Page 1

carano

03

2013/2014

Buletin UKM ITB

Minangkabau Riwayatmu, Kini

Seberapa Jauh Kita Memaknai Kehidupan

Pemilihan Datuak Makrab UKM ITB

Dies Natalis-39 UKM ITB


Seberapa Jauh Kita Memaknai Kehidupan 2 Makrab UKM IT B 4 Gala Dinner Dosen Minang 5 Pemilihan Datuak 6 Dies Natalis 39 UKMIT B 7 Minangkabau Riwayatmu Kini 9

DAFTAR ISI

1


Seberapa Jauh Kita Memaknai

Kehidupan Hidup dan kehidupan adalah dua kata berbeda yang hampir sama. Setiap orang mungkin memiliki makna tersendiri tentang arti dua kata ini. Namun apakah mudah dalam mengartikannya? Terkadang mudah namun terkadang juga sulit. Bagi diriku sendiri, hidup adalah nyawa dan kehidupan adalah proses untuk menjalani hidup itu sendiri. Dalam setiap proses itu, seringkali kegagalan terjadi namun tak sedikit pula setiap keinginan dan harapan dapat dicapai. Namun pernahkah terbesit di fikiran kita, apa penyebab setiap kegagalan dan keputusasaan yang kita rasakan. Apakah semata-mata hanya karena usaha yang kurang ataukah karena kita tak pernah mau untuk bersyukur atas setiap hal yang telah berhasil kita dapatkan. Seringkali kita menganggap kesempurnaan adalah segalanya di dunia ini. Ketahuilah, kesempurnaan sejati adalah kekurangan seseorang karena dengan kekurangan itu, dia dapat bercermin apakah dia telah pantas disebut sempurna. Banyak hal di dunia ini yang ingin kita sempurnakan seperti mendapatkan nilai sempurna, mendapatkan jodoh sempurna, dan hidup yang bisa berjalan dengan sempurna. Padahal dari semua itu ada satu Dzat yang Maha Sempurna dari segalanya. Ketika mindset kita hanya berpikir bagaimana menjadi sempurna di mata orang lain, kita jarang sekali memikirkan bagaimana menjadi sempurna di mata Allah SWT. Seringkali kita meninggalkan hal-hal kecil dalam proses keimanan kita kepada Allah SWT demi mencari hal sempurna di dunia ini.

?

Jadi ketika kita hanya berpikir bagaimana caranya untuk menjadi sempurna, hal ini dapat menjadi penyebab kegagalan kita dalam setiap urusan di kehidupan ini karena kita hanya menginginkan kesempurnaan, hal yang cacat sekecil apapun selalu ingin kita perbaiki. Belum tentu Allah SWT ridha dengan setiap kesempurnaan yang selalu kita cari. Banyak pelajaran hidup yang bisa kita dapatkan dalam hal ini, salah satunya bagaimana menjadi sosok yang rendah hati dan menghargai diri sendiri dengan kekurangan yang kita miliki. Hidup tak selamanya seperti air mengalir yang tak pernah melawan arus, namun hidup diibaratkan sebagai roda yang terus berputar yang akan memberi warna dalam kehidupan itu sendiri. Tak selamanya kebahagiaan yang kita rasakan saat ini akan terus mengikuti kita sampai ajal menjemput. Tak selamanya juga kesedihan yang terus menerus kita rasakan, akan terus kita bawa sampai mati. Semuanya bergantian karena itulah hukum alam yang telah ditetapkan Allah SWT secara berpasangpasangan. Artinya , kita tak pernah tahu bagaimana kehidupan kita di hari esok, esok, dan esoknya lagi. Mungkin pepatah “ Hari ini harus lebih baik daripada kemaren� adalah tepat dalam mengisi sisa-sisa kehidupan yang tak pernah kita tahu kapan berakhirnya dengan hal-hal positif. Seringkali kita merasakan begitu sulit menjalani kehidupan ini. Tak jarang kita menyalahkan keadaan bahkan Allah Yang Maha Kuasa sekalipun. Ini memang sifat dasar manusia yang tak pernah puas dengan apa yang ia dapatkan.

2


Keinginan untuk menambah dan menambah lagi telah menjadikan sebagian orang lupa dengan hakikat hidupnya di dunia, mereka cenderung sombong dan serakah dengan kebahagiaan di dunia yang telah mereka dapatkan. Mereka jarang sekali bersyukur kepada Dzat yang telah memberinya kejayaan tersebut hingga suatu ketika semuanya berubah sehingga menjadikan hidup mereka berada pada posisi terbawah, mereka cenderung menyalahkan keadaan dan tidak mau bersabar. Padahal masih banyak orang di luar sana yang lebih menderita daripada mereka namun tetap bersyukur dan bersabar Akhir cerita akan saya tutup dengan sebuah menerima keadaan. puisi Pernahkah kita menyakiti perasaan orang lain? Hingga menyebabkan mereka menangis dan berada pada situasi yang menyakitkan. Dan pernahkah kita menyangka bahwa orang yang kita sakiti adalah anak yatim-piatu, ataupun orang yang benar-benar hidup sendiri di dunia ini. Barangkali jarang sekali kita memikirkan hal-hal kecil seperti ini, mungkin saja setiap perkataan yang keluar dari mulut kita dan setiap perbuatan yang kita lakukan telah menggoreskan luka yang dalam bagi orang lain. Apakah dengan kelebihan-kelebihan dan hidup kita yang lebih sempurna daripada mereka yang tak lagi punya orang tua, kita merasa pantas untuk menyakiti mereka? Ketahuilah doa anak yatim adalah doa yang dijunjung tinggi oleh Allah SWT, betapa sayangnya Allah SWT kepada mereka bahkan di dalam Al-Quran Allah telah mengabadikannya dalam beberapa ayat dan surat. Allah SWT saja begitu menyayangi mereka, kenapa kita dengan mudahnya menyakiti perasaan mereka hingga tak mau membantu mereka. Ya, inilah pelajaran kehidupan yang bisa kita petik, menghargai orang lain bukan semata-mata karena materi namun karena ketulusan dan saling menyayangi.

“Banyak tawaran manis di luar sana yang sangat menggoda, tapi aku tak tahu apakah Allah ridha atau tidak, sepanjang waktu yang dijalani, setitik demi setitik harapan yang tumbuh, mekar tanpa mengaharapkan kekecewaan, bagaimana jika nanti aku kecewa, dengan setiap keputusan dan pilihan kehidupan? hanya menjalani dengan sepenuh hati, inilah jawabannya, jawaban dari Tuhan Yang Maha Mengendalikan hati dan perasaan.� Quote : “ Berani bermimpi bukanlah kegilaan Berani berbuat bukanlah kesombongan Harga dan jati diri harus dijaga dan dijunjung tinggi Agar tidak gampang dibodohi dan diinjak-injak orang lain.�

Di akhir cerita ini, ada beberapa kunci kehidupan yang bisa kita gunakan antara lain keikhlasan, ke- Created to : Sri Yulianti (Electrical Telecommunicasabaran, bersyukur,bijak, dan saling menghargai. tion ITB 2012) Semua kunci ini bisa menjadi jawaban atas setiap persoalan yang kita hadapi di dunia ini. Tak ada persoalan yang tak ada jawabnya, namun jawaban dari persoalan itulah yang sulit untuk dicari sebelum tahu kunci apakah yang bisa menjawabnya. Semoga kita bisa menjadi sosok yang lebih bijak dalam memaknai kehidupan ini dan bisa menjadi lebih baik dari hari ke hari.


MAKRAB UKM-ITB Sabtu, 15 Februri 2014, telah diadakan MAKRAB UKM-ITB di salah satu villa yang berada pada kawasan Lembang. Makrab ini diketuai oleh Imam Fantowi, (MG’12, UKM’12.) Massa UKM yang mengikuti dibagi menjadi beberapa kelompok dari berbagai angkatan. Salah satu bagian dari makrab ini adalah adanya lomba memasak. Lomba ini diikuti oleh setiap kelompok. Pemenang lomba tentulah kelompok yang masakannya paling enak dan juga tersaji dengan cantik. Lomba ini berlangsung meriah dan pemenang lombanya pun diumumkan pada malam harinya. Semua massa UKM akhirnya menikmati hasil masakan mereka. Api unggun yang sengaja dinyalakan menambah hangatnya acara makan bersama ini. Setelah acara makan-makan, acara dipandu oleh MC, Fazlan (UKM’13) dan Indah (UKM’13). Setiap kelompok bergembira bersama menyanyikan yel-yel. Tak ketinggalan pula bagian UKM-Award. UKM-Award ini terdiri dari belasan nominasi yang semuanya adalah massa UKM. Semua massa UKM yang hadir tampak antusias dan menikmati malam keakraban ini.

Pada pagi hari setelah melaksanakan shalat subuh berjamaah dan mendengarkan tausyiah, massa UKM dhidangkan sarapan. Setelah itu, acara dilanjutkan pada bagian UKM Balari. UKM Balari merupakan permainan dari satu pos ke pos lain dengan usaha untuk menemukan petunjuk dari setiap pos agar bisa mendapatkan harta karun. Semua massa UKM yang ikut bersemangat mengikuti permainan ini. Akhirnya, pada pukul 11.00 WIB acara UKM Balari selesai. Acara dilanjutkan dengan persiapan pulang. Walaupun sedikit penat, tapi massa UKM tampak senang mengikuti kegiatan ini. (Diah Fauziah UKM’12 IF’12)

4


Gala Dinner

Dosen Minang ITB

Jum’at, 28 Februari 2014 UKM-ITB mengadakan acara Gala Dinner Dosen Minang ITB. Acara ini diadakan di Galeri CC Timur, dan dihadiri oleh Dosen Minang ITB termasuk Pembina UKMITB sendiri yakni Bapak Reinaldi serta massa UKM-ITB. Acara dibuka dengan penampilan tarian galombang pasambahan oleh uda-uda dan uni-uni UKM 2011 dan 2012. Massa UKMITB sendiri sangat antusias terhadap acara ini karena memang bertujuan untuk menjalin silaturahmi antara Mahasiswa Minang dengan Dosen Minang yang ada di ITB. Setiap dosen yang datang meperkenalkan diri serta menyampaikan pesan dan kesan terhadap acara ini. Ada yang menarik juga terkait pernyataan dari bapak Reinaldi selaku pembina UKM-ITB “ belum lengkap rasanya masuk ITB kalau belum masuk UKM-ITB” begitu ucap Beliau.

Karena sudah masuk waktu shalat maghrib, acara dihentikan sebentar dan dilanjutkan dengan shalat maghrib berjamaah. Kemudian, dilanjutkan kembali dengan acara yang paling ditunggu yakni makan malam bersama. Ada penampilan Tari Piriang oleh Uda Dennis (UKM’12), Uda Adol UKM’11), Uni Ndin (UKM’11), dan Uni Uci (UKM’10). Dalam acara ini juga dipresentasikan Dies Natalis ke-39 oleh uda Jaka(SBM’11) yang merupakan penutup dari rangkaian acara gala dinner kali ini. Selanjutnya juga ada foto bersama dosen Minang ITB sebagai kenangkenangan manis dalam acara ini. (Suryani Putri UKM’13)


PEMILIHAN DATUAK Musyawarah yang dilaksanakan pada Jumat, 18 April 2014 lalu telah menghasilkan mufakat bahwa ketua UKM untuk periode kepungurusan 2014/2015 nanti adalah Arief Rahman (UKM’12 GD’12). Musyawarah dimulai setelah pengenalan calon datuak kedua yang juga dilaksanakan pada hari yang sama. Namun musyawarah baru dimulai pada malam harinya. Musyawarah ini merupakan rangkaian akhir dari pemilu yang diadakan oleh panitia pemilu 2014 UKM-ITB. Rangkaian acara pemilu tersebut adalah presentasi pemilu, sosialisasi pemilu, pengenalan satu calon datuak, pengenalan dua calon datuak dan musyawarah anggota.

Walaupun dalam keberjalanan pemilu ini sempat terjadi kendala karena kuota forum sering lama terpenuhi, pemilu 2014 UKM-ITB telah berhasil menghasilkan datuak terpilih untuk kepengurusan di UKM-ITB selanjutnya. Kuorum selama pengenalan calon datuak dan musyawarah adalah setengah lebih satu dari total anggota UKM-ITB, yaitu 203 orang.

Selama pengenalan calon datuak pertama dan kedua, para calon datuak memaparkan visi misi yang telah mereka susun kepada massa UKMITB yang hadir saat itu. Tidak hanya visi misi, para calon datuak juga ditanyai banyak hal tentang pengetahuan mereka akan keadaan UKM-ITB Dalam presentasi dan sosialisasi pemilu, panitia saat ini. Muncul berbagai ide, pendapat, saran, bahkan kritikan selama berlangsungnya forum. pemilu yang diketuai oleh Afdhal (UKM’13 Hal –hal itulah yang akhirnya membawa forum FTTM’13) ini memapaparkan kepada massa musyawarah selama kurang lebih delapan jam UKM-ITB tentang segala bentuk aturan dan tersebut kepada keputusan bahwa Arief Rahbentuk dari pemilu tersebut sehingga massa UKM-ITB dapat mengikuti pemilu dengan baik. man adalah ketua baru UKM-ITB untuk setahun kedepan. Selamat kepada Arief Rahman, semoga Pengenalan calon datuak diikuti oleh empat amanah. (Silvany Dewita UKM’12 TL’12) orang calon datuak yang telah lulus verifikasi, mereka adalah Arief Rahman (UKM’12 GD’12), Muhammad Alfaruky (UKM’12 KL’12), Rival Kartinaldi (UKM’12, GL’12) dan Muhammad Ihsan (UKM’12, GD’12).

6


DIES NATALIS

Dalam rangka memperingati ulang tahun ke 39 UKM-ITB, diadakan tiga rangkaian acara besar untuk merayakan bertambahnya usia UKM-ITB ini. Secara berturut turut acara tersebut adalah parade, UKM Gathering, dan Minangkabau Festival. Tema dari dies natalis UKM-ITB kali ini adalah Minangkabau on the sky. Sesuai dengan temanya itu pula, dalam acara tersebut diharapkan masyarakat luas dapat mengenal budaya dan seni Minangkabau. Parade sebagai awal dari ketiga rangkaian acara tersebut diadakan pada Minggu,20 April 2014 pukul 07.30 WIB. Parade dilakukan dengan membuat barisan panjang yang terdiri dari pemusik, penari, pemain randai, pemegang marawa, bundo kanduang dan panghulu, anak daro dan juga marapulai, cendekiawan dan alim ulama. Replika jam gadang dan gonjong rumah gadang juga ikut diarak dalam parade ini.Arak arakan ini di mulai dari kampus ITB menuju Car free day dago di jalan juanda. Arak-arakan diiringi dengan musik dari gandang, saluang, dan pupuik yang juga menjadi musik pengiring tarian yang ditampilkan.

Tarian tersebut adalah tari galombang pasambahan, tari piriang, tari galuak dan tari kipeh. Selain tarian, juga ditampilkan randai yang begitu menarik perhatian masyarakat kota Bandung di car free day saat itu. Kehebohan para perandai membuat parade menjadi semakin meriah. Antusiasme masyarakat yang ikut menonton semakin besar setelah para perandai memulai aksinya dengan memukul galambuak dan menyuarakan suara khas perandai. Tidak hanya seni dan budaya minangkabau saja yang ditampilkan dalam parade saat itu, kuliner khas minangkabau seperti kue talam, dan lupih juga menarik perhatian masyarakat yang hadir, apalagi kuliner tersebut dibagikan saja secara gratis. Parade yang berlangsung kurang lebih sembilan puluh menit ini telah berhasil menunjukan musik, tarian, randai, pakaian adat, gonjong rumah gadang , jam gadang, dan juga kuliner khas minangkabau kepada masyarakat sunda di tanah sunda ini.


39 UKM-ITB

UKM Gathering dilaksanakan pada 26 April 2014 di aula CC Timur ITB. Acara ini dikemas dalam bentuk temu alumni dengan massa UKM-ITB. Namun puncak dari perayaan Dies Natalis ke 39 ini adalah Minangkabau Festival yang diadakan pada Minggu, 27 April 2014 di lapangan campus center ITB. Minangkabau Festival dilaksanakan dalam bentuk pameran budaya pada sore harinya dan dalam bentuk pentas seni pada malam harinya. Minangkabau Festival dibuka dengan mengarak para personil yang akan tampil di pentas seni. Selain itu, terdapat pula pasangan anak daro dan marapulai yang juga di arak menuju pameran budaya. Di pameran budaya sendiri, terdapat pameran buku buku yang berisikan tulisan-tulisan tentang budaya Minangkabau, pameran alat musik, pameran pakaian adat, dan pelaminan. Pengunjung sangat tertarik dan antusias dengan pameran yang ada. Apalagi dengan adanya anak daro jo marapulai dan datuak jo bundo kanduang, semakin menambah banyaknya pengunjung yang penasaran dan ingin foto bersama. Tentu mereka bukanlah anak daro jo marapulai dan bundo kanduang jo datuak yang sebenarnya. Mereka hanya mengenakan pakaian adat yang melambangkan tokoh-tokoh tersebut.

Pengunjung juga dimanjakan dengan berbagai kuliner khas Minangkabau seperti soto padang, sate padang, sala lauak, nasi padang dan lain lain. Ada pula pemain randai yang dengan senang hati mengajarkan para pengunjung tentang teknik bermain randai, dan pemain musik yang dengan senang hati pula mengajarkan cara bermain talempong kepada pengunjung. Pada malam harinya, acara dilanjutkan dengan pentas seni yang menampilkan tarian galombang pasambahan, tarian urak langkah, tarian paying, tarian ubek magang, tarian parang gandang, dan tarian piriang manggaro. Acara juga dilengkapi dengan musik, randai dan drama yang bercerita tentang kehidupan rakyat Minangkabau. Pentas seni ini dimulai pada pukul 19.20 dan berakhir kira-kira pada pukul 23.00 WIB. (Silvany Dewita TL’12 UKM’12)


Minangkabau, Riwayatmu Kini Oleh: Imam Fantowi (UKM’12, MG’’12)

Waktu yang terus bergilir semakin mengubah dalam berbagai aspek seperti halnya dengan budaya Minangkabau. Pergeseran – pergesaran nilai, norma dan kaidah telah sering terjadi di tanah Minang. Tak dapat disangkal, sistem pada modernisasi telah mengubah pola pikir masyarakat Minang terhadap berbagai tatanan kehidupan di Minangkabau.Apalagi budaya Minangkabau tak hanya sebagai harta pusaka nenek moyang tetapi itu juga sangat penting dalam proses kehidupan ini dan menjaga kelestarian budaya yang tidak boleh dianggap sebelah mata. Sejarah berhasil mencatat “”urang minang” menjadi salah satu yang memiliki peran dalam membangun Indonesia. Banyak tokoh-tokoh Minang yang mempunyai pengaruh kuat terhadap negara Indonesia, mulai dari era penjajahan sampai pada saat ini. Seperti halnya dengan wakil presiden pertama Indonesia, Moh. Hatta yang telah menuangkan pikiran dan jasanya unutk dapat menjalankan kepemerintahan Indonesia ke arah yang lebih baik. Tidak luput juga dengan para tokoh lainnya seperti Sutan Syahrir, Mohammad Hatta, Abdul Halim dan Muhammad Natsir sebagai Perdana Menteri setelah kemerdakaan Indonesia, Assat sebagai Presiden Republik Indonesia di bawah RIS, Chairul Shaleh bertugas menjadi pimpinan parlemen dan berbagai tokoh lainnya yang populer dalam dunia politisi seperti Agus Salim dan Azwar Anas.

9

Jurnalis dan penulis dari tokoh Minangkabau juga berpotensi mempengaruhi dari Bahasa Indonesia.Tokoh tokoh tersebut mengembangkan nilai-nilai dari Bahasa Indonesia dalam berbagai cara berdasarkan profesi dan keahliannya. Seperti penulis novel oleh Marah Rusli, Abdul Muis, Sutan Takdir Alisjahbana, Idrus, Hamka dan juga A.A Navis. Begitu juga dalam hal prosa seperti Chairil Awar dan Taufik Ismail. Pada bidang jurnalis diisi oleh Abdul Ravai, Djamaluddin Adinegoro, Rosihan Anwar dan Ani Idrus. Tak sampai disitu saja pengaruh atau profesi orang Minangkabau secara nasional tetapi juga secara Internasional. Abdul Latif dan Tuanku Tan Sri Abdullah adalah figur pengusaha sukses di Malaysia. Pengusaha sukses tersebut telah dapat berbisnis dalam bidang berdagang tekstil, rumah makan, pendidikan dan juga rumah sakit. Orang Minangkabau juga berkontribusi dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, sebagai contoh Tuanku Abdul Rahman ( Yang Dipertuan Agung pertama Malaysia), Yusof Bin Ishak (Presiden pertama Singapura) dan Zubir Said (komposer lagu kebangsaan Singapura “Majulah Singapura” ” Saiyo sakato, barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang”. Itulah pepatah sangat sering di dengar di masyarakat atau pukblik umum. Ini tersirat pada nilai sosial masyarakat Minangkabau yang suka bergotong royong.


Setiap ada kegiatan seperti membersihkan kampung, membangun rumah, perkawinan dan hal hal esensial yang sering terjadi di tanah Minangkabau selalu dikerjakan dengan bersama sama dan juga bermufakat atau bermusyawarah. Rasa sosial selalu dipupuk sehingga lingkungan menjadi aman, tentram, bersih dan sehat. Hal tersebut menjadi alasan kuat terhadap munculnya tokoh-tokoh Minangkabau yang kompeten dan juga mempunyai “raso jo pareso” sehingga dimanapun mereka selalu diterima dengan baik dan juga disenangi oleh orang lain. Akan tetapi, catatan prestasi Minangkabau mengalami penurunan yang meliputi nilai, norma, prestasi dan moral. Sehingga hilangnya kebanggan orang Minangkabau yang cerdas, sopan, santun dan terpelajar. Tak dapat dibayangkan bagaimana para pemuda pemudi generasi penerus merusak nilai nilai yang esensial dalam budaya Minangkabau. Tak hanya itu, munculnya penyakit penyakit masyarakat yang sekarang ini menggeroti orang Minang seperti judi, narkoba, minuman keras dan korupsi telah mulai merebak di tengah masyarakat. Dan yang paling terbaru adalah kasus pemerkosaan di salah satu daerah di Minangkabau yang menandakan bahwa salah satu masyarakat Miangkabau benar – benar sudah jauh dari falsafah dasar Minangkabau itu sendiri, yakni adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah. Ini pertanda bahwa pemuda pemudi Minang sedang mengalami degrenasi.

Menurut analisis penulis, penyebab utama pada degrenasi pemuda pemudi Minang adalah kurangnya penanaman agama, nilai, norma dan pendidikan yang ditanamkan pada generasi muda, baik di lingkungan keluarga, sekolah, kelompok masyarakat dan kehidupan sehari- hari. Keluarga menjadi ujung tombak dalam pembentukan akhlak para generasi muda yang sekarang terkesan kelabakan atau kebingungan dalam mengantisipasi dan juga menanggulangi masalah tersebut. Tak dapat disangkal, peranan orang tua sangat berpengaruh terhadap nilai dan norma yang seharusnya ditanamkan pada generasi muda. Bahkan tidak terkontrolnya tontonan televisi yang tidak mendidik terhadap jiwanya. Zaman sekarang ini, jarang sekali kita temukan remaja – remaja mengaji ke surau saat magrib. Sulit sekali ditemukan muda – mudi yang duduk bersama di surau. Sulit sekali menemukan obrolan lapau yang berkualitas. Yang ada sekarang adalah remaja dan muda – mudi keluyuran malam – malam tanpa ada tujuan yang jelas. Lalu remaja – remaja yang berkumpul dan bermalam di warung – warung internet untuk menghabiskan waktu mereka bermain game online. Dan di lapau hanya dipenuhi oleh muda – mudi yang bermain judi sampai pagi. Menurut penulis, ketegasan dari keluarga lah yang akan membantu untuk meminimalisir hal ini.


Begitu juga peranan sekolah yang seharusnya sebagai tempat pendidikan dan pengajaran tetapi sekarang hanya bisa memberikan pengajaran saja. Pengajaran yang biasanya hanya berbentuk materi yang menuntut keberhasilan dan lulus ujian nasional, tidak pengajaran pendagogi yang menuntut keterampilan, nilai dan moral anak didik. Hal yang sangat esensial juga pendidikan dan penanaman nilai nilai agama yang kurang ditingkatkan di sekolah. Pendidikan agama hanya dapat diajarkan 90 menit dalam seminggu. Alangkah sungguh mirisnya negara ini yang tidak hanya mengalami krisis ekonomi tetapi juga krisis moral dan kepercayaan. Sebuah pekerjaan yang berat bagi para generasi muda dan juga semua tokoh-tokoh yang saling terkait dalam mengembalikan kembali kebanggan Minangkabau yang diimpi-impikan. Hal yang sangat mendasar adalah generasi muda harus diberikan pendidikan agama, moral dan nilai yang kuat untuk meningkatkan kesadaran bahwasanya orang Minang dahulu telah berhasil dalam peningkatan keeksistensi Minangkabau baik nasional maupun internasional. Kita harus mendukung program-program untuk meningkatkan nilai dan norma yang sudah lama hilang dari tanah Minangkabau. Semua sektor harus dapat bekerjasama untuk menciptakan iklim Minangkabau yang kondusif sehingga “ babaliak ka surau� tidak hanya sekedar semboyan belaka, tetapi harus dibarengi juga dengan perubahan akhlak generasi muda ke arah yang lebih baik. Tidak ada lagi kebanggaan orang Minang yang tertinggal hanya Kabau, sedangkan Minang habis ditelan waktu. Kita harus kembali pada fitrahnya sebagai orang Minang. Setiap orang harus memiliki peranannya sendiri seperti peranan mamak, bundo kanduang, datuak, cadiak pandai dan juga alim ulama. Mulailah dari apa yang kita bisa lakukan dari sekarang . Jangan sampai keberhasilan-keberhasilan para pendahulu hanya menjadi sebuah catatan sejarah, tanpa pernah kita mengulangi.

11


Minggu, 27 April 2014

Minangkabau Festival Dies Natalis 39 UKM IT B


Carano Edisi III 2013/2014  

Buletin kegiatan UKM ITB. Terbit setiap empat bulan sekali.

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you