Issuu on Google+

Sabtu 7 November 2009 | Nomor 0674

Harian

P er tama Pe

dan

Te r b e s a r

di

Kawasan

Sulawesi

Timur

Harga Eceran Rp.3000

Email : Redaksi@Luwukpost.Info. Info Berlangganan Koran dan Iklan : (0461) 325447 Faksmili : (0461) 32507

Henidar Amroe

Tolak Film tanpa Jilbab

BACA : SELEB ......Hal 15

Fokus Kesejahteraan dan Pengembangan TI JAKARTA-Menteri Pendidikan Nasio nal (Mendiknas) M. Nuh membe berkan program kerja yang harus dicapai dalam 100 hari. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kesejahteraan guru maupun akses internet untuk 17.500 sekolah. Nuh menyebut, secara nasional, 55 persen sekolah memiliki kelebihan guru, sedangkan 34 persen minus guru. Namun, katanya, jika antara perkotaan (urban) dan daerah terpencil diban dingkan, disparitas tenaga pendidikan amat tinggi. Di tingkat perkotaan (urban), angka kekurangan guru mencapai 21 persen, sedangkan di level rural (pedesaan) 37 persen. Parahnya, kekurangan guru di daerah terpencil mencapai 66 persen. Karena itu, agar distribusi guru merata, insentif terhadap guru di daerah terpencil akan dinaikkan. Dalam waktu dekat, permendiknas yang mengatur masalah tersebut bakal diterbitkan.

Bibit-Chandra: Kapolri Bohong Terkait Aliran Uang ke KPK

TPF: DPR seperti Humas Polri

JAKARTA-Rekaman Anggodo Widjojo dengan para petinggi penegak hukum yang dibeber dalam sidang Mahkamah Konstitusi (3/11) ternyata belum melunturkan tudingan polisi terhadap dugaan kejahatan yang dilakukan dua pimpinan nonaktif

JAKARTA-Rapat kerja ko misi III dengan Kapolri Jen deral Bambang Hendarso Danuri Kamis malam (5/11) hingga Jumat dini hari (6/11) terus menuai kritik. Rapat itu dinilai tidak memperjelas masa lah tapi justru memperunyam masalah. Anggota Tim Delapan Anies Baswedan melihat kejang galan dalam forum rapat dengar pendapat (RDP) Komisi III DPR dengan Polri yang disiarkan langsung oleh sebuah stasiun televisi itu. “Dari dinamika yang terjadi

BACA : TPF ......Hal 15

CMYK

GODAAN bisa datang kapan saja dan dalam bentuk apa pun. Bagi peragawati dan model Henidar Amroe, godaan terbesar kini justru datang dari banyaknya tawaran bermain film maupun sinetron. Itu dianggap berkah oleh sebagian besar aktris. Namun, perempuan kelahiran Bogor, 11 April 1962, tersebut menolak tawaran itu. Kenapa? ’’Sebab, yang ditawarkan

[FOTO:HARI BUDIMAN/RAKYAT MERDEKA]

BANTAH KAPOLRI: Chandra membantah penyataan Kapolri Bambang Hendarso Danuri dalam Rapat Dengar Pendapat dengan DPR yang menyebutkan bahwa ada kedekatan emosional dengan mantan Menteri Kehutanan MS Kaban.

P e m k a b S e r i u s i P LLT TG Juga Percepat Rencana Pembangunan Tiga PLTM LUWUK-Krisis listrik yang kerap melanda Kabupaten Banggai, rupanya membuat Bupati Ma’mun Amir tidak tenang di kursinya. Orang nomor satu di Kabu paten Banggai itu, mengaku terus me mutar otak agar krisis listrik itu bisa segera teratasi. Terutama untuk kepen tingan jangka panjang. “Pemerintah juga ikut merasakan penderitaan masyarakat. Kami juga sadar, kebutuhan listrik sangat erat kaitannya dengan investasi dan pertum buhan ekonomi. Karena itu, kami ikut memikirkan masalah ini,” ujar Ma’mun saat diwawancarai koran ini, kemarin. Saat ini, kata Ma’mun pihaknya

[FOTO : UKON FURKON SUKANDA/INDOPOS]

PENUHI PANGGILAN: Kabareskrim Polri Non Aktif Susno Duadji saat memenuhi panggilan Tim Pencari Fakta atau Tim 8, di gedung Wantimpres, Jakarta, kemarin.

Komisi B Desak Pemda Beli Genset Anggoro Minta Susno BACA : BIBIT-CHANDRA ......Hal 15

LUWUK-Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Banggai, Hardi Uda’a SE, MM, mengakui solusi paling tepat untuk mengatasi krisis listrik saat ini adalah menga dakan mesin genset baru sebagaimana desakan Komisi B DPRD Kabupaten Banggai pada hearing bersama PLN dan Distamben dua pekan

Datang ke Singapura KEPALA Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri (Kabareskrim) nonaktif Komjen Pol Susno Duadji membantah merekayasa kriminalisasi dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Riyanto dan Chandra M. Hamzah.

BACA : KOMISI B DESAK ......Hal 15 BACA : PEMKAB ......Hal 15

BACA : ANGGORO ......Hal 15

Ma’mun Amir

A m a n I s s a , M a n t a n Te n t a r a H e i h o y a n g Te r d a m p a r d i T h a i l a n d

Masa penjajahan membuat banyak orang Indonesia tersebar. Salah satu di antaranya di Thailand. Beberapa orang anggota Heiho terdampar di negeri itu karena ikut perang bersama Jepang. Aman adalah satu-satunya mantan tentara Heiho yang tersisa di Bangkok. AGUNG PUTU ISKANDAR, Bangkok

BACA : DEPDIKNAS ......Hal 15

Hasil Unas Jadi Tiket Masuk PTN JAKARTA-Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia sepakat mengintegra sikan ujian nasional (unas). Dengan de mikian, unas menjadi tiket masuk PTN. Kebijakan tersebut dianggap sebagai reformasi pendidikan jilid kedua. Men diknas telah memberikan rambu-rambu terkait kebijakan tersebut. Mendiknas M. Nuh mengatakan, peng integrasian unas tidak bermaksud untuk menghapus seleksi nasional masuk per guruan tinggi negeri (SNMPTN). Tapi, itu bertujuan mengintegrasikan ujian dari jenjang pendidikan SD hingga perguruan tinggi (PT). ’’Kalau ujian SD bisa dipakai masuk SMP, terus ujian SMP bisa untuk masuk SMA, mengapa ujian SMA tidak bisa digunakan untuk masuk PT? Hanya, memang lebih ketat,’’ ujar Nuh di Dep diknas kemarin. Karena itu, dia meminta PTN merumuskan ujian tersebut. Dia menjelaskan, jika membahas

BACA : PENDIDIKAN ......Hal 15

RUMAH Aman berada di kampung Samrong, Samrong Nue atau Samrong Utara, Provinsi Samutprakan, Thailand. Sekitar 50 kilometer dari pusat kota Bangkok. Kampung tersebut adalah perumahan sederhana, namun cukup bagus. Umumnya para penghuninya adalah kalangan menengah. Saat mendatangi rumah Aman pekan lalu, Jawa Pos didampingi Kamron Naradjebhusit, anak kedua Aman. Kamron paham dan bisa berbicara bahasa Indonesia, meski tak terlalu sempurna. ’’Tunggu, duduk di sini. Saya akan panggil bapak saya,

Aman,’’ kata Kamron, lantas mempersilakan untuk menunggu di salah satu rumah keponakan Kamron. Aman, rupanya, lelaki yang ramah. Dia bahkan sangat ’’haus’’ bertemu dengan orang-orang dari Indonesia. Saat masih berada di jalan menuju rumah tempat Jawa Pos menunggu, lelaki 87 tahun itu langsung berteriak keras. ’’Ada tamu dari mana,’’ teriak Aman. Padahal, belum juga dia sampai di rumah tersebut. Begitu bertemu, Aman langsung menyalami dan memeluk Jawa Pos. Dia mengenakan batik cokelat dan sarung kotak-kotak biru. Batik yang dikenakan Aman bukan ’’batik’’ Thailand, tapi batik Garut. ’’Pak Aman diberi orang di Embassy,’’ katanya. Saat bertemu dengan Jawa Pos, lelaki yang berjalan dengan tongkat itu terus mengumbar senyum dan langsung memberondong sejumlah pertanyaan. Pertanyaan yang pertama dia sodorkan adalah, ’’Kepala Kementrian Luar Negeri-nya siapa? Alex Alatas, ya?’’ ujarnya.

BACA : AMAN ISSA ......Hal 15

[FOTO: AGUNG PUTU ISKANDAR/JAWA POS]

DISERSI HEIHO: Aman Issa (kanan) bersama cicitnya, Chanantida yang masih berusia 9 tahun.

CMYK

Desersi karena Tentara Sekutu Besar dan Sangar

TOMINI RAYA

Luwuk Post

2

SABTU 7 NOVEMBER 2009

http://luwukpost.info

Ratusan Warga Serbu Polsek Bunta BUNTA-Jumat (6/11) Sekitar pukul 08.00 hingga pukul 21.30 Wita tadi malam Mapolsek Bunta diserbu ratusan warga. Kedatangan ratusan warga tersebut bukan untuk melakukan aksi demonstasi, tapi dalam rangka pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) secara kolektif yang diselenggarakan oleh pihak pelayanan SIM dari Satuan Lalulintas (Sat-lantas) Polres Banggai. Amatan awak Luwuk Post, sejak pukul 08.00 hingga 21.30 tadi malam ratusan warga memadati Mapolsek Bunta guna mengurus SIM. Sementara itu, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun awak Luwuk Post, kurang lebih 350 warga Kecamatan Bunta maupun Nuhon yang mendaftar untuk mengurus SIM. Jumlah tersebut diperkirakan akan bertambah lebih banyak lagi. Buktinya, hingga pukul 21.30 Wita Mapolsek Bunta masih dipadati warga yang akan mengurus SIM. Bripka. Basuki Rahman kepada Luwuk Post disela-sela melayani warga yang akan mengurus SIM membenarkan adanya ratusan warga berdatangan di Mapolsek tersebut. Menurutnya, ini merupakan bukti kepedulian dan kesadaran hukum terhadap peraturan lalu lintas bagi masyarakat Bunta maupun Nuhon. (Amank)

E-Paper Pertama di Kawasan Timur Sulawesi

Warga Bunta Bantah Pernyataan Kadikes Soal Pelayanan Puskesmas Bunta Makin Meningkat BUNTA-Sejumlah warga Kecamatan Bunta dan sekitarnya, membantah peryataan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai dr. Hariadi, M.Kes yang mengatakan pelayanan puskesmas Bunta makin meningkat, sebagaimana diberitakan media ini edisi Jumat (6/ 11) kemarin. Risman warga Kelurahan Bunta I kepada Luwuk Post mengungkapkan, peryataan dr. Hariadi yang mengatakan pelayanan puskesmas Bunta makin meningkat tidak didasari fakta. Alasannya jika dilihat secara langsung apa yang sampaikan

[Foto: Dok/Luwuk Post]

POLINDES : Masih banyak Polindes dan Poskesdes di wilayah ini yang belum memiliki tenaga medis. Nampak Poskesdes Balaang yang baru saja dibangun oleh Dinas Kesehatan Banggai.

Puluhan Polindes Belum Miliki Tenaga Medis BUNTA-Puluhan Polindes atau poskesdes di Kecamatan Bunta dan Nuhon yang dibangun tahun 2008-2009 hingga kini belum memiliki tenaga medis, perawat, maupun bidan. Akibatnya, pelayanan kesehatan bagi masyarakat pedesaan tidak berjalan maksimal sesuai yang diharapkan. Minimnya tenaga kesehatan itu turut berimbas pada kurang optimal-

nya pelaksanaan program Desa Siaga yang dibentuk untuk mendukung program pemerintah pusat menuju Indonesia sehat 2010. Masnawi warga Doda Bunta kepada Luwuk Post Jumat (6/11) kemarin, berharap kepada Pemerintah Daerah dan Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai agar dalam pengangkatan Calon Pegawai

Negeri Sipil Daerah (CPNSD) tahun ini lebih memproritaskan tenaga medis, untuk ditempatkan pada sejumlah polindes maupun puskesdes. Dengan begitu diharapkan tenaga kesehatan itu memenuhi kebutuhan masyarakat pedesaan terhadap pelayanan kesehatan yang memadai.(Amank)

Realisasi PBB Bualemo 70 Persen SPESIALIS ALA T VIT AL D ARI SUKAB UMI ALAT VITAL DARI SUKABUMI Langsung ditangani Biang Kejantanan Terbesar Terpercaya Bikin Pria Perkasa. Ditangani Langsung Cucunya Hj. Mak Erot SPESIALIS TERAPI ALAT VITAL PALING SPEKTAKULER LANGSUNG BESAR & PANJANG DI TEMPAT TIDAK MENGGUNAKAN SUNTIK/SILIKON DIJAMIN TANPA EFEK SAMPING BEBAS PANTANGAN UNTUK SEMUA USIA, RAS DAN AGAMA (BERGARANSI).

BUALEMO-Jelang akhir tahun, realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kecamatan Bualemo baru 70 persen. “Posisi hasil pendapatan sementara PBB untuk Kecamatan Bualemo kurang lebih 70 persen,” jelas salah seorag petugas pengumpul PBB yang dikonfirmasi LP, Rabu kemarin (4/11).

Pihaknya akan mengoptimalkan pemungutan PBB tersebut dengan Turín langsung ke desa –desa, mengingat tenggat waktu yang tingla dua bulan lagi. “Kami tetap optimis hingga tutup buku akhir tahun nanti penerimaan PBB untuk Kecamatan Bualemo mencapai 100 persen,” tegas petugas pe-mu-

ngut pajak yang seharí-harinya menggunakan sepeda motor Thunder ini. Optimisme pencapaian PBB tersebut didasarkan pada hasil kerja pemerintah desa, khususnya para kades yang tetap membina hubungan kerjasama yang baik dengan warga. (ofy)

dr. Hariadi mengenai puskesmas Bunta tidak sesuai fakta dan kenyataan yang ada saat ini. Bahkan Risman menilai, pelayanan Puskesmas Bunta belum dapat dikatakan meningkat. Buktinya, ketika ada pasien gawat darurat yang dibawa ke Puskesmas tersebut pada jam dan hari tertentu, seperti pukul 14.00 hingga 17.30 Wita pasien tersebut lambat ditangani. Bukan hanya itu, pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas yang seharusnya 24 jam secara maksimal, tapi pelayananan hanya kurang lebih 12 jam. Itupun belum maksimal. ”Apakah hal seperti itu yang dimaksud dr. Hariadi ada peningkatan,” tanya Risman. (amank)

Polantas Pagimana Diminta Lakukan Penertiban PA G I M A N A - P o l i s i Sektor Pagimana khususnya polisi lalulintas (Polantas) diminta segera melakukan penertiban terhadap kendaraan bermotor yang tidak lagi mematuhi atauran berlalu lintas. Sebab, perilaku seperti itu sangat rawan kecelakaan. Utamanya pada pagi hari dimana arus lalu lintas cukup padat. Salah satu warga yang kepada Luwuk post, Senin (5/11) mengaku sangat khawatir terhadap siswa sekolah yang mengendarai kendaraan bermotor. Pasalnya, mereka tidak lagi tidak mematuhi aturan berken-

daaraan yang baik. “ Ada yang sampai berboncengan dua orang dan menjadikan ruas jalan layaknya arena balapan,” katanya. Karena itu dia berharap polisi lalulintas segera melakukan pengawasan dan penertiban terhadap pengendara kendaraan roda dua. Amatan Luwuk Post, sejumlah pengendara kendaraan roda dua sering dijumpai menyalahi aturan berlalulintas dengan memaksakan membonceng hingga dua orang. Bahkan acap kali pengendara tidak lagi memakai pelindung kepala (Helm).(anto)

Anda punya keluhan seputar alat vital? Loyo, kecil dan kurang perkasa? Atau anda sudah bosan berobat kemana-mana belum mendapatkan hasil juga? Disini jawabannya? Disini jadi ajang pembuktian bagi yang kurang percaya, setengah percaya, yang masih ragu-ragu, yang mau coba-coba dan gagal berobat di tempat lain. Bukan sekedar janji-janji belaka tapi berdasarkan fakta dengan penanganan secara profesional paling aman. Cukup 1 kali berobat kemampuannya luar biasa !!! Dijamin JOSS !!! -

-

Langsung terbukti di tempat, menjadikan alat vital kuat, keras dan tahan lama. Sanggup melakukan hubungan secara berulang-ulang tanpa obat/doping. Mengobati lemah syahwat, impotensi, kencing manis (diabe tes), mengatasi disfungsi ereksi, loyo, kurang gairah, kembali perkasa. Silahkan memilih ukuran : panjang 15 cm diameter 3 cm, panjang 17 cm diameter 4 cm, panjang 20 cm diameter 5 cm. cukup 1 kali berobat keampuhannya luar biasa !!! Dan juga menangani masalah rumah tangga, ingin cepat dapat jodoh, penglarisan. Segala jenis usaha dagang. Raja pelet/pengasihan Banten Selatan : Aji Semar Mesem, Jala Sutera, Pelet Pemikat Sukma, Pelet Sihurung Pendung, dan pasang segala susuk: Susuk Banyu-banyu, susuk Emas, susuk Cahaya Rembulan, dll. PRAKTEK MENETAP : PENGIN AP AN B AR U-L UWUK PENGINAP APAN BAR ARU-L U-LUWUK SULWESI TENGAH JL. AHMAD YANI DEPAN POS POLISI

HP. 0812 4533 5471 / 0812 4540 4493

DIJUAL TANAH Trletak di Jln jur. STM,litbang + 250 M² dari prtigaan KM 5 Kel. Maahas,sluas:1.+2000M²,2.+ 300M²,3.+900M²,4.+650M²,5.+ 400M²,6.+600M²,7.+450M².Dan sbidang tnah trletak di KM.3 jlur 2:1.Luas+450M²,2.+3500M². Smua brsrtfikat,Hub.Telp.0461-21405 dan 081341219405 tnpa prantara

TIKET PESAWAT MURAH Cek harga, Booking, Issued Tiket klik di :

www.bisnis-tiketpesawat.com/ ?id=dira8379 Cari Sendiri Harga Yang Termurah Yang Anda Mau Dan DAPATKAN KOMISINYA

SEGERA GABUNG DENGAN KAMI

HP DIJUAL Jual B_Berry, Nokia&iPhone sgala tipe.Hrg 3 jt-4 Jt/Unit.U/Pesan 2unit hrg bisa nego.U/info hub;HAMSA 0812 8884 4964.AMPANA

JUAL TANAH Dijual Tanah, seluas 427 M2, sudah ada pondasi. Almt:Jl. Jakarta Kel. Wurnialo, Komp.Perumahan Griya Seiban. Hub.(0435) 8717767, 085256488334. (0435) 827066

LOWONGAN KERJA

LOWONGAN KERJA

Dibutuhkan: (1) Recepcionist (wanita) (2) RoomBoy (pria) Syarat:Pendidikan Min SMU/ Sederajat Penampilan menarik. Alamat diantar Langsung ke: Crytal Green Hotel Jln. Gelatik No. 234 Tlp. 831546 / 8773939

Dibutuhkan: (1) Recepcionist (wanita) (2) RoomBoy (pria) Syarat:Pendidikan Min SMU/ Sederajat Penampilan menarik. Alamat diantar Langsung ke: Crytal Green Hotel Jln. Gelatik No. 234 Tlp. 831546 / 8773939

DIKONTRAKKAN Dikontrakkkan, Rumah makan, di Jl. Arif Rahman Hakim/ Tanggikiki. Hub. Tk. Kue larissa. 8734318/ 081356750108

DIKONTRAKKAN Dikontrakkkan, Rumah makan, di Jl. Arif Rahman Hakim/ Tanggikiki. Hub. Tk. Kue larissa. 8734318/ 081356750108

JASA BANGUNAN BONUS HANYA DIAN INI, trima cepat gbr: rumah, ruko, toko, kantor. Desain minimalis sbb: gbr bangunan+RAB+3D+RVISI+contoh gbr+konsultasi=500 RB. Ada diskon khusus s/d 50 %. Hub. 0438734851

Parfum Harga Spesial JUAL: Parfum Orginal, Paris Hilton, Kenzo, Bulgari, Hugo Boss, Tommy Hilligen dll. Hub Ibu Emi. Jl. Sulawesi no. 17, HP 08525681161 / 081340802026

JASA BANGUNAN Dijual Tanah, seluas 427 M2, sudah ada pondasi. Almt:Jl. Jakarta Kel. Wurnialo, Komp.Perumahan Griya Seiban. Hub.(0435) 8717767, 085256488334. (0435) 827066 Dijual Tanah, seluas 427 M2, sudah ada pondasi. Almt:Jl. Jakarta Kel. Wurnialo, Komp.Perumahan Griya Seiban. Hub.(0435) 8717767, 085256488334. (0435) 827066

HUKUM & KRIMINAL Produsen Sabu Setiabudi Regency Diancam Hukuman Mati Herman Tidak Pernah Komunikasi dengan Tetangga SOEKARNO HATTA Produksi sabu milik Herman alias Aleng di Kompleks Setiabudi Regency di Jalan Safir Biru, Wing II, Kampung Cicarita, Desa Ciwaruga, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) bisa mencapai 3 kilogram sabu dalam 7 hingga 10 hari. Setiap kilogram, nilainya berkisar Rp2 miliar. Pabrik sabu Aleng diduga sudah ada sejak 5 bulan silam. Barang haram tersebut telah menyebar hingga pelosok Indonesia. Pasalnya, Aleng dikenal sebagai salah satu pemasok sabu terbesar di Indonesia. Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar Kombes Pol Nu-groho Aji Wijayanto mengata-kan, tersangka Aleng merupa-kan target operasi Mabes Polri, Polda Metro Jaya, dan bebe-rapa polda di Indonesia, karena terlibat jaringan nasional per-edaran sabusabu. Dia memilih Bandung dan menyewa rumah di Kompleks Setiabudi Regency karena sudah memperhitungkan resikonya. Lokasi rumah itu berada di ujung sehingga sepi dan jarang kontak dengan tetangga, ,” ujarnya, kemarin (6/11) siang. Menurut Nugroho, pa-brik sabu Aleng di Bandung bisa dikategorikan sebagai penghasilan sampingan. Pasalnya, dia memiliki pabrik lebih besar di Jakarta. Sabu buatannya dipasok ke beberapa kota besar di Indonesia, seperti Jawa, Bali, Sumatra, dan kota lainnya. Polisi masih memeriksa secara intensif tujuh orang yang diamankan di lokasi. Dari tujuh orang itu, penyelidikan utama diarahkan kepada Aleng, Suhardi alias Alai, 29, dan Hidayat alias Ahok, 51. Mereka bertiga sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dua tersangka sudah dibawa ke Mapolda Jabar, sementara satu lagi masih disimpanâ di tempat kejadian perkara (TKP) untuk kepentingan pengembangan dan pemeriksaan. Dari pemeriksaan sementara, Aleng mengaku, dia memperoleh ilmu membuat sabusabu dari internet dan buku panduan bahan kimia. Pembuatan sabu sendiri dibantu Alai dan Ahok. Sementara empat orang lainnya yaitu Nov (istri Aleng) dan tiga pembantu hanya menge-tahui. Dijelaskan Nugroho, rumah yng disewa Aleng memang dijadikan lokasi produksi sabu berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan yaitu precusor (ba-

han utama pembuat sabu), alat pemanas dan pendingin kimia, sabu setengah jadi, sabu jadi, sabu cair, serta sabu padat. “Produk sabunya masuk golongan dua. Kualitasnya kurang baik karena alat produksinya masih tradisional dan manual,” ungkapnya. Para tersangka terancam hukuman berat berupa hukuman penjara 15 tahun hingga hukuman mati. Mereka melanggar pasal 60 juncto 71 subsider 62 juncto 71 UU No 5/1997 tentang Psiktropika karena memproduksi dan bersekongkol memproduksi gelap psikotropika. “Mereka dijerat pasal memproduksi dan bersekongkol memproduksi gelap psikotropika jenis sabu. Mereka bisa dihukum mati, ujarnya. Nugroho menambahkan, guna penyelidikan lebih lanjut tim Puslabfor Mabes Polri sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sekitar pukul 11.45, lima orang dari Puslabfor Mabes Polri mendatangi rumah No 248 di Setiabudi Regency yang dijadikan pabrik sabu beromzet miliaran rupiah. Sementara itu, rumah kontrakan mewah Herman Kompleks Setiabu di Regency di Jalan Safir Biru, Wing II, Kampung Cicarita, Desa Ciwaruga, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terlihat ramai menjadi perhatian warga. Sekitar pukul 12.00 tim pusat labolatorium forensik (Puslabfor) Mabes Polri tiba dilokasi kejadian. Dengan beranggotakan lima orang langsung masuk ke rumah yang telah dipasang police line. Dalam olah TKP tersebut penyidik dari Mabes Polri dan Polda Jabar kembali menyertakan dua orang tersangka, Herman dan AC ke rumah yang dijadikan tempat pembuatan sabu-sabu. Para tetangga Herman mengatakan, erman dan penghuni lainnya tidak pernah berkomunikasi dengan para tetangga. “Dari awal memang penghuni rumah mewah ini tidak pernah ngobrol dengan para tetangga dan memang selalu tertu-tup, ujar salah seorang tetangga, Dudung Durahman,45. Demi-kian juga dengan tetangga lainnya, Andri Utomo,57, yang mengatakan, para penguin rumah mewah ini jarang bersosialisasi dengan tetangga.”Kami sama sekali tidak mengenal para penghuni rumah mewah ini yang ternyata prodiusen sabu-sabu, katanya. Hingga pukul 17.00, olah TKP tim puslabfor belum juga berakhir. Tim melakukan pe-meriksaan secara intensif baik yang berhubungan dengan alat maupun bahan-bahan ya-ng digunakan dalam memproduksi sabu di rumah mewah tersebut. (dey/azm)

Luwuk Post SABTU 7 NOVEMBER 2009

http://luwukpost.info

3

E-Paper Pertama di Kawasan Timur Sulawesi

Pembunuh Mahasiswa Akper Ditangkap Empat Tahun Kabur, Tertangkap di Maros

BATAM (BP) - Empat buronan (DPO) jajaran Polsekta Lubukbaja yang terlibat serangkaian aksi perampokan diringkus. Saat digerebek, empat tersangka sedang mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu bersama seorang wanita di rumah kontrakan salah satu tersangka di jalan Bali nomor 59, Bengkong Dalam, sekitar pukul 23.30 WIB kemarin (5/11)

Konsumsi Sabu, Empat DPO Diringkus Ngaku Beli Sabu di Jodoh Boulivard KAPOLSEKTA Lubukbaja AKP Didik Erfianto yang memimpin langsung penggerebekan itu juga mengamankan sejumlah barang bukti hasil kejahatan para tersangka—berupa satu paket hemat sabu-sabu seberat 0,3 gram, satu buah bong (alat isap) yang terbuat dari gelas air mineral serta satu unit laptop hasil curian. Tersangka yang diamankan itu antara lain Zulkifli,26, Agus Periadi alias Irul,23, Hendra,27, dan Hamzah,18. Menurut Didik, tersangka Irul adalah DPO polisi yang terlibat sejumlah kasus perampokan uang sebanyak

Rp70 juta disalah satu toko di Blok Q nomor 5 ruko Nagoya Newtown pada bulan Januari 2009 lalu. Tiga lainnya adalah pelaku pencurian di beberapa kawasan termasuk di Blok A nomor 21 Perumahan Green Garden, Batuampar. Di perumahan itu, para tersangka mengembat barang berharga berupa laptop, ponsel dan uang tunai milik korban sekitar pukul 06.00 WIB pada Rabu (5/11) lalu. Kata Didik, ada dugaan hasil pencurian itu digunakan para tersangka untuk membeli sabusabu karena dari tangan mereka, polisi hanya menyita satu buah laptop milik korban. Hal ini turut dibenarkan oleh tersangka Hendra dan Zulkifli. Didik menambahkan, dari hasil penyidikan jajarannya, para

tersangka mengaku sudah lebih dari dua kali memakai narkoba jenis sabu-sabu yang dibeli dari seorang kurir yang juga teman tersangka Irul. Irul membenarkannya, kata dia barang haram itu dibelinya dari seseorang di taman Boulivard Jodoh. Ia juga mengungkapkan jika di taman yang hingga kini tak terurus itu digunakan sebagai tempat transaksi jual beli narkoba oleh para pengedar dan pemakai. “Sudah dua kali saya beli sabu disitu (Boulivard,red),” ujar pria asal Sidempuan itu kemarin (6/11). Kata dia, satu paket hemar sabusabu seberat 0,3 gram itu dibeli dengan harga Rp300 ribu. Untuk membeli barang haram tersebut, Irul dan tiga temannya melakukan urunan masing-masing Rp100 ribu dan Rp50 ribu.(jpnn)

Sempat Ditahan, Polisi Lepas Mobil Tangki MAKASSARKepolisian Resor Kota Makassar Timur melepas mobil yang diduga mengangkut avtur ilegal, Jumat 6 November. Pengangkutan bahan bakar untuk pesawat itu menggunakan mobil tangki yang biasa dipakai untuk persediaan air bersih. Sebelumnya, mobil tangki dengan nomor polisi DD 8647 B itu ditangkap personel patroli Kepolisian Sektor Kota Biringkanaya dipimpin Bripka Zainal Abidin di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kamis Sempat Ditahan, Polisi Lepas Mobil Tangki // JDL MAKASSAR — Kepolisian Resor Kota Makassar Timur melepas mobil yang diduga mengangkut avtur ilegal, Jumat 6 November. Pengangkutan bahan bakar untuk pesawat itu

malam, 5 November. Penangkapan itu dilakukan lantaran mobil itu dicurigai mengangkut bahan bakar minyak yang diduga ilegal. Informasi yang dihimpun menyebutkan, awalnya mobil yang memiliki tangki berwaran putih itu diduga berisi minyak tanah. Namun setelah diperiksa, polisi memastikan jenis BBM yang diangkut adalah avtur. Mobil sitaan ini terpaksa menjalani pemeriksaan polisi. Pasalnya, sopir mobil bernama Ahmad Jayadi, 44, tidak dapat memperlihatkan surat pengangkutan dan dokumen lengkap lainnya. Mobil tersebut bergerak dari arah Maros yang rencananya akan menuju wilayah Kelurahan Bulurokeng. Kepala Polsekta Biringkanaya, Ajun Komisaris Polisi Muhammad Thamrin, mengatakan, pihaknya memeriksa mobil tersebut atas laporan masyarakat yang curiga dengan angkutan mobil. Menindaklanjuti hal itu, polisi langsung melakukan pemeriksaan. “Namun, untuk proses lebih lanjut mobil itu diserahkan ke Satuan Reserse dan Kriminal Unit Ekonomi Polresta Makassar Timur,” jelas Thamrin. Sayangnya setelah mobil itu tiba di Polresta Makassar Timur, polisi setempat tidak melakukan penganganan. Mobil berisi Avtur tersebut malah dilepas sekira pukul 09.00, pagi kemarin.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Makassar Timur, Ajun Komisaris Polisi Elieser Dharma Bahagia Ginting, yang dikonfirmasi tidak bersedia memberikan keterangan langsung. Namun melalui pesan singkat, Dharma membenarkan penangkapan itu. “Dugaan avtur itu melibatkan oknum TNI Angkatan Udara sehingga penanganannya diserahkan ke POM institusi yang bersangkutan,” jelas Dharma dalam pesan singkat yang dikirimnya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Penerangan dan Perpustakaan Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin Mayor TNI Mulyadi menepis jika mobil tangkit tersebut berisi avtur. Menurut dia, tidak ada avtur yang diangkut oleh mobil yang sehari-harinya dimanfaatkan untuk menyuplai air bersih di Lanud Sultan Hasanuddin itu. “Tidak ada kaitannya dengan avtur karena mobil itu tidak mengangkut bahan bakar itu,” tepis Mulyadi. Hanya saja, Mulyadi membenarkan jika oknum anggota TNI AU dari Lanud Sultan Hasanuddin yang terlibat dalam kasus itu. Menurutnya, yang bersangkutan telah menjalani pemeriksaan oleh POM TNI AU. “Saya sudah cek ke POM ternyata ia hanya terlibat kecelakaan sehingga berurusan dengan polisi,” imbuh Mulyadi. (rah)

PALU-Sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga. Sepandai”pandainya Deny Arif Putra alias Ari kabur dari incaran polisi akhirnya tertangkap juga. Pelaku pembunuh mahasiswi Akper tahun 2005 silam itu, kemarin (6/11) berkas perkaranya dilimpahkan polisi ke Kejari Palu sebagai pelimpahan tahap II atau dikenal dengan sebutan P21. Lelaki asal Makassar itu baru tertangkap sekitar beberapa bulan lalu di kampung istrinya, Maros, Sulawesi Selatan, setelah kabur selama empat tahun dari incaran polisi. Bapak muda satu anak itu dituduh membunuh seorang mahasiswi Akper yang bernama Irma pada 2005 silam. Irma adalah kekasihnya. Lantaran cemburu, calon perawat itu dihabisi dengan cara kepalanya dibenturkan Ari pada tape mobil angkot yang dikemudikan Ari. Ari adalah sopir mobil angkot itu. Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Palu, Asmah SH menceritakan kronologis kasus maut itu. Berdasarkan BAP penyidik polisi kata Asmah, tersangka Ari ini menganiaya korban lantaran cemburu melihat korban bercerita dengan pria lain. “Akhirnya mereka ribut dalam mobil angkot itu. Karena kesal tersangka akhirnya korban diturunkan di tengah jalan. Di perempatan Jalan Basuki Rahmat. Kemudian tersangka langsung pergi. Tidak berapa lama dia balik lagi, ternyata korban sudah tidak ada disitu. Dia akhirnya menyusul korban ke rumah korban di

Mamboro,” jelas Asmah. Sesampai di Mamboro, tersangka Ari melihat korban sedang berdiri di jalan. Dia kemudian mengajak korban naik kembali ke dalam angkot yang dikemudinya. Karena menolak ajakan, keduanya kembali bertengkar “Bahkan dia sempat seret korban supaya masuk ke mobilnya,” tambah Asmah. Aksi nekatnya untuk menyiksa korban sempat terhalang oleh seorang anggota Brimob yang saat itu melintas dan menyaksikan perbuatan kasar tersangka ke korban. Karena tidak ingin ribut, korban akhirnya manut masuk ke dalam mobil angkot itu. Di dalam mobil itu keduanya kembali ribut sampai akhirnya terjadi penyiksaan dan penganiayaan terhadap korban yang menyebabkan nyawa korban melayang. Sebagai barang bukti, polisi pun menyerahkan satu unit mobil angkot warna biru muda, dengan Nomor Polisi, DN 1620 AK. Mobil itu yang menjadi tempat dimana korban dianiaya. Saat itu, begitu mengetahui korban sudah tak berdaya, tersangka kemudian berpura-pura mencari pertolongan ke temanteman korban. Dia juga berbohong kepada teman korban bahwa, korban diserempet mobil. Ketika ditemui kemarin di ruang sel tahanan sementara, Ari mengakui perbuatannya dan menyatakan penyesalannya. “Istri saya di Maros sudah tahu. Karena saya ditangkap di rumah istri di Maros,” ujarnya. Dia pun mengaku menganiaya korban lantaran cemburu buta. Ari kini pasrah dengan proses hukumnya. Bahkan dia pun terancam dipidana dengan pasal 351 ayat (3) KUHP Tentang Penganiayaan yang Menyebabkan korban tewas. Perkaranya ditangani jaksa I Gede Sukayasa SH.(mda)

Tinggalkan Istri dan Tiga Anak Edison Nekat Gantung Diri Laporan : AGUSTIAR, Pekanbaru agustiar@riaupos.co ,id

EDISON tewas dengan cara menggantungkan dirinya digubuk tempat pengumpulan barang-barang hasil mulungnya. Kepergiannya meninggalkan seorang istri Ronauli (49) dan tiga orang anaknya Feri, Dewi dan Friska. Edison Silaen, yang kesehariannya bekerja sebagai pemulung ini tidak meninggalkan tanda-tanda yang aneh sebelum tewas. Hanya saja diketahui dia sering mengalami sakit kepala dan pusing-pusing serta. Jika sudah begitu, Edison lebih suka menyendiri di gubuk yang berada tidak jauh dari samping rumah kontrakannya. ‘Bapak memang tidak meninggalkan tanda yang aneh sebelum mengakhiri hidupnya. Dan kami sekeluarga pun tidak melihat keanehan di bapak, semua berjalan seperti biasa,’ ujar Feri Gunawan (22) putra Edison yang ditemui di rumah duka, Kamis pagi itu. Melalui cerita Feri soal meninggalnya orang tuanya, sejak malam habis makan malam bapak berlaku seperti biasa. Bapak lebih suka menghabiskan waktu digubuknya, dimana disitu tempat ngumpulnya barang-barang bekas hasil mulungnya. ‘Tidak ada rasa curiga malam itu,’ jelasnya. Namun paginya sekitar pukul 06.00, seperti biasa, mamak bangun lebih pagi untuk men-

gambil sayur di sekitar gubuk itu. Alangkah terkejutnya mamak saat melihat mayat bapak tergantung di gubuk itu, tanpa pikir panjang mamak berteriak minta tolong untuk menurunkan bapak dari gantungan itu. ‘Mamak yang mengetahui lebih dulu, dan berteriak minta tolong, saya pun langsung datang untuk segera menurun-kan dari gantungan itu dengan memotong tali,’ cerita Feri yang mengaku sudah pasrah dengan apa yang terjadi. Disebutkan, saat itu kondisi kompleks dalam keadaan sepi, dan hanya pihak keluarga yang melakukan evakuasi untuk dibawa kerumah. Tak lama kemudian kerabat-kerabat dan tetangga korban datang melayat kerumah duka. ‘Untuk penguburan jenazah ini akan dilakukan di kampung halaman, dimana keluarga besar sudah menunggu. Untuk lokasinya di kampung Silaen Asahan, Sumut,’ ungkap feri. Dikomfirmasi Kapolsek Tenayanraya AKP Nurbasri melalui Kanitreskrim Ipda Supriyanto, menyebutkan tewasnya Edison murni karna gantung diri. Dan diduga kuat akibat stres, hal ini diketahui setelah melakukan olah TKP dilokasi gantung diri. ‘Diduga tewasnya karena stres, hingga nekad gantung diri,’ katanya.***

BABASAL

Luwuk Post

4

SABTU 7 NOVEMBER 2009

http://luwukpost.info

E-Paper Pertama di Kawasan Timur Sulawesi

Poros Tompotika Bakal Lahir

Bintek Pertanahan Tuntas

LUWUK-Perjuangan pembentukan Kabupaten Tompotika terus bergelinding. Selain terus melakukan sosialisasi, direncanakan dalam waktu dekat akan lahir sebuah wadah yang bernama poros tompotika. Wadah ini terdiri dari para pemuda yang berasa dari Tompotika. Pembentukan Poros Tompotika itu saat ini sedang digagas oleh sejumlah tokoh pemuda, seperti Ifan Bungaadji dari Balantak, Rahmat Djalil dari Masama, dan sejumlah tokoh pemuda lainnya dari Lamala dan Bualemo. Menurut rencana forum itu akan menggelar pertemuan Minggu (8/11) atau Senin (9/11) mendatang. Agenda pembahasan dalam pertemuan itu adalah langkah strategis yang harus dilakukan dalam mendorong lahirnya dukungan dari semua kepala desa dan BPD se wilayah Tompotika, mengenai rencana pembentukan kabupaten. Rahmat Djalil pada beberapa waktu yang lalu di Luwuk, mengatakan pembentukan forum itu bukan sebagai tandingan atau organisasi diluar FP2KT. Forum itu adalah bagian terkecil dari perjuangan tompotika, yang dimotori oleh komponen muda. Harapannya, forum ini lebih menggunakan pendekatan ekstra cepat dan semacam kekuatan baru di tubuh perjuangan.(far)

Alfian Berharap Ada Perubahan Kualitas Pelayanan

Mantok Minta Dipercepat LAMALA-Proses pemekaran kecamatan yang sedang diperjuangkan Pemda Banggai di tingkat provinsi, diminta untuk terus diseriusi. Salah satu wilayah calon kecamatan yang masih terbentur dalam pemekaran 10 calon kecamatan tahap pertama beberapa waktu lalu, adalah Kecamatan Mantok (wilayah timur Lamala). Mantok menjadi satu dari lima kecamatan yang belum lolos, dari 10 calon kecamatan yang diusulkan saat itu. Jemmy, salah satu mahasiswa Untika asal Lamala mengatakan, Pemda Banggai hendaknya terus intensif berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi, sehingga pemekaran tersebut bisa segera dijalankan. Jemmy juga mendesak forum pemekaran Mantok untuk segera menjemput bola, bahkan merampas bola. Maksudnya, forum pemekaran kecamatan di tingkat Kecamatan Lamala sebagai kecamatan induk, harus proaktif dan secara sadar mendorong secara terus menerus lahirnya kecamatan Mantok.“Jangan hanya menjadikan ini sebagai tanggung jawab Pemda, melainkan harus juga jadi tanggung jawab masyarakat,� pungkasnya. (far)

ANTI NARKOBA : Generasi muda di Kecamatan Masama membuat kesepakatan bersama mengenai anti narkoba. Pasalnya, Narkoba mengancam kehidupan generasi.

Warga Lamala Salut Sikap Sukri LAMALA-Warga yang ada di Desa Sobol dan sejumlah desa lainnya di Kecamatan Lamala, memberikan apresiasi yang besr terhadap sikap Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Banggai, Sukri Djalumang, yang secara tegas meminta kepada Pemda Banggai untuk melanjutkan dan memikirkan sarana air bersih yang ada di Kecamatan Lamala. Sikap Sukri tersebut sangat dirindukan warga, menyusul semakin sulitnya air bersih di beberapa desa di Kecamatan Lamala. Padahal, sebelumnya Pemda Banggai telah menggelontorkan anggaran untuk membangun sarana air bersih di Lamala, namun tidak

dilanjutkan. Diharapkan, sikap Sukri yang tegas itu bisa mendapatkan perhatian dari Pemda Banggai, sehingga sarana air bersih di Lamala bisa terwujud pada anggaran 2010 mendatang. Salah seorang mahasiswa Untika asal Lamala, Jemmy, mengatakan, Sukri Djalumang, dan semua Anggota DPRD dari dapil I diminta tetap konsisten dan dapat mewujudkan tersedianya sarana air bersih di wilayah itu. “Ini adalah kepentingan rakyat, kami sebagai mahasiswa dan pemuda dari Lamala, siap mengawal masalah ini,� tuturnya. (far)

TOILI BARAT- Penyelenggaraan bimbingan tekhnis (Bintek) pertanahan bagi pemerintah kecamatan desa dan kelurahan, telah diselesaikan, yang berakhir di Kecamatan Toili Barat, Jumat (6/11) kemarin.Bintek yang diprakarsai oleh Bagian Administrasi Pertanahan Setda Kabupaten Banggai itu, turut dihadiri asisten Pembangunan dan Kesra Pemda Banggai, Ir.H.Mustadir Malia,MM, sekaligus membuka dan menutup acara, serta memberikan materi mengenai kebijakan Pemda dibidang pertanahan. Selain itu, turut hadir pula Kabag Hukum, Feri Sudjarman,SH dengan materi aspek hukum kebijakan dan penanganan sengketa tanah, serta Kabag Pemerintahan, Irpan Poma,MM dengan memberikan materi tentang batas wilayah kecamatan desa dan kelurahan. Kabag Pertanahan Alfian Djibran memberikan materi tata cara pengadaan tanah untuk kepentingan umum serta kewenangan Pemda di Bidang pertanahan. Alfian mengatakan, dengan selesainya bintek bagi aparat pemerintah kecamatan desa dan kelurahan, diharapkan terjadinya peningkatan dalam penanganan bidang pertanahan terutama prosedur menyangkut tanah dan penanganan sengketa, sehingga kedepan lebih paham dan cerdas dalam pelayanan kepada masyarakat. Diharapkan pula, aparat pada tingkat desa dan kelurahan lebih memahami mana yang menjadi kewenangan pemerintah desa dan mana yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten menyakut tanah, sehingga tidak salah dalam mengambil keputusan. Diharapkan pula adanya persepsi yang sama di jajaran aparatur

sehingga terjadi koordinasi, singkronisasi, rentang kendali sesuai hirarki dalam jenjang pemerintahan dalam penanganan tanah. Disamping itu, sebagai Bagian baru dalamstruktur organisasi dalam lingkup Setda Banggai, Alfian juga memberikan penjelasan mengenai keberadaan Bagian Administrasi Pertanahan di lingkup Pemda, sehingga dapat dibedakan dengan instansi Badan Pertanahan Nasional (BPN) sebagai instansi vertikal.(far)

Alfian Djibran

SABTU, 7 NOVEMBER 2009

IRT Ancam Turun ke Jalan Demo Minta Pertanggung Jawaban PLN

LUWUK-Komisi B DPRD Banggai akhir-akhir ini menjadi sorotan banyak kalangan. Komisi yang membidangi masalah pembangunan ini dianggap tak serius menangani persoalan kinerja PT. PLN yan dikeluhkan masyarakat. Pasalnya, komisi ini beberapa waktu lalu pernah meng-hearing salah satu perusahaan BUMN tersebut. Tapi ironisnya, bukan peningkatan yang terjadi, malah penurunan yang dirasakan masyarakat. Terkait dengan keluhan itu, anggota Komisi B Hanira Lasantu kepada Luwuk Post, Jumat (6/11) kemarin mengatakan, pihaknya berencana akan turun ke lapangan untuk meninjau sejumlah pembangkit listrik milik PLN. “Kami akan melihat langsung kondisi mesin PLN serta debit air yang diklaim berkurang, sehingga menjadi penyebab pemadaman listrik,” ujar

LUWUK-Aksi demo PLN yang beberapa kali diprakarsai mahasiswa, turut membakar semangat kalangan Ibu Rumah Tangga (IRT). Mereka mengaku resah dengan belum berakhirnya pemadaman listrik yang diberlakukan PT. PLN (Persero) Wilayah Suluttenggo Cabang Luwuk. Makanya para IRT mengancam turun ke jalan untuk melakukan aksi demo terhadap kebijakan PLN yang dianggap sudah meresahkan itu. Sejumlah IRT yang berdomisili di Kelurahan Simpong Kecamatan Luwuk, kepada Luwuk Post, Jumat (6/11) kemarin mengatakan, sebenarnya semenjak aksi demo pertama yang dilakukan mahasiswa beberapa waktu lalu, mereka ingin bergabung. “Waktu demo pertama, kami punya keinginan turun dengan mereka

BACA : KOMISI.... Hal 6

BACA : ANCAM..Hal 6

Krisis Listrik, Bupati Ikut Bertanggung Jawab

Komisi B Hearing Disciktar, Dikritik LUWUK-Planing Komisi B DPRD Banggai bakal menghearing Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Disciktar) Kabupaten Banggai, terkait perumahan dewan, menuai kritikkan. Agenda itu dinilai tidak penting. Sebab pekerjaan rumah (PR) komisi yang membidangi masalah pembangunan ini terhadap PLN belum selesai. “Mestinya jangan dulu Komisi B mengagenAndi Nasar dakan untuk menghearing Disciktar. Sebab persoalan listrik belum selesai. Dan itu PR bagi PLN,” ujar aktivis Gunung Merapi (Gumer) Kelurahan Baru, Andi Nasar

BACA : SENIN.... Hal 6

Baiknya Baitul Makmun Dimakmurkan LUWUK-Nada pro-kontra atas penamaan masjid di Bukit Halimun, masih mewarnai media massa. Tak ayal Baitul Ma’mun yang menjadi nama pada masjid itu menjadi polemik. Bagi aktivis Gunung Merapi (Gumer) Kelurahan Baru, Iphet kepada Luwuk Post, Jumat (6/11) kemarin, sebaiknya nama tersebut tidak perlu diperdebatkan. Selain hanya buang energi juga tak baik bagi Iphet ukhuwah Islamiyah. Hal yang terpenting disini adalah bagaimana ketika masjid itu rampung jamaah yang memanfaatkan masjid tersebut harus ada. Bahkan jika

(Foto: Sofyan Labolo / Luwuk Post)

DEMO PLN: Para IRT mengancam menggelar demo PLN. Mereka mengaku resah dengan kebijakan PLN yang terus saja memadamkan listrik. Tampak aksi demo PLN yang digelar mahasiswa belum lama ini.

Osama Bantah Komisi A Salah Alamat

Sofyan Mang

LUWUK-Pro aktifnya Komisi A (pemerintahan) dengan lahirnya SK Tim Investigasi dan Advokasi terhadap perkebunan sawit bentukkan Pemkab Banggai, dinilai sejumlah kalangan salah alamat, akhirnya disanggah. Tanggapan itu tak lain dilontarkan Wakil Ketua Komisi A, Sofyan Mang. Ditemui di gedung dewan Jumat (6/11) kemarin, politisi yang akrab disapa Om Sofyan Mang (Osama)

LUWUK-Niatan Sukri Agama bertarung sebagai calon Bupati pada Pilkada Kabupaten Banggai 2011 mendatang, sepertinya sudah bulat. Indikatornya jelas, dengan makin intensnya melakukan pencitraan di ranah publik. Tim Work Sukri Agama yang dibentuknya beberapa bulan lalu, kini makin aktif membangun komuHarsono Moidady nikasi dengan calon konstituen. Tak hanya dalam Kota Luwuk. Pencitraan juga dilakukan hingga ke pelosok daerah pada 13 kecamatan.

BACA : SUKRI.... Hal 6

ini mengatakan, keliru jika langkah yang dilakukan komisinya dianggap salah alamat. Osama mencoba memberi argumennya. Menurut dia, pertemuan yang dilakukan Komisi A dengan Tim Investigasi dan Advokasi Sawit Pemkab Banggai beberapa waktu lalu adalah sebetas Rapat Kerja (Raker). Di dalam raker yang dilaksanakan di ruang

BACA : OSAMA.... Hal 6

LUWUK-Masih berlanjutnya pemadaman listrik secara bergilir, malah intensitasnya makin meninggi, tak seharusnya kesalahan itu dialamatkan sepenuhnya pada PT. PLN (Persero) Wilayah Sulluttenggo Cabang Luwuk. Krisis listrik yang makin ‘menggila’ ini juga menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah, dalam hal ini Hasanudin Datu Adam Bupati Banggai, Ma’mun Amir. “Mestinya tak hanya PLN yang disudutkan. Tanggung jawab atas ketidak maksimalnya pelayanan kebutuhan listrik di daerah ini juga bagian yang tak terpisahkan dengan kebijakan pemerintah, dalam hal

BACA : KRISIS.... Hal 6

Pejuang Sultim tak Punya Sekretariat Perlu Penerapan ProLUWUK-Perjuangan pembentukan Provinsi Sultim, sepertinya sudah dilupakan. Para penggiatnya tak lagi memperhatikkan gerakkan yang sudah lama dibangun untuk memisahkan dari Sulteng itu. Bukti kongkrit terlihat dengan tidak ada lagi sekretariat Sultim, yang notabene digunakan untuk

LUWUK-Dampak buruk yang ditimbulkan akibat pemadaman listrik makin melebar. Tak hanya banyak alat elektronik milik pelanggan PLN yang rusak. Imbas dari pelayanan buruk BUMN yang satu ini juga mengancam sejumlah home industri bangkrut

BACA : LISTRIK... Hal 6

BACA : PROGRAM.... Hal 6

Pemadaman Listrik Terus Berdampak (Foto: Sofyan Labolo / Luwuk Post)

PEJUANG SULTIM: Tampak para pejuang Sultim tengah membahas pogram kerja demi kelancaran terbentuknya provinsi baru itu.

gram Hemat Listrik LUWUK-Mantan aleg Henri Ombong (HO) mengakui jika persoalan krisis listrik yang terjadi di Kabupaten Banggai cukup kompleks. Malah membuat bingung. Pasalnya, agenda dengar pendapat (hearing, red) telah dilakukan DPRD, begitu juga aksi demo yang secara lantang mengkritisi PLN. Bahkan dengan kataHenri Ombong kata makian sekalipun. Orang nomor satu pada PLN Cabang Luwuk juga telah bersumpah bahwa kondisi ini tidak pernah ada rekayasa. Dia pun secara teknis telah memaparkan

BACA : PEJUANG... Hal 6

BACA : BAITUL.... Hal 6

Pencitraan Sukri Agama makin Kencang

CMYK

Komisi B Janji Turun Lapangan

Kesiapan Luwuk Menuju Kota Adipura

Pohon Tumbang, Ganggu Keindahan Kota dan Pejalan Kaki BELUM sepekan Tim Penilai Adipura angkat kaki, Kota Luwuk sudah buat catatan merah. Andai saja tim masih ada, bisa saja pohon tumbang yang mengganggu pejalan kaki itu, bakal menjadi nilai minus. Yah karena memang pemandangannya cukup mengganggu keindahan kota. SOFYAN LABOLO - Luwuk SEBAGAI kota yang pernah merebut tropi Adipura, Luwuk dituntut kerja keras agar predikat kota kecil terbersih itu mampu direbut kembali. Upaya itu semestinya tak hanya diberi tanggung jawab kepada satu atau dua

instansi saja. Akan tetapi dibutuhkan kerja sama semua pihak. Penyatuan persepsi bagaimana menjaga lingkungan tetap asri, sepertinya belum tertanam dengan baik. Hal tersebut setidaknya terukur dengan masih saja yang membiarkan lingkungan di sekitar menjadi tidak bersih. Lihat saja di bilangan jalan S. Parman Kelurahan Luwuk. Berserakannya ranting pepohonan yang tumbang tak hanya mengganggu aktivitas pejalan kaki. Sebab jatuhnya pohon itu tepat berada di atas trotoar. Lebih dari itu, kondisinya memberikan sebuah pemandangan yang tak indah dipandang mata. Ironisnya lagi, hal itu terjadi tepat di jantung kota.

Ranting pohon tumbang itu sebelumnya sempat masuk ke badan jalan. Praktis kendaaran yang melintas sedikit merasa tidak nyaman, karena terhalang dengan ranting tersebut. Keesokan harinya, ranting itu dipotong. Sehingga tidak lagi menghalangi kendaraan. Aktivitas itu tak kompleks. Pasalnya ranting tersebut masih saja terkumpul di atas trotoar. Tak jelas apa penyebabnya sehingga sampah itu tak kunjung diangkut kendaraan pengangkut sampah. Sebab pemandangan itu sudah terlihat selama tiga hari. (Foto: Sofyan Labolo / Luwuk Post) Bisa diklaim kalau Kota Luwuk tak siap merebut kembali tropi DIBIARKAN BERSERAKAN: Ranting pohon yang tumbang di bilangan Adipura. Persoalan sepeleh saja jalan S. Parman Kelurahan Luwuk, dibiarkan tertumpuk. Kondisi ini jelas

BACA : TUMBANG.... Hal 6

sangat mengganggu keindahan Kota Luwuk yang saat ini tengah berkompetisi merebut kembali Tropi Adipura yang pernah lepas.

CMYK

PARLEMEN

Halaman 5

Luwuk Post

6

SABTU 7 NOVEMBER 2009

http://luwukpost.info

sambungan E-Paper Pertama di Kawasan Timur Sulawesi

Kepsek Bantah Selewengkan Dana BOS LUWUK-Dugaan penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang melibatkan oknum Kepala SDN Onu Bubung, langsung ditanggapi yang bersangkutan. Meski membantah secara tegas dugaan penggelapan dan BOS itu, namun Kepsek itu enggan menyebutkan jati dirinya. Ditemui Luwuk Post di ruang kerjanya, Kamis (5/11) kemarin, Kepsek itu mengatakan, tuduhan bahwa di sekolah ini melakukan penyele-wengan dana BOS adalah tidak benar dan terkesan me-ngada-ada. Prasangkaan tersebut sangat tidak didasari dengan referensi bukti yang valid. “Saya menduga ada indikasi ketidaksenangan terhadap kepemimpinan saya di sekoah ini, sehingga ada pihak yang dengan sengaja memberi kesan buruk terhadap masyarakat ,” tutur dia. Jika memang mereka punya itikad yang baik kata Kepsek, seharusnya mengkoordinasikan dulu dengan pihak sekolah, yang nantinya akan dibuatkan musya-warah yang dihadiri seluruh wali murid serta komite sekolah. “Ketika ada tanggapan seperti ini bisa langsung dipaparkan dalam rapat tersebut. Dan kami akan memberikan penjelasan yang akurat. Bukan langsung dipublikasikan kepada masyarakat umum,” sesalnya. “Ini jelas merupakan upaya dari segelintir orang yang ingin memberikan pencitraan buruk terhadap pribadi saya dan keluarga,” tegas dia lagi sembari mempersilahkan periksa kelengkapan administrasi pada sekolah yang dipimpinnya. Masih menurut dia, Dana BOS punya pertanggung jawaban dan tetap akan diaudit oleh Inspektorat Kabupaten Banggai. Selama ini untuk penyaluran dana BOS di sekolahnya sudah sesuai dengan 13 pokok aturan pelaksanaan beserta negative listnya (larangan, red). “Saya sangat sedih ketika mendengar hal itu. Merasa pengorbanan saya terhadap sekolah seakan tidak berarti. Bahkan sampai dituduh melakukan hal sebejat itu,” tuturnya. Selama ini lanjut dia, untuk membangun SDN Onu Bubung sudah cukup maksimal diberikannya. Atas tuduhan tak mendasar itu, Kepsek mengaku tak hanya peribadinya yang terpukul. Akan tetapi juga keluarga besar kami. Selain meluruskan image miring, Kepsek ini sedikit menjelaskan soal penggunaan dan BOS di sekolahnya. Untuk bantuan dana BOS sebesar Rp. 8 juta dalam kurun waktu 1 triwulan yang telah digunakan sesuai dengan prosedur pengelolaan dana BOS. Untuk kedepan pihaknya akan melakukan rapat dengan berbagai unsur terpenting dilembaga pendidikan ini. Hal itu dilakukan guna mengklarifikasi serta menjelaskan kepada masyarakat terutama wali murid mengenai pengelolaan dana tersebut. (ynt)

BAITUL Sambungan dari Hal 5

perlu membludak. Hanya akan sia-sia saja jika sebuah tempat ibadah dibangun dengan dana yang tidak kecil lagi mewah, namun tak ada jamaah yang memakmurkannya. “Nama masjid tidak perlu dipersoalkan. Yang menjadi fokus perhatian adalah bagaimana kita memakmurkan masjid

tersebut,” kata Iphet. Malah dia menyarankan agar nantinya, masjid itu dikelola para Remaja Masjid (Risma) dengan mengagendakan rutinitas kegiatan religius di dalamnya, sehingga masjid itu benarbenar menjadi Rumah Allah SWT yang sesungguhnya. “Yah bukan sekedar dibangun dengan kemegahannya, lantas tak ada yang memakmurkannya,” ujar Iphet yang juga pengurus Risma Baiturrahim ini. (yan)

Kantor Pos Mulai Dipadati CPNS LUWUK-Seiring dengan telah dimulainya penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini, kantor Pos Luwuk mulai dipenuhi ratusan CPNS yang hendak mengirimkan berkas. Tak pelak lagi ruang kantor Pos yang terbilang kecil menjadi sesak dengan para CPNS. Bahkan kursi tunggu yang disiapkan ditempat itu, tidak mampu lagi menampung pengunjung. Tak jarang jika sebagian besar dari mereka terlihat hanya berdiri, sementara lainnya berada di luar kantor sambil menunggu yang lain keluar. Kebanyakan dari mereka adalah para guru honor yang berasal dari berbagai daerah di Kabupaten Banggai.

Sambungan dari Hal 5

diabaikan. Mestinya di tengah kesiapan menuju Kota Adipura, hal-hal demikian langsung disikapi. Harus kita akui bahwa kesadaran masyakat untuk menjaga lingkungannya tetap bersih, terbilang masih rendah. Jelang kompetisi Adipura saja, budaya bersih-bersih diabaikan. Apalagi tidak ada momen tertentu. Memang kesadaran tetap peduli pada kebersihan itu harus lahir dari pribadi masyarakat masing-masing.

SUKRI Sambungan dari Hal 5

Baru-baru ini saja, Tim Work Sukri Agama telah merambah pada sejumlah wilayah di dapil II (Kintom, Batui, Toili dan Toili Barat). Banyak agenda dalam konsolidasi yang dilakukan tim tersebut. Mulai dari aksi sosial hingga bagi-bagi atribut Sukri Agama. “Kemarin kami sudah turun

KRISIS Sambungan dari Hal 5

ini kepala daerah,” nilai Hasanuddin Datu Adam kepada Luwuk Post, Jumat (6/11) kemarin. Dikatakannya, terkait persoalan ini, seyogianya Bupati Banggai bersama pihak PLN duduk satu meja guna mencari solusi terbaik. “Sebaiknya Bupati dan PLN sama-sama memikirkan persoalan ini. Mengingat masya-

LISTRIK Sambungan dari Hal 5

yang kemudian gulung tikar. Salah seorang pedagang es batu kepada Luwuk Post, Jumat (6/11) kemarin mengatakan, akibat pemadaman listrik yang tak beraturan tiga unit lemari es miliknya mengalami rusak. “Seringnya listrik padam, tiga unit lemari es saya rusak. Ketiganya tak dapat digunakan lagi,” ujar pedagang yang berdomisili di

Salah satu guru honor, Ira yang ditemui Luwuk Post Jumat (6/11) kemarin mengatakan, untuk penerimaan ini dirinya sudah diikutinya sebanyak dua kali. “Biaya pengiriman yang dikenakan sebesar Rp. 15 ribu,” tutur dia. Sambil membasuh keringat dia berkata, untuk penerimaan kali ini minimal berpendidikan terendah Diploma Dua (D2). Selain itu pula untuk formasi yang diterima meliputi bagian Kesehatan, Teknis serta Pendidikan. Ira yang juga guru honor pada sebuah sekolah dasar di desa Lobu kembali berkata, penerimaan ini bukan hanya para guru saja, melainkan tenaga honor di instansi lainnya sesuai dengan formasi yang dibutuhkan. (ynt)

Fraksi PKS Respons PLN di Hearing Gabungan LUWUK-Tawaran para aktivis perlunya dilaksanakan heraing PT. PLN melalui komisi gabungan, langsung disikapi Fraksi PKS. Alasan lahirnya kebijakan itu, lantaran Komisi B dinilai tak maksimal dalam meng-hearing PLN. Pasalnya, meski sudah digelar dengar pendapat, namun krisis listrik makin menjadi-jadi. “Kalau memang itu sudah menjadi keinginan dan sifatanya efektif, kami dari Fraksi PKS mendukung perlu ada hearing gabungan terhadap PLN,” kata anggota Fraksi PKS, Hidayat Monoarfa kepada

Luwuk Post, di gedung DPRD, Jumat (6/11) kemarin. Memang aku dia, tak jelas komitmen hearing yang dilakukan Komisi B. Buktinya tidak ada langkah kongkrit yang dilakukan komisi tersebut pasca hearing di ruang Fraksi Partai Golkar. Konsekwensi dari hearing kata Hidayat adalah ada tindak lanjut yang punya dampak positif terhadap rakyat. Bukan hanya semata-mata tanya jawab yang dilakukan pada dengar pendapat tersebut. Kondisi yang terjadi sambung

Hidayat hasilnya jalan ditempat. Malah mundur banyak langkah. Indikatornya tak perlu diragukan. Sebab pasca hearing pemadaman listrik oleh PLN makin tak menentu, sehingga membuat masyarakat jadi resah. DPRD perlu ada sikap tegas terkait persoalan ini. Bisa jadi ada oknum PLN yang diuntungkan dengan realita krisis listrik saat ini. Makanya lewat hearing komisi gabungan nantinya, PLN perlu transaparan banyak hal. Jangan justru bersembunyi dibalik isyu nasional. (yan)

6 Guru SD Hanga-Hanga Bersertifikasi LUWUK-Sejauh ini pengsertifikasian tenaga pendidik dihampir sekolah di daerah ini melaju pesat. Ini ditandai dengan jumlah guru yang telah disertifikasi hampir disetiap sekolah mencapai kurang lebih 40 sampai 50 persen. Misalnya saja SDN Hanga-hanga. Untuk jumlah guru yang telah disertifikasi sudah mencapai 6 orang. Kepala Sekolah Ketsia Djibran S.Pd, M.Pd yang ditemui koran ini beberapa waktu lalu mengatakan, untuk mendapatkan sertifikat biasanya sampai satu tahun. Baru-baru ini saja ada dua guru

SENIN Sambungan dari Hal 5

kepada Luwuk Post, Jumat (6/ 11) kemarin. Dia menilai, rencana Komisi B menghearing Disciktar terkait pembangunan rumah dewan, adalah upaya menggiring kesalahan pada dinas tersebut. Artinya sebelum Rudis diperbaiki sesuai syarat yang di-

ANCAM

yang telah mengikuti porto polio dan telah berhasil. Bahkan telah menerima insentif kurang lebih sebesar Rp. 19 juta. Dia mengakui jika sertifikasi sangat diharapkan oleh sebagian besar guru yang ada di daerah ini. Dengan adanya pengsertifikasian ini gaji guru bisa meningkat hingga 100 persen. Sehingga para guru yang disertifikasi dituntut lebih profesional lagi. Ketsia mengakui, untuk SDN Hanga-hanga belum termasuk sekolah Standar Nasional (SSN). Tetapi bukan berarti kualitas guru di lembaga ini tidak sesuai harapan.

Sebagian besar tenaga pendidik disekolah ini sudah memiliki kualifikasi pendidikan yang baik yang dilatar belakangi dengan disiplin ilmu yang memadai. Dia menyadari, walaupun demikian faktor penunjang utama dari Rintisan SSN harus didukung fasilitas sarana yang memadai. “Selain pagar sekolah yang sebagian besar telah mengalami kerusakan, perumahan guru juga masih kurang,” imbuhnya. Tidak itu saja untuk penjaga sekolah sendiri SDN Hanga-hanga belum memilikinya. (ynt)

inginkan para aleg, maka Rudis tersebut belum akan ditempati. “Saya pikir Rudis bukan lagi menjadi masalah. Sebab sudah dibahas para aleg periode sebelumnya. Seharusnya Komisi B memanggil kembali PLN untuk hearing. Karena justru setelah hearing pemadaman lampu semakin parah,” kata Andi. Lagipula lanjut dia, PLN telah menjadi persoalan rakyat yang

besar. Sementara Rudis hanyalah sebatas kepentingan internal DPRD. “Kalau memang pro rakyat, mestinya masalah PLN yang jadi prioritas. Bukan sebaliknya hanya kepentingan aleg yang diutamakan. Ini jelas tergambar bahwa para wakil rakyat kita hari ini tidak mencerminkan sikap yang dinginkan rakyat,” tegas Andi yang juga aktivis HMI ini. (yan) solusi dari persoalan ini. Mestinya pemerintah bertanggung jawab atas apa yang dirasakan rakyat hari ini. “Pejabat elit kita lebih intens membangun fasilitas gedung yang megah. Tapi sayang enggan membangun kepercayaan publik, yang memang mulai meluntur,” ujar mereka. Ditanya kapan action itu dilakukan, para IRT ini belum mau menyebut jadwalnya secara pasti. Yang jelas aksi turun ke jalan bakal mereka lakukan, menutut hak kami sebagai pelanggan PLN. “Tunggu saja PLN, kami akan datang menggelar demo besar-besaran. Aksi ini merupakan akumulasi kekecewaan kami terhadap pelayanan PLN yang tak maksimal,” teriak salah seorang ibu. (yan)

Namun paling tidak ada upaya pemerintah dalam mengarahkan warga untuk dapat bersikap mencintai kebersihan, sehingga pola itu akan membudaya dengan sendirinya. Yang menjadi pertanyaan disini adalah, beginikah model Kota Luwuk dalam menghadapi kompetisi perebutan piala Adipura? Ranting berserakan di atas trotor yang sudah nyatanyata sangat mengganggu keindahan kota, namun dibiarkan tertumpuk selama beberapa hari. Jawabannya adalah pesimis kota ini mampu merebut kembali predikat yang pernah ditorehkannya dimasa lalu. (*)

(mahasiswa, red). Tapi niatan itu tidak kesampaian,” ujar salah seorang ibu. Pemadaman listrik yang semakin mengila ini tidak bisa ditolerir lagi. Tak hanya merusak sejumlah alat elektronik. Krisis listrik juga memberi kehancuran terhadap usaha rumah tangga yang digeluti para IRT sejak lama tersebut. Para IRT ini mengaku tidak mau tahu dengan alasan klasik PLN bahwa kondisi ini terjadi disebabkan mesin pembangkit listrik sering mengalami kerusakan serta berdali debit air berkurang. “Kami tak mau tahu soal itu. Yang pasti kami

ingin pelayanan maksimal dari PLN,” tegas mereka. PLN di mata mereka diskriminatif. Sebab ketika terlambat membayar rekening listrik, petugas PLN dengan wajah ‘galak’ langsung memutuskan aliran listrik. Akan tetapi PLN tak menggubris keluhan kami, dimana gara-gara padam listrik secara tak beraturan, tak hanya merusak alat elektronik kami akan tetapi home industri yang giat-giatnya dibangun, gulung tikar akibat kebijakan PLN tersebut. Makanya, sambung salah seorang ibu kami meminta pertanggung jawaban perusahan milik negara itu. Pada kesempatan itu mereka juga menyesalkan lemahnya sikap pemerintah dalam mencari

pada sejumlah wilayah di dapil II. Rencananya konsolidasi ini akan berlanjut pada dapil III dan I,” ujar Koordinator Tim Work Sukri Agama, Harsono Moidady kepada Luwuk Post, Jumat (6/11) kemarin. Dikatakannya, selain pendekatan kepada tokoh masyarakat, konsolidasi juga dirangkai dengan penyebaran atribut pemenangan. Seperti kalender, spanduk dan stiker. Untuk kalender kata pria

yang akrab disapa Potik ini, Tim Work Sukri Agama menyiapkan sebanyak 10 ribu lembar dan stiker sebanyak 50 ribu lembar. Khusus untuk spanduk Sukri menyiapkan dua model. Selain ucapan Hari Raya Idul Adha juga ucapan Natal dan Tahun Baru. “Spanduk ini juga akan kami sebar pada 13 kecamatan,” ujar Potik. Memang aku Potik bila dihitung-hitung limit waktu dari sekarang jelang Pilkada

nantinya, masih cukup jauh. Tapi ingat kata dia, dari kaca mata politik, 1 tahun lebih itu bukan waktu yang lama. Makanya kata dia, konsolidasi sudah selayaknya dilakukan saat ini. Pencitraan ini sengaja dilakukan, agar publik tahu bahwa ada putra terbaiknya yang sukses di Jakarta bakal ikut meramaikan bursa Pilkada Kabupaten Banggai 2011 nantinya.

Sukri merupakan sosok putra daerah yang tergolong sukses diperantauan. Saat ini suami tercinta Ir. Hj. Athea Sarastiani, MM tersebut bertugas sebagai Kepala Diklat Bidang Fungsional, pada Sekretariat Negara (Satneg) RI. Kecerdasan intelektual Sukri tak perlu diragukan. Sebab pria energik tersebut saat ini tercatat sebagai kandidat Doktor Hukum Tata Negara pada Universitas Gaja Mada (UGM) Jogyakarta. (yan)

rakat sudah cukup resah dengan seringnya pemadaman listrik,” ujar Hasanuddin. Dia menjelaskan, peran pemerintah terhadap PLN cukup besar. Dasar itulah sehingga tidak etis jika pemerintah hanya memandang sebelah mata persoalan yang satu ini. Dalam UU No. 30 Tahun 2009 tentang Ketenaga Listrikan jelas disebutkan kewenangan pemerintah di dalamnya. Pada bab IV pasal 5 tentang kewenangan pengelolaan,

sedikitnya ada 12 point (a s/d 1) kewenangan Pemkab Banggai. Dia merincikan, pada point a dicantumkan kewenangan Pemkab adalah penetapan Perda dibidang ketenagalistrikan, point b penetapan rencana umum ketenagalistrikan, point c penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik untuk badan usaha yang berada di wilayah itu dan point d penetapan izin operasi yang fasilitas instalasinya dalam kabupaten.

Pada point e juga disebutkan tentang penetapan tarif tenaga listrik untuk konsumen dari pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik yang ditetapkan pemerintah, point f penetapan persetujuan harga jual tenaga listrik dan sewa jaringan tenaga listrik untuk badan usaha yang menjual tenaga listrik atau menyewakan jaringan tenaga listrik kepada badan usaha yang izinnya ditetapkan Pemkab. Bahkan kata Hasanuddin UU

yang disahkan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, tertanggal 23 September 2009 sekaligus dilembar negarakan itu juga pada pasal yang point i mengatur soal penetapan sanksi administrasi kepada badan usaha yang izinnya ditetapkan Pemkab. “Nah bertolak dari UU tersebut, saya kira pemerintah harus pro aktif mencari solusi atas krisis listrik di daerah ini. Jangan sematamata PLN yang menjadi kambing hitam,” tutur dia. (yan)

Kelurahan Simpong ini. Praktis saja ibu setengah baya ini mengaku, usaha yang telah digelutinya selama 5 tahun ini terancam gulung tikar. Alasannya rasional, karena seluruh lemari es tidak bisa difungsikan lagi. Selain pedagang kecil mengalami kerugian, pemadaman listrik juga menambah pembiyaan bagi warga yang menggunakan genset. Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku, untuk cost

gensetnya membengkak. Dijelaskannya, ketika pemadaman bergilir 2:1 (dua hari menyala satu hari padam, red) biaya bensin yang digunakan setiap malamnya sebanyak 3 liter. Kalau diakumulasikan selama satu bulan ada 10 malam terjadi pemadaman. Itu artinya cost yang kita butuhkan sebanyak 30 liter senilai Rp. 150 ribu per bulan. Namun ketika kebijakan PLN berubah dengan sistem 1:1, otomatis biaya bensin yang

kami butuhkan membengkak. Hitung-hitungannya ada sekitar 60 liter bensin dengan tarif Rp. 350 ribu per bulan, sebab dalam satu bulan ada 15 kali pemadaman. Pengeluaran ini belum termasuk beban membayar rekening listrik, yang kata dia belum tentu terjadi penurunan di tengah pemadaman listrik yang semakin menjadi-jadi. “Idealnya setiap bulan kami membayar rekening listrik sebesar Rp. 150 ribu.

Mestinya sambung dia, dengan tidak stabilnya penggunaan energi listrik, tarif rekening listrik bisa menurun. Namun yang terjadi justru sebaliknya, meski terjadi pemadaman, namun biaya rekening listrik tidak turun. Malah tak menutup kemungkinan naik. “Bulan lalu saja biaya listrik kami naik. Padahal sudah terjadi pemadaman. Saya bingung dengan hitung-hitungan PLN itu,” tanya dia. (yan)

Sambungan dari Hal 5

TUMBANG

METRO LUWUK

PLN Diminta Transparan ke Publik Soal Kerugiannya dan Belum Jelas PPJ ke Kas Daerah LUWUK-Penyebab lain sehingga terjadi krisis listrik di Kabupaten Banggai, PT. PLN (Persero) Wilayah Suluttenggo Cabang Luwuk sering berdalih mengalami kerugian. Namun alasan terjadi devisit itu, tidak pernah dibeber salah satu BUMN itu pada publik. Untuk menghindari asumsi miring bahwa kerugian itu sengaja menjadi alasan klasik, bahkan bisa jadi ada oknum PLN yang meraup keuntungan atas trik itu, sehingganya perlu ada transparansi PLN pada seluruh masyarakat Kabupaten Banggai atas kerugian yang dialaminya. Ketua Umum Forkot Kabupaten Banggai, Hasbi Latuba kepada Luwuk Post, Jumat (6/11) kemarin mengatakan, PLN semestinya transparan membeberkan kerugian yang dialaminya. Malah jika perlu DPRD Banggai menghadirkan tim auditor untuk membuktikannya. Jika belum adanya transparansi dari pihak perusahaan kata Hasbi, maka haram hukumnya bagi dewan untuk merekomendasikan kepada Pemkab Banggai untuk memberikan bantuan atau investsi langsung pengadaan aset berupa pembelian mesin. “Yah rakyat hanya butuh

PEJUANG Sambungan dari Hal 5

merumuskan konsep perjuangannya. Tak diperhatikkannya perjuangan Sultim itu, setidaknya dirasakan Ketua Barisan Pendukung Sultim (BPM) Kabupaten Banggai, Makmur Manesa. “Yah saya rasakan begitu. Perjuangan Sultim tak lagi diperhatikkan. Lihat saja sekretariatnya tidak ada lagi. Justru tempat itu Menjadi rumah dinas Wakil Ketua DPRD,” kata Makmur kepada Luwuk Post, kemarin Memang saat ini Presiden RI meminta untuk dilakukan mora-

OSAMA Sambungan dari Hal 5

Fraksi Golkar ketika itu mempertanyakan dasar keluarnya SK itu. Alasan mempertanyakan SK itu kata Osama rasional. Sebab bisa memicu instabilitas daerah. Sebab lahirnya SK itu memunculkan pro dan kontra. Dalam pertemuan itu lanjut politisi Gerindra ini, Komisi A tidak membahas soal hasil kerja Tim tersebut. “Mestinya dapat dibedakan antara Raker membahas lahirnya SK dengan membahas hasil kerja tim. Dalam pertemuan itu, kami sama sekali tidak membahas hasil kerja tim, karena memang tim belum pernah action,” ujar

PROGRAM Sambungan dari Hal 5

persoalan yang terjadi di internal PLN, bahwa mesin tidak memungkinkan lagi untuk dioperasikan, mengingat umurnya sudah tua. Alasan lainnya adalah debit air yang turun drastis sehingga pembangkit listrik yang dimilikinya tak mampu bekerja maksimal. Lantas apa sikap kita terkait kondisi itu? HO menawarkan konsep pemikirannya. Kepada Luwuk Post via ponsel, Jumat (6/11) kemarin HO mengatakan, mestinya pemerintah kita hari ini menerapkan program gerakan penghematan energi listrik. Yang dimulai dari lembaga pemerintahan. Yakni eksekutif, Yudikatif dan legislatif. “Yah untuk sementara sampai musim hujan tiba. Hitunghitung demi rakyat yang saya cintai dan hormati. Begitu kirakira pembuka kata dalam setiap pertemuan yang diucapkan

transpransi dan akuntabilitas penggunaan anggaran perusahaan milik BUMN tersebut. Tak hanya itu, PLN juga harus menjelaskan secara rinci pembayaran Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang sampai hari ini belum masuk ke kas pemerintah sebesar Rp. 1 milyar lebih. Ada apa dengan keterlambatan tersebut. Makanya kita butuh rasionalisasi teknis terkait apa penyebabnya,” ujarnya. Untuk itu masalah ini saran Hasbi, dewan wajib memanggil Kadis DPPKAD untuk dimintai pertanggung jawaban soal transparansi kerugian. Langkah ini perlu dilakukan agar jelas dimana item kerugian yang sesungguhnya. Tidak hanya mengklaim rugi, akan tetapi dimana letak kerugiannya, biar jelas porsi bantuan pemerintah sehingga tidak terkesan asal bantu. Kita tahu bersama bahwa bantuan tersebut bersumber dari uang rakyat. Dia kembali berujar, hal ini tentu untuk menghindari penggunaan anggaran pemerintah, sehingga tidak salah penggunaan dan bisa berakibat tidak menutup kemungkinan, krisis listrik akan terulang kembali dimasa datang dengan alasan serupa, yakni kerugian. (yan) torium pemekaran daerah. Ini artinya belum ada pemekaran sampai pemerintah selesai menyusun grand design negara RI. Misalnya Makmur menggambarkan di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Itu rencananya akan dirumuskan kembali grand designnya. Tetapi paling tidak sekretariat Sultim itu tetap diberikan tempat “Setahu saya FP3 Sultim belum dibubarkan. Sebagai warga Sultim yang peduli dengan perjuang ini, saya sangat prihatin dengan kondisi saat ini tak jelas lagi dimana sekretariatnya. Ataukah perjuangan Sultim yang saat ini sudah pada tahap RUU itu telah diakhiri,” tanya Makmur. (yan) Osama. Perlu diketahui tekan dia, Komisi A bukan tim. Akan tetapi alat kerja dewan yang nantinya akan turun ke lapangan. “Saya kira kalau ini dipahami, saya yakin tudingan salah alamat itu tak benar,” tutur dia. (yan)

KOMISI Sambungan dari Hal 5

Hanira. Kapan action itu dilakukan, Hanira kembali mengatakan, kemungkinan Senin (9/11) mendatang. “Kemungkinan Senin ini kami akan turun. Sebab pada hari itu pak Ketua Komisi B (Oskar Paudi, red) telah tiba dari Jakarta,” ujar Hanira. (yan) oleh mereka-mereka yang berkewenangan mengucapkannya,” ujar HO. Bagaimana bentuk gerakan penghematan listrik itu? HO kembali berkata, semisal pemadaman lampu taman, pemadaman AC di ruang-ruang kerja dan lain sebagainya. Sebab diyakini HO, penggunaan energi listrik pada sejumlah fasilitas itu cukup besar. “Saya kira program itu efektif. Pemerintah dapat memberikan contoh pada masyarakat agar ada gerakan penghematan listrik,” ujar HO. Akan tetapi lanjut dia, apakah mau pemerintah kita dengan tawaran itu. Untuk jangka panjang, HO juga punya solusi. Untuk jangka panjang, sesegera mungkin pemerintah menggenjot sumber-sumber alam yang ada. Akan tetapi dengan syarat investor harus dibuat nyaman berinvestasi. “Yah birokrasinya jangan yang gampang justru dibuat sulit,” ujar HO. (yan)

POLITIKA

Luwuk Post SABTU 7 NOVEMBER 2009

http://luwukpost.info

7

E-Paper Pertama di Kawasan Timur Sulawesi

Empat Nama Mencuat Jadi Cabup Diprediksi Warnai Pilkada Banggai LUWUK-Hingga saat ini, terdapat empat nama orang tokoh yang mencuat dan diwacanakan bakal tampil sebagai calon Bupati Banggai dalam Pilkada 2011 mendatang. Keempat tokoh itu adalah Ma’mun Amir, Sukri Agama, Ismail Muid dan Ihwan Datuadam. Keempat tokoh tersebut yang hinga saat ini sangat santer dibicarakan banyak kalangan. Sedangkan nama-nama lain juga turut dibicarakan namun belum begitu santer terengar. Ma’mun Amir menjadi tokoh paling banyak dikaji dan didiskusikan berbagai pihak, terutama mengenai peluangnya dalam proses pencalonan berdasarkan aturan. Meski sudah dapat dipastikan lolos dalam proses pencalonan mendatang,

Ma’mun Amir

Sukri Agama

Ismail Muid

Ihwan Datuadam

namun polemik mengenai periode jabatan Ma’mun tetap saja menjadi perdebatan. Secara politis, perdebatan dan polemik itu sangat menguntungkan proses pencitraan pria yang kini menjabat Bupati Banggai itu, sebagai

calon incumbent mendatang. Beberapa nama lain yang juga turut menjadi pembicaraan namun belum begitu santer seperti Musdar Amin, Herwin Yatim, maupun Sahrain Suni. Para pegiat politik di daerah ini mengkaji kemungkinan akan tam-

pilnya ketiga tokoh ini mendatang. Diyakini, secara tegas dan jelas kandidat calon bupati pada Pilkada 2011 mendatang akan semakin jelas pada akhir tahun ini. Hanya saja, sampai sekarang ini belum ada satupun dari nama-nama

figur calon Bupati itu yang diketahui telah melakukan komunikasi politik dengan institusi partai. Padahal, agenda Pilkada 2011 sudah semakin dekat digelar. Terkait dengan kemungkinan adanya calon yang bakal menggu-

Ihwan Berpeluang Lewat PDI-P

Kondisi Rakyat Miskin, Kos Politik Diyakini Besar LUWUK-Kondisi rakyat Kabupaten Banggai yang dinilai masih relatif miskin, akan ikut mempengaruhi kos politik yang harus ditanggung oleh setiap partai politik peserta Pilkada ataupun kandidat calon yang bertarung. Menurut salah satu aktivis dan juga politisi muda di daerah ini, Hasbi Latuba, dengan kondisi ekonomi rakyat yang masih relatif miskin, akan berdampak terhadap kos politik yang diperlukan dalam momentum Pilkada. “Kita tidak usah menutupi fakta dan realitas yang terjadi selama ini, bahwa memang rakyat kita ini ekonominya masih terbatas, sehingga momentum Politik seperti Pilkada tidak akan berjalan normal dan demokratis,” tuturnya. Kondisi dan fenomena itu kata Hasbi harus dipahami oleh setiap kandidat maupun parpol, sehingga tidak menjadi alasan untuk menjadikan isu demokratisasai murni sebagai alasan untuk menutupi ketidaksediaan kos politik yang cukup oleh masin-masing kandidat. “Memang kondisinya sudah seperti itu, kos politik di Kabupaten Banggai untuk momentum politik seperti Pilkada pasti besar, karena rakyat butuh uang dan harus diikuti kemauan mereka, khususnya saat momentum politik ini dijalankan,” tuturnya. Kata dia, adanya anggapan bahwa uang tidak menjadi hal penting dalam pencalonan bupati dan yang penting popularitas, itu tidak bisa diyakini kebenarannya. Sebab, ketersediaan dana yang cukup dan memadai akan turut menentukan berhasil tidaknya perjuangan politik yang dilakukan oleh para pelaku suksesi.(far)

Nama Sukri Agama Mulai Tenggelam LUWUK-Salah satu tokoh politik Banggai yang diwacanakan bakal menjadi kandidat calon bupati banggai mendatang, Sukri Agama, dinilai lambat dalam memberikan respon dan fenomena masyarakat Banggai dalam hal isu-issu politik. Tak ayal, hal tersebut mengakibatkan nama Sukri Agama, cenderung mulai tenggelam saat ini. Penilaian itu diutarakan salah satu pegiat politik di Kabupaten Banggai, Hasbi Latiba, Jumat (6/11). Hasbi mengatakan, sejatinya sebagai figure yang sudah diwacanakan dan makin mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, Sukri harus cepat dan tanggap terhadap fenomena itu. Kata dia, banyak kalangan yang sudah siap untuk menjalankan misi untuk mengorbitkannya, namun berlahan mulai melembut dan kurang bergairah. Apa yang kurang direspon oleh Sukri ? Hasbi mengatakan, dengan adanya wacana yang mulai mempublis dirinya, Sukri harusnya menangkap peluang itu dan langsung melakukan langkahlangkah kongkrit. Saat ini semua itu sulit untuk dilakukan karena respon dari Sukri dinilai lambat dan cenderung kurang menanggapi. Padahal kata dia, ada dua hal yang sudah semestinya jalan untuk Sukri saat ini, yakni membangun kelompok yang akan bergerak untuk proses pencitraan dirinya dihadapan masyarakat, dan kelompok yang bertugas melakukan komunikasi politik dengan parpol-parpol yang ada, untuk kepentingan proses pencalonan. Sebab kata dia, sebagai figur yang tidak memiliki kendaraan partai politik, maka agenda itu sudah harus dilakukan sejak saat ini. “Bagaimana itu mau dijakankan kalau belum ada respoon baik untuk langkah-langkah itu,” pungkasnya. (far)

nakan jalur independent, sejumlah pengamat politik menilai hal itu cukup sulit dilakukan. Alasannya, cost politik yang dibutuhkan oleh calon independent sangat besar. Pasalnya, sebagian besar masyarakat masih cenderung menerima calon yang disodorkan oleh partai. Selain persoalan banyaknya figur serta mekanisme pencalonan, Pilkada mendatang dikhawatirkan akan sangat rentan dengan praktek black campaign. Apalagi kecenderungan ke arah itu saat ini sudah mulai nampak. Meski banyak pihak yang berdalih bahwa sejumlah isu strategis yang tengah dikembangkan saat ini, murni merupakan bagian dari dinamika sosial politik. Tapi, tak dapat dibantah, bahwa pengembangan isu-isu tersebut merupakan bagian dari rangkaian strategi politik yang digerakkan oleh aktor politik tertentu. (far/bim)

(F/Mustafa Ramli/Jawa Pos)

PERTEMUAN-Ketua MPR Taufik Kiemas didampingi Wakil Ketua MPR Hajriyanto Tohari (kanan) berbincang dengan Ketua Forum Silaturahmi Anak Bangsa (FSAB) Suryo Susilo (kedua kiri) Anggota FSAB Sarjono Kartoswiryo (ketiga kiri) dan Ilham Aidit (kedua kanan) serta Poppy Murat (kiri), Jumat (6 Nop 2009) di Gedung MPR/DPR-RI di Jakarta

LUWUK- Salah satu kandidat calon Bupati Banggai pada Pilkada 2011 mendatang, yang kini mulai santer diperbincangkan, Ihwan Datuadam, memiliki peluang besar untuk maju melalui Partai Demokrasi Indoensia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Banggai. Pasalnya, di internal PDI-P, pengabdian tidak saja dihitung dalam konteks lokal daerah ini, melainkan diperhitungkan secara nasional. Sosok Ihwan dinilai merupakan kader populer PDI-P, pasalnya, pria yang kini eksis di luar daerah itu, banyak memberikan kontribusi dan pengabdiannya kepada PDI-P.

“Pengabdian itu kalau di PDIP tidak diukur secara lokal. Dimana saja, pengabdian kepada partai itu selalu diperhitungkan,” tutur salah satu tokoh PDI-P Banggai di Luwuk, WIlian Mongesang, Jumat. Keberhasilan Ihwan di luar daerah dengan menggunakan bendera PDI-P, tidak menutup kemungkinan akan menjadi perhitungan tersendiri dalam peletakan dan pembahasan siapa sosok figure yang akan disodorkan oleh PDI-P kepada rakyat dalam Pilkada mendatang. “Yang jelas PDI-P itu banyak kadernya yang siap untuk menjadi calon bupati,” tutur Wiliam.(far)

Konfercab PDIP Didesak Sesuai Jadwal Badrin : Pencalonan Ma’mun Tak Perlu Dipolemikkan

LUWUK-Pernyataan Kepala Sekretariat DPC PDIP Kabupaten Banggai, William Monggesang, bahwa kemungkinan SK pengurus DPC PDIP yang ada sekarang akan diperpanjang karena agenda konferensi cabang (Konfercab) mendekati pelaksanaan Pilkada, ditanggapi serius oleh para kader partai berlambang banteng moncong putih itu. Abu Bakar Mereka menilai, bahwa alasan seperti itu tidak dapat diterima. Dan agenda partai harus dilaksanakan sesuai dengan mekanisme yang diatur. Orang yang paling tegas menolak kemungkinan perpanjangan

SK pengurus itu, adalah Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Banggai, Abu Bakar Al-Idrus. Dengan tegas dikatakannya, bahwa alasan perpanjangan SK pengurus karena pelaksanaan konfercab sudah mendekati agenda Pilkada, sangat tidak rasional. Apalagi saat ini sudah ada petunjuk dari DPP, bahwa seluruh DPC sudah harus melaksanakan Konfercab Al-Idrus setelah kongres DPP PDIP digelar bulan Januari mendatang. Seperti yang sudah pernah disam-paikan Abu Bakar, pernyataan dari William itu menyesatkan. Dan bisa menimbulkan interpretasi negatif

dikalangan kader. Menurut Abu Bakar, kemungkinan besar Konfercab sudah akan dilaksanakan pada awal tahun depan, “ Pastinya setelah Kongres,” tukasnya. Ditambahkannya pula, harusnya pengurus bisa memberikan penjelasan yang benar terhadap para kader maupun simpatisan, bukan justru sebaliknya. Sebelumnya, Kepala Sekretariat, William Monggesang mengatakan bahwa pelaksanaan Konfercab belum dapat dilaksanakan karena sampai saat ini pengurus DPC PDIP belum mendapatkan Juknis terkait pelaksaan agenda partai itu. Dan menurut pengalaman di kepengurusan DPC periode 2005, sempat terjadi perpanjangan SK. Karena, pelaksanaan konfercab sudah sangat dekat dengan agenda Pilkada ketika itu. (bim)

Ismail Merapat ke Demokrat ? Evert : Secara Resmi Belum Ada LUWUK-Menjelang pelaksanaan Pilkada 2011 mendatang, sejumlah kandidat mulai membangun komunikasi politik dengan berbagai partai politik yang memungkinkan untuk proses pencalonan. Salah satu yang disebutsebut mulai membangun komunikasi politik adalah mantan Sekkab Banggai, Ismail Muid. Ismail dikabarkan mulai merapat ke Partai Demokrat, dan membangun komunikasi intens dengan para petinggi partai itu. Namun kabar itu langsung dibantah oleh Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Banggai, Evert Kuganda,SH,MH. Kata dia,

hingga saat ini belum ada komu- tidak, yang jelas secara resmi belum nikasi resmi yang dilakukan baik ada,” tuturnya. Evert menjelaskan, oleh figure dan kandi internal Demokrat didat calon bupati deada tim yang tugasngan partai yang ia nya melakukan kajian pimpin. dan analisa terhadap “Belum ada, sampai setap figure yang saat ini komunikasi memungkinkan untuk untuk kepentingan pil“dijual” dalam Pilkada kada belum ada. Secara ke depan. Kata dia, resmi belum ada tim itu bertugas mela(komitmen—red) yang kukan kajian, survey dibangun dengan dan analisa politik siapapun,” tuturnya. terhadap setiap figure Hanya saja Evert yang layak dijadikan mengatakan, ia tidak Evert Kuganda kandidat. “Tim kami bisa memastikan apakah komunikasi secara keluar itu itu sudah turun, dan mereka tidak dilakukan oleh pengurus memang sedang melakukan kajian partai lainnya. “Saya tidak tahu itu. Namun nantinya tim itu akan kalau teman-teman (pengurus melaporkan ke partai secara resmi, Demokrat) melakukan itu atau kemudian dibahas,” tuturnya. (far)

LUWUK-Mencermati polemik seputar penjelasan UU No 32 Tahun 2004, utamanya pasal yang menjelaskan soal pencalonan kepala daerah di Pilkada, ketua 1 DPC Demokrat Kabupaten Banggai, Badrin Nonsi berpendapat bahwa aturan tentang pencalonan kepala daerah mesti dipahami secara utuh, sehingga dapat dijabarkan secara utuh. Dijelaskannya, dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.49 Tahun 2008 Tentang Peraturan Ke Tiga atas Peraturan Pemerintah No.6 Tahun 2005 Tentang Pemilihan,Pengesahan Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Pada pasal 38 point o dan p. Serta halaman penje-lasan point tersebut sangat jelas bahwa yang dimaksud dengan belum pernah menjabat selama 2(dua) kali masa jabatan, adalah belum pernah menjabat baik secara berturut turut maupun tidak berturut turut, baik di daerah yang sama maupun di daerah lain, dan perhitungan dua kali masa jabatan di hitung berdasarkan jumlah pelantikan dalam jabatan yang sama. Dengan begitu, tidak perlu ada polemik mengenai bisa tidaknya Ma.Mun Amir maju Pilkada 2011. Meski begitu, menurut Badrin, masyarakat masih perlu

Badrin Nonci

mendapatkan penjelasan secara resmi dari KPUD, terkait persoalan ini. Karena bisa jadi ada faktor-faktor lain yang dijadikan acuan bagi KPUD untuk menjelaskan persoalan ini lebih lanjut, salah satunya dengan mencontoh permasalahan serupa yang terjadi di daerah lain. Dengan demikian, masyarakat tidak semakin terjerumus pada ketidakpahaman aturan. Badrin kemudian berharap agar seluruh elemen masyarakat di daerah ini dapat menjaga stabilitas persaudaraan di daerah ini. Menurutnya, masyarakat tidak usah dipusingkan dengan siapa kandidat yang mau maju Pilkada 2011. “ Melainkan berpikir bagaimana calon yang akan dipilih nanti, adalah figur yang benarbenar bisa mewujudkan harapan masyarakat. (bim)

PERSPEKTIF

Luwuk Post

8

SABTU 7 NOVEMBER 2009

http://luwukpost.info

E-Paper Pertama di Kawasan Timur Sulawesi

PENDAPAT KAMI

Menuntut Pejabat Mundur TAK mudah mengingatkan pejabat yang sedang bermasalah. Apalagi sampai menyuruh mereka mundur sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kesalahannya. Mengundurkan diri butuh kedewasaan sikap. Bentuk kedewasaan sikap itulah yang hingga sekarang kita nyaris tak punya. Karena itu, tradisi mengundurkan diri bagi pejabat yang tidak becus bekerja dan melakukan kesalahan fatal juga nyaris tidak ada. Sesekali ada, tapi itu pasti dilakukan dengan sangat terpaksa. Ada sekian banyak syarat yang dipatok oleh seorang pejabat ketika mereka kita tuntut untuk mundur. Misal: mau saja saya mengundurkan diri asal rakyat menghendaki. Padahal, yang dimaksud rakyat itu siapa sangat tidak jelas. Dalam satu kasus, ada saja pihak yang setuju dan yang tidak setuju. Tak heran, kita selalu melihat sekelompok pendemo yang “pro” dan sekelompok lainnya yang “anti”. Kita juga sering mendengar alasan pejabat yang sangat latah tapi potensial membuat para pendemo mati langkah. “Kalau saya mengundurkan diri, apa persoalan akan selesai? Mengundurkan diri bagi saya adalah sikap yang tidak bertanggung jawab. Maka itu, saya tak akan mundur,” kata si pejabat penuh percaya diri. Hasilnya, si pejabat tetap memaksakan dirinya untuk terus menjabat. Dalam rapat dengar pendapat Komisi III DPR dengan jajaran Mabes Polri yang berlangsung tadi malam, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri sudah tidak lagi menyebut jabatan Komjen Pol Susno Duadji pada sesi perkenalan. Sebab, pada pagi harinya, Kapolri telah mengumumkan pengunduran diri Susno Duadji. Memang sedikit melegakan, tapi cukupkah pengunduran diri Susno sebagai representasi rasa bersalah dan kinerja polisi yang mengecewakan rakyat ini? Kita pernah mencatat sejarah penting menyangkut pengunduran diri seorang petinggi di negeri ini. Ya, petinggi itu adalah Soeharto. Pemimpin tertinggi negeri ini yang begitu lama didesak dan dituntut untuk mundur. Kita tentu masih ingat betapa lama rakyat harus menunggu dan betapa banyak energi harus dihabiskan untuk bisa sampai pada momen pengunduran diri itu. Mirip dengan apa yang terjadi sekarang ini, kita dibuat tegang untuk mendapat kepastian: sanggupkah pucuk pimpinan Polri dan Jaksa Agung, dengan kebesaran hati menyadari kegagalannya, lalu dengan rasa malu mengundurkan diri. Aksi-aksi massa yang menggelombang di seluruh penjuru negeri pada beberapa hari ini tentu bisa kita mengerti. Tuntutannya: bebaskan Bibit-Chandra, copot semua pejabat yang terlibat dalam rekayasa pelumpuhan di tubuh KPK. Susno Duadji tak lagi menjabat Kabarekrim. Pertanyaan kita, mundur dengan segala kesadarankah? Disuruh mundurkah? Atau, mundur dengan berat hati? “Saya mundur dengan lega lila. Dan akan segera mundur, madeg pandita ratu. Ora dadi presiden yo ora patheken!” kata Soeharto waktu itu. Setelah pernyataan itu, Soeharto memang tak lagi menjadi presiden RI. Rakyat bersoraksorai bergembira. Meskipun kita tahu, apa yang tersirat dari kalimat penguasa Orde Baru itu bukanlah ekspresi sikap legawa. Kita masih menuggu sikap jaksa agung menyangkut kebobrokan lembaganya. Adakah sedikit rasa malu, lalu men-Susno-kan Ritonga, ataukah dia sendiri akan bersikap kesatria. (*)

+628528366xxxx smPe it2 jLn d aTs jd (bukiT haLimun) aP unTungx cba b’gnTi2 sbnTr kLo aD bpTi ru kra2 dPe nma2 mO bgMn?! By gnerasi |oewoek ciTy +628579674xxxx GT BURUK SAAT INI. MARILAH KITA BUKTIKAN TINDAKAN NYATA KITA, KITA BOIKOT PLN DGN CARA TDK MEMBAYAR LISTRIK BLN INI KITA DUKUNG FPBR BRSMA2 KAMPANYEKAN J(...)(...) +628524114xxxx ASS.BUAT PLN CAB LUWUK.KAMI DARI SALAH SEORG PLANGGAN PLN DIKEL.BUNGIN RT.13.SESUAI PENGMUMAN/ JADWAL PEMADAMAN YG TRCNTUM PD LUWUK POST PEMADAMAN HANYA SELANG WKT 1 HARI MATI LAGI.NAMUN YG KAMI BLUM JELAS PEMADAMAN MULAI DARI JAM.17.0023.00 wita.ANEHNYA LAMPU PLN MENYALA STIAP TRJADI PEMADAMAN NANTI MENYALA PADA JAM STENGAH DUA TENGAH MALAM.INI BRARTI BUKAN LAGI MSK PADA HARI ITU,KRN DINYALAKAN NANTI JAM2 DUA TENGAH MALAM..SBGAI PRUSAHAN YG KATEGORI/BUMN HARUSNYA PROPSINAL DLM MELAKSNAKAN TUHAS.KEMUDIAN JADWAL SIANG HARI TDK DIUMUMKAN.HARUSNYA DIUMUMKAN PULA SPY PNGNA JASA PLN/PLANGGAN DPT MEMBUAT PKRJAN YG MENGGNAKAN LISTRIK DPT MENYSUAIKAN.JADI HAL INI BENAR2 PLN TDK KNSISTEN DGN YG DIUMUMKAN.MHN DIJELASKAN.Tq.wlam. +628524091xxxx Asalamualaikum lwk ps,trkait dg ste tmen wiliam,bhwa hasanudin bunu ka raktr ma’mun dn sa rat dg kpntngn ada psan sponsr calon pilkada trtntu sngt tndnsius.sy kira wi liam sotau tp bapu ra pura tdk tau,dn itulah politisi jolojik ihe nai iwan dt adm cln pilkda luwok,ha sanudin dn wiliam yg notabene satu atap p.d.i. trkait stet men hasanudin to tu’umo brdasrkn la ndasan hukum un dang2 dn peraturn pemerintah. +628525522xxxx Ass.. Bpk2 yg trhormt yg brsangkutn dlm pmbrian nm pd MASJID bukit hlimun agr di gnti dg nm yg lain krn ksanx kurg pas bila di mskkn nm seseorng(...) +628135427xxxx LP. buat pln spy tdk ad lg keluhanx pelang-gang pln. sebaikx pln di bubarkan, krn kt hrp mau menyala lampu padahal tdk. kami pux alat2 elektronik sdh pa da rusak semua gara2 pln. klu sdh bubar nnt kt masing2 berusaha jenset. dr pd di blg ada pln tapi lampu tdk menyala. +628525639xxxx Ass... Lp yg baik,tlg sampaikn ke nmr ni+628524125..kw jg

“PELEBARAN KAMPUNG DI PESISIR HUTAN BERDASARKAN TATA HUTAN” ( Bagian Kedua ) MEROSOTNYA perekonomian masyarakat di dalam dan sekitar hutan, meningkatnya luas kawasan hutan yang tidak terkelola secara baik sehingga perlu dilakukan upaya-upaya strategis dalam bentuk, salah satunya melakukan “Pelebaran Kampung di pesisisr Hutan berdasarkan Tata Kawasan.” Pelebaran kampung di pesisir hutan berdasarkan tata kawasan dimaksudkan dapat memberdayakan masyarakat setempat dengan upaya meningkatkan kemampuan dan kemandirian masyarakat setempat untuk mendapatkan manfaat sumberdaya hutan secara optimal dan adil melalui pengembangan kapasitas dan pemberian akses dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Tujuannya, mendorong dan memperkuat akses terhadap manfaat kawasan pesisir hutan pada masyarakat desa untuk peningkatan kesejateraan masyarakat setempat secara perkelanjutan. Pembahasan : Dalam kurun waktu lima tahun (20052009) Menteri Kehutanan RI. Sudah melakukan deregulasi dan debiokratisasi peraturan di bidang kehutanan, yaitu UU No.41/1999 Tentang Kehutanan, di ubah kembali menjadi UU No. 19/2004 Tentang Kehutanan. Peraturan Pemerintah Nomor 34/2002 Tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan, Pemanfaatan Hutan dan Penggunaan

Oleh : Haryanto Djalumang (Ketua Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat (FKKM) Banggai, Sulteng, dan Direktur PT.Ilhami Ciptautama)

Kawasan Hutan, diubah kembali menjadi Peraturan Pemerintah Nomor 6/2007 dan kemudian di ubah lagi menjadi Peraturan pemerintah Nomor 3/2008. Peraturan Menteri pun turut berubah-ubah, ada peraturan Menteri kehutanan Nomor P.55/Menhut-II/2006, di ubah menjadi Peraturan Menteri Nomor P.63/Menhut-II/2006 Tentang Penatausahaan Hasil Hutan yang berasal dari hutan Negara. Salah Satunya merubah “surat keterangan sahnya hasil hutan” (skshh) menjadi Surat Keterangan Sahnya Kayu Bulat (SKSKB); Faktur Angkutan Kayu Bulat (FAKB); dan Faktur Angkutan Kayu Olahan (FAKO), yang merupakan general term dari setiap sekmen kegiatan pengangkutan hasil hutan kayu. Demikian juga terhadap Peraturan Menteri Tentang Penggunaan Surat Keterangan Asal Usul (SKAU) turut di ubah, dari Peraturan Menteri Nomor P.26/Menhut-II/2006, menjadi Peraturan Menteri Nomor P.51/Menhut-II/2006, dan kemudian diubah lagi menjadi Peraturan Menteri Nomor P.33/Menhut-II/2007.

Perubahan-perubahan yang dramatis tersebut diatas tentu saja membuka peluang besar bagi pelaku-pelaku illegal loging di desa-desa sebagai pusat terbesar adanya sumber daya alam. Tanpa disadari masyarakat pedesaan dengan dibantu para cukongcukong pembeli hasil hutan dan dibantu oleh mereka yang tau aturan-aturan di bidang kehutanan, melakukan praktek-praktek penebangan hasil hutan tanpa sama sekali mempunyai izin pemanfaatan hasil hutan yang mengakibatkan kerusakan hutan dan ekosistemnya. Perubahan-perubahan terhadap kebijakan di bidang kehutanan yang sangat dramatis, mengakibatkan pelaksana aturan tidak mampu mengimbangi kebijakankebijakan tersebut, disebabkan keterbatasan wawasan, pengalaman serta keterbatasan sumber daya mansuai yang ada didaerah. Tentu saja, berakibat pada sosialisasi kebijakan-kebijakan tersebut pada masyarakat yang ada di pedesaan. Akibatnya, masyarakat di pedesaan sangat buta dan tidak tau-menahu tentang aturan-aturan di bidang kehutanan, me-

reka pun se enaknya melakukan penebangan-penabangan liar yang merusak tata hutan di pede-saannya, dan sama sekali tidak pernah dilakukan pembinaan terhadap mereka yang selalu dan selalu melakukan kegiatan penebangan liar di dalam hutan dan sekitarnya, sehingga tanpa disadari perkampungan mereka mengalami kerusakan ekosistemnya berakibat pada terjadinya erosi. Sebaliknya, para pelaku usaha dibidang kehutanan yang selalu melengkapi aturan-aturan atau syarat-syarat hukum dalam pengelolaan dan pemanfaatan hasil hutan, selalu mengalami hambatan dalam berusaha dan tanpa adanya jaminan berinvestasi di bidang kehutanan di daerah ini, dan bahkan sampai di giring ke mejah hijau untuk di adili, dimasukkan ke dalam penjarah, Sebaliknya, pelaku illegal loging lainnya di daerah ini masih jauh dari penangan pihak berwajib, yaitu penyidik umum dan penyidik khusus kehutanan. Penangkapan kayu oleh Polhut Dinas Kehutanan Kab. Banggai, tidak di proses secara hukum, dan hanya mengatakan “kayu temuan” tak bertuan. Padahal kayu tersebut di tebang masyarakat sekitar hutan. Kondisi ini, membuat masyarakat pedesaan “mempunyai keberanian” melakukan praktekpraktek penebangan liar yang merusak lingkungan hidupnya sendiri, tanpa disadarinya. ( Bersambung )

Catatan dari The 5th Regional Asia Pacific Interfaith Dialogue Memperluas Komunikasi Lintas Agama ( Bagian Pertama ) KOMUNIKASI dan kerja sama antarumat beragama harus dilakukan secara terus-menerus, baik dalam konteks domestik maupun regional. Walaupun sejauh ini banyak negara yang telah memiliki kegiatan konkret di dalam negeri dalam upaya interfaith dialog, perlu dipertimbangkan agar kegiatan tersebut juga dapat dilaksanakan dalam konteks regional. Demikian salah satu hasil pertemuan The 5th Regional Asia Pacific Interfaith Dialogue yang diselenggarakan di Perth, Australia, 28-30 Oktober 2009. Kegiatan yang disponsori beberapa negara, termasuk Indonesia, Filipina, dan Selandia Baru ini merupakan kelanjutan dialog-dialog sebelumnya. Sebagai bentuk penguatan komunikasi antarumat beragama dalam skala regional, kegiatan seperti ini penting artinya guna menumbuhkan semangat dan kekuatan baru agama dalam skala yang lebih luas. Pertemuan ini dihadiri sekitar 150 peserta dari 14 negara, yaitu negara-negara ASEAN, Australia, Selandia Baru, Papua Nugini, dan Timor Leste. Peran Kebijakan Negara apa yg kw tw2 mgkn d rumhmu t da apa2 jd biar mt lampu tdk mengeluh,dn mgkn hx 1 biji tv t da staw...knp mw ancm trg msyarakt dgn polisi,kw mw kse mkn org klu 1 kintom d kntr polisi,klu t da yg d tw2 b diam jow,kw d byr brpa smpe2 bela2 PLN..? +628579674xxxx Ass...LP yth, para planggan listrik PLN KHUS USX MASYRKAT KOTA LWK,PRCU MA SAJA TORANG RIBUT, MARAH2 MELALUI KORAN LWK POST INI TNTANG KINERJAPLN YG SANGT BURUK SAAT INI. MARILAH KITA BUKTIKAN TINDAKAN NYATA KITA, KITA BOIKOT PLN DGN CARA TDK MEMBAYAR LISTRIK BLN INI KITADUKUNG FPBR BRSMA2 KAMPANYEKAN JGN BYAR REKNG LSTRIK. MARI SAMA2 KITA DTNGI KNTOR PLN PD SAAT PMBYARAN LSTRK, TPI BKN UTK BYAR KITADEMO DI DPAN KANTOR RAME2 !!!....KITA TNGU TGL MAINX PLN.. +628529850xxxx Ass..Tolong kse smpe akn sm KAPOLRES dAn BUPATI..Knp in PANCURI p’MERAJALELA,torng so t ad raSa AMAN.. Bgmn iN pAk..Co pak suru it ana2 buAh POLISI dRi pD t ad yg d0rng bkin b’PATROLI tiAp mLm,bru kaLo biSa pAk bUPATI aDkn Lg in POS RONDA..kLo so bgni,Kasian wrga so t nyaman INI HIDUP kurng m0 bKu jga dgn PANCURI,teRutma t0rng p’kmpLeks kAmpung bRu..Trima ksih Lwk p0st.. +628528366xxxx AssLm.., LP,. z dkung skaLi sma nO (08524118xxx) TnTang nma msjid d bkiT hLmun sPya jgn b’pke dPe nma tyUs mcm it2 biayAx smua pke uaNg sndri it2 pmrnTah pUnx jgn smbrang n bwT nO (08525553x) sTuju skaLi tLg bWt yg b’bkin kseT saLuan dPe penyanyi cRi yg muda2 sPya |bh fresH bLeh bgt2!? Bleh d seLeksi muda/mudi saLuan sPya ikuT b’paTisiPasi, by gnrasi saLuan +628528366xxxx AssLm... LP yG mkin kyen2" z cma mO b’cOmen msLh nma mesjID d bkiT haLimUn knP |g cO b’pke2 dPe nMa nie,. sPya mO D’bLg ap!? Smua mO d gnTi2 nma bndra,. smPe it2 jLn d aTs jd (bukiT haLimun) aP unTungx cba b’gnTi2 sbnTr kLo aD bpTi ru kra2 dPe nma2

Oleh : : Benny Susetyo ekretaris Eksekutif Komisi Hak KWI, delegasi Indonesia di The 5th Regional Asia Pacific Interfaith Dialogue

Salah satu hal menarik dari pertemuan ini adalah kesepakatan peserta dialog untuk menyadari pentingnya peran kebijakan negara dalam rangka menjamin tiga hal mendasar: kebebasan beragama, demokrasi, dan membangun budaya toleransi. Selain itu, semua delegasi menyepakati bahwa jejaring antara pemimpin umat agama di masa depan dapat melaksanakan suatu kegiatan yang merupakan gabungan antara pelatihan dan kegiatan informal. Pokok-pokok persoalan yang diangkat memiliki kaitan satu dengan yang lain. Misalnya mengenai konflik. Itu tidak bisa dilihat sebagai semata-mata persoalan agama dan sentimen keagamaan. Ketika diperdalam, persoalan konflik justru tidak terlepas dari kebijakan yang memarginalkan kelompok dan golongan. Kita menyadari tantangan terbesar kehidupan beragama kita, salah satunya,

adalah seberapa jauh bangsa ini sanggup mengelola kebhinekaan yang ada. Berbagai tantangan kebangsaan dalam kebhinekaan dari hari ke hari semakin berat. Bangsa ini sering menghadapi kendala komunikasi antarumat beragama yang melahirkan masalah, khususnya masalah kekerasan. Padahal, akar kekerasan masih sering terpicu oleh hilangnya hal-hal yang dianggap sederhana dan sepele: toleransi, kebersamaan, pluralisme, dan penghormatan nilai-nilai. Akibatnya, berbagai kepentingan menyusup di balik sensitifnya hubungan agama di Indonesia. Kepada siapa diharapkan ke-lestarian kebhinekaan Indonesia? Kaum muda menjadi tulang punggung bangsa. Kepada merekalah diharapkan agar semangat toleransi, pluralisme, dan penghargaan antarkelompok ini tetap lestari dan menjadi dasar berkehidupan bangsa ini.

mO bgMn?! By gnerasi |oewoek ciTy

in krj d pln atw nga istr,kaka,adik,anak,kamanaknx org2 yg krj d pln yg ikt2 sok tw dpt brap duit nga smpe nga cinta mti dgn pln.

+628134131xxxx Assalamu alaikum lp!, gmn ini pln waktunya malam nyala di btn kilolima dari magrib hanya sampe tengah malam yg lain sampe subuh, memang pln pilih2 mereka ini sama dgn bangsat/ kutu busuk!!! +628525633xxxx Aww. . !LP mintol mwt kn qt p sms ni yo. . ! Bwt PLN kpn ni aktfs lmpu dsko brakhr. . ?so ska ba dugem trus ni PLN,bae2 jng ba dpt metal (merek tngan dng luka) dr pngemar.kon pmdman t mrta aplgi dlwr kta lwk ksian.kra trang hdp d’zman btu. . ! Ksian lwk in so baxk tmbng bwt pmsukn doi eh mlah infrstrktur t trwt.lma2 ni PLN so mo t jd mlik pmrinth.dp pgwai sja t ad reaksi. . ,mo jd TKO (tenaga kerja ola2 mo)yg btuh uang untk prut. +628524090xxxx BuaT PEMDA banggai, caPat2 akan kzian B,bangun InI PLTMH D,Nuhon. ZpAya trang Zo,t m0,krisIs Lstrk Lgi . Krna Ni PLN yg D,Bunta s,t bza d,Harap Lg. +628124514xxxx Buat masy. Kab. Banggai & Bangkep, mari kita sama2 ikut mengawasi jalannya kemerintahan daerah yg bersih & jujur jauh dr sgala praktek penyuapan—pemerasan— pungli—jual beli perkara & sgala bentuk yg mrusak azas keadilan..himbauan SBY agar rakyat jgn segan2 melaporkan ke PO BOX 9949 JKT 10000 dg menggunakan kode khusus “GM” di ujung atas sbelah kiri amplop...”GM” itu adlh program “Ganyang Mafia”... +628134051xxxx Bwt PLN Jgn mkn gaji buta dong!Krjax cm rjin mtusin aliran listrk sj mana tu slogan andlanx PLN cm mw taw tntut kewajibn byar listrk pdhal hak msyarkat akn kbthan listrk bnyk d preteli!Udah gtu pmbyarnx tetp jg mhal pdhal kan pmakaian tdk maksimal dlm 1X24 jam msy. Hanya bs menggunakn listrk slma 8jam. +628134051xxxx Bwt no hp 08524125xxxx yg krm sms bela org2 pln byasa jo t usah pke urat,z curga nga

+628124507xxxx Bwt yg jengkel akan PLN,JANGAN MANANGIS,MINTA MA SBY ITU LISTRIK.MUDAH2AN dy mo peduli.PISIK.

Memang dalam sebuah laporan Setara Institute atas survei opini publik untuk mengukur daya eksplorasi dan empati kebangsaan kaum muda setelah 10 tahun reformasi membersitkan sebuah harapan bagi peradaban Indonesia, walau tetap dengan berbagai catatan kritis. Dari sana diketahui bahwa persepsi publik tentang persoalan pluralitas cukup penting dalam rangka mengeksplorasi pendapat atau opini dan sikap publik terhadap pluralitas agama, ideologi, suku, dan golongan yang ada di Indonesia. Tentu perlu disadari bahwa agama yang bersifat primordial akan selalu menegasikan aspek pluralitas, dan selanjutnya ini menghilangkan moralitas manusia yang paling asasi. Tentu pula perlu disadari bahwa fungsi agama adalah menolak segala macam sikap kebencian, balas dendam, kepicikan, pembunuhan, pemaksaan, perampokan, dan kerusuhan. Fungsi agama adalah mengembangkan sikap kebaikan, belas kasihan, solidaritas, persaudaraan universal tanpa membedakan asal usul suku dan budaya, ras maupun gender. Agama tanpa fungsi semacam itu hanya akan melahirkan suatu pemujaan (cult) belaka. ( Bersambung ) Kase maxla 1 hari aja +628524108xxxx Tolong pak aturan di tegakan petugas lalu lintas harus lebih bertindak tegas jangan pilih kasih keselamatan umum lebih di utamakan. Terima kasih atas keseriusan Bpk terhadap keluhan pemerhati.

+628525520xxxx Cmlkm... b!LnG Sm !t PLN, mt! J0 dEnGn dpE PekrJa SaMuA, Bakarj k0n S0 Tdk bTuL, CuMa dPe uAnG YanG Kmu Mkan, SmPe Kmu Pe Prut S0 p!cA2.

+628524108xxxx Untuk semua kepala-kepala sekolah SMA, SLTP yang ada di kota luwuk tolong penertiban tentang cara berpakaian bagi siswa-siswa perempuan yang memakai rok rata-rata dibawah pusat. Terima kasih atas perhatiannya

+628526262xxxx Dengan rendah hati tolong kasian kse manyala akn dulu lampu so 3 hari ini mati trus. By putra pagimana

+628524084xxxx Woy PetugaS PLN...So tA TNdis dnG baNTal ngA iy0...,bANguN K0ng Se maNYala akN TOranG P lamPu.dr Pagi - mLm Mati tRUz..:-@

+628523174xxxx Klu masang fnto harus yg pas.jgn kaya tulisan pak harianto wg terpasang foto pak hasanudin datv adam

+628524081xxxx an msyrakat mahaas mnt tlng kpd PT.PLN kpn km bs melhat kota lwk in,krn mlm mt,siang mt,sore lbh soe krn smua pralatan elktrnik drmah km sdh rusak yg brtnggu jawab adlh PT.PLN

+628134051xxxx Lp tlng d muat ni sms,bwt org2 yg pro dgn tndakan pmdaman listrik pln skrng in apapun alasanx tetp sj it menyengsarakan org bnyak tw,jd wjar kalau sikap arogansi PT PLN byk d hujat n d cacimaki krn jdwal pmadman sdh tdk msk akl dan seenakx. +628124503xxxx Mat Siang LP,,, Ini PLN mmng diskriminasi sx ehh pa trang,,,1. trang di daerah Jln. G. Klabat ini slama 35 jam (dri tnggl 5 Nov jam 3 sbuh smpe ini siang tnggl 6 Nov jam 1 siang) bru pake listrik slama 13 jam,,, ini siang so mati lagi tpi di t4 laen nda mati,,, pdhl sma2 ada ba byar listrik tiap blan tpi dp pmadamn trang lebe bnyk,,, +628524090xxxx MeMang In PLN bunta S,tdk Bsa Lg D,pke. Lmpu d,nyLkan Cm 6 Jam Bru Pke glran Lg 1 mlam Mati 1 mlam mati2. gra2 Sring Mti2 Lmpu, Z,pe k0mpuTer So,ruSak. +628529887xxxx PLN, kpn di pepabri sni maxla? Prasaan trg mati lmpu truz. Kl PLN baca ini sms, please!!

+628523138xxxx aslm,buat LP,,qt sbgai masyarakat bknx tdk mengerti dng kendalax pln saat ini,tp smpe kpn lwk akn mati lmpu trz,dan ini sdh tdk wajar,yah,klw org m pasang lampu ttp dilayani asalkn ad uang 15 jt,tp mreka tdk perhtungkn klw cdangan listrik smakin krang,blum lg mesin yg rusak,kmana smua uang rkyat yg s byar listrik.pln jng cm tau trima uang,tp usaha biar listrik stabil jng spt ini 1:1,,min,2:1.,trz buat kpla pln,tlg usaha anda,jng cma urus pmasngan bru sj +628124507xxxx bwt yg bplih SBY wkt pilpres silahkan menikmati kegelapan.LANJUTKAN,,....MATI TURUS LAMPU. +628575651xxxx eH. . . Pada tw Ga’?? di’AkHiRaT Lg heBoh tUch, cz MichaeL JacKson bKin k0nser, mBah suRip Lg ngeLawak, n W.S Rendra mMbca puiSi Lho. tP, tiBa2 sMw pd Kabur. kNp yAch?? Krn NuRdin M t0p bawa BoM. H3... H3...

PENERBIT : PT Luwuk Cemerlang. GENERAL MANAGER/PEMIMPIN REDAKSI : Herdiyanto Yusuf. REDAKTUR PELAKSANA : Haris Ladici. REDAKTUR : Haris Ladici, Zulhelmi Alting, Gafar Tokalang,Rustam Nono,Sofyan Labolo .STAF REDAKSI : Nasri Sei,Sofyan Labolo,Rustam Nono, Amiadin Lawia. BIRO BANGKEP; Rustam Nono (Salakan), Ahmad Awaluddin,Iwan Bua (Banggai). BIRO AMPANA; Nasri Sei. BIRO PAGIMANA; Anto Yasin. BIRO BUNTA; Karman.BIRO BUALEMO; Sofyan Taha. ART & PERWAJAHAN : Sudin Salasa (Koordinator), Utam Nasila,Wawan Kusika, Agus tiawan, Muh. Albar Amin. PRESIDEN KOMISARIS : Imawan Mashuri. KOMISARIS : Benny H Raintama, Suhendro Boroma. DIREKTUR : Mohamad Sirham, Urief Hassan. MANAGER KEUANGAN : Haryono, STAF KEUANGAN : Aswar Poibara (Koordinator) Astuti Mohune (Kasir) . STAF PEMASARAN : Dales Lantapon. ( Koordinator ) Staf.Berlian Lupy,.MANAGER IKLAN : Sukriyadi Mamu . STAF IKLAN : Hawa Minarni A Bayak.(Kasir), Sutadi Utiarahman. PERCETAKAN : Andri Bumbungan (Koordinator),Opick Kasim,Yusuf Nelwan. OMBUSDMAN : Ismail Pelu (Ketua), Hinca IP Pandjaitan (Anggota).TARIF IKLAN : Umum Rp 20.000,-/mmk (hitam putih/BW),Rp 30.000-/mmk (Warna/FC ), MUNGIL : Rp 50.000,- (1x muat). HARGA LANGGANAN KORAN : Rp 65.000,- (luar kota tambah ongkos kirim). ALAMAT REDAKSI: Jl. Imam Bonjol No. 4 Km 3 Luwuk Telp. (0461) 325447 Fax : (0461) 325071 email : redaksi@luwukpost.info. PERWAKILAN GORONTALO : JL. NANI WARTABONE NO. 144 A GORONTALO Telp. (0435) 827551-827552 Fax : (0435) 829603. PERWAKILAN MANADO : Jln. Babe Palar No.54, Telp (0431) 855558 Fax : (0431) 840763-860398. PERWAKILAN SURABAYA : Graha Pena Building, Jln Ahmad Yani No.88, Telp (031) 8287999.PERWAKILAN JAKARTA : Gedung Graha Pena Lt.6, Jl. Raya Kebayoran Lama No.12, Telp : (021) 53699509, Fax (021) 5328487.

INTERNASIONAL 600 Staf Asing PBB Tinggalkan Afghanistan KABUL-Situasi keamanan yang tidak kondusif memaksa PBB untuk segera merelokasi sekitar 600 dari 1.300 staf asing di wilayah Afghanistan. Jumlah tersebut merupakan 12 persen dari seluruh staf PBB di Afghanistan yang mencapai 5.600 orang baik lokal ataupun asing. Kepala misi PBB di Afghanistan Kai Eide menyampaikan langkah tersebut dilakukan secepatnya. “Pelaksanaan relokasi sementara diperkirakan akan berlangsung selama tiga hingga empat minggu,” tutur Eide yang juga merupakan diplomat dari Norwegia seperti dilansir BBC kemarin (05/11). Staf PBB yang dipindahkan kebanyakan bukan personel penjaga garis depan. Beberapa diantaranya diungsikan untuk meninggalkan Afghanistan. Sementara untuk sebagian kecil staf hanya direlokasi di kawasan lokal Afghanistan. PBB juga akan menambah keamanan untuk menjaga keselamatan staf mereka. Eide turut menegaskan langkah relokasi ini bukanlah tindakan evakuasi. Dan McNorton selaku juru bicara PBB mengatakan bahwa keputusan tersebut akan dikaji secara berkala dan efektif dalam beberapa minggu ini. “Setiap usaha (penyelamatan) akan dibuat untuk meminimalisasi gangguan terhadap aktivitas kami. Dan untuk sementara, ini

kami tak akan pergi sekarang. Warga Afghanistan menginginkan kami tetap tinggal,” tegas Siddique kepada Reuters. Keputusan PBB ini terkait dengan serangan yang terjadi minggu lalu (28/10) yang menewaskan lima staf PBB di tempat tinggal para petugas di Bekhtar guesthouse di Kabul. Serangan yang turut merenggut tiga warga Afghanistan itu membuat Presiden AS Barack Obama memikirkan ulang keputusannya untk menambah jumlah pasukan di Afghanistan. Hingga kini terdapat sekitar 110.000 pasukan asing dan dua pertiganya berasal dari Amerika Serikat.(war/ami)

SABTU 7 NOVEMBER 2009

http://luwukpost.info

9

E-Paper Pertama di Kawasan Timur Sulawesi

Thailand Ancam Tutup Perbatasan Abhisit Tolak Temui Hun Sen di Jepang

adalah langkah keamanan yang diambil,” ujar McNorton kepada AFP. PBB menegaskan bahwa langkah relokasi ini tidak akan mempengaruhi kerja PBB termasuk diantaranya terkait pengiriman dana penyelenggaraan misi. “Kami ingin meyakinkan bahwa seluruh program dan aktivitas kami tetap berlanjut. Tetapi menimbang kejadian minggu lalu, PBB amat perlu memikirkan cara agar staf dapat tetap melanjutkan pekerjaannya dengan aman,” tutur juru bicara PBB lainnya, Aleem Siddique seperti dikutip Reuters. “PBB telah berada di Afghanistan sekitar separuh abad dan

Luwuk Post

BANGKOK - Hubungan dua negara bertetangga, ThailandKamboja, semakin tegang. Setelah saling menarik duta besar (dubes) masing-masing menyusul pengangkatan eks Perdana Menteri (PM) Thailand yang berstatus buron, Thaksin Shinawatra, sebagai penasehat ekonomi Kamboja, kemarin (6/ 11) Bangkok mengancam akan menutup perbatasan. ?Jika Kamboja masih tetap nekat dan keras kepala, kami akan terus men-downgrade hubungan dengan mereka dan mungkin juga akan menutup seluruh pos pemeriksaan di perbatasan,” tandas Wakil PM Thailand Suthep Thaugsuban seperti dikutip Agence FrancePresse. Sejauh ini, lanjut Suthep, perbatasan aman. Tidak ada insiden berbahaya yang dilaporkan dan perdagangan di kawasan itu berjalan normal. Sebelumnya, Kamis (5/11) petang lalu, Thailand mema-

nggil pulang Dubes Prasas Prasasvinitchai dari Phnom Penh. Beberapa jam kemudian, Kamboja membalasnya dengan menarik dubes yang bertugas di Bangkok. Wakil PM Kamboja Sok An menyatakan bahwa penarikan itu sementara. Kapanpun Thailand menugaskan kembali Prasas ke Phnom Penh, Kamboja pun akan mengembalikan Dubesnya ke Bangkok. Kemarin pagi, Thailand langsung melipatgandakan pengamanan di Kedutaan Besar Kamboja yang terletak di kawasan Lumpini Patumwan tersebut. Pasalnya, sejak beberapa pekan terakhir, massa anti-Thaksin terus-menerus melancarkan protes di sana. Sementara, Dubes Kamboja dilaporkan sudah meninggalkan tempat itu sejak menjelang fajar. Suthep berharap, Kamboja pun melakukan hal yang sama pada Kedutaan Thailand di ibu kotanya, Phnom Penh. “Thaksin seharusnya meminta kepada pemerintah Kamboja untuk mengamankan kedutaan dan fasilitas-fasilitas penting Thailand lainnya di sana,” tandasnya.

Permintaan orang kedua dalam struktur pemerintahan Thailand itu wajar, mengingat protes diplomatik di Kamboja yang berujung pada terbakarnya kedutaan Negeri Gajah Putih tersebut pada 2003 lalu. Selain ancaman menutup perbatasan, kemarin Thailand juga menghentikan kontrak kerja sama dengan Kamboja. “Pemerintah sudah mengambil keputusan untuk membatalkan kesepakatan eksplorasi minyak dan gas alam yang sudah diteken dengan Kamboja pada 2001 lalu,” terang Menteri Luar Negeri Thailand Kasit Piromya. Kontrak kerja sama di Teluk Thailand itu dicapai di bawah pemerintahan Thaksin. Tapi, selama delapan tahun terakhir, tidak ada progres yang terjadi. Ditambahkan Suthep, sebagai bentuk protes, PM Abhisit Vejjajiva pun tidak menemui Hun Sen dalam pertemuan Greater Mekong Subregion (GMS) di Tokyo, Jepang, yang dibuka kemarin. Kamboja pun belum memberikan respons. “Saya yakin, Thailand dan Kamboja masih mendambakan kehidupan bertetangga yang

baik. Tapi, saat muncul masalah seperti ini, kami harus memberikan respon,” tandas Abhisit sebelum bertolak ke Negeri Sakura. Sebelumnya, pemimpin 45 tahun itu menegaskan bahwa protes G to G (government to government) tersebut tidak akan memengaruhi hubungan antar masyarakat kedua negara. Terutama, aktivitas di sepanjang perbatasan yang menjadi akses utama perdagangan Thailand-Kamboja. Bahkan, menurut Associated Press, jika Thailand terpaksa menutup perbatasan, aktivitas perdagangan akan diupayakan tetap berlangsung. Sementara itu, ASEAN menyayangkan krisis hubungan Thailand dan Kamboja. Kemarin, Singapura mengungkapkan keprihatinannya. “Singapura prihatin atas terjadinya krisis kedua negara. Ini tidak baik untuk ASEAN,” tandas Jubir Kementerian Luar Negeri Singapura, membacakan keterangan resmi pemerintah. Negara Kota itu berharap, kedua belah pihak bisa segera menemukan solusi damai. (hep/ttg)

AMPANA

Luwuk Post

10

SABTU 7 NOVEMBER 2009

http://luwukpost.info

E-Paper Pertama di Kawasan Timur Sulawesi

Pemda Bakal Kirim Profil Daerah ke Jawa Untuk Promosikan Lokasi Transmigrasi

PEMUKIMAN KUMUH : Kondisi pemukiman masyarakat Dusun Taupan, Kecamatan Una-una terlihat kumuh. Pemda Touna perlu memikirkan pemukiman nelayan yang lebih layak huni demi terlindunginya kesehatan masyarakat.

PAN Bakal Usung Kadernya? AMPANA- Jelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Tojo Una-una yang dihelat 2 Juni 2010 mendatang, sejumlah Partai Politik mulai memberikan gambaran seputar figur yang akan diusung. Seper-tihanya dinternal Partai Amanat Nasional (PAN) Tojo Una-una. Partai berlambang matahari terbit ini berencana akan mengusung figur yang nota bene’nya adalah kader partai. “ PAN bisa dipastikan akan mengusung kadernya pada Pe-

milukada mendatang. Banyak kader yang sangat potensial untuk dijadikan figur. Secara politis ini bisa saja terjadi,” ungkap Sekretaris DPD PAN Tojo Una-una Yasserfedayyen kepada Luwuk Post, kemarin. Namun begitu, pihaknya terus melakukan penjajakan terhadap figur yang dinilai mampu membawa amanah partai untuk kepentingan masyarakat di daerah ini. Artinya, PAN terus membuka diri bagi siapa saja yang akan merapat ke partai. “ Kami terus

melakukan penjajakan. Keputusan partai bisa jadi mengusung kadernya atau justru sebaliknya,” tuturnya. Hingga saat ini kata dia pihaknya belum membahas seputar siapa yang diusung. Namun lebih fokus membicarakan soal kriteria pimpinan lima tahun akan datang. “ Kami sementara menyusun kriteria. Yang jelas PAN akan mengusung figur yang mampu memberikan pelayanan serta diterima oleh masyarakat,” pungkasnya. (Nas)

Yasser Fedayyen

AMPANA-Pemerintah daerah Tojo Una-una berencana mengirim profil yang dijadikan kawasan transmigrasi di pulau Jawa. Sepertihalnya profil kawasan transmigrasi di wilayah Padauloyo Kecamatan Ampana Tete. Profil kawasan transmigrasi yang masuk dalam program Kota Terpadu Mandiri ini akan di edarkan di Jawa Timur dan Jawa Barat, Informasi tersebut disampaikan Kepala Dinas tenaga Kerja dan Transmigrasi Hamsin pandipa SH saat ditemui Luwuk Post, di ruang kerjanya, kemarin. Ia mengatakan profil ini di kirim kepada pemerintah di kedua provinsi tersebut. Tujuannya adalah untuk mengisi pemukiman di kawasan pemukiman Transmigrasi di wilayah itu. “ Iya kami akan mengirim profile tersebut kedua provinsi. Bagi yang berminat Pemda menyediakan kawasan pemukiman warga transmigrasi yang juga dijadikan kawasan KTM,” terangnya. Jika kedua pemerintah provinsi sepakat untuk mengkerahkan warganya untuk tinggal dikawasan yang kami tawarkan, selanjutnya akan di teken kesepakatan bersama (MOU). Sekadar diketahui, KTM Padauloyo rencananya, akan diresmikan oleh Menteri Tenaga Kerja pada Januari 2010 mendatang. “ Peresmiannya sudah pasti akan digelar awal januari mendatang oleh Bapak Menteri,” singkat Hamsin. Sambil menunggu pelaksanaan peresmian program ini, tengah dilakukan sejumlah persiapan, diantaranya pembangunan gapura

rapkan Pemerintah Daerah Touna. Yakni pendekatan pembantuan serta transmigrasi swakarsa mandiri. Sehingganya dalam penerapan program ini, antara warga pendatang (Transmigrasi,red) dan warga lokal mendapat perhatian yang berimbang. Diharapkan, kedepan antara warga trans dan penduduk lokal membaur menjadi satu dalam semangat kemandirian mewujudkan sebuah kota (Kawasan,red) yang berkembang. Apalagi, sektor unggulan yang Hamsin Pandipa digarap adalah pengelolaan diareal pintu masuk kawasan kayu sengon (Sengonisasi) oleh KTM serta prasasti yang akan masyarakat di areal kawasan di tandatangani oleh Menteri. “ KTM. Dengan begitu, kedepan, Sudah kami siapkan segala ke- akan tercipta industri skala butuhan menyambut peremian besar di kawasan tersebut. YakKTM di Padauloyo,” ungkap- ni pengolahan kayu sengon nya sembari memperlihatkan menjadi tripleks. Karena itu kata desain prasasti yang akan di- dia, dalam penerapan program buat. ini melibatkan investor yang Kedatangan menteri kedaerah akan menanamkan modalnya ini lanjut Hamsin tak hanya membangun pabrik tripleks. sekadar meresmikan KTM saja, “ Program ini ditalangi oleh namun sebagai bentuk bahwa Pemerintah Pusat, Pemprov, sejumlah faslitas dikawasan Pemda Touna, serta Investor. 30 KTM segera dibangun. Seper- Persen ditanggulangi Pemerintihalnya pembangunan pemuki- tah Pusat, 30 Persen Pemerintah man warga transmigrasi dika- Provinsi dan daerah, serta sisawasan KTM serta rehab pemu- nya lagi ditanggulangi oleh pakiman warga lokal di sekitar ra investor,” katanya. Adapun kawasan yang dijadikan KTM. dalam implementasinya dilaBukan hanya itu dengan pele- pangan, program ini dikelolah takkan batu pertama oleh Men- lintas sektoral. Setiap sektor teri Nakertrans program KTM terkait memiliki kewenangan dengan Pola Hutan Tanaman untuk mengembangkan KawaRakyat (HTR) ini mulai dite- san Kota Terpadu Mandiri. Baik rapkan. berupa pembangunan fasilitas “ Desa padauloyo dijadikan maupun program pembersebagai sentra KTM. Potensi dayaan lainnya. yang dikembangkan adalah “ Dinas pertanian, pekerjaan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) umum, perhubungan, kesehajenis Sengon. Untuk tahap per- tan, pendidikan serta SKPD tama akan dibangun fasilitas terkait lainnya memiliki kewaberupa sedikitnya 50 unit rumah jiban untuk membangun infrastransmigrasi serta merehab truktur di kawasan tersebut,” sedkitnya 100 rumah penduduk paparnya. Program ini digulirlokal di kawasan yang dijadikan kan kata Hamsin untuk mengKTM,” terang Hamsin. Ini dila- genjot pertumbuhan ekonomi kukan merujuk metode pende- masyarakat, melalui penciptaan katan transmigrasi Masri yang ditelapanganSE kerja. (Nas) Dj Latinapa

EKONOMI & BISNIS Pemda Bina Empat Koperasi Wanita LUWUK - Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Koperasi dan UKM membina empat Koperasi Wanita (Kopwan) agar terus memberikan pelayanan pada anggota dan masyarakat diwilayah kerjanya.Empat Kopwan tersebut bergerak dalam usaha simpan pinjam dan memiliki ratusan anggota dan nasabah. “Kopwan sejak awal berdiri memang fokus pada usaha simpan pinjam dan dikelolah langsung oleh warga disekitar koperasi,” kata Hasbi Lapalanti, Kepala Bidang Fasilitas Sipan Pinjam Dinas Koperasi dan UKM Banggai di Luwuk, Jumat. Ia mengatakan keberadaan Kopwan membantu ibu-ibu rumah tangga mendapatkan bantuan permodalan untuk mengambangkan usaha kecil. Karena akses terhadap dana Bank terkendala agunan.”Yang mereka pinjam juga biasanya Rp500 ribu hingga Rp2 juta. Jumlah tersebut tidak dilayani di Bank,” katanya. Nasabah Kopwan sebenarnya berjumlah besar karena ibu-ibu biasanya memiliki keahlian untuk usaha kecil mikro di pedesaan maupun diperkotaan. Namu karena kurangnya modal kerja, mereka beralih pada rentenir yang bunganya mencapai 10 Persen perbulan. Hasbi mencontohkan Kopwan Nurul Hidayah desa Bunta I kecamatan Bunta memiliki ratusan anggota dengan omzet perbulan mencapai ratusan jutah rupiah. Penilaian kesehatan keuangan Kopwan Nurul Hidayah oleh Dinas Koperasi dan UKM tahun 2008 kategori baik. “Kategori baik bisa dikatakan tidak ada masalah dalam sistem keuangan dan pelayanan,” imbuhnya. Bunga yang diberikan pada pinjaman pun rendah antara 1 hingga 2 persen. Sedangkan bunga standar Bank adalah 16 persen pertahun. “Bunganya cukup rendah,” tegas Hasbi. (aha)

Harga Gula Terus Dikeluhkan LUWUK-Hingga Jum’at (6/11), kemarin, harga gula di pasar Simpong masih tetap berkisar pada angka Rp 11 ribu per kg. Kondisi itu berlangsung sejak puasa Ramadan lalu. Salah seorang pedagang, Sahrin (46), di Pasar Simpong mengungkapkan, sejak melonjak pada puasa Ramadan lalu harga gula belum beranjak normal. “Masih tetap Rp 11 Ribu per Kg. Padahal sebelumnya harga gula hanya berkisar Rp 8 ribu hingga Rp 9 ribu per Kg,” tuturnya. Bukan hanya para konsumen yang mengeluhkan harga gula tersebut. Sebab, mahalnya harga gula membuat para pedagang mendapatkan keuntungan yang memadai. Untuk penjualan 50 Kg gula misalnya, pedagang hanya mendapatkan keuntungan sebesar Rp 15.000. “ Itu belum dipotong harga harga plastik pembungkus gula eceran,” keluh Sahrin. Dia berharap pemerintah dapat mengendalikan harga gula seperti sebelum puasa Ramadan lalu. (TR-07)

HARI / TANGGAL

1.

Jumat, 06 / 11 / 2009 Jam 17.00 - 23.00

2.

Sabtu, 07 / 11 / 2009 Jam 17.00 - 23.00

[Foto: Mohamad Qori/Rakyat Merdeka]

BUMN Seleksi Calon Direksi Pekan Depan JAKARTA - Kursi-kursi direksi dan komisaris yang kosong di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan segera terisi. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar mengatakan akan mulai menjaring caloncalon pengisi kursi kosong itu pekan depan. “Kami sedang mempersiapkan direksi dan komisaris yang sudah habis masa jabatannya dan yang kosong karena penjabat sebelumnya mengemban tugas lain. Untuk yang kosong, ini sudah minggu terakhir, minggu depan kami sudah mulai menjaring calon,” katanya kemarin (6/11) di kantornya, Jalan Merdeka Selatan. Menurutnya, paling sedikit ada 10? BUMN yang harus mengganti posisi direksi maupun komisaris. Lebih lanjut Mustafa mengatakan kalau

calon-calon tersebut bisa dari mana saja. Bisa dari dalam lingkungan BUMN itu sendiri ataupun dari luar asalkan memiliki kompetensi dan kapasitas. “Silahkan saja, kami tidak mempersoalkan latar belakang. Yang penting memenuhi syarat. Dari luar ya silahkan, dari dalam juga silahkan. Terbuka kok,” lanjutnya. Karena faktor utama untuk kriteria direksi maupun komisaris adalah mereka mampu memenuhi persyaratan yang sudah ada. Selama ini, lanjut dia, Kementerian BUMN telah memiliki mekanisme pemilihan. Kebijakan itu akan terus dilanjutkan. Termasuk penilaian calon direksi oleh pihak independen apabila dianggap perlu. “Semua sudah ada sistem dan tahapannya,” katanya. Dia mengutarakan pengisian jabatan yang kosong ini akan diprioritaskan dulu

pada BUMN yang strategis. Posisi yang akan segera dicari penggantinya antara lain Komisaris Utama PT Pertamina yang sebelumnya dijabat oleh Jenderal (Purn) Polisi Sutanto, anggota komisaris Pertamina? yang sebelumnya dijabat Gita Wirjawan serta Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina yang sebelumnya diisi oleh Waluyo. Selain perombakan jajaran direksi dan komisaris, Mustafa juga mengatakan akan meneruskan rightsizing. Tujuan utama proses ini, lanjut dia, untuk menjadikan BUMN lebih sehat dan lebih efisien. Juga lebih transparan sehingga mampu meningkatkan daya saing. “Tidak hanya itu, diharapkan produktivitas juga lebih tinggi. Baik barang maupaun jasa. Ini harus dipertahankan dan ditingkatkan lagi,” tuturnya. (jan)

Pandai Besi di Bangkep Perlu Sentuhan Modal BANGGAI-Pengrajin besi di beberapa tempat di Bangkep, mengaku sangat kesulitan untuk mengembangkan usaha mereka, karena terkendala dengan masalah permodalan. Meraka sangat berharap agar dapat diberikan bantuan modal dan bapak angkat, agar usaha mereka ini, dapat dikembangkan. Kepada Luwuk Post, belum lama ini, Adhar, salah seorang pandai besi di Banggai, mengakui selama ini mereka belum pernah mendapat bantuan permodalan dari pihak luar. Usaha-usaha demi usaha diakui Adhar, telah dirinya dan sejumlah rekan-

Desa Tontouan, Jl. Tg Jepara, Jl. P. Nias, Jl. P. Masalembo, Jl. P. Sulawesi, Jl. P. seram, Jl. P. Kalimantan, Jl. P. Karimun, Jl. Listrik Negara, Jl. Ikan Tuna, Jl. LumbaLumba 2, Jl. Jend. Sudirman, Jl. Moh. Hatta, KM 5, BTN KM 5, komp. STM, KM 8, Ds. Bubung, Ds. Koyoan, Kec. Kintom s/d Kec. Batui, Jl. Samratulangi, Komp. Aspol, Jl. KH Dahlan, Jl. St. Hasanudin, Jl. Sutarjo, Komp. Pertokoan, Jl. C. Aminoto, Jl. Maleo & Jl. Datu Adam. Jl. A Yani, Jl. Yos Sudarso, Jl. Marthadinata, Jl. U. Sumoharjo, Jolek Pante, Jl. Jend. Sudirman, Psr Simpong, Jl. P. Banggai, Jl. MT Haryono, Jl. K. Dewantoro, Jl. Tg Branjangan, Jl. Kartini, Jl. Tanjung Santigi, Jl. Taman Siswa, Jl. S. Parman, Kec. Pagimana, Kec. Luwuk Timur, Kec. Masama, Kec. Lamala, Jl. Rajawali, Jl. Garuda, Jl. Lompobatang, Jl. S. Musi, Jl. S. Lariang, Jl. G. Colo, Jl. G. Merapi, Jl. D. Poso, Jl. Nyiur Atas & Bawah, Jl. P. Antasari, Psr Sentral, Jl. Datu Adam, Jl. Sutarjo, Jl. Wahid Hasyim, Jl. Ir. Soekarno, Jl. Adyaksa, Jl. S. Musi, Jl. S. Lariang, Jl. S. Lambangan, Jl. KH. Dahlan, Jl. T. Sauna, Jl. S. Bunta, Jl. Imam Bonjol, Jalur Dua, Kilongan, BTN Nusagriya, BTN Muspratama, Bumi Beringin, BTN Pepabri, Ds. Awu, Ds. Leoknyo, Ds. Biak & Ds. Bunga.

Demikian pemberitahuan, mohon maaf atas terganggunya pelayanan kami dan terima kasih.

http://luwukpost.info

RAKOR PERAN BUMN: Menteri Perindustrian MS Hidayat (kanan) berbincang dengan Menteri Negara Badan Usaha MIlik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar (kiri) usai mengadakan rapat koordinasi keduanya di Departemen Perindustrian, Jakarta, Jumat (6/11). Rapat tersebut membahas program 100 hari di sektor industri yang berkaitan dengan peran BUMN.

LOKASI PEMADAMAN

Jadwal ini sewaktu-waktu dapat berubah apa bila terjadi gangguan pembangkit.

SABTU 7 NOVEMBER 2009

11

E-Paper Pertama di Kawasan Timur Sulawesi

Pemerintah Jamin Lahan Infrastruktur

Sehubungan dengan berkurangnya debit air di PLTM Hanga-hanga dan PLTM milik PT. Bumi Nata Cita Banggai, dan gangguan mesin Deutz di PLTD Luwuk, maka dengan ini kami beritahukan bahwa akan diadakan pemadaman bergilir dengan pola pemadaman 1:1 (1 hari nyala 1 hari padam). Adapun jadwal pemadaman tanggal 04 s/d 07 November 2009, sebagai berikut :

NO.

Luwuk Post

Luwuk, 03 Nopember 2009

rekannya untuk mencari suntikan dana segar untuk membesarkan usaha mereka, namun semuanya belum menemukan hasil seperti yang diharapkan, termasuk ketika berusahan mencai bantuan modal dari pihak Bank. “Semuanya telah kami tempuh, ke Bank dan ke lembaga yang mungkin dapat memberikan bantuan modal, tetapi semuanya hanya sebatas berjanji dan hasilnya belum ada hingga sekar-ang,” cetus Adhar. Hasil pandai besi, berupa berbagai macam benda tajam serta bermacam-macam hiasan, sebenarnya sangat diminati oleh masyarakat baik

yang ada di Bangkep, dan sejumlah daerah lainnya, tetapi karena masalah pendanaan tadi, mereka terpaksa hanya memproduksi sesuai dengan pesanan yang ada saja. “Masalah permodalan ini, telah membuat kami berkerja berdasarkan pesanan saja. Kalau ada pesanan baru kami muat. Kalau ada dan besar kami akan memproduksi sebanyak mungkin hasil kerajinan dan selanjutnya akan kami pasarkan di sejumlah daerah,” ungkap Adhar lagi. Sementara itu, Dinas Koperasi dan Perindustrian (Koperindag) Bangkep, yang secara talian tugas dan fungsinya denga persoalan ini, lewat salah seorang stafnya mengaku tidak pernah mengetahui tentang hal tersebut, karena selama ini, belum ada dari para perajin dan datang untuk menyampaikan keluh kesahnya terkait kendala permodalan untuk melebarkan usaha mereka ini. “Kalau mereka menyampaikan keluhan mereka itu ke kantor, maka mereka akan difasilitasi agar dapat mendapat sentuhan permodalan,” pungkas sumber yang minta aga namanya tidak ditulis dalam koran. (Wan)

Aturan Jamin Ketersediaan Lahan Segera Diterbitkan JAKARTA - Benang kusut pengembangan proyek infrastruktur coba diurai pemerintah. Sebagai solusi, pemerintah akan segera menerbitkan aturan untuk menjamin ketersediaan lahan bagi proyek infrastruktur. Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, selama ini, tersendatnya pembebasan lahan selalu menjadi penghambat berbagai proyek infrastruktur. “Untuk pengadaan lahan, kita pakai undang-undang, saat ini RUU (Rancangan Undang-undang) nya sedang disusun dan dalam 100 hari harus sudah selesai dan segera masuk ke dewan (DPR, red),” ujarnya saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian kemarin (6/11). Selama ini, kata Hatta, pengadaan lahan untuk infrastruktur sudah diatur dalam Keputusan Presiden (Keppres), namun dinilai belum efektif untuk memberikan kepastian jaminan lahan bagi investor. “Beberapa stakeholders minta dibuatkan Perppu (Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang), tapi kami kira lebih baik undangundang,” katanya. Dalam RUU tersebut, lanjut dia, akan memuat aturan yang memberi jaminan kepastian waktu pembebasan lahan bagi investor. Di sisi lain, pemerintah juga akan menerbitkan Keppres untuk memberi jaminan kepada masyarakat yang melepas haknya. “Ini juga penting agar masyarakat (pemilik lahan) bisa mendapat ganti untung dan tidak rugi karena ada percaloan,” terangnya. Selama ini dasar hukum pembebasan lahan adalah Peraturan Presiden (PP) No 65/2006, yang merupakan revisi atas PP No 36 Tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Namun, PP ini tidak berjalan efektif karena sulit diimplementasikan.PP tersebut mengacu beberapa peraturan perundangan sebelumnya, seperti Undang Undang Nomor 20 Tahun 1961 ten-

tang Pencabutan Hak-Hak Atas Tanah dan Benda-Benda yang Ada di Atasnya dan UndangUndang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar PokokPokok Agraria. Deputi Menko Perekonomian Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bambang Susantono menambahkan, saat ini pemerintah siap merevisi UU No 20/1961. Intinya, peraturan akan diarahkan agar kondusif bagi pengembangan infrastruktur. “Prinsipnya, hak (atas pemilikan tanah) dicabut untuk kepentingan yang lebih besar, tapi kompensasi harus sesuai atau ganti untung,” ujarnya. Dengan demikian, lanjut dia, proses pembebasan lahan untuk proyek infrastruktur dipastikan akan lebih cepat. Selain itu, pemerintah juga akan memberikan jaminan bagi investor, baik jaminan waktu pembebasan maupun jaminan harga. “Dua jaminan itu kan yang dibutuhkan investor,” katanya. Untuk jaminan waktu, terang Bambang, akan ada batas waktu tertentu dalam proses negosiasi antara pantitia pengadaan lahan dengan pemilik lahan. Jika dalam batas waktu tersebut tidak tercapai kesepakatan, maka prosesnya akan langsung masuk ke pengadilan. “Dari total 40 ribuan bidang tanah yang dibebaskan, yang bersengketa dan masuk pengadilan hanya sekitar 10 bidang tanah saja,” terangnya. Adapun untuk jaminan kepastian harga, lanjut Bambang, pemerintah akan meneruskan sistem land capping. Saat ini, land capping diberlakukan untuk proyek tol. Skemanya, pemerintah akan memberikan jaminan untuk membayar beban biaya harga tambahan apabila nilai objek pajak (tanah) 10 persen diatas harga pasar, atau menjadi 110 persen dari nilai yang disepakati dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT). Misalnya, harga pasar sebidang tanah adalah Rp 100 ribu per meter, dan ternyata dalam pembebasan tersebut harga tanah naik hingga Rp 112 ribu. Maka, investor hanya membayar Rp 110 ribu, sedangkan Rp 2 ribu per meter sisanya ditanggung oleh pemerintah. (owi/kim)

Harga Tomat Tidak Stabil LUWUK-Harga tomat di pasar simpong luwuk cenderung tidak stabil dalam pecan pertama bulan November ini. Fani, salah seorang warga, mengungkapkan, setiap hari harga tomat berubah –ubah. Kamis (5/11) harga tomat berkisar Rp, 15000 /Kg, Jumat (6/11) kemarin turun menjadi Rp 12.000 per Kg. Menurut Ati pedagang barito

di Emperan Pasar Simpong menyebutkan, penyebab ketidak stabilan harga tomat karena kurangnya pasokan tomat dari petani yang berasal dari daerah toili dan Salodik. Pasokan dari daerah itu berkurang karena disalurkan ke luar daerah seperti Kabupaten Poso. Sementara itu, harga Cabe di awaL November meningkat hingga 55 persen. Amatan Luwuk Post, harga cabe keriting dijual bervariasi Rp 30.000 hingga Rp 35.000 perkilogram. Sementara harga cabe besar atau cabe terompong dijual antara Rp 32.000 hingga Rp 35.000 per Kg. Neni Salah satu pedagang mengaku kenaikan harga cabe disebabkan karena pasokan Cabe dimusim kemarau ini makin berkurang. Cabe yang dimaksud berasal dari Kecamatan Toili dan Desa Salodik Kecamatan Luwuk. “Musim kemarau ini menyebabkan buah cabe sedikit sehingga pasokan kurang dan mengakibatkan harga naik. Sebelumnya harga cabe hanya berkisar Rp 15000/Kg, namun sejak awal bulan kemarin meningkat hingga Rp 35000 ribu/Kg,” tutur Neny. Sementara itu, salah satu pembeli yang ditemui di Pasar Simpong, mengatakan naiknya harga Cabe berpengaruh pada keuntungan usaha menjual bakso. (TR-07)

Luwuk Post

Laudya Cynthia Bella Bantah CLBK Sama Raffi Ahmad

Punya Pacar Baru

KABAR Laudya Cynthia Bella duet dengan Raffi Ahmad membuat munculnya gossip kalau kedua artis itu CLBK alias Cinta Lama Bersemi Kembali. Benarkah? “Aku duet sama Raffi karena dipasangkan sama Teh Melly (Goeslaw). Kemarin Dimas Beck (personel BBB yang lain) sudah pernah duet sama Chelsea, Ayushita juga pernah duet sama Raffi. Kalau sekarang aku duet sama Raffi, tanya alasannya sama Teh Melly,” urai Bella usai menjadi bintang tamu di acara Dahsyat, Jumat (6/11). Bella sadar betul, pasti akan ada kabar yang akan mengiringi duetnya dengan mantan kekasihnya itu. “Sekarang aku mau menutup semua pemberitaan yang aneh-aneh, berita embel-embel yang bilang aku ada apa-apa duet dengan Raffi. Aku dan Raffi hubungannya sangat profesional. Aku ya aku, Raffi ya Raffi. Jangan disangkutpautkan,” tegas Bella. Bagi Bella tak masalah dia duet dengan siapapun. “Yang penting masih dalam ruang lingkup BBB,” tutupnya. (Aan)

CAROLINE Ingrid Aditya, atau yang dulu dikenal dengan nama Aline Tumbuan, makin terlihat mempesona. Kini Aline, panggilan Caroline, menceritakan kisah cinta barunya bersama sang kekasih, Juna Rorim Pandey. Menurut wanita berstatus janda itu, pacarnya adalah seorang koki masak. “Aku sudah punya pacar baru, namanya Juna Rorim Pandey. Dia orang Indonesia tapi sekarang lagi di Amerika untuk kerja,” kata Aline saat ditemui di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. “Profesi dia chef (kokired). Jadi, ya, dia jago masak, khususnya masakan Perancis,” terang bekas menantu Rima Melati ini. Diakui Aline, Juna adalah tipikal pria idamannya yang masuk dalam kriteria yang telah ia tetapkan. “Dia itu orangnya pengertian dan mandiri. Itu kan memang salah satu kriteria aku dalam mencari pasangan,” kata Aline yang baru akan bertemu dengan kekasih barunya pertengahan tahun depan. “Kalau kangen, kan, ada teknologi,” ujarnya ringan. Meski mantap bercerita soal kekasih barunya, Aline terlihat berhati-hati kala ditanyakan seputar keinginannya menikah lagi. “Kalau untuk nikah, masih lama. Ini saja baru dua bulan kenal, dan bisa dibilang sudah dua bulan juga aku pacaran sama dia,” papar Aline. “Kalau untuk nikah aku belum mantap. Ini aku jalanin saja dulu,” jelasnya. (Aan)

Gita Gutawa Nggak Nyaman Main Film BERPERAN di film terbaru yang berjudul Love in Perth, karir penyanyi Gita Gutawa tampaknya tak cukup untuk berkecimpung di dunia tarik suara saja. Dibuktikan dengan akting di film tersebut, peran Gita dijadikan sebagai tokoh utama. “Aku mencoba aja main film, sebelumnya aku kan udah pernah main sinetron. Mumpung ada kesempatan kenapa nggak,” tutur Gita dikantor MD Entertainment, Tanah Abang, Jakarta Pusat kemarin. Meski diakui Gita mencoba ber main akting di film terbarunya, ternyata putri dari komposer Erwin Gutawa ini lebih menikmati sebagai penyanyi ketimbang beradu akting dengan pemain-pemain film lainnya. “Karena aku basicnya di musik, jadi aku lebih enak sebagai penyayi daripada main film. Kalau ada tawaran main film lagi mungkin aku pikir-pikir dulu,” tambahnya.(IMO)

CMYK

Aline

SABTU 7 NOVEMBER 2009 HALAMAN 12

Lagi, BBB Digosipkan Bubar? SEJAK merilis album perdana Bukan Bintang Biasa (BBB) BBB tidak pernah meluncurkan album lagi. Bahkan pernah dikabarkan bubar. Kini pun BBB dikabarkan bubar lagi. Muncul gosip bubar karena di antara personil jarang tampil bersamasama di antaranya Raffi Ahmad, Dimas, Laudya Chintya Bella, Chelsea Olivia, dan Ayushita. Namun, baik Melly dan Bella membantah keretakan di tubuh BBB. “Numpulin mereka memang susah, jadwal mereka padat. Untuk bikin album lagi belum tahu, soalnya lagi promo duet Raffi dan Bella di single berjduul Johan,” ucap Melly ditemui di RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, kemarin. Bella pun mengakui, saat ini dia lagi sibuk duet bareng Raffi, sedangkan temannta Dimas dengan Chelsea. “BBB nggak berdua, tapi masih berlima,” katanya. Lantaran masing-masing sibuk para personil kompak di atas panggung, BBB diubha formatnya. “Insya Allah kami akan buat BBB Girls. Jadi yang nyanyi cewek-cewek, doang. Jadi kami ganti-gantian tidak berlima saja,” imbuh Bella. (DIN)

Maia Estianty

Sebel Kaca Spion Mobilnya Dicongkel Maling

CUT Meylani Decy Susanti, atau yang akrab di sapa Cut Memey mulai menggurangi penampilannya yang mengumbar keseksian tubuh di depan kamera. Artis kelahiran Jakarta, 7 Desember 1980 ini lebih ingin menyuguhkan kemampuannya berperan ketimbang mempertontonkan tubuhnya. Apalagi setelah peran terbarunya di film Emak Naik Haji membuat dirinya berpikir seribu kali jika mendapatkan peran vulgar. “Sekarang aku mulai pilih-pilih peran. Aku mengurangi peran yang sedikit miris,â•• ucapnya. Menurutnya, dia masih memiliki kemampuan yang lain yang lebih bagus. “Memang beberapa tahun belakangan ini orang banyak yang lihat dari sisi sana. Aku ingin mereka tahu aku juga punya sisi yang lain,” tegasnya. Dengan perubahan tersebut, Memey-sapaan akrabnya ingin menyuguhkan image baru. Untuk membuktikan hal tersebut ibu satu anak ini sempat menolak sejumlah tawaran yang mendaulatnya untuk berperan seksi. “Aku nggak mau ngoyo. Alahamdulillah aku masih di kasih rezeki oleh Allah. Jujur sih, kalau urusan ekonomi aku nggak munafik, karena aku menjadi kepala keluarga. Dan ini adalah kebangkitan baruku setelah aku beberapa tahun vakum,” terang pemeran Munah dalam film Gengsi Gede-Gedean tersebut. Mantan presenter Rahasia Malam di salah satu televisi swasta ini mengaku perubahannya kali bukan karena desakan keluarga atau pendampingnya yang baru. Lebih karena dirinya ingin kembali ke realita yang ada. “Pendamping baru ini tidak ada masalah karena dia bisa melihat aku disisi yang lain. Bahkan keluargaku sendiri juga tidak ada yang mendesakku untuk tampil berbeda,” pungkas pelantun lagu Raja Playboy bersama Dorce Gamalama ini. (ash)

CMYK

SEPERTINYA Maia Estianty kurang beruntung. Ya, janda Ahmad Dhani itu merasakan kekecewaan lantaran kaca spion mobil mewahnya hilang diparkiran. Peristiwa tersebut Maia alami saat dirinya sedang menghadiri sebuah acara di sebuah acara. Maia terlihat geram saat ditemui di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Kamis (5/11) malam. Saat itu Maia bertindak sebagai juri di ajang kecantikan yang diadakan sebuah majalah. Tak berapa lama berselang, ia mendapat kabar kaca spion mobilnya raib entah kemana. Ketika dikonfirmasi, Maia pun mengaku kecewa dengan pengamanan gedung setempat. “Aku miris aja, di gedung semewah ini, security parking-nya kok enggak ada. Bayar parkir udah mahal, masa kaca spion mesti hilang juga,” tutur wanita yang kerap disapa Bunda ini menyindir. Maia menilai adanya kecerobohan pihak keamanan. Meskipun demikian Maia tak mau memperpanjang urusan ini sampai ke jalur hukum. “Aku menilai ada kecerobohan dari security parking disini. Sayang banget, padahal aku udah parkir di area VIP, eh masih hilang juga,” sungutnya. “Tapi ini semua ada asuransinya,”. (Aan)

Cut Memey Ingin Suguhkan Yang Lain

CANCER (21 JUNI - 22 JULI)

LEO (23 JULI - 22 AGUSTUS)

Pertemuan keluarga atau lingkungan akan berjalan dengan lancar. Waktu yg anda luangkan akan menguatkan hati dengan sesuatu yg menarik minat anda.

Perubahan dalam bidang keuangan anda akan segera terjadi. Anda akan lebih memikirkan masa depan dan cara untuk meningkatkan standard kehidupan.

CAPICORN (22 DESEMBER 19 JANUARI)

AQUARIUS (20 JANUARI - 18 FEBRUARI)

Berpergian atau berusaha mencari informasi yg akan membantu me ngambil keputusan sebaiknya men jadi prioritas anda. Kegiatan baru akan menarik minat. Cinta sedang berada dalam kanvas anda. Yum mmy....

Proyek perbaikan rumah akan berjalan lancar. Waktu yg terbuang dengan keluarga akan mengarah pada sikap saling pengertian pada diri dan masa depan anda.

VIRGO (23 AGUSTUS 22 SEPTEMBER)

ARIES (21MARET - 19 APRIL)

TAURUS (20 APRIL - 20 MEI)

GEMINI (21 MEI - 20 JUNI)

Segala sesuatu akan berjalan diluar kebiasaan anda yg tenang dan tepat. Jauhi seseoranh yg mencoba memulai keributan atau merugikan anda. Fokus pada sisi kreatif anda.

Temukan prospek baru. Lihat kesempatan terbuka dilingkungan sekitar, hal ini akan membuka pintu ke berbagai kesempatan baru.

Hari yg sangat sempurna untuk melakukan sesuatu yg menyenang kan untuk diri sendiri. Hadiri pele langan barang antik atau bazaar dan temukan sesuatu yg bernilai. Masalah keuangan tampak semakin membaik.

Jangan terlalu cepat menawarkan bantuan hari ini. Seseorang akan mengambil keuntungan dari anda, mengakibatkan anda melupakan sebuah pertemuan yg anda harap kan untuk dikunjungi.

PISCES (19 FEBRUARI - 20 MARET)

LIBRA (23 SEPTEMBER 22 OKTOBER)

SCORPIO (23 OKTOBER - 21 NOVEMBER)

SAGITARIUS (22 NOVEMBER 21 DESEMBER)

Perubahan di hati anda terjadi hari ini. Seseorang akan membingungkan anda dengan perasaan yg dimiliki. Keuangan akan segera membaik.

Seseorang mencoba memberikan informasi penting pada anda. Bersikap terbuka dan terima apa yg ditawarkan. Teka-teki di awal akan berubah menjadi sesuatu yg dapat diselesaikan dengan mudah.

Jangan paksakan seseorang untuk menjalankan apa yg anda inginkan. Keadaan akan menjadi rumit jika bersikap terlalu memaksa. Masalah pribadi akan cendurung sulit diatasi.

Pertemuan romantis tiba-tiba akan mendatangi para kaum single. Bagi mereka yg sudah berpasangan, diskusikan rencana masa depan dengan optimisme kuat. Masalah keluarga akan mudah untuk diatasi.

BANGGAI KEPULAUAN

Luwuk Post SABTU 7 NOVEMBER 2009

13

E-Paper Pertama di Kawasan Timur Sulawesi

http://luwukpost.info

[Foto: Dok/Luwuk Post]

SEGERA PINDAH: Kantor Kejari Bangkep bakal dipindahkan ke Kota Salakan. Belakangan rencana itu menuai protes dari BCW karena dinilai hanya akan menyuburkan praktek korupsi di daerah ini.

Aleg Janji Bakal Perjuangkan Honor Dokter BANGGAI-Harapan puluhan dokter kontrak daerah di Bangkep, untuk bisa menerima honor kerja mereka selama tahun 2007 mendatang, sepertinya mulai menemukan titik terang, setelah sejumlah aleg di Dewan Bangkep, berjanji akan memperjuangkan agar hak mereka atas honor pengabdiannya bisa dibayarkan. Aleg asal partai Demokrat Bangkep Rikcat, dalam sebuah kesempatan belum lama ini, mengatakan pihaknya telah menerima pengaduan dari para dokter tersebut. Pengaduan itu, kata aleg muda ini, akan segera ditindaklanjuti dengan menggelar dengar pendapat dan haering, bersama instansi terkait. Menggelar dengar pendapat ini Rikcat lagi, adalah bentuk dan perwujudan dari rasa komitmen aleg Bangkep, untuk memperjuangkan hak para dokter yang telah mengabdikan kemampuan serta pengetahuannya di Bangkep. Penegasan atas komitmen untuk memperjuangkan hak honor para dokter dari para aleg ini, disambur gembira oleh para dokter tersebut. Kepada Luwuk Post, belum lama ini, seorang dokter kontrak yang enggan namanya dikorankan, menyampaikan penghargaannya terhadap dukungan dari para aleg ini dalam memperjuangkan hak mereka. Tetapi sumber ini, berharap agar apa yang dijanjikan oleh para aleg itu, tidak hanya sebatas wacana saja, melainkan diwujudkan sebagaimana yang mereka harapkan. Seperti yang pernah di beritakan media ini beberapa waktu lalu, bahwa puluhan dokter kontrak daerah di Bangkep, mengeluhkan karena honor mereka ditahun 2007 lalu, belum juga dibayarkan hingga sekarang. Tidak hanya mengeluh tetapi mereka juga telah menempuh berbagai cara untuk memperoleh hak mereka tersebut. Diantara cara yang mereka tempuh tersebut yakni, melaporkan masalah ini Menkes RI, kepolisan, pengadu ke DPRD Bangkep bahkan mereka juga sempat mengancam akan mogok kerja jika honor mereka tersebut tetap juga tidak di bayarkan. (Wan)

Mobnas Masih Berkeliaran di Luwuk Warga Kesal Rencana Perpindahan Kantor Kejaksaan Dinilai Hanya Akan Suburkan Praktek Korupsi BANGGAI-Rencana pemindahan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Banggai dari kota Banggai ke Kota Salakan, kian mendapat tantangan dari banyak komponen masyarakat, khususnya dari mereka yang mengaku sebagai element anti korupsi di Banggai. Salah satunya, datang dari LSM Banggai Coruptions Warcth (BCW). BCW lewat salah satu aktifisnya, Rahmat Ibaad SH, pemindahan kantor Kejari Banggai ke Salakan, hanya akan mempersubur terjadinya korupsi di Bangkep. Alasanya kata King, panggilan akrab Rahmat, sebab jika di Salakan akan berada di bawa tekanan politik dari oknum-oknum tertentu. Sebaliknya kata King lagi, jika di Salakan, Kejari tidak akan mendapat dorongan moral dari masyarakat, seperti yang selama ini ditunjukan oleh masyarakat lewat desakan-desakan untuk menuntaskan dugaan korupsi yang terjadi di daerah tersebut. “Perpindahan kantor Kejari dari Banggai, bisa saja akan

semakin membuat korupsi tumbuh subur di Bangkep, karena disamping mereka akan mendapat penekanan dari pihak-pihak tertentu, mereka juga tidak akan lagi mendapat suport dari masyarakat seperti yang ada di Banggai dalam bentuk aksi damai,” tutur Alumnus UMI Makassar ini. Dalam konteks berbeda, ia mengatakan, pemindahan kantor Kejari Banggai ini, bukan didasari oleh landasan untuk memaksimalkan fungsi dan kerja mereka, tetapi perpindahan tersebut hanya didasari pada desakan politik dari sejumlah pihak saja. “Saya menduga perpindahan tersebut bukan untuk memaksimalisasi kerja mereka atau semacamnya, semua itu karena desakan kepentingan dari gelintir orang saja,” pungkas. Apa yang disampaikan King itu, mungkin ada benarnya. Pasalnya pemindahan kantor Kejari dari Banggai ke Salakan, terkesan dipaksanakan untuk dilakukan secepatnya. Pasalnya rencana pemindahan tersebut, tidak dibarengi dengan kelengkapan fasilitas yang memadai di kantor baru. Sejauh ini, di kantor mereka di Salakan, belum tersedia listrik untuk dipergunakan demi melancarkan aktifitas dari seluruh perangkat kejari di Salakan. (Wan)

Janji Sat Pol-PP Belum Terealisasi BANGGAI-Penegasan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (SAT POL-PP), Umar Uloli S.sos, yang akan menertibkan Mobil Dinas (Mobnas) milik Pemda Bangkep, masih terus saja berkeliaran di Luwuk, ternyata tidak begitu diindahkan oleh para pemegang Mobnas tersebut. Buktinya hingga kini masih banyak kendaraan plat merah dari Bangkep, yang berada di Luwuk. Entah ada urusan apa, tetapi jelasnya kendaraan tersebut masih terlihat berada di Luwuk. Dengan masalah ini, banyak pihak di Bangkep, berharap agar Sat POL-PP Bangkep, tidak hanya

sebatas mengubar janjinya untuk segera menertibkannya, tetapi sebaliknya SatPOL-PP Bangkep, di minta segera bereaksi dengan mengamankan kendaraan-kendaraandinas dan mengembalikannya ke Bangkep. Dari pengamatan Luwuk Post, Jumat (6/11) kemarin, di sejumlah tempat di dalam kota Luwuk, terlihat masih ada beberapa Mobnas yang diduga milik Pemda Bangkep. Mobna ini diduga kuat tidak dipergunakan oleh pemiliknya untuk keperluan untuk menjalankan tugas dan fungsi dari pejabat pemiliknya. Kepada Luwuk Post, Jumat (6/11) kemarin, via ponselnya, Didi, seorang pemuda di Banggai, menyampaikan desakannya kepada pihak-pihak

[FOTO: DOK/LUWUK POST]

MASIH BERKELIARAN DI LUWUK: Mobnas bangkep masih banyak yang berkeliaran di Luwuk bukan untuk kepentingan dinas.

yang memiliki kewenangan soal itu, untuk segera menertibkan seluruh kendaraan dinas tersebut. Menurut Didi, sejatinya mobna itu, dipergunakan untuk mempermuda kerja dari pejabat dalam melakukan pelayanan publik kepada masyarakat. Karenanya, kendaraan mobnas itu, harus selalu ada di area kerja pejabat pemiliknya. Didi menuding, pejabat yang mobnasnya berada di Luwuk, hanya akan menggunakan Mobnasnya untuk keperluan pribadi dan bukan kepentingan kedinasan seperti yang menjadi tujuan dari diadakannya. “Dengan disimpan di Luwuk, apa efek manfaatnya untuk maksimalisasi pelayanan publik bagi masyarakat di Bangkep. Paling juga disimpan di Luwuk hanya digunakan untuk kepantingan yang tidak berhubunga dengan tugas dan fungsi dari pejabat bersangkutan,” tutur Alunmus sebuah perguruan tinggi di Makassar ini. Dalam beberapa kali pemberitaan media ini, lembaga Sat POL-PP Bangkep, berjanji akan segera menertibkan kendaraan dinas yang berkeliaran di Luwuk. Sayangnya, hingga kini rencana dari Sat POL-PP Bangkep, itu belum terealisasikan. Pada upaya dari SatPOL-PP ini, sangat dinantikan oleh banyak kalangan di daerah tersebut, tidak terkecuali oleh LSM Banggai Coruptions Warcth (BCW), yang lewat pemberitaan media ini secara terbuka menyampaikan dukungannya terhadap upaya tersebut. (Wan)

Soal Ketua KNPI, HMI Belum Tentukan Sikap BANGGAI-Banyaknya calon kandidat ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bangkep dalam Musyawarah Daerah (Musda) mendatang, ternyata tidak membuat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Cabang Banggai-Bangkep, ikut-ikutan untuk mengusung salah satu kandidat yang belakangan sudah terang-terangan mempublikasikan diri

P

E

untuk maju sebagai kandidat calon Ketua KNPI Bangkep, periode tiga tahun kedepan. HMI punya, alasan sendiri untuk hal tersebut. Kepada Luwuk Post, beberapa hari lalu, Ketua Presedium Korp Alumni HMI (Kahmi) Bangkep, Moh.Zamrud Spi, mengatakan secara kelembagaan HMI belum menentukan sikap

N

G

U

tentang siapa kandidat yang bakal diusung untuk dicalonkan sebagai ketua KNPI, karena Kahmi dan HMI tidak mau terjebak pada dikotomi politik dan geopolitik birokrasi yang menurut Alumnus Unhas ini kian berkembanh di detik-detik pelaksanaan Musda ini. Namun siapapun kata Zamrud, yang lolos pada tahapan seleksi nantinya, dirinya me-

M

U

M

A

nyarankan agar semua calon mau menandatangani kontrak kinerja fakta dan integeritas, dengan tujuan agar para pimpinan OKP dan PK yang memiliki hak suara bahkan publik sekalian bisa menilai calon mana yang lebih layak untuk di dukung serta menjadi pimpinan KNPI setelah kepemimpinan Nur’an Lasinta. (Mad)

N

NOMOR : 05/SC-MUSKAB/KNPI/XI/2009 Sehubungan dengan PASTI NYA Pelaksanaan Musyawarah Kabupaten KNPI Kabupaten Banggai Kepulauan Hari SENIN Tanggal 16 Nipember 2009, sehingga kami menyampaikan kepada saudara yang ingin menjadi ketua Ketua KNPI agar segera mendaftarkan diri kembali pada Sekretariat Steering Commite dengan persyaratan sebagai berikut : 1. Mendaftarkan diri kepada Steering Commite MUSKAB Ke 3 KNPI Kab. Banggai Kepulauan dari Tanggal 3 Nopember sampai dengan 10 Nopember 2009, bagi yang tidak mendaftarkan diri dianggap gugur. 2. Berusia tidak lebih dari 40 (empat puluh) Tahun. 3. Mendapat dukungan / rekomendasi secara tertulis dari OKP / Pengurus Kecamatan yang ditanda tangani Ketua Umum dan Sekretaris. 4. Untuk Kecamatan Pemekaran yang memberikan dukungan pada salah satu calon harus menunjukkan surat mandat PK dari DPD II. 5. Sehat jasmani, rohani dan bebas narkoba yang dibuktikan keterangan dokter puskesmas setempat. 6. Tidak sedang menjalani hukuman pidana yang dibuktikan dengan surat keterangan berkelakuan baik dari polsek setempat. 7. Menyampaikan daftar riwayat hidup dan rencana strategi Visi dan Misi KNPI Banggai Kepulauan Kedepan. 8. Memasukkan pas poto 4x6 warna dan memakai jas = 4 lembar. 9. Pernah menjabat sebagai pimpinan OKP/Sementara menjabat Pimpinan OKP.

10. Berkas kedalam Map Snekhekter berwarna merah dan dimasukkan kedalam amplop coklat. Tempat pendaftaran : Sekretariat Steering Commite / Panitia Pelaksana Jln. KRI Imam Bonjol No. … Salakan (Saudara Kaprawi) HP : 0815 2454 7457 Pendaftaran dibuka jam : 10.00 – 16.00 WITA Hal-hal yang belum diatur akan ditetapkan kemudian Steering Commite akan menyampaikan hasil Verifikasi kelulusan berkas atau menyampaikan langsung kepada yang bersangkutan apabila yang bersangkutan dinyatakan lulus pada verifikasi oleh Steering Commite. STEERING COMMITE Muskab Ke 3KNPI Kab. Banggai Kepulauan MUDMAIN, S. Ag RISNO SALIM, ST Drs. TAUFIQ TIADJA MUH. KAPRAWI MUKHSIN, SH

Ketua Sekretaris Anggota Anggota Anggota

14

SABTU 7 NOVEMBER 2009

ARENA

Peluang Borong Gelar di Malaysia JAKARTA – Petenis wanita Indonesia berpeluang menyapu bersih gelar juara turnamen Women’s Circuit di hardcourt Kuching, Malaysia. Wakil Merah Putih mendominasi semifinal dengan menempatkan tiga petenis pada nomor tunggal. Pada nomor ganda, Indonesia menempatkan satu wakil di final. Lavinia Tananta pada nomor tunggal menempati unggulan pertama. Dia mendapat perlawanan ketat dari Na Lae-han (Korea). Setelah kehilangan set pertama, dia menang 4-6, 6-3, 6-2. Pada semifinal hari ini, Lavinia akan menghadapi Romana Tedjakusuma. Kemarin (6/11), petenis senior asal Surabaya itu menyingkirkan Nicha Lertpitaksingchai (Thailand) 6-4, 63. Tunggal wanita Indonesia lain

yang melaju ke semifinal adalah Jessy Rompies. Unggulan kedua tersebut mengalahkan petenis Korea Han Sung-hee 6-3, 6-3. Pada babak empat besar, dia akan menghadapi unggulan ketujuh Kang Seo Kyung (Korea) yang kemarin menumbangkan unggulan ketiga Yoo Mi 6-4, 3-6, 6-2. Pada nomor ganda, pasangan Lavinia/Romana lolos ke babak final setelah menang mudah atas pasangan Thailand Nicha Lertpitaksinchai/Satjaporn Mahajaroenku 6-1, 6-2. Sayang, hasil positif itu gagal diikuti pasangan Jessy/Beatrice Gumulya. Ganda unggulan kedua tersebut menyerah kepada ganda unggulan keempat Han Sung-Hae/ Seo Kyung Kang (Korea) 4-6, 6-3, (8-10). (ado/ang)

SAMBUNGAN KOMISI B DESAK Sambungan dari Hal 1 silam. Hal itu dikatakannya menyu sul desakan sejumlah kalangan kepada pemerintah daerah untuk mengadakan mesin genset untuk membantu PLN mengatasi krisis listrik yang kian parah.“Komisi B memang mengusulkan agar pemda mengadakan mesin genset,” kata nya. Namun kata dia, saran terse but hanya berkembang pada rapat dengar pendapat dengan Distam ben dan PLN, dan belum ditindak lanjuti dalam bentuk rekomendasi tertulis. Kata dia, PLN membutuh kan sekitar empat genset baru un

PENDIDIKAN Sambungan dari Hal 1 polemik seputar unas, tidak akan ada selesainya. Karena itu, yang harus dilakukan ialah memperbaiki sistem ujian tersebut. Jika unas kredibel, hasilnya bisa digunakan untuk masuk PTN. Karena itu, pelibatan perguruan tinggi dalam pelaksanaan unas bakal dilakukan lebih jauh.

DEPDIKNAS Sambungan dari Hal 1 Dengan demikian, kata Nuh, distribusi guru di seluruh Indonesia merata. ’’Di kota, tenaga pendi dikan oversupply, tapi di daerah terpencil undersupply,’’ terangnya. Untuk itu, pekan depan Depdiknas bakal mengumpulkan kepala dinas pendidikan, terutama daerah ter pencil. Tujuannya, mendata jumlah pendidik di daerah tersebut. Ter

BIBIT- CHANDRA Sambungan dari Hal 1 KPK Bibit Samad Riyanto dan Chandra Marta Hamzah.Dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR Jumat dini hari kemarin, Kapolri Bambang Hendarso menegaskan kembali sangkaannya kepada BibitChandra. Dia yakin bahwa anak buahnya memiliki bukti-bukti konkret soal keterlibatan dua pimpinan KPK itu. Di antaranya, polisi memiliki fotofoto mobil yang masuk ke Pasar Festival dan Apartemen Bellagio. Pernyataan di forum terhormat itu membikin Bibit dan Chandra me radang. Kemarin (6/11) mereka membantah keras tudingan itu. ’’Saya tegaskan, saya tidak pernah menerima uang dari Ari Muladi atau pun Yulianto, baik langsung mau pun tidak langsung. Menerima uang dari pihak lain juga tidak pernah. Kapolri bohong,’’ ujar Bibit.Demikian juga, Chandra bersikukuh bahwa dirinya tak pernah menerima uang dari pihak lain. ’’Saya juga tidak me ngenal Ari Muladi, Edi Sumarsono. Melakukan hubungan telepon baik langsung atau tidak langsung juga tidak pernah,’’ jelasnya. ’’Uang yang saya terima selama ini cuma satu. Hanya dari negara. Silakan Anda cek harta kekayaan saya,’’ tambah nya.Pernyataan dua pimpinan non aktif KPK itu merupakan yang per tama sejak mereka keluar dari Rutan Brimob Kelapa Dua Selasa lalu. Sebelumnya, tim penasihat hukum mereka melarang keduanya berkomentar di media.Bambang Widjojanto, pengacara Bibit dan Chandra, juga menilai bahwa per nyataan Kapolri tersebut banyak distorsi. Salah satu yang mendasar disebutkan bahwa Anggoro tak pernah balik ke Indonesia karena ditangkal masuk. ’’Saya jelaskan bahwa KPK tidak memiliki kewe nangan melarang seseorang ma suk kembali ke tanah air,’’ ujarnya. Wewenang yang diatur di UU KPK hanya soal melarang orang bepergian ke luar negeri saja

AMAN ISSA Sambungan dari Hal 1 Maksud Aman dengan nama Alex Alatas adalah Ali Alatas. Aman kerap memanggil Ali Alatas dengan nama Alex. Mereka berdua akrab saat Ali bertugas sebagai diplomat di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Thailand. Ketika itu, Aman menjadi salah seorang staf di KBRI Thailand. Saat Jawa Pos mengatakan bahwa Ali Alatas sudah meninggal tahun lalu, Aman kaget. Dia terhenyak dan matanya tiba-tiba sembab. Dia tak menyang ka teman ngobrol saat bertugas di KBRI itu sudah tiada. ’’Sudah meninggal ya,’’ katanya lirih. Lelaki asli Bandung itu adalah mantan anggota Heiho, pasukan bentukan Jepang untuk menjaga kekuasaannya di Indonesia. Para anggota Heiho diambil dari orangorang pribumi. Awalnya, pasukan itu dibentuk untuk membantu peker jaan kasar tentara Jepang. Namun, lambat laun, karena kebutuhan pasukan meningkat, Heiho naik pangkat. Mereka boleh mengangkat senjata. Bahkan, beberapa di antara mereka dikirim ke beberapa medan perang. Salah satu di antara adalah Thailand. Aman menuturkan, dirinya dipanggil menjadi tentara Heiho pada 1942. Bapak empat anak itu menjalani serangkaian pelatihan di daerah Bandung. Me nurut Aman, pelatihan tentara Heiho sangat berat. Anak buah salah sedikit, komandan main pukul. Pernah, Aman kurang dalam mene kan pedal kopling mobil jip. Akibat nya, laju jip tersendat-sendat. ’’Saya disuruh turun, kemudian kepala saya dipukul,’’ katanya sam bil menunjukkan pelipis kiri dan kanannya.Selain itu, saat latihan baris berbaris, tiap anggota dibekali kayu sepanjang sekitar satu meter. Kayu itu ibarat senjata bagi calon tentara Heiho. ’’Kami disuruh baris. Kayu itu kemudian ditusukkan ke perut. Tidak boleh jatuh, kalau jatuh

Luwuk Post SABTU 7 NOVEMBER 2009

http://luwukpost.info

tuk memulihkan suplay listrik ke seluruh penjuru Banggai. “Angga ran yang dibutuhkan untuk genset sebanyak itu sekitar Rp 6 sampai Rp 7 miliar,” katanya. Meskipun mengakui solusi tepat dan tercepat mengatasi krisis listrik adalah pengadaan mesin genset namun Hardi belum memastikan si kap pemerintah daerah. “Perlu ada pertemuan khusus antara Bupati, pimpinan daerah dan PLN. Tidak bisa sebatas saran tanpa ditindak lanjuti dengan rekomendasi ter tulis,” katanya.Pengadaan mesin genset kata Hardi mendesak karena mesin pembangkit PLN yang ber umur tua sudah mengalami keru sakan. Kondisi itu diperparah de ngan menurunnya debit air dari

pembangkit listrik PLTMH HangaHanga. “ Soal bagaimana sikap pemda saya tidak bisa berkomentar banyak, karena sampai saat ini belum ada rekomendasi tertulis dari Komisi B,” tambahnya.Kendati begitu, Hardi juga mengatakan, mesin genset tidak serta merta bisa diadakan pada akhir tahun ini. “Ka laupun dianggap sangat prioritas dan mendesak, yang paling mung kin (genset itu) diadakan pada ta hun anggaran 2010, tidak bisa diakomodir melalui ABT,” katanya. Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Banggai, Ir. Hidayat Monoarfa, mengatakan, pe merintah daerah dapat saja mem bantu PLN sepanjang perusahaan negara tersebut bersedia mentrans

paransikan kondisi keuangannya. “(Soal genset) jangan dulu. Yang perlu saat ini adalah PLN harus mam pu mentransparansikan kepada publik mengapa perusahaan itu mengalami kerugian,” katanya. DPRD kata Hidayat, dapat saja me rekomendasikan kepada pemerin tah untuk membantu PLN. “Tapi PLN harus mampu mentransparan sikan kerugian yang perusahaan itu. Berapa pendapatan yang ma suk dan berapa biaya operasional yang keluar, itu harus jelas dulu,” tuturnya ketika berbincang dengan wartawan koran ini usai salat jumat di masjid Agung An Nuur, kemarin. PLN lanjutnya, tidak bisa serta merta meminta bantuan kepada pemerintah dengan bersembunyi di

Ketua SNM PTN Haris Supratna mengatakan, para rektor PTN seperti ITB, Unair, Unesa, ITS, Unram, dan UNY telah berkumpul dan membahas persoalan itu kemarin malam. Hasilnya, mereka sepakat mengintegrasikan hasil unas. Dengan demikian, mulai 2010 unas bisa dijadikan syarat masuk PTN. ’’Memang, tadi malam (kemarin malam, Red) tak semua PTN hadir. Tapi, PTN yang tidak hadir sudah menyatakan persetujuannya,’’ jelas

Haris. Contohnya, UI, UGM, dan sejumlah PTN lain sudah menyetujui kebijakan tersebut. Sebelumnya, kata Haris, pengintegrasian unas dibahas melalui pertemuan para rektor saat mengevaluasi hasil SNM PTN di Bali beberapa waktu lalu. Ketika itu, belum ada keputusan final soal masalah tersebut. Namun, saat ini Mendiknas sudah memberikan rambu-rambu bahwa pengintegra sian unas bisa dilakukan. ’’Tak perlu menunggu hingga 2012 seperti

rencana semula,’’ ujarnya. Agar kredibilitas unas lebih terjamin, penyusunan naskah soal bakal dilakukan guru dan PTN. Selain itu, beberapa aturan dan kebijakan dalam unas bakal diperbaiki. Dengan demikian, imbuh Haris, ada upaya memperbaiki dan memperkecil kecurangan dalam unas. ’’Kalau hasil unas kredibel, tentu PTN tidak keberatan jika hasilnya dijadikan masuk instansi mereka,’’ terang rektor Unesa itu. (kit/oki)

masuk, jumlah sekolah yang sudah terhubung dengan koneksi internet.’’Insentif terhadap guru dae rah terpencil akan kami tingkatkan. Demikian pula dengan infrastruktur nya,’’ jelas mantan Menkominfo itu. Dengan adanya kenaikan insentif, guru bakal terlecut untuk mengab dikan diri di daerah terpencil.Bukan hanya fokus terhadap kesejahte raan guru, akses internet untuk pem belajaran juga menjadi perhatian. Rencananya, Depdiknas bakal me nambah 17.500 sekolah berakses

internet. Melalui pembelajaran berbasis TI, siswa diharapkan da pat semakin akrab dengan tekno logi. Insfrastruktur untuk membuka akses tersebut telah disiapkan Depkominfo. ’’Program ini berkaitan dengan peningkatan kualitas siswa dan keterjangkauan infrastruktur,’’ jelasnya.Untuk menunjang motivasi siswa dalam belajar, Depdiknas juga siap menggelontorkan 20 ribu beasiswa bagi siswa SMA/SMK/ MA yang ingin meneruskan studi ke perguruan tinggi. ’’Dengan

begitu, kesempatan siswa berpres tasi untuk melanjutkan sekolah se makin terbuka lebar,’’ ujar pria asli Surabaya itu.Nuh berharap bebe rapa program yang menjadi skala prioritas tersebut bisa direalisa sikan dalam waktu 100 hari. ’’Tidak ada excuse untuk tidak merealisa sikan program-program yang telah kita susun,’’ terangnya. Dengan demikian, peningkatan kualitas pen didikan diharapkan merata sehing ga diskriminasi di bidang pendidikan dapat terkikis. (kit/oki)

(cegah).Dalam kesempatan yang sama, Kapolri juga membenarkan bahwa Kabareskrim Susno Duadji telah menemui Anggoro di Singa pura. Polisi berargumen tidak bisa menangkap Anggoro karena un dang-undang kepolisian tidak me larang mereka menemui tersangka. Apalagi, kepergian Susno menemui Anggoro itu sudah diketahui publik secara luas. ’’Ini argumen yang sa ngat membahayakan. Bagaimana seorang penegak hukum bisa me nemui seorang buron dengan mu dah,’’ ujarnya. Bagaimana halnya jika penegak hukum, selain kepolisian, menemui seorang teroris, apakah yang bersangkutan tidak berkewajiban meringkus atau memberitahukan. ’’Kalau pernyataan semacam itu, bisa rusak negara hukum ini,’’ tam bahnya.Distorsi lain, kata Bambang, menyangkut persoalan penyelidikan terhadap Djoko S. Tjandra. Dia diselidiki terkait aliran dana dari Artalyta Suryani kepada Jaksa Urip Tri Gunawan. Pence kalan itu menyeret Bibit dalam kasus penyalahgunaan kewenangan. ’’Saya tegaskan, yang ini juga ada surat penyelidikan,’’ ucapnya.Ale xander Lay, pengacara lain Bibit dan Chandra, menegaskan tak ada kasus di KPK yang berhenti. Ter masuk yang melibatkan bos PT Masaro Anggoro Widjojo. Dalam kasus itu, Anggoro terseret dua kasus, yaitu suap terhadap ang gota DPR Yusuf Erwin Faisal dan pengadaan Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT).Secara terpi sah, kuasa hukum Ari Muladi, Sugeng Teguh Santosa, juga mem bantah keterangan yang disampai kan Kapolri tentang kliennya. Mi salnya, Ari yang disebut enam kali datang ke kantor KPK. ’’Padahal, hanya satu kali dan itu hanya untuk menyerahkan surat,’’ katanya. Ketika itu, Ari hanya bertemu de ngan penerima tamu dan petugas yang menerima surat. ’’Tidak ada pertemuan dengan pimpinan KPK,’’ tegas Sugeng.Dalam kasus BibitChandra, Ari disebut menjadi peng

hubung dari Anggodo untuk menye rahkan uang kepada pimpinan KPK melalui Ade Rahardja, direktur Penin dakan KPK. Namun, dalam kete rangannya, Ari mengatakan bahwa uang dari Anggodo masih melalui perantara lagi bernama Yulianto. Pengacara kelahiran Semarang itu mengungkapkan, Ari tidak memi liki hubungan apa pun dengan pe jabat di KPK. Namun, saat pemerik saan di Bareskrim Polri, kliennya dipaksa untuk mengenal Ade. ’’Dia diarahkan untuk mengenal Ade, tapi saat itu tidak didampingi pengacara dan sekarang (keterangan) sudah dicabut,’’ urai Sugeng.Bukankah Ari pernah menjalani tes lie detector oleh Polri atas pencabutan BAPnya? Sugeng menyatakan bahwa kliennya memang menjalani tes ke bohongan tersebut. Hal itu dilaku kan setelah dia mencabut kete rangan pada BAP Juli dan menyata kan keterangan yang benar pada BAP Agustus.Dia menegaskan, lie detector itu hanya menjadi petunjuk dan tidak bisa dijadikan alat bukti. ’’Pak Ari tetap pada BAP Agustus bahwa dia tidak mengenal orang di KPK dan menyerahkan uang melalui perantara Yulianto,’’ terang dia.Sugeng justru mempertanyakan langkah Polri yang menguji kete rangan kliennya dengan menggu nakan lie detector. Padahal, peru bahan, revisi, dan pencabutan BAP merupakan hal yang wajar, bahkan menjadi hak. ’’Apa kepentingan Polri untuk mengarahkan bahwa pen cabutan BAP itu tidak benar,’’ keluh nya. KAPOLRI DIANGGAP MENG GOSIP Chandra M. Hamzah juga mem bantah tudingan Kapolri bahwa dirinya memiliki kedekatan emosio nal dengan mantan Menteri Kehu tanan M.S. Kaban. Kapolri menilai bahwa kedekatan itulah yang mem bikin Chandra tak segera mem proses dugaan aliran uang Rp 17,6 miliar dari Anggoro Widjojo ke kantong mantan Menhut era kepe mimpinan SBY-JK.Pernyataan Chandra itu disampaikan melalui

pengacaranya, Bambang Widjojanto, kemarin. ’’Saya pastikan tidak ada kedekatan emosional an tara Chandra dan Pak Kaban,’’ ung kapnya.Dia menambahkan bahwa Kaban juga tak pernah menjadi sak si pernikahan Chandra dengan putri pemikir Islam almarhum Nurcholis Madjid. ’’Juga saya tegaskan bah wa Kaban tidak pernah menjadi sak si pernikahan. Pernyataan Kapolri itu setara gosip,’’ ucap Alexander Lay, pengacara lain dua pimpinan KPK nonaktif Bibit dan Chandra. Dalam beberapa kasus korupsi, Ka ban pernah bersaksi di hadapan penyidik lembaga antikorupsi itu. Saat menjalani pemeriksaan, dia juga tak pernah mendapatkan perla kuan istimewa. Menurut standar operasional di lembaga itu, semua saksi harus melintasi pintu lobi, baik saat masuk maupun keluar ge dung.Pernyataan itu muncul saat Kapolri melakukan rapat kerja di Komisi III DPR. Kapolri menegaskan bahwa KPK memiliki sejumlah bukti kuat soal aliran dana dari PT Masaro ke kantong Kaban. Namun, kasus itu tak segera diproses oleh KPK karena Kaban memiliki kede katan dengan emosional dengan Chandra. Selentingan kabar itu juga pernah diungkapkan Kapolri Bambang Hendarso Danuri saat mengklarifikasi kasus kriminalisasi Bibit dan Chandra ke Tim 8 di ge ung Wantimpres.Setelah Kapolri menyampaikan adanya aliran dana ke Kaban dengan menyebut-nye but keluarga Nurcholis Madjid, pihak keluarga keberatan atas pengaitan itu. ’’Kapolri telah mem berikan pernyataan tidak penting yang tidak berkaitan dengan apa yang menimpa Chandra,’’ tambahnya. Menurut Bambang Widjojanto, pihak keluarga juga meminta Kapolri mencabut pernyataannya tersebut. ’’Sebab, ini termasuk menista,’’ ujarnya.Chandra meminta pernya taan itu dikonfirmasi langsung kepada mantan aktivis Partai Bulan Bintang tersebut. ’’Tanyakan saja kepada Pak Kaban sendiri,’’ katanya. (git/fal/lea)

dihukum,’’ katanya.Pada 1944, Aman dibawa ke Thailand. Ketika itu, pasukan Jepang hendak meng hadang pasukan Sekutu yang mau menyerbu Indonesia. Namun, saat sampai di Thailand, sejumlah ang gota pasukan ciut nyali. Mereka be ranggapan, melawan Sekutu seper ti bunuh diri. ’’Badan anggota pasu kan Sekutu besar-besar. Senjata nya bagus-bagus. Nanti kena pelor mati,’’ tutur Aman.Sembilan orang di antara mereka memutus kan’’de sersi’’, termasuk Aman. Selain Aman, mereka adalah Abdulkirom, Nasim (keduanya dari Jakarta), Basih dari Cirebon, Mamad dari Sukabumi, Ateng dari Majalaya, Endang Suriapi dari Bandung, Suganda dari Cianjur, dan Sobandi dari Bogor.Begitu mendarat di pela buhan Bangkok, mereka langsung kabur. Beberapa di antara mereka bersembunyi di kampung Jawa di Distrik Sathorn, pusat kota Bang kok, sebuah perkampungan tempat perantauan asal Jawa menetap. ’’Saya bersembunyi di masjid Jawa. Saya bersembunyi di balik tumpu kan sajadah,’’ ujarnya mengenang masa-masa pelarian itu. Agar tak diendus tentara Jepang, mereka berpencar. Setiap hari mereka menginap di tempat-tempat berbeda. Setelah Hiroshima dan Nagasaki dibom oleh Sekutu dan Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada Agustus 1945, Aman dan rekan seperjua ngan baru merasa tenang. Apalagi, pemerintah Thailand tak terlalu asing dengan orang Indonesia per antauan.Sejatinya, Aman ingin pu lang ke Indonesia. Namun, karena tak ada biaya, dia lantas bekerja serabutan di Bangkok. Beberapa pekerjaan dia jalani. Mulai tukang reparasi mesin jahit, pekerja sera butan di pelabuhan, hingga sopir. Ganti-ganti pekerjaan itu dia lakoni.Suatu ketika dia memperbaiki sebuah mesin jahit milik seorang staf KBRI. Seringnya berinteraksi membuat staf tersebut menawar kan Aman bekerja di KBRI. ’’Mau ker ja nggak. Ini ada lowongan,’’

katanya.Aman langsung menyam but tawaran itu. Apalagi, lowongan itu pas dengan kemampuannya, yakni menjadi sopir KBRI. ’’Saya dulu kan sering membawa mobil gerobak (pikap, Red). Itu sudah pekerjaan saya,’’ katanya. Tidak semua para mantan tentara Heiho menetap di Thailand. Begitu sudah punya uang cukup, beberapa di antara mereka pulang kampung. Namun, tidak demikian halnya dengan Aman. Beberapa tahun menetap di Thailand, dia kemudian menikah dengan Kamila, seorang wanita keturunan Tiong hoa dari Indonesia yang lahir di Thailand.Pernikahan mereka meng hasilkan empat anak. Yaitu, Kam nung, Kamron, Sumon, dan Kam nvan. Semua diberi nama belakang Naradjebhusit. Aman lupa mengapa menggunakan nama itu sebagai nama keluarganya. ’’Katanya, biar sama dengan orang Thailand lainnya,’’ ujar Kamron, lantas ter kekeh.Para eks tentara Heiho lan tas membuat komunitas. Anggota nya adalah para tentara yang ka bur saat melawan sekutu. Namun, karena usia, satu per satu di antara mereka meninggal. Aman adalah satu-satunya anggota Heiho yang masih hidup di Thailand. Tiap ingat para koleganya itu, Aman sering meneteskan air mata. ’’Saya kangen punya kawan untuk diajak ngobrol,’’ katanya.Kendati sudah beranak pi nak di Thailand, Aman masih punya harapan untuk kembali pulang. Dia ingin berjumpa dengan tiga sauda ranya. ’’Saya tidak tahu apakah mereka masih hidup,’’ ujarnya lirih. Rumah Aman di Bandung berada di kampung Cikadut, Sukamiskin, Kota Bandung. Rumah itu berdiri di seberang Rumah Tahanan Sukamis kin. ’’Dari rumah saya tinggal nye berang ke buian maksudnya rutan, Red),’’ tuturnya.Saat Aman pergi ke Thailand, tiga saudaranya tinggal di rumah itu. Mereka adalah Atisah (anak pertama), Rukimah (anak kedua), dan Salmah (anak ketiga). Aman adalah ragil di antara empat bersaudara itu. Bapaknya bernama

Mad Isak. Sejak ’’bertugas’’ ke Thailand, Aman tak pernah tahu kabar mereka. ’’Makanya, saya ingin pulang. Apa mereka masih hidup atau tidak,’’ katanya. Untuk mengo bati kerinduannya akan Indonesia, Aman selalu menonton pertan dingan sepak bola dan bulu tangkis, terutama yang dimainkan pemain Indonesia. Kadang di televisi, ka dang datang langsung ke lokasi pertandingan. Dia masih bisa me ngingat pemain-pemain legendaris dua cabang olahraga itu. ’’Saya suka Tan Joe Hock. Bukan main, hebat. Kalau dia main, hati saya ikut gemetar,’’ katanya. Di olahraga sepak bola, nama yang selalu lekat di hati Aman adalah Abdul Kadir. Bahkan, saat pemain bola legendaris itu main di Bangkok, dia ’’memburunya’’ untuk sekadar bertemu. ’’Saya ajak dia ke sini (rumah Aman, Red). Kami ngobrol lama,’’ katanya.Sampai sekarang Aman selalu ingin pulang. Salah seorang staf KBRI menuturkan, suatu ketika, Aman mendatangi KBRI di Bangkok. Di sana dia menemui beberapa staf dan me nyampaikan keinginannya untuk pulang. Staf KBRI balik bertanya, memang Aman punya duit berapa untuk pulang? Aman menggeleng. Tak ada duit sepeser pun. ’’Saya bilang ke Pak Aman, kalau nggak ada duit nggak bisa pulang. Butuh duit banyak,’’ ujar staf bagian humas itu, lantas tersenyum.Soal nasio nalisme, Aman kadang merasa nelangsa. Dia yang asli Indonesia ternyata anak-anaknya menjadi warga negara Thailand. ’’Sejak dulu saya ingin membawa mereka balik, tapi nggak bisa. Di sini mereka sudah berkeluarga,’’ katanya. Aman sendiri tak bisa melawan waktu. Dia tak berdaya menentang usia. Beberapa lama jeda wawancara, dia kembali bertanya. ’’Kepala Kementerian Luar Negerinya siapa, Alex Alatas?’’ katanya. Saat Jawa Pos kembali mengatakan bahwa dia sudah meninggal, Aman kembali terdiam. Matanya sembab. (nw)

15

E-Paper Pertama di Kawasan Timur Sulawesi

belakang UU Nomor 30 Tahun 2009 tentang ketenagalistrikan. Hidayat juga meminta koleganya di Komisi B DPRD Kabupaten Banggai agar jeli menyikapi masalah yang mendera PLN. “Jangan serta merta mengikuti

apa yang diminta oleh PLN sebelum mereka transparan. Karena ini masalah uang negara,” katanya. Aleg PKS itu juga berharap koleganya di Komisi B mengagen dakan kembali rapat dengar pendapat.“Sehingga PLN bisa

menjelaskan secara detail apa saja masalah yang dihadapi, terutama soal pengakuan bahwa PLN mengalami kerugian. Semua ini harus dibuka agar masyarakat bisa membantu melalui tangan pemerintah,” tandas nya.(ris)

TPF

berusaha untuk saling memojokkan, saya khawatir ujung-ujungnya bukan mencapai suatu yang tidak baik. Itu menjadi kekhawatiran sa ya,” katanya.Kritik juga datang dari kalangan LSM. “Bukannya makin memperjelas solusi terhadap masa lah yang ada, tapi malah tambah runyam,” kata Ketua Setara Institute Hendardi.“DPR sebaiknya du duk manis mendengar dan menga wasi. Jangan kemudian terkesan di publik malah menjadi pembela koruptor dan sibuk dengan pujapuji,” tambahnya. Masyarakat, kata dia, menunggu tindakan politik dan segera dari pre siden melalui percepatan proses hukum, akan ke mana kasus itu, dihentikan atau dilanjutkan. “Presi den tidak perlu lagi menjadi tameng. Keterlambatan presiden akan mem buat persoalan menjadi amburadul dan berlarut-larut,” tuturnya. Kesan sikap lunak bahkan ’’dukungan’’ dari DPR bisa dilihat dari sekian tepuk tangan yang dilakukan anggota komisi III saat rapat. Tepukan kali pertama dilakukan saat Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri memperkenalkan Komjen Pol Susno Duadji yang kebetulan duduk di sebelahnya. “Soal tepukan tangan itu, nggak tahu lah siapa yang mulai. Terjadi

begitu saja,” ujar Wakil Ketua Komisi III dari FPKS Fachry Hamzah di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin. Dia menolak bahwa DPR telah berat sebelah dalam persoalan KPK-Polri yang sedang panas.Fachry juga tak sependapat dengan anggapan bah wa ketika rapat dengar pendapat dengan Kapolri, para anggota bersikap lunak. Berbeda dengan saat RDP di hari sebelumnya de ngan KPK. “Tidak benar, RDP bukan lah panggung serangan balik Polri kepada KPK,” kelitnya.Meski demi kian, dia menyatakan tak bisa ber buat banyak ketika ada yang menilai bahwa DPR hanya ingin membe rikan ruang bagi Polri untuk menye rang balik KPK. “Kalau pun pang gung memang kenapa? Siapa yang melarang? DPR kan rumah rakyat. Silakan saja mau dibilang semalam mirip dagelan atau apa. Toh, ini juga untuk ditonton rakyat, kok,” tegasnya.Dia meminta persoalan RDP dengan Polri tidak perlu dibesar-besarkan. Sebab, menurut Fachri, masih banyak masalah yang lebih butuh mendapat perha tian. “Sudahlah, kalau dibahas jadi tidak ilmiah. Ngapain sih kita ributribut soal sensasi, lebih baik tetap mementingkan substansi?” tandas nya. (noe/rdl/dyn/iro)

nan proyek yang akan melibatkan BUMD, Banggai Energi Utama itu. Di Jakarta, Ma’mun akan bertemu pihak pertamina (JOB) dan PT PLN. Dala proyek pembangkit listrik yang diperkirakan berkuatan 20 MW itu, pihak JOB dan Banggai energi akan menjadi rekanan penyedia energi yang kemudian dijual kepada PT PLN. “Kalau langkah awal ini mulus, saya optimis 2010 proyeknya su dah mulai berjalan,” katanya. PERCEPAT PLTM Selain proyek PLTG, Ma’mun juga sudah menginstruksikan agar mem percepat proyek pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTM) di Keca matan Nuhon dan Biak, yang ma sing-masing berkapasitas 2,5 dan 5 megawatt. “Khusus untuk Biak, sementara proses pengurusan izin pinjam pakai lahan,” katanya. Pada saat yang sama, Ma’mun juga me nyatakan terus mendorong agar PT Sawindo lewat salah satu anak perusahaannya yang bergerak di bidang powerplan untuk segera

membangun PLTM di wilayah Sino rang, Kecamatan Toili. Saat ini, kata Ma’mun perusahaan tersebut te ngah melakukan survei lokasi. “Ka lau terlaksana, kita akan memiliki tambahan daya sebesar 10 MW lagi,” katanya. PT Sawindo sendiri, kata Ma’mun sudah terbukti sukses membangun PLTM di wilayah Ma risa, Kabupaten Pohuwato, Pro vinsi Gorontalo.“Kita berharap, se jumlah action plan ini bisa berjalan mulus, sehingga krisis listrik jangka panjang di Kabupaten Banggai bisa teratasi,” katanya. Ma’mun menga kui, krisis listrik di Banggai juga diaki batkan makin besarnya investasi di Kabupaten Banggai. Di satu sisi positif, tapi di pihak lain berpe ngaruh pada kemampuan daya lis trik. “Karena itu, kalau ditanya se rius, ya kita serius ingin menyelesaikan masalah ini. Karena ke depan, jumlah investasi yang masuk ke daerah ini akan makin bertam bah,” tandasnya.(*/her)

’’Saya polisi, dia (Anggodo) mela porkan masalah. Wajib hukumnya diterima. Wajib hukumnya ditindak lanjuti laporannya,’’ ujarnya. Sementara itu, dia menegaskan, hubungannya dengan Anggoro ha nya hubungan antara saksi sebuah kasus dan penyidik yang memerik sa sebuah kasus hukum. Karena Anggoro ketika itu sudah lari ke Singapura, Susno dan beberapa penyidik Polri berangkat ke Singa pura untuk memeriksa di sana. Menurut Susno, awalnya dirinya ingin mengirim anak buahnya ke Singapura untuk menyidik Anggoro. Pemeriksaan akan dilakukan di Kedutaan Besar RI. Tapi, Anggoro menolak karena takut ditangkap. Meski sudah dijelaskan tidak mung kin polisi menangkap karena tidak memiliki kewenangan penangkapan di Singapura, Anggoro masih tidak percaya. ’’Dia minta saya yang da tang,’’ ujar Susno.Karena tahu KPK sudah menetapkan Anggoro se bagai tersangka, Susno mengaku sudah memberitahukan rencana pemeriksaan Anggoro di Singapura kepada salah seorang pimpinan KPK yang tidak dia sebutkan nama nya. ’’Apakah pemeriksaan itu saya beri tahukan kepada orang KPK? Ya, orang KPK saya beri tahu,’’ tegasnya.Susno menyatakan, tidak ada larangan bagi penyidik Polri untuk menemui Anggoro yang ber status saksi, meski di KPK Anggoro sudah berstatus tersangka. ’’Atu ran kami (Polri) berbeda dari Un dang-Undang KPK,’’ kelitnya. Dia juga mengklarifikasi dugaan kete rlibatannya dalam kasus Century. Dia menegaskan tidak pernah ada pemeriksaan keterlibatan dirinya dalam kasus Century. Namun, dirinya sudah divonis merekayasa kasus hukum terhadap Bibit dan Chandra untuk menutupi kasus Century. ’’Saya sih menganggap nya risiko jabatan. Saya kuat. Tapi, risiko yang paling fatal kepada

keluarga saya,’’ ungkapnya.Me nanggapi keterangan Susno, ang gota Tim 8 Anies Baswedan menilai ada sejumlah kejanggalan. Susno dinilai memberikan keterangan yang inkonsisten. Rektor Universitas Paramadina tersebut mencon tohkan, Anggodo mengaku membe rikan uang kepada Deputi Penin dakan KPK Ade Rahardja melalui Ari Muladi.Namun, Susno tidak mam pu menjelaskan mengapa justru Bibit dan Chandra yang dijadikan tersangka. Ade yang ditengarai ber komunikasi dengan Ari Muladi hing ga kini justru masih bertugas di KPK.Anies juga mempertanyakan status Ari yang menjadi tersangka kasus penggelapan uang Anggoro sekaligus menjadi saksi kasus pe merasan. ’’Bagaimana bisa ada orang dijadikan saksi sekaligus ter sangka dalam waktu bersamaan. Bagaimana Anda bisa bersaksi de ngan jujur bila Anda menjadi ter sangka?’’ ujarnya.Ketua Tim 8 Adnan Buyung Nasution juga me ngaku melihat kejanggalan dalam kasus tersebut. Dalam dokumen 15 Juli, Ari Muladi mencabut ketera ngannya dan mengaku tidak pernah menyerahkan uang kepada pimpi nan KPK. Namun, dia justru dijadi kan tersangka kasus penipuan dan penggelapan.’’Dia ditetapkan se bagai saksi dan diancam sebagai tersangka kalau mencabut kete rangan,’’ tegas Buyung. Penga cara senior itu menilai hak asasi Ari dirampas karena dijadikan ter sangka karena tetap mencabut kete rangan pertama.Berdasar ketera ngan Susno, polisi memegang ke saksian Ari yang pertama karena sudah dikonfirmasi dengan tes pen deteksi kebohongan. ’’Dalam kete rangannya yang diubah, Ari me ngaku menyerahkan uang ke Yulianto. Tapi, sampai detik ini tidak ketemu, siapa Yulianto ini? Fiktif ada atau menghilangkan diri atau dihilangkan?’’ ujarnya. (noe/iro)

menyatakan mantap menutup aurat sejak Ramadan lalu. Dalam balutan jilbab itulah, aktris yang gagal menduduki kursi legislatif dalam pemilu lalu tersebut merasa lebih bahagia. ’’Jadi, lebih damai rasa nya,’’ tutur Henidar. Namun, perempuan yang menga wali debut di film pada 1982 lewat Pengantin Remaja II itu menyadari bahwa keputusannya untuk berjilbab membuat ruang geraknya

sebagai aktris menjadi terbatas. Tetapi, tawaran terus mengalir sehingga dia pun terpaksa menolak.’’Kira-kira saya sudah nolak 3–4 judul sinetron stripping dan 3 judul film karena semua perannya nggak pakai jilbab,’’ ka tanya. Meski begitu, dia tidak me mungkiri bahwa penolakan itu sulit dilakukan. ’’Pokoknya, tawaran main film itu godaan paling berat. Sebab, saya cinta akting,’’ tuturnya. (ken/dwi)

Sambungan dari Hal 1 dalam forum, DPR justru seperti menunjukkan dirinya sebagai public relation (PR) atau humas bagi Polri,” kata Anies Baswedan, anggota Tim Pencari Fakta (TPF). Menurut Anies, ada perlakuan yang tidak seimbang dari komisi III kepada Polri dan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diundang sebelumnya. Ketika pimpinan KPK diundang, forum berlangsung tertutup, sedangkan forum dengan Polri dibiarkan ter buka.“Ketika KPK kemarin tidak ada keterbukaan bagi media. Tapi ketika RDP dengan Polri itu, ada keterbu kaan. Kalau ini fungsinya untuk PR, itu bisa memperkeruh masalah,” jelas Anies.Menurut rektor Universitas Paramadina itu, forum terse but juga tak ubahnya seperti penga dilan yang tak menghadirkan pihak lain. Hasil-hasil penyidikan dipapar kan terbuka layaknya di sebuah pengadilan.Tak bisa disalahkan juga, lanjut Anies, Polri menilai pemu taran rekaman di Mahkamah Kon stitusi (MK) berperan sama. “Kita (tim) itu diharapkan justru bisa me nahan diri. Kalau makin hari makin

PEMKAB Sambungan dari Hal 1 terus berupaya menggolkan meg aproyek pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) dengan Joint Operational Building (JOB) PertaminaMedco Tomori Sulawesi (PMTS). “Alhamdulillah, kami baru menda patkan lampu hijau dari JOB untuk segera mengekploitasi salah satu sumur gas di Toili,” kata Ma’mun.Sumur dimaksud bukan yang ada di Sukamaju yang diduga masuk kawasan hutan lindung Baki riang. Sebab sumur itu hingga kini belum bisa dieksploitasi, karena be lum ada izin pinjam pakai dari Men hut.“Sumur yang akan diekploitasi untuk kepentingan PLTG itu bukan yang di Sukamaju. Ini sumur lain yang juga sudah disetujui oleh JOB,” ujar Ma’mun lagi.Terkait ren cana PLTG itu, kata Ma’mun, hari ini dia akan bertolak ke Jakarta untuk membicarakan skema pembangu

ANGGORO Sambungan dari Hal 1 Mantan Kapolda Jawa Barat ter sebut menegaskan, Polri menyeli diki kasus itu semata-mata karena hasil pengembangan penyidik terhadap testimoni mantan Ketua KPK Antasari Azhar.’’Penyidikan dua pimpinan KPK bukan sama sekali didasarkan testimoni, bukan didasarkan dendam, bukan juga atas dasar sentimen, niat menggem bosi (KPK), dan lain-lain,’’ ujar Susno setelah memberi keterangan kepada Tim Independen Verifikasi Fakta dan Proses Hukum atau Tim 8 di Kantor Dewan Pertimbangan Presiden, Jalan Veteran, Jakarta, tadi malam (6/11).Dia datang lewat pintu belakang kantor Wantimpres menumpang Audi silver B 1479 BZ. Susno yang berbaju putih dan bercelana cokelat muda itu datang didampingi sejumlah penyidik Polri. Ketua Tim 8 Adnan Buyung Nasu tion yang menyambut kedatangan nya memberi pujian karena Susno mengundurkan diri dari jabatannya hingga kasus Bibit dan Chandra berkekuatan hukum tetap.’’Meski pun Bapak merasa menjadi korban, kami memberi penghargaan karena mengundurkan diri. Bapak memulai tradisi baru,’’ kata Buyung. Susno menuturkan, penyidikan tersebut berawal dari laporan Antasari Azhar kepada Polda Metro Jaya. Antasari bahkan sudah dimin tai keterangan sebagai saksi oleh Polda Metro Jaya. Karena mendapat perhatian publik, kasus itu akhirnya diambil alih Direktorat III Bareskrim Polri.Dalam kesaksian di depan Tim 8, Susno juga membantah memiliki hubungan khusus dengan Anggodo Widjojo dan Anggoro Widjaja. Dia menegaskan, hubungannya dengan Anggodo se batas hubungan antara polisi de ngan masyarakat yang melapor.

SELEB Sambungan dari Hal 1 adalah peran tanpa jilbab,’’ ujarnya ketika ditemui dalam peluncuran film terbarunya, Emak Ingin Naik Haji, di FX Mall, Jakarta, Kamis lalu (5/ 11).Perempuan blasteran Jawa, Sunda, Inggris, dan Minang itu saat ini memang mengenakan jilbab. Dia

Boediono: Pemerintah Tak Rugi Bailout Century JAKARTA -Wapres Boediono menegaskan bahwa pemerintah tidak rugi dalam menyelamatkan PT Bank Century Tbk (kini Bank Mutiara) dengan dana talangan (bailout) Rp 6,7 triliun. Bila bank itu dijual, dia yakin harganya akan mampu menutupi dana penyela matan yang dikeluarkan pemerin tah.’’Sekarang bank itu bagus lho. Saya kok punya pandangan, nanti bank ini bisa dijual ya, pasti banyak yang berminat. Sebab, bank ini punya network yang lumayan dan manajemennya sekarang bagus. Kita lihat bank ini menjadi baik sekarang,’’ katanya dalam ketera ngan pers di Kantor Wakil Presiden kemarin (6/11).Boediono juga me nilai, langkah pemerintah dalam menyelamatkan bank tersebut

dengan biaya Rp 6,7 triliun meru pakan keputusan yang tepat. Selain menjaga stabilitas moneter saat krisis, biaya yang dikeluarkan peme rintah sebanding dengan biaya un tuk menutup bank tersebut ketika itu.’’Dengan batas penjaminan Rp 2 miliar per nasabah, biaya penja minan yang dikeluarkan Rp 6,4 triliun. Itu saya kira bagian yang ha rus dilihat juga,’’ tuturnya. Selain biaya yang hampir berimbang, Boediono menegaskan, keputusan menteri keuangan, Lem baga Penjamin Simpanan (LPS), dan Bank Indonesia (BI) untuk mem pertahankan Bank Century juga mampu menghindarkan efek domino penutupan bank. Yakni, penurunan kepercayaan publik terhadap per bankan nasional.’’Kalau itu terjadi,

kita tidak akan bisa mengukur keru giannya. Sebab, semua bank akan rontok terkena efek dominonya. Kita tidak akan bisa menghitung biaya yang harus dikeluarkan pemerintah untuk menjamin semua deposan di bank,’’ papar mantan gubernur BI itu.Boediono mengungkapkan, publik harus melihat berdasar kon disi ketika keputusan penyelamatan Bank Century diambil pemerintah. Pada kuartal IV 2008, terjadi krisis finansial global. Indonesia justru menghadapi kerawanan lebih be sar karena rentan mengalami risiko penarikan modal asing atau capital outflow jika dibanding negaranegara tetangga.’’Kita bisa lihat penurunan cadangan devisa kita sangat cepat dan kurs melonjaklonjak.(noe/dwi)


LUWUK POST | SABTU, 07 NOVEMBER 2009