Page 1

Achmad Widjaja Ketua Umum ASAKI

11/26/2010

1


ANGGOTA Tercatat hingga November 2010, anggota ASAKI terdiri dari 89 perusahaan manufaktur dari hulu ke hilir, yakni dari produsen bahan baku baik perusahaan nasional maupun PMA, produsen ubin lantai/dinding/atap, produsen saniter, produsen tableware, dan refractory juga mesin. Berikut tabel keanggotaan ASAKI: Kategori Produk

Jumlah Perusahaan

Kapasitas Produksi

Lokasi Pabrik

Ubin 42 Lantai/Dinding /Atap

327 juta m2

-P. Jawa -Sumatera

Saniter

4

4.6 juta pcs

-P. Jawa

Tableware

15

268 juta pcs

-P. Jawa - Bali 11/26/2010

2


ANGGOTA Selain yang terdapat pada tabel, terdapat produsen bahan baku dan juga mesin serta refraktori, hingga anggota aktif ASAKI saat ini berjumlah 89 perusahaan. Dan di tahun 2010, terdapat 3 investasi asing yang juga akan menambah keanggotaan ASAKI yakni antara lain: 1.Produsen saniter investasi Korea-Singapore di Mojokerto 2.Produsen ubin lantai/dinding investasi Taiwan di Cikampek, Jawa Barat 3.Produsen ubin lantai/dinding investasi Taiwan di Majalengka, Jawa Barat

11/26/2010

3


KELEMBAGAAN Sebagai wadah bagi seluruh industri keramik nasional, ASAKI harus mampu terus menerus menggali potensi sebagai lembaga yang memiliki citra dan prestasi yang baik. Dan sejak dibentuknya ASAKI pada tahun 1977 di Bandung, hingga saat ini telah banyak prestasi gemilang yang dicapai oleh ASAKI yang secara aktif merupakan asosiasi dengan naungan sebagai berikut: 1. ASAKI merupakan anggota aktif Kadin Indonesia 2. ASAKI merupakan sekretariat aktif Forum Industri Pengguna Gas Bumi, yang beranggotakan industri – industri antara lain pupuk, makanan minuman, sarung tangan karet, tekstil, baja, kaca lembaran, kertas dll. 3. ASAKI di tingkat ASEAN, telah diberikan kepercayaan untuk menjadi tuan rumah penyelenggara Council Meeting selama 4 kali dalam kurun waktu sejak 2000 – 2010, yang mana Council Meeting ini diadakan secara rutin oleh Ceramics Industry Club of ASEAN countries, yang beranggotakan negara-negara Indonesia, Malaysia, Filipina, Vietnam, Thailand 4. ASAKI di tingkat dunia international, merupakan anggota aktif WORLD CERAMICS Forum yang berpusat di Brussel. Dan saat ini diketuai oleh Confindustria Ceramics, Italy. Dan kami pun kembali menoreh prestasi dengan pertama kalinya Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggara WORLD CERAMICS TILE MANUFACTURERS FORUM 2010 yang dibuka oleh Bapak Wakil Presiden R I pada bulan Juni 2010.

11/26/2010

4


Prestasi yang diraih oleh ASAKI ini, merupakan motivasi yang terus menerus bagi ASAKI untuk dapat menjadikan industri keramik nasional sebagai industri nasional yang kokoh dan kompetitif. ASAKI bersama anggota-anggota memiliki target pencapaian dengan skal international untuk meningkatkan produksi nasional dengan perbandingan negara-negara produsen keramik dunia yang dapat dilihat pada diagramberikut:

11/26/2010

5


Rencana jangka pendek, menengah dan jangka panjang ASAKI, tentunya tidak lepas dari PEMECAHAN masalah yang saat ini harus dihadapi oleh seluruh pabrikan/manufaktur keramik nasional. Dan, bersama dengan dukungan pemerintah baik Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian dan instansi terkait lainnya, ASAKI harus mampu berperan aktif menjadi wadah bagi seluruh produsen keramik nasional yang tangguh dan terus berkembang. Permasalahan yang dihadapi oleh industri keramik nasional hingga saat ini terutama adalah masalah bahan bahar utama proses produksi keramik yakni gas, namun pada bulan Maret 2010 pun, ASAKI pun bersyukur dengan perjuangan yang tidak henti – hentinya, hingga saat ini seluruh anggota kami mendapatkan jaminan pasokan gas yang mencukupi. Dapat pula disimak bahwa industri keramik dengan konsumsi per kapita 1.2m2, merupakan industri pemakai gas bumi yang cukup besar yakni sebagimana tergambar pada diagram berikut ini: Food 6%

Textile 3%

Power Plant 40%

Others 2% Fabricated Basic Metal Cement Glass Metal 0,62% 6% 8% 4%

Wood 0,03% Paper 5% Chemical 16%

Ceramic 9%

11/26/2010

6


Balai Besar Industri Keramik Pertumbuhan dan perkembangan industri keramik tentunya pula tidak lepas dari dukungan penuh Balai Besar Industri Keramik, Bandung yang terus diberikan kepada ASAKI dan anggota-anggota. Dan, kerjasama yang saat ini tercatat bahwa ASAKI dengan mitra yang berasal dari Singapore, bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan keramik nasional untuk pasar Eropa dan Middle East, mitra kami yakni pun memberikan apresiasi positif atas dukungan ASAKI dan Balai Besar dalam penerbitan sertifikasi untuk pasar tersebut diatas. Unit Pelaksanaan Teknis Daerah Keramik – Sentra Plered ASAKI dengan nota kesepahaman dengan Kabupaten Purwakarta berperan aktif untuk mengembangkan sentra keramik Plered, mulai dari promosi on-line dan juga pemasaran melalui pameran-pameran seperti Inacraft tahun 2007, Pameran Plaza Perindustrian dan juga Renovation Expo di Jakarta. Dengan mengusung tema Industri Keramik Plered, diharapkan keramik Plered yang telah dikembangkan oleh dirjen terkait, dapat memiliki nilai tambah melalui penambahan kerjasama dengan ASAKI. Unit Pelaksanaan Teknis Daerah Keramik – Sentra Dinoyo

11/26/2010

7


Bersama ASPEKKI, ASAKI pun memiliki pengharapan dan tentunya harus dapat diwujudkan dalam suatu keberhasilan . Mempertimbangkan potensi bahan baku yang terdapat di Propinsi Kalimantan Barat, tentu diutamakan untuk pemenuhan kebutuhan industri nasional baik melalui Disperindag Kalimantan Barat maupun Kementerian Perindustrian. Untuk pemenuhan kebutuhan ekspor, saat ini pun masih terdapat regulasi-regulasi yang akan dikaji lebih lanjut bagaimana sumber daya ini dapat dieskpor dengan batasan-batasan tertentu. Dan, untuk melindungi importasi bahan baku dari negara lain, terutama China, yang akan berdampak negatif bagi produsen bahan baku nasional, ASAKI dalam waktu yang singkat telah merujuk kepada Kementerian Perdagangan untuk tindak lanjut verifikasi bahan baku yang diimpor. Berikut ini kembali dapat disimak, tabel kebutuhan bahan baku industri keramik nasional. Dengan perbaikan kualitas penambangan, pengolahan, ASAKI akan memberikan yang terbaik bagi ASPEKKI untuk dapat memenuhi kebutuhan industri nasional.

11/26/2010

8


Bersama ASPEKKI, ASAKI pun memiliki pengharapan dan tentunya harus dapat diwujudkan dalam suatu keberhasilan . Mempertimbangkan potensi bahan baku yang terdapat di Propinsi Kalimantan Barat, tentu diutamakan untuk pemenuhan kebutuhan industri nasional baik melalui Disperindag Kalimantan Barat maupun Kementerian Perindustrian. Untuk pemenuhan kebutuhan ekspor, saat ini pun masih terdapat regulasi-regulasi yang akan dikaji lebih lanjut bagaimana sumber daya ini dapat dieskpor dengan batasan-batasan tertentu. Dan, untuk melindungi importasi bahan baku dari negara lain, terutama China, yang akan berdampak negatif bagi produsen bahan baku nasional, ASAKI dalam waktu yang singkat telah merujuk kepada Kementerian Perdagangan untuk tindak lanjut verifikasi bahan baku yang diimpor. Berikut ini kembali dapat disimak, tabel kebutuhan bahan baku industri keramik nasional serta lokasi pabrik.Dengan perbaikan kualitas penambangan, pengolahan, ASAKI akan memberikan yang terbaik bagi ASPEKKI untuk dapat memenuhi kebutuhan industri nasional.

Bahan Baku

Ubin

Saniter

Tableware

Total (ton)

Pasir

2.040.480

26.052

29.863

2.096.395

Tanah Liat

1.621.920

20.708

23.737

1.666.365

Felspar

1.098.720

14.028

16.080

1.128.828

Kaolin

261.600

3.340

3.829

268.769

Lain-lain

209.280

2.672

3.063

215.015

Total

5.232.000

66.800

76.571

5.375.371

11/26/2010

9


PRODUSEN KERAMIK NASIONAL SUMUT Ubin Kalbar & Kalsel Keramik Hias

Jawa Timur Tile, Keramik Hias Banten Ubin, Tableware, saniter, Keramik Hias, Genteng Jawa Barat Ubin, Tableware, Saniter, Keramik Hias, Genteng

Jawa Tengah Tableware, Saniter, Keramik Hias

11/26/2010

10

kerjasama  

peluang kerjasama aspekki dan asaki