Issuu on Google+

July 2012, Week I-II

NEWS

Bayi orangutan meninggal karena berbagai penyakit

Baby orangutan Anyin succumbs to variety of illnesses

Orangutan bernama Anyin, yang dilaporkan diculik oleh pemburu yang membunuh ibunya kemudian menjualnya dengan harga Rp. 1.15 juta, dibawa ke Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) di Singkawang, Kalimantan Barat. Kondisinya sangat kritis dan dia bertahan hidup, karenanya dia berada dalam perawatan International Animal Rescue (IAR). Karena kondisinya kritis, dia pun meninggal pada Rabu (26/6). Para dokter hewan IAR menduga bahwa Anyin mengalami tipes, penyakit manusia yang mematikan bagi orangutan. Sumber: The Jakarta Globe, The Jakarta Globe

The orangutan named Anyin, which was reportedly kidnapped by hunters who killed its mother and then sold it for Rp. 1.15 million ($120), was brought to the Natural Resources Conservation Center (BKSDA) in Singkawang, West Kalimantan. Her condition was very critical and she was fighting for her life, therefore she was under the International Animal Rescue (IAR)’s care. Because of her critical condition, she died on Wednesday (27/6). The IAR vets suspected that Anyin had typhoid fever, a human disease that can be deadly for orangutans. Sources: The Jakarta Globe, The Jakarta Globe

Penjualan orangutan digagalkan di Aceh

Orangutan selling was thwarted in Aceh          Sumatran Orangutan Conservation Programme (SOCP), the

Tim gabungan dari Program Konservasi Orangutan Sumatera (SOCP) dan polisi serta institusi pemerintahan yang berwenang menggagalkan percobaan penjualan seekor anak orangutan di kawasan Tripa, Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh. Penyelamatan orangutan ini merupakan penyelamatan kedua di Tripa, karena daerah tinggalnya hampir habis dibersihkan untuk perkebunan kelapa sawit. Sumber: Antara News

police and also the authorities thwarted the trial of orangutan baby selling in Tripa, Southwest Aceh, Aceh province. This was the second orangutan rescue in Tripa, after the SOCP rescued a young male orangutan in the same place. This has resulted from the land clearing of orangutan habitat for oil palm plantations. Source: Antara News

Orangutan merokok ditempatkan di luar jangkauan pengunjung kebun binatang

Smoking orangutan to be placed out of zoo visitors’ reach

Tori, orangutan yang memiliki kebiasaan merokok di Kebun Binatang Taru Jurug Solo, akan dipaksa untuk menghentikan kebiasaannya itu. Karena Centre for Orangutan Protection (COP) dan manajemen kebun binatang berencana untuk memindahkan Tori bersama pasangannya ke sebuah pulau kecil di kebun binatang tersebut untuk menjauhkannya dari jangkauan pengunjung kebun binatang. Sehingga tidak memungkinkan pengunjung untuk melemparinya dengan rokok. Sumber: The Jakarta Globe

Tori, a smoking orangutan at Solo’s Taru Jurug Zoo, will soon be forced to kick the habit. Because the Centre for Orangutan Protection (COP) and zoo management are planning to move her, along with her partner, to a small island in the zoo to keep her away from zoo visitors who are enabling the ape by tossing cigarettes into her cage. Source: The Jakarta Globe

Ancaman kehidupan

Life threatening

Krisis air bersih rupanya tak hanya menimpa penduduk Sumatra Utara saja, tetapi juga Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) di Aceh. Krisis air bersih ini merupakan dampak dari konversi hutan menjadi perkebunan juga masuknya tambang ke dalam hutan lindung di KEL. Ditambahkan, beberapa LSM lingkungan melaporkan bahwa dalam dua sampai tiga tahun terakhir, orangutan Sumatra terjebak di perkebunan kelapa sawit di perbatasan Sumatra Utara-Aceh. Orangutan (termasuk owa dan monyet) dianggap sebagai ancaman perkebunan. Sumber: The Jakarta Post

The clean water crisis had affected people not only in North Sumatra but also the Leuser ecosystem zone (KEL) in Aceh. The clean water crisis has resulted from forest conversion into estates and also the entry of mines into the protected forest of the Leuser ecosystem zone. In addition, several NGOs reported that in the past two to three years, Sumatran orangutans have been caught in oil palm estates on the North Sumatra — Aceh border. The primates (including the gibbons and macaques) were seen as a threat to the estates. Source: The Jakarta Post

Centre for Orangutan Protection Wisma Metropolitan II, 6th Floor, Jalan Jendral Sudirman 29-31 Jakarta 12920 INDONESIA E-mail: info@orangutanprotection.com Facebook: Centre for Orangutan Protection Twitter: orangutan_COP


COP NEWS