Issuu on Google+

SENIN 28 SEPTEMBER 2009 | Nomor 0639

Bahaya Kecanduan Nasi

Harian Pertama dan Terbesar di kawasan Sulawesi Timur

HARGA ECERAN Rp. 3.000

Pengacara Antasari Bantah Kapolri Dugaan Pemerasan Bibit-Chandra, Kuasa Hukum Desak Stop Penyidikan

APAKAH perut orang Indonesia itu diformat khusus untuk nasi? Se tiap kali pertanyaan ini diajukan, saya menjawabnya secara bercanda. Maklum, selain belum tahu jawabannya, me nurut saya perOleh Anang S. Otoluwa tanyaan ini terlalu mengadaada. Tak mungkinlah Tuhan mendesain perut manusia dengan spesifikasi seperti itu, begitu pikir saya. Tapi, orang yang bertanya tentu punya alasan tertentu. Mereka telah merasakan bagaimana tersiksanya kalau tidak makan nasi. Banyak orang yang tetap merasa lapar meski sudah banyak menyantap makanan lain. Ini pula yang selalu dipersoalkan orang Indonesia bila pertama kali hendak ke luar negeri: “Apa di sana ada yang jual beras? Nanti kita makan apa?” Maksud pertanyaan ini mudah ditebak, mereka khawatir janganjangan nanti tidak bisa makan nasi. Jawaban pertanyaan di atas, belum lama ini saya temukan dalam buku Dr.

CMYK

JAKARTA-Kuasa hukum dua pimpinan KPK (Komisi Pem berantasan Korupsi) nonaktif, Bibit Samad Riyanto dan Chandra M. Hamzah, mendesak Polri agar menghentikan penyidikan. Sebab, Mabes Polri dianggap tidak memiliki alat bukti dan saksi yang menguatkan dugaan pemerasan. Selain itu, Polri dinilai tidak

(FOTO AGUNG RAHMADIANSYAH/RADAR SURABAYA)

BACA : CATATAN ......Hal 15

BANTAH MEMERAS : Wakil Ketua KPK nonaktif Chandra M Hamzah bersama Wakil Ketua KPK nonaktif Bibit Samad Riyanto (kanan) Saat memberikan keterangan pada wartawan di Jakarta, Minggu(27/09).

Polisi akan Be ber Isi La ptop Noor din Beber Laptop Noordin Duga Tokoh Lama Terlibat, Awasi Eks Napi Terorisme

Ogah Operasi Plastik

BACA : LAPTOP NOORDIN ......Hal 15

PAH I DPD RI siap Rekomedasikan Ampana Ibukota Sultim

BACA : SELEB ......Hal 15

JK Ingin Golkar Oposisi

BACA : POLITIKA ......Hal 15

BACA : ANTASARI ......Hal 15

Depkes Tak Khawatirkan Peluang Ampana Gelombang Baru Makin Terbuka

SEJUMLAH wanita rela melakukan operasi plastik untuk mempercantik diri. Tetapi, Marissa Nasution atau yang lebih dikenal dengan nama VJ Marissa ogah melakukannya. Menurut dia, operasi plastik hanya diperlukan oleh mereka yang mengalami cacat fisik karena kecelakaan.

JAKARTA-Arah politik Partai Golkar pada pemerintahan lima tahun mendatang tampaknya bakal menerapkan oposisi setengah hati. Golkar boleh saja mengirim kader menjadi menteri. Tapi, anggota fraksi beringin di DPR harus bersikap independen dan kritis terhadap pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) menegaskan, presiden dan Wapres terpilih tidak berasal dari Golkar. Kalaupun ditarik masuk ke pemerintahan, posisi Golkar pasti hanya nomor tiga atau empat. “Ber dasar pengalaman saya sebagai Wapres yang paling banyak membantu presiden, kalaupun pemerintah berhasil, kita sulit mengklaim keberhasilan. Sebab, pasti partai pemerintah yang memilikinya. Sebaliknya, kalau pemerintah gagal, kita ikut jatuh,” tutur JK

isinya saya belum tahu,” kata Kabidpenum Mabes Polri Kombes Ketut Untung Yoga kemarin. Menurut sumber Jawa Pos, foto-foto target di laptop Noordin juga akan dibeber. “Sebelum diserang, sasaran itu didokumentasikan dengan baik. Direkam dan dipotret secara profesional,” katanya. Orang-orang baru yang mung kin menggantikan Noordin juga sudah diprediksi. “Ada banyak nama. Yang sudah diketahui media misalnya Dul Matin. Dia belum mati meski berkali-

[FOTO: NASRI SEI/LUWUKPOST]

JANJI REKOMENDASI : Bupati Touna Drs. Damsik Ladjalani yang didampingi Ketua DPRD sementara Moh. Afnan Rachmad SH usai menyerahkan plakat kepada ketua Tim PAH Adhoc I DPD RI A.D. Khaly di ruang pertemuan kentor bupati, kemarin.

JAKARTA-Gelombang baru persebaran virus A H1N1 (flu babi) kembali muncul. Berdasar laporan terbaru, gelombang virus itu kini menyerang Meksiko. Diagnosis kasus tersebut di sana mencapai level lebih tinggi September lalu jika dibandingkan dengan puncak A H1N1 April lalu.

AMPANA-Tekad masyarakat Tojo Una-una untuk mewujudkan Ampana menjadi ibu kota pemekaran Provinsi Sulawesi Timur (Sultim) makin terbuka lebar. Perjuanganpun dapat dikatakan tinggal selangkah lagi, menunggu dikeluarkannya rekomendasi PAH I DPD RI dalam rapat pleno Senin (28/9) di Jakarta hari ini. Ampana memiliki peluang besar untuk direkomenda sikan sebagai alternatif ibu kota pe mekaran Provinsi Sultim. Rekomendasi PAH I DPD RI tentang penentuan ibu

BOGOR-Kekerasan terhadap mahasiswa baru dalam orientasi studi pengenalan kampus (ospek) kembali menelan korban jiwa. Kali ini hal itu menimpa Wisnu Anjar Kusumo, 17, mahasiswa baru Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN), Ciseeng, Kabupaten Bogor,

BACA : PELUANG AMPANA ......Hal 15

BACA : OSPEK ......Hal 15

BACA : FLU BABI ......Hal 15

Ospek, Mahasis wa Mahasisw STSN Tewas Diania Dianiayya

AU Pesan Senjata Penangkis Serangan Udara dari Swiss JAKARTA-TNI terus membenahi alat utama sistem persenjataan (alutsista) menjelang ulang tahun pada 5 Oktober nanti. Kali ini Pasukan Khas (Paskhas) TNI Angkatan Udara memesan Penangkis Serangan Udara (PSU) terbaru jenis Oerlikon Contraves 35 mm buatan Swiss, untuk memaksimalkan pengamanan pangkalan udara. “Senjata ini untuk menggantikan PSU Triple Gun buatan 1950 yang telah digunakan TNI-AU dan sebagian

disisihkan secara bertahap sejak 1990,” ujar Komandan Korps Paskhas TNI-AU Marsekal Pertama TNI Harry Budiono. Menurut Harry, PSU Oerlikon Con traves 35 mm telah digunakan di 40 negara yang tersebar di Asia dan Eropa. “Jika Indonesia serius berniat membelinya dan telah tanda tangan kontrak, mereka baru membuatnya. Jadi, nanti kita mendapat barang baru,” katanya. Selain PSU dari Swiss, Paskhas TNIAU akan meneruskan pengadaan radar

rudal antipesawat QW-3 buatan Tiongkok. “Kontrak sudah ada di Departemen Pertahanan. Kita membeli tiga unit dan akan ditempatkan di Madiun dan Jakarta,” ujarnya. Harry mengatakan, pengadaan sejumlah peralatan itu merupakan bagian dari Program Pengembangan Kekuatan (Propangkuat) TNI-AU 2005–2009. Namun, karena anggaran terbatas,

BACA : AU ......Hal 15

(VANNI/RADAR BOGOR)

KORBAN OSPEK : Jasad Wisnu Anjar Kusumo (17) mahasiswa Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) Ciseeng, Kabupaten Bogor yang tewas saat ospek pada Minggu (27/9) dinihari.

Rodrigo Roa “Django” Duterte, Wali Kota Nyentrik dari

Davao (1)

Warga Bisa Curhat Face to Face Seminggu Tiga Kali Rodrigo Roa Duterte adalah wali kota dengan karakter yang sangat “jalanan”. Tidak birokratis, keras, dan cenderung dar... der... dor?. Davao yang diklaimnya sebagai kota terluas di dunia dia atur sebagaimana mengatur sebuah gang. Banyak persoalan diselesaikan dengan model street justice. Davao kini menjadi kota termakmur di Mindanao, bahkan Filipina. Semangat begitu mungkin bisa ditiru dikit-dikit pejabat publik di Indonesia.

Robot Bersepeda PERUSAHAAN elektronik Jepang kembali menunjukkan keahliannya membikin robot. Kemarin Murata Electronics merilis robot yang naik sepeda satu roda yang dinamai Murata-seiko-chan di Nagaokakyo, Perfek tur Kyoto. Robot dengan tinggi 50 cm dan berat 6 kg itu dilengkapi sejumlah sensor untuk menjaga keseimbangan saat maju dan belok. Sayangnya, belum dilengkapi sensor anti-nabrak.

Kardono Setyorakhmadi, Davao

RUANG “praktik curhat” Duterte berbentuk memanjang, kira-kira ber ukuran 6 x 10 meter. Suasananya persis dengan ruang tunggu dokter. Ada kursi panjang dan orang-orang yang hendak menyampaikan unekunek duduk berjejer menunggu gi liran. Di depan para pengantre ada

(F-KARDONO/JAWA POS)

TERIMA PENGADUAN : Duterte (memegang kertas ) menerima pengaduan langsung warga di ruang kerjanya.

sebuah meja panjang yang diisi tiga orang. Yang duduk di tengah tentu saja Rodrigo Roa “Django” Duterte, city mayor Davao. Dua orang lainnya bergantian. Kadang deputinya, kadang kepala dinasnya. Bergantung situasi. Itu sangat berbeda dengan tatap muka langsung antara penguasa dan rakyat model kelompencapir (kelompok pendengar, pembaca, dan pemirsa) zaman Pak Harto. Itu adalah forum tanya jawab Duterte sebagai wali kota dengan warga, tanpa rekayasa dan dilakukan secara rutin. Di forum itu Duterte mendengar langsung keluhan, aduan, protes, dan semacamnya dari masyarakat, lalu mencarikan penyelesaiannya. Solusi itu sebisa mungkin juga diupayakan secara langsung oleh Duterte. Ma syarakat bebas mengadukan semua persoalan. Buruknya pelayanan

publik, persoalan sosial, masalah pri badi dalam rumah tangga, atau apa pun ke sang wali kota. Duterte melakukan itu di City Hall of Davao setiap Senin, Rabu, dan Jumat. Dia buka “praktik curhat” mulai pukul 13.00 hingga selesai “biasanya selesai paling cepat pukul 19.00. “Pada Selasa dan Kamis, saya biasanya ke daerah. Ya seperti ini, mendengarkan langsung keluhan masyarakat,” kata sang wali kota. Davao adalah sebuah kota yang sangat luas “Duterte mengklaim kota itu terluas di dunia. Luasnya lebih dari 2.000 km persegi. Jawa Pos pergi dari ujung selatan ke timur, juga se latan ke barat, menghitung jarak yang ditempuh adalah 50 km. Jadi, tak semua warga bisa mencapai kota untuk sekadar mengeluh.

BACA : WARGA......Hal 15

CMYK

VJ Marissa

JAKARTA-Polisi berjanji membe berkan ke publik isi laptop Noordin M. Top Selasa besok (29/9). Laptop yang ditemukan saat penggerebekan di rumah Hadi Susilo di Mojosongo, Jebres, Solo (17/9), itu berisi banyak data penting terkait aksi terorisme. Sumber Jawa Pos pernah memberitahukan bahwa di komputer jinjing itu ada naskah panduan membuat bom (Jawa Pos 19/9).

Tak hanya itu, di dalamnya juga ada foto-foto target dan jaringan pendukung baru Noordin. “Selasa nanti ada kelompok ormas yang kebakaran jenggot,” kata sumber Jawa Pos kemarin. Di laptop itu ada sebuah organisasi yang ternyata menjadi cover perekrutan para militan pendukung dan sepaham dengan Noordin. “Dipimpin tokoh lama,” ujarnya. Isi laptop Noordin dibuka pada publik sebelum jasad teroris Malaysia itu dibawa ke kampung halaman pada 1 Oktober nanti. “Memang rencananya Selasa nanti ada keterangan pers, tapi


TOMINI RAYA

Luwuk Post

2

SENIN 28 SEPTEMBER 2009

http://luwukpost.info

E-Paper Pertama di Kawasan Timur Sulawesi

Sarana Pendidikan Bualemo Memprihatinkan Arus Balik PagimanaLuwuk Melonjak PAGIMANA-Arus balik lebaran idul fitri 1430 hijriah, yang menggunakan kapal penyebrangan milik ASDP Pagimana KMP, Baronang terlihat cukup padat. Lonjakan penumpang ini terjadi Sabtu, (26/ 9) kemarin. Arus balik yang menggunakan kapal ferry dari pelabuhan pagimana menuju gorontalo penumpang terlihat cukup besar sehingga jadwal keberangkatan di percepat menjadi pukul 19.00 Wita sebagaimana instruksi Syahbandar Pagimana. Kasmianto, pegawai Syahbandar Pagimana, mengaku pihaknya menginstruksikan agar kapal segera diberangkatkan lebih awal dari jadwal sebelumnya mengingat kapasitas muatan penumpang sudah sangat padat.Terpisah, Kepala pelabuhan ASDP Pagimana, Kamran Ma’aruf yang di temui Luwuk Post, Sabtu, (26/9), kemarin, penumpang arus balik lebaran cukup membludak namun dengan kondisi tersebut kapasitas muatan kendaraan roda empat saat ini masih kurang. Membludaknya jumlah penumpang kali ini, diperkirakan lebih besar dari tahun sebelumnya. Pasalnya untuk daftar para penumpang saat ini mencapai 570 orang. Angka tersebut merupakan angka yang cukup besar dalam arus balik lebaran. Sedangkan dalam muatan kendaraan roda dua kali ini menunjukan cukup padat sampai 56 unit. Namun bagi kendaraan roda empat hanya 7 unit saja. Kamran menambahkan membludaknya penumpang kali ini juga terkait dengan lebaran ketupat yang di Gorontalo. Pantauan Luwuk Post akhir pecan lalu, ada sejumlah penumpang yang tidak lagi mendapatkan tempat yang layak di atas kapal. Bahkan ada yang membatalkan keberangkatan serta ada juga ketertinggalan kapal sehingga harus menunda keberangkatan. (anto)

WISATA: Sejumlah tempat menjadi arena rekreasi warga pada hari lebaran ketupat. Salah satu lokasi lebaran ketupat di Desa Pandan wangi. [Foto: Achan/Luwuk Post]

Warga Lobu Gelar Lebaran Ketupat PAGIMANA-Desa Lobu yang sebentar lagi diresmikan sebagai kecamatan, Minggu kemarin (27/9) menggelar lebaran ketupat. Lebaran ketupat yang dilaksanakan di ibu kota Kecamatan Lobu, kecamatan mekaran dari Pagimana ini dikhususkan untuk umum. Seremoni pembukaan lebaran ketupat di Desa Lobu itu dibuka langsung oleh Kabag Pertanahan Setda Kabupaten Banggai, Alfian Djibran. Dalam kegiatan tersebut

ikut hadir Sumitro Balahanti,S.Sos dari Pemerintah kecamatan pagimana, serta srikandi DPRD kabupaten banggai, Ny. Hanira Lasantu. Aleg DPRD asal partai Demokrat yang juga asal dari desa Lobu. Selain itu, tampak Pjs Kepala Desa Lobu Marten Tani. Hendra salah satu pengunjung dari kota Luwuk, yang di temui Luwuk Post, mengatakan sangat tertarik dengan acara ini. Pasalnya warga bisa menikmati hidangan

ketupat dan menu lainya yang tidak di batasi yang telah disiapkan oleh penyelenggara serta bisa ketemu dengan para pengunjung lainya untuk bersilaturahmi. Pantauan Luwuk Post, lebaran ketupat di kecamatan pagimana dipusatkan di desa lobu menjadi hiburan bagi masyarakat. Pasalnya bukan hanya sekedar untuk makan dan silaturahmi saja melainkan hiburan sehingga lebaran ketupat tampak cukup meriah. (anto)

Lebaran Ketupat Pantai Hek Diserbu Warga NUHON- Lokasi wisata pantai Hek yang terletak di desa tomeang kecamatan Nuhon dipadati pengunjung yang ingin

merayakan lebaran ketupat. Tak pelak lagi lokasi wisata yang tadinya jarang dikunjungi warga, kini berubah menjadi

sesak dan riuh oleh para pengunjung. Sehingganya ada sebagian pengunjung yang memilih tem-

pat lain. Umumnya para pengunjung sebagian besar merupakan etnis jawa dan warga lokal yang datang dari dua kecamatan yakni kecamatan Bunta dan Pagimana. Bahkan ada pula yang datang dari ibu kota kabupaten Banggai. Dengan tiket masuk Rp. 5.000 para pengunjung bisa menikmati suasana pantai dan hiburan dangdut oleh artis lokal sulawesi utara yang sengaja didatangkan pihak Panitia Lebaran Ketupat. Toni pengunjung yang berasal dari kecamatan Bunta kepada koran ini minggu (27/09) mengatakan dirinya bersama

keluarga jika Lebaran ketupat sering mengunjungi pantai Hek. Pasalnya tempat tersebut merupakan lokasi wisata terdekat. “Disamping ongkosnya yang relatif murah kami sekeluarga bisa menikmati suasana pantai dan hiburan musik,” ujarnya. Seperti biasa dirinya bersama keluarga telah menyediakan ketupat untuk dinikmati dilokasi wisata tersebut. Sementara itu untuk pengunjung yang tidak membawa bekal tidak merasa khawatir karna ada begitu banyak warung makan ditempat tersebut. [Yanto]

BUALEMO-Kondisi sarana pendidikan di kecamatan Bualemo semakin memprihatinkan. Pasalnya banyak sekolah yang sejak pertama kali dibangun hingga kini belum pernah lagi tersentuh bantuan pemerintah. Padahal hampir setiap tahun notabenenya bidang pendidikan merupakan salah satu yang mendapatkan alokasi bantuan pemerintah yang relatif paling besar jika dibandingkan dengan bidang lainnya. Sayangnya masih terdapat banyak sarana pendidikan yang tidak lebih baik dari kondisi sebelumnya. Hal inilah yang telah mengundang kecemburuan serta pertanyaan banyak pihak. Apalagi menurut informasi yang di peroleh koresponden LP dari beberapa sumber terpercaya di internal lingkungan Dikpora, sering kali ada oknum yg berlagak pahlawan dengan mengesankan dirinya jago melobi pihak berkompeten diatasnya yang selanjutnya menjanjikan pada pihak sekolah akan diprioritaskan untuk mendapatkan kucuran bantuan berikutnya. Namun kenyataannya tak

kunjung ada realisasi. Kades Malik, Mahmud, kepada koresponden LP beberapa waktu lalu, mengatakan fisik bangunan SDN Desa Malik kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Bangunan yang di dirikan sejak tahun 1992 yang terdiri dari 5 kelas, temboktemboknya sudah jebol karena di makan usia. Sehingga sudah tidak resentatif menampung siswa yang jumlahnya terus bertambah setiap tahun ajaran baru. “Satu kelas di jadikan dua hanya memakai pembatas papan, siswa di sebelah ribut kedengaran sekali di sebelahnya, jadi sulit untuk konsentrasi belajar,” ungkapnya. Untuk itu harapannya, di thn mendatang sudah seharusnya dinas atau pihak terkait lebih obyektif dalam melakukan verifikasi. Sebetulnya sekolah yang mana saja yang lebih layak mendapatkan pembiayaan atau alokasi bantuan, agar lebih tepat sasaran untuk pemerataan. “Proyek cenderung hanya dijadikan sarana bisnis oleh oknum untuk mencari keuntungan pribadi,” ungkap salah satu org tua murid. [ofy]

Dikes Terkesan Tak Respons BUALEMO- Terkait berlarut-larutnya realisasi proyek rehabilitasi Pustu Desa Siuna Kecamatan Pagimana, telah memunculkan penilaian negatif terhadap Pemda. Pasalnya Pemda tidak serius memprogramkan pembangunan bidang kesehatan. Padahal bidang tersebut bersentuhan langsung dengan hajat hidup orang banyak. Bupati Banggai, Drs Ma’mun Amir, dalam forum resmi Musrembang Kecamatan Pagimana yang di selenggarakan di Desa Toipan sempat mengatakan, dalam waktu dekat ini fisik ba-

ngunan Pustu Siuna akan di rehab. “SKPD di nilai tidak mampu mengamankan kebijakan Bupati, jangan sampai muncul asumsi publik Bupati telah melakukan pembohongan publik. Padahal ulah Dinas yang tidak respek dengan kebijakan atau niat baik Bupati. Ketua LSM-YPB, Abd.Saleh Talibu, Selasa (22/9) kemarin mengatakan, seharusnya SKPD mengamankan kebijakan Bupati, kalau sebaliknya berarti sama halnya dengan hanya melempar aib terhadap atasannya,” tuturnya. [ofy]


HUKUM & KRIMINAL

Luwuk Post SENIN 28 SEPTEMBER 2009

http://luwukpost.info

3

E-Paper Pertama di Kawasan Timur Sulawesi

Jelang Lebaran, 70 Napi Diberi Remisi, 2 Bebas Curi Hp, Warga Simpong Ditangkap TOILI-Sulaeman Lapene (49), warga Kelurahan Simpong Kecamatan Luwuk, harus mendekam ditahanan Polsek Toili. Pria yang sehari-harinya berprofesi sebagai tukang bangunan ini kepergok mengambil HP milik Edi Sukirno, salah seorang warga Desa Sidomukti. Kronologis kejadianya, pada hari kamis (24/9) tersangka berkunjung kerumah korban dengan niat untuk melihat Toke yang dipelihara korban. Sementara melihat-lihat Toke, pelaku melihat Hp yang berada diatas kandang Toke, melihat suasana lagi sepi karena korban lagi keluar, pelaku langsung mengambil Hp tersebut. Setelah mengambil Hp tersebut tersangka langsung pamit hendak pergi ke rumah Azis yang juga warga Desa Sidomukti. Tidak lama berselang Edi Sukirno pulang kerumahnya, untuk mengambil Hpnya yang tertinggal diatas kandang Toke. Tapi alangkah terkejutnya Edi mendapati Hpnya sudah raib, kemudian korban menanyakan kepada bapaknya kalau tidak melihat Hpnya yang diletakkan diatas kandang. Teryata bapaknya tidak melihat hanya mengatakan tadi ada orang melihat-lihat Toke. korbanpun curiga dan langsung mendatangi tersangka di rumah Azis untuk menanyakan apakah tersangka tidak melihat Hp miliknya. Awalnya tersangka mengelak dan menyarankan kepada korban untuk meneliti kembali ke tempat kejadian. Akhirnya korban dan tersangka kembali ke tempat hilangnya Hp. Karena merasa ketakutan aksinya diketahui, tersangka menaroh Hp curian itu di atas gabah milik korban, saat meletakkan Hp tersebut korban memergoki tersangka, korban langsung menangkap tersangka dan menyerahkannya ke Polsek Toili. (acg)

Aksi Pengeroyokan Berbuntut ke Polisi LIMBOTO-Tidak terima dengan aksi pengeroyokan yang dilakukan oleh AN alias Asa, FK alias Fiki, dan UP Alias Ucu pada jumat (18/9) lalu, Erwin Naue (17) warga Kelurahan Hepuhulawa akhirnya melaporkannya kepihak kepolisian, perkara ini sedang ditangani Mapolres Limboto. Kepada Polisi Erwin menjelaskan, Aksi pengeroyokan terjadi saat dirinya sedang duduk diatas sepeda motornya, tiba-tiba datang Asa mendekat dan langsung melayangkan pukulan pada bagian belakang kepala hingga Erwin jatuh dari sepeda motornya, dan ketika akan berdiri dari arah belakang Fiki menendang kembali kakinya Erwin

hingga terjatuh lagi dan saat dirinya berdiri, kembali Erwin harus menerima bogem mentah dari Ucu dibagian wajah sebanyak satu kali hingga akhirnya dilerai warga. namun saat akan mengambil motornya Erwin kembali menerima pukulan dibagian belakang kepalanya dari Asa sehingga Erwin terjatuh lagi. Merasa keberatan Erwin punmelaporkan hal tersebut kepihak yang berwajib. Kapolres Limboto AKBP Budi Widjanarko SH melalui KA SPK A Aiptu Alex Karame membenarkan adanya aksi pengerokan tersebut seraya mengatakan bahwa melalui Unit Reskrim Polisi akan melakukan pemanggilan terhadap Saksi dan Tersangka untuk Di BAP. (TR-10).

Bos Harmonis Melarikan Diri GORONTALO-Polda Gorontalo akhirnya menetapkan pimpinan PT Harmonis Motor berinisial RA alias Rusdi sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang) polisi. Pasalnya, setelah dilakukan proses pencarian selama sebulan, warga kampung Makasar (Sulsel) yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai salah satu tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang setoran mobil milik konsumen dieler yang di pimpinnya itu, hingga kini belum juga menyerahkan diri ke polisi. Sementara itu, salah satu tersangka lain berinisial TN alias Titiana sudah mendapat perpanjangan penahanan dari pihak kepolisian. Informasi yang dihimpun Gorontalo Post, ditetapkannya Rusdi menjadi buronan polisi karena sampai dengan saat ini pria yang diduga telah membawa kabur uang milik konsumennya senilai milyaran rupiah itu belum menyerahkan diri ke polisi. Sebelumnya Rusdi diduga telah melarikan diri ketika hendak akan dijemput polisi di diler PT. Harmonis Motor yang beralamat di jalan Andalas Kota Gorontalo itu. Sumber resmi Gorontalo Post menyebutkan, sejak awal Agustus lalu, Rusdi diduga telah melarikan diri ke daerah Jakarta. Namun, setelah mengetahui bahwa dirinya sedang dalam pengejaran polisi, Rusdi akhirnya memilih kabur ke tempat lain dan hingga kini tak diketahui lagi dimana rimbannya. Kendati demikian, pihak kepolisian tak henti-hentinya melakukan perburuan terhadap Rusdi.

“Ya, kami telah menetapkan Rusdi sebagai DPO polisi berikut melakukan pengejaran ke sejumlah tempat yang diduga kuat menjadi tempat pelarian dan persembunyiannya,”ujar Kapolda Gorontalo Brigjen Pol Drs Sunarjono melalui Kabid Humas AKBP Wilson Damanik SH ketika dikonfirmasi koran ini Minggu (27/ 9), kemarin. Kendati demikian, Wilson tak ingin gegabah membeberkan kepada wartawan dan merahasiakan perihal keberadaan Rusdi saat ini. Alasannya, hal itu dilakukan demi untuk kepentingan penyidikan atas kasus yang sudah mengakibatkan banyak korban tersebut. “Kami sudah berkoordinasi dengan sejumlah Polda dan jajarannya yang ada di daerah lain, tujuannya untuk mempermudah pencarian terhadap Rusdi serta mempersempit tempat pelariannya,”bilang Wilson. Dia menambahkan, pihaknya telah memperpanjang penahanan terhadap tersangka Titiana istri Rusdi yang sebelumnya telah ditahan dalam kasus yang sama. Dimana, dari masa penahanan yang semula 20 hari, diperpanjang lagi dengan masa penahanan hingga 40 hari. “Untuk berkas perkara atas nama korban Zainal Abdi ilolu Kepala Dinas Diknas Kabupaten Bone Bolango itu, sudah dalam proses melengkapi berkas perkara, dalam hal ini untuk persiapan dilimpahkan ke Kejaksaan,” tandas Wilson seraya menambahkan, untuk berkas perkara atas sejumlah korban lainnya masih dalam tahap proses penyidikan. (GP80)

LUWUK-Sekitar 70 orang Nara Pidana (Napi) Umat Islam, yang sedang menjalani masa tahanan dibalik jeruji besi lembaga pemasarakatan Luwuk, tampaknya mendapatkan angin sejuk. Pasalnya, menjelang le-baran idul fitri 1430 H, beberapa pekan lalu, sejumlah para Napi tersebut diberi pengurangan hukuman (remisi) baik Pemeba-san Bersyarat (PB), Cuti Menje-lang Bebas (CMB), maupun pemberian Cuti Bersyarat (CB) oleh Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia RI. Informasi yang dihimpun Luwuk Post menyebutkan, seperti dituangkan dalam salinan perolehan remisi pada hari raya idul fitri tahun 2009 (RK I, RK II dan RK B), yang ditandatangani oleh Kepala Lapas Luwuk, Teguh Imanto, Bc. IP.S.IP, dan Kasi Binapigiatja (Pembinaan), Suparno Salawali, rata-rata para Napi diberi pengurangan hukuman masing-masing 1 bulan. Remisi Khusus Sebagian (RK I) sebanyak 60 orang, Remisi Khusus Seluruhnya (RK II), atau

yang dinyatakan bebas sebayak 2 orang masing-masing Diken Leni yang ditahan karena terbukti bersalah melanggar dakwaan perlindungan anak dan Hasman alias Tamang yang terbukti melakukan tindak penganiayaan. Keduanya dinyatakan bebas. Sementara itu, yang mendapat Remisi Khusus Bersyarat (RKB) sebanyak 8 orang. Mereka adalah Irawan Kaluku, Arlan Romel alias Ale, Yusra Laisa alias Us, Muh, Arif Syak SE, Fadilah Ali, Roly Djamilu, Trisutrisno alias Ino dan Muh, Yasin alias Sademo. Kasi Binapigiatja (Pembinaan), Suparno Salawali, kepada Luwuk Post menjelaskan, mereka yang mendapatkan Remisi Khusus Bersyarat (RKB) tersebut, dengan ketentuan terlebih dahulu mereka harus menjalani masa tahanan sekurang-kurangnnya selama 6 bulan dari awal masa penahanan yang akan dijalani, itu kata Dia untuk kasus tindak pidana biasa. Sementara untuk tindak pidana khusus (Pidsus) harus su-

dah menjalani sepertiga dari masa penahanan yang akan dijalani. Lebih lanjut Suparno Salawali mengatakan, Sutrisno alias Ino yang juga mendapatkan Remisi Khusus Bersyarat, tinggal beberapa hari lagi akan dinyatakan bebas. Hanya saja, Ino yang terjerat kasus tindak pidana penganiayaan itu, masih tersandung dakwaan baru karena terbukti bersalah melakukan tindak pidana perlindungan anak dengan hukuman pidana 3 tahun penjara. Dengan demikian, lanjut Suparno Salawali, Ino terpaksa masih harus menjalani pidana barunya itu. Sejak tiga bulan terakhir tambah Suparno Salawali, jumlah Napi yang telah diberikan remisi atau dinyatakan bebas masingmasi-ng Pembebasan Bersyarat (PB) sejak bulan Juli hingga September sebanyak 11 orang, Cuti Bersyarat (CB) 5 orang, sementara dalam kurun waktu tiga bulan tersebut tidak ada yang mendapatkan Cuti Menjelang Bebas (CMB). (ami)

Perayaan Ketupat Berdarah Diduga Salah Paham, Satu Korban Tewas Ditikam LIMBOTO-Hari raya sunat atau istilah orang Gorontalo lebaran ketupat yang seharusnya menjadi momen untuk bersilaturahmi dan saling bermaafmaafan antara sesama umat muslim. Lain halnya yang me-nimpa lelaki bernama Ridwan Hasan (55) warga Desa Huidu Kecamatan Limboto Barat itu tewas bersimbah darah dengan luka tusukan dengan sebilah pisau dibagian dada yang dilakukan lelaki berinisial SI alias Utun pada Minggu (27/9) sekitar pukul 11,00 Wita kemarin. Hal itu akibat dipicu oleh perasaan Utun yang merasa diguna-guna Ridwan Hasan dan Sarlin Hasan (33). Sarlin yang juga korban penikaman saat ditemui awak Gorontalo Post di rumah sakit menjelaskan, penganiayaan yang dilakukan Utun terhadap Sarlin dan ayahnya Ridwan bermula ketika tiga hari sebelumnya Utun yang saat itu sedang berada dirumahnya Sarlin dan sedang mengkonsumsi

minuman berakohol. Namun setelah selesai mengkonsumsi minuman tersebut, Utun merasakan bagian dadanya berdegub dengan kencang, dan ini dialaminya selama tiga hari sampai saat kejadian penganiayaan tersebut, merasa tidak puas dengan menggenggam sebilah pisau, Utun pun mendatangi kembali rumah Sarlin dan langsung menuduh Sarlin dan Ridwan Bapaknya telah mengguna-guna dirinya. “Ngoni so opo-opo (Santet. Red) kita sampai kita pedada so bergetar turus,” tutur Sarlin yang meniru ucapan Utun yang dilontarkan kepadanya. Setelah mendengar kata-kata tersebut Sarlin pun membantah apa yang telah dituduhkan Utun terhadapnya. Perang mulut pun tak terhindarkan, hingga akhirnya Utun membacok Sarlin dengan pisau yang digenggamnya kearah bagian lengan kanan dan perut sebanyak lima kali. Merasa ketakutan, Sarlin pun langsung lari keluar rumah. Sementara Ridwan yang baru mengetahui hal tersebut, kemudian masuk kedalam rumahnya dan memastikan apa yang terjadi, namun tak lama kemudian Ridwan pun keluar dari rumahnya dan disusul Utun yang ma-

sih menggenggam piasunya. Saat berada didepan rumah, Utun lalu membacok Ridwan kebagian dada sebanyak satu kali. Hingga akhirnya kedua korban Sarlin dan Ridwan serta tersangka Utun dilarikan ke Rumah Sakit Dr. MM Dunda karena mengalami luka bacokan, namun sayang nyawa Ridwan ayah dari sarlin tak sempat terselamatkan saat sudah berada dirumah sakit. Sarlin dan tersangka Utun masih harus mendapatkan perawatan intensif dari pihak rumah sakit akibat luka bacokan tersebut. Kapolres Limboto AKBP Budi Widjanarko SH melalui KA SPK A Aiptu Djisman Hense ketika Dikonfirmasikan membenarkan adanya tindak penganiayaan yang menelan korban jiwa tersebut. “Laporannya sudah kita terima, jadi mungkin kita baru akan melakukan pemanggilan terhadap para saksi dan tersangka dalam waktu dekan ini untuk dilakukan pemeriksaan, mengingat saat ini tersangka dan korban masih terbaring dirumah sakit dan membutuhkan perawatan yang serius dari pihak perawat,” pungkasnya. (TR-10)

Kasus Duke Segera ke Kejaksaan GORONTALO-Setelah pekan lalu diterbitkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Tinggi Gorontalo, kasus dugaan penganiyaan dan pengancaman terhadap Ketua KPU Provinsi Gorontalo Salahudin Pakaya yang melibatkan lelaki berinisial IL alias Duke sebagai tersangka, dalam waktu dekat ini segera dilimpahkan oleh Polda Gorontalo ke lembaga Adhyaksa itu. Kapolda Gorontalo Brigjen Pol Drs Sunarjono melalui Kabid Humas AKBP Wilson Damanik SH mengatakan, pihaknya segera melimpahkan berkas perkara dugaan penganiyaan dan pengancaman ter-

hadap Salahu-din Pakaya itu ke Kejaksaan Tinggi Gorontalo. “Ya, berkasnya sudah dalam proses perampungan, dalam hal ini untuk persiapan di limpahkan ke kejaksaan, saat ini kami tinggal meneliti kekurangannya aja, apakah sudah sesuai atau masih ada yang perlu dilengkapi lagi,” ujar Wilson saat konfirmasi koran ini, kemarin. Dikatakan pula, pihaknya hingga saat ini masih menahan Duke, bahkan penahanan terhadap pria yang pernah tersandung kasus pengrusakan kantor DPRD Kota Gorontalo pada pemilihan Walikota periode 2007 silam itu bakal diperpanjang lagi jika masa penahanan 20 hari telah habis.

Wilson menegaskan, dalam kasus ini, Duke dijerat dengan pasal 351 KUHP tentang penganiyaan dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara, serta pasal 335 KUHP tentang pengancaman yang ancaman hukumannya 1 tahun penjara. “Perlu saya tegaskan, bahwasannya dengan adanya insiden seperti ini, diharapkan menjadi contoh bagi siapa saja yang terlibat secara langsung mapun tidak langsung langsung dalam dunia perpolitikan, agar kiranya bisa menghargai setiap keputusan yang telah ditetapkan oleh lembaga KPU sebagaimana diatur dalam undang-undang yang berlaku,” tegas Wilson. (GP-80)

Suami Selingkuh, Dipolisikan GORONTALO-Tak terima suami selingkuh dan membawa peralatan yang didalam rumah, Ibu rumah tangga (IRT) Nuriza Adam (31) . Warga Kelurahan Wongkaditi Timur Kota Utara, melaporkan suaminya yang berinisial MN Mukram, dengan tuduhan telah melakukan perzinahan dan pencurian. Kepada penyidik Nuriza menuturkan, kejadian berawal pada bulan Maret 2009, dimana dirinya saat itu, sedang berada di

luar Daerah. Tak kala Nuriza kembali ke Rumahnya yang berada di Kelurahan Wongkaditi Timur Kota Utara, Nuriza melihat peralatan rumah miliknya sudah tidak ada di tempatnya.” Dia bawa Kulkas, televisi, hiasan dinding”. ungkap Nuriza kepada pihak penyidik sembari menambahkan bahwa suaminya juga telah berselingku dengan wanita lain dan sudah tinggal serumah dengan wanita lain. Nuriza yang tak terima per-

buatan suaminya, langsung melaporkan kejadian tersebut kepihak Mapolres Gorontalo untuk diproses secara hukum yang berlaku. Kasat Reskrim Mapolres Gorontalo AKP Amner B. Purba,S.Sos SIK dikonfirmasi mengungkapkan, kasus tersebut kini dalam pengembangan penyidikan lebih lanjut, unutk itu pihak kami akan melakukan pemanggilan terhadap beberapa saksi unutk dimintai keterangan perihal kejadian tersebut.(TR-11)

Tak Hiraukan Pertanyaan, Dianiaya LIMBOTO-Tindak penganiayaan yang diduga dilakukan seorang laki-laki berinisial PN alias Ian, terhadap Anton Pilomonu (20) warga Kelurahan Bionga akhirnya berbuntut kepihak kepolisian setelah jumat (18/9) lalu dilaporkan Anton, perkara ini dalam penanganan Mapolres Limboto. Informasi yang berhasil dirangkum, tindak penganiayaan terjadi saat Anton yang lagi mengendarai se-

peda motor singgah di salah satu warung yang berada di kelurahan Bionga dengan tujuan membeli bensin, dan saat itulah datang Ian dengan maksud menyatakan perihal masalah semalam, namun karena sedang membaca sms sehingga Anton tidak memperdulikan pertanyaan yang dilontarkan Ian, merasa diacuhkan Ian pun melayangkan pukulan dengan tangan terkepal kearah sekitar mata sebelah

kiri sebanyak satu kali hingga Anton merasakan nyeri akibat pukulan tersebut. Kapolres Limboto AKBP Budi Widjanarko SH melalui KA SPK A Aiptu Alex Karame setelah dikonfirmasikan membenarkan hal tersebut, namun dirinya belum dapat memberikan keterangan yang jelas karena masih akan melakukan pemanggilan terhadap korban dan tersangka untuk diperiksa. (TR-10).


BABASAL

Luwuk Post

4

SENIN 28 SEPTEMBER 2009

http://luwukpost.info

E-Paper Pertama di Kawasan Timur Sulawesi

Ironi Catatan:Firman Ibrahim Suling BANYAK HAL yang terjadi pada saat Idul Fitri 1430 H kali ini. Dari tingkat kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang meningkat tajam hingga kelangkaan BBM. Bahkan, lebaran sebenarnya membuka mata (setidaknya bagi saya) betapa sebenarnya banyak hal yang kontradiktif yang terjadi ditengah masyarakat. Lebaran, sebagaimana selama ini diyakini, merupakan ajang silaturrahmi sekaligus momentum untuk saling memaafkan. Namun, faktanya justru lain. Di Keluarahan Balantak Kecamatan Balantak saja, hari ke-2 lebaran nyaris diwarnai bentrokan antara pemuda Keluarahan Balantak dengan pemuda Desa Giwang. Pemicunya pun sebenarnya soal biasabiasa saja. Hanya karena pengendara sepeda motor dengan suara knalpot underbon yang lewat dengan “tidak sopan” didepan sejumlah pemuda yang tengah nongkrong di depan Tugu Kelurahan Balantak. Kejadian terakhir, momentum persaudaraan lebaran idul fitri justru menjadi ajang saling baku pukul antara sejumlah pemuda Kecamatan Kintom dengan pemuda Kecamatan Toili di Desa Tou Kecamatan Toili. Penyebab saling baku pukul yang berbuntut pada sweeping warga Kecamatan Toili itu juga tidak jelas. Lebih ironi lagi soal BBM. Dua hari menjelang lebaran, antrian kendaraan roda empat hingga kendaraan roda dua bahkan jerigen dari yang berkapasitas lima liter hingga 30 liter lebih, tampak menghiasi SPBU-SPBU yang ada di Kota Luwuk. Lalu, BBM tiba-tiba menjadi langka. Bahkan hilang. Akibatnya, harga premium eceran mencapai angka Rp.10 ribu perbotol. Bahkan di Desa Salodik, bensin eceran mencapai angka Rp.20 ribu perbotol. Logikanya, kelangkaan BBM berarti ada banyak kendaraan bermotor yang parkir. Tidak bisa jalan karena tidak ada pasokan. Nyatanya, ratusan kendaraan bermotor justru tampak beramai-ramai ke luar kota. Bahkan, tidak sedikit yang mengalami kecelakaan. Tidak hanya itu, kendaraan agen trasnportasi BBM dari premium, solar hingga minyak tanah tampak lalu lalang mengantar pasokan BBM. Benarkah ini kelangkaan BBM? atau tepatnya penimbunan?. Barangkali penimbunan yang menyebabkan kelangkaan !!!. Aneh memang sikap kebanyakan dari kita. Saat harga BBM akan dinaikkan pemerintah, jutaan rakyat mengeluh. Mengeluhkan dampak kenaikan harga BBM dan segala tetek bengeknya. Namun, saat harga BBM tembus angka Rp.10 perbotol, tidak ada rakyat yang marah. Tidak ada demonstrasi protes. Dan kejadian ini sudah berlangsung selama kurang lebih sepekan. Jika dihitung-hitung, harga BBM Rp.10 ribu perbotol sebenarnya setara dengan BBM industri. Saya khawatir, jangan-jangan masyarakat kita sebenarnya tidak miskin. Hanya menampilkan sikap ironinya, pura-pura susah padahal sebenarnya mampu. Pura-pura bersilaturahmi padahal siap baku sikat menjelang 2011. Buktinya....[***]

Bupati Hadiri Halal bi Halal di Masama Dirangkai Syukuran Pelantikan Aleg

[Foto: Gafar/ Luwuk Post]

HADIRI HALAL BI HALAL : Bupati Kabupaten Banggai, Ma’mun Amir sempat menghadiri halal bi halal yang dilaksanakan di kecamatan masama, Kamis (24/9) lalu.

Ribuan Kendaraan Padati Pawai Takbir MASAMA— Ribuan kendaraan roda dua, dan ratusan kendaraan roda empat, memadati pawai takbir menyambut hari raya idul fitri di Kecamatan Masama, Sabtu (20/9) lalu. Pawai tersebut menjadi pawai takbir terbesar selama menyambut idul fitri yang dilaksanakan selama ini. Sebelumnya, pelaksanaan pawai takbir menyambut idul fitri sering dilaksanakan, namun pada Sabtu ((20/9) lalu, jumlah kendaraan yang mengikuti pawai takbir terbilang padat.

Ketua PHBI Kecamatan Masama, Kamaludin Djano dan Camat Masama, Hasrin Karim, yang ditemui di lokasi takbiran menjelaskan, sebenarnya PHBI dan pemerintah kecamatan tidak akan melaksanakan pawai takbiran,mengingat jumlah kendaraan khususnya roda dua di wilayah Masama semakin banyak. Yang dikhawatirkan terjadi pawai yang tidak terendali dan berakibat yang tidak diinginkan. Namun kata Hasrin, bila pawai takbiran tidak dilaksanakan,

dikhawatirkan jumlah anak muda yang ugal-ugalan di jalan raya menggunakan kendaraan bermotor akan semakin tidak terkendali, atau kemungkinan akan melakukan kenakalan lain di wilayah kecamatan tetangga. “Lebih baik kita laksanakan, dengan harapan bisa diatur dengan baik,” tutur Hasrin. Pantauan koran ini, pelaksanaan pawai takbiran tersebut dilaksanakan sukses dan damai. Aparat kepolisian dan TNI ikut serta dalam membantu kelancaran pelaksanaan pawai tabiran.(far)

MASAMA—Bupati Kabupaten Banggai, Ma’mun Amir bersama Ketua DPRD Banggai sementara, Samsulbahri Mang, SE, menghadiri halal bi halal Kecamatan Masama yang dilaksanakan di Desa Cemerlang, Kamis (24/9) lalu. Bupati Banggai dan Ketua DPRD didampingi kepala-kepala SKPD di lingkungan Setda Banggai dan sejumlah anggota DPRD Banggai. Bahkan, Dandim 1308 Luwuk Banggai juga sempat hadir. Camat Masama, Hasrin Harim, SH dalam sambutannya mengatakan, pelaksanaan halal bi halal tersebut dilaksanakan serangkaian dengan syukuran atas dilantiknya Hi.Muhtar Dari, warga Desa Cemerlang, Kecamatan Masama, sebagai anggota DPRD Kabupaten Banggai, serta syukuran atas dilantiknya Darwis Nusu, sebagai Kepala Desa Cemerlang. Untuk diketahui, Desa Cemerlang adalah desa yang baru saja di mekarkan dari Desa angeban Kecamatan Masama beberapa waktu yang lalu. Ketua Pantia Pelaksana,Ka-

maludin Djano mengatakan, halal bi halal se Kecamatan masama itu dilaksanakan untuk meningkatkan silaturahmi sesama muslim di Kecamatan Masama, serta meningkatkan hubungan antar umat beragama di Kecamatan Masama. Dalam kesempatan itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banggai, Zainal Abidin Alihamu, dalam ceramahna menjelaskan soal pentingnya saling maaf mema-afkan sesame muslim, terutama setelah menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh. Dijelaskan, makna dari pelaksanaan halal bi halal, adalah saling maaf memafkan satu sama lain. Ia menyampaikan pesan-pesan agama yang berisikan ajakan untuk melupakan kebaikan yang perlah dilakukan untuk orang lain, dan selalu mengingat kesalahan yang selama ini kerap dilakukan. Dengan begitu, maka upaya untuk saling maaf memaafkan akan terjaga selamanya. Ust. Zainal juga mengatakan, saling maaf memaafkan hendaknya tidak saja dilaksanakan karena usai melaksanakan puasa ramadhan namun hendaknya terus dilakukan sepanjang masa.(far)

Galasika Gelar Festival Musik TOILI- Dalam rangka memeriahkan lebaran Idul Fitri, Galasika Manajemen menggelar festival musik selama kurang lebih 3 hari. Festival musik yang dihelat mulai dari tanggal 24 hingga 26 September itu digelar di Unit 12 Kecamatan Toili. Dukungan sejumlah sponsorship membuat festival musik itu dikemas menjadi lebih meriah. Sehingga tidak heran jika kegiatan tersebut mampu menyedot perhatian warga. Festival yang dikemas menjadi dua kategori itu menampilkan band lokal pemula Kecamatan Toili dan Open Kabupaten Banggai yang terdiri dari Luwuk, Batui, Kintom, Nambo, Toili dan Toili Barat. Setidaknya ada 40 grup band

yang ikut memeriahkan festival tersebut. Selain piagam dan piala, panitia juga menyediakan hadiah uang tunai sejumlah Rp.5 juta rupiah. Pada festival musik tersebut, pemenang untuk kategori band pemula diraih Fanei Band, Trouble Maker Band dan Black Steel. Sementara, untuk Open Kabupaten Banggai, diraih masing-masing oleh Panzhona (Toili), Kill Of Love (Nambo) dan Black Is Not Enemy (Luwuk). Meski sempat terjadi insiden kecil karena sejumlah pemuda membakar sampah dilokasi festival, namun berkat kesigapan panitia, insiden tersebut berhasil diredam. [pmj]

Sehubungan dengan berkuragnya debit air di PLTM Hanga-hanga dan PLTM milik PT. Bumi Nata Cita Banggai, maka dengan ini kami beritahukan bahwa akan diadakan pemadaman bergilir dengan pola pemadaman 5:1 (5 hari nyala 1 hari padam). Adapun jadwal pemadaman tanggal 25 September s/d 01 Oktober 2009, sebagai berikut :

NO.

HARI / TANGGAL

LOKASI PEMADAMAN

1.

Jumat, 25 / 09 / 2009 Jam 17.00 - 23.00

Jl. P. Kalimantan, Jl. P. Karimun Jaya, Jl. P. Irian, Komp. SDN 9, Komp. Puskesmas Simpong, Jl. P. Masalembo, Jl. P. Seram, Hanga-hanga 1 & 2, Jl. Lumba-lumba, Puge, Maahas, KM 5 Kafe, KM 5, & STM.

2.

Sabtu, 26 / 09 / 2009 Jam 17.00 - 23.00

Km 5 BTN, KM 8, Bandara bubung, Ds Bubung, Komp. GOR, BTN Nusagriya, BTN Muspratama, BTN Pepabri, Kliongan, Awu, Boyou, Ds Biak & Ds Bunga

3.

Minggu, 27 / 09 / 2009 Komp. Persibal, Jl. S. Asahan, Jl. S. Limboto, Jl. S. Sadang, Soho, Jl. D Poso, Km 1, 2, & Jam 17.00 - 23.00 3, Komp. Depot, Lumpoknyo, Jl. Batu Putih, Komp. RSUD, dan Rumput Laut.

4.

Senin, 28 / 09 / 2009 Jam 17.00 - 23.00

5.

Selasa, 29 / 09 / 2009 Jl. Sutarjo, Jl. Diponegoro, Jl. S. Ratulangi, Polres, Kodim, Komp. Pertokoan, Jl. C. Jam 17.00 - 23.00 Aminoto, Jl. Datu Adam, Htl Ramayana, Htl Dinasti, Psr Malam, Psr Sentral, Komp. Ktr Statistik, Komp. Ktr Bupati Lama, dan Golden Hill.

BRI, BNI, Telkom, BPD, Komp. Mesjid Agung, Teluk Lalong, Jl. Garuda, Jl. H. Agus Salim, Jl. Rajawali, Jl. G. Merapi, Kamp. Baru, Komp. Aspol, Persibal, Komp. PDAM Mangkio, Pelita, Komp. Kehutanan, dan PDAM Mangkio.

Demikian pemberitahuan, mohon maaf atas terganggunya pelayanan kami dan terima kasih.

Luwuk, 25 September 2009


SENIN, 28 SEPTEMBER 2009

Halaman 5

Tim Bank Dunia Apresiasi Positif Bupati

INFO ZIS NISHAB emas dan perak adalah 20 dinar (85 gram emas murni) dan perak adalah 200 dirham (setara 595 gram perak). Artinya bila seseorang telah memiliki emas atau perak sebesar 20 dinar atau 200 dirham dan sudah memilikinya selama setahun. Maka ia terkena kewajiban zakat sebesar 2,5 persen. Demikian juga macam jenis harta yang merupakan harta simpanan dan dapat dikategorikan dalam emas dan perak, seperti uang tunai, tabungan, cek, saham, surat berharga ataupun bentuk lainnya. Maka nishab dan zakatnya sama dengan ketentuan emas dan perak. Artinya jika seseorang memiliki bermacam–macam bentuk harta dan jumlah akumulasinya lebih besar atau sama dengan nishab (85 gram emas) maka ia telah terkena kewajiban zakat (2.5 persen). (*)

Murad: Orang Toraja Wajib Bangun Daerah Ini LUWUK-Meski baru seumur jagung di Kabupaten Banggai, namun Kerukunan Keluarga Toraja (KKT) sudah mampu menunjukkan eksistensinya. Satu hal yang menandai hal itu, yakni jumlah anggotanya yang terus bertambah. Lima tahun lalu, Murad Husain atau tepatnya pada Musyawarah Daerah (Musda) ke1, jumlah anggota KKT Kabupaten Banggai

BACA : MURAD.... Hal 6

Di Sulteng Lima KKT Terbentuk LUWUK-Penyebaran etnis Toraja di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), cukup signifikan. Hal itu ditandai dengan telah terbentuknya organisasi kemasyarakatan yang bernama Kerukunan Keluarga Toraja (KKT) hampir di seluruh kabupaten/kota di provinsi ini. Ferry Rita Menurut Penasehat KKT Provinsi Sulteng Ferry Rita yang ditemui

CMYK

LUWUK-Sosok Bupati Bang- pressed (kagum) kepada bupati, gai, Drs. Ma’mun Amir dinilai karena pertama kali ketemu yang dibahas adalah sebagai pemimpin masalah investasi di yang memiliki strabidang kesehatan tegi operasional dan dan pendidikan,” kafocus. Penilaian itu tanya, belum lama ini. disampaikan Task Sebagai pemimpin, Team Leader Program Bupati lanjutnya, PNPM Mandiri Dasangat mengimpikan erah Tertinggal dan pembangunan di Khusus, Sri Kuntari, bidang pendidikan belum lama ini. dan kesehatan di daKetika berbincang Sri Kuntari erah ini bisa maksidengan Wartawan Luwuk Post, Sri Kuntari, me- mal. “Pak Bupati menyatakan nyatakan kekagumannya ter- impiannya untuk membangun hadap kepemimpinan Bupati sector pendidikan dan keseMa’mun Amir. Menurut Sri hatan. Dia berharap, semua seKuntari, sebagai seorang pe- kolah dan sarana kesehatan di mimpin, Bupati Banggai sangat lengkapi dengan laboratorium konsen pada investasi pendiBACA : TIM.... Hal 6 dikan dan kesehatan. “Saya Im-

Warga Kintom “Sweeping” Warga Toili Buntut Bentrok di Desa Tou

Pascalebaran, Pengendara Antri di SPBU

LUWUK-Lebaran Idul Fitri belum juga lewat sepekan. Namun suasana persaudaraan sepertinya belum juga bisa diwujudkan. Paling tidak hal itu terjadi antara pemuda Desa Kintom Kecamatan Kintom dengan pemuda Kecamatan Toili. Akibatnya, sejumlah kendaraan trayek Toili-Luwuk disweeping warga Kecamatan Kintom, Minggu (27/9) kemarin. Amatan Luwuk Post, kemarin, ratusan warga Kecamatan Kintom tampak menggelar aksi sweeping warga Desa Moilong Kecamatan Toili di sekitar ruas jalan desa tersebut. Aksi itu sendiri dilakukan tidak jauh dari jembatan Kecamatan Kintom. Selain warga, tampak juga beberapa aparat keamanan. Aksi sweeping itu dilakukan warga sejak jam 08.00 wita. Namun, hingga siang hari, massa yang melakukan sweeping tersebut belum juga membubarkan dirinya. Salah seorang warga, Wawan Suling, mengatakan aksi itu merupakan buntut dari kejadian saling baku pukul antara

Harga Bensin Melonjak LUWUK-Kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) menjelang lebaran dan pasca lebaran idul fitri relatif kurang. Kondisi ini mulai terlihat sejak 1 hari menjelang lebaran idul fitri 1430 H. Buktinya, untuk bisa mendapatkan BBM, para pengendara baik pengendara roda dua maupun roda empat, terpaksa harus mengantri berjam-jam. Bahkan, setelah mengantri berjam-jam dengan padatnya kendaraan, para pengendara kadang tidak kebagian BBM. Antrian panjang yang terlihat sejak pagi hingga sore bahkan

BACA : HARGA.... Hal 6

BACA : WARGA.... Hal 6

SOSOK [Foto: DOK /LUWUK POST]

ANTRIAN SPBU: Pascalebaran harga bensin melonjak tajam. Akibatnya bukan hanya di kota Luwuk terjadi lonjakan harga di tingkat eceran. Di sejumlah kecamatan, harga bensin bahkan mencapai Rp 10 ribu lebih.

Pemda Diharap Kembangkan Objek Wisata keberadaan pariwisata di LUWUK-Potensi wisata Kota Luwuk, namun sebagai yang menyimpan pemanwarga yang banyak medangan alam yang indah di ngunjungi objek wisata di Kota Luwuk terus meberbagai Negara, Imam ngundang decak kagum menilai Kota Luwuk memiliki dari para pendatang. Salah potensi wisata yang cukup satunya adalah Kasubid menarik. Sebab Kota Luwuk Kesehatan Perorangan diapit oleh laut dan peguDirektorat Kesehatan dan nungan yang memiliki peGizi Bappenas, Imam mandangan alam yang Subekti, MPs, MPh. Imam Subekti indah. “Banyak panorama Ketika berbincang dengan Wartawan Luwuk Post, di alam yang dapat dijadikan objek Bandara Sukuran Amir Bubung, akhir wisata,” tuturnya. Ia menyontohkan, pekan lalu, Imam menilai pemerintah pemandangan alam di pegunungan daerah perlu mengembangkan po- keles dan Salodik. Kedua potensi tensi wisata di daerah ini. Meskipun wisata itu lanjutnya jika dikelola debukan dalam posisi mengomentari ngan baik bisa memasok pendapatan

bagi daerah. “Banyak panorama alam yang indah, baik di keles, salodik dan lain-lain, termasuk pegunungan kintom. Ini sangat bagus. Jika dikembangkan bisa menghasilkan uang,” urai mantan Kabid Bina Program Dikes Sulteng ini. Selain Salodik, objek wisata yang perlu dikembangkan menurutnya adalah objek wisata Sandakan. “Minimal untuk memenuhi kebutuhan rekreasi masyarakat lokal, untuk kemudian terus dikembangkan sehingga bisa dijual ke luar daerah,” tandasnya. Pemerintah Daerah kata dia, perlu mendorong pengembangan wisata

BACA : PEMDA.... Hal 6

Agendakan Pulkam ke Luwuk LUWUK-Dilahirkan dan besar di Jeddah, Arab Saudi, tidak membuat Feiruz P o p p y Bahasyuan lupa Kota Luwuk, kampung halaman kedua orang tuan y a . Pulang ke K o t a Luwuk bagi gadis cantik berjilbab ini sudah

Poppy Bahasyuan

BACA : PEMDA.... Hal 6

BACA : KKT.... Hal 6

LUWUK-Bupati Banggai Drs. Ma’mun Amir mengatakan, dalam sebuah organisasi baik itu kepemudaan maupun kemasyarakatan, adalah wajar menggelar Musyawarah Daerah (Musda). Sebab dalam forum itu diharapkan dapat melahirkan program Drs. Ma’mun Amir organisasi yang brilian kedepan. Dalam momentum itu, perbedaan pendapat lumrah terjadi. Namun jangan dijadikan beda persepsi itu sebagai pengganjal dalam menggerakkan

BACA : ETNIS.... Hal 6

Warga Padati Pantai Kilo Lima LUWUK-Warga yang ada di kota Luwuk tampaknya benarbenar memanfaatkan hari libur terakhir setelah lebaran. Buktinya, lokasi wisata pantai kilometer lima di Minggu (28/ 9) kemarin, dipadati pengunjung. Kebanyakan dari pengunjung kilometer lima, sore kemarin adalah keluarga yang ingin mengajak anak-anaknya untuk mandi. Pantauan koran ini, keramaian tidak saja terlihat di lokasi wisata pantai kilometer lima.Keramaian juga juga

terjadi di lokasi wisata alam sandakan. Warga yang sengaja membawa keluarganya untuk berlibur setelah sepakan merayakan lebaran, terlihat bergembira. Sayangnya, baik lokasi wisata kilometer lima dan sandakan, tidak banyak yang berubah di lebaran tahun ini. Terutama lokasi wisata kilometer lima, yang tidak dilakukan penataan. Lokasi wisata pantai itu hanya berkembang alamiah tanpa sentuhan pemerintah daerah.(far)

CMYK

Etnis Toraja Bagian dari Warga Kabupaten Banggai

BERLIBUR : Warga kota Luwuk memadati lokasi pantai kilometer lima untuk menikmati hari libur.


Luwuk Post

6

SENIN 28 SEPTEMBER 2009

http://luwukpost.info

sambungan E-Paper Pertama di Kawasan Timur Sulawesi

Arus Balik LuwukPalu Melonjak Tajam LUWUK-Penumpang arus balik antar kota dalam propinsi (AKDP) Luwuk-Palu usai tiga hari lebaran hingga saat ini mengalami lonjakan tajam dibanding lebaran tahun-tahun sebe-lumnya. Pemberangkatan armada bis yang bia-sanya hanya dua unit mobil meningkat hingga enam armada bis yang harus diberangkatkan setiap harinya. Hal ini dapat terlihat dari kepadatan penumpang disetiap agen bis antar kota di Luwuk. Juga dalam daftar pesanan ticket Luwuk-Palu. Bahkan ada yang sudah memesan tiket jauhjauh hari sebelumnya karena takut tidak kebagian tempat, Salah satu karyawan lepas agen bis penumpang PO.Mandiri Pratama, Bram, Minggu (27/9) kemarin saat ditemui awak Luwuk Post, menga-takan jumlah penumpang arus balik lebaran yang mau pulang ke Palu sangat banyak. “Yang melayani sampai 6 mobil setiap hari, penumpang biar ba lorong pun mau asal bisa pulang,itupun penumpang lain tinggal ditolak karena mobil saeua sudah full,” katanya. Sementara, harga ticket Luwuk-Palu tidak mengalami kanaikan. Biaya Luwuk Palu tetap Rp.115.000. (tr-08)

ETNIS Sambungan dari Hal 5

organisasi kedepan. Justru sebaliknya, hendaknya perbedaan itu selain dijadikan Rahmat juga menjadi obsesi tersendiri dalam tetap mempertahankan eksistensi organisasi tersebut. Demikian antara lain dikatakan Ma’mun Amir dalam sambutannya pada Musyawarah Daerah (Musda) ke-2 Kerukunan Keluarga Toraja (KKT) Kabupaten Banggai, bertempat di gedung Dharma Wanita Luwuk, Sabtu (26/9)

TIM Sambungan dari Hal 5

sehingga bisa dimanfaatkan untuk melayani masyarakat,” tuturnya. Bupati kata dia, menginginkan pembangunan sector pendidikan di daerah ini akan sama seperti di daerah Batu, Malang. Dimana semua sekolah memiliki laboratorium yang lengkap yang bisa dimanfaatkan oleh para siswanya. Yang kedua, lanjut Sri Kuntari, Bupati Banggai adalah pemimpin yang tidak banyak beretorika, namun langsung pada permasalahan. Sri mencontohkan, dalam pertemuan setengah jam dengan Bupati Banggai ketika mengecek kesiapan pemerintah Kabupaten Banggai menjadi sasaran program P2DTK, Bupati Banggai dimatanya adalah pemimpin yang tidak banyak kata–kata. “Langsung talk action. Beliau meminta saya langsung turun ke lapa-

PULKAM Sambungan dari Hal 5

kesempatan dan dianjurkan untuk pulang kampung. Gadis yang memiliki tinggi 168 cm itu menuturkan orang tua mereka telah mengagendakan acara pulang kampung setiap empat tahun sekali. “Kalau mama setiap tahun datang ke sini. Poppy, kakak dan adik– adik di kasih kesempatan empat tahun sekali datang ke Luwuk,” tuturnya ketika berbincang dengan wartawan Luwuk Post di salah satu rumah makan di Kota Luwuk, Sabtu malam, kemarin. Kini gadis berusia 18 tahun itu memilih tinggal di Malaysia untuk menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Kebangsaan Malaysia. Selama di Luwuk, Poppy mengaku paling suka bermain dan menikmati indahnya pantai di Kota ini, makanan tradisional onyop serta pisang goreng.

METRO LUWUK

Warga Kecewa pada Adhyaksa Dault LUWUK-Nampaknya rasa simpati warga terhadap Adhyaks Dault terus saja meluntur. Tak hanya lantaran mundur sebagai aleg terpilih DPR-RI dapil Sulteng. Namun kebijakannya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) juga menjadi pemicu lain sehingga publik kecewa. Seperti yang dirasakan warga desa Koyoan Kecamatan Luwuk. Mereka mengaku kecewa dengan janji Adhyaks yang akan memberi bantuan dana untuk pembangunan lapangan futsal (sepak bola mini). Besaran dana yang telah disepakati dalam isi proposal, tidak sesuai dengan jumlah bantuan yang akan dikucurkan. Ironisnya, tak ada alasan yang disampaikan dengan terjadinya pengurangan besaran bantuan atas nama Menpora RI itu. Ketua Karang Taruna desa Koyoan Kecamatan Luwuk, Roy Iskandar Hasan kepada Luwuk Post mengatakan, dalam kunjungan Adhyaksa beberapa waktu di Kabupaten Banggai terkait dengan agenda kampanye PKS, Adhyaksa berkesempatan bertandang di desa

Koyoan. Dalam tatap muka dengan warga, Adhyaksa berjanji akan memberi bantuan dana untuk pembangunan lapangan futsal. Syaratnya kata Roy warga diminta untuk membuat proposal anggaran. Awalnya kata dia, anggaran dalam proposal yang telah dibuat nominalnya sebesar Rp. 1,8 milyar. Namun anggaran itu dipangkas, dengan alasan terlalu besar. Setelah dipangkas, besarannya mengerucut yakni tinggal Rp. 300 juta. Proposal itu lanjut dia diajukan lagi kepada Adhyaksa, dan yang bersangkutan kata Roy meresponsnya. Anehnya, kata Roy lagi, dana yang akan dicairkan tidak sesuai dengan isi proposal yang telah disetujui Adhyaksa. Roy menyebutnya yakni Rp. 200 juta. “Saya kaget setelah menandatangani MoU, bantuan dana bukan lagi Rp. 300 juta, melainkan Rp. 200 juta. Itupun tidak ada penjelasan yang saya terima dengan berkurangnya dana tersebut,” ujar Roy yang mengaku dirinya berada di Jakarta selama tiga bulan hanya untuk mengurus pencairan dana bantuan

pekan lalu. Ma’mun berharap Musda KKT Kabupaten Banggai ini seyogianya mampu menciptakan program kerja yang baik tidak hanya untuk kepentingan KKT saja, akan tetapi bermanfaat juga bagi daerah ini kedepan. “Saya harap dengan lahirnya kepengurusan baru KKT Kabupaten Banggai dapat membantu pemerintah dalam menggalakkan roda pembangunan yang tengah digalakkan saat ini,” harap Ma’mun. KKT, kata Ma’mun lagi tak hanya sekadar sebagai wadah menyuarakan aspirasi bagi para

anggotanya. Namun lebih dari itu KKT hendaknya dijadikan tempat silahturahmi sesama anggota, sehingga pada gilirannya nanti terwujud keharmonisan. Ma’mun mengaku tak sependapat jika ada asumsi warga etnis Toraja hanya menjadikan daerah ini sebagai tempat tinggal semata. Dia mengaku merespons ketika etnis Toraja menjadi bagian dari masyarakat Kabupaten Banggai. Itu artinya, kelompok ini punya hak dan kewajiban yang sama dalam memberikan kontribusi pembangunan buat Kabupaten Banggai. (yan)

ngan untuk mengoreksi pelaksanaan program P2DTK. Pak Bupati langsung to the point. Beliau meminta saya melihat masalah yang terjadi di lapangan dan minta masalah itu disampaikan kepada pemerintah daerah sehingga bisa segera dicarikan solusinya,” tuturnya. Menurut Sri Kuntari, ketika seorang pemimpin memiliki prespektif seperti itu maka unsur pejabat dibawahnya akan lebih efektif bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya. “Pak Bupati memersilahkan saya untuk turun ke lapangan. Kalau ada problem, Beliau meminta untuk segera melaporkan kepadanya. Sehingga bisa segera diselesaikan,” tambahnya menegaskan. Dalam banyak kasus, kata Sri Kuntari, tidak sedikit kepala daerah yang ditemuinya terkait dengan program P2DTK yang terkesan bersikap talk aktion tapi pada akhirnya tidak kon-

sisten. “Sikap yang to the point itu membuat saya kagum, karena pengalaman saya dengan pemda–pemda di daerah lain, ada yang ngomong seperti itu, tapi mereka menahan saya untuk ngomong bla-bla sampai dua tiga jam, sehingga terkesan tidak konsisten,” tambahnya. Berbeda dengan Bupati Banggai, ketika pertemuan dirasa cukup. Bupati langsung memersilakan dirinya turun lapangan dan melakukan super-visi terhadap program P2DTK. Yang ketiga kata Sri Kuntari, dirinya kagum dengan sosok Bupati Banggai yang positif thingking dan memiliki strategi yang operasional. Contohnya, kata dia, ketika berbicara tentang pendidikan dan kesehatan, Bupati berbicara mengenai permasalahan yang ril dan operasional. “Beliau bicara pada tataran ideide yang ril dan operasional,” tandasnya. (ris)

Onyop bagi Poppy dan keluarganya merupakan makanan yang tidak pernah mereka lupakan. Begitu juga dengan bahasa Saluan. Meskipun lahir dan tinggal menetap di Jeddah, Arab Saudi, bahasa Saluan masih sering mereka gunakan untuk berkomunikasi di dalam rumah. “Mama itu paling suka menggunakan bahasa Saluan, terutama ketika lagi marahmarah,” tuturnya lantas tersenyum. Soal pulang mudik ke Luwuk yang merupakan agenda rutin. Poppy menuturkan kedua orang tuanya tetap berharap mereka, dia, kakak serta adik– adiknya kembali ke Luwuk ketika selesai menyelesaikan pendidikan. “Target utama selesai kuliah ya pulang Luwuk, mengabdi di sini,” tandasnya. Rencana itu nampaknya sudah diniatkan. Sebab, selama di Luwuk, dirinya menyempatkan diri melakukan survey kecil-kecilan untuk pengembangan usaha.

“Saya sementara survey (untuk membangun klinik kesehatan) di Nambo dan Batui,” tuturnya lantas tertawa. Poppy dan keluarganya adalah warga perantauan yang sangat memerhatikan kampung halaman beserta orang–orangnya. Hal ini dibuktikan pada setiap pelaksanaan ibadah haji. Sejumlah jamaah haji yang sempat berbincang dengan wartawan koran ini, menuturkan, keluarga Fahmi Mohammad Syarif, ibunda Poppy sangat peduli dengan para jamaah haji. “Biasanya jamaah haji dari Luwuk diundang datang ke rumah (ketika menyelesaian ritual ibadah haji). Kalau sudah begitu, makanan yang paling sering dimasak untuk para jamaah adalah kua asam dan ikan asin. Makanya hampir semua jammah haji kenal keluarga Poppy, karena rutinitas ini sudah dilaksanakan sejak tahun 1996 lalu,” tandasnya. (ris)

tersebut. Itupun kata Roy lagi, pada proses penandatangan MoU tidaklah mudah. Sebab butuh waktu panjang. Untung saja aku dia, Sukri Agama yang bertugas di Satneg RI menjadi mediator sehingga bisa bertemu dengan Asisten Deputi VI di Jakarta. Diakhir komentarnya, Roy kembali menekankan, berangkat dari peristiwa ini warga Koyoan mengaku kecewa dengan kebijakan Adhyaksa itu. Alasan mereka rasional, karena dalam memberi bantuan terkesan setengah hati. Tak hanya desa Koyoan, ribuan warga yang tersebar pada lima desa yakni Nambo Padang, Nambo Lempek, Lontio, Padungnyo dan Sayambongin juga merasakan hal serupa. Karena memang mereka juga akan menikmati lapangan itu ketika sudah jadi. Bicara soal dukungan pada pemilu lalu, untuk enam desa itu suara diri Adhyaksa cukup signifikan. “Ada sekitar 4.000-an suara diri Adhyaksa yang direbut pada enam desa itu ketika pemilu lalu,” jelas dia. (yan)

KKT Sambungan dari Hal 5

Luwuk Post disela-sela Musyawarah Daerah (Musda) ke-2 KKT Kabupaten Banggai di gedung Dharma Wanita Luwuk, Sabtu (26/9) pekan lalu, saat ini sudah ada lima kabupaten/kota di Sulteng yang telah terbentuk KKT. Kelima wilayah itu adalah Kota Madya Palu, Parigi Moutung (Parmout), Poso, Donggala dan Kabupaten Banggai. “Sudah lima daerah di Sulteng KKT telah terbentuk,” kata Ferry.

HARGA Sambungan dari Hal 5

hingga malam hari terjadi selama 3 hari berturut-turut. Namun demikian, kurangannya stok BBM hanya terjadi pada jenis BBM Premium.

WARGA Sambungan dari Hal 5

pemuda Kecamatan Kintom dengan pemuda Desa Moilong, Sabtu (26/9). Saat itu, kata dia, puluhan pemuda Kecamatan Kintom datang mengunjungi Desa Tou Kecamatan Toili untuk meramaikan suasana lebaran ketupat. Sebagian lainnya bermaksud mengunjungi sanak familinya yang tinggal di Kecamatan Toili. Namun, sekitar jam 15.00 wita, puluhan pemuda dari Desa Moilong Kecamatan Kintom tiba-tiba menyerang pemuda Kecamatan Kintom yang saat itu berencana 0akan makan siang disalah satu kafe di Desa Tou. Saling baku pukul antar pemuda pun tidak bisa

MURAD Sambungan dari Hal 5

sebanyak 500 Kepala Ke-luarga (KK). Namun tahun ini jumlah anggotanya meningkat pesat. Menurut laporan Ketua KKT Kabupaten Banggai terpilih Samuel Kepeng, jumlah anggota KKT Kabupaten Banggai sebanyak 859 KK atau 3.468 jiwa. Jumlah tersebut saat ini tersebar pada 13 kecamatan seKabupaten Banggai. Tak heran jika Musda ke-2 KKT Kabupaten Banggai yang dihelat pada Sabtu (26/9) pekan lalu bertempat di Gedung Dharma Wanita Luwuk, dilaksanakan paling akbar. Selain Penasehat KKT Provinsi Sulteng, Ferry Rita, Bupati Banggai Ma’mun Amir dan Ismail Muid memberikan sam-

Operasi Ketupat Jaring Balapan Liar LUWUK-Sebanyak tujuh unit sepeda motor yang diduga digunakan untuk balapan liar diamankan oleh petugas kepolisian ke Polres Banggai. Tujuh unit sepeda motor tersebut terjaring razia, pada operasi ketupat yang digelar Polres Banggai menjelang lebaran beberapa waktu lalu. Kasat Lantas, AKP, Nugroho, D.K.Sik, kepada Luwuk Post Sabtu (26) mengatakan, kegiatan operasi ketupat ini digelar untuk menjaga ketertiban lalu lintas menjelang lebaran. Selain pengamanan lalu linatas di pusat kota dalam operasi tersebut pihaknya secara kontinu juga melakukan razia ke tempat-tempat yang diduga kuat sering digunakan untuk balapan liar, yang justru menggangu ketertiban lalu lintas. Dalam operasi tersebut Lanjut Nugroho, pihaknya berhasil mengamankan sejumlah pengendara balapan liar yang kemudian langsung digelandang ke Mapolres Banggai, untuk diberikan bimbingan. Operasi ini tampaknya membawa dampak posotif bagi pengguna kendaraan yang ada di Kabupaten Banggai dan khususnya, kota Air Luwuk. Pasalnya, operasi tersebut bisa meminimalisir terjadinya angka kecelakaan lalu lintas yang nyaris terjadi setiap harinya. Apalagi menjelang lebaran yang tingkat kepadatan lalu lintas cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan angka kecelakaan yang terjadi. (ami)

PEMDA

Dosen pada salah satu universitas di Kota Palu ini kembali mengatakan, intensnya penyebaran etnis Toraja di Sulteng ini sehingga berpotensi KKT di wilayah lain akan juga terbentuk. Dia menyebut seperti di Kabupatan Morowali, Buol dan Kabupaten Sigi. “Tiga wilayah ini kemungkinan dalam waktu dekat akan menggelar Musda KKT. Sebab jumlah anggotanya hingga detik ini cukup signifikan,” ujar Ferry. Hanya saja dia mengaku untuk dua kabupaten lainnya yakni Toli-Toli dan Tojo Una-Una peluang dibentuk KKT sangat kecil.

Alasan dia, karena jumlah etnis Toraja pada dua wilayah itu masih minim. Dia berharap, dengan telah terbentuknya KKT pada sejumlah wilayah di Sulteng tidak hanya dijadikan wadah perekat tali silahturahmi bagi sesama warga etnis Toraja, akan tetapi lebih dari itu KKT juga menjadi pengayom etnis lainnya malah jika perlu menjadi inspirasi sekaligus dapat memberikan kontribusi positif buat daerah di mana KKT berada. Sebab ingat, ketika daerah tersebut maju, maka secara otomatis KKT juga akan makin eksis. (yan)

akan mendapatkan lokasi wisata yang memadai. “Dan itu tidak menguntungkan. Terutama bagi anak-anak,” kata Imam yang juga mantan Kabag Kerjasama Luar Negeri Biro Perencanaan Depkes RI tahun 2003-2009. Alasan Imam, di era ini, anak– anak yang tidak memiliki kesempatan untuk berwisata, akan cenderung menghabiskan waktunya di rumah. “Dan itu akan sulit diawasi. Sebab, dengan tv kabel yang murah, orang tua tidak akan sempat mengawasi dan menyaring semua informasi yang diterima oleh anak-anak mereka. Tapi dengan dikembangkannya objek wisata local, masyarakat luwuk bisa menikmati wisata yang murah dan mudah dijangkau,” katanya. (ris)

Salah seorang Pengawas SPBU Simpong, Kunto Pribadi, kepada Luwuk Post, menuturkan, antrian panjang yang terjadi selama 3 hari itu bisa terjadi karena keterlambatan kapal, sehingga BBM yang masuk ke SBPU juga terlambat. Itulah mengapa kata dia, para

pengendara terpaksa harus mengantri. “Apalagi kendaraan makin banyak,” tuturnya. Meski demikian, dirinya mengakui kalau kebutuhan BBM yang masuk ke SPBU tersebut tidak seperti kebutuhan normalnya. Kunto menjelaskan, pada hari-hari biasa kebutuhan

yang masuk ke SPBU Simpong khususnya, sekitar 20 Ton. Namun, pada saat menjelang lebaran stok BBM yang masuk ke SPBU hanya mencapai 15 ton saja. Pantauan Luwuk Post, sejak beberap hari lalu kondisi di SPBU sudah mulai kembali normal. (ami)

dihindari. Setelah berhasil diamankan aparat Polsek Toili, sekitar jam 20.00 wita, puluhan pemuda Kintom itu akhirnya diizinkan pulang. Mereka juga dikawal aparat Polsek Toili untuk menghindari bentrokan susulan. Akibat aksi baku pukul itu, satu orang warga Kecamatan Kintom, Amrizal Wajib, terpaksa harus dilarikan ke Rumah Sakit (RSUD) Luwuk untuk mendapatkan perawatan intensif setelah kepala bagian belakangnya mengalami benturan benda tumpul. Tidak terima dengan kejadian itu, Minggu (27/9) kemarin, ratusan warga Kecamatan Kintom pun akhirnya menggelar sweeping terhadap warga Kecamatan Toili. Sejumlah kendaraan angkutan umum hingga

kendaraan pribadi dan roda dua tak luput dari aksi sweeping warga. Dalam aksi sweeping kemarin, salah seorang warga Kecamatan Toili nyaris menjadi bulan-bulanan kemarahan warga. Namun, tindakan aparat berwajib berhasil mengamankan warga Kecamatan Toili itu. Salah seorang warga Kecamatan Kintom yang enggan namanya dikorankan mengatakan, aksi sweeping tersebut akan terus dilakukan hingga warga Desa Moilong yang melakukan penyerangan digelandang aparat berwajib. Jika hal itu tidak dilakukan, dikhawatirkan peristiwa serupa akan terus terjadi. Sementara, upaya untuk melakukan pengamanan satusatunya jalur transportasi dapil 2 sekaligus meredam aksi

menjadi anarkis, juga dilakukan Pemerintah Kecamatan Toili dan Kapolsek Kintom. Kedua pejabat Tripika Kintom itu langsung menuju Kecamatan Toili tidak lama setelah ratusan warga menggelar aksi sweeping. Sekitar jam 15.00 kemarin, setelah menerima laporan korban pemukulan yang dilakukan pemuda Desa Moilong, anggota Polsek Toili yang dipimpin Kanit Patroli Aiptu Polsek Toili, syamsudin langsung menuju ke Desa Moilong dan menangkap 4 orang pelaku pemukulan diantaranya Wahyu, Taming, Bolong dan Erwin. Mendengar informasi itu, aksi sweeping tersebut mulai kendur dan pulang ke rumah masingmasing. [frm/acg]

butan pada Musda tersebut, Murad Husain berkapasitas sebagai Dewan Pembina Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) serta Dewan Pertimbangan KKT Kabupaten Banggai, juga turut memberi sambutan pada momentum tersebut. Beragam pesan yang dipa-parkan Direktur Utama (Dirut) PT. KLS ini. Diantaranya ten-tang peran KKT terhadap pembangunan Kabupaten Banggai kedepan. Apa yang disampaikan Murad ini tak melenceng dari tema yang diusung dalam Musda tersebut, yaitu ‘Dengan Musda ke-2 KKT Kita Tingkatkan Persatuan dan Kesatuan Dalam Bingkai Kebersamaan Untuk Membangun Kabupaten Banggai’. Menurut Murad, sebagai etnis pendatang seyogianya tidak hanya menjadikan

Kabu-paten Banggai sebagai tempat tinggal sekaligus mengais rezeki. Akan tetapi lebih dari itu saran Murad etnis Toraja dapat memberi kontribusi baik tenaga maupun pemikiran untuk pem-bangunan Kabupaten Banggai kedepan. Seperti kata pepatah ucap Murad, dimana langit dijinjing disitu tanah dipijak. Artinya sambung Murad, dimana saja etnis Toraja tinggal disitu juga kita dituntut memberi andil positif terhadap daerah. Murad mengaku sependapat dengan apa yang dipaparkan Penasehat KKT Provinsi Sulteng, Ferry Rita bahwa etnis Toraja senantiasa menjadi inspirasi bagi daerah dimana dia tinggal. Sebab dengan konsep pemikiran yang positif dalam menopang pembangunan, tak hanya daerah bersangkutan

yang akan maju, akan tetapi akan berdampak positif juga buat KKT. Salah satunya adalah eksistensi wadah ini akan terus terpelihara. Murad mengaku, warga etnis Toraja yang kini menetap di Kabupaten Banggai saat ini jauh dengan sanak keluarga. Untuk itu melalui KKT hendaknya dijadikan sebagai wadah tak hanya silahturahmi namun hendaknya dijadikan sebagai momentum menjaga keharmonisan agar tetap utuh. “Hendaknya KKT berorientasi juga pada kegiatan sosial, dimana kita dapat saling membantu sesama anggota yang membutuhkan bantuan. Selain itu kepedulian serupa juga dapat kita lakoni terhadap etnis lain yang mendiami daerah yang sama kita cintai ini,” saran Murad. (yan)

Sambungan dari Hal 5

lokal. Sebab, jika tidak maka masyarakat di daerah ini tidak


POLITIKA

Luwuk Post SENIN 28 SEPTEMBER 2009

http://luwukpost.info

Djar’un: Politisi Golkar harus Sarjana LUWUK-Dengan terlegitimasinya Samsul Bahri Mang oleh Partai Golkar sebagai satu-satunya calon Ketua Dekab Banggai devinitif, menyusul keluarnya rekomendasi DPD I Golkar Sulteng, berakhir sudah kompetisi bursa itu.Namun di baDjar’un Sibay lik persaingan tersebut ada hikmah yang bisa dipetik di dalamnya. Yakni pentingnya seorang politisi mengenyam pendidikan sarjana minimal Strata Satu (S1).Hal itu setidaknya diamini Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Banggai, Drs. H. Djar’un Sibay ketika berbincang-bincang dengan Luwuk Post, bertempat di sekretariat Golkar Bukit Halimun Luwuk, Selasa (23/9) lalu.Menurut Djar’un, dari tiga nama yang didorong untuk masuk dalam bursa calon ketua Dekab Banggai sementara, Samsul Bahri Mang memiliki nilai persentase lebih tinggi dibanding Sarifuddin Tjatjo dan Sukri Djalumang.Point itu didapat Samsul Bahri Mang pada kriteria pendidikan sarjana. “Nilai ini yang tak dimiliki pada dua calon lainnya ketika itu,” ujar Djar’un. Dia mengaku, sarjana menjadi salah satu persyaratan mutlak, bukan baru kali ini diberlakukan Partai Golkar. Akan tetapi sudah diterapkan sejak dua periode lalu. “Yah sudah 10 tahun syarat sarjana ini diberlakukan di internal partai kami. Mestinya ini menjadi salah satu perhatian utama bagi kader dan politisi Golkar kedepan,” saran Djar’un. (yan)

Sri Lalusu tak Maju di Pilkada LUWUK-Politisi srikandi asal PDIP, Sri Indraningsi Lalusu dipastikan tak akan meramaikan bursa Pilkada Kabupaten Banggai 2011 mendatang. Meski pada momentum sebelumnya, Sri merupakan salah-satu kandidat calon Bupati Banggai yang mewakili kaum perempuan. Kabar tidak akan bertarung lagi Sri pada Pilkada yang akan dihelat dua tahun kedepan itu diungkapkan Tim Suksesnya. “Kemungkinan besar ibu Sri tak akan lagi bertarung pada Pilkada Kabupaten Banggai 2011 nantinya. Ada pertimbangan sehingga sikap politik itu harus dilakukan,” kata salah seorang simpatisan sekaligus tim sukses Sri Indraningsih Lalusu pada Pilkada 2005 lalu, Cu kepada Luwuk Post, dikediaman Sofhian Mile baru-baru ini.Apa pertimbangan politisnya? Cu berujar, Pilkada lalu raihan suara Sri dan pasangannya tak signifikan disebabkan karena terjadi pecah suara dari basis keluarga. Berangkat dari pengalaman itulah sehingga keinginan untuk tampil pada Pilkada 2011 masih tandatanya besar. “Itu memang jadi pelajaran berharga buat kami,” kata Cu.Hanya saja sambung pria berbadan besar ini, maju atau tidaknya Sri pada kompetisi demokrasi mendatang sifatnya belum final. Sebab peta politik belum begitu jelas. “Kami melihat dulu kondisi kedepan, barulah menyatakan sikap tegas,” ujar Cu. Pada Pilkada lalu, Sri berpasangan dengan Amnan Hamzah. Dari empat pasang kandidat, Sri-Amnan hanya menempati posisi ketiga setelah Ma’mun-Musdar dan Syahrain-Herwin. Kalau saja aleg DPRD Sulteng ini benar tidak akan tampil pada bursa nantinya, dipastikan tak akan ada calon dari perwakilan perempuan. Sebab hingga kini belum ada satupun nama dari kaum hawa yang disebut-sebut bakal maju untuk ikut berlaga. (yan)

Obama Calon Ketua Dekab Devinitif LUWUK-Tanda-tanya siapa yang akan mendapat legitimasi Partai Golkar untuk didorong sebagai calon Ketua Dekab Banggai devinitif, terjawab sudah. Surat DPD I Partai Golkar Sulteng dengan perihal rekomendasi pimpinan dewan yang ditujukkan pada Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Banggai, setidaknya menjawab tanda-tanya itu.Dalam surat yang ditanda-tangani Ketua DPD I Golkar Sulteng Prof. H. Aminuddin Ponulele MS dan Wakil Sekretaris Nasser Djibran, SH, MH dengan nomor 495/dpd I.ST/ GOLKAR/VIII-2009, menunjuk Samsul Bahri Mang, SE sebagai calon Ketua Dekab Banggai devinitif.Surat tersebut ditindak lanjuti DPD II Partai Golkar Kabupaten Banggai dengan menggelar pleno yang dipusatkan di Sekretariat Partai Golkar di Bukit Halimun, Selasa (22/9) lalu. Rapat yang dipimpin langsung Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Banggai, Drs. H. Djar’un Sibay itu diikuti sejumlah pengurus harian beserta aleg terpilih partai itu. Ditemui usai memimpin rapat, Djar’un Sibay kepada Luwuk Post mengatakan, pleno ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi DPD I Golkar Sulteng terkait ca-lon Ketua Dekab Banggai devinitif. Dalam surat itu DPD I Golkar Sulteng secara resmi mendorong Samsul Bahri Mang sebagai Ketua Dekab Banggai devinitif. “Karena itu merupakan usulan DPD II dan selanjutnya direspons DPD I, sehingga pleno itu berakhir dengan kata sepakat mendorong Samsul Bahri Mang sebagai calon Ketua Dekab Banggai devinitif,” jelas Djar’un.Dengan resminya politisi yang akrab disapa Om Bali Mang (Obama) ini menjadi calon Ketua Dekab Banggai devinitif, itu artinya tinggal menunggu proses pelantikkannya. Kabarnya, momentum itu akan dihelat tinggal menunggu kesiapan jadwal Gubernur Sulteng. (yan)

LOWONGAN KERJA Dibutuhkan: (1) Recepcionist (wanita) (2) RoomBoy (pria) Syarat:Pendidikan Min SMU/ Sederajat Penampilan menarik. Alamat diantar Langsung ke: Crytal Green Hotel Jln. Gelatik No. 234 Tlp. 831546 / 8773939

DIKONTRAKKAN Dikontrakkkan, Rumah makan, di Jl. Arif Rahman Hakim/ Tanggikiki. Hub. Tk. Kue larissa. 8734318/ 081356750108

7

E-Paper Pertama di Kawasan Timur Sulawesi

Tak ada PAW di Tubuh Golkar Djar’un: Partai Kami Punya Aturan Main

(Foto: Sofyan Labolo)

PENCITRAAN: Dari sekian banyak figur yang telah diwacanakan bakal maju pada Pilkada 2011 mendatang, Sukri Agama tampak paling intens melakukan pencitraan di ranah publik. Tampak diskusi politik yang dilakukan Sukri Agama di markas LINCA, belum lama ini.

Sukri: Kendaraan Politik bukan Masalah LUWUK-Rumor bahwa Sukri Agama bakal terganjal pada Pilkada Kabupaten Banggai 2011 mendatang, karena tidak memiliki kendaraan politik yang jelas, akhirnya terjawab.Bukan tim sukses Sukri yang menangkis keraguan di tengah seriusnya putra daerah yang kini sukses di Jakarta ini. Akan tetapi Sukri Agama sendirilah yang menampik wacana tersebut. Dalam dialog politik yang dihelat di markas LINCA Kamis (24/9) lalu, Sukri Agama mengaku, memang wacana itu berkembang kencang di tengah intensnya tim dia melakukan pencitraan di ranah publik. “Saya sudah dengar rumor itu,” aku Sukri dihadapan personil LINCA dan sejumlah aktivis muda di Kota Luwuk. Pada kesempatan itu Sukri mengaku belum mau menjawab wacana tersebut. “Hari ini saya belum mau menjawabnya. Yang pasti ada waktunya untuk membeberkan ke publik, apa kendaraan politik yang bakal saya ditumpangi pada Pilkada 2011,” ujar Sukri. Sukri kembali menggantung, yang jelas dirinya punya strategi tersendiri

untuk mendapat tumpangan kendaraan politik. Malah action ke arah itu telah dilakukannya. “Sudah ada tiga partai yang kemungkinan akan menjadi kendaraan politik saya. Tentu saja yang punya hubungan historis,” jelas Sukri. Kendati sudah menyebut jumlah partai, namun Sukri lagi-lagi enggan menginformasikan partai apa yang dimaksudnya itu. “Sekali lagi saya tekankan belum saatnya dipublikasikan partai itu. Ada waktu yang pas untuk itu,” ujar Sukri sembari menambahkan idealnya 6 bulan sebelum hari H baru dibeberkan. Lantas apa dampaknya jika parpol yang bakal menjadi kendaraan politiknya sudah disebutkan saat ini? Sukri menjawab singkat, pasti ada yang akan kebakaran jenggot jika itu harus diungkapkannya sejak dini. Yang pasti tekan Sukri lagi, ken-

daraan politik bukan menjadi persoalan pelik baginya. Sebab ada langkah strategis yang dilakukannya untuk bisa mulus memenuhi syarat pencalonan sebagai kandidat Bupati Banggai. (yan)

Ami Bakar tak Yakin Suryanto Aman

Sukri Agama

Tak Perang Opini, tapi Perang Strategi LUWUK-Partai Golkar ternyata tak kendur dengan sugesti yang dilontarkan kader partai lain terkait keinginan kuat merebut jabatan penting pada salah satu komisi di DPRD Banggai. Malah kader beringin ini menanggapi datar pernyataan tersebut. Wakil Sekretaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Banggai Aryanto Hakim yang ditemui Luwuk Post di sekretariat Golkar Bukit Halimun Luwuk, Selasa (22/9) lalu mengatakan, adalah sah-sah saja jika ada kader dari partai lain ingin merebut jabatan penting pada salah satu komisi di dewan. “Itu hak mereka,” ujar dia.Hanya saja perlu diingat sambung Juru Bicara (Jubir) DPD II Partai Golkar Kabupaten Banggai ini, Golkar paling alergi dengan me-

nabuh genderang perang opini di media massa. Apalagi hanya untuk merebut jabatan Ketua Komisi. Yang dilakukan Golkar saat ini kata Aryanto adalah menyusun strategi. Sebab diyakini Golkar akan lebih efektif gerakan politik kita kedepan jika strategi yang dirancang tersebut jitu, ketimbang hanya perang opini di media massa. Apakah Golkar punya target pada komisi apa saja yang menjadi prioritas untuk menempatkan kadernya dipucuk pimpinan? Anto_begitu mantan aleg ini disapa belum mau buka-bukaan. Justru dia berkelit, Golkar belum menentukan komisi apa yang bakal direbut. “Hingga kini kami belum punya target komisi apa saja yang harus ditempati aleg Golkar,” ujar Anto.

LUWUK-Isyu bakal ada proses Pengganti Antar Waktu (PAW) di tubuh Partai Golkar dengan dilantiknya Lisa Sun-dari sebagai aleg terpilih dapil III, langsung ditepis Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Banggai, Drs. Djar’un Sibay.“Tak benar rumor itu,” bantah Djar’un ketika ditemui Luwuk Post di kantor DPD II Partai Golkar Kabupaten Banggai Bukit Halimun Luwuk, Selasa (22/9) lalu. Politisi senior asal partai beringin ini menjelaskan, sebagai partai besar dan lama, Golkar punya aturan main soal PAW. “Kami punya pijakan aturan ketika ada alegnya yang akan di PAW. Tidak melakukannya secara serampangan,” kata Djar’un. Berdasarkan aturan partai je-

las Djar’un ada sejumlah alasan ketika harus mem PAW aleg. Yakni apabila yang bersangkutan melanggar AD/ART partai, mengudundurkan diri dan meninggal dunia. “Saya kira acuan partai kami itu jelas,” kata Djar’un. Disinggung soal polemik Lisa-Boften, Djar’un kembali berujar, Partai Golkar pada prinsipnya tidak akan masuk lebih jauh pada persoalan tersebut. Pasalnya itu merupakan ranah dari lembaga penyelenggara pemilu. “Itu bukan kewenangan kami, melainkan KPU lah yang punya kompoten soal itu,” jelas Djar’un. Kalau saja sambung Djar’un Partai Golkar masuk dalam ranah kewenangan KPU bahkan menolak keputusan lembaga itu dalam memutuskan caleg terpilih, itu sama saja kata Djar’un kita melawan undang-undang. “Jadi apapun keputusan KPU, Partai Golkar tetap menerimanya,” pungkasnya. (yan)

Yang pasti sambung dia, kader Golkar punya pengalaman memimpin komisi. Dan itu tekan Anto menjadi salah satu parameternya. Partai Golkar semestinya sudah saatnya memasang kuda-kuda untuk merebut jabatan Ketua Komisi. Pasalnya selain kuantitas kursi tak se-signifikan pemilu lalu juga tak sedikit aleg dari partai lain yang punya keinginan kuat merebut jabatan strategis pada komisi. Sebut saja Oskar Paudi. Ketua DPD PAN Kabupaten Banggai ini mengaku siap bertarung terbuka dengan siapa saja untuk merebut Ketua Komisi B pembangunan. Begitu juga kabarnya dengan Herwin Yatim. Politisi PDIP ini juga punya planing untuk menempati Ketua Komisi A pemerintahan. (yan)

LUWUK-Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Banggai Abubakar Alidrus tak yakin jika Suryanto akan aman melenggang mulus sebagai Wakil Ketua Dekab Banggai asal partainya. Pertimbangan mantan aleg yang akrab disapa Ami Bakar ini karena hingga detik ini belum turun SK DPP PDIP yang melegitimasi Suryanto duduk pada unsur pimpinan di Dekab Banggai. “Saya belum yakin kalau Suryanto yang akan menjabat Waket Dekab Banggai. Sebab hingga detik ini belum ada jawaban dari DPP PDIP terkait usulan DPC PDIP Kabupaten Banggai untuk didorong sebagai Waket,” kata Ami Bakar kepada Luwuk Post via ponsel, belum lama ini. Kenapa belum aman? Ami Bakar berujar, dalam pengusulan ke pusat bukan hanya Suryanto nama yang didorong. Akan tetapi tertuang juga nama Herwin Yatim di dalamnya. Apalagi dalam pleno di DPC PDIP Kabupaten Banggai yang menjadi acuan dilayangkannya surat ke DPP, pengurus harian yang memberi dukungan pada Suryanto minim. Sebaliknya apresiasi terhadap Herwin cukup signifikan. “Dari 9 pengurus harian

dua diantaranya tidak hadir, 7 pengurus mendukung Herwin. Sedang Suryanto hanya mendapat respons dari 2 pengurus. Saya kira ini jelas membuktikkan bahwa Suryanto belum aman,” ucap Ami Bakar. Lantas bagaiamana dengan instruksi DPP nomor 411, dimana dalam SK yang ditandatangani Ketum PDIP dan Sekjendnya bakal mengganjal Herwin? Ami Bakar menjawabnya. Menurut dia, SK itu memang tidak kaku. Artinya dia bersifat fleksibel. Sebab ingat Herwin Yatim pada pencalonan di Pilkada lalu belum masuk kepengurusan DPC PDIP Kabupaten Banggai namun aktif di Golkar. Hal inilah yang menjadi salah satu pertimbangan sebagian besar pengurus untuk mengusulkannya ke DPP. Begitu juga dengan komposisi Fraksi PDIP, bagi Ami Bakar itu sifatnya belum final, yang artinya masih akan mengalami perubahan, meski dalam strukturnya Herwin menjadi Ketua Fraksi dan tak dibenarkan masuk dalam unsur pimpinan dewan. “Komposisi fraksi PDIP itu masih sementara. Artinya Herwin masih punya peluang untuk jadi Waket,” tegas Ami Bakar. (yan)

Sofhian Mile masih Bingung Catatan:

O L E H

Sofyan Labolo DIPENGHUJUNG periode sebagai aleg DPR-RI, Sofhian Mile masih bingung dalam menentukan sikap politiknya. Belum jelas, apakah politisi senayan asal Partai Golkar ini akan bertarung pada Pilkada Sulteng atau Pilkada Kabupaten Banggai. Sofhian Mile pun terkesan menutup diri. Pada momentum silahturahmi lebaran Idul Fithri di kediamannya Minggu (20/9) lalu, Sofhian enggan bukabukaan soal itu. Pada open house tersebut se-

RUMAH & TANAH DIJUAL Rumah dijual. Luas tanah:9x12m, luas bangunan:6x8m, 2 kmr tidur, 1 kmr mandi, dapur sudah direhap. Fasilitas air panas, listrik 450 watt. Alamat Perum Awara Limboto blok B no.5 Hub. 085240277101 Dijual Tanah, seluas 427 M2, sudah ada pondasi. Almt:Jl. Jakarta Kel. Wurnialo, Komp.Perumahan Griya Seiban. Hub.(0435) 8717767, 085256488334. (0435) 827066

jumlah tokoh masyarakat di Kabupaten Banggai proaktif mempertanyakan apakah Sofhian Mile akan bertarung pada Pilkada atau sebaliknya. Namun sayang mantan Ketua Komisi IV DPR-RI, bersikap dingin atas pertanyaan yang dilontarkan secara beruntun tersebut. Upaya menutup diri Sofhian Mile itu ternyata benar. Ditemui dikediamannya, Sofhian Mile juga tak mau berkomentar ketika wartawan melontarkan pertanyaan bertalian dengan itu, meski dukungan moril masyarakat agar dirinya tampil pada bursa pesta demokrasi mendatang cukup besar. Di tengah sikap pasifnya, namun Sofhian Mile jutsru terlihat lebih aktif menanyakan figur yang dipastikan akan tampil pada Pilkada Kabupaten Banggai dua tahun mendatang. Tak ada jawaban yang keluar dari mulut Sofhian Mile, ketika dirinya mengetahui sudah ada dua putra daerah yang sukses di negeri orang, yang kemungkinan besar turun gunung. Mereka adalah Sukri Agama dan Ihwan Datu

GAME KONAMI GAME sales & service, terpercaya dan murah. Menjual mesin PS, PS2, PSP, DVD Game/ dan asesorisnya Grosir/eceran. Hrg bs nego, kwalitas bergaransi, kunjungi dan hub. kami di Jl. Budi Utomo (dpn Htl Smbr Ria) Kota G o r o n t a l o . Te l p . 0 4 3 5 8700554,085213850500, 081943456098.

Adam.Atas sikap tersebut, praktis mengundang sejumlah pengamat politik di daerah ini angkat bicara. Mereka menilai, Sofhian Mile saat ini dalam posisi dilematis untuk menentukan sikap politiknya kedepan. Dua agenda demokrasi yang kini di depan mata patut membuat Sofhian Mile bingung.Dalam hitung-hitungan politik, tampilnya Sofhian Mile pada bursa Pilkada Kabupaten Banggai, memaksa sejumlah rivalnya harus berhitung panjang. Sofhian Mile dipastikan di atas kertas akan lebih unggul ketimbang calon lainnya. Perhitungan itu kemudian termentahkan, ketika rumor turun rating harus dialamatkan pada Sofhian Mile. Hal tersebut rasional. Sebab biar bagaimanapun dia adalah mantan politisi senayan yang levelnya setara dengan Menteri Negara. Lantas bagaimana dengan Pilkada Sulteng? Sofhian Mile juga harus berhitung ketika dirinya akan masuk dalam bursa itu.

BISNIS TERBARU 2009 BISNIS ONLINE: Ayo sambil brinternet anda bisa mndapat pnghasilan Uang. Caranya gabung di : 1). http://www.desybisnis.com 2). http://www.duniainvestasi.net/?id_punyauang 3). http://www.investasi.com/?id_duitduit

Daftar M-Kios, nasional dan Ahli Operator di seluruh Nusantara. Sim 5= 4950/9800/19200/47700/93500 As 5= 4950/9800/14200/24400/ 47700/93500. Hub 0812 8924 2424

Sofhian Mile tak akan mudah merebut tiket calon Gubernur. Sebab sejumlah figur khususnya yang berada di wilayah Barat Sulteng juga punya keinginan kuat merebut jatah itu. Ada dampak buruk yang ditimbulkan, ketika Sofhian Mile harus tampil sebagai calon orang nomor satu dan bukan tokoh yang berasal dari wilayah Barat Sulteng. Yakni pendulangan simpatik tak akan signifikan. Sudah menjadi kebiasaan setiap Pilkada Sulteng, konstituen wilayah barat tak akan ikhlas memberi legitimasi kepada calon dari wilayah timur. Apalagi diketahui tokoh itu menempati calon nomor satu, meski sehebat apapun atau populernya pendampingnya. Semestinya, kandidat Pilgub tak harus Percaya Diri (PD) ketika dirinya mampu menguasasi konstituen yang mendiami wilayah Timur Sulteng. Dari sisi kuantitas pemilihnya saja tidak sebanding dengan pemilih yang berada di kawasan Barat Sulteng. Itu arti-

JASA BANGUNAN BONUS HANYA DIAN INI, trima cepat gbr: rumah, ruko, toko, kantor. Desain minimalis sbb: gbr bangunan+RAB+3D+RVISI+contoh gbr+konsultasi=500 RB. Ada diskon khusus s/d 50 %. Hub. 0438734851

Parfum Harga Spesial JUAL: Parfum Orginal, Paris Hilton, Kenzo, Bulgari, Hugo Boss, Tommy Hilligen dll. Hub Ibu Emi. Jl. Sulawesi no. 17, HP 08525681161 / 081340802026

KESEMPATAN TERBUKA DBS group arif yang memiliki jaringan downline yang terus berkembang, mencari lgi member baru (memiliki KTP/SIM, no. HP & No. rek) khusus di Gorontalo yang mau ikut patungan untuk membeli Hak Usaha duta business school (DBS). Tinggal pilih untuk 3 Hak. Usaha (500:600), lalu hub. kami lewat telepon atau SMS di 0852 4247 4780 (sdr. Arif)

nya, meski 100 persen mendapat dukungan, namun tak ada jaminan kandidat itu akan menjadi pemenanganya. Harusnya kita belajar dari pengalaman pasangan Ruli Lamadjido-Sudarto di Pilkada Sulteng tahun 2005 lalu. Kekuatan pasangan ini terbilang tidak berimbang. Kendati Sudarto punya power luar biasa, yang ditandai dengan dukungannya sangat signifikan, namun tidak mampu membawa keberuntungan buat pasangan tersebut. Pemicunya mudah ditebak, karena tak ditunjang oleh kekuatan Ruli Lamadjido. Kalau saja Sofhian Mile masih bingung dalam menentukan sikap politiknya, mungkin muaranya berasal dari dua faktor tersebut. Akibatnya, politisi berkumis tipis ini belum mau angkat suara. Kedua hitung-hitungan politik itu adalah soal turunnya rating ketika dia tampil pada Pilkada Kabupaten Banggai dan tidak mau pengalaman pasangan Ruli-Darto akan terulang kembali pada dirinya. (*)


PERSPEKTIF

Luwuk Post

8

SENIN 28 SEPTEMBER 2009

http://luwukpost.info

E-Paper Pertama di Kawasan Timur Sulawesi

Menghilangkan Kelesuan Pascalebaran SAAT paling lesu bagi dunia usaha kita, terutama, adalah hari-hari dalam sepekan ini. Setelah Lebaran menjadi klimaks segala transaksi, pekan terakhir yang tersisa dalam bulan September seolah menjadi antiklimaksnya. Banyak sektor bisnis seperti dalam masa ‘’pause.” Pintu ditempeli secarik kertas dengan tulisan ‘’tutup” untuk beberapa hari. Tak ada jual-beli, tak ada aktivitas, dan promosi pun mandek karena masih pada mudik Lebaran. Semua baru normal lagi setelah yang pulang kampung datang kembali. Situasi normal yang kita harapkan itu belum tentu bisa datang dalam sepekan ini. Perayaan Lebaran adalah pengagungan hari besar yang secara kultural sulit dicari tandingannya. Tak ada kompleksitas emosi yang daya selebrasinya sekuat Lebaran. Betapa banyak hal yang dipertaruhkan untuk merayakan Lebaran. Wajar jika Idul Fitri juga menjadi puncak berbagai gairah di samping ritual keagamaan. Kangen-kangenan dengan akar dan asal-usul keluarga, menemui sahabat lama, dan mendatangi saudara yang jauh biasanya dilakoni pada saat Lebaran seperti sekarang ini. Karena itulah, dua hari yang diplot dalam kalender nasional kita pun terasa kurang untuk merayakan Lebaran. Libur banyak yang nambah atau beramai-ramai ambil cuti saat Lebaran. Aura Lebaran, agaknya, masih akan terasa setidaknya hingga akhir bulan ini. Meski Idul Fitri maju sehari, yaitu tanggal 20 September, sementara libur resmi dalam kalender jatuh pada tanggal 21 dan 22, tapi lihatlah praktiknya. Banyak perkantoran, toko, dan rumah makan belum bersungguh-sungguh beraktivitas pada 23 September. Contoh sangat baik adalah instansi-instansi pemerintah yang menerapkan aturan ketat soal libur Lebaran. Pemprov Jatim, misalnya, di antara seribu lebih pegawainya, hanya belasan yang tak nongol di kantor pada hari pertama masuk kerja pasca-Lebaran. Hanya, kalau diamati, mereka yang masuk tertib waktu pun belum tentu optimal dalam bekerja pada minggu ini. Sebagian besar lebih asyik ngobrol tentang pengalaman mudik Lebaran ketimbang sibuk bekerja. Situasi normal mungkin baru terjadi pada Senin mendatang. Itu berarti dalam Lebaran kali ini ada masa libur seminggu untuk semua sektor. Yang paling mengkhawatirkan dari masa ‘’pause” tersebut adalah bila ritme keseharian tak segera pulih. Akibatnya, pulihnya gerak roda berbagai bidang juga bisa lebih lamban. Mendorong agar roda bisnis cepat kembali normal, misalnya, juga bukan hal mudah. Diperlukan stimulan-stimulan khusus yang bisa membawa suasana segera kembali ke situasi seperti biasanya. Penjaga toko yang berlama-lama di kampung serta pembantu rumah tangga yang memperpanjang masa istira-hatnya di desa adalah hal yang rutin terjadi pada setiap Lebaran. Meski sepele, hal tersebut cukup mere-potkan. Belum lagi yang menyangkut libur panjang kar-yawan kantor dan instansi pemerintah. Segera pulihnya aktivitas pasca-Lebaran menjadi harapan banyak pihak. Hal itu mengingat awal bulan depan kita sudah akan masuk trimester keempat 2009. Masa sulit yang menjangkit secara global telah membuat siapa pun ingin lolos dari situasi buruk gonjang-ganjing krisis tahun ini. Sekaranglah saatnya membukukan rapor bisnis yang menggembirakan itu. (*)

+6285282334785 Ass Lp..... Buat PT. Sawindo, prusahan sawit, yg broprasi di datarn seseba, kec. Batui agar jgn scepatx membayarkn setiap SKPT yg di ajukn oleh warga, cek dulu di lapangn, jgn hutan belantara, ada SKPT, gila... Trims. +6285282334785 Ass Lp... Buat dinas kehutanan kab bgi, tolong di tertibkn hutan di kawasan hulu sungai batui, krn di sinyalir ada warga yg main kapling dan memperjual belikn hutan kpd prusahaan sawit.. Dan tolong ks info sm pak camat, spy di telitikn dulu setiap SKT yg di ajukn oleh kades, bila prlu di adakn pninjauan lapangan.... Trims.... +6285341002903 Ass,to lp..cm mo tax apa bnr hrg koran 70rb/bln untk yg langganan?soalx sdh 2 bln ini qt byr 70rb,kt petugasx hrgx dah naik. (Sejauh ini manajemen belum menaikan harga koran langganan maupun eceran, trims) +6285241446942 YTH PEMDA & KAPOLRES setidak-tidaknya BAPAK yang mempunyai kewenangan menindak tegas terjadix PUNGLI di SPBU dan menertipkan harga eceran sampai 300 % bahkan 400 % itu yg meresahkan masyarakat jangan BAPAK2 hanya makan gaji buta +6281341218380 Pak bupati tolong d tertibkan supir taksinya isi bensin d tangkinya klw udah ful, eh d jual dgn harga Rp.10000 25000,bsk mereka isi lagi klw bs d tangkap Sj. +6285241157337 Samlcom “LP”. hax mau ngepasti”n ne mslah TOMUNDO yg btl ne sypa “Iskndr Zaman or M. Chair Amir” cz msyrkt kab. Banggai ksusx bingung. Tlong d’ ya.. Kpd slruh ja”ran prngkt” adt BABASAL, jgn hax me”ntkan. Dri sndiri. %By mian loinang buntanuhon%..~*@r1•5*~. +6285263553639 As.Wr.Wb pak PLN knpa ini jadwal bakase Mati lampu so tdk teratur lg, tlng kase tau sm pelang2an lampu d p sebab spy tdk brprasangka buruk sm pak PLN. +6285240214855 Kpd aparat hrp mengawasi pmbelian bensin d Pertamina Lwk trutama taksi2 yg mengisi BBM lbh dr 1x dgn tjuan menjual kmbali dg hrg 2x lipat. Hal ini sgt merugikan msyarakt krn tdk bs mmbli bensin d Pertamina krn hbs di borong oleh supir2 taksi. Mksh bt LP yg sdh memuatx.

Menyelamatkan KPK KISRUH antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri yang tak berujung, akhirnya, memaksa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turun tangan untuk melerai. Presiden tetap menghendaki KPK yang kuat. Begitulah pesan presiden yang disampaikan ke publik. Pesan itu sekaligus menjawab perdebatan publik di media massa bahwa pemerintah tidak terlibat dalam skenario besar untuk memereteli fungsi dan kewenangan KPK. Pemerintah justru ingin menyelamatkan KPK serta membuat KPK kuat dan disegani. Cintailah KPK Sejak Ketua KPK Antasari terjerat kasus hukum terkait pembunuhan Nasrudin, yang kemudian disusul kasus hukum ketua-ketua KPK yang lain -Bibit Samad Rianto dan Chandra M. Hamzah- yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan penyalahgunaan wewenang, maka KPK ibarat kapal yang nyaris tenggelam. Sebab, model kepemimpinan mereka adalah kolektif. Untuk menyelamatkan itu, presiden mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) penunjukan tiga pelaksana tugas pimpinan KPK. Presiden merasa perlu menerbitkan perppu karena menganggap KPK tidak akan berjalan dengan baik jika hanya dipimpin dua orang. Proses penggantian tiga pimpinan KPK tersebut, khususnya yang terkait dengan Bibit Samad Rianto dan Chandra M. Hamzah, semakin memperkuat dugaan awal bahwa ada pihak-pihak yang memang menjadikan para pimpinan KPK sebagai target. Isu substansial dalam kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra M. Hamzah yang dijadikan tersangka dugaan penyalahgunaan wewenang akhirnya ‘’ka-

Oleh : Moch. Nurhasim peneliti pada Pusat Penelitian Politik LIPI di Jakarta

bur” seiring dengan isu dan skenario penyelamatkan KPK oleh presiden. Padahal, untuk memperkuat KPK saat ini dan mendatang, perlu klarifikasi dan proses yang transparan atas apa yang dimaksud dengan penyalahgunaan wewenang oleh Bibit Samad Rianto dan Chandra M. Hamzah. Sebab, jika di kemudian hari ada intervensi politik lain karena KPK ingin memberangus para pejabat dan politisi, tidak mustahil hal yang sama dapat saja dilakukan. Oleh karena itu, menurut hemat penulis, substansi penyelamatan KPK harus meliputi dua hal. Pertama, transparansi dan pengawasan serta pengawalan kasus hukum Bibit Samad Rianto dan Chanda M. Hamzah. Jangan sampai dua orang itu menjadi tumbal win-win solution dari kompromi politik berbagai pihak yang memang ingin dan menghendaki penggantian para pimpinan KPK setelah Antasari dapat dipenjarakan. Mengapa hal itu perlu? Sebab, proses hukum Bibit Samad Rianto dan Chandra M. Hamzah seakan-akan dilupakan oleh pers dan publik. Semua orang tertuju kepada cara kerja anggota Tim Rekomendasi Plt Pimpinan KPK: Taufiequrrachman Ruki, Adnan Buyung Nasution, Menko Polhukam Widodo A.S., Menkum HAM Andi Mattalatta, dan Todung Mulya Lubis dalam mencari orang pengganti. Kedua, jangan sampai kasus benturan

hukum antara para penegak hukum tersebut terus berlanjut. Kita menyaksikan perseteruan antara KPK dan Polri, bahkan ketua Mahkamah Konstitusi pun ikut-ikutan menyindir Polri di media massa seiring dengan pertarungan cecak melawan buaya itu. Sebab, jika tiga orang pimpinan KPK tersebut diganti orang baru -tentu untuk waktu yang terbatas- apakah ketiganya dapat memulihkan ins-titusi KPK secara cepat dan memaksi-malkan kerja KPK secara maksimal. Dalam konteks itu, yang tebersit pada sindiran istilah cecak oleh salah seorang perwira Polri sebenarnya, menurut hemat penulis, pada konteks kinerja penegakan hukum. KPK selama ini dalam kerjanya dibantu penuh oleh Polri karena sebagian besar penyidik dan intelijen KPK adalah polisi yang diperbantukan oleh Polri di KPK. Dapat dibayangkan jika kemudian para polisi itu ditarik dari KPK, apakah secara institusional KPK tidak mengalami kesulitan untuk melakukan tugas dan fungsinya dalam mengawasi, mencegah, dan menindak para koruptor. Oleh karena itu, penyelamatan KPK bukan hanya terletak pada lima orang pimpinan KPK yang sekarang banyak diributkan, tetapi kehadiran KPK harus pula dicintai pihak kepolisian (Polri) dan tentu dicintai pula oleh pihak kejaksaan. Hubungan yang harmonis antara KPK, Polri, dan kejaksaan terletak pada

kerja sama mereka untuk saling membantu dalam upaya pemberantasan korupsi. Organisasi KPK memang baru. Karena itu, secara personel memang membutuhkan bantuan dari berbagai instansi seperti Polri dan kejaksaan. Kehadiran KPK amat diperlukan dan dibutuhkan untuk mencegah praktik korupsi kelas kakap yang mungkin sulit diendus institusi lain. Namun, jika dalam cara kerjanya KPK terus-menerus berseteru dengan kepolisian dan hubungannya dengan kejaksaan juga tidak harmonis, kita terlalu muluk mengharapkan efektivitas pemberantasan korupsi di Indonesia. Perkuat Kejaksaan-Kepolisian Berdasar beberapa kasus korupsi yang pernah terjadi, bentuk korupsi yang merugikan negara yang sering terjadi selama lima tahun terakhir adalah yang dilakukan para pejabat negara atau institusi pemerintahan. Sebut saja kasus-kasus yang melibatkan anggota DPR, gubernur, bupati, wali kota, menteri, dan pejabat-pejabat negara lainnya. Mencegah bentuk-bentuk korupsi yang berkelinden dengan jabatan kekuasaan di pemerintahan amatlah naif jika hanya diserahkan kepada KPK, tanpa memperkuat kejaksaan dan kepolisian. Meski KPK kuat, bila institusi penegak hukum lain tidak diberi kekuatan yang sama, baik dari segi wewenang, pendanaan, maupun peralatan, maka prinsip pencegahan korupsi justru akan mengalami ketimpangan. Jangan sampai kehadiran KPK yang notebene sifat awalnya add hoc (sementara) mengalahkan lembaga penegak hukum lain yang menjadi instrumen utama dalam penegakan hukum di Indonesia. (*)

“Katarsis” Legislasi di Akhir Jabatan ADA fenomena menarik yang selalu terulang di akhir masa jabatan anggota DPR, yakni menggelontorkan pengesahan undang-undang (UU). Upaya pembersihan atau “katarsis” dengan cara menggelontorkan UU tersebut bisa terjadi karena dua kemungkinan. Pertama, terjadi karena rasa tanggung jawab anggota DPR yang akan mengakhiri masa jabatan. Kedua, menggunakan aji mumpung, mumpung masih menjabat. Yakni, walaupun sudah mencapai saat-saat akhir jabatan, para anggota itu tetap memaksimalkan kekuasaan untuk menjadi “juragan sapi” dengan “dagang sapi” kebijakan. Hitunghitung kejar setoran buat sangu pensiun. Belum lekang dalam ingatan kita, anggota DPR periode sebelumnya, yakni 1999-2004, di akhir jabatan pada 2004 mengesahkan UU lebih dari 40. Padahal, jumlah UU pada tahun sebelumnya hanya separonya. Itu merupakan bukti bahwa di akhir jabatan tersebut justru terjadi peningkatan pengesahan UU. Kuantitas UU memang melonjak tajam. Tetapi, kualitas UU malah sebaliknya, turun tajam. Bagaimana mungkin segi kualitas diperhatikan? Banyak UU tahun 2004 yang dibahas hanya dalam hitungan hari, kemudian langsung disahkan. Dalam sebuah uji materiil di Mahkamah Konstitusi (MK), yakni pengujian UU Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris, terungkap indikasi suap atas pembuatan UU tersebut. Namun, MK menyatakan bahwa kasus suap-menyuap dalam proses legislasi bukan kewenangannya karena masuk ke ranah pidana. Terdapat banyak UU tahun 2004 yang bermasalah. Bahkan, terdapat kesalahan fatal dan prinsipiil. Contohnya UU No 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan

Oleh : Dr M. Hadi Shubhan SH MH CN, dosen fakultas hukum dan sekretaris Unair

Negara, UU No 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, UU No 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris, UU No 34 Tahun 2004 tentang TNI, UU No 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan PKPU, serta UU No 39 Tahun 2004 tentang Perlindungan TKI. Dalam UU Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial dan UU Kepailitan terdapat kesalahan fatal. Pada dua UU itu ada ketentuan tentang pembentukan pengadilan, yakni pengadilan hubungan industrial dan pengadilan niaga. Padahal, sesuai dengan konstitusi (pasal 24 A (5) UUD 1945), dikatakan pembentukan sebuah peradilan di lingkungan MA harus dengan undang-undang, bukan dalam undang-undang. Dua pengadilan tersebut dibentuk dalam UU, tidak dengan UU, sehingga bertentangan dengan konstitusi alias inkonstitusional. Pada UU Jabatan Notaris juga terdapat banyak problem. Salah satunya adalah pasal 15 ayat 2 yang memberikan kewenangan lain kepada notaris, yakni membuat akta risalah lelang. Padahal, risalah lelang merupakan wewenang pejabat lelang (vendumeester) sebagaimana diatur dalam peraturan lelang (Vendu Reglement S. 1908-189). Kewenangan membuat akta otentik sudah diberikan secara khusus kepada pejabat lain. Maka, notaris tidak berwenang membuat akta tersebut (vide pasal 15 ayat 1 UU JN). Tetapi, kena-

pa pasal 15 ayat 2 mengingkari pasal 15 ayat 1? Sebuah UU yang contradictio in terminis. Sebuah keteledoran yang fatal ataukah kesengajaan karena sebuah keserakahan? UU Keuangan Negara dan UU Perbendaharaan Negara juga masih menyisakan perdebatan panjang sampai saat ini. Dua UU tersebut mengatur cakupan keuangan negara. Termasuk di dalamnya kekayaan negara yang sudah dipisahkan, misalnya kekayaan BUMN dan BHMN. Padahal, secara filosofi, kekayaan negara yang sudah dipisahkan bukan kekayaan negara la-gi, melainkan kekayaan subjek hukum penerima kekayaan negara, seperti BUMN dan BHMN. Perdebatan panjang itu menyisakan suatu ketidakpastian hingga saat ini. *** Pada akhir periode jabatan anggota DPR 2004-2009 yang tinggal menghitung hari, terjadi fenomena yang sama. Pada bulanbulan terakhir ini, banyak disahkan UU baru yang juga menimbulkan banyak kontroversi di dalamnya. Belum lama ini telah disahkan UU Perubahan Mahkamah Agung, UU Perfilman, UU Rahasia Negara yang ditunda karena intervensi presiden, UU Ketenagalistrikan, serta UU MPR, DPR, DPD, dan DPRD. Jika tidak ada aral melintang, DPR nekat mengesahkan UU KPK yang isinya bakal mengamputasi kewenangan KPK.

Sejatinya, pembentukan suatu UU harus mengikuti prosedur yang ditentukan dalam UU No 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundangundangan. Dalam UU tersebut, diatur program legislasi nasional (prolegnas). Prolegnas merupakan satu rangkaian proses penting dalam sistem legislasi. Dengan disusunnya suatu prolegnas, prioritas dan target penyelesaian suatu UU menjadi terarah dan pasti. Dalam praktik, meskipun sudah ditetapkan prolegnas yang berisi RUU apa saja yang harus diselesaikan, sering terjadi RUU nyelonong dan disahkan. Padahal, itu tidak masuk dalam prolegnas. Tidak dipatuhinya prolegnas dapat mengakibatkan tidak adanya urutan prioritas pembuatan UU. Sehingga, pembuatan UU yang penting dan berimplikasi kompleks justru hanya akan mendapatkan porsi waktu yang sedikit. Akibatnya, kualitas substansinya menurun. Kualitas UU kita diperparah dengan kualitas anggota DPR yang berlatar belakang beragam, yang kurang linier dengan tugasnya sebagai legislator. Misalnya, berapa banyak anggota DPR yang berlatar belakang artis? Mereka bukan tidak mampu menjalankan tugas sebagai legislator, tetapi tempat mereka bukan di situ. Upaya penggelontoran pengesahan UU di akhir jabatan DPR melanggar fatsun politik. Usaha penggelontoran penyelesaian dan pengesahan RUU sering diduga sebagai salah satu modus korupsi kebijakan di bidang legislasi atau penyelundupan kepentingan tertentu. Sehingga, tidak mengherankan kualitas legislasi Indonesia sangat memprihatinkan. Begitulah nasib kebijakan publik di negeri sarang penyamun ini. (*)

Menolak Jenazah Teroris ( Bagian Pertama ) SUNGGUH tragis nasib jenazah Adib Susilo, Bagus Budi Pranoto alias Urwah, dan Aji Ario Sudarso alias Mistam alias Husamudin, tiga pelaku teror yang tewas -bersama gembong teroris yang paling dicari, Noordin M. Top- dalam penggrebekan di Kampung Kepuhsari, Desa Mojosongo, Jebres, Kota Solo (17/9). Sebagian masyarakat menolak jenazah ketiganya dimakamkan di kampung masingmasing. Beragam alasan dilontarkan masyarakat untuk memperkuat argumentasi penolakannya. Mulai persoalan tidak dianggap sebagai warga desanya karena tidak memiliki kartu tanda penduduk (KTP) hingga dikaitkan dengan citra bahwa menerima jenazah mereka sama dengan mendukung aksi mereka. Misalnya, Urwah. Meskipun lahir di Mijen, Kaliwungu, Kudus, dia sejak sekolah tidak memiliki KTP Mijen dan juga tidak tercantum dalam kartu keluarga (KK) orang tuanya. Sedangkan Mistam dito-lak warga

+6281341218380 Ass. PAK BUPATI TOLONG DI TERTIBKAN HARGA BENSINNYA. Kitorang sdh melarat ini. +6285240214855 Yth LP kpd ptgs PDAM mhon diper-

Oleh : Abd. Sidiq Notonegoro dosen di Universitas Muhammadiyah Gresik.

kampung asalnya -meskipun secara administratif masih tercatat sebagai penduduk Kutasari, Purbalingga (Jateng)- karena di-anggap telah mencemarkan nama desa. Bahkan, setelah terdengar kabar Mistam ditolak masyarakat Kutasari dan kemudian dialihkan untuk dimakamkan di kampung kelahirannya di Desa Pasuruhan Kecamatan Binangun (Cilacap), masyarakat Pasuru-han pun bereaksi serupa. Mereka menolak dengan tegas jenazah Mistam yang akan dibawa pulang ke tempat kelahirannya. Bisa Dipahami Reaksi masyarakat yang demikian keras terkait jenazah dan makam pe-laku teror itu memang cukup bisa dipahami. Pertama, ini merupakan fakta riil bahwa

masyarakat sangat membenci aksi-aksi kekerasan dan anti terhadap tindakan teroris yang selalu menimbulkan korban dari orang-orang yang tidak berdo-sa. Bahkan, tidak bisa dimungkiri pula, kampung dan atau masyarakat tempat asal/kelahiran pelaku teror kerapkali terkena dampaknya. Kita masih ingat Desa Tenggulun (Lamongan) yang hingga kini masih kerap dikaitkan dengan Amrozi dan Ali Gufron, pelaku bom Bali I. Masyarakat Tenggulun pun menolak jenazah Amrozi dan Ali Gufron untuk dimakamkan di makam desa. Akhirnya, kedua jenazah itu terpaksa dikubur di kebun mangga milik keluarga. Kedua, masyarakat menilai para teroris tersebut sebagai penganut ajaran yang

baiki pipa yg bcor di jl.Suprapto dpan Gajahmada College krn mngganggu llulintas krn jln jd licin. Mksh.

Seperti edisi Hukum dan kriminal halaman 3, yg terbit jumat 18 sept 2009. Trims luwuk post.

+6285230570155 Hlo lwk pos, cuma saran saja tlong donk klu muat berita di kroscek ulang masa ju-dulx lain trus dia punya berita lain jg.

+6285230570155 Hlo lwk pos, cuma saran saja tlong donk klu muat berita di kroscek ulang masa judulx lain trus dia punya berita lain jg.

sesat dan berdosa besar karena telah banyak membunuh manusia yang tidak berdosa. Karena itu, jenazah mereka tidak layak dimakamkan di makam desa yang pada umumnya makam Islam. Hanya orang-orang yang tergolong baik yang layak dimakamkan di sana. Kehadiran jenazah teroris tidak lain hanyalah “mengotori” makam desa. Ketiga, merupakan pelajaran yang sangat berharga bagi masyarakat umum terutama generasi muda- agar selektif dalam berguru “agama” pada seseorang. Jangan mudah tertipu oleh penampilan fisik dan permainan kata-kata (retorika) yang memukau karena terselingi ayat-ayat suci, yang pada akhirnya justru menjerumuskan diri pada perilaku-perilaku yang bertentangan dengan misi agama itu sendiri. Sungguh merupakan kepedihan yang terlalu sakit untuk dirasakan, terutama bagi keluarga yang ditinggalkannya dan merasa mendapatkan amanah untuk merawat jenazahnya -mulai memandikan hingga memakamkannya.( Bersambung ) Seperti edisi Hukum dan kriminal halaman 3, yg terbit jumat 18 sept 2009. +6281524519533 LP Yth. Trnyata salakan blm layak jd ibukota kabupaten.masa mlm lebaran lampu mati d kt salakan.sd gt bpk bupati tdk ada perhatiannya. kAsian org salakan.

PENERBIT : PT Luwuk Cemerlang. GENERAL MANAGER/PEMIMPIN REDAKSI : Herdiyanto Yusuf. REDAKTUR PELAKSANA : Haris Ladici. REDAKTUR : Haris Ladici, Zulhelmi Alting, Gafar Tokalang.Rustam Nono STAF REDAKSI : Nasri Sei, Sofyan Labolo,Rustam Nono, Firman Ibrahim Suling.KORLIP : Zulhelmi Alting, BIRO BANGKEP; Rustam Nono (Salakan), Ahmad Awaluddin (Banggai). BIRO AMPANA; Nasri Sei. BIRO PAGIMANA; Anto Yasin. BIRO BUNTA; Karman. BIRO TOILI; Nurhasan. ART & PERWAJAHAN : Sudin Salasa (Koordinator), Utam Nasila,Wawan Kusika, Agus tiawan, Muh. Albar Amin. PRESIDEN KOMISARIS : Imawan Mashuri. KOMISARIS : Benny H Raintama, Suhendro Boroma. DIREKTUR : Mohamad Sirham, Urief Hassan. MANAGER KEUANGAN : Haryono, STAF KEUANGAN : Aswar Poibara (Koordinator) Astuti Mohune (Kasir) . STAF PEMASARAN : Dales Lantapon. ( Koordinator ) Sofyan Dude,.MANAGER IKLAN : Sukriyadi Mamu . STAF IKLAN : Hawa Minarni A Bayak.(Kasir), Sutadi Utiarahman. PERCETAKAN : Andri Bumbungan (Koordinator),Yusuf Nelwan, Opick Kasim. OMBUSDMAN : Ismail Pelu (Ketua), Hinca IP Pandjaitan (Anggota).TARIF IKLAN : Umum Rp 20.000,-/mmk (hitam putih/BW),Rp 30.000-/mmk (Warna/FC ), MUNGIL : Rp 50.000,- (1x muat). HARGA LANGGANAN KORAN : Rp 65.000,- (luar kota tambah ongkos kirim). ALAMAT REDAKSI: Jl. Imam Bonjol No. 4 Km 3 Luwuk Telp. (0461) 325447 Fax : (0461) 325071 email : redaksi@luwukpost.info. PERWAKILAN GORONTALO : JL. NANI WARTABONE NO. 144 A GORONTALO Telp. (0435) 827551-827552 Fax : (0435) 829603. PERWAKILAN MANADO : Jln. Babe Palar No.54, Telp (0431) 855558 Fax : (0431) 840763-860398. PERWAKILAN SURABAYA : Graha Pena Building, Jln Ahmad Yani No.88, Telp (031) 8287999.PERWAKILAN JAKARTA : Gedung Graha Pena Lt.6, Jl. Raya Kebayoran Lama No.12, Telp : (021) 53699509, Fax (021) 5328487.


INTERNASIONAL Manila Jadi Lautan Lumpur, 75 Tewas MANILA-Air bah bercampur lumpur menerjang rumahrumah warga di Manila. Dilihat dari udara, sejumlah wilayah di ibukota Filipina itu tampak seperti lautan air berwarna cokelat. Sejumlah warga sampai harus nangkring di atap rumah agar tidak tersapu banjir bandang. Korban berjatuhan, terutama di kawasan tepi laut dan pinggiran kota. Sedikitnya 75 orang tewas, dan lebih dari seperempat

juta jiwa diungsikan. Seorang pria yang hanya mengenakan celana pendek dan sandal terlihat mengangkat kertas lebar bertuliskan “makanan” dan “air?. Kerusakan massif terjadi setelah hujan deras mengguyur Manila selama beberapa hari. Curah hujan yang disebutsebut sebagai yang terderas selama 40 tahun terakhir itu membuat ketinggian air di sejumlah tempat mencapai lebih dari enam meter. “Saya

tidak pernah melihat banjir sedahsyat ini di Manila,” ujar sukarelawan palang merah Dave Barnuevo kepada Agence France Presse. Presiden Gloria Arroyo telah menginstruksikan agar seluruh upaya penyelamatan selesai sebelum Minggu malam kemarin (27/9). Namun saat sore menjelang, sejumlah wilayah masih tergenang banjir dan ribuan orang tetap belum terjamah pertolongan. (cak/ami)

Miliarder AS Tewas di Himalaya NEW YORK- Miliarder sekaligus suami anggota kongres Amerika Serikat Carolyn Maloney, Cliffton Maloney, tewas saat mengikuti ekspedisi pendakian ke puncak Himalaya, Sabtu (26/09). Cliffton, yang juga dikenal sebagai mantan bos di lembaga keuangan Goldman Sachs, tewas saat beristirahat di sebuah kamp, beberapa saat setelah berhasil mendaki puncak keenam dari pegunungan tertinggi di dunia itu. Ajudan Carolyn, Barry Nolan, mengatakan, meski kondisi Cliffton sangat prima

saat melakukan pendakian, usianya sudah menginjak 71 tahun. “Usia yang sudah terlambat untuk seorang pendaki,” katanya, seperti dikutip Associated Press. Nolan menambahkan, Carolyn hanya memberitahunya tentang pesan terakhir Cliffton sebelum meninggal. “ Aku (Clifton) adalah orang paling bahagia di dunia. Aku hanya ingin mendaki gunung yang indah,” kata Nolan mengutip Carolyn. Maloney adalah mantan Vice President Goldman Sachs.

Pria ini meraup keuntungan jutaan dolar dari investasi perbankan dan real estate setelah tidak aktif lagi di perusahaan investasi itu dan mendirikan perusahaan keuangan CHW Maloney & Co. Dia juga tercatat sebagai salah seorang direktur dari beberapa perusahaan, termasuk The Wall Street Dana Inc dan Interpool Limited. Proses evakuasi jenazah dari lereng Cho Oyu - tempat jenzah Clifton berada - yang berada di perbatasan Tibet dan Nepal dikabarkan berlangsung lancar. (cak/ttg)

Luwuk Post SENIN 28 SEPTEMBER 2009

http://luwukpost.info

9

E-Paper Pertama di Kawasan Timur Sulawesi

Iran Ujicoba Misil Jarak Pendek TEHRAN-Iran semakin berani menunjukkan eksistensinya dalam pengembangan nuklir. Stasiun televisi lokal Press TV dan Al-Alam berhasil menangkap momen peluncuran dua misil jarak pendek Tondar-69 dan Fateh-110. Bahkan hari ini Iran juga berencana meluncurkan misil jarak jauhnya yang diperkirakan mampu mencapai 1.300-2.000 km. Dengan jarak tersebut misil Iran itu dapat mencapai AS, Israel, sebagian besar negara-negara Arab dan sebagian Eropa termasuk sebagian besar wilayah Turki. “Besok (hari ini) kami akan mengadakan uji coba misil jarak panjang Shahab-3,” ujar Jendral Hossein Salami, komando pasukan udara pasukan elit penjaga revolusioner kepada Press TV seperti dikutip AFP kemarin (27/9). AFP melaporkan, Salami mengaku bahwa uji coba penembakan misil jarak pendek kali ini menggunakan peluncuran misil multiple untuk kali pertama bagi mereka. Mulai dari jarak pendek, menengah hingga jauh. Kantor berita Iran, Fars memaparkan bahwa peluncur

multiple bisa digunakan untuk menembakkan dua misil dengan target terpisah secara bersamaan. “Iran (telah) mengujicoba dua misil jarak pendek yang mereka sebut sebagai Fateh (kemenangan) dan Tondar (guntur),” lapor Press TV seperti dilansir Reuters. Dua misil jarak pendek yang telah diluncurkan kemarin (27/ 9) diantaranya terdiri dari Tondar-69 yang mampu menempuh 150km dan Fateh-110 (193 km). Serta sisanya adalah misil tipe Zelzal. Sedangkan untuk jarak menegah telah dipersiapkan misil Shahab-1 dan Shahab-2. Terakhir adalah misil jarak jauh Shahab-3. Sebelumnya misil Shahab-3 (Meteor-3) telah mengalami uji coba beberapa kali. Kali pertama Shahab-3 telah diluncurkan pada Juli 2008. Pihak penjaga revolusioner Iran pun mengatakan bahwa Shahab-3 sudah mengalami berbagai modifikasi hingga bisa mencapai jarak tempuh 2.500 km. Pengamat pertahanan negara-negara Barat menuduh pengembangan misil Shahab terse-

but ditujukan agar nantinya mampu membawa hulu ledak nuklir dan mengancam keamanan kedaulatan AS dan sekutunya. Juga dipandang sebagai penegasan sikap pemerintahan Iran yang tidak senang akan tuduhan yang dilayangkan oleh Presiden Barack Obama pada sidang PBB Jumat (25/9) lalu.. “Latihan ini memiliki pesan bersahabat untuk negara yang bersahabat. Sedangkan untuk negara yang mengintimidasi kami berarti menghancurkan permusuhan,” tandas Hossein Salami sebagaimana dilansir AFP.“Latihan (uji coba) ini (juga) bertujuan untuk memelihara dan mendorong kemampuan pasukan keamanan (Iran),” tegas penjaga Garda revolusioner kepada Press TV seperti dikutip Reuters. Penjaga revolusioner turut menegaskan bahwa Iran tidak akan meluncurkan tipe misil baru apapun selama berlangsungnya masa pelatihan yang diperkirakan hingga beberapa hari. Dan kalaupun Iran dapat menambah sejumlah senjata misil tentu saja hal ini bisa

memicu konflik misil jangka panjang. Sebab Iran juga mengatakan dengan tegas pemerintahannya akan merespon serangan apapun yang dikirim AS dan Israel. Informasi peluncuran misil Iran ini muncul dua hari setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengumumkan temuan intelijen tentang pusat pengayaan uranium rahasia milik Iran di Qom pada jumpa pers di sela pertemuan G-20 di Pittsburgh, AS, Sabtu (26/9) lalu. Iran pun mengakui keberadaan reaktor di kota yang terletak sekitar 160 kilometer barat daya Teheran. Pengakuan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad tersebut menjadi modal bagi dunia internasional untuk menekan Iran. khususunya bagi AS saat berdialog dengan wakil Iran di Jenewa, Swiss, pada 1 Oktober mendatang. AS akan didampingi Rusia, Tiongkok, serta para sekutunya, yakni Inggris, Prancis, dan Jerman. Itulah pertemuan yang akan menentukan nasib Iran: apakah dianggap mengembangkan senjata nuklir atau tidak. (war)


AMPANA

Luwuk Post

10

SENIN 28 SEPTEMBER 2009

http://luwukpost.info

E-Paper Pertama di Kawasan Timur Sulawesi

Rekomendasi Sultim Segera Dipressure AMPANA-Bupati Tojo Una-una Drs. Damsik Ladjalani tampaknya terharu atas kunjungan kerja Tim Panitia Ad hoc (PAH) I DPD-RI kedaerah ini, untuk menilai kelayakan Ampana menjadi calon ibu kota Pemekaran Provinsi Sultim. Bahkan, pasca pertemuan bersama PAH I DPD-RI, Bupati berjanji segera mem-presDrs. Damsik Ladjalani sure rekomendasi pemekaran Sulawesi Timur kepada Gubernur Sulteng, jika PAH I DPD RI dalam rapat plenonya merekomendir Ampana sebagai Ibu Kota Pemekaran Sultim. “ Ya. Saya akan mempresyure ke provinsi agar Gubernur mengeluarkan rekomendasi pemekaran Sultim. Kita masih menunggu rekomendasi yang dikeluarkan PAH I DPD-RI di Jakarta, setelah itu baru kami menemui Gubernur,” ungkap Bupati saat ditemui Luwuk Post, kemarin. Dia mengatakan, rekomendasi PAH I DPD-RI tersebut juga akan dijadikan alat perjuangan rakyat Tojo Una-una dalam konteks perjuangan pemekaran Sultim yang beribu kota di Ampana. “Permasalahan pemekaran provinsi Sultim saat ini tinggal mengisi letak ibu kota,” terangnya dikesempatan berbeda. Sekadar diketahui, dukungan masyarakat Touna seputar ibu kota Sultim di Ampana datang dari berbagai organisasi di daerah ini. Ini dapat dilihat dari spanduk berwarnah putih sepanjang 10 meter. Spanduk tersebut dipajang melingkar tepat di halaman ruang pertemuan kantor bupati setempat, yang tak lain tempat bertemunya masyarakat bersama tim PAH I DPD-RI, dalam rangka peninjauan dan pembahasan kota ampana calon ibu kota provinsi Sultim. Spanduk yang bertuliskan ‘Dukungan masyarakat Ampana ibu kota Provinsi Sulawesi Timur’ ini dibubuhi tanda-tangan sebagai bentuk dukungan menjadikan Ampana ibu kota Sultim. Organisasi tersebut anta-ra lain, BMI Touna, Amat Togean, Forum Pelajar dan Mahasiswa Kep. Togean, Forum Nelayan Togean, Komunitas Saluan Tojo Una-una, Aliansi Pemuda Touna, Masyarakat kep. Togean, PAC partai Demokrat, Ketua Gapai Sultim, DPC HPI, Karang Taruna Uentanaga Bawah, Buruh se Tou-na, Komunitas Gorontalo Touna, Lamahu Touna, Fo-rum Masyarakat Touna, Marina Cottage, Pemer-hati Ampana Provinsi Sultim, serta Yayasan Toloka. (Nas)

Anggota DPD Dukung Ampana Jadi Ibu Kota Alternatif Calon Provinsi Sultim

[Foto: Nasri/Luwuk Post]

WISATA PANTAI: Meramaikan lebaran ketupat, Pemda Tojo Una-una menggelar kegiatan wisata pantai di malam hari. Tampak bupati saat mengunjungi salah satu tenda yang di dirikan ditepi pantai.

Warga Padati Wisata Pantai Tonjolkan Khas Ketupat dan Ikan Goreng AMPANA- Berbagai kegiatan di gelar Pemerintah Daerah Tojo Una-una untuk meramaikan perayaan lebaran ketupat di daaerah ini. Salah satunya kegiatan wisata pantai yang dipusatkan disepanjang pantai kelurahan Dondo hingga kelurahan Bailo kecamatan Ampana Kota Sabtu (26/9) malam. Pantauan Luwuk Post di lokasi kegiatan sepanjang 4 Kilometer ini, seluruhnya dipadati ribuan warga yang menyaksikan dari dekat proses penggorengan berbagai jenis Ikan di tenda-

tenda yang sudah di siapkan. Uniknya, ikan-ikan yang digoreng tersebut bisa dicicipi langsung oleh pengunjung taNpa harus mengeluarkan biaya. Selain memajang khas ikan goreng setiap tenda juga memajang beragam jenis ketupat untuk disantap oleh pengunjung. Suasana keakraban ini semakin meriah ketika diiringi beragam jenis hiburan yang disiapkan di puluhan tenda sepanjang pantai yang dihias rapi. Kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh Bupati Tojo Una-una Drs. Damsik Ladjalani. Sebelum digelarnya penggorengan ikan secara massal, Bupati memantau langsung dari pesisir pantai menggunakan speed yang didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Peme-

rintah Daerah setempat. Selanjutnya bupati mengunjungi tenda-tenda warga yang berjejer di sepanjang pantai. Tak pelak suasana keakraban antara pemerintah daerah dan masyarakatpun semakin kental. Informasi yang terhimpun Luwuk Post, pada bagian humas dan protokol Setdakab Touna, kegiatan ini digelar sebagai ajang silaturahmi antar masyarakat, serta masyarakat dengan Pemerintah Daerah dalam suasana lebaran idul fitri dan lebaran ketupat. Bukan hanya itu, kegiatan wisata pantai yang baru pertama kali digelar ini juga bertujuan, memperkenalkan bahwa Tojo Una-una merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi perikanan cukup besar. (Nas)

AMPANA-Perjuangan Ampana Kabupaten Tojo Una-una menuju Ibu Kota Pemekaran Sultim dipastikan bakal berjalan mulus. Buktinya saja, meskipun belum dikeluarkannya rekomendasi PAH I DPD RI tentang kelayakan ibu kota untuk diajukan ke DPR-RI, dukungan anggota DPD-RI menjadikan Ampana sebagai ibu kota Alternatif mulai nampak. Seperti pernyataan salah seorang anggota tim PAH I DPD RI Sulawesi Tenggara Drs. Pariama Mbyo,SH saat tatap muka dengan masyarakat Touna, kemarin. Secara buka-bukaan mantan jaksa ini, menyatakan dukungannya ke Ampana sebagai ibu kota alternatif Pemekaran Sultim. “Jika dibutuhkan tanda tangan saya, saat ini juga saya tanda tangani,” tegasnya sembari mendapat apresiasi cukup berarti dari masyarakat yang hadir di kesempatan itu. Tak hanya masyarakat, sontak anggota DPD-RI Sulteng Abd. Karim DL berdiri tegap sembari memberikan penghormatan kepada Drs. Pariama Mbyo, SH. Pariama menilai, penilaian Ampana menjadi calon ibu kota Pemekaran Sultim, sangat obyektif, untuk menyelesaikan polemik ibu kota Sultim antara Poso dan Luwuk. Di sisi lain daerah ini secara geografis sangat mendukung, untuk dijadikan calon ibu kota Pemekaran provinsi Sulawesi Timur. “Perjuangan Sultim sedikit terhambat dikarenakan ada dua Gajah yang sedang bertarung mempertahankan ibu kota. Ini akan berkepanjangan. Pemilihan Ampana sebagai alternatif calon ibu kota sangat tepat,” paparnya. Untuk itu, menjelang akhir masa jabatan selaku anggota DPD RI, dirinya siap berjuang demi percepatan pemekaran Sultim. Sebab, perjuangan ini, masih merupakan tanggung jawab PAH I DPD-RI saat ini. “Kami datang ke sini (Ampana,red) bukan semata-mata untuk mencari popularitas diakhir masa jabatan kami. Akan tetapi memenuhi tanggung jawab kami untuk memperjuangkan pemekaran Sultim,” tegasnya. Hal senada dikatakan anggota Tim PAH I DPD-RI Abd. Karim DL. Ia mengatakan, kunjungan kali ini merupakan bentuk tanggung jawab PAH I DPD RI terhadap perjuangan Pemekaran Sultim. Untuk itu, ditengah perjuangan tersebut, dirinya meminta agar masyarakat di wilayah Sulawesi Bagian Timur untuk tetap solid. Sebab, kata dia, perjuangan kerap terhambat karena tidak solidnya rakyat di wilayah pemekaran. (Nas)

BADAN PERTANAHAN NASIONAL R.I. KANTOR PERTAHANAN KABUPATEN BANGGAI JLN. K.H. SAMANHUDI TELP. (0461) 22178 KOTAK POS 135 LUWUK 94711

PENGUMUMAN (TENTANG SERTIFIKAT HILANG) NOMOR : 310-16/2009

Untuk mendapatkan Sertifikat baru sebagai pengganti Sertifikat yang hilang, berdasarkan ketentuan pasal 59 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1997 tentang pendaftaran tanah dengan ini diumumkan bahwa :

N o Nama / Alamat Pemohon 1

2

1.

RASYID H. DIKO Kel. Bungin Kec. Luwuk Kab. Banggai

Hak Atas Tanah Jenis & Nomor Hak

NIB

Terdaftar Atas Nama

Tanggal Pembukuan

Letak Tanah a. Jalan b. Desa / Kel c. Kecamatan

Ket

3

4

5

6

7

8

25 - 01 - 1984

a. b. Bantayan c. Luwuk

Hak Milik No. 53 / Bantayan Luas 23.237 M2

-

RAMLI PANRELI

Dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal pengumuman ini, bagi mereka yang merasa keberatan dapat mengajukan keberatan kepada kami dengan disertai alasan dan bukti yang kuat. Jika setelah 30 (tiga puluh) hari tidak ada keberatan terhadap Permohonan penggantian Sertifikat tersebut diatas, maka sertifikat pengganti akan diterbitkan dan berlaku sah menurut hukum dan sertifikat yang dinyatakan hilang tidak berlaku lagi.

Surat Pernyataan Dibawah Sumpah Tgl 14 September 2009

Luwuk, 14 September 2009


EKONOMI & BISNIS DPR Gunakan APBN Bantu Lunasi Utang Garuda” JAKARTA-DPR RI kemungkinan menolak usulan penggunaan alokasi dana APBN 2010 untuk penanganan utang Garuda kepada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Ini karena hutang jumlahnya cukup besar sebesar Rp3,36 triliun dan belum dialokasikan APBN untuk masalah utang tersebut.” “Pemerintah bisa saja menyatakan bahwa akan membantu pihak Garuda dalam mengatasi masalah utangnya yang sudah lama tertanam di Bank Mandiri. Namun, keputusan itu tetap harus disetujui pihak DPR,” kata Ketua Komisi XI DPR RI Harry Azhar Aziz saat dihubungi kemarin (27/9). “Harry mengatakan perlu adanya skenario khusus mengenai penaganan masalah Garuda ini misalnya renegosiasi antara pihak Garuda, Bank Mandiri, dan Kementerian BUMN untuk bersama-sama beritikad baik menyelesaikan utang tersebut. Artinya, dua pihak ini tidak boleh memanfaatkan situasi tersebut untuk kepentingan dan keuntungan masing-masing. “Misalnya, Garuda tidak peduli merencanakan pembayaran utang itu, kemudian Bank Mandiri tidak peduli dengan tetap menggu-nakan harga besar untuk bunga dan lainnya,” ungkapnya. “Sebelumnya Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil mengatakan pemerintah akan membantu membayar utang PT Garuda Indonesia kepada PT Bank Mandiri Tbk. Utang Garuda. Rencananya kewajiban tersebut ditanggung pemerintah mencapai Rp Rp 2,36 triliun, sedangkan sisanya Rp 1 triliun akan dibayar langsung oleh maskapai plat merah itu setelah melangsungkan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) di pertengahan 2010.” “Kemungkinan pendanaan tersebut bisa diambilkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2010, dari deviden atau dari sumber lain yang masih dibicarakan hingga saat ini. “Harry menambahkan memang terdapat dana sebesar Rp 927,5 miliar dalam Pusat Investasi Pemerintah (PIP), tetapi tidak dialokasikan untuk membantu BUMN yang sudah atau akan masuk bursa, termasuk Garuda. Selain itu, penggunaan dana tersebut harus dibahas oleh komisi terkait. “Dana tersebut juga tidak besar, tidak mencapai 2,36 triliun, dan itu tidak bisa digunakan untuk membantu. Yang paling memungkinkan pmerintah mengambil dana dari deviden Garuda yang bisa diambil tanpa persetujuan DPR,” terang Harry. “Selain dana PIP tersebut, Harry juga memaparkan terdapat dana dalam anggaran belanja modal sebesar Rp 83,243 triliun di tahun 2010 yang dialokasikan untuk infrastruktur transportasi sebesar Rp 23,2 triliun (termasuk jalan, jembatan, kereta api, pelabuhan, dan bandara), tetapi itu untuk infrastruktur bandara, bukan Garuda.” ““Ada cara lain untuk menyelesaikan masalah utang Garuda Indonesia. Pertama, Bank Mandiri mengubah utang tersebut menjadi saham, tetapi opsi ini harus sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia (BI). Kedua, PT Garuda Indonesia menjual obligasi untuk membantu pelunasan utangnya,” ujarnya.(luq/jpnn)

Luwuk Post SENIN 28 SEPTEMBER 2009

http://luwukpost.info

11

E-Paper Pertama di Kawasan Timur Sulawesi

Harga Netbook Semakin Murah Penjualan Pelumas Melonjak Hingga 30 Persen SURABAYA-Pertamina menanggung untung dari penjualan pelumas terkait momen Lebaran. Sebab, sudah menjadi tradisi untuk mudik atau perjalanan ke luar kota menggunakan kendaraan darat. Oleh karena itu permintaan pelumas mengalami peningkatan saat Lebaran lalu. Dia mengatakan, kenaikan permintaan untuk pelumas mencapai 30 persen. Lonjakan itu untuk semua jenis pelumas, seperti Prima XP Series pelumas roda empat, Fastron Series untuk mobil Totier, Meditran Series untuk Diesel, Enduro Racing untuk sepeda motor. Selain untuk kendaraan darat, kenaikan permintaan juga terjadi untuk pelumas kapal angkut. Walau kenaikan tersebut bersifat musiman, dia optimistis permintaan pelumas akan tetap bagus kendati setelah Lebaran.

Dia memperkirakan, konsumsi industri justru diperkirakan kian meningkat karena peningkatan aktivitas untuk menutup kapasitas produksi akibat libur panjang. Sementara dikatakan permintaan jenis Enduro Matic untuk pelumas kendaraan roda dua jenis matic pun naik signifikan. Apalagi, tren pemakaian kendaraan di kalangan konsumen cenderung jenis matic, sehingga kendati produk baru tetap memiliki pasar. “Pertumbuhan Enduro Matic sudah 30 persen dengan market share sekitar 20-30 persen,” ucapnya kemarin. Akan tetapi untuk rata-rata permintaan total pelumas mencapai 5.000 kiloliter per bulan. Sedangkan kalau dibanding tahun lalu terjadi kenaikan permintaan signifikan hingga 20 persen. Dia menjelaskan, per

Agustus lalu kalau dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu permintaannya sudah mencapai 40.000 kiloliter atau 66 persen dari target setahun sebanyak 60.000 kiloliter. Di sisi revenue, pencapaiannya sudah menyentuh Rp 620 miliar dengan target revenue Rp 700 miliar. “Sampai akhir tahun kami optimistis dapat mencapai target karena kebutuhan konsumen terhadap pelumas juga tinggi. Selain itu untuk meningkatkan penetrasi pasar kami sudah memperbanyak promosi di semua lini dan outlet di daerah-daerah,” katanya. Dia menyebutkan, antara lain SPBU, beberapa ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merk), Olimart, Bengkel Enduro, Modern Market, Hyper Market, Shop and Drive, Pertamina Speed, dan tokotoko oli serta bengkel. (res/jpnn)

Hawa Panas, Air Kemasan Langka JAKARTA-Seperti terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, air minum dalam kemasan (AMDK) selalu menjadi barang langka setiap hari Raya Idul Fitri. Seretnya distribusi menghambat suplai AMDK di sejumlah daerah yang permintaannya sedang tinggi akibat cuaca panas. “Langka itu karena lebaran saja, sopir-sopir pada libur dan itu sifatnya lokal, tidak secara nasional,” ujar Ketua Komite Tetap Pengembangan dan Pemasaran Produk Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Thomas Dharmawan kemarin. Dia mengakui bahwa setiap lebaran air minum dalam kemasan cenderung sulit didapatkan dibanding hari biasa. Apalagi, dulu ada peraturan pemerintah yang melarang truk-truk beroperasi pada H-4 hingga H+4 lebaran. Namun aturan itu sekarang sudah direvisi sehingga AMDK dimasukkan sebagai kelompok barang yang bebas diditribusikan melalui jalur mudik pada saat lebaran. “Kita sudah minta Bu Mari (Menteri Perdagangan, Mari Elka

Pengestu) agar mengecualikan AMDK,” tegasnya. Pada lebaran tahun ini, AMDK didefinisikan sejajar dengan bahan kebutuhan pokok dan bahan bakar. Sayangnya, Thomas menilai ada beberapa pemerintah daerah (Pemda) yang tidak konsisten dengan aturan yang dibuat pemerintah pusat. “Ada beberapa Pemda yang tetap melarang. Bukan hanya itu, lurah saja buat aturan melarang truk lewat,” ketusnya. Oleh karena itu, phaknya berharap tahun depan seluruh elemen pemerintah harus tunduk dengan aturan pemerintah pusat. Apalagi, aturan pelarangan itu sebenaranya ditujukan untuk jalur mudik Pantura (Pantai Utara). “Mulai Kamis kemarin sebenarnya sudah banyak sopir yang masuk sehingga distribusi mulai berjalan seperti biasa,” tegasnya. Namun dia mengakui, beberapa produsen AMDK memang mengurangi produksinya minggu lalu, terutama untuk kemasan galon karena banyak perkantoran yang belum buka. Namun ternyata permin-

taan dari masyarakat terhadap kemasan galon ternyata meningkat. “Kemungkinan karena hawa panas saat ini. Tapi untuk yang botol dan gelas masih mencukupi,” tandasnya. Ketua Gabungan Pengusaha Makanan Minuman (Gapmmi) ini mengatakan, mulai hari ini (senin) produksi dan distribusi air minum dalam kemasan akan kembali normal sepenuhnya. Kantor-kantor yang selama ini mengkonsumsi air minum kemasan galonan sudah buka. “Otomatis produsen juga akan kemabli memproduksi secara normal, ditunjang dengan distribusi yang maksimal maka tidak akan ada lagi kelangkaan,” tukasnya. Mengenai harga air minum dalam kemasan yang melonjak tinggi, Thomas menilai hal itu tidak mungkin dilakukan oleh produsen. Harga tinggi itu, menurutnya, dilakukan oleh para distributor yang melihat adanya peluang meraih kentungan lebih karena permintaan tinggi. “Tapi itupun sebenranya lebih banyak terjadi pada air minum galonan yang diiisi oleh pihak luar, bukan produsen,” jelasnya. (wir)

Transaksi Bank Melebihi Perkiraan JAKARTA-Langkah antisipasi Bank Mandiri menghadapi penarikan penarikan uang tunai maupun transaksi Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Mandiri selama libur Lebaran 2009 membuahkan hasil. Bank BUMN tersebut mencatat adanya kenaikan signifikan terutama di kota-kota besar. Direktur Technology and Operations Bank Mandiri Sasmita mengatakan transaksi Transaksi melalui ATM Mandiri pada musim libur lebaran 2009 mencapai Rp29,9 triliun. Meningkat 32,2 persen dibanding transaksi pada musim libur lebaran 2008 yang tercatat Rp22,6 triliun. Setiap harinya, lanjut dia,

transaksi yang terjadi lebih dari 1,4 juta transaksi dengan nilai transaksi harian mencapai lebih dari Rp 2 triliun. “Puncak transaksi terjadi pada Kamis, 17 September 2009 yang tercatat 1,5 juta transaksi senilai Rp 2,7 triliun,” kata Sasmita kemarin (27/9). Transaksi tertinggi terjadi di 5 kota yaitu Jakarta, Bekasi, Bandung, Tangerang dan Surabaya. Khusus untuk Jakarta, jumlah transaksi mencapai 4 juta transaksi dengan nominal lebih dari Rp6,5 triliun sepanjang musim libur lebaran. “Operasional layanan ATM tetap terjaga karena didukung tim ATM yang selalu siaga selama liburan. Tim itu terdiri dari tim ATM di masing-masing cabang yang menangani operasional ATM Bank Mandiri di seluruh Indonesia. Semen-tara tim dari kantor pusat Bank

Mandiri terus memonitor kinerja ATM. Bank Mandiri juga menerapkan Software Cash Management yang bisa memantau pola transaksi untuk hari biasa dan hari libur,” papar dia. Sementara itu, bank pelat merah itu juga mencatat adanya kenaikan signifikan terhadap transaksi penarikan uang tunai dari posisi Rp 9,5 triliun di libur Lebaran 2008 menjadi Rp14 triliun pada tahun ini. Bahkan jumlah tersebut lebih tinggi sekitar Rp 1 triliun dari proyeksi semula sebesar Rp13,2 triliun. Demikian pula dengan ransaksi internet Banking. Menurut Sasmita transaksinya mencapai lebih dari 333 ribu dengan nilai Rp 911,5 miliar. Yang lebih tinggi dibandingkan dengan posisi tahun lalu sebesar Rp386,9 miliar dengan jumlah transaksi sebanyak 139 ribu.(aan/jpnn)

Suplayer Tak Lagi Pentingkan Margin SURABAYA-Harga jual netbook (laptop dengan ukuran lebih kecil) semakin menuju ke arah dasar. Ini terjadi karena permintaan pasar yang sebagian besar tertuju pada produk ini. Di tambah lagi, hampir semua merek mengeluarkan varian ini. Akibatnya, suplaier tak lagi mementingkan keuntungan. Mereka hanya memenuhi kebutuhan pasar saja. Sekretaris Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) Jatim James Ticualu membenarkan hal tersebut. Dia mengungkapkan bahwa netbook masih menjadi produk andalan dalam penjualan komputer. “Tapi, karena itu harganya jadi terus ke bottom. Kondisi mulai terjadi empat bulan terakhir,” katanya saat dihubungi kemarin (27/9). Keuntungan yang didapat oleh suplaier boleh jadi terpangkas karena harga jualnya terus menurun. Tapi yang terpenting merek mereka bisa eksis dipasaran. Awal tahun lalu, netbook sudah bisa didapatkan dengan harga sekitar Rp 5 jutaan.” Tapi sekarang dengan Rp 2 juta, konsumen sudah bisa dapat netbook,” lanjutnya. Terutama untuk merek lokal. Lagi-lagi karena alasan murah, netbook jadi sasaran pembeli. Pihaknya tidak memungkiri kalau tipe konsumen Indonesia lebih menyukai harga yang murah. Namun yang perlu ditekankan adalah bahwa konsumen belum mampu memilih

produk yang sesuai dengan kebutuhannya. Di jelaskan olehnya, bidikan utama pemakai netbook sebenarnya adalah konsumen yang sudah pernah menggunakan notebook. Netbook diciptakan untuk memenuhi kebutuhan mereka yang ingin perangkat lebih kecil sehingga mudah dibawa. “Tapi yang terjadi malah sebaliknya, pengguna terbanyak justru new entry,” ucapnya Netbook sendiri, lanjut dia, hampir 80 persen isinya sama. Nah, fungsinya ini yang belum mereka pahami. Banyak konsumen yang telah membeli netbook akhirnya membeli PC (personal computer) karena ternyata performanya tidak sesuai dengan yang mereka bayangkan. Bicara mengenai PC, pihaknya memprediksi kalau PC dengan processor Intel Atom penjualannya akan meningkat. Harga jual produk tersebut juga relatif murah mulai Rp 2 jutaan. “Sama-sama murah, tapi fungsinya lebih luas. Netbook kan terbatas,” tambahnya. Produk ini sebenarnya sudah ada dipasaran sejak tahun lalu. Tapi pembelinya kebanyakan korporasi. Mengenai penjualan, James mengatakan di Surabaya sedang mengalami penurunan hampir 30 persen. Seperti tahuntahun sebelumnya, setiap momen Lebaran hal ini selalu terjadi. “Pemenuhan kebutuhan masa Lebaran kan lebih terkonsentrasi ke bahan pokok dan pakaian. Penjualan normal lagi mungkin mulai bulan depan,” tuturnya. (jan/jpnn)

Mobil Dua Pintu Jadi Trend SURABAYA-Makin banyaknya, Mercedes-Benz meluncurkan mobil coupe atau dua pintu membuat peminat jenis mobil ini bertambah. Khususnya,di Surabaya. Mobil dua pintu produksi pabrikan Jerman itu mulai menjadi trend pada tahun ini. Menurut General Manager PT Hartono Raya Motor Surabaya-Bali Hartoyo Yuwono, pihaknya yang merupakan authorized Mercedes-Benz Dealer kebanjiran order mobil dua pintu ini. “Jumlahnya mencapai sekitar 40 unit yang sudah di inden hingga akhir tahun ini,” ungkapnya. Hartoyo menyebut munculnya mobil jenis dua pintu yang lebih lapang ruangan interior meningkatkan minat pembeli. Sebelumnya, coupe identik dengan dua tempat duduk juga. Sekarang, Mercedes telah melansir varian dua pintu dengan empat tempat duduk. “Jenis ini adalah CL 500 dan E-350. Selain sporty, juga terlihat elegan,” cetusnya. Selain dua varian itu, mobil dua pintu Mercedes antara lain, SLK 200 da SL 350. Untuk harga, Hartoyo menyebut termurah adalah SLK 200 yang mencapai berkisar Rp 839 juta on the road. Dan, termahal adalah CL 500 dengan nilai mencapai Rp 2,6 miliar. Padahal, tutur Hartoyo, Hartono Raya Motor tidak pernah menargetkan secara khusus untuk penjualan mobil coupe ini. Pihaknya pun tidak memiliki display untuk jenis mobil ini. “Para konsumen melihat sendiri dari internet. Melihat bentuk dan peformanya, mereka tampaknya tertarik,” katanya. Bahkan, tambahnya, para pelanggan memilih sendiri

warna jenis mobil yang diinginkan. Misalkan, CL 500 coupe warna Carneol Red yang baru datang akhir pekan lalu baru tiba di show room Hartono Raya Motor adalah warna khusus. “Untuk inden mobil ini bisa mencapai 2 bulan karena warnanya sangat spesial,” paparnya. CL coupe ini jadi benchmark dikelasnya. Active Body Control, fitur standar CL-Class, mengurangi limbung dan miring saat belok atau mengerem dengan secara otomatis menyesuaikan body damping dengan semua kondisi pengendaraan. Intelligent Light System, sistem lampu yang cerdas, juga fitur standar, menggunakan headlamp bi-xenon yang lima fungsi pencahayaan untuk memastikan penerangan optimal di berbagai cuaca. Pre-safe brake dan Brake Assist Plus memperingatkan pengemudi bila benturan sangat mungkin terjadi. Peringatan dilakukan lewat suara dan visual. Bila pengemudi gagal berreaksi semestinya, mobil secara otomatis mengurangi kecepatan hingga 40 persen. Bila benturan tak terhindarkan juga, sistem ini memastikan pengemudi berada pada posisi paling pas sehingga seatbelt dan airbag bisa bekerja maksimal. CL 500 mendapat mesin V8 dengan teknologi empat katup per silinder, variably adjustable shifting camshaft, two-stake intake modul yang bisa memproduksi daya hingga 285kW/388hp dan torsi maksimum 530Nm sejak 2800rpm yang cukup untuk melentingkan CL 500 dari diam ke 100km/jam dalam 5.4 detik. (dio/jpnn)


CMYK

Luwuk Post SENIN 28 SEPTEMBER 2009 HALAMAN 12

Kiki Amalia Betah Ngejomblo BEBERAPA kali kandas dalam urusan percintaan membuat Kiki Amalia trauma. Soal pasangan, Kiki mengaku bakal lebih selektif memilih. “Saya ingin lebih selektif memilih calon pendamping hidup. Biar Sahabat-sahabat saya semuanya sudah menikah, dan saya belum. Saya yakin Allah punya rencana. Saya jalani apa adanya dan tidak harus cepat-cepat memikirkannya,” katanya saat ditemui di bilangan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Cewek yang pernah berpose vulgar di majalah FHM ini merasa yakin, jodohnya suatu saat akan datang. Tapi Kiki menolak menjomblo karena sudah nggak laku. Cewek yang mengawali kariernya dari dunia model ini mengklaim, ada beberapa pria yang saat ini getol mendekatinya. “Saya (memang) masih sendiri tapi tidak mau dibilang tidak laku-laku. Kalau yang dekat sama aku ada, tapi biarlah waktu yang menjawab,” tutup Kiki yang menolak mengungkapkan identitas sang pria tersebut.FJR

CAPICORN (22 DESEMBER - 19 JANUARI)

AQUARIUS (20 JANUARI - 18 FEBRUARI)

Jangan bergantung pada org lain kecuali pada diri sendiri. Berhati-hati untuk tidak menyinggung perasaan org yg dekat dengan anda. Tolak semua hal yg bisa menjatuhkan anda.

Dengarkan pendapat sahabat dan anda akan mampu mengatasi nega tifitas menjadi kekuatan positif. Segalanya tidak seburuk yg anda kira . Sudah jelas, anda mampu me nemukan kebahagiaan.

LIBRA (23 SEPTEMBER - 22 OKTOBER)

SCORPIO (23 OKTOBER - 21 NOVEMBER)

SAGITARIUS (22 NOVEMBER - 21 DESEMBER)

Anda melihat segala sesuatu dgn jelas dan jika ide anda sudah dituang kan, anda akan mampu bermain can tik dan menang. Bersiap mengejar masa depan, my hard rocking’ ami gos!

Anda akan mengejutkan semua re kan kerja. Imaginasi liar dan kemau an kuat untuk menjalankan pekerja an akan membawamu kedepan. Ja ngan menoleh pada masa lalu yg mu ram, just follow your silver lining.

Bangga pada kenyataan anda adalah seorang pekerja dan anda berhasil melebihi yang anda duga. Anda menarik cinta yg ada, pertemanan dan hubungan kerja lewat ‘aksi’ anda hari ini.

CANCER (21 JUNI - 22 JULI)

LEO (23 JULI - 22 AGUSTUS)

VIRGO (23 AGUSTUS - 22 SEPTEMBER)

Sigaplah pada seseorang yg me ngendap di belakang, yang siap menerkam dan menjatuhkanmu. Yakin pada ingatan dan kesiapan anda, dan lewati setiap perten tangan.

Langit batasan anda, dan bintanglah yang anda inginkan. Kepribadian yg terbuka dan kemampuan memimpin akan menghasilkan anda memper oleh hal yg anda inginkan.

Tidak setiap orang setuju dgn anda. bekerja secara cerdas dan pecahkan semua pekerjaan yg ada. Jangan menginggalkan sisa pekerjaan sama sekali.

ARIES (21MARET - 19 APRIL)

TAURUS (20 APRIL - 20 MEI)

GEMINI (21 MEI - 20 JUNI)

Lihat sekeliling dan saksikan bahwa saat ini anda seorang diri. Selama anda mampu mempertahankan diri maka segalanya akan baik-baik saja. Melangkah ke sisi lain dan hadapi pertentangan dengan bijak.

Anda memiliki penglihatan yg baik hari ini. pergunakan untuk kebaikan org disekitar dan merubah penam pilan anda. Jangan hanya memikir kannya, lakukan segera, amigos!

Banyak hal terjadi disekitarmu, ja ngan pernah kehilangan kesadaran bahwa semua org mendukung anda. Ambil inisiatif dan bersiap membuk tikan andalah yg terbaik!!

PISCES (19 FEBRUARI - 20 MARET) Anda akan bergerak sedemikian hebat hari ini, yakin untuk meraih cita-cita. Kekuatan kreatif terlihat jelas oleh orang lain dan menarik minat mereka membantu perjua ngan anda.

CMYK

JIKA banyak suami yang kerepoten membantu istri hamil, tidak demikian dengan Noe, pentolan grup band Letto. Neo merasa tidak pernah dibikin ribet, karena istrinya tidak mengalami hal-hal yang aneh saat hamil.“Nggak ada persiapan apa-apa. Nggak ada ngidam, nggak ada muntahmuntah. Istri ku ini orangnya cuek,” kata Noe, saat ditemui di Taman Barito, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.Pemilik nama asli Sabrang Mowo Damar Panuluh ini, mengatakan justru saat istrinya hamil, ia menjadi manja. Noe mengaku, selalu ingin selalu ditemani istri tercintanya. “Karena kalau makan nggak ditemenin istri itu ada yang kurang,” ucap Noe. Vokalis grup band Letto ini, menjelaskan, kehamilan istrinya sudah berjalan 4 bulan ini. Ia pun mengaku jadi lebih perhatian terhadap itu. “Kalau dia lagi tidur pulas, rasanya sayang banget kalau mau bangunin,” tutur putra dari Emha Ainun Najib ini.Setelah merasakan kenikmatan menikah, Noe tidak segan-segan bersikap mesra dengan istrinya. Cowok yang gemar mengoleksi lagu-lagu milik kelompok music rock, Queen, ini menyarankan rekan-rekannya segera menikah. “Makanya cepat-cepat kawin, udah mau kiamat nih,” ucapnya sembari melepas tawa.FJR

KRISDAYANTI menepati janjinya melayangkan gugatan cerai kepada Anang Hermansyah sepekan setelah lebaran. Lewat kuasa hukumnya, Elsie Lontoh, Senin (28/9) Krisdayanti akan mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama (PA) Jakarta Selatan. Ini sesuai dengan janji KD yang sebelumnya berniat melayangkan gugatan cerai seminggu setelah lebaran. “Ya besok (hari ini-red) rencananya kita akan me ngajukan gugatan ke Pengadilan Agama Jaksel. Berkasnya kita sudah siapkan,” kata Elsie Lontoh sebagaimana diutarakan asistennya, Supri. “Saya tidak bisa memastikan KD datang atau tidak, tapi kalau hanya sekadar mengajukan gugatan, biasanya tidak datang, hanya kuasa hukum saja yang datang,” kata Supri. KD sendiri dikabarkan sangat menunggu gugatan cerainya. Ditemui di rumahnya di Radio Dalam, Jakarta Selatan, Sabtu (26/9) kemarin, KD tampak terlihat ceria meski rumahtangganya beran-takan. Tapi KD ogah menjawab ditanya soal perceraiannya dengan Anang. “Saya takut salah ngomong, nanti saja yah,” kata ibu dari Titania Aurelie Nurhermansyah dan Azriel Akbar Hermansyah ini. Persidangan perceraian KD dan Anang dipastikan bakal lancar. Selain sama-sama menggunakan jasa pengacara Elsie Lontoh, Anang dan KD memang sudah mantap bercerai. “Kami, saya Krisdayanti dengan Anang Hermansyah untuk memutuskan mengakhiri ikatan suami istri dengan saling terbuka,” ucap Krisdayanti beberapa waktu lalu. Untuk hak asuh anak, meski belum diputuskan melalui Pengadilan Krisdayanti sepakat hak asuh anak berada di tangan Anang. “Kami sepakat menunjuk hak asuh kepada Anang Hermansyah yang adalah anak dari kedua anak saya Titania Aurelie Nurhermansyah dan Azriel Akbar Hermansyah. Bahwa Saya yakin dimanapun Anang sebagai ayah akan memberikan tanggungjawabnya secara layak, mendampingi anak-anak saya sampai mereka besar dan mampu untuk mandiri,” tutup adik dari Yuni Shara ini. FJR


BANGGAI KEPULAUAN PARLEMEN

Hari ini, DPRD Bahas Rencana Kerja

Luwuk Post SENIN 28 SEPTEMBER 2009

http://luwukpost.info

Kamis Kemarin Belum Masuk Kantor

Arus Balik Didominisasi Pelajar

Mansalean-Lipulalongo Segera Diperbaiki BANGGAI-Kerinduan masyarakat Kecamatan Labobo, khususnya yang mendiami Desa Mansalean, Lalong dan Lipulalongo, terhadap adanya jalan poros yang repensentatif dan menghubungkan tiga desa tersebut, tidak lama akan segera kesamapaian. Sebab, dari informasi resmi yang diperoleh dari dinas Bina Marga dan Pengairan (Disbimair) Kabupaten Bangkep, Bupati Bangkep, Drs H Irianto Malingong MM, telah meminta agar Disbimair, bisa memprioritaskan perbaikan jalan dari desa Mansalean menuju Lalong dan Lalong menuju Lipulango dalam satu paket pekerjaan. “Pak Bupati sudah acc pembangunan jalan dari Mansalean menuju Lipulango dengan melewati Lalong,” ungkap seorang pejabat di instansi teknis tersebut, yang meminta namanya di save. Menurut sumber ini, atas permintaan bupati itu, pihaknya langsung menjadikan perbaikan jalan Mansalean-Lipulalongo tersebut, sebagai perioritas yang akan diusulkan dalam rencana program kerja yang akan di biayai dalam anggaran APBD di tahun 2010 mendatang. Kendati telah mendapat respon dari bupati tersebut, lanjut sumber ini, itu bukan langsung berarti, bahwa proyek perbaikan jalan tersebut, akan terealisasi dalam tahun 2010. Itu pasalnya, masih ada tahapan penting lainnya, yang juga akan menentukan apakah proyek perbaikkan jalan itu, akan terealisasi pada tahun depan atau tidak. Tahapan yang dimaksudkan diatas, yakni tahapan pembahasan usulannya, oleh lembaga DPRD Bangkep. Segala kemungkinan itu, bisa saja terjadi, mengingat lemabaga DPRD, adalah lembaga penentu apakah usulan tersebut, akan direalisasikan atau tidak. Informasi tentang adanya rencana perbaikan jalan ini, di sambut gembira oleh masyarakat, walaupun mereka juga sedikit pesimis akan hal tersebut. “Alhamdulillah kalau itu telah diusulkan, tetapi jujur kami juga sedikit pesimis kalau rencana itu dapat terwujud, karena sekarang kami tidak punyak Aleg di parlemen. Sedangkan waktu masih ada aleg dari Labobo, perbaikan jalan ini tidak terwujud apalagi sekarang tidak ada aleg dari Labobo,” tutur Kahar, seorang warga Labobo, kepada Luwuk Post, Sabtu (26/9) lalu. Kerusukan ruas jalan dari Mansalean menuju Lipulalongo, memang telah lama terjadi dan selama itu pula, kondisi jalan tersebut seperti tidak diperhatikan oleh pemerintah. Dengan alasan itulah, mungkin yang telah membuat sejumlah warga di ketiga desa tersebut, sangat berharap agar perbaikan jalan tersebut dapat benar-benar direalisasikan dalam tahun anggaran 2010 mendatang. (Wan)

E-Paper Pertama di Kawasan Timur Sulawesi

Bupati Didesak Tindak Tegas Pejabatnya

DEWAN –Senin (28/9) hari ini rencananya, Pansus DPRD Bangkep akan membahas tugas-tugas dewan selama tiga bulan ke depan. Hal tersebut seperti dikemukakan Ketua Komisi C DPRD Bangkep, Rahman Hi Makmur tadi malam. “Kami akan bahas semua rencana kegiatan itu,” papar Amang, panggilan akrab Rahman.Sejumlah anggota DPRD Bangkep lainnya, juga mengungkapkan hal serupa. Antara lain Delmar Siako, Richard Manuas, dan beberapa legislator lainnya.Kegiatan dewan tersebut, salah satu di antaranya adalah persiapan pembahasan anggaran tahun 2010 mendatang.Beberapa tokoh masyarakat Bangkep seperti Hardi Kaila berharap, ke depan DPRD lebih berkonsentrasi pada upaya-upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat. “Karena masih banyak rakyat yang membutuhkan perhatian dan sentuhan pemerintah,” ungkapnya. (tam)

BANGGAI-Sejumlah pintu masuk ke dalam kota Banggai, seperti pelabuhan rakyat, sejak Sabtu hingga Minggu kemarin, kembali terlihat padat. Itu seiring dengan arus balik mudik, oleh masyarakat yang sebelumnya menghabiskan waktu liburannya dengan berlebaran dengan keluarga mereka yang ada di kampung masing-masing. Padatnya arus balik ini, lebih didomiinasi oleh para pelajar dan mahasiswa. Pasalnya hari Minggu kemarin, adalah hari terakhir liburan bagi mereka. “Sebagian besar penumpang yang naik di kapal, adalah para pelajar dan mahasiswa yang baru saja beribur bersama keluarga mereka di kampong masing-masing, dan mereka telah kembali ke Banggai, untuk menlanjutkan aktifitas mereka,” papar Ato, seorang ABK kapal di Banggai. Tak jauh berbedah dengan pada arus mudik menjelang hari raya Idul Fitri lalu, dimana para pemilik kapal motor yang melayani trayek penyeberangan dari Banggai ke pulau-pulau sekitar, mengaku kewalahan dalam menghadapi membludaknya jumlah pemumpang ini. Mereka pun mensiasati hal tersebut, dengan menambah jumlah trayek mereka, dari yang biasanya hanya sekali dalam sehari, menjadi dua sampai tiga kali dalam sehari. “Kami harus pulang balik, biasa hanya satu kali sekarang sampai tiga kali pulang balik,” aku Ato lagi, sambil memperkirakan jumlah arus balik ini, tidak jauh berbedah dengan arus mudik beberapa waktu lalu. Pemandangan yang tidak berbedah, terlihat juga di pelabuhan Banggai, atau pelabuhan tempat berlabunya, kapal yang melayani trayek Banggai menuju Luwuk dan sebaliknya. Di pelabuhan tersebut, kapal-kapal dengan trayek Banggai menuju Luwuk dan sebaliknya terlihat sesak dengan penumpang, sejak Sabtu dan Minggu kemarin. Kendati demikian, kapal-kapal di pelabuhan tersebut, tidak mendapatkan kendala yang berarti dalam mengatasi lonjakan jumlah penumpang ini, sebab kapasitas muat kapal tersebut memadai untuk mengakut jumlah penumpang yang banyak. Lonjakan jumlah penum-pang hari Minggu kemarin itu, adalah puncak dari arus balik di Banggai. Sebab Senin hari ini, adalah batas akhir liburan bagi para pelajar dan mahasiswa serta para pegawai instansi swasta di Banggai. (Wan)

13

(foto dok Luwuk Post)

Senin (28/9) hari ini, Pansus DPRD Bangkep akan membahas tugas -tugas dewan tiga bulan kedepan. Nampak 2 Aleg masing -masing Zakaria Kamindang Kanan dan Sutomo Moidady kiri.

Proyek Jalan Banggai Belum 10 Persen Disbimair Warning Rekanan BANGGAI-Proyek peningkatan jalan dalam kota Banggai, sepanjang 6 kilometer dengan anggaran Rp 1,3 miliyar, hampir dipastikan tidak akan selesai di kerjakan oleh rekanan-nya, hingga batas akhir pengerjaannya. Perkiraan itu muncul, setelah melihat hasil pengerjaan-nya di lapangan saat ini, yang belum mencapai sepuluh persen dari total pengerjaannya. Padahal proyek tersebut, masa pengerjaannya akan berakhir pada petengahan bulan Oktober mendatang. Dari amatan Luwuk Post, Minggu (27/9) kemarin, terlihat dari keseluruhan proyek tersebut, baru jalan di dekat jembatan Lonas dan kompleks pertokoaan yang selesai dikerjakan oleh rekanan, pengerja proyek tersebut. Sebenarnya ada titik lain yang terlihat mulai dikerjakan, yaitu tepat di depan SLTP Negeri I Banggai. Namun, pengerjaan jalan di lokasi itu, baru sebatas penimbunan saja. Tidak sedikit kalangan di Banggai, yang menyoroti rekanan dalam pengerjaan proyek jalan ini, yang menurut mereka tidak prefesional. Salah satu yang menyuarakan nada berbau sorotan itu, yakni LSM Banggai, Coruptions Warcth

(BCW). Kepada Luwuk Post, belum lama ini, seorang aktivis BCW, yang menolak namanya dikorankan, mengatakan, proyek pengerjaan jalan dalam kota Banggai ini, dikerjakan oleh rekanan yang tidak siap. Dikatakan sumber ini, tidak siap, karena alat berat yang mestinya diadakan oleh reka-nan untuk menggerjakan proyek tersebut, tidak diadakan oleh rekanan yang bersangkutan. Padahal alat berat tersebut, sangat mempengaruhi cepat dan lambatnya, penyelesai pengerjaan jalan dalam kota itu. Sejumlah alat berat yang disepakati dalam kontrak kerja antara rekanan dan instansi Dinas Bina Marga dan Pengairan (Disbimair) Kabupaten Bangkep, selaku SKPD penyelenggara proyek tersebut, tertuang pointer yang membebankan pihak rekanan harus mengadakan alat-alat berat yang dibutuhkan untuk pengerjaan proyek jalan tersebut. Namun dalam pelaksanaan sejumlah alat berat itu, termyata tidak diadakan oleh rekanan, termasuk juga mobil dam truk, untuk mengakut material. Selama ini, pihak rekanan hanya menggunakan mobil bak terbuka yang berukuran kecil. Ditemui di kediamannya, belum lama ini, PPTK pembangunan jalan, Disbimair Bangkep, Ir Rusly Moidady, kepada Luwuk Post, mengakui, pihak-

nya terus melakukan pemantauan terhadap pengerjaan proyek itu di lapangan. Rusly menegaskan, apabila rekanan pengerja proyek itu, tidak menyelesaikan pengerjaannya sampai pada batas waktu perjanjian kerja, pihaknya akan mengambil langkah tegas. Langkah tegas itu, kata Rusly, bisa saja berupa, memutuskan kontrak kerja dengan pihak rekanan atau menjatuhkan denda apabila yang bersangkutan tetap ingin melajutkan pengerjaannya hingga selesai, tentunya semua itu sesuai dengan aturan mekanisme yang mengatur tentang hal itu. “Kami boleh memutuskan kontrak kerja atau memberikan denda, sesaui dengan aturan yang ada,” cetus Rusly. Rusly menambahkan pula, bahwa masalah pembangunan ini, telah beberapa kali di bahas dalam rapat internal instansinya. Dijelaskan Rusly, jika nanti pihak-nya mengambil sikap tegas dengan memutuskan kontrak kerja, kepada rekanan yang bersangkutan, selanjutnya Disbimair, akan mengundang perusahaan pemenang tender selanjutnya, untuk bisa melanjutkan pengerjaannya, dan apabila perusahaan tersebut, tidak bersedia maka, perngerjaan tersebut, akan diambil alih pihak mereka, untuk dilakukan langkalangka konkret penyelesaiannya. (Wan)

SALAKAN - Ketua DPC PPI Bangkep Sabarudin Salutan mendesak agar Bupati Drs Irianto Malingong MM menindak tegas pejabatnya yang tidak masuk kantor usai libur panjang Idul Fitri. Menurut Sabarudin, jumlah pejabat yang tidak masuk kantor nyaris mencapai setengah dari jumlah seluruh pejabat di Bangkep. “Kalau dihitung-hitung nyaris separuh yang tidak hadir,” ungkap Sabarudin kepada Luwuk Post kemarin.Ketidakhadiran para pejabat, otomatis mempengaruhi pelayanan publik. Sebab pegawai yang hadir di kantor, hanyalah bawahan yang tidak berani mengambil kebijakan manakala pimpinan entah berada dimana. “Kejadian seperti ini bukan hanya kali ini, tetapi berulangulang sehingga seolah-olah menjadi kebiasaan. Tolong bupati menindak mereka yang tidak mematuhi disiplin dan menyepelekan pelayanan publik,” tandas Sabarudin. Menurutnya, jika bupati tidak melakukan tindakan tegas, perila-

ku malas ke kantor usai libur panjang akan segera diikuti para bawahan. Manakala hal itu terjadi, masyarakat yang membutuhkan pelayanan, pasti dirugikan.“Lihat saja, kalau tidak segera dilakukan penindakan yang tegas dari bupati, perilaku seperti itu akan menjadi kebiasaan yang sulit diberantas,” kata Sabarudin lagi.Sabarudin pun mendesak agar legislatif yang baru dilantik segera menggelar hearing tentang para pejabat eksekutif yang tidak mematuhi ketentuan libur bersama untuk memperingati Idul Fitri kemarin. “Saya yakin anggota legislatif yang baru, lebih kritis. Karena itu saya minta DPRD mengundang eksekutif terkait ketidakhadiran pejabat pada hari Kamis kemarin,” pungkas Sabarudin.Libur bersama untuk merayakan Idul Fitri berakhir hari Rabu. Dengan demikian mestinya hari Kamis seluruh pegawai negeri, termasuk pejabat, berangkat kembali ke kantor masing-masing. Sementara, berdasar informasi yang terkumpul, para pejabat eksekutif yang melanggar aturan libur bersama telah didata pihak Pemkab Banggai. Mereka yang dinilai melanggar disiplin, bakal diberi sanksi. (tam)

Zakaria Diminta Gendeng Ayub Sabrin : Kedua Repentasi Peling Banggai BANGGAI-Wacana Pilkada Bangkep, seakan terus menarik untuk diberitakan. Hampir setiap waktu, selalu saja ada perkembangan baru yang sayang kalau harus lewat dalam kolom pemberitaan. Fenomena yang palin menarik, sekaitan dengan masalah Pilkada Bangkep ini, yaitu, dengan semakin banyak-nya figur yang digadang maju dalam ring hajatan politik itu. Kalau sebelumnya, banyak kalangan terkesan takut untuk mengadang pasangan calon, kini semua mulai berani menjagokan pasangan Cabup dan Cawabup dalam pilkada 2011 mendatang dalam satu paket. Belakangan ini, ada satu paket pasangan calon mulai santer di wacanakan. Kedua figur itu, adalah Zakaria Kamindang (Cabup) yang berpasangan dengan Ayub Maso (Cawabup). Kepada Luwuk Post, Sabrin seorang tokoh pemuda di Kecamatan Peling Tengah, Kamis (17/ 9) kemarin, menuturkan bahwa figur Ayub Maso, sangat tepat jika diusung maju untuk men-

dampingi Zakaria Kamindang, dalam bursa calon cabup dan cawabup dalam Pilkada Bangkep, dua tahun mendatang. Menurut Sabrin, kedua Zakaria dan Ayub memiliki kemampuan yang dibutuhkan untuk membawa Bangkep jauh lebih baik dari sekarang. “Kemampuan mereka kalau disatukan semuannya yang di butuhkan rakyat pasti akan terealisasi,” pungkas petolan partai PBB Bangkep ini. Dari sisi penguatan politik kedua itu, kata Sabrin lagi, tidak perlu diragukan lagi. Sebab, Zakarian adalah repensentasi dari kekuatan politik dari wilayah pulau Banggai, Bangkurung, Bokan dan Labobo. Sementara Ayub Maso, adalah repensentasi dari pulau peling. “Zakaria repensentasi dukungan politik di pulau yang ada di dapil satu sedang Ayub adalah repensentasi dari masyarakat pulau Peling,” papar Sabrin. Penya-tuan dari dua figur ini, katanya lagi, juga akan lebih memudahkan mereka untuk memperoleh perahu untuk tumpangan politik mereka untuk menuju gelanggang pilkada Bangkep. Apalagi Zakaria adalah kader partai Hanura yang telah berbuat untuk membesar partai lewat agenda Pileg April lalu. (Wan)

Tomundo Hadiri Ritual Adat

Tradisi Selepas Lebaran di Lalong Laporan : Iwan Bua MASYARAKAT Banggai, benar-benar kaya dengan adat istiadat, peninggalan leluhur mereka. Tidak hanya satu, tetapi banyak yang telah menjadi tradisi dan merupakan bentuk kearifan lokal masyarakat Banggai. Hampir disetiap desa di wilayah adat Banggai, memiliki kebiasan atau tradisi adat sendiri. Hal itu berlaku pula dengan masyarakat adat Banggai, yang ada di Desa Lalong, Kecamatan Labobo, Bangkep. Masyarakat Desa Lalong, memiliki tradisi budaya yang bisa dikatakan cukup unik, dalam merayakan datangnya bulan Sawal atau hari raya idul fitri. Sehari atau dua hari selepas lebaran datang, warga desa Lalong secara bersama-sama, akanmenggelar upacara syukuran secara adat, di dua tempat keramat yang ada di desa tersebut. Pada perayaan acara syukuran secara

adat tahun ini, Luwuk Post, berkesempatan melihat secara dekat prosesinya. Bagi masyarakat setempat, perayaan syukuran berlabel adat yang dilaksanakan pada 3 Sawal 1430 atau tanggal 22 September 2009. Perayaan tradisi tahunan kali ini, terasa sangat istimewa bagi masyarakat Lalong. Pasalnya, kali ini perayaan syukuran tersebut, dihadiri oleh Tomundo Banggai ke 21, Ir H Iskandar Zaman MM beserta rombongan. Diantara rombongan Tomundo itu, terlihat hadir Basalo Katapean, Basalo Gonggong, Basalo Dodung, Kapitan Kota, Sekertaris Keraton Banggai. Prosesi perayaan itu di mulai dengan penyambutan rombongan Tomundo beserta rombongan oleh para pemangku adat di desa tersebut. Rombongan Tomundo beserta rombongan, selajutnya langsung menuju tempat keramat yang berada di dalam teluk kecil yang ada di desa tersebut, dengan berjalan kali. Setelah berjalan kaki kurang lebih dua

puluh menit rombongan Tomundo beserta para pemangku adat setempat tiba di lokasi keramat. Tempat yang di keramatkan di lokasi itu, berupa bangunan tua menye-rupai aula kecil yang berukuran sekitar 2x2 meter, dan tidak berdinding dengan empat tiang di setiap sisi serta sebuah tiang berbentuk lingkaran yang berada di tengah bangunan keramat. Tidak cukup banyak prosesi yang dilakukan dalam acara syukuran dengan cara adat ini. Mereka hanya duduk melingkar di dalam keramat sambil mengelilingi tiang yang berbentuk lingkaran, kemudian memanjatkan doa yang merupakan repleksi dari rasa syurukur karena telah kembali fitra setelah melewati bulan suci Ramadhan. Prosesi pemanjatan doa itu, dipimpin oleh seorang pemangku adat desa Lalong. Dalam prosesi berdoa itu, semua peserta upacara di wajibkan untuk menyentuh tiang yang berbentuk lingkaran yang berada di tengah bangunan keramat itu.

Bagi peserta upacara yang tidak dapat menjangkau tiang itu, mereka hanya cukup dengan menyentuh bagian tubuh peserta lainnya yang menyentuh tiang tersebut atau peserta upacara lainnya, yang telah menyentuh tubuh peserta lainnya yang menyetuh tiang tersebut. Selepas tahapan prosesi berdoa bersama, para peserta upacara kemudian akan mencicipi makanan yang sebelumnya telah dibawa oleh warga peserta upacara tersebut. Usai menggelar ritual di tempat itu, yang ditutup dengan membaca doa kembali, para peserta upacara langsung bergegas dengan menuju sebuah keramat lainnya yang ada di desa tersebut. Di keramat yang bentuk fisiknya tidak berbedah dengan keramat yang pertama, ritual pembacaan doa syukur kembali di gelar dengan tata cara yang sama. Perayaan upacara adat itu disudahi dengan pembacaan doa oleh sekertaris keraton Banggai, Syarif Uda’a di keramat kedua tersebut. ###


14

SENIN 28 SEPTEMBER 2009


SAMBUNGAN Sambungan dari Hal 1 konsisten dalam pemidanaan Bibit dan Chandra.’’Harus dihentikan penyidikan ini. Sebab, tidak ada bukti permulaan yang cukup untuk menyatakan status sebagai ter sangka,’’ kata Luhut Pangaribuan, salah seorang kuasa hukum Bibit dan Chandra, saat jumpa pers di Puri Imperium, Kuningan, Jakarta, kemarin (27/9).Luhut menyatakan, tuduhan Polri bahwa Chandra dan Bibit memeras dan menerima suap paling tidak harus disertai dua saksi yang melihat secara langsung plus alat bukti. Misalnya, berupa tanda terima hitam di atas putih. ’’Pada kasus ini, tidak ada alat bukti yang sah. Karena itu, harus dihentikan,’’ kata Luhut yang mendampingi Bibit dan Chandra bersama kuasa hukum lain, seperti Alexander Lay, Taufik Basari, dan Ahmad Rifai. Apalagi, ungkap Luhut, informasi yang diberikan saksi tidak akurat dan berubah-ubah. Soal tanggal penerimaan uang suap, misalnya, Chandra disebut menerima pada 27 Februari 2009, lalu 15 April 2009. Ada juga yang menyebut sekitar Maret. ’’Mana yang benar, saya tidak tahu,’’ ujarnya.Karena itu, kata Luhut, SP3 harus dikeluarkan Polri. ’’Apalagi, Kapolri mengatakan bahwa Polri tak berniat mendele gitimasi atau menggembosi KPK. Kalau itu betul, kami minta penghen tian kasus ini,’’ tegasnya.Tim kuasa hukum menilai penyidikan oleh Ba reskrim Mabes Polri itu telah me nyalahi kode etik profesi kepolisian. Pasalnya, Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji dinilai dipengaruhi kepentingan pribadi dalam mengu sut kasus tersebut.Sebelumnya, Susno Duadji diduga terkait dengan pengusutan kasus Bank Century. Kabarnya, KPK menyadap Susno dalam kasus itu. Berbagai kala ngan, termasuk purnawirawan po lisi, mendesak agar Susno Duadji dinonaktifkan untuk memperjelas kasus tersebut.Tim kuasa hukum sudah melaporkan soal itu ke Ko misi Kepolisian Nasional (Kom polnas). ’’Kami mengadukan telah

SELEB Sambungan dari Hal 1 “Bagi aku sih, daripada mukaku

CATATAN Sambungan dari Hal 1 Tan Shot Yen: Saya Pilih Sehat dan Sembuh. Dokter yang mendalami penyembuhan holistik ini menjelaskan begini. Makan, sama halnya dengan dorongan primer manusia lainnya seperti minum dan seks. Bila dorongan ini mendapat pemenuhan, akan timbul rasa puas pada seseorang karena efek pelepasan zat yang dikeluarkan otak: dopamin. Bila kita makan jenis makanan tertentu, otak bagian depan yang berisi reseptor penerima rasa puas (nucleus accumbens), akan terus menerus menghasilkan dopamin dan zat opioida lainnya. Opioida, yang mempunyai efek dan cara kerja mirip opium atau candu akan menyebabkan kita ketagihan terus. Inilah yang menyebabkan kita seperti kecanduan terhadap nasi. Pada orang yang sangat tergantung dengan makanan tertentu (biasanya gula, tepung,beras, dan pati) akan timbul seakan-akan perintah yang mengharuskan dirinya untuk mengkonsumsi segala sesuatu yang manis (tepung). Atau mereka merasa seolah-olah “belum makan” atau “kecewa” bila asupan gula dan tepungnya tidak dipenuhi. Yang perlu diwaspadai, ketergantungan ini bukan hanya sekedar masalah emosional, tetapi dalam jangka waktu lama akan merangsang saraf untuk menghasilkan protein yang disebut del ta-Fos-B. Protein ini kelak akan menumpuk pada sel-sel saraf dan akan menjadi saklar genetik yang

WARGA Sambungan dari Hal 1 Macam-macam yang diadukan, mulai kesulitan bayar bill rumah sakit, buruknya jalan di kampung, orang yang mau naik haji tapi tak punya uang, hingga ke layanan pub lik. Saat Jawa Pos melihat secara langsung public complaint tersebut pada Rabu (23/9), Duterte tengah mendengarkan pengaduan se-orang wanita yang suaminya melakukan kekerasan dalam rumah tang ga kepada dirinya. Mendengar itu, Duterte langsung memanggil Attorney Melchor Y. Quintain, city legal office-nya, dan meminta dia mengambil langkah-langkah hukum untuk menjaga sang istri dari keke rasan suami. Selain itu, Duterte meminta Quintain segera memanggil sang suami untuk membahas ma salahnya. Kepada si perempuan, Duterte juga meminta untuk segera menyelesaikan masalah internalnya.Hal itu menarik karena jarang-jarang ada pejabat publik yang levelnya lebih tinggi daripada gubernur mau berhubungan langsung dengan warga yang sedang dirundung masalah. Sistem peme rintahan dalam negeri Filipina memang unik. City mayor adalah pejabat yang langsung bertanggung jawab kepada presiden, sedangkan gubernur bertanggung jawab kepada Mendagri. Gubernur hanya mengepalai kota-kota kabupaten. Bukan kota madya. Di Mindanao, ada empat daerah yang dikepalai city mayor. Yaitu, Davao, General Santos, Kagayan, dan Zamboa nga.2Sungguh menyenangkan rasa-nya melihat pejabat setingkat di atas mau mendengarkan lang sung dan menyelesaikan keluhan ma syarakat. Berbeda dengan di Indonesia, yang kebanyakan pejabatnya hanya menyediakan

SENIN 28 SEPTEMBER 2009

http://luwukpost.info

terjadi tindak pidana pelanggaran yang dilakukan Kabareskrim terkait pasal 6 tentang penyidikan untuk kepentingan pribadi. Hal itu telah mengubah pemidanaan materiil dan pemaksaan dilakukannya penyi dikan oleh polisi,’’ kata Ahmad Rifai. Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri (BHD) menyatakan bahwa Bibit dan Chandra terlibat pemerasan terhadap Anggoro Widjojo dan pene rimaan suap. Mereka disebut-sebut menerima suap dalam rangka pe nyelesaian kasus korupsi Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) yang melibatkan PT Masaro Radio kom (perusahaan Anggoro) dan Dephut.’’Dasar penyidikan bukan semata testimoni. Tapi, laporan res mi yang diterima kepolisian dari Ke tua KPK nonaktif Antasari Azhar,’’ kata BHD di Mabes Polri, Jakarta, Jumat lalu (25/9).Tetapi, kuasa hu kum Antasari Azhar, Ari Yusuf Amir, justru menampik pernyataan BHD. Menurut dia, laporan dan testimoni Antasari tidak murni dilakukan atas kemauan tersangka dalam kasus pembunuhan Dirut PT Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen itu.’’Isi laporan sudah dibuat oleh tim penyidik. Pak Antasari disuruh menandatangani. Katanya, ini untuk kelengkapan administrasi. Isinya (laporan penyidik), awalnya penya lahgunaan wewenang. Tapi, kemu dian dibuat lagi suap dari PT Masaro itu,’’ kata Ari saat dihubungi Jawa Pos tadi malam.Antasari, tutur Ari, tidak ikut menyusun laporan yang oleh BHD disebut bernomor LP/208/K7/2009/ SPK unit 3 ber tanggal 6 Juli 2009 itu. ’’Pak Antasari sendiri tidak tahu isinya. Dia hanya disuruh tanda tangan. Bukan kali itu saja polisi menyuruh Pak An tasari menandatangani surat yang mengatasnamakan dia. Alasannya, administrasi,’’ ungkapnya.Selain itu, lanjut Ari, Antasari pernah dipaksa agar menandatangani surat penang kapan. Padahal, dia dulu menyerah kan diri, bukan ditangkap. Begitu juga soal pemindahan tahanannya dari Polda Metro Jaya ke kejaksaan. ’’Disuruh tanda tangan pindah taha nan ke kejaksaan. Padahal, sampai sekarang masih ditahan di polda,’’

katanya.Bibit dan Chandra juga bu ka suara kemarin. Mereka menuding polisi sengaja mencari kesalahan dalam upaya pemidanaan mereka. Sebab, pasal yang dituduhkan berubah-ubah.’’Apa yang dipersangkakan kepada saya sejak awal berubah-ubah. Awalnya, penyalahgunaan wewenang. Setelah banyak komentar masyarakat, ber ubah ke pemerasan atau penyu apan,’’ kata Bibit.Sehari sebelumnya, Kapolri menyebut seorang pim pinan KPK menerima uang suap di Bellagio Residence pada 12 hingga 18 Agustus 2008. Uang tersebut diserahkan Ari Muladi, orang su ruhan Anggoro Widjojo, sebesar Rp 1,5 miliar.Saat jumpa pers kemarin, Bibit kembali menampik tuduhan tersebut. Alasannya, pada tanggal itu, dia berada di Peru, Amerika Latin, untuk mengikuti pertemuan antikorupsi. Dia lantas menunjukkan surat jalan dari KPK, Kedutaan Besar Peru di Jakarta, paspor, tiket perjalanan, maupun dokumen kegia tan pensiunan jenderal polisi tersebut di Peru.Selain itu, Bibit mengatakan tidak pernah tahu Be llagio. ’’Saya ini, nama Bellagio Residence pun, nggak tahu. Demi Allah. Ini pensiunan polisi, bilang demi Allah. Tahu maksud dan konsekuensinya. Kalau ada yang mengaku ketemu saya, itu jin atau se tan,’’ paparnya. Hal senada diungkapkan oleh Chandra. Dia menyebut tuduhan kepada dirinya terus berubahubah. Dalam dokumen yang diperoleh, disebutkan pada 27 Februari 2009 dia menerima duit suap. Tetapi, penyebutan tanggal itu tidak konsisten. Ada yang menyebut 15 April, ada juga sekitar Maret. “Entah, mana yang benar, saya tidak tahu,” katanya.Chandra menuturkan, ala san dirinya bergabung dengan KPK bukan mencari penghasilan. Dia menyatakan aktif dalam pembentukan KPK sejak sepuluh tahun lalu. Hanya, dia tidak langsung ga bung karena persyaratan usia, yakni minimal 40 tahun. “Apa pun itu, saya nyatakan bahwa sangkaan tersebut tidak benar. Tujuan saya masuk KPK bukan mencari penghasilan, bukan mencari duit,”

tegasnya.Dia menyatakan tidak kenal dengan Ari Muladi. Dia hanya mendengar nama itu ketika kasus tersebut mencuat. “Demi Allah, saya tidak pernah. Seumur hidup tidak pernah ketemu Ari Muladi. Kenal tidak pernah, kontak tidak pernah, berkomunikasi tidak per nah,” ungkap dia. Begitu juga nama Edi Sumarsono.Bagaimana per nyataan Kapolri bahwa Chandra menerima Rp 1 miliar di Plaza Festival? “Seumur hidup, saya tak pernah pegang uang cash Rp 1 miliar. Saya tidak tahu siapa yang merekayasa atau mereka-reka acara tersebut,” tutur dia.Soal pencekalan dan pencabutan cekal terhadap Anggoro Widjojo dan Djoko S. Tjandra, Chandra memberikan penjelasan. Dia membenarkan bahwa pencekalan dan pencabutan cekal itu dilakukan oleh KPK. Na mun, itu murni dilaksanakan karena kasus, tidak disebabkan salah seorang pimpinan KPK belum mendapatkan duit suap. “Itu merupakan perdebatan hukum. Kami siap mem pertanggungjawabkannya,” ucap dia. USUL TIM PENYELIDIK INDE PENDEN Ruwetnya penyidikan kasus Chandra dan Bibit oleh Polri memunculkan desakan agar dibentuk tim independen. Hal tersebut dimak sudkan untuk memeriksa kemung kinan penyalahgunaan kekuasaan di tubuh Polri.“Kami meminta tim in dependen untuk menyelidiki ada penyalahgunaan wewenang atau tidak,” kata Sekjen Transparency Internasional Indonesia (TII) Teten Masduki di Kantor ICW, Jakarta, ke marin (27/9).Teten berbicara sebagai bagian Aliansi Masyarakat Menolak Perppu KPK. Selain Teten, hadir Asmara Nababan (aktivis HAM), Neta S. Pane (Indonesian Police Watch), Danang Widoyoko (koordinator ICW), Bambang Widodo Umar (purnawirawan Pol ri), serta Zumrotin dan M.M. Billah (mantan komisioner Komnas HAM).Menurut Teten, yang dila kukan oleh Polri merupakan bentuk kriminalisasi atas pimpinan KPK. Menurut dia, alat bukti yang dimiliki Polri masih lemah untuk mene-

penyok-penyok, mending nggak usah deh,” ujar pemeran Vivi dalam film komedi Get Married 2 tersebut. Gadis kelahiran Jakarta, 8 Februari 1986, itu mengatakan tidak pernah berniat melakukan permak

wajah atau bagian tubuh lainnya. “Aku bersyukur dengan apa yang aku miliki. Aku lebih suka yang alami,” ujarnya. Mantan pacar VJ Daniel tersebut menambahkan, kecantikan se or-

ang wanita tidak hanya diukur dari penampilan fisik. “Kecantikan dari dalam atau inner beauty lebih penting. Hanya kita yang menge tahui diri kita seperti apa,” pung kasnya.(eos/jpnn/oki)

membuat kerusakan otak. Kerusakan otak akan mempengaruhi sistem dopamin, sehingga meski perilaku ketagihan itu berhasil dikendalikan, perubahan yang bersifat permanen akan tetap terjadi. Dengan kata lain,ketergantungan terhadap jenis makanan tertentu akan memberikan perubahan kimia pada otak, sama seperti yang terjadi pada pengguna narkoba. Dalam hal ini, bahaya kelebihan nasi sama dengan yang ditim bulkan narkoba. SUMBER MALAPETAKA Perbedaannya, terhadap bahaya narkoba, orang tidak begitu perlu disadarkan lagi. Bahaya narkoba telah begitu dikenal luas. Mem perolehnya juga tidak mudah, selain jumlahnya sangat terbatas, juga ka rena harganya sangat mahal. Pengedarnya, bila tertangkap, akan menghadapi risiko hukum yang sa ngat berat. Kondisi ini sangat berbeda dibandingkan dengan nasi. Beras dan sumber karbohidrat lainnya begitu mudah diperoleh. Orang juga belum banyak yang tahu akibat kelebihan makan nasi. Akibatnya, karbohidrat telah begitu mendominasi porsi makan kita. Saat ini, jum lah konsumsi karbohidrat dalam diet orang Indonesia mencapai 60%. Ini amat berbeda dengan zaman dahulu kala yang hanya sekitar 3035%. Tak heran, orang zaman sekarang lebih mudah sakit dibanding zaman dulu. Diabetes, yang dulu kita kenal sebagai penyakit genetik, kini telah berubah menjadi penyakit yang bisa diperoleh oleh siapa saja, meski mereka tidak punya garis keturunan diabetik. Ini terjadi karena glukosa

(hasil akhir metabolisme karbohidrat) yang berlebihan akan memaksa produksi insulin secara berlebihan sehingga membuat pankreas (pabrik insulin dalam tubuh) rusak. Selain itu, masih banyak yang belum tahu, bila dalam tubuh, karbohidrat ini kelak akan dimetabolisme menjadi lemak. Dengan kesadaran akan bahaya kelebihan kolesterol dalam darah (hiperkolesterolemia), orang mulai mengurangi lemak dalam dietnya. Mereka mulai menghindari sumber makanan yang banyak mengandung lemak semisal daging. Tetapi, mereka tidak menyadari bahwa nasi yang dimakan secara berlebihan akan tetap diubah menjadi lemak dalam tubuh. Konsumsi lemak tak membuat manusia gemuk, justru karbohidrat yang akan membuat gangguan hormonal tubuh sehingga menyimpan lemak yang berasal dari karbohidrat. Menarik dikutip apa yang dikatakan Dr. Tan: “Ajaran lama yang mengatakan bahwa kolesterol total dalam darah merupakan risiko penyakit jantungkardiovaskuler sudah terlalu usang dan tidak akurat. Kenyataannya, konsumsi kolesterol selama 90 tahun terakhir tidak berubah, namun penyakit kardiovaskuler tetap meroket. Faktor yang sangat dekat dengan penyakit ini adalah konsumsi gula, lemak tak baik, tambahan racikan makanan, dan trans fat”. Tak salah, jika Prof. Irawan Yusuf, dalam kuliah penerimaan mahasiswa pasca sarjana Unhas

baru-baru ini menyebut makanan yang didominasi oleh karbohidrat ini sebagai sumber malapetaka. PELAJARAN DARI PUASA Karena itu, yang perlu dipikirkan ke depan adalah bagaimana me ngurangi nasi dan sumber karbohidrat lain dalam makanan kita. Di negara maju, diet rendah karbohidrat menjadi sangat populer. Me reka menyantap sedikit sekali sumber karbohidrat atau tidak sama sekali. Pertanyaan kemudian yang mesti dijawab: apakah orang Indonesia, yang telah menjadikan nasi sebagai porsi terbesar makanan mereka, bisa melakukannya? Tidak kah kita akan tersiksa bila tidak ma kan nasi? Jawabannya, bukan bisa atau tidak, tapi mau atau tidak. Diperlukan motivasi dan niat yang kuat untuk memulainya. Terkait dengan ini, beruntunglah kita yang berpuasa. Puasa melatih kita bukan saja untuk mengurangi makan nasi, bahkan membuat kita terbiasa bertahan tak menelan apa pun dalam waktu yang sangat panjang (sekitar 13 jam). Bila kita mela kukannya dengan baik, manfaat psi kologis yang bisa dipetik adalah: un tuk tidak makan saja kita bisa, apa lagi sekedar mengurangi nasi. Dan bila kita renungkan lebih jauh, apa-apa yang tidak boleh dilakukan selama puasa (makan, mi num, merokok, hubungan seks) ada lah semua yang tergolong sebagai dorongan primer manusia yang ber potensi menimbulkan kecanduan. Maka, puasa, sebenarnya juga melatih kita lepas dari segala bentuk ketergantungan, ketagihan, mau pun kecanduan. Termasuk dari ba haya kecanduan nasi.(*)

kalimat: ya, aspirasi Anda kami tampung, nanti kami selesaikan... Tak jelas entah kapan penyelesaiannya.Kasus yang dilakukan Duterte juga termasuk masalahmasalah finansial dalam rumah tangga. “Tiap hari ada saja masyarakat kurang mampu yang ter belit masalah keuangan. Misalnya, tak mampu membayar biaya rumah sakit,” katanya. Terhadap problem jenis itu, Duterte berusaha membantu secara langsung. “Tiap hari kami menganggarkan 500 ribu peso hingga 700 ribu peso (sekitar Rp 100 juta?Rp 140 juta). Dana itu dari anggaran departemen sosial kami. Begitu sudah sampai 700 ribu peso kami stop. Pemohon yang belum kebagian hari itu bisa datang lagi besok,” lanjut Duterte. Apa yang membuat dia melakukan itu? Duterte mengatakan, itu adalah konsekuensi pilihan langsung. “Mereka memilih saya secara langsung dan saya juga harus men dengarkan mereka langsung. Bila ada apa-apa, masyarakat tentu pe ngin mengadu langsung ke wali kota untuk segera diselesaikan. Kalau saya menjadi masyarakat, ka lau ada apa-apa, saya pasti juga ingin langsung mengadu ke penen tu keputusan,” ucap sosok yang tak suka basa-basi itu dengan suara keras.Gaya Duterte memang tak lazim. Namun, dia berhasil menyenangkan rakyatnya. Indikator ekonomi memang kurang menggembirakan. Pendapatan rata-rata masyarakat Davao sekitar Rp 1 juta per bulan, dengan harga bensin fluktuatif mengikuti pasar dunia (di kisaran Rp 7.300 per liter). Dua hal yang seharusnya membuat masya rakat Davao hidup dalam kemis kinan.Namun, itu tak terjadi. Rakyat Davao tergolong tak kekurangan dan merupakan yang paling makmur di seantero Mindanao. Itu terjadi karena Duterte menyiapkan

banyak jaring pengaman sosial. Angkutan publik, misalnya. Untuk jeepney (semacam angkot, Red), dengan harga bensin Rp 7.200, tarifnya hanya Rp 1.400. Untuk anak sekolah, warga sepuh, dan orang cacat malah hanya cukup membayar Rp 500. Begitu pula taksi, tarifnya sangat murah. Dengan Rp 20 ribu saja, Anda bisa bepergian dari ujung Davao ke ujung lainnya. Itu masih ada diskon pula untuk senior citizen dan orang cacat. “Ka mi memang menyiapkan anggaran besar untuk kepentingan sosial. Jeepney dan taksi memang kami subsidi,” tuturnya. Subsidi untuk tak si diberikan ketika membeli bensin dan langsung mendapat potongan tiap liter. Saya membatin, bila diterapkan di Indonesia, pasti akan banyak penyalahgunaan. Angkot dan taksi bisa datang ke SPBU berkali-kali untuk isi bensin, tapi kemudian ditap dan dijual lagi ke pengecer. Namun, itu tidak terjadi di Davao karena Duterte meminta para sopir jujur. “Kalau ketahuan curang, kami akan menindak secara tegas,” papar nya. Sanksinya adalah pelarangan menyopir selama satu bulan atau bahkan hak mengemudinya dica but, bila pelanggarannya berat.Spanduk-spanduk di terminal yang bertulisan Be honest, even if the others are not (Jujurlah, meski yang lain tidak) ternyata bukan slogan kosong. Tak ada sopir yang memutar-mutarkan penumpang du lu supaya argo banyak. Bahkan, sopir mengembalikan barang penumpang yang tertinggal adalah cerita sehari-hari di Davao. Ketika saya bertanya ke Mao, taksi yang saya tumpangi, bagaimana cara mengontrol kejujuran, ternyata pa rameternya sederhana. “Anda tinggal mencatat nomor lambung kami dan mengadukan ke public complaints,” tandasnya. Duterte di

kenal sangat menghargai para tu ris. Dia akan langsung marah ketika ada turis yang mengadu karena di curangi sopir. Dan, para sopir sangat takut bila Duterte marah.Selain itu, Davao bercita-cita ingin menjadikan Davao kota pro lingkungan. Makanya, penerapan kawasan ter batas merokok sangat ketat. Di Da vao, larangan merokok bisa dibilang lebih ketat daripada di Singapura. Kalau masih berada di bawah atap (bahkan bila berada di bawah halte yang ada atapnya kecil, Red), tak boleh merokok sama sekali. Juga di dalam kamar hotel. Termasuk di taman kota yang notabene adalah kawasan terbuka. “Kami ingin kota ini menjadi aman dan nyaman bagi siapa pun,” tandasnya.Duterte juga terbantu dalam mengelola kotanya. Karena yang menjadi wakil wali ko ta adalah Sarah Duterte, anak sendiri. Di Davao, wakil wali kota otomatis menjadi ketua city council (dewan kota, seperti DPR kota, Red). Belum lagi, Paulo Duterte, anaknya yang satu lagi, juga men jadi anggota dewan kota. Jadi, kebi jakan Duterte biasanya langsung lolos ketika diajukan di dewan kota. Tak heran bila tagline kota Davao adalah “The most livable place in Philippines”. Dengan penataan se perti itu, Davao terus menggeliat dengan pertumbuhan 4,9 persen hing ga 5,7 persen tiap tahun (menurut Department of Budgeting and Management Filipina). Menurut seorang diplomat yang tak mau disebutkan namanya, delapan tahun lalu Da vao masih lebih kecil daripada Manado. “Tapi, kini sudah menyamai Makassar,” ucapnya. Makanya, Davao memang menjadi tempat yang livable. Udara segar, di seluruh sudut kota tertata apik, jalur hijau yang ditumbuhi tanaman (meski belum sebagus Surabaya), dan para sopir transportasi publik yang jujur.(lea)

15

E-Paper Pertama di Kawasan Timur Sulawesi

tapkan Chandra dan Bibit sebagai tersangka. “Saya juga tidak mau menjadi Plt kalau masih ada kriminalisasi,” ungkap dia. Nama Teten pernah muncul dalam bursa Plt pimpinan KPK yang dipilih tim lima bentukan Presiden SBY.Aliansi menyatakan menolak dan tak mengakui legitimasi Perppu Plt calon pimpinan KPK. “Perppu itu bisa memberikan kekuatan kepada presiden untuk mengintervensi in dependensi KPK,” tegas Teten.Dia mengungkapkan, perppu tersebut

juga bisa menjadi legitimasi “kudeta” yang dilakukan oleh Polri atas KPK. Hal itu diawali dengan penetapan Bibit dan Chandra sebagai tersang ka.Meski begitu, Teten menduga perppu tersebut tidak akan dicabut. Tujuannya, menjaga kewibawaan presiden. “Karena itu, kami menekan tim lima supaya tidak memilih orang-orang yang bisa menjadi bo neka,” ucap dia lantas menyebut bahwa calon Plt pimpinan dari internal KPK merupakan harga ma ti.Nababan menambahkan, yang

dilakukan oleh aliansi itu bertujuan menghindarkan KPK dari kerusakan yang lebih parah. “Kami harus kon trol agar kerusakan tersebut tidak bertambah,” terang dia. Salah satunya, aliansi tersebut akan menga wasi pemilihan Plt calon pimpinan KPK yang dilaksanakan oleh tim lima.Aliansi itu, lanjut dia, juga mengingatkan presiden agar tidak terjebak pada kepentingan politik yang mengarah pada bentuk pemerin tahan otoriter model baru. “Itu bisa mengancam sendi-sendi demo krasi,” jelas dia.(aga/fal/dwi)

LAPTOP NOORDIN

di daerah Solo. Urwah juga pernah bekerja sama dengan Ubeid, seorang napi teroris yang sekarang sudah bebas. Mereka membantu Noordin lebih intensif selama sekitar empat bulan pada 2004 sebelum mereka ditangkap di Solo, bersamasama dengan Air Setyawan (te was).Bukti keterlibatan Air dengan Noordin tidak cukup untuk penuntutan, sehingga dia akhirnya dibebaskan. Tapi, dia tewas dalam serangan di rumah di Bekasi pada Agustus 2009. Beberapa rekan dekat Noordin yang lain pada 2004 –sebagian besar dari Jawa Timur– juga sempat ditahan. Tiga di antara mereka, termasuk Ubeid, sekarang bekerja di sebuah organisasi Islam. Salah satu jaringan kuat basis Noordin adalah kelompok Cilacap. Noordin tinggal di sana paling tidak sejak 2006 –dan ini mungkin setelah Urwah yang memimpin di sana. Em pat rekan Noordin yang utama di Cilacap adalah: Saefudin Zuhri alias Abu Sabit Lubaba, salah satu “alum nus Afghanistan” dan anggota JI lama, ditangkap pada 21 Juni 2009; paman Saefudin Zuhri yaitu Baharudin alias Latif Baridin, 58, yang bersama Sabit mendirikan Pesantren Al-Muaddib dan se karang masuk daftar paling dicari polisi.Arina, 24, anak Baridin yang

menikah dengan seorang pria bernama Ade Abdul Halim – sekarang diyakini Noordin– pada 2006 dan memiliki dua anak berusia dua setengah tahun dan satu tahun. Kelompok Cilacap itu diduga dirawat sejak 1999. Pada sebuah dokumen antara Juni 1999 ada daftar guru dan pengkhotbah untuk katibah (unit jaringan). Nama Urwah mun cul sebagai seorang guru (mualim) dan Baridin disebut guru dan pendakwah (dai). Sebuah yayasan bernama Yayasan Muaddib terdaftar sebagai penggalangan dana katibah.Urwah mengetahui Baridin dari mengajar di Cilacap. Dia lalu kenal keponakannya, Saefudin Zuhri (sudah tertangkap) dan bisa memperkenalkannya kepada Noordin sekitar 2004. Mereka bertemu pada November-Desember 2004, tepat setelah pengeboman Kedutaan Australia. Saat itu Syaifudin Zuhri sudah menganjurkan jihad global yang dikhawatirkan beberapa rekan JI-nya yang telah meninggalkan kekerasan.“Ju jur saja, kami ragu kalau Jamaah Islamiyah masih menjadi penyokong utama Noordin. Sebaliknya, JI sekarang sudah lebih halus. Justru organisasi baru itu yang diam-diam mengader orang-orang baru,” kata sumber itu. (rdl/iro)

persen, dan kesiapan pesawat tem pur TNI-AU sekitar 30,88 per sen.Menurut Kepala Biro Humas Departemen Pertahanan Brigadir Jenderal Slamet Hariyanto, dari ha sil audit juga tampak bahwa penu runan pemeliharaan alat utama sistem senjata TNI disebabkan keterbatasan suku cadang. “Ada beberapa fasilitas pendukung seperti hanggar dacking, bengkel yang ku rang memenuhi syarat,” katanya. Dari hasil audit juga tergambar bah wa keterbatasan anggaran untuk pemeliharaan alutsista mengakibatkan TNI masih melakukan kaniba lisme, memperpanjang usia pakai suku cadang tertentu, untuk meme nuhi kebutuhan operasional.Slamet

menambahkan, keterbatasan anggaran yang berujung pada kesiapan alutsista berpengaruh pada latihan dan pemberdayaan sumber daya manusia. Misalnya, di lingkungan TNI-AU jumlah penerbang Hercules saat ini ada 47 orang. Tapi, pesawat yang bisa terbang hanya delapan unit. Penerbang helikopter Puma ada 56 orang, sedangkan pesawat yang siap terbang hanya sembilan unit. Lalu, terdapat 90 pilot untuk 21 unit pesawat tempur. “Meski begitu, Departemen Pertaha nan dan TNI patuh pada pagu dan jatah anggaran yang diberikan pemerintah. Berapa pun yang diberikan akan kita maksimalkan,” kata jenderal kelahiran Pasuruan, Jawa Timur itu. (rdl/iro)

merupakan kunjungan kerja yang terakhir kalinya terkait penyelesaian ibu kota Pemekaran Sultim. Untuk itu tim telah menyiapkan laporanya untuk diajukan dalam rapat nanti. Laporan tersebut memuat tiga gam baran alternatif. Pertama, apakah sultim dibiarkan begitu saja. Kedua, apakah PAH I merekomendasikan untuk dilakukan pengkajian ulang terhadap wilayah pemekaran Sultim oleh anggota DPD yang baru. Dan ketiga, Ampana direkomen dasikan menjadi alternatif ibu kota pemekaran Sultim, sebagai solusi tarik menariknya Ibu Kota antara Luwuk dan Poso. “Kami sudah menyiapkan laporannya untuk diajukan ke pleno nanti. Yang jelas Sultim adalah hutang kami untuk segera dilunasi hingga detik-detik jabatan kami berakhir. Kami berupaya untuk tidak mengambil langkah mundur dalam merekomendir kelayakan ibu kota nanti,” ungkapnya memberikan gambaran.Kata dia, setelah dikeluar kan rekomendasi kelayakan ibu kota Sultim oleh DPD-RI, tinggal ditin dak lanjuti oleh DPR-RI, tanpa me ngubah rekomendasi tersebut. “Se telah ini tidak ada lagi kunjungan DPD-RI. Tinggal dibahas oleh DPRRI dalam sidangnya. Dan bukan kewenangan DPD-RI lagi,” papar nya.Tak hanya itu dikesempatan yang sama juga A.D Khaly menyam paikan kepada masyarakat Tojo Una-una untuk tidak terpengaruh dengan keberadaan RUU yang secara esensial mengeluarkan Po so dalam peta pemekaran Sultim. Begitupun mengenai Ibu Kota Sultim di Luwuk Kabupaten Banggai.“Di kantor kami banyak RUU yang ber keliaran, jangan terpengaruh dengan hal itu. RUU tidak dapat dibuat tanpa rekomendasi DPD-RI. Perca yakan kepada kami,” akunya. “Kita tidak berupaya untuk merebut ibu kota. Ini sudah kehendak Allah SWT. Cukup sudah Ampana menye

rahkan kepada Poso dan Luwuk untuk menyelesaikan polemik ibu kota selama 7 tahun, sebagaimana dikatakan pak bupati Touna. Perca yakan kepada kami untuk menilai nya.” tambahnya disambut haru oleh ratusan masyarakat yang ha dir ketika itu.Sekadar diketahui Kunjungan Kerja PAH I DPD RI ke Ampana menindaklanjuti Laporan Perkembangan Pelaksanaan Tugas Panitia Ad Hoc I DPD pada sidang paripurna ke-16 tertanggal 14 Agustus 2009. Dalam laporan itu disebutkan bahwa, mengenai calon Sulawesi Timur yang masuk dalam 20 usul inisiatif DPR, PAH I sebenarnya sudah melakukan pemba hasannya cukup lama. Namun be lum diputuskan, mengingat belum ada kepastian penetapan ibu kota yang masih terjadi tarik menarik antara Luwuk dan Poso. Dalam per kembangannya, PAH I menerima aspirasi dari masyarakat, yang pada intinya mendesak untuk dapat mempertimbangkan Kabupaten Tojo Una-una (Ampana,red) se bagai alternatif ibu kota calon pro vinsi Sulawesi Timur. Aspirasi ini disampaikan delegasi dari kabupaten Tojo Una-una dalam pertemuan dengan pimpinan PAH I. Ter kait hal tersebut, PAH I dalam rapat pleno tanggal 11 Agustus 2009 melakukan pembahasan dan memper timbangkan rencana kunjungan ker ja ke Tojo Una-una. Dalam kunjungannya ke Ampana Ketua Tim PAH I DPD RI di dampingi Abdulkarim DL, Drs. Pariama Mbyo,SH, masingmasing anggota tim PAH I DPD RI Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara. Selama tiga hari berada di Ampana, Tim di dampingi Bupati Touna Drs. Damsik Ladjalani mela kukan kunjungan ke pusat perkantoran Ue Malingku, serta menilai kelayakan infrastruktur lainnya seperti rumah sakit dan pusat per dagangan di daerah ini.(Nas)

niornya semakin kuat. Pasalnya, di tubuh korban terdapat sejumlah lu ka goresan, memar, dan lebam. Dua lengan korban penuh goresan, kaki kanan dan dua lututnya memar, tu lang rusak kanan dan kiri juga lebam, serta luka memar di bagian pung gung.Keluarga korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Parung dengan nomor laporan polisi LP/B/227/ IX/2009. Untuk memastikan apakah Wisnu benar meninggal karena dugaan kekerasan saat ospek, keluarga membawa jasad Wisnu ke RS PMI Bogor untuk divisum dan diotopsi. Mayat Wisnu tiba di RS PMI pukul 11.30 dengan menggunakan mobil jenazah STSN yang dikawal anggota Polsek Parung. Puluhan keluarga korban yang mendatangi RS PMI tak kuasa menahan tangis saat melihat jasad Wisnu terbujur kaku di kamar

jenazah. Kusmanto, ayah korban, shock ketika melihat anak kesa yangannya tak bernyawa lagi. Dia mengikhlaskan kepergian Wisnu untuk selama-lamanya. Namun, dia berharap proses hukum tetap ber lanjut. ’’Setelah berembuk dengan keluarga, kami sepakat menye rahkan proses hukumnya kepada polisi,” kata Kusmanto. Dia menambahkan, sebenarnya dirinya dan keluarga menginginkan jenazah Wisnu segera dipulangkan untuk dimakamkan. Namun, dia menghargai proses hukum yang dilakukan polisi, yakni otopsi terhadap jasad Wisnu untuk mengetahui apakah anaknya tewas karena dianiaya atau faktor kelelahan. ’’Kami siap mengikuti prosedur hukum yang dilaksanakan polisi, termasuk otopsi,” imbuhnya. (rid/jpnn/iro)

sekolah di seluruh Meksiko ditutup pekan lalu. Meksiko melaporkan 29.417 kasus flu babi hingga Jumat lalu (25/9) dan 226 orang di anta ranya tewas. Meksiko meramalkan bisa terjadi sampai 5 juta kasus flu babi di sana hingga musim dingin

nanti. Korban tewas bisa saja me lonjak menjadi 2 ribu orang. Menurut laporan WHO (Organi sasi Kesehatan Dunia), flu babi di dunia mencapai lebih dari 300 ribu kasus. Korban meninggal mencapai 3.917 orang.(kit/dwi)

JK, yang paling tepat bagi Golkar adalah posisi seperti 2002. Saat itu Golkar mengirim Syamsul Muarif sebagai Menkominfo dan Sri Rejeki sebagai menteri urusan pemberda yaan wanita (UPW). Tapi, anggotaanggota FPG di DPR tetap bersikap kritis terhadap pemerintah yang di-

pimpin Presiden Megawati Soekarnoputri kala itu. “Kita me mang terlihat tidak etis, ikut makan tapi tidak mau bayar. Namun, posisi tersebut ternyata paling efektif,” tegasnya.JK menambahkan, usul sikap politik Golkar itu tidak disebabkan kalah dalam pemilu presiden (pilpres). (noe/agm)

Sambungan dari Hal 1 kali dikabarkan mati,” katanya. Selain itu, lanjutnya, ada belasan narapidana terorisme yang sebentar lagi bebas. Sebagian besar dari mereka menolak program de radikalisasi. “Tapi, sebagian yang lain mau. Seperti Abu Dujana, dia kooperatif,” kata perwira menengah yang tadi malam berada di sebuah kota di Jawa Tengah untuk mempersiapkan pengamanan pe makaman salah satu jasad teroris yang tewas di Solo itu. Mantan napi itu memang berpeluang akan “ber main” lagi dalam lingkaran teror. “Ya, kalau ditanya apa tidak diawasi, ya diawasi. Tapi, kuat lemahnya pengawasan tentu bergantung pada banyak faktor,” katanya. Berdasar data lama Densus 88, beberapa nama memang patut dia wasi. Misalnya, pada April 2008 po lisi menangkap seorang ahli bahasa Arab dan teman sekelas Urwah (te was) bernama Parmin alias Aslam karena ditemukan sebuah surat yang dikirim Noordin melalui Urwah yang meminta dia menerjemahkan beberapa teks-teks jihad.Saat itu Urwah menghilang setelah penang kapan Parmin meski muncul kembali

AU Sambungan dari Hal 1 prosesnya baru dilanjutkan pada Probangkuat 2009–2014.Untuk per senjataan personel dan kendaraan tempur lain, Paskhas TNI-AU menggunakan standar yang digunakan TNI. “Untuk persenjataan personel individu, kita menggunakan senjata SS-1 V1 PT Pindad dan lainnya,” katanya.Berdasar hasil audit bersama Departemen Pertahanan dan Mabes TNI tentang persenjataan TNI, kesiapan rata-rata persenjataan TNI hanya 35 persen. Saat ini kendaraan tempur TNI-AD 61,81 persen, kapal perang TNI-AL 16,55

PELUANG AMPANA Sambungan dari Hal 1 kota tersebut akan selanjutnya akan diajukan ke sidang paripurna DPR-RI guna dibahas lebih lanjut. Peluang itu diisyaratkan Ketua Tim Panitia Ad Hoc I DPD RI Drs. A.D Khaly saat melakukan peninj auan dan pembahasan Kota Am pana menjadi calon ibu kota Pro vinsi Sultim yang dipusatkan di ruang pertemuan kantor bupati, kemarin. Anggota DPD RI daerah pemilihan Provinsi Gorontalo ini me ngatakan, Ampana ibu kota Kabupaten Tojo Una-una sangat layak dijadikan alternatif ibu kota pemekaran provinsi Sulawesi Timur jika ditinjau dari aspek geografisnya. “Tahun 2008 silam kami pernah lewat Ampana saat itu perjalanan dari Luwuk menuju Palu. Meski tak singgah, dalam hati kecil saya berkata, mengapa Ampana tidak dinominasikan sebagai calon pemekaran ibu kota Sultim, untuk memecahkan persoalan tarik menariknya Poso dan Luwuk. Ampana sangat memenuhi syarat,” ungkapnya pan jang lebar.Namun begitu kata dia, tim tersebut bukanlah sebagai pe ngambil keputusan tentang penetapan ibu kota Sultim. Sebab hasil penilaian ini masih akan dibahas dalam rapat Pleno PAH I DPD RI yang digelar dalam waktu dekat. “Dalam rapat pleno nanti kami akan merekomendasikan calon ibu kota pemekaran Sultim sebagaimana hasil penilaian PAH I DPD-RI,” terangnya. “Yang jelas kami sudah mengantongi penilaian terhadap tiga kabupaten calon ibu kota Sultim. Ada Plus minusnya,” tambahnya enggan menjelaskan lebih jauh soal penilaian tersebut.Kata dia, hasil rekomendasi tersebut, tidak bisa diubah oleh siapapun juga. Sebab, kunjungan PAH I DPD RI ke Ampana

OSPEK Sambungan dari Hal 1 kemarin sekitar pukul 03.00.Remaja asal Danau Tondano, Kelurahan Abadijaya, Sukmajaya, Depok, itu dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Citra Insani Parung, Bogor, untuk menda patkan perawatan. Namun, Wisnu mengembuskan napas terakhir se belum tiba di rumah sakit.Keluarga menduga, pemuda kelahiran De pok, 29 April 1992, tersebut tewas karena dianiaya setelah menemukan korban terluka tanpa menge nakan celana panjang. Jasad Wis nu yang tiba di RS Citra Insani pukul 03.00 hanya mengenakan kaus kaki putih, celana dalam biru, baju dalam, dan kaus.Dugaan bahwa putra kedua di antara tiga bersaudara itu tewas akibat dianiaya se-

FLU BABI Sambungan dari Hal 1 Data menunjukkan, 483 kasus flu babi ditemukan dalam waktu sehari pada bulan ini. Akibatnya, 3 ribu

POLITIKA Sambungan dari Hal 1 dalam pembekalan calon anggota Fraksi Partai Golkar (FPG) DPR 2009–2014 di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, tadi malam.Menurut

CMYK

ANTASARI

Luwuk Post


KIPRAH AYUB MASO http://luwukpost.info

Luwuk Post SENIN 28 SEPTEMBER 2009

16

E-Paper Pertama di Kawasan Timur Sulawesi

Diwacanakan Dengan Musyir Madja EBERAPA efektifkah jaringan keluarga dapat dikerahkan sebagai mesin politik? Yang jelas melalui pendekatan emosional yang tepat, jaringan keluarga bukan mustahil menjelma mesin pendulang suara yang potensial. Pemilihan kepala desa membuktikan hal itu. Lalu, dalam wacana pemilihan bupati, apakah jaringan keluarga dapat dimanfaatkan?Dari sekian banyak figur yang diwacanakan bakal meramaikan bursa pemilihan bupati di Bangkep dalam Pilkada 2011 mendatang, Ayub Maso memiliki jurus andalan yang perlu diperhitungkan calon lainnya. Pegawai senior BRI Luwuk

S

Kabupaten Banggai sekaligus putra daerah Bulagi tersebut menggagas mesin politik yang dimotori jaringan keluarga besarnya.Keluarga Ayub tersebar di seluruh sentaro Banggai Kepulauan (Bangkep). Keluarga Ayup Maso terutama banyak menghuni Daerah Pemilihan 3 dan Daerah Pemilihan 2 serta dapil 1 .Melalui suatu pendekatan emosional yang akan segera digelar Ayub, jaringan keluarga tersebut dapat menyatukan suara hanya kepada Ayub Maso. Belum lagi, jika jaringan keluarga tersebut dapat merekrut simpati dari kerabat maupun teman masingmasing.Padahal kekuatan Ayub Maso, bukan hanya karena memiliki jaringan keluarga yang berada di mana-mana. Sebagai pegawai BRI yang kerap harus berkomunikasi dengan masyarakat, Ayub juga sangat me-

ngakar-rumput. Menyadari kelebihankelebihan yang dimilikinya, Ayub Maso dengan tegas menyatakan berniat turut meramaikan bursa Pilkada di Bangkep. “Ya, saya siap,” tutur Ayub Maso dengan sangat tegas, kemarin di kediamannya. Sepanjang pengamatan Luwuk Post, potensi Ayub Maso yang perlu diperhitungkan itu pulalah yang membuatnya belakangan mulai dibicarakan sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh politik di Bangkep. Menurut mereka, Ayub layak menjadi orang nomor dua di daerah penghasil mutiara itu. Beberapa waktu yang lalu, setelah koran ini beberapa kali menurunkan laporan tentang potensi Ayub Maso, pegawai senior BRI Luwuk itupun langsung kebanjiran tamu yang bertandang ke kediamannya.

Tamu-tamu tersebut terutama berasal dari kalangan politisi yang berusaha lebih jauh mengenal Ayub. Baik sebagai pribadi maupun gaga-sangagasan pembangunannya.Setelah Ayub menguraikan pemikiran-pemikirannya tentang pembangunan kesejahteraan masyarakat, Ayub langsung diwacanakan untuk berpasangan dengan Musyir Madja, Sekda Banggai (Luwuk).Ayub yang berasal dari Daerah Pemilihan 3, memiliki gagasan pembangunan ekonomi yang banyak dilatari pengalamannya sebagai pegawai senior BRI. Misalnya, gagasan Ayub tentang modal usaha untuk rakyat. Selama ini Ayub melihat, potensi usaha masyarakat belum mendapat sentuhan pemerintah yang efektif. Akibatnya naluri kewirausahaan

masyarakat cukup lemah. Padahal pembangunan kesejahteraan yang sehat justru perlu memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berwiraswasta seluas-luasnya. Melalui program bantuan modal usaha, masyarakat diberi kesempatan untuk mengembangkan potensi usaha masing-masing, sesuai kemampuan serta pengalaman yang dimiliki. ”Program utama saya adalah secepat-cepatnya mengentaskan masyarakat dari kemiskinan. Saya melihat masih banyak masyarakat kita hidup di tengah kemiskinan. Sebagai putra daerah, saya merasa terpanggil untuk meluncurkan program-program kesejahteraan yang bersentuhan langsung dengan kemampuan masyarakat,” ungkap Ayub Maso. Ia juga berniat akan mem-

perjuangkan nasib rakyat di Bulagi yang hingga kini masih dililit kesulitan mendapatkan listrik dan air bersih. Padahal listrik dan air bersih merupakan kebutuhan penting yang dapat meningkatkan derajat kehidupan masyarakat.”Dua masalah tersebut, yakni kelangkaan listrik dan air bersih, akan saya taruh di barisan paling depan program-program saya nantinya, karena listrik dan air bersih merupakan dua hal yang sangat dibutuhkan rakyat sekarang ini,” sambung Ayub. Kepada Luwuk Post, Ayub menuturkan selama ini ia kerap didatangi anggota-anggota keluarga besarnya. Mereka bertanya kepada Ayub, apakah ia memang berencana mencalonkan diri menjadi bupati di Bangkep. Kepada keluarga besarnya itu Ayub dengan santun mengu-

tarakan, rencana pencalonan dirinya membutuhkan dukungan dari keluarga besar. ”Di daerah pemilihan 1 banyak juga keluarga saya, sudah barang tentu mereka juga akan memberikan dukungan ke saya,” kata Ayub. Namun demikian, ketika dirinya ditanya akan bergandengan dengan siapa untuk menuju Pilkada, Ayub belum pernah menjawab secara kongkrit. “Soal dengan siapa saya nanti akan berpasangan, saya belum bicarakan, tapi sekali waktu nanti saya akan sampaikan juga,” sambungnya. Sebelumnya, melalui Luwuk Post, beberapa tokoh penting di Bangkep meminta Ayub maju memimpin Bangkep. “Kami minta Pak Ayub maju mencalonkan diri pada Pilkada 2011 mendatang,” kata Hamid, pemuda Peling. (tam/adv)

CMYK

Ayub Maso Siap Pimpin Bangkep

Cita-cita Membangun Daerah Sejak Kecil BULAGI ternyata memiliki banyak tokoh penting yang mendulang keberhasilan di luar daerah. Salah satu di antaranya adalah Ayub Maso. Lelaki asal Bulagi tersebut sukses setelah malang-melintang di dunia perbankan. Tahun 1982 Ayub memulai karirnya dengan menjadi pegawai BRI di Kota Mobagu, Sulut. Setahun kemudian Ayub dipindah ke BRI Cabang Limboto, kini Provinsi Gorontalo. Karena dinilai berprestasi, Ayub dipercaya memegang jabatan strategis di BRI Poso, tahun 1998. Karir Ayub Maso rupanya terus menjulang. Karena itu sejak tahun 1999, ia ditunjuk menjadi Asisten Manajer BRI Luwuk Kabupaten Banggai, hingga saat ini.Prestasi demi prestasi kerja maupun peluang karir tidak didapat Ayub dengan mudah. Prestasi maupun karir ia ukir dengan susah payah. Kepada Luwuk Post yang mewawancarainya di kediaman, mata Ayub kerap digenangi air mata setiap kali tokoh penting satu ini mengenang masa lalunya, terutama

bagian-bagian hidup yang harus susah-payah ia tempuh demi mengubah nasib.Sebagai anak dari sebuah keluarga sederhana, Ayub Maso menamatkan SD dan SMP di kampung halaman, Bulagi. Setelah itu Ayub meneruskan pendidikan di SMA Negeri Luwuk. Akhirnya, Ayub meraih gelar sarjana setelah susah-payah kuliah di Universitas Hasanudin Makassar dari tahun 1979-1980. Ayub menggondol gelar sarjana dari Fakultas Akademi Pajak dan Keuangan.Ayub Maso termasuk siswa yang cerdas. Dalam soal berhitung, Ayub

tiada bandingnya. Karena itu ia beberapa kali menjadi bintang kelas.”Sejak kecil saya bercita-cita, kalau saya jadi orang penting maka saya akan membangun daerah tercinta. Saya menilai, daerah saya ini jauh ketinggalan dibandingkan daerah lainnya,” kata Ayub lagi.Kini, agaknya pengetahuan dan pengalaman telah cukup dijadikan modal bagi Ayub untuk meraih citacita sejak kecil. Yakni menjadi pemimpin di Bangkep agar dapat membangun daerah.”Kalau saya terpilih nanti, saya berjanji akan membangun daerah,” ungkapnya.Di mata Ayub, Banggai kaya akan potensi Sumber Daya Alam yang selama ini belum terolah dengan maksimal. Dengan sentuhan tangan yang berpengalaman, potensi SDA yang melimpah tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendongkrak kesejahteraan rakyat di Bangkep. ”Semuanya membutuhkan sentuhan agar mendatangkan manfaat lebih banyak,” kata Ayub. (tam/adv)

Ayub Perjuangkan BRI di Bulagi MINAT dan perhatian Ayub Maso dalam soal pembangunan kesejahteraan melalui ekonomi, agaknya sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Dialah yang dulu ngotot meminta agar BRI mendirikan kantor cabang di Bulagi. Kini setelah punya BRI, geliat ekonomi Bulagi lebih dinamis dibanding kecamatan lain. BRI Bulagi yang digagas Ayub, kini tak ubahnya seperti bank-bank lain di kota-kota besar. Tak heran, sebab kehadiran BRI di Bulagi membuat gairah ekonomi masyarakat setempat menjadi

lebih meningkat pesat. Saat berbincang di kediamannya usai shalat Maghrib tadi malam, Ayub Maso sempat menguraikan kisahnya memperjuangkan berdirinya BRI di Bulagi. Ayub mengaku telah berjuang habis-habisan agar gagasannya diterima pucuk pimpinan BRI.”Tujuan saya sederhana saja. Yakni meningkatkan kesejahteraan rakyat di Bulagi melalui kucuran modal dari BRI. Kesejahteraan juga bisa didapatkan melalui aktivitas menabung yang giat,” urai Ayub Maso.Ayub mengatakan, kehadiran BRI di Bulagi sangat mendongkrak pertumbuhan ekonomi rakyat setempat. Sebab rakyat Bulagi tidak lagi perlu repot-repot pergi ke Salakan untuk menabung maupun

untuk mengurus bantuan permodalan.”BRI Bulagi bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berada di lima kecamatan. Yakni Bulagi, Bulagi Utara, Bulagi Selatan, Buko, dan Buko Selatan,” ungkapnya lagi.Berkat perjuangannya mendirikan BRI di Bulagi, sejumlah tokoh masyarakat pun mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Ayub Maso. Umumnya para tokoh mengakui, kini berkat kehadiran BRI di daerah mereka, perekonomian masyarakat kian membaik.”Benar, kehadiran BRI di Bulagi sangat membantu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tutur sejumlah tokoh yang ditemui Luwuk Post. (tam/adv)

CMYK

Mendongkrak Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat

Lebaran, Ayub Diserbu Simpatisannya SEJAK berita tentang Ayub Maso yang akan maju bertarung memperebutkan kursi kedua dalam Pilkada Bangkep 2011 mendatang, pegawai senior BRI Luwuk tersebut kebanjiran pendukung. Pekan lalu, ketika bermaksud merayakan Idul Fitri di kampung halamannya, Ayub ditemui simpatisannya yang datang bergelombang. “Bila Pak Ayub akan maju, kami akan memberikan dukungan,” tutur beberapa tokoh Bulagi yang mendatangi Ayub.Menanggapi pertanyaan tersebut, Ayub Maso tersenyum

ramah.”Insya Allah saya maju,” kata Ayub meyakinkan. Sesaat setelah memperoleh kepastian dari Ayub, para tokoh dan simpatisan tersebut bersorak-sorai. Mereka agaknya tengah dilanda kegembiraan, karena salah satu tokoh yang berasal dari daerah mereka, bakal turut meramaikan Pilkada.Pertanyaan bernada serupa, berkali-kali diterima Ayub manakala ia berkeliling mengunjungi desa-desa di seantero Bulagi, di Pulau Peling. Kepada Luwuk Post, Ayub mengaku ia sama sekali tidak menduga respons masyarakat demi-

kian menggelora terhadap rencananya meramaikan Pilkada sebagai salah satu calon wakil bupati.”Semua dukungan yang disampaikan ke saya, tentu saya apresiasi dengan baik,” kata Ayub.Sementara, sejumlah pemuda Pulau Peling kepada Luwuk Post mengatakan, dukungan terhadap Ayub mengalir deras lantaran tokoh dunia perbankan tersebut tidak pernah memiliki catatan negatif.”Kami butuh pimpinan yang seperti Pak Ayub. Tidak punya catatan negatif di mata masyarakat, serta berpengalaman luas,” tutur Hamid, pemuda Peling. (tam/adv)


LUWUK POST | Senin, 28 September 2009