Issuu on Google+

Edisi Januari 2012

Harga: Rp.29.900,(Luar Jawa Rp.32.000,-

CEO

Satu Proyek Hidupkan 100 Industri Lokal

Ciputra:

”God” is More Than Everything”

”Ingin Lihat Indonesia Sejahtera” Kebangkitan Ciputra:

Belajar dari krisis CEO

3

Sarinah Tetap Jadi Pilihan Belanja di Pusat Jakarta


Dipersembahkan oleh Majalah CEO Indonesia

green issue

Mari Selamatkan BUMI

CEO

4


www.majalahceo.com

PT Promedia Citra Indowuj Perkasa


2

CEO


“The Sleeping Giant”

Edisi Januari 2012

CEO

M

emulai sesuatu yang awal, tidaklah mudah. Terlebih, dalam hal membentuk visi-misi perusahaan yang koprehensif kedepan. Memang sulit. Hal ini diperparah lagi dengan kebiasaan “orang kita” yang instan minded, sehingga cenderung (sering) tidak “telaten”. Kondisi ini juga yang mulanya (hampir) terjadi ketika Majalah CEO ingin keluar dari kepompong dan mau menjelma bagai kupu-kupu nan terlihat cantik terlihat kemanapun ia berkelana. Padahal, Drs. Wilson Lumi persiapan manajemen CEO boleh dibilang sudah cukup mantang, namun akhirnya kita masih harus menunggu setahun perjalanan waktu hingga bisa siap di hinggar-binggar permediaan (cetak) dan hadir di hadapan pembaca yang budiman; 10 Oktober 2010 – 09 Oktober 2011. Ada sejumlah pemikiran memang yang sempat melemahkan keinginan kuat untuk terbit ketika itu, yang menjelma menjadi sebuah pertimbangan, walau rapat final kesiapan terbit yang berlangsung di loby kantor percetakan PT Mardimulyo, Mampang-Buncit, Jakarta Selatan pada 10 Oktober 2010 itu telah menegaskan segera dicetak. Alasannya, ketika itu, beberapa liputan sudah-sedang dikerjakan. Office dan SDM (Redaksi dan Marketing/Devisi Bisnis) siap bergerak. Lantas... ya itu, (alasan klasik) pertimbangan modal. Itu yang membuat “niat” kita urung. Memang bertarung di pasar media cetak, kata orang, harus memperhitungkan risiko, terutama pesaing yang selain sudah punya “nama” mereka pun telah didukung capital yang tidak sedikit. Padahal, jika mau, kita bisa saja action ketika itu. OPTIMISTIS. Itulah motivasi kita sekarang. Setelah setahun kita silent, kini saatnya gong revolusi ditabu. Setahun kita memang diam seperti tidur, namun tidak tertidur. Kalau pun ada anggota tubuh yang benar tertidur, itu hanya seumpama ‘’the sleeping giant’’ (raksasa yang tidur). Yang ketika saatnya terbangun lasung siap beraksi dengan genggaman kuat dan hentakan kaki membahana, menerjang setiap lawan. Kinilah saatnya. Hari yang dinantikan pun tiba. Bertempat di ruang meeting Majalah CEO, di QTAF Building, Jl. Sultan Iskandar Muda 15A, Jakarta Barat, 09 Oktober 2011, “jabatantangan” itu pun disepakati. Bahwa Desember 2011, kita harus mengobati “kerinduan” pembaca. Momentum tahun baru juga merupakan satu “warna” pertimbangan manajemen untuk memulai; mengawali pekerjaan; membuka lembaran baru; tugas kerja baru; optimisme baru; penampilan baru; nuansa baru; tantangan baru; termasuk “kemeja” –cover, wajah, dan identitas– harus dalam kemasan baru. Kami memang merancang idealisme penerbitan beda. Berbeda dari wajah yang biasa tampil sebelumnya. Misalnya, artikel Liputan Utama yang dipaparkan layaknya sebuah buku biografi, ditambah isi yang difokuskan pada bagaimana memulai, menjalankan, serta menjaga bisnis agar tetap sukses, ini diharapkan menjadi pilihan informasi bagi para pelaku, pemilik juga pendiri perusahaan sebagai bahan referensi dalam pengambilan keputusan. Ini semua dilakukan sebagai buah dari komitmen kami, PT Promedia Citra Indowuj Perkasa (ProCIP) penerbit Majalah CEO (Website: http://www.majalahceo.com) guna membayar tunai janji, setelah setahun menjadi piutang pembaca terhadap perusahaan. Akhirnya, selamat merayakan Natal Jesus Kristus, 25 Desember 2011 kami ucapkan kepada pembaca yang merayakannya dan Selamat menyongsong Tahun Baru, 01 Januari 2012. Sukses untuk kita semua.***

Harga: Rp.29.900,(Luar Jawa Rp.32.000,-

Satu Proyek Hidupkan 100 Industri Lokal

Ciputra:

”God” is More Than Everything”

”Ingin Lihat Indonesia Sejahtera” Kebangkitan Ciputra:

Belajar dari krisis CEO

3

Sarinah Tetap Jadi Pilihan Belanja di Pusat Jakarta

Majalah CEO Indonesia http://www.majalahceo.com Penasehat: Sambas QTAF sambas@majalahceo.com Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Drs. Wilson Lumi wilson_lumi@majalahceo.com Direktur Pemberitaan: Utoyo Harjito, S.Dsg utoyoharjito@majalahceo.com Direktur Bisnis Joko Susilo, SE jokosusilo@majalahceo.com Redaksi & Usaha Lina Irawan, Deden Suryana, Diana Progrees, W. Bernadus redaksi@majalahceo.com marketing@majalahceo.com Perwakilan LN Dave Noslivve (Washington DC), Nita Bangalino (New York), John Galag (Jepang), Lumi Agustinus (Singapura), Tineke Loemi (Hongkong), Yani L. (Abudabi) majalahceo@majalahceo.com ___________________________________ ___________________________________ EDITORIAL/PROMOSI QTAF Building, Lt-1 Jl. Sultan Iskandarmuda, No. 15A, Jakarta 12240 Telp. +62 21 7294622. Fax. +62 21 729 4731 email: redaksi@majalahceo.com; marketing@majalahceo.com website: http://www.majalahceo.com PERCETAKAN PT Mardi Mulyo (Isi di luar tanggung jawab percetakan)

CEO

7


Daftar Isi 7 7

Boediono Buka Pertemuan AEM Poco-poco ala AEM di Manado

8 8 9 10

Indonesia Green Awards 2011 untuk Indocement Peluncuran Shell Helix for Astra Dirgahayu TNI ke-66, Spektakuler Seni Kontemporer Indonesia di Italia

11

80 Tahun Pendiri Grup Jaya Metro Ciputra: “God is More of Everything” CIPUTRA: “Ingin Lihat Indonesia Sejahtera, Mampu Kalahkan Pengangguran dan Kemiskinan” Kebangkitan Ciputra, Belajar dari Krisis Satu Proyek Hidupkan 100 Industri Lokal

24 26 28 32 36 44 47

Sarinah, Indonesia Imporium................ tambah 2 Sarundajang: “Sulut, Revolution Quietly” Wanita, Inspirasi Bisnis Dunia Sarinah, Kini Lebih Modern dan Kuat

51 CT Corp Lakukan Aksi Korporasi, Akusisi 30 % Saham Bank Sulut 54 BISNIS BRI FOKUS Pemegang Saham Setujui Penambahan Direktur 56 Triwulan III 2011 Bank BRI Raih Laba Rp 10,43 Triliun 58 Leadership, mampu melihat sebuah peluang bisnis yang tidak dilihat 62 Kewirausahaan= Komit + Jujur+ Inovatif 66 PT Mardi Mulyo Lakukan Aksi Korporasi 70 Beyond Photography 2011 74 Mobil Listrik, Trend 2012 76 Eee Pad Slider SL101 77 Hotel Ciputra: “Good hotel with excellent service” 80 Pantai Terbaik di Asia 2011 82 Trump: “The Art of The Comeback” 5 Daftar Isi 8 CEO 5 Daftar Isi


Agenda

Boediono Buka Pertemuan AEM

W

akil Presiden RI Boediono didampingi Sekretaris Jenderal ASEAN Surin Pitsuwan, dan Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang, Rabu (10/09) di Manado Sulawesi Utara, membuka pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN (43rd ASEAN Economic Ministers Meeting and Related Meetins (AEM) yang ke-43 secara resmi yang ditandai dengan pemukulan gong. Dalam sambutannya Wapres Boediono mengatakan bahwa Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk mengatasi ketidakstabilan perekonomian di dalam ASEAN dan juga krisis ekonomi global karena pada tahun 2010 tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia naik menjadi 7,4% dibandingkan tahun 2008 dimana tingkat pertumbuhan perekonomian hannya 1,6%. Ada berbagai program dalam cetak biru yang akan dilaksanakan demi terwujudnya ASEAN Economic Community 2015. Hadir dalam acara pembukaan ini adalah 10 Menteri Ekonomi dan beberapa Wakil Menteri Ekonomi negara anggota ASEAN dan perwakilan mitra dialog ASEAN termasuk dari Rusia dan Amerika Serikat. Kesepuluh Menteri tersebut adalah Pehln Dato Lim Jock Seng - Second Minister, Ministry of Foreign Affairs and Trade Brunei Darussalam, Cham Prasidh Senior Minister and Minister of Commerce Kambodia, Mari Elka Pangestu - Minister of Trade Indonesia, Nam Viyaketh - Minister of Industry and Commerce Laos, Dato’ Sri Mustapa Mohamed - Minister

of International Trade and Industry Malaysia, U Tin Naing Thein - Minister for National Planning and Economic Development Myanmar, Gregory L. Domingo - Secretary of Trade and Industry Filipina, Lim Hng Kiang - Minister of Trade and Industry Singapore, Porntiva Nakasai - Minister of Commerce Thailand, Vu Huy Hoang - Minister of Industry and Trade Vietnam. (10 Agustus 2011)

Poco-poco ala AEM di Manado

D

ANSA KHAS SULAWESI UTARA: Usai gala diner, para Menteri Ekonomi ASEAN dan sejumlah Duta Besar untuk ASEAN yang menghadiri ASEAN Economic Ministerial Meetings (AEM), di Manado, Agustus 2011 lalu, ikut dansa Poco-Poco diacarakan di Grand Kawanua Ballroom, Novotel Manado, Golf Resort & Convention Centre, Sulawesi Utara. (12 Agustus 2011)

CEO

9


Agenda

Indonesia Green Awards 2011 untuk Indocement

M

ENTERI Kehutanan Zulkifli Hasan menyerahkan penghargaan Indonesia Green Awards 2011 kepada PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk di Jakarta, Rabu (28/9/2011). Penghargaan dari La Tofi School of CSR itu diterima Direktur Sumber Daya Manusia Indocement, Kuky Permana. Indocement dinilai menginspirasi publik dalam masalah lingkungan antara lain dengan menggunakan bahan bakar alternatif dalam proses produksi semen dan mengurangi emisi debu berdasarkan standar nasional. “Indocement merupakan perusahaan pertama di Indonesia yang berhasil menyelesaikan proyek mekanisme pembangunan bersih berupa proyek bahan bakar alternatif untuk mengurang emisi karbon,� tutur Sekretaris Perusahaan Indocement Sahat Panggabean.

Doc. KOMPAS

Bahan bakar alternatif yang digunakan antara lain sekam padi, cangkang sawit, dan serbuk gergajian. Perseroan juga menanam dan membudidayakan tanaman jarak pagar di lahan bekas tambang batu kapur seluas 170 hektar. Proyek ini berjalan sejak 2007 dengan meli-

batkan masyarakat di sekitar pabrik. Tanaman ini juga digunakan untuk bahan bakar alternatif masyarakat. Penghargaan ini merupakan yang kedua kali setelah pada 2010 menerima Indonesia Green Award 2010 untuk kategori Green CSR dan Green Manufacture. (28 September 2011)

Peluncuran Shell Helix for Astra

S

EJAK awal Oktober 2011, produk pelumas co-branding Shell Helix for Astra diluncurkan perdana untuk seluruh garai shop & drive di Indonesia. Produk Shell Helix for Astra ini adalah hasil kolaborasi strategis PT Shell Indonesia dan PT Astra Otoparts, Tbk yang diformulasikan khusus untuk pasar pelumas otomotif Indonesia. (Oktober 2011).

10

CEO


Agenda

Dirgahayu TNI ke-66, Spektakuler

P

uncak peringatan Dirgahayu TNI ke-66, 5 Oktober 2011 lalu, yang dipusatkan di kawasan Mega Mas Manado, berlangsung spektakuler. Peringatan yang mengangkat tema: “Dengan keterpaduan dan profesionalisme TNI bersama komponen bangsa siap menjaga dan mempertahankan kedaulatan serta keutuhan NKRI� ini, diminati masyarakat sehingga menjadi tontonan menarik warga kawanua. Peringatan kali ini, melaksanakan rangkaian kegiatan, diantaranya karya bhakti (Kawasan Mega Mas), Ziarah Nasional di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kairagi, dan terakhir upacara puncak peringatan yang ditandai dengan pelaksanaan upa-

cara parade renfille aksi Militer, anjangsana keluarga, dan dimeriahkan oleh penampilan kelompok barongsai Sulut. Dalam gambar, Wagub Su-

lut, DR Djouhari Kansil sedang melakukan penghormatan di panggung kehormatan dan dua penari barongsai sedang beraksi. (5 Oktober 2011) CEO

11


Agenda

Seni Kontemporer Indonesia di Italia

S

ebanyak 15 seniman kontemporer Indonesia berpartisipasi dalam sebuah pameran seni kontemporer bertajuk “Beyond the East: a Gaze on Indonesian Contemporary Arts” yang dibuka Selasa malam (15/11) bertempat di Museum Seni Kontemporer Roma (MACRO), Italia. Beyond the East yang berlangsung selama 2 bulan, hingga 15 Januari 2012 merupakan 1 dari 11 pameran seni dalam rangkaian kegiatan besar Pameran Kebudayaan Internasional Dua Tahunan Roma, bertema Vie della Seta (Jalan Sutera), yang didukung oleh Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kebudayaan Italia. Keikutsertaan para seniman Indonesia pada pameran di Roma didukung oleh Ciputra Artpreneur Center bekerjasama dengan KBRI Roma dan Glocal Project Consulting dengan Dr. Dominique Lora, pakar sejarah seni, sebagai kurator karya seni Indonesia, yang untuk pertama kalinya masuk di MACRO, Roma, salah satu museum seni kontemporer terkemuka di Eropa. Pembukaan pameran Beyond the East dihadiri ratusan tamu undangan, sebagian besar dari kalangan kolektor dan pencinta seni bukan hanya dari Italia, tetapi juga dari Negara-negara tetangga Italia, termasuk Inggris, dan Belanda. Sambil menikmati berbagai kudapan tradisional Indonesia, para tamu menyampaikan apresiasinya ter-

12

CEO

hadap karya seni Indonesia, yang dianggap asli, penuh warna dan padat dengan nuansa spiritual yang mencerminkan kehidupan masyarakat Indonesia. (16 November 2011)

Salah satu benda seni yang dipamerkan dalam “Beyond the East”

Pengunjung menikmati pameran seni kontemporer “Beyond the East”


Cover Story

80 Tahun Pendiri Grup Jaya Metro

Ciputra: “God is More than Everything” Bagi DR. Ir. Ciputra “Tiada Kata Menyerah” inspirasi, aplikasi sekaligus ”treat” yang jangan sampai hilang meski dikala kita sehat-kuat. Ini perjalanan hidup. Dulunya Ciputra memang hidup sengsara, bahkan masuk kategori kurang gizi untuk ukuran orang yang bisa sukses seperti sekarang ini. Namun kekurangan tersebut tidak menghalangi jalannya untuk bangkit dan meraih sukses. Bagi Ciputra, untuk sukses tidak selalu harus dimulai dengan modal besar atau berasal dari keluarga mapan. Kesuksesan harus dikejar dengan kerja keras, ketekunan, kreativitas dan juga asas pantang menyerah saat menemui kegagalan. Dan, satu yang paling penting; hidup yang takut akan Tuhan.

By: Wilson Lumi wilson_lumi@majalahceo.com

D

UA puluh empat Agustus 2011 baru lalu, ketika Ir. Ciputra mensyukuri usianya yang ke-80 --lahir 24 Agustus 1931-- ada kalimat yang cukup menohok yang diucapkannya ketika menjawab pertanyaan Majalah CEO tentang bagaimana seorang Ciputra melewati masa-masa krisis ketika bersekolah, mengingat ketidakmampuan ekonomi yang terus menderanya. Jawabnya singkat, namun itulah filosofi kehidupannya, yang memang

memulai segalanya dari nol. Katanya, “Selama saya sekolah, hal yang sulit, yang harus dihadapi adalah bagaimana hidup mandiri; bagaimana membiayai kuliah dan keluarga. Saya bersyukur saya sudah tertempa. Dan, dengan bekal entrepreneurship, saya bisa menciptakan usaha.” Itulah Ir Ciputra. Keyakinannya, masa kecil seseorang dengan berbagai kondisinya adalah hadiah terbesar bagi individu itu sendiri. Masa kecil Ciputra, tidak jauh dari gambaran kondisi ini. Ir. Ciputra, lahir di Desa Parigi, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Sulawesi Utara, delapan puluh tahun lalu dari keluarga wiraswastawan Tjie Sim Poe dan Lie Eng Nio. Daerah tempat kelahiran Ciputra tersebut kini menjadi bagian dari wilayah otonom, Propinsi Gorontalo. Dari Ibu Kota Sulawesi Utara, untuk menjangkau daerah tersebut kini tidak seperti dulu yang membutuhkan waktu berhari-hari lamanya. Cukup dengan jarak waktu tempuh kurang-lebih CEO

13


Cover Story

15 jam, kita sudah bisa menjangkau daerah yang sudah berbatasan dengan Propinsi Sulawesi Tengah itu. Selanjutnya, Ciputra yang terlahir dengan nama Tjie Tjin Hoan, menghabiskan masa kecil hingga remajanya di desa terpencil lainnya, di Desa Pepaya, Bumbulan masih di wilayah Kabupaten Gorontalo; kini Propinsi Gorontalo. Begitu jauhnya kedua tempat ini dari Ibu Kota Propinsi ketika itu; Propinsi Sulawesi Utara, sehingga desa itu sudah nyaris tak terjangkau, (bahkan) sering “tidak dikenal� oleh penduduk setempat lainnya. Jauh dari Manado, jauh pula dari Palu. Masa kecil Ciputra sangat merasakan kesulitan dan kepahitan hidup. Maklum keluarga Ciputra selain bermukim di

14

CEO

daerah yang terpencil, mereka juga hanya mendiami satu rumah yang sekaligus berfungsi sebagai tempat usaha dagang; toko kelontong. Namun, pengakuan Ciputra, Ia begitu bersyukur dengan semua yang dianugerahkan Tuhan bagi keluarganya. Sebab dalam keadaan yang serba kekurangan dan dari rumah usaha inilah Ciputra bisa menemukan sekaligus mengasah nilainilai entrepreneurship yang (akhirnya) kini membesarkan namanya. Dalam suatu wawancara eksklusif dengan penulis yang ketika itu masih membawa panji Harian Sore Sinar Harapan di awal tahun 2000-an, Ciputra mengakui nilai-nilai entrepreneurship yang dia adopsi dari lingkungan usaha di rumahnya menjadi lebih terasa

tatkala Ia ditinggal ayahnya tercinta. Ayahnya, meninggal di penjara ketika ditangkap dan diseret di hadapan pasukan tak dikenal sekitar tahun 1944, dengan tuduhan sebagai matamata Belanda dan Jepang. Tidak hanya ayahnya yang diseret ke penjara, tapi usaha keluarganyapun ikut dibabat


Cover Story

habis dengan cara memaksa mereka menutup toko kelontong yang menjadi satu-satunya sumber penghidupan ketika itu. “Keadaan ini telah membangkitkan semua potensi yang saya miliki, termasuk terasahnya jiwa entrepreneurship,” demikian Ciputra. Masa kanak-kanak Ciputra memang cukup sengsara. “Lambaian tangan Ayah masih terbayang di pelupuk mata, dan jerit Ibu tetap terngiang di telinga,” tuturnya sendu ketika mengingat peristiwa memilukan itu. Sejak itu, ibunyalah yang mengasuhnya dengan penuh kasih sayang. Tekadnya: “Saya harus bisa bangkit.” Sejak itu pula Pak Ci –begitu Ciputra lazim disapa di kantornya—jiwanya terus “berontak” agar bisa keluar dari tekanan hidup. Ia harus bangun pagi-pagi untuk

mengurus sapi piaraan, sebelum berangkat ke sekolah. Memang sejak ayahnya ditangkap, perekonomian keluarga menjadi terganggu. Tidak stabil, tidak menentu. Keluarga Ciputra mengalami kesulitan hidup. Dampaknya, Ia terlambat bersekolah. Usia 12 tahun Pak Ci masih duduk di kelas 3 SD dan baru lulus pada usia 16 tahun. Meski demikian, Ciputra muda tidak patah semangat. Ia tetap punya pengharapan bahwa semuanya bisa dilewati dengan baik. Jadinya, meski dalam himpitan kesulitan segalanya, Ciputra malah bertekad melanjutkan sekolah. Bahkan, ia bertekad meninggalkan kampung halaman demi masa depan yang lebih baik, bebas dari kemiskinan dan kemelaratan. Karena itu, Ia rela berjalan

14 km tiap hari untuk ke sekolah. Tiap hari Ia harus bangun pukul 05.00, berlari ke sekolah dan baru bisa tiba kembali di rumah pukul 14.00 dengan perut lapar. “Kita boleh kecewa dengan berbagai kekurangan dan kegagalan yang menimpa kehidupan kita, tapi satu hal, kita tidak boleh putus asa,” demikian Ciputra berfilosofi. Keadaan dan kesulitan hidup ketika bersekolah akan lebih terasa berat lagi bila musim hujan. Ciputra kecil yang hanya memiliki sedikit baju dan tidak punya sepatu ataupun sandal ini harus menerjang hujan dengan berpayung daun pisang. Agar bajunya tetap kering, ia harus membuka dan membungkusnya dengan daun woku (semacam daun palem yang besar). Hari Minggu dan libur, Ia gunakan untuk berburu babi dan rusa. Pengalaman itulah (lari dan berburu) yang akhirnya menghantar Ciputra terpilih sebagai atlet Sulawesi Utara untuk lomba lari 800 meter dan 1.500 meter di PON II di Jakarta. Tepatnya ketika ia duduk di bangku SMA. Usaha lainnya sepeninggal ayahnya adalah mereka hidup dari berjualan kue. Setelah berapa lama melintasi waktu dalam kepiluan hati itu, Ciputra yang merasa sangat kehilangan itu pun memutuskan untuk pindah ke Manado, melanjutkan pendidikan hingga tamat di SMA Frater Don Bosco, Manado. Tempaan lainnya, Ciputra yang merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara, mengaku di masa kecilnya Ia sempat diasuh oleh tantetantenya yang “mendidik dengan keras”. Ia selalu kebagian pekerjaan yang berat atau menjijikkan, misalnya membersihkan tempat ludah. Tetapi, tiba menikmati es gundul (hancuran es diberi sirup), tante-tantenyalah CEO

15


Cover Story

yang lebih dahulu mengecap rasa manisnya. Belakangan, Ciputra sadar dan menilainya sebagai hikmah tersembunyi. “Justru karena asuhan yang keras itu, jiwa dan pribadi saya seperti digembleng,” kata Ciputra. Dalam perjalanan waktu, keluarga Ciputra mulai bisa beradaptasi dengan lingkungan, setelah sebelumnya menjalani kehidupan sebagai keluarga “terpuruk”. Sang Ibu yang akhirnya berfungsi ganda; sebagai kepala rumah tangga sekaligus ibu rumah tangga, telah menggugah Ciputra kecil untuk berperan aktif mengambil alih sebagian tanggung jawab keluarga. Justru di sinilah hidup seakan tengah mempersiapkan Ciputra kecil. Dengan ikut membantu, memikul tanggung jawab keluarga di usia yang relatif muda, sisi baiknya –terutama kepemimpinannya—seakan tengah dimatangkan oleh lingkungan. Bayangkan, pada usia belum 15 tahun, Ciputra yang anak yatim ini harus ”menggantikan” peran sang ayah. Ciputra harus ikut menentukan keputusan di rumah. Selain itu, Ciputra kecil harus bergelut dengan berbagai pekerjaan untuk mencari uang membantu mengangkat ekonomi keluarga. Ciputra kecil mempunyai sifat mandiri yang terkadang menjadi kelemahannya karena sulit diatur bila Ia sudah mengambil keputusan. Ciputra sering sulit dikendalikan hingga terkesan nakal, karena sifatnya yang seenaknya sendiri. Pernah Ia disuruh belajar bahasa Belanda, Jepang, juga China. Pemahaman orang tuanya agar anak ini bisa siap menghadapi tantanga ke depan. Sebab, (mungkin) keluarga

16

CEO


Cover Story

Ciputra sudah memiliki feeling di mana akan tiba suatu fase, dimana dalam berhubungan dengan negara lain (terutama sektor bisnis) kita tidak dibatasi lagi dengan tembok suatu negara; perdagangan bebas. Namun, apa yang dilakukan Ciputra? Dia hanya mau belajar bahasa yang dianggapnya akan berguna baginya, yaitu Bahasa Indonesia. Sifat-sifat ini, “nakal”, mandiri, dan independen, sering membuatnya berbenturan dengan sang Ibu yang begitu protektif terhadap anak-anaknya sepeninggal suami tercinta. Belum lagi, bawaan Ciputra yang selalu ingin mengarahkan orang lain, termasuk ibunya untuk mengikuti segala kemauan dan pandangannya. Namun, seiring perjalanan waktu, Ciputra pun mulai memahami keadaan ibunya, sehingga selanjutnya Ia mengaku ibunyalah yang memengaruhinya, terutama dalam lebih mengasah karakter kepemimpinan dan entrepreneuship dalam dirinya. Keberaniannya ikut ditempah oleh alam. Ciputra terbiasa dengan kehidupan keras. Ia sering berburu binatang di hutan dengan menggunakan tombak dan dibantu oleh puluhan ekor anjingnya. Daging hasil buruannya pun, selain untuk dimakan, lainnya dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Ia juga sering tidur malam hari di tengah kebun seorang diri demi menjaga ladang yang merupakan tugasnya. “Dalam kesendirian biasanya seseorang menjadi kreatif,” aku Ciputra. Dan memang dalam kesendirian, terkadang Ciputra bisa membuat topi dari dedaunan sekaligus menjualnya, dan terjual. Tantangan kehidupan memang terkadang menyakitkan, namun di balik itu bisa membuat kita

dapat mengembangkan kemampuan diri yang sebelumnya belum disadari. Pasalnya, kondisi seperti ini yang telak memaksa Ciputra untuk menjadi entrepreneur. Meskipun Ia mengaku, kadang muncul perasaan malu atau enggan untuk melakukannya. Tetapi, Ciputra terus menjalaninya agar dapat memenuhi ekonomi keluarga. Begitulah cara Ciputra mengisi masa mudanya yang kemudian terbukti mampu mengasah benih-benih entrepreneurship dalam jiwanya. Intinya, menjadi entrepreneur sejak usia dini, menjadi jalan satu-satunya jalan baginya hingga dapat bertahan hidup. Singkatnya, kebiasaan mencari peluang bisnis, bekerja keras, dan berhubungan baik dengan konsumen telah menjadi sebuah keharusan keseharian Ciputra. Ciputra remaja adalah seorang penyendiri dan single fighter. Ia tidak suka berkumpul, bercengkerama dengan teman-teman sebayanya hanya untuk hal-hal yang dirasa tidak perlu dianggapnya membuang-buang waktu. Ia hanya mau berkumpul selama hal itu untuk membicarakan dan melakukan hal-hal yang penting dan bermanfaat, seperti belajar dan membaca buku. Tentang sikapnya ini, Ciputra mengibaratkan dirinya seperti burung garuda yang terbang menyendiri, sedangkan orang-orang pada umumnya seperti burung merpati yang senang berkelompok. Ciputra di usia remajanya sangat haus akan informasi. Ia betah berjam-jam di depan radio transistor hanya untuk mendengarkan berita di Radio Republik Indonesia (RRI) karena rindu akan kemajuan. Inilah jendela bagi Ciputra untuk dapat melihat dunia luar, sekaligus

menjadi sumber informasi berharga melampaui teman-teman sebayanya. Melalui berbagai macam informasi yang dia dapatkan itulah, kemudian tumbuh keyakinan dan cita-citanya untuk meraih semuanya lewat jalur pendidikan. Sejak kecil, Ia memang bercita-cita menjadi seorang arsitektur. Ia sadar bahwa pendidikan adalah modal untuk masa depan yang gemilang. Inilah yang membedakan Ciputra dengan teman-temannya. Ciputra terbiasa berpikir efektif, efisien dan fleksibel untuk sesuatu yang dia inginkan –berentrepreneur—dan bukan sekadar ingin keluar dari kemelaratan, tetapi ingin mengangkat harkat dan martabat keluarga, juga bangsa dan negara.

Belajar dan Bekerja Lulus SMA Pak Ci memutuskan untuk melanjutkan kuliah di Bandung. Ia berhasil masuk ke Institut Teknologi Bandung (ITB) dan memilih jurusan Arsitektur. Menyadari kemampuannya ekonominya tidak kuat untuk menopangnya sampai bisa menyelesaikan pendidikannya di bangku kuliah, Ciputra pun melakukan beberapa usaha (kreatif). “Yang penting bisa mendatangkan uang,” ujarnya. Tingkat dua ia memutuskan untuk menikahi kekasihinya. Ia menikahi gadis pujaannya, yang dikenalnya ketika masih sekolah SMA di Manado, Dian Sumeler. Suatu keputusan yang cukup berani bagi Ciputra. Pasalnya, di saat ia membutuhkan dana untuk kuliah, ia malah menikah. Itu berarti tanggungannya bertambah. Justru keadaan itu dijadikan pecut baginya. Sehingga ia berusaha untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Tingkat IV sebagai mahasiswa ITB, Ia bersama temannya (Budi Brasali dan Ismail Sofyan) CEO

17


Cover Story

mendirikan PT Perentjana Djaja dan berkantor di sebuah ruang bekas garasi. Ia juga bekerja di perusahaan kontraktor. Bagi Ciputra, belajar dan bekerja merupakan ajang hidupnya. Ia harus tetap bertahan hidup namun ia juga perlu pendidikan. Seperti kata Charles Handy, Filsuf Inggris, “Belajarlah

18

CEO

seperti orang bekerja dan bekerjalah seperti orang belajar” demikian Ciputra menjalani hidupnya. Hingga kini bagi pemilik PT Ciputra Grup, kerja dan belajar adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Dan keduanya tidak dapat dipensiunkan dari hidupnya. Tak heran di usia yang ke-80 tahun ini, Pak Ci masih bersemangat untuk

mengembangkan usaha dan bisnisnya. Ia masih rajin ke kantor untuk berdiskusi dan memecahkan masalah. Setelah Ciputra meraih gelar insinyur tahun 1960, Ia dan keluarganya pindah ke Jakarta dan tinggal di rumah kontrakan di Kebayoran Baru. “Kami belum punya rumah. Kami berpindahpindah dari losmen ke losmen,” tutur


Cover Story

Nyonya Dian, ibu empat anak. Tetapi dari sinilah awal sukses Ciputra. Keputusan Ciputra untuk merantau ke Jawa tersebut merupakan salah satu momentum terpenting dalam hidupnya yang pada akhirnya menjadikan Ciputra orang sukses. Keputusan Ciputra untuk merantau setamat SMA di Manado merupakan

keputusan yang tepat, karena pada usia tersebut muncul adanya keinginan untuk bebas yang disertai rasa tanggung jawab pada diri individu. Ciputra adalah perantau yang sempurna. Dia mendapatkan kebebasan, tapi juga memunculkan rasa tanggung jawab pada dirinya. Bagi perintis pengembang properti nasional sekaligus pengusaha yang berhasil membangun 20 kota satelit di seluruh Indonesia, pengalaman hidup susah sejak kecil adalah pemicu kesuksesannya. Sebab, sejak dalam kesulitan itu, jiwa wirausaha Ciputra terus diasah hingga selesai studi di perguruan tinggi. Bahkan momentum itu yang mengantarkannya menjadi raksasa pengembang properti di tanah air. Awalnya bisnisnya di PT Pembangunan Jaya dan akhirnya mendirikan Ciputra Group setelah sebelumnya membidani lahirnya Group Metropolitan. Hasilnya, hingga kini, berbagai bangunan properti yang menghiasi wajah Jakarta, tak lepas dari campur tangan, buah karya seorang Ciputra. Menciptakan lapangan kerja, berbisnis merupakan kesenangan Ir. Ciputra. Mengembangkan industri real estate memang menjadi keahliannya. Ia penggagas sekaligus ketua pertama REI (Real Estate Indonesia). Selain itu ia juga ikut mendirikan Federasi Real Estate Asia Pasifik. Asosiasi ini bergabung dengan FIABCI (Federasi Real Estate Dunia). Tahun 1994-1996, Ir. Ciputra orang Indonesia pertama yang terpilih menjadi Presiden FIABCI.

PT Pembangunan Jaya KetikamendirikanPTPembangunan Jaya, Pak Ci –begitu Ciputra akrab disapa di kantornya-- cuma ditemani

empat orang rekannya. Kantornya pun menumpang di sebuah kamar kerja Biro Pembangunan Pemda DKI Jakarta. Kini, 30-an tahun kemudian, Pembangunan Jaya Group memiliki sedikitnya 20 anak perusahaan dengan kurang lebih 15.000 karyawan. Namun, Ir. Ciputra, sang pendiri, belum merasa sukses. ”Kalau sudah merasa berhasil, biasanya kreativitas akan mandek,” kata Dirut PT Pembangunan Jaya itu. Ciputra memang hampir tidak pernah berhenti dalam berinovasi. Proyek fantastis pertama yang ditangani perusahaan daerah ini adalah Taman Impian Jaya Ancol (TIJA). Proyek usaha Jaya Group yang cukup fenomenal dan menjadi salah satu mesin uang perusahaan, kini telah dibangun “Taman Impian Dunia”. Di dalamnya termasuk di antaranya Dunia Fantasi, Dunia Petualangan, dan Dunia Harapan. Sekitar 137 ha areal TIJA yang tersedia, karenanya, dinilai tidak memadai lagi. Sehingga, melalui pengurukan laut (reklamasi) diharapkan dapat memperpanjang garis pantai Ancol dari 3,5 kilometer menjadi 10,5 kilometer.

Keluar dari Krisis Lahir dari keluarga keturunan dengan ekonpomi pas-pasan, Ciputra tumbuh seperti kebanyakan anak Indonesia di daerah terpenciltertinggal, miskin dan papa. Kondisi demikian mengharuskan Ciputra berusaha sekuat tenaga mencari uang agar bisa membantu keluarga dan tetap bisa bersekolah. Dengan semangat entrepreneurship itu pula, Ciputra tetap bisa menyelesaikan sekolah hingga tamat di Jurusan Teknik Arsitektur Institut Teknologi Bandung. Tentu saja langkahnya di bidang CEO

19


Cover Story

properti tak semulus seperti terlihat dalam kesehariannya. Namanya sempat menjadi sorotan pers ketika proyeknya di Pantai Indah Kapuk dituding menjadi penyebab banjir besar di Jakarta Utara, termasuk jalan tol Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, awal 2002. Tapi tuduhan ini tidak menggoyahkan Ciputra. Namanya tetap saja diingat sebagai sosok yang ikut membidani tiga kelompok usaha besar: Pembangunan Jaya Group, Metropolitan Development Group, dan Ciputra Group. Bahkan Ciputra Group, misalnya, berkembang dengan pesat setelah krisis ekonomi. Ciputra Group, misalnya, perusahaan yang ia dirikan bersama istri, anak, dan menantunya pada 1980, kini tak hanya menggarap proyek di Indonesia, tapi juga sudah merambah ke luar Indonesia. Sejak 1990, Ciputra memasuki Hanoi, Vietnam. Ciputra bekerja sama dengan perusahaan milik pemerintah Vietnam, Urban Development Infrastructure Company, untuk mendirikan hotel berbintang lima. Kemudian secara bertahap, ia menyelesaikan proyek Ciputra Hanoi International City seluas 368 hektare, yang tahap pertamanya sudah selesai empat tahun lalu. Tahap kedua dalam penyelesaian dan tahap ketiga ditargetkan tuntas pada 2013. Padahal, seperti juga para konglomerat lain, Ciputra juga terlibat persoalan saat krisis keuangan dan politik melanda negeri ini pada 1998. Kelompok perusahaannya terlibat utang yang sudah melebihi asetnya. Menurut Ciputra kepada Tempo akhir April lalu, utang Ciputra Group pada 1997-1998 mencapai Rp 1.713,4

20

CEO

miliar (Rp 1,7 triliun) dan US$ 181,3 juta. “Tapi seluruh utang akhirnya dapat direstrukturisasi melalui proses negosiasi yang panjang. Terakhir, utang dalam dolar baru tuntas 2006,� kata Ciputra. Perinciannya, pada 1999 utang obligasi senilai Rp 450 miliar direstrukturisasi dengan konversi saham. Lalu pada 1999-2004 proses restrukturisasi dan penyelesaian utang bank dalam negeri diselesaikan dengan cara sebagian dibayar tunai, sedangkan sebagian lagi dengan perpanjangan waktu dan sebagian direstrukturisasi menjadi obligasi konversi. Terakhir, pelunasan semua utang dolar senilai US$ 181,3 juta melalui penyerahan aset dan konversi saham. Sama seperti pengusaha besar lainnya, saat krisis Ciputra juga terpaksa �tiarap�. Sebelum krisis, Ciputra Group, yang bernaung di bawah satu perusahaan induk, yakni PT Ciputra Development, memiliki sekitar 1.500 pegawai. Di saat krisis, terpaksa sejumlah proyek ditunda sehingga jumlah karyawan pun dipangkas tinggal separuhnya. Bahkan ia terpaksa

harus kehilangan divisi finansialnya, karena Bank Ciputra ikut dilikuidasi Bank Indonesia pasca krisis. Bisnis asuransi, Asuransi Jiwa Ciputra Allstate, yang baru dirintis menjelang krisis, ikut dijual ke Prudential. Setelah masa-masa sulit terlampaui, kata Ciputra, kini divisi real estate saja telah berkembang menjadi tiga subholding dengan jumlah karyawan yang mencapai 2.000 orang. Ciputra Development beranak-pinak dengan beberapa anak perusahaan dan anak perusahaan itu juga ada yang memiliki anak perusahaan lagi. Ciputra Development masuk ke lantai bursa pada 1994 dan beberapa anak perusahaan juga menjadi perusahaan terbuka. Subholding pertama dipimpin Budiarsa Sastrawinata dan Rina Ciputra, yang menggarap berbagai proyek real estate di Jakarta, proyek perumahan di Vietnam, Kamboja, dan India. Subholding kedua dipegang Harun Hajadi dan Junita Ciputra, yang mengerjakan antara lain proyek Citra Raya di Surabaya; sedangkan subholding ketiga dikepalai si kembar


Cover Story

Candra Ciputra dan Cakra Ciputra, yang menggarap proyek di Jawa Tengah dan Kalimantan. Ciputra melakukan estafet kepemimpinannya secara berencana dan bertahap. Kini ia lebih banyak bertindak mengatur di jajaran komisaris di sejumlah anak perusahaan dalam Ciputra Group. Sebenarnya, kata Ciputra, ia masih ingin terus berkarya, tapi fisiknya sudah tidak kuat lagi. “Sejak usia 70 tahun (sepuluh tahun lalu), saya sudah mengalihkan tongkat kepemimpinan ke para menantu dan anak-anak saya. Saya hanya sebagai mentor.” Dengan perkembangan ini, nilai aset Ciputra Group saja ikut melonjak. Sementara sebelum krisis per Desember 1996 nilainya Rp 2.849,9 miliar (Rp 2,8 triliun), per Desember 2007 menjadi Rp 7.484 miliar (Rp 7,5 triliun). Adapun total nilai aset tiga kelompok bisnis: Jaya, Metropolitan, dan Ciputra, menurut Ciputra, saat ini sekitar Rp 20 triliun. Menurut salah seorang Direktur Ciputra Group, Ir. Antonius Tanan, salah satu hal yang menyelamatkan Ciputra sehingga bisa keluar dari krisis adalah jiwa sebagai entrepreneur sejati yang tak pernah padam. “Jatuh 10 kali, harus bisa bangun 11 kali,” kata Antonius. Ciputra mengatakan perusahaan yang tak bisa bangkit lagi dari krisis lantaran sejak awal memang sudah tidak sehat sehingga krisis mempercepat proses kematiannya. Atau bisnis itu besar karena fasilitas. “Begitu tak lagi mendapat fasilitas, tumbang,” ujarnya. Hal lain yang menyebabkan sebuah perusahaan tak bisa bangun dari krisis adalah pengelolanya melarikan diri dari permasalahan, kurang tekun, dan kurang kreatif menghadapi krisis.

Suka-Duka di Tiga Zaman Ciputra telah sukses melampaui semua orde; orde lama, orde baru, maupun orde reformasi. Dia sukses membawa perusahaan daerah maju, membawa perusahaan sesama koleganya maju, dan akhirnya juga membawa perusahaan keluarganya sendiri maju. Dia sukses menjadi contoh kehidupan sebagai seorang manusia. Memang, dia tidak menjadi konglomerat nomor satu atau nomor dua di Indonesia, tapi dia adalah yang TERBAIK di bidangnya: real estate. Pada tahun 1997 terjadilah krisis

ekonomi. Krisis tersebut menimpa tiga group yang dipimpin Ciputra: Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group. Selain itu, Bank Ciputra yang didirikannya ditutup oleh Pemerintah karena dianggap tidak layak, dan Asuransi Jiwa Ciputra Allstate yang baru dirintis menjelang krisis pun ikut ditutup. Namun dengan prinsip hidup yang kuat Ciputra mampu melewati masa itu dengan baik. Ciputra selalu berprinsip bahwa jika kita bekerja keras dan berbuat dengan benar, Tuhan pasti buka jalan. Dan banyak mukjizat terjadi. Dengan adanya kebijakan moneter CEO

21


Cover Story

dari pemerintah dan diskon bunga dari beberapa bank, Ia mendapat kesempatan untuk merestrukturisasi utang-utangnya. Akhirnya ketiga group tersebut dapat bangkit kembali dan bahkan kini Group Ciputra telah mampu melakukan ekspansi usaha di dalam dan ke luar negeri. Sehubungan dengan itu, di usianya yang ke-75 (saat perenungan jiwa itu); kini usianya 80 tahun, ketika akhirnya dia harus memikirkan pengabdian kepada masyarakat apa yang akan dikembangkan, Ciputra memilih bidang pendidikan. Kemudian didirikanlah sekolah dan Universitas Ciputra. Bukan sekolah biasa. Sekolah ini menitikberatkan pada enterpreneurship. Dengan sekolah kewirausahaan ini, Ciputra ingin menyiapkan bangsa Indonesia menjadi bangsa pengusaha.

22

CEO

Mengubah Sampah menjadi Emas “Kita perlu mengubah sampah menjadi emas�, tegas Ir. Ciputra. Untuk itu lewat Ciputra Foundation, beliau mewujudkan visi-visinya bagi Kemajuan Indonesia di bidang Ekonomi. Ir. Antonius Tanan yang juga menjabat sebagai Direktur HRD (Human Resources Development) Ciputra Group dalam paparannya, mengatakan Ir. Ciputra adalah seorang Entrepreneur karena mampu mengubah sampah menjadi emas (sesuatu yang berharga dan bernilai tambah untuk dijual). Ir. Ciputra yang turut terlibat dalam pendirian tiga sekolah yaitu Universitas Tarumanegara (UNTAR Jakarta), Universitas Prasetia Mulya (UMP) dan Sekolah Ciputra (SD-SMU) di Surabaya, memaparkan fakta-fakta statistik bahwa lowongan calon pegawai negeri sipil

(CPNS) untuk 950 orang diperebutkan oleh 39.622 pencari kerja. Jadi 1 kursi diperebutkan 40 orang pencari kerja. Beliau telah berkecimpung dalam dunia bisnis selama 50 tahun dan memiliki 32 perusahaan di Indonesia dan mancanegara. Negara Indonesia memunyai segudang prestasi dalam SDA (Sumber Daya Alam) yaitu peringkat 5 untuk copper dan nikel, peringkat 7 untuk gold (emas) dan coal (batubara), peringkat 8 untuk gas alam (natural gas), dan peringkat 3 di dunia untuk rubber (karet). David McClelland pernah menjelaskan bahwa suatu negara disebut makmur jika memunyai jumlah wirausaha (entrepreneur) minimal 2% dari jumlah penduduk di negara tersebut. Dalam datanya, Ir. Ciputra menyatakan bahwa Amerika Serikat pada tahun 1993 memunyai 2,14% wirausahawan, Singapura memunyai 4,24 juta wirausahawan tahun 2001 (2,1%) dan meningkat menjadi 7,2 % pada tahun 2005. Sedangkan negara kita, Indonesia hanya 0,18 % jumlah wirausahawan. Sungguh tragis! Beliau mengatakan Mantan Perdana Menteri Singapura, Lee Kuan Yew yang pernah menjadi orang Semarang semasa kecilnya, dalam waktu 86 tahun telah melakukan sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya. Hal yang paling penting bagi Ir. Ciputra yaitu adalah bagaimana kita mengubah mental dan paradigma berpikir orang Indonesia menuju pada wirausahawan dan ini bisa dimulai sejak bangku sekolah dan terutama di perguruan tinggi. Untuk membentuk jiwa wirausaha dibutuhkan disiplin, bukan magis dan mistik. Caroline Jenner dalam The Next


Cover Story

Generation Survey mengatakan: “We cannot give them jobs, but we can ensure that they have the Core Skills and Competences to Create them.� Dalam Gagasan mengenai QUANTUM LEAP, Ir. Ciputra menyatakan kita perlu melompat ke depan dan mengejar ketertinggalan.Visi Besar Ir. Ciputra lewat berbagai program entrepreneurshipnya yaitu agar 25 tahun lagi, jumlah wirausahawan di Indonesia akan meningkat dari 0,18% menjadi 2 % untuk mewujudkan negara makmur menurut kriteria David McClelland. Dengan semangat menyala, dalam setiap kesempatan Ciputra selalu menjelaskan bagaimana menjadi wirausaha dan bukan hanya sekedar pengusaha saja serta programprogram untuk mewujudkan visinya menciptakan sebanyak mungkin wirausahawan di Indonesia. Dalam presentasinya, Ir. Ciputra menjelaskan 3 ciri pembeda dari seorang wirausaha atau entrepreneur yaitu: mampu menciptakan Kesempatan (opportunity creator), mampu menciptakan hal-hal atau ide-ide baru yang orisinal (innovator), dan terakhir harus berani mengambil risiko dan mempu menghitungnya (calculated risk taker). Dalam masa penjajahan selama 350 tahun, 12-14 generasi Bangsa Indonesia hidup tanpa ada pendidikan wirausaha. Penjajahan yang berlangsung lama ini telah mengikis semangat wirausaha. Untuk itulah, Ciputra ingin menghidupkan pendidikan kewirausahaan mulai dari bangku sekolah dalam wajah pendidikan di Indonesia. Adapun 4 macam entrepreneur di antaranya business entrepreneur (sebagai owner dan professional),

government entrepreneur, academic entrepreneur, dan social entrepreneur. Prinsip 3L (lahir, lingkungan, dan latihan) yang mendukung membuat Ir. Ciputra mampu menjadi seorang entrepreneur dan mendapatkan penghargaan Entrepreneur Terbaik dari Ernst and Young (EY). Di Indonesia sudah ada 400 ribu pengusaha, namun bagi Ir. Ciputra masih perlu diciptakan 4 juta pengusaha lagi yang berjiwa Entreprenurship maka pengangguran di Indonesia akan berkurang drastis dan menjadi negara yang makmur. Keunggulan lain dari sosok

kesejahteraan seseorang, keluarga dan sekelompok masyarakat. Ciputra sendiri mengalami keampuhan pendidikan dalam kehidupannya. Bila orang melihatnya sukses sekarang, itu karena perjuangan kerasnya semasa muda. Perihnya hidup pernah ia alami. Namun ia tak mau menyerah. Dengan mengandalkan Tuhan, akhirnya ia pun berhasil menjemput sukses. Meski cukup berat perjuangannya. Semua itu dianggapnya sebagai proses kehidupan yang mengajarkannya akan arti kehidupan dan sukses.

pengusaha di bidang properti yang sukses dan telah memberi andil bagi bangsa adalah kepeduliannya akan keadaan bangsa. Karena itulah Ia tergerak dan memokuskan kegiatan usahanya dengan membangun bangsa melalui pendirian rumah tinggal, tempat wisata, konsen di bidang kesehatan; membangun rumah sakit dan terutama di bidang pendidikan; membangun sekolah. Menurutnya, pendidikan adalah cara yang efektif untuk meningkatkan harkat dan

Citra Pendidikan & Kesehatan Setelah sukses mengawali karier di Jaya Group, perusahaan daerah milik Pemda DKI, kemudian bersama dengan Sudono Salim (Liem Soe Liong), Sudwikatmono, Djuhar Sutanto dan Ibrahim Risjad, Ciputra mendirikan Metropolitan Group, yang membangun perumahan mewah Pondok Indah dan Kota Mandiri Bumi Serpong Damai. Pada masa itu, Ciputra duduk sebagai direktur utama di Jaya Group dan CEO

23


Cover Story

Metropolitan Group sebagai Presiden Komisaris. Akhirnya Ciputra mendirikan grup perusahaan keluarga, Ciputra Group. Semua usaha ini telah dijalani Ciputra dengan baik dan sukses. Akhirnya, perenungan jiwa itupun tiba ketika pengusaha yang dijuluki Sang Begawan Properti ini genap berusia 75 tahun. Di usia mapan inipun Ia memilih untuk mendedikasikan dirinya mengembangkan usaha di bidang pendidikan. Kemudian didirikanlah sekolah dan Universitas Ciputra. Sekolah ini menitikberatkan pada kewirausahaan. Dengan sekolah ini, Ciputra bertujuan untuk menyiapkan para lulusannya menjadi pengusaha. Ciputra saat ini dikenal sebagai sosok penyebar entrepreneurship di Indonesia. Dalam setiap kesempatan, ia selalu menanamkan pentingnya kewirausahaan untuk membuat bangsa Indonesia maju. Kiprah Ciputra diapresiasi oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan memberikan dua rekor kepada Ciputra, yakni sebagai wirausahawan peraih penghargaan terbanyak di berbagai bidang dan penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan kepada dosen terbanyak. Ciputra melalui Universitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC) telah memberikan pelatihan entrepreneurship kepada setidaknya

24

CEO

1.600 dosen. Ciputra juga dinobatkan sebagai Entrepreneur of The Year 2007 versi Ernst & Young. Kini di usianya yang ke-80 tahun, Ciputra masih menyala-nyala. Dalam berbagai seminar tentang kewirausahaan, Ciputra tetap dengan lancar menjelaskan arti dan pentingnya seseorang memiliki semangat entrepreneur. “Dengan jiwa wirausaha, seseorang bisa mengubah rongsokan menjadi emas.” Dengan kata lain, demikian Ciputra, bagi wirausaha sejati, orang yang tidak memiliki uang bisa menghasilkan uang. “Kalian pikir Ciputra, Bakrie, atau Liem Sioe Liong punya modal (dana)? Modalnya, ya, entrepreneurship itu,” ujar Ciputra. Setelah sukses di bisnis properti kemudian bidang pendidikan, kini Ciputra melirik usaha di bidang kesehatan. Satu alasan Ciputra, “Semua anak bangsa harus sehat agar Indonesia bisa lebih baik dalam segala hal.” Sebenarnya bidang ini sudah digeluti Ciputra beberapa tahun belakangan ini semenjak Ia membangun Rumah Sakit Royal Taruma, di Grogol, Jakarta Barat.

God is More than Everything Kerusuhan Mei 1998 telah membukakan mata rohani Pak Ci. Dulu sebelum Tuhan mengizinkannya mengalami kebangkrutan, ke gereja

hanya dilakukan sebagai rutinitas. Bahkan seringkali Ia lupa ke gereja, atau ikut ibadah namun tidak konsentrasi lantaran terserang ngantuk. Tetapi, setelah kerusuhan membuatnya bangkrut, Ia mengalami pemulihan dan langsung dekat Tuhan. Keterpanggilan ini membuatnya selalu rindu untuk melayani. Perubahan ini tidak hanya sementara. Bahwa, sejak kerusuhan tahun 1998 itu, hingga kini Pak Ci aktif di beberapa pelayanan. Bukan hanya di pelayanan, di dunia kerja pun sosok Pak Ci berubah. Ia lebih sabar, ramah dan penuh pengertian kepada para stafnya. Jika dulu Ia mengandalkan kekuatan dan kepandaiannya, medio 1998 telah menyadarkannya akan arti kehadiran Tuhan dalam hidupnya. Ia tetap menjadi sosok pekerja keras, tapi bedanya saat ini Ia lebih mengandalkan Tuhan. “Saya pernah mengalami gagal, namun saya tidak berhenti pada kegagalan. Saya bangkit dengan cara bersandar pada Tuhan. Pada krisis ekonomi tahun 1998 lalu, saya banyak utang. Selain karena kerusuhan, saya melakukan kesalahan dalam strategi bisnis. Saya berdoa dan meminta kreditur memberi keringanan. Puji Tuhan, mereka dapat mengerti. Dan saya pun bisa melewati cobaan tersebut. Tuhan memang ajaib,” ungkap Pak Ci. n


Cover Story

Imperium Sang Bengawan Properti I.

II.

III.

IV.

V.

PT Pembangunan Jaya (Jaya Group) Membentuk konsorsium PT Pembangunan Jaya dengan pemerintah DKI Jakarta dan pengusaha lain, seperti Hasyim Ning, 1961. Proyek yang paling spektakuler: Pasar Senen dan Taman Impian Jaya Ancol. Ciputra menjadi CEO Pembangunan Jaya selama 35 tahun, 1961-1996. Metropolitan Group PT Metropolitan Development (holding). Bersama beberapa teman kuliah, seperti Budi Brasali dan Ismail Sofyan, membentuk Metropolitan Development pada 1971. Proyek-proyeknya antara lain Wisma Metropolitan, gedung World Trade Center, dan Hotel Mandarin Oriental di Jakarta. Pondok Indah Group Bersama Soedono Salim, Sudwikatmono, dan Ismail Sofyan mendirikan Pondok Indah Group pada 1972. Melahirkan Pondok Indah Mall, Pantai Indah Kapuk, Pondok Indah Golf Apartments, Pondok Indah Golf Course, dan Pondok Indah Estate. Bumi Serpong Group Bersama Sudwikatmono dan Eka Tjipta Widjaja (pendiri Sinarmas Group) membangun konsorsium kawasan Bumi Serpong Damai pada 1984. Ciputra memiliki saham di Bumi Serpong melalui tiga jalur, yakni Metropolitan Development, Jaya Group, dan perusahaan gabungan milik Ciputra dan Eric Samola. Pada waktu krisis, saham Ciputra di tiga perusahaan itu “dikeluarkan” untuk membayar utang Metropolitan Development di Bank Internasional Indonesia. Karena saham Ciputra --setelah dilepas untuk membayar utang di BII—tinggal sedikit sekali, Ciputra lantas tak lagi terlibat dalam perencanaan, manajemen, dan pemasaran di Bumi Serpong Damai selanjutnya. Ciputra Group (perusahaan keluarga yang didirikan pada 1981) A. PT Ciputra Development Tbk. (Candra Ciputra) 1. CDIF BV (Amsterdam) - 100 persen 2. PT Ciputra Residence dan anak perusahaan - 99,9% persen - Citra Raya Tangerang - Citra Garden City Jakarta - Citra Grand City Palembang 3. PT Ciputra Graha Mitra dan anak perusahaan - 99,9% - Citra Garden Banjarmasin - Citra Land City Samarinda - Citra Bukit Indah Balikpapan 4. PT Ciputra Indah dan anak perusahaan - 99,89 % - Citra Indah Bogor 5. PT Ciputra Property Tbk. dan anak perusahaan - 51,06 % (Candra Ciputra) - Ciputra Mal & Hotel Jakarta - Ciputra Mal & Hotel Semarang - Somerset Apartment Jakarta - Ciputra World 3-5 Jakarta - Ciputra World 6 Jakarta - Ciputra World 11 Jakarta 6. PT Ciputra Surya Tbk. dan anak perusahaan - 39,92 % (Harun Hajadi-Junita Ciputra) - Citra Raya Surabaya - Bukit Palma Surabaya - Ciputra Golf Surabaya - Ciputra World Surabaya - Citra Harmono Sidoarjo - Citra Garden Sidoarjo - The Taman Dayu Pandaan, Jawa Timur - Citra Garden Bandar Lampung CEO

25


Cover Story

Orang bijak berkata: “Di dalam hidup ini kita akan banyak menemui kegagalan karena itulah yang namanya hidup. Namun, dari kegagalan itu kita dapat belajar terus untuk memperoleh keberhasilan. Orang yang gagal adalah orang yang takut dan tidak pernah mencoba untuk melakukan segala sesuatu karena takut akan kegagalan itu sendiri...”

CIPUTRA: “Ingin Lihat Indonesia Sejahtera, Mampu Kalahkan Pengangguran dan Kemiskinan”

D

R. Ir. Ciputra telah menjawab itu. Dengan kemauan keras, kemampuan menciptakan peluang, berinovasi dan keberanian mengambil risiko yang terukur, yang dirumuskannya dalam pola pikir entrepreneurship,Sang BegawanProperti ini mampu melaluinya. Padahal, tidak sedikit “kerikil tajam” yang harus dilalui oleh pendiri PD Pembangunan Jaya, Grup Metropolitan dan Grup Ciputra ini ketika mengejar dan memperjuangkan sebuah keberhasilan, dalam situasi yang dipenuhi keterbatasan. Apa rahasia itu? Dalam sebuah kesempatan eksklusif kepada Pemimpin Redaksi Majalah CEO, pendiri sekolah entrepreneurship (Universitas Ciputra) didampingi seorang yang berandil besar dalam pendirian sekolah kewirausahaan itu, Ir Antonius Tanan, menjelaskan beberapa hal penting berkaitan dengan rahasia di balik sejumlah keberhasilannya itu. Berikut petikannya.

26

CEO

CEO: Anda selalu bicara entreprenurship. Apa sebenarnya entreprenurship itu? CIPUTRA: Intinya, entrepreneurship atau ke-entrepreneuran adalah pola pikir (mindset) dan kecakapan mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas atau mengubah yang tidak bernilai jadi bernilai, yang dibuang jadi sangat berharga. Di tangan entrepreneur sejati terjadi perubahan kreatif, dramatis sehingga terjadi multiplikasi nilai yang akan disambut dan dicari pasar. Semangat entrepreneur adalah semangat untuk mengubah sesuatu menjadi jauh lebih baik melalui inovasi. Untuk menjalankan konsep/pola pikir entrepreneurship, seseorang ha­ rus memulai dari mana? (Keinginan menjalankannya sering terkendala finansial juga beban perusahaan lainnya). Menjalankannya mulai dari “bakat”

entrepreneur yang saya terjemahkan sebagai keinginan kuat jadi entrepreneur, semangat yang berkobar-kobar dan percaya diri. Setelah itu, harus belajar bagaimana menciptakan peluang, berinovasi dan mengambil risiko yang terukur. Ini adalah sebuah proses belajar yang memakan waktu, namun saya yakin bisa dipelajari oleh mereka yang memiliki bakat di atas. Untuk proses belajar ini kami mendirikan Universitas Ciputra. Dalam buku­buku Anda tentang entrepreneurship, disebut­sebut tentang lompatan besar (quantum leap), bagaimana sebenarnya konsep lompatan dimaksud? Kami percaya akan terjadi lompatan besar bagi Bangsa Indonesia bila terjadi lompatan besar dalam penambahan jumlah entrepreneur di Indonesia. Oleh karena itu, saya melalui UCEC terus menerus mempromosikan betapa


Cover Story

berhasil membangun entrepreneur baru.

juta

Bahwa perjalanan karir Anda tidak semulus yang terlihat sekarang. Tentu pernah mengalami masa足masa sulit. Ya tentu. Salah satu masalah yang sulit tentu masa krisis ekonomi tahun 1998. Pada saat itu utang kami melampaui sales kami. Kami berhasil melaluinya tentu, pertama itu adalah karena kebaikan Tuhan. Berikutnya, kami berpegang pada tiga sila Grup Ciputra yaitu, integrity, professionalism, dan entrepreneurship. Melalui prinsip integrity kami menyelesaikan masalah dengan menghadapinya sambil terus berharap pertolongan Tuhan. Kami tidak melarikan diri dan melakukan apa saja sebisa kami agar kewajibankewajiban kami dapat kami penuhi, baik kepada pelanggan, karyawan, pemasok maupun kontraktor. Prinsip professionalism menolong klami untuk terus mencari jalan keluar dan menyelesaikan masalah dengan cara terbaik secepat mungkin. Prinsip entrepreneurship menolong kami untuk tidak berhenti di masalah saja, namun segera menciptakan peluang baru. Karena semua inilah, pada tahun 2011 ini kami bersyukur kepada Tuhan, Grup Ciputra dapat merayakan ulang tahun yang ke-30.

pentingnya ke-entrepreneur-an, baik itu kepada para pejabat negara, maupun kepada masyarakat langsung. Tidak bisa dipungkiri bahwa entrepreneurship yang Anda terapkan dan ajarkan, sudah melahirkan banyak pemimpin perusahaan/CEO yang andal, bagaimana Anda melakukannya? Pada hari pertama anda jadi pemimpin, pada saat yang sama harus sudah memulai memikirkan pemimpinpemimpin yang akan datang. Pemimpin-pemimpin yang akan datang harus dibentuk dan itu melalui sebuah proses transfer visi, semangat dan kecakapan yang berkesinambungan dan harus terjadi setiap hari. Saya duduk satu ruangan besar bersama anak dan menantu di kantor untuk menciptakan sebuah proses komunikasi dan transfer visi serta semangat yang terus menerus. Proses regenerasi di Grup Ciputra bukanlah sebuah proses satu hari. Ini adalah sebuah proses berkesinambungan melalui babakbabak transfer generasi yang dikelola dengan terencana. Saya pernah belajar di depan memimpin sepenuhnya. Saya pernah berjalan di samping menjadi kawan seiring dengan para pemimpin

empat

baru dan sekarang saya adalah creative navigator untuk perusahaan, yaitu menjadi mentor, motivator dan pendoa bagi mereka. Anda sudah punya nama besar di bidang properti, apalagi yang Anda inginkan dengan merambah dunia pendidikan. Saya ingin melihat Indonesia sejahtera, mampu mengalahkan pengangguran dan kemiskinan karena

Terakhir, bisakah Anda ceriterakan sedikit tentang bagaimana Anda melewati masa足masa krisis ketika bersekolah, mengingat ketidakmampuan ekonomi yang terus menghimpit. Selama saya sekolah, maka hal yang sulit yang saya harus hadapi adalah bagaimana hidup mandiri, bagaimana membiayai kuliah dan keluarga. Saya bersyukur saya sudah tertempa dan dengan bekal entrepreneurship, saya bisa menciptakan usaha, bahkan ketika saya masih kuliah di ITB. n wilson_ lumi@majalahceo.com CEO

27


Cover Story

Kebangkitan Ciputra, Belajar dari Krisis “Jika Anda terlahir menjadi orang miskin, Anda tidak salah.. tapi jika Anda mati miskin, itu salah Anda..!!!” Donald J Trump, Pendiri Grup TrumpCorp

K

ERAN KPR yang mulai mengucur, membuat aktivitas PT Ciputra Development (CD) terdengar lagi. Kelompok usaha ini semakin giat beriklan. Akankah Ciputra segera berjaya kembali? Akibat krisis ekonomi yang melanda negeri ini, sebagaimana kebanyakan pengusaha properti lainnya, Ciputra pun harus melewati masa krisis dengan kepahitan. Padahal, serangkaian langkah penghematan telah dilakukan. Grup Ciputa (GC), misalnya, terpaksa harus memangkas 7 ribu karyawannya, dan yang tersisa cuma sekitar 35%. Lantas, semua departemen perencanaan di masing-masing anak perusahaan segera ditutup dan digantikan satu design center yang bertugas memberikan servis desain kepada seluruh proyek. Jenjang komando 9 tingkat pun dipotong menjadi 5. Akibatnya, banyak manajer kehilangan pekerjaan. Lebih pahit lagi: kantor pusat Grup Ciputra (GC) yang semula berada di Gedung Jaya, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, terpaksa pindah ke Jl. Satrio -- kompleks perkantoran milik GC. Paling tidak, dengan cara semacam itu, GC bisa menghemat Rp 4 miliar/tahun. Sementara Harun dan tim keuangannya -- setelah susut menjadi 7 orang

28

CEO

Harun Hajadi

dan gajinya dipotong hingga 40% -- hengkang ke salah satu lantai Hotel Ciputra, Grogol, Jakarta Barat. Di tempat itu, mereka menyewa beberapa ruangan. Selebihnya, kabar yang menjadi rahasia umum, utang GC macet total. Menurut Harun, para petinggi CD waktu itu sadar betul kondisi yang ada tidak bakalan berubah secepat yang dibayangkan. Soalnya, berlalunya krisis moneter yang belakangan bermetamorfosis menjadi krisis multidimensional sejatinya berada di luar kendali mereka. Celah yang masih terbuka hanyalah konsolidasi internal dan restrukturisasi perusahaan. Maka, selain memangkas biaya operasional secara drastis, CD pun segera menerapkan strategi pemasaran baru: menjual kapling siap bangun. Kata Harun, selain CD kala itu hanya menyimpan sedikit stok rumah siap huni, perubahan strategi pemasaran ini juga dilakukan untuk membidik konsumen berkantong tebal. Maklumlah, mengharapkan KPR ibarat pungguk merindukan bulan. Adapun yang tersisa, ya itu tadi, pasar kalangan kelas menen-

gah-atas. Mereka biasanya lebih suka membeli kapling karena dapat menentukan sendiri desain rumahnya. Keuntungan lain menjual kapling tanah: berkurangnya biaya operasional. Masih menurut Harun, dengan menjual kapling siap bangun, CD cuma berkewajiban menyediakan infrastruktur seperti telepon, air, listrik dan jalan. Memang, ketimbang membangun rumah siap huni, biaya penyediaan infrastruktur relatif jauh lebih murah. Dalam perhitungan Harun, biaya yang dikeluarkan per m2nya cuma Rp 90 ribu. Sementara itu, bila membangun rumah siap huni, CD mesti siap menerima kenyataan jika harga bahanbahan bangunan meningkat pesat. Besi, misalnya. Setelah kurs rupiah terhadap US$, harganya naik 60%. Sementara semen dan keramik, masing-masing meningkat menjadi 40% dan 30%. Jadi, “Tak ada alasan tidak menerapkan strategi itu,” ujar Harun. Kebijakan itu berlaku di Jakarta dan di Surabaya. Guna mendukung strategi di atas, program-program above the line juga tak luput dikoreksi. Hasilnya, dari monitoring yang dilakukan, para petinggi CD akhirnya berkesimpulan, mubazir bila beriklan gencar di masa krisis.“Seperti membunuh tikus dengan memakai bom,” jelas Harun. Alhasil, pilihan kemudian jatuh pada penjualan langsung. Bahannya diolah dari database konsumen milik CD. Dan supaya lebih terarah, database diolah lewat pembentukan klubklub penjualan, di Jakarta maupun Surabaya. Namun, apa daya, meski harga kapling siap bangun belum dinaikkan dan tim pemasaran bekerja sekeras


Cover Story

mungkin, toh strategi itu tidak langsung membuahkan hasil yang memuaskan. Lebih dari tiga bulan, konsumen yang tertarik dengan ratusan hektare tanah matang milik CD yang dijual dalam bentuk kapling siap bangun --dari total 1.800 ha landbank (tanah mentah) CD yang tersebar di Jakarta dan Surabaya-bisa dihitung dengan jari. Petinggi CD lagi-lagi sadar para pemilik uang sesungguhnya lebih memilih mendepositokan uangnya ketimbang membeli kaping siap bangun. Maka, “Tahun 1998 adalah tahun yang paling sulit yang pernah dilalui CD,” kenangnya. Masalahnya, uang yang masuk selama setahun cuma Rp 40 miliar. Itulah nilai total hasil penjualan lima proyek perumahan di Jakarta dan Surabaya milik CD. Jelas, ketimbang tahun-tahun sebelumnya, saat kondisi ekonomi masih normal, kenyataan tersebut benar-benar menyakitkan. Sebelum krisis, dari satu proyek saja, CD bisa meraup uang sebanyak Rp 10 miliar/bulan. Artinya, angka Rp 40 miliar tersebut biasanya dicapai hanya dalam sebulan. Yang lebih menyesakkan, menurut sumber SWA, Pak Ci ikut-ikutan menambah beban psikologis pasukannya. Hampir setiap hari CEO GC itu uringuringan tanpa sebab yang jelas. Seingatnya, waktu itu Pak Ci jarang bertanya kepada anak buahnya bagaimana sebenarnya kondisi di lapangan. “Ia malah seperti tak habishabisnya melakukan pressure kepada timnya,” jelas si sumber. Dan lucunya lagi, bahkan di luar dugaan banyak orang -- sang sumber sendiri kaget luar biasa -- Pak Cip sampai-sampai “menodong” seorang pemuka agama agar jemaat gerejanya membeli kapling siap bangun di salah satu proyek perumahan CD. “Benarbenar tidak masuk akal,” ungkap sumber. Sampai seperti itu? Benarkah?

“Itu bohong. Kalau stres, siapa yang tidak stres waktu itu,” bantah Harun. Untunglah, bersamaan turunnya suku bunga deposito di awal 1999, strategi itu mulai menampakkan hasil. “Kecil memang, tapi, kami sudah mulai sibuk,” ujar Harun. Ia menunjuk aktivitas penjualan kapling siap bangun, khususnya yang di Surabaya. “Di kota ini, penjualannya cukup bagus.” Sayang, Harun tak bersedia menyebutkan nilai transaksi di Kota Buaya. Yang jelas, tidak seperti di Jakarta, jumlah item kapling siap bangun yang ditawarkan CD di Surabaya lumayan variatif. Dari segi luas contohnya, 1.200-2.000 m2 dengan harga jual minimal: Rp 600 ribu/ meter2 pada era 1998 tersebut. Selain itu, ada pula kapling golf -- posisinya berhadapan atau di sekitar lapangan golf. “Kapling jenis ini, sekalipun lebih mahal, tampak paling disukai,” jelas Harun. Bagaimana dengan Jakarta? Kendati kapling yang dijual hanya berukuran 200-500 m2, angka penjualannya tidak sebagus di Surabaya. Dan kapling yang disukai konsumen kebanyakan yang berukuran 400 m2 seharga Rp 225-500

ribu/m2. Menurut Harun, hal itu terjadi karena tingkat persaingan di Jakarta lebih ketat ketimbang di Surabaya. Soalnya, “Ada banyak proyek serupa di sini,” ujarnya. Dan, yang lebih penting, kapling golf bukanlah hal yang istimewa bagi banyak konsumen metropolitan. “Jadi, penawaran kami sama seperti yang lain. Karena itu pula, bisa jadi konsumen mencari yang lebih murah.” Seperti yang sudah-sudah, tutur menantu Ciputra itu, kebutuhan konsumen di Jakarta sejatinya adalah rumah siap huni yang dilengkapi fasilitas KPR. Karena itu, bermodalkan pendapatan hasil penjualan kapling siap bangun plus tersedianya sarana KPR, CD pun mulai menggiatkan pembangunan rumah siap huni, di Citra Raya Tangerang, Citra Indah Jonggol, Citra Grand Cibubur ataupun Citra Cengkareng. Bersamaan waktunya, CD pun kembali rajin beriklan. Namun, tidak seperti tiga tahun lalu, kini belanja iklannya diatur ketat. Indikator pertama yang dihitung sebelum mengeluarkan uang untuk berpromosi di berbagai media cetak adalah jumlah total hari libur dalam setiap bulan. Yang jelas, sebulan CD beriklan tak lebih dari tiga kali. “Bukan apaapa. Kami hanya ingin iklan itu bisa efektif mencapai sasaran,” katanya. Ia menambahkan, klub-klub penjualan yang dulu sempat dibentuk tetap diteruskan. Hanya saja, lagi-lagi sayang, Harun mengaku tidak ingat persis jumlah uang yang masuk ke kocek CD setelah perusahaan properti yang dipimpinnya itu kembali rajin beriklan. Ia hanya mengatakan, “Cash flow kami cukup aman.” Ditambah semakin membaiknya daya beli konsumen, Harun pun optimistis, CD dan GC bisa berkibar kembali. Namun, (mungkin) “Tidak seperti dulu lagi.” n CEO

29


Cover Story

Satu Proyek Hidupkan 100 Industri Lokal Raja properti Dr (HC) Ir Ciputra tak pernah lelah mengajarkan entrepreneurship kepada publik di Indonesia. Bos Grup Ciputra ini tidak pernah berhenti mengelilingi wilayah Indonesia hanya untuk menularkan “virus� kewirausahaan itu demi masa depan bangsa.

K

ONSEP pendidikan yang memberi perhatian pada pola pengembangan kewirausahaan (entrepreneurship) tak bisa ditolak lagi. Sebab, kata Pak Ci --panggilan akrab Ciputra-- dalam kondisi krisis seperti saat ini, pola itu dapat menciptakan tenaga-tenaga kerja yang kreatif, yang mampu menciptakan lapangan kerja. Apalagi, Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Ciputra mengaku bangga negeri ini masih punya bibit-bibit unggul manusia berjiwa entrepreneur dan dapat diandalkan. Pak Cip mengaku sering bertemu pengusaha muda yang mau mengembangkan potensi

30

CEO

daerahnya untuk kemudian dijual ke luar (ekspor). Sikap seperti ini sekaligus bermanfaat untuk daerah juga untuk pengembangan bisnis pengusaha dimaksud. Jiwa-jiwa demikian kreatif ini adalah bagian dari pola pikir entrepreneurship. Menurut Ciputra, masih banyak lagi peluang usaha yang bisa digarap asal pengusahanya mau kreatif. Contoh, Singapura merupakan negara penghasil essence (intisari) untuk parfum. Padahal, sebagian besar bahan bakunya diambil dari

Indonesia dengan harga murah. Ironisnya, saat yang sama Indonesia mengimpor produk olahan dari Singapura. “Hal ini bisa dijadikan pelajaran bagi Indonesia untuk mendirikan industri pengolahan,� katanya. Ciputra mengakui untuk mencetak jiwa entrepreneurship memang tidak


REPORTASE

gampang. Ciputra bahkan mengusulkan anggaran sekitar Rp 10 triliun setiap tahunnya untuk pengembangan kemampuan entrepreneurship di dunia pendidikan. Ciputra sendiri juga menggandeng Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Depdiknas untuk mengejawantahkan gagasan ini. Jumlah entrepreneur di Indonesia pada 2007 masih sangat minim jika dibandingkan jumlah penduduk. Yakni, hanya 0,18 persen atau 440.000. Idealnya, Indonesia memiliki 4,4 juta entrepreneur atau berkisar 2 persen dari jumlah penduduk. Jika dibandingkan dengan Singapura pada 2005, Indonesia kalah jauh. Sebab, rasio jumlah entrepreneur di Negari Singa mencapai 7,2 persen. Demikian pula, Amerika Serikat pada 2007 mencapai 11,5 persen entrepeneur. “Saatnya pemerintah kita mengubah pola pendidikan dari menciptakan lulusan pencari kerja kepada sarjana pencipta lapangan kerja. Dengan demikian negara ini akan bisa survive dalam terpaan krisis. Sebab, masyarakatnya bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain,� ujar Ciputra. Founder Universitas Ciputra

Entrepreneurship Center (UCEC) ini menceritakan, pemerintah Amerika pasca peledakan bom atom di Jepang pada 1945 sudah memikirkan bagaimana anak-anak mereka 20 tahun mendatang. Sejak saat itu, mereka mengubah pola pendidikannya menjadi entrepreneurship. Makanya, pada era 1965 hingga 1985, tumbuh lapangan kerja yang sangat besar dari lulusanlulusan muda. Pak Ci lalu menceritakan sendiri sebagai pengalamannya entrepreneur. Pembangunan proyekproyek Citraland yang kini dikerjakan di sejumlah daerah, rata-rata mampu menghidupkan 100 industri lokal.

Seperti proyek di Sulawesi Selatan yang menelan investasi Rp 350 miliar di lahan 30 hektar di Kabupaten Gowa (dekat Makassar) mendorong tumbuhnya para pengusaha yang mendukung proyek tersebut. Khusus untuk di kawasan timur Indonesia, Grup Ciputra sudah mengembangkan sektor properti di Kalimantan, Manado, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, juga di Ambon Maluku. “Kami awali pembangunan di Kalimantan. Di sana, kami telah membangun perumahan Citraland di tiga kota. Setelah itu di Manado yang dimulai di lahan seluas 80 hektar dan sekarang menjadi 120 hektar,� urai Ciputra. n

CEO

31


REPORTASE

Eco Hotel

Yang Mengesankan Sebuah industri yang baik tidak hanya berorientasi pada profit semata, namun kepedulian pada lingkungan sekitar menjadi salah satu prioritas.

T

UV Rheinland membuat solusi yang revolusioner dengan Sistem Manajemen Hotel & Resort mendapat sambutan baik oleh semua pihak. Sistem Manajemen Hotel & Resort

32

CEO

Hotel Borobudur Jakarta


REPORTASE

atau EHRMS yang diperkenalkan oleh TUV Rhinland kepada hotel-hotel yang peduli masa depan merupakan standar baru dalam kehidupan yang lebih mencintai lingkungan. Standar ini memastikan hotel beroperasi dengan lebih hijau, lebih aman dan membenahi sistem operasional agar lebih efesien. Para EHRMS fitur standar baru elemen ditingkatkan dan kriteria untuk memastikan lebih hijau, lebih aman dan operasi yan lebih efisien. Pada saat yang sama, aplikasi pemasaran baru telah ditingkatkan untuk desain kontemporer dan akan memungkinkan komunikasi interaktif antara semua pemangku kepentingan dalam fitur dengan sebuah platform berbasis internet yang disebut ‘Hub Hijau’. Ini upgradings merupakan hasil dari

Hotels Indonesia yang mendapat sertifikasi Eco-Hotel oleh TUV Rheinland: l l l l l

Hotel Park Lane, Jakarta Bersertifikat 1 Juni 2010 Hotel Borobudur, Jakarta Bersertifikat 19 September 2010 Hotel Nikko, Spa & Resort, Bali Bersertifikat 1 April 2011 Ayana Resort & Spa, Bali Bersertifikat 6 April 2011 Hotel Dharmawangsa, Jakarta Bersertifikat 18 April 2011 Hotel Bali Taman Menunggu sertifikasi segera Hotel Sheraton Surabaya Diaudit 3. dan 4 November 2011 Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Dalam proses sertifikasi

5 Hotel Sertifikat Grup Aerowisata Penyerahan 15 November 2011 l l l l l

Hotel Sanur Beach, Bali Senggigi Beach Hotel & Villas, Lombok Hotel Gran Preanger, Bandung Gran Hotel Labersa, Pekanbaru Aerotel Biak, Papua

Hotel Nikko Spa & Resort Bali

CEO

33


REPORTASE

tuntutan pelanggan yang diperoleh selama kampanye rebranding yang dilakukan dan dievaluasi oleh instansi merek multinasional DM ID Belanda yang berbasis di Jakarta. Pejabat Kepala Daerah TUV Rheinland Asia Pasifik, Mr Michael Jungnitsch dari Yokohama / Jepang, berjanji dalam pidato pembukaannya dukungannya untuk yang sedang berlangsung pengembangan EHRMS dalam rangka memberikan kontribusi untuk operasi hotel yang berkelanjutan untuk Bali perlindungan lingkungan. Dia menunjukkan bahwa dengan diperkenalkannya standar EHRMS baru TUV Rheinland, salah satu Lembaga Sertifikasi terkemuka Jerman dan di atas perkembangan teknologi, berusaha untuk menjadi mitra jangka panjang untuk industri hotel. Mr Jungnitsch yang menghabiskan lebih dari 10 tahun di Asia selama karirnya di TUV Rheinland, adalah terkesan dengan prestasi Eco-Hotel bersertifikat Hotel telah mencapai sejauh ketika ia dibantu untuk presentasi. Ms Nia Septinawati, Kepala Beasiswa dan Program Pendidikan Bali Hotel Association(BHA), berharap semua Hotel Bali menjadi hotel dengan lingkungan yang lebih ramah lingkungan dan mendapatkan sertifikasi dalam rangka untuk membuat Bali sebuah pulau hijau. Program ini memperoleh dukungan dari Kemitraan Publik Eco-Hotel Swasta Proyek, Mrs Daniela Soehngen dan Mr Hans-Joachim Hebgen dari DEG (Deutsche Entwicklungsund Gesellschaft Investasi, bagian dari KFW Bank) dari Cologne / Jerman. DEG telah mendorong 12

34

CEO

Hotel Indonesia untuk mendapatkan sertifikasi Eco-Hotel dalam rangka mengurangi emisi gas rumah kaca dan peningkatan kapasitas angkat dalam pelayanan yang ramah lingkungan berkelanjutan di sektor hotel yang bekerjasama dengan TUV Rheinland. Mr Hans-Joachim Hebgen, Wakil Presiden Proyek Khusus, DEG, sangat terkesan dengan semangat dan komitmen yang tergambar dari presentasi mengenai tanggung jawab terhadap pengelolaan sumber daya alam oleh perwakilan hotel.

Kebanyakan dari mereka telah melaporkan bahwa mereka begitu keras melakukan upaya ke arah ‘go green’. Program ini juga mendapat respon yang baik dari pelanggan baik korporat maupun individu, serta pebisnis travel. Tak ketinggalan pemilik dan stakeholder mendapat manfaat dari program ini. Karyawan dan masyarakat sekitar adalah pihak yang juga diuntungkan, karena tercipta lapangan pekerjaan yang bergitu memperhatikan lingkungan sekitar. n


REPORTASE

Hidup dengan Kualitas Penampilannya yang bersahaja namun tetap terlihat sebagai personal yang intelek, itulah Rully panggilan akrab dari Ir. Muhammad Bascharul Asana, MBA, Presiden Direktur TUV Rheinland Indonesia.

S

aat majalah CEO mendatangikantorTUVRheinland, sambutan hangat langsung menyapa dari Ir. Muhammad Bascharul Asana, MBA atau yang biasa dipanggil Rully. Kesan cepat akrab dan familiar terlihat dari aura yang terpancar, dibarengi dengan kekuatan intelektulitas menjadi suasana wawancara semakin hangat. Penampilan yang sederhana untuk seorang yang menjabat Presiden Direktur menandakan pribadi yang sederhana dibarengi dengan sikap menghargai. Majalah CEO langsung menyapa dan mulai memberikan pertanyaan ringan seputar sejarah dan

Ir. Muhammad Bascharul Asana, MB

peran TUV Rheinland. Permasalahan dari sertifikasi produk seringkali dihadapi lembaga sertifikasi di lapangan. Banyak pihak yang masih kurang menyadari akan peran lembaga sertifikasi yang sebenarnya sangat berperan penting dalam kehidupan terutama dalam keselamatan menggunakan produk. Misalnya peralatan elektronik yang sangat akrab dengan masyarakat namun sensitif dengan listrik. Bahkan tidak jarang anakanak juga menggunakan peralatan atau mainan yang menggunakan energi listrik. Sepatutnya faktor keselamatan menjadi penting. Untuk itulah, kepastian produk untuk digunakan haruslah menjadi pertimbangan utama kita semua. “Kita sudah seharusnya lebih memperhatikan keselamatan diri kita, keluarga dan sekitar saat menggunakan produk,� ujar Rully. “Di negara maju dimana masyarakatnya sudah berpikir mengenai pentingnya keselamatan, sebuah sertifikasi produk adalah mutlak. Orang tidak akan membeli suatu produk jika tidak ada standar kualitasnya,� tambahnya. n

CEO

35


SPIRIT

Jimmy R. Gani

Sarinah, Indonesia Imporium 36

CEO


SPIRIT

M

enjalani dua karakter sekaligus, diakui tidaklah mudah seperti yang diemban PT Sarinah, Tbk., (Persero). Perusahaan “plat merah� yang diharapkan tetap menjadi pengawal produk-produk nasional ini sebagaimana vis BUMN, di sisi lainnya dituntut menjadi riteler modern yang survive dan tidak kalah dengan perusahaan serupa yang tumbuh bagai jamur dimusim penghujan. Paling tidak “kelasnya� tidak di bawah Matahari Grup atau Carrefour juga Walmart yang kini diburu konsumen tanah air. Direktur Utama & CEO PT Sarinah Tbk., (Persero), Jimmy R. Gani dalam wawancara exclucive dengan B. Wilson Lumi dari Majalah CEO mengakui hal ini sebagai sebuah tantangan berat yang harus dijawab (Artikel lain: Aksi Strategi Sarinah di Rubrik Corporate). Nah, langkah apa saja yang diambil manajemen Sarinah agar bisa menjawab tantangan ini, berikut petikan wawancaranya.

CEO: Apa yang Anda pikirkan melihat posisi Sarinah yang berdiri di dua kaki. Sebagai perusahaan BUMN dan klaim nama peritel modern. JG: (Tertawa) Konsekuensinya Sarinah harus berbenah diri. Lebih membuka diri dengan menyinergikan bisnis ritel modern dan tidak meninggalkan visi BUMN. Artinya sebagai bisnis ritel, Sarinah tetap menegaskan bentuk ritelernya yang pas, namun bersinergi dengan visi BUMN tentunya. Kita lihat (sambil mengangkat kedua tangan sembari sedikit membusungkan dada) Sarinah sudah eksis 40-an tahun lebih, tapi pandangan sebagian orang (pengamat), format yang dipunyai Sarinah hanya identik dengan produk-produk kerajinan seperti batik dan handikraft. Nah, mindset seperti ini yang harus diubah. Sarinah, meski tetap tetap pada visi-misinya; mengawal produk-produk nasional, namun bukan berarti tidak bisa inovatif dan bersaing dengan peritel modern manapun. Inovasi sekarang menjadi

menengah ke bawah, seperti Thamrin City dan Tanah Abang. Kondisi ini, terus terang menyulitkan kita.

keharusan. Masyarakat juga fasilitas perbelanjaan sekarang beda dengan beberapa puluh tahun lalu. Contohnya, kalau dulu Sarinah menjadi tempat belanja satu-satunya di Jakarta. Sekarang, ada Grand Indonesia, Plaza Indonesia. Itu yang besar-besar yang juga menjual produk-produk yang dipasarkan Sarinah. Belum lagi beberapa pusat perbelanjaan yang targetnya

Jadi apa yang Anda lakukan sekarang? Untuk mengimbangi itu, Sarinah sedang memantapkan konsep yang pas, yakni dengan mengusung tema Indonesia Imporium. Tetap sebagai pengawal produk-produk nasional, tetapi dengan konsep yang pas. Maksudnya, kita hadir sebagai riteler modern, namun tetap tidak mengabaikan visi utamanya sebagai perusahaan BUMN. Dua tahun terakhir kita sudah mencobanya. Memang tidak mudah, namun saya yakin bisa. Karena, dulu saya sebagai konsultan yang banyak membantu kinerja perusahaan (baik yang sudah punya namun maupun sebatas perusahaan keluarga) menjadi lebih baik. Dari profesi ini (konsultan) saya banyak belajar bahwa untuk transformasi suatu bisnis itu tidaklah gampang, tidak satu dua bulan atau setahun dua tahun. PerusahannCEO

37


SPIRIT

swasta yang pergerakannya relatif lebih cepat.

perusahan besar biasanya untuk transformasi bisnis butuh empat sampai lima tahun, untuk menemukan apa bentuk atau format yang baik, yang pas. Yah, contohnya Walmart, 30 tahun ia beroperasi hanya belasan tokonya. Tapi ketika mereka menemukan format yang tepat yaitu toko serba ada yang harganya relatif murah, dalam waktu singkat, Walmart bisa berkembang dengan puluhan ribu tokoh. Nah, konsep yang pas seperti ini yang sedang mantapkan oleh Sarinah. Sebagai peritel kebanggaan nasional , tentunya kita tidak boleh pesimis meski harus sadar akan kemampuan. Intinya, Anda harus sukses membawa Sarinah sebagai riteler. Perusahaan BUMN yang diperhitungkan di bisnis ritel modern? Sebagai BUMN memang kita punya koridor dan rambu-rambu

38

CEO

terhadap bagaimana menjalankan bisnis . Artinya tidak seperti swasta. Kalau sudah mau jalan, bisa langsung bergerak. Contohnya, Lotte atau ACE Hardware. Saat masuk, bisa langsung buka-buka dan jalan. Lainnya yang bisnis menyerupai kita adalah Alun Alun dan Pendopo. Itu juga sudah mulai berkembang. Nah, sebagai BUMN tentu kita tidak harus terpaku pada konsep awal sebagai pengawal produkproduk dalam negeri. Tapi, kita harus mampu keluar dari himpitan peritelperitel raksasa, karena kita “main� di bisnis itu. Tidak perlu takut bersaing, walau di sisi lain kita menyadari akan keterbatasan sebagai perusahaan BUMN. Saat ini, batik tidak sekedear bicara batik saja, tetapi sudah tidak bisa dipisahkan dari bicara industri. Penjualannya saja sudah mencapai satu triliun rupiah. Angka ini cukup besar. Jadi menurut saya, ini merupakan satu peluang, tapi juga tantangan karena bersaing dengan

Kiat lain? Apakah deversifikasi usaha pilihannya? Belakangan ini, Sarinah sedang mereposisi bisnisnya. Memang sejak tahun 2007, ketika kita diberi kepercayaan sebagai salah satu perusahaan importasi minuman alkohol, bisnis Sarinah berubah masing-masing dari sisi greenlight bisnisnya. Hasilnya, kita sempat terlena karena laba di bisnis ini cukup menjanjikan. Puncaknya, ditahun 2009. Ketika itu, pendapatan tertinggi kita diperoleh dari impor minuman alkohol. Tapi, kondisi ini tidak berlangsung lama ketika ditahun 2010, pemerintah membuka “kran� kepada beberapa perusahaan importir terbatas untuk menjadi pengimpor minuman beralkohol. Jadi, tadinya Sarinah sendiri, kini menjadi beberapa perusahaan. Dengan keadaan ini mengakibatkan Sarinah masuk pada posisi yang mengharuskannya berubah dan berbenah diri. Karena memang kita juga saat itu cukup terlena merasakan hasil dari importasi minuman beralkohol itu. Praktisnya, kini Sarinah bukan lagi mengandalkan pendapatan dari impor saja, tetapi mulai masuk ke wilayah eksport. Soal produk, kita yakni bisa menembus pasar internasional. Kita punya pengalaman dan memiliki standarisasi produk. Menstandarisasikan produk di suatu binis ritel lebih susah dari pada di komoditas. Namun, dengan pengamalaman seperti itu, Sarinah mulai masuk. Produk yang menjadi andalan


SPIRIT

kita, di antaranya coklat dan singkong. Memang Sarinah punya tiga unit bisnis, yakni bisnis Ritel yang sudah sangat dikenal orang, Properti, dan Trading. Khusus untuk properti, selain memiliki penyewaan ruang kantor, Sarinah juga punya hotel, Sari PanPasifik, dan beberapa gedung kecil lainnya. Di bisnis trading, Sarinah melakukan penjualan secara nasional, kemudian juga melakukan ekspor. Namun, kita juga melakukan pembelian dari luar dan menjualnya di dalam negeri.

Sarinah sebagai BUMN memang sangat khusus soal program kemitraan. Kalau perusahaan lainnya, cukup dengan memberi uang (modal) program kemitraannya selesai. Artinya, outputnya tidak menjadi hal yang utama. Mereka cukup membantu, karena inti bisnisnya tidak di situ. Kalau Sarinah, selain menjalankan program pemerintah soal kemitraan dan bina lingkiungan, koor-bisnisnya memang di situ. Jadi, penanganan kita tidak sekdear memberi modal,

menjadi besar. Banyak pengusahapengusaha kecil, di Sarinah kemudian membesar. Mereka kini bisa memiliki outlet yang banyak. Nah, ini inti bisnis yang tidak melupakan rakyat. Untuk meperkokoh posisi ini, kita mulai mengadakan diversifikasi usaha lain, yakni kemitraan ke arah agrikultur. Jadi, kita juga sudah mulai memberi ke petani bibit beras organik. Arahnya nanti, produk dari para petani tersebut akan kita ambil, seperti yang sudah dilakukan dengan UKM untuk hasil kreatif industri. Jadi, selain mereka

namun juga membina dalam hal bagaimana standar kualitas produksi dan pemasarannya. Jadi, selain kita menjalankan program CSRnya, di dalamnya juga ada usaha saling menguntungkan. Simbiosis mutualisme, begitu. Dari situ kita dapat melihat binaanbinaan Sarinah itu, mereka mulai dari kecil, kita bina, kita kasih tempat, kemudian dibina secara modal dan manajemen bisnis, akhinya mereka

telah mendapatkan tambahan modal, produk mereka juga akan diambil untuk dijual kembali. Saat ini kita lagi coba polanya. Hasilnya, meski belum 100 persen mulus, namun sudah berjalan baik. Kita harapkan pola ini akan menciptakan suatu sinergi yang lebih baik, seperti yang tercipta ketika Sarinah membina sejumlah UKM yang bergerak di bidang industri kreatif. n

Jadi, bagaimana dengan visi BUMN? Yang ini memang kita melihat bahwa Sarinah telah melakukan pelebaran bisnis selain di bidang ritel. Namun, sebagai BUMN ada dua sisi yang harus diperhatikan, satu sisi kita harus menghasilkan profit (keuntungan), sisi lain kita tidak boleh melupakan rakyat, terutama usaha kecil dan menengah. Seperti apa konsep yang Anda sebut “tidak melupakan rakyat� itu. PKBL misalnya. Secara tradisional kita menjadi pembina sektor kreatif industri, diantaranya fashion yang sifatnya tradisional (batik), bajubaju daerah (produk nasional), juga ekonomi kreatif seperti handikraft. Jadi orang-orang yang bicara pantri, tempat lampu dan asesoris rumahan lainnya, ada di kita. Ini semua hasil dari UKM binaan kita dan produknya dipasarkan. Selama 40 tahun lebih, kita bahkan tidak hanya menjadi pembina dalam hal program CSR-nya, tetapi juga program kemitraan yang betul-betul sampai area bisnisnya.

CEO

39


INSPIRASI

Sarundajang:

“Sulut, Revolution Quietly” ”Kita boleh berada di tengah keterbatasan. Tetapi, bagi saya yang terpenting adalah substansi dan visi dulu. Sesudah itu, kita bisa membentuk masa depan seperti yang diinginkan.” (DR. Sinyo H. Sarundajang, Birokrat & Pemikir)

40

MajalahCEO


INSPIRASI

D

UBAI di Timur Tengah merupakan satu negara di kawasan wilayah sumber minyak yang tak memiliki cadangan minyak. Namun, negara yang sering dijuluki The Singapore of the Middle East ini memiliki pertumbuhan ekonomi cukup fantastis yakni 34 miliar dollar AS hanya dalam tempo satu dekade. Seperti juga Singapura yang dalam peta Asia atau dunia hanya sebuah titik kecil, namun ternyata merupakan salah satu negara makmur di dunia. Apa rahasianya? Jawabnya cuma satu yakni negara-negara ini memiliki pemimpin yang punya kemampuan mengubah “kotoran” –meminjam istilah Ir Ciputra-- menjadi emas. Kemampuan ini hanya dimiliki oleh pemimpin yang punya jiwa entrepreneur sejati. Mereka adalah Lee Kuan Yew (Singapura) dan Sheik Mohammed bin Rashid al-Maktoum (Dubai). Tak ubahnya dengan kedua negara ini, Indonesia pun memiliki sejumlah daerah yang boleh dibilang tak memiliki keunggulan, namun daerahnya memiliki pertumbuhan ekonomi fantastis dan sedang melakukan perubahan (revolusi) besar secara diam-diam. “Revolution quietly; ....... A silent revolution,” demikian tamu inspiratif kita ini mengistilahkan apa yang terjadi di Sulawesi Utara; daerah yang sedang dipimpinnya hingga 2015 itu. Keunggulan daerah ini (Sulut) jika ditelisik sumbernya ada pada pemimpin daerahnya yang memiliki keunggulan pribadi, berjiwa entrepreneurship yang bisa mengubah masa depan, dari yang tidak berharga (diperhitungkan), menjadi sesuatu

yang begitu disanjung (berharga). Daerah ini tidak seperti, misalnya, tanah Papua yang memiliki kandungan emas yang berlimpah atau Kalimantan dan Sumatera dengan minyak dan batu baranya. Sulawesi Utara memang memiliki sejumlah keunggulan alam, namun tidak dalam kandungan berlimpah. Keunggulan Sulawesi Utara beberapa tahun terakhir ini, hanya ada pada kapasitas pemimpinnya yang berjiwa entrepreneur dan

daerah ini menjadi satu wilayah yang kini “so” incaran sejumlah pemimpin di republik ini, bahkan beberapa pemimpin dunia, untuk berbagai kepentingan. Ialah DR Sinyo Harry Sarundajang. DR Sinyo Harry Sarundajang, ketika orang mendengar nama itu, sering terdengar komentar. “Dia pemimpin berkharisma”. Jenderal Rudini ketika menjabat Mendagri tahun 1990-an, memberi komentar singkat soal Sinyo Sarundajang,

Berjabat tangan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

memiliki “mata” masa depan yang tajam. Pemimpin Sulut kini mampu melihat sebuah peluang yang tidak dilihat atau kurang diperhitungkan oleh daerah lain. Pemimpinnya kini adalah seorang “innovator” yang dapat menciptakan dan menemukan caranya sendiri untuk meraih visi besar di depan. Berhungan dengan itu, menjadi layak dan inspiratif bagi kami, Majalah CEO, menggalih dengan mengungkap lebih jauh tentang siapakah pemimpin Sulawesi Utara yang sudah mampuh mengubah

“Sosok potensial menjadi Pemimpin Sulut masa depan.” Dan, memang (mungkin) tidak banyak orang tahu, Sarundajang adalah figur yang secara elegan sanggup menembus kekakuan pemerintahan Orde Baru dengan menawarkan konsep pemekaran wilayah otonom. Sarundajang adalah orang pertama di republik ini yang berani dan berhasil memekarkan wilayah dengan melahirkan Kotamadya Bitung pada tahun 1990. Maka Bitung menjadi Kotamadya pertama yang lahir di masa Orde MajalahCEO

41


INSPIRASI

Baru. Konsep pemekaran wilayah pemerintahan yang Sarundajang contohkan dari Bitung itu kemudian menjadi konsep dan model efisiensi pemerintahan daerah secara nasional hingga sekarang. Tidak banyak juga orang tahu, Sarundajang adalah tokoh yang memiliki perjalan karier politik dan pemerintahan yang sungguh mengesankan. “Kalau di militer dia itu sudah jenderal bintang empat. Pangkat PNS-nya sudah sampai di puncak, eselon I Golongan IV E dengan jabatan karier tertinggi Irjen Depdagri,” kata Drs Abdullah Mokoginta, pamong senior dan mantan Wakil Gubernur Sulut dalam perbincangan di sela kampanye akbar Pemilu 2010, di Kota Kotamobagu. Jabatan dan karier Sarundajang diraih bukan karena koneksitas eksklusif, tetapi karena kualitas, kapasitas, dan kompetensi pribadi Sarundajang semata.“Sarundajang itu pemimpin yang lahir dan dibesarkan oleh karekter kepemimpinan, kualitas pribadi dan kapasitas intelektualnya sendiri. Dia tidak bergantung pada sebuah kekuatan temporer,” kata Wartawan Senior asal Sulut, August Parengkuan. Di zaman Orde Baru dia diakui sebagai salah satu pemimpin daerah (walikota) yang brilian dan berkarakter kuat. Koleganya sesama kepala daerah, Letjen (Purn) Surjadi Sudirdja, Mantan Mendagri dan Gubernur DKI menyebut Sarundajang sebagai “Bintang dari Timur”. “Saya kenal betul Sarundajang. Dia itu memiliki banyak kelebihan. Kami beberapa kali jadi satu tim di forum konferensi pemimpin daerah sedunia,” ujar Sudirdja.

42

MajalahCEO

Sarundajang tidak hanya dikenal orang-orang terkenal, tetapi juga dia dekat dengan orang-orang pinggiran. “Saya pernah menyaksikan Sarundajangmelayanimakanseorang kakek dengan memberi piring nasi dan minuman botol dalam satu acara di Gorontalo ketika beliau masih menjabat Walikota Bitung,” kata Drs. Achmad Saramat, tokoh masyarakat dan Penasihat Partai Golkar Sulut. Hal serupa juga penah terjadi, Sarundajang mau menghabiskan waktu di warung tepi jalan sambil makan pisang goreng yang dibuat mendadak pemilik warung dan disuguhkan bersama beberapa cangkir teh dan kopi sambil menonton sepak bola melalui sarana televisi warga Inobonto. Koq??? Ceriteranya, dalam kunjungan kerja ke Bolaang Mongondouw, sempat menyita waktu sehingga rombongan harus melakukan perjalan malam hari. Nah, dalam perjalanan pulang menunju ibukota propinsi; Manado tersebut, Sarundajang tiba-tiba meminta kelompok pengawalan dan pengendara DB I yang ditumpanginya untuk menghentikan kendaraan. Apa pasal, Sarundajang langsung turun dari mobil dan menuju warung sederhana di tepi jalan dan berharap diijinkan pemiliknya untuk bisa bersama-sama menononton live sepak bola yang ditayangkan sebuah televisi nasional. Ada banyak bukti Sarundajang dekat dengan rakyat, baik ketika sudah bertugas di Sulut maupun masih di Maluku dan Maluku Utara. Seperti dikisahkan Max Tumagola, kedekatan dengan berbagai kalangan ini pun yang membawa Sarundajang sukses mengemban misi perdamaian

di Maluku. Menurut Om Max— begitu pengusaha ini akrab disapa— yang menjadi titik keberhasilan Sarundajang ketika menjadi Pejabat Gubernur dan Penguasa Darurat Militer di daerah bertikai itu; Maluku Utara (Ternate) dan Maluku (Ambon), hanya satu kekuatan. Apa itu, “kedekatan dengan rakyat. Ia tidak pernah membedakan satu dengan lainnya; antara miskin dan kaya; antara pemeluk agama yang satu dengan yang lainnya. Hatinya benar-benar bersih, sehingga dapat diterima dua kelompok besar yang bertikai; kaum muslim dan kristiani.” Pernah dalam satu kunjungan, dan itu tugas pertamanya beberapa saat setibanya di tanah berjuluk Manise ini, Ia diamcam jika melanjutkann kunjungannya ke satu wilayah. Namun, apa yang dilakukan Sarundajang? Bukannya kembali ke kantor karena ancaman tersebut, Ia malahan tegar melangkah. Awalnya, Ia memberi kesempatan kepada sejumlah anggota perkunjungan untuk memilih kembali ke kantor atau melanjutkan perjalanan bersamanya. Sementara Ia sendiri, menetapkan hatinya dengan tegas, melanjutkan perjalanan. “Saya punya prinsip. Ketika kita mengedepankan kebaikan, mustahil akan terjadi hal buruk dalam kehidupan kita. Saya memberi diri dengan tulus dan ikhlas untuk tugas ini. Bahwa saya ingin mendamaikan kedua-belah pihak. Selain itu, saya harus melaksanakan amant SK yang sudah saya sanggupi. Jika terjadi halhal lain yang tidak kita inginkan, itu bukan hak kita untuk mengandaiandai,” begitu Sarundajang mengomentari “keberaniannya”


INSPIRASI

ketika itu. Padahal, menurut Om Max, ancaman itu benar-benar ada. Informan di daerah itu telah menyampaikan kepada mereka bahwa itu tidak sekedar ancaman. Bahwa, upaya untuk membunuh Sarundajang telah dipublikasikan lewat pengeras suara yang ada di mesjid-mesjid di kota Mutiara itu. “Ya benar, saya memang menginstruksikan kepada semua umat lewat pengeras suara supaya

untuk hidup damai dan lebih baik bukan saja untuk Maluku tapi juga Indonesia. Beliau selalu dan tanpa henti mengajak setiap anak negeri untuk dapat mengendalikan dan meredam setiap angkara murka yang bukan hanya merugikan, tetapi juga meresahkan, melelahkan, bahkan menyakitkan diri sendiri ataupun bagi masyarakat, bangsa dan negara. Kondisi sedemikian inipun telah tercipta di Sulut. Kecintaan masyarakat kepada Sinyo Harry

rombongan. Antusiasme masyarakat yang dipimpin Simon membuat Sarundajang turun dari kendaraan dan menyapa serta menjabat tangan. Aksi simpatik SHS membuat banyak warga yang histeris, sambil berteriak yel-yel “Sanger Harus Sarundajang” berulangkali. Sarundajang dalam kesempatan itu menyatakan, sekalipun dia dihadang, namun aksi“demo”ini pada hakekatnya merupakan perwujudan kecintaan masyarakat Desa Mangkit kepada pemimpinnya. “Dan saya senang sekali bisa bertemu dan berbincang secara langsung dengan saudara semua,” kata Sarundajang yang kemudian memberikan bantuan untuk pembangunan fasilita desa serta benih jagung unggul dan pupuk organik.

Hadirkan Dunia

Bersama keluarga

langsung melenyepkan orang so jagoan yang namanya Sarundajang itu jika terlihat di wilayah kita,” aku Habib Dr.H.M. Attamimy, M.Ag, Pimpinan Muslim sekaligus Koordinator Pasukan Laskar Jihad Propinsi Maluku ketika itu. Tapi kini, tambah Attamimy, setelah sekian tahun Ia meninggalkan Maluku Tanah Tercinta, Sarundajang tetap melekat di hati sanubari kami. Sinyo Harry Sarundajang atau yang juga dikenal dengan sebutan “SHS” begitu melekat di hati masyarakat Maluku. Beliau adalah inspirator

Sarundajang sangat luar biasa. Berbagai cara dilakukan masyarakat untuk bisa bertemu muka dengan pemimpin pujaannya. Di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), misalnya, Sarundajang pernah “dihadang” beberapa kelompok masyarakat yang ingin bertemu muka. Aksi penghadangan terjadi ketika SHS dan rombongan hendak menuju Kecamatan Belang. Ratusan masyarakat Desa Mangkit Kecamatan Ratatotok yang mayoritas keturunan etnis Sanger (Sangihe) nekat menghadang

Perjalanan karier seorang Sinyo Harry Sarundajang senantiasa dihiasi dengan berbagai ide dan pemikiran-pemikiran besar dan strategis. Disamping apa yang telah digambarkan di atas, satu ide yang merupakan terobosan strategis SHS bagi kepentingan daerah, bangsa dan negara bahkan dunia adalah ide pelaksanaan World Ocean Conference (WOC), Coral Triangle Initiative (CTI) Summit, dan Sail Bunaken di Manado Sulawesi Utara. Rangkaian ceritera sukses WOC, CTI Summit dan Sail Bunaken 2009 di Manado, bermula pada sebuah pertemuan antara Presiden SBY dengan para gubernur seluruh Indonesia pada akhir Oktober 2005. Pada momen itu Presiden memberikan berbagai awarenes sehubungan dengan kondisi MajalahCEO

43


INSPIRASI

Sinyo H. Sarundajang

ekonomi global yang mengalami gejolak serius. Presiden mengajak para gubernur untuk mencari langkah-langkah kreatif menggenjot potensi daerah agar mampu menahan gempuran kenaikan harga BBM. Pesan Presiden inilah yang bersemayam dan berkecamuk dalam benak SHS. Dari sini kemudian SHS mulai mengkonstruksi aneka ide, yang intinya bagaimana mengembangkan

44

MajalahCEO

potensi Sulawesi Utara yang mampu memberikan multyplier足effect dalam berbagai sektor pembangunan. Segala potensi dielaborasi dalam ramuan ide, dengan menghubungkan antara potensi geostrategi, sumberdaya alam dan dukungan modal. SHS tertantang untuk mewujudkan apa yang disebut result oriented government. SHS kemudian mencoba mengayuh pemikirannya menuju

gagasan mengenai masa depan laut. Terbetik pemikiran tentang peran dan fungsi laut bagi lingkungan, yang kini menjadi isu sentral publik global. Tapi bagaiamana korelasinya dnegan laut ? Apakah laut memiliki peran dalam mata rantai ekosistem yang telah luluh lantak oleh ulah manusia? Percikan-percikan tanya ini mengiring SHS pada serangkaian analisis dasar tentang posisi strategis Sulawesi Utara dalam konfigurasi dunia, yang jelas berhadapan langsung dengan Samudera Pasifik. Ada impian yang membara bahwa Sulawesi Utara harus dikenal dunia, dan untuk mewujudkannya pasti ada jalan. SHS kemudian terinspirasi oleh upaya sejumlah pemimpin dunia dalam memperkenalkan wilayahnya melalui perhelatan bergengsi, menghadirkan dunia di negaranya melalui iven-iven prestisius. SHS sadar akan keterbatasan yang dimiliki tanah tercintanya, tapi bagi dia yang terpenting adalah substansi dan visi dulu, sesudah itu baru langkah-langkah pembenahan. Setelah melalui proses urung-rembuk dengan berbagai stakeholders, para pakar, tim ahli dan jajaran birokrat Sulut, SHS menemukan banyak masukan dan saran mengenai urgensi pertemuan di bidang kelautan dunia. Setelah melalui proses pengkajian dan analisa yang matang dan komprehensif dari tim yang cerdas dan solid, SHS kemudian memberanikan diri untuk mengusulkan ke pemerintah pusat sebuah pertemuan global bernama World Ocean Summit yang kemudian berubah menjadi World Ocean Conference (WOC)


INSPIRASI

di Manado, Sulawesi Utara, yang akan membahas masalah kelautan secara komprehensif dan komitmen penyelamatan laut demi masa depan umat manusia. Kesuksesan ini pun terangkai sukses bersama CTI Summit dan Sail Bunaken, momentum yang berhasil mengharumkan sekaligus menghadirkan dunia di Sulawesi Utara, bahkan Bangsa dan Negara Republik Indonesia. Masih dengan keunggulan yang sama, dan seolah belum melakukan apa meski sederet keberhasilan telah diraihnya, kembali Sarundajang menghadirkan dunia di Sulut dalam penyelenggaraan ASEAN Regional Forum Disaster Relief Exercise (ARF DiREx) di Manado pada Maret 2011 lalu. Dan momentum terakhir yang masih teringat jelas yakni pelaksanaan ASEAN Economic Ministerial Meetings (AEM) yang dihadiri para Menteri Ekonomi se-ASEAN dan sejumlah Duta Besar untuk ASEAN dalam pembahasan tentang Master Plan ASEAN Connectivity (MPAC) pada Agustus 2011 lalu.

Sarundajang sejak masa Sekolah Dasar di Kotamobagu, Bolaang Mongondow, tahun 1950-an. Kiprahnya selama di pusat; mulai dari Staf Ahli Mendagri Bidang Strategis, Inspektur Jenderal Depdagri, Pejabat Gubernur Maluku Utara, Pejabat Gubernur Maluku, hingga terpilih sebagai Gubernur Sulut 2005-2015, Sarundajang bahkan meraih simpati juga sederet prestasi dan penghargaan. Beberapa

Pesona Tiada Henti

penghargaan internasional diraihnya karena prestasinya memimpin daerah konflik. Diantaranya, Outstanding Achieveement In Field of Governance, dari 21st Century Award (2002), Outstanding Government Official in Indonesia dari Who’s Who In The World Twentieth Edition (2003), dan The Governor’s Award semasa menjabat Gubernur Maluku dan Maluku Utara dari American Biographical Institute (ABI) tahun 2004. Tiga penghargaan yang diberikan lembaga-lembaga independen internasional (NGO) itu ikut membuktikan Sarundajang telah mendapat pengakuan internasional

SHS, apakah dia berubah setelah berkiprah di jaring nasional dengan sederet prestasi? “Rasanya tidak banyak yang berubah dari Bung Sinyo,” kata sahabat lamanya Drs. Boy Lalamentik. Kepribadiannya tetap penuh persahabatan, karakternya yang berwibawa, dan berkharisma, penampilannya yang elegan dan penuh disiplin. “Ciri-ciri kepemimpinan elegan sudah lama dimiliki Sarundajang. Kalau ada yang berubah adalah pengalaman dan kematangannya,” ujar Lalamentik yang sudah bersahabat dengan

“Gubernur Sulut ini, sudah mampu membangun daerah Sulut, sehingga mengalami kemajuan yang luar biasa. Atas dasar itu Sarundajang ditetapkan sebagai Gubernur terbaik tahun 2011.”

sebagai pemimpin pemerintahan yang berprestasi luar biasa. Dari Pemerintah RI, tahun 2002 dia memperoleh Satya Lencana Karya Satya 30 tahun dan Bintang Jasa Utama langsung dari Presiden RI. Sarundajang juga merupakan satu-satunya Gubernur yang berhasil meraih penghargaan internasional yang diberikan dengan upacara kenegaraan oleh seorang Presiden Negara Sahabat. Pengargaannya, Presidential Citation dari Presiden Filipina, Gloria Macapagal Arroyo. Tidak hanya itu dalam kurun lima tahun terakhir sejumlah penghargaan pun dirauh SHS, diantaranya, Primaniyata Award 2007, Kategori UKM Ekspor, Penghargaan Presiden Kategori Khusus yang dianugerahkan karena Provinsi memiliki Perda tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Selanjutnya, Penghargaan Percepatan Pemberantasan Buta Aksara, Penghargaan Gubernur Berprestasi Award, Penghargaan Ketahanan Pengan Tingkat Nasional, Bintang Maha Putera Utama dari Presiden RI, Investment Award 2009, penghargaan Pelayanan Publik terbaik dari Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi, penghargaan Citra Pelopor Inovasi Prima, Citra Bhakti Abdi Negara, Askes Award, serta sebagai Gubernur Terbaik 2011 karena dinilai berhasil membawa Provinsi Sulawesi Utara dua tahun berurutan memeroleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam pengelolaan keuangan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Selain itu, membawa Provinsi Sulawesi Utara terbaik dalam Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD). MajalahCEO

45


INSPIRASI

Orang Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Maluku memberi apresiasi pada karya Sarundajang. Berbagai gelar dan pujian diberikan kepada putera Sulawesi Utara ini. “Duta Perdamaian Maluku”, “Khalifaf dari Minahasa”, “Malaikat Kecil”. Bagi Mendagri, Gumawan Fauzi, Sarundajang memang pantas diberi apresiasi. “Gubernur Sulut ini, sudah mampu membangun daerah Sulut, sehingga mengalami kemajuan yang luar biasa. Atas dasar itu Sarundajang ditetapkan sebagai Gubernur terbaik tahun 2011,” ujar Mendagri. Menjawab apresiasi dari Kementrian dalam Negeri, di depan rakyat Sulawesi Utara dan komunitas rakyat Maluku dan Maluku Utara yang juga memujinya, Sarundajang dengan rendah hati bertutur. “Saya ini hanya alat Tuhan. Jangan puji saya, Pujilah Tuhan, Pujilah Tuhan,” seru Sarundajang penuh kerendahan. Sambil menarik napas, Sarundajang berusaha jujur di depan rakyat. “Sungguh, saya tidak bisa berbuat apa-apa dalam tugas-tugas berat itu jika tanpa campur tangan Tuhan. Saya merasakan bagaimana Tuhan menjadikan saya sebagai alatNya,” tururnya dalam ekspresi datar. Kerendahan hati Sarundajang atas semua pujian itu dinilai Pdt Prof Dr W.A. Roeroe sebagai kesadaran spritual yang mendasar sekaligus pembuktian dirinya sebagai pemimpin utusan Tuhan. “Saya pernah bilang dulu, Sarundajang itu melakukan tugas kenabian di Maluku Utara dan Maluku. Dia itu seperti rasul dan nabi,” kata mantan Ketua Sinode GMIM itu. Sinyo Harry Sarundajang sejak kembali ke negeri leluhurnya dan

46

MajalahCEO

setelah lima tahun berkarya bagi tanah tercinta, sangat merasa bahagia selalu bersama rakyat. Ingat, ketika 2005, saat Ia didaulat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan 2010 ketika diusung Partai Demokrat untuk bisa memimpin Sulawesi Utara melalui momentum Pilkada. Dia pun memberi diri.

Terus Membangun Membangun Tanpa Korupsi yang menjadi dasar pijakan Sinyo Harry Sarundajang dalam membangun Sulawesi Utara sejak pertama kali Ia menjabat Gubernur di tanah kelahirannyaini,ternyatamembuahkan hasil. Banyak sudah perubahan di daerah yang lasim disebut sebagai Tanah Toar Lumimuut ini. Di berbagai tempat, kita bisa lihat pembangunan yang begitu mencolok terjadi di Sulawesi Utara. Contoh praktis yang dapat dilihat dengan kasatmata adalah pembangunan fasilitas jalan Manado (Kairagi)-Bandara Sam Ratulangi. Dan ini merata sampai ke perbatasan. Di Sangihe, sejumlah proyek infrastruktur, Februari lalu baru diresmikan pengunaannya. Sejumlah prestasi lainnya yang sudah tercatat dalam lembaran pembangunan Sulawesi Utara, diantaranya peningkatan kualitas jalan nasional dan provinsi, penyelesaian jalan lintas utara (Likupang-Wori-Manado-TumpaanWorotican-Poigar-Kaiya-MaelangBiontong-Atinggola) dan lintas selatan (Likupang-Girian-KemaRumbia-Buyat-Molobog-OngguneMamalia-Tuludaa) yang berlanjut pelaksanaannya hingga 2010, penyelesaian jalan Manado Outer

RingRoad tahap II, termasuk penyelesaian pembangunan jembatan Soekarno sampai 2010 (multi year). Mendukung kegiatan produksi, pengelolaan, dan distribusi hasil pertanian, sampai dengan 2008 telah dibangun sarana jalan poros desa di 50 desa agropolitan dan pusat pertumbuhan ekonomi. Di bidang sosial dan kemasyarakatan, diantaranya, perbangunnya sarana prasarana pendidikan selang 2005-2009, seperti Laboratorium IPA SD, SMP, SMA/SMK sebanyak 225 unit; Perpustakaan 438 unit. Rehabilitasi gedung sekolah 994 unit. Selang 2005 – 2010, telah dibangun tujuh rumah sakit pemerintah dan swasta serta Puskesmas, berjumlah 22 unit. Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Indeks) Sulut masuk peringkat II Nasional sesudah DKI Jakarta dengan nilai 73,2%. Sampai 2008 angka bebas buta aksara bertengger di peringkat I nasional dengan capaian 99,90%. Artinya Sulut masuk kategori daerah Bebas Buta Huruf. Usia harapan hidup (life expectation) 71,2 tahun, lebih baik dari nasional, 69 tahun. Kasus Gizi kurang di Sulut hanya 8,5% atau masih di bawah rata-rata nasional, 20%. Sarundajang memang terbilang berani dalam mengambil risiko, apalagi yang berhubungan dengan pembangunan daerah yang dipimpinnya. “Sepahit apapun itu pasti kita ambil,” katanya dalam satu kesemptan diskusi bersma. Meski demikian, tidak banyak yang berakhir tanpa kepastian. Kebanyak dari terobosan Sarundajang berbuah manis dalam mempercepat pembangunan di Sulawesi Utara.


INSPIRASI

Sinyo H. Sarundajang

Ia selalu membuktikan diri sebagai sebagai nakhoda Sulawesi Utara yang handal dan memiliki visi yang jauh ke depan. Sebagai nakhoda sebuah ‘biduk’ yang bernama Sulawesi Utara, Sarundajang berhasil membawa daerah Nyiur Melambai ini sebagai pintu gerbang Pasifik. Setelah membangun poros perdagangan dengan Filipina, Sarundajang menjajaki hubungan kerjasama dengan Malaysia. Peluang ini terbuka lebar setelah Sarundajang diundang secara khusus oleh Perdana Menteri (PM)Malaysia, Dato’

Sri Mohammad Najib bin Tun Abdul Razak untuk membicarakan realisasi hubungan kerjasama. Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh persahabatan dan kekeluargaan, gubernur Sarundajang yang didampingi Dubes RI untuk Malaysia Da’i Bachtiar kemudian terlibat diskusi yang intens dengan PM Malaysia. “Beberapa poin yang dibicarakan antara lain pembangunan jalan tol Manado-Bitung, pembangunan power plan geothermal, peluang investasi di bidang pariwisata

dan pembentukan sekretariat CTI Summit. Kami juga menyampaikan salam dari bapak Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono untuk PM Malaysia,” ungkap Sarundajang, yang diterima PM Malaysia di gedung parlemen. PM Malaysia Dato’ Sri Mohammad Najib, lanjut Sarundajang, sangat mendukungpembentukansekretariat CTI Summit. Begitu juga dengan pengembangan turisme di Sulut. “DalamwaktudekatMenteriPariwisata Malaysia akan mengunjungi Sulut untuk mengkonkritkan hubungan kerjasama,” kata Sarundajang. Jalinan kerjasama, khususnya di bidang ekonomi dengan Malaysia sangat krusial, karena negeri jiran itu telah menjelma menjadi salah satu ‘macan’ ekonomi Asia Tenggara, selang lima tahun terakhir. Tetangga terdekat Indonesia yang memiliki 13 negara bagian dan 3 wilayah persekutuan ini membuktikan ketangguhan ekonominya ketika dunia diguncang krisis moneter. Dengan fondasi ekonomi yang relatif stabil, bisa dipahami jika Malaysia tertarik untuk menjalin hubungan bisnis dengan Indonesia, yang disebutnya sebagai ‘’the sleeping giant’’ (raksasa yang tidur). Dan Sulut, oleh Malaysia rupanya dianggap sebagai komponen penting dari ‘the sleeping giant’ itu. Jalinan kerjasama antara Malaysia dan Sulut merupakan dampak signifikan dari digelarnya Konferensi Kelautan Dunia (World Ocean Conference/WOC) dan pertemuan enam kepala negara pemilik segitiga terumbu karang (Coral Triangle Initiative Summit) di mana Sulut bertindak sebagai tuan rumah. n MajalahCEO

47


INSPIRASI

Wanita

Inspirasi Bisnis Dunia

Wanita dalam berbisnis tak bisa lagi dipandang sebelah mata bahkan kini wanita dalam berbisnis meroket ditengah pasar yang menggeliat kini. Menurut pusat penelitian wanita bisnis, para pebisnis wanita menghasilkan sekitar 2,3 triliun dollar ke ekonomi Amerika dan mempekerjakan lebih dari 18 juta orang. Kisah sukses para pebisnis wanita banyak menghiasi kolom-kolom majalah ataupun harian terkemuka, tak diragukan lagi wanita sebagai pemimpin di dunia bisnis sangat menginspirasi dunia entrepreneur. Berikut ini adalah beberapa kisah sukses wanita pebisnis dunia dalam mengembangkan bisnisnya.

Katherine Graham, Wanita Besi, Sang CEO Washington Post

K

atherine Graham berhasil mengembangkan kepemimpinannya berdasarkan kepercayaan banyak orang terhadapnya. Kematian suaminya akibat bunuh diri tak menyebabkan Katherine menjadi depresi namun berkat kegigihan dan tekadnya yang kuat, Katherine mampu mengisi posisi suaminya sebagai penerbit salah satu Koran terbesar di dunia tersebut. Katherine mengaku awalnya tak memiliki ide apapun mengenai apa yang disebut kepemimpinan, namun seperti yang terekam

48

MajalahCEO CEO

di biografinya, Katherine mengatakan bahwa� apa yang saya lakukan adalah dengan selalu melangkah satu langkah didepan, menutup mata saya dan melintasi rintangan�. Keberaniannya tersebut membawanya menjadi CEO wanita pertama di Fortune 500 company. Kesuksesan Katherine juga tercatat pada kata-katanya adalah dengan mencintai apa yang kamu lakukan dan mendalaminya, apalagi yang lebih menyenangkan dari itu semua?� n


INSPIRASI

Ruth Handler, Pendiri Mattel dan Kreator Barbie

E

ntrepreneur wanita asal California, Ruth Handler mentransformasikan keinginan gadis kecil yang bermain dengan boneka biasa menjadi boneka-boneka cantik bak model ataupun bintang film. Keyakinan bahwa boneka tersebut akan diterima pasar membuatnya meluncurkan Barbie. Dari sebuah toko di garasi di tahun 1945, Mattel tumbuh menjadi salah satu perusahaan di Fortune 500. kemampuan Ruth Handler memegang teguh visinya menunjukkan bahwa hal ini perlu dimiliki oleh seluruh pengusaha. n

Mary Kay Ash, Penemu Mary Kay Cosmetics

B

isa jadi salah satu kesan paling penting yang meningkatkan kesempatan wanita dalam bisnis berasal dari sikap positifnya. Begitupula dengan Mary Kay Ash, penemun Mary Kay Cosmetics yang terkenal dengan visi dan misinya yang selalu positif. Mary Kay Ash memasuki dunia marketing dan selling dengan brand� Stanley Home Products�. Sepanjang karirnya Mary Kay memenangkan berbagai penghargaan dan masa pensiunnya digunakan untuk membangun bisnis impiannya. Bisnisnya, Mary Kay cosmetics, Mary Kay mampu

mengubah taraf hidup jutaan orang. Kesuksesan tidak datang begitu saja pada Mary Kay, suaminya

wafat sebulan sebelum launching perusahaannya namun filosofinya untuk maju dan berjuang tetaplah ada. n

MajalahCEO CEO

49


INSPIRASI

Oprah Winfrey Chairman Harpo Inc

N

ama Oprah Winfrey sangatlah dikenal di kalangan manapun, dengan sikapnya yang sangat membumi, wanita afro amerika pertama yang menjadi milyader ini mampu diterima di berbagai kalangan masyarakat. Selain dikenal sebagai pengusaha sukses, Oprah juga sangat aktif terlibat dalam kegiatan-kegiatan social. Oprah memulai karirnya di televisi pada usia 17 tahun dan karirnya menanjak ketika ia mengambil alih “AM Chicago� show yang saat itu sudah memudar popularitasnya. Kesuksesan dan bisnis yang diraihnya juga berasal dari keinginannya yang kuat untuk menolong

Bersama Michelle dan Barack Obama

50

MajalahCEO CEO

orang lain. Oprah menekankan misi perusahaannya untuk Oprah winfrey show

menggunakan televisi untuk mentransformasikan kehidupan banyak orang dan untuk memberikan kebahagiaan serta rasa dibutuhkan ke setiap orang. Wanita-wanita ini mewakili sedikit dari banyak wanita-wanita hebat yang sangat berpengaruh dalam bisnis. Benang merah yang dapat ditarik diantara kisah sukses tersebut adalah bahwa sukses tidak datang begitu saja. Sukses selalu beriringan dengan kerja keras dan tantangan. Jangan pernah putus asa dalam perjuangan untuk merintis usaha, hal itu merupakan syarat untuk banyak hal-hal hebat. n yea.co.id/CEO


COORPORATE

Sarinah

Gedung Sarinah

MajalahCEO

51


CORPORATE

Sarinah, Kini Lebih Modern dan Kuat Munculnya riteler modern di Indonesia pada awal tahun 90-an, diakui sempat memukul sejumlah peritel besar, diantaranya PT Sarinah (Pesero) Tbk., ketika itu. Perusahaan plat merah yang pengawal produk-produk nasional, seperti batik dan handycraft ini, ikut terseret dalam persaingan bisnis yang sulit dihindari. Maklum, peritel-peritel modern yang baru dan wah dari berbagai segi ini, juga ikut menjual produk-produk seperti yang terpajang di Sarinah. Namun begitu, persaingan ini justru membikin Sarinah lebih modern dan kuat. By: Wilson Lumi wilson_lumi@majalahceo.com

P

AGI benar, ketika jarum jam baru menunjuk pada angka 08.00 WIB, kesibukan di lantai 10, gedung Sarinah, di Jl MH Thamrin, sudah sangat

Gedung Sarinah

52

CEO

terlihat. Dari seorang staf diperoleh informasi bahwa kebijakan ini turun langsung dari President & CEO PT Sarinah (Pesero) Tbk., Jimmy Gani. “Kita memang harus melakukan beberapa inovasi juga renovasi untuk bisa lolos dari lubang jarum. Pesaing kita lebih agresif. Kalau kita tidak “berlari”, maka kita akan tertinggal,” kata Gani dalam

perbincangan exclusive di ruang kerjannya, beberapa waktu lalu. Sarinah memang terus berbenah. Perubahan awal dari benah-benah itu, sudah terlihat di beberapa lantai ketika kaki menginjak lantai dasar pusat perbelanjaan yang lebih populer dengan sebutabn Sarinah Thamrin itu. Menurut Gani, penataan ini


CORPORATE

HUT Sarinah

akan terus dilakukan disetiap garai. Renovasi inovasi tetap dilakukan dan upgrade. Toko-toko, setidaknya harus selalu disesuaikan dengan perkembangan bisnis ritel. “Kita, walaupun lahir sebagai perusahaan BUMN, namun tidak harus kalah dengan swasta. Minimal penampilan di setiap lantai harus mengikuti perkembangan bisnis ritel. Usaha itu bisa dilihat mulai dari lantainya sampai garai-garainya total direnovasi,” katanya. Lantai food court, misalnya kini terlihat lain dari biasanya, lebih lapang. Penataannya yang apik estetik dengan cahaya lampu yang terukur, membuat setiap tempat makan lebih romantis. Di lantai ini pun dibuka satu supermarket, untuk memudahkan pengunjung memenuhi kebutuhannya dalam satu tempat berbelanja. Kata Gani: “One stop shopping-lah.” Sementar di lantai ground, pihak manajemen sedang mencari format yang tepat agar terlhat lebih modern dan berkesan. Meski demikian, untuk sementara pengaturan setiap tenan yang

posisinya didesain melajur sehingga produknya bisa terlihat setiap pengunjung diharapkan memudahkan pembelanja dalam memenuhi kebutuhannya. Di lantai ini tersedia pakaian dan perlengkapan wanita (asesoris) lainnya. Sisi lain, guna lebih memberikan kenyamanan berbelanja, manajemen telah menyiapkan waitress terlatih, yang setiap saat selalu siap melayani pelanggan dalam membantu mencari keperluan pembelanja. Renovasi inovasi yang sama juga dilakukan di lantai 1 (perlengklapan pria), lantai 2 (pakaian dan perlengkapan anak-anak, pakaian perlengkapan untuk kebugaran bagi wanita), lantai 3 (perlengkapan dan pakaian muslim, perlengkapan bepergian; tas dalam berbagai ukuran), lantai 4 (produk-produk Batik) hingga lantai 5 (handicraf). Semuanya telah diperbaharui, terutama tampilannya dan tata letak pajangan. “Semua ini dilakukan agar memudahkan pelanggan dalam mencari kebutuhan mereka.

Selain itu, tak dipungkiri bahwa belanja sudah merupakan bagian dari wisata. Jadi, intinya bagaimana kita memanjakan mata pengunjung sampai mereka tertarik kemudian membeli,” demikian Gani. Upaya lain dalam meningkatkan performance Sarinah, tambah Gani, pihak manajemen juga menggandeng mitra bisnis yang dianggab mampu meningkatkan citra perusahaan. Di bagian lain, menghadapi persaingan dengan sejumlah perusahaan ritel modern yang kian mengila, Sarinah melakukan dua cara. Pertama, pembenahan secara internal. Karena diakui, Sarinah masih “menyimpan” banyak karyawan. Masalahnya, banyak karyawan tetapi kompetensi yang dimiliki tidak memadai dengan perkembangan terkini. Tidak sememadai dulu lagi. Tingkat kompetensi yang dimiliki sekarang sudah jauh terkebelakang. “Kalau dulu memadai. Sarinah memang memulai bisnis diritel modern yang otomatis menyiapkan SDM berkualitas. Ketika itu, SDM Sarinah dikirim ke Jepang untuk belajar manajemen ritel. Tetapi setelah itu, kita menjadi kendor. Sehingga teknik-teknik ritel modern yang terus berkembang, metodologi dan ilmu-ilmu ritel modern, kita tidak mengikuti lagi. Jadinya, SDM yang dimiliki Sarinah kini sebagiannya tidak kompeten dibandingkan dengan yang dipunyai kompetitor. Saya lihat kompetitor klita semakin canggih. Mereka berkesempatan ke luar negeri untuk terus

CEO

53


CORPORATE

UKM batik di Sarinah

mengembangkan kompetensi SDM mereka,” jelas Gani. Sebagai perusahaan BUMN, Sarinah memang memiliki keterbatasan, diantaranya, pendanaan. Namun demikian, Sarinah tidak harus pasrah. Sebagai pelopor usaha ritel modern Sarinah harus kuat. Dan, dari perjalanan PT Sarinah Tbk (pesero), sebenarnya meski bertumbuh di bawah kebijakan pemerintah, namun perusahaan ini punya banyak kelebihan. Contohnya, selama 40-an tahun Sarinah tidak pernah “ngutan” dan juga tidak pernah diijeksi oleh pemegang saham. Alasan pemegang saham (mungkin) perusahaan ritel dinilai kurang strategis. Jadi, buat apa injeksi uang ke toko. Namun, sebetulnya langkah ini perlu. Walau demikian, sebenarnya Sarinah punya media lain, seperti pinjam uang di bank atau IPO dengan menjual obligasi. “Nah, soal IPO sedang dikaji. Mengenai fasilitas bank,sejak 2009

54

CEO

Sarinah sudah menggunakannya. Dan, usaha ini telah meningkatkan daya beli juga kekuatan bisnis. Dengan demikian, diharapkan bisnis bisa meningkat dan profitinya membaik.” Selain itu, dengan adanya tambahan dana baru, melalui penjualan obligasi itu lebih meningkatkan kemampuan Sarinah sehingga investasinya lebih menguat hingga mampu bersaing dengan peritel lebih besar. “Tambahan modal tersebut telah membuat Sarinah lebih kuat dan kokoh. Walaupun, di sisi lain, diakui swasta kian kreatif. Pemegang sahamnya juga komitet. Mereka memahami bahwa kalau bicara ritel pasti tak terhindar dari pengalokasian dana yang besar. Terutama biaya yang berhubungan dengan marcendaising, barangbarang dan soal memperbesar ekspansi. Lebih variatif (barangnya). Bicara mengenai promosi, apalagi. Mereka pasti lebih gencar,”demikian

Gani. Diakui Gani, Sarinah selama ini praktis tidak berpromosi. Baru beberapa waktu terakhir ini Sarinah mendirikan satu divisi baru, marketing and communication. Memang devisi ini belum telihat dampaknya, karena memang belum dua tahun. Tapi, yang diharapkan konsep ini, meski memerlukan dana yang besar, yang pasti bisa meningkatkan performance perusahaan. Dengan konsep ini, manajemen meyakini Sarinah akan menjadi cukup poitensial untuk dikembangkan dan diharapkan lebih kuat secara finansial sehingga bisa survive, bisa bersaing dengan peritel moderen yang sedang merambah pasar Indonesia. Dengan begitu, Sarinah bisa tetap berdiri tegak sebagai penopang produk-produk nasional guna pengembangan ekonomi rakyat sebagaimana visi BUMN yang melekat di perusahaan ini. n


CORPORATE

Chairul Tanjung

CT Corp Lakukan Aksi Korporasi, Akusisi 30 % Saham Bank Sulut By: Wilson Lumi wilson_lumi@majalahceo.com

M

enandai 30 tahun perjalanan bisnis Para Group yang kini telah berubah menjadi CT Corp, pemiliknya, pengusaha Chairul Tanjung melalui Bank Mega, mengumumkan melakukan aksi korporasi dengan

membeli sekitar 30% saham Bank Sulut. Dan, CT Corp tidak berhenti sampai di situ. CT Corp bahkan sudah siap untuk menyuntikkan modalnya ke Bank Pembangunan Daerah (BPD) lainnya. Namun CT Corp tak mau menguasai saham mayoritas di BPDBPD nantinya. “Kami tidak menutup kemungkinan (masuk) ke BPD-BPD lain. Kami membuka diri. Di BPD kami tidak mau mayoritas. Haram

hukumnya punya saham mayoritas di BPD. Ini tujuannya kita ingin membantu daerah,� tutur Chairul. Untuk Bank Sulut, Chairul mengatakan CT Corp diundang sebagai mitra strategis untuk membantu bank tersebut dari sisi modal dan juga dari sisi manajemen. “Jadi bukan modal saja, tapi juga manajemen melalui sinergi dengan kelompok keuangan kami. Untuk Bank Sulut, transaksinya diusahakan CEO

55


CORPORATE

selesai sebelum tutup tahun,� katanya. Menurut Dirut Bank Sulut, Jeffry Wurangian, keberadaan CT, boleh jadi cuma sementara. Bisa dibilang, suntikan modal tersebut bersifat bantuan. Nanti kalau modal sudah kuat, kami bisa mengembalikan sewaktu-waktu. Mekanisme pengembalian dana ini akan diatur secara rinci. Jeffry mengklaim, beberapa BPD lain juga menerima bantuan dengan skema ini. Tapi ia tidak bersedia membocorkan. “Tidak pernah ada bank daerah tutup. Jadi, sebenarnya kita kuat, hanya manajemennya kurang bagus dan modalnya tidak kencang. Dia (CT Corp) membantu Bank Sulut di sisi ini,� demikian Wurangian. Seperti diketahui, CT Corp yang bergerak di bidang CT Corp terdiri dari tiga perusahaan sub holding: Mega Corp, Trans Corp, dan CT Global Resources yang meliputi layanan finansial, media, ritel, gaya hidup, hiburan, dan sumber daya alam, membeli 30% saham PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara (Bank Sulut) senilai Rp 134 miliar. Aksi korporasi ini menambah modal BPD itu menjadi lebih dari Rp 300 miliar. Tambahan modal sekitar Rp 134 miliar itu termasuk setoran tunai dan agio saham.

Para Group Ubah Nama Sebelumnya, aksi korporasi terlihat dengan perubahan nama dari Para Grup menjadi CT Corp. Perubahan nama ini juga menandai 30 tahun perjalanan bisnis kelompok usaha yang dipimpin pengusaha Chairul Tanjung ini. Lewat tiga lini bisnis utamanya, CT Corp bertekad menjadi

56

CEO

CT Bukan tak Pernah Jatuh

C

hairul Tanjung (CT) lahir di Jakarta, 16 Juni 1962; 49 tahun lalu adalah pengusaha asal Indonesia. Namanya dikenal luas sebagai usahawan sukses bersama perusahaan yang dipimpinnya, Para Group. Chairul telah memulai berbisnis ketika Ia kuliah di Universitas Indonesia, Jurusan Kedokteran Gigi. CT sempat jatuh bangun, walau akhirnya Ia sukses membangun bisnisnya. Perusahaan konglomerasi miliknya, Para Group menjadi sebuah perusahaan bisnis membawahi beberapa perusahaan, diantaranya Trans TV, Bank Mega, dan perusahaan riter besar Carrefour. CT dilahirkan di Jakarta dalam keluarga yang cukup berada. Ayahnya A.G. Tanjung adalah wartawan zaman orde lama yang menerbitkan surat kabar beroplah kecil. Chairul berada dalam keluarga bersama enam saudara lainya. Ketika Tiba di zaman Orde Baru, usaha ayahnya dipaksa tutup karena berseberangan secara politik dengan penguasa saat itu. Keadaan tersebut memaksa orangtuanya menjual rumah dan berpindah tinggal di kamar losmen yang sempit. Selepas menyelesaikan sekolahnya di SMA Boedi Oetomo pada 1981, Chairul masuk Jurusan Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (lulus 1987). Ketika kuliah inilah Ia mulai masuk dunia bisnis. Dan ketika kuliah juga, Ia mendapat penghargaan sebagai Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional 1984-1985. Demi memenuhi kebutuhan kuliah, Ia mulai berbisnis dari awal yakni berjualan buku kuliah stensilan, kaos, dan lainnya di kampusnya. Ia juga membuka usaha foto kopi di kampusnya. Chairul juga pernah mendirikan sebuah toko peralatan kedokteran dan laboratorium di bilangan Senen Raya, Jakarta Pusat, tetapi bangkrut. Selepas kuliah, Chairul pernah mendirikan PT Pariarti Shindutama bersama tiga rekannya pada 1987. Bermodal awal Rp 150 juta dari Bank Exim, mereka memproduksi sepatu anak-anak untuk ekspor. Keberuntungan berpihak padanya, karena perusahaan tersebut langsung mendapat pesanan 160 ribu pasang sepatu dari Italia. Akan tetapi, karena perbedaan visi tentang ekspansi usaha, Chairul memilih pisah dan mendirikan usaha sendiri. Kepiawaiannya membangun jaringan dan sebagai pengusaha membuat bisnisnya semakin berkembang. Mengarahkan usahanya ke konglomerasi, Chairul mereposisikan dirinya ke tiga bisnis inti: keuangan, properti, dan multimedia. Di bidang keuangan, ia mengambil alih Bank Karman yang kini bernama Bank Mega. Ia menamakan perusahaan tersebut dengan Para Group. Perusahaan Konglomerasi ini mempunyai Para Inti Holdindo sebagai father holding


CORPORATE

company, yang membawahkan beberapa sub-holding, yakni Para Global Investindo (bisnis keuangan), Para Inti Investindo (media dan investasi) dan Para Inti Propertindo (properti). Di bawah grup Para, Chairul Tanjung memiliki sejumlah perusahaan di bidang finansial antaralainAsuransiUmumMega, Asuransi Jiwa Mega Life, Para Multi Finance, Bank Mega Tbk, Mega Capital Indonesia, Bank Mega Syariah dan Mega Finance. Sementara di bidang properti dan investasi, perusahaan tersebut membawahi Para Bandung propertindo, Para Bali Propertindo, Batam Indah Investindo, Mega Indah Propertindo. Dan di bidang penyiaran dan multimedia, Para Group memiliki Trans TV, Trans 7, Mahagagaya Perdana, Trans Fashion, Trans Lifestyle, dan Trans Studio. Khusus di bisnis properti, Para Group memiliki Bandung Supermall. Mal seluas 3 hektar ini menghabiskan dana 99 miliar rupiah. Para Group meluncurkan Bandung Supermall sebagai Central Business District pada 1999. Sementara di bidang investasi, Pada awal 2010, Para Group melalui anak perusahaannya, Trans Corp., membeli sebagian besar saham Carrefour, yakni sejumlah 40 persen. Mengenai proses pembelian Carrefour, MoU (memorandum of understanding) pembeliannya ditandatangani 12 Maret 2010 di Perancis. n kaukus/CEO

agen perubahan dalam kebangkitan ekonomi nasional. ”Transformasi Indonesia adalah kebangkitan harapan, mimpi, dan cita-cita bangsanya. Kami percaya Indonesia berada dalam era keemasan periode pertumbuhan ekonomi. Maka kami berkomitmen membantu negara dan mewujudkan cita-cita itu,” kata Chairul Tanjung. Kepada pers, Chairul menyatakan hanya semata fokus berbisnis dan tidak akan terjun ke politik. ”Tidak ada niat. I like to become a businessman. Jika semua jadi politisi, siapa yang akan menjadi pengusaha,” kata Chairul pada acara perubahan nama Para Group menjadi CT Corp yang dihadiri perwakilan negara sahabat dan sejumlah menteri, antara lain Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan, serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu. Bersamaan dengan pengubahan nama, CT Corp juga tampil dengan

logo baru yang akan diikuti penggantian logo perusahaanperusahaan sub­holding. Menurut Chairul, identitas logo baru itu mencerminkan semangat perubahan cita-cita menjadi keunggulan, kebebasan untuk bermimpi, sekaligus komitmen untuk memberi.

Lanjutkan Akuisisi Chairul juga menyatakan tetap melanjutkan dua strategi utama bisnisnya, yakni tumbuh organik dan melakukan aksi korporasi dalam bentuk akuisisi. ”Dalam akuisisi, kita tidak pernah tahu akan seperti apa dan siapa yang diakuisisi. Bisa cepat, bisa lambat. Misal cocok, minggu depan kita salaman,” kata Chairul. Chairul juga memastikan seluruh lini bisnisnya akan diarahkan ke pasar modal. ”Paling cepat tahun 2015 kita mulai IPO (penawaran saham perdana). Selain karena ekonomi global tidak menentu, saat ini kami berusaha tumbuh dari dalam. Dana kami masih cukup untuk itu,” tegasnya. n CEO

57


CORPORATE

BISNIS BRI FOKUS

Pemegang Saham Setujui Penambahan Direktur

RUPSLB BRI: Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Sofyan Basir (tiga kanan) berbincang dengan Komisaris Utama Bunasor Sanim (dua kiri) beserta (ki-ka) Komisaris Heru Lelono, Komisaris Independen Adhyaksa Dault, Direktur Gatot Mardiwasisto dan Direktur Sarwono Sudarto usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2011 di Jakarta, Rabu (28/9). RUPSLB yang mengagendakan perubahan Dewan Komisaris dan/atau Direksi perseroan tersebut menyetujui mengangkat Gatot Mardiwasisto sebagai direktur serta pengunduran diri Wakil Komisaris Utama Soedarjono. Penambahan Direksi didasarkan pertimbangan semakin berkembangnya BRI baik dari sisi bisnis maupun dari sisi infrastruktur dan SDM.

By: Wilson Lumi wilson_lumi@majalahceo.com

P

T Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., terus saja mencatatkan dirinya sebagai bank nasional yang dapat dipercaya setelah ditahun 2011 ini mengoleksi beberapa penghargaan. Namun demikian, Perseroan ini terus

58

CEO

saja melakukan motivasi inovasi, termasuk melakukan penyegaran di manajemen pasca mundurnya Wakil Komisaris Utama, Soedarjono. Sebagaimana surat pemberitahuan pihak manajemen yang diterima Majalah CEO, bahwa akhir September lalu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., (Perseroan, BRI) telah mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Tahun 2011 (RUPSLB) dengan agenda

perubahan Dewan Komisaris dan/ atau Direksi Perseroan. RUPSLB dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 83,297% dari jumlah saham yang dikeluarkan. Dalam RUPSLB tersebut, pemegang saham BRI telah menyetujui untuk mengangkat Gatot Mardiwasisto sebagai Direktur BRI. Penambahan anggota Direksi BRI tersebut didasarkan pada pertimbangan semakin


CORPORATE

berkembangnya BRI, baik dari sisi bisnis maupun dari sisi infrastruktur dan SDM. Konsekuensi dari perkembangan yang cepat tersebut adalah semakin kompleksnya manajemen perusahaan, sehingga dibutuhkan penambahan Direktur dengan pembagian dan pelaksanaan tugas pengelolaan perusahaan yang semakin fokus dan efisien. Dalam Rapat yang sama telah diputuskan pula bahwa pemegang saham menerima dan menyetujui permintaan pengunduran diri Soedarjono sebagai Wakil Komisaris Utama BRI. Pengunduran diri Soedarjono sebagai Wakil Komisaris Utama tersebut tidak mengurangi independensi Dewan Komisaris sebagai pengawas Perseroan karena jumlah Komisaris Independen dalam Dewan Komisaris BRI meliputi 50% dari keseluruhan jumlah anggota Dewan Komisaris. Komposisi Komisaris Independen tersebut memenuhi ketentuan BAPEPAM dan LK yang mensyaratkan sebuah perusahaan terbuka mempunyai Komisaris Independen minimal 30% dan aturan Bank Indonesia yang mewajibkan suatu bank untuk memiliki Komisaris independepen minimal 50% dari total jumlah anggota Dewan Komisaris. n

Hasil RUPSLB selengkapnya Dewan Komisaris Komisaris Utama/ Komisaris Independen Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen

: : : : : :

Bunasor Sanim Agus Suprijanto Heru Lelono Hermanto Siregar Aviliani Adhyaksa Dault

Direksi Direktur Utama Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur

: : : : : : : : : : :

Sofyan Basir Sarwono Sudarto Achmad Baiquni Sulaiman Arif Arianto A. Toni Soetirto Lenny Sugihat Asmawi Syam Suprajarto Djarot Kusumayakti Randi Anto Gatot Mardiwasisto

CEO

59


CORPORATE

Triwulan III 2011 Bank BRI Raih Laba Rp 10,43 Triliun

B

ank BRI kembali mempublikasikan Kinerja Keuangan Triwulan III Tahun 2011 dengan Laba sebesar Rp 10,43 triliun. Dengan pencapaian tersebut laba bersih meningkat signifikan sebesar 56,69% dibandingkan perolehan laba pada Triwulan III Tahun 2010 yaitu sebesar Rp6,66 triliun. Laba yang diperoleh sebagian besar berasal dari hasil pencapaian usaha operasional Bank BRI. Peningkatan laba tersebut didukung oleh total asset Bank BRI yang meningkat sebesar 21,66% yaitu dari Rp320,84 triliun pada Triwulan III Tahun 2010 menjadi Rp390,34 triliun pada Triwulan III Tahun 2011. Sejalan dengan peningkatan laba tersebut, peningkatan modal juga mengalami pertumbuhan sebesar 37,30% dari Rp32,73 triliun pada Triwulan III Tahun 2010 menjadi Rp44,93 triliun pada Triwulan III Tahun 2011. Bank BRI berada pada posisi teratas di dalam industri perbankan nasional dalam peran sertanya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyaluran kredit. Bank BRI berhasil meningkatkan portofolio kredit sebesar Rp47,63 triliun meningkat 20,83% dari Rp228,70 triliun di Triwulan III Tahun 2010 menjadi Rp276,32 triliun di Triwulan III Tahun 2011. Komitmen Bank BRI untuk fokus dan konsisten melayani UMKM dengan menyalurkan kredit kepada UMKM menjadi salah satu faktor penting yang mendukung pertumbuhan asset kredit BRI. Pertumbuhan kredit

60

CEO

mikro meningkat sebesar 32,65% dari Rp66,20 triliun pada Triwulan III Tahun 2010 menjadi Rp87,81 triliun pada Triwulan III Tahun 2011. Upaya yang dilakukan BRI dalam pengembangan sektor UMKM adalah dengan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga Triwulan III Tahun 2011

Bank BRI menyumbang porsi terbesar dalam realisasi penyaluran KUR dibandingkan bank penyalur KUR lainnya. Oustanding KUR Bank BRI pada Triwulan III Tahun 2011 sebesar Rp14,43 triliun dengan total debitur sejumlah 1,92 juta debitur. Dalam penghimpunan dana, Bank


CORPORATE

BRI berhasil meningkatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 20,50% dari Rp257,02 triliun di Triwulan III Tahun 2010 menjadi sebesar Rp309,71 triliun di Triwulan III Tahun 2011. Pencapaian tersebut tidak terlepas dari dukungan kegiatan-kegiatan pemasaran yang telah dilakukan, pengembangan jaringan unit kerja maupun electronic channel serta pengembangan fitur produk simpanan. Komposisi DPK Bank BRI pada Triwulan III Tahun 2011 masing-masing adalah Giro Rp54,44 triliun (17,58%), Tabungan Rp130,06 triliun (41,99%) dan Deposito Rp125,21 triliun (40,43%). Dengan adanya peningkatan penyaluran kredit dan pertumbuhan DPK, maka komposisi Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank BRI menjadi sebesar 89,22%. Keberhasilan untuk menekan tingkat NPL Gross dari angka 4,28% di Triwulan III Tahun 2010 menjadi 3,34% di Triwulan III Tahun 2011 juga menjadi bukti keberhasilan Bank BRI untuk meningkatkan kualitas aset. Rasio-rasio profitabilitas seperti ROA dan ROE mengalami peningkatan pada Triwulan III Tahun 2011. Nilai ROA (Return on Asset) meningkat dari 3,65% di Triwulan III Tahun 2010 menjadi sebesar 4,67% pada Triwulan III Tahun 2011. Nilai ROE (Return on Equity) juga meningkat dari 34,28% pada Triwulan III Tahun 2010 menjadi sebesar 39,86% pada Triwulan III Tahun 2011. Capital Adequacy Ratio (CAR) Bank BRI meningkat dari 13,36% di Triwulan III Tahun 2010 menjadi 14,84% pada Triwulan III Tahun 2011. Sementara itu, dalam rangka menggali lebih dalam potensi bisnis di segmen mikro, serta sekaligus

Teras BRI

memperluas jangkauan pelayanan kepada segmen mikro, sejak akhir tahun 2009 BRI telah mengembangkan teras BRI. Sejak dimulai semapai dengan akhir Juni 2011, jumlah Teras BRI mencapai 969 unit tersebar di seluruh wilayah kerja BRI. Teras BRI adalah ‘perpanjangan tangan’ BRI Unit untuk menggarap pasar tradisional dan pengusaha mikro lainnya disekitar pasar tradisional. Dengan adanya Teras BRI ini maka Bank BRI benar-benar telah masuk ke grass root economy yang belum banyak disentuh oleh perbankan. Semua layanan di Teras BRI dilakukan secara real time online sebagaimana juga di BRI Unit. Hingga saat ini outlet Bank BRI berjumlah 7.374 outlet yang terdiri dari 18 Kanwil, 423 Kanca, 475 KCP, 4.690 BRI Unit, 929 Teras BRI dan 838 Kantor Kas. Upaya Bank BRI memberikan kemudahan dan kedekatan kepada para nasabahnya tidak hanya di-

lakukan dengan pembukaan outletoutlet baru, namun Bank BRI juga melakukan penambahan jaringan e-channel. Per Juni 2011 jaringan echannel Bank BRI terdiri dari 1.861 ATM, 5 Kiosk, 50 CDM dan 3.780 EDC. Adanya e-channel ini memberikan kontribusi bagi peningkatan fee based income Bank BRI . Per Juni 2011 Fee Based Income Bank BRI mencapai Rp 1,587 triliun atau 30 % meningkat dari tahun lalu (yoy) dimana di dalamnya terdapat peningkatan ATM fee 48,9% (yoy). Sebagai bagian untuk memberikan layanan lengkap kepada nasabahnya, Bank BRI menyediakan kredit korporasi. Kredit Korporasi Bank BRI lebih menekankan kepada upaya penciptaan kesempatan bisnis bagi UMKM. Per Juni 2011 kredit korporasi Bank BRI mencapai Rp.265,8 triliun dengan komposisi kredit kepada BUMN 32,52% dan non BUMN 20,01%. n CEO

61


CORPORATE

Leadership,

mampu melihat sebuah peluang bisnis yang tidak dilihat By: Dave Noslivve redaksi@majalahceo.com

S

ebagai manusia kita memang tak bisa memutar kembali waktu. Kita pun tak bisa menarik ucapan kasar yang keluar dari mulut kita atau statement yang telah membuat harga diri kita lebih penting dari pada menariknya kembali dan mengucapkan maaf. Kita juga tak bisa menghapus caci maki yang telah kita katakan hingga membuat orang lain marah, terluka atau menangis. Namun demikian pendapat orang bijak menyebut bahwa sebagai pemimpin, kita bisa menciptakan kenangan dengan waktu yang masih kita punya dan memanfaatkan waktu yang ada, walau sebentar, untuk menciptakan kenangan yang berarti. Kita juga bisa membuat apa yang selanjutnya keluar dari mulut kita menjadi lebih banyak pujian dibanding caci maki, lebih banyak syukur dan terima kasih dari pada keluhan atau komplain, dan lebih banyak nasihat positif dari pada sulutan amarah. Dan, akhirnya kita bisa menciptakan peluang untuk membuat kesempatan-kesempatan

62

CEO

lain datang dalam hidup yang lebih indah. Apa yang mau kita katakan di sini bahwa sebagai seorang pemimpin, tidak ada yang tidak bisa dilakukan. Kreiner menyatakan bahwa leadership adalah proses mempengaruhi orang lain yang mana seorang pemimpin mengajak anak buahnya secara sekarela berpartisipasi guna mencapai tujuan organisasi.

Sedangkan Hersey menambahkan bahwa leadership adalah usaha untuk mempengaruhi individual lain atau kelompok. Seorang pemimpin harus memadukan unsur kekuatan diri, wewenang yang dimiliki, ciri kepribadian dan kemampuan sosial untuk bisa mempengaruhi perilaku orang lain. Sementara Ronggowarsito menyebutkan seorang pemimpin harus memiliki astabrata, yakni


CORPORATE

delapan sifat unggul yang dikaitkan dengan sifat alam seperti tanah, api, angin, angkasa, bulan, matahari, bintang. Berikut ini beberapa teori menyangkut leadership:

Genetic Theory. Paham teori ini menyebut, pemimpin adalah dilahirkan dengan membawa sifat-sifat kepemimpinan dan tidak perlu belajar lagi. Sifat utama seorang pemimpin diperoleh secara genetik dari orang tuanya.

Traits Theory Teori ini kukuh menyatakan bahwa efektivitas kepemimpinan tergantung pada karakter pemimpinnya. Sifat-sifat yang di-

miliki antara lain kepribadian, keunggulan fisik, dan kemampuan sosial. Karakter yang harus dimiliki seseorang manurut Judith R. Gordon mencakup kemampuan istimewa dalam: (-) Kemampuan Intelektual; (-) Kematangan Pribadi; (-) Pendidikan; (-) Statuts Sosial Ekonomi; (-) Human Relation; (-) Motivasi Intrinsik; dan (-) Dorongan untuk maju.

Behavioral Theory. Teori ini menyebutkan karena keterbatasan peramalan efektivitas kepemimpinan melalui trait, para peneliti mulai mengembangkan pemikiran untuk meneliti perilaku pemimpin sebagai cara untuk meningkatkan efektivitas kepemimpinan. Konsepnya beralih

dari siapa yang memiliki kesempatan memimpin ke bagaimana perilaku seorang untuk memimpin secara efektif. a. Authoritarian, Democratic & Laissez Faire Penelitian ini dilakukan oleh Lewin, White & Lippit pada tahun 1930 an. Mereka mengemukakan 3 tipe perilaku pemimpin, yaitu authoritarian yang menerapkan kepemimpinan otoriter, democratic yang mengikut sertakan bawahannya dan Laissez - Faire yang menyerahkan kekuasaannya pada bawahannya. b. Continuum of Leadership behavior. Robert Tannenbaum dan Warren

CEO

63


CORPORATE

H Schmidt memperkenalkan continnum of leadership yang menjelaskan pembagian kekuasaan pemimpin dan bawahannya. Continuum membagi 7 daerah mulai dari otoriter sampai dengan laissez 足 faire dengan titik demokratis. c. Teori Employee Oriented and Task Oriented Leadership 足 Leadership style matrix. Konsep ini membahas dua orientasi kepemimpinan yaitu, Pertama, kepemimpinan yang berorientasi pada pekerjaan dimana perilaku pemimpinnya dalam penyelesaiannya tugasnya memberikan tugas, mengatur pelaksanaan, mengawasi dan mengevaluasi kinerja bawahan sebagai hasil pelaksanaan tugas; Kedua, kepemimpinan yang

64

CEO

berorientasi pada pegawai akan ditandai dengan perilaku pemimpinnya yang memandang penting hubungan baik dan manusiawi dengan bawahannya. Pembahasan model ini dikembangkan oleh ahli psikologi industri dari Ohio State University dan Universitas of Michigan. Kelompok Ohio mengungkapkan dua dimensi kepemimpinan, yaitu initiating structure yang berorientasi pada tugas dan consideration yang berorientasi pada manusia. Sedangkan kelompok Michigan memakai istilah job足centered dan employee足 centered. d. The Managerial Grid Teori ini diperkenalkan oleh Robert R.Blake dan Jane Srygley Mouton dengan melakukan

adaptasi dan pengembangan data penelitian kelompok Ohio dan Michigan. Blake & Mouton mengembangkan matriks yang memfokuskan pada penggambaran lima gaya kepemimpinan sesuai denan lokasinya. Dari teori-teori di atas dapatlah disimpulkan bahwa Behavioral Theory memiliki karakteristik antara lain: Kepemimpinan memiliki paling tidak dua dimensi yang lebih kompleks dibanding teori pendahulunya yaitu genetik dan trait; Gaya kepemimpinan lebih fleksibel (pemimpin dapat mengganti atau memodifikasi orientasi tugas atau pada manusianya sesuai kebutuhan); Gaya kepemimpinan tidak gifted tetapi dapat dipelajari; dan Tidak


CORPORATE

ada satupun gaya yang paling benar, efektivitas kepemimpinan tergantung pada kebutuhan dan situasi.

Situational Leadership Pengembangan teori ini merupakan penyempurnaan dari kelemahan-kelemahan teori yang ada sebelumnya. Dasarnya adalah teori contingensi dimana pemimpin efektif akan melakukan diagnose situasi, memilih gaya kepemimpinan yang efektif dan menerapkan secara tepat. Empat dimensi situasi secara dinamis akan memberikan pengaruh terhadap kepemimpinan seseorang, masing-masing; a. Kemampuan manajerial Kemampuan ini meliputi kemampuan sosial, pengalaman, motivasi dan penelitian terhadap reward yang disediakan oleh perusahaan. b. Karakteristik pekerjaan Tugas yang penuh tantangan akan membuat seseorang lebih bersemangat, tingkat kerjasama kelompok berpengaruh efektivitas pemimpinnya. c. Karakteristik organisasi Budaya organisasi, kebijakan, birokrasi merupakan faktor yang berpengaruh pada efektivitas pemimpinnya. d. Karakteristik pekerja Kepribadian, kebutuhan, ketrampilan, pengalaman bawahan akan berpengaruh pada gaya memimpinnya. 1. Fiedler Contingency model Model ini menyatakan bahwa gaya kepemimpinan yang paling

efektif tergantung pada situasi yang dihadapi dan perubahan gaya bukan merupakan suatu hal yang sulit. Fiedler memperkenalkan tiga variabel yaitu: - task structure : keadaan tugas yang dihadapi apakah structured task atau unstructured task - leader-member relationship : hubungan antara pimpinan dengan bawahan, apakah kuat (saling percaya, saling menghargai) atau lemah. - Position power : ukuran aktual seorang pemimpin, ada beberapa power yaitu: -> legitimate power : adanya kekuatan legal pemimpin -> reward power : kekuatan yang berasal imbalan yang diberikan pimpinan -> coercive power : kekuatan pemimpin dalam memberikan ancaman -> expert power : kekuatan yang muncul karena keahlian pemimpinnya -> referent power : kekuatan yang muncul karena bawahan menyukai pemimpinnya -> information power : pemimpin mempunyai informasi yang lebih dari bawahannya. 2. Model kepemimpinan situasional ‘Life Cycle’ Harsey & Blanchard mengembangkan model kepemimpinan situasional efektif dengan memadukan tingkat kematangan anak buah dengan pola perilaku yang dimiliki pimpinannya. Ada 4 tingkat kematangan bawahan, yaitu: - M 1 : bawahan tidak mampu dan tidak mau atau tidak

ada keyakinan; - M 2 : bawahan tidak mampu tetapi memiliki kemauan dan keyakinan bahwa ia bisa; - M 3 : bawahan mampu tetapi tidak mempunyai kemauan dan tidak yakin; dan - M 4 : bawahan mampu dan memiliki kemauan dan keyakinan untuk menyelesaikan tugas. Selanjutnya ada 4 gaya yang efektif untuk diterapkan yaitu: - Gaya 1 : telling, pemimpin memberi instruksi dan mengawasi pelaksanaan tugas dan kinerja anak buahnya; - Gaya 2 : selling, pemimpin menjelaskan keputusannya dan membuka kesempatan untuk bertanya bila kurang jelas; - Gaya 3 : participating, pemimpin memberikan kesempatan untuk menyampaikan ide-ide sebagai dasar pengambilan keputusan; dan - Gaya 4 : delegating, pemimpin melimpahkan keputusan dan pelaksanaan tugas kepada bawahannya.

Transformational Leadership Robert House menyampaikan teorinya bahwa kepemimpinan yang efektif menggunakan dominasi, memiliki keyakinan diri, mempengaruhi dan menampilkan moralitas tinggi untuk meningkatkan karismatiknya. Dengan kharismanya pemimpin transformational akan menantang bawahannya untuk melahirkan karya istimewa. Langkah yang dilaksanakan pemimpininibiasanyamembicarakan dengan pengikutnya bagaimana pentingnya kinerja mereka, bagaimana bangga dan yakinnya mereka sebagai anggota kelompok, bagaimana istimewanya kelompok yang akan menghasilkan karya luar biasa. n CEO

65


CORPORATE

Kewirausahaan= Komit + Jujur+ Inovatif By: Bernadus W redaksi@majalahceo.com

Suksesnya sebuah usaha sangat ditentukan oleh wirausahawan; sumber daya manusia (SDM). Jika wirausahawannya memiliki sifat-sifat kewirausahaan, ini akan menjadi modal utama sukses usaha. Jika demikian, apa kewirausahaan itu. Oleh Dr. Ir. Ciputra, kewirausahaan atau entrepreneurship memiliki tiga rumusan yakni; Pertama, memiliki “mata�masa depan yang tajam; Kedua, innovator. Ia dapat menciptakan dan menemukan caranya sendiri untuk meraih visi besar; dan, Ketiga,

Usaha kreatif wirausaha

66

CEO

bersedia “memikul� resiko, seorang pelopor, penjelajah sejati. Mereka bermimipi, bersemangat, bergerak maju menyambut tantangan. Dalam Wiklipedia Indonesia diterjemahkan bahwa kewirausahaan adalah proses mengidentifikasi, mengembangkaan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian. Kewirausahaan atau entrepreneurship memiliki arti yang berbeda-beda antar para ahli atau

sumber acuan karena berbeda-beda titik berat dan penekanannya (1). Richard Cantillon (1775), misalnya, mendefinisikan kewirausahaan sebagai bekerja sendiri (selfemployment). Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi risiko atau ketidakpastian. Berbeda dengan Cantillon, menurut Penrose (1963) kegiatan kewirausahaan mencakup indentfikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi sedangkan


CORPORATE

menurut Harvey Leibenstein (1968, 1979) kewirausahaan mencakup kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya. Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut wirausahawan. Muncul pertanyaan mengapa seorang wirausahawan (entrepreneur) mempunyai cara berpikir yang berbeda dari manusia pada umumnya. Mereka mempunyai motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan emosi yang sangat terkait dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai manusia unggul. Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha adalah perbuatan amal, bekerja, dan berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Wirausaha secara historis sudah dikenal sejak diperkenalkan oleh Richard Castillon pada tahun 1755. Di luar negeri, istilah kewirausahaan telah dikenal sejak abad 16, sedangkan di Indonesia baru dikenal pada akhir abad 20. Beberapa istilah wirausaha seperti di Belanda dikenadengan ondernemer, di Jerman dikenal dengan unternehmer. Pendidikan kewirausahaan mulai dirintis sejak 1950-an di beberapa negara seperti Eropa, Amerika, dan Kanada. Bahkan sejak 1970-an banyak universitas yang mengajarkan kewirausahaan atau manajemen usaha kecil. Pada

Usaha kreatif wirausaha

tahun 1980-an, hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan kewirausahaan. DI Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan menjadi berkembang.

yang kemudian berkembangan menjadi wirausahawan yang besar. Secara internal, keinovasian dipengaruhi oleh faktor yang bersal dari individu, seperti locus of control, toleransi, nilai-nilai, pendidikan, pengalaman. Sedangkan faktor yang berasal dari lingkungan yang memengaruhi diantaranya model peran, aktivitas, dan peluang. Oleh karena itu, inovasi berkembang menjadi kewirausahaan melalui proses yang dipengaruhi lingkungan, organisasi, dan keluarga.

Proses Kewirausahaan

Tahap Kewirausahaan

Menurut Carol Noore yang dikutip oleh Bygrave, proses kewirausahaan diawali dengan adanya inovasi. Inovasi tersebut dipengeruhi oleh berbagai faktor baik yang berasal dari pribadi maupun di luar pribadi, seperti pendidikan, sosiologi, organisasi, kebudayaan dan lingkungan. Faktorfaktor tersebut membentuk ‘’locus of control’’, kreativitas, keinovasian, implementasi, dan pertumbuhan

Secara umum tahap-tahap melakukan wirausaha: a. Tahap memulai Tahap di mana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, melakukan akuisisi, atau melakukan ‘’franchising’’. Tahap ini juga memilih CEO

67


CORPORATE

jenis usaha yang akan dilakukan apakah di bidang pertanian, industri, atau jasa. b. Tahap melaksanakan usaha Dalam tahap ini seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, mencakup aspek-aspek: pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil risiko dan mengambil keputusan, pemasaran, dan melakukan evaluasi. c. Tahap mempertahankan usaha Tahap di mana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi. d. Tahap mengembangkan usaha Tahap di mana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil.

68

CEO

Motivasi Berwirausaha Ciri-ciri wirausaha yang berhasil: Memiliki visi dan tujuan yang jelas. Hal ini berfungsi untuk menebak ke mana langkah dan arah yang dituju sehingga dapat diketahui langkah yang harus dilakukan oleh pengusaha tersebut. Inisiatif dan selalu proaktif. Ini merupakan ciri mendasar di mana pengusaha tidak hanya menunggu sesuatu terjadi, tetapi terlebih dahulu memulai dan mencari peluang sebagai pelopor dalam berbagai kegiatan. Berorientasi pada prestasi. Pengusaha yang sukses selalu mengejar prestasi yang lebih baik daripada prestasi sebelumnya. Mutu produk, pelayanan yang diberikan, serta kepuasan pelanggan menjadi perhatian utama. Setiap waktu segala aktifitas usaha yang dijalankan selalu dievaluasi dan harus lebih baik dibanding sebelumnya. Berani mengambil risiko. Hal ini merupakan sifat yang harus dimiliki

seorang pengusaha kapanpun dan dimanapun, baik dalam bentuk uang maupun waktu. Kerja keras. Jam kerja pengusaha tidak terbatas pada waktu, di mana ada peluang di situ dia datang. Kadang-kadang seorang pengusaha sulit untuk mengatur waktu kerjanya. Benaknya selalu memikirkan kemajuan usahanya. Ide-ide baru selalu mendorongnya untuk bekerja kerjas merealisasikannya. Tidak ada kata sulit dan tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. Bertanggungjawab terhadap segala aktivitas yang dijalankannya, baik sekarang maupun yang akan datang. Tanggung jawab seorang pengusaha tidak hanya pada segi material, tetapi juga moral kepada berbagai pihak.

Komitmen pada berbagai pihak. Mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan berbagai pihak, baik yang berhubungan langsung dengan usaha yang dijalankan maupun tidak. Hubungan baik yang perlu dijalankan, antara lain kepada: para pelanggan, pemerintah, pemasok, serta masyarakat luas.

Sikap Wirausaha Dari daftar ciri dan sifat watak seorang wirausahawan di atas, dapat kita identifikasi sikap seorang wirausahawan yang dapat diangkat dari kegiatannya sehari-hari, sebagai berikut:

Disiplin Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan


CORPORATE

harus memiliki kedisiplinan yang tinggi. Arti dari kata disiplin itu sendiri adalah ketepatan komitmen wirausahawan terhadap tugas dan pekerjaannya. Ketepatan yang dimaksud bersifat menyeluruh, yaitu ketepatan terhadap waktu, kualitas pekerjaan, sistem kerja dan sebagainya. Ketepatan terhadap waktu, dapat dibina dalam diri seseorang dengan berusaha menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang direncanakan. Sifat sering menunda pekerjaan dengan berbagai macam alasan, adalah kendala yang dapat menghambat seorang wirausahawan meraih keberhasilan. Kedisiplinan terhadap komitmen akan kualitas pekerjaan dapat dibina dengan ketaatan wirausahawan akan komitmen tersebut. Wirausahawan harus taat azas. Hal tersebut akan dapat tercapai jika wirausahawan memiliki kedisiplinan yang tinggi terhadap sistem kerja yang telah ditetapkan. Ketaatan wirausahawan akan kesepakatan-kesepakatan yang dibuatnya adalah contoh dari kedisiplinan akan kualitas pekerjaan dan sistem kerja.

Komitmen Tinggi Komitmen adalah kesepakatan mengenai sesuatu hal yang dibuat oleh seseorang, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki komitmen yang jelas, terarah dan bersifat progresif (berorientasi pada kemajuan). Komitmen terhadap dirinya sendiri dapat dibuat dengan identifikasi cita-cita, harapan dan target-target yang direncanakan

dalam hidupnya. Sedangkan contoh komitmen wirausahawan terhadap orang lain terutama konsumennya adalah pelayanan prima yang berorientasi pada kepuasan konsumen, kualitas produk yang sesuai dengan harga produk yang ditawarkan, penyelesaian bagi masalah konsumen, dan sebagainya.Seorang wirausahawan yang teguh menjaga komitmennya terhadapkonsumen, akan memiliki nama baik di mata konsumen yang akhirnya wirausahawan tersebut akan mendapatkan kepercayaan dari konsumen, dengan dampak pembelian terus meningkat sehingga pada akhirnya tercapai target perusahaan yaitu memperoleh laba yang diharapkan.

Jujur Kejujuran merupakan landasan moral yang kadang-kadang dilupakan oleh seorang wirausahawan. Kejujuran dalam berperilaku bersifat kompleks. Kejujuran mengenai karakteristik produk (barang dan jasa) yang ditawarkan, kejujuran mengenai promosi yang dilakukan, kejujuran mengenai pelayanan purnajual yang dijanjikan dan kejujuran mengenai segala kegiatan yang terkait dengan penjualan produk yang dilakukan olehwirausahawan.

Kreatif dan Inovatif Untuk memenangkan persaingan, maka seorang wirausahawan harus memiliki daya kreativitas yang tinggi. Daya kreativitas tersebut sebaiknya dilandasi oleh cara berpikir yang maju, penuh dengan gagasangagasan baru yang berbeda dengan produk-produk yang telah ada

selama ini di pasar. Gagasan-gagasan yang kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang, bentuk ataupun waktu. Justru seringkali ide-ide jenius yangmemberikan terobosanterobosan baru dalam dunia usaha awalnya adalah dilandasi oleh gagasan-gagasan kreatif yang kelihatannya mustahil.

Mandiri Seseorang dikatakan “mandiri� apabila orang tersebut dapat melakukan keinginan dengan baik tanpa adanya ketergantungan pihak lain dalammengambil keputusan atau bertindak, termasuk mencukupi kebutuhan hidupnya, tanpa adanya ketergantungan dengan pihak lain. Kemandirian merupakan sifat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan. Pada prinsipnya seorang wirausahawan harus memiliki sikap mandiri dalam memenuhi kegiatan usahanya.

Realistis Seseorang dikatakan realistis bila orang tersebut mampu menggunakan fakta/realita sebagai landasan berpikir yang rasional dalam setiap pengambilan keputusan maupun tindakan/perbuatannya. Banyak seorang calon wirausahawan yang berpotensi tinggi, namun pada akhirnya mengalami kegagalan hanya karena wirausahawan tersebut tidak realistis, obyektif dan rasional dalam pengambilan keputusan bisnisnya. Karena itu dibutuhkan kecerdasan dalam melakukan seleksi terhadap masukan-masukan/ sumbang saran yang ada keterkaitan erat dengan tingkat keberhasilan usaha yang sedang dirintis. n CEO

69


CORPORATE

PT Mardi Mulyo Lakukan Aksi Korporasi

S

epintas kita melihat gedung yang kini menjadi pusat operasonal perusahaan percetakan yang bernama asli “Naamloose Vennootschap (NV) Drukkers en Uitgeversmaatschappij Mardi Moeljo� ketika menerbitkan surat kabar perjuangan Harian Boedi Oetomo ini, sederhana dan jauh dari kesan punya catatan historis penting. Padahal dalam catatan sejarah perjuangan bangsa, PT Mardi Moeljo yang kini bernama lengkap, PT Penerbitan dan Percetakan Mardi Mulyo, pada saat didirikan oleh Pengurus Boedi Oetomo dengan akta Notaris Carel Fredik Emile Blankerstein Surakarta No.24 pada tanggal 17 Maret 1920, dengan visi dan misi perjuangan yang sangat penting. Perusahaan yang kedudukan kantor dan pabriknya pada saat didirikan berada di jalan Gondomanan No. 1, Yogyakarta, menyuarakan pesan-pesan penting perjuangan pergerakan Boedi Oetomo ketika itu. Perusahaan penerbitan yang kemudian pada tahun 1980 pindah ke Kompleks Gedung Pertemuan Bumiputera, di Jl. Bintaran Wetan No.11, Yogyakarta, tidak hentihentinya ikut bersama organisasi perjuangan di tanah air dalam memperjuangkan kemerdekaan. Pertama kali beroperasi, perusahaan yang kemudian pada tahun 1993 berkantor sekaligus membuka pabrik percetakannya ke Jakarta ini adalah mencetak

70

CEO

Harian “Boedi Oetomo� edisi bahasa Melayu, yang merupakan medianya Pengurus Pergerakan Boedi Oetomo. Kondisi masa perjuangan yang sulit, menyebabkan kesulitan modal bagi PT Mardi Mulyo sehingga harus dibantu oleh AJB Bumiputera 1912 yang sama-sama didirikan oleh para Pengurus Boedi Oetomo. Dan, akhirnya AJB Bumiputera 1912 menjadi pemegang saham terbesar dari PT Mardi Mulyo. Dan dalam perjalanannya, PT Mardi Mulyo yang memiliki ijin usaha penerbitan dan percetakan ini masih lebih banyak melayani kebutuhan cetak AJB Bumiputera 1912 dibanding dengan pelayanan kebutuhan cetak dari umum. PT Mardi Mulyo sebagai perusahaan yang bergerak di bidang per-

cetakan, penerbitan ditunjang dengan pekerjaan disain grafis, menerima cetakan berbagai ukuran, mulai dari ukuran sebesar kartu nama sampai selebar koran, cetak hitam putih sampai full colour, menggunakan mesin-mesin merk Heidelberg, 4 warna dan 5 warna. Dan, beberapa tahun terakhir perusahaan ini telah melakukan aksi korporasidenganmenyuntikanbanyak dana untuk memperkuat operasional percetakan guna menunjang bidang usaha cetakan buku, tabloid, news letter, poster, leaflet, brosur, stiker, kop surat, amplop, formulir, map, kantong kertas, kalender dinding, kalender meja, buku agenda tahunan, kartu undangan, form-form administrasi perkantoran dan cetakan-cetakan lainnya. n


CORPORATE

Susunan para Pendiri, Komisaris dan Direksi PT Mardi Mulyo sejak didirikan sampai saat ini adalah sebagai berikut: 1. Pendiri pada 17 Maret 1920 : 1. KPA Hadiwidjojo, Surakarta 2. KPA Surjodiningrat, Yogyakarta 3. RMA Wurjadiningrat, Ketua Pengurus Besar Budi Utomo, Surakarta Komisaris dan Direksi Komisaris

Direktur

: KPA Hadiwidjojo KPA Surjodiningrat R. Sasrowijono M. Pronowidagdo : Mas Wedono Dwidjosewojo

2. Tahun 1922 – 1924 Komisaris : R. Sastrowijono Direktur : R. Sutopo (Wonoboyo) 3. Tahun 1924 – 1957 Direktur : R . Rudjito 4. Tahun 1957 - 1967 Direktur : Sutjipto S Amidharmo 5. Tahun 1967 – 1970 Presiden Komisaris : Soehirman Cokroseputro Komisaris : R.M. Sutio Suryosubroto Kuasa Direksi : Musyahil Rusdy Direktur : Achmad Sugianto 6. Tahun 1970 – 1979 Presiden Komisaris : Sutjipto S. Amidharmo Komisaris : Mukidjan Ukoro Katim Kuasa Direksi : R. Wuryadi Direktur : Achmad Soegianto 7. Tahun 1979 – 1980 Presiden Komisaris : Drs. Sutjipto S. Amidharmo Komisaris : R. Kusfandi Achmad Sugianto Direktur : R. Wuryadi 8. Tahun 1980 – 1984 Presiden Komisaris : Achmad Sugianto Komisaris : R. Kusfandi Sumardi Silver Direktur : R. Wuryadi 9. Tahun 1984 - 1986 Presiden Komisaris : Achmad Sugianto Komisaris : Sumardi Silvester Direktur : K. Iskandar

11. Tahun 1989 – 1991 Presiden Komisaris : Sumardi Silvesterr Komisaris : H. Suratno Hadisuwito R. Kusfandi Direktur : Drs. Hawis P. Jokosuseno 12. Tahun 1991 – 1993 Presiden Komisaris : H. Sudibyo Sutowibowo Komisaris : H. Suratno Hadisuwito R. Kusfandi Direktur : H. Bejo Hadisuprapto, MBA 13. Tahun 1993 – 1996 Presiden Komisaris : H. Sudibyo Sutowibowo Komisaris : H. Suratno Hadisuwito R. Kusfandi Direktur : H. Bedjo Hadisuprapto, MBA 14. Tahun 1996 – 1998 Presiden Komisaris : H. Suparwanto Komisaris : DR.H. Noor Fuad, MBA, PhD, FLMI, AIAF Bambang Sumantoro R. Kusfandi Direktur : Eddy Sutrisno 15. Tahun 1998 - 2001 Presiden Komisaris : DR.H. Noor Fuad, MBA, PhD, FLMI, AIAF Komisaris : Bambang Sumantoro R. Kusfandi Direktur : H. Eddy Sutrisno 16. Tahun 2001 -– 2003 Komisaris : Drs. Maryoso Sumaryono, Msc, ASAI Direktur : Amrih Sahri 17. Tahun 2003 -– 2005 Komisaris Utama : Prof. DR. Dr. I Wayan Wita, Sp.JP. Komisaris : H. Muallim Muslich, MM Direktur : Amrih Sahri 18. Tahun 2005 -– 2008 Komisaris : Prof. DR. Dr. I Wayan Wita, Sp.JP. Direktur : Amrih Sahri 19. Tahun 2008 -– 2009 Komisaris : H. Djoko Sudantoko, S.Sos. MM Direktur : Amrih Sahri 19. Tahun 2009 -– 2010 Komisaris : Djamahuri, SH, MM Direktur : I Gede Sudarsana, SE, AAAIJ 20. Tahun 2010 -– 2011 Komisaris : Hanry A.F. Suwu Direktur : I Gede Sudarsana, SE, AAAIJ

10. Tahun 1986 – 1989 Presiden Komisaris : Sumardi Silver Komisaris : H. Suratno Hadisuwito R. Kusfandi Direktur : Drs. Hawis P. Jokosuseno CEO

71


LIFESTYLE

Beyond Photography 2011 Ciputra Artpreneur Center menyelenggarakan pameran seni rupa fotografi Indonesia dengan menampilkan karya dari 77 seniman dan fotografer kenamaan, 22 Oktober hingga 6 November 2011 lalu, di Ciputra World Casablanca.

Pengunjung menikmati pameran

P Rina Ciputra

72

CEO

residen Direktur Ciputra Artpreneur Center, Rina Ciputra Sastrawinata yang meresmiskan acara ini mengatakan bahwa pameran yang bertema “Beyond Photography 2011” ini bertujuan memetakan perkembangan seni fotografi dewasa ini dalam dunia seni rupa Indonesia, khususnya seni rupa kontemporer, melalui kacamata 77 seniman dan

fotografer. “Bila seorang fotografer dalam pameran ini hasilnya karyanya dapat terjual, itu sudah merupakan suatu kegiatan artpreneur,” kata Rina Ciputra. Pameran ini dilaksanakan dalam rangkaian perayaan ulang tahun Ciputra yang ke-80 dan ulang tahun Ciputra Group yang ke-30. Inspirasi pameran ini sejalan dengan komitmen Ciputra Group pada dunia


LIFESTYLE

seni, lahir dari sebuah diskusi mendalam bersama dua kurator Jim Supangkat dan Asmudjo Jono Irianto. “Pemilihan tajuk Beyond Photography dikaitkan dengan konmdisi dunia fotografi di Indonesia saat ini dan dimaksudkan sebagai stimulan untuk melampuai perkembangan yang sudah berlangsung sejak lama,” kata Jim Supangkat.

Pada bagian lain, Presiden Direktur Ciputra Artpreneur Center, Rina Ciputra, juga meresmikan pameran tunggal Pelukis Agus YK Priyono, di Ritz -Carlton Hotel Jakarta. Pameran yang bertemakan “Message from Heaven”, menampilkan sebanyak 30 karya. ”Bencana di Indonesia menggugah hati dan menjadi inspirasi untuk tema lukisannya . Tema ini menyadarkan atau menyampaikan

sesuatu pada manusia dimanapun berada bisa saja terjadi,” kata Agus di sela-sela pameran . Bila berkunjung ke pameran ini akan terlihat lukisan lansekap pohon dengan ranting-rantingnya yang mengering pada karyanya yang berjudul “The Sign”, “Beauty of Survival”,”The Power of Everlasting” dan karya lainnya. ”Agus itu mempunyai ciri khas tersendiri”, jelas Rina Ciputra . Ini sangat penting sebagai pelukis agar diperhitungkan bagi penikmat seni , dengan begitu Agus mempunyai property intelectual.

Seni Kontemporer Indonesia Sementara itu, sebanyak 15 seniman kontemporer Indonesia berpartisipasi dalam sebuah pameran seni kontemporer bertajuk “Beyond the East: a Gaze on Indonesian Contemporary Arts” yang dibuka CEO

73


LIFESTYLE

Selasa malam (15/11) bertempat di Museum Seni Kontemporer Roma (MACRO), Italia. Beyond the East yang berlangsung selama 2 bulan, hingga 15 Januari 2012 merupakan 1 dari 11 pameran seni dalam rangkaian kegiatan besar Pameran Kebudayaan Internasional Dua Tahunan Roma, bertema Vie della Seta (Jalan Sutera), yang didukung oleh Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kebudayaan Italia. Keikutsertaan para seniman Indonesia pada pameran di Roma didukung oleh Ciputra Artpreneur Center bekerjasama dengan KBRI Roma dan Glocal Project Consulting dengan Dr. Dominique Lora, pakar sejarah seni, sebagai kurator karya seni Indonesia, yang untuk pertama kalinya masuk di MACRO, Roma,

74

CEO

salah satu museum seni kontemporer terkemuka di Eropa. Pembukaan pameran Beyond the East dihadiri ratusan tamu undangan, sebagian besar dari kalangan kolektor dan pencinta seni bukan hanya dari Italia, tetapi juga dari Negara-negara

tetangga Italia, termasuk Inggris, dan Belanda. Sambil menikmati berbagai kudapan tradisional Indonesia, para tamu menyampaikan apresiasinya terhadap karya seni Indonesia, yang dianggap asli, penuh warna dan padat dengan nuansa spiritual yang mencerminkan


LIFESTYLE

kehidupan masyarakat Indonesia. Menurut Rina Ciputra Sastrawinata, Presiden Direktur Ciputra Artpreneur Center yang selama 30 tahun memberikan dukungan terhadap perkembangan karya seni di Indonesia, ke-15 seniman Indonesia ini menciptakan karyanya dengan menggunakan berbagai bahan dasar dan mencerminkan kekuatan yang bertolakbelakang antara modernitas dan tradisi, baik di tataran lokal maupun global. Harapan Rina Ciputra Sastrawinata, melalui Beyond the East, seni kontemporer Indonesia dapat semakin dikenal di dunia internasional. Senada dengan Rina, Kuasa Usaha Sementara KBRI Roma, Priyo Iswanto, di hadapan para wartawan

Harapan Rina Ciputra Sastrawinata, melalui Beyond the East, seni kontemporer Indonesia dapat semakin dikenal di dunia internasional.

yang menghadiri konferensi pers di kompleks museum MACRO, Selasa pagi, mengatakan, Indonesia mempunyai latar belakang budaya dan tradisi yang sangat kaya dan beragam, yang tergambar dalam karya seni kontemporer di Roma. Indonesia senantiasa menjaga nilai-nilai tradisional, namun terus

berkembang semakin modern tanpa meninggalkan akarnya. Ditambahkannya, pameran seni kontemporer akan melengkapi berbagai promosi yang dilakukan KBRI Roma selama ini, terutama dalam bidang pariwsata, perdagangan dan investasi (TTI). Hal ini juga diharapkan dapat memperkuat dan memperluas cakupan hubungan bilateral antara Indonesia dan Italia. 15 seniman Indonesia yang ikut pameran Beyond the East di Roma, yaitu, Agus Suwage, Arya Panjalu, Astari Rashid, Budi Kustaro, Eko Nugroho, Entang Wiharso, Fx Harsono, Heri Dono, Made Wianta, Melati Suryodarmo, Mella Jaarsma, S. Teddy Darmawan Titarubi, Ugo Untoro dan Yuli Praytono. n MACRO/CEO

CEO

75


LIFESTYLE

Mobil Listrik,

Trend 2012

By: Dave Noslivve majalahceo@majalahceo.com

M

enipisnya cadangan minyak di sejumlah negara penghasil minyak, memaksa beberapa produsen mobil untuk berinovasi dan berlomba memroduksi

76

CEO

kendaraan irit bahan bakar. Bahkan, beberapa produsen lainnya menciptakan kendaraan listrik. General Motors adalah satu diantranya. Chevrolet Volt adalah kendaraan plug-in hibrida listrik buatan perusahaan raksasa otomotif Amerika tersebut. Kendara Volt telah diuji bahkan sudah dijual aman di pasar AS sejak pertengahan Desember

2010, dan merupakan mobil kompak paling hemat bahan bakar yang dijual di Amerika Serikat. Penilaian ini sebagaimana yang diumumkan oleh Badan United States Environmental Protection Agency (EPA). Menurut General Motors, Volt dapat melakukan perjalanan 25 sampai 50 mil (40 sampai 80 km) pada lithium-ion baterai saja. EPA


LIFESTYLE

resmi semua-listrik jangkauan 35 mil (56 km), dan kisaran 379 mil total (610 km). Gabungan EPA dinilai 2011 model tahun Volt kota / jalan raya ekonomi bahan bakar di 93 mpg-AS (2,5 km l/100; 112 mpg-imp) setara (MPG-e) dalam semua-listrik modus, dan pada 37 mpg-AS (6,4 l/100 km; 44 mpg-imp) dalam bensin-only mode, untuk keseluruhan gabungan bensin-listrik peringkat ekonomi bahan bakar 60 km mpg-AS (3,9 l/100; 72 mpg-imp) setara. Para model tahun 2012 Volt menerima rating EPA direvisi, meningkatkan perekonomian kota / jalan raya bahan bakar gabungan di semua-listrik mode untuk 94 MPG-e. Volt beroperasi sebagai baterai kendaraan listrik murni sampai plug-in kapasitas baterai adalah habis; di mana titik kekuatan mesin bensin generator listrik untuk memperluas jangkauan kendaraan. Para Volt pengereman regeneratif juga memberikan kontribusi terhadap pembangkit listrik onboard. Dalam rangka meningkatkan kinerja, mesin pembakaran internal mungkin di kali terlibat mekanis untuk membantu kedua motor listrik untuk menggerakkan Volt. Harga eceran untuk 2011 Chevrolet Volt di AS dimulai pada US $ 40.280 sebelum AS US $ 7.500 kredit pajak federal dan insentif tambahan yang tersedia di beberapa lokasi. Di antara penghargaan dan pengakuan lainnya, Chevrolet Volt memenangkan 2009 Mobil Penghargaan Green Vision, 2011 Motor Trend Car of the Year, 2011 Green Car of the Year, 2011 Amerika Utara Car of the Year, dan 2011 World

Car Green.

Model 2012 General Motors mengumumkan bahwa fitur standar 2012 Volt akan mencakup akses remote dengan keyless pasif penguncian pasif yang memungkinkan mobil untuk secara otomatis mengunci dan membuka kunci dengan fob kunci di dekat kendaraan; OnStar turn-by-turn navigasi selama tiga tahun, dan tersedia in-dash sistem navigasi; dan Chevrolet MyLink termasuk audio Bluetooth streaming untuk ponsel musik dan pilih. Volt 2012 akan tersedia dalam dua aksen interior tambahan: putih dan dibumbui merah, dan dua warna eksterior baru: KTT putih dan biru metalik topaz. Volt 2012 akan memiliki total tujuh paket pilihan sementara model 2011 hanya memiliki tiga. Di antara pilihan lain model 2012 termasuk kursi kulit, kamera cadangan, sistem navigasi, dan cat premium. Juga 17-inci velg olahraga dengan sisipan hitam akan tersedia kemudian. 2011 Chevrolet Volt resmi diluncurkan pada 30 November 2010 pada upacara di pabrik Hamtramck, di mana unit produksi pertama untuk penjualan eceran datang dari jalur perakitan. Kendaraan ritel pertama dikirimkan ke pelanggan di Denville, New Jersey pada tanggal 15 Desember 2010. Ketika itu, dilaporkan telah dibangun 11.448 Volt secara total sampai November 2011, termasuk demo dealer dan kendaraan crash test. Pada November 2011 General Motors mengumumkan bahwa mulai tahun 2012 awal, semua model yang

dijual di California akan menampilkan paket yang rendah emisi baru yang akan memungkinkan 2012 Chevrolet Volt untuk memenuhi syarat sebagai teknologi-parsial, ditingkatkan canggih nol emisi kendaraan (enhATPZEV) dan memiliki akses ke jalur hunian tinggi California kendaraan (HOV). Versi standar baru California Volt dilengkapi dengan mesin dimodifikasi dan komponen knalpot. Catalytic converter yang telah dimodifikasi untuk menambahkan sebuah pompa injeksi udara sekunder yang “aliran udara ambien ke dalam aliran gas buang untuk meningkatkan kemampuannya untuk menghilangkan polutan.� Pemilik Volt 2012 dengan paket emisi rendah akan memenuhi syarat untuk melamar untuk mendapatkan satu dari 40.000 jalur HOV stiker tersedia dikeluarkan untuk kendaraan yang memenuhi syarat sebagai AT-PZEV California. n Wikip/CEO CEO

77


LIFESTYLE

Eee Pad Slider SL101

A

SUS menciptakan minicinema yang bisa diletakkan ditangan anda. Diperkuat dengan prosesor NVIDIA® Tegra™ 2 dual-core, Eee Pad Slider mampu berselancar di dunia maya dan memainkan video HD dengan kecepatan yang mengagumkan. Waktu respon yang cepat dan perform multi-tasking yang lebih baik membuat Slider sebagai pusat hiburan mobile yang sesungguhnya. Teknologi suara premium SRS menyedikan pengalaman audio yang dinamis, dengan respon bass maksimum. Panel IPS yang dibuat dari kaca Corning® Gorilla® yang kuat dan anti-gores dengan sudut penglihatan hingga 178°, dan memproduksi jangkauan warna yang lebih akurat dan tajam - hingga 50% - ketika dibandingkan dengan table lain di pasaran. Kamera depan 1.2M dan kamera belakang 5MP dapat mengambil dan merekan video HD, yang langsung dapat dimainkan dalam bentuk HD didalam Slider. Anda juga dapat melihat output film anda di HDTV melalui port mini-HDMI untuk pengalaman multimedia yang lebih mantap. Kamera depan 1.2M dan kamera belakang 5MP dapat mengambil dan merekan video HD, yang

78

CEO

Keyboard QWERTY dan Port USB Teintegrasi Anda dapat dengan mudah merekam dan berbagi momen hidup anda, dimanapun dan kapanpun. Keyboard QWERTY terintegrasi

langsung dapat dimainkan dalam bentuk HD didalam Slider. Anda juga dapat melihat output film anda di HDTV melalui port mini-HDMI untuk pengalaman multimedia yang lebih mantap.

menawarkan pengalaman mengetk yang jauh lebih nayaman. Eee Pad Slider menyediakan penggunaan tablet yang intuitif sekaligus pengalaman ber-laptop yang sudah banyak dkenal orang. Ganti Eee Pad Slider dari tablet kepada bentuk notebook hanya dengan sekali slide. Dengan 16/32GB eMMc, MicroSD Card Reader, port USB, dan ASUS Webstorage (unlimited untuk satu tahun), anda dapat menyimpan dan berbagi data dimanapun dan kapanpun. n

Spesifikasi l CPU dual-core NVIDIA® Tegra™ 2 1.0GHz untuk multitasking dan pemutaran video 1080p yang sempurna l Sistem operasi Android 3.1 Honeycomb (upgradeable to 3.2) yang mendukung Adobe® Flash® 10.22 l Keyboard QWERTY lengkap, input touchpad dengan Polaris® Office® untuk produktivitas mobile l Daya tahan baterai istimewa hingga 16*1 jam untuk komputasi sepanjang hari dengan docking station l Panel IPS memukau dengan sudut tampilan 178⁰ yang ekstra lebar, terbuat dari bahan kaca anti-gores dan sangat kokoh l Port USB, MicroSD Reader dan satu tahun Unlimited ASUS Webstorage untuk kemudahan berbagi dan perluasan storage l Suara premium SRS dengan respon bass maksimal


DESTINASI

Hotel Ciputra:

“Good hotel with excellent service”

H

otel Ciputra, menawarkan 292 kamar tamu yang nyaman. Nilai plus, selain dekat dengan pusatpusat perbelanjaan, khususnya di wilayah Jakarta Barat, hotel ini juga lokasinya dekat dengan airport -- 25 km dari Airport Soekarno-Hatta-dan 15 km dari Stasiun Kereta Api Gambir. Hotel berbintang empat ini juga terletak tepat di atas salah satu mal terbesar dan terlengkap di Jakarta, yang memberi akses langsung menuju toko-toko eksklusif, restoran, bank, bioskop, karaoke dan tempat-tempat hiburan lainnya. Para tamu juga memiliki banyak pilihan bersantap di hotel yang dibuka sejak 1994 ini. Fasilitas hotel, diantaranya bar tepi-kolam, pub, coffeeshop, fasilitas rapat, kotak penyimpanan, layanan kamar, layanan 1 x 24 jam, layanan laundry/dry cleaning, penitipan bayi, pusat bisnis, restoran, ruang merokok, sarana olah raga, dan fasilitas kemudahan layanan lainnya. Pelayanan yang memuaskan bagi costumer, menjadi keharusan di hotel ini. Berikut beberapa kesan tamu (Juni-Oktober 2011) yang sempat merasakan layanan terbaik di Hotel Ciputra. Stephen W. (Indonesia, 30 Oktober 2011). “Bersih dan rapi serta apik penataan ruangannya walaupun TV-nya kekecilan.... Tip Shopping: dikelilingi oleh 3 mall yang besar-

besar dan lengkap disertai dengan rekreasi anak dan keluarga seperti di central park”. Roeming G (warga negara Jerman, 24 Oktober 2011). It has a shopping mall just behind it, near to exit and entrance to highway, i like this hotel. the service was nice, the room is superb. it has a shopping mall just behind, near to the highway entrance, quite comfy to go to anyplace, if not for the traffic jam. food and breakfast was ok; too bad the bar does not serve german beer and it doesn´t serve free wi-fi. it does serve pay-per-day wi-fi though, but in my opinion, the tariff is too high. Should. Good Business Hotel. Wei H. (Malaysia, 22 Oktober 2011). Nice hotel with good service

staff. Nice hotel, rooms are average with cable tv. Nice live band at lobby. However, internet access is expensive. Lobby is usually full with guest conducting business talk or meetings. Tip Shopping: There is a supermarket located next to the hotel. Great Location - easy to get around.. Adrian C. (Malaysia, 21 Oktober 2011). Connected to a hotel - easy to get food and etc i’ve stayed in this hotel many times and so far their service have been quite consistent. friendly staffs at the lobby lounge and front desk. Tip Restauran: Chinese food ( Ta wan ) just around the the corner by the Hotel. Nice food and reasonable price - good service as well! Good Hotel with excellent CEO

79


DESTINASI

It has a shopping mall just behind it, near to exit and entrance to highway, i like this hotel. Roeming G

service.. Wee S. (Singapore, 21 Oktober 2011). Roo, The hotel room is clean and cosy. Very much worth the price paid. The hotel staff service are good. The breakfast given was good. Hotel next to shopping centre is convenient and great to eat dinner. The only bad point about the hotel is the location. It is in a traffic jam area. But the jam is still alright. Overall, i rate the hotel good. Lovely hotel and service with a smile. Tan J. (Malaysia, 19 Oktober 2011). Convenient for business travel good location, big lobby... convenient for shopping as its just beside the Hotel. Nice Hotel but unimpressive bathroom. Fabian O. (Singapore, 15 Oktober 2011). Hotel next to shopping mall. I had a pleasant stay. the hotel was clean and the staff were very nice. the only issue i had was the bathroom.

80

CEO

the bathtub choked and it looked run down. the restaurant was good and i had the most amazing indonesian food in the restaurant. overall, it was a pleasant experience. Tips perjalanan: The location of this hotel is not exactly in downtown Jakarta. Traffic was therefore relatively smooth to and from the airport. So if you are looking for easy movement, this is a pretty good location. Great Location. Near to Airport. Yan Y. (Singapore, 07 Oktober 2011). Near to Airport. Nice and friendly Staffs. Neat and tidy room. Not much of a complaints. Convinent hotel with shopping mall link to it. Khit H. (Singapore, 06 Oktober 2011), This hotel is safe and very convinent in a good location i have being staying in this hotel for most of my trips to Indonesia. it is a very safe hotel to be in and very convient on food and your shopping needs

as it is linked to a shopping mall. the rooms have been renovated but the restuar needs some upgarding. trafiice around the hotel is very bad. Nice and convinience hotel, traffic is bit busy. Shun T. (Singapore, 23 September 2011). Shopping Mall is a good reason for staying there! Room is ok, bath need to improve, room price is a bit expensive. Breakfast was ok, will be there is traval alone. Because I can spend some time at the shopping mall. “Lovely hotel and service with a smile”. Gary L. (United Kingdom, 03 September 2011). Rooms are good, very clean, pool, and beside a good mall. I been at this hotel before, and every time I go to this hotel it just gets better, from booking in to booking out, The room are very good, clean, great views. The pool is very good, there is a gym, and spa. If


DESTINASI

you want to eat there is a very good mall to go to many places to eat from Indonesia food, to just kfc, and if you like shopping many shops. If you got a flight at 5pm after booking out they will keep your bags save untill you need to collect them, and they will order your taxi, overall a great hotel. Good location, good value. Yves V. (Belgium, 13 Agustus 2011). Shopping mall attached to hotel the hotel is a bit old. some rooms are renovated but bathrooms are not

renovated. overall the hotel is quite clean. good location near airport and shopping mall is directly attached to hotel. breakfast is sometimes a problem because there are not enough spaces and you will need to wait. the staff is also not doing any effort to arrange the seating for breakfast... Great location. Riyad A. (Saudi Arabia, 30 Juli 2011). Shopping. I was there a lone for tow nights and I love the hotel and my room was so clean and good bathroom as will ..and the shooping mall is just 2 second from your room

Fahad A.

Hotel: i really recommend it for any type of visit to say in as i first choice. Super lovely hotel. There you can enjoy whatever you like shopping or swimming pool or stay at the big lobby. also you can enjoy the shopping at Ciputra mall. Freindly staff but location not ok.. Hazel C. (Philippines, 05 Juli 2011). Good food choices for breakfast, complimentary 15 minute massage, welcome drink, friendly service, connected to Ciputra Mall so you

there for just tow nights and then I went to another city and when I get back to Jakarta again I chose to stay there agin for more tow nights ..I would really recommend it to everyone. Tip Shopping: The mall is just connected to the hotel, and the other big malls is not far from the hotel as well. Super lovely... Fahad A. (Saudi Arabia, 19 Juli 2011). Modern, and fashoin hotle, Mall it is the best hotel i really like where i can enjoy the stay and shopping in its big modern mall. lovely helpfull stuff. Tip untuk Ciri

dont have to bother about the traffic when looking for something to do or somewhere to eat or something to buy. Not the cheapest hotel but worth the money esp since one of the relatively near hotels to the airport. Definitely beats wading through Jakarta traffic for hotels in CBD area! I like how it is connected to the mall where you can find pretty much everything - food, shopping, movie. Facilities are great and complete. Good food for breakfast! Could use more front desk personnel. Good location but room rate a bit high. n

..it’s connected with a nice mall and you can find everything there i was

�

Modern, and fashoin hotle, Mall it is the best hotel i really like where i can enjoy the stay and shopping in its big modern mall.

�

CEO

81


DESTINASI

Pantai Terbaik di Asia 2011

M

itra CEO, www.lifestyleasia.com, akhir Agustus 2011 lalu merilis tulisan dari Esther Cheng tentang pantai-pantai terindah di kawasan Asia. Dalam laporan yang juga ikut disebarkan lewat yahoo.news Indonesia, menyebutkan, sedikitnya tiga lokasi terindah baru di dunia (2011) yang cocok dinikmati kalangan eksekutif, baik sekedar berlibur atau untuk berinvestasi. Banyak yang bilang bahwa pantai-pantai terindah di Asia biasanya jarang dikunjung orang, dan sulit dicapai. Itu mungkin benar, tapi waktu yang Anda habiskan untuk mengunjungi pantai-pantai ini akan terbayar. Berikut pantai dan resort paling indah tersebut:

Pulau Mabul, Borneo Mabul terletak di lepas pantai timur laut Malaysia. Pulau terpencil ini cocok untuk penyuka pantai dan penyelam. Salah satu resort favorit kami adalah Sipadan Water Village Resort yang terdiri dari 45 bungalow. Seluruh penginapan ini berdiri di atas penyangga kayu. Borneo adalah salah satu lokasi penyelaman terbaik di dunia, termasuk Pulau Sipadan, yang terletak 15 km dari Mabul. Dengan laut yang tenang, angin sejuk, dan terumbu karang berwarna cerah, keindahan pulau ini tak perlu dijelaskan lagi. Agak sulit menuju ke Sipadan. Itulah alasannya kenapa turis-turis lebih sering berbondong-bondong ke Pulau Redang dan melewatkan Sipadan. Perjalanan pertama cukup mudah, penerbangan langsung ke Kota Kinabalu. Sekalinya tiba di sana, turis harus berganti pesawat dan menaiki penerbangan domestik ke bandara

82

CEO

Tawau di pantai timur Sabah. Meski perjalanannya panjang, pemandangan yang akan Anda lihat bersama dengan hanya 44 orang lainnya akan mengesankan.

Con Dao, Vietnam Terkenal karena perairannya yang jernih dan berwarna hijau-biru, pantai berpasir keemasan, hutan

mangrove yang rimbun dan terumbu karang yang kaya, Con Dao adalah kepulauan yang terdiri dari 16 pulau di tenggara Vietnam. Awalnya, Con Dao adalah hutan lindung dan taman nasional yang meliputi berbagai aspek ekosistem pesisir dan kelautan. Salah satu klaimnya adalah, tempat ini menjadi daerah penetasan telur penyu


DESTINASI

terpenting di Vietnam. Selain itu, dugong dan lumba-lumba pun bisa Anda temukan di sini. Meski lokasinya seperti sangat jauh, Six Senses Con Dao tidak sulit dicapai, terletak di pantai tersembunyi hanya 8 km dari bandara Co Ong. Hanya terdiri dari 50 vila modern, Six Senses menawarkan ruangan pribadi di tengah vegetasi mangrove yang cukup rimbun serta pemandangan indah. Setiap vila memiliki kolam yang ‘menjuntai’ langsung menghadap ke Laut Cina Selatan. Gaya desain yang unik mengurangi kebutuhan pendingin udara dan Anda bisa menikmati ventilasi alami. Sangat mudah menuju tempat ini. Con Dao terletak sekitar 230 km dari Ho Chi Minh City. Transfer penerbangan ke Con Dao butuh waktu 45 menit.

yang baru saja buka. Terletak di pulau pribadi dengan pemandangan mencengangkan di Praslin, sekitar 15 menit naik helikopter dari pulau utama Mahe, Seychelles. Seychelles adalah sebuah negara kepulauan dengan 115 pulau yang tersebar di Samudera Hindia, sekitar 1500 km timur Kenya, Afrika. Ada 86 vila di resort Raffles Praslin Seychelles, termasuk suite

satu dan dua kamar tidur, lengkap dengan pemandangan ke Samudera Hindia. Semua vila sudah termasuk kolam pribadi dan pelayan 24 jam sesuai dengan tradisi Raffles yang menyediakan pelayanan pribadi dan eksklusif. Ingin tahu seperti apa tempat berbulan madu Pangeran William dan Kate Middleton? Anda juga bisa mendapat pelayanan ala raja di Raffles Praslin Seychelles setelah mereka menawarkan paket bulan madu “Prince William and Kate Middleton” -- Anda bisa mendapat semua keistimewaan ini tanpa gangguan paparazzi. Paket ini mewajibkan tamu tinggal minium tiga hari, dan harga awalnya mulai dari $1500 per malam, termasuk vila dengan kolam menghadap laut, sarapan, sampai perawatan spa selama 90 menit, makan malam romantis di pinggir pantai, dan tur pribadi berpemandu menuju Situs Warisan Dunia UNESCO Vallée de Mai. Paket pantai ini tersedia sampai 26 Desember 2011. n

Praslin, Seychelles Resort pantai terbaik di dunia adalah Raffles Praslin Seychelles CEO

83


SUCCES STORY

84

CEO


SUCCES STORY

Trump: DONAL TRUMP JOHANNES

“The Art of The Comeback”

D

onald Trump adalah CEO grup pengembang dan pemasaran Real Estate, Trump Corp. Depresi yang melanda dunia diakhir tahun 1990 pada saat itu harga saham properti pun ikut anjlok dengan drastis. Hingga dalam waktu semalam, kehidupan Trump terpuruk. Trump yang sangat tergantung pada bisnis propertinya ini harus menanggung hutang sebesar 900 juta US $, bahkan bank dunia sudah memprediksi kebangkrutannya. Beberapa temannya yang mengalami nasib serupa berfikir bahwa inilah akhir kehidupan mereka, sehingga benar-benar mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

D

i sini kecerdasan emosi Trump benar-benar diuji. Bagaimana tidak, ketika Ia mengharapkan simpati dari mantan istrinya, Ia justru diminta memberikan semua harta yang tersisa sebagai ganti rugi perceraian mereka. Orang-orang yang dianggapnya sebagai teman dekat pun pergi meninggalkan begitu saja. Alasan yang sangat mendukung bagi Trump untuk putus asa dan menyerah pada hidup. Namun, itu tidak dilakukannya. Trump justru memandang bahwa kondisi ini adalah kesempatan untuk bekerja dan mengubah keadaan. Meski secara financial Ia telah kehilangan segalanya, namun ada kecerdasan yang dimilikinya. Trump memiliki pengalaman dan pemahaman bisnis

yang kuat, yang jauh lebih berharga dari semua harta yang pernah ada. Apa yang terjadi selanjutnya? Fantastis, enam bulan kemudian Trump sudah berhasil membuat kesepakatan terbesar dalam bisnisnya. Tiga tahun berikutnya, Trump mampu mendapatkan keuntungan sebesar US $3 Milliar. Ia pun berhasil menulis kembali buku terbarunya yang diberi judul “The Art of The Comeback”. Dalam buku ini Trump bercerita bagaimana kebangkrutan yang menimpahnya justru menjadikannya lebih bijaksana, kuat dan fokus daripada sebelumnya. Bahkan Ia berfikir, jika saja musibah itu tidak terjadi, maka Ia tidak akan pernah tahu teman sejatinya dan tidak akan menjadikannya lebih dari yang sebelumnya.

“Jika anda terlahir menjadi orang miskin, anda tidak salah.. tapi jika anda mati miskin, itu salah anda..!!!” -Donald J Trump-

Perjalan Hidup Donald Trump Johanes Donald Trump Johanes, Sr lahir 14 Juni 1946 adalah seorang tokoh dunia asal Amerika, yang bergerak dalam bisnis kepribadian, televisi, dan penulis. Trump Pendiri sekaligus Presiden/CEO The Trump Organization. Selain di bisnis ini, Trump juga tercatat sebaggai pendiri Trump Entertainment Resorts, yang mengoperasikan kasino dan hotel di beberapa tempat yang tersebar di dunia. Gaya hidup mewah Trump telah membuatnya menjadi selebriti (terkenal) selama bertahun-tahun. CEO

85


SUCCES STORY

Bahkan baru-baru ini di NBC dalam acara The Apprentice, Ia menjadi host sekaligus sebagai produser eksekutif. Trump, anak keempat dari seorang taipan real-estate dan pengembang berbasis di New York City, Fred Trump. Donald Trump awalnya terinspirasi untuk mengikuti ayahnya sebagai pembangunan real estate. Dan untuk itu Ia sudah mulai bekerja pada proyek-proyek untuk perusahaan real estate ayahnya saat masih di perguruan tinggi. Setelah lulus dari Wharton School dari University of Pennsylvania pada tahun 1968, Trump bergabung dengan perusahaan resmi ayahnya, Elizabeth Trump & Son. Dia mengambil langkah berani pada tahun 1971 dengan mendirikan The Trump Organization. Pada tahun 2010, Trump menyatakan minat menjadi calon Presiden Amerika Serikat pada tahun

86

CEO

2012. Namun pada tanggal 16 Mei 2011, ia mengumumkan bahwa tidak akan mencalonkan. Pada tanggal 23 Mei, ia menyatakan dia tidak sepenuhnya dikesampingkan berjalan jika tidak ada kandidat Partai Republik yang layak muncul. Pada tahun 2011, Trump peringkat No 17 pada daftar Forbes Celebrity 100.

Awal Kehidupan dan Pendidikan Trump adalah putra Fred Trump dari istrinya, Mary Anne MacLeod, yang menikah pada tahun 1936. Kakak Donald tertua, Fred Jr, meninggal pada 1981 pada usia 43. Kakek dari pihak ayah Trump adalah imigran Jerman. Kakeknya, Frederick Trump, beremigrasi ke Amerika Serikat pada 1885 dan menjadi seorang warga Amerika naturalisasi pada tahun 1892. Frederick menikah

Elisabeth Kristus (10 Oktober 1880 - 6 Juni 1966) di Kallstadt, RheinlandPfalz, Jerman, pada 26 Agustus 1902. Mereka memiliki tiga anak. Pada usia 13 tahun, Trump tumbuh sebagaimana lasimnya anak yang sedang mencari identitas, sehingga orang tuanya mengalami kesulitan mengendalikannya. Melihat poerkembangan ini, orang tuanya mengirimnya ke New York Akademi Militer (NYMA), dengan satu harapan untuk mengarahkan Trump pada halhal baik dalam cara yang positif. Pada NYMA., di New York, Trump mendapat gelar kehormatan akademik , dan menjadi pemain sepak bola pada tahun 1962. Pada tahun 1963, Trump ke universitas sepak bola, selain mengikuti pendidikan di universitas baseball 1962-1964. Dalam olah raga bisbol, Ia menjadi kapten 1964. Pelatih bisbol, Ted Dobias, selebriti


SUCCES STORY

lokal dan bekerja dengan pemuda daerah, karena keberhasilan Trump, Ia dianugerahi Award Pelatih di tahun 1964. Selanjutnya, Trump dipromosikan menjadi Kapten Cadet-S4 (Cadet Batalyon Logistik Officer) bersama seniornya Kadet Sersan Jeff Donaldson (NYMA kelas 1965; West Point 1969). Di bawah mereka berdua gabungan kadet maju pesat. Mereka turun di Fifth Avenue Memorial Day pada tahun 1964 di depan Fordham University. Trump kemudian pindah ke Wharton School dari University of Pennsylvania. Dia lulus pada 1968 dengan gelar Bachelor of Science di bidang ekonomi. Dalam bukunya, Trump: The Art of Deal, Ia membahas sarjana karir: “Setelah saya lulus dari Akademi Militer New York pada tahun 1964, saya bermain-main sebentar dengan ide film yang bersekolah ... tapi pada akhirnya aku memutuskan real estate adalah bisnis yang jauh lebih baik aku mulai dengan menghadiri Universitas Fordham .... tapi setelah dua tahun, saya memutuskan bahwa harus kuliah. Saya mungkin juga menguji diri terhadap yang terbaik. Saya melamar di Wharton School di University of Pennsylvania dan masuk .. Saya juga sangat senang bisa selesai dan saya segera kembali ke rumah dan pergi untuk bekerja penuh waktu dengan ayah saya.. “

Kehidupan Pribadi Trump dikenal sebagai The Donald, sebuah julukan yang diberikan kepadanya oleh media setelah istri pertamanya Ivana Trump, yang berasal dari Republik Ceko, menyebutnya dengan panggilan

Bersama Ivana

“The Donald” tersebut dalam sebuah wawancara. Trump juga dikenal dengan slogannya, “Anda dipecat”, dipopulerkan oleh serial televisi The Apprentice. Meskipun telah dilaporkan bahwa Trump tidak berjabat tangan karena takut kuman, namun Ia menyatakan ucapan itu hanya fobia dan ungkapan dari orang yang tidak menyukainnya. Kebenaran itu pun diperlihatkannya dan berjabat tangan berulang kali di depan umum selama kunjungan ke New Hampshire pada bulan April 2011 lalu. Trump adalah seorang Presbyterian. Pada bulan April 2011, dalam suatu pertemuan umum mengatakan bahwa ia adalah “seorang Presbyterian dalam kelompok Protestan.” Dalam wawancara yang lain 2011 April, di

700 Club, Trump mengatakan, “Aku seorang Protestan, saya seorang Presbyterian. Dan kau tahu, saya punya hubungan baik dengan gereja selama bertahun-tahun. Saya pikir agama adalah hal yang indah. Saya pikir agama saya adalah agama yang indah.” Sebuah artikel di The Daily Telegraph pada 2010 menyatakan, bahwa Trump Katolik. Sebuah artikel di harian politik Februari 2011, Trump digambarkan sebagai “tampaknya merupakan anggota Gereja Reformed Belanda, yang merupakan denominasi Presbiterian”. Andrew Cusack pada tahun 2008 menyatakan bahwa Donald Trump adalah anggota dari New York City Gereja Collegiate Marmer. Menjelaskan soal hubungan organisasi gereja, Cusack mengatakan “Reformed Collegiate CEO

87


SUCCES STORY

Protestan Belanda Gereja sebenarnya adalah sebuah denominasi dalam sebuah denominasi” dan bahwa Gereja-gereja Collegiate adalah “kini menjadi bagian dari Gereja Reformed Amerika”. Collegiate Gereja Marmer menyatakan bahwa adalah denominasi berafiliasi dengan Gereja Reformed di Amerika. Trump menikah ketiga dengan Melania Knauss, di gereja Episkopal Bethesda-by-the-Sea, dalam sebuah “upacara adat”. Anak mereka, Barron, ikut dibaptis dalam pernikahan itu.

Pada bulan September 2010, Trump mengungkapkan di acara Anderson Cooper di CNN, “kecurigaan motif tersembunyi di imam menjalankan proyek” yang dikenal sebagai Park51, mengklaim imam adalah “menggunakan agama” untuk mendapatkan harga yang bagus untuk real real. Dia juga muncul di Hannity Fox, dan berkata sama. Trump dikutip oleh New York Post bahwa Ia sangat percaya tentang kebebasan beragama....”

88

CEO

Karier Real Estate Trump memulai karir di real etate dengan pengerjaan renovasi Hotel Commodore ke Grand Hyatt dengan keluarga Pritzker. Kemudian dilanjutkan dengan Trump Tower di New York City dan beberapa proyek perumahan lainnya. Dia kemudian memperluas ke dalam industri penerbangan (membeli rute Shuttle Timur), dan bisnis kasino Atlantic City, termasuk memperoleh saham Casino Taj Mahal dalam transaksi dengan Merv Griffin dan Resorts International. Pada bulan Maret 1990, Trump mengancam akan menuntut Janney Montgomery Scott, seorang broker saham, analis yang membuat komentar negatif tentang prospek keuangan Taj Mahal. Analis menolak untuk menarik kembali pernyataan, dan perusahaan memecatnya. Perusahaan membantah dipengaruhi oleh ancaman Trump. Taj Mahal mengumumkan kebangkrutan untuk pertama kalinya pada bulan November 1990. Analis mendapatkan $ 750.000 oleh pengadilan arbitrase terhadap perusahaannya untuk penghentian nya. Sebuah gugatan pencemaran nama baik oleh analis terhadap Trump sebesar $ 2 juta telah diselesaikan di luar pengadilan. Ekspansi ini, baik pribadi dan bisnis, menyebabkan utang meningkat. Sebagian besar berita tentang dia di awal 1990-an terlibat banyak masalah keuangan dipublikasikan, kreditur yang dipimpin bailout, perselingkuhan dengan Marla Maples (yang ia kemudian menikah)., dan perceraian yang dihasilkan dari istri pertamanya, Ivana Trump. Akhir 1990-an menjadi tahun

kebangkitan Trump. Pada tahun 2001, ia menyelesaikan Trump World Tower, sebuah menara 72 lantai di seberang Markas Besar PBB. Ia juga mulai mengerjakan pekerjaan konstruksi pada Trump Holding, pengembang multi-bangunan sepanjang Sungai Hudson. Trump memiliki ruang komersial di Trump International Hotel dan Tower, (hotel dan kondominium) menara berlantai 44, di Columbus Circle. Trump saat ini memiliki beberapa areal besar di wilayah real estate Manhattan dan tetap menjadi tokoh utama dalam bidang real estate di Amerika Serikat dan selebriti untuk eksposur media yang menonjol itu.

Awal Kesuksesan Trump memulai karirnya di perusahaan ayahnya, Trump Organization.Awalnyaberkonsentrasi pada bidang yang disukai ayahnya, yakni perumahan sewa kelas menengah di Brooklyn, Queens, dan Staten Island. Salah satu proyek pertama Trump ---saat masih di perguruan tinggi-- adalah revitalisasi kompleks apartemen Desa Swifton diambil alih di Cincinnati, Ohio, yang dibeli ayahnya seharga $ 5.700.000 pada tahun 1962. Trump terlibat langsung dalam proyek tersebut. Selama beberapa hari Ia harus bolak-balik ke lokasi untuk menyelesaikan lansekap dan pekerjaan tambahan lainnya. Dengan investasi $ 500.000, Trump berhasil mempersembahkan sebuah kompleks dengan 1200 unit siap pakai. Komplek yang diberi nama The Trump Organization Desa Swifton ini terjual seharga $ 6.750.000 pada tahun 1972.


SUCCES STORY

Pada tahun 1971 Trump pindah ke Manhattan, di mana ia menjadi yakin akan peluang ekonomi di kota, khususnya proyek bangunan besar di Manhattan yang akan menawarkan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan yang tinggi, menggunakan desain arsitektur yang menarik, dan memenangkan pengakuan publik. Trump mulai dengan mendapatkan hak untuk mengembangkan Penn meter lama Tengah di West Side. Kemudian, dengan bantuan sebuah keringanan

kontak dengan pemerintah Kota New York ketika sebuah proyek yang dia memperkirakan dapat diselesaikan oleh perusahaannya dengan investasi sebesar $ 110.000.000. Sebuah kesempatan yang sama muncul dalam upaya kota untuk mengembalikan Rink di Central Park Wollman. Proyek dimulai pada tahun 1980 dan diharapkan sesuai jadwal konstruksi bisa selesai pada waktu 2,5 tahun. Namun proyek yang menelan biaya $ 12 juta ini selesai pada tahun 1986. Awalnya, Trump menawarkan

pajak 40 tahun oleh pemerintah New York City, yang ingin memberikan konsesi pajak dalam pertukaran untuk investasi pada suatu waktu krisis keuangan, melakukan tukar guling Hotel Commodore yang bangkrut kemudian diubahnya sebagai Grand Hyatt. Trump juga berperan dalam kemudi pengembangan Javits Convention Center. Di bisnis properti ini Ia memiliki saham. Kisah pengembangan Javits Convention Center Trump dibawa ke dalam

untuk mengambil alih pekerjaan tanpa biaya dari pemerintah kota. Tawaran yang awalnya ditolak. Kondisi ini sempat menyita banyak perhatian media setempat. Trump kemudian diberi pekerjaan yang diselesaikan dalam enam bulan dan dengan $ 750.000 dari $ 3.000.000 dianggarkan untuk proyek yang tersisa. Trump juga terlibat dengan USFL tua, pesaing NFL, sebagai pemilik dari Jenderal New Jersey. Selain itu, Trump pada satu waktu bertindak

sebagai penasihat keuangan untuk Mike Tyson ketika melawan melawan Michael Spinks di Atlantic City.

Masalah Keuangan Pada tahun 1989, efek dari resesi kiri Trump tidak mampu memenuhi pembayaran pinjaman. Trump membiayai pembangunan kasino ketiga, $ 1 milyar Taj Mahal, terutama dengan tinggi bunga obligasi sampah. Meskipun ia ditopang bisnis dengan pinjaman tambahan dan pembayaran bunga ditunda, dengan 1991 meningkatkan utang dibawa Trump untuk bisnis kebangkrutan dan ambang kebangkrutan pribadi. Bank dan pemegang obligasi telah kehilangan ratusan juta dolar, tetapi memilih untuk merestrukturisasi utangnya untuk menghindari risiko kehilangan lebih banyak uang di pengadilan. Taj Mahal kembali muncul dari kebangkrutan pada tanggal 5 Oktober 1991, dengan Trump menyerahkan kepemilikan 50% di kasino kepada pemegang obligasi asli dalam pertukaran untuk menurunkan suku bunga utang dan lebih banyak waktu untuk melunasinya. Pada 2 November 1992, Trump Plaza Hotel terpaksa mengajukan Bab 11 perlindungan dikemas rencana kebangkrutan setelah tidak mampu melakukan pembayaran utang. Berdasarkan rencana itu,Trump setuju untuk menyerahkan saham 49% di hotel mewah ke Citibank dan lima pemberi pinjaman lainnya. Sebagai gantinya Trump akan menerima istilah yang lebih baik pada sisa $ 550 + juta utang kepada kreditur, dan mempertahankan posisinya sebagai chief executive, meskipun ia tidak CEO

89


SUCCES STORY

akan dibayar dan tidak akan memiliki peran dalam sehari-hari operasi. Pada tahun 1994, Trump telah menghilangkan sebagian besar dari $ 900.000.000 utang pribadi dan berkurang secara signifikan nya hampir $ 3,5 miliar pada utang bisnis. Sementara ia terpaksa melepaskan Shuttle Trump (yang dia beli di 1989), ia berhasil mempertahankan Trump Tower di New York City dan kontrol dari tiga kasino di Atlantic City. Chase Manhattan Bank, yang meminjamkan uang Trump untuk membeli West

90

CEO

Side meter, terbesar nya Manhattan paket, memaksa penjualan saluran untuk pengembang Asia. Menurut mantan anggota Organisasi Trump, Trump tidak mempertahankan setiap kepemilikan real estate situs - pemilik hanya berjanji untuk memberinya sekitar 30 persen dari keuntungan setelah situs itu benarbenar dikembangkan atau dijual. Sampai saat itu, pemilik The West Side Yards memberinya konstruksi sederhana dan biaya manajemen untuk mengawasi pembangunan,

dan memungkinkan dia untuk menempatkan namanya pada bangunan yang akhirnya bangkit pada meter yang terkenal karena julukan itu memungkinkan mereka untuk mengisi premium untuk kondominium mereka. Trump terpilih untuk Hall of Fame Permainan pada tahun 1995. Pada tahun 1995, ia digabungkan kepemilikan kasino nya ke Hotel Trump milik publik & Resorts Casino. Wall Street melaju sahamnya di atas $ 35 di 1996, tapi 1998 itu jatuh ke digit tunggal sebagai perusahaan tetap profitless dan berjuang untuk membayar hanya bunga nya hampir $ 3 miliar pada utang. Di bawah tekanan keuangan seperti, sifat tidak dapat melakukan perbaikan yang diperlukan untuk menjaga dengan pesaing mereka cemerlang. Trump memiliki beberapa proyek berlangsung, dengan berbagai tingkat keberhasilan dalam kemajuan mereka. Trump International Hotel dan Tower - Honolulu tampaknya menjadi sukses. Menurut Trump, pembeli dibayar tidak dapat dikembalikan deposito, melakukan pembelian setiap unit pada hari pertama mereka telah tersedia. Pembangunan Trump International Hotel dan Tower - Chicago tampaknya menjadi melanjutkan seperti yang direncanakan, meskipun 30% dari unit tetap tidak terjual.

Kekayaan Bersih The Trump Organization memiliki banyak pencakar langit, termasuk Trump International Hotel dan Tower di Chicago. Pada tahun 2007 yang edisi Oktober 7, Forbes 400, “Aces Luas�, Forbes menghargai kekayaan Trump


SUCCES STORY

di $ 3,0 miliar. Kekayaan-Nya turun dan kemudian diresesi tahun 2000, tetapi menurut Forbes, kekayaan Trump senilai $ 2.700.000.000 Maret 2011 meskipun Trump mengklaim itu jauh lebih banyak. Berhasil fitnah Trump gugatan terhadap penulis Timotius L. O’Brien, O’Brien untuk memperkirakan kekayaan bersihnya kurang dari $ 250 juta, diberhentikan pada tahun 2009. Dalam gugatan itu terungkap bahwa pada tahun 2005, Deutsche Bank kekayaan bersih senilai Trump di $ 788.000.000, yang Trump keberatan. Trump saat ini memiliki empat lapangan golf di Amerika Serikat - di Briarcliff Manor NY, NJ Bedminster, West Palm Beach, dan Los Angeles. Pada tahun 2006 Trump membeli 1.400 hektar (5,7 km persegi) plot di Aberdeenshire, Skotlandia. Trump berencana untuk mengubah tanah ini ke Trump International Golf Links, Skotlandia (TIGLS). Pekerjaan mulai di situs pada bulan Juli 2010. Telah ada oposisi dari beberapa penduduk setempat dan reaksi negatif dari kelompok-kelompok lingkungan, tetapi proyek terus. Hal ini sangat didukung oleh beberapa pemimpin bisnis lokal tapi bertemu oposisi dari beberapa kampanye lokal dan dari kelompok-kelompok lingkungan ingin mempertahankan bukit pasir 4.000 tahun yang ditunjuk merupakan SSSI (Situs Kepentingan Ilmiah Khusus). Meskipun direkomendasikan untuk persetujuan oleh pejabat Aberdeenshire Dewan, pembangunan awalnya ditolak oleh subkomite lokal anggota yang dipilih. Namun, Ia kemudian disetujui setelah penyelidikan perencanaan kontroversial diperintahkan oleh

Pemerintah Skotlandia pada Juni 2008, di mana Trump bersaksi. Pada bulan Maret 2009 Organisasi Trump telah meminta Dewan untuk menggunakan kekuasaannya pembelian wajib untuk memperoleh beberapa lokasi di Balmedie tidak membentuk bagian dari situs TIGLS

menampilkan namanya. Menurut Forbes, ini bagian dari kerajaan Trump , sebenarnya dijalankan oleh anak-anaknya, adalah yang paling berharga, memiliki penilaian $ 562.000.000. Menurut Forbes ada 33 proyek lisensi dalam pengembangan termasuk tujuh “hotel kondominium”

asli untuk yang ijin perencanaan sudah ada. Ini termasuk properti milik keluarga empat. Sebagai tanggapan, juru kampanye lokal yang didirikan Tripping Up Trump - sebuah gerakan yang ditujukan untuk melindungi keluarga di Menie diancam dengan pengusiran. Pada akhir Januari 2011 Trump muncul untuk menolak dalam sebuah pernyataan media bahwa pernah ada ancaman penggusuran, menyatakan “kita tidak memiliki kepentingan dalam pembelian wajib dan tidak pernah diterapkan untuk itu.” Banyak pengembang membayar Trump untuk memasarkan properti mereka dan menjadi wajah publik untuk proyek-proyek mereka. Untuk alasan itu., Trump tidak memiliki banyak bangunan yang

(tujuh Trump International Hotel dan perkembangan Tower). Investasi lain, termasuk saham 17,2% di Parker Adnan, Inc (sebelumnya AdnanCo Group), yang berbasis di Bermuda jasa keuangan kepemilikan perusahaan. Pada akhir 2003, Trump, bersama dengan saudara-saudaranya, dijual kerajaan real estate almarhum ayah mereka kepada sekelompok investor yang termasuk Bain Capital, Kohlberg Kravis Roberts, dan Bank LamboNuni dilaporkan sebesar $ 600 juta. 1/3 saham Donald Trump adalah $ 200 juta, yang kemudian digunakan untuk membiayai Kasino Trump & Resorts. Trump telah berhasil dalam pemasaran nama Trump pada sejumlah besar produk, termasuk CEO

91


SUCCES STORY

Trump Keuangan (sebuah perusahaan hipotek), Penjualan Trump dan Leasing (penjualan residensial), Trump University (sebuah perusahaan pendidikan bisnis), Trump Restoran (Terletak di Trump Tower dan terdiri dari Trump Buffet, Trump Catering, Trump Ice Cream Parlor, dan Trump Bar), GoTrump (sebuah situs perjalanan online), Donald J. Trump Signature Collection (garis pakaian pria, aksesoris pria, dan jam tangan) , Donald Trump Fragrance (2004), Trump Ice botol air, Trump Majalah, Trump Golf, Institut Trump, Trump The Game (1989 Board Game), Vodka Trump, Steaks Trump dan. Selain itu, Trump dilaporkan menerima $ 1,5 juta untuk setiap presentasi satu jam dia untuk The Learning Annex. Pada bulan April 2011, dilaporkan bahwa Trump dalam proses negosiasi kesepakatan dengan New York City untuk membuka kembali Tavern bersejarah di restoran Hijau di Central Park. Organisasi Miss Universe dimiliki oleh Donald Trump dan National

92

CEO

Broadcasting Company (NBC). Organisasi menghasilkan Miss Universe, Miss USA, dan Remaja Miss USA pageants. Pada bulan Desember 2006, pembawa acara talk show Rosie O’Donnell Trump mengkritik kelonggaran terhadap Miss USA, Tara Conner, yang telah melanggar pedoman perilaku kontes. Hal ini memicu perang tabloid antara dua selebriti yang berlangsung selama beberapa minggu sesudahnya.

The Apprentice Celebrity Apprentice Trump dengan bintang Dennis Rodman. Pada tahun 2003, Trump menjadi produser eksekutif dan tuan rumah NBC reality show, The Apprentice, dimana sekelompok pesaing berjuang untuk pekerjaan manajemen tingkat tinggi di salah satu perusahaan komersial Trump. Para kontestan lain berturut-turut “dipecat” dan dieliminasi dari game. Pada tahun 2004, Donald Trump mengajukan aplikasi merek dagang

untuk slogannya. “Kau dipecat.” Untuk tahun pertama Trump acara dibayar $ 50.000 per episode (sekitar $ 700.000 untuk musim pertama), tapi berikut keberhasilan awal acara, dia sekarang dibayar $ dilaporkan 3 juta per episode, membuatnya salah satu tokoh tertinggi TV dibayar. [rujukan?] Pada tahun 2007, Trump menerima sebuah bintang di Hollywood Walk of Fame untuk kontribusinya ke televisi (Apprentice). Seiring dengan produser TV Inggris Mark Burnett, Trump juga menempatkan bersama-sama The Apprentice Selebriti, mana bintang terkenalbersainguntukmemenangkan uang untuk amal mereka. Sementara Trump dan Burnett co-diproduksi menunjukkan, Trump tetap di garis terdepan, memutuskan pemenang dan “menembak” pecundang.

Kegiatan Politik Pada tahun 2010, Trump mengatakan ia menganggap dirinya calon potensial untuk Presiden Amerika Serikat dalam pemilihan 2012. Dalam kampanye utamanya, Trump berpidato Februari pertemuan CPAC, sebuah tempat awal untuk mempertimbangkan calon presiden menjalankan, sebagai menulis-dalam kandidat dalam jajak pendapat untuk kantor. Seorang Wall Street Journal / NBC jajak pendapat Berita dirilis Maret 2011 ditemukan Donald Trump terkemuka di antara pesaing potensial untuk nominasi Partai Republik untuk Presiden Amerika Serikat, unggul satu poin dari mantan Gubernur Massachusetts Mitt Romney. Sebuah jajak pendapat yang dilakukan Newsweek Februari 2011. Menunjukkan Trump dalam


SUCCES STORY

beberapa poin dari Obama, dengan banyak pemilih belum memutuskan dalam pemilihan umum November 2012 untuk Presiden Amerika Serikat melawan Barack Obama. Sebuah jajak pendapat yang dirilis pada April 2011 oleh Polling Kebijakan Publik menunjukkan Trump memiliki memimpin sembilan poin di potensi kontes untuk nominasi Partai Republik untuk Presiden Amerika Serikat. Sebuah jajak pendapat yang dilakukan pada 10 Mei, 2011 menunjukkan Trump terikat untuk tempat kelima dengan Ron Paul kalangan Partai Republik. Berbicara kepada khalayak di Boca Raton, Florida pada tanggal 16 April, 2011, Trump mengatakan bahwa reaksi pemilih untuk kinerja George W. Bush sebagai Presiden AS adalah penyebab untuk pemilihan penggantinya, Barack Obama, dan lebih lanjut bahwa Obama mungkin akan dikenal sebagai presiden terburuk dalam sejarah AS. Sikap politik Trump ini termasuk menjadi pro-kehidupan, terhadap pernikahan sesama jenis, anti-kontrol senjata, menganjurkan pencabutan dan penggantian Perlindungan Pasien dan Terjangkau Care Act, antibantuan asing, mendukung kebijakan perdagangan yang adil dan percaya umum bahwa Republik Rakyat China harus dianggap lebih dari pesaing berlawanan, dikenakan tarif impor yang signifikan sebagai respon terhadap kebijakan mata uang China dalam rangka untuk membantu keseimbangan anggaran AS. Ia juga yakin bahwa AS harus melepaskan diri di Irak dan Afghanistan. Kampanye telah dilaporkan oleh beberapa media sebagai alat promosi

yang mungkin untuk realitasnya acara The Apprentice. Time.com memiliki judul “Donald Trump Mulai Tidak Menjalankan Untuk Presiden” dan Huffington Post itu sama skeptis apakah ia akan lari. Terlepas dari skeptisisme ini, Trump diam-diam telah dipilih untuk berpartisipasi dalam “Politik dan Telur” forum di New Hampshire Institut Politik di Saint Anselm College, sebuah tempat yang populer untuk calon presiden mengunjungi New Hampshire. Ini jadwal kunjungan ini

membenarkan cerita itu. Pada tanggal 5 Mei 2011, Trump mengumumkan dia tidak akan menjadi selebriti kecepatan mobil driver untuk 2011 Indy 500 seperti yang sebelumnya diumumkan sebulan sebelumnya oleh Indianapolis Motor Speedway (pada tanggal 5 April 2011). Trump menyatakan ia membuat keputusan karena kendala bisnis, tetapi telah ada kampanye kipas untuk Speedway untuk bukan nama selebriti berlomba untuk posisi dan Speedway siaran

penting karena acara ini berlangsung pada pertengahan Juni 2011, diduga setelah Trump telah seharusnya untuk membuat keputusan apakah akan atau tidak untuk menjalankan. Pada tanggal 23 April, 2011, TV berbasis di New York stasiun NY1 melaporkan bahwa Trump tidak memberikan suaranya dalam pemilihan primer di New York City untuk rentang 21 tahun, dimulai setelah utama wali kota kota di tahun 1989, tuduhan ia telah ditolak. Pemilihan Kota juru bicara dewan

pers menyatakan bahwa Trump dibatalkan karena niatnya untuk mencalonkan diri sebagai presiden. Pada 16 Mei 2011, Trump mengumumkan ia tidak akan mencalonkan diri sebagai presiden. Pada tanggal 23 Mei 2011, Trump menyatakan di Fox & Friends bahwa ia tidak mengesampingkan mencalonkan diri sebagai presiden, menambahkan: “Negara ini sangat penting, sangat penting bahwa kita memilih orang yang tepat, dan pada saat ini, saya tidak melihat orang itu .“ n CEO

93


DESTINASI

Ternate, Menuju Kota Mandiri By: Lina Irawan majalahceo@majalahceo.com

J

ika tiba saatnya, maka bukan tidak mungkin Ternate akan menjadi salah satu kota terdepan di republik ini. Dengan catatan tentu, Ternate harus menjadi kota terbuka, baik untuk investasi ataupun bidang sosial kemasyarakatan lainnya. Boleh jadi dengan ungkapan ini, usai dilantik menjadi oleh Gubernur Maluku Utara pada 10 Agustus 2010 lalu, pasangan Walikota Ternate H. Burhan Abdurahman, SH, MM dan Wakil Walikota Ir. Arifin Djafar, langsung menetapkan langkah strategi untuk membangun Kota Ternate. Hasilnya kini terlihat dengan makin meningkatnya berbagai program pembangunan yang pro rakyat. Kota Ternate adalah salah satu kota di Maluku Utara yang sedang berkembang dengan pesat. Berbagai program pembangunan yang bertujuan untuk menyejahterakan kehidupan masyarakat terus digulir-

94

CEO

Mantan Pejabat Gubernur Propinsi Maluku Utara (Ternate) dan Maluku (Ambon), DR Sinyo Harry Sarundajang, pernah berucap bahwa Kota Ternate diibaratkannya sebagai ‘’the sleeping giant’’ atau raksasa yang sedang tidur. kan. Mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, program peningkatan perekonomian rakyat hingga masalah penanggulangan kemiskinan. Namun lebih dari itu yang juga penting adalah pembangunan yang berwawasan lingkungan dengan mengedepankan kearifan lokal agar menjadi kota yang bercirikan budaya, agamais, harmonis, mandiri dan berkeadilan. “Saya tidak ingin nilainilai budaya sekedar menjadi simbol belaka, namun harus tumbuh menjadi sebuah kota dengan kohesi sosial dan kesetaraan (equity), dimana kota yang hidup dengan beragam multietnis di dalamnya yang terbingkai dalam keberagamaan yang toleran, terbuka dan beradab untuk menjadi kota hunian yang nyaman, kota ekonomi yang mandiri,” kata Walikota kepada Pers usai peringatan setahun kepemimpinannya. Di antara beberapa program yang mulai nampak pada tahun 2011

pada tahun pertama yang cukup populis yaitu pelaksanaan program kesehatan gratis, pembukaan apotik daerah, pendidikan murah dan pelaksanaan dana BOS daerah serta pendirian Bank Perkreditan Rakyat Syariah Bahari Berkesan (BPRS Bahari Berkesan). Bahkan yang paling mendapat sambutan masyarakat ketika Ia memprakarsai kemanjuan pendidikan kota Ternate dengan merintis kerjasama Fakultas Kedokteran UGM. Walikota yang murah senyum ini berhasil menggolkan lulusan terbaik SMU di daerahnya untuk kuliah gratis di UGM sampai selesai. Sejak 4 Maret 2011, bertepatan dengan Dies Natalis ke65 dan Lustrum Fakultas Kedokteran UGM, Walikota telah melakukan penandatanganan kerjasama untuk mengimplementasikan salah satu program pendidikan murah dan gratis untuk masyarakat khususnya putra-putri terbaik Ternate.


DESTINASI

Walikota Ternate H. Burhan Abdurahman, SH, MM

Pada pada tahun ini juga pemerintah mengirim 5 orang untuk kuliah secara gratis. Hal ini karena komitmen pemerintah mewujudkan salah satu program Prioritas dari 11 program pokok, masing-masing Pendidikan Murah, Terjangkau dan Berkualitas. Dengan memberikan beasiswa kepada pelajar berprestasi mulai SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi dan Pasca Sarjana, karena Walikota Ternate mengharapkan program ini akan terus dilanjutkan setiap tahun agar supaya ke depan Ternate dapat memiliki tenaga dokter yang memadai terutama di daerah terpencil seperti Pulau Hiri, Pulau Moti dan Pulau Batang Dua. Menyinggung masalah BOS (Biaya Operasional Sekolah) Walikota Burhan menjelaskan bahwa selama ini pemerintah Kota Ternate mendapat dana BOS pusat dalam jumlah yang terbatas dan hal ini dirasakan kurang oleh sekolahsekolah, sehingga masih terdapat beberapa pungutan-pungutan di

sekolah, yang seharusnya tidak perlu terjadi. “Namun karena kekurangan anggaran, maka saya menambah anggaran untuk pendidikan yang kita sebut tambahan Dana BOS Daerah (BOD). BOD adalah subsidi pemerintah daerah untuk mengatasi pungutan-pungutan di setiap sekolah” ungkap Burhan. “Selama ini kita hanya mengenal dana BOS yang dibiayai lewat APBN, tetapi sejak 2011, kami melaksanakan dana BOS Daerah untuk menutupi berbagai kekurangan khususnya dalam menghilangkan pungutan agar pihak sekolah tidak melakukan pungutan kepada orangtua murid”, ujar Burhan yang pernah menduduki jabatan birokrasi tertinggi yaitu Sekretaris Daerah Kota Ternate sejak tahun 2006 sebelum terpilih jadi Walikota. Di samping itu, ada beberapa kebijakan strategis dalam satu tahun ini yang cepat nampak yaitu, peremajaan wajah kota, dengan penertiban PKL yang pada

pemerintahan sebelumnya begitu kumuh. ”Sejak dilantik, beliau langsung melakukan penataan dan relokasi pada PKL sehingga Kota Ternate kelihatan seperti sebuah kota yang hidup,” ujar salah seorang pemilik toko, yang selama ini ditutupi oleh aktivitas PKL di jalan Pahlawan Revolusi, yang menjadi pusat perdagangan dan jasa. Kebijakan strategis yang mendapat apresiasi dari masyarakat yaitu, wajib baca tulis Al-Quran bagi Sekolah dasar, yang menjadi prasyarat kelulusan anak SD. Bahkan beberapa program unggulan seperti satu kelurahan satu program unggulan (one village one pro­ gram) juga diluncurkan dengan mengoptimalkan semua potensi di kelurahan. Beberapa program strategis lainnya yaitu pembangunan pasar higienis, pembangunan museum dan taman budaya serta pendirian Bank Perkreditan Syariah (BPS) Bahari Berkesan. Di bawah kepemimpinan Walikota Burhan, Kota Ternate telah mampu meraih beberapa prestasi nasional di antaranya mempertahankan Piala Adipura, tropi yang melambangkan kota bersih. Di samping itu, kesuksesan lainnya adalah terpilih sebagai salah satu peserta Education Transforming Leaders in Indonesia 2011 di Harvard University. Inilah prestasi yang membanggakan, karena dari 300 lebih Kepala daerah (Bupati dan Walikota), hanya 19 Kepala Daerah yang terpilih dan diundang untuk mengikuti Executive Education Training Program di Amerika Serikat dari Kementerian Dalam Negeri. Banyak hal yang bermanfaat dari hasil mengikuti Executive Education CEO

95


DESTINASI

Training Program di Amerika Serikat itu, terutama dalam menggenjot kedisiplinan aparatur pemerintah. Setiap pimpinan SKPD tidak boleh main-main dengan persoalan pelayanan publik capaian target dapat dilakukan secara optimal. Kendati sejumlah kemajuan telah dicapai kota Ternate dalam satu tahun ini, namun hal itu tak membuat Walikota dan jajarannya berpuas diri. Apalagi masalah yang dihadapi kota ini cukup banyak. Di bidang infrastruktur, contohnya. Penambahan jumlah penduduk serta naiknya jumlah kendaraanbermotor menuntut adanya penambahan jalan serta pemukiman. ”Karena sektor yang memberikan kontribusi cukup besar pada pertumbuhan ekonomi kota Ternate bukansektoryangdapatmenyediakan lapangan kerja banyak,” kata Burhan. Itu sebabnya, menurut Burhan, ke depan pembangunan ekonomi kota Ternate akan lebih diprioritaskan pada penguatan sektor yang dapat menyediakan lapangan pekerjaan lebih banyak serta mengatasi kemiskinan. Selain mempertahankan sektor jasa dan perdagangan yang sudah berjalan cukup baik, ke depan pembangunan ekonomi kota Ternate akan diarahkan ke sektor perikanan, pertanian, industri kerajinan, dan pariwisata. ”Bila dikelola dengan benar, sektor-sektor ini dapat menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan penduduk,” kata Burhan. Pemerintah Kota Ternate merupakan sedikit pemerintahan daerah yang berhasil menerapkan otonomi daerah. Sejak otonomi daerah digulirkan, banyak kemajuan telah

96

CEO

Pemkot Ternate tak pernah lelah menciptakan iklim investasi yang kondusif untuk menarik minat para pemilik modal. Salah satunya adalah dengan memberikan pelayanan prima, murah, dan sederhana melalui konsep pelayanan satu atap.

diraih kota bersejarah ini. Di bidang ekonomi, misalnya. Tahun lalu, kota yang terletak di provinsi Maluku Utara itu mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7,94%. Jauh di atas angka rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 6,35%. Tak hanya di bidang ekonomi, kemajuan cukup pesat juga bisa dilihat di bidang infrastruktur seperti pembangunan jalan, jembatan, listrik, air bersih, jasa dan perdagangan, telekomunikasi dan informatika, serta transportasi. Perkembangan sarana dan prasarana pendidikan dan kesehatan pun relatif memadai. Tak heran bila nilai IPM (indeks pembangunan manusia) Kota Ternate mencapai 74,93%, tertinggi di Provinsi Maluku Utara. Keberhasilan di bidang ekonomi misalnya, dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam seperti perikanan, pertanian, dan industri kerajinan melalui kemitraan dan pemberdayaan usaha mikro menengah dan kecil (UMKM). ”Ini salah satu kiat saya dan pemerintahan setempat dalam meningkatkan perekonomian kota Ternate,” kata Burhan.

Namun semua potensi yang ada tidak dapat dimanfaatkan secara optimal bila tidak didukung oleh dunia usaha. Itu sebabnya, Pemkot Ternate tak pernah lelah menciptakan iklim investasi yang kondusif untuk menarik minat para pemilik modal. Salah satunya adalah dengan memberikan pelayanan prima, murah, dan sederhana melalui konsep pelayanan satu atap. Selain aktifitas sektor jasa yang maju, Ternate juga mengandakan sektor yang paling potensial untuk dikembangkan yaitu sektor pariwisata, baik wisata budaya, wisata sejarah, wisata bahari, maupun wisata kuliner. Untuk itu, kebijakan yang diambil pemerintah adalah membenahi berbagai obyek wisata serta mengembangkan pemasaran serta kemitraan dengan berbagai pihak. Di bidang pendidikan, pembangunan prasarana pendidikan dan penempatan guru yang selama ini banyak terpusat di Kota Ternate mulai tahun ini akan diarahkan ke daerah-daerah terpencil. Dengan arah pembangunan seperti itu maka diharapkan sebagian besar penduduk Ternate sudah dapat menikmati pelayanan pendidikan. Sementara di bidang kesehatan, mulai tahun anggaran 2011, Pemkot Ternate telah menggulirkan program pelayanankesehatangratis.Pelayanan kesehatan gratis merupakan satu dari 11 program prioritas pokok Pemkot Ternate tahun 2011–2016 dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Selain pengobatan gratis, program penyuluhan kesehatan, perbaikan gizi bagi ibu dan anak, posyandu, dan pengembangan bidang kesehatan lainnya. n


Majalah CEO Januari 2012