Page 1


48

Travelwan insert

photo: Imang Jasmine

Dari Kami.................................................................... Tanya Redaksi............................................................

Travel News

6 9

 10

UE Cabut Larangan Terbang...................................... 10 ETIHAD Tawarkan Rute............................................... 10 Nusa Dua Fiesta 2009.................................................. 11 Museum Bank Indonesia Tampil Lebih Baik......... 12 Kerjasama Mandala dan Bank Danamon............... 12 Taman Nasional Komodo............................................. 13

headline  Prospek Bisnis Paket Wisata Religi

Travel Talk  Menelusuri Mataram dari Parangkusumo hingga Keraton Yogyakarta

4

14 18

Transportasi 

20

Travel biz 

24

profil 

28

hobi & komunitas 

30

Railway Mountain Tour Wisata Dengan Kereta Tua

Megrania, Showroom Perhiasan Sebagai Tempat Tujuan Wisata

Benita Eka Arijani Meluarbiasakan Sesuatu yang Biasa

Travel Writing Class, Make Money With Your Journey


20

transportasi

trip 

32

hotel & resto 

36

travelwan insert 

43

technofile 

62

Wisata Gereja Tua di Belanda

Horison Hotel Semarang.............................................. On On Pub........................................................................ Selasih................................................................................. Gumaya Tower Hotel.....................................................

24

travelbiz

Potensi................................................................................ Destinasi............................................................................. Dari Bandeng Presto Sampai Gandjelrel............... Hiasan Foto Di Atas Lapis Legit................................ Akomodasi.........................................................................

GPS dan Pengembangan Aplikasinya

Hotel & Resto

44 48 56 57 58

snapshot 

64 66

calender of events 

72

etalase 

36

36 38 39 40

Festival Krakatau............................................................. Seren Taun......................................................................... Indonesia International Motor Show 2009.......... Kelezatan Kuliner Nusantara...................................... FGD Expo 2009.............................................................. ASPPI Gelar Travelmart Pertama............................. Borobudur International Festival 2009.................

Kalender event September - Oktober 2009

66 67 68 68 69 70 70

english section 

74

travelogue 

80

Bright Prospect of Religious Tourism...................... 74 Tourism in Brief................................................................ 79

Etika Dalam Pesawat Terbang www.travelwan.com

5


W

Inggit Agustina Editor-in-Chief

isata religi tentunya tak lepas dari tempattempat bersejarah yang berhubungan dengan keagamaan. Karena itu, pengunjung biasanya datang dengan niat utama ibadah atau berziarah dengan kegiatan wisata yang lebih banyak diisi dengan melakukan ritual-ritual doa. Tempat-tempat seperti ini biasanya tak pernah sepi dari pengunjung. Walau umumnya agama diturunkan di luar negeri, seperti Islam di Saudi Arabia; Kristiani di Yerusalem, Israel; Budha di Nepal; dan Hindu di India, namun Indonesia juga mempunyai tempat-tempat bersejarah yang berhubungan dengan penyebaran agama-agama tersebut, yang banyak menarik pengunjung. Biro perjalanan yang jeli tentunya tak akan melepaskan kesempatan untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat untuk berwisata ke tempat-tempat yang bermuatan religi. Di sisi lain, tempat-tempat tujuan wisata religi yang bersangkutan juga sudah selayaknya dipersiapkan demi kemudahan dan kenyamanan pengunjung dalam melakukan ritual doanya. Sayangnya, inilah yang masih sering kita jumpai di sini. Yang sering dikeluhkan pengunjung ketika berwisata religi di Indonesia adalah tempatnya yang kurang bersih, sulit dijangkau, dan terkadang dipadati pengemis sehingga mengurangi kenyamanan pengunjung. Memang, logikanya pengunjung yang niatnya beribadah, menyantuni orang miskin tentunya menjadi bagian dari wisata religi mereka. Tapi kalau jumlahnya kebanyakan, pemberian bisa saja menjadi tidak ikhlas, yang akhirnya mengurangi berkah atau pahala yang seharusnya mereka terima. Mungkin ada baiknya jika uang sedekah dikumpulkan dan dikelola sebagai modal kerja bagi mereka. Tentu tidak mudah, mengingat rentang usia dan ketrampilan pasti sangatlah lebar. Akan tetapi juga bukan sesuatu hal yang mustahil untuk dilakukan.

Wisata Religi

Managing Director

Jennifer T. D. Wanardi

Editor-in-chief Inggit Agustina

Editor

Okto Berbudi

Reporter

Dessy Riyanti

Art Director

Imam Syafrudien

Creative

Artoio Gomes Hermawan Pagarintan E-mail redaksi: redaksi@travelwan.com

Business Development Director Ching Ching

Senior Marketing & Business Development Nico Alyus

Marketing / Account Executives Andhika Fajrin Cecillia Yaohan Irawan Wicaksono

Advertising, circulation and other general info, E-mail: info@travelwan.com

Area Representatives Jawa Tengah (Central Java): Ika (marketing & Circulation) HP: +62.853.2800.1959

Bali & Sekitarnya: Windry (marketing & Circulation) HP: +62.812.395.6682 E-mail: info@travelwan.com

Travelwan diterbitkan oleh Travelwan is published by

PT. Wanardi Media Emporium Pluit Karang Permai III, N9 Selatan, No. 56 Jakarta 14450, Indonesia Tel. +62.21.667.8261 Fax. +62.21.660.2802 Email: info@travelwan.com Website: www.travelwan.com Online blog: www.travelwan.com/blog

Cover photo by Imang Jasmine Location Masjid Agung, Semarang

Printed by: Enka Parahyangan, Jakarta Š 2009 Wanardi Media Emporium ISSN: 2085-1936


& Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H

'tre-ffel-W達n' Konsep

Berasal dari kata-kata seperti 'hartawan', 'jutawan', ataupun 'karyawan' yang intinya menunjuk kepada si pelaku atau orang yang bersangkutan.

Bahasa

Kombinasi antara Bahasa Inggris 'travel' yang berarti wisata atau perjalanan dengan bahasa Indonesia 'wan' yang berarti si pelaku, menunjukkan kepada siapa target audience majalah TravelWan ini: para pelaku bisnis dan industri di bidang pariwisata, dinas pariwisata pemerintah daerah, dan para wisatawan, terutama di Indonesia.

Arti lain

Kata 'wan' di dalam Bahasa Mandarin juga berarti sepuluh ribu (10.000) atau kelipatan-nya. Contohnya: 'i bai wan'/'i pai wan' yang berarti seratus kali sepuluh ribu, atau satu juta. Konsep kata 'wan' kami ambil untuk menunjukkan besar & banyaknya potensi wisata Indonesia yang terdiri dari 17.508 pulau, negara ke-pulauan (archipelago) terbesar di dunia menurut CIA World Factbook [source: wikipedia.org].


contributors estudiantina

Penulis lahir di Jakarta, tetapi hidupnya justru banyak dihabiskan di luar tempat kelahirannya. Masa kanak-kanak dan remaja yang dilalui penulis di dua kota yang terkenal akan budaya dan wisatanya yaitu Solo dan Yogyakarta membuat penulis lebih memahami tentang arti pentingnya memelihara kebudayaan Indonesia yang sangat luar biasa ini.

ayahnya yang memiliki hubungan luas dengan para seniman dan seniwati di kota Solo. Karenanya sering sekali penulis berkunjung ke sentra-sentra budaya yang juga menjadi obyek wisata di lokasi tersebut. Beranjak dewasa, penulis mulai menuangkan pengalaman perjalanan tersebut dengan bekerja sebagai penulis gaya hidup (lifestyle).

this issue faiz dz. roini

Sejak kecil penulis sudah kerap kali bersinggungan dengan budaya setempat karena pengaruh

mja. nasHir Scriptwriter, Photographer, Travel-journalist, Line Producer Berpetualang, menulis dan memotret adalah kegemaranya. Sejak kuliah di UGM aktif di panggung teater. Memulai karier di Jakarta sebagai wartawan musik sejak 2000. Terjun ke dunia iklan dan film secara freelance sebagai Casting Director dan Asisten Director untuk beberapa produk TVC dari tahun 2002 – 2008 (diantaranya, iklan TV Hexos, Sampoerna A-Mild, Sugus, Sunlight, BNI 46, dll). Pada tahun 2007 ke Kalimantan menangani project film dokumenter (Ku Tak Bisa Meninggalkan Kutai). Tana Toraja juga menjadi tempat yang selalu dikunjunginya untuk pembuatan dokumenter mengenai pelestarian kebudayaan tradisional Toraja, baik secara fotografi maupun video (2003-2008). Di tengah kesibukan kerja di dunia iklan dan fotografi masih tetap menulis secara freelance untuk beberapa media serta menulis naskah film cerita dan komik novel. Beberapa karya fotonya dapat di lihat di: http://emjea.devianart.com

maria margareta

karolus naga

Photographer and traveler based in Jogjakarta doing editorial, photojournalism, documentary and street photography. e-mail: karolus_naga@yahoo.com theauthorisdead.blogspot.com

Yap Siauw Soen Gie Tinggal di Semarang, bila waktu luang dan libur kerja, Yap menyempatkan jalan-jalan ketempat-tempat yang indah. Salah satu favoritnya adalah gunung dan pantai, sangat pantas kalau hasil karya-karya fotonya lebih dominan landscape. Mungkin pilihannya menjadi fotografer landscape membuat Yap sangat menikmati keindahan ciptaan Tuhan. Foto karyanya spektakuler bagusnya, Yap mempelajari fotografi secara ‘otodidak’.

Sebagai professional pre-wed & Beberapa karyanya dapat dilihat di wedding photographer, Maria www.yap.fotografer.net Margareta juga memiliki hobi traveling keliling Indonesia. Beberapa tulisan dan karya fotonya pernah ditampilkan di majalah dan online blog TravelWan di www.travelwan.com. Anda bisa lihat karyanya di bungamataharikuphotography.wordpress.com & bungamatahariku.multiply.com. Maria juga bisa dihubungi di 0813.8806.2189.

8

Dilahirkan 17 mei 1980 di desa Kedung-Peluk, sebuah desa terpencil di pinggiran kota Sidoarjo Jawa Timur. Sekarang sedang menuntut ilmu di negeri seribu menara pada Universitas Islam yang sangat tua di Mesir, yaitu Universitas al Azhar Cairo. Menyukai traveling dan jg menggemari fotografi yang baru dipelajari di akhir 2007. Mengunjungi Facebook Faiz seperti mengunjungi Cairo yang penuh pesona, silakan buka di album foto karyanya di Facebook atas nama faizdzroini.

Willy Tikoalu “ Tahun 1991 saya kecelakaan dan banyak memori yang hilang. Jadi saya mohon maaf kepada teman teman kalau banyak yang saya lupa namanya. “ begitu catatan dalam Facebook Willy penghobi makro fotografi. Bisa di maklumi ternyata Willy baru ingat kalau dirinya mengenal fotografi sudah cukup lama. Pernah Willy cerita bertemu dengan kawan lama dan kawanya itu seorang kurator foto terkenal, Willy baru ingat sekitar tahun 70-an kawannya itu belajar foto darinya... “Suka-suka kau lah” begitu Willy suka katakan pada siapapun, Bule ndablek penyuka angka 666 ini tinggal di Jakarta bersama 2 orang anak gadis dari satu orang istri yang sangat setia.


Budidaya Penyu Saya salah satu anggota pecinta alam dari sekolah STM STRADA RAJAWALI, Jakarta. Kami ingin mengikuti pembudidayaan penyu di kepulauan seribu. Bagaimana caranya untuk bisa konfirmasi kesana? Terima kasih, otenkajah@yahoo.co.id Hallo Oten, tertarik ya? Sangat mudah jika ingin melihat langsung bagaimana budidaya penyu, mangrove, taman laut dan ikan hias dilakukan di pulau Seribu... buat yang sendiri dapat langsung menuju ke P Pramuka dari Marina Ancol. Tapi buat rombongan dan terutama yang ingin menginap di Pulau ini, tentunya harus melakukan pendaftaran. Coba Anda kontak ke nomer 021- 3915773, Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu. Mudah-mudahan info ini bisa membantu.

Trip ke Gunung Krakatau Hallo TravelWan.... Bravo buat TravelWan yang tiap edisinya makin oke... Oh ya sekalian numpang tanya nih, kebetulan saya dengan beberapa teman akan ada rencana melakukan trip ke Gunung Krakatau.... bisa bantu kasih info nggak agent travel apa saja yang menyediakan trip ke lokasi tersebut? Terimakasih, Maria Sebenarnya ada beberapa travel agent yang menyediakan trip ke kawasan Gunung Krakatau, cuma akan lebih baik jika Mbak Maria telebih dahulu menghubungi pihak Polusi Hutan Gunung Krakatau yang nantinya mungkin uga akan menjadi guide Anda selama di sana. Karena menuju ke G. Krakatau tidak bisa sembarangan, harus janjian untuk sewa kapal, mesti didampingi polhut. Nah biar mudah Mbak Maria bisa menghubungi Bapak Ayun di No 081369923312, beliau bisa membantu untuk pengurusan penginapan di P.Sebesi, sewa kapal dan menyiapkan persediaan makan dll. Bahkan beliau juga yang nantinya akan POLHUT untuk menjadi guide ke krakatau. Semoga informasi ini bermanfaat.

Berpetualang menikmati keindahan pariwisata memang mengasyikan, selain itu juga menorehkan beragam cerita dan pengalaman. Kami ingin mengetahui daerah mana saja yang sudah atau pernah Anda kunjungi. Kirimkan foto Anda dengan majalah Travelwan di mana Anda pergi, tak terkecuali perjalanan di luar negeri sekalipun. Foto yang menarik akan kami tampilkan di tiap edisinya. Foto haruslah asli bukan rekayasa, dengan resolusi tinggi. Cantumkan pula nama lengkap, alamat dan email serta keterangan dimana foto diambil. Kirimkan ke redaksi@travelwan.com

Kirimkan surat Anda ke redaksi TravelWan!

Dear Redaksi TravelWan, Salam kenal dari pelanggan barumu. Sebagai sekretaris sebuah club motor, saya harus mempersiapkan rute, jadwal dan yang tak kalah penting segala kebutuhan untuk keperluan tak terduga seperti jadwal KA & informasi hotel beserta tarifnya. Ternyata saya mendapatkan semuanya di TravelWan, sehingga majalah ini pantas menjadi referensi bagi penghobi petualangan. Berikut saya sertakan foto saya dengan background patung Slamet Riyadi (yang sangat menggugah patriotisme), wisata kuliner Galabo Gladak, pintu gerbang alun alun Kraton Kasunanan Solo, serta wisata Kreta Api di tengah kota yang saat ini sedang digarap pemkot Solo. Harapan saya, semoga Travel Wan bisa mengulas wisata di Solo yang semakin berkembang. Salam hangat. Rais (kepala mekanik) d/a . Panggung Motor Nusukan Jln. Nusukan 198 , Solo Jawa Tengah

Foto terpilih bulan ini mendapatkan gratis berlangganan TravelWan selama 3 bulan.

Congratulations!

Anda memiliki pertanyaan ataupun komentar seputar dunia pariwisata, ataupun hal-hal mengenai TravelWan? Kirimkan komentar & pertanyaan Anda ke email kami di: redaksi@travelwan.com beserta nama lengkap, alamat & nomor telepon. Akan ada hadiah menarik tiap bulannya bagi surat pembaca yang terpilih oleh redaksi kami. Bagi yang memiliki pertanyaan seputar iklan ataupun prospek kerjasama lain, Anda bisa kirim email ke info@travelwan.com. Kami tunggu komentar Anda!


travelnews

UE Cabut Larangan Terbang Empat Maskapai Indonesia

JAKARTA – Uni Eropa (UE) mencabut larangan terbang empat makapai penerbangan Indonesia karena cukup puas dengan kemajuan yang dilakukan otoritas penerbangan Indonesia dalam mewujudkan keselamatan penerbangan. Berdasarkan daftar larangan terbang terbaru yang dirilis situs UE pada 14 Juli 2009 waktu Brussels (15 Juli WIB), empat maskapai penerbangan Indonesia tersebut adalah penerbangan berjadwal Garuda Indonesia dan Mandala Airlines serta penerbangan carter Airfast Indonesia dan Ekspres Transportasi Antarbenua (Premiair). Menurut Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal pencabutan larangan terbang tersebut akan memulihkan kepercayaan dan kredibilitas UE terhadap maskapai penerbangan Indonesia. Untuk selanjutnya pemerintah Indonesia akan menjalin kerjasama dan berusaha mencapai kesepakatan penerbangan yang komprehensif dengan 27 negara UE, karena belum semua maskapai penerbangan Indonesia dibuka ijin terbangnya.

Komisi UE menyebutkan pencabutan didasari keyakinan bahwa otoritas penerbangan Indonesia dapat menjaga standar keamanan dan keselamatan penerbangan. Mereka juga menambahkan bahwa tujuan pembuatan daftar tersebut lebih kepada pencegahan daripada penghukuman untuk melindungi keamanan penerbangan. “Kami tidak dapat berkompromi dalam keamanan penerbangan dan kami harus tetap berhati-hati karena masyarakat mempunyai hak untuk terbang secara aman ke semua tujuan di dunia,” kata Wakil Presiden Komisi UE Antonio Tajani.

Ia menambahkan bahwa UE tidak bisa menerima standar penerbangan yang berbeda ketika sebuah maskapai beroperasi di dalam dan di luar Eropa sehingga maskapai yang tidak aman seharusnya tidak diijinkan untuk terbang. Pimpinan keempat maskapai yang kembali diberikan ijin terbang ke Eropa menyambut gembira keputusan tersebut. Walaupun demikian dibutuhkan berbagai persiapan untuk bisa kembali menjelajah langit Eropa. Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar mengungkapkan setidaknya butuh waktu sembilan bulan untuk dapat kembali melayani jalur Eropa. Untuk tahap pertama, negara tujuan yang akan dilayani adalah Belanda dan secara bertahap akan memperluas rute ke London, Inggris dan Jerman. Larangan terbang dari UE mulai diterapkan terhadap 51 maskapai sejak Juni 2007 dan kemudian diperpanjang pada Juli 2008 semenjak banyaknya kasus kecelakaan udara yang terjadi di Indonesia.

Etihad Tawarkan Rute

Jakarta-Abu Dhabi yang Lebih Singkat

10

Sementara untuk tujuan London, Paris, Manchester dan Brussels dapat terpangkas menjadi kurang dari 18 jam. “Selama ini kami melayani penerbangan dengan satu kali transit ke sejumlah kota di Eropa. Diluncurkannya jadwal baru merupakan sebuah penyempurnaan pelayanan bagi para penum-pang yang ingin melanjutkan penerbangan ke seluruh Eropa atau kota lain di Timur Tengah,” tambahnya. Maskapai ini mengoperasikan Boeing 777-300 ER yang berkapasitas total 378 kursi, dengan konfigurasi 28 penumpang di kabin Pearl Business Class dan 350 penumpang di kabin Coral Economy Class. Penumpang yang duduk di kabin Pearl Business Class, akan dimanjakan oleh fasilitas layanan personal dan dapat menikmati kursi yang dapat direntangkan menjadi sebuah kasur (flat bed). Berbagai fasilitas lain yang juga ditawarkan yaitu kenyamanan spa dan tidak ketinggalan menu makanan kelas atas sewaktu transit di lounge premium di Abu Dhabi. Maskapai ini juga menyediakan layanan sopir pribadi

(chauffeur) di sejumlah destinasi seperti Inggris, Jerman dan Perancis. Peluncuran jadwal baru tersebut tidak saja membuat penumpang memiliki satu hari penuh di Jakarta sebelum waktu keberangkatan, melainkan juga layanan satu kali transit yang lebih cepat ke lebih dari 50 destinasi yang terhubung oleh maskapai ini.

ilustrasi: Gomes

JAKARTA- Etihad Airways menyempurnakan koneksi penerbangan dari Jakarta menuju Abu Dhabi sehingga menghemat waktu bagi mereka yang ingin melanjutkan ke kota lain di Eropa atau Timur Tengah. Pengguna maskapai ini akan diuntungkan dengan waktu perjalanan yang terpangkas setidaknya hingga 1,5 jam untuk kemudian melanjutkan penerbangan ke destinasi berikutnya. Dengan waktu tempuh yang telah berkurang memungkinkan penumpang mencapai Eropa keesokan paginya. Dari Jakarta pesawat akan lepas landas pada pukul 19.25 WIB dan mendarat di Abu Dhabi pada 00.15 waktu setempat. Sementara untuk penerbangan pulang tidak mengalami perubahan yaitu terbang pukul 02.25 waktu Abu Dhabi dan tiba di Jakarta pada 13.50 WIB. Menurut Country Manager Etihad Airways Robert Douglas, jadwal baru tersebut akan mengurangi waktu perjalanan ke Frankfurt, Munich, Milan dan Jenewa menjadi kurang dari 17 jam.


Nusa Dua Fiesta 2009

Tampilkan Atraksi Seni dan Budaya

Gussuta/flickr

JAKARTA – Ajang tahunan Nusa Dua Fiesta yang kali ini memasuki gelaran ke-13 rencananya akan berlangsung pada tanggal 17-21 Oktober 2009. Selama lima hari penyelenggaraan festival tersebut, para penonton akan dimanjakan dengan berbagai atraksi seni, budaya, olah raga serta tidak ketinggalan aneka pameran maupun permainan yang menarik.

www.travelwan.com

Dengan mengangkat tema ‘Green Tourism’ pada serangkaian kegiatan yang diadakan, seperti mengingatkan para pengunjung akan pentingnya memelihara dan melestarikan lingkungan agar Bali tetap menjadi tujuan wisata yang bersih dan menyenangkan. Sejak pertama kali berlangsung pada tahun 1993, dan sempat terhenti selama tahun 1994-1995, acara yang awalnya bernama Nusa Dua Festival ini telah berhasil menarik ribuan penonton baik dari dalam maupun luar negeri. Banyaknya jumlah peserta dari setiap provinsi di seluruh Indonesia yang berpartisipasi, juga membuat kegiatan ini menjadi sebuah event yang cukup menonjol di Pulau Dewata. Menurut President Director Bali Tourism Development Corporation (BTDC) I Made Mandra, kegiatan ini memang dipromosikan untuk menarik ribuan peserta dan penonton setiap tahunnya. Selain itu, event ini juga diharapkan dapat menjadi media promosi pariwisata yang efektif

khususnya bagi kawasan Nusa Dua maupun bagi semua provinsi di Indonesia. Wisatawan dapat dengan mudah mencapai lokasi penyelenggaraan karena letaknya yang strategis, yaitu hanya berjarak sekitar 15 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai. Tidak dipungutnya biaya masuk bagi para penonton juga merupakan salah satu daya tarik dari perhelatan ini. Walaupun tujuan utama dilangsungkannya festival ini sebagai upaya promosi, namun event ini dapat mendorong para seniman untuk terus berkreasi dengan menciptakan dan mengembangkan seni pertunjukan baru yang dapat dinikmati para wisatawan. Menawarkan pesona keindahan pantai, di kawasan Nusa Dua juga dapat ditemui beragam destinasi yang sulit untuk dilewatkan seperti museum lukisan ataupun balon udara berpenumpang. Di sini tidak hanya terdapat hotel berbintang, tetapi juga fasilitas pendukung seperti lapangan golf, arena bowling serta anti aging clinic dan spa modern bertaraf internasional.

11


travelnews

Museum Bank Indonesia Tampil Lebih Menarik

JAKARTA – Museum Bank Indonesia yang terletak di Jl. Pintu Besar Utara No. 3 menjadi semakin atraktif dengan adanya dukungan teknologi informasi dan sentuhan seni yang menarik dalam penyajian berbagai informasi dan artefak terkait dengan Bank Indonesia. Peresmian dari puncak penyiapan museum yang telah dilakukan sejak tahun 2003 tersebut dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 21 Juli 2009.

presidensby.info

Rangkaian keseluruhan penyelesaian pembangunan dan pengisian museum tahap pertama selesai pada tahun 2006-2007 untuk kemudian diteruskan dengan pengisian tahap kedua pada 2008-2009. Keistimewaan dari museum yang menempati bangunan bersejarah tempat beroperasinya De Javasche Bank pada 8 April 1828, sebagai cikal bakal Bank Indonesia (BI), adalah menyimpan berbagai perlengkapan yang digunakan pada masa itu. Sebagai daya tarik bagi para pengunjung, museum ini juga dilengkapi dengan tampilan permainan multimedia diantaranya play motion. Di samping itu juga terdapat fasilitas ruang teater yang nyaman serta ruang sejarah yang berisi artefak, diorama, panel informasi dan layar sentuh. Jika itu belum cukup, masih terdapat ruang seminar yang dapat digunakan pengunjung untuk menggelar diskusi maupun ruang khasanah uang kuno yang lengkap dengan tata pamer modern. Dalam sambutannya, presiden menga-

takan agar koleksi yang ada terus dipelihara dan diperluas. Selain itu juga perlu adanya peningkatan peran museum sebagai sarana rekreasi yang mendidik sekaligus sebagai wahana penelitian baik bagi masyarakat Indonesia maupun masyarakat internasional tentang fungsi dan tugas BI. Sebagai sumber informasi tentang sejarah bank sentral Republik Indonesia, museum ini diharapkan bermanfaat bagi masyarakat luas sebagai sarana edukasi yang menarik dan informatif tentang fungsi dan peran BI serta latar belakang kebijakannya dari waktu ke waktu. Akses menuju museum ini tidaklah sulit karena letaknya berseberangan dengan halte Transjakarta Kota dan hanya beberapa menit berjalan kaki dari Stasiun Beos. Masyarakat yang tertarik mengunjungi museum ini bisa datang pada hari Selasa-Jumat pada pukul 08.00-15.30 WIB serta Sabtu dan Minggu pukul 08.00-16.00 WIB tanpa dipungut biaya. Namun, jangan coba-coba untuk berkunjung pada hari Senin atau hari libur nasional karena museum ini tutup.

Kerjasama Mandala dan Bank Bukopin

Permudah Pembayaran Tiket

Desy. R

JAKARTA - Mandala Airlines dan Bank Bukopin menjalin kerjasama dalam hal pembayaran tiket sehingga memungkinkan pelanggan maskapai ini melakukan transaksi melalui jaringan 334 ATM yang tersebar di seluruh Indonesia. Kerjasama tersebut memberikan keuntungan dan kemudahan bagi konsumen dalam melakukan pembayaran tiket secara efisien, tepat waktu, aman dan nyaman. “Penumpang Mandala mendapatkan kemudahan dalam melakukan pembayaran

12

dengan tersebarnya ATM Bank Bukopin di seluruh Indonesia. Selain itu kami berharap terjalinnya kerjasama ini akan mempermudah pencapaian target penambahan jumlah penumpang,” kata Presiden Direktur Mandala Airlines Diono Nurjadin. Menurutnya tercapainya target peningkatan jumlah penumpang sebesar empat juta sampai lima juta orang dalam tahun ini tergantung dari penambahan jumlah pesawat. “Pada bulan September dipastikan akan ada penambahan satu pesawat.” Ia juga berharap kerjasama tersebut dapat dikembangkan lebih baik lagi, sehingga selain pembayaran melalui ATM dapat pula dilakukan join promo, cross selling program, dan juga program-program lain yang dapat memberikan keuntungan dan kemudahan bagi kedua belah pihak. Direktur Konsumer Bank Bukopin Lamira S. Parwedi menambahkan walaupun untuk saat ini kerjasama tersebut baru dalam tahap ATM, kedepannya akan lebih ditingkatkan menjadi electronic banking. “Potensi dari seluruh nasabah Bank Bukopin yang membeli tiket Mandala

sebesar 20%. Dengan jaringan dan infrastruktur yang mendukung, diharapkan lebih mudah menjangkau para pelanggan yang ingin melakukan pembayaran tiket,” tambahnya. Sebagai satu-satunya maskapai swasta berjadwal yang berhasil dikeluarkan dari daftar larangan terbang UE pada Juli 2009, maskapai ini masih belum mempunyai rencana untuk terbang ke Eropa. “Kami masih dalam tahap penjajakan kerjasama dengan maskapai asing untuk pengembangan jaringan ke luar negeri. Kerjasama dibutuhkan karena untuk melayani penerbangan domestik kapasitas kami sudah penuh,” ujar Diono. Rencananya kota tujuan yang dilayani tidak akan terlalu jauh dari Jakarta seperti Australia, Asia ataupun Cina bagian selatan dengan waktu tempuh sekitar empat sampai lima jam. Saat ini Mandala menawarkan jaringan pelayanan ke 17 kota tujuan dengan mengoperasikan 11 armada Airbus A320 dan A319.


Taman Nasional Komodo Berpeluang Masuk Tujuh Keajaiban Dunia Bernuansa Alam

JAKARTA – Taman Nasional Komodo (TNK), yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki kesempatan untuk terpilih sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia bernuansa alam (New7Wonders of Nature) yang akan diumumkan pada 2011. Peluang tersebut diperoleh setelah TNK berhasil masuk dalam daftar 28 finalis dari 77 nominasi yang lolos ke putaran kedua kampanye New7Wonders yang berakhir pada 7 Juli 2009. Daftar tersebut diumumkan pada 21 Juli lalu melalui panel ahli yang diketuai mantan Direktur Jenderal UNESCO Federico Mayor Zaragoza. Para finalis terpilih berdasarkan kriteria seperti keunikan lokasi, keanekaragaman hayati, peranan ekologis, warisan historis dan geo-lokasi. Selanjutnya, pemberian suara akan terus berlanjut selama tahun 2010 hingga 2011 dimana masyarakat di seluruh dunia dapat berpartisipasi untuk memilih salah satu finalis, yang berhasil tersaring dari 440 nominasi di 220 negara. “Kami menemukan bahwa kampanye New7Wonders of Nature sangat berbeda dari yang pertama. Begitu banyak keindahan tempat-tempat alami yang masih sangat sedikit diketahui orang,� kata Presiden dan pendiri New7Wonders Bernard Weber. Menurutnya dari air terjun sampai teluk sempit di antara tebing tinggi, hutan hujan sampai puncak gunung, danau sampai gunung berapi, dapat ditemui keindahan dan berbagai jenis perbedaan di planet bumi. TNK, termasuk di dalamnya pulau Komodo, Rinca, Padar dan pulau-pulau kecil di sekitarnya, adalah habitat komodo yang merupakan kadal terbesar di dunia. Dengan luas total 1.817km2 dan memiliki luas daratan 603km2, taman nasional tersebut dibentuk pada 1980 untuk melindungi komodo yang termasuk salah satu hewan langka. Dalam perkembangan berikutnya, taman tersebut juga berfungsi untuk melindungi aneka spesies lain termasuk binatang laut. Masyarakat Indonesia dapat ikut mendukung TNK dalam pemilihan ini melalui website www.new7wonders.com atau dengan menghubungi sambungan langsung internasional (SLI) di nomor +41 77 312 4041. Pada saat pesan selesai dan terdengar bunyi beep tekan kode 7717 untuk memilih TNK. Mereka yang sebelumnya telah memberikan suara pada tahap pertama dan kedua yang berakhir sebelum 7 Juli lalu, diharapkan bersedia memberikan suaranya kembali pada tahap final kampanye ini. www.travelwan.com

13


headline

Prospek Bisnis

Paket Wisata Religi Tidak seperti wisata konvensional, wisata yang berhubungan dengan keagamaan terbukti tidak terlalu rentan terhadap berbagai isu negatif yang berhubungan dengan keamanan, penyakit ataupun krisis ekonomi. Namun dibutuhkan kemasan yang pas untuk mengakomodasi kebutuhan spiritual peminatnya. teks: Inggit, Desy photo: Imang Jasmine

14

P

aket-paket perjalanan wisata religi tak pernah sepi dari peminat, terutama umrah karena memang mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim. Menurut Herman Barata, Sekretaris Jenderal Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Indonesia (AMPHURI), dalam tiga tahun terakhir peminat paket perjalanan umrah naik 10% per tahunnya. AMPHURI yang mewadahi sekitar 200 biro perjalanan mencatat 160,000 jemaah umrah yang berangkat tahun lalu. Karena adanya krisis ekonomi, menurut Herman, tahun ini diperkirakan jumlahnya minimal sama dengan tahun lalu. “Dampak krisis global tidak terlalu


signifikan terhadap pengurangan jumlah jemaah karena jumlah penduduk yang beragama Islam di Indonesia besar. Menurut saya tahun ini tidak akan berbeda jauh dari 160.000 jemaah,” katanya. Isu flu babi juga tidak terlalu banyak berpengaruh karena niat mereka memang untuk ibadah, tambahnya. “Jadi berbeda dengan wisatawan yang pergi ke Singapura atau Eropa, pada saat ada sedikit isu mereka bisa membatalkan kepergiannya, sementara umrah tidak.” Pendapat tersebut juga didukung oleh Harry Karnadi dari Myrons Travel yang melayani wisata ziarah umat Katolik dan Nans, Tour Operation Holyland dari Smailing Tour. Mereka mengatakan bahwa flu babi tidak terlalu berpengaruh karena orang Indonesia umumnya punya niat ibadah yang kuat ketika bermaksud melakukan wisata religi. “Bahkan kalau ada perang, orang Indonesia masih berani melakukan perjalanan Holyland,” kata Nans. Hal yang dirasakan sebagai kendala lebih banyak berhubungan dengan teknis keberangkatan, seperti ketersediaan tiket pesawat dan pengurusan visa. www.travelwan.com

Herman mengatakan, saat ini pesawat yang melayani penerbangan langsung Indonesia-Arab Saudi hanya Garuda dan Saudi Arabian, pada saat peak season, tidak mencukupi. “Sayangnya jumlah penerbangan tidak bisa ditambah, sehingga harus menggunakan penerbangan lain dan tidak langsung.” Keluhan yang berhubungan dengan penerbangan juga diungkapkan Harry. “Kami dihadapkan pada spekulasi ketika memesan tiket. Ketika konfirmasi, kami harus membayar uang muka. Kalau tidak dibayar, kami tidak mendapat seat, sementara kalau dibayar, jumlah peserta belum tentu seperti yang kami harapkan.” Pengurusan visa juga menjadi kendala yang cukup berarti. “Belakangan ini ada beberapa kedutaan yang memberlakukan pengurusan visa yang lebih ketat. Jika dulu masih bisa dikumpulkan dalam satu group sekarang kedutaan tersebut meminta orang yang bersangkutan juga harus datang. Hal ini tentunya akan menjadi masalah jika konsumen berasal dari luar kota dan harus datang ke Jakarta selama1-2 hari hanya untuk mengurus visa,” kata Harry.

Yang utama dalam wisata religi adalah selalu memperhatikan kualitas pembimbing rohani yang mendampingi, agar setelah pulang mereka sungguh-sungguh mengalami makna kehidupan rohani yang berbeda. Aturan visa yang berubah-ubah juga menjadi kendala yang dihadapi AMPHURI. “Tahun ini perempuan yang berusia dibawah 45 tahun tidak bisa berangkat sendiri, harus ditemani muhrimnya (suami atau saudara laki-laki sekandung-red),” kata Herman. Ketatnya peraturan untuk orang-orang yang akan masuk ke Arab Saudi merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi tinggi rendahnya jumlah jemaah

15


faiz dz. roini

truello/flickr.com

faiz dz. roini

headline

Searah jarum jam: - Makam-makam pembesar agama Islam juga kerap menjadi kunjungan favorit umat muslim yang melakukan wisata religi. - Selain Jerusalem, Vatican menjadi tujuan wisata religi umat nasrani dan Katolik

doc. sri artiningsih

- Selain Arab Saudi, negara-negara di timur tengah lainnya juga kerap menjadi tujuan wisata religi.

Para jemaah mengumpulkan batu-batuan dari tanah di hamparan Muzdalifah dan meleparkannya. Kegiatan ini adalah kegiatan kesembilan dalam rangkaian kegiatan-kegiatan ritual yang harus dilakukan pada saat melaksanakan wisata religi, umumnya oleh agen travel yang menyelenggarakan umroh.

16

umrah, tambahnya. “Faktor utama lainnya adalah harga minyak dunia yang juga mempengaruhi harga tiket pesawat.” Herman mengatakan bahwa tiket pesawat dan hotel merupakan komponen utama yang menentukan harga paket. “Dibandingkan dengan dua tahun yang lalu dengan season yang sama, harga bisa berbeda US$200. Harga minyak yang tinggi dan hotel yang banyak dibongkar di Arab Saudi membuat tarifnya jadi mahal.” Karena niatnya adalah beribadah, keikutsertaan pembimbing rohani yang juga berperan dalam memimpin doa menjadi sangat penting dalam paket wisata religi. “Untuk wisata pilgrim selain ada tour leader kami juga membawa pembimbing rohani. Semakin terkenal pembimbing rohaninya biasanya jumlah peserta semakin banyak,” kata Nans. Herman juga mengatakan bahwa mengikutsertakan ustad yang sudah terkenal merupakan salah satu nilai jual


atau strategi untuk memperoleh jamaah. “Hal ini sama seperti travel umum yang menggajak artis untuk menambah daya tarik.” Ia juga menambahkan dalam umroh tidak seperti travel biasa karena tanggung jawab bukan hanya sekedar menyediakan hotel dan transportasi tetapi juga ada sisi ibadahnya yang harus diutamakan. “Pada umroh ada ritual-ritual tertentu yang bukan wisata. Biasanya konsumen jarang pindah-pindah kalau sudah cocok dengan satu travel atau pembimbingnya. Sehingga dalam hal ini harga tidak berpengaruh bagi mereka.” Herman menghimbau masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah umrah untuk mendaftar ke travel yang memang memiliki ijin resmi sehingga mereka tidak tertipu. “Harga antara travel yang mempunyai ijin dengan yang tidak, tidak akan jauh berbeda. Jika hotel dan penerbangan yang digunakan sama paling jauh bedanya hanya US$20.” Sementara itu Harry dari Myrons Travel mengatakan bahwa pihaknya selalu memperhatikan kualitas pembimbing rohani yang mendampingi, agar setelah peserta pulang mereka sungguh-sungguh mengalami makna kehidupan rohani yang berbeda. “Selain itu kami juga berusaha membuat paket yang menekankan pada kualitas tempat kunjungan yang lebih besar dari sisi rohani, sehingga nuansa rohaninya benar-benar terasa.” Berdiri tahun 2000, Myrons Travel melayani wisata ziarah umat Katolik antara lain ke Guadalupe di Mexico, tanah suci Yerussalem, napak tilas Paulus di Turki, napak tilas Yohanes di Yunani, ke tempat orang-orang kudus di Eropa Barat dan Timur serta yang paling utama ke tempattempat yang diyakini sebagai penampakan Bunda Maria. Kisaran harga yang ditawarkan Rp25-Rp45 juta dengan lama perjalanan antara 12-18 hari. “Walaupun sebagian besar masyarakat Indonesia Muslim tetapi sekitar 5% beragama Katolik dan jumlahnya masih jutaan, jadi saya optimis masih ada kebutuhan rohani untuk melakukan wisata ziarah,” kata Harry. Bagian terbesar dari biaya yang dikeluarkan ada di transportasi yaitu untuk tiket pesawat, tambahnya. “Untuk akomodasi, kami biasa menggunakan hotel bintang 3 atau 4. Jika menggunakan hotel bintang 2 untuk alasan menekan biaya, kami mengkhawatirkan tentang masalah keamanan di hotel tersebut.” Dalam satu tahun Myrons Travel rata-rata memberangkatkan 9 rombongan www.travelwan.com

yang pesertanya berkisar antara 15-80 orang. “Peminatnya dari seluruh Indonesia. High season biasanya Mei-Oktober dengan tujuan ke tempat-tempat Bunda Maria menampakkan diri di Eropa Barat, Eropa Timur dan Mexico. Selain itu Natal, Paskah, liburan sekolah dan liburan Idul Fitri juga merupakan masa-masa yang ramai,” jelas Harry. Sementara itu Smiling Tour menawarkan jenis paket standar Holyland Only dan Holyland plus Cairo. Lamanya perjalanan untuk paket Holyland Only selama 8 hari dengan tujuan ke Yordania dan Israel. Sementara untuk Holyland plus lamanya perjalanan tergantung tambahan tujuan, ada yang melanjutkan perjalanan sampai ke Mesir, Turki dan Eropa. “Untuk paket ini, harga paket tergantung kurs pada saat itu dan harga tiket pesawat. Selama ini harga berkisar minimal US$2.000,” kata Nans, yang menambahkan untuk menginap standar Smiling Tour adalah hotel bintang 4 atau 5. Nans juga mengatakan bahwa untuk low season biasanya Smiling Tour minimal memberangkatkan satu rombongan yang terdiri antara 20-40 atau 45 orang. “Sementara untuk high season kami berupaya untuk memberangkatkan lebih dari satu kelompok. Dalam situasi krisis seperti ini kami harapkan 2 atau 3 bulan sekali bisa memberangkatkan beberapa rombongan.” Bulan-bulan yang ramai, menurut Nans, biasanya pada saat liburan hari raya karena di sana juga banyak perayaan, lalu Paskah dan pada saat liburan sekolah. Ia menambahkan bahwa untuk harga dan jenis paket yang ditawarkan antara satu biro perjalanan dengan biro perjalanan yang lain untuk wisata religi tidak banyak perbedaannya. Sedangkan untuk umrah, Herman mengatakan bahwa di bulan-bulan Maret-Mei, harga berkisar US$1.300 dan yang paling mahal pada saat Ramadhan dari sekitar US$1.800 sampai US$4.000 atau US$5.000, tergantung tempat menginap dan tambahan destinasi. Komponen terbesar dari harga tersebut, sekitar 60%, untuk pesawat sisanya untuk hotel dan lain-lain, katanya. “Umroh biasanya juga dibuka pada masa liburan. Periode yang paling banyak dipilih biasanya pada saat awal dan pada waktu

Ramadhan.” Persaingan harga antara biro perjalanan yang menawarkan paket umrah cukup ketat karena di luar 200-an anggota AMPHURI, masih ada 100 lebih biro perjalanan yang menawarkan paket umrah. “Namun ada pula beberapa travel yang segmented dan fokus pada pasar yang tidak peduli harga sehingga kompetisi di sektor tersebut tidak ketat persaingannya,” kata Herman. Paket umrah, tambahnya, banyak variasinya sehingga ada umrah plus yang menambah destinasi dan umrah yang memanfaatkan waktu saat transit. Ada beberapa biro perjalanan yang memanfaatkan waktu transit dengan membuat paket perjalanan, misalnya ke Yaman. “Umumnya umrah plus ditambah dengan satu negara teluk seperti Turki, Mesir atau Yerussalem.” Biro perjalanan haji dan umrah memang hanya menawarkan paket-paket perjalanan religi ke luar negeri (Jazirah Arab), sedangkan wisata ziarah dalam negeri seperti ke tempat-tempat bersejarah dari Wali Songo, biasanya ditangani oleh biro perjalanan lainnya. Akan tetapi Myrons Travel, kata Harry, ada keinginan juga untuk mengemas wisata religi domestik seperti kunjungan ziarah ke Sendang Sono, Larantuka, Medan dan Manado. “Sementara ini memang belum tersedia paketnya, tapi kalau ada rombongan yang tertarik, kami bersedia membantu memfasilitasi.”

17


traveltalk

Mataram dari Parangkusumo hingga Keraton Yogyakarta Menelusuri

Ada sebuah kisah menarik dalam Babad Tanah Jawi tentang asal usul kerajaan Mataram yang tumbuh dan menjadi kokoh hingga sekarang. Alkisah Raden Sutawijaya bersemedi di atas batu karang di tepi pantai Laut Selatan demi mencari pencerahan pada Sang Hyang Widhi atas persoalan yang dihadapinya dalam pembangunan Keraton miliknya. Dalam khusuk ia berharap pada Sang Kuasa agar kelak masyarakatnya dijauhi dari segala macam bencana. Aura kharismatik sang raja terasa hingga ke istana penguasa laut selatan sehingga membuat Sang Ratu sendiri harus keluar dari wilayah kekuasaanya dan menghampiri Raden Sutawijaya.

18


teks dan photo: Karolus Naga/portaltiga.com

D

ari peristiwa ini lah nama tempat ini kemudian berasal, 'Parang Kusuma', parang dalam bahasa Jawa artinya karang dan kusuma berarti aura jiwa/ruh. Raden Sutawijaya yang terkesima akan keagungan sang Ratu menyampaikan permohonan-Nya dengan rendah hati. Sang Ratu bersedia memenuhi permohonan Raden Sutawijaya dengan syarat: Sang Raja harus mempersunting dirinya dan di setiap tanggal 30 Rajeb Kalender Jawa, Raden Sutawijaya harus menyelenggarakan upacara pemberian sesajen bagi sang Ratu pada pesisir Pantai Selatan [disadur dari Babad Tanah Jawi]. 23 Juli 2009, Cepuri Parangkusumo menjadi saksi bisu dari tradisi yang sudah mengakar dalam kehidupan masyarakat Keraton Yogyakarta. Ritual Labuhan Alit atau yang lebih dikenal dengan sebutan Labuhan Parangkusuma sebagaimana yang dititahkan oleh sang ratu kembali dilangsungkan. Keseluruhan prosesi dimulai dengan kegiatan 'pasrah penampi' dimana abdi dalem keraton Yogyakarta menyerahkan sesajian yang berupa ubu rampe, pakaian, potongan kuku dan rambut milik Sultan selama setahun pada kemudian dibawa ke Cepuri Paragkusumo untuk dilarung pada Pantai Selatan, sebagai persembahan bagi Sang Penguasa Pantai Selatan. Potongan kuku dan rambut Sang Raja kemudian dikubur di salah satu pojok Cepuri Parang Kusuma, area tertutup dimana terdapat Batu Karang yang diyakini sebagai tempat bertemunya Sang Raja dan Sang Ratu Pantai Selatan untuk saling mengikat janji abadi. Selesai dengan prosesi dalam area Cepuri parang Kusuma, rombongan Abdi Dalem bergerak menuju bibir pantai Laut Selatan dimana doa doa dan puji-pujian kembali www.travelwan.com

dipanjatkan bagi Sang Penguasa agar berkenan menerima sesajian yang akan dilarungkan oleh para cantrik. Seolah mendengar doa para abdinya, Laut Selatan berubah ganas saat cantrik mulai menenggelamkan sesajian. Ombak setinggi satu meter menelan tiga rangakian bambu yang berisi sesajian. Pada kesempatan inilah, warga Yogyakarta menantang maut berebut sesajian tersebut. Ngalap berkah, begitulah istilah Jawa yang digunakan untuk menjelaskan kegiatan mereka. Dengan menyimpan sesajian yang dilarungkan, masyarakat Yogyakarta percaya bahwa dapat memberikan berkah tersendiri bagi keluarganya. Tak heran jika mereka berani menantang ganasnya ombak dibawah terik mentari. Ketika semuanya telah memproleh apa yang mereka perjuangkan dalam rebutan bersama yang lainya, masing masing warga mulai meninggalkan tempat tersebut dan membagi berkah bersama anggota keluarga yang lainnya. Sebagian dari mereka berdoa secara khusus, memohon restu dan berkah atas usaha, kesehatan dan umur panjang pada Sang Penguasa Laut Selatan di bibir pantai Parangkusuma. Pantai yang akan terus menjadi saksi bisu hubungan antara manusia Jawa dan alam dalam dimensi vertikal dan horisontal dengan segenap nilai filosofisnya.

19


transportasifeature

Railway Mountain Tour Wisata dengan Kereta Tua

teks: Okto photo: Imang Jasmine

Menikmati keindahan alam pegunungan tentu terasa mengasyikkan, apalagi jika dilakukan dengan menggunakan moda transportasi yang memiliki nilai sejarah. Railway Mountain Tour, merupakan sebuah paket perjalanan wisata dari Ambarawa-Bedono dengan mengunakan kereta api uap yang tidak hanya diminati oleh wisatawan lokal tapi juga wisatawan mancanegara.

T

ravelwan berkesempatan untuk mengikuti rombongan dari Vihara Budha Sasana Dipa, Slawi, dalam menjajal railway mountain tour. Meski saat ini orang lebih banyak menggunakan pesawat terbang saat bepergian, namun kereta api tetap menjadi primadona bagi sebagian mereka yang memang benar-benar ingin menikmati perjalanan. Apalagi rute yang dilalui sangat eksotik, hmm‌ pasti akan penuh sensasi. Selain keretanya yang unik karena masih menggu-

20


nakan mesin uap dengan bahan bakar kayu, Anda juga bisa merasakan langsung salah satu lembaran sejarah bangsa ini. Perjalanan kereta uap bergigi atau yang lebih terkenal dengan sebutan Rail Way Montain Tour ini, merupakan perjalanan wisata dari Ambara menuju Bedono yang membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 2 jam pulang-pergi. Dulu, pada masa penjajahan Belanda, kereta ini digunakan pemerintah Hindia Belanda untuk mengangkut pasukannya menuju Semarang, Jawa Tengah. Pasukan-pasukan itulah yang kemudian memberikan goresan sejarah di Ambarawa. Setelah udara kemerdekaan dapat dihirup, kereta-kereta tersebut awalnya hanya menjadi onggokan besi tua. Namun atas peran pemerintah setempat, dan beberapa komunitas pecinta kereta api akhirnya kereta ini bisa kembali dioperasikan. Tapi fungsinya tidak lagi untuk mengangkut pasukan, namun mengangkut para wisatawan yang ingin melakukan napak tilas sejarah antara Ambarawa hingga Bedono, atau mereka yang sekadar ingin

melihat gagahnya sang kereta tua yang masih sanggup melalui jalur menanjak maupun menurun. Kereta api uap berbahan bakar kayu ini merupakan salah satu dari tiga kereta uap bergigi di dunia yang masih aktif, selain di Swiss dan India. Selama ini, PT KAI mengoperasikan kereta jenis ini melalui sistem sewa dengan biaya Rp3.250.000 per kereta untuk satu kali perjalanan pulang-pergi. Sebagai informasi, dalam sekali perjalanan kereta ini dapat mengangkut hampir sekitar 80 orang dan rute tidak terlalu jauh hanya sekitar 9 kilometer. Tapi karena kondisi rute yang terjal mendaki dengan kemiringan 30째, maka untuk sekali perjalanan pulang atau pergi membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Kepala Stasiun KA Ambarawa, Sudhono mengatakan pihaknya menyediakan 2 loko, yaitu B2502 dan E1060 yang siap mengantarkan wisatawan berkeliling dengan suasana kereta yang masih bergaya tempo dulu. Selain itu, pemandangan sepanjang

Perjalanan dari Stasiun Ambarawa menuju Stasiun Bedono akan singgah di Stasiun Jambu, beberapa saat. Di sana lokomotif dibalik arah, untuk perjalanan dari Ambarawa. Lokomotif berada di depan, dan sesampainya di Jambu, lokomotif itu harus berada di belakang.

www.travelwan.com

21


transportasifeature perjalanan yang sangat mempesona yaitu barisan Gunung Ungaran, Merbabu dan hijaunya Rawa Pening pada bagian bawah tentu akan membuat perjalanan dengan menggunakan kereta jadul ini terasa menyenangkan.

Rute Perjalanan

Kereta diberangkatkan sesuai dengan pesanan dan biasanya untuk pemberangkatan pagi dimulai pukul 10.30. Sebelum berangkat, loko uap biasanya terlebih dahulu dipanaskan dan proses memanasinya pun tidak sebentar karena ada sekitar 2000 meter kubik air di dalam ketel uap yang harus mencapai tingkat didih 235°C agar dapat menggerakkan roda. Dengan suhu setinggi itu, lokomotif dengan empat silinder ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 4-5 kg/cm3 pada posisi datar, dan 6-9 kg/cm3 saat merangkak di jalan menanjak. Perjalanan dari Stasiun Ambarawa menuju Stasiun Bedono akan diselingi dengan perhentian beberapa saat di Stasiun Jambu. Di stasiun ini lokomotif akan melakukan manuver, jika perjalanan dari Ambarawa lokomotif berada di depan, maka sesampainya di stasiun Jambu, lokomotif akan melangsir ke bagian depan. Artinya, jika awalnya posisi lokomotif menarik maka saat dari stasiun jambu lokomotif berperan sebagai pendorong, “Dengan di balik, daya dorongnya lebih maksimal karena kereta akan melalui jalur yang menanjak,” ujar Sudhono. Di stasiun ini kereta api juga kembali mengisi air guna memenuhi ketel uap. Saat mengisi air, biasanya para penumpang

22

menggunakan kesempatan ini untuk mengambil gambar sambil melihat-lihat pemandangan. “Ini merupakan kereta bersejarah, dan belum tentu negara-negara lain punya kereta semacam ini, makanya sayang kalau tidak diabadikan,” ujar seorang penumpang. Dari stasiun ini atau kurang lebih 5 km lagi menuju Bedono, kereta akan menyusuri jalur yang semakin menanjak yang kemiringannya mencapai sekitar 40 derajat. Posisi lokomotif yang pindah ke belakang memang disengaja agar di jalur menanjak ini kereta tidak turun. Selain itu jalur rel juga mulai bergerigi. Posisi roda bergerigi ini berada di tengah, di antara roda-roda KA lain yang berbentuk normal. Keberadaan komponen yang satu ini di kereta api tersebut sangatlah vital. Roda gerigi ini betugas mengait rel bergerigi di bawahnya, untuk menarik lokomotif dan kedua gerbong kayunya dari Stasiun Jambu menuju Stasiun Bedono. Pemandangan di sepanjang rute dari Ambarawa menuju Bedono memang amat sayang untuk dilewatkan. Rute berkelok di lingkungan pegunungan Ungaran, juga menjadi nilai lebih dari perjalanan ini. Tak heran jika tak hanya turis lokal yang tertarik, wisatawan mancanegara juga banyak yang sengaja datang dari negaranya untuk menyambangi Museum Ambarawa dan menjajal KA wisata bergerigi. Kabarnya untuk pengembangan transportasi wisata ini, pemda setempat bersama para pelaku industri pariwisata berencana akan mengenbangkan jalur kereta ini. Nantinya, kereta ini sebelum menuju ke Bedono akan singgah di Resort

Wisatawan yang datang ke museum itu akan disuguhi pemandangan alam yang indah, bangunan dengan arsitek kuno, dan lokomotif dengan menggunakan bahan bakar kayu dan batu bara.

Losari Coffe Platantion, kebetulan di sana terdapat bekas bangunan stasiun Mayong, Jepara, yang kini dijadikan lobi untuk resort ini. Selain itu trip perjalanan dengan kereta uap ini kabarnya akan diperpanjang hingga ke Kota Semarang. Semoga moda transportasi ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung ke Jawa Tengah.


travelbiz

Setiap kali pameran, baik di dalam maupun di luar negeri, selalu menyertakan narasi di balik setiap perhiasan. Begitu juga ketika mengadakan fashion show, termasuk bagi rombongan wisatawan yang datang ke Astana Megrania.


Megrania

Showroom Perhiasan Sebagai Tempat Tujuan

Wisata

Banyaknya permintaan untuk membuka galeri Astana Megrania kepada publik, membuat Meike Sahala Hutabarat akhirnya memutuskan untuk mengemasnya sebagai tempat tujuan wisata. Rombongan turis yang datang akan diberi suguhan fashion show dari karya-karya adilogamnya. teks: Inggit photo: Imang Jasmine

S

“

ebelumnya memang galeri ini hanya ditunjukkan khusus kepada mereka yang datang untuk memesan perhiasan logam buatan saya,� kata Meike, yang menambahkan bahwa setelah adanya desakan tersebut, galeri dibuka untuk umum sejak dua tahun lalu. Seiring berjalannya waktu, galeri juga dikembangkan sebagai tempat tujuan wisata. Rombongan turis yang datang akan diterima dalam sebuah jamuan cocktail party dengan suguhan minuman traditional menyehatkan seperti kopi rumput laut, wedang jahe dan minuman herbal lainnya, lengkap dengan penganan kecil buatan sendiri yang tidak akan didapatkan di tempat lain. “Kemasan seperti ini tentunya akan menarik para wisatawan dan saya sudah mendaftarkan galeri ini sebagai salah satu tempat tujuan wisata di kota Semarang,� kata Meike yang telah menggeluti dunia perhiasan metal fine artworks yang disebutnya sebagai adilogam lebih dari sepuluh tahun. Karya-karyanya terus mendapatkan pernghargaan dari berbagai pihak, diantaranya dari KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia), IGDS

www.travelwan.com

Di mata Meike Sahala Hutabarat, fashion show pun dapat dimaksimalkan untuk mempromosikan wisata.

25


travelbiz

Kejelian, kecermatan dan sentuhan seni dalam proses pembuatan metal fine artworks menjadi keharusan di Megrania.

(Indonesia Good Desain Selection), NAFED (National Agency for Export Development), Menteri Industri dan Perdagangan di tahun 2004, Mutumanikam Award, dan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Deretan piala dan piagam penghargaan terpampang di Megrania Gallery. Semua penghargaan tersebut, menurut Meike, merupakan hasil kerja kerasnya yang panjang dalam memperjuangkan idealismenya untuk “menghadirkan Indonesia mini di atas karya seni adilogam. Semua karya saya merupakan manifestasi kekayaan budaya Indonesia. Setiap karya memiliki cerita dan filosofi tersendiri.” Ia memberikan contoh sebuah bros yang diberinya nama Zamrud Borneo. Perhiasan yang terbuat dari emas, berlian

26

“Semua karya saya merupakan manifestasi kekayaan budaya Indonesia. Setiap karya memiliki cerita dan filosofi tersendiri.” —Meike Sahala Hutabarat dan batu Zamrud ini menggambarkan kekayaan alam yang terkandung di dalam bumi Kalimantan. “Batu Zamrud hijau yang dilingkari oleh ornamen-ornamen ukel khas Dayak serta dua hiasan memanjang ke bawah menyampaikan pesan tentang kekayaan alam Kalimantan yang menyatu dengan budaya setempat yang sepatutnya dijaga kelestariannya.” Meike mengatakan setiap kali pameran, baik di dalam maupun di luar negeri, ia selalu

menyertakan narasi di balik setiap perhiasan karyanya. Begitu juga ketika mengadakan fashion show, termasuk bagi rombongan yang datang ke Astana Megrania. “Dengan demikian, mereka tidak sekedar membeli perhiasan tapi juga menambah pengetahuan dan wawasan,” katanya. Berangkat dari kesukaannya berdandan dan mengamati indahnya benda-benda antik koleksi ibunya serta keindahan alam Indonesia ketika mengikuti suami dalam


menjalankan tugasnya di sejumlah daerah, Meike terdorong untuk membuat aksesori sendiri. “Awalnya saya hanya mendesain dan membawanya ke pengrajin, tapi saya tidak puas hasilnya karena tidak ‘hidup’. Akhirnya saya membuat sendiri dengan hasil yang memancarkan jiwa saya.” Kini Meike dibantu oleh 66 asisten dalam menghasilkan karya-karyanya. Para wisatawan yang datang ke galerinya bisa melihat workshop tempat para pengrajinnya bekerja. “Pada pagelaran fashion show di luar galeri, saya juga membawa sejumlah pengrajin untuk memperlihatkan rumitnya proses pembuatan perhiasan sehingga mereka bisa mengerti kenapa harganya sampai jutaan.” Harga perhiasan hasil karya Meike yang paling murah adalah sejuta rupiah, untuk koleksi yang secod line yang temanya lebih

modern. Untuk koleksi utama yang ia sebut masterpiece, yang mengandung filosofi dan nilai luhur bangsa, harganya bisa sampai Rp10-15 juta sampai tak terhingga, tergantung bahan-bahan yang digunakan. “Sebenarnya harga-harga tersebut tidak mahal, mengingat proses pembuatannya dan kualitas bahan-bahannya yang pilihan,” katanya. Karena itu, tambahnya, kreasinya bisa bersaing di luar negeri dan telah merambah sejumlah butik dan galeri di Amerika, Peru, Itali, Australia, Hong Kong, Abu Dhabi, Spanyol dan lain-lain. “Saya masih mempunyai cita-cita yang belum tercapai, yaitu menembus rumah mode ternama. Saya ingin karya saya mempunyai label, misalnya Channel by Meike Sahala. Untuk itu saya butuh bantuan pemerintah dalam hal mencarikan ajang promosi luar negeri yang

tepat,” tambahnya. Meike mengakui bahwa selama ini peranan pemerintah cukup besar dalam membesarkan usahanya. “Saya mendapatkan bimbingan dari Departemen Perindustrian, Departemen Perdagangan dan Departemen Koperasi.” Sebagai gantinya, Meike membagikan pengalaman dan ilmunya melalui sekolah P3IKAP atau Pusat Pelatihan dan Pendidikan Industri Kerajinan Perhiasan yang telah menghasilkan 175 lulusan. Sebagaian dari lulusan tersebut telah mendirikan usaha perhisaan sendiri. Astana Megrania, Jl. Srondol Asri Blok C-17. Semarang 50263. Telp. (+62-24) 7478417; Mobile; 081931970037

Seiring berjalannya waktu, Megrania pun kini menjadi salah satu tempat tujuan wisata di Kota Semarang.

www.travelwan.com

27


profile

Benita Eka Arijani dikenal sejawatnya sebagai wanita energik dengan dedikasi yang tinggi dalam memajukan pariwisata di Jawa Tengah umumnya dan kota Semarang khususnya. Wakil ketua Promosi dan Pariwisata di Kamar Dagang dan Industri Jawa Tengah dan ketua bidang marketing Semarang Tourism (Smart) Board ini selalu sibuk dengan berbagai aktivitas yang berhubungan dengan pariwisata. teks: Inggit photo: Imang Jasmine

K

ejeliannya melihat sesuatu yang biasa untuk dikemas menjadi sesuatu yang luar biasa dan menarik, telah melahirkan Waroeng Semawis, sebuah pusat jajanan di area Pecinan (China Town) yang selalu dipadati pengunjung. Berikut sejumlah ide dan pemikiran Benita, yang juga pengusaha restoran dan aktivis serta mantan presiden Rotary Club, dalam memajukan pariwisata, terutama di kota Semarang, yang dibagikannya kepada TravelWan.

Tentang Pasar atau Waroeng Semawis

Waroeng Semawis terletak di Gang Warung yang dulunya jalan biasa, yang kalau malam hari ada beberapa orang berjualan makanan. Setelah beberapa kali, bekerjasama dengan pemerintah kota Semarang, kami mengadakan Pasa Imlek Semawis yang berupa stan-stan penjual makanan dan pernak-pernik hiasan Imlek serta pertunjukan budaya untuk merayakan Chinese New Year. Ternyata pasar ini selalu dipenuhi oleh pengunjung. Akhirnya tahun 2005 Gang Warung disulap menjadi Waroeng Semawis, pusat jajanan yang buka setiap Jumat, Sabtu dan Minggu petang hingga tengah malam. Dengan tersedianya berbagai macam makanan, tidak saja yang khas Semarang, tapi juga daerahdaerah lain, yang ditata dengan rapi, lalu disediakan juga tempat hiburan berupa karaoke di beberapa titik, gang yang semula tampak biasa saja menjadi tempat tujuan wisata kuliner yang menarik banyak pengunjung. Pada dasarnya Waroeng Semawis merupakan revitalisasi China Town. Warung-warung atau toko makanan yang dari dulu sudah ada, tetap buka di sini. Area ini awalnya sepi di malam hari, karena tidak ada toko yang buka. Padahal di sekelilingnya terdapat 9 kelenteng, termasuk Tay Kak Sie

yang telah berusia 200 tahun, yang bisa dijadikan tempat kunjungan wisata.

Peta Wisata Kuliner

Semarang telah lama terkenal akan makanannya. Banyak makanan yang bertahan dan telah teruji dari generasi ke generasi yang menunjukkan bahwa makanan tersebut digemari, karena enak dan murah. Contohnya lumpia dan es Gang Lombok, tahu pong Gajah Mada, nasi ayam Simpang Lima dan sebagainya. Ini merupakan salah satu keunikan Semarang yang perlu kita garap. Dalam waktu dekat mudah-mudahan Smart Board bisa membuat peta wisata kuliner di kota ini.

Kurangnya Kesadaran Masyarakat

Kesadaran masyarakat di kota Semarang ini akan pentingnya peran pariwisata dalam meningkatkan taraf hidup masih kurang. Masih banyak tempat-tempat tujuan wisata yang kurang terjaga kebersihannya. Selain itu vandalisme juga masih terjadi di sana sini, misalnya usaha untuk memperbaiki Kota Lama supaya lebih nyaman dikunjungi dengan mem-paving jalan-jalannya, beberapa telah dicongkel untuk diambil paving block-nya. Ini menunjukkan kurangnya kesadaran masyarakat akan peran pariwisata dalam menggerakkan roda ekonomi yang nantinya akan berimbas positif kepada mereka. Untuk itu diperlukan kreatifitas dalam menciptakan cara-cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, termasuk mereka yang masih usia dini. Misalnya dengan mengajak anak-anak sekolah mengunjungi tempat-tempat wisata sambil menanamkan rasa cinta terhadap tempat bersangkutan. Dengan demikian akan tumbuh rasa memiliki dan keinginan untuk ikut merawatnya.

“Akan lebih efektif dan efisien jika [promosi pariwisata] dilakukan bersamasama antara pemerintah dan swasta.� —Benita E. Arijani 28

Pentingnya Promosi

Agar pariwisata bisa bertumbuh kembang, promosi yang tepat amat diperlukan. Karena promosi memerlukan biaya yang cukup besar, maka akan lebih efektif dan efisien jika dilakukan bersama-sama antara pemerintah dan swasta. Seperti sekarang ini Semarang telah mempunyai Smart Board yang merupakan


wadah tempat bergabungnya berbagai pelaku pariwisata di kota ini. Bekerjasama dengan pemerintah kota, kita bisa meramu dan kemudian mengemas sebuah paket promosi yang keluarnya adalah pariwisata Semarang secara utuh.

Peran Media

Media massa mempunyai peran yang amat penting dalam ikut memajukan pariwisata. Dengan menampilkan foto-foto yang diambil dari angle menarik dengan narasi yang menarik pula, maka wisatawan akan semakin banyak yang tertarik untuk berkunjung. Di sisi lain, tempat wisatanya harus terus dijaga kebersihannya dan dikembangkan agar wisatawan tidak kapok dan mau datang kembali atau merekomendaikannya ke teman atau saudara.

Tantangan

Pariwisata termasuk sesuatu yang baru di Semarang. Kota ini dari awalnya didirikan sebagai kota perdagangan, sehingga mindset pembangunan pemerintah kota juga ke arah sana. Akibatnya perlu perjuangan tersendiri untuk memajukan pariwisata di sini. Seperti dukungan infrastruktur yang masih kurang. Padahal kalau kita ingin mengundang investor masuk, ini kan biasanya diawali dengan berwisata. Investor datang sebagai wisatawan. Kalau mereka merasa nyaman berada di sini, karena makanannya enak, transportasinya mudah dan jalanan bagus serta tidak macet, mereka akan tertarik untuk berinvestasi. Selain itu multiplier effect pariwisata juga amat luas, bisa membantu mengatasi krisis ekonomi. Dengan berkumpulnya para pelaku pariwisata di dalam Smart Board, diharapkan pariwisata Semarang akan lebih cepat bertumbuh kembang.

Benita Eka Arijani

Meluarbiasakan

Sesuatu yang Biasa www.travelwan.com

29


hobi&komunitas

Travel Writing Class

Peserta TWC saat mengunjungi Desa Citarahap, Sukabumi

Make Money With Your Journey

Bisa jalan-jalan ke berbagai tempat wisata, menginap di hotel berbintang atau makan di restoran berkelas tanpa perlu mengeluarkan uang sepeser pun bahkan malah dibayar, merupakan impian banyak orang. “Make Money With Your Journey,” konsep ini yang kemudian mengilhami lahirnya Travel Writing Class (TWC), sebuah komunitas yang membantu ‘membentuk’ para traveler menjadi penulis perjalanan. teks & photo: Okto

T

ravel writer memang bukan profesi baru. Pekerjaan jurnalistik yang konsentrasinya lebih pada aspek destinasi ini sebenarnya sudah ada sejak lama, bahkan yang menggeluti juga tidak sedikit. Julukan profesi ini diberikan pada mereka, para traveler, yang sering melakukan perjalanan ke suatu tempat kemudian menuliskan atau mempublikasikan pengalaman atau hasil liputannya ke berbagai

30

media, seperti surat kabar, majalah atau sekedar menulis di blog pribadi. Penulis travel writing memang selalu bukan orang yang bekerja pada sebuah penerbitan. Mereka bisa saja berstatus sebagai profesi lainnya seperti public relations, marketing, adminstrasi, IT, teknisi atau bidang pekerjaan yang lain. Intinya, travel writer adalah penulis lepas atau kontributor dari sebuah media, yang nantinya dibayar atau diberi honor jika

tulisan tentang perjalanannya dimuat. Namun yang perlu diingat untuk menjadi penulis perjalanan yang sukses, modalnya bukan sekedar menghasilkan karya-karya tulisan yang bagus, tapi yang tak kalah lebih penting adalah bagaimana trik melakukan pendekatan ke media agar karya tulisan dapat dimuat oleh media bersangkutan. Ide ini yang akhirnya ditangkap oleh Teguh Sudarisman, bersama Opang, Eca dan Owi dengan membentuk TWC. Karena itu digelar sebuah kelas yang mempelajari teknik menulis, fotografi dan trik menawarkan tulisan ke media dengan trip-trip perjalanan ke tempat-tempat wisata. “Ide pembuatan TWC sendiri sebenarnya dimulai saat kami menyelenggarakan seminar tentang dasar-dasar untuk menjadi travel writer. Tadinya saya pikir peminatnya tidak terlalu banyak, makanya kuota yang saya target paling sekitar 50 orang. Tapi saat pendaftaran dimulai, ternyata peminatnya sangat tinggi, akhirnya kami memutuskan untuk segera membuat kelas travel writer,” terang Teguh. Teguh yang memang telah lama berprofesi sebagai travel writer dan juga jurnalis di beberapa media ini akhirnya membuat TWC angkatan pertama pada bulan Mei 2009 dengan anggota siswa sebanyak 20 orang,


dari berbagai kalangan profesi. Dalam kelas tersebut diberikan materi yang meliputi penulisan artikel perjalanan, riset dan post-trip, mengatasi hambatan menulis, teknik memotret, serta cara menjual tulisan ke media. Kelebihan lain dari kelas ini adalah, peserta TWC tidak hanya belajar tentang teori bagaimana membuat sebuah artikel yang menarik, tapi juga diselingi dengan beberapa praktek langsung ke lapangan dengan melakukan peliputan seperti ke Taman Nasional Gunung Halimun di Jawa Barat, Pulau Tidung, Jakarta dan berbagai trip ke tempat yang lain. Setelah melakukan perjalanan, setiap peserta nantinya diwajibkan untuk membuat tulisan tentang hasil perjalanannya.

Prospek Bagus

Informasi mengenai tempat-tempat wisata selalu diminati banyak orang, karena itu media masa yang berhubungan dengan pariwisata juga terus bertambah.

Karena itu masa depan travel writer sangatlah terbuka lebar, apalagi jumlah travel writer profesional di Indonesia boleh dikata masih kecil dibandingkan besarnya animo masyarakat untuk bisa traveling ke berbagai tempat. “Media masih butuh informasi-informasi yang baru dan menarik untuk disajikan ke pembaca, namun ketersediaan wartawan yang dimiliki media tersebut kadang membuat sebuah tempat tidak terliput. Selain itu, tempat-tempat yang bagus kadang sulit dijangkau, itu sebabnya media kadang membutuhkan kontributor atau penulis lepas, di sini lah travel writer dibutuhkan,� kata Teguh yang pernah menjadi wartawan di beberapa majalah di Indonesia. Lebih lanjut, Teguh menjelaskan, penulisan travel tidak hanya membahas tentang destinasi atau tujuan wisata. Banyak yang bisa ditulis ketika sedang melakukan perjalanan. Misalnya soal budaya, kerajinan tangan, upacara adat, petualangan, arsitektur, bisnis, city guide, ecotourism, dan

lainnya. “Bahkan kita juga bisa melakukan review hotel atau resto. Atau datang ke tempat yang sudah sering diinformasikan, namun menulis dari sudut pandang berbeda. Tentu hasil tulisan tetap akan menarik dan terasa baru buat para pembaca.� Disinggung tentang publikasi tulisan, ia menjelaskan seorang travel writer tidak melulu harus bergantung kepada media massa saja. Banyak tempat publikasi alternatif yang bisa menjadi pasar seperti penerbit yang membuat internal magazine, biro perjalanan, hotel, restoran, event organizer, penerbit buku, dan lain-lain. Paling tidak bisa menulis di blog pribadi, bisa saja suatu saat ada yang tertarik kemudian membeli karya tulisan dan foto-foto yang ada. Tentang honor? Karena travel writer lebih banyak berstatus sebagai penulis lepas, maka honor yang diterima pun tak sebanyak gaji bulanan seorang pegawai tetap. Meski tak menutup kemungkinan seorang travel writer dibayar cukup mahal. Menurut pengalamannya, masing-masing media mempunyai rate sendiri dari yang Rp 500.000 per artikel dan foto sampai Rp2,5 juta. Memang apa yang didapat belum terlalu besar, tapi paling tidak dengan uang itu kita bisa melanjutkan perjalanan ke tempat yang lain. Satu hal yang perlu diingat, untuk menjadi travel writer yang bisa dikenal oleh media-media butuh proses yang panjang. Dan jika ditekuni, bukan hal yang tidak mungkin akhirnya media-media yang akan antri menanti tulisan Anda.

Searah jarum jam: - Wisata sambil belajar di Desa Cirahap. - Menyusuri jalan setapak menuju Halimun. - Para anggota TWC Bersiap-siap melakukan aktifitas kegiatan. - Diskusi menjadi menu utama

www.travelwan.com

31


trip

Wisata

Gereja Tua

di Belanda

Gereja Baru ( Nieuwe Kerk) tampak dari depan

Kemegahan bagian dalam Gereja Baru ( Nieuwe Kerk)

32


Memanjatkan doa di tengah-tengah kemegahan gereja yang usianya sudah ratusan tahun bisa jadi merupakan pengalaman tak terlupakan bagi wisatawan yang masih taat menjalaninya. Apalagi merasakan hal tersebut di negeri kincir angin, Belanda. teks & photo: Estudiantina

Raja William

B

berupa batu

marmer

agi sebagian besar masyarakat Belanda sendiri, bergesernya kepercayaan terhadap agama Kristiani yang mereka anut membuat gereja seperti ‘ditinggalkan’. Walaupun fungsi gereja masih tetap sebagai tempat beribadah mingguan dan juga hari besar keagamaan, namun gereja lebih banyak dijadikan tempat pameran, penyelenggaran event dan juga sebagai obyek wisata. Tentu sah sah saja karena pemerintah Belanda sangat fleksibel terhadap itu semua. Apalagi jika mengingat semakin minimnya umat yang datang. Maka tak heran jika banyak penyelenggara tour mancanegara menjadikan gereja sebagai salah satu tempat kunjungan wisatawan mereka. Usia dan seni arsitektur www.travelwan.com

gereja yang luar biasa memang bisa ‘dijual’. Apalagi jika gereja tersebut memiliki nilai historis dan pengaruh yang besar untuk negara Belanda. Gereja Baru ( Nieuwe Kerk) di pusat kota Delft adalah salah satu di antara puluhan gereja lainnya di Belanda yang menjadi obyek wisata bagi para wisatawan. Gereja ini memiliki arsitektur indah dan juga bernilai bagi masyarakat Belanda. Lokasinya di kawasan wisata yang banyak dikunjungi turis, tepatnya di alun-alun pusat kota Delft yang di sekelilingnya terdapat toko toko souvernir penjual keramik khas Belanda dan menjadi pasar terbuka pada hari hari tertentu. Kota Delft yang terkenal akan keramik birunya, Delftware, memang dikunjungi jutaan wisatawan dari berbagai negara setiap tahunnya. Karenanya pemerintah setempat berusaha ‘menjual apa saja’ agar kota tersebut menarik bagi wisatawan. Seperti biasanya, jika saya menginjakkan kaki di suatu kota, maka yang saya datangi terlebih dahulu adalah Kantor Pusat Informasi Wisata. Saya menanyakan tentang obyek wisata apa saja yang diunggulkan di daerah tersebut. Ternyata memang Gereja Baru menjadi salah satu andalan mereka untuk dikunjungi wisatawan. Saya pun melangkahkan kaki ke lokasi gereja tersebut yang letaknya tak terlalu jauh dari Kantor Pusat Informasi Wisata. Tinggi gereja yang mencapai 108,75 meter memang eye catching dan seakan menjadi landmark bagi kota Delft. Gereja ini memiliki sejarah yang panjang sejak mulai didirikan, sebagai bangunan berbahan batu yang dimulai tahun 1396. Pada mulanya gereja ini hanyalah ‘angan-angan’ seorang pengemis eksentrik bernama Brother Simon.

33


trip

Usia kaca-kaca jendela tidak semuanya tua karena banyak kaca yang pecah akibat kebakaran di tahun 1536 dan ledakan pabrik senjata di sekitar pusat kota Delft tahun 1654. Diperkirakan memakan waktu sekitar tiga abad sampai akhirnya mereka berhasil membuat kaca jendela yang seperti sekarang ini.

Kaca warna-warni men

ghiasi dinding Gereja Baru

( Nieuwe Kerk)

Ketika itu dikabarkan ia seperti melihat surga terbuka di lokasi tempat ia diberi makanan oleh seorang yang berpengaruh di daerah tersebut, yang bernama Jan Col. Ketika mereka berdua melihat ke langit nampak seperti sebuah gereja emas yang didedikasikan untuk Perawan Maria ada di sana, di lokasi yang berdekatan dengan pasar kota. Awalnya memang tidak terlalu dihiraukan oleh Jan Col, bahkan tidak lama kemudian pengemis tersebut meninggal dunia. Jan Col belum melakukan apa-apa hingga akhirnya ia seperti melihat cahaya yang sangat luar biasa di tempat yang ditunjuk Brother Simon 30 tahun sebelumnya. Sejak itu ia berkeyakinan bahwa sebuah gereja harus didirikan di tempat tersebut. Maka ia pun menyerukan kepada dewan kota agar dibangun sebuah gereja di sana. Hal ini memang agak sulit karena tidak jauh dari lokasi tesebut sudah ada gereja, yang sampai sekarangpun masih berdiri, yaitu Gereja Tua (Oude Kerk). Namun berkat Jan Col meyakinkan dewan kota, maka disetujuilah pembangunan Gereja Baru. Awalnya hanyalah sebuah bangunan kayu biasa di tahun 1381. Namun seiring berjalannya waktu dan juga karena berbagai bencana yang terjadi terhadap gereja

34

tesebut maka gereja kayu itu berubah menjadi sebuah gereja yang bisa disaksikan sekarang ini, sebuah gereja yang tinggi dan megah. Dengan disain Gothic berbentuk salib basilika, gereja ini merupakan bangunan tertinggi kedua di Belanda. Dengan membayar €3,30 (sekitar Rp50.000) saya masuki gereja ini. Jika ingin naik ke puncak menara maka dikenakan tambahan karcis €3,00 (sekitar Rp45.000). Karena saya sedikit takut akan ketinggian, maka saya tidak naik ke menara. Namun demikian saya cukup puas berada di bawah karena dapat melihat indahnya gereja ini. Pilarpilar besar yang menopang gereja terlihat sangat kokoh, dan mereka bukan sekedar pilar, karena apa yang didirikan di gereja tersebut memiliki simbol-simbol. Ada 12 pilar di mimbar dan 16 pilar di tengah gereja melambangkan nabi nabi sebanyak pilar tersebut. Kemudian ruangan gereja berbentuk salib melambangkan Nabi Isa. Juga ada empat lajur di tengah gereja, yang ternyata melambangkan empat penyebar Injil. Jendela kaca warna warni di gereja ini pun memiliki simbol karena menggambarkan suatu ‘fragmen’ keagamaan. Tukang kaca yang memiliki seni tinggi membuat berbagai kaca-kaca jendela gereja yang indah yang kemudian diberi judul keagamaan. Misalnya, kaca jendela yang memiliki judul ‘Kelahiran Nabi Isa’, menggambarkan bagaimana suasana kelahiran Nabi Isa dan sekitarnya. Ada pula judul ‘Nabi Musa dengan 10 Mukjijatnya’ dan masih banyak lagi, yang semuanya ada 17 kaca jendela. Usia kaca-kaca jendela tidak semuanya tua karena banyak kaca yang pecah akibat kebakaran di tahun 1536 dan ledakan pabrik senjata di sekitar pusat kota Delft tahun 1654. Diperkirakan memakan waktu sekitar tiga abad sampai akhirnya mereka berhasil membuat kaca jendela yang seperti sekarang ini. Salah satu sebab Gereja Baru ini demikian penting bagi masyarakat Belanda adalah karena di sinilah jenazah para raja dan ratu Belanda disimpan di ruangan bawah tanah yang tidak bisa dimasuki umum. Hanya orang-orang yang memiliki

wewenang dari negara yang bisa memasuki ruangan misterius tersebut. Mendiang Ratu Juliana dan suaminya, Pangeran Bernhard, serta mendiang Pangeran Claus, suami Ratu Beatrix yang masih menjadi ratu Belanda adalah sebagian dari keluarga kerajaan Dinasti Oranje yang disemayamkan di bawah gereja ini. Menurut kabar, jenazah dibalsem dan diletakkan di peti yang telah dilapisi pelindung agar tidak rusak. Peti-peti itu disusun dengan peti-peti anggota kerajaan lainnya. Kebiasaan menyimpan jenazah para Dinasti Oranje di gereja itu diawali ketika terbunuhnya Raja Willem van Oranje atau yang dikenal sebagai Willem Pendiam di Delft pada tahun 1584. Kebetulan Raja Willem berada di Delft untuk tinggal sementara karena di Breda, tempat yang sebenarnya dari Dinasti Oranje, dikuasai oleh pasukan Spanyol. Namun naas, meskipun sudah mengungsi, hidupnya tak lama karena berhasil dihabisi oleh Balthazar Gerards, seorang Katolik yang taat. Orang Perancis tersebut membenci Willem Pendiam karena dianggap pengganggu agama dan tidak menghargai manusia. Jenazah tidak bisa dibawa ke tempat pemakaman raja di Breda karena perang dengan Spanyol sedang gencargencarnya. Maka disepakati jenazah Raja Willem van Oranje itu disemayamkan di Gereja Baru. Sejak itulah akhirnya semua keturunan dari Dinasti Oranje dimakamkan atau disimpan di bawah gereja tersebut. Berat pintu menuju ruangan ke tempat makam tersebut konon mencapai dua ton. Jangan kecewa, meskipun pengunjung tidak diizinkan memasuki ruangan bawah tanah tersebut, wisatawan masih bisa melihat replika raja dan ratu Belanda yang jenazahnya berada di ruangan bawah tanah gereja. Namun replika yang paling istimewa adalah replika pendiri Dinasti Oranje, Raja Willem. Tepat di tengah mimbar, diletakkan Patung Raja Willem yang terbuat dari batu marmer. Wisatawan yang berkunjung biasanya ikut menyalakan lilin dan berdoa di dekat mimbar yang nampak megah itu.


Advertise withUs

contact : 021-667 8261

Exploring Indonesia’s Unexposed Potential


trip hotel&resto

Horison Hotel Semarang Dina Yudhari Assistant of Public Relation Manager Hotel Horison, Semarang

Sebagai kota yang memiliki banyak potensi wisata, karakteristik Kota Semarang tetap mengutamakan bisnis sebagai target pemasukan utamanya. Dengan satu-satunya hotel yang memiliki ballroom berkapasitas 2.500 orang, Hotel Horison Semarang berusaha untuk mengakomodasi kebutuhan para pebisnis di kota ini.

H

otel yang memiliki 165 kamar yang terbagi dalam 7 tipe ini terletak di Simpang Lima yang merupakan pusat kota Semarang. Karena letaknya yang tidak jauh dari bandara, Horison merupakan salah satu hotel pilihan utama bagi para wisatawan dan pebisnis di Kota Semarang. Akses langsung ke Plaza Simpang Lima dan Mal Ciputra dari lantai 2 dan 4 hotel ini juga merupakan kenyamanan lebih bagi para tamu yang menginap. Kapasitas Meeting “Di Horison ada 4 ruang meeting dengan kapasitas dari 20 sampai 2.500 orang,” jelas Dina Yudhari, Assistant of Public Relations Manager Hotel Horison Semarang. 4 ruangan ini bisa di break-up lagi menjadi 10 ruangan yang lebih kecil. Dina menjelaskan juga bahwa ballroom yang berkapasitas besar ini sering digunakan untuk wedding, konser musik dan acara MICE lain. Air Supply, AFI dan Urban Jazz Crossover adalah beberapa grup yang pernah menggunakan ballroom tersebut. Bulan Agustus yang lalu Tompi juga mengadakan konser di sana. Target Market, Occupancy & Smoking Policy Sebagai salah satu hotel chain lokal, Horison Semarang yang pertama kali buka pada tahun 2002 ini lebih banyak menargetkan wisatawan domestik, terutama para pebisnis dibandingkan wisatawan mancanegara. “Proporsi target market kami kuranglebih 80:20 untuk domestik vs asing,” jelas Dina. “Sedangkan occupancy rata-rata kami berkisar 80% setiap bulannya.” Horison memiliki 1 lantai yang sejak awal launching hotel di

36


Tried by TravelWan Herbal Soup Apa yang terbayang ketika mendengar kata herbal? Bau yang menyengat? Rasa yang tidak enak? Tidak demikian dengan yang satu ini. Menurut A. Retnowati, GM Hotel Horison, soup ini berkhasiat mengusir masuk angin dan mencegah flu. Rebusan ayam dan jamur dicampur dengan rempah-rempah menimbulkan rasa pedas, panas dan nikmatnya kaldu sangat menggugah selera serta memberikan kehangatan ke seluruh tubuh.

Beef Tornado

Daging steak import yang empuk ditambah mashed potato yang lembut dicampur bayam. Onion ring, asparagus dan irisan wortel goreng diletakkan di atasnya lalu disiram mushroom sauce yang agak kental, membuat lidah tak henti-hentinya berdecak nikmat. Ditambah lagi dengan suasana Laluna Western & Garden Resto yang terletak di lantai teratas. Lampu temaram, angin sepoisepoi plus pemandangan kota Semarang dari atas membuat acara dinner menjadi tak terlupakan.

Iga Bakar Sapi Lada Hitam Hot Plate

It’s very hot! Bayangkan, iga bakar dibumbui saus lada hitam disajikan di atas hot plate ditambah saus sambal kacang atau kecap manis dengan irisan cabe rawit. Nasi putihnya dibungkus daun disajikan dalam keadaan masih mengepul,mantap tentunya. Cocok untuk menjadi menu andalannya Malabar Resto & Coffee Shop.

Nasi Goreng Horison

Nasi goreng dibalut telur jaring disajikan bersama dengan ayam goreng, sate ayam lengkap dengan bumbu kacangnya beserta udang crispy dengan telur dadar. Bumbu kacangnya menimbulkan sensasi rasa manis, asin dan sedikit pedas yang membuat orang datang kembali ke Malabar Resto untuk memesan menu ini.

Kawista Sensation

Sirup Kawista yang dicampur air soda dan lime, disajikan menggunakan batang sereh segar menimbulkan perpaduan rasa manis, sedikit asam dan aroma sereh yang sangat menyegarkan.

Lemon Julius

Juice yang satu ini terasa asam manis menyegarkan dengan campurannya yang terdiri dari lemon dan orange ditambah ice cream vanila.

Laviola

Campuran utamanya Blue Curacao, guava juice dan sirup Grenadine memberikan penampilan yang menarik dengan warna ungunya yang manis, semanis rasanya. Minuman andalan Horison lainnya seperti Java Punch yang hangat dan menyegarkan, serta Teh Tarik Horison, ramuan specialnya Epit Sugiarto.

Iga Bakar Sapi Lada Hitam Hot Plate

www.travelwan.com

teks: Okto photo: Imang Jasmine

tahun 2002 ditetapkan sebagai lantai bebas asap rokok. Para tamu yang akan menginap di lantai 8 di hotel ini harus menandatangani persetujuan tidak akan merokok disana atau didenda. Menariknya, walaupun demand untuk smoking dibandingkan non-smoking lebih besar, lantai bebas rokok ini selalu penuh. Horison & Semarang Just Jazz Sejak awal tahun 2008, Horison mengadakan acara Semarang Just Jazz yang diadakan tiap bulannya. “Di bulan Desember 2008 yang lalu, Semarang Just Jazz ditutup dengan Jambore,” jelas Dina. Kawista Sensation

Berhubung di tempat-tempat lain juga mengadakan acara yang sama, untuk mengantisipasi kebosanan, di tahun 2009 ini Semarang Just Jazz diadakan 2 bulan sekali di Horison dan selalu jatuh pada malam minggu. “Tanggal 25 Juli yang lalu kami mendatangkan Idang Rasidin dengan bintang tamu Sierra di Semarang Just Jazz ini,” lanjut Dina. Selain di Semarang, Horison juga ada di Bandung, Bekasi, Palembang, Makassar dan di Pekanbaru serta Kendari yang baru akan dibuka bulan ini.

Beef Tornado

37


trip hotel&resto

ON ON Pub Bertempat di paviliun sebuah bangunan kuno jaman penjajahan Belanda, On On Pub memberikan daya tarik tersendiri bagi pengunjungnya. Berkonsep café, On On Pub memang lebih banyak menyediakan makanan ringan untuk dimakan bersama dengan teman-teman. teks: Inggit photo: Imang Jasmine

W

alau begitu, ada juga makanan yang agak berat seperti beberapa varian steak. Tempatnya dikemas untuk tempat santai dan ngobrol dengan teman atau keluarga sambil menikmati makanan dan minuman. “Tempat ini sengaja dibuat untuk bersantai. Orang-orang yang datang biasanya yang pernah tinggal di luar negeri dan merindukan suasana seperti ini,” kata Benita Eka Rijani, pemilik On On Pub. Oleh karena itu tidak heran jika pengunjung On On Pub lebih banyak expatriat yang tinggal di Semarang. “Tempat ini juga menjadi home base-nya Hash House Harriers, organisasi yang 50% anggotanya expatriat dan punya kegiatan olah raga lari di pinggiran kota,” tambah Benita. Bangunan paviliun dibiarkan seperti apa adanya dengan ubin lantai yang masih asli jaman dulu. Di dalam paviliun terdapat bar dan permainan dart. Selain bangunan paviliun, halaman terbuka yang

38

Benita Eka Rinjani

menghubungkannya dengan Hotel Candi, ditata sedemikan rupa sehingga nyaman untuk duduk-duduk sambil mengobrol. Walau gedungnya tua, tapi terjaga kebersihannya. “Gedung ini memang tidak bisa direnovasi karena dindingnya terbuat dari batu bata yang direkatkan dengan memakai tetes tebu. Kalau diganti semen bisa rontok,” kata Benita. Dinding-dindingnya dihias beberapa poster tentang lelucon ringan dan agenda kegiatan Hash House Harriers. Buka dari jam lima sore sampai tengah malam, terkadang sampai jam satu malam, On On Pub yang terletak di Jl. Rinjani, Semarang, ini menyajikan makanan dan minuman yang tak beda jauh dengan café pada umumnya. Menurut Benita, On On Pub memang sengaja tidak menyajikan menu makanan yang aneh-aneh, cukup yang biasa dijumpai di café pada umumnya, tapi mendapatkan sentuhan On On Pub, sehingga rasanya khas.


SELASIHResto

Makanan Tradisional dengan Resep Warisan Keluarga Rumah Makan Selasih hadir sebagai rumah makan keluarga dengan menu masakan tradisional Indonesia yang diolah berdasarkan resep yang diwariskan turun temurun.

R

Susi Ekawati Harsono

umah makan yang terletak di Jl. Sultan Agung no. 81, Semarang, ini dulunya dikenal dengan nama Taman Laut, yang sesuai namanya menyajikan hidangan dari hasil laut seperti kepiting, udang, cumi dan sebagainya. “Ketika bernama Taman Laut, pengunjungnya banyak kaum muda. Memang kami juga menyuguhkan live entertaiment, tapi kemudian banyak disalahgunakan sehingga terkadang dirazia polisi,” kata Susi Ekawati Harsono, pemilik restoran. Jadi kalau dulu dikenal sebagai restoran anak muda yang penuh hura-hura ketika bernama Taman Laut, kini diubah menjadi restoran keluarga setelah direnovasi di sana-sini, tambahnya.

www.travelwan.com

teks: Inggit photo: Imang Jasmine

Menempati bangunan tua jaman Belanda, RM Selasih mampu menampung sekitar 200 orang, sehingga bisa untuk pesta ulang tahun atau syukuran. “Kami juga mempunyai ruangan khusus yang bisa digunakan untuk misalnya rapat panitia atau pesta kecil dengan kapasitas 30-an orang,” kata Susi. Walau berkonsep restoran keluarga, live entertainment tetap dipertahankan berupa organ tunggal dan penyanyi yang keduanya merupakan pasangan suami istri. Penampilan mereka dapat Anda saksikan terutama pada akhir pekan. Setelah bernama RM Selasih dan menjadi restoran keluarga, menu ditambah dengan berbagai masakan tradisional

Indonesia seperti soto, tahu campur, pecel dan lain-lain yang resepnya merupakan warisan keluarga sehingga rasanya juga khas Selasih. Untuk mengakomodasi pelanggan lama, RM Selasih masih menyediakan menu-menu masakan hasil laut seperti ketika namanya Taman Laut. Satu hal yang menarik, di ruang tengah restoran ini digelar sejumlah kain batik yang berasal dari berbagai daerah, mulai Madura, Pekalongan, Kebumen, Cirebon, Pati, Banjarnegara dan lainnya. “Ini merupakan hobi saya mengumpulkan kain batik tulis dari berbagai daerah. Tapi kalau ada yang berminat membelinya, silahkan,” kata Susi.

39


trip hotel&resto

GUMAYA

tower HOTEL

Mencari hotel yang cocok saat berlibur atau melakukan pertemuan bisnis di ‘Kota Lumpia’? Gumaya Tower Hotel bisa menjadi pilihan yang tepat, karena selain memiliki fasilitas yang lengkap lokasi hotel bintang lima ini juga dekat dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Stasiun Tawang, dan sekitar 700 meter dari Simpang Lima. Letaknya yang dekat pusat kota membuat hotel ini mudah diakses dari segala arah.

K

ota Semarang yang saat ini tengah gencar berpromosi menjadi salah satu kota tujuan utama wisata dan MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition), membuat kota ini banyak berbenah diri. Pertumbuhan wisata yang meningkat dan aktivitas bisnis yang semakin intens tentu berimbas pada makin naiknya kebutuhan akan hotel. Menyadari hal tersebut, Gumaya Tower Hotel hadir dengan memberi atmosfer baru yang berkelas dan memberikan pelayanan terbaik bagi para tamunya. Termasuk pula penentuan staf terpilih yang akan melayani kebutuhan tamu dan memberikan kesan terbaik dari awal kedatangan hingga check out dari hotel ini tanpa meninggalkan ciri khas dan budaya setempat, yaitu Semarang.

40


Selain itu sebagai hotel bintang lima, Gumaya juga memiliki positioning yang kuat untuk bersaing dengan kompetitor lainnya. Tak hanya mengandalkan kekuatan 259 kamar eksklusif yang terdiri dari 217 deluxe room, 32 tower club room, 1 ambasador suite, 1 president suite, dan 8 royal suite; tapi semua kamar dirancang untuk kenyamanan maksimal dengan ruang yang lega. Bahkan untuk kamar superior di Gumaya memiliki luas sekitar 40m2 dengan desain modern yang mewah dan bathtub dengan ruang shower terpisah. Gumaya juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang memanjakan tamu seperti Spa dan Fitness Center, Swimming Pool dengan dinding kaca menghadap ke jalan Gajahmada, Ballroom dengan luas 1000m2 dan 500m2, serta area pre-function dilengkapi

teks: Okto photo: Imang Jasmine

dengan pelayanan dan fasilitas berteknologi tinggi. Segala kebutuhan pertemuan bisnis, konferensi hingga pesta pernikahan dapat diselenggarakan di hotel ini. Hotel Gumaya juga mempunyai 5 buah restoran yang siap menyajikan hidangan istimewa bagi Anda, yaitu Cascade International Restaurant, The Nobble Court - Chinese Restaurant, Sky Line - Lounge & Exclusive Dining yang terpatri dengan kaca ceiling setinggi 6 meter, Chatter Lounge, serta The Patisserie. Didukung dengan pelayanan berstandar internasional, menjadikan Gumaya sebagai hotel bintang lima yang sesungguhnya di Semarang. Pastikan Gumaya Tower Hotel sebagai rumah ke dua Anda di Semarang.


subscribe now! Get

25%

off a 2-year subscription*

Berlanggananlah sekarang selama 2 tahun dan dapatkan diskon 25% dari harga di toko buku. Majalah akan langsung dikirimkan ke alamat Anda setiap bulannya. Dapatkan diskon 20% untuk berlangganan selama 1 tahun. Subscribe to us for 2 years and get 25%* off the normal price you will get from bookstores or regular newsstands and delivery straight to your door each month. For a1-year subscription to TravelWan, get 20% off the normal price.

SAVE

Jakarta

Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (+biaya pengiriman)

Bandung, Cikarang, Cilegon, Serang (+biaya pengiriman)

Semarang, Yogyakarta, Surabaya (+biaya pengiriman)

Denpasar (+biaya pengiriman)

6 bulan (6 edisi)

15%

RP 178,500

RP 214,500

RP 223,500

RP 244,500

RP 268,500

1 tahun (12 + 1 edisi**)

20%

RP 336,000

RP 408,000

RP 426,000

RP 468,000

RP 516,000

2 tahun (24 + 2 edisi**)

25%

RP 630,000

RP 774,000

RP 810,000

RP 894,000

RP 990,000

TRAVELWAN magazine

*Hubungi kami untuk biaya pengiriman ke kota lain di Indonesia atau luar negeri. *Contact us for delivery fee to other cities in Indonesia or overseas.

Nama/Name

: (Miss/Mr./Mrs.).........................................................................................................................................................

Alamat/Address

: ...................................................................................................................................................................................

........................................................................................Kode Pos/Post Code :.......................................................

Telepon/Phone

: ..................................................................... HP/Mobile Phone :..............................................................................

Email

: ...................................................................................................................................................................................

Tgl. Lahir/Date of Birth : ................................................................................................................................................................................... Perusahaan/Company : ................................................................................................................................................................................... Jabatan/Position

: ...................................................................................................................................................................................

Company Website

: ...................................................................................................................................................................................

**Edisi bonus pilihan: pilih dari edisi (1 / 2 / 3 / 4). Lingkari pilihan Anda. **Free bonus issue choice: choose from issue (1 / 2 / 3 / 4). Circle your choice. CARA PEMBAYARAN: Transfer ke PT. Wanardi Media Emporium, Bank Mandiri KCP Muara Karang Dalam, Account No# 115-000588850-0. Fax formulir ini dengan bukti pembayaran ke TravelWan Subscription at +62-21 662 0282. Anda akan mendapatkan majalah pertama Anda dalam waktu 4-6 minggu. PAYMENT METHOD: Transfer to PT. Wanardi Media Emporium, Bank Mandiri KCP Muara Karang Dalam, Account No# 115-00-0588850-0. Fax this form & your proof of payment to TravelWan Subscription at +62-21 662 0282. You will receive your first issue within 4-6 weeks. *Promosi ini berlangsung sampai tanggal 30 September 2009. Harga dapat berubah sewaktu-waktu. *This promotion is valid only until 30 September 2009. Price can change anytime. More info: order@travelwan.com


Insert

Paket Wisata Religi

Destinasi: Menikmati Keunikan

Oleh-oleh: Dari Bandeng Presto

S

Potensi: Prospek Bisnis

Pariwisata Semarang

Sampai Gandjelrel

emarang


Insert

potensi

Pariwisata Semarang

Macan Tidur yang mulai Menggeliat Bangun heritage seperti Kota Lama, Gedong Songo, dan Lawang Sewu, wisata alam seperti gardu pandang Gombel yang telah dikenal sejak jaman Belanda, Goa Kreo, Taman Lele, dan Taman Margasatwa, serta yang lainnya. Anggaran APBD tahun 2009 tercatat Rp5 milyar untuk promosi dan pengembangan tempat wisata, sementara sektor pariwisata, termasuk hotel dan restoran, merupakan penyumbang pendapatan asli daerah ke dua setelah Pajak Bumi dan Bangunan yaitu sebesar Rp40 miliar. Walau begitu, di tengah ketatnya anggaran, Kota Semarang terus membenahi sektor pariwisatanya. Agung mengatakan bahwa salah satu jalan di Simpang Lima akan dijadikan pusat belanja seperti Orchad Road di Singapura, sedangkan Goa Kreo akan dikembangkan menjadi wisata air karena di sekelilingnya akan dibangun waduk Jatibarang seluas 120 hektar.

teks: Inggit photo: Imang Jasmine

Semarang yang sejak berdirinya dikenal sebagai kota dagang, kini mulai serius menggarap potensi pariwisata yang ada. Berdirinya Semarang Tourism Board (Smart Board) diharapkan mampu menjadi katalis dalam pengembangan wisata di kota ini.

A

gung Prijo Utomo, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang mengatakan bahwa sektor pariwisata masih berada di urutan 24 dalam skala prioritas pembangunan. “Kami mengutamakan pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Oleh karena urutan pariwisata ada di bawah, alokasi anggaran juga tidak terlalu besar,� kata Agung. Padahal, tambahnya, Semarang mempunyai tempat-tempat wisata yang sangat potensial untuk dikembangkan, mulai dari wisata religi seperti Masjid Agung Jawa Tengah, Gereja Blenduk, Sam Poo Kong dan Vihara Budhasatwa, wisata

44

Gaya arsitektur Masjid Agung yang sengaja dirancang tidak hanya sebagai tempat ibadah umat muslim semata, tetapi juga dirancang menjadi lokasi wisata religi yang membanggakan bagi Semarang, dan Jawa Tengah umumnya.

Disebut Gereja Blenduk karena bentuk kubahnya yang seperti irisan bola, sehingga orang mengatakan “mblenduk�. Bangunannya berbentuk segidelapan beraturan (hexagonal) dengan keunikan interiornya .


Searah jarum jam: - Salah satu sudut Kota Tua . - Goa Kreo, wisata alam yang tak kalah menarik dengan daerah lain di Jawa Tengah. - Di Kampoeng Wisata Taman Lele terdapat beberapa fasilitas antara lain Taman burung dan Reptil dengan berbagai macam koleksinya, Taman bermain anak-anak dengan berbagai jenis mainan, wisata air dan lain-lain. - Gedong Songo, saksi sejarah era kerajaan masa lampau

“Tanah di Semarang mempunyai ketinggian dengan kisaran yang amat lebar, mulai dari -1 meter sampai lebih dari 80 meter di atas permukaan laut. Dulu, karena tuntutan pembangunan, ijin untuk membuat sumur artesis diberikan begitu saja. Akibatnya terjadi landscape accident berupa merembesnya air laut ke dalam tanah dan muncul ke permukaan yang dikenal sebagai banjir rob. Intrusi air laut ini telah merusak infrastruktur jalan,” jelasnya. Untuk mengatasi hal itu pemerintah kota tengah membangun waduk Jatibaexploring Indonesia’s unexposed potential

rang, yang nantinya akan berfungsi sebagai sumber air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sehingga sumur-sumur artesis bisa ditutup. “Pembebasan tanah sudah selesai, jadi pembangunan waduk bisa dimulai secepatnya,” kata Agung yang menambahkan bahwa untuk menyelesaikan waduk tersebut dibutuhkan waktu lima tahun. Setelah waduk jadi, lokasi Goa Kreo akan menjadi sebuah pulau kecil di tengah waduk. Goanya sendiri yang dipercaya merupakan petilasan Sunan Kalijaga akan

tetap dipertahankan, walaupun tempatnya agak ke bawah. Sedangkan air terjun kecil dan alur Sungai Kreo yang berada lebih ke bawah lagi akan tertutup waduk. Pengunjung Goa Kreo, terutama muda-mudinya seringkali memanfaatkan batu-batu besar yang ada di sungai untuk duduk-duduk santai sambil menikmati udara sejuk dan air terjun kecil yang ada di atasnya. Menurut Agung, waduk nantinya akan dijadikan salah satu tempat wisata unggulan dengan berbagai fasilitas permainan di atas air. Sedangkan di lokasi

45


Menikmati kuliner khas Semarang di malam hari akan menjadi sajian wisata yang tak kalah menarik. Karnaval dan pasar malam ke depannya akan terus digelar di kota ini. Berdiri kokoh dan angker tepat di kawasan Tugu Muda pusat Kota Semarang, Lawang Sewu selama beberapa tahun terakhir ini memang memunculkan banyak pro-kontra, khususnya menyangkut aspek kegunaannya. Namun, eksotisme bangunan kuno yang disuguhkan terbukti mampu mengukuhkan Lawang Sewu sebagai kawasan wisata nomor satu.

Goa Kreo yang banyak monyetnya, akan dibangun fasilitas untuk pertunjukan topeng monyet, tambahnya. “Daripada mereka berkeliaran di jalan, lebih baik ditampung di sini.” Tempat lain yang juga dalam rencana pengembangan adalah Pasar Bulu yang akan dijadikan seperti Pasar Sokawati di Bali, yang menjual pernak-pernik khas Semarang khususnya dan Jawa Tengah umumnya. Agung mengatakan bahwa targetnya adalah di tahun 2012, Semarang telah siap menjadi tempat kunjungan wisata favorit. Ia berharap bahwa pihak kepolisian juga ikut membantu dengan cara tidak mem-blow up operasi-operasi minuman keras, narkoba dan teroris yang dilakukan. “Kami mendukung operasi-operasi tersebut, tapi sebaiknya tidak mengajak media. Kita bisa belajar dari Bali, operasi seperti itu hanya hasilnya saja yang diungkapkan ke media. Kalau proses penggrebekannya yang disiarkan di televisi, bisa memberikan image bahwa Semarang tidak aman. Ini tentu tidak menguntungkan untuk menarik wisatawan.” Di sisi lain, terbentuknya Semarang Tourism Board (Smart Board) diharapkan bisa mempermudah pencapaian target untuk menjadikan Semarang tempat kunjungan wisata favorit. “Beberapa tempat wisata yang membutuhkan investor untuk memperbaiki dan mengelolanya, sedang kami wacanakan agar mendapatkan keringanan pajak. Sedangkan kemudahan perijinan sudah dilakukan,” katanya. Menurut Ketua Harian Smart Board

46

Teguh Kismarjanto, dulu ijin untuk membuka travel biro di Semarang syaratnya harus menjual paket wisata yang ada di Semarang padahal tempat wisatanya belum siap. “Sekarang syarat itu tidak ada lagi. Walau begitu, kami berusaha agar tempat-tempat wisata yang ada terus dibenahi dan siap untuk dijual kepada wisatawan.” Ia memberikan contoh tempat wisata misteri Lawang Sewu, yang merupakan gedung tua milik PT Kereta Api Indonesia (KAI). “Dulu kalau ada rombongan wisatawan datang, mereka ditarik bayaran yang besarnya tak tentu, terserah penjaganya. Kini sudah ada sistem karcis dan pemandu yang dibina oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bekerjasama dengan Smart Board.” Untuk membuat tempat itu lebih menarik, pihaknya sedang mempersiapkan brosur, mengingat sejarah Lawang Sewu amat menarik sebagai latar belakang kenapa tempat ini diminati banyak pengunjung. Ketika Jepang masuk, di gedung ini terjadi pembantaian terhadap orangorang Belanda. Arwah mereka dipercaya menghantui gedung ini. Karena itu Lawang Sewu lebih banyak dikunjungi di malam hari. Selain itu, Agung juga mengatakan bahwa kearifan budaya lokal juga akan dihidupkan kembali. Salah satunya adalah Dugderan, tradisi yang diawali oleh Bupati Prabuningrat dalam menentukan awal bulan puasa dan mengumumkannya kepada masyarakat. Tradisi ini diteruskan dengan pengembangan kemasan seperti

karnaval dan pasar malam. Sementara itu, Dewi Tunjung, ketua Paguyuban Pemerhati Batik Bokor Kencono, berpendapat bahwa Semarang yang dikenal sebagai kota perdagangan masih bisa memafaatkan segi perdagangan ini untuk menarik wisatawan dengan menyediakan tempat untuk berdagang berbagai macam batik yang diproduksi di Jawa Tengah. “Kalau kita ke Solo, kita hanya menjumpai batik Solo, kalau ke Pekalongan hanya ada batik Pekalongan. Kenapa Semarang tidak menyediakan semuanya saja? Selain Solo dan Pekalongan, kita juga punya batik Lasem, Banyumasan, Kebumen, Cirebon, dan sebagainya,” katanya. Bokor Kencono sendiri merupakan paguyuban pencita batik yang secara rutin membantu pengrajin batik skala kecil yang ada di daerah-daerah di Jawa Tengah. Bantuan diberikan dalam bentuk pelatihan dalam hal pengembangan produk dan teknik serta pemasaran dengan mendatangkan rombongan wisatawan. “Baru-baru ini kami mengajak para desainer untuk mengunjungi perajinperajin batik tersebut sehingga mereka bisa berinteraksi secara langsung,” kata Dewi yang menambahkan bahwa cara ini cukup efektif dalam mempertahankan batik-batik tulis daerah yang terancam gulung tikar di tengah melimpahnya batik printing. “Kami juga membuat program-program menarik untuk kaum muda agar tumbuh rasa cinta akan batik, terutama yang tulis, dalam diri mereka.”


Insert

destinasi teks: Inggit photo: Imang Jasmine

menjelajah keunikan pariwisata

SEMARANG

S

emarang menyimpan tempat-tempat wisata yang unik dan menarik, mulai dari wisata religi seperti Masjid Agung Jawa Tengah, Gereja Blenduk, Sam Poo Kong atau Kelenteng Gedong Batu, dan Pagoda Avalokiteswara; wisata haritage seperti Lawang Sewu dan Kota Lama, serta wisata alam berupa Taman Lele dan Taman Margasatwa. Ditambah wisata kuliner dengan makanan khasnya yang terkenal enak, membuat Semarang menjadi tempat tujuan wisata yang semakin banyak diminati. exploring Indonesia’s unexposed potential

47


Insert

destinasi

Masjid Jawa Tengah agung

M

asjid yang dibangun dengan konsep tidak saja sebagai tempat ibadah, tapi juga sebagai tempat wisata, memang membuat masjid ini menjadi unik. Pengelolaannya yang diserahkan ke swasta, juga membuat masjid ini jadi nyaman untuk dikunjungi siapa saja. Dibangun oleh pemerintah daerah Jawa Tengah di tahun 2001, Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2006 dengan menandatangani prasasti yang terbuat dari batu alam setinggi 3,2 m dan seberat 7,8 ton. Kisah di balik pembangunan masjid dan prosesnya dapat Anda ikuti di museum yang terletak di lantai tiga Menara Asmaul Husna atau Al Husna Tower. Akan lebih menarik lagi bila mendengarkan narasi Teguh Raharjo, salah satu pemandu di museum tersebut. Ia juga akan menerangkan tentang falsafah yang berkaitan dengan arsitektur masjid. Selain dokumen dan bahan-bahan bangunan yang dipakai untuk pembangunan masjid, sejumlah benda yang berhubungan dengan sejarah penyebaran Islam di Jawa Tengah dan foto tokoh-tokoh Muslim di propinsi tersebut juga terpampang di dalam museum. Sebuah Al Qur’an raksasa berukuran 145 X 95 cm tulisan tangan Hayattudin tersimpan dalam peti di sini. “Ini salah satu dari enam Al Qur’an raksasa yang ditulis tangan oleh Hayattudin. Al Qur’an ini biasanya dibawa ke masjid saat bulan puasa untuk tadarus,” kata Teguh, yang menambahkan bahwa satu Al Qur’an raksasa dihadiahkan kepada Sultan Brunai dan sebagai gantinya Sultan memberikan tongkat berlapis emas yang juga dipamerkan di museum. Benda-benda lain yang dipamerkan

48

di antaranya Al Qur’an kuno yang ditulis dengan huruf Jawa, manuskrip-manuskrip kuno, batu nisan Muslim jaman dulu yang dibedakan antara pria dan wanita, serta artefak-artefak lainnya. Sebagian benda, terutama yang sangat kuno dipamerkan di museum lantai dua. Keterangan mengenai benda yang dipamerkan juga bisa didapatkan dari tiga layar sentuh. Di bawah pengelolaan PT Madani Agung Jaya, bangunan dan area di komplek masjid terus berusaha untuk dikembangkan peruntukanya. “Bangunan yang ada berdiri di atas 10 hektar lahan, sementara luas lahan keseluruhan ada 25 hektar. Rencana kita akan membangun pasar induk yang menjual bahan makanan segar, juga klinik holistik dan area bermain untuk anak,” kata Dwi Wahyudianto, marketing executive PT Madani. Saat ini fasilitas penunjang masjid sebagai tempat tujuan wisata adalah hotel dengan 22 kamar dengan kapasitas 120 orang, karena satu kamar bisa dipakai untuk lima orang dan ada dua kamar yang seperti bangsal dengan 10 tempat tidur. Di dekat hotel terdapat sejumlah toko suvenir dan pakaian muslim. Berdekatan dengan komplek toko suvernir, terdapat jajaran warung yang menjajakan berbagai jenis makanan dan minuman. Kemudian ada Convention Hall yang bisa menampung sampai 3.000 orang, dan juga Office Hall berkapasitas 700 orang yang bisa dipakai untuk meeting, seminar atau acara peluncuran produk baru. Convention Hall sering digunakan untuk pesta pernikahan, baik Muslim maupun non-Muslim. Sedangkan di Menara Asmaul Husna yang tingginya 99 meter (sesuai dengan asma-asma Allah), selain museum di lantai 2 dan 3, di lantai 18 terdapat restoran berputar yang menyediakan menu makanan tidak terlalu berat seperti bakso dan spaghetti. Jika datang bersama


rombongan, bisa juga memesan buffet. Dari restoran ini Anda bisa menikmati pemandangan kota Semarang. Bagi yang tidak ingin makan, bisa menikmati pemandangan kota semarang di gardu pandang yang terletak satu lantai di atas restoran berputar. Untuk mencapai gardu pandang, tersedia dua buah lift berkapasitas masing-masing 12 orang. Berbagai acara akbar diselenggarakan di Masjid ini, seperti menampilkan sekitara 1.000 grup rebana dan acara tahunan Dugderan yang diselenggarakan satu hari menjelang puasa. Dugderan awalnya merupakan acara pengumuman tentang awal puasa dimulai. Untuk penyelenggaraan di tahun 2009, pejabat pemerintah setempat diarak mengendarai kereta kencana menuju Masjid Agung Jawa Tengah, diiringi oleh pawai yang dipimpin oleh Warok Ngendog (patung berwujud binatang sedang bertelur yang merupakan lambang kota Semarang). Pengumuman tentang awal puasa disambut dengan bedug bertalu-talu. Acara ini juga dimeriahkan dengan pasar malam sepanjang jalan di lingkungan masjid selama dua minggu.

Masjid Agung dibangun dengan konsep tidak monopoli sebagai tempat ibadah, tapi juga sebagai tempat wisata, memang membuat masjid ini menjadi unik. Pengelolaannya yang diserahkan ke swasta, juga membuat masjid ini jadi nyaman untuk dikunjungi siapa saja.

www.travelwan.com

49


Insert

destinasi

GerejaBlenduk

G

ereja Kristen tertua di Jawa Tengah, yang sesungguhnya bernama Gereja GPIB Immanuel, memang lebih dikenal masyarakat luas sebagai Gereja Blenduk. Hal ini dikarenakan kubahnya yang seperti setengah bola yang dalam bahasa Jawa disebut mblenduk atau menggembung. Gereja Blenduk dibangun tahun 1753 pada masa penjajahan Belanda, bergaya arsitektur Pantheon dengan ciri khas gedung berbentuk heksagonal atau persegi delapan dan ditutup dengan kubah yang besar. Kubah di

50

gereja ini berlapiskan perunggu. Pada tahun 1894, gereja direnovasi oleh HPA de Wilde dan W. Westmaas sekaligus menambah dua menara di depan gereja. Letaknya yang berada di antara gedung-gedung tua di Kota Lama, membuatnya menjadi salah satu tempat tujuan wisata, yang dapat dikunjungi setiap hari. Di hari Minggu, gereja tetap digunakan untuk kebaktian. Bangku-bangku kayu dengan anyaman rotan di tengahnya, serta orgel Barok yang terdapat di dalam gereja, menambah nuansa nostalgia masa lalu. Sayang, orgelnya tidak bisa lagi dibunyikan.

Pagoda Ava

atau Vihara Budh

B

angunan indah tujuh tingkat ini tampak menonjol ketika melintasi jalan Perintis Kemerdekaan di Semarang. Diresmikan pada tahun 2006 oleh Mardiyanto, Gubernur Jawa Tengah saat itu, vihara ini tidak saja menjadi tempat sembahyang penganut Budha tapi juga menjadi daya tarik pariwisata kota Semarang. Memasuki pelataran parkir menuju bangunan pagoda, Anda akan melewati sebuah batu agak persegi dan datar yang tengahnya terdapat ‘benjolan’ persis seperti gong. Itulah asal muasal nama Watugong. Selain itu, Anda juga akan ‘disambut’ oleh pohon bodhi (Bodhi ficus religiosa) yang rindang dengan sebuah patung Budha di bawahnya. Menurut Halim Wijaya, ketua Yayasan Vihara Budhagaya Watugong, pohon tersebut dibawa dari Sri Lanka oleh Biku Narada Mahathera yang menanamnya di halaman vihara di tahun 1955. Pohon bodhi merupakan pohon suci tempat Sidharta Gautama bertapa selama 6 tahun dan mencapai pencerahan sempurna sebagai Budha. Yang menarik dari pohon ini adalah cabang-cabangnya yang semua mengarah ke halaman dan tak ada satupun yang ke arah jalan. Di sebelah Pagoda yang menjulang setinggi 45 meter, terdapat bangunan Dharmasala yang di dalamnya terdapat patung Budha yang besar. Kalau Dharmasala dipakai untuk kegiatan puja bakti penganut Budha, Pagodanya lebih untuk sembahyang etnis Tionghoa yang menjalankan Konfusianisme. Karena itu di dalam Pagoda lebih banyak dihiasi oleh patung-patung Dewi Kwan Im (Dewi Welas Asih). Di depan pintu masuk Dharmasala terdapat lukisan pada lantai berupa babi, ayam jantan dan ular yang saling menggigit dalam lingkaran. “Ini untuk mengingatkan umat untuk membebaskan diri dari iri dengki yang dilambangkan oleh ular, tamak (ayam jago) dan amoral serta kebodohan (babi),” kata Halim. Di dalam Pagoda, tambahnya, di tingkat paling atas terdapat empat patung Amitabha, yang dipercaya membawa kesejahteraan. Sedangkan di tingkat-


lokitesvara

vihara Avalokitesvara tidak saja menjadi tempat sembahyang penganut Budha tapi juga menjadi daya tarik pariwisata kota Semarang.

agaya Watugong tingkat bangunan lainnya dihiasi dengan masing-masing empat patung Dewi Kwan Im yang menghadap empat penjuru mata angin. Hampir semua bahan bangunan yang digunakan untuk membangun Pagoda didatangkan dari Cina, termasuk genteng, lampu naga, batu tangga dengan reliefnya, dan patung Burung Hong. “Karena itulah rencana pembangunan 8 bulan molor jadi 10 bulan,� kata Halim. Bangunan lain yang ada di area seluas 2,25 hektar tersebut adalah pondok-pondok untuk semedi, perpustakaan, tempat menginap biku, dan ruang kelas untuk murid-murid putus sekolah. Sedangkan di sisi lain Pagoda, rencananya akan dibangun Patung Budha setinggi 36 meter. Selain membantu mengentaskan muridmurid SD dan SMP yang putus sekolah, bakti sosial lainnya yang dilakukan umat Budha Vihara Budhagaya Watugong adalah secara rutin mengadakan pengobatan gratis serta membagikan sembako di Hari Raya. Vihara Budhagaya Watugong terbuka untuk umum dan telah terdaftar sebagai tempat tujuan wisata kota Semarang, sehingga dengan mudah Anda bisa mengunjunginya kapan saja untuk menikmati keindahannya.

Vihara dengan tujuh lantai ini bukan hanya megah dari luar, namun di ruangan dalam pun tak kalah indahnya.

exploring Indonesia’s unexposed potential

51


Sam Poo Kong atau Kelenteng

Gedong Batu Seperti umumnya bangunan kelenteng, Kuil Sam Poo Kong yang terletak di Simongan, Semarang, ini juga didominasi warna merah. Sejumlah lampion merah tidak saja menghiasi kelentengnya, tapi juga pohon-pohon menuju pintu masuk.

B

angunan inti dari kelenteng adalah sebuah goa batu yang dipercaya sebagai tempat awal mendarat dan markas Laksamana Cheng Ho beserta anak buahnya ketika mengunjungi Pulau Jawa di tahun 1400-an. Goa aslinya tertutup longsor pada tahun 1700-an, kemudian dibangun kembali oleh penduduk setempat sebagai penghormatan kepada Cheng Ho. Kini di dalam goa tersebut terdapat

52

patung Cheng Ho yang dilapisi emas dan digunakan untuk ruang sembahyang dalam memohon doa restu keselamatan, kesehatan dan rejeki. Selain bangunan inti goa batu tersebut, yang dindingnya dihiasi relief tentang perjalanan Cheng Ho dari daratan China sampai ke Jawa, di area ini juga terdapat satu kelenteng besar dan dua tempat sembahyang yang lebih kecil. Tempat-tempat sembahyang tersebut dinamai sesuai dengan dengan peruntukan-

nya, yaitu Klenteng Thao Tee Kong yang merupakan tempat pemujaan Dewa Bumi untuk memohon berkah dan keselamatan hidup. Sedangkan tempat pemujaan Kyai Juru Mudi berupa makam juru mudi kapal yang ditumpangi Laksamana Cheng Ho. Tempat pemujaan lainnya dinamai Kyai Jangkar, karena di sini tersimpan jangkar asli dari kapal Cheng Ho yang dihias dengan kain warna merah pula. Di sini digunakan untuk sembahyang arwah Ho Ping, yaitu mendoakan arwah yang tidak bersanak


Di dalam klenteng terdapat sejumlah patung, salah satunya Laksamana Cheng Ho yang banyak menarik pengunjung.

Arsitektur bangunan rumah Jawa (Joglo) menjadi bagian kuil atau kelenteng Sam Poo Kong.

Sejak renovasi besar-besaran pada tahun 2002, Sam Poo Kong menarik perhatian lebih banyak orang untuk berkunjung.

keluarga yang mungkin belum mendapatkan tempat di alam baka. Lalu ada tempat pemujaan Kyai Cundrik Bumi, yang dulunya merupakan tempat penyimpanan segala jenis persenjataan yang digunakan untuk mempersenjatai awak kapal Cheng Ho, serta Kyai dan Nyai Tumpeng yang mewakili tempat penyimpanan bahan makanan pada jaman Cheng Ho. Karena seluruh area lebih dimaksudkan untuk sembahyang, tidak semua orang exploring Indonesia’s unexposed potential

boleh memasukinya. Bangunan kuil, baik yang besar maupun yang kecil dipagari dan pintu masuknya dijaga oleh petugas keamanan. Hanya yang bermaksud sembahyang saja yang diijinkan masuk, sedangkan wisatawan yang ingin melihat-lihat hanya bisa melakukannya dari balik pagar. Sejak direnovasi besar-besaran tahun 2002 dan selesai tahun 2005, yang menelan biaya Rp20 miliar, Sam Poo Kong menarik perhatian lebih banyak orang untuk berkunjung. Lalu akhirnya di tahun 2007, pengunjung dibatasi. “Saya tahu banyak yang protes mengenai aturan ini, tapi saya berkewajiban untuk menjaga kelenteng dan seluruh isinya, serta ketenangan orang bersembahyang,” kata Priyambudi, ketua yayasan pengelola Sam Poo Kong. Selama ini banyak yang mengeluhkan kebijakan pengelola Sam Poo Kong yang

membatasi pengunjung yang boleh masuk. Priyambudi beralasan bahwa di masa lalu ketika kelenteng dibuka untuk umum, keamanan dan kebersihan menjadi kurang terjaga serta mengganggu ketenangan orang yang sedang bersembahyang. “Sebenarnya wisatawan boleh saja masuk, tapi harus punya komitmen tinggi untuk menjaga ketenangan, kebersihan dan tidak menyentuh barang-barang yang ada. Mereka juga harus membayar Rp30,000 per orang,” tambahnya. Di halaman yang cukup luas depan kelenteng, terdapat sejumlah patung, termasuk patung Laksamana Cheng Ho, yang cukup menarik untuk dinikmati. Di sinilah atraksi-atraksi kesenian berupa tari-tarian, Barongsai atau bentuk kesenian lain digelar untuk memperingati hari-hari bersejarah yang berhubungan dengan Cheng Ho atau budaya China. Di bulan Agustus, misalnya, selalu diadakan festival untuk mengenang datangnya Cheng Ho ke Semarang. Untuk bulan Agustus 2009, festival diadakan tanggal 18, memperingati HUT ke-604 kedatangan Cheng Ho. Perayaan disertai dengan arak-arakan, bazaar, dan festival Barongsai. Hari-hari besar lainnya yang dirayakan di sini termasuk di antaranya Hari Raya China (Imlek), dan hari kelahiran Cheng Ho. Kedatangan turis asing, terutama dari China, menunjukkan bahwa Sam Poo Kong dikenal luas di seluruh dunia. Menurut Priyambudi, berdasarkan uang sedekah yang ditinggalkan pengunjung, Kuil Gedong Batu juga sering dikunjungi turis-turis asing dari Amerika, Rusia, Brazil dan lain-lain. Laksamana Cheng Ho yang keturunan Persia dan beragama Islam, membuat tempat ini juga banyak dikunjungi oleh mereka yang beragama Islam, termasuk para turis yang datang dari China.

53


Insert

Gedong Songo

culture

Terletak di Desa Candi, Ambarawa, Gedong Songo merupakan peninggalan budaya Hindu jaman Wangsa Syailendra abad ke 9 (tahun 927M). Area candi ini kemudian diketemukan oleh Stamford Raffles (Gubernur Jendral Hindia Belanda) pada tahun 1804. Sesuai dengan arti namanya dalam bahasa Jawa yaitu gedong yang berarti bangunan, dan songo yang berarti sembilan maka Gedong Songo berarti sembilan bangunan candi. Kesembilan candi ini tersebar di lereng gunung Ungaran dengan ketinggian 1.200 m di atas permukaan laut. Memasuki komplek Gedong Songo, kita harus membayar karcis, wisatawan nusantara (wisnu) Rp7.000, wisatawan mancanegara (wisman) Rp25.000. Karena candi-candi dibangun terpisah ke atas lereng, ada dua cara untuk bisa menikmati semua bangunan candi, yaitu dengan berjalan kaki atau menyewa kuda dengan tarif Rp50.000 untuk wisnu dan Rp70.000 untuk wisman. TravelWan memilih untuk naik kuda. Kuda di sini sangat jinak dan sudah mengenal daerahnya. Kami menyelusuri jalan setapak yang kebanyakan menanjak melewati hutan-hutan pinus yang masih alami and melawati bangunan candi dari urutan ke 1, 2, 3,...sampai 9. Udara yang dingin dengan aroma dedaunan yang lembab menambah keasrian alam. Sebelum mencapai candi ke-9 terdapat lapangan luas yang biasanya digunakan untuk gathering, piknik, bermain bola atau hanya sekedar berlatih kuda dan dudukduduk santai. Candi ke-9 melambangkan perjalanan akhir menuju kesempurnaan, menuju Nirwana dan pada kenyataannya memang seolah-olah kita berada di Nirwana. Pemandangan di sekelilingnya berupa

54

gunung dengan kabut di puncaknya, lereng gunung dengan candi-candi serta pepohonan yang hijau, sungguh menyegarkan jiwa dan raga. Jalan setapak yang berulir rapi dan pemandangan ke arah kota di bawah menambah kesempurnaannya. Dalam rute pulang yang menurun, kami melewati sumber mata air panas yang muncul dari perbukitan. Asapnya yang mengebul serta sekelilingnya berwarna kuning menandakan panasnya air dan kandungan belerangnya. Di sana juga tersedia kolam untuk berendam, hanya dengan Rp3.000 kita sudah dapat menikmatinya. Bagi yang ingin berendam di sini sebaiknya memakai baju renang atau membawa baju ganti, karena kolamnya terbuka. Di beberapa tempat terdapat warungwarung yang buka, terutama di akhir pekan, dengan sajian mulai dari snack sampai dengan bakso berikut dengan berbagai minumannya. Akhirnya rute perjalanan TravelWan pun berakhir. Bagi yang tidak ingin ke atas, di bawah terdapat hiburan musik yang disajikan live oleh para musisi lokal yang tak kalah hebatnya dengan musisi dari luar. Selain itu kita juga bisa menyewa kuda untuk rute yang berbeda seperti keliling desa.

Lawang Sewu

Bangunan kuno bersejarah ini menjadi icon dari kota Semarang. Terletak sekitar dua kilo meter dari arah Simpang Lima, Lawang Sewu belakangan menjadi objek wisata yang terus menarik para pengunjung. Lawang Sewu atau Pintu Seribu (dalam Bahasa Jawa-red) merupakan bangunan yang didirikan sejak tahun 1903, dan baru diresmikan penggunaannya 1 Juli 1907 untuk kantor pusat perusahaan kereta api (trem) penjajah Belanda atau Nederlandsch

Indishe Spoorweg Naatschappij (NIS). Gedung bergaya art deco ini juga merupakan karya arsitek Belanda ternama, yaitu Prof Jacob F Klinkhamer dan BJ Queendag. Gedung ini memang menyimpan segudang sejarah, seakan sama banyak dengan jumlah pintu yang dimilikinya. Terdapat tiga lantai jika Anda memasuki

gedung ini , pada lantai pertama dan kedua terdapat puluhan ruang yang tersebar, berbeda dengan lantai tiga yang hanya terdapat satu ruang sangat besar. Konon, ruangan ini dulunya merupakan hall yang difungsikan sebagai ruang pertemuan. Sama seperti banguan-bangunan tua yang lain, memasuki runga-ruang yang ada di gedung ini membutuhkan mata yang jeli. Karena gedung ini tidak dilengkapi penerangan yang memadai, penerangan yang ada hanya dari sinar matahari yang masuk. Namun keindahan arsitektur terutama hiasan warna-warni kaca patri berpola indah dan masih kokohnya bangunan ini meski telah berusia ratusan tahun akan membuat Anda betah berlamalama di dalam gedung ini. Kisah pembataian yang dilakukan tentara Jepang terhadap orang-orang Belanda juga menjadi daya tarik tersendiri, yang konon arwah mereka dipercaya masih gentayangan di gedung Lawang Sewu. Karena itu tidak heran jika di malam hari, terutama di malam Jumat, banyak wisatawan yang berkunjung. “Saya pernah membawa rombongan pada jam dua sampai jam tiga dini hari,� kata Maryanto, salah satu pemandu di sana. Ia menambahkan, untuk wisata misteri di malam hari, umumnya pengunjung lebih suka memasuki penjara bawah tanah karena lebih ‘seram’.


Taman Lele

Nama Taman Lele diberikan karena memang dulunya terdapat kolam sumber mata air yang penuh dengan ikan lele. Sayangnya lelenya semakin habis dan setiap kali disebar benih lele tidak bisa berkembang, sehingga pihak pengelola saat ini sedang membuat 5 kolam lele buatan yang terbuat dari kaca. Kolam lele tersebut di jaman dulu dianggap keramat, karena lele yang berkembang biak di sana dipercaya berasal dari ikan lele yang lepas ketika dibawa oleh seorang sunan yang sakti. Sampai saat ini sejumlah masyarakat masih memakainya sebagai tempat syukuran. Taman Lele kini dikelola oleh pemerintah kota dengan menambah sejumlah fasilitas seperti kamar penginapan, restoran, kolam dengan sepeda air, gazebo, sejumlah binatang melata dan burung, serta kolam renang untuk anak. Letaknya yang berada di jalur pantura,

yang banyak dilewati oleh mereka yang bepergian dari Jakarta menuju Semarang dan Surabaya atau sebaliknya, menjadikan Taman Lele tempat persinggahan yang strategis. Sepuluh kamar penginapannya dilengkapi AC, TV dan air panas, dengan tarif Rp120.000 per malam. Menurut Lilis Yuliarti, salah satu pengurus Taman Lele, fasilitas penginapan tidak saja digunakan oleh wisatawan dari luar kota, tapi juga sering dimanfaatkan oleh perusahaanperusahaan di sekitar Taman Lele untuk pelatihan, workshop dan yang lainnya. Taman Lele yang luasnya sekitar 22.000

m2 terletak di tepi jalan Raya Tugu kurang lebih 7 km dari Tugu Muda kearah barat , dibuka setiap hari pukul 08.00 – 18.00 WIB. Harga karcis masuk Rp3.000, tetapi di saat Lebaran naik menjadi Rp6.000.

Goa Kreo

Lokasinya yang terletak di lereng bukit 350 m di atas permukaan laut, membuat udara di kawasan wisata Goa Kreo terasa sejuk. Monyet-monyet setengah jinak akan menyambut kedatangan Anda. Kontur alamnya yang naik turun cukup tajam membuat area wisata ini lebih banyak dikunjungi oleh kaum muda. Untuk menuju ke Goa Kreonya sendiri harus menuruni puluhan anak tangga dengan kemiringan yang cukup tajam. Menurut legenda, goa ini merupakan petilasan Sunan Kalijaga. Konon di tahun 1400-an, Sunan Kalijaga bertapa di dalam Goa Kreo untuk mendapatkan petunjuk kayu yang paling cocok untuk dipakai sebagai tiang utama masjid yang akan dibangunnya di Demak. Dalam masa bertapanya, ada empat ekor kera yang membantu Sunan dengan menyediakan makanan berupa buah-buahan. Kini kera-kera tersebut telah beranak pinak dan diperkirakan jumlah mencapai 300-an ekor, menurut Asron, pengelola Goa Kreo. Di sekitar goa terdapat tanaman langka Bambu Krincing yang dipercaya tumbuh dari tusuk sate yang dibuang oleh Sunan. Konon rumpun bambu tersebut terkadang mengeluarkan aroma seperti bau sate. Asron mengatakan bahwa di area Goa Kreo terdapat banyak tanaman langka seperti Jangkang, Kemloko dan sebagainya. “Sebenarnya dulu pernah didata dan diberi label pada pohonnya, tapi sekarang label-labelnya sudah banyak yang hilang,” tambahnya.

Selain monyet, tanaman langka, dan sejuknya udara, pengunjung terutama yang masih muda umumnya lebih suka menikmati air terjun yang terletak jauh di bawah. Walau air terjunnya kecil, tapi di Sungai Kreo di bawahnya terdapat banyak batu-batu besar. Di sinilah mereka dudukduduk sambil menikmati segarnya udara. Akan tetapi mereka harus waspada karena sungai ini ternyata bisa tiba-tiba menjadi deras. “Karena itu kami selalu memperingatkan mereka agar segera naik jika langit di sebelah utara mendung, walau di sini cerah. Biasanya kami mendapatkan laporan cuaca dari Badan Meteorologi dan Geofisika, jadi kami akan melarang pengunjung untuk turun ke sungai jika cuaca tidak membahayakan. Selain itu juga selalu meminta mereka untuk segera naik ke atas sebelum petang,” kata Asron.

Bonbin Mangkang

Selain memiliki segudang bagunan bersejarah, Semarang juga mempunyai tempat wisata alam. Salah satunya adalah Taman Margasatwa Semarang atau Bonbin Mangkang yang berada di ujung Barat Kota Semarang. Di kawasan ini terdapat puluhan bahkan ratusan jenis satwa yang bisa Anda saksikan, dan bagi Anda yang berlibur bersama keluarga kawasan ini juga menyediakan berbagai fasilitas permainan yang bisa dinikmati. Kebun binatang yang terletak di perbatasan Semarang-Kendal ini diresmikan pada tahun 2007, lokasinya yang lumayan mudah dijangkau baik dengan kendaraan pribadi maupun umum menjadikan kawasan ini tak pernah sepi dari pengunjung. Kebun Binatang ini, sekarang sudah memiliki sekitar 150 ekor hewan yang terdiri dari 40 jenis spesies dan rencananya koleksi binatang di tempat ini akan terus ditambah. Cukup dengan membayar tiket masuk Rp 1500,- pada hari biasa dan Rp 3000,- di hari libur, Anda bersama keluarga bisa menikmati keanekaragaman jenis satwa yang ada. Atau Anda juga bisa mencoba berbagai fasilitas out bond yang tersedia seperti flying fox, jaring laba-laba, dan lain sebagainya. Bagi yang suka berinteraksi dengan binatang, tersedia ular python untuk dipegang dan dikalungkan di leher dan diambil fotonya. Tentunya ada pawang yang akan membantu Anda agar binatang tersebut tidak membahayakan. Kemudian ada burung garuda yang bisa diajak bertengger di lengan untuk foto bersama.

55


Insert

oleh-oleh

Dari Bandeng Presto sampai Gandjelrel Sehubungan dengan oleh-oleh, Semarang biasanya identik dengan lumpia, wingko babat dan bandeng duri lunak yang lebih populer dengan istilah bandeng presto. Ketiganya dapat Anda jumpai di sepanjang salah satu sisi jalan Pandanaran. Selain pedagang kaki lima, oleh-oleh tersebut juga tersedia di toko-toko besar seperti Bandeng Juwana yang sudah dikenal sejak tahun 1981. Di toko ini tidak saja tersedia berbagai macam bandeng duri lunak dan tanpa duri, tapi juga penganan kecil khas Jawa Tengah lainnya seperti moci, enting-enting, jenang, getuk, wajik, pukis sampai cake dan roti jaman dulu yang disebut Gadjelrel yang artinya bantalan rel kereta. Satu lagi oleh-oleh khas Semarang, yang banyak digemari, yaitu Tahu Serasi. Kali ini TravelWan berkesempatan melihat dari dekat proses pembuatan tahu Serasi milik Pak Teddy di Bandungan. Merek Serasi diberikan oleh mantan Bupati Susmono ketika merasakan enaknya tahu yang disuguhkan saat berkunjung. Memasuki ruangan, TravelWan melihat beberapa wanita sedang mencetak tahu dengan cara membungkus bahan tahu yang masih hancur dengan kain putih dan dibentuk kotak. TravelWan dipersilahkan mencoba. Terbesit keraguan karena belum dimasak atau digoreng. Tapi karena penasaran, akhirnya TravelWan mencobanya dan ternyata sudah matang. Tahu terasa lembut dan fresh, enak sekali. Kata Pak Teddy, untuk membuat tahu yang enak, yang paling penting higienis dan keaslian bahannya terjaga, sedangkan cara pembuatannya sama saja. Kedelai direndam 4 sampai 5 jam lalu digodok kemudian diberi bibit fermentasi untuk menjadi tahu. Air yang keluar setelah kedelai menjadi tahu nantinya digunakan kembali sebagai bibit fermentasi. Dengan begitu tidak akan ada limbah yang merusak lingkungan sekitarnya. “Air limbah tahu, apalagi yang sudah diendapkan, sangat bagus untuk tanaman,� katanya Penggodokan dilakukan dengan menggunakan kayu bakar dan uniknya

56

Lumpia, Bandeng Presto, Tahu Serasi, Wingko Babat dan Gadjelrel penganan khas Semarang yang cocok untuk buah tangan kunjungan Anda di Semarang. (photo: Imang Jasmine)

bau bakaran tidak mempengaruhi tahu. Ini disebabkan karena tingginya panci sehingga asap tidak masuk ke dalam panci. Untuk menghindari racun yang mungkin timbul dari zat besi maka semua panci dan alat-alat lainnya menggunakan bahan dasar stainless steel.

Di sini juga diproduksi susu sari kacang kedelai. Kebanyakan orang takut untuk minum sari kacang kedelai karena dapat menyebabkan asam urat. Menurut Pak Teddy, selama kulit kacang kedelainya tidak ikut dimasak, malah bagus untuk mengobati asam urat.


Hiasan Foto di Atas Lapis Legit

Produk lapis legit Niki Sae, di bawah naungan perusahaan Holli Food Enterprise, tak pernah berhenti berinovasi mengembangkan produknya. (photo: Imang Jasmine)

Bagi penggemar lapis legit yang ingin memanfaatkannya sebagai kue ulang tahun atau untuk perayaan lainnya, Niki Sae bisa menyajikan lapis legit dengan hiasan berupa foto di atasnya.

“Foto apapun bisa dicetak, berikut ucapan kata-katanya,” kata Agung Kusuma Halim, pemilik lapis legit Niki Sae. Ia menunjukkan contoh kue lapis legit yang di atasnya dihias foto seorang ahli gizi, berikut kata-kata yang berhubungan dengan acara pertemuan para ahli gizi. Anda akan melihatnya sebagai foto atau brosur yang ditempelkan pada kue. “Seperti kuenya, foto itu dapat dimakan karena terbuat dari gula,” katanya. Foto apapun, kata Agung, bisa dicetak menggunakan printer khusus pada kertas yang terbuat dari gula yang disebut edible paper. Sedangkan tintanya dari pewarna www.travelwan.com

makanan yang telah lulus uji dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). “Produk lapis legit Niki Sae telah mendapatkan sertifikasi halal dari MUI,” tegasnya. Agung menambahkan ia juga sempat membuatkan kue dengan foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di atasnya. “Sekarang ini sedang mengerjakan pesanan kue dengan foto direktur utama United Tractor di atas lapis legit berukuran 50 X 50 cm.” Produk lapis legit Niki Sae, di bawah naungan perusahaan Holli Food Enterprise, tak pernah berhenti berinovasi mengembangkan produknya. Kalau dulu hanya dikenal dengan produk lapis semarang-nya yang terdiri dari 14 lapisan, kini berbagai cita rasa termasuk olesan es krim di antara lapisannya juga tersedia. Selain rasa, tambah Agung, “kami juga terus mengembangkan bentuk kue berikut kemasannya.” Dengan demikian kini Anda bisa menemukan kue lapis legit tidak saja berbentuk segi empat dan bujur sangkar, tapi juga bulat, atau berbentuk hati. Belum lama ini Niki Sae berpartisipasi dalam promosi Indonesia di Singapura, ‘Enchanting Indonesia’, dengan menampilan lapis legit yang dikemas dalam bentuk Tugu Muda, landmark-nya kota Semarang. Sebagai salah satu produsen oleh-oleh khas Semarang, Niki Sae telah membuka

pintu ‘dapur’-nya untuk kunjungan wisatawan. Dengan demikian turis yang datang tidak saja bisa menikmati tokonya yang unik, tapi juga melihat proses produksinya yang higienis dan menggunakan bahan yang segar. “Telur yang kami pakai adalah telur yang keluar hari itu juga. Kami bekerja sama dengan peternak ayam untuk mendapatkan telur yang segar setiap harinya,” kata Martha, salah satu pegawai Niki Sae kepada TravelWan saat berkunjung ke sana. Niki Sae (Holli Food Enterprise) Jl. Senjoyo II/1, Semarang Tlp. (+62-24) 3557 477

57


Spa

on the Sky

Memasuki ruang Spa on the Sky untuk perawatan spa di Susan Spa & Resort yang terletak di atas lereng gunung Ungaran, memang bagaikan sedang berada di atas langit. Anda akan merasa seperti seorang dewa atau dewi yang sedang dimanjakan oleh bidadari.

S

etelah perjalanan yang cukup menantang menuju Susan Spa & Resort di Desa Piyoto, Bandungan, Semarang, dengan jalanan yang menanjak dan berkelok, Anda akan disambut dengan udara segar pegunungan dan lobi yang lapang dan nyaman. Kemudian Anda akan disodori pilihan produk perawatan yang tersedia dan seorang konsultan akan membantu menentukan produk yang paling tepat

58

untuk Anda, disesuaikan dengan kondisi kulit dan kebutuhan akan hasil akhir. “Misalnya kulit yang sering terpapar matahari dan kusam cocok untuk mendapatkan perawatan Glorious Grape. Anggur mengandung zat yang berkhasiat untuk melindungi kolagen dan memperbaiki sel kulit yang rusak akibat sinar matahari,� kata Tenri Duppawati, Spa Manager di Susan Spa & Resort. Kandungan vitamin C-nya yang tinggi juga mencerahkan dan menjaga elastisitas kulit serta menunda timbulnya garis-garis halus pada kulit, tambahnya. TravelWan memutuskan untuk mencoba treatment ini. Ritual dimulai dengan minum secangkir herbal berupa wedang jahe untuk menghangatkan tubuh, mengingat lokasi spa yang terletak di ketinggian 1,100 m di atas permukaan laut membuat udara cenderung dingin. Setelah ganti baju dengan kimono batik yang disediakan, ritual berikutnya adalah merendam kaki di air hangat dalam baskom yang diberi serai dan irisan jeruk purut sehingga menimbulkan aroma yang menyegarkan. Kemudian dilanjutkan dengan scrub di seluruh tubuh dengan aroma anggur yang kental tercium. Selesai scrub, tubuh dimasker kemudian dilanjutkan dengan mandi susu dan berendam di dalam bathtub sambil menikmati pemandangan terasteras sawah dan lereng lain dari gunung Ungaran. Setelah itu membilasnya dengan

Dengan pemandangan alam perbukitan yang indah, udara yang sejuk, serta bangunan bergaya klasik modern, membuat Susan Spa & Resort menjadi tempat paduan antara spa dan resor yang indah dan nyaman. (Photo: doc. Susan Spa).

mandi di dalam shower, lalu pijatan menggunakan essential oil pun dimulai. Treatment berakhir dengan menikmati lagi secangkir herbal dan kali ini TravelWan memilih kunyit asem. Seluruh perawatan memakan waktu 2.5 jam dengan hasil berupa tubuh yang terasa segar, rileks dan menebarkan wanginya aroma anggur. Menurut Nunuk, terapis yang menangani TravelWan, untuk mendapatkan hasil maksimal, treatment sebaiknya dilakukan dua minggu sekali. Selain 10 ruang perawatan spa, Susan Spa & Resort juga menyediakan perawatan wajah, pelangsingan dan salon kecantikan. Fasilitas penunjang meliputi studio kebugaran yang dilengkapi berbagai jenis peralatan latihan, jacuzzi, sauna, dan kolam renang indoor dengan air hangat. Bagi mereka yang ingin menginap, tersedia 20 guest rooms. Sementara itu ballroom berkapasitas 150 orang bisa dimanfaatkan untuk meeting, seminar, konferensi atau resepsi pernikahan. Eden Park seluas 4.000 m2 juga sering dimanfaatkan untuk pesta pernikahan. Di dekat taman ini sedang dibangun chapel La Kana, untuk pemberkatan pernikahan, yang konstruksinya mengingatkan kita akan gedung Sydney Opera House. Menurut Tenri, La Kana direncanakan untuk mulai berfungsi di bulan Oktober.


SEMARANG ilustrasi: Artoio Gomes

60


akomodasi kota SEMARANG HOTEL Grand Candi Hotel Jl. Sisingamangaraja No. 16 Semarang Telp. 024-8416222 Ciputra Jl. Simpang Lima Semarang Telp. 024-8449888 Grand Santika Jl. Pandanaran No. 116-120 Semarang Telp. 024-8413115, 8413121 Patra Jasa Jl. Sisingamangaraja Semarang Telp. 024-8314442, 8314441 Horizon Jl. K.H. Ahmad Dahlan No. 1 Semarang Telp. 024-8450045 (Hunting) Novotel Jl. Pemuda No. 123 Semarang Telp. 024-3563000, Fax. 024-3584252 Pandanaran Jl. Pandanaran No. 58 Semarang Telp. 024-8452952 Siliwangi Jl. Mgr. Sugiyopranoto No. 61 Semarang Telp. 024-3542635, 3542636 Grasia Jl. S. Parman No. 29 Semarang Telp. 024-8444777 Gumaya Tower Telp. 024-3551999 Ibis Telp. 024-8317573 New Metro Telp. 024-3457371 Semesta Telp. 024-3576000

RESTORAN Vina House Jl. Diponegoro A/29 Semarang . Telp. 024-8410100 Gang-Gang Sulai Jl. Diponegoro No.27 Semarang. Telp. 024-5315389 Grand Panorama Jl. Setiabudi (Taman Tabanas) Gombel Semarang Holiday. Jl. Pemuda No. 35 Semarang Kampung Laut Jl. Taman Puri Maerokoco PRPP Semarang Korean Seoul Jl. Pandanaran No. 109 Semarang.Telp. 024-3522460 Nglaras Roso Jl. Thamrin No. 126 Semarang. Telp. 024-5348919 Pesta Keboen Jl. Veteran No. 24 Semarang. Telp. 024-8310620 Taman Laut Jl. Sultan Agung No. 81 Semarang Xio Bawang Jl. S. Parman No. 52 Semarang Black Canyon Jl. Rinjani (024-8507655) De Koening Jl. Pemuda (024-3580966) De Joglo. Jl. S. Parman Gama Restoran. Jl. Sultan Agung Ikan Bakar Cianjur. Jl. Soeprapto (024-3562333)

Semarang Galeri Kota Lama

H2 Jl. Mataram

Rumah Seni Yaitu Kp. Jambe Jl. Mataram

Widya Mitra Jl. Singosari

PUSAT PERBELANJAAN Gelael Cabang Semarang Jl. Simpang Lima No. 1 Semarang Telp. 024-8415112 Makro Jl. Brigjen Sudiarto No. 123 Semarang Pasar Jatingaleh Kecamatan Banyumanik Pasar Johar Kecamatan Semarang Tengah Pasar Peterongan Kecamatan Semarang Selatan Java Super Mall Jl. MT. Haryono No. 992-994 Semarang Telp. 024-8410008 Matahari Plasa Simpang Lima Semarang Jl. A. Yani No.1 Semarang Telp. 024-8444203, 8413334 Pasar Bulu Kecamatan Semarang Selatan

Panorama Gombel. Jl. Setiabudi

Pasar Karangayu Kecamatan Semarang Barat

Pondok Daun. Jl. Arteri Yos Sudarso Soto Bangkong. Jl. Brigjen Katamso (024-8412842 Semarang Restaurant. Jl. Gajah Mada

Rinjani Telp. 024-8443232

S2. Jl. Sisingamangaraja (024-8503344)

Belle View Telp. 024-8504433

Museum RongTaman Budaya Rd. Saleh gowarsito Jl. Sriwijaya Jl. Abdulrahman Saleh

Linds Ice Cream. Jl. Papandayan

Puri Garden Telp. 024-7606606

Santika Telp. 024-8412491

TAMAN BUDAYA / MUSEUM / GALERI SENI

P U S AT O L E H - O L E H Bandeng Presto Jl. Pandanaran (024-8312223)

Candi Baru Telp. 024-8312512

Loenpia Express Jl. Gajah Mada (024-3547697)

Pondok Serata Telp. 024-7470270

Wingko Babad Jl. Suari Kota Lama

Quirin Telp. 024-354706

Klub Merby Jl. Mataram

Ingin agar hotel Anda lebih terlihat? Dengan harga yang sangat kompetitif, Anda bisa memasukkan logo dan detail foto dari hotel Anda di halaman Travelwaninsert: Akomodasi, Hotel Directory List. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Ching-Ching di (021) 6678261 atau email di info@travelwan.com

www.travelwan.com

61


technofile

GPS & Pengembangan Aplikasinya

teks: Okto

Pernah mengalami tersesat? Pasti menyebalkan. Selain bolak-balik, kadang rasa panik kerap menghampiri, apalagi jika nyasarnya di daerah yang belum pernah dikunjungi. Membawa peta memang bisa menjadi solusi, tapi bentuk peta yang lipatan ditambah sulitnya mencari titik koordinat membuat orang mulai meninggalkan peta dan memanfaatkan Global Positioning System (GPS) untuk membantu mencari lokasi tujuan saat berpergian.

G www.gpsnavigation365.com

PS merupakan alat yang menginformasikan posisi kita di bumi ini. Seiring perkembangan, banyak aplikasi GPS yang diciptakan, tidak hanya sekedar untuk mengetahui posisi tapi juga menuju suatu sistem yang mengeksploitasi informasi itu untuk kemudahan penggunanya. Fungsi alat ini tidak saja digunakan oleh perusahaan dalam memantau kegiatannya, tapi GPS juga dapat digunakan untuk berbagai aktivitas termasuk mereka yang sering melakukan traveling. Seperti diketahui, sebelum alat ini dikenal, dahulu orang menggunakan beberapa tanda alam dalam menentukan lokasi dan arah. Pada saat mereka berada di darat, mereka menggunakan beberapa acuan alam seperti pegunungan, pepohonan ataupun jenis bebatuan. Tanda-tanda alam di atas sifatnya tidak kekal. Apabila terjadi bencana alam, misalnya banjir yang mengakibatkan tanah longsor atau gempa bumi, dapat menghilangkan semuanya itu. Untuk menggantikan tanda-tanda alam tersebut, maka orang mulai menggunakan kompas sebagai penentu arah. Selain itu orang juga menggunakan rasi bintang tertentu sebagai penentu arah, terutama para nelayan. Namun metode pengamatan bintang ini sangat memakan waktu karena orang harus menghitung sudut yang ada diantara bintangbintang untuk menentukan arah bepergian di lautan yang luas.

www.pablo30.com

62


www.hotinstock.com

blog.unila.ac.id

Dengan GPS, alat ini mampu memberikan posisi dengan cepat secara terus menerus di seluruh dunia tanpa bergantung waktu dan cuaca. Artinya, dengan alat ini siapapun dapat mengetahui posisi geografis (lintang, bujur, dan ketinggian di atas permukaan laut) sebuah daerah. Bahkan karena karakteristiknya ini, penggunaan GPS belakangan dipercaya dapat meningkatan efisiensi dan fleksibilitas dari pelaksanaan aktivitas yang terkait dengan penentuan posisi, karena dapat memperpendek waktu pelaksanaan dan sanggup menekan biaya operasionalnya. Seperti yang dikatakan Reinhardt Kumala, General Manager PT Asia-Digital, GPS adalah alat penerima sinyal, satelitnya sendiri ada sekitar 30 unit lebih yang tersebar mengelilingi bumi. Sinyal yang dikirim oleh satelit-satelit ini akan diterima oleh unit GPS. Saat ini sistem GPS sudah banyak digunakan orang di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, terutama digunakan pada aplikasi-aplikasi yang menuntut informasi tentang posisi.

www.secca.org

www.travelwan.com

GPS Kini Saat ini GPS adalah sistem satelit navigasi yang paling populer dan paling banyak diaplikasikan di dunia, baik di darat, laut, udara, maupun angkasa. Disamping aplikasiaplikasi untuk militer, bidang-bidang aplikasi GPS yang cukup marak saat ini antara lain meliputi survai pemetaan, geodinamika, geodesi, geologi, geofisik, transportasi dan navigasi, pemantauan deformasi, pertanian, kehutanan, dan bahkan juga untuk orang-orag yang suka melakukan traveling. Perangkatnya sendiri sudah banyak yang beredar, tapi pada dasarnya ada tiga macam tipe alat GPS, dengan masing-masing memberikan tingkat ketelitian posisi yang berbedabeda. Tipe alat GPS pertama adalah tipe navigasi (Handheld dan Handy GPS), tipe ini sering digunakan untuk keperluan umum seperti pada ponsel, penunjuk arah pada alat transportasi, untuk pendakian maupun adventuring. “Dengan alat ini orang-orang yang menyukai perjalanan terutama yang bersifat adventure tidak perlu lagi takut akan kehilangan arah, karena alat ini mampu menjadi petunjuk Anda selama perjalanan. Alat ini bisa menunjukkan posisi, track, map, dan navigasi arah. Dengan bermodalkan alat ini kita bisa marking plot tempat-tempat yang menarik seperti sungai, warung makan, air terjun atau point of interest yang lain dan nantinya bisa kita dapat share ke para traveler lain yang mungkin akan berkunjung ke lokasi yang sama,â€? papar Reinhardt. Tipe alat yang kedua adalah tipe geodetik single frekuensi (tipe pemetaan), yang biasa digunakan dalam survai dan pemetaan yang membutuhkan ketelitian posisi sekitar sentimeter sampai dengan beberapa desimeter. Dan tipe terakhir adalah tipe geodetik dual frekuensi yang dapat memberikan ketelitian posisi hingga mencapai milimeter. Tipe ini biasa digunakan untuk aplikasi precise positioning seperti pembangunan jaringan titik kontrol, survai deformasi, dan geodinamika. Selain itu alat ini sekarang juga banyak digunakan sebagai alat navigasi. Beberapa jenis kendaraan kini juga telah dilengkapi dengan GPS untuk alat bantu. Dengan menambahkan peta, maka bisa digunakan untuk memandu pengendara, sehingga pengendara bisa mengetahui jalur mana yang sebaiknya dipilih untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Ini juga sekaligus pertanda bahwa makin banyak bidang aplikasi yang potensial yang dapat ditangani dengan menggunakan GPS. Sebagai informasi, alat ini mulai dikembangkan tahun 1973 dan beroperasi dengan sempurna pada tahun 1994. Cakupan GPS meliputi seluruh tempat di dunia, beroperasi secara terus menerus serta tidak bergantung pada cuaca. GPS dapat digunakan oleh banyak orang pada saat yang sama. Informasi yang diberikan GPS adalah posisi 3D, kecepatan, serta informasi waktu.

63


etalase Pen Tablet Grafis Terbaru

teks: Okto

I

ntuos4, merupakan pen tablet profesional berkemampuan tinggi yang dirancang dan dikembangkan sebagai alat desain yang memberi produktivitas tinggi berdasarkan analisis alur kerja

penggunanya. Sebagai hasilnya, perangkat ini dilengkapi dengan IC dan fungsi display. Dibandingkan dengan generasi sebelumnya, Intuos4 memiliki fitur yang lebih banyak dan canggih. Misalnya IC terbaru tersebut telah meningkatkan kecepatan kerja dari informasi tekanan pen, dari 1024 level tekanan yang sebelumnya tersedia di

Intuos3, kini digandakan menjadi 2048 dalam Intuos4. Pada ujung pena intuos4 juga dilengkapi dengan sensor yang lebih peka. Hal ini tentu memberikan kemampuan berekspresi lebih baik ketika menggambar walaupun hanya dengan sentuhan-sentuhan ringan. Dengan semua tomboltombol operasi disusun di salah satu sisi dan desain simetris secara vertikal, produk ini cocok bagi penggunaan tangan kanan maupun kiri, cukup dengan memutarnya 180 derajat.

Produk Terbaru dengan City Navigator

T

elah hadir Garmin Nuvi serie 205i dan 205Wi (Versi Indonesia). GPS ini dibundle dengan peta City Navigator update terbaru yang meliputi daerah-daerah pelosok di pulau Jawa dan sekitarnya. Nuvi series dengan berbahasa Indonesia telah disempurnakan

C

anon kembali melahirkan Legria HF20 dan Legria HF200 yang dirancang sebagai HD camcorder untuk memberikan

64

pengalaman tak terlupakan bagi para penggunanya dengan berbagai fitur unggulan juga kinerja yang sempurna, memiliki bodi lebih compact

Apalagi ditambah dengan pilihan ukuran yang variatif ini, pengguna dapat memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Garmin Nuvi

dengan voice guidance dan text menunya. Diharapkan dengan hadirnya series Nuvi ini pengguna/penggemar teknologi GPS menjadi lebih nyaman dan efektif dalam menggunakan fitur dari manfaat GPS ini. Garmin Nuvi 205i berukuran display 320 x 240 pixels dengan

High Definition Camcorder Ultra Compact, Powerful dan Stylish

Intuos 4

kapasitas penyimpanan 1000 waypoint/titik. Sedangkan Nuvi 205Wi dengan dimensi unit sekitar 4.8�W x 2.9�H x .8�D (12.2 x 7.4 x 2.0 cm). Batere bisa bertahan 4 sampai 5 jam, dan sudah tersedia kabel pengisi batere untuk dicolokkan ke ciggarete lighter.

Canon LEGRIA

dibandingkan model camcorder sebelumnya. Piranti ini dilengkapi dengan memori internal 32GB dan memory external SDHC card, sedangkan LEGRIA HF200 hadir bagi para pengguna yang lebih memilih external memory SDHC card untuk media penyimpanannya. Kedua camcorder ini dibekali dengan optical zoom yang dapat dibanggakan. Camcorder ini menawarkan 15x optical zoom dan Optical Image Stabilization (OIS) untuk memastikan gambar tampak

lebih tajam di berbagai kondisi.

Keduanya dapat menghasilkan video 24mbps yang merupakan bit rate tertinggi pada format AVCHD Camcorder pada saat ini; mampu memproduksi video dengan detil yang luar biasa dan berbagai efek suara. Selain itu didukung juga dengan fitur XV colour support, memungkinkan menampilkan hasil video dengan warna 1.8 kali lebih baik jika dibandingkan dengan HDTV signal.


ELMO SUV-Cam II

B

uat yang punya hobi melakukan outdoor activity alat ini bisa membantu Anda membuat dokumentasi kegiatan. Kamera ELMO SUV-Cam II ini memang dirancang untuk kegiatan luar ruangan dan memungkinkan Anda membuat rekaman tanpa harus memegang kamera.

Kamera berkualitas standard-definition video ini dibuat sangat ringkas dengan ukuran kamera yang kurang lebih berukuran sebesar lipstik. Kamera mini ini terhubung dengan recording unit yang dilengkapi dengan layar berukuran 2,2 inci lewat sebuah kabel sepanjang kurang lebih 1,5 meter.

PowerShot

C

anon sebagai pemimpin industri kamera digital yang telah dikenal dunia akan kualitas hasil fotonya, kembali menggebrak dunia fotografi melalui sederetan kamera kompak Canon PowerShot seri terbarunya; SX200 IS, D10, A2100 IS, A1100 IS dan A480. Kamera-kamera ini hadir dengan peningkatan resolusi untuk hasil foto yang lebih

Camera Video untuk Outdoor Activity Hal tersebut menjadikan alat ini ideal saat digunakan di luar ruangan. Anda dapat menempelkan head kamera di posisi yang pas untuk pengambilan gambar sementara recording unit dapat Anda simpan di dalam saku atau Anda kaitkan pada ikat pinggang.

Teknologi Kamera yang Mengerti Anda tajam dengan dibarengi desain dan warna yang memukau. Canon PowerShot SX200 IS, D10, A2100 IS, A1100 IS hadir dengan sensor CCD beresolusi 12.1 megapixel dan teknologi prosesor terbaru DIGIC 4. Resolusi 12.1 megapixel memungkinkan pengguna untuk memperbesar gambar favoritnya hingga sebesar ukuran kertas A2. Kamera-kamera seri terbaru ini juga menawarkan

fitur terbaru yang semakin memanjakan dan memudahkan penggunanya, yaitu Auto Shooting Mode dan Scene Detection. Fitur ini secara cepat akan menentukan semua pengaturan kamera yang paling tepat berdasarkan objek yang dibidik.

Garmin Oregon 300i

G

armin Oregon 300i built-in basemap merupakan piranti canggih dengan tampilan 2D, barometric altimeter sebagai alat pengukur tinggi, berbagi data nirkabel, touchscreen, high-sensitivity GPS, display warna, slot kartu microSD. Garmin Oregon 300i dilengkapi dengan kemampuan bertukar data secara wireless, seperti bertukar titik/waypoint, route, track, bahkan lagu mp3.

www.travelwan.com

GPS Oregon 300i juga sudah mendukung fitur pemetaan topografi. Dengan fasilitas layar sentuh pada Garmin Oregon 300i membuat navigasi menjadi mudah. Layar warnanya mempunyai resolusi tinggi, kompas elektronik, dan bisa menghitung luas area dan lain-lain. Garmin Oregon didesain tipis dan sangat ringan, dapat digunakan untuk mengawasi perubahaan cuaca. Garmin Oregon 300i jika

Canggih dengan Layar Sentuh

digunakan di laut bisa menggunakan peta laut/bluechart G2 vision untuk menentukan kedalaman laut, serta navigasi laut. GPS Oregon 300i juga tahan air dan tahan tekanan.

65


snapshot

Festival Krakatau Pamerkan Daya Tarik Wisata Lampung

Festival Krakatau, yang pada tahun ini memasuki gelaran ke-19, merupakan agenda tahunan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung dalam rangka mempromosikan obyek dan daya tarik wisata yang tersebar di ujung paling selatan dari pulau Sumatera.

K

egiatan yang menjadi core event dari Visit Indonesia Year 2009 dan Visit Lampung 2009 tersebut, mengambil saat-saat bersejarah di sekitar meletusnya Gunung Krakatau pada tanggal 26-27 Agustus 1883. “Adanya kegiatan ini merupakan salah satu sarana untuk melakukan kerjasama di bidang perdagangan, investasi dan pariwisata bagi Provinsi Lampung khususnya maupun peserta dari luar daerah,� kata Gubernur Lampung Sjachroedin ZP. Selain sebagai upaya untuk mempromosikan kekayaan budaya dan pariwisata, pemerintah daerah Lampung juga mengundang sebanyak 18 Duta Besar (Dubes) dari negara sahabat untuk menunjukkan peluang investasi yang dapat ditanamkan di provinsi ini. Salah satunya pemaparan proyek Jembatan Selat Sunda sepanjang 30 kilometer yang menghubungkan antara pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Para Dubes juga diajak untuk berekowisata ke kawasan Tampang Belimbing, yang merupakan bagian dari Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), agar mereka dapat turut berpartisipasi dalam usaha pelestarian lingkungan. Kegiatan utama festival yang berlangsung pada 25-29 Juli 2009 ini, diisi dengan rangkaian acara Krakatau Night, Tour Krakatau, Krakatau Jetski, Lampung Expo, Pagelaran Seni Budaya Nusantara, Travel Exchange, Fam Trip dan Festival LayangLayang. Acara pembukaan dimeriahkan dengan tarian massal, pagelaran budaya dan pawai topeng dari 11 kabupaten/kota, pengalungan bunga oleh gajah yang diberikan kepada Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia Cameron R. Hume serta atraksi paramotor. Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lampung Erwin Nizar, festival ini juga dapat berfungsi sebagai motivasi untuk berbenah diri termasuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang lebih baik. Beberapa kegiatan pendukung seperti motor trail adventure, krakatau offroad, scooter krakatau rally, pemilihan Muli Mekhanai Lampung dan lomba tari kreasi daerah, turut pula diselenggarakan untuk lebih menarik wisatawan. Gubernur Lampung, Sjachroedin ZP secara resmi membuka Festival Krakatau. Gelaran Festival Krakatau yang ke 19 yang menjadi core event Visit Indonesia Year 2009 dan Visit Lampung 2009. Acara semakin meriah dengan penampilan beragam tarian daerah serta parade kebudayaan, salah satunya adalah rombongan pengisi acara dengan serba batik. (Photo: MJA. Nashir)

66


Seren Taun 641

P

erayaan Adat Kasepuhan Ciptagelar Banten Kidul dalam mensyukuri hasil tanam padi yang setahun sekali. “Padi masih bisa tumbuh dan menghasilkan bulir, berarti alam masih berbaik kepada kami� kata Abah Ugi kepala Adat Kasepuhan Ciptagelar. Masyarakat Ciptagelar yang mendiami

puncak pegunungan Halimun Jawa Barat masih menggunakan pola pertanian tradisional, mereka tidak memperjual belikan hasil tanam padinya, dari ritual tradisi saren taun, mereka percaya bahwa berapapun hasil panen akan mencukupi untuk hidup satu tahun kedepan bagi 23.704 jiwa penduduknya. Saren taun dipertahankan dari waktu

kewaktu, banyak wisatawan hadir menjadi wisata budaya menarik. Minggu 9 Agustus 2009, setelah ritual dan doa-doa Abah Ugi memasukkan padi ke Leuit si Jimat (lumbung), lumbung-lumbung padi pendudukpun serentak penuh dengan 4.830 ton hasil panen tahun ini.

Photo: Imang asmine

www.travelwan.com

67


snapshot

17th Indonesia International motor Show 2009 Perhelatan akbar the 17th Indonesia International Motor Show (IIMS) 2009 kembali digelar. IIMS 2009 yang resmi dibuka Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tampil lebih meriah dengan beragam acara pendukung yang akan memberikan pengalaman baru pada para pengunjungnya.

M

enurut Ketua penyelenggara IIMS 2009 Djohnny Darmawan, yang juga sebagai Wakil Ketua Gaikindo, upaya industri otomotif untuk melaksanakan IIMS tahun ini harus disikapi

dengan positif dan optimis sehingga dapat mengangkat daya beli dan meningkatkan gairah pasar karena industri ini merupakan penyumbang pajak terbesar nomor empat di Indonesia. "Berbagai inovasi teknologi yang diciptakan oleh berbagai merek karena semakin peduli lingkungan menunjukan sudah adanya komitmen mereka," jelasnya. Pameran ini didukung 21 merek mobil dan sepeda motor antara lain, Audi, Daihatsu, Foton, Hino, Honda, Hyundai, Isuzu, Mitsubishi, Nisan, Nisan, Diesel, Froton, Toyota, VW, VW Bentley, BMW, Masda, Mercedes Benz, Jaguar, Suzuki, Kia, dan Cherry. Selain itu, tampil juga mobil-mobil mewah seperti Ferrari, Maserati, Lamborghini, Aston Martin, Hummer,

Kelezatan Kuliner Nusantara di Festival Makanan Warisan Enak

Menikmati gurihnya Gulai Kepala Ikan Bungus serta nikmatnya Bebek Sayeki dan Belut Ngagel tidaklah harus jauh-jauh pergi ke Padang dan Surabaya. Pada Festival Makanan Warisan Enak kedua yang digelar di UKM Gallery, SMESCO Indonesia, hidangan tersebut dapat langsung dinikmati kelezatannya karena secara khusus didatangkan dari tempat asalnya.

M

enurut Direktur Utama LLP-KUKM Harun Kussuwardhono selaku pengelola gerai ritel UKM Gallery dan SMESCO Indonesia, Festival ini merupakan kegiatan promosi bagi UKM di bidang kuliner yang rencananya akan diadakan secara rutin sebagai bagian dari kegiatan promosi produk-produk UKM. Pada gelaran tersebut, para pengunjung dapat mencicipi keunikan citarasa 30 masakan istimewa dari berbagai daerah di Indonesia yang dikumpulkan dalam satu lokasi. Ia menambahkan, penyelenggaraan Festival Makanan Warisan Enak pertama

68

Jeep dan lainnya. Sedangkan untuk merek sepeda motor diajang IIMS 2009 diantaranya Honda, Kawasaki, Yamaha, Piaggio dan Harley Davidson. Acara IIMS 2009 kali ini bertempat di Jakarta International Expo Kemayoran dan berlangsung dari tanggal 24 Juli sampai dengan 02 Agustus 2009.

pada bulan Mei lalu diikuti oleh para pelaku UKM yang bergerak di bidang kuliner. Berlangsungnya acara itu berhasil menarik berbagai kalangan untuk turut serta menikmati lezatnya hidangan aneka makanan warisan daerah dari berbagai penjuru nusantara. Menyusul kesuksesan pesta makanan tersebut, UKM Gallery kembali melangsungkan acara yang sama selama tiga hari berturut-turut pada tanggal 17-19 Juli. “Kami sedang terus menerus melakukan kegiatan promosi produk-produk


FGD Expo 2009

Ajang Perayaan Insan Kreatif Indonesia Pameran dua tahunan Forum Grafika Digital Expo 2009 (FGD Expo), yang menampilkan produk dan jasa industri grafika nasional, selalu dikemas dengan tampilan yang berbeda sejak pertama kali digelar pada tahun 2003.

D Sangar, gagah dan futuristik menjadi daya pikat tersendiri bagi pengunjung IIMS 2009

KUKM yang ada di UKM Gallery, salah satunya melalui rangkaian acara Warisan Enak ini,” katanya. Ia mengutarakan LLP-KUKM juga berupaya menjaga warisan budaya Indonesia dengan terus menerus melakukan pengembangan desain agar daya saing produk meningkat sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. “SMESCO Indonesia ingin meyakinkan dan membuktikan kepada masyarakat bahwa produkproduk KUKM memiliki kualitas yang baik dan dapat disejajarkan dengan produk internasional.” Aneka masakan yang ditampilkan antara lain Nasi Goreng Kampung Jakarta, Nasi Kebuli Abu Salim, Gulai Iga Melayu ‘Noe’, Mie Yamin ‘Warung Lela’ Bandung, Sop Kambing Dudung Kp. Melayu, Lontong Kikil Yu’ Mi, Sate Ayam Sambas ‘Udin Kelana’, Iga Bakar Marannu, Laksa Ayam Toko 9, Soto Tangkar Tanah Tinggi dan Batagor Abuy Bandung.

www.travelwan.com

engan tampilan dan kemasan yang dinamis pada setiap penyelenggaraannya, maka tak heran jika pengunjung dari ajang ini selalu meningkat. Tidak kurang dari 150.000 orang memadati Jakarta Convention Center sebagai tempat pelaksaan seluruh rangkaian acara yang dibingkai dalam FDG Creative Celebration 2009. Acara ini juga bukan hanya menawarkan pameran dan ajang berjualan, tetapi juga menggelar seminar dan kegiatan lain yang turut memeriahkan event yang kali ini diperluas ke pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Gabungan seminar dan diskusi yang dikemas secara inovatif menampilkan sejumlah desainer lokal yang telah membawa nama Indonesia ke tingkat internasional. Sementara berderet program pendukung turut pula menjadi daya tarik bagi para pengunjung. Salah satunya kegiatan yang diadakan oleh Fresh melalui Graphic Creativity. Kegiatan tersebut mencoba membagi informasi mengenai dunia graphic dari para profesional di bidangnya hingga fashion show dengan para model yang terdiri dari blogger, plurker dan onliner ternama di tanah air. Terkait dengan kegiatan tersebut, Fresh bekerjasama dengan TravelWan mengadakan kompetisi ‘Blogger Journey Chapter 0I: Sumatra’ yang pendaftarannya dimulai sejak 22 Juli hingga 31 Agustus. Hadiah yang ditawarkan bagi para pemenang berupa tiga pasang paket perjalanan dan satu pasang paket perjalanan untuk model fashion show terfavorit.

FGD Expo 2009 kali ini tidak hanya dimonopoli sebagai ajang niaga, tetapi beragam kegiatan juga digelar seperti seminar dll. (Photo: Jenifer)

Menampilkan tiga karakter dari 14 pilar industri kreatif, yaitu kemasan, promosi hingga penerbitan, pameran ini berhasil merepresentasikan berbagai kepentingan lintas industri, komunitas dan profesi. Sehingga layak jika gelaran yang berlangsung pada 30 Juli - 2 Agustus ini dijadikan parameter alternatif bagi dunia industri kreatif Indonesia yang terus berkembang secara signifikan.

Fashion show dengan para model yang terdiri dari blogger, plurker dan onliner ternama di tanah air.

69


snapshot

ASPPI gelar Travel Mart yang pertama Setelah kurang lebih satu tahun berdiri, Asosiasi Profesional Pariwisata Indonesia (ASPPI) mengadakan kegiatan Travel Mart mereka yang pertama di Puri Agung Hotel Sahid Jaya Jakarta.

D

Travel Mart dihadiri 35 seller yang mewakili hotel, usaha transportasi, biro travel dan restoran.

engan konsep Business to Business (B2B), acara ini menghadirkan 35 seller yang mewakili hotel, usaha transportasi, biro travel, restoran dan perwakilan dari ASPPI daerah. Travel Mart ini juga tergolong unik karena setiap seller memiliki karakteristik khusus yang menawarkan produk-produk unggulan mereka di tiap-tiap daerah. Keunggulan tersebut membuat masing-masing seller memiliki kesempatan untuk saling bertansaksi satu sama lain dalam melengkapi paket-paket wisata yang akan mereka kemas. Ketua pelaksana ASPPI Travel Mart (ATM) Romy Raden Machmud mengutarakan dilang-

sungkannya kegiatan ini selain sebagai salah satu wadah promosi bagi anggota asosiasi untuk lebih maju, juga untuk membantu perkembangan pariwisata di Indonesia. “Kami ingin agar pariwisata Indonesia terangkat dengan mematangkan dan mengembangkan potensi yang ada sehingga transaksi bisnis juga menjadi lebih baik dengan paket-paket yang semakin vatiatif,” ujarnya. Sebanyak kurang lebih 150 buyer yang merupakan para praktisi biro perjalanan wisata potensial dari Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, Bekasi dan Bandung diundang dalam gelaran yang berlangsung selama satu hari penuh pada tanggal 6 Agustus. Ia berharap para seller yang berpartisipasi memperoleh jumlah transaksi yang cukup baik mengingat kegiatan ini diadakan sebelum libur Hari Raya Idul Fitri dan dapat menambah jaringan bisnis mereka.

Borobudur International Festival 2009 Dengan tema besar “The Revival of A World Wonder” atau “Kembalinya Sebuah Keajaiban Dunia”, Borobudur International Festival 2009 digelar dengan harapan pariwisata di Jawa Tengah akan semakin dikenal oleh dunia dan secara tidak langsung akan mewujudkan masyarakat Jawa Tengah yang semakin sejahtera.

F

estival yang dibuka oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik di pelataran candi Borobudur ini terbagi menjadi sub bagian dengan tema dan tujuan yang lebih spesifik. Performing a World Wonder (Pertunjukan Seni dan Budaya) Mempertunjukkan seni dan budaya Indonesia dan negara tetangga seperti

70

Philipina, Malaysia dan Thailand di atas pentas. Diharapkan seni budaya Indonesia akan semakin dikenal oleh Negara lain. Presenting a World Wonder (Pameran Pariwisata, Perdagangan dan Investasi) Merupakan pameran hasil produk dari berbagai daerah di Indonesia juga memperkenalkan daerah pariwisata Indonesia. Diikuti oleh para produsen, pengrajin, asosiasi sampai kepada pemerintah provinsi, kota, daerah dan dinas seluruh Indonesia. Visiting a World Wonder (Widyawisata) Tour ini hanya ditujukan kepada para peserta buyers yang berasal dari luar Jawa Tengah. Para peserta diajak ke beberapa tempat pariwisata yang terkenal di sekitar Jawa Tengah seperti Losari Coffee Plantation, resort and spa, naik kereta api wisata bergerigi dari Stasiun Kereta Api Bedono menuju Stasiun Kereta Api Ambarawa. Selling a World Wonder (Borobudur Travel Mart 2009)

Merupakan ajang pertemuan antara buyers dan sellers atau semua pihak yang terlibat dalam bidang pariwisata Jawa Tengah. Para buyers yang mayoritas Travel agent bertemu dengan para sellers yang mayoritas dari perhotelan dan tempat wisata lainnya. Para peserta bukan hanya berasal dari Jawa Tengah saja tapi ada juga dari daerah lain seperti Jakarta, Bandung, dan Bali. Discussing a World Wonder (Seminar Internasional) Merupakan rangkaian acara terakhir dari Borobudur International Festival 2009 yang berupa seminar serta diskusi dengan pihak-pihak yang terkait langsung dengan dunia pariwisata. Borobudur International Festival diselenggarakan tanggal 16 Juli 2009 sampai dengan 20 Juli 2009 oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan para pelaku pariwisata.


calendarofevents September Konser Orkes Kamar Tßbingen 1 September 2009 Gedung Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail

Lebaran Fair 2009

chinese Festival

27 September 2009 Batam

11 - 13 September 2009 Exhibition Hall A + B Jakarta Convention Center

imang jasmine

rearechelon/flickr

skyscrapercity.com whitehotmagazine.com

Pameran Indonesian-Chinese Contemporary Art

"Back Nature" 4 - 14 September 2009 Galeri Nasional Indonesia

72

Grebeg Pasa

21 September 2009 Kasunanan SurakartaMasjid Agung Surakarta


grebeg syawal

21 September 2009 Alun-alun Jogkarta

pjwar/flickr

wanderingangel/flickr

tumpek uduh/ tumpek warga 19 September 2009 Bali

Maha Bandana (pesta budaya) September 2009 Denpasar -Bali

upcomingevents

jogjainfo

Indonesia Maritim Expo 2009 2 - 4 Oktober 2009 Assembly Hall 1,2,3 JCC Indonesia Tourism & Travel Fair 2009 2 - 4 Oktober 2009 Exhibition Hall A + B JCC bragafestival/flickr

Bandung festival 2009 25 September31 Oktober 2009 Bandung

www.travelwan.com

Asian Gas Exhibition 5 - 10 Oktober 2009 Plenary Hall JCC Indonesia Ornamental Fish Show 9 - 11 Oktober 2009 Assembly Hall 1,2,3 JCC The 13th Indonesia Furniture Show 10 - 18 Oktober 2009 Exhibition Hall A + B JCC 73


Bright Prospect of Religious Tourism

C

onsidering that the majority of Indonesian people are Muslims, no wonder the number of travel agencies specializing on Islamic pilgrimage of umrah keeps increasing, following the growing number of the pilgrims. According to Herman Barata, secretary general of Indonesian Assosiation of Haj and Umrah Pilgrimage Operators (AMPHURI), the number of umrah pilgrims in the last three years increased by 10% per year. Meantime, the number of hajj and umrah pilgrimage operators is predicted more than 300 of which about 200 join AMPHURI. Last year AMPHURI sent 160,000 umrah pilgrims. Barata said that he believed the current issue of swine influenza and global crisis would not affect the number of umrah pilgrimage this year. “Unlike conventional tourists who can easily cancel their trip whenever there is a negative issue, pilgrimage tourists are different. Their faith is strong and their intention is performing a religious service.” The same opinion was shared by Harry Karnadi from Myrons Travel who serves pilgrimage tours for Catholics, and Nans who is in charge of Holyland Tour Operation at Smailing Tour. “Even if there is a war, Indonesian pilgrims would not be afraid to continue their pilgrimage traveling,” Nans said. The obstacles, according to them, usually came from the shortage of plane seats especially during peak season and taking care visa. “Some embassies

74

Unlike conventional tours, the tour packages related to pilgrimage are less vulnerable to various negative issues of war, diseases and security, thank to the strong faith of Indonesian people.

St. Peter, Basilica, Vatican (italianvisit.com)

now apply tighter policy in issuing visa. Previously we can take care of it as the representative of the tour group, but now everyone in the group has to show up at the embassy. It becomes a big problem when the pilgrims are coming from outside Jakarta,” Karnadi said. The changing policy in taking care visa also bothered Barata. “This year Saudi Arabia applies new rule that women under 45 years old have to be escorted by their husband or male sibling.” The prices of pilgrimage tour packages usually at around US$2,000s, depending on the ticket price and the hotel. “These two are the main factors in shaping the price,” he added. Myron Travel who provides a pilgrimage tours to Mexico by visiting Guadalupe,


Cathedral of Cuernavaca, Mexico Sam Kelly (flickr.com)

Puebla, Ocotlan, Cuernavaca, Guanajuanto, Guadalajara, Morelia, Acapulco and others; as well as Jerusalem and Europe, set the price between US$2,500 to US$4,000. Another difference in packaging pilgrimage tour is the presence of a religious leader in every group. “The more popular the religious leader is, the easier to get more pilgrims to join in the tour,” said Nans. Herman added that in pilgrimage tour, the religious side should become the focus in packaging it. “There are some rituals which have to be performed and not everybody knows how to do it. That’s the role of the religious leader, to lead the religious services. When the pilgrims are satisfied with the way the religious services performed, they become very effective words of mouth marketing agents.” Similar opinion was expressed by Karnadi. “The qualified religious leader and pilgrimage sites with intense religious contents are our main concerns in packaging the pilgrimage tours. We want people to experience religious traveling which hopefully can strengthen their faith.” Myrons Travel, according to him, sent nine groups of 15-80 people annually. “The high season is usually in Christmas time, Easter, school holiday and Idul Fitr holiday or between May and October.” In the meantime, Nans said that Smailing Tour sent at least one group of 20-45 people in a low season, while in high season more than one group. She further said that Smailing Tour provided Holyland Only package with destinations of Israel and Jordan, and Holyland Plus with additional destination of Egypt, Turkey and Europe. Umrah pilgrimage tour packages, Barata said, also varied with the main destination of Mecca in Saudi Arabia. “Some packages make use of transit time to have a tour to Yemen and others provide an additional destination like Egypt, Turkey, or Jerusalem.” The peak season for umrah pilgrimage, he added, was usually in Ramadhan fasting month, increasing the price significantly. “If in March-May, the price could be as low as US$1,300, during Ramadhan fasting month it would become US$1,800 or more.” Masjid Agung, Semarang (imang jasmine)

www.travelwan.com

75


Vihara Budhagaya, Watugong, Semarang (Imang Jasmine)

Puppet seller in Semawis night market, Semarang (Imang Jasmine)

Old buildings still in good condition and most of them are located in the Kota Lama area (Willy Tikoalu)

Semarang Pacing Up Tourism Development As the capital city of Central Java Province and located on the coast line of northern sea of Java, Semarang has been growing into a noted trade city. Realizing it’s big potentials on the tourism sites, Semarang is now pacing up the development of the sector. 76


Rawa Pening, Ambarawa, Semarang (Yap Siauw Soen Gie )

A

gung Prijo Utomo, head of the Tourism Office in Semarang, said that tourism sector sit on the 24th of the Semarang development priority list. “The three top priorities are education, health and infrastructures. Since the tourism is at the low level of the priority list, the consequence is that the budget for the promotion and development of the sector is small.” On the other side, Semarang has tourism sites with big potentials to develop, he said, adding that amid the low budget the development of tourism sector would keep going. “The founding of Semarang Tourism Board (Smart Board) is expected to catalyze the tourism development.” Smart Board is manned by tourism business players. Utomo further said that the tourism development programs included the transformation one of the roads in Simpang Lima (Tugu Muda) area to become shopping center similar to the Orchard Road in Singapore and the construction of 120-hectare Jatibarang Dam surrounding Kreo Cave area which in the end would be showcased as a tourism site of water activities. “We have landscape accidents here, where the sea water sipping through the land and coming out as a flood. That’s www.travelwan.com

because there are to many artesian wells here while some areas are under the sea water surface level. The sea water infiltration has been damaging the roads,” he added. The construction of Jatibarang Dam is expected to help resolved the problem. To be started this year, the construction of the dam is predicted to need five years to complete. The dam is designed to supply the clean water to all Semarang residents and when the construction is finished, the artisian wells will be closed down. The dam will also be developed into tourism site offering various kinds of water activities and interesting sceneries. “The Kreo Cave area will become an isle in the middle of the dam. The place will also get an additional facility for staging Topeng Monyet (a play using monkey as the artist coming with traditional music and a narator-ed),” Utomo said. Kreo Cave is a home of about 300 Javanese monkey. Another place to be developed, according to him, was Bulu Market. The traditional market would be altered into a market like Sokawati in Bali where touirsts could find local souvenir products at low prices. “Basically we will keep developing with the target in 2012 Semarang will be ready as a favorite tourist destination,” Utomo said. He also said that it was under discussion that investors who wanted to invest on the

tourism sector would get tax incentives. “In the meantime, the procedure in taking care of business license has been simplified.” According to Teguh Kismarjanto, daily chairman of Smart Board, in the past those who filed for establishing travel bureau had to meet a condition of selling tour packages of tourism sites in Semarang while the sites were not ready yet. “Now such a condition doesn’t exist anymore. However, Smart Board will keep trying to improve the tourism sites in Semarang to make them more enjoyable to visit.” He gave an example of Lawang Sewu, an old and iconic building renown for its art deco architecture and being haunted. “To make the place more interesting, we’re going to make a brochure, telling the historical story of the building.” Lawang Sewu used to be the office of train company under the Dutch colonial government called Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij (NIS). When Japan invaded Semarang, many Dutch people were murdered there. Some people believe that their spirits are still haunting the building. That’s why the building is open for midnight tours. “Sometime tour groups came at two or three o’clock in the morning. They believed that at midnight and before dawn, they could spot some ghosts,” said Maryanto, one of tour guides stationed at the building. Semarang has many old buildings still in good condition and most of them are located in the Kota Lama area, including Gereja Blenduk (Emmanuel Church) which is still functioning. The church has become a religious tourist destination, along with Masjid Agung Jawa Tengah (The Central Java Great Mosque) noted for its six big electronic umbrellas resembling the ones in Saudi Arabia, Sam Poo Kong, dan Vihara Budhagaya Watugong. Other than religious tourism sites, tourists coming to Semarang can enjoy nine old temples of Gedong Songo, a theme park of Taman Lele where some collection of aves are available, mini zoo of Taman Margasatwa where visitors can pose for photographs with a python circling their neck or a Garuda bird sitting on the arm. Another spot to never be missed is Gardu Pandang Gombel where people can anjoy the beautiful view of Semarang city from a high land, especially in the night.

77


(photo: MJA. Nashir)

Sam Poo Kong The Chinese Temple, also known as Gedung Batu (Stone Building), was originally a cave inside a rocky landscape dated back in 15th century. After being covered by a landslide in 18th century, the local people rebuilt it into a shrine to honor Chinese Muslim Admiral Cheng Ho.

B

eing a natural harbor, Semarang was ideal for his trade mission. An anchor and the hull of a wooden vessel displayed inside the temple complex are the evidence of the maritime escapades. Cheng Ho’s journey from China to Semarang is also descriped by reliefs on the wall. Unlike the other shrines, not everybody is allowed to enter Sam Poo Kong. Only those who have the intention to pray by bringing the hios (joss sticks) will get the entry permission by the security officers guarding the entry gate. Others will only be able to enjoy the temple behind the fence.

78

“I know many people have been protesting my policy to the stern rule on limiting the visitors inside the temple. I need to protect the interest of the pilgrims to have peaceful environment to pray,” said Priyambudi, the chairman of foundation who manages Sam Poo Kong. He reasoned that in the past, when anybody was free to enter the temple, the result was more detriments than benefits. “Some objects were lost, trashes found here and there, and the noise was disturbing.” He further said that he was not against tourism. “Tourists are still welcome as long as they have strong commitment to not touch anything, keep their voice down, do not liter, and pay Rp30.000 per person.” The center of temple complex is the room with the satue of Sam Poo Kong surrounded by flamed candles and burning incense. Being sacred and spiritual in its essence, people come here to pray and learn their destiny by performing a certain ritual. Those who cannot enter the temple still have things to enjoy such as the souvenirs shops, bazaar, and barongsai performances in festivals to celebrate important historical moments, such as the birth of Cheng Ho, the day Cheng Ho came to Semarang, Chinese New Year or Imlek, and so on. The festivals usually are held in the yard of the temple complex. Sometime, especially to commemorate the Cheng Ho arrival in Semarang in August, there is a carnival led by people carrying Cheng Ho statue.


tourisminbrief The 13th edition of Nusa Dua Fiesta 2009, earlier known as Nusa Dua Festival, is scheduled to be held on October 17-21. During the five days show, visitors will be able to enjoy many kinds of performances related to art, culture, and sports, as well as exhibitions and fun games.

gotosanur.com

European Union has lifted air travel ban to four Indonesian airlines, namely Garuda Indonesia, Mandala Airlines, Airfast Indonesia and Ekspres Transportasi Antarbenua (PremiAir) since July 15, 2009. The decision is based on satisfactory improvements and accomplishments of the Indonesian civil aviation authority in the safety area.

The Komodo National Park will have a chance to be elected as one of the New7Wonders of Nature, to be announced in 2011, after it was selected as 28 finalists. For those who are willing to participate in giving their vote, can log on to the websitehttp://www.new7wonders.com or by dialing +41 77 312 4041 and insert 7717 to support the national park.

Museum Bank Indonesia, located on Jl. Pintu Besar Utara No.3, becomes more attractive with information technology support and artistic touch in presenting data and artifacts related to Bank Indonesia history. The opening ceremony, which marks the central point of preparing the museum since 2003, was held on July 21 by President Susilo Bambang Yudhoyono.

gebikins/flickr.com airliners.net

Etihad Airways improved its connection flight from Jakarta to Abu Dhabi since September 1, which makes the schedule is shorter around 1.5 hours than earlier timetable. The flight takes off from Jakarta at 07.25 pm and arrives in Abu Dhabi at 00.15 am local time, so it is possible for passengers to arrive in Europe the next morning.

Mandala Airlines and Bank Bukopin signed payment ticket cooperation on July 29, so for those who want to travel by the airlines are able to settle the transaction via 334 ATM spread all over Indonesia. The cooperation is intended to offer customers a convenient way in booking and paying ticket.

www.travelwan.com

79


travellogue

Etika di Dalam Pesawat Terbang Yang namanya etika, memang bukan peraturan tertulis, tapi sudah seharusnya kita bersama-sama menerapkannya demi kepentingan banyak pihak. Pelanggaran etika inilah yang masih sering saya jumpai ketika naik pesawat terbang.

Y

teks: Maria Margareta illustrasi: Hermawan Pagarintan

ang paling ‘bandel’ adalah soal telepon genggam dan peralatan elektronik. Sudah jelas-jelas diumumkan oleh awak pesawat untuk mematikan telepon genggam dan barang elektronik lainnya ketika pesawat hendak lepas landas, karena akan mengganggu navigasi and sistem pengisian bahan bakar pesawat, masih saja ada yang tidak mengindahkannya. Beberapa kali saya ‘bertetangga’ dengan orang yang terus saja asik melihat-lihat foto di kamera digitalnya walau pesawat sudah akan take off, atau orang yang masih saja berbincang di telepon genggamnya. Begitu juga ketika pesawat menyentuh landasan dan belum berhenti, sejumlah orang berlomba untuk menghidupkan telepon genggamnya. Lalu terdengar pembicaraan yang hampir serupa, “Saya baru saja sampai, tapi masih di dalam pesawat nih.� Hal seperti ini tidak saja membahayakan orang lain, karena pesawat belum berhenti, tapi juga mengganggu kenyamanan secara umum. Apa salahnya bersabar sedikit lagi? Lalu mengenai barang bawaan,

80

etikanya sesedikit mungkin yang dibawa ke dalam kabin pesawat. Yang bisa dibagasikan, sebaiknya dibagasikan. Ketika Anda harus memasukkan terlalu banyak barang ke dalam bagasi kabin, Anda akan menimbulkan antrian yang panjang, dan dua kali, yaitu ketika naik dan hendak turun. Selain itu pastikan nomor duduk Anda benar, sehingga tidak perlu memindahkan barang ketika ternyata harus pindah karena salah tempat duduk. Jika bepergian dengan keluarga atau teman, usahakan mendapatkan duduk berdekatan sehingga saat berkomunkasi dengan mereka tidak perlu bersuara terlalu keras. Anda juga tidak perlu mondar-mandir menghampiri mereka, yang bisa saja mengganggu kenyamanan penumpang lain. Bagi yang punya kebiasaan untuk sering ke toilet, sebaiknya meminta kursi yang berada di lorong sehingga tidak mengganggu tetangga ketika hendak ke toilet. Suatu hari ketika saya sangat membutuhkan istirahat sejenak dan akhirnya terlelap di pesawat, tiba-tiba tetangga mencolek permisi minta jalan untuk ke toilet.

Yang paling ‘aneh’ adalah ketika pesawat mendarat dan mulai berjalan pelan, terdengarlah bunyi klik klik klik orang membuka sabuk pengaman padahal tanda mengenakan sabuk pengaman masih menyala. Setelah itu mulailah mereka berdiri dan mengambil barang, sedangkan pesawat belum berhenti. Saya jadi bertanya-tanya, apakah karena mereka terbiasa naik bus kota di Jakarta yang punya kebiasaan menyuruh penumpangnya untuk berdiri dan turun sebelum bis benar-benar berhenti? Padahal ketika pesawat berhenti, ia tak akan kemana-mana dalam waktu cukup lama, lain dengan bus yang memang harus meneruskan perjalanan saat itu juga. Mudah-mudahan apa yang saya tulis di sini bisa membuka hati dan pikiran kita semua untuk menghargai orang lain dengan menjaga etika di manapun kita berada, termasuk di dalam pesawat. Demi keselamatan bersama dan diri sendiri, tak ada salahnya untuk bersikap lebih peka terhadap lingkungan sekitar dengan mentaati aturan baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis.


TravelWan 7th edition  

Exploring Indonesia's Unexposed Potential. Featuring: 5 days in Semarang, Central Java, Indonesia