Page 1

KORAN VIVAT Jumat, 28 Maret 2014 Salam Sapa Hangat

“The best way to predict the future is to create it.”

Rembug Bareng SKK dan Polsek mengenai Keamanan ITS

- Abraham Lincoln

Bicara Bisnis Indonesia Gemilang di Pandangan Dunia

Indonesia Gemilang 2030. Gagasan ini sangat memberikan motivasi bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Gagasan yang selalu diharapkan terwujud menjadi kenyataan. Modal sebagai negara besar dan maju telah ada pada Bangsa Indonesia. Prediksi ini bukanlah tanpa alasan, terlebih karena Indonesia kini telah menjadi perhatian dunia. Sejak keberhasilannya bertahan dalam krisis ekonomi global yang melanda sebagian besar negara-negara di dunia, kehebatan ini menghantarkan Indonesia pada posisi lima kategori negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia. PDB Indonesia bahkan mampu bersaing dengan negara-negara maju lainnya. PDB tahun 2013, jumlahnya mencapai 20.000 USD per kapita atau setara dengan 36 juta rupiah per kapita. Bersambung ke halaman 3....

SOSMAS

Mahasiswa Berkebun? Siapa Takut! Berkebun? Menanam sayur? Itu adalah pekerjaan petani. Tapi kalimat itu tidak lagi cocok untuk mahasiswa ITS yang tergabung dalam ITS Berkebun. ITS Berkebun adalah sebuah komunitas baru di ITS yang diprakarsai oleh bala(pasukan) eco campus yaitu BEM Fakultas, BEM ITS, serta komunitas lingkungan hidup yang ada di Surabaya. Gerakan ini adalah gerakan independen yang tidak dibawahi Eco Campus maupun BEM ITS. Bisa dikatakan aktivitas ini adalah have fun bermanfaat yang mempunyai aktivitas yang jelas. Bersambung ke halaman 3....

Slentingan Arek ITS

Belakangan ini kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) banyak digemparkan oleh beberapa kasus pencurian dengan sasaran beberapa mahasiswa di berbagai lokasi di daerah kampus. Barang-barang sasaran diantaranya motor, laptop, dan lain-lain. Hal ini menjadi sorotan penting elemen KM ITS terhadap Satuan Kemanan Kampus (SKK). Selasa, (11/3) 19.00 sampai 22.15 Unit Kegiatan Mahasiswa Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) 1.0 mengadakan Rembug Bareng Pustaka LPM 1.0 di Hall SCC lantai tiga yang mengangkat topik “Menggugat Keamanan Kampus ITS” dengan mengundang para pakar yang memang berkonsentrasi penuh dalam hal ini, yang dalam hal ini ialah Kepala UPT KK berjumlah tiga orang dan seseorang dari Inteljen Polsek Sukolilo. LPM sebagai sebuah UKM yang belakangan ini kerap mengeluarkan berita-berita mengenai isu yang membuat hangat perbincangan antar mahasiswa se-ITS. Pada malam itu LPM membuat sebuah acara yang mampu menjadi wadah bagi aspirasi mahasiswa mengenai keamanan kampus, karena penyampaiannya langsung kepada pihak terkait mengenai kasus-kasus keamanan kampus. Tujuan dari kegiatan ini yakni untuk meluruskan persepsi semua elemen kampus, juga menyelesaikan semua permasalahan keamanan dengan langsung melaporkannya kepada pihak yang berwajib. Adapun hasil yang didapat dari diskusi tersebut ialah ditemukannya titik temu solusi dari permasalahan keamanan kampus, yakni kebijakan pihak rektorat dalam menindaklanjuti hal ini dalam design maker masterplan ITS yang sedang dalam proses.

“Karena kita bergerak di bidang pers, maka keluaran yang kami hasilkan berupa tulisan-tulisan dengan harapan dikaji lebih lanjut oleh KM ITS” tutur M. Imam Rahmat Fahmi, Pimpinan Umum LPM 1.0, ketika ditanyakan mengenai langkah lanjut dari LPM sendiri. Di tengah-tengah diskusi hangat tersebut, Polsek Sukolilo menyatakan bahwasanya kampus ITS sebagai kampus teknologi sudah tidak masanya lagi menggunakan sistem keamanan kampus yang manual, karena keamanan itu bersifat kompleks, maka perhatiannya juga harus menyeluruh kepada seluruh penjuru ITS, dan ini tentunya membutuhkan perhatian dan kepedulian dari seluruh elemen kampus. Dalam hal ini mahasiswa juga harus berperan aktif, diantaranya dalam bekerja sama dengan SKK, jika ada segala sesuatu yang mengurangi kenyamanan, keselamatan, dan keamanan di area kampus maka segera laporkan kepada SKK atau bahkan langsung kepada Polsek setempat. Berbicara tentang masterplan ITS, pada dasarnya sudah terencana sejak tahun 2008. Namun belum ada tindak lanjut dari pihak rektorat mengenai realisasinya, maka tahun ini disampaikan oleh Tim Adhoc dari Masterplan ini bahwa perkembangannya sudah sampai pada senat dan dewan pertimbangan ITS. Harapan Imam kepada KM ITS mengenai permasalahan keamanan ini mahasiswa diharap lebih kritis dalam memperhatikan keamanan di sekelilingnya, terutama di masing-masing jurusannya. (rah/din)

Strategi Baru Ketua Mahkamah Mahasiswa ITS Usai Dilantik Ketua Mahkamah Mahasiswa baru, Hanifah Kurniasari berkomitmen untuk membuat perubahan baru di MM Its seusai dilantik Presiden BEM Mukhlis Said, Sabtu, 8 Januari 2014 lalu. Mahasiswi Teknik Industri angkatan 2010 tersebut telah mempunyai cara bagaimana agar MM dapat lebih dikenal di KM ITS. Hanifah mengatakan bahwa yang paling penting elemen KM ITS harus mengetahui terlebih dahulu apa itu MM ITS. Adapun strategi yang bisa dilakukan adalah branding logo dan jargon MM ITS. Menurut Hanifah, saat ini KM ITS masih kurang paham akan kinerja MM ITS. Di mata Hanifah, KM ITS hanya mengenal MM saat pemilu atau saat penggugatan suatu perkara saja. “KM ITS harus lebih mengenal MM lebih dalam, untuk itu kami berencana akan turun langsung ke sekretariat yang ada di KM ITS untuk sosialisasi mengenai MM, karena selama ini MM ITS seringkali terlihat ekslusif sehingga diperlukan pendekatan yang bersahabat agar pengaruh kami juga terasa di KM ITS,” ujar Hanifah saat diwawancarai pada Sabtu (8/3).

Hanifah juga mengungkapkan bahwa gerakan MM saat ini harus massif dan akan melibatkan seluruh elemen KM ITS. Gerakan MM yang melibatkan partisipasi KM ITS tentu sangat potensial untuk MM dalam menjalankan tugasnya dengan baik, sehingga harus dioptimalkan, salah satunya mengenai SOP penggugatan. Harapannya KM ITS kedepannya tidak sekedar menggugat, tetapi memahami bagaimana prosedur yang tepat mengenai penggugatan itu sendiri. Bagi Hanifah, ketika KM ITS telah mengetahui apa itu MM ITS, mengenal tentang MM ITS, dan paham mengenai wewenang MM ITS terhadap KM ITS, harapannya KM ITS dapat memiliki antusiasme besar terhadap MM ITS. Sehingga MM dapat bekerja secara optimal dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga yudikatif KM ITS. “Saya harap MM ITS tahun ini mendapat kepercayaan kembali dari KM ITS. Kami mengharap bantuan seluruh elemen KM ITS untuk mengawal kedekatan KDKM sendiri,” lanjutnya. (lai)


Halaman 2 Edisi 28 Maret 2014

Pencetak Pelopor Pergerakan Mahasiswa Sejak Jum’at (07/03/14) hingga Minggu (09/03/14) Hall SCC lantai 3 dipenuhi empat puluh delapan mahasiswa yang mengikuti SPMI (Sekolah Pelopor Mahasiswa ITS) dengan rincian 42 peserta dar ITS dan 6 peserta dari PENS, PPNS, dan Polinema. Dengan dibimbing oleh para pembicara yang sangat berkompeten, semangat yang begitu antusias dari seluruh peserta pada tiga hari itu tetap terjaga hingga akhir sekolah yang dilengkapi dengan simulasi ini. Diantara pembicara yang membagikan wawasan dan semangat pada para peserta ialah dari aktivis, budayawan, pengamat politik, dan juga mantan wartawan orde baru. Latar belakang keempat sosok tersebut cukup mampu membentuk lulusan dari sekolah ini menjadi pemimpin yang benar-benar mampu mewakili rakyat berikut seluruh aspirasi mereka dengan adil dan bijaksana. Kegiatan yang sangat bermanfaat bagi kader-kader bangsa dari kampus ITS yang diadakan oleh Kementerian Kebijakan Publik BEM ITS ini merupakan sekolah yang berlangsung berturut-turut dari tahun ke tahun rutin diadakan, dan tahun 2014 ini merupakan SPMI ketujuh yang mengusung tema ‘Pemimpin Muda Penuh Cinta dan Karya’. Saat ditanya mengenai konsep dasar dari sekolah ini, Alvian, Ketua Panitia SPMI 7 menjelaskan bahwa konsep SPMI kali ini menyesuaikan dengan tagline dari BEM ITS periode in juga, Muda Bersahabat, yakni Seorang pemuda adalah tulang punggung bangsa, selayaknya menjadi pelopor pergerakan kemajuan bangsa, dilandaskan kecintaan tanah air dan diimplementasikan dengan karya sesuai keahlian masing-masing, mengingat begitu beragamnya disiplin ilmu yang ada di kampus sepuluh nopember ini. Adapun harapan output dari SPMI 7 ini ialah masing-masing dari lulusannya menjadi pelopor pergerakan mahasiswa di lingkungannya, mulai dari yang terkecil saat ini, yakni tingkat jurusan, hingga tingkat institut, atau bahkan diterapkan di masyarakat luas. “diharapkan lulusan ini bisa menginisiasi pergerakan yang mungkin selama ini ‘mati suri’ sehingga suara mahasiswa yang mewakili rakyat bisa kembali terdengar” papar alvian di penghujung acara SPMI 7 ini.(sha/din)

Berbagi Cerita sesama Pengajar Muda se-Jatim Minggu sore (9/3/2014) ada yang lain di Sekretariat BEM ITS, BSO IECC menjadi tuan rumah bagi Komunitas Mengajar dari berbagai Universitas di Jawa Timur. Beberapa diantaranya seperti Universitas Negeri Jember (UNEJ), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang), Universitas Airlangga (UNAIR), dan Universitas Negeri Malang (UM). Diantara tamu undangan BSO IECC siang itu ialah PIJAR (Pondok Indonesia Mengajar), yang beberapa waktu lalu pernah mengundang BSO IECC pada acara perayaan ulang tahun PIJAR yang pertama. Agenda “Circumference External” ini membahas tentang struktur organisasi masing-masing komunitas serta sharing pengalaman mengajar. Diawali dengan penampilan video kebangsaan, mereka merenungkan sejenak tujuan komunitas mengajar dalam pengabdian masyarakat. Setiap organisasi mempunyai keunikan yang khas. Hal ini terbukti dari semisal, UNJAR (UNEJ Mengajar) yang memiliki binaan berupa orang tua lanjut usia. Program mereka terinspirasi dari banyaknya para lansia yang masih belum bisa membaca dan menulis. Sementara bagi UIN Malang yang notabene kampus Islam, materi yang disampaikan tak jauh dari materi keIslaman seperti membaca Al-Qur’an, Iqra, Hadist, dan sebagainya. Meski begitu, mereka juga merangkap penyampaian materi dasar agar tercipta keseimbangan antara edukasi dan spiritual. Tak kalah dari kedua komunitas tersebut, SCOLAH (Sekolah UNAIR Mengajar) selain memiliki rumah belajar, terkadang mereka datang langsung ke tempat binaan untuk berbagi ilmu.

Begitu juga dengan UM Mengajar, PIJAR, dan UB Mengajar. Dari sisi organisasi, banyak kesamaan seperti divisi khusus yang menangani masalah dana atau sponsorship. Karena sebagian dari komunitas mengajar tersebut berdiri sendiri dan tidak dibawahi oleh organisasi apapun, sudah sewajarnya mereka mencari dana secara mandiri demi kelangsungan program pengabdian masyarakat tersebut. Meskipun begitu, ada beberapa pihak luar yang peduli dengan gerakan mereka dan terkadang mengirimkan bantuan berupa buku yang kemudian buku-buku itu diberikan maupun dipinjamkan kepada para binaan. Pengalaman suka dan duka selama mengajar, menjadi motivasi bagi mereka untuk terus bergerak dalam bidang pendidikan. Misalnya saja pengalaman dari UB Mengajar yang para mengajar mereka mendapat surat dari adik-adik binaan. Siapa sangka anak-anak kecil yang sering bandel dan membuat pengajar kesal bisa berbuat hal demikian, hal ini tentu membuat para pengajar merasa terharu. Selain pengalaman menyenangkan, ada pula pengalaman dari pengajar yang perlu dievaluasi. Diantaranya mengiming-imingi para adik binaan dengan hadiah agar mereka mau belajar. Padahal cara tersebut tidak baik untuk dilakukan karena akan menimbulkan kebiasaan buruk. Anak-anak menjadi berpikir bahwa belajar hanya untuk mendapatkan barang, bukan ilmu. Ada kalanya cara ini harus dilakukan untuk menarik minat adikadik, tetapi hanya sesekali saja agar tidak menjadi kebiasaan. (sel)

Indonesia Baru, Nggak Ada Matinya! “Indonesia Baru, NGGAK ADA MATINYA.” pada Kamis (6/3) malam, merupakan acara yang diadakan oleh media pertelevisian swasta yaitu SCTV. Dalam hal ini, pihak birokrasi dan tim SCTV meminta bantuan kepada Kementerian Hubungan Luar BEM ITS untuk bekerja sama dalam menyelenggarakan acara tersebut. Sekitar 1000 mahasiswa ITS ikut berpartisipasi dalam acara “Indonesia Baru”. Antusias mahasiswa dalam berpartisipasi cukup tinggi mengingat adanya walikota Surabaya yang diundang untuk berbincang bersama band SLANK dan SCTV. Acara yang diadakan oleh pihak SCTV ini, bukan karena dilatarbelakangi oleh perihal politik atau partai, namun murni acara yang diagendakan oleh SCTV sama halnya dengan agenda sebelumnya yaitu Bupati Banyuwangi. “Menanggapi komentar yang ada di media sosial, acara ini bukan salah satu kampanye dari suatu partai politik. Namun acara ini termasuk pencitraan untuk ITS sendiri. Kami juga sudah mengklarifikasikannya dengan PR IV terkait acara tersebut.” ujar Menteri Hubungan Luar BEM ITS 2013/2014, Yan Azmi Edo Arizanur. Acara seperti ini tidak hanya ada di tahun 2014, namun dua tahun yang lalu ada acara ITS bersama JK. Namun berbeda dengan tahun ini, acara ini murni ditawari oleh pihak SCTV. Dimana pihak SCTV ingin memberikan nilai kepemimpinan terhadap setiap mahasiswa. “Sesungguhnya ada kekhawatiran, setiap acara pasti ada pro-kontra namun saya sudah mengkonfirmasi melalui dua arah dari Pembantu Rektor IV dan pihak SCTV. Informasi terkait acara ini mendadak dari pihak birokrasi, kami dari

pihak BEM ITS menerima berita ini sekitar H-3 dan langsung saya koordinasikan dengan Kementerian Hubungan Luar Negeri dalam menyelenggarakan acara ini. Mungkin dengan acara ini yang bertujuan untuk menanamkan nilai kepemimpinan akan menimbulkan kesadaran mahasiswa yang masih kurang sadar terkait perihal PEMILU.” ujar Presiden BEM ITS 2013/2014, Mukhlis Ndoyo Said. Tidak hanya SLANK saja, namun ada seorang perempuan yang dahulunya pekerja sebagai PSK yang dibantu oleh Bu Risma untuk memperoleh pekerjaan yang lebih baik. Kemudian ada beberapa anak berprestasi yang diurus oleh Bu Risma dalam mengembangkan prestasi dimasing-masing bidangnya serta anak-anak berkepribadian berbeda dengan manusia biasanya, anak-anak tersebut terlihat bahagia sekali saat datang dalam acara ini bertemu dengan Bu Risma. “Melihat mahasiswa ITS yang mendukung Bu Risma dalam menyelesaikan tanggung jawabnya sebagai walikota Surabaya selama masa jabatannya saat ini, terlihat bahwa kalian saling memberikan feedback. Kami juga ingin menyebarkan virus leadership terhadap mahasiswa di Indonesia agar tidak hanya berfokus pada kuliah saja atau aktivis saja. Kami disini sebagai pihak media yang membantu sistem demokrasi agar berjalan dengan sepantasnya di Indonesia. Kinilah saatnya melatih kewaspadaan, dalam acara ini tidak ada muatan partai politik sama sekali namun kami hanya ingin menanamkan nilai kepemimpinan untuk seluruh mahasiwa.” ujar pihak SCTV.


Edisi 28 Maret 2014

Indonesia Gemilang di Pandangan Dunia Bersambung dari halaman 1.... Barindo (Barisan Indonesia) memiliki alasan kuat akan prediksi ini. Seluruh kriteria dan potensi telah dimiliki bangsa yang juga dijuluki “Zamrud Khatulistiwa” ini. Beberapa faktor tersebut di antaranya; Pertama, tingkat ekonomi Indonesia dinilai paling stabil di dunia. Bahkan, Bank Indonesia menjelaskan bahwa perekonomian Indonesia paling stabil dalam 4-5 tahun terakhir. Kedua, sekitar 90 persen pertumbuhan ekonomi nasional berasal dari wilayah di luar Jawa. Jadi, pertumbuhan ekonomi ini tidak hanya terjadi di Jawa atau Jakarta. Ketiga, sekitar 11 persen ekspor komoditas berasal dari sektor nonmigas. Ini membantah mitos bahwa model pertumbuhan dalam negeri didominasi ekspor. Ke-empat, pemakaian sumber daya sudah berkurang hingga 7 persen. Ini juga memban-

tah bahwa sumber daya adalah penopang utama perekonomian. Kelima, sekitar 60 persen pertumbuhan ekonomi ditopang oleh peningkatan produktivitas. Ini juga membantahkan bahwa pertumbuhan ekonomi hanya dari pertumbuhan angkatan kerja. (Raoul Oberman). Tugas mahasiswa sebagai generasi muda yang akan mewujudkan harapan tersebut tidaklah mudah. Kini, ditengah kondisi bangsa yang tidak menentu mahasiswa haruslah terfokus dengan target tersebut. Mahasiswa yang merupakan pemegang kendali atas bangsa, di masa mendatang hendaknya sudah mulai menata diri dan meningkatkan kemampuan kreativitasnya. Tak terkecuali, mahasiswa ITS diharapkan mampu menyumbangkan karya-karya dan inovasi teknologi demi kemajuan bangsa Indonesia. Karena dengan teknologi kita dapat menggenggam dunia. (ris)

Halaman 3

Mahasiswa Berkebun? Siapa Takut! Bersambung dari halaman 1.... Tyasilia salah satu anggota ITS berkebun menceritakan, tanam perdana untuk kebun yang terletak di sebelah gedung Jurusan Material Metalurgi sudah dilakukan sejak Jumat (7/3). Mereka menanam sayur sawi dan kangkung serta membuka lahan dengan membajak dan memberi pupuk agar tanah bisa ditanami. Tujuan tanam perdana kali ini, ITS Berkebun ingin go public dan menjalin kerjasama dengan Kementerian Sosial Masyarakat BEM ITS dan Indonesia Berkebun. Mereka meminta bantuan kepada BEM ITS agar mengawal roadshow di jurusan-jurusan di ITS untuk mempublikkan kegiatan baru ini. ITS Berkebun baru akan mendapatkan keanggotaan resmi dari Indonesia Berkebun setelah mereka panen pertama. Kegiatan ini tak lepas dari pembimbing yang berasal

dari BKPKP ITS yang membawahi Gerakan Eco Campus ITS yaitu Bapak Munif. “Berkebun juga bisa dilakukan di tempat kos, tak perlu lahan yang luas, misalnya menanam dengan media pipa paralon. Harapan setelah ada gerakan ini, kesadaran mahasiswa ITS akan berkebun bisa meningkat. Juga kecintaan mahasiswa akan berkebun dan menjaga lingkungan makin bertambah.” tutur Tyasilia semangat. (rah)

JUS APEL (Part 2) Oleh : Yutika Amelia Effendi

“Kenapa, Mel? Jus apel, ya? Aku buatin bentar, ya?” Iva berusaha bangkit meski kepalanya kliyengan, didera pusing berat. Amel kaget dan langsung mencegahnya. “eh, gak usah, Va ! Gak usah !” “Tapi...” “Gak pa-pa, biar kali ini aku aja yang bikin sendiri,” ujar Amel yang kemudian senyum kecut, seolah menertawakan dirinya sendiri, “Lagian dia itu kan pacar aku, ya? Mustinya aku belajar untuk bikin jus apel kesukaannya dari sekarang. Bukan minta tolong kamu melulu. Ntar gimana dong kalo misalnya udah nikah, masa iya aku masih minta tolong sama kamu juga. Iya gak ?” Amel tersenyum ke arah Iva. Amel lalu bergegas pergi ke dapur. Iva menggigit bibirnya, dan bergumam sedih, “Ya, Mel. Udah saatnya kamu membuatnya sendiri, untuk pacar kamu itu. Meskipun sampai sekarang sebenarnya aku pun masih suka untuk melakukannya tanpa kamu pinta.” Aldo langsung berkerut keningnya ketika meneguk jus apel yang disodorkan Amel. Segelas penuh yang biasanya habis licin tandas, kini masih tersisa tiga perempatnya. Amel menatap Aldo dengan cemas, “Kenapa, Do? Gak enak, ya?” Aldo yang takut pacarnya kecewa, langsung berusaha senyum dan menggeleng, “Oh, mmm b-bukan gitu. Tapi kok rasanya beda dari biasanya, ya?” “Beda gimana maksud kamu ?” tanya Amel deg-degan. “Ya beda aja. Ng.. mm.. ” Aldo jadi gak enak mau jujur. Amel nampak terpukul. “Kayak ada yang kurang, ya ?” selidik Amel. Aldo terpaksa mengangguk. “Pasti ini bukan kamu sendiri yang buat, kan?” tebak Aldo, “Pasti ini buatan sepupu kamu itu, si Iva? Bener, kan ? Soalnya biasanya buatan kamu rasanya gak kayak gini.” Amel kaget, kecewa dan menyesal. Menyesal karena sekian lama dia menyembunyikan soal –yang menurutnya- sesepele ini. Sampai akhirnya ia gak tahan dan mengaku. “Bukan, Do. Kali ini justru buatanku sendiri.” Ungkapnya menahan sedih. Aldo bengong. “Nah, terus yang biasanya ? Buatan siapa ?” “Yang biasanya itu... itu... buatan Iva.”

Aldo kaget, agak gak percaya, “Tapi kok selama ini kamu ngaku-ngaku kalo jus apel yang kamu suguhin tiap aku datang, adalah buatan kamu ?” Amel gak bisa menjawabnya. Sedih, kesal, bingung. Dan sejak itu pula, Aldo mulai berubah. Bukan masalah jus apel yang membuat Aldo kesal. Buat Aldo, gak seharusnya orang ngaku-ngaku sesuatu yang gak pernah dikerjakannya. Dan buntutnya memang fatal. Aldo kini justru sering mencari Iva saat di sekolah. Perhatiannya tak lagi tertuju pada Amel kekasihnya. Amel sadar bahwa Aldo berubah, tapi sama sekali ia tidak mengetahui bahwa Aldo mulai PDKT ke Iva yang berbeda kelas dengan mereka berdua. Suatu saat di kantin sekolah, diam-diam Aldo mendekati Iva. Tentunya sambil celingukan takut kepergok Amel. Aldo cuma ingin ngobrol dan memberikan sebatang cokelat kesukaan Iva. “Dari mana kamu tau aku suka cokelat ?” tanya Iva yang gak berani menatap mata Aldo saking groginya. Aldo tersenyum. “Amel pernah cerita, kalo kamu suka cokelat. Sementara dia anti banget karena takut gemuk. Menurutku, dia berlebihan. Bedannya kan selangsing itu, pusing amat mikirin berat badan,” kata Aldo, membuat Iva kaget. Amel pernah ngomongin soal kesukaannya pada cokelat di depan Aldo ? Ah, Iva jadi malu sendiri. Grogi gak jelas gitu. Aldo senang melihat Iva yang nampak salting, hingga ia yakin kalo Iva pasti suka padanya. “Jus apel buatan kamu enak,” puji Aldo tiba-tiba. Iva kaget. Aldo sepertinya menikmati setiap detik perubahan raut wajah cewek sederhana di depannya itu. “Udah deh gak usah ngeles. Aku tau kok, siapa yang bikinin aku jus apel spesial setiap kali aku datang ngapelin Amel.” Muka Iva langsung bersemu merah. Geer, bahagia, bingung, gelisah... “Va, kapan-kapan boleh kan aku ngajak kamu jalan ? Nonton kek, atau makan dimana gitu. Mau kan ?” rayu Aldo, membuat Iva gak mampu berpikir. Tapi beberapa saat kemudian, karena Aldo menunggu dengan menatapnya tanpa berkedip, Iva akhirnya mengang-

gukkan kepalanya. Pertemuan Aldo dan Iva pun seperti backstreet. Aldo takut cari masalah dengan Amel, sementara Iva juga gak enak hati sama sepupunya itu. Iva memang dilanda dilema. Satu sisi, dia sangat menikmati kebersamaan dengan Aldo, pujiannya yang tulus, serta... ah ya ! Karena cinta terpendamnya kini akhirnya berbalas! Hanya orang bodoh yang menyia-nyiakan balasan cinta, meskipun datangnya terlambat sekalipun. Hingga suatu saat, Aldo ‘nembak’ dia. “T-tapi gimana Amel ?” tanya Iva terbata. Dalam hati ingin rasanya ia langsung menjawab ‘iya’ pernyataan cinta Aldo itu, tapi bayangan wajah Amel muncul di kepalanya. “Sebentar lagi aku akan memutuskan hubunganku dengan Amel,” kata Aldo mantap. Iva kaget dan tak mau langsung menjawabnya. Dia butuh waktu untuk mempertimbangkan ini semua. Aldo bilang, dia akan sabar menunggu. Tapi Aldo yakin, ini hanya soal waktu. Cepat atau lambat, Iva pasti akan menerimanya. Dan malam itupun menjadi malam yang menyiksa buat Iva. Di satu sisi, ia sangat mencintai Aldo sejak lama. Mengaguminya diam-diam setiap kali cowok itu datang mengapeli Amel. Aldo-lah yang selama ini menghiasi mimpi-mimpi indahnya. Tapi Amel ? Mendadak bayangan masa lalu itu kembali datang menyergap Iva. Musibah kebakaran lima tahun lalu itu, telah menghanguskan rumahnya serta merenggut nyawa kedua orang tuanya. Ayah-ibu Iva, meninggal ketika sehari dirawat di rumah sakit, karena luka bakar yang cukup serius. Tinggal Iva yang menjadi yatim piatu. Waktu itu dia selamat karena sedang bermain di rumah temannya. Dan setelah musibah itu, Om Joni adik kandung ibunya Iva, langsung memboyong Iva ke rumahnya. Berkumpul dengan Tante Fatma yang ramah dan Amel sepupunya yang manja tapi baik hati. Iva gak bisa membayangkan, seandainya gak ada Om Joni dan keluarganya, mau tinggal dimana dia? Gimana dengan masa depannya? Hanya mereka bertigalah yang memberinya kasih sayang dengan segenap perhatian dan ketulusan. “Iva !”

Infografis: Uji Coba Sepeda ITS

Iva tersentak kaget ketika Amel menepuk bahunya dari belakang dengan riang, lalu menyodorkan sebuah bingkisan besar. Iva keheranan, sementara pikirannya buyar seketika. “Apa ini, Mel ?” “Ini sepatu, oleh-oleh papa dari Shanghai,” celetuk Amel riang, “Tuh, papa di depan, baru aja datang.” Iva bingung ketika membuka bingkisan dan ada dua pasang sepatu, dengan model sama tapi warna berbeda. “Kok... kok dua pasang ?” “Iyaa... ini untuk kita berdua, Va. Aku satu, kamu satu. Tapi kamu aja pilih duluan, deh. Kamu suka yang warna apa ? Kalo kamu milih yang ungu, biar aku yang merah aja. Gak masalah, kok,” sahut Amel ringan. Iva terpana. Untuk sesaat ia tertegun haru memandang Amel. Amel malah keheranan. “Kenapa kamu, Va ? Disuruh milih duluan kok malah bengong ?” Iva gak sanggup menjelaskan, ia hanya bisa menangis dan mendadak memeluk sepupunya itu dengan penuh kasih sayang. “Kamu baik banget, Mel. Baiiik... banget sama aku,” ujar Iva disela isaknya. Amel malah bingung dan heran. “Baik? Biasa aja, ah. Kamu kenapa, sih? Kok mendadak jadi aneh gini?” Iva melepas pelukannya, menghapus air matanya, memandang Amel dengan senyum tulus. Maafin aku, Mel, batin Iva. Maafin aku kalo selama ini udah berharap lebih dengan ‘merebut’ pacarmu untu memenuhi egoku sendiri. Aku janji, itu gak akan aku lakukan lagi. “Ayo, buruan plih dong, Va. Kok malah nangis?” ujar Amel. Iva menggelengkan kepalanya dan menatap Amel. “Nggak, Mel. Kamu yang berhak milih duluan,” Iva menyodorkan kedua pasang sepatu itu ke arah Amel. Dan aku sekarang udah tau, jawaban apa yang akan aku berikan ke Aldo nanti malam, lanjut Iva dalam hati. Aku gak akan pernah merusak kebahagiaanmu, Amel! (konflik cerita adaptasi dari karya Gustin Suradji) -SELESAI-

SUARA VIVAT Redaksi Koran Vivat menerima surat dari pembaca yang berisi kritik, saran, dan tanggapan terhadap pelayanan publik di KM ITS. Surat harus ditulis dengan bahasa santun, mudah dipahami, tidak berbau SARA, dan bukan untuk menjatuhkan kredibilitas. Sertakan data diri pada surat berupa nama, jurusan, dan NRP. Redaksi tidak menerima surat dengan identitas diri yang tidak jelas. Surat dari pembaca dikirimkan melalui email vivatpress@gmail.com


Halaman 4 Edisi 28 Maret 2014

Bincang Sehat Bareng ITS

Jumat (28/2) pukul 20.00 WIB, di Plasa Dr. Angka ITS Sukolilo, Surabaya, Kementerian Dalam Negeri BEM ITS mengadakan “NGORBITS” membicarakan Master Plan yang akan disahkan sekitar bulan Maret ini. Sebelumnya, Kementerian DAGRI telah menyebar 1000 kuisioner untuk KM ITS. Kuisioner tersebut ditujukan untuk mengumpulkan data mengenai permasalahan yang ada dimasing-masing jurusan. Dalam memvalidisasi data kuisioner dibantu oleh PST Himpunan Mahasiswa Statitiska. Kemudian dengan menggunakan metode survei, melakukan jaring aspirasi di MHJ dan LMB. Acara ini masih akan berkelanjutan. “Dengan mengunjungi semua distrik di ITS untuk mengawali pengumpulan data dari permasalahan administrasi dan keuangan yang terjadi di ITS saat ini.” ujar BRAM, Menteri Koordinator Dinamika Kampus. Dalam pembahasan saat ini, pihak DAGRI BEM ITS membahas zona yang terfokuskan untuk melakukan pembangunan di ITS, seperti zona pendidikan, zona ruang terbuka hijau, zona bisnis, zona rumah dinas, zona olahraga, zona fasilitas umum, dan zona-zona lainnya. Dengan disebarkannya kuisioner dan mengadakan agenda “NGORBITS” ini, diharapkan preferensi dari KM ITS untuk Master Plan ITS 2014/2019 dan memperoleh data yang valid dari KM ITS untuk mendukung efektivitas kajian di ITS. Beberapa perwakilan ormawa dan LMB menghadiri agenda “NGROBITS”. Pihak BEM ITS berperan dalam menyampaikan konsep atau saran-saran dari mahasiswa. Dimana agenda ini dilakukan bertujuan untuk menyamakan frekuensi atau landasan berfikir KM ITS, mengungkap keberlanjutan pembangunan ITS, serta mengungkapkan aspirasi dan kebutuhan mahasiswa ITS. “Harapannya tidak hanya rekomendasi saja, namun bisa diaplikasikan dan adanya notulensi rekomendasi yang diaspirasikan oleh mahasiswa, agar mempermudah pengajuan ke pihak birokrasi.” Ujar salah satu perwakilan KM ITS.

Di depan perpustakaan pusat ITS, ada “Mading Aspirasi” yang disediakan selama dua hari oleh DAGRI BEM ITS ditujukan untuk membahas atau mengangkat isu yang terjadi saat ini, menginformasikan Master Plan dan NGORBITS, ada pula foto-foto sarana prasarana dan peraturan yang ada di kampus, serta sebagai penyedia tempat aspirasi KM ITS. Selama dua hari tersebut, Mading Aspirasi mendapat respon yang cukup baik dari KM ITS. Kementerian Dalam Negeri BEM ITS mengharapkan dari diadakannya “NGORBITS” ini, dapat mengemukakan usulan-usulan dari mahasiswa dan bisa masuk dalam daftar Master Plan ke pihak birokrasi. Dengan menyesuaikan Master Plan terhadap kebutuhan mahasiwa, pembangunan MP searah dan sesuai MP 2014/2019. “Dengan diadakannya agenda NGORBITS ini, kami sebagai salah satu KM ITS bisa mengkritisi kebijakan dari birokrasi agar tidak sepihak dan mampu menjebatani KM ITS dengan pihak birokrasi. Semoga semua elemen KM ITS bisa aware dengan Master Plan yang akan segera disahkan, karena mengingat kebutuhan mahasiswa merupakan pihak atau elemen utama dalam pembangunan Master Plan.” Ujar Linda, Arsitektur ITS 2011. “Sejauh ini tujuan diadakannya agenda ini sudah tercapai. Sesuai dengan kebutuhan mahasiswa, yang sebelumnya tidak memahami seperti apa Master Plan dan saat ini KM ITS sudah memiliki gambaran umumnya. NGORBITS yang akan dilakukan pada agenda selanjutnya akan menghadirkan Tim Ad Hoc dari pihak birokrasi untuk memaparkan langsung Master Plan kepada KM ITS. NGORBITS selanjutnya akan diusahakan sebelum disahkannya Master Plan. Namun apabila terlaksana setelah pengesahan MP, kami akan membahas pertimbangan teknis pelaksanaan MP. Dan terkait dengan pengembangan Kampus ITS di Manyar, kami akan menindaklanjuti ke pihak BPS terlebih dahulu.” ujar Menteri Dalam Negeri BEM ITS 2013/2014, Fahmi Hidayatullah. (meg)

#GBK

“Kalau kalian keluar dari parkir BAAK, kalian belok kanan atau belok kiri?,”pertanyaan tersebut muncul dari screener kepada calon fungsionaris BEM ITS Muda Bersahabat. Peserta screening tertawa namun mereka lalu terdiam berpikir keras untuk mendapatkan jawabannya. “Belok kiri Kak. Biasanya sih saya belok kiri,” kata peserta pertama. “Belok kanan, Kak. Jurusan saya lebih dekat lewat kanan,” kata peserta kedua. “Yang jelas gak lurus, Kak,” kata peserta ketiga. “Yang mana aja tergantung tujuan, Kak. Yang penting cepat sampai,” kata peserta keempat. Ah, miris sekali ya mendengar jawaban-jawaban tersebut. Agak konyol dan membuat kita tersenyum simpul. Dari seluruh jawaban tersebut, ada satu jawaban yang benar, meskipun alasannya kurang tepat, yaitu belok kanan. Sebenarnya jawaban benar tersebut dapat dengan mudah ditemukan di jalan keluar parkir BAAK. Di sana sudah terlihat jelas rambu untuk belok kanan. Hanya entah bagaimana ibarat peribahasa gajah di depan mata tak terlihat namun semut yang jauh terlihat, rambu ini ibarat ‘siluman’ yang tidak terlihat oleh mata mahasiswa yang keluar dari parkir BAAK.

Sebuah pertanyaan muncul: apakah rambu-rambu kurang jelas? Menurut Ozha, panggilan akrabnya dari Teknik Material & Metalurgi angkatan 2012, sistem rambu-rambu di eco-campus ini sudah jelas, hanya saja kurang sosialisasi, ditambah lagi civitas akademika ITS yang tidak menaati rambu. Sementara Zil, panggilan akrabnya dari Kimia angkatan 2012, justru berpendapat sistem rambu dan lalu lintas di kampus masih rancu. Dari 13 testimoni yang ditarik penulis, ada tiga mahasiswa yang masih belum mengetahui rambu tersebut, dan tiga-tiganya mahasiswa angkatan 2013. Wah, kalau seperti ini berarti sosialisasi saja yang kurang. Mari kita sosialisasikan bersama rambu penting ini. Jangan sampai mahasiswa ITS dikenal ‘tidak patuh rambu’ meski di dalam kampus ITS sendiri. Biasakan jujur pada apa saja, termasuk rambu-rambu jalan yang ada di kampus. Meski tidak ada petugas SKK yang menjaga jalan, hendaknya kita tetap patuh. Katanya mahasiswa? Agar lebih ‘merakyat’ di seluruh Keluarga Mahasiswa ITS, mari kita buat sebuah gerakan bersama mulai dari sosial media, maupun secara verbal, yaitu #GBK. Tentu saja ini bukan Gelora Bung Karno, melainkan Gerakan Belok Kanan. Mari biasakan taati rambu-rambu lalu lintas di mana saja! (sha)

TESTIMONI Sudah tahu tentang Belok Kanan setelah keluar parkiran BAAK? Bagaimana sistem rambu-rambu lalu lintas di ITS? •Tahu. Rambu-rambunya rancu (Zil, Kimia 2012) •Sudah tahu, sudah menerapkan sejak tahun kedua saya. Rambu-rambunya masih kurang, dan alat lalu lintas masih minim, contoh kaca cembung untuk dipasang di persimpangan (Hafizh, Teknik Fisika 2010) •Sudah tahu dong. Sistemnya sih gak salah, cuma sosialisasinya yang kurang, ditambah lagi civitas akademika yang gak taat rambu (Ozha, Material & Metalurgi 2012) •Belum tahu. Rambu-rambu sudah oke, tapi agak rumit (Annysa, Biologi 2013) •Tahu. Rambu-rambunya cukup jelas, tapi banyak yang melanggar (Eqin, Teknik Mesin 2012) •Sudah tahu. Kurang diindahkan oleh mahasiswa. Mungkin kalau ditilang oleh SKK baru nurut. •Sudah tahu. Bagus kok kalau ada rambu-rambu. Mahasiswa nya saja yang tidak tertib (Bias, Kimia 2011) •Belum tahu. Rambu-rambu sudah cukup baik dan membantu (Wilda, Fisika 2013) •Sudah tahu. Rambu-rambu masih kurang eifisien, setiap orang pasti ingin sesuatu yang cepat di dunia praktis saat ini. Seharusnya arahnya dibaik saja biar gak banyak mahasiswa yang melanggar (Fryda, D3KKIM 2012) •Tahu. Rambu-rambu di Fasor ada tanda maksimal 20 km/jam sepertinya useless. Lalu di BAAK itu jika memang useless kenapa tidak dihilangkan saja. Coba analisis RT RW-nya (Faiz, Teknik Industri 2012) •Tahu. Semua rambu sudah jelas, hanya di BAAK harus digencarkan untuk sistem rambu-rambunya (Riyo, Teknik Fisika 2010) •Tahu. Rambu-nya dibuat lebih besar lagi, buat sanksi tegas, buat rambu lebih kreatif lagi karena tidak selalu diri yang berkehendak namun pikiran terkadang lupa (Rama, Teknik Sipil 2010) •Tidak tahu, setahu saya belok kiri. Rambu-rambunya sudah lumayan tertata (Enrico, Teknik Kimia 2013)

Koran VIVAT Edisi 3