Issuu on Google+


CMYK

SABTU 22 MEI 2010

13

PLN Tunggu MoU Pemkab „ Bangun Listrik Tenaga Batu Bara

TRIBUN PONTIANAK/SLAMET BOWO SANTOSO

PERBAIKI GARDU - Dua petugas PLN Ranting Sintang memperbaiki gardu distribusi di Kota Sintang belum lama ini. Rencananya, PLN bekerja sama dengan Pemkab Sintang akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Batu Bara (PLTGB) pada pertengahan 2010.

Pertamina Klaim BBM Aman SINTANG, TRIBUN - PT Pertamina Sintang dan sekitarnya, beberapa waktu (Persero) mengklaim pasokan bahan lalu mengalami kelangkaan solar. Dibakar minyak (BBM) di Kabupaten perkirakan, hal ini disebabkan tingginya Sintang masih aman. Adapun pasokan permintaan BBM jenis ini di masyarakat. BBM tersebut normal dan lancar. Pantauan Tribun di sejumlah di “Kami infokan pasokan normal dan SPBU, para sopir angkutan mulai resah lancar ke berbagai SPBU di Kabupaten dengan kelangkaan ini, apalagi SPBU Sintang. Tidak ada pengurangan sama malah mengutamakan pembeli eceran sekali. Baik jenis Solar maupun Bensin, lewat ken dan akan dijual lagi dengan sepengetahuan saya proses distribusinya harga tinggi. TRIBUN/DOK dalam kondisi lancar,” ujar Plh Sales Area Pranseda Hal tersebut mendapat perhatian seManager, PT Pertamina, John Haidir, rius Anggota Komisi II DPRD Sintang, Jumat (21/5). Pranseda. Dia mengancam akan melakukan Dia membantah jika ada kabar stok BBM di crosscheck ke Pertamina Banjar Masin bila kelangSPBU dalam kondisi kosong. kaan tidak segera diatasi. Pertamina Sintang juga tidak melakukan “Sampai sekarang masih ada atrean di SPBUpengurangan BBM sama sekali, termasuk yang SPBU. Pertanyaannya, apakah memang solarnya ke arah Kabupaten Sintang. Kalaupun ada antrean langka atau justru didistribusikan ke industri yang di SPBU-SPBU di Sintang maka itu hanya atrean membuatnya jadi langka,” tandas Franseda. biasa di masyarakat, tidak ada hubungannya Dikatakannya, Komisi II DPRD Sintang bisa dengan distribusi dari pihak Pertamina. saja melakukan pengecekan ke Pertamina Banjar“Kalau ada antrean itu tanggungjawab SPB, masin, guna mengetahui apakah ada pengurangan bukan pertamina. Karena sejauh ini proses atau tidak. “Kalau antrean masih saja terjadi maka distribusi BBM dari Pertamina berjalan lancar yang rugi juga masyarakat, lantaran pasokan tanpa ada kendala,” terangnya barang-barang berupa sembako jadi terhambat,” Seperti diberitakan sebelumnya, SPBU di Kota pungkasnya. (sbs)

SINTANG, TRIBUN - Beberapa tahun belakangan ini, Kabupaten Sintang dan sekitarnya mengalami krisis listrik. Hal itu seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan masyarakat. Program jangka pendek untuk mengatasi krisis listrik, PLN wilayah Kalbar dan PLN Ranting Sintang akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Batu Bara (PLTGB) Manajer PLN Ranting Sintang, H Suharman, Jumat (21/ 5) mengatakan, rencana tersebut telah diajukan kepada Pemkab Sintang tinggal menunggu Memorandum of understanding (MoU) saja. “Kami masing menunggu pihak pemkab menandatangani MoU itu. Karena hal tersebut menjadi dasar PLN untuk melakukan pembangunan,” ujarnya. Penandatanganan MoU tersebut terkait penyediaan lahan pembangunan PLTGB dan PLTU yang dimaksud. “Kemungkinan dalam waktu dekat MoU bisa segera di-

Kabupaten Sekadau merupakan pemekaran dari Kabupaten induk Sanggau, memiliki banyak peninggalan para pendahulu yang hingga kini masih berdiri tegak. Satu dari sekian banyak peninggalan tersebut adalah Jembatan Gantung Penanjung.

D

TRIBUN/MARLEN

PENANJUNG - Warga melintas di jembatan gantung Penanjung Sekadau, Jumat (21/5). Jembatan Gantung ini menjadi satu dari sekian banyak peninggalan sejarah di Kabupaten Sekadau.

nya lebih nyamanlah dari sini,” kata Kardi (28). Tidak hanya Kardi, ternyata para pelintas lain juga mengaku lebih nyaman melintas di Jembatan Gantung Penanjung. Atas kondisi itu, warga sangat berharap agar kondisi jembatan tersebut dipelihara secara berkesinambungan. Tanpa menghilangkan nilai sejarahnya, Warga me-

Manajer PLN Ranting Sintang

tanda tangani agar tahun 2010 PLTGB bisa segera dibangun. Mudah-mudahan krisis listrik di Sintang bisa segera tertanggulangi perlahan-lahan, sebelum PLTU yang berkekuatan lebih besar juga dibangun,” katanya. Suharman menuturkan, pihak yang akan mengerjakan proyek pembangunan PLTGBU tersebut adalah kewenangan PLN pusat sebegai penyedia dana. PLN ranting Sintang hanya sebagai fasilitator antara PLN pusat dan Pemkab Sintang. Masuk Agenda General Manager PT PLN wilayah Kalbar, Widodo Budi

BUPATI Sintang Drs pembangkit listrik terMilton Crosby belum sebut Milton berhalama ini mengatakan, rapkrisis listrik di Kapihak Pemkab Sintang bupaten Sintang bisa sudah mempersiapkan diatasi. Meskipun tilahan untuk pembangdak menutup keunan PLTGB dan PLTU mungkinan dengan tersebut yakni masingpembangunan PLTGB masing berada di Jl Sintang masih mengTRIBUN/DOK Sintang-Kelam Permai alami kekurangan eMilton C nergi listrik karena dan Kawasan Pelabuhan Sungai Ringin Sinkebutuhan listrik Sintang. tang memang cukup besar. “Untuk lahan sudah kita “Pembangunan di Kabupapersiapkan karena memang un- ten Sintang saat ini memang tuk penyediaan lahan menjadi terus meningkat dari tahun tanggung jawab penuh Pemkab ketahun, makanya kebutuhan Sintang. Kita hanya tinggal me- listrik juga terus mengalami nunggu keputusan dari pihak peningkatan. Mudah-mudahan PLN kapan akan merealisa- ini menjadi upaya kita pemkab sikan rencana pembangunan Sintang untuk mengatasi matersebut. Pada dasarnya ka- salah krisis listrik tersebut. Kapanpun rencana pembangunan rena sejauh ini sumber daya kitersebut kita siap,” katanya. ta memang belum tergali deDengan pembangunan ngan baik,” papar Milton. (sbs)

Tetap Kukuh Meski Tak Pernah Direhab

menghubungkan Sekadau dengan daerah perhuluan. “Fungsi jembatan gantung ini masih terasa sampai sekarang sekalipun sudah ada jembatan beton. Apalagi jalan menuju jembatan beton sudah hancur lebur,” kata Amir. Sama seperti jembatan lainnya di Provinsi Kalbar, arsitektur bangunan jembatan yang melintang di atas aliran Sungai Sekadau ini dibuat sedemikian rupa hingga tidak mengganggu transportasi sungai. Selain itu beberapa material lain juga dibuat untuk memperkokoh bangunan sekaligus menambah keunikannya. “Kalau di suruh memilih, saya lebih suka melintas dari jembatan ini ketimbang dari jembatan beton. Saya tidak tahu apa alasannya, karena rasa itu datang sendirinya. Pokok-

H SUHARMAN TRIBUN/SBS

Siapkan Lahan

Melihat Jembatan Penanjung Sekadau

iketahui, jembatan ini dibangun beberapa tahun setelah Indonesia merdeka dengan tujuan utama mempermudah akses ke perhuluan Kalbar. Semenjak selesai dibangun, ternyata jembatan ini belum pernah direhab. Keseluruhan material di dalamnya tampak masih terawat hingga membuatnya tetap kukuh. “Semenjak dibangun, hanya ada beberapa perbaikan khususnya di bagian lintasan. Untuk keseluruhan belum pernah,” kata M Amir (75), warga Sekdau Hilir, Kabupaten Sekadau. Dikatakan Amir, Jembatan ini memiliki sejarah tersendiri khususnya bagi warga Sekadau dan warga di perhuluan Kalbar. Puluhan tahun lalu, jembatan tersebut menjadi akses darat satu-satunya yang

Mudah-mudahan krisis listrik di Sintang bisa segera tertanggulangi perlahan-lahan, sebelum PLTU yang berkekuatan lebih besar juga dibangun.

minta agar pemerinta melakukan pembangunan khususnya di bagian lintasan yang hingga kini masih menggunakan papan. “Kalau bisa lintasannya diubah menjadi aspal. Besi di keseluruhan jembatan di cat ulang dan membenahi pagar menjelang lintasan yang sudah rusak,” harap M Amir. (marlen sitinjak)

Drs Hatta MSi

Nugroho, beberapa waktu lalu menyatakan, PLTGB berkapasitas 3 mega watt (MW) ini rencananya mulai dibangun pertengahan tahun 2010 ini. “Pembangunan PLTGB ini sudah masuk agenda PLN pada 2010. Kita berharap pada akhir tahun sudah bisa dimanfaatkan. Saat ini yang kami lakukan adalah melakukan penjajakan terkait potensi batu bara yang ada di Kabupaten Sintang ini,” katanya usai sosialisasi PLTGB di Pendopo Bupati Jl Pangeran Muda Sintang. Widodo menuturkan, sumber batu bara yang akan menjadi bahan bakar utama, sudah didapatkan di wilayah Desa

Cukup Melimpah ANGGOTA DPRD Kabupaten Sintang Kelibuk mengatakan, pemanfaatan sumber daya alam (SDA) yang banyak di Kabupaten Sintang memang akan menjadi solusi tersendiri untuk mengatasi krisis listrik, karena SDA di Sintang cukup berlimpah. “Kalau kita tidak berupaya semaksimal mungkin memanfaatkan sumber daya alam kita seperti banyaknya batu-bara maka krisis listrik kita sulit diatasi. Tapi kalau pemkab terbuka dengan investor dengan mengijinkannya masuk ke Kabupaten Sintang untuk melakukan ekploitasi SDA kita untuk hal yang menguntungkan maka krisis tersebut akan bi-

sa teratasi perlahan-lahan,” katanya. Untuk itu dirinya meminta kepada Pemkab Sintang untuk tidak mempersulit perizinan kepada pihak penanam modal yang akan masuk ke Kabupaten Sintang. Khususnya yang terkait dengan masalah kebutuhan listrik, karena dari waktu ke waktu kebutuhan listrik di Kabupaten Sintang terus meningkat. “Upaya lain yang bisa dilakukan menurut saya adalah dengan memanfaatkan SDA yang lain seperti potensi air. Tapi memang batu bara yang belum kita gali secara maksimal sangat potensial untuk mengatasi krisis listrik,” katanya. (sbs)

Kepala Badan Kesbanglinmaspol Sintang

Keliling Kecamatan TERKAIT pelaksanaan pemungutan suara Pemilukada Sintang 2010 yang yang sudah dilaksanakan 19 Mei lalu. Drs Hata selaku Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Perlindungan Masyarakat dan Politik (Kesbanglinmaspol) harus rela keliling kecamatan untuk melakukan pemantauan. “Saya sudah berkeliling ke hampir seluruh kecamatan di Sintang ini untuk memantau langsung pelaksanaan pemungutan suara. Hasilnya, kita cukup merasa puas karena pelaksanaan pemungutan suara berjalan lancar hampir di semua kecamatan yang ada,” ujar Hatta pada Tribun, Jumat (21/5). Menurut mantan Setda Sintang ini, selain berjalan lancar, partisipasi masyarakat Sintang pada pemilukada mengalami peningkatan dari pelaksanaan Pilpres 2010 Pileg 2009 lalu. “Sudah cukup bagus tingkat pastisipasi politik masyarakat Sintang, karena telah mencapai 75 persen pada Pemilukada 2010 ini. Kita merasa bangga dengan masyarakat karena sudah mulai tinggi tingkat kesadaranya dalam berpolitik, berbeda dengan beberapa tahun lalu,” ujarnya. Kepala Badan Kesbanglinmas- TRIBUN/SBS

pol yang menjabat sejak beberapa bulan lalu ini juga meminta kepada masyarakat untuk menjaga tingginya angka patisipasi publik tersebut. Karena dengan demikian telah menunjukan kedewasaan masyarakat Sintang dalam berpolitik guna menciptakan tatanan pemerintahan selama lima tahun ke depan “Semakin tinggi angka partisipasi publik dalam setiap tahapan pemilukada seperti sekarang ini maka otomatis tingkat kedewasaan masyarakat juga semakin tinggi. Hal itu menandakan masyarakat sudah semakin mapan pola pikirnya dari waktu ke waktu dan akan mampu bersaing dengan masyarakat lain,” katanya. Dirinya berharap pelaksanaan Pemilukada Sintang 2010 ini, pemimpin yang terpilih adalah mereka yang benar-benar memiliki kemampuan seperti yang diharapkan masyarakat. Karena bupati dan wakil bupati yang terpilih adalah mereka yang akan menentukan arah kebijakan Sintang selama lima tahun mendatang. (sbs)

PEGASUS Parfum

MENJUAL PARFUM ISI ULANG BERKWALITAS DENGAN HARGA MURAH Keuntungan beli Parfum di Pegasus

1. Pegasus Parfum hanya menjual Parfum yang Berkwalitas 2. Harga Parfumnya Termurah diPontianak 3. Harga botol Parfumnya Termurah di Pontianak 4. Semua Jenis botol Parfum yang di jual Bergaransi 5. Konsumen mendapatkan Kupon yang bisa ditukar dengan Parfum 6. Racikan Parfum sesuai dengan Keinginan Konsumen 7. Takaran Racikan Parfumnya Pasti Pas 8. Jenis Pafumnya Bervariasi (400 Parfum) 9. Dapatkan Parfum Gratis untuk 100 Pembeli Pertama

Jl. Imam Bonjol Komplek UNTAN No.P-10 (Di Samping Lesehan Pegasus) Jl. Gusti Hamzah (Pancasila) No.6 Pontianak - Kalbar

CMYK

Kaderas Kecamatan Dedai Kabupaten Sintang, Berjarak sekitar 40 km dari Kota Sintang. “Saat ini kita di PLN pusat sedang melakukan proses tender terkait siapa perusahaan yang akan melakukan ekploitasi batu bara di wilayah Dedai tersebut. Setelah didapatkan pemenang tender, maka tujuh bulan berikutnya kita berharap listrik PLTGB tersebut sudah bisa dinikmati masyarakat,” terangnya. Dikatakanya bukan hanya PLTGB yang akan dibangun di Sintang, namun PLN Kalbar juga akan membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), dengan bahan bakar batu bara di Kabupaten Sintang. “PLTGB ini merupakan pemenuhan kebutuhan listrik jangka pendek dengan limit empat sampai lima tahun. Sementara untuk jangka panjang kita akan membangun PLTU dengan kekuatan 7x3 megawatt. Diperkirakan PLTU ini akan dibangun pada 2013 nanti,” terang Widodo. (sbs)



ePaper Tribun Pontianak