Issuu on Google+

JUMAT 11 JANUARI

25

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2013

Naik Perahu Getek, Kunjungi Sukamade

Banjir Di Sukamade

Distribusi Bantuan: - BPPD gerojok 300 kaleng sarden - 50 dus makanan siap saji - 50 dus bantuan gizi untuk anak - Dua hari sekali dikirim makanan sampai situasi normal - Sediakan perahu karet dari Lanal Banyuwangi

Penyebab Banjir : - Hujan dan angin sejak Minggu (6/1) - Tiga sungai meluap Kerusakan

Pesanggaran

: - 1 rumah warga terendam - Puluhan hektare tanaman kacang, kedelai, dan jagung rusak

Jumlah KK : 341 KK Penduduk Pria : 559 jiwa Perempuan : 616 jiwa Jumlah warga : 1.175 jiwa Jarak dengan Desa Sarongan

Desa Kandangan : 17 Kilometer

Desa Sarongan

Berada di tengah hutan TN Meru Betiri Menuju wilayah tersebut harus melalui jalan makadam dan tanah di tengah perkebunan dan hutan. Harus menyeberangi tiga sungai besar dan satu sungai kecil.

PESANGGARAN - Musibah banjir yang menyebabkan ribuan warga Dusun Sukamade, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, terisolasi mengundang perhatian Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Ke marin sore (10/01), bupati bersama jajaran forum pimpinan daerah (forpimda) berkunjung langsung ke daerah terpencil di ujung selatan Bumi Blambangan tersebut. Menuju lokasi bencana bukanlah perkara mudah. Bupati dan rombongan harus menyusuri pegunungan Taman Nasional Meru Beteri (TNMB) yang berliku. Ke tika sampai di Sungai Sukamade pukul 14.00, rombongan tidak bisa melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan n

Desa Sumbermulyo

Dusun Sukamade

 Baca Naik... Hal 35

Desa Sumberagung Desa Pesanggaran Pesanggaran

AMBROL: Bibir Sungai Sukamade, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, tergerus derasnya aliran sungai.

Bangorejo Siliragung

Dusun Sukamade

FOTO-GRAFIS: ABDUL AZIZ-ZAKARIA/RaBa

Dimas - Bayu Diganjar 17 Tahun Kasus Pembunuhan Juragan Kerupuk Kembiritan BANYUWANGI - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi menjatuhkan hukuman berat kepada Dimas Yudo Pranoto, 25, dan Bayu Trilaksana Putra, 21. Duo jagal Pandan itu dijatuhi

hukuman masing-masing 17 tahun penjara. Keduanya diputus bersalah melakukan pembunuhan terhadap Jane Ariswati alias Yeni, 57, dan putri Jane bernama Sherly Kurniawati, 28. Kedua korban tinggal di Dusun Pandan, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng. Sidang pembunuhan ju ragan kerupuk itu dilakukan secara ter pisah. Majelis hakim yang dipimpin

PAWAI FEE

 Baca Didukung...Hal 35

SYAIFUDDIN MAHMUD/RaBa

AKRAB: Wisatawan mancanegara berbincang dengan penambang belerang setelah turun dari puncak Ijen.

Kunjungan Wisatawan Naik Drastis

RAZIA

 Baca Dimas...Hal 35

Blimbingsari jadi Kecamatan ke-25

Didukung UPTD Pendidikan dan KKGPAI BANYUWANGI - Festival Endhog-Endhogan (FEE) kembali akan digelar untuk me meriahkan peringatan Maulid Nabi Mu hammad SAW Tahun 1434 Hijriah di Banyuwangi. Kali ini, Jawa Pos Radar Banyuwangi berkolaborasi dengan UPTD Pendidikan Kecamatan Banyuwangi dan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKGPAI) Kecamatan Banyuwangi. Rencananya, pawai FEE akan digelar 24 Januari 2013 mendatang. Start di depan kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan finis di Gesibu Blambangan, Banyuwangi n

si yang telah dimintai keterangan dalam persidangan. Berdasar keterangan saksi, pem bunuhan itu bermula saat Bayu mendatangi Di mas dan menceritakan bah wa Jane meng hina dan tidak mau membayar upah kepadanya. “Terdakwa (Dimas) mengajak Bayu merampok korban,” ungkap Unggul n

Made Sutrisna dan beranggota Unggul Tri Esthi Mulyono dan Bawono Effendi me nyidangkan Dimas Yudo Pranoto di ruang utama PN. “Putusan ini telah mempertimbangkan pembelaan oleh penasihat hukum terdakwa,” kata Unggul Tri Esthi Mulyono saat membacakan amar putusan. Dalam amar putusannya, majelis hakim sempat merinci keterangan sembilan sak-

BANYUWANGI - Kunjungan wisatawan ke Banyuwangi pada tahun 2012 meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun 2012 jumlah wisatawan mencapai 496.538 orang atau naik sekitar 15 persen lebih. Pada tahun 2011, jumlah

wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi hanya 444.906 orang. Rinciannya, wisatawan domestik 401.968 orang, dan wisatawan mancanegara 42.938 orang. Di tahun 2012, wisatawan domestik naik menjadi 451.261 orang dan wi-

satawan asing atau mancanegara naik menjadi 45.277 orang. “Data ini berdasar hunian beberapa hotel di Banyuwangi,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Suprayogi n  Baca Kunjungan...Hal 35

BANYUWANGI - Kajian peme karan kecamatan sudah tuntas. Hasilnya, Pemkab Banyuwangi memutuskan menambah satu kecamatan lagi. Saat ini, Banyuwangi memiliki 24 kecamatan. Se telah dimekarkan, nanti akan ber tambah menjadi 25 keca matan. “Nama kecamatan baru itu adalah Kecamatan Blim bingsari,” tegas Kabag Pemerintah Banyuwangi, Anacleto Da Silva. Kecamatan Blimbingsari akan terdiri atas 10 desa. Delapan desa berasal dari Kecamatan Rogojampi, dan dua desa berasal dari Kecamatan Kabat. Ana cleto mengungkapkan, saat ini proses pembentukan kecamatan baru itu sudah dalam tahap permohonan re komendasi Gubernur Ja tim

”Setelah dimekarkan, nanti akan bertambah menjadi 25 kecamatan. Nama kecamatan baru itu adalah Kecamatan Blimbingsari” ANACLETO DA SILVA Kabag Pemerintah Banyuwangi

Soekarwo. ”Berkas permohonannya saat ini dalam kajian tim Pemprov Jatim,” imbuh Anacleto. Meski kajian sudah final, peresmian kecamatan baru itu kemungkinan besar tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat n  Baca Blimbingsari...Hal 35

Lebih Dekat dengan Totok dan Rizal, Pengawal Tahanan Kejaksaan

Kerap Kena Bogem Pengunjung Sidang AGUS BAIHAQI/RaBa

JADI TONTOTAN: Satpol PP sempat adu mulut dengan orgil di depan kantor Pemkab Banyuwangi.

Satpol PP-Orgil Eyel-eyelan BANYUWANGI - Operasi penertiban dengan sasaran orang gila (orgil), gelandangan, dan pengemis (gepeng) yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banyuwangi sempat mendapat perlawanan dari orang yang dianggap orgil kemarin. Dalam razia tersebut, seorang perempuan berambut kumal sempat melawan. “Aku nggak mau dibawa. Aku mau pulang,” tolak perempuan itu saat tangannya ditarik petugas Satpol PP. Petugas Satpol PP memang akan membawa perempuan yang diduga gelandangan tersebut n  Baca Satpol...Hal 35

http://www.radarbanyuwangi.co.id

Bila Anda sering ke Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, tentu tidak asing dengan sosok Sadiantoro alias Totok, 37, dan Ahmad Rizal Fahmi, 25. Kedua pegawai Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi itu bertugas mengantar tahanan dari lembaga pemasyarakatan (lapas) menuju pengadilan. AGUS BAIHAQI, Banyuwangi TOTOK dan Rizal, seolah tidak punya lelah. Selama persidangan berlangsung, keduanya mondar-mandir di gedung PN yang memiliki dua lantai tersebut. Sambil membawa tahanan yang akan sidang, dua petugas

kejari itu mengantar tahanan hingga ruang sidang. Hampir tidak terhitung berapa kali keduanya mondar-mandir ke ruang sidang, termasuk naik dan turun ke lantai dua. Maklum, dari empat ruang sidang di PN Banyuwangi, salah satunya berada di lantai dua. “Namanya juga tugas, ya harus dijalani,” cetus Totok yang mengaku tinggal di Karangbaru, Kelurahan Panderejo, Kecamatan Banyuwangi, itu. Bukan hanya mengantar tahanan ke ruang sidang, Rizal dan Totok biasanya juga diminta tolong para jaksa memanggilkan para saksi atau yang berkaitan dengan sidang. Tanpa menggunakan pengeras suara, keduanya memanggil nama saksi de ngan suara keras. “Haus yang sering,” ucap Rizal sambil tertawa. Sambil membawa kertas warna merah, Rizal memanggil beberapa

Satpol PP-orgil eyel-eyelan Sing waras ngalah!

Naik getek, forpimda kunjungi korban banjir Sukamade Untuk wakil rakyat, ini perlu dicontoh!

GALIH COKRO BUWONO/RaBa

SIAGA: Totok dan Rizal di Pengadilan Negeri Banyuwangi.

nama saksi yang akan memberi keterangan dalam persidangan. Bila nama yang disebut tidak muncul, bapak satu anak itu kembali memanggil nama saksi dengan suara cukup keras. Sebagai petugas yang

membawa tahanan untuk menjalani sidang, tentu tugasnya tidak ringan. Setiap pukul 09.00 datang ke Polres Banyuwangi untuk menjemput anggota yang akan mengawal tahanan n  Baca Kerap...Hal 35

email: radarbwi@gmail.com / radarbwi@yahoo.com


26

Jumat 11 Januari 2013

PEMILU

Jumlah Dapil Bisa Berubah BANYUWANGI - Pasca penetapan sepuluh parpol yang berhak menjadi peserta Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif Tahun 2014 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat, KPU Banyuwangi langsung ancang-ancang mempersiapkan proses pencalonan anggota legislatif (caleg). Ketua KPU Banyuwangi, Syamsul Arifin mengatakan, soal kemungkinan gugatan yang dilayangkan sejumlah partai politik (parpol) yang dinyatakan tidak lolos menjadi peserta Pemilu 2014, pihaknya tidak tahu apakah KPU Banyuwangi menjadi salah satu pihak yang ikut tergugat ataukah tidak. “Kita melangkah lebih jauh. Terkait Pemilu Legislatif 2014, kita melakukan persiaDOK.RaBa pan pencalegan. SeSyamsul Arifin bab, gugat-menggugat itu merupakan ranah KPU Pusat,” ujarnya. Selain persiapan proses pencalegan, KPU rupanya memiliki rencana untuk menggelar publik hearing. Publik hearing itu bertujuan mengetahui apakah lima dapil di Banyuwangi pada Pemilu Legislatif Tahun 2009 yang lalu, dipertahankan, dikurangi, atau ditambah. Dijelaskan, perubahan dapil tersebut diperbolehkan oleh KPU Pusat. Menurut Syamsul, pihaknya sudah menerima surat daftar isian masalah dari KPU Pusat terkait pelaksanaan Pemilu Legislatif 2014. Termasuk kemungkinan perubahan dapil tersebut. “Tentu alasannya harus logis. Makanya, kita berencana mengundang partai-partai untuk meminta masukan terkait perubahan dapil,” pungkasnya. (sgt/als)

LIGA PENDIDIKAN

DOK.RaBa

SEGERA PERSIAPAN: Kurang dari sebulan, LPI edisi 2013 akan diputar.

Ditabuh Mulai 6 Februari BANYUWANGI - Liga Pendidikan Indonesia (LPI) regional Banyuwangi edisi ketiga bakal digelar dalam waktu dekat. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) sebagai pemilik hajatan kompetisi sepak bola antarpelajar itu berencana memutar pertandingan mulai 6 Februari mendatang. Tahap-tahap menuju kompetisi secara serentak akan dilaksanakan mulai pekan depan. Plt. Kepala Dispora Banyuwangi, Ahmad Khairullah menuturkan, LPI 2013 akan dilaksanakan 6 mulai Februari mendatang. Sebelum itu, panitia akan melakukan tahaptahap penyelenggaraan terlebih dahulu. “LPI tahun ini sudah mulai dipersiapkan,” tuturnya. Persiapan itu, di antaranya menyusun jadwal pelaksanaan. Terkait pendaftaran, kata Khairullah, akan dibuka pada 17-26 Januari mendatang. Verifikasi keabsahan pemain dilaksanakan selama dua hari, yakni 28-29 Januari. Pembahasan teknis pertandingan akan dilaksanakan pada 31 Januari. Mengenai format kompetisi, menurut Khairullah, besar kemungkinan tidak ada perubahan dengan LPI edisi kedua tahun lalu. Tim-tim sepak bola dari SMP/MTS dan SMA/MA/SMK bisa mengikuti ajang tersebut. “Pendaftaran dan informasi terkait LPI, silakan tanya langsung ke Dispora. Semua pendaftaran dipusatkan di sini (Dispora),” ujarnya. (nic/c1/als)

PORPROV

Peserta Seleksi Membeludak BANYUWANGI - Pengkab PSSI Banyuwangi versi M Kayun menggelar seleksi tim porprov Banyuwangi di Stadion Diponegoro kemarin (10/1). Sekitar 300 pemain dari berbagai daerah di Banyuwangi ambil bagian dalam seleksi yang dipimpin trio pelatih, Ribut Santoso, Bagong Iswahyudi, dan Ahmad Mustain, tersebut. Peserta seleksi berasal dari klub anggota Pengkab PSSI Banyuwangi versi muscablub Hotel Surya, Jajag. Meski digelar dalam cuaca gerimis, seleksi tetap berlangsung sesuai rencana. Dijadwalkan, seleksi berlangsung hingga Sabtu (12/1) besok. Proses seleksi tersebut dihadiri petinggi PSSI kubu Kayun. Selain Ketua PSSI Kayun Rosyid, tampak hadir pula manajer tim Porprov Andik Purwanto, asisten manajer Mohamad Khairul Abbas, dan sejumlah pengurus lain. ”Seleksi ini digelar untuk menjaring tim sepak bola porprov,” beber Andik Purwanto, manajer tim. Andik menambahkan, sejauh ini pihaknya belum menerima petunjuk teknis dari KONI dan Pengprov PSSI Jawa Timur. Seleksi ini, kata dia, dilakukan sebagai persiapan awal. Batasan usia yang ditetapkan dalam ajang dua tahunan tersebut masih berpedoman pada petunjuk teknis porprov di Kediri dua tahun lalu. Saat itu, usia maksimal yang diperkenankan tampil adalah di bawah 21 tahun. “Kita masih pakai pedoman lama. Pemain yang diikutkan adalah usia 21 tahun ke bawah,” ujarnya. Terkait penggunaan Stadion Diponegoro, Andik mengungkapkan bahwa dirinya sudah menerima surat izin resmi dari Dinas Pendapatan. Izin itu diberikan untuk seleksi tim porprov mulai kemarin hingga besok. (nic/c1/als)

GALIH COKRO/RaBa

MUDAHKAN WARGA: Regident Polres Banyuwangi, Iptu Amar Hadi S. turun langsung saat melakukan cek fisik kendaraan bermotor kemarin.

Samsat Upayakan Payment Point di Pesangaran

BANYUWANGI - Upaya mempermudah akses masyarakat dalam hal pengurusan surat-surat kelengkapan kendaraan terus dilakukan jajaran Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Banyuwangi. Selain menyediakan layanan Samsat keliling, lembaga ini tengah mengupayakan Samsat Corner dan payment point di Bumi Blambangan. Kanit Regident Polres Banyuwangi, Iptu Amar Hadi S. mengatakan, pihaknya akan menyediakan layanan Samsat keliling setiap bulan selama 2013 ini. Layanan tersebut akan digelar di sejumlah titik di seantero

Banyuwangi. “Agar layanan Samsat keliling semakin intensif, kita tengah mengajukan tambahan satu unit mobil samsat keliling kepada Dispenda (Dinas Pendapatan) Jatim,” ujar Amar Hadi kemarin (10/1). Tidak hanya itu, upaya lain yang tengah ditempuh Samsat Banyuwangi untuk mempermudah mengurus surat-surat kendaraannya adalah dengan mengusulkan pendirian Samsat Corner. Samsat Corner tersebut rencananya didirikan di sekitar Taman Sritanjung, Banyuwangi. Wilayah Banyuwangi yang sangat luas, diakui cukup merepotkan warga.

Terutama bagi mereka yang bertempat tinggal jauh dari pusat kota Banyuwangi dalam mengurus surat-surat kendaraan. Karena itu, Samsat merencanakan pendirian payment point di wilayah Kecamatan Pesanggaran. “Itu untuk mempermudah warga yang bertempat tinggal di wilayah selatan Banyuwangi,” kata Amar. Masih menurut Amar, beberapa terobosan yang dilakukan itu diharapkan dapat mempermudah akses warga untuk menjangkau layanan Samsat. “Mudah-mudahan apa yang kami upayakan, bisa segera terealisasi,” pungkasnya. (sgt/als)

Tak Pengaruhi Kegiatan RSBI Terkait Pembubaran RSBI oleh MK BANYUWANGI - Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) membubarkan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) tampaknya tidak berpengaruh banyak terhadap aktivitas beberapa RSBI di Banyuwangi. Sejumlah siswa RSBI tetap beraktivitas se pe r ti biasa. Seperti yang terlihat di SMPN 1 Banyuwangi kemarin. Seperti biasa, sejak pagi hingga siang, siswa dan guru beraktivitas melaksanakan program yang telah dicanangkan. “Kita bergerak cepat. Setelah ada putusan MK, kita langsung memberikan pemahaman kepada semua siswa melalui guru kelas masing-masing,” te-

gas Kepala SMPN 1 Banyuwangi, Enny Purnamaningrum. Lantaran sebelumnya sudah diberi pemahaman, kata Enny, siswa sama sekali tidak terpengaruh dengan hiruk-pikuk putusan MA di media massa. Saat pertama disampaikan, memang ada beberapa siswa yang bertanya tentang pembubaran RSBI. Setelah dijelaskan panjanglebar oleh guru kelas, ungkap Enny, akhirnya para siswa memahami keputusan hukum yang diambil MK tersebut. Meski ada putusan MK, proses belajar-mengajar di SMPN 1 Banyuwangi sama sekali tidak terganggu. “Aktivitas dan program sekolah tetap berjalan normal,” tegas Enny. Tidak hanya siswa, wali murid juga diberi pemahaman yang sama. Hanya saja, pema-

haman kepada wali murid disampaikan melalui surat. “Meskipun RSBI dibubarkan, tapi semangat RSBI di SMPN 1 Banyuwangi akan terus berjalan,” kata Enny. Semangat RSBI tidak boleh tamat bersamaan dengan dibubarkannya RSBI. SMPN

1 Banyuwangi akan tetap bertekad mencetak lulusan yang berkualitas, berjati diri Indonesia, berkarakter dan berwawasan global. “Kita punya prinsip efisien, efektif, dan sederhana,” katanya. Karena itu, meski RSBI dibubarkan, pihaknya akan

tetap berjuang keras menjadikan SMP 1 Banyuwangi sebagai sekolah nasional berwawasan global dengan lulusan yang bermartabat. “Semua program yang direncanakan akan kita laksanakan walau tidak lagi menjadi RSBI,” tandas Enny n  Baca Tak...Hal 35

Kubu Taufik Mengalah Pilih Mundurkan Jadwal Seleksi BANYUWANGI - Pemberian izin penggunaan Stadion Diponegoro untuk seleksi tim sepak bola porprov disikapi dingin PSSI kubu Taufik. Seolah tidak ingin berpolemik atas tarik-ulur penggunaan lapangan tersebut, Ahmad Taufik dkk memilih mengalah. Agenda seleksi Persewangi proyeksi Divisi Utama LPIS yang semestinya digelar mulai hari ini (11/1) terpaksa diundur. Mundurnya rencana seleksi itu disampaikan koordinator seleksi Persewangi LPIS, Aliong. Dia menuturkan, melihat perkembangan yang ada dan izin dari Dinas Pendapatan, maka seleksi terpaksa diundur. “Ini masih rencana dan akan dirapatkan dengan pengurus lain,” katanya. Aliong menuturkan, rencana perubahan jadwal seleksi itu kini masih dimatangkan. Namun, keinginan pribadinya, bos RV Cellular itu memilih seleksi digelar 13-15 Januari mendatang. Jadwal baru itu dipastikan

DOK.RaBa

Aliong

berbeda dengan rencana semula, yaitu seleksi akan dilaksanakan 11-13 Januari. Meski jadwal seleksi diubah, Aliong menyatakan agenda coaching clinic yang digagas PSSI versi muscab Atlanta tetap akan dilaksanakan. Aji Santoso yang akan menjadi mentor dalam kegiatan tersebut akan menggelar coaching clinic pada Sabtu (12/1) malam. Praktik akan dilaksanakan pagi harinya. “Sorenya Aji Santoso akan membantu seleksi pemain Persewangi,” ujarnya. (nic/c1/als)

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho, Deni Setiawan, Mega Dwi P. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Jumat 11 Januari 2013

20 Menit Tilang Lima Truk

BAGAIMANA INI

GENTENG - Kendaraan besar yang kerap menerobos jalur perkotaan membuat polisi gerah. Kemarin, anggota Unit Lalu Lintas Polsek Genteng menggelar operasi di Jalan Gajah Mada, Genteng. Hasilnya, polisi yang identik dengan sabuk putih itu memergoki sejumlah truk pelat kuning melintas di jalur tersebut. Tanpa ampun, mereka langsung memberi sanksi tilang terhadap sang sopir. Kanitlantas Polsek Genteng, Ipda Sumono mengungkapkan, kendaraan besar pelat kuning sudah memiliki jalur sendiri. Hal itu demi mengurangi kemacetan di jalan perkotaan. “Rambu-rambu sudah jelas, kenapa para sopir masih nekat,” sesalnya. Dia berharap, sopir truk patuh terhadap peraturan lalu lintas. Hal itu semata-mata untuk mengantisipasi kecelakaan. ‘’Nanti kalau terjadi kecelakaan, bisa merugikan diri sendiri dan orang lain,” tuturnya. Dia menyebut, ada lima truk yang ditilang dalam waktu 20 menit. Itu menandakan bahwa kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas sangat rendah. ‘’Kita akan terus pacu agar masyarakat tertib di jalan. Spanduk sosialisasi sudah kita pasang di sejumlah tempat,’’ terangnya. Syaiful Huda, sopir truk yang mengangkut tanah, mengaku nekat menerobos jalan tersebut. Dia mengira tidak akan ditilang jika lewat di situ sore hari. ‘’Waktu sudah sore, saya kira nggak ada polisi,” ujar warga Dusun Lidah, Desa/Kecamatan Gambiran, itu. (ton/c1/aif)

ALI NURFATONI/RaBa

MENGGANGGU: Sebuah truk sedang menghindari pohon pisang di tengah Jalan Wahid Hasyim, Genteng, kemarin.

Akses Menuju RTH Maron Ditanami Pisang GENTENG - Ruang Terbuka Hijau (RTH) Maron Genteng memang masih belum selesai seratus persen. Tetapi, warga mulai ramai mengunjungi RTH tersebut. Meski begitu, masih ada hal yang perlu diperhatikan secara serius oleh pemerintah. Salah satunya, akses jalan menuju RTH yang menghabiskan dana ratusan juta itu belum mulus total. Jalan rusak dan tergenang air terlihat di Jalan Wahid Hasyim, tepatnya sekitar 200 meter utara Mapolsek Genteng. Bahkan, sebuah pohon pisang berdiri di tengah aspal jalan. Padahal, saluran irigasi, baik di kanan maupun di kiri, jalan tersebut sudah bagus. Belum diketahui secara pasti siapa yang memasang pohon pisang tersebut. Meski begitu, tindakan itu disinyalir kuat agar jalan tersebut segera diperbaiki. Bagaimana ini? (ton/c1/aif)

PENDIDIKAN

ALI NURFATONI/RaBa

PENERTIBAN: Kanitlantas Polsek Genteng Ipda Sumono menertibkan truk pelat kuning yang melintas di Jalan Gajah Mada Genteng.

Launching Pasar Rakyat Konfercab NU Dibuka Besok ALI NURFATONI/RaBa

IDENTITAS: Tidak ada kalimat RSBI yang tertulis di pagar SMP Bustanul Makmur, Genteng, kemarin.

Putusan MK Tidak Pengaruhi RSBI Swasta GENTENG - Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) rupanya tidak berpengaruh terhadap sekolah swasta yang berlabel rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI). Mengingat, ketetapan MK tersebut tidak berdampak terhadap sistem belajar di sekolah swasta. Sekadar diketahui, Banyuwangi memiliki sejumlah sekolah yang menyandang predikat RSBI, mulai SD hingga tingkat SMA baik negeri maupun swasta. Satusatunya sekolah swasta yang berstatus RSBI adalah SMP Bustanul Makmur, Genteng. Sampai kemarin, proses belajar di sekolah tersebut berjalan normal seperti biasa. ‘’RSBI dibubarkan, kita tidak ada pengaruhnya. Sebab, sekolah kita RSBI berbasis mandiri,” tegas Alfian, kepala SMP Bustanul Makmur. Menurut dia, sistem pembelajaran di sekolah itu tidak pernah berubah sejak berdiri tahun 2003 lalu. Sebab itulah, jadwal belajar siswa tetap diberlakukan mulai pukul 07.00 hingga 16.00. ‘’Sampai sekarang proses belajar tidak berubah,” jelasnya. Menurut dia, tidak adanya predikat RSBI bukan berarti harus mengurangi kualitas dan program sekolah. “Dengan label apa pun, layanan bermutu jangan berubah. Itu kuncinya,” ujar ketua satu Bidang Akademik STAI Ibrahimy Genteng itu. Sebab itulah, pihak sekolah tidak pernah mengubah identitas sekolah sejak berlabel RSBI tahun 2009 lalu, baik mengubah papan reklame maupun mengubah tulisan di pagar sekolah. ‘’Kita tidak pernah mengganti tulisan di pagar mulai dulu,” terangnya. (ton/c1/aif)

TEGALSARI - Kegiatan Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama (Konfercab NU) Banyuwangi di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, Kecamatan Tegalsari, yang akan dimulai besok pagi (12/1) ternyata bukan hanya dimeriahkan dengan hadirnya artis religi Opick. Konfercab yang rencananya akan dibuka Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas tersebut ternyata juga akan dibarengkan dengan launching pasar rakyat.

Pasar rakyat tersebut akan digelar selama Konfercab NU berlangsung, dan lokasinya ditempatkan di halaman Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung. “Kegiatan ini selain diikuti para UKM juga diikuti para badan otonom NU,” kata Ketua Panitia Konfercab NU, Guntur Al-Badri. Pasar rakyat yang digelar Pengurus Besar NU tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran membangkitkan pereko-

nomian warga Nahdliyin. Selain itu, di sela-sela kegiatan, para peserta dan pengunjung Konfercab NU juga bisa menikmati produkproduk murah. “Sambil belanja, pengunjung juga bisa menikmati penampilan Opick dan sejumlah artis KDI,” tandas Guntur. Pembukaan konfercab yang dimulai pukul 08.00 sampai 12.00 itu akan dihadiri langsung Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur KH. Hasan Mutawakil Alallah. “Beliau akan memberi pengarahan pada pembukaan besok,” kata Guntur. (azi/c1/aif)

PDIP Targetkan Menang Pileg 2014 BANYUWANGI - DPC PDIP Banyuwangi punya cara khusus dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) partainya yang ke-40. Mereka, menggelar upacara bendera yang digelar di halaman kantor sekretariatnya di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Banyuwangi. Upacara bendera dipimpin Ketua DPC PDIP Banyuwangi Yusuf Widiyatmoko sekaligus sebagai inspektur upacara. Jajaran DPC PDIP, anggota fraksi PDIP DPRD, pengurus PAC PDIP se-Banyuwangi kompak ikut upacara bersama masyarakat dari kalangan abang becak. Dalam amanatnya Yusuf Widiyatmoko meminta pada semua kader PDIP untuk selalu bersatu dan kompak. Kesolidan partai harus tetap dijaga demi mempertahankan kemenangan dalam pemilihan umum legislatif (pileg). “Kita targetkan PDIP akan harus menang dalam Pemilu 2014 mendatang,” tegas Yusuf Widiyatmoko. Wakil Bupati (Wabup) Banyuwangi itu

UPACARA: Yusuf Widiyatmoko memimpin upacara bendera dalam rangka HUT PDIP ke- 40 di kantor DPC PDIP Banyuwangi. ISTIMEWA

sempat memamerkan sejumlah keberhasilan yang dicapai pemerintah. Pasangan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Wabup Yusuf Widiyatmoko, merupakan pemerintah yang diusung oleh PDIP dan telah banyak berbuat untuk rakyat Banyuwangi. “Jamkesmin (jaminan kesehatan warga miskin) itu yang memperjuangkan

dari PDIP,” katanya. Usai menggelar upacara bendera dilanjutkan dengan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Wisma Raga Satria. Selanjutnya, tasyakuran dan doa bersama di kantor PDIP Banyuwangi. “Ini acara rutin yang kita gelar setiap tahun,” ujar ketua panitia, Putu Aryasa. (abi/adv/aif)

Mustasyar NU Keluarkan Rekomendasi BANYUWANGI - Puluhan kiai yang tergabung dalam mustasyar (penasihat) PCNU Banyuwangi menggelar pertemuan menyikapi tuntutan dan permohonan badan otonom (banom) dan aktivis NU Banyuwangi terkait figur calon pimpinan PCNU periode 2013-2018. Pertemuan yang berlangsung di kediaman KH. Abdul Hadi Basri, Kelurahan Panderejo, Kecamatan Banyuwangi, Rabu (9/1), itu menghasilkan sejumlah rekomendasi, di antaranya periode kepengurusan PCNU tidak diatur AD/ART. Artinya, pengurus yang sudah memimpin dua periode dan kini mencalonkan diri kembali tidak menyalahi AD/ART. Pertemuan yang dihadiri puluhan kiai, kader NU, dan dipimpin langsung KH. Suyuti Thoha, itu juga menghasilkan sejumlah rekomendasi lain, antara lain menjunjung tinggi arahan PWNU Jatim dan berpedoman pada AD/ART hasil Muktamar ke-32 Makassar terkait hak suara pemilih dalam konfercab. Berdasar BAB XXI Pasal 78 ayat 6 AD/ART, dijelaskan bahwa konfercab sah apabila dihadiri sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah MWC di suatu daerah. Poin penting lain, Konfercab PCNU Banyuwangi mendatang tidak dicederai politik uang dan black campaign antar calon. Rekomendasi lain, calon pengurus terpilih harus mampu mengakomodasi seluruh potensi kader NU. (sgt/c1/aif)

KOMUNIKASI PEMBANGUNAN

Silaturahmi Bupati Anas Bersama Pengurus DPD Muhammadiyah

Salurkan Bantuan Rp 5 M dan Sampaikan Penerapan Pelajaran Bahasa Arab

AKRAB: Bupati Anas dan Wakil Bupati Yusuf ramah tamah dengan jajaran pengurus DPD Muhammadiyah.

PIDATO: Bupati Anas saat menyampaikan sambutan dalam acara silaturrahmi warga Muhammadiyah.

BANYUWANGI- Bupati Abdullah Azwar Anas dan Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko menggelar acara silaturahmi dengan jajaran pengurus DPD Muhammadiyah di Pendapa Shaba Swagata Blambangan pada rabu (9/1). Gelar silaturrahmi itu merupakan acara ”bayar utang” Bupati Anas pada warga Muhammadiyah. Pada peringatan milad satu abad Muhammadiyah lalu, Bupati Anas berhalangan hadir karena bersamaan dengan acara tugas dinas di luar Kota. Saat itu, Bupati Anas mewakilkan kepada Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko untuk hadir. Sebagai gantinya, Bupati Anas mengundang jajaran pengurus Muhammadiyah ke Pendapa. “Pada Idul Fitri lalu, Pak Bupati ingin bertemu dengan warga Muhammadiyah. Karena waktunya tidak memungkinkan, baru sekarang terealisasi, saya mohon maaf,” ungkap Ketua DPD Muhammadiyah, Suhadak Asya’ari. Dalam acara silaturahmi itu, hadir pula jajaran pengurus Aisyiyah, pengurus persyarikatan Muhammadiyah dan para kepala sekolah di lingkungan Muhammadiyah. “Terima kasih, Pak Bupati telah mendukung suksesnya pelaksanaan acara milad satu abad Muhammadiyah,” ucap Suhadak. Pada kesempatan acara itu, Bupati Anas menyerahkan bantuan secara simbolis kepada SD,SMP, SMA dan SMK swasta di lingkungan Muhammadiyah. Total bantuan yang diserahkan mencapai Rp 5 miliar.

HUMAS PEMKAB FOR RABA

SALAMAN: Bupati Anas saat menyerahkan bantuan secara simbolis pada perwakilan kepala sekolah di lingkungan Muhammadiyah.

Rinciannya, untuk bantuan sekolah tingkat SD sebesar Rp 2 miliar, untuk tingkat SMP Rp 2,5 milair. Sedangkan sisanya sekitar Rp 500 juta untuk SMA dan SMK Muhammadiyah. Pada kesempatan itu, Bupati Anas menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar Muhammadiyah Banyuwangi. Muhammadiyah dinilai memiliki peran cukup besar dalam ikut mencerdaskan kehidupan

masyarakat Banyuwangi melalui beberapa lembaga pendidikan. Menurut Bupati Anas, tangan pemerintah daerah sangat terbatas dan tidak mungkin mengatasi semua persoalan masyarakat. Melalui peran swasta, tugas pemerintah dapat berjalan dengan baik. “Alhammdulillah, tanpa dana APBD lembaga pendidikan Muhammadiyah tetap jalan dengan baik,” kata Bupati Anas.

Jika dibandingkan dengan peran Muhammadiyah di sektor pendidikan, bantuan yang dikucurkan nilainya sangat kecil. Karena itu, Bupati Anas tetap berharap Muhammadiyah terus berkiprah untuk mencerdaskan masyarakat Banyuwangi. Pada pertemuan itu pula, Bupati Anas kembali menitipkan moral generasi muda dan pelajar kepada warga Muhammadiyah. Menurut dia, moral generasi muda dan pelajar saat ini cukup mengkhawatirkan. Karena itu, Bupati Anas minta keluarga besar Muhammadiyah ikut menjaga dan mengendalikan moral generasi muda dan pelajar Banyuwangi. “Melalui pengajian ibu-ibu Aisyiyah, ayo kita jaga moral generasi muda kita,” ajaknya. Selain itu, Bupati Anas juga menyampaikan progress pembangunan kepada warga Muhammadiyah. Program dan rencana yang akan dilaksanakan pada tahun 2013 ini, juga ikut disampaikan dalam pertemuan itu. Pada kesempatan yang sama, Bupati Anas juga menyampaikan rencana penggunaan Bahasa Arab dan Bahasa Mandarin di sekolah Banyuwangi. “Kita sedang menyusun Perbup untuk menyejajarkan bahasa arab dengan Bahasa Inggris di sekolah,” ungkapnya. Saat ini, bahasa Arab sudah menjadi bahasa internasional. Untuk itu, Bupati Anas mohon dukungan warga Muhammadiyah untuk menyukseskan program penggunaan mata pelajaran Bahasa Arab di sekolah-sekolah. (afi/aif)


KOMUNIKASI BISNIS

28

Jumat 11 Januari 2013

Ajar Seratus Buta Aksara PKBM Khodijah Sragi Buka Program Keaksaraan Fungsional

PERWOSI FOR RaBa

SELAMAT: Peserta lomba senam rekreasi yang mendapat juara berfoto bersama Ipuk Festiandani Anas dan Ketua Perwosi Minuk Yusuf Widyatmoko.

SONGGON – Pengurus Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Khodijah Sragi, Kecamatan Songgon membuka program keaksaraan fungsional, Selasa malam (8/1). Acara yang digelar di SMP Kosgoro itu diikuti sedikitnya seratus orang. Hadir dalam kegiatan itu, antara lain, Kasi Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Banyuwangi Sunari, dan Ketua Ikatan Penilik Indonesia (IBI) Banyuwangi Sutrisno. Tidak ketinggalan, kepala

Desa Sragi Agus Priyono serta para tutor PKBM tersebut. Ketua PKBM Khodijah, Ahmad Sadid Bustomi mengatakan, kegiatan itu bertujuan untuk mengentaskan warga yang buta huruf. Sasarannya adalah warga yang berusia 16 hingga 60 tahun. ‘’Ini untuk pembukaan, selanjutnya kita berikan pelajaran dan pelatihan setiap Rabu dan Sabtu,’’ ungkapnya kemarin. Menurut dia, para peserta dibagi tiap kelompok. Masing-masing kelompok berjumlah 10 orang. ‘’Dalam kesempatan itu, kita berikan berbagai keterampilan. Mulai belajar membaca menulis hingga belajar tata boga dan menjahit,’’ tutur warga Dusun Sragi Tengah,

Desa Sragi itu. Ada sepuluh kelompok yang bakal dilatih. Setiap kelompok tersebut dipandu oleh tutor yang berpengalaman. “Tenaga kita banyak yang dari guru. Semoga kegiatan ini benar-benar bermanfaat bagi warga,’’ paparnya. Dia menjelaskan, setiap peserta tidak dipungut biaya alias gratis. Selanjutnya, agenda pelatihan dua pekan sekali itu akan digeber selama enam bulan. “Acara ini sebagai salah satu wujud agar warga Banyuwangi terbebas dari buta membaca dan tulis,’’ terang ketua Forum Komunikasi PKBM Banyuwangi periode 2012-2017 itu. (adv/irw)

Perwosi Lombakan Senam Rekreasi Gabungan Senam, Tari, dan Dansa, Cegah Kepikunan BANYUWANGI–Ratusan peserta mengikuti lomba senam rekreasi di Gedung Wanita Paramitha Kencana Banyuwangi, pada Rabu (9/1). Sebanyak 36 regu yang merupakan gabungan dari unsur organisasi wanita, PKK se-Kabupaten Banyuwangi, dan Dharma Wanita Persatuan berlaga menampilkan kebolehannya, dalam acara yang diprakarsai oleh Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Banyuwangi itu. Wakil Bupati (Wabup) Banyuwangi Yusuf Widyatmoko yang membuka acara tersebut mengatakan, Pemkab menyambut baik kegiatan yang mulai gencar diperkenalkan sejak tahun lalu itu. Wabup menyarankan agar  ajang

semacam itu juga dijadikan sarana untuk memperkenalkan senam Lare Using, yakni senam yang diciptakan sebagai  hasil kreativitas putra-putri Banyuwangi. “Pokoknya senam yang kita miliki   nggak kalah deh dengan senam poco-poco atau Gangnam Style,” cetus Yusuf. Hal senada dikatakan Ketua Perwosi Minuk Yusuf Widyatmoko. Menurutnya, senam rekreasi Perwosi itu merupakan paket olahraga yang diciptakan oleh tim Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) bersama pengurus Perwosi Provinsi Jatim setahun lalu. Senam itu memiliki gerakan yang indah, dinamis, dan menyenangkan sebagai gabungan antara senam dan tari atau dansa. “Tingkat kesulitan dari senam ini ada di tiga gerakan (caca). Tetapi, seluruh peserta senam ikut menikmati dan mampu melaksanakan gerakannya dengan baik. Senam ini memang ha-

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Rumah Cantik Murah •

• Jual Gedung •

Perum permata genteng blok AA-01 Lt 113, Lb 70, rumah cantik, murah,harga 390jt djual 320jt cukup byar 50% sisa 2th lagi bunga 0% ada yg siap sewa 15 jt/th hub 08885105987

Dijual Gedung + fasilitas serta isinya bks tampung & pelatihan TKI, dulu PT Iin Era Sejahtera, al: Jl. Inspektur Suwoto 95B Lawang, Malang. LT 10.000m2, LB 4.000m2. Hub: Bu. Tatik 08129901823

• Bunga Residence •

• Investasi •

Jual rumah Bunga Residence blok A31 LT 104m2, LB 55m2, SHM. Hub: 081358639444 / 085646477168

Dibuka Investasi sengon setot mdl 7 juta tagl 2-9 januari jangka waktu 5 tahun terima 22 juta. huubungi GS INVESMENT 08574680823

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang meman faat kan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyu wangi untuk was pada dan berhati-hati. Bila Anda me nerima tele pon, SMS dengan meng atasnama kan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak ber tanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan baris secara resmi di Radar Banyuwangi.

• Anda Telat Bulan? • Anda telat bulan?? Solusi cepat & tepat melancarkan haid secara teratur dalam jangka 3 jam dijamin lancar, garansi & tanpa efek samping. Hubungi: 082333794444

rus dilatih terus-menerus,” katanya. Dijelaskan, dalam lomba itu, juri akan menilai peserta dari segi teknik gerak, kekompakan, kreativitas, stamina, power, serta penampilan. Pemenang lomba akan mendapat piala, sertifikat, dan uang pembinaan. Senam rekreasi ini semakin meriah saat diselingi pemberian santunan untuk anak yatim dan bingkisan berupa sembako  untuk para lansia. Ditambahkan, untuk menyosialisasikan senam rekreasi itu, pihaknya akan mengadakan jambore se-Jatim. Rencananya digelar pada Mei mendatang. Untuk mempersiapkan jambore akan ada tim dari Perwosi Jatim yang meninjau lapangan di Gunung Ijen. “Karena gerakan mudah dilakukan senam ini sangat baik bagi ibu-ibu, karena selain menyehatkan badan juga bisa sebagai terapi kesehatan serta menunda atau memperlambat kepikunan,” katanya. (adv/irw)

BANYUWANGI • Butuh Dana Cepat? • Butuh Dana cepat jaminan BPKB Mobil/ Motor, lgsg cair. 08170051758/500018

• Desain Interior • Butuh Desain Interior untuk rumah, ruko, & kntor? Arya Property 081336659258

ISTIMEWA

BELAJAR :Kalangan lansia sedang mengikuti pembukaan program keaksaraan fungsional di SMP Kosgoro, Sragi Kecamatan Songgon Selasa malam kemarin.

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Toko + Rumah Genteng •

• Baleno ‘97w •

• Grand Vitara JLX ‘07 •

• Isuzu New Panther ‘05 •

Djl Toko+rumah tkt2, full prabot, strtgs. Jl. Kembar Lt 310/490m2, uk. 10x31m, marmer, ksn jati, Tk Sriwijaya Jl. Gajahmada 274 Gtg-Bwi. H. Sugiarto, 081233499888, 03170338181

Jl Baleno 1997, hijau metalik, 69jt nego, tangan prtama, original, 081333346665

Dijual Grand Vitara JLX tahun 2007, harga 161 juta nego, bisa cash /kredit atau tukar tambah, hubungi 08123453975 - 081335897888

Dijual Isuzu New Panther TBR tahun 2005, biru muda metalik, harga 137,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi: (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Kijang Innova ‘05 •

• Suzuki Swift ‘08 •

Dijual Toyota Kijang Innova G XW42 tahun 2005, silver metalik, harga 143,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi: (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Suzuki RS 415 Swift ST4 mt tahun 2008, merah muda metalik, harga 128,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub: (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Daihatsu Xenia ‘10 •

• Toyota Avanza ‘07 •

Dijual Daihatsu F600 Xenia tahun 2010, silver metalik, harga 115 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi: (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Toyota Avanza 1.3 F601 RM GMMJJ tahun 2007, silver metalik, harga 126,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub: (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Mitsubishi New • Kredit DP ringan, bunga mulai 0%, hadiah lgsung BB, TV LED, ready Stock, all type, Mirage Pajero L300 dll, T. 081217913037

• KIA Picanto • BANYUWANGI

Djl Picanto 2005 M/T hitam VR DVD LCD kamera 85 Nett. Hub. 081317774500 TP

BANYUWANGI

• STNK •

• PRIMA Mobil •

• Tanah Kebun •

Hlg STNK Nopol P 4033 ZE, an. Maulidia Eka Arsanti.Jl.BrawijayaGgMerpati04/02Kebalenan

STW ELf ‘11, Kjg Krista’03, PU SS ‘09, STW Espass ‘96, APV X ‘05, PU Futura ‘11, Avanza G’07’11, PU Granmax ‘11, Jazz’10, Escudo’98, Fortuner’10,Innovadiesel’08,Coltdiesel.Bscash/ kredit, hdh lgsg TV/lemari Es. H: 0811301676

Dijual tanah kebun di Kalipuro 1,3 Ha, Hub: Arya 082141057540. Tdk trma SMS

Hlg STNK Nopol P 6759 VA, an. Catur Andi Faizal. Pancoran RT03/03 Banjarsari, Glagah Hlg STNK Nopol P 4637 YE, an. H. Mas’ud. Popongan RT03/01 Benelan Lor, Kabat Hlg STNK Nopol P 6447 WH, an. Hasyim. Jl. Ikan Putihan No. 29 RT02/02 Karangrejo Hlg STNK Nopol P 5303 VE, an. Basar. Lingk Porong RT01/01 Boyolangu Giri Hlg STNK Nopol P 3973 UK, an. Humaidin, Jl. Ikan Hiu RT01/01 Kertosari Hlg STNK Nopol P 6678 YW, an. Musairi. Sidorejo RT 02/03 Gambor, Singojuruh

• Vario CW 09 • Jual Vario CW 09 htm STNK panjang ist ex dokter 11 jt pas hub 08887105016

• Obral Murah • Dijual obral murah 3 unit Honda Revo + 1 unit Honda Spacy, kadaan bru. 1 Unit mobil Bison Stcn, knds bgus. 3 Gerobak kue kndisi bgs. Hub: Jago Oli Rogojampi 0333-632888 / 08179680253

• Honda Genio ‘92 • Jual Honda Genio 92 Silver, 61 juta nego, BU. 081333346665, 081805144642

SITUBONDO BANYUWANGI • Teknisi Oli, Kasir & Acc • Dcr Sgr Wanita u poss Kasir/SPG & Accounting, pglmn Min SMU/sdrjt & S1+Teknisi Oli & Variasi Mobil (Pria) pnglmn. Hub: Gas Car Wash & Variasi Jl. Piere Tendean No. 49 Bwi. 081803216312

• 2 Isuzu Bison • Dijual 2 Isuzu Bison tahun 1993, engkel Box posisi jalan, kondisi prima. Berminat, Hubungi: 085258568953

• Suzuki Carrry ‘90 • Dijual murah: Suzuki Carry tahun ‘90, no. L, body Alexander, warna kuning metalic, BU, Rp. 25 juta. Hubungi: 082 333 00 8871


33

OPINI

Jumat 11 Januari 2013

Nasib RSBI, Kita Harus Memaklumi (!)

CAGAR BUDAYA

EKO SETIO BUDI/RADAR JEMBER/JPNN

PERLU DIMAKSIMALKAN: Pemerintah daerah diharapkan memberikan perhatian serius terhadap keberadaan bangunan bersejarah Gedung Rakjat ini. Paling tidak, bisa dijadikan cagar budaya.

Usulkan Eks Gedung Rakjat BONDOWOSO - Desa Prajekan Lor, Kecamatan Prajekan, Bondowoso, memiliki sejumlah bangungan yang banyak merekam peristiwa sejarah. Sayangnya, sejumlah bangungan tersebut kini banyak beralih fungsi bahkan telah berubah bentuk. Untuk itulah, sejumlah bangunan yang tersisa diusulkan untuk dijadikan sebagai cagar budaya. Salah satu bangunan bersejarah di desa tersebut adalah Gedung Rakjat yang dibangun di era agresi militer Belanda kedua. Gedung yang terletak di tepi jalan jalur Bondowoso-Situbondo tersebut sempat berganti nama pada tahun 1952 menjadi Gedung Nasional. Menurut Marsudin, 70, tokoh budaya desa setempat, pada zaman dahulu gedung tersebut cukup monumental. Bahkan, gedung tersebut menjadi satu-satunya gedung serba guna di Bondowoso pada zaman itu. Ormas-ormas besar seperti NU, Muhammadiyah hingga Persis sempat menggelar kegiatan di gedung yang mampu menampung hingga 500 orang itu. Sayangnya, pada 2007, gedung tersebut dipugar dan beralih fungsi menjadi gedung Taman Kanak-kanak. Bersebelahan dengan Gedung Nasional tersebut juga berdiri Pendapa Kawedanan dan Rumah Dinas Wedana zaman dulu. Saat ini, yang tersisa hanyalah pendapa yang sekarang digunakan sebagai pendapa desa. Sementara Rumah Dinas Wedana telah berubah fungsi menjadi rumah burung walet. Marsudin berharap, gedung-gedung tersebut menyimpan banyak catatan sejarah dalam perjalanan Kabupaten Bondowoso. “Beberapa gedung yang masih utuh sampai saat ini hanyalah pendapa, rumah bendi, serta dapur. Yang lain sudah berubah bentuk,” ujarnya. Untuk itulah, dia berharap agar pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap keberadaan bangunan bersejarah tersebut. Paling tidak, dia berharap pemerintah menjadikan bangunan-bangunan itu sebagai cagar budaya. “Berubahnya fungsi dan bentuk dari bangunan itu adalah luka sejarah bagi prajekan lor. Pemerintah kita harap memberi respon cepat untuk mengobati luka sejarah itu,” tambahnya. Sementara itu, Fandi Shofan, Kepala Desa Prajekan Lor mengungkapkan, pihaknya memang seringkali mendapatkan aspirasi dari masyarakat terkait dengan keberadaan bangunan-bangunan bersejarah itu. Untuk itulah, dia akan menyampaikan usulan masyarakat tersebut kepada pemerintah daerah. Menurutnya, Bupati sendiri selama ini sudah menunjukkan kepeduliannya terhadap sejarah kabupaten ini. Bahkan beberapa waktu lalu, bupati turun langsung memimpin napak tilas perjuangan Kiai Santawi yang juga warga Prajekan Lor. Selain Kiai Santawi, pahlawan lain yang juga berasal dari desa ini adalah Letnan Amin Kusman. (esb/hdi/jpnn)

PILKADA

KEMELUT yang berkepanjangan pernah terjadi di media massa dalam rentang waktu April sampai November 2012. Kemelut itu melibatkan masyarakat atau wali murid, guru, dosen, pemerhati pendidikan, dan pakar pendidikan. Percikan-percikan atas persoalan tersebut telah menghiasi Jawa Pos dan Kompas saban hari. Semua pembaca koran, setiap pagi disuguhi berita, opini, dan tanggapan yang beragam terkait RSBI. Sungguh naïf, tapi itu sebuah tantangan yang menggiurkan kalangan pendidik di negeri ini. Dilihat dari segi siswa yang berminat, sejatinya RSBI, SBI, SSN, tidaklah berbeda dengan sekolah reguler. Tetapi, lain halnya jika dilihat dari sudut kompetensi anak yang masuk (input). Yang berbeda adalah daya saing dan integritas intelektual mereka. Pada umumnya, anak yang kurang mampu secara intelektual enggan mendaftarkan diri ke sekolah RSBI. Namun, bagi yang mampu, akan bernafsu masuk dengan niat berkompetisi secara intelektual. Dari segi guru, orang yang suka tantangan, pekerja keras, dan berkompeten, akan senang menjadi punggawa di RSBI. Sebab, integritasnya akan teruji. Selain itu, sang guru juga bisa menunjukkan kepada dunia (pendidikan)

bahwa ia telah menemukan dedikasi yang sangat menghibur dan membentuk dirinya menjadi guru yang idealis serta pragmatis. Dalam konteks ini, RSBI adalah sasaran pilihan (jika tidak boleh dikatakan dambaan bagi guru yang suka tantangan). Implikasi hukum dan undang-undang pendirian RSBI amat jelas, tidak mungkin pemerintah waktu itu (Menteri Pendidikan Nasional) pikun, lantas berbuat ngawur. Perubahan dan perkembangan SSN, RSBI, SBI, dan sejenisnya adalah realisasi undang-undang. Terutama, Pasal 50 ayat (3) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Oleh karena itu, para pengelola jalan terus dan enjoy meletakkan fondasi yang ideal untuk memunculkan RSBI di seluruh pelosok tanah air. Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang disampaikan Selasa 8 Januari 2013 menyebutkan bahwa telah terjadi dualisme sistem pendidikan dan pembebasan baru di bidang tersebut. RSBI juga telah menumbuhkan dampak diskriminasi pendidikan. Sementara itu, penggunaan bahasa asing (terutama bahasa Inggris) sebagai bahasa pengantar juga berpotensi menghilangkan jati diri bangsa Indonesia yang

O l e h

SUYANTO * menggunakan bahasa Indonesia (Kompas, 9 Januari 2013 halaman 1-15). Telah tumbuh iri yang sejadi-jadinya dari dan antarlembaga sekolah (milik pemerintah). Tetapi, setelah menyadari bahwa kerja abdi negara di RSBI itu “minta ampun”, maka legalah iritor tersebut, lantas diam seribu bahasa. Jika diikuti secara serius dan kritis, ada sinyalemen yang menunjukkan bahwa pucuk pimpinan di Depdiknas (Depdikbud sekarang) ragu-ragu tentang masa depan RSBI. Itu pernah muncul secara implisit di media, sehingga pesimisme itu pun akhirnya menggejala di daerah. Sementara itu, aliran dana bantuan dari pusat tak kunjung berhenti. Salah satu kasus, misalnya, pada zaman Mendiknas Bambang Sudibyo, sebuah SMAN terunggul di seantero Jakarta berstatus RSBI. Siswanya jelas-jelas berasal dari multinegara dan cara masuknya melalui adu kompetisi. Nyatanya, sekolah tersebut tidak juga berubah menjadi SBI. Pertanyaannya, apakah yang kurang dari sekolah tersebut? Saya setuju bahwa tujuan

didirikan RSBI adalah untuk menghadapi daya saing internasional. Dalam konteks ini, Indonesia sangat siap menghadapi embusan dunia global yang merujuk pembangunan intelektualitas dan kinerja sumber daya manusia dalam aspek kesejagatan. Namun, setelah MK memutuskan bahwa RSBI inkonstitusional, maka saya juga beropini bahwa kurikulum pun inkonstitusional. Sebab, kurikulum nasional untuk sekolah umum (SD, SMP, dan SMA) pada umumnya tidak pernah bisa melayani setiap siswa secara paripurna dan tidak memperhatikan bakat, keunikan anak, serta talenta anak. Kurikulum hanya bicara dan berharap tentang anak secara klasikal. Menganggap anak memiliki kemampuan yang sama, (dan bisa juga barang kali “nasib” mereka sama). Pasca putusan MA, RSBI masih ada waktu menunggu penjelasan dari Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Suyanto. Diharapkan, RSBI masih menggunakan semangatnya dalam membangun mentalitas bangsa dengan penuh energi dan etos kerja yang berkualitas. Setelah palu Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa pendirian RSBI inkonstitusional, saya prediksi akan

banyak respons dari masyarakat pendidikan. Sebab, siapa pun pasti sangat suka kemajuan dan menghargai perbedaan dengan semangat kebhinekaan. Saya berharap, dana bantuan dari pemerintah tetap diberikan kepada sekolah unggul dan yang mampu mempertahankan keunggulannya serta mempunyai kompetensi di berbagai bidang. Meskipun nama RSBI telah dianulir oleh MK (Jawa Pos, 10 Januari 2013 halaman 1 dan 11 bertajuk “Jangan ada RSBI Model baru”), tapi semangat memajukan pendidikan Indonesia jangan sampai kendur. Kurikulum baru sebaiknya bisa mewadahi setiap talenta anak mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA. Harus ada waktu yang cukup untuk mengembangkan talenta anak sesuai pilihan dan kata hati masingmasing anak. Dalam tempo yang singkat, barang kali negeri ini akan maju karena banyak talenta yang dimunculkan dan terawat dengan baik. Semoga semangat kebersamaan membangun anak bangsa terus menggelora di dada kita semua. *) Guru SMPN 1 Genteng. Pemerhati pendidikan dan kandidat Doktor di Universitas Sebalas Maret (UNS), Surakarta.

Ketika Bahtera NU(h) Banyuwangi Berlabuh DARI waktu ke waktu, NU semakin menunjukan eksistensi. Terlebih setelah reformasi yang melengserkan Orde Baru digulirkan. NU seakan menjadi kembang gula yang manis bagi setiap orang. Kembang gula yang tak akan kadaluarsa dimakan zaman. Kakek presiden keempat RI itu pasti tidak asal saja mendirikan jamiyah yang berlambang bumi dengan sembilan bintang tersebut. Terbukti, NU memiliki perwakilan hampir di seluruh benua dan menjadi ormas terbesar di negeri tempatnya dilahirkan. NU Banyuwangi, seperti halnya bahtera Nuh yang masyur dan legendaris, kini juga mengalami hal serupa. Jika bahtera NU(h) dari tidak ada menjadi ada, berbeda dengan bahtera NU(h) Banyuwangi. Bahtera tersebut telah ada dan kini sedang bersiap bersandar  sejenak untuk mempersiapkan pelayaran selanjutnya. Dalam waktu sandar yang sejenak itu, bahtera ini akan menata kembali segala kebutuhan dan perlengkapan. Tidak menutup kemungkinan akan ada hulubalang kapal yang ditambah dan dikurangi. Intinya, isi kapal akan dirombak demi kebaikan kapal. Semua telah mengacu

pada kaidah pelayaran bahtera NU(h) yang dipakai sejak lama. “Al muhafadotu ala qodimish sholih, wal ahduala jadidil ashlah,” yaitu menjaga yang lama yang baik dan mengambil yang baru yang baik. Bahtera NU(h) adalah kapal besar yang berisi beragam manusia dengan berbagai bawaan, latar belakang dan mungkin tujuan akhir yang berbeda-beda pula. Namun, keberagaman itu terikat dalam tali yang menyatukan mereka, yakni status sebagai penumpang. Setiap yang ada dalam bahtera sejatinya adalah penumpang. Namun demikian, para penumpang tersebut memiliki kewajiban yang berbeda-beda disesuaikan jabatan masing-masing. Perbedaan jabatan yang jelas terlihat, di antaranya juru mudi, juru masak, dan penumpang biasa. Namun demikian, mereka tetap terikat dalam satu kesamaan tanggung jawab, yaitu menjaga keselamatan bahtera. Dengan demikian, keselamatan yang ada di dalam bahtera itu pun terjamin. Agar keselamatan berlayar itu terjamin, sejak awal  para pembuat bahtera NU(h) telah menetapkan prinsip-prinsip bermasyarakat di dalam bahtera.

O l e h

SHULHAN HADI * Tasamuh (Toleran) dan Tawasut (Moderat) Di dalam sebuah bahtera yang besar, tentu segala hal harus dilakukan sesuai peraturan yang berlaku. Semua kaidah harus dilaksanakan secara tertib di setiap kegiatan. Semua orang harus menyadari alam sekitarnya; memandang yang di depan dan mengingat yang di belakang. Dengan demikian, tidak akan ada takabur bagi yang telah di depan dan perasaan waswas dan kurang kanten bagi yang ada di belakang. Banyaknya penumpang jelas menyebabkan oksigen tipis, suasana panas, gerah, dan menyemburkan aroma keringat. Keadaan seperti itu akan menambah kurang nyaman jika sesama penumpang saling mengumbar ego dan gengsi. Semua sama, tinggal kedewasaan yang menentukan manusia dalam bersikap.   Tawazun (Seimbang) dan I’tidal (Tegas) Ketika di tengah laut, bahtera setiap saat berpotensi dihantam gelombang pasang, disapu

badai, dan disambar halilintar. Demi menjaga keseimbangan, nakhoda sebagai   juru mudi   harus tegas menggunakan kewenangan untuk mengarahkan kapal dengan baik. Para penumpang pun harus menyikapi kerja keras nakhoda dengan arif. Mereka harus memosisikan diri dengan tepat. Akan sangat lucu jika hanya bergerombol di buritan atau berkumpul di anjungan tanpa memperhatikan kesadaran ruang. Jika itu dibiarkan, kapal bisa miring. Kelebihan berat di buritan atau membungkuk kemajon menyebabkan kapal tidak bisa melaju sebagaimana mestinya. *** Kini bahtera NU(h) yang sedang berlabuh sedang mempersiapkan pelayaran berikutnya untuk mengarungi samudera. Cerita-cerita indah selama perjalanan menjadi godaan  masyarakat di pelabuhan dan pesisir untuk    mencoba masuk ke dalam bahtera, sekadar melihat-lihat, atau bahkan terpanggil untuk bergabung dalam pelayaran dan juga ikut menentukan arah laju kapal. Sementara itu, mereka yang hanya mendengar cerita seputar kekompakan dan kesederhanaan di tengah pengapnya udara di dalam kapal juga tak

kalah penasarannya. Kenapa umat sebanyak ini begitu krasan dan bangga berada di dalam kapal. Sementara itu, sebagian kecil lain hanya bisa berbisik dengan sesama golongannya. Mereka enggan masuk ke dalam bahtera. Golongan itu adakalanya memang telah memiliki bahtera tersendiri. Namun, tak menutup kemungkinan pula mereka sebenarnya adalah orang-orang yang ingin berada di dalam bahtera, tapi tak ingin bersusah payah bahu-membahu ikut menaikkan dan menurunkan layar. Akhirnya, ketika mentari timur menyapa, layar pun terkembang dan bahtera melaju menjadi penakluk lautan dan badai. Siapa pun laksamana yang menjadi nakhoda, selama angin masih bertiup dan samudera masih berombak, kapal tetap bisa memuat para penumpang. Para penumpang tak perlu memikirkan terlalu dalam kapan bahtera harus melepas jangkar. Cukuplah sepenggal kalimat Milan Kundera yang mewakilinya, ”Manusia berpikir dan Tuhan pun tertawa”. *) Sekretaris PCIPNU Banyuwangi.

Dari Sampah Jadi Rupiah RADAR JEMBER/JPNN

SYARAT KURANG LENGKAP: Pasangan calon bupati Ellya Yulianti-Masduki (EMAS) dianulir KPU.

Satu Pasangan Dianulir BONDOWOSO - Dua pasangan bakal calon bupati yang berangkat dari jalur perseorangan atau independen, yaitu pasangan Bahtiyar Lutfi - Saiful Rijal (BISA) dan pasangan Suroso - Darmaji (SOMA) terus melenggang untuk mengikuti proses verifikasi faktual di KPU. Sementara, pasangan Ellya Yulianti - Masduki (EMAS) akhirnya dianulir karena bukti dukungan dan fotokopi yang diserahkan ke KPU kurang dari batas minimal. Sesuai dengan aturan KPU, pasangan yang akan berangkat dari jalur independen harus menyerahkan minimal bukti dukungan dan fotokopi KTP sejumlah empat persen dari total penduduk atau sekitar 30.941 lembar bukti dukungan. Sementara pasangan EMAS saat penyerahan kemarin hanya menyerahkan sekitar 11 ribu lembar bukti dukungan. Sedangkan pasangan BISA dan pasangan SOMA masingmasing menyerahkan sekitar 35.842 dan 35.535 fotokopi KTP dan bukti dukungan. “Selanjutnya kami akan melakukan verifikasi administrasi dan faktual untuk kedua pasangan yang menyerahkan bukti dukungan lebih dari batas minimal tersebut,” ujar Ahmad Tohir Yudianson, Ketua Pokja Pencalonan KPU Bondowoso. Menurut Tohir, berkas bukti dukungan yang disertai foto kopi KTP tersebut selanjutnya akan diserahkan ke masingmasing PPS untuk segera di verifikasi. Saat proses verifikasi faktual nantinya, PPS akan mendatangi satu persatu nama-nam yang memberikan dukungan. “Setiap nama akan dicek satu persatu, apa benar mendukung calon independen tersebut atau tidak,” ujarnya. Jika ada pengakuan bahwa pemilik KTP tersebut tidak memberikan dukungan, maka KPU akan mencoret dan menyodorkan surat pernyataan tidak mendukung calon. Apabila tidak mengisi, maka orang tersebut dianggap memberikan dukungan. Selanjutnya, KPU akan merekapitulasi seluruh bukti dukungan. Jika kurang dari syarat yang ditentukan yaitu 30.941 dukungan, maka calon perseorang tersebut gagal berangkat untuk bertarung dalam Pemilukada 2013. Kendati begitu, KPU masih memberikan waktu bagi para calon untuk melakukan perbaikan. (esb/hdi/jpnn)

BANYUWANGI memimpikan penghargaan piala Adipura. Penghargaan itu sangat diharapkan, karena sudah lama pengahargaan tersebut tidak “menempel” pada jantung Kabupaten Banyuwangi. Terakhir, Banyuwangi meraih gelar Adipura sekitar tahun 1998. Berkaitan dengan Adipura, maka tak luput dengan persoalan sampah. Sudah saatnya Banyuwangi mengubah sampah menjadi rupiah. Kini timbunan sampah kian meningkat karena jumlah penduduk setiap tahun bertambah. Timbunan sampah yang semakin banyak itu membuat umur Tempat Pembuangan Akhir (TPA) semakin pendek. Kabupaten Banyuwangi memproduksi sampah ±107 m3 per hari. Dalam satu bulan bisa mencapai 3210 m3. Dengan volume sampah sebegitu besarnya, bisa diprediksi sampah dalam satu bulan layaknya rumput hijau yang memadati lapangan sepak bola. Bagaimana jika sampah tersebut dibiarkan terus menumpuk tanpa solusi? Bisa jadi sawah dan pegunungan di Kabupaten Banyuwangi akan tertutupi sampah. Sampah 3210 m3 tersebut adalah sampah yang terangkut ke TPA. Bagaimana dengan sampah yang dibuang di sungai, kegiatan open dumping ilegal, dan lain-lain. Perlu diketahui bahwa sampah yang dibuang ke sungai akan mencemari air. Berbagai organism, termasuk ikan, bisa mati. Jadi, beberapa spesies akan lenyap, dan hal ini mengakibatkan berubahnya

ekosistem perairan biologis. Penguraian sampah yang dibuang ke dalam air akan menghasilkan asam organik dan gas-cair organik, seperti metana. Selain berbau kurang sedap, gas tersebut dalam konsentrasi tinggi dapat meledak. Bisa dibayangkan akan menjadi apa Kabupaten Banyuwangi jika TPA Bulusan penuh? Jika dibangun TPA baru, maka akan muncul permasalahan baru, yakni pencemaran lingkungan, sulitnya pembebasan lahan, dan penurunan kualitas kesehatan. Penyakit yang menyebar pun banyak, di antaranya kolera, demam thypoid (tifus), diare, dan demam berdarah (DBD). Jadi, perlu upaya melakukan pengurangan sampah di sumbernya. Upaya tersebut perlu dilakukan berbagai pihak dan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Konsep sampah menjadi rupiah berawal dari konsep 3R, yakni reduce, reuse, dan recycle. Reduce berarti kita mengurangi penggunaan bahan-bahan yang bisa merusak lingkungan. Kurangi juga penggunaan kertas tissue dengan sapu tangan, kurangi penggunaan kertas di kantor dengan print preview sebelum mencetak agar tidak salah. Adapun reuse adalah pemakaian kembali, dan recycle adalah mendaur ulang barang. Paling mudah adalah mendaur ulang sampah organik di rumah. Bekas botol plastik air minum atau apa pun bisa menjadi pot tanaman. Kertas juga bisa didaur ulang menjadi

O l e h

UMI KHOIRUN N, S.KM * kertas kembali. Dengan membiasakan memilah dan mengolah sampah, maka masyarakat bisa mengubah sampah menjadi rupiah. Konsep itu tidak berlaku jika diterapkan dengan prinsip yang pragmatis, yakni “Pokoknya dapat uang dengan sampah”. Jika konsep pragmatis itu masih membudaya di kalangan masyarakat, ya bisa jadi negeri ini akan tetap menjadi negeri dengan status “berkembang” dan susah berubah menjadi negeri dengan status “maju”. Konsep sampah menjadi rupiah di kota metropolitan sudah menjadi trend, bahkan tiap kampung berlombalomba menjadi yang terbaik dalam memilah dan mengolah sampah. Salah satu inovasi dalam hal penanganan sampah adalah mendirikan bank sampah. Bank sampah di Kabupaten Banyuwangi masih terdengar awam. Padahal, keberadaan bank sampah sejatinya sangat penting. Sebab, selain bisa mengurangi kekotoran lingkungan, juga bisa mengedukasi masyarakat agar hidup bersih dan mandiri. Apakah bank sampah itu? Bank biasanya tempat menabung uang, tapi lain lagi dengan bank sampah. Bank sampah adalah tempat menyetor sampah. Sampah-sampah itu, yang sudah dipilah, bisa ditu-

karkan dengan barang-barang tertentu, misalnya kaus, sandal, dan lain-lain. Ketika kita ke bank sampah, bukan uang yang kita tabung melainkan sampah. Tapi sampah-sampah itu bisa bernilai uang. Di negara lain, masyarakat bisa membayar listrik dengan sampah, bisa membeli kaus branded sale dengan sampah. Bahkan, retribusi pengangkutan sampah bisa dibayar dengan sampah yang sudah terpilah. Banyak inovasi di bank sampah, dan itu sah-sah saja asalkan jangan sampai tugas bank sampah merenggut lahan “sandang pangan” para pengepul sampah. Bank sampah harus memiliki perbedaan dengan pengepul. Jika pengepul membeli sampah dari tukang rombeng atau pemulung, maka bank sampah adalah sarana edukasi dan penanaman nilai-nilai lingkungan yang masif dan produktif. Masyarakat tidak hanya melulu disuruh menabung sampah di bank sampah. Akan tetapi, juga harus diajari tentang pentingnya memilah sampah, mengolah sampah organik dan anorganik, dampak jika tidak memilah sampah. Yang paling penting adalah memberdayakan masyarakat untuk menjadi masyarakat yang mandiri dan produktif. Penyuluhan dan edukasi seharusnya tidak hilang dari esensi pendirian bank sampah dengan tujuan memandirikan masyarakat. Dengan demikian, masyarakat secara mandiri akan menabung sampah dan

mengantarkan tabungan sampahnya ke bank sampah. Model seperti ini dinamakan sebagai nasabah individual. Adapun nasabah komunal bisa dilakukan dengan memilah sampah anorganik yang dikumpulkan di tiap RT atau kelurahan. Sampah yang sudah terpilah tersebut akan diangkut petugas bank sampah atau petugas perwakilan RT/kelurahan setempat. Tiap warga yang menabung sampah, baik secara individual maupun komunal, disebut sebagai nasabah dengan bukti adanya buku tabungan. Demi meningkatkan nilai jual sampah yang sudah terpilah, bank sampah bisa mengedukasi masyarakat untuk memberdayakan masyarakat dalam hal kerajinan sampah anorganik. Petugas bank sampah bisa memfasilitasi pemasaran hasil kerajinan tersebut melalui pameranpameran, sehingga kerajinan tersebut bisa dijual dan memiliki nilai yang cukup tinggi. *) Alumnus Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Surabaya.

ANDA punya artikel? Penjaga gawang rubrik Opini Radar Banyuwangi siap menerima. Tulisan Anda akan dibaca seluruh masyarakat Banyuwangi dan Situbondo. Silakan kirim ke email: artikelradarbwi@gmail.com


34

Jumat 11 Januari 2013

Sulap VW Jadi Mini Cafe BENGKEL mobil Volks Wagen (VW) di jalan Mendut Gang 13 No. 5 belakang Kantor Pemkab Banyuwangi, siap mempercantik mobil VW Anda. Bagi Anda para pecinta mobil klasik VW, khususnya di Kota Gandrung, maka bisa memodifikasi mobilnya di bengkel tersebut. Misalkan Anda memiliki mobil klasik, seperti VW Combi, yang diberi Code Type 1. Anda bisa mengubah tampilan VW yang kali pertama diproduksi di Benua Eropa, tepatnya di Brazil itu. Nah, Bengkel VW siap melayani modifikasi sesuai keinginan pemiliknya. Seperti memodifikasi mobil VW dengan karakter-karakter dengan model microbus, VW mini cafe, Dakota, combi off road, dan VW kabin buntung. MINI CAFE:Mobil VW kuno bisa disulap menjadi kendaraan nyaman dan menarik.

Sebelum memodifikasi, Anda juga bisa berkonsultasi lebih dahulu. Untuk kondultasi modifikasi VW, silakan menghubungi nomor ponsel 081803556688. Pemilik Bengkel VW Banyuwangi Riki mengatakan, untuk mengeksekusi bentuk mobil VW harus ada pemikiran yang pas. Jadi tidak boleh ada unsur keterpaksaan. Dengan begitu, kata pria yang akrab disapa Sinyo itu, saat memodifikasi mobil tidak tampak hasil yang memaksakan karakter. Sinyo mencontohkan mobil VW yang sudah berhasil dimodifikasi. Dia menyebutnya mobil VW Mini Cafe. Mobil yang dihargai Rp 35 juta, itu memiliki warna perpaduan putih tulang dan kombinasi merah. Bagian interior mobil di-setting mirip mini cafe. Hiasan interior dibungkus jenis kalep semi kulit. Begitu juga jok mobil. “Jadi tampak mewah kan,” ujar Sinyo.(adv/irw)

MEGA/RaBa

Rumah Perkotaan, View Pegunungan a

aB

/R

A

ANDA pasti tidak asing lagi dengan merek Kaos Katrok. Dengan mengusung motif bahasa Using, kaos oblong kreatif Banyuwangi ini telah merambah pasaran di Kabupaten Banyuwangi dan sekitarnya. Produksi Kaos Katrok menyediakan berbagai macam warna pilihan yang menarik. Jangan khawatir dengan kualitasnya, karena Kaos Katrok memakai bahan dasar kain katun tebal. Jadi dijamin nyaman di tubuh saat Anda dikenakan. Kaos Katrok ini bisa Anda dapatkan di Dukun Spanduk yang beralamat di Kecamatan Gambiran. Soal harga jangan khawatir, karena dijamin terjangkau bagi kantong Anda. Anda bisa melakukan pembelian secara eceran maupun partai besar. Untuk pemesanan silakan menghubungi nomor telepon 081358720777.(adv/irw)

EG

Katrok Kaos Asli Banyuwangi

menekankan pada fungsi ruangan dan rial yang digunakan. ekspresi material onsep timur lebih Sedangkan konsep ikan kealamemperhatikan erhanaan, mian, kesederhanaan, arasan. serta keselarasan. akan “Ini dikarenakan makonsep minimagat lis timur sangat di pengaruhii oleh filosofi Zen-Buddhisme,” ungkap Fafan. Jadi, tunggu apalagi? Kunjungi Perumahan Griya nDadapan Indah Regencc y! masi Untuk informasi hubunbisa menghubungi 081333565758, 081999565758, atau 8. Harga rumah 081803556688. suk IMB, listrik, air sudah termasuk iew pemandangan pebersih, dan view adv/irw) gunungan. (adv/irw)

M

RUMAH merupakan hunian, tempat kita beristirahat, bersosialisasi, berkeluarga, serta beribadah. Pola hidup masyarakat saat ini cenderung menyukai hal-hal yang praktis, efisien, dan tidak mau ribet, ketika mengurusnya. Hal itu menyebabkan model rumah minimalis menjadi incaran masyarakat. Bagaimana dengan Anda yang masih bimbang membeli rumah baru? Kini, Perumahan Griya Dadapan Indah Regency memberikan penawaran rumah hunian tipe 45, dengan harga hanya Rp 145 juta. Yang menarik, Anda bisa mendapatkan kredit murah. Silakan membuktikannya di Perumahan Dadapan Indah Regency, yang berlokasi di Jalan Raya Jember KM. 7 Dadapan, Banyuwangi. Fafan Luika, pemilik Perumahan Dadapan Indah Regency merekomendasikan untuk memiliki rumah dengan desain minimalis yang simpel, lugas, dan polos. Sebab, model rumah minimalis lebih mengedepankan fungsi dari ruangan–ruangan yang menjadi bagian dari isi rumah tersebut. Diakui, memang terdapat perbedaan konsep minimalis antara barat dan timur. Konsep minimalis barat lebih

VIEW GUNUNG: Rumah minimalis tipe 45 di Griya Dadapan Indah Regency.

Jual Alkes, Siap Ahli Servis TOKO Alkes (Alat Kesehatan) adalah toko yang secara khusus menjual produk-produk alat kesehatan. Berbagai jenis dan macam alat kesehatan bisa dibeli dengan harga bersahabat di toko yang berada di depan RSUD Genteng ini. Toko tersebut sudah berada di Kecamatan Genteng sejak bulan November 2012. Selain menjual alat-alat kesehatan, Alkes Genteng juga menyiapkan tenaga ahli khusus untuk servis segala macam alat kesehatan. Untuk para dokter, bidan, analis dan praktisi kesehatan, serta masyarakat umum, bisa membeli alat kesehatan secara partai maupun eceran. Pembelian khusus wilayah Banyuwangi bisa diantar. Pembayaran saat barang sampai di tempat. Sedangkan untuk luar Banyuwangi, pembayaran bisa melalui transfer bank. Untuk pemesanan hubungi Suhariyanto, S.KEP NS, dengan nomor ponsel 082330216000.(adv/irw) 082330216000.(adv/irw)


BERITA UTAMA

Jumat 11 Januari 2013

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Putusan Klop dengan Tuntutan n DIMAS... Sambungan dari Hal 25

Berdasar fakta-fakta di persidangan, diperoleh kejelasan bahwa tujuan utama terdakwa bersama Bayu dan Yazid datang ke rumah Jane untuk merampok barang-barang milik korban. “Terdakwa terbukti ikut melakukan kekerasan hingga korban meninggal,” sebutnya. Saat membaca putusan, ketua majelis hakim Made Sutrisna menyebut, putusan yang akan di jatuhkan kepada terdakwa telah mempertimbangkan hal yang memberatkan dan me-

ringankan. Pertimbangan yang memberatkan, antara lain perbuatan terdakwa dianggap meresahkan masyarakat, perbuatan dilakukan secara sadis, dan mengakibatkan dua orang meninggal. “Yang meringankan, terdakwa berlaku sopan dan menyesali perbuatannya,” beber Made. Made mengungkapkan, berdasar fakta-fakta di persidangan, majelis hakim menyimpulkan warga Dusun Sawahan, Desa Genteng Ku lon, Ke camatan Genteng, itu terbukti dan secara sah me la kukan pencurian dengan kekerasan dan

mengakibatkan kor ban meninggal sesuai Pasal 365 ayat 4 KUHP. “Terdakwa divonis 17 tahun penjara,” tegasnya. Hukuman 17 tahun penjara untuk pembunuh ibu dan putrinya yang dikenal sebagai juragan kerupuk itu juga di terima terdakwa lain, Bayu Trilaksana Putra. Dalam sidang di Ruang Candra, majelis hakim yang dipimpin Siyoto dan beranggota Afrizal Hadi dan Bawono menjatuhkan vonis 17 tahun penjara untuk warga Du sun Cangaan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, itu. Dalam amar putusan yang

dibacakan Afrizal Hadi, majelis hakim sempat merinci ke terangan sejumlah saksi dalam proses persidangan. Bahkan, juga membahas sejumlah pasal yang sempat didakwakan, seperti Pasal 340, Pasal 339, Pasal 338, dan Pasal 365 KUHP. Ketiga pa sal pertama, oleh majelis hakim dianggap tidak terbukti. Majelis hakim menyebut, pasal yang dianggap pas untuk terdakwa adalah Pasal 365 ayat 1, 2, 3, dan 4 KUHP. Penggunaan pasal itu karena sejak awal terdakwa tidak punya niat membunuh, tapi merampok. “Dua korban itu meninggal tan pa

Distribusikan Makanan Siap Saji n NAIK... Sambungan dari Hal 25

Sebab, satu-satunya jembatan menuju lokasi bencana terputus sejak tiga tahun silam. Selain itu, kini air su ngai meluap. Satu-sa tu nya cara, bupati dan rombongan harus me nye berangi su ngai be sar tersebut menggunakan getek atau rakit bam bu. Usai menyeberangi sungai, bupati dan rombongan dijemput truk. Dari sana, jarak ke lokasi masih sekitar empat kilometer. Pukul 14.30, bupati dan rombongan baru sampai di lokasi bencana. Ketika sampai di lokasi, bupati yang disambut ratusan warga itu langsung melihat tebing Sungai Sukamade yang longsor dan sempat menghanyutkan dua rumah warga. Selain itu, bupati juga berdialog dengan warga, khususnya yang tinggal di sepanjang tepi sungai besar tersebut. Bupati mengatakan, ada dua hal yang harus segera di tangani terkait bencana yang me nimpa warga Sukamade, yaitu segera menyusun rencana pembangunan jembatan gantung. “Yang cukup mendesak tentu jembatan gantung, karena itu menjadi satu-satunya akses warga,” katanya saat ditemui

Vonis Jagal Pandan Dimas Yudo Pranoto, 25

Alamat

: Dusun Sawahan,DesaGenteng Kulon, Genteng : Agus Suraharta, SH

M Yazid Indra, 20

Alamat

: Dusun Sawahan, DesaGenteng Kulon, Genteng : I Gusti Karmawan, SH

JPU Pasal yangdilanggar : Pasal 365 ayat 4 KUHP Tuntutan : 17 tahun penjara Vonis : 17 tahun penjara

JPU Pasal yangdilanggar : Pasal 365 ayat 1, 2, 3, 4 KUHP Tuntutan : 12 tahun penjara Vonis : ? (Ditunda)

direncanakan. Terdakwa tidak terbukti berencana mem bunuh,” terangnya. Sebelum menjatuhkan vonis, majelis hakim menyebut vonis yang akan diberikan telah mempertimbangkan sejumlah pertimbangan yang memberatkan dan meringankan. Di antara pertimbangan yang memberatkan, perbuatanterdakwatelahmemutus garis keturunan, korban dua orang, dan menikmati hasil. “Yang meringankan, terdakwa mengakui

dan berterus terang, serta belum pernah dihukum,” sebutnya. Dengan melihat fakta-fakta da lam persidangan, majelis hakim menyebut terdakwa melanggar Pasal 365 ayat 1, 2, 3, dan 4 KUHP, yakni melakukan pencurian disertai kekerasan hingga mengakibatkan korban meninggal. “Dengan ini divonis 17 tahun penjara,” cetus Afrizal Hadi dalam amar putusan. Putusan 17 tahun penjara untuk kedua terdakwa itu sesuai

Bayu Trilaksana Putra, 21

Bayu Trilaksana Putra, 21 Alamat : Dusun Cangaan, DesaGenteng Wetan, Genteng JPU : Amir Nurrahman SH Pasal yangdilanggar :Pasal 365 ayat 1, 2, 3, 4 KUHP Tuntutan : 17 tahun penjara Vonis : 17 tahun penjara GRAFIS: ZAKARIA/RaBa

tun tutan yang disampaikan jaksa penuntut umum (JPU). Jaksa Amir Nurrahman yang menangani perkara Bayu Trilaksana Putra meminta majelis hakim menghukum Bayu 17 tahun penjara. Begitu juga dengan tuntutan jaksa Agus Gede Suraharta yang menangani terdakwa Dimas Yudo Pranoto. Dalam sidang tuntutan, jaksa tersebut juga meminta majelis hakim menghukum Dimas 17 tahun penjara. (abi/c1/aif)

FEE Terbuka untuk Umum

n DIDUKUNG...

Sambungan dari Hal 25

ABDUL AZIZ/RaBa

NAIK GETEK: Bupati dan jajaran forpimda menyeberangi Sungai Sukamade untuk menemui warga kemarin.

sejumlah wartawan kemarin. Sementara, lanjut bupati, war ga bisa memanfaatkan ge tek dan perahu karet yang dipinjami Lanal Banyuwangi. Yang tidak kalah penting, ke butuhan makanan untuk 1087 warga Sukamade yang te risolasi. Untuk membantu warga, kemarin didistribusikan 300 kaleng sarden, 50 dus makanan siap saji, dan 50 dus bantuan gizi untuk anak. “Nanti setiap dua hari sekali kita kirimi

makanan sampai situasi normal,” kata Anas. Selain itu, lanjutnya, Pemkab Banyuwangi juga memiliki dana bantuan beras 100 ton yang setiap saat bisa digelontorkan kepada para korban bencana. “Nah, berapa kebutuhan untuk warga di Sukamade, sekarang masih kita hitung,” tandasnya. Seperti diberitakan, ribuan warga Dusun Sukamade, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, terancam kekurangan bahan makanan.

Sejak Minggu Sore (6/1) lalu daerah yang berada di ujung selatan Kabupaten Banyuwangi itu terisolasi, karena jalan tidak bisa dilewati akibat banjir. Dusun Sukamade berada di tengah hutan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB). Menuju wilayah tersebut harus melalui jalan makadam dan tanah di tengah perkebunan dan hutan. Selain itu, juga harus menyeberangi tiga sungai besar dan satu sungai kecil. (azi/c1/aif)

Semua lapisan masyarakat dari berbagai ele men bisa mengikuti FEE, karena terbuka untuk umum. Peserta FEE bisa mengatasnamakan gugus sekolah dan sekolah, kampus, kantor/ instansi pemerintah atau swasta, remaja atau takmir masjid, dan masyarakat umum. Syaratnya mudah sekali, cukup gunting spot iklan FEE di koran Jawa Pos Radar Banyuwangi, kemudian serahkan ke kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi di Jalan Yos Sudarso 89C Banyuwangi. Dalam rangka menyukseskan FEE, Benny Siswanto mewakili Jawa Pos Radar Banyuwangi te lah berkoordinasi dengan Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Banyuwangi Nurhamim. “Mengingat waktu yang sedikit mepet karena liburan sekolah baru berakhir Minggu (6/1) lalu,” kata Benny kemarin. Nurhamim mengatakan,

IWAN SETIONO/RaBa

KOORDINASI: Nurhamim (kanan) dan Benny membahas persiapan FEE.

UPTD Pendidikan Kecamatan Banyuwangi, KKGPAI Ke camatan Banyuwangi, dan seluruh sekolah di wilayah Kecamatan Banyuwangi, siap menyukseskan FEE. Sebab, kata dia, lewat FEE, bisa bersamasama menjaga dan melestarikan tradisi masyarakat Banyuwangi dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad. “Mari kita bersama-sama sukseskan FEE,

sekaligus menjadi syiar Islam dan mempererat silaturahmi,” ajak Nurhamim. FEE didukung Honda dan Radio VIS FM. Informasi dan pendaftaran dapat meng hubungi kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi di Jalan Yos Sudarso 89C Banyuwangi atau telepon (0333) 412224, kontak pribadi Benny 082331102936 dan Iwan 081559555572. (even/c1/irw)

Banyuwangi Belum Punya Hotel Berbintang Tetap Berikan Layanan Pendidikan Terbaik n KUNJUNGAN... Sambungan dari Hal 25

Kunjungan wisatawan ke Banyuwangi, lanjut Suprayogi, jumlah sebenarnya jauh lebih besar dari data itu. Hanya saja, pihaknya belum mendapatkan data akurat selain data hunian

hotel. Sebab, wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi tidak selalu bermalam di hotel. ”Banyak sekali wisatawan yang tinggal di rumah-rumah warga,” ujar Suprayogi. Dalam beberapa bulan terakhir, hunian hotel selalu full dan banyak wisatawan yang tidak kebagian

kamar. Suprayogi mengakui, peningkatan jumlah kunjungan wisata itu tidak dibarengi dengan persiapan hotel yang memadai. Pada liburan akhir pekan, lanjut Suprayogi, hunian hotel selalu full. “Pemerintah daerah sekarang sedangkerjakerasmengajakinvestor membangun hotel berbintang di

Banyuwangi,” katanya. Kebutuhan hotel berbintang di Banyuwangi sangat mendesak. Sebab, jumlah wisatawan terus meningkat. ”Banyuwangi belum memiliki hotel berbintang yang mampu menampung orang dalam jumlah banyak,” tandas Suprayogi. (afi/c1/aif)

n TAK... Sambungan dari Hal 26

Pemandangan serupa juga terlihat di SMKN 1 Glagah. Aktivitas belajar siswa sama sekali tidak terganggu dengan keluarnya putusan MK tersebut. “Semua siswa tetap tenang dan proses belajar berlangsung nor-

mal,” ungkap Kepala SMKN 1 Glagah, Paidi. Meski RSBI dibubarkan, pihak sekolah tetap akan memberikan pelayanan pendidikan berkualitas dan bermutu. Pembubaran RSBI tidak akan mempengaruhi SMKN 1 Glagah dalam memberikan layanan berkualitas dan bermutu terhadap masyarakat.

Layanan berkualitas dan bermutu, kata Paidi, sudah harga mati bagi SMKN 1 Glagah. Layanan pendidikan yang berkualitas akan menghasilkan tamatan yang berkualitas. “Layanan pendidikan berkualitas kami tidak akan terganggu putusan MK yang membubarkan RSBI,” tambahnya. (afi/c1/aif)

risi pasir di sepanjang bibir pantai. “Ini penanggulangan awal untuk mengantisipasi kerusakan lebih parah lagi akibat gelombang pasang yang disertai badai. Sebab, akibat badai itu sejumlah warga pesisir Situbondo mengungsi ke rumah kerabatnya,” terang Zainul. Diperkirakan, gelombang pa sang yang disertai angin

kencang itu diprediksi masih akan terjadi dalam dua pekan ke depan. Karena itu, BPBD me ngimbau para nelayan di pesisir Situbondo sementara tidak melaut. “Imbauan tersebut demi keselamatan ne la yan. Sebab, cuaca di tengah laut masih buruk dan bisa membahayakan aktivitas nelayan,” pungkas Zainul. (rri/c1/als)

Masih Tunggu Keluarnya Kode Wilayah Jangan Melaut Hingga Kembali Normal

n BLIMBINGSARI...

Sambungan dari Hal 25

Sebab, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menunda pengeluaran semua kode wilayah daerah pemekaran hingga usai pemilu presiden (pilpres). Baru-baru ini Kemendagri mengirimkan surat agar peresmian daerah pemekaran, mulai peme karan desa, kecamatan, ka bupaten, hingga provinsi, di tunda hingga usai pilpres.

“Kewenangan pemberian kode wilayah adalah Kemendagri. Kita tidak berani meresmikan kecamatan baru kalau belum ada kode wilayah,” kata pejabat kelahiran Timor Laste itu. Kecamatan yang tidak memiliki kode wilayah, jelas Anacleto, akan mengganggu pelayanan publik kepada masyarakat. Kecamatan yang tidak punya kode wilayah tidak bisa menerbitkan KTP. Meski peresmian kecamatan baru itu

masih menunggu pilpres usai, tapi tahap-tahap peresmian dilakukan sejak sekarang. Pada Program Legislasi Daerah (Prolegda) Banyuwangi 2013, pihaknya sudah memasukkan pembahasan raperda kecamatan baru. Selain raperda, pihaknya juga su dah menyelesaikan kajian lo kasi yang akan ditempati Ke camatan Blimbingsari itu. Rencananya, ibu kota dan k a nt o r Ke c a mat a n Bl i m -

bingsari akan didirikan di Desa Blimbingsari. “Selama menunggu kode wilayah keluar, kita persiapkan semua sarana dan prasarana kecamatan baru itu. Jika kode wilayah keluar, langsung kita resmikan,” katanya. Pemerintah daerah, kata Anacleto, akan menyiapkan sarana dan prasarana kecamatan baru itu. Setelah diresmikan, kecamatan baru tersebut sudah bisa memberikan pelayanan. (afi/c1/aif)

Langsung Dikirim ke Dinas Sosial n SATPOL... Sambungan dari Hal 25

Tetapi, perempuan itu terus menolak hingga terjadi tarikmenarik dan eyel-eyelan. “Aku bukan orang gila,” sebut perempuan itu sambil menolak dibawa Satpol PP. Adegan yang berlangsung sekitar 10 menit di depan kantor Pemkab Banyuwangi itu men-

dapat perhatian warga yang kebetulan melintas. Apalagi, perempuan yang akan dibawa Satpol PP itu sempat teriakteriak saat tangannya ditarik menuju mobil. Lantaran terus melawan dan mengaku bukan orgil, anggota Satpol PP mengalah dan melepas perempuan tersebut. “Modelnya kayak gitu kok bukan orgil,” tuding salah satu

anggota Satpol PP sambil mengamati perempuan itu berjalan ke arah selatan. Operasi gepeng dan orgil yang dilakukan Satpol PP tersebut me rupakan operasi rutin. Hampir setiap hari, petugas pe nertiban menggaruk orgil dan gepeng di sekitar pusat kota. “Hari ini (kemarin) kita hanya menggaruk dua gepeng,” cetus Kasi Penyidikan Satpol PP

Banyuwangi, Rifai. Kedua gepeng berkelamin laki-laki dan perempuan itu, jelas dia, digaruk saat berada di sekitar SMPN 1 Banyuwangi. Keduanya langsung dibawa ke kan tor Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Disos nakertrans) Banyuwangi. “Kedua gepeng yang terjaring razia ini kita kirim ke Dinas Sosial,” katanya. (abi/c1/aif)

Pengunjung Sidang Kerap Bertindak Anarkis n KERAP... Sambungan dari Hal 25

Dari polres, langsung menuju Lapas Banyuwangi. “Di polres dan lapas biasanya harus menunggu dulu,” terang Rizal yang tinggal di Perum Kebalenan, Kelurahan Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi, itu. Meski sudah berangkat pukul 09.00, tapi Totok dan Rizal biasanya baru sampai PN sambil membawa mobil berisi tahanan yang akan sidang sekitar pukul 11.00. Bila tahanan yang akan sidang berjumlah di atas 50 orang, maka harus diangkut dua kali. “Kalau tahanan di bawah 50 orang, kita angkut sekali saja,” jelas Totok diiyakan Rizal. Menjadi petugas pengantar tahanan ternyata cukup berisiko. Totok yang bertugas sejak 2005 dan Rizal mulai 2008 lalu itu ternyata pernah mengalami kejadian pahit.

Tahanan yang dikawal kabur. “Untungnya tahanan itu langsung tertangkap lagi,” cetus Rizal sambil menoleh ke Totok. Kejadian yang sempat membuat geger itu terjadi pada 2009. Saat itu, mobil tahanan yang dibawa sudah parkir di depan gedung PN untuk menurunkan para tahanan. “Ada salah satu tahanan menaburkan abu ke wajah petugas lalu berusaha kabur,” katanya. Abu yang dibawa dan ditaburkan ke wajah petugas itu seperti abu dalam baterai. Oleh sang tahanan, abu itu dimasukkan dalam bungkus rokok. “Sekarang semua tahanan yang akan kita bawa harus digeledah dulu,” terangnya. Bukan hanya tahanan kabur, risiko lain me ngantar tahanan menjalani sidang adalah kena pukul pengunjung. Keluarga korban yang emosi terhadap sang tahanan akhir-akhir ini sering berbuat anarkis. “Akhir-akhir ini banyak yang mengamuk,

saya sering kena pukul keluarga korban,” ungkapnya. Dengan dibantu anggota polisi, Totok dan Rizal juga bertugas membawa tahanan dari ruang tahanan (rutan) PN ke ruang sidang, juga mengantar dari ruang sidang ke rutan PN. “Keluarga korban maunya menyerang tahanan. Karena ngamuknya ngawur, pukulannya sering mengenai saya,” bebernya. Pengunjung PN yang sering anarkis menurut kedua pengantar tahanan tersebut terjadi pada 2012 lalu. Sidang kasus pembunuhan dengan terdakwa Muhamad Ali Hinduan alias Habib, pembunuhan dengan terdakwa FI dan FA, serta kasus penusukan dengan terdakwa Jani Rahyono, termasuk paling sering terjadi keributan. “Kalau dulu hanya ramai, sekarang banyak yang menghajar tahanan segala,” katanya. (c1/aif)

n BANJIR... Sambungan dari Hal 36

Sehingga, ratusan warga yang saat iturumahnyaterendamairterpaksa tidak tidur semalam suntuk. Untuk mengantisipasi kerusakan lebih parah, puluhan petugas dari BPBD bersama warga sekitar secara bergotong-royong memasang karung be-


36

Jumat 11 Januari 2013

Bocah 6 Tahun Digagahi SITUBONDO - Pelecehan seksual kembali terjadi di Kota Santri. Kali ini korbannya adalah anak-anak yang masih berusia enam tahun. Saritem (bukan nama sebenarnya), 6, warga Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Situbondo, diduga diperkosa Nagud (bukan nama sebenarnya), 43, yang tak lain kakeknya sendiri. Akibat perbuatannya itu, AW dilaporkan ke Kepolisian Polres Situbondo oleh orang tua korban. Insiden memalukan itu terjadi saat Saritem siap-siap

berangkat sekolah. Namun, oleh sang kakek yang juga tinggal serumah itu, korban dipanggil. Korban pun tidak jadi ke sekolah. Diduga kuat, kondisi rumah saat itu sangat sepi, sehingga pelaku mudah menggagahi korban. Terungkapnya aksi bejat Nagud berawal dari pengakuan Saritem kepada kedua orangnya. Mendengar penuturan anaknya yang polos, kedua orang tua Saritem pun tidak terima dan langsung melapor ke Mapolres Situbondo kemarin (10/1).

Kasubag Humas Polres Situbondo, AKP Wahyudi, membenarkan adanya laporan dugaan pemerkosaan anak di bawah umur tersebut. Untuk membuktikan laporan itu, korban dibawa ke rumah sakit untuk divisum. Selain itu, pihak kepolisian juga akan memanggil pelaku dan memintai keterangan sejumlah saksi. “Jika terbukti, maka akan kita tindak lanjuti dan proses hukum. Saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan.” tegas AKP Wahyudi. (rri/c1/als)

NUR HARIRI/RaBa

AMBRUK: Kondisi rumah warga di Desa Olean ambruk setelah diterjang angin kemarin (10/11).

Banjir Rob Genangi Ratusan Rumah Dua Rumah Roboh, Tiga Kapal Karam SITUBONDO - Cuaca ekstrem kembali melanda pesisir utara Situbondo Rabu malam (9/1). Badai yang berembus dari laut itu mengakibatkan gelombang pasang. Akibatnya, ratusan rumah warga di sepanjang pesisir utara Situbondo terendam air laut setinggi lutut orang dewasa. Selain itu, hujan deras disertai angin kencang yang melanda sejumlah kawasan di Kabupaten Situbondo malam kemarin juga mengakibatkan dua rumah warga roboh. Selain itu, empat rumah warga lain rusak berat dengan kondisi tembok bangunan bagian belakang jebol akibat diterjang badai. Data yang berhasil dikumpulkan, dua rumah roboh dengan kondisi rata tanah itu adalah rumah milik Mistri, 57, warga Kampung Pesisir, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, dan rumah milik Syamsul, 45, warga Desa Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran. Tidak hanya itu, cuaca ekstrem yang mengakibatkan gelombang pasang setinggi tiga meter lebih itu juga mengakibatkan tiga perahu motor milik para nelayan pecah dan karam. “Di beberapa kampung pesisir di Kabupaten Situbondo ratusan rumah rusak dan

NUR HARIRI/RaBa

BANJIR ROB: Salah satu rumah warga yang kemasukan air laut kemarin malam (9/1).

terendam air, mulai pesisir Kecamatan Besuki, Panarukan, sampai Mangaran. Rumah rusak di pesisir Mimbo, Kecamatan Banyuputih, jumlahnya belum pasti. Saat ini, kami masih melakukan pendataan,” ujar Zainul Arifin, kepala Badan Penanggulan-

gan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo. Badai dan gelombang pasang yang menghantam pesisir utara Kabupaten Situbondo kemarin malam membuat masyarakat di sepanjang pesisir panik n  Baca Banjir...Hal 35

Diterjang Angin Kencang, Tanker Kandas SEMENTARA itu, akibat angin kencang menyapu Situbondo siang kemarin (10/1), rumah milik Ngadino, 51, di Desa Olean, Kecamatan Situbondo, ambruk dan rata tanah. Beruntung, pemilik rumah berhasil menyelamatkan diri dari reruntuhan. “Untung saja saya dan keluarga selamat dari reruntuhan rumah. Saat mendengar suara angin kencang dan rumah saya bunyi “kretek”, saya langsung keluar,” ujar Ngadino seraya bersyukur. Dikatakan, robohnya rumah itu tidak pernah dia sangka. “Anginnya sangat kencang. Sebelum terjadi sesuatu, saya bersama keluarga keluar rumah. Saat semua sudah di luar, rumah saya roboh,” terang Ngadino. Akibat kejadian itu, Ngadino dan keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah tetangganya hingga rumahnya rampung diperbaiki. Selain menyebabkan satu rumah ambruk, angin kencang yang terjadi kemarin juga mengakibatkan sebuah kapal tanker milik Pertamina yang sedang sandar di Pelabuhan Kalbut, Mangaran, Situbondo, kandas. Beruntung, kapal tanker tersebut tidak mengalami kerusakan apa pun. Sekretaris BPBD, Yahya Mazi-

NUR HARIRI/RaBa

KANDAS: Kapal tanker kandas di Pelabuhan Kalbut setelah diterjang ombak kemarin (10/1).

un mengatakan, pihaknya sudah mengambil langkah untuk membantu warga yang rumahnya ambruk dan rusak total akibat hujan disertai angin kencang tersebut. “Selain membantu tenaga, kami juga akan memberikan bantuan berupa sembako,” kata Yahya Maziun. (rri/c1/als)

NUR HARIRI/RaBa

SOSIALISASI: Kabid Pendidikan Menengah Dispendik, Dwi Totok (kanan), memberi penjelasan terkait putusan MK kepada salah satu kasek RSBI kemarin.

Penghapusan RSBI Tunggu Pusat SITUBONDO - Pembubaran rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI) yang dilakukan Mahkamah Konstitusi (MK) membuat Dinas Pendidikan Nasional (Dispendik) Situbondo bergerak cepat. Kemarin (10/1), Dispendik memanggil pihak sekolah yang berstatus RSBI. “Sesuai putusan MK, kami segera menghapus status sekolah RSBI di Situbondo. Namun, sebelum dihapus, terlebih dahulu kami akan mengumpulkan sejumlah kepala sekolah untuk melakukan sosialisasi,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah (Dikmen) Dispendik Pemkab Situbondo, Dwi Totok Irianto. Selain itu, kata Totok, Dispendik juga akan berkonsultasi mengenai putusan MK tersebut dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Ke-

menterian Pendidikan dan Kebudayaan. Data yang berhasil dikumpulkan, saat ini di Kabupaten Situbondo ada lima sekolah berstatus RSBI. Kelima sekolah tersebut adalah SMAN 1 Situbondo, SMKN 1 Panji, SMPN 1 Situbondo, SMPN 1 Asembagus, dan SDN 1 Dawuhan. Selama ini, kata Dwi Totok, output RSBI di Situbondo cukup bagus. Hanya saja, tidak semua siswa bisa masuk RSBI. Sebab, harus memiliki NIM tinggi dan harus mengikuti tes IQ dan beberapa persyaratan lain. Dwi Totok mengatakan, sejauh ini RSBI di Situbondo tidak dimonopoli siswa kaya. Menurutnya, sebanyak 20 persen pagu di RSBI disediakan untuk siswa miskin. Bahkan, pemerintah menyediakan beasiswa bagi siswa

miskin yang masuk RSBI. Putusan MK yang menghapus RSBI, imbuh Totok, tidak langsung menghilangkan program sekolah yang selama ini sudah berjalan. “Jadi, bukan sekolahnya yang dihapus, tapi hanya statusnya. Kami akan menjalankan putusan itu setelah administrasinya selesai,” tegas Totok. Beberapa kepala sekolah berharap, meski status RSBI dihapus, program yang selama ini telah berjalan harus tetap dilanjutkan. Namun, pihak sekolah menyadari bahwa program sekolah tidak akan berjalan tanpa dukungan pemerintah. “Yang jelas, program di sekolah akan terus berjalan. Tetapi, itu tidak bisa lepas dari dukungan pemerintah,” terang Kepala Sekolah SMAN 1 Situbondo, Samsul Maarif. (rri/c1/als)


Radar Banyuwangi 11 Januari 2013