Issuu on Google+

Edisi:004 | Th-II | Januari 2012

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI

MELISA LUSIANA SUTANTO

"Sempat Terkejut"

23 Mahasiswa Uwika Tuntaskan Double Degree di China

Kembangkan Diri

Tiada Henti AMERIKA BUKA BANYAK PELUANG BEASISWA


editorial

UWIKANEWS | edisi:004 | Th-II | Januari 2012

Salam Redaksi

Terus Mengembangkan Diri ARI terus berganti. Manusia hidup diantara rentetan pergantian hari dan tahun. Atau lebih tepatnya, manusia hidup diantara rentetan pergantian detik ke detik. Rentetan pergantian detik itu ibarat barisan titik memanjang membentuk garis. Kita tidak tahu kapan dan di mana titik hidup kita berhenti dan menentukan seberapa panjang garis hidup itu membentang. Diantara rentetan titik-titik kehidupan yang membentang itu ada satu tugas kemanusiaan yang selalu perlu dikelola, yaitu mengembangkan diri. Tiap-tiap dari kita diajak untuk selalu mengembangkan diri. Mengembangkan diri bisa dilakukan dengan berbagai cara. Manfaat dari pengembagan diri juga bisa mempunyai banyak dimensi. Mengembangkan diri bisa dilakukan dengan cara formal dan informal. Cara formal misalnya melalui pendidikan, baik pendidikan berjenjang maupun kursus-kursus atau pelatihan-pelatihan lainnya. Sedang cara informal bisa ditempuh dengan mempelajari dan bercermin dari riwayat hidup orang-orang yang sukses. Banyak ukuran dan kriteria untuk menentukan sebuah kesuksesan. Banyak pakar yang merumuskan apa itu kesuksesan. Tetapi ada satu hal yang pasti: tidak ada kesuksesan yang bisa diraih tanpa kerja keras dan kemauan untuk terus-menerus mengembangkan diri. Manfaat dari pengembangan diri merupakan buah-buah dari kerja keras dan kemauan untuk terus mengembangkan diri itu sendiri. Manfaat dari pengembangan diri bisa berdimensi personal dan sosial. Dimensi personal dari manfaat pengembagan diri terus-menerus adalah terjadinya peningkatan kualitas diri sendiri dan keluarga. Sedang dimensi sosial dari manfaat pengembangan diri antara lain bisa diukur seberapa tinggi kerelaan kita untuk melibatkan diri dalam tugas-tugas sosial kemanusiaan, pengabdian bagi sesama dan sebagainya. Manfaat dari pengembangan diri terus-menerus yang kita lakukan itu akan berjalan seirama dengan titik-titik perjalanan hidup kita. Kita bisa menghiasi titik-titik perjalanan hidup itu dengan aneka warna yang kita sukai. Dan pengembangan diri adalah satu warna dominan yang seharusnya kita kelola di sepanini. jang garis kita menjalani kehidupan ini.

content [03] Kembangkan Diri Tiada Henti [04] Berbagai Penghargaan dalam Wisuda 2011 [06] SMA Petra II Juarai Lomba Akuntansi UWIKA [07] 66 Pelajar SMP Vita School: Belajar Budaya Tiongkok di Uwika [08] 23 Mahasiswa Uwika Tuntaskan Double Degree di China [10] Buka Lomba Penulisan Surabaya Heritage di Uwika [11] IXXX [12] Wakil Rektor Hadiri Wisuda di Lemjiantek Malang [13] Amerika Buka Banyak Peluang Beasiswa [14] Wisudawan Terbaik Uwika 2011: Ingin Lanjutkan ke S-2 [15] Yenny Cristine: Ubi Jalar Bikin Pintar [16] Rayakan Pesta Perak dan Halal Bi Halal [17] Rektor Akhiri Pendidikan Lemhannas RI [18] 4 Bulan Lancar Bahasa Indonesia [19] Mahasiswa Hogkong Kunjungi Uwika [20] ”Saya senang di Surabaya” [21] ”Sempat Terkejut” [22] Menjadikan Sekolah sebagai Rumah Kedua [24] Open House Uwika "Banjir Prestasi" [26] Sekolah Bukan Hanya untuk Mendapat Ijazah

Edisi:004 | Th-II | Januari

2012

MENCERDASKAN ANAK

BANGSA, MEMBANGUN

NEGERI

MELISA LUSIANA SUTANTO

"Sempat Terkejut"

Cover: MELISA LUSIANA SUTANTO Duta Kampus Universitas Widya Kartika Periode 2011 - 2012 23 Mahasiswa Uwika Tuntaska n Double Degree di China

Kembangkan Diri

02

Pelindung: Rektor Universitas Widya Kartika, Dr. Ir. Gembong Baskoro, M.Sc | Penasihat: Wakil Rektor Tiada Henti Universitas Widya Kartika, Drs. Darmanto, M.Sc; Dra. Felicia O.Dien Koeswanto | Pemimpin Redaksi: Drs. AMERIKA BUKA BANYAK PELUAN G BEASISWA Yuven Sugiarno | Redaksi : Mahariska Devi, ST; Yulius Hari, S.Kom; Dwi Taufik Hidayat, S.Kom; Agustinus Mulyono, SE; Dwi Retno Wahyuningtyas, S.Sos | Penasihat Hukum: Poppy Indriawati, SH, MH Alamat Redaksi : Universitas Widya Kartika, Jl Sutorejo Prima Utara II/1 Surabaya; Telp + 62 31 5922403/5926359, Fax +62 31 5925790; Website: www.widyakartika.ac.id; www.widyakartika.ac.id email: uwika.news@yahoo.com MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI


UWIKANEWS | edisi:004 | Th-II | Januari 2012

coverstory

Kembangkan Diri Tiada Henti Proses pendidikan di Perguruan Tinggi, seperti siklus kehidupan manusia, selalu berubah. Ada yang datang dan ada yang pergi. Kenyataan seperti ini terus terjadi. Tetapi di antara perurbahanperubahan itu ada satu hal yang pasti, yang harus diperjuangkan, yaitu pengembangan diri. DEMIKIAN benang merah sambutan Rektor Universitas Widya Kartika (Uwika) Surabaya, Dr.Ir. Gembong Baskoro, M.Sc, dalam acara tutup tahun 2011 yang diselenggarakan oleh seluruh civitas akademika Uwika, Kamis, 22 Desember 2011. Rektor mengawali sambutannya dengan menyatakan banyak karyawan Uwika, baik di bidang akademik maupun non-akademik, yang masih muda-muda. Tenaga-tenaga muda ini mempunyai banyak potensi yang harus dikembangkan. “Bagi tenaga dosen dan karyawan yang masih muda harus punya keyakinan diri untuk terus mengembangkan diri,” lanjutnya. Perubahan pasti terjadi, dan pengembangan diri merupakan cara yang terus dibutuhkan dalam menghadapi pasang-surut proses pendidikan di perguruan tinggi. “Banyak sekali faktor yang memengaruhi perubahan itu, bisa dari luar, bisa dari dalam. Kita tidak perlu risau dengan mengambil tindakantindakan yang tak terarah,” katanya.

Menurut Rektor, jika kita sedang menghadapi masalah yang membuat hidup kurang bersemangat, hadapi masalah itu dengan tersenyum. Tetapi serentak itu juga harus melakukan introspeksi diri. Masalah yang datang tidak boleh membuat kita patah semangat. Sebaliknya harus memacu kita untuk semakin berdisiplin dalam mengembangkan diri. “Kalau yang muda-muda tidak mengembangkan diri, tidak akan ada yang menggantikan generasi yang lebih tua, baik itu di tingkat universitas maupun di dunia pendidikan pada umumnya,” kata Rektor. Dalam dunia pendidikan yang lebih luas, tandas Rektor, siapapun mereka yang bergerak di bidang pendidikan harus memberikan kontribusi bagi generasi muda. “Kontribusi itu bisa diberikan baik oleh perguruan tinggi negeri maupun swasta. Kita mempunyai tugas yang sama untuk membangun generasi muda bangsa. Dan agar kita bisa membangun ge-

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI

nerasi muda bangsa dengan baik, maka kita harus mengembangkan diri terus-menerus,” tutur Rektor yang baru saja menyelesaikan pendidikan di Lemhannas Angkatan 46 itu. FASHION SHOW Usai mendengar sambutan dari Rektor, acara tutup tahun diisi dengan berbagai acara. Di antara beberapa acara yang disajikan, pagelaran fashion show menjadi acara yang paling mengundang banyak tawa. Acara ini digelar seperti fashion show - fashion show yang sesungguhnya, lengkap dengan berlenggak-lenggok di catwalk. Peserta fashion show adalah perwakilan dari unit-unit yang ada, mulai dari rektorat hingga perpustakaan. Dewan juri terdiri dari dua Wakil Rektor Uwika, Drs. Darmano, M.Sc dan Dra. Felicia O Dien Koeswanto. Di akhir acara, tampil sebagai pemenang fashion show adalah Dwi Tauifik Hidayat, S.Kom (dosen Prodi T Informatika), Diana Sutedja, S.E,Ak., MM (dosen Prodi Akuntansi) dan Murti Wardhai, S.E. Pada acara tutup tahun ini juga ada penghargaan untuk karyawan dengan kategori terajin. Dari bidang akademik terpilih karyawan terajin Martinus Rukismono, S.E., MM (dosen Prodi Manajemen) dan untuk bidang non-akademik terpilih Jinapiah (bagian Perpustakaan). 

03


COVERSTORY

UWIKANEWS | edisi:004 | Th-II | Januari 2012

BERBAGAI PENGHARGAAN Dalam Wisuda 2011 BERBAGAI jenis penghargaan disampaikan oleh civitas akademika Universitas Widya Kartika (Uwika) Surabaya dalam acara Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana S-1 XXI dan Diploma III ke VIII Uwika, di Grand Mercure Mirama Hotel Surabaya, 26 November 2011. Dalam Rapat Senat Terbuka yang dipimpin oleh Rektor Uwika, Dr.Ir. Gembong Baskoro, M.Sc., itu, se-

04

banyak 179 wisudawan-wisudawati dinyatakan telah memenuhi seluruh persyaratan pendidikan dan dinyatakan lulus. Di antara rangkaian pelaksanaan wisuda, diberikan apresiasi dan penghargaan baik kepada para wisudawan terbaik, karyawan maupun kolega universitas. Apresiasi diberikan Uwika kepada Kolonel Rakotonirina Leon Jean

Richard, perwira dari Madagaskar yang sudah akrab dengan Indonesia dan berkenan mengirim dua putranya untuk menempuh studi S-1 di Universitas Widya Kartika. Kedua putra Kolonel Jean Richard itu masing-masing Rakotonirina Toky Nandrianina dan adiknya, Rakotonirina Herilaza Nandrianina. Penghargaan juga diberikan kepada karyawan/dosen Uwika

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI


UWIKANEWS | edisi:004 | Th-II | Januari 2012

dan kolega yang bersedia memberikan beasiswa untuk mahasiswa Uwika. Penghargaan Widya Kartika Cendekia Bakti diberikan kepada Dra. Eva Johana, MSi.,Ak; penghargaan Widya Kartika Nayaka Bakti diberikan kepada Koderi; Widya Kartika Cendekia Pratama diberikan kepada Yulia Setyarini, SE, MA dan Dra. Suklimah Ratih, Ak., MA. Kemudian penghargaan Widya Kartika Jasa Cendekia diberikan kepada OCBC NISP, Bpk Dipl. Ing. Willianto Ismadi dan Yayasan Adi Jasa. Universitas juga memberikan penghargaan kepada para wisudawan terbaik dan aktif berprestasi 2011. Masing-masing untuk wisudawan terbaik dari Prodi

Manajemen diberikan kepada Gladys Vebrina Chiorsya, S.E., yang meraih IPK 3,576; dari Prodi Akuntansi terpilih Ikawaty Lewu, S.E., yang meraih IPK 3,806. Dari Prodi Teknik Informatika terpilih Sabrina Purwoko, S.T., yang meraih IPK 3,842 dan juga dinobatkan sebagai wisudawan terbaik tingkat universitas. Untuk tingkat Diploma III, penghargaan diberikan kepada Sandya Huadi, A.Md dari Prodi Bahasa Mandarin dengan IPK 3,774. Universitas juga memberikan penghargaan kepada Edie Sutrisno Halim, S.E., sebagai wisudawan aktif berprestasi. Edie berkali-kali memenangi lomba renang tingkat regional dan nasional.

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI

COVERSTORY

Pada kesempatan wisuda 2011 juga disampaikan pemberian beasiswa dari universitas dan dari kolega universitas. Pemberian beasiswa full scholarship Uwika diberikan kepada Adeline Stephanie Winata, Prodi Bahasa Mandarin; Novita Sari Dewi, Prodi Arsitektur; Stenly Fernandus D, Prodi Manajemen dan Sendra Darmawan, Prodi Teknik Informatika. Beasiswa Swasta dari OCBC NISP diberikan kepada Dominic Susanto Putra, Prodi Bahasa Mandarin; Beasiswa dari Bpk Dipl.Ing Willianto Ismadi diberikan kepada Ervina Lukmanto, Prodi Bahasa Mandarin; dan beasiswa dari Yayasan Adi Jasa diberikan kepada 21 mahasiswa Prodi Bahasa Mandarin.ď Ž

05


uwikacooperation

UWIKANEWS | edisi:004 | Th-II | Januari 2012

SMA Petra II Juarai Lomba Akuntansi Uwika SMA Petra II Surabaya berhasil keluar sebagai juara pertama dalam Lomba Akuntansi Berstandar Nasional yang digelar oleh Hima Program Studi Akuntansi Universitas Widya Kartika (Uwika), Sabtu, 12 November 2011. DALAM lomba bertema ‘Play With Accounting’ itu tim dari SMA Petra II mengungguli 19 tim lainnya dari berbagai SMA negeri dan swasta di Surabaya. Lomba dimulai dengan sambutan pengarahan dari Ketua Program Studi Akuntansi Uwika, Melvie Paramitha, SE, MSi. Segera setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan babak penyisihan berkonsep ‘Rally Game’. Dari 20 tim peserta, 10 tim dinyatakan lolos untuk ikut tahap berikutnya. Sekitar pukul 14.00, perlom-

06

baan dilanjutkan pada babak semifinal, dan dari 10 tim yang ada 5 tim masuk final. Suasana perlombaan semakin seru, beberapa peserta terlihat tegang. Kelima tim yang masuk final adalah SMA YPPI I, SMAN 16, SMA Trisila, SMA Petra II dan SMA Petra IV. Pada babak final, perlombaan dilakukan dengan sistem presentasi, tiap-tiap tim mempresentasikan hasil yang sudah mereka buat di depan dewan juri. Bahkan ada satu tim, yakni dari Petra V, mempresentasikan hasil kerja mereka

dalam Bahasa Inggris. Perlombaan mencapai puncaknya. Usai semua tim mempresentasikan hasil kerja mereka, waktu pengumuman menjadi momen yang paling ditunggutunggu. Dewan juri akhirnya mengambil keputusan, tim dari SMA Petra II dinyatakan sebagai tim yang berhasil mengumpulkan poin paling banyak dan dinyatakan sebagai juara pertama lomba. Tim SMA Petra II dinyatakan berhak mendapatkan hadiah uang tunai senilai Rp 4.500.000. Posisi kedua ditempati tim SMA Petra IV dan berhak atas hadiah uang tunai sebesar Rp 3.000.000. Posisi berikutnya berturut-turut SMA YPPI I sebagai juara III, juara harapan I SMAN 16 dan juara harapan II diraih oleh SMA Trisila Surabaya. rudy hartono

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI


UWIKANEWS | edisi:004 | Th-II | Januari 2012

UWIKACOOPERATION

66 Pelajar SMP Vita School

Belajar Budaya Tiongkok di Uwika

Sebanyak 66 pelajar dari SMP Vita School Surabaya belajar tentang tradisi dan budaya Tiongkok di Universitas Widya Kartika (Uwika), Selasa, 13 Desember 2011. Didampingi oleh tujuh guru, para siswa-siswi itu menumpang satu bus dan datang di Uwika tepat pukul 09.00 WIB MEREKA segera menuju lantai III kampus yang terletak di Jl Sutorejo Prima Utara II/1 itu dan masuk ke ruangan besar yang sudah disiapkan. Di ruangan itu mereka dibagi menjadi empat kelompok untuk belajar beberapa tradisi, seni dan budaya khas Tiongkok. Para pelajar SMP Vita School mendapat kesempatan istimewa karena selama belajar tradisi, seni dan budaya Tiongkok itu mereka belajar langsung dari para dosen native Bahasa Mandarin Uwika. Ada empat jenis tradisi, seni dan budaya Tiongkok yang bisa mereka pelajari. Keempat jenis tradisi, seni dan budaya khas Tiongkok itu adalah menulis kaligrafi Tiongkok, seni tali temali Tiongkok, tradisi seni

minum the ala Tiongkok dan kuliner berupa pembuatan pangsit mie Tiongkok. Para siswa tampak begitu antusias belajar dari para dosen asli dari Tiongkok meskipun kadangkadang mereka harus berjuang keras untuk mengerti beberapa instruksi yang disampaikan dalam Bahasa Mandarin. Beberapa mahasiswa dan dosen Bahasa Mandari Uwika turut mendamping para dosen native untuk menerjemahkan penjelasan atau instruksi yang kurang dimengerti oleh para siswa Vita School yang umumnya sudah bisa berbicara Bahasa Mandarin. Para siswa tidak hanya belajar satu jenis tradisi atau seni budaya Tiongkok. Mereka bergantian

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI

mempelajari tradisi dan seni budaya yang lain yang tersedia. Kunjungan para pelajar SMP Vita School itu dilanjutkan dengan melihat-lihat ruang untuk belajar para mahasiswa program studi Bahasa Mandarin, setelah sebelumnya mendapat penjelasan mengenai seluk-beluk dan keunggulan-keunggulan studi Bahasa Mandarin di Uwika. Tiap tahun sedikitnya ada tiga dosen native speaker dari Tiongkok yang mengajar tradisi, seni budaya dan Bahasa Mandarin. Tahun ini Uwika mendapat tamu sembilan mahasiswa S-2 dari Guangdong University of Foreign Studies yang magang mengajar di Uwika.ď Ž

07


UWIKACOOPERATION

UWIKANEWS | edisi:004 | Th-II | Januari 2012

23 Mahasiswa Uwika Tuntaskan

DOUBLE DEGREE DI CHINA 23 Mahasiswa Uwika yang telah menempuh Program Double Degree untuk studi Bahasa Mandarin di Chongqing Normal University, China, telah berhasil menyelesaikan studinya. KAMIS malam, 7 Juli 2011, bertempat di lantai 1 Restoran Tristar International, Yayasan Adijasa menggelar perayaan kelulusan bagi mereka. Sekitar 16 orang mahasiswa nampak hadir di sana. Acara berlangsung dalam suasana hangat, orangtua para mahasiswa merasa bangga ketika melihat

08

sendiri bagaimana anak - anak mereka semakin fasih berbahasa Mandarin. Para mahasiswa yang telah mengikuti Program Double Degree tersebut juga semakin percaya diri saat harus perform di atas panggung. Bapak Wahjono Siadiman, Ketua Pembina Yayasan Adijasa

mengingatkan pentingnya pendidikan dan sekolah bagi anak anak muda. Yayasan Adijasa selalu memberikan support kepada mahasiswa Uwika baik secara materi maupun nonmateri. Ke-23 lulusan Uwika tersebut bisa menjadi pengajar Bahasa Mandarin yang competent dan siap memajukan pendidikan di Indonesia melalui Bahasa Mandarin. Ke-23 mahasiswa itu diwisuda bersama para mahasiswa lain di Chongqing Normal University, RRC, Selasa, 28 Juni 2011. Dalam wisuda yang dipimpin langsung oleh President Chongqing Normal

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI


UWIKACOOPERATION

UWIKANEWS | edisi:004 | Th-II | Januari 2012

University, Prof Zhou Zeyang, itu juga dihadiri Wakil Rektor Uwika, Dra. Felicia O Dien Koewanto, Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra, Fitriya, SS., Ketua Pembina Yayasan Adi Jasa Bpk. Wahjono Siadiman, Ketua Dewan Pengurus Bpk. Riadi Buntoro, Bpk.Chandra Wurianto Woo, Bpk. Sindhu Rahardjo, dan Ketua Dong Cho Chi Ko, Bpk. Hadi

Koesmanto. Para wisudawan dan wisudawati itu merupakan angkatan pertama dari Fakultas Bahasa dan Sastra Mandarin dengan konsentrasi Pendidikan (S1) dengan bantuan beasiswa dari Yayasan Adi Jasa dan dukungan dari Dong Cho Chi Ko. Para wisudawan selama ini

menempuh pendidikan program Double Degree dengan skema dua tahun kuliah di Uwika dan dua tahun di Chongqing Normal University. Mereka kini siap menjadi guru Bahasa Mandarin di berbagai sekolah di tanah air. Dan dari jumlah itu, sebanyak enam orang siap melanjutkan pendidikan S2 di China.ď Ž

PERLUAS KERJASAMA SELAIN menghadiri acara wisuda para mahasiswa Uwika di Chongqing Normal University, Wakil Rektor Dra. Felicia juga memperluas kerjasama di bidang pendidikan dengan universitas lainnya. Universitas yang kali ini menjalin kerjasama dengan Uwika adalah Guangdong University of Foreign Studies. Pada tanggal 29 Juni 2011, MoU (Nota Kesepahaman) antara Uwika dan Guangdong University of Foreign Studies ditandatangani oleh Wakil Rek-

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI

tor Dra. Felicia dan Wakil Presiden Fang Fan Quan di Guangzhou, China. Kerjasama bidang akedemik dan pertukaran mahasiswa ini direalisasikan pada Oktober2011. Pada tahap awal sebanyak 10 mahasiswa S-2 dari Guangdong University of Foreign Studies datang ke Uwika. Selanjutnya setiap semester akan ada mahasiswa China dan satu dosen pendamping datang ke Uwika.ď Ž

09


UWIKANEWS | edisi:004 | Th-II | Januari 2012

UWIKACOOPERATION

PERWAKILAN KONJEN AS

Buka Lomba Penulisan Surabaya Heritage di Uwika Perwakilan Konsulat Jenderal AS di Surabaya, Mr. Marc D. Scott, membuka technical meeting lomba penulisan tempat-tempat bersejarah di Surabaya (Surabaya Heritage) di Universitas Widya Kartika (Uwika) Surabaya, Jumat, 18 November 2011. LOMBA penulisan Surabaya Heritage diadakan oleh para mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris Uwika dan diikuti oleh 15 tim dari SMA-SMA yang ada di Surabaya. Dalam pidato pembukaan, Mr. Marc D. Scott, antara lain menyatakan Surabaya merupakan kota yang sangat kaya dengan peninggalan sejarah dan budaya. Setiap warga masyarakat diajak untuk bersama-sama melestarikan tempattempat peninggalan sejarah dan budaya itu. Usai menyampaikan pidato, Mr. Marc D. Scott tiga kali memukul gong sebagai tanda dimulainya lomba penulisan tempat-tempat bersejarah di Surabaya. Sebelum lomba penulisan, para peserta lomba akan diajak mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Surabaya, seperti House of Sampoerna, Masjid Ampel dan sebagainya. Para peserta diminta untuk mencatat apa saja yang dirasakan menarik dilengkapi dengan foto-foto. Perjalanan ke tempat-tempat bersejarah itu berlangsung sehari, Sabtu, 19 November 2011. Usai mengadakan kunjungan para peserta akan mendapat pelatihan jurnalistik agar bisa menuliskan pengalaman selama kunjungan itu dengan ragam bahasa jurnalistik. Usai mendapat pelatihan jurnalistik, termasuk lay-out koran, mereka diminta untuk ‘membuat koran mini’ dengan materi berita dan foto hasil kunjungan ke tempat-tempat ber-

10

sejarah itu. Koran mini ini semuanya ditulis dalam Bahasa Inggris. Rencananya, pengumuman pemenang lomba ini berlangsung bersamaan dengan puncak acara open-house untuk merayakan ulang tahun 25 tahun Uwika, 10 Desember 2011. Wakil Rektor Uwika, Dra. Felicia O.Dien Koeswanto, mengucapkan terima kasih atas kesediaan Mr. Marc D. Scott untuk hadir dan membuka technical meeting lomba penulisan tempat-tempat bersejarah yang diadakan oleh Uwika ini. Dra. Felicia juga megapresiasi para peserta lomba yang sudi melibatkan diri dalam turut serta melestarikan peninggalan sejarah dan budaya di Surabaya ini. FINAL Pada acara final yang berlangsung pada 19 Desember 2011, perwakilan dari Konsulat Jenderal AS, Mr. Marc C, turut menjadi juri presentasi video dan koran mini oleh tim-tim yang masuk final lomba penulisan reportasi dari Visit Surabaya Heritage itu. Pemenang dari lomba ini berturut-turut dari MBI Ammatul Ummah Pacet Mojokerto, SMK St Louis dan SMA YPPI 2 Surabaya. Penguman para pemenang diselanggarakan bersamaan dengan puncak acara festival dan open house Universitas Widya Kartika pada 10 Desember 2011. Festival dan open house ini dilakukan dalam rangkaian peringatan 25 tahun Uwika dalam gerak langkah turut serta dalam pengabdian di bidang pendidikan dan pengabdian masyarakat.ď Ž MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI


UWIKANEWS | edisi:004 | Th-II | Januari 2012

UWIKACOOPERATION

Uwika Fasilitasi Para Calon Guru TK Universitas Widya Kartika (Uwika) terus memperluas fasilitas pelayanan bagi para calon pendidik. Terbaru, Uwika membuka kerjasama dengan sekolah di China untuk mendidik para calon guru TK untuk program studi Bahasa Mandarin. PADA 3 hingga 6 Januari 2012, Wakil Rektor Uwika, Dra. Felicia O.Dien Koeswanto menandatangani MoU Kerjasama dengan Jiangmen Kindergarten Teacher School of Guangdong. Sekolah ini fokus pada pendidikan untuk guru TK. Dalam penandatanganan itu dari pihak Jiangmen Kindergarten Teacher School of Guangdong

diwakili oleh Mr. Wang Ming Hui, Vice Principal of Jinagmen Kindergarten Teacher School of Guangdong, Jiangmen Education Bureau of Guangdong China (semacam Diknas), Overseas Chinese Affairs Office . Selama kunjungan dan penandatanganan MoU, Wakil Rektor didampingi oleh Dr. Melvin Prestyo,

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI

MBA, MM (Prodi Bahasa Mandarin Uwika), Bpk Chandra Wirijanto dari Yayasan Adi Jasa dan Dr. Henry Darmawan dari Lembaga Koordinasi Pendidikan Bahasa Tionghoa Jawa Timur. MoU Kerjasama untuk pendidikan guru TK dengan program studi D3 Bahasa Mandarin ini bisa ditempuh dengan skema pendidikan : 1,5 tahun di Uwika, 1 tahun di Jiangmen, 1 tahun kembali ke Uwika. Kerjasama ini juga menyedian beasiswa penuh (full scholarship) asal ada komitmen untuk menjadi guru TK selama minimal 3 tahun.ď Ž

11


UWIKANEWS | edisi:004 | Th-II | Januari 2012

UWIKACOOPERATION

Wakil Rektor Hadiri Wisuda di Lemjiantek Malang WAKIL Rektor Universitas Widya Kartika (Uwika), Dra. Felicia O Dien Koeswanto, menghadiri acara wisuda yang digelar oleh Lemjiantek di Batu, Malang, Kamis, 22 September 2011. Wisuda untuk para prajurit itu bernama lengkap Upacara Penutupan dan Wisuda Progdik S-1 Angkatan I dan D-3 Angkatan XVII Lemjiantek TNI AD. Didamping staf Humas Uwika, Ibu Felicia mengikuti seluruh prosesi upacara yang berlangsung mulai pukul 09.20 hingga 10.30 WIB itu. Usai acara wisuda, Ibu Felicia juga diperkenankan untuk menyaksikan hasil karya para siswa Progdik Lemjiantek, seperti Program Penilai dan Pengen-

12

dali Geladi Lapangan Dua Pihak Tidak Dikendalikan, Robot Tank Pengintai, dan lain-lain. Terlihat betapa hasil karya para siswa Progdik Lemjiantek itu sangat maju di bidang pengembangan teknologi dan ilmu pengetahuan. Produkproduk canggih bisa dilihat di berbagai ruangan yang dijadikan tempat latihan dan pameran hasil karya itu. Pihak Uwika berharap dengan semakin banyak prajurit yang bergelar sarjana di Lemjiantek, hubungan kedua perguruan tinggi ini semakin berkembang dan produktif serta berguna bagi bangsa dan negara Republik Indonesia.ď Ž

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI


UWIKANEWS | edisi:004 | Th-II | Januari 2012

UWIKACOOPERATION

Amerika Buka Banyak Peluang Beasiswa AMERIKA Serikat membuka lebih banyak peluang beasiswa bagi para pelajar Indonesia. Perluasan peluang beasiswa itu merupakan bagian dari program pemerintah setempat untuk memberi kesempatan pendidikan berkualitas bagi pelajar asal Indonesia. “Ada banyak kesempatan peluang beasiswa untuk pelajar internasional, termasuk dari Indonesia,” ujar Ms. Kristen F.Bauer, Konsul Jenderal AS di Surabaya, ketika memberikan kuliah tamu di Universitas Widya Kartika (Uwika), Senin, 16 Januari 2012. Kuliah tamu itu sendiri bertema ‘Current Issues on Education and Culture in USA’ dan dibuka secara resmi oleh Rektor Uwika Dr.Ir.Gembong Baskoro, M.Sc. Wakil Rektor Uwika, Drs. Darmanto, M.Sc dan Dra. Felicia O Dien Koeswanto serta para dosen Uwika juga turut hadir dalam kuliah tamu itu. Perempuan yang menjadi Konsul Jenderal AS di Surabaya sejak 15 Juli 2010 itu menjelaskan bahwa program beasiswa di AS bisa dilakukan oleh pemerintah, berbagai universitas dan LSM dengan masing-masing peraturan dan kebijakannya. “Anda bisa mencoba apply, silakan,” tuturnya. Dalam kuliah tamu yang dihadiri puluhan mahasiswa dari IAIN Surabaya, para pelajar dari berbagai SMA di Surabaya, para guru, dosen dan tentu saja mahasiswa Uwika itu, Ms.Kristen

F.Bauer juga menjelaskan panjang lebar tentang kehidupan dan budaya sehari-hari di AS. Berkaitan dengan kehidupan agama, misalnya, Ms. Kristen F.Bauer mengatakan, negara melindungi dan menghormati kehidupan umat beragama di sana. Namun pemerintah tidak mencampuri tiap-tiap pemeluk agama. “Agama merupakan urusan pribadi warga negara. Agama tidak ditampilkan di ID Card,” katanya. Ms. Kristen F.Bauer menyinggung biaya rata-rata pendidikan di perguruan tinggi AS antara 16.000-46.500 dolar AS per tahun. “Tapi tidak perlu khawatir, terbuka peluang untuk mendapatkan beasiswa di Amerika,” katanya menyakinkan.

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI

Pola pendidikan di AS, lanjutnya, juga menyenangkan karena dilaksanakan dengan diskusi dan aktivitas interaktif lainnya di dalam kelas. “Banyak dilakukan dengan tanya-jawab. Karena itu selalu ada pertanyaan what do you think?” ujarnya sambil tersenyum. Soal mengenai pengurusan visa studi di AS menjadi pertanyaan banyak peserta kuliah tamu. Ms. Kristen F.Bauer menjamin pengurusan aplikasi visa bisa berjalan lancar asal diajukan jauh-jauh hari. Rata-rata 90 persen aplikasi visa studi disetujui. “Asal jangan besok sudah harus berangkat ke AS, baru hari ini mengajukan permohonan. Ya tidak bisa,” ujarnya disambut tawa hadirin.

13


UWIKAstar

UWIKANEWS | edisi:004 | Th-II | Januari 2012

Wisudawan Terbaik Uwika 2011

Ingin Lanjutkan ke S-2 Wajahnya memerah dan terkesan enggan untuk bangkit dari duduknya. Begitulah reaksi yang terlihat dari seorang Sabrina Purwoko. Dengan malu-malu, perempuan kelahiran 11 September itu keluar dari deretan bangku sesama wisudawan saat dirinya diminta untuk tampil ke depan guna penghargaan sebagai wisudawan terbaik tingkat universitas. CEWEK yang gemar otak-atik berbagai program komputer ini pantas menyandang sebagai wisudawan terbaik. Dia berhasil meraih indeks pretasi kumulatif 3,842 dari

14

Program Studi Teknik Informatika Universitas Widya Kartika (Uwika) Surabaya. Sabrina menjadi bagian dari ratusan wisudawan-wisudawati yang mengikuti proses wisuda dalam Rapat Senat Terbuka Universitas Widya Kartika (Uwika) di Grand Mercure Mirama Hotel, 26 November 2011. Rapat Senat Terbuka yang dipimpin oleh Rektor Dr. Ir. Gembong Baskoro, MSc., itu juga disemarakkan dengan ber-

bagai pemberian penghargaan kepada karyawan yang mengabdi 20 tahun di Uwika, kepada para dermawan dan kolega yang bersedia terlibat membantu memberikan beasiswa. Ditanya tentang apa resepnya sehingga bisa meraih prestasi puncak, Sabrina yang sudah dipercaya untuk menjadi asisten dosen sejak semester III ini, berujar pendek, “Banyak latihan.” Bagi Sabrina, teori memang penting, tetapi belajar bidang teknik informatika harus berani banyak latihan. “Dengan banyak berlatih kita akan menemukan banyak tantangan dan sekaligus cara-cara bagaimana menghadapi tantangan dan menyelesaikannya,” ujar gadis yang selama kuliah aktif di UKM dan kegiatan rohani ini. Selama kuliah, Sabrina juga aktif mengikuti berbagai seminar dan perlombaan. Satu diantara kegiatan yang paling berkesan adalah kesempatan untuk menjadi pemateri dalam Seminar Sistem Informasi Indonesia (Sesindo) yang diadakan di ITS. “Banyak pengalaman yang bisa dipetik dari sana,” kata gadis yang gemar membaca buku-buku bertema detektif ini. Penggemar makanan pangsit mie ini juga mengaku ingin meningkatkan keilmuannya ke jenjang yang lebih tinggi. Dia berharap bisa menjadi seorang pendidik. “Ingin sih, melanjutkan ke S-2,” ujar perempuan yang langsung diterima kerja di kampus alma maternya itu. Sabrina belum tahu kapan bisa segera melanjutkan pendidikan ke S-2. Gadis yang suka menonton film-film komedi ini mengaku masih ingin konsentrasi menerapkan ilmu yang dipelajarinya sambil mempersiapkan diri untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi.

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI


UWIKANEWS | edisi:004 | Th-II | Januari 2012

YENNY CRISTINE

Ubi Jalar Bikin Pintar

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI

UWIKAstar

AH, yang bener?! Ubi jalar bikin pintar?! Begitulah barangkali Anda mengungkapkan ketidakpercayaan dan keheranan jika mendengar pernyataan bahwa ubi jalar bisa membuat seseorang pintar. Namun keheranan dan ketidakpercayaan itu bisa segera sirna jika kepada Anda dihadapkan seorang perempuan bernama Yenny Christine. Berkat ubi jalar, gadis kelahiran 5 Januari ini berhasil meraih IPK maksimal, 3,910, dalam wisuda sarjana Universitas Widya Kartika (Uwika), 26 November 2011. Karena prestasi yang tinggi itulah, wisudawan dari program studi Akuntansi ini mengaku di dalam dirinya ada keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Tapi untuk sementara ini saya masih ingin konsentrasi membantu di perusahaan orangtua,” ujarnya. Yenny berpendapat, belajar bisa dilakukan kapan saja dan dengan sarana apa saja, tidak harus di lembaga resmi pendidikan. Dengan bekerja, apakah di perusahaan keluarga atau ikut orang, seseorang bisa terus belajar. Ditanya apa tipsnya sehingga mampu meraih IPK yang tinggi, Yenny mengaku tidak suka dengan SKS alias sistem kebut semalam. “Biasanya satu minggu sebelum ujian, saya sudah mencicil bahan-bahannya. Saya juga mempelajari tipetipe dosen, termasuk style soal-soalnya yang mungkin keluar saat ujian. Saya harus mencicil bahan kuliah karena di sela-sela kuliah juga membantu perusahaan orangtua,” lanjutnya. Perempuan yang gemar membaca buku-buku tentang motivasi itu mengaku dalam hal apa pun selalu berusaha melakukan yang terbaik. Termasuk dalam belajar. “Melakukan yang terbaik bukan untuk kejar materi saja, tetapi jangan sampai menyesal di kemudian hari,” ujar perempuan yang mempunyai motto ‘Tuhan selelau sediakan’ itu. Ditanya soal makanan kesukaan, dengan tersenyum Yenny berujar, “Mungkin banyak orang akan tertawa kalau mendengar jenis makanan kesukaan saya.” Tertawa bagaimana? “Iya, soalnya makanan kesukaan saya itu nggak umum. Saya suka makan bubur ubi jalar,” katanya sembari tersenyum lagi. Ah, yang bener? Bubur ubi jalar? “Iya, bubur ubi jalar. Ini resep warisan dari emak (nenek) dan sampai sekarang mama juga masak bubur ubi jalar untuk saya,” ujar anak ketiga dari empat bersaudara ini. Yenny bercerita, berdasar nasihat dari neneknya, ubi jalar bisa membuat seseorang sehat. Selain itu, ubi jalar juga bisa membuat seseorang pintar. “Bahkan saya pernah membaca artikel yang menjelaskan bahwa ubi jalar itu juga bagus untuk kulit dan bagus untuk mencegah kanker,” ujarnya.

15


UWIKANEWS | edisi:004 | Th-II | Januari 2012

Rayakan Pesta Perak dan Halal Bi Halal PIMPINAN dan karyawan Universitas Widya Kartika (Uwika) merayakan Pesta Perak Universitas sekaligus berhalal bi halal, Jumat, 9 September 2011. Pesta Perak Uwika sebenarnya jatuh pada tanggal 14 Agustus 2011. Namun karena bertepatan dengan bulan puasa, maka perayaan itu ditundak hingga September Kecuali Rektor Dr. Ir. Gembong Baskoro, M.Sc yang sedang mengikuti Pendidikan Lemhannas, seluruh pimpinan universitas hadir dalam perayaan itu. Rangkaian perayaan yang berlangsung sederhana itu diawali dengan sambutan pembukaan oleh Wakil Rektor I, Drs. Darmanto, Msc. Pak Dar, panggilan akrabnya, selain menempati posisi Wakil Rektor juga menjadi sosok senior di universitas. Pak Dar bergabung dengan Uwika sejak di tahun-tahun awal universitas ini berdiri. “Kita berharap perayaan ke-25 tahun ini menjadi awal gerak langkah sekaligus pengabdian yang baru bagi kita semua. Moga-moga di tahun-tahun yang akan datang kita semakin giat melayani masyarakat dalam bidang pendidikan. Kita juga berharap universitas ini bisa terus berdiri kokoh sampai kapanpun,� kata Pak Dar yang diamini para karyawan. Usai sambutan dari Wakil Rektor I, acara dilanjutkan dengan pemotongan kue sebagai simbol peringatan ke-25 Uwika. Pemotongan kue dilakukan

16

oleh Wakil Rektor II, Dra. Felicia O Dien Koeswanto, setelah sebelumnya meniup api yang menyala di lilin berbentuk angka 25. Potongan kue kemudian diberikan kepada salah satu karyawan, yakni Bpk Edy TL, Kepala Biro Rumah Tangga Uwika yang sekaligus juga menjadi alumni universitas yang terletak di Jl. Sutorejo Prima Utara II/1 Surabaya ini. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembagian hadiah dan doorprize. Pembagian hadiah ini berkaitan dengan berbagai lomba yang diselenggarakan oleh universitas untuk memperingati 17 Agustus 1945. Pekan terakhir bulan Juli, sebelum memasuki bulan Puasa yang berlangsung selama bulan Agustus 2011 lalu, karyawan Uwika mengikuti berbagai lomba. Aneka lomba yang digelar adalah Futsal Goyang, semua pesertanya mengenakan kostum sarung dan harus bergoyang di sela-sela bola mati. Lomba lainnya adalah estafet memasukkan belum ke dalam botol dan kemudian lomba diakhiri dengan memake-up peserta lomba yang paling akhir. Berseragam sarung juga wajib dikenakan oleh para peserta lomba bulu tangkis. Usai pembagian hadiah, perayaan Pesta Perak Uwika ditutup dengan ramah tamah bersama.ď Ž

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI


UWIKANEWS | edisi:004 | Th-II | Januari 2012

REKTORAT

Rektor Akhiri Pendidikan Lemhannas RI SETELAH menempuh 9,5 bulan penuh Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) ke 46 Lemhannas RI yang dibuka pada tanggal 22 Maret 2011, pada 16 Desember 2011 program pendidikan PPRA XLVI secara resmi ditutup oleh Gubernur Lemhannas RI Bapak Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, D.E.A. Acara penutupan dilaksanakan di Gedung Dwiwarna Lemhannas RI. Selama pendidikan itu, Rektor Universitas Widya Kartika (Uwika) Surabaya, Dr. Ir. Gembong Baskoro, M.Sc. telah berhasil menyelesaikan seluruh program pendidikan yang meliputi elearning dengan sistem Off-Campus, Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN), Studi Strategis Luar Negeri (SSLN), Program Pilihan (Progpil), Sistim Manajemen Nasional (Sismennas), Pembekalan oleh Wakil Presiden RI, Menulis Kertas Karya Perorangan (Taskap), Seminar Na-

sional dengan judul “Aktualisasi Budaya Hukum Guna Memantapkan Demokratisasi Dalam Rangka Ketahanan Nasional”. Dalam seminar tersebut Rektor

Dalam acara penutupan pendidikan PPRA XLVI Lemhannas RI, Gubernur memberikan Penghargaan Wibawa Seroja Nugraha dan Predikat “Andalan” kepada peserta PPRA XLVI, yaitu: Penghargaan “Wibawa Seroja Nugraha” diberikan kepada: 1) Prof. Dr. Syahrizal, M.A. 2 )Kolonel Inf I Made Agra Sudiantara 3) Kolonel Pnb H.M. Tata Endrataka 4) Kombes Pol Drs. Maltha, S.H., M.Sc. Sedangkan Predikat “Andalan” diberikan kepada : 1) Dr. Ir. Gembong Baskoro, M.Sc. 2) Dr. Ir. Neni Sintawardani 3) Ir. Hj. R. Sabrina, M.Si. 4) Kolonel Laut (T) Ir. Bambang Nariyono 5) Kolonel CZI Juwondo 6) Rosmaya Hadi, S.H., M.Si. 7) Marsma TNI Ir. Beng Tardjani, M.Sc. 8) Kombes Pol Drs. Bambang Wasgito 9) Kolonel Inf Hinsa Siburian

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI

UWIKA diberi kesempatan sebagai ketua panitia seminar, Penataran Istri/Suami Peserta, Pembekalan oleh Presiden RI, dan penutupan pendidikan (Tupdik). Dalam upacara penutupan tersebut, Rektor dianugerahi predikat “Andalan”. Dengan berakhirnya program pendidikan itu, para peserta pendidikan PPRA XLVI Lemhannas RI mampu mengembangkan dan mengimplementasikan pemahaman dan cara berpikir sistemik, komprehensif, dan integral. Disamping itu, para alumnus PPRA XLVI juga harus mampu menjadi teladan dan mendorong terciptanya tatanan kehidupan nasional berdasarkan budaya hukum yang beretika dan bermartabat sesuai jati diri dan nilai-nilai luhur Pancasila. Acara penutupan Program PPRA XLVI Lemhannas RI Tahun 2011dilanjutkan dengan dengan acara ramah-tamah antara Pemimpin Lemhannas RI, alumnus PPRA XLVI dan para undangan. undangan.

17


UWIKANEWS | edisi:004 | Th-II | Januari 2012

UWIKACOOPERATION

4 Bulan Lancar Bahasa Indonesia “DALAM waktu tiga atau empat bulan, kami berharap sudah bisa lancar berbicara dalam Bahasa Indonesia,” demikian tekad Rakotonirina Toky Nandrianina, mahasiswa internasional Universitas Widya Kartika (Uwika) asal Madagaskar, Senin, 21 November 2011. Toky, panggilan akrab pria berumur 21 tahun, itu menyampaikan keinginan untuk lancar berbahasa Indonesia dalam perbincangan didampingi adiknya, Rakotonirina Herilaza Nandrianina. Laza dan Toky adalah mahasiswa program studi International Business Program Uwika. Mereka akan menyelesaikan pendidikan selama empat tahun di Uwika. Bergabungnya Toky dan Laza merupakan bagian dari program internasionalisasi Universitas Widya Kartika. Toky dan Laza merasa yakin bisa berbahasa Indonesia dengan lancar dalam waktu relatif singkat karena ada banyak kata Indonesia yang mempunyai kemiripan dengan bahasa Malagasy. Toky dan Laza kemudian memberikan beberapa contoh kata, misalnya, kata ‘dua’ dalam bahasa Malagasy adalah ‘roa’, kata ‘sepuluh’ dalam bahasa Malgasy adalah ‘folo’ dan kata ‘murah’ dalam bahasa Malagasy adalah ‘mora’. Jika merunut sejarah, diperkirakan bahasa Malagasy merupakan perpaduan antara bahasa Melayu (Maanyan – Kalimantan) dan bahasa Jawa. “Karena banyak kemiripan itulah kami lebih mudah mengerti kata-kata bahasa Indonesia,” ujar Toky dan Laza sambil tersenyum. Kedua kakak beradik ini adalah putra dari Kolonel Rakotonirina Leon Jean Richard, yang pada tahun ini sedang mengikuti pendidikan di Jakarta bersama dengan Rektor Uwika, Dr. Ir. Gembong Baskoro, M.Sc. “Ayah sering ke Indonesia, dan juga teman Rektor Uwika. Kami diminta untuk studi di sini,” katanya. Sebagai anak sulung, Toky mempunyai tiga adik yang semuanya lakilaki. Laza adalah adik ketiga, sedang adik keduanya saat ini sedang studi

18

di Universitas Sorbone Prancis. “Mama hanya dengan adik paling kecil sekarang,” ujar Toky dan Laza sambil menerawang. Untuk mengusir rasa rindu dengan sang ibu, Toky dan Laza yang datang di Surabaya sejak tanggal 16 November 2011, itu tiap pekan mengirim kabar dengan email. “Kalau dengan papa tiap hari bisa kirim kabar,” katanya sambil menambahkan sang ayah saat ini sedang mengikuti pendidikan di Jakarta. SURABAYA PANAS Toky dan Laza terlihat selalu berkeringat jika sedang di luar ruang ber-AC. Keduanya mengaku cuaca di Surabaya sangat panas. “Surabaya kota sangat besar, udaranya sangat panas,” katanya sambil sesekali mengusap peluh yang membasahi kening keduanya. Meskipun panas, Toky dan Laza mengaku senang bisa datang dan studi di Surabaya. Mereka mengaku serasa di negaranya karena masyarakat Surabaya ramah. “Kami merasa diterima dengan baik sekali. Teman-teman di kampus sangat baik,” ujarnya. Toky dan Laza bahkan terheran-heran ketika diberitahu rata-rata suhu udara di Surabaya di atas 30 derajat Celcius. Ini jauh berbeda dengan di Madagaskar, khususnya di pusat negara itu. “Di pusat kota suhunya selalu di bawah 25, bahkan bisa sampai 17 derajat. Tapi kalau di daerah pantai juga panas seperti di Surabaya,” jelasnya. Selain panas, Toky dan Laza mengeluhkan makanan di Surabaya yang umumnya pedas untuk lidah keduanya. “Kami suka makan bakso, mie, ayam goreng. Hanya saja umumnya makanan di sini pedaspedas,” tutur Toky.

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI


UWIKANEWS | edisi:004 | Th-II | Januari 2012

UWIKACOOPERATION

Mahasiswa Hogkong

KUNJUNGI UWIKA Sebanyak 25 mahasiswa Hongkong yang tergabung dalam organisasi non-profit ME Care Internasional mengunjungi Universitas Widya Kartika (Uwika), Senin, 25 Juli 2011. Mengenakan seragam kaos warna merah yang di bagian punggung bertuliskan ‘Aku Cinta Indonesia’, ke-25 mahasiswa Hongkong itu diterima para mahasiswa Uwika. Ini merupakan kunjungan ke-2 organissi ME Care ke Uwika. KEDATANGAN para mahasiswa Hongkong ke Uwika merupakan bagian dari serangkaian acara kegiatan ME Care yang dilakukan di Indonesia. Para mahasiswa itu akan berada di Indonesia hingga 1 Agustus 2011. Selain kunjungan ke Uwika, mereka juga mengadakan kegiatan sosial berupa pengobatan di Pondok Pesantren di Bojonegoro, kunjungan ke Pondok Pesantren Tebu Ireng-Jombang, kunjungan ke Masjid Agung Surabaya, kunjungan ke MojowarnoJombang. Selain pengobatan, mereka juga mengajarkan Bahasa Mandarin dan Bahasa Inggris.

Kunjungan para mahasiswa Hongkong ke Uwika berlangsung dengan semarak. Mereka disambut dengan tarian Saman dari Aceh yang dimainkan oleh para mahasiswa dari prodi Bahasa Mandarin. Acara kemudian disusul dengan presentasi interaktif oleh perwakilan mahasiswa Hongkong mengenai jumlah universitas di Hongkong dan berbagai jenis kegiatan para mahasiswa di sana. Parade batik yang dimotori oleh Ibu Ari Tresnawati, perwakilan tokoh batik Jawa Timur, menjadi hiburan tersendiri. Sejumlah mahasiswa Hongkong diajak

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI

untuk praktik membatik. Mereka terlihat sangat antusias dengan kegiatan ini. Sebelum membatik, kepada mereka disajikan film tentang kehidupan dan seni budaya beberapa suku Indonesia, mulai dari Aceh, Mentawai, reog Ponorogo, wayang kulit hingga proses pembuatan sagu yang dilakukan saudara kita di Papua. Sajian film-film tentang kehidupan keberagaman suku di Indonesia itu sesuai dengan tema untuk menyambut para tamu dari Hongkong, ‘Truly Indonesia’. Parade pakaian tradisional Indonesia terasa menyempurnakan penyajian film-film yang berkisah tentang kehidupan dan adat istiadat serta budaya suku-suku di Indonesia itu. Kunjungan para mahasiswa Hongkong itu ditutup dengan menyantap makanan tradisional atau jajan pasar khas Indonesia, seperti bubur Madura, es Manado, Rangin, Bikang dan Pukis. 

19


friendster

UWIKANEWS | edisi:004 | Th-II | Januari 2012

”Saya senang di Surabaya” KALIMAT itu meluncur dari bibir wanita cantik bernama Sisilia, saat berbincang-bincang di ruang dosen Fakultas Bahasa dan Sastra Universiras Widya Kartika (Uwika), awal November 2011. Perempuan bernama asli Liu Chang itu adalah satu dari sembilan mahasiswa dari Guangdong University of Foreign Studies, China, yang sedang magang mengajar di Uwika sejak awal Oktober 2011. Perempuan yang pada Juli 2012 nanti menyelesaikan pendidikan Master of Teaching Speakers of

20

Other Languages, itu, akan tinggal di Surabaya hingga pertengahan Januari 2012. “Saya senang tinggal di Surabaya, orangnya ramah-ramah,” ujar wanita yang suka makanmakanan pedas ini. Selain warga masyarakatnya yang ramah, Sisilia juga mengaku merasa cocok dengan cuaca Surabaya yang panas. Ini berbeda dengan di Guangdong yang mengenal empat musim. Bahkan dia membiarkan kulit tangannya terlihat kecokelatan. Sisilia juga merasa nyaman dengan suasana Surabaya karena daerahnya masih relatif tidak terlalu padat. “Di Guangdong padat sekali, di mana-mana kita bisa bertemua orang. Di sana orang-orangnya juga selalu sibuk. Seperti tidak ada waktu santai seperti di Surabaya,” katanya. Perempuan yang selalu menghiasi bibirnya dengan senyuman selama berbincang itu juga mengaku cocok dengan aneka jenis makanan dan jajanan di Surabaya. Bahkan makanan di Surabaya dirasakannya lebih gurih dibanding dengan di Guangdong, termasuk makanan Chinese food. “ Nggak ada masalah dengan makanan,” katanya lewat penerjemah Peter Ong, dosen Bahasa Mandarin Uwika. Perbincangan dengan Sisilia memang berlangsung dengan dua bahasa, Bahasa Mandarin dan Bahasa Inggris

karena perempuan lemah lembut ini juga fasih berbahasa Inggris. Beberapa jenis makanan dan jajanan yang digemari Sisilia antara lain gurame bakar, gado-gado, dan tempe. Untuk jajanan pasar, dia gemar dengan kue lapis. Untuk minuman, Sisilia mengaku sangat menyukai jus apokat, diselang-seling dengan jus sirsak, dawet. “Aku suka sekali tempe. Pernah belanja tempe sendiri, tapi nggak ngerti masaknya bagaimana,” ucapnya sambil tertawa. Ditanya mengenai semangat studi para mahasiswa Uwika, perempuan yang di alma maternya mengajar mahasiswa dari berbagai negara itu mengatakan, para mahasiswa di sini sangat aktif. Kedekatan kebudayaan Tiongkok yang sudah dikenal mahasiswa di sini semakin mempermudah interaksi antara dosen dan mahasiswa. “Kerja sama dengan dosen juga berlangsung dengan baik sekali. Mereka mempunyai beraneka bakat yang bisa dikembangkan,” katanya. Menurut Sisilia, ada beberapa perbedaan mengenai pola pendidikan di China dan di Indonesia. Di China, katanya, para pelajar dan mahasiswa harus mengejar sesuatu supaya berhasil. Mereka harus sangat aktif untuk berhasil karena persaingan sangat ketat. Pelaksanaan proses belajar mengajar juga berlangsung sangat ketat, bahkan dalam hal tertentu bisa dikatakan kaku. “Mahasiswa harus rajin belajar sendiri agar bisa mengejar apa yang ingin dicapai. Persaingan di China sangat ketat” ujarnya. Mengakhiri perbincangan, Sisilia berharap setelah menyelesaikan pendidikan masternya nanti bisa kembali ke Surabaya. “Saya senang di Surabaya,” ujarnya.

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI


FRIENDSTER

UWIKANEWS | edisi:004 | Th-II | Januari 2012

”Sempat Terkejut” “SEMPAT terkejut , seperti nggak percaya,” ujar Melisa dengan mimik ceria saat ditanya bagaimana perasaannya saat namanya diumumkan sebagai pemenang pemilihan duta kampus 2011-2012. Gadis cantik yang oleh teman-temannya dipanggil Meme itu berhasil menyisihkan 59 peserta pemilihan duta kampus. Dara kelahiran Surabaya, 15 September 1993 yang bernama lengkap Melisa Lusiana Sutanto, itu meskipun sempat terkejut, dia mengaku bangga dengan kemenangannya. “Senang, bersyukur, bangga dan terkejut. Campur aduk rasanya,” ucap Meme cepat. Saat namanya diumumkan sebagai pemenang pemilihan duta kampus, Melisa memang terlihat tidak segera bereaksi. Dia bahkan sempat menundukkan kepala setelah sebelumnya memandang ke arah penonton. Tatapan mata para penonton saat itu terpusat ke arah Liang Yohana, satu dari 10 finalis termasuk Melisa, yang dinyatakan terpilih sebagai juara favorit duta kampus 2011-2012. Liang Yohana berdiri beberapa langkah di depan para finalis. Melisa masih terlihat terkejut ketika MC sekali lagi menyataan namanya sebagai pemenang duta kampus. Namun hal itu tak berlangsung lama. Melisa cepat-cepat maju beberapa langkah dan berdiri di sebelah kiri Liang Yohana. Penyuka warna pink dan hitam itu kemudian menyalami Liang Yohana dan keduanya pun saling berpelukan untuk beberapa saat. Tepuk tangan para penonton dan para finalis lainnya memecah suasana yang saat itu sedang turun hujan. Senyum Melisa seolah mampu mengubah suasana yang muram karena cuaca yang kurang bersahabat itu menjadi cerah ceria. Gadis yang bercita-cita menjadi wanita karir dan bisa membahagiakan kedua orangtuanya itu segera tebar pesona. Pandangan matanya diarahkan ke segala penjuru penonton. Tepuk tangan penonton kembali menyemarakkan suasana ketika dewan juri secara bergantian memberikan bunga, hadiah uang tunai dan selempang Campus Ambassador dikenakan oleh Wakil Rektor Uwika, Dra. Felicia O Dien Koeswanto, yang juga menjadi salah satu anggota dewan juri. MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI

Penikmat bistik dan teh manis dan pandai modern dance itu juga berjanji akan membantu tim marketing Uwika untuk memperkenalkan universitas ke dunia luar. “Salah satu tugas menjadi dutas kampus adalah memperkenalkan universitas ke masyarakat luas,” tutur gadis lulusan SMA YPPI 1 itu.

21


sidebar

UWIKANEWS | edisi:004 | Th-II | Januari 2012

Menjadikan Sekolah

sebagai Rumah Kedua Tuntutan terhadap pelayanan lembaga pendidikan atau sekolah semakin meningkat. Sekolah atau kampus tidak bisa lagi hanya sebagai tempat menuntut ilmu. Sekolah atau kampus harus bisa berperan menjadi rumah kedua bagi para peserta didik. DEMIKIAN intisari dari mini seminar yang diselenggarakan oleh Universitas Widya Kartika (Uwika) Surabaya, di Restoran Bima kompleks RMI Surabaya, Rabu, 9 November 2011. Mini seminar dengan pembicara seorang psikolog ternama, Dra. Astrid Wiratna, M.Psi, itu diikuti puluhan kepala sekolah dan guru BK SMA/SMK yang ada di Surabaya dan sekitarnya. Bu Astrid mengawali seminar dengan ungkapan, a house is not a home. “Dalam bahasa Indonesia agak susah memahami makna

22

kata-kata itu, berbeda dengan kalau dalam bahasa aslinya,” ujarnya. Untuk memudahkan pemahaman terhadap ungkapan itu, kata Bu Astrid, bisa diawali dengan pertanyaan, “Apakah setiap rumah pasti membuat penghuninya merasa home?” Menurut dia, rumah (house) bisa kita bikin indah, megah dan kokoh. Tetapi apakah itu pasti bisa membuat penghuninya merasa nyaman, situasinya membuatnya kita betah tinggal di dalamnya? “Perasaan nyaman, betah di ru-

mah, itulah yang disebut home,” katanya. Lalu bagaimana caranya agar sekolah bisa menjadi rumah ke dua bagi para siswanya? Bu Astrid menyatakan, sekolah bisa menjadi rumah kedua bagi siswa apabila sekolah bisa menjadi tempat di mana kita mendapat dukungan dan cinta kasih. “Setiap guru atau pendidik butuh kualitas pemahaman kepada anak, bukan pada target guru yang dikejar-kejar harus menyelesaikan kurikulum,” ujarnya. Dra. Astrid menyinggung seringkali guru melupakan fungsi pendidiknya, dan lebih menekankan fungsi mengajarnya, karena dikejar-kejar harus menyelesaikan kurikulum. “Misalnya kalau peserta didik tidak bisa mengerjakan PR lalu dihukum. Apakah dengan demikian sekolah bisa

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI


UWIKANEWS | edisi:004 | Th-II | Januari 2012

dikatakan memberikan kasih?” cetusnya. Yang kedua, sekolah menjadi rumah kedua apabila peserta didik bertumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi terberi tanpa rasa takut. Berikutnya, sekolah menjadi rumah kedua jika dia menjadi tempat belajar dan berlatih sampai peserta didik cukup dewasa untuk mandiri. Dengan demikian, anak bisa merasa home di sekolah. “Jadi kebutuhan untuk mandiri itu bukan hanya pada anak-anak TK, tetapi juga ketika seseorang menempuh pendidikan di jenjang yang lebih tinggi, termasuk SMA, bahkan mahasiswa,” katanya. Merasa Bahagia Mengapa sekolah harus bisa menjadi rumah kedua bagi siswa, lanjut Dra. Astrid, karena pada prinsipnya semua orang butuh merasa bahagia. Lalu bagaimana mengukur kebahagiaan? “Ini yang susah. Bahagia tidak bisa dihitung dengan matematika, misalnya dua ditambah dua sama dengan empat. Bahagia itu ada di dalam hati kita masing-masing, dan itu subyektif,” tuturnya.

katanya. Jika sampai seseorang atau anak tidak merasa dihargai dan diterima, dia akan merasa tidak nyama dan merasa keberadaannya tidak penting. “Orangtua atau sekolah harus bisa memberi rasa nyaman, menerima keberadaan seseorang, menghargai anak,” tandasnya. Bagaimana agar sekolah dan orangtua bisa memberi perasaan nyaman atau home pada

Meskipun demikian, tandas Bu Astrid, ada dua syarat yang dibutuhkan seseorang agar merasa bahagia. Yakni, (merasa) diterima dan dihargai. “Orangtua/sekolah seringkali menolak anak dengan berbagai kecaman, caci maki, dan berbagai pernyataan melecehkan atau merendahkan si anak. Anak menjadi merasa tidak dipercaya, tidak diterima dan tidak dihargai,”

POSITIF… Agar pernyataan-pernyataan atau tindakan-tindakan yang bisa melukai hati anak, mindset kita harus berubah. Dra. Astrid menyatakan, setiap dari kita harus mengakui bahwa semua orang dilahirkan dengan potensi positif dan akan berkembang menjadi semakin positif. Jika ada orang bermasalah,

anak? Dra. Astrid dengan tegas meminta kepada orangtua atau guru : jangan ada kata-kata yang membunuh (pernyataan kasar, merendahkan, melecehkan, tidak menghormati anak). “Banyak kata-kata yang lebih indah yang bisa dipilih daripada kita, misalnya, membunuh anak dengan kata-kata, ‘kamu bodoh; apa bisa kamu?; dan sabagainya,” jelas Bu Astrid sambil meminta agar semua orang menahan diri dari tindakan yang melukai anak/ orang lain.

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI

SIDEBAR

katanya, hal itu terjadi karena dia terhambat dalam mewujudkan potensi positifnya. “Penghambatnya bisa bermacam-macam. Bisa dari diri sendiri atau lingkungan sekitar, orangtua dan sekolah,” tegasnya. Bu Astrid juga meyakinkan kita semua bahwa di setiap perilaku manusia selalu ada niat positifnya. “Ada pasangan suamiistri yang ingin bercerai berkonsultasi ke saya. Saya bertanya, mengapa ke saya, kok tidak langsung ke KUA atau catatan sipil. Masing-masing pihak menyatakan bahwa di lubuk hatinya yang paling dalam masih ada niat untuk mempertahankan rumahtangganya. Ini membuktikan bahwa di setiap perilaku manusia selalu ada niat positifnya,” ujar psikolog klinis ini. Sekarang bagaimana sekolah harus mengelola siswa bermasalah. Dra. Astrid mengingatkan bahwa setiap siswa itu berbeda, karena itu juga tiap siap membutuhkan penanganan berbeda. “Ini bukan soal menang kalah, tetapi kita harus bisa memberi solusi bagi kepentingan siswa, bukan kepentingan sekolah atau guru. Dan yang terpenting adalah perilaku siswa adalah cermin dari lingkungan terdekatnya, bisa sekolah, keluarganya dan sebagainya,” jelasnya. Karena itu Bu Astrid meminta guru dan pendidik lainnya untuk bisa menjadi model bagi muridmuridnya, bisa menjadi pengganti orangtua, bisa menjadi kakak, dan bisa menjadi teman/sahabat bagi peserta didik.

23


SIDEBAR

UWIKANEWS | edisi:004 | Th-II | Januari 2012

Acara open house yang digelar Universitas Widya Kartika (Uwika) pada hari Sabtu, 10 Desember 2011, berhasil menorehkan berbagai prestasi. Open house diadakan dalam rangkaian pesta perak (silver jubilee) universitas yang terletak di Jl Sutorejo Prima Utara II/1 memang disemarakkan dengan berbagai jenis lomba.

Open House Uwika

"BANJIR PRESTASI"

ANEKA jenis lomba itu ada yang dikhususkan bagi para pelajar SMA/SMK yang ada di Surabaya dan Malang, juga lomba-lomba untuk internal civitas akademika Uwika. Banjir prestasi pun terjadi dan membuat acara open house benar-benar terasa bergairah. Lomba-lomba untuk para pelajar SMA/SMK antara lain lomba membuat koran mini dalam bahasa Inggris yang diadakan oleh Prodi Bahasa Inggris. Lomba

24

ini diikuti oleh sedikitnya 15 tim dari berbagai SMA/SMK yang ada di Surabaya dan Mojokerto. Para peserta lomba sebelum membuat koran mini dengan fasilitas universitas diajak mengunjung tempat-tempat bersejarah di Surabaya (visit Surabaya heritage). Para peserta diminta menulis berita tentang tempat-tempat bersejarah itu dan kemudian membuat koran mini. Lomba membuat koran mini

dalam bahasa Inggris ini berhasil memunculkan para jawara dengan rincian sebagai berikut: Juara 1: MBI Amanatul Ummah (Pacet, Mojokerto), Juara 2: SMK. St. Louis, Juara 3: SMA YPPI 2, Juara 4: MBI Amanatul Ummah dan Juara 5: SMA Hendrikus. Lomba berikutnya yang digelar dalam acara open house itu adalah lomba Running Man ( Prodi Bahasa Mandarin ) dengan pemenang masing-masing Juara 1: SMAK. Stella Maris, Juara

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI


UWIKANEWS | edisi:004 | Th-II | Januari 2012

2: SMAKr. Petra 3 dan Juara 3: SMAKr. Gloria 2. Dari Program Studi Akuntansi berhasil mencetak juara-juara baru dalam lomba yang digelar dengan tema Come Closer to Accounting. Lomba yang diikuti oleh 27 tim dengan anggota masing-masing tiga orang untuk satu tim itu menobatkan dua tim dari SMK Mahardika berhasil memborong posisi juara 1 dan 2. Posisi ketiga ditempat SMAK St.Stanislaus Surabaya. Di tempat terpisah juga digelar lomba yang diadakan oleh Prodi Komputerisasi Akuntansi. Lomba ini dimenangkan oleh dua tim dari SMAN 1 masing-masing merebut posisi juara pertama dan kedua. Posisi juara ketiga ditempati oleh SMK Mahardika. Prodi Teknik Informatika tak mau ketinggalan. Prodi ini menggelar lomba yang dengan tema ‘Merakit Kabel Jaringan Komputer’ yang diikuti oleh para siswa SMAK St. Stanislaus. SMA Gracia keluar sebagai juara dalam lomba yang digelar oleh Prodi Aristektur. Selain lomba di bidang akademik, ada satu lomba yang digelar oleh Prodi Manajemen berupa lomba kreativitas dengan tema ‘creative recycle fashion’. Lomba ini diikuti oleh beberapa SMA/ SMK di Surabaya dan Malang. Bahan bekas yang dilombakan antara lain dari koran bekas, pecahan kaca, stik es krim dan sebagainya. Lomba ini memilih empat kategori masing-masing juara untuk kategori terkreatif dimenangkan oleh tim dari SMAK ST.Agnes, kategori terfavorit dimenangkan oleh tim SMAKr Petra 3, kategori terunik ditempati SMAK St. Stanislaus, dan kategori terpopuler dengan juara SMAKr. Petra 3.

SIDEBAR

Pemilihan Duta Kampus PERHELATAN open house Uwika juga dimeriahkan berbagai acara hiburan untuk menyambut para tamu undangan dan masyarakat sekitar kampus. Aneka menu makanan dan minuman juga disediakan oleh para mahasiswa yang mengikuti program pendidikan entrepreneurship. Pagelaran barongsai membuka seluruh rangkaian cara open house. Di sela-sela acara lomba yang digelar di berbagai ruang kelas di lantai tiga hingga lima kampus Uwika. Sementara di arena parkir kampus yang disulap menjadi panggung dan areal perlombaan antar prodi, lomba kreasi menu kantin dan berbagai hiburan lainnya menyemarakkan acara itu. Ada unjuk keboleh para mahasiswa Uwika berupa aneka tarian modern, wushu, band dan lainlain. Pemilihan duta kampus menjadi salah satu acara yang ditunggu-tunggu. Sebanyak 10 finalis diundang untuk menampilkan segela kelebihan mereka. Mereka selain berlenggak-lenggok, juga harus menunjukkan kemampuan di bidang seni dan intelegensi. Di puncak acara lomba pemilihan duta kampus, dewan juri akhirnya memutuskan Melisa Lusiana Sutanto, mahasiswa semester 1 dari Prodi Manajemen, dinyatakan sebagai pemenang dan berhak menyandar gelar sebagai duta kampus untuk periode 2011-2012. Dia menggantikan posisi Linda Suryani Puteri (dari Prodi Bahasa Mandarin yang sekarang sedang studi di China). Selain duta kampus, dalam pemilihan ini juga dipilih duta kampus kategori favorit (dipilih berdasar sms dan like di facebook oleh masyarakat). Liang Johana terpilih sebagai duta kampus kategori favorit. Pelaksanaan open house dipungkasi dengan atraksi sulap dengan menampilakn pesulap profesional, Amodeus Loki. Hujan lebat dan banjir ringan mengiringi seluruh rangkaian pengumuman para pemenang lomba.

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI

25


SIDEBAR

UWIKANEWS | edisi:004 | Th-II | Januari 2012

Sekolah Bukan Hanya untuk

MENDAPAT IJAZAH “Sekolah, kalau hanya mau mendapat ijazah, itu percuma!” Pernyataan itu ditandaskan Drs. Kresnayana Yahya, di depan para mahasiswa baru Universitas Widya Kartika (Uwika), September 2011 PENANDASAN pakar ilmu statistik dari ITS itu untuk mengingatkan agar para mahasiswa baru belajar dengan sungguh agar ilmu yang diberikan oleh para dosen benar-benar menjadi milik mereka di kemudian hari. Sekolah atau kuliah tidak hanya sekadar mencari ijazah. Sekolah atau kuliah adalah kegiatan untuk memperkaya diri, intelektual dan batin, seseorang untuk menjadi pribadi yang semakin matang dan mandiri. Penegasan Pak Kresna, panggilan akrabnya, yang juga menjadi Ketua Pengurus YPPI itu merupakan bagian dari seminar yang dibawakan dengan tema

26

‘Tantang Profesi Abad 21’. Seminar ini sekaligus membuka pikiran para mahasiswa agar benar-benar menyadari arti pentingnya sekolah/kuliah dan bagaimana harus berpikir kreatif di zaman yang kian kompetitif sekarang ini. Di sela-sela ceramahnya, Pak Kresna juga menyampaikan pernyataan Bung Karno. Menurut proklamator RI itu, sambung Pak Kresna, bangsa Indonesia bisa maju jika memiliki banyak sarjana teknik, sarjana bidang pertanian dan sarjana bidang sains. Namun melihat keadaan Indonesia sekarang banyak sarjana yang tidak mudah terserap di lapangan kerja. Perguruan tinggi

saat ini harus bisa menjawab tantangan itu, bagaimana mempertemukan kualifikasi lulusan pergurun tinggi dengan kebutuhan pasar kerja. Menurut Pak Kresna, saat ini juga banyak dibuka program studi baru di perguruan tinggi. Namun ironisnya, jumlah lapangan kerja yang sesuai dengan juruan studi itu tidak cukup tersedia. “Akibatnya semakin banyak jumlah pengangguran intelek di negara ini,” tandasnya. Pak Kresna pun kemudian menanamkan nilai-nilai kesungguhan kepada ratusan peserta seminar. Menurutnya, belajar memang penting, tetapi action itu lebih penting. Para mahasiswa Uwika, harap Pak Kresna, harus mempunyai visi yang panjang di masa depan, menyangkut ‘career planning, academic planning dan career preparation.’

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI


UNIVERSITAS WIDYA KARTIKA UNIVERSITY OF BUSINESS EXCELLENCE FOR ENTREPRENEURSHIP IN INDONESIA

Rektor Segenap Civitas Civitas Akademika Rektor dandan segenap Akademika Universitas Widya Kartika Surabaya Universitas Widya Kartika mengucapkan mengucapkan

Gong Xi Fa Cai

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI

27


UNIVERSITAS WIDYA KARTIKA UNIVERSITY OF BUSINESS EXCELLENCE FOR ENTREPRENEURSHIP IN INDONESIA

Penerimaan Mahasiswa Baru International PROGRAM

PROGRAM STUDI

Manajemen Akuntansi Komputerisasi Akuntansi D3 IBP (International Business Program)

Manajemen Akuntansi Teknik Informatika Arsitektur Teknik Elektro

Full English

Teknik Informatika Arsitektur Teknik Elektro Bahasa & Sastra Mandarin D3 Bahasa & Sastra Inggris

DOUBLE DEGREE

BAHASA MANDARIN :

 Pendidikan S1  Hotel Management D3  Tourism D3  Marketing D3

IN COOPERATION WITH  CHONG QING NORMAL UNIVERSITY  LIU ZHOU CITY OF VOCATIONAL COLLEGE  GUANGXI UNIVERSITY OF TECHNOLOGY  GUANGDONG UNIVERSITY OF FOREIGN STUDIES

kuliah PAGI atau SORE

Jl. Sutorejo Prima Utara II – 1 Surabaya 60113 Ph. +62 31 5922403 – 5926359 Fax. +62 31 5925790 Email: info@widyakartika.ac.id www.widyakartika.ac.id SURANCE AS

LLOYD’S R E

R QUAL STE IT GI

Y

031 5961867

HOTLINE:

”TERSEDIA BEASISWA BAGI SISWA BERPRESTASI”


Uwika News Edisi-004