Issuu on Google+

issue 2 / March 2009 / Free

EWOK ONE ADI WHATNOT ONE OF STREET CULTURE ICONS CAPITAL BIG CITY PROBLEM

A DAY WITH

PARKWAY DRIVE LION CITY'S FINEST

DJ KO FLOW SENAYAN SKATEBOARDERS


EDITORIALS

EDITOR IN CHIEF FEBIAN HIDRANTO MANAGING EDITOR RICO LUBIS EXECUTIVE EDITOR ALPHAMARIO LUMAIN EDITOR DANANG PRIHANTORO

EDITOR’S NOTE So after working overtime everyday for a month, not sleeping and not having weekends off, the first issue was finally released! Nothing beats the feeling of seeing and owning stacks of them bad boys in the office. Also the feeling of passing them around is unbeatable! We finally executed one of our dreams and it was fun all in all during those "drinking nothing but coffee nights" companied by good ol’ Mrs. Jane. Before we started doin this project, I told one of my friend’s goodmate from Melbourne, who is also the owner of this urban lifestyle magz based in and from Melb City which called ACCLAIM about what me and some friends are planning to do and his reply to the email was “Expect a lot of hard work and stress haha”. I didn’t really get what he meant until we started building the magazine, getting some ads to put in the mag and going over two deadline dates that we aimed for. We split the group into four or five teams and spread the viruses as we call it through out Jadetabek, Bandung, a bit to Bali and even some that went out and made their ways into the Indo communities in Virginia, Maryland, Washington D.C., New York, Melbourne, Sydney, Singapore & Malaysia. Places with big Indo Communities such as Holland and California are next up on the list as well. For those of you who asked where you can get a copy nearest you is most likely in malls, stores, coffee shops, lounges and even restaurants but usually by the time you asked about it, the stacks that we dropped is already gone. So the best way that it can be delivered right to your front door would be subscribe to us. 50 thou for six issues? shiiiieeeet, can't think of a better deal than that and especially if you haven’t noticed the quality of the mag that we give as well hehe. Sangat banyak figure dan komunitas urban yang menarik untuk URBAIN angkat di edisi ke 2 ini, perdebatan pun terjadi di tim editorial kami, seru karena menurut kita perbedaan “selera” tim editorial adalah keunggulan majalah ini. Adi WHATNOT pun menggeser Ade Habibie untuk content living edisi ini. Gak kalah gokilnya dengan Ade, Adi pun orang yang punya andil besar untuk perkembangan street culture di Jakarta. Begitu juga dengan CAPITAL, urban store yang bisa mendefinisikan urban lifestyle dengan cara mereka sendiri! Untuk Soldier Internasional, EWOK pun hadir di edisi ini, yeah he’s one of the best graff writer from New York City! Masih banyak content yang enggak bisa gw ceritain satu persatu, yang jelas di edisi ke 2 ini dari segi layout dan text, URBAIN menyaring berbagai saran untuk menyempurnakan edisi ini. Thx for the good feedbacks and support! We’re starting to see more colors and slight changes in our layouts from the inputs that got to our ears regarding the first issue. Hope you guys enjoy the line-ups we put together in our second issue and we will keep on deliver the rawest & freshest urban related contents for you. Any comments or recommendations you want to tell us, feel free to email them strate to Info@ UrbainMagz.com and also we got a group going on in FaceBook. Just search for URBAIN MAGAZINE and click on JOIN THIS GROUP and we can also update you through there. So flip this page already and enjoy! Peace!

EDITOR IN CHIEF FEBIAN HIDRANTO

4

CONTRIBUTORS RICCO PRAMONO, PATRICIA, PUNANG ADIPRADANA ART DIRECTOR RICKY M EMILIUS PHOTOGRAPHERS ANGGE PAKAR , AUDRIO SUSANTO, RENDHA RAIS MARKETING & PROMOTION TYARA PUTRI , RANDY NINDITO DISTRIBUTION RIFKI AMIRUDDIN PRESIDENT DIRECTOR WINDHU HIDRANTO GENERAL MANAGER HILDA RAMLI PUBLISHER PT. PPP INDONESIA

URBAIN headquarter JL. GRINTING I No. 22 A // BLOK A // KEBAYORAN BARU // JAKARTA SELATAN 12160 PHONE / FAX + 62 21 724 4669 www.urbainmagz.com kritik & saran : info@urbainmagz.com

URBAIN MAGAZINE IS RELEASED MONTHLY BY PT. PPP INDONESIA. DO NOT REPRODUCED OUR CONTENTS IN ANY FORM WITHOUT PERMISSION OF THE PUBLISHER.


cover model Hilyani Hidranto photo Angge Pakar artwork Ewok One wardrobe Roxy

CONTENTS 18

LION CITY'S FINEST

20

ADI WHATNOT

24

BIG CITY PROBLEM

26

EWOK ONE

40

CAPTURE OF SKIN

42

LOCO SMASHIN' PONG

44

PARKWAY DRIVE

47

INDONESIAN PITBULL COMMUNITY

50

EYE WITNESS

DJ KO FLOW

ONE OF STREET CULTURE ICONS

CAPITAL

HANDI DENADI

IWAN SAINT LOCO


THROW UPS

“Definitely supporting this magazine! Maju truuuuuuuusssss! Roots block shout out!” - Ignatius Penyami “Absolutely Kewl!!... A very 1st urban cult magz from our bloody marry kiddooo :) keep up the gud werk guys!!” - Tosi Iman Santoso “Sukses yah utk kalian smua...” - Rosmita Rusman “Congratz n success to y'all” - Andi Bogelegob “Udah liat 1st editionnyah,.. nice!” - Ferry Rusli “Nice partnership with urbain... cheers”- STEREOSOUND MUSIC. “URBA'IN bangeeed..... hueyhueyhuey” - Reeko Nar “Dope magazine yo! Good job!” - Charmz Edricio Lopez (East Bay, CA) “I'm writing a fair bit at the moment, if yours short of them. There are good things in UK” – Joe Emerick (London, UK) “Suksess buat majalahnya......”

- Eko Yuli Prasetyo.


ART Hobo by Abinara


HEY!

Slayer Helmet Raja thrash metal juga ikon musik setan Slayer bekerja sama dengan O’Neal buat bikin helm motocross "Rockhard" sebagai tribute atas eksistensi Slayer di dunia musik metal. Dibuat dengan material terbaik dan juga nyaman buat dipake. Helm yang di desain dengan gambar tengkorak dan logo Slayer ini telah melewati proses standar keselamatan yang tinggi saat dibuat. Dijual dengan kisaran harga $249USD dan dibuat terbatas. Lo bakal dapet sertifikat dan nomor seri produksi helm ‘setan’ ini dilengkapi dengan custom made box setiap pembelian satu helm. Persetan dengan Ghost Rider, inilah helm setan sesungguhnya. www.motorcycle-superstore.com

Undress The Perry Ini berita bagus buat lo cowo-cowo yang ngiri sama Travis McCoy. Sekarang bukan Cuma McCoy aja yang bisa punya Katy Perry. Kita sekarang juga bisa kok walaupun hanya sebatas bonekanya doang. Jason Wu dari Integrity Toys kolaborasi sama Katy Perry buat bikin boneka yang dijual seharga $49.99 ini. Cuma diproduksi sebanyak 500 biji, jadi lo semua harus buruan cari boneka ini sebelum keduluan sama McCoy. Secara sekarang doi udah putus sama Katy, bisa jadi doi jadi punya pikiran “ga ada orangnya, bonekanya juga ga apa-apalah”. Kesian juga ya. www.integritytoys.com

Married to the MOB x KRINK Married to the MOB, clothing line buat cewe-cewe dari NYC ini berkolaborasi sama KRINK buat bikin t-shirt edisi valentine. T-shirt ini bergambar logo Married to the MOB berwarna pink dipadukan dengan logo KRINK lengkap dengan signature tetesannya yang berwarna silver. T-shirt ini dijual beserta marker KRINK berwarna hot-pink. The t-shirt and marker are currently available at the MOB Shop. www.marriedtothemobnyc.com

10

Nike Air Huarache Light Burst Jordan Inspired Pack Nike memulai tahun 2009 ini dengan akan merilis Air Huarache Light Burst berwarna black/red dan juga grey. Sekilas ketauan banget kalo nih sepatu terinspirasikan sama colorwaynya Air Jordan XI. Makin lengkap dengan tulisan “His Airness” di insole dan ekstra oval shoe laces dari Jordan XI. Nah siapin aja duit lebih buat beli sepatu ini nantinya. Untuk sementara buat nyenengnyenengin hati, lo liat aja dulu gambarnya di www.nicekicks.com

Pintu Terlarang Original Soundtrack Album Setelah merilis film Pintu Terlarang, sekarang giliran album OST nya yang dirilis sama Lifelike. Album yang di launch tanggal 10 Februari kemaren di Blitz Megaplex Grand Indonesia ini berisi 9 original songs dan 9 original scores yang menjadi bagian dari film tersebut. Untuk original score, musiknya diciptain dan ditulis sama Aghi Narottama, Bemby Gusti dan Ramondo Gascaro. Sementara Sore, Notturno, Tika, Mantra dan Ade Firza Paloh dipercaya buat nyiptain original songs-nya. Lo harus nonton filmnya dulu supaya bisa dapetin soul lagu-lagu yang ada di album ini. Tapi kalo emang belum nonton dan cuma pengen dengerin lagu-lagunya, album OST Pintu Terlarang ini udah bisa lo dapetin kok di ak.'sa.ra bookstore.


Sextoy New Album Band punk rock asal kota atlas Semarang akan merilis album keduanya yang berjudul "The Clown Never Thinks Twice" bulan Februari ini dibawah label Hit N Run records. Sextoy memainkan musik punk rock yang padat dan cepat ala NOFX. Sextoy juga dimanjakan untuk membuka konser band melodic punk asal Jerman, Not Available 27 Februari kemarin di Jakarta. Buat kalian semua penggemar musik punk rock silahkan cari album mereka segera. Rawk !!

Philip Anselmo dan Housecore Radio

METAL CAMP 2009

Philip Anselmo, mantan pentolan band southern metal Pantera, bikin stasiun radio online yang bernama Housecore Radio. Ini adalah kesibukan lain Phil selain menjalani perusahaan rekamannya yang juga bernama Housecore. Pada siarannya, Phil banyak membicarakan tentang kegemarannya akan tinju, musik dan film. Siarannya juga selalu diselingi dengan cerita-cerita kocak ala Phil. Disini dia ditemenin sama Mike Williams dari Eyehategod. Kalo lo menjadikan Phil Anselmo sebagai idola lo, berarti lo juga ga boleh ketinggalan sama siaran radionya. www.thehousecorerecords.com

Mau band lo maen di festival metal gede di luar negeri? Kayanya sekarang waktu yang tepat buat lo yang punya band metal untuk ikutan festival METAL CAMP taun ini. Daftarin band lo, terus suruh temen-temen lo buat voting band lo di www.metalcamp.com. Festival ini diadain di Slovenia dari tanggal 2 sampe 7 juli mendatang.

Ben Gauci

Lamb Of God X Converse Kali ini giliran Lamb Of God yang dibikinin sepatu sama Converse, dan Chuck Taylor Low jadi templatenya. Ada tiga sepatu yang dibikin, yang pertama dibuat dari bahan kulit hitam dan dua sisanya dibuat dari bahan snakeskin. Di tiap sepatu juga terdapat logo dari Lamb of God yang bikin sepatu ini makin keren banget keliatannya. Ga jelas sih kapan tepatnya sepatu ini dirilis dan bisa didapetin dimana, tapi mudah-mudahan dengan keahlian lo ngubek-ngubek online store, lo bisa dapetin sepatu ini. Yah, lumayan bikin jadi pusat perhatian lah kalo lo pake sepatu ini ke konsernya Lamb Of God di Jakarta Maret nanti.

Night Of The Treeple By Alex Pardee Alex Pardee bikin clothing line yang dia namain Night Of The Treeple. Clothing line yang terinspirasi dari film-film horor taun 70 an ini dirilis sama Hurley International. ‘A cinematic apparel line’, itulah eksplanasi Alex Pardee buat ngegambarin proyeknya yang satu ini. Selain itu Alex juga bikin trailer buat The Treeple yang udah dia upload ke youtube. Produk-produknya bisa lo liat di www.hurley.com.

Sabtu tanggal 7 Februari kemaren Ben Gauci, seorang professional skateboarder asal Australia datang ke Jakarta buat photo session iklan sponsornya doi Juice Ematic. Sabtu siang URBAIN datang ke press conference-nya di Urban Lounge, dilanjutkan ke Taman Menteng buat ngeliat doi main skate sambil diambil fotonya disana. Gauci sempat landing kickflip over 3 anak tangga yang lebar banget sebelum akhirnya roda skateboardnya doi rusak. Kejadian itu bikin Gauci jadi bete karena rodanya udah bener-bener ga bisa dibenerin. Dan dia cuma bawa satu papan skate hari itu. Akhirnya photo session diakhiri sudah dan dilanjutkan keesokan harinya. URBAIN berharap para sponsor bisa mendatangkan lagi skateboarder-skateboarder oke dari luar sana untuk bisa maen disini. Semoga kedatangan tamu pro skateboarder dari luar negeri bisa memacu semangat para skateboarder kita untuk bisa jadi lebih baik lagi.

11


HEY!

YANI

Model cover URBAIN di edisi kedua ini adalah Hilyani Hidranto atau Yani. Seorang artis multi talental kelahiran Bandung, 16 Januari 1982 ini mengawali karirnya di tahun 2004 sebagai salah satu presenter TV franchise berbasis musik. Saat menjadi presenter di TV tersebut Yani menyebutkan saat meng-interview Ja Rule sebagai momen yang sangat berkesan untuk dirinya. Pernah bermain film layar lebar “Gue Kapok Jatuh Cinta� dan kini juga menekuni profesi sebagai model yang bernaung dibawah bendera 9 Management. Di edisi ini foto Yani di kolaborasikan dengan karya dari Ewok, seorang graffiti writer asal Brooklyn, New York yang interviewnya bisa kalian baca juga di edisi ini. URBAIN mengirimkan data foto mentah ke Ewok dan setelah satu minggu menunggu, cover inilah hasilnya. URBAIN didn’t really know what Ewok was going to come up with in the process for the cover of our 2nd issue but the outcome is really satisfying. Combination of a pretty model and a great urban artist. Hope you all dig it as much as we do!

12


FOR YOU TO KNOW

SENAYAN SKATE BOARDERS Awal tahun 80 an, demam skateboard mulai mulai melanda di daerah Jakarta dan Bandung. Dan melahirkan beberapa komunitas atau club skateboard seperti Vandals, Street Spyder, dan lain-lain. Akhir tahun 80an skateboard di Jakarta sempat vacuum untuk beberapa tahun yang membuat beberapa komunitas skateboard sudah tidak eksis lagi. Hingga akhirnya circa tahun 1992-1993 beberapa orang dari komunitas sebelumnya mulai berkumpul dan bermain skate kembali di Senayan, tepatnya di pintu satu Gelora Senayan (sekarang Gelora Bung Karno). Ade, Uud, Mikael, Ruli, Tonggar adalah generasi pertama dari Senayan Skateboarders. Sampai sekarang generasi Senayan Skateboarders silih berganti. Sebut saja Richard Kevin, Bima Girindra, Toni Sruntul dan Jack Curtin yang sekarang menjadi professional skateboarder di Amerika. Sekitar tahun 1996 di pintu satu Senayan dibangun sebuah skatepark bertaraf internasional. Dari situ awal sponsorship mulai timbul. Skateboard semakin maju, Banyak industri dari surf dan skate berlomba-lomba membuat team skateboard. Berkat skatepark itulah para skateboarder sudah mulai dihargai talentanya. Sayang skatepark itu hanya bertahan 2 tahun akibat krisis ekonomi Indonesia. Harga papan skateboard, sepatu, dan perlengkapanperlengkapan skateboard menjadi diluar jangkauan perekonomian disini pada umumnya. Tapi itu semua tidak menyurutkan hasrat para skateboarder untuk tetap bermain skate. Dari situlah beberapa skateboarder mulai membuat alat untuk bermain sendiri hingga akhirnya

14

words Ricco Pramono photos courtesy of Ricco Pramono

mengikuti beberapa kompetisi skate di kota-kota lain bahkan sampai taraf internasional. Senayan Skateboarders merupakan salah satu sejarah berkembangnya dunia skateboard di Jakarta dan di Indonesia. Reno Pratama adalah salah satu generasi terakhir yang menjadi “raw� model skateboarders jaman sekarang. Sampai sekarang Senayan Skateboarders masih tetap eksis. Dengan semangat skateboarding yang lebih soulful tentunya.


SPLASH

HIDUP UNTUK MEMILIH

“Mau jadi apa kamu nanti?” merupakan sebuah frase yang amat sangat sering kita dengar baik dari orang untuk kita ataupun untuk orang lain. Apakah terdengar menyebalkan? Kalau pertanyaan tersebut sering dilontarkan maka rasanya akan sangat menyebalkan. Seandainya pun kita menjawab keinginan kita untuk menjadi apa, maka akan timbul pertanyaan lagi, ”Kenapa kamu memilih itu?”. Loh kenapa harus ditanyakan lagi? Karena kita pasti memilih hal yang memang kita sukai, kuasai dan bisa dipertanggung jawabkan. Ada begitu banyak pilihan yang ditawarkan kepada kita dalam hidup ini, diantaranya mungkin adalah pendidikan, pekerjaan, pacar, jalan hidup, dan banyak lagi hal lainnya. Seperti halnya pada saat saya ”dipilihkan” untuk mengambil jurusan di perguruan tinggi. Sebenarnya saya tidak begitu suka dengan jurusan yang dipilihkan tersebut. Namun dengan tidak berdayanya saya untuk melawan argumen dari mereka dan juga, ya, karena mereka yang membiayai kuliah saya maka semakin tidak berdayalah saya. Sehingga pada prakteknya saya amat lamban dalam mengikuti mata kuliah yang diberikan dan membuat saya lama untuk menyelesaikan kuliah saya karena merasa kurang sreg dengan jurusan tersebut. Saya lebih memilih untuk mendengarkan musik keras dan mentato tubuh saya. Begitupun dalam hal pekerjaan saya menjadi tattooist yang sama sekali tidak bersinggungan dengan jurusan kuliah yang dipilihkan. Pekerjaan ini memang sangat saya sukai dan hobi saya menjadi latar belakang pekerjaan saya tersebut. Sangatlah menyenangkan jika hobi kita bisa menghasilkan.

16

Beda halnya dengan teman-teman kita yang memang tidak punya pilihan lain dalam hal pekerjaan yang dijalaninya. Cuma ada dua pilihan; ambil atau mati perlahan–lahan. Kalau mereka tidak mengambil pekerjaan tersebut maka mereka tidak makan atau melanjutkan hidupnya. Mungkin saja. Faktornya adalah mereka terlalu takut dan bahkan tidak berani untuk bermimpi menggapai keinginan yang lebih tinggi. Sangat ironi memang dibanding dengan orang yang memiliki banyak pilihan dalam hidupnya tanpa harus pusing memikirkan keadaannya, karena mereka mampu mengakomodir keinginan mereka tersebut. Namun apa yang terjadi jika pilihan tersebut adalah paksaan atau keharusan? Juga dengan tawaran–tawaran manis di awalnya, dan kalau kita asal memilih mungkin hal tersebut bisa menjadi masalah nantinya. Disini kita dituntut untuk menyikapi hal tersebut apakah memang pilihannya cocok dengan kita dan jangan sampai hal tersebut nantinya bakal menyengsarakan hidup kita. Apakah kita menerima dan yakin dengan pilihan tersebut? Atau malah menolaknya? Ada banyak alasan yang akan timbul nantinya karena pilihan tersebut ada di tangan kalian semua.

words Danang Prihantoro


RISING UP

WONDER BOY Wilson a.k.a. Wild Son mempunyai cita-cita bisa ikut Red Bull BC1, sebuah kompetisi bboy bertaraf internasional. Beruntung banget dia punya orang tua yang mendukung hobi bboying nya ini. In his 9th year of age, here are his words for URBAIN. Apa kabar Wilson? Udah berapa lama kamu menekuni hobi kamu ini? Terus sekarang berapa umur kamu? Halo, baik–baik aja. Saya sudah mulai bboying sekitar satu setengah tahun. Dan tahun ini saya berumur 9 tahun. Kenapa kamu bisa tertarik untuk memilih bboying menjadi hobi kamu? Karena gaya -gayanya keren aja pas pertama kali ngeliat. Hehe. Terus kalo bagi waktu untuk sekolah dan latian bboying gimana? Kalo dari orang tua kamu sendiri, mereka support hobi kamu ga? Dari orang tua sendiri sih enggak ada masalah. Sejauh ini sih mereka selalu support saya. Kalo latiannya, yah, abis selesai sekolah aja, sore–sore gitu biasanya. Dari kapan kamu mulai ikutan kompetisi? Ada kompetisi yang berkesan buat kamu? Kalo ikutan kompetisi sih udah dari dua tahun yang lalu, tapi yang paling berkesan buat saya sih pas saya menang juara satu di Hip Hop Battle yang di adain di Lippo Karawaci. Dan pas saya bisa ngalahin salah satu idola saya Naldo a.k.a. Floor Shark di acara Brand New Old School Desember kemarin di Pasaraya.

Punya goal atau target selanjutnya ga buat diri kamu sendiri di hobi ini? Saya pengen banget ikut acara Red Bull yang namanya BC1. Wah penggemar acara BC1 nih? Good. Pertanyaan terakhir, kalo kamu bisa ketemu sama satu orang bboy atau satu crew bboy di dunia ini, kamu milih mau ketemu siapa? Saya suka cara main bboy–bboy dari Korea. Dan kalo saya bisa ketemu satu crew, Saya pengen banget ketemu sama Gamblers Crew. Mereka pernah dateng tahun 2006 kesini tapi manager mereka kurang ngebolehin mereka latihan sama kita–kita. Jadi rasanya kurang puas aja ketemu merekanya. Ok deh Wilson, terima kasih yah udah mau interview sama URBAIN. Mudah–mudahan kita dan orang–orang di Indonesia bisa lebih sering mendengar nama kamu lagi.

Gawat juga ya bisa ngalahin idola sendiri. Mumpung lagi ngomongin idola, bboy idola kamu siapa aja? Idola saya dari dalam negeri buat sekarang sih Naldo, tapi kalo buat yang dari luar negeri ada Mennoh (Def Dogz) dari Belanda, Casper (Boogie Brats) dari Amerika dan Lilou (Pokemon) dari Perancis. Kalo dari style bboying kamu sendiri nih, lebih suka main power moves apa main style? Suka dua–duanya sih. Lebih suka digabung supaya engga limited juga pas main. Hehe. Style favorit di bboying? Saya paling suka ngelakuin freeze yang namanya Air Chair.

words & photos Febian Hidranto

17


BUZZ

LION CITY’S FINEST

If the name “DJ KO FLOW” haven’t reached your partygoers’ and clubs lovers ears’ then you need to start updating yourself and go out some more! One of the Top DJ from Singapore, who has traveled around South East Asia and other regions of the world for gigs and showcase is in URBAIN’s 2nd Issue. Check out what’s inside his head and how he feels about Indo’s scene and what not through the interview we did with him for our BUZZ section for this month.

Planning to come to Indo again anytime soon man? Definitely this year!

What up Mr. Ko Flow, fill us in with a lil introduction of your fresh self. What’s up? I'm a Turntablist/DJ representing Singapore and Radikal Forze, just released my EP in 2008 entitled “Bank St". How long have you been DJ’ing and what got you into it? Got into the whole scratching thing thru my skateboarding pal, DJ Ritz. Since the day, I actually feel and start DJ’ing. It has been 8 years. What genre of music do you listen to and collect more of? I listen to lots of stuff, from Hip Hop, down tempo, funk, reggae, D&B, rock, jazz, dubstep and abstract/experimental. But I personally collect more funk and old jazz, that’s the fun of the whole thing, digging for samples or breaks that satisfy the beat junky in you!

18

Which DJ do you look up to from overseas? Your inspirations? DJ Shadow, Krush, Ming & FS, and many more. A-Trak, Qbert, Mix Master Mike or Jazzy Jeff? They are all unique scratch musicians and I admire all of their talent, but if I have to choose one, I will go will with A-Trak. Do you have your own DJ crew out there? Are you guys sponsored by any brand or companies at the moment? I'm one part of the now-defuncted, Fader Masters worldwide. I'm also the DJ for Radikal Forze. I'm currently down with Vestax, Pro X faders, Nike, Oakley and Terrorkota. What else do you do besides DJing? Besides DJing, I'm producing. Check out my beats at www.babulous.com/KoFlow. Other than that, it's all time with friends or just jamming.

words Febian Hidranto photos courtesy of DJ Ko Flow

Your favorite country that you've been to and why? San Francisco, United States. Just the whole vibe and learning from the true skool. What do you think of the DJ'ing scene out here in Indo? Mad producers like DYMZ and Bima, keeping the local flavor rocking at it's best! From what I heard, it's quite a major scene out there! I always wanna say the least but I can't, cause it's just the last shit interviews always asks. Any shout outs you wanna give to the Mag, to the Indo DJ's or to the indo ladies out here? Thanx for taking your time to do this interview and hopefully we’ll have you in Indo soonage! Big ups for URBAIN and Kreate for hooking up this interview. Bunch of Indo homies, DYMZ, Bima, Hamdi, Tony, The Senayan Skateboarders from back then! Ricco, Erick, Kema, Bruce, Nova and peeps from Bandung!


ADI WHATNOT ONE OF STREET CULTURE ICONS

Saat ini sneakers collector sedang menjamur dimanamana, jauh sebelum nike dunk dan blazer begitu popular di kota- kota besar. Ada sekumpulan anak muda yang berinisiatif untuk membawa acara terbesar untuk kolektor sepatu , SNEAKER PIMPS! Bahkan sneaker pimps saat itu tercatat sebagai yang terbesar yang pernah diselengarakan. URBAIN mendapat kesempatan untuk ngobrol banyak dengan ARIADI POERNOMO atau yang akrab dipanggil Adi, salah satu orang yang berjasa dengan acara tersebut dan imbas yang dibuatnya. Adi yang saat ini memiliki kesibukan dengan Daily Blognya yang bernama WHATNOT akan menceritakan tentang koleksi-koleksinya dan event yang pernah dibuatnya. Mr. Adi! Ceritain ke URBAIN dong ,apa itu WhatNot? Online magazine + design house + event planner / creative culture. Kalian kan yang �bawa� acara SNEAKERS PIMPS ke sini tahun 2006 kemaren. Ide awalnya gimana sih untuk bawa acara itu kesini? Dan kenapa memilih SNEAKERS PIMPS? Karena saat itu belum banyak yang ngangkat sneaker culture dan urban/ street art. Dan buat kita itu juga jadi follow up yang nendang setelah hampir setahun sebelumnya kita bikin Medium Rare, Indonesia's 1st street art and sneakers exhibition. Trus ada niat untuk bawa Sneaker Pimps ke sini lagi enggak? Soalnya seru banget acaranya waktu itu. Thanks, but no thanks. Buat sekarang, gue prefer untuk bikin sesuatu yang enggak sneakers-related. Gue pengen yang seru juga pastinya, tapi akan beda dengan yang sebelumnya. Dan emang WhatNot bukan harus selalu yang berhubungan sama scene urban (apapun itu artinya) hehe, tapi anything GNARLY and AWESOME !! URBAIN udah liat salah satu kamar lo yang isinya barang-barang koleksi lo. Tapi terlalu banyak untuk dihitung haha. Kalo sepatu ada berapa kira-kira? Hmm, 300 an kali, itu juga sekarang kebanyakan. Koleksi lain selain sneakers? Anjing, topeng, piringan hitam dan kamera. Itu aja paling yang masih aktif sih. Ada koleksi yang belum kesampean ga? Laserdisc dan kancut. Haha. Event apa aja yang udah pernah lo bikin di sini? Gue belajar bikin event pertamanya karena dulu gue sempet punya butik "Nuimasu" sama Barly Asamara dan Ratna. Nah karena itu gue dulu harus

20

words Febian Hidranto photos Rendha Rais


LIVING

bikin acara buat promosi dan dari situ gue beberapa kali bikin acara sama DJ Anton (Future10). Nah dari dia dan dari situ gue belajar paling banyak. So I owe it to those guys. Kalo semenjak ada WhatNot paling Medium Rare dan after partynya sama Thomas Bullock (Rub N Tug), Sneaker Pimps Jakarta, 4 atau 5 acara di EX Plaza Indonesia, Footurama Swapmeet, Introducing Notorious, 16DScale Store Launch, 16DScale Damsel In Distress Collection Launch, dan kita juga punya monthly affair sama Quirk It!. Hobbies or your daily routine? ngurusin anjing dan salto Menurut lo urban scene di Indo atau di Jakarta itu gimana sekarang? Ya kaya yang di majalah lo gitulah. Haha enggak ngerti. Enjoy it while it last aja lah. Denger-denger kan lo sama WhatNot mau bikin toko nih, kapan buka? Namanya apa? Dimana? WhatNotnya sih enggak bikin toko, tapi kita ada rencana (hopefully) bikin sesuatu dengan premium line-nya Unkl347 dan juga lagi ngebantu 16Dscale. Tapi gue sama temen-temen gue sih sekarang ada toko di Lamandau, TRIBUTE namanya.

21


LOST N' FOUND

CLAUDE ALEXANDER HUTASOIT

Emang apa bedanya sama anak-anak jaman sekarang? Menurut gw fine-fine aja dengan keadaan skateboarding jaman sekarang. Kalau jaman dulu keulang lagi udah ga akan spesial lagi memorimemori dari "dark ages" itu. Contohnya, jaman Senayan itu the best time in my life. Tapi menurut gw udah cukup. Ga usah diulang. And let time fly. Anak-anak singkong jaman sekarang gawatgawat lah kalau main. Tapi yang gw harap mereka juga bisa mendalami culture side of skateboarding. Buat gw skateboarding bukan olahraga atau "action sport" doang. It’s life, it’s a lifestyle. It’s love for sure. Terus kenapa ga main skate lagi? Sebenarnya gw hampir ga pernah main karena ukuran badan yang bertambah. Its uncomfortable, man..Hahahahahaha! At the same time ada beberapa tanggung jawab yang mesti gw lakukan. You'll see me on board soon, bitch! Untuk sementara gw jadi "cultural ambassador" dulu deh.

Sebenernya dia masih sering keliatan wara-wiri sebagai seorang scenester di Jakarta. Apalagi dengan kegiatannya sebagai vokalis Fall dan kesibukannya ngurus Tribute, tokonya yang baru aja dibuka di bilangan Lamandau. Tapi dalam hal skateboarding, udah jarang banget kita ngeliat Claude bermainmain dengan papan skatenya dan juga udah jarang banget batang hidungnya terlihat di acara-acara skateboard disini. Claude Alexander Hutasoit, we want you to explain it.. Sejak kapan main skate? Addicted sejak 12 tahun lalu Any good year? 1996. Dalam opini gw itu tahun terakhir sebelum skateboarding mulai diterima secara umum. Jaman sekarang skateboarding udah maju banget, di luar negri udah bisa menjadi mata pencaharian, disinipun juga buat teman-teman kita yg beruntung. Inovasi dalam skateboarding juga udah mind blowing, dan sebagainya. Tapi udah gak raw, udah gak dirty, attitudenya sudah berubah. Bagaimana skateboard itu menurut lo? I miss the dark days of skateboarding, because the best days were when people were looking away. You actually felt like it was yours only.

22

words Ricco Pramono photos courtesy of Claude

Sekarang sibuk ngapain aja Claude? Gw sibuk sekolah lagi. Di hal akademis gw pecundang abis, dan sekarang waktunya gw untuk fix things. Gw juga lagi ngejalanin toko Tribute. Sibuk menyiapkan disain buat Tuff Stuff yang soon akan dirilis, sibuk membuat lagulagu baru bersama Fall untuk next album, dan sebagainya. Sok sibuk sih sebenernya. Hehehe. Kangen ga sama skate? Checking spot? Iyalah. Gw sampai sekarang masih mikirin skate, man. Dan walaupun gw ga main, gw selalu into videos, magazines, dan websites yang berhubungan sama skate. I haven't changed in 18 years, man. I just don't do the most important part at the moment, which is the act of skateboarding. Selain itu, staying true. Ada rencana buka skate shop lagi melanjutkan Jumps (skate shop di Kemang Skatepark owned by claude)? For the scene, from the scene, I bet you know what I mean. Last. Kalo mau nyari Claude dimana ya? Hehe. Lo bisa menemukan gw didalam hati para muda-mudi.


BIG CITY PROBLEM

CAPITAL

Sebuah pencerahan datang dari CAPITAL, toko yang URBAIN rasa representatif untuk lifestyle anak-anak muda jaman sekarang. Mereka punya benchmark, dan konsep yang membuat mereka berbeda dari toko-toko lainnya. Ox dan Kims, the men behind the store, memaparkan semuanya disini.

What up Ox and Kims? Kenapa kalian milih CAPITAL untuk nama toko kalian? Dan kenapa tagline tokonya “BIG CITY PROBLEM”? Yo URBAIN, baik–baik aja nih. Kita milih nama toko CAPITAL karena kita tinggal di Jakarta, di capital city of Indonesia. Dan huruf–huruf yang capital artinya kan huruf–huruf yang bold dan stands out tuh. Dan itu juga yang kita pengen dari toko kita ini. Untuk menjadi toko yang stands out dan beda dari toko–toko yang lain. Kenapa juga kita pilih taglinenya itu karena menurut kita anak–anak muda kan bisa dilihat sebagai big cities’ problems. Lifestyle anak muda kan pasti aja ada masalah– masalah tersendirinya. Dan kita lihat juga dengan apa yang terjadi di Jakarta, banyak banget kan tuh masalah yang terjadi disini. Hahaha. Apa sih yang membedakan CAPITAL dengan toko, butik atau distro yang sudah ada di Jakarta dan kota lainnya ? Yang pasti sih, konsep dan desain toko kita beda dari yang lain. Trus kalo dari sisi lainnya kita juga lebih selektif dengan barang–barang yang masuk ke toko kita. Dari awal pun kita udah bikin benchmark kita sendiri dan juga kita lebih ke style anak muda yang lebih ke “into the scene”. Kalo dari sudut stylenya barang–barang kalian nih, influencenya dari mana sih? Kalo influencenya bisa dibilang kita mixed influenced kali yah. Ga harus style–style dari New York atau France, Jepang, dan lain-lain. Kita bikin apa yang menurut kita casual, relax, dan lebih ke daily gears aja dan juga yang lebih ke karakter CAPITAL sendiri.

24

words Febian Hidranto & Rico Lubis photos Ricky M Emilius


SOLDIER

Ide awalnya gmana nih untuk bikin usaha ini? Kims: Pertamanya gw sama satu temen gw yang namanya Patra, trus pas udah jalan untuk bikin tokonya, si Ox juga ngasih tau kalo dia tertarik buat bikin dan membantu. Dari situ deh kita mulai jalan dan akhirnya jadi juga. Kita juga bertiga yang invest buat toko kita ini. Oke. Trus misalnya ada yang mau beli franchise kalian untuk di luar kota atau di luar negri kalian interested ga ? Tergantung deal bisnisnya sih, tapi untuk sekarang kita masih mau fokus ke Jakarta dulu kayanya. Kalo rencana untuk ngirim barang–barang kalian ke luar negri udah ada? Udah ada beberapa tawaran, dan udah ada majalah–majalah luar juga yang masukin beberapa outfit–outfit kita di majalah mereka. Tapi untuk naro barang–barang kita consistently sih belum ada. Mungkin tahun ini. Aktivitas kalian selain maintaining toko ini apa aja? Ox: Kalo gw suka bikin video dan apa aja yang ada di dunia perfilman. Hehe. Kims: Kalo gw kerja sebagai graphic designer dan gw juga graffiti artist. Jadi kalo ada waktu–waktu yg free, paling gw gambar bareng temen–temen. Brand–brand yang ada di toko kalian ini karakteristiknya kaya gimana aja? Yang pastinya setiap brand punya karakter masing–masing dan desainnya beda–beda. Jadi lebih diverse aja kali dibanding toko–toko lainnya. Ada ga brand luar negri yang kerja sama dengan toko kalian? Kalo sejauh ini sih belum. Paling kerja sama terakhir sempet ada beberapa majalah luar yang meng-ekspose-kan barang–barang CAPITAL. Seperti ACCLAIM Magazine dari Melbourne, Australia dan juga majalah AZIAN INVASION dari Hong Kong. Fresh! Trus kedepannya kalian punya “goal” apa nih? Makin luas aja sih. Spreadingnya makin luas juga dan supaya orang–orang tau konsep toko kita ini. Descibe CAPITAL in one word! JAKARTA!

25


SOLDIER

EWOK ONE This ain’t the Ewok that you guys see from the movie Star Wars. More like one of the infamous pioneers in the graffiti scene world wide. We met him during Sneaker Pimps in Jakarta back in 2006 and have been keeping in touch since. We can’t get anymore urban by having his interview for our International Soldier for the second issue. See what he has to say about New York’s and Indo’s graffiti scene and much more in this interview. Enjoy!

Mr. Ewok, Please introduce yourself to the Indo’s. What up Indonesia! EWOK ONE, Bboy/Graffiti artist from NY. Currently rest my hat in Brooklyn. When did you first started getting into graffiti and what made you get into it? I would love to say I found a hobby as a youth that "kept me off the streets and out of trouble" but it's the complete opposite. Skateboarding from 85ish-97ish kept me IN the street, around graffiti, fucked up people, stupid daytime street fights with adults, security guards, other skaters and even the hoods that would chase you for riding thru the bad areas of town. That was where I was introduced to graffiti. Right then I knew "this was the shit". Comic books got boring for me. I was now drawing letters and characters, very badly and mostly copying but still loving this new thing I was into. How's the Graff scene in NYC at the moment? The Graff scene in NYC currently is nothing for an NY'er to be proud of, in some ways it mimics the Bboy scene in that you have younger NY’ers coming up with no pride of the heritage of the NY Style, biting is at an all time high, and trends are as easy to gravitate towards as a click of a mouse. Not to mention the penalties of being arrested now are far out balancing the actual act of writing on something. I may as well be selling drugs and carrying a handgun daily, the penalty of taking a tag now can sometimes result in longer jail time and higher bails. My boy OVIE KD is serving I believe a 3 yr jail sentence for writing on an NYC Train, when a drug dealer or someone caught with a handgun on a school yard can get the same if not LESS jail time. I can remember being locked up in central booking and being surrounded by mob hit men and straight criminals awaiting to

26

go upstate (prison) asking me "What are you in for?" and feeling embarrassed for saying "Graffiti". Dudes would just laugh, here I am talking to a guy who was selling heroin in the projects and got his crib raided in the early hours of the night and is being charged with guns and drugs, and gang affiliation, I'm over here talking about a tag! What do you think of Indo girls? Some of them girls are HOT, but that whole country smokes like the word Cancer doesn't exist, and the way your country is set up, they don't promote the side effects like they do here in the states. Everyone here who smokes in public sort of feels dumb because everyone looks at you like you're a dumb ass. In Indo I couldn’t even sit in a club more than 20 minutes, my eyes were burning and all my damn clothes stunk. That I would have to say is the worst thing about the girls out there, for me at least. I don't like that shit.

"I can remember being locked up in central booking and being surrounded by mob hit men and straight criminals awaiting to go upstate (prison) asking me "What are you in for?" and feeling embarrassed for saying "Graffiti" What do you think of Indo's graffiti scene? Had a blast with the Indo guys last time I was there. Seemed like a good community of guys, my man KIMS (CAPITAL) had shit on lock. I'm anxious to come back again. Last time was for the Sneaker Pimps Tour, came out with FUTURA 2000. That was a memorable experience for me. FUTURA is a legend for me.

words Febian Hidranto photos courtesy of Ewok

photo by Fuzzy Logik

Did you have fun at the Sneaker Pimps here back in 2006? It couldn’t have gone down better for us, we were treated like royalty from the moment I got off the plane. I was escorted through customs while everyone else had to wait in lines to get their passports stamped. I had the presidential treatment from the moment I arrived to the moment I got back on the plane. Great restaurants, great hotel, got to rock a little with you Kreate and your crew. I would do it all over again if invited. Where are you going to next? I just got back from a trip to Puerto Rico with Cope2, Jee BTC and Spot KMS. Next up is a Gallery show I’m involved in, in Hong Kong (Brave Gallery) and possibly traveling over to Beijing. After that another jam in Orlando with Cope2 and Jee again. I really love to travel. Any advice for the graff heads here in Indo? Depends, if you want an opinion from my school of thought, I’m very strict about things, know the roots and carry on tradition, but I wouldn’t want anyone to be held back by those barriers, but it's good to know these things. I could also say don't be a biter and if you use someone's name add a number and be humble about it. Last and always been asked at the end of every interviews, any shout outs? Of course, shouts to my crew Skill Methodz on the Bboy tip. For my graffiti famz, KD, 5MH, DF, IMOK, GOD, KMS, SSC. And Big ups to Kreate and his crew out there, and another shout to KIMS (CAPITAL).

WWW.MR-EWOKONE.COM


STUFF

SNEAKERS Alife! IDR 1.700.000,-

Nike Dunk Spark IDR 1.299.000,-

selection Tyara Putri photos Rendha Rais

selection Tyara Putri photos Rendha Rais

Nike Air Max Light IDR 799.000,-

Vans Half Cab IDR 960.000,Nike Air Max 1 Tutti Frutti IDR 900.000,-

Nike Blazer Year of the Ox IDR 799.000,-

Etnies Fucking Awesome IDR 1.000.000,-

Nike Air Max 1 Year of the Ox IDR 1.100.000,-

Vans Slip on Johnny Ramone IDR 590.000,-

JB Wallabee IDR 1.000.000,-

stepa / jl. panglima polim 1 no. 67, jak-sel / 021-7280 1911 myshoes / jl. radio dalam raya no.12, jak-sel / 021-727 883 84

28

selection Alphamario photos Audrio Susanto


STUFF

SKATEBOARD silver / s-class army / IDR 650.000,-

tensor / slider / IDR 650.000,-

stepa deck blue / 7.5" / Rp 400.000,-

stepa deck fucko / 7.5" / Rp 400.000,-

destructo / KLF trucks / IDR 650.000,-

thunder trucks / IDR 650.000,-

team / ed templeton / IDR 650.000,alien workshop - heath kirchart / 7.5" / Rp 620.000,-

stepa x ass / 7.6" / Rp 400.000,-

stepa / jl. panglima polim 1 no. 67, jak-sel / 021-7280 1911 selection Alphamario photos Audrio Susanto

29


NIGHT FESTIVE

Wardrobe by Proud Parents and Madness by Association of Division (AOD) & Mitchibell Stylist Tyara Model Adinda Sukardi Photographer Aghe1909 (www.1909photography.com)


Morphone Top by Proud Parents Necklace: Meaveen by Madness IDR 365,000


Zooey Top by Proud Parents Black lace legging by Gitchy


Houndstooth Wrapped Coat with Sash by Nikicio IDR 919,000


Morphone Dress by Proud Parents Head band: Powaqa by Madness IDR 375,000


Jumpsuit by Gitchy IDR 225,000


STUFF

T-SHIRT STUFF

cake / new york sex - lime / IDR 299.000,-

flying coffin / tarot - purple / IDR 385.000,-

10deep / mad murk - black / IDR 379.000,MF doom - grey / IDR 250.000,-

flight club / black mamba / IDR 300.000,-

flight club / king james / IDR 300.000,-

cake / !!!! - yellow / IDR 299.000,-

graniph / smile beauty / IDR 250.000,-

the locker / plaza semanggi lt.2 no. 152-153 / www.thelocker.multiply.com orbis concept store / jl. gandaria tengah II / no. 1-2 blok D1 / jakarta selatan

36

selection Alphamario photos Rendha Rais & Audrio Susanto


TOYS

TOYS YANKEE GIRL by ReelArt studio / USD 87.81 www.darkhorse.com

EYEGORE ACE OF SPADES by The Pizz / USD 50.00 www.munkyking.com

MR SHOE SHADOW by Michael Lau x Nike / USD 186.00

HI-DEF By Kano USD 84.00 www.toyqube.com

GAIKING USD 24.99 www.newburycomics.com

MUGSY SPRAYCAN by East3 / USD 29.95 www.kidrobot.com

KONGA BONGA by Touma / USD 70.00 www.neonmonster.com

CHUCK D PUBLIC ENEMY USD 24.99 www.newburycomics.com

DANIEL DANGER by nade / USD 10 www.tinymediaempire.com

FOREVER SENSIBLE MOTORCYCLE CLUB by James Jarvis www.characterstation.com

MONEY GRIP by kano / USD 79.00 www.characterstation.com

THE EXPERIMENT II by OsirisOrion

selections Danang Prihantoro

SEX PISTOLS by kubrick-medicom / USD 39.99 www.gtoystage.com

NIKE BLACKBALL by Michael Lau / USD 299.99 www.toyqube.com

37


TOYS

KOMA ARTCO HOLIC

Lo pilih mana : vandal tapi seru, atau dapat izin, dibayar banyak tapi ditontonin sama walikota? Gw pilih dapet izin aja, karena lebih puas hasil akhirnya, lebih tenang ngerjainnya dan gw ga begitu suka vandal-vandalan. Gw pengen orang seneng dan suka ngeliat karya gw bukannya malah nyumpahin gw. Haha. Masih inget perbuatan vandal pertama lo? Haha, iya, waktu itu gw sikat (gambar) kaca depan truk lagi parkir. Apa yang menginspirasikan lo untuk gambar? Musik dan lingkungan gw hidup.

Halo koma apa kabar? Kabar baik kabar burung.. Lagi ngerjain proyek apa nih sekarang? Proyek-proyek jalanan, proyek gambar lepas, sama lagi bikin mainan. Mainan? Iya gw lagi bikin mainan namanya kubusin. Sebenernya sih ini proyek tugas akhir gw, tapi bakalan gw realisasikan. Karakternya masih ngangkat budaya lokal mulai dari super hero lokal, adaptasi pewayangan dan lain-lain. Kenapa lo menamakan diri lo "koma" bukannya "kutip"? Karena gw ga tipsy-tipsy bangeeet, haha! "Kutip" "ku kira tipsy". Koma itu "kontaminasi manekin analoq", karena di jakarta itu kebanyakan orang kerja mengejar kebutuhan, jadinya beban dan udah jadi kaya robot aja kerja siang-malem ga punya kehidupan. Urbain liatin lo sekarang lebih sering gambar karakter dibanding bikin font. Bisa jelasin tentang karakter yang lo buat itu ga? Iya gw lagi bosen sama font, jadi gw buat karakter dan gw coba bikin yang berbau budaya indonesia. Mengadaptasi dari komplotan buto dan kurawa. Gw mulai coba ngebawa dan ngemix budaya yang kita punya di Indonesia dengan keadaan di sekitar gw yang sedang hype. Biar ada yang bisa dibanggain dari budaya timur ke luar sana. Dan budaya timur ga harus mati walaupun ga bisa di pungkiri kita tetap mengadopsi budaya barat.

Seandainya lo ketangkep waktu gambar, penjelasan seperti apa yang lo kasih ke mereka? Mat yasin (petugas keamanan yg gayanya kaya brimob) : heh anak sundal lagi ngapain lo? Ada ijinnya gak nih? Gw : wah ga ada pak, daripada ditempel- tempelin pamflet pak, kotor. Mat yasin : ga ada! Udah berenti jangan diterusin, bikin kotor aja lo! Gw : (selipin 10.000 Rupiah) tolong dikondisikanlah, pak. Mat yasin : yaudah, gambar yang bagus ya ! Jenis musik yang lo seneng dan menginsiprasi kan lo? Idm , jungle music, trip psychedelia. Kalo artis yang lo kagumi dari luar ataupun lokal? Luar : 3a , Jeremy Fish , Banksy. Lokal : all of J-Town's graffiti artists, Indie Guerillas, dan Wandi (tetangga gw umur 5 tahun tapi gambarnya udah bagus banget). Lo pengen banget bikin apa? Bikin sekolah gratis seni rupa dan desain buat anak-anak kecil yang ga mampu sekolah, dari pada gedenya jadi preman mending jadi seniman. Keinginan lo yang belum terpenuhi dan pengen banget lo lakuin? Kolaborasi bareng sigur ros dimana nantinya gw ngegambarin musik avantgardis mereka ke gambar-gambar gw.

LABIRINKOMA.MULTIPLY.COM

38

words Danang Prihantoro photos courtesy of Koma


ART

"DALAM KERINDUAN" by Morrgth / 26 years old / Graphic designer from hell / Sumatera Joint Ritual And Yamaha DT82 / www.myspace.com/morrgth // morrgth@yahoo.com


TATTOO

CAPTURE OF SKIN Handi Denadi

Mengabadikan momen orang dalam bentuk foto adalah hal yang digelutinya. Tetapi mengabadikan momen di atas kulitnya adalah hobinya dan sempat membuatnya membangun sebuah studio tattoo bersama teman atas dasar kecintaannya terhadap seni rajah tubuh. Kesibukannya sebagai fotografer membuatnya meninggalkan studio tattoonya, namun kecintaannya akan tattoo tetap melekat padanya sampai kapanpun..

“Tato merupakan bagian dari hidup gue, dan ga akan hilang” kata Handi saat URBAIN berkunjung ke tempatnya. Dia terlihat sedang sibuk mengedit hasil fotonya untuk iklan salah satu provider ternama. Banyak orang mengenal Handi sebagai seorang fotografer handal yang sudah banyak memberikan jasanya terhadap brand– brand terkenal. Kemarin juga dia disibukkan untuk pameran bertajuk Capture One bersama beberapa fotografer profesional lainnya. Fotografi yang awalnya merupakan hobi, sekarang menjadi profesi dan sesuatu yang menghidupinya. Kini Handi memiliki studio foto pribadi bernama Handi Denadi di Kemang Timur Raya No. 4 A , Jakarta. Awal ketertarikannya akan tattoo adalah pada saat dia menonton film–film yang di dalamnya banyak orang bertato dan itu menimbulkan keinginan untuk membuat tattoo di tubuhnya. Karena Handi berpikir tattoo merupakan sarana untuk mengungkapkan perasaan ataupun karakter pribadi seseorang. Tattoo pertamanya adalah tulisan ‘Faithful’ yang cukup besar di punggungnya, yang menurutnya merupakan sebuah pemberontakan atas dirinya untuk ungkapan kata tersebut. Tattoo itu dibuat

40

words & photos Danang Prihantoro

pada tahun 2003. Sekarang tangan kirinya sudah penuh dengan tattoo yang dibuat oleh beberapa tattooist. Handi juga bercerita tentang studio tattoo nya, Bucks Buks yang sekarang dia tinggalkan karena kesibukkan fotografinya. "Gw ikutan di Bucks Buks karena ingin menyalurkan hobi gw, sekarang gw udah sibuk foto, jadi daripada gw menghambat studionya, biar temen gw aja yang ngurus lebih serius hehe.” Saat URBAIN menanyakan apakah nanti anaknya boleh memiliki tattoo, (berhubung istrinya, Wanda sedang mengandung anak pertamanya) Handi menjawab “Boleh aja kalo emang umurnya udah layak. Gw sih bebas anak gw mau tatoan atau ga, asal memang umurnya udah pas aja dan dia bertanggung jawab akan itu”. Menurutnya bukanlah masalah jika kelak anaknya ingin memiliki tattoo. Dia juga menjelaskan kalo tattoo itu bukan buat sok–sokan. Kalo ada orang yang sok akan tattoonya Handi merasa tidak berhak untuk menilainya, cuma menurutnya tato itu bukan untuk disombongkan. “Kalo lo emang senang sama tato, be proud of it in a good way.” ucapnya menutup perbincangan.


ALTER EGO

LOCO SMASHIN’ PONG! Iwan Saint Loco Pemain ping-pong favorit lo siapa? Bentar..Mmm.. Yao Ming !

Mau ga lo manggung pake pakaian ping-pong? Tergantung bayarannya dong! Hahaha!

Haha! Lo sebenernya bisa main ping-pong ga? Bisa.

Bener juga lo. Kalo bayarannya gede tapi lo ditonton sama modelmodel cantik dan salah satunya ada yang lo incer gimana? Waduh, mokal juga sih. Hahaha!

Jago ga? Kelas 2 SD gw juara waktu main ping-pong. Hahahaha!

Seandainya lo udah ga ngeband lagi trus mau ngapain? Gw mau jadi pemain ping-pongnya URBAIN.

Serius lo? Serius, mau diadu apa? Tapi serius dah ga ada candil. Boleh..Hahahahahaha! Hahahahha! Seandainya lo jadi atlit, lo maunya jadi atlit apa? Atlit senam lantai. *Disini kami mencoba untuk merubah image kalian menjadi sesuatu yang kami rasa pantas untuk kalian. Haha!

42

words Danang Prihantoro photos Rendha Rais


AMPLIFIER

HOLY CITY ROLLERS Finally, we revealed the secrets behind their “Kingdom Of Allordia� songs.. 'Kingdom of Allordia' Sebenernya 'Kingdom of Allordia' itu adalah interpretasi dari buku puisinya Mesa (vocalistguitarist) yang dia beri judul "Allordia". Nah kerajaan Allordia itu sendiri adalah kerajaan khayalannya dia dan cuma dia sama Tuhan yang tau hehe. Cuma secara implisit sih itu pengutaraan keadaan di dunia secara "sarcastic", dari mulai isu global warming, trus keadaan kota Jakarta yang macet, banjir, dan sebagainya (bisa liat di videoklip kita). Nah judul album kita juga diambil dari buku "Allordia Chapter Pertama", jadi kita kasih judul album kita "First Chapter of Allordia". 'So This is the Way' Cerita dari lagu ini adalah, semua "jalan" yang ada dilewati dengan jalan dan cara kita sendiri. Bener atau ga itulah jalan yang sudah kita ambil. 'When The Bird Stop To Sing' Tentang suatu hal yang udah ga bisa diperbaiki lagi, apapun itu.

'Another Song For Her' Pokoknya lagu ini tentang seseorang yang lagi dikejar sama Mesa. Cewe lah tentunya. Hehe. 'Its a Lie' Lagu ini bercerita tentang suatu kebohongan, dari segala macam bentuk kebohongan. Dimana dunia ini tidak akan pernah lepas dari kebohongan dan tipu daya. 'Let Me Be' Lagu ini merupakan ungkapan hati yang menyebutkan suatu kebebasan untuk menjadi diri sendiri dengan cara mempelajari setiap tingkah laku kita sendiri di kehidupan ini. 'Up and Down' 'Up and Down' adalah interpretasi dari perputaran "kehidupan" dimana kadang kita berada di atas dan pastinya kita akan pernah berada di bawah. "Kehidupan" sendiri bermakna luas, namun Mesa juga menarik garis percintaan dalam lirik lagu ini.

words Alphamario photos courtesy of Holy City Rollers

'For Her' 'For Her' sebenernya kaya "BAB I", dan "BAB II" nya adalah 'Another Song For Her'. Dua lagu ini sangat erat korelasinya. 'Hook Up' 'Hook Up' ini adalah cerita tentang lelaki pada umumnya yang suka "tabrak Lari". Abis nabrak terus dia lari. Tabrak apa? Tebak aja sendiri. Hehe. 'For The Sake of Us' 'For The Sake of Us' ini sebenernya kita konsepin untuk film dengan judul "Foto, Kotak, dan Jendela" yang disutradarai oleh Angga D. Sasongko, dan dimainkan oleh Christian Sugiono, Vino G. Bastian, dan Noveleta Dinar. Film ini diputar di Jiffest tahun 2006. Temanya adalah stuck sama mantan pacar. 'What's There For Me' Itu adalah story telling, tentang cewe yang punya pacar brengsek banget, bangsat banget, tapi cewe itu tetep sayang sama pacarnya itu. Namun di satu sisi ada seorang pria yang jauh lebih baik dari cowonya si cewe itu, yang pengen banget deket sama si cewe itu.

43


PARKWAY DRIVE

URBAIN dapet kesempatan eksklusif untuk bisa nemenin band metalcore dari Australia, Parkway Drive seharian 9 Februari kemaren. Dari mulai liat pemandangan, makan nasi goreng, main gokart sampe males soundcheck. Hmm, Lets read ! Jam 2 siang, URBAIN ke bandara Soekarno-Hatta buat jemput mereka yang baru aja landing dari Kuala Lumpur, Malaysia. Langsung meluncur ke Hanggar Teras untuk melihat situasi tempat gig diadakan. Selama perjalanan tampak para personil Parkway Drive membuka kaca mobil dengan alasan melihat pemandangan haha. Sesampainya di venue sekitar jam 3 sore, para personil Parkway Drive cuma menaruh barangbarang bawaan dan perlengkapan panggung mereka. Lunch. Nasi goreng menjadi pilihan mereka. Tiga dari lima personil Parkway Drive adalah straight edge. Terlihat saat mereka menolak ketika ditawarkan bir oleh panitia. Air mineral dan minuman isotonik menjadi pilihan mereka. Wilson sang vokalis ternyata juga seorang vegan. Ga disangka mereka mahir berkata “nasi goreng”, ternyata karena sebelumnya ketika di Malaysia mereka diajarin ngomong “nasi goreng” sama orang-orang disana. Setelah makan siang mereka menuju ke venue guna melihat situasi panggung dan seharusnya mereka melakukan soundcheck. Tapi mereka menolak soundcheck, “We’re okay with the gear,” kata mereka sebagai alasan. Ga lama setelah itu, semua personil balik ke artist room, dan disaat itu Winston nyamperin URBAIN dan berbisik “We’re too lazy, that’s why,” haha!

Now is 16:30 and they’re getting bored. Panitia memberikan ide untuk bermain gokart dan mereka setuju. Mereka sangat gembira ketika melihat area gokart yang berbeda dari yang mereka biasa mainkan di Australia sana. Setelah tabrak-tabrakan pake gokart selama setengah jam lebih, mereka memutuskan buat udahan main dan balik lagi ke artist room. Sementara di depan venue udah banyak metalheads yang mulai antri mau masuk. Parkway Drive meminta massage untuk merelaksasi urat-urat diseluruh tubuh mereka sebelum show dimulai. Jam 7 malam acara dimulai. Penonton mulai memasuki venue dan Final Attack membuka acara dengan sangat bagus. Diikuti Down For Life dan juga Paper Gangster. Sementara terlihat di artist room para personil sedang stretching dan berdoa, hope it will be a great show. Jam 8 lewat Winston Mc Call (vokal), Luke Kilpatrick (gitar), Jeff Ling (gitar), Jia O’connor (bass), dan Ben Gordon (drum) naik ke panggung dan mulai men-set alatalat mereka.

For A Pro’. Aksi panggung Parkway Drive cukup atraktif. Winston sering meminta penonton untuk melakukan circle pit dan beberapa kali mendekati penonton untuk nyanyi bersama. Luke dan Jia juga sering melakukan 2 step dance, serta berlarilari diatas panggung. Ben sang drummer juga enerjik, permainannya sangat rapi dan teknikal. Kemudian mereka membawakan lagu ‘Smoke 'Em If Ya Got 'Em’ yang berasal dari album terdahulu mereka "Don't Close Your Eyes’ dan ‘Romance Is Dead’. Mereka lalu mengakhiri konser dengan membawakan ‘Mutiny’. It was a great show overall. Setelah selesai konser mereka langsung menuju ke Hotel Fiducia untuk beristirahat sebelum keesokan harinya mereka terbang kembali ke homeland mereka di Byron Bay, Australia.

Okay! Here is the show! Parkway Drive menggebrak panggung dengan ‘The Siren's Song’, ‘Carrion’, dan ‘Horizons’, lagulagu dari album terbaru mereka, “Horizons”. Juga lagu-lagu dari album “Killing With A Smile” seperti ‘Gimme AD’, ‘Anasasis’, dan ‘Guns For Show, Knives *Big thanks to Solucite for giving us this exclusive moments !

44

words & photos Audrio Susanto


A DAY WITH

45


PEDESTRIAN

Hewan pengganti kendaraan lo?

ANGGA KOSLET

KIKY

Personal Assistant

Consultant

"Undur-undur, karena saat yang lain maju dia mundur, jadi ga kena macet!"

"Biawak, karena di lingkungan sekitar saya hanya hidup makhluk ini!!! Saya besar dengan mereka."

REZA

WISNU

Unemployed

Bboy

"Belut, licin bisa selap selip"

"Singa, soalnya buas"

46


SQUAD

INDONESIAN PITBULL COMMUNITY

Pitbull, berbagai riset dan penelitian membuktikan bahwa ras anjing yang satu ini merupakan yang terkuat dan terganas! Beberapa tahun terakhir para pecinta pitbull di Indonesia mendirikan komunitas pitbull yang bertujuan untuk memberi pengetahuan lebih dan wadah untuk para pecinta Pitbull. Irwan, Riva dan Ferry adalah orang-orang yang sudah cukup lama membangun komunitas ini. Mereka akan bercerita lebih jauh tentang anjing yang memiliki daya tarung tinggi ini. Ada 3 komunitas pitbull di Indonesia yaitu Papillon pitbull club (PPBC) untuk yang anti 'dog fighting', dan ada juga Jakarta Game Dog (JAGAD) dan Indonesia Pitbull Dog Club (IPDC) yang khusus untuk 'dog fighting'. Untuk PPBC mereka biasa berkumpul di belakang apartemen Papillon Pondok Indah. Komunitas JAGAD biasa berkumpul di distro Medium di bilangan Mendawai dan untuk IPDC mereka sering berkumpul di Kaliurang, Yogyakarta. Para pecinta pitbull berasal dari berbagai profesi seperti kontraktor, manager bank, distro owner dan lain-lain. Pitbull terbagi menjadi dua macam, yaitu 'game dog' dan 'show type'. Dan untuk fisik sendiri, pitbull juga terbagi menjadi dua, yaitu 'black nose pitbull 'dan 'red nose pitbull'. Untuk perbedaan fisik ini mereka tetap memiliki naluri pitbull yang

words Rico Lubis photos Rendha Rais

sama. Walaupun Pitbull dikenal sebagai anjing yang kuat dan ganas, Pitbull juga merupakan anjing yang bersahabat dengan manusia. Pitbull juga memiliki rasa 'high pain tolerance' yang tinggi, memiliki kekebalan tubuh yang tinggi dan tentunya memiliki jiwa tarung yang sangat baik. "Orang yang ingin memelihara Pitbull harus memiliki tingkat waspada yang tinggi, tetap awasi dari jangkauan anak kecil dan kandang yang cukup kuat juga harus dipersiapkan." Ujar Iwan sebagai tips bagi mereka yang ingin memelihara pitbull. “Walaupun semua komunitas yang ada di Indonesia memiliki perbedaan visi dan misi, kita tetap saling menghargai satu sama lain, dengan dasar kecintaan terhadap ras anjing American pitbull terrier." Tambah irwan lagi.

47


ALBUM REVIEW

ALBUM REVIEW

Lamb Of God

Holy City Rollers

Efek Rumah Kaca

Wrath [ Epic / Roadrunner ]

First Chapter of Allordia [ Black Morse Records ]

Kamar Gelap [ Aksara records ]

Dua tahun lebih menunggu setelah “Sacrament” dirilis pada 2007 bukanlah waktu yang sia-sia untuk para fans Lamb Of God. Mereka masih tetap memberikan yang terbaik untuk para fansnya. Terdapat 11 lagu di album ini. Dimulai dengan ‘The Passing’-yang juga berfungsi sebagai intro-yang sangat mewakili untuk apa yang akan kita dapatkan di lagu-lagu berikutnya. Identitas dan aura “Sacrament” sangat terasa di beberapa lagu seperti di ‘In Your Words’, ‘Contractor’, dan ‘ Broken Hands’. Ada juga beberapa part di lagu ‘Set To Fail’, ‘Fake Messiah’, dan “Dead Seeds’ yang mengingatkan kita akan era kejayaan “Ashes Of The Wake”. Growling, screaming atau bahkan beberapa part spoken words yang terdengar makin memperlihatkan kualitas vokal Randy Blythe. Randy juga terdengar lebih groovy disini. Di sesi gitar, Mark Morton semakin bluesy dalam pengisian melodi tiap-tiap lagu, saling mengisi dengan Willie Adler yang memainkan riff-riff bertempo super cepat dan sound yang berat. Sementara Chris Adler banyak menggunakan tempo 1/32, seperti di ‘Set To Fail’ dan ‘Dead Seeds’. Untuk keseluruhan, album ini sangat mewakili eksplorasi musikalitas mereka selama 19 tahun mereka bermusik. Perfect and raw! “Wrath” adalah absolut untuk didengarkan. [A]

Mungkin album mereka ini bukan tergolong new release untuk saat ini, tapi album pertama band yang sudah terbentuk dari tahun 2006 ini tetap menarik untuk direview. Sebagai salah satu band indie pendatang baru, Holy City Rollers termasuk salah satu yang mempunyai warna lebih. Influence bermusik dari The Libertines, The Strokes bahkan The Beatles, membuat mereka dapat menciptakan style mereka sendiri dengan melebur itu semua menjadi satu. Lagu ‘Kingdom Of Allordia’ membuka album ini dengan riff-riff gitar yang ceria dan bass line yang mengajak kita berdansa sembari ikut berimajinasi menghayati liriknya. ‘When The Bird Stop To Sing’ merupakan lagu yang berkomposisi baik meski bayangbayang The Strokes lumayan terdengar. Suara dan gaya bernyanyi Mesa sang vokalis adalah nilai plus di album ini. ‘Another Song For Her’, ‘Let Me Be’, ‘For Her’ dan ‘What’s There For Me’ merupakan lagu-lagu di album ini yang juga menarik untuk didengar dan benar-benar menggambarkan style bermusik Holy City Rollers. ”First Chapter Of Allordia” adalah album yang membangkitkan semangat genre garage / indie rock untuk bisa terus eksis di khasanah permusikan indie tanah air. Salah satu rilisan yang essential dari Black Morse Records. [A]

Menuai kesuksesan di album kedua merupakan hal yang sulit, tetapi tidak bagi Efek Rumah Kaca. Setelah kesuksesan album pertama mereka yang mendapat sambutan yang sangat baik disini, album kedua mereka yang bertitel "Kamar Gelap" kembali mendulang sukses mengikuti album pertama mereka. Hal tersebut membuktikan bahwa Efek Rumah Kaca merupakan band yang produktif dengan mengeluarkan album baru untuk waktu yang tidak cukup lama. Benang merah musik mereka masih terasa di sini didampingi dengan lirik–lirik yang dahsyat. Disini mereka menawarkan beat–beat yang membuat kita mengangguk dan tidak tahan untuk bergoyang meskipun masih ada beberapa lagu yang berkesan gloomy. Dengan pemilihan lagu 'Kenakalan Remaja Di Era Informatika' yang enerjik dan menawan sebagai single pertama di album ini. Sound di album ini tidak jauh berbeda dengan album sebelumnya bahkan menjadi lebih baik. Album ini membuktikan Efek Rumah Kaca merupakan band yang tidak lelah untuk membuat musik yang bagus. Salut untuk Efek Rumah Kaca. [D]

48


DVD REVIEW

DVD REVIEW

The Bones Brigade Video Show

Grass

Cocaine Cowboys

Powell Peralta Video

Homevision

Magnolia

Buka mata anda lebar-lebar dan perhatikan video ini baik-baik, karena semua skateboarder legendaris sebut saja Steve Caballero, Stacy Peralta, Lance Mountain, Rodney Mullen dan Tony Hawk lahir di video ini. Dipandu oleh Lance Mountain sendiri yang masih muda menceritakan tentang teman - temannya yang juga masih muda-muda namun sudah sangat berbakat. Saya tidak bosan menonton scene Rodney Mullen disini yang memang menakjubkan bahkan sampai sekarang. Diisi dengan soundtrack-soundtrack yang keren. Suguhan video klasik yang tidak bikin kalian bosan sampai sekarang. Dvd ini mutlak ditonton buat kalian penggila skateboard dan percayalah pada saat kalian menonton video ini kalian akan menyesal karena telah melewati masa kecil yang hanya dihabiskan dengan bermain kelereng. [D]

For those who love to get high and feel funky, here's a video you'd need to convince your parents or friends that marijuana is harmless. Ron Mann takes us back to the beginning of the 20th century where marijuana smoking was introduced in America by the Mexicans. This documentary tells us how marijuana was first known around the world and who was responsible for misleading the world to consider the said plant as dangerous and must not be used. Ron Mann presented this DVD in a very interesting way, in the beginning of each chapters of the documentary, you'll be shown a line or two which states what the world know of marijuana and prove them to be nothing but myths. It seems that Ron wanted to show that we have been deceived from the start about marijuana smoking, showing many false propagandas that the U.S. government made in war against drugs especially marijuana. This DVD is highly recommended for those who'd like to know more about the truths behind the ban of marijuana. Don't watch this if you don't want to get indoctrinated, because with that much evidence and theories presented in this DVD, you'd be convinced that smoking marijuana is much healthier and safer than smoking cigarettes. [RE]

The true story that inspired the movie Scarface and Miami Vice so they say, was released in 2006. It pretty much tells us and shows us how cocaine and other drugs was first brought into The United States back in the 1970's. The director Billy Corben told the story through two peoples' (John Roberts & Al Sunshine) eyes that actually played some roles in the smuggling business out in Miami, Florida. Who would've thought that 70% of the big buildings we see in Miami today were made by drugs money? who said corruption doesn't happen in The Great U.S. of A? It shows us all of the above and how the drug lords were buying fancy cars with cash back in the 70's and all that crazy shit. For all of you shmucks who never tried "Tony Yayo" but interested in how the drug is made and all that jazz then you should def check this dvd out. Even those who consume it today can go have a peek at the dvd and maybe fancy it. It's a two hours long documentary but it will worth every minute and it doesn't kill to watch. [FH]

49


EYE WITNESS

CASE#1

CASE#2

File Name: Bullet For My Valentine Live In Concert Court / Location: Tennis Indoor, Senayan, Jakarta Date: February 4th, 2009 Investigator: Alphamario Scene Photograph By: Audrio Susanto Case Information:

File Name: Higher Ground Court / Location: M Point, Blok M, Jakarta Date: February 14th, 2009 Investigator: Patricia Scene Photograph By: Patricia Case Information:

Lagi-lagi Java Musikindo bersama L.A lights berhasil mendatangkan satu band metalcore ternama dari Wales yaitu Bullet For My valentine (BFMV) ke Jakarta. Konser dibuka oleh The S.I.G.I.T yang sukses menghangatkan suasana didalam ruangan Tennis Indoor. Sekitar jam 8 malam BMFV naik panggung dan langsung menghajar kuping para metalheads dengan lagu pertama mereka ‘Scream, Aim, Fire’. Berturut-turut setelah itu mereka membawakan ‘Take It Out On Me’, ‘4 Words’ dan ‘Ashes Of The Innocent’. Cuma sedikit kata-kata yang terlontar dari mulut Matt Tuck sang vokalis untuk menjalin komunikasinya dengan penonton. Dua hits yang membuat band ini ngetop ‘Hand Of Blood’ dan ‘All These Things I hate’ membuat suasana mosh pit memanas. Circle pit pun terjadi ditengah-tengah penonton. BFMV masuk kebelakang panggung setelah ‘Tears Don’t Fall’ untuk berganti equipment. Dibelakang panggung terlihat dua rak besar berisi gitar dan bass mereka. Konser dilanjutkan dengan ‘Say Goodnight’, satu-satunya lagu slow yang mereka bawakan di konser ini. ‘Eye Of The Storm’ dan ‘Spits You Out’ menyusul, juga single dari album terbaru mereka ‘Hearts Burst Into Fire’ yang lagi-lagi membuat penonton menggila. Encore. Dua lagu terakhir “Waking The Demon’ dan ‘Forever And Always’ membuat konser berakhir klimaks. Untuk sebuah band dengan vokal-merangkap-gitar, aksi panggung BFMV termasuk bagus jika dilihat dari penguasaan stage yang rapi dan koordinasi antar personil yang terjalin dengan baik. Dari segi musikalitas, BFMV terdengar sempurna. Tidak ada chord-chord atau ketukan-ketukan meleset yang terdengar sepanjang konser. Sound system juga merupakan nilai lebih di konser ini. Sempurna lagi-lagi menjadi kata yang tepat buat mendeskripsikan kualitas sound mereka malam itu. Big Applause buat Java Musikindo yang selalu membawa angin segar untuk penggila konser bandband luar negeri di Indonesia. We want more !!

Identiknya hari Valentine sebagai hari berbagi kasih sayang diterjemahkan kedalam bahasa yang sedikit berbeda di acara Higher Ground. 'A Strange Kind of Love' menjadi tema acara yang diadakan sabtu 14 Februari lalu ini. Malam itu ruangan M Point dibagi menjadi dua area, dan partygoers bebas memilih area mana yang cocok untuk dirinya masing-masing. ‘Love Me’ sebagai main room menjadi area terdengarnya track-track electro dan housy yang sukses membuat crowd berdansa kecil. Sedangkan area ‘Love Me Not’ - dengan track funk, soul, reggae, electroclash hingga drum 'n bass dan dubstep-nya tidak henti-hentinya menghajar crowd dengan Bpm yang cukup kencang. Visual yang dimainkan oleh Elephantinthejungle dan Ridwan (Quirk It!), beserta para line-up seperti Odeq vs Micko (360), Downey vs Dipha (Future10), Indra7 vs Alvin K (Microchip), dan Dharma vs Nyemee (Echosystem) cukup membuat dance floor ‘Love Me’ tidak kehabisan massa. On the other hand, ‘Love Me Not’ diisi oleh Carvey (Chrome), Celcius (Javabass), Ario Sapi (Foxtrot Union), Anowl (Loops Collective, KL), Edophillia, Teenage Illionaires (Blackout), dan Bima G vs Live Getting Better (Crime Scene) serta permainan visual oleh ChainSmokingBastard (Centro/UVG). Segala bentuk audio dan visual yang tercipta malam itu menghadirkan aura dan hype yang sangat dahsyat hingga membuat crowd melompat kesanakemari sambil ikut menyanyikan beberapa lirik lagu yang familiar. Meski ayam sudah siap-siap untuk berkokok, crowd terlihat tidak rela meninggalkan dance floor. Good environment, good music, good crowd, and good friends. It was a massive valentine party !

50


Barcelona, Friday 23rd January 2009 By Punang Adipradana a.k.a Soul Traveller After a crazy night of partying with the boys from Miami Ink (minus Ami James), we gathered what’s left of our energy to meet up again the next day with the boys at the Ruthless & Toothless stand in the Bread and Butter Trade show (www.breadandbutter.com). Bread and Butter is a 3-day fashion trade show of the biggest names in the industry and the Green Paper Boys was fortunate enough to be invited to come along and participate. We sat down with the Miami Ink crew to talk about their new exciting project, Ruthless & Toothless. Their successful TV show brought international attention and broke all taboos and stereotypes about body art, and now they ‘re expanding their revenue stream to fashion. Ruthless & Toothless is a children’s line, created by one half of the Miami Ink crew, started by Darren Brass, Chris Garver, and Yojiro “Yoji” Harada. The line was launched a couple months ago and is still fresh off the production table. “Since I became a father, it changed my life, I dunno how I’m gonna support my family, so I decided to try something new”, Yoji mentions as I examine the designs. The aim of Ruthless & Toothless is to reflect and define who their parents are, since they have a look that they feel strongly about. “We saw the need, saw a chance to do something real for our kids.” “My kid is not a baby anymore, she’s 3 and a half years old, she’s a big girl….I hope she becomes a lesbian!” as Yoji jokes fearing that the boys might holla at his baby girl. Ruthless & Toothless is definitely something that my kids (if I had any) would rock. You can tell that a lot of passion and sincerity came into play in the line and designs, something that I personally look for in gear. With the fame and recognition the guys have, they’re still humble and on the grind. Some of the friendliest cats I know! Miami Ink and GPB will hopefully be doing some projects together, so be on the look out for that! URBAIN signing off from Barcelona, Spain. www.ruthless-toothless.com www.greenpaperboys.com


GALLERY HIGHER GROUND, a strange kind of love @ MPOINT

STEP N' GROOVE @ URBAN LOUNGE

BULLET FOR MY VALENTINE @ TENNIS INDOOR SENAYAN

BAR CONTENDER @ PURE

52

photos Alphamario , Febian Hidranto, Tyara Putri & Ricky M Emilius


GALLERY

FESTIVAL OLAH RAGA RAKYAT by FOMI @ TAMAN MINI INDONESIA INDAH

JAKARTA 32째C by Bienalle 2009 @ SENAYAN CITY

INDONESIA HARI INI @ GRAND INDONESIA

photos Febian Hidranto & Ricky M Emilius

53


GALLERY

54

photos courtesy of Ewok One


KIRIMKAN JAWABAN KE ALAMAT BERIKUT: URBAIN MAGAZINE JL. GRINTING 1 NO.22A BLOK A - KEBAYORAN BARU JAKARTA SELATAN ATAU EMAIL KE: INFO@URBAINMAGZ.COM

SUBSCRIP TION FORM UPDATE YOURSELF WITH THE LATEST & THE FRESHEST URBAN STUFF! WE'LL BRING YOU EVERYTHING FROM INTERVIEWS, PRODUCTS, EVENTS, MUSIC, FASHION, AND MORE MONTHLY.

Dexter Manzel - Space Funk FOR:

12 issues / Rp 100.000,-

Name: Address: Post code: Telephone:

fax:

Email:

Transfer to the following account: MANDIRI CABANG PANGLIMA POLIM 126.000.490.939.5 an. PT. PPP INDONESIA

Jackson 5 - Rockin Robbin God Luck and Goodspeed - Weedeater

YES, I'D LIKE TO SUBSCRIBE TO 6 issues / Rp 50.000,-

OUR DEAD LINE COMPANY

Send form and bank receipt to: Jl. Grinting I 22a Blok A, Kebayoran Baru Jakarta Selatan or fax to +62 21 724 4669

Booker T & MG's - Melting Pot Keepsake - Eight Months til' May John Legend - Quickly


PICK-UP POINTS

GET YOUR FREE COPY HERE TANGERANG

JAKARTA

Summarecon Mall Serpong

JAKARTA SELATAN Kemang

Pondok Indah Mall 1 & 2

The Coffee Bean & Tea Leaf, Point Break, Ya Kun Kaya Toast, Dante

Coffee Bros, The Trip, Loka!, Ke’kun, The Coffee Bean & Tea Leaf,

Starbucks Coffee, The Coffee Bean and Tea Leaf, Krispy Kreme,

Coffee, Gold’s Gym, Dynamic Café, Bengawan Solo

Starbucks Coffee, Stardeli, Bread N’ breakfast, Delight, Casa,

Bakerzin, NYDC

KARAWACI

Ak.’Sa.Ra Bookstore, Die Stube, Prost!, Tabac, Kemchick, Vin+, Café Amor, Gourmet Garage, Warung Apa?, Warung 68, Oh La La, Daily

Oakwood

Supermall Karawaci

Bread, Cartel, Brewww, Caswell, Pizza Marzano, Emerald, Izzi Pizza,

Starbucks, Izzi Pizza, Loewy, Pancake Parlour, Penang Bistro

Celebrity Fitness, Starbucks Coffee, Café Oh La La, Planetsurf, Dante Coffee, Point Break

Dakken, Kedai, Oktroi, Sabero House, Kemang Icon, La Codefin (Cold Stone, Oh La La, QB World Bookstore

Bellagio Las Vegas, Bakoel Coffee, Tomodachi, Amigos

Cilandak Town Square

BANDUNG Café Oh LaLa Dago, 347, Monik, Airplane, Soho Music, Ouval, Evil,

2nd Kitchen, Amadeus, Avenue Pizza, Brake Café, Bakerzin,

JAKARTA PUSAT

Invictus, Tobucil, Disconnect, Ommonium, 7Sins, 18 Hours, Flashy,

Brew&Co., Bistro Delifrance, Cinnzeo, Chatter Box, Cold Stone,

Grand Indonesia

Anonim, Café Halaman, OZ FM, Hard Rock FM, PVJ , UnPar, ITB,

Chopstix, Churrasco café, Excelso, dPlace, Dome, Double Decker,

Danesi Café, Gelato Bar, Oh La La Café, Pizza Marzano, Starbucks

Bandung Indah Plaza, Bandung Super Mall, Arena Experience

Daily Bread, Frankfurter, Izzi Pizza, J.Co, Mangkok Putih, Mister

Coffee, Excelso,

BALI

Bean Coffee, Pizza Café, Ra Sushi, Starbucks Coffee, Shisha Café, Slam Resto, Tartine Fresh Bistro, The Coffee Bean and Tea Leaf,

Plaza Indonesia / EX

Wing Dome, Mother’s Cook, Score!

Anderson, Bakerzin, Chopstix, The Coffee Bean & Tea Leaf, Dairy Queen, Ya Kun Kaya Toast, Fish and Co., Planet Surf, Dome

Dharmawangsa Square

MAKASSAR Supermall Karawaci

Bintaro Café Oh La La, Bakoel Coffee

Surfer Girl, Magic Happens, Home Coffee & Bar

Menteng

Celebrity Fitness, Starbucks Coffee, Café Oh La La, Planetsurf,

Oh La La Café, Pizza Marzano, Shisha Café, Pisa Café, Starbucks

Dante Coffee, Point Break

Coffee, New York Deli, Buddha Bar,

OTHER

Citrus Café, Music Studio, Poke Sushi, Sushi Nobu, Banana Café, Gelato Bar, Grand Canyon Coffee, Café Oh La La, Totar Café, Pizza

Jl. M.H. Thamrin

Tattoo Studios

and Ribs

Oh La La Café, Starbucks Coffee, Miko Coffee, The Café Cartel, Red

Rock N’ Roll, Guardian, Bucksbuks, Windfall, Forbidden,

Planet, d’Place, Radio Station:s

Senayan City The Coffee Bean and Tea Leaf, The Cream and Fudge Factory,

Setiabudi Building

OZ, Trax FM, Hard Rock FM, Global Radio, iRadio, Female Radio,

Burger King, Secret Recipe, Hotshots, De'excelso, Gelato Bar, Café

Autumn Bistro & Lounge, Chatter Box, Daily Bread, Fit by Beat,

Prambors Radio, Mustang

Oh La La, Warjok Asli, Frankfurter, Tator, Starbucks Cofee, Pizza

Frankfurter, La Forca, Mangkok Putih, Pisa Café, Spinelli, Starbucks

Marzano, Urban kitchen, Soho Music , Takigawa, Takemori

Coffee, Sushi Groove, The Platters, Ya Kun Kaya Toast, d’Music

Plaza Senayan

JAKARTA BARAT

Ten Dencies, Orbis, Tribute, AOD, Deadboy, Capital, Stepa,

Starbucks Coffee, Coffee Club, The Coffee Bean and Tea Leaf,

Mall Taman Anggrek

Replika, Gummo, Quzzy, Moose, District Side (Semarang), Slackers

Hagen Daz, Bakerzin , Point Break , Graniph , Ohlala, Matcha Moon

Café Oh La La, Starbucks Coffee, The Coffee Bean & Tea Leaf

(Yogyakarta)

Mall Puri Indah

School, Course, Institution, etc

Starbucks Coffee, Café Oh La La, Tamani Café

Direct English, Wall Street Institute, TBI, British Council, Atma

Distro, Boutique, Outlet and Stores Crooz, Nanonine, Bloop, Endorse, Noin Brand, Locker, Hey Folks!,

, Pacific Dinner

FX Lifestyle X’nter

Jaya, La Salle College, Imago, Paramadina, Trisakti, Moestopo,

Starbucks Coffee, The Café Cartel, Cold Stone, Zhuma JAKARTA UTARA

Universitas Pelita Harapan, IKJ, Inter Studi, CCF, Goethe, Ruang

The Plaza Semanggi

Mall Kelapa Gading

Rupa, Digital Studio, Universitas Indonesia, NEXT Academy,

Café Oh La La, Starbucks Coffee, Gloria Jean’s, Soho Music

Cold stone, Dante Coffee, Jco, Chowking, Extreme Toys, Hot Shots,

London School, Darwis Triadi School of Photography, Interlude

La Porta, Dairy Queen, Walls, City surf , Bengawan Solo, Rice Bowl,

Dance Academy

Taman Ria Senayan:

Celebrity Fitness

Front Row, TGIF, Bebek Bali

58

words Febian Hidranto



Urbain Magazine Issue 2