Issuu on Google+

NOMOR 0704 Harga Rp. 3.000,-

RABU, 16 DESEMBER 2009 PILKADA 2011

Demokrat Lamar Ma’mun hanya Wacana LUWUK - Bola yang digulir Tarang bahwa Demokrat telah deal melamar Ma’mun Amir pada Pilkada 2011 mendatang, enggan ditangkap kader Demokrat. Tak hanya aleg Partai Demokrat, Hanira Lasantu yang Ambang Mukendji menampik rumor tersebut. Kader Demokrat di luar Parlemen Lalong juga angkat bicara soal wacana yang digelontor Direktur LSM Liuntinuvu tersebut. Wakil Sekretaris Partai Demokrat Kabupaten Banggai, Ambang Mukendji kepada Luwuk Post, Selasa (15/12) kemarin mengatakan, hingga detik ini belum ada sikap resmi Demokrat untuk menentukan

Ma’mun Amir di Dadaku, Dukungan Facebooker untuk Ma’mun

Disebut Low Profile, Ganteng dan Penyabar AROMA politik Pilkada Kabupaten Banggai 2011, kian terasa. Lihat saja, APA yang dilakukan para facebooker. Mereka mulai ambil bagian dengan membuat grup khusus, Ma’mun di Dadaku. Laporan: HARIS LADICI

P

ARA pendukung kandidat Bupati Banggai Drs. Ma’mun Amir yang dikenal sebagai calon incumbent pada pilkada mendatang mulai ‘mengekspansi’ situs jejaring sosial facebook. Mereka membuat sebuah grup untuk mencitrakan salah satu putra terbaik di Kabupaten Banggai itu. Ma’mun Amir di Dadaku…! begitu nama grup pendukung dan simpatisan Ma’mun Amir yang dapat dilihat pada situs jejaring sosial

facebook. Luken Adalah Luciver, putra Kabupaten Banggai sebagai pendiri grup tersebut memotivasi Ma’mun Amir untuk terus mengabdi bagi Baca : TAPI....Hal 15

Kadisbun ‘Babak Belur’ Dihantam ‘Singa’ Parlemen, saat Pembahasan RKA SKPD

Baca : DEMOKRAT ...Hal 15

Fuad, Simbol Perlawanan buat MAMA LUWUK-Tampilnya Fuad Muid sebagai calon kandidat Bupati Banggai pada Pilkada 2011 mendatang, tak hanya diharapkan menjadi penerus perjuangan almarhum Ismail Muid. Akan tetapi hadirnya Fuad Muid pada bursa demokrasi ini diharapkan juga mampu menjadi simbol perlawanan bagi pemerintahan Ma’mun-Musdar (MAMA). “Dua hal itu yang menjadi harapan saya, jika Fuad Muid resmi bertarung pada Pilkada dua tahun mendatang,” ujar salah seorang tokoh adat dari Kecamatan Kinton, Burawaddin Lauseng kepada Luwuk Post, Selasa (15/12) kemarin. Dikatakannya, sepeninggalnya putra terbaik Kabupaten Banggai, Ismail Muid, sempat terbangun rasa pesimis bagi simpatisan Ismail Muid di daerah ini. Namun Baca : FUAD...Hal 15

SISSY PRISCILLIA

Bantah jadi Orang Ketiga

LUWUK – Agenda Pembahasan Rencana Kerja Anggaran (RKA) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), di gedung wakil rakyat Teluk Lalong, Selasa (15/12) kemarin seolah menjadi ”panggung eksekusi” bagi Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Baca : KADSIBUN....Hal 15

Prita Anggap RS Omni Tak Serius Berdamai F/MUSTAFA RAMLI/JAWA POS

SIDANG ANTASARI : Mantan Ketua KPK, Antasari Azhar, memberikan kesaksian dalam sidang Wiliardi Wizar di PN Jakarta Selatan, Selasa (15 Des 2009) di Jakarta. Sidang kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, mengagendakan keterangan saksi-saksi dengan terdakwa Wiliardi Wizar

JAKSA PUTAR REKAMAN ANTASARI - RANI

JAKARTA-Jaksa Penuntut Umum (JPU) berusaha keras membuktikan Antasari Azhar adalah otak di balik pembunuhan Dirut PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen. Dalam lanjutan persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kemarin (15/12), jaksa memutar dua rekaman yang disebut sebagai petunjuk keterlibatan mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu. Pertama adalah rekaman pembicaraan berdurasi 18 menit antara Antasari dengan Rani Juliani, istri ketiga Nasrudin, di kamar 803 Hotel Gran Mahakam. Sementara rekaman kedua adalah pembicaraan antara Antasari, Sigid Haryo Wibisono, dan Wiliardi Wizar di rumah Sigid, Jalan Pati Unus Kebayoran Baru, Jaksel.

F. RAKA DENNY/JAWAPOS

ANGGAP RS OMNI TAK SERIUS: Prita Mulyasari mengikuti sidang bantahan tim kuasa hukumnya (duplik) atas tanggapan (replik) JPU dalam persidangan lanjutan, Selasa (15/12).

TANGERANG-Upaya perdamaian Prita Mulyasari dan RS Omni Internasional tampaknya masih jauh. Kuasa hukum terdakwa Prita Mulyasari menganggap pihak rumah sakit RS Omni masih setengah hati untuk berdamai dengan kliennya. Baca : PRITA....Hal 15

Baca : JAKSA...Hal 15

PERCERAIAN pembalap Rifat Sungkar dengan Amalia Gamyla pertengahan Oktober lalu menyeret nama Sissy Priscillia. Dara kelahiran Jakarta, 5 April 1985, ini disebut-sebut menjadi penyebab kandasnya pernikahan keduanya. Dia bahkan dikabarkan kembali ke pelukan mantan pacarnya itu. Namun saat ditemui di FX Senayan, kemarin malam, pemeran Milly dalam film Ada Apa Dengan Cinta? ini membantah. Dia mengaku sudah tidak berkomunikasi dengan Rifat sejak pria yang pernah memacarinya selama dua tahun itu memutuskan sepihak. “Saya nggak tahu apa-apa dan nggak mau ikut campur urusan orang. Jangan sangkutBaca : SISSY...Hal 15

INTERMEZZO

“Kalau kedua daerah itu tidak diperhatikan anggarannya, saya yang pertama akan protes keras.”

Polri Klarifikasi Susno

PALU-Mustar Labolo bukanlah kacang yang lupa pada kulitnya. Ketika banyak wakil rakyat yang sudah mulai melupakan tanah kelahiran maupun warga masyarakat yang memilihnya, Mustar Labolo tetap memegang teguh Baca : POLRI....Hal 15

JAKARTA-Polri mulai memainkan peranannya dalam pengusutan kasus bailout Bank Century. Dalam waktu dekat, Barekskrim Mabes Polri akan memanggil Susno Duadji untuk diklarifikasi terkait pencairan dana pasca pengucuran bailout Rp 6,7 Mustar Labolo

Baca : POLRI....Hal 15

Abu Dhabi saat Diguyur Hujan Paling Deras sejak Satu Dekade Terakhir

Warga Tidak Siap, Angka Kecelakaan Meningkat Drastis TIGA hari berturut-turut sejak Minggu lalu (13/12), hujan tiada henti membasahi Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab (UEA). Kejadian langka itu mengakibatkan banjir di mana-mana, sebuah pemandangan tak lazim dari kota jarang hujan tersebut.

S

epanjang ruas Dalma Street di pusat kota Abu Dhabi digenangi air nyaris selutut orang dewasa. Bukan hanya di lokasi itu, hampir seluruh jalan di pusat kota Abu Dhabi terendam banjir. Dampaknya, kemacetan terjadi di mana-mana. Pemandangan tidak lazim terjadi di Abu Dhabi. Saking tingginya genangan air, batas antara trotoar dan jalan raya di beberapa ruas jalan Abu Dhabi tidak

D

KASUS CENTURY

Banggai-Bangkep Dicuekin, Mustar Protes Keras

MOHAMMAD ILHAM, Abu Dhabi

lagi terlihat. Beberapa mobil tampak mogok. Tapi, kendaraan itu ditinggal begitu saja oleh pemiliknya lantaran tidak mungkin diperbaiki secepatnya. Karena macetnya jalan, Jawa Pos harus terjebak macet hampir dua jam di dalam taksi Minggu lalu (13/12). Padahal, untuk menuju tempat tujuan yang sama, biasanya hanya butuh waktu paling lama 15 menit perjalanan. Sebab, jarak antara kedua lokasi tidak begitu jauh. Namun, juga tidak mungkin berjalan kaki karena melewati jalan raya. Selain itu, hujan begitu deras disertai angin kencang. “Ini tidak biasa terjadi di sini (Abu Dhabi). Sejak saya tinggal di sini tiga tahun lalu, tidak pernah ada hujan selebat ini,” bilang Kumar Baniya, sopir taksi, kepada Jawa Pos. Di Jakarta atau Surabaya, pemandangan jalan macet Baca : WARGA....Hal 15

C M Y K

F-GUSLAN GUMILANG/JAWA POS

PERTAMA SETELAH SATU DEKADE: Banjir menggenangi pusat Kota Abu Dhabi.

Kreativitas di Surga Sepeda

ENMARK dikenal sebagai salah satu ‘’surga’’ sepeda. Kereta angin itu banyak ditemukan lalu lalang di jalan. Aktivis lingkungan menyebut itu sulit dijumpai di kota-kota besar lainnya di Eropa. Di Italia, misalnya, warga lebih suka ke kantor dengan mobil Fiat atau skuter Vespa mereka ketimbang naik sepeda. Dalam foto di atas, warga Denmark malah menaiki sepeda berkapasitas lima orang di pusat Kota Kopenhagen kemarin (14/12). Sebagai salah satu bentuk kreativitas, sepeda itu tak perlu memiliki bagian depan. Jika salah seorang penumpang ingin mundur, rekannya yang ada di depan bisa menggenjot. Begitu sebaliknya. Jadi, maju dan mundur sama saja. (AP)

email : redaksi@luwukpost.info

C M Y K

F-BASKORO SEPTIADI/RADAR SEMARAN

PEBISNIS TOKEK: David pengusaha tokek beromzet rupiah.

Hendra, miliaran

Info Berlangganan Koran dan Iklan : (0461) 325447 Faksmili : (0461) 32507


LUWUK POST | RABU, 16 DESEMBER 2009 | HALAMAN 2

Illegal Logging Masih Marak

Warga Pagimana Sebut Juanda Balahanti Dinilai Layak Bertarung di Pilkada Banggai PAGIMANA-Nama–nama figur kandidat Bupati Banggai terus diuber dan dihembuskan di berbagai wilayah. Tak heran bila kemudian muncul sejumlah figur yang dinilai layak me mim pin daerah ini. Rahmun Zaman warga kelu Juanda rahan Pagimana, kepada Luwuk Balahanti Post, Selasa (14/12) kemarin menyatakan tidak ada lagi pejabat yang bisa diharapkan di lingkungan pemerintah Kabupaten Banggai, khususnya yang merupakan representasi warga Pagimana. Karena itu, melalui momentum pilkada 2011 warga Pagimana kata dia sangat berharap Juanda Balahanti, SH juga ikut bertarung pada Pilkada Banggai.Dia menilai Juanda layak maju sebagai kandidat bupati karena merupakan putra Pagimana yang saat ini sangat dibanggakan utama nya di tingkat Kabupaten. ”Pak Juanda memiliki karier birokrat yang cemerlang dan memiliki tang gungjawab besar mengedepankan amanat rakyat,” katanya.Juanda lanjutnya juga dikenal dan menge nal masyarakat di daerah ini. Sebab, Juanda pernah menjadi camat di wilayah Pagimana. ”Saya kira itu merupakan modal dan peluang bagi Pak Juanda untuk maju sebagai kandidat bupati,” katanya. (anto)

[FOTO; DOK/LUWUK POST]

KURANG MEMADAI: Masih banyak fasilitas pendidikan di daerah ini yang kurang memadai untuk proses belajar dan mengajar.

Fasilitas Pendidikan Kurang Memadai BUALEMO-Fasilitas pendidi kan di Kecamatan Bualemo hingga kini masih banyak yang mempriha tinkan. Padahal, anggaran pendidi kan dari tahun ke tahun cenderung mengalami peningkatan dibanding

sektor lainnya. Amatan Luwuk Post di beberapa sekolah di wila yah Bualemo, tampak kekurangan ruang kelas. Akibatnya sekolah itu tidak mampu menampung anak didik. Selain itu, ada sekolah yang memiliki

cukup ruangan namun belum memadai. Misalnya, sekolah yang hanya semi permanen, berdindingkan papan. Sekolah seperti ini diwakili oleh SDN Lempek yang berada di ujung wilayah Barat Bualemo. (Ofy)

Cuma Nyaris Tabrak Ayam, Warga Dongkalan Dianiaya PAGIMANA-Warga Dong kalan Sub Desa Asaan Keca matan Pagimana Adrian Panga (24) babak belur dianiaya bebe rapa warga desa Asaan, Senin kemarin.Ironinya, kejadian itu hanya dipicu persoalan sepele. Korban nyaris menabrak se ekor ayam yang melintas di jalan raya. Awal kejadian itu bermula ketika Adrian (24) yang berpro fesi sebagai tukang ojek Ming gu (13/12) mengantar penum pangnya. Namun di ujung per kampungan dirinya nyaris me nabrak se ekor ayam yang ber ada di jalan raya. Akibat peris tiwa tersebut beberapa warga setempat langsung melakukan tindakan kekerasan terhadap Adrian yang sedang mengantar penumpang. Saat itu, peristiwa pemukulan

TIKET PESAWAT MURAH Cek harga, Booking, Issued Tiket klik di :

www.bisnis-tiketpesawat.com/ ?id=dira8379

Cari Sendiri Harga Yang Termurah Yang Anda Mau Dan DAPATKAN KOMISINYA

SEGERA GABUNG DENGAN KAMI

masih dapat dihindari. Sebab, sang penumpang yang dibon cengnya berhasil menyelamat kan korban. Namun, keesokan harinya, Senin (14/12) ternyata bebe rapa warga desa Asaan masih tetap ingin melakukan keke rasan terhadap Adrian. Korban pun dianiaya dan di hajar hingga babak belur. Ber untung, saat itu, Kaur Pemerin tahan Desa Asaan mencoba me nyelamatkan korban dengan membawanya ke rumah kepala desa. Sayang, korban masih tetap menerima pukulan dari warga sehingga mengalami lu ka-luka di sekujur tubuh, benturan pada kepala serta me ngeluarkan darah dari telinga. Merespons peristiwa tersebut pemerintah Desa Asaan lang sung mempertemukan pelaku

JASA BANGUNAN BONUS HANYA DIAN INI, trima cepat gbr: rumah, ruko, toko, kantor. Desain minimalis sbb: gbr bangunan+RAB+3D+RVISI+contoh gbr+konsultasi=500 RB. Ada diskon khusus s/d 50 %. Hub. 0438734851

Parfum Harga Spesial JUAL: Parfum Orginal, Paris Hilton, Kenzo, Bulgari, Hugo Boss, Tommy Hilligen dll. Hub Ibu Emi. Jl. Sulawesi no. 17, HP 08525681161 / 081340802026

dan keluarga korban di balai desa guna mengantisipasi peris itiwa yang lebih buruk terjadi. Namun, lagi-lagi terjadi pengani ayaan. Kali ini adik korban ber nama Djayanto, menjadi sasaran penganiaan warga desa terse but. Ironinya, dalam pertemuan yang difasilitasi pemerintah desa itu korban masih dalam kondisi kritis dan belum dilaku kan penanganan medis. “Aki batnya korban langsung ping san. Sekitar 08.00 malam korban baru dilarikan ke puskesmas Pagimana,” tutur Apner Panga, Kepala Dusun Dongkalan ke pada Luwuk Post, di puskesmas induk pagimana, Selasa (15/12) kemarin. Rani Napas, ibu Adrian kepa da koran ini menuturkan bahwa peristiwa ini terjadi hanya gara-

JASA BANGUNAN Dijual Tanah, seluas 427 M2, sudah ada pondasi. Almt:Jl. Jakarta Kel. Wurnialo, Komp.Perumahan Griya Seiban. Hub.(0435) 8717767, 085256488334. (0435) 827066 Dijual Tanah, seluas 427 M2, sudah ada pondasi. Almt:Jl. Jakarta Kel. Wurnialo, Komp.Perumahan Griya Seiban. Hub.(0435) 8717767, 085256488334. (0435) 827066

gara anaknya nyaris menabrak seekor ayam. Dia berharap ke pada Polsek Pagimana menerap kan hukum yang se adil adilnya.

” Kasian anak saya, babak belur mengeluarkan darah dari telinga karena menerima pukulan di kepala,” tutur ibu korban. (anto)

MAD Pendanaan Digelar BATUI-Tidak adanya fasili tator teknik dalam program PNPM Mandiri Perdesaan di Kecamatan Batui menyebab kan Musyawarah Antar Desa (MAD) pendanaan ter lambat. Namun, kekhawa tiran para pengurus tingkat desa dan kelurahan terjawab sudah setelah musyawarah tersebut digelar di Gedung Balai Pertemuan Umum Kelu rahan Balantang, Batui, Se nin (14/12). Melalui musya warah tersebut sedikitnya 19 usulan dari 22 usulan masya rakat dapat terdanai, baik itu pembagunan fasilitas pendi dikan, kesehatan maupunn fasilitas umum lainnya.Data yang dikantongi Luwuk Post, menyebutkan, setiap desa menjadi sasaran program dengan alokasi anggaran yang berbeda. Desa Paisu Bololi, misalnya, mengusul kan jalan kantong produksi volume 1 km dengan Rp 159.247 000.Desa Gori-Gori pembangunan sumur bor 4 unit sebesar Rp 111. 674. 000. Kelurahan Bugis pembangu nan gedung sekolah PAUD dengan anggaran Rp 93. 855. 000. Kelurahan Tolando pem bangunan gedung TK sebe sar Rp 126.359.000. Desa Uso pembangunan Gedung TK Rp 150.185.000. Desa Ma sing pembangun gedung TK dengan anggaran Rp 161.732. 000. Desa Bone Ba lantak pembangunan ge

dung TK sebesar Rp 162. 001. 000. Desa Ondo-Ondolu pembangunan gedung TK sebesar Rp 160. 896. 000. Kelurahan Balantang pemba ngunan perpustakan Rp 194. 341. 000. Desa Nonong pem bangunan kantor MTs sebe sar Rp 84. 438. 000. Desa Hombola pembangunan drai nase volume 400 meter se besar Rp 63. 474. 000. Desa Ondo-Ondolu pembangu nan sumur gali sebanyak 11 unit sebesar Rp 77. 697. 000. Desa Maleo pembangunan jembatan sebesar Rp57. 499. 000. Kelurahan Batui pemba ngunan drainase dengan vo lume 300 meter sebesar Rp 76. 728. 000. Kelurahan Sisipan pembangunan drai nase volume 1,259 meter se besar Rp 191. 786. 000. Desa Sinorang pembangunan PL TD sebesar Rp 88. 818. 000. Desa Kayoa pembangunan pos obat Desa sebesar Rp 77. 533. 000. Desa Masung kang, pembangunan plat duiker sebanyak lima unit sebesar Rp 142. 256. 000. Desa Sukamaju Satu pemba ngunan gedung TK sebesar Rp 134. 741. 000.Ketua UPK PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Batui Dedy Sofwan menyebutkan, dana yang dialokasikan untuk pembangunan fisik mencapai Rp 2. 250 miliar. Sedangkan non fisik .(simpan pinjam) sebesar Rp 750 juta. (arif)

LOWONGAN KERJA

LOWONGAN KERJA

Dibutuhkan: (1) Recepcionist (wanita) (2) RoomBoy (pria) Syarat:Pendidikan Min SMU/ Sederajat Penampilan menarik. Alamat diantar Langsung ke: Crytal Green Hotel Jln. Gelatik No. 234 Tlp. 831546 / 8773939

Dibutuhkan: (1) Recepcionist (wanita) (2) RoomBoy (pria) Syarat:Pendidikan Min SMU/ Sederajat Penampilan menarik. Alamat diantar Langsung ke: Crytal Green Hotel Jln. Gelatik No. 234 Tlp. 831546 / 8773939

DIKONTRAKKAN Dikontrakkkan, Rumah makan, di Jl. Arif Rahman Hakim/ Tanggikiki. Hub. Tk. Kue larissa. 8734318/ 081356750108

DIKONTRAKKAN Dikontrakkkan, Rumah makan, di Jl. Arif Rahman Hakim/ Tanggikiki. Hub. Tk. Kue larissa. 8734318/ 081356750108

BUALEMO-Praktek peram bahan hutan (ilegal logging) di wilayah hukum Kecamatan Bua lemo masih terus terjadi. Infor masi yang dihimpun Luwuk Post, menyebutkan, praktek perambahan hutan tersebut masih terus berlangsung, na mun sulit terendus aparat penegak hukum, lantaran para pengusaha kayu yang memanfa atkan hasil hutan itu cukup lihai

menjalankan bisnisnya. Mereka menggunakan berbagai modus untuk lolos dari jeratan hokum. “Salah satu modus operasi mereka gunakan yakni menggunakan dokumen pendu kung, namun mereka beroperasi atau menerima kayu yang ber asal dari lokasi yang jelas-jelas sudah tidak sesuai izin,” ung kap sumber yang tidak bersedia di korankan namanya.(ofy)

Ratusan Umat Muslim Penuhi Masjid Al-Ikhlas Bunta

Sambut Kedatangan Habib Rizik Shihab BUNTA-Ratusan umat mus lim di Kecamatan Bunta dan sekitarnya, Selasa (15/12) se kitar pukul 15.00 wita kemarin terlihat memenuhi masjid AlIkhlas Bunta. Mereka berkum pul di Masjid untuk menyambut kedatangan Ketua Front Pem bela Islam (FPI) Jakarta Habib Rizik Shihab. Kedatangan Ketua FPI terse but untuk menggelar ceramah akbar. Pantauan Luwuk Post sebelum menggelar ceramah akbar, ketua FPI bersama ra tusan umat muslim menggelar pawai keliling di pusat ibu kota Bunta dengan menggunakan puluhan kendaraan roda dua, tiga (bentor) serta sejumlah kendaraan roda empat. Hamisi Udati salah seorang tokoh agama Kecamatan Bunta mengungkapkan ketua FPI disambut oleh ratusan umat muslim untuk melaksanakan ceramah akbar dalam rangka menyambut tahun baru Hijriyah (1 Muharram 1431 H) yakni pada Jum’at (18/12) mendatang. Dalam ceramah akbar yang disampaikan oleh Habib Rizik Shihab menceritakan secara singkat tentang sejarah hijrah nya Nabi Muhammad, SAW dari Mekkah menuju Madinah

Habib Rizik Shihab

dan mengajak kepada seluruh umat muslim bersatu melawan Anggodo-Anggodo kecil yang ada di wilayah tersebut. Setelah melakukan ceramah akbar di Masjid Al-Ikhlas Bunta kurang lebih 2 jam yakni dari pukul 15.00 hingga 17.00 wita ketua FPI Jakarta bersama rom bongan makan bersama dikedia man keluarga Al-Habib Umar Idrus Al-Habsyi di Kelurahan Salabenda Kecamatan Bunta. Kemudian melanjutkan perjala nan menuju Desa Toima Keca matan Bunta untuk melaksana kan kegiatan serupa di masjid Al-Hidayah Toima yang dilaksa nakan ba’dah Isya. (Amank)

Pelaksanaan Ujian Semester Berjalan Lancar BUNTA-Hari pertama pelaksa naan ujian semester I tingkat SD/ MI, SMP/MTS, SMA/Aliyah seKecamatan Bunta Senin (14/12) kemarin berjalan lancar. Buktinya, pantauan Luwuk Post disejumlah sekolah, terlihat berjalan tertib sesuai yang telah dijadwalkan masing-masing sekolah. Di hari pertama pelaksanaan ujian semester I di SMP Negeri 1 Bunta misalnya, terlihat sangat tenang dan tertib serta mendapat penawasan ketat dari pihak sekolah. Sementara itu, Kepala sekolah (kepsek) SMP Negeri 1 Bunta Usama, S.Pd ditemui LP membenarkan pelaksa

JASA BANGUNAN BONUS HANYA DIAN INI, trima cepat gbr: rumah, ruko, toko, kantor. Desain minimalis sbb: gbr bangunan+RAB+3D+RVISI+contoh gbr+konsultasi=500 RB. Ada diskon khusus s/d 50 %. Hub. 0438734851

Parfum Harga Spesial JUAL: Parfum Orginal, Paris Hilton, Kenzo, Bulgari, Hugo Boss, Tommy Hilligen dll. Hub Ibu Emi. Jl. Sulawesi no. 17, HP 08525681161 / 081340802026

naan ujian semester I di hari pertama berjalan tertib, lancar dan tenang. Adapun mata pelajaran yang di ujiankan pada hari peratama terse but, yakni mata pelajaran Ilmu Pe ngetahuan Alam (IPA), Pendidikan Agama Islam (PAI). Secara ter pisah, sejumlah siswa SMP Negeri 1 Bunta mengku bahwa soal-soal ujian yang mereka dapatkan sangat mudah, karena soal-soal tersebut sesuia pelajaran yang mereka dapatkan di sekolah. Selasa (15/ 12) hari ini, mata pelajaran uang akan diujiankan adalah Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dan Matematika. (Amank)

KESEMPATAN TERBUKA DBS group arif yang memiliki jaringan downline yang terus berkembang, mencari lgi member baru (memiliki KTP/SIM, no. HP & No. rek) khusus di Gorontalo yang mau ikut patungan untuk membeli Hak Usaha duta business school (DBS). Tinggal pilih untuk 3 Hak. Usaha (500:600), lalu hub. kami lewat telepon atau SMS di 0852 4247 4780 (sdr. Arif)


LUWUK POST | RABU 16 DESEMBER 2009 | HALAMAN 3

Enam Terdakwa Korupsi Sampah Dituntut Beragam PALU-Jaksa Penuntut Umum (JPU), men gajukan tuntutan kepada enam terdakwa korup si dana persampahan Kota Palu. Tuntutan itu disampaikan dalam sidang yang dipimpin Hary Almusahadi SH, di Pengadilan Negeri (PN) Palu Senin lalu (14/ 12).Jaksa Andi Suharto SH dalam tuntutannya mengatakan, keenam terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 3 Undangundang Nomor 31 Tahun 1999, Tentang Pem berantasan Tindak Pidana Korupsi, yang telah diubah ke dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001, jo pasal 18 ayat (1) ke-1 jo pasal 55 ayat 1 ke-(1) KUHP jo pasal 64 KUHP. Meski pasal yang dibuktikan sama, namun lamanya tuntutan keenam terdakwa berbeda. Untuk dua mantan Kadis DLHK masing-masi ng Amirrudin Syam Sahib (2006-2007) dan Bobby Wowor (20072008) bersama PPTK Upah buruh, Samuel, dituntut dengan tuntutan yang sama, yakni 1,6 tahun penjara. Sedangkan untuk PPTK BBM 2007, Togu dan bendahara DLHK Dahniar, keduanya dituntut sama 1,3 tahun penjara. Hanya Herdy (PPTK BBM 2008) yang dituntut satu tahun penjara. Meski keenamnya dituntut juga den gan denda yang sama, yakni masing-masing Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan, namun untuk uang pengganti tun tutannya berbeda. Tuntutan uang pengganti yang paling tin ggi diajukan pada Amiruddin Syam Sahib. Dia dituntut kembalikan uang negara sekitar Rp313 juta. Jika tidak, maka seluruh asetnya akan di sita kemudian dilelang. Apabila aset yang dile lang itu tidak mencukupi untuk membayar tuntutan ganti rugi, maka sebagai gantinya dia harus menjalani hukuman tambahan 4 bulan kurungan. Sementara untuk lima terdakwa lainnya yakni Bobby Wowor, tuntutan ganti ruginya Rp193 juta. Namun hukuman penggantinya sama dengan Togu yang dituntut ganti keuangan negara sebesar Rp. 178 juta. Untuk keduanya, jika tidak mampu membayar uang pengganti itu, maka harus diganti dengan hukuman 4 bulan kurungan. Untuk terdakwa Samuel dan Dahniar, meski tuntutan uang penggantinya juga berbeda, yakni Rp276 untuk Samuel dan Rp260 juta untuk Dahniar. Namun jaksa mengancam akan menambah hukuman mereka dengan hukuman lima bulan kurungan, apabila mereka tidak mampu membayar tuntutan ganti rugi itu. Lagi-lagi, tuntutan uang pengganti yang paling kecil adalah Herdy. Oleh jaksa dia diminta kembalikan keuangan negara sebesar Rp52 juta. Jika tidak, maka jaksa akan menambah hukumannya dengan hukuman selama 2 bulan kurungan. Tuntutan jaksa itu, tidak serta merta diterima keenamnya. Melalui pengacara masing-masing keenam terdakwa menyatakan akan mengajukan pembelaan atas tuntutan jaksa itu. Rencana upaya pembelaan secara tertulis, akan disampaikan pada sidang lanjutan yang akan digelar kembali dua pekan depan. Mengenai tuntutan yang beragam itu menurut jaksa Andi Suharto, dikenakan berdasarkan lamanya masa jabatan masingmasing terdakwa. “Dilihat dari masa jabatan masing-masing. Yang paling singkat itu Herdy. Dia hanya menjabat tiga bulan di posisi sebagai PPTK,” jelas jaksa dari Kejati itu. (mda/jpnn)

Hakim Tolak Eksepsi Martono dan Uji Gelapkan Barang, Divonis 7 LUWUK-Kasus pengelapan barang di Toko Sumber Jaya, yang dilakukan oleh dua terdakwa Aswin Penok (18) dan Maskur Hasan (20) yang masing-masing tercatat sebagai warga Kelurahan Ma’ahas Kecamatan Luwuk digelar di Pengadilan Negeri Luwuk (PN) Selasa (15/ 12) kemarin. Dalam persidangan, kedua terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 363 ayat 1 ke 4 KUHP oleh Majelis Hakim yang dipimpin langsung Ivan Budihartanto SH serta di dampingi dua anggotanya Henu Sute Aditia SH dan Rais Sakrani SH. Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan bahwa kedua terdakwa-red telah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pengelapan barang di Toko Sumber

Jaya pada bulan agustus 2009 silam. Akibat perbuatan kedua terdakwa itu, Wahiga M Ali, sebagai pemilik toko tersebut, mengalami kerugian sebesar kurang lebih Rp 6 juta. Majelis Hakim selanjutnya memvonis Aswin Penok dengan hukuman kurungan penjara selama 7 bulan. Sedangkan Maskur Hasan dioganjar 5 bulan masa kurungan penjara. Bagi Majelis Hakim pengambilan keputusan tersebut sesuai dengan penuturan dari pemeriksaan para saksi dan bukti-bukti yang di hadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Adi Wirabhakti SH dalam persidangan pemeriksaan saksi, beberapa waktu lalu. Oleh karena itu, putusan tersebut adalah putusan yang tepat. Di sisi lain, pada agenda sidang tuntutan

yang digelar juga pada beberapa pekan silam, kepada kedua terdakwa sebelumnya, JPU, menuntut dengan masa penahanan 1 tahun 6 bulan penjara dan kepada mereka, dan dijerat dengan pasal primaer, 374 KUHP tentang pengelapan uang dan barang. Namun setelah agenda putusan sidang ini digelar, ternyata kedua terdakwa terputus dengan perkara pencurian yaitu dengan melangar pasal 363 ayat 1 ke 4 KUHP. JPU sendiri pada Luwuk Post, saat dikonfirmasikan hal ini, mengungkapkan, hukuman yang diberikan majelis hakim tersebut tidak sesuai dengan pasal yang dituntutnya kepada kedua terdakwa. Karena itu, pihaknya menyatakan pikir-pikir dahulu untuk menerima putusan tersebut.(tr-05)

Anak SMP Ditabrak Sepeda Motor Kaki Kanannya Diduga Patah LUWUK-Nasib tragis dialami Yayu, (13) warga Lontang, tepatnya sekitar pasar baru, Banggai Kepulauan. Siswa SPM yang masih duduk dibangku kelas dua ini terpaksa harus menempuh perawatan medis setelah ditambrak oleh sepeda motor, disekitar ruas jalan Kilo Meter satu, Bangkep, Selasa kemarin, sekitar pukul 16.30 wita. Akibat peristiwa itu, Yayu diduga mengalami patah dibagian kaki kanannya. Untuk melakukan perto-

longan awal, pihak keluargnya kemudian melarikannya ke RSU Bangkep. Namun, karena untuk lebih memastikan apa yang dialami Yayu, Selasa malam pihak keluarganya kemudian membawa Yayu ke Luwuk, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut di RSU Luwuk. Saat ditemui tadi malam di salah satu ruang UGD, ibu korban yang didampingi suaminya dengan suara pelan mengatakan, belum mengetahui secara pasti apa yang terjadi dengan kaki Yayu, anaknya. “Kami belum tahu, makanya dirujuk kesisni (RSU Luwuk,red) supaya kami tahu, apa kakinya retak atau patah,”tutur

ibu korban. Pasalnya, kata ibu korban di RSU Bangkep tidak ada alat untuk mendeteksi, apa yang terjadi dengan kaki anaknya itu. Salah seorang keluarga korban yang enggan namannya dikorankan, mengatakan, peristiwa tragis yang menimpa Yayu, terjadi saat Yayu bersama sejumlah temannya hendak pulang kerumah, usai menyaksikan pertandingan volli. “Yayu ditabrak, saat pulang dari nonton voli dengan teman-temannya,”katanya. Atas peristiwa ini, pihak keluarga korban menuturkan, kalau semua biaya pengobatan akan ditanggung oleh pengendara sepeda motor yang telah menabrak anaknya itu. (ami)

PALU - Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Palu, berhasil membongkar gembong pembobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang beraksi di Kota Palu. Polres Palu, berhasil menangkap tiga tersangka Eka Nasran, Velany Budian dan Aswan serta seorang tersangka AN, yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Kasat Reskrim Polres Palu, AKP Stefanus Tamuntuan SIK kemarin (14/12) menuturkan, ketiga tersangka berasal dari luar daerah Sulawesi Tengah (Sulteng), dua tersangka berasal dari Jakarta dan satu tersangka berasal dari Sulawesi Selatan. Mereka secara khusus memang datang ke Kota Palu untuk melakukan aksi pembobolan ATM. Di Kota Palu ujar Stefanus, tersangka berhasil membobol ATM tiga korbannya dengan total kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Dalam menjalankan aksinya, tersangka memasang alat plastik perekat ke dalam tempat kartu ATM, dengan tujuan ketika nasabah memasukkan kartu ATM langsung tertahan dan tidak bisa keluar. Tersangka juga menempelkan selebaran di ruangan

dinding ATM yang mencantumkan nomor call centre atas nama Bank bersangkutan untuk informasi bila kartu ATM bermasalah segera hubungi call centre. Saat kartu ATM sudah tertahan dalam mesin ATM, tersangka berpura-pura masuk ke dalam ATM dan dengan berpura-pura membantu serta mengarahkan korban untuk menelpon call centre yang tercantum dalam selebaran. Korban yang sudah terkena tipuan, langsung menghubungi nomor yang tercantum dalam selebaran. Tersangka lain yang khusus menerima telepon, memanfaatkan korban untuk menyebutkan nomor rekening. Setelah berhasil mendapatkan nomor PIN ATM, tersangka langsung masuk ke dalam ATM dan membongkar mesin ATM menggunakan alat khusus untuk mengambil kartu ATM yang tertempel di alat perekat yang dipasang tersangka. Tersangka kemudian mengambil uang dari ATM yang tertahan di alat yang sudah dipasang, karena sebelumnya sudah mendapatkan nomor PIN. Sementara rekan korban berdiri di depan pintu ATM dengan berpura-

pura sedang antre. Menurut Stefanus, barang bukti yang diamankan enam unit Hand phone dari berbagai merek yang di pakai tersangka melancarkan aksi me reka, uang tunai hasil kejahatan, alat perekat kartu ATM, selebaran yang berisi nomor telepon call centre bank. Selain mengambil langsung uang di ATM, tersangka juga mentransfer ke rekening masing-masing tersang ka. Ketiga tersangka berhasil menje bol ATM di Jalan S Parman BNS, Jalan Monginsidi PMU, Jalan Danau Poso Royal, Jalan Emy Saelan sampi ng Yonif 711 dan Jalan Yos Sudarso SPBU. “Sampai saat ini, korban yang melapor ada tiga orang dan tidak menutup kemungkinan masih ada korban lainnya,” akunya. Ketiga tersangka ujar Stefanus, ditangkap di salah satu penginapan di Kota Palu Minggu lalu (6/12), di mana penginapan itu disewa khusus tersangka untuk tinggal selama bera da di Kota Palu. “Mereka ini kan dari luar daerah jadi penginapan ya ng mereka sewa untuk tinggal,” tu turnya. (ron/jpnn)

Gembong Spesialis Pembobol ATM Dibekuk

PN Gelar Sidang Putusan Sela LUWUK - Penantian panjang kuasa hukum Uji Doloo’o dan Martono Suling agar nota tangkisan (eksepsi) kliennya diterima oleh Majelis Hakim pupus sudah. Usaha yang terencana serta teroganisir untuk menyelamatkan kliennya terlepas dari dakwaan primaer JPU, ditolak majelis hakim. Hal ini terungkap jelas, saat dalam sidang putusan sela yang digelar pukul 10.00 wita di Pengadilan Negeri Luwuk Selasa (15/12) kemarin. Sidang yang dipimpin langsung oleh Majelis Hakim Nursyam SH., M.HUM serta didampingi dua anggotannya Puji H Suroso SH dan Rais Sakrani itu menyatakan keberatan dan menolak menerima nota tangkisan (eksepsi) dari pihak Kuasa Hukum kedua terdakwa Uji Doolo’o, dan Martono Suling.

Alasan penolakan eksepsi tersebut, dikarenakan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wawan Yunarwanto yang menyebutkan bahwa dakwaan JPU sesuai dengan pasal 143 ayat 2 KUHAP, jelas tepat dan cermat, sesuai dengan bukti-bukti yang ada. Disebutkan, pembuatan dakwaan primaer untuk menjerat kedua terdakwa sudah berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan yang dibuat dengan sangat mendasar. Selain menolak eksepsi, kepada kedua terdakwa Uji Doolo’o dan Martono tetap akan dijalankan pemeriksaan persidangan. Akhirnya setelah memberikan keputusan penolakan tersebut, Majelis Hakim yang didampingi dua asistennya itu, memutuskan akan kembali melanjutkan persidangan kepada kedua terdakwa dalam agenda sidang pemeriksaan saksi dan barang bukti yang akan diajukan oleh JPU pada 7 Januari 2010 mendatang.(tr-05)

Kapolres Bangkep Janji Perangi Makelar Kasus

Ajak Masyarakat, LSM dan Pers BANGGAI-Kapolres Banggai, Ajun Komirasi Besar Polisi (AKBP), Drs I Nengah Subagai, berjanji akan memerangi makelar kasus yang ada di Bangkep. “Ini sudah jadi komitmen kami Polri dari pusat dan daerah,” kata Kapolres, saat menggelar acara tatap muka dengan sejumlah elemen di Banggai, belum lama ini. Kapolres berujar, dalam pertemuan seluruh kapolres se Sulteng di Mapolda belum lama ini, Kapolda, menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk memberantas makelar kasus. Instruksi Kapolda itu, kemudian dilanjutkan kepada seluruh personil Polri di Bangkep. Untuk memaksimalkan pemberantasan makelar kasus terse-

but, pihaknya mengajak seluruh masyarakat Bangkep, termasuk di dalamnya LSM dan pers, untuk bekerja sama denga polri untuk memerangi makelar kasus yang terjadi. “Kami mengajak semua lapisan masyarakat untuk bisa melaporkan jika mengetahuinya adanya praktek makelar kasus di Bangkep,” ungkap Kapolres, yang belum lama menjabat ini. Untuk mengoptimalkan pelaporan kepada pihaknya, Kapolres membukan layanan publik dengan membagikan nomor ponsel pribadinya kepada para peserta acara tatap muka tersebut. Kapolres kembali menegaskan pihaknya akan menseriusi masalah makelar kasus ini. Bahkan dirinya tidak akan segansegan menjatuhkan sanksi berat kepada anggotanya jika mereka terbukti mejadi makelar kasus. (Wan)

PALU - Sekitar 1 kilo gram (Kg) Narkoba jenis sabu-sabu, ditangkap Satuan Narkoba Polres (Sat Narkoba) Polres Palu dari tangan oknum polisi, Bripda OM (32). Informasi yang dihimpun di Polres Palu, kemarin (15/ 12), menyebutkan tersangka OM ditangkap anggota Sat Narkoba Polres Palu Sabtu (13/12), di rumah kontrakan tersangka. Dari tangan tersangka saat dilakukan penggerebekan, ditemukan sekitar 1 kg Narkoba jenis sabu-sabu. Sumber menyebutkan, tersangka OM adalah residivis kasus yang sama dan untuk ketiga kalinya ditangkap dalam kasus Narkoba. Tersangka dua kali ditangkap anggota Direktorat Narkoba Polda Sulteng dan yang ketiga kalinya ditangkap Sat Narkoba Polres Palu. “Setahu saya, dia (tersangka,red) bertugas di Polres Donggala. Dua tahun lalu sudah dua kali ditangkap anggota Narkoba Polda. Kali ini ditangkap lagi sama

anggota Sat Narkoba Polres Palu,” ujar sumber berpangkat tiga balak yang menolak menyebutkan didentitasnya. Menurut sumber, tersangka OM sebelumnya ditangkap anggota Narkoba juga kasus Narkoba dan berhasil diamankan satu tas Narkoba jenis sabu dan ganja. “Dia itu kan orang aceh yang tugas di Sulteng dan sering pulang ke kampungnya. Mungkin dia bawa Narkoba khususnya ganja dari Aceh untuk dijual di Sulteng,” ungkap sumber. Pantauan di ruangan pemeriksaan Sat Narkoba Polres Palu kemarin, tampak beberapa wanita muda duduk menghadap arah utara. Sementara beberapa anggota Sat Narkoba, terlihat meminta keterangan wanitawanita muda itu. Diduga, wanita-wanita itu terlibat Narkoba dari jaringan oknum polisi OM, yang dibekuk anggota Sat Narkoba Polres Palu. (ron/jpnn)

1 Kg Narkoba Ditangkap dari Tangan Oknum Polisi


LUWUK POST | RABU, 16 DESEMBER 2009 | HALAMAN 4

TERAS

Komisi ‘Balkon’ LUWUK-Ada yang menarik selentingan yang terdengar setiap digelarnya pembahasan Rencana Kerja Anggaran (RKA) setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di gedung Dewan Banggai. Sejumlah masyarakat yang turut menyaksikan sidang pembahasan tersebut kerap menyebut ruang lantai tiga yang di khususkan bagi para masyarakat dan jurnalis daerah ini untuk menyaksikan jalannya sidang menyebutnya sebagai sebagai Komisi ‘Balkon’. Walaupun tidak bisa berbicara dalam ruang sidang resmi dewan, namun ‘komisi’ tambahan ini setidaknya dapat menyemarakkan jalannya sidang dengan memberikan aplaus atau suara ‘setuju’ jika ada anggota dewan yang terlihat garang mengomentari pemaparan anggaran dari para eksekutif….”Maju Terus Komisi Balkon..!!!! (tr-03)

Ketua Dewan Bantah “Selingkuh” Pembahasan Anggaran Serius Dikritisi

Naikkan Sendiri Pembahasan soal apakah akan menaikkan target PAD pada tahun 2010 untuk Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Banggai, tidak berlangsung lama. Pasalnya pucuk pimpinan pada dinas tersebut, Drs Zen Zubedi MM, berinisiatif sendiri langsung menaikkan target PAD menjadi Rp1,3 Miliar lebih dari target sebelumnya.. “Wah kepala dinas yang satu ini hebat juga, belum kita tanyakan dia sudah menaikkan target PAD sendiri,” celetuk pimpinan sidang saat itu, yang langsung disambut tawa sejumlah wakil rakyat yang ada saat itu. (tr-03)

SOROT

Microphone Macet-macet Pada sidang pembahasan rencana kerja anggaran dinasdinas yang digelar di gedung dewan, Selasa (15/14) kemarin, sejumlah wakil rakyat terlihat saling ‘mendahului’ untuk menyampaikan pendapat mereka. Hal ini terjadi akibat beberapa alat pengeras suara sering macet. Amatan media ini kemarin, ada salah satu politisi yang telah dipersilahkan pimpinan sidang untuk menyampaikan pendapatnya, namun batal hanya karena alat pengeras yang ia pakai macet, dan hak bicaranya langsung direbut rekannya sesama wakil rakyat. “Wah… kayaknya ini jadi urusan ke Sekretariat Dewan untuk segera dibenahi…!!! (tr-03)

KILAS

Listrik Padam Lagi-lagi para anggota legislatif sedikit merasa terganggu saat sidang pembahasan rencana kerja anggaran yang berlangsung kemarin. Pasalnya, saat sidang sedang berlangsung, tiba-tiba listrik padam sekitar pukul 15.15 wita kemarin. Walaupun tidak sampai membuat sidang dihentikan sementara, namun kondisi seperti itu dirasakan cukup membuat para wakil rakyat harus sedikuit mengeluarkan yang cukup keras untuk menyampaikan pendapat mereka, karena alat pengeras suara tidak berfungsi. Namun listrik padam ini tidak berlangsung lama dan suasana sidang kembali berjalan normal. (tr-03)

(Foto: Gafar Tokalang/Luwuk Post)

DOKUMEN MENUMPUK : Karena terlambat didistribusikan, kini dokumen-dokumen RKA SKPD menumpuk di kantor DPRD Banggai. Tumpukan dokumen bahkan membumbung di sisi kiri kanan meja kerja dewan.

PEMBAHASAN RKA Diskanlut

Genjot PAD, Perda 2002 Minta Direvisi LUWUK-Memiliki realisasi dan target PAD yang minim yang ada pada Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut), mem buat sejumlah anggota legislatif (aleg) yang ada di Dewan Per wakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banggai, meminta agar Peratu ran Daerah (Perda) Tahun 2002 untuk segera dilakukan revisi, agar potensi penerimaan Penda patan Asli Daerah (PAD) pada dinas tersebut dapat naik dan maksimal. Minimnya realisasi dan target PAD yang dicapai pada dinas yang dipimpin Ir Rusdi Rach mad, tersebut membuat seluruh aleg Teluk Lalong yang duduk sebagai anggota Badan Angga ran (Banggar) ini, mendesak agar Diskanlut harus kreatif dan lebih pintar melihat peluang dan potensi yang bisa dijadikan sumber retribusi guna meno pang naiknya PAD. Tidak hanya itu, dalam pemba hasan RKA Satuan Kerja Pe rangkat Daerah (SKPD) yang digelar Selasa (15/14) kemarin, para aleg juga lebih menyoroti soal pembangunan dan status sejumlah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang tersebar di dae

rah ini, serta masalah retribusi dari hasil tangkapan ikan yang selalu di ekspor hingga ke luar negeri. Seperti pernyataan yang dike mukakan salah satu anggota Banggar, I Nyoman Sumerta, yang lebih menyoroti soal status TPI Luwuk yang hingga kini belum jelas, apakah legal atau tidak. “Apakah status TPI Luwuk itu legal atau tidak,” ujar I Nyoman mempertanyakan. Kritikan yang cukup tegas juga dilontarkan oleh anggota Banggar lainnya, seperti Ir H Herwin Yatim MM, yang de ngan tegas mengatakan bahwa dirinya tidak setuju rencana kenaikan PAD Diskanlut sebe sar Rp10 dari jumlah tahun 2009 dinilai sangat minim. Alasannya, sebut Ketua Ko misi A ini, potensi dan peluang yang dapat dijadikan sumber penerimaan daerah melalui retibusi pada Diskanlut sangat lah banyak. Mulai dari menaik kan retibusi, pemanfaa tan dan pengawasan sejumlah TPI yang ada, serta harus adanya kontrol terhadap hasil tangkap ikan, khususnya ikan air dalam yang

selama ini menjadi komoditi ekspor para pengusaha. “Saya sangat tidak setuju bila kenaikan hanya Rp10 dari target pada tahun sebelumnya,” tandas Herwin. Selain itu, Oscar R Paudi, yang juga salah satu politisi Teluk Lalong tersebut, mengu sulkan adanya revisi dan pena taan ulang soal Perda Tahun 2002 yang dinilai tidak memiliki cakupan luas terhadap sumber retribusi yang dapat menaikkan PAD.“Ini karena masih menga cu pada Perda 2002, aturan ini harus direvisi agar PAD bisa maksimal,” tekannya. Sementara itu, anggota Bang gar lain seperti H Syafrin Lune to, Suryanto SH, Muh Nurwa hid SE, Hanira Lasantu, Sofyan Mang, Ibrahim Darise, serta beberapa aleg yang terkenal cukup lainnya, lebih memperta nyakan masalah pelabuhan, budidaya ikan, peningkatan ke sejahteraan masyarakat pesisir, peningkatan retribusi kapal yang sandar di pelabuhan serta meminta agar Diskanlut untuk lebih mengintensifkan penga wasan pada perairan Banggai. (tr-03)

LUWUK— Ketua DPRD Ka bupaten Banggai, Samsulbahri Mang,SE membantah terjadi perselingkuhan antara eksekutif dan legislatif dalam pemba hasan rapbd 2010. Kepada war tawan di gedung DPRD Bang gai, Selasa (15/12). Samsulbahri mengatakan, pi haknya serius untuk memba has RAPBD 2010, dan tidak ada konspirasi apapun di gedung DPRD. Sebelumnya wartawan mencu rigai adanya “perselingkuhan” antara para anggota DPRD Ka bupaten Banggai dengan para kepala SKPD. Pasalnya, selain dokumen RAPBD terkesan dirahasiakan karena tidak diberikan kepada wartawan tidak ditransparansi

kan kepada para anggota de wan mengeni RKA sejak jauh sebelum pembahasan, juga karena adanya komunikasi yang mencurigakanyang dilakukan para anggota DPRD dengan para kepala SKPD. Hanya saja, semua itu diban tah oleh Ketua DPRD Kabu paten Banggai Samsulbahri Mang,SE.Kata dia, tidak ada sama sekali komunikasi atau arahan-arahan yang dilakukan eksekutif kepada lembaga tersebut. Bali_sapaan akrabnya,juga menegaskan bahwa lembaga bukan bawahan bupati, sehing ga tidak mungkin bupati atau eksekutif mengarahkan kebija kan APBD. “Tidak ada selingkuh atau ma in mata. Kami ini DPRD serius membahas APBD. Kami juga bukan bawahan bupati,”tandas Bali dengan tegas. (far)

LUWUK-Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) Kabupaten Banggai, diminta untuk menekan tindak pencurian ikan (illegal fishing) yang kerap terjadi di wilayah perairan Kabupaten Banggai. Hal ini terkuak saat sidang pembahasan Rencana Kerja Anggaran (RKA) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang digelar di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Rabu (15/14) kemarin. Penekan agar dinas yang dipimpin Ir Rusdi Rachmad, itu melakukan pengawasan terhadap maraknya upaya pengambilan ikan secara ilegal dilontarkan oleh salah satu politisi Teluk Lalong, Sofyan Mang. Dikatakan, bahwa saat ini disebagian wilayah perairan Banggai para nelayan yang berasal dari luar kerap mengambil ikan tanpa seizin Pemerintah Kabupaten Banggai, dan hasilnya pun terkadang dibawa ke daerah lain untuk dijual. Wilayah yang rawan maraknya tindak illegal fishing ini, sebut Sofyan Mang, berada perairan Kecamatan Bualemo dan beberapa wilayah lain yang luput dari pengawasan petugas. “Banyak terjadi tindak illegal fishing di daerah kita

ini, seperti di wilayah Bualemo, dimana nelayan berasal dari kabupaten lain mengambil ikan di perairan kita lalu menjualnya di daerah mereka sendiri tanpa membayar retribusi dan seizin pemerintah daerah,” sebutnya. Hal ini, nilai dia, setidaknya dapat menghilangkan potensi penerimaan pendapatan daerah, yang tentunya berdampak pada kerugian daerah. “Saya harap saudara kepala dinas untuk dapat memperhatikan hal ini, karena ini juga untuk kepentingan masyarakat dan daerah ini,” tandasnya. Menjawab hal ini, Kepala Diskanlut Banggai, Rusdi Rachmad, menyatakan hal itu memang salah perhatian pada dinasnya, dimana saat ini dinas yang dipimpinnya tengah melakukan sosialisasi kepada sejumlah masyarakat nelayan terkait pencegahan pencurian ikan “Ini sudah menjadi perhatian kami juga, dimana saat ini kami tengah melakukan sosialisasi pada measyarakat nelayan, termasuk juga akan mendirikan pos pengawasan di diwilayah perairan yang kami anggap rentan terjadinya pencurian ikan,” jelas Rusdi. (tr-03)

Diskanlut Diminta Tekan Illegal Fishing


LUWUK POST | RABU, 16 DESEMBER 2009 | HALAMAN 5

I P S I B a n g g a i Ta r g e t 4 E m a s

Target Retribusi Miras Dipatok Rp 261 Juta Gunawan

LUWUK-Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Banggai berharap dapat meraih empat medali emas pada porprov sulawesi tengah yang rencananya digelar di Toli-Toli 2010

mendatang. Karena itu, kejuaraan perguruan silat se Kabupaten Banggai yang digelar di lapangan gelora diharapkan dapat melahirkan atlet-atlet yang siap tanding. Ketua Harian IPSI Kabupaten Banggai, dr. H. NHD Gunawan, MKes, kepada Luwuk Post, mengatakan, pesilat yang akan diutus mengikuti Porprov adalah para juara di kejuaraan perguran

Pisah Sambut Tahun Digelar di Bubung

[FOTO: DOK/LUWUK POST]

KEJUARAAN SILAT: Faisal pesilat utusan Tapak Suci Unismuh ketika bertanding bersama Rafik Alwi, utusan dari Binuang Sakti Pagimana. Dalam pertandingan tiga babak itu Faisal dinyatakan sebagai pemenang.

Kejuaraan Silat Dipadati Penonton LUWUK-Lanjutan babak penyisi han di hari kedua kejuaraan silat ting kat Kabupaten Banggai, Selasa (15/12) kemarin, dipadati penonton. Para penonton terlihat begitu menikmati

kontak fisik yang memiliki seni itu. Bahkan, mereka meneriakan yel-yel untuk memberikan suport kepada jagoan mereka. Sehingga pertan dingan yang dihelat di lapangan silat

BACA : DIPADATI.......Hal 6

Samsulbahri Mang,SE

BACA : GRATIS.......Hal 6

Penempatan RSUD Harus Kontainer Semraut Keluarkan Apotik Kimia Farma

LUWUK-Acara pisah sambut tahun 2009/2010 bakal digelar di Desa Bubung Kecamatan Lu wuk, tepatnya di kompleks VIP Bandara Sukuran Aminuddin Amir. Kepastian tersebut di sampaikan Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Banggai, Femmy Tengkeng Femmy Tengkeng, SSos, Senin (14/12), kemarin. Pemerintah Daerah sendiri telah menunjuk Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebagai penyelenggara acara tersebut. Kepada Luwuk Post, Femmy menjelaskan, acara pisah sambut tahun biasanya digilir ke kecamatan-

BACA : DIGELAR.... Hal 6

gelora Luwuk berlangsung ketat. Meskipun full body contac, para peserta tetap menggunakan body pro

LUWUK-Ketua DPRD Kabupa ten Tompotika, Samsulbahri Mang,SE mulai menyampaikan gagasannya mengenai ke pentingan da erah Kabu paten Bang gai, khu susnya di bidang kese ha tan. Melalui pembahasan RAPBD tahun 2010, Samsulbahri Mang,SE dengan tegas menya takan keinginan nya agar daerah Kabupaten Banggai dapat melakukan pro gram pembe basan biaya ke sehatan kepada masyarakat.

CMYK

Minta Dinas Kesehatan Susun Kajian Teknis

BLM 2009 Tidak Diluncurkan

BACA :P2DTK.... Hal 6

BACA : IPSI............Hal 6

Bali Inginkan Kesehatan Gratis

P2DTK

LUWUK-DIPA Program Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus (P2DTK) tahun 2009 tidak akan diluncur kan pada tahun 2010 se bagaimana berlaku tahun sebelumnya. “DIPA P2DTK sebesar Rp 4.129 miliar tidak akan dilun curkan,� tegas Pejabat Pem Ikhwan Rais buat Komitmen Program P2DTK, Ikhwan Rais, kepada Luwuk Post, kemarin. Menurut Ikhwan, kebijakan tersebut disepakati dalam workshop P2DTK yang digelar di Jakarta awal Desember lalu. Lantaran tidak

pencak silat se Kabupaten Banggai. Gun_sapaan akrabnya_ menyatakan, pihaknya akan me ngutus 10 orang pesilat kelas A, B, C, D, dan E masing-masing putra dan putri. Serta tiga atlet dari kelas TGR masing –masing ganda dan tunggal. Namun, jika memungkinkan,

KONTEINER: Penempatan kontoiner di sekitar pelabuhan Luwuk tidak tertata rapi.

LUWUK-Tidak teraturnya penempatan kontainer di sekitar pelabuhan Luwuk tepatnya disekitar cafe teluk lalong seakan menjadi pemandangan yang sengaja diper tontonkan oleh para pengusaha penyedia kontainer. Tidak itu saja, beberapa tum pukan gelondongan kayu dari jenis batang kelapa tidak berada lagi di dalam kontainer, melainkan telah berada di luarnya, dan tidak teratur.

LUWUK-Pengelolah Badan Rumah Sakit Umum Daerah (BRSUD) Luwuk, harus mengeluarkan apotik kimia farma dari dalam RSUD Luwuk. Pasalnya, bila apotik tersebut masih berada di dalam rumah sakit, maka apotik rumah sakit yang sejatinya menjadi sumber pendapatan rumah sakit untuk PAD, tidak akan

BACA : KONTAINER.......Hal 6

BACA : RSUD.......Hal 6

SMP Negeri 3 Luwuk Gelar Pelatihan School Managemen Sistem

Didanai Direktorat BNSP, Pertama di Sulteng SMP Negeri 3 Luwuk nampaknya selalu menjadi RSBI terdepan di wilayah provinsi Sulawesi Tengah. Hal itu, setidaknya, dapat dibuktikan dengan digelarnya pelatihan aplikasi School Managemen Sistem (SMS) kerjasama dengan Edutekh.

PELATIHAN yang digelar selama tiga hari Senin hingga Rabu (16/12), tersebut, diikuti oleh seluruh staf pegawai be serta guru pemegang POS (Prosedur Operasional Stan dar), pegawai bidang kurikulum, kesiswaan, bidang kepe

gawaian, urusan fasilitas, hu mas, serta guru-guru matema tika, sains dan guru TIK. Kepala SMP Negeri 3 Luwuk, Mohd. Anwar, SPd, MPd, ke pada Luwuk Post, mengatakan, aplikasi school managemen system menggunakan jaringan computer LAN (Lokal Area Network). Keuntungan dari aplikasi ini siswa dan guru dapat

BACA : DIDANAI......Hal 6 PELATIHAN: Guru dan pegawai SMP Negeri III mengikuti pelatihan aplikasi School Managemen Sistem (SMS) kerjasama dengan Edutekh Jakarta.[FOTO: DOK/LUWUK POST]

CMYK

LUWUK-Pemerintah daerah Kabupaten Bang gai menargetkan pendapatan daerah di Dinas Per industrian dan Perdagangan, khususnya dari sektor retribusi minuman keras (miras) senilai Rp261.200 juta pada tahun 2010 mendatang. Target pendapatan itu tertuang dalam target penda patan asli daerah yang akan dikelolah oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banggai. Dalam pembahasan target PAD di Disperindag yang dilaksanakan bersama Badan Anggaran DPRD Banggai, Selasa (15/12) kemarin, disebutkan, target PAD yang dikelolah Disperindag tahun 2010 mendatang senilai Rp1,3 miliar, yang terdiri dari beberapa potensi diantaranya Rp261,200 juta dari sektor retribusi minuman keras (miras). Selain itu ada juga retribusi lain seperti Rp590 juta untuk hasil bumi dan industri, tanda daftar perusahaan (TDP) Rp23 juta, dan retribusi pasar senilai Rp1,3 miliar.(far)

Gunawan: Kami Berharap Utus 40 Pesilat


LUWUK POST | RABU, 16 DESEMBER 2009 | HALAMAN 6

Anggaran Disbimair Turun Drastis

Jalan Lingkar Diduga Penyebab Banjir Pasir LUWUK-Hujan lebat yang melanda Kota Luwuk dan sekitarnya, Senin (14/12) malam mengaki batkan pasar sentral dan sekitar pertokoaan dipenuhi material pasir bercampur kerikil. Hujan yang berlangsung hanya berkisar satu jam lebih, sejak pukul 19.00 sampai dengan 20.30 wita telah mengakibatkan jaringan drainase di sekitar pasar dan pertokoan dipenuhi kerikil. Akibatnya para petugas kebersihan selain mengumpulkan pasir yang berserakan dijalan, terpaksa juga harus turun tangan mengangkat pasir yang memenuhi selokan, bahkan mobil diskimtak yang seharusnya untuk angkutan sampah, beralih fungsi mengangkut material pasir itu.Salah satu warga yang enggan namanya dikorankan, Selasa (15/12) kemarin mengatakan, sejak dahulu memang daerah ini sering jadi langganan banjir, akibat saluran darainase yang buruk, sehingga ketika hujan reda tempat ini penuh dengan sampah.Namun, lanjut warga beberapa bulan belakangan, bukan lagi sampah yang dikirim melainkan pasir dan batu. Bahkan selokan yang berada didepan salah satu dealer didekat pasar sentral telah dipenuhi pasir bercampur batu. “Saya menduga pasir dan batu ini, efek dari pembuatan jalan lingkar soho-tontouan, pasalnya sebelum adanya jalan itu, biasanya hanya terlihat tumpukan sampah yang berserakan, tapi kali ini pasir dan batupun ikut terbawa ke pusat kota,” katanya. (ynt)

Kebutuhan Infrastruktur Terancam

MOBIL: kendaraan petugas kebakaran bersiaga 24 jam penuh. Tampak mobil pemadam kebakaran standby dihalaman parkir.

Pemadam Kebakaran Sering Dilecehkan

(FOTO : YANTO IDRIS / LUWUK POST)

PASIR : Akibat hujan lebat Senin (14/12) malam, pasar sentral dan sekitarnya dipenuhi pasir dan batu. Tampak saluran yang dipenuhi material pasir.

LUWUK-Peran dan fungsi para pemadam kebakaran terbilang cukup berat. Pasalnya mereka harus mampu mengendalikan serta memadamkan kobaran api, mes kipun harus menanggung resiko terbakar. Namun karena peran dan tanggung jawabnya, mereka harus menyepelekan keselematan diri sendiri. Kendati begitu pernyataan miring bahkan sampai kepada pelem paran batu dan kayu harus mereka rasakan. Satuan Pemadam Kebakaran Kabupaten Banggai, sekitar 40 orang personil yang dibagi dalam dua tim. Kedua tim ini kemudian bertugas per shift, yakni siang 20

personil dan malam 20 personil. Sementara mobil pemadam kabakaran yang tersedia sekitar 4 unit, yang telah disiagakan penuh. Salah sorang petugas pemadam kebakaran yang enggan menyebut kan namanya pada Dinas Pemu kiman dan Tata Kota kepada Luwuk Post, Selasa (15/12) kemarin mengatakan, untuk yang bertugas pada siang hari selang satu minggu ini, adalah regu A. dan untuk regu B itu, bertugas pada malam hari. Lanjut dia, tidak benar jika ada yang mengatakan bahwa lamban nya mobil kebakaran menuju pusat kebakaran, dikarenakan tidak memiliki persediaan air didalam mobil. “Anggapan itu tidaklah

benar, sebab sebelum mobil pema dam kebakaran beroparasi. Tangki air mobil sudah terisi penuh,” tuturnya.“Pernah juga beberapa waktu lalu mobil kami sempat dilempari batu dan kayu oleh warga, mereka menduga kami lamban karena masih mengisi air tangki mobil, padahal selain jarak, biasanya jalan menuju pusat kebakaran dipenuhi warga, belum lagi lokasi kebakaran yang jauh dari jalan raya,” ucap petugas yang masih berstatus pegawai kontrak tersebut.Selain itu, biasanya pula ada beberapa segelintir warga, yang melaporkan kebakaran, padahal sesungguhnya tidak. Sehingga kami sering kali terkecoh. (ynt)

misalnya, salah seorang pendu kung kandidat Bupati Banggai, Ihwan Datu Adam itu, menya takan, keyakinannya bahwa

para pejabat dan pegawai di lingkungan pemerintah daerah akan mendukung Ihwan Datu Adam sebagai calon bupati

IPSI

mengutus 20 peser ta,” kata nya. Tanpa bermaksud sesum bar, namun Gunawan op timis pihaknya bisa mengan tongi medali emas. “Paling se dikit satu medali (emas), harapan kita bisa meraih empat,” kata nya.Op timisme yang ditunjuk kan oleh pendekar silat yang telah berke cimpung di olahraga silat sejak SD tersebut bukan tanpa ala san. Untuk mengha dapi Por prov 2010 di Toli-Toli, IPSI Kabupaten Banggai seti dak nya telah menyelenggara kan empat kali pertandingan. Yaitu, dua kali kejuaran di Pagi mana baik yang digelar oleh IPSI mau

pun pertandingan an tara se kolah (Personi), pertandi ngan di Unismuh dan terakhir adalah kejuaraan pencak silat antar perguruan silat se Kabu paten Banggai yang digelar di Gelora Luwuk.“Untuk mengha dapi Porprov 2010 kita sudah empat kali tanding,” tegasnya. Bukan hanya itu, pihaknya juga tengah memersiapkan seleksi lanjutan pada pertandingan yang akan digelar Februari dan Maret 2010 di Pagimana dan Unismuh. “Ini untuk mempertan dingkan kate gori dua, untuk mengantisipasi kategori satu berhalangan me ngikuti Porprov,” tandasnya. (ris)

mah sakit. Karena apotik itu hanya melayani pasien yang berobat dengan Askes. Sedang kan pasien umum akan membeli obat di apotik rumah sakit. Hanya saja, terkadang apotik rumah sakit tidak menjual obat yang dibutuhkan, atau segaja tidak disediakan obat yang dubutuhkan. Sehingga Apotik Kimia Farma menjadi tempat pembelian obat oleh para pasien umum RSUD. “Kapan apotik rumah sakit bisa memiliki pendapatan? ini terliat sudah disengaja dan sudah diatur. Jadi caranya me ningkatkan pendapatan RSUD adalah dengan menjadikan Apotik Rumah Sakit sebagai

tempat pembelian obat para pa sien umum dengan maksimal,” tutur Safrudin.Sedangkan Ibrahim Darise mempertanya kan apa yang menjadi dasar pertimbangan sehingga apotik Kimia Farma mendapat perio ritas yang baik, untuk bisa mem buka Apotik di RSUD. Pada hal,akibat adanya apotik kimia farma di RSUD, dan kondisi apo tik rumah sakit sering kekura ngan obat, membuat pendapa tan rumah sakit tidak be sar.“Makanya RSUD harus me ngeluarkan Apotik kimia farma dari RSUD. Karena itu fasilitas negara yang digunakan oleh apotikkimia farma,” tutur Ibrahim. (far)

berobat di Puskesmas,” tandas Bali dalam rapat itu. Sebelumnya, Dinas Kese hatan menargetkan target penda patan pada tahun 2010 men datang senilai Rp400 juta, atau naik Rp20 juta dari target tahun 2009 yang hanya senilai Rp380 juta. Sumber pendapatan da erah yang dikelolah Dinas Ke sehatan Kabupaten Banggai adalah berasal dari pelayanan kesehatan di Puskesmas-pus kesmas, yang setiap Pusmes mas menyetor pendapatan daerah setiaptahun berkisar antara Rp3 juta hingga 5 juta per tahun. Bali mengatakan, sebagai konsekwensi dari gagasan un tuk memberikan biaya pela yanan kesehatan di Puskesmas secara gratis, maka tidak akan

ada lagi pungutan biaya pengo batan di Puskesmas. Dengan begitu target PAD di Dinas Kesehatan akan menjadi nol. Menanggapi keinginan Ketua DPRD Banggai,Samsulbahri Mang,SE, anggota DPRD Banggai lain nya,Moh.Nurwahid,SE menyatakan, untuk ke depan Dinas Kesehatan harus tidak dibebani target PAD. Hanya saja, untuk saat ini, sambil mempersiapkan kajian secara tehnis, maka Dinas Kesehatan tetap ditetapkan target seperti yang disampaikan yakni senilai Rp400 juta. “Kita berharap Dinas Kese hatan dapat mengkaji kesehatan gratis ini, kalau sudah selesai, kita akan buatkan Perdanya,” tutur Nurwahid.(far)

Sambungan dari Hal 5

pihaknya akan mengutus 40 orang atlet, kelas A, B, C hingga I plus kelas berat (kelas bebas). “Kalau anggaran cukup, kami berharap bisa mengutus empat puluh orang peserta, setiap ke las masing-masing empat orang, juara I dan II putra–putri,” katanya.Peserta sebanyak itu kata Gunawan, merupakan salah satu strategi untuk dapat men dulang empat medali emas. “Tapi kalau dana tidak cukup kami berharap minimal bisa

RSUD

Sambungan dari Hal 5

mendapatkan pendapatan. Penegasan itu disampaikan anggota DPRD Kabupaten Banggai, Ibrahim Darise, Senin (14/12). Kata dia, salah satu pendapatan RSUD Luwuk ada lah dari penjualan obat rumah sakit yang dilakukan oleh apo tikrumah sakit. Hanya saja, ada kesan apotik rumah sakit se ngaja dimatikan sehingga pen dapatan rumah sakit tetap saja kecil.Anggota DPRD Banggai lain nya, Safrudin Mahasuni, me ngatakan, sejatinya apotik ki mia farma itu berada diluar ru

GRATIS

Sambungan dari Hal 5

Keinginan itu disampaikan Samsulbahri Mang dalam pem bahasan anggaran bersama de ngan Dinas Kesehatan Kabu paten Banggai di gedung DPRD, Senin (14/12). Dika takan, Dinas Kesehatan untuk ke depan tidak perlu lagi dibe bankan target pendapatan da erah (PAD). Sebab, bila Dinas Kesehatan dibebankan target PAD, maka pelayanan kese hatan yang ada di puskesmaspuskesmas tetap saja dilakukan pemungutan biaya kesehatan saat masyarakat akan berobat. “Saya berkeinginan kita tidak memungut sepersenpun ke pada rakyat, disaat mereka

Banggai. “Pemda pasti akan mendukung Pak Ihwan,” katanya. Ketika dikejar alasan dari pernyataannya itu, Iwan Nasir dengan santai menjawab bahwa Pemda itu ‘identik’ dengan Pemenangan Datu Adam. “Pemda kan Pemenangan Datu Adam,” katanya berseloroh. Sementara itu, pilkada juga akan diwarnai akronim menarik. Jika pilkada Banggai tahun 2006 silam terkenal dengan surga di

P2DTK

Sambungan dari Hal 5

diluncurkan, maka anggaran sebesar 40 persen tahap perta ma program P2DTK Tahun 2009 akan dicairkan ke rekening masing–masing UPKD Kabu

DIPADATI

Sambungan dari Hal 5

tector, untuk melindungi ba gian-bagian vital ditubuh mereka. Kejuaraan yang dipra karsai Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) ini, ternyata mampu

KONTAINER

Sambungan dari Hal 5

Pemandangan ini mestinya tidak terjadi, mengingat di se kitar lokasi, menjadi lokasi rekreasi keluarga masyarakat kota. Belum lagi kesemrautan penampatan kontainer itu ber ada di pusat kota. Parahnya lagi

DIGELAR

Sambungan dari Hal 5

kecamatan. Jika tahun lalu dipu satkan di Bualemo, tahun 2009

DIDANAI

Sambungan dari Hal 5

terhubung dan terkoneksi antara satu ruangan dan rua ngan lainnya. Sehingga tidak sulit bagi mereka mendapatkan data yang up date. “Dengan aplikasi ini semua dokumen dan data dapat terkoneksi hingga pada perang kat pembelajaran,” katanya.

2010 Toili Sasaran Penanganan Bencana

bawah telapak kaki Mama untuk menguatkan citra pasangan calon Bupati Banggai Ma’mun Amir–Musdar Amin. Belakangan muncul istilah lain. Jargon itu adalah Ibada. “Rapatkan barisan satukan langkah samakan niat. Ikut Bersama Datu Adam (IBADA). Dukung Ihwan Datu Adam tidak rugi, karena itu juga adalah bagian dari ibada,” tutur Iwan Nasir sambil tersenyum simpul. (ris)

LUWUK-Persoalan penanga nan bencana memang harus disikapi secara serius oleh Pe merintah Kabupaten Banggai. Mengingat sebagian besar wi layah di daerah ini, sangat rentan terhadap bencana banjir, gempat bumi, dan longsor. Ka rena itu, berbagai informasi serta sosialisasi dari Pemkab Bangagi harus lebih dipertajam. Utamanya bagi daerah-daerah yang dianggap rawan terjadinya bencana.“Selama ini kami sudah melakukan pembagian infor masi, bahkan sosialisasi terha dap masyarakat di beberapa wilayah yang kritis,” tutur Moh. Arif SH, Kabid Geologi Dinas Pertambangan dan Energi Ka bupaten Banggai. Ditemui di iruang kerjanya, Arif, menga takan, di daerah rawan gempa, pihaknya sudah memberikan peringatan dini, dengan mem perhatikan struktur serta keting gian bangunan.Ia menuturkan

tahun mendatang ada progam dari dinas untuk penanganan bencana banjir dan longsor un tuk Kecamatan Toili. Karena ter batasnya dana, sehingga ha nya teralokasikan untuk satu kecamatan. “Namun jika ada ketambahaan dana lagi, ke mungkinan besar akan ditam bah satu lagi kecamatan yakni Kecamatan Balantak,” kata Arif.Arif kembali mengatakan, ditetapkan Kecamatan Toili sebagai sasaran penangan ben cana, dikarenakan daerah terse but sering menjadi langganan banjir dan longsor jika datang waktu penghujan. Sementara mengenai ibu kota Kabupaten Banggai sendiri, menurut dia, termasuk daerah yang tidak rawan banjir dan longsor. Ini disebabkan struktur tanah sebagian besar diwilayah ini, adalah batu kapur. Dimana air dapat meresap sampai keba wah, dan tidak ada pelem baban ruang di dalam tanah. (ynt)

paten dan UPK Kecamatan. Namun, anggaran tersebut belum dapat digunakan untuk membiayai kegiatan sebelum mekanisme dan prosedur program dilaksanakan. “Kami ber harap, hari ini, semua dana BLM sebesar Rp 3.424 miliar sudah masuk ke rekening UPKD

Kabupaten dan UPK Keca matan,” tuturnya. Ikhwan juga menjelaskan tahapan pelaksa naan program yang diinisiasi oleh Kementerian Negara Pembangunan Daerah Terting gal itu telah memasuki babak musyawarah pendanaan untuk tingkat kecamatan. Sementara

untuk tingkat kabupaten dalam waktu dekat akan dilaksanakan musyawarah perengkingan dan pendanaan. “Kami berharap awal Januari nanti BLM 2009 baik untuk Kabupaten maupun kecamatan sudah dilaksanakan,” katanya. (ris)

menyita perhatian masyarakat. Kejuaraan ini dikuti oleh ber bagai perguruan yang ada di Kabupaten Banggai yakni, Tapak suci Unismuh, binuang sakti, elang putih, As’ad serta beberapa perguruan silat lain nya.Wasit Nasional kelas tiga Fainal Djibaran yang ditemui

disela-sela mengawasi jalannya pertandingan kepada Luwuk Post, mengatakan, kejuaraan pada hari kedua itu mengha biskan 13 partai. “ Untuk per empat finalnya akan dilanjutkan malam hari (tadi malam, red). Jika tidak ada aral, partai semi final dan final akan dilang

sungkan besok (hari ini, red),” tuturnya sore kemarin.Fainal menambahkan selain dirinya ada beberapa rekan wa sit lainnya, yang membantu antara lain, salah satu wasit Nasional kelas dua Sulawesi Tengah Yunus, serta Agus Adamto wasit kelas 2 daerah. (ynt)

pemandangan ini sudah ber langsung lama. Salah seorang staf pada peru sahaan kontainer PT Mentari Sejahtera kepada Luwuk Post (7/12) silam berdalih tidak lagi mempunyai lokasi yang tepat untuk penempatan kontainer. Bahkan menurutnya penem patan kontainer saat ini, sudah melalui izin pemilik lahan yang

ditempati. Tempatnyapun ter bilang strategis karena berde katan dengan kawasan pelabu han. Ironisnya lagi Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabu paten Banggai terkesan tidak berupaya menertibkan lokasi itu. “Selama ini Dinas memang tidak pernah memberikan surat peringatan atau penertiban

kontainer itu,” kata seorang staf pada Seksi Penataan Kota dan Tata Ruang pada Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Banggai yang enggan namanya dikorankan. Kepada Luwuk Pos, Selasa (15/ 12) dia meminta agar masalah itu dikonfirmasi langsung kepada kepala bidang yang menangani penataan kota. (ynt)

ini akan digelar di Kota Luwuk. Bupati sendiri kata dia, menya rankan agar kegiatan itu digelar di Desa Bubung. Tujuannya agar masyarakat dari wilayah ba rat Kabupaten Banggai dapat

menikmati acara tersebut teru tama dari Nambo, Kintom dan Batui. “Melalui Disbudpar se bagai penyelenggara kegiatan, Pak Bupati sarankan agar acara ini digelar di Desa Bubung,

sehingga masyarakat di sana juga dapat menikmati acara tersebut. Sebab, di dalam kota, banyak kelompok –kelompok masyarakat yang juga menggelar kegiatan serupa,” tuturnya. (ris)

Dengan aplikasi tersebut kata dia, siswa akan mudah mencari sumber dan bahan belajar secara mandiri sehingga diha rapkan siwa mampu mengem bangkan potensi dirinya secara global. “Keunggulan lainnya adalah guru mudah menyajikan model pembelajaran secara actual dan factual,” katanya. Kegiatan yang menghadirkan instruktur dari Edutekh, Dr. Yogie Swara ini didanai dengan

anggaran Direktorat BNSP Grand School Managemen Sistem.Di seluruh Indonesia, kata Anwar, baru 20 persen RSBI yang mendapatkan pela tihan serupa. “Khusus wilayah Sulteng baru RSBI SMP Negeri 3 Luwuk yang difasilitasi BNSP menyelenggarakan pelatihan ini,” tuturnya.SMP Negeri III sendiri kata dia, berkomitmen untuk mengembangkan pelati han tersebut kepada seluruh

sekolah SMP se Kabupaten Banggai. Selain pelatihan pe riode pertama pada tanggal 14 hingga 16 Desember kemarin, pelatihan itu akan dilanjutkan pada periode kedua pekan pertama Januari 2010 men datang. “Insya Allah dengan kerjasama ini, secara periodic edutekh akan sharing aplikasi school managemen system se lama setahun ke depan,” kata nya. (ris)

Jargon Politik Mulai Marak LUWUK-Jargon politik mulai marak. Jargon–jargon itu bahkan ada yang disampaikan secara santai. Iwan Nasir,

LUWUK-Hasrat hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai. Pepatah lawas itu nam paknya cocok melukiskan pe mangkasan anggaran secara besar-besaran di Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabu paten Banggai. Bisa dipastikan, akibat dari pemangkasan ang garan itu, instansi pimpinan Ir. Andi Jalaludin tersebut tak dapat mengakomodir aspirasi masyarakat. Terutama yang terkait dengan pembangunan maupun pemeliharaan infra struktur jalan, jembatan maupun normalisasi sungai. Jangankan seluruhnya, mengakomodir se paruhnya saja, instansi terse but tidak akan mampu. Itu se telah plafon anggaran Disbimair dipangkas hingga menjadi se kitar Rp 31 miliar saja. Padahal, pada Musrenbang tingkat Ka bupaten Maret lalu, Dinas Bina Marga dan Pengairan memer lukan anggaran sedikitnya Rp 1.3 triliun (Rp.1.327.846.964.889) untuk menjalankan program dan kegiatannya pada tahun 2010

mendatang. Besaran dana indi katif tersebut dibutuhkan untuk melaksanakan 28 program dan 490 kegiatan. Informasi yang dihimpun Luwuk Post, menyebutkan, usulan Dinas Bina Marga dan Pengairan untuk mendanai program dan kegiatan tahun 2010 mencapai Rp 60 miliar lebih. Namun, usulan yang sudah dira sionalisasi itu masih mengalami pemangkasan hingga mencapai Rp 31 miliar saja. Padahal, tahun 2009 ini, Dis bimair telah menghabiskan ang garan sekitar 90 miliar. Kendati anggaran tersebut 3 kali lipat lebih besar dari anggaran yang direncanakan untuk Disbimair tahun 2010, masih banyak aspi rasi masyarakat yang terkait de ngan pembangunan infrastruk tur jalan, jembatan serta norma lisasi sungai yang belum terpe nuhi. Apalagi, rencana ang garan sebesar Rp 31 miliar untuk tahun 2010 nanti bukan hanya untuk infrastruktur. Se bab, termasuk dalam besaran anggaran itu adalah pendanaan yang terkait dengan pelayanan administrasi kantor serta pening katan sarana dan prasarana apa ratur. (ris)


LUWUK POST | RABU, 16 DESEMBER 2009 | HALAMAN 7

Belum Deal, Bentuk Penolakan Suryanto L U W U K-Belum deal atas penggunaan kendaraan politik PDIP terhadap pencalonan Ihwan Datu Adam pada Pilkada 2011 sebagaimana diujar Ketua DPC PDIP Kabupaten Banggai, H. Suryanto, ditanggapi. “Itu benar, partai belum pernah menggelar rapat dalam merumuskan kandidat yang akan didorong pada Pilkada nantinya,” kata kader PDIP Kabupaten Hasanuddin D Adam Banggai, Hasanuddin Datu Adam kepada Luwuk Post, Senin (14/12) kemarin. Akan tetapi yang disesalkan Hasanudin adalah, mestinya Suryanto tidak membahasakan seperti itu. Dia harus arif dan bijaksana dalam mengakomodir kader yang punya potensi. Apalagi klaim Hasanudin, Ihwan sudah terbukti suskes di arena politik. “Ada kesan yang terbesit dari isi pernyataan Suryanto itu, yakni bahasa penolakan secara halus dengan wacana akan majunya Ihwan Datu Adam,” kata Hasanudin. “Saya kira tidak ada yang salah, ketika ada kader yang punya potensi lantas didorong untuk meramaikan bursa tersebut,” tambah dia. Perlu diketahui lanjut dia, Ihwan adalah kader murni partai. Dan sudah terbukti, dirinya sukses di ranah tersebut. “Ihwan adalah kader murni partai dan bukan kutu loncat. Ini kesempatan kader partai didorong,” tegas dia. Pada kesempatan itu, Hasanudin mengingatkan pada Suryanto untuk tidak melupakan komitmennya pada partai, utamanya kepada kader. Sebab kata dia, Suryanto duduk di DPRD dan menjadi W akil Ketua pada lembaga itu berkat suaranya dan teman-teman. “Tolong jangan sampai ada kesan Suryanto hanya bersenang-senang di atas penderitaan orang lain,” ujarnya menyindir.(yan)

Demokrat Sulteng belum Fokus di Pilgub L U W U K-Partai Demokrat Provinsi Sulteng, belum fokus dalam menghadapi perhelatan Pilkada Sulteng yang akan dihelat tahun depan. Hal itu ditandai dengan belum adanya figur yang akan didorong partai peraih 6 kursi ini di DPRD Provinsi Sulteng. W akil Ketua I Partai Demokrat Provinsi Sulteng, H. Mustar Labolo yang dikonfirmasi Luwuk Post via ponsel, Selasa (15/12) kemarin, setidaknya mengakui kebenaran itu. “Memang partai kami belum fokus pada agenda itu. Lagipula pak Ketua (Ahmad Yahya, red) kini masih berada di Tanah Suci dalam menunaikan ibadah haji,” kata Mustar. Meski masih enggan membuka siapa kader yang akan didorong untuk turun bertarung pada Pilgub 2010 itu, namun aleg Dapil V Sulteng ini sedikit menjelaskan tentang mekanisme dalam proses rekruitmen kader untuk meramaikan bursa tersebut. Dijelaskannya, Demokrat terlebih dahulu membentuk yang namanya Tim 9. Tim ini akan bertugas menyeleksi kandidat yang akan dumajukan. Tim 9 lanjut anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulteng ini, terdiri dari lima orang dari DPP dan 4 orang dari DPD. Ada sejumlah tahapan seleksi yang diberlakukan kepada para calon kandidat. Selain di fit and propertest atau uji kelayakan juga melakukan penelitian sampai pada rakyat sejauh mana tingkat elektabilitas kandidat. Dari hasil kajian itu, maka selanjutnya Tim 9 menetapkan skor, siapa yang paling ideal dan layak untuk dijual. (yan)

Ma’mun Rajin Silahturahmi Jelang Pilkada Kabupaten Banggai 2011

(FOTO: SOFYAN LABOLO / LUWUK POST)

DUNIA MAYA: Banyak cara dalam melakukan pencitraan jelang Pilkada Kabupaten Banggai 2011 ini. Salah satunya dengan menggunakan jalur facebook. Tampak salah satu blok milik kandidat pada Pilkada mendatang.

Kandidat Pilkada Bertarung di Facebook Fuad Muid Unggul dari Ma’mun Amir L U W U K-Pencitraan ternyata tak hanya dilakukan para calon kandidat Pilkada Kabupaten Banggai melalui konsolidasi kepada masing-masing calon konstituen. Akan tetapi pencitraan juga dilakoni lewat dunia maya. Salah satunya melalui jalur facebook. Dari amatan Luwuk Post, sedikitnya ada dua calon kandidat Bupati Banggai yang kini bertarung sengit pada jalur internet tersebut. Kedua calon kandidat tersebut adalah Ma’mun Amir dan Fuad

Muid. Sejak Selasa (15/12) kemarin responden terbanyak sementara yang menyatakan dukungan terhadap calon kandidat Bupati Banggai itu adalah Fuad Muid. Kakak kandung almarhum Ismail Muid ini dalam blok facebook bernama Laskar Fuad Muid tercatat ada sekitar 359 yang memberi dukungan. Respons atas majunya Faud ini tak hanya dari Kabupaten Banggai. Akan tetapi diluar daerah ini, salah satunya dari Ambon. Sementara dukungan pada Ma’mun Amir dalam bloknya bernama Ma’mun Amir Di Dadaku ada sekitar 239 dukungan yang

diberikan padanya. Hanya saja keduanya jika disandingkan dengan calon kandidat W akil Bupati Banggai, Badrin Nonsi selisih jauh. Sejak kemarin responden yang memberikan aplous terhadap kader Demokrat ini sebanyak 659 dukungan. Selain merespons majunya Badrin karena merupakan keterwakilan pemuda juga tidak sedikit pesan masuk yang meminta Badrin mampu memberantas korupsi di segala bidang. Dari ratusan responden yang mendukung Badrin, salah satunya berasal dari Hamid U. Bahaswan, Ketua Dewan Perwakilan Luar Negeri Partai Demokrat di Mekkah. (yan)

Saatnya Kader Parpol jadi Bupati L U W U K-Muh. Nurwahid, merupakan salah satu aleg yang paling intens men-dorong kader parpol agar ikut bertarung pada bursa Pilkada Kabu-paten Banggai men-datang. Kali ini motivasi tersebut kembali digelentorkan. “Saya ingin pada Pilkada 2011 nantinya ada kader murni parpol yang maju. Bukan hanya sekedar ikut Nurwahid ramai. Akan tetapi punya target menang,” tegas Nurwahid kepada Luwuk Post di gedung DPRD Banggai, Selasa (15/ 12) kemarin. Soal asumsi kalangan birokrasi lebih laku dijual ketimbang kader murni partai, langsung ditampiknya. “Itu penilaian keliru,” bantah Sekretaris Komisi C DPRD Banggai ini. Dia mengatakan, saluran demo-

krasi ada di jalur politik. Baik itu orang birokrat maupun militer, ketika ingin menjadi pimpinan daerah atau republik ini, harus me-lalui jalur politik. Terkait adanya orang birokrasi yang menjadi kepala daerah, itu lantaran adanya kebijakan po-litik. Namun bukan berarti kader murni partai tidak memiliki kemampuan. “Bukan karena kepintaran seseorang dari birokrasi menjadi bupati. Akan tetapi karena kebi-jakan politik,” ujar Nurwahid. Bila menyandingkan antara kemampuan birokrat dan kader parpol, bagi Nurwahid, kader parpol tidak kalah bersaing. Buktinya, orang parpol mampu menggembleng kader-kader barunya sehingga menjadi politisi unggul. Itu

dilakukan dari tahapan paling bawah. Sementara birokrat justru melakukan pembinaan terhadap orang yang sudah memiliki SDM diatas rata-rata. “Dengan perbandingan ini saya kira jelas bahwa kemampuan memanag kader, masih lebih militan yang dilakukan kader parpol,” ujar Nurwahid. Bertolak dari pertimbangan itulah, sehingga tak berlebihan jika kader murni partai sudah saatnya maju meramaikan bursa Pilkada, dengan satu target, yakni menang. Karena memang sudah saatnya bupati berasal dari kader murni partai dan bukan dari kalangan birokrat. “Kesempatan ini sebaiknya dimanfaatkan. Sebab akan sangat riskan jika partai tidak mendorong kadernya. Kalau itu terjadi adalah kegagalan partai dalam mengkaderisasi orang-orangnya,” tegas dia. (yan)

L U W U K-Akan berlaga kembali Ma’mun Amir pada hajatan Pilkada Kabupaten Banggai 2011 mendatang, bukan sekedar wacana. Planing politik tersebut sudah dapat dipastikan akan dilakoninya, meski saat ini belum jelas apa kendaraan politik yang akan ditumpangi Bupati Banggai hasil Pilkada 2006 tersebut. Gambaran itu terlihat jelas dengan rajinnya Ma’mun Amir dalam melakukan pencitraan di tengah masyarakatnya. Fenomena itu praktis saja melahirkan tanggapan publik. “Jelang Pilkada ini, Ma’mun banyak menggelar silahturahmi. Kesannya saat ini yang bersangkutan so pambae,” kata Syahrin kepada Luwuk Post, Selasa (15/12) kemarin. Lanjut Syahrin, kini Ma’mun lebih banyak meluangkan waktunya di Kabupaten Banggai. Sejumlah kegiatan dihadirinya. Mulai dari agenda pemerintahan, organisasi kemasyarakatan hingga pada event olahraga. Padahal biasanya, kegiatan yang sifatnya seremonial seperti itu, lebih banyak diwakili pejabat lain, dengan

Syahrin Taalek

mengatasnamakan pemerintah. “Tapi kali ini berbeda,” ujar Syahrin.Kebijakan seperti ini kata Syahrin praktis saja melahirkan respons masyarakat. Utamanya masyarakat yang tinggal di pedesaan. “Bagi saya itu kebahagiaan tersendiri terhadap orang desa, dengan melihat lebih dekat siapa sosok pimpinan daerahnya, yang sudah pasti akan punya kesempatan berkeluhkesah atas kehidupan yang mereka rasakan,” kata Syahrin. Ditanya apakah ini bagian dari proses pencitraan Ma’mun terkait rencana bertarungnya kembali pada Pilkada Kabupaten Banggai? Syahrin berujar singkat, bisa saja demikian. (yan)

Komentar Aktivis Pojohok Disanggah L U W U K-Pernyataan perbandingan kemampuan antara Fuad Muid dengan almarhum Ismail Muid yang dibeber aktivis Pojohok, Alwi L. Pauh, memantik tanggapan. Klarifikasi atas statamen itu, bukan berasal dari Ismail Muid Centre (IMC), yang notabene Tim Sukses (TS) dari kandidat calon Bupati Banggai Fuad Muid. Akan tetapi pelurusan atas wacana itu berasal dari aktivis LINCA. “Saya kira pada sisi umum memang mereka (Ismail dan Fuad, red) berbeda, sekalipun mereka itu saudara kandung. Tapi kalau dari sisi kecerdasan, rasanya Fuad Muid juga memiliki skill tersendiri,” tampik Risal Arwie, kepada Luwuk Post, Selasa (15/12) kemarin. Bukan hal yang mudah kata Risal dengan memegang dua jabatan Kadis sekaligus di Kabupaten Bangkep. “Itu salah satu indikator Fuad memiliki skil yang tak diragukan,” ujar Risal. Kemudian dari sisi kedekatan dengan publik atau rakyat, justru Om Fuad punya nilai lebih. “Silahakan tanya ke warga Bangkep Om Fuad dalam membangun relasi sosial. Kesannya tidak memiliki perbedaan dengan rakyat, sekalipun demikian beliau sangat tegas dalam menjalankan

Risal Arwie

jabatanya,” tegas Risal meyakinkan. Dia menyarankan, sebaiknya ini juga harus dilihat bahwa ada praktek yang sama antara mereka di dua daerah yang berbeda. “Bung Alwi saya kira bisa memahaminya. Sebab siapapun bisa menjadi bupati. Karena yang menentukanya adalah rakyat. Kita cukup menilai saja,” saran Risal. Masih menurut aktivis Yayasan Tanah Merdeka (YTM) ini, soal kelayakan di uji dalam kompetisi Pilkada nantinya. Yang terpenting jangan menciptakan ruang yang berisikan pendiskreditan terhadap figur. “Bagi saya Om Fuad cukup untuk jadi calon bupati. Bahkan jika rakyat menghendaki, bisa menjadi bupati Banggai,” tandas dia. (yan)

Pencitraan Cabup Banggai, Sukri Agama (Bag. 3)

Di Dapil III, dapat Aplous dan Ucapan Allahu Akbar Negara Dr. Bambang Kesowo, SH, LLM juga merangkap Kabag Persuratan dan Reproduksi, Biro TU. Begitu juga di tahun 2004 s/d 2005, selain ajudan Menteri Sekretaris Negara yang ketika itu dijabat Prof. Dr.Yusril Ihza Mahendra, SH, LLM, Sukri merupakan Kabag Acara dan Perjalanan

DAPIL III, merupakan wilayah terakhir yang dikunjungi Sukri Agama. Tak jauh beda dengan pencitraan yang telah dilakukannya di dapil I dan II. Di dapil ini selain mendapat aplous juga ucapan Allahu Akbar warnai audiens. SOFYAN LABOLO - Luwuk SEPEKAN lebih lamanya, H. Sukri Agama, SH, MH mengunjungi daerah ini. Dari sejumlah nama yang disebutsebut bakal meramaikan ajang pesta demokrasi 2011 mendatang itu, Sukri Agama paling serius. Tak heran jika bertandangnya Sukri pada kampung halamannya sendiri ini, dimanfaatkannya semaksimal mungkin dalam melakukan pencitraan. Dapil III yang meliputi Kecamatan Pagimana, Bunta, Bualemo dan Nuhon merupakan daerah terakhir yang dikunjunginya. Pria yang kini aktif sebagai Kepala Bidang Diklat Fungsional, Pusat Pendidikan dan Pelatihan, Deputi Menteri Sekretaris Negara Bidang SDM ini, tak sendiri. Dia didampingi timnya bernama Tim W ork Pemenangan (TWP) Sukri Agama. Tak jauh beda dengan kunjungan politik yang telah dilakukan sebelumnya. Di dapil yang memiliki jatah 11 kursi di DPRD Banggai ini, Sukri bersama timnya disambut antusias. Selain tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh politik juga masyarakat pada umumnya. Pada setiap kesempatan bertatap muka terjadi dialog yang sangat dinamis dan menarik. Bahkan kesan yang menonjol

adalah masyarakat ingin menguji sejauh mana kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang dipunyai suami Ir. Hj. Athea Sarastiani, MM ini. Hal itu dapat dibuktikan dengan aktifnya keinginan masyarakat untuk mengetahui apa dan bagaimana visi-misi serta kepedulian Sukri Agama terhadap pembangunan di daerah, utamanya di dapil III. Dengan berbekal pengalaman di dunia birokrasi, Sukri pun merespons balik pertanyaan sejumlah warga itu. Dengan seabrek kemampuan yang dimilikinya, Sukri mampu menjawab dengan lugas semua pertanyaan. Alhasil dalam audiens tersebut, warga merasa puas. Karena terpenuhinya keinginan mereka lantaran jawaban Sukri mengena, aplous pun diberikan. Bahkan secara spontan mereka menilai Sukri layak pimpin Kabupaten Banggai kelak. Satu pengalaman menarik lagi unik lewat kunjungan Sukri dan timnya pada dapil tersebut. Pertemuan di Kecamatan Bunta yang dihadiri para tokoh politik, tokoh masyarakat dan tokoh agama, beberapa kali Sukri menjawab pertanyaan diberi aplaus dan ucapan Allahu Akbar sebanyak tiga kali. Bahkan sampai-sampai acara itu usai dihelat kalimat yang

(FOTO: SOFYAN LABOLO / LUWUK POST)

AKRAB: Tampak Sukri Agama bersama kakak kandungnya Ami Agama, yang merupakan pengusaha di Balikpapan, ketika bertandang di Luwuk beberapa waktu lalu.

artinya Allah Maha Besar itu masih saja terdengar, sembari dikolaborasikan dengan kalimat ‘Maju Pak Sukri, Kami Bersamamu’. Lantas siapa sebenarnya Sukri Agama itu? Dalam laporan perjalanan ketiga dapil, dalam tulisan ini dibeber profil singkat Sukri Agama. Pria ini, lahir di Kecamatan Batui, tanggal 14 Juli 1958. Bertugas sebagai Kepala Bidang Diklat Fungsional, Pusat Pendidikan dan Pelatihan, Deputi Menteri Sekretaris Negara Bidang SDM, saat ini Sukri golongan IV B. Menjabat sebagai ajudan atau staf TUP Menteri Sekretaris Negara bagi Sukri sudah banyak makan asam garam. Terhitung sejak tahun 1988 s/d 1998 Sukri adalah ajudan Menteri Sekretaris Negara yang kala itu dijabat Dr. Moerdiono. Tahun 1999 s/d 2000 dia menjadi ajudan Menteri Sekretaris Negara Dr.Ir.Akbar Tanjung. Tahun 2000 s/d 2004 selain ajudan pada Menteri Sekretaris

Biro TU. Mengapa disebut kandidat pulang kampung? Yah karena memang Sukri adalah anak daerah. Sukri tercatat alumni SDN 2 Batui, yang selanjutnya tamat pada SMPN 2 Luwuk Cabang Batui. Untuk tingkat SMA, Sukri menyelesaikan studinya di Jakarta. Sukri merupakan teloran Universitas Islam Jakarta (UIJ) dengan menyandang S1 Hukum Pidana. Predikat S2 Sukri, yakni Hukum Bisinis diraihnya pada Universitas Gadjah Mada di Yokyakarta.

Tak hanya pendidikan tinggi yang diraih Sukri. Akan tetapi sejumlah penghargaan juga disabetnya. Sebut saja, Senior Liaision Offiser, Goverment of Indonesia Key Agency Australian Develompent Scholarships dari Kemitraan Australia tahun 2009, Satyalencana Karya Satya XX Tahun dari Presiden RI tahun 2005 serta Satyalencana W ira Karya dari Presiden RI tahun 1997. Untuk organisasi, selain Sukri adalah aktivis HMI Jakarta tahun 1987 s/d 1992 juga anggota Korpri Sekretariat Negara RI. (yan/adv)


LUWUK POST | RABU 16 DESEMBER 2009 | HALAMAN 9

PENDAPAT KAMI

Kembali Fokus Ekonomi DUA pekan lagi kita memasuki pengujung 2009. Seperti tahun-tahun sebelumnya -kecuali akhir 2008 yang kena krisis finansial-, tiap Desember pasar modal selalu mencatat kinerja luar biasa. Aksi window dressing yang dilakukan emiten yang tercatat di lantai bursa selalu mengangkat indeks harga saham ke level puncak. Namun, tahun ini, tampaknya, perlu kerja keras untuk mewujudkannya. Aksi untuk mempercantik laporan keuangan itu diprediksi sulit terealisasi lantaran kondisi pasar kurang bersahabat. Gelagatnya sebenarnya sudah terbaca mulai awal bulan ini. Nilai jual beli tercatat mulai menipis karena banyak investor yang mulai mengerem transaksi. Harga beberapa saham unggulan terlihat hanya mondar-mandir seperti menunggu momentum yang pas untuk rally. Namun, momen yang ditunggu-tunggu tak kunjung menghampiri. Yang muncul malah sentimen negatif dari dalam dan luar negeri. Pertama, tentu saja gonjang-ganjing kasus Bank Century. Dibidiknya dua petinggi negeri ini yang notabene ahli di bidang ekonomi membuat pelaku pasar menahan diri. Belakangan, muncul pula perseteruan antara Menkeu Sri Mulyani Indrawati dan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie. Kondisi itu membuat pelaku pasar kian hati-hati. Maklum, selama ini, tujuh perusahaan Bakrie yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) menguasai 40 persen total transaksi. Kemudian, dari mancanegara, kasus gagal bayarnya Dubai World membuat investor asing lebih memperhitungkan untuk menanamkan duitnya. Terutama di negara yang pasarnya baru tumbuh (emerging market) seperti Indonesia. Sinyal pemulihan ekonomi global pun belum terang benar dan diperkirakan baru positif awal tahun depan. Indikasinya, harga minyak mentah terus melorot dan kembali di bawah USD 70 per barel. Gabungan berbagai sentimen itulah yang membuat pesta di lantai bursa sulit terlaksana. Dari beberapa faktor tersebut, sentimen eksternal paling tidak mungkin dijinakkan. Yang paling mungkin adalah memperbaiki kondisi internal. Dalam hal ini adalah meminimalkan dampak kasus Century terhadap perekonomian. Untuk sementara, kasus tersebut memang belum sampai mengganggu iklim investasi secara keseluruhan. Tapi, kalau terus dibiarkan berlarut-larut, bentrok antarelite itu bukan tak mungkin memunculkan persepsi negatif di benak pemilik modal. Di sini dibutuhkan sikap tegas dari pemimpin negeri ini agar kasus Century tak mempunyai daya rusak ekonomi. Siapkan plan A dan plan B jika memang Wapres Boediono dan Sri Mulyani harus turun dari kursinya. Sikap pasar yang wait and see saat ini bukan berarti mereka berpihak kepada Boediono dan Sri Mulyani. Pelaku pasar hanya waswas bagaimana kelak kondisi perekonomian bila mereka berdua lengser. Kita hanya berharap para investor melupakan kasus Century dan kembali fokus pada sektor ekonomi serta pasar finansial. Boleh saja tradisi pesta tiap akhir tahun di lantai bursa tertunda. Tapi, di pasar modal masih ada momen January effect yang punya gairah sama dengan window dressing. Dari situ, perusahaan-perusahaan publik diharapkan menjadi motor untuk menggairahkan perekonomian nasional. (*)

+628124534xxxx For no +628525628xxxx ngana p cabub dgn cawabub yg ngana bilang cocok itu, yg lain kalaut, itu tdk salah, atau sebalikx, krna yg sy tau ngana p fans itu orang tdk suka,tdk populer, baru cuma pake modal luda,alias latabu, orang nyanda kanal, lebe baik te usa ikut calon klu te ada dp doi, so ditau kalah, +628134043xxxx Ass para pembaca luwuk pos mari kita sama2 membangun kab banggai ini hilangkan saling caci mari kita saling rangkul supaya kuat bagai sapulidi yg bisa menyapu kotoran. ingat luwuk daerah yg aman bersihkan dr hal2 yg bisa mengganggu ketertiban spy luwuk damai makmur dan sentosa amin wassalam +628134133xxxx Pak PLN, mau nanya neh. Itu Luwuk mall dan kompleks ruko baru di simpong, pasang meteran baru bayar berapa JUTA per meter ya? Aku mau pasang juga neh. 10 juta atau 15juta? Gpp, asal aku minta kwitansi resmi dan semua masuk ke kas negara. +628135429xxxx Pembaca Yang Budiman, apapun model sumber energi listrik yang terpenting untuk rakyat, karena saat ini dan akan datang investor akan melirik Kabupaten yang memenuhi kapasitas untuk industri salah satunya pabrik pengalengan ikan,jika tidak kita akan jalan ditempat,karena dunia saat ini sudah canggih dan moderen,Forum Pemantau Publik +62816438xxxx Ini benar2 orgx PLN yg membela diri. PLTA untuk pembangkit listrik tenaga air yg kapasitas dan debit airx gede. Sedangkan utk pembangkit listrik tenaga air yg kapasitas dan debit airx kecil disebut mini hidro. Jadi PLTM = PLTA skala mini. Ini cuman masalah istilah aja. Sama2 pake air sebagai sumber penggerak dinamo. Baru kali ini ada org yg menolak tambahan kapasitas daya listrik di Lwk. Aneh kan? Makanya Luwuk tdk masuk didaftar proyek 10.000MW. Krn dari PLN Luwuk tdk mengusulkanx. Dgn daya terbatas, peluang utk kong kali kong dalam pemasangan +628575610xxxx CoRe Lp, mINtOl d MuAt sMS pNy Sy bWaT PlN,SaTu MiNgGU iNi jAnK KaZe MaTi LAmPu cOz AnAk2 SmP MaU UjIaN OceY,,, +628575612xxxx Ini yang punya no Tel-sel ngana ini te makarti sakali dengan PLTA, hey ngana tau iyo PLTA saya dukung kalu memang ada di kabupaten banggai, itu PLTA kalu ngana tau lebih dalam, depe keuntungan begitu sangat banyak sekali. tidak sama dengan PLTD depe keuntungan hanya kapasitas strom saja tapi kerugian lebeh banyak, ngana harus tau. 1 Harga mesin cukup mahal sampai trilium, 2 Laporan keuangan lebeh banyak yang di korupsi, mocari tau, 1 laporan pemakaian semua kebutuhan, apalagi dengan bahan bakar / oil itu semua laporanya paling banyak di korupsi lebeh banyak laporan fiktif terutama oil, soitu depe mesin

Wakil Bupati Ban Serep atau Bukan ( Bagian Pertama ) A. PRO DAN KONTRA Undang-Undang No.32 Tahun 2004 sebagai regulasi otonomi daerah yang baru menandai awal lahirnya Suatu Pemerintahan daerah yang lebih demokratis. Dalam menjalankan proses pemerintahan didaerah disebutkan dalam pasal 24 ayat 3 Undang-Undang No.32 Tahun 2004” Bahwa Kepala daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibantu oleh satu orang wakil kepala daerah”, terhadap penjabaran pasal ini terdapat pro dan kontra akan penguatan kedudukan seorang wakil kepala daerah atau wakil bupati. Bagi yang pro berpendapat bahwa pasal ini menujukkan kedudukan wakil bupati tidak kalah jauh pentingnya dengan kepala daerah bahkan kedudukan tersebut sederajat,

Oleh : Mohammad Ilyas Mahasiswa Semester Akhir Fakultas Hukum Universitas Tompotika

apalagi dengan adanya Pemilihan Kepala Daerah secara langsung. Disebutkan dalam pasal 56 ayat 1 Undang-Undang No.32 tahun 2004 “Kepala daerah dan Wakil Kepala daerah dipilih dalam satu pasangan calon yang dilaksanakan secara demokratis berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil”. Kedudukan yang demikian mengartikan bahwa seorang kepala daerah tidak akan mungkin lahir menjadi seorang kepala daerah tanpa ada seorang wakil kepala daerah. Kalimat “pasangan” dalam makna politik hukum menunjukkan kata “dan” yang dalam bahasa

indonesia merupakan kaliamat kumulatif yang menunjukkan satu kesatuan antara satu dengan yang lain dan tidak dapat dipisahkan. Sedangkan yang kontra, berpendapat kalimat “dibantu” menunjukkan bahwa posisi wakil kepala daerah hanyalah sebagai orang nomor dua atau ban serep kepala daerah walaupun secara tegas disebutkan tugas dan fungsi pokok wakil kepala daerah dalam undang-undang No.32 Tahun 2004 diposisikan bukan sebagai ban serep, akan tetapi segala keputusan dan kebijakan didaerah tetap ditangan kepala daerah (Bupati). Posisi yang demikian

ini yang kemudian sering menimbulkan disharmonisasi antara kepala daerah (Bupati) dan wakilnya. B. POSISI WAKIL BUPATI Seorang wakil bupati dalam menyikapi posisinya sebenarnya jelas disebutkan dalam Pasal 26 Undang-Undang No.32 Tahun 2004 bahwa kedudukan wakil bupati yaitu “membantu kepala daerah dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah”. Kalimat “membantu” sebenarnya diilhami dari konstitusi pasal 4 ayat 2 “ dalam melakukan kewajibannya presiden dibantu oleh satu orang Wakil Presiden”. Kalimat ini yang menurut Prof Jimly Asidiqih dibagi dalam lima status yaitu; Pertama, sebagai wakil yang mewakili kepala daerah. Kedua, sebagai pengganti yang menggantikan kepala daerah. Ketiga, sebagai pembantu yang membantu kepala daerah.

Koin Prita dan Dokter Indonesia ( Bagian Pertama ) SAAT vonis denda 204 juta rupiah dijatuhkan kepada Prita Mulyasari, sontak beribu simpati datang dari masyarakat. Rakyat merasakan ketidakadilan telah menimpa Prita. Kemarahan publik melahirkan gerakan pengumpulan koin untuk Prita. Mengapa koin? Sebab, uang receh itu didaulat sebagai lambang perlawanan rakyat kecil kepada sistem yang lebih besar. Dalam kasus ini, kubu yang besar adalah RS Omni Internasional yang dipandang sebagian orang telah bersikap cukup arogan, plus sistem peradilan yang dinilai tak memihak rasa keadilan rakyat kecil. Bukan hanya anggota Komisi Yudisial yang prihatin atas putusan itu, Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih pun ikut gerah. Tim mediasi dari Depkes diutus untuk kembali menengahi pertikaian antara Prita dan RS Omni. sekarang dorang bilang rusak itu lantaran depe oil mesin tidak pernah diganti ganti mungkin nanti satu tahun baru 1 kali ganti, bulum lagi dp karyawan2 yang ada di kota, kecamatan-kecamatan so bajual meteran bekas sampe belasan juta. Baru tetau sapa penomor yang bawa2 suku so dengan bahasa saluan di layanan publik tetang krisis energi, klu boleh jangan bakuikot apa lagi ba bahasa saluan yang lebeh banyak tasalah. ini KRISIS tidak mengenal suku. jadi yang tidak sependapat di bangunnya PLTA itu depe orang kuno, apalagi yang mangaku Dosen Teknik Depe pemikiran tidak luas mungkin gelar yang di dapat hanya di kampus lokalan jadi dp teknik tidak mantap yang lebeh banyak hanya teori batulis depe praktek tidak ada,jadi klu boleh badiam jo supaya tidak malu orang mo carita apalagi mangaku dosen tehnik tapi pemikiran tidak luas. +628575645xxxx yth lp. tlg blg ama pemda bangkep ut mmberi tgurant kpd dirut rs bgi di adean, bangkep. pasakx pnjaga apotik sring minta uang dg alasan tdk di jmin askes. ttp kl di debat, obatx jd gratis. ini brarti ada indikasi pungli. lp jg tdk mau mencr info ttg hal ini..! pdhl kesehatn ad kbuthn fital masy. q jd bingung sendr. trxta korupsi itu sdh merakyat. lp, kpn sih km bs jd sosial kontrol di bangkep? kejadian ini trjadi pd tgl 14-12-2009. jam 12.00 wita. +628575646xxxx lp.buat kepsek smp6 trang guru2 smp6 bkan robot yg harus pagi2 cpt dtang trang jga ada anak ada suami yg hrus di urus jdi kepsek hrus mgarti akan trang ini kepsek,he kepsek smp6 it jbatan cma smntra jdi jga bae2 nga it jga jdi kepsek krna MA klu bkan dia nga kempes.by orangx ma.mgarti it +628575651xxxx Tolong pln jgn kase mati listrik selama 1 mgg krn anak2 ujian. Mkch l.P. +628575651xxxx Infokan ke wartawan LP bhwa diLamala akn diadakan deklarasi pemekaran kab. Tompotika Raya,sbntar jam 9 pagi digdung BPU kntor cmat Lamala. +628575736xxxx Assmlkum...bola panas pilkada mulai brgulir,komentarpun brdtngan ada yg pro n kontra...tp esensi dr pilkada adalh bersaing scrh shat,desain wacana yg populis dpt menjwb realitas rakyat...jd mari qt brdemokrasi scra seht,jgn teoritical conficsiun...kesejahteraan rakyatlah yg hrs d pikirkan...mw syp d usung tp prubhan tdk ada sm sj bohong...jgn memainkan politik aliran,,,tp mainkan strategi yg tdk merugikan rakyat,n bg rakyat nda usah main2 menjathkan...mari dewasa brdemokrasi...n jg yg mengaku2 aktivis jgn menggiring bola panas...serta nda usah blng2 akses makro,mezzo maupun mikro...toch yg menentukan pemilih bkn akses atw relasi atw jejaringx kuat,mdh2an qt smw tdk terjebak dlm prdebatan yg tdk menynth akar masalahx.semoga. +628569694xxxx Di lwk lg giat2x sosialisasi helm standar..sy brharap buat pa Polisi jgn cuma masy ditertibkan cobalihat lampu lalulintas kadang2 mati bahkan warnax sudah berubah ditambah lg lampu pejalan kaki tdk ada,apa lg yg kanal pot resing masi merajalela ditambah lagi parkir yg sbarangan n tdk trtib..mohon diperhatikan ya pak polisi,.agar KOTA LUWUK MENJADI TERTIB BRLALU LINTAS..HIDUP PA POLISI jangan panas2 tai ayam.

Oleh : M. Yusuf Suseno dokter umum, saat ini tinggal di Surabaya

‘’Hubungan dokter-pasien seharusnya tolong-menolong, bukan tuntut-menuntut,’’ kata Menkes (JP 9/12/09). Kegelisahan Menkes itu membuktikan bahwa selain mengganggu rasa keadilan, gerakan koin untuk Prita juga merepotkan pucuk pimpinan birokrasi kesehatan di negeri ini. Mengapa demikian? Sebagai kasus yang semula berbau dugaan malapraktik yang dilakukan RS Omni Internasional terhadap Prita (meski tak terbukti), konflik ini telah menjadi cermin bagi dunia kesehatan di tanah air. Kericuhan yang diliput luas oleh media tersebut mewakili hubungan pasien, dokter, serta rumah sakit yang makin rapuh.

+628124532xxxx Bpk Bupati yth, khususx Kadis Pertanian. Z pribadi mrasa malu dngn ksus foto bugil yg dlm hal ini adlh bwhn Bpk, apakh tdk bisa mngambil kep. Krn yg brsangkutan tlh mncoreng nama baik instansi Bpk. Pak Bupati tolöng di tindaki CPNS tsb.TRIMS! +628134087xxxx Buat lyanan publik.diblaz kpn muatx.spya sy mobeli korx,ap pengeluhn sy dhmuat ap tdk? +628134087xxxx Ass,mintol dimuat.sy cm mokase tau.untk aparat kelurahan.agar lebi displin.untk mendata.kos2an yg ad diluwuk.sbb.tallalu bnxk wts.kong ambe2 orang pelaki.buktix qt pelaki pe hugel.qt pukul msi kacil sojdi pelacur.rumah2 kos sojadi dorang pe tampa melcur terutama di puge pas tikungan.tolng diperhtikan.klu bgini dikase biar.bnxk tingkat perceraian dikota luwuk. Maestik sja dittp,knpa para wts dibiarkan merajela mengganggu suami2x orng.mall praktkx sj brani di tmpat kos.mhn dri pihak kelurahan mengambil tindakn.masa msi cewek2 umur sja masi belasan tpi tingl sandiri dikos lgi. +628134121xxxx Lwk pos, kentara sekali mahasiswa KKN untika tdk pux bobot. Masa dia blng tapal batas desa gunanya untk mengurangi kecelakaan lalu lintas, stemenx SANTO, hey...mas byk bejar ya, krn diluar kampus otakmu hax sebahgian d gunakan, paling byk dgunakan ad. Hub. Sosial dan bakti km k masyak. kalau jd tukang cat atw tkng batu dan tkng kayu tdk usah sekolah tinggi. Krn km orng2 yg d harapkan masyrakat bukan jd beban masyrakat atw negara (penganguran).pemrhati pendidikan +628524116xxxx Ass”lp” di zalipi ni ujian smester utk klz 1 sD DI KAZI NILAI NOL ZMUA OLEH OKN UM GURU BERNA MAAZAR IZMH U...Msk zoal me mbaca gambar cma di tuliz di pa2n tdk di beri thu zma murid l aw ni zoal mem baca gbr .trz dia (red)langzung m nju kantor.yoo moziaa na guru’ zmo aizo “KAMI” SBGI wali murid tdk trma ataz z mua ini . “n” tlg LP Zampaikan lg sung zma KADIS DIKNAS KAB.BANGGAI .to akon mae na An akmami.by BaBO BUNKKUT. N buat LP TLG NO AIA BLI O POTULIZ ZOALX BLM ZAAT YG TEPAT .UTK SMUA .AKHIRKATA WAS SALAM” N” TRMZ. +628524131xxxx Lp , tolöng bilang zama itu nmr 08124534xxxx. Bi. . . Itu p”FUAD MUID, ka-siang dp DOI amper satu gudang. Curiga nga pe pilihan yang cma modal KONGA . Brangkali. Bi.., zoitu kalo tdk pernah bca KORAN tdk usah b���coment . Soitu bca p”fuad muid pe biodata supaya nga liat dpe JABATAN . Curiga nga tdk tau b”baca . Bi. . , kasiang . +628524144xxxx Asslm wr.wb . . .tlng muat zmz ini z mau mgcpkn prmhnan ma’af bt sma n 1 msma N bt pak jimi z mau mnt ma’af. . . Krn z sdh mmbt infrmasi yg slah . . . +628524144xxxx Asslm wr.wb . . .tlng muat zmz aq, z mau mnxmpkn prmhonn ma’af bt sma n 1 msma N bt pak jimi. .krn z sdh slah ksh informsi yg smbrngan. .N bt kpsek z mau mnt ma’af jga . . . .wclm wr.wb . . +628524148xxxx pak bupati yg terhormat km mau nax ni? dengar2 skolah yg dpt rehap itu kepsekx

Komentar dan pertanyaan masyarakat pun beragam. Salah satu yang paling penting dijawab adalah pertanyaan tentang kualitas pelayanan kesehatan di tanah air. Apa yang terjadi dengan pelayanan kesehatan dalam negeri? Mengapa banyak orang kaya yang lari ke Singapura dan Penang untuk berobat? Apakah semata karena teknologi kesehatan? Benarkah berita tentang dugaan malapraktik di media massa yang muncul tiap minggu itu? Era krisis kepercayaan tersebut telah diramalkan jauh-jauh hari. Suatu hari, Sir William Osler, Bapak Kedokteran Modern, ditanya tentang definisi dokdpt pi 10% dr dana yg ad ya? trus ap benar keuntungan it hax di peruntukan buat kepsek pribadi ya tanpa berbagi dgn gr bantux yg ad diskolah itu? krn slm ini yg km dgr pr kepsek sllu ber anggpan keuntungan/ pi yg 10% it adalah HAK kepsek pribadi ,dan ktx medikase dgn tidk bawahanx it trserah kepala skolah,krn itu adlah hakx kepsek.dan klwpun kepsek membrikn kpd bawhnx/ank buahx it hax sekedr belas kashx ke bawahnx .apa benr bawahn kepsek tdk berhak merskn menikmati uang kaget itu?pdhal kan,kepsek tdk akn berhasil mengolola skolah it tanp bantuan dn partisipasi bwhanx?kebetln in trjd d slh st skolah yg dpt rehap ,kepsekx dpt keuntungn at PI 17 juta 7ratus ribu lebih rupiah. tp bawahanx yg 10 org hax di kasih 150 ribu rupiah perorang.baygkn kepsekx sejahtera bawahanx melarat.ap memg aturanx seperti itu? mohon penjelasan. +628525520xxxx Ass. Lp...buat yth bpk bupati dan kadis nakertrans maupun anggota dewan, atw organisasi yg brgerak di bidang ketenaga kerjaan. Tlg di ushakan kirax UMP untk Kab. Banggai sdh sehrsx 1 jt perbulan. Sdh tdk pantas UMP di kab. Bnggai msh di bw dri 1 jt. Jd spy tdk trgantung dgn propinsi sebaikx mengarah ke UMK. Tlg di perhtikan dl kesejahtraanx pekerja, mslhx biar pekrja di ats 5 thn dan sdh berkeluarga tp kadang di gaji sesuai UMP. mks bwt Lp. +628525603xxxx Lp, buat 08525600xxxx yang di EDISI SENIN , ngana jangan bodok , justru om FUAD MUID itu yang mo laku apa lagi kalo dia PAR DGN SANG / om RAMBUT PUTE , apalagi kasian kalo masi ada OM MAIL , kasiang kamu itu TIDAK ADA KAMU PE BERKUTIK. buktinya zaja waktu dia maninggal RIBU ITU YANG MELAYAT. cuma paya om MAIL mba ko ada . PAYA-PAYA oko om MAIL . kurang kamu tunggu VIDIO KLIP BRU DARI LAGU (SISIK NAEPUAN). AKU SEBAGAI GENERASI MASA DEPAN SALUAN , YAKIN dan PERCAYA ,om FUAD pazti T”DUDUK .!!!!!!!!100-1000%By:putra SALUAN +628525603xxxx Bi. . . Buat itu nmr YG 08525633xxxx , zaya cuma mau bilang HARI GINI TDK KENAL (DRS,H,FUAD MUID) ka LAUT JOo. . . By:tukang MUTILASI .torang zaja tiab(...) +6285256214204 Lp...BPK ALFIAN DJIBRAN anda selaku kepbag pertanahan pemda BANGGAI.kenapa masih byk urusan tanah yg jd masalah blm diselesaikan seperti dikm 9 smpg terminal milik BPK BACO LADJAPA? Masalah ini seolah2 didiamkan,knpa hak org kecil tdk diurus? Tunjukan siapa penjual tanah tersebut? Knpa PT BSS lwk tdk mau transfaran? +628525771xxxx Asslm. Lwk post mo tx so pengumuman peg. d koran +628528318xxxx Memang dasar penjilat, karakternya bukan hanya bodoh tapi, tolol-cucungu, sebab kalau pemilik no 08524125xxxx adalah oknum pns yg hanya lompat jendela saja atau oknum keturunan bukan berdarah merah, TETAP SULIT untuk jadi MENGERTI. Eh, kandidat siapa saja yg sedang berkuasa atau yg akan bakal berkuasa lagi apabila ada anak buahnya yg karirnya BERHASIL jelas kandidatnya akan naik daun, tetapi sebaliknya kalau ada anak buah yg tersangkut kasus hukum tentunya kandidatnya juga minimal turut sedih. Maju

ter yang pintar. Dia dengan lugas menjawab, ‘’Sesungguhnya tak ada seorang pun yang bisa disebut dokter yang pintar. Di dunia ini hanya ada dua macam dokter. Dokter yang baik dan dokter yang buruk.” Kita boleh tidak setuju terhadap Sir William. Namun secara tak langsung, Profesor Abraham Verghese, seorang ahli penyakit infeksi sekaligus penulis terkenal dari Amerika, berkata, ‘’Seorang pasien yang menyukai dokternya takkan pernah menuntut, apa pun yang terjadi, apa pun bujukan si pengacara.” Kedua pernyataan tokoh dunia kedokteran dari era yang berbeda itu sebenarnya telah menjawab penyebab meruncingnya hubungan pasien dan dokter dalam beberapa kasus. Sayang, hal itu tak kunjung disadari oleh para pemegang kebijakan, pemilik industri kesehatan, maupun para komunitas dokter.( Bersambung ) terus 08575646xxxx, kami masy. Yg terpinggirkan di Nuhon, Bunta, Pagimana siap di depannya pak Fuad Muid dari kandidat yg bukan metropolitan, sebab orang-orang metropolitan di kab. Banggai hanya di hitung dengan jari, terimakasih LP. +628528413xxxx Yth LP, jadwal pemadaman listrik d kota lwk 1 x 1. Klo d pgm 1 x byk artix nyala 1x ttp mati byk2 x.bgm ini bos PLN? Jgn alasan jad wal,giliran,roster trakhir pakansi jo trus.mks byk LP. +628528413xxxx Yth LP,kepada pem baca LP yg baik mari kita dukung kandidat cabup/ca wabup yg pux tekad membangun kab.bgi bukan kandidat yg selalu menghasut rkyt yg pd akhirx membuat prpcahn d antara rkyt yg sangat mencintai daerah ini.tdk ada istilah anak dae-rah hrs asli ank daerah yg ada adalah ank daerah yg brtekad membangun daerah dan tdk memberikn statemen2 negatif ttg peme-rintahan skrg.pemerintah jga mc biasa,iya toh. Skali lagi,mari duku ng kandidat yg bnar2 brtkd menba ngun kab.bgi.salam damai for semua +628565606xxxx Ass,LP sy mau kirim2 slm Bwt ank2 Tnjng, ALHO, juan, aris, ari, firman, randi, aris, romi, joko, QiQi n bwt Ank2 TnT lisa ama Ratna +santai jow,n Bwt Ank2 Sich fm ada Andry,ARIF,AJIN ama EQHY +AKUR AJA,n bwt Ical ama Tuti +bku chayng Thank’s for LP +6285656060206 Ass,sy Cuma mau blng kalau blh it sampah yg di muka plbhn tilng agr di sediakn Bak penampunganx!pdhl Plbhn Luwuk sdh Mulai ada prbhn,tp syng karna itw smph jd Jelek! +628565606xxxx Kita tdk bisa tau apa kekrngn dlm diri kita tpi orng yg slalu mengkritik kita adalh orng yg lbh tau di mana letk kekrng it,dan jdiknlah Kritikan itw sbgi pljrn untk membuat diri kita lbh MAJU,orng yg tak mau menrima kritikn seseorng adlh orng yg tak ingin Succez,by Acho +628565647xxxx Ass.. Wr.wb. Lp sy cma mo tax sma pak polisi apa itu UU. No 9 thn 2009 hanxa brlaku di kabupaten ? Sy brharap agar di pagimana jg di brlakukan spya masyarakat tau itu UU NO. 9 thn 2009 +628565660xxxx Mat pG LP.. Tl9 d9 d m4t sMs 4q. PsN bt 4nK2 4MiK s4l4K4n it pRsI4Pn u/ MIT d kS mT4n9 b4r sUksZ. b4t rIn0 & rIk0, l4w d kMpUz J9n tRlL BrL9A z0 kUl.. bi4z4 jo rU jgN TrLl cReWt.. U/ IsN4 l4w km d4 mSlH CrT DoN9 m kt2 j9n d pNdm sNdr kRn, cP t4U Kt bZ Ks s0luSi. U/ rUzLy Md2hN iT MsLh cP sLeSy b4R iT PkiRn JD tNg sDiKt. u/ lInD4 It tDuR d kSe kR9 sDiKt y0 b4r y g4 gt dE.. U/ ni2ng kLw jd oR9 j9n tRlLU sNsItF, Co PKe KPaL DiNgin kSiAn. Oy m2~fil kLyN d mN zI...? KgEn nI, Q p9eN Kt kMpUl2 l9 kY dLu wKt kT d SMA. B4t lUwUk POsT Th4nK y0u..! +628575612xxxx For08134275.Tengkyu ats solusi bijakx. Tp sdhkh d terapkn d rmh anda sendiri ato kompleks anda? Krn u/ sebuah perubahan mulailh dr diri dan lingkngan anda sndr;):-) +628575612xxxx For08134275...Tengkyu ats solusi bijakx. Tp sdhkh d terapkn d rmh anda sendiri ato kompleks anda? Krn u/ sebuah perubahan mulailh dr diri anda sendiri;-):-)

PENERBIT : PT Luwuk Cemerlang. GENERAL MANAGER/PEMIMPIN REDAKSI : Herdiyanto Yusuf. REDAKTUR PELAKSANA : Haris Ladici. REDAKTUR : Haris Ladici, Zulhelmi Alting, Gafar Tokalang,Rustam Nono,Sofyan Labolo .STAF REDAKSI : Nasri Sei,Sofyan Labolo,Rustam Nono, Amiadin Lawia. BIRO BANGKEP; Rustam Nono (Salakan), Ahmad Awaluddin,Iwan Bua (Banggai). BIRO AMPANA; Nasri Sei. BIRO PAGIMANA; Anto Yasin. BIRO BUNTA; Karman.BIRO BUALEMO; Sofyan Taha. ART & PERWAJAHAN : Sudin Salasa (Koordinator), Utam Nasila,Wawan Kusika, Agus tiawan, Muh. Albar Amin. PRESIDEN KOMISARIS : Imawan Mashuri. KOMISARIS : Benny H Raintama, Suhendro Boroma. DIREKTUR : Mohamad Sirham, Urief Hassan. MANAGER KEUANGAN : Haryono, STAF KEUANGAN : Aswar Poibara (Koordinator) Astuti Mohune (Kasir) . STAF PEMASARAN : Dales Lantapon. ( Koordinator ) Staf.Berlian Lupy,.MANAGER IKLAN : Sukriyadi Mamu . STAF IKLAN : Hawa Minarni A Bayak.(Kasir), Sutadi Utiarahman. PERCETAKAN : Andri Bumbungan (Koordinator),Opick Kasim,Yusuf Nelwan. OMBUSDMAN : Ismail Pelu (Ketua), Hinca IP Pandjaitan (Anggota).TARIF IKLAN : Umum Rp 20.000,-/mmk (hitam putih/BW),Rp 30.000-/mmk (Warna/FC ), MUNGIL : Rp 50.000,- (1x muat). HARGA LANGGANAN KORAN : Rp 65.000,- (luar kota tambah ongkos kirim). ALAMAT REDAKSI: Jl. Imam Bonjol No. 4 Km 3 Luwuk Telp. (0461) 325447 Fax : (0461) 325071 email : redaksi@luwukpost.info. PERWAKILAN GORONTALO : JL. NANI WARTABONE NO. 144 A GORONTALO Telp. (0435) 827551-827552 Fax : (0435) 829603. PERWAKILAN MANADO : Jln. Babe Palar No.54, Telp (0431) 855558 Fax : (0431) 840763-860398. PERWAKILAN SURABAYA : Graha Pena Building, Jln Ahmad Yani No.88, Telp (031) 8287999.PERWAKILAN JAKARTA : Gedung Graha Pena Lt.6, Jl. Raya Kebayoran Lama No.12, Telp : (021) 53699509, Fax (021) 5328487.


LUWUK POST | RABU 16 DESEMBER 2009 | HALAMAN 9

Alice Norin Semangat Dukung FFI MESKI tidak masuk sebagai salah satu nominasi di ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2009, Alice Norin cukup antusias bicara tentang ajang penghargaan bagi insan film tanah air ini. Menurut artis kelahiran Stavangar, Norwegia, 21 Juni 1987 ini, FFI harus didukung karena lembaga itulah yang kini mendapat kepercayaan masyarakat dan pemerintah menjadi pencetak film dan aktor serta aktris terbaik Indonesia. FFI juga diharapkan bisa menjadi guru bagi sineas lain serta aktris dan aktor lain yang ingin mencetak prestasi terbaik di pentas perfilman Indonesia Karena telah dipercaya menjadi tolok ukur kemajuan film Indonesia, pemeran putri duta besar dalam film Ketika Cinta Bertasbih 2 ini bertekad memaksimalkan bantuan tenaganya untuk kegiatan FFI. Itu dilakukannya dengan ikhlas karena dia ingin sekali melihat film Indonesia maju. Dalam acara pembacaan pemenang di PRJ besok, Alice akan tampil di podium membacakan nama salah satu artis peraih Piala Citra. “Jujur, aku sendiri juga punya target meraih Piala Citra. Karena itu, jika nanti mendapat peranan di suatu film, aku akan main maksimal. Beberapa temanku yang bisa meraih Piala Citra yakin aku juga bisa meraihnya suatu saat nanti,” ujar mantan istri DJ Riri ini serius. (irf/jpnn)

Nikita Willy Pilih Curhat ke Mama BELAKANGAN, situs jejaring sosial facebook dan twitter dijadikan tempat curhatnya para selebritis. Mulai dari hal pekerjaan, hingga masalah percintaan. Tetapi Nikita Willy enggan melakukan hal yang sama. Dia lebih nyaman mengungkapkan hal yang bersifat pribadi pada sang mama. “Aku nggak suka menyebarluaskan perasa-an di facebook atau twitter. Aku lebih suka curhat ke mama atau sahabat,” ujarnya saat ditemui di Plaza Semanggi, Jakarta Selatan, kemarin. Gadis kelahiran Jakarta, 29 Juni 1994 ini menuturkan, terkadang dia menceritakan hal yang dialaminya pada Reta, sahabatnya sejak lima tahun lalu. Tetapi sang mama, tetap menjadi pendengar setianya. “Kalau sama Reta, masih ada hal yang aku sembunyiin. Kalau sama mama, aku ceritain semuanya termasuk soal cowok. Mama teman curhat terbaikku,” katanya. Meski enggan curhat di facebook atau twitter, bukan berarti bintang sinetron Cinta dan Anugerah ini tidak “gaul” di situs jejaring sosial tersebut. Dia mengaku, termasuk rajin meng-update statusnya. “Tapi aku ceritanya soal sekolah atau karir saja. Bukan curhat tentang perasaan,” tan-dasnya. (eos/jpnn)

Gita Diplot Bawakan Lagu Citra Malam Final FFI Bertabur Bintang BERTABUR bintang. Itulah yang dijanjikan pihak penyelanggaran untuk acara puncak pembacaan pemenang Festival Film Indonesia (FFI) 2009 yang digelar malam ini (16/12) di Hall D Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik secara khusus membeberkan konsep acara ini. Menurutnya, deretan artis dan penyanyi papan atas akan tumpek blek di ajang tahunan yang didukung langsung pemerintah ini. Sejumlah artis tersebut diantaranya adalah Deddy Mizwar, Didi Petet, El Manik, Ikranegara, Roy Marten, Jenny Rachman, Widyawati, Kinaryosih, Carissa Puteri, Ringgo Agus Rahman, Rianti Cartwright, Lukman Sardi, Alice Norin, dan Fauzi Baadillah. Sementara untuk hiburan di panggung, sejumlah grup band seperti Ungu, ST 12, D’Masiv, Changcuters, Vierra dan Geisha akan menghibur ribuan pentonton di PRJ. “Gita Gutawa secara khusus akan melantunkan lagu Citra, lagu wajib yang selalu

dikumandangkan pada malam anugerah FFI,” terang Wacik di Balairung, Sapta Pesona, Kementrian Budpar kemarin sore. Gita membawakan lagu wajib dengan arrasemen yang sudah digubah secara khu-sus. Wacik menyatakan, FFI tahun ini dirancang lebih megah dan mewah dibanding sebelumnya. Ratusan artis film, sinetron dan penyanyi akan lebur menjadi satu meramaikan pesta tahunan insan film tanah air. “Ini juga menjadi akan menghi-langkan sekat antara artis muda dan artis tua. Semua membaur menjadi satu dalam kemeriahan FFI,” ujarnya Lulusan ITB Bandung ini mengaku, format baru penyelenggaraan FFI tahun ini tidak lepas dari upaya yang dilakukan Komite Festival Film Indonesia (KFFI). Dia mengaku, pemerintah tetap akan berusaha memberikan dukungan agar pelaks-anaan FFI beberapa tahun ke depan akan lebih baik lagi. “Untuk kegiatan pengem-bangan produksi, apresiasi, dan eksibisi, pemerintah wajib memfasilitasi agar industri perfilman berkembang lebih baik. Terlepas dari kelemahan yang dijumpai, FFI tahun-tahun sebelumnya dapat terwujud tidak terlepas dari upaya pemerintah dan Badan Pertimbangan Perfilman Nasional (BPPN),” akunya bangga. (mos/ irf/jpnn)


LUWUK POST | RABU, 16 DESEMBER 2009 | HALAMAN 4

1 Jamaah Haji Touna Wafat Bupati Temui Menakertrans AMPANA—Bupati Tojo Unauna Drs. Damsik Ladjalani mene mui Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI (Menakertrans) Muhaimin Iskandar di Jakarta. Pertemuan ini terkait peresmian Balai Latihan Kerja (BLK) Touna dan Kota Terpadu Mandiri yang dibangun di Padauloyo Kecamatan Ampana Tete. Informasi tersebut disampai kan Kepala Bagian Humas dan Keprotokoleran Setdakab Touna Drs. Syarif Lasawedi kepada Luwuk Post, kemarin. “ Iya... besok (16/12) Bupati dijadwalkan bertemu Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Dalam pertemuan ini Bupati di Dampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Hamsin Pandipa SH,MH,” terangnya. Direncanakan peresmian BLK dan KTM tersebut akan dires mikan langsung oleh Menteri. “ Begitu rencananya,” Singkat Syarif. Sekadar diketahui informasi rencana peresmian kedua program tersebut, sebelumnya per nah diutarakan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Hamsin Pandipa kepada Luwuk Post. Ia mengatakan peresmian KTM dan BLK tersebut direnca nakan akan digelar awal Januari mendatang.” Menteri Tenaga Kerja yang akan meresmikan pada awal Januari 2010 men datang,” singkatnya.. Sambil menunggu pelaksana an peresmian program ini, te

ngah dilakukan sejumlah persiapan, diantaranya pemba ngunan gapura diareal pintu masuk kawasan KTM serta prasasti yang akan di tanda tangani oleh Menteri. “ Sudah kami siapkan segala kebutuhan menyambut peres mian KTM di Padauloyo,” ung kapnya sembari memperlihat kan desain prasasti yang akan dibuat. Kedatangan menteri kedaerah ini lanjut Hamsin tak hanya sekadar meresmikan KTM saja, namun sebagai bentuk bahwa sejumlah faslitas dikawasan KTM segera diba ngun.. Sepertihalnya pemba ngunan pemukiman warga transmigrasi dikawasan KTM serta rehab pemukiman warga lokal di sekitar kawasan yang dijadikan KTM. Bukan hanya itu dengan peletakkan batu pertama oleh Menteri Nakertrans program KTM dengan Pola Hutan Tana man Rakyat (HTR) ini mulai diterapkan. “ Desa padauloyo dijadikan sebagai sentra KTM. Potensi yang dikembangkan adalah Hutan Tanaman Rakyat (HTR) jenis Sengon. Untuk ta hap pertama akan dibangun fasilitas berupa sedikitnya 50 unit rumah transmigrasi serta merehab sedkitnya 100 rumah penduduk lokal di kawasan yang dijadikan KTM,” terang Hamsin. Ini dilakukan merujuk metode pendekatan transmig rasi yang diterapkan Pemerintah

Daerah Touna. Yakni pendeka tan pembantuan serta transmig rasi swakarsa mandiri. Sehingga nya dalam penerapan program ini, antara warga pendatang (Transmigrasi,red) dan warga lokal mendapat perhatian yang berimbang. Diharapkan, kedepan antara warga trans dan penduduk lokal membaur menjadi satu dalam semangat kemandirian mewu judkan sebuah kota (Kawa san,red) yang berkembang. Apalagi, sektor unggulan yang digarap adalah pengelolaan ka yu sengon (Sengonisasi) oleh masyarakat di areal kawasan KTM. Dengan begitu, kedepan, akan tercipta industri skala besar di kawasan tersebut. Yak ni pengolahan kayu sengon menjadi tripleks. Karena itu kata dia, dalam penerapan program ini melibatkan investor yang akan menanamkan modalnya membangun pabrik tripleks. “ Program ini ditalangi oleh Peme rintah Pusat, Pemprov, Pemda Touna, serta Investor. 30 Persen ditanggulangi Pemerintah Pusat, 30 Persen Pemerintah Provinsi dan daerah, serta sisanya lagi ditanggulangi oleh para investor,” katanya. Adapun dalam implementasi nya dilapangan, program ini dikelolah lintas sektoral. Setiap sektor terkait memiliki kewenangan untuk mengem bangkan Kawasan Kota Ter

padu Mandiri. Baik berupa pembangunan fasilitas maupun program pemberdayaan lain nya. “ Dinas pertanian, pekerjaan umum, perhubu ngan, kesehatan, pendidikan serta SKPD terkait lainnya memiliki kewajiban untuk mem bangun infrastruktur di kawa san tersebut,” paparnya. Program ini digulirkan kata Hamsin untuk menggenjot per tumbuhan ekonomi masyara kat, melalui penciptaan lapa ngan kerja.Bukan hanya itu dikesempatan yang sama juga Hamsin menginformasikan seputar, rencana pembukaan la han bagi transmigrasi di wila yah Sabo Kecamatan Am pana Tete. Hal ini akan digenjot pula pada tahun 2010 mendatang. Menunjang program tersebut kata Hamsin, Instansi terkait tengah menyiapkan lahan yang akan dijadikan sebagai tempat pemukiman warga trans. Ada pun areal yang disiapkan se luas 1200 Hektoare (Ha). Areal tersebut akan dibangunkan 600 unit rumah sekaligus areal ber cocok tanam bagi para trans migran. Kata Hamsin, 600 unit rumah pemukiman penduduk itu akan dibagi menjadi tiga SP (satuan pemukiman), masing-masing satu SP berjumlah 200 unit rumah. Program ini tutur Ham sin, merupakan program nasio nal untuk menunjang Kota Terpadu Mandiri (KTM). “Ini

program nasional, tapi teknis kegiatannya ada di Nakertrans Touna,”ungkapnya. “Sumber pendanaan mulai dari APBN, APBD I, APBD II dan pihak swasta khususnya mitra HTR (Hutan Tanaman Rakyat). Diperkirakan anggarannya berkisar Rp11 miliar. Ini hanya APBN saja,” tambah Hamsin. Ia menginformasikan bahwa transmigrasi Sabo akan diisi pen duduk dari Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur. Seperti Kabu paten Garut serta daerah lainnya di pulau Jawa. “Baru dari Garut yang berkunjung ke Sabo. Ini menandakan mereka (Warga asal Garut berkeinginan untuk bermukim di Sabo. Kami juga sudah mengirim profil wilayah daerah itu (Jawa Barat dan Jawa Timur. Red),” ujar Hamsin. Tak hanya itu Hamsin juga menginformasikan bahwa untuk memaksimalkan pelak sanaan program tersebut, saat ini pihaknya berencana untuk membuka jalan poros sepan jang 8 KM. Sebelum rencana tersebut dilakukan pihaknnya terlebih dahulu melayangkan surat ke Kementrian Kehutanan guna memperoleh izin pinjam pakai pembangunan jalan po ros. “ kami sudah menerima signal terkait pemberian izin itu, tidak ada lagi masalah. Tinggal menunggu dana dari pusat, kalau sudah ada langsung action,” katanya menutup pembi caraan. (Nas)

Ustdz Abd. Fattah Yang Juga Wakil Ketua MUI Touna AMPANA- Salah seorang Ja maah Haji Tojo Una-una Ustadz Abd. Fatah Tampo wafat di Mekkah. Informasi tersebut di sampaikan Kepala Bagian Hu mas dan Protokol Setdakab Touna Drs. Syarif Lasawedi, kepada Luwuk Post, kemarin. Ia mengatakan, meninggalnya Ustdz Abd. Fattah yang juga Wakil Ketua MUI Touna tersebut karena sakit. Saat itu Almarhum tengah mempersiapkan diri untuk kembali bersama rombongan jamaah haji lainnya menuju tanah air. “ Mendengar infor

masi itu saya langsung ditelpon oleh Bupati untuk selanjutnya menyampaikan kabar ini kepada keluarga almarhum,” terangnya. “ Almarhum meninggal pada malam Jumat waktu Mekkah,” tambahnya. Keluarga Almarhumpun me nyambut tangis kabar tersebut. Bahkan tak hanya dilingkungan keluarganya saja, namun uca pan turut berduka cita berdata ngan dari sejumlah kecamatan yang mengenal ketokohan sang ulama (Almarhum,red). “ Ya.... Beliau (Amarhum,red) dikenal sebagai ulama dan sangat ra mah. Saat mendengar berita me ninggalnya Almarhum di tanah suci, banyak warga yang sedih atas kepergiannya menghadap sang pencipta Allah SWT,” ung kapnya sedih. (Nas)

BPMD Bakal Ubah Pola Pendampingan

AMPANA- Badan Pemerintahan Desa (BPMD) Tojo Una-una bakal mengubah pola pendampingan pe laksanaan program Alokasi Dana Desa (ADD). Ini dilakukan untuk memaksimalkan penyelanggaraan ADD di tingkat desa. Informasi tersebut disampaikan Kepala BP MD Touna Kusmunandar saat ditemui Luwuk Post, kemarin. Dikatakan, metode pola pen dampingan yang akan digenjot adalah dengan meli batkan sejumlah organisasi non pemerin tahan. Sebelum melaksanakan tugasnya, terlebih dahulu akan dilakukan pem bekalan seputar cara melakukan pendampingan di lapangan. Selanjutnya, tim yang dibekali

tersebut akan melakukan sosialisasi di tingkat kecamatan dan desa di daerah ini. “ Insya Allah tahun 2010 kami akan merekrtu tenaga pen damping dari organisasi non pemerintahan. Dengan begitu pelaksanaan ADD akan lebih maksimal lagi,” tuturnya. “ Tim harus full dilapangan melak sanakan tugas-tugas pendampingan, dalam membentuk SDM aparat desa terkait pelaksanaan program ADD,” tambahnya. Tak hanya itu, dikesempatan yang sama juga ia menginformasikan bahwa, hingga saat ini laporan akhir penyelenggaraan ADD baik tahap I dan II telah berkisar 9,7 persen. Sementara itu untuk tahap III dan IV masih menunggu laporan sejumlah Kepala Desa. “ Untuk tahap tiga dan em pat hanya sedikit kepala desa yang melaksanakan program ADD. Dengan alasan waktu yang sangat mepet sehingga para Kades enggan mengambil resiko. Bahkan saya sudah membuat pernyataan bersama para kepala desa tentang kesiapan mereka untuk melaksanakan program ini menjelang akhir tahun. Kalau sanggup memasukkan laporan akhir hingga 15 Desember 2009 silahkan, kalau tidak sanggup ya...lebih baik ‘jangan’,” tuturnya. (Nas)


LUWUK POST | RABU, 16 DESEMBER 2009 | HALAMAN 11

Surplus Pangan Capai 110,9 Ribu Ton

Bisnis Belut Mulai Hadir di Banggai BANGGAI-Bisnis jual beli belut alias sogili hidup, kini telah merambai daratan pulau Banggai. Jenis usaha yang satu ini, baru sekitar sebulan belakangan terlihat di Banggai. Kendati begitu, antusias masyarakat terhadap usaha ini cukup tinggi. Itu tidak dapat hanya dilihat dari sudah cukup banyak masyarakat yang menekuni jenis usaha ini di Banggai, baik sebagai penampung (Pembeli) atau penyuplai atau penangkap belut. Hampir di seluruh kecamatan yang ada di pulau Banggai, sekarang sudah dapat terdapat penampung belut. Faktor yang mendorong hingga menjamur-nya usaha jual beli belut di Banggai ini, disinyalir karena faktor ketersediaan jenis ikan yang bentuknya mirip seperti ular tersebut, yang terbilang cukup banyak. Tidak begitu susah memang untuk menemukan belut di Banggai. Hampir disetiap sungai di Banggai, terdapat belut dengan berbagai ukuran, termasuk yang berukuran super besar. Setelah munculnya usaha pembelian belut ini, hampir setiap hari terlihat selalu ada masyarakat yang melakukan aktifitas penangkapan belut ini. Cara menangkap belut di Banggai, tidak jauh berbeda dengan yang ada di daerah lain, yakni dengan menggunakan alat sektrum dari aki dan sumber listrik lainnya. Harga jual belut bisa dikatakan cukup tinggi, karena yang berukuran kecil dibeli dengan harga Rp 40 ribu perkilogramnya, yang berukuran sedang dihargai dengan harga Rp 60 ribu perkilogramnya dan yang berukuran super atau besar dihargai Rp 80 ribu perkilogramnya. (Wan)

90 Ribu Hektare Lahan Pertanian Belum Dimamfatkan LUWUK-Terdapat 90.503 Hektare (Ha) lahan yang belum dimamfaatkan untuk pengembangan pertanian dari 535.659 Ha potensi lahan. “Peluang pengemba ngan pertanian masih dapat dikembangkan karena cukup tersedia,” kata Sekretrais Dinas Pertanian (Distan) Banggai, Ny. Nur Baety saat membawakan makalah pengembangan pangan lokal pada sidang dewan ketahanan pangan Banggai di Luwuk Eksebition Center, Selasa. Luas lahan sawah 30.027 Ha dan lahan kering 505.632 Ha dengan tanaman komoditi Padi, Padi Ladang, Jagung, Kedele, Kacang Tanah, Kacang Hijau, Ubi Kayu dan ubi Jalar. Tiga tahun terakhir Banggai berhasil mencetak sawah 1.317 Ha. “Jika pemanfaatan lahan pertanian ditingkatkan, Banggai akan miliki usaha tani dengan kapasitas produksi besar,” katanya. Ia berharap maksimalisasi penggu naan lahan pertanian dapat meningkatkan ketahanan pangan, pengembangan agrobisnis dan peningkatan kesejahteraan petani. Untuk mendukung pemamfaatn lahan pertanian, Distan telah membuat Gerakan Mandiri Monsu’ani Tano dengan prioritas pemamfaatan lahan, serapan tenaga kerja, partisipasi petani pedesaan dengan te tap mempertahankan kualitas lingkungan. (aha)

Ma’mun Minta Penataan Pertanian dari Hulu ke Hilir

[FOTO: DOK/LUWUK POST]

SURPLUS PANGAN: Produksi pertanian di daerah ini mengalami surflus 110,9 ribu ton.

Pohon Natal Mulai Diburu BANGGAI-Datangnya hari raya bagi umat kristen (natal red), yang tinggal sepekan lebih ini, ternyata tidak hanya menyibukan umat kris ten untuk berburu berbagai macam ba han makanan yang akan diguna kan saat perayaan natalan nanti. Mereka juga disibukkan dengan berburu pohon natal. Pohon natal atau yang dikenal juga dengan sebutan pohon terang, memang merupakan satu lengkapan yang wajib diadakan untuk sebuah perayaan natalan. Sayangnya, para pemburu pohon terang di Bangkep, khususnya di Banggai, tidak termanjakan dengan

ketersediannya pohon natal yang dijual di di toko-toko. Kalaupun ada toko yang menjual, jumlah-nya juga tidak banyak dan membuat para calon pembeli tidak kebagian. “Di Banggai susah mencari pohon terang. Kalau ada yang jual jumlah nya juga sedikit sehingga masyar akat lainnya tidak kebagian karena telah di beli orang,” ujar Eki, seorang war ga Banggai, kepada Luwuk Post, Selasa kemarin. Dengan ketidak tersediannya penjualan pohon natal dengan jum lah yang cukup di Banggai, lanjut Eki, sejumlah warga yang akan mera yakan natal, terpaksa harus meme

san dari luar daerah seperti dari, Lu wuk, Makassar, Manado dan Jakarta. “Warga banyak yang memesan pohon terang ini dari luar Banggai,” ungkapnya. Harga pohon natal yang biasa dijual dipasaran, sangat variatif, tergantung ukuran dan bentuk. Biasanya pohon natal termurah ada yang hanya Rp 150 ribu dan yang mahal bisa mencapai jutaan rupiah. Tingginya angka perminat pohon natal ini, sebe narnya adalah peluang pasar bagi sejumlah masyarakat, tetapi sayang nya peluang pasar yang dapat men cetak keuntunggan tersebut, tidak dimanfaatkan. (Wan)

LUWUK- Tiga varietas lokal masing-masing padi ladang Habo, Sayur Lilin dan Pisang Louwek didaftar sebagai varietas unggulan oleh Dinas Pertanian (Distan) Bang gai pada Depertemen Pertanian di Jakarta. “Kami telah mendaftar tiga varietas lokal tersebut untuk dikem bangkan jadi unggulan nasional,” kata Sekretaris Dinas Pertanian (Distan) Banggai dalam sidang pleno dewan ketahanan pangan

Kabupaten Banggai di Luwuk Eksebi tion Center, Selasa. Ia menga takan pengembangan variatas lokal untuk mempertahan kan dan melestarikan plasma nutfah asal Banggai. Selain itu kata Nur, pen daf taran tiga varietas lokal menjadi varietas unggulan untuk menemu kan tehnologi pengembangan bu dida ya. “Ada peluang mening katk an produksinya untuk penuhi kebu tu han kebutuhan pasar lokal,”

katanya. Hanya saja lanjut Nur didepan peserta sidang pleno yang dipimpin Ketua Dewan Pangan yang juga Bupati Banggai, Ma’mun Amir pendaftaran membutuhkan waktu lama dan melalui penelitian lebih lanjut serta uji labolatorium. Jika lolos penelitian dan uji labolatorium, tiga varietas tersebut akan disertifi kasi dan dilepas seba gai varietas unggul nasional. Pisang Loowek oleh masyarakat Banggai, Balantak dan Saluan (Babasal) tiga etnik yang mendiami kepala burung pulau Sulawesi dikonsum si sebagai makanan antara de ngan cara digoreng. Sayur Lilin dikonsumsi sebagai sayur santan yang rasanya khas karena aroma santan berubah harum Sayur Lilin. Sedangkan Padi ladang jenis Habo dikenal tahan terhadap hama. Padi jenis ini juga dikenal tumbuh subur di ladang kering bebatuan. (aha)

Tiga Varietas Lokal Didaftar Jadi Varietas Unggulan Nasional

Sehubungan dengan berkurangnya debit air di PLTM Hanga-hanga dan PLTM milik PT. Bumi Nata Cita Banggai, dan gangguan mesin Deutz di PLTD Luwuk, maka dengan ini kami beritahukan bahwa akan diadakan pemadaman bergilir dengan pola pemadaman 1:1 (1 hari nyala 1 hari padam). Adapun jadwal pemadaman tanggal 14 s/d 19 Desember 2009, sebagai berikut :

NO.

HARI / TANGGAL

1.

Rabu, 16 / 12 / 2009 Jam 17.00 - 23.00

2.

Kamis, 17 / 12 / 2009 Jam 17.00 - 23.00

LOKASI PEMADAMAN Desa Tontouan, Jl. Tg Jepara, Jl. P. Nias, Jl. P. Masalembo, Jl. P. Sulawesi, Jl. P. seram, Jl. P. Kalimantan, Jl. P. Karimun, Jl. Listrik Negara, Jl. Ikan Tuna, Jl. LumbaLumba 2, Jl. Jend. Sudirman, Jl. Moh. Hatta, KM 5, BTN KM 5, komp. STM, KM 8, Ds. Bubung, Ds. Koyoan, Kec. Kintom s/d Kec. Batui, Jl. Samratulangi, Komp. Aspol, Jl. KH Dahlan, Jl. St. Hasanudin, Jl. Sutarjo, Komp. Pertokoan, Jl. C. Aminoto, Jl. Maleo & Jl. Datu Adam. Jl. A Yani, Jl. Yos Sudarso, Jl. Marthadinata, Jl. U. Sumoharjo, Jolek Pante, Jl. Jend. Sudirman, Psr Simpong, Jl. P. Banggai, Jl. MT Haryono, Jl. K. Dewantoro, Jl. Tg Branjangan, Jl. Kartini, Jl. Tanjung Santigi, Jl. Taman Siswa, Jl. S. Parman, Kec. Pagimana, Kec. Luwuk Timur, Kec. Masama, Kec. Lamala, Jl. Rajawali, Jl. Garuda, Jl. Lompobatang, Jl. S. Musi, Jl. S. Lariang, Jl. G. Colo, Jl. G. Merapi, Jl. D. Poso, Jl. Nyiur Atas & Bawah, Jl. P. Antasari, Psr Sentral, Jl. Datu Adam, Jl. Sutarjo, Jl. Wahid Hasyim, Jl. Ir. Soekarno, Jl. Adyaksa, Jl. S. Musi, Jl. S. Lariang, Jl. S. Lambangan, Jl. KH. Dahlan, Jl. T. Sauna, Jl. S. Bunta, Jl. Imam Bonjol, Jalur Dua, Kilongan, BTN Nusagriya, BTN Muspratama, Bumi Beringin, BTN Pepabri, Ds. Awu, Ds. Leoknyo, Ds. Biak & Ds. Bunga.

Jadwal ini sewaktu-waktu dapat berubah apa bila terjadi gangguan pembangkit. Demikian pemberitahuan, mohon maaf atas terganggunya pelayanan kami dan terima kasih.

Luwuk, 14 Desember 2009

LUWUK- Pemerintah Kabupa ten Banggai mencatat surplus atau kelebihan produksi pangan sebesar 110.910 ton dari kebu tuhan pangan sebesar 43.319 ton pertahun. Produksi beras Banggai tahun 2009 141.504 ton dan pangan non beras sebesar 12.725 ton. “Surplus pangan kita cukup besar. Ini akan kita gunakan untuk perdagangan beras untuk tingkatkan perekonomi an daerah,” kata Ketua Dewan Pangan Kabupaten Banggai, Ma’mun Amir saat memimpin sidang pleno dewan ketahanan pangan Banggai di Luwuk Ekcebetion Centre, Selasa. Ia mengatakan surplus pangan adalah produksi 23.030 Hektare (Ha) dari potensi lahan

sawah sebesar 30.027 Ha. Ma’mun berharap ada penataan pertanian dari hulu- ke hilir sehingga ada ketambahan nilai ekonomi.

Dalam kesempatan tersebut Ma’mun meminta ada pening katan konsumsi pangan untuk memenuhi gizi. Sidang pleno ke tahanan pa ngan juga menegaskan pera lihan pertanian ag ropro duksi mengarah pada pertanian agro industri. “Kita berharap ada keuntu ngan lebih dari produksi pa ngan,” kata Ma’mun. Harapan kita kata Ma’mun, dapat mewu judkan penurunan angka kemis kinan di daerah sekurang-ku rangnya 2 persen pertahun de ngan memaksimalkan potensi pertanian. Rumah Tangga Miskin (RT M) ta hun 2008 mencapai 13.528 dari 78.240 RTM. 66,21 persen dari angkatan kerja berprofesi sebagai petani atau usaha perta nian. (aha)

Bangkep Masih Suplai Beras dari Luar Akibat Lokasi Persawahan Terbatas BANGGAI-Kabupaten Bangkep, memang kaya akan hasil kelautan dan perikanan yang melimpah, tetapi daerah ini sangat keterbasan dalam hasil produksi pertanian dan berswahan. Buktinya hampir sembilan puluh lima persen beras yang beredar di pasar Bangkep, bukan berasal dari hasil produksi pertanian di daerahnya, melainkan dari suplay dari sejumlah daerah lainnya di Kabupaten Banggai (Luwuk), seperti Toili, Batui dan Tangeban, bahkan ada juga yang berasal dari Makassar. Hampir setiap hari-nya selaku akan saja, muatan beras dari kapal-kapal trayek Luwuk Banggai, yang membongkar muatan beras di Pelabuhan Banggai. Diperkirakan belasan ton beras, setiap harinya di suplay dari Luwuk ke Banggai. Ketergantungan Bangkep, terhadap beras dari luar daerah, dikuatirkan kelak akan berdampak negatif, seperti kekurangan stok

beras jika jalur penyeberangan dari Luwuk ke Bangkep, mengalami kemacetan. Dimana itu jelas akan mengganggu kelancaran suplay beras ke Bangkep. Sejumlah kalangan di daerah tersebut, berharap agar Pemda Bangkep, dapat menyikapi hal ini sejak dini, dengan mulai menjalankan program sawahnisasi di Bangkep. “Pemda sudah harus memikirkan dan menjalankan program sawahnisasi untuk mengatasi jika nanti, suplay beras dari luar daerah mengalami kendala,” pungkas Maman seorang tokoh pemuda di Banggai. Langka awal kata dia sudah harus dilakukan dengan melakukan pemetaan wilayah yang layak digarap menjadi daerah penghasil beras di Bangkep. Dari data yang ada di media ini, menyebutkan di Bangkep, sudah ada dua daerah yang mulai dikembangkan program sawahnisasi. Kedua daerah tersebut, masing-masing di Desa Tatakalai, Kecamatan Tinangkung Utara dan Desa Tolisitubono Kecamatan Banggai Utara. (Wan)


LUWUK POST | RABU, 16 DESEMBER 2009 | HALAMAN 12

TANDATANGAN--Ketua Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Banggai, Ma’mun Amir dan Sekretaris Dewan Ketahanan Pangan, Maryam Salat, menandatangani Kesepakatan Bersama Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Banggai yang merupakan hasil dari Sidang Pleno Dewan Ketahanan Pangan.

CICIPI--Bupati Banggai, Ma’mun Amir ketika mencicipi hasil kreasi dari peserta lomba menu khas daerah.

Ketahanan Pangan Harus Diwujudkan Banggai Jadi Lumbung Pangan

LUWUK-Secara umum perekonomian Kabupaten Banggai sampai saat ini masih didominasi sektor pertanian sebagai motor penggerak utama perekonomian daerah. Peranan sektor ini pada tahun 2007 mencapai 53,59 % dari total PDRB Kabupaten Banggai. Peningkatan peranan sektor pertanian tidak lepas dari peningkatan subsektor tanaman bahan makanan dan perkebunan masingmasing mencapai 14,76 % dan 20,43 Ir. Hj. Maryam Salat % terhadap PDRB Kabupaten Banggai. Berdasarkan data diatas, maka dapat dilihat secara jelas bahwa daerah ini memiliki potensi produksi pangan telah memberikan andil yang cukup besar terhadap perkembangan ekonomi daerah. Dijelaskan oleh kepala kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Banggai, Ir Hj Maryam Salat, bahwa sejak 5 tahun terakhir, terjadi peningkatan produksi disektor pangan secara signifikan. Dan tentunya ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat serta daerah. Bahkan, sejak 2 tahun terakhir, Kabupaten Banggai sudah dikenal sebagai daerah swasembada pangan dan itu dibuktikan dengan adanya penghargaan Presiden terhadap pemerintah dan masyarakat di daerah ini, dibidang ketahanan pangan. Namun, bagi pejabat yang kerap disapa Ibu Iyam ini, pihaknya tidak terlena dengan kondisi tersebut. Dan justru sebaliknya, pemerintah makin tergerak untuk meningkatkan hasil produksi pangan. Hal tersebut salah satunya tercermin dari, adanya Dana Penguatan Modal Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (DPM-LUEP) yang pada tahun 2009 besarannya mencapai Rp. 3 Milar. Program ini juga berperan sebagai cadangan pangan daerah sesuai Inpres No. 8 tahun 2009. Selain itu ada juga Program Desa Mandiri Pangan yang sumber pembiayaannya berasal dari Dana APBN tahun 2009. Sebagai awal. program tersebut di aplikasikan pada dua desa, yakni Desa Pohi Kec. Luwuk Timur serta Desa Tombang Kec. Pagimana, selama kurun waktu 4 tahun. targetnya adalah terwujudnya kemandirian pangan disetiap wilayah di daerah ini. Terakhir, Iyam berharap kedepannya daerah ini benar-benar mandiri dalam hal pemenuhan kebutuhan pangan, lebih dari itu, diharapkan juga Kabupaten Banggai dapat menjadi daerah lumbung pangan yang bisa menyuplai kebutuhan pangan di daerah lain. (bim)

Bupati Minta Camat Bantu Tingkatkan Produksi Pangan

PIMPIN RAPAT: Bupati Banggai Ma’mun Amir yang juga menjabat sebagai ketua Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Banggai, memimpin langsung pelaksanaan rapat Pleno Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Banggai (FOTO: BIM)

Pembangunan Infrastruktur Menunjang Produksi Pangan LUWUK-Salah satu faktor penting yang mendukung terwujudnya peningkatan produksi hasil pangan daerah, adalah tersedianya infrastruktur yang memadai. Karena itu, pemerintah daerah serius dalam mendorong pembangunan berbagai infrastruktur yang dibutuhkan bagi keperluan tersebut. Diantaranya pembangunan prasarana irigasi serta pembukaan jalan akses ke setiap kantong produksi. Salah satu pemateri dari Dinas Binamarga dan Pengairan Kabupaten Banggai, Basri Yunus pada Sidang pleno Dewan Ketahanan Pangan Daerah, yang digelar selasa (15/12) kemarin, memaparkan bahwa dalam rangka mendukung dan turut mendorong peningkatan hasil produksi pangan lokal, maka pemerintah khususnya Dinas Binamarga dan Pengairan , mengambil kebijakan berupa penyediaan penyediaan infrastruktur bina marga dan pengairan yang dilaksanakan melalui program, Pembangunan/Peningkatan Jalan dan Jembatan Pembangunan/peningkatan jalan dan jembatan dilaksanakan untuk membuka akses dari pusat-pusat produksi ke daerah pemasaran serta mendukung pengembangan wilayah. Serta, Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Rehabilitasi/pemeliharaan

jalan dan jembatan dilaksanakan mempertahankan dan meningkatkan kualitas dan kapasitas pelayanan jalan terutama pada jalur ekonomi. Sementara untuk keperluan Pengembangan Jaringan Irigasi Pengembangan jaringan irigasi dilaksanakan melalui kegiatan pembangunan jaringan irigasi baru dan peningkatan jaringan irigasi. Pengembangan jaringan irigasi ini untuk penyediaan jaringan irigasi di wilayah tertentu yang belum ada jaringan irigasinya,meningkatkan fungsi dan kondisi jaringan irigasi serta menambah luas areal pelayanan. Pengelolaan jaringan irigasi dilaksanakan melalui kegiatan operasi,pemeliharaan dan rehabilitasi jaringan irigasi.pengelolaan jaringan irigasi ini adalah upaya pengaturan air irigasi. Penyediaan infrastruktur pengairan khususnya irigasi berfungsi mendukung produktivitas usaha tani guna me-ningkatkan produksi pertanian dalam rangka ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan masyarakat khususnya petani yang diwujudkan melalui keberlanjutan sistem irigasi. Dijelaskannya pula, penyediaan infrastruktur bina marga khususnya jalan dan jembatan sangat berkaitan dengan aktivitas ekonomi.Akses jalan yang baik

dapat menurunkan Biaya Operasional Kendaraan ( BOK ) berupa biaya untuk mengatasi kelambatan,peningkatan konsumsi BBM,kerusakan spare part kendaraan dan sebagainya sehingga dapat menurunkan biaya input dari produksi bahan pangan yang akan mempengaruhi pendapatan masyarakat petani. Hanya saja, menurut paparan Basri, kondisi infrastruktur Bina Marga dan Pengairan yang ada saat ini masih memerlukan dana untuk rehabilitasi dan pemeliharaan agar dapat berfungsi optimal. Dimana berdasarkan data yang ada, tingkat kerusakan infrastruktur pada jalan propinsi sebesar ± 38 % dan jalan kabupaten mencapai ± 46 %. Kemudian, tingkat kerusakan infrastruktur pengairan khususnya irigasi mencapai ± 34 %. Terakhir, disampaikan Basri, Dinas Bina Marga dan Pengairan sesuai tugas pokok dan fungsinya untuk tahun anggaran 2010 telah mengusulkan anggaran untuk kegiatan yang mendukung ketahanan pangan Kabupaten Banggai, khususnya bagi keperluan pembangunan serta rehabilitasi infrastruktur Bina Marga dan pengairan, sebesar Rp 26.705.632.000. (bim)

Dewan Ketahanan Pangan Bersidang 9 Butir Kesepakatan Dilahirkan

LUWUK--Dalam rangka merumuskan serta mengevaluasi program pembangunan khusus dibidang ketahanan pangan, Selasa (15/12) kemarin, Dewan Ketahanan Pangan Daerah menggelar Sidang Pleno, bertempat di Luwuk Exhibition Centre. Sidang pleno itu, dipimpin langsung oleh ketua Dewan Ketahanan Pangan yang juga Bupati Banggai, Ma’mun Amir dan dihadiri unsur Muspida, serta sejumlah Kepala SKPD dan seluruh camat. Ketika memberikan sambutan pada pembukaan Sidang Pleno, Bupati menyampaikan Sesuai dengan Mekanisme Koordinasi Dewan Ketahanan pangan menurut Perpres No. 83 Tahun 2006, sidang Dewan Katahanan Pangan merupakan Forum Koordinasi dan menjadi wahana yang sangat strategis untuk memecahkan masaalah, merumuskan kebijakan serta menyatukan komitmen untuk pemantapan Ketahanan Pangan Nasional dan wilayah. Sehubungan dengan fungsi strategis sidang pleno ini, dalam menyikapi isu yang berkembang akhir-akhir ini yaitu, peningktan kwalitas konsumsi pangan dan adanya ketergantungan terhadap pangan pokok beras, upaya percepatan penganekaragaman atau diversifikasi pangan menjadi sangat strategis untuk segera di implementasikan dengan benar. Dengan terbitnya Perpres No. 22 Tahun 2009 tentang kebijakan Percepatan Pengganekaragaman Konsumsi Pangan berbasis sumber daya

lokal kita dapat mengambil langkahlangkah yang lebih kongkrit untuk mewujudkan pengganekaragaman konsumsi pangan dengan memanfaatkan sumber daya dan potensi yang sangat besar dalam menghasilkan pangan lokal yang beranekaragam pada setiap wilayah. Pengganekaragaman konsumsi pangan akan memberi dorongan dan insentif pada penyediaan produk pangan yang lebih beragam dan aman untuk dikonsumsi termasuk produk pangan yang berbasis sumber daya lokal. Karena itu, Bupati berharap kepada seluruh pelaksana pemerintahan di daerah ini agar dapat bekerja keras dan secara sinergis memadukan kekuatan dan segala daya upaya untuk menggerakkan percepatan pemenfaatan pangan lokal melalui programprogram realistis dan terukur. Dengan dilatarbelakangi hal tersebut Dewan Katahanan pangan sebagai salah satu Lembaga Koordinasi yang mempunyai tugas untuk memberikan masukan bagi perumusan kebijakan Ketahanan Pangan, berinisiatif untuk membahas masalah tersebut secara lebih mendalam. Salah satunya adalah menyelenggarakan sidang pleno Dewan Katahanan Pangan Kabupaten Banggai dengan mengusung Tema ”Pengembangan Pangan Lokal untuk kemandirian pangan Kabupaten Banggai” Terakhir, Bupati berharap agar sidang pleno tersebut dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menigkatkan koordinasi lintas

LUWUK-Ketahanan pangan yang merupakan salah satu prioritas dalam pembangunan nasional, memiliki tiga alasan penting yang menjadi landasan berpikir bagi semua komponen bangsa terhadap persoalan tersebut. Tiga alasan itu adalah, akses atas pangan yang cukup dan bergizi bagi setiap penduduk merupakan salah satu pemenuhan hak azasi manusia, konsumsi pangan dan gizi yang cukup merupakan basis bagi pembentukan sumberdaya manusia yang berkualitas, serta ketahanan pangan merupakan basis bagi ketahanan ekonomi, bahkan bagi ketahanan nasional suatu Negara berdaulat. Karena itu, sudah menjadi kewajiban bagi pemerintah daerah maupun seluruh elemen masyarakat yang ada, untuk mewujudkan terciptanya ketahanan pangan di daerah ini. Menurut paparan Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Banggai, Ma’mun Amir pada pelaksanaan Sidang Pleno Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Banggai, yang digelar Selasa (15/12) kemarin di Luwuk Exhibition Centre (LEC), secara makro, daerah ini mengalami surplus pangan. Dimana ketersediaan beras per tahun mencapai 141.504 Ton, dan ketersediaan pangan non beras sebesar, 12.725 Ton. Sementara rata-rata kebutuhan pangan oleh masyarakat lokal hanya sekitar 43.319 ton. Dengan demikian bisa dapat diketahui ada surplus produksi pangan sebesar 110.910 ton. “ Kondisi ini yang membuat Kabupaten Banggai, mendapatkan penghargaan di bidang ketahanan pangan dari Presiden RI, selama 2 tahun berturut-turut sejak tahun 2008. “ ujar Ma’mun. Dilanjutkannya, untuk mencapai terwujudnya ketahanan pangan daerah, pemerintah telah merumuskan dan merealisasikan sejumlah program ketahanan pangan. Antara lain, pengembangan ketersediaan pangan dan penanganan kerawanan pangan. Pengembangan sistem distribusi dan stabilitas harga pangan. Pengembangan penganekaragaman konsumsi pangan dan peningkatan keamanan pangan segar. Serta, pengembangan manajemen dalam koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan ketahanan pangan. Selain itu, untuk

mendukung pelaksanaan program, pemerintah menggunakan strategi umum pembangunan ketahanan pangan dengan pen-dekatan jalur ganda (twin track approach). Dimana pemerintah daerah mengupayakan pemba-ngunan ekonomi berbasis pertanian dan pedesaan untuk meningkatkan produksi, lapa-ngan kerja dan pendapatan, sekaligus memenuhi pangan bagi kelompok masyarakat miskin dan rawan pangan agar tidak semakin terpuruk serta pemberdayaan agar semakin mampu mewujudkan ketahanan pangan secara mandiri. Dan supaya terarah, maka pemerintah memfokuskan program pembangunan ketahanan pangan pada 4 hal. Yakni, 1. Memantapkan ketersediaan pangan dengan memaksimalkan sumberdaya setempat secara berkelanjutan. 2. Memantapkan kelancaran distribusi pangan untuk menjamin stabilitas pasokan pangan secara merata dan terjangkaunya daya ak-ses pangan masyarakat. 3. Meningkatkan percepatan di-versifikasi konsumsi pangan. 4. Mencegah dan menanggulangi kerawanan pangan. Dengan berbagai program dan strategi yang disusun, pemerintah daerah mensukuri ada beberapa hal positif yang bisa dicapai selain adanya terjadinya peningkatan pro-duksi pangan, antara lain, Dicapainya target penurunan angka kemiskinan 2% per tahun di masing-masing wilayah melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin yang berasal dari masing-masing program SKPD . Meski, diakui secara umum target penurunan belum tercapai, baru berkisar ratio 17,29% pada tahun 2008. Karenanya, di akhir paparan, Ketua Dewan pangan Daerah yang juga Bupati Banggai, menginstruksikan kepada seluruh aparat pemerintah untuk lebih serius lagi memperhatikan upaya peningkatan produksi pangan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bupati juga menitik beratkan harapannya kepada para camat, yang merupakan ujung tombak pemerintahan di wilayah, agar lebih serius dan maksimal dalam membantu mendorong peningkatan produksi pangan. Sehingga, harapan untuk menekan angka kemiskinan di Kabupaten Banggai sekurang-kurangnya 2% per tahun dapat terwujud dengan baik. (bim)

PKK Gelar Lomba Makanan Khas Daerah PESERTA SIDANG: Sidang pleno Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Banggai, di ikuti oleh seluruh camat serta sejumlah kepala SKPD juga instansi terkait lainnya.

sektor dan membangun kerja sama antar SKPD dalam rangka membangun ketahanan pangan masyarakat. marilah kita dengan bersungguh-sungguh mengalokasi sumber daya yang memadai, membuat strategi yang tepat dan mekanisme koordinasi yang efektif, agar dukungan dari Stakeholders dapat bersinergi menjadi satu kesatuan yang saling memperkuat untuk memberikan manfaat yang besar bagi kesejahteran masyarakat kabupaten Banggai. Ditempat yang sama, Kepala Kantor Ketahanan Pangan, Ir Hj Maryam Salat mengatakan bahwa agenda ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Tujuannya, adalah untuk merumuskan serta mengevaluasi sudah sejauh mana

tingkat pencapaian pembangunan dibidang ketahanan pangan. ” Kegiatan ini, sangat penting peranananya dalam menentukan arah pembangunan khususnya di bidang ketahanan pangan pada waktu mendatang,” tukas Iyam. Sementara itu, diakhir sidang pleno yang digelar kemarin itu, lahir 9 butir kesepakatan dalam hal mendorong peningkatan produksi pangan bagi terwujudnya kesejahteraan ekonomi masyarakat. Salah satu butir kesepakatan tersebut adalah Mempercepat penurunan angka kemiskinan sekurang-kurangnya 2% per tahun di masing-masing wilayah melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin. (bim)

LUWUK-Mencintai makanan khas daerah, merupakan salah satu bentuk dari upaya riil untuk mendorong terwujudnya ketahanan pangan daerah. Karena itu, pada kesempatan sidang pleno dewan ketahanan pangan daerah, yang digelar selasa (15/12) kemarin di Luwuk Exhibition Centre, Tim Penggerak PKK Kabupaten Banggai bekerjasama dengan Kantor Ketahanan Pangan, menggelar lomba menu khas daerah berbasis potensi sumber daya lokal. Kegiatan lomba menu itu di ikuti oleh TPPKK yang ada di seluruh kecamatan. Terpilih sebagai juara terbaik satu pada lomba menu itu, Kecamatan Masama, Juara 2, Kecamatan Bunta. Juara 3, Kecamatan Luwuk Timur. Juara 4, Kecamatan Balantak. Dan juara 5, Nuhon. Disampaikan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Banggai, Halima Amir, bahwa TP-PKK Kabupaten Banggai, memiliki komitmen yang kuat terhadap upaya pengembangan dan peningkatan pemanfaatan pangan lokal. Karena itu, ada beberapa kegiatan yang dilakukan sebagai implementasi dari komitmen tersebut. Antara lain, lomba menu khas daerah serta sosialisasi pemanfaatan pangan lokal terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga. Menurut Halima, lomba Menu Pangan Lokal yang diikuti oleh setiap Kecamatan itudimaksudkan untuk memacu dan mendorong agar masyarakat selalu mengkonsumsi pangan-pangan lokal yang ada. Serta bermaksud untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pangan lokal sehingga cadangan pangan untuk kemandirian pangan ditingkat rumah tangga / keluarga. ” Kegiatan seperti ini sudah sering kami gelar dan sudah menjadi agenda rutin tahunan,” tutup Halima.(bim)


LUWUK POST | RABU, 16 DESEMBER 2009 | HALAMAN 13

Kades Tinakin Diduga Palsukan Berkas BANGGAI-Pejabat kepala Desa (Kades) Tinakin Laut, Kecamatan Banggai, Herto, diduga kuat telah memalsukan berkas. Herto disinyalir telah memalsukan berkas atas nama dirinya sebagai Sekdes yang akan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), padahal dirinya adalah pejabat Kades. Sejumlah masyarakat di Desa Tinakin Laut sendiri telah dibuat resah dengan persoalan ini. Mereka berharap agar persoalan ini dapat disele saikan secara hukum, dan berkasnya dapat dianulir. “Kami berharap semuanya diselesaikan dengan jalur hukum. Pemda Bangkep juga harus tegas dan segera bersikap membatalkan berkas yang diajukan mereka,” ujar seorang warga Tinakin Laut, yang enggan namanya korankan. Menurut sumber ini, apa yang dilakukan oleh Kades tersebut, jelas sangat merugikan masyarakat. Karena lanjut-nya, ada hak masyarakat lainnya yang tergadaikan akibat persoalan ini. Sementara itu, hingga berita ini diturunkan belum peroleh klarifikasi resmi dari kades yang bersangkutan. (Wan)

Hari Ini Pengumuman CPNS Bangkep Diumumkan Bersama 5 Kabupaten se Sulteng SALAKAN–Pengumuman hasil testing CPNS Bangkep, di pastikan dilakukan hari ini. Pe ngumuman akan dilakukan oleh Tim Badan Kepegawaian Daer ah (BKD) Provinsi Sulteng. Pe ngumuman CPNS Bangkep dilakukan bersamaan dengan 5 kabupaten lainnya. Yakni Bang gai (Luwuk), Morowali, Parimo, Ampana, dan Poso. Hasil tes CP NS yang diumumkan di 6 kabupaten tersebut sempat molor sehari akibat kendala teknis. Selasa kemarin, BKD Sulteng telah menyampaikan pengumu man hasil testing CPNS di da erah-daerah lain. Hal tersebut menyebabkan para pelamar CPNS di daerah Banggai dan Bangkep sempat dilanda waswas. Mereka tidak sabar me nunggu pengumuman yang me reka tunggu-tunggu. Mereka khawatir pengumuman bakal

DINAMIKA KECAMATAN

Om Fendi Ingin MTQ Paling Ramai SALAKAN– Untuk yang kesekian kalinya Camat Tinangkung Selatan Effendi Mukendji SH MH menegaskan akan menyukseskan pe laksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang rencananya dihelat Januari mendatang. Salah satu buktinya, secepat mungkin menyelesaikan fasilitas yang dibutuhkan penyelenggaraan acara tersebut. “Semua yang berkaitan dengan persiapan MTQ, Alhamdulillah sudah tersedia dengan baik, bahkan sangat lengkap,” papar Om Fendi panggilan akrab Effendi. Menurutnya fasilitas penyelenggaraan MTQ telah rampung 100 persen. “Kita akan berupaya keras agar MTQ di Tingsel jauh lebih baik dibanding di daerah lainnya,” ungkap Effendi lagi. Ia juga meyakini MTQ se Kabupaten Bangkep tersebut akan diikuti lebih banyak peserta. “Pada acara pembukaan akan kita ramaikan dengan berbagai macam atraksi yang menga gumkan,” janji Effendi seperti sedang me ngobral iklan. Rencananya, MTQ di Tingsel akan dibuka Bupati Drs Irianto Malingong MM di hadapan peserta, undangan, warga masyarakat, maupun pejabat-pejabat ekseku tif maupun legislatif. (tam)

Tiga Pemuda Dukung Mustakim SALAKAN– Mustakim Moidady sedang berkibar. Duku ngan terhadap nya agar menja di Ketua Gapek sindo, terus menggelin ding. Kali ini tiga pemuda Pe ling, yakni Ris no Salim ST, Rusady, dan Kisman Umar menyatakan mendukung Mustakim Moidady Mustakim. Ke tiga pemuda menilai, Gapeksindo membutuhkan pemimpin yang penuh enerji. Di mata ketiganya, Mustakim adalah pemu da yang bersemangat membangun organisa si. Selain itu Mustakim juga dinilai memiliki kemampuan melobi berbagai kalangan. Belum cukup, Mustakim pula disebut pemuda yang akrab dan mudah bergaul dengan siapa saja. Lebih lagi, Mustakim adalah putra asli Bang kep. Ketiga pemuda berjanji akan merealisasi kan dukungan dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Gapeksindo sebentar lagi. Ditemui terpisah, Mustakim Moidady mengaku telah mendapat kabar tentang ketiga pemuda yang memberikan dukungan kepadan ya. Kepada wartawan Mustakim menyatakan merespon dengan baik dukungan tersebut. “Saya tentu sangat bangga dan menerima as pirasi itu dengan baik. Saya tentu akan bekerja sama dengan mereka bila terpilih nanti menjadi Ketua Gapeksindo,”ungkapnya. Menurut Mustakim, Ketua Gapeksindo tidak saja ber kewajiban mengatur hal-hal teknis, tetapi juga persoalan yang bersifat non teknis. Ia yakin dapat melaksanakan keduanya. (tam)

[dok/luwukpost]

PELAMAR CPNS: Hasil testing CPNS untuk wilayah timur Sulawesi tengah akan diumumkan hari ini melalui media massa terbitan palu.

Balut Mekar Tahun 2010 Jadi Pembicaraan di Palu SALAKAN– Isu bakal direalisa sikannya pemekaran Banggai Laut (Balut) ternyata juga berembus kencang di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Sejumlah sumber yang meru pakan kalangan dalam pemerin tahan Sulteng menyebut, Balut segera dime karkan bersamaan dengan berdiri

nya Kabupaten Morowali Utara. Menurut mereka, pemekaran Balut telah memperoleh sinyal meng gem birakan dari pemerintah pusat. Bahkan Jakarta telah mengagendakan peme karan Balut tidak lama lagi, sebagai mana harapan masya rakat Bangkep dan Banggai pada umum nya. Balut dinyatakan sebagai calon daerah pemekaran yang terlengkap administrasinya, serta dinyatakan layak berdiri dilihat secara fisik maupun administrasi.

Balut memiliki infrastruktur yang komplit serta ditopang oleh Sumber Daya Alam (SDA) yang memadai. Pertimbangan-pertimbangan ter sebut akhirnya membuat pusat memutuskan untuk mengabulkan permintaan pemekaran Balut. Lebih jauh, sumber yang ditemui di Kota Palu mengatakan, kemung kinan besar Balut akan diresmikan tahun 2010. “Lihat saja nanti, pasti Balut terealisasi,” tutur sumber yang eng gan namanya dikorankan. (tam)

BANGGAI-Ketua Lembaga Adat Banggai (LAB), Hamsen B Kuat, me negaskan tim bentukan Pemda Bang kep, yang baru saja pulang dari Pro vinsi Maluku Utara, hanya mencoba mengklarifikasi persoalan Sonit dan bukan persoalan pengabungan pu lau Banggai ke Maluku Utara. Dengan begitu apa yang dilakukan tim Pemda Bangkep, jelas tidak ada hubungannya dengan perjuangan rakyat Banggai untuk bergabung ke Maluku Utara. “Yang mereka (tim Pemda Bangkep red) urus adalah klaim Maluku Utara terhadap pulau Sonit, dan bukan persoalan perjuangan Banggai menu

ju Maluku Utara,” terang Hamsen. Untuk itu, Hamsen, mengajak kepada seluruh masyarakat agar tetap fokus dalam perjuangan peng ga bungan itu, dan tidak terpengaruh dengan berbagai upaya yang akan menumpulkan perjuangan pengabu ngan tersebut. Lebih jauh Hamsen menegaskan, sekarang ini, persoalan bukan lagi klaim pulau Sonit, tetapi adalah upa ya pengabungan Banggai ke Maluku Utara. Jadi apa yang dilakukan oleh Pemda Bangkep itu, telah keting galan. Penegasan Hamsen ini, mung kin saja wajar adanya, sebab konon

kabarnya sejumlah masyarakat pulau Sonit sendiri, telah menyatakan sikap untuk ikut bergabung ke Maluku Utara bersama masyarakat pulau Banggai dan sekitarnya. Sementara itu, terkait dengan wacana pengabungan ini, LAB, te rus melakukan persiapan-persia pan untuk menyambut kedatangan dele gasi dari Tarnate di Banggai, dalam waktu dekat ini. Diperkirakan, pu lu han masyarakat dari pulau Sonit, akan ikut bergabung dengan ribuan masyarakat Banggai dan pulau seki tar dalam prosesi penjemputan dele gasi dari Tarnate tersebut. (Wan)

Hamsen : Bukan Sonit, Tapi Banggai

molor lebih lama. Tadi malam beberapa pelamar CPNS di Bangkep mencoba menghubungi Luwuk Post yang masih berada di Kota Palu. Mereka mempertanyakan nasib pengumuman yang mereka tung gu dengan harap-harap cemas tersebut. Sebagaimana informa si yang didapat Luwuk Post, pengumu man CPNS untuk 6 daerah kabu paten baru digelar hari ini melalui dua koran yang diterbit kan dari Kota Palu. Yakni Radar Sulteng (Jawa Post Grup) dan Mercusuar. Sebelumnya, pe ngumuman untuk daerah-dae rah lain juga menggunakan ke dua koran harian tersebut. Sejak pagi hingga petang ke marin, kantor Radar Sulteng di banjiri para pelamar CPNS yang ingin segera mendapat pengumu man. Ratusan pe lamar berda tangan dari berbagai penjuru. Di pastikan, hari ini pun Radar Sulteng kembali akan dida tangi para pelamar. (tam)

UMR Harus Diatas Rp 1,2 Juta

Berikan Jaminan Kesejahteraan Terhadap Pekerja BANGGAI-Tingginya biaya kehidupan sehari-hari dewasa ini, diharapkan akan dapat dibarengi dengan peningkatan pendapatan masyarakat, khususnya bagi mereka pekerja di instansi swasta dan non pemerintahan lainnya. Selama ini Upah Minimum Regional (UMR), Sulteng yang ma sih jauh dibawa nominal Rp 1 juta perbulannya, dipandang sangat rendah dan tidak dapat men cukupi kebutuhan hidup para pekerja tersebut. Untuk itu pemerintah dituntut harus mampu menaikkan UMR Sulteng, menjadi Rp 1,2 juta per bulannya. Pendapat dan harapan demikian, seperti yang diungkap kan Faisal, salah seorang tenaga kerja swata di Banggai, kepada wartawan Selasa (15/12) kemarin. Menurut dia, jumlah Rp 1,2 juta se tiap bulannya, cukup rasional dan akan mampu memberikan topa ngan kehidupan para pekerja be serta keluarganya. “Jumlah UMR sebelumnya, sangat rendah. Tahun depan paling rendah UMR harus Rp 1,2 juta. Jumlah itu sebanding pengabdian peker

ja dan itu akan mampu mem berikan kesejahteraan kepada pekerja,” cetusnya. Lebih jauh, lanjut Faisal, jumlah nominal tersebut, sebenarnya ma sih kecil ketimbang dengan peng hasilan dari PNS golongan teren dah. Faisal menuturkan, dalam waktu dekat ini, pemerintah akan kembali menaikan gaji pegawai, itu bertanda pula kebutuhan pokok di pasar harganya akan bergerak naik, menyesuaikan jum lah pendapatan. Jika kenaikkan itu terjadi, yang merasakan dam pak-nya adalah para pekerja dengan pendapatan minim. Oleh nya sangat penting agar UMR ini, dapat segera dinaikkan de ngan hingga pada nilai nominal yang rasional untuk mendukung kesejahteraan para pekerja swasta. Banyak kalangan di Banggai, cukup pesimis dengan realisasi UMR ini. “Saya pesimis kalau UM R akan setinggi itu. Kalau pun ter wujud, belum tentu peru sahaan akan menaatinya. Sebab dengan UMR di bawa Rp 1 juta saja, ba nyak perusahaan yang enggan mengakomodirnya apalagi kalau sudah naik,” ucap Ucal, seorang pekerja swata lainnya, sembari mengatakan, kendati pesimis tetapi dirinya tetap berharap UMR akan naik pada tahun ini. (Wan)

Kehidupan Buruh Kecil di Pelabuhan Banggai

Mengais Rupiah dengan Cara Keras KEKAYAAN alam di bawa kolong langit Kabupa ten Bang CATATAN k e p , yang ko non kata nya me limpah, ternyata t i d a k banyak berdam pak pada pening katan a r a f Iwan Bua-BANGGAI tkesejahter aan rak yat yang ada di dalamnya. Bukti-nya, masih banyak ketimpangan sosial yang terlihat di jelas di Kabupaten Bangkep, yang semu anya itu disebabkan karena keterbaasan kemampuan ekonomi dari masyarakat. Coba liat aktifitas bocah-bocah dibawa umur di pelabuhan Banggai. Mereka yang seharusnya menikmati indahnya waktu dengan bermain, harus dipaksa berkerja se bagai buruh angkut. Buruh angkut, sebuah

pekerjaan yang jika dilihat dalam sudut pan dang apapun jelas sangat tidak pantas dila koni para bocah ini. Tetapi itu terpaksa dipilih mereka hanya untuk memperoleh rupiah dengan nominal kecil, yang mereka gunakan untuk meringankan beban orang tua mereka, walaupun itu hanya sebatas uang untuk jajan mereka. Bocah-bocah yang berprofesi sebagai buruh angkut ini sebenarnya menyadari, kalau pekerjaan yang mereka lakoni ini, sangat berat dan keras, tetapi bagi mereka ini hanya salah satu pilihan agar dapat menghasilkan rupiah, demi mengurangi beban orang tua mereka. Para bocah perkasa yang usia mereka masih di bawa 13 tahun, memang sebagian besar telah putus sekolah, tetapi ada bebe rapa dari mereka masih berstatus pelajar di beberapa sekolah di Banggai. Bagi buruh bocah yang masih bersekolah ini, mereka setiap hari harus membagi waktu antara sekolah dan waktu untuk bekerja di pela buhan. Pada pagi hari mereka sekolah dan di siang hari mereka sudah berada di sekitar pelabuhan untuk menanti datangnya kapal. Jika ada kapal yang datang merekapun

langsung berlomba dengan para buruh dewasa untuk memcari penumpang yang menggunkan jasa mereka. Tak jarang mereka disepelekan oleh para penumpang yang meragukan kemampuan mereka. Bahkan mereka kerap kali mendapat perlakukan yang kasar dari para buru dewasa, yang kesal karena merasa tersaingi oleh mereka. Biasanya para buruh kecil ini, bekerja berkelompok. Mereka secara bersama meng angkut barang-barang milik penumpang. Tak jarang sebuah tas besar milik penum pang diangkat oleh tiga sampai empat orang buruh kecil ini. Wajah yang mengam barkan kelelahan mereka dalam mengang kut barang-barang milik penumpang, terlihat langsung beru bah menjadi senyum ketika para penum pang yang menggunakan jasa memba yarkan upah mereka. Seorang buruh kecil di pelabuhan Bang gai, yang diwawancarai oleh wartawan, mengaku dalam pekerjaan mereka itu, diri nya bersama teman-temannya mampu meng hasilkan rupiah antara Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu, perorang dalam seha rinya. Bocah kecil ini seperti-nya sedikit takut menye

butkan namanya kepada wartawan. Rasa takutnya kepada wartawan, juga mungkin yang membuat bocah perkasa ini, terlihat sedikit gugup menjawab pertanyaan war tawan tentang penghasilannya setiap hari dan segera berlari setelah menjawab perta nyaan wartawan itu. Kehadiran para bocah perkasa ini, mestinya adalah tamparan keras bagi Pemda Bangkep, agar tidak hanya menggeliatkan pembangunan fisik saja, tanpa harus membuat program yang bersentuhan de ngan masyarakat miskin dalam hal per baikkan taraf kesejahteraan mereka. Instansi pemerintahan yang berhubungan tugas dengan masalah sosial, selama ini hanya sebatas melakukan sosialisasi tentang ber bagai persoalan sosial, dan tidak melakukan langkah-langkah konkret penanganannya. Inilah potret buram dari sebuah keironisan yang terjadi di tengah-tengah melimpahnya kekayaan alam serta giat dan mengahnya pembangunan di bumi Bangkep. Semoga rakyat miskin Bangkep dan para buruh kecil ini, tidak tergilas dengan kayanya bumi tempat tinggalnya, seperti gambaran dari pepatah kuno, anak ayam mati di lumbung padi. ###


LUWUK POST

RABU 16 DESEMBER 2009

HALAMAN 14

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGGAI NOMOR 12 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGGAI NOMOR 27 TAHUN 2001 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN PELABUHAN KAPAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANGGAI, Menimbang : a. bahwa ketentuan Pasal 1 dan Pasal 8 ayat (2) Peraturan Daerah Kabupaten banggai tentang Retribusi Pelayanan Pelabuhan Kapal, dimana sebagian ketentuan umum belum diatur dan masih terdapat jenis jasa pelayanan yang menjadi objek retribusi yang belum diatur didalamnya, sehingga terhadap peraturan daerah tersebut perlu dilakukan penyesuaian; b. bahwa ketentuan Pasal 24 ayat (1) Peraturan Daerah Kabupaten Banggai Nomor 27 Tahun 2001 tentang Retribusi Pelayanan Pelabuhan Kapal perlu dilakukan perubahan dan disesuaikan dengan ketentuan Pasal 143 ayat (2) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b perlu membentuk Peraturan Daerah Kabupaten Banggai tentang Perubahan Atas Pertauran Daerah Kabupaten Banggai Nomor 27 Tahun 2001 tentang Retribusi Pelayanan Pelabuhan Kapal. Mengingat : 1. Pasal 18 ayat (6) Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah-daerah Tingkat II di Sulawesi (Lembaran Negara RI Tahun 1959 Nomor 74 Tambahan Lembaran Negara 1822); 3. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara RI Tahun 1981 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 2831); 4. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara RI Tahun 1997 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3685) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 (Lembaran Negara RI Tahun 2000 Nomor 246, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4048); 5. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negera RI Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4389); 6. Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara RI Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas UndangUndang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara RI Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4844); 7. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara RI Tahun 1980 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3174); 8. Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2000 tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Bukan Pajak yang berlaku pada Departemen Perhubungan (Lembaran Negara RI Tahun 2000 Nomor 27, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3940); 9. Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2001 tentang Retribusi Daerah (Lembaran Negara RI.Tahun 2001 Nomor 119, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4139); 10. Peraturan Daerah Kabupaten Banggainomor 27 Tahun 2001 tentang Retribusi Pelayanan pelabuhan Kapal (Lembaran Daerah Tahun 2001 Nomor 27 Seri B Nomor 11); 11. Peraturan Daerah kabupaten Banggai Nomor 9 Tahun 2008 tentang Kewenangan Kabupaten Banggai (Lembaran Daerah Kabupaten Banggai Tahun 2009 Nomor 1, Tambahan Lembaran Daerah Nomor 47). Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN BANGGAI Dan BUPATI BANGGAI MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGGAI NOMOR 27 TAHUN 2001 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN PELABUHAN KAPAL Pasal I Beberapa ketentuan dalam Peraturan Daerah Kabupaten banggai Nomor 27 tahun 2001 tentang Retribusi Pelayanan Pelabuhan Kapal ( Lembaran Daerah Kabupaten Banggai Tahun 2001 Nomor 27 Seri B Nomor 11), diubah sebagai berikut : 1. Diantara ketentuan Pasal 1 angka 4 dan 5 disisipkan 1 (satu) angka yaitu angka 4a, diantara angka 5 dan 6 disisipkan 1 (satu) angka yaitu angka 5a, diantara angka 9 dan 10 disisipkan 14 (empat belas) angka yaitu 9a, 9b, 9c, 9d, 9e , 9f, 9g, 9h, 9i, 9j, 9k, 9l, 9m dan angka 9n sehingga keseluruhan berbunyi sebagai berikut : Pasal 1 Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah kabupaten Banggai. 2. Pemerintah Daerah adalah bupati beserta perangkat daerah sebagai unsure penyelenggara pemerintahan daerah. 3. Bupati adalah bupati Banggai. 4. Dewan perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disebut dengan DPRD adalah Lembaga perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Banggai sebagai unsur penyelengara pemerintahan daerah. 4a. Badan adalah sekumpulan orang dan/atau modal yang merupakan kesatuan baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi Perseran Terbatas (PT), Perseroan Komanditer, Firma, Kongsi, Koperasi, Persekutuan, Perkumpulan, Yayasan, Organisasi Massa, Organisasi Sosial Politik, atau Organisasi yang sejenis, Lembaga, Bentuk Badan lainnya. 5. Dinas perhubungan, komunikasi dan informatika adalah dinas perhubungan, komunikasi dan informatika Kabupaten Banggai. 5a. Kas Daerah adalah Kas Daerah Kabupaten Banggai. 6. Perhubungan adalah perhubungan darat, perhubungan laut, dan perhubungan udara serta pos dan telekomunikasi. 7. Wajib retribusi adalah orang pribadi dan atau badan yang menurut peraturan perundang-undangan diwajibkan untuk melakukan pembayaran retribusi. 8. Masa Retribusi adalah suatu jangka waktu tertentu yang merupakan batas waktu bagi wajib retribusi untuk memanfaatkan jasa dan perizinan tertentu dari Pemerintah Daerah yang bersangkutan. 9. Pelayanan pelabuhan adalah pelayanan kepelabuhanan pada pelabuhan kapal perikananan dan/atau bukan kapal perikanan yang dimiliki dan/atau dikelola oleh pemerintah daerah tidak termasuk yang dikelolah oleh Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah dan pihak swasta. 9a. Pelabuhan adalah tempat yang terdiri dari daratan dan perairan disekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi yang digunakan sebagai tempat kapal bersandar, berlabuh, naik turun penumpang dan/atau bongkar muat barang yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda transportasi. 9b. Pelabuhan umum adalah Pelabuhan yang diselenggarakan untuk masyarakat umum. 9c. Pelabuhan laut adalah pelabuahan yang melayani kegiatan laut. 9d. Pelabuhan khusus adalah pelabuhan yang dibangun dan dioperasikan untuk kepentingan sendiri guna menunjang kegiatan tertentu. 9e. Kepelabuhanan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan penyelenggaraan pelabuhan dan kegiatan lainnya dalam melaksankan fungsi pelabuhan untuk menunjang kelancaran, keamanan, dan ketertiban dan arus lalu lintas kapal, penumpoang dan / atau barang, keselamatan berlayar, tempat perpindahan intra dan / atau antar moda serta mendorong perekonomian nasional dan daerah. 9f. Kapal adalah kendaraan air dengan bentuk dan jenis apapun, yang digerakkan dengan tenaga mekanik, tenaga angina, atau ditunda, termasuk kendaraan yang berdaya dukung dinamis, kendaraan dibawah permukaan air, serta alat apung danbangunan terapung yang tidak perpindah – pindah. 9g. Sarana Bantu napigasi aepelayaran adalah sarana yang dibangun atau terbentuk secara alami yang berada diluar kapal yang berfungsi membantu napigator dalam menentukan posisi dan/atau haluan kapal serta memberitahukan bahaya dan/atau rintangan pelayaran untuk kepentingan keselamatan berlayar. 9h. Pekerjaan bawah air (salvage) adalah pekerjaan yang berhubungan dengan instlasi kontruksi atau kapal yang dilakukan dibawah aiar atau pekerjaan dibawah aiar yang bersifat khusus. 9i. Pelabuhan Pantai adalah pinggiran pantai yang digunakan sebagai pelabuhan untuk kegiatan bongkar muat dan bersifat tentative. 9j. Pelayaran Rakyat adalah kegiatan angkutan laut untuk mengangkut penumpang, barang dan/atau hewan dengan menggunakan kapal layar motor tradisional dan kapal motor ukuran tertentu. 9k. Pelayaran Dalam Negeri adalah kegiatan pelayaran yang dilakukan diwilayah perairan laut Indonesia. 9l. Pelayaran luar Negeri adalah kegiatan pelayaranyang dilakukan dari pelabuhan Indonesia kepelabuhan luar Negeri. 9m. Usaha bongkar muat barang adalah kegiatan usaha yang bergerak dalam bidang bongkar muat barang dan/atau hewan dari dan kekapal. 9n. Usaha ekspidisi muatan kapal laut adalah kegiatan usaha yang mengurus dokumen dan melaksanakan pekerjaan yang berkaitan dengan penerimaaan dan penyerahan muatan yang diangkut melalui laut. 10. Surat Pemberitahuan Retribusi Daerah yang dapat disingkat SPTRD adalah Surat Pemberitahuan Besarnya Retribusi Daerah kepada Wajib Retribusi. 11. Surat Ketetapan Retribusi Daerah yang selanjutnya disebut SKRD adalah surat ketetapan yang menetukan besarnya jumlah retribusi yang terhutang. 12. Surat Ketatapan Retribusi Daerah Kurang Bayar Tambahan yang selanjutnya disingkat SKRDKBT adalah surat ketetapan yang menentukan tambahan atas jumlah retribusi yang ditetapkan. 13. Surat Ketetapan Retribusi Daerah Lebih Bayar yang selanjutnya disebut SKRDLB, adalah Surat Ketetapan yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran retribusi karena jumlah kredit retribusi lebih besar dari pada retribusi yang terhutang atau tidak seharusnya terhutang. 14. Surat Tagihan Tagihan Retribusi Daerah yang selanjutnya disingkat STRD, adalah Surat untuk melakukan tagihan retribusi dan/atau sanksi administrasi berupa bunga dan/atau denda. 15. Surat Keputusan Keberatan adalah Surat Keputusan Keberatan terhadap SKRD, SKRDKBT, SKRDLB atau terhadap pemotongan oleh pihak ketiga yang diajukan oleh Wajib Retribusi. 2. Ketentuan Pasal 8 ayat (2) diubah, sehingga keseluruhan berbunyi sebagai berikut : Pasal 8 (1) Struktur tarif Retribusi pelayanan pelabuhan kapal digolongkan berdasarkan jenis usaha pelabuhan kapal. (2) Struktur dan besarnya tarif retribusi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditetapkan sebagai berikut : I. PELABUHAN LOKAL : 1. Pemberian Izin Usaha Pelayaran Rakyat a. Izin usaha Pelayaran Rakyat Per perusahaan Rp. 2.000.000 b. Pendaftaran Ulang Perusahaan Per perusahaan per tahun Rp. 300.000

2. 3. 4.

Retribusi Penumpang Pelayaran Per orang Rp. 1.000 Retribusi dan Tarif Jasa Pelayanan barang Per ton/m3 Rp. 300 Retribusi Jasa Penumpukan a. Dermaga Per ton/m3 Rp. 300 b. Lapangan Per ton/m3 Rp. 300 c. Gudang Per ton/m3 Rp. 500 5. Tanda Masuk Pelabuhan a. Pas masuk orang Per orang per sekali masuk Rp. 500 b. Roda 2 Per unit per sekali masuk Rp. 700 c. roda 4 Per unit per sekali masuk Rp. 1.500 d. Roda 6 Per unit per sekali masuk Rp. 2.000 e. Trailer, truk gandengan Per unit per sekali masuk Rp. 4.000 f. Kendaraan tanpa mesin Per unit per sekali masuk Rp. 300 6. Jasa Kepelabuhanan/Kenavigasian a. Jasa labuh Per GT per Etmal Rp. 100 b. Jasa tambat Pinggiran. Per GT per Etmal Rp. 100 7. Sewa Tanah dan Pinggiran Perairan Rp. 3.000 a. Untuk bangunan-bangunan industri Per m2 per tahun Perusahaan. b. Untuk penggunaan perairan, Per m2 per tahun Rp. 2.500 Bangunan dan kegiatan lainnya. c. Untuk kepentingan warung/toko dan Per m2 per tahun Rp. 2.000 Sejenisnya. 8. Pemberian Izin EMKL : a. Izin Usaha EMKL. Per perusahaan Rp. 2.000.000 b. Pendaftaran Ulang Per perusahaan per tahun Rp. 250.000 9. Pemberian Izin PBM : a. Izin Usaha PBM. Per perusahaan Rp. 2.000.000 b. Pendaftaran Ulang Per perusahaan per tahun Rp. 250.000 Per m3 per lokas Rp. 2.000 10. Pemberian Izin Pengerukan s/d 50.000m3 II. PELABUHAN KHUSUS / DERMAGA KHUSUS 1. Pemberian Izin Pembangunan Pelabuhan Per lokasi Rp. 3.000.000 Khusus/Dermaga khusus. 2. Retribusi dan Tarif Jasa Pelayanan Barang a. Galian C Per ton per m3 Rp. 300 Rp. 500 b. Galian B Per ton per m3 c. Kayu Per ton per m3 Rp. 300 Rp. 400 d. Bahan kontruksi Per ton per m3 Rp. 300 e. Barang Campuran Per ton per m3 3. Pemberian Izin Reklamasi Per m2 per lokasi Rp. 2.000 Pantai s/d 12 mil 4. Retribusi Penggunaan Pelabuhan Pantai a. Pelayanan dalam Negeri : Perkegiatan per lokasi Rp. 1.000.000 1) Muatan 100 s/d 500 ton/m3 2) Muatan 501 s/d 1.000 ton/m3 Perkegiatan per lokasi Rp. 1.500.000 3) Muatan 1.001 s/d 5.000 ton/m3 Perkegiatan per lokasi Rp. 2.000.000 Perkegiatan per lokasi Rp. 2.500.000 4) Muatan 5.001 s/d 10.000 ton/m3 5) Muatan > 10.000 ton/m3 Perkegiatan per lokasi Rp. 3.000.000 b. Pelayanan Luar Negeri : Perkegiatan per lokasi Rp. 1.500.000 1) Muatan 100 s/d 500 ton/m3 2) Muatan 501 s/d 1.000 ton/m3 Perkegiatan per lokasi Rp. 2.000.000 3) Muatan 1.001 s/d 5.000 ton/m3 Perkegiatan per lokasi Rp. 2.500.000 Perkegiatan per lokasi Rp. 3.000.000 4) Muatan 5.001 s/d 10.000 ton/m3 5) Muatan > 10.000 ton/m3 Perkegiatan per lokasi Rp. 3.500.000 5. Jasa Sandar a. Kapal GT 2 s/d GT 7 per hari Rp. 4.500 b. Kapal GT 7,1 s/d GT 15 per hari Rp. 8.500 c. Kapal diatas GT 15 per hari Rp. 12.500 6. Retribusi Penggunaan Pinggiran Pantai Per m2 per tahun Rp. 3.000 2. Ketentuan Pasal 24 ayat (1) diubah, sehingga keseluruhan berbunyi : Pasal 24 (1) Wajib retribusi yang tidak melaksanakan kewajibannya sebagaimana tercantum pada Pasal 8 sehingga merugikan Keuangan Daerah diancam pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp. 50.000.000 (lima puluh juta rupiah). (2) Denda sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) merupakan penerimaan daerah dan disetor langsung ke Kas Daerah. (3) Tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pelanggaran. 3. Diantara Pasal 25 dan Pasal 26 disisipkan Pasal 25A, sehingga keseluruhan berbunyi : Pasal 25A Setiap wajib retribusi yang izinnya diperoleh sebelum terbitnya Peraturan Daerah ini masih tetap berlaku sampai masa izin berakhir. Pasal II Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Banggai. Ditetapkan di Luwuk pada tanggal 7 Agustus 2009 BUPATI BANGGAI, MA’MUN AMIR Diundangkan di Luwuk pada tanggal 7 Agustus 2009 SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN BANGGAI, MUSIR A. MADJA LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANGGAI TAHUN 2009 NOMOR 14 P E NJ E L A S A N ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGGAI NOMOR 12 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGGAI NOMOR 27 TAHUN 2001 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN PELABUHAN KAPAL I. UMUM Dengan ditetapkannya Undang – Undang Nomor 34 Tahun 2000 Tentang Perubahan Atas Undang – Undang Nomor 18 Tahun 1997 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan Otonomi Daerah yang luas nyata dan bertanggung jawab, pembiayaan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah, khususnya yang bersumber dari Retribusi Daerah perlu ditingkatkan sehingga kemandirian daerah dalam hal pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan di Daerah dapat terwujud. Untuk meningkatkan pelaksanaan pembangunan dan pemberian pelayanan kepada masyarakat serta Peningkatan pertumbuhan perekonomian di Daerah diperlukan penyediaan sumber – sumber Pendapatan Asli Daerah yang hasilnya memadai termasuk Retribusi Pelayanan Pelabuhan Kapal. Hal yang menjadi pusat perhatian dalam Peraturan Daerah ini adalah upaya pembinaan terhadap penyelenggaraan Pelayanan Pelabuhan Kapal sehingga sektor ini dapat memberikan kontribusi yang memadai bagi pembangunan di Daerah ini, namun dalam rangka meningkatkan sumber Pendapatan Asli Daerah sehingga tarif yang diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Banggai Nomor 27 Tahun 2001 perlu dilakukan penyesuaian. II. PASAL DEMI PASAL Pasal I Pasal 1 Pasal 8 Pasal 25 Pasal II

Cukup Jelas Cukup Jelas Cukup Jelas

Cukup Jelas

TAMBAHAN LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANGGAI NOMOR 59


RABU, 16 DESEMBER 2009

JAKSA

n Sambungan dari Hal 1

”Rekaman berdurasi 1,5 jam, tapi yang berhubungan dengan perkara mulai menit ke-37,” ungkap Ruby Zukri Alamsyah, praktisi IT yang dihadirkan sebagai saksi ahli oleh JPU. Dia pula yang memutarkan dua rekaman di persidangan yang digelar di ruang Prof. H. Oemar Seno Adji, PN Jaksel. Menurut Ruby, rekaman di hotel Gran Mahakam diperoleh dari memory card handphone Nasrudin. Dia mengatakan, Nasrudin merekam pembicaraan Rani dengan Antasari melalui handphonenya yang tersambung dengan Rani. Saat bertemu Antasari, handphone Rani masih dalam keadaan hidup. Hal itu diketahui dari pembicaraan awal Nasrudin dengan Rani di awal rekaman. “Ya sudah jangan dimatikan,” kata Nasrudin dalam rekaman itu. Namun percakapan Rani dan Antasari tidak terdengar jelas dalam rekaman itu. Hanya beberapa penggalan kalimat yang terdengar jelas. Yakni berkaitan dengan tawaran Rani agar Antasari ikut lagi sebagai member di Modernland Golf. Hampir sama dengan rekaman di Hotel Gran Mahakam, rekaman di Jalan Pati Unus juga tidak terdengar jelas. Menurut Ruby, pembicaraan itu direkam oleh Sigid melalui sebuah alat perekam saat Antasari datang sekitar bulan Februari 2009.

KADISBUN

n Sambungan dari Hal 1

Kabupaten Banggai, Ir Anshar Maeta M.Si. Anshar kewalahan bahkan babak belur saat disodorkan sejumlah pernyataan dan kritikan pedas dari para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang tergabung dalam Badan Anggaran (Banggar) legislatif. Sejumlah pernyataan yang cukup keras dan sempat membuat suasana sidang pembahasan anggaran tersebut sempat alot, dilontarkan sejumlah ‘singa’ parlemen sesaat setelah mendengarkan pemaparan dari Kadisbun. Anshar saat itu memaparkan target dan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2009 dan usulan anggaran untuk program yang akan dikerjakan yang nantinya akan dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (2010). Salah satu ‘vokalis’ DPRD, Ir H Herwin Yatim MM, mengatakan bahwa Anshar Maeta selaku kepala dinas seakan tidak berani menjalankan aturan dalam menarik retribusi seperti yang diamanatkan oleh Peraturan Daerah (Perda). Indikasi penilaian itu, sebut Herwin Yatim, karena minimnya pencapaian PAD yang dihasilkan oleh Dinas Perkebunan (Disbun) pada tahun anggaran 2009, begitu juga dengan rencana target PAD pada 2010 mendatang, yang nilainya sangat kurang. Sementara dinas tersebut diketahui banyak memiliki potensi penerimaan retribusi

tapi

n Sambungan dari Hal 1

daerah ini dengan menulis di dinding grup kalimat “Teruslah maju Bapak Ma’mun Amir… kami tetap ada dan setia di belakangmu”. Grup tersebut bersifat umum terbatas. Anggota grup dapat melihat semua konten. Namun pendiri grup tersebut menegaskan, pihaknya membuat grup Ma’mun Amir di Dadaku...! bukan untuk berkampa-

WARGA

n Sambungan dari Hal 1

macet dan banjir di mana-mana

sudah merupakan hal biasa di kala musim penghujan tiba. Namun, di Abu Dhabi tentu saja ini hal yang luar biasa. Sebab, mereka berada di jazirah Arab yang minim hujan. Ya, hujan yang terus turun pada 11-13 Desember itu merupakan rekor di UEA. Bahkan, paling deras dalam durasi waktu lebih dari satu dekade terakhir. Kali terakhir hujan turun dengan deras dan terus-menerus lebih dari 24 jam terjadi pada 11 Desember 1995. Setelah itu pernah lagi terjadi hujan pada 2 Desember 2006. Tapi, curah hujannya tidak setinggi kali ini dan tidak mengakibatkan banjir di mana-mana. ”Infrastruktur kota ini, seperti drainase dan seba-

PRITA

n Sambungan dari Hal 1

Alasannya, RS Omni tidak melakukan upaya lain untuk menghentikan perkara pidana. Kuasa hukum Prita, Slamet Yuwono, menjelaskan pihaknya sudah mengupayakan damai dengan pihak RS Omni. Caranya, meminta RS Omni tidak hanya mencabut perkara perdata terhadap Prita, tetapi mengupayakan penghentian kasus pidananya. “Kita tidak bilang meminta pencabutan perkara pidana karena ada aturan undang-undang. Kami minta pihak RS Omni melakukan upayaupaya lain untuk menyelesaikan perkara pidana yang menjerat klien kami,” kata Slamet, kemarin. Dia menegaskan, Prita tidak pernah berupaya untuk menolak berdamai dengan pihak rumah sakit tersebut. Upaya lain yang dimaksud Slamet, dua dokter RS Omni yakni Hengky Gozal dan Grace Hilza Yarlen menghadap ke hakim guna melakukan penarikan seluruh kesaksian yang diberikan. ”Itu yang tidak dilakukan oleh RS Omni. Padahal itu dapat membantu untuk menyelesaikan sengketa pidana Prita,” katanya.

HALAMAN 15

SAMBUNGAN “recorder diletakkan di kantong atau suatu tempat,” terang Ruby. Berdasarkan rekaman itu, posisi Sigid berada di lebih dekat dengan alat perekam. ��������������� Sementara Antasari berada relatif jauh. Sehingga suaranya hanya samar-samar. ”Itu bisa saya simpulkan setelah penyidik mengambil sampel suara (Antasari dan Sigid),” jelasnya. Pemutaran rekaman yang tidak jelas itu sempat mendapat protes dari tim kuasa hukum Antasari. Dengan tegas mereka meminta pemutaran rekaman dihentikan. ”Kalau nggak jelas begini, bisa diperbodoh kita,” kata salah satu kuasa hukum Antasari, Hotma Sitompoel, dengan nada tinggi. Majelis hakim yang diketuai Herri Swantoro menyerahkan kepada tim JPU. Sebab, pengajuan barang bukti tersebut merupakan hak JPU. Mendengar penjelasan tersebut, tim kuasa hukum kembali mengajukan permohonan. ”Kami minta jaksa untuk bijaksana, jangan dipaksakan (pemutaran rekaman),” kata M. Assegaf, anggota tim kuasa hukum lainnya. Namun jaksa tetap melanjutkan pemutaran rekaman tersebut. meski demikian, rekaman tidak diputar hingga selesai. Tim JPU yang dimotori Cirus Sinaga lantas meminta saksi ahli menjelaskan hasil analisanya. Ruby menerangkan, yang ada dalam rekaman sudah dicocokkan dengan sampel suara asli. Meski tidak terdengar jelas, jak-

sa tetap yakin rekaman tersebut mampu menjerat Antasari. Jaksa beralasan sudah ada transkip pembicaraan yang dibuat oleh saksi ahli. ”Dalam poin-poin tertentu (rekaman) tidak jelas, tetapi itu dapat dilihat dari transkip yang dibuat ahli. ��������������� Itu ada di lampiran berkas perkara,” kata JPU Cirus Sinaga di sela jeda sidang. Menurut dia, berdasarkan rekaman pembicaraan di rumah Sigid, terdengar rencana skenario pembunuhan Nasrudin. Yakni dengan cara perampokan atau dengan cara mengeksekusi. ”Itu skenarionya. Ditranskip ada,” terang Cirus. Agar rekaman tersebut mampu dibuktikan, jaksa berencana membacakan transkip rekaman dalam persidangan. ”Antara transkip dan rekaman itu satu kesatuan bulat yang utuh, dan itulah barang bukti karena ada hubungan langsung dengan perkara,” urai jaksa pada JAM Pidum Kejagung itu. Namun pihak kuasa hukum masih menyangsikan rekaman tersebut. Menurut Juniver Girsang, salah satu anggota tim kuasa hukum, rekaman tersebut justru menunjukkan adanya grand design yang ingin menjatuhkan Antasari. ”Masak teman sendiri merekam (Sigid merekam Antasari, Red),” kata dia usai sidang. Dia juga mempertanyakan rekaman yang tidak jelas suara pembicaraannya. Baik rekaman di Hotel Gram Mahakam maupun di rumah

Sigidi. ”Dari tadi kita nggak dengar. Yang didengar hanya kumur-kumur saja,” katanya lantas tersenyum. Soal transkip, tim kuasa hukum juga mempertanyakan keahlian Ruby dalam menerjemahkan pembicaraan dalam rekaman. Pasalnya, itu tidak terdengar jelas saat diputar dalam persidangan. Namun Ruby memiliki alasan bagaimana dia bisa melakukan transkip terhadap rekaman itu. ”Untuk rekaman suara yang kurang jelas, kita lakukan teknik normalize. Suaranya disamaratakan agar cukup jelas,” kata Ruby yang mengaku berpengalaman selama 15 tahun itu. Setelah itu, dia juga harus menggunakan headset yang bersifat khusus. Dia menegaskan, meski telah melalui proses kloning, rekaman tersebut tetap sama dengan aslinya. Sebab, proses duplikasi, pihaknya menggunakan istilah perbandingan 1 berbanding 1. ”Hasilnya sama persis,” terangnya. Dalam persidangan kemarin, Ruby juga memutarkan video pertemuan antara Sigid dan Antasari. Namun video yang berasal dari spy camera itu hanya menampilkan gambar bergerak berdurasi tujuh detik. Dalam video tersebut, tampak Antasari yang mengenakan jas coklat motif garis sedang duduk. Dalam kasus pembununan Nasrudin, Ruby juga melakukan analisa terhadap barang bukti lain. Misalnya dari handphone yang

yang dapat menggenjot naiknya PAD Banggai. “Kepala Dinas tidak berani menjalankan Perda, kami pesimis dengan taget PAD yang anda paparkan, itu angka yang sangat kecil,” tegas Herwin. Selain mempertanyakan kecilnya nilai target PAD itu, Herwin juga mempertanyakan sumbangan pihak ketiga (investor) sebesar Rp707 juta yang diberikan kepada Disbun yang telah memberikan izin kepada investor tersebut, yang oleh anggota Banggar dianggap bukan sebagai PAD. Bahkan, anggota Banggar legislatif ini juga mempertanyakan retibusi dari salah satu perusahaan perkebunan kelapa Sawit yakni PT Kurnia Luwuk Sejati (KLS) yang dikenal sebagai perusahaan yang telah beroperasi cukup lama dan terbesar yang ada di Banggai ini. “Kita tahu bahwa PT KLS selama ini merupakan perusahaan perkebunan terbesar yang ada di daerah ini, tapi kenapa saudara Kadis tidak memaparkan hasil retribusi dari perusahaan tersebut ,” tandas Herwin mempertanyakan Ketua Komisi A ini menilai, pada Disbun banyak sumber PAD yang bisa ditarik, seperti dari sektor perkebunan coklat dimana penjualan bibitnya termasuk salah satu sumber PAD, begitupun dengan bibit kelapa sawit. “Angka yang saudara Kadis kemukakan sangat minimal dan tidak ada prospek kemajuannya, itu merupakan angka yang sangat pesimis. Harus ditinjau kembali berapa pemasukan ke dinas perkebunan,” tutur Herwin, sembari menuding Ashar Maeta seakan tidak transpar-

an dalam memaparkan realisai PAD yang telah dicapai selama 2009. Menyambung pertanyaan Herwin Yatim, alag Partai Patriot Moh Nurwahid SE, juga meminta Disbun untuk memaparkan realisasi PADnya secara transparan, termasul soal penerimaan retribusi dari PT KLS. Bahkan, dengan tegas Nurwahid menyatakan bahwa potensi PAD pada Disbun bisa hilang karena PAD-nya yang sangat minim. “Potensi PAD 2010 bisa hilang,” nilai Nurwahid, sembari menyatakan jika Disbun hanya mengandalkan potensi penerimaan dari investor dengan memberikan izin pembukaan lahan, maka potensi PAD pada tahun 2010 tentunya sangat minim jika hanya mengandalkan pendapatan dari sektor tersebut. “Disbun harus transparan dan harus kreatif melihat potensi PAD yang ada, jangan hanya mengandalkan pemasukan dari investor yang belum tentu masuk pada tahun mendatang,” tekannya. Pernyataan yang cukup keras juga dilontarkan oleh politisi asal PKS, Hidayat Monoarfa ST, yang lebih menyoroti persoalan tidak kreatifnya Disbun dalam menarik dan melihat potensi retribusi daerah. Hidayat juga menyoroti soal azas legalitas yang belum terpenuhi, dimana hal tersebut, katanya, bahwa aturan yang tercantum dalam Perda nomor 17, dianggap kurang memiliki cakupan luas soal penarikan sumbersumber retribusi yang ada dan nantinya akan direvisi yang tentunya melalui suatu pembahasan . “Ada Perda yang telah kadalu-

arsa dan harus diganti,” timpal Ketua DPRD Banggai, Syamsul Bahri Mang SE, selaku pimpinan sidang pada pembahasan tersebut. Mendapat pertanyaan beruntun dari para wakil rakyat tersebut, Kadisbun Anshar Maeta, mengatakan bahwa persoalan retribusi khususnya dari PT KLS, pihaknya memang belum pernah menerima dari perusahaan perkebunan sawit tersebut. “Selama dua tahun ini kami memang belum pernah menerima dan menarik retribusi dari PT KLS, karena adanya persoalan azas legalitas ini,” jelas Anshar, yang saat itu didampingi Ketua Pansus Anggaran Eksekutif yang juga Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Banggai, Musir Madja. Dijelaskan, Pemda tidak akan memungut retribusi dari perusahaan yang tidak memenuhi azas legalitasnya. Sebab, Pemda hanya akan memungut retribusi dari perusahaan yang secara legalitas formal sangat jelas. Soal tudingan bawa pihaknya tidak transparan, lagi-lagi Asnhar menepis penilaian tersebut dengan menegaskan bahwa Disbun dalam penggunaan anggaran dan pencapaian PAD selalu berlaku transparan dalam menyampaikan secara detail angka-angka dalam anggaran yang dimaksud para aleg Banggai itu. Selain itu, Anshar juga memaparkan bahwa sektor lain yang menjadi sumber penerimaan daerah dari dinasnya, yakni soal biaya sertifikasi bibit perkebunan yang selama ini menjadi salah satu penopang pendapatan pada dinasnya. (tr-03)

nye politik. Namun, grup tersebut dibuat dengan dasar hati nurani…. tanpa paksaan. “Kami ada di belakangmu Ma’mun Amir,” begitu komentar dari pendiri grup tersebut. Hasilnya sejak grup tersebut dirilis sedikitnya 275 facebooker telah bergabung memberikan dorongan dan motivasi kepada Ma’mun Amir membangun daerah ini. Grup itu sendiri berlatar menarik. Menampilkan sosok Ma’mun Amir mengenakan pakaian batik dengan latar pemandangan Kota Berair Luwuk.

Salah seorang anggota grup, Nurjannah Oniq Talani, 8 Desember lalu, merespons grup tersebut dan menilai Ma’mun adalah bupati yang low profile dan penyabar. “Ma’mun Amir di Dadaku...!!!: bapak bupati yg Low profile&penyabar skli...,” tulisnya. Sementara Ferdz Pamolango menyatakan terima kasihnya atas undangan masuk grup itu. Ia berharap Ma’mun selalu sukses dalam memajukan daerah ini. “Succes sllu dlm stiap lngkah dmi mmajukan kota air lwk. Kmi dkg dlm doa.

gbu,” katanya. Dukungan terhadap Ma’mun juga datang dari Chian Lhin. Kata dia, Ma’mun sudah terbukti membangun daerah ini. “Kalau ada yg sdh terbukti ngapain cari yg blm terbukti, ya kalo bukti yg qta harapkan bisa jd kenyataan, kalo tdk,,,apa tak pusing berkeliling2 n uwwwwjung2x nyesal dhe>>>:):),” tulis wanita berparas cantik itu. Lain lagi dengan Risna Fatrad, dia memuji Ma’mun Amir sebagai bupati yang tampan. “Bpak bupati>yg ckep,” katanya pendek saja.(*)

gainya, memang tidak siap untuk menghadapi hujan deras,” ujar Nico Adam, konsuler Indonesia di Abu Dhabi, kemarin. Wajar saja, lanjut dia, karena sangat jarang hujan di daerah ini. Bahkan, ini hujan pertama selama satu tahun terakhir. Karena itu, pemerintah setempat maupun warga tidak berantisipasi untuk menghadapi banjir di jalan raya. ”Mereka biasanya menggunakan penyedot air,” lanjutnya. ?Biasanya di sini suhunya sangat panas. Bahkan, mencapai 50 derajat Celsius pada Maret hingga September. Karena itulah, mereka tidak siap jika ada hujan lebat. Apalagi, dalam setahun hujan bisa dihitung dengan jari,” kata Nico. Dampak lain hujan deras tiga hari itu adalah angka kecelakaan di jalan raya Abu Dhabi meningkat. Sepanjang perjalanan yang dilalui Jawa Pos, terlihat terjadi tiga insi-

den kecelakaan kendaraan roda empat. ”Harap berhati-hati. Ada beberapa insiden hari ini,” ujar Hassan Al Harmoudi, polisi yang ditemui di Sheik Zayed Road, kepada sopir taksi yang mengantar Jawa Pos. Tak heran, keesokan harinya (14/12) berbagai surat kabar di UEA menjadikan berita hujan deras dan banjir sebagai laporan utama. Bahkan, The National, harian berbahasa Inggris nomor satu di UEA, menyajikan laporan khusus tentang hujan dan banjir. Selain kemacetan di jalan raya, hujan menyebabkan beberapa permukiman di pusat kota kebanjiran. Beberapa apartemen dan vila elite di kawasan Al Morour terkena dampak banjir. Beberapa basemen apartemen dan gedung-gedung di Al Morour ditutup karena terendam. ?Saya tidak bisa memarkir mobil saya di basemen. Banjir hampir

melewati lutut saya. Sudah begitu, lampu terpaksa dipadamkan karena takut berbahaya. Banjir di kota ini, rasanya, masih belum percaya bisa terjadi,” kata Saif Al Amimi, penghuni salah satu apartemen di kawasan Al Murour. Bukan hanya itu. Mohammed Bin Zayed Stadium yang merupakan salah satu venue Piala Dunia Antarklub 2009 UEA juga terendam. Dampaknya, semua aktivitas di stadion yang merupakan home base klub lokal Al Jazira itu dipindah ke lokasi lain. ?Media center di lokasi ini belum bisa kami buka karena ruangnya masih terendam banjir. Kami harap bisa segera teratasi. Hari ini (kemarin) sudah mulai ada aktivitas di MBZ (singkatan Mohammad Bin Zayed Stadium),” ujar Nabil Bazuhair, panitia lokal Piala Dunia Antarklub 2009. (*/iro)

Menurut Slamet, kliennya sudah mengajukan draft penyelesaian perkara baik pidana maupun perdata kepada Departemen Kesehatan (Depkes) dalam proses mediasi. Tetapi, langkah itu justru RS Omni karena tidak menyetujui upaya perdamaian perkara pidana Prita. Hal itu, lanjutnya, jelas tidak berimbang. ”Kami menunggu selama 4,5 jam di Depkes. Dan ternyata RS Omni tidak setuju dengan upaya mediasi itu,” beber Slamet menjelaskan bukan Prita yang menolak berdamai. Dalam pembacaan duplik kemarin, Slamet meminta majelis hakim yang diketuai Arthur Hangewa untuk menyatakan Prita tidak terbukti secara sah melakukan tindak pidana sesuai pasal 27 ayat 3 junto pasal 45 ayat 1 UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik. Majelis juga diminta membebaskan Prita dari dakwaan sesuai pasal 191 ayat 1 KUHAP atau setidaknya menyatakan Prita lepas dari tuntutan hukum. Termasuk pengembalian nama baik dan martabat Prita dikembalikan ke dalam kedudukan semula. Terkait dengan opini yang terbentuk seolah Prita yang tidak ingin berdamai, Prita mengaku ke-

beratan atas opini tersebut. ”Saya tidak pernah menolak untuk damai. Namun, saya harus hati-hati,” kata Prita. Saat ini adalah waktu yang sangat menentukan apakah dirinya akan memperoleh keadilan. Karena segala yang terucap dan dilakukannya, harus penuh dengan kehati-hatian. Karena bisa berakibat fatal pada dirinya dalam proses hukum. ”Salah kalimat. Saat ini bisa memberatkan saya lagi,” kata Prita. Kehati-hatian yang saat ini dilakukannya merujuk pada pengalaman yang telah ia alami sebelumnya. Mulai dari proses penyidikan, dipenjara, disidang, dibebaskan dan harus mengikuti persidangan lagi. Terakhir ini, harus dihukum dengan membayar ganti rugi. ?Itu yang membuat saya banyak belajar. Apalagi, saat ini saya sedang menghadapi tuntutan pidana,” kata ujar Prita. Dalam sidang, dukungan terhadap Prita terus mengalir. Salahsatunya, dari mantan Menteri Perindustrian Fahmi Idris yang kembali menghadiri sidang Prita. Fahmi mengatakan, kehadirannya di ruang sidang sebagai bentuk dukungan moral terhadap Prita sekaligus keprihatinan atas lembaga

peradilan. Fahmi sudah hadir dua kali dalam sidang Prita. Kehadiran pertama pada 9 Desember lalu. Fahmi menerangkan kondisi yang dialami Prita, merupakan bentuk keadilan yang melenceng jauh dari prinsip dasar penegakan keadilan. ”Masyarakat sudah jenuh terhadap lembaga peradilan. Masyarakat juga sudah marah terhadap lembaga ini. Kalau diistilahkan, lembaga peradilan sudah kusam. Karena kalau orang kecil yang terkena, selalu mendapatkan ketidakadilan,” papar Fahmi. Prita Berbadan Dua Seusai sidang, Pria mengakui, dirinya sedang berbadan dua alias hamil sejak sebulan lalu. Usia kandungannya sudah memasuki bulan kedua. Merespons kondisi tubuhnya yang juga harus bolak-balik mengikuti persidangan, Prita tidak menampik dirinya mengalami kelelahan. Meski begitu, Prita mengaku tetap akan kuat untuk mendapatkan keadilan. Prita meyakini, bayi yang dikandungnya turut memberikan semangat untuk melewati kasus yang saat ini sedang menimpanya. ”Dalam rahim ini, dia pastinya sudah mengerti keadilan,” kata Prita. (kin/agm)

disita dari para terdakwa. Ruby mengungkapkan, rekaman data panggilan (call data record/ CDR) antara Antasari, Sigid, dan Wiliardi. Berdasarkan data digital yang dianalisis, Ruby menyatakan, Antasari mengirimkan pesan singkat ke Sigid sebanyak 30 kali. Sebaliknya, dan sebaliknya, Sigid ke Antasari sebanyak 29 kali. Sementara Wi-

liardi melakukan pembicaraan telepon ke Sigid sebanyak tujuh kali dan mengirim sms sebanyak 66 kali. Ruby mengungkapkan, dalam handphone Nasrudin, dirinya menemukan SMS yang dikirimkan oleh Rani. Dalam pesan singkatnya itu, Rani meminta Nasrudin tidak melibatkan urusan dengan Antasari. ”Isinya kira-kira begini, sudah

urusan dengan Antasari tolong diselesaikan saja. Saya tidak mau ikutan lagi,” papar Ruby menirukan bunyi dalam SMS. Dalam persidangan yang digelar sebelumnya, Antasari menjadi saksi bagi terdakwa Wiliardi Wizar. Keterangan Antasari hampir sama ketika menjadi saksi bagi Sigid Haryo dalam persidangan sebelumnya.(fal)

POLRI KLARIFIKASI

Samad Riyanto mengaku bakal kembali merapatkan audit BPK bersama Kejaksaan dan Kepolisian lagi. ”Kami bakal mengadakan pertemuan, kalau nggak besok (hari ini) ya lusa,” jelas Bibit, kemarin. Langkah itu diambil karena selama ini, penanganan Century dianggap multi aspek pidana dan rumit. Pertemuan itu, kata Bibit, bisa dilaksanakan di BPK. ”Rencana begitu kecuali ada perubahan,” ujarnya. Pertemuan itu, akan lebih spesifik dalam pembagian tugas, yakni mana yang ditangani KPK, Kepolisian dan Kejaksaan. Dalam pertemuan di BPK, sebenarnya telah terkualifikasikan tiga jenis tindak pidana mengacu audit BPK, yakni pidana korupsi, perbankan dan money laundering. Tapi dalam beberapa pertemuan belum terkelompokkan secara tegas, mana yang menjadi porsi masing-masing penegak hukum. Apalagi, saat pertemuan di BPK, KPK mengaku tak mendapatkan informasi tmabahan terkait pertemuan yang telah berlangsung. Pertemuan tersebut hampir sama yang pernah dilaksanakan di KPK, pekan lalu. “Yang beda hanya yang memberi materi saja. Lain-lainnya sama,” jelas seorang pejabat di KPK. Tolak Pembelokan Isu Century Sekitar 300 orang yang menamakan dirinya Komando Rakyat Anti Neolib (KORAN) menolak pembelokan opini penuntasan kasus Bank Century menjadi komoditas politik. Mereka menuntut proses politik di DPR mendukung upaya penegakan hukum yang dilakukan KPK. “Kami menolak penuntasan kasus Century digunakan untuk kepentingan politis atau bergeser ke masalah yang tidak substansial seperti polemik ada atau tidak ada

Robert Tantular di rapat KSSK. Ini masalah hukum dan hanya bisa selesai di depan hukum,” ujar Koordinator Lapangan KORAN Miftakhur Rohmat dalam unjuk rasa di depan Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, kemarin (15/12). Dalam aksinya, mereka mendesak Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengundurkan diri dari jabatannya untuk memperlancar pemeriksaan dan pengusutan kasus Bank Century. ”Boediono dan Sri Mulyani harus pertama yang diusut sebagai hulu terjadinya skandal,” kata dia. Pansus DPR juga dituntut segera melangkah ke masalah substansial dan tidak berkutat mengurusi masalah prosedural. Pansus juga harus mendukung tugas penegak hukum yang mengusut kasus ini. ”Boediono dan Sri Mulyani jangan melepas tanggung jawab atas keputusan bailout yang merugikan uang rakyat,” katanya. Massa menilai keputusan penyelamatan Bank Century yang merugikan negara adalah bukti Boediono dan Sri Mulyani antek neoliberalisme. W”Kami minta pembersihan total antek neolib dari Indonesia karena terbukti menyengsarakan dan menindas rakyat.” Dalam kesempatan yang sama, Aliansi Sipil Penyelamat Uang Rakyat (ASPUR) juga melakukan aksi mendesak Boediono dan Sri Mulyani mundur. Massa yang berjumlah sekitar 100 orang ini juga melakukan aksi teatrikal dengan menampilkan sosok Boediono dan Sri Mulyani yang dijerat tali dan diseret dengan alat gantung. Boediono dan Sri Mulyani juga ditampilkan sebagai koruptor dengan penggambaran monyet yang harus dikurung dalam terali besi. (aga/noe/git)

kaligus memproklamirkan siapa kandidatnya,” tegas Ambang. Perlu dipahami lanjut aktivis LINCA ini, Demokrat berasaskan nasionalisme dan religius. Berangkat dari itu sehingga Demokrat terbuka. Artinya Demokrat tidak membeda-bedakan antara kader dan non kader. Yang terpenting jelas akuntabilitas, moralitas serta integritasnya. Demokrat lanjut dia, partai yang anti dengan kandidat yang punya kepentingan sesaat. Ketika tujuan politiknya tercapai, lantas meninggalkan partai ini. Dan tipe kandidat seperti itu, telah terba-

ca dengan jelas oleh Demokrat. Adalah sah-sah saja jika ada wacana seperti itu. Yang pasti partai belum pernah membahas soal kandidat calon bupati Banggai. Sebab hingga saat ini kader Demokrat masih fokus dalam mengawal program kerja 100 hari Pembina Demokrat yang juga Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang tengah digalakan. ”Kalau toh ada wacana Demokrat telah melamar Ma’mun, itu hanya lahir dari person serta sebatas wacana. Sebab secara kelembagaan, Demokrat belum ada kata amin,” tegas Ambang.(yan)

pai sekarang saya belum ketemu dia lagi. Saya sama dia berusaha untuk dewasa, jadi sekarang masing-masing saja,” tuturnya. Sejak putus dengan Rifat, bintang film Cintapuccino ini terkesan pelit berbagi cerita tentang per-

cintaannya. Setiap kali ditanya mengenai pria yang tengah dekat dengannya, dia selalu mengelak dan berusaha mengalihkan pembicaraan. ������������������ “Pusing kalau membicarakan pacaran,” katanya lantas tersenyum. (eos/jpnn)

Tak sebatas itu saja, Burawaddin berharap tampilnya Fuad dalam kanca politik mendatang, juga diharapkan menjadi simbol perlawanan bagi pemerintahan yang digawangi MAMA. “Saya sangat berharap demikian, bahwa Fuad mampu menjadi simbol perlawanan bagi pemerintah kita,” tegas dia. Mengapa kebijakan itu harus ada? Dia kembali berujar, pertama kata dia, perlu ada jawaban

atas dugaan pendzaliman yang telah dilakukan terhadap almarhum Ismail Muid. Kedua, perlunya ada konsep pemerintahan yang pro rakyat, ketiga saatnya mencanangkan program pembangunan infrastruktur yang lebih prioritas, keempat perlunya memberikan kenyamanan investor sekaligus mendorong investasi lebih berhasil serta yang kelima kata dia, perubahan sistem pemerintahan yang terkesan carut-marut. (yan)

Banggai-Bangkep. Banggai bakal menerima anggaran bernilai miliaran rupiah untuk pemeliharaan sekaligus pembuatan jalan. Demikian juga dengan Bangkep. Anggaran untuk Kabupaten Banggai lebih diprioritaskan membiayai pembangunan jalan Pagimana-Biak. Demikian juga jembatan Lobu. “Anggarannya sekitar Rp2 miliar lebih. Demikian halnya untuk jalan Pagimana-Biak anggarannya berkisar Rp2 miliar lebih. Sementara pembangunan jalan lainnya di Banggai mendapat kucuran dana sebesar Rp6 miliar. Bagi saya, jumlah-jumlah tersebut harusnya ditambah,” urai Mustar. Menurut Mustar, walaupun baru menduduki kursi legislatif selama sekitar 3 bulan, ia telah berhasil mencuri perhatian yang serius dari pemerintah provinsi. Mustar berjanji perhatian tersebut akan ia manfaatkan untuk memperjuangkan anggaran pembangunan yang lebih besar bagi daerah Banggai-Bangkep. “Saya siap berjuang untuk

Banggai,” katanya. Sebagai wakil rakyat yang memiliki kedudukan terhormat, Mustar Labolo tidak mau berjauhan dengan rakyat, terutama yang telah memilihnya dalam Pemilu Legislatif belum lama ini. Ia berjanji akan membuka lebar-lebar pintu rumahnya bagi masyarakat Banggai, terutama yang sedang dilanda kesulitan. Menyikapi sikap-sikap maupun tekad Mustar Labolo, sejumlah pemuda di Banggai menyatakan salut kepadanya. Menurut mereka, Mustar benar-benar tipikal pemimpin yang selama ini didambakan masyarakat. Karena itu para pemuda berjanji akan memberikan dukungan penuh kepada Mustar bila berkeinginan turut memperebutkan kursi bupati di Banggai melalui Pilkada 2011 mendatang. “Ini baru tipe pemimpin yang peduli rakyat. Di DPRD provinsi saja meski baru 3 bulan bekerja tapi sudah memberikan perhatian serius terhadap daerahnya. Luar biasa Pak Mustar ini,” tutur mereka.(tam)

n Sambungan dari Hal 1

triliun. “Media memberitakan bahwa Pak Susno Duadji tahu siapa saja yang mencairkan dana setelah bailout. Apakah itu benar, itu yang akan kami klarifikasi ke Pak Susno,” kata Kabareskrim Komjen Ito Sumardi kepada Jawa Pos di Jakarta kemarin (15/12). Namun, Ito menegaskan bahwa klarifikasi itu bukan pemeriksaan terhadap mantan Kabareskrim itu. Klarifikasi tersebut murni untuk memastikan apakah benar Susno tahu siapa yang mencairkan dana pasca bailout Rp 6,7 triliun dikucurkan. Kalau memang mengetahui itu, Susno bakal diperiksa untuk melengkapi proses penyidikan. Ito sendiri memberi sinyal ragu kalau Susno tahu siapa yang mencairkan dana itu. “Saya belum ketemu Pak Susno, tapi kalau dia tahu, dia pasti ngomong saya,” katanya. Mabes Polri tadi malam memang menggelar rapat internal membahas kasus Bank Century itu. Rapat yang dipimpin langsung Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri itu membahas hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Rapat itu memutuskan peran apa yang akan diambil Polri berdasarkan hasil audit BPK. Namun, tak ada peran penyidikan baru yang diambil Polri. Sebab, kata Ito, jauh sebelum audit BPK itu keluar, Bareskrim Mabes Polri sudah menyidik unsur pidananya. Yakni, pencucian uang, penipuan, dan penggelapan. Hasilnya, Robert Tantular ditangkap dan divonis empat tahun penjara. ”Soal bahwa hukumannya terlalu ringan itu bukan kewenangan kami,” katanya. Terpisah, Wakil Ketua KPK Bibit

DEMOKRAT

n Sambungan dari Hal 1

kandidat yang akan didorong maju pada Pilkada nantinya. Demokrat sambung Ambang memaknai hajatan politik tersebut sebagai ajang yang penting. Sehingganya dalam menentukan sikap, Demokrat benar-benar jeli. Makanya, dalam merumuskannya, Demokrat tidak akan mengabaikan mekanisme. ”Partai kami punya mekanisme. Artinya tidak secara serampangan dalam melakukan penjaringan se-

SISSY

n Sambungan dari Hal 1

pautkan saya dengan dia (Rifat, Red) lagi. Yang sudah lewat, ya sudah. Sam-

FUAD

n Sambungan dari Hal 1

kehadiran Fuad Muid, langsung menjawab rasa pesimis tersebut. Karena kata Burawaddin, Fuad diyakini mampu meneruskan perjuangan Ismail Muid yang sempat terhenti. “Saya yakin Fuad Muid dapat meneruskan apa saja yang menjadi komitmen awal almarhum Ismail Muid,” ujarnya.

POLRI

n Sambungan dari Hal 1

komitmen memperjuangkan warga yang membuatnya bisa menduduki salah satu kursi di parlemen provinsi. Dengan nada arif, saat berbincang dengan wartawan Mustar bahkan berkali-kali menegaskan tidak akan terpilih menjadi anggota DPRD Sulteng jika tidak didukung oleh rakyat di daerah Banggai-Bangkep. Ia merasa kini berkewajiban membayar budi masyarakat di dua tempat tersebut. Karena itu dalam pembahasan APBD Provinsi Sulteng kemarin, legislator asal Partai Demokrat itu ngotot memperjuangkan alokasi anggaran untuk Banggai-Bangkep. “Kalau kedua daerah itu tidak diperhatikan anggarannya, saya yang pertama akan protes keras,” tandas Mustar. Berkat kegigihan Mustar, akhirnya provinsi memutuskan untuk menggelontorkan anggaran lumayan besar untuk

Depdagri Lapor Pembatalan 1.240 Perda ke BPK

JAKARTA-Jelang Tahun Anggaran (TA) 2010 Departemen Dalam Negeri (Depdagri) terus membenahi sejumlah proses administrasi internal. Yang paling gres, Depdagri melaporkan seluruh Peraturan Daerah (Perda) yang sudah dibatalkan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Tujuan pelaporan itu agar Perda yang sudah dibatalkan bisa menjadi bahan BPK untuk mengaudit laporan keuangan daerah. “Sulit untuk memantau apakah Perda bermasalah itu masih diterapkan atau tidak di daerah. Karena itu, saya akan laporkan ke BPK untuk mempermudah koordinasi,” kata Mendagri Gamawan Fauzi di sela-sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Keuangan Daerah di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa

(15/12). Menurut dia, ada 1.240 Perda yang telah dibatalkan oleh Depdagri. Dia menambahkan jumlah itu adalah akumulasi sejak 2002. Saat ini, kata Gamawan, lembaganya masih mengkaji ratusan peraturan yang diduga bermasalah.Mantan Gubernur Sumatera Barat ini mengatakan sebenarnya pengawasan Perda itu dilaksanakan oleh Inspektorat Jenderal Departemen Dalam Negeri. Tapi, pengawasan Inspektorat memang belum maksimal. “Kami tak akan menunggu perjanjian tertulis dengan BPK, tapi akan langsung menyerahkan daftar Perda yang telah dibatalkan,” terangnya. Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Keuangan Daerah Timbul Pudjianto mengatakan, mayoritas Perda yang dibatalkan

berhubungan dengan pendapatan daerah dari pajak dan retribusi. “Kalau dibatalkan, hampir pasti peraturan itu berkaitan dengan uang,” katanya. Departemen Dalam Negeri, kata Timbul, akan segera berkoordinasi dengan Departemen Keuangan (Depkeu). Koordinasi ini berkaitan dengan sanksi yang akan diberikan kepada daerah yang tetap menerapkan peraturan yang telah dibatalkan. Timbul belum bisa memastikan sanksi yang akan diberikan. “Tapi, kemungkinan besar pemerintah pusat akan memotong dana bagi hasil bagi daerah yang nakal,” kata dia. Gamawan meminta Pemda berkoordinasi dengan BPKP dalam pengelolaan keuangan daerah. ” katanya. (zul)


Luwuk Post 16

sportivo

RABU 16 DESEMBER 2009

C M Y K

ATLANTE FC

v

BARCELONA

BEBAN UNGGULAN

JAGA REPUTASI: Carles Puyol saat berlatih di Officers Club Training Ground Senin lalu (14/12).

ABU DHABI – Musim lalu Barcelona berhasil meraih treble winners (tiga gelar juara). Yakni juara Liga Champions, Liga Primera Spanyol, dan Copa Del Rey. Raihan itu membuat Barcelona ditahbiskan sebagai tim terbaik dunia tahun ini. Predikat tersebut disematkan bukan semata karena pertimbangan prestasi. Namun juga lantaran penampilan luar biasa di lapangan yang ditunjukkan anak asuh Josep ”Pep” Guardiola itu. Nah, predikat tersebut akan semakin lengkap jika tahun ini Barca mampu meraih trofi FIFA Club World Cup (Piala Dunia Antarklub) 2009. Mereka memang paling diunggulkan untuk memenangi ajang itu. Hanya, masih ada dua pertandingan yang harus dilakoni Carles Puyol dkk untuk membuktikan bahwa mereka pantas menyandang status unggulan. Ya, sebelum tampil di partai puncak, Blaugrana (julukan Barcelona) harus bisa melewati hadangan wakil CONCACAF Atlante FC pada laga semifinal di Zayed Sports City malam nanti. Pengamat dan publik bola memang lebih menempatkan Barcelona sebagai favorit di

laga tersebut. Namun, itu hanya prediksi di atas kertas. Di atas lapangan, Atlante bisa saja membalik keadaan. Klub asal Meksiko tersebut memang punya potensi untuk menggagalkan ambisi Blaugrana merajai ajang Piala Dunia Antarklub, satu-satunya trofi yang belum pernah mereka raih. Itu menilik performa apik yang ditunjukkan Atlante ketika melibas Auckland City tiga gol tanpa balas Sabtu (12/12). ”Tim ini (Barcelona) memang difavoritkan menang. Tapi, saya rasa setiap tim punya peluang selama pertandingan belum selesai,” tutur Puyol dalam sesi wawancara yang dihadiri sejumlah wartawan, termasuk Jawa Pos. ”Kami harus menghormati semua lawan. Mereka bisa tampil di even ini setelah melalui perjalanan panjang,” ujar dia. Puyol mengakui, status unggulan membuat dirinya dan rekan-rekannya terbebani. Apalagi, mereka hingga kini masih penasaran karena belum pernah sukses di ajang tersebut. Pada 2006 Barcelona sebetulnya punya kans untuk menjadi jawara. Tapi, mereka kalah di partai final lawan Internacional (Brazil. Problem lainnya adalah Barcelona masih kelelahan akibat padatnya jadwal pertandingan di akhir tahun ini. Mereka juga tertahan dua jam di Istanbul, Turki, saat dalam perjalanan dari Barcelona ke Abu Dhabi Senin

dini hari (14/12). Namun, lawan mereka juga tidak benar-benar berada dalam kondisi bugar. Sebab, Atlante sudah menjalani satu pertandingan di Piala Dunia Antarklub 2009 saat melawan Auckland City (12/12). Gelandang Christian Bermudez juga mengalami cedera ringan karena kelelahan. Dari kubu Barca, mereka belum bisa menggunakan tenaga Lionel Messi yang masih cedera. Sebagai ganti, Barcelona masih punya Pedro Rodriguez yang tampil menjanjikan pada musim ini. Dia menjadi pemain Blaugrana yang telah mencetak gol pada semua ajang musim ini. ”Kelelahan sudah bukal hal baru bagi kami. Padatnya jadwal sudah sering

kami alami sehingga pelatih sudah memiliki cara untuk mengatasinya. Kami punya skuad yang penuh talenta. Para pemain muda juga selalu siap diberi kesempatan tampil,” ujar Puyol. Di sisi lain, kubu Atlante menyadari bahwa mereka akan menghadapi lawan berat. ”Melawan Barca, siapa pemain yang harus kami waspadai? Saya pikir semuanya,” kata Rafael Marquez, gelandang Atlante. Pemain yang memiliki nama serupa dengan bek Barca asal Meksiko itu berharap rekan-rekannya tidak gentar. Mereka juga harus tetap konsentrasi sepanjang pertandingan. ”Tidak ada alasan untuk lengah dan kami juga tak boleh hanya bertahan,” lanjutnya. (jpnn)

C M Y K


LUWUK POST | RABU, 16 DESEMBER 2009