Page 1

Iklan/Langganan

REFERENSI KEMAJUAN

(0411) 457457 www.ujungpandangekspres.com

Rp3.000 email:redaksi@ujungpandangekspres.com

SUBUH:04:49 DHUHUR:12:03 ASHAR:15:09 MAGRIB:18:07 ISY A:19:17 ISYA:19:17

Blokir Buah Impor! z Ajak Petani Bereaksi z Disperindag Diminta Sanksi Pengimpor

INT

TELANTAR. Salah satu PLTMH di Lutim yang tidak berfungsi.

IST

Ilham Burhanuddin

MAKASSAR,UPEKS—Maraknya peredaran buah impor di Makassar dan Sulsel pada khususnya, tak hanya membuat masyarakat gelisah, ternyata kegelisahan itupun muncul dalam tubuh Kadin Sulsel. Pasalnya, peredaran buah impor tersebut, di-

nilai akan mematikan buah lokal petani yang menjadi ciri khas Sulsel. Ketua Kadin Sulsel, Zulkarnaen Arif menegaskan, Provinsi Sulsel tidak pantas dan layak JUSUFWAHID/UPEKS

z Ke Halaman 11

Pembangunan Tujuh PLTMH di Lutim Dikecam

Antam Jajaki Potensi Emas Luwu

Patut Diperiksa PLTMH yang Sama Sekali tidak Berfungsi: 1. PLTMH Nuha 2. PLTMH Mantadulu 3. PLTMH Bantilang 4. PLTMH Mahalona

HAL itu terkait dengan adanya beberapa proyek PLTMH yang sudah tidak berfungsi sama sekali, bahkan operasionalnya ada yang tidak maksimal. Sementara anggaran pembangunan tujuh PLTMH yang dibangun 2009 itu, mencapai Rp17 miliar dengan sumber dana APBD murni Kabupaten Luwu Timur. Wakil Ketua Komisi III z Ke Halaman 11

nda Bertanya A PLN Menjawab

SMS

ke

0811421123

z Pemprov Memberi

Respon z Bisa Mempengaruhi

Pertumbuhan Ekonomi MAKASSAR, UPEKS—PT Antam Tbk, saat ini mulai menjajaki potensi emas yang ada di Luwu. “Cuma yang menjadi kendala, eksploitasi emas itu relatif sulit, dibandingkan dengan komoditas ABDI/UPEKS/D

EMAS ANTAM. Emas batangan yang dijual PT Antam tbk, di counter penjualan emas batangan di Makassar. Antam berencana melakukan penjajakan emas Luwu.

z Hanya Andalkan Jaringan Bisnis

Ketik No. ID <spasi> Saran/Keluhan

z Dana Bukanlah Jaminan

Bagi yang belum memiliki No Identitas pelanggan Ketik:

Tempat Tingal <spasi> Saran/Keluhan

L AYA N A N P L N

081998194797 tolong d perintahkan agar spanduk yg bertuliskan harga pasang baru listrk d pasang d tempat umum.agar smua masyarakat bisa mengetahui.t. PLN: Terima kasih atas perhatian dan saran yang disampaikan. Kami telah melakukan sosialisasi ke masyarakat dan telah memasang pula spanduk dan baliho mengenai prosedur Pasang Baru dan biayanya di setiap kantor PLN. Namun demikian, kami akan tetap melakukan sosialisasi ke masyarakat utamanya di pelosok-pelosok, pemda dan pelanggan serta calon pelanggan. Himbauan kami dalam setiap melakukan transaksi baik untuk pasang baru/tambah daya Bapak/

z Ke Halaman 11

z Ke Halaman 11

Pengusaha Sulit Bersaing di Pilwalkot MAKASSAR, UPEKS—Bakal calon walikota berlatarbelakang pengusaha, yang akan berkompetisi di Pilwalkot Makassar, masih belum diperhitungkan masyarakat. Selain karena kurang bersosialisasi, pengusaha juga dianggap masih mengedepankan segmen bisnisnya. Dari hasil survey Indeks Politica Indonesia (IPI), baru-baru ini di Makassar, menunjukkan bagaimana elektabilitas dan popularitas bakal calon yang berlatarbelakang pengusaha IST

Firdaus Muhammad

z Ke Halaman 11

○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

Hum r

Sama Pintar DIALOG Kriono dengan SPG di pameran komputer: “Mbak, mo nanya dong, ‘ENTER’ ini maksudnya apaan sih?” SPG dengan sigap menjawab:”Kayaknya untuk mempercepat program deh Mas!” “Mempercepat gimana maksudnya Mbak?” tanya Kriono “Ya biar lebih cepat kerjanya Mas.., kalo tulisannya ‘ENTAR’ jadinya lamaaaa......!!!’’ (*)

○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH), yang tersebar dibeberapa pelosok terpencil di Kabupaten Luwu Timur, patut diperiksa aparat penegak hukum.

Zulkarnaen Arif

ABDI/UPEKS/C

BANGUN SULSEL. Gubernur Syahrul Yasin Limpo, saat menerima Konsuler Jepang. Syahrul menawarkan sejumlah program dibidang ekonomi, yang akan memperbaiki kesejahteraan masyarakat.

Jepang Diajak Bangun Industri Rumput Laut z Juga Pabrik Cokelat-Sashimi z Lahan dan Izin Disiapkan MAKASSAR, UPEKS—Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, bakal melakukan kerjasama dengan Jepang, dalam meningkatkan potensi Sumber Daya Alam (SDA). Khususnya, sejumlah program dibidang ekonomi yang akan memperbaiki kesejahteraan masyarakat. Demikian diungkapkan Gubernur Syahrul Yasin Limpo, saat menerima Kepala Kantor

Konsuler Jepang di Makassar, Shingo Higashimoto, di ruang kerja gubernur, belum lama ini. Bahkan, Syahrul juga menawarkan kepada pemerintah Jepang untuk membangun industri pengolahan rumput laut dan kakao di Sulsel. “Saya mau ada kerja sama di bidang ekonomi. z Ke Halaman 11


2

JUMAT, 18 Mei 2012

Perda Aksesibilitas Masih Terbengkalai 263.000 Penyandang Cacat tak Mendatakan Hak Pelayanan MAKASSAR, Upeks--Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Aksesibilitas untuk penyandang cacat hingga saat ini masih terbengkalai. Padahal anggaran pembuatannya mencapai ratusan juta telah dikucurkan melalui Dinas Sosial Kota Makassar, tapi hingga saat ini tanda-tanda penyelesaian Perda tersebut tak kunjung ada. Mantan pengurus Pertuni (Persatuan Tuna Netra Indonesia) Sulsel, Hamzah mengatakan, Perda Aksesibilitas untuk penyandang cacat terbelengkalai sejak 2004. Padahal konvensi pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas telah disepakati secara internasional 30 Mei 2007 di New York dan disertifikasi di Indonesia dalam undangundang nomor 19 tahun 2011. Tapi, draft serta lembar akademik Ranperda Aksieibilitas yang diserahkan ke DPRD Kota Makassar, sampai saat ini tidak menunjukan perkembangan positif serta realisasi yang nyata di lapangan (fasilitas publik). Ia juga mengharapkan, kaum disabilitas agar bisa secara mandiri dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya sehari-hari, dalam arti lain mengharapkan agar kaum disabilitas bisa menjadi seorang entrepreneur. Hal itu guna meminimalisasi ketergantungan terhadap publik terutama pemerintah yang bisa berdampak pada pengurangan tindakan diskriminatif terhadap kaum disabilitas itu sendiri terutama pada perolehan pekerjaan baik dipemerintah maupun pihak swasta. “Masalah utama yang

sering dijumpai oleh kaum disabilitas yakni penolakan terutama pada bidang pendidikan, perolehan pekerjaan, serta pelayanan pada system transportasi dan inilah yang harus dipenuhi oleh pemerintah,” jelasnya baru-baru ini. Sementara itu, Anggota Komisi E Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Sulsel, Muhammad Jaffar Sodding, menuturkan, saat ini pihaknya terus memberikan apresiasi terhadap sejumlah lembaga, termasuk Tomanurung atas aksi dan apresiasinya yang lebih kepada kaum disabilitas dengan mengadakan dialog publik, sebagai awal pengesahan/ pembuatan perda tentang perolehan hak-hak kaum disabilitas khususnya di Kota Makassar itu sendiri. “Insya Allah pada 2013, rancangan dari pendidikan inklusif terhadap kaum disabilitas sudah bisa direalisasikan. Kalau memang DPRD Kota tak mampu, biarkan DPRD Sulsel yang selesaikan,” paparnya. Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi D DPRD Kota Makassar, Hamzah Hamid, berjanji untuk berjuang lahirnya perda yang berlandaskan pada hasil ratifikasi undang-undang nomer 19 tahun 2010 yang merupakan penjabaran dari kesepakatan yang dilahirkan dari konvensi pemenuhan hak-hak penyandang cacat. “Dari data yang ada, penyandang cacat di Makassar, kini mencapai 39.000 Jiwa, dan di Sulsel, 263.000 Jiwa, dan Indonesia kurang lebih 20 Juta Jiwa,” paparnya. (Mg03/C)

Aset 31 Hektar Diduga Disalahgunakan Aset Koperasi Mina MAKAS SAR , UPE KS-Aset Koprasi Mina Sederhana yang berada di areal Tanjung Bunga Kecamatan Mariso berupa lahan garapan seluas 31 hektar diduga disalahgunakan oknum pengurus koperasi dan pejabat pemerintahan setempat. Dari 31 hektar lahan tersebut 7 hektardiantaranyadidugatelahdijual kepada sejumlah pihak tanpa melalui prosedur rapat pengurus KoperasiMinaSederhana.Saatini koperasi di bawah kepengurusan baru berencana akan melakukan tuntutan kepada pihak-pihak yang mengklaim atas lahan yang seharusnyamenjadiasetkoperasi. Demikian diungkapkan Ketua Tim Advokasi dan Konsultan Hukum Warga dan Koperasi Mina Sederhana, Dr Nurul Qamar SH MH, Kamis (17/5) via celularnya. Menurut Nurul, lahan tersebut sejak 1954 telah menjadi aset koperasi yang selanjutnya dijadikan lahan garapan pada sektor perikanan oleh Warga Mariso yang menjadi anggota Koperasi Mina Sederhana. Lahan ini ditetapkan menjadi aset koperasi dan telah terdaftar di Kementerian Koperasi dan UKM RI sejak berdirinya Koprasi Mina Sederhana tahun 1954

hingga sekarang. “Kami minta hak-hak warga anggota koperasi dihargai sebab sektor perikanan menjadi penopang kehidupan warga yang menjadi anggota Koperasi Mina Sederhana. Klaim atas sejumlah lahan disana disebabkan tindakan oleh beberapa oknum pengurus koperasi sebelumnya diduga telah dialihkan ke pihak lain tanpa melalui prosedur rapat tingkat pengurus koprasi,” tuturnya. Dia menambahkan, pihaknya akan menempuh segala cara upaya hukum untuk mempertahankan hak-hak warga anggota koperasi. Nurul juga telah mempersiapkan dokumen yang menjadi legalitas aset lahan garapan milik Koperasi Mina Sederhana jika persoalan ini masuk dalam rana hukum nantinya. Sementara itu, Anggota Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Kota Makassar, Nurmiati mengaku jika hingga saat ini belum mendapatkan laporan dari warga ataupun tim advokasi terkait dugaan kuat pengalihan aset negara itu. “Hingga saat ini, belum ada laporan ke komisi atas masalah ini,” ungkap legislator Partai Hanura itu.

BK Belum Kantongi Nomor HP Legislator Pemeras MAKASSAR, UPEKS--Hingga saat ini Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Makassar belum dapat memastikan jadwal pemangilan Hendry yang diduga diperas oleh oknum anggota dewan berinisial YG. Penyelidikan BK untuk mengungkap fakta dugaan ini adalah pelacakan nomor telepon yang digunakan untuk menghubungi Hendry dalam rekaman pembicaraan yang sebelumnya beredar luas di media. Wa ki l Ke tu a BK D PR D Makassar, Abd Rauf Rahman, Kamis (17/8) mengatakan, proses penyelidikan kasus dugaan pemerasan oleh oknum anggota dewan tersebut baru pada tahap meminta keterangan dari anggota dewan Komisi A Fraksi Golkar Yusuf Gunco yang diduga kuat terlibat dalam rekaman pembicaraan itu. Meski begitu, lanjut Rauf, tidak menutup kemungkinan proses penyelidikan BK akan berkembang dengan memanggil Hendry serta satu anggota dewan Komisi A lagi berinisial BBT yang juga namanya ikut disebut dalam rekaman

pembicaraan tersebut. “Kami belum tau nomor telepon yang digunakan untuk menelpon Hendry. Mungkin akan berkembang nantinya. Kami sudah jadwalkan rapat pemanggilan tapi hanya memanggil satu orang saja yakni pak Yusuf Gunco. Proses awal kami akan meminta keterangan kepada beliau terkait kasus ini,” kata dia. Sebelumnya, Ketua BK DPRD Makassar, Bakhrif Ariefuddin telah mengisyaratkan keterlibatan pihak Kepolisian untuk ikut membantu dalam penyelidikan BK. Pasalnya meida yang digunakan untuk permintaan uang kepada pengusaha Hendry menggunakan via telepon dan bukti satusatunya berbentuk rekaman. “Tentu yang lebih memahami soal keapsahan suara dalam rekaman itu pihak polisi. Mereka bisa gunakan Pusat Laboratorium dan Forensik (Puslabfor) untuk mengkaji keaslian suara dalam rekaman tersebut serta melacak nomor telepon yang digunakan saat menelpon Hendry,” kata Bakhrief. (Mg06/C)

Jafar Sodding

Legislator Selalu Dekat dengan Rakyat Di tengah kesibukan aktivitas kedewanan dan partai, Jafar Sodding turut menghadiri pelantikan pengurus DPC PKS Panakkukang yang dilaksanakan, Kamis (17/5). Hal itu sudah menjadi tanggung jawab sebagai anggota dewan yang dipilih dan dipercayakan oleh masyarakat. Di saat long weekend seperti ini sudah menjadi hal yang biasa bagi Jafar Sodding untuk berada di tengah-tengah masyarakat, terjun langsung melihat permasalahan dan kebutuhan masyarakat sudah menjadi tanggung jawabnya. Dalam melaksanakan aktivitasnya seringkali mengajak istri untuk bersama-sama mengunjungi masyarakat, hal itu menambah kemesraan dalam hubungan keluarga, ujar Jafar Sodding. Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan ini memberi tips untuk mengoptimalkan waktu bersama keluarga dengan memaksimalkan sarapan

abdi/upeks

LANCAR. Petugas MTC Karebosi membantu salah seorang warga menyeberang di Jl HOS Cokroaminoto. Arus lalu lintas untuk sementara dialihkan ke jalan yang telah dibuat oleh pengelola MTC, selama proses pembangunan terowongan.

Nasran: Izin Terowongan Lengkap Dewan Kunjungi MTC ist

Jafar Sodding

pagi bersama anak-anak di pagi hari, setelah melaksanakan shalat subuh berjamaah, setiap anggota keluarga sarapan pagi dan menceritakan rencana agenda hariannya masing-masing. Dengan mengoptimalkan waktu dengan baik kita akan dapat membangun kebersamaan dengan keluarga dan tetap berada di tengah-tengah masyarakat, tambah Jafar Sodding. (mg15/C)

MAKASSAR, UPEKS--Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Makassar melakukan tinjauan ke pembangunan terowongan bawah tanah MTC, Selasa (15/5). Tinjauan yang diikuti hampir seluruh Anggota Komisi C yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi C, Nasran Mone. Dilokasi, dewan melihat

langsung bagaimana pembangunan terowongan bawah tanah MTC milik Bang Hasan tersebut. Tinjauan ini pada dasarnya selain melihat pembangunan terowongan itu, dewan juga mempertanyakan sistem pengalihan kendaraan. Ketua Komisi C, Nasran Mone mengungkapkan, pengalihan jalur kendaraan dari Jalan Jendral Sudirman ke Jalan HOS Cokrominoto sudah mempunyai izin dari Pemerin-

tah Kota (Pemkot) Makassar. “Izin sudah lengkap. Rekomendasi izin ada. Amdalalin juga sudah ada,” ujarnya. Menurut Legislator Partai Golkar ini, mengenai seluruh masalah perisinan pembangunan terowongan MTC ini sudah lengkap. Namun karena pembangunan ini menggunakan Fasilitas Umum (Fasum), oleh karenanya pengelola akan diundang ke Komisi C untuk membicarakannya lebih lanjut. (Mg06/C)

(Mg06/C)

Penerbit: PT Fajar Ujungpandang Intermedia Pembina: HM Alwi Hamu H Syamsu Nur Komisaris Utama: H Zulkifli Gani Ottoh SH Wakil Komisaris: Erlanggwang Wahyu Komisaris: Jacky Purnama, Muh Hatta Alwi Hamu, Subhan Yusuf Pemimpin Umum: Salim Djati Mamma Direktur: Salim Djati Mamma Wakil Direktur: Fitriyanti Solong Pemimpin Redaksi: Muh Akbar Wakil Pimpinan Redaksi: Surianda Panambai Redaktur Pelaksana: Muh. Arafah

Koordinator Liputan: Andi Jasruddin Sekretaris Redaksi : Myske Staf Redaksi: Syamsuddin Yoko, Abd Jabbar, Sukawati Redaktur Foto: Mansyur Myslaupa S. Sos Fotografer : H Jusuf Wahid, Abdi Pracetak: Makmur (kepala), Kamal, Rahmawati, Norman, Ishak, Rahmat Penasihat Hukum: Ridwan J Silamma SH Koresponden di Sulsel: Maros: Alfi, Pangkep: Irwan S.Sos, Barru: Wahyudin Parepare: Amir, Ruslan Nawir Sidrap: Hasman Hanafi Enrekang: Ir. Syamsul Khaliq

Wartawan Harian

Pinrang: Syahrul Bone: Subaer, Wajo: Bachtiar, Soppeng: Alimuddin Usman Luwu: Jepi Lutra: Ruslan, Lutim: Najamuddin, Aco Gowa: Aspar Takalar:Jeneponto: Arifuddin Dg Lau, Agussalim Rusli Bantaeng: Irwan, Agus Patra Bulukumba: Salahuddin, H. Asparwandi Sinjai: Hidayat Gunawan Selayar: M Rizal Den Sibunna Toraja Utara: Saldi M Koordinator Koresponden Sulbar : Juhenis Polman: Muhsin B. Majene: Ali Muhtar Mamuju: Laode Muhadi, Mamuju Utara: Juhenis Koresponden Sultra,Kolaka: Philips

Nazareth Kolaka Utara: Ansar Lasusua, Zuleha Biro Jakarta: Andi Syamsuri Jakarta Selatan : Jl. Kebayoran Lama Pal VII No.17 Tlp. (021) 5322632 Fax. (021) 5322629 Manajer Umum/Personalia: H Muchtar Arifuddin Manajer Sponsorship: Elien Marlina Asisten Manajer Sponsorsip: Abdullah Rattingan Manajer Sirkulasi: Rusli Siri Asisten Manajer Sirkulasi: Ibrahim, Muh

Amin Manajer Iklan: Asisten Manajer Iklan : Aldhy Wahid Manajer Keuangan: Fitriyanti Solong Manager Bisnis: H. A. Rivai Marsuti SH Online : Irmansyah ID (Koordinator), Handar Alamat Redaksi: Fajar Graha Pena Makassar Lt.III Jl Urip Sumoharjo No.20 Telp. (0411) 457457 Fax. (0411) 456626 Makassar, http://www.ujungpandangekspres.com E-mail: redaksi@ujungpandangekspres.com E-mail Iklan: upeksiklan@yahoo.co.id Percetakan: PT Fajar Jawaraya

dibekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima maupun meminta imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Gedung Fajar Graha Pena Makassar Jl. Urip Sumoharjo No.20 Makassar Harga Langganan: Rp 65.000/bulan (dalam Kota). Untuk Luar Kota Tambah Ongkos Kirim.

Iklan Umum : BW Rp 20.000/mm kolom FC Rp 30.000/mm kolom Advertorial & Seremoni : BW Rp 10.000/mm kolom FC Rp 16.000/mm kolom


JUMAT, 18 Mei 2012

3


4 Ketua Organda Sulsel Dukung Adil, Maju di Pilwalkot MAKASSAR, UPEKS— Ketua Organisasi Kendaraan(Organda) Sulawesi Selatan, Opu Sidik, menyatakan dukungannya terhadap HM Adil Patu untuk ikut pada Pemilihan Walikota MakasI S T sar 2013. Hal itu Opu Sidik diungkapkan Opu Sidik, pada kegiatan reses Anggota DPRD Dapil I itu, yang dikemas dalam bentuk diskusi, membahas masalah kemacetan Kota Makassar, di Warkop Rally, Rabu (15/5). “Kami membutuhkan sosok seperti pak Adil, karena beliau tidak membeda-bedakan orang yang akan dia bantu, dan tetap menunjukkan keprihatinannya terhadap masalah kemacetan dengan mengadakan diskusi seperti ini,”ujarnya. Dia mengatakan, seorang pemimpin memang harus amanah dan patuh terhadap kebijakan-kebijakan yang berpihak terhadap masyarakat. Sementara itu HM Adil Patu, mengaku sangat senang terhadap dukungan kepada dirinya untuk maju bertarung pada Pilwalkot Makassar 2013. “Seorang pemimpin yang baik harus berusaha mengetahui apa sumber dari kemacetan itu, karena itu adalah masalah besar yang harus pikirkan solusinya demi menjaga kenyamanan warga dalam beraktivitas sehari-hari,” jelasnya. Menurutnya, kemacetan sangat berdampak pada aspek sosial dan ekonomi yang ada di Kota Makassar, jadi hal ini harus dibenahi bersama. Hadir dalam acara diskusi itu, diantaranya, Kadis Perhubungan, Masykur A.Sultan, Kasat Lantas, AKBP Mohammad Hidayat, Anggota DPRD Makassar, Syamsu Niang serta puluhan pendukung Adil Patu. (mg09/C)

JUMAT, 18 Mei 2012

Politisi Muda Kampanye Lewat Jejaring Sosial

INT

Rahman Pina (RP), politisi Golkar dan Mudzakkir Ali Djamil, politisi PKS memanfaatkan jejaring sosial untuk mensosialisasikan diri ikut bursa kepala daerah.

MAKASSAR, UPEKS—Jejaring sosial seperti facebook, twitter dan Blackbarry bukan lagi

menjadi akun yang digadanggadangkan oleh pemuda-pemudi sebagai jejaring untuk ber-

fungsi sebagai media komunikasi dengan sahabat ataupun teman. Namun, jejaring sosial ini ternyata mempunyai peran yang sangat penting dan merangkul masyarakat dalam hal penguatan konsolidasi politik. Hal ini bukan tak mungkin karena pengguna jejaring sosial telah digunakan sekitar 100 juta orang lebih. Melihat kesempatan itu, hampir seluruh politisi-politisi muda memanfaatkan jejaring sosial ini. Bahkan politisi-politisi muda ini didominasi dari partai-partai besar seperti Golongan Karya (Golkar), Demokrat, dan PKS. Politisi Muda dari Partai Golkar, Rahman Pina (RP) yang mencalonkan diri jadi Bupati Enrekang gemar melakukan konsolidasi politik melalui facebook, twitter dan BlackBerry. Diakun

facebook, Rahman Pina membentuk komunitas Sahabat Muda RP dan RP Community. Komunitas Sahabat Muda RP di facebook yang telah terhimpun sekitar 2.500 orang lebih. “Sahabat muda RP banyak dipenuhi oleh anak-anak muda. Akun ini, kami bisa saling berkomunikasi jadi setiap ada kegiatan telah dilakukan atau diwacanakan, kami bisa saling bertukar pendapat,” ungkap Rahman Pina. Wakil Ketua DPD II Golkar Makassar ini menilai, melalui komunitas-komunitas, mampu membangun pendekatan dan merangkul kaula muda. Tak hanya di akun facebook, Ketua Komisi A DPRD Kota Makassar ini juga aktif mensosialisasikan tagline diusungnya ‘Lebih Muda Lebih Baik’ dalam BlackBerry

IAS Lobi Wiranto

Pengurus PKS Panakkukang Dikukuhkan MAKASSAR, UPEKS—Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Makassar melantik pengurus Dewan Pimpinan Anak cabang (PAC) PKS Panakkukang, Kamis (17/5) di Kelurahan Pampang. Pelantikan turut dihadiri oleh pengurus DPD PKS Makassar, Camat Panakkukang, Kapolsek Panakkukang dan lurah se-Panakkukang ini dirangkaikan dengan launching Rumah Keluarga Indonesia. Ketua DPC PKS Panakkukang, Andi Fachmi, mengharapkan kepada pengurus yang dilantik agar dapat bekerja optimal bagi masyarakat dan menargetkan tiga kursi untuk PKS dari Panakkukang di 2014 nanti. Wakil Ketua DPD PKS Makassar, Tumaruddin, mengingatkan kepada jajaran pengurus yang dilantik bahwa di usia ke-14 PKS hendaknya lebih bersemangat dan senantiasa memberikan karya terbaik bagi masyarakat. “Pengurus-pengurus PKS pun agar membangun komunikasi, berkoordinasi dan membantu pemerintah dalam menjalankan program-program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat,”terangnya. (mg09/C)

Mau Jadi Caleg, Modal Harus Kuat MAKASSAR, UPEKS —Persaingan politik saat ini sangat ketat. Sebab, selain bersaing dengan figur dari partai lain, seorang calon legislatif (caleg) juga akan bersaing dengan calon lain dari partai sendiri. Sehingga untuk maju menjadi caleg harus menyediakan modal yang cukup. Apalagi untuk skala lebih besar seperti Caleg RI, harus menyediakan anggaran minimal Rp3 miliar. Hal tersebut diungkapkan, ketua Bappilu PKS Sulsel, Asriady Samad, baru-baru ini. Menurutnya, selain dana politik yang harus kuat, popularitas dan elektibilitas juga harus kuat. “Untuk mendapatkan simpatisan, serjumlah carapun dilakukan calon anggota legislatif. Selain sosialisasi, sebagian dari mereka juga menggunakan jasa biro riset dan konsultan politik. Ini dilakukan untuk menyiapkan tim sukses internal keluarganya,” jelasnya. Sebagian juga sudah ada yang menyewa dan menandatangani kontrak pemenangan dengan lembaga atau biro riset yang ada di Sulsel. Saat ini,banyak parpol yang sudah menetapkan penetapan caleg terpilih berdasarkan suara terbanyak. Bukan lagi berdasar nomor urut. “Di Sulsel, sejumlah calon legislatif tak sekadar menyiapkan tim sukses internal keluarganya. Sebagian juga sudah ada yang menyewa dan menandatangani kontrak pemenangan dengan lembaga atau biro riset yang ada di Sulsel,” terangnya. Anggota Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Makassar ini menegaskan, jika modal dan mental tidak kuat dalam mengikuti persaiangan politik ini, sebaiknya calon mundur sejak awal. Sebab banyak kasus telah terlihat, sejumlah caleg menjadi gila karena tak bisa menerima kekalahan. Selain harta habis, utangpun juga menumpuk. (mg03/C)

Massenger (BBM). Pada foto profilenya di BBM, Rahman Pina gemar memasang foto kerumunan anak memegang bendera dengan bertuliskan sahabat muda. Bahkan, foto keindahan Kota Enrekang juga menjadi gambar BBMnya dan bertuliskan ‘Ayo Datang ke Enrekang’. Hal serupa juga dilakukan oleh politisi muda PKS, Mudzakkir Ali Djamil dan Irwan. Muzakkir Ali Djamil juga Anggota Komisi C DPRD Kota Makassar, juga merupakan bakal calon (balon) Walikota Makassar gemar mensosialisasikan tagline “Kasi’ yang Muda untuk Benahi Makassar” dalam foto profil BBMnya. Menurutnya, untuk membenahi dan membawa Makassar ke arah yang lebih maju, sentuhan pemuda sangat dibutuhkan. (Mg06/C)

JUSUFWAHID/UPEKS

Dewan Pengurus Pusat (DPP) PHM Indonesia, H Udin Mulyono (pakai kaos) yang juga seorang pengusaha siap membantu memenangkan paket Ilham-Aziz (IA) dalam Pilgub 2013.

PHM Bantu IA di Pilgub Sulsel MAKASSAR, UPEKS—Pusat Hubungan Masyarakat (PHM) Indonesia siap memenangkan pasangan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) dan Aziz Qahar Mudzakkar (AQM) di pemilihan gubernur Sulsel 2013 mendatang. PHM adalah lembaga yang bergerak di bidang Pilkada secara independent, tanpa ada campur tangan partai dengan membiayai pergerakannya sendiri. PHM juga telah memenangkan sejumlah figur seperti Dede Yusuf di Jawa Barat, serta beberapa gubernur di Kalimantan, dan saat ini juga menjadi tim incambent gubernur DKI Jakarta. Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) PHM Indonesia, H Udin Mulyono, mengatakan, pasangan IA adalah pasangan yang ideal, keduanya memiliki pengalaman yang besar dalam pilkada. Hal tersebutlah menjadi daya tarik pihanya untuk membantu. “Saya sudah lama kenal dengan IAS di IPL (Indonesia Primer League), saya pemilik Bontang FC, sedang IAS di PSM, disinilah kami saling mengenal,” jelasnya kepada

wartawan, Rabu (15/5). Saat ini PHM menyebar alat peraga, termasuk 10.000 baliho di semua kabupaten se Sulsel. Hal ini untuk memperkenalkan pasangan IA ke masyarakat. Pria kelahiran Kalimantan Timur 1957 ini, menegaskan, bantuan yang diberikan kepada IA tanpa ada janji-janji politik. Ia juga akan membuat hiburan rakyat dengan menghadirkan sejumlah artis Minggu pekan ini. Sebelumnya ia juga mengaku diminta Bupati Kutai yang juga ketua asosiasi bupati se Indonesia, Isran Noor untuk membantu IA. Ia juga menurunkan tim survei sendiri dan tim relawan sendiri. Tapi Udin tak mau menyebutkan berapa anggaran yang dikucurkan untuk membantu IA. “IA ini orangnya sederhana dan punya prinsip. Saya juga nyaman berkomunikasi dengan IAS, sebab banyak pejabat yang sudah dibantu susah untuk mengingat siapa yang membantu,”ujarnya. PHM juga membentuk pengu-

rus di sejumlah provinsi dan kabupaten-kota. Selama tiga bulan semua pengurus telah terbentuk. Pengurus ini akan bekerja untuk sosialiasi dan memenangkan Ilham di setiap daerah. PHMOptimis dapat memenangkan IAS di semua kabupaten. Tapi sebelum menentukan presentasinya, pihaknya akan menurunkan tim survei di awal Juni. “Sebelumnya kami juga telah bertemu dengan pak Ilham, dengan memaparkan sistem dan strategi yang akan kami gunakan dalam mensosialisasikan IAS di semua kabupaten kota se Sulsel,” paparnya. Sementara itu, Ketua tim media IA, Syamsu Rizal, mengatakan, bantuan yang diberikan PHM adalah efek dari iklan IA berbagai media, baik cetak mau elektronik. “Ini sebuah kesyukuran bagi kami, H Udin ini bukan hanya memberikan bantuan iklan, tapi juga bantuan tenaga hingga Survei agar IA dapat menjadi pemenang di Pilkada kedepan,” terangnya. (mg03/C)

Popularitas dan Elektabilitas Adnan-Yugo Bersaing Untuk Calon Wakil Walikota MAKASSAR, UPEKS—Yayasan Survei Indonesia (YSI) kembali merilis nama Adnan Puricta YL dan Yusuf Gunco sebagai calon wakil walikota yang terfavorid. Bahkan popolaritas dan elektibilitas hingga kesukaan berada diangka 55% dari 14 nama yang disurvei. Direktur eksekutif YSI, Suardi Ningrat, mengatakan, dari 14 nama, lima nama yakni, Adnan memiliki popularitas hingga 55,8%, Yusuf Gunco, 45,6%, dan disusul Takdir Hasan Saleh 44,3%, lalu Rudi Piter Goni dan Andi Endre Cecep Lantara. Menurutnya, tahapan survei dilakukan selama 30 hari, seperti pembuatan instrumen survei, training surveyor, wawancara langsung dengan masyarakat, verifikasi data, entri data, analisis, pembuatan laporan hingga presentasi dan pembuatan laporan. Sebelumnya, YSI juga mencatat tingkat pilihan masyarakat terhadap Yusuf Gunco, sebesar 9,8%, kemudian Haris Yasin Limpo menempati posisi tertinggi kedua dengan jumlah 9,5%, menyusul kemudian Nasran Mone dengan 8.6%, dan

Irianto Ahmad dengan 8.5%. Dari 11 politisi Golkar yang duduk di DPRD Kota Makassar, nama Anggota Komisi A, Yusuf Gunco, memperoleh tingkat tertinggi dalam keterpilihan masyarakat. “Responden kita rata-rata juga menginginkan figur yang memasyarakat dan mementingkan kepentingan masyarakat dari pada kepentingan pribadi, memiliki perilaku yang ramah dan sopan santun, serta memiliki sikap dan perilaku yang dapat diteladani,” jelasnya, Kamis (16/5). Sebelumnya, YSI juga menempatkan 10 besar nama untuk bakal calon walikota baik politikus, birokrat dan pengusaha, dan nama Supomo Guntur berada pada presentase teratas untuk tingkat kesukaan masyarakat dan menempatkan Idris Manggabarani untuk terpopuler. Untuk tingkat kesukaan masyarakat Makassar, 60,4% pemilih memilih Supomo Guntur, lalu pengusaha, yakni Rusdin Abdullah dengan presentase pemilih mencapai 55,0%, lalu disusul Muhammad Adil Patu sebesar 50,8%. (mg03/C)

DOK/UPEKS

Adnan Puricta YL

DOK/UPEKS

Yusuf Gunco

MAKASSAR, UPEKS— Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Ilham Arief Sirajuddin kembali mendekat dan melobi Dewan Pimpinan Pusat (DPPY Partai Hanura, Wiranto di Jakarta. Sebelumnya, Ketua DPD Partai Demokrat ini mengaku sudah membangun komunikasi politik untuk mendapatkan dukungan dari Hanura. Wakil ketua DPRD Sulsel, yang juga pengurus DPD Partai Demokrat, Andry S Arief Bulu, mengatakan, visi misi IA dan Partai Hanura sudah ketemu, tinggal menyatukannya untuk dilaksanakan di masyarakat. Sedang biaya pilkada baik untuk kepentingan kedua partai kini telah diperhitungkan. Sehingga kedua partai ini dapat memberikan hal yang terbaik untuk rakyat. Kata dia, Partai Demokrat, bersama masyarakat luas berperan mewujudkan keinginan luhur rakyat Indonesia, khususnya Sulsel, agar mencapai pencerahan dalam kehidupan kebangsaan yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur, menjunjung tinggi semangat Nasionalisme, Humanisme dan Internasionalisme, atas dasar ketakwaan kepada Tuhan yang maha Esa dalam tatanan dunia baru yang damai, demokratis dan sejahtera. “Memberikan garis yang jelas agar partai berfungsi secara optimal dengan per-

anan yang signifikan di dalam seluruh proses pembangunan Indonesia baru yang dijiwai oleh semangat reformasi serta pembaharuan dalam semua bidang kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan kedalam formasi semula sebagaimana telah diikrarkan oleh para pejuang, pendiri pencetus Proklamasi kemerdekaan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan titik berat kepada upaya mewujudkan perdamaian, demokrasi (Kedaulatan rakyat) dan kesejahteraaan,” paparnya, Rabu (15/5). Sementara itu, Partai Hanura memiliki visi untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa melalui penyelenggaraan negara yang demokratis, transparan, akuntabel, dengan senantiasa berdasar pada Pancasila, Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Melahirkan pemimpin yang bertakwa,jujur, berani,tegas,dan berkemampuan, yang dalam menjalankan tugas selalu mengedepankan hati nurani. Menegakkan hak dan kewajiban asasi manusia dan supremasi hukum yang berkeadilan secara konsisten, sehingga dapat menghadirkan kepastian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (*)

IST

Endre Bentuk 3CL Community Buat Website elantara.com MAKASSAR, UPEKS— Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPC Partai Demokrat Makassar, Andi Endre Cecep Lantara atau 3CL kini semakin aktif melakukan sosialisasi untuk memenangkan pasangan Ilham Arief Sirajuddin dan Aziz Qahar Mudzakkar (IA) dengan membentuk komunitas 3CL. Komunitas ini sebagai organisasi sayap yang berada disetiap kelurahan untuk melakukan sejumlah kegiatan sosial. Untuk memperkuat komunitas tersebut, Endre juga membuat website, www. elantara.com. Hal tersebut untuk menampung semua berita dan foto kegiatan partai Demokrat. Dan saat ini, 3CL juga menyasar potensi pemilih pemula dan perempuan yang saat ini mencapai 80%. Hal tersebut untuk memenangkan pasangan IA di Makassar. “Kami berharap dengan menyebarkan sejumlah baliho sebagai bentuk edukasi kami ke masyarakat agar mendukung ketua DPD Par-

tai Demokrat untuk maju dan memenangkan pilgub Sulsel mendatang,” jelasnya, Kamis (16/5). Anggota Komisi B Bidang Perekonomian DPRD Makassar ini mengaskan, saat ini pihak juga intens melakukan berbagai kegiatan sosial. Hal ini untuk melakukan pendekatan kemasyarakat untuk mensosialisasikan pasangan IA sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel. Dia juga menegaskan, saat ini internal DPC Demokrat aktif melakukan dan membuka komunikasi politik dengan partai lain untuk menjaring dukungan, seperti Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Partai Hanura, Partai Damai Sejahtera (PDS) dan beberapa partai lain. Ketua Yayasan Pendidikan Makassar (Yapma) ini. juga menuliskan bahwa pasangan IA, akan hadirkan dengan membangun masyarakat yang religius. (mg03/C)


5

JUMAT, 18 Mei 2012

Pamong Bercita-cita Jadi Polisi

Utamakan Perbaikan Jalan dan Drainase MENJALANKAN amanah sebagai Lurah Karampuang, Drs Syarifuddin MM berusaha untuk membenahi sarana infrastruktur yang ada di wilayah kerjanya. Meski sejak kecil bercitacita sebagai polisi. Tetapi, begitu tertarik dengan pemerintahan, akhirnya pamong kelahiran Ujung Pandang, 21 Maret 1966 kemudian memutuskan untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. Hal itu pun dibuktikan dengan mendapatkan kepercayaan menjabat sekira 6 tahun di Kelurahan Karampuang, Kecamatan Panakkukang. Saat itu pun Syarifuddin harus ditantang untuk menjalankan tugasnya sebagai seorang pamong, terutama dalam membenahi wilayah kelurahannya. Seperti jalan rusak dan genangan air menjadi

permasalahan serius yang harus ditangani. Karena dua permasalahan ini kerap dikeluhkan warga, terutama setiap kali hujan turun, jalanan dan perumahan warga di sana selalu tergenang. “Perbaikan drainase untuk mendukung sarana infrastruktur jalan menjadi prioritas yang dilakukan. Hal itu ditangani melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan,” kata Syarifuddin. Pamong yang hobi mancing ini mengatakan, mempertahankan kualitas jalan, perbaikan drainase harus dibenahi untuk mencegah genangan yang kerap terjadi di beberapa titik. Pasalnya, genangan air kerap terjadi karena tidak optimalnya fungsi drainase.

Perbaikan drainase yang sumber dananya dari PNPM Mandiri Perkotaan dikelolah langsung oleh pihak pelaksana kota bekerja sama dengan warga setempat dalam membentuk Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM). Mantan Kepala Seksi (Kasi) Telekomunikasi dan Pos Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar itu, mengakui selain drainase, beberapa jalan sudah selesai dikerja serta paving block. Selain itu, peningkatan kesehatan juga menjadi fokus perhatian. Hal itu dilakukan melalui pembagunan tiga unit Pos Pelayan Terpadu (Posyandu). Seperti di Jalan Racing Centre dan Jalan Dirgantara. Menurut ayah dua anak tersebut, segala usaha bisa dilakukan dengan kerja sama instansi terkait. Untuk terus memajukan Kelurahan

Karampuang, sangat diharapkan partisipasi masyarakat. Terutama, dalam membantu pemerintah

dalam segala hal untuk mewujudkan segala tupoksi dan kesejahteraan masyarakat. (mg08/hms/D)

Biodata

Drs Syarifuddin MM

TTL: Ujung Pandang, 21 Maret 1966 Hobi : Mancing Istri : Harmi S Anak: 1. Rahmat Gunawan Syah 2. Dian Ekawati S Alumnus : S1 STIA YAPPI (2006) S2 UMI (2011) Karir Pekerjaan: -Staf Bagian BKD Pemkot Makasar (1987-2004) -Kasi Telekomunikasi dan Pos Dishub Makassar (2004-2005) -Kasubag Kepegawaian dan Umum Dishub Makassar (20052006) -Lurah Karampuang (2006sekarang).(mg08/hms/B)

Drs Syarifuddin MM Lurah Karampuang

Pinjaman Bergulir Bantu Sejahterakan Masyarakat

MYSLAUPA/UPEKS

BALANG TONJONG Tampak para bocah sedang asyik bermain di Danau Balang Tonjong. Danau yang menjadi resapan air dan dan menjadi objek wisata mancing di Perumnas Antang itu penataannya terbengkalai.

Tambah Libur, PNS Kena Sanksi

MAKASSAR, UPEKS — Wakil Walikota Supomo Guntur menegaskan Pegawai Negeri Sipil (PNS) berada di lingkup Pemerintahan Kota (Pemkot) Makassar dalam memperingati Kenaikan Isa Almasih, Kamis (17/5) untuk tidak menambah libur. Pasalnya, Jumat (18/5) hanya sebagai cuti bersama pegawai dibeberapa instansi pemerintahan. “Cuti bersama hanya Jumat. Sedangkan Sabtu dan Minggu memang libur untuk instansi. Tapi, jika ada pegawai yang mencoba untuk menambah libur, maka mereka akan siap dikenakan sanksi,” kata Supomo kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (16/5). Mantan Sekda Kota Makassar itu mengimbau kepada seluruh PNS untuk tidak me-

nambah hari libur. Mereka harus menaati aturan yang ada. Bahkan, meski libur, ada beberapa pelayanan publik yang tetap berjalan. Seperti puskesmas yang tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan. Ketika dikonfirmasi tentang pertemuan dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Supomo mengatakan jika pertemuan tersebut membahas mengenai peraturan dan pelaksanaan sanksi yang akan diberikan bagi tenaga kontrak atau honorer dan PNS yang melanggar aturan. “Pertemuan tersebut membahas mengenai tindak lanjut masalah kepegawaian. Soal pemberian sanksi tertulis karena lalai mengisi absen. Ini berlaku bukan hanya tenaga

kontrak, tetapi juga untuk seluruh PNS,” ungkap Supomo. Supomo menjelaskan, teguran tertulis yang akan diberikan secara bertahap sesuai protap. Apabila teguran telah diberikan sebanyak ketiga, tetapi pegawai bersangkutan tidak berubah, maka akan langsung diberikan sanksi. “Sanksi yang diberikan kepada tenaga kontrak dan PNS berbeda sesuai pelanggarannya. Pemberian sanksi bertahap disesuaikan aturan yang ada, untuk itu harus ada regulasi yang dibuat berdasarkan kesepakatan bersama antara inspektorat dan BKD. Sanksi sesuai dengan regulasi yang mengatur pegawai. Kalau PNS yang melanggar akan dikenakan sanksi disiplin,” tegasnya. (mg12/hms/D)

Baliho Usik Ruang Publik MAKASSAR, UPEKS—Penataan baliho berisi pesan-pesan politik kian semrawut di Kota Makassar. Pemasangan baliho yang tidak terkendali telah merampas hak-hak publik hampir diseluruh ruas jalan di Kota Makassar. Tidak hanya baliho politik, juga baliho dan banner produk membanjiri hampir seluruh ruas jalan yang mengganggu estetika kota. Dari hasil pantauan di beberapa ruas Jalan di Kota Makassar, ratusan baliho berbagai ukuran menutup area pejalan kaki sampai ramburambu lalu lintas. Seperti yang terlihat diperempatan Jalan Cenderawasi-Kakatua yang kian parah. Di titik ini sedikitnya 15 buah baliho politik yang terpasang hingga menutup area pejalan kaki hingga menghalangi traffic light. Pada empat sudut perempatan jalan ini terdapat empat baliho calon gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel Ilham Arief Sirajuddin-Azis Kahar Muzakkar, serta baliho kandidat calon Wali Kota Makassar, Busra Abdullah (PAN), Annar Salahuddin Sampetoding (independen), dan reklame Anis

Kama (independen). Selain itu, terdapat baliho Pacea Community, Hanura The Next O1 Bakri S.Sos, Anggota DPRD Makassar Muhyina Muin, pengusaha Pemuda Pancasila, ranjau paku. Juga terdapat baliho raksasa produk seperti, Advan, Perumnas, Mc Donald, hingga spanduk the pucuk harum, Axis, Kalla Toyota, rokok Dunhill. Bahkan, papan Jalan Sultan Alauddin perempatan Veteran Selatan-Kumala-Ratulangi tertutupi oleh baliho, semangat baru Sulsel Ilham-Azis, Gerak Andi Rudiyanto Asapa untuk Sulsel, Anis Kama mengharap ke Jalan Kumala. Serta baliho Don’t Stop Komandan, semangat baru Ilham Azis, dan reuni perak SMA Negeri 5 Makassar yang menghadap ke Jalan Veteran. Demikian juga di papan Jalan Andi Tonro pertigaan Sultan Alauddin tertutupi oleh baliho Ilham-Azis. Di salah satu sisi jalan Ratulangi sekitar pertigaan Jalam Mappaoddang, terdapat dua baliho Adil berdiri diatas area pejalan kaki. Taman-taman kota di sekitar RS Labuang

Bali, dan dua taman samping Balaikota Makassar juga banyak ditutupi baliho raksasa. Di sepanjang Jalan Penghibur, Pasar Ikan, Riburane, Ujung Pandang, hingga Nusantara yang dinyatakan bebas baliho juga masih berdiri satu baliho gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan empat baliho Ilham-Azis. Demikian juga dengan jalanjalan besar lain seperti Pettarani, Urip Sumoharjo, Alauddin, Bawakaraeng, dan Jenderal Sudirman masih banyak berdiri baliho bernuansa politik. Padahal, menurut Kepala Bidang Pajak Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Makassar Agus Jaya Zaid,saat di konfirmasi terkait hal ini mengatakan seluruh jalan protokol, kantor-kantor pemerintah dan rumah ibadah wajib bebas baliho dan iklan politik. “Sebagian besar yang memasang baliho politik tidak melapor pada Dispenda. Ini yang membuat baliho tidak tertata. Kami setiap waktu tertibkan, yang baliho besar ditertibkan tengah malam. Sulit karena personil kami sedikit,” tuturnya. (mg12/hms/C)

MAKASSAR UPEKS—Kelurahan Karampuang berusaha semaksimal mungkin untuk memberantas kemiskinan melalu berbagai program. Pemberian pinjaman bergulir kapada masyarakat usaha kecil dilakukan dalam rangka menanggulangi dampak krisis ekonomi dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Lurah Karampuang, Drs Syarifuddin MM kepada Upeks mengatakan, permasalahan kemiskinan diakuinya tidak mudah dipecahkan tanpa adanya keterlibatan semua unsur. Penanggulangan dilakukan bekerjasama dan sinergi antara pemerintah kelurahan dan masyarakat. Menurutnya, bantuan diberikan modal usaha kepada pegusaha kecil seperti Pedagang Kaki Lima (PK-5). Pemberian dana Kredit Mikro Negeri (KMN) ditangani PNPM Mandiri Perkotaan. Setiap usaha kecil diberikan pinjaman lunak sebesar Rp500 ribu dan itu

digulirkan sampai sekarang. “Penangulangan kemiskinan adalah tanggung jawab bersama, baik pemerintah pusat, provinsi, dan pemerintah daerah, kelompok peduli maupun masyarakat sendiri,” kata Syarifuddin. Dalam hal penanggulangan kemiskinan jelas mantan Staf BKD Pemkot Makassar itu, tidak semua daerah mampu dari segi pembiayaan, tenaga dan ketersediaan fasilitas. Namun, melalui PNPM Mandiri Perkotaan, adanya dana bergulir akan mengurangi angka kemiskinan secara bertahap. Kegiatan pemberdayaan yang difasilitasi PNPM-MP dalam bentuk daya sosial, misalnya pelatihan-pelatihan yang bersifat meningkatkan keterampilan dan memberikan peluang kerja dan membantu usaha kecil. “Pinjaman bergulir yang diperuntuhkan kepada masyarakat pengusaha kecil ini diharapkan dapat bermanfaat. Selain itu, kepada seluruh ele-

men dan stakeholder sangat diharapkan bantuannya demi kesejahteraan masyarakat

Makassar khususnya yang ada di Kelurahan Karampuang,” harapnya. (mg08/hms/C)

Tello Baru Ciptakan Kampung Hijau MAKASSAR, UPEKS—Pemerintah Kelurahan Tello Baru berupaya membuat lingkungan menjadi hijau melalui program Grean and Clean. Penghijauan dilakukan di setiap RW dengan menanam pohon dan bunga. Lurah Tello Baru, Sulyadi Putra Supomo Guntur SSTP kepada Upeks, Kamis (17/5) mengatakan, penataan lingkungan di setiap RW akan terus dilakukan. Sosialisasi melalui RW masingmasing dimaksudkan agar secara bertahap dapat mengubah pola pikir masyarakat untuk sadar akan pentingnya lingkungan bersih dan hijau. “Selain penataan lingkungan, taman hijau akan diterapkan di 11 RW yang ada di Kelurahan Tello Baru. Sedangkan kampung

hijau akan dipusatkan di RW 7. Tujuannya, agar masyarakat antusias akan pembenahan di RW-nya,” kata Sulyadi. Menurutnya, setiap halaman rumah warga akan diletakkan minimal enam pot. Hal itu, guna memperindah lingkungan. Adanya, penanaman pohon dan penataan lingkungan hijau dapat mengantisipasi pemanasan global. “Melalui penghijauan ini, sangat diharapkan peran serta warga untuk menjaga dan memelihara tanaman demi menciptakan lingkungan yang sejuk,” tandas putra Wakil Walikota Makassar, Supomo Guntur yang selalu gencar mengajak masyarakat Kota Makassar untuk menjaga kebersihan lingkungan. (mg08/hms/C)


6

JUMA T JUMAT 18 Mei 2012

Tahanan Polres Pelabuhan Meninggal Istri Korban: Malaria Akut dan Asma MAKASSAR,UPEKS—Tahanan Polres Pelabuhan, Halim Bin Muh Haruna (29) meninggal dunia dalam dalam perjalanan menuju RS Bhayangkara, Rabu (16/5). Halim merupakan tahanan Polres Pelabuhan dalam kasus pencurian Mini Market di Jl Tanjung Bunga dan Jln Sulawesi. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, korban ABDI/UPEKS sempat kejangAKBP Audy kejang. Kematian tahanan tersebut sempat menggegerkan anggota Polres Pelabuhan. Kapolres Pelabuhan AKBP Audy mengatakan, sebelum ditangkap dan ditahan di sel Mapolres Pelabuhan, almarhum punya penyakit. “Sebelum di bawa ke Rumah Sakit, almarhum sempat ditangani tim medis Poliklinik Polres Pelabuhan. Selanjutnya dirujuk ke RS Bhayangkara. Dalam perjalanab, korban meninggal dunia,’’ kata Kapolres. Setelag diperiksa, hasil visum tak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan atau meninggal tak wajar. Awalnya, polisi mau otopsi, namun keluarganya menyarankan tak usah,” jelas Audy, Kamis (17/5). Ditemui terpisah, istri korban, Leni menjelaskan, selama ini almarhum, memang mengidap penyakit malaria akut dan asma. ‘’Anehnya, jika penyakit kambuh. Korban minta dibelikan minuman keras (miras). Konon, miras berfungsi mengurangi rasa sakit tubuhnya,’’ ungkap Leni bernada sedih.

Bisnis Siswa Pelayaran Terungkap Tak Terima Uang, Saing Ditahan SUNGGUMINASA,UPEKS— Nasib sial menimpa, Saing, warga Taroang Kelurahan Sapaya Kecamatan Bungaya, Gowa. Gara-gara menantangani selembar kwitansi Rp40,5 juta lebih, Saing sebagai tersangka dalam kasus dugaan penggelapan dan penipuan. Saing ditetapkan sebagai tersangka setelah diperiksa penyidik Reskrim Polres Gowa, Jumat (11/ 5) lalu. Itu terkait perkara tindak pidana penipuan dan penggelapan. Buntutnya, dijerat Pasal 378 dan Pasal 372 KUHPidana. Kepada wartawan, Saing mengaku jika dirinya terkesan dije-

bak dalam kasus pengurusan calon siswa pada salah satu sekolah pelayaran di Makassar. ‘’Terus terang, saya sepertinya sengaja masuk perangkap sejumlah orang yang terlibat dalam pengurusan Bali, anak Talli untuk bisa masuk bersekolah di sekolah pelayaran di Makassar,’’ ujarnya. Buktinya saya disuruh meneken kwitansi tanda terima. Disisi lain, saya tidak pernah menerima uang sebesar itu. Kebetulan saja, saya yang mengantar Talli sebagai pemilik uang ke rumah Andi Baso yang menjadi pengurus anak Talli. Pasalnya, Talli tidak tahu alamat rumah Andi Baso,’’ urai Saing. Talli bin Sabbara, warga Bunga Baji, Kelurahan Jenebatu, Kecamatan Bungaya itu menurut Saing melakukan transaksi dengan

Andi Baso, konon purnawairawan TNI dan warga asrama Barabaraya Blok E/14 Makassar.

Soal transaksi keduanya, menurut Saing, dia tidak mencampuri. Hanya ironisnya, begitu dia

BUNTUT dari kasus itu, Andi Baso (48) sebagai saksi Saing, Senin (14/5) menghadiri panggilan polisi. Dia hadir sesuai Surat Panggilan No: SPG/384/V/ 2012/Reskrim. Hanya saja, saat itu, dia belum sempat diperiksa, karena penyidik, Aiptu Ferasmus Rande tidak berada di tempat. Andi Baso kepada wartawan di halaman Polres Gowa menganggap jika penanganan kasus itu terkesan ada penyimpangan.

‘’Kasus ini seolah-olah dipaksakan menetapkan Saing sebagai tersangka. Disisi lain, Saing tidak pernah menerima uang sebagai kompensasi menandatangani kwitansi yang disodorkan pihak Talli,’’ tegas Baso. “ Demi Allah, saya yang menerima langsung uang itu dari Talli Rp40.500.000. Dana diserahkan Talli di rumah saya, bukan pada Saing,’’ tegasnya. Ketika Talli membayar pada saya, tidak ada kwitansi sebagai bukti tanda terima. Hal yang

Masukkan angka 1-9 di kotak yang kosong. Setiap baris,kolom dan kotak harus berisi satu angka. Tidak boleh sama. Selamat mencoba.

heran karena kwitansi itu dibuat Talli tertanggal 14 Mei 2012,” urai Andi Baso panjang lebar. Baso pun menilai Polres Gowa keliru, jika menjadikan Saing tersangka. Mungkin kecewa, jelas Andi Baso, sehingga Talli akhirnya kasus berlanjut ke polisi. Sebelumnya Saing dibujuk meneken kwitansi untuk dijadikan bukti otentik. Ironisnya, tanggal kwitansi ditulis 14 Mei 2012 sementara uang dibayarkan 14 Mei 2011. (Par/arf/B).

Opsnal Polda Ringkus Residivis Curanmor Dua Pelaku Diamankan MAKASSAR,UPEKS— Residivis Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor), Saddang alias Appang Dg Laling (20) warga Desa Pakrappunganta, Kecamatan Polongbangkeng, Kabupaten Takalar diciduk tim Unit Opsnal Polda Sulselbar, Selasa (15/ 5) subuh. Pelaku yang berprofesi sopir truk itu, diringkus di Desa Ko’mara, Kecematan Polong Bangkeng Utara, Kabupaten Takalar. Saat diamankan, petugas berhasil menyita barang butki dua unit sepeda motor. Kanit Opsnal Polda Sulselbar Kompol Yadin saat dihubungi, Selasa (15/5) menjelaskan, pelaku diamanakan berdasarkan pengembangan tersangka. Sebelumnya, Saparuddin ditangkap beserta barang curian dua unit sepeda motor. Diantaranya, Yamaha Jupiter Z dan Kawasaki Ninja R. “Dia diciduk berdasarkan pengembangan tersangka, Saparuddin. Lelaki itu pernah diperiksa khusus Subdit 4 Pidum Dit Reskrimum Polda Sulselbar,” ucap Yadin per telepon. diintrogasi, pelaku mengaku telah beraksi 20 kali diberbagai titik di kota Makassar. Selanjutnya, hasil kejahatan yang diperolehnya di pasarkan di Kabupaten Jeneponto. “Saat ini kami masih melakukan pengembangan. jaringan pelaku terus diselidiki. Termasuk mengecek TKP serta pencarian barang bukti,” kata Kompol Yadin yang juga mantan Kasat Reskrim Polres Pelabuhan itu. (Mg07/arf/C).

Dua Pencuri Diringkus

SUDOKU

(Par/arf/D).

Andi Baso: Saya Terima Uang

(Mg07/arf/C).

MAKASSAR,UPEKS— Anggota Unit Reskrim Polsek Rappocini meringkus dua pelaku spesialis pencurian. Mereka itu, Sandy (17) warga Jl Maccini Kidul dan Andry (16) warga Jl Onta Lama. Keduanya diringkus setelah beraksi disalah satu rumah warga di Jl Landak baru depan Bank Mandiri, Kamis (17/5). Kapolsek Rappocini AKP Ahmad Mariadi menjelaskan, kedua pelaku ditangkap pada saat melintas di jalan Bontomene usai beraksi. Dari tangan tersangka, pihaknya menyita barang bukti berupa Hendhpone tiga buah. “Mereka sudah lama menjadi incaran polisi. Pasalnya kedua pelakunya diduga sering beraksi dibeberapa lokasi di Makassar, kata Ahmad Mariadi, Kamis (17/5). Saat diintrogasi, keduanya mengaku sudah kerap melakukan aksinya. Saat beraksi mereka hanya berjalan kaki dan menjalankan aksinya ketika kondisi rumah lengan dan terbuka. “Pelaku masuk di halaman rumah korban dan berpura-pura mencari temannya. Kadang pula berkedok pembuang sampah,” ucap Mariadi. Sehari sebelumnya, anggota Polsek Rappocini juga meringkus dua pelaku komplotan Curanmor di Jl Faisal Raya, Rabu (16/5) dini hari. Mereka itu, Nasrul (23) dan Firman (28) masing-masing warga Kompleks Tabaria, Kecamatan Tamalarea. “Pelaku telah mendekam di ruang tahanan Polsek Rappocini,” tuturnya. (mg07/arf/C).

memenuhi panggilan Polisi, dia langsung ditetapkan tersangka.

ABDI/UPEKS/B.

TRANS STUDIO.

z Polrestabes Makassar :319277 z Polsek Ujungpandang :3610564 z Polsek Mariso :873753 z Polsek Makassar: 449345/424133 z Polsek Mamajang :872777 z Polsek Bontoala :432423 z Polsek Tallo :449345/449326 z Polsek Panakkukang :442302 z Polsek Rapocini :868486 z Polsek Manggala :491100 z Polsek Biringkanaya :510108 z Polsek Tamalanrea :4774145/583502 z Polres Pelabuhan :317517 z Polsek Soekarno Hatta :335694 z Polsek Paotere :420082 z Polsek Wajo :319267 z Polsek Ujung tanah :436781 z Pemadam kebakaran :854444

Saat liburan, pengunjung Trans Studio Makassar terbilang Ramai.

Hari Ini, Musda Gapensi di Clarion MAKASSAR,UPEKS—Badan Pengurus Daerah (BPD) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Sulsel Musyawarah Daerah (Musda) VII di Grand Clarion Hotel Makassar. Rencananya berlangsung, Jumat (18/5) hingga Minggu (20/5). Ketua Panitia Musda VII BPD Gapensi Sulsel, Irwan Ince, kemarin, mengatakan, agenda utama Musda, pemilihan Ketua BPD Gapensi Sulsel periode 2012-2017. “Panitia hingga saat ini masih terus membuka pendaftaran, bagi kader-kader BPD Gapensi Sulsel

yang memiliki kemampuan dan kapasitas maju mencalonkan diri sebagai calon Ketua BPD Gapensi Sulsel,” jelasnya. Irwan menyatakan, selain pemilihan ketua, agenda musda lainnya, refleksi perjalanan Gapensi sebagai asosiasi jasa konstruksi tertua di Indonesia. “Insya Allah, besok malam (malam ini, Red) akan dimulai dengan ramah tamah dan refleksi 53 tahun Gapensi,’’ ujarnya. Rencananya, pembicara akan tampil, Mantan Ketua BPD Gapensi Sulsel, HM Aksa Machmud, Ketua Umum BPP Gapensi Ir H Soeharsojo, dan Ketua BPD Gap-

ensi Sulsel HM Zulkarnain Arief,” jelasnya. Sementara, Ketua BPD Gapensi Sulsel, HM Zulkarnain Arief, menjelaskan, pelaksanaan Musda kali ini akan sejalan tema musda, ‘’Peran Gapensi Dalam Pembanggunan Daerah sebagai Organisasi Jasa Konstruksi Mandiri dan Profesional’’. “Dengan kedewasaan sebagai organisasi tertua di Indonesia Gapensi tidak lagi bicara tatanan profesionalisme, tetapi perannya dalam mendukung pembangunan di Indonesia, termasuk di Sulsel,” terangnya. (riz/arf ).

PANITIA hingga saat ini masih terus membuka pendaftaran, bagi kaderkader BPD Gapensi Sulsel yang memiliki kemampuan dan kapasitas maju mencalonkan diri sebagai calon Ketua BPD Gapensi Sulsel Irwan Ince Ketua Panitia Musda VII BPD Gapensi Sulsel

JUSUFWAHID/UPEKS

Irwan Ince


7

JUMA T JUMAT 18 Mei 2012

Kawasan Hijau Bili-bili Memprihatinkan SUNGGUMINASA,UPEKS— Kawasan Hijau (Greenbelt) di kawasan Waduk Bili-Bili, Kecamatan Parangloe, Gowa kini memprihatinkan. Bagaimana tidak, ratusan batang pohon yang ditanam dalam kawasan tersebut rusakan. Pemicunya, ulah warga setempat yang membiarkan ternaknya masuk memakan daun pohon. Salah satu titik yang rusak parah akibat ulah ternak warga, terlihat di sekitar area Arboratorium yang. Lokasinya tak jauh dari ko-

mpleks warung lesehan di Lingkungan Tona-Tonasa, Kelurahan Bontoparang. Di kawasan ini, pohon jati putih yang ditanam beberapa tahun silam, rusak parah. Sebagian besar pohon itu daunnya telah hilang dan kini tinggal batang pohon. Kondisi ini membuat sebagian warga terutama pemilik warung lesehan khawatir. Mereka cemas, sewaktu-waktu pohon itu tiba-tiba tumbang dan dan menimpa warga,’’ kata salah satu pemilik lesehan, Hj

Ati, Kamis (16/5) Menurut Hj Ati, keberadaan pohon di kawasan hijau tersebut selama sangat berperan penting, terutama menjaga keasrian dan kenyaman lingkungan kawasan waduk serbaguna Bili-Bili. Jika kondisi pepohonan rusak, tanpa penanganan secepatnya, dampak negatifnya, tak hanya tumbang, tapi potensial menimbulkan bencana lebih besar, termasuk longsor. Ujungujungnya akan berpengaruh besar pada waduk Bili-Bili.

Dia berharap, kegelisahan warga dan pemilik lesehan mendapat perhatian instansi berwenang. Menurut dia, instansi terkait yang menangani kawasan hijau itu agar melakukan pengawasan. Sebaiknya pohon yang rusak terutama pohon besar dan sudah tua agar ditebang saja. Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Gowa, Djamaluddin Maknun menjelaskan, kawasan

hijau yang dikeluhkan itu, bukan wewenang Pemkab Gowa. ‘’Lokasi tersebut kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ),” ujar Djamaluddin. Perinsipnya, kata Djamaluddin, pihaknya siap bekerjasama BBWSPJ jika ingin melakukan peremajaan tanaman pohon di kawasan itu. “Kalau ingin menebang pohon tua, dan melakukan peremajaan, Kehutanan siap memberi bantuan bibit pohon,” katanya. (par/arf/D).

Segera Turun Tangan MENANGGAPI masalah tersebut, Kepala Tata usaha (KTU) BBWSPJ, Basir saat ditemui di ruang kerjanya, sangat responsif. Dalam waktu dekat, pihaknya segera turun meninjau lokasi. Kami sama sekali tidak ingin, persoalan tersebut berlarut-larut. Untuk itu, sangat diharapkan pemerintah setempat bersama masyarakat dapat bekerjasama mengawasi kelestarian kawasan hijau di area waduk Bili-Bili. (par/arf/A).

BKPRMI Wisuda 1000 Santri MAKASSAR,UPEKS—Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) mewisuda 1000 Santri Taman Pendidikan Alquran (TPA) se-Kota Makassar, Rabu (16/5) di Balai Manunggal M Jusuf. Kegiatan dihadiri Wakil Wali Kota Makassar, Supomo Guntur, Ketua DPW BKPRMI Sulsel, Prof Arifuddin Ahmad dan Ketua DPD BKPRMI Makassar, Mudzakkir Ali Djamil SE. Supomo Guntur memandang pendidikan di TPA sangat penting, karena TPA, salah satu ruang yang mengenalkan budi pekerti dan akhlak yang mulia. Supomo juga berharap agar 1000 santri yang diwisuda terus meningkatkan bacaan Alquran. Terhadap orang tua saatri, Wawali mengajak mendidik moralitas buah hatinya. Dengan turut andilnya orang tua, semoga akhlak dan perilaku anak-anak kita di masa mendatang bisa akan tetap terjaga sesuai norma. Sementara itu, Ketua DPW BKPRMI Sulsel, Arifuddin mengatakan pentingnya mengenalkan sedini mungkin Al quran pada anak-anak. “Dengan terlaksananya wisuda, para santri dapat melanjutkan pembangunan bangsa, khususnya di Makassar,” tuturnya. (mg12/ arf/C).

ABDI/UPEKS/B.

GUSUR POHON. Untuk melancarkan arus lalu-lintas, sejumlah pepohonan di Jl Pettarani terus mengalami penggusuran.

Makassar Butuh Banyak Ruang Hijau Walhi Kecam Penebangan Pohon

Riana Tampil di Histeria MAKASSAR,UPEKS— Riana yang juga Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar kembali menggebrak Jakarta di Histeria Indosiar, Jumat (18/ 5) pukul 11.00 hari ini. Setelah sukses dengan hits ‘’Yang Kutahu Yang Kumau’’ ciptaan Audy, gadis berdarah Makassar kelahiran 26 Februari 1989 ini juga akan tampil 25 Mei di Eight Eleven (8-11) pukul 09.00 Wita di Metro TV. Selain akan membawakan single ‘’Yang Kutahu Yang Kumau’’ Riana akan memperkenalkan beberapa lagu barunya. Fiantaranya, Lukisan Cinta ciptaan Richard Kyoto dan Jiwaku Cintamu karya Pongky Jikustik. Dengan tema lagu romantika cinta serta lirik yang lugas dan mudah diingat, Riana berharap lagu ini dapat mendapat simpatik dan serta diterima penikmat musik di Indonesia. Sebelum bertolak ke Jakarta, dia meminta dukungan para pencinta musik Makassar dalam merintis kariernya. Dengan segudang prestasi serta segala kelebihannya, dia berharap dapat menjadi sebuah jembatan dalam meraih kesuksesan dalam industri musik Indonesia dan hiburan lainnya. (Mg14/arf/C).

MAKASSAR,UPEKS–-Pelebaran ruas Jl Pettarani yang ditangani Balai Besar Jalan menuai protes dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi). Proyek itu akan menambah dua jalur di sisi jalan. Akibatnya puluhan pohon yang cukup rindang di tengah jalan harus jadi korban. Boleh jadi, memangkas daerah

hijau diitengah keruwetan lalu lintas, jauh lebih efektif ketimbang membayar ganti rugi pembebasan lahan. Sebelumnya diberitakan, pelebaran poros sepanjang 1,25 KM itu diproyeksikan bakal menghabiskan anggaran sekira Rp 18,5 Miliar. Pemantauan Upeks, pohon di median jalan nasional itu, mulai depan Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sulsel hingga pertigaan Jl Hertasning hampir habis ditebang. Menyusul pengerukan untuk pelebaran jalan. Bukan hanya di media jalan,

tetapi pohon di sisi kiri dan kanan juga akan bernasib serupa. Walhi memandang, pelebaran jalan dengan menebang pohon menunjukkan ketidakpedulian pemerintah pusat maupun pemerintah Kota Makassar (Pemkot) terhadap lingkungan. ‘’Kami mengecam dan menolak pembangunan dengan pengurangan daerah hijau,’’ tegas Deputi Eksekutif Daerah Walhi Sulsel Kurniawan Sabar kepada Upeks baru-baru ini. Sebenarnya perencanaan ruang yang salah dan tidak sesuai. Seharusnya Jl Pettarani tidak

Sastra UMI Telorkan Alumni Double Degree MAKASSAR,UPEKS—Fakultas Sastra UMI patut berbangga. Tahun ini melahirkan 38 sarjana. Dua diantaranya, diantaranya mengikuti program double degree, Zulkarnain, Ketua BEM Fakultas Kedokteran UMI. Zulkarnan tercatat alumni baru sastra dengan IPK, 3,7 dan Hamjan tercatat mahasiswa Fakultas Hukum UMI. Hamjan, juga tercatat sebagai alumni pertama Akademi Bahasa Asing Fakultas Sastra dengan IPK 3,8. Itu diungkapkan, Dekan Fakultas Sas-

dibanguni pusat perbelanjaan. Itulah yang memicu kemacetan,” kata Kurniawan. Konsekuensi penggusuran dan pelebaran jalan, lanjut Kurniawan menuntut Pemkot Makassar menggantinya dengan ruang terbuka hijau baru. Walhi memandang, kebutuhan utama masyakat Makassar, adalah ruang terbuka hijau. “Di Makassar ini lebih banyak dibutuhkan ruang terbuka hijau. Minimal 20% ruang terbuka hijau harus disiapkan oleh Pemkot Makassar,” ujarnya benada tegas. (mg12/arf/C).

persona

tra dan ABA UMI, Dra Hj Muli Umiaty Noer,M.Hum di ruang senat Fak. sastra baru-baru ini. Hj Muli yang didampingi Wakil Dekan 1, Dra Rusdia, MHum, itu menjelaskan, keuntungan doubel degree memiliki nilai plus. Pasalnya akan memiliki dua ijazah dari UMI. Hal yang lebih penting, kemampuan berbahasa Inggris sangat dibutuhkan dalam era kompetitif. Terutama mewujudkan visi UMI menuju World Class University. (Mg08/arf/C).

ABDI/UPEKS/B.

TNI-KB KESEHATAN. Suasana pencanangan KB-TNI Kesehatan di Markas Yon Kavaleri, Kamis (17/5).

Prof Dr Lauddin Marsuni,SH MH

Cinta APTISI MESKI akhir-akhir ini terbilang sibuk mengurus berbagai tahapan proses menuju terwujudnya Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo menjadi PTN, Rektor Unanda, Prof Dr Lauddin Marsuni,SH MH juga sangat peduli organisasi. Organisasi yang mendapat kepedulian dari pakar Hukum Tata Negara itu, termasuk Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI). ‘’Atas dukungan berbagai kalangan, Insya Allah, kami siap maju bersaing sebagai calon Ketua APTISI Wilayah IX-A Periode 20122016. Rencananya, Muswil berlangsung 20 s/d 22 Mei 2012 mendatang,’’ kata Lauddin yang Direktur Eksekutif Pusat Kajian Publik (Puskap) Sulsel itu. Jika mendapat amanah, lanjut tenaga Ahli DPRD Sulsel tersebut, dia berobsesi memajukan APTISI, berdayakan daya saing PTS serta optimalisasi Sumber Daya Growth Centre. ‘’Tak kaah pentingnya, ingin lebih memperluas jejaring APTISI serta singkronisasi program antar APTISI dengan Koperstis Wilayah IX,’’ tandas Doktor Hukum dari Universitas Airlangga tersebut. (arf).

HUMAS UMI.

RAKER. Mahasiswa UMI menghadiri rapat kerja Himpunan mahasiswa lingkup Fakultas Agama Islam UMi baru-baru ini.

Mahasiswa FAI UMI Raker MAKASSAR,UPEKS—Himpunan mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) yang terdiri atas Himpunan Mahasiswa Dakwah (Himada), Himpunan Mahasiswa Syariah (Hamas) dan Himpunan Mahasiswa Tarbiyah gelar Rapat Kerja (Raker) himpunan. Dekan FAI, Drs H Hasibuddin,SS, MA saat pembukaan mengapresiasi tekad pengurus dan semangat kerja mendesain forum Raker ini. Fakta itu menunjukkan jajaran pengurus memiliki harapan dan semangat baru untuk sebuah peningkaan program berkualitas. ‘’Raker yang berjalan dua hari diharapkan menghasillan program kerja berkualitas dalam aspek peningkatan kualitas keilmuan,’’ tandas Gasibuddin. (Mg08/arf/B).

GUSTI/UPEKS/B.

BAKTI SOSIAL. Bakti sosial yang digelar mahasiswa UKIP baru-baru ini.


8 Celebes

jumat 18 Mei 2012

Hotel Sutan Raja Segera Diresmikan lan/upeks

KUNJUNGAN. Bupati Lutra, H Arifin Junaidi, menyerahkan cendramata kepada Kepala BPKD Kabupaten Sidrap di ruang kerja Bupati saat berkunjung ke Lutra kemarin.

Pemkab Sidrap Berguru WTP di Lutra MASAMBA, UPEKS--Predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diperoleh Kabupaten Luwu Utara (Lutra) untuk Laporan Keuangan tahun 2011, ternyata menarik minat dari beberapa daerah lain untuk mengetahui apa kiatkiat yang dilakukan Pemda Lutra dalam meraih WTP tersebut. Salah satunya adalah Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Sidrap melakukan kunjungan ke daerah ini. “Kunjungan kami ke Lutra ingin Lutra ingin mengetahui bagaimana kiat-kiat dan langkah yang lakukan Pemda Lutra sehingga dapat memperoleh predikat WTP,” kata H Madjid, Kepala BPKD Sidrap, usai diterima di ruang kerja kantor Bupati Luwu Utara. Dia mengatakan, Pemkab Sidrap belum pernah memperoleh predikat itu. Selama ini, laporan keuangan Pemkab Sidrap hanya Wajar Dengan Pengecualian (WDP) yang satu tingkat di bawah WTP. “Lutra adalah satu-satunya daerah di Sulsel yang meraih predikat WTP. Daripada jauh-jauh belajar ke provinsi lain yang juga pernah meraih WTP, lebih baik kami berkunjung ke sini. Biayanya juga lebih murah,” katanya. Setelah belajar di Lutra, Pemkab Sidrap menargetkan predikat yang sama tahun depan. Bupati Luwu Utara, Arifin Junaidi, ketika menerima kunjungan BPKD Sidrap dan rombongan menjelaskan, predikat WTP dicapai berkat kerjasama yang baik di seluruh pemerintahan lutra dan tidak kalah pentingnya adalah dukungan masayarakat Lutra dan DPRD Lutra yang memberikan pengawasan terhadap jalanya pemerintahan utamanya dalam pengelolaan keuangan. Beberapa tahun ini, Pemkab juga bekerjasama dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulsel dalam hal pengelolaan keuangan. “BPKP memberi petunjuk pengelolaan keuangan agar tercipta good governance yang lebih baik,” katanya. Di katakan, pihaknya juga gencar melakukan pengawasan melekat dengan menggelar sidak ke setiap dinas,utamanya kepada masing-masing bendahara dinas diperiksa secara berkala perihal laporan pengelolaan kuangannya. Untuk membuktikan apakah laporan tersebut benar atau tidak, dilakukan pengecekan langsung ke Bank Sulsel. “Langkah ini dilakukan untuk mendisiplinkan dalam pengelolaan administrasi keuangan, walaupun dilakukan pengawasan secara ketat, tetap diberikan seluas-luasnya kepada setiap pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk mencari peluang seluas-luasnya dan berkreasi guna mendatangkan dana dari luar, baik melalui jalur birokrasi maupun politik, misalnya dengan anggota DPR RI khususnya yang mewakili daerah pemilihan Luwu Raya. Selain meraih predikat WTP, Kabupaten Luwu Utara adalah satu-satunya daerah di luar Jawa yang meraih nominasi daerah dengan kinerja terbaik di mana tahun Lutra masuk predikat ke-6,” tandasnya. (lan/suk/C)

Lagi, Kecelakaan Maut Tewaskan Seorang Pengendara Motor POLEWALI, UPEKS--Tangis histeris pecah ketika keluarga korban kecelakaan lalulintas yang terjadi Rabu (16/5) malam, tiba di Rumah Sakit Umum Daerah Polewali Mandar sekitar pukul 20.30 dan mendapati korban remaja berusia 16 tahun, sudah dalam keadaan terbujur kaku. H Gunawan, seorang pengusaha yang menggunakan mobil truknya mengantar mayat korban yang diketahui bernama M As’ad, mengatakan, sudah sekitar satu jam korban tergeletak di jalan poros Polewali– Wonomulyo tepatnya di dekat tugu Desa Labbasang dan tak seorang pun berani menolong. Informasi yang dihimpun, diduga korban mengalami tabrak lari. Pada pangkal lengan korban, tampak bekas luka lebam, sementara pada wajah terdapat luka sobek. Kepala Unit Kecelakaan Lalulintas Polres Polman, Ipda Supardi, via telepon selulernya, Kamis (17/5) pagi mengatakan, sementara ini masih melakukan penyelidikan penyebab kecelakaan. Menurut Supardi, pihaknya sangat berharap kepada masyarakat bisa membantu memberikan keterangan untuk mengetahui apakah kecelakaan tunggal atau tabrak lari. “Kalau ada yang bersaksi menegtahui penyebab kecelakaan itu tabrak lari, polisi bisa memproses sehingga keluarga korban mendapatkan asuransi. Susahnya tidak ada yang mau meberikan keterangan,” ujar Ipda Supardi. (ran/suk/C)

KOLAKA, UPEKS--Hotel Sutan Raja, yang hadir di Kolaka, segera diresmikan pengoperasiannya. Bupati Kolaka, H Buhari Matta (BM), rencananya, bakal meresmikan Hotel Sutan Raja tersebut pada 26 Mei mendatang. “Hotel ini dilengkapi dengan fasilitas 93 kamar,”ungkap H Moch Choirony, Manager Hotel Sutan Raja, yang dikonfirmasi Upeks kemarin, di

ruang kerjanya. Dikatakannya, hotel ini juga dilengkapi dengan kolam renang, tempat fitnes, bar, restaurant dan gedung balai pertemuan yang terbuka untuk umum. “Hotel ini yang paling menarik karena letaknya di depan pantai hanya sekitar 20 meter saja dari bibir pantai,” kata Rony panggilan akrab Choirony. Dirinya berharap kehadiran hotel ini dibangun di

HOTEL SUTAN RAJA. Inilah Hotel Sutan Raja Kolaka yang akan bergandengan dengan mall di bibir pantai Kolaka, segera beroperasi pada 26 Mei mendatang.

atas areal sekitar tiga hektare bersama bangunan grosir, mall dan berbagai fasilitas lainnya, akan menambah semakin maraknya Kota Kolaka menuju Kolaka Emas. “Kehadiran hotel ini dibangun sejak dua tahun lalu, akan semakin menambah semarak wajah Kolaka, khususnya penyerapan tenaga kerja dan peningkatan ekonomi daerah,” harapnya. (pil/suk/C) pil/upeks

Pulau Lerek-lerekan Majene Dicaplok Kalsel

Pemkab Bentuk Tim Perjelas Status Kepemilikan Pulau MAJENE, UPEKS--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene telah membentuk tim khusus yang akan berangkat ke Jakarta untuk menindaklanjuti dan memperjelas status kepemilikan Pulau Lerek-lerekan atau Pulau Lari-larian yang saat ini masih diklaim masuk di wilayah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel). Tim khusus tersebut akan dibentuk oleh Bupati Majene, usai melakukan pertemuan antara Bupati Majene, H Kalma Katta didampingi Wakil Bupati H Fahmi Massiara, bersama sejumlah anggota DPRD Majene, tokoh masyarakat Sulbar, Rahmat Hasanuddin yang juga Rektor Universitas Sulbar, dan

masyarakat nelayan Majene, di ruang rapat Bupati Majene, Rabu (16/5). Bupati Majene, Kalma Katta, mengaku pada dasarnya pihak Pemerintah Kabupaten Majene belum mendapatkan pemberitahuan secara resmi dari Pemprov Sulbar terkait pengalihan kepemilikan Lerek-lerekan kepada Kotabaru melalui gugatan di Mahkamah Agung. “Olehnya itu, kami membentuk tim yang akan berangkat ke Jakarta untuk memastikan kejelasan kepemilikan pulau oleh Majene melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 43 Tahun 2011. Meskipun kami belum mengetahui ada gugatan Ko-

tabaru terhadap Permendagri tersebut, namuan hingga saat ini belum ada kejelasan. Selain itu, dari hasil koordinasi saya dengan Gubernur Sulbar, dia mengaku informasi yang disampaikan Pemkab Kotabaru tidak perlu menimbulkan provokasi di kalangan masyarakat Majene sebelum ada kejelasan,” terang Kalma Katta. Sekkab Majene, Syamsiar Muchtar Mahmud, mengusulkan, Majene tetap harus menganggap informasi tersebut adalah sebuah kebenaran dengan melakukan beberapa upaya, termasuk upaya hukum maupun upaya persuasif jika beberapa langkah tersebut memang memungkinkan untuk ditempuh. “Kita tetap melakukan langkah dan upaya meskipun informasi pengalihan pulau tersebut belum memiliki kekuatan hukum

tetap sebab kepemilikan Lereklerekan bukan hanya sebatas melihat potensi di sekitar pulau, jika dilihat dari kesejarahan, pulau itu memang termasuk dalam kewasan Majene sejak ratusan tahun silam,” tandasnya. Sementara itu, mengenai pembentukan tim Pulau Larilarian tersebut, salah seorang tokoh masayarakat Sulbar Rahmat Hasanuddin, sangat mendukung pembentukan tim khusus yang dibentuk oelh Bupati Majene. “Saya kira persoalan ini jangan hanya pemerintah Sulbar dan Majene saja yang proaktif, tetapi para perwakilan kita yang ada di Jakarta seperti anggota DPR RI dan anggota DPD perwakilan Sulbar perlu juga memikirkan,” ucap Rahmat Hasanuddin, sambil meneteskan air mata karena terharu. (ali/suk/C)

FOTO BERSAMA. Jajaran Pemda Lutim dipimpin Wakil Bupati Lutim, H Thoriq Husles, berfoto bersama anggota DPRD Poso, yang berkunjung ke Malili, kemarin.

MAMUJU, UPEKS--Bupati Mamuju, H Suhardi Duka, untuk membangun kekuatan dalam memajukan daerah ini, maka kita harus mampu membangun kemandirian dan menghilangkan rasa ketergantungan kepada siapapun. Kita harus percaya diri dengan kemampuan dan sumber daya yang dimiliki untuk menata kehidupan daerah ke arah yang lebih baik tanpa ada rasa ketergantungan kepada pihak-pihak lain. Demikian dikemukakan H Suhardi Duka, selaku irup pada upacara di halaman Kantor Bupati Mamuju. Dikatakan, selama ini pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, masjid raya, stadion dan infrastruktur lainnya dibangun melalui APBD kabupaten dan sebagian kecil APBN. “Hal ini menunjukkan kita mampu menata kehidupan daerah ini dengan kekuatan dan potensi yang kita miliki, karena itu bupati berharap, ke depan tantangan yang akan kita hadapi semakin berat dan kompleks, karena itu, kita harus menyatukan kekuatan untuk menjawab tantangan itu serta mengerahkan seluruh potensi yang kita miliki untuk semakin memperkuat kemandirian kita tanpa ada rasa ketergantungan kepada pihak lain,” tandas Suhardi Duka. Dikatakannya, dengan keyakinan, kekuatan, potensi dan sumber daya yang dimiliki, kita akan mampu mengantar daerah ini kearah yang lebih maju dan merealisasikan target pembangunan sesuai RPJMD, mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan rakyat. (ode/suk/C)

Infrasturktur Jalan Tapal Batas Mulai Dibenahi aco/upeks

DPRD Poso Berguru RTRW di Lutim MALILI, UPEKS--Kabupaten Luwu Timur kembali menjadi objek kunjungan kerja. Setelah sebelumnya DPRD Kabupaten Maros, Pangkep, dan Bulukumba. Kali ini, Bumi Batara Guru dikunjungi DPRD Kabupaten Poso dalam rangka membahas Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang telah dimiliki Kabupaten Lutim. Rombongan DPRD Poso dipimpin Ketua DPRD Poso, Yani WF Muaya dan ketua Pansus I, Darma Penyami serta enam orang anggotanya. Mereka diterima Wakil Bupati Luwu Timur, HM Thoriq Husler dan Ketua DPRD Lutim, M

Bangun Kemandirian, Hilangkan Ketergantungan

Sarkawi A Hamid, di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati, Rabu (16/5) kemarin. Dalam acara tersebut, Yani, menjelaskan maksud kunjungannya ingin belajar dan merampungkan ranperda RTRW yang tengah disusun saat ini. “Kami berharap melalui kunjungan ini,kami dapat tambahan informasi dan referensi untuk menyempurnakan ranperda RTRW 2012-2032 yang saat ini tengah kami coba rampungkan,” tandas Yani. “Proses penetapan perda RTRW merupakan proses yang sangat panjang dan berbeda dengan perdaperda yang lain. Bahkan untuk Luwu Timur sendiri,

butuh empat tahun barulah perda ini disahkan. Perda ini didalamnya memuat potensi dan karakteristik daerah dan merupakan dasar dalam pelaksanaan pembangunan, arahan pengembangan ekonomi, dan pelestarian lingkungan,” tutur Firmanza, Kadis Tarkim Lutim, saat memaparkan rencana penyusunan perda RTRW tersebut. Dipaparkan Firman, secara umum materi teknis RTRW Lutim memuat tentang struktur ruang, pola ruang, kawasan strategis, dan ketentuan umum peraturan zonasi. “Penyusunan RTRW ini, dirumuskan ke dalam enam sasaran capaian, antara lain kebijakan

dan strategi penataan ruang wilayah, pengelolaan kawasan berfungsi lindung dan kawasan budidaya, atau juga sistem kegiatan dan pengelolaan pembangunan dan sistem permukiman perkotaan, perdesaan, dan kawasan strategis,” lanjut Firmanza. Sejumlah manfaat yang diperoleh dengan diterbitkannya Perda RTRW Lutim ini di antaranya bantuan dana DAK Perumahan dan Permukiman senilai Rp4,5 Miliar serta Program PPL2K-BK senilai Rp3,3 Miliar. Kegiatan kunker DPRD Poso tersebut diakhiri dengan penyerahan cendera mata dari kedua belah pihak. (aco/suk/C)

Diknas Rehab SD 2 Tawainalu KOLAKA, UPEKS--Kondisi SD 2 Tawainalu, Kecamatan Tirawuta, Kolaka, yang kondisinya memprihatingkan telah dibangunkan ruang kelas baru. Meski demikian, bangunan lama yang beratapkan daun rumbia itu tdak lantas dirubuhkan. Kepala Dinas Pendidikan Kolaka, H Abdullah, yang dikonfirmasi, mengatakan, bagunan sekolah itu adalah bangunan yang lama, karena sudah dibangun gedung yang baru, tetapi bangunan sekolah lama yang masih beratap rumbia dan dinding papan itu juga tetap direhab nantinya. Sementara, Kepala Bidang Pendidikan Dasar, H Andi Panguriseng, kepada Upeks, juga menjelaskan, sekolah tersebut sudah direhab, tiga ruangan belajar kini masih sementara berjalan. “Jadi kalau sekolah itu langsung dirubuhkan semua kan tidak ada ruangan di tempat untuk proses belajar-mengajar,” katanya. (pil/suk/C)

pil/upeks

MEMPRIHATINKAN. Inilah kondisi SD 2 Tawainalu, Kecamatan Tirawuta, Kolaka, yang kondisinya sangat memprihatinkan dan segera dibangun.

MALILI, UPEKS--Longsor yang terjadi pada Mei 2011 di Batu Menggoro (jalan poros Trans Malili-Sultra) menyebabkan sejumlah infrastruktur khususnya jalan rusak berat. Selain menyapu kawasan wisata Batu Menggoro dan puluhan rumah warga di Desa Harapan, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, bencana yang terjadi juga merusak ratusan hektar kawasan hutan lindung di daerah itu. “Upaya pembenahan dan perbaikan infrasruktur yang rusak khususnya jalan sedang dilakukan pada 3 titik (segmen) dengan panjang total mencapai 2,1 KM,” tutur Joko Pribatin, penanggung jawab rekonstruksi jalan Malili batas Sultra, ketika ditemui Upeks, Senin (14/5) lalu.

Upaya pembenahan dan perbaikan infrasruktur yang rusak khususnya jalan sedang dilakukan pada 3 titik (segmen) dengan panjang total mencapai 2,1 KM, Perbaikan inftastruktur jalan ini meliputi peninggian badan jalan mencapai 70 cm, pelebaran jembatan yang ambruk tertimpa longsoran dan banjir bandang, pengaspalan hingga perbaikan drainase di sisi kiri dan kanan badan jalan. Seluruh item pekerjaan yang tengah dilaksanakan oleh PT. Tri Star Mandiri (rekanan pelaksana) tersebut, diharapkan rampung selama 210 hari kerja. “Dengan rampungnya pekerjaan jalan Malili batas Sultra ini diharapkan akan memenuhi pencapaian target perekonomian nasional serta memperlancar distribusi barang dan jasa yang menghubungkan propinsi Sulawesi selatan (Luwu Timur) dan Sulawesi Tenggara (Kolaka Utara),” kunci Joko. (aco/suk/C)


Daerah

jumat 18 Mei 2012

9

BPS Verifikasi Data Pertanian

Mardianto: Pemecatan Muttamar Tidak Adil BULUKUMBA,UPEKS-- Wakil Sekertaris DPD Partai Golkar Bulukumba, Drs Mardianto mengungkapkan, Partai Golkar telah melakukan tindakan penzaliman terhadap kader partai Golkar Bulukumba, yakni Andi Muttamar Mattotorang dengan membuat keputusan yang tidak adil dengan pemecatan sebagai kader Golkar. Partai Golkar memecat Andi Muttamar sebagai kader Golkar dengan alasan mantan narapidana dalam kasus korupsi. Padahal, ada beberapa pengurus Partai Golkar berstatus sama, seperti pengurus DPD Partai Golkar Bulukumba Arkam Bohari, pengurus DPD Partai Golkar Sulsel, Amiruddin Maula, serta pengurus DPP.

Golkar telah berbuat tidak adil dan menzalimi kader sendiri Namun, Partai Golkar hanya memecat Andi Muttamar, sementara pengurus Golkar lainnya yang berstatus mantan narapidana tidak dipecat. “Golkar telah berbuat tidak adil dan menzalimi kader sendiri,”kata Mardianto Sebagaimana diketahui, Muttamar telah menjalani pidana penjara kasus Bappeda Gate dengan Arkam Bohari sejak tahun 2010 lalu. DPD Golkar Bulukumba melakukan Musda yang memilih Zainuddin Hasan (Bupati) Bulukumba sebagai ketua terpilih setelah Muttamar dan Arkam Bohari selesai menjalani pidana penjara. “Kalau alasan DPD II Golkar mengusulkan Muttamar dipecat selaku pengurus Golkar karena mantan narapidana, maka, saya minta DPP Golkar legowo memecat pengurus Golkar yang mantan narapidana mulai dari tingkat desa hingga DPP,”ujarnya. Wakil Ketua DPD Partai Golkar Bulukumba, Andi Muttamar yang dikonfirmasi mengaku belum menerima Surat Keputusan (SK) pembehentian dirinya selaku pengurus Golkar Bulukumba dari DPP Golkar. “Keputusan tersebut merupakan penzaliman kepada saya,”tandasnya.(din/ris/C)

ENREKANG,UPEKS-- Upaya percepatan penyediaan data dan peningkatan kualitas data tanaman pangan berkesinambungan pada skala nasional akan digarap BPS Enrekang. Penyediaan data yang memuat penjelasan tentang komoditi tanaman pangan dan palawija diharapkan memberi data akurat dalam menyongsong penguatan pangan daerah. ”Khusus padi dan palawija luas lahannya untuk kembali dikaji mulai yang bergerak disektor pertanian, perkebunan dan kehutanan yang diharapkan penyuluh terlibat aktif ini kerjasama kementan dan BPS,”ujar Kepala BPS Enrekang, Patahillah Asaba.

Dalam rangka mendukung perencanaan pembangunan tanaman pangan dukungan data dan informasi masih terus fluktuatif. Dari paparan data kasi produksi BPS untuk lahan pertanian seperti 1.313 hektar (data BPS 2011) tapi data penyuluh justru berkembang sekitar 2.000 hektar pada tahun 2012. Dari data 2011, surplus 10 ton, namun fakta beras Enekang disuplai dari luar. Sebagai salah satu dasar kebijakan dalam menghitung produksi padi dan palawija yang mengundang rancu. Namun penyedian data BPS itu subround enam bulan sekali masih belum memadai dan perlu ditunjang kajian luas panen. (liq/ris/C)

RAPAT. Kepala BPS Enrekang, Patahillah Asaba saat rapat verifkasi data pertanian barubaru ini.

upeks

Bupati Temukan PNS

Berkeliaran Pada Jam Kerja BULUKUMBA,UPEKS-- Bupati Bulukumba, Zainuddin Hasan menyoroti rendahanya kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Bulukumba. Hal tersebut diungkapkan terkait adanya PNS yang berkeliaran saat jam kerja yang menganggu pelayanan kepada masyarakat. “Kepala seluruh pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk menegur dan memberikan sanksi pada pegawai yang tidak disiplin,”jarnya. Kepala Sub Pemberitaan dan

Kerja sama Pers Bagian Humas Bulukumba, Asrul Sani mengatakan, Bupati Bulukumba memerintahkan Kepala SKPD supaya menegur bawahannya. “Pak Bupati mengaku malu selalu disorot masyarakat karena banyaknya PNS yang masih berkeliaran di jam kerja,”katanya. Dalam rapat evaluasi tersebut, Zainuddin Hasan didampingi Wabup Bulukumba, Syamsuddin dan Sekretaris Daerah (Sekda), Andi Bau Amal. (din/ris/C)

Kepala seluruh pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk menegur dan memberikan sanksi pada pegawai yang tidak disiplin Zainuddin Hasan

upeks

Tim HAKI Paparkan Kopi Kalosi

Polisi Selidiki Kasus Pengrusakan Rumah PINRANG,UPEKS-- Sebuah rumah panggung di Kampung Bungi Kecamatan Duampanua, milik Linda (40) beberapa waktu lalu mengalami pengrusakan yang diduga dilakukan, Latief yang merupakan ipar dari korban. Peristiwa tersebut telah dilaporkan korban ke pihak berwajib dengan laporan polisi No.Pol.LP/166/IV/2012/PSSL/ Res. Menurut keterangan korban, kejadian dipicu masalah hak kepemilikan. Namun berdasarkan fakta dan bukti-bukti yang dimilikinya, rumah yang di rusak oleh pelaku tersebut berdiri diatas lahan milik orang tuanya dan telah diwariskan kepadanya. Orang tuanya membeli lahan tersebut dari H. Andi Mangga seharga Rp200 ribu pada 31 Mei 1978 atas nama Mattanang yang dilengkapi bukti tertulis bermaterai. Setelah orang tuanya meninggal, kakak iparnya tersebut mengakui tanah itu miliknya yang dibeli dari seseorang berdasarkan surat pemberitahuan pembayaran pajak (SPPT). Dia menduga tanah tersebut sebelumnya telah di pindah tangankan kepada pihak lain dengan cara menjualnya seharga Rp40 juta tanpa sepengetahuan ahli waris. Akibat pengerusakan ini, ahli waris mengalami kerugian sekitar Rp20 juta. Kapolres Pinrang, AKBP Heri Tri Maryadi SH mengatakan, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan terkait kasus sengketa kepemilikan atau bukan merupakan proses lain. “Pengrusakan ini murni tindak pidana,”ujarnya. (clu/ris/C)

upeks

PESERTA. Tampak peserta yang menyimak penjelasan tim HAKI yang memaparkan kopi kalosi.

ENREKANG,UPEKS-- Sejumlah tim teknis Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan Menkumham melakukan pemaparan bersama tentang rencana Pemkab Enrekang untuk mematenkan kopi arabica kalosi. Langkah tersebut menjadi sentral dalam

memberi solusi atas kendala ambruknya mutu kopi Enrekang di mata internasional. “Potensi khas Enrekang akan cita rasa kopi dari kelompok arabika elit mampu bangkit dan eksis sebagai kopi murni Enrekang yang ha-

PMR Jeneponto Gelar Perkemahan JENEPONTO,UPEKS-- Sebanyak 481 peserta dari 41 sekolah tingkat SMP dan SMA se Kabupaten Jeneponto yang mengi-

kuti perkemahan Palang Merah Remaja (PMR) yang dipimpin Sekda Jeneponto, H Iksan Iskandar. Kegiatan itu dilaksanakan se-

rus dilindungi produksi dan pemasarannya,”ujar Dr Ilham La Tunra akhir pekan lalu didepan ratusan petani kopi. Sebagai komoditas unggulan perkebunan, Bupati Enrekang, La Tinro Latunrung terus memberikan support terkait peles-

lama empat hari sejak, Kamis 16 hingga Sabtu 19 Mei mendatang. Kegiatan tersebut dipusatkan di Pantai Karsut Desa Kampala Kecamatan Arungkeke yang dibuka Sekertaris PMR Kabupaten Jeneponto, Rusli Ramli. Ketua Panitia, Drs Darwis mengatakan, kegiatan perkemahan PMR bertujuan untuk memperingati

tarian dari kepunahan. Dalam sejarah, kopi kalosi telah dikenal komoditas unggulan oleh kolonial Belanda (1750). Tahun 1887 sampai 1898 saat perang, perdagangan kopi yang dimonopoli kerajaan Luwu dan Sidenreng. (liq/risC)

hari palang merah se dunia ke-149 serta mensosialisasikan kurikulum baru tentang manajemen PMR dan meningkatkan persaudaraan dan persahabatan sesama anggota PMR. “Yang paling penting dalam perkemahan adalah bagaiaman upaya promosi wisata yang dilakukan oleh PMI agar aset dan potensi alam di daerah ini,”ujarnya. (gus/ris/C)

Ikan Sidat Harus

Dikembangkan WAJO,UPEKS-- Sosialisasi program perluasan dan pengembangan kesempatan kerja (PPKK) kegiatan padat karya produktif pemeliharaan ikan sistem kolam dilaksanakan Dinsosnakertrans Kabupaten Wajo tahun 2012 yang dilaksanakan baru-baru ini. Kegiatan tersebut meliputi unsur masyarakat setempat yang tidak mempunyai pendapatan tetap, dengan kegiatan seperti ini maka masyarakat yang berada di pesisir sungai walennae dan cenranae akan terpatri dalam mengelola dengan sistem kolam yang meliputi pemeliharaan akan sidat dan ikan tawar lainnya. Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Wajo yang diwakili Sekertaris, Dra Andi Asnelly dan Drs Ab Baba Kasi

mengatakan, kegiatan ini merupakan program pemerintah Provinsi SulSel yakni, padat karya bertujuan menyentuh masyarakat, terutama yang ada di daerah ini untuk dapat diberdayakan sesuai kebutuhan setempat. “Kita melihat di daerah ini cukup untuk Sumber Daya Alam (SDA) yang menunjang dan kondisi alam,”ujarnya. Jenis ikan sidak merupakan menjadi santapan kalangan di Jepang dan kini semakin diminati pebisnis di Indonesia. Apalagi dengan terbukanya pasar ekspor sidat ke negara-negara Asia Timur, seperti Taiwan, Korea Selatan, dan Jepang). “Permintaan sidat sangat tinggi baik di pasar lokal maupun pasar internasional,”tandasnya. (bah/ris/C)

SOSIALISASI. Para peserta yang mengikuti sosialisasi program perluasan dan pengembangan kesempatan kerja (PPKK) kegiatan padat karya produktif pemeliharaan ikan sistem kolam yang dilaksanakan Dinsosnakertrans Kabupaten Wajo. upeks

Calon Nasabah Keluhkan Pimpinan BRI JENEPONTO,UPEKS-Kinerja pimpinan Bank BRI cabang Jeneponto unit Mataere Tolo Kecamatan Kelara, Yunus mendapat sorotan dari calon nasabah yang ingin mendapatkan kredit usaha Rakyat (KUR). Sejumlah calon nasabah mengaku sudah memasukkan permohonan untuk mendapatkan dana KUR lengkap dengan agunan penjamin, namun sampai saat ini belum juga mendapatkan dana KUR. Salah seorang nasabah, Agus mengakui berkasnya sudah lama dimasukkan di Bank BRI unit Mataere Tolo, namun dirinya hingga saat ini belum mendapatkan dana. “Kami sudah putus asa menunggu pencairan KUR yang tak kunjung datang,”ujarnya. Hal yang sama dialami Jumiati yang mengakui kinerja kepala unit Bank BRI sangat buruk, bahkan terkesan mempersulit calon nasabah. Dikonfirmasi, Kepala Unit Bank BRI Mataere ToLo Kecamatan Kelara, Yunus membantah jika dikatakan mempersulit pencairan dana KUR. “Kami hanya pelajari dulu soalnya banyak KUR bermasalah. Soal tertahannya berkas KUR itu memang ada aturan yang mengatur soal dana KUR kita tidak boleh serta merta mencairkannya,”ujarnya. (gus/ris/C)

Dewan Sahkan Perda IPKTM ENREKANG,UPEKS-Setelah menimbulkan polemik, perda khusus IPKTM akhirnya ditetapkan dan diserahkan dalam paripurna dewan sehingga melengkapi perda IPKTM yang telah ada. ”Perda khusus akan saling melengkapi dalam mengakomodir pelestarian lingkungan dan aspirasi masyarakat”,ujar Ketua komisi II, Arfan Renggong. Untuk mendukung suksesnya program penghijauan kehutanan terkait tanaman buatan sendiri yang dikenakan perda khusus. Tegakan tanaman yang dibudidayakan dikecualikan atas pengenaan berbagai aturan teknis sebagaimana perda IPKTM yang telah diberlakukan, seperti kubikasi kayu untuk pemanfaatan maksimal 10 M3 harus dilakukan perizinan dan mendapat persetujuan pemerintah setempat. ”Dalam perda khusus itu dikecualikan bisa dilakukan penebangan habis”,ujarnya. Selain itu, penataan dan pengelolaan terhadap produksi hasil budidaya sendiri akan dilibatkan tim teknis kehutanan untuk mengawasi dan memberi petunjuk teknis.(liq/ris/C)


10

Daerah

jumat 18 Mei 2012

RAPAT PANITIA. Sekretaris Panitia LKS, Syukri Supiana didampingi Adriana Duma serta A Samad saat melakukan rapat persiapan LKS yang merupakan agenda rutin Dikmenjur Diknas Sulsel.

Ratusan Siswa se-Sulsel Ikut LKS upeks

MAKASSAR,UPEKS-- Pembukaan Lomba Kegiatan Siswa (LKS) ke XX tingkat provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) akan diikuti ratusan siswa berasal dari berbagai sekolah tingkat kejuruan se Sulsel, Jumat (18/5) hari ini, di SMK Negeri 5 Makassar. Pelaksanaan lomba akan berlangsung selama tiga hari mulai 18 hingga 20 Mei. Lokasi lomba dipusatkan di tiga lokasi seperti, kampus Politeknik, ruko Pena Mas di jalan Andi Tonro dan Hotel Kenari. Sekretaris Panitia, Syukri Supiana mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap tahun yang dilaksanakn Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan (Dikmenjur) Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel.

“Kami telah melakukan persiapan lomba. Semua pihak terkait telah dikoordinasikan, seperti pihak sekolah, Dinas Pendidikan kabupaten/kota, Unhas,”ujaranya. Pada rapat panitia yang dipimpin Kabid Dikemenjur Disdik Sulsel, A Samad bersama Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian, Adriana Duma, Seksi Manajemen Sekolah dan Seksi Ketenagaan tehnis. Jumlah peserta sekitar 400 dari 13 jenis lomba dari 24 kabupaten/kota se Sulsel. Lomba kegiatan siswa seperti, mesin produksi, auto mobil, elektronika aplication, welding, electrical instalasi, autocad, aplication software, penjualan atau marketing. Sementara Kasi Kurikulum

dan Penilaian Dikmenjur Disdik Propinsi Sulsel, Adriana Duma mengungkapkan, kegiatan LKS merupakan agenda tahunan yang diharapkan bisa terlaksana dengan sebaikbaiknya. “Diharapkan panitia dapat menjalankan tugas masingmasing serta LKS tahun ini menjadi moment peningkatan program di bidang Dikmenjur,”harapnya. Sementara, Kabid Dikmenjur Sulsel, A Samad menambahkan, pelaksanaan LKS ini diharapkan dapat dilakukan pengkontrolan pelaksanaan yang baik. “Saya harap semua pihak yang tergabung dalam kepanitian lebih pro aktif,”ujar Samad. (ris/D)

PDAM Kekurangan Air Bersih PAREPARE,UPEKS-- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Parepare hingga saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan air bersih kepada 17.000 pelanggan. Pasalnya, debit air yang dialirkan hanya sampai 168 liter/ detik, sementara kebutuhan idealnya harus mengalirkan air ke konsumen sebanyak 195 liter/detik sehingga kekurangan 27 liter/detiknya. Akibat kekurangan tesebut, PDAM Kota Parepare mengalirkan air ke sejumlah titik

distribusi secara bergiliran dengan cara membagi aliran dalam waktu tertentu yang menyebabkan seringnya air tidak mengalir ke sebagian wilayah, seperti Wekke, Lamaubeng, Lembah Harapan, Lapadde dan Jenderal Sudirman. Salah seorang warga Jal a n Je n d e r a l S u d i r m a n , Amir mengatakan, untuk mendapatkan aliran air, dia har us menunggu tengah malam dengan menyediakan bak penampungan air karena pada pagi sampai malam air

tidak mengalir. Dikonfirmasi, Kepala Sub Bagian Sarana dan Perencanaan PDAM, La Odi, ST membenarkan jika PDAM Parepare mengalami krisis air sampai minus 27 liter/detik, sehingga tidak mampu mengalirkan air selama 24 jam ke pelanggan. “PDAM telah mengusulkan anggaran untuk pengolahan air baku sebanyak Rp5 miliar ke DPRD Parepare pada tahun 2011 lalu, namun hanya direalisasikan Rp2,5 miliar,”ujarnya. (ama/ris/C)

Green & Clean Perencanaan Penghijauan

Harus Matang

UKIP. Pekarangan kampus UKIP sangat sejuk pada siang hari.

gusti/upeks

abdy/upeks

BUKIT BARUGA. Poros menuju Bukit Baruga sangat mendukung program Pemkot Makassar.

KEJATI. Halaman Kejati Sulsel cukup menghijau.

gusti/upeks

Upeks 18 Mei 2012  

Upeks 18 Mei 2012

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you