Page 10

10

HARIAN VOKAL

JUMAT

LINTAS

19 Oktober 2012/3 Zulhijah 1433 H

Alih Fungsi Lahan Sulit Dicegah  Perda-nya Tergantung RTRWP Riau SIAK(VOKAL)-Staf Ahli Bupati Siak Syahrin Rasbi mengatakan, alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Siak sejauh ini tidak bisa dilarang karena payung hukum untuk melarang alih fungsi lahan tersebut belum disahkan DPRD Siak. Hal ini dikatakan Syahrin Rasbi saat membuka rapat lintas sektoral ketahanan pangan di Kantor Bupati Siak, Rabu (17/10).

Dikatakannya, untuk memenuhi kebutuhan pangan di wilayah Kabupaten Siak, Pemkab Siak memang terus melakukan

LAPORAN: ZULFAHMI / SIAK berbagai upaya. Salah satunya dengan mengembangkan lahan persawahaan dan cetak sawah baru di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Siak. Namun, katanya, meski pemerintah terus berupaya mengembangkan lahan pertanian setiap tahunnya, namun lahan pertanian di wilayah Kabupaten

Siak dari waktu ke waktu terus saja berkurang akibat alih fungsi lahan. “Alih fungsi lahan yang dilakukan oleh petani itu, Pemkab Siak tidak bisa melarangnya karena payung hukum untuk melarang meraka belum disahkan DPRD Siak,” kata Syahrin. Pemkab Siak memang sudah membuat perda larangan agar lahan pertanian tidak dialih fungsikan menjadi lahan perke-

bunan, tapi saat ini aturan itu belum bisa diterapkan. Pengesahan Perda tersebut ada kaitannya dengan RTRW Provinsi Riau yang saat ini belum juga disahkan. Perda larangan alih fungsi lahan tersebut harus mengacu kepada RTRW Provinsi Riau. “Namun kita tetap berupaya merayu petani agar tetap mempertahankan lahannya sebagai lahan pangan,” kata Syahrin. (***)

SOLEMAN

KASAT Sabhara AKP Zamzami, SH didampingi KBO Lantas Ipda Yusirwan melakukan pengecekan sepeda yang akan digunakan untuk berpatroli, Kamis (18/10).

Polres Siak Giatkan Patroli Sepeda SIAK(VOKAL)-Mengantisipasi tindak kejahatan serta menekan tindakan kriminalitas di wilayah hukum Polres Siak, pihak Polres Siak mengadakan sistem patroli menggunakan sepeda. Patroli dilakukan di wilayah Polsek yang jarak jangkauannya dekat. Ada 14 unit sepeda yang dimiliki Mapolres Siak untuk mendukung pelaksanaan patroli sepeda ini. Setiap Polsek yang wilayahnya padat penduduk dan dekat dengan pusat keramaian akan diberikan sepeda tersebut. Menurut Kapolres Siak AKBP Sugeng Putu Wicaksono melalui Kabag Humas R Simamora, sistem reprensentatif itu dilaksanakan dalam rangka menekan aksi kriminalitas yang mana penjahat yang beraksi bukan karena direncanakan namun karena ada kesempatan. “Kita sudah memiliki 14 buah sepeda yang dibagi ke PolsekPolsek yang wilayahnya padat penduduk dan dekat dengan pusat keramaian,” jelas Simamora, Kamis (18/10). Menurutnya, pencegahan lebih baik dilakukan karena tindakan kejahatan dan kriminalitas bukan karena ada rencana, namun karena ada kesempatan. “Setiap hari anggota ditugaskan mengadakan patroli sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan,” kata Simamora. Dengan adanya upaya representatif ini di harapkan dapat mengurangi angka kriminalitas di tengah masyarakat, khususnya di wilayah hukum Polres siak. “Di samping itu masyarakat pun akan merasa aman dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari,” ujarnya. (sol)

Tim KSI Riau Nilai Kecamatan Koto Gasib KOTO GASIB(VOKAL)-Tim penilai lomba Kecamatan Sayang Ibu (KSI) Tingkat Provinsi Riau mengunjungi Kecamatan Koto Gasib, Rabu (17/10). Penilaian yang digelar di Gedung Serba Guna Kecamatan Koto Gasib itu dihadiri Camat Koto Gasib Arlisman, seluruh kepala desa seKecamatan Koto Gasib, ibu-ibu kader KSI, serta pembina dari Dinas Kesehatan Kecamatan Koto Gasib. Dalam acara penilaian kemarin juga ditampilkan profil program KSI melalui tampilan layar monitor. Ketua Tim Penilai KSI Abdul Razak dalam sambutannya mengatakan, penilaian lomba KSI sudah dilakukan sejak 1 September lalu. Pemenangnya sudah diberikan hadiah yang diserahkan saat peringatan HUT ke-13 Kabupaten Siak. “Kecamatan yang berhasil meraih juara nantinya akan diberikan piagam dan akan diikutsertakan menghadiri Hari Ibu di Jakarta. Selain itu kegiatan ini juga untuk memberikan semangat dalam kehidupan sehari-hari menjaga kesehatan di dalam keluarga,” kata Razak. Sementara Camat Koto Gasib Arlisman dalam pemaparannya di depan tim penilai dan undangan yang hadir mengatakan, kegiatan KSI sudah dimulai sejak tahun 2008 lalu. Kegiatan ini sudah memotivasi kaum ibu di Kecamatan Koto Gasib, terbukti semakin meningkatnya kesadaran dalam menjaga kesehatan di dalam rumah tangga. Acara juga dimeriahkan dengan penampilan teater drama dari kader KSI Kecamatan Koto Gasib yang berhasil memukau tim penilai lomba KSI serta undangan yang hadir. (sol)

Polres Siak

: 0764-20110

Polsek Sungai Apit

: 0766-51050

Polsek Minas

: 0761-993444

Polsek Perawang

: 0761-91448

Koramil Sungai Apit

: 0766-51061

Koramil Minas

: 0761-508033

Koramil Perawang

: 0761-92919

Rumah Sakit Siak

: 0764-20011

Pemadam Kebakaran : 0764-322113 Kantor Pos dan Giro

: 0764-20347

Informasi

: 0764-20108

Telkom

: 0764-20000

PLN

: 0764-20073

Penanggung Jawab/Redaktur: IDRUS YAMIN

HUMAS

WAKIL Bupati Siak Alfedri menyalami salah seorang pelajar SMA Negeri 1 Pusako yang bisa menjawab pertanyaan yang diberikan Wabup di sela-sela sambutannya dalam acara Penyuluhan Bahaya Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba di SMA Negeri 1 Pusako, Kamis (18/10).

BNK Penyuluhan di SMAN 1 Pusako

LAMR Diharap Ikut Lestarikan Budaya Daerah

Alfedri: Narkoba Tantangan bagi Pembangunan SIAK(VOKAL)-Wakil Bupati Siak Alfedri yang juga Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Siak mengatakan, pentingnya menyadari bahaya narkoba merupakan bagian dari pembangunan manusia seutuhnya yang akan berdampak terhadap pembangunan Kabupaten Siak karena narkoba merupakan tantangan bagi pembangunan. Hal ini disampaikan Alfedri saat membuka acara Penyuluhan Bahaya Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba di SMA Negeri 1 Pusako, Kamis (18/10). Penyuluhan yang diikuti 150 siswa SMA Pusako dan utusan dari SMPN 1 Pusako ini bagian dari kegiatan HUT ke-13 Kabupaten Siak Tahun 2012. Menurut Alfedri, visi Kabupaten Siak menciptakan masyarakat agamis dan sejahtera takkan tercapai bila generasi mudanya terjerumus ke dalam bahaya narkoba. Salah satu upaya untuk mewujud-

kan tujuan itu, perlu dibangun sekolah-sekolah berbasis pesantren untuk meningkatkan pengetahuan keagamaan. “Dengan mengetahui ilmu agama, diri kita akan terbentengi dari pengaruh-pengaruh jahat,” kata Alfedri. Wabup mengatakan, penyuluhan ini bukan hanya untuk mengancam dan menakut-nakuti, tapi untuk menginformasikan dan membimbing para pelajar agar tidak terjerat narkoba. Di masa sekarang ini generasi muda sangat mudah dipengaruhi. Banyak sekali potret kehidupan yang menunjukkan degradasi moral akhir-akhir ini, salah satunya akibat narkoba. Alfedri menambahkan, sebagai salah satu daerah yang sedang berkembang, saat ini Kabupaten Siak tak hanya menjadi daerah lintas peredaran narkoba, bisa jadi Siak akan menjadi daerah target pemasaran narkoba. “Saat ini 40 persen

ancaman bahaya narkoba mengarah kalangan pelajar,” sebut Wabup. Penyuluhan narkoba ini salah satu agenda rutin BNK Siak. Sebelumnya sudah dilaksanakan penyuluhan ke SMA di Kecamatan Siak, Tualang dan Kecamatan Mempura. Sebelum ke Pusako, penyuluhan digelar di SMAN 1 Bunga Raya. Kepala SMAN 1 Pusako Zamzami sangat mengapresiasi program BNK Siak ini. Menurutnya, perkembangan Kecamatan Pusako ke depan akan memberikan tantangan dan pengaruh negatif bagi perkembangan remaja, terutama pelajar. Kegiatan diisi dengan penyuluhan langsung oleh tenaga penyuluh dari BNK Kabupaten Siak dan penyuluhan pendekatan agama melalui ceramah agama oleh H Mukhyarudin Matondang. Tampak hadir Camat Pusako Kharial Azmi dan Kades Dosan Firdaus. (rls/rus)

SIAK(VOKAL)-Melindungi dan melestarikan budaya-budaya yang ada di Siak, selain tugas pemerintah, juga tugas dari Lembaga Adat Melayu (LAM) yang ada di masing-masing daerah dan kecamatan. Demikian disampaikan Bupati Siak Syamsuar saat ekpos tentang pelestarian budaya daerah di kediamannya. Menurut Bupati, di setiap kecamatan di Kabupaten Siak sudah dibentuk pengurus LAM. Keberadaan mereka diharap bisa menjaga budaya Siak dari pengaruh budaya asing yang masuk ke daerah Siak. Dipaparkan Bupati, dalam kegiatan Pemkab Siak sehari-hari juga berpedoman pada adat istiadat setempat, seperti dalam acara pernikahan dan penja-

muan makan tamu pemerintah. Dengan berpedoman pada kebudayaan yang ada, dengan sendirinya budaya yang ada di Siak tetap terjaga kelestariannya dan tidak mudah dipengaruhi kebudayaan asing. Lebih lanjut Bupati menyampaikan, untuk melestarikan budaya yang ada di Kabupaten Siak, Pemkab sudah memprogramkan Festival Siak Bermadah (FSB) setiap tahunnya. Tak hanya itu, Dinas Pendidikan juga sudah membuat program belajar setiap sekolah harus ada pelajaran Arab Melayu. Selain itu, Pemkab juga telah mengajukan perda harus bisa baca Al Quran setiap masuk sekolah tingkat SMP, serta mengaji sebelum belajar dan Magrib mengaji. (zul)

Bupati Kunker Pengelolaan Pariwisata ke Yogya SIAK(VOKAL)-Bupati Siak Syamsuar melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Yogyakarta untuk mengetahui kondisi pembangunan dan pengelolaan kepariwisataan, Rabu (17/10). Selain itu, juga untuk menjajaki kerjasama bidang kepariwisataan. Dalam kunker ini Bupati didampingi Kadisparsenibudpora Wan Abdul Razak, Kadisdik Kadri Yafis, Sekwan Rudinal, Sekretaris Bappeda Wan Muhammad

Yunus, Sekretaris Dinas PU Acep Rosyidin, Wakil Ketua LAM Siak Wan Abdurrahman, Kepala BPM Amron Salmon, Ketua Karang Taruna Kabupaten Siak dan pengurus IPMPKS. Kedatangan rombongan Bupati disambut langsung Walikota Yogyakarta Haryadi Sayuti dan jajaran. Menurut Bupati, rombongan Pemkab Siak berkunjung ke Yogyakarta karena sejumlah potensi wisata Kabupaten Siak berupa cagar budaya sisa Kera-

jaan Siak hampir sama dengan apa yang dimillik Kota Yogyakarta. “Sektor pariwisata Yogya memang sudah berkembang. Yogya sudah dikenal di nasional dan internasional. Banyak hal tentunya yang dapat kami pelajari dari pengelolaan pariwisata di Yogya,” kata Bupati. Lebih lanjut Bupati mengatakan, untuk mengembangkan objek wisata di Kabupaten Siak, tahun depan akan dirancang

grand design pengembangan kebudayaan dan periwisata. “Untuk itu kami ingin melihat bagaimana grand design pengembangan kebudayaan dan pariwisata Yogyakarta,” ujar Syamsuar. Selain melihat objek wisata Yogya, rombongan Pemkab Siak juga melihat pengembangan industri handycraft. Menurut Bupati, Pemkab Siak tengah tim cagar budaya sebanyak 5 orang untuk mempelajari

pengalaman Yogya mengelola aset budaya, mengingat di Siak banyak cagar budaya yang belum terinventaris sebagai aset budaya nasional. Sementara Pemko Yogyakarta berharap adanya kerjasama yang baik di bidang pariwisata antara Kabupaten SiakKota Yogya. Misalnya dengan mengusulkan rute penerbangan langsung Pekanbaru-Yogya kepada maskapai penerbangan. (zul) Perwajahan: ANDIXER

Harian Vokal Edisi 19 Oktober  

Santun Mengkritisi, Cerdas Menyikapi

Harian Vokal Edisi 19 Oktober  

Santun Mengkritisi, Cerdas Menyikapi

Advertisement