Page 4

4 KAMIS, 8 JANUARI 2009

JAKARTA

Kredit Bermasalah Diprediksi Naik 5 Persen TINGKAT kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) diperkirakan akan meningkat pada 2009 ini. Hal itu diungkapkan Deputi Gubernur BI Muliaman D Hadad dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Rabu (7/1). “Untuk risiko likuiditas di 2009 akan stabil, risiko pasar juga akan berkurang di 2009. Tapi risiko kredit akan cenderung meningkat,” katanya. Kenaikan NPL tersebut, dikatakan Muliaman, terjadi karena risiko kredit yang makin tinggi di tengah krisis keuangan global. Menurutnya, kenaikan

tersebut diperkirakan sebesar 5 persen. Angka tersebut lebih tinggi dari NPL gross perbankan 2008 yang mencapai 4 persen dan NPL net 1,5 persen. Muliaman juga mengatakan, permasalahan segmentasi perbankan akan diselesaikan pada tahun ini. Sebelumnya, di akhir 2008, perbankan dilanda masalah segmentasi antara bank yang kelebihan, cukup, dan kekurangan likuiditas. Untuk mengatasi persoalan ini, kata Muliaman, BI akan mengeluarkan sejumlah kebijakan berupa monitoring.(kompas.com)

CAR Turun, Bank Diminta Tambah Modal MENGHADAPI krisis keuangan global, Bank Indonesia meminta sektor perbankan menambah permodalan karena ada kecenderungan turun. Apalagi prediksi rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan 2008 akan turun dari 16 persen menjadi 14,3 persen pada 2009. Demikian disampaikan Deputi

Gubernur Siti Fadjrijah dalam konferensi pers di Gedung BI, Jl MH Thamrin, Jakarta, Rabu (7/1). “Penambahan modal itu perlu dilakukan agar bank kuat di saat krisis seperti ini,” ujarnya. Hal senada juga diungkapkan Deputi Gubernur BI Muliaman D Hadad. Menurutnya, perbankan membutuhkan daya dukung permodalan yang besar pada 2009.

PENGUATAN bursa-bursa di kawasan Asia masih mendorong perjalanan perdagangan di bursa Indonesia, Rabu (7/1). Terjadi kenaikan 1,1 persen ke posisi 1451,766, termasuk penguatan rupiah karena munculnya harapan Bank Indonesia bakal memotong kembali suku bunganya. Sementara itu, saham-saham

yang masuk dalam kategori top gainer adalah Astra yang terdongkrak 4,4 persen ke Rp 13.100 per lembar. Selanjutnya, perdagangan saham dua bank pemerintah, BRI dan Mandiri, juga melaju. BRI naik 2,1 persen ke Rp 4.900 per lembar. Lalu, Mandiri terangkat 2,3 persen ke posisi Rp 2.225 per lembar. Saham perusahaan tambang

Ia menambahkan, modal industri perbankan memang menghadapi situasi yang tidak mudah dengan variasi risiko yang lebih luas. “Tambahan modal yang besar jadi suatu kebutuhan bagi perbankan karena tingkat risiko yang semakin kompleks,” kata Muliaman. Sedangkan menurut Gubernur BI Boediono, industri perbankan

dalam negeri mengalami dampak dari krisis keuangan global dan perlambatan pertumbuhan ekonomi. “Dilihat dari turunnya CAR 14,3 persen dan NPL (rasio kredit bermasalah) yang meningkat 5 persen, tapi secara umum kondisi perbankan nasional masih punya daya tahan yang cukup baik,” ujarnya. (kompas.com)

Bursa Asia Masih Dorong Indonesia batu bara Bumi Resources turun 5,8 persen di posisi Rp 850 per lembarnya. Sementara itu, bursa AS ditutup dengan menambah kekuatan dan meninggalkan jejak di level yang paling tinggi dalam dua bulan ini. Awalnya, saham-saham Wall Street memang sempat tumbang pada awal perdagangan. Namun, saham-saham langsung kembali

bertenaga setelah The Fed meningkatkan segala upayanya untuk memulihkan perekonomian dengan menyingsetkan suku bunga mendekati zero. Para pemilik modal berharap agar perekonomian menggelinding dan pindah ke beberapa sektor, seperti bahan kebutuhan pokok para konsumen ataupun di sektor kesehatan. (kompas.com)

Kadin Ingin Fiskal Fleksibel JAKARTA, TRIBUN - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berharap, alokasi dana untuk fasilitas Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) dan Bea Masuk (BM) DTP tidak disertai dengan syarat yang rumit dan ketat. Syarat rumit dan ketat membuat kebijakan stimulus tersebut tidak bisa diikuti dunia usaha. Dengan begitu, dana sebesar Rp 12,5 triliun untuk PPN DTP dan BM DTP bagi 31 sektor bisa berjalan dengan baik. “Syarat itu mesti dibikin lebih fleksibel,” kata Ketua Umum Kadin MS Hidayat seusai mengikuti acara penerimaan penghargaan Upakarti, rintisan teknologi, dan Indonesia Good Design Selection (IGDS) 2008 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (7/1). Hidayat mencontohkan, kerumitan persyaratan stimulus fiskal itu menyangkut mencari pasar

Fokus ke Dalam Negeri MENURUT Hidayat, langkah mendesak yang harus dilakukan saat ini adalah menyerap produksi untuk dalam negeri. Ini harus segera dilakukan mengingat kinerja ekspor yang terus melorot. Ia mengatakan, untuk mencari pengganti pasar ekspor tiada lain adalah menyerap produksi dalam negeri untuk pasar domestik. “Karena problem utama itu akibat kinerja ekspor drop. Itu yang harus kita sikapi,” ujarnya. Pemerintah, menurut Hidayat, seharusnya fokus pada pasar domestik dan mendukung industri dalam negeri padat karya, termasuk industri pendukung produk dalam negeri. Selain pembukaan pasar ekspor baru yang sulit dilakukan pada 2009, Hidayat juga menilai penambahan pajak sulit untuk dilaksanakan. (Persda Network/ade/Kompas.com)

Tidak melakukan PHK itu tentu diusahakan kalau mendapatkan stimulus. Tapi kalau harus bisa meng-create market, itu susah.

MINTA PERLINDUNGAN Sebanyak 9.000 nasabah Sarijaya Permana Sekuritas (SPS) yang diwakili, Hanjianto (kiri) memperlihatkan surat yang berisi permintaan perlindungan kepada otoritas bursa di kantor SPS di Jakarta, Rabu (7/ 1). Kehadiran nasabah berkaitan dengan kebijakan Bursa Efek Indonesia yang menghentikan perdagangan efek PT SPS sejak 6 Januari 2009 sehubungan kasus penggelapan dana nasabah sebesar Rp 345 miliar oleh Komisaris Utama, Herman Ramli.

MS HIDAYAT Ketua Umum Kadin

baru dan tidak melakukan PHK. Ia menganggap, membuka pasar dalam kondisi saat ini merupakan hal yang sulit. Dalam waktu setahun, belum tentu pasar baru bisa diperoleh. “Tidak melakukan PHK itu tentu diusahakan kalau mendapatkan stimulus. Tapi kalau harus bisa meng-create market, itu susah,” ucapnya. Hidayat menambahkan, market yang baru itu harus juga diikuti dengan network untuk negara baru. Perbankan harus matching dengan perbankan di negara tujuan dan hal itu bukan hal yang mudah. Tidak hanya itu, stimulus fiskal difokuskan pada industri-industri padat karya yang menggunakan pasokan dari produk dalam negeri. Serta sisanya digunakan untuk mempercepat program infrastruktur, dan mengurangi tekanan pengangguran. Secara umum, Kadin menilai kebijakan pemerintah mengeluarkan stimulus pertumbuhan ekonomi pada 2009 sudah cukup baik. Termasuk menanggung pajak penambahan nilai dan bea masuk. Hidayat berharap persyaratan yang diberlakukan pemerintah untuk mengeluarkan sitmulus ekonomi tidak terlalu ketat. Sebab, krisis keuangan global saat ini, termasuk keadaan darurat yang menjadi penyebab awalnya, bukan berasal dari dalam negeri. (Persda Network/ade/Kompas.com)

MESTI FLEKSIBEL  Syarat stimulus fiskal jangan rumit dan ketat  Terutama menyangkut mencari pasar baru dan tidak melakukan PHK  Dalam waktu setahun, belum tentu pasar baru bisa diperoleh  Pasar harus diikuti network negara baru  Perbankan harus matching dengan perbankan di negara tujuan

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA

Pemerintah Siapkan Rp 50 Triliun  Untuk dana Stimulus Pertumbuhan Ekonomi JAKARTA, TRIBUN - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendesak anggota Kabinet Indonesia Bersatu di sektor ekonomi untuk mensosialisasikan paket stimulus pertumbuhan ekonomi. Desakan ini perlu karena masih banyak pihak yang bertanya tentang paket kebijakan stimulus pemerintah RI terkait pengelolaan dampak krisis keuangan AS. “Kamar Dagang dan Industri (Kadin) berkali-kali bertanya kepada saya, dan daerah juga. Bagaimana paket stimulus dilakukan?” kata Presiden di Istana Negara, Jakarta, Rabu (7/1). Menurut SBY, untuk tahun ini pemerintah menyediakan dana senilai Rp 50 triliun sebagai dana stimulus pertumbuhan ekonomi. Dana ini diperoleh dari sisa penerimaan pada 2008 sebesar Rp 38 triliun, plus dana yang

Dua-duanya mesti berempati kepada rakyat agar kita bisa melindungi dan membantu. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Presiden RI telah dicadangkan pemerintah untuk 2009 sebesar Rp 12 triliun. Tidak hanya itu, masih terdapat kebijakan terkait pajak dan kepabeanan yang juga mengurangi tekanan dampak krisis keuangan AS. Dengan kondisi tersebut, Presiden Yudhoyono berharap dunia usaha melakoni kerjasama dengan pemerintah pusat dan daerah. “Dua-duanya mesti berempati kepada rakyat agar kita bisa melindungi, dan membantu,” ucapnya. Senin kemarin, paket-paket stimulus yang dikeluarkan beberapa negara besar, seperti

AS, Jerman, dan China, membuat para investor saham di awal tahun 2009 sedikit optimistis dan kembali membeli saham-saham. Pembelian saham itu mendorong indeks saham di beberapa bursa utama dunia naik, meski dibayangi ketakutan tentang masalah yang terjadi di Jalur Gaza, Palestina. Menurut rencana presiden terpilih AS Barack Obama memangkas pajak hingga mencapai 310 miliar dollar AS. Selain AS, Jerman juga meluncurkan paket stimulusnya yang kedua. Jerman menyatakan perekonomian mereka turun hingga ke

titik nadir yang terburuk selama enam dekade terakhir. Stimulus baru Jerman diperkirakan bernilai 50 miliar euro untuk tahun ini dan tahun depan. Di India, pemerintahannya mengumumkan paket stimulus baru setelah pasar saham ditutup. Pemerintah meringankan persyaratan peminjaman dana untuk perusahaan yang bergerak di bidang perumahan dan infrastruktur. Selain itu, penambahan likuiditas juga diperbolehkan bagi perusahaan keuangan nonperbankan. Bank sentral India juga akan memangkas tingkat suku bunganya. Sedangkan China berencana melakukan langkah baru untuk mendukung perusahaan otomotif agar merger dan mengurangi pajak untuk kendaraan rendah emisi. (Persda Network/ade)

Gandeng 1.000 BMT di Jabar BANDUNG, TRIBUN- Bank Muamalat menargetkan untuk menggandeng 1000 lembaga keuangan mikro Baitul Mal Wattamwil (BMT) dalam bentuk kemitraan linkage program baru di tahun 2009. Pencanangan menggandeng BMT digelar di kampus UIN SGD Bandung, Rabu (7/1). Dengan kemitraan ini, Bank Muamalat mendapat akses untuk dapat menjual berbagai produk perbankannya kepada masyarakat melalui BMT. Sementara BMT juga mendapat suntikan dana stimulus untuk aktivitas simpan-pinjamnya. “Target kita tahun 2009 ini memberikan pembiayaan sebanyak 70 persen untuk UMKM. Dari Rp 11

triliun pembiayaan yang dikucurkan di 2008, sebanyak 70 persennya untuk UMKM. Pembiayaan Bank Muamalat pada 2009 ini diperkirakan naik menjadi Rp 13,5 triliun,” kata Muchtar Manto, Asisten Direktur Bidang Micro Finance Bank Muamalat. Dari portofolio aset Bank Muamalat, ada 35 persen atau sekitar Rp 4,5 triliun berasal dari aliansi dengan koperasi, BMT, BPRS, dan lain-lain. Sektor usahanya tersebar sesuai dengan lingkungan BMT di sekitarnya. Yakni perdagangan, pertanian, usaha rumah makan, dan lain-lain. Ia menjelaskan, salah satu penyebab krisis keuangan global saat ini

adalah tidak seimbangnya sektor keuangan dengan sektor riil. Investasi yang terjadi lebih banyak dilakukan di produk derivatif. Sementara itu, Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan menyambut baik program Bank Muamalat tersebut. Menurutnya, dukungan perbankan juga perlu dilakukan dengan pendekatan maupun pendampingan yang lebih aktif kepada pelaku usaha UMKM. Heryawan mengatakan, dalam rangka menjaga ketahanan ekonomi nasional melalui pengembangan lembaga-lembaga keuangan syariah, peranan dan kontribusi BMT terhadap pemberdayaan sektor ekonomi riil, merupakan sebuah

Dua BUMN Dapat Rp 2 Triliun JAKARTA, TRIBUN - Dua perusahaan BUMN yaitu PT Asuransi Ekspor Indonesia (ASEI) dan Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) memperoleh dana penyertaan modal negara (PMN). Keduanya masingmasing mendapatkan Rp 1 triliun dalam rangka program stimulasi pertumbuhan ekonomi 2009. “Alokasi PMN di kedua BUMN tersebut dalam rangka program pemerintah menggerakkan sektor riil,” kata Sekretaris Menneg BUMN, Muhammad Said Didu di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (7/1). Said menjelaskan, PMN bagi ASEI dimaksudkan untuk memberi kemampuan perusahaan dalam menjamin aktivitas ekspor.

Sedangkan, Jamkrindo untuk meningkatkan jaminan asuransi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). “Dana PMN untuk kedua perusahaan tersebut sudah masuk dalam APBN. Ini merupakan bagian dari dana Rp 10 triliun dalam rangka stimulus ekonomi,” ujarnya. Said menambahkan, sesuai rapat implementasi stimulus pertumbuhan ekonomi 2009 di Departemen Keuangan, pemerintah berharap program stimulus tersebut mengatasi penurunan ekspor, meningkatkan permintaan produk dalam negeri, menurunkan angka kemiskinan, termasuk menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK). Menurut Said, sesuai tugasnya ASEI dengan berbagai produknya diharap-

Alokasi PMN di kedua BUMN tersebut dalam rangka program pemerintah menggerakkan sektor riil. MUHAMMAD SAID DIDU Sekretaris Menneg BUMN

kan dapat melindungi (proteksi) pengusaha dalam menghadapi risiko pembayaran ekspor yang dihadapi para eksportir. Sedangkan, Jamkrindo bertugas menyelenggarakan kegiatan usaha di bidang penjaminan kredit bagi Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Usaha Menengah, serta Koperasi (UMKMK). (kompas.com)

fakta yang tidak dapat dikesampingkan. Pada saat yang sama, keberadaan BMT merupakan jawaban paling tepat atas kebutuhan masyarakat kecil. “Di Jabar ini terdapat 5854 desa dengan 607 kecamatan. Kami mendukung pencanangan 1000 BMT, ini bisa menjadi semacam stimulus bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat,” kata Heryawan. Selain membutuhkan SDM yang berkualitas dari segi kemampuan manajerial perbankan, sikap moral yang positif pelaku usaha BMT juga dibutuhkan. Program itu perlu dilakukan secara terus menerus dengan adanya pemantauan yang jelas.(mba)

TRIBUN JABAR/ M BARIR

ALIANSI BMT-MUAMALAT- Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan meresmikan aliansi kerjasama antara BMT Jawa Barat dengan Bank Muamalat di Kampus IAIN Bandung, Rabu (7/1).

Muamalat Segera Buka di Hongkong BANDUNG, TRIBUN - Setelah resmi membuka cabang di Kualalumpur pada 24 Desember lalu, Bank Muamalat kembali menyiapkan kantor baru di Hongkong. Muamalat mentargetkan pasar remitansi tenaga kerja Indonesia di Hongkong. “Rencananya layanan kantor baru di sana akan dibuka sekitar Bulan Februari atau Maret mendatang,” kata Andi Buchari Fathoeddin, Direktur Bank Muamalat di Kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rabu (7/1). Andi mengatakan hal itu usai acara Peresmian BMT Shar’e/El Aliansi kerjasama Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (PINBUK) dengan Bank Muamalat di Wilayah Jawa Barat. Menurutnya,

layanan di Hongkong ditargetkan bagi remitansi tenaga kerja Indonesia (TKI) di sana. “Kenapa membuka syariah di Hongkong? Ya, karena di sana ada sekitar 200 ribu orang tenaga kerja TKI di sana. Besarnya nilai remitansi dari sana cukup besar,” katanya. Selain itu, Hongkong juga ternyata sangat ingin menjadi negara yang menjadi hub (pusat) perbankan syariah. Bahkan di tingkat Asia, saat ini antara Hongkong dan Singapura terjadi persaingan untuk menjadi hub sistem perbankan syariah. Sementara Malaysia sudah lebih dulu dikenal menjadi hub perbankan syariah. Kendati begitu, Andi belum mau menyebutkan berapa persen target kelolaan dana

remitansi dari seluruh nilai remitansi TKI di Hongkong. Namun Bank Muamalat tahun ini sempat menargetkan sekitar 20 persen dari kelolaan dana TKI di sana. Pembukaan kantor baru di Hongkong, kata Andi, bukan sebagai pembukaan kantor bank namun sebagai kantor lembaga keuangan non bank. Nantinya lembaga keuangan tersebut akan menjadi fasilitas bagi TKI dalam hal transfer atau pengiriman uang. Pada kesempatan itu, Andi mengatakan, Bank Muamalat juga terus meningkatkan kerjasama dengan negara-negara di Timur Tengah. Salah satunya dalam pelayanan kartu ATM Bank Muamalat di negaranegara Timur Tengah. “Kita akan bekerjasama,

sedikitnya dengan 2 bank yang ada di sana. Kartu Share nanti akan bisa mengakses ATM-ATM di negaranegara Timur Tengah seperti Arab Saudi, Abu Dhabi, Qatar, Bahrain, dan lainlain,” sebutnya. Sementara itu perkembangan kantor cabang yang dibuka di Malaysia, Andi mengatakan sudah banyak menyerap dana remitansi TKI. Di Malaysia, operasi layanan keuangan untuk kalangan TKI Bank Muamalat telah menggandeng Bank Muamalat Malaysia, Bank BMMB, dan BIMB. “Sudah beroperasi, bahkan sejak sebelum kantor resmi dibuka tanggal 24 Desember lalu sebenarnya sudah kita layani dengan bekerjasama dengan mereka,” kata Andi.(mba)

Harian Pagi Tribun Jabar  

Harian Pagi Tribun Jabar Edisi 08012009

Harian Pagi Tribun Jabar  

Harian Pagi Tribun Jabar Edisi 08012009

Advertisement