Issuu on Google+

Posisi Tawar yang Lebih Baik untuk Petani

beras mbay


Wilayah

M

bay adalah pusat pemerintahan Kabupaten Nagekeko, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Wilayah ini berada di sisi utara kabupaten baru yang semula termasuk Kabupaten Ngada ini. Kawasan Irigasi Mbay merupakan salah satu lumbung beras bagi masyarakat kabupaten ini maupun Pulau Flores bahkan NTT pada umumnya. Kawasan irigasi ini unik karena di bagian utara berbatasan langsung dengan perairan laut Flores sedangkan bagian selatan berbatasan dengan Kota Mbay yang dikelilingi hamparan padang rumput luas. Secara ekonomis, kawasan ini termasuk salah satu kawasan pengembangan ekonomi terpadu (KAPET) dari 13 KAPET di Kawasan Timur Indonesia. Potensi ekonomi ini menambah kekayaan alam dan budaya Nagekeo.


Budi Daya

P

adi merupakan komoditas terpenting bagi petani di Mbay. Terdapat sekitar 3.638 ha lahan yang hampir 3.000 di antaranya dimanfaatkan sebagai lahan pertanian padi. Kawasan ini dialiri air irigasi oleh 83 pintu yang dikelola 40 kelompok Petani Pengelola dan Pemakai Air (P3A). Luas kepemilikan lahan petani berkisar 0,5 ha hingga 2 ha per petani. Sebagian besar petani di Mbay mengembangkan padi dengan pola pertanian terintegrasi dalam arti tidak hanya padi. Di sekeliling lahan padi umumnya ditanami pisang, kelapa, dan sayuran. Mereka juga memelihara ternak di pondoknya di dekat sawah seperti babi, ayam dan bebek. Beberapa petani mulai memperbaiki tata produksinya dengan cara budi daya yang lebih ramah lingkungan dan menerapkan pola pertanian padi organik.


Keunggulan

S

ebagai kawasan dengan lanskap unik, kawasan irigasi Mbay menghasilkan beras dengan rasa khas. Salah satu jenis beras putih yang disukai konsumen dari kawasan irigasi ini adalah beras membramo, karena rasanya enak. Petani anggota Asosiasi Petani Organik Mbay (ATOM) juga mulai memproduksi beras dengan cara pertanian organik sehingga lebih sehat dengan mutu lebih baik dari beras konvensional. Salah satu keunggulan utama beras sehat adalah rasa lebih enak dan lebih tahan terhadap proses pembusukan (tahan basi). Dengan keunggulan itu, beras dari kawasan irigasi Mbay mulai dipasarkan dengan cara yang berbeda. Petani menghasilkan beras hitam dan beras putih.


Petani


Dukungan

L

ahir dan tumbuhnya ATOM dalam pengembangan Rantai Padi Organik di Kawasan irigasi Mbay, didukung oleh beberapa pihak terutama pemerintah Kabupaten Nagekeo dan VECO Indonesia. Dukungan dilaksanakan bersama mitra lokal yaitu Yayasan Mitra Tani Mandiri (YMTM) Flores sejak 2007. Dukungan utama yang diberikan adalah dana sekaligus pemberdayaan petani melalui pelatihan petani, sekolah lapangan rantai padi organik, memasilitasi magang dan kunjungan silang petani ke wilayah lain di Indonesia bahkan luar Negeri. Pemerintah setempat memberikan pendampingan petani, dukungan ternak sapi, dan fasilitas pertanian kepada kelompok tani anggota ATOM.


Kontak Asosiasi Petani Organik Mbay (ATOM) d.a Yayasan Mitra Tani Mandiri Jl. Mbay - Aemali, Mbaydam, Mbay Kabupaten Nagekeo, Flores, NTT Telp 081236973885 (Klemens Tado: Ketua ATOM) E-mail: maanjosef@gmail.com VECO Indonesia Jl. Kerta Dalem No. 7, Sidakarya, Denpasar, Bali 80224, Indonesia Telp.: +62 361-7808264, 727378 Faks: +62 361-723217 E-mail: admin@veco-indonesia.net Website www.vecoindonesia.org


Profil Komoditas Beras Mbay