SELASA LEGI 29 AGUSTUS 2017 7 ZULHIJAH 1438 NO 2312/TAHUN 6
RP 2.000
LANGGANAN RP 55.000 SMS 0851 021 22000, 0274-557687 EXT 219
25 Karung Rastra Digasak Maling Hal
10
Kantor Desa Sumberejo, Kecamatan Klaten Selatan dibobol pencuri, Senin (28/8) dini hari. Gara-gara aksi maling tersebut, beras sejahtera (rastra) sebanyak 25 karung yang belum sempat dibagikan raib. (*)
Tjahjo Tak Jamin Cegah Korupsi
GRAFIS/SULUH PRASETYA
Dana Parpol Naik dari Rp108 Menjadi Rp1000 per Suara Sah
PDIP
RP 2,5 M
GOLKAR
RP 1,99M
GERINDRA
RP 1,59 M
DEMOKRAT
RP 1,37 M
PKB
RP 1,22 M
PAN
RP 1,02 M
PKS
RP 915 juta
NASDEM
RP 907 Juta
PPP
RP 881 Juta
HANURA
RP 710 Juta
PBB
182 Juta suara
PKPI
114 Juta suara
Sebelum kenaikan
RP 23,68 M RP 18,43 M RP 14,76 M RP 12,72 M RP 11,29 M RP 9,48 M
SEBELUM terjun ke industri musik skala nasional, Zaskia Gotik memulai karirnya dengan menyanyi keliling kampung. Saat di panggung keliling kampung itulah, ia sering mendapat saweran. Ternyata meski kini sudah terkenal, ia kangen disawer. (*)
WAKIL Ketua DPR Taufik Kurniawan mengapresiasi kenaikan dana untuk Parpol yang telah disetujui oleh menteri Keuangan. Ia menegaskan, kenaikan tersebut bisa digunakan sebagai pendidikan politik. “Memang belum tercukupi semuanya tapi pemerintah memberikan atensi terhadap parpol sebagai salah satu pilar demokrasi di negara kita jadi perlu diapresiasi,” ujar Taufik dalam perbincangan, Senin (28/8). Menurut Taufik, pendidikan politik kebangsaan kepada masyarakat
sangat dibutuhkan. Kenaikan dana parpol ini pun disebutnya harus dilandasi dengan transparansi dan akuntabilitas yang terukur. “Dengan menimbang keterbatasan ekonomi yang belum menggembirakan di tengah ekonomi global karena adanya kebijakan pemerintah (kenaikan dana partai politik), parpol memanfaatkan untuk pendidikan politik di masyarakat,” jelas Taufik. Pendidikan politik secara real disebut Waketum PAN ini termasuk kepada caleg yang ingin bertarung
di pemilu. Dengan demikian, kata Taufik, setiap caleg yang kemudian akhirnya melenggang ke Senayan sudah memiliki bekal untuk menjadi anggota dewan. Proses pendidikan politik ini dikatakannya seperti saat kuliah. Misalnya penyetaraan ilmu bagi mahasiswa yang belum memiliki dasar keilmuan cukup untuk bisa mengikuti perkuliahan (matrikulasi).
PENAMBAHAN dana operasional Partai Politik (Parpol) hingga nyaris sepuluh kali lipat dirasa tidak tepat saat ini. Pendapat tersebut disampaikan Pakar Ilmu Pemerintahan UMY, Tunjung Sulaksono saat dimintai pendapatnya oleh Tribun Jogja. Ia mengaku menyesalkan kenaikan dana parpol tersebut dilakukan saat kondisi perekonomian Indonesia yang kurang menggembirakan. “Selain itu kenaikan dana parpol itu tentu membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),” kata Tunjung. Ia juga mempertanyakan kajian yang dilakukan Kemendagri untuk mengusulkan kenaikan dana parpol yang kemudian langsung disetujui oleh Mendagri. “Bila kajian
RP 8,15 M RP 6,57 M
*PBB dan PKPI tidak lolos ke DPR karena perolehan suara kurang dari 3,50 persen.
Jagal Sapi Asal Segoroyoso Kebanjiran Order Sejak Dua Bulan Lalu
Susanto Sembelih 23 Ekor Sapi saat Idul Adha Untuk memotong sapi setidaknya harus melibatkan tiga orang atau lebih dan setiap orang memiliki tugas sendiri sendiri
W Hal
9
ke halaman 11
Hasil Audit Harus Bisa Diakses
RP 8,4 M
ILAYAH Segoroyoso, Pleret, Bantul terkenal dengan sentra sapi, daging sapi yang dijual di pasar banyak berasal dari daerah ini. Di Di daerah tersebut juga banyak warga yang berprofesi sebagai pemotong sapi atau jagal sapi. Satu diantaranya adalah Susanto (45 tahun), pria yang sudah 20 tahun menggeluti profesi sebagai tukang jagal sapi. Susanto menjadi satu dari puluhan atau bahkan lebih tukang
Tjahjo Kumolo Menteri Dalam Neger
Partai Politik Butuh Dana untuk Kaderisasi
Sesudah kenaikan
Kangen Disawer
Saya kira tidak bisa. Bantuan berapa juta atau ribu pun itu enggak bisa menjadi ukuran apakah ini akan memutus korupsi atau tidak
ke halaman 11
RP 8,43 M
Zaskia Gotik
JAKARTA, TRIBUN - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) menyesalkan keputusan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menyetujui kenaikan dana partai politik hingga 10 kali lipat. Kenaikan dari Rp108 per suara menjadi Rp1000 per suara diyakini akan membebani APBN yang sudah defisit. “Menkeu mungkin punya tendensi politik untuk parpol, jadi menaikkan tunjangan parpol. Memang sih itu kajian Kemendagri, tapi tidak seharusnya Menkeu langsung menyetujui, harus ada pertinbangan dari Menkeu,” kata Deputi Sekjen FITRA Apung Widadi, Senin (28/8). Apung mengingatkan bahwa defisit dalam RAPBN tahun 2018 sudah di atas Rp326 triliun. Daripada untuk dana parpol, lebih baik anggaran tersebut digunakan untuk mengurangi defisit. “Alokasi dana parpol ini justru menambah beban defisit, kenaikan ini tidak tepat dilihat dari kondisi keuangan negara saat ini,” ucap Apung.
jagal yang ada di sekitaran Segoroyoso. Susanto sendiri tinggal di Tegalrejo, Bawuran, Pleret. Ketika ditemui Tribun Jogja, ia tengah berada di rumahnya, ia nampak habis beristirahat. Maklum, dia harus bekerja pada malam harinya, maka siang dan sore adalah waktunya dia mengumpulkan tenaga sebelum bekerja. “Jam 11 nanti keluar ke halaman 11
TRIBUN JOGJA/DWI NOURMA HANDITO
JAGAL - Susanto saat menunjukkan pisau dan asahan
pisau yang digunakannya setiap hari dalam bekerja sebagai pemotong atau jagal.
menyebutkan bahwa kenaikan dana parpol dapat mencegah korupsi, logikanya apa?” imbuhnya. Tunjung mengatakan bahwa nantinya dana Parpol ini perlu dikawal dan dilakukan audit yang ketat, termasuk laporan pertanggungjawabannya pun harus bisa diakses publik. “Prinsipnya, kenaikan dana Parpol ini tidak tepat dan tidak logis bila dilakukan saat ini. Ketika mau menaikkan dana parpol harus mengambil momen yang tepat yakni saat perekonomian Indonesia sedang baik,” tegasnya. Sementara itu, Bambang Praswanto, Ketua DPD PDI Perjuangan DIY berpendapat, jika terealisasi kebijakan tersebut merupakan langkah positif. ke halaman 11
Trending Topic di tribunjogja.com
Miris! Kondisi Situs 'Romeo Juliet' Jawa Dikepung Semak