Issuu on Google+


Contents Contents NOTAM Message from the Commanders Profile Woong Bee KT-1B Maintenance Wingdik Terbang The Jupiters History Sequences Hi-Show Low-Show The Show Photos

I II V 9 11 13 17 29 33 35 39


NOTAM Diiringi ungkapan rasa syukur kepada Allah Swt, saya menyambut gembira dan bangga atas diterbitkannya buklet “Jupiter Aerobatic Team”. Tentunya melalui buklet ini kita akan mendapat informasi tentang sejarah, kiprah Jupiter Aerobatic Team dalam berbagai misi beserta personel pendukungnya. Lebih dari itu melalui buklet “The Jupiters” diharapkan pula dapat memotivasi semangat juang dan profesionalisme tidak saja bagi penerbang-penerbang muda pengawal dirgantara namun juga bagi seluruh personel TNI Angkatan Udara, khususnya anggota Pangkalan Angkatan Udara Adisutjipto dalam meningkatkan kualitas pengabdiannya kepada bangsa dan negara. Selaku Komandan Pangkalan Angkatan Udara Adisutjipto, saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya disertai ucapan terima kasih kepada Tim Penyusun, sehingga buklet “The Jupiters” berhasil diterbitkan. Mudah-mudahan buklet “The Jupiters” dapat menjadi salah satu sarana untuk memantapkan langkah menuju TNI Angkatan Udara sebagai The First Class Air Force. Akhir kata semoga Allah Swt Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa melimpahkan bimbingan dan petunjuk-Nya kepada kita semua.

Komandan Lanud Adisutjipto Abdul Muis Marsekal Pertama TNI


The Jupiters The Jupiters merupakan Tim Aerobatik Angkatan Udara Indonesia, menampilkan berbagai macam demonstrasi udara, kerjasama yang terorganisir, keterampilan yang luar biasa, serta kerja keras dan semangat pantang menyerah. The Jupiters dengan 16 Manuver yang mengagumkan beberapa kali telah tampil dalam berbagai macam kegiatan Nasional dan Internasional. The Jupiters telah meningkatkan kebanggaan TNI Angkatan Udara dan kecintaan rakyat Indonesia kepada dirgantara. Dengan menampilkan maneuver yang luar biasa, The Jupiters telah meningkatkan publisitas TNI Angkatan Udara dan juga kesempatan untuk merekrut personil untuk menjadi bagian dari TNI Angkatan Udara. The Jupiters tidak pernah berhenti untuk berlatih dan mengeksplorasi diri demi mencapai cita – cita untuk menjadi sebuah tim aerobatic yang terhebat di dunia. The Jupiters merupakan sebuah tim yang menggabungkan keterampilan para Instruktur Penerbang TNI Angkatan Udara, Teknologi Kedirgantaraan dan pemeliharaan serta penyiapan pesawat yang luar biasa. Dengan menampilkan kekuatan udara yang kuat melalui sebuah pertunjukan udara, The Jupiters telah menunjukkan eksistensi dan keberadaan Angkatan Udara Indonesia kepada dunia. The Jupiters dengan formasi 6 pesawat KT 1 B Woong Bee, menampilkan tarian – tarian mautnya melukis Angkasa biru diawaki oleh penerbang – penerbang pilihan yang memiliki skill dan kemampuan terbang yang tidak diragukan, memiliki sikap mental yang baik sebagai seorang Airman serta melalui proses seleksi yang sangat panjang. The Indonesian Air Force’s elite formation aerobatic display team that showcases the remarkable flying skills with a variety of aerial demonstrations showing skills of co-organization, as well as hard work with unyielding spirit for Indonesian public. With amazing maneuvers, The Jupiters has been displaying their action in various events, both national and international. Being the pride of the Indonesian Air Force by showing remarkable maneuvers, The Jupiters has gained publicity within and outside the country, and hence has brought the fame to the Indonesian Air Force in partirticular and Indonesia in general. They have never ceased to practice and develop themselves in order to achieve their goal of becoming professional aerobatic team. The Jupiters is a team combining the skills of Air Force Flying Instructors of Adisutjipto Air Training Wing and staff of aviation technology and aircraft maintenance who possess the strong will of demonstrating air power through an air show to highlight the existence of Indonesian Air Force to the world. With the spirit of an Airman, through a tough selection process, each member of Jupiters begins with three months of intensive formation aerobatic training: starting with relatively simple maneuvers performed at low altitude, and progressing through more complex and demanding ones, and eventually working up to the full six-aircraft display routines before they become the ambassador of the sky for Indonesian Air Force.


Message from the Commanders

Kolonel Pnb M. Khairil Lubis The Jupiters adalah sebuah tim aerobatik kebanggaan TNI AU yang diterbangkan oleh Instruktur Penerbang Wingdik Terbang. Melaksanakan berbagai manuver formasi aerobatik yang menunjukkan skill dan kemampuan penerbang TNI AU melalui serangkaian latihan yang terprogram, bertahap, bertingkat dan berlanjut disertai semangat, kerja keras, keuletan serta kerjasama yang baik antara anggota tim. Display The Jupiters yang dilaksanakan menunjukkan profesionalisme penerbang TNI AU dan sekaligus sebagai salah satu wujud pertanggungjawaban TNI AU kepada masyarakat Indonesia.


Letkol Pnb Dedy Susanto, SE Memimpin sebuah tim yang unik dan luar biasa merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan tersendiri. Dibutuhkan semangat, kerja keras, kesabaran,serta dedikasi yang tinggi untuk menjadikan sebuah tim yang kompak sehingga mampu menampilkan display yang sempurna. Sebuah tim aerobatik merupakan aplikasi dari Airforce Leadership, dibutuhkan seorang leader yang berkarakter dan members yang memiliki skill, knowledge dan experience yang matang, disemangati oleh kepercayaan serta didukung dengan pola training yang terprogram dan team work yang baik untuk menjadi sebuah tim yang diandalkan.


Profile


1. Woong Bee KT-1B 2. Maintenance 3. Wingdik Terbang 4. The Jupiters


Woongbee KT-1B


Aircraft General:

Length : Wing Span : Height : Empty weight : Max T/O weight : Zero fuel weight : Wheel base : Wheel thread : Min prop height : Design diving speed : Operating ceiling :

Propeller:

33,8 ft / 10,26 m 34,8 ft / 10,6 m 12 ft / 3,67m 4.210 lbs 5600 lbs 4.624,84 lbs 8,4 ft / 2,56 m 11,6 ft / 3,54 m 1,2 ft / 0,37 m 350 KTAS 35.000 ft

Type Manufacturer

: HC-EAN-2 / 4 Blades : Hartzell USA

Type Manufacturer

: PT6A-62 : Pratt & Whitney Canada

Engine:

Woong Bee KT -1 B merupakan pesawat latih buatan Korea Selatan yang datang pertama kali ke Indonesia dan digunakan sebagai pesawat latih TNI AU semenjak tahun 2003. Pesawat yang menggunakan engine PT6A-62 buatan Pratt & Whitney Canada dengan daya dorong sebesar 1150 Shp mampu melaksanakan berbagai macam maneuver aerobatic. Pesawat ini dilengkapi oleh instrument glass cockpit yang canggih seperti VOR dan ILS yang memungkinkan untuk melaksanakan instrument Approach dengan sangat presisi. Dengan kecepatan maksimum 350 kts dan ketinggian jelajah 35.000 ft. Pesawat ini didesain sangat aman dan dilengkapi dengan kursi lontar buatan Martin Baker Inggris yang dapat dioperasikan dari ketinggian zero ft dan zero altitude. Dengan The Jupiters, Indonesia menjadi Negara pertama yang menggunakan KT 1 B Woong Bee sebagai pesawat tim aerobatic yang akan menunjukkan profesionalisme para penerbang TNI Angkatan Udara kepada dunia. KT-1B Woong Bee is a South Korean-made trainer aircraft that first came to Indonesia in 2003 and has been used as a training aircraft for the Air Force since then. The aircraft is equipped with a PT6A-62 engine made by Pratt & Whitney Canada with thrust of 1150 SHP that is capable of performing a wide range of aerobatic maneuvers. The aircraft is equipped with sophisticated instruments such as glass cockpit VOR and ILS, which assists in carrying out great precision Approach. With maximum speed of 350 kts and cruising altitude of 35.000 ft, the aircraft’s design is amazingly safe and it comes with a Martin Baker ejection seat made in the UK that can be operating from zero speed and zero altitude. Because of The Jupiters, Indonesia has become the first country to use KT-1B Woong Bee as aerobatic team aircraft that will show the professionalism of the Air Force aviators to the world.


Maintenance


The Jupiters adalah sebuah tim yang luar biasa yang diawaki oleh personel – personel yang juga luar biasa pula. Jadwal latihan dan display yang ketat menuntut kerja keras para Ground crew penyiap pesawat untuk memastikan pesawat siap mendukung kelancaran display. Kegiatan perawatan pesawat tingkat ringan dilaksanakan di Skadron pendidikan 102 dan dikerjakan oleh teknisi – teknisi yang handal dan berpengalaman sedangkan perawatan tingkat sedang ditangani oleh teknisi – teknisi dari Skadron teknik 043 yang terkenal ulet dan tangguh serta produktif merawat pesawat KT 1 B Woong Bee sehingga siap kembali di flight line untuk diterbangkan. Prosedur perawatan yang mudah, jaminan ketersediaan spare part membuat pesawat ini sangat tangguh menjadi pesawat bagi sebuah tim aerobatik yang layak dibanggakan. Seluruh perawatan pesawat termasuk pengecatan dan instalasi smoke system dilaksanakan oleh putra – putra terbaik bangsa yang mendedikasikan diri secara tulus ikhlas kepada bangsa dan Negara Indonesia tercinta. The Jupiters is an outstanding team manned by skilled members, both in flying and maintenance. Tight exercise schedule and displays require a good aircraft maintenance to ensure the readiness of the aircraft. For every display, the aircraft are specifically and specially prepared by qualified technicians of 102 Training Squadron that are also responsible for every light maintenance. Simple maintenance procedures and availability of spare parts make this aircraft a good choice for an aerobatic team. Entire aircraft maintenance including painting and installation of smoke system are implemented by the nation’s best technicians of 043 maintenance Squadron who dedicated themselves wholeheartedly for the people and beloved country of Indonesia.


Wingdik Terbang


Wing Pendidikan Terbang Disingkat Wingdik Terbang merupakan Satuan Pelaksana Operasi Pendidikan di Bawah Lanud Adisutjipto yang bertugas untuk melaksanakan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pendidikan Sekolah Penerbang, Sekolah Navigator, Sekolah Instruktur Penerbang dan Sekolah instruktur Navigator baik TNI maupun TNI AU dipimpin oleh seorang Instruktur Penerbang berpangkat Kolonel. Membawahi tiga Skadron pendidikan yaitu Skadron pendidikan 104 yang melaksanakan ground school dan simulator, Skadron Pendidikan 101 yang melaksanakan pendidikan latih mula dengan pesawat AS-202 Bravo serta Skadron Pendidikan 102 yang melaksanakan pendidikan latih lanjut dengan pesawat T-34 Charlie dan Woong Bee KT 1 B. The Jupiters dirintis sejak tahun 2008 diawaki oleh para Instruktur Penerbang Lanud Adisutjipto saat ini berada dalam jajaran Wingdik Terbang dan menjadi tugas tambahan dari Skadron Pendidikan 102. Air Training wing, is a unit under Adisutjipto Air Force base that led by a senior colonel ranked flying instructor. It serves to control and conduct Air Force Flying School, Navigator School, Flying Instructor Course and Navigator instructor course for the Air Force and other armed forces. Three training squadrons are operating hand in hand under Air Training Wing with the conceptual roles to support all tasks. 104 training squadron conducting the educational ground school and simulator. 101 Training Squadron provides support of early stage of Flying School with AS-202 Bravo aircraft and 102 Training Squadron supports next stage of advanced training with T-34 Charlie and KT 1B Woong Bee for Flying Instructor Course. The Jupiters has been started since 2008 as part of 102 Training Squadron with the flying Instructors of Air Training Wing under Adisutjipto Air Force base as the team members.


T-34 Charlie, Pesawat latih Sekolah Instruktur Penerbang T-34 Charlie, Instructor pilot school aircraft

Morning Briefing Wing Pendidikan Terbang Air training wing morning briefing


Ruang Kelas Skuadron Pendidikan 104 104 squadron class room

Simulator Woong Bee KT-1B Woong Bee KT-1B simulator facility


The Jupiters

Keinginan kuat dan komitmen untuk menjadikan sebagai sebuah tim kebanggaan Angkatan Udara Indonesia yang dapat menjadi ikon bangsa dan Negara diimplementasikan melalui recruitment para Instruktur Penerbang TNI Angkatan Udara yang diselenggarakan dengan ketat dan cermat. Jupiter aerobatic team saat ini diterbangkan oleh enam orang pilot pilihan yang bekerja bersama – sama menjalin kekompakan menciptakan berbagai macam maneuver yang mengagumkan dan sangat luar biasa. In order to fulfill the strong will and commitment for making The Jupiters the profesional team that can hold the pride of the Indonesian Air Force, and be the icon of the nation, the tough and careful selection processes to be the member of the Jupiters are implemented. The Jupiter aerobatic team is currently flown by six flying instructors who have been trained for months and eager to work together to display amazing and remarkable harmonised manouvers.


Jupiter 1

Lahir di Banyuwangi pada 1 November 1973, Letkol Pnb Dedy “Leopard“Susanto, SE saat ini merupakan leader dari The Jupiters. Perwira menengah lulusan akademi TNI Angkatan udara tahun 1995 ini mengawali karier sebagai penerbang di Skadron Udara 14 Lanud Iswahyudi dengan menerbangkan pesawat F-5 Tiger. Ia termasuk salah satu dari Instruktur penerbang yang membentuk tim ini pada tahun 2008 dan sejak pertengahan tahun 2011 menjadi Komandan Skadik 102 Wingdik Terbang Lanud Adisutjipto, Yogyakarta. Lieutenant Colonel Dedy “Leopard” Susanto, SE has 15 years of flying experiences. After graduated from Air Force Academy in 1995, he began his career as a pilot flying F-5 Tiger in 14 Squadron of Iswahyudi airbase. He was born in Banyuwangi on November 1st, 1973, with his childhood dream to become a pilot. He was one among some other flying instructors who formed this team on 2008 and has become the leader of the team since mid of 2011, and as the CO of 102 training squadron at the same time.


Jupiter 2

Mengawali Karier sebagai penerbang di skadron udara 11 Makassar yang pada saat itu diperkuat pesawat A-4 Skyhawk, Mayor Pnb Frando “Fennec” Marpaung lulusan AAU tahun 2000 saat ini terbang sebagai Jupiter 2 atau right Wingman Jupiter aerobatic Team. Pria kelahiran Lubuk Sikaping, Sumatera Barat pada tanggal 22 Mei 1979 yang sempat selama beberapa tahun menerbangkan pesawat MK 53 H.S. Hawk di Skadron Udara 15 Madiun dan memiliki jam terbang total sebanyak 1550 jam ini bergabung menjadi anggota The Jupiters sejak akhir tahun 2011. Starting his career as a pilot at 11 squadron Makassar Air Force base which is reinforced by A-4 Skyhawk aircraft, Major Frando “Fennec” Marpaung, is currently positioned as Jupiter 2 or right wingman for the team. He graduated from Air Force academy in 2000. He was born in Lubuk Sikaping, West Sumatra, on May 22nd, 1979 and had had several years flying MK 53 HS Hawk at 15 Squadron in Madiun airforce base with 1550 total flying hours before became member of The Jupiters in the end of 2011.


Jupiter 3

Mammoth, panggilan akrab dari pria kelahiran Jember, 13 januari 1979. Pertama kali berdinas di Angkatan Udara Indonesia di Skadron udara 1 Pontianak menerbangkan pesawat Hawk 100/200. Mayor Pnb Moh. “Mammoth” Sugiyanto lulusan AAU tahun 2000 yang telah mengantongi Jam terbang total sebanyak 1980 jam ini saat ini terbang sebagai Jupiter 3 atau left wingman sejak akhir tahun 2011. Mammoth is the call sign of the man who was born in Jember, January 13th, 1979. He served his early years flying the Hawk 109/209 in 1 Squadron of pontianak. Major Moh. “Mammoth” Sugiyanto graduated from Air Force Academy in 2000, and with total of 1980 flying hours, he has been joining the team and flying as Jupiter 3 or left wingman since the end of 2011.

Jupiter 4

Mengawali pengabdiannya sebagai penerbang Hawk 100/200 di Skadron Udara 1 Pontianak, H.S “Condor” Romas, pria kelahiran Mataram 21 Maret 1977 ini bergabung menjadi anggota The Jupiters sejak bulan Mei tahun 2011 sebagai Jupiter 3, namun sejak Januari 2012 berpindah posisi sebagai Jupiter 4. Perwira lulusan Akademi TNI AU 1999 yang mengantongi total jam terbang sebanyak 2300 jam terbang ini, saat ini menjabat sebagai Komandan Flight Dik B Skadik 102. Starting his service as a pilot of Hawk 109/209 in 1 Squadron Pontianak, Major HS “Condor” Romas, who was born on March 21, 1977 in Mataram became a member of The Jupiters in May 2011 as Jupiter 3; however, since January 2012 he has changed his position to Jupiter 4. He who got total of 2300 flying hours was graduated from Air Force Academy in 1999, and currently serves as the B Flight Commander of 102 training squadron.


Jupiter 6

Sebagai penerbang pesawat buru sergap F-5 Tiger, lelaki kelahiran Malang 19 Pebruari 1979 ini saat ini terbang pada posisi 6 (Synchro). Mayor Pnb Marcellinus “Liger” AKD, Lulusan Akademi TNI AU tahun 2000 ini bergabung dengan The Jupiters pada bulan Juni 2011 sebagai Jupiter 2 dan sejak januari 2012 pindah ke posisi Jupiter 6. Major Marcellinus “Liger” AKD, 19 February 1979, was born and raised in Malang. He graduated from the Air Force Academy in 2000 and had served as F-5 Tiger pilot of 14 Squadron Madiun in his early years. He has more than 2000 flying hours and had joined The Jupiters since June 2011 as the Jupiter 2 and from January 2012 he is currently Jupiter 6 (Synchro) position.


Jupiter 5

Mayor Pnb H.M “Razor” Kisha mengawali kariernya di angkatan udara sebagai perwira penerbang Skadron Udara 12 Pakanbaru menerbangkan pesawat Hawk 100/200. Pria kelahiran Bandung tanggal 24 Maret 1978 ini bergabung sebagai anggota The Jupiters sejak bulan Mei 2011 sebagai Jupiter 5 (lead scnchro). Saat ini perwira lulusan AAU 1999 ini menjabat sebagai Komandan Flight Dik C Skadik 102. Major HM “Razor” Kisha was born in Bandung on March 24, 1978. He graduated in 1999 from Air Force Academy before being posted to 12 squadron pekanbaru and spent nearly 8 years flying Hawk 109/209 before pursuing his FIC in Australia’s Central Flying School in 2009. He currently serves as the C Flight Commander of 102 training squadron. He has joined The Jupiters since May 2011 as Jupiter 5 (lead synchro) and has over 2000 military flying hours.


Jupiter 7

Mengawali karir sebagai penerbang tempur di Skadron udara 12 dengan pesawat Hawk 100/200, Kapten pnb Ignatius Widi N yang merupakan alumnus AAU Tahun 2001 dan pernah berdinas di Skadron Udara 11 menerbangkan pesawat Tempur Rusia SU 27/30 saat ini bertugas sebagai Narator The Jupiters. Graduated of AAU in 2001, Captain IGN “Dolphin� Widi Nugroho started his career as pilot in 12 Squadron Pekanbaru with Hawk 109/209 aircraft. Since 2006 he had served in 11 Squadron flying combat aircraft Russian SU 27/30 before joining The Jupiters in 2011 as the narrator.


Instructor

Kolonel Pnb Anang Nurhadi, pria kelahiran Madiun 11 Oktober 1964 ini merupakan sesepuh tim aerobatic Indonesia mulai dari Elang Biru, Jupiter aerobatic team yang menggunakan pesawat MK-53, Jupiter Blue sampai dengan saat ini yakni The Jupiters dengan pesawat propeller KT 1 B. Perwira menengah lulusan AAU 1987 dan telah mengantongi ribuan jam terbang ini saat ini adalah instruktur dalam The Jupiters. Colonel Anang “Morgan” Nurhadi was born in Madiun on October 11, 1964. He is regarded as the elder of Indonesian Air Force aerobatic members since he has flown with many aerobatic teams starting with Elang Biru with F16, Jupiter aerobatic team with Hawk MK53 and Jupiter Blue with mixed fighter aircrafts. He graduated from Air Force Academy in 1987 and has thousands of military flying hours, and now is sharing his experiences as instructor for left wingman in The Jupiters.

Instructor

Mayor pnb James Y. Singal, pria kelahiran Airmadidi 27 Juni 1976 saat ini merupakan Komandan Skadron Udara 21. Lulusan AAU 1996 yang mengawali karir sebagi penerbang di Skadron Udara 14 ini, pernah menjadi member The Jupiters mulai dari tahun 2008 sampai dengan 2011. Saat ini sebagi instruktur untuk wingman kanan. Major James “Octopus” Y. Singal, the man who was born on June 27, 1976, is currently the Commander of the 21 Squadron. He graduated from airforce academy in 1996 and started his career as a pilot in the 14 Squadron flying F5 tiger. He had become a member of the Jupiters from 2008 until 2011. Currently he is the instructor for right wingman position of The Jupiters.


History


Pada tanggal 23 September 1997 dibentuklah suatu tim aerobatik TNI Angkatan Udara dengan menggunakan 8 pesawat Bae Hawk – MK 53 buatan Inggris. Penampilan perdana tim tersebut adalah pada tanggal 5 Oktober 1997 dalam rangka memeriahkan HUT ABRI di Lanud Halim Perdanakusuma. Kemudian pada awal tahun 2001 dengan semangat yang masih membara untuk menjaga eksistensi tim aerobatik TNI AU, setelah bangsa Indonesia masih diterpa badai krisis ekonomi yang diikuti oleh krisis politik dan sosial, dibentuklah sebuah tim aerobatik baru dengan menggabungkan tiga tipe pesawat yang berbeda yaitu MK-53 HS Hawk yang saat itu kesiapannya sangat terbatas, F-16 Fighting Falcon dan pesawat MK-109 yang masih anyar pada saat itu. Tim yang baru terbentuk tersebut diberi nama Jupiter Blue. Tim yang spektakuler ini ini tampil di lanud Halim Perdanakusuma Jakarta memeriahkan HUT TNI AU tanggal 9 April 2001. Sampai akhrnya pada tahun 2008 tepatnya pada tanggal 21 Mei 2008, The Jupiters tampil lagi dengan pesawat baru, berbeda dengan penerusnya yang menggunakan pesawat – pesawat jet, kali ini The Jupiters tampil dengan menggunakan 4 pesawat KT–1B Woong Bee buatan Koea Selatan yang merupakan pesawat turbo propeller berkekuatan 950 shp. Tim ini tampil perdana dan sukses pada saat wingday Sekolah penerbang pada tanggal 4 Juli 2008. Peningkatan kualitas tim Aerobatik ini terus ditingkatkan dengan menambah 2 pesawat lagi dalam tim sehingga total ada 6 pesawat KT – 1 B. Dengan warna baru merah putih, The Jupiters tampil perdana Luar biasa pada peringatan HUT TNI AU tanggal 9 April 2011 di lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. On September 23, 1997, an Air Force aerobatics team of indonesia has been established using eight aircraft of Bae Hawk - 53 MK made in UK. The big debut of the team was on October 5, 1997 in order to enliven the anniversary of indonesia Armed Forces at Halim Perdanakusuma air base. Then in early 2001 with a burning spirit to maintain the existence of the Air Force aerobatics team, after Indonesia was hit by the storm that followed the economic crisis by political and social situation, a new aerobatic team was formed by combining three different aircraft types, namely MK-53 HS Hawk, F-16 Fighting Falcon and MK-109 aircraft that were still new at the time. The newly formed team was given the name “Jupiter Blue”. The team was making a spectacular aerobatics display in Air Force Anniversary on April 9, 2001 at Halim Perdanakusuma Air Force base, Jakarta. In 2008, precisely on May 21, 2008, The Jupiters performed again with the new aircraft. Unlike the predecessors who used jet aircrafts, the Jupiters performed by using four KT-1B Woong Bee turbo-powered propeller aircraft made by South Korea. This team debut has gained big success at wingday flying school on July 4, 2008. Improving the quality of aerobatic team, the Jupiters added two more aircrafts to the team. The fabulous Jupiters, the six aircrafts of KT-1B woong bee with red and white new livery, premiered their display on the Air Force Anniversary on April 9, 2011 at Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.


3 Sequences


1. Hi - Show 2. Low - Show


Hi-Show Sequences


Low-Show Sequences


4 The Show


Ucapan Terima Kasih Kepada Bapak Marsekal TNI (Purn) Djoko Soeyanto

Jupiter Aerobatic Team - Indonesia @JupiterAT


The Jupiter