Page 1

July 2012, Week III-IV

NEWS

Hutan dibakar, orangutan di Tumbang Koling kritis

Forest is burned, orangutans in Tumbang Koling forest are critical

Kebakaran terjadi di hutan di Desa Tumbang Koling, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah pada 4 Juli 2012. Setidaknya 11 jenis satwa liar langka seperti orangutan, beruang, owa, kukang, tupai terbang dan 34 jenis burung yang berada di hutan tersebut diperkirakan musnah jika kebakaran tidak segera dipadamkan. Selama 5 tahun terakhir Centre for Orangutan Protection (COP) mendampingi masyarakat setempat mempertahankan hutan tersebut. COP telah melaporkan kebakaran ini pada Kementrian Kehutanan dan berharap investigasi lebih lanjut. Sumber: Hijauku

The fire was occured at the forest in Tumbang Koling village, Cempaga Hulu subdistrict, Kotawaringin Timur district, Central Kalimantan province on 4th of July 2012. At least 11 endangered species such as orangutans, sunbears, gibbons, lemurs, flying squirrels, and others 34 of birds that are living in the forest will be loss if the fires cannot be stopped. Over the last 5 years, the Centre for Orangutan Protection has assisted the local people to defend the forests. COP has reported this event to the Ministry of Forestry, and hope further investigation. Source: Hijauku

Konservasi orangutan memerlukan pendekatan

Orangutan conservation needs new approach

Konservasi orangutan kini membutuhkan pendekatan baru, hal ini diungkapkan dalam studi di Annals of the New York Academy of Sciences. Kendati ancaman terhadap spesies ini sudah dipahami secara luas di seluruh dunia konservasi, para penulis berargumen bahwa ‘kemajuannya sangat lamban’. Para ahli memprediksi, sebagian besar orangutan akan hilang pada tahun 2025. Harus disadari bahwa sumber daya konservasi sangat terbatas, jadi upaya memahami bagaimana orangutan bisa merespons ancaman menjadi sangat penting bagi spesies ini untuk bisa hidup berdampingan dengan manusia. Sumber: Mongabay

Orangutan conservation now requires a new approach, it is revealed in a study in Annals of the New York Academy of Sciences. Despite the threat to this species is widely understood throughout the world, but the authors argue that 'progress is very slow'. The experts predict, most of the orangutans will disappear by 2025. It must be realized that conservation resources are limited, so efforts to understand how it could respond to a threat to orangutans is very important for this species to coexist with humans. Source: Mongabay

Polisi menyita orangutan dari warga Pasuruan

Police seize orangutans from Pasuruan local

Polisi Jawa Timur bersama dengan organisasi konservasi Jawa Timur ProFauna Indonesia, menyita sepasang orangutan dari warga Pasuruan, Jawa Timur. Orangutan tersebut dibawa ke Kebun Binatang Maharani di Lamongan. Kini warga tersebut akan menghadapi hukuman penjara selama maksimal 5 tahun menurut undang-undang yang berlaku. Sumber: Tempo Interactive

East Java Police, together with officers from the East Java Conservation Agency ProFauna Indonesia, seized a pair of orangutans from a resident of Pasuruan, East Java. The orangutans were transferred to the Maharani Zoo in Lamongan. The resident now face a maximum of five years in jail under existing regulations. Source: Tempo Interactive

Navicula usung isu orangutan dan sawit ke Kanada

Navicula will campaign about orangutan and palm oil in Canada

Setelah memenangkan kompetisi Planetrox untuk mewakili Indonesia pada festival internasional "Envol et Macadam" 7-8 September di Quebec, Kanada. Navicula akan mengusung isu orang utan dan kelapa sawit ke festival itu. “Kami punya pesan untuk kebaikan bersama penghuni bumi yang kita tinggali bersama,” ujar vokalis sekaligus gitaris Navicula, Gede Robi Supriyanto. Menurut Robi, orangutan adalah salah satu indikator dalam kelestarian lingkungan. Sumber: Tempo

After winning the competition Planetrox to represent Indonesia at international festival “Envol et Macadan” September 7-8th at Quebec, Canada. Navicula will carry about orangutan and palm oil issues into the festival. "We have a message for the common good of the inhabitants of earth that we live together," said vocalist and guitarist Navicula, Gede Robi Supriyanto. According to Robi, the orangutan is one of the indicators in environmental sustainability. Source: Tempo

Centre for Orangutan Protection Wisma Metropolitan II, 6th Floor, Jalan Jendral Sudirman 29-31 Jakarta 12920 INDONESIA E-mail: info@orangutanprotection.com Facebook: Centre for Orangutan Protection Twitter: orangutan_COP


COP NEWS  

Bi-weekly information sheet of Centre for Orangutan Protection

Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you