan ke KPU Lumajnag. “Sudah kami sampaikan ke KPU, “ ungkapnya. Hasil dari pertemuan tersebut, KPU dalam waktu dekat akan mengundang PPK untuk membicarakan persoalan tersebut. Nanok mengaku, masih belum tahu kapan pastinya KPU akan mengundang PPK.(wan/sh/jpnn)

Bangunan Sekolah Molor, Dinas Putus Rekanan Eko Saputro/RJ

Jamur Jumbo, Jadi Tontonan SEBUAH pohon beringin tua di pelataran rumah dinas Wakil Bupati Bondowoso Haris Son Haji, mendadak heboh. Sebab, pada bagian akar pohon tersebut ditumbuh puluhan jamur ukuran yang berukuran jumbo. Sehingga, jamur tersebut menjadi tontonan warga sekitar dan murid SMPN 3 Bondowoso yang letaknya tidak jauh dari wisma tersebut.”Kok baru kali ini ada jamur ukuran besar dan jumlahnya cukup banyak di bawah pohon beringin ini,” ungkap Ardi, 17, seorang warga yang melihat jamur itu kemarin (10/3).(eko/wah/jpnn)

INFRASTRUKTUR

Jalan Desa Tergerus Banjir PANTI – Jalan Desa di Dusun Mrapa Desa / Kecamatan Panti yang terus menerus tergerus banjir terancam putus. Apalagi, bronjong yang terpasang di pinggir sungai tersebut rontok setelah hujan terus menerus diterjang banjir. Ambrolnya bagian badan jalan tersebut setelah air sungai besar karena hujan besar. Bahkan sebagian tanah yang ditanami sengon juga ambrol dan sebagian sawah juga ambrol. Di bagian sungai juga banyak batu besar, sehingga arus air membelok dan menghantam badan jalan. Jika ini tak segera di atasi, jalan yang menuju Desa Pakis juga terancam putus. Apalagi jalan yang mulai tergerus tersebut di jalan yang menikung sehingga sangat membahayakan pengendara. Menurut Suradi, warga yang tak jauh dari lokasi, ambrolnya jalan yang menghubungkan Desa Panti dengan Desa Pakis tersebut cukup panjang. ‘’ Kalau ini tak segera diperbiki oleh Dinas Pengairan maupun Dinas PU Bina Marga, maka kerusakan akan lebih parah, ‘’katanya. Sementara menurut Taufiq, kades Panti mengatakan ambrolnya badan jalan tersebut sekitar dua minggu lalu. Setelah diterjang banjir, karena arus sungai langsung menghantam bagian badan jalan yang sudah terpasang bronjong. Kerasnya benturan air sungai itu membuat beberapa bronjong yang sudah ada rusak lagi. Pihaknya sudah mengirim surat ke dinas yang terkait baik PU Dinas Pengairan maupun ke PU Bina Marga untuk pengajuan perbaikan plengsengan yang badan jalan aspal yang sudah terkikis. (jum/ram/wah)

EKO SAPUTRO/RADAR JEMBER/JPNN

PANEN: Para penebas langsung menemui petani di sawah untuk membeli gabah.

Harga Gabah Masih Stabil B O N D O W O S O - Me ma s u k i pertengahan Maret dan April, para petani mulai memanen padinya. Para petani menjual gabahnya Rp 3.600 per kilogram kepada para pedagang. Dengan penawaran harga sebesar itu, para penebas atau pedagang, langsung menemui petani di sawah. Bahkan, para pedagang membawa mesin perontok gabah untuk langsung melakukan pemisahan antara batang tanaman dengan gabah. “Saya nebas gabah ini dengan harga Rp 3.600 per kilogram,” ungkap Sutopo, 55, pedagang gabah kepada Jawa Pos Radar Jember, Sabtu siang kemarin (9/3).

Sutopo yang merupakan penebas gabah mengatakan harga gabah di tingkat petani itu cukup wajar. Sebab, saat ini memang petani mulai banyak yang memanen gabahnya. ”Sebelumnya, harga gabah mencapai Rp 4 ribu per kilogram tingkat petani. Saat ini, harga gabah memang turun sekitar Rp 400 per kilogramnya,” ujarnya. Dengan harga yang mulai turun, Sutopo sengaja menemui petani yang memanen padinya. “Saya langsung nebas gabahnya,” tambahnya. Usai memanen, Sutopo langsung menjual gabah yang baru dibelinya untuk dijual ke selep atau pabrik beras. ”Ya, nantinya saya akan jual gabah ini ke

selep dengan harga yang lebih tinggi ke selep,” katanya. Sementara itu, Ketua KTNA Bondowoso Nikmanto menjelaskan, dengan turunnya harga gabah, ini membuka keuntungan bagi Bulog Bondowoso untuk segera membeli gabah. Apalagi, HPP atau harga pembelian pemerintah menetapkan sebesar Rp 6.600 untuk pembelian gabah per kilogram. ”Seharusnya, Bulog segera membeli gabah petani. Sebab, harganya bisa dikatakan murah atau sesuai dengan HPP,” katanya. Sebaliknya, jika harga gabah tingkat petani naik lagi, maka itu akan menyulitkan Bulog. (eko/hdi/jpnn)

LUMAJANG – Satu-satunya bangunan sekolah baru di Lumajang adalah SMK Rowokangkung. Namun sayang, kesalahan rekanan membuat penyelesaian bangunan molor. Dinas yang memutus kontrak dan kendala APBD bakal menambah molor penyelesaian bangunan sekolah yang diperkirakan membuka pendaftaran murid baru tahun ini. Pengamatan koran ini, bangunan sekolah masih mangkrak. Penggarapan yang berakhir beberapa pekan lalu hanya menyelesikan gedung. Sementara lantai kelengkapan lain dan atap banyak yang belum digarap. Padahal bangunan ini direncanakan menjadi SMK Perikanan dan Kelautan untuk tahun ajaran ini. Kepala Dispendik Lumajang, Winhatno Hari Surya, menanggapi bahwa sampai saat ini pihaknya masih terus berkoordinasi. “Kami terus rapat mencari solusi,” terangnya. Permasalahan sekolah itu menurutnya semakin bertambah karena pihak rekanan tidak bisa menyelesaikan garapan. Deadline bulan Desember tahun 2012 lalu ternyata tidak bisa dipenuhi. Akibatnya, kontrak dengan pihak rekanan diputus. Menjelang Desember, garapan bangunan yang tidak tuntas membuat pihaknya secara otomatis tidak berani mencairkan dana. Sesuai perhitungan, aturan dan deadline, jika tidak tuntas maka penggarapan bangunan sekolah itu menurutnya tidak bisa dilanjutkan. “Jadi, secara otomatis kami memutus kontrak dengan rekanan,” tambahnya. Untuk kelanjutannya, pihaknya masih berusaha dengan cara yang benar. Pihaknya sering berkoordinasi dengan pihak pimpinan daerah. Yakni bupati, sekretaris daerah dan sejumlah pihak terkait lainnya. Agar bisa segera teratasi dan garapan bangunan dilanjutkan. Dengan tidak adanya penetapan perda, otomatis menjadi usulan satuan kerja yakni dispendik. Hal tersebut menurutnya juga tergolong menghambat garapan. Perbup yang sudah ditetapkan oleh bupati menurutnya bisa dipakai untuk melaksanakan kegiatan bangunan. Namun, pihaknya masih belum bisa memastikan mekanisme berikutnya. Apakah bakal dilakukan lelang lagi atau dengan cara lain. Hal itu menurutnya bakal dilakukan dengan teliti dan dengan cara yang benar.(fid/sh/jpnn) SMK NEGERI 1 BANYUWANGI

Raih Adiwiyata Nasional, Songsong Adiwiyata Mandiri BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berkunjung ke SMK Negeri 1 Banyuwangi, Selasa lalu (5/3). Kunjungan ini didasari atas prestasi yang diraih SMKN 1 Banyuwangi. Sekolah ini satu-satunya di Banyuwangi yang telah meraih gelar Sekolah Adiwiyata Nasional. Bahkan pada tahun 2013 ini sekolah telah bertekad untuk meningkatkan grade-nya menuju Sekolah Adiwiyata Mandiri. Adiwiyata Mandiri merupakan jenjang penghargaan pengelolaan lingkungan sekolah tertinggi tingkat nasional. Penghargaan ini akan diberikan jika suatu sekolah dapat mencapai nilai 95% dari nilai/skor total 80 yang disediakan dalam pengelolaan lingkungan sekolah. Penghargaan akan diberikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia. Melihat prestasi yang gemilang itu, Bupati Anas pantas memuji SMKN 1 Banyuwangi. Diungkapkan Bupati Anas, SMKN 1 Banyuwangi telah memenuhi indicator-indikator sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri. Di antaranya telah memiliki 16 sekolah binaan yang tersebar di 9 kecamatan di Banyuwangi, tersedianya 60 persen Ruang Terbuka Hijau (RTH) dari 2,5 hektar lahan yang ada. Selain itu, pengelolaan kebersihan dan keindahan yang melibatkan semua komponen sekolah, tersedianya tempat sampah organik dan an-organik yang cukup. Yang tak kalah pentingnya, tersedianya TPS (tempat penampungan sampah sementara), mesin pencacah sampah, komposter, green house, tanaman obat keluarga, kebon bibit, areal hutan sekolah, taman sekolah, dan areal kebun sekolah serta PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro) yang memanfaatkan air sungai. ”Kepada para siswa dan semua komponen sekolah ini baik internal maupun eksternal untuk agar turut menjaga lingkungan sekolah ini agar senantiasa hijau dan bersih sehingga secara otomatis Adiwiyata Mandiri akan diraih pada tahun ini,’’ ajak Bupati Anas. Hadir dalam kunjungan itu, Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Banyuwangi Sulihtiyono; Kepala Badan Lingkungan Hidup Hj. Khusnul; Camat, Kapolsek, Danramil Giri, kepalakepala sekolah binaan Adiwiyata beserta timnya mulai dari SD, SMP/MTs, SMA dan SMK se-kabupaten Banyuwangi. Kepala SMK Negeri 1 Banyuwangi

ISTIMEWA

SEJUK: Green house SMKN 1 Banyuwangi sebagai tempat rehabilitasi tanaman hias.

KEBUN SEKOLAH: Bupati Abdullah Azwar Anas memanen buah naga di kebun sekolah SMKN 1 Banyuwangi.

Karimulah mengatakan, sekolah yang dia pimpin bisa maju seperti sekarang ini karena melalui perjalanan yang panjang dan berkesinambungan. Sekolah ini berdiri sejak tahun 1968 dan telah dipimpin oleh empat kepala sekolah. ”Kebetulan semuanya sangat peduli dengan lingkungan. Sehingga kondisi lingkungan yang hijau dan rindang seperti ini dapat kami raih dan pertahanankan,’’ ujar Karimullah. Meski Adiwiyata Nasional telah diraih, lanjut Karimullah, pihaknya akanterus berbuat untuk mewujudkan Adiwiyata Mandiri di tahun 2013 dan Echo Asia hingga 5 tahun mendatang. ”Alhamdulillah dukungan dari pihak internal dan eksternal terus mengalir. Dari komponen internal sekolah telah menunjukkan peran aktifnya dari semua siswa, guru, staf tata usaha dan komite sekolah sehingga sekolah kami setiap saat terjaga kebersihan

dan keindahannya,’’ papar Karimullah. Kadispendik Banyuwangi Sulihtiyono berharap pihak SMK Negeri 1 Banyuwangi dapat mempertahankan prestasinya bahkan meningkatkan terus prestasinya sehingga menjadi sekolah rujukan di Provinsi Jawa Timur dan Indonesia Bagian Timur. Diungkapkan Sulihtiyono, beberapa waktu yang lalu sekolah ini juga menerima delegasi dari Kabupaten Trenggalek beserta DPRD-nya. Mereka ingin melihat langsung UKS, Badan Perkreditan Sekolah (BPS), pengelolaan lingkungan sekolah. ”Hampir setiap hari ada sekolah dan lembaga pemerintah lainnya datang ke sekolah untuk melihat dan ngangsu kaweruh bidang pengelolaan lingkungan di SMK Negeri 1 Banyuwangi. Mulai dari lurah, camat, kepala kantor, perusahaan dan sekolah-sekolah mulai dari SD, SMP/ MTs, SMA dan SMK Negeri dan Swasta,’’ ungkap Sulihtiyono. (adv)


34

Senin 11 Maret 2013

Satu Pendaki Tewas di Gunung Argopuro SUMBERMALANG - Seorang mahasiswa Pecinta Alam Universitas Singaprabangsa, Karawang, Jawa Barat, bernama Fery Susanto, 20, tewas saat mendaki ke Gunung Argopuro, Desa Baderan, Kecamatan Sumbermalang, Situbondo, Sabtu malam (9/3). Pada saat mendaki ke Gunung Argopuro, korban berjalan bersama 20 mahasiswa yang satu kampus dengannya, serta 4 mahasiswa lain dari Panca Marga Kabupaten Probolinggo. Mereka berangkat sejak pukul 06.00 dari posko Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Desa Baderan. “Kita bersama rombongan berangkat dari posko KSDA Baderan sejak pukul 06.00 pagi,”

ujar Rifaldi Suryono, salah seorang teman korban. Namun, setelah rombongan mahasiawa yang melaksanakan latihan dasar lanjutan Mapalaska itu berjalan sejauh 4 kilometer. Dalam perjalanan, korban yang merupakan ketua regu dalam pendakian Gunung Argopuro itu ternyata nafasnya tersendat-sendat karena kedinginan. Mengetahui kondisi korban terlihat sesak nafas, rekan korban yang berjumlah 23 mahasiswa tersebut langsung mengurungkan niatnya dalam melaksanakan latihan dasar lanjutan Mapalaska. Mereka memilih tidak melanjutkan pendakian ke Puncak Gunung Argopuro.

Kontan, dengan alat seadanya, beberapa teman korban pun menggotongnya dengan tandu untuk kembali ke posko di Desa Baderan. Nahas, sekitar 15 menit mereka turun dari pendakian itu, ternyata korban sudah meninggal. “Baru 15 menit berjalan turun, dia sudah meninggal,” kata Rifaldi. Saat Fery Susanto menghembuskan nafas terakhir, puluhan mahasiswa tersebut sempat panik. Sebab jarak antara mahasiswa satu dengan yang lain itu cukup berjauhan. “Setelah teman-teman berkumpul, semuanya menjadi panik dan langsung menghubungi pihak petugas KSDA untuk meminta bantuan,” papar Rifaldi.

Menurut Rahmayanti, salah seorang teman korban yang lain juga mengaku bahwa dirinya tidak mengetahui secara pasti kondisi korban saat akan meninggal. Karena saat itu posisinya agak berjauhan dengan korban. “Saya tidak tahu, Mas. Saya tahu pada saat korban sudah meninggal,” ujar Rahmayanti, mahasiswi Unsika, kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (10/3). Data yang berhasil dikumpulkan, selama mendaki Gunung Argopuro tersebut, para mahasiswa itu sempat diguyur hujan. Sehingga, meninggalnya satu mahasiswa Unsika tersebut diduga karena kedinginan n

KEDINGINAN: Mayat mahasiswa Universitas Singaprabangsa saat diotopsi di Puskesmas Sumber Malang Sabtu malam (9/3).

 Baca Satu...Hal 35

NUR HARIRI/RaBa

ADVERTORIAL

Teh Pucuk Harum Meriahkan Kirab Tolak Balak BANYUWANGI - Teh Pucuk Harum menunjukkan kedekatannnya dengan berbagai kalangan. Selain selalu hadir dalam berbagai event, support Teh Pucuk ini menjadi penyemangat tersendiri saat event tersebut digelar. Salah satunya adalah saat pagelaran puncak peringatan ke-229 hari kebesaran Yang Mulia Kongco Tan Hu Cin Jin, Minggu (10/3) kemarin. Kebesaran kirab tolak balak atau Cie Swa ini dihadiri peserta selain dari Jawa Timur (Jatim), juga datang dari sejumlah kota besar di tanah air. Di antaranya dari Denpasar, Semarang, hingga Jakarta. Kirab di sepanjang jalan kota Banyuwangi ini pun disambut antusias oleh masyarakat. Area Sales & Promotion Head Mayora Beverage, Aries Budiarto mengatakan, Teh Pucuk Harum sangat mengapresiasi kirab Cie Swa. Oleh karena itu, kehadiran Teh Pucuk di acara ini merupakan salah satu bentuk dukungan PT. Mayora Indah, Beverage Division dalam pagelaran tersebut. Dikatakan, Teh Pucuk Harum diolah dari pucuk daun teh pilihan, bukan daun teh biasa. Sehingga membuat Teh Pucuk Harum memiliki kualitas rasa teh terbaik di bandingkan teh yang lain. Teh Pucuk mempunyai kemasan produk isi 350 ml. Produk ini mudah didapatkan di toko-

FOTO BERSAMA: Sales Teh Pucuk berfoto dengan liang liong di Klenteng TITD Tri Darma Hoo Tong Bio kemarin.

TOHA/RaBa

toko dan supermarket terdekat. Harganya sangat terjangkau untuk semua kalangan. Mudah untuk dibawa kemana-mana karena menggunakan botol plastik sehingga tidak perlu takut pecah. “Rasanya pas, nggak kemanisan,” katanya. Aries menjelaskan, proses pengolahan Teh Pucuk higienis. Pucuk teh terbaik di ekstrasi menggunakan teknologi khusus bersuhu rendah agar rasa dan aroma pucuk teh tetap terlindungi. Kandungan nutrisinya pun tetap terjaga. Teh Pucuk Harum dikemas dalam botol 1 kali pakai (botol baru) dan di isi secara cepat, otomatis, dan tidak ter-

sentuh tangan. Semuanya ini demi tersajinya rasa teh ternikmat dan terjamin kebersihan higienitasnya. Berbagai sertifikasi pengakuan pun telah di raih oleh Teh Pucuk Harum seperti Sertifikasi Halal dari MUI dan Sertifikasi Keamanan Pangan ISO 22000 dari Badan Sertifikasi Internasional (SGS). yaitu pengakuan tertinggi badan internasional akan Standar Keamanan Pangan. “Ini yang membuktikan Teh Pucuk Harum berkomitmen untuk menjaga kualitas produk. Teh Pucuk Harum, Rasa Teh Terbaik ada di pucuknya,” pungkasnya. (adv/als)

SMAN 1 Panarukan Gelar Istighotsah Kubro PANARUKAN - Ratusan siswa, guru, karyawan, tokoh masyarakat, dan warga di sekitar SMAN 1 Panarukan mengikuti kegiatan selawat nariyah dan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, Sabtu (9/3) lalu. Acara yang digelar SMAN 1 Panarukan tersebut juga diisi oleh istigosah kubra. Hadir dalam acara tersebut Pengasuh Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, KH. A Zaim Ibrahimy, dan KH. Jais Badri Masduki. Selain itu hadir juga Bupati Dadang Wigiarto, Wabup Rachmad, Muspika Panarukan, dan Kades Sumberkolak. Kepala SMAN 1 Panarukan, Achmad Jaenuri mengatakan, digelarnya acara tersebut bertujuan meneladani akhlak Rasulullah. “Dengan istigohtsah yang dipimpin para ulama ini semua kesulitan yang dihadapi para siswa dan keluarga besar SMAN 1 Panarukan dapat terangkat oleh Allah

FOTO-FOTO: SYAMSURI/RaBa

ISTIGHOSAH KUBRO: Pengasuh PP Sukorejo, KH. A. Zaim Ibrahimy, KH. Jais Badri Masduki, Bupati Dadang Wigiarto, Wabup Rachmad, didampingi Kepala Sekolah Jaenuri, dan Muspika Panarukan. KHUSUK: Siswa, guru, staf, dan masyarakat mengikuti acara Istighosah Sabtu (9/3) lalu.

SWT, dan apa yang menjadi cita-cita siswa SMAN 1 Panarukan dapat terwujud,” kata Achmad Jaenuri.

Dalam kesempatan tersebut, Jaenuri juga berharap agar Pemkab Situbondo membantu memenuhi sarana dan pra-

sarana SMAN 1 Panarukan. Sehingga sekolah ini dapat menghasilkan peserta didik yang berprestasi. Sementara itu, Bupati Dadang Wigiarto mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi kegiatan yang dilakukan SMAN 1 Panarukan ini. “Hal itu karena sekolah ini tidak hanya memberikan pendidikan formal saja, tetapi juga memberikan pengetahuan rohani bagi siswanya,” kata Bupati Dadang. (adv/als)

PPP Peringati Setahun Alm. Kiai Fawaid

Santuni Yatim dan Fakir Miskin SITUBONDO - Peringatan mengenang setahun wafatnya KHR Ahmad Fawaid As’ad terus digelar oleh DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Situbondo. Tidak hanya melaksanakan acara ritual keagamaan, namun juga kegiatan sosial. Seperti yang dilakukan siang kemarin (10/3), partai yang kini dipimpin Muhyiddin Khatib itu menggelar santunan kepada seratus anam yatim dan fakir miskin di Pondok Pesantren Tahsinul ahlak, Desa Kalibagor, Kecamatan Kota. Hadir dalam acara ini Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, KHR Ahmad

EDY SUPRIYONO/RaBa

SIMBOLIS: Ning Sari menyerahkan santunan kepada anak yatim dalam acara mengenang setahun wafatnya Kiai Fawaid kemarin.

Azaim Ibrahimy bersama Nyai Nur Sari As’adiyah. Keduanya didaulat menyerahkan santu-

nan secara simbolis kepada para anak yatim n  Baca Santuni...Hal 35


Senin 11 Maret 2013

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Kemarin Rp 40 Ribu, Sekarang Rp 60 Ribu n BAWANG... Sambungan dari Hal 25

Dikatakan, pada akhir tahun 2012, harga bawang merah di tingkat pengecer masih sebesar Rp 10 ribu per Kg. Pada awal tahun ini, harga bawang merah mulai merangkak naik menjadi Rp 15 ribu per Kg. “Pada awal Maret 2013, harga bawang merah melonjak menjadi Rp 30 ribu per Kg. Nah,

sejak dua hari terakhir, harga bawang merah naik menjadi Rp 45 ribu,” paparnya. Kecenderungan yang sama juga terjadi pada bawang putih. Menurut Ayu, harga bawang putih mulai merangkak naik dari Rp 15 ribu per Kg pada akhir 2012, menjadi Rp 18 ribu pada awal 2013. Awal Maret, harga bawang putih melambung menjadi sekitar 40 ribu per Kg. “Baru hari ini

(kemarin) harga bawang putih naik gila-gilaan menjadi Rp 60 ribu per Kg,” ujarnya. Ayu menuturkan, peningkatan harga bawang merah dan bawang putih terjadi lantaran stok yang semakin menipis. “Sampean lihat sendiri, banyak pedagang bumbu yang tidak menjual bawang kan,” kata dia. Uniknya, lonjakan harga bawang, itu justru mengakibat-

kan pembelian dari kalangan konsumen meningkat. “Karena banyak pedagang yang tidak menjual bawang, jumlah konsumen yang membeli bawang kepada saya meningkat signifikan. Namun, intensitas pembelian mereka (konsumen) menurun. Konsumen yang biasanya membeli seperempat Kg bawang, sekarang hanya beli satu ons,” pungkasnya. Sementara itu, Misna, 50, se-

Tandu Digoyang Mengikuti Irama n SEHARI... Sambungan dari Hal 25

Sedangkan peserta dari Pulau Dewata berasal dari Negara dan Denpasar. Suyono, perwakilan peserta dari TITD Kwan Kong Bio Denpasar mengatakan, perayaan ulang tahun bertahtanya Tan Hu Cin Jin tahun ini lebih meriah dibandingkan dua tahun lalu. “Selain peserta kirab semakin banyak, hiburan barongsai dan liang liong juga semakin menarik,” ujarnya. Suyono mengaku, dirinya bersama rekan-rekan asal TITD Kwan Kong Bio kerap da-

tang ke berbagai daerah untuk mempererat tali silaturahmi antar-sesama. “Kami sering datang ke mana saja, yang paling sering ya ke Banyuwangi ini. Ini meriah sekali,” kata dia. Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas yang hadir di TITD Hoo Tong Bio mengatakan, pihaknya berharap kirab Cie Swa bisa meningkatkan sambung rasa dan saling menghormati antar umat beragama, khususnya di Banyuwangi. “Saya harap ini bisa meningkatkan sambung rasa dan saling menghormati antar umat beragama,” ujar Anas. Tepat pukul 15.15, Bupati

Anas memberangkatkan peserta Cie Swa. Tidak hanya mengibarkan bendera start, Bupati Anas didampingi pejabat Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Banyuwangi tutur serta memikul kim sin (patung dewa-dewi). Hal itu dilakukan sebagai bentuk pluralisasi adat yang bisa diterima oleh siapa saja. Sebelum keluar dari klenteng, kim sin diputar tiga kali di halaman TITD Hoo Tong Bio. Ini simbol dimulainya kegiatan kirab Cie Swa. Rombongan pertama tersebut lantas disusul oleh 24 peserta asal luar Banyuwangi.

Kirab tersebut menempuh jarak kurang lebih empat Kilometer menyusuri sejumlah ruas jalan di pusat Kota Banyuwangi. Berbagai hiburan juga turut serta mengikuti kegiatan kirab. Mulai barongsai, liangliong, ondel-ondel, barong Banyuwangi, kuntulan, dan juga seni reog. Selain itu, kirab kim sin yang digotong tandu tampaknya menjadi daya tarik tersendiri bagi warga. Tandu tersebut tampak bergoyang mengikuti irama musik yang ditabuh. “Tandunya tampak bergoyang, seperti menari,” kata Andi, seorang penonton. (sgt/bay)

Pelabuhan Ditutup Selama 24 Jam n PENUMPANG... Sambungan dari Hal 25

Kepadatan penumpang itu diprediksi akan terus terjadi hingga menjelang penutupan pelabuhan pukul 23.00 nanti malam. Sepanjang hari Minggu kemarin, jumlah penumpang kendaraan R2 mencapai 4.000 unit. Jumlah ini meningkat dari hari-hari normal yang hanya sekitar 1.500 hingga 2,000 unit motor per hari. Begitu juga dengan penumpang kendaraan R4, sehari sebelum hari raya Nyepi yang menyeberang ke Jawa mencapai 3.000 unit.

Sedangkan pada hari-hari normal, penumpang kendaraan R4 yang menyeberang hanya sekitar 2000 unit per hari. “Jika dibandingkan tahun 2012 lalu, aktivitas penyeberangan meningkat sekitar 37 persen,” ungkap Pemimpin Cabang PT ASDP Indonesia Fery (IF) Ketapang, Waspada Heruwanto melalui Manager Operasi Saharuddin Koto. Lonjakan penumpang dari Bali itu didominasi para pekerja asal Jawa yang tinggal di Bali. Selama perayaan hari raya Nyepi, mereka memilih berlibur di daerah asal di Banyuwangi dan sekitarnya.

Selain pekerja asal Jawa, ada juga warga Bali yang tidak merayakan hari raya Nyepi. Mereka memilih berlibur ke Jawa selama pelaksanaan hari raya Nyepi. Untuk diketahui, perayaan Nyepi tahun ini jatuh pada Selasa besok (12/3). Selama berlangsungnya Nyepi di Bali, aktivitas pelabuhan penyeberangan dihentikan selama 24 jam. Penghentian sementara pelabuhan penyeberangan akan dimulai pada 11 Maret 2013 pukul 23.00 dari arah Pelabuhan Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Sedangkan dari arah Bali, penutupan

pelabuhan Gilimanuk akan dilakukan mulai 12 Maret 2013 pukul 05.55 Wita. Aktivitas pelabuhan akan dibuka kembali pada 13 Maret 2013 mulai pukul 05.00 dari arah Ketapang. Sedangkan di pelabuhan Gilimanuk menyesuaikan dengan kedatangan kapal pertama dari pelabuhan Ketapang. Selama pelabuhan ditutup, semua armada kapal akan sandar di pelabuhan Ketapang. Sedangkan di pelabuhan Gilimanuk tidak ada kapal yang sandar. “Jam 05.000 merupakan pemberangkatan pertama setelah penutupan pelabuhan,” kata Saharuddin.(afi/bay)

Hari Ini Mengarak Ogoh-ogoh n RITUAL... Sambungan dari Hal 25

Melasti dilakukan di laut, karena laut diyakini sebagai tempat untuk melebur atau menghilangkan mala, dosa, dan kotoran,” ujarnya. Wayan menambahkan, dalam filosofi agama Hindu, laut memiliki penghuni yang merupakan manifestasi Sang Hyang Widi, yakni Dewa Baruna. Sementara itu, sebelumnya mereka berkumpul di Pura Giri

Nata Banyuwangi. Dari sana, mereka menggelar arak-arakan jolan menuju Pantai Boom. Sesampai di Pantai Boom, umat Hindu melakukan upacara Melasti. Upacara itu dilanjutkan dengan persembahyangan bersama di laut. “Selanjutnya jolan yang dibawa ke pantai itu dibawa kembali ke pura masing-masing untuk diistanakan. Besok (hari ini), pelaksanaan mabubu (mengarak ogoh-ogoh),” pungkas Wayan. (sgt/bay)

Sambungan dari Hal 25

Ketiga ruas jalan itu adalah di Jalan Gajah Mada, Jalan Kepiting, dan Jalan A.Yani. Dalam razia yang dipimpin Kasatlantas AKP Irawan Wicaksana tersebut, petugas disebar di tiga titik sasaran. Para anggota polisi itu berpakaian biasa dan menyamar sebagai penonton balapan liar.

“Sengaja dalam operasi ini berpakaian preman, hal ini untuk mempermudah melakukan penangkapan,” katanya. Balapan liar di Jalan Gajah Mada menjadi sasaran pertama dalam razia ini. Setelah itu, polisi di Jalan Kepiting segera bergerak. Sejumlah peserta balapan liar yang sedang bergerombol di pojok Patung Kuda Karangente langsung ditangkap. Sedan-

Sambungan dari Hal 36

Menurut Suryadi, salah seorang petugas KSDA Baderan, setelah menerima laporan dari Mapalaska sekitar pukul 15.45, pihak KSDA langsung melapor ke Polsek setempat. Selanjutnya, petugas KSDA

bersama masyarakat setempat menjemput korban dan para mahasiswa tersebut untuk dievakuasi ke di lereng Gunung Argopuro. “Saat itu, pihak kami langsung melapor dan juga langsung mengevakuasi korban dan sejumlah mahasiswa itu bersama komunitas motor ke posko Baderan. Satu korban

Sambungan dari Hal 25

Bambang mengatakan, rombongan asal Lasem datang ke Banyuwangi untuk menghormati undangan dari pihak TITD Hoo Tong Bio. “Tujuan lain kedatangan kita adalah untuk mempererat tali silaturahmi,” ujarnya. Perwakilan peserta dari TITD Kwan Kong Bio Denpasar mengungkapkan, hujan deras yang melanda Banyuwangi tidak akan menyurutkan langkah mereka untuk mengikuti ritual Cie Swa. “Hujan ini berkah. Harus

disyukuri. Saya rasa kirab harus tetap jalan. Dulu di Bali malah hujan dan petir, tetapi ritual seperti ini tetap jalan,” ungkapnya. Sementara itu, peristiwa yang sangat menarik perhatian terjadi di sekitar lokasi Kim Sin rombongan asal Cetya Kwee Thio Liang, Jakarta diletakkan. Tiba-tiba, satu anggota rombongan, itu intoksikasi (semacam kesurupan). Dengan mata terpejam, pria yang belakangan diketahui bernama Ayub itu berjalan ke luar tenda. Sesampai di luar tenda, Ayub lantas menengadahkan wajah ke langit. Di saat bersamaan, mu-

n PARA HONORER... Sambungan dari Hal 25

Bahkan, oknum pejabat gadungan itu meminta guru honorer K2 untuk berkumpul di Jember. Karena itu, Sih mengingatkan semua honorer K2 tidak terpancing dengan rayuan pihak-pihak yang menawarkan jasa dengan kompensasi tertentu. Jika ada tawaran seperti itu, hal itu jelas penipuan. Sebab, pengangkatan honorer K2 menjadi CPNS tidak dikenakan biaya apa pun. “Pengangkatan honorer K2 yang masuk data base akan dilakukan melalui proses tes seleksi,” katanya. Hingga saat ini, pelaksanaan

tes seleksi belum ada kepastian dari pusat. Sebelum pelaksanaan tes, nama-nama peserta akan diumumkan terlebih dahulu oleh BKN. “Pengumuman jadi kewenangan BKN. Kewenangan BKD hanya menyodorkan data honorer hasil seleksi akhir,” katanya. Sih Wahyudi meminta, honorer K2 untuk sabar menunggu pengumuman yang akan dilakukan BKN. Pihaknya, belum bisa memastikan kapan pengumuman itu akan dilakukan BKN. Sebab sampai saat ini, BKN belum menyampaikan informasi soal pengumuman nama-nama honorer K2 dan pelaksanaan tes CPNS bagi honorer. Jika BKN sudah me-

rilis nama-nama honorer K2, pihaknya akan menyampaikan secara luas kepada masyarakat. “Sebelum jadi korban penipuan, kami minta honorer K2 untuk selalu waspada. Jangan mudah percaya dan memberikan uang apa pun kepada pihak-pihak yang menawarkan jasa,” pinta. Sih Wahyudi menambahkan, pihaknya juga belum mengetahui secara pasti apakah 3000 honorer K2 di Banyuwangi pelaksanaan tes dilakukan tahun ini semuanya. Atau di tes secara bertahap hingga tahun 2014 mendatang. “BKD masih menunggu kabar terbaru dari BKN. Kita terus kontak BKN, namun belum ada informasi baru,” tambahnya. (afi/bay)

Pohon Tumbang di Tepi Jalan n RUMAH... Sambungan dari Hal 25

Banjir yang terjadi di Dusun Klatakan ini terjadi sekitar pukul 15.00. Sore itu hujan memang turun dengan derasnya. Air sungai yang biasanya tidak dialiri air, tiba-tiba meluap. “Barang-barang yang di rumah basah, lumpur juga banyak yang masuk,” katanya. Selain rumah warga, luapan air sungai itu juga menyebabkan gedung PAUD Al Husna yang berada di sebelah rumah Taufiq, ikut tergenang. Semua buku, kitab, karpet, meja dan kursi yang ada di sekolah ini rusak terkena air. “Tempat mainan di depan gedung PAUD juga rusak,” ujar Ketua RT setempat, Supriyanto. Supriyanto menyebut, sungai di tepi Perumahan Permata Klatak itu sebenarnya tidak pernah banjir. Malahan, sungai itu lebih banyak kering setiap

Sambungan dari Hal 34

GALIH COKRO/RaBa

MELASTI: Umat Hindu berjalan di Pantai Boom Banyuwangi kemarin.

gkan arena balapan liar di Jalan A Yani menjadi sasaran paling akhir. Dirasa aman, sejumlah remaja mulai menggelar balapan di Jalan A Yani. Saat itu juga, polisi yang berpakaian preman langsung menggaruk semua pemilik motor yang sudah dimodifikasi. Menurut Mujiono, razia balapan liar ini untuk menciptakan kondisi aman dan ter-

tib bagi masyarakat. Selama ini, banyak masyarakat yang mengeluh adanya balapan liar tersebut. “Razia ini untuk penertiban dan antisipasi kenakalan anak-anak,” sebutnya. Motor yang diamankan petugas sebanyak 75 unit. Sebagian besar motor itu sudah dimodifikasi dengan onderdil yang tidak standar. “ Untuk peserta balapan kita beri pembinaan,” kata Mujiono. (abi/bay)

meninggal dan 23 mahasiswa semuanya baik,” kata Suryadi. Setelahberhasildievakuasi,untuk memastikan penyebab kematian korban, jenazah Fery langsung dibawa ke Puskesmas Sumbermalang untuk dilakukan otopsi. “Dari hasil otopsi, tidak ada kelainan atau apapun di tubuh korban. Jadi, sementarakorbanmeninggalkare-

na kedinginan,” kata Basuki, salah seorang tim medis Puskesmas Kecamatan Sumbermalang. Kemudian, jasad korban langsung dibawa ke Karawang, Jawa Barat, dengan mobil ambulans milik RSUD Abdoer Rahem Situbondo untuk diserahkan kepada pihak kampus dan keluarganya. (rri/als)

Punggung Dipukul Bola Penuh Paku n TANGKAL...

Saat mengetahui bahwa dia harus membayar seperempat kilo bawang merah dan bawang putih seharga Rp 26 ribu lebih, Sri langsung meminta pembeliannya dikurangi. “Lho kok mahal sekali. Kalau begitu, saya beli (bawang merah dan bawang putihnya) masing-masing satu ons saja deh,” ujarnya seraya tersenyum.(sgt/bay)

Pengangkatan CPNS Tanpa Pungutan

n SANTUNI...

Jenazah Langsung Dikirim ke Karawang n SATU...

Kecamatan Kabat. Begitu tiba di salah satu lapak pedagang bumbu di Pasar Banyuwangi, perempuan berusia 27 tahun itu langsung minta dilayani bawang merah dan bawang putih masing-masing seperempat Kg. Sejurus kemudian, sang penjual mengatakan nominal yang harus dibayar, seraya menyerahkan bawang kepadanya.

harinya. “Hujan di wilayah barat sangat deras, dan airnya mengalir ke sungai hingga meluap,” cetusnya. Meski tidak ada korban jiwa, lanjut Supriyanto, banjir yang menimpa wilayahnya ini telah banyak menyebabkan kerusakan. Selain tempat main bagi siswa PAUD, jembatan menuju sekolah juga ambrol. “Tanah di sekitar jembatan juga longsor,” katanya. Selain menyebabkan banjir di sekitar Lingkungan Klatakan, Kelurahan Klatak, hujan deras yang turun sejak pukul 14.00 itu juga banyak menyebabkan ruas jalan di pusat Kota Gandrung banjir. Di antara jalan yang banjir itu seperti di Jalan Yos Sudarso, Jalan Basuki Rahmat, dan Jalan DI Panjaitan. “Kalau hujan, mesti banjir,” sebut Ayub, warga Jalan Basuki Rahmat Banyuwangi. Menurut Ayub, banjir yang sering terjadi di Jalan Basuki

Rahmat ini sebagian besar karena kiriman dari perkampungan di sebelah barat kawasan tersebut. Selain itu, selokan yang ada di tepi jalan juga tidak mampu menampung air hujan yang cukup tinggi. “Selokan tidak pernah dibersihkan, mungkin buntu,” jelasnya. Selain menyebabkan banjir, hujan deras juga membuat pohon Sono Kembang yang ada di Jalan KH Wahid Hasyim tumbang. Pohon ayoman itu ambruk karena di bagian bawah sudah keropos. “Tumbang saat hujan deras yang disertai angin besar,” sebut Andi, warga Jalan Wahid Hasyim. Pohon yang tumbang hingga melintang di jalan raya yang lokasinya tidak jauh dengan Simpang Lima itu sempat mengganggu arus lalu lintas. Untungnya, warga sekitar cepat bertindak dengan membersihkan pohon yang tumbang ke jalanan tersebut.(abi/bay)

Beri Manfaat untuk Semua

Antisipasi Kenakalan Anak-anak n JARING...

orang pembeli asal Kelurahan Kepatihan mengatakan, harga bawang yang melonjak signifikan, itu mengakibatkan pengeluaran yang dia keluarkan untuk biaya masak sehari-hari menjadi lebih besar. “Mudahmudahan harga bawang segera turun,” harapnya. Kejadian menggelitik dialami Sri, seorang konsumen asal

lutnya komat-kamit seolah dia tengah berbicara dengan dirinya sendiri. Saat Ayub melakukan gerakan tersebut, sejumlah rekannya terus memanjatkan doa dan membakar dupa di hadapan Kim Sin yang mereka bawa. Sesaat kemudian, secara bergantian beberapa anggota rombongan Cetya Kwee Thio Liang mengalami kejadian serupa. Bahkan, gerakan yang mereka lakukan jauh lebih ekstrem dibanding yang diperagakan Ayub. Mereka memukul punggungnya dengan benda bulat menyerupai bola yang seluruh sisinya dilapisi paku.

Anehnya, jangankan mengalami luka, pria tersebut sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda kesakitan. Dikonfirmasi saat sudah “siuman”, Ayub mengatakan, dia dan sejumlah rekannya baru saja menggelar ritual Gotong Toa Pekong. Ritual tersebut dilakukan agar hujan lekas reda. Dia pun membenarkan bahwa saat menggelar ritual mengusir hujan tersebut, dirinya mengalami intoksikasi. “Bisa dikatakan begitu (intoksikasi). Saat ritual, tubuh kami dimasuki Dewa Kwee Seng Ong,” pungkasnya. (*/bay)

Kiai Azaim juga membacakan doa pada akhir acara. Hadir juga dalama kesempatan tersebut, KH Abdullah Faqih Gufron dan KH Jaiz Badri. Dalam ceramahnya, KH Jaiz badri mengungkapkan, PPP sebagai rumah besar umat Islam dan sebagai salah satu warisan yang ditinggalkan oleh Kiai Fawaid harus terus pelihara dengan baik. “Beliau terus berjuang di PPP hingga akhir hayatnya. Perjuangan seperti itulah yang harus kita teladani dan kita laksanakan ke depan,” katanya. Perilaku semacam itu, kata dia, sangat perlu menjadi se-

mangat dan motivasi dalam membesarkan DPC PPP Situbondo. Sebab, tantangan yang dihadapi ke depan kian berat. “Ini juga penting dilakukan agar dalam kehidupan ini ada keseimbangan antara pembangunan rohani dan jasmani,” imbuh da’i kondang itu. Ketua DPC PPP Situbondo, Muhyiddin Khatib mengungkapkan, pihaknya sengaja juga menggelar kegiatan sosial untuk mengenang setahun wafatnya Kiai Fawaid karena ingin terus menjalankan nilainilai yang diajarkannya semasa hidup. “Partai hanya sarana berjuang, intinya bagaimana kita mampu memberikan manfaat untuk sesama, untuk

kehidupan,” terangnya. Kata dia, DPC PPP Situbondo akan terus berjuang bersama masyarakat untuk terus merealisasikan cita-cita Kiai Fawaid dalam berjuang melalui jalur partai. Meski itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun dia optimistis dengan kebersamaan dan kekompakan di DPC PPP, bukanlah hal yang mustahil mencapainya. Sekedar tahu, sehari sebelumnya DPC PPP Situbondo menggelar acara mengenang setahun wafatnya Kiai Fawaid dengan tahlil bersama dan tabur bunga di makam Kiai Fawaid serta pendiri, pengasuh keluarga besar ahlul bait P2S2 Sukorejo. (pri/adv/als)


36

Senin 11 Maret 2013


Radar Banyuwangi 11 Maret 2013