Issuu on Google+

Philippine express

Manila


Pasay City


Philippine express

Mulai dari bangunan-bangunan peninggalan kolonial Spanyol, eksotisnya teras-teras padi yang menjadi World Heritage, hingga pantai dengan pasir putih sehalus bedak. Entah karena Filipina kurang berpromosi atau memang aksesnya yang kurang diketahui, yang pasti negara ini kurang bersinar dibanding Malaysia, Thailand, ataupun Singapura di mata turis Indonesia. Kalah pamornya membuat negara ini terasa lebih ramah untuk dikunjungi dibanding ke Thailand yang sudah tumplek dengan turis-turis. Ternyata, akses menuju Filipina tidak sesusah dan semahal yang dipikirkan, kebetulan saya sedang mujur sehingga bisa mendapatkan tiket JakartaManila seharga 60 USD pulang pergi. Perjalanan yang singkat ini, yaitu dari 2-5 February 2012, bisa disebut sebagai Philippine Express. Perjalanan singkat ini mengantarkan saya ke Manila, Cebu, dan Pulau Bohol.

Manila


Manila Mabuhay

Manila yang juga disebut sebagai Pearl of The Orient adalah destinasi yang sering terlupakan oleh kebanyakan wisatawan asal Indonesia. Padahal, sejak kedatangan bangsa Spanyol di abad 16 lalu hingga sekarang, kota ini banyak memiliki peninggalan dan berkembang menjadi kota yang bersemangat dan penuh warna. Tak hanya sebagai ibu kota dan pusat bisnis, Manila juga menjadi pintu gerbang wisatawan asing yang ingin berlibur dan menyelami keindahan alam di berbagai penjuru Filipina. Tak punya banyak waktu karena mesti transit ke destinasi lainnya? Tenang, berikut adalah pilihan berwisata singkat di kota Manila.

NAIA Terminal 3

P

enerbangan langsung dari Jakarta ke Manila hanya tersedia oleh dua maskapai, yaitu Philippine Airline dan Cebu Pacific Airline. Jika bukan karena iseng mengecek website maskapai Cebu Pacific Air maka saya tidak akan seberuntung ini, mendapatkan tiket seharga 60 USD pulang pergi, harga tiket normalnya saja 140 USD/sekali jalan. Tujuan utama saya ke Filipina itu bukan city tour di Manila, melainkan melihat keunikan alamnya. Walaupun kebanyakan objeknya pulau dan pantai-pantai, namun ada satu yang unik disana yaitu Chocolate Hills. Sayangnya letaknya tidak di Pulau Luzon. Sehingga untuk mencapainya mesti terbang ke Pulau Bohol (Kota Tagbilaran) atau bisa juga terbang ke Cebu yang kemudian dilanjutkan dengan speed boat selama satu jam lebih. Seluruh penerbangan ke Manila berangkat tengah malam dari Jakarta. Setelah check in pukul 10 malam itu di Terminal 2 Soekarno Hatta, saya menunggu penerbangan dengan perasaan ketar-ketir. Perjalanan ini terasa sangat gambling. Saya tidak sempat mencari tahu lebih banyak

mengenai destinasi saya, seperti how to go dan where to go. Selain masalah research, saya baru ketiban sial. Dua hari sebelumnya, saya berlibur ke Malaysia dan sialnya ketinggalan pesawat di Kuala Lumpur! Pukul 00.30 pesawat take off dan siap mengucapkan selamat tinggal Jakarta untuk beberapa hari ke depan. Penerbangan menuju Manila memakan waktu empat jam. Jadi, pesawat akan mendarat di bandara internasional Ninoy Aquino pada jam 05.30 karena ada perbedaan waktu antara Jakarta (GMT +7) dengan Manila (GMT +8) Tips buat kamu yang bingung mau nukerin uang Philippine Peso, sebaiknya kamu bawa US Dollar dari Indonesia, lalu tempat yang paling recommended untuk


LRT Manila

Ayala Center, Makati

Metro Manila Skyline

Jeepneys Intramuros

money changer adalah di lantai dasar tempat kedatangan (Ninoy Aquino International Airport Terminal 3). Sejauh ini saya sudah mencoba survey ke beberapa tempat di

sekitar Pasay City, nyatanya rate paling bagus memang di bagian kedatangan itu. Pertama kali tiba di Ninoy Aquino International Airport terminal 3 pasti akan kikuk, karena tidak ada semacam train, subway, atau MRT menuju pusat kotanya. Pilihan pertama pasti taksi. Nah untuk meminimalisir budget dan lebih mengenal orang lokalnya, pilih lah jeepney. Jadi, dari pintu kedatangan (arival gate), kita bisa jalan terus ke arah kiri, menuju parkiran. Tidak jauh dari parkiran akan ada jalan keluar menuju sebuah monumen. Nah dari situ kamu bisa nyebrang dan terus berjalan ke arah kiri (bukan ke arah Resort World Manila). Akan terlihat jeepney dengan tujuan Nicols –

Baclaran. Kamu bisa berhenti di stasiun MRT EDSA dengan tarif yang sangat murah yaitu 8 peso. Ada pun alternatif lain keluar bandara yaitu dengan menggunakan bus putih yang disediakan oleh pihak bandara. Terdapat beberapa rute bus, yaitu untuk menuju Ninoy Aquino International Airport terminal (NAIA) 1 & 2 dan stasiun MRT di Line 1. Transportasi ini mungkin lebih mengakomodir wisatawan yang ingin berhemat untuk tidak menggunakan taksi. Tarifnya yaitu 20 Peso. Berhubung banyak orang Filipina yang bisa berbahasa Inggris, tidak perlu malu untuk bertanya mengenai tujuanmu.


Manila Cathedral

Metro Manila Di sini kita mengenal Jabodetabek, nah di Filipin ada Metro Manila. Ini adalah sebutan untuk gabungan kota atau distrik yang membentuk sebuah kota metropolitan. Metro Manila juga bisa disebut sebagai National Capital Region, atau dalam bahasa setempat disebut Kalakhang Maynila/ Kamaynilaan. Kota metropolitan ini terdapat 16 kota di dalamnya, beberapa yang terkenal yaitu Manila, Makati, Mandaluyong, Pasay, Pasig, Paranaque, dan Quezon City. Kawasan ini terdiri atas gabungan pusat bisnis, politik, sosial, budaya, dan pusat pendidikan di Filipina. Lantas, impresi apa yang didapatkan ketika menginjakkan kaki di sini? Kota nya mirip dengan Jakarta. Baik sisi kumuh hingga bangunan-bangunan perkotaannya. Ibarat kawasan Sudirman atau Kuningan di Jakarta, Metro Manila juga mempunyai kawasan bisnis yaitu terletak di Makati. Mulai dari gedunggedung perkantoran yang menjulang tinggi hingga pusat perbelanjaan yang menjamur. Sedangkan untuk pusat pendidikan, banyak tersebar di daerah Quezon City dan Manila. Selain itu, di Manila juga banyak terdapat situssitus bersejarah, sebut saja kota tua Intramuros. Intramuros Ada beberapa cara menuju Intramuros, namun moda transportasi yang paling mudah adalah dengan menggunakan LRT. Jalur yang melintasi Intramuros adalah jalur satu, yang bermula dari Baclaran dan ujungnya di Monumento. Untuk menuju Intramuros, Calesa

Inside Manila Cathedral

A corner in Intramuros

Intramuros

Fort Santiago


Manila Mabuhay

Inside Fort Santiago

kamu bisa turun di Central Station. Shelter tersebut dekat dengan Mall SM Manila dan City Hall. Dari shelter ini juga kamu bisa berjalan menuju Rizal Park, sebuah taman bersejarah tempat pergerakan kemerdekaan bangsa Filipina. Layaknya Batavia yang kini menjadi Jakarta, Intramuros adalah jelmaan kota Manila pada zaman dahulu. Berdiri mulai tahun 1571 oleh penjajah Spanyol hingga akhir abad ke 19, membuat kota ini dipenuhi oleh bangunan-bangunan berarsitektur layaknya kota-kota tua di Spanyol. Mulai dari fort atau benteng-benteng, bangunan tua yang sekarang dijadikan sekolah, gedunggedung pemerintahan yang masih bertahan, hingga gereja-gereja klasik yang menjadi ikon Intramuros itu sendiri. Tak perlu waktu lama untuk menjelajahi satu daerah Intramuros. Selain berjalan kaki, kamu juga bisa mencoba berkeliling kota tua nan klasik ini dengan Jeepneys, kendaraan khas Filipina, atau pun dengan Calesa (delman) yang banyak terparkir di sekitar Intramuros. Beberapa objek yang sangat ikonik di Intramuros misalnya Manila Cathedral, Gereja San Agustin dan Fort Santiago. Selain objek tersebut, masih banyak objek-objek, baik kafe-kafe klasik, museum, dan reruntuhan peninggalan kolonial Spanyol yang tersebar di sekitar kota ini. Waktu paling asik untuk berjalan kaki mengeksplor Intramuros adalah pada saat sore hari. Kamu bisa berkunjung ke Fort Santiago dan bersantai di halaman belakang, bekas benteng, yang langsung berhadapan dengan Sungai Pasig yang membelah Metro Manila. Sepoi-sepoi angin sore dan lalu lalang kapal-kapal pengangkut barang mengisi bingkai bangunan-bangunan tua di seberang sungai. Untuk menikmati objek bersejarah ini, dikenakan tarif tiket sebesar 75peso.


Jelajah Mall Kota ini makin nampak mirip dengan Jakarta saja dengan berbagai macam mallmall mewah yang menjamur. Namun, ini juga merupakan jawaban bagi kamu yang bertanya mengenai tempat hang out di Manila. Tek perlu mati gaya karena mall-mall yang ada di Manila merupakan salah satu mall terbaik dan terlengkap se-Asia. Beberapa mall yang bisa direkomendasikan untuk dikunjungi adalah Glorietta Mall di daerah Makati dan SM Mall yang tersebar di beberapa titik padat aktivitas di Manila, yang paling terkenal adalah SM Mall of Asia. Mall of Asia (MoA) adalah salah satu kebanggaan warga Manila. Mall of Asia merupakan sebuah mall yang dikembangkan oleh SM Prime Holdings. Biasanya, mall dengan pengembang tersebut menggunakan nama SM di depan nama mallnya. Misal, SM City Manila dan SM City North EDSA (yang merupakan Mall terbesar se-filipina dan kedua terbesar se-Asia).SM Mall of Asia ini tak hanya terdiri dari satu bangunan saja, namun merupakan sebuah kompleks pusat hiburan. Mulai dari shopping mall itu sendiri, OneE-com Center yaitu sebagai tempat perkantoran, Mall of Asia Arena yaitu indoor venue yang sering digunakan untuk konserkonser berskala besar, Esplanade (SM by the bay) yang berada di halaman belakang mall, Ferris Whell atau The Mall of Asia Eye yaitu sebuah bianglala di tepian Manila Bay, SMX Convention Center, Ice Rink, dan berbagai macam gedung-gedung bisnis lainnya. Untuk menuju Mall of Asia, kamu bisa naik LRT line 1 & 3 dan turun di stasiun EDSA. Dari sana, kamu bisa naik jeepney dengan tujuan Mall of Asia, hanya 8 peso untuk jeepney. Setelah lelah berbelanja di dalam mall, kamu bisa bersantai di SM by the Bay. Di sana terdapat kafe outdoor yang seringkali memutarkan lagu-lagu berbahasa Spanyol yang menemani kamu menunggu matahari terbenam di Teluk Manila. Tak puas dengan Mall of Asia, kamu bisa kembali ke stasiun LRT EDSA dan langsung menuju ke Ayala Center lewat LRT line 3. Ayala Center bisa disebut sebagai Central Bisnis District (CBD) di Makati City. Di sana tak hanya tumbuh berbagai macam gedunggedung perkantoran yang menjulang tinggi, namun terdapat juga pusat hiburan seperti Glorietta Mall. Glorietta Mall dimiliki oleh Ayala Corporation , sebuah perusahaan yang dimiliki oleh gabungan konglomerat tertua dan terbesar di Filipina. Jumlah Glorietta Mall ini tak tanggung-tanggung. Mall ini berbentuk oleh bangunan-bangunan yang melingkar dan terdiri dari Glorietta 1 hingga 5. Jika kamu cukup lama berlibur di Manila dan membutuhkan berbagai macam keperluan, Glorietta mall mungkin bisa mengakomodir kebutuhan kamu.

SM Mall of Asia

World Globe SM Mall of Asia

Manila Mabuhay

Rizal Park

SM Mall of


SM by the Bay

Ferrish Wheel

Ice Rink

Asia

Basilika Ng Nazareno

San Agustin Church


Philippine Express, Manila