Page 1

Edisi:005 | Th-II | Juli 2012

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI

LIANG YOHANNA

Jawara Dansa Ingin Jadi Koreografer Uwika Raih Penghargaan sebagai Universitas Berprestasi

Irene Raih Runner-Up II

Ning Surabaya 2012 KKN-PPM UWIKA "PENUH KESAN"


editorial

UWIKANEWS | edisi:005 | Th-II | Juli 2012

Salam Redaksi

Pengabdian pada Masyarakat PENGABDIAN pada masyarakat merupakan satu dari tiga tugas penting perguruan tinggi dalam melaksanakan tridharma perguruang tinggi. Pengabdian pada masyarakat dengan demikian juga menjadi tanggungjawab segenap civitas akademika yang mengabdikan diri di lingkungan perguruan tinggi itu. Berbagai bentuk dan pelaksanaan pengabdian pada masyarakat bisa beragam. Kuliah Kerja Nyata – Pengabdian dan Pembelajaran pada Masyarakat (KKN-PPM) seperti yang dilaksanakan oleh para mahasiswa Universitas Widya Kartika (Uwika) di Desa Sugeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, beberapa waktu lalu, merupakan bentuk nyata dari tugas pengabdian pada masyarakat. Banyak hal yang bisa dipetik sebagai pelajaran hidup dari pelaksanaan KKN-PPM di Trawas itu. Khususnya bagi para mahasiswa, mereka bisa belajar tentang nilai-nilai, sistem sosial dan budaya yang berlaku di masyarakat setempat. Para mahasiswa bisa dengan hati dan mata kepala sendiri merasakan dan melihat tentang berbagai dinamika kehidupan di masyarakat tempat KKN-PPM berlangsung. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan seperti kerja bakti membersihkan jalan, mengecat ponten umum dan lain-lain merupakan sebagian dari serangkaian pembelajaran pengabdian pada masyarakat. Kata pengabdian sendiri berasal dari kata dasar ‘abdi’ yang di dalamnya terkandung makna melayani. Pengabdian pada masyarakat hakikatnya adalah tugas dan panggilan untuk melayani warga masyarakat tempat KKN itu dilaksanakan. Melayani pada hakikatnya adalah ‘merendahkan diri’, mengabdi, demi kebaikan dan kemuliaan mereka yang dilayani. Dengan bahasa lebih umum, dengan melaksanakan KKN-PPM, para mahasiswa dididik untuk tidak hidup terpisah dari masyarakat, tidak hidup di menara gading bernama kampus.

content [03] KKN-PPM Uwika "Penuh Kesan" [08] Kunjungan 16 Dokter dari Hongkong [10]

Uwika & Guandong University Tanda Tangani MoU

[11]

Rektor Uwika Terpilih sebagai Dosen Berprestasi

[12]

Rektor Hadiri Sertijab Danlanud ABD: Langkah Awal Menjalin Hubungan yang Harmonis

[13]

UWIKA Kunjungi AAL: Membentuk Karakter Disiplin

[14]

Perjalanan 65 Tahun YPPI

[15]

Pengalaman Berharga dari Negeri Tiongkok

[16]

Journey to China for Outstanding Students

[17]

Jerat Gajah, Jurus Sukses Berbisnis ala China

[18]

Di Guangzhou Kami Bermain Opera China

[19]

Beginilah Mitos Cap Jay, Koloke dan Fu Yung Hai di China

[20] Di China Guru Bisa Bergaji Rp 115 juta! [21]

Irene Raih Runner-Up II Ning Surabaya 2012

[23] Jawara Dansa Ingin Jadi Koreografer [24] Cerdik Memanfaatkan Peluang [25] Indahnya Belajar di Liuzhou City” Edisi:005 | Th-II | Juli 2012

Cover: IRENE NATANIA RADIX Mahasiswi Program Studi Bahasa Inggris Uwika Wakil II Ning Surabaya - Grand Final pemilihan Cak & Ning Surabaya 2012

Pelindung: Rektor Universitas Widya Kartika, Dr. Ir. Gembong Baskoro, M.Sc | Penasihat: Wakil Rektor Universitas Widya Kartika, Drs. Darmanto, M.Sc; Dra. Felicia O.Dien Koeswanto | Pemimpin Redaksi: Drs. Yuven Sugiarno | Redaksi : Mahariska Devi, ST; Muis Murtadho, SE, MM. Alamat Redaksi: Universitas Widya Kartika, Jl Sutorejo Prima Utara II/1 Surabaya; Telp + 62 31 5922403/5926359, Fax +62 31 5925790; Website: www.widyakartika.ac.id; email: uwika.news@yahoo.com

02

MENCERDASKAN ANAK

BANGSA, MEMBANGUN

NEGERI

LIANG YOHANNA

Jawara Dansa Ingin Jadi Koreografer Uwika Raih Penghargaan sebagai Universitas Berprestasi

Irene Raih Runner-Up II

Ning Surabaya 2012 KKN-PPM UWIKA "PENUH

KESAN"

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI


UWIKANEWS | edisi:005 | Th-II | Juli 2012

coverstory

KKN-PPM Uwika

"PENUH KESAN" Universitas Widya Kartika (Uwika) kembali menyelenggarakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) – Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di awal tahun 2012. KKN-PPM tahun ini merupakan langkah awal setelah beberapa tahun terakhir kampus yang terletak di Jl Sutorejo Prima Utara II/1 Surabaya ini menyelenggarakan KKU sebagai ganti KKN.

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI

03


COVERSTORY

UWIKANEWS | edisi:005 | Th-II | Juli 2012

Beberapa mahasiswi tidak mampu menahan rasa haru dan meneteskan air mata ketika mendengar warga desa menceritakan kesulitan-kesulitan hidup yang mereka alami. KKN tahun 2012 yang diikuti oleh para mahasiswa dari program studi Bahasa Mandarin dan Bahasa Inggris ini memilih tempat di sebuah desa terpencil di Kabupaten Mojokerto. Tepatnya di Desa Sugeng, Kecamatan Trawas. KKN berlangsung selama tiga hari, 25-27 April 2012. Untuk memasuki desa yang dihuni hanya 207 kepala keluarga atau sekitar 589 jiwa ini harus menembus daerah lereng hutan di sekitar gunung Penanggungan. Desa yang sebagian besar penduduknya menjadi buruh tani ini benar-benar jauh dari desa-desa tetangga. Berangkat dengan menum-

04

pang dua truk Angkatan Laut, para peserta KKN meninggalkan kampus Uwika tepat pukul 08.00, Rabu, 25 April 2012. Sekitar pukul 10.15 mereka sudah tiba di balai Desa Sugeng dan disambut oleh Kepala Desa Sugeng, Ny. Nuriyanik. Setelah acara penyambutan, peserta KKN beristirahat sejenak dan melihat-lihat daeah sekitar balai desa sembari menunggu jadwal makan siang. Sore harinya, para peserta KKN diminta untuk berbaur dengan masyarakat desa. Mereka mendapat tugas untuk mengenal, mengidentifikasi dan merumuskan masalah-masalah apa saja yang

ada dan dihadapi oleh masyarakat Desa Sugeng. Berbagai pengalaman ‘mengejutkan’ dialami para peserta KKN selama mereka berbaur dengan warga masyarakat Desa Sugeng. Bahkan ada beberapa mahasiswi yang tidak mampu menahan rasa haru dan meneteskan air mata ketika mendengar warga desa menceritakan kesulitan-kesulitan hidup yang mereka alami. “Kami bertemu dengan warga yang hanya bisa pasrah menjalani kehidupan. Mereka tidak menginginkan hal yang muluk-muluk (tinggi standarnya). Mereka hanya punya pengharapan bagaimana

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI


UWIKANEWS | edisi:005 | Th-II | Juli 2012

bisa makan tiga kali sehari. Sederhana sekali,” tutur seorang mahasiswa sambil menahan diri agar air matanya tidak berlinang. Usai makan malam di hari pertama KKN, para peserta KKN kembali berbaur dengan warga sekitar untuk bersama-sama menonton film bertema kepahlawanan, ‘Merah Putih’. Anak-anak dan orang tua tampak sangat senang dengan penayangan film heroik ini. Setelah pemutaran film ‘Merah Putih’, masih dilanjutkan dengan pemutaran film berikutnya. Namun warga masyarakat sudah banyak yang meninggalkan halaman balai desa karena rasa kantuk mulai menghampiri setelah seharian penuh bekerja di ladang atau sawah. Sementara itu beberapa peserta KKN juga sudah bersiap-

siap beristirahat. Para peserta KKN mendapat pengalaman baru lagi ketika beristirahat. Mereka malam itu tidak tidur di kamar dengan kasur empuk seperti di rumah masing-masing. Para peserta KKN turut merasakan kesulitan hidup warga Desa Sugeng dengan tidur di balai desa. Mereka tidur hanya beralaskan tikar atau plastik bekas spanduk dan sebagian karpet, tanpa bantal dan guling. Para mahasiswa bukan hanya KKNPPM, tetapi mereka juga benarbenar menjalani ‘Live-In’ yang sesungguhnya. Pengalaman tidur semacam ini harus dijalani juga di malam kedua. Selain masalah tidur, para peserta KKN juga harus rela berbagi dalam hal mandi. Bu Lurah hanya mempunyai dua kamar

COVERSTORY

mandi dan dua WC. Untuk mandi tidak terlalu masalah sebenarnya karena kamar mandinya berukuran besar-besar, bahkan banyak mahasiswi yang bersedia mandi bersama hingga tiga atau empat orang sekaligus. Yang menjadi masalah adalah ketika harus antre untuk buang air besar. Beberapa peserta KKN harus rela berjalan kaki menuju sungai yang jaraknya mencapai dua setengah kilometer. Saat berangkat ke sungai, umumnya berjalan dengan penuh semangat. Mereka kemudian masuk ke sungai dengan senang hati. Namun persoalan muncul ketika pulang ke balai desa. Sekeluar dari sungai mereka harus melintasi jalan menanjak yang membut nafas ngos-ngosan. Satu dua kali terpaksa panitia menjemput dengan mobil.

Usai makan malam di hari pertama KKN, para peserta KKN kembali berbaur dengan warga sekitar untuk bersama-sama menonton film bertema kepahlawanan, ‘Merah Putih’. Anakanak dan orang tua tampak sangat senang dengan penayangan film heroik ini. MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI

05


UWIKANEWS | edisi:005 | Th-II | Juli 2012

COVERSTORY

Kunjungan 16 Dokter dari Hongkong SEKALIPUN hanya tidur bersama-sama di lantai balai anak dan warga setempat diberi tips sederhana tendesa, pengalaman ini sama sekali tidak menyurutkan tang menjaga kesehatan misalnya membersihkan semangat para peserta KKN untuk berbuat yang ter- tangan sebelum makan dan lain sebagainya. Para dokter muda dari Hongkong itu mengunjungi baik bagi masyarakat Desa Sugeng. Hari kedua, 26 warga Desa Sugeng hanya sekitar April 2012, para peserta KKN men3 jam. Mereka harus meneruskan Bersama dengan jalani program Bina Lingkungan. Mereka kerja bakti dengan me- sejumlah pendamping, perjalanan ke Bojonegoro untuk nyapu jalan-jalan desa dan me- ke-16 dokter muda dari berbagi pengalaman tentang Hongkong itu datang menjalankan pola hidup sehat masukkan sampah-sampah yang ke Desa Sugeng untuk dengan warga Bojonegoro. ke dalam tong-tong yang dibeli Sore harinya, warga masyaberbagi pengalaman oleh para mahasiswa. rakat Desa Sugeng mendapat tentang bagaimana “Di jalan-jalan desa sama sekali tambahan pengetahuan tentang menjalankan pola tidak ada tong tempat sampah, bagaimana menjalankan pola hihidup sehat. karena itu kami membeli untuk dup sehat dari seorang ahli obatmereka,â€? ujar mahasiswa. obatan herbal, Dr. Sairine, dosen Selain menyapu dan memberUwika. Berbagai keluhan penyakit sihkan sampah di got dan jalandisampaikan warga kepada Dr. jalan desa, sebagian mahasiswa Sairine, mulai sakit linu di persenada yang mendapat tugas undian, gatal-gatal di kulit hingga tuk mengecat sejumlah fasilitas penyakit mudah lupa. umum seperti ponten dan gapura Dengan cekatan Dr. Sairine menjelaskan berbagai yang ada di balai desa. Kerja bakti itu dilaksanakan mulai pukul 08.00 jenis tumbuhan atau bunga yang bisa digunakan unhingga sekitar pukul 10.00, karena para peserta KKN tuk menangkal penyakit-penyakit itu. Berbagai jenis harus juga menyambut tamu 16 dokter muda dari tumbuhan atau bunga itu kebanyakan juga bisa Hongkong. Bersama dengan sejumlah pendam- ditemukan di sekitar Desa Sugeng sehingga warga ping, ke-16 dokter muda dari Hongkong itu datang masyarakat tidak perlu susah-susah ke tempat lain ke Desa Sugeng untuk berbagi pengalaman tentang untuk mencari tumbuhan atau bunga yang bisa dibagaimana menjalankan pola hidup sehat. Anak- gunakan untuk menyembuhkan sakit mereka.ď Ž

06

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI


UWIKANEWS | edisi:005 | Th-II | Juli 2012

COVERSTORY

Evaluasi HARI terakhir KKN, 27 April 2012, dilakukan evaluasi. Para peserta KKN diminta untuk menuliskan hal-hal yang membuat mereka terkesan, terkejut dan terheran-heran dengan masyarakat setempat. Setelah menulis hal-hal yang membuat mereka terkesan, terkejut dan terheranheran, mereka diminta untuk mengelompokkan point-point yang senada (kategorisasi). Usai melakukan kategorisasi, mereka diminta untuk merumuskannya dalam bentuk mindmap guna memudahkan mereka memahami persoalan-persoalan yang ada di masyarakat. Mindmap berguna untuk membantu menentukan langkah-langkah lanjutan penyelesaian masalah.

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI

Mind-map dirupakan dalam bagan-bagan alur persoalan-persoalan apa yang menjadi penyebab dan apa saja akibatnya. Identifikasi masalah semacam ini juga membantu mahasiswa untuk mendapat rumusan kesimpulan sementara (hipotesa) atas berbagai persoalan yang berhasil ditemukan. Para peserta KKN tampak sangat antusias untuk merumuskan berbagai persoalan dalam bentuk kategorisasi dan mind-map yang ada. Mereka berpikir memeras otak untuk mendalami persoalan –persolan yang terjadi di Desa Sugeng. Hasil evaluasi akhir ini sekaligus menjadi dasar bagi masing-masing peserta KKN untuk membuat laporan akhir.ď Ž

09 07


uwikacooperation

UWIKANEWS | edisi:005 | Th-II | Juli 2012

Uwika Raih Penghargaan sebagai

Universitas Berprestasi Universitas Widya Kartika (Uwika) kembali menambah prestasinya. Dalam rapat kerja pimpinan (Rakerpim) perguruan tinggi swasta (PTS) yang diselenggarakan di Batu, Malang, 31 Maret 2012, Uwika dinobatkan sebagai universitas berprestasi. RAKERPIM yang diadakan oleh Kopertis VII Jawa Timur itu dibuka oleh Wakil Mendikbud Bidang Pendidikan Prof. Dr. Musliar Kasim dan koordinator Kopertis VII Prof Dr. Sugijanto, Ms.Apt. Rakerpim yang mengambil tema Peningkatan mutu PTS Kopertis Wilayah VII Melalui Akreditasi itu diikuti oleh 313 pimpinan PTS di Wilayah Kopertis VII. Tema tersebut merupakan isu sentral dari program pemerintah dalam upaya untuk menjalankan undang-undang dan atau peraturan pemerintah terkait pendidikan tinggi. Seperti pada rakerpim sebelumnya yang diadakan setiap tahun, dalam Rakerpim tahun ini, Kopertis VII memberikan beberapa jenis penghargaan kepada

08

PTS yang memiliki prestasi. Untuk tahun ini, Uwika mendapat tiga penghargaan, atau bertambah satu penghargaan dibanding dengan penghargaan yang dite-

rima tahun sebelumnya. Dalam Rakerpim kali ini, Rektor Universitas Widya Kartika Dr. Ir. Gembong Baskoro, M.Sc. berkenan hadir mewakili universitas hingga berakhirnya rapim

tersebut. Pada kesempatan kali ini, Uwika mendapat penghargaan dari Kopertis 7 Jawa Timur sebagai salah satu Universitas Berprestasi dalam tiga bidang yaitu : 1. Kelembagaan & Tata Kelola, 2. Penelitian & Pengabdian Masyarakat, dan 3. Kemahasiswaan. Penghargaan di bidang Kelembagaan dan Tata Kelola merupakan tambahan. Tahun sebelumnya, Uwika mendapat penghargaan di bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarat, dan Kemahasiswaan. Dengan diperolehnya penghargaan tersebut merupakan bukti dan pengakuan pemerintah terhadap keseriusan dan kualitas Universitas Widya Kartika sebagai perguruan tinggi yang berprestasi. Diharapkan dengan penghargaan yang diperoleh dapat memacu dan menggelorakan semangat civitas akademika UWIKA untuk terus meningkatkan prestasinya dan mewujudkan rencana strategisnya menjadi perguruan tinggi modern yang bertaraf internasional.ď Ž

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI


UWIKANEWS | edisi:005 | Th-II | Juli 2012

UWIKACOOPERATION

UWIKA EDUCATION FAIR

Berlangsung Sukses! PAMERAN pendidikan yang digelar Universitas Widya Kartika Surabaya, Kamis, 3 Mei 2012, berjalan dengan sukses. Empat universitas terkenal di China, masing-masing Chongqing Normal University, Guangxi University of Technology, Liuzhou Vocational of College, dan Jiangmen Kindergarten of Teacher Training School turut menyemarakkan pameran pendidikan bertema ‘Uwika-China International Program Education Fair’ itu. Pameran pendidikan dibuka oleh Rektor Universitas Widya Kartika, Dr. Ir. Gembong Baskoro M.Sc dan Dewan Pembina YPPI, Eka Budiadi Santosa. Ikut hadir

pula beberapa tamu kehormatan seperti jajaran pengurus YPPI dan Yayasan Adijasa. Penampilan Chinese Drum dari Grup Oriental Charm pimpinan Zhan Yang, menggebrak pembukaan acara bertajuk UWIKA – CHINA INTERNATIONAL PROGRAM EDUCATION FAIR itu. Sebanyak enam gadis berkostum merah menyala menggebuk drum sambil mengibaskan rambut panjangnya yang sengaja diurai. Membawakan irama khas negeri tirai bambu, Oriental Charm sontak membuat awak media dan para pengunjung memadati area depan panggung. Acara yang berlangsung sehari

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI

itu diikuti oleh sepuluh stan Prodi Uwika dan empat stan universitas– universitas di China. Pengunjung yang penasaran dengan studi di China mendapat kesempatan untuk berkonsultasi gratis dengan para delegasi yang datang langsung dari China. Mereka juga tidak mengalami hambatan saat harus berkomunikasi, karena para dosen Prodi Bahasa Mandarin Uwika siap membantu menerjemahkannya. Panggung acara juga tidak pernah sepi. Mahasiswa–mahasiswi Uwika menampilkan atraksi–atraksi menarik seperti Permainan Kecapi, Tarian Mandarin, dan Hip Hop Dance.

09


UWIKANEWS | edisi:005 | Th-II | Juli 2012

uwikacooperation

Uwika & Guandong University

Tanda Tangani MoU

Dr. Chen Yanhui, Dean of Faculty of Chinese Language & Literature dari Guangdong University of Foreign Studies, China, menandatangani MoU kerjasama dengan Universitas Widya Kartika (Uwika), Selasa, 1 Mei 2012. DATANG bersama Mr.Wei Huibin selaku Wakil Dekan, Dr. Chen Yanhui menyampaikan rasa senangnya dapat melangsungkan kerjasama dengan Uwika. Ia berharap akan ada banyak lagi dosen Uwika yang dikirim belajar ke Guangdong University of Foreign Studies. Sebelumnya, telah terjalin kerjasama antara Uwika dengan Guangdong University of Foreign Studies dalam hal pertukaran mahasiswa. Pada April 2012, empat mahasiswa berprestasi Uwika mendapat kesempatan untuk menjalani short-course di Guangdong University of Foreign Studies selama sebulan. Bahkan, Guangtong University menugaskan dosen–dosen terbaiknya untuk mengajari dan mendampingi keempat mahasiswa Uwika selama berada di China. Uwika sendiri telah memfasilitasi mahasiswa–mahasiswi S2 Guangdong University of Foreign Studies untuk

10

magang di Uwika. Penandatanganan MoU ini merupakan upaya Guangdong University of Foreign Studies dalam menggalakkan banyak kerjasama dengan universitas–universitas di luar negeri. Dari kerjasama yang tengah terjalin bersama Uwika itu, Dr. Chen Yanhui optimistis akan ada banyak pertukaran ilmu dalam hal bahasa dan budaya antara Indonesia dan China. Ia juga berjanji akan selalu mengirimkan mahasiswa– mahasiswinya untuk menimba ilmu di Uwika. Ini merupakan kunjungan kali pertama Dr. Chen Yanhui ke Surabaya. Dalam penandatanganan MoU kali ini Uwika diwakili oleh Rektor Uwika, Dr. Ir. Gembong Baskoro, M.Sc dan didampingi Wakil Rektor, Dra. Felicia O Dien Koeswanto. Penandatanganan MoU berlangsung dengan lancar dan penuh keakraban. 

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI


UWIKANEWS | edisi:005 | Th-II | Juli 2012

UWIKACOOPERATION

Rektor Uwika Terpilih sebagai

DOSEN BERPRESTASI

PRESTASI demi prestasi terus diukir oleh Universitas Widya Kartika (Uwika) Surabaya. Prestasi terbaru yang diraih universitas yang terletak di Jl Sutorejo Prima Utara II/1 Surabaya ini adalah terpilihnya Rektor Universitas Widya Kartika Surabaya, Dr. Ir. Gembong Baskoro, M.Sc, sebagai dosen berpretasi. Penghargaan ini diberikan oleh lembaga Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah VII, Jawa Timur. Sebuah prestasi membanggakan. Dosen, yang dalam pengertian umumnya adalah sebagai pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dari semua tugas

mulia dosen tersebut, Uwika mempunyai salah satu yang berprestasi. Acara Pengumuman Dosen Berprestasi Tingkat Kopertis VII tersebut dilaksanakan pada tanggal 7-8 Mei lalu di Hotel Solaris, Malang. Pengumuman itu dituangkan dalam Berita Acara No.002/K7/BA/2012 tanggal 8 Mei 2012 dan ditandatangani oleh Koordinator Kopertis VII, Prof. Dr. H. Sugijanto, MS., Apt. Selain Rektor Uwika, dalam pengumuman itu juga terpilih dua dosen lainnya, masing-masing Prof. Dr. Rahayu Hartini, S.H., M.Si., M.Hum. dari Unversitas Muhammadiyah Malang dan Prof. Dr. Ir. Tri Poespowati, M.T. dari ITN Malang. Pemilihan dosen berprestasi diharapkan bermanfaat dalam meningkatkan motivasi secara berkelanjutan

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI

di kalangan civitas akademika untuk “bekerja lebih keras dan lebih cerdasâ€? dalam melaksanakan tridarma perguruan tinggi dan meningkatkan produktivitas perguruan tinggi. Menciptakan suasana akademik yang mengarah kepada terwujudnya kepribadian ilmuwan yang terpuji, semangat pengabdian dan dedikasi di bidang pendidikan tinggi serta Menumbuhkan kebanggaan di kalangan dosen terhadap profesinya. Segenap civitas akademika Univeritas Widya Kartika Surabaya mengucapkan selamat atas terpilihnya para dosen berprestasi Kopertis VII ini. Semoga segala pengabdian dan pengorbanan mereka bermanfaat bagi masa depan anak-anak bangsa Indonesia.ď Ž

11


UWIKANEWS | edisi:005 | Th-II | Juli 2012

UWIKACOOPERATION

Rektor Hadiri Sertijab Danlanud ABD

Langkah Awal Menjalin Hubungan yang Harmonis

Rektor Universitas Widya Kartika (Uwika), Dr. Ir. Gembong Baskoro, M.Sc., menghadiri upacara serah terima jabatan Komandan Lanud Abdul Rahman Saleh (ABD) Malang, dari Marsma TNI A. Dwi Putranto kepada Kol. Pnb. Gutomo, S.Ip, Selasa, 3 April 2012. UPACARA serah terima jabatan Komandan Lanud ABD Malang yang berlangsung di taxiway Abdul Rahman Saleh Malang itu juga dihadiri jajaran pimpinan militer di Jawa Timur, Muspida Kota Malang dan Batu serta beberapa perwakilan dari perguruan tinggi.

12

Usai upacara yang berlangsung khidmat itu, dilanjutkan dengan ramah taman dan pisah sambut antara pejabat lama dengan pejabat baru. Dalam kesempatan itu Rektor Uwika beserta istri berkesempatan beramah tamah bersama Danlanud Abdul Rahman Saleh Malang yang baru didampingi istri dalam situasi yang hangat dan bersahabat. Danlanud Abdul Rahman Saleh Malang yang baru, Kol. Pnb. Gutomo, S.Ip dan istri, merupakan sahabat Rektor Uwika yang juga rekan seangkatan di Lemhannas RI (alumni PPRA 46). Rektor berharap hubungan dekatan tersebut bisa menjadi langkah awal dalam menjalin hubungan yang harmonis antara kedua institusi di waktu-waktu yang akan datang.ď Ž MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI


UWIKANEWS | edisi:005 | Th-II | Juli 2012

UWIKACOOPERATION

UWIKA KUNJUNGI AAL

Membentuk Karakter Disiplin PIMPINAN Universitas Widya Kartika (Uwika) Surabaya mengadakan kunjungan studi ke Akademi Angkatan Laut (AAL) Surabaya, Selasa, 28 Februari 2012. Kunjungan yang dipimpin oleh Rektor Uwika, Dr. Ir. Gembong Baskoro, M.Sc., itu diterima oleh Direktur Perencanaan dan Pengembangan (Dirrenbang) AAL Kolonel Laut (E) Totok Subali Asmoro, S.T dan jajaran pejabat teras AAL, di Gedung AVMP, Bumimoro, Surabaya. Dalam kunjungan itu Rektor Gembong Baskoro didamping Wakil Rektor Dra. Felicia O Dien Koewanto, Dekan Fakultas Ekonomi Dra. Eva Johana M.Si, Ak., Wakil Dekan Fakultas Teknik, F. Priyo Suprobo, ST.. MT dan beberapa kepala unit lainnya. Dirrenbang Kol. Laut Totok Subali Asmoro dalam sambutannya menyatakan rasa senang dengan kunjungan dari Uwika. Menurut dia, kunjungan ini bisa menjadi sarana untuk saling berbagi cara mendidik para kadet (sebutan siswa yang menempuh pendidikan di AAL). Usai sambutan dari Kol. Laut Totok Subali Asmoro, giliran Rektor Gembong Baskoro yang mendapat kesempatan untuk menyampaikan sam-

butan. Rektor Gembong Baskoro dalam sambutannya menyinggung mengenai pembentukan karakter disiplin. Menurutnya, karakter disiplin menjadi pilihan terbaik untuk membentuk kepribadian mahasiswa selama mengikuti pendidikan. Disiplin juga menjadi unsur penting bagi seseorang untuk sukses dalam kehidupan. Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan melihat pemutaran profil AAL dan disusul dengan

acara percakapan ringan antara Rektor Gembong Baskoro, Kol. Laut Totok Subali Asmoro dan Dra. Felicia O.Dien Koeswanto. Acara berikutnya dilanjutkan dengan paparan mengenai Pembentukan Karakter dan Disiplin Kadet AAL oleh Kasubditsuh. Metode yang diterapkan di kelas adalah menitikberatkan pada kecerdasan, pelatihan aplikasi teori, pengasuhan mental dan kepribadian. Selain itu juga ada program

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI

pengasuhan yakni softsikll yang menitikberatkan pada moral, karakter, kebanggaan, kehormatan dan tradisi. Metode yang diterapkan dalam pengasuhan ini adalah saling asauh, asih dan asuh. Sementara dalam pembentukan mental AAL meliputi mental spiritual, mental ideologi, mental kejuangan, mental kepemimpinan, dan mental psikologi. Acara dilanjutkan dengan peninjauan Museum dan Planetarium AAL. Dalam peninjauan itu ditunjukkan berbagai macam rasi bintang yang juga berguna untuk navigasi pelayaran. Di museum rombongan bisa melihat beberapa barang yang bersejarah bagi TNI Angkatan Laut. Seperti model baju selam jaman dulu, replika tandu Jenderal Soedirman saat memimpin perang gerilya. Usai peninjuan, Rektor Gembong Baskoro diperkenankan untuk memimpin acara makan siang. Duduk bersama para pejabat dan senat AAL. Rektor memukul lonceng sebagai tanda acara makan siang dimulai dan diakhiri. Rombongan Uwika dihibur dengan pertunjukan gendang Sunda dan tarian Saman dari para kadet AAL.ď Ž

13


UWIKANEWS | edisi:005 | Th-II | Juli 2012

foundation

Perjalanan 65 Tahun YPPI MERAYAKAN perjalanan panjangan YPPI yang genap berumur 65 tahun pada 1 Juli 2012, berbagai acara digelar oleh yayasan. Pada Sabtu, 16 Juni 2012, misalnya, ada acara gerak jalan sehat yang diikuti oleh keluarga besar YPPI, mulai dari TK hingga Universitas. Sebanyak 20 orang wakil dari Universitas Widya Kartika (Uwika) mengikuti Jalan Sehat Bersama dalam rangkaian acara HUT YPPI. Kegiatan Jalan Sehat Bersama ini start dan finish di kantor pusat YPPI, di Jl Dharma Husada Indah, Surabaya. Jalan sehat dimulai tepat pukul enam pagi.

14

Dibuka oleh GM YPPI, Ibu Grace Suoth-Setio dengan pelepasan balon ke udara acara itu diikuti oleh kurang lebih 300 peserta dari seluruh unit yang tergabung dalam YPPI. Jalan Sehat Bersama itu sendiri berlangsung dengan rute Dharma Husada Indah – Kertajaya Indah Timur – Wisma Atlet – dan kembali ke Dharma Husada Indah. Selain Jalan Sehat Bersama, perayaan65 tahun YPPI yang akan berpuncak pada 1 September 2012, ini juga ada beberapa acara lainnya, seperti lombalomba antara unit-unit di YPPI dan juga kegiatan sosial untuk lembaga-lembaga atau sekolah lain.

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI


friendster

UWIKANEWS | edisi:005 | Th-II | Juli 2012

Pengalaman Berharga

dari Negeri Tiongkok Banyak hal yang dapat kami pelajari selama berkunjung ke negeri China. Kami bisa belajar tentang budaya, makanan yang ada, bagaimana menjalankan bisnis, dan juga metode belajar di Guangzhou. Kami senang sekali bisa mendapat kesempatan berkunjung ke China untuk menjalani shortcourse selama satu bulan di China, tepatnya di Guangzhou. KAMI berempat (Andreas CT, Da- cara berjalan yang relatif cepat, keniel Gunawan, Marcos Tanuwijaya mudian udara yang lumayan dindan Yang Sugianto) berkesempatan gin serta bahasa. Namun karena untuk mengikuti program Jour- teman-teman baru kami di sana ney to China for Outstanding Stu- sangat ramah membuat kami cepat dents di Kota Guangzhou, China. menyesuaikan diri. Mereka berseDi sini selain belajar beradaptasi dia menunjukkan tempat-tempat dengan lingkungan baru, kami juga yang menarik, serta makanan khas mempelajari budaya, makanan Guangzhou. Sistem belajar meyang ada, cara menjalankan bisnis, dan juga metode belajar di Guangzhou. Tempat kami tinggal dan belajar bahasa mandarin adalah di GDUFS ( Guangdong University Foreign Students ). GDFUS merupakan tempat yang nyaman dan mendukung untuk mengembangkan ilmu, relasi dan pengetahuan kami. Outstanding Students di Resto Tradisional Canton (3 April 2012) Kami berkesempatan untuk belajar dengan dosen native ngajar yang ada sangat menarik, yang merupakan para mahasiswa cara mereka mengajar tidak memS2 sekaligus menjadi teman kami di bosankan. Para pengajar di sana luar kelas. Selain itu, kami juga ber- menawarkan dan menanyakan bateman dengan para mahasiswa dari gaimana cara belajar yang nyaman berbagai negara, seperti Thailand, bagi kami. Dalam setiap kesempatan kami Peru, Jerman. Dan pastinya juga mendapat pengetahuan baru medari Indonesia. Hari pertama di Guangzhou, ngenai bahasa dan budaya, seperti kami mengalami sedikit kendala kami mengunjungi tempat-tempat karena masih belum terbiasa de- wisata dan membeli makanan. Iningan cara atau kebiasaan yang lah yang membuat kami bersemaada seperti sistem toilet umumnya, ngat untuk mempelajari banyak hal MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI

selama satu bulan berada di China. Kami tinggal di asrama yang memiliki fasilitas cukup baik. Di setiap kamar terdapat kamar mandi, water heater, tempat tidur yang nyaman, meja belajar, dispenser, penerangan yang baik dan tempat untuk menjemur pakaian. Saat mencari makanan pun tidak terlalu susah, karena di area kampus sendiri juga ada beberapa supermarket, kantin, serta kios (kios roti, majalah maupun minuman). Di universitas ini juga memiliki tempat olahraga yang cukup lengkap, seperti lapangan basket, tenis meja, bulu tangkis, lapangan sepak bola, lapangan lari marathon dan kolam renang. Pemandangan di area kampus sangat indah yang didukung keindahan alam dari gunung Baiyun yang berada sangat dekat dengan tempat kami belajar. Di dekat kampus kami juga ada tempat-tempat yang menjajakan makanan dan barang-barang khas kota Guangzhou. Tempat wisata yang kami kunjungi di Guangzhou dan Shenzhen menjadi salah satu daya tarik. Keindahan dan kemodernan kota-kota di China tidak dapat dilupakan. Terlebih lagi temanteman dengan ramah bersedia menemani kami memperkenalkan situs-situs wisata di kota Guangzhou dan Shenzhen, meskipun mereka juga memiliki kesibukan masing-masing. Mereka selalu menyempatkan diri menemani kami berkeliling. Singkat kata kami merasa senang dan sangat beruntung terpilih menjadi peserta Journey to China for Outsanding Students sehingga dapat belajar dan berada di Guangdong University Foreign Students ini. ď Ž oleh: Andreas CT

15


UWIKANEWS | edisi:005 | Th-II | Juli 2012

Empat mahasiswa Uwika mendapatkan kesempatan short-course selama satu bulan di China, berangkat menuju Guangzhou, Povinsi Guangdong, Minggu, 25 Maret 2012. Keempat mahasiswa itu Andreas Christie, Daniel Gunawan, Marcos Tanuwijaya, dan Yang Sugianto. Para mahasiswa itu juga didampingi seorang wartawan dari Harian Surya, Surabaya, Iksan Fauzi dan diantar langsung oleh Kaprodi Bahasa Mandarin, Budi Hermawan, SE. MTSCOL. Sepulang dari China, mereka menuliskan pengalaman masing-masing yang dimuat di Harian Surya Surabaya.

16

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI


UWIKANEWS | edisi:005 | Th-II | Juli 2012

YANG SUGIANTO

Mahasiswa Akuntansi Universitas Widya Kartika (Uwika) Surabaya

Jerat Gajah, Jurus Sukses Berbisnis ala China Kami, mahasiswa Universitas Widya Kartika (Uwika) Surabaya sangat beruntung ditemani mahasiswi Guangdong University of Foreign Student (GDUFS), Chen Yifang yang kami sapa Fang-Fang, saat berkunjung ke China, belum lama ini. BERSAMA Fang-Fang, kami dibuat seolah-olah calon pebinis andal yang bakal mendirikan perusahaan yang diyakininya bakal berkembang besar, nantinya. Ya, dari Fang-Fang kami ‘mencuri’ ilmu bagaimana memulai bisnis, mengembangkannya, menjadi sukses dan perusahaan sanggup bersaing di belantara bisnis yang kejam. Bagi kami, apa yang dituturkan Fang-Fang seolah tanpa sensor sama sekali. Hal itu karena ‘rahasia’ bisnis yang dibagikannya sangat berharga dan rinci sekali. Secara ringkas bisa kira-kira beginilah langkah memulai bisnis ala cewek dari negeri Tirai Bambu itu. Pertama-tama, tentukan jenis usaha yang disukai dan kuasai. Bisa dari hobi. Dengan catatan, meski itu hobi, lakukan dengan serius dan bukan sekadar pengisi waktu luang. Syukur-syukur bila menguasai ilmu pemasaran dan sejenisnya.

Perencanaan konsep pun perlu diketahui, semata untuk menjadikan jenis bisnis kita berbeda dari pesaing atau bisnis yang sudah ada. Pastikan mematangkan konsep dengan keyakinan itu semua bisa diaplikasikan, diwujudkan dalam bentuk nyata, bukan terhenti sebatas wacana belaka. Sembari berjalan, peluang melakukan perbaikan selalu terbuka dan bisa saja diimbuhkan. Langkah selanjutnya adalah paduan antara gigih, kreatif, pengetahuan, dan sikap kepemimpinan dibutuhkan dalam bisnis. Usahakan tidak menjadi single figther karena sehebat apapun seseorang, akan sulit menangani semua hal sendirian. Berbagilah dengan rekan dan bentuklah tim yang solid. Tahukah kamu, ujar Fang-Fang, di

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI

China banyak perusahaan tidak cemas memekerjakan orangorang berkualitas walau harus menggaji dengan mereka dengan mahal! Pekerja berkualitas ini menjadi tim solid perusahaan. Aturan lain yang wajib diingat adalah pisahkan kepentingan pribadi dan bisnis. Sejak awal, yakinkan diri bahwa bisnis yang akan dilahirkan adalah individu berbeda dan bukan diri Anda! Mengapa? Ternyata, bisik FangFang, hal tersebut terkait dengan pemisahan uang perusahaan dan uang pribadi. Bila pemisahan tersebut sudah dikuasai, barulah memainkan sisi inovatif, strategi, hingga menciptakan nilai tambah pada bisnis, hingga mengembangkan bisnis. Nah, inilah yang membuat kami semakin tertarik dengan istilah yang disebutkan Fang-Fang, yakni jerat gajah! Ah apa pula itu? Begini, jerat sang gajah menjadi salah satu hal penting dalam mengembangkan bisnis. Dengan menjerat gajah dapat mendongkrak penjualan serta reputasi bisnis. Gajah yang dimaksud di sini bisa perusahaan besar atau konsumen yang berpotensi menjadi konsumen dalam jumlah sangat besar dan berkelanjutan. Caranya? Buat strategi yang jitu dan pas untuk menjerat si gajah Jadi, siapkah kita menjadi tukang jerat gajah?

17


UWIKANEWS | edisi:005 | Th-II | Juli 2012

MARCOS TANUWIJAYA

Mahasiswa Akuntansi Universitas Widya Kartika (Uwika) Surabaya

Di Guangzhou Kami Bermain Opera China Belajarlah, walau sampai Nah, ke negeri China. Nah itulah yang saya lakukan belum lama ini dengan mengunjungi negara berjuluk Tirai Bambu itu. DAN memang, di China banyak hal yang bisa dipelajari dan menguak wawasan semakin luas. Salah satu yang membuat saya sangat terkesan adalah seni opera China yang sohor semenjak era kerajaan, bahkan tetap terjaga kualitasnya, hingga detik ini. Saya beruntung, saat berada di China, bisa belajar budaya China dari Fiona atau Liu Ya Ting. Fiona adalah mahasiswa program S2 di Guangdong University of Foreign Studies. Ia mengajar traditional Chinese art, berkaitan dengan berbagai wind instrument. Dengan wind instrument saya menjadi paham membedakan flute dengan xiao. Padahal gambar keduanya tak berbeda sedikitpun. Xiao menurut Fiona digunakan secara vertikal, sedangkan flute digunakan secara horizontal. Ada juga hulusi, yakni alat musik dari buah yang dikeringkan, mirip kendi yang jamak terlihat dibawa pendekar ‘mabuk’ dalam film-film silat. Sesuai namanya, hulusi ini berasal dari buah hulu.

18

Saya dan rombongan mahasiswa dari Surabaya berhasil dibuat terkagum-kagum dengan pertunjukan musik hulusi ini. Betapa tidak, bentuknya yang unik ternyata menghasilkan suara yang lembut. Tak hanya hulusi yang unik, masih ada erheen (er hu), berasal dari kulit ular yang dilengkapi dua string metal. Berbicara musik, tak ayal

kami sudah dekat dengan opera, sebuah seni pertunjukan panggung yang luar biasa. Opera memadukan beberapa cabang seni dalam satu pertunjukan. Ada seni vokal, seni peran, mimik wajah, topeng, pakaian, dan cerita menarik yang menjadikan opera terkenal. Opera lokal China memiliki 360 tipe dan yang paling terkenal berada di Sanghai.

Biasanya opera dimainkan dalam dialek Cantonese, karena itulah opera menjadi berbeda dan unik. Hebatnya lagi, rombongan kami mendapat kesempatan belajar bermain opera dengan cerita cukup unik. Ternyata setiap pemain opera tak sekadar bisa menari atau mengerti jalan ceritanya saja. Tetapi juga harus bisa menguasai tarik suara. Terlebih lagi, cerita yang dibawakan dalam opera sangat beragam, ada sejarah, komedi, tragedi dan jenaka. Banyak kisahkisah sejarah ditampilkan, di mana pada masa lalu merupakan kisah utama dalam sejarah dan berupa prinsip-prinsip kehidupan untuk pendidikan masyarakat. Kemudian dialog dan monolog yang ada dibawakan dalam dialek tertentu, demikian juga pakaian-pakaian khusus yang hanya dipakai dalam opera. Saat di dalam kelas, kami belajar bermain opera dengan terlebih dulu belajar bernyanyi karena dalam nyanyian tersebutlah jalan cerita akan mengalir. Judul opera yang kami mainkan adalah The Butterfly Lovers. Kata Fiona, cerita ini merupakan kisah terkenal, kisah romantis seperti Romeo and Juliet. Kami berlatih dengan dialek dari provinsi Zhejiang sehingga cukup menarik mengenal alat musik dan seni opera. Sungguh kenangan yang tidak terlupakan.ď Ž

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI


UWIKANEWS | edisi:005 | Th-II | Juli 2012

ANDREAS CHRISTIE THIE

Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Widya Kartika Surabaya

Beginilah Mitos Cap Jay, Koloke dan Fu Yung Hai di China DALAM koper saya terselip sekaleng abon dan beberapa bungkus mi instan merupakan bekal sangat berarti, saat saya dan rombongan outstanding students berangkat ke Guangzhou, China, April 2012 lalu. Tetapi setibanya di Guangzhou saya baru mengetahui bahwa membawa makanan dari Indonesia adalah kesalahan. Bagaima tidak? Guangzhou adalah surga para pecinta wisata kuliner. Sebagai contoh ketika saya diajak makan di restoran masakan China, sesuai mitos saya menduga pasti pesanan menunya cap jay,bakmi goreng, fu yung hai, koloke, dan minumnya teh. Tahukah Anda, dugaan saya yang benar hanya teh. Ternyata menu utama yang disuguhkan di depan kami adalah sate kambing, cumi goreng, ayam kung pao, tim ikan, cah sawi, bakpao serta ketela manis. Ya Anda tidak salah baca,bakpao dan ketela manis yang biasanya menjadi menu penutup di Guangzhou justru menjadi menu utama. Mitos masakan China hanya cap jay, koloke dan fu yung fai tidak berlaku di sana. Saat membuka buku menu, Anda pasti menduga bahan mentah mayoritas untuk daging adalah daging babi, dan sawi untuk sayurannya. Satu hal yang unik adalah masyarakat Guangzhou terbiasa memesan makanan manis seperti bakpao dan ketela sebagai menu utama. Cara memasak, citarasa dan tata cara di atas meja makan warga Guangzhou sebenarnya sangat dipengaruhi gaya cantonese (Kanton). Jadi bila suatu hari Anda masuk ke restoran Kanton, itu berarti Anda

memasuki restoran gaya Tiongkok tradisional. Sembari menunggu masakan tiba, Chong Lio, mahasiswa Guangzhou University of Foreign Studies (GDUFS), mengajari saya bahwa chinesse tea yang pertama kali disuguhkan bukanlah welcome drink, tetapi digunakan untuk mencuci peralatan makan kami mulai dari gelas, mangkok, piring dan sumpit. Setelah semua peralatan makan selesai dibilas, barulah kami bisa minum chinesse tea yang sudah diisi kembali. Akhirnya makanan disajikan di atas meja bundar di depan kami. Di mulai dari tim ikan bumbu pedas, tim ikan sayur asin, tim ikan kuah bening, ayam kung pao, sate kambing, nasi goreng, cumi goreng, bakpao, ketela manis, cah sawi, timun sapi dan sapi kuah pedas. Semua makanan disajikan dalam menu yang paling besar. Memang cara manjamu tamu dalam tradisi China adalah dengan menyuguhkan makanan yang sangat banyak. Sebelum sampai di lidah, makanan ini sudah sangat menonjol di mata

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI

dan hidung. Maksudnya makanan ala China ini juga memerhatikan penampilan dan beraroma kuat. Untuk penampilan masakan, para koki tidak meletakkan makanan yang terlalu berlebih pada piring saji juga menambahkan hiasan seperti dedaunan sebagai sentuhan akhir. Tiada yang abadi di dunia, akhirnya jamuan makan malam pun dimulai. Tak lebih dari setengah jam kami berhasil menjadi tamu yang baik, dengan menghabiskan seluruh hidangan yang disuguhkan. Beberapa kali sempat saya menggigit potongan kayu manis, butir merica, daun ngohyong dan daun kemangi. Mungkin dari bahan-bahan itulah mengapa masakan China mempunyai aroma dan rasa kuat. Bila Anda cermati lagi, semua makanan yang dipesan tak menggunakan daging babi alias halal. Memang sengaja dilakukan karena kami ingin Pak ikhsan (Reporter Harian Surya dalam rombongan outstanding students) juga bisa mencicipi semua makanan yang disuguhkan. Pada lain kesempatan bersama beliau juga kami berpetualang mencicipi masakan halal di Guangzhou tanpa ditemani warga negara China. Juga yang tidak terlupakan pengalaman kami mencicipi masakan negeri tercinta indonesia di Guangzhou bersama Mas Pandji (sekretaris anggota DPR yang berkuliah bahasa di Guangzhou). Akan saya ceritakan bagaimana serunya pengalaman kami pada artikel saya berikutnya. Sampai ketemu nanti.ď Ž

19


UWIKANEWS | edisi:005 | Th-II | Juli 2012

DANIEL GUNAWAN

Mahasiswa Akuntansi Universitas Wijaya Kartika Surabaya

Di China Guru Bisa Bergaji Rp 115 juta! Belajar memang tidak mengenal batas, baik itu batasan tempat dan waktu. Dan belum lama ini saya berkesempatan untuk merasakan pendidikan di negeri orang. Seolah mengikuti kata pepatah, negeri China menjadi tempat bagi saya dan rekan-rekan mahasiswa Universitas Widya Kartika Surabaya untuk menuntut ilmu. KESEMPATAN ini pun tidak saya siasiakan untuk mencari tahu mengapa Negeri Tirai Bambu ini menjadi tujuan bagi orang dari berbagai penjuru dunia untuk menuntut ilmu di sana. Di China, tepatnya di kota Guangzhou, kami belajar bahasa Mandarin di Guangdong University of Foreign Studies yang merupakan salah satu universitas terbaik di China dalam bidang bahasa. Di sana kami berguru kepada mahasiswa S2 jurusan bahasa Mandarin yang sedang praktik magang, yang sekaligus menjadi teman bergaul kami sehari-hari. Tak hanya belajar bahasa, selama empat minggu di sana kami juga diperkenalkan dengan budaya masyarakat setempat juga kesenian tradisional khas negeri Tiongkok, seperti paper cutting (jianzhi) dan Chinese calligraphy (shufa). Berbeda dengan Indonesia, di China pendidikan nampaknya menjadi salah satu prioritas utama bagi penduduk dan juga pemerintah. Kami cukup terkesan dengan area kampus di sana yang dilengkapi dengan fasilitas penunjang yang memadai, mulai dari gedung-gedung asrama yang nyaman, arena olah raga, gedung perpustakaan modern, hingga keberadaan beberapa supermaket yang semuanya

20

mempermudah pelajar asing seperti kami untuk beradaptasi. Ketika kami berkunjung ke kantor ketua program studi, beliau dengan senang hati menjelaskan bahwa di China tersedia

beragam beasiswa yang meng-cover mahasiswa lokal maupun mahasiswa asing, mulai dari beasiswa tingkat pemerintah pusat, provinsi, kota, hingga institusi itu sendiri. Pada suatu kesempatan salah satu laoshi alias guru kami menjelaskan bahwa kepadatan penduduk negeri China yang mencapai angka 1,3 triliun jiwa membuat persaingan antar individu menjadi sangat ketat. Sehingga melalui pendidikan yang tinggi mereka berharap dapat meningkatkan nilai jual mereka di dunia profesional. Saya tak heran jika di sana para lulu-

san sarjana yang masih muda-muda seperti teman baru saya itu kemudian langsung melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Berbicara soal pendidikan, tentu tak bisa lepas dari para pengajarnya. Di China, tenaga para pengajar begitu diapresiasi. Di sana guru menjadi profesi yang disegani oleh masyarakat dan kesejahteraan mereka cukup terjamin. Di kota-kota besar seperti Guangzhou ini misalnya, gaji guru bisa mencapai angka 80.000 Yuan atau sekitar Rp 115.000.000 per tahun ditambah dengan fasilitas hunian seperti yang kami jumpai di sekitar asrama mahasiswa. Fasilitas ini jelas sangat membantu mengingat housing price di kota-kota besar China bisa mencapai 25.000 Yuan atau sekitar Rp 35.000.000/m2. Bahkan menurut pengalaman mahasiswa di sana, tenaga tutor atau yang biasa kita kenal sebagai guru bimbingan privat bisa dihargai sebesar 200 Yuan per jam. Hal ini jika dibandingkan dengan kondisi kesejahteraan para guru di Indonesia tentu sangatlah kontras. Selama belajar di sana kami juga menjumpai cara belajar para mahasiswa lokal yang cukup unik. Mereka terbiasa belajar di tempat terbuka, seperti di taman kampus, aula, atau selasar. Ketika berjalan melintasi taman, sering kami melihat banyak pelajar yang tanpa mempedulikan orang-orang di sekitar dengan lantang melafalkan bahasa asing yang mereka pelajari. Mungkin memang demikian karakter penduduk China yang cuek dan pekerja keras. Dengan kualitas dan kemajuan sistem pendidikan yang demikian tentu tidaklah heran apabila Negeri Tirai Bambu sudah mencapai pembangunan nasional. Dari pengalaman ini saya mulai percaya bahwa keberhasilan China di sektor ekonomi dan perdangangan serta kemajuan ilmu pengetahun dan teknologi memang didukung oleh pondasi sektor pendidikan yang demikian kokoh.ď Ž

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI


UWIKANEWS | edisi:005 005 | Th-II | Juli 2012

UWIKAstar UWIKA star

Irene Raih Runner-Up II

Ning Surabaya 2012 PRESTASI membangggakan diukir seorang mahasiswi Universitas Widya Kartika (Uwika) Surabaya, Irene Natania Radix, 20. Mahasiswi dari Program Studi Bahasa Inggris itu berhasil menyisihkan ratusan pesaingnya, dan meraih posisi Wakil II Ning Surabaya dalam dalam babak Grand Final pemilihan Cak dan Ning Surabaya, 26 Mei 2012. Kecerdesan dan karakter menjadi dua kriteria utama penilaian lomba. Ini merupakan prestasi tertinggi kedua yang diraih Irene dalam dua tahun terakhir ini. Setahun silam, tepatnya pada 20 Mei 2011, Irene juga berhasil keluar sebagai Juara III Lomba Pidato Bahasa Inggris Tingkat Jawa Timur yang diadakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jatim. Apa kiat-kiat khusus Irene sehingga bisa meraih juara? Gadis yang selalu tampil ramah ini mengaku mempelajari apa saja yang berkaitan dengan kota Surabaya. Irene bercerita, pada babak awal, pemilihan Cak dan Ning Surabaya 2012 diikuti oleh 250 peserta, dan disaring menjadi 25 pasang di babak semi final. Pada penyisihan yang berlangsung antara 14-16 Mei 2012. Dan pada babak penyisihan kedua, yakni babak Unjuk Bakat, Irene mengaku menyanyikan lagu Indonesia Puat dan Karena Cinta milik Joy Tobing selama 3 menit. Babak semi final dilakukan pada 19 Mei 2012, dan Irene terpilih masuk 16 besar. Sejak masuk 16 besar, Irene menjalani karantina selama enam hari (2126 Mei) di Hotel Singgasana hingga acara Grand Final. Selama mengikuti seluruh proses pemilihan Cak dan Ning Surabaya 2012, Irene mengaku mempunyai beragama kisah unik. “Pada awal-awal technical meeting menjelang final, sehari hanya tidur 2 jam. Yang juga berat adalah selama karantina. Kita sama sekali tidak diperbolehkan memegang alat komunikasi jenis apapun,” ujar Irene. Ketegangan lain yang dirasakan Irene adalah saat pengukuran tinggi badan. “Yang paling deg-degan saat pengukuran tinggi badan. Takunya tidak memenuhi syarat minimum, yaitu 162 cm,” katanya. Namun perasaan Irene berubah menjadi kelegaan, setelah diukur ternyata tinggi dan berat bandannya masuk kriteria ideal. “Tinggi badan saya 163,5 cm dan berat 52 kg,” tuturnya dengan wajah ceria. Selama menjalani karantina, Irene juga mengaku berusaha keras untuk meminimalisasi teguran dari panitia. MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI

21


UWIKANEWS | edisi:005 | Th-II | Juli 2012

Menjalan peraturan-peraturan yang ada dengan sebaik mungkin merupakan cara ampuh untuk meminimaslisasi teguran itu. Selain itu, dia juga patuh dengan kewajiban untuk menyebut semua kontestan, pengajar, dan para juri dengan sebutan Cak atau Ning. “Sesuai tata tertib, selama masa kompetisi berlangsung, setiap peserta harus ditemani pasangannya dan dalam keadaan bergandengan,” kata Irene sambil menambahkan dirinya selalu disipilin waktu. Kisah unik dialami Irene. Dia mengaku sempat meminjam sepatu fantofel platform ke teman sesama peserta lomba. “Ternyata kebesaran. Terpaksa aku ganjal dengan kaos kaki,” ujarnya sambil tersenyum mengenang kejadian di saat tahap penyisihan pertama itu. Kejadian unik lainnya dialami ketika diminta menjawab pertanyaan dengan menggunakan bahasa Suroboyoan, tanpa disadari jawaban yang keluar dari mulutnya justru dalam bahasa Inggris. “Enak saja waktu menjawabnya, eh nggak tahunya pakai bahasa Inggris,” ungkap Irene, lagi-legi tersenyum menahan geli. Namun dibalik peristiwa itu, Irene mengaku mendapat tambahan ilmu selama di karantina. Meskipun asli kelahiran Surabaya, Irene baru paham betul sekarang bahwa ada beberapa kosakata Suroboyoan yang selama ini terkesan hilang dari percakapan seharihari. “Saya mendapat pengetahuan kosakata Suroboyoan asli, seperti kamu = awak peno, terimakasih = nedhon nerimo, terimakasih sama-sama = tak untapno, nama = aran,” katanya dengan bangga. Pada saat grand final, dari dewan juri Irene mendapat pertanyaan tentang Karakter Lokal Surabaya. Dalam jawabannya, Irene menjelaskan bahwa yang menjadi karakter utama kota Surabaya adalah gedung-gedung bersejarah. Pada zaman Belanda, Surabaya diposisikan sebagai kota pertahanan. Karena itulah didirikan bangunan megah dan kokoh yang saat ini menjadi urban heritage kebanggan Surabaya. “Jawaban itu saya dapatkan setelah bejalar dari banyak buku referensi yang mengulas tentang kota Surabaya,” ujarnya mantap. Atas prestasinya itu, Irene selain mengharumkan nama Uwika, juga berhak atas hadiah berupa uang tunai senilai Rp 3 juta plus menginap di Taman Dayu dan voucher makan di Hallo Surabaya.  Proficiat Irene!

22

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI


UWIKANEWS | edisi:005 | Th-II | Juli 2012

UWIKAstar

Jawara Dansa Ingin Jadi

KOREOGRAFER

Liang Yohanna jatuh hati pada seni tari sejak kecil. Dia pun bercitacita menjadi koreografer. Kini dunia tari telah memberikan seabrek pengharagaan untuk perempuan 19 tahun itu. AHUN lalu dia berhasil menjadi jawara dansa pada kejurda di Malang. Seminggu kemudian, Yohanna mengulang suksesnya dalam kejurnas dansa di Jogjakarta. “Itu terjadi pada November tahun lalu,” kata dia saat ditemui di kampusnya, Universitas Widya Kartika (Uwika), Selasa, 7 Februari 2012. Perempuan yang berulang tahun setiap 17 November tersebut memang tengah menekuni dansa. Tetapi, semasa SD hingga kelas II SMA, Yohanna memilih balet. “Sampai sekarang saya masih bisa (balet). Cuma, lebih intens latihan dansa,” sambung dia. Di Uwika, Yohanna menyandang Duta Favorit Uwika 2011-2012. Saat penjurian, para finalis diminta menampilkan bakar yang dimiliki. Warga Mulyorejoitu menampilkan tari balet kontemporer. Tarian tersebut dipadu dengan aksi shufa, yakni melukis kaligrafi Mandarin. Hasilnya, meski tidak menjadi juara, dia dinobatkan sebagai duta favorit. “Simbol itu berarti api. Makanya, pada akhir pertunjukkan, saya menyalakan api,” ujarya setelah memperlihatkan video saat tampil di ajang pemilihan duta kampus akhir tahun lalu. Yohanna merupakan pribadi yang tidak bisa diam dan tergolong aktif di sekolah. Saat SMP, dia bergabung dengan tim basket sekolahnya. Berbagai kompetisi dia ikuti, termasuk ajang Development Basketball League (DBL) yang dihelat Jawa Pos. Nah, karena ssat itu juga aktif dalam kegiatan tari, Yohanna pernah menjalani dua kejuaraan berbeda dalam satu hari. Sumber : Jawa Pos, Rabu, 8 Februari 2012.

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI

23


sidebar

UWIKANEWS | edisi:005 | Th-II | Juli 2012

CERDIK MEMANFAATKAN PELUANG “Peluang itu banyak sekali. Kita bisa menemukan peluang itu di mana saja. Persoalannya adalah apakah kita bisa dengan cerdik memanfaatkan peluang yang ada itu,” kata Mr. Sunny Ng, B.Sc., MBA, dari Hongkong dalam workshop yang diselenggarakan oleh Universitas Widya Kartika (Uwika) Surabaya, Kamis, 8 Maret 2012. DALAM worskshop berjudul ‘Inspiring Innovative Entrepreneurs’ itu secara panjang lebar Mr Sunny Ng memberi motivasi dan inspirasi bagi para audiens untuk berhasil menjadi seorang entrepreneur. Tidak kurang dari 100 orang ikut hadir dalam worskshop yang dipandu langsung oleh akademisi sekaligus praktisi bisnis dari Hongkong ini. Selain para guru SMA, pimpinan dan dosen serta mahasiswa Uwika, workshop yang dibuka oleh Rektor Uwika, Dr. Ir. Gembong Baskoro, M.Sc., ini juga diikuti oleh para pelaku UKM yang ada Surabaya. Mr Sunny Ng mengilustrasikan mengenai banyaknya peluang, tetapi tidak banyak orang yang bisa memanfaatkannya secara maksimal itu dengan pengalaman dirinya ketika dikaruniai anak. Dia berkisah, saat dianugerahi anak, dengan kereta dorong bayi, dia bersama istrinya datang ke sebuah mall. “Semula saya berpikir hanya akan satu bayi di mall, yaitu anak kami. Tetapi setelah di mall, ternyata di sana juga banyak sekali bayi,” kata Mr. Sunny Ng, melalui penerjemah Dr. Melvin Pristyo, MBA, MM. Mengetahui banyak bayi yang ada di mall, ujar Mr Sunny Ng, dia berkata pada

24

istrinya. “Ternyata banyak sekali bayi di mall ya?” ujarnya. “Lalu apa komentar istri saya?” lanjutnya. Setelah diam sejenak, Mr Sunny Ng, melanjutkan ceramahnya dengan mengutip kata-kata istrinya. “Iya, memang banyak bayi di mall.

Memangnya kenapa?” “Apa yang bisa Anda tangkap dari ilustrasi itu?” kata Mr. Sunny Ng. Mendengar pertanyaan itu, peserta workshop terdiam. Dengan ilustrasi itu, Mr Sunny Ng menyatakan, bahwa peluang itu seperti banyaknya bayi di mall. Peluang itu banya sekali, menarik, dan indah. Tetapi dalam kenyataan hidup tidak banyak orang yang bisa memanfaatkan peluang yang ada. “Bahkan banyak orang yang meninggalkan peluang, meskipun peluang-peluang itu sudah di depan mata atau di samping dirinya,”

ujarnya. Peluang berarti juga pasar. Jika seseorang ingin berhasil, apalagi berhasil sebagai entrepreneur, dia harus bisa secara cerdik menangkap dan memanfaatkan peluang, kemudian mengambil keputusan yang tepat agar memenangkan persaingan di pasar. “Kuncinya apa?” tanyanya. “Kreativitas?” lanjut Mr Sunny Ng. Menurutnya, kreativitas berarti seseorang bisa secara bersama-sama menciptakan atau menangkap peluang dan memaksimalkan resources lain yang bisa mendukung agar peluang-peluang dan kreativitas itu menjadi berhasil. Dan agar peluangpeluang dan kreativitas itu berhasil, lanjut Mr . Sunny Ng, dibutuhkan komunikasi yang baik. Bagi seorang entrepreneur, keterampilan berkomunikasi itu sangat penting. Segala ide dan kreativitas yang ada pada diri seorang entrepreneur harus bisa dikomunikasikan dengan baik ke pasar. “Seorang entrepreneur harus rajin berkeliling, pergi ke mana saja, untuk mengkomunikasikan ide dan kreativitasnya. Dengan komunikasi yang baik, seorang entrepreneur harus punya keyakinan bahwa ide dan kreativitasnya itu bisa diterima pasar,” ujarnya. Namun selain kerja keras dan cerdik memanfaatkan peluang, Mr. Sunny Ng, mengingatkan bahwa ada hal yang juga perlu diperhatikan, yakni unsure ‘luck’ (keberuntungan). “Bagaimana pun, unsur luck itu penting bagi keberhasilan seseorang dalam berbisnis,” katanya.

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI


UWIKANEWS | edisi:005 | Th-II | Juli 2012

SIDEBAR sidebar

”Indahnya Belajar di Liuzhou City” MELAKUKAN hal yang ‘pertama’ seringkali sulit, tetapi setelah itu akan menjadi biasa. Pepatah itu terasa benar adanya. Sebelum berangkat dan saat kali pertama tiba di China, kami merasa tegang. Pertanyaan ‘nanti gimana, nanti gimana’ terasa seperti terus menusuk-nusuk hati dan pikiran kami. Berbagai kekhawatiran dan kecemasan tentang sesuatu yang belum terjadi terus menyembul di lubuk hati dan budi. Tetapi pada saat yang sama, kami juga punya keyakinan dan harapan, semuanya akan berjalan dengan baik. Keyakinan dan harapan itu terus kami pelihara, kami kembangkan, dan kami mantapkan disela-sela perasaan cemas dan khawatir. Keyakinan dan harapan kami itu akhirnya menjadi kenyataan. Kami mengalami berbagai hal yang menarik, indah dan menyenangkan selama beberapa bulan tinggal di China, tepatnya di kota

Liuzhou. Ya, kami memang sedang studi di Liuzhou City Vocational College (LCVC). Di awal-awal studi, kami merasa asing dengan kondisi sekitar. Perasaan ini mungkin juga dialami oleh teman-teman kami yang datang dari berbagai negara lain. Kami belum mengenal satu sama lain. Tapi hal itu tidak berlangsung lama. Saat-saat untuk mengakhiri perasaan asing itu akhirnya datang juga. Kami perlahan namun pasti mulai saling mengenal satu sama lain. Ini awal kami merasa menjadi bagian dari teman-teman baik mahasiswa China maupun mahasiswa-mahasiswi dari negara lainnya. Acara Bersama Kami sebut saja ‘Acara Bersama’ karena seluruh kegiatan memang diadakan secara bersama-sama. Acara bersama ini diikuti oleh mahasiswa asing dan mahasiswa Chi-

MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI

na. Awalnya terkesan ragu-ragu dan kaku, namun hal itu tidak berlangsung lama. Suasana segera berubah menjadi cair. Perubahan itu berlangsung sesaat setelah kami diberi kesempatan untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia, setelah sebelumnya mendengarkan penjelasan tentang kebudayaan China. Enaknya lagi, selama studi di Liuzhou, kami disediakan seorang teman dari pelajar China yang disebut volunteer. Volunteer dikhususkan untuk mendampingi kami selama belajar. Satu mahasiswa asing didampingi satu volunteer. Dia siap sedia membantu kami jika mengalami berbagai kesulitan, baik dalam hal pelajaran maupun hal-hal lain di luar pelajaran. Acara bersama ini menjadi wahana untuk lebih merekatkan hubungan kami. Berbagai jenis games diadakan agar keakraban

25


SIDEBAR

UWIKANEWS | edisi:005 | Th-II | Juli 2012

itu berjalan dengan menarik dan menyenangkan. Tidak cukup sampai di sini. Selain ada volunteer, kami juga disediakan orangtua angkat. Para orangtua angkat itu berasal dari laoshi, zhu ren dan yuan zhang. Kami, mahasiswa asing, dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 3 mahasiswa dengan satu orangtua angkat. Orangtua angkat sedapat mungkin selalu membantu keperluan kami. Keberadaan orangtua angkat juga membuat kami merasa nyaman selama di China. Bahkan pada hari-hari libur atau hari raya, orangtua angkat ini mengajak kami makan bersama atau melakukan kegiatan-kegiatan lainnya. Sungguh indah. Taman Yuan Bo Yuan Yuan bo yuan merupakan satusatunya taman persahabatan di Liuzhou yang baru dibuka. Kami mengunjungi taman ini akhir Oktober 2011 lalu. Di taman ini terdapat berbagai macam rumah adat dari berbagai macam Negara di dunia. Disini kami diberi ke-

26

sempatan untuk mengikuti pembukaan dan peresmian taman ini. Tidak hanya itu, kami sempat mengisi acara dan menjadi penerima tamu untuk setiap rumah adat dari tiap-tiap negara lengkap dengan baju adatnya. Acara kebersamaan lain yang bisa menjadi perekat adalah persayaan Natal. Kami diberi kesempatan untuk Natal bersama para mahasiswa China dan laoshi, zhuren dan yuanzhang. Sebagian dari mereka tidak merayakan, namun mereka dengan antusias mau ikut serta dalam acara itu. Dalam acara ini, para mahasiswa liuxuesheng menampilkan nyanyian. Bahkan ada persembahan lagu dari murid China berjudul Silent Night. Perayaan Imlek di Liuzhou dirayakan pada 22-23 Januari 2012 dan memberi kesan tersendiri bagi kami. Meskipun kami jauh dari keluarga, kami bisa merayakan Imlek dengan senang dan bahagia bersama dengan keluarga baru kami di China. Perayaan Imlek berlangsung dalam suasana yang sangat meriah.

Makan malam sebelum Imlek kami lakukan bersama laoshi dan yuangzhang. Kami jua diajari bagaimana cara membuat jiaozi. Pagi harinya, kami merayakan Imlek bersama-sama para dosen dan Pak Pay. Pak Pay adalah seorang konsultan pemerintah dan juga pernah tinggal di Indonesia untuk beberapa lama. Kelas Make-up Pada semester ini kami menjalani studi kelas make-up. Kelas make-up merupakan kuliah wajib yang harus diikuti mahasiswa perhotelan. Pada kelas ini kami diajar bagaimana cara make-up yang baik, bagaimana cara menampilkan sesuatu yang beda dalam diri kita, dan ditambah dengan character building. Semua itu sangat berhubungan erat dengan profesi kami saat terjun ke dunia kerja. Pelajar asing juga harus mengikuti kelas kebudayaan, kami diajak untuk lebih mengenal kebudayaan China seperti chayi, guzheng, dan lainlain. Sungguh indah belajar di Liuzhou. Anda mau menyusul?ď Ž

Penulis : Felicia, Mahasiswi Uwika yang sedang studi di Liuzhou MENCERDASKAN ANAK BANGSA, MEMBANGUN NEGERI


UNIVERSITAS WIDYA KARTIKA

UNIVERSITY OF BUSINESS EXCELLENCE FOR ENTREPRENEURSHIP IN INDONESIA

STUDENT GETS

STUDENT PROGRAM

Rekomendasikan keluarga, rekan atau relasi Anda dalam program Student Gets Student (SGS), dan kumpulkan poin sebanyak-banyaknya...

1 POINT: IDR 300.000,-

10 POINTS in 3 MONTHS [ +PRINTER ]

25 POINTS in 6 MONTHS [ +BLACKBERRY ]

JANGAN LEWATKAN!! HANYA SAMPAI AGUSTUS 2012 term and conditions apply


UNIVERSITAS WIDYA KARTIKA

UNIVERSITY OF BUSINESS EXCELLENCE FOR ENTREPRENEURSHIP IN INDONESIA

International PROGRAMS

HOTLINE:

Jl. Sutorejo Prima Utara II – 1, Surabaya 60113

Ph. +62 31 5922403 – 5926359 | Fax. +62 31 59257

R QUAL STE IT GI

Email: info@widyakartika.ac.id | www.widyakartika.ac.id

031 5961867

Y

SURANCE AS

”TERSEDIA BEASISWA BAGI SISWA BERPRESTASI”

kuliah PAGI atau SORE

 CHONG QING NORMAL UNIVERSITY  LIU ZHOU CITY OF VOCATIONAL COLLEGE  GUANGXI UNIVERSITY OF TECHNOLOGY  JIANGMEN KINDERGARTEN TEACHERS TRAINING SCHOOL

IN COOPERATION WITH

 Pendidikan D3 /S1 Marketing D3 Tourism D3 Hotel Management D3

DOUBLE DEGREE BAHASA MANDARIN :

Penerimaan Mahasiswa Baru PROGRAM STUDI

Manajemen  Akuntansi  Komputerisasi Akuntansi D3 IBP (International Business Programs) Full English

Teknik Informatika  Teknik Elektro  Teknik Sipil  Arsitektur  Bahasa & Sastra Mandarin D3 Bahasa & Sastra Inggris

LLOYD’S R E

Uwika News Edisi-005  

Liang Yohanna Jawara Dansa Ingin Jadi Koreografer, Uwika Raih Penghargaan sebagai Universitas Berprestasi, Irene Raih Runner-Up II Ning Sura...