Page 4

4

OPINI

JUMAT

HARIAN VOKAL

TAJUK Adakah Balon Gubri Seperti Figur Jokowi? KEBERHASILAN Jokowi menjadi orang nomor satu di provinsi paling bergengsi di tanah air, DKI Jakarta, hingga saat ini masih terus jadi buah bibir banyak kalangan. Bersama pasangannya yang mantan Bupati Belitung Timur, Bangka Belitung, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Jokowi yang bekas Walikota Solo itu mampu mematahkan berbagai paradigma lama. Dulu untuk bisa jadi Gubernur DKI Jaya kalau bukan dari kalangan militer dengan pangkat tinggi, ya birokrat yang sudah mapan di Jakarta. Selebihnya, sulit untuk bisa menggapai posisi DKI-1 itu. Tapi sekarang, siapa menduga duet Jokowi-Ahok yang samasama berasal dari daerah, berpenampilan sederhana dan apa adanya itu, mampu mencuri perhatian warga ibukota. Dan fenomena kesederhanaan itu masih terus terlihat di hari-hari pertama mereka setelah dilantik. Tetap dengan kesederhanaan, berbicara penuh senyum serta memilih merakyat dengan tidak banyak menggunakan simbol-simbol kemewahan, makin membuat warga Jakarta percaya keduanya bakal bisa memimpin DKI Jakarta lebih baik lagi ke depannya. Pertanyaannya, adakah sosok sederhana itu bakal muncul dalam kancah politik Riau yang sudah semakin dekat ke penyelenggaraan pesta demokrasi tahun 2013 nanti? Sejauh ini dari banyak bakal calon (balon) Gubernur Riau yang sudah bermunculan ke publik, sepertinya, belum lagi tampak. Ratarata figur yang muncul masih sebatas 'stok lama' yang coba dibalut dengan 'casing' baru. Malah sebagian besar adalah para birokrat dan juga kepala daerah-kepala daerah tingkat II. Kalaupun ada yang muncul di luar itu, kita melihatnya mereka belumlah bisa dikatakan sebagai figur fenomenal seperti kemunculan seorang Jokowi. Kondisi demikian memang tidak bisa dihindari dan masyarakat Riau mestilah bisa memahami realita yang ada. Dan dapat dipastikan hingga lima atauh enam tahun ke depan, di antara figur-figur yang sekarang sudah bermunculan sepertinya yang akan memimpin Riau ke depan. Karena itu, berbagai pembicaraan di sejumlah kedai kopi yang terpesona dan sangat mengimpikan figur seperti Jokowi untuk memimpin Provinsi Riau periode 2013-2018, tampaknya, harus dipendam dulu dalam-dalam. Tentu saja dengan kondisi yang demikian, sangat diperlukan kejelian masyarakat dari sekarang untuk dapat menimang-nimang siapa yang dinilai paling cocok dan tepat memimpin Riau periode berikutnya. Kalaupun tidak akan persis seperti sosok Jokowi, setidak-tidaknya harus dicermati siapa yang memiliki gaya kepemimpinan bisa mendekati mantan walikota Solo itu. Intinya selain kecerdasan intelektual dan spritual atau dengan kata lain bukan sosok yang munafik, sisi kesederhanaan maupun kedekatan dengan masyarakat sepantasnya untuk jadi pertimbangan nantinya. Sebab yang dibutuhkan Riau ke depannya adalah pemimpin yang benar-benar mau jadi pelayan dan melayani masyarakat, bukan justru sebaliknya yang suka dilayani dan hanya menjadikan jabatan sebagai alat untuk kepentingan pesona dan pencitraan diri atau sekelompok orang saja. Sulit memang untuk mencari sosok pemimpin dengan kriteria yang ideal itu. Meski begitu masih ada waktu hingga Pemilukada pertengahan tahun 2013 nanti untuk terus mencari sosok yang demikian. Tentu sambil kita berharap akan adanya perubahan sikap dan sekaligus komitmen yang jelas dari para kandidat yang sudah bermunculan saat ini. ***

P ojok Sindir

Qurban dan Pengembangan Ekonomi Kerakyatan Jika dilihat dalam perspektif historis, Ibadah Qurban yang adalah sebagai salah satu ibadah tertua di dunia ini, tidak bisa dilepaspisahkan dari ekonomi kerakyatan sebab yang harus diqurbankan itu adalah hasil usaha seseorang yang digelutinya sehari-hari dan memberikan kontribusi positif dalam hidup dan kehidupannya. Disebut sebagai ibadah tertua sebab ibadah qurban telah dilaksanakan sejak Nabi Adam as, terutama oleh anak-anaknya. Diteruskan pada masa Nabi Ibrahim as dan dilanjutkan pada masa Nabi Muhammad saw beserta umatnya hingga hari qiamat. Sejarah Qurban Tersebutlah dalam sebuah kisah abadi dalam Alqur’an, dimana Qabil dan Habil diperintahkan oleh Allah SWT untuk berqurban. Qurban secara bahasa berasal dari Qaraba – Yaqrabu – Qurban, yang berarti mendekatkan diri. Qurban dimaksudkan pada awalnya adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan harta yang kita miliki. Namun dalam perkembangan selanjutnya, qurban adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menyembelih hewan peliharaan berupa sapi, lembu, kambing atau domba. Perintah qurban diawali dengan adanya perselisihan antara Qabil dan Habil disebabkan perempuan yang menjadi pasangan perkawinan. Qabil diharuskan mengawini saudari kembar Habil, sedangkan Habil diharuskan mengawini saudari kembar Qabil. Bagi Habil tak ada masalah, tetapi bagi Qabil justru menjadi masalah besar, sebab konon kabarnya saudara kembaran Qabil lebih cantik daripada saudari kembaran Habil. Menurut Qabil, hal ini tidak adil, sebab seharusnya kembarannya menikah dengan dirinya sendiri yang nota bene lebih cantik, sedangkan kembaran Habil menikah pula dengan Habil sendiri yang nota bene kurang cantik. Untuk merespon protes keras yang disampaikan Qabil, maka kedua putra Nabi Adam as ini diperintahkan untuk berqurban, dengan mengurbankan hasil usaha masing-masing. Habil yang peternak mengurbankan binatang ternaknya. Sedangkan Qabil yang petani mengurbankan hasil pertaniannya. Anehnya, qurban Habil diterima oleh Allah SWT sebab Habil memberikan hasil yang terbagus untuk qurban, sedangkan

DALAM kecelakaan pesawat tempur jenis Hawk 200 di Kabupaten Kampar, Riau, Kepala Staf TNI AU Marsekal Imam Sufaat telah meminta maaf atas tindakan kekerasan anak buahnya di lapangan terhadap sejumlah wartawan. Memang, apa pun alasannya, kekerasan atas wartawan merupakan pelanggaran terhadap UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

+ Kalau fee-nya 10 persen, lumayan juga tu + Biar makin pasti perahunya ya, Pak.

Surat Pembaca

Bagaimana Perkembangan Proyek Air Bersih di Dumai? YANG terhormat bapak Walikota Dumai Khairul Anwar, saya masih ingat dengan proyek pengadaan air bersih yang pernah dianggarkan Pemko Dumai, itu mulai pada tahun 2010 pada masa bapak Zul AS menjabat sebagai walikota, apa proyek tersebut tidak dilanjutkan lagi? atau kekurangan dana anggaran? Kami masyarakat Dumai butuh air bersih, karena air hujan yang turun melalui atap rumah juga sepertinya tak layak untuk dijadikan air minum. Meskipun ada sebagian dari kami yang masih terpaksa menggunakan

Pemimpin Umum H Yusrizal Koto Pemimpin Redaksi/Penanggungjawab

Tun Akhyar

Wakil Pemimpin Redaksi Hasan Basril Pemimpin Perusahaan Hj. Bety Marlina Wakil Pemimpin Perusahaan Gerri Nasri

Penanggung Jawab/Redaktur: HASAN BASRIL

qurban Qabil ditolakNya sebab Qabil memberikan yang terjelek dari penghasilannya. Kisah Qabil dan Habil ini, memberikan makna bahwa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, haruslah dengan harta yang paling baik. Qurban Ujian Keimanan Ibadah qurban diperkuat dan bahkan dilembagakan pada masa Nabi Ibrahim As bahkan beliau sendiri sebagai pelaku utamanya, yakni dengan diperintahkannya menyembelih anaknya Ismail AS. Ibrahim mendapatkan wahyu dari Allah SWT berdasarkan mimpinya yang nyata. Diceritakan secara gamblang, terbuka, penuh haru antara seorang ayah yang sangat mencitai anaknya dengan seorang anak yang sangat menghormati lagi mematuhi orang tuanya. Cerita ini menjadi kisah abadi dalam Alqur’an Surat Ash-Shoffaat : 100-101. Dalam kisah itu diceritakan bahwa pada suatu malam, Allah SWT menguji keimanan Nabi Ibrahim as melalui mimpi yang baik dan nyata, agar Ibrahim mengorbankan putra kandungnya yang sangat disayanginya yaitu Ismail. Maka Ibrahimpun menyampaikan mimpinya itu kepada Ismail seraya menanyakan bagaimana pendapatnya. Oleh karena Ismail termasuk pemuda yang shaleh dan taat mengikuti ajaranajaran Nabi Ibrahim sebagai bapaknya. Ia menjawab : Wahai Bapakku sayang, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar. Maka tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim telah membaringkan Ismail untuk siap disembelih, maka Allah SWT berfirman : Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenar-

Oleh

Ahmad Supardi Hasibuan

kan mimpi itu. Sesungguhnya demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian nyata. Pada akahir cerita disebutkan bahwa Allah SWT mengganti anak itu dengan seekor domba yang sangat besar. Untuk mengenang kepatuhan Nabi Ibrahim dan Ismail untuk melaksanakan perintah Allah SWT, maka Islam mensyari’atkannya dalam bentuk ibadah qurban yaitu dengan menyembelih binatang sesudah Sholat Id, yakni dengan penyembelihan hewan, berupa sapi, lembu atau kambing. sebagaimana firman Allah : “Sesungguhnya Kami telah memberikan nikmat yang banyak kepadamu. Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan berqurbanlah”.(Q.S. Al-Kautsar : 1-2). Hakikat Berqurban Pada setiap Hari Raya Qurban, seorang muslim mendapat kesempatan untuk beramal dengan penyembelihan hewan qurban. Dilihat dari sudut kejiwaan, perbuatan amal yang demikian, adalah semacam latihan untuk meningkatkan semangat berkorban, yaitu dengan mengorbankan sebagian kecil rizki yang dikaruniakan Allah untuk kepentingan manusia yang lain, bahkan juga di dalamnya termasuk keuntungan dirinya sendiri. Ibadah qurban, sebagaimana ibadah dalam islam, ternyata pada hakikatnya adalah merupakan tanda syukur kepada Sang Pencipta Allah SWT. guna mempertebal iman dan mempertajam taqwa kepadaNya. Ibadah Qurban mendidik manusia agar rela berkorban dalam menyambut kepentingan agama. Ibadah Qurban menggalang rasa kebersamaan dan saling pengertian, saling memahami dan saling membantu dalam kebaikan dan taqwa. Pentingnya qurban itu akan lebih dirasakan lagi, apabila kita memahami bahwa tidak ada satupun bentuk kehidupan yang sepi dari pengorbanan. Menurut ajaran islam kehidupan adalah pengabdian, karena kehidupan itu

memang dihamparkan oleh Allah SWT kepada manusia untuk mengabdi. Salah satu makna pengabdian, dalam kaitannya dengan qurban ini, adalah usaha sadar dari jiwa imani terhadap nikmat yang Allah berikan kepada manusia, untuk selanjutnya dibaktikan kepada Allah SWT, sesuai dengan janji kita setiap sholat : “Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku semata-mata untuk Allah, Tuhan seru sekalian alam”. Pengembangan Ekonomi Kerakyatan Qurban, baik dalam perspektif awal mula diperintahkannya pada masa Nabi Adam as maupun pelaksanaannya pada masa Nabi Ibrahim as dan pelembagaannya pada masa Nabi Muhammad saw, tidak dapat dilepaspisahkan dari ekonomi kerakyatan. Qurban pada masa Nabi Adam as diwujudkan dalam bentuk hasil pertanian yang diqurbankan oleh Qabil dan hasil peternakan yang diqurbankan oleh Habil. Qurban Qabil memang tertolak karena memberikan yang terjelek dari hasil usahanya, sedangkan qurban Habil diterima karena memberikan yang terbaik dari hasil usahanya. Qurban pada masa Nabi Ibrahim as pada dasarnya adalah anak beliau sendiri Ismail as. Tetapi sejarah mencatat, bahwa Ismail anak Nabi Ibrahim as itu digantikan dengan seekor domba yang besar lagi sehat, karena memang manusia yang adalah makhluq tertinggi ciptaan Allah, terlalu mulia untuk dijadikan qurban. Sekalipun disadari bahwa apapun milik kita, termasuk yang paling kita cintai, dalam rangka memenuhi perintah Allah, maka haruslah dilakukan dan tidak ada alas an untuk menolaknya. Bercermin pada qurban Nabi Ibrahim as itu, maka qurban pada masa Nabi Muhammad saw dan pengikutnya hingga hari qiamat adalah sapi, lembu, kambing atau domba peliharaan. Perintah qurban ini dilakukan sekali setahun bagi yang mampu, hukumnya menurut sebahagian ulama adalah wajib dan menurut sebahagi-

an yang lain adalah sunnat muakkat. Animo masyarakat muslim untuk melaksanakan qurban ini sangat tinggi, karena memang pahalanya sangat tinggi di sisi Allah SWT. Ibadah qurban ini memiliki peran yang sangat besar dalam pengembangan ekonomi kerakyatan dengan alasan sebagai berikut : Pertama, yang menjadi subyek qurban adalah orang kaya. Kekayaan harus dimiliki baru bisa berqurban. Dengan demikian maka ibadah qurban memberikan motivasi tersendiri bagi umat Islam untuk giat bekerja sebab hanya dengan bekerjalah maka kekayaan yang telah disiapkan Allah di muka bumi akan dapat diraih atau dimiliki. Ibadah qurban ternyata sangat berperan dalam pengentasan masyarakat dari kemiskinan dan sekaligus mendongkrak perekonomian masyarakat. Kedua, yang menjadi obyek qurban adalah sapi, lembu, kambing dan domba. Keempat hewan ini adalah binatang jinak peliharaan manusia dan sumber ekonomi kerakyatan. Perintah qurban ini pada dasarnya memerintahkan umat Islam untuk membuka peternakan secara professional sebab hanya dengan ketersediaan hewan ternaklah maka qurban dapat dilaksanakan. Sungguh sangat disayangkan, ternyata hewan qurban kita saat ini banyak disuplay dari hasil peternakan orang lain yang tidak beragama Islam. Mungkinkah ini sebuah pertanda bahwa orang lain lebih peka menangkap substansi ajaran agama Islam daripada orang Islam itu sendiri. Wallohu A’lam Bish-showab. **

Penulis adalah Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu

Kerahasiaan Pesawat Tempur

- DPRD Akan Bangun Gedung 10 Lantai - Herman Juga Siap Nahkodai Golkar Riau

19 Oktober 2012/ 3 Zulhijjah 1433 H

air hujan sebagai air minum. Berikanlah kami kepastian kapan kami bisa mengecap air tersebut, jangan hanya pandai memberikan janji yang tak jelas. Kepada wakil kami, DPRD Kota Dumai, jangan hanya bisa mengesahkan anggaran tanpa ada monitoring, permasalahan ini sudah cukup lama tertunda-tunda, mulai dari proyek air besih tahun 2004 hingga proyek air bersih yang dicanangkan Zul AS sampai sekarang yang air nya sedikitpun tak pernah kami rasakan. Hendri - Dumai

Undang-undang tersebut menjamin kemerdekaan pers dan memberikan jaminan hukum kepada wartawan dalam melaksanakan tugas. Tidak boleh ada pihak yang menghalangi atau menghambat tugas wartawan. Bila ada pihak yang sengaja melawan hukum berbuat demikian, diancam pidana penjara 2 tahun atau denda maksimal Rp 500 juta (Pasal 18). Hal yang menarik adalah penjelasan dari Kepala Staf TNI AU bahwa kecelakaan pesawat tempur bersifat rahasia. Publik tidak diperbolehkan mendekat atau mengambil gambar karena terkait kerahasiaan atau persenjataan yang dibawa pesawat. Seperti diketahui, pesawat produksi tahun 1996 yang diimpor dari Inggris itu membawa dua peluru kendali. Bila peluru kendali itu ikut meledak karena efek panas, bisa jatuh korban di sekitar lokasi kecelakaan. Untungnya, peluru kendali tersebut tidak meledak. Bagaimanakah ikhwal kerahasiaan kecelakaan pesawat tempur yang menjadi alasan atau latar belakang kemunculan tindakan kekerasan oleh aparat TNI terhadap wartawan itu? Batasan tentang kerahasiaan informasi terkait pertahanan dan keamanan (hankam) negara yang mencakup sistem intelijen, persandian, dan operasi militer sudah diatur dalam Pasal 17 UU

Oleh

A Zaini Bisri

Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Pasal 17 huruf c memuat 7 item jenis-jenis informasi hankam yang dikecualikan. Namun pasal tersebut tidak spesifik menyebut area latihan militer yang terlarang bagi akses publik atau informasi rahasia terkait kecelakaan pesawat tempur. Sesuai dengan Pasal 16 Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2010 tentang Standar Layanan Informasi Publik, kerahasiaan informasi strategis militer harus ditetapkan berdasarkan uji konsekuensi tentang akibat yang timbul bila informasi itu dibuka untuk publik. Daftar informasi yang dikecualikan berdasarkan hasil uji konsekuensi itu harus diumumkan sehingga masyarakat mengetahui. Kerahasiaan suatu informasi tidak bisa hanya didasarkan pada klaim pejabat atau pemimpin suatu badan publik. Jika demikian, akan terjadi pelanggaran terhadap hak publik atas informasi, termasuk juga hak wartawan untuk menyiarkan informasi. Peraturan Komisi Informasi Nomor 1/2010 juga menekankan jika pengecualian informasi berdasarkan Pasal 17 huruf j maka uji konsekuensi harus mencantumkan secara jelas dan tegas undang-undang yang diacu sebagai dasar bahwa suatu informa-

Dewan Redaksi: H Yusrizal Koto, Tun Akhyar, Hasan Basril, Yurnaldi, Hj. Bety Marlina, Gerri Nasri. Ombusdmen: H. Aji Dheri. Redaktur Pelaksana: Ridwan Alkalam. Koordinator Liputan: Budi Suseno. Redaktur: Idrus Yamin, Bakhtaruddin, Delfi Indra, Zukri Subayang, Marzuli Adi, Fitri Mayani, Saaduddin Badra. Reporter: Andika, Dairul Riyadi, Adek Hernita, Ryan Yutri Varios, Zulfikri, Indra Jaya, Abdul Mutholib, Mokhtiar, Zulkifli, Mayonal Putra. Sekretaris Redaksi: Desi Arsianti. Biro Daerah: Dumai: Parno Sali (Kepala), Yusrhel, Vernando, Meggy. Pelalawan: Pandapotan Marpaung (Kepala), Giona Puga, Farikhin. Siak: Zulfahmi (Kepala), Soleman. Bengkalis: Andrias (Kepala). Indragiri Hilir: Mulyadi (Kepala), Muhamad Faisal. Indragiri Hulu: Prasetia (Kepala), Obrin B. Rokan Hilir: Asbinsyah Pasaribu (Kepala). Rokan Hulu: Paber Siahaan (Kepala), Maulana Ishaq. Kampar: Apriyaldi. Kuantan Singingi: Reflizar. Meranti: Sawaluddin (Kepala). Jakarta: Syafruddin AL (Kepala), Surya Irawan. Perwajahan/Pracetak: Pepen Prengky (Kepala), Andixer, Iskandar Zulkarnain, Abdawiza, Rinto Armiko, Zulqifli, Alib Destiyono, Idris Muchni, Hasan Sholihin.

si wajib dirahasiakan. Karena itu, klaim kerahasiaan kecelakaan pesawat tempur harus didasarkan uji konsekuensi tentang pengecualian informasi tersebut. Lagi pula, kerahasiaan informasi tidak ada yang berlaku mutlak. Ada tingkatan kerahasiaan dan masa retensi yang membatasinya. Masalahnya, hingga kini belum ada peraturan perundang-undangan yang menjadi dasar pengecualian informasi hankam selain UU KIP. RUU Rahasia Negara sudah ditarik kembali oleh pemerintah dan RUU Keamanan Nasional masih dalam tahapan uji publik. Kerahasiaan informasi hankam mencakup istilah informasi strategis dan informasi infrastruktur strategis. Istilah rahasia negara (state secrecy) tidak sesuai lagi dengan perkembangan karena berkonotasi negatif. Prinsip Johannesburg Pembatasan informasi yang dirahasiakan penting sesuai Prinsip-Prinsip Johannesburg soal kebebasan informasi dan keamanan nasional yang diakui secara internasional (Newsletter, November 2009). Prinsip itu menyebutkan, pembatasan hak atas informasi karena alasan keamanan nasional tidak sah, kecuali ‘’untuk melindungi keberadaan suatu negara atau integritas teritorial-

nya atau kapasitasnya untuk bereaksi terhadap ancaman kekerasan, baik yang berasal dari sumber eksternal seperti ancaman militer maupun dari sumber internal, seperti provokasi penggulingan pemerintah dengan cara kekerasan’’. Menurut pengamat militer Andi Widjajanto (IDSPS, 2009), masyarakat dunia sekarang justru menghendaki transparansi di bidang pertahanan karena tiga alasan. Pertama; rezim perlucutan senjata (disarmament) dan pengendalian senjata (arms control) internasional mengharuskan transparansi seluas-luasnya di bidang pertahanan. Kedua; pertahanan yang tidak memancing musuh (non-provocative defense) menuntut transparansi dalam publikasi buku putih pertahanan, gelar pasukan dalam rangka operasi militer selain perang, anggaran pertahanan, dan proliferasi vertikal senjata konvensional suatu negara. Ketiga; transparansi pertahanan justru akan memperkuat efek penangkalan dari gelar pertahanan suatu negara. Efek penangkalan tidak akan muncul jika suatu negara menutup rapat seluruh informasi terkait dengan kebijakan, organisasi, postur, dan gelar pertahanan.**(smc) Penulis adalah Komisioner Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah

Iklan: Harmen Fadly (Manajer), Zulkifli (Koordinator Iklan Pku), Jimmi Endrik (Staf Iklan), Soeparto HAR (Kepala Perwakilan Jakarta), Joni Ardikesuma (Manajer Iklan Jakarta), Edriwan (Koordinator Dumai-Duri), Yudia Martin (Adm. Iklan), Sartana (Desain Iklan). Perwakilan Jakarta : Soeparto Har (Kepala), Joni Ardi Kesuma (Manajer Iklan Jakarta). Kantor Biro Redaksi Jakarta: Gedung IJW Lt.3 Jalan Proklamasi No.91 Jakarta Pusat 10320, Telp-Fax : 021-319 31117. Produksi: Feri Irawan, Prima Aldino, Hendra P, Marco MW, Suheri S, Suardi CS, Rudi A, Ilham M, Roy F, Alimi Wahid, Jupri Cahyono, Abdul Rahmad, Rahmad Suanto, Jamilus. Sirkulasi: Nasruddin Syahri (Manajer), Bambang Ariyanto(Koordinator), Herianto, Dewi Susanti (Adm. Sirkulasi). Keuangan : Abdy Suhenda(Manajer), Willy Yasnita Zain (Adm Keuangan). TI: Sudarmawan (Kepala), Bayu. Penasihat Hukum: Syamsul Rakan Chaniago SH,MH, Rudy P Tampubolon SH, Drs Mishar MSi, Zainal Abidin SH, Hasrizal. Alamat Redaksi: Jalan Durian No.16F Telp 0761 - 863466 Kota Pekanbaru. Kantor Dumai: Gedung YUBE Grup Jalan Cempedak No. 88 Dumai Telp 0765 - 439013. Percetakan: Jalan Palas Mekar Umban Sari No.9A Rumbai-Pekanbaru. Kantor Biro Iklan Jakarta: Gedung Maya Indah Jalan Kramat Raya No.3 G Jakarta Pusat Telp (021) 3903112, Fax (021) 3929630. Penerbit/Percetakan: PT. INTI VOKAL MEDIA. Tarif Iklan:Bisnis/Produk Rp35.000/mm kolom (FC) Rp17.500/ mm kolom(BW); Sosial/Duka Cita/Ucapan Selamat : Rp10.000/mm kolom (FC) Rp5.000/mm kolom (BW); Iklan Baris : Rp15.000/baris (minimal 3 baris). Iklan Mini Kolom Rp50.000/terbit.

Redaksi Harian Pagi Vokal menerima tulisan, artikel, dari pembaca yang berisi usulan, saran dan kritikan yang membangun. Redaksi tidak memuat tulisan yang berisi hasutan, fitnah dan mengandung unsur SARA. Kirimkan tulisan anda melalui email: harianvokal@gmail.com atau antarkan langsung ke Kantor Redaksi Harian Pagi Vokal Jalan Durian No.16F Pekanbaru dan Gedung YUBE GROUP Jalan Cempedak No 88 Dumai. Perwajahan: ISKANDAR

Harian Vokal Edisi 19 Oktober  

Santun Mengkritisi, Cerdas Menyikapi

Harian Vokal Edisi 19 Oktober  

Santun Mengkritisi, Cerdas Menyikapi

Advertisement