Page 1

VISIMUSLIM.COM Meretas Jalan Peradaban Mulia

SCAN BARCODE WWW.VISI MUSLIM.COM

EDISI 001 /JULI 2013 /MINGGU KE-2

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

Sebar 40 Dai Ramadhan

Dirwan Abdul Jalil

HUMAS Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Sulselbar, Dirwan Abdul Jalil mengungkapkan selama bulan Ramadan, sekitar 30 hingga 40 dai untuk mengisi ceramah tarwih di masjid-masjid yang ada di Makassar. “Setiap tahun kami memang menyebar dai-dai untuk mengisi ceramah keagamaan di masjidmasjid,”ungkapnya

kepada Tribun, Selasa (16/7/2013). Dirwan menambahkan selain menyebai dai-dai, HTI juga mengadakan beberapa agenda kegiatan lainnya selama bulan Ramadan seperti mengadakan halaqoh islam dan peradaban, Daurah dirasah Islamiyah. “Kami juga mengisi-mengisi talkshowtalkshow di radio dan televisi. Sebelum ramadan pun kami telah mengadakan tarhib ramadan,”tambahnya. Sementara itu, di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, HTI juga berencana menggelar Ittiqaf yang dipusatkan di salah satu masjid. “Belum ada kepastian, masjid mana yang dipilih untuk melaksanakan Ittiqof,”ujarnya. [TribunTimur.Com]

marten/visimuslim.com

KENAIKAN HARGA. Pasca kenaikan harga BBM harga harga terus merangkak naik utamanya pada saat ramadan sekarang ini sebagaimana gambar yang terekam di Pasar Antang

SBY Marah, Harga Kebutuhan Melangit PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan kekecewaannya akibat kelambanan para pembantunya menangani masalah lonjakan harga sejumlah bahan pokok, terutama daging sapi.

Presiden menyampaikan itu saat memimpin rapat terbatas di Base Ops, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (13/7) siang, setibanya dari kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Barat. Namun, apa yang selanjutnya terjadi setelah Presiden memarahi para menteri akibat harga kebutuhan pokok yang terus melangit? Jawabnya jelas, harga-harga tersebut tetap stabil tinggi. Para menteri yang bertanggung jawab menangani harga pun merasa tidak perlu terlalu kaget, apalagi panik. Boleh jadi, itu disebabkan sudah muncul anggapan toh Presiden sudah sering marah dan akhirnya reda sendiri seiring dengan berjalannya waktu.

Begitulah yang kita saksikan dengan jalannya pemerintahan setahun menjelang pemilihan umum. Para menteri sibuk mempersiapkan diri menyongsong hajatan pemilu lalu menjadikan tugas utama mereka sebagai sambilan. Bagaimana mungkin di tengah gejolak harga yang tidak kunjung turun, ada seorang menteri terkait malah sibuk menghadiri sejumlah festival? Bahkan, pada kali lain, menteri membuka atau menutup pameran yang tingkat urgensinya jauh kalah ketimbang menstabilkan harga. Sidak para menteri ke lapangan pun ternyata juga tak cukup mujarab menstabilkan harga. Harap

maklum bila publik menilai itu sekadar pencitraan. Semua seperti berjalan sendiri-sendiri. Koordinasi menjadi barang me-

wah yang sangat susah untuk dilakukan. Ketika sudah dalam kondisi seperti itu, jangankan kemarahan, bahkan instruksi resmi pun akan majal. Yang tersaji di depan publik pun bukan solusi ce-

pat mengatasi harga yang kian mencekik, melainkan kegaduhan akibat saling tuding. Menko Perekonomian Hatta Rajasa pun hanya bisa mengatakan, “Saya kira wajar saja kalau Presiden marah. Wong saya saja sebelumnya marah.” Khusus untuk daging sapi, Hatta mengatakan rapat koordinasi 13 Mei silam telah memutuskan Perum Bulog mengimpor daging 3.000 ton. Seharusnya, kata Hatta, perizinan untuk itu selesai satu minggu karena berada di lingkungan internal pemerintahan. Nyatanya, izin baru keluar pada 26 Juni, atau satu bulan lebih dua minggu kemudian. Dalam kemarahannya pun Presiden sampai

bertanya, apakah izin itu harus diminta di New York? Berkali-kali dalam forum ini kita mengkritik cara-cara pemerintah menangani masalah yang lebih mengedepankan model ad hoc, alias darurat. Model solusi ad hoc itu kini dibumbui dengan ‘kemarahan’ Presiden yang hanya menambah kegaduhan, tapi tak kunjung menyelesaikan persoalan. Birokrasi yang lamban, tidak antisipatif, dan miskin terobosan akan menjadi ‘kolesterol’ yang bila terus ditumpuk akan mematikan. Sayangnya, jalan itu yang saat ini dipilih rezim saat ini. [MetroTVnews.Com/VM.Com]

KUDETA MESIR wawancara : TAJI MUSTAFA Aktivis Hizbut Tahrir Inggris lihat halaman 5

KARTUN IDEOLOGIS

Pelengseran Mursi Kegagalan Besar Demokrasi Surat kabar Mesir ‘Shurooq’ melaporkan dalam edisi hariannya pada tanggal 4 Juli berita bahwa Menlu Jerman Guido Westerwelle mengatakan: “Pelengseran Presiden Muhammad Mursi oleh tentara Mesir pada hari Rabu kemarin merupakan kegagalan besar demokrasi ‘. Westerwelle melanjutkan dengan mengatakan kepada pers dalam kunjungannya ke Yunani: “Ini adalah kegagalan besar demokrasi di Mesir’ sambil menambahkan: ‘ Kembalinya Mesir secepat mungkin ke dalam sistem konstitusional merupakan hal yang mendesak dan terdapat bahaya yang nyata dalam hal kerentanan transisi demokratis di Mesir.

Hal ini jelas bahwa apa yang telah terjadi di Mesir dalam kaitannya dengan pemerintah Ikhwanul Muslimin dalam beberapa hari terakhir adalah persis sama dengan apa yang terjadi di Aljazair pada tahun 90-an dengan Islamic Salvation Front (FIS) ketika militer melakukan kudeta terhadap apa yang digambarkan sebagai ‘Legitimasi’ . Kenyataan ini telah

jelas mengungkap ‘Kebohongan Demokrasi’ yang seharusnya atau yang dibayangkan ada. Demokrasi menjadikan Mursi sebagai presiden yang sah sesuai dengan apa yang mereka katakan dan kemudian melengserkannya melalui kudeta militer yang dilakukan karena sejumlah alasan seperti: ‘Menteror dan mengancam ketenangan masyarakat dan menyalahgunakan secara terus-menerus lembaga negara’ . Hal ini juga telah mengungkapkan kepada siapapun yang memiliki mata bahwa Bersambung

ke hal 5

Kisah Sedih di Bulan Ramadhan “Ibu! Berapa ikat sayur bayam yang kita beli?, tanya Insani, pada ibunya. Ibu dan anaknya termangu memperhatikan sayur bayam yang teronggok. Ibu muda itu hanya dapat memandanginya. “Tak membeli dua ikat sayur bayam ya … Aku juga ingin membeli kolak”, tambah Insani. “Ibu uangnya tak cukup nak”, tambah ibunya.

IBU muda yang disertai anaknya itu, mengelilingi pasar, di sekitar Jalan Raya Bogor. Mereka hanya melihat barang-barang kebutuhan pokok. Tapi, ia tak mampu membelinya. Uang yang mereka miliki sangat sedikit. Awal ramadhan buat mereka, hanyalah kesedihan. Keluarga itu tak mampu memenuhi kebutuhan pokok mereka. Kadang mereka berbuka hanya dengan sebungkus mie. Ada lagi keluarga yang saur dan berbuka dengan singkong serta tempe. Selama ramadhan. Di pasar para pembeli hanya hilir mudik. Mereka Bersambung

ke hal 5

DITERBITKAN OLEH : VISIMUSLIM.COM CHIEF EDITOR : ABU FAUZAN GRAFIS & LAYOUT : ENDING Makassar,Sulawesi Selatan Indonesia


2

EDISI 001 /JULI 2013 /MINGGU KE-2

DARI REDAKSI ALHAMDULILLAH tiada kata yang tepat dan menghentak kesadaran kami selain alhamdulillah. bahwa betapa besar karunia Allah SWT kepada hambaNya. Pertemuan dengan Ramadan Mubarak 1434 H kali ini tidak saja menjadi hadiah besar bagi kami tapi juga kami menitip harapan untuk semakin meningkatnya kesadaran spiritual secara individu khususnya dan menjadi pemersatu umat pada umumnya. Ramadan tidak saja menjadi syahrul shiyam syahrul mubarak tapi sesungguhnya merupakan bulan perjuangan. Tinta emas kaum muslimin telah mencatat bagaimana ruh ramadan menjadikan bumi Revolusi Suriah yang diberkati semakin menggelegak memburu pahala syahid. begitupun dibelahan dunia lain menjadi penggerak poros dahaga akan kedekatan hamba dengan RabbNya. Tentunya bagi mereka yang beriman dan tidak bagi mereka yang kufur. Momen Ramadan kali ini Kami Keluarga Besar VISIMUSLIM.COM dalam konteks jihad dunia maya terus berinovasi menajamkan akal merebut opini yang kadung dikuasai oleh kaum kapitalis liberal via media-media sekuler mereka. kami menganggap tidak perlu dijelaskan panjang lebar lagi tentang peranan media dalam perubahan. media adalah salah satu pilar dari perubahan. Dan dalam kerangka perubahan ke arah Islami inilah visimuslim ditempatkan. Langkah kaki kecil kami dalam mengawal situs portal ini kami coba inovasikan dengan lahirnya VIRTUAL PAPER Koran VISIMUSLIM.COM yang kami coba proyeksikan terbit dwingguan pekan ke dua dan keempat. Apa alasan kami membuat newspaper virtual ini? untuk semakin mempermudah sampainya gagasan kami tentunya, dan untuk mempermudah akses pembaca setia kami terhadap ide-ide yang kami usung. Sekali lagi meski langkah kecil, kami harap ini menjadi bagian dari langkah besar dalam tuntutan penegakan Syariah dalam bingkai institusi Manajerial Khilafah islamiyah. Selamat menikmati sajian perdana kami yang sederhana ini. Terakhir, kami mengucapkan selamat menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1434 H, semoga Allah SWT melimpahkan Ridhonya untuk kita semua... Struggle? of course ! REDAKSI

o p i n i

Ramadhan Dalam Keprihatinan dan Janji Kemenangan

FARID WADJDI A L H A M D U LILL A H , saat ini kita sedang menjalankan shaum di bulan ramadhan. Bulan yang penuh kemuliaan dan keberkahan. Meskipun kita memasuki bulan Ramadhan dalam suasana yang penuh keprihatinan, kita yakin dan berharap pada Allah SWT, Ramadhan kali ini merupakan bulan kemenangan bagi perjuangan umat Islam. Kita dalam keprihatinan karena kebijakan penguasa yang zalim dan memiliki hati nurani. Bagaimana tidak, di saat umat Islam akan memasuki bulan Ramadhan, rezim demokratis SBY justru menaikkan harga BBM. Kebijakan yang apapun argumentasinya, pasti dan pasti, memberatkan rakyat dan menambah kemiskinan rakyat. Bahwa rakyat semakin menderita, sesuatu yang sangat diketahui oleh rezim sekuler ini. Mereka sendiri lewat ketua Bappanes menyatakan kenaikan BBM akan menambah 4 juta rakyat miskin. Disiapkannya BLSM

–sebagai penghibur sementara sekaligus penipuan– merupakan bukti rezim SBY tahu kebijakan ini akan menyengsarakan rakyat. Berbagai survei pun menunjukkan, rakyat menolak kebijakan ini. Namun rezim sekuler demokratis ini kehilangan hati nurani. Atas nama rakyat mereka tetap saja menaikkan BBM. Dunia Islam lainnya tidak kalah prihatinnya. Di Suriah, pembantaian yang dilakukan rezim Assad terus berlangsung. Dengan menggunakan pesawatpesawat tempur rezim kufur ini menjatuhkan bom di tengah-tengah rakyatnya sendiri. Di sisi lain, Amerika terus berupaya menghalangi tegaknya khilafah di negeri itu, dengan membiarkan rezim Assad terus berkuasa, sampai mendapatkan pengganti yang tepat, pengganti yang tunduk kepada Amerika. Termasuk menggunakan pemerintah boneka di kawasan itu untuk mewujudkan agenda imperialisnya. Kawasan lain juga masih bergejolak seperti Palestina, Irak, Pakistan, Afghanistan, Sudan , Turkistan Timur (Xian Jiang), muslim Rohingya dan lainnya. Penderitaan mereka tidak terperikan. Semua keprihatinan ini tentu tidak membuat Islam, kehilangan kegembiraan dan optimisme untuk menyambut Ramadhan. Kita berharap justru bulan Ramadhan ini akan menjadi bulan kemenangan bagi

umat Islam. Sebab bulan Ramadhan adalah bulan kemenangan. Sebagaimana kemenangan yang diberikan Allah SWT kepada kaum Muslimin dalam berbagai pertempuran yang terjadi di bulan Ramadhan dalam sejarah umat Islam. Sebagaimana kemenangan pasukan Rasulullah SAW dalam perang Badar pada 17 Ramadhan tahun kedua Hijriyah, Futuh Makkah pada 20 Ramadhan Hijriyah. Termasuk kemenangan 12 ribu tentara Islam di bawah pimpinan Panglima Perang Tariq bin Ziyad. Pada Ramadhan tahun 92 Hijriyah, tentara Islam berhasil mengalahkan 90 ribu pasukan kafir yang dipimpin Raja Frederick. Kemenangan Panglima Tentara Islam Salahuddin Al-Ayyubi atas tentara Salib terjadi pada bulan ramadhan. Dan kemenangan-kemenangan lainnya ada di bulan mulia ini. Sebagaimana Allah SWT banyak memberikan kemenangan di bulan Ramadhan kepada umat Islam terdahulu, kita juga yakin Allah SWT akan memberikan kemenangan yang sama kepada umat Islam saat ini. Meskipun kita tentu tidak tahu kapan pastinya pertolongan Allah SWT itu datang. Karena itu merupakan rahasia Allah SWT. Namun kita yakin Allah SWT tidak akan membiarkan umat Islam terus menderita. Allah tidak akan membiarkan kezaliman terus merajalela. Allah

SWT tentu tidak diam. Allah SWT juga tidak pernah menyalahi janjinya akan kemenangan umat Islam atas orang-orang kafir, kemenangan ideologi Islam atas sistem ideologi apapun buatan manusia. Allah SWT tidak akan menyalahi janjinya tentang akan kembalinya- Insya Allah- Khilafah ‘ala Minhajin Nubuwah. Adapun kewajiban kita adalah melakukan halhal yang membuat kita pantas dan layak meraih kemenangan ini. Melakukan langkah-langkah yang sesuai dengan syariah Islam dan memenuhi kaidah kausalitas (sebab-akibat). Kemenangan sejati tidak akan tercapai dengan jalan-jalan yang bertentangan dengan syariah Islam seperti demokrasi. Yang jelas kita tidak boleh berdiam diri. Sebagaimana Rasulullah SAW, para sahabat, dan umat Islam di masa-masa keemasan, mereka tidak berdiam diri meskipun dijanjikan kemenangan oleh Allah SWT. Mereka sungguh-sungguh mempersiapkan dan meraih kemenangan itu, sehingga pantas menjadi umat yang terbaik. Rasulullah SAW bersungguh-sungguh untuk menegakkan Daulah Islam di Madinah dengan berbagai ujian dan tantangan. Rasulullah SAW dan sahabat bersungguh-sungguh untuk mengajak masyarakat memeluk Islam, berdakwah membangun kesadaran masyarakat tentang Islam,

mempersiapkan umat Islam untuk berjuang. Rasulullah SAW bersungguh-sungguh mendatangi ahlul quwwah, yang memiliki kekuasaan yang riil dari pemimpinpemimpin qabilah. Hingga akhirnya pemimpin qabilah Madinah – Aus dan Khazraj—memberikan nushroh (pertolongan) kepada Rasulullah SAW. Rasulullah SAW juga bersungguh-sungguh membangun negara adidaya, mempersiapkan pasukan untuk melawan penentang-penentang Daulah Islam dan melakukan dakwah dan futuhat ke seluruh penjuru dunia. Demikian juga para sahabat dan umat Islam setelah mereka. Ketika dijanjikan Rasulullah SAW, Konstantinopel akan ditaklukkan oleh pasukan Islam yang terbaik, mereka bertekad dan mempersiapkan diri untuk menaklukkan Konstantinopel. Mereka pun menang. Kemenangan Rasulullah SAW, sahabat, dan generasi Islam yang cemerlang, tidak bisa dilepaskan dari ketaatan mereka kepada Allah SWT. Mereka bersungguh-sungguh untuk menjalankan segala kewajiban dan meninggalkan segala larangan. Ramadhan adalah saat kita meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dan terus berjuang di jalan Allah menegakkan khilafah. Atas izin Allah SWT kemenangan di bulan Ramadhan ini bisa kita bisa capai. Allahu Akbar.

Kebijakan Khilafah Mengatasi Krisis Keuangan

Hafidz Abdurrahman dan Arif Adiningrat

KRISIS moneter yang terjadi selama ini sebenarnya merupakan dampak langsung dari sistem ekonomi Kapitalis yang diterapkan. Krisis tahun 1998, misalnya, dipicu oleh empat faktor yang saling berkaitan secara langsung. Pertama, faktor mata uang, yang tidak lagi menggunakan standar emas dan perak (gold and silver standard). Ini terjadi, sejak Amerika kalah dalam Perang Vietnam, kemudian Richard Nixon mengumumkan pembekuan standar emas dan perak tahun 1972. Akibatnya, inflasi tak terhindarkan. Kedua, faktor saham yang juga hampir sama dengan mata uang. Saham diperjualbelikan sebagai kertas berharga, dengan jaminan trust saja. Nilai yang tertera dengan nilai yang diperjualbelikan pun berbeda, tergantung kepada tinggi rendahnya trust terhadap saham perusahaan tersebut. Ketiga, adanya PT yang memperjualbelikan saham di bursa saham. Keempat, adanya bursa (pasar) saham, yang menjadi tempat transaksi jual beli saham. Keempat faktor inilah yang saling kait mengait, sehingga secara simultan menjadi faktor utama terjadinya krisis moneter tahun 1998. Berbeda dengan krisis tahun 2008, sepuluh tahun kemudian. Krisis ini disebabkan oleh krisis keuangan yang menimpa dunia properti di AS, akibat

subprime morgate. Utang bodong yang diperjualbelikan dengan utang. Akibatnya terjadi akumulasi transaksi utang piutang bodong. Karena akumulasinya besar, krisis ini sampai merontokkan bank-bank besar sekelas Lehman Brothers. Krisis ini sampai sekarang belum bisa diatasi. Angela Merkel, Konseler Jerman, sempat menyinggung, bahwa krisis ini terjadi akibat sistem ekonomi dan mata uang yang mereka gunakan tidak tahan banting Dengan melihat faktor penyebab krisis moneter di atas, sebenarnya krisis seperti ini tidak akan terjadi dalam sistem ekonomi Islam di bawah naungan Negara Khilafah. Karena, baik mata uang dalam bentuk fiat money, saham, bursa saham maupun PT, yang menjadi faktor terjadinya krisis moneter saat ini tidak ada. Dengan begitu, akar krisis keuangan ini pun sejak dini telah berhasil diamputasi. Potensi Krisis Moneter Allah SWT, di dalam Alquran, telah memberikan jaminan, “Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allahlah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (TQS Hud [11]: 6). Ayat ini menegaskan, bahwa sebenarnya rezeki yang diberikan oleh Allah kepada makhlukNya di muka bumi ini pasti cukup. Dengan begitu, tidak ada satu pun yang tidak mendapatkan bagian rezeki dari Allah SWT. Namun, akibat buruknya distribusi, yang tidak pernah dianggap sebagai masalah dalam sistem Kapitalisme, maka krisis ekonomi, termasuk krisis moneter itu pun terjadi. Sementara, dalam sistem ekonomi Islam yang dit-

erapkan Negara Khilafah, masalah distribusi ini telah diselesaikan dengan tuntas. Karena itu, potensi terjadinya krisis dari pintu distribusi ini pun telah tertutup. Selain itu, sumber perekonomian negara yang bertumpu pada empat sektor, yaitu pertanian, perdagangan, industri dan jasa, yang bisa diupayakan oleh setiap warga negara khilafah, juga sumber-sumber lain dari harta milik umum yang dikelola oleh negara, serta harta milik negara itu sendiri, maka nyaris tidak ada pintu bagi krisis ekonomi maupun moneter dalam Negara Khilafah. Karena itu, barangkali satu-satunya potensi adalah ketika terjadi bencana atau peperangan. Dengan demikian, potensi terjadi krisis tersebut bisa dilokasilir karena faktor thawari’ atau emergency (darurat). Bukan karena faktor siklus tahunan, apalagi sistemik. Jika faktornya karena thawari’ atau emergency (darurat), itu pun dengan asumsi, jika tingkat bencana atau peperangan yang terjadi, melebihi cadangan dana yang ada di Baitul Mal. Faktor Krisis Karena Emergency Jika faktor krisis tersebut karena emergency, maka Negara Khilafah bisa memobilisasi potensi domestik. Dengan wilayah Negara Khilafah yang terbentang melebihi 2/3 dunia, maka potensi ekonominya tentu sangat besar. Selain itu, mereka yang hidup di wilayah yang besar tersebut disatukan oleh akidah yang sama, dan dipimpin oleh seorang khalifah. Dengan begitu, mobilisasi seluruh potensi yang mereka miliki sangatsangat mudah dilakukan. Melalui saluran televisi, radio, surat kabar, internet atau media yang ada, khalifah bisa mengumumkan kepada seluruh rakyat, bahwa negara khilafah sedang menghadapi kondisi emer-

gency, baik bencana maupun peperangan. Pada saat yang sama, negara membutuhkan uluran tangan mereka. Maka, dengan sukarela rakyat pun akan berbondong-bondong memberikan hartanya kepada negara. Inilah yang ditempuh oleh Rasulullah, saat negara menghadapi Perang Tabuk. Saat Perang Tabuk, Nabi SAW menyiapkan tentara sulit (jaisy al-‘usrah). Nabi bersabda, “Siapa yang bisa menyiapkan tentara sulit, maka dia berhak mendapatkan surga.” (HR Bukhari). Dalam Sunan atTirmidzi, ‘Abdurrahman bin Samurah menuturkan, “Utsman bin ‘Affan datang kepada Nabi dengan membawa 1000 dinar.” Nabi pun kemudian memujinya, “Tidak ada yang bisa memudaratkan ‘Utsman apa yang dilakukan ‘Utsman setelah hari ini.” Sebanyak dua kali. (HR at-Tirmidzi) ‘Utsman bin ‘Affan, saat itu memberikan sumbangan sukarela sebesar 1000 dinar, atau setara dengan 1000 dinar x 4,25 gram x Rp. 350,000 (harga emas saat ini) sama dengan Rp. 1,487,500,000. Tidak hanya itu, ‘Utsman pun memborong seluruh kebutuhan Perang Tabuk. Semuanya didanai sendiri oleh ‘Utsman bin ‘Affan. Ini adalah contoh, bagaimana Nabi SAW mengatasi krisis keuangan yang dihadapi negara dalam kondisi emergency. Kondisi emergency ini bukan hanya terjadi karena faktor peperangan, tetapi bisa juga karena faktor alam, atau faktor-faktor lain. Kondisi cuaca yang ekstrim, misalnya, bisa saja mengganggu pertanian, sehingga menyebabkan krisis ekonomi dan keuangan. Faktor epidemi juga bisa menjadi faktor, karena jalur perdagangan yang dilalui terputus, akibat wabah epidemi. Misalnya, Wabah Pes di negeri Syam, menyebabkan jalur perda-

ahmadantawirya.wordpress.com

gangan terganggu. Karena orang menghindari dampak dari wabah tersebut. Selain itu, terjadinya krisis di suatu wilayah juga bisa memicu terjadinya urbanisasi besar-besaran, sebagaimana yang pernah terjadi di Madinah. Akibat dari urbanisasi ini juga bisa menimbulkan dampak sosial, sekalipun finansial. Karena beban di wilayah tertentu, khususnya tujuan urbanisasi tersebut meningkat. Dalam kasus lain, kesibukan ummat Islam berjihad menaklukan wilayah Irak, Syam dan Mesir, ternyata juga menyebabkan terganggunnya pertanian Khaibar. Akibatnya, hasil panennya pun menurun. Namun, untuk mengatasi krisis ekonomi dan keuangan dalam kondisi darurat tersebut bisa ditempuh dengan cara yang dilakukan oleh Rasul. Jika tindakan tersebut tidak mencukupi, maka negara bisa melakukan pinjaman, bisa dari dalam maupun luar negeri. Tentu dengan syarat dan ketentuan yang tidak bertentangan dengan hukum Islam, dan tidak menjadikan negara tidak merdeka. Seluruh kebutuhan tersebut kemudian akan ditutup oleh negara dengan menetapkan pajak (dharibah) kepada orang kaya, laki-laki, dewasa dan

Muslim. Sedangkan orang miskin, anak-anak, kaum perempuan dan kaum kafir tidak terkena kewajiban membayar pajak. Alternatif Lain Selain solusi di atas, negara khilafah bisa andil dalam memikul penderitaan dan memberikan keteladanan kepada rakyat. Ketika itu, ‘Umar tidak pernah makan di salah satu putranya ataupun di salah satu istrinya. Ia makan bersama rakyatnya, sehingga Allah menghidupkan manusia seperti mereka hidup. ‘Iyadh bin Khalifah menyifati kondisi ‘Umar pada saat itu, “Aku melihat Umar pada tahun paceklik, dia berwarna hitam, padahal dia berkulit putih dan dia adalah orang Arab yang mempunyai tradisi memakan keju dan minum susu, namun ketika orang-orang kelaparan, maka ia mengharamkan dirinya hingga mereka tidak hidup kelaparan, lalu dia makan zaitun hingga merubah warna kulitnya dan dia sering lapar.” (atThabari, Tarikh al- Umam wa al-Muluk, Juz III/239). Selain itu, manajemen krisis pun telah berhasil dilakukan dengan baik. Misalnya, ketika urbanisasi ke Madinah, para pengungsi diatur dan diurusi dengan

membagikan makanan dan lauk pauk. Penanggung jawabnya adalah Yazid bin Namir, Miswar bin Makhramah, Abdurahman bin Abdul Qari dan Abdullah bin Utbah bin Mas’ud. Ketika kembali, ‘Umar mengatur kepulangan mereka dengan perbekalan makanan yang cukup dan kendaraan unta. Penduduk badui yang terkena dampak, yang tidak dapat diungsikan ke Madinah, dikirim bantuan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Selain itu tiap pagi dan sore Umar mengecek makanan mereka. Bani Nashar berkomentar tentang penananganan ‘Umar saat krisis, “Umar mengirim kepada kaumku apa yang maslahat bagi mereka bulan demi bulan.” Selain itu, ‘Umar juga melakukan beberapa pengecualian, di antaranya, menunda penarikan zakat hewan yang terkena dampak krisis. Menganulir had pencurian, jika memang terdesak kebutuhan. Memberikan jaminan sosial wajib, dan pemulangan kembali orang-orang badui ke kampung mereka.[]


internasional

Muslim Uighur Dilarang Berpuasa dan ke Masjid

Kongres Uighur Dunia, sebuah organisasi Uighur di pengasingan, dilansir media Hong Kong, South China Morning Post, mengungkapkan bahwa petugas pemerintah kerap masuk ke dalam rumah warga setempat sambil membawa buah-buahan dan minuman di siang hari. Mereka memaksa warga untuk membatalkan puasa. Juru bicara kongres ini, Dilxadi Rexiti, mengatakan bahwa pemerintah China juga melarang pengajaran kitab suci al-Quran dan mengawasi dengan ketat tempat-tempat ibadah. Salah satunya yang dipantau 24 jam adalah masjid di utara kota Karamay, seperti diberitakan oleh koran Karamay Daily.

Juru bicara Wilayah Otonomi Xinjiang Luo Fuyong membantah tuduhan ini. Dia berdalih, larangan puasa hanya diberlakukan untuk anak-anak kecil usia sekolah. “Kami menghargai keyakinan beragama dan tradisi, kami tegas soal ini. Hanya anakanak SD yang diminta untuk tidak berpuasa selama Ramadan demi alasan kesehatan,” kata Luo. Kendati membantah, namun laporan terus berdatangan, salah satunya dari lembaga Commission on International Religious Freedom (USCIRF) asal Amerika Serikat. Juru bicaranya, Dr Katrina Lantos mengatakan bahwa banyak Muslim Uighur yang dipenjara karena melakukan praktik ibadah. Selain itu, dalam laporan tahunan USCIRF, pegawai pemerintah, professor, pelajar juga banyak yang didenda jika melakukan berpuasa. “Dengan alasan stabilitas dan keamanan, Beijing melakukan tekanan terhadap Muslim Uighur, termasuk mengincar pengajian dan ibadah,” kata Lantos. Laporan lainnya dikeluarkan April lalu oleh Asosiasi Uighur Amerika (UAA) di Washington. Asosiasi ini mengutip se-

Pucuk tertinggi Kerajaan Inggris, Ratu Elizabeth menyetujui pelegalan pernikahan sesama jenis. Dengan demikian, pernikahan homoseksual kini diperbolehkan di Inggris. “Persetujuan ini diteken pada Rabu 17 Juli 2013 kemarin, setelah rancangan undang-undang (RUU) di parlemen Inggris dan Wales selesai,” kata juru bicara MPR Inggris John Bercow, seperti dimuat News.com. au, Kamis (18/7/2013). Undang-Undang ini

memperbolehkan pasangan sejenis untuk melangsungkan pernikahan melalui upacara resmi di Inggris dan Wales. Aturan tersebut juga memungkinkan bagi pasangan yang sudah menikah ‘di bawah tangan’ untuk melegalkan statusnya. Menanggapi keputusan ini, para aktivis pejuang ek-

orang pemilik restoran dari Hotan yang mengatakan bahwa pemerintah akan mendenda restoran yang tutup selama bulan Ramadan. Padahal dia mengatakan, bulan Ramadan adalah waktu yang tepat untuk melakukan renovasi dan perbaikan restoran. Memicu Kekerasan Masyarakat Uighur kerap bentrok dengan pemerintah China dan memakan tidak sedikit korban jiwa. Akhir Juni lalu, warga bentrok dengan aparat dan menewaskan 35 orang di Xinjiang. April lalu, 21 orang terbunuh dalam peristiwa serupa di Kashgar. Terparah terjadi pada 2009 lalu, bentrokan antara Muslim Uighur dengan aparat dan etnis Han yang menewaskan 200 orang, seperti diberitakan Turkish Weekly. Presiden UAA, Alim Seytoff, mengatakan pelarangan ibadah pada Ramadan kali ini akan semakin memicu kekerasan di wilayah tersebut. “Pelarangan ibadah yang agresif, bahkan telah masuk ke ranah pribadi oleh pemerintah China, hanya akan memicu kemarahan masyarakat Uighur. Kekerasan akan kembali pecah akibat pelarangan yang sistematis ini,” kata Alim Seytoff, presiden UAA. [viva.co.id, 16/7/2013] sistensi gay bersorak sorai gembira di luar gedung parlemen. Mereka senang hak yang selama ini diperjuangkan terwujud. Dengan dilegalkannya hubungan homogen tersebut, diharapkan perekenomian Inggris bakal lebih maju. Sebab membuka peluang bagi para pengusaha pernikahan yang menyewakan gedung, katering, dan acara pernikahan. Aktivis gay di Inggris berencana memperjuangkan pelegalan pernikahan di negara Britania Raya

3

Kekalahan Intelektual, Inggris Batasi Hizbut Tahrir Meskipun Hizbut Tahrir diakui tidak melakukan tindakan terorisme dan berjuang tanpa angkat senjata, Inggris tetap saja berusaha membatasi gerak Hizbut Tahrir di negara itu. Lagi-lagi ini menunjukkan sikap hipokrit dari negara yang mengklaim demokrasi. Sekaligus menunjukkan kekalahan negara itu dalam perang pemikiran melawan Hizbut Tahrir yang kerap mengkritik sistem demokrasi dan kebijakan penjajahan negara-negara Barat di dunia Islam.

Kelompok minoritas Muslim Uighur di Xinjiang, China, mengalami tekanan untuk tidak menjalankan ibadah puasa dari pemerintahan Partai Komunis. Mereka bahkan dilarang memasuki masjid dan dipaksa untuk berbuka puasa di tengah hari.

EDISI 001 /JULI 2013 /MINGGU KE-2

Seperti yang dilangsir 5pillarz.com (14/07/2013) pemerintah Inggris akan meluncurkan sebuah kasus hukum baru untuk membatasi kegiatan Islam partai politik Hizbut Tahrir (HT) yang dilihatnya sebagai “ancaman” di kampus universitas dan sebagai “lahan subur” bagi radikalisasi. Perdana Menteri David Cameron akan memulai tawaran segar untuk menegakkan pembatasan hukum baru pada HT karena kekhawatiran yang semakin besar bahwa kelompok ini melihat kampus Inggris sebagai daerah perekrutan yang subur, meskipun sudah dilarang oleh National Union of Students (NUS). Undang-undang baru akan dirancang untuk membatasi kegiatan HT dan saat ini sedang disusun tetapi tujuan David Cameron melarang kelompok sepenuhnya telah diberhentikan karena tidak ada bukti bahwa kelompok tersebut memiliki keterlibatan dalam kegiatan teroris. HT memiliki ribuan anggota dan pendukung di Inggris. Tony Blair

juga berusaha membuat larangan pasca pemboman London 7/7, tetapi diperingatkan oleh polisi dan dinas keamanan yang melarang kelomp o k tersebut bahwa hal ini b i s a m e n jadi kontra-produktif karena tidak ada bukti kegiatan kekerasan. Kubu Konservatif berjanji untuk melarang HT dalam manifesto pemilu mereka, dan menganjurkan “kekerasan menggulingkan masyarakat kita”, tapi tidak ada bukti yang mengaitkan kelompok tersebut dengan ekstremisme kekerasan. HT (Partai Pembebasan) adalah sebuah partai politik Islam yang didirikan oleh ulama dan hakim Palestina, Taqiyuddin an-Nabhani pada tahun 1953. Kelompok ini aktif di lebih dari 60 negara di Eropa, Afrika, Amerika Utara dan Asia.

pernikahan sejenis

Tujuan utama mereka adalah menegakkan kembali Kekhilafahan di dunia Muslim yang diperintah oleh hukum syariah, menyatukan semua negara di bawah negara Khilafah tidak mengenal batas-batas atau kebangsaan. Hizbut Tahrir kerap mengecam sistem demokrasi sebagai sistem kufur dan tidak berpartisipasi dalam sistem demokrasi . Kelompok ini telah menyatakan dengan sangat jelas bahwa mereka tidak ingin mendirikan Kekhilafahan di Inggris atau di Barat, dan metodologi mereka untuk mendirikan negara Islam bukan melalui perjuangan bersenjata melainkan untuk memenangkan opini publik di kalangan kaum Muslim. HT sangat kritis terhadap kebijakan luar negeri Barat di dunia Muslim, terutama Perang Melawan Teror, serta para penguasa dunia Muslim yang dirasakan oleh kelompok tersebut sebagai “proxy” kekuasaan kolonial Barat. David Cameron saat ini sedang mempertimbangkan membentuk “Kelas B” dari kelompok “garis keras”, yang akan membatasi kegiatan mereka dan pada dasarnya kekurangan suatu larangan langsung. Logistik hukum menyusun sistem semacam itu akan diserahkan kepada satgas anti-terorisme baru yang lebih dikenal dengan “Ekstrimism Task Force” atau “Satuan Petugas Ekstrimisme” yang dibentuk setelah pembunuhan tentara Ing-

gris, Lee Rigby di Woolwich pada bulan Mei lalu. Salah satu hasil yang mungkin terjadi adalah HT akan dilarang mengadakan pertemuan di gedunggedung umum seperti universitas, pusat-pusat komunitas dan ruang acara. Menteri Keamanan, James Brokenshire mengatakan kepada anggota parlemen minggu ini bahwa Departemen Dalam Negeri Inggris “berkomitmen untuk mengatasi kegiatan kelompok di kampus universitas”. Dia berkata: “Kelompokkelompok tersebut tidak bebas untuk menyebarkan kebencian dan menghasut kekerasan sesuka mereka. Polisi memiliki kekuasaan yang luas untuk mengambil tindakan secara hukum pidana untuk berurusan dengan orang-orang yang menghasut kebencian, dan mereka akan melakukannya. Kami akan berusaha untuk memastikan bahwa Hizbut Tahrir dan kelompok-kelompok seperti itu tidak dapat beroperasi tanpa tantangan di tempat umum di negeri ini. Tuduhan menyebarkan kebencian dan menghasut kerap diarahkan kepada Hizbut Tahrir karena mengkritik kebijakan brutal negara-negara Barat di negeri Islam, membangun kesadaran politik umat Islam untuk lepas dari penjajahan Barat. Sikap Hizbut Tahrir yang dengan tegas menolak penjajahan zionis Israel di tanah negeri Islam Palestina, menjadi alasan yang sering dicari-cari untuk menuding Hizbut Tahrir menyerukan kekerasan. [HTIPress/VM.Com]

Ratu Elizabeth Legalkan Pernikahan Sejenis di Inggris lainnya, yakni Skotlandia dan Irlandia Utara. Negara ke-15 Inggris menjadi negara ke-15 yang melegalkan pernikahan sesama jenis. Sebelumnya Prancis telah memutuskan hal serupa: diperbolehkannya pernikahan sejenis pada 24 April lalu, menyusul Selandia Baru dan Uruguay yang meloloskan undang-undang yang sama pada awal April. Negara-negara yang telah memiliki undangundang pernikahan sejenis

antara lain Kanada, Spanyol, Swedia, serta sejumlah negara bagian di Amerika Serikat. [Liputan6.Com]


4

EDISI 001 /JULI 2013 /MINGGU KE-2

wawancara

Taji Mustafa : Komite Eksekutif Hizbut Tahrir Inggris

Pemerintah Inggris Menyerang Kaum Muslim Taji Mustafa merupakan aktivis, penulis, dan pembicara. Dia juga merupakan salah seorang anggota Komite Eksekutif Hizbut Tahrir Inggris. Sebuah Partai Politik Islam global. Dia telah aktiv selama 15 tahun dan telah mengajar secara luas di seminar dan konferensi diseluruh inggris. Termasuk Muktamar Khilafah di Jakarta baru-baru ini. Berikut petikan wawancaranya yang di kutip dari www.hizbut-tahrir.or.id Bagaimana keadaaan kaum Muslim di Inggris? Kaum Muslim di Inggris adalah generasi kedua dan ketiga. Namun, sekarang banyak tekanan pada saat ini, khususnya setelah 11/9. Mereka menganggap kaum Muslim yang mempraktekkan agamanya akan menjadi masalah. Mereka tidak ingin kaum Muslim mempraktekkan ajaran agamanya. Mereka ingin kaum Muslim mempraktekan agamanya dengan cara yang mereka suka. Kami hidup di Inggris yang telah mengirim tentaranya untuk menyerang, menduduki dan memerangi saudara-saudara kita di Irak, Afganistan dan Pakistan. Pemerintah ini pun mendukung pendudukan Zionis di Palestina. Mereka berdalih kalau tindakan itu merupakan bagian perang melawan terorisme. Kami hidup di tempat dimana rencana-rencana pembenaran palsu dirancang, seperti kebohongan bahwa Irak merupakan ancaman sehingga diserang. Kami mencoba membuat kaum Muslim yang berpegang dengan nilai-nilai Islam, seperti menjadi suami sesuai dengan al-Quran dan as-Sunnah, mendidik

anak mereka sesuai dengan cara Islam, melindungi identitas Muslim. Apa yang dilakukan Pemerintah terhadap kaum Muslim di Inggris? Mereka mendorong untuk meninggalkan isu jihad, Khilafah. Lakukan saja ibadah, berpuasa dan jangan terlibat dalam politik. Kami berusaha melawan asimilasi (pemerintah). Hal ini sungguh menantang. Bagaimana memikirkan cara cara berinteraksi dengan kaum Muslim, bagaimana berpegang pada agama. Kami ingin melawan upaya Pemerintah ini. Alhamdulillah, hal ini mendapat respon yang baik. Bagaimana hidup bersama umat, sebisa yang mereka lakukan, mendukung Khilafah, membuat mereka sadar atas hal ini. Jadi, kami harus mengubah pandangan seperti ini kepada kaum Muslim. Kami melakukan agenda asimilasi

cara kami, yakni asimilasi kaum Muslim. Apa agenda dari asimilasi tersebut? Mereka mencoba untuk membentuk Islam versi Inggris: Islam tanpa jihad, umat dan Khilafah. Mereka mencoba untuk memberikan uang kepada masyarakat untuk memata-matai kaum Muslim dan mempromosikan Islam gaya Inggris. Ada gerakan memusuhi umat Islam melalui beberapa politisi dan media. Pemerintah Inggris

melakukan kampanye untuk memusuhi Islam di media. Caranya dengan mengintimidasi kaum Muslim untuk meninggalkan keimanan mereka. Kita melihat bagaimana Blair, Brown dan Cameron menye-rang Islam dengan mengatakan Islam adalah agama yang jahat, biadab dan terbelakang. Seperti apa realitas di Barat? Realitas di Barat adalah bahwa umat Islam di Inggris, Denmark, Prancis dan negara lain peduli dengan situasi bencana d i

dunia Muslim. Sebaliknya, yang dilakukan penguasa Muslim adalah mengunjungi tuannya di London untuk mencari dukungan. Saat para penguasa Muslim pengkhianat itu berkunjung, kami sering melakukan demonstrasi untuk membongkar pengkhianatan dan menyerukan kembali tegaknya Khilafah di dunia Muslim mereka. Apa yang Hizbut Tahrir lakukan untuk melawan itu? >> Hizbut Tahrir melancarkan kampanye Stand for Islam (Berdiri Untuk Islam) dengan memberdayakan kaum Muslim dengan argumen-argumen yang dapat digunakan untuk merespon hal itu. Ini merupakan agenda proaktif dalam mengemban ideologi Islam. Berdiri untuk Islam dan mengungkap kelemahan, korupsi, kemunafikan dan kerusakan nilai-nilai kapitalisme, sekularisme, liberal. Kami melancarkan kampanye untuk menantang kebohongan dan argumen-argumen palsu. Kami melakukan protes terorganisasi, berbicara di depan publik dan melakukan rinci, juga memotong kebohongan mereka dan menujukkan Khilafah sebagai suatu alternatif. Kami melakukan siaran pers dan melakukan wawancara T V.

Kami mengemail orangorang untuk membentuk opini dan mendistribusikan dokumen-dokumen di luar parlemen. Hasilnya, sebagian pemikir mereka lebih memahami argumen kami dan berada dalam posisi yang lebih baik untuk menentang kebohongankebohongan pemerintah; juga sebagai Muslim menjadi termotivasi untuk berbicara dan menentang kebijakan Pemerintah. Umat Islam mampu menjadi suara penantang perang melawan teror dari Pemerintah Barat di negeri-negeri Muslim. Insya Allah, tantangan-tantangan ini bisa terlesesaikan. Selanjutnya? Untuk menjadi corong bagi kaum Muslim lainnya. Kami mencoba memotivasi mereka. Kami merasa bahwa upaya yang baik bagi mereka adalah dengan melakukan dakwah. Ketika mereka berdakwah maka mereka akan belajar tentang agama, karena mereka harus menjalankan sesuatu. Adapun non-Muslim, terutama kalangan intelektuallah yang berbicara tentang agamanya. Islam memiliki pandangan setelah mereka menyerang kami. Kaum Muslim tertantang. Untuk kaum Muslim adalah karena propaganda yang mereka terima saat ini. Sungguh gila ketika media menyebut Muslim adalah kaum

TAJI MUSTAFA

radikal,Muslim ini dan itu. Bagi non-Muslim, mereka membawa imej buruk tentang Muslim. Kami harus menjelaskan tentang imej yang buruk itu. Apa tanggapan Anda tentang Muktamar Khilafah yang digelar Hizbut Tahrir Indonesia? Apa yang dilakukan Hizbut Tahrir Indonesia dengan menggelar Muktamar Khilafah, kami menganggap Muslim Indonesia memberikan inspirasi, dan mereka ingin melihat kerja Hizb selanjutnya. Seperti dalam konferensi ini, ada 120.000 orang yang hadir. Saya akan sampaikan kepada saudara Muslim di Inggris, Ini merupakan bukti. Jika mereka bertanya adakah kaum Muslim yang ingin Khilafah, dimana? Kami katakan, lihatlah ini: 120 ribu orang di stadion bukanlah jumlah yang sedikit; stadion yang biasanya dipakai untuk konser-konser. Ya, hal itu belum termasuk di 31 kota. Ini adalah bukti bahwa Hizb adalah gerakan massa. Ini memberikan harapan. Ini dilakukan dengan upaya yang memerlukan waktu. Kita melihat dakwah yang mungkin dilakukan. Mungkin di tempat lain hal ini bisa berjalan, untuk diri saya, untuk dakwah saya dan untuk Islam saya. Banyak hal yang Anda lakukan di sini sungguh membantu. Semoga para syabab, para ikhwan dan akhwat yang datang ke konferensi mendapat rahmat. Ini hal yang mungkin dilakukan dengan memberikan landasan bagi kembalinya Khilafah Islam.[]

sosok Amir (Pimpinan) Hizbut Tahrir Internasional

Laman Facebook Asy Syaikh Atha Abu ar-Rasytah-Abu Yasin Amir ke-3 Hizbut Tahrir Internasional saat ini.

Beliau adalah ‘Atha bin Khalil bin Ahmad bin Abdul Qadir al-Khathib Abu ar-Rasytah. Menurut informasi yang paling kuat, beliau dilahirkan pada tahun 1362 H atau 1943 M. Beliau berasal dari keluarga dengan tingkat keberagamaan seperti masyarakat umum. Beliau dilahirkan di kampung kecil Ra’na, termasuk wilayah Provinsi al-Khalil di negeri Palestina.Ketika masih kecil, beliau menyaksikan dan merasakan bencana atas Palestina dan pencaplokan Yahudi atas Palestina pada tahun 1948 M, dengan dukungan Inggris dan pengkhinatan para penguasa Arab. Kemudian beliau dan keluarganya berpindah ke kamp para pengungsi di dekat al-Khalil. Beliau menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di kamp pengungsian. Lalu beliau menyelesaikan pendidikan SMU dan memperoleh ijazah Tsanawiyah al-Ula (menurut jenjang di Yordania) dari Madrasah al-Husain bin Ali ats-Tsanawiyah di al-Khalil pada tahun 1959 M. Kemudian beliau memperoleh ijazah atsTsanawiyah al-Amah (menurut panduan sistem pendidikan Mesir) pada tahun 1960 di Madrasah al-Ibrahimiyah di al-Quds asy-Syarif. Setelah itu, beliau bergabung dengan

Universitas Kairo Fakultas Teknik pada tahun pelajaran 1960-1961 M. Beliau memperoleh ijazah insinyur dalam bidang teknik sipil dari Universitas Kairo pada tahun 1966 M.Setelah lulus dari Kairo, beliau bekerja sebagai insinyur di beberapa negara Arab. Beliau memiliki karya dalam bidang teknik sipil, yaitu AlWasîth fî Hisâb al-Kamiyât wa Murâqabah al-Mabânî wa athThuruq (Metode Penghitungan Kuantitatif dan Monitoring Bangunan dan Jalan). Beliau bergabung ke dalam Hizbut Tahrir semasa pendidikan menengah sekitar pertengahan tahun lima puluhan. Dalam perjuangan di jalan Allah, beliau pernah dipenjara beberapa kali di penjara-penjara para penguasa zalim. Beliau terus menjadi pengemban dakwah dalam barisan Hizbut Tahrir dalam seluruh tingkatan organisasi dan administrasi: sebagai dâris, anggota, musyrif, nâqib mahaliyah, anggota wilâyah, mu’tamad, juru bicara resmi, dan anggota maktab al-amir. Sejak 11 Shafar 1424 H atau 13 April 2003 M, atas izin Allah, beliau terpilih untuk memikul tampuk kepemimpinan Hizbut Tahrir. Beliau senantiasa memohon kepada Allah agar memberikan pertolongan

Syaikh Atha’ Abu ar-Rasytah kepadanya untuk mengemban amanah besar tersebut. Beberapa karyanya dalam bidang keislaman adalah sebagai berikut: 1. Tafsir surah al-Baqarah dengan judul, At-Taysîr fî Ushûl at-Tafsîr: Sûrah alBaqarah (Pokok-Pokok Tafsir Praktis–Surat al-Baqarah. 2. Kajian beliau dalam bidang Ushul Fikih, yaitu Taysîr al-Wushûl ilâ al-Ushûl (Cara Mudah untuk Menguasai Ushul Fikih). 3. Sejumlah boklet: a. Al-Azmât alIqtishâdiyah: Wâqi‘uhâ wa Mu‘âlajâtuhâ min Wijhah Nazhari al-Islâm (Krisis Ekonomi: Realita dan Solusinya Menurut Pandangan Islam).b. Al-Ghazwah ash-Shalîbiyah al-Jadîdah fî al-Jazîrah wa al-Khalîj (Perang Salib Baru di Jazirah Arab dan Teluk).c. Siyâsah at-Tashnî’ wa Binâ’ ad-Dawlah Shinâ’iyan (Politik Industrialisasi dan Pembangunan Negara Industri). Hizbut Tahrir pada masanya hingga sekarang telah mengeluarkan sejumlah buku, antara lain: 1. Min Muqâwimât anNafsiyah al-Islâmiyah (PilarPilar Pengokoh Nafsiyah Islamiyah). 2. Qadhâyâ Siyâsiyah Bilâd al-Muslimîn al-Muhtallah

Pada tanggal 11 Shafar 1424 H atau 13 April 2003 M, ketua Diwan Mazhalim Hizbut Tahrir mengumumkan pemilihan ‫آ‬lim al-Ushûl (Ahli Ushul Fikih) ‘Atha Abu ar-Rasytah-Abu Yasin sebagai amir Hizbut Tahrir. Melalui kepemimpinannya, beliau adalah seorang yang sangat diharapkan dapat membawa Hizbut Tahrir untuk meraih pertolongan Allah Swt. Hal itu karena beliau memiliki perhatian yang luar biasa terhadap dakwah. Beliau juga melakukan manajemen baik atas aktivitas dakwah dan pemanfaatan potensi para syabab dengan seoptimal mungkin. (Masalah-Masalah Politik– Negeri-Negeri Kaum Muslim yang Terjajah). 3. Revisi dan perluasan atas buku Mafâhîm Siyâsiyah li Hizb at-Tahrîr (Konsepsi-Konsepsi Politik Hizbut Tahrir). 4. Ajhizah ad-Dawlah al-Khilâfah fî al-Hukm wa al-Idârah (Struktur Negara Khilafah–Pemerintahan dan Administrasi) 5. Revisi dan penyempurnaan atas Masyrû’ ad-Dustûr Dawlah al-Khilâfah (Rancangan Konstitusi Daulah al-Khilafah); dikeluarkan pada tahun 2006. Beliau senantiasa memohon kepada Allah Swt. pertolongan dan bantuan untuk melaksanakan amanah dakwah menurut arahan yang dicintai oleh-Nya dan Rasul-Nya saw. Beliau juga senantiasa memohon kepada Allah Swt. agar membukakan melalui kedua tangan-

nya jalan berdirinya Daulah Khilafah Rasyidah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar dan Memenuhi Doa. Di antara aktivitas brilian dan sangat menarik perhatian pada masanya adalah, bahwa Hizb pada tanggal 28 Rajab 1426 H atau 2 September 2005 M menyampaikan seruan kepada kaum Muslim berkaitan dengan aktivitas untuk mengingatkan bencana besar berupa hancurnya Khilafah 84 tahun sebelum seruan tersebut dikumandangkan. Hizbut Tahrir telah mengumandangkan seruan itu kepada kaum Muslim setelah shalat Jumat pada hari itu dimulai dari Indonesia dengan berbagai kotanya di sebelah timur hingga Maroko di tepian lautan Atlantik di sebelah barat. Seruan itu telah memberikan pengaruh yang sangat baik. Demikian pula sejumlah aktivitas Hizb dalam

menggemakan seruan kebenaran di berbagai konferensi, di berbagai medan aktivitasnya dan berbagai forum yang diselenggarakannya. Dalam tiga tahun masa kepemimpinannya, Hizb sekarang telah dipenuhi dengan kebaikan. Kami memohon kepada Allah Swt. agar semakin memperluas dan menambah kebaikan itu, sebagaimana berita gembira pertolongan dan kemenangan telah mulai bergema atas seizin Allah Swt. kepada Hizb bersama amir Hizb saat ini. Hal itu semakin membentangkan harapan akan terealisasinya masa ini sebagai masa terealisasinya pertolongan dan kemenangan atas izin Allah Swt. Di antara hal yang tampak menonjol dalam diri amir Bersambung ke hal. 5


EDISI 001 /JULI 2013 /MINGGU KE-2

kabar nasional

5

Jumlah Orang Miskin di 8 Provinsi Bertambah Dari data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) terungkap jumlah penduduk miskin di 8 provinsi bertambah. Walaupun secara total jumlah masyarakat miskin Indonesia mengalami penurunan. BPS mencatat terdapat 8 provinsi yang mengalami kenaikan masyarakat miskin, yaitu Sumatera Barat yang naik 0,14%, Sumatera Selatan naik 0,76%, Bengkulu naik 0,83%, Banten naik 0,03%, Kalimantan Barat naik 0,28%, Sulawesi Utara naik 0,24%, Gorontalo naik 0,29%, dan Papua naik 0,47%.

Buruknya Pengelolaan Lapas!

Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Wynandin Imawan menyatakan kenaikan jumlah masyarakat miskin ini terjadi karena masyarakat miskin ini berada pada titik yang menyulitkan bagi mereka untuk mengubah nasibnya. Hal ini bisa terjadi karena kurangnya akses di daerah tempat mereka tinggal. “Pada umumnya mereka di suatu titik yang susah turun, penduduk miskin itu kalau sudah rendah susah turunnya, titik jenuh lah gitu,” ungkapnya di Kantor BPS, Jalan Dr. Sutomo, Jakarta, Senin (1/7/2013).

Berdasarkan data Maret 2013, jumlah penduduk miskin paling banyak berkumpul di Pulau Jawa dengan total 15,3 juta orang atau 10,92% dari total penduduk Jawa. Secara persentase penduduk miskin terbanyak di Maluku dan Papua yaitu 23,97% dari total nasional dengan jumlah penduduk miskin 1,6 juta orang. Pulau Sumatera memiliki jumlah penduduk miskin 6,1 juta orang atau 11,51%, Bali dan Nusa Tenggara 2 juta orang atau 14,51%, Kalimantan 925,6 ribu atau 6,37%, dan Sulawesi 11,22% atau sebanyak 2 juta orang. (detikfinance/visimuslim.com)

Indonesia Terima Penghargaan dari FAO Sistem pidana dari barat yang nota bene tidak membuat jera masyarakat dan pelaku kriminal, membuat kerusakan di masyarakat semakin menjadijadi Riuh teriakan para tahanan, mengeluh minimnya ketersediaan air. Suasana makin pelik karena dari pagi aliran listrik mati. Bagai menunggu bom meledak, akhirnya kerusuhan antara narapidana Lapas 1 Tanjung Gusta, Medan dan penjaga Lapas pecah. Api membakar Lapas Tanjung Gusta, Kamis petang (11/7), 5 orang ditemukan tewas terpanggang di dalam

Lapas. Sebanyak 212 napi melarikan diri dan baru diamankan 95 orang. Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Permasyarakatan Klas I Medan, Tanjung Gusta, Asep Sutandar mengungkapkan, bermula dari protes minimnya pasokan air. Kamis 11 Juli 2013, menjelang waktu berbuka puasa, para narapidana keluar dari blok tahanan berkumpul di lapangan. Aliran listrik di Lapas Klas I Medan sejak pagi hari sudah terganggu. Hal ini diakibatkan meledaknya travo listrik yang berada di depan komplek Lapas Klas I Medan, Tanjung Gusta, Jalan Permasyarakatan. Perbaikan telah dilakukan oleh PLN, dan menjelang magrib, gangguan listrik kembali terjadi. Direktorat Jenderal

Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM mengakui adanya ketidakseimbangan antara Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan jumlah penghuni seperti yang terjadi di Lapas Kelas I Tanjung Gusta, Medan. “Pembangunan Lapas sudah dilakukan, tetapi kurang sejalan dengan tambahan penghuni,” kata Direktur Jenderal Pas Kemenkum HAM, Mochammad Sueb Sueb mengatakan, meningkatnya tindak krimininalitas dan penegakkan hukum berdampak pada banyak penghuni Lapas. Namun, hingga saat ini, kapasitas Lapas belum sebanding dengan jumlah penghuninya. Bersambung ke hal. 5

Sekali lagi penghargaan internasional bagi keberhasilan semu Indonesia. Benarkah Indonesia telah menuntaskan target utama MDGs sebelum 2015? Salah satu anggota Banggar dari Partai Demokrasi indonesia Perjuangan (PDI-P) Dolfi OFP mengatakan “Selama empat tahun terakhir (20102013,red.) pemerintah memang berhasil mengurangi angka kemiskinan 1,1 juta penduduk per tahun, namun ternyata yang masuk golongan ini setiap tahun justru 1,9 juta jiwa. Ini berarti pemerintah menciptakan 800 orang miskin baru per tahun,” jelasnya. (http://bisnis.liputan6.com/ read/603529/jumlah-orang-miskin-

ri-bertambah-800-ribu-setiap-tahun) Pemerintah seringkali luput menghitung golongan ‘hampir miskin’. Merekalah yang saat BBM baru naik ini sangat potensial masuk terperosok dalam golongan miskin. Pengamat ekonomi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Latif Adam, menjelaskan, 20 persen atau 50 juta jiwa dari total penduduk Indonesia adalah kelompok penduduk hampir miskin (near poor). Kenaikan harga BBM, kata Latif, akan mendorong 50 persen penduduk hampir miskin, atau sekitar 25 juta jiwa, menjadi miskin. Padahal deviasi orang miskin dan hampir miskin dari sisi pendapatan sangat tipis. “Hanya sekitar Rp 50 ribu.” jadi, siapa bilang rakyat Indonesia bebas dari kelaparan? Klaim Indonesia berhasil atasi

kekurangan gizi hanya retorika. Nyatanya, Indonesia saat ini memiliki beban ganda masalah gizi. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010, jumlah penderita berat kurang di kalangan anak balita mencapai 17,9% yang terdiri dari 4,9 % gizi buruk dan 13,0% gizi kurang. http://himagizi. lk.ipb.ac.id/2013/03/30/indonesiahadapi-beban-ganda-masalah-gizi/ Sungguh aneh, bila dalam waktu 3 tahun pemerintah mendadak mampu menyelesaikan masalah gizi itu. Jadi apa maksud penghargaan itu? Bisa jadi menjadikan penghargaan untuk good boy yang selalu menuruti agenda penjajahan berkedok pembangunan milenium. Sumber : Far-Eastern Women’s Voices for the Khilafah

MUI Tegas Soal Tayangan TV Ramadhan Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan mengeluarkan sikap tegas terhadap tayangan televisi di bulan Ramadhan yang dinilai kurang memenuhi nilai-nilai edukasi dan keagamaan selama bulan ramadhan. “Tim pemantau yang dibentuk pihak MUI sudah memberi-

kan laporannya. Minggu depan kita akan umumkan penilaian akhir MUI seperti apa. Kita nilai setiap sepuluh hari,” kata Ketua Pengurus MUI Pusat Bidang Infokom Dr. H. Sinansari Ecip kepada MUIonline, di Jakarta, Kamis (18/7/2013). Menurut Sinansari, selama sepu-

luh hari pertama ramadhan, tim MUI sudah melakukan pemantauan dan penilaian. Hasil penilaian nantinya akan diumumkan ke publik minggu depan. MUI berharap agar pihak televisi bisa Bersambung ke hal. 5

kabar sulsel

THR Pemprov Kuras APBD Rp 9 Miliar

KH Bakri Wahid Meninggal Inna lillahi wa inna ilahirrajiun. KH Bakri Wahid, satu di antara ulama senior yang dimiliki Sulawesi Selatan, telah berpulang ke Rahmatullah, Minggu (21/7/2013) sekitar pukul 05.00 wita.

Pegawai yang mengabdi di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel memiliki banyak pundi-pundi penghasilan. Selain gaji pokok plus tunjangan yang diterima setiap bulan, para pamong Pemprov juga mendapat tunjangan pakasi, gaji 13, dan honor-honor-honor kegiatan yang jumlahnya bervariasi. Khusus bulan Ramadan ini, seluruh pegawai Pemprov Sulsel juga keciprat berkah Ramadan melalui Tunjangan Hari Raya (THR). THR ini diberikan dalam bentuk tunjangan kesejahteraan. THR pegawai ini menguras APBD sebesar Rp9 miliar lebih. Pemberian THR tersebut rutin dilakukan setiap tahun yang dibagikan jelang hari raya Idulfitri. Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Sulsel, Yaksan Hamzah, yang dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, Jumat, 19 Juli, mengatakan, tunjangan hari raya ini diberikan sebesar Rp1 juta untuk pegawai yang berstatus PNS dan Rp650 ribu untuk pegawai tidak tetap dan honorer. “Kita sudah siapkan anggarannya Rp9 miliar lebih, khusus tunjangan untuk honorer kita menyiapkan

dana sekitar Rp200 juta lebih. Tapi ini bukan THR melainkan tunjangan kesejahteraan pegawai,” kata yaksan. Untuk diketahui, jumlah PNS lingkup pemprov mencapai 9.439 orang, plus honorer 1000 orang lebih. Soal penyalurannya, Yaksan mengaku belum bisa memastikan kapan tunjangan kesejahteraan tersebut akan dibagikan karena pembayaran dilakukan melalui SKPD masing-masing. Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo yang diminta tanggapannya terkait THR ini, enggan memberikan komentarnya. Syahrul hanya mengomentari soal larangan bagi pejabat Pemprov Sulsel untuk menerima parsel atau paket lebaran. [Fajar/Visimuslim.com]

Korban Banjir Belum Dapat Bantuan Sebagian besar korban banjir juga masih belum mendapatkan bantuan dari pemerintah. Seperti di Kelurahan Laelo, Wiringpalannae dan Mattirotappareng yang hingga saat ini warganya belum menerima bantuan pemerintah. “Hingga saat kami belum menerima bantuan apapun dari pemerintah. Padahal daerah yang pertama ban-

jir di Kota Sengkang adalah daerah kami,” ungkap Rustam salah satu warga Laelo, Kamis (18/07/2013). Dari pantauan Tribun, Meski air tidak lagi bertambah, namun sejumlah rumah di kelurahan dalam Kota Sengkang masih direndam air. Begitupula ruas jalannya, juga masih direndam air. Sebagian besar penduduk kota

taulan almarhum saat ini melayat di rumah duka di Jalan Kumala II No 49, Makassar. Semasa hidupnya, ceramah dan dialog almarhum kerap di dengar di RRI Makassar. Keseharian Beliau juga dikenal dengan sebutan Buya Hamka dari Makassar. “Saya turut berduka cita yang mendalam. Dia termasuk ulama kharismatik yang dimiliki Sulsel,” ujar Nurlinda Azis, Pengurus Wilayah Aisyiyah Sulawesi Selatan, pagi tadi. [TribunTimur/Visimuslim.Com]

Bakri meninggal dalam usia 85 tahun. Sejumlah kerabat dekat dan handai

Selama Ramadan MUI Sulsel Gelar Pameran Buku Islami

masih menggunakan sampan sebagai kendaraannya menuju jalur poros kota yang posisinya lebih tinggi dari rumah mereka. Sebagian warga bahkan masih enggan meninggalkan kediamannya dan memilih menyusun papan kayu di tengah ruang bagian rumah mereka karena laintai rumanya sudah direndam air.[TribunTimur/Visimuslim.Com]

Selama bulan Ramadan, Komisi Informatika dan Media Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel menggelar Islamic Books Fair atau Pameran Buku Islam.

“Kegiatan ini merupakan agenda tahunan dalam mengisi aktivias selama dalam bulan Ramadhan,” ujar Ketua Komisi Informatika dan Media MUI Sulsel, H Waspada Santing M Hi didampingi Ketua Panitia Drs H Abd Wahid Haddade disela rapat panitia, di kantor MUI Sulsel di Masjid

Raya, Senin (08/07/2013). Waspada mengatakan, kegiatan pameran akan menghadikan penerbit dan toko buku lokal dan nasional dengan buku-buku yang berkualitas dan menbambah wawasan refersni ilmu pengetahuan. Kegiatan pameran buku ini akan digelar mulai 11

hingga 25 Juli mendatang di Lantai 1 Masjid Raya, Makassar. Dengan adanya pameran buku islami ini masyarakat yang melakukan ibadah di Masjid Raya Makassar dapat menambah pengetahuan dan juga memperdalam ilmu agama mereka.[TribunTimur]

Cabe Rawit di Sungguminasa Rp 100 Ribu 1 Kilo

Harga beberapa bahan kebutuhan pokok akhirakhir ini semakin naik. Beberapa di antaranya

yang mengalami kenaikan adalah cabe rawit dan juga bawang merah. Seperti pantauan Tribun Ju-

mat (19/7/2013), di Pasar Sungguminasa, Gowa, harga cabe rawit tembus Rp 100 ribu perkilo. Sementara bawang merah dan bawang putih mencapai Rp 60 ribu perkilo. “Para pedagang beralasan pasokan kurang dan biaya pengangkutan sangat mahal akibat dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM),” ujar salah

seorang pembeli yang enggan menyebut namaya. Pembeli tersebut mengatakan, kemungkinan bukan pasokan yang kurang melainkan para pedagang besar sengaja menahan sehingga petani cabe Sulawesi selatan yang dirugikan. [TribunTimur/Visimuslim.Com]


6

EDISI 001 /JULI 2013 /MINGGU KE-2


EDISI 001 /JULI 2013 /MINGGU KE-2

sambungan Buruknya Pengelolaan ...sambungan hal 5

MUI Tegas ...sambungan hal 5

Negara lagi-lagi kalah akibat ketidakbecusan mengatasi persoalan yang sebetulnya sudah menahun. Sudah menjadi fakta publik, kerusuhan demi kerusuhan yang terjadi di dalam LP beberapa tahun terakhir ini memiliki karakter sebab yang sama, yakni tidak seimbangnya antara kapasitas bangunan dan jumlah penghuni penjara. Mayoritas LP dan rumah tahanan (rutan) di Indonesia saat ini dalam kondisi mencemaskan karena terlalu berat menanggung beban berlebih. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada akhir 2012 pernah merilis data bahwa kapasitas LP dan rutan di Tanah Air yang hanya 102.466 orang mesti menampung narapidana dan tahanan yang jumlahnya mencapai 152.071 jiwa. Artinya, ada kelebihan muatan hampir 50%. Pada kasus Tanjung Gusta, Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana juga mengakui kerusuhan disebabkan beban yang jauh melebihi kapasitas. LP kelas I berkapasitas 1.054 orang itu harus disesaki tidak kurang dari 2.600 penghuni. Tak mengherankan bila sebelum-sebelumnya pun kerap timbul masalah di LP tersebut. Sampaisampai Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar pada Oktober 2012 pernah menyebut LP Tanjung Gusta sebagai salah satu LP terburuk di Indonesia. Merespon kerusuhan Lapas, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengalokasikan dana perbaikan Lapas Rp

menerima semua masukan yang akan kita berikan. Sehingga senantiasa terjalin kerjasama yang baik diantara perusahaan pertelivian di Indonesia dengan pihak MUI yang merupakan kepanjangan dari kepentingan umat. “Kita belum bisa bicara banyak. Nanti minggu depan saja. Yang jelas, menurut berbagai keluhan masyarakat, tayanmgan televisi selama sepuluh hari pertama ramadhan masih belum sesuai dengan harapan kita bersama. Masih banyak acara-acara yang kurang mendukung kekhusyuan ibadah. Masih banyak lawakan-lawakan yang terlalu berlebihan sehingga kurang mendidik, khususnya bagi anak-anak kita,” ujar mantan Wepemred HU Republika ini. Sinansari menambahkan, semua persoalan nantinya akan bermuara kepada sejauh mana ketegasan sikap pihak KPI dalam merespons berbagai keluhan masyarakat ini. Sebagai pemegang kebijakan publik, tentunya kita ber-

1 triliun. Namun, menurut Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Amir Syamsuddin mengatakan anggaran untuk renovasi dan relokasi Lapas di Indonesia tak akan cukup. Menurutnya, dengan anggaran Rp 1 triliun diyakini tidak akan mampu merenovasi seluruh LP yang ada di Indonesia. Namun demikian Amir akan berusaha memprioritaskan LP mana saja yang harus segera direnovasi. “Dengan rata-rata 100 persen jelas kurang (anggaran Rp 1 triliun). Seperti Medan Tanjung Gusta, di Langkat sudah selesai. Bisa digeser ke sana, di Medan juga bisa ditampung,” terang Amir. Perbaikan Masyarakat Problem peliknya persoalan Lapas, tidak saja karena over kapasitasnya Lapas hingga pemerintah memberikan anggaran perbaikan untuk perluasan dan penambahan fasilitas. Hingga ada wacana swastanisasi Lapas, yang sejatinya bukan solusi yang akan menyelesaikan persoalan utama. Menurut, Shiddiq al Jawi sangat dangkal jika menyelesaikan simpul persoalan ini hanya dengan memperbaiki Lapas. Yang seharusnya diselesaikan, katanya, kenapa masyarakat Lapas jumlahnya semakin banyak dan terjadi over kapasiti. “Solusi yang harus dilakukan itu bagaimana agar kriminalitas di masyarakat dikurangi,” ujar DPP Hizbut Tahrir Indone-

sia ini pada Media Umat. Dilihat dari syariat Islam, maka merajalelanya tindak kriminal itu karena syariat Islam dalam bidang sanksi pidana tidak diterapkan. Di samping itu, syariat Islam lain pun misalnya ekonomi juga tidak diterapkan. “Kalau menurut saya solusinya bukan kepada perbaikan kualitas lapas atau memperbesar dan menambah fasilitasnya, itu persoalan hulu,” terangnya. Yang dilakukan adalah perbaikan persoalan hilirnya yakni masyarakat. Bagaimana kita itu menerapkan nidzamul uqubal atau fikih jinayat (sanksi-sanksi pidana). Menurut Shidiq dalam Islam ada dua hikmah ketika menerapkan sistem sanksi pidana Islam, yang pertama yakni bersifat Jawabir atau sebagai penebus dosa di akhirat. “Jika orang sudah dihukum di dunia dengan sanksi yang dijatuhkan misalnya membunuh diqisas dan zina dirajam maka dosanya akan gugur dan di akhirat tidak akan diazab sama Allah,” jelasnya Lalu Kedua, Zawajir memberikan efek jera pada masyarakat, yaitu ketika hukuman diberikan pada satu orang, misalkan hukum potong tangan pagi pencuri ini akan menjadi pelajaran bagi masyarakat lain, maka ini akan memberikan efek jera pada masyarakat. “Andai kata ini bisa diterapkan ke masyarakat dengan baik khususnya pada efek jera ini, tentu tidak kriminal akan bisa ditekan secara minimal,” tuturnya.

Tentunya juga, lanjut Shidiq, untuk mengurangi tindakan kriminal juga harus diperhatikan sistem ekonomi. Saat ini yang diterapkan sistem ekonomi kapitalis di antara karak-

bahan bakar, yang mereka gunakan kebutuhan sehari-hari. Paradok. Gas dan minyak di eksport keluar negeri. Di dalam negeri kesulitan pasokan bahan bakar. Kini, tukang ojek tak lagi dapat bergembira, karena penghasilan mereka terus menurun. Tak mungkin lagi mereka dapat membawa pulang uang Rp50.000 rupiah. Bahkan, di antara mereka ada yang tidak berani pulang. Karena, mereka hanya mendapatkan uang Rp20.000 rupiah, sementara ia harus membiayai empat anaknya yang masih sekolah. Apalagi, buruh musiman, tukang mie, buruh tani, para nelayan, para pedagang asongan, usaha mereka semakin tergerus dengan kenaikan harga, sampai ada peristiwa tragis, di Padeglang, seorang pedagang mie yang bunuh diri, karena selalu rugi. Anak-anak yang mengemis di jalan-jalan, di kereta, di pasar, jumlahnya makin banyak. Pengamen tak terhitung lagi. Mereka semuanya di bulan ramadhan ini tetap harus survive.Harus tetap hidup. Harus tetap mencari nafkah. Seberapa pun dapatnya. Mereka tak pernah menyerah dengan keadaan. Mereka harus menjalani kehidupan. Betapapun sangat berat. Anak-anak kecil yang masih belum waktunya mencari rezeki (nafkah) mereka di perempatan lampu merah, kadangkadang sampai larut. Mereka tinggal di tempat-tempat yang kotor, yang tak layak. Mereka terus menjalani kehidupan ini dengan segala peristiwa dan penderitaan yang mereka alami.. Ramadhan tahun ini sejuk. Di awali dengan hujan, dan mendung. Tak terasa terik matahari. Seakan Allah tabarakallahu ta’ala menurunkan rahmat Nya bagi

sebagai hukum syariah yang bersifat mengikat ketika kita melakukan pekerjaan serius bersama Ummah, dengan metodenya untuk menghasilkan opini publik dalam dirinya dan didasarkan padanyalah membangun kesadaran umum tentang kewajiban menerapkan syariah Allah dengan sebenar-benarnya di bawah naungan Negara Khilafah. Kaum Muslim harus menyambut seruan bagi Syariah dan meninggalkan seruan bagi ‘Legitimasi’ Demokrasi. Jadi, lebih baik mati dan berhasil dijalannya dan dengan keridhaan Allah sementara jalan lain tidak akan memperoleh apapun selain hinaan dan kemurkaan-Nya. Apakah umat yang tulus menyadari bahwa ucapan yang mengatakan: ‘Penerapan Syariah perlu dilakukan secara gradual, bertahun-tahun hingga dapat diterapkan sepenuhnya!!!’ Kata-kata itu adalah kata-kata kosong dan tertolak pada saat mereka melihat bahwa penera-

ternya itu membuat orang untuk dipacu terus untuk konsumtif. Sehingga orang itu beranggapan sah-sah saja untuk mendapatkan harta dengan segala cara. “Sedangkan dalam Islam,

pan sistem kufur dan kudeta terhadap ‘Legitimasi’ tidak membutuhkan lebih dari satu jam untuk menyelesaikannya. Jadi apa yang ada di kepala Anda dan bagaimana Anda melakukan penilaian? Dapatkah Anda lihat? Wahai, penduduk Negeri Mesir Al-Kinaanah yang tulus, satusatunya solusi yang mampu yang menjadi Mahkota Kewajiban, adalah Khilafah yang berjalan di atas jalan kenabian, untuk melenyapkan dan menyingkirkan setiap bentuk dari legitimasi yang rapuh dan palsu dan hanya mengadopsi seruan yang sah saja. Ini adalah seruan untuk dapat menerapkan secara lengkap hukum-hukum Allah dalam Negara Khilafah. Dan di hari itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendakiNya. dan Dialah Maha Perkasa lagi Penyayang. (QS Ar-Rum, 30:4-5).

Muhammad Ali Bin Saalim, Anggota Kantor Media Hizbut Tahrir Tunisia

sistem ekonomi fokus untuk mengurangi angka kemiskinan,” jelasnya. Sedangkan, sistem pidana dari barat yang nota bene tidak membuat jera

masyarakat

dan

pelaku

kriminal, membuat kerusakan di masyarakat semakin menjadi-jadi. [mediaumat.com,

17/7/2013]

Syaikh Atha’...sambungan hal 4

Kisah Sedih...sambungan hal 1 bingung akan membeli apa. Seperti orang yang tak tahu mau melakukan apa? Setiap tahun sudah ajek. Saat menjelang ramadhan atau ied fitri, harga kebutuhan pokok melonjak, yang tak terjangkau bagi kalangan lapisan bawah. Nilai uang masyarakat terus digerogoti inflasi. Uang menjadi tak berarti. Karena harga barang-barang terus naik. Penghasilan rakyat tak bertambah. Dari waktu ke waktu penghasilan mereka, justru cenderung menurun. Kemampuan daya beli rakyat terus berkurang, mereka tak mampu lagi memenuhi kebutuhan pokok mereka. Di tambah setiap hari jumlah orang yang menganggur semakin banyak. Pabrikpabrik tutup. Karena para pemilik modal memindahkan investasi mereka ke negara lain. Memang nasib masyarakat lapisan bawah makin tragis. Mereka adalah kuli bangunan, sopir, buruh musiman, tukang ojek, tukang mie, buruh tani, para nelayan, dan para pedagang asongan, nasib mereka semakin terpuruk. Ini akibat berbagai kebijakan yang semakin tak memihak mereka. Minyak langka. Harga gas terus naik. Harga BBM terus dinaikkan. Disesuaikan dengan harga BBM dipasaran internasinal. Agar para pemilik modal asing bisa bermain di pasar lokal. Dengan mengorbankan masyarakat kecil. Tak peduli jeritan rakyat. Beberapa tahun ini, setidaknya sudah sekian kali harga BBM dinaikkan. Rakyat kecil langsung terpukul secara ekonomi, mereka tak mampu bangkit lagi. Ketika rakyat sudah beralih dari minyak tanah ke gas, tapi sekarang harga gas terus naik. Mereka kehilangan kebutuhan pokok, yaitu

harap agar KPI bisa bersikap tegas terhadap berbagai persoalan yang menyangkut kemaslahatan umat. Kalau tidak, maka MUI akan menempuh jalur hukum dengan melaporkannya kepada pihak yang berwajib. Sehingga masalahnya nanti menjadi delik aduan yang dalam ketentuan undang-undangnya bisa bersifat pidana. “Ini semua kan untuk kepentingan kita semua, kepentingan umat. Kita ingin bulan Ramadhan tidak hanya dijadikan sebagai ajang main-main, lawakan dan akhirnya hanya untuk mendatangkan duit sebanyakbanyaknya. Kita kesampingkan dulu nilai komersial. Jangan sampai hanya untuk kepentingan bisnis, moral bangsa, khususnya anak-anak kita jadi rusak. Ramadhan ini kan kita jadikan ajang dan arena mendidik jiwa agar bertaqwa dan berakhlak mulia,” pungkas Sinansari mantan anggota KPI ini. [Arrahmah/VisiMuslim.Com]

Pelengseran Mursi...sambungan hal 1 demokrasi adalah suatu dewa palsu yang menawarkan permen yang akan dimakan Barat jika mereka merasa lapar. Contoh yang terjadi di Mesir menggambarkan bahwa dan memang beginilah keadaannya bagi sistem apapun yang telah tunduk kepada keinginan orang. Apakah belum jelas bagi rakyat kami di Mesir Al-Kinaanah, rakyat Mesir dari Amr Bin Al-Aas, bahwa metodologi perubahan dan menerapkan Shariah Allah tidak dapat terjadi melalui gerbang pemilu yang demokratis atau dengan tergantung pada kaum kafir barat, dengan menyenangkannya dan melaksanakan instruksinya? Anda telah melihat di depan mata Anda apa yang telah terjadi dengan Ikhwanul Muslimin di Mesir dan Anda sekarang harus menyadari bahwa hanya ada satu cara untuk menegakkan pemerintahan Islam. Ini adalah jalan yang Rasulullah SAW berjalan di atasnya dan metodenya harus dianggap

7

seluruh umat manusia. Tapi, belum mengubah nasib mereka, orang-orang yang miskin. Orangorang ramai melaksanakan shalat di masjid-masjid, di malam hari, yang menandakan datangnya bulan ramadhan. Tapi, bagaimana nasib mereka? Nasib rakyat yang miskin, yang papa, dan tak memiliki apa-apa?Alqur’anul Karim di dalam surat alHasyr, ayat: 6, Allah memerintahkan agar kekayaan tidak hanya berputar di antara orang-orang yang kaya (para aghniya’). Tapi didistribusikan dengan adil, ke seluruh penduduk. Ini hanya dapat dilakukan oleh seorang pemimpin yang adil, yang zuhud terhadap dunia. Kekuasaan yang dimiliki bukan hanya untuk menumpuk kekayaan, tanpa mempedulikan jeritan dan penderitaan rakyatnya. Khalifah Abu BakarAs-Shidiq, ketika berkuasa, setiap pagi mengunjungi rumah seorang janda tua renta, miskin, dan tidak lagi memiliki apa-apa. Apa yang dikerjakan Abu Bakar? Dia menyapu rumahnya, memerahkan susu, dan menyiapkan makanan buat wanita tua itu. Padahal, dia seorang khalifah, yang sangat mulia, orang pertama sesudah Baginda Rasulullah shallallahu alaihi wa salam. Di masa Abu Bakar, orang-orang yang kaya yang tidak membayar zakat diperangi. Orang fakir miskin nasibnya dilindungi. Sekarang mereka yang menjadi ‘pemimpin’ hanya tipe orang-orang yang tamak, rakus dunia, dan hanya mengumpulkan kekayaan, yang tak terbatas. Sementara itu, kondisi rakyatnya terus menderita. Wallahu Alam. [Eramuslim/Visimuslim. Com]

Hizb sekarang adalah kewaraannya dan kuatnya beliau berpegang pada syariah; juga keteguhan dan keilmuannya. Beliau telah mengambil manfaat besar dari berbagai posisi penanggung jawab berbeda yang pernah beliau emban dalam menejemen aktivitas Hizb, khususnya posisi sebagai juru bicara resmi, muktamad, dan anggota maktab amir terdahulu. Hal itu menjadikannya dapat memimpin Hizb. Beliau betul-betul mengetahui tugas, monitoring dan aktivitas yang dituntut setiap posisi penanggung jawab. Oleh karena itu, para syabab Hizb seakan dapat melihat amir mereka ada bersama mereka, memimpin mereka hingga dalam masalah rinci. Hal ini menjadikannya dapat memanfaatkan kemampuan para syabab dengan pemanfaatan paling optimal. **** Demikianlah, dari Masjid al-Aqsha yang diberkahi, telah diumumkan bertolaknya aktivitas Hizbut Tahrir pada awal tahun 50-an abad yang lalu. Hizbut Tahrir telah menggariskan target utama, yakni mendirikan Khilafah Rasyidah. Al-’Alim al‘’Allâmah Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani rahimahullâh terus memegang tampuk kepemimpinan

Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani & Syaikh Abdul Qadim Zallum

Hizb hingga ketika beliau wafat setelah sekitar 25 tahun kepemimpinan beliau atas Hizb. Setelah itu al-’Alim al-Kabîr Syaikh Abdul Qadim Zallum memegang kepemimpinan Hizb sejak tahun 1977 M. Aktivitas Hizb pada masanya menjadi besar karena bertambah banyaknya jumlah anggota Hizb. Tangan Hizb juga meluas mencapai banyak negara di dunia. Hizb berhasil mengorganisasi dan menghimpun ribuan syabab Muslim. Syaikh Abdul Qadim Zallum rahimahullâh wafat dalam usia lebih dari 80 tahun setelah beliau memegang tampuk kepemimpinan Hizb sekitar 25 tahun. Setelah beliau, sejak tahun 2003 M kepemimpinan Hizb dipegang oleh salah seorang ulama Hizb yang paling menonjol, seorang ahli ushul fikih, yaitu ‘Atha Abu arRasytah, untuk membawa Hizb bertolak dengan kuat, beraktivitas untuk memetik buah dari tanaman yang telah ditanam, dipelihara dan dibesarkan pada masa dua

orang syaikh sebelumnya. Alangkah baiknya apa yang ditambahkan beliau terhadap tanaman yang telah tumbuh dengan baik setelah kepemimpinan dua orang syaikh rahimahumâllâh. Ungkapan paling indah yang bisa dikatakan tentang kepemimpinan ketiga amir Hizb adalah ungkapan yang sangat baik yang diungkapan oleh salah seorang syabab Hizb: Mereka adalah tiga orang amir. Di tangan mereka Allah Swt. telah dan akan menyempurnakan tiga perkara: tiga orang amir yang menyempurnakan tiga periode: Periode pendirian dan pembentukan kelompok politik. Periode aktivasi dan pengumuman. Periode meraih kemenangan dan dengan izin Allah Swt. pertolongan dan kemenangan akan terealisasi. Aamiin...


Renungan

Puasa Yang Sia-Sia Puasa Ramadhan secara syar’i didefinisikan sebagai upaya menahan diri (imsak) dari makan, minum dan berhubungan suami-istri, dari terbit fajar hingga terbenam matahari, yang disertai dengan niat (Ash-Shabuni, Tafsir Ayat Ahkam, I/188). Dengan demikian, siapapun yang bisa menahan diri (imsak) dari makan, minum dan hubungan suami-istri—dari terbit fajar hingga terbenam matahari— yang disertai dengan niat telah dianggap sebagai orang yang berpuasa. Dalam kondisi demikian puasanya sah secara syar’i. Namun demikian, keabsahan puasa secara syar’i ini tidak otomatis bakal mendatangkan pahala bagi pelakunya. Sebab, kesempurnaan puasa hanya mungkin dengan cara menjauhi hal-hal yang dilarang dan tidak terjatuh pada perkara-perkara yang diharamkan (Ash-Shabuni, I/188). Dengan kata lain, ada syarat lain yang harus dipenuhi

oleh orang yang berpuasa agar puasanya sempurna, yakni dia harus menahan diri dari perkara-perkara yang merusak puasanya atau ‘membatalkan’ pahala puasanya. Dia harus menjauhkan diri dari puasa yang sia-sia. Puasa yang sia-sia adalah puasa yang tidak menghasilkan (pahala) apapun selain lapar, dahaga dan kepayahan. Sayangnya, justru puasa jenis inilah yang dilakukan oleh kebanyakan umat Islam, sebagaimana diisyaratkan oleh Baginda Nabi Muhammad saw., “Betapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan apapun dari puasanya itu selain lapar dan dahaga saja.” (HR ath-Thabrani). Perkara apa saja yang bisa merusak atau membatalkan pahala puasa? Semua kemaksiatan atau dosa, kecil apalagi besar, hakikatnya bisa merusak atau membatalkan pahala

Tips

Sehat Saat Puasa

SELAMA bulan suci Ramadan, umat muslim di seluruh dunia diwajibkan untuk berpuasa tidak makan dan minum dari terbit fajar hingga tenggelam matahari. Selama berpuasa tubuh tidak mendapatkan asupan makanan maupun cairan sekitar 14 jam. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memerhatikan pola makan agar bisa menjalani puasa dengan baik. Berikut tips agar tetap bugar saat menjalankan puasa:

Minum air putih Pada saat berbuka hingga menjelang imsak, minumlah air putih yang banyak. Pada saat menjalankan aktivitas, keringat yang keluar akan tetap banyak dan itu berarti cairan tubuh tidak mempunyai persediaan air yang cukup sehingga proses metabolisme terhambat, peredaran darah dan pencernaan menjadi kurang lancar. Oleh karena itu, usahakan untuk minum minimal delapan gelas air putih sebelum menjalani puasa esok hari. Konsumsi sayur dan buah Supaya Anda punya tenaga yang cukup untuk menjalankan puasa selama seharian, cobalah sahur dengan mengonsumsi sayur dan buah yang mengandung vitamin A, B, C dan E. Hindari makanan yang manis karena Anda akan cepat lapar di siang hari. Makanan yang manis membuat tubuh dengan cepat melepaskan insulin (insulin berfungsi memasukkan gula ke sel-sel tubuh sebagai sumber energi), sedangkan serat akan memperlambat proses pencernaan dan pengeluaran insulin. Setelah makan sahur, jangan langsung tidur karena tubuh memerlukan waktu untuk mencerna makanan. Hindari kopi dan minuman bersoda Usahakan untuk menghindari kopi dan minuman soda, karena didalamnya terkadung kaffein yang

dapat memicu tubuh untuk mengeluarkan cairan yang nantinya akan mengakibatkan tubuh terserang dehidrasi atau kekurangan cairan.

Makan bertahap Mulailah berbuka dengan minuman hangat dan manis. Jangan minum air dingin, minuman soda atau air es karena akan memperbanyak asam lambung sehingga pecernaan tidak berfungsi secara normal. Setelah itu, istirahatlah 1 jam sebelum menyantap hidangan “berat” agar lambung tidak bekerja terlalu berat. Hindari gorengan dan makanan pedas Gorengan akan menyebabkan sel darah merah menggumpal, sehingga menyebabkan aliran oksigen menjadi berkurang hingga 20 persen. Akibatnya Anda akan mengantuk pada siang hari. Makanan pedas juga akan membuat perut Anda mulas dan mengalami gangguan pencernaan. Tetap berolahraga Menjalankan ibadah puasa bukan berarti berhenti berolahraga. Justru aktifitas fisik tetap dibutuhkan untuk menjaga kelancaran peredaran darah agar kita tidak cepat lemas. Namun sebaiknya memilih olahraga ringan, seperti jogging atau jalan kaki. Sebaiknya Anda melakukan olahraga menjelang saat berbuka. Kenyataannya, tarawih merupakan aktifitas (olahraga) yang dapat menjaga kebugaran selama berpuasa. Berpuasa menyehatkan, apalagi dengan asupan yang sehat. Selamat berpuasa!

puasa. Pertama: dosa mata. Banyak Muslim yang berpuasa, tetapi dia tidak bisa menahan diri dari memandang perkara yang haram. Contohnya adalah memandang aurat wanita yang bukan mahram, melihat gambar-gambar porno, dll. Puasa orang seperti ini tentu akan rusak, bahkan pahala puasanya bisa hilang tak berbekas. Ini karena menjaga pandangan dari perkara-perkara yang haram adalah wajib (Lihat: QS an-Nur [24]: 30-31). Kedua: dosa lisan. Puasanya seorang Muslim yang tidak dibarengi dengan menahan diri dari membicarakan keburukan orang lain (ghibah) juga akan rusak, bahkan tidak akan mendatangkan pahala apapun. Demikian pula kata-kata kotor/jorok dan keji seperti menyebar tuduhan palsu dll; akan merusak puasa atau membatalkan pahala puasa. Ini sebagaimana sabda Nabi SAW, “Puasa itu adalah perisai. Karena itu jika salah seorang kalian berpuasa, janganlah ia berkata-kata kotor/jorok dan berdusta.” (HR Ahmad). Rasulullah SAW juga bersabda, “Siapa saja yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan malah mengamalkannya, maka Allah tidak membutuhkan lapar dan haus yang dia tahan.” (HR al-Bukhari). Rasulullah SAW pun bersabda, “Puasa itu bukan hanya menahan makan dan minum saja, tetapi juga menahan diri dari perkataan sia-sia dan jorok.” (HR Ibnu Majah dan alHakim). Ketiga: dosa telinga. Contohnya adalah mendengarkan kata-kata kotor/jorok, mendengarkan keburukan-keburukan orang lain, bahkan sekadar mendengarkan lagu-lagu yang penuh dengan syair-syair yang mempropagandakan kemaksiatan, dll. Semua itu bisa merusak puasa atau membatalkan pahala puasa. Keempat: dosa tangan. Contohnya adalah menyentuh, merangkul atau bahkan memeluk wanita yang bukan mahram; memukul orang lain tanpa alasan yang haq; mencuri; dll. Kelima: dosa kaki. Contohnya adalah berjalan-jalan ke tempattempat yang memungkinkan dirinya terjerumus ke dalam dosa, seperti tempat-tempat hiburan atau keramaian di mana banyak wanita yang membuka aurat berlalu-lalang, tempat-tempat yang memungkinkan terjadinya ikhtilath (campur-baur laki-laki perempuan), dll. Keenam: dosa anggota tubuh lainnya.

Tentu, ini mencakup semua perilaku yang bisa mendatangkan dosa. Contohnya adalah membuka aurat meski sekadar memperlihatkan selembar rambutnya, ber-khalwat atau berikhtilath, melakukan transaksi ribawi, suap-menyuap, korupsi, melakukan dosa besar seperti zina atau membunuh, menzalimi orang lain (menyakiti tubuhnya, merampas hartanya, menodai kehormatannya, dll). Terkait dengan semua ini, Ibnu Rajab al-Hanbali bertutur, “Ketahuilah, amalan taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah SWT dengan meninggalkan berbagai syahwat yang halal di luar Ramadhan (seperti makan/minum atau berhubungan suami-istri, pen) tidak akan sempurna hingga seseorang meninggalkan perkara yang Allah SWT larang yaitu berdusta, bertindak zalim serta bermusuhan dengan sesama manusia dalam masalah darah, harta dan kehormatan.” (Latha’if al-Ma’arif, 1/168). Jabir bin ‘Abdillah juga bertutur, “Jika kamu berpuasa, hendaklah pendengaran, penglihatan dan lisanmu turut berpuasa dari dusta dan hal-hal haram. Janganlah kamu menyakiti tetangga. Bersikap tenang dan berwibawalah di hari puasamu. Janganlah kamu jadikan hari-hari puasamu dan hari tidak berpuasamu sama saja.” (Lihat: Latha’if al-Ma’arif, 1/168). Alhasil, agar puasa kita tak sia-sia, marilah kita meninggalkan perkara-perkara yang haram, syubhat maupun hal-hal yang tak berguna. Wa ma tawfiqi illa bilLah. [Arief B. Iskandar]


VisiMuslim.Com Virtual Paper edisi 1  

Meretas Jalan Peradaban Mulia

Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you