Page 1


CMYK

SABTU 29 MEI 2010

13

Partisipasi Pemilih Capai 94% „ Kabupaten Sintang Hanya 86 Persen

TRIBUN PONTIANAK/MARLEN SITINJAK

KUNKER - Komandan Korem (Danrem) 121/ABW, Kolonel Inf Toto Rinanto S, menyapa anggotanya dalam kunjungan kerja di Kodim 1204/ SGU, Jumat (28/5). Danrem ancam pecat anggota TNI yang kedapatan beristri dua atau selingkuh.

Danrem Ancam Pecat TNI Selingkuh SANGGAU, TRIBUN- Komandan Korem 121/Abw, Kolonel Inf Toto Rinanto S memberi perintah tegas pada setiap anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Kalbar untuk setia pada istrinya. Danrem tidak akan memberi ampun jika anggotanya diketahui selingkuh. “Setiap anggota TNI di Kalbar yang ketahuan selingkuh atau berbuat asusila akan saya pecat karena perbuatan itu sudah termasuk dalam tujuh pelanggaran berat. Saya mengharapkan sekaligus meminta agar setiap anggota TNI tidak melakukan tindakan seperti itu,” pinta Danrem saat melakukan kunujungan kerjanya di Kodim 1204/SGU Kabupaten Sanggau, Jumat (28/5) siang. Selain hal tersebut, penyalahgunaaan narkotika dan psikotropika oleh anggota TNI juga akan ditindak secara tegas yakni dipecat. Dikatakan Danren bebas narkotika merupakan harga mati bagi setiap prajurit TNI. “Saya

ingatkan, jangan sekali-sekali terlibat dalam masalah narkoba. Hindarilah narkoba kalau Anda masih ingin bertahan menjadi prajurit TNI,” pinta Toto. Peringatan tegas ini disampaikan Toto mengingat daerah Sanggau merupakan satu wilayah yang sangat rawan menjadi tempa beredarnya narkotika. “Bulan lalu ada dua kasus besar yang terjadi di perbatasan yakni penangkapan shabu-shabu. Ini mengartikan bahwa daerah Sanggau ini menjadi incaran baru pengedar narkotika, dan

Antonius Situmorang

Anggota DPRD Provinsi Kalbar

Saya ingatkan, jangan sekali-sekali terlibat dalam masalah narkoba. Hindarilah narkoba kalau Anda masih ingin bertahan menjadi prajurit TNI. TOTO RINANTO S Komandan Korem 121/Abw

TRIBUN/MRL

TNI sebagai pengumpul keterangan harus berpartisipasi untuk menggagalkannya. Informasi sekecil apapun harus dicermati,” pinta Toto. Tidak lupa, Danrem meminta agar setiap prajurit TNI di Kabupaten Sanggau tidak terlibat dalam berbagai tindakan yang ilegal seperti illegal logging, penambangan ilegal, trafficking serta tindakan ilegal lainnya. Dalam kujungan singkatnya tersebut, Danrem memberi beberapa masukan kapada ratusan anggota TNI yang berkumpul di halaman Ko-

pemungutan suara, karena pada saat itu kita masih merasa optimistis bisa menjadi pemenang. Namun rasa itu kemudian hilang perlahan-lahan setelah tahapan yang dinantikan usai dan didapatkan hasil dari kerja selama ini yang sudah dilakukan secara maksimal,” paparnya. Meskipun tidak terpilih, Antonius mengaku akan tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk kemajuan Kabupat e n

Ini kebanggaan tersendiri bagi kami. Dan ini juga menunjukan kedewasaan berpolitik masyarakat Melawi tidak kalah dengan masyarakat lain di Kalbar. JULITA SH TRIBUN/SBS

Ketua KPU Melawi

Namun memang begitulah karakteristik pemilih di Sintang sehingga persentase pemilih hanya 86 persen, tapi kita anggap itu sudah cukup baik. SUNANDAR SUTISNA SH Anggota KPU Sintang

lalu,” ujarnya. Menurut Sunandar, pihaknya sudah berusaha maksimal untuk mensosialisasikan setiap tahapan Pemilukada Sintang, baik dengan spanduk, pengumuman radio, dan media massa. Namun upaya yang dila-

TRIBUN/SBS

kukan sejauh ini kurang berhasil. “Namun memang begitulah karakteristik pemilih di Sintang sehingga persentase pemilih hanya 86 persen, tapi kita anggap itu sudah cukup baik,” katanya. (sbs)

Kurniawan SSos MSi Pengamat Politik Sintang

Aspek Primordialisme KALAU kita melihat dari tahapan Pemilukada Sintang hingga rekapitulasi suara di KPUD beberapa waktu yang lalu, bisa kita ambil kesimpulan, para pemilih di Kabupaten Sintang masih terkotak-kotak berdasarkan suku, agama. Sehingga bisa dikatakan sifat pemilih Sintang masih mengedepankan aspek ‘primordialisme’ jika dibandingkan dengan logika. (Primordialisme adalah sebuah pandangan atau paham yang memegang teguh hal-hal yang dibawa sejak kecil, baik mengenai tradisi, adat-istiadat, kepercayaan, maupun segala sesuatu yang ada di dalam lingkungan pertamanya.) Hal tersebut kemudian menjadikan calon bupati dan wakil bupati yang terpilih bukan berdasarkan kemampuan seorang figur. Tapi lebih kedekatan emosional antara sebagian be-

sar pemilih dengan calon bupati dan wakil bupati. Karena memang memilih dengan rasional choice di Kabupaten Sintang masih sangat rendah, kemungkinan dipengaruhi tingkat kecerdasan para pemilih itu sendiri. Hal yang lain yang sangat mempengaruhi pola pikir pemilih di Sintang dari pemantauan kita adalah faktor ekonomi masyarakat yang masih sangat rendah. Sehingga uang yang dibagikan oleh pasangan cabup dan cawabup tertentu di mampu mengalahkan logika berpikir masyarakat saat ini. Karena Faktor uang ini, figur yang baik yang cukup bagus juga bisa terkalahkan. Peran serta uang dalam proses pemilukada saya lihat lebih dominan jika dibandingkan dengan yang lainnya. Ini akan sangat kurang baik jika terus bertahan untuk waktu yang lama. (sbs)

Jalan Raya Sekadau Resahkan Warga

Tiap Pengendara Antre Hindari Lubang

Legowo Kalah MESKI mengaku kurang beruntung dalam kompetisi Pemilukada Sintang 2010 yang sudah berakhir, namun Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat asal Sintang ini mengaku legowo dengan kekalahan tersebut. “Saya bersama pak Yansen Akun Efendi memang telah kalah, namun kami tidak merasa kecewa. Kami sudah berusaha maksimal dan hasil yang diperoleh tidak seperti yang kami harapkan,” ujar mantan Wakil Ketua DPRD Sintang ini ketika ditemui Tribun, belum lama ini. Anggota DPRD usungan Partai Gerindra menyatakan, kekalahan dalam pertarungan politik merupakan hal yang wajar. Karena dirinya sudah beberapa kali bergelut dengan hal serupa pada saat Pileg yang lalu. Meskipun kompetisi memperebutkan kursi bupati dan wakil bupati merupakan pengalaman pertamanya. “Memang cukup deg-degan pada saat jelang pelaksanaan

dim Sanggau. Selain hal-hal yang berkaitan dengan pelanggaran kode etik prajurit, Danrem juga mengingatkan anggotanya untuk berhatihati dalam berlalulintas. “Baru satu bulan bertugas di Kalbar ini saya sudah menerima setidaknya empat peristiwa lakalantas yang sangat fatal dan satu di antaranya meninggal dunia. Kejadian seperti ini harus dicegah,” pinta Danrem. Selain beberapa perintah tersebut, Danrem juga meminta anggotanya untuk meningkatakan pengawasan demi menggagalkan oknum terorisme masuk ke Kalbar. Dikatakannya, Sanggau yang memiliki wilayah sangat luas dan berbatasan langsung dengan Malaysia rawan menjadi incaran terorisme. “Sangat memungkinkan daerah Kalbar dijadikan daerah persembunyian atau daerah konsolidasi oknum terorisme. Daerah kita juga memiliki banyak akses ke Malaysia,” kata Danrem. (mrl)

MELAWI, TRIBUN - Tingkat partisipasi pemilih dalam pemilihan bupati (pilbup) di Kabupaten Melawi meningkat dibandingkan kabupaten lainnya. Angka pastisipasi tersebut mencapai 94 persen atau sekitar 119.361 pemilih dari 132.358 jumlah hak pilih. Demikian dituturkan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Melawi, Julita SH, Jumat (28/5) siang. Menurutnya, tingginya angka partisipasi pemilih tersebut bukan kali ini saja, melainkan sudah tiga kali berturut-turut. Mulai dari Pilgub, Pilpres dan Pileg 2009 lalu. “Ini kebanggaan tersendiri bagi kami. Dan ini juga menunjukan kedewasaan berpolitik masyarakat Melawi tidak kalah dengan masyarakat lain di Kalbar, meskipun Melawi kabupaten baru,” katanya. Julita berharap tingginya angka pastisipasi politik masyarakat Melawi harus terus dipertahankan pada waktu-waktu mendatang. Karena akan menjadi contoh bagi kabupaten atau kota lain. Apalagi setiap pelaksanaan pemilu di Kabupaten Melawi tidak pernah diwarnai kerusuhan maupun masalah lainnya. “Ini proses demokrasi yang baik dan pantas dilanjutkan di waktu-waktu mendatang. Kita berharap kabupaten lain bisa belajar dari Melawi,” ujar Julita. Menurutnya, keberhasilan Pemilukada Melawi mempertahankan tingkat partisipasi pemilih karena didukung oleh masyarakat sendiri, dan menggunakan media pada saat sosialisasi. “Kami tidak pernah keliling kota untuk sosialisasi pada Pemilukada 2010 ini. Kami hanya memanfaatkan satu radio di Melawi ini dan melalui pidato di gereja-gereja, karena satu di antara anggota KPUD Melawi adalah pendeta,” ujarnya. 86 Persen Angka partisipasi pemilih di Kabupaten Sintang hanya mencapai 86 persen, tidak beda jauh saat Pileg dan Pilpres 2009 lalu. Anggota KPU Sintang divisi media center, Sunandar Sutisna SH mengatakan, dari sekitar 262.045 jumlah hak pilih, hanya sekitar 86.15 persen yang memilih. Sekitar 36.303 orang tidak menggunakan hak pilihnya dalam Pemilukada 2010 ini. “Jumlah ini tidak berbeda jauh dengan pada saat pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2009

Sintang. Yakni dengan menyampaikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat Sintang yakni dengan memperjuangkanya melalui jalur DPRD Provinsi Kalbar. “Dengan begitu saya merasa yakin tetap bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat,” katanya. Dia menyatakan tidak akan jera untuk kembali berpartisipasi pada kompetisi-kompetisi pemilukada juga pemilu legislatif. Karena sudah merasa akrab dengan dunia politik yang penuh dengan lika-liku tersebut. (sbs)

TRIBUN/SBS

RUSAK Kondisi jalan raya SekadauSintang, rusak parah, hingga Jumat (28/5) belum diperbaiki.

Ketika musim penghujan tiba, beberapa titik jalan raya yang membentang di kawasan Kota Sekadau menjadi berlumpur hingga sulit untuk dilalui. Sebaliknya jika musim kemarau, debu menjadi ancaman serius bagi setiap pengguna jalan raya maupun warga sekitarnya. Disimpulkan, kondisi jalan ini sangat meresahkan warga.

F

enomena tersebut ternyata telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir, namun tidak sedikitpun pemerintah memberikan perhatiannya secara nyata. Lantaran tidak mendapat penangan serius, jalan raya inipun menjadi bumerang bagi warga. Begitu mudah menemukan lobang menganga di jalan raya kawasan kota bumi Lawang Kuwari ini. Satu titik yang begitu memprihatinkan yakni di Km 6, tidak jauh dari lokasi perkantoran Pemkab, dan gedung DPRD Sekadau. Bupati, Simon Petrus S Sos M Si beserta SKPD Sekadau, dan anggota DPRD Sekadau pasti melintas dari jalan raya ini setiap kali

masuk kantor. “Ini sudah menahun dan sekarang ini semakin parah. Tidak jarang kita harus mengantre untuk menghindari lobang ini,” kata Martin (43), warga Sekadau. Dikatakan Martin, lubang di jalan raya tersebut juga telah memakan banyak korban khususnya pengguna jalan di malam hari. Lubang dengan diameter sekira 60 centi meter dan kedalaman sekitar setengah meter tepat di bahu jalan menjadi ancaman serius bagi pengendara. “Lubang ini seperti jebakan saja. Karena itulah plang peringatan sengaja di buat untuk menghindari kecelakaan,” kata Martin. Tidak hanya di kawasan

TRIBUN PONTIANAK/ MARLEN SITINJAK

tersebut, jalan raya tepat di Kota Sekadau juga sangat memprihatinkan. Hampir sepanjang jalan di Kota sudah rusak parah, termasuk jalan menuju jembatan Penanjung. “Saya tidak mengerti karena jalan ini sudah lama rusak tapi belum juga pemerintah. Terkadang saya harus turun dari motor karena perasaan takut. Sebaiknya pemerintah harus segera memperbaikinya,” kata Julyanti (34), ibu rumahtangga. Tidak hanya masyarakat jelata, ternyata kondisi jalan raya ini juga mendapat sorotan dari kalangan pemuka agama. Pastor Paroki Sekadau, Markus Adu CP, mengharapkan agar

PEGASUS Parfum

MENJUAL PARFUM ISI ULANG BERKWALITAS DENGAN HARGA MURAH Keuntungan beli Parfum di Pegasus

1. Pegasus Parfum hanya menjual Parfum yang Berkwalitas 2. Harga Parfumnya Termurah diPontianak 3. Harga botol Parfumnya Termurah di Pontianak 4. Semua Jenis botol Parfum yang di jual Bergaransi 5. Konsumen mendapatkan Kupon yang bisa ditukar dengan Parfum 6. Racikan Parfum sesuai dengan Keinginan Konsumen 7. Takaran Racikan Parfumnya Pasti Pas 8. Jenis Pafumnya Bervariasi (400 Parfum) 9. Dapatkan Parfum Gratis untuk 100 Pembeli Pertama

Jl. Imam Bonjol Komplek UNTAN No.P-10 (Di Samping Lesehan Pegasus) Jl. Gusti Hamzah (Pancasila) No.6 Pontianak - Kalbar

CMYK

pihak yang bertanggungjawab segera membenahi jalan raya di Sekadau dan sekitarnya. Selain hal tersebut, Adu meminta agar pemerintah Kabupaten Sekadau bersikap transparan pada masyarakat hingga tidak menimbulkan penilaian negatif. “Akses darat yang menjadi proyek Kabupaten harus segera dibenahi karena itu sangat menentukan dalam pembangunan mulai dari pelosok. Pemkab juga harus memberi pengertian pada warga tentang status jalan. Yang mana proyek negara, proyek provinsi, dan yang mana proyek kabupaten,” pinta Adu belum lama ini. (marlen sitinjak)


ePaper Tribun Pontianak  

29 Mei 2010 Edisi 657 Tahun II

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you