Page 1

May, 2010

06


{ CONTENT } 06/MAY/2010

STYLE

CULTURE

10

Bisakah si tangan dingin yang membesarkan kantor berita Bloomberg menghidupkan majalah yang telah berusia 80 tahun.

46

Upacara di Pulau Para Dewa Persiapan bisa sampai tiga bulan, seluruh warga pedesaan ambil bagian.

DESTINATION

14

FINE DINE

Tangkahan: Sungai, Gua, & Gajah Menikmati cantiknya kupu-kupu di atas batuan besar sambil melepas lelah.

WORLD CITY

24

62

Tiga Aroma, Sejuta Rasa Olahan ala bediende dan nyonya yang menawarkan rasa Hindische, Holandsche & Chinesche. Juga dibuka kursus memasak.

PHOTOGRAPHY

Incredible India... New Delhi kini lebih bersih dan sehat. Berada di dalam stasiun Metro, suasananya seperti sedang tidak berada di India.

72 Pesisir danau belerang yang berwarna putih membentuk nirmana harmoni dengan airnya yang biru muda.

LEISURE

78

TRAVEL CHOICE

39

Ayo Touring, Bro!

Solo adalah sebuah kota tua di Jawa Tengah yang merekam sejarah bangsa dan tradisi Jawa.

88

OUR AIRPORT

Sigit Pramono Bankir, Fotografer, dan 'Gubernur' Bromo

113 4 travelounge

OntimE

INTERVIEW

May, 2010


Editor’s Note

Prasidono Listiaji Executive Editor

P

embaca, di manakah batas tugas seorang penulis dan fotografer di sebuah media? Dulu kala, wartawan seakan identik dengan kamera foto yang menggantung di leher. Seolah, seseorang pewarta tak lengkap tanpa atribut kamera. Kemudian ada pemisahan tugas, penulis atau reporter dan fotografer. Pertimbangannya, selain soal profesionalisme tugas, juga alasan sederhana: seseorang tak mungkin melaporkan dua hal sekaligus, kata dan visual. Alasan yang masuk akal. Namun, kami di Travelounge tak selamanya memisahkan tugas. Kami bahkan mencoba menjalankan total football, meminjam istilah strategi sepakbola dari arsitek tim nasional Belanda era 70-an, Rinus Michels. Maksudnya, semua lini bisa multitasking. Penulis sekaligus memotret, fotografer bisa menulis atau membuat konsep desain halaman, graphic designer memotret atau menulis, bahkan sekretaris redaksi membuat tulisan tentang sesi pemotretan. Pertimbangannya, kami ingin mengisi seluruh halaman majalah ini dengan hidup. Sebuah majalah yang kami coba garap dengan passion, karena kami terlibat dalam setiap lini produksinya. Di edisi ini, misalnya, Anda akan menemukan laporan perjalanan Rully Kesuma dari India. Tak cuma foto-foto yang bagus, juga sebuah artikel panjang yang menarik. Betul-betul panjang, awalnya. Sebab, kang Rully, begitu kami biasa memangilnya, mengaku tak punya rem untuk menghentikan tulisan. “Sudah 35 ribuan karakter euy,” katanya. Itu setara empat kali lipat jumlah karakter naskah yang mesti ia setor. Ia begitu bersemangat meliput. Bahan melimpah, sebab, “Gue berangkat

6 travelounge

OntimE

May, 2010

Rully Kesuma dalam liputan di Delhi, India.

habis sarapan dan baru pulang lewat tengah malam,” katanya. Rully bukan orang baru di dunia jurnalistik. Namun, sejak bergabung dengan Tempo pada 191, ia memang selalu berkutat dengan dunia fotografi. Ia sesungguhnya sarjana pertanian lulusan Universitas Bandung Raya, jurusan Hortikultura. Ia sempat menjadi petani bunga sesuai cita-cita awalnya. Namun, kenikmatan memburu berita lewat lensa kamera membuatnya berpaling, dan dunia pertanian pun ia tinggalkan. Pembaca, selamat menikmati hasil panen kang Rully.


Letter from Soekarno-Hatta Airport Hariyanto Kepala Cabang Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Bandara Soekarno – Hatta

T

raveler dan pengunjung bandara yang budiman, kebijakan penutupan semua penerbangan di wilayah Eropa, dari tanggal 15 – 20 April 2010, sebagai dampak menyebarnya abu letusan vulkanik Gunung Eyjallajokull di Islandia yang menutupi wilayah udara Eropa, telah mempengaruhi lalu lintas penerbangan di semua bandara di seluruh dunia, tak terkecuali Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kami bersyukur semua dampaknya bisa tertangani dengan baik, sehingga tidak banyak mengganggu arus penumpang dan lalu lintas penerbangan di Soekarno-Hatta. Untuk para calon penumpang tujuan Eropa, sejak hari pertama kebijakan penutupan penerbangan ke Eropa itu diberlakukan, maskapai penerbangan yang melayani tujuan Eropa, di antaranya seperti KLM, Lufthansa, Singapore Airlines, France Air, Malaysian Airlines, telah melakukan pemberitahuan melalui email dan alat komunikasi lain kepada setiap calon penumpangnya, bahwa penerbangan ke Eropa dibatalkan. Semua hak para penumpang terkait pembatalan itu juga telah dipenuhi kewajibannya sesuai peraturan. Sedangkan bagi sejumlah calon penumpang yang pada hari pertama penutupan itu telah berada di terminal 2D dan 2E Bandara Internasional Soekarno Hatta, jumlahnya tidak terlalu banyak, mereka juga mendapatkan penanganan dan pelayanan yang baik. Mereka diberi fasilitas hotel untuk penginapan sementara sebelum pulang kembali ke rumah, diantar pulang langsung bagi yang bertempat tinggal di Jakarta dan sekitarnya, serta mendapatkan biaya penggantian harga tiket atas pembatalan ini.

Maskapai penerbangan yang melayani tujuan Eropa, juga tidak mengubah jadwal penerbangannya dari Bandara Soekarno-Hatta akibat musibah ini. Mereka sementara hanya memindahkan layanan penerbangannya menjadi jalur penerbangan pendek. Melayani hanya sampai tujuan ke bandara transit di Singapura atau Malaysia. Hingga kini tidak ada laporan jadwal penerbangan yang batal atau tertunda akibat peristiwa ini. Pihak Bandara Soekarno-Hatta mengucapkan rasa terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada semua maskapai penerbangan yang telah bekerjasama dengan baik mengatasi masalah ini. Di bidang kargo, pada hari pertama dan kedua penutupan pernerbangan ke Eropa, para agen pengiriman (shipper) memang masih membuka dan menerima layanan pengiriman barang, meskipun barang-barang itu tidak bisa langsung diberangkatkan pada hari itu. Baru mulai hari ketiga hingga hari terakhir masa penutupan, para agen menolak dan menutup konter penerimaan jasa pengiriman kargo. Kebijakan ini dipilih agar tak terjadi penumpukan barang di areal Bandara Soekarno Hatta. Proses penerimaan pengiriman kargo dibuka kembali seperti biasa, sehari sesudah kebijakan larangan penerbangan ke Eropa dicabut pada 21 April 2010. Pengelola bandara mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setingginya kepada semua pihak yang telah turut bekerjasama mengatasi dampak musibah bencana yang berpengaruh secara global ini.

Selamat menikmati perjalanan. Salam dari Soekarno Hatta.

May, 2010 OntimE

travelounge

7


TEMPO/NUNU NUGRAHA

Publisher PT Tempo Inti Media Chief Executive Officer Bambang Harymurti Managing Director Gabriel Sugrahetty Editor in Chief S. Malela Mahargasarie

Cover Note

Executive Editor Prasidono Listiaji Travelounge Editor Rita Nariswari Project Coordinator Endang Sarsito

BATIK merupakan salah satu cara pembuatan bahan pakaian, yang mengacu pada dua hal: teknik pewarnaan kain dengan memakai malam, dan kain yang dibuat dengan motif-motif tertentu yang khas. Batik berasal dari kata amba nitik yang bermakna menorehkan titik pada kain putih yang ditenun sendiri dengan pewarna dari tumbuhan seperti mengkudu, kunyit, soga, nila. Dari ratusan motif, secara umum batik bisa dibagi dua: geometris dan nongeometris. Motif geometris berupa bentuk garis-garis seperti kawung, parang, atau panji. Filosofi motif ini menunjukkan birokrasi pemerintahan. Ada keteraturan dari raja sampai rakyat. Sedangkan batik nongeometris memunculkan gambar binatang dan tanaman. Ini menggambarkan kehidupan yang terus berkembang.

On Time Board Editor Deni Krisnowibowo Gito Nugroho Agus Candra Staff Writer Wahyuana Photography Editor Rully Kesuma

Batik Indonesia oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi sejak 2 Oktober, 2009.

Design Arcaya Manikotama Kemas M. Ridwan

COVER •Model Susan Bachtiar •Photographed by Nunu Nugraha •Dress by Chenny Han •Makeup by Teh Yeti •Background image Arif Wibowo •Property Batik Koleksi Bapak Mugi, Jakarta •Cover Design Arcaya Manikotama

Guest Editor Burhan Solihin Nur Khoiri Copy Editor Habib Rifai Advertising Ana Gustini Boy Maula Pangribowo Agung Susetyo Tanti Jumiati Business Development Meiky Sofyansah Circulation & Promotion Winda Laksana Ismet Tamara Rachadian Nashidik Secretary Silvia Husnaeni (Marketing) Ria Puji Lestari (Production) Office Kebayoran Center Blok A11-15 Kebayoran Baru, Mayestik Jakarta 12240 Phone +62 21 7255625 Fax. +62 21 7255645, 7206995 email: travelounge@mail.tempo.co.id

Contributors Ayos Purwoaji. Mahasiswa Desain Produk Institut Teknik Surabaya ini memiliki hobi menulis, traveling dan fotografi. Ia sering melakukan perjalanan, dan mendedikasikan blognya sebagai kumpulan travelouge dengan konsep kolektif. Lahir di Jember, 6 Mei 1987, Ayos sudah menjadi blogger sejak 2007 dan Anda bisa melihat jejak serta menemuinya di hifatlobrain.blogspot.com.

Candra Malik. Pria yang lahir di Solo, Jawa Tengah, 25 Maret 1978, ini memulai kariernya sebagai jurnalis sejak 1999. Pernah bergabung di Jawa Pos mulai 2000, pada 2008 aktif sebagai jurnalis lepas di berbagai media cetak. Di luar itu, ia juga menulis cerita pendek dan novel. Sejak tiga tahun lalu, ia juga mengelola sebuah kedai kopi 24 jam nonstop di Solo, Jawa Tengah.

Printing PT Temprint Prasetya M. Brata. Pria 40 tahun ini sehari-hari menjabat Ketua Yayasan Dharma Bumiputera, lembaga pendidikan di bawah sebuah kelompok usaha asuransi jiwa di Indonesia. Ia juga pengajar di MMUI, trainer mind management dan hypnosis dalam aplikasinya untuk pengembangan diri dan bisnis, praktisi hypnotherapy yang berafiliasi kepada Indonesian Society of Clinical Hypnosis, Master Practitioner Neurosemantics-NLP.

8 travelounge

OntimE

May, 2010


Style

Ray-Ban merupakan produsen kacamata high-end, didirikan pada tahun 1937 oleh Bausch & Lomb. Awalnya, mereka memang membuat kacamata khusus untuk Angkatan Udara Amerika Serikat. Prototipe yang dikenal sebagai AntiGlare, memiliki frame yang sangat ringan dan terbuat dari logam berlapis emas dengan lensa hijau yang terbuat dari kaca mineral, untuk menyaring sinar inframerah dan ultraviolet.

MOTOR TOM CRUISE Kecepatannya ini bisa mencapai 200 kilometer per jam

Rubik Bertabur

PERMATA Permainan memusingkan kotak ajaib Rubik mewabah lagi di usia yang tepat 30 tahun ini. Anda bisa berlatih menyelesaikan kotak ajaib ini sambil menunggu pesawat berangkat.

T

om Cruise sering melakukan adegan dengan sepeda motor dalam film-filmnya. Dalam "Top Gun", Cruise mengendarai Kawasaki Ninja Kawasaki Ninja 900. Saat "Mission Impossible: II" ia menggunakan Triumph Bonneville. Dan dalam film terbaru, "Knight and Day", Tom Cruise memboncengkan Cameron Diaz dalam sebuah Ducati Hypermotard.

Ducati Hypermotard baru diluncurkan mulai 2005. Kecepatan sepeda motor Italia ini bisa mencapai sekitar 200 kilometer per jam tapi jarang yang dipacu segarang itu. Ia tidak dirancang untuk ngebut seperti itu sehingga tidak diberi tudung angin di depannya. Anda juga bisa menikmati sepeda motor ala Tom Cruise ini. Di Jakarta, harga di distributor resmi mulai Rp 300-an juta.

Rubik buatan 1995 ini hanya ada satu di dunia. Rubik dari emas 18 karat bertabur 22,4 karat amethyst, 34 karat rubi, dan 34 karat jamrud. Harga Rubik buatan Diamond Cutters International itu sekitar US$1,5 juta (Rp 13,5 miliar). 

Kulit Rusa di Kabin Pesawat

Kaca Mata Tom Cruise

Bepergian itu paling nyaman jika tidak perlu menaruh barang di bagasi pesawat. Untuk kebutuhan ini, pembuat tas Mulholland membuat tas bepergian yang pas ukurannya. Tidak terlalu kecil sehingga hanya muat sedikit, tapi tidak terlalu besar sehingga tidak bisa masuk bagasi kabin.

Model klasik selalu abadi. Itu barangkali yang membuat Tom Cruise kembali mengenakan kaca mata Ray-Ban tipe klasik 3025 Aviator dalam film terbarunya, "Knight and Day". Kacamata ini dikembangkan bagi para pilot sejak 1930-an. Mulai dikenal luas saat Jenderal Mac Arthur tampak mengenakan dalam Perang Dunia II tapi benarbenar menjadi tren dunia setelah Tom

Harga Rubik bervariasi. Mulai dari beberapa ribu rupiah untuk versi bajakan sampai ratusan ribu untuk harga orisinal. Tapi jika ingin orang memperhatikan saat menunggu di ruang tunggu Bandara, meskipun Anda tidak pintar memainkan, mungkin butuh yang satu ini: Rubik termahal.

Cruise mengenakan dalam Top Gun pada 1986. Meski sekarang pilot Angkatan Udara Amerika Serikat mengenakan kacamata Randolph. Kacamata ini harganya US$72- 180. 

Tas ini dari kulit rusa diberi nama Deerskin International Carry-On. Anda bisa mendapatkannya dengan harga US$$2,185 (Rp 20 juta). 

Anda juga bisa mengkases travelounge di issuu.com/travelounge/docs atau kunjungi facebook travelounge. Untuk pendapat Anda kirim ke: travelounge@mail.tempo.co.id

10 travelounge

OntimE

May, 2010


Style

Kompetisi Formula One 2010, masing-masing tim tidak boleh punya lebih dari dua mobil dan tidak ada sistem pengisian bahan bakar di saat balapan. Setiap pembalap tidak dapat menggunakan lebih dari delapan mesin selama satu musim, dan tidak dapat menggunakan lebih dari satu girboks untuk empat balapan berturut-turut.

Payung adalah produk dengan pasar global yang besar. Pada tahun 2008, payung kebanyakan dibuat di China, terutama di Guangdong, Fujian dan provinsi Zhejiang. Kota Shangyu saja memiliki lebih dari seribu pabrik payung. Di Amerika Serikat saja, mereka meproduksi sekitar 33 juta payung senilai US$ 348.000.000 dan dijual setiap tahunnya.

“BERAROMA FLOR A , TA P I T I DA K TERLALU SEPERTI KEMBANG,”

PAYUNG Kulit Buaya

Wewangian

Cuaca sering susah diramalkan terutama jika sedang bepergian di negeri orang. Anda mungkin butuh payung tapi juga tetap ingin bergaya. Pilihan paling tepat mungkin payung dari kulit buaya yang dijual di Billionaire Couture, London, ini.

JENNIFER ANISTON

Toko ini dimiliki penguasa lisensi balap mobil F1, Flavio Briatore, dan perancang Italia, Angelo Galasso. Mereka menyediakan perlengkapan ekslusif bagi para pria, termasuk payung ini.

P

enggemar seri komedi “Friends” mungkin perlu siap-siap membuka kantong untuk parfum. Jennifer Aniston menjual parfum signature-nya dengan cap Lolavie. Aniston menyebut parfum yang mulai dilepas dua bulan lagi itu itu beraroma seksi. “Beraroma flora, tapi tidak terlalu seperti kembang,” katanya.

Payung ini dibuat dari kulit buaya tipis berkualitas tinggi. Payung yang diecer dengan harga US$50 ribu (Rp 450 juta) sejak dua tahun silam itu juga dilengkapi dengan pelacak. Jadi, jika Anda ketinggalan di rumah makan, misalnya, dengan gampang ditemukan kembali. 

Menurut Aniston, ia sudah berulangulang didekati para pengusaha untuk memproduksi parfum dengan menggunakan mereknya. Tapi sejauh ini ia menolak sampai satu saat didekati uyang ini. Aniston terlibat penuh pembuatan parfum selama satu setengah tahun ini, mulai dari sisi aroma sampai merancang iklan. “Saya merasa seperti ahli kimia,” kata Aniston mengungkapkan keterlibatan merancang aroma itu. 

Parfum Bruce Willis Tidak ingin kalah dengan bekas istrinya, Demi Moore, yang sudah meluncurkan parfum, Bruce Willis juga memasarkan produk wewangian itu dengan signature-nya. Parfum dengan cap bintang laga itu mulai dijual pada 1 Juli mendatang. Parfumnya diproduksi pabrik Jerman, LR Health & Beauty Systems. Pabrik ini sudah memproduksi parfum dengan tema “Desperate Housewives”.

Kehadiran Willis, yang dikenal garang, dalam produk parfum menjadi kejutan di dunia kecantikan. Kemungkinan besar, ia akan dibandingkan dengan parfum Demi Moore, Wanted, yang diproduksi Helena Rubinstein awal tahun ini. 

Berasa

MOBIL

FORMULA

http://www.ktm-x-bow.com/

AP PHOTO/PETER KRAMER

AP PHOTO/MATT SAYLES

Jika ingin berasa menyetir mobil Formula 1, belilah mobil KTM X-Bow. Ini mobil dengan “kokpit” terbuka, seperti Formula 1. KTM—yang sukses di Reli Dakar lewat produk sepeda motor off-road—juga memberi bonus helm khusus untuk mobil mirip dengan Formula-1 ini. Awalnya, KTM hanya akan memproduksi 500 X-Bow setahun. Tapi banyaknya peminat membuat pabrik Austria itu memperbesar produksi menjadi 1.000 buah. Di Amerika Serikat, harga X-Bow mulai US$55 ribu. Jika dimasukkan ke Indonesia, harganya kirakira dilipatduakan.

May, 2010 OntimE

travelounge

11


AP PHOTO/PETER KRAMER

Bloomberg

iPad

MENAHAN GERUSAN

dan Israel

DIGITAL Apa yang akan dilakukannya setelah membeli BusinessWeek?

D

i dunia digital nama Michael Bloomberg tak terlalu dikenal. Namanya kalah hebat kalau dibandingkan Steve Jobs dari Apple, Bill Gates atau Steve Ballmer dari Microsoft atau duo Larry Page dan Sergey Brin dari Google. Tapi, langkah Bloomberg kini begitu ditunggu para investor saham. Semua dagdigdug menunggu wujud ambisi Bloomberg setelah dia membeli BusinessWeek. Portal situs bisnis itu berubah drastis. Format majalahnya pun akan diganti. Bisakah si tangan dingin yang telah membesarkan kantor berita bisnis Bloomberg ini menghi-

dupkan majalah yang telah berusia 80 tahun. Bisakah dia menahan gerusan dari dunia internet? Businessweek dengan 4,5 juta pelangga pembaca adalah pasar besar. Tapi, 2008 sebagai unit bisnis dari McGraw Hill majalah ini rugi US $40 (Rp 360 miliar) dan USS$ 60 juta (Rp 540 miliar). “Kami akan membuat perubahan dramatik,” kata Paul Bascobert, Presiden Bloomberg Businessweek. 

Sistem operasi iPhone OS Power Daya Internal lithium-polymer battery CPU 1 GHz Apple A4 Kapasitas penyimpanan 16, 32, dan 64 GB Memory 256 MB DRAM Display 1024 × 768 px (aspect ratio 4:3) Konektivitas Wi-Fi, Bluetooth, USB 2.0, Wi-Fi 3G: A-GPS , mikro-SIM slot, Quad-band GSM, Tri-band GSM.

Dua kata ini, iPad dan Israel beberapa pekan lalu adalah seteru. Para pelancong negeri Israel haram bawa iPad. Dulu, siapa pun yang membawa komputer tablet bikinan Apple Inc. ini akan ditangkap dan disita barangnya. Israel curiga, iPad sinyal wireless yang sangat kuat dari iPad dapat mengacaukan peralatan lainnya di Israel. AP PHOTO/MARCIO JOSE SANCHEZ

Style

Wolfgang Amadeus Mozart yang bernama asli Johannes Chrysostomus Woflgangus Gottlieb Mozart (lahir di Salzburg, 27 Januari 1756 – meninggal di Wina, Austria, 5 Desember 1791 pada umur 35 tahun) adalah seorang komponis musik klasik yang dianggap sebagai salah satu komponis terpenting dalam sejarah musik. Karya-karyanya (sekitar 700 lagu) termasuk gubahan-gubahan yang secara luas diakui sebagai puncak karya berbagai jenis musik.

Penghibur

Para Bayi Efek Mozart pada bayi, siapa yang tak Barang ini juga dicurigai diselewengkan para teroris, hanya karena peranti ini dilengkapi GPS, alat penentu lokasi berbasis satelit, seperti yang ada di Nokia, BlackBerry atau iPhone. Setidaknya terdapat 10 iPad yang disita di bandara internasional Israel, Ben-Gurion

tahu? Sudah beberapa tahun belakangan ini setiap ibu hamil tiba-tiba saja selalu kecanduan pada musik klasik karya Mozart. Bila diperdengarkan pada bayi di rahim, penelitian menunjukkan bahwa musik Mozart bisa membantu meningkatkan intelektual emosi dan pikiran sang bayi. Karena teori itulah, kini muncul pemutar musik MP3 yang khusus untuk para janin. RITMO namanya. Pemutar musik ini akan mengalirkan Mozart melalui empat speaker di perut ibu. Volumenya bisa diatur sesuai selera. Peranti bikinan Nuvo Group ini terbuat dari spandek ringan

12 travelounge

OntimE

May, 2010

yang dapat dicuci serta elastis. Cocok melingkari perut ibu. Pemutar ini juga sekaligu memberikan earphoen bagi sang ibu, agar mereka pun merasa nyaman saat menikmati “me time”. Harganya enteng kok. US$ 129.99 di www.nuvogroup.com 

Tapi, kisah seteru itu kini telah berakhir. Mulai akhir April, negeri mungil itu sudah mencabut larangan soal iPad. Kementerian Israel juga mengatakan, “pemerintah telah memutuskan bahwa iPad memenuhi standar lokal. Ini jelas kabar gembira bagi Steve Job, bos Apple. 


Style

Hawaii adalah negara kepulauan dengan delapan pulau besar, enam di antaranya terbuka untuk pariwisata. Yaitu Hawaii (pulau terbesar), Oahu, Maui (terbesar kedua), Kauai (rumah bagi beberapa keajaiban alam), Molokai dan Lanai (perkebunan nanas terbesar di dunia).

Sekitar 26.000 kg berlian yang ditambang setiap tahun, dengan total nilai hampir US $ 9 miliar. Sekitar 49% berlian berasal dari Afrika tengah dan selatan, meskipun sumber-sumber mineral yang signifikan telah ditemukan di Kanada, India, Rusia, Brasil , dan Australia.

Selamat Tinggal

Jelita kat ke Afrika untuk bertanding, bukan pesiar.” FA—atawa PSSI Inggris—juga mencarikan hotel untuk WAGs yang terpisah dengan penginapan pemain di Afika nanti. Ini berbeda dengan situasi pada Piala Dunia 2006 di Jerman, penginapan pemain dan pasangannya menjadi satu. Dikomando isteri Beckham, Victoria, dan Coleen —yang saat itu masih berstatus pacar Rooney— para WAGs berbelanja di siang hari dan berpesta di malam hari. Konsentrasi pemain pun buyar karenanya. AP PHOTO

H

arga mati itu sudah dijatuhkan Fabio Capello. Pelatih tim sepak bola nasional Inggris itu jauh hari sebelum ajang Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan digelar, telah memasang tembok tinggi bagi para bidadari pendamping pemain. Mereka dikenal dengan istilah WAGs alias wifes and girlfriends. Tidak seperti era kepelatihan Eriksson, Capello melarang para Wags dekat-dekat dengan pemain pada hari pertandingan. “Kami berang-

Hawaii: Paling Bahagia se-Amerika O, ini rupanya yang menjadikan Hawaii sebagai magnet pelesiran. Pulau kecil di tengah samudra Pasifik ini ternyata tercatat sebagai negara bagian yang paling bahagia di Amerika Serikat. Kesimpulan itu lahir dari survei nasional yang digelar Gallup-Healthways Well-Being Index 2009. Survei terhadap 350 ribu orang dewasa di AS menunjukkan Hawaii adalah wilayang paling “hepi”. Sedangkan di

Keputusan Capello mendapat dukungan dari para pemain. Juga dukungan dari takdir. Secara kebetulan, para “biang WAGs” tak bisa hadir di Afrika. Victoria tak berangkat karena Beckham mendapat cidera. Isteri bek kiri Ashley Cole, Cheryl, tak berangkat karena mereka sudah bercerai. Sementara, gelandang serang Steven Gerrard melarang isterinya, Alex Curran, ikut serta dengan alasan harus menjaga sekolah kedua anak mereka. Jadi, selamat tinggal para bidadari. 

urutan kedua adalah Utah. Survei itu meliputi enam hal: kehidupan, kesehatan emosional, lingkungan kerja, kesehatan fisik, kesehatan perilaku dan akses dasar. Kalau survei itu dilakukan di Indonesia, Bali mungkin akan menyodok ke peringkat atas. Inilah urutan wilayah yang paling bahagia

1. Hawaii, 70,2 poin 2. Utah, 68,3 poin 3. Montana, 68,3 poin 4. Minnesota, 67,8 5. Iowa, 67,6

Three Million Dollar

Bra Ada 15 seniman yang khusus menggarap bra ini dalam waktu 800 jam.

Bukan karena ingin menyaingi film Six Million Dollar Man, bila Victoria Secret, produsen lingerie meluncurkan bra seharga US$ 3 juta (sekitar Rp 27 miliar). Ini adalah koleksi gres yang berjuluk Harlequin Fantasy Bra. Bra ini menggunakan emas 18 karat dan dihiasi 2.355 berlian transparan dan berlian cognac. Selain itu juga ada berlian 16 karat berbentuk hati dengan warna champagne. Bra ini didesain oleh butik perhiasan Italia, Damiani, dan dikerjakan di kantor Victoria’s Secret di Valenza, Italia. Dengan keindahan bra-berlian seperti itu, mungkin pemakainya akan merasa keseksiannya meningkat. Tapi, itu akan membikin bingung pasangan mereka. Para lelaki akan berpikir keras untuk memutuskan mana yang lebih seksi: gadisnya memakai bra tiga juta dolar atau tanpa bra sama sekali?  May, 2010 OntimE

travelounge

13


DESTINATION TANGKAHAN NASKAH: Rita Nariswari FOTO: Toni Hartawan

14 travelounge

OntimE

May, 2010

SUNGAI, GUA, & GAJAH

Menikmati cantiknya kupu-kupu di atas batuan besar sambil melepas lelah.


May, 2010 OntimE

travelounge

15


DESTINATION

SU N G A I B E G I T U L E K AT D E N G A N K E H I D U PA N WA R G A DESA SEI SERDANG DAN N A M O S I A L A N G YA N G T I N G G A L D I S E K I TA R SU N G A I BATA N G S E R A N G A N DAN BULUH.

SEARAH JARUM JAM. Pintu masuk Gua Kelelawar. Bersiap-siap meluncur dengan ban (tubing). Air terjun di sungai Buluh.

A

khirnya saya sampai di Ekowisata Tangkahan, Langkat. Setelah melalui perjalanan yang melelahkan. Jarak dari Medan sekitar 100 kilometer, tapi rata-rata ditempuh orang dalam empat jam. Beruntung sore itu kami bisa mencapai ekowisata di Taman Nasional Gunung Leuser ini selama tiga jam. Persis di depan papan “Visitor Center Ekowisata Tangkahan�, terdapat sebuah menara tinggi dan sederet warung, juga sebuah bus butut yang biasa mengantarkan tiga kali dalam sehari, bagi para penduduk maupun pelancong dari Medan. Waktu menunjukkan pukul 16.30 ketika kami tiba di Taman Nasional ini. Pertama yang kami lakukan, tentu mencari penginapan, yang kebetulan berada persis di seberang Visitor Center. Dalam suasana hujan kecil sore itu, kami menyeberang sungai dengan getek. Kemudian menyusuri jalan setapak yang menanjak untuk tiba di Bamboo River. Se-

16 travelounge

OntimE

May, 2010

buah penginapan yang sederhana. Pemiliknya pasangan pria Indonesia-wanita Jerman ini. Banyak menggunakan kayu sebagai material bangunannya. Ada sekitar 10 kamar. Yang menarik dari ini, lokasinya berada persis di ujung tebing bukit mini. Sehingga di depannya langsung kami dapat melihat sungai. Hujan tak juga reda.Petang sudah lewat dan di tempat ini listrik baru menyala sekitar pukul 18.30 dan akan mati kembali pada 23.00. Tapi jangan khawatir, di setiap kamar disediakan lilin. Hanya karena lelah, saya tak sempat menyalakannya. Tidur begitu pulas, sempat terbangun tengah malam dan menemukan malam yang gelap gulita dan saya mencoba tidur kembali hingga mentari menerobos kisi-kisi jendela. Tak hanya listrik yang nyala pada waktu tertentu di sini. Sejumlah operator ponsel pun tak sanggup memberi jasanya. Beruntung operator yang saya gunakan masih menawarkan signal. Sekitar pukul tujuh kami sudah ber-

gegas menuju Sungai Batang Serangan, sekadar ingin mencicipi pagi dan melihat rombongan gajah mandi, serta bermain air. Tapi, sayang tukang getek (rakit bambu) belum juga beroperasi. Walhasil, kami hanya termangu di pinggir sungai. Tinggi air sungai sedada orang dewasa, arusnya cukup kencang. Dua sungai yang mengalir membelah desa-desa memberi banyak arti dalam hidup dan kehidupan bagi warga Sei Serdang dan Namo Sialang. Sungai Batang Serangan dan Buluh memenuhi kebutuhan air untuk memasak, mencuci, hingga jalan transportasi. Pagi itu pun lima penduduk menunjukkan fungsi sungai tersebut. Tiga wanita dan dua pria. Dua orang dengan celana pendek dan kaus, santai. Satu perempuan lainnya dengan kain kemben, namun wajah sudah dipoles bedak rata, tak lupa pemulas bibir. Lengannya mengepit tas. Paduan yang unik. “Mau mandi aja kok pakai dandan,� pikir saya. Namun saya mendapat jawabannya


DESTINATION

GETEK Tak ada jembatan, getek pun jadi. Penduduk maupun turis menggunakan getek. Termasuk untuk mencapai penginapan.

tak lama kemudian. Satu satu pria bercelana pendek menggeret ban dalam truk sebagai pelampung, duduklah perempuan berkemben dan berdandan itu di tengahnya, di perutnya barang dan tas yang dibawa ditumpuk. Pria tadi mendorongnya hingga ke seberang. Yang lain menyeberangi sungai dengan cara berjalan kaki. Di seberang mereka mandi, perempuan kemben hanya tinggal berganti baju dan merapikan rambutnya. Tontonan unik yang membuat kami terpana. Tak lama si pemilik getek datang dan kami menyeberang untuk menikmati tonton lain yang menyenangkan. Tujuh gajah dimandikan para mahout atau pelatih gajah. Setiap hari kelompok gajah yang digunakan untuk patroli hutan itu mempunyai jadwal mandi dua kali, pukul 8.00 dan pukul 16.00. Gajah ditempatkan di sebelah kantor Conservation Response Unit, atau sekitar satu kilometer dari Visitor Center. Pagi di warung depan Unit Conservasi para mahout berkumpul, sarapan dan bercanda sebelum memulai aksinya. Membawa tujuh gajah turun ke sungai Batang Serangan ternyata tak mudah. Theo – satu-satunya gajah jantan selalu tergoda pada rumput di sepanjang jalan, hingga perjalanan tersendatsendat. Yang lain gajah betina, di antaranya Sari, Agustin, Eva, Yuni, Olive. Pa-

membayangkan perjalanan di atas gajah ling kecil si Olive yang tengah hamil. Sebegitu lama yang tentu membuat pegal, belum mandi, mereka wajib buang air tapi bagi turis negeri Kanguru justru kecil maupun air besar di pinggir suinilah kenikmatan berpetualangan di Tangai. Tangan mahout pun merogoh duman Nasional. Mereka bahkan sempat bur sehingga prosesnya lebih lancar. berjanji untuk kembali tahun depan. “Supaya mereka tidak melakukannya di Siang itu kami memilih perjalanan ridalam air. Ini kan termasuk hulu, jadi ngan menyusuri sungai Buluh. Meneair sungai harus dijaga supaya tetap mukan pantai kupu-kupu, air terjun mibersih karena warga menggunakannya,” ni dan air panas. Dari sungai, kami kata Abdullah, salah satu mahout. kembali ke penginapan melalui bukit. Air paling digemari gajah. Mereka Dalam perjalanan kembali ini, kami bapun tiduran, bersemburan dan kadang ru mengetahui, ternyata di sana tidak berjalan menyeberang sungai. Di sebecuma ada satu penginapan. Di bagian rang ada arena berkemah, kadang ada ujung kaki bukit, ada penginapan lain, makanan sisa yang membuat gajah teryakni Jungle Lodge yang memiliki semgiur. Namun mahout segera menghalaubilan kamar, dengan restoran yang nya untuk kembali ke sungai. Sikat yang menghadap ke sungai Buluh. Selain itu menempel di pinggang mahout pun semasih ada Mega Inn, gera berfungsi. Sekitar Ulih Sabar dan Green sejam “main air” itu pun M E M B AWA T UJ U H Lodge. Hanya yang terberakhir. Para gajah haGAJAH TURUN KE akhir ini yang ada di sisi rus segera ke markas, empat di antaranya akan S U N G A I B A T A N G S E - lain sungai, sehingga tak perlu menyeberangi sumelaju ke Bukit Lawang R A N G A N T E R N YATA ngai. Letaknya berada di pagi ini. Mereka membaTA K MU DA H . depan markas gajah dewa trekking sekelompok ngan pemandangan sungai Batang Seturis dari Australia dalam perjalanan rangan. empat hari tiga malam menembus huMalam kedua, saya merasakan suasatan-hutan di kawasan Taman Nasional na lebih ramai. Kami menginap Green Gunung Leuser. Bukit Lawang berada di Lodge. Berkumpul di warung milik Gresisi lain dari Taman Nasional. Di sana en Lodge, saya bisa menonton televisi terdapat rehabilitasi orangutan. sekalian menikmati makan malam. BeDi saat langit Tangkahan begitu biru, sok adalah hari yang dinantikan. Trekawan putih berarak, rombongan empat king menuju gua kelelawar. Perjalanan gajah pun berangkat beriringan. Saya May, 2010 OntimE

travelounge

17


DESTINATION dimulai pukul 9.00. Sebuah perjalanan yang unik karena tak hanya bukit yang harus kami jejaki tapi juga sungai. Semua silih berganti. Ditemani dua ranger, saya dan kawan fotografer melewati kebun-kebun milik penduduk, kemudian harus menyeberang sungai. Empat ban dalam yang sudah berada di pundak dua ranger mulai berfungsi di sini. Saya seperti kakak ber-

mangsa. Bila berjalan lamban dengan cepat mereka mendarat. Air garam atau air remasan tembakau bisa membantu mengatasi mereka. Pohon karet dan jeruk nipis banyak kami temui di sepanjang hutan. Sedikit menyusuri sungai kembali, kami akhirnya berjalan menanjak untuk mencapai gua kelelawar. Guanya masih asli, dengan lubang masuk nan kecil sehingga

TEMPO/ ARIE BASUKI

pendek. Jatuh bangun pun dirasakan bahkan di atas tumpukan hajat kelompok kelelawar. Satu titik terang membuka rasa bahagia saya. “Mau keluar dari sini saja mbak?” Fendy melontarkan pertanyaan. Saya dengan cepat mengangguk. “Tapi kalau dari sini, turun ke sungainya mbak harus meluncur karena sungai masih di bawah sekali”. Mendengar itu, saya menggeleng kencang. Lebih baik terus merunduk dari pada harus meluncur turun di atas batu ke sungai. Pada titik terang kedua, jalan keluar benar-benar di pinggir sungai. Di seberang kami ada batu besar dengan tali untuk berayun. Di dekat deretan batu itu, ada gua air panas. Kami pun menyeberang dengan ban. Menikmati cantiknya kupu-kupu di atas batuan besar sambil melepas lelah. Kupu-kupu supermini dengan warna putih mengkilat, biru muda, kuning, bu-

TNGL MEMANG TERKEN A L K AYA D E N G A N KUPU-KUPU DAN ULAR. BILA BERUNTUNG, BISA BERTEMU ELANG TIRAM DAN ELANG LAUT PUTIH

MEMANDIKAN GAJAH. Para pelatih mempunyai jadwal dua kali sehari memandikan gajah. Dan kegiatan ini menjadi atraksi menarik bagi wisatawan.

kemben kain yang saya lihat sehari sebelumnya, harus duduk di ban dengan bagian bokong dan kaki terkena air. Perlengkapan yang dibawa ditaruh di perut dengan terlebih dulu dibungkus plastik. Perjalanan menanjak dalam kondisi basah. Mungkin perlu ada tips di sini: jangan lupa bawa air garam atau tembakau. Bukan apa-apa, pacet penghuni hutan doyan nangkring di kaki dan lipatan jari. Ketika sandal dibuka, gerombolan pacet pun menari-nari. Setiap melangkah, liukan mereka seperti mencari

18 travelounge

OntimE

May, 2010

badan harus menunduk, padahal di dalam bau hajat kelelawar begitu menyengat. Lantai licin, sehingga bila tidak hati-hati bisa terjatuh. Langkah aman adalah jalan sambil menunduk. Berdiri sedikit tak seimbang bisa jatuh atau kepala teranduk atap gua yang pendek. Penjelajahan gua yang luar biasa. Tak ada arah ke mana harus melangkah, kecuali kepercayaan kepada ranger Fendy yang memang sudah berkali-kali ke sana. Ia mencoba mencari lorong dan jalan termudah, tapi tetap saja licin dan

kan main indahnya. Beberapa bahkan menempel di baju, ada pula yang memilih pundak sehingga sang fotografer pun berseloroh. “Bukan burung elang yang menclok di pundak seperti Si ‘Buta dari Gua Hantu’, tapi ini kupu-kupu”. Alamak manis sekali jadinya. Taman Nasional ini memang populer kaya dengan kupu-kupu dan ular. Selain juga binatang lain. Bila beruntung selama perjalanan bisa bertemu orangutan, beruang, kijang, babi, kancil. Monyet ekor panjang dengan mudah ditemukan di sekitar penginapan dan markas gajah. Burung elang pun seringkali terlihat melayang di udara. Ada elang tiram dan elang laut perut putih di kawasan ini. Total ada sekitar 197 spesial reptil dan amfibi, 387 burung, 127 spesial mamalia di Taman Nasional. Lepas bermain kupu-kupu, saya be-


DESTINATION

BIS PEMBANGUNAN SEMESTA. Inilah satusatunya bis dengan rute Medan-Tangkahan. Dengan waktu tempuh antara 4-5 jam.

rendam di air panas untuk mengusir luka gigitan pacet, dan kaki yang pegal. Pulang kami meluncur di atas ban. Empat ban diikat. Meluncur bersama melalui arus landai kadang beriak selama 3040 menit.

Surga yang Tersembunyi

S

ebutan ‘Surga yang Tersembunyi’ untuk Tangkahan, boleh jadi benar adanya. Untuk tiba di surga di ujung Langkat, Sumatera Utara, ini, dari Medan kita melaju ke arah Nangroe Aceh Darusallam. Sepanjang jalan bis-bis menuju Aceh pun mudah ditemui. Jalan mulus hingga pada sebuah pertigaan menuju kecamatan Batang Serangan, mobil harus berbelok. Di sini jalanan berombak harus dilalui. Di beberapa pertigaan, supir pun harus turun untuk mencari arah yang tepat. Nyaris tak ada tanda-tanda, kecuali di satu pertigaan, di mana ada papan lawas Ekowisata Tangkahan. Di satu titik kadang kami tidak tahu arahnya. Hingga ketika menemukan sebuah pertigaan di tengah kebun sawit, kepada penjaga kami bertanya arah Ekowisata Tangkahan. Jawabannya, “Ikuti tiang listrik saja hingga ujung”. Kami sempat terbahak, tiang listrik lah yang

akhirnya menuntun kami mencapai Tangkahan. Bahkan hingga tiba di Visitor Center, kami tidak bisa melihat “surga” di Taman Nasional ini. Baru ketika mengikuti jalan menurun di balik bangunan tersebut, kami menemukan pertemuan sungai Buluh dan sungai Batang Serangan. Dengan salah satu sisi adalah hutan dan beberapa penginapan di seberangnya . Lantas keindahan “surga” itu ditemukan ketika kami menjelajah hutan dengan paket trekking yang disediakan oleh komunitas. Untuk menikmati surga itu ada sederet paket yang disediakan. Yang saya nikmati dalam full day trek+caving+tubing, jarak sekitar 6 km dengan waktu 6-7 jam. Bila datang dengan keluarga ada family trek dengan jarak 2,2 km yang juga saya coba di hari pertama. Ada pula perjalanan bermalam 5-2 hari, terdekat 12 km terjauh 30 km dengan tujuan Bukit Lawang seperti dilakoni turis dari Australia. Namun mereka menjalaninya dengan gajah. Bila waktu pendek, aktivitas yang bisa memandikan gajah dan menungganginya selama satu jam. Tarif tentunya tergantung jenis dan jarak. Sebenarnya gajah-gajah yang berjumlah tujuh itu adalah alat untuk patroli ke hutan. Namun dengan dikembangkannya ekowisata, gajah pun dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan wisata.

Dari Pembalak ke Ekowisata

S

ebenarnya dulu Tangkahan yang berarti tempat persinggahan ini terkenal sebagai daerah pembalakan liar. Namun sejak 2001, masyarakat yang mayoritas pembalak liar itu sadar, apalagi bencana datang. Penduduk desa Sei Serdang dan Namo Sialang ini sepakat untuk menghentikan aksi illegal dan menjadikan Tangkahan sebagai ekowisata dengan membentuk Lembaga Pariwisata Tangkahan. Pada 2002 pun bersepakat dengan Taman Nasional mengelola hutan Tangkahan sebagai tujuan wisata. Lantas lembaga pun mendirikan Community Tour Operator yang menangani akomodasi, pemandudan paket trek. Ada juga Conservation Reservation Unit yang merupakan markas gajah-gajah yang tertangkap di Aceh karena masuk pemukimanan. Mereka dilatih para mahout dan dimanfaat untuk patroli hutan untuk mengusir perambah. Selain itu gajah pun dimanfaatkan untuk aktivitas wisata. Menurut Rud, salah satu pelopor pembentukan lembaga ini, untuk berubah dari pembalak menjadi pengembang wisata awalnya adalah langkah sulit. Namun hasilnya kini hutan kembali hijau. Sungai bersih. Dan hewan hutan pun tak terganggu.  May, 2010 OntimE

travelounge

19


DESTINATION

RC &E ENJOYING THE BEAUTIFUL BUTTERFLIES ON A BIG ROCK WHILE RESTING

T A N G K A H A N :

TEXT: Rita Nariswari PHOTOS: Toni Hartawan

iver,

ave

lephants

I

immediately felt relieved when my eyes found a large sign saying “Visitor Center Ekowisata Tangkahan.” There was a high tower in front of the sign, and some buses and a row of stalls. The bus was the only vehicle that has a route of Medan-Tangkahan with departures scheduled three times a day. Dust steamed into the air as soon as the foot stepped on the ground. The weather was not too hot, but felt dry. The four-hour trip from Medan was fun although somewhat tiring. The distance between Tangkahan-Medan, Langkat, was in fact ‘only’ around 98 km, but must be taken within four hours. To reach Langkat, from Medan we head to Aceh Tenggara. The road is not all smooth. From Medan

20 travelounge

OntimE

May, 2010

to Pasar Batang Serangan the road is smooth; however from there we had to go through sandy roads with potholes and rocks, with a view of palm plantation in the left and right side until we arrived at the Ecotourism Tangkahan, Langkat. When leaving, the bus which does not really look nice was still pretty clean. But on the arrival in Tangkahan, the bus was covered by soil and mud. It was still 16:30 pm when we arrived, I wanted to immediately enjoy the afternoon on one side of this Gunung Leuser National Park (TNGL). However, when I just finished selecting a lodging place, the rain falls. Lodgings are mostly located across the Visitor Center. Under the mists of rain, we crossed using a small bamboo raft. Then

after walking an uphill path we arrived at the Bamboo River – a lodge that belongs to a couple (Indonesian Man and German woman). It is located in the tip of a small cliff in front and in the front and right of the place you can directly see the river. From this wooden building with 10 rooms, the TNGL forest becomes nourishment for my eyes that afternoon. Rain did not seem to want to go away, it even got heavier therefore I spent the afternoon in the hotel. In this simple hotel, electricity only turned on around 18:30 but returned off at 23:00. Candles were actually provided in the room - unfortunately without matches - fortunately irresistible sleepiness makes me instantly fall asleep without thinking to light a candle while elec-


May, 2010 OntimE

travelounge

21


DESTINATION

tricity was still off. I woke up in the middle of the night and I heard the overlapping sound of the heavy rain and river water. Outside was truly without light. It was pitch black. I fell asleep again, until the sunlight passed through the window. At seven in the morning, we were already at the mouth of the river Batang Serangan. Our great desire to see a group of elephants bathing and water playing made us rush off from the hotel. Unfortunately, the driver of the raft has not yet operated. Because of rain last night, the water of the river was as high as the adult’s chest and also the river has fairly fast-flowing torrents. As a result, we stayed on the side of the river and only enjoyed the flow of the river and the forest’s fresh air. The river is so attached to the life of the villagers of Sei Serdang and Namo Sialang who live around the river Batang Serangan and Buluh. The two rivers provide the people with what they need, from water to cook, wash, to transportation. That morning five villagers showed those functions, three women and two men, two people wearing shorts and T-shirt, casual. One other woman with traditional clothing, but her face was already polished with powder and her lips were already wearing lipstick. Her

22 travelounge

OntimE

May, 2010

T H E R I V E R I S S O AT TAC H E D TO T H E L I F E O F T H E V I L LAGERS OF SEI SERDANG AND NAMO SIALANG WHO LIVE AROUND THE RIVER.

arm was clutching a bag. What a unique combination.”Why would dress up so nicely only to take a bath,” I thought. But soon I got the answer. One of the men in shorts dragged tires from the truck as floater, the woman sat down in the middle of the tire and she put her bag and other things that she carried in her stomach. The man pushed her to the other side. The others crossed the river by walking. Across the river, the others took a bath while the dressed-up woman only changed clothes and fixed her hair. This unique view made us stunned. Soon the owner of the bamboo raft come and crossed us over to see other pleasant things. Seven elephants bathed by the mahout or elephant trainer. Every day a group of elephants that are used to patrol the forest has two times bath schedule, at 8 am and 4 pm. Elephants are placed next to the office of Conservation Response Unit (CRU), or approximately one kilometer from the Visitor Center. Morning in the

stalls in front of the CRU office, the mahout gather, have breakfast and enjoying their spare time before starting their activities with the elephants. Bringing the seven elephants down to the river Batang Serangan is not easy. Theo - the only male elephant was always tempted by the grass along the way, making the journey halted. The others are female elephants, including Sari, Agustin, Eva, Yuni, and Olive. The smallest of them all is Olive, and she was pregnant. Before the bath, they must urinate and defecate on the river bank. The Mahout’s hand had to reach into the rectum so that the process becomes more smoothly. “This is so they do not do it in the water. Because this spot is considered to be the upstream, therefore the water of the river must be maintained clean because people use it, “said Abdullah, one of the mahout. Elephants really like water. They lie down, splashes water and sometimes walk across a river. Across the river there is a


DESTINATION camping field, and sometimes there are leftovers food that make tempts the elephants. However mahouts always encourage the elephants to return to the river. A brush that attaches to the waist of the mahout was soon functioning. Approximately a one hour “water play” is enough. The elephants must immediately head to the headquarters; four of them will head to Bukit Lawang this morning. They will bring a group of tourists from Australia which joined the four days and three nights traveling package on a trekking through the forests in the Gunung Leuser National Park area. Bukit Lawang is located on the other side of TNGL. Bukit Lawang is also the location of the rehabilitation of orangutans.

When the sky in Tangkahan was so blue with drifting white clouds, a group of four elephants also went on a trip hand in hand. I imagine riding on an elephant for so long that of course makes our body sore, but for the Australian tourists it is precisely an enjoyment of their adventure in TNGL. They even promised to return next year. That afternoon we chose a mild trip along the Buluh River, discovering Kupukupu beach, mini waterfalls and hot springs. From the river, we returned to the lodge through the hills. On the way back, we just found out, there was not only one lodging. At the foot of the hill, there is another one, the Jungle Lodge, which has nine rooms, and a restaurant overlooking the Buluh River. In addition there are Mega Inn, Ulih Sabar and Green Lodge. Only the last one is located on the other side of the river, so no need to cross the river. It is loca-

pery; therefore if not careful you can easily fall. A safe way is by walking while looking down. Standing slightly unbalanced could make you fall or your head can hit the ceiling of the cave. What an extraordinary exploration. There was no direction of where to go, except trusting ranger Fendy who had been there many times. He tried to find the hallway and the easiest way, but still slippery and short. We even sometimes fall in the stack of bat urination. A sight of one bright spot made me happy. “Would you like to just get out here?” Fendy asked. I quickly nodded. “But if from here, you have to slide in order to reach the river because the river is still way down bellow.” Hearing that, I immediately shook my head. Better TEMPO/ ARIE BASUKI to continue to duck rather than having to slide down to reach the river. At the second bright spot, the way out was really on the river bank. Across from us there is a large stone with a rope for swinging. Who dares can swing in the tree strap. Near a row of stone, there is a hot water cave. We then crossed with the tire. We enjoyed the beauty of butterflies while sitting on a big rock resting. The super small butterflies with shiny white, light blue, and yellow colors, are absurdly beautiful. Some even attached to the clothes; some chooses the shoulders so the photographer was joking. “It is not an eagle on the shoulder like the legendary ‘Blind man of Ghost Cave’, but it is a butterfly.” How sweet it was. TNGL was fadressed up nicely that I saw the day before, mous for its butterflies and snakes in addihad to sit on a tire and the buttocks and tion to other animals as well. When you are legs had to get wet. The things that I lucky during the trip you could see Orangbrought were placed in my stomach and utans, bear, monkey, deer, pig, and mouse were first wrapped in plastic. On the travel deer. Long-tailed monkeys also squirrels uphill we were in wet condition. I think a can easily be found around the lodgings tip that is important here is: do not forget and the headquarters of elephants. Eagles to bring salt water or tobacco. The forest are often seen floating in the air. There are was full of leeches that are ready to perch oyster eagles and white belly sea eagle in on the legs and toes. When you open your this area. In total there are about 197 specisandals, the group of leeches will immediaes of reptiles and amphibians, 387 birds, tely slither, looking for prey. If you walk 127 species of mammals in TNGL. slowly, they will quickly land on your legs. After playing with the butterflies, I took Salt water or squeezed tobaccos can help a hot water bath to expel the wounds from overcome them. the leeches and to heal my aching feRubber and lemon trees can be found et. Getting home we slide using tires. Four along the forest. A little down the river, we tires tied. We glided along through gentle finally walked uphill to reach the bats cacurrents that sometimes ripple for 30-40 ve. The cave is still original, with only a very minutes. Imperceptibly the tires have small entrance so that the body should be brought us to the elephant bathing localowered when entering, while inside the tion.  smell of urination stinging. The cave is slipted in front of the elephant headquarters overlooking the Batang Serangan River. The second night, I felt more lively atmosphere. We stayed at the Green Lodge. Gathered at the restaurant owned by the Green Lodge, I watched television while enjoying dinner. Tomorrow is the day that I am awaiting for, trekking into the bat cave. The trip will start at 9 am. This journey is unique because not only we will explore the hills but also we will explore the river, alternately. Accompanied by two rangers, me and my photographer friend went pass the plantations that belong to the villagers, and then we had to cross a river. We used tires to cross the river. I was like the lady who

May, 2010 OntimE

travelounge

23


WORLDCITY

24 travelounge

OntimE

May, 2010


NEW DELHI KINI LEBIH BERSIH DAN SEHAT. BERADA DI DALAM STASIUN METRO, SUASANANYA SEPERTI SEDANG TIDAK BERADA DI INDIA.

May, 2010 OntimE

travelounge

25


WORLDCITY

KOTA TUA New Delhi bisa disebut sebagai salah satu kota tertua yang ada di dunia yang bisa disejajarkan dengan Damascus dan Varanasi. Menurut legenda, kota ini sudah berumur lebih dari 5.000 tahun

Barangkali hanya karena sudah larut malam saja, salah satu sudut kota New Delhi ini tampak begitu sepi. Rumah-rumah tinggal bertingkat –yang berderet di kanan-kiri jalan— berpenerangan lampu seadanya, seperti tidak berpenghuni. Di beberapa ruas jalan ibu kota India ini tampak teronggok tanah atau pekerjaan bangunan yang belum rampung, membuat suasana malam itu cenderung muram. NASKAH DAN FOTO: Rully Kesuma

U

dara dingin (sekitar 11 – 15 derajat Celsius) dan sedikit berkabut, sejak saya tiba di bandara Internasional Indira Gandhi malam itu, membangun kegelisahan sekaligus penyesalan diri. Sialan, mengapa sampai lupa membawa jaket ketika berangkat. Beruntung, suasana itu tak lama, tak sampai satu jam saya sudah tiba dikehangatan hotel yang berada di kawasan keramaian kota, Saket. Wilayah ini bersebelahan dengan Select Citywalk Mall, yang cukup terkenal di kota ini. Ada dua hal penting dalam kunjungan saya kali ini ke New Delhi. Pertama, menghadiri undangan dari Export Promotion Council for Handicraft (EPCH), suatu lembaga non profit di bawah Kementerian Tektil India untuk melihat pameran perkembangan Kerajinan Tangan International India 2010. Yang kedua, tentu saja melihat perubahan India melalui eksotika panorama serta mencoba mengabadikan melalui kamera. Sebuah art trip yang menggairahkan di New Delhi. Ada yang berbeda pada New Delhi kini. Lebih bersih dan lebih sehat. New Delhi tak lagi seperti yang selama ini ada dalam pencitraan, sebagai kota dengan tingkat polusi udaranya yang sangat tinggi. Citra demikian agaknya mulai tak layak dipertahankan. Kebijakan pemerin-

26 travelounge

OntimE

May, 2010

tah India memberlakukan penggunaan bahan Bakar gas pada kendaran umum, termasuk bajaj atau auto rickshaw memberi kontribusi yang besar terhadap berkurangnya polusi udara kota. Tak hanya itu, pemerintah rupanya juga cukup serius membangun dan merawat taman-taman publik sebagai paru-paru kota. Disela-sela mengunjungi pameran Indian Handicrafts & Gifts Fair ( Spring ) 2010 di Greater Noida, sebuah ajang pameran tahunan yang menggelar produk kerajinan tangan seluruh India, saya berusaha menyempatkan diri untuk melihat kepingan lain dari kota Delhi: Old Delhi, sebuah kawasan cagar budaya yang dipenuhi oleh gedung-gedung tua. Sebagaimana Jakarta, jalanan di pusat kota New Delhi begitu padat, terlebih saat para pekerja pulang kantor. Untuk menghemat waktu menuju distrik Old Delhi, aku bersama beberapa teman memutuskan turun dari taksi di Counaght Place, jalan bergegas menuju stasiun Rajiv Chowk untuk menggunakan Metro menuju kota tua Delhi. Metro merupakan jaring kereta api bawah tanah yang menghubungkan beberapa bagian kota Delhi. Teman yang kebetulan kini tinggal di Delhi tak habis-habisnya berpromosi untuk aku mencoba menikmati kereta

bawah tanah yang menurutnya memiliki sensasi lain. Kereta Metro ini begitu populer di New Delhi. Warga kota lebih suka menggunakan alat transportasi ini untuk bekerja, belanja, sekolah, atau berekreasi, selain cepat, kendaraan ini bebas hambatan (kemacetan lalu lintas). Setiap jam Metro mampu mengangkut 80.000 penumpang atau setara dengan 10.000 bus. Agaknya tidak salah, apa yang dipromosikan Edho, teman saya itu, perihal sensasi kereta Metro di New Delhi. Sarana transportasi ini sungguh bersih, sebagaimana MRT (Mass Rapit Transportatiom) di Singapura. Berada di dalam stasiun Metro, suasananya seperti sedang tidak berada di India. Tertib, rapi ketika antri membeli tiket kereta. Sungguh kontras dengan situasi jalanan kota yang berada di atasnya. Dengan uang sebesar 10 Rupee atau Rp 2000,- yang ditukarkan dengan koin plastik saya diantarkan dari stasiun Rajiv Chowk menuju ke Chandni Chowk, stasiun pemberhentian yang terdekat dengan benteng tua Red Fort. Keluar dari stasiun saya sedikit terpesona dengan keeksotisan kota tua ini, mirip dengan pasar kota-kota kecil di Indonesia. Bus yang buruk rupa, gerobak tua yang ditarik sapi, Rickshaw (semacam becak tapi pengemudinya di depan), ban-


WORLDCITY

May, 2010 OntimE

travelounge

27


WORLDCITY


WORLDCITY BELANJA Delhi adalah surga pembeli, tetapi Anda harus pandai menawar dan sudah terbiasa dengan berjejalnya sesama pembeli. Sabtu adalah hari paling padat untuk berbelanja karena sebagian toko tutup pada hari Minggu.

gunan-bangunan tua yang tidak terawat, serta deretan penjual makanan sambil memasak di pinggir jalan. Tentu, melihat panorama yang tidak biasa ini, saya tidak tahan untuk tidak segera mengeluarkan kamera. Membidik setiap jengkal pemandangan yang terhampar di depan mata, hingga aku sering tertinggal dari rombongan. Karena cuaca atau cahaya matahari — yang sangat penting bagi seorang fotografer seperti saya— sudah menampakkan gejala kurang bersahabat. Kadang redup dan bahkan sering menghilang maka kami, saya dan teman seperjalanan memutuskan menggunakan rickshaw agar bisa mempercepat ’tour’ di kota tua ini, termasuk dengan menelusuri ganggang sempit. Nah, di sinilah ”petualangan” mata dimulai. Kayuhan si pengemudi yang bersemangat sambil meliuk-liuk di jalanan padat ke arah Old Delhi. Tampak bangunan-bangunan tua bertingkat di kiri-kanan jalan Chandni Chowk, yang sebagian cat temboknya sudah mulai pudar dan cenderung kusam. Di bangunan bagian bawah digunakan sebagai toko-toko untuk menjual dagangan, ada barang elektronik, ada bank, toko pakaian, atau makanan. Sementara bagian atas kebanyakan digunakan sebagai tempat tinggal. Rickshaw kemudian mengantarku ke Chawri Bazaar, sebuah distrik perdagangan padat kelas jalanan. Pasar sempit ini lebih didominasi barang-barang kerajian emas, perak, dan tembaga. Harga kerajinan metal disesuaikan dengan berat timbangannya. Inilah suasana Old Delhi yang sesungguhnya, tentu selain arsitekturnya. Chawri Bazaar seperti tidak pernah sepi dari pejalan kaki, pengendara sepeda motor, rickshaw dan kendaraan lain, seolah mereka berlomba cepat di jalan sempit di sana. Kabel listrik, telpon menggantung seperti benang kusut yang menghubungkan antar bangunan yang diisi oleh para penjual berbagai macam kebutuhan.

KERETA METRO INI BEGITU POPULER DI NEW DELHI. WARGA KOTA LEBIH SUKA MENGGUNAKAN ALAT TRANSPORTASI INI UNTUK BEKERJA, BELANJA, SEKOLAH, ATAU BEREKREASI,

Di distrik tua ini, setiap jalan biasanya menjual barang tertentu, mulai dari kelompok, perlengkapan upacara perkawinan, surat undangan, pakaian sari, makanan, bumbu-bumbu, onderdil mobil dan sebagainya. Layaknya pasar seperti di Tanah Abang , Jakarta, kawasan ini memang tidak pernah sepi dari pembeli.

20.000 di stasiun Metro Chawri Bazaar.

M

eski jam sudah menunjuk angka 7 pagi, udara masih saja berkabut. Setelah mengurus administrasi check out di hotel, saya menitipkan tas koper di resepsionis.

BAJAJ. Salah satu transportasi yang memberi kontribusi bagi bersihnya udara di Delhi.

Kepadatan kian meningkat oleh kehadiran pelancong yang ingin menikmati suasana ini. Klakson sepeda motor seperti tidak pernah berhenti berteriak, saling serempret antara sesama rickshaw, atau sepeda motor dengan pejalan kaki adalah hal yang biasa. Jadi jangan marah bila suatu saat tersempet oleh rickshaw atau bising klakson skuter. Kami tidak sempat berlama-lama di kota tua di sore hari yang sudah semakin gelap. Setelah berkeliling sebentar di dalam gang dan melewati benteng Red Fort, kami kembali menuju Delhi, tentu setelah membayar ongkos 100 Rupee atau Rp

Bukannya saya masih punya waktu cukup untuk ”lari” dan mengumbar rasa penasaran menikmati panorama Delhi? Kepulangan ke Jakarta masih jam 11 malam nanti. Artinya saya masih punya waktu seharian di sini. Rasa penasaran semalam sebelumnya membuatku kembali mengunjungi Old Delhi. Dengan 100 Rupee bajaj mengantarku kembali ke stasiun Metro Rajiv Chowk. Jalanan masih sepi, angin dingin sesekali menerpa mukaku. Anak-anak berseragam dengan sweaternya hilir mudik menuju sekolah, para pekerja menunggu bis kota di pinggir jalan mewarnai pagi yang mulai disinari mataMay, 2010 OntimE

travelounge

29


WORLDCITY hari. Di anak tangga menuju stasiun dua orang mahasiswa berpose meminta difoto ketika tahu aku wisatawan dari Indonesia. Suasana di stasiun tidak seramai kemarin sore. Kali ini saya berhenti di Chawri Bazaar. Stasiun ini lebih dekat dengan Jamma Masjid . Aku memilih berjalan kaki menyusuri jalan Chawri bazaar. Ternyata lebih menyenangkan, karena bisa berhenti sekehendak hati. Bisa langsung berinteraksi dengan penduduk atau pedagang. Old Delhi adalah kota tua di India yang sangat padat. Hampir semua bangunan bertingkat tiga sampai empat. Letaknya berhimpitan diantara gang dan jalan sempit. Bagian bawahnya dipakai untuk berjualan , bagian atasnya dipakai rumah tinggal. Beberapa toko malah berukuran 1,5 x 1,5 meter. Mungkin ada ribuan toko

bagian utama masjid. Turis asing yang berpakaian minim diharuskan menggunakan kain sarung atau pakaian yang mirip kimono. Jika mempunyai waktu, cobalah menaiki menara masjid. Dengan membayar 100 rupee kita bisa melihat sekeliling Old Delhi dari atas menara bagian Utara yang mempunyai anak tang-

gang ke gang lain. Oh, ternyata letaknya tak begitu jauh dari Gate 1 Jama Masjid. Untuk masuk ke Karim, saya harus masuk ke gang kecil. Dan di dalam restoran rupanya sudah banyak turis manca negara di sana. Mereka sengaja berniat makan siang di gang sempit, seperti saya.

KITA TIDAK PERLU MEMBAYAR TIKET JIKA MAU MASUK MESJID, TAPI UNTUK SEBUAH KAMERA AKAN DIKENAKAN BIAYA MASUK 200 RUPEE.

TAJ MAHAL Taj Mahal terlekat di kota Agra. Letaknya sekitar 200 km tenggara kota New Delhi. Bisa dicapai dengan kereta api atau jalan darat. Dan perlu dicatat bahwa Taj Mahal ditutup setiap hari Jumat.

ada disini. Toko-toko masih tutup, denyut kehidupan belum terlalu ramai, sehingga aku agak bebas berjalan tanpa gangguan sepeda motor dan rickshaw. Akhirnya sampai juga saya di Jama Masjid yang merupakan satu mesjid terbesar di India. Masjid ini konon dibangun pada 1656 di zaman Raja Shah Jahan dari Kerajaan dinasti Mughal, yang juga membangun Taj Mahal. Masjid yang dibuat lebih tinggi dari permukaan jalan ini dikelilingi benteng dari bebatuan merah biasa dipakai di hampir semua bangunan bersejarah yang dibuat raja-raja Islam di India. Untuk masuk ke masjid kita bisa melalui pintu gerbang Utara, Selatan, Timur, yang mempunyai anak tangga berjumlah 39; 33; 35 anak tangga. Beruntung saat saya datang bersamaan dengan waktu shalat Dzuhur, sehingga bisa merasakan shalat berjamaah di

30 travelounge

OntimE

May, 2010

JANA MASJID. atas: Salah satu masjid terbesar di India. bawah: Kepadatan kota tua Delhi telihat dari menara Jama Masjid.

ga 120 buah. Di atas menara yang hanya mempunyai garis bergaris tengah 3 meter itu kita bisa membayangkan kepadatan kota dari sudut pandang lain. Matahari sudah mulai lengser dari puncaknya, inilah saat yang tepat berburu makanan. Ada satu nama restoran yang direkomendasikan teman, untuk sebuah makan siang yang nikmat, yaitu Restoran Karim. Karena lokasi restoran yang kurang jelas, saya terus saja berjalan, sambil bertanya sana-sini, masuk dari satu

Setengah porsi nasi Briyani ayam yang saya pesan seharga 120 rupee atau Rp 24 ribu, menu ini sengaja saya pilih, lebih karena adanya rasa bosan saya terhadap cita rasa masakan kari dan keebab yang sudah saya lahap setiap hari. Nasi yang dibumbui rempah-rempah ini cukup mengenyangkan dan rasanya masih aman dengan selera kebanyakan orang, karena tidak terlalu pedas seperti masakan India lainnya. Banyak pilihan makan khas India di sini, harganya juga tidak terlalu mahal,


WORLDCITY

RED FORT. kiri: Naggar Khara. bawah: Rang Mahal, dihiasi potongan kaca-kaca.

pantas saja tempat ini menjadi salah satu restoran di Asia yang direkomendasikan majalah Time. Makan siang usai, saatnya menjelajahi lagi kota tua, sasaran berikutnya benteng Red Fort. Jarak dari Jama Masjid menuju benteng tak terlalu jauh. Cuaca hari itu relatif sejuk. Yang tidak menarik di sini adalah sulitnya mendapatkan toilet umum yang layak. Kalau pun ada, biasanya tidak ada air untuk menyiram, lagi pula salurannya kurang baik. Red Fort, merupakan benteng yang sekelilingnya dibuat dari batuan merah. Bangun ini didirikan ketika zaman raja Shah Jahan (1638 – 1648). Benteng ini dikenal dengan sebutan Lal Qila, dulu bangunan ini diperuntukkan sebagai istana tempat tinggal keluarga kerajaan, saat ibukota pemerintahan dipindahkan dari Agra. Arsitektur Istana ini merupakan perpaduan seni dari Persia, Eropa, dan India yang kaya akan simbol dan warna yang menjadikan ciri khas dari gaya Syah Jahan. Benteng yang dikeliling parit ini ada di sepanjang sungai Yamuna. Memasuki benteng merah ini pengunjung dikenakan biaya 250 rupee bagi turis asing dan 10 rupee untuk pelancong lokal. Setiap pengunjung diperiksa di pintu

masuk oleh polisi sehingga membuat antrian yang cukup panjang. Pemeriksaan yang ketat ini rupanya antisipasi pengamanan, setelah serangan teroris di Mumbai beberapa waktu sebelumnya. Walau pun bukan hari libur tempat wisata ini selalu ramai didatangi wisatawan lokal. Selepas masuk pintu gerbang benteng ada koridor tempat berjualan souvenir, Chatta Chowk. Bangunan merah pertama yang saya masuki adalah Naqqar Khana, museum yang berisi peralatan perang India di masa lalu. Setelah melewati sebuah taman dengan jalan yang mengarahkan ke Diwan-i-Aam, balairung tempat raja duduk di singgana bertemu rakyatnya. Balairung ini tiangtiang penyangganya dulu konon dilukis dengan emas. Pinggiran tangga di singgasana dilapisi emas dan perak. Masuk lebih ke dalam lagi ke halaman belakang terhampar rumput hijau di depan bangunan-bangunan dari marmer putih yang dihiasi batuan semi permata berwarni dan emas mirip seperti di dinding-dinding Taj Mahal di Agra. Red Fort adalah salah satu tempat wisata yang sangat populer di Old Delhi, yang biasa menarik ribuan turis setiap tahunnya. Di tempat ini pula pertama kalinya

bendera India dikibarkan saat Merebut kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1947 oleh Pendana Menteri India. Menjelang sore itu saya bersiap kembali ke New Delhi. Di sepanjang jalan menuju stasiun Metro, banyak penjaja makanan minuman kaki-lima berjualan di pinggir jalan dengan sepeda. Menunya cukup bervariasi, mulai dari wortel segar yang diolesi jeruk nipis, macam-macam roti India, jus segar, dan kue-kue basah. Sering saya tergoda untuk mencoba. Petang sudah datang ketika saya sampai di stasiun Metro, Chawri Bazaar untuk kembali ke New Delhi. Tentu setelah beberapa kali tersesat karena bangunan yang saya jadikan patokan tak saya temukan. Sebelum kembali ke hotel untuk mengambil koper, saya menyempatkan untuk belanja souvenir di jalan Janpath, tempat berkumpulnya pedagang kakilima dan kios-kios yang menjual kerajinan tangan khas India. Kini saya berdiri di lounge di bandara Internasional Indira Gandhi. Saya masih membutuhkan beberapa jam lagi untuk sampai Cengkareng, Jakarta. Saya membawa begitu bayak oleh-oleh dari India, terutama kenangan tentang kota tua, Old Delhi, dengan jutaan pesonanya. ď Ž May, 2010 OntimE

travelounge

31


WORLDCITY

Incredible India … TEXT & PHOTOS: Rully Kesuma

THE NEW AND OLD DELHI ARE EQUALLY MAGNIFICENT IN THEIR OWN WAY. REMARKABLE EXPERIENCES FOR THE EYES, TONGUES AND SPIRIT.

T

he night had engulfed the life of the city as I passed the streets of New Delhi after arriving at the airport and heading to my hotel. It was such a quiet night as houses in storey on the side of the street were in limited light and made the night gloomier. I was feeling like in an uncharted place. On some parts of the streets in this capitol of India, a pile of dirt or unfinished construction work brought more mystery to that chilling night.

32 travelounge

OntimE

May, 2010

Yes, it was chilly (around 11 – 15 Celsius degree) and a little bit foggy since I arrived at Indira Gandhi International Airport that night. Somehow, it built my restlessness and I started blaming myself why I forgot to bring my jacket when I left. Luckily, that chilly, gloomy and quiet night did not last for long when I arrived at the hotel which is located at the city’s crowd center, Saket. The area is located next to Select Citiwalk Mall, a famous one in the city.

Two major things in my mind as I visited New Delhi that time. First, to attend an invitation from Export Promotion Council for Handicraft (EPCH), a non profit institution under the Ministry of Textile India to see an exhibition, the development in India’s International Handicraft 2010. Secondly, I would love to see all the changes in India through its panoramic exoticness and try to capture those in my camera. I planned it to be an artistic trip, very passionate trip to India.


May, 2010 OntimE

travelounge

33


WORLDCITY

34 travelounge

OntimE

May, 2010


WORLDCITY There is something different with New Delhi nowadays. It is cleaner and healthier. New Delhi is no longer what I pictured in my mind before, a city with high level of pollution and very hot temperature. I guess this image is no longer relevant to current situation. India’s government policy to use gas fuel for all public transportation, including bajaj or autorickshaw, has pushed the city to be better. This policy contributes hugely in reducing the city’s air pollution level. Not only that, the government is also seriously building and maintaining public parks as the city’s lungs. While I was attending the exhibition of Indian Handicrafts & Gifts Fair (Spring) 2010 at Greater Noida, an annual exhibition that displays all handicraft products from all over India, I tried to make time to see another piece of the Delhi: Old Delhi, a cultural conservation area filled with old buildings. Just like Jakarta, streets at the center of the New Delhi are crowded especially during after office hours. To save time making my way to Old Delhi district, I and some of my friends agreed to step out from taxi at Counaght Place and walk to Rajiv Chowk Station which from there, we could use Metro to the Delhi old city. Metro is a subway network that connects several parts of Delhi. My friend, who is happened to be living in Delhi, was promoting the subway exhaustively saying that riding subway is another sensastion. This new Metro train is so popular in New Delhi. People of the city like to use this tool of transportation to go to work, shopping, school or for leisure. It is fast and free from traffic jam. Every hour, Metro could take up to 80,000 passengers or it is equal to 10,000 buses. It seemed what Edho, my friend who is living in Delhi, promote to me was not wrong. This transportation device was truly clean, just like MRT (Mass Rapid Transportation) in Singapore. Being inside Metro Station, the ambience does not feel like in India at all. All were running in order like people were queing in line to get the train ticket. It was such an opposite view to what is happening up there, on the streets of the city. With only 10 rupee (or about Rp 2000.-) to swap it with plastic coin, I was taken from Rajiv Chowk Station to Chandni Chowk Station, the closest station to Red Fort, an old fortress. Out of the station, I was so amazed with the exotism of this old city. It felt

like being in old traditional market in Indonesian small towns. Old buses, old oxwagon, rickshaw, abandoned old building and people selling foods on the side of the street, those were the things we easily found here. I could not hold myself to immediately put my camera out of its case and let it worked. Every inch of the place gave a magnificent view for the eyes (and my camera) that made me left behind from the group many times. Because the weather and the sunlight which is crucially important for a photographer like me - was some sort of unkind to us, sometimes shininng brightly, sometimes in dimmed light and even sometimes out of sunshine, I and some of my friends decided to take a ride on rickshaw to speed up the tour in this old town as well as making us more mobile in exploring small alleys. That was where the true adventure began. The rickshaw driver rode his vehicle in full spirit, swiftly moved from side to side amidst the crowded streets of Old Delhi. Old buildings in storeys were on the side of Chandni Chowk Street. Their paint color has faded and seemed dirty. The first floor of the buildings, people use it as shops to sell various items from electronic, clothes, foods or even banks. The upper part of them, they are using it as a place to live. Rickshaw took me to Chawri Bazaar, a market in the street market style. This small market is dominated with handicrafts of gold, silver and copper. Its price is in accordance to the weight of metal used. This is the real Old Delhi apart from its architecture. Chawri Bazaar is always filled with walkers, motorbikers, rickshaws and other vehicles. They are seemed to be racing on small streets to the fast pace life they are living. Cables of electricity and phone line are hanging in the air like a messed up threads from one building to others, buildings used for people to earn their daily living. In this old district, each street is usually selling one kind of item such a street selling goods for wedding ceremonies. There are invitation letters, sari outfit, foods, spices; there are also streets selling auto parts and many others. It feels like a market in Tanah Abang, Jakarta, a place where it is never quiet, always filled with buyers as well as sellers. The crowd was increased as tourists like us trying to pass by and wanting to enjoy the atmosphere of the place. Motorbikes were honking ceaselessly as if yelling to one another, friction between rick-

shaws was inevitable or even sometimes between streetwalkers and motorbike. Getting mad is something you would not do here when you were ’brushed’ by one of these vehicles or ’yelled’ by them. We did not take a very long time in this old town that afternoon since the night was calling. We took a ride for a while to the alleys and passed the fortress of Red Fort before we were heading back to New Delhi after paying the transportation for 100 rupee (about Rp 20,000.-) at Metro Chawri Bazaar. ****

T

he morning came and the clock showed seven o’clock, but the air was still misty. After checking out from the hotel, I asked the receptionist to keep an eye on my luggages. It was not that I still had time to run and satisfy my curiosity to enjoy the panoramic view of Delhi, but my departure to go back to Jakarta was at 11 at night which meant that I still had the whole day here. My curiosity brought me back to visit the Old Delhi once again. With 100 rupee for bajaj to to take me to Metro Rajiv Chowk Station, I was heading there to visit my ’one day lover’. The streets were still empty and morning’s chill brushed my face. Children in their uniform and sweater were on their way to the schools, middle class workers were waiting at bus stop to go working. These hardworking people were the view of morning Delhi where sunlight has not shone to its full capacity.

BEING INSIDE METRO STATION, THE AMBIENCE DOES NOT FEEL LIKE IN INDIA AT ALL. ALL WERE RUNNING IN ORDER LIKE PEOPLE WERE QUEING IN LINE TO GET THE TRAIN TICKET.

At the stairways to the station, two college students asked me to take their picture when they found out that I was a tourist from Indonesia.The station was not as crawded as yesterday afternoon. This time, I stopped at Chawri Bazaar. This station is closer to Jamma Mosque. I chose to walk aloong the street of Chawri Bazaar and it was more fun to do because May, 2010 OntimE

travelounge

35


WORLDCITY

OLD DELHI The trip is best done on any day except Sunday, as many shops are closed then. Saturdays, on the other hand, tend to be particularly busy. Bring a bottle of water and your camera, but leave any other valuables at home.

I can stop whenever I wanted. I could have some interaction with the people and the sellers. Old delhi is a very old town in India and it is very crowded. Most of buildings here are in three of four storeys high and they are stacked to one another among small alleys or small streets. They use the first floor for selling goods and their upper floors are used for their place to stay. Some building even only in 1.5 x 1.5 meter in area. I estimated there are thousands of shops here and when I got there, most of them are still closed. The beat of the city was not too merry at that moment so that I could walk relatively free from any disturbances, from motorbikes or rickshaws. I finally arrived at Jamma Mosque, one of the biggest mosque in India. The mosque was said to be built in 1656 during Shah Jahan era, The King from Mughal Dynasty, the one who also built Taj Mahal. The mosque was built higher than the surrounding streets and it is encircled with fortress made of red brick, material usually used in all historical buildings built during the Islamic kings when they ruled India. To enter the mosque, we could go through its northern, southern or eastern gate which having 39, 33 and 35 steps of stairway respectively. We do not need to pay entrance fee to get inside the mosque, but a camera will be charged for 200 rupee each. Entering

36 travelounge

OntimE

May, 2010

EVEN WHEN IT WAS NOT HOLIDAY SEASON, RED FORT WAS STILL CROWDED WITH LOCAL TOURISTS. its gate, a big yard with a pool in the middle of it for washing body parts before praying welcomed me. The main building of the mosque was made of white marble while the inside using red brick. There are three domes between the two towers on the left and right side. I came when it was noon praying time and so I was lucky to join their congegration for the praying conducted in the main part of the mosque. Foreign tourists wearing ’minimalistic’ dress were obliged to wear sarong or dress similar to kimono. If you had time, you would better try to go up to the mosque’s tower by paying 100 rupee where we can see the whole Old Delhi from above. The northern tower stairways has 120 steps and on this tower with 3 meter diameter, you can see the crowd of the city from a different angle. The sun had stepped down from its peak and it was time for me to hunt for food. There was one restaurant my friend recommended me for lunch which was Karim Restaurant. I did not know exactly where the restaurant was and that was why I just walked along while asking here and there, going from one alley to another, passing many auto parts shops. It turned out the restaurant was not that far away from Gate 1 of Jamma Mosque. It was just that to find Karim Restaurant, I

must go through a small alley. Inside the restaurant, I saw a lot of foreign tourists packing the place already. Hmm, they had the same mind as mine, wanting to have lunch in a small alley. A half portion of biriyani rice came to mind and so I ordered it for 120 rupee or Rp 24 thousand. No specific reason actually why I picked that one, I just had enough of karee and kebab since I ate those almost everyday. This rice is cooked with spices and it gave me full stomach. Its taste is still acceptable for most non-Indian people which they usually have it extra hot and spicy just like in other dishes. There were other menus offered by the restaurant and all in the right prices, not too expensive. No wonder if this place is one of Asia’s most recommended restaurants according to Time Magazine. I got my lunch finished, have recharged my energy and it was time to explore the old city once again. My next target was Red Fort Fortress. The distance between Jamma Mosque and the fortress is not to far apart and with kind sun this time, I thought it was worth going. The weather was relatively cool. The only problem was difficulties in finding proper public toilet in this area. Even if there were any, they did not have water to flush and the water sytem was not good. Several times, I had


WORLDCITY

EAT The best place to go for chaat is the Bengali Market near Connaught Place in the center of town. The restaurants are high quality and the food is great. There are ATMs as well.

to urinate on the side of the street, something that I do not dare to do in Jakarta. Red Fort is a fortress surrounded by red brick structure. The building was built during the time of King Shah Jahan (1638 – 1648). The fortress is also known as Lal Qila and it was meant as the palace for royal family when the capitol was moved from Agra that time. The architect of this building is a mixture of Persian, European and Indian art which is rich in symbol and color that made it the characteristic style of Shah Jahan. The fortress is also surrounded by water and located along the Yamuna River. To enter this red fortress, visitors must pay 250 rupee for foreign tourists and 10 rupee for local tourists. This price disparity feels weird for me and I found it very rarely, especially in Indonesia. Every visitors must be checked by the security officers at the gate before entering and this made a very long line of people. This tight security is to anticipate attack, learning from the terrorist attack in Mumbai earlier. Even when it was not holiday season, the place was still crowded with local tourists. After entering the main fortress gate, there is a corridor with souvenir sellers, Chatta Chowk. The red building that I entered first was Naqqar Khana, a museum of warriors tools usually used during war time in Old India. After crossing a garden, the road led me to Diwan-i-Aam, a hall where king usually sit on his balcony

throne to meet his people. It was said that the hall’s pillars was painted with gold. The stairways were also decorated with gold and silver. Those pillars with their color were certainly a nice object for photography. Entering further inside to the backyard, a yard with green grass laid in front of buildings made of white marble and decorated with colorful gems and gold like what we found in walls of Taj Mahal in Agra. Red Fort, one of the most popular tourist destination in Old Delhi and attracted thousands people to come every year. This is the place where the first India’s flag raised for the first time after getting the independence from British in 1947. Before the dusk came, I prepared myself to go back to New Delhi. Along the way to Metro Station, lots of food sellers on the street with their bikes. The delicacies seemed intriguing and just like the Indian culture, they were very colorful. There were fresh carrot covered with lime, various Indian breads, fresh juice and various cookies. They all were like the magnet to my tongue, my watering mouth wanted to have a taste of them. My curiosity won over me and my drying throat could not help to taste some pomegranate juice, freshly squeezed and it was only 50 rupee (around Rp 10 thousand). Oh, it was so refreshing. At one corner, I saw some people were eating cookies with sweet yoghurt sauce and it

RED FORT IS THE PLACE WHERE THE FIRST INDIA’S FLAG RAISED FOR THE FIRST TIME AFTER GETTING THE INDEPENDENCE FROM BRITISH IN 1947.

tasted spicy. People called it dahi bhalla. I felt a bit awkward eating this at the side of the street, but everyone else was doing it and they seemed to enjoy what they were doing and so I tried to enjoy my meals like all these native people do. I arrived at Metro Station, Chawri Bazaar at dusk then heading straight back to New Delhi. I got lost several times of course since I was new here and many buildings looked the same for me, but I managed to arrive at the hotel safely. Just before heading back to the hotel, I made time to shop some souvenirs on Janpath Street, where side street sellers and kiosks provide India’s handicrafts. And there I was, in one lounge of Indira Gandhi International Airport, waiting for my flight to depart back to Jakarta. A few hours trip would bring me back Soekarno – Hatta International Airport, Jakarta. Between Indira Gandhi and Soekarno – Hatta, my memories of Old Delhi were still haunting me. India is such an incredible country, memorable experience and how colorful culture they have.  May, 2010 OntimE

travelounge

37


L U G G A G E

5

NILAI LEBIH SATU TAS

1 KEAMANAN. Kebu-

EXPLORE

tuhan untuk mengecek barang bawaan menurun. Anda juga memiliki peluang lebih kecil untuk mengalami pencurian atau kerusakan barang.

2 EKONOMI. Anda ti-

RINGAN

dak perlu membayar jasa porter. Anda juga mengurangi biaya tambahan untuk bawaan ekstra yang ditetapkan perusahaan penerbangan.

DAN

BEBAS

3 FLEKSIBEL. Sedikit

Dengan membawa satu tas, perjalanan menjadi lebih efisien plus efektif.

A

nda pernah melihat seseorang yang seperti terseret dengan kopernya yang besar di bandara? Energinya habis untuk menjaga sekaligus membawanya. Apalagi bila harus berpindah kota. Bawaan superbesar itu menjadi beban dan bikin gerak kita menjadi terbatas. Tak semua orang bisa memilah barang bawaan dan mengemasnya secara efisien . Seorang penyuka perjalanan menyebutkan, berapa lama Anda pergi, seminggu maupun tiga minggu, Anda bisa menggunakan koper yang sama. Yang penting Anda mengemasnya menjadi tetap ringan dan tentu saja dengan cermat dan cerdas. Pertama, ia sarankan mencari tas yang bisa dibawa ke kabin pesawat terbang. Batasi dengan berat yang sesuai dengan kemampuan Anda. Yang sekiranya bisa Anda tenteng ke mana pun Anda pergi tanpa merasa terbebani. Ketika tiba di bandara, tak harus berpikir untuk segera

38 travelounge

OntimE

May, 2010

ke hotel, melainkan Anda bisa berkeliling kota dan memilih hotel di lokasi yang paling tepat sesuai dengan tujuan kunjungan. Untuk menghindari koper atau tas dengan ukuran besar, jangan mengemas barang dengan skenario terburuk. Jangan bayangkan kondisi hujan, badai, ataupun banjir. Jadi tidak perlu membawa perlengkapan tambahan untuk keadaan seperti itu. Kemudian, berbagai peralatan, siapkan dalam ukuran mini, seperti parfum, sisir, kotak obat-obatan, sehingga tidak memerlukan ruang besar dalam tas. Peralatan mandi sebaiknya tidak perlu dibawa, selain sering kali disediakan hotel, Anda bisa membelinya di tempat tujuan. Ada tiga hal yang harus dipahami dalam mengemas barang bawaan. Pertama, jangan tergoda untuk membawa barang secara berlebihan. Singkirkan kemungkinan yang membuat bawaan menjadi membeludak. Kedua, cari tas yang benar-benar efisien dan efektif. Ketiga, pelajari cara

menata pakaian dan barang lain, sehingga pakaian tetap rapi dan mudah ditemukan. Tidak semudah dikatakan, tapi secara bertahap Anda bisa melakukannya, hingga benar-benar bisa berjalan ke mana pun dengan beban ringan. Langkah awal tentu saja dengan membuat daftar barang yang akan dibawa. Untuk pakaian, jika tujuan bukan daerah yang dingin, tentu cari pakaian berbahan tipis saja. Baik bahan kaus maupun katun. Bila ingin mencucinya selama perjalanan, pilih warna gelap yang lebih mudah kering, sekaligus bila kusut pun tak terlalu kentara. Kemudian pilih celana berbahan ringan jangan jins. Pilih yang tipis dan warna gelap sehingga, kalau kotor, tidak terlalu tampak dan kalau basah cepat kering. Namun awalnya tentukan dulu ukuran tas yang akan dibawa. Menyiapkan tas besar membuat Anda ingin mengisinya penuh dan membawa barang yang sesungguhnya tidak perlu dibawa. ď Ž RITA | BERBAGAI SUMBER

barang berarti peluang gerak lebih besar sehingga pilihan untuk melakukan perjalanan pun lebih banyak. Ketika tiba di bandara pun Anda bisa langsung melangkah ke luar, tanpa harus repot menunggu bagasi diturunkan dari pesawat.

4 EKOLOGI. Dalam

jangka panjang, bawaan yang ringan juga membawa keuntungan bagi bumi. Semakin sedikit barang yang dibuat, lebih rendah penggunaan kendaraan dan penggunaan mesin lain untuk memindahkannya. Semakin rendah juga penggunaan bahan bakar, semakin rendah produksi gas dari rumah kaca. ď Ž


NASKAH & FOTO: Chandra Malik

Travel

Choice

SOLO Jawa Tengah

S

olo adalah sebuah kota tua di Jawa Tengah. Ia merekam jejak sejarah perintis pergerakan kemerdekaan dan tradisi kebudayaan Jawa. Perjalanan menjelajahi kota berpenduduk 560 ribu jiwa ini membawa petualangan nostalgi, mistis, sekaligus keasyikan berburu barang antik. Kota ini dikenal pula dengan ikon the city that never sleeps sehingga para pelancong bisa keluar hotel di malam hari dan mulai berwisata jam berapa pun. Selain untuk belanja batik, Solo juga kota yang tepat untuk berburu barang antik dan makanan lezat. Sepur Kluthuk Jaladara, sebuah kereta api uap, menembus jalan protokol, Jalan Slamet Riyadi, melengkapi pengalaman menikmati kota lama penuh nostalgi ini. Mampirlah ke pasar-pasar tradisional untuk menggenapi pengalaman.

May, 2010 OntimE

travelounge

39


TravelChoice

Nostalgia Kota Lama KERATON SURAKARTA Keraton Surakarta Hadiningrat kini masih berdiri kokoh sebagai pusat kebudayaan Jawa meski tak lagi memiliki wilayah kekuasaan dan lembaga pemerintahan. Sejak Raja Sri Susuhunan Paku Buwono XII menyatakan dukungan pada Kemerdekaan Republik Indonesia sehari setelah proklamasi 17 Agustus 1945, praktis kewenangan raja berangsur surut, apalagi lama telah digerogoti kompeni. Surakarta kini lebih populer dengan sebutan Solo. Pada 1744, tersebutlah sebuah desa bernama Sala. Desa di pinggir barat Sungai Bengawan Sala (Bengawan Solo) ini dipilih Raja Sri Susuhunan Paku Buwono II sebagai ibukota bagi Keraton Surakarta Hadiningrat. Setahun sebelumnya, Keraton Mataram Kartasura luluh-lantak dalam Geger Pecinan pada 1743. Setelah lama berseteru, Pangeran Mangkubumi dan Raja Sri Susuhunan Paku Buwono III, kakaknya sendiri dari ayah yang sama, Amangkurat IV, akhirnya berdamai. Berdasarkan Perjanjian Giyanti pada 1755 di Dukuh Kerten, Desa Jantiharjo, Karanganyar, di kaki Gunung Lawu, wilayah Surakarta dipecah. Pangeran Mangkubumi mendapat tahta di Yogyakarta dan

MUSEUM BATIK

40 travelounge

OntimE

May, 2010

bergelar Sri Sultan Hamengku Buwono I. Secara harfiah, Surakarta Hadiningrat berasal dari kata “Sura” berarti gagah berani, “Karta” bermakna makmur, “Hadi” bermurad besar, “Ing” adalah di, “Rat” bermaksud negara. Dengan demikian, Surakarta Hadiningrat dapat didefinisikan sebagai negara besar yang gagah berani dan makmur. Kejayaan terakhir keraton ini dicapai Raja Sri Susuhunan Paku Buwono X pada 1893 – 1939 yang tampak dari pembangunan dan restorasi besar-besaran pada istana. Keraton Surakarta memiliki tujuh halaman utama; yaitu Pamuraan Njawi, Pamuraan Nglebet, Alun-Alun Utara dan Selatan, Siti Hinggil, Kamandungan, Sri Manganti, dan Plataran. Juga memiliki tujuh gerbang atau kori; yakni Kori Gladag, Pamuraan, Wijil, Brojonolo, Kamandungan,

Mangun, dan Manganti. Secara umum, komplek Keraton Surakarta sama dengan Keraton Ngayogyakarta. Di dalamnya terdapat bangsal atau ruang-ruang kecil dan sasana atau ruang-ruang besar dan utama. Yang membuat Keraton Surakarta istimewa adalah Supit Urang, sebidang jalan berbentuk penjepit urang di belakang Sitihinggil dan Alun-Alun Utara yang diapit dinding Baluwarti yang tebal dan tinggi. Juga Panggung Sangga Buwana, menara yang konon menjadi tempat pertemuan Raja Surakarta dengan Ratu Laut Selatan. Meski arsitek Keraton Surakarta adalah Pangeran Mangkubumi, yang kemudian bertahta sebagai Sri Sultan Hamengku Buwono I, Keraton Ngayogyakarta toh tidak memiliki Supit Urang dan Sangga Buwana. Sultan juga tidak mementaskan tarian sakral Bedhaya Ketawang tentang Ratu Laut Selatan karena memang hanya boleh ditarikan di Keraton Surakarta. Sejak Sri Susuhunan Paku Buwono XII wafat tanpa wasiat pada 2004, Keraton Surakarta kembali pecah. Muncul Raja Sri Susuhunan Paku Buwono XIII Hangabehi yang bertahta di dalam istana dan Sri Susuhunan Paku Buwono XIII Tedjowulan yang berdiam di Sasana Purnama, di luar


TravelChoice istana. Keduanya anak para selir Paku Buwono XII yang memang tidak memiliki permaisuri sepanjang hayatnya.

PURA MANGKUNEGARAN Pura Mangkunegaran merupakan pecahan dari Keraton Surakarta Hadiningrat. Berdasarkan Perjanjian Salatiga pada 1757, Raja Sri Susuhunan Paku Buwono III menyerahkan sebagian kecil wilayahnya kepada sepupunya, Raden Mas Said. Setelah menerima Istana Kepatihan Keraton Surakarta sebagai istananya, yang hingga kini dikenal sebagai Pura Mangkunegaran, R.M. Said menobatkan diri sebagai Kanjeng Gusti Pangeran Arya Adipati Mangku-

negara I. Sebagian kalangan menyebutnya Sri Paduka Mangkunegara I. Secara harfiah, Mangkunegara bermakna memangku kekuasaan kenegaraan. Nama ini diambil R.M. Said dari nama ayahnya, Pangeran Arya Mangkunegara Kartasura, saudara Raja Keraton Kartasura Sri Susuhunan Paku Buwono II dan Pangeran Mangkubumi yang bertahta di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat bergelar Sri Sultan Hamengku Buwono I berdasarkan Perjanjian Giyanti pada 1755 . Tapi, mendapatkan mahkota tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Sempat mendukung perjuangan Pangeran Mangkubumi mendirikan Keraton Mataram Ngayogyakarta di Kotagede pada 1949, dan bahkan menikahi putrinya, R.M. Said akhirnya justru melawan paman sekaligus sang mertua itu, karena menolak tunduk pada Vereenigde Oostindische

Compagnie (VOC). Ia juga menentang pamannya yang lain, Raja Paku Buwono II, yang dianggapnya bersekongkol pula dengan kompeni. R.M Said yang terkenal sebagai Pangeran Sambernyawa ini berperang dalam 250 pertempuran selama 16 tahun sebelum akhirnya menobatkan diri sebagai raja. Hingga masa Kanjeng Gusti Pangeran Arya Adipati Mangkunegara IX Sudjiwo saat ini, tidak pernah ada gambar atau potret wajah Mangkunegara I. Profil Sang Pangeran gagah berani hanya dilukiskan dengan lambang Mangkunegaran beraksara MN. Secara arsitektural, ada pengaruh Eropa pada bangunan istana yang kental dengan nuansa Hindu-Jawa ini. Pura Mangkunegaran memiliki ciri yang hampir sama de-

KERETA-API KUNO BERLOKO UAP

ngan komplek Keraton Surakarta. Bedanya, Mangkunegaran tidak memiliki AlunAlun. Di halaman depan, hanya terdapat pelataran luas yang disebut Pamedan atau lapangan untuk latihan keprajuritan kavaleri. Lalu, sebuah halaman lagi di komplek dalam istana, persisnya di depan Pendopo Agung, pendopo seluas 3.500 meter persegi yang dibangun dengan pilar-pilar sokoguru dan atap joglo tanpa paku. Di belakangnya, masih kokoh berdiri Ndalem Ageng yang ditempati keluarga raja dan beranda Pringgitan yang kini difungsikan sebagai museum. Pada 1 April 1933, Kanjeng Gusti Pangeran Arya Adipati Mangkunegara VII berjasa mendirikan Solosche Radio Vereeniging (SRV), stasiun radio pertama di Indonesia, yang kini digunakan sebagai stasiun Radio Republik Indonesia (RRI) di Solo, Jawa Tengah.

5,6 kilometer. Berangkat dari Stasiun Purwosari di bagian barat kota hingga Stasiun Kota di bagian timur, Sepur Kluthuk Jaladara ini menempuh perjalanan 3 jam pergi-pulang. Kereta yang diboyong dari Museum KA Ambarawa, Jawa Tengah, ini berkapasitas 72 penumpang. Harga tiketnya Rp 200 ribu per orang. Khusus penumpang ber-KTP Solo dan sekitarnya; ditetapkan harga khusus Rp 30 ribu per penumpang. Saat ini, Sepur Kluthuk Jaladara melayani perjalanan wisata pada Sabtu, Minggu, hari libur nasional, dan hari-hari khusus untuk layanan carter. KA dioperasikan jika jumlah minimal penumpang 60 orang. Penumpang memeroleh welcome drink berupa jamu gendong dan jajan pasar, dihibur seorang sindhen diiringi siter dan kendang.

Waktu terasa berjalan lambat di Solo, kota yang populer dengan idiom “alon-alon waton kelakon” atau “pelan-pelan asalkan kesampaian” ini. Selain bisa berkeliling kota dengan sepeda, becak, dan delman, kini ada alternatif baru yang mengasyikkan. Tak benar-benar baru, sebab moda transportasi wisata ini berupa Kereta-Api berloko uap bikinan Jerman pada 1896 dengan dua gerbong. Oleh Pemerintah Kota Solo, ia dinamai Sepur Kluthuk Jaladara. Inilah satu-satunya KA kuno berloko uap di Indonesia, bahkan di dunia, yang beroperasi membelah pusat kota. Kereta berbahan bakar kayu jati ini merambat pelan di atas rel di Jalan Slamet Riyadi sejauh

May, 2010 OntimE

travelounge

41


TravelChoice

PASAR-PASAR TRADISIONAL Kota Solo juga dikenal sebagai kota belanja. Berbeda dengan kota-kota lain, masyarakat Solo masih setia mempertahankan pasar-pasar tradisionalnya.Berikut beberapa pasar yang jadi klangenan wisatawan A. PASAR GEDE HARDJONEGORO Pasar Gede Hardjonegoro yang diresmikan pada 12 Januari 1930. Pasar di kawasan Pecinan Sudiroprajan ini dibangun oleh arsitek Belanda, Ir Herman Thomas Karsten. Di pasar tradisional ini, ratusan pedagang menjual sayur-sayuran, buah-buahan, daging dan ikan, sembako, dan berbagai kebutuhan sehari-hari masyarakat. Lauk-pauk siap saji, puluhan jenis jajan pasar, jamu dan rempah-rempahan bahan jamu, bahan-bahan kue dan roti, serta beragam minuman khas masyarakat Solo, bahkan ikan hias, tersedia. B. PASAR ANTIK WINDUJENAR Masyarakat lebih dulu mengenalnya sebagai Pasar Tri Windu sebelum pada 25 September 2009 diganti Pemerintah Kota Solo dengan nama Pasar Windujenar. Kawasan sekitar pasar ini kini dikenal dengan Kawasan Ngarsopuro yang bermakna Depan Pura karena keberadaannya memang di depan Pura Mangkunegaran. Pasar ini menjual beraneka barang antik. Semula, model transaksi di pasar barang antik ini memakai sistem barter. Namun, kini tentu saja tidak demikian lagi. Bahkan, pengunjung perlu jeli memilih barang yang diburu sehingga tidak terkecoh dengan barang-barang duplikat

42 travelounge

OntimE

May, 2010

di antara barang-barang yang benar-benar antik. Kepandaian menawar harga juga sangat diperlukan karena tidak ada patokan harga di pasar barang antik yang telah dipugar menjadi lebih rapi dan bertingkat dua ini. Aktivitas jual-beli diadakan hanya sampai pukul 16.00. Barang-barang antik yang disediakan, antara lain, patung kayu dan perunggu, wayang kulit, wayang kayu, aneka lampu hias, radio kuno, mesin ketik lawas, topeng, lukisan, lonceng, gagang pintu, jam berdiri, hingga kepengan uang kuno.

C. PASAR KLEWER Inilah ikon Solo yang dikenal luas oleh masyarakat luar daerah, selain Sungai Bengawan Solo. Menempati bekas lahan parkir bagi kereta-kereta kuda para sentana, abdi dalem, dan tamu dari kerajaan lain di selatan Masjid Agung Keraton Surakarta seluas 12.950 m2, Pasar Klewer

dulunya bernama Pakretan atau tempat parkir kereta kuda. Ia berada di ujung jalan tertua di Solo, Jalan Secoyudan (kini Jalan Radjiman). Jalur lurus dari barat ke timur inilah yang dilewati keluarga raja saat boyongan dari Keraton Mataram Kartasura yang hancur ke Keraton Surakarta Hadiningrat di Desa Sala pada 1744. Ketika kereta api mulai masuk dan melintas di jalan protokol Solo pada 1923, kawasan ini pun berubah nama menjadi Pasar Slompretan. Tapi, penjajahan Jepang pada 19421945 sempat membuat aktivitas pasar mandek. Hidup susah menyebabkan masyarakat menjual kain-kain bekas demi sesuap nasi. Dari sini muncul nama Pasar Klewer dari kata “kleweran� atau berjuntaian karena kain-kain lungsuran dijajakan secara ala kadarnya, bahkan berjuntaian ke tanah. Sejak dibangun dua lantai dan diresmikan Presiden Kedua Republik Indonesia Soeharto pada 9 Juni 1971, kini Pasar Klewer merupakan pusat grosir tekstil dan batik terkenal di Indonesia. Di 2.062 kios dan lebih dari 500 oprokan/los, pengunjung leluasa memilih batik tulis dan cap khas Solo. Kain batik gaya Yogyakarta, Pekalo-

ngan, Banyumas, dan Madura juga tersedia. Selain untuk pakaian, kain batik untuk sarung bantal, sprei, gordyn, aksesoris rumah tangga, dan aneka kebutuhan lainnya dijual murah. Kejelian memilih dan kepandaian menawar menjadi kunci penentu memeroleh barang yang diinginkan dengan harga yang sesuai kantong. ď Ž


TravelChoice

How to Get

SOLO

Phone: +62 (271) 737500

B. KERETA API Dari Jakarta: Dari Stasiun Jatinegara tersedia KA bisnis Senja Utama menuju Stasiun Balapan. Dari Stasiun Gambir tersedia KA Eksekutif Argo Lawu, Argo Dwipangga, dan Gajayana. Dari Yogyakarta: Dari Stasiun Tugu tersedia KA Prameks menuju Stasiun Purwosari, Stasiun Balapan, dan Stasiun Jebres. Dari Surabaya: Tersedia KA Sancaka Pagi dan Sancaka Sore untuk kelas bisnis dan KA Bima untuk kelas Eksekutif. Dari Bandung: Tersedia KA Mutiara Selatan untuk kelas bisnis dan KA Lodaya untuk kelas eksekutif. Stasiun Balapan, Solo Jalan Wolter Monginsidi No. 112, Kestalan, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Indonesia, 57133. Phone: +62 (271) 714039, 716670, 719880, 632228.

A. PESAWAT UDARA Sejak diresmikan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada 7 Maret 2009, Bandara Adi Sumarmo Solo memiliki terminal baru yang lebih luas, modern, dan nyaman selayaknya bandara internasional.

D. BERMALAM DI SOLO Sebagai kota tujuan wisata, Solo yang dikembangkan pula sebagai kota Meeting, Incentive, Conference, and Exhibition (MICE) setelah Jakarta dan Bali. Berikut beberapa hotel yang bia menjadi referensi.

Garuda Indonesia, Sriwijaya, dan Lion melayani penerbangan Solo-Jakarta. Sedangkan untuk penerbangan internasional, terdapat maskapai Air Asia yang melayani penerbangan ke Kualalumpur sekali per hari dan Silk Air yang melayani penerbangan ke Singapura 3 kali per minggu. Harga tiket penerbangan dari Jakarta pada low season mencapai sekitar Rp 477 ribu satu kali jalan atau Rp 954 ribu untuk return ticket. Untuk penerbangan berbiaya rendah (LCC), tiket sekali jalan bisa diperoleh dengan harga Rp 227 ribu, namun di musim liburan harganya dapat berlipat hingga tiga kali. Perwakilan Maskapai Garuda Indonesia Jalan Slamet Riyadi No. 335, Solo, Jawa Tengah.

THE SUNAN HOTEL SOLO Jalan Ahmad Yani No. 40, Solo, Jawa Tengah, Indonesia, 57143 Phone : +62 (271) 731312 Fax : +62 (271) 738677 Email : info@thesunanhotelsolo.com Website : www.thesunanhotelsolo.com LOR IN BUSINESS SPA AND RESORT Jalan Adi Sucipto No. 47, Karanganyar, Soloraya, Jawa Tengah, Indonesia, 57174.

Phone: +62 (271) 724500. Fax: +62 (271) 724400 Email: solo@lor-in.com Website: www.lor-in.com BEST WESTERN PREMIER SOLO HOTEL Best Western Premier Solo Hotel Jalan Slamet Riyadi No. 4-6, Solo, Jawa Tengah, Indonesia, 57111 Phone: +62 (271) 666111 Fax: +62 (271) 666530 Email: info@bwpremiersolo.com Website: www.bwpremiersolo.com NOVOTEL AND IBIS SOLO HOTEL Jl. Slamet Riyadi 272, Solo, Central Java, Indonesia 57131Phone: +62 (271) 724 555 Fax : +62 (271) 724 666 Email: reservation@novotel.comWebsite: www.novotel.com, www.accorhotels.com SAHID RAYA HOTEL Jalan Gadjah Mada No. 82, Solo, Jawa Tengah, Indonesia, 57132 Phone: +62 (271) 644144 Fax: +62 (271) 644133 Email: sahidraya@sahidraya.co.id Website: www.hotelsahidjaya.com 

RALAT Dalam Travelounge edisi April 2010, pada rubric Travel Choice di halaman 51 untuk info mengenai kamar DUSUN JOGJA VILLAGE INN terdapat kesalahan penulisan data. Di sana tertulis “.. harga kamar mulai dari Rp 1 juta..”, sesungguhnya yang benar adalah harga kamar mulai US$ 75. Kami mohon maaf atas kesalahan ini. Untuk lebih jelas mengenai hotel ini silakan browsing di www.jvidusun.co.id

May, 2010 OntimE

travelounge

43


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

S

etelah memperoleh penilaian DIKTI sebagai salah satu universitas yang menjanjikan di Indonesia, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mulai merintis menjadi universitas berkualitas internasional dengan membuka program Double Degree atau gelar ganda, dan kelas-kelas internasional untuk beberapa bidang studi strata-1 (S1).

Program double degree meliputi bidang otomotif bersama Kingston University UK dan bidang ekonomi manajemen bekerjasama dengan Charles Darwin University Australia. Selain itu UMS melalui kerja sama internasional Program of Academic Recharging (PAR) mengirimkan sejumlah dosen ke berbagai universitas luar negeri untuk melakukan kolaborasi research & teaching, antara lain bersama University of Sheffield dan University of Nottingham (Inggris); University of Minnesota, (AS); dan Curtin University of Technology (Australia). Program Internasional UMS menawarkan kemudahan dimana bahasa Inggris tidak menjadi syarat masuk, karena selama mengikuti perkuliahan akan diasramakan dan memperoleh kursus bahasa Inggris secara intensif. Biaya yang dikeluarkan mahasiswa Double Degree jauh lebih murah dibandingkan studi penuh di luar negeri; disamping 3 tahun ditempuh di UMS, mahasiswa program ini mendapatkan keringanan tuition fee (SPP) selama studi di luar negeri. Selama studi di luar negeri, mahasiswa dapat bekerja part time, kemudian setelah lulus, diharapkan mahasiswa kelas internasional memperoleh kesempatan untuk bekerja di berbagai sektor atau peluang melanjutkan studi lebih besar.

44 travelounge

OntimE

May, 2010

Merintis Universitas Berskala Internasional Siapkan program Double Degree, kelas internasional dan kesempatan bekerja di luar negeri. Sebagai contoh lulusan program internasional FKIP bisa menjadi pengajar di sekolah berstandar internasional. Sedangkan lulusan program internasional Keperawatan mempunyai peluang bekerja sebagai perawat di luar negeri -terutama Amerika, Eropa, dan Timur Tengah- dalam hal ini UMS akan berkoordinasi dengan BNP2TKI. FASILITAS Sebagai universitas yang bertekad untuk go internasional, penyelenggaraan pendidikan di UMS ditunjang fasilitas akademik dan non-akademik yang sangat memadai. Fasilitas akademik meliputi ruangan kelas representatif dilengkapi media pembelajaran modern seperti monitor TV ukuran besar atau LCD. Tersedia laboratorium standar (lab komputer, lab praktikum, lab microteaching, lab bahasa, dll), studio Tugas Akhir, perpustakaan fakultas/ program studi, Perpustakaan Pusat UMS berbasis IT, dan asrama mahasiswa Program Internasional (Program Reguler terbatas). Untuk kenyamanan sivitas akademika bahkan masyarakat umum, kampus menyediakan akses hot spot internet, klinik kesehatan Muhammadiyah Medical Center dengan pelayanan medis gratis bagi sivitas akademika, Gedung Olah Raga (GOR) dan lapangan sepak bola, bank dan ATM center, hingga toko buku. Uniknya setiap mahasiswa mendapat voucher untuk beli buku di toko buku senilai Rp. 100 ribu per semester selama

7 semester. Terdapat juga fasilitas parkir dilengkapi CCTV di beberapa titik, kantin, koperasi/ mini market, dan suasana hijau ditopang oleh kehadiran taman-taman di area kampus, hutan Ketapang dan tanaman langka lainnya seluas lebih dari 5 hektare. JALUR PRESTASI DAN BEASISWA Selain melalui tes ODS Admission dan Tes UM-UMS Daerah, UMS membuka penerimaan mahasiswa baru melalui Jalur Prestasi yang disebut program Penjaringan Bibit Unggul Muhammadiyah dan Daerah (PBUMD). PBUMD berlaku umum baik bagi siswa-siswa dari SMU/SMK Muhammadiyah maupun negeri atau swasta lainnya; Jalur prestasi juga diberlakukan untuk penjaringan siswa internasional yang ingin studi di UMS. Informasi selengkapnya tentang PBUMD, beasiswa-beasiswa yang disediakan UMS, serta informasi-informasi lainnya terkait PMB UMS tersedia di website: http://pmb.ums.ac.id(*)


CULTURE

46 travelounge

OntimE

May, 2010


UPACARA DI

PULAU PARA DEWA PERSIAPAN BISA SAMPAI TIGA BULAN, SELURUH WARGA PEDESAAN AMBIL BAGIAN.

NASKAH DAN FOTO: Ayos Purwoaji

May, 2010 OntimE

travelounge

47


CULTURE

48 travelounge

OntimE

May, 2010


CULTURE

Suasana itu mirip gambar atau foto yang biasa saya lihat di kartupos pariwisata. Serombongan defile, yang terdiri atas bocah-bocah, remaja, juga para pini sepuh berbalut busana tradisional, berjalan rapi membawa panji-panji melintas tapal batas Desa Sayan, Ubud di Bali sana.

T

ak hanya menenteng dan menyunggi Banten atau sesajen, para remaja putri itu juga membawa benda-benda yang dikeramatkan. Sementara serombongan remaja lelaki dari pelbagai penjuru desa mengiringinya dengan musik yang keluar dari bunyi tetabuhan. Sebuah arak-arakan yang begitu dinamik, sekaligus relijius. Tampak dalam iringan itu juga beberapa pemuka agama, pedanda dan pemangku. Mereka mengenakan hem putih polos yang sederhana dan tak lupa memakai ikat kepala berserta sarung. Rombongan defile yang sore itu dipimpin I Wayan Japa tadi, bertujuan mencapai sumber mata air desa. Mereka berjalan cukup jauh, naik-turun sawah berundak serta harus melewati pematang-pematang panjang. Sebuah adegan yang bisa mengingatkan kita pada film The Fall karya sutradara Tarsem Singh, yang menggunakan persawahan Ubud sebagai salah satu latar adegan-adegannya. Setelah melintasi perbukitan dengan savana rumput setinggi pinggang, juga sungai Ayung — tempat favorit untuk melakukan arung jeram di Ubud— dan anak sungainya yang berair jernih, rombongan itu berhenti. Barisan mengular dalam satu jalur antrean untuk menyeberang jembatan bamboo, sebe-

PEMBACAAN DOA. Pemangku adat memimpin ritual pembacaan doa, tanda mereka bersyukur kepada Sang Hyang Widi Wasa.

May, 2010 OntimE

travelounge

49


CULTURE lum akhirnya tibalah mereka di sebuah mata air, orang Bali menyebutnya beji. Mereka pun melakukan sebuah ritual yang dinamakan mebejian, sebuah prosesi mengambil air suci yang akan digunakan untuk memberkati seluruh anggota keluarga. Sebelumnya, rombongan itu membentuk sebuah lingkaran besar dengan pusat sebuah pura kecil tua. Di bawah teduh rimbun bambu, pemangku memimpin sebuah ritual pembacaan doa, tanda mereka bersyukur kepada Sang Hyang Widi Wasa. Sedangkan anak-anak kecil malah asyik main gemercik air di sekitar telaga kecil di samping mata air. Mebejian itu tadi, merupakan bagian dari upacara Odalan atau ulang tahun pura. Penduduk Bali, yang sebagian besar penganut agama Hindu, membuat pura sebagai tempat ibadah, barangkali sebagaimana mushola atau masjid bagi kaum muslim, atau gereja bagi umat Katolik atau Kristen. Hampir setiap desa di Bali memiliki tiga pura: Pura Dalem untuk hal yang berhubungan dengan kematian, Pura Puseh atau pura asal, dan Pura Bale Agung yang ditujukan untuk dewa-dewi. Setiap keluarga juga memiliki pura sendiri di pekarangan, biasa disebut sanggah atau mrajan. Ada pula Pura Dadia, yang digunakan oleh keluarga besar. Inilah Pulau Seribu Pura, yang juga disebut Pulau Dewata. Odalan, atau disebut juga Piodalan,

SECARA UMUM SEBENARNYA ADA EMPAT TAHAPAN DALAM MELAKUKAN SEBUAH UPACARA ODALAN.

Atas: SATE BABI untuk sesajen yang berasal dari babi seberat 50 kg. Bawah: TOPENG SIDOKARYA. Bercerita tentang dewa yang menjelma dalam sosok tua yang bijaksana.

adalah upacara hari jadi pura. Odalan merupakan penanda kapan sebuah pura dibangun dan dewa-dewi diundang ke dalamnya. Terdapat dua jenis Odalan, yaitu Odalan besar atau disebut juga Odalan Madudus Agung, yang upacaranya dilakukan selama empat hari, dan Odalan Alit atau Odalan kecil, yang diadakan hanya dalam sehari. Bahkan sebuah upacara Odalan yang spesial bisa dilakukan hingga seminggu penuh. Setiap pura merayakan Odalan kecil setiap 210 hari sekali, atau setiap tujuh bulan dalam kalender Masehi. Kalender Bali memiliki jumlah bulan dan jumlah hari yang berbeda dengan kalender Ma-

sehi. Odalan besar memiliki siklus yang lebih lama. Odalan Eka Dasa Rudra, Odalan terbesar untuk memperingati hari jadi Pura Besakih, hanya dilaksanakan sekali dalam seratus tahun. Pada satu waktu, Odalan bisa dilakukan hampir setiap hari. Secara umum sebenarnya ada empat tahapan dalam melakukan sebuah upacara Odalan. Antara satu tahap dan tahap lain dipisahkan oleh hari. Ritual pertama adalah penyucian. Konsepnya lebih ditekankan pada upaya membuang hal-hal yang dianggap buruk dan kotor. Selanjutnya adalah ritual mendak tirta, yaitu beberapa anggota keluarga senior

50 travelounge

OntimE

May, 2010

mengambil air suci yang ada di Pura Besar Besakih. Ritual ketiga adalah mebejian, yang sudah berlangsung di mata air desa. Ritual terakhir adalah Odalan. Ini merupakan acara puncak yang mengakhiri rangkaian upacara besar ini. Meski prosesi itu hanya berlangsung empat hari, namun persiapan yang dilakukan keluarga I Wayan Japa bisa hampir tiga bulan. Ritual seperti Odalan ini diadakan dengan menunggu hari baik yang dihitung oleh pedanda. Penentuan hari baik dalam perhitungan kalender tradisional merupakan otoritas pedanda. Setiap keluarga memerlukan biaya puluhan juta rupiah untuk menggelar acara


CULTURE

KOKI TERSIBUK PERAYAAN ODALAN Bli Wayan Kerta, seorang koki khusus untuk pagelaran agama. Dia dipercaya untuk mengolah segala menu yang dibutuhkan. Jika tidak sedang menjabat sebagai koki khusus, dia menjadi pelatih di pusat kebugaran.

akbar seperti Odalan besar ini. Salah satu sisi menarik dari Odalan adalah fungsinya sebagai alat sosialisasi di kalangan masyarakat. I Wayan Japa mengaku bahwa persiapan untuk melaksanakan Odalan besar ini berjalan lancer dan baik. Semua beban tidak ditanggungnya sendiri. “Segenap warga banjar (lingkungan) ikut membantu, sehingga persiapan terasa lebih ringan. Dan dalam bantuan tidak ada istilah imbalan uang, semua bersifat sukarela,” katanya. Memang, dalam persiapan, tampak sekali penduduk desa ikut bekerja ketika Odalan berlangsung. Semua orang tampak sibuk. Tak terkecuali para wanita, yang tidak berhenti menghias setiap sudut rumah. Dekorasi yang mereka buat menampilkan cita rasa tradisi Bali yang amat kental: Misalnya, payung upacara, rerumbai merah, besek bambu, sesajian

seorang koki khusus untuk pergelaran agama. Dengan mengenakan kaus oblong, Bli Kerta terus saja mengipasi sate babi muda yang ia buat. Lemaknya jatuh, lumer, meninggalkan daging renyah merah kecokelatan di atas asap. Bagi bli Kerta, upacara Odalan ini merupakan upacara spesial. Karena itu menunya pun ia ingin yang spesial pula. “Sesajennya harus berupa hewan, biasanya itik dan babi muda yang beratnya 50 kilogram,” katanya. Ia paMEREKA JUGA MEham betul seluk-beluk NARUH BANTEN sesajian untuk upacara (SESAJEN) YANG keagamaan. Bli Kerta tidak hanya membakar BERUPA MAKANsate, tapi juga memaAN DAN BUAH-BUsak berbagai jenis maAHAN PADA BEBEkanan berupa lawar RAPA WADAH MEdan babi guling. Bli Kerta biasanya TAL BERUKIR. menjadi orang tersibuk pada perayaan Odalan besar. Ia mengolah dan memasak segala menu. Tak jarang berkreasi sendiri. Meski kesibukannya luar biasa, kekuatan stamina bli Kerta tak cepat melorot, ini lebih disebabkan ia seorang pelatih di sebuah pusat kebugaran di Ubud. Semua masakan yang diolah dan disajikan Bli Kerta ini, tentu mulanya diperuntukkan bagi Sang Hyang Widi Wasa, namun di akhir apacara —setelah semua prosesi Piodalan selesai— sajian ini boleh dimakan bagi para tamu. Ini pesta besar, pesta bersama untuk pengingat rumah suci, Pura di banjar-banjar di Pulau Dewata. 

warna-warni, kain putih mengkilat, kain kuning keemasan, dan topi yang terbuat dari janur kuning untuk para penari cilik. Mereka juga menaruh banten (sesajen) yang berupa makanan dan buah-buahan pada beberapa wadah metal berukir. Para pemuda, yang kebagian tugas bermain musik, pun tak henti-henti memainkan komposisi bleganjur yang enerjik. O, ya, para pemuda ini pada dasarnya sebuah nayaga (penabuh gamelan) profesional. Mereka sehari-harinya biasa manggung di Four Seasons Resort, Ubud. Namun, untuk upacara ini, mereka memperlakukan istimewa. “Enggak dibayar, pokoknya dikasih makan saja sudah senang,” kata Subakta, pemain suling dalam grup tersebut. Untuk urusan makanan, I Wayan Japa menyerahkan urusannya pada Bli Kerta,

TARIAN SAKRAL FILOSOFIS ODALAN PUN tak lepas dari tari dan seni budaya Bali lainnya. Pada saat digelar Odalan besar, ada beberapa tari yang dipertunjukkan, salah satunya tari Rejang Dewa, tarian sakral yang hanya dibawakan oleh perempuan yang masih suci. Penari pada Rejang Dewa berjumlah delapan anak. Tubuh mereka dibalut kemben berwarna kuning dengan topi dari anyaman janur di atasnya. Tarian ini merupakan tarian selamat datang kepada dewa-dewi kahyangan yang diyakini mampir datang untuk memberkati upacara Odalan ini. Suguhan berikutnya tari Topeng Sidokarya, juga bersifat sakral sekaligus magis. Tari ini mengisahkan tentang dewa yang menjelma dalam sosok tua yang bijaksana, memberi ceramah dalam bahaMay, 2010 OntimE

travelounge

51


CULTURE

RITUAL ODALAN. Upacara di Pura yang menjadi acara puncak dan mengakhiri rangkaian upacara besar .

sa Bali, memberikan berkah pada pura dan jemaahnya. Sangade Aribudi, penari Topeng Sidakarya yang sering diundang di berbagai upacara di Sayan ini, sebelum memulai tarian biasanya melakukan beberapa macam ritual dan merapal mantra-mantra khusus. Konon disaat menari ia dalam keadaan tidak sadar, seperti kebanyakan tarian mistis di Jawa, misalnya, reog Ponorogo. “Ini tarian suci yang tidak setiap orang bisa membawakannya,” kata Sangade seusai acara. Durasi tarian topeng ini memang memakan waktu cukup lama. Dalam proses pertunjukan tari ini, penari bisa berganti topeng hingga empat kali: topeng Pajegan, topeng Tua, topeng Penasar, dan topeng Peranda. Masing-masing mewakili sebuah simbol dan pesan tertentu. Gerakan dan suara yang dibawakan sang penari pun otomatis berubah ketika sebuah topeng terpasang di mukanya. Saat memakai topeng Tua, misalnya, seluruh gesture dan mimik badan Sangade berubah menjadi rapuh. Geraknya patah-patah, menandakan engsel tuanya sudah kering dari pelumas. Suaranya pun berubah menjadi berat dan dalam.

52 travelounge

OntimE

May, 2010

PENGUNJUNG YANG INGIN MENIKMATI HARUS MENGGUNAKAN SETELAN SARUNG DAN IKAT KEPALA SEBAGAIMANA PAKAIAN ADAT DI BALI. Bisa jadi itu bukan suara Sangade sendiri. Tarian ini sebenarnya merupakan sebuah visualisasi dari buku suci Geguritan Dalem Sidhakarya, yang juga beramai-ramai dibaca dalam bahasa Sanskerta saat Odalan berlangsung. Kegiatan membaca kitab ini disebut Miwirama. Biasanya dilakukan oleh tetua desa yang masih bisa membaca kitab dalam bahasa kuno tersebut, dan jumlahnya tidak banyak. Salah satu tetua yang masih bisa membaca adalah Pak Jero. “Anak muda sekarang tidak banyak yang bisa membaca huruf Sanskerta. Jadi kami yang tua ini yang baca, padahal hurufnya kecil-kecil,” kata Pak Jero sambil membenarkan letak kacamatanya yang melorot. Pak Jero dan tiga tetua lainnya juga datang secara sukarela, begitu juga dengan orang lain yang hadir dan membantu. Prinsipnya saling menolong. Saat itu hanya dua “turis” yang melihat secara langsung prosesi Odalan, yaitu saya dan Kenichi, seorang turis gaek

dari Jepang. Kebetulan ia sedang berkunjung ke Ubud. Pemandu wisatanya adalah kemenakan I Wajan Japa. Dari situlah Kenichi bisa hadir dalam perayaan ini. Secara umum, upacara Odalan memang bisa dilihat oleh turis. Hanya ada beberapa aturan yang harus dipatuhi, salah satunya adalah tata busana. Pengunjung yang ingin menikmati harus menggunakan setelan sarung dan ikat kepala sebagaimana pakaian adat di Bali. Ini membuat akses ke setiap sudut menjadi lebih luas. Kenichi terlihat kikuk dengan sarung dan ikat kepalanya, namun ia tampak begitu antusias. Dengan wajah berbinar, dia merekam apa saja dengan digital camcorder kecil di tangan kanannya, termasuk tari Gabor, yang menutup upacara Odalan. Tarian yang juga dikenal dengan tari Pendet ini dibawakan oleh enam orang wanita lintas umur yang menari berpasangan. Kenichi begitu terkesan, “This is Bali!” kata Kenichi. 


THE

GREAT

ODALAN CELEBRATION

FOR ALL PREPARATION CAN TAKE PLACE UP TO THREE MONTHS, ALL THE VILLAGERS BECOMES A PART

TEXT AND PHOTOS: Ayos Purwoaji

54 travelounge

OntimE

May, 2010


May, 2010 OntimE

travelounge

55


CULTURE

Afternoon has not yet drown when I Wayan Japa led a large group of people who marched across the village of Sayan, Ubud, Bali. The large procession consisted of children to adults. Teenage girl walking neatly with colorful traditional outfits, with Banten or offerings on their heads. Families bring their sacred objects which are ancestral heritage. Male teenagers from all over the village who can play music accompanied the group by forming an orchestra, walked and hummed an energetic Balinese from the gamelan instruments. Small children are assigned to carry flags with specific symbols.

56 travelounge

OntimE

May, 2010


CULTURE

ODALAN IS A MARKER WHEN A TEMPLE WAS BUILT AND THE GODS WERE INVIT E D I N T O I T.

In the procession there are also some Hindu religious leaders, pedanda and pemangku, using white clothes typical of Hinduism. They looked magnificent in their Balinese outfits, even the group of small children who joined the group did not forget to wear headbands, and sarong. The destination of the group is the village water source. They will walk up and down the beautiful rice terraces. Ubud is famous for using the land terracing systems. Reminds us of the movie The Fall directed by Tarsem Singh that used the rice fields of Ubud as one of the backgrounds. The small and winding roads did not make the group of grandmothers in the group becomes fatigue.Their wrinkled legs could still step lightly and relaxed, even when the group must pass through hilly areas. They looked energetic and could still walk among the rice field without assistance. “I am used to, from a young age I already participated in this procession, “said a man. Hills with the grass savanna as high as the waist which swayed following the direction of the wind becomes their destination. On the other side, there is the Ayung River and its tributaries where the water are clear, winding dividing the hills.Rice fields decorate the slopes in the opposite hill. Coconut and banana trees add beauty to the landscape. At this point the group stopped, make a single line in order to cross. The bridge is very simple, only two pieces of bamboo stems intact. This bridge crosses the Ayung River, a favorite place to do rafting in Ubud. Finally they arrived at a spring, the Balinese call it Beji. They also perform a ritual called the mebejian, a procession to

get holly water that will be used to bless the entire family. Previously, this group forms a large circle with the center of a small old temple. Under the leafy shade of bamboo, the pemangku (religious leader) leads a ritual recitation of prayer, in order to state their gratitude to Sang Hyang Widi Wasa. Instead the small children were engrossed in waterplay in the small lake beside the springs. Mebejian is none other than a part of the Odalan ceremony or birthday of the temple. Bali where the majority of the population are Hindus choose an easy to find location for the temple as a place of worship. At home in the small to large sizes. Almost every village in Bali has three temples, Pura Dalem for matters relating to the death, Pura Puseh or temple of origin, and Pura Bale Agung devoted to the gods. Each family also has their own temple in the courtyard, usually called sanggah or mrajan. There is also Pura Dadia used by large families. Please count how many temples in Bali. It is only natural if Bali, one of the most beautiful islands in the world is called the island of thousand temples, although the number of temples has certainly reached more than a thousand. The odalan ceremony, also called piodalan, an anniversary ceremony of the temple. Odalan is a marker when a temple was built and the gods were invited into it. There are two types of the odalan ceremony, which is a big odalan ceremony or also called the Odalana Madudus Agung conducted for four days, and a small odalan ceremony or odalan alit which is held only one day. A special odalan ceremony can last until one week. Each temple celebrates a small odalan May, 2010 OntimE

travelounge

57


CULTURE

ceremony once every 210 days, or every seven months in the Gregorian calendar. Balinese calendar has different amount of months and different amount of days than the Gregorian calender. The big odalan ceremony has a longer cycle. Odalan Eka Dasa Rudra, the largest odalan ceremony to commemorate the anniversary of Pura Besakih is only held once in a hundred years. At one time odalan can be done almost every day. In general, there are actually four phases in performing an odalan ceremony. The procession lasts only for four days, but the preparations made by the family of I Wayan Japa took nearly three months. The first ritual is the Sanctification, the concept is more emphasized on efforts to get rid of things that are considered bad and dirty. Next ritual is Mendak Tirta, a number of senior family members go and get holy water in the Great Pura Besakih. The third ritual is Mebejian which takes place in the village fountain. The last ritual is Odalan, this is the top event that ends the series of this great ceremony. Do not ask the cost of the ceremony, on average each family spends tens of millions of rupiah for such a grand event. Between one step of the ceremony to another

58 travelounge

OntimE

May, 2010

separated by a day. A ritual is held according to the calculation on when the good day is, which is calculated by the pedanda. Determination of good days from the calculation using the traditional calendar is the authority of the pedanda. In the structure of Balinese society, pedanda is a very important entity. One of the interesting side of Odalan is its function as a tool of socialization among the community.I Wayan Japa claims that the preparation for the big odalan takes place for many months. But all that burden he does not bear alone. “All of the citizens of banjar help, making the preparations easier. No one asked for money, all voluntary, “he said. It was very noticeable that in the preparation the villagers come to work when the Odalan takes place.Everyone was busy. Not to mention the ladies who does not stop to decorate every corner of the house with decorations. The decorations they make shows strongly of the Balinese characteristics; umbrella for ceremonies, red rerumbai, bamboo container, colorful offerings, shiny white cloth, golden yellow cloth, and hats made from yellow coconut leaves for the young dancers. They also put the offerings in the form of food and fruits on so-

me beautiful sculpted metal container. The youths who are assigned to play music incessantly plays the beautiful bleganjur composition. Actually, these young people is a group of Balinese people who play the gamelan instruments and usually performs at the Four Season Resort, Ubud. But for the odalan ceremony, they gladly lend a hand. “We do not have to be paid, we are already pleased if food are provided,” said Subakta, flutist in the group. For the matter of food, I Wayan Japa handed the affair to Bli Kerta, a special chef for religious events. Wearing a simple T-shirt, Bli Kerta kept fanning the skewers of young pigs satay that he has made. Fat are falling, melted, leaving a brownish red meat crispy on the smoke. Bli Kerta said that the odalan ceremony is a special ceremony, therefore special dishes should be served. “Offerings must be an animal, usually young ducks and pigs weighing 50 kilograms,” he said. He understands very well the ins and outs of offerings for religious ceremonies. Bli Kerta did not only make satay, but also made a variety of food such as lawar and grilled pig. He had whispered, “the most delicious grilled pig in Bali comes from Ubud.” For the preparation of this Odalan, Bli


CULTURE Kerta has not slept for three days and three nights. He becomes the most busy person on big odalan celebration. He grills and cook all kinds of food. Even all of the seasoning was made by his own hand. Luckily he is a fitness instructor at a fitness center in Ubud, so no need to doubt his stamina. “But if wine is not available, maybe I’ve passed out from yesterday. Drinking wine makes me awake, “said Bli Kerta while fanning his satay. All the dishes made by Bli Kerta is intended for Sanghyang Widi Wasa, but in the end of the ceremony, after all piodalan procession is completed, all of these servings can be eaten by the guests who attend. It is a big party. All will run out quickly, including the satays that were fanned by Bli Kerta all day long. That is also the reason why Odalan should not be missed, because food is so abundant.

peng Pajegan, Topeng Tua, Topeng Penasar, and Topeng Peranda. Each mask represents a symbol and a particular message. The movement and sound of Sangade will automatically change when a face mask attached. When wearing the Topeng Tua mask for example, the whole body gesture and expression Sangade become brittle. The halting movements symbolizes the dry old bones. His voice turned heavy and deep. It is possible that it is not Sangade’s own voice.

missed. At that time there are only two tourists who saw firsthand the odalan ceremony, that is me and Kenichi, a Japanese tourists. Incidentally he was visiting Ubud. The tour guide was the niece of I Wayan Japa, that is why Kenichi can be present in this celebration. In general, the odalan ceremony can be viewed tourists. But there are some things that must be maintained, one of which is the outfit. Visitors who want to see the ceremony need to use gloves and

This dance is actually a visualization of the holy book Geguritan Dalem Sidhakarya which is read together in Sanskrit language when the odalan ceremony takes place. This activity to read the holly book is called Miwirama. Usually carried out by village elders who can still read these books in the ancient language, there are not many of them. One of the elders who can still read is Mr Jero.”There are not many young people nowadays who can read the Sanskrit letters, therefore we the old ones are the one who would read, whereas the letters are very small,” said Mr. Jero while his glasses are slipping. Mr. Jero and three other elders also came voluntarily, as well as others who attended and helped.The principle is to help each other.The beauty of the Balinese community is still clearly visible here, away from materialism and modernity. An ancient face but always

Balinese headbands. This makes access to every corner becomes wider. Kenichi looks awkward with gloves and headband, but he was so enthusiastic, his face lit up and he recorded everything with a small digital camcorder in his right hand, including the closing dance which is the Gabor dance. This dance is also known as Pendet dance and was held by six women with various age who danced in pairs. Kenichi was so impressed, “This is Bali!,” Said Kenichi. Kenichi could be just like me, want to find the true face of Bali. A face that is purely cultural, and far from the tendentious turistik friendliness. The Celebration of the Odalan ceremony in Ubud is one of them. Such cultural richness that will make Bali hold steady. And of course, always be missed by travelers who seek the face of Bali which is still pure. 

SACRED PHILOSOPHICAL DANCE Odalan can not be separated from the Balinese dance and other Balinese cultures. At the time when the big Odalan takes place, several dances are demonstrated, one of the dance is Rejang Dewa dance, a sacred dance that can only be performed by women who are still pure. The number of dancers is eight and all of them are small children. Their bodies are covered with a yellow traditional outfit and they wear a hat of plaited yellow coconut leaves. Very beautiful. This dance is a dance to welcome the gods who come to bless the ceremony. The next dance is the Sidokarya mask dance, this is also sacred, but more magical and philosophical. Tells us about a god who incarnated in the figure of a wise old man, giving a lecture in the language of Bali which essentially gives a blessing at the temple and the people who prays in the temple. Beneath this old mask there is the face of Aribudi Sangade, a Sidakarya Mask dancer who is often invited on various ceremonies at Sayan. Before beginning to perform this dance Sangade conducts various kinds of rituals and chanting special incantations with the Sidakarya mask placed in front of him. Maybe he was dancing in a trance, like most mystical dances in Java, namely the reog Ponorogo. “This sacred dance not everyone can perform,” said Sangade after the event is finished. This mask dance performs in a long period of time. There is not only one mask, but can be changed up to four times; To-

May, 2010 OntimE

travelounge

59


Courage and Consequence:

ENTERTAINMENT

My Life as a Conservative in the Fight

K

AUDIOBOOK dianggap sebagai alat belajar yang nyaman karena format mereka yang cukup fleksibel. Kita bisa belajar dari audiobook sewaktu melakukan tugas-tugas lain, seperti saat kita mencuci piring, memotong rumput atau berolahraga di dalam ruangan. Penggunaan paling populer audiobooks adalah ketika mengendarai mobil atau bepergian dengan transportasi umum, sebagai alternatif dari radio.

ISBN memiliki empat bagian: bagian pertama adalah kode negara, kedua penerbit kode, dan yang ketiga kode judul. Bagian terakhir merupakan cek digit, dan mengambil nilai dari 0-9 dan X (10).

60 travelounge

OntimE

arl Rove adalah kepala penasihat politik Presiden George W. Bush (20012009) dan arsitek tim kampanye dua kali kemenangan Bush dalam pemilu. Dalam memoirnya ini, Rove mengatakan bahwa George W. Bush mungkin tidak akan menyerang Irak jika di negeri tersebut tidak ditemukan senjata nonkonvensional. Namun, dia mengakui, kegagalannya menemukan senjata nonkonvensional itu telah merusak reputasi pemerintahan Bush, dan dia menyalahkan dirinya sendiri karena tidak membantah narasi “kebohongan publik Bush” dalam soal Irak, yang memperburuk citra masa pemerintahan George W. Bush hingga kini. Buku ini ditulis oleh orang yang paling kompeten dan kredibel di pemerintahan Bush. Suatu masa kepresiden-

an dalam sejarah Amerika Serikat yang paling banyak dikecam dunia, karena telah menyerang Irak, menggelar operasi militer di Afganistan dan Pakistan, serta melakukan perang terhadap terorisme secara membabi-buta. Terhadap banyak hal kontroversial selama delapan tahun pemerintahan Bush, Rove mengaku dirinya paling bertanggung jawab atas hal-hal kontroversial yang menyangkut urusan politik dalam negeri, seperti penanganan bencana Katrina (2007) yang dikecam kurang baik penanganannya. Selain masalah-masalah politik, karier, dan pekerjaannya, dalam buku ini Rove menulis tentang sejumlah masalah pribadinya, seperti penjelasannya tentang kasus bunuh diri yang dialami ibunya, tuduhan homoseksual terhadap ayahnya setelah bercerai dengan ibunya, juga soal-soal pribadi lainnya yang sempat dipertanyakan publik luas.  Wahyuana

UBUD The Spirit of

pat yang dapat mentransformasi seseorang menjadi individu yang baru. Ubud. Taksu juga terbentuk dari filosofi Tri Hita Karana, salah satu ajaran dalam agama Hindu Bali, yang mengajarkan keharTHE MAGICAL of monisan hidup antara Ubud merupakan semanusia dan Tuhan, butan yang menempel manusia dan alam, dan pada kawasan Ubud, di antara manusia senBali. Idiom itu muncul karena banyak orang merasa PENULIS: Herma- diri. Dalam konteks pemasawan Kertajaya ran modern, kawasan Ubud mendapatkan pencerahan dan Bembi Dwi sejak dulu sukses menjadi saspiritual di sini. Fenomena ini Indrio menimbulkan pertanyaan, PENERBIT: Grame- lah satu tujuan utama wisata apa yang sesungguhnya telah dia Pustaka Uta- di Bali, karena keunggulannya ma (2009) dalam tiga pilar: spiritual marmembuat banyak orang jatuh GENRE: Markecinta kepada Ubud. Jawabanketing, eco-marketing, dan ting/Traveling nya ternyata sederhana: social marketing. Tiga elemen Ubud memiliki kehangatan spiritual yang dalam bahasa marketing Mark (taksu), yang tidak ditemukan di temPlus disebut Marketing3.0.  pat lain. Misteri inilah yang dibahas oleh Hermawan Kertajaya, pakar manajemen dan pemasaran dari Mark Plus. (Gideon Trilogy III) Menurut Hermawan, taksu adalah sinergi dari berbagai variasi aspek kehidupan di Ubud—agama, kebudayaan, BACAAN INI untuk anak-anak. Naalam lingkungan, dan aktivitas komumun orang dewasa tentu juga boleh nitas—yang telah berkembang selamembacanya. Apalagi kisahnya mema berabad-abad. Taksu inilah yang mang seru. Boleh dibilang pesaing terberat serial novel Harry Potter. membuat Ubud menjadi sebuah tem-

Bali

TIME QUAKE

May, 2010

PENULIS: Karl Rove PENERBIT: Threshold Editions (2010) GENRE: Politik/Memoir

Sementara Harry Potter bercerita tentang dunia sihir paranormal yang penuh aksi supranatural, novel ini tentang cerita petualangan berdasarkan prinsip-prinsip sains ilmiah. Terdiri atas tiga episode (trilogi). Time Quake ini merupakan episode ketiga. Sehingga, untuk membaca novel ini, sebaiknya membaca pula dua episode sebelumnya: Time Traveller (2006) dan Time Thief (2007). Menceritakan petualangan Kate, Peter, dan Gideon. Kisah bermula dari Peter dan Kate yang mengalami kecelakaan mesin anti-gravitasi, terPENULIS: Linda Buckley-Archer Penerbit: Simon & Schuster Children’s Publishing (2009) GENRE: Science Fiction

lempar dari abad ke-21, mundur ke tahun 1763 di London, Inggris. Di tengah kebingungan di tempat asing tiga abad lampau itu, tiba-tiba muncul penjahat kawakan berjuluk Tar Man, yang merebut mesin anti-gravitasi. Beruntunglah, Peter dan Kate kemudian bertemu dengan Gideon the Cutpurse (seorang pencopet) yang mau membantu mengejar Tar Man.  W


SEBELAS MARET UNIVERSITY (UNS SOLO) PROGRAM PASCASARJANA (S-2 DAN S-3)

UNS Solo Menuju World Class University Universitas Sebelas Maret (UNS Solo) beberapa tahun terakhir berkembang pesat menuju World Class University, baik di Indonesia maupun dalam penilaian standar perguruan tinggi secara internasional yakni rangking 1.585 versi Webometrics dan termasuk 200 Top University di Asia - ranking 171 THES QS Asia, serta termasuk 50 Promising University versi Dikti. Program Pascasarjana (PPs) UNS bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki pengetahuan, keahlian, dan kemampuan akademik yang dapat digunakan untuk

Program Magister (S-2) 1. Linguistik a. Minat Utama Linguistik Deskriptif b. Minat Utama Linguistik Penerjemahan

2. Ilmu Lingkungan 3. Magister Manajemen 4. Kedokteran Keluarga a. Minat Utama Pelayanan Profesi Kedokteran b. Minat Utama Pendidikan Profesi Kesehatan c. Minat Utama Ilmu Biomedik

5. Teknologi Pendidikan 6. Ilmu Keolahragaan 7. Pendidikan Kependudukan & Lingkungan Hidup (PKLH) a. Minat Utama Pendidikan Kependudukan & Lingkungan Hidup b. Minat Utama Pendidikan Geografi

8. 9. 10. 11.

Pendidikan Sains Pendidikan Bahasa Indonesia Pendidikan Matematika Ilmu Komunikasi a. Minat Utama Manajemen Komunikasi b. Riset dan Pengembangan Teori Komunikasi

menjadi tenaga pengajar, perencana, pengembang, dan peneliti, tidak hanya bagi calon mahasiswa dalam negeri tetapi juga untuk mahasiswa luar negeri.z

Rektor dan Para Pembantu Rektor.

Program Doktor (S-3) 1. Linguistik a. Minat Utama Linguistik Deskriptif b. Minat Utama Linguistik Terapan Bidang Pengajaran Bahasa c. Minat Utama Linguistik Penerjemahan d. Minat Utama Linguistik Pragmatik 2. Ilmu Hukum 3. Pendidikan Bahasa Indonesia 4. Ilmu Penyuluhan Pembangunan a. Minat Utama Pemberdayaan Masyarakat oleh Perusahaan (CSR) b. Minat Utama Pelatihan/Pendidikan Luar Sekolah c. Minat Utama Pemberdayaan Usaha Mikro Bisnis Kecil 5. Ilmu Ekonomi a. Minat Utama Akuntansi b. Minat Utama Manajemen c. Minat Utama Ekonomi 6. Ilmu Lingkungan 7. Ilmu Pendidikan

Sarana dan Prasarana Penunjang PPs UNS memiliki jumlah staf pengajar yang memadai, dengan kualifikasi Guru Besar dan Doktor.

Pendukung Perkuliahan PPs UNS : laboratorium system belajar mandiri, laboratorium uji kualitas perairan, laboratorium meteorologi klimatologi, laboratorium bahasa, laboratorium biokimia, fisiologi, anatomi, histology, parasitologi, patologi klinik, patologi anatomi, lab Bio Molekuler dan Kultur jaringan. 4. Pusat Komputer dan Internet UNS, Hot Spot 5. Unit Pelaksana Teknis Pelayanan dan Pengembangan Bahasa UNS (UPT-P2B)

12. Pendidikan Sejarah 13. Agronomi 14. Ilmu Hukum a. Konsentrasi Hukum Kebijakan Publik b. Konsentrasi Hukum Bisnis c. Konsentrasi Hukum Pidana Ekonomi d. Konsentrasi Hukum Ekonomi Islam

15. Penyuluhan Pembangunan a. Minat Utama Ilmu Penyuluhan Pembangunan b. Minat Utama Manajemen Pengembangan Masyarakat

16. Ilmu Gizi a. Human Nutrition b. Clinical Nutrition

17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27.

Magister Administrasi Publik Biosain Pendidikan Bahasa Inggris Teknik Sipil Ekonomi dan Studi Pembangunan Akuntansi Kajian Budaya Sosiologi Fisika Agribisnis Pendidikan Ekonomi

1. Ruang kuliah dan seminar ber-AC yang dilengkapi dengan system audiovisual. 2. Perpustakaan yang terdiri atas : a. Perpustakaan Pusat UNS yang dilengkapi dengan layanan internet, CD Rom dan e-library b. Perpustakaan PPs UNS dengan jaringan internet c. Perpustakaan masing-masing fakultas terkait 3. Laboratorium yang meliputi laboratorium Pusat MIPA UNS dan masing-masing program studi serta fasilitas yang terkait, yang antara lain berupa laboratorium computer multi media, laboratorium ilmu komunikasi,

Jadwal Penerimaan Mahasiswa Baru Pascasarjana (S-2 dan S-3) Periode 1 Periode 2

25 Januari – 16 April 2010 19 April – 14 Mei 2010

Periode 3 Periode 4

24 Mei – 16 Juli 2010 30 Agustus – 17 November 2010

Panitia Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Universitas Sebelas Maret Alamat: Jl. Ir Sutami No 36A Surakarta 57126 Telp/Fax: 0271 634880 Email: spmb@uns.ac.id Website: http://www.spmb.uns.ac.id


FINEDINE

NASKAH: Rita Nariswari FOTO: Dwianto Wibowo

62 travelounge

OntimE

May, 2010


May, 2010 OntimE

travelounge

63


FINEDINE

MENU. Teh segar dan lumpia goreng.

S

ebuah kenangan atau imajinasi masa silam, bisa dihadirkan di atas meja makan. Seperti yang saya temui di Dapur Babah Elite, restoran yang terletak di Jalan Veteran I Nomor 18-19, Jakarta. Resto di bawah bendera bisnis Grup Tugu Hotels ini mencoba menggali kembali warisan menu dari dapur keluarga Tionghoa di masa lampau. Ada tiga aroma yang meruap dari dapur keluarga keturunan Tionghoa di masa penjajahan, hingga hidangan di meja pun dipenuhi akan berbagai aroma dan rasa. Bumbu Cina, Belanda, dan Indonesia atau lebih tepatnya daerah, tergantung di mana wilayah keluarga peranakan itu berada.

DAPUR BABAH ELITE JALAN VETERAN I NO. 1819, JAKARTA PUSAT

64 travelounge

OntimE

May, 2010

Bila kaum peranakan itu tinggal di Jawa, misalnya, bumbu khas Jawa pun menjadi bagian dari olahan ala nyonya —istri babah yang pribumi. Begitu juga bila keluarga tersebut berada di Sumatera atau Kalimantan. Walhasil, masakan peranakan pun beraneka rasa dan aroma. Khusus untuk di dapur keluarga peranakan di Jawa, nyonya dibantu oleh para bediende, alias pembantu yang asli Jawa. Maka olahan masakan Cina-pun diwarnai berbagai bumbu khas lokal, karena campur tangan bediende tadi. Secara tidak sadar, yang dilakukan para bediende dalam meramu bumbu pada menu masakan, ini lebih sebagai naluri pelayan yang berkeinginan dapat menyenangkan

MENU LOEMPIA GORENG FRIKADEL VAN GROTE GARNALEN

SOP AJAM LENGKOEAS NASIK TJAMPOER BABAH GARANG ASEM BANDENG BLIMBING WOELOEH

semua orang. Babah yang keturunan Tionghoa, misalnya, bisa menemukan kekhasan masakan leluhurnya, nyonya (yang pribumi) tetap mencecap cita rasa lokal, sedangkan para tamu kebangsaan Belanda pun menikmati hidangan dengan cita rasa Eropa.

D

i meja makan panjang dengan kursi lebih pendek dari model sekarang, di hadapan saya tersaji ikan belanak masak katjang dan petai boemboe tautjo, garang asem bandeng blimbing woeloeh, nasik tjampoer Babah, dan loempia goreng.

NASIK GORENG SAMIN KERRI VAN KIP

DANA PER ORANG (RATA-RATA) RP 200-250 RIBU


FINEDINE Sebagai makanan pembuka, garang asem bandeng blimbing woeloeh yang diolah menjadi sup bening. Tidak seperti garang asem ala Jawa, yang dibungkus daun pisang dan menggunakan bahan utama ayam. Yang satu ini menggunakan bandeng dengan daging nan lembut. Namun rasanya sama-sama segar, karena dibubuhi belimbing wuluh. Nasik tjampoer babah adalah menu yang komplet. Nasi pandan berwarna hijau. Warna hijau diperoleh karena adanya campuran daun suji dan daun pandan. Nasi dicampur ketan sehingga tampak hijaunya menjadi kinclong, disajikan dengan dibungkus daun pisang. Yang juga menggoda mata adalah rem-

tera Hindische Babah, sedangkan menu Belanda ala nyonya dengan label Hollandsche Babah. Lantas menu khas Cina tercantum dalam kolom Dapur Babah Chinesche Stijle. Khas lokal seperti sambal dan kerupuk pun muncul dalam berbagai model. Untuk yang datang saat makan siang dan hanya ingin mencicipi mi, ada tjwiemie

RIWAYAT KELUARGA OEI

D

eretan stoples kaca tinggi berisi kue-kue kering itu seperti mengucapkan selamat datang. Berada tepat di dekat pintu masuk, ditaruh di meja tua. Berderet dengan isi berlainan. Salah satunya kue putri salju. Meja tuanya menunjukkan bahwa kue-kue

PADA DAFTAR MENU, DIBEDAKAN ANTARA HIDANGAN BABAH BERCIRI LOKAL DENGAN SAJIAN YANG DIPENGARUHI OLEH BELANDA. peyek, ukurannya yang istimewa, mungkin 2 atau 3 kali dari ukuran biasanya. Sebagai temannya ada begitu banyak macam; udang goreng serundeng, sambal goreng kentang, tahu-tempe, empal, sayur lodeh, perkedel udah, ayam cocoh, sambal terasi, dan acar kuning. Harga sekitar 70 ribu rupiah. Tambahan berupa ikan belanak masak katjang boemboe tautjo menunjukkan keragaman hasil dapur keluarga Tionghoa. Ikan air tawar yang banyak ditemukan di Jawa ini digoreng, lantas dipadu dengan bumbu tumis, seperti jahe, bawang putih, bawang merah, kecap asin dan manis, sertatauco. Sedangkan lumpia berisi rebung dan wortel dijadikan hidangan penutup. Selain ketiga pilihan itu, daftar menu memuat banyak pilihan. Bila ingin ala meja makan Belanda, bisa memulai dengan sup jenis erwtensoep atau koninginensope (sop Ratoe), bisa juga huzarensla disambung menu aneka daging panggang alias biefstuk. Ada biefstuk complete Oen, garnalen biefstuk Oen, galantine biefstuk Oen, biefstuk van Kip Oen dengan harga rata-rata Rp 80 ribu. Untuk penutupnya, ada oliebollen, kue bundar dengan isi apel dan kismis. Bagian luarnya ditutupi gula halus. Pada daftar menu, dibedakan antara hidangan Babah dan ciri lokal dan sajian yang dipengaruhi oleh Belanda. Seperti untuk menu dengan pengaruh lokal ter-

TAO BAR. Bar yang menjadi pelengkap Dapur Babah. Tetap dengan deretan meja makan untuk makan malam, selain juga bar.

Malang yang kering maupun kuah khas kuliner dari Grup Tugu. Mi buatan dapur sendiri, dengan potongan ayam, pangsit, telur asin masir, daun sawi, bawang goreng, serta acar, dan disuguhkan dalam selada segar. “Kami menyuguhkannya dengan cara yang asli alias otentik,� kata Meiwiyanty Suling, Sales & Marketing Manager Grup Tugu. Bahkan model dapur Babah di masa lampau pun dimunculkan di resto ini.

kering tersebut berasal dari toko kue dan roti Oei di Semarang. Pemilik restoran, Anhar Setjadibrata, memang menyuguhkan rekaman hidup keluarga babah di Jawa bernama Oei Tambah Sia dan Oei Tiong Ham, yang terkenal sebagai keluarga kaya pada akhir abad ke-19. Beberapa ruangan di Dapur Babah pun memunculkan kekhasan keluarga ini. Dan camilan lawas ini menuntun tamu menuju ruang lain dengan pernik yang lebih kuno. Di kiri ada Tao Bar dengan suasana temaram dan patung bertebaran. Di berbaMay, 2010 OntimE

travelounge

65


FINEDINE SEARAH JARUM JAM. Ruang privat Dewi Kuan Im, bartender serba hitam meramu cocktail, perempuan berkebaya dan deretan stoples di ruang depan resto.

SETIAP RUANGAN MEMANG MEMPUNYAI CIRI TERSENDIRI. BANGUNAN TUA YANG DULU MERUPAKAN TOKO, TIDAK MENGALAMI PERUBAHAN APA PUN.

gai sisinya ada patung dewa dengan bentuk yang berbeda-beda. Bartender yang menggunakan gamis hitam. Musik yang diputar di ruang ini agak berbeda, lebih pada fusion. Lazimnya, orang bersantap di sini saat makam malam. Tentu sebelum lebur pada sajian minuman dari bar. Di bagian lain yang lebih terang, para karyawan muncul dengan balutan khas Betawi. Yang perempuan dengan kebaya putih, sedangkan pria dengan setelan celana batik dan baju koko. Dari arah depan, ada ruang VOC,dengan ciri meja untuk minum teh dan kopi. Di sebelah ruang VOC, ada ruang dengan sofa yang semiprivat, disebut sebagai ruang Angela Oei Tiong Ham, yang tak dari lain adalah istri Oei. Di salah satu dinding, ada gambar perempuan cantik tersebut dalam warna hitam-putih. Di dinding lain ada keluarga Babah dan istri-istri yang lain. Di sini ada embel VOC dari abad ke-17 nan besar.

66 travelounge

OntimE

May, 2010

Ada dua ruang lain, salah satunya adalah ruang Megawati, dengan warna merah ciri khas sesuai dengan tradisi Tionghoa. Bila datang, di ruangan inilah mantan Presiden RI tersebut duduk. Di dekatnya ada ruang privat Dewi Kuan Im. Dengan lukisan Dewi Kuan Im tua terbuat dari kayu yang disambung-sambung yang ditemukan di Cina. Menurut Meiwitanty Suling, semua barang memang kuno. Dikumpulkan pemilik resto dari berbagai negara di Asia dan hasil perburuan bukan dalam waktu sebentar. Setiap ruangan juga punya ciri tersendiri. Bangunan tua yang dulu merupakan toko yang masih asli tersebut, menurut Mei, tidak mengalami perubahan apa pun. Hanya, pemilik restoran memajang koleksi benda-benda antiknya di setiap sisi dan sudut ruangan. Walhasil, restoran pun ibarat museum. Yang berbeda tentu juga keramaian yang berbeda di jalan yang dulu bernama Citadel itu.

Pada 1920-an, jalan ini merupakan pusat keramaian. Terakhir dan paling belakang dari bangunan ini sedikit berbeda karena ruang lebih terang. Ada cahaya menerobos dari bagian atas pada ruang yang mewakili dapur keluarga Tionghoa zaman dulu. Teras belakang tersebut dihiasi bendera kaisar melambai di bagian atas. Berderet aneka perabot dapur dipajang di dua sisinya. Di lemari kaca berjejer jenis cangkir dan teko untuk minum teh. Serta tempat untuk sembahyang keluarga Babah. Di ruang ini pula, kini dibuka kelas atau kursus memasak “Njonja Oei Cooking Classâ€?. Dapur Babah ingin mewariskan budaya dapur di masa lampau ini pada kelas dengan minimum peserta enam orang. Paket belajar seharga Rp 250-350 ribu itu mengajak peserta belajar memasak tiga hingga lima jenis sajian. ď Ž


AUTOMOTIVE

VOLKSWAGEN-VANS.CO.UK

EXPLORE

WAJAH KLASIK, MESIN MODERN

HIKAYAT SI ROTI

TAWAR Caravelle menjadi kasta tertinggi generasi VW Kombi.

O

rang Jawa (Tengah) menjulukinya roti tawar. Itu karena bentuknya kotak berlekuk halus mirip roti tawar. Sebutan ang lebih popular adalah VW Kombi, sebutan pendek dari Kombinationskraftwagen (combined-use vehicle/kendaraan serbaguna). Kombi dan varian-variannya mempunyai penggemar fanatik di seluruh dunia. Tak terkecuali di Indonesia. Octo Budhiarto misalnya. Dia memiliki tiga tipe Volkswagen klasik: Type-1 yang biasa disebut VW Kodok (Beetle), Type-2 (Van/Kombi), dan Type-3 atau Notchback alias sedan. Diantara ketiga VW itu, Kombi-lah yang paling dia sukai. “It’s simple design and technology. Gampang dimodifikasi atau dibuat standar. Suspensinya sangat nyaman, beda dengan minibus atau MPV jaman sekarang,” kata Deputy Chief Editor Majalah Autocar itu. Agar lebih nyaman, Kombi panel buatan 1973 itu diinstal pendingin udara. “Biar adem kabinnya jika membawa rombongan keluarga,” ujar bapak dua anak ini. Daya angkut Kombi memang luar biasa. Selusin orang dewasa pun mampu ditampung leluasa. Mesin bensin 1600 cc yang sudah dibore-up menjadi 1700, ditambah penggantian gearbox Kombi 1979 menjadi-

kan van produksi Jerman itu bak kuda liar di jalan tol. Populasi besar, penggemar fanatik, dan karakter unik Kombi, membuat pabrikan menghadirkan sang penerus: Caravelle. Kombi modern ini hadir dengan karakeristik yang sama dengan moyangnya. Tentu ditambah segepok fitur-fitur teknologi otomotif terkini. Mesin tak lagi hanya bensin, tetapi sudah menggunakan diesel modern common rail Turbocharged Direct Injection (TDI) 2000cc. Mesin itu, dengan berbagai variannya, mampu menghasilkan tenaga antara 84 PS hingga 180 PS. Diesel canggih ini lolos uji emisi Euro V yang sangat ketat. Hebatnya lagi, sistem transmisinya tujuh percepatan kopling ganda (Direct-Shift Gearbox/DSG) yang selama ini dipakai VW Golf GTI. Caravelle terbaru, model 2010, bakal menghadirkan 4MOTION, teknologi paten VW untuk sistem penggerak all-wheel drive generasi keempat buatan Haldex, manufaktur spesialis all-whee drive asal Swedia. Haldex selama ini digunakan oleh mobil berkelas seperti Audi, Bugatti, dan Volvo. Sistem keselamatannya pun tertinggi di kelasnya. Generasi baru Electronic Stabilisation Programme (ESP) dengan hill-start assist. Dan yang paling canggih adalah side assist lane change system, yang mampu memperingatkan pengemudi kala menjumpai area blind spot. Fitur ini pertama kali disematkan di Touareg. Aplikasi Tyre Monitor Display (TMD) akan memberikan sinyal ketika tekanan ban berkurang. Interiornya tentu jauh berbeda dengan Kombi lawas. Caravelle memadukan kenyamanan dan fungsionalitas tingkat tinggi. Baris penumpang bak menghadirkan ruang meeting dalam mobil ala round table. Dashboard pengemudi komplit, dengan audio-video layar sentuh, displai kontrol, dan GPS terintegrasi. Si roti tawar berevolusi kian tinggi. Jadi ketika para fanatikan memunculkan slogan “It’s not a car, It’s a Volkswagen.” Sepertinya tidak berlebihan. 

Volkswagen (VW) , dalam Bahasa Jerman berarti mobil rakyat. Yang paling terkenal tentu VW Kodok (Beetle), tapi tak kurang populer adalah model Kombi (Type-2). Pertama kali diproduksi dengan mesin berbasis Beetle (type-1) 1300 cc pada 1950. Setelah berevolusi dengan varian T1, T2, T3, T4, dan yang terakhir adalah Caravelle T5. Varian T itu menyediakan banyak model dari kendaraan pickup, van, hingga mobil keluarga mewah semacam Caravelle. Sampai saat ini, uniknya, T2 masih diproduksi di Brazil. Tampilannya klasik, namun bermesin modern. Mesin itu menggunakan bahan bakar campuran bensin dan atau hanya ethanol ( flexible-fuel engine). Pabrikan VW Brazil menyebutnya Volkswagen Kombi Total Flex.  NUGROHO ADHI

May, 2010 OntimE

travelounge

67


FINEDINE

68 travelounge

OntimE

May, 2010


DAPUR BABAH ELITE Jalan Veteran I No 18-19 Jakarta Pusat MENU - Loempia Goreng - Frikadel van Grote Garnalen - Sop Ajam Lengkoeas - Nasik Tjampoer Babah - Garang Asem Bandeng Blimbing Woeloeh - Nasik Goreng Samin - Kerri van Kip PRICE PER PERSON (average) Rp 200-250 thousand.

TEXT: Rita Nariswari PHOTOS: Dwianto Wibowo

Hindische, Holandsche & Chinesche

F

rom the kitchen of the Chinese family in the colonial period, there are three strong aromas which make the dining table rich with flavor. These are the Chinese seasoning, Dutch and also Indonesian or more precisely from the regions of Indonesia, depending on where the family resides. When in Java, Javanese herbs become part of the prep-

Dishes ala bediende and Nyonya in the era of the VOC

arations of the Nyonya (wife) of the native Man or so called Babah, also when the family was residing in Sumatra or Kalimantan. As a result, what is called the Peranakan Cuisine becomes diverse. In Java, when preparing the dishes, the Nyonya was always assisted by the bediende (helper) which are Javanese natives. Therefore Chinese meals were flavored with various lo-

cal specialties, as a result of the interference of the bediende. In fact, the bediende did this in order to please everyone. The Babah could found distinctiveness within his ancestral cuisine, whilst the Nyonya still had a sense of native Indonesian, while the Dutch guests enjoyed the meal with a sense of Holland taste. The dining table actually has a full range of flavors, as can be

seen in the Kitchen of Babah Elite. This restaurant under the banner of Tugu Hotels group is trying to dig back Chinese legacy from the kitchen of the Chinese families in the past. At the long dining table, I was served with mullet fish cusine (ikan belanak masak katjang) and a special vegetable dish called petai boemboe tautjo, also garang asem banMay, 2010 OntimE

travelounge

69


FINEDINE

This dish is a specialty dish from Java using chicken and wrapped in banana leaves. deng blimbing woeloeh, nasik tjampoer Babah and loempia goreng (fried spring roll). As appetizer, the garang asem bandeng blimbing woeloeh which is processed into clear soup was served. This dish is a specialty dish from Java using chicken and wrapped in banana leaves, however in this restaurant, the main ingredient of this dish is fish and abundant with meat. The taste remains the same because of the freshness of the belimbing wuluh (a type of fruit). The Nasik Tjampoer Babah is a complete set menu. It consists of green fragrant rice. The green color is a mixture of the suji leaf and pandan leaves. Rice is mixed with glutinous rice therefore the green color looks sparkling, served wrapped in banana leaves. The rempeyek (Indonesian crackers) teases us with its size, three times bigger than usual. The green fragrant rice is accompanied by

70 travelounge

OntimE

May, 2010

all kinds of food, such as udang goreng serundeng, sambel goreng kentang, tahutempe, empal, sayur lodeh, perkedel udah, ayam cocoh, sambal terasi dan acar kuning. This set menu cost Rp68 thousand and is adequately fulfilling. The food in the menu, Ikan belanak masak katjang boemboe tautjoI, shows the diversity of the Chinese family kitchen. This freshwater fish which are mostly found in Java, fried and then combined with sautéed spices such as ginger, garlic, onion, salted soy sauce and sweet soy sauce and mushroom plus tauco sauce.While spring rolls filled with bamboo shoots and carrots which are previously sautéed, with a splash of liquid tauco sauce, can be served as dessert. Other than the three choices, the menu includes many options. If you want Dutch cuisines, you could start with erwtensoep soup or koninginen-

sope soup (sop Ratoe), or could also be huzaren-sla continued by various grilled meats or biefstuk. There are biefstuk complete Oen, garnalen biefstuk Oen, galantine biefstuk oen, kakap biefstuk Oen biefstuk van Kip Oen with an average price of Rp80 thousand. For dessert there is oliebollen, a round cake with apples and raisins filling. Its exterior is covered with powdered sugar. On the list of menu, the dishes are divided between meals with local characteristics and dishes that are influenced by the Dutch. As for the menu with local influences listed as Hindische Babah, while Dutch-style menus ala Nyonya are listed as Hollandsche label. Then a typical Chinese dishes are listed as Chinesche Stijle. Local specialties such as sambel (chili sauce) and kerupuk (Indonesian crackers) also appeared in various models. There are kroepoek pasir, kroepoek poeli, kroepeork

kampoeng, kroepoek oedang and also kroepoek blinjo. While the type of chili sauces are sambel teri lombok idjo, sambel badjak, sambel terong and sambel trasi. For the guests who come during lunch time and just wanted to have a taste of the noodles, there are tjwiemie Malang, dry or with soup, distinctive cuisine from the Tugu group. The noodle is freshly made in the restaurant’s kitchen, with pieces of chicken, dumplings, salted eggs, mustard leaves, fried onions, pickles and served with fresh lettuce. “We serve it the authentic way, “said Meiwiyanty Suling, sales & marketing manager of Tugu group. The model of the kitchen of Babah in the past is elevated in thisrestaurant which is located in an old building, of course with complete interior. 


PHOTOGRAPHY

Nukilan Alam di Kawah Putih TEKS DAN FOTO:

Paul I.Zacharia

72 travelounge

OntimE

May, 2010

KAWAH PUTIH di Ciwidey adalah keunikan warna danau gunung. Pesisir danau belerang yang berwarna putih membentuk nirmana harmoni dengan airnya yang biru muda. Daerah pegunungan di Bandung Selatan ini memang terkenal dengan aktifitas vulkanologisnya. Penelitian pada 1837 oleh seorang Belanda peranakan Jerman, Dr. Franz Wilhelm Junghuhn (1809-1864), mengakhiri misteri yang melingkupi kawah yang dianggap mistis dan berbahaya ini, yang membuatnya sempat dijauhi orang.

KAWAH PUTIH in Ciwidey is the uniqueness of colored lake in a mountain. The shore of the lake is white to give harmony in the universe of its light blue water. This mountainous area in the south of Bandung has been famous for its volcano activities. The research conducted in 1837 by a Dutch-Germany descendant, Dr. Franz Wilhelm Junghuhn (1809 -


Kawah berketinggian 2194 meter ini sesungguhnya adalah volkano Gunung Patuha di dekat puncaknya. Masih ada satu kawah lagi, Kawah Saat di puncak bagian barat. Kedua kawah ini terbentuk akibat letusan gunung pada abad X dan XII. Lokasi ini sudah cukup terkenal, banyak pasangan calon pengantin yang membuat foto pre-wedding mereka di sini. Di antara ruapan bau menyengat asap belerang. Jaraknya yang hanya 46 kilometer dari Bandung, membuat Kawah Putih menjadi salah satu jujukan favorit di Jawa Barat. Jangan mencoba bermobil ke sana pada masa liburan, karena sarana parkir dan jalan menanjak ke lokasi masih kurang memadai untuk menam-

1864) ended the mystery of the crater that was considered mystical and dangerous where people were staying away from it. The crater is on the height of 2194 meter and it is actually the volcano of Patuha Mountain near its top peak. There is another crater, Saat Crater in west part. Both craters were formed during the explosion of the volcano in tenth and twelfth century. Now, the location is famous among young brides and grooms for their pre-wedding photos taken. Amidst the strong smell of sulfur, they usually came from Bandung which is 46 kilometer away from this place. May, 2010 OntimE

travelounge

73


74 travelounge

OntimE

May, 2010


PHOTOGRAPHY

pung wisatawan yang membludak. Pengunjung dapat mengitari seluruh danau dengan mudah, karena ukurannya relatif kecil, dan adanya jalan setapak yang landai di antara pepohonan yang rindang. Tapi, nampaknya, sebagian besar pengunjung merasa sudah cukup berfoto ria di dekat akses masuk kawasan kawah ini. Padahal keindahan fenomena alam ini masih banyak yang menanti untuk dieksplorasi. Ada sisi yang nyaris tidak dikunjungi, yaitu daerah yang berlawanan dengan akses masuk kawasan. Di sisi kanan, menjauhi akses masuk, banyak sekali pepohonan yang tumbang atau meranggas –mencoba eksis menghadapi hawa belerang yang korosif. Kawasan ini sarat tekstur yang menarik.

NATUR TELAH MENUKILKAN GURATAN-GURATAN ALAMI UNTUK MENJADI ESTETIKA YANG MEMUASKAN SETIAP IMAJINASI FOTOGRAFER DAN PENGEMBARA.

This has made Kawah Putih as one of favorite destinations in West Java. But, we suggest not going there by car during holiday season because the parking facility and the road to the location not enough to hold an enormous number of tourists. Visitors could circle the lake easily because it is relatively small and there is a small track under the shade of trees. But, most people feel enough after they have successfully taken pictures near the access of the crater. Nevertheless, there is another phenomenal beauty awaited to be explored. There is a part that most people do not recognize, an area at the opposite site of the access to this area. On the right, away from entrance access, there is a lot of dying trees or falling leaves trees like they are trying to survive in the corrosive smell of sulfur. This area is filled with interesting texture. Bark of trees is dying or trying to stay alive. Cracks of stones from what is left from the slide exposed its interior

May, 2010 OntimE

travelounge

75


PHOTOGRAPHY Batang-batang pohon yang telah, sedang atau menolak mati. Rekahan bebatuan bekas longsor yang mengekspos tekstur interiornya yang berwarna lembut. Sedimentasi belerang di pantai air danau yang membentuk pola arsir berwarna kekuningan.

tekstur coklat, hitam dan kelabu.

Kehijauan tanaman perdu yang mengisi celah-celah vegetasi mengimbangi kegersangan kawasan ini. Dalam penyinaran pagi yang difus, carang-carang legam terdeskripsi rinci dengan latar belakang tekstur bebatuan dalam nuansa pastel. Beberapa puing alam ini bisa berwarna tajam, saling berpadu dengan beragam

Di sini nampak sekali pergulatan melanjutkan kehidupan, saat naluri uap belerang tanpa belas sedang menindas nafas kehidupan vegetasi yang meranggas. Di sini kesunyian memberi kesempatan kita berkontemplasi tentang pergumulan setiap insan untuk melanjutkan kehidupan – seberat apapun itu.

soft texture. Sulfur sedimentation on the shore of the lake formed a yellowish pattern.

Nature has painted its wonder to the level of esthetics that satisfies the imagination of all photographer and adventurer.

The green bushes filled the gap of vegetation to balance the aridity of the area. In diffused morning light, pattern of black formed the details on the background of stony texture, giving it a pastel nuance. Some of the natural ruins are colored brightly and matching harmoniously with various texture of brown, black and grey.

76 travelounge

OntimE

May, 2010

Natur telah menukilkan guratan-guratan alami untuk menjadi estetika yang memuaskan setiap imajinasi fotografer dan pengembara.

Here, the struggling of life shows when the instinctively deadly sulfur mercilessly trying to takes down the life of any vegetation. Here, silence gives us a chance to contemplate with that struggle of all living forms in this small universe, no matter how hard it is.


FOTO : MURDANI USMAN

UNIQUE

Menjadi Orang

Bali Bali, Indonesia – Kehidupan orang Bali memiliki banyak sisi yang unik, menjajal kesehariannya pun menjadi kegiatan menarik bagi turis. Dan telah tersedia paket wisata memanen atau menanam padi di desa, paket belajar musik Bali, juga belajar tari, membatik, memasak, dan budaya Bali lain. Rata-rata paket bertarif antara Rp 350-500 ribu. Salah satunya paket wisata di Ubud, di mana wisatawan diajak mengunjungi sekolah dasar atau menengah setempat, mendatangi atau bahkan menginap di rumah penduduk. Lantas ikut ke sawah dengan memakai caping, pakaian adat setempat, dan bersandal jepit. Mereka juga diajari membajak sawah, menanam padi, atau memanen padi. Juga belajar memanjat pohon kelapa, memetik kelapa muda, dan langsung menikmatinya. Belum lagi membakar atau merebus singkong untuk makan siang di sawah. Paket ini bertarif US$ 48 atau sekitar Rp 450 ribu. Wisata panen kopi

Bali di Munduk, dekat Danau Batur, misalnya, menawarkan kepada turis untuk terlibat dalam proses panen kopi, pengeringan, hingga pengelolaannya. Sementara itu, paket wisata budaya seperti belajar tari, musik, membatik, atau melukis khas Bali rata-rata bertarif US$ 35. Paket wisata “menjadi orang Bali” yang paling mahal adalah memasak makanan khas Bali seharga Rp 450 ribu untuk satu sesi kursus dari pukul 07.00-14.00. Wisatawan diajak berbelanja di pasar atau memetik langsung di kebun, memasak, hingga mencicipi hidangannya.  Wahyuana

Napak Tilas Hemingway Havana, Kuba – Tak ada sastrawan yang memiliki kisah hidup dan karya semenarik sastrawan Amerika Serikat, Ernest Hemingway, penerima Hadiah Nobel Sastra 1954. Hingga di Cancun, Meksiko, tersedia paket wisata Hemingway. Berlangsung selama 11 hari, turis diajak mengunjungi situs-situs Hemingway selama ia hidup di Havana, Kuba, dan Pamplona, Spanyol. Havana, tempat ia selama beberapa tahun melahirkan novel The Old Man and The Sea, yang meraih Nobel, menjadi fokus wisata ini. Namun, karena tidak ada jalur penerbangan ke Kuba dari Amerika Serikat, wisata ini dimulai dari Cancun, Meksiko. Setelah terbang 45 menit dari Cancun ke Havana, turis diajak mengunjungi Restoran El Floridita, restoran hidangan laut langganan Hemingway, kemudian

ke pabrik cerutu Partagas Cigar dan Hotel Ambros Mundos, tempat Hemingway menyelesaikan novel For Whom the Bells Tolls. Tidak terlewatkan bekas rumah dan museum Hemingway di Desa La Finca Vigia, tempat ia merampungkan novel The Old Man and The Sea. Di laut yang menjadi latar belakang novel ini, ia juga menyalurkan hobi memancing. Di sini tak lupa turis mampir ke restoran La Bodeguita del Medio, restoran lain kesukaan Hemingway. Hari keenam, dari Havana turis terbang ke Madrid, dan langsung ke Pamplona, Spanyol, mengunjungi stadion adu banteng. He-

AP PHOTO/DANIEL OCHOA DE OLZA

mingway pernah tergila-gila dengan olahraga adu banteng, dan kegemaran ini telah menghasilkan sejumlah karya, seperti Death in the Afternoon, Winner Take Nothing, dan The Sun Also Rises. Wisata tak berakhir di Spanyol, tapi turis akan terbang kembali ke Havana, untuk mengikuti napak tilas Hemingway lagi baru kembali ke Cancun, Meksiko.  W

Jejak Hantu Venesia, Italia – Venesia ternyata mempunyai wisata ke persembunyian hantu. Biayanya tak mahal, US$ 27 per orang. Tur itu berlangsung 1,5 jam pada malam hari. Karena penuh kengerian, wisata ini hanya untuk orang berusia di atas 18 tahun, dengan syarat tak mempunyai gangguan pada jantung. Tersedia enam paket cerita hantu yang dijamin akan membuat bulu kuduk berdiri. Tur dengan naik perahu menyusuri kanalkanal sungai yang melingkungi kota Venesia. Dimulai jembatan Rialto, yakni jembatan legendaris dan tertua yang dibuat 1181, dan kerap menjadi tempat orang bunuh diri. Wisatawan diajak menyusuri kelokan di bawah jembatan menuju sebuah kanal gelap tak jauh dari jembatan. Pemandu juga akan menceritakan kisahkisah pembunuhan yang pernah terjadi di sepanjang sungai Venesia, sekaligus mengunjungi tempat kejadiannya. Ada pula kunjungan ke lorong-lorong di bawah permukaan sungai, yang di masa lalu menjadi jalur melarikan diri para pemberontak.  W

May, 2010 OntimE

travelounge

77


78 travelounge

OntimE

May, 2010


NASKAH: Wahyuana

G

emuruh suara belasan motor gede (moge) memecah sepi hutan Taman Nasional Baluran, Banyuwangi, Jawa Timur, siang itu. Kapten rute yang ada di depan mengangkat tangan, ibu jarinya teracung. Satu per satu dari belasan pengendara moge menirukan gerakan kapten secara berurutan ke belakang. Jempol jari, pertanda pemandangan alam di sekitar jalur perjalanan bagus. Kini laju motor pun diperlambat. Dari radio komunikasi, marshal rute membuat keputusan: berhenti. Perjalanan diselingi jeda sebentar, untuk menikmati pemandangan, dan foto-foto. “Rasanya senang dan feel free. Selama 21 jam perjalanan tanpa henti dari Yogyakarta. Dan kini menemukan suasana alam yang indah di Baluran,” ujar Bro Welly Oka, Presiden Direktur Silverhawk, yang dalam perjalanan ini bertindak sebagai

marshal tur. “Bro” berasal dari kata “brother”, sebutan populer sesama penggemar moge. Itulah sepotong cerita dari touring moge Silverhawk Bali Ride Annual 2009 yang diadakan Silverhawk, sebuah klub moge berbadan hukum yang dikelola secara profesional. “Semuanya anggota tertib, tak ada yang urakan di sini,” ujar Welly Oka seolah menepis kesan bahwa klub-klub penggemar moge identik dengan kegiatan Bohemian semau gue. “Ini kegiatan fun saja, gaya hidup, wisata, mencari persaudaraan, dan menyalurkan hasrat petualangan,” ucapnya. Silverhawk berdiri pada 2005, dan kini telah beranggotakan 150 orang penggemar motor besar dari Jakarta dan berbagai kota di Indonesia, termasuk dari Singapura, Malaysia, serta Australia. “Tak ada syarat khusus untuk jadi anggota. Punya motor minimal 750 cc de-

ngan surat-surat resmi, mengisi formulir, dan membayar iuran anggota Rp 1 juta per tahun. Ini hobi para lelaki, Bro. Anggota cewek baru satu,” ujar Welly Oka. Jenis motor Harley Davidson paling banyak digunakan para anggota Silverhawk, meski ada juga dua merek lain, yakni Honda dan BMW. Kumpulan anggota Silverhawk dengan gampang bisa Anda temukan di akhir pekan, biasanya mereka nongkrong di seputaran Prost Beer Cafe, Kemang, atau di Puri Mutiara, Cipete, Jakarta Selatan. Menurut Welly, untuk menikmati touring dengan motor besar, sebaiknya bergabung dengan klub. “Boleh jalan solitaire. Tapi, kalau touring jauh, sebaiknya rombongan,” ia menyarankan. Silverhawk menerapkan peraturan yang cukup ketat terhadap setiap peserta tur. Sebelum berangkat, setiap peserta

JANGAN MENYANGKA KAMI SOMBONG, MENTANG-MENTANG KUMPULAN ORANG KAYA TERUS DIKAWAL POLISI.

TIP MEMILIH MOGE 2

3

4

5

6

Pilih moge yang mempunyai surat resmi atau paling tidak mempunyai kartu tanda anggota klub.

Jika membeli moge, cek keaslian onderdil-onderdilnya. Setiap bagian biasanya memiliki lisensi sendiri.

Pilih moge yang populasinya cukup banyak di daerah Anda, untuk memudahkan mendapatkan onderdil.

Jika beli moge bekas, pilih moge produksi di atas 1992, karena mesinnya terjamin, dan mudah mendapatkan serta banyak onderdilnya.

Sesuikan gaya berkendaraan dan jenis kendaraan. Jangan mengambil cruiser jika bergaya sport atau sebaliknya.

Untuk pemakaian sehari-hari, pilih moge jenis touring karena nyaman untuk perjalanan jauh.

ISTOCK.COM

1

May, 2010 OntimE

travelounge

79


FOTO : DOK SILVER HAWK

LEISURE

TEMPO/PANCA SYURKANI

FOTO : DOK SILVER HAWK

TEMPO/PANCA SYURKANI

FORMASI TOURING SILVERHAWK SELAMA DI JALANAN JUGA DIATUR SECARA BAIK. SATU KONVOI BIASANYA DIBATASI MAKSIMAL HANYA 20-25 MOGE. 80 travelounge

OntimE

May, 2010

TEMPO/PANCA SYURKANI


LEISURE Touring dengan

Moge {1} KENALI FISIK, MENTAL, DAN POLA PIKIR DIRI SENDIRI. • Sesuaikan dengan ukuran tubuh. Jika tinggi kurang dari 165 cm, sebaiknya menggunakan motor 600–800 cc dengan berat motor 150–180 kilogram. Agar tak perlu berjinjit ketika berada di atas motor. • Jika Anda sudah “berumur” dan cepat lelah, pilih motor jenis touring yang nyaman dikendarai. • Jika suka kecepatan, pilihlah moge Superbike, untuk wisata tipe touring lebih baik. FOTO : DOK SILVER HAWK

{2} wajib mengasuransikan kendaraan dan dirinya, termasuk menandatangani surat pernyataan bertanggung jawab sendiri sepenuhnya terhadap semua risiko perjalanan. “Syukur, hingga kini belum pernah ada kecelakaan berat berujung kematian. Kalau nyosor jurang, sering,” pria 37 tahun ini mengungkapkan. Konvoi Silverhawk selalu menggunakan pengawalan polisi di jalan, agar tak mengganggu jalan umum. “Sesuai aturan, kalau berombongan di jalan, harus dikawal polisi. Jangan menyangka kami sombong, mentang-mentang kumpulan orang kaya terus dikawal polisi. Tidak, sebab siapa pun, kalau berombongan di jalan, harus dikawal polisi,” ujar Welly. Formasi touring Silverhawk selama di jalanan juga diatur secara baik. Satu konvoi biasanya dibatasi maksimal hanya 20-25 moge. Konvoi dipimpin Captain Route, yang berada paling depan, sebagai pemimpin tertinggi konvoi selama di jalan. Kapten dibantu dua orang Sweeper Route, yang bertugas mengatur dan menangani formasi peserta; 5-6 orang Safety Route, yang bertugas untuk keselamatan peserta, seperti mengingatkan kalau ada yang kelihatan ngantuk atau tidak labil selama di jalan; dan seorang Marshal Route, yang menjadi pimpinan besar ekspedisi. “Setiap jalan biasanya juga diikuti satu mobil backup kalau ada yang sakit dan membawa barang-barang, dan 1 mobil safety teknik motor,” ujar Welly

Oka. Hampir setiap dua bulan sekali Silverhawk menggelar touring ke luar kota. Tak ada kompetisi, misalnya adu kecepatan dalam tur, karena kegiatan ini hanya jalan-jalan, wisata, dan bersenangsenang. “Bisa sampai tempat tujuan dengan selamat, kita sudah bersyukur,” ujar Welly. Sebagai bentuk apresiasi, setiap tur disediakan pin-pin penghargaan untuk meningkatkan rasa keanggotaan klub. Anggota klub yang berhasil menempuh perjalanan total 3.000 kilometer selama satu tahun mengikuti serentetan kegiatan klub tanpa pernah sekali pun mengalami kecelakaan dan memiliki perilaku yang baik selama setahun akan mendapatkan Honorary Ride Pride Medals. “Hadiahnya berupa uang Rp 5–10 juta dan diskon 20 persen untuk event touring berikutnya,” kata Welly Oka. Beberapa kegiatan dari Silverhawk yang terkenal di antaranya Silverhawk Bali Ride Annual, Silverhawk Central Java Ride 2009, Silverhawk Sumatera Selatan Ride 2008, Silverhawk Yogyakarta Ride 2008, dan acara mingguan berupa Sunday Morning Ride di Kemang atau Cipete. Selain Silverhawk, ada beberapa klub moge yang beberapa di antaranya menunjukkan jenis atau merek moge yang dikendarai. Di antaranya Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI), Motor Besar Club (MBC), Harley Owners Club (HOC), Harley Riders Club Indonesia (HRCI), dan Ducati Owners Club (DOC). 

WAKTU YANG TEPAT. • Pilih ketika jalan sepi. Pukul 10.00 ke atas bila melaju malam, atau pukul 05.00–09.00 pagi di hari libur. • Mesin moge Superbike dan Chopper sering cepat panas, sesuaikan dengan kondisi cuaca.

{3} KENDARAI DENGAN AMAN • Gunakan semua perlengkapan standar berkendaraan, seperti helm, sepatu, jaket, dan lain-lain. • Kenali karakter motor Anda. • Nyalakan lampu flash atau klakson jika ingin mendahului mobil. • Gunakan klakson untuk mendahului sepeda motor. • Saat bermanuver di keramaian, rentangkan kedua kaki untuk mendapatkan ruang dan menghindari serempetan. • Jika ingin berzig-zag searah, lihat kaca spion. • Jika berzig-zag berlawanan arah, gunakan spion sebagai pengukur ruang motor agar tidak menyerempet atau menabrak. • Blayer atau geber-geber sebaiknya hanya digunakan ketika berpapasan dengan truk atau kendaraan besar yang biasanya kurang peka mendengar klakson. Tapi jangan digunakan untuk kendaraan pribadi karena akan mengintimidasi dan menciptakan kebisingan publik. • Asuransikan moge dan diri Anda. 

May, 2010 OntimE

travelounge

81


EXPLORE

C U L I N A R Y

Kedai

ISTOCK.COM

Kopi Banyak kedai kopi di Jakarta. Rata-rata juga merangkap sebagai restoran. Di kedai-kedai seperti ini, pengunjung bisa ngopi, makan, internet wifi, sekaligus bisa nongkrong berlama-lama. Enak kan.

TEMPO/ NUNU NUGRAHA

pi-O yang khas Sumatera, kopi Talu Bukitinggi, kopi Vietnam, hingga Capuccino dan kopi Sisilia. Sajian teh juga berasal tradisional, seperti teh Poci, teh Jahe Salatiga, Mint-tea, teh Celup, teh Talu Bukittinggi, teh Uwuh Imogiri, teh herbal, dan teh Bumbu India. Sedang menu makanan diantaranya roti canay dengan kare ayam, sego ireng, bubur kambing Pekalongan, Sate Ayam Ponorogo, Lontong Tjap Gomeh Bonbin, atau nasi Rames Bonbin. Bersanding dengan anek camilan dari lumpia hingga pisang goreng.

Kopitiam Oey Jl. H. Agoes Salim 18 Sabang Jakarta Pusat Telp. 021-3924475 Buka : 07.00 – 22.00 wib Harga : Rp 8.000 – 27.000 per item

MILIK presenter kuliner Bondan Winarno. Kata Oey (baca : owi) yang menjadi nama kedai ini, diambil dari singkatan nama sang pemiliki O-Wi-narno. “Bolehkan sedikit berbau hokkian,” kata Bondan Winarno dalam tulisan pengantar di daftar menunya. Kedai ini tak pernah sepi diwaktu makan siang dan makan malam.

82 travelounge

OntimE

May, 2010

Menelpon dulu untuk memesan tempat akan lebih bijak, sebelum Anda datang dan kecele tak mendapat tempat. Harganya murah meriah jika dibanding dengan tempat-tempat ngopi bermerek global, sesuai motonya “Koffie Mantep, Harganja Djoedjoer.” Menyediakan aneka jenis kopi, teh, dan minuman- tradisional, disajikan secara tradisional, dengan interior dan balutan suasana kedai tempo doeloe. Menu seperti kopi tubruk kasar dan kental khas kopi pedesaan Jawa, kopi saring atau ko-

Bakoel Koffie Jl. Cikini Raya No. 25 Menteng Jakarta Pusat Telp 021-31936608 Buka : 09.00 – 23.30 wib Harga : Rp 18.000 – 45.000 per item

KEDAI kopi ini dapat ditemukan juga di Kemang, Barito, dan Pondok Indah, namun yang paling populer yang di Cikini. Bangunannya klasik, lingkungan tidak terlalu rame, dan tak jauh dari pusat aktivitas kebudayaan Taman Ismail Marzuki, merupakan spot nyaman buat ngopi sambil nongkrong sama pacar atau kolega.


BAHKAN, ADA SEBUAH KEDAI KOPI YANG SIAP MEMBAGI ILMUNYA TENTANG KOPI ASAL ANDA DATANG DI ATAS PUKUL 19.00.

Omar’s Coffee Jl. Radio Dalam Raya No. 2D Gandaria, Jakarta Selatan Buka : 09.00 – 23.00 wib Harga : Rp. 15.000 - 40.000 per item

TEMPO/ NUNU NUGRAHA

Jangan berharap akan menemukan kopi turunan atau produk olahan seperti Capuccino disini, tetapi semua yang disajikan merupakan kopi masakan langsung (Expresso). Baik pemasakan dengan expresso Machine, expresso pot, disaring, atau vacuum. Disajikan dalam selera klasik, seperti black/white, Americano, Machiato, Espresso, atau Comm Pamma. Atau dengan selera Exotic seperti kopi tubruk Jawa (ber-cethe), kopi Turki, resep Thailand, atau resep Vietnam.

TEMPO/ NUNU NUGRAHA

Sedang menu makanan berat tersedia laksa, soto mie, soto Betawi, sop Iga, sate Ayam, dan Gado-gado sama ketoprak ba-

gi vegetarian. Bersanding dengan aneka camilan gorengan Jawa seperti tahu goreng, pisang goreng, singkong goreng, dan camilan Eropa seperti french fries. Kalau Anda terpukau dengan rasa kopi dari Bakoel, Anda juga bisa membeli kopi bungkusan Bakoel Koffie 250 gram sebagai oleh-oleh. Tersedia dalam 3 jenis, Heritage 1969, Brown Cow, dan Black Mist.

Kedai ini berukuran kecil, masih baru, dan belum mempunyai cabang dimanapun. Dibanding kedai besar lain, yang ditawarkan adalah keramahan pemiliknya Omar W Kusuma yang jago meracik kopi. Dan ia bilang tak akan pelit berbagi ilmunya, makanya ia siap menjadi teman ngobrol yang baik ketika Anda berkunjung, untuk menikmati sekaligus belajar ilmu kopi. Asal Anda datang diatas pukul 19.00 atau di akhir pekan. Kopi yang tersedia diolah sendiri, dari mulai kopi mentah kemudian proses roasted (pemanggangan) hingga menjadi roasted bean (matang). Produk spesialnya adalah Omar’s Blend, yang merupakan campuran antara biji kopi arabica coffee dengan robusta coffe. Kopi Omar’s Blend inilah yang kemudian dicampur dengan berbagai lain seperti untuk menghasilkan aneka sajian seperti black coffee, kopi tubruk, cappuccino, machiato, caramel machiato, cafe latte, jamaican rum and cookies blended, tiramisu cookies blended, maupun caramel espresso blended. Rasanya oke dan khas Kedai Omar’s Coffee. Menu kopi favorit para pengunjung di kedai ini di antaranya tiramisu and cookies blended dan jamaican rum and cookies blended. Menu makanan pendamping yang tersedia, diantaranya french fries, potato wedges, bitter ballen, dan spagheti.

Kedai Kopi Phoenam

ses dikerjakan tradisional seperti di warung kopi di pedalaman Sumatera atau Sulawesi. Cukup dengan alat teko dan saringan. Namun soal rasa, jauh lebih sedap dibanding Cappucinno atau Expresso. Kopinya pekat dengan rasa antara pahit, manis, creamy, dan sedikit rasa coklat, khas kopi dari tanah Toraja. Cuma ada dua menu kopi yang ditawarkan disini yaitu kopi dan kopi susu. Kopi susu spesial disajikan dengan pekat, hasil dari 5-7 kali saringan. Dijamin Anda tak akan bisa tidur selaman setelah minum kopi ini. Namun jika ingin minum kopi yang lebih riTEMPO/ RAMDANI

ngan kandungan kofeinnya, Anda bisa memesan kopi susu biasa, hasil dari 2-3 kali saringan, dan harganya lebih miring. Tersedia aneka camilan dampingan seperti roti bakar, pisang goreng, roti goreng, dan makanan ringan lain. Tamu tak pernah sepi. Banyak yang bilang, ini kedai kopi yang paling enak di Jakarta. Aslinya ini kedai kopi dari Makkasar, dan baru 2003 buka di Jakarta . Sedikit kelemahan dari kopi masakan tradisional, hilangnya bau kopi yang merangsang, jika dibanding dengan kopi-kopi olahan mesin.  Wahyuana

Jl. K.H Wahid Hasyim No. 88 Jakarta Pusat Telp 021-31924369 Buka : 08.00 – 23.00 wib Harga : 12.000 – 25.000 per item

ANDA tak akan menemukan mesin-mesin pengolah kopi di kedai ini, semua pro-

Robusta Sekitar sepertiga dari kopi yang diproduksi di dunia adalah jenis robusta. Dalam beberapa tahun terakhir, Vietnam telah menjadi eksportir kopi robusta terbesar di dunia.

May, 2010 OntimE

travelounge

83


HANGOUT

NASKAH: Rita Nariswari FOTO: Nunu Nugraha

84 travelounge

OntimE

May, 2010


JUMAT MALAM telah datang. Kita tak lagi meneriakkan, “Thanks God, it’s Friday,” tapi lebih “Are you sure it’s Friday?”. Dan hari kebebasan itu pun tiba. Saatnya otak serta kaki melangkah ke suatu tempat untuk sekadar melepas penat. Duduk, ngobrol, dan minum, boleh jadi juga makan. Tak selalu harus di mana mata bisa lepas memandang ke luar dengan pemandangan luar biasa atau di ruang di mana langit menjadi atapnya. Di sangkar burung, yang identik dengan sebuah keterbatasan, pun bisa mengasyikkan. May, 2010 OntimE

travelounge

85


HANGOUT Bila ingin suasana yang lebih romantis, ada The Attic Bar di lantai dua.

ngan pohon. “Dulu area ini terbuka. Tapi, manakala hujan tiba, bagian teras itu basah, sehingga kami memutuskan memberi kaca,” ujar Aldy. Besi-besi penyangga bangunan atas sengaja ditampakkan dengan nyata. Dinding-dinding pun hanya dilapis semen. Meja bar dari kayu sepanjang 3,5 meter pun hanya dihaluskan tanpa polesan warna, sehingga urat-urat kayu nyata. Penyangga tiga batang besi di bagian ba-

B

ukan karena sangkar burungnya dari emas, cukup sangkar burung dari kayu dengan kehijauan di sekelilingnya, pilihan makanan berat dan ringan dari dapurnya, serta martini dan wine dari barnya. Ini memang bukan sangkar burung biasa, yang membuat orang terkungkung. Malah, di sini, orang bisa datang dengan mengenakan busana santai, duduk rileks seperti di rumah sendiri. “Tentunya selama masih dalam batas kesopanan,” ujar Aldy Hermawan, Manajer Bird Cage. Sangkar burung yang saya maksud memang Bird Cage. Restoran & bar yang terletak di ujung Jalan Wijaya 9. Tanpa pelang. Yang menjadi tetenger atau penanda tak lain hanya deretan sangkar burung. Dari yang besar di gerbang masuk

86 travelounge

OntimE

May, 2010

hingga yang kecil berjajar di pohon-pohon yang melingkar. Dari luar, bentuk bangunan tidak istimewa. Dinding semen dengan pintu kaca. Hanya, tamu akan disambut oleh moge Harley Davidson yang sudah dimodifikasi sehingga muncul lebih girlie dalam warna perak plus kerlapkerlip. Tangga kayu dengan bagian kolong diisi kayu-kayu yang biasanya digunakan sebagai kayu bakar. Dua tangga harus dilalui hingga tiba di lantai dua, lantai kayu penuh dengan kursi, meja makan, hingga meja bar dari kayu. Di teras, ada meja dan bangku panjang. Di luar penuh kehijauan dari pepohonan yang hadir di setiap sisinya. Di bagian lain, ada tempat duduk empuk karena kayu dipenuhi bantal-bantal. Ada dinding kaca yang menjadi penghalang de-

wahnya membuatnya menjadi meja bar yang sangat simpel dan terlihat alami. Malam itu sedang ada pesta. Suasana ramai. Keluarga dan teman berkumpul di teras. Namun tak berarti tamu lain tak bisa kongko. Yang berpesta memenuhi teras, pengunjung lain bisa duduk di dining room. Bila ingin suasana yang lebih romantis, ada The Attic Bar di lantai dua. Menaiki tangga kayu kembali menuju ruang paling atas itu, kita akan langsung melihat bagian langit-langit yang sekaligus menjadi atap. Di ruang teratas ini aksen “jadul” lebih kentara. Meja barnya juga menggunakan kayu panjang sekitar 2 meter, dengan koper-koper lawas di rak-raknya, selain juga buku-buku yang sudah sebagian terkelupas sampulnya. Lantas, di salah satu sofanya, yang juga terbuat dari kayu itu, ada perapian buatan dengan televisi kecil yang tua pula. Ukurannya 14 inci, tentunya hanya menawarkan tayangan hitamputih. Di sisinya ada pelana kuda sebagai aksesori.


HANGOUT Bird Cage Resto & Bar Jalan Wijaya 9 No 23 Jakarta Jam Operasional 10.00-01.00 Kapasitas Duduk: 150 orang (lantai 1) Berdiri: 250 orang (lantai 1) Minuman (Martini) - Lychee - Strawberry Chocolate Martini - Sky High - Teh Tarik Martini - Bolu-bolu Martini - Honey Dew - Cherry Mascarpone - Cendol - Kiss of Death - Icelandic Ice Tea - Bird Punch

Malam itu ada dua pasangan. Yang satu sedang asyik bersantap malam, sedangkan yang lain terlihat saling pandang mesra. Ada pula yang duduk di bar, tengah berbincang dengan bartender. Dengan kapasitas hanya 50 orang, bar ini pun cuma dibuka pada Jumat, Sabtu, dan Minggu. Di hari-hari lain, kongko di bar di lantai 1 pun tetap mengasyikkan. Apalagi di teras nan asri. Lingkungan seperti itulah yang ditawarkan sebagai sangkar burung ala Bird Cage. Bahkan, jika pagi, kata Aldy, banyak burung mampir. Maklum, pepohonannya memang begitu rimbun. Di teras juga ada layar besar yang serbaguna. Tayangan bisa diatur. Saat kejuaraan Piala Dunia, layar pun akan menampilkan pertandingan para jago bola sehingga digelar acara nonton bareng. Bila memang perlu tempat pertemuan dengan suasana yang santai, tempat ini pun bisa disulap menjadi tempat bincang bisnis dan layar pun berfungsi sebagai media untuk presentasi. Sambil nonton atau setelah diskusi, ada menu ala Italia atau beragam camilan yang mengenyangkan, semisal nachos. Yang pasti, apa pun aksi tamu di ruangan ini. Mau makan, nonton, bertemu klien, pertemuan apa pun, dan kongko, atmosfernya tetap sama. Tenang dan rileks. Tidak berada di area keramaian. Letaknya lebih dekat dengan perumahan dan di depannya ada area hijau. Saat malam hari, ada musik chill-out hingga pukul 22.00. Lebih malam, entakan musik lebih kencang. Jumat malam, tampil band akustik dengan tembang jazz dan Top 40. Sedangkan Sabtu pada pukul

22.00-02.00, saatnya dihibur oleh DJ dengan irama classic disco.

Warna-warni Martini Segar DARI balik bar kayu nan panjang, tiga bartender meramu minuman. “Kebanyakan orang mencari martini di sini,� ucap Aldy. Jadilah disebut sebagai bar martini, minuman yang seksi. Dikategorikan begitu karena memang dikelompokkan pada minuman wanita. Meski pria pun tak kalah menggandrunginya. Yang membuat semakin disukai kaum Hawa karena ramuan martini di Bird Cage rasanya segar lantaran banyak menggunakan buah-buahan dan daun-daunan. Martini pun menjadi pembangkit selera sehingga layak diminum sebelum makan. Pada martini asli, yang tak lain cocktail yang terbuat dari gin dan vermouth, memang sudah dibubuhi buah zaitun hijau. H.L. Mencken menyebut martini sebagai satu-satunya penemuan Amerika yang begitu sempurna seperti sebuah soneta. Sedangkan E.B. White menyebutkan sebagai penawar keheningan. Minuman ini pun sejak dulu digandrungi para tokoh dunia dan muncul dalam berbagai film.

Paling tidak dalam sekuel James Bond. Bar Martini di Bird Cage penuh warnawarni. Chocolate Strawberry Martini tampil merah muda dengan sentuhan cokelat di bibir gelasnya. Atau Sky High campuran vodka dengan aroma leci dan liquor jeruk. Kisaran harganya Rp 65-110 ribu. Nama-nama unik dimunculkan, seperti Toblerone, yang membuat orang akan membayang cokelat, ternyata memang miliki rasa cokelat, namun dengan tambahan vodka dan kahlua. Demikian juga Yoghurt Martini, tak lain dari yoghurt dengan campuran rum dan vodka. Selain itu, ada Lychee, Teh Tarik Martini, Fine Chocolate, Cherry Mascarpone, Strawberry Cheese Cake, dan Bolu-Bolu Martini. Semua membuat orang mencecap sesuai dengan namanya. Ada rasa teh tarik, ceri, cheese cake, maupun bolu pandan. Setiap bulan pun selalu ada menu spesial. April lalu, yang disodorkan adalah Mellocolist, Strawberry Orange Martini. Tak hanya martini, wine tersedia dalam berbagai pilihan. Hanya, menurut Aldy, orang Indonesia kebanyakan baru pada tahap penikmat, belum sampai tahap pencinta. Karena itu, mereka pun memilih yang rasanya manis. Untuk memilihnya, ada ruang khusus, yakni Wine Cellar, di lantai dasar, di sebelah butik yang juga dipunyai pemilik resto & bar ini. ď Ž May, 2010 OntimE

travelounge

87


INTERVIEW NASKAH: Wahyuana FOTO: Dwianto Wibowo

“Setiap saya menekan shutter kamera, rasanya seperti melepaskan beban di hati.”

Sebagai bankir,

ia sering dijuluki sebagai “dokter spesialis” bank bermasalah. Ini berkat sukses tangan dinginnya menangani berbagai bank sakit semasa krisis moneter menerpa Indonesia 1997/1998 untuk kembali sehat. “Saya selalu menggunakan tiga langkah. Pertama, langkah stabilisasi, kedua recovery, ketiga penyehatan dibarengi pertumbuhannya. Tiga langkah inilah yang selalu saya lakukan,” kata Sigit Pramono. Ia pernah sukses menangani Bank Exim, Bank Mandiri, Bank Internasional Indonesia, dan Bank Negara Indonesia. Kini seharihari, selain sebagai Ketua Umum Persatuan Perbankan Nasional (Perbanas), ia juga menjadi Komisaris Independen BCA. Di luar dunia perbankan, ia menggeluti fotografi. Dengan fokus karya pada lanskap. Empat buah buku fotografi telah ia hasilkan untuk membuktikan bahwa hobi yang ia lakoni tidak main-main. “Supaya ada buku fotografi mengenai Indonesia yang dibuat oleh orang Indonesia. Terutama tentang alamnya yang sangat-sangat menarik,” katanya. Bromo adalah salah satu fokus dari karya-karya fotografinya. Buku Bromo, Majestic Mystical Mountain (2007) ia dedikasikan untuk masyarakat sekitar obyek wisata kawah Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur. Di Bromo juga ia membuat sejumlah program untuk mengembangkan pariwisata. Seperti membuka sebuah resor mini dan merintis kegiatan tahunan Jazz Gunung. Dengan pengetahuannya yang mendalam tentang Bromo, tak salah jika ia berseloroh akan ikut pencalonan “Gubernur” Bromo jika itu ada. Semuanya ia tuturkan kepada Wahyuana dari Travelounge di kantornya, lantai 20 Gedung BCA, Jalan Thamrin, Jakarta.

88 travelounge

OntimE

May, 2010

Sukses sebagai bankir maupun fotografer, obsesi apa yang belum Anda capai? Obsesi apa nih, ha-ha…. Sebagai fotografer masih banyak. Sebagai bankir, saya merasa impian bangsa ini mengenai perbankan nasional belum digambarkan dalam suatu cetak biru yang jelas dan tuntas. Memang ada Arsitektur Perbankan Indonesia (API), tetapi barangkali API ini baru menjadi milik Bank Indonesia dan kalangan perbankan. Belum menjadi milik seluruh stakeholder perbankan, pemerintah, Dewan Perwakilan Rakyat, dan masyarakat luas. Apakah kita perlu mempunyai bank besar yang kuat, yang bisa berperan di kawasan Asia Tenggara, atau Asia, atau hanya perlu bank berskala nasional saja. Misalnya, kita sepakat untuk mendorong Bank Mandiri sebagai bank jangkar yang juga bisa berperan minimal untuk wila-


May, 2010 OntimE

travelounge

89


INTERVIEW yah Asia Tenggara, maka semua pihak harus mendorong dan mendukung ke arah itu. Kalau ini disepakati, semua orang harus komitmen ke arah itu. Seberapa perlukah langkah itu? Maret 2015 nanti kita masuk ke pasar bersama ASEAN. Kalau kita tidak siap sejak sekarang, suasananya nanti akan sama seperti 2010 ini, ketika kita menghadapi pemberlakuan perjanjian perdagangan bebas ASEAN-Cina. Tiba-tiba orang mengatakan kita tidak siap. Rugi kita nanti. Kita akan dijadikan pasar saja. Bagaimana persiapan negara lain? Bank-bank di Asia Tenggara, terutama dari Malaysia dan Singapura, sudah mulai membuka cabang-cabang di negara anggota ASEAN lain, seperti Kamboja, Thailand, dan Vietnam. Sedangkan bank-bank kita paling hanya buka kantor di London, New York, atau Shanghai. Menurut saya, kini sudah saatnya menengok pasar ASEAN. Sebab, kalau tidak, nanti ketika pada 2015 ASEAN Community resmi dibuka, kita akan kaget. Dulu banyak negara di Eropa yang tidak yakin bahwa European Community akan terwujud. Tetapi, begitu terealisasi, beberapa negara kaget. Nah, jangan sampai negara terbesar di Asia Tenggara ini nanti malah akan tertinggal dalam masalah ini.

karya-karya ini. View Points berisi campuran foto human interest, pemandangan, dan lanskap dari berbagai daerah di Indonesia. Sedangkan Bisikan Alam berisi campuran foto pemandangan alam di Indonesia, Amerika Serikat, Selandia Baru, Cina, dan Jepang. Mahakarya Sigit ada pada buku ketiga, Bromo Majestic Mystical Mountain, yang berisi foto-foto kawasan wisata kawah Gunung Bromo dan Taman Nasional Bromo, Tengger, Semeru. Buku ini tampil dua versi: edisi mewah yang dijual Rp 1 juta dan edisi umum Rp 450 ribu. “Bulan Mei-Juni ini, Wang Jia Fang, pelukis terkenal Cina, akan datang dan tinggal sebulan melukis Bromo. Saya tidak kenal orang ini, tapi seorang teman memberi tahu saya, kalau pelukis ini terinspirasi datang ke Bromo setelah membaca buku saya. Dia bilang foto-foto saya sangat puitis, ingin bertemu fotografernya, dan melukis Bromo. Ini kesempatan pertamanya selama seumur hidup pergi keluar negeri, dan dia memilih ke Bromo,� ujar Sigit. Buku terbaru, Belanga Paradise in an Earthen Port, berisi aneka foto pemandangan dari gunung, pantai, hingga laut, dari berbagai tempat di Indonesia. Dari keindahan pelangi di pantai Gili Trawangan, Lombok; batu-batu di pantai Lengkuas, Belitung; hingga pemandangan Bromo.

Soal keindahan sunrise Gunung Bromo adalah yang terbaik di dunia. itu tidak terbantahkan.

Jadi ada obsesi memperjelas orientasi perbankan kita? Iya. Tapi tentu itu bukan kerja sendiri ya. Perlu upaya bersama dari banyak pihak. Kalau kita sudah memiliki cetak biru struktur perbankan nasional, kita akan tahu mau punya bank nasional seperti apa kita nantinya. Bukankah bank seperti Bank Mandiri gencar membuka kantor di Malaysia? Bank Mandiri dibanding bank-bank besar lain yang ada di Asia Tenggara masih jauh. Meskipun buka kantor di Malaysia, itu belum bisa dikatakan sebagai bank cabang. Saya apresiasi juga dengan pencapaian itu, karena saya kan memulai karier juga di Bank Mandiri. Lebih dari tiga tahun saya bekerja di sana. Bagaimana dengan BCA? Tentu saja saya juga memberikan pandangan yang sama kepada direksi BCA. Tetapi posisi saya di sini kan hanya sebagai komisaris, bukan eksekutif, jadi tugas saya ya sebatas memberikan rekomendasi. Saya juga Ketua Umum Perbanas, yang bertugas memberikan rekomendasi pula kepada masyarakat mengenai industri perbankan. Tolong ini, pasar ASEAN ini dilihat ini. Jangan lupa, ASEAN bergabung itu akan menjadi suatu kekuatan ekonomi yang besar sekali, dan kalau kita bisa memanfaatkan pasar ASEAN, bisa menjadi batu loncatan untuk menyeberang ke pasar Cina. Jadi buat saya, kalau selama ini untuk langsung ke Cina susah, ya kuasai saja dulu pasar ASEAN, baru setelah itu menyasar ke Cina. Kalau kita sudah berada di Vietnam, barangkali akan lebih mudah masuk Cina. Sigit Pramono telah menerbitkan empat buku fotografi, yaitu View Points (2005), Bisikan Alam (2006), Bromo Majestic Mystical Mountain (2007), dan Belanga Paradise in an Earthen Port (2009). Jarang-jarang fotografer Indonesia membukukan karyakaryanya. Kurator fotografi Oscar Matuloh, sangat mengapresiasi

90 travelounge

OntimE

May, 2010

Kalau obsesi sebagai fotografer ? Wah masih banyak. Saya ingin memberikan suatu warisan mengenai hal-hal yang menyangkut Indonesia ini, terutama mengenai keindahan alamnya. Sebagai hobi, fotografi ini upaya saya untuk menyeimbangkan otak kiri dan otak kanan. Karena bankir itu lebih banyak menggunakan otak kiri, melakukan kalkulasi angka-angka, hal-hal yang sifatnya rasional. Sedangkan fotografi kan lebih banyak menggunakan otak kanan, rasa yang lebih berperan. Akan lebih arif kalau kita juga mengasah perasaan dan mempertajam otak kanan kita. Setiap saya menekan tombol shutter kamera, rasanya seperti melepaskan beban di hati. Begitu jepret!, rasanya plong hati ini. Jadi bagus untuk kesehatan psikologi. Saya bankir yang tidak suka golf, tapi sukanya motret, ha-ha‌. Sejak kapan menekuni fotografi? Mulai SMP-SMA, motret keluarga dan teman sekolah buat kenang-kenangan saja. Serius baru setelah kerja. Dulu pakai kamera Pentax Asahi. Setelah kerja, gaji pertama beli Nikon FM2. Sejak itu lebih serius. Saya ingin menggunakan fotografi ini untuk memprovokasi agar orang mulai memikirkan konservasi alam kita. Indonesia ini betul-betul memiliki alam yang indah, tetapi kalau kita tidak serius memikirkannya, tiba-tiba nanti kita akan kehilangan. Terinspirasi Ansel Adams, bapak fotografi lanskap dunia, yang foto-fotonya mampu menggerakkan orang Amerika Serikat untuk sadar konservasi alam. Untuk memotret lanskap, saya biasanya memakai kamera Technorama Linhof 617 dengan lensa Schneider. Apa 10 tempat yang harus dikunjungi ketika wisata di Bromo? Ada lebih dari 10 tempat menarik, dalam buku saya ada 51 tempat yang harus dikunjungi. Kalau yang paling populer (1) Bukit Penanjakan (2) Gunung Batok (3) Pasir Berbisik (4) Savana Penanjakan (5) Bukit Teletubies (6) Bukit Kursi (7) Bantengan (8) Kampung Suku Tengger (9) Pura Poten (10) Air Terjun Madakaripura. Di samping itu masih banyak hal menarik lain seperti wisata budaya dan agama suku Tengger, sistem terasering petani


INTERVIEW dari sekadar tempat nonton Sunrise terindah di dunia. Anda sangat serius dengan Bromo? Soal keindahan sunrise-nya tak terbantahkan terbaik di dunia. Dibandingkan dengan sunrise di Fujiyama, Jepang, misalnya, kita hanya akan mendapatkannya pemandangan puncak Fujiyama; dengan Gunung Kilimanjaro, Afrika, kita hanya akan melihat pemandangan Kilimanjaro. Atau ke Mount Arouki, Selandia Baru, hanya akan menemukan puncak Arouki ketika cahaya matahari pertama muncul di pagi hari. Tapi di Bromo, dari sunrise di Gunung Pananjakan, Anda selain bisa melihat puncak Gunung Bromonya, juga bisa melihat puncak Gunung Batok, Gunung Watangan, Gunung Widodaren, dan Gunung Kursi, dengan latar belakang puncak Semeru yang tinggi menjulang. Itu tidak terbandingkan. Sekitar 200 tahun lalu, dalam bukunya, History of Java, Raffles pun menulis ketakjubannya pada keindahan Bromo ini.

Tengger yang berada pada kemiringan 75 derajat sangat unik untuk mata lensa fotografi, dan upacara Kasodo yang menjadi peak season Bromo setiap tahun. Selama ini ada konsep yang salah dalam mempromosikan wisata Bromo, yaitu Bromo dipromosikan hanya sebagai tempat melihat matahari terbit. Itulah kenapa tur-tur ke Bromo biasanya hanya menginap semalam. Orang datang biasanya Sabtu siang, malam Minggu menginap sampai pukul 3 pagi untuk naik melihat sunrise, setelah itu pukul 6 turun, sarapan, habis itu pukul 9 sudah pergi ke Bali. Padahal ada banyak tempat menarik lain di sana. Luar biasa menarik. Kalau kita ingin menjual pariwisata, dipromosikan agar wisatawan mau tinggal lama, sehingga bisa berbelanja lebih banyak, stay longer, spend more. Tanpa itu, berat. Inilah yang kini sedang kami kembangkan di Bromo dengan membuat lodge, kafe, dan galeri untuk mempromosikan Bromo lebih

Bersama beberapa temannya, Sigit Pramono mendirikan Java Banana Lodge, Café, & Gallery di Desa Wonotoro, Sukapura, Bromo. Sebuah resor mini berkapasitas sekitar 50 tamu, dilengkapi dengan kafe, tempat pertemuan, dan galeri foto 1001 sisi menarik Bromo. “Tempat itu untuk mempromosikan Bromo dari berbagai sisi. Tapi repot juga, listrik byar-pet, sudah gitu voltasenya rendah. Saya coba membuat surat pengaduan ke PLN, tapi belum mendapat respons. Katanya kita sedang dalam program Visit Indonesia Year, tapi kalau kita tidak ada dukungan, tidak mungkin kan kita melakukan investasi sendiri,” ujar Sigit. Untuk menarik wisatawan, Sigit juga merintis kegiatan tahunan Jazz Gunung. Festival musik jazz panggung terbuka di Bromo. Menurutnya, ini festival jazz tertinggi di dunia, karena satusatunya yang diadakan di ketinggian 2.000 mdpl. Tahun ini akan digelar 3 Juli 2010.

Sebagai bankir senior, tidak berminat ikut mencalonkan diri menjadi Gubernur Bank Indonesia? Kalau ada pemilihan Gubernur Bromo, justru saya berminat ikut, ha-ha... Jadi Gubernur Bromo Indonesia saja. Gubernur Bank Indonesia itu suatu jabatan yang memerlukan suatu kompetensi yang berbeda dengan apa yang saya tekuni selama ini. Karena saya menekuni di bidang perbankan umum, itu sifatnya lebih mikro, sedangkan untuk jadi Gubernur BI itu diperlukan kompetensi hal-hal yang sifatnya ekonomi makro. Bukannya saya tidak tahu, tapi setiap orang mempunyai keahlian dan kompetensi yang tersendiri. 

Jejak Sigit Pramono Tempat dan tanggal lahir Batang, 14 November 1958 Istri : Sri Rahayu Kusindini Anak : Bagas Pramono Johan Pramono Satrio Pramono Fadhil Pramono

Pendidikan Formal - Manajemen Perusahaan Fakultas Ekonomi, Universitas Diponegoro, Semarang (lulus SE, 1983). - Manajemen Bisnis Internasional Sekolah Tinggi Manajemen Prasetya Mulia, Jakarta (lulus MBA, 1995).

Pendidikan Informal 1995 International Treasury Management Programme Morgan Bank, Singapura 1990 Leasing School Amembal, Halladay & Isom Lease Education and Consultant, USA 2009 Shaping Our Future in Volatile Times Cambridge Judge Business School, United Kingdom

Karier 2009-2012 Ketua Umum Perbanas Agustus 2008-sekarang Komisaris Bank Central Asia, Tbk Desember 2003-Februari 2008 Presiden Direktur Bank Negara Indonesia Mei 2002-Desember 2003 Presiden Direktur Bank Internasional Indonesia Juli 1999-Mei 2002 Senior Vice President Credit Recovery Group Bank Mandiri May, 2010 OntimE

travelounge

91


PEOPLE Lamira Septini Parwedi

Karier, Ibadah, dan Wisata ”Bekerja lebih sebagai upaya berkarya dan menyalurkan profesionalisme”

kan dengan menggunakan kata ‘tidak’, dengan diiringi kata maaf,” ujar ibu tiga anak yang telah berkarier 24 tahun di Bank Bukopin ini. Kiprah selama puluhan tahun ini, menurut alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti dan program magister manajemen Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini, bukan semata-mata untuk mencari uang, tapi juga beribadah. “Kalau soal tuntutan kecukupan tidak ada batasnya, ya.... Saya bekerja lebih sebagai upaya berkarya dan menyalurkan profesionalisme,” ujar penggemar tempat wisata Disneyland ini.

 Kartu Kredit Kartu kredit modern pertama kali digunakan pada 1920-an, di Amerika Serikat, khusus untuk membeli bahan bakar mobil. Western Union adalah salah satu pelopor kartu kredit.

S

ulit berucap “tidak”? Barangkali bisa mengikuti trik Lamira Septini Parwedi, Direktur Konsumer Bank Bukopin. Sering kali orang menggunakan kalimat yang berputar sehingga bisa berujung pada ketidakjelasan. Nah, untuk menghindari kalimat “abu-abu” dalam mengungkapkan kata “tidak”, yang bisa berujung pada kesalahpahaman dengan klien bisnis, Lamira biasanya menempuh beberapa langkah. Pertama, mendengarkan terlebih dulu topik yang disampaikan dengan rasa empati. Kedua, menyatukan persepsi bahasan. Ketiga, meyakinkan alasan-alasan yang menjadi dasar pertimbangan pendapat kita. Keempat, menyatakan suatu kondisi atau syarat untuk pelaksanaannya. “Apabila keempat langkah itu telah ditempuh dan tak berujung pada kesepakatan yang dapat diterima bersama, sebaiknya langsung ditegas-

92 travelounge

OntimE

May, 2010

Di sela-sela bekerja pun, ia memberi keseimbangan dengan melakukan perjalanan wisata, termasuk kunjungan ke semua taman wisata Disneyland dan Universal Pictures di kota-kota besar dunia. Dengan kegemaran yang satu itu, ia pun terdorong mengeluarkan produk kartu kredit Bank Bukopin yang pro traveler. “Dengan Bukopin Business Card, traveler akan langsung dilindungi asuransi jiwa, asuransi kehilangan barang, asuransi delay pesawat, potongan harga setiap pembelian tiket dan hotel, serta berbagai fasilitas menarik lain,” papar Lamira tentang produk kartu kredit Bank Bukopin terbaru tersebut. Bukopin Business Card adalah kartu kredit pertama dan satu-satunya di Indonesia yang mencantumkan nama dan logo perusahaan sebagai title kartu, dan bukan nama bank penerbit seperti umumnya kartu kredit yang selama ini beredar. “Sehingga lebih prestisius dan sangat personal. Kartu kredit ini dikeluarkan berbasis pada komunitas atau perusahaan,” ujar penggemar masakan Manado, rica roa, ini.  Wahyuana


PEOPLE Susan Bachtiar

Travelling & Fotografi

B

sitektur tua peninggalan kolonialisme anyak orang gandrung pada wisaPrancis. Salah satunya bangunan Gereja ta. Namun apa yang menjadi tuNotre Dame di Ho Chi Minh yang terkejuan dan aktivitasnya bisa berbenal itu. Gereja memang salah satu tempat da-beda. Bagi presenter, model, yang selalu menariknya. “Aku sedan aktris Susan Bachtiar, 36 tahun, traveling berarti fotografi. “Aku hobi lalu mampir dan berdoa ke setiap gereja yang baru aku teSetiap bepergian, ia tak lupa makan, tapi mui,” ujar pemeluk Katolik ini. membawa kameranya, Canon Lantas mau diapakan karyaEOS 7D dengan lensa Canon EF-S enggak hobi karya fotografinya? “Ah, untuk 18–200 mm. Lantas apa yang dimasak” konsumsi sendiri saja. Ya... dibidiknya? “Spot-spot yang indah simpan untuk koleksi sendiri,” untuk difoto, public interest, dan ujar guru bahasa Inggris Taman Kanak-Kabangunan-bangunan gereja tua,” katanya. nak St. Theresia, Jakarta, ini. Hal lain lagi Bintang dalam film Perempuan Punya yang selalu dicari Susan saat traveling Cerita ini mengaku sangat terkesan dengan bangunan tua di Eropa, Israel dan adalah berburu masakan lokal. “Aku hobi Mesir, serta keindahan gugusan Pulau Bomakan, tapi enggak hobi masak,” ujarnya. racay, Filipina, yang memiliki pantai-panDi Filipina, ia suka kue panada, yang juga tai dengan gradasi warna dari putih hingdapat ditemukan di pasar-pasar Manado. ga hijau. Di sana Susan bisa mengeksploSedangkan di Vietnam, selain menikmati rasi kemampuan fotografinya untuk mekopi Vietnam, ia menyukai banh khoai motret lanskap keindahan alam. Sedang(pancake) dan pho (mi). Sedangkan di kan di Kota Ho Chi Minh, Vietnam, ia meSpanyol, ia menggemari paya. motret keindahan gedung-gedung berar Wahyuana

TEMPO/ NUNU NUGRAHA

TEMPO/ NICKMATULHUDA

warna. Saya jadi trauma setelah itu,” ujarnya. Selain sangat memperhatikan kualitas ritsleting, ayah dua anak ini hanya memilih satu warna, yakni hitam. “Tapi sekarang saya mulai senang juga yang abuabu,” ujarnya. Di rumah ada koper segala ukuran yang digunakan semua anggota keluarga. Namun biasanya Addie memilih yang ukuran kecil, yang bisa dibawanya ke kabin pesawat. Tidak perlu masuk bagasi dan mengharuskannya menunggu idak hanya soal musik konduktor setelah turun dari pesawat terbang. Addie M.S., 50 tahun, serius. Soal Lain Addie, lain pula Memes, istrinya. koper, Addie tak mau main-main. Koper Memes cenderung lebih besar. “Ia Maklum, beberapa tahun lalu di kan senang berfoto, dan bajuBelanda, ia mempunyai pengbiasanya ganti-ganti,” alaman buruk. Waktu itu ia ”Ternyata, rit- nya ucapnya sembari tersenyum menghadiri BSF Award. Saat merapikan isi koper, ternyata sleting itu pa- lebar. Koper kecil dibawanya sekalipun ia harus membawa ritsletingnya macet. Koper ling utama” jas. “Saya lipat saja,” ucapnya pun tak bisa tertutup. “Kan tisantai. Lantas, kalau ternyata dak mungkin ditali. Tidak pakaian itu menjadi kusut, ia punya cara aman juga,” katanya. Akhirnya isi koperjitu. “Kalau ada lipatan, saya lap dengan nya pun didistribusikan kepada temantisu basah, kemudian pakai hair dryer. temannya. Setelah itu, ia benar-benar memilih soal koper.”Ternyata ritsleting Rapi lagi, deh.” Wow trik yang layak ditiitu yang utama. Bukan bentuk ataupun ru!  RITA

Addie M.S.

Trauma Macet

T

94 travelounge

OntimE

May, 2010


SHOPPING

i n e S Mitra Hadiprana Boutique Mall

Semua

Soal

Penyewa pun dipilih yang memiliki produk dengan keunikan tersendiri.

D

i arena parkir Mitra Hadiprana Boutique Mall, sepagi itu mobil sudah berjejer. Di dalam gedung, anak-anak tampak riuh, suaranya keluar hingga ke jalan. Sebagian dari orang tua mereka berkumpul di Waroeng Kita, restoran dengan makanan Indonesia yang terletak di lantai dasar. Sebagian yang lain lebih memilih berada di dekat anak-anak sambil berbincang di Kedai Mitra di lantai 2. Inilah hari dimana ayah maupun ibu membawa anakanaknya “berbelanja� ilmu seni. Sebenarnya tak hanya Sabtu dan Minggu mereka berkumpul di gedung yang terletak di Jalan Kemang Raya Nomor 30, Jakarta Selatan, itu. Setiap hari Hadiprana Art Centre mengadakan kelas seni. Cuma, memang, yang ramai di akhir pekan. Selain karena jadwalnya yang memang

NASKAH: Rita Nariswari FOTO: Ano

padat, pada hari itu orang tua ikut mendampingi. Di samping ada beberapa ibu yang juga ikut kelas khusus orang dewasa. Pusat keramaian berada di lantai 2, di mana kelas-kelas seni digelar. Setiap kelas menunjukkan kategori usia. Mereka memulainya pada pukul 09.00, anak-anak 4-6 tahun menggoreskan crayon pada lembaran kertas lebar, sedangkan para remaja menggerakkan kuas di atas kanvas. Tak hanya kelas seni, di sini disediakan juga arena bermain untuk bocah di bawah lima tahun. Lantas di dekatnya ada pula Kedai Mitra, yang menyuguhkan penganan hingga makanan berat. Dari pisang keju, siomay, hingga soto Betawi. Kedai makanan ini pun menjadi “ruang tunggu� para orang tua. Kelas pertama bubar, anak-anak berlari menuruni tangga. Tak berapa lama, kelas terisi kembali oleh murid kelas berikut-

nya. Hingga pukul 17.00 pun, anak dan remaja menjadi pengunjung setia di sini. Dan kerumunan orang tua di dua arena makan yang berada di gedung ini pun menjadi pemandangan yang paling sering terlihat. Boutique Mall ini pun layaknya galeri. Patung, lukisan dan karya seni lain dengan mudah ditemukan di koridor, lounge, maupun dinding-dinding kosong dekat tangga dan lainnya. Selain itu, di lantai dasar memang ada Hadiprana Gallery, galeri lukisan, patung, kartu-kartu ucapan, serta kotak dengan motif khas Indonesia. Menjelang siang, setelah belajar melukis di lantai dua, dua anak pasangan ekspatriat ditemani ayah-ibu mereka memasuki galeri. May, 2010 OntimE

travelounge

95


SHOPPING

dapat Tenun Baron, yang menyediakan Banyak hal tentang seni mereka dapataneka kain Indonesia, termasuk yang tekan di sini. Belajar, mengenal, dan berbelah dibentuk menjadi kemeja. Ruangan lanja karya seni, dari lukisan, patung, yang cukup lebar memudahkan pengunhingga produk perhiasan dan interior rujung memilih kain dengan nyaman. Di mah. Tepat di depan Hadiprana Gallery, dekatnya ada pula Indra Leonardi Photoada Hadiprana Jewelry dengan aneka pergraph, yang memajang foto keluarga selehiasan yang mengacu pada gaya etnik britas sebagai contoh hasil oriental. Ruangan ditata dengan mebel khas lokal, aneBelajar, mengenal, jepretannya. Waroeng Kita, yang terletak di lantai dasar, ka kalung dan giwang berdan berbelanja pun tak kalah unik. Restoada di ruang kaca yang berkarya seni, dari ran dengan suguhan maada di sekeliling ruang. Kurkanan Indonesia itu juga si jati dengan meja marmer lukisan, patung, ditaruh di tengah untuk mehingga produk per- menambah unik karena dekorasi sarang burung damudahkan tamu lebih sanhiasan dan interior lam jumlah banyak yang di tai memilih perhiasan. digantung di langit-langit Di bagian depannya terrumah.

96 travelounge

OntimE

May, 2010

serta dominasi warna putihnya. Arena makan inilah yang paling tampak dari sisi Jalan Kemang, selain Bank OCBC NISP di sebelahnya. Pada intinya, memang, seperti yang diungkapkan oleh Puri Hadiprana, pemilik Mitra Hadiprana Mall Boutique, mal ini berkonsep pertokoan (one stop stopping) selain pusat kegiatan masyarakat, khususnya yang sangat mengapresiasi seni. Inilah yang membedakannya dengan arena belanja lainnya. Selain itu, memang manajemen memilih penyewa dengan produk yang memiliki keunikan. Ruangan juga ditata dengan selera seni. Ada pula ruang khusus Gerbang Wedari, yang memperlihatkan kepada pengunjung ke-


SHOPPING

tuk kegiatan pameran seni bergiatan Grahacipta Hadiprana, yang berdisama, juga seminar dan kegiri sejak 1958. Mulai arsitektur, interior, atan seni lain seperti lomba karya seni, lanskap, lighting, hingga ‘H’ menggambar. Accent. Semua kegiatan memang Berdiri sejak 1997, ada sejumlah peberfokus pada seni. Untuk kenyewa yang loyal dan tetap setia hingga butuhan interior rumah, ada sekarang. Hadiprana Gallery sendiri sujuga Hadiprana Accent di landah berdiri sejak 1962. Sebelumnya tentu tai 1. Inilah ruang pamer dari tidak berada di gedung ini. Mulanya, meproduk interior yang dimiliki nurut Puri, bangunan didirikan atas daoleh keluarga Hadiprana. Tak sar keinginan sang ayah—Hendra Hadihanya kursi makan dan tamu prana—membuka peluang selebar-lebarserta tempat tidur, tapi juga nya untuk membawa dinamika lebih sepenghias rumah, seperti lamgar pada dunia seni di Jakarta. Sehingga pu dan produk dekorasi lainnya. Seperti apresiasi seni tidak hanya melulu pada sebuah lampu, yang tak hanya muncul karya seni rupa, tapi lebih luas lagi untuk seperti lampu lazimnya, navisualisasi diri. mun dengan sentuhan seni diTarget pasar pun, Puri menSejak berdiri balut kabel sehingga tampil lejelaskan, lebih pada masyarakat pencinta seni. “Kami mempupada 1997, ti- bih dekoratif. Semuanya produk lokal, tak nyai misi untuk membuat madak ada perhanya terbuat dari kayu, tapi syarakat Indonesia lebih dapat mengapresiasi seni dan budaya ubahan konsep, beberapa dari rotan selain ada Indonesia lewat keberadaan ka- meski ada per- pula ruang pamer khusus kain dan busana dengan sentuhan mi di tengah-tengah Jakarta,” luasan. kain Nusantara. Butik mini itu ujarnya. Suasana interior Boutiberada di dalam, terselip di dekat ruang que Mall pun secara keseluruhan menpamer untuk produk interior ini. Mau cerminkan apresiasi seni yang tinggi. perlengkapan rumah yang modern? HaSejak berdiri pada 1997, tidak ada pernya beberapa langkah dari Accent, ada ubahan konsep, meski ada perluasan dari khusus untuk produk interior dengan ga2.000 meter persegi menjadi 5.000 meya modern-minimalis, yakni Molteni & C. ter persegi pada 2006. Manajemen hanya Lantas, untuk penghias lantai, ada karpet memperluas ruang kegiatan bersama. Seimpor, yang kebanyakan muncul dalam misal, Ruang Forum di lantai dasar, Galewarna putih tulang di gerai Taiping, yang ri Anak di lantai 3, serta Ruang Panen Paberada di pojok. Untuk interior berupa di di lantai 4, yang sering digunakan un-

cermin dan kain, bisa ditemukan di Amathys. Di sebelah ada busana santai dari mancanegara dengan label toko FJL Sale. Ruangnya yang memanjang dilengkapi sofa membuat nikmat pelaku belanja. Bila gigi bermasalah, sambil menunggu anak les melukis, ada drg Ati Sinuko & Partners di lantai ini. Atau sudah bosan menunggu bocah hanya makan dan ngobrol, ada pula Greendoor Salon. Bila ingin meminta bantuan membuat produk yang ciamik untuk perusahaan maupun individu, ada Luv Designer Product & Graphics. Di ruangannya dipajang beberapa produk daur ulang, selain buku agenda yang dipenuhi lukisan. Daisy Bimo, sang pemilik, menyebut dirinya sebagai mediator antara pemilik produk dan yang membutuhkannya. Meski dia pulalah yang membuat desain produk menjadi tampil lebih menarik dan bisa jadi lebih fungsional.  May, 2010 OntimE

travelounge

97


Mudahnya โ€œNgenetโ€ Saat Liburan Notebook menjadi sebuah pilihan praktis sebagai teman liburan. Pilih yang ringan, hemat baterai, dan fitur komplit.



ย‹ย„ย—ย”ยƒยย„ย‡ย”ย•ยƒยยƒยย‡ยŽย—ยƒย”ย‰ยƒ ยย‡ยยƒยย‰ยย‡ยยŒยƒย†ย‹ยย‘ยย‡ย ย’ยƒยŽย‹ยย‰ยย‡ยย›ย‡ยยƒยย‰ยยƒยวค ย’ยƒยŽยƒย‰ย‹ยŒย‹ยยƒย•ย‡ย‰ยƒยŽยƒย•ย‡ย•ย—ยƒย–ย—ยย›ยƒ ยย‡ยยƒยย‰ย•ย—ย†ยƒยŠย†ย‹ย”ย‡ยย…ยƒยยƒยยƒย ยŒยƒย—ยŠยŠยƒย”ย‹ย•ย‡ย„ย‡ยŽย—ยยย›ยƒย†ย‡ยย‰ยƒย ย’ย‡ย”ย•ย‹ยƒย’ยƒยย›ยƒยย‰ยยƒย–ยƒยย‰วค

ย‡ย–ย‹ย†ยƒยยย›ยƒยŽย‹ย„ย—ย”ยƒยย„ย‹ย•ยƒยย‡ยยŒยƒย†ย‹ย’ย‡ยŽย‡ย’ยƒย• ย†ยƒยŠยƒย‰ยƒย†ย‹ย•ย‡ยŽยƒย”ย—ย–ย‹ยย‹ย–ยƒย•ยย‡ย”ยŒยƒวค

ย–ย—ยŽยƒยŠย›ยƒยย‰ย†ย‹ยŽยƒยย—ยยƒยย‹ย”ย‹ย•ย•ยƒยƒย–long weekend ยƒย™ยƒยŽย’ย”ย‹ยŽย•ย‹ยŽยƒยวคย‹ยƒย„ย‡ย”ย•ยƒยยƒ ยย‡ยŽย—ยƒย”ย‰ยƒยย›ยƒวข ย‹ย”ยยƒยวกย•ย—ยƒยย‹ยย›ยƒวกย†ยƒยย„ย—ยƒยŠ ยŠยƒย–ย‹ยย‡ย”ย‡ยยƒยœย‡ยŽย„ย‡ย”ยŽย‹ย„ย—ย”ยย‡ย”ย—ยยƒยŠย‘ย”ยƒยย‰ ย–ย—ยƒยย›ยƒย†ย‹ยยƒย™ยƒย•ยƒยยƒยย‰ยƒยย†ยƒย”ยƒยวก ยƒย™ยƒยƒย”ยƒย–วค ย‡ยŒยƒยย†ย—ยƒยย‹ยย‰ย‰ย—ย•ย‡ย„ย‡ยŽย—ยยย›ยƒวกย‡ยƒย ยƒยยƒย‰ย‡ย”ย’ย‡ยยŒย—ยƒยŽยƒยย•ย‡ย„ย—ยƒยŠยย‡ย”ย‡ยย–ย‡ย”ยยƒยยƒ ย’ย”ย‘ย†ย—ย home applianceย†ย‹ ยƒย™ยƒยƒย”ยƒย–ย‹ยย‹วก ย–ย‡ยŽยƒยŠยย‡ยย‰ย‘ย’ย–ย‹ยยƒยŽยยƒยย’ย‡ยย‡ย”ยŒยƒยƒยยย›ยƒยƒย‰ยƒย” ย–ยƒยย‹ยย—ย–ยย‡ย”ย‡ย’ย‘ย–ยยƒยย•ยƒยƒย–ยŽย‹ย„ย—ย”ยƒยวคย‡ย„ยƒย‰ยƒย‹ ยยƒยยƒยŒย‡ย”ย›ยƒยย‰ยย‡ยย„ยƒย™ยƒยŠย‹ย„ย‡ย„ย‡ย”ยƒย’ยƒย…ยƒย„ยƒยย‰ ย†ย‹ย•ย‡ยŒย—ยยŽยƒยŠยย‘ย–ยƒย„ย‡ย•ยƒย”ย†ย‹ ยƒย™ยƒยƒย”ยƒย–วกย‹ย”ย‹ย• ยย‡ยยƒยย‰ยย‡ยย‹ยŽย‹ยย‹ยย‘ย„ย‹ยŽย‹ย–ยƒย•ย›ยƒยย‰ย–ย‹ยย‰ย‰ย‹วค ยƒย”ย‹ย–ย‡ยย’ยƒย–ย–ย‹ยย‰ย‰ยƒยŽยย›ยƒย†ย‹ยยƒย™ยƒย•ยƒย ย‘ย‡ยยƒย”ยย‘ ยƒย–ย–ยƒวกยƒยย†ย—ยย‰วกย‹ยƒย•ย‡ยŽยƒยŽย— ยย‡ยย†ยƒย–ยƒยย‰ย‹base campวกย•ย‡ย„ย—ย–ยƒยยยƒยย–ย‘ย”ย›ยƒยย‰ ย•ย‡ยยƒยŽย‹ย‰ย—ย•ย•ย‡ย„ยƒย‰ยƒย‹ยยƒย”ยยƒย•ย•ย–ยƒยˆย’ย‡ยยŒย—ยƒยŽยƒยวก ย–ย‡ย”ยยƒย•ย—ยbase campย›ยƒยย‰ย„ย‡ย”ยƒย†ยƒย†ย‹

98 travelounge

OntimE

May, 2010

ย„ย‡ย„ย‡ย”ยƒย’ยƒยย‘ย–ยƒ ย›ยƒยย‰ยŠยƒย”ย—ย• ย†ย‹ยย—ยยŒย—ยย‰ย‹ ย•ย‡ย…ยƒย”ยƒย”ย—ย–ย‹ยวค ย‡ยย‰ยƒย ย’ย”ย‹ยย•ย‹ย’ยย‡ย”ยŒยƒ ย•ย‡ย‘ย’ย–ย‹ยยƒยŽ ยย—ยย‰ยย‹ยวก ย’ย‡ย”ย‡ยย’ย—ยƒยย‹ยย‹ ยŒย—ย‰ยƒย„ย‡ย”ยŠยƒย”ยƒย’ ย’ย‡ย”ยŒยƒยŽยƒยยƒย ยŽย‹ย„ย—ย”ยƒยยยƒยŽย‹ย‹ยย‹ ยย‡ยย„ย‡ย”ย‹ยยƒย ยย‡ย’ย—ยƒย•ยƒยย„ย—ยƒย–ยย‡ยŽย—ยƒย”ย‰ยƒยย›ยƒวค ย‡ย„ย‹ยƒย•ยƒยƒยย‹ย”ย‹ย•วกย•ยƒยƒย–ยŽย‹ย„ย—ย”ยƒย ย’ย—ยย•ย‘ยƒยŽยย‘ยย—ยย‹ยยƒย•ย‹ย–ยƒย ย’ย‡ย”ยยƒยŠย†ย‹ยƒย„ยƒย‹ยยƒยวคย—ยƒย’ย‘ยย•ย‡ยŽ ย›ยƒยย‰ย„ย‡ย”ย„ยƒย•ย‹ย• ย†ยƒย ย•ย‡ยŽยƒยŽย—ยย‡ยย›ย‡ย”ย–ยƒย‹ยย›ยƒวกย–ย‡ย”ยยƒย•ย—ย ย’ย‡ย”ยƒยย‰ยยƒย–ยย‘ยย’ย—ย–ย‡ย”ยŒย‹ยยŒย‹ยย‰ ย›ยƒยย‰ย•ย—ย†ยƒยŠย–ย‡ย”ย‹ยย–ย‡ย‰ย”ยƒย•ย‹ ย†ย‡ยย‰ยƒยย‹วฆ ย‹ย†ยƒยย–ย‡ยย–ย—ย•ยƒยŒยƒ ยย‘ย†ย‡ยย›ยƒยย‰ยย‡ยย†ย—ยย—ยย‰ยย›ยƒ ย„ย—ยƒย–ย„ย‡ย”ย•ย‡ยŽยƒยย…ยƒย”ย†ย‹ย†ย—ยย‹ยƒ ยยƒย›ยƒวค ย‹ย–ย—ย”ย‹วฆ ย‹ยย‡ยยƒยย‰ย•ย—ย†ยƒยŠ ยย‡ยยŒยƒย†ย‹ย•ย–ยƒยย†ยƒย”ยŽยƒย’ย–ย‘ย’วก notebookวกยƒย–ยƒย—netbook ย–ย‡ย”ยย‹ยย‹วคยƒยŽยƒยŠย•ยƒย–ย—ยย›ยƒยƒย†ยƒยŽยƒยŠ ยŒยƒยŒยƒย”ยƒยย’ย”ย‘ย†ย—ยnotebook ย†ย˜ยƒยย›ยƒยย‰ยŠยƒย”ย‰ยƒยย›ยƒย•ย‡ยยƒยย‹ย ย–ย‡ย”ยŒยƒยย‰ยยƒย—ย†ย‹ย„ยƒยย†ย‹ยย‰ยยƒยpersonal computer ศ‹ศŒวกยยƒยย—ยยย‡ยย’ย—ยย›ยƒย‹ย„ย‡ย”ยƒย‰ยƒยฯย‹ย–ย—ย” ยย—ยŽย–ย‹ยˆย—ยย‰ย•ย‹ย›ยƒยย‰ยย‡ยย†ย—ยย—ยย‰ยƒยย–ย‹ย˜ย‹ย–ยƒย•ย†ย‹ ย‹ยย–ย‡ย”ยย‡ย–วค ย‡ยย—ย”ย—ย–ยŒยƒยย†ย”ยƒย‹ยƒยย–ย‘วกย‹ย˜ย‹ย•ย‹ย‘ยยƒยยƒย‰ย‡ย” ย‘ย–ย‡ย„ย‘ย‘ยย‹ย˜ย‹ย•ย‹ย‘ยย†ย˜ยƒยวกย•ย‡ย„ยƒย‰ยƒย‹ย–ย‡ยยƒย ยŽย‹ย„ย—ย”ยƒยวกnotebookย†ย‡ยย‰ยƒยฯย‹ย–ย—ย”ยย—ยŽย–ย‹ยย‡ย†ย‹ยƒ ย›ยƒยย‰ย‘ย’ย–ย‹ยยƒยŽย•ย‡ย’ย‡ย”ย–ย‹ย†ย˜ยƒยย‡ย”ย‹ย‡ย• ย„ย‹ย•ยƒย†ย‹ยŒยƒย†ย‹ยยƒยย’ย‹ยŽย‹ยŠยƒยวคย‡ยย‡ยย–ยƒย”ยƒย’ย‹ยŽย‹ยŠยƒย ยƒยย„ย‘ย‘ยย†ยƒยย‡ย”ย‹ย‡ย•วฆยย›ยƒย•ยƒยย‰ยƒย–ย…ย‘ย…ย‘ย ย—ยย–ย—ยย„ย‡ย”ย•ย‡ยŽยƒยย…ยƒย”ย†ย‹ย†ย—ยย‹ยƒยยƒย›ยƒย†ย‡ยย‰ยƒย ย™ยƒยย–ย—ย›ยƒยย‰ยŽย‡ย„ย‹ยŠยŽยƒยยƒวควฒย‡ย„ยƒย‰ยƒย‹ย–ย‡ยยƒย ย„ย‡ย”ยŽย‹ย„ย—ย”วกยƒยย„ย‘ย‘ยย•ย‡ย”ย‹ย‡ย•ยย‡ยย‹ยŽย‹ยย‹ย„ยƒย–ย‡ย”ยƒย‹ ย†ย‡ยย‰ยƒยย†ยƒย›ยƒย–ยƒยŠยƒยยŠย‹ยย‰ย‰ยƒย†ย‹ยƒย–ยƒย•ย–ย—ยŒย—ยŠยŒยƒย ย†ย‡ยย‰ยƒยยย‡ยยƒยยˆยƒยƒย–ยยƒยย–ย‡ยยย‘ยŽย‘ย‰ย‹ย–ย‡ย”ย„ยƒย”ย—

ยย–ย‡ยŽย–ย‘ยย›ยƒยย‰ยยƒยย’ย—ยย‡ยย‰ย‘ย’ย–ย‹ยยƒยŽยยƒย ย’ย‡ย”ยˆย‘ย”ยยƒยยƒยย—ยยŠย‡ยยƒย–ย†ยƒย›ยƒย„ยƒย–ย‡ย”ยƒย‹วกวณยยƒย–ยƒ ยŒยƒยย†ย”ยƒย‹ยƒยย–ย‘ยย‡ยŽยƒยŽย—ย‹ย‡ยยƒย‹ยŽวกย’ย‡ยยƒยยŽยƒยŽย—วค ยŒยƒยย†ย”ยƒย‹ยƒยย–ย‘ยย‡ยย‡ย”ยƒยย‰ยยƒยยŽย‡ย„ย‹ยŠยŽยƒยยŒย—ย–วก ย—ยย–ย—ยย‡ย”ย‹ย‡ย•วกย•ย‡ย’ย‡ย”ย–ย‹ยย‡ย’ยƒยยŒยƒยย‰ยƒย

ยยƒยยƒยย›ยƒย†ยƒย”ย‹consumer ultra low voltageวก ยย‡ย”ย—ย’ยƒยยƒยย•ย‡ย”ย‹processorย›ยƒยย‰ยย‡ยย‹ยŽย‹ยย‹ ย†ยƒย›ยƒย–ยƒยŠยƒยย„ยƒย–ย‡ย”ยƒย‹ยŠย‹ยย‰ย‰ยƒย‡ยยƒยยŒยƒยวค ย‹ยŽย‹ยŠยƒยยŽยƒย‹ยยย›ยƒวกยƒย†ยƒยŽยƒยŠ Soulmate Series ย›ยƒยย‰ยย‡ยย„ย‡ย”ย‹ยยƒยย†ย—ยย—ยย‰ยƒยยยƒยย•ย‹ยยƒยŽ ย†ยƒยŽยƒยย—ย”ย—ย•ยƒยย’ย‡ยย‡ย”ยŒยƒยƒยย•ยƒยย„ย‹ยŽย„ย‡ย”ยŽย‹ย„ย—ย”วค วฒย’ยƒยŽยƒย‰ย‹ย•ย‡ยย—ยƒยŒยƒยŒยƒย”ยƒยย’ย”ย‘ย†ย—ยย†ย˜ยƒย ย•ย—ย†ยƒยŠยย‡ยย†ย—ยย—ยย‰ย‹วฆ ย‹ย˜ย‡ย”ย•ย‹ศ€ ศ€ ย—ยย–ย—ยยย‡ยยƒยย‰ยยƒย’ย•ย‹ยย›ยƒยŽยŽย‡ย„ย‹ยŠย„ยƒย‹ยวกวณยยƒย–ยƒ ย†ย‹ยƒวค ยƒยย—ยวกย„ยƒย‰ย‹ย›ยƒยย‰ย–ย‹ย†ยƒยย–ย‡ย”ย†ยƒย’ยƒย– ยƒย”ย‡ยƒhot spotวกย’ย”ย‘ย†ย—ยย†ย˜ยƒยย•ย—ย†ยƒยŠ ยย‡ยย›ย‡ย†ย‹ยƒยยƒยย’ยƒยย‡ย–bundlingย†ย‡ยย‰ยƒย ยย‘ย†ย‡ยย†ยƒย”ย‹ย‘ย’ย‡ย”ยƒย–ย‘ย”ย‡ยŽยย‘ยย•ย‡ยŽวค วฒย‰ยƒย”ย„ย‹ย•ยƒยย‡ยย‹ยยยƒย–ย‹ยƒยย•ย‡ย•ย‹ยย–ย‡ย”ยย‡ย– ย†ย‹ยยƒยยƒย’ย—ยวกวณย—ยŒยƒย”ยŒยƒยย†ย”ยƒวกยย‡ยยƒยย„ยƒยŠยยƒยวค ย‡ย•ยย‹ย„ย‡ย‰ย‹ย–ย—วกยย‡ย–ย‹ยยƒยŽย‹ย„ย—ย”ยƒยวก ย’ย‡ยย‰ย‰ย—ยยƒยย‘ยย’ย—ย–ย‡ย”ยŒย‹ยยŒย‹ยย‰ยŒย—ย‰ยƒยŠยƒย”ย—ย• ยย‡ยย’ย‡ย”ยŠยƒย–ย‹ยยƒยย’ย‡ย”ยƒย™ยƒย–ยƒยย„ยƒย–ย‡ย”ยƒย‹ย—ยย–ย—ย ย’ย‡ยยƒยยƒย‹ยƒยยŒยƒยย‰ยยƒย’ยƒยยŒยƒยย‰ย›ยƒยย‰ย‘ย’ย–ย‹ยยƒยŽวค ยย–ย—ยยย‡ยย’ย‡ย”ย–ยƒยŠยƒยยยƒยย—ย•ย‹ยƒย’ยƒยยƒย‹ ย„ยƒย–ย‡ย”ยƒย‹ยŽย‡ย„ย‹ยŠย–ยƒยŠยƒยยŽยƒยยƒวกยŒยƒยย†ย”ยƒย‹ยƒยย–ย‘ ยย‡ยย›ยƒย”ยƒยยยƒยย—ยย–ย—ยย•ย‡ย‰ย‡ย”ยƒยย‡ยย‰ย‹ย•ย‹ย—ยŽยƒยย‰ ศ‹chargingศŒย„ยƒย–ย‡ย”ยƒย‹ย•ยƒยƒย–ย‹ยย†ย‹ยยƒย–ย‘ย”ย„ยƒย–ย‡ย”ยƒย‹ ยย‡ยย—ยยŒย—ยยยƒยย–ยƒยย†ยƒย’ย‡ย”ย‹ยย‰ยƒย–ยƒยวค วฒ ย—ย”ย—ย•ยŠย‡ยยƒย–ย„ยƒย–ย‡ย”ยƒย‹ยŽยƒย‹ยยย›ยƒยƒย†ยƒยŽยƒยŠ ย†ย‡ยย‰ยƒยย–ย‹ย†ยƒยยย‡ยย„ย—ยยƒย„ย‡ย„ย‡ย”ยƒย’ยƒยƒย’ยŽย‹ยยƒย•ย‹ ย•ย‡ยยƒยŽย‹ย‰ย—ย•ย†ยƒยย‰ย—ยยƒยยƒยยŠยƒยย›ยƒยƒย’ยŽย‹ยยƒย•ย‹ ย›ยƒยย‰ย†ย‹ย’ย‡ย”ยŽย—ยยƒยวคย‡ยย‹ยย‹ยƒยย’ย—ยŽยƒย†ย‡ยย‰ยƒย ย’ย‡ยย‰ยƒย–ย—ย”ยƒยย‹ยย–ย‡ยย•ย‹ย–ยƒย•ย…ยƒยŠยƒย›ยƒยŽยƒย›ยƒย”วก ย˜ย‘ยŽย—ยย‡ย•ย—ยƒย”ยƒวกยƒย–ยƒย—ยƒย’ยŽย‹ยยƒย•ย‹ยŽยƒย‹ยย›ยƒยย‰ ย•ย‡ย…ยƒย”ยƒย•ย‹ย‰ยย‹ฯย‹ยยƒยยƒยยƒยยย‡ยย’ย‡ยย‰ยƒย”ย—ยŠย‹ ย†ยƒย›ยƒย–ยƒยŠยƒยย„ยƒย–ย‡ย”ยƒย‹วคยƒยย•ย‡ย„ยƒย‹ยยย›ยƒ ย‰ย—ยยƒยยƒยยƒย”ย—ย•ยŽย‹ย•ย–ย”ย‹ยยŒย‹ยยƒย†ย‹ย‰ย—ยยƒยยƒยย—ยย–ย—ย ย™ยƒยย–ย—ย›ยƒยย‰ยŽย‡ย„ย‹ยŠยŽยƒยยƒวกวณยยƒย–ยƒยŒยƒยย†ย”ยƒวค ย‹ย„ย—ย”ยƒยย’ย—ยย•ย‡ยยƒยย‹ยย„ย‡ย”ยย‡ย•ยƒยยย‡ย–ย‹ยยƒ ย•ย‡ยย—ยƒยย‡ย„ย—ย–ย—ยŠยƒยย–ยƒยยƒย†ยƒยŽยƒย‰ย‹ย›ยƒยย‰ ย–ย‡ย”ยŽย‡ย™ยƒย–ยยƒยวกย–ย‡ย”ยยƒย•ย—ยยย‡ย–ย‹ยยƒยŠยƒย”ย—ย• ย„ย‡ย”ยŠย—ย„ย—ยย‰ยƒยย†ย‡ยย‰ยƒยย’ย‡ยย‡ย”ยŒยƒยƒยยƒย–ยƒย— ยย‡ย„ย—ย–ย—ยŠยƒยย„ย‡ย”ย‹ยย–ย‡ย”ยย‡ย–ย”ย‹ยƒวคยƒยŠวกย„ยƒย‰ย‹ย›ยƒยย‰ ยย‡ยŽยƒยย—ยยƒยยƒยย–ย‹ย˜ย‹ย–ยƒย•ยŽยƒยยƒย†ย‹ย†ย—ยย‹ยƒยยƒย›ยƒวก ย•ย‡ย’ย‡ย”ย–ย‹ยย‡ยย‰ย‡ย…ย‡ยย†ยƒยยย‡ยย„ยƒยŽยƒย•ย‡ยยƒย‹ยŽวก uploadยˆย‘ย–ย‘ยƒย–ยƒย—ย†ยƒย–ยƒวกยยƒย—ย’ย—ยย—ย’ย†ยƒย–ย‡ ย•ย–ยƒย–ย—ย•ย†ย‹ยŒย‡ยŒยƒย”ย‹ยย‰ย•ย‘ย•ย‹ยƒยŽยย‡ย†ย‹ยƒวกยŒยƒยย†ย”ยƒ ยย‡ยย›ยƒย”ยƒยยยƒยย—ยย–ย—ยยย‡ยย‰ย‰ย—ยยƒยยƒยยย‘ย†ย‡ยŽ ยƒยย„ย‘ย‘ยย†ยƒยย‡ย”ย‹ย‡ย•วควฒยƒย”ย‡ยยƒย„ยƒย–ย‡ย”ยƒย‹ ย–ยƒยŠยƒยยŠย‹ยย‰ย‰ยƒย‡ยยƒยย•ยƒยย’ยƒย‹ย–ย—ยŒย—ยŠยŒยƒย ย’ย‡ยยƒยยƒย‹ยƒยวกวณยยƒย–ยƒยย›ยƒวกยย‡ยยŒย‡ยŽยƒย•ยยƒยวค ยƒย†ย‹วกย–ยƒยยƒย†ยƒยยƒย•ยƒยŽยƒยŠย†ย‡ยย‰ยƒย ยย‘ยย‡ยย–ย‹ย˜ย‹ย–ยƒย•ย•ย‡ยŽยƒยยƒยŽย‹ย„ย—ย”ยƒยวกยยƒยวซ INFORIAL


TRAVELLER’SNOTE

Seminggu di Negeri Kanguru NASKAH DAN FOTO

GEOVANI LASKAR BAGASANGGAKARA Student, Binus International School, Serpong

S

epanjang hari itu saya tidak tenang. Antara senang dan deg-degan campur aduk jadi satu. Senang karena akan pergi ke Sydney, Australia. Wow! Saya sangat senang travelling. Deg-degan, karena saya akan pergi sendiri tanpa keluarga. Pertengahan Maret lalu saya mengikuti Immersion Program yang diadakan sekolah saya, Binus International School Serpong. Pesertanya campuran dari kelas 9 sampai 11. Saya sendiri termasuk peserta yunior, dari kelas 9. Progam ini, selain berisi kunjungan wisata juga terutama untuk mengenal dan melihat langsung beberapa universitas top. Yang membuat jantung berdebar-debar, di sana saya akan tinggal bersama host parents, tidak di hotel seperti biasanya kalau berlibur di luar kota. Aneka bayangan melintas di benakku… Matahari makin menghilang dari langit dan tak terasa malam tiba. Hari yang ditunggu-tunggu saya dan teman-teman, dan sempat membuat saya tak nyenyak tidur selama beberapa hari itu akhirnya tiba. Saya harus segera ke bandara International Soekarno Hatta. Pesawat akan lepas landas pada pukul 22.00. Begitu sampai bandara perasaan aneh kembali berkecamuk di hati saya. Baru kali ini saya pergi jauh tanpa orangtua. Setelah memasuki ruang tunggu dan mengobrol bersama teman–teman kegelisahan saya baru sirna. Tak terasa kami menunggu selama kurang lebih 2,5 jam sebelum masuk ke pe-

100 travelounge

OntimE

May, 2010

sawat baru jenis A330 – 220 milik Garuda Indonesia. Setelah duduk, saya mulai asyik mengobrol lagi sampai akhirnya kami semua kelelahan dan tertidur lelap. Saya terbangun ketika sarapan pagi terhidang. Tak lama kami menuntaskan 6 jam penerbangan Jakarta–Sydney dan pesawat mendarat di bandara Kingsford Smith. Bandara Kingsford Smith ternyata tak terlalu besar. Tidak semegah bandara Hong Kong yang membuat saya berdecak kagum ketika pertama kali melihatnya. Begitupun, di mata saya bandara Kingford Smith sangatlah modern. Banyak teknologi di sana yang belum pernah saya lihat. Di meja imigrasi saja tiap meja ada kamera video yang memantau kita. Ini membuat saya dag dig dug. Selama di pesawat saya cukup khawatir akan kesehatan saya, karena bila kurang sehat mungkin saja saya akan dikirim kembali ke Indonesia. Begitu pikiran saya. Kaki terasa gemetar ketika saya melewati petugas imigrasi. Lega rasanya setelah lolos. Ternyata mudah sekali. Segera saya mengurus bagasi. Udara musim gugur bersuhu 21 derajat celsius segera menyergap ketika kami berdiri menunggu bus. Cukup nyaman, tidak terlalu panas tak pula terlalu dingin. Para guru mengajak kami keliling kota terlebih dahulu sebelum nanti mengantar kami ke rumah host parents masing–masing. Selama seminggu di Sydney kami memang akan bermalam di rumah angkat seperti yang dikenal


beberapa turis memanjati jembatan itu. Kita dalam program homestay. bisa melihat seluruh Sydney dengan meTidak ada kata yang tepat untuk melukismanjat jembatan ini. kan kegembiraan saya melihat kota yang beSelain jembatan, Oprah House adalah temgitu rapi, bersih dan teratur. Mungkin karepat yang patut dikunjungi. Bangunan khas na terbiasa melihat jalanan di Jakarta yang ini sudah ada sejak tahun 50-an, terletak di macet dan semrawut, saya langsung jatuh downtown Sydney, dan menjadi icon Austrahati dengan suasana nyaman Sydney. Dalam lia. Rasanya tidak ke Australia kalau belum benak saya, terpikir untuk mengajak keluarsinggah ke sana. Dari jauh keindahan benga saya berlibur ke sini. Di dalam kota batuk bangunan itu sungguh mempesona. Genyak teknologi yang menurut saya sudah sadung itu semula dibangun untuk panggung ngat maju seperti monorail, vending machine, drama atau opera tetapi karena bentuknya dan lain-lain. unik, banyak turis ingin Kami memutari Sydney mengunjunginya sehingga kurang lebih 1 jam. Di daA N E H R A S A N YA P E R G I tempat ini sekarang dijadilam bus, meski hanya peJ A U H TA N PA O R A N G kan obyek wisata. numpang, kami semua diSelama di Sydney saya wajibkan memakai sabuk T U A . K A L I I N I S AYA H A tinggal di kompleks perupengaman. Jika tidak, surat R U S K E S Y D N E Y, A U S mahan yang cukup besar. izin mengemudi supir bus T R A L I A , TA N PA M E R E Saya sangat menikmati itu akan diambil pihak KA. DI SANA, SELAMA tinggal di situ. Orangyang berwajib. Wah ketat S E M I N G G U S AYA A K A N orangnya sangat ramah. juga aturannya. TINGGAL BERSAMA Ketika keluar rumah, berjaAkhirnya kami sampai di lan kaki sekitar 5 menit meeting point. Letaknya di H O ST PA R E N T S . tengah Sydney, tepatnya di Wynyard Sreet. Kami akan dijemput orangtua angkat masing–masing. Saya dan tiga teman mendapat orangtua angkat warga Australia yang berasal dari Irlandia. Mereka sangat ramah dan baik. Kami dijemput dengan mobil menuju rumah mereka yang terletak di suatu kawasan elite di North Sydney. Untuk mencapai ke sana kurang lebih diperlukan 40 menit dari kota dengan bus. Di dalam mobil kami berbincang–bincang dengan mereka. Selama di perjalanan saya melihat berbagai pemandangan yang sangat indah, seperti Sydney Harbour Bridg, Oprah House, Sydney’s Lake. Menurut saya, yang paling indah adalah Sydney Harbour Bridge. Ini jembatan tertua di Australia. Jembatan yang kira-kira sepanjang 2 km, terbentang membelah antara Sydney utara dan Sydney selatan. Kita pun bisa memanjat jembatan itu. Harga tiket untuk naik ke jembatan itu $Aus240 atau dua juta rupiah lebih. Meski cukup mahal, saya melihat

May, 2010 OntimE

travelounge

101


FROM THE EDITOR Travelounge menerima kiriman tulisan dan foto dari pembaca mengenai perjalanan wisata yang dilakukan. Tulisan berupa pengalaman pribadi si penulis dan diketik maksimal 5.000 karakter dan dilengkapi 4 hingga 8 foto hasil jepretan pribadi. Tulisan dikirimkan ke alamat redaksi Travelounge.

102 travelounge

OntimE

May, 2010

menuju ke tempat bus umum, dan melintas di depan rumah mereka, saya selalu mendapat sapaan dan lambaian tangan ramah. Bus-bus di sana selalu tepat waktu. Bila dijadwal tertulis 7.40 pasti bus itu akan datang setidaknya 7.41 paling telat. Mengapa bus – bus itu selalu tepat waktu karena di sana ada jalan yang hanya bisa digunakan bus atau busway , sehingga mereka bebas dari macet. Cara pembayaran bus sangat mudah. Kita menggunakan kartu yang tinggal dimasukan ke tempat otomatis atau yang disebut freepaid. Kita hanya tinggal membeli kartu itu di toko-toko terdekat, tidak harus di terminal bus. Ada yang bisa digunakan 1 minggu dan ada yang hanya 1 hari. Kartu itu pun bisa kita pakai untuk alat transportasi lainnya seperti kapal fery dan kereta bawah tanah. Dalam Immersion Program yang saya ikuti ini saya berkesempatan mengunjungi universitas-universitas top seperti University of Sydney dan University of New South Wales (UNSW). Kami tak hanya mendapat informasi tentang universitas itu dan mengunjungi beberapa fasilitas kampus. Malah kami sempat mendapat satu sesi kelas khusus sehingga bisa membayangkan bagaimana rasanya belajar di universitas itu. Gedung-gedung Universitas of Sydney mengingatkan saya akan film-film Harry Potter. Bangunannya kuno, tapi fasilitas di dalamnya sangat modern, di mana-mana ada

alat jual minuman otomatis. Suasananya sejuk, pohon-pohon tinggi besar membuat teduh dan rumput yang tertata rapi menampakkan pemandangan hijau yang menyegarkan mata. Sepertinya nyaman buat belajar. Selain ke universitas, saya juga berkesempatan mengunjungi tempat-tempat wisata. Sudah pasti Oprah House tidak terlewatkan. Waktu pertama kali melihatnya dari jauh, saya kira Oprah House sangat besar, tetapi setelah masuk ke dalam ternyata tidak terlalu besar. Saya juga pergi ke pantai Bondi. Ini adalah tempat favorit para turis di Australia. Pantainya berpasir putih. Di situ matahari terasa menyengat tetapi saya tetap merasakan angin yang dingin. Saya menghabiskan waktu cukup lama di situ bermain pasir dengan teman-teman sebelum melanjutkan ke Chinatown—untuk apa lagi kalau bukan belanja. Di Chinatown saya bisa berbelanja aneka oleh-oleh untuk keluarga di rumah dengan harga yang lebih miring. Tak terasa satu minggu sudah saya berada di salah satu kota besar di negeri Kanguru –meski saya malah tidak sempat menyaksikan binatang asli Australia itu. Saya senang berada di Sydney, menikmati berbagai macam teknologi canggih yang belum pernah saya pakai. Ah, tapi saya harus pulang. Mau bagaimana lagi? Uang saku saya juga sudah habis... ď Ž


M O V I E

ENTERTAINMENT Bioskop Megaria didirikan pada 1932 dengan nama semula Bioscoop Metropole. Tahun 1951 direnovasi berkapasitas 1.700 tempat duduk, berteknologi ventilasi peniup dan penyedot, bertingkat tiga dengan ruang dansa, dan kolam renang di lantai paling atas. Tahun 1960 berubah nama menjadi Bioskop Megaria.

VHS atau Video Home System, dikembang oleh perusaan Jepang, JVC yang diluncurkan pada tahun 1976. VHS berhasil menjadi format video rumahan yang dominan di pertengahan tahun 1980-an.

Hachiko: A Dog Story

F

SUTRADARA: Lasse ilm apik tentang keseHallstrom tiaan seekor anjing AKTOR: Richard Gere, terhadap tuannya. Joan Allen Profesor Parker WilPRODUKSI: Sony Pictures (2010) son (Richard Gere) sepulang FORMAT: DVD, Blu-ray kerja menemukan seekor anGENRE: Drama jing tak terurus di stasiun kereta lokal. Dengan asumsi esok hari pemilik anjing akan mencarinya, ia pun berniat merawatnya untuk sementara. Namun, esok hari, tak seorang pun mencari anjing itu, sehingga Profesor Parker Wilson memutuskan merawat, dan meyakinkan istrinya (Joan Allen) agar menganggapnya sebagai bagian dari keluarga. Anjing itu kemudian diberi nama Hachiko, sesuai dengan nama simbol keberuntungan Jepang yang terkalung pada lehernya. Setiap pagi Hachiko mengantar Parker ke stasiun saat berangkat bekerja, dan sore hari selalu menjemputnya di stasiun sepulang kerja. Suatu hari, Hachiko tak menemukan Parker ketika ia menjemputnya di stasiun. Hewan ini tak tahu majikannya mendadak sakit dan meninggal sebelum pulang. Tak tahu tuannya telah tiada, Hachiko tetap setia menjemput kepulangan Parker setiap hari. Sembilan tahun kemudian, istri Parker melewati stasiun itu, dan menemukan Hachiko tengah menunggu

Green Zone Matt Damon bereuni kembali dengan sutradara Paul Greengrass, yang memberinya jalan sukses dalam film-film Damon bertema intelijen seperti The Bourne Supremacy, The Bourne Ultimatum, dan United 93. Film kali ini berkisah tentang hari-hari di awal terjadinya Perang Irak. Prajurit kepala Roy Miller (Matt Damon) dan timnya menelusuri selu-

kepulangan Parker. Kisah ini langsung membikin heboh masyarakat dan cerita kesetiaan Hachiko menjadi berita utama koran setempat. Versi yang beredar di Inggris dan Amerika Serikat berjudul, Hachi: A Dog’s Tale. Sebuah kisah nyata.  Wahyuana

identitas “Magellan”, yang menjadi sumber informasi kerja timnya. Penelusurannya kemudian mengarah pada seorang jenderal Irak. Jalan Miller tak mudah, dalam situasi keruh perang informasi intelijen, ia harus menghadapi berbagai situasi sulit dan berbahaya yang mengancam jiwanya.  W SUTRADARA: Paul Greengrass AKTOR: Matt Damon, Jason Isaacs, Khalid Abdalla, Amy Ryan, Greg Kinnear PRODUKSI: Universal Pictures (2010) FORMAT: DVD GENRE: Action

An Education ruh penjuru Irak untuk mencari senjata pemusnah massal yang dituduhkan disimpan secara rahasia oleh rezim Saddam Hussein. Semua tempat telah mereka obok-obok, tetapi tak satu pun tempat yang menunjukkan adanya indikasi tuduhan itu. Rasa penasaran membuat Miller tertarik menelusuri pula kebenaran sumber informasi intelijen, tentang kebenaran

Seorang gadis jadi korban rayuan gombal seorang pria tua adalah soal biasa, tetapi dalam film ini menjadi luar biasa. Jenny (Carey Mulligan), seorang pelajar sekolah menengah Inggris, dibuat mabuk kepayang kepada David (Peter Sarsqaad), seorang penjahat kelas teri jalanan, yang berusia dua kali usia Jenny. Padahal Jenny diharapkan orang tuanya kuliah ke Universitas Oxford, yang mensyaratkan semua nilai A. Hubungan dengan David membu-

at Jenny berubah total, ia menjadi lebih cantik, berseri-seri, dan hidup senang. Bersamaan itu, seluruh konsep hidupnya menjadi berubah. Ia mulai percaya bisa belajar sesuatu tanpa harus duduk di kelas, dan mulai meragukan rencana semula perjalanan hidupnya. Jenny akhirnya hidup serumah dengan David, dan memutuskan keluar dari sekolah. Sampai suatu hari ia menemukan surat bahwa David sesungguhnya sudah beristri. Jenny marah, dan memutuskan pisah dengan David. Jenny kemudian kembali berjuang keras mengejar cita-cita semula. Film ini merupakan nominasi Oscar 2010 dan mengantarkan Carey Mulligan sebagai aktris pendatang baru terbaik Oscar 2010.  W SUTRADARA: Lone Scherfig AKTOR: Carey Mulligan, Peter Sarsqaard PRODUKSI: Sony Pictures classics (2010) FORMAT: DVD, Blu-ray GENRE: Drama

May, 2010 OntimE

travelounge

103


ONLOCATION

TEMPO/ NUNU NUGRAHA

TEMPO/ FERNANDEZ HUTAGALUNG

GEREJA IMMANUEL, JEMBATAN BELEM, DAN TUR PUN BERAKHIR DI KAMPUNG KWITANG.

JEJAK-JEJAK

NYAI DASIMA 104 travelounge

OntimE

May, 2010


PADA AWAL ABAD KE-19, KOMPLEKS YANG SAAT INI MENJADI GEDUNG DEPLU, MERUPAKAN KOMPLEKS BEKAS RUMAH NYAI DASIMA BERSAMA TUAN WILLIEM.

rit, salah seorang petugas keamanan kantor Departemen Luar Negeri, hantu Nyai Dasima masih sering muncul di kompleks kantor ini. “Kalau ada orang kesurupan sering kerasukan jiwa Nyai Dasima, yang mengaku menguasai daerah ini. Hantunya terakhir muncul pada 1979 berupa perempuan berambut panjang tapi tak kelihatan wajahnya,” ujarnya. Salah satu bangunan kolonial di kompleks ini adalah bangunan Gedung Pancasila, yang merupakan bekas gedung Volksraad (19181941) dan tempat Bung Karno pada 1 Juni 1945 mengemukakan pertama kali tentang Pancasila. Sekitar 50 meter ke arah timur dari kompleks Departemen Luar Negeri, Pejambon, terdapat markas Pasukan Marinir II, yang pada era kolonial merupakan markas Batalion 10, sebuah batalion militer kolonial yang beranggotakan orang-orang India Singh. “Dulu disebut dengan pasukan ubel-ubel, yang terkenal kejam,” ujar J.J. Rizal, pengamat kebudayaan Betawi dan situs-situs sejarah Jakarta, yang menjadi pemandu wisata ini. Di sebelah timurnya, terdapat kompleks Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat, yang pada abad ke-18 merupakan kompleks istana G.G. Van der Parra, seorang pejabat tinggi VOC, yang merupakan koruptor kelas kakap. Setelah jalan-jalan di Pejambon, wisata berakhir di Kampung Kwitang. Kampung tempat Nyai Dasima hidup dengan selingkuhannya, Samiun, seorang Betawi kaya Kwitang yang telah beristri Hayati yang jahat. Termasuk juga Kampung Bang Puase. Di kampung ini pula sastrawan yang piawai memasukkan idiom-idiom lokal Betawi ke dalam karya-karyanya, S.M. Ardan (almarhum), bertempat tinggal. Kita diajak mengunjungi pula tempat es krim Baltik, yang beberapa kali ditulis dalam karya-karya Ardan yang lain. Paket tur diakhiri oleh pertunjukan tonil Kisah Nyai Dasima karya Ardan selama setengah jam di gedung Kebangkitan Nasional atau gedung Stovia, Kwitang. Kompletlah perjalanan mengenang Nyai Dasima ini.

 Wahyuana

Kenali Jakartamu “WISATA MASUP JAKARTA” adalah paket wisata mengunjungi situs sejarah yang bertolak dari buku sejarah, novel sejarah, atau otobiografi. Dikelola oleh komunitas Masup Jakarta, seTEMPO/ NUNU NUGRAHA

Jalan-jalan Jakarta masih dipenuhi warganya yang berolahraga di Minggu pagi ketika kami memulai tur setengah hari menelusuri jejak Nyai Dasima berdasarkan novel Nyai Dasima karya S.M. Ardan pada pertengahan April lalu. Inilah paket wisata jalan-jalan berdasarkan sebuah karya sastra yang pertama di Indonesia. Rute jalan-jalan dimulai dari gedung Galeri Nasional, depan Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Sekitar 100 orang ambil bagian dalam tur ini, didampingi delapan pemandu. Selain menelusuri situs Nyai Dasima, tur mampir ke berbagai peninggalan era kolonial, yang banyak ditemukan di sepanjang jalan antara Pejambon dan Kwitang, Jakarta Pusat. Dari Galeri Nasional, situs pertama yang dikunjungi adalah bangunan megah dan anggun Gereja Immanuel. Bangunan bergaya klasisisme hasil rancangan J.H. Horst ini dibangun sejak 1934 dan rampung pada 24 Agustus 1839. Ada atap berbentuk bundar di salah satu sisinya. Bagian depan menghadap Stasiun Gambir dengan empat pilar paladian. Paladianisme adalah gaya klasisisme abad ke-18 di Inggris yang menekankan pada simetri dan perbandingan harmonis. Gereja ini merupakan rumah ibadat umat Protestan Lutherian. Di belakang kompleks gereja terdapat Jembatan Belem—dari kata jembatan Tuan Williem, suami Nyai Dasima. Jembatan melintang di atas Sungai Ciliwung. Di atas jembatan inilah—sesuai dengan versi novel Ardan—Nyai Dasima menjadi korban pembunuhan preman Kwitang masa itu, yakni Bang Puase, pada 1813. Setelah Nyai Dasima dibunuh secara kejam di atas jembatan, mayatnya dibuang ke Sungai Ciliwung dan ditemukan warga mengapung di pinggir kali belakang rumah Tuan Williem. Tragedi yang menghebohkan pada awal abad ke-19 itu kemudian menginspirasi lahirnya sederet karya sastra, film, sinetron, dan kisah drama. Jembatan itu kini bercat hijau, dengan pagar jembatan yang pendek, terkesan kuno. Di sekitarnya tumbuh beraneka warung dan bangunan penduduk, dengan air Sungai Ciliwung di bawahnya berwarna cokelat kehitaman. Di sebelah utara jembatan, terdapat kompleks kantor Departemen Luar Negeri, Pejambon. Pada awal abad ke-19, tempat itu merupakan kompleks bekas rumah Nyai Dasima bersama Tuan Williem. Menurut Suta-

buah kelompok penerbit khusus buku-buku sejarah dan budaya Jakarta. Untuk paket tur Nyai Dasima, setiap peserta dikenai tarif Rp 100 ribu, sudah termasuk novel Nyai Dasima versi karya S.M. Ardan (1960) dan G. Francis (1896), novel Terang Bulan Terang di Kali karya S.M. Ardan (2007), satu besek makanan khas Betawi, minuman khas bir pletok, es krim Baltik, pemandu wisata, dan nonton tonil Betawi. “Kagak nyangke peminatnya banyak,” ujar J.J. Rizal, salah satu pemandu. Tur diadakan pada hari Minggu pukul 07.00–12.00 WIB. Untuk Mei mendatang, Masup Jakarta akan mengadakan tur mengunjungi situs-situs Cina di Jakarta Kota berdasarkan buku Tionghoa di Batavia dan Huru Hara 1740 karya Johannes Theodorus Vermeulen, yang diterbitkan ulang oleh Komunitas Bambu (2010).  W

KWITANG Nama Kwitang berasal dari nama orang keturunan Cina yang kaya raya bernama Kwik Tang Kiam.

May, 2010 OntimE

travelounge

105


HEALTH

Panas Nian Liburan Ini

KULIT MEMERAH DAN TERBAKAR, OTOT KRAM, KELELAHAN, HINGGA SERANGAN HEBAT HEATSTROKE BISA MUNCUL.

Jeritan Alfian, 6 tahun, melengking di tengah keheningan. Kala itu semua orang tengah merebahkan badan menikmati semilir angin pantai. Di saat mentari baru mulai bergerak turun, dan perlahan teriknya berkurang. Rumah bambu yang dihuni keluarga yang tengah berlibur di Kepulauan Seribu itu tak lagi hening, perhatian nenek dan paman, tentu saja ayah-ibunya, pun beralih kepada si bocah yang tengah kesakitan itu.

106 travelounge

OntimE

May, 2010


Anak lelaki yang sejak pagi hingga pukul 2 siang tak henti bermain di pantai itu rupanya kulitnya terbakar. Menurut dia, rasanya perih sekali. Bermain di bawah sinar mentari memang tak selalu membuahkan sehat. Jika pada pukul 07.00-09.00, di mana cahayanya belum terik, manfaat besar akan dipetik. Namun, ketika matahari mulai beranjak ke atas kepala, teriknya mengundang rasa sakit. Tidak hanya pada kulit, tapi juga organ tubuh lain. Kulit terbakar menjadi kondisi yang paling sering muncul ketika seseorang berada di bawah terik mentari dalam waktu lama. Apalagi tanpa perlindungan, seperti krim kulit dengan SPF-25, topi, atau kacamata dengan filter UV. Manakala kulit terbakar, sistem tubuh mendinginkan suhu tidak lagi berjalan dengan baik. Walhasil, gangguan pun membuahkan ketidaknyamanan pada kulit, tapi juga tubuh secara keseluruhan. Selain itu, paparan sinar mentari nan terik mempercepat proses penuaan dan meningkatkan risiko kanker kulit, termasuk jenis melanoma. Selain itu, para ahli medis menyebutkan, masih ada sederet problem yang bisa dipicu oleh udara yang panas ini, antara lain dehidrasi. Ketika udara panas, keringat mengucur deras dan persediaan cairan dalam tubuh lebih cepat menurun, karena itulah muncul gangguan berupa dehidrasi. Padahal cairan dalam tubuh bersama garam memegang peranan penting dalam menjalankan fungsi organ, seperti ginjal, otak, dan jantung. Serangan dehidrasi bisa memicu kehilangan konsentrasi, badan lemas, serta gangguan pada pernapasan dan detak jantung. Dalam udara panas, karena keringat mengucur deras, kulit pun tak jarang memerah. Ini pun

gat juga bahwa minum secara rasanya tak kalah perihnya. berlebihan juga bisa memuKerap juga muncul kram, nculkan problem lainnya. yakni rasa nyeri pada otot Perlu juga berhati-hati dalam diikuti rasa pusing dan lemas. memilih minuman. Tak Hentikan aktivitas dan ganti semua jenis minuman bisa cairan tubuh secepatnya, meredakan dehidrasi. Hindari sehingga kondisi tubuh cepat minuman mengandung alkopulih. hol dan soda karena memicu Gangguan terparah adalah dehidrasi semakin parah. Jaga kelelahan hebat dan heatasupan minuman ini semistroke. Rasa lelah yang berlebinim mungkin ketika udara han menunjukkan tubuh panas. Pilihan terbaik selain berjuang mengontrol suhunair putih tentunya jus buahya. Jika tidak ditangani denbuahan. gan baik, lelah bisa memicu Berkeringat kondisi yang lebih RATA-RATA dalam kondisi parah, yakni heatPER HARI normal pada stroke. Gangguan SESEORANG kebanyakan ini ciri-cirinya DENGAN orang akan mensuhu badan melB E R A T 5 8 K G guras cairan lebih onjak, sakit HARUS dari satu liter. kepala, pusing, mual, denyut nadi M I N U M S E K I - Ketika udara T A R D E L A P A N panas, otot memcepat, kulit kerGELAS AIR. produksi panas ing, dan kram lebih tinggi, pada otot-otot. orang pun berkeringat lebih Gejala muncul sangat cepat banyak, dan tentu akan menbahkan tanpa sempat Anda guras persediaan air serta menyadarinya. garam dalam jumlah besar. Kelompok yang paling tingKehilangan air dan garam inigi risiko terkena serangan lah yang membuat rasa lelah. adalah anak di bawah empat Jika dalam kondisi ini ia tetap tahun dan dewasa di atas 65 terpapar udara panas, terjaditahun. Tubuh kedua kelomlah heatstroke. Dalam kondisi pok ini lebih lambat beradapini, tubuh mengalami tasi terhadap perubahan temdehidrasi parah. Mekanisme peratur. Juga orang yang mendinginkan tidak kelebihan berat badan, yang berfungsi dan suhu tubuh cenderung memiliki panas terus meningkat. lebih tinggi dibanding orang Karena itu, bila udara umumnya, dan tentunya memanas, ada baiknya Anda orang sakit. Bayi juga tidak menahan diri dengan memiltahan terhadap panas karena ih waktu yang tepat untuk kelenjar keringatnya belum beraktivitas, misal dimulai berkembang dengan baik. pagi dan berakhir pukul 11.00 Karena itu, hindari anak di dan kemudian disambung bawah 1 tahun dari terpaan lagi di sore hari mulai pukul cahaya mentari secara lang16.00. Di luar waktu tersebut, sung. pilih aktivitas di dalam ruanUntuk menjaga suhu gan. Bila berada di luar ruantubuh ketika panas terik, ingat gan, usahakan berada di akan kebutuhan tubuh terbawah payung atau perlinhadap cairan. Rata-rata per dungan dari sinar matahari hari seseorang dengan berat lainnya. Bila ingin berjemur, 58 kg harus minum sekitar jangan lupa gunakan krim delapan gelas air. Setiap dengan kandungan SPF kenaikan berat badan sebesar sedikitnya 15. Lantas, bila kulit 0,9 kg, maka konsumsi air sudah mulai terasa mengerpun meningkat 28,4 ml. Pada ing, segera hentikan aktivitas saat udara panas, asupan di bawah sinar matahari terseseharusnya dinaikkan. but. ď Ž RITA | BERBAGAI SUMBER Namun tentunya harus diin-

PERSIAPAN Makanan. Ketika udara panas, hindari jenis menu yang berat. Pilih lebih banyak sayuran dan buah-buahan yang mengandung kadar air tinggi. Pakaian. Gunakan bahan ringan, longgar, dan menyerap keringat. Contoh jenis katun. Perlu diingat bahan berwarna gelap dan tebal menyerap panas. Lantas bahan yang tipis pun tidak bisa menangkal sinar UV yang berbahaya. Aksesori. Ada perlengkapan yang tak hanya untuk bergaya tapi juga berguna saat mentari bersinar terik, di antaranya topi lebar, kacamata, dan handuk kecil basah yang bisa untuk mengelap dan mendinginkan bagian leher. Perlindungan. Hindari berada di tempat tanpa perlindungan dari sinar mentari.. Pilih berada di ruangan dengan mesin penyejuk udara. Jika tetap harus di bawah terik matahari, bawalah botol minuman. Jika perjalanan panjang, lakukan jeda setiap beberapa jam .

CERMATI SUHU UDARA

20o C Nyaman. Jantung berdetak normal.

25o CKeringat mulai keluar. 30o C Rasa tak nyaman muncul. Darah mulai mendingin pada permukaan kulit. Konsentrasi mulai terganggu. Keringat lebih banyak lagi yang keluar.

40o C Rasa lelah muncul karena udara panas. Keringat mengucur deras. Detak jantung lebih cepat. Capek dan mual.

45o C Pada kondisi ini, heatstroke bisa muncul, ditandai keringat berhenti mengucur. Suhu badan naik, mual dan kulit kering. Berbahaya karena memicu kerusakan organ tubuh, hingga kematian.

May, 2010 OntimE

travelounge

107


M U S I C

ENTERTAINMENT

PLASTIC BEACH

G

DRUM merupakan alat musik paling tua dan paling populer di dunia. Di Sri Lanka dikenal sejak 2.500 tahun lalu, sebagai alat komunikasi antara penguasa dan rakyat. Secara luas drum kemudian berkembang sebagai alat musik dalam dinas kemiliteran di dunia dimulai di Cina pada 684 SM ketika terjadi perang antara Dinasti Qi dan Lu.

MP3

Lagu yang digunakan untuk menguji kompresi MP3 pertama kali adalah lagu milik Suzane Vega yang berjudul Tom’s Diner. Lagu ini dipilih karena sifatnya yang monophonic dan punya spektrum suara yang lengkap sehingga akan mudah mengetahui tingkat kesempurnaan kompresi data.

108 travelounge

ARTIS: Gorrilaz LABEL: Virgin Records (2009) FORMAT: VCD, DVD GENRE: Pop Rock/Hip-Hop

OntimE

orillaz merupakan grup musik animasi pertama asal Inggris karya Damon Albarn dari Blur Band dan Jamie Hewlett (kreator buku komik Tank Girl). Terdiri atas empat pemain band animasi, yaitu 2D (vokal dan keyboard), Murdoc Niccal (bas gitar), Noodle (gitar dan vokal), serta Russel Hobbs (drum dan perkusi). Grup band ini menyuguhkan berbagai aroma komposisi musik dari pop, hip-hop, R&B, alternative rock, elektronik, hingga dub. Album pertama Gorillaz (2001) terjual lebih dari 7 juta kopi dan mencatatkan Gorillaz di Guinness Book of Records sebagai grup band animasi pertama paling sukses. Suk-

ses itu diikuti dengan album kedua, Damon Days (2005), dan sekarang Plastic Beach (2010). Sejak dirilis pada Januari 2010, album ini terus-menerus berada di puncak tangga 100 Billboard. Berisi 16 lagu, di antaranya Rhinestone Eyes, Empire Dragon (featuring Little Dragon), Some Kind of Nature (featuring Lou Reed), Broken, Melancholy, Plastic Beach (featuring Mick Jones dan Paul Simonon), Pirate Jet, Welcome to The World of The

Plastic Beach (featuring Snoop Dogg dan Hypnotic Brass Ensemble), Stylo (featuring Mos Def dan Bobby Womack). Lagu-lagu Gorillaz yang gampang diingat publik, terutama dari album kedua Damon Days (2005), antara lain Feel Good Inc., Dare, Dirty Harry, dan Kids with Guns/El Manana, yang merupakan musik-musik campuran aroma hip-hop, pop, alternative rock, dan elektronik. Komposisi seperti aroma musik-musik itulah yang bisa ditemui kembali pada album ketiga ini.  Wahyuana

Grammy 2010

I

ngin beli satu dapat banyak, belilah album ini. Ada 20 lagu dari 20 musisi nomine dan pemenang Grammy Award 2010. Di antaranya Taylor Swift dengan lagu You Belong with Me, salah satu lagu dalam albumnya, Fearless, yang menjadi album country terbaik Grammy 2010. Kemudian lagu Poker Face

dari Lady Gaga, yang meBeyonce. raih kategori lagu dance Sebagai album gado-gaterbaik. Lalu I do, album ini juga Gotta Feeling dari ARTIS: Artis-artis no- menampilkan jeminasi Grammy The Black Eyed nis musik selain Award 2010 Peas, yang meme- LABEL: Capitol (2010) pop, seperti lagu nangi kategori pe- FORMAT: CD, VCD, Can’t Find My DVD nampilan grup voWay Home dari GENRE: Pop/General kal terbaik. Lagu Eric Clapton dengan Steve Winwood yang Fallin’ for You dari Colbie masuk sebagai nomine kaCaillat, My Life Would tegori penampilan duo voSuck Without You dari Kelkal rock terbaik. Sang pely Clarkson, dan Hello dari

menang untuk kategori ini adalah Kings of Leon dengan lagunya, Use Somebody, yang juga menjadi lagu urutan ketiga dalam album ini. Kemudian lagu I Run to You dari Lady Antabellum.  W

Need You Now

ARTIS: Lady Antebellum LABEL: Capitol (2010)

FORMAT: VCD, file download GENRE: Country/General

I

cking vocal). Setelah menjadi grup tamu di beberapa album artis lain, pada 2007 bersama label Capitol Record, Lady Antellum merilis lagu Love Don’t Live Here yang langsung melejit memasuki tangga lagu musik country Amerika. Album pertamanya pada 2008 ju-

ga meraih platinum di Amerika dan Kanada. Album kedua ini berisi 11 lagu, di antaranya Need You Know, yang hingga kini masih bertengger di puncak tangga 100 lagu Country Billboard. Lainnya yakni Our Kind Of Love.

ni merupakan album kedua dari grup musik country asal Nashville, Tennessee, Amerika Serikat, yang beranggotakan Charles Kelley (vokal dan backing vocal), Dave Haywood (backing vocal, gitar, piano, mandolin), serta Hillary Scott (vokal dan ba-

May, 2010

W


QUOTE

Lihat Saja Jalannya

Berarti antara kenyataan dan keinginan tidak sama, ada gap. Tinggal tinggal usaha menuju ke apa yang diinginkan.

Prasetya M. Brata Penulis buku ”PROVOKASI, Menyiasati Pikiran Meraih Keberuntungan” Pengasuh live radiotalk ”PROVOKASI” Smart FM Chairman, Dharma Bumiputera Foundation

"Kita observasi dulu lima hari untuk melihat perkembangan gejalanya, setelah itu kita tentukan tindakannya," begitu Dr. Dharmika Djojoningrat, Sp.PD, KGEH, dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan gastro-enteorologi kepada saya. Sudah tiga hari sejak minum obat dokter lain, gejala nyeri di ulu hati belum hilang juga. Dokter pemeriksa sebelumnya 'akhirnya' memvonis saya kena gastritis radang lambung, setelah melalui pemeriksaan darah, urine, dilanjutkan USG Abdomen, diperiksa dokter bedah untuk melihat kemungkinan usus buntu, dan akhirnya dokter internist. Selesai dr. Dharmika menuliskan resep dan mengisi formulir pemeriksaan kesehatan untuk perusahaan saya, dan saya membubuhkan tandatangan di buku "PROVOKASI, Menyiasati Pikiran Meraih Keberuntungan" untuk sang dokter, saya berdiri pamitan. "Terimakasih Dok, ...". Sang dokter yang sudah saya kenal sejak awal 90-an dan pernah merawat ayah saya empat tahun sebelum wafatnya akibat penyakit sirosis hati, melihat ke arah isteri saya dan nyeletuk sambil lalu, "Eh, ibu gemukan ya?" Seperti mendapat umpan di dunia komedi, saya langsung nyamber, "Iyaaaa". Isteri saya pun tersipu-sipu salah tingkah. Isteri saya memang sudah

hampir sebulan melanjutkan program penurunan berat badan di sebuah pusat kebugaran. Dua hari lalu, ia sempat memamerkan kepada saya celana sudah kendor, alias perutnya sudah mengecil. Berat badannya pun telah susut sedikit. Ia bilang, dirinya tidak mengaitkan soal gemuk-kurus dengan cantik atau tidak. Ia memilih untuk kurus untuk tujuan kesehatan, kelincahan gerak, dan tentu saja penghematan. Menjadi gemuk buat dia menyebabkan ia harus membeli lagi pakaian yang pas dengan ukuran tubuhnya. Karena saya masih 'invalid', kali itu yang mengemudi mobil adalah isteri saya. Pada separuh perjalanan pulang, di perempatan Panglima Polim, isteri saya merajuk, "Iiiiihhh .. sebel dehhh .. Em Em (mau marah - red) deh sama Dokter ... masak aku dibilang gemuk ... padahal kan udah fitness dan berat badan juga sudah turun sedikit ..." Saya cuma cengengesan. Sekitar lima kilometer setelah itu, di keheningan mobil tanpa obrolan di bilangan Pondok Indah, tiba-tiba isteri saya bilang, "Uuuhhh .. nggak fair deh ... kalau laki-laki usia 40-an gemuk dibilang sukses, kalau perempuan kok dibilang gendut ?" Rupanya imaji 'gemuk' yang dilempar oleh Dokter Dharmika masih belum beranjak dari pikirannya. "Hahahaha ... bagus dong ... berarti kata-kata dokter Dharmika sudah memberdayakan kamu ..," kata saya. "Yaaa, kan aku udah fitness ... udah usaha," protes isteri saya.

"Lha, emangnya dokter Dharmika tahu kamu fitness? Yang dilihat adalah kenyataan yang tertangkap oleh panca inderanya tadi, kan ? Sekarang mau fitness kek mau jumpalitan kek, kenyataannya dilihat oleh dokter Dharmika kamu lebih gemuk dari yang terakhir beliau lihat ... hehehehe. Sama juga kalau aku kerja .... biar aku bilang udah usaha sana sini, tapi kalo bos lihat hasilnya gitu-gitu aja, mau alesan apa?" "Lho, tapi itu kan stigma masyarakat .. Nggak fair dong ..," bantah isteri saya. "Hehehe .. ngapain juga menyalahkan stigma ... stigma jadi kambing hitam. Kenapa mau menjadikan stigma sebagai penggerak? Sekarang begini ... simpel aja deh ... aku tanya ... kamu pengen gemuk atau kurus? Kamunya sendiri gimana?" tanya saya. "Ya pengennya kurus ...," jawab isteri saya. Dengan cepat saya balas, "Lha ya udah toh? Kamu kan maunya kurus ... sementara kenyataannya kamu merasa gemuk ... berarti antara kenyataan dan keinginan tidak sama ... ada gap ... lah, kan tinggal tinggal usaha menuju ke apa yang diinginkan .. ngapain pakai dengerin stigma-stigma masyarakat kalau kamu udah usaha? Bisa- bikin ribet sendiri yang malah bikin proses 'upaya' kamu kepada hal yang diinginkan jadi terhambat, minimal susah hati ... hehehe..." "Iya juga ya ... hehehe ...", cetus isteri saya. Isteri sayapun semakin tenang. Manuver mengemudinya semakin enak.*** May, 2010 OntimE

travelounge

109


AROUNDTHEWORLD

AP PHOTO/DAVID BANKS

KETIKA ABU MENYERBU

LANGIT EROPA

PENERBANGAN DARI DAN KE EROPA LUMPUH LEBIH DARI SEPEKAN AKIBAT LETUSAN GUNUNG DI ISLANDIA.

NASKAH: Yos Rizal DIBATALKAN

:

TERLANTAR

:

MERUGI

:

100 ribu penerbangan 1,2 juta penumpang 29 maskapai

KERUGIAN Total

US$

1,7 miliar 15,3 triliun

atau Rp US$

100 juta US$

50 juta

US$

40 juta

US$

25

110 travelounge

OntimE

May, 2010

Qantas

Singapore Airlines

Emirates

British Airways

juta

N

ama gunung ini sulit betul dieja, apalagi dihapal: Eyjafjallajoekull. Terletak di Islandia, nun di Eropa utara sana, gunung berapi ini berada di bawah gletser setebal 200 meter. Eyjafjallajoekull meletus 20 Maret lalu. Seketika gunung ini melelehkan gletser. Tak cuma itu, abu gunung yang meletus terakhir pada 1821 itu telah mengacaukan jadwal penerbangan dari dan ke Eropa. Inilah malapetaka terbesar dunia penerbangan sipil selama setengah abad terakhir. Penerbangan dari seluruh dunia ke Eropa, dan sebaliknya, lumpuh lebih dari sepekan. Menurut Presiden Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) Giovanni Bisignani, krisis ini lebih parah dari kejadian 11 September yang menyebabkan penerbangan Amerika ditutup selama tiga hari. Abu Eyjafjallajoekull yang mengangkasa sampai jauh itu telah membatalkan lebih dari 100 ribu penerbangan. Seba-

nyak 29 maskapai merugi mendadak, dan 1,2 juta penumpang terlantar. “Begitu tebalnya asap ini sehingga di Islandia pun pandangan cuma sampai dua meter,� kata Koordinator Perlindungan Sipil Islandia Oloef Snaeholm Baldursdottir kepada Tempo melalui sambungan telepon jarak jauh. Selama lebih dari sepekan itu pelbagai cerita dramatik para penumpang bertebaran. Di Belfast, Irlandia, misalnya, beberapa dokter nekat naik taksi sejauh 869 mil menuju London demi menepati jadwal operasi pasiennya. Mereka menyewa taksi seharga 700 poundsterling atau Rp 9,8 juta. Klub sepakbola Barcelona yang kaya raya dan memiliki beberapa pemain yang punya jet pribadi harus bertekuk lutut pada abu gunung itu. Mereka terpaksa naik bus dari Barcelona ke Milan yang berjarak setara Jakarta-Surabaya untuk memenuhi jadwal bertanding Piala Champions. Hasilnya, para pemain


kelelahan dan keok di tangan Inter Milan. Di Taiwan, cerita mengharukan muncul dari pasangan asal Slowakia. Zuzana Marcekova, 31 tahun, tengah menangis sesenggukan ketika manajer Orchard Park Hotel Taiwan memergokinya. Ia dan kekasihnya, Juraj Hegyi, tak bisa pulang ke negaranya karena bandara Eropa ditutup. Padahal mereka harus mengejar jadwal pernikahan di kota asalnya. Sang manajer jatuh simpati. Ia lalu menghajat pesta pernikahan bagi pasangan ini. Tamunya adalah warga Eropa yang turut terjebak kabut debu di bandara itu. Di sektor bisnis, BMW sementara menutup produksinya lantaran 7.000 mobilnya yang seharusnya sudah didistribusikan ke seluruh dunia masih nongkrong di bandara. Ketika angkasa sudah dinyatakan

Abu Vulkanik Mengancam Pesawat

aman untuk terbang pun kekacauan masih terjadi. Sejumlah wartawan yang diundang Konferensi Jurnalisme Investigasi Global di Jenewa, Swiss, 22 April lalu, hadir tanpa ganti baju atau mengenakan baju pinjaman. Ini terjadi lantaran ratusan koper mereka tak terkirim dalam penerbangan lanjutan dari Amsterdam ke Jenewa. Pilot sebuah maskapai Inggris yang rencananya mengangkut pulang turis Yunani juga terpaksa balik lagi ke pangkalannya di Manchester karena setelah terbang di ketinggian 6.000 meter, pilot mencium bau asap di dalam pesawat, dan satu dari dua mesin pesawat mati. Padahal langit terang-benderang. Abu yang membubung tinggi, hingga 16,8 kilometer, itu memang berbahaya bagi pesawat. Awan abu yang bercampur serpihan kaca yang terbentuk dari pasir silika itu merupakan ancaman se-

rius bagi mesin pesawat [lihat boks dan infografis].

Inilah yang membuat hampir semua maskapai mengandangkan pesawatnya. Bisignani menyebut seluruh kerugian mencapai US$ 1,7 miliar atau sekitar Rp 15,3 triliun. Kerugian terjadi karena maskapai harus menanggung biaya akomodasi dan transportasi penumpang yang tertahan. ”Kami mengalami pekan tanpa pendapatan, tapi tak bisa menghentikan biaya,” katanya. Wakil Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Carla Parengkuan mengatakan gangguan penerbangan itu mengakibatkan batalnya reservasi hotel turis Eropa di Jakarta, Bali, dan Yogyakarta, yang mencapai 10 persen. Sedangkan penurunan tingkat hunian mencapai 5 persen. “Ini krisis yang sangat dahsyat bagi dunia penerbangan,” kata Bisignani.

Masalah eksternal:

BAGAIMANA ABU DAPAT MERUSAK MESIN JET 1. Partikel yang abrasif mengikis bilahbilah kompresor.

2. Abu dapat menyumbat filter udara dan saluran bahan bakar.

3. Partikel di dalam abu meleleh dalam bilik pembakaran.

4. Material yang meleleh akan mendingin di dalam turbin yang mengeras.

bu vulkanik terbuat dari partikel-partikel halus batuan dan kaca yang dapat merusak berbagai bagian pesawat, bahkan bisa membuat mesin mati.

A

■ Abu sangat abrasif, dapat dengan mudah menggores plastik, kaca, dan logam. ■ Kaca kokpit bisa penuh goresan sehingga pilot akan kesulitan melihat landasan pacu ketika melakukan pendaratan.

Masalah internal:

■ Abu dapat menembus memasuki sistem saluran udara, dan dapat menyumbat sistem penyaring udara. ■ Abu juga dapat menyebabkan gangguan sistem listrik.

● MCT

detail

Menyumbat Mesin Pesawat Dr. Dougal Jerram, ahli ilmu kebumian University of Durham, Inggris, mengatakan letusan gunung api berbahaya karena bermuatan gas yang akan memuai dan berkembang menjadi gumpalan awan abu raksasa. “Ini menyebabkan letusan dahsyat dan abu halus disemburkan ke atmosfer,” ujarnya. “Jika terlontar cukup tinggi, abu dapat mencapai angin tinggi, tempat pesawat mengarungi langit.” David Rothery, peneliti gunung berapi dari Open University, Inggris, mengatakan jika partikel abu vulkanik terserap ke da-

lam mesin jet, mereka akan terakumulasi dan menyumbat mesin dengan lelehan kaca. Pada 1982, dua jumbo jet British Airways dan Singapore Airlines mati mesin saat terbang di atas Indonesia, menembus awan abu yang disemburkan Gunung Galunggung, Tasikmalaya. Abu menggores kaca pesawat hingga rusak dan menyumbat mesin, yang hanya bisa dinyalakan kembali bila kaca telah membeku dan pecah. Kaca ini berasal dari silika abu vulkanik yang meleleh menjadi kaca karena tingginya panas mesin. Stewart John, mantan presiden Royal Aeronautical Society, mengungkapkan kepada BBC, abu vulkanik sangat halus dan jika sampai masuk ke mesin jet,

AP PHOTO/BRYNJAR GAUTI

Letusan gunung api berbahaya karena bermuatan gas yang akan memuai dan berkembang menjadi gumpalan awan abu raksasa.

akan menutupi seluruh lubang ventilasi yang menyalurkan udara pendingin. Menurut John, dalam kasus British Airways pada 1982, ketika pesawat keluar dari awan abu pilot berulang kali mencoba menyalakan mesin. “Pesawat kehilangan ketinggian dan terus turun, tapi pada menit terakhir, satu mesin menyala,” katanya. Dengan berulang kali menyalakan dan mematikan mesin dan aliran udara bersih terserap masuk, dia berhasil meniup abu keluar. Sejak itu, manual prosedur darurat bagi para pilot diubah. ”Sebelumnya, ketika mesin mulai mati, praktik standar adalah meningkatkan tenaga,” kata Rothery. ”Itu justru memperburuk masalah abu.” 

May, 2010 OntimE

travelounge

111


MEI

01

Art Indonesia 2010. Dimulai sejak 29 April, international art fair ini merupakan pertemuan bagi seniman, kolektor, pemilik galeri seni, dan pendidik untuk mempromosikan barang seni sekaligus berbagi kepedulian terhadap seni. Kegiatan selama empat hari ini berlangsung di Pekan Raya Jakarta.

12 24

02

OntimE

May, 2010

Dari tanggal 2-7 Mei di Rajaampat, di Papua Barat digelar Festival Bahari Rajaampat 2010. Festival ini bertujuan lebih memperkenalkan Rajaampat sebagai tujuan wisata baru. Mulai panorama alam yang indah, terumbu karang langka, budaya, adat istiadat yang khas, hingga kulinernya. Akses yang cukup mudah dengan penerbangan beberapa rute, yakni Jakarta-Makassar-So-

rong-Rajaampat, Jakarta-Denpasar-Sorong-Rajaampat, dan Jakarta-Manado-Sorong-Rajaampat. Enam tontonan andalan akan dipersembahkan masyarakat Rajaampat kepada wisatawan, yakni parade alat transportasi tradisional khas Rajaampat yang hampir punah, seni ukir dan lukis dari berbagai bahan baku tradisional, serta alat tangkap ikan. Juga beragam kuliner dari berbagai daerah di Rajaampat.

21

Festival Batu Balah. Digelar di Singkawang, Kalimantan Barat, Festival Batu Batal tak lain adalah lomba menyanyikan lagu-lagu daerah Kalimantan Barat dengan peserta dari berbagai kabupaten dan kota madya seprovinsi ini. Peserta wajib memakai pakaian daerah saat manggung.

Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) kembali digelar untuk ketujuh kalinya. Berlangsung pada12-23 Mei. Ada tiga kegiatan utama, yakni pergelaran mode, perkenalan aneka makanan daerah, dan Gading Carnival. Kegiatan tahunan ini memang bertujuan memajukan industri kreatif, wisata, kuliner, dan mode dalam negeri sehingga dikenal secara global. Kegiatan tahun ini difokuskan di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, dengan PT Summarecon Agung Tbk.

Festival Teluk Jailolo 2010. Jailolo adalah nama sebuah kecamatan di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. Wilayah ini kaya akan seni budaya dari suku-suku asli yang masih tetap ada hingga saat ini, seperti suku Sahu, dan memiliki potensi bawah laut, yang merupakan kawasan segitiga koral Indonesia, yang menjadi pusat keanekaragaman hayati laut dunia. Untuk memperkenalkannya kepada umum, digelar Festival Teluk Jailolo 2010, yang tahun ini bertema “Colorful

112 travelounge

Festival Bahari Rajaampat 2010.

TEMPO/ GUNAWAN WICAKSONO

ARIF WIBOWO

WHAT’SON

TEMPO/ADRI IRIANTO

Sea of Gilolo”. Merupakan festival kedua, kali ini menyuguhkan pertunjukan Theater on the Sea. Beberapa perahu nelayan akan membentuk konfigurasi tertentu hingga menjadi panggung “apung” . Unsur seni tradisi Halmahera Barat juga akan menjadi bagian dari pertunjukan yang akan berlangsung pada 29 Mei 2010 mulai pukul 15.00 WIT itu. Festival akan digelar selama seminggu. Dimulai 24 Mei dengan hunting photo dan fun diving pada 27-28 Mei.

26

Upacara ritual Suku Dayak Ngabayotn. Ngabayotn adalah upacara ritual suku Dayak Salako, yang hanya diadakan di pedesaan. Pelaksanaannya kental dengan suasana pedesaan dan diadakan di rumah adat. Ngabayotn merupakan ungkapan rasa syukur kepada Jubata (Tuhan) dan Awo Pamo (leluhur) atas nikmat masa panen padi dan sebagai media berdoa untuk memulai masa cocok tanam. Upacara ini biasanya didahului oleh lomba sumpit khas Dayak, pangkak gasing Dayak. Diadakan di Desa Bagaksahwa, Singkawang Timur, Singkawang. Berlangsung pada 26 Mei hingga 1 Juni dilengkapi dengan hiburan dan sajian menu khas Dayak.


OUR AIRPORT 114 GALLERY 116 INSIDE 118 FLIGHT INFO 121 ONJOB

May, 2010 OntimE

travelounge

113


ONJOB

Profesi Dengan Stress Tertinggi di Dunia NASKAH: Wahyuana FOTO: Aditia Noviansyah

Kristanto, 40 tahun, petugas pengatur lalu lintas udara atau Air Traffic Controller (ATC) Bandara Internasional Soekarno Hatta, tak bisa melupakan peristiwa 13 tahun lampau. Suatu hari di tahun itu, ia terlalu banyak melakukan pekerjaan rumah, sehingga baru tidur pukul 02.00 dinihari. Istirahat cuma 3 jam, pukul 5 ia sudah harus berangkat kerja. Sekitar pukul 6 ia mendapatkan tugas pertamanya hari itu, untuk menaikkan (take off) sebuah pesawat penumpang. Setelah mendapat pemindah-

114 travelounge

OntimE

May, 2010

an tugas meng-guide pesawat itu dari petugas ATC terminal, ia bimbing pesawat itu memasuki jalur runway. Dalam waktu hampir bersamaan, ia juga mendapat sinyal untuk membimbing sebuah pesawat yang tengah berada di ketinggian, untuk turun (landing) ke runway Bandara Soekarno Hatta. Posisi kedua pesawat itu ia pantau dari layar monitor radar. Ia harus tangani kedua pesawat secara tepat dan sesuai prosedur. Setelah cek semua kesiapan, kemudian ia perintahkan pilot pesawat di-run-

way untuk lepas landas, atau go around. Dalam beda waktu tak lama, pesawat yang di udara ternyata juga telah mulai turun mendekati area runway. Jarak antara pesawat take off dan landing itu terlalu dekat. Begitu tahu di runway masih ada pesawat lain yang tengah take off, pesawat dari udara berbalik lagi ke atas menjauhi runway, ini untuk menghindari kemungkinan terjadinya senggolan, atau bahkan tabrakan. Terjadi break down of separation, atau jarak gerakan antarpesa-

wat terlalu dekat. Ini sangat berbahaya. Memang tidak sampai terjadi insiden fatal. "Tapi itu sudah dianggap telah terjadi sebuah kesalahan prosedur," ujar Kristanto. Seusai peristiwa itu, Kristanto pun harus menghadapi tim investigasi dari dewan pengawas ATC untuk mendapatkan klarifikasi atas insiden itu. "Salah satu kesimpulan investigasi, insiden itu terjadi akibat kondisi saya kurang fit waktu bekerja. Akibat kurang tidur," ujar Kristanto. Sejak itu Kristanto mengaku tak pernah lagi melakukan kelalaian yang sama, ia disiplin tidur minimal 5 jam sehari, dan bersyukur hingga sekarang tak pernah lagi melakukan kesalahan. "Ini memang profesi yang menuntut semua dikerjakan tepat, tidak boleh salah. Dan semua dilakukan sendiri. Makanya tingkat stres-nya sangat tinggi. Kalau sudah bekerja kami tak bisa diganggu, konsentrasi full dari detik ke detik," ujar bapak dua anak ini. Tuntutan ini, memang sebanding dengan risiko yang mungkin terjadi akibat kelalaian kerja, tak hanya kekacauan lalu lintas penerbangan di seputar bandara, tapi juga resiko kecelakaan pesawat. "Kalau pernah mengalami insiden fatal biasanya trauma, tidak berani lagi menaikkan pesawat. Kalau sudah begitu, biasanya memilih mundur dan cari


ONJOB

pekerjaan lain," ujar Kristanto, yang juga mantan Sekretaris Jendral IATCA (Indonesia Air Traffic Controllers Association) 2003 - 2009, organisasi profesi di bidang ATC. Rata-rata dalam waktu satu jam, petugas ATC di Bandara Internasional Soekarno Hatta, menangani sekitar 56 pesawat, baik landing maupun take off. Pada peak season hingga 68 pesawat. "Sibuk sekali," ujar Kristanto. Agar fit kerja, menurutnya, seorang petugas ATC sebaiknya tidak banyak direcokin masalah ketika di rumah, mempunyai jam tidur cukup, serta tak mempunyai pekerjaan dobel. "Mungkin karena pro-

fesi ini memiliki tingkat stres paling tinggi di dunia, kami langganan mahasiswa psikologi melakukan penelitian haha...," ujar Kristanto, yang hobby olahraga bulutangkis dan golf ini. Profesi ATC sendiri mempunyai tiga spesialis, yaitu Aerodrome Control Tower (TWR) atau sering disebut Tower saja, Approach Control Unit (APP), dan Area Control Centre (ACC). Spesialis Tower adalah petugas yang menangani lalu lintas pesawat di bawah ketinggian 3500 kaki/feet dan di area seputar bandara. Spesialis Approach Control Unit (APP) adalah petugas yang menangani lalu

lintas pesawat pada ketinggian antara 3500 - 15000 kaki. Dan spesialis Area Control Centre (ACC) adalah petugas yang menangani lalu lintas pesawat yang berada pada ketinggian diatas 15000 kilometer. "Spesialisasi ini sesuai jenjang pendidikan yang dilalui," ujar Kristanto. Sistem kerjanya; sebuah pesawat yang berada pada ketinggian, misalnya 31000 kaki, akan ditangani guidance trafficnya oleh petugas ACC, begitu turun pada ketinggian 15000 kaki ke bawah akan diambil alih penanganannya oleh petugas APP, dan ketika landing dari ketinggian 3500 kaki sampai tempat parkir

akan ditangani petugas Tower. Begitu juga sebaliknya. Setiap pesawat sendiri dikenai biaya (charge) atas semua layanan dan penggunaan jalur yang disediakan dari jasa Air Traffic Controler ini. Berapa biaya yang dipungut dari setiap pesawat yang lewat diwilayah otoritas ATC Bandara Soekarno Hatta ? Kristanto mengaku tak banyak tahu. "Saya sendiri tidak tahu pasti. Ada rumus perhitungannya. Tapi mungkin sebagai gambaran, sebuah Boeing 747 yang lewat dari rute Sidney ke Singapura, kira-kira kena charge sekitar US$1,400 sekali lewat," ujarnya. ď Ž

Pengin Jadi Petugas ATC? Lulus SMA 1989, Kristanto sejak semula ingin melanjutkan ke Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI), Curug, Tangerang. "Dulu masih ada ikatan dinas, agar cepat dapat pekerjaan saja. Tapi sekarang sudah tidak ada lagi fasilitas itu," ujar Kristanto. Setelah masuk, ia 2 tahun menjalani pendidikan untuk mendapakan sertifikat kelulusan ATC yunior, sebagai spesialis Tower. "Bekerjanya lebih mengandalkan kemam-

puan visual, belum pada skill membaca radar," ujar Kristanto. Setelah lulus dan bekerja beberapa waktu, kemudian melanjutka ke jenjang pendidikan 1 tahun untuk mendapatkan sertifikat kelulusan ATC senior, sebagai spesialis APP (Approach Control Unit). Setelah itu, jenjang pendidikan selanjutnya 3 bulan advance radar course untuk mendapatkan serti-

fikat sebagai spesialis ACC (Area Control Centre). Menurut Kristanto, profesi ATC hingga kini ini masih kekurangan personil. "Di Indonesia baru ada sekitar 1.600 orang yang menjadi anggota IATCA. Idealnya sekitar 4000 orang. STPI sendiri setiap tahun paling hanya meluluskan 40-50 orang," ujar Kristanto. ď Ž

May, 2010 OntimE

travelounge

115


GALLERY

Rileks Dengan Pijat

Salah satu hal yang paling membuat jengkel para traveler adalah saat menunggu jadwal penerbangan. Terlebih jika mereka tengah melakukan perjalanan sendirian. Untunglah, kini hampir seluruh bandara di dunia, juga di Bandara Internasional Soekarno Hatta, dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk

116 travelounge

OntimE

May, 2010

layanan bagi calon penumpang. Salah satunya spa dan pijat. Di hampir setiap executive lounge Bandara Soekarno Hatta tersedia layanan pijat refleksi, atau spa. Sehingga Anda tak perlu bingung memilih jika ingin spa atau pijat di bandara. Bagi para calon penumpang yang sedang takut terbang, spa

adalah tempat terbaik untuk sedikit rileks dan mengedorkan ketegangan otot sebelum memulai penerbangan Salah satunya adalah Taman Sari Royal Heritage Spa di Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta. Spa ini merupakan franchise dari Mustika Ratu. Menawarkan beraneka bentuk pijat aroma therapy, spa, dan paket perawatan tubuh lain, yang dikembangkan dari tradisi perawatan tubuh khas tradisional masyarakat Indonesia. Layanan spa di sini cukup lengkap. Counter ini menyediakan layanan mulai dari paket Spa Treatment, Massages, Reflexology, Body Scrub dan Body Mask, hingga Facial Treatment. "Paketpaketnya sama seperti di spa Taman Sari yang lain.

Bedanya karena ini di bandara, layanan lebih dipersingkat. Kalau biasanya 3-4 jam untuk sebuah treatment, di sini rata-rata sekitar 6090 menit untuk setiap treatment," ujar Tasman, manajer Taman Sari Spa Bandara Soekarno Hatta seraya menerangkan lama waktu treatment ini disesuaikan dengan rata-rata waktu tunggu calon penumpang di Bandar udara. Salah satu layanan spa yang banyak dipilih calon penumpang adalah Javanese Massage selama 60 menit, yakni pijat ala Jawa. Calon penumpang akan mendapatkan pijatan di seluruh tubuh dengan tekanan pijatan tangan yang cukup keras, serta lulur menggunakan minyak aroma terapi sesuai selera. Apakah mau


GALLERY berbau mawar, melati, mint, atau bau-bau herbal lain. Sedangkan layanan yang disukai penumpang dari manca negara adalah Taman Sari Massages. "Sama seperti Javanese Massage, hanya waktunya lebih lama 1,5 jam," ujar Tasman.

Masih banyak paket-paket perawatan tubuh lain, seperti French Aroma Therapy Massage, Swedish Aroma Therapy Massages, Reflexology, Papaya Enzyme Body Polish, dan bahkan disediakan juga layanan salon kecantikan dan perawatan ram-

but seperti creambath, manicure, pedicure, dan layanan lainnya. Sebagai bagian dari layanan untuk membuat betah konsumennya yang kebanyakan, juga disediakan kafe, wifi spot, internet gratis yang bisa diakses para pengunjung atau pengantar. W

Massage, Spa, dan Refleksi di Bandara Soekarno Hatta Taman Sari Spa

Terminal 2 F

Kedaton Spa

Terminal 1A

Jasmine Spa & Refleksi

Terminal 1A

Bio Refleksi

Terminal 2D

Family Sehat Refleksi

Terminal 2 E

Family Sehat Refleksi

Terminal 2D

AGENDA Sejumlah 45 lukisan

Pameran Lukisan 'The Ballad of Indonesian Colour'

karya perupa Iwan Sulistyo, dipamerkan dari tanggal 16 April - 16 Mei 2010, di sepanjang koridor shopping area terminal keberangkatan internasional 2E dan 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Iwan Sulistyo merupakan pelukis bergaya ekpresionisme modern yang menggunakan kuas, palet, kanvas, dan cat minyak sebagai medium karyakaryanya. Ke-45 lukisan yang dipamerkan bertemakan berbagai lanskap

pemandangan alam dan sosial diberbagai pelosok daerah di tanah air. Seperti Alam Parahyangan, Borobudur Anggun, Danau Toba, Desa Sasak, Ekspresi Perahu Eratan, Sawah Subur Merapi, Upacara Tanah Lot, dan lain-lain. Pameran lukisan bertajuk 'The Ballad of Indonesian Colour' ini diadakan hasil kerjasama Garuda Indonesia Airways, PT Angkasa Pura II, dan event organizer Dava. Pameran ini terbuka untuk semua calon penumpang yang telah melalui proses chek ini di Terminal 2E dan 2F. Di kanan-kiri koridor pameran terdapat berbagai konter belanja dan executive lounge, yang tak pernah sepi dari lalu lintas pengunjung. W

May, 2010 OntimE

travelounge

117


INSIDE

Garuda Arungi Langit Eropa Lagi Mulai Selasa 1 Juni 2010 mendatang Garuda Indonesia akan kembali membuka jalur penerbangan ke Amsterdam, Belanda. Penerbangan akan dilakukan setiap hari dengan menggunakan pesawat Garuda terbaru jenis Airbus A330-200, yang mampu mengangkut 222 pe-

118 travelounge

OntimE

May, 2010

numpang. "Penerbangan selama 14 jam Jakarta-Amsterdam ini akan singgah sebentar di Dubai, Uni Emirat Arab," ujar Pujobroto, Vice President Corporate Communications Garuda Indonesia. Dengan dibukanya jalur penerbangan ini, menandai berakhirnya era pelarangan

terbang maskapai-maskapai penerbangan Indonesia ke Eropa yang sempat berlaku selama dua tahun, antara Juli 2007-Juli 2009. Larangan ini karena alasan safety dan kelayakan terbang maskapai-maskapai penerbangan Indonesia yang dianggap tak memenuhi syarat oleh Komite Ke-

selamatan Terbang Uni Eropa. Pada waktu itu, terjadi banyak kecelakaan pesawat terbang di Indonesia. Sejak Juli 2009, embargo penerbangan ini telah dicabut, dan empat maskapai penerbangan Indonesia telah mendapatkan akreditasi untuk membuka jalur pener-


INSIDE

bangannya kembali ke Eropa, yaitu Garuda Indonesia, Mandala Air, Airfast, dan Premiair. Garuda menjadi leader untuk memulai pembukaan jalur penerbangan ke Eropa ini kembali. "Selain Amsterdam, nantinya Garuda juga akan terbang ke kotakota lain di Eropa, seperti

Frankfurt, Paris, London dan Roma," ujar Pujobroto. Direktur Jendral Perhubungan Udara Departemen perhubungan, Herry Bhakti Singa Gumay, membenarkan bahwa embargo penerbangan Indonesia ke Eropa sudah dicabut sejak 29 Juli 2009. "Sudah tidak ada masalah.

Hubungan kami sudah kooperatif dengan Uni Eropa," ujar Herry Bhakti kepada Travelounge, "kami harapkan tiga airline lain juga akan membuka jalur ke Eropa. Kalau Garuda sudah sejak dulu punya pelanggan-pelanggan fanatik dari Belanda." Pujo menambahkan, da-

lam masalah embargo terbang ke Eropa, sebetulnya Garuda hanya menerima imbas dari pelarangan itu. Yang mendapat embargo, kata dia, industri maskapai penerbangan Indonesia secara keseluruhan, yang menurut standar ICAO (International Civil Aviation Organization,

May, 2010 OntimE

travelounge

119


INSIDE

Garuda Indonesia

Experience Jakarta - Amsterdam Ingin merasakan layanan

organisasi penerbangan sipil internasional di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa) dianggap kelas 2, sehingga tak layak masuk Eropa. Sedang Garuda Indonesia sendiri sejak lama telah memegang sertifikasi kelayakan terbang internasional dari IATA (International Air Transport Association), sehingga memenuhi layak terbang ke Eropa sama seperti maskapai-maskapai penerbangan internasional lain. "Garuda satu-satunya maskapai penerbangan Indonesia yang menjadi anggota IATA lo. Jadi sebetulnya kami tak mempunyai masalah dengan embargo itu," kata Pujo. Jadwal penerbangan ini nanti, setiap hari pesawat Garuda akan berangkat dari Jakarta pukul 21.00 WIB dan tiba di Dubai pukul 02.09 waktu setempat. Kemudian berangkat kembali pukul 03.15 dan tiba di Amsterdam pukul 08.00 waktu lokal.

120 travelounge

OntimE

May, 2010

Sedangkan jadwal return, akan berangkat dari bandara Schipol, Amsterdam, pukul 10.00 waktu setempat, dan tiba di Jakarta pukul 07.10 WIB setelah singgah di Dubai sekitar 1 jam. "Singgah di Dubai tak semata-mata transit, tetapi Garuda juga telah memiliki hak angkut penumpang dan barang di Dubai, " ujar Pujobroto. Terakhir Garuda Indonesia melayani penerbangan ke Eropa pada akhir 2004, dengan jalur terakhir juga ke Amsterdam, Belanda. Jalur itu terpaksa ditutup karena ketika itu dipandang tidak kompetitif secara bisnis. "Secara bisnis dulu dianggap kurang kompetitif. Penumpang menyasar pada segmen backpakers dan leisure sehingga pasarnya kurang strategis. Itulah alasan kenapa jalur ini dulu kami tutup," ujar Pujobroto. Dalam penerbangan perdana 1 Juni 2010 nanti, Garuda akan menerapkan layanan ber-

kelas bisnis dengan moto Garuda Indonesia Experience. Dalam konsep ini, penumpang akan dimanjakan dengan aneka fasilitas, yang semuanya disajikan berciri khas budaya dan tradisi Indonesia. Baik interior maupun eksterior pesawat ditampilkan serba baru. "Penumpang kelas bisnis dapat merebahkan tempat duduknya hingga 180 derajat. Kursi kelas ekonomi dilengkapi inflight entertainer canggih," ujar Pujo. Dengan fasilitas dan layanan itu, Divisi Marketing Garuda Indonesia, M. Hartatik, mengatakan, "Kami harapkan 80 persen kursi akan terpenuhi setiap hari." Dibukanya kembali jalur penerbangan IndonesiaEropa ini, diharapkan juga akan semakin meningkatkan arus kunjungan wisatawan Eropa ke Indonesia. "Semoga turut memberi imbas positif bagi pariwisata kita," ujar Pujo. Wahyuana

bak raja minyak, cobalah mengikuti penerbangan Garuda Indonesia Jakarta - Amsterdam. Layanan penerbangan yang semuanya disajikan serba eksklusif, serba berbau Indonesia. Penerbangan ini menggunakan pesawat Airbus A330-200 yang di setiap kursi penumpang dilengkapi televisi LCD touch screen dengan inflight entertainmen canggih berupa fasilitas audio dan video. Anda bisa main games, nonton film, mendengarkan musik, mengikuti acara televisi selama 14 jam perjalanan Jakarta - Amsterdam. Dengan fasilitas 35 film pilihan, 10 program televisi, 48 album musik, serta 25 permainan video games interaktif. Pada kelas bisnis kursi bisa direbahkan hingga 180 derajat, sehingga Anda bisa tidur sepanjang perjalanan dengan nyaman. "Menu makanan, cara penyajian, dan sopan santun pramugarinya serba tradisi Indonesia," ujar Pujobroto. Cicipi sajian nasi mini tumpeng dan jus Martebe, Markisa Terong Belanda, yang ditawarkan dalam layanan di kelas eksekutif. Serta menu Indonesia Rijsttafel, yaitu nasi yang disajikan dengan ragam lauk, seperti sate, ikan, telur gulung, dan sayuran. Setiap sisi juga menampilkan sajian khas Indonesia, seperti kursi yang dibalut batik, kere bambu sebagai pembatas ruang, dan seragam kru yang serba Indonesia. W


FLIGHTINFO

Domestic Flight

D E P A R T U R E

AIRLINE

DESTINATION

FLIGHT NO

DAY

TIME

TERM

GARUDA

Balikpapan

GA 0510

Every day

06:30

2F

INDONESIA

Balikpapan

GA 0514

Every day

11:30

2F

Balikpapan

GA 0516

Every day

13:40

2F

Balikpapan

GA 0518

Every day

15:10

2F

Balikpapan

GA 0520

Every day

16:40

2F

Balikpapan

GA 0522

Every day

21:35

2F

Bandar Lampung

GA 0132

Every day

06:30

2F

Bandar Lampung

GA 0134

Every day

16:15

2F

Banjarmasin

GA 0530

Every day

06:30

2F

Banjarmasin

GA 0534

Every day

11:50

2F

Banjarmasin

GA 0536

Every day

18:15

2F

Batam

GA 0150

Every day

06:00

2F

Batam

GA 0152

Every day

12:30

2F

Batam

GA 0156

Every day

17:00

2F

Denpasar

GA 0402

Every day

09:20

2F

Denpasar

GA 0404

Every day

10:20

2E

Denpasar

GA 0406

Every day

11:30

2F

Denpasar

GA 0408

Every day

14:10

2F

Denpasar

GA 0410

Every day

15:40

2F

Denpasar

GA 0412

Every day

18:30

2F

Denpasar

GA 0414

Thu

19:50

2F

Denpasar

GA 0418

Every day

21:35

2F

Jambi

GA 0130

Every day

07:15

2F

Jambi

GA 0136

Every day

15:10

2F

Malang

GA 0290

Every day

07:00

2F

Manado

GA 0600

Every day

10:50

2F

Mataram

GA 0430

Every day

09:30

2F

Mataram

GA 0432

Every day

18:00

2F

Medan

GA 0180

Every day

06:00

2F

Medan

GA 0182

Every day

07:45

2F

Medan

GA 0184

Every day

09:30

2F

Medan

GA 0186

Every day

10:50

2F

Medan

GA 0188

Every day

13:00

2E

Medan

GA 0190

Every day

14:00

2F

Medan

GA 0192

Every day

16:20

2F

Medan

GA 0196

Every day

18:50

2F

Padang

GA 0160

Every day

06:00

2F

May, 2010 OntimE

travelounge

121


FLIGHTINFO DomesticFlight D

AIRLINE

122 travelounge

OntimE

E

P A

R

T

U

R

DESTINATION

FLIGHT NO

DAY

TIME

TERM

Padang

GA 0162

Every day

10:25

2F

Padang

GA 0164

Every day

16:00

2F

Palangkaraya

GA 0550

Every day

08:50

2F

Palembang

GA 0110

Every day

06:00

2F

Palembang

GA 0112

Every day

08:00

2F

Palembang

GA 0114

Every day

10:00

2F

Palembang

GA 0116

Every day

11:40

2F

Palembang

GA 0118

Every day

14:20

2F

Palembang

GA 0120

Every day

16:40

2F

Palembang

GA 0122

Every day

17:50

2F

Pangkalpinang

GA 0128

Every day

06:30

2F

Pangkalpinang

GA 0138

Every day

13:15

2F

Pekanbaru

GA 0170

Every day

07:00

2F

Pekanbaru

GA 0174

Every day

11:45

2F

Pekanbaru

GA 0176

Every day

16:25

2F

Pontianak

GA 0500

Every day

06:05

2F

Pontianak

GA 0502

Every day

11:00

2F

Semarang

GA 0230

Every day

06:00

2F

Semarang

GA 0232

Every day

07:00

2F

Semarang

GA 0234

Every day

09:15

2F

Semarang

GA 0236

Every day

11:10

2F

Semarang

GA 0238

Every day

13:20

2F

Semarang

GA 0242

Every day

16:40

2F

Semarang

GA 0244

Every day

18:00

2F

Semarang

GA 0246

Every day

19:00

2F

Solo

GA 0220

Every day

06:00

2F

Solo

GA 0222

Every day

09:35

2F

Solo

GA 0224

Every day

14:20

2F

Surabaya

GA 0300

Every day

05:00

2E

Surabaya

GA 0304

Every day

07:00

2F

Surabaya

GA 0306

Every day

08:00

2F

Surabaya

GA 0308

Every day

09:00

2F

Surabaya

GA 0310

Every day

10:00

2F

Surabaya

GA 0312

Every day

11:00

2F

Surabaya

GA 0314

Every day

12:00

2F

Surabaya

GA 0316

Every day

13:00

2F

Surabaya

GA 0318

Every day

14:00

1C

Surabaya

GA 0320

Every day

15:00

1C

Surabaya

GA 0324

Every day

17:00

1C

Surabaya

GA 0326

Every day

18:00

2F

Surabaya

GA 0328

Every day

19:00

2F

May, 2010

E


FLIGHTINFO RETURN TICKET AIRLINE

KARTIKA AIR

BATAVIA AIR

Tiket penerbangan yang sudah di-book/dipesan untuk pergi ke kota tujuan dan kembali ke kota asal. Biasanya orang pesan return-ticket untuk jadwal pulang yang sudah pasti.

DESTINATION

FLIGHT NO

DAY

TIME

TERM

Surabaya

GA 0320

Every day

15:00

1C

Surabaya

GA 0324

Every day

17:00

1C

Surabaya

GA 0326

Every day

18:00

2F

Surabaya

GA 0328

Every day

19:00

2F

Surabaya

GA 0330

Every day

20:00

2F

Surabaya

GA 0332

Every day

21:00

2F

Ujung Pandang

GA 0602

Every day

08:30

2F

Ujung Pandang

GA 0604

Every day

07:10

2F

Ujung Pandang

GA 0610

Every day

15:10

2F

Ujung Pandang

GA 0612

Every day

19:30

2F

Ujung Pandang

GA 0650

Every day

21:10

2F

Ujung Pandang

GA 0652

Every day

06:10

2F

Yogyakarta

GA 0202

Every day

06:00

2F

Yogyakarta

GA 0204

Every day

08:00

2F

Yogyakarta

GA 0206

Every day

10:00

2F

Yogyakarta

GA 0210

Every day

13:20

2F

Yogyakarta

GA 0212

Every day

14:30

2F

Yogyakarta

GA 0214

Every day

16:00

2F

Yogyakarta

GA 0216

Every day

17:00

2F

Yogyakarta

GA 0218

Every day

19:00

2F

Sampit

3Y 0740

Wed

13:00

1B

Batam

3Y 0750

Tue,Wed,Thu, Sat, Sun

10:00

1B

Batam

3Y 0750A

Tue

16:30

1B

Batam

3Y 0752

Tue,Thu, Sat

10:00

1B

Palembang

3Y 0770

Tue,Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

09:15

1B

Sampit

3Y 0740

Sat

13:00

1B

Ambon

7P 0851

Mon,Tue,Wed,Thu,Fri,Sat

00:50

1B

Balikpapan

7P 0631

Every Day

15:30

1B

Balikpapan

7P 0655

Every Day

06:45

1B

Bandar Lampung

7P 0505

Every Day

08:00

1B

Banjarmasin

7P 0361

Every Day

18:00

1B

Batam

7P 0571

Every Day

07:10

1B

Batam

7P 0573

Mon,Tue

16:20

1B

Batam

7P 0577

Every Day

11:40

1B

Bengkulu

7P 0551

Mon,Tue,Wed,Thu,Fri,Sat

12:55

1B

Denpasar

7P 0741

Every Day

18:45

1B

Denpasar

7P 0743

Every Day

13:05

1B

Gorontalo

7P 0621

Wed,Fri

01:30

1B

Jambi

7P 0541

Every Day

09:00

1B

May, 2010 OntimE

travelounge

123


FLIGHTINFO DomesticFlight D

AIRLINE

124 travelounge

OntimE

E

P A

R

T

U

R

DESTINATION

FLIGHT NO

DAY

TIME

TERM

Jambi

7P 0543

Every Day

14:30

1B

Jambi

7P 0545

Tue,Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

07:00

1B

Kupang

7P 0711

Every Day

05:00

1B

Malang

7P 0243

Tue,Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

10:00

1B

Manado

7P 0635

Every Day

08:40

1B

Mataram

7P 0761

Every Day

09:15

1B

Medan

7P 0591

Every Day

07:00

1B

Medan

7P 0593

Every Day

13:10

1B

Medan

7P 0595

Every Day

16:30

1B

Medan

7P 0597

Every Day

10:00

1A

Padang

7P 0581

Every Day

15:45

1B

Padang

7P 0583

Every Day

10:45

1B

Padang

7P 0585

Every Day

07:00

1B

Palangkaraya

7P 0371

Every Day

11:50

1B

Palembang

7P 0511

Tue,Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

17:25

1B

Palembang

7P 0515

Every Day

09:00

1B

Palembang

7P 0515A

Mon,Tue

13:15

1B

Palu

7P 0671

Every Day

16:05

1B

Pangkalpinang

7P 0521

Every Day

09:35

1B

Pangkalpinang

7P 0523

Every Day

14:20

1B

Pekanbaru

7P 0561

Every Day

16:40

1B

Pekanbaru

7P 0563

Every Day

08:20

1B

Pekanbaru

7P 0565

Every Day

10:40

1B

Pontianak

7P 0201

Every Day

06:00

1B

Pontianak

7P 0203

Every Day

10:05

1B

Pontianak

7P 0205

Every Day

14:05

1B

Pontianak

7P 0207

Every Day

11:40

1B

Pontianak

7P 0209

Every Day

17:15

1B

Pontianak

7P 0211

Wed,Thu,Sat,Sun

12:35

1B

Semarang

7P 0311

Every Day

07:00

1B

Semarang

7P 0315

Every Day

15:40

1B

Surabaya

7P 0341

Every Day

16:25

1B

Surabaya

7P 0343

Every Day

06:00

1B

Surabaya

7P 0345

Every Day

17:15

1B

Surabaya

7P 0347

Every Day

19:20

1B

Surabaya

7P 0651

Every Day

09:15

1B

Surabaya

7P 0701

Every Day

15:20

1B

Surabaya

7P 0725

Tue,Thu,Sun

07:15

1B

Surabaya

7P 0735

Mon,Wed,Sat

07:15

1B

Tanjung Pandan

7P 0531

Mon,Tue

10:25

1B

Ternate

7P 0643

Every Day

01:30

1B

Ujung Pandang

7P 0661

Every Day

10:30

1B

Ujung Pandang

7P 0731

Wed,Sun

10:10

1B

May, 2010

E


FLIGHTINFO CONFIRM AIRLINE

AIRFAST

LION AIR

Pernyataan dari agen penjualan tiket bahwa untuk tiket yang dipesan/dibeli telah disediakan seat/tempat duduk, jadi pembeli bisa ikut dalam penerbangan. Keharusan check-in adalah untuk memastikan bahwa pembeli tiket telah datang dan siap ikut dalam penerbangan.

DESTINATION

FLIGHT NO

DAY

TIME

TERM

Ujung Pandang

7P 0843

Tue,Thu,Fri,Sun

22:45

1B

Ujung Pandang

7P 0845

Mon,Wed,Sat

22:45

1B

Ujung Pandang

7P 7331

Tue,Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

08:20

1B

Yogyakarta

7P 0321

Mon,Tue

18:00

1B

Yogyakarta

7P 0325

Every Day

14:45

1B

Yogyakarta

7P 0327

Tue,Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

12:50

1B

Surabaya

AP 0001

Tue,Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

07:00

1C

Surabaya

AP 0001A

Mon

22:00

1C

Ambon

JT 0790

Every Day

01:30

1A

Balikpapan

JT 0762

Every Day

18:45

1A

Balikpapan

JT 0758

Every Day

09:55

1A

Balikpapan

JT 0760

Every Day

06:15

1A

Balikpapan

JT 0764

Every Day

12:45

1A

Balikpapan

JT 0766

Every Day

14:40

1A

Banda Aceh

JT 0304

Mon,Tue,Thu,Sun

08:35

1A

Banjarmasin

JT 0320

Every Day

06:15

1A

Banjarmasin

JT 0324

Every Day

11:00

1A

Banjarmasin

JT 0326

Every Day

15:30

1A

Banjarmasin

JT 0328

Every Day

19:55

1A

Batam

JT 0374

Every Day

07:00

1A

Batam

JT 0378

Every Day

13:30

1A

Batam

JT 0304

Wed,Fri,Sat

08:35

1A

Batam

JT 0370

Every Day

10:45

1A

Bengkulu

JT 0636

Every Day

08:30

1A

Bengkulu

JT 0634

Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

13:20

1A

Bengkulu

JT 0630

Every Day

17:45

1A

Denpasar

JT 0012

Every Day

13:05

1A

Denpasar

JT 0024

Every Day

16:45

1A

Denpasar

JT 0010

Every Day

20:40

1A

Denpasar

JT 0016

Every Day

18:15

1A

Denpasar

JT 0018

Every Day

15:00

1A

Denpasar

JT 0020

Every Day

09:35

1A

Denpasar

JT 0022

Every Day

11:35

1A

Jambi

JT 0608

Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

13:15

1A

Jambi

JT 0604

Every Day

09:25

1A

Jambi

JT 0606

Every Day

17:30

1A

Kendari

JT 0728

Every Day

13:55

1A

Manado

JT 0742

Every Day

13:30

1A

Manado

JT 0770

Every Day

18:35

2E

Manado

JT 0776

Mon,Tue,Wed,Sun

05:00

1A

Mataram

JT 0652

Every Day

13:35

1A

May, 2010 OntimE

travelounge

125


FLIGHTINFO DomesticFlight D

AIRLINE

126 travelounge

OntimE

E

P A

R

T

U

R

DESTINATION

FLIGHT NO

DAY

TIME

TERM

Mataram

JT 0650

Every Day

19:15

1A

Medan

JT 0200

Every Day

07:35

1A

Medan

JT 0300

Every Day

07:00

1A

Medan

JT 0302

Every Day

09:00

1A

Medan

JT 0380

Every Day

06:00

1A

Medan

JT 0382

Every Day

13:35

1A

Medan

JT 0384

Every Day

14:05

1A

Medan

JT 0394

Every Day

08:00

1A

Medan

JT 0306

Every Day

17:35

1A

Medan

JT 0308

Every Day

21:00

1A

Medan

JT 0386

Every Day

19:15

1A

Medan

JT 0396

Every Day

15:35

1A

Medan

JT 0398

Every Day

11:00

1A

Padang

JT 0350

Every Day

07:45

1A

Padang

JT 0354

Every Day

16:35

1A

Padang

JT 0356

Mon,Tue,Wed,Thu,Fri,Sat

19:00

1A

Padang

JT 0352

Every Day

12:30

1A

Palembang

JT 0334

Every Day

14:10

1A

Palembang

JT 0338

Every Day

12:00

1A

Palembang

JT 0340

Every Day

07:00

1A

Palembang

JT 0330

Sun

09:30

1A

Palembang

JT 0330

Mon,Tue,Wed,Thu,Fri,Sat

09:05

1A

Palembang

JT 0332

Mon,Tue,Wed,Thu,Fri,Sat

19:30

1A

Palembang

JT 0336

Every Day

17:05

1A

Pangkalpinang

JT 0610

Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

06:50

1A

Pangkalpinang

JT 0618

Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

17:00

1A

Pangkalpinang

JT 0616

Every Day

11:55

1A

Pekanbaru

JT 0294

Every Day

15:40

1A

Pekanbaru

JT 0388

Every Day

06:50

1A

Pekanbaru

JT 0390

Every Day

09:15

1A

Pekanbaru

JT 0392

Every Day

18:10

1A

Pontianak

JT 0714

Every Day

13:35

1A

Pontianak

JT 0710

Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

06:15

1A

Pontianak

JT 0716

Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

15:20

1A

Pontianak

JT 0712

Every Day

09:30

1A

Semarang

JT 0506

Every Day

13:45

1A

Semarang

JT 0504

Every Day

09:45

1A

Semarang

JT 0510

Every Day

17:25

1A

Solo

JT 0536

Every Day

07:30

1A

Solo

JT 0538

Every Day

15:30

1A

Surabaya

JT 0570

Every Day

06:50

1A

Surabaya

JT 0572

Every Day

08:40

1A

Surabaya

JT 0584

Every Day

21:40

1A

May, 2010

E


FLIGHTINFO ETD DAN ETA AIRLINE

MERPATI AIRLINE

AIRASIA

ETD adalah kependekan dari Estimate Time Departure, yaitu perkiraan waktu keberangkatan. ETA adalah kependekan dari Estimate Time Arrival, yaitu perkiraan waktu tiba di kota tujuan.

DESTINATION

FLIGHT NO

DAY

TIME

TERM

Surabaya

JT 0582

Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

19:55

1A

Surabaya

JT 0696

Every Day

17:10

1A

Surabaya

JT 0574

Every Day

10:10

1A

Surabaya

JT 0576

Every Day

12:35

1A

Surabaya

JT 0578

Every Day

15:15

1A

Surabaya

JT 0580

Every Day

19:55

1A

Ujung Pandang

JT 0774

Every Day

11:55

1A

Ujung Pandang

JT 0778

Every Day

08:25

1A

Ujung Pandang

JT 0782

Every Day

16:40

1A

Ujung Pandang

JT 0788

Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

18:00

1A

Ujung Pandang

JT 0798

Every Day

22:15

1A

Ujung Pandang

JT 0772

Every Day

20:20

1A

Ujung Pandang

JT 0776

Thu,Fri,Sat

05:00

1A

Ujung Pandang

JT 0784

Every Day

18:00

1A

Ujung Pandang

JT 0792

Every Day

05:30

1A

Yogyakarta

JT 0552

Every Day

07:45

1A

Yogyakarta

JT 0556

Every Day

13:15

1A

Yogyakarta

JT 0568

Mon,Tue,Wed,Thu,Fri,Sat

19:00

1A

Yogyakarta

JT 0550

Every Day

15:00

1A

Yogyakarta

JT 0554

Every Day

17:00

1A

Yogyakarta

JT 0558

Every Day

10:10

1A

Yogyakarta

JT 0562

Every Day

06:15

1A

Bandar Lampung

MZ 0206

Tue,Wed,Thu,Fri,Sat

16:20

2F

Banjarmasin

MZ 0582

Mon

17:20

2F

Denpasar

MZ 0644

Mon

05:30

2F

Sampit

MZ 0538

Tue,Wed,Thu,Sat

10:00

2F

Surabaya

MZ 0334

Mon,Tue,wed,Thu,Fri,Sat

20:00

2F

Surabaya

MZ 0336

Fri

20:00

2F

Ujung pandang

MZ 0762

Every Day

05:00

2F

Ujung pandang

MZ 0774

Mon,Tue,wed,Thu,Fri,Sat

21:30

2F

Ujung pandang

MZ 0802

Wed,Fri,Sun

05:30

2F

Ujung pandang

MZ 0882

Tue,Fri,Sun

11:00

2F

Batam

QZ 7552

Mon,wed

11:30

3

Denpasar

QZ 7514

Every day

14:15

3

Denpasar

QZ 7518

Every day

21:05

3

Denpasar

QZ 7510

Every day

06:35

3

Denpasar

QZ 7512

Mon,Tue,Wed,Thu,Fri,Sat

10:50

3

Medan

QZ 7492

Every day

07:00

3

Medan

QZ 7496

Every day

15:05

3

Padang

QZ 7526

Thu,Fri,Sat,Sun

15:40

3

May, 2010 OntimE

travelounge

127


FLIGHTINFO DomesticFlight D

AIRLINE

E

P A

R

T

U

DESTINATION

FLIGHT NO

DAY

TIME

TERM

Pekanbaru

RA 0142

Tue,Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

07:15

3

Pekanbaru

RA 0146

Every day

17:30

3

Pontianak

RA 0160

Mon,Wed,Fri,Sun

09:50

3

Surabaya

QZ 7210

Every day

08:00

3

Surabaya

QZ 7218

Mon,Tue,Wed,Thu,Fri,Sat

17:55

3

Ujung pandang

QZ 7086

Thu,Fri,Sat,Sun

16:15

3

Yogyakarta

QZ 7340

Every day

06:00

3

Yogyakarta

QZ 7344

Every day

15:05

3

REPUBLIK REPUBLIK EXPRESS AIRLINE EXPRESS AIRLINE

Balikpapan

RH 0803

Tue,Thu,Sat

05:00

1A

Denpasar

RH 0807

Tue,Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

18:00

1A

MANDALA AIR

Balikpapan

RI 0394

Every Day

06:00

3

Balikpapan

RI 0396

Tue,Wed,Thu,Fri,Sun

11:20

3

128 travelounge

OntimE

R

Bengkulu

RI 0134

Every Day

07:40

3

Denpasar

RI 0592

Every Day

09:05

3

Denpasar

RI 0598

Fri,Sun

20:25

3

Jambi

RI 0022

Every Day

11:10

3

Jambi

RI 0026

Sun

15:20

3

Padang

RI 0088

Mon,Tue,Wed,Thu,Fri

14:10

3

Padang

RI 0060

Fri,Sun

11:20

3

Pangkalpinang

RI 0110

Mon,Tue,Wed,Thu,Fri,Sat

16:45

3

Pangkalpinang

RI 0114

Sun

15:50

3

Pekanbaru

RI 0070

Mon,Tue,Wed,Thu,Fri,Sat

19:15

3

Pekanbaru

RI 0072

Tue,Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

09:45

3

Pekanbaru

RI 0072A

Mon

14:00

3

Pontianak

RI 0250

Mon,Tue,Wed,Thu,Sat

07:25

3

Pontianak

RI 0256

Fri,Sun

07:25

3

Semarang

RI 0290

Mon,Tue,Wed,Thu,Fri,Sat

06:00

3

Semarang

RI 0294

Every Day

16:25

3

Semarang

RI 0292

Every Day

13:35

3

Semarang

RI 0298

Wed,Thu,Fri,Sun

19:20

3

Surabaya

RI 0272

Mon,Tue,Fri

16:35

3

Surabaya

RI 0280

Every Day

08:45

3

Surabaya

RI 0270

Every Day

09:45

3

Surabaya

RI 0276

Every Day

17:50

3

Surabaya

RI 0278

Mon,Tue,Wed.Thu,Sat

20:00

3

Yogyakarta

RI 0342

Every Day

19:55

3

Yogyakarta

RI 0344

Fri,Sun

19:35

3

Yogyakarta

RI 0350

Every Day

10:50

3

May, 2010

E


FLIGHTINFO AIRPORT SERVICES CHARGE AIRLINE SRIWIJAYA AIR

Bukan pajak tapi bentuk pungutan untuk membiayai pemeliharaan bandara, yang dikenakan oleh pengelola bandara kepada penumpang pesawat terbang.

DESTINATION

FLIGHT NO

DAY

TIME

TERM

Balikpapan

SJ 0160

Every Day

06:10

1B

Bandar Lampung

SJ 0086

Every Day

16:30

1B

Bandar Lampung

SJ 0088

Every Day

07:00

1B

Bandar Lampung

SJ 0098

Every Day

16:20

1B

Bandar Lampung

SJ 0096

Every Day

10:00

1B

Banjarmasin

SJ 0172

Every Day

10:00

1B

Batam

SJ 0032

Every Day

08:10

1B

Batam

SJ 0034

Every Day

11:00

1B

Bengkulu

SJ 0090

Every Day

13:15

1B

Denpasar

SJ 0260

Mon,Tue,Sat,Sun

13:15

1B

Jambi

SJ 0060

Every Day

08:15

1B

Jambi

SJ 0062

Every Day

16:20

1B

Malang

SJ 0248

Every Day

13:55

2E

Malang

SJ 0250

Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

07:00

1B

Medan

SJ 0010

Every Day

09:05

1B

Medan

SJ 0014

Every Day

19:35

1B

Medan

SJ 0016

Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

16:20

1B

Padang

SJ 0022

Every Day

16:10

1B

Padang

SJ 0020

Every Day

12:35

1B

Palangkaraya

SJ 0190

Every Day

12:10

1B

Palembang

SJ 0082

Every Day

06:30

1B

Palembang

SJ 0080

Every Day

19:10

1B

Palembang

SJ 0084

Every Day

17:55

1B

Pangkalpinang

SJ 0070

Every Day

06:45

1B

Pangkalpinang

SJ 0072

Every Day

09:30

1B

Pangkalpinang

SJ 0074

Every Day

12:55

1B

Pangkalpinang

SJ 0076

Every Day

16:50

1B

Pangkalpinang

SJ 0078

Every Day

18:00

1B

Pekanbaru

SJ 0040

Every Day

12:20

1B

Pontianak

SJ 0180

Every Day

06:00

1B

Pontianak

SJ 0182

Every Day

14:30

1B

Pontianak

SJ 0184

Every Day

18:10

1B

Semarang

SJ 0222

Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

18:05

1B

Semarang

SJ 0224

Every Day

08:10

1B

Semarang

SJ 0220

Every Day

19:15

1B

Solo

SJ 0210

Every Day

09:10

1B

Solo

SJ 0214

Every Day

16:45

1B

Solo

SJ 0212

Every Day

18:05

1B

Surabaya

SJ 0266

Every Day

08:30

1B

Surabaya

SJ 0254

Every Day

10:10

1B

Surabaya

SJ 0256

Every Day

20:00

1B

Surabaya

SJ 0258

Wed,Fri

08:15

1B

Surabaya

SJ 0260

Wed,Thu,Fri,Sun

13:15

1B

May, 2010 OntimE

travelounge

129


FLIGHTINFO

AIRLINE

DESTINATION

TRIGANA

EXPRESS AIR

FLIGHT NO

DAY

TIME

TERM

Surabaya

SJ 0268

Every Day

05:45

1B

Tanjung Pandan

SJ 0050

Every Day

06:20

1B

Tanjung Pandan

SJ 0052

Every Day

14:55

1B

Tanjung Pinang

SJ 0038

Every Day

19:00

1B

Ujung pandang

SJ 0592

Every Day

05:30

1B

Ujung pandang

SJ 0590

Tue,Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

11:35

1B

Pontianak

TN 0708

Tue,Thu,Sat

13:50

1C

Ujung Pandang

TN 0782

Mon,Wed,Fri,Sun

06:30

1C

Ujung Pandang

XN 0800

Mon,Tue,Wed,Thu,Fri,Sat

05:00

1B

JAM DAN TERMINAL KEBERANGKATAN BISA BERUBAH KARENA KONDISI TERTENTU.

130 travelounge

OntimE

May, 2010


May, 2010

06

Travelounge // May, 2010 // 06  

Jakarta International Airport Magazine

Travelounge // May, 2010 // 06  

Jakarta International Airport Magazine

Advertisement