Page 1

1 2 No v e mbe r , 2 0 1 0

THELI TTLESHAMBALA. Loc at edi noneoft hehi ghes t pl at eausi nt hewor l d.

UNTUKDI BACADI TEMPAT

J AKART AI NTERNATI ONALAI RPORTMAGAZI NE

MANAGEDBY

TEMPO

DENHAAG.Theweekendi n TheHaguef eel squi etand peac ef ul .

HOROMTOMASASADU. Peopl ewi l lhav eaf eas tf or fiv eday sandfiv eni ght s .


{CONTENT} 12/NOVEMBER/2010

DESTINATION

18

DIENG: The Little Shambala Berada di salah satu dataran paling tinggi di dunia, menyimpan kearifan lokal yang meretas zaman.

TRAVEL CHOICE

47

MANADO: KEINDAHAN DI TIMUR Manado memang surga kecantikan alam. Taman Laut Bunaken sudah menjadi tempat selam internasional

32

WORLD CITY

DEN HAAG: Ketenangan Sebuah Kota Tua Akhir pekan sekalipun terasa lengang dan damai tanpa ingar-bingar.

FINE&DINE

64

Memorabilia Malang di Inggil

Museum resto untuk mengenal perjalanan Kota Malang dengan sajian khas Jawa Timur.

CULTURE

52

Malam Panjang Horom Toma Sasadu Para tamu akan makan bersama selama lima hari lima malam tanpa henti.

PHOTOGRAPHY

84

Berjuang di Kawah Belerang Opini visual tentang keberadaan para ’pejuang’ Ijen yang biasanya menjadi objek pelengkap.

4 travelounge

OntimE

November, 2010


TRAVELLER,

TRAVELOUNGE, Mengikuti Trvelounge sejak awal, saya senang majalah ini makin memberi ruang untuk liputan kuliner Indonesia. Seperti kita tahu, dunia kulinari ibaratnya adalah sisi lain dari keping mata uang dari dunia wisata. Karena itu, liputan ini mestnya mendapat porsi yang lebih besar. Terlebih lagi majalah ini terbit bulanan. Akan lebih menarik jika liputan kuliner dari pelosok ta

nah air dilengkapi dengan informasi, di mana jenis kuliner itu bisa dinikmati di Jakarta. Maklum, bukankah majalah ini milik bandar udara Soekarno Hatta? Terima kasih.

Saya senang melakukan perjalanan ke daerah-daerah terpencil di Indonesia. Beberapa tempat sudah saya kujungi di Sumatera maupun di Kalimantan. Beberapa teman bercerita tentang eksotiknya alam Papua. Terus terang saya jadi penasaran untuk merencanakan perjalanan ke sana. Melalui halaman Travelounge ini, adakah teman yang pernah melakukan perjalanan ke Papua berbagi daerahdaerah di sana yang ‘wajib’ dikunjungi? Rute-ruta mana yang bisa dilakukan? Saya tunggu ya kabarnya. Terima kasih.

Retna S. Wikan Penggemar Jalan-jalan, Jakarta

DEAR TRAVELOUNGE, Ini kartu pos dari Mount Sorak, Korea Selatan, yang saya kunjungi bersama sejumlah teman pertengahan Oktober ini. Korea meski belum masuk winter tapi iklimnya sudah terasa cukup dingin. Di sana salah satu yang kami datangi adalah Taman Nasional Seroaksan, sekitar 2-3 jam perjalanan darat dari Seoul. Warga Korsel banyak mengatakan bahwa inilah tempat terindah di negeri ini Korsel untuk semua musim (panas, gugur, dingin dan semi). Mereka tidak bohong, tempat ini memang indah. Rugi bila kita tidak menjelajahi wilayah pengunungan ini,

6 travelounge

OntimE

November, 2010

Embong Nugroho Yogyakarta

karena banyak yang bisa dilihat dan asyik untuk dijadikan obyek foto, seperti Patung Budha Besar, Kuil Budha, dan tentunya jangan sampai tak menaiki Gunung Seroaksan (Mount Sorak). Disebut Seroaksan (gunung batu bersalju) karena gunung ini berselimuti salju di musim dingin, tapi akan seolah-olah terus bersalju walau tidak lagi musim dingin, karena bebatuan berwarna putih yang terhampar di lerengnya terlihat dari bawah bagaikan salju. Kapan nih Travelounge menurunkan tulisan tentang Korea Selatan? Dani Kristianto Account Executive, Jakarta


Editor’s Note

Prasidono Listiaji Executive Editor

A

NGKA 12 mungkin tak memiliki arti apa-apa buat sebagian orang. Namun, buat kami yang mengelola majalah bulanan, angka ini berarti banyak. Pembaca yang budiman, majalah Travelounge OntimE yang ada di tangan Anda ini adalah edisi ke 12, dan itu berarti kami telah mencapai satu tahun penerbitan. Satu tahun tentu usia yang masih sangat muda. Begitupun 12 bulan terakhir ini sesungguhnya merupakan “masa sekolah” kami dalam menerbitkan sebuah majalah perjalanan. Ada banyak hal baru, termasuk kegugupan dan kegagapan menghadapi soal-soal baru yang tiba-tiba harus kami hadapi dan pecahkan. November tahun lalu, saat menyiapkan edisi perdana majalah ini, kami sempat puyeng karena harus menyiapkan sampul muka. Belum terbayang seperti apa cover yang pantas ‘dijual’. Cover yang jelas berbeda dengan gaya Tempo. Konsepnya sudah cukup matang, tapi bagaimana merealisasikannya yang jadi soal. Beruntung, kami punya kakak U Magazine yang sudah dua tahun mencoba pasar majalah gaya hidup. Maka jadilah pengerjaan cover edisi pertama itu dilakukan keroyokan antara awak Travelounge dan U Mag. Adalah Ijar Karim, fotografer U Mag, yang terjun langsung menangani pemotretan Nadine Tjandrawinata. Di studio foto di bilangan Mayestik, Kabayoran Baru, itu, Ijar dibantu Qaris Tajudin, Redaktur Pelaksana U Mag, yang bertindak sebagai pengarah gaya. Qaris sampai perlu membuka kemasan air minum gelas untuk memberi efek basah pada rambut Nadine yang memakai diving suite. Peran Ijar dan Qaris dalam pemotretan cover masih berlanjut dalam pengerjaan sampul edisi ke dua dan ke tiga. Baru di edisi ke empat kami disapih untuk

8 travelounge

OntimE

November, 2010

Keroyokan pemotretan cover.

mulai mengerjakan seluruh proses pembuatan sampul sendiri. Pembaca, selain menyadarkan kami soal pekerjaan yang sudah kami kerjakan selama setahun ini, angka 12 dan November mengingatkan kami pada masa untuk bersiap-siap. Sudah menjadi tradisi di Kelompok Tempo Media, seperti juga di perusahaan lain, akhir tahun adalah waku bagi kami semua membuat perencanaan kerja untuk tahun depan. Begitupun kami di Travelounge. Kami membuat evaluasi atas seluruh pekerjaan kami di tahun pertama ini. Kami pelajari beberapa pujian dari pembaca sebagai kekuatan kami, namun yang terutama kami kupas habis adalah kritikan-kritikan mengenai kekurangan kami. Sejumlah rubrik baru kami siapkan, improvisasi sampul dan desain kami diskusikan, juga rencana-rencana liputan keluar kota maupun ke luar negeri. Ini semua kami lakukan agar kami dapat terus menemani perjalanan banyak orang dari Soekarno Hatta dan menjadi inspirasi bagi liburan Anda. Selamat membaca dan terbang. 


Letter from Soekarno-Hatta Airport Tri Suriadjie Sunoko Direktur Utama PT Angkasa Pura II

Zero Tolerance Complaint

T

raveler dan pengunjung bandara yang budiman, kami selaku pengelola Bandara Internasional Soekarno Hatta tengah mencanangkan program zero tolerance terhadap keluhan dan kecelakaan di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Program ini untuk semakin mengurangi masih tingginya keluhan atau complaint terhadap kualitas layanan dan fasilitas-fasilitas di bandara. Untuk itu kami sedang menyatukan persepsi dan tekad bahwa komplain dan kecelakaan yang disebabkan lemahnya pengawasan adalah hal yang tidak dapat ditoleransi lagi. Beberapa fenomena seperti matinya fasilitas x-ray yang membuat penumpang mengular mengantri di depan pintu pemeriksaaan x-ray beberapa waktu lalu, sungguh sebagai sesuatu yang tidak boleh terulang lagi. Selain itu, juga masih banyak keluhan-keluhan lain yang berkaitan dengan kenyamanan pengunjung bandara seperti kebersihan toilet dan fasilitas umum lain. Juga keluhan yang berkaitan dengan masalah-masalah sosial yang juga masih terlihat prakteknya disetiap terminal di lingkungan Bandara Internasional Soekarno Hatta, seperti masalah praktek taksi gelap, ojek gelap, pedagang asongan, tukang semir sepatu, hingga calo ti-

10 travelounge

OntimE

November, 2010

ket, yang semuanya cukup mengganggu kenyamanan para pengunjung dan calon penumpang di bandara. Pengelola menyadari Bandara Internasional Soekarno Hatta merupakan salah satu sarana penting dan menjadi tumpuan fasilitas transportasi udara bagi seluruh masyarakat Indonesia. Karena itu PT Angkasa Pura II selaku pengelola bertanggung jawab penuh untuk membuat Bandara Internasional Soekarno Hatta ini sebagai tempat yang nyaman dan aman bagi para pengguna jasanya. Untuk menjalankan program zero complaint ini, pengelola tak pernah berhenti memberikan motivasi dan pembekalan kepada setiap petugas di bidang pelayanan langsung maupun di operasi untuk selalu memberikan yang terbaik bagi semua layanan di bandara ini. Itulah sebagian dari komitmen kami selaku pengelola untuk menjadikan Bandara Internasional Soekarno ini sebagai tempat yang nyaman bagi para traveler dan pengunjung bandara.

Selamat menikmati perjalanan. Salam Soekarno Hatta.


Publisher PT Tempo Inti Media Chief Executive Officer Bambang Harymurti Managing Director Gabriel Sugrahetty Editor in Chief S. Malela Mahargasarie

Cover Note

Executive Editor Prasidono Listiaji Travelounge Editor Rita Nariswari Project Coordinator Endang Sarsito On Time Board Editor Deni Krisnowibowo Gito Nugroho Agus Candra

DEUCE adalah seri Harley-Davidson tipe Softail keluaran tahun 2000 untuk kategori custom atau cruiser. Motor ini memiliki mesin berkapasitas 1450 cc dari mesin empat langkah V2 yang memiliki sistem transmisi 5 speed. Harley Davidson Deuce milik Satu Persen Shop ini sudah mengalami modifikasi dengan tetap mempertahankan chassis standard dan sudah beberapa kali memenangkan kontes motor custom di Indonesia. Oleh pemiliknya, motor ini diberi nama El Ganador.

Staff Writer Wahyuana Photography Editor Rully Kesuma Design Arcaya Manikotama Kemas M. Ridwan

COVER • Model Fenita Arie • Photographed by Rully Kesuma • Makeup by Adhi Buana • Dress & Bracelet by Guess Pondok Indah Mall II Lantai 2 • Harley Davidson Custom by Satupersen.com • Background image istock.com • Cover Design Arcaya Manikotama

Guest Editor Burhan Solihin Nur Khoiri Nugroho Adhi Copy Editor Habib Rifai Advertising Nurulita Pasaribu (Manager) Ana Gustini Boy Maula Pangribowo Agung Susetyo Aruna Laksana Business Development Meiky Sofyansah Circulation & Promotion Winda Laksana Ismet Tamara Rachadian Nashidik Secretary Silvia Husnaeni (Marketing) Ria Puji Lestari (Production) Office Kebayoran Center Blok A11-15 Kebayoran Baru, Mayestik Jakarta 12240 Phone +62 21 7255625 Fax. +62 21 7255645, 7206995 email: travelounge@mail.tempo.co.id Printing PT Temprint

12 travelounge

OntimE

November, 2010

Contributors Hari Prasetyo. Lahir di Malang, Jawa Timur, 6 November 1962, Hari menghabiskan sebagian besar karier kewartawanan di bidang olahraga. Sebelum bergabung dengan Koran Tempo lima tahun lalu. Ia juga bergiat di Teater Tetas, Jakarta, dan sedang melakukan latihan bersama Werner Schulze untuk pentas di Jakarta dan Wina. Untuk edisibulan ini, ia berbagi cerita tentang perjalanannya ke Den Haag. Ayos Purwoaji. Mahasiswa Desain Produk Institut Teknik Surabaya ini memiliki hobi menulis, traveling dan fotografi. Ia sering melakukan perjalanan, dan mendedikasikan blognya sebagai kumpulan travelouge dengan konsep kolektif. Lahir di Jember, 6 Mei 1987, Ayos sudah menjadi blogger sejak 2007 dan Anda bisa melihat jejak serta menemuinya di hifatlobrain.blogspot.com. Prasetya M. Brata. Pria 40 tahun ini sehari-hari menjabat Ketua Yayasan Dharma Bumiputera, lembaga pendidikan di bawah sebuah kelompok usaha asuransi jiwa di Indonesia. Ia juga pengajar di MMUI, trainer mind management dan hypnosis dalam aplikasinya untuk pengembangan diri dan bisnis, praktisi hypnotherapy yang berafiliasi kepada Indonesian Society of Clinical Hypnosis, Master Practitioner Neurosemantics-NLP.


Style

NASA singkatan dari National Aeronautics and Space Act, yang didirkan pada tanggal 29 Juli 1958, menggantikan pendahulunya, National Advisory Committee for Aeronautics (NACA). NASA telah memimpin upaya Amerika untuk eksplorasi luar angkasa sejak misi pendaratan bulan (Apollo ), mendirikan stasiun ruang angkasa (Skylab ), dan kemudian Shuttle Space.

Saya adalah

PLESIRAN TELANJANG CARA INI mungkin akan lebih menantang perjalanan Anda. Beberapa tempat di dunia membolehkan para turis untuk berwisata tanpa busana. Prancis, misalnya, punya Cap d'Agde. Ini adalah surga para nudis di wilayah itu. "Saat matahari terbit, ada sebuah wi-

Sebuah Merek TAK ADA presenter seperti Oprah Winfrey. Setahun ini dua majalah bisnis berpengaruh, Forbes dan Fortune menobatkan pemilik Oprah Winfrey Network itu sebagai artis paling berpengaruh dan wanita paling berkuasa. 1

Oprah nyaris punya segalanya: pintar, talenta yang kuat dan intuisi bisnis tajam. Lewat perusahaanya Harpo Inc. Oprah masuk di bisnis siaran teve, film, radio, studio, hingga penerbitan. Setahun, perusahaannya mendapat pemasukan

US$ 315 juta (sekitar Rp 2,85 triliun). "Kini, saya sadar bahwa saya adalah sebuah merek." kata Oprah yang pertama kali membangun jaringan teve Oprah Winfrey Network pada 2007 berkongsi dengan grup Disney. 

2

Daftar

Selebritas Paling Berpengaruh di Dunia versi Forbes:

3

4

5

6

7

8

9

10

layah di Cap d'agde yang berubah menjadi Ibu Kota seks bebas Eropa," begitu komentar wakil rakyat kota setempat. Jepang juga punya festival tahunan Okayama. Festival ini rata-rata diramaikan 9.000 pria berpakaian minim yang berjalan salntai di kota. Main golf, ke kafe juga dengan hanya berbalut kain pinggang. Anda tentu saja boleh tak menanggalkan pakaian. 

1 Oprah Winfrey US$ 315 juta(Rp 2,85 triliun) 2 Beyonce Knowles US$ 87 juta (Rp 788 miliar) 3 James Cameron US$ 210 juta (Rp 1,9 triliun) 4 Lady Gaga US$ 62 juta (Rp 561 miliar) 5 Tiger Woods US$ 105 juta (Rp 951 miliar) 6 Britney Spears US$ 64 juta (Rp 579 miliar) 7 U2 US$ 130 juta (Rp 1,17 triliun) 8 Sandra Bullock US$ 56 juta (Rp 507 miliar) 9 Johnny Depp US$ 75 juta (Rp 679 miliar) 10 Madonna US$ 58 juta (Rp 525 miliar)

Wisata di Luar Angkasa

14 travelounge

OntimE

November, 2010

TRILIUNER INGGRIS yang baru baru ini menyambangi Indonesa Richard Branson baru baru ini menjajaki paket wisata baru yang tidak Cuma menguras adrenalin tapi juga uang. Wisata itu adalah wisata ke luar angkasa. Bekerja sama dengan NASA Branson, lewat perusahaan Virgin Galactic. Paket wisata itu tarif-

nya US$ 50 juta atau sekitar Rp 450 miliar. “Kami meenjadwalkan wisata ini bisa dibuka dalam beberapa tahun lagi,” kata Branson. Virgin Galctic baru saja menguji coba pendaratan pesawat yang akan dibawa ke angkasa serta menyiapkan landasan pacunya. 


Style

Kamera SLR (Single Lens Reflect). Pada kamera SLR, cahaya yang masuk ke dalam kamera dibelokkan ke mata fotografer sehingga fotografer mendapatkan bayangan yang identik dengan yang akan terbentuk. Saat fotografer memencet tombol kecepatan rana, cahaya akan dibelokkan kembali ke film.

Tony Fadell pertama kali mendapat ilham untuk membuat iPod di luar perusahaan Apple Computer: saat itu ia mengalami kesulitan mencari dana untuk membiayai perangkat pemain musik yang ia ciptakan. Kemudian Apple Computer menyewanya sebagai kontraktor mandiri.

AP PHOTO/NATI HARNIK

Haram Pakai

Apple BANYAK ORANG mengira bahwa Bill Gates pasti mencicipi produk-produk buatan Apple yang menjadi rival Microsoft. Namun, ternyata tidak. Semua barang buatan Apple haram masuk rumah Bill Gates, yang mewah dan asri di Washington. Bahkan, istri dan anakanak Gates juga dilarang memakai produk itu. Itu ditegaskan Melinda Gates, istri pendiri Microsoft itu, yang kini bersama-sama mengelola Bill and Melinda Gates, yayasan sosial yang mereka dirikan. Dalam wawancara dengan The New York Times bertajuk "Questions for Melinda Gates. The Donor", akhir Oktober, Melinda menjelaskan haram-

nya produk Apple. Apakah Anda memiliki iPod bikinan Apple? Tidak. Kalau Zune saya punya. Apa yang akan Anda katakan kalau anak Anda mengatakan," Mama, saya ingin punya iPod? Saya akan menjawan dengan argumen yang sama "Kamu sebaiknya pakai Zune saja." Apakah Anda punya iPad? Tentu saja tidak. Benarkan bahwa Bill (Ga-

Mengabadikan

Momen Indah 1

tes) bekerja dengan laptop buatan Apple? Salah. Tidak ada satu pun (produk Apple) yang lewati garis pintu kami. Apakah ada ruang di dunia ini untuk menyatukan keduanya Apple dan Microsoft? Microsoft sebenarnya membuat produk untuk Macintosh. Tanyakan saja kepada Bill.

Kalau boleh tahu, saya lihat ia (Bill Gates) jatuh menjadi peringkat kedua dalam daftar urutan orang terkaya di dunia. Apa yang ia rasakan ketika bisnisman Meksiko Carlos Slim mengalahkannya? Satu-satunya orang yang mengejek dia adalah anak perempuan kami yang berumur 8 tahun. Dia tak peduli tuh. ď Ž

TEMAN WISATA yang tak boleh ditinggalkan adalah kamera. Ada banyak kamera. Tapi produk-produk yang disodorkan baru-baru ini lumayan menggoda.

2

3

Panasonic

Kamera Saku

Nikon

SLR Teringan

Legendaris

Coolpix yang Cantik

Itulah julukan yang disandang kamera keluaran Panasonic, Lumix DMC-GF1.

Canon punya kamera saku legendaris PowerShot G10, yang bisa disetel secara manual seperti kamera profesional. Kini, penerusnya sudah tiba: Canon PowerShot G12. Resolusinya 10 megapiksel, lebih kecil dari G10 yang sampai 14 megapiksel. Namun, hasil jepretannya lebih tajam dibantu prosesor Digic IV. G12 memakai layar LCD yang bisa ditarik ke luar dan diputar-putar. Memotret dari sudut yang sulit menjadi lebih mudah dengan layar selebar 2,8 inci itu. Di Amerika dijual dengan harga US$ 499.

Nikon tak mau kalah dengan Canon. Mereka meluncurkan Coolpix P100. Kamera ini mengusung 26x optical zoom dengan rentang fokal 26678mm.Kamera ini menggunakan perangkat backside illumination (BSI) CMOS yang memiliki sensor lebih besar. Ini adalah langkah Nikon untuk bersaing dengan kamera lainnya yang telah memakai teknologi ini, yakni Fuji dan Sony.

Kamera ini resolusinya 12,1 megapikesl dengan layar tampilan 3 inci. Layar GF1 bukan jenis free angle alias tak bisa diputar ke berbagai arah. kamera digital SLR terkecil, dihargai Rp 10 juta.

Seperti kamera lain, pemotretan memiliki mode otomatis dan pra-progam. Harga US$ 429.

November, 2010 OntimE

travelounge

15


AP PHOTO/CHARLES SYKES

Style

Twitter atau sering disebut sebagai "SMS dari internet". Pesan pada awalnya diatur hanya mempunyai batasan sampai 140 karakter disesuaikan dengan kompatibilitas dengan pesan SMS, memperkenalkan singkatan notasi dan slang yang biasa digunakan dalam pesan SMS. Situs ini berbasis di San Bruno, California dekat San Francisco, di mana situs ini pertama kali dibuat. Twitter juga memiliki server dan kantor di San Antonio, Texas dan Boston, Massachusetts.

Alicia Keys

Keluarga Twitter PASANGAN PENYANYI Alicia Keys dengan suaminya, Swiss Beatz, rupanya menjadi keluarga yang ketagihan situs sosial Twitter. Begitu melahirkan anak pertama, baik Keys maupun Beatz mengungkapkan perasaannya lewat Twitter. Sehari setelah anak yang diberi nama Egypt Daoud Dean lahir di New York, si suami yang bernama asli Kasseem Dean itu menulis ungkapan rasa bahagia memiliki anak lagi. “Saya sangat bersyukur atas semua berkah di dalam hidupku,” tulis Beatz yang dari hubungan dengan perempuan lain sudah memiliki tiga anak. Dua hari kemudian menyusul Alicia Keys, 29 tahun, menulis di Twitter perasaan setelah melahirkan untuk pertama kalinya. “Tidak ada kata yang bisa menggambarkan CINTA, memaparkan KEBAHAGIAAN, mengungkapkan PERASAAN seperti ini!!!,” tulis Keys di Twitternya. “Terima kasih untuk cinta, dukungan, dan doa Anda.” 

Tas Berpaku Keling Keys SELAIN SEPATU, Christian Louboutin juga merilis produk kulit lain seperti tas seri Talita Clutch

yang juga pernah dikenakan Keys. Seperti produk sepatunya, tas dari Louboutin juga memiliki ciri khas warna merah yakni di bagian dalam. Sejumlah paku keling juga ditancapkan di tas sehingga tampak garang. Cap “Christian Louboutin” tidak diletakkan mencolok, tapi ditaruh di bagian dalam. Tapi hati-hati membeli tas seri Talita Clutch dari Louboutin. Produk ini trendi, banyak dicari, sehingga versi palsunya sangat banyak. 

16 travelounge

OntimE

Jam

Klasik Keys JAEGER-LECOULTRE memang bukan merek jam yang pasaran. Tapi soal kualitas jangan ditanya. Lebih dari satu abad silam, Jaeger-LeCoultre sudah membuat mesin-mesin jam dan dijual kepada pabrik-pabrik jam top di Swiss. Merek ini menjadi salah satu pilihan Alicia Keys. Ia mengenakan seri Reverso Squadra Ladies Watch. Di Amazon.com, seri arloji ini dilepas dari harga mulai US$ 5 ribu (Rp 44 juta). 

November, 2010

Sandal

Hak Tinggi Keys SEPERTI ALAS KAKI dari rumah mode Christian Louboutin yang lain, seri Fernando yang pernah dikenakan Alicia Keys ini juga memiliki ciri khas bagian bawah berwarna merah. Rumah mode Lauboutin in yang pada 1990-an membawa alas kaki dengan hak tinggi menjadi trendi kembali. Seri Fernando, yang dibuat di Italia, bukan kekecualian. Sepatu ini memiliki hak setinggi 12 sentimeter. Di situs mytheresa.com, sepatu ini dilepas dengan harga 629 euro (Rp 7,8 juta). 


Style

Rolex juga merupakan perusahaan jam tangan pertama yang membuat arloji tahan air hingga 100 m (330 kaki). Yang paling ikonik adalah model Rolex GMT Master, yang awalnya dikembangkan pada tahun 1954 atas permintaan Airways Pan Am untuk membantu pilot dengan masalah persimpangan zona waktu pada pernerbangan.

Tour de France adalah kejuaraan balap sepeda paling bergengsi di dunia. Kejuaraan ini merupakan balapan jalanan jarak jauh untuk pembalap sepeda profesional yang diadakan sepanjang tiga minggu pada bulan Juli di Perancis. Tour de France diadakan setiap tahun sejak tahun 1903.

Matt Damon AP PHOTO/THE CANADIAN PRESS, DARREN CALABRESE

Jadi Narator

SEJAK ENAM tahun silam Matt Damon sudah memiliki proyek membuat film tentang Lance Armstrong dan bintang top Hollywood itu yang akan memerankan Armstrong si pembalap sepeda. Proyek itu tidak jelas nasibnya. Meski begitu, mungkin sebagai semacam pelipur lara, Damon akan menjadi narator dalam film dokumenter tentang Armstrong.

Dalam film yang tidak jelas nasibnya itu, mestinya Damon akan memerankan Armstrong saat berjuang mengatasi kanker dan kemudian malah menjadi juara balap sepeda paling top, Tour de France. Dalam film dokumenter yang akan dirilis tahun depan, Damon hanya menyumbang suara saat mengisahkan bagaimana Armstrong yang sudah pensiun

Kacamata Damon

Arloji Vintage Damon MATT DAMON tampil dengan berbagai arloji. Ia pernah tampak menggunakan Rolex Daytona (seri seperti yang dipakai Presiden Prancis Nicolas Sarkozy) atau Tag Heuer. Tapi Damon juga memiliki selera klasik sehingga ia menggunakan Rolex Explorer 1016 yang umurnya sudah 40-an tahun. Harga jam vintage ini ber-

nekad ikut Tour de France lagi pada 2009. Bukan kali pertama ini Damon menyumbangkan suara sebagai narator dalam film dokumenter. Sebelumnya ia juga menjadi narator dalam dokumenter tentang krisis ekonomi Inside Job. Lumayan terlibat dokumenter tentang Armstrong, senyampang film cerita panjangnya belum dibuat. 

variasi, karena namanya juga barang bekas. Tapi sebagai pembanding, Rolex Explorer tahun 1969, misalnya, dilepas dengan harga US$6 ribu (Rp 53 juta). 

MATT DAMON tampak mengenakan kacamata Oakley M Frame Strike dalam film Green Zone. Kacamata ini sudah dianggap “klasik” untuk kelas kacamata sport. Karena sudah klasik itu, kacamata ini sering sekali muncul dalam film-film Hollywood. Di situs resmi Oakley, kacamata ini harganya US$120 (Rp 1 juta). 

Air Minum Damon INI DIA AIR minum kemasan yang sedang top di Hollywood: Fiji Water. Matt Damon pun di depan minuman bo-

tol saat konferensi pers peluncuran film The Departed. Praktis saat ini Hollywood diperebutkan dua air minum premium: Fiji Water dan Evian. Seperti namanya, Fiji Water dibotolkan di Viti Levu, Fiji, dari mata air yang muncul di negeri kecil di dekat Selandia Baru itu. Pemilik merek itu mengklaim bahwa airnya mengandung banyak silika yang bermanfaat bagi tubuh. Di Amerika Serikat, botol setengah liter Fiji Water dijual setidaknya US$1,5 (Rp 13 ribu). 

November, 2010 OntimE

travelounge

17


DESTINATION

Dieng: The Little Shambala

ISTOCK.COM

NASKAH: Dwi Putri Ratnasari & Ayos Purwoaji FOTO: Ayos Purwoaji

18 travelounge

OntimE

November, 2010

Berada di salah satu dataran paling tinggi di dunia, menyimpan kearifan lokal yang meretas zaman.


Bus yang saya tumpangi dari ujung pasar Wonosobo mulai bergerak naik dan meliuk-liuk. Menggoyang badan dan muatan. Membuat saya tersadar dari tidur panjang. Saat memicingkan mata ke luar jendela, saya melihat pemandangan spektakuler: ngarai sempit berlapis-lapis diapit perbukitan penuh ladang warna-warni. Awan dalam formasi cotton candy pun terlihat sangat dekat dan bisa dijangkau tangan. Sekejap mata saya kembali segar dan berkhayal sedang berada di Selandia Baru, negeri subur penuh ladang dan domba yang sering saya lihat di televisi. November, 2010 OntimE

travelounge

19


DESTINATION

Tapi suara kriyet-kriyet bus dan barisan orang berkulit cerah dengan pipi bersemu merah di jalanan membuyarkan lamunan saya. Seketika saya sadar pada realitas bahwa ini masih di Jawa, tepatnya di dataran tinggi Dieng, Wonosobo. Saya amati sekali lagi, penduduk lokal dengan ciri khas: tinggi badan sedang, kulit sawo muda, dan mata yang cenderung sipit. "Memang ada beberapa desa yang penduduknya bermata sipit, katanya dulu kami keturunan Cina," kata seorang ibu bermata sipit asli Dieng yang duduk di samping saya. Pukul tiga sore, suhu normal di dataran tinggi ini berkisar 5-15 derajat Celsius, dan akan turun jadi lebih ekstrem hingga nol derajat memasuki musim kemarau. Pada bulan Agustus, menurut Bu Siti, pemilik homestay di Dieng Kulon, rumput bisa seperti batang es. Berada di ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut, Dieng Plateau merupakan salah satu dataran paling tinggi di dunia, nomor dua setelah Tibetan Plateau di Ne-

20 travelounge

OntimE

November, 2010

TERMOFILIK Secara biologi, aktivitas vulkanik di Dieng menarik karena ditemukan di air-air panas di dekat kawah beberapa spesies bakteri termofilik ("suka panas") yang dapat dipakai untuk menyingkap kehidupan awal di bumi.

pal. Secara umum, bentuk Dieng seperti cawan raksasa berdinding perbukitan dan gunung. Terletak pada 2.093 meter di atas permukaan air laut membuat udara Dieng selalu dingin. Saat sore tiba, serbuan kabut turun dari puncak-puncak gunung. Magrib datang, daratan cawan ini penuh terisi kabut tebal. Dingin bukan main. Walhasil, mengenakan baju berlapis jaket tebal wajib hukumnya. Namun penduduk lokal lebih suka mengurung tubuhnya dengan sarung, dan menyembunyikan pipi merah

mereka dalam balutan kain bermotif kotak. Seperti deskripsi orang Sawang dalam novel Laskar Pelangi, saya berpikir, ternyata orang laut dan gunung sama saja: mereka suka bersembunyi di dalam sarung. Beberapa sumber menyebutkan bahwa kata "dieng" berasal dari bahasa Sanskerta, namun ada pula yang menyatakan kata tersebut diambil dari bahasa Sunda kuno. "Di" yang berarti tempat, dan "hyang" adalah Dewa. Disebut demikian mungkin karena merupakan tempat paling pas bagi dewata dan manusia untuk bertemu; tidak terlalu jauh dari langit, tapi masih bisa digapai para pertapa. Memang, pada masanya, daerah ini adalah sebuah dataran suci di mana para brahmana Hindu bersemadi, mengasing-


DESTINATION

Berada di tempat dengan ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut, Dieng Plateau merupakan salah satu dataran paling tinggi di dunia, nomor dua setelah Tibetan Plateau di Nepal.

kan diri, menjalin koneksi dengan para dewa dewi. Syahdan, Dieng adalah tempat paling populer bagi para pertapa muda untuk menempa jiwa. Jejak sejarahnya masih bisa dilihat hingga hari ini. Salah satunya adalah sebuah rekonstruksi pondokan yang digunakan sebagai tempat mengaso para brahmana. Area ini bisa kita temui di pelataran Candi Arjuna. Saya membayangkannya sebagai sebuah Shambala, kota suci yang banyak dicari para avonturir zaman pertengahan. Sebetulnya berupa hikayat purba tentang tempat bersemayam para manusia suci yang jauh dari angkara murka duniawi, mungkin semacam miniatur surga yang ada di bumi. Sebuah utopia. James Redfield, dalam novelnya, The Secret of Shambala, menggambarkan kota di atas awan ini penuh dengan kedamaian abadi

BUN UPAS Pada musim kemarau (Juli dan Agustus), suhu udara kadang-kadang dapat mencapai 0 째C di pagi hari dan memunculkan embun beku yang oleh penduduk setempat disebut bun upas ("embun racun") karena menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian.

dan ilmu pengetahuan murni, hanya bisa digapai para pencari kebenaran sejati. Saya bisa merasakan aura Shambala kecil di Dieng. Apalagi alunan world music berupa komposisi tabla yang indah dan magis milik Ravi Shankar dan Deepak Ram terus-menerus mengalun dari pemutar MP3 melengkapi perjalanan saya dalam merasakan aura magis yang terserak dalam sejarah panjang Dieng. Tak salah lagi, ini adalah tempat yang tepat bagi Anda para penganut New Age untuk menghabiskan waktu. Namun kini bukan hanya para peziarah yang menjadikan Dieng sebagai rujukan, para pelancong pun mulai berdatangan. Konon, sudah lama kawasan plateau ini populer sebagai tempat berlibur, seperti yang tertera dalam salah satu tembang di Serat Centhini, sebuah literatur Jawa kuno yang dibuat pada abad ke-19. Surat kuno ini pulalah yang menginformasikan keberadaan tiga candi yang sudah lenyap dan tidak diketahui lagi letaknya di masa kini, yaitu Candi Duryudana, Candi Dahyang Durna, dan Candi Sakuni. Memang di Dieng banyak sekali candi Hindu peninggalan Dinasti Sanjaya yang diberi nama berdasarkan tokoh wayang yang diambil dari kitab Mahabarata, seperti Candi Arjuna, Candi Sembrada, Candi Srikandi, dan Candi Puntadewa. Selain itu, masih ada beberapa kompleks candi lain, seperti Gatutkaca dan Dwarawati. Dari berbagai peninggalan ini dike-

tahui pula bahwa dulu masyarakat Dieng adalah pemuja Dewa Siwa. Hal ini tampak pada relief candi tersebut maupun prasasti-prasasti peninggalan, yang kini diletakkan dalam Museum Kailasa. Tempat konservasi berbagai artefak budaya yang terletak di depan kompleks Candi Arjuna ini baru diresmikan pemerintah pada 2008. Museum yang tergolong rapi dan bersih dengan bentuk bangunan modern ini juga menyuguhkan pemutaran film berdurasi pendek, yang menceritakan Dieng dan berbagai fenomena alam serta budaya di dalamnya. Berbagai artefak dan prasasti ditata dan dirawat dengan baik. Tiket masuknya Rp 20 ribu per orang. Dari museum ini pula didapatkan berbagai cerita mengenai penduduk lokal Dieng yang kebanyakan petani. Selain kentang sebagai komoditas utama pertanian, Dieng dikenal sebagai penghasil buah carica, yang memiliki rasa khas dan menyegarkan. Walaupun masuk dalam famili pepaya, pohon ini hanya bisa tumbuh dan berbuah dalam lingkungan bertemperatur rendah. Oleh penduduk setempat, buah ini kemudian diolah dan dikemas menjadi manisan, selai, atau sirop carica, sebaNovember, 2010 OntimE

travelounge

21


DESTINATION Kata "dieng" berasal dari bahasa Sanskerta, namun ada pula yang menyatakan kata tersebut diambil dari bahasa Sunda kuno. "Di" yang berarti tempat, dan "hyang" adalah Dewa.

gai buah tangan utama wisatawan yang berkunjung ke Dieng. Di Dieng, memandang matahari terbit merupakan kegiatan yang mesti dilakukan. Wisatawan dapat menikmati dua model sunrise, suatu hal yang mungkin tidak bisa didapat dari daerah lain, yaitu golden sunrise dan silver sunrise. Seperti namanya, golden sunrise, cahaya matahari berpendar keemasan muncul di sela-sela pegunungan. Pemandangan ini dapat disaksikan melalui gardu pandang di Desa Tieng ataupun lebih tinggi lagi, yaitu dengan mendaki Bukit Sikunir. Bukit ini berada di Desa Sembung, sebuah desa tertinggi di kawasan Dieng Plateau. Sedangkan fenomena silver sunrise, mun-

22 travelounge

OntimE

November, 2010

cul sekitar pukul 07.00, dapat dinikmati di kompleks Candi Arjuna, 30 menit dari Bukit Sikunir. Menyaksikan matahari terbit dari Bukit Sikunir seakan turut merasakan betapa magisnya tempat semayam para dewa ini. Sinar matahari yang merekah mampu mengalahkan lelah dan dingin yang dirasakan ketika mendaki bukit ini. Dari puncak ini juga, dari kejauhan terlihat Puncak Merapi, Gunung Sumbing, serta Gunung Sindoro, yang menjulang di antara selimut empuk awan putih, layaknya kumpulan arum manis yang menggenang. Ketika matahari telah benar-benar bangun dari tidurnya, mata Anda akan dimanjakan oleh deretan panjang bukit hi-

jau di sekeliling Sikunir. Tak ada lagi yang saya rasakan selain seperti berada di kahyangan. Mencapai puncak Sikunir sebenarnya bukanlah hal yang susah karena tidak memerlukan peralatan atau keterampilan khusus. Namun udara dingin yang menyesakkan hingga kondisi jalan setapak yang licin, curam, dan gelap merupakan hal yang cukup merepotkan sekaligus menguras tenaga. Untuk itu, kondisi tubuh yang fit dan alas kaki yang tepat harus dipersiapkan dengan baik sebelum memutuskan mengejar matahari dari bukit ini. Di kawasan Dieng Plateau juga dapat ditemukan beberapa kawah yang masih aktif mengeluarkan gas dan lumpur panas. Beberapa di antaranya yang sempat saya kunjungi adalah Kawah Sikidang dan Sileri. Konon, kata "sikidang" berasal dari kata "kidang" (bahasa Jawa), yang berarti kijang. Dinamakan seperti itu karena keluarnya gas dan lumpur panas di kawasan ini sering melompat-lompat, berpindah dari satu titik ke titik yang lain, seperti langkah seekor kijang. Pemandangan yang lebih menakjubkan lagi akan tampak ketika berdiri beberapa meter dari bibir kawah Sileri. Sejauh mata memandang, hanya ada hamparan lumpur panas mendidih seluas 2 hektare. Kawah Sileri tercatat beberapa kali pernah meletus dan menyemburkan lumpur panas dengan ketinggian yang tidak terukur. Wisatawan hendaknya ekstrahati-hati, jangan mendekat ke bibir kawah, melewati pembatas, atau merokok di area sekitar kawah. Selain kawah aktif, terdapat sebuah kawah mati yang terisi air sehingga menyerupai sumur raksasa karena diameternya yang sangat besar, yakni melebihi 90 meter, dan kedalaman ratusan meter. Sumur ini dinamakan Sumur Jalatunda. Beberapa orang percaya bahwa air sumur tersebut mempunyai manfaat lebih sebagai pe-

KAWAH SILERI Sileri adalah kawah yang paling aktif dan pernah meletus beberapa kali (catatan yang ada 1944, 1964, 1984, dan Juli 2003). Pada aktivitas freatik terakhir (26 September 2009) muncul tiga katup kawah yang baru disertai dengan pancaran material setinggi 200 meter


DESTINATION

TEMPO/ARIF WIBOWO

Pada masa dulu, Dieng adalah sebuah dataran suci di mana para brahmana Hindu bersemadi, mengasingkan diri, dan menjalin koneksi dengan dewa-dewi.

nyembuh. Tidak bisa saya bayangkan cara mengambil air dari dalam sumur yang dikelilingi tebing curam ini. "Sejak dulu saya sering turun ke bawah... kalau-kalau ada orang sakit yang minta air sumur ini," ujar Pak Muji, pria separuh baya yang bersama putri kecilnya berjualan batu di sekitar sumur. Batu-batu tersebut kemudian ditawarkan kepada wisatawan yang datang seharga Rp 500 per buah. Menurut kepercayaan setempat, apabila seseorang berhasil melemparkan batu melewati sumur dan menyentuh

dinding tebing di seberang, apa yang diinginkannya akan terkabul.

Ruwatan Bocah Berambut Gimbal Ciri khas lain Dieng Plateau adalah anak-anak berambut gimbal di Desa Tieng. Sebenarnya mereka adalah anak biasa tapi, sejak lahir, rambutnya gimbal alami. Kasus anak berambut gimbal ini memang sangat unik dan hanya ada di Dieng. Kepercayaan masyarakat sekitar, terutama Wonosobo, bocah gimbal adalah anak keturunan dan kesayangan Kiai Kolodete. Konon, sang kiai, yang diyakini sebagai leluhur masyarakat Dieng, juga berambut gimbal dan sangat terganggu oleh rambutnya. Karena itu, Kiai Kolodete berpesan kepada keturunannya bahwa ia akan selalu menitipkan rambut gimbalnya agar dia tenang di akhirat. Masih menurut cerita, Kiai Kolodete tidak mencukur rambutnya karena sumpahnya, "Hanya akan

mencukur rambutnya sampai daerah yang ia bangun maju." Tapi anugerah menjadi anak berambut gimbal tidak bertahan sampai tua. Pada umur tertentu akan diadakan ruwatan khusus untuk memotong rambut si kecil. "Nanti, kalau aku udah gede, rambutnya mau dipotong," kata Sinta, seorang anak perempuan berambut gimbal yang saya ajak bicara. Sinta umurnya sekitar empat tahun, dan belum cukup umur untuk diruwat. Biasanya proses ruwatan dilakukan saat sang anak sudah masuk sekolah. Setelah prosesi upacara yang melibatkan tetua desa itu dihelat, anak-anak kecil berambut gimbal ini pun terbebas dari rambut yang bergumpal dan berwarna merah itu. Selain bentuknya yang tidak modis, rambut jenis ini juga tidak bisa disisir. Satu hal yang pasti, jika rambut gimbal ini terus dipelihara, sudah tentu harapan para remaja wanita Dieng untuk menjadi model iklan sampo di televisi itu pupus. ď Ž November, 2010 OntimE

travelounge

23


L U G G A G E

ISTOCK.COM

EXPLORE

Mimpi Buruk Ritsleting Jebol

P

bangan utama ketika membeli koper atau jenis tas lain untuk sebuah perjalanan. Salah satunya, Addie M.S., komposer dan konduktor orkestra, yang memang pernah mempunyai pengalaman buruk dengan ritsleting rusak. Gara-gara ritsleting jebol itu, ia harus menitipkan barang-barangnya kepada teman-teman satu tim saat hendak kembali ke Indonesia setelah melakukan pertunjukan musik di Eropa. Tidak

TIP

Pilah-pilih 1

Barisan Pilih jenis ritsleting dengan beberapa barisan sehingga memiliki tautan yang kuat.

Koper bagus, bila ritsleting jebol, hanya bertahan beberapa bulan.

ernah mengalami koper tak bisa dipakai karena ritsleting jebol? Pengalaman yang tak bisa dilupakan bagi kebanyakan orang, apalagi jika itu terjadi di bandara atau menjelang keberangkatan. Atau bayangkan, jika tengah asyik melancong, problem ritsleting macet mendadak muncul. Pasti rasa senang itu berbaur dengan kekesalan. Karena itulah sejumlah orang menjadikannya sebagai pertim-

4

2

mungkin membeli koper baru karena ia dan tim harus terbang pagi hari. Orang yang kerap melakukan perjalanan memang disarankan memilih koper yang berdaya tahan lama. Bila memilih jenis tas dengan ritsleting yang rentan rusak, koper atau tas hanya bisa digunakan hanya dalam beberapa bulan. Untuk mencermati soal ritsleting saja, ada beberapa hal yang harus dipahami. Di antaranya, material yang digunakan. Kebanyakan plastik atau metal. Ritsleting yang terbuat dari plastik memang lebih mudah diganti bila mengalami kerusakan. Sebaliknya yang terbuat dari metal, lebih keras namun lebih tahan lama dibanding plastik. Namun hindari dari lingkungan basah karena mudah berkarat. Bagaimanapun, membeli koper dengan ritsleting berkualitas baik merupakan investasi bagi pelaku perjalanan dengan frekuensi tinggi. Hingga Anda tidak perlu membuang tas yang masih bagus gara-gara penutupnya tak berfungsi lagi.

Gerigi Cari ritsleting dengan gerigi yang besar, karena ukuran besar itu menunjukkan kualitas ritsleting yang tidak mudah rusak dan lebih kuat menahan beban. Sebab, bisa jadi, muatan tas Anda lebih berat dari yang seharusnya sehingga terjadi kerusakan.

3 Material Perhatikan juga gerigi yang besar itu apakah terbuat dari material kuat dan berdaya tahan lama, baik itu plastik maupun metal.

4 Bahan/kain Cari ritsleting dengan bahan/kain yang terpisah dari rangkaian seluruhnya karena desain seperti ini membuat ritsleting lebih bisa menyesuaikan diri dengan isi tas.

ď Ž RITA | BERBAGAI SUMBER

Merawat RITSLETING

1

Berkarat. Dalam kondisi basah, ritsleting metal cenderung lebih mudah berkarat, sehingga perlu perhatian yang lebih dalam kondisi lembap atau jaga selalu dalam kondisi kering.

24 travelounge

OntimE

November, 2010

2

Muatan berlebih. Agar tidak mudah rusak, jangan memberi tekanan secara berlebihan pada ritsleting garagara Anda membikin muatan berlebih dalam koper.

3

Aluminium dan metal. Biasanya ritsleting yang terbuat dari campuran aluminium dan pelat metal lebih mudah terkikis. Untuk mencegah hal tersebut, usahakan ritsleting tidak bersentuhan dengan lingkungan air asin, seperti air laut.

4

Solusi lilin. Bisa gunakan cara alami untuk membuka ritsleting yang macet atau membuatnya bekerja lebih lancar dengan menggunakan lilin. Cukup goreskan lilin di sepanjang geriginya.


DESTINATION

ISTOCK.COM

The Little Shambala

TEXT: Dwi Putri Ratnasari & Ayos Purwoaji PHOTO: Ayos Purwoaji

26 travelounge

OntimE

November, 2010


Located in one of the highest plateaus in the world, with local wisdoms that have stood against the test of time. he bus I was riding from the Wonosobo market started to moving up and bouncing, shaking its passengers and loads, waking me up from my sleep. When I squinted my eyes out the window, I saw a spectacular view: a narrow gorge with layers of flanks filled with colorful fields. Cotton candy clouds above seemed so close that I felt like I could touch them with my hand. In a short while, I had been refreshed and starting to fantasize that I was in New Zealand, a country full of fertile land and sheeps that I often see on television. But the sound of the bus cracking and rows of people with bright-skinned and pink cheeks on the street interrupted my reverie. Instantly, I realized the reality that I was still in Java, on the Dieng plateau, Wonosobo to be exact. I looked out once

T

November, 2010 OntimE

travelounge

27


DESTINATION

Located at an altitude of more than 2,000 meters above sea level, the Dieng Plateau is one of the highest plateau in the world, second only to the Tibetan Plateau in Nepal.

28 travelounge

OntimE

November, 2010

again, observing the local people, who are mostly medium height with brown skin and slanted eyes. "There are villages whose population tend to have slanted eyes since we were in deed descendants of Chinese people," said a slanted eye Dieng woman who sat next to me. At three o'clock, the normal temperature on the plateau is around 5-15 degree Celsius, but it would decline to an extreme zero degree upon entering dry season. In August, according to Bu Siti, the owner of the homestay in Dieng Kulon, grass would look like ice bar. Located at an altitude of more than 2,000 meters above sea level,

the Dieng Plateau is one of the highest plateau in the world, second only to the Tibetan Plateau in Nepal. From a distance Dieng looks like a giant saucer surrounded by hills and mountains. And at 2093 meters above sea level, the temperature in Dieng is always cold. When the dusk comes, fog begins to fall from the top of the mountain. By the time the sun sets, the whole area has been filled with fog. It’s so cold. Wearing thick jacket is a must if you want to fight the cold. But the locals prefer to cover their bodies with sarong, while their faces covered with checkered pattern cloth. Their look is similar


DESTINATION

Some sources say that the word "Dieng" comes from Sanskrit, but others say that it comes from ancient Sundanese. "Di" means place, and "hyang" is God. to the description of the Sawang people in Rainbow Troop (Laskar Pelangi) novel that I got to think, the sea and the mountain people are actually the same: they love to hide under their sarong. Some sources say that the word "Dieng" comes from Sanskrit, but others say that it comes from ancient Sundanese. "Di" means place, and "hyang" is God. Perhaps the plateau is called ‘Dieng’ because it is the most fitting place for gods and men to meet. It is in deed close to the sky, but hermits can still reach the place. In fact, there was a time when this area was a sacred ground where Hindu Brahmins went to meditate, self-isolating themselves to establish a connection with the gods and goddesses. Once, Dieng was the most popular place for young hermits to forge their souls. Traces of history can still be seen today. One of them is the reconstruction of a hut that was used to be the place where the Brahmins took a rest. This place is located in the courtyard of

Candi Arjuna. I imagined the place as Shambala, the holy city sought after by medieval adventurers. A legendary dwelling for holy men with no worldly needs, a miniature of heaven on earth, a utopia. In his novel The Secret of Shambala, James Redfield described the city above the cloud as a city of eternal peace and pure knowledge that can only be reached by the real seekers of truth. I could feel the aura of little Shambala in Dieng. Especially since the beautiful and magical sound of tabla played by Ravi Shankar and Deepak Ram was on heavy rotation at my MP3 player throughout my trip, providing an eerie magical aura of Dieng. No doubt, this is the perfect place for New Agers to spend time to meditate. But now not only the pilgrims come to Dieng, many tourists also visit the place. The plateau region has long been a popular vacation spot, as exemplified in a song from Serat Centhini, an ancient Javanese

literature written in the 19th century. The ancient letter had also informed us of the existence of three temples that were already lost, no one really knows their present locations, i.e. Candi Duryudana, Candi Dahyang Durna, and Candi Sakuni. In Dieng, there are many Hindu temples (candi) from the reign of Sanjaya Dynasty with names taken from the shadow puppet figures, which are based on the book of Mahabharata, such as Candi Arjuna, Candi Sembrada, Candi Srikandi, and Candi Puntadewa. There are also some other temple complexes, such as Gatotkaca and Dwarawati. From these various relics, we also learn that once Dieng people are devoted to Lord Shiva. This is visible from the temple’s reliefs and stone inscriptions, which are now displayed at Museum Kailasa. The museum hosts and preserves many cultural artifacts. It is located in front of Candi Arjuna complex and was only inaugurated by the government in 2008. The November, 2010 OntimE

travelounge

29


DESTINATION

TEMPO/ARIF WIBOWO

museum looks neat and clean with modern architecture. It presents short duration film screenings about Dieng and various natural and cultural phenomena around it. Various artifacts and inscriptions are arranged and preserved. The entry ticket is Rp20 thousand per person. In this museum, visitors would learn the stories about local residents, mostly Dieng farmers. In addition to potatoes as their major agricultural commodity, Dieng

kinds of sunrise, something that may not be found elsewhere, i.e. golden sunrise and silver sunrise. As the name suggests, during golden sunrise, a golden glow of sunlight would appear from behind the mountains. The scene can be viewed from the viewing post at Tieng village, or higher if you don’t mind climbing Mount Sikunir. The hill is located at Sembung Village, the highest village in Dieng Plateau areas. Meanwhile the silver sunrise phenomenon

Merapi, Mount Sumbing, and Mount Sindoro in a distance, standing tall and blanketed by soft white cotton candy-like clouds. When the sun has fully arisen from its deep slumber, your eyes will be spoiled with long line of green hills surrounding Mount Sikunir. I felt like I was in paradise. To reach the top of Mount Sikunir is not difficult. It does not require special equipment or skills. But stinging cold air and

In fact, there was a time when this area was a sacred ground where Hindu Brahmins went to meditate, self-isolating themselves to establish a connection with the gods and goddesses. is also known as producer of carica fruit, which has a distinctive, refreshing taste. Although it is a member of papaya family, the carica tree can only grow and bear fruit in low temperature environment. Local people usually process the fruit into carica sweets, carica jam, or carica syrup, which are the most common gift people bring from Dieng. In Dieng, watching the sun rise is a must-do activity. People can observe two

30 travelounge

OntimE

November, 2010

occurs around seven o’clock in the morning and can be viewed at Candi Arjuna temple complex, 30 minutes from Mount Sikunir. Watching the sunrise from Mount Sikunir would make you feel the magic of the place where the gods live. Seeing the sunlight peeking from behind the mountain would chase away your tiredness and cold after climbing the mountain. From the top of Mount Sikunir, you can see Mount

slippery, steep trail that you had to take in the dark in order to get to the top made the journey somewhat daunting and downright exhausting. You must be physically fit and wearing proper footwear before deciding to pursue the sunrise view from the top of the mountain. In Dieng Plateau area we can also find several active craters, which are still coughing gases and hot mud. I visited some of the craters, i.e. Sikidang and Sileri. Pe-


TEMPO/ARIF WIBOWO

DESTINATION

ople say, the word "Sikidang" comes from the word "kidang," which in Javanese means deer. The crater is named as such because of the jumping gases and hot mud ejected by the crater, just like jumping deer. More amazing scenery can be seen when you stand a few meters from the lip of Crater Sileri. As far as your eyes could see, hot boiling muds are spread in an area of 2 hectares wide. Crater Sileri has recorded several eruptions and spewed hot mud high into the sky. Visitors should take extra care not to get too closer to the lip of the crater, or passing the barrier, or smoke in the area around the crater. Besides active craters, there is a dead one filled with water that it looks like a giant well with a very large diameter, which exceeds 90 meters, and hundreds of meters deep. The locals call the well Jalatunda. Some people believe that the water from the well has the power to heal. But I just don’t understand how people can take water from the well, which is surrounded by steep cliffs. "I used to come down the well quite often... whenever there's a sick person who

asks for water," said Muji, a middle aged man who sell rocks around the well with her little girl. The rocks are offered to visitors for Rp 500 per piece. According to local belief, if you can throw a stone across the well and land on the other side, your wishes would come true.

Ruwatan for Children with Dreadlock Hair

A

nother distinctive feature of Dieng Plateau is children with dreadlock hair in the village of Tieng. Actually they are ordinary children but, since birth, they have natural dreadlock hair. These dreadlock haired children are indeed very unique and curiously found only in Dieng. The local people, especially in Wonosobo, believe that dreadlock haired children are the offsprings and the favorites of Kiai Kolodete. The legend says, the kiai (religious community leader), who according to local belief is the ancestor of Dieng community, has dreadlock hair and was very disturbed by his hair. Therefore, Kiai Ko-

lodete left his offsprings a message that he would leave his dreadlock hair behind in order to have peace in the afterlife. The legend goes on to say that Kiai Kolodete did not want to shave his head because he had vowed to "never cutting his hair until the area become developed." But the grace of a dreadlock haired child would not survive maturity. At a certain age, these children would go through a ruwatan (a ritual to dispose bad luck) specifically held before cutting a child's dreadlock hair. "When I grow up, my hair will be cut," said Sinta, a dreadlock haired girl told me. Sinta is only four years old, not old enough to have a ruwatan. Usually the ruwatan ritual is carried out when a child is already at school age. After a ceremonial procession led by the village elders, these little children with dreadlock hair are set free from their knotted and red colored hair. Not only that it is not fashionable, you can not comb this kind of hair. One thing is certain, if these little girls keep their dreadlock hair until they grow older, they’ll never be a shampoo ad model on television. 

November, 2010 OntimE

travelounge

31


WORLDCITY

32 travelounge

OntimE

November, 2010


NASKAH: Hari Prasetyo FOTO-FOTO: ISTOCK.COM

Ketenangan

Sebuah Kota Tua

Den Haag Akhir pekan sekalipun terasa lengang dan damai tanpa ingar-bingar.

P

erjalanan Jakarta-Dubai-Amsterdam berakhir. Kini tinggal perjalanan dari Bandara Schiphol ke kota yang juga disebut The Hague, sekitar 45 menit menggunakan mobil. Minggu, 19 September lalu, kaki menginjak kota ketiga terbesar di Belanda itu. Saya menjadi bagian dari enam wartawan Indonesia memenuhi undangan pemerintah Belanda. Kunjungan selama enam hari ini untuk menyongsong rencana kunjungan resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke sana.

November, 2010 OntimE

travelounge

33


FOTO-FOTO: ISTOCK.COM

WORLDCITY

Aku pun segera merindukan sepeda tua merek Gazelle warisan mendiang ayah mertua di rumah ketika melihat para gadis mengayuh jenis sepeda yang sama berlalu lalang

Hari pertama, Lydia Brons, manajer kunjungan, hanya menjadwalkan satu acara: makan malam di Restoran Poentjak. Siang menjelang sore, udara cukup dingin. Pertengahan akhir September transisi musim sudah mulai. Kadang cerah, tapi bisa berubah seketika menjadi mendung dan hujan sedang sampai lebat. Hari itu, dengan mengenakan jaket, kami merasakan Den Haag yang cukup lengang dengan langit penuh awan. Hotel kami berada di ka-

KOTA Den Haag adalah pusat pemerintahan Belanda dan kota tempat kediaman Ratu, meskipun Amsterdam adalah ibu kota resmi Belanda. Kota ini juga sering dikenal sebagai "ibukota peradilan di dunia" karena pengadilan internasional terletak di kota ini.

34 travelounge

OntimE

November, 2010

wasan Molenstraat tengah kota. Melewati sejumlah blok, yang mengingatkan akan suasana di dalam kawasan pertokoan Pasar Baru, Jakarta, sebelum sampai ke kawasan lebih luas. Kami menyusuri tepi jalan dengan garisgaris lintasan trem di tengahnya. Para pengendara sepeda melintas berbagi jalan dengan kami. Tak banyak mobil atau sepeda motor yang lewat. Kami hanya perlu lebih waspada menyeberang jalan dengan melihat datangnya trem. Sejumlah turis berjalan-jalan. Di beberapa tempat, Den Haag penuh bunga merah dan kuning, yang tumbuh dari kotak-kotak tembok yang dibangun di tepi jalan. Tanaman itu juga menghiasi batas jalan dengan sungai yang membelah kota. Kesan saya pada kota yang mulai dibangun sekitar 1230 itu adalah indah dan klasik. Penuh ketenangan dan kedamaian,

kontras dengan Jakarta, yang semakin riuh. Aku pun segera merindukan sepeda tua merek Gazelle warisan mendiang ayah mertua di rumah ketika melihat para gadis mengayuh jenis sepeda yang sama berlalu lalang mengenakan sepatu lars warna-warna gelap dan baju hangat yang panjang atau pendek dalam berbagai model. Mempesona. Aku membayangkan 50 tahun lalu, mertuaku memboyong sepeda yang kusebut onthel itu dari Belanda ke Jakarta dengan kapal laut. Waktu akhir-akhir ini terasa kian bergegas meninggalkan hal-hal lama menjadi barang rongsokan. Tapi, di Den Haag, ada yang belum beranjak: salah satu merek sepeda tertua itu. Produknya bisa yang dulu atau baru tapi sosoknya tetap mengingatkanku pada onthel. Di sana bahkan lebih manis, karena para wanita itu menghiasinya dengan bunga plastik warna-warni yang menjulur di seputar rangka sepeda. Setelah makan di sebuah restoran makan cepat saji dekat salah satu taman kota, kami menyeberang jalan menuju deretan bangunan tua dengan lorong di depannya. Beberapa serdadu muda yang jauh dari kesan sangar menjaganya. Ketika seseorang memberikan sebuah brosur setelah memasuki lorong dan mendapati lapangan luas berbatu dikelilingi jajaran bangunan tua, aku baru menyadari inilah Binnenhof, gedung parlemen pemerintah Kerajaan Be-


WORLDCITY

November, 2010 OntimE

travelounge

35


WORLDCITY

landa. Deretan pagar besi ringan memisahkan kerumunan orang dengan lapangan. Ada latihan defile untuk menyambut Prinsjesdag, sebuah perayaan menyambut Ratu Beatrix, yang menyampaikan pidatonya dalam sidang parlemen pada setiap Selasa ketiga September. Ratu membuka sidang parlemen dari Ridderzaal, salah satu gedung di Binnenhof, tempat Floris V merampungkan pendirian tempat itu pada 1256. Malam tiba. Saatnya welcome party di Restoran Poentjak. Sebenarnya, kata Lydia, ada beberapa pilihan rumah makan Indonesia di The Hague. Hubungan ratusan tahun menautkan banyak hal di antara dua

BERSEPEDA Kota ini menawarkan banyak ruang hijau yang luas untuk berjalan kaki dan bersepeda serta bukit-bukit. Den Haag juga menawarkan beberapa tempat yang menarik bagi anak-anak, seperti sebagai kota miniatur Madurodam dan bioskop Omniversum (bioskop 360 derajat ).

36 travelounge

OntimE

November, 2010

negara ini. Enam puluh tahun lalu, setelah Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, sebagian warga keturunan campuran balik ke Belanda. Banyak yang memilih The Hague. Pantas ciri khas Indisch menonjol, kelak saya menerima tas kain bertulisan “Indisch School� dari pengelola Pasar Malang Tong Tong di Den Haag. Sebutan weduwe van Indie alias "janda Hindia-Belanda" acap kali muncul di kota ini. Di restoran itu kami memesan nasi putih, nasi kuning, dan nasi goreng dengan berbagai masakan Indonesia. Sate dan opor ayam, sayur asem, sayur bambu muda yang biasa disebut rebung, daging rendang dan empal, serta tempe. Semuanya terhidang hangat di meja. Tentu saja, yang tak boleh ketinggalan adalah sambal terasi dengan irisan cabai merah. Belakangan, manajer restoran memberi kami beberapa tusuk sate kambing yang masih panas. "Jangan khawatir, ini daging kambingnya sudah tanpa lemak," katanya dalam bahasa Indonesia. Ia seakan sudah tahu beberapa di antara kami sedikit berisiko level kolesterol dan tekanan darah tinggi.

Poentjak bukan restoran Indonesia tertua di The Hague, tapi sudah berdiri 63 tahun lalu. Alamatnya di Kneuterdijk 16, 2514 EN 's-Gravenhage. Buka setiap hari pada pukul 12.00- 24.00. Rumah makan dengan bangunan kuno ini mengingatkan saya pada restoran dan kafe di Jalan Veteran, Jakarta Pusat. Sinar lampu temaram dan lilin-lilin justru membuat kami makan lahap. Apalagi ada teh dan es dawet atau cendol. Lydia mungkin tak akrab lagi dengan sejarah masa lalu hubungan dua negara yang kelam. Tapi, soal makanan, wanita itu sudah biasa dengan hidangan Indonesia. Ia mencoba semuanya, menuruti ajakan memesan dawet. "Dua tahun lalu saya bulan madu ke Yogyakarta dan Bali. Dan, yang paling tidak saya lupakan, terperosok dalam sebuah lubang jalan di Malang," ia memaparkan. Setelah kenyang, kami pamit kepada pelayan, manajer, dan pemilik restoran. Mereka menyambut kata-kata perpisahan kami dalam bahasa Indonesia dengan ramah dan menimpali melalui bahasa yang sama. Di


WORLDCITY

Sepeda menjadi lebih manis, karena para wanita itu menghiasinya dengan bunga plastik warna-warni yang menjulur di seputar rangka sepeda.

sepanjang jalan menuju hotel, Lydia mengajak kami menikmati bangunan-bangunan tua menjulang cukup tinggi. Gedung itu terawat dengan sinar lampu cerah. "Ini khas tempat tinggal orang Belanda. Di dua lantai teratas itu kami biasa tinggal dengan para tetangga yang ramah," kata wanita yang menetap di Amsterdam itu. Lorong jalan menuju hotel juga romantis. Deretan kafe yang menggelar meja di sepanjang trotoar beserta lilin-lilinnya, bar, dan toko kelontong yang ditunggui orang keturunan India sampai larut malam. Pengendara sepeda yang lewat dengan lampu sorotnya menambah suasana kian menarik. Sebelum berpisah di undakan yang menghubungkan lobi hotel dengan kamar yang terletak di lantai di atas, Lydia mengingatkan kami agar bersiap keesokan hari pukul 07.30. Itulah pengantar menyongsong serangkaian kunjungan padat yang bolak-balik dari suasana masa lalu dan kini di sepanjang Den Haag, Amsterdam, Wageningen, Hilversum, Delf, dan Rotterdam. Pagi berkabut ketika saya menaiki mobil yang membawa kami bertamu ke beberapa lembaga pemerintah dan swasta di Den Haag. Minum cokelat dan makan siang di restoran Italia, de Luca, di Passage 3, salah satu pusat belanja modern, sebelum melesat ke Amsterdam, atau di kota lain. Pagi yang remang dengan orang-orang berjubah menutupi jas dan dasi masing-masing di atas sepeda mengawali hari pertama kerja. Kota ini memang pusat parlemen, gedung-gedung kementerian, lembaga-lembaga internasional, termasuk pengadilan

FOTO-FOTO: ISTOCK.COM

hak asasi manusia internasional. Ketika sarapan di restoran hotel, aku melihat orang dari berbagai suku bangsa tampak bersiap dengan pakaian rapi mengesankan hendak mengadakan pertemuan penting. Melewati dua hari di Belanda dan melakukan debut serangkaian kunjungan sudah membikin penat. Karena itu, Lydia tak menolak ketika dalam perjalanan pulang ke The Hague, kami meminta mampir ke kawasan pantai di Scheveningen, salah satu dari delapan distrik yang ada di The Hague. Di sana kami menuju sebuah hotel tua bersejarah, Kuur Haus, tempat berlang-

PANTAI SCHEVENINGEN Pada musim panas, banyak orang akanbepergian ke pantai Scheveningen dengan mobil, dan kemacetan lalu lintas bisa mencapai 50 km panjangnya. Pada hari-hari tersebut, alangkah baiknya menggunakan transportasi publik untuk pergi ke pantai terindah di Belanda.

November, 2010 OntimE

travelounge

37


WORLDCITY ISTOCK.COM

Sepeda menjadi lebih manis, karena para wanita itu menghiasinya dengan bunga plastik warna-warni yang menjulur di seputar rangka sepeda. sung Konferensi Meja Bundar antara Belanda dan Indonesia pada 1949. Hotelnya tampak jauh lebih luas dari tempat kami menginap di Molenstraat. Ini lebih mirip istana. Pada 1969, Kuurhaus ditutup sementara untuk renovasi dan dibuka pada 1979. Kali ini lengkap dengan kasino Scheveningen, yang berdiri megah di seberang jalan hotel. Kami naik ke lantai dua hotel untuk mencari jejak-jejak Hatta dan kawan-kawan saat memperjuangkan kedaulatan Indonesia. Di ruangan luas itu, ada deretan meja berbentuk lonjong seperti yang saya lihat dalam buku-buku sejarah sekolah menengah. Cuma, petugas di lantai dua hanya geleng-geleng kepala ketika kami tanyakan soal Konferensi Meja Bundar.

ARSITEKTUR Den Haag menawarkan arsitektur yang hebat, mulai dari kompleks pemerintah yang indah di Binnenhof, rumah-rumah besar dan megah di Lange Voorhout, sampai ke Museum Mauritshuis yang memiliki peringkat terbaik di negeri ini.

38 travelounge

OntimE

November, 2010

Kami pun segera menuju pantai di belakang hotel. Berbagai jenis wisata air tergelar lengkap dengan tenda-tenda kafe. Patung wanita telanjang berbaring menghubungkan lantai dua hotel dengan jalan menurun ke tepi pantai menjadi tanda bahwa ada sebuah sudut pantai tempat kita bisa menikmati musim panas tanpa busana. Bila masih penasaran ingin kembali ke salah satu pantai terkenal di Belanda ini, hanya perlu 20 menit dengan trem dari Centrum, di pusat kota The Hague. Hari kedua itu, setelah makan malam, kami keluar dari Molenstraat berjalan sampai kawasan pecinan di Wagenstraat. Di sini kita bisa bertualang kuliner dengan hemat. Kita bisa kenyang cukup dengan 5 euro atau sekitar Rp 61 ribu. Pilihannya, makanan khas Turki, yakni kebab, kedai Ming Kee, yang menghidangkan sejumlah masakan Indonesia selain masakan Asia lain. Ada nasi goreng terasi pedas, nasi rames, kerupuk udang, dan beberapa pelayan keturunan Asia yang bisa berbicara dalam bahasa Melayu. Di meja makan di dalam dan luar kedai di pinggir jalan, sayup-sayup terdengar percakapan dalam bahasa Indonesia.

Langit yang masih cukup terang membawa kami ingin lebih jauh menyusuri kota untuk menyaksikan kehidupan malamnya. Kami melewati toko-toko dengan etalase kaca yang menghadirkan sejumlah wanita sedang memijat kaki para pelanggan yang duduk di kursi. Klub malam yang tersuruk di kedalaman sebuah lorong dan rombongan pemuda berwajah Timur Tengah, Maroko, dan sekitarnya. Mereka ada yang hanya berjalan, tapi ada juga yang melajukan mobil dengan sedikit ugal-ugalan. The Hague tak cuma hotel klasik, deretan kafe, toko, lajur rel trem, dan sepeda yang bersandar di sejumlah tepi kota. Di sana juga berdiri 28 museum, lima gedung teater film, 16 teater untuk konser musik, opera, teater, dan 96 kedutaan besar mancanegara, termasuk Indonesia. Rasanya tidak cukup enam hari. Namun kota pusat pemerintahan Belanda itu menyimpan kesan mendalam tentang kota yang tenang dan sejuk dihiasi istana serta bangunan kuno. Aku merasa memasuki batas di antara kota modern dan kuno dengan kelegaan suasana yang menyamai kota perguruan tinggi Leiden. ď Ž


INFOAUTOMOTIVE

Simply stunning: the design of the R-Class

Impressive appearance with new highlights

T

concerned. With the coupé-like lines of the window area, the luxury tourer distinguishes itself attractively from conventional MPVs. Eye-catching details of the clearly contoured flanks include the larger exterior mirror housings, which are set well away from the doors and are held by slim stems. The strikingly designed mirror housings in the vehicle colour have integrated indicator repeaters in the form of a stylised arrow. The new wheel designs are equally eye-catching: the range includes light-alloy wheels in 10-spoke designs in sizes 18 inch.

IAL OR

PERFECT PROPORTIONS Dynamism is also the order of the day where the side aspect is

RT

and grille. The new, dynamic "face" of the R-Class is particularly impressive. The newly designed headlamps blend perfectly into the front end, emphasising the horizontal lines. The "eyelids" continue the beltline along the flanks, and are arranged above the chromed headlamp tubes to produce an assertive, concentrated gaze.

PERFECT FINISH: THE REAR SECTION OF THE R-CLASS The rear section harmoniously continues the design idiom of the front, with a new bumper cladding, modified tail lights, a diffuser and integrated tailpipe trim emphasising the width with more horizontal structures, as at the front. The bumper also picks up the line of the side skirts, giving the effect of a continuous line running around the entire bodywork. Tail lights with LED and fibre optic technology, new exterior contours and horizontally arranged lighting functions lend the finishing touches to the rear section. Currently the 2010 model year R-Class is available in 3 colors option, ”obsidian black”, ”iridium silver”, and ”palladium silver” paint finish ƒ

VE

EXPRESSIVE: THE NEW FRONT SECTION IS FULL OF CHARACTER At the front end of the R-Class, the bonnet, wings, radiator grille, headlamps and bumper have been completely redesigned. On request, in conjunction with bi-xenon headlamps, a chrome insert enhances the integrated LED daytime driving lights. The character of the R-Class can also be underlined by an optional, strikingly contoured, chromelook underguard. The new bonnet has more marked contours, and is more arrow-shaped at the front edge. The wider, higher radiator grille is more steeply angled, while the bumper cladding is more striking, with clear-cut lines. The side recesses in the bumper, where the fog lamps and daytime driving lights are located, are spaced well apart and give the front section an impression of width. The lines of the side skirts are harmoniously continued forward in the updated wings

AD

he latest-generation R-Class shows a new self-confidence. Its entire appearance is noticeably more attractive, underlining the unique character of this multi-talented vehicle. The focus of the designers was on the completely restyled front section, with an emphasis on width and a horizontally structured bonnet to make the vehicle appear more harmonious, muscular and dynamic.


WORLDCITY

40 travelounge

OntimE

November, 2010


Den Haag TEXT: Hari Prasetyo

A Peaceful Old City THE WEEKEND IN THE HAGUE

FEELS QUIET AND PEACEFUL WITHOUT THE USUAL HUSTLE AND BUSTLE OF A BIG CITY.

November, 2010 OntimE

travelounge

41


WORLDCITY

GIRLS RIDING THE SAME TYPE OF BIKE PASSING BY, WEARING DARK COLORED BOOTS AND WARM LONG AND SHORT SWEATERS IN ALL KINDS OF MODELS

FASCINATING.

UNDERSTAND The Hague has very little of the edginess and excitement of Amsterdam; however, it provides well for its inhabitants in different ways, such as large areas of green space, 11 km of coastline, attractive shopping streets and an extensive multicultural scene.

T

he journey from Jakarta to Amsterdam via Dubai ended. To reach The Hague, it took about 45 minute drive from Schiphol Airport. On Sunday, September 19, I finally got to the third largest city in the Netherlands. I was one of six Indonesian journalists invited by the Dutch government. The six-day visit was a part of the preparation for the planned state visit of the President Susilo Bambang Yudhoyono. On the first day, Lydia Brons, the visit organizing manager, scheduled only one event: dinner at Restaurant Poentjak. It was late afternoon, the air was cool enough. Late September is a period of transitional season. The sky is sometimes bright, but it can change instantly into cloudy and moderate to heavy rain. That

42 travelounge

OntimE

November, 2010

cloudy day, wearing jackets to fight against the cold, we found The Hague quite deserted. Our hotel is located in downtown area of Molenstraat. We passed by a few blocks that reminded us of the Pasar Baru shopping center in Jakarta, before reaching a wider area. We walked along the road with tram track lines in the middle. The passing cyclists shared the road with us. There were not many cars or motorbikes passing by. We needed to be more cautious while crossing the street to watch out for the coming trams. Some tourists strolled by. At several places in The Hague, red and yellow flowers growing out of boxes by the roadside. Plants adorn the street border with the river dividing the city. My impression of the city, which is

built around 1230, is that it’s beautiful and classic. It is serene and peaceful, which is in contrast with the increasingly loud Jakarta. I suddenly missed my old Gazelle bike left by my late father-in-law at home when I saw girls riding the same type of bike passing by, wearing dark colored boots and warm long and short sweaters in all kinds of models. Fascinating. I imagined 50 years ago, my in-laws brought in the onthel bicycle from the Netherlands to Jakarta by ship. Time seems to pass by so fast, making old goods unused and damaged. But, in The Hague, there are things that seem to never grow old such as that old bicycle. The bikes may be old or new, but their style still reminded me of my onthel bike. In The Ha-


FOTO-FOTO: ISTOCK.COM

WORLDCITY

IN THE HAGUE THESE BIKES LOOK PRETTIER BECAUSE THE WOMEN DECORATED THEM WITH COLORFUL PLASTIC FLOWERS COILING AROUND THE BIKE’S FRAME.

gue these bikes look prettier because the women decorated them with colorful plastic flowers coiling around the bike’s frame. After eating at a fast food restaurant near one of the city parks, we crossed the street to a row of old buildings with a corridor in front of them. Some sympathetic young soldiers guard the place. After someone gave me a brochure upon entering the hall and found myself in a large stony court surrounded by old buildings, I realized that I was standing at the Binnenhof, the Royal Dutch parliament building. Rows of iron fence separating the crowd with the court. There was a Prinsjesdag welcoming procession exercise, a ceremony to welcome Queen Beatrix, who will deliver her speech during a par-

liament session on every third Tuesday of September. Queen opened the parliamentary session from Ridderzaal, one of the buildings in the Binnenhof, where Floris V finalized the construction of the building in 1256. The night fell. It was time for us to come to the welcome party at Restaurant Poentjak. In fact, says Lydia, there are several other Indonesian restaurants in The Hague. The relationship between the two countries went back hundreds of years. Sixty years ago, after the independence of Indonesia on August 17, 1945, some Eurasian citizens of Indonesia returned back to the Netherlands. Many chose to settle in The Hague. It comes as no surprise that there are traces of Indisch characters, which was evident when I recei-

ved a cloth bag that read "Indische School" from Pasar Malang Tong Tong manager in The Hague. The term weduwe van Indie or "widow of Dutch East Indies" was also often heard in the city. At the restaurant we ordered white rice, yellow rice, and fried rice with Indonesian main dishes. Satay and chicken opor, tamarind vegetable soup, young bamboo shoots, beef rendang and empal, and tempeh. Everything is served warm on the table. Of course, one thing that would always be available in Indonesian dish: shrimp paste chilli with red pepper slices. Later, the manager of the restaurant gave us some hot goat skewers. "Do not worry, the meat is fatless," he said in Indonesian. He seemed to understand that some of us poses the risks high choNovember, 2010 OntimE

travelounge

43


WORLDCITY

44 travelounge

OntimE

November, 2010


WORLDCITY

WE WENT TO THE SECOND FLOOR OF THE HOTEL TO LOOK FOR TRACES OF HATTA AND HIS COLLEAGUES WHO ONCE FOUGHT FOR THE SOVEREIGNTY OF INDONESIA.

FOTO-FOTO: ISTOCK.COM

lesterol and high blood pressure. Poentjak is not the oldest Indonesian restaurant in The Hague, but it has been around for 63 years. The address is on Kneuterdijk 16, 2514 EN's-Gravenhage. Open daily from 12 noon to 12 midnight. The restaurant is located in an old building that reminded me of restaurants and cafes along Jalan Veteran, Central Jakarta. The dim lights and flickering candles didn’t stop us from savoring the food. Especially when they also served tea and ice dawet or cendol. Lydia may no longer be familiar with the dark history of past relations between two countries. But, she is quite familiar with Indonesian cuisine. She tried everything, including the dawet. "Two years ago I went to Yogyakarta and Bali for my honeymoon. And, one thing that I’ll never forget, I fell into a pit in the middle of the road in Malang," she said.

GET IN Strictly speaking The Hague does have its own airport after renaming Rotterdam Airport to Rotterdam/The Hague Airport, but the closest major international hub is Amsterdam's Schiphol Airport, which is between 30 and 40 minutes away by train.

When we were already full, we said goodbye to the waiters, manager, and owner of the restaurant in Indonesian language. They gave us a friendly reply in the same language. Along the way back to the hotel, Lydia told us the story about the old buildings that we passed by. These buildings were well maintained and decoreated with bright lights. "This is the typical residence of the Dutch. At the two top floors, we live with friendly neighbors," said the woman who lives in Amsterdam. The alley road to the hotel is so romantic. There you could find a row of cafes with tables and candles along the sidewalk, bars, and a grocery store with an Indian shopkeeper open until late at night. The lights from passing cyclists added romance to the air. Before parting on the steps that connect the lobby of the hotel with rooms located on the above floors, Lydia reminded us to be ready at 07.30 the next day. Today was just an introductory activity prior to a series of visits that would bring us back and forth between the past and the present as we visit The Hague, Amsterdam, Wageningen, Hilversum, Delft and Rotterdam. It was a misty morning when I got on the car that would take us to visit several

government and private institutions in The Hague. We would have lunch and drinking chocolate at an Italian restaurant called de Luca at Passage 3, one of the city’s modern shopping centers, before leaving for Amsterdam or another city. The morning was still quite dark, men going out wearing overcoats to cover their suit and tie while riding on a bike and started the day. The city is the center of the parliament, ministries, international institutions, including international human rights court. When having breakfast at the hotel restaurant, I saw people from various races were dressed neatly and impressively, ready to go to important meetings. After two days in Holland and made a series of visits, we were exhausted. Therefore, when we asked to stop at the beach area in Scheveningen—one of the eight districts in The Hague—on our way back to The Hague, Lydia did not resist. In Scheveningen, we headed to a historic old hotel, Kuur Haus, where the Round Table Conference between the Netherlands and Indonesia took place in 1949. The hotel looked much bigger than the one that we stayed at in Molenstraat. It looked more like a palace. In 1969, Kuurhaus was temporarily closed for renovation before reopened in 1979. Standing November, 2010 OntimE

travelounge

45


FOTO-FOTO: ISTOCK.COM

WORLDCITY

across from the hotel is the Scheveningen casino. We went to the second floor of the hotel to look for traces of Hatta and his colleagues who once fought for the sovereignty of Indonesia. In one large room, there are rows of oval-shaped table exactly like the ones I remembered seeing in history books during high school. But, the officer on the second floor just shook his head when we asked him about the Round Table Conference. We then went to the beach just at the back of the hotel. Various kinds of water sports and tents scattered around the beach. A statue of a naked woman lying on

DO The Hague is extremely bike friendly and it's easy to get from one place to another on a bicycle if you feel like stepping outside the city center. Scheveningen (and to a lesser extent Kijkduin) is a busy seaside resort filled with boardwalk cafes and close to the dunes.

46 travelounge

OntimE

November, 2010

the second floor connecting the hotel with a path down to the beach is a sign where, at the end of the path, people people could enjoy the beach bare naked, usually during summer, at a corner at the beach. If you are curious to go back to one of these famous beaches in the Netherlands, it only takes 20 minutes by tram from the Centrum in downtown The Hague. After dinner on the second day, we went to Chinatown area in Wagenstraat. In this area, we could have a culinary adventure without having to break our wallets. With only 5 euros, or around Rp 61 thousand we could have a satisfying dinner. The choices: Turkish food such as kebabs, Ming Kee restaurant that serves a number of Indonesian food, in addition to other Asian dishes. There are spicy shrimp paste fried rice, nasi rames, shrimp crackers and some Asian waiters who can speak Malay. From accross the tables, inside the restaurant or outside on the roadside, we could hear faint sound

of conversation in Indonesian. The sky was still bright so we went to exploring the city further and decided to observe the nightlife. We passed shops with glass display case showing a number of women massaging the feet of customers. Nightclubs in The Hague are hidden in the depths of alleyway. Some Middle East or Moroccans young people walked casually, although some of them drove their cars rather recklessly. The Hague is not only about classic hotel, rows of cafes or shops, tram lanes, and bikes that are parked at every corner of the city. The city is home to 28 museums, five movie theaters, 16 concert halls for opera and theater, and 96 foreign embassies, including Indonesia’s. Six days were not enough. But the Netherland’s government center gave a deep impression as a quiet and calm city, decorated with palaces and ancient buildings. The city is modern and old at the same time, with the ambience to match the college town of Leiden. 


Travel

Choice

Manado K E I N D A H A N

D I

T I M U R

DALAM BUKUNYA, The Malay Archipelago, naturalis Alfred Wallace memberi kesan tentang Manado, Sulawesi Utara, dengan ungkapan "one of the prettiest in the East " (salah satu yang tercantik di Timur). Manado memang surga kecantikan alam. Taman Laut Bunaken sudah menjadi tempat selam internasional, ditambah perbukitan dingin Tomohon, kawasan adat Minahasa, Danau Tondano, Taman Nasional Dua Saudara, hingga situs peninggalan era Megalitikum waruga. Keramaian festival bisa ditemui hampir setiap tahun pada Juli ketika digelar Festival Bunga di Tomohon dan Festival Laut Bunaken pada Agustus.

November, 2010 OntimE

travelounge

47


Travel

Choice

RONNY RENGKUNG

Lekuen Tiga, Bunaken, Manado.

PULAU LEMBEH. Surga penyelaman setelah Bunaken. Termasuk wilayah Kota Bitung dan dapat dicapai dengan katamaran dari pelabuhan

2

48 travelounge

OntimE

November, 2010

li-Agustus ketika suhu laut rata-rata 26 derajat Celsius.

stargazers, devil fish, dan weedy scorpionfish. Ada juga beberapa kuda laut indah, jenis pegasus, ghost pipefish, dan yang endemik cardinalfish. Terdapat 30 spot penyelaman. Lembeh sering dianggap lebih kaya daripada Bunaken. Lembeh juga menawarkan aneka atraksi menarik. Waktu kunjungan terbaik adalah Ju-

ka berada di seberang pelabuhan Manado. Merupakan tempat penyelaman menarik lain setelah Bunaken dan Lembeh. Kebanyakan penyelam melakukannya pada malam hari. Terdapat 25 spot penyelaman yang akan memberikan pemandangan kehidupan bawah laut yang kaya, baik biota laut dari Samudra Hindia mau-

3

PULAU BANGKA DAN GANGGA. Pulau Gangga, Talise, Lehaga, Benteng, Tindila, dan Pulau Bang-

TEMPO/PRUWANTO

1

Manado sekitar 1,5 jam. Selat Lembeh merupakan surga untuk melihat biota laut makro, seperti cuttlefish, harlequin shrimps, wonderpus, skeleton shrimps, dan nudibranchs. Jenis ikan lautnya Ambon scorpionfish, stonefish, sea Robins,

RONNY RENGKUNG

TAMAN NASIONAL LAUT BUNAKEN. Yang satu ini merupakan ikon wisata Manado. Taman nasional ini merupakan gugusan lima pulau, yakni Manado Tua, Bunaken, Siladen, Mantehage, dan Nean. Dicapai dalam 45 menit dari pelabuhan Manado dengan katamaran. Di tengah kapal biasanya terdapat kaca berlubang 1 x 1,5 meter, di mana penumpang bisa melihat langsung keindahan bawah laut di sepanjang perjalanan. Terdapat 20 titik penyelaman hingga kedalaman 1.344 meter, 12 titik selam di antaranya berada Pulau Bunaken dan menjadi spot paling populer. Terdapat juga underwater great walls atau dinding karang raksasa yang berdiri vertikal dan melengkung ke atas. Tersedia akomodasi yang memadai.


Travel

TEMPO/YOSEP ARKIAN

Choice

TEMPO/YOSEP ARKIAN

TAMAN LAUT BUNAKEN memiliki 20 titik penyelaman (dive spot) dengan kedalaman bervariasi hingga 1.344 meter. Dari 20 titik selam itu, 12 titik selam di antaranya berada di sekitar Pulau Bunaken. Dua belas titik penyelaman inilah yang paling kerap dikunjungi penyelam dan pecinta keindahan pemandangan bawah laut.

pun dari Samudra Pasifik. Jika Anda fotografer bawah air, tempat ini sempurna untuk berburu foto indah. Pantainya juga eksotis. Terdapat pilihan resor di sini. PUNCAK TOMOHON. Manado tak hanya menawarkan wisata selam, tapi juga kawasan dingin, yakni Kota Tomohon, sekitar 60 kilometer dari Manado. Terdapat dua gunung berapi aktif, yakni Gunung Lokon dan Mahawu, yang pas untuk trekking dan pendakian. Ada juga Danau Linow dengan panorama luar biasa. Vila dan rumah adat suku Minaha-

HERY INYO RUMONDOR

4

sa mudah ditemukan di sini. Beragam jenis bunga dan anggrek dibudidayakan, dan ada kegiatan tahunan “Tomohon Flowers Festival� pada bulan Juli. Jangan lupa mampir di pasar tradisional Tomohon untuk mencicipi aneka hidangan dari binatang liar, seperti anjing, tikus hutan, ular, serangga hutan, kelelawar, babi, hingga kera. HERY INYO RUMONDOR

ADAT MINAHASA DI TOMOHON. Selama di Tomohon, Anda bisa mencermati beragam tradisi Minahasa. Tarian Kabasaran merupakan tari perang khas Minahasa, dipentaskan dalam upacara penyambutan tamu. Coba pula makanan tradisional tinutuan di pasar, yakni bubur yang dicampur dengan beberapa jenis sayur, jagung, ikan asap, labu kuning, dan ubi kayu. Kunjungi pula rumah tradisional Woloan, yang bisa dibongkar-pasang dan tahan gempa. Minahasa identik dengan agama Kristen Protestan. Berbagai situs agama Kristen Pro-

5

testan bisa ditemui di Tomohon. Juga ada situs kerukunan agama di Bukit Kasih, Desa Kanonang, Kecamatan Kawangkoan, Tomohon, di mana terdapat lima tempat ibadah dari lima agama yang diakui di Indonesia secara berdampingan. SITUS MEGALITIKUM WARUGA. Waruga atau kuburan batu (sarkofagus) merupakan kuburan orang Minahasa, suku asli Sulawesi Utara, dari era Megalitikum (1500-300 SM). Terdapat 144 waruga di Desa Sawangan, dekat Airmindi, sekitar 24 kilometer dari Mana-

6

November, 2010 OntimE

travelounge

49


Travel

Choice

DANAU TONDANO mempunyai obyek wisata yang terkenal "Sumaru Endo" Remboken, dan Resort Wisata Bukit Pinus (Tondano arah Toliang Oki). Dari tepian danau Tondano (Toliang Oki), kita dapat melintas puncak Bukit Lembean dan memandang keindahan Laut Maluku (di sebelah timur), tepatnya kawasan Tondano Pante (Kecamatan Kombi), Kabupaten Minahasa. HERY INYO RUMONDOR

CAGAR ALAM TANGKOKO BATUANGUS. Sering pula disebut dengan cagar alam Tangkoko-Dua Saudara, dapat dicapai dengan sekitar dua jam perjalanan darat, 40 kilometer arah utara dari Manado. Menyimpan beragam satwa endemik Sulawesi, seperti mo-

KOTA MANADO. Manado merupakan kota tua. Pada abad ke-16 bernama Wenang, sebelum berganti nama menjadi Manado pada pertengahan abad ke-17. Ada sejumlah bangunan dan peninggalan tua, seperti monumen dua pahlawan nasional Wolter Monginsidi dan Pierre Tendean. Jalan Boulevard, yang menjadi pusat kota, dan pasar tradisional Manado, Pasar 45, wajib dikunjungi. Ada Klenteng Ban Hin Kiong, klenteng tertua di kawasan timur Indonesia, tempat ibadah orang Cina-Buddha. Ada juga tugu peringatan Perang Dunia II, Museum Negeri Sulawesi Utara, Patung Yesus Kris-

nyet terkecil di dunia--tarsius ( Tarsius spectrum), monyet Yaki (Macaca nigra), dan beragam jenis burung endemik, seperti julang Sulawesi, Ducula aenea, srigunting jambul-rambut (Dicrurus hottentottus), hingga burung maleo.

tus tertinggi di Asia, sekitar 30 meter, di kompleks perumahan Citraland. Dan nikmati rica-rica, tinotuan (bubur Manado), dan aneka kuliner khas Minahasa lain di sepanjang Jalan Pierre Tendean yang tak pernah sepi sekalipun di malam hari.

HERY INYO RUMONDOR

tinggian, orang dari tempat itu bisa melihat keindahan Laut Maluku dan lanskap panorama Manado. Berbagai fasilitas wisata tersedia, seperti bungalo, kolam renang, dan restoran apung di atas danau, yang akan membuat Anda betah berlamalama di sini.

HERY INYO RUMONDOR

DANAU TONDANO. Danau terbesar di Manado, 600 meter di atas permukaan laut, terletak di Desa Remboken, Tondano, sekitar 3 kilometer dari Tomohon dan 30 kilometer dari Manado. Merupakan danau air tawar yang terletak antara Pegunungan Lembean, Gunung Kaweng, Bukit Tampusu, dan Gunung Masarang. Di tengah danau terdapat pulau kecil, Pulau Likri, yang bisa dikunjungi. Dengan posisi danau di ke-

8 TEMPO/RULLY KESUMA

do. Waruga dibangun menyerupai rumah, dan jenazah diletakkan dalam posisi duduk. Agama Kristen Minahasa terdahulu mempunyai kepercayaan bahwa bayi terlahir dalam posisi duduk di dalam rahim ibunya, dan posisi ini juga yang harus dilewati manusia untuk mencapai keabadian ketika sudah mati. Ukiran di kepala waruga juga menggambarkan hobi, karakter, pekerjaan dari orang yang meninggal.

9

7

50 travelounge

OntimE

November, 2010

ď Ž


Travel

How to Get

Manado TRANSPORTASI Udara Tersedia penerbangan setiap hari dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, ke Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara. Di antaranya dengan Garuda Indonesia (Telp. (0431-877737), Merpati Nusantara Airline (Telp. 0431-842000), Lion Air (Telp. 0431-847000), Batavia Air (Telp. 0431-3864338). Dari Davao, Filipina, seminggu sekali dengan Wings Air (Telp. 0431-847000). Dari Singapura, lima kali penerbangan per pekan, Silk Air (Telp. 0431-863744). Dari Kuala Lumpur, Malaysia, tiga kali per pekan, AirAsia (Telp. 021-50505088). Laut Pelabuhan Manado disinggahi kapal-kapal besar dari Pelni, di antaranya Sangiang (ekonomi Rp 436 ribu, eksekutif Rp 1,473 juta) yang menuju Ternate, Lambelu (Rp 111 ribu) menuju Namlea, dan (Rp 233 ribu) menuju Ambon. Bisa juga Doloronda (Rp 228 ribu) menuju Sorong dan

Choice

Tilangkobila (Rp 168 ribu) menuju Luwuk. Bus Manado memiliki tiga terminal bus. Di selatan, terminal Karombasan, tempat pemberhentian bus dari Tomohon dengan tarif Rp 10 ribu, Tondano (Rp 13 ribu). Di Terminal Malalayang, tempat pemberhentian bus dari Kotamobagu (Rp 25 ribu) dan Gorontalo (Rp 75 ribu—jarak tempuh 8 jam). Sedangkan Terminal Paal 2 melayani angkutan antarkota dalam kota (Rp 3.500). AKOMODASI Hotel Sintesa Peninsula Jalan Jenderal Sudirman Telp. 0431885008 Fax. 0431-855101 www.sintesapeninsulahotel.com Terletak di pusat Kota Manado, sekitar 30 menit dari Bandara Internasional Sam Ratulangi, aksesnya mudah ke pusat bisnis Manado. Hotel bintang lima ini memiliki

150 kamar. Arsitektur bangunannya modern, dan merupakan hotel utama di Manado. Hotel Risty Jalan Pierre Tendean Telp. 0431855555 www.ritzymanado.com Terletak di jantung Manado, sekitar 20 menit dari Bandara Internasional Sam Ratulangi. Jendelanya yang berukuran besar-besar memberi pemandangan indah perbukitan Gunung Klabat dan Teluk Manado. Hotel Santika Tongkaina-Bunaken, Manado Telp. 0431-8858222, 8858333 www.santika.com Berada di pinggir pantai, sedikit agak di luar Kota Manado. Dengan pandangan langsung ke laut. Tersedia aneka paket perjalanan selam. Hotel juga dilengkapi kolam renang yang luas.

MEMO BISNIS

MITSUBISHI PAJERO SPORT

ALL ROUND FAMILY SUV

ebagai ikon rally terberat dan terganas di dunia Paris-Dakar, Pajero kini memasuki generasi keempat. Pajero Sport, SUV Mitsubishi, merupakan “All Round Family SUV” dengan ketangguhan dan kehandalan yang tidak tertandingi SUV lainnya. Transmisi 4WD yang tangguh

S

dan agresif atau 2WD yang halus dan efisien, Pajero Sport handal di segala medan. Satu varian terbaru Pajero Sport yakni GLS 4X2 MT diperkenalkan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors di ajang IIMS 2010 ke-18 medio tahun ini. Model ini melengkapi tiga varian sebelumnya

yaitu: Pajero Sport Exceed 4X4 AT, Pajero Sport Exceed 4X2 AT, Pajero Sport GLX 4X4 MT. Desain eksterior Pajero Sport memiliki tampilan sporty, fender yang berotot dan lekuk body yang dinamis serta fitur-fitur mewah. Sisi interior mencakup ruang kabin yang lapang, jok berbalut kulit serta fitur-fitur pendukung yang lengkap. Mesin 4D56 2.5L DI-D DOHC Common Rail Turbocharged and Intercooler memiliki performa tinggi, konsumsi bahan bakar efisien, ramah lingkungan dan terbukti handal. Sistem suspensi memberikan kenyamanan bagi seluruh penumpang dan lebih stabil di jalan normal atau off road. Fitur lain pada mesin adalah Hybrid Limited Slip Differential (LSD) yakni mekanisme yang membuat perbedaan putaran dan torque roda kiri dan kanan pada axle. LSD memastikan power

selalu ada di tiap roda sehingga bisa menghindari selip saat melewati jalan berlumpur. Super Select 4WD (SS4) SS4 memudahkan berkendara di jalan normal maupun di medan off road. Untuk sisi keamanan, kenyamanan, dan perlindungan penumpang serta pengemudi, Pajero Sport dibekali konstruksi ladder frame, RISE (Reinforced Impact Safety Evolution) body dengan Extra-strong body construction. Fitur keamanan lainnya yakni ETACS (Electronic Time and Alarm Control System), front seatbelt pretensioner with force limiter, Dual SRS Airbags & ABS (Antilock Braking System) dilengkapi EBD (Electronic Brake Force Distribution). Adapun collapsible steering wheel dan safety release brake pedal lebih aman dan efektif melindungi penumpang. ƒ

November, 2010 OntimE

travelounge

51


CULTURE

Para tamu akan makan bersama selama lima hari lima malam tanpa henti.

NASKAH: Mira Larasati | FOTO: Rully Kesuma

52 travelounge

OntimE

November, 2010

Malam Panjang

Horom Toma

Sasadu


arum jam belum lagi menunjuk pukul sepuluh pagi itu. Namun kesibukan mulai terasa di Desa Gamomeng, salah satu desa di Kecamatan Sahu Timur, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. Desa Gamomeng yang biasanya sepi kali ini tak seperti biasanya. Ritual adat Horom Toma Sasadu memang tinggal menunggu waktu. Horom Toma Sasadu berasal dari kata horom, yang artinya makan; toma, berarti di; dan sasadu, yang berarti rumah adat. Bedanya, tradisi makan bersama di rumah adat yang biasa dilakukan oleh suku Sahu, suku asli Halmahera Barat, ini tak sekadar demi kebersamaan. Yang membuatnya unik, se-

kaligus bikin penasaran, upacara adat makan bersama ini dilakukan selama lima hari lima malam tanpa henti! Korneles Totede, 70 tahun, adalah orang yang akan memimpin ritual adat ini. Korneles adalah seorang marinyo atau pesuruh Sultan yang ditempatkan di setiap desa, dan diangkat langsung oleh Sultan. Sejalan dengan sejarahnya, di Maluku dikenal ada empat kesultanan, yakni Kesultanan Ternate, Bacan, Tidore, dan Kesultanan Jailolo. Aksi dimulai, Korneles meletakkan sebuah tameng dan parang (tatain dan samarang) tepat di tengah jalan, hanya beberapa meter dari sasadu. Tak berapa lama, suara tetabuhan dari alat musik tifa gong pun mengentak, dan nyaringnya menebar ke langit Gamomeng.

Menandakan upacara adat makan bersama ini dimulai. Korneles melenggokkan tubuhnya, mengikuti entakan tifa yang berasal dari dalam rumah adat. Sedangkan di sisi belakangnya, para penari dari generasi yang jauh lebih muda mengikutinya dengan tarian Cakalele dan tarian Legu Salai. Pada saat bersamaan, para tetamu pun tampak datang berduyunduyun. “Siapa saja boleh ikut upacara makan di rumah adat ini, tak terbatas masyarakat Desa Gamomeng,� ujar Korneles. Asalkan kaum lelakinya menggunakan lipa (semacam kopiah) dan ikat kepala (tuala palang). Sedangkan kaum perempuan mesti menggunakan lawe siam atau tusuk konde. Dalam tradisi suku Sahu, Halmahera Barat, Horom Toma Sasadu ada dua macam, yaitu Sa'ai La-

Tradisi makan bersama di rumah adat yang biasa dilakukan oleh suku Sahu, suku asli Halmahera Barat, tak sekadar demi kebersamaan.

November, 2010 OntimE

travelounge

53


CULTURE

Ada dua jenis Horom Toma Sasadu: Sa'ai Lamo, yang artinya upacara makan setelah panen padi, dan Sa'ai Ma Ngowa, yakni upacara makan sebelum menanam padi.

54 travelounge

OntimE

mo, yang artinya upacara makan setelah panen padi, dan Sa'ai Ma Ngowa atau upacara makan sebelum menanam padi. Sementara Sa'ai Lamo-yang sedang digelar penduduk Desa Gamomeng-merupakan syukuran atas selesainya panen padi ladang, Sa'ai Ma Ngowa ditujukan untuk menghindari berbagai gangguan selama masa tanam, misalnya hama. Maka, dalam setahun, Horom Toma Sasadu ini bisa dilakukan dua kali. Seusai upacara penyambutan tamu, ritual berikutnya adalah menuju ke ladang, yang berjarak sekitar 300 meter, untuk memanen padi. Di sini juga dimeriahkan dengan tarian yang dibawakan oleh anak-anak muda, termasuk para

November, 2010

kaum sepuh. Selepas upacara panen di ladang, acara berikutnya adalah yang paling ditunggu-tunggu. Apa lagi kalau bukan kembali ke sasadu dan memulai acara makan bersama ini. Lamanya acara makan bersama ini ditentukan oleh jumlah waras atau sambungan atap yang dimiliki oleh rumah adat di setiap desa. Atap rumah adat yang disebut atu terbuat dari daun sagu, yang diikat dengan tali yang disebut moa. Jadi, kalau Desa Gamomeng memiliki rumah adat (sasadu) dengan lima waras, warga desa pun akan menggelar upacara makan adat ini selama lima hari lima malam nonstop. Jangan heran kalau ada desa yang menggelar Horom Toma Sa-

sadu ini selama sembilan hari sembilan malam, mengikuti jumlah sambungan atap yang dimiliki rumah adat di desa tersebut. Hebatnya lagi, selama itu mereka tidak akan merasakan kekenyangan, tidak mengantuk, bahkan tidak mabuk. Meskipun minuman tuak tersaji terus selama malam panjang itu. “Bukti mereka tak mabuk, selama lima hari lima malam itu tidak pernah terjadi perkelahian,� ujar Namto Hui Roba, Bupati Halmahera Barat, yang juga hadir pada awal acara adat ini. Besar-kecilnya rumah adat, yang ditandai dengan jumlah sambungan atap, didasari pula oleh banyaknya jumlah penduduk di desa itu. Jika sebuah desa memiliki jumlah


CULTURE

Lamanya acara makan bersama ditentukan oleh jumlah waras atau sambungan atap yang dimiliki rumah adat di setiap desa. Bila penduduknya banyak, perlu rumah adat lebih besar, jumlah waras lebih banyak. Karena itu, mungkin saja makan bersama berlangsung sembilan hari sembilan malam. penduduk lebih banyak, mereka harus membangun sasadu yang lebih besar. Contohnya adalah sembilan sambungan atap tadi. Lima hari lima malam berlalu, dengan tamu-tamu yang sebagian datang silih berganti, ritual Horom Toma Sasadu ini pun akhirnya sampailah ke pengujung waktu. Sebelum acara makan bersama ini benar-benar usai, puncak acara ditandai dengan upacara ciawa. Ciawa dilakukan tepat pada sore hari kelima, sekitar pukul 15.00. Yang dilakukan di puncak acara ini adalah menurunkan bendera atau pakaian sasadu yang dipasang sejak sebelum ritual adat ini dimulai.

“Pakaian” (atau hiasan) rumah adat, yang disebut paturo, berupa kain putih berbentuk segitiga yang mengelilingi tiris atau pinggiran atapnya. Di samping itu, ada bendera adat yang berwarna merah putih yang disebut paji daialo. Nah, kalau “pakaian” rumah adat ini selesai diturunkan semua, berakhir pulalah seluruh ritual Horom Toma Sasadu ini. Untuk menurunkan ”pakaian” sasadu itu, ada petugas khusus penurun bendera, yang terdiri atas kaum laki-laki berpakaian adat, yang disebut tuboie re mosolese. Upacara penurunan bendera ini disaksikan oleh tetua adat. Namun,

sebelumnya, para tetua adat dan seluruh pemangku adat berjalan mengelilingi rumah adat terlebih dulu, sebanyak lima kali pula. Upacara Horom Toma Sasadu ini hanyalah satu dari sekian kekayaan seni budaya asal Halmahera Barat yang ditampilkan dalam Festival Teluk Jailolo 2010, tepatnya pada akhir Mei lalu. Beruntung, warisan budaya ini masih terpelihara hingga kini, dan saya pun masih sempat menyaksikannya secara langsung. Menu Utama Nasi Cala

A

cara inti makan bersama ini dilakukan di dalam rumah adat. Di dalam rumah adat yang berbentuk persegi panjang itu tersedia empat buah meja (taba), yang masing-masing disediakan untuk kelompok berbeda. Meja makan ini dilengkapi tempat duduk atau dederu yang dialasi tikar (soro) berwarna-warni terbuat dari kokowa (daun pandan). AdaNovember, 2010 OntimE

travelounge

55


CULTURE

Hebatnya lagi, selama itu mereka tidak akan merasakan kekenyangan, tidak mengantuk, bahkan tidak mabuk, meskipun minuman tuak tersaji terus selama malam panjang itu.

56 travelounge

OntimE

pun keempat meja ini ditujukan untuk para tamu dari kelompok keturunan kepala desa, satu untuk keturunan istri kepala desa, satu meja untuk istri walaengatom atau warga desa, dan meja terakhir untuk undangan umum. Masing-masing meja ini juga akan dilayani oleh para pelayan yang siap menyajikan makanan dan minuman sepanjang malam. Untuk menu makanan pun, satu yang khas dan tak ketinggalan adalah nasi cala. Nasi cala disebut juga nasi kembar karena bentuknya yang unik, terdiri atas dua sisi memanjang. Nasi cala, yang dibungkus dengan daun pisang hutan dan berasnya berasal dari ladang desa, dimasak khusus dalam bambu yang dipanggang. “Dengan api sedang, sekitar 30 menit. Memasaknya pun tak boleh sembarangan, diputar satu arah, ke ki-

November, 2010

ri atau ke kanan saja,” ujar Amos Hodja, seorang walasa'e atau keturunan kepala desa di Desa Gamomeng. Nasi cala ini bisa dibilang mirip lontong namun agak keras. Tapi, setelah ditaburi kuah sayur sup yang aromanya harum itu, nasi cala ini pun jadi nikmat rasanya. Makanan yang sudah tersusun rapi di meja, selain nasi cala, antara lain ikan bakar, sayur sup, dan lauk lainnya. Yang pasti, nasi cala menjadi menu utama, selebihnya lauk-pauk boleh apa saja, dan tak terbatas menu masakan tradisional. Acara makan bersama yang disiapkan secara gotong-royong oleh warga Desa Gamomeng ini dinikmati penuh sukacita. “Suba jou”, atau salam penghormatan kepada semua khalayak yang hadir di rumah adat, menandai setiap awal

mempersilakan makan. Para tetamu pun menjawabnya dengan “jou suba”. Sementara itu, suara tetabuhan dari alat musik tifa yang diletakkan di tengah sasadu terus membahana, mengentak di keriuhan tamu yang saling sapa. Empat buah tifa asli suku Sahu ini ditabuh secara bergantian, dan siapa pun boleh mencobanya. Tifa, yang terbuat dari batang pohon enau dan kulit rusa, panjangnya berbeda-beda, ada yang sampai lima meter. Selain empat buah tifa, alat musik ini dilengkapi pula dengan gong, yang dalam bahasa Sahu disebut saraki, sehingga perpaduan alat musik ini pun lebih akrab disebut tifa gong. Di sela-sela acara makan, minuman tuak yang ditempatkan dalam sebilah bambu juga dibagikan untuk para tamu, sebagai ungkapan hormat. 


Sustainable Development Director Danone Aqua, Yann Brault dan Corporate Communication Director Danone Aqua, Troy Pantouw tengah mempresentasikan Program Aqua Lestari didampingi oleh Presiden Direktur PT Sari Husada, Boris Bourdin kepada sejumlah pejabat yang mengunjungi stand Danone Aqua dalam acara The 3rd International Conference on Corporate Social Responsibility di Balai Kartini, Jakarta, 29-30 September 2010.

kungan, pengelolaan sumber daya air dan pertanian organik, serta pemantauan dan pengurangan jejak karbon (CO2 footprint). Yann mengatakan, Dalam kegiatan CSR ini, program AQUA Lestari dirancang sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal, dengan pendekatan partisipatif berbasis masyarakat. Menurut Yann, di antara empat pilar tersebut ada dua program besar AQUA Lestari, yaitu program konservasi delapan daerah aliran sungai (DAS) dan pengelolaan sumber daya air, dengan komponen utama kehutanan dan pertanian. “Komponen program yang kita kembangkan, di hulu kita lindungi hutan yang masih ada, dan rehabilitasi hutan yang sudah rusak. 2010, target 400 ribu pohon ditanam, termasuk mangrove. Sebab DAS harus dijaga dari hulu hingga ke hilir,� katanya. Sejak 2007 di bawah payung AQUA Lestari, masyarakat di daerah sekitar maupun yang jauh dari pabrik dapat memiliki akses air bersih. Hingga saat ini program WASH telah berhasil memberi akses air bersih kepada lebih dari 30.000 orang di seluruh Indonesia dan diharapkan pada tahun 2011 akan memberikan manfaat kepada 70.000 masyarakat di Indonesia. Dengan begitu, lanjut Yann, perilaku hidup bersih dan sehat juga akan lebih baik lagi. Pengelolaan sumber daya air dan pertanian organik di sejumlah daerah di tanah air juga digalakkan. Danone

Maju Bersama Masyarakat dan Lingkungan Terdapat 21 proyek yang sudah selesai, 10 yang sedang berjalan, dari total 37 proyek AQUA Lestari di 16 wilayah.

eberhasilan Danone AQUA mencapai target ekonomi seiring sejalan dengan program-program sosial yang digalakkan. Inilah yang disebut dengan komitmen ganda (dual commitment) Danone AQUA sebagai salah satu pionir dalam membangun industri berwawasan lingkungan. Sejak didirikan pada 1973, perusahaan ini telah menaruh perhatian terhadap pengembangan bisnis secara berkelanjutan baik dari segi finansial maupun sosial kemasyarakatan. Komitmen Danone AQUA terhadap sosial maupun lingkungan tercermin dari program Corporate Social Responsibility (CSR) di bawah payung AQUA Lestari. Menurut Direktur Sustainable Development Danone AQUA, Yann Brault, AQUA Lestari merupakan wadah yang menaungi setiap program tanggung jawab sosial yang dilakukan Danone AQUA. Tujuan dari program CSR Danone AQUA adalah memberdayakan masyarakat dan melestarikan lingkungan. AQUA Lestari mewujudkan kepedulian terhadap lingkungan melalui empat prioritas, yaitu akses air bersih dan penyehatan lingkungan, konservasi dan pendidikan ling-

K

A R T I K E L

I N I

K E R J A S A M A

D A N O N E

AQUA juga mendorong agar pertanian lebih ramah lingkungan, lebih menghemat air, dan mengarahkan kegiatannya ke pertanian organik. “Model ini mendorong produksi makanan organik yang selaras dengan alam, menggunakan sampah pertanian untuk membuat pupuk dan mengunakan tanaman untuk pestisida,� kata Yann. Di samping itu, Danone Yann Brault, AQUA juga melakukan peDirektur Sustainable mantauan dan pengurangDevelopment Danone AQUA an jejak karbon sebagai kontribusi dalam menurunkan tingkat emisi CO2. Yann menegaskan, Danone AQUA senantiasa berkomitmen untuk menggalakkan pelaksanaan CSR di berbagai daerah secara berkelanjutan (sustainable), baik di lingkungan sekitar perusahaan mau pun di lokasi yang jauh dari perusahaan. Dengan demikian, Danone AQUA memiliki kontribusi tidak hanya kepada kesinambungan bisnis dan lingkugan hidup, tapi juga kepada kesejahteraan masyarakat sekitar. z A Q U A

D A N

T I M

I N F O

T E M P O


“

People will have a feast for five days and five nights, non-stop.

58 travelounge

OntimE

November, 2010


CULTURE

Horom Toma Sasadu Long Night TEXT: Mira Larasati | PHOTO Rully Kesuma

T

he short arm of the clock has yet to point to ten that morning, but it was a hectic day for Gamomeng Village, one of the villages in East Sahu sub-district, West Halmahera Regency, North Maluku. The usually quiet Gamomeng village looked different. The traditional ritual of Horom Sasadu Toma was about to begin. Ethymologically, Horom Toma Sasadu derived from the word horom, which means ‘eating’; toma means ‘in’; and sasadu, the name of ‘the traditional house’. Substantially, the tradition of feasts in the traditional house usually performed by the Sahu clan – the native of West Halmahera – is not only about togetherness. What makes it unique, and at once curious, the festive dining ceremony is held for five days and five nights without interrupted! Korneles Totede, 70, is the person to lead this traditional ritual. Korneles is a marinyo, or the Sultan’s messenger. A marinyo is appointed directly by the Sultan and assigned in every village. Historically, Maluku is known to have four sultanates, i.e. the Sultanate of Ternate, Bacan, Tidore and Jailolo. November, 2010 OntimE

travelounge

59


CULTURE

Substantially, the tradition of feasts in the traditional house usually performed by the Sahu clan – the native of West Halmahera – is not only about togetherness. The festivity began, Korneles put a shield and a sword (tatain and samarang) right in the middle of the road, just a few meters from the sasadu. Not long, the sound of percussion from traditional music instruments named tifa gong were heard, so loud as if it were filling the sky. This was the sign that the ceremonial feasts were about to begin. Korneles moved his body to the sound of the pounding drums coming from inside the traditional house. At the back, dancers from much younger generation followed his suit and danced the traditional dances of Cakalele and Legu Salai. At the same time, guests came in throngs. "Anyone could take part in the feast ritual in the traditional house, not only the members of Gamomeng Village," said Korneles. Provided that the men are wearing lipa (a

60 travelounge

OntimE

November, 2010

kind of skull cap) and a headband (tuala palang, while, the women wear lawe siam or a hairbun pin. In the tradition of Sahu clan, West Halmahera, there are two kinds of Horom Toma Sasadu. The first eating ceremony is Sa'ai Lamo, which marks the end of a rice harvest, and the other is Sa'ai Ma Ngowa, which is performed before rice planting period begins. While Sa'ai Lamo, which was being held by Gamomeng villagers, is a celebration marking the completion of the harvest of village’s paddy fields, Sa'ai Ma Ngowa is intended to prevent any disruption, such as pests, during the planting period. So, Horom Toma Sasadu can be performed twice a year. After the guests welcoming ceremony, the next ritual was the going to the fields – which is about 300 meters away – to har-

vest rice. At the paddy fields, young children, and even the elderly, enlivened the ceremony with dances. After the harvesting ceremony in the fields, the next ritual was the one that was most eagerly awaited. What else other than returning to the sasadu and starting the feasts festivity. The duration of the feasts ritual is determined by the number of waras or roof connection on the traditional house of every village. The roof of the traditional house is called atu, which is made from sago leaves tied with a rope called moa. Therefore, when the traditional house (sasadu) in Gamomeng Village has five waras, the villagers would hold this traditional feasts ceremony for five days, five nights, nonstop. So, don’t be surprised when there are villages that perform the Horom Toma Sasadu ritual for nine days and nine nights


CULTURE

straight, in accordance with the number of connections found in the roof of the village’s traditional house. Amazingly, during the festivity, people do not feel full, sleepy, or even drunk, despite free flowing palm wine throughout the nights. "The proof that none of them were drunk is when no fight occurred during the five-day and fivenight festival," said Roba Namto Hui, West Halmahera Regent, who was also present at the opening of this traditional event. The sizes of these traditional houses, which are marked with the number of roof connections, are also determined by the number of population of the village. If a village has larger inhabitants, they must build a bigger sasadu, hence the nine-roof connection traditional house. Five days and five nights passed, guests had come and gone, the Horom Toma Sasadu ritual finally came to an end. Before the feasts ceremony was really over, the highlight to mark the end of the festival, ciawa ceremony was performed. Ciawa was carried out at around three in the afternoon of the fifth day. During ciawa, the vil-

lagers lowered the flag or the sasadu clothing that had been worn since before the customary ritual began. The traditional house’s "clothing" (or decoration) is called the paturo, a triangular-shaped white fabric surrounding the seep or the edge of the roof. There is also a red-white customary flag called paji daialo. When the "clothings" of the traditional house have all been completedly stripped, so have the entire Horom Sasadu Toma rituals. Lowering the "clothing" of the sasadu is the task of a special flag ceremony troop, which consists of men in traditional costumes called tuboie re mosolese. The flag lowering ceremony was witnessed by traditional elders. But previously, the traditional elders and all custom-

ary stakeholders walked around the traditional house five times. The Horom Sasadu Toma ceremony is just one of the many cultural richness from West Halmahera, which was performed during Jailolo Bay Festival 2010 at the end of May. Fortunately, this cultural heritage has been preserved until today, and I was lucky enough to observe the ritual in person.

Main Menu: Nasi Cala (Cala Rice) The main event of the feasts ceremony is done inside the traditional house. Within the rectangular traditional house, there are

There are two kinds of Horom Toma Sasadu. The first eating ceremony is Sa'ai Lamo, which marks the end of a rice harvest, and the other is Sa'ai Ma Ngowa, which is performed before rice planting period begins.

November, 2010 OntimE

travelounge

61


CULTURE

The duration of the feasts ritual is determined by the number of waras or roof connection on the traditional house of every village. If a village has larger inhabitants, they must build a bigger sasadu with more waras or roof connections. That’s why there are feasts that last for nine days and nine nights. four tables (taba), each is arranged for four different groups. The dining table is equipped with seats or dederu lined with colorful mats (soro) made from kokowa (pandan leaves). The four tables are provided for different groups of guests. One table is for a group of descendants of the village head, another one is for the descendants of the village head's wife, the third is for the

62 travelounge

OntimE

November, 2010

walaengatom wives or the villagers, and the last table is for general invitations. Each table will be waited by servants who are ready to serve food and drinks throughout the night. For the feasts menu, one type of dish that is always served as the main menu is the cala rice. Cala rice is also called twins rice because of its unique elongated twin shapes. Cala rice is wrapped in banana leave that comes from the forest, while the rice comes from the paddy fields and specially cooked inside a bamboo. "With medium heat, the rice is cooked for about 30 minutes. But you can’t cook it any way you please, it has to be rotated in one direction only, whether clockwise or counterclock wise, " explained Amos Hodja, a walasa'e or a descendant of a village chief of Gamomeng village. Cala rice is arguably similar to a rice cake but somewhat harder. But, after adding some savory vegetable soup, the cala rice would taste so delicious. In addition to cala rice, other dishes are arranged neatly on the table, including grilled fish,

vegetable soup, and other dishes. But to be sure, cala rice is the must-be-available dish of the feasts, while the rest may be just about anything, even non-traditional ones. The feasts is prepared by all members of Gamomeng village and then savored with joy. "Suba jou" is the greeting that is said to respect people that come to the traditional house, marking the beginning of each feast. The guests would reply with "jou suba". Meanwhile, the banging sound of tifas, which are placed in the center of the sasadu, fill the house, accentuating the dinners’ conversations. The four Sahu traditional tifas are banged alternately, and everyone can try to bang it. Tifa drum is made from palm tree trunks and deer skin with varying height – some are up to five meters. In addition to the four tifas, this traditional orchestra is also equipped with a gong, which is locally called saraki. The combination of the two instruments is then called tifa gong. In between meals, wine placed in a bamboo splinter is distributed to respect the guests.


FINEDINE

64 travelounge

OntimE

November, 2010


NASKAH: Wahyuana | FOTO: Arnold Simanjuntak Museum resto untuk mengenal perjalanan Kota Malang dengan sajian khas Jawa Timur.

A

roma tempo dulu langsung terasa saat kaki memasuki pintu depan resto ini. Dua pelayan berpakaian adat Jawa Timuran dengan sopan menyambut dan mempersilakan saya masuk. “Sugeng sonten, monggo pinarak (selamat sore, silahkan masuk),� ucap mereka. Sebuah galeri cenderamata khas Malang berada di beranda resto. Saya tergiur untuk masuk, namun batal setelah ingat mesti mengisi perut dulu. Begitu masuk bagian dalam, wouww, saya seperti memasuki museum. Foto-foto memorabilia Bung Karno dipasang berjejer di tembok ruang depan: Bung Karno dalam berbagai kegiatan di Malang di masa lalu. Kemudian foto-foto Malang era kolonial. Masih di lorong yang sama, terpampang ju-

ga koleksi perangko-perangko kuno, meterai kuno, uang kertas kuno, dan berbagai bentuk iklan cetak sejak era 1930-an. Lebih ke dalam, deretan telepon kuno, pemutar piringan hitam, otoped kuno, bahkan alat pengeriting dan pelurus rambut listrik pertama di Malang bisa ditemukan di sini. Menurut penjaga resto, alat pengeriting rambut kuno itu dulu milik seorang tuan tanah Belanda era kolonial di kebun teh Wonosari, Lawang. Salon pertama di Malang mungkin sudah ada pada awal abad ke-19 seiring dengan masuknya listrik. Di sampingnya, sebuah papan besar dengan tulisan tangan memuat kronologi sejarah Kota Malang. Malang ternyata pernah menjadi pusat peradaban Jawa, yakni pada abad ke-12. Bahkan kerajaan terkuat di Jawa, yak-

ni Kerajaan Singosari, berpusat di kota sejuk ini. Beberapa miniatur artefak candi kuno dari peninggalan era Kertanegara hingga Anusapati berkuasa di Singosari juga tersimpan di sini. Walhasil, pengunjung mesti berhati-hati, tidak boleh sembarang sentuh. Sebelum ruang makan, terpajang pula koleksi 60 topeng wayang hasil pahatan Mbah Karimun, seorang maestro seni kerajinan wayang topeng Malang yang legendaris. Topeng Malang berbeda dengan topeng Cirebonan atau Bali, yang biasanya dibuat dari kayu jaranan (Lannea grandis) yang ringan. Topeng Malang karya Mbak Karimun dibuat dari kayu mahoni (Swietenia macrophylla), yang lebih berat dan disukai kolektor. Begitu masuk ruang makan, suasana vintage semakin kental. Penerangan ruang November, 2010 OntimE

travelounge

65


FINEDINE

66 travelounge

OntimE

November, 2010


FINEDINE

Berbeda dengan pecel biasa, yang terbuat dari sambal kacang, pecel terong terbuat dari kuah santan dengan bumbu kemiri, daun jeruk purut, garam, dan sedikit gula.

menggunakan lampu yang digantung dalam kotak anyaman bambu, sehingga cahaya berpendar remang-remang, semakin mencipta suasana klasik. Di dalam masih banyak koleksi berbagai bentuk patung, kendi, sampai seperangkat gubuk warung kuno lengkap dengan perkakas masaknya. Juga radio-radio kuno, mesin ketik, setrika arang, alat penyerut es tradisional, poster-poster kuno, peralatan makan kuno, perangkap musang, sampai mainan anak-anak. Seperti Indiana Jones, saya harus mengulik kembali pengetahuan-pengetahuan masa lalu untuk lebih memahami aneka referensi arkeologi ini. “Badhe dhahar punopo mboten (mau makan atau tidak),� pelayan resto bertanya, seakan mengingatkan saya tentang tujuan semula ke resto ini. Maklum, keasyikan melihat-lihat benda koleksi, saya lupa memesan makan. Sebagai resto yang berkonsep museum, koleksi memorabilia dan suasana Malang tempo doeloe tercipta di sini, bahkan membuat pengunjung lupa memesan makanan. Berbagai menu masakan tradisional Jawa dan hidangan laut tersedia. Tamu resto bisa memilih meja makan lesehan atau kursi-meja. Harga-harga relatif murah, mi-

Rumah Makan Inggil Jalan Gajah Mada No. 4, Malang Operasional Pukul 10.00-22.00 Menu Gurami bakar/goreng Sambal pencit Pecel terong Pecel lele Pepes tongkol Rawon Mendoan Teh Cap Naga Es beras kencur

salnya ikan gurami goreng dengan berat 8 ons hanya dihargai sekitar Rp 8.000. Jika lengkap dengan pasangannya, seperti satu bakul nasi ukuran sedang, satu porsi cah kangkung, satu porsi taoge udang, tempetahu goreng, sambal terasi, lalapan sayur segar, dan minuman, sekitar Rp 30 ribu. Semua cukup untuk makan malam bersama pasangan. Jangan lupa memesan gurami goreng atau bakar dengan sambal pencit, salah satu masakan favorit di sini. Sambal pencit tak lain adalah sambal terasi yang dicampur dengan mangga muda (pencit). Rasanya pedas plus sedikit asam dan kecut, wouww. Dengan nasi sebakul pun saya yakin Anda masih ingin menambah. Menu lain yang istimewa di Inggil adalah pecel terong. Setahu saya, masakan ini memang hanya ditemukan di wilayah-wilayah Jawa Timur bagian selatan. Berbeda dengan pecel biasa, yang terbuat dari sambal kacang, pecel terong terbuat dari kuah santan dengan bumbu kemiri, daun jeruk purut, garam, dan sedikit gula. Sambal itu kemudian dicampur dengan terong yang telah dikukus. Di Inggil, pecel terong disajikan di atas cobek, dilengkapi telur rebus dan tempe pe-

nyet. Untuk menambah aroma, disertakan pula daun kemangi. Wow, lezat sekali. Jarang-jarang masakan ini ditemukan di Jawa Timur. Untuk minuman, tersedia banyak pilihan sesuai dengan selera, namun perlu pula dicoba senduhan teh cap Naga. Ini teh yang legendaris produksi kebun Teh Wonosari, Lawang, Malang, yang sudah terkenal sebagai salah satu cenderamata khas Malang sejak dulu kala. Resto Inggil beroperasi mulai pukul 10.00 sampai 22.00 WIB. Terletak tak jauh dari kantor Balai Kota Malang dan bundaran Tugu Malang, yang merupakan pusat kota. Hanya sepelemparan batu dari Stasiun Kereta Api Malang, sehingga mudah dicapai. Salah satu yang membuat resto ini tak pernah sepi adalah banyaknya kegiatan kesenian tradisional maupun modern yang rutin digelar. Di depan ruang makan memang terdapat panggung. Di situlah setiap malam disajikan band musik keroncong yang sudah jarang terdengar itu. Selain itu, pentas campursari gamelan Jawa, ludruk, dan wayang kulit secara rutin dipentaskan di arena santap yang penuh kemasan budaya Jawa Timuran ini. ď Ž

November, 2010 OntimE

travelounge

67


FINEDINE

Memorabilia of Malang

at

T

he smell of the past was instantly felt as I set my foot the door of this restaurant. Two waiters dressed in traditional Eastern Javanese costumes politely welcomed and invited me inside. "Sugeng sonten, monggo pinarak (Good afternoon, please come in inside.)," they said. A gallery of souvenirs of Malang is located on the porch of the restaurant. I was tempted to go for a look, but I decided not to because I was too hungry and wanted to eat first. Once inside, I felt like I was entering a museum. The photographs of Bung Karno in various activities in Malang are hanged and lining on the walls of the front room. On the other side, there are photographs of Malang during the colonial era. On the aisle, there are collections of old stamps, ancient seals, old paper money, and various forms of

68 travelounge

OntimE

November, 2010

Inggil

print advertisements from the 1930s. Further inside, a row of old-fashioned telephones, record player, ancient scooter, even the first curling iron and electric hair straightener in Malang can be found here. According to the restaurant keeper, the oldfashioned curling iron used to belong to a Dutch tea plantation landlord during the colonial era in Wonosari, Lawang. With the installing of electricity, the first beauty salon in Malang may have already existed in the early 19th century. Beside these tools, there is a large board containing handwritten chronology of the history of the city of Malang. In the 12th century, Malang was once the center of Javanese culture. The most powerful kingdom in Java, the Kingdom of Singosari, based in this cool city. Some miniature artifacts from the ancient temple relics during

the reign of King Kertanegara to Anusapati of Singosari are also displayed here. It’s understandable that guests are advised to be careful and not to touch any of these precious historical objects. Before entering the dining room, there is also a display of 60 puppet masks made by Mbah Karimun, a maestro of the art of crafting the legendary Malang puppet mask. Malang masks differ than Cirebonese or Balinese masks, which are usually made of light Jaranan (Lannea grandis) wood. Mbak Karimun’s Malang masks are made of mahogany (Swietenia macrophylla), which is heavier and favored by collectors. Inside the dining room, the vintage atmosphere increasingly thickens. For lighting, the room uses lamps that hung inside a woven bamboo box that produce dim fluorescent light,


TEXT: Wahyuana PHOTO: Arnold Simanjuntak

Inggil Restaurant Jalan Gajah Mada No. 4 Malang Operational 10:00 to 22:00

Museum-like restaurant to get to know the history of Malang while having your typical dishes of East Java. which creates a classic ambience the room intends. Inside the dining room, there are large collections of various forms of sculptures, pottery pitchers, to a set of old-fashioned shack stall complete with its cooking tools. Also old radios, typewriters, charcoal irons, traditional ice shaver tool, old posters, old cutlery, weasel trap and children's toys. Just like Indiana Jones, I felt like I was transported to the past in order to search for better understanding about these various archaeological references. "Badhe dhahar punopo mboten? (What do you want to eat?)," the waiter asked me, as if to remind me of the reason of my coming to the restaurant. I couldn’t help it, I had so fun observing the collection items, I forgot to order a meal. With a museum-like restaurant concept, the collections of memora-

Menu Grilled/fried carp Pencit chili paste Eggplant pecel Catfish pecel Cob pepes Rawon Mendoan Cap Naga tea Iced beras kencur

bilia and the atmosphere of old Malang created here surely could make the guests forget to order food. But, there is an array of traditional Javanese cuisine and seafood available. Guests can choose to dine on the floor, as the tradition of the locals, or sitting. The prices are relatively inexpensive. An 8-ounce deep fried carp costs only Rp 8,000. If you dine with a company, one medium basket of rice, one serving of stir fry morning glory, one serving of bean sprout with shrimp, fried tempeh and tofu, shrimp chili paste, fresh vegetables and drinks would only cost you Rp 30 thousand. You and your company would have full dinner. But, do not forget to try one of the favorite dishes here, the pencit chili sauce. Sambal pencit is a chili paste mixed with green mango (pencit). It tastes a little sour and spicy, but oh, it’s so good that you’d crave for more. Another special menu at Inggil is the eggplant pecel. To my knowledge, this dish is only found in areas of southern part of East Java. Unlike the ordinary pecel, which is made from peanut sauce, the eggplant pecel is made of coconut milk with candlenut, lime leaves, salt, and a little sugar. The pecel is then added to the steamed eggplant. At Inggil, the eggplant pecel is served on a

mortar, with boiled eggs and tempe penyet, or crashed tempeh with chili sauce. To add flavor, the dish is added with basil leaves. It is so delicious. The dish is rarely found in your typical East Javanese restaurants. For drinks, there are many options to suit your likings. But you should try the Cap Naga tea. This legendary tea is produced from Wonosari tea plantation, Lawang, Malang, which is long renowned as one of the things you buy in Malang as a gift. The Inggil restaurants opens from 10.00 to 22.00. it is conviniently located in downtown area, not far from the City Hall and Tugu Malang roundabout. It’s so eaily accessed, just a stone throw from the Railway Station of Malang. One of the things that makes this restaurant almost never deserted is the many traditional and modern arts activities that regularly held. In front of the dining room there is a stage where every night guests will be entertained with the performance of a keroncong music band, which is rarely performed elsewehere. In addition, campursari Javanese gamelan, ludruk (East Javanese comedy performance), and shadow puppet play also perform regularly at the stage to give the diners a full package East Javanese culture experience.  November, 2010 OntimE

travelounge

69


LEISURE

70 travelounge

OntimE

November, 2010


NASKAH: Wahyuana FOTO: Subekti

Addictive windsurfing memang bukan penyakit berbahaya, tapi susah disembuhkan, begitu seloroh para pengidapnya. “Saya mengidapnya sudah lebih dari 30 tahun dan semakin tidak bisa meninggalkan,� ujar Humphry Sinyal, penggemar selancar angin, di Pantai Marina, Ancol, Jakarta Utara, sembari tertawa. Ya, memang addictive windsurfing bukan jenis penyakit fisik, tapi kecanduan bergelut bermain dengan angin dan gelombang laut menggunakan papan selancar dan layar. Menurut Humphry, hampir semua orang yang telah mengenal aktivitas selancar angin bisa dipastikan akan mengalami gejala ini. “Karena memang asyik, keren, mudah dimainkan, dan bagus buat kebu-

garan,� ujar pemegang lisensi wasit untuk kelas kompetisi itu. Ia menambahkan, meskipun Indonesia memiliki banyak pantai dengan gelombang laut sedang, dan sepanjang tahun angin bertiup antara 2-15 knot, selancar angin masih sepi peminat, baik untuk segmen kompetisi maupun wisata. Atlet profesional olahraga ini bisa dihitung dengan jari. Atlet topnya, Oka Sulaksana, sudah lebih dari 20 tahun berada di puncak tangga juara tanpa pernah ada yang mampu menggesernya. Padahal inilah salah satu cara terbaik untuk menikmati keelokan laut. Di Thailand, selancar angin sudah menjadi salah satu olahraga terpopuler saat berekreasi, yang bisa ditemui geliatnya di seNovember, 2010 OntimE

travelounge

71


LEISURE

Bergabung ke klub merupakan cara terbaik untuk memepelajari selancar angin. Maklum saja, sebagian besar peralatan selancar angin masih impor panjang garis pantainya. “Banyak yang menganggap ini extreme sport yang sulit dan berbahaya. Padahal ini jenis olahraga yang paling minim insiden kecelakaan maupun cedera pemain,� ujar Humphry. Sejumlah alat pengaman, seperti pelampung, yang akan memastikan pemain tak akan tenggelam jika jatuh; harness, yang akan selalu mengikat pemain dengan papan selancar; dan tempat pijakan kaki, yang mempermudah kaki berdiri di atas papan luncur; merupakan panel-panel yang memastikan olahraga ini cukup aman bagi siapa pun di segala usia. Menurut ca-

72 travelounge

OntimE

November, 2010

tatan, rata-rata usia pemain selancar angin sekitar 45 tahun, tapi sebenarnya bisa dilakukan oleh orang berumur 7-80 tahun. “Asal mampu berdiri dan kuat menahan layar,� Humphry menyebutkan. Bagi seorang pemula yang masih kecil, mempelajari selancar angin lebih mudah daripada yang dewasa. Sebagai salah satu cabang dari olahraga layar, biasanya pemula belia akan diperkenalkan terlebih dulu dengan olahraga layar yang menggunakan papan selancar jenis Optimist (usia 7-15 tahun), kemudian Laser (usia 15-tak terbatas), baru beralih ke papan selancar angin kelas Mistral, RSX, atau Techno. Adapun pemula dewasa bisa pula langsung belajar ke papan selancar angin ukuran panjang, biasanya diawali dengan papan selancar ukuran 3,8 meter dengan layar segitiga kecil yang mudah diatur. Bisa dicoba dulu dengan kecepatan angin kurang dari 5 knot di kolam renang atau pantai yang dangkal. Pemula lebih dulu belajar menjaga keseimbangan dan stabilitas saat berdiri di atas

papan luncur sambil memegangi bomb dan mast pada layar. Sebelumnya, pemula harus memahami dasar-dasar pengetahuan layar, angin, gelombang, dan tali-temali. Jika sudah bisa berdiri seimbang dan berjalan pelan, cobalah berjalan dengan kecepatan angin 2-5 knot di atas permukaan laut tanpa jatuh, pemula bisa meningkatkan ke jalur mahir dengan papan luncur 2,25 meter pada kecepatan angin 10-15 knot. Meskipun selancar angin bisa dilakukan pada kecepatan 50 knot, sekitar 93 kilometer per jam, untuk tujuan rekreasi sebaiknya berada pada kecepatan 12-18 knot agar lebih bisa menikmati lingkungan sekitar. Jika sudah mahir, Anda bisa melakukan berbagai atraksi selancar air, seperti jumping (melompat pada gelombang besar), spinning maneuvers (manuver berputar). Bergabung ke klub merupakan cara terbaik untuk memepelajari selancar angin. Maklum saja, sebagian besar peralatan selancar angin masih impor, sehingga harga-


LEISURE

Spot-spot

Favorit

1

Pantai Marina, Ancol, Jakarta Utara. Angin lebih dari 10 knot, ombak tidak terlalu besar. Terdapat klub Neptunus yang bermarkas di pantai ini, dan klub Bahtera. JOSC (Jakarta Offshore Sailing Club), di Pantai Mutiara, Jakarta Utara, merupakan klub para ekspatriat penggemar selancar angin di Jakarta.

2 3 4

Pantai Bintan dan Batam, Kepulauan Riau, sering jadi tempat kompetisi internasional. Terdapat klub Riau Yacht Club. Pulau Mentawai, Sumatera Barat.

nya cukup mahal. Dengan bergabung di klub, selain bisa belajar bersama dari yang sudah mahir, juga bisa saling berbagi perlengkapan. Di klub selancar angin paling aktif di Jakarta, Neptunus, yang bermarkas di Pantai Marina, Ancol, Jakarta Utara, rata-rata tiap anggota dikenai biaya iuran Rp 300 ribu per bulan.

Optimist, Laser, dan Selancar Angin SELANCAR ANGIN di Indonesia dimasukkan dalam kategori sailing sport atau olahraga layar, yang bisa dimainkan oleh siapa saja, laki-laki maupun perempuan, dari umur 7-80 tahun. Bisa menjadi pilihan aktivitas liburan keluarga yang mengasyikkan di akhir pekan. Ada tiga jenis papan yang bisa digunakan, yakni papan kelas Optimist untuk usia 7–14 tahun, papan kelas Laser untuk usia 14 tahun sampai tak terbatas, dan papan Wind Surfing untuk usia 18 tahun ke atas. Pengkategorian ini tidak berlaku mut-

lak. Misal, papan Wind Surfing juga bisa dimainkan remaja belasan tahun asalkan sudah cukup kuat fisik dan terampil. Papan kelas Optimist dan Laser berbentuk seperti perahu dayung sehingga pemain selama berlayar bisa duduk untuk mengatur layar. Pada kelas Wind Surfing, pemain berdiri sepenuhnya untuk mengatur layar, sehingga lebih sulit. Papan kelas Optimist, yang lebar, cocok bagi pemula atau anakanak. Papan ini dilengkapi dengan pelampung di setiap sisi sehingga cukup aman bagi anak. Setiap pemain juga diwajibkan memakai pelampung. Sedangkan papan Laser berupa perahu ukuran 2-3 meter, dengan tiang layar setinggi 4 meter. Laser merupakan kelas kompetisi. Ada banyak jenis Laser, seperti Laser Radial, Laser 4,7, dan Laser 4,2. Sedangkan Wind Surfing merupakan fase lanjut setelah Optimist dan Laser. Sudah mahir, pilihan dapat sesuaikan dengan mempertimbangkan fisik pemain, keterampilan, jam terbang, kecepatan angin, dan besarnya ombak. 

Pantai Makarena, Makassar, Sulawesi Selatan. Salah satu tempat terbaik, peralatan bisa menghubungi Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (Porlasi) Sulawesi Selatan.

5

Pantai Sanur dan Nusa Dua, Denpasar, Bali. Terdapat paketpaket wisata selancar air yang telah dikelola secara profesional. Seri cross country Pantai Sanur–Nusa Lembongan.

6 7 8

Pantai Kenjeran, Surabaya. Tersedia alat oleh Porlasi setempat.

Pulau Weh, Sabang; Pantai Simeulue; Pantai Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam. Pantai Pulau Weh paling populer. Pantai Natsepa, Ambon, Maluku. Salah satu tempat terbaik di wilayah timur Indonesia, peralatan bisa menghubungi Porlasi Maluku. 

November, 2010 OntimE

travelounge

73


EXPLORE

AUTOMOTIVE FOTO-FOTO: MINI.COM

MINI

ON MOVIE Mini adalah salah satu ikon cultural populer. Mobil ini “bermain” di Italian Job 1969 dan remarknya pada 2003.

MINIBritish Icon Car

I

de brilian muncul dari Stella Bridger. Dia mengusulkan membawa emas batangan bernilai jutaan dolar AS itu menggunakan MINI Cooper. Alasan Stella, yang diperankan Charlize Theron: mudah bermanuver. Dengan sedikit modifikasi struktur, jadilah tiga unit MINI Cooper S menjadi transporter andal kelompok pencuri jenius yang dikomandani Charlie Croker (Mark Wahlberg). Selain akting dan jalan cerita, aksi MINI Cooper S membelah padatnya lalulintas Los Angeles memang seru. Mirip kelinci liar yang bergerak lincah tak terkejar, walau hanya memuat mesin berkapasitas mesinnya 1400 cc. Mini pertama kali dibuat oleh pabrikan Inggris, British Motor Corporation (BMC) pada 1959 hingga 2000 dengan mesin sebesar 850 cc dan 1275 cc. Konsep dua pintunya didesain oleh Sir Alec Issigonis. Film Italian Job versi awal (1969), Mini juga berakting ber-

74 travelounge

OntimE

November, 2010

sama Stella yang mengemudikan 3 Mark I Austin Mini Cooper S. Benang merah itulah yang dipertegas pada film terbaru dengan aksi binal MINI Cooper S. Kode S di belakang menandakan varian tertinggi Mini Cooper. Cooper sendiri merupakan nama tambahan dari pemilik Cooper Car Company yang be-

kerjasama dengan BMC mengembangkan varian baru Mini. Versi terbaru MINI (dengan huruf kapital untuk membedakan dengan pendahulunya) merupakan produk BMW

Group yang membeli Mini pada tahun 2000. Sebelum beralih kepemilikan ke pabrikan Bavaria itu, Mini sempat ditangani Rover Group, Inggris selama kurun 1995-2000. Mesin baru Mini BMW berkapasitas 1.400 cc dan 1.600 cc jenis diesel dan bensin. BMW membuat MINI menjadi empat varian yang dibedakan menjadi

jenis MINI Hardtop, Convertible, Clubman (estate), dan Countryman (crossover). Inilah yang menjadikan MINI kendaraan yang lebih sporty, khas karakter BMW. 

Film Goodbye Pork Pie (1981) menampilkan sosok Mini 1000 warna kuning yang melakukan perjalanan ke Selandia Baru. Pada 2001, film petualangan Tomb Raider yang dibintangi Angelina Jolie memamerkan deretan Mini digarasi mobil antiknya. The Bourne Identity (2002) juga memamerkan “acting” MINI. Sementara Mini Moke tampil dalam film komedi televisi populer Mr Bean.


TRAVELLER’SNOTE

Lima Hari di Tiga Kota ‘H’

(Ho Chi Minh, Hue dan Hoi An)

NASKAH DAN FOTO

SELVITA TJHANG Karyawan swasta tinggal di Jakarta

I

ni bukan liburan yang biasa. Waktunya masih Maret, bukan waktunya orang berlibur bukan? Dan kami memilih tiga kota di Vietnam bagian selatan: Ho Chi Minh City, Hue, dan terakhir Hoi An. Tiga kota di Vietnam dalam lima hari. Lucunya, tiga kota yang kami kunjungi semua berawalan ‘H’. Perjalanan liburan ini dimulai dengan terbang ke ‘H’ pertama, Ho Chi Minh City atau dulunya Saigon, ibukota Vietnam Selatan. Kami menggunakan penerbangan malam, terbang sekitar tiga jam dari SoekarnoHatta. Di kota ini kami menginap di Hotel An-An 2 di daerah Bui Vien Street (District 1). Lokasinya sangat strategis dan di tengah pusat keramaian. Kalau melakukan perjalanan seperti kami, pergunakan malam pertama untuk jalan-jalan keliling kota. Jalan-jalan malam melihat suasana kota sambil menikmati makanan khas Vietnam. Ada banyak tempat di Ho Chi Minh yang layak dikunjungi, umumnya adalah sisa-sisa peninggalan perang Vietnam akhir 60an. Hari pertama iu, misalnya, kami memilih menuju Chu Chi Tunnels. Jarak antara Ho Chi Minh ke Chu Chi Tunnels cukup jauh karena lokasinya sudah di pinggir kota. Di sini ada tank-tank bekas perang, perangkap untuk menjebak musuh, atau tempat persembunyian tentara dan gerilyawan. Suasana tunnels gelap banget, jalannya pun membungkuk karena kecil dan sempit. Kalau orang gendut tidak disarankan masuk ke sini. Terlebih cuaca Ho Chi Minh lebih panas dari pada Jakarta. Tempat lain yang jadi sasaran kunjungan wisatawan di

76 travelounge

OntimE

November, 2010

kota ini adalah Central Post Office dan Notre Dame Cathedral, letaknya sangat dekat. Bangunan di Vietnam seperti gereja, kantor pos, gedung–gedung tua sebagian besar merupakan peninggalan Prancis. Semuanya masih terawat dan bagus. Dari Ho Chi Minh sesungguhnya ada destinasi menarik, gurun pasir putih dan merah di pantai Mui Ne yang letaknya di Phan Thiet, sekitar 4 jam perjalanan. Kedua gurun pasir ini cukup terkenal dan unik, namun jarak antara kedua gurun cukup jauh. Untuk sampai ke pantai kita harus trekking dahulu dan butuh waktu yang cukup lama. Sekitar tiga jam. Karena itu, bagi mereka yang tak menginginkan trekking bisa memilih keliling Ho Chi Minh. Saya memilih yang terakhir ini. Ada banyak atraksi. Misalnya, ke tempat penyewaan baju Vietnam. Di sana kita melakukan foto-foto dengan mengenakan baju khas Vietnam. Dari daerah Dong Khoi Street kita bisa berjalan menuju Opera House Town Hall dan City Hall. Patung Uncle Ho terletak tidak jauh dari Hotel de Ville in Paris (City Hall). Kota “H” kedua yang kami kunjungi adalah Hue. Menuju kota ini kami memilih penerbangan domestic dengan harga tiket US$ 78 satu rute dengan masa terbang sekitar 1,5 jam. Suasana di Hue seperti di pinggir kota, sangat tenang dan santai. Di sini ada beberapa tempat yang kami kunjungi. Thien Mu Pagoda, Imperial Palace, dan Hue Cathedral adalah atraksi yang umum. Di kota ini yang menarik kami justru tempat makannya.


FROM THE EDITOR Travelounge menerima kiriman tulisan dan foto dari pembaca mengenai perjalanan wisata yang dilakukan. Tulisan berupa pengalaman pribadi si penulis dan diketik maksimal 5.000 karakter dan dilengkapi 4 hingga 8 foto hasil jepretan pribadi. Tulisan dikirimkan ke alamat redaksi Travelounge.

Untuk makan siang kami memilih restoran Mr Lac yang merupakan rekomendasi dari Lonely Planet. Sampai di sana kita disambut ramah oleh empunya restoran dan stafnya. Mr Lac juga sempat “berbicara” dengan kami dengan bahasa isyarat dikarenakan dia bisu. Tapi kami mengerti apa yang dimaksudkannya. Selain makannya lumayan, keunikan lain adalah sambil menunggu makan siang disajikan, staf Mr Lac menawarkan lukisan yang dibuat di atas kain. Designnya unik. “H” terakhir yang kami kunjungi dalam liburan ini adalah Hoi An. Jarak dari Hue ke Hoi An cukup jauh sekitar 4-5 jam perjalanan darat. Pemandangan sepanjang jalan cukup menarik. Kita melewati terowongan yang cukup panjang dengan latar gunung dan pantai. Dari kejauhan kelihatan patung Dewi Kwan Im yang gede di tebing yang arahnya menghadap ke laut. Hoi An terkenal sutera dan lampionnya. Sepintas kota ini mirip Malaka di Malaysia. Keunikan lainnya kota ini adalah tak semua

tempat boleh dilewati kendaraan bermotor maupun mobil. Jadi orang berjalan kaki di daerah wisata. Karena terkenal dengan suteranya, hal paling istimewa berkunjung di kota ini adalah menjahitkan baju. Jadi, setelah check in di hotel, kami menuju ke Phong Cloth Shop sesuai rekomendasi resepsionis hotel. Di toko ini kita bisa menjahitkan baju. Teman-teman cowok membuat jas dan kemeja, sedangkan yang cewek membuat dress, skirt dan blouse. Setelah dikukur dan memilih bahan, jahitan kita tinggal jalan-jalan. Boleh melihat galeri, mengunjungi Japanese Bridge yang terkenal atau berburu lampion. Lalu pakaian tadi? Nah, sesuai makan malam, kita tinggal mampir ke toko tadi. Baju yang tadi siang dijahit, malamnya sudah selesai dan siap dibawa pulang. Kerjanya sangat cepat karena tukang jahit membagi pekerjaannya ke beberapa orang. Masing-masing mengerjakan bagian tertentu. Ini pertama kali saya menjahitka baju ketika sedang liburan keluar negri. 

November, 2010 OntimE

travelounge

77


HANGOUT

78 travelounge

OntimE

November, 2010


BAR TERBUKA. Di bar dan arena makan, tamu bisa langsung menghirup udara segar.

NASKAH: Rita Nariswari | FOTO: Prima Mulia i perempatan Pasar Lembang, kendaraan melaju ke arah Maribaya. Spanduk kecil dan besar mengiring saya hingga ke salah satu ujung jalan, tak jauh dari jalan masuk obyek wisata Maribaya. Setelah melewati jalan masuk yang sedikit menanjak, tiba-tiba mata terperangkap dalam bangunan sederhana model tempat peristirahatan zaman kompeni. Tulisan yang tertera pada salah satu dindingnya: Burgundy Dine&Wine. Bangunan memanjang vertikal dengan cerobong asap pada sisi kanannya. Bangunan tambahan di sisi ki-

D

ri berupa bar yang dominan kayu dan di halamannya yang berundak-undak, kursi-kursi taman dari kayu juga di bawah naungan payung berwarna burgundy bertebaran di tengah taman hijau, terbelah oleh tangga. Tenang, ketika kaki melangkah melewati bar dan memilih duduk di luar menghadap deretan pegunungan yang mengelilingi Bandung dan sekitarnya. Tidak terlalu dingin untuk sebuah sore, lebih pada sejuk. Awan putih melingkar di dekat gunung. Hanya suara tawa satu keluarga di meja makan, gelak dua pria di bar, dan musik ringan pengantar sore itu. Bukan akhir pe-

Entakan musik dan tegukan wine menjadi penghangat di tengah dingin yang lebih menusuk di malam hari.

November, 2010 OntimE

travelounge

79


HANGOUT

WINE CELLAR. Penyimpanan wine di salah satu pojok dengan koleksi wine dari berbagai negara, terutama Prancis.

kan, jadi suasana lebih tenang. Untuk yang ingin merasakan keheningan, bolehlah. Pada akhir pekan, lain lagi suasana. Warga Bandung atau Jakarta muncul sebagai tetamu. Mengumbar suara keras berbalapan dengan musik dengan entakan lebih kuat. Jumat, rumah peristirahatan yang disulap menjadi kafe ini memang membuat acara khusus. Di mana musik, wine, dan DJ pun beradu peran. Ruang tersedia cukup beragam. Di luar tak hanya beranda panjang dan bar yang menjadi pilihan. Turun sedikit ada rerumputan yang bisa menjadi lahan untuk kongko. Tampaknya itulah tempat favorit bagi yang datang berombongan. Sedikit terpisah dan lebih

80 travelounge

OntimE

November, 2010

dekat dengan kehijauan. Entakan musik dan tegukan wine menjadi penghangat di tengah dingin yang lebih menusuk di malam hari. Wiyanto, Marketing Manager Burgundy, menyebutkan, ada dua jalan untuk mencapai lokasi. Tidak hanya lewat Lembang, tapi juga melalui Jalan Dago Bengkok yang lebih dekat. Hanya, jalanannya masih ada yang berbatu. Bisa juga melewati proyek perumahan yang tak lain satu bendera dengan Burgundy. Jalanan sudah dibangun meski rumah belum berdiri. Burgundy, yang namanya dicomot dari sebuah kota di Prancis yang terkenal akan wine, menjadi bagian dari perumahan mewah Pramesta Estate, yang memiliki ta-

BURGUNDY DINE&WINE Jalan Raya Maribaya No. 163 Lembang KAPASITAS 300 orang (duduk) atau 500 orang (berdiri). MINUMAN SPESIAL - Burgundy Tea - Burgundy Coffee Special - Blackberry Float - Fresh Blackberry Tea - Blackberry Martini MAKANAN - Burgundy Fries - Cream of Mushroom - Iga Bakar

nah seluas 180 hektare di wilayah itu. Dan langkah awal perusahaan properti ini tidak dengan mendirikan rumah, tapi membangun arena untuk makan dan kongko ini. Burgundy sendiri berdiri di lahan sekitar 1 hektare dengan kapasitas sekitar 300 tempat duduk. Selain di taman depan dan belakang, tempat duduk ada di dalam dengan ruang yang bisa disekat diberi label Gamay. Lazimnya, di tempat ini pertemuan bisnis digelar, bisa juga pesta kecil di antara orang-orang terdekat. Ada pula ruang lawas yang dipertahankan sesuai dengan masa silam. Dengan perapian meski tak ada bara api. Tempat duduk “jadul� dan hiasan yang sezaman. Ruangan diberi na-


HANGOUT

SAJIAN SEGAR. Di tengah kesejukan tawaran yang segar pun dimunculkan, di antaranya salad.

ma Pinot Noir, yang tak lain adalah nama sebuah desa di wilayah selatan Prancis, yang merupakan penghasil anggur. Duduk-duduk di sofa dan kursi makan di ruangan ini, para tamu tetap bisa menikmati kehijauan karena ruang memiliki jendela besar. Lantas semakin berkesan lawas dengan lampu dari besi hitam dengan lampu-lampu bak lilin. Tak ingin merasakan malam terlalu dingin di bar Chardonay, ruang Pinot Nior yang cukup luas ini terasa lebih hangat. Ditambah pilihan berupa puluhan jenis wine yang diimpor dari berbagai negara, seperti Australia, Jerman, Italia, tapi sebagian besar dari Prancis. Ada juga cellar wine khusus yang dipadu dengan meja

“Ini salah satu kekhasan di Burgundy, blackberrynya benarbenar fresh dan memang dihasilkan dari Lembang,”

kayu dan kursi dari gelondongan kayu. Bila Anda datang ke sini, ada minuman yang tidak boleh terlewatkan. Ada beberapa jenis, tapi semua dengan campuran blackberry, yang merupakan hasil dari perkebunan di Lembang. “Ini salah satu kekhasan di Burgundy, blackberrynya benar-benar fresh dan memang dihasilkan dari Lembang,” kata Wiyanto. Disuguhkan dalam keberagaman, di antaranya Fresh Blackberry Tea dan Blackberry Martini yang memberi kehangatan. Atau Blackberry Float yang segar. Muncul dalam warna ungu tua dengan hiasan es krim di bagian atasnya. Letaknya yang di Lembang pun

membuat arena kongko ini menyuguhkan minuman dengan kandungan susu. Salah satunya Burgundy Coffee Special. Paduan espresso, susu segar, kahlua, dan baileys. Susu segar ini pun hasil dari peternakan sapi di daerah ini. Sebagai penanda kehadiran produk sapi di halaman ada patung-patung sapi, ibu, dan anak. Harga minuman berkisar Rp 25-50 ribu. Nah, bila Anda ingin teman minum, ada makanan ringan Burgundy Fries yang khas dengan teri Medan dan cabai. Di piring kecil, kentang goreng, teri Medan, bawang merah, paprika, dan cabai bergabung meruapkan keharuman dan rasa pedas. Bila ingin lebih berat, ada iga bakar dan steak Black Angus.  November, 2010 OntimE

travelounge

81


ENTERTAINMENT

B O O K

Eurotrip

American

Assassin

Penulis: Matatita Penerbit: B First (2010) Genre: Travelling

Penulis: Vince Flynn Penerbit: Atria, 2010 Genre: Fiksi

MASIH berlatar belakang perang melawan terorisme, novel ini bercerita tentang Mitch Rapp, seorang pemuda yang semula hanya seorang atlet kampus biasa yang tak peduli terhadap apa pun yang tengah terjadi di dunia, tiba-tiba dihadapkan pada kenyataan bahwa ia telah berubah menjadi seorang superagen CIA. Kisahnya

S

etelah sukses dengan buku tentang melancong pertama, Tales from the Roads (2009), Matatita mengeluarkan buku kedua. Ini merupakan oleh-oleh dari pengalaman jalan-jalan ke Eropa. Sementara buku pertama menarik karena kaya akan warna laporan etnografi perjalanan ke sejumlah tempat di Asia, buku ini lebih menawarkan detail tentang wisata ke Eropa secara murah. Berikut kiat membuat rancangan perjalanan yang efektif untuk berkeliling Eropa selama dua pekan. Semua disajikan dalam bahasa “curhat” khas Matatita. Dengan visa Schengen yang berlaku untuk beberapa negara Eropa, turis tak perlu lagi mendaftar visa setiap memasuki sebuah negara. Dia mengarungi Eropa dengan naik pesawat (Belanda-Italia), naik

Nelson Mandela:

OntimE

kereta Eurostar yang mewah dan terkenal itu (ParisBrussel), hingga merasakan naik bus untuk menempuh jalur-jalur antarkota lokal di setiap negara. Semua tiket dibeli secara online jauh hari sebelum datang ke Eropa. Ini artinya ia membuat rancangan perjalanan yang detail dan terencana pasti. Lihat pula pengalamannya

Conversation With

Penulis: Nelson Mandela Penerbit: Farrar, Straus and Giroux Genre: Otobiografi

82 travelounge

SXC.HU

November, 2010

mencari penginapan murah. Yang sudah jadi ciri Matatita, ia menulis kesan-kesan etnografinya di setiap kota. Sebuah inspirasi dari buku ini, ternyata Matatia ke Eropa tidak sekadar untuk jalan-jalan, tapi juga berbisnis. Di Paris, ia mengikuti Indonesia Fair, di mana ia turut membuka stan yang menjual barang-barang kerajinan khas Yogyakarta.  Wahyuana

Myself

NELSON Mandela adalah sosok pemimpin yang luar biasa, ikon kesejatian manusia paruh akhir abad ke-20. Setelah meluncurkan otobiografinya yang terkenal, Long Walk to Freedom (1996), kini ia menerbitkan buku kedua. Sementara pada buku pertama Nelson Mandela lebih banyak menulis dirinya dalam konteks kekinian, pada buku kedua ini ia menceritakan dirinya sejak awal perjuangan antiapartheid dekade awal 1960-an. Dan jurnal anti-apartheid yang terus terbit ketika ia berada 27 tahun di dalam penjara menjadi salah satu sumber penulisannya. Di samping buku harian dan ran-

cangan tulisan yang sempat ia tulis ketika berada di penjara Robben Island. Semasa dipenjara, ia hanya diperbolehkan menulis satu surat dan menerima satu surat setiap enam bulan, sehingga ia lebih banyak menulis dalam bentuk rancangan tulisan yang kini baru ia publikasikan. Kemudian catatan-catatan personal, rekaman pembicaraan, pidato, dan korespondensinya selama menjadi Presiden Afrika Selatan. Buku ini menjelaskan secara lebih gamblang kehidupan Nelson Mandela selama berada di garis depan perjuangan untuk kebebasan dan keadilan.  W

berawal dari berakhirnya politik ideologi partisan, dua dekade politik Perang Dingin, dan kecenderungan globalisme; mantan Direktur CIA Thomas Stansfield mendapat tugas mempersiapkan menghadapi perang baru, yakni gelombang terorisme dari kelompok-kelompok militan Islam. Ia menghubungi koleganya, Irene Kennedy dan Stan Hurley, untuk membentuk sebuah kelompok klandestin yang beroperasi di luar jaringan komando yang resmi. Orang-orang tak eksis yang bisa membunuh tanpa harus mengenakan seragam. Mitch Rapp salah satunya.Novel ini karya Vince Flynn, yang selama ini sudah menghasilkan tak kurang dari enam novel thriller intelijen.  W


PHOTOGRAPHY NASKAH: Rully Kesuma

Berjuang di Kawah Belerang

FIGHTING TO SURVIVE AT SULFURIC CRATER

Dari Pameran foto " Kawah Ijen 's Warriors' diadakan di House of Sampoerna, Surabaya, 14 -24 Oktober 2010 From the photo exhibition 'The Crater's Warriors' held at the House of Sampoerna, Surabaya, 14 -24 October 2010.

84 travelounge

OntimE

November, 2010


November, 2010 OntimE

travelounge

85


PHOTOGRAPHY

Sayup-sayup terdengar, bunyi berderenyit itu diselingi langkah-langkah berat. Cukup lama sebelum akhirnya suara itu mulai terlihat bentuknya.

KABUT masih tebal dan basah menyelimuti pinggiran Ijen, ketika bunyi ”...krenyit...krenyit” meningkahi keheningan pagi. Jalan tanah yang berkelindan masih dingin, sinar matahari belum terik dan menghangatkan dataran di ketinggian 2.368 meter di atas permukaan laut itu. Sayup-sayup terdengar, bunyi berderenyit itu diselingi langkah-langkah berat. Cukup lama sebelum akhirnya suara itu mulai terlihat bentuknya menuruni jalanan yang menurun. Beberapa bayangan samar memperlihatkan bentuknya, sekelompok pengangkut belerang berjalan beriringan membawa beban seberat 70 kg di pundaknya. Bunyi ”..krenyit….krenyit…” itu ternyata berasal dari pundak kokoh

86 travelounge

OntimE

November, 2010

THICK

and wet fog was still covering Mount Ijen, when a crackling sound broke the quiet morning. On hidden, cold, dirt road, the sun warms the plain that lies at an altitude of 2,368 meters above sea level. The faint crackling sound was interspersed with heavy steps. It took quite a long time before the sound was finally beginning to get louder as some shadows began to emerge from down the road. These shadows slowly took form into men walking while carrying a stick, with a heavy load on their shoulders. The crackling sound came from the bamboo pole that these men carried on their strong, muscular shoulders, loaded with around 70 kg sulfuric yellow boulders that swing every


PHOTOGRAPHY

dan berotot beradu dengan pikulan bambu yang membawa bongkahan batu berwarna kuning yang berayun setiap kali mereka melangkah. Pelan-pelan sinar matahari menguak kabut, menerangi jalan para pengangkut belerang itu menuju Pondok Bunder, pos penimbangan yang berjarak satu kilometer dari bibir kawah. Seiring menipisnya kabut, danau belerang berwarna hijau di kedalaman 200 meter nun jauh di bawah sana mulai menampakkan keindahannya. Sunyi dan tidak beriak. Para ’petani’ belerang itu sedikitnya harus dua kali bolak-balik membawa bongkahan belerang dari titik awal kawah menuju Paltuding, Banyuwangi, yang berjarak 4,5 km. Di pos pembayaran inilah keringat mereka dibayar Rp

time they move. Slowly the sun chased the fog away, shining the road as these sulfur carriers headed to Pondok Bunder, where the weighing post located, one kilometer away from the crater. As the fog thinning, the 200-meter depth, green sulfuric lake down below began to reveal its beauty. The lake surface was so smooth, with no ripples. The sulfur 'farmers' had to go back and forth at least two times a day, while carrying chunks of sulfur from the starting point at the crater to Paltuding, Banyuwangi, with a distance of 4.5 km. At the post, their hard labor were valued at Rp 600/kg. If these men were strong enough, they might go back and forth, transporting sulfuric boulders from the sulfur center three times a day.

These shadows slowly took form into men walking while carrying a stick, with a heavy load on their shoulders.

November, 2010 OntimE

travelounge

87


PHOTOGRAPHY

600/kg. Jika fisik cukup kuat, mereka melakukan tiga kali bolakbalik mengangkut belerang dari pusat belerang. Di danau kawah yang bersifat asam inilah lima fotografer alumni Workshop Galeri Fotojurnalistik Antara yang menamakan diri tim Tanah Air (Andi Arie Setiadi, Barmen Simatupang, Budi Chandra, Mahatma Putra, dan Panji Wijaya) menetap beberapa hari untuk merekam kehidupan para pencari belerang. Menyampaikan opini visual tentang keberadaan para ’pejuang’ Ijen yang biasanya menjadi objek pelengkap saat para wisatawan mengambil gambar di kawah yang luasnya mencapai 5.466 hektare. Berlima merekam keseharian petugas sulfatara dan pekerja angkut mulai dari kediaman mereka yang sederhana di desa-desa di lereng kawah Ijen sampai pinggiran Banyuwangi. Dari celah cadas runcing yang pengap sampai ke lokasi makan siang komunitas para pekerja yang terhampar alam lepas yang sejuk. Sekitar tiga ratusan pekerja angkut lepas dan puluhan petugas sulfatara berjuang untuk keluarganya di kawasan Cagar Alam

88 travelounge

OntimE

November, 2010

In the acidic Crater Lake, five photographers, alumni from Galeri Fotojurnalistik Antara workshop, who call themselves the Homeland Team (Andi Arie Setiadi, Barmen Simatupang, Budi Chandra, Mahatma Putra, and Panji Wijaya), settled for a few days to record the lives of these sulfur seekers. They tried to deliver visual perspectives about the existence of these Mount Ijen 'fighters.' The crater has been well known as an object for tourists who come to visit and take pictures of the 5,466 hectares crater. The five photographers, however, recorded the harsh lives of sulfatara officers and the transport workers who live in their modest homes in the villages on the slopes of the Ijen crater to the outskirts of Banyuwangi. They try to capture the lives of the workers from the sharp rocks to the place where they take a rest and have lunch at a cooler side of the crater. Around three hundred workers and dozens of sulfatara officers haul off and work in the crater, fighting for their families, choked and out of breath due to the sulfuric fumes, in the area

Belerang mereka dibayar Rp 600/kg. Jika fisik cukup kuat, mereka melakukan tiga kali bolak-balik mengangkut belerang dari pusat belerang.


PHOTOGRAPHY

Taman Wisata Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Di antara asap belerang yang membuat nafas mereka sesak. Di alam yang keras berbatu dengan suhu yang rendah, mereka berjalan dengan baju tebal compang-camping berlapis-lapis, sepatu yang menyembulkan kaos kaki yang sudah tak lagi bisa menahan dingin. Mata memerah menggenangkan air setiap melawan semburan belerang. Butuh waktu 20 menit petugas sulfatara menutup hidung mereka dengan selembar kain yang direndam air saat bekerja di antara semburan belerang untuk menetralisasi racun yang masuk ke paru-paru. Alam yang keras tak lagi jadi hambatan, karena tak ada yang bisa mereka produksi kecuali yang disediakan alam untuk bertahan hidup.

of Ijen Nature Reserve Park, Bondowoso Regency, East Java. At such a hard rocky nature with low temperature, they work with red, watery eyes caused by the stinging fume of sulfur, wearing only layered of tattered sweaters and socks sticking out from their ripped shoes that could barely sufficient to fight the cold mountain weather. It takes 20 minutes for sulfatara officers to close their nose with a piece of cloth soaked in water to neutralize toxins that enter the lungs when working in between the bursts of sulfuric fumes. The tough nature is no longer an obstacle, for there is nothing that they could do in order to survive but extracting what nature has provided them.

November, 2010 OntimE

travelounge

89


FASHION AP PHOTO/CHRISTOPHE ENA

90 travelounge

OntimE

November, 2010


November, 2010 OntimE

travelounge

91


FASHION AP PHOTO/SETH WENIG

Santai dengan

Garis-garis

RILEKS PENUH warna pun lahir dari tangan perancang Louise Gray. Ia benar-benar memberi warna dengan memadukan berbagai garis, polkadot, dan motif lain dalam sebuah setelan. Dalam warna tak juga sama, bahkan bertolak belakang. Beberapa karyanya memunculkan warna lembut hingga terang. Salah satu koleksi yang dipertontonkan pada panggung London Fashion Week beberapa waktu lalu adalah keceriaan ala gaun pendek yang terdiri atas beberapa potong kain berbeda warna— biru, oranye, dan kuning— tapi sama-sama bercorak garis-garis. Keberagaman

itu bisa jadi diredam atau malah diseragamkan dengan detail kembang tambahan di setiap potongan kain tersebut. Cukup santai untuk sebuah hari yang cerah. Model baju cerah yang simpel ini kemudian dilengkapi juga dengan dandanan yang tak kalah segar. Seperti eyeliner biru terang dengan ikat rambut ungu muda yang menonjol di atas kepala. Paduannya tentu saja bisa aneka tas, kalung, dan yang berlimpah tentu pilihan sepatunya. Serba feminin, sepatu datar, sepatu berhak stiletto, ataupun wedge.  RITA

Warna-warni untuk memulai hari yang cerah.

Flat Shoes

Penuh Warna

Wedge

Kammie Ballet Flat Leopard dari Jeffrey Campbell ini merupakan sepatu datar ala penari balet. Membikin penampilan semakin modis dengan corak garis-garis yang berpadu dengan kulit macan tutul. Dan tumpukan pita pemanis.

Sandal berhak tinggi dari Marc by Marc Jacobs yang juga penuh warna dan memiliki corak yang berbeda di setiap bagiannya. Menjadi paduan yang membikin penampilan semakin lebih “berwarna”.

Warna oranye pada kaki membuat Anda terlihat lebih chic. Warna sepatu nan segar ini berlabel Lanvin Espadrille. Hak sepatu terbuat dari kayu dengan dibalut pita hingga ke pergelangan kaki.

92 travelounge

OntimE

November, 2010


ACCOMODATION

Amanjiwo Hotel & Resort Desa Majaksingi, Borobudur, Magelang Jawa Tengah, Indonesia www.amanresorts.com

L

etaknya yang terpencil di pedalaman pedesaan Magelang, Jawa Tengah, tempat ini tidak sekedar sebuah hotel untuk menginap, tapi juga sebuah oase destinasi. Menikmati teh atau kopi sore hari, sambil memandang keagungan Candi Borobudur di balik tenggelamnya matahari di perbukitan Menoreh, akan memberikan sensasi dan suasana relaksasi yang otentik. Dengan jumlah kamar hanya 35 buah, resort paling bawah berada langsung berhadapan dengan hamparan sawah, gemericik sungai, dan pemandangan gunung, menawarkan suasana harmoni alam pedesaan Jawa pedalaman yang khas. Pada momen-momen tertentu, seperti pada acara tahunan Festival Borobudur, lampu-lampu di Candi Borobudur akan dinyalakan semua, pada saat itulah keindahan dan keagungan Borobudur dapat terlihat dalam posisi yang paling apik dari Amanjiwo. Tersedia Gajah Sumatra yang selalu siap mengantar tamu menuju Candi Borobudur pulang pergi. Sebuah hotel destinasi yang cocok untuk liburan bersama keluarga, perjalanan meditasi, pertemuan bisnis, atau sebuah bulan madu yang romantis. Amanjiwo hanya sepelemparan batu menuju obyek-obyek wisata lain di Magelang seperti Candi Pawon, Candi Mendut, pusat-pusat kerajinan patung, museum, pura dan vihara, serta tidak lebih dari 1 jam menuju kota-kota wisata kebudayaa Jawa seperti Keraton Yogyakarta dan Keraton Solo. Sebagai hotel bintang lima yang menawarkan kemewahan eksklusif, tarif pun premium, dari US$ 2.600 untuk Dalem Jiwo Suite, US$ 1.000 untuk Borobudur Pool Suite, US$ 900 untuk Garden Pool Suite, US$ 800 untuk Borobudur suit, dan yang termurah US$ 700 untuk Garden Suit. ď Ž

94 travelounge

OntimE

November, 2010

Ritz Carlton Jakarta Jl Lingkar Mega Kuningan Kav. E.1.1 NO.1 Mega Kuningan, Jakarta 12950 www.ritzcarlton.com

H

otel lux di pusat bisnis dan perkantoran Sentral Mega Kuningan, Jakarta. Langganan para tamu negara, dan pejabat penting di Jakarta. Sekitar 15 kilometer via tol dari Bandara Internasional Soekarno Hatta. Dikelilingi oleh berbagai tempat hiburan, shopping mal, pusat makanan dan jajanan, kafe, perkantoran, dan area komersial super sibuk. Pada Juli 2009, hotel sempat terkena ledakan serangan bom teroris, namun hanya mengenai sebagian kecil ruangan diruang lobby, dan seminggu kemudian telah kembali seperti semula, menjadi hotel supersibuk di Jakarta. Tempat para sosialita ibukota menghabiskan malam di resto dan kelab malam hotel. Cukup berjalan kaki bisa didapatkan tempat mal Ambassador, kantor-kantor perwakilan perusahaan global, Wolrd Trade Center Jakarta, JW Marriot, Gedung Sampoerna Stretegic, Bursa Efek Indonesia, kantor-kantor kedutaan asing, kawasan wisata malam Jalan Jaksa, wisata kota Tua Jakarta, dan gelanggang olahraga Stadion Gelora Bung Karno, Senayan. Dengan 333 kamar lux, hotel ini dilengkapi dengan kolam renang outdoor, spa, resto, dan klub malam. Berbagai fasilitas bisnis dan parkir gratis juga tersedia. Resto melayani masakan ala Timur Tengah, Jepang, Cina dan Asia Selatan. Menu masakan ala Italia disajikan di Restoran Lobo. Klub malam Mistere menawarkan hiburan live dan karaoke. Tarif kamar antara US$ 200-350 per malam untuk kelas Grand Club, Mayfair Suite, dan Grand Room.ď Ž


Ayodya Resort Bali Jl. Pantai Mengiat, Nusa Dua Denpasar, Bali 80363 www.ayodyaresortbali.com

B

erada di bibir pantai putih Nusa Dua, Denpasar, Bali. Ayodya Resort Bali menawarkan akomodasi yang tidak sekedar penginapan biasa, tetapi juga sebuah destinasi yang nyaman dengan pemandangan yang indah dan fasilitas rekreasi termasuk kolam renang outdoor besar dan Ayodya spa. Berada di tengah-tengah taman tropis yang indah, kamar menawarkan pemandangan laguna, kolam renang besar diluar pinggir pantai, lapangan golf yang cukup luas, serta tempat berjemur langsung di bibir Samudera Hindia. Semua itu berada dalam satu kompleks resort yang nyaman, bersih, indah, dan terjamin privasi. Kamar juga dilengkapi dengan balkon pribadi, kamar mandi bath-up besar dengan marmer suite, televisi LCD 32 inci dan ruang kerja yang luas. Layanan kamar juga disediakan selama 24 jam. Bagi mereka yang lebih energik, tersedia peralatan olah raga di pusat kebugaran ataupun bermain tenis lapangan. Para tamu cilik Ayoda juga disediakan fasilitas bersenang-senang di klub anakanak dan lapangan golf mini. Restoran Ayodya Resort Bali menawarkan 5 pilihan makanan dan minuman yang menyajikan beragam masakan mulai dari masakan Jepang hingga hidangan Italia. Anda juga dapat bersantai dengan secangkir kopi panas ataupun koktail di Rama Lounge Terrace. Fasilitas kegiatan outdoor juga tersedia yakni pendakian gunung, kano, menyelam, surfing, windsurfing, snokeling, ke lautan Samudera Hindia. Terdapat 537 kamar mewah di Ayodya Resort, yang dapat ditempuh sekitar 40 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai. Jalan kaki dari resort bintang lima ini, tamu bisa menikmati segarnya udara pantai dengan ombak dan langit biru. Mengunjungi kios aksesoris khas Bali dan pusat perbelanjaan Sogo Nusa Dua. Harga kamar antara US$ 150 – 350 per malam. ď Ž

Banyan Tree Resort Bintan Jalan Teluk Berembang, Laguna Bintan Lagoi, Kepulauan Riau 29155 www.banyantree.com

B

anyan Tree Bintan menawarkan vila mewah bintang lima yang terletak di diatas bukit-bukit karang pinggir pantai, hanya beberapa langkah dari bibir tepi pantai yang eksklusif. Dilengkapi dengan kolam renang luar ruangan berukuran besar, spa dan jacuzzi, kamar dengan TV layar datar dan Wi-Fi gratis. Semua kamar berperabot lengkap, dengan fasilitas pembuat teh/kopi, dan brankas barang berharga didalam kamar. Dari dalam kamar, Tamu dapat menikmati pemandangan teluk Bintan yang indah dengan jendela besar dan area tempat duduk di teras yang nyaman. Fasilitas Banyan Tree Spa berkelas dunia, menawarkan berbagai pijat dan perawatan tubuh. Para tamu juga dapat menggunakan lapangan tenis dan lapangan golf Bintan Laguna 18 lubang yang bisa dicapai dengan jalan kaki dari hotel, semua masih dalam satu kompleks resort. Berbagai kegiatan outdoor lain seperti kano, hiking, tracking,

memancing, ataupun diving, dapat dilakukan disini. Resor juga menyediakan penyewaan sepeda untuk jalan-jalan di areal kompleks. Restoran utama resor, Saffron Restourant, menawarkan aneka masakan favorit Thailand dan Indonesia dengan aneka minuman koktail yang bertema Asia. Para tamu juga dapat memilih untuk bersantap di dalam vila atau di tepi pantai dengan sajian istimewa dimalam hari, sehingga tercipta suasana romantis. Banyan Tree Bintan dapat dicapai dengan 45 menit perjalanan menggunakan feri dari Singapura.Dan 30 menit dari pelabuhan Batam. Harga berkisar US $ 500 – 350 untuk kelas-kelas kemewahan Villa Valey, Ocean View Villa, dan Villa on The Rocks.

November, 2010 OntimE

travelounge

95


EXPLORE

3

C U L I N A R Y

Selera Medan

NASKAH: Wahyuana FOTO: Toni Hartawan

Sumatera Utara

terdiri atas 26 kabupaten/kota madya, yang tersebar dari ujung Daerah Istimewa Aceh dan Sumatera Barat. Rasa makanan dari daerah yang berlainan tentu berbeda. Ada yang terkena pengaruh santan dan pedas dari Sumatera Barat, ada pula yang memunculkan kekhasan dapur suku Batak. Tapanuli Selatan, yang berdekatan dengan Sumatera Barat, mempunyai pilihan menu plus santan kental. Sebaliknya Tapanuli Utara, justru banyak menawarkan sajian tanpa kuah. Menu tersebut tersedia di beberapa rumah makan, tiga di antaranya berikut ini.

SUP SUMSUM SUPERBESAR Pukul 11.00 kami sudah berada di Jalan Sunggal No. 34-A, tempat parkiran Rumah Makan Sipirok masih memberi ruang. Kursi pun masih banyak yang kosong. Kami sengaja datang lebih awal untuk sebuah makan siang karena santer kabar beredar bah-

96 travelounge

OntimE

November, 2010

wa kesiangan sedikit saja, maka semangkuk sup sumsum atau iga kerbau tak bakal bisa Anda cicipi. Atau Anda harus lebih bersabar karena tepat pukul 12.00, rumah makan sudah penuh. Sup dari kota yang berada di antara Tapanuli Selatan dan Tapanuli Utara ini memang sudah kondang. Ada beragam sajian, namun yang menjadi andalan dua jenis sup ini. Dan


jangan kaget dengan sajian sup sumsum karena tulang kerbau itu akan disajikan secara utuh dan tamu bisa mengorek sumsumnya atau bahkan menyeruputnya. Tidak seperti sup iga, yang disajikan dalam potongan tulang-tulang kecil. Menu dari Sipirok ini termasuk yang aman bagi muslim karena halal. Selain dua jenis sup yang benar-benar bikin keblenger itu, ada juga udang kecepe sambal pati, gulai ikan sale, sambal teri, dan daging bakar disiram sambal pedas. Rasanya semua bikin jatuh hati. Untuk pilihan sayuran, ditawarkan rebusan daun ubi, tumis bunga pepaya dan daun ubi tumbuk yang memang khas Sumatera Utara. Ada jenis sambal khas Sipirok. Terbuat dari cabai giling halus, jeruk nipis, dan irisan bawang merah. Rasanya cukup asam tapi segar. Uniknya lagi, untuk pembayaran, Zulfikar, sang pemilik, langsung mendatangi tamu. Dialah yang menghitung dan menerima

uang dari tamu. Tak mengherankan kalau ikat pinggang berfungsi sebagai dompet baginya. Dan, pada saat makan siang tiba, itulah saat yang paling repot bagi pria ramah ini karena ia mendatangi setiap meja. Hasil olahan istrinya itu dipatok dari Rp 3.000, harga tertinggi tentunya sup sumsum superbesar itu, yakni Rp 30 ribu. Kami bertiga dengan pesanan dua piring nasi, dua mangkuk sup iga, satu sup sumsum, ditambah dua menu lain mesti mengeluarkan Rp 105 ribu. Tentunya ditambah teh. Jadi rata-rata per orang kurang-lebih Rp 35 ribu. Rumah Makan Sipirok Jalan Sunggal No. 34-A Medan Jam Operasional pukul 11.00-15.00. (Hanya sajian untuk makan siang)

SEDAPNYA GULAI IKAN SALAI

didatangi untuk makan siang maupun makan malam.

Sibolga merupakan kota yang memiliki gunung dan laut. Namun, dari kota yang berada di tepian Teluk Tapian Nauli ini, makanan yang terkenal adalah menu pesisirnya. Dan sajian khas pesisir itulah yang disuguhkan di Rumah Makan Nasrul Sibolga di Jalan Sisingamangaraja, Medan. Yang tidak boleh terlewatkan ketika Anda mampir ke sini adalah gulai ikan salai atau ikan lele asap. Aroma

RM Nasrul Sibolga Jalan Sisingamangaraja Medan

asapnya yang menyebar menguarkan rasa sedap, dan gulainya yang tidak terlalu kental membuat bibir menyeruput tanpa henti. Santan yang cair justru membuat sajian tidak memicu enek. Kuah gulai pun diguyurkan ke nasi. Lantas lele asap digigit hingga aroma asapnya langsung terhirup, benar-benar menambah selera. Penyajian seperti di rumah makan Padang. Begitu tamu datang, piring-piring langsung memenuhi meja. Selain gulai ikan salai, ada daun ubi tumbuk alias daun singkong yang ditumbuk halus, udang kecil dengan kuah gulai kental, gulai kepala ikan, gulai sontong, sambal petai, ikan kembung isi, ikan teri. Semuanya membuat lapar mata. Berada tak jauh dari Masjid Raya Medan, rumah makan milik H Abdul Latief ini saat makan siang juga selalu dipenuhi tamu. Berdiri sejak 1972, Abdul Latief bisa ditemui di balik meja kasir. Rumah makan berlantai dua yang menyuguhkan sajian ikan segar itu bisa

SAMBAL IKAN HAPORAS Padang Sidempuan pernah menjadi bagian dari Kota Tapanuli Selatan sebelum akhirnya pada 2001 menjadi kota sendiri. Dalam soal sajian di meja makan, olahan Padang Sidempuan ini memiliki kekhasan sendiri. Beberapa yang menjadi kekhasannya adalah gulai ikan salai, sambal ikan haporas, arsik ikan mas, sambal belut, sambal petai, daun ubi tumbuk. Gulai ikan salai menjadi favorit, selain karena kuah gulainya yang ringan, lantaran aroma asapnya yang terasa sekali karena sebelum digulai, lele asap itu diasap kembali. Ikan asap memang menjadi ciri khas dari Tapanuli Selatan. Sambal petai tak boleh dilewatkan juga. Tampilannya tidak seperti sambal yang lazimnya berlumuran cabai merah. Sambal yang satu ini justru seperti kuah gulai yang kental. Ternyata terbuat dari pati santan sehingga muncul seperti gulai. Selain aroma gurih dari santan, bau petai yang khas juga membuat air liur menetes. Tak hanya hidangan gurih yang disuguhkan di rumah makan dengan ruang terbuka ini, ada juga teri berbalut cabai merah. Sambal lainnya terbuat dari ikan haporas. Ikan kecil ini pun diasap sehingga sambal pun beraroma khas. Lantas, sama seperti di Rumah Makan Sipirok dan Nasrul Sibolga, daun ubi tumbuk pun tak ketinggalan. Rumah Makan Padang Sidempuan Jalan Darussalam simpang Sei Belutu Medan ď Ž November, 2010 OntimE

travelounge

97


ENTERTAINMENT

M O V I E

Wall Street:

Money Never Sleep ekuel dari Wall Street (1987) yang juga dibintangi Michael Douglas. Film terbaru ini berlatar belakang krisis keuangan global 2008. Dikisahkan, Gordon Gekko (Michael Douglas), pialang Wall Street yang sukses, disalahkan dalam sebuah skandal yang akhirnya mengharuskannya masuk penjara. Keluar dari jeruji besi, tak seorang pun yang mempercayainya kembali. Ia memperingatkan Wall Street akan terjadinya krisis keuangan, namun tak seorang pun yang mau mendengar. Akhirnya ia memutuskan kembali memperhatikan hubungannya dengan keluarga, dengan anaknya, Winnie (Carey Mulligan), yang menyalahkan Gekko atas rusaknya hubungan keluarga karena hanya sibuk bekerja. Pada saat yang sama, Jacob (Shia LaBeouf), pialang muda Wall Street tunangan Winnie, tiba-tiba kehiSutradara: Oliver Stone langan mentornya yang tewas mendadak, Aktor: Michael Douglas, Shia yang diduga dibunuh pesaing bisnis. GorLaBeouf, Josh Brolin, Carey Mulligan don Gekko setuju bekerja sama dengan Produksi: 20th Century Fox Jacob mengungkap kematian sang menFormat: DVD, Film (2010) tor, sekaligus bekerja sama meyakinkan Genre: Drama

S

Legends of the Guardians:

The Owls of Ga'Hoole ADAPTASI dari buku karya Kathryn Lasky, Guardians of Ga'Hoole, film animasi ini berkisah tentang dua kakak-adik Soren dan Kludd. Soren selalu terpukau oleh kisah ayahnya tentang legenda The Guardians, yang selalu melindungi para burung hantu ras Pure Ones, dan ingin menjadi salah satu The Guardians. Soren selalu bermimpi tentang itu, dan berusaha sekuat tenaga mewujudkannya. Sebaliknya, Kludd tak pernah mempercayai itu. Suatu ketika, ketika tengah bermain di pohon, tiba-tiba Soren dan Kludd ditangkap pasukan Pure Ones yang dipimpin Metalbeak dan Nyra. Mereka akan dijadikan pasukan untuk melawan The Guardians. Dengan bantuan Gylfie, Soren berhasil meloloskan diri, dan berangkat menuju Great Ga'Hoole Tree, tempat persembunyian The Guardians. Sementara itu, Kludd berhasil

98 travelounge

OntimE

November, 2010

Sutradara: Zack Snyder Aktor: Emilie de Ravin, Hugo Weaving Produksi: Warner Bros Pictures (2010) Format: DVD, Film Genre: Animasi

dibujuk untuk bergabung dengan pasukan Pure Ones untuk melawan The Guardians. Soren, dengan bantuan Twilight, Digger, dan Mrs Plithiver, pun harus menghadapi pasukan Kludd dengan para The Guardians. Berlabel PG, Parental Guide, artinya untuk anak usia 8–12 tahun.  W

Wall Street tentang risiko krisis keuangan yang tengah mengancam. Wall Street telah dicatat sebagai salah satu film legendaris dari akting-akting Michael Douglas. Keluarnya sekuel ini tampaknya juga akan diikuti dengan sekuel-sekuel selanjutnya untuk semakin melegendakan film bertema Wall Street.  Wahyuana

Sang

Pencerah

Sutradara: Hanung Bramantyo Aktor: Lukman Sardi, Slamet Rahardjo, Zaskia Adya Mecca, Giring, Ikranegara Produksi: MVP Pictures (2010) Format: Film Genre: Drama Biografi

FILM yang dilatarbelakangi kisah hidup Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah. Dimulai dari kelahirannya di Yogyakarta dari keluarga terpandang, ia semula bernama Darwis. Pada usia 21 tahun, sepulang dari Mekah, Darwis mengubah namanya menjadi Ahmad Dahlan, dan gelisah menghadapi masyarakat yang

cenderung melenceng dalam melaksanakan syariat Islam. Islam dipandang sebagai agama mistik dan penuh takhayul. Melalui suraunya, Ahmad Dahlan kemudian membuka sekolah yang menyadarkan bahwa Islam tidak hanya berkutat soal tauhid, tapi juga mampu memperbaiki kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan. Bagi dia, kemiskinan disebabkan oleh kebodohan. Gagasan-gagasannya banyak ditentang kiai fanatik. Suraunya dirobohkan karena dianggap mengajarkan aliran sesat. Ia bahkan juga dituduh kafir karena membuka sekolah dan menempatkan muridnya duduk di kursi seperti sekolah modern Belanda. Ia juga dituduh kiai kejawen.  W


Mobil Bertenaga Testosteron Karena benda ini, kita, para pria, rela dibilang seperti anak-anak yang tak pernah dewasa. Selalu ada alasan melarut di belantara mobil mewah: ada gengsi, maskulinitas, hingga “panggilan jiwa”. Seperti apa mobil supermewah yang diidamkan sebagian lelaki Indonesia? Ada lima pilihan yang layak Anda pertimbangkan.

Wawancara Handry Satriago Wajah terbaru Indonesia di “peta dunia” General Electric (GE). Menjadi Presiden GE Indonesia sejak awal September 2010—Handry, 41 tahun, memecahkan dua rekor. Dialah alumnus pertama universitas dalam negeri yang mengisi pos tersebut, dan dia pemimpin termuda dalam sejarah General Electric global.

Bertamasya ke Masa Silam Ngada, sebuah wilayah di jantung Pulau Flores, menyimpan aneka permata wisata yang belum banyak tersiar ke dunia luar. Ada desa megalitik abad ke-12; pulau penuh kelelawar; dan pantai-pantai berpasir putih, berair hangat, dan sebiru lazuardi.

Kristell Chenut: Si Monomaniac Terpahat dari kecantikan dan kecerdasan, Kristell adalah master food ethnology yang mahir tiga bahasa dan mendalami kebudayaan timur di Paris. Jadwal kerjanya bergerak antara Eropa dan Asia.

5 Pria Jenny Cortez DAPATKAN segera di toko buku terkemuka SEKARANG.

Hotline: 021 5360409 ext.9

Hadiah Eksklusif Optical Nano Mouse Wireless 2.4 Ghz untuk setiap paket berlangganan 1 tahun.

Harga Cover Rp 36.000


PEOPLE

MabukLaut

Fenita Arie

TEMPO/RULLY KESUMA

Tidak hanya ombak yang bikin ibu dua anak ini langsung mual, bau yang meruap dari mesin-mesin kapal pun membuat ia mabuk kepayang.

angan ajak presenter Fenita Arie, 24 tahun, mendekat kapal laut atau berlayar ke tengah lautan. Sebelum menginjakkan kaki di dak kapal, barangkali ia sudah lemas. Kehamilan pertama membuat ibu dua anak ini menjadi mabuk laut. “Mabuknya itu benar-benar terkapar, enggak kuat,” ujarnya. Kondisi itu muncul ketika ia berlibur ke Bali dalam kondisi berbadan dua. Saat itu sang suami, Arie Untung, mengajaknya berlayar. Ternyata, ketika ia terayun ombak kiri-kanan, muncullah rasa mual yang berlebihan, tentunya pusing dan segala derita pun muncul. Sejak itulah ia benar-benar tak tahan berada di kapal laut, apa pun bentuknya. Entah kapal itu tengah melaju atau sedang melempar sauh. “Kalau kapal lagi diam pun, kan goyang-goyang, ombaknya itu, aku enggak kuat,” dia menegaskan.

J

Yang menyedihkan, selain kondisi tak nyaman itu, ia tidak bisa menikmati kegembiraan di atas kapal. “Sementara orang lain makan, minum, ketawa, kita terkapar,” ujarnya. Tidak hanya ombak yang bikin ibu dua anak ini langsung mual, bau yang meruap dari mesin-mesin kapal pun membuat ia mabuk kepayang. Bahkan berada di luar kapal pun, bila terlalu dekat dengan kapal, ia sudah dibikin pusing. “Bau mesinnya itu, lo,” pembawa acara infotainmen dan olahraga ini menjelaskan. Padahal tak jarang ia memilih pulang kampung ke

100 travelounge

OntimE

November, 2010

Palembang lewat darat. Untung ada solusi mudah. “Aku minum Antimo,” ujarnya sembari tersenyum. Pilihan lain, mau tak mau, ia harus terbang dari Jakarta ke Palembang bila tidak ingin merana di kapal. “Padahal lewat darat lebih asyik,” ia menambahkan. Kehamilan kedua membuatnya mengalami kondisi yang tak kalah unik, yakni tidak kuat mencium bau parfum suami. Padahal jenis parfum itulah yang ia berikan saat suami ulang tahun. “Aneh, ya, padahal dulu aku yang milih,” ucapnya sambil geleng-geleng kepala. Dengan kondisi berbeda dari dua kehamilannya itu, Fenita juga menemukan kedua anaknya memiliki perilaku berbeda. “Yang pertama laki-laki, 5 tahun, itu harus dalam ruangan ber- AC (air conditioner),” katanya. Ke mana pun pergi, ia mencari ruangan yang adem dengan mesin pendingin. “Itu hasil karena dari orok sudah tumbuh dalam lingkungan ber-AC,” Fenita menjelaskan. Bila berlibur ke pantai, si sulung Misbareta Fathir Gavin Daffa, awalnya hanya mau dalam mobil. “Tapi kalau sudah lihat pantai, dia gak tahan ya ....lari juga," ucap Fenita sembari tertawa. Lain lagi dengan yang kedua, Misbareta Aisyah Mikhaila, 2,5 tahun, yang lebih cuek. Saat udara panas di pantai Legian, ia bisa dengan santai jalan-jalan. Bila sudah menemukan pantai, ia bermain tak puas-puasnya.  RITA


PEOPLE

Intan Nuraini

Sampai

Ngeces

enyanyi Intan Nuraini, 25 tahun, tak pernah lepas dari wisata kuliner ke mana pun ia melancong. Salah satu yang selalu diingatnya adalah saat mengunjungi Cina. Saat menikmati Kota Beijing dan Shanghai, ia pun mengintip aneka hidangan khasnya. “Pengen tahu Chinese food yang asli itu kayak apa, bakpau di sana itu kayak apa juga. Ternyata lembut banget, kalau ingat sekarang sampai ngeces,” ia menuturkan sembari tertawa. Anak ketiga dari empat bersaudara ini dibikin terkejut juga oleh aneka hidangan laut yang ditawarkan sebuah restoran. “Jenis ikannya dari yang usual sampai unusual,” katanya. Ada jenis ikan yang biasa ditemukan tapi juga ada yang aneh alias bentuknya tidak pernah ia lihat sebelumnya. Ia pun terkejut melihat buaya yang masih hidup

P

tapi diikat. ”Baru sebentar saya pergi ke toilet, eh, pas baliknya, kepalanya udah kepotong,” ia mengungkapkan. Meski yang ditawarkan aneh-aneh, yang dicicipi dara berlesung pipit ini tetap menu biasa. “Enggak berani nyoba. Beraninya cuma lihat-lihat,” ujar pelantun tembang Gubrak itu. Namun, dengan melihat keunikan itu, perjalanan selama seminggu ke Negeri Panda pun benar-benar berkesan. Bagi Intan, berlibur ke mancanegara bukan hal rutin. Ia lebih banyak berlibur di dalam negeri, paling sering tentunya Bali. Namun yang membikin dia benar-benar terkesan adalah pemandangan Gunung Bromo. “Subhanallah, indah banget,” ia menuturkan. Memang keindahan yang paling ia nikmati ketika berlibur. Hingga ia pun berangan-angan ke Belitung karena melihat foto pantai begitu indah.  RITA

TEMPO/ARNOLD SIMANJUNTAK

Belajar untuk Perry Tristianto

Sebuah Ide

angan ke Bandung pada akhir pekan, terutama jika hari Jumat atau Senin pada kalender berupa tanggal merah: macetnya minta ampun. Dengan segala arena belanja, bermain, dan sejumlah atraksi, pada akhir pekan Kota Kembang memang diburu turis lokal bahkan turis mancanegara seperti Malaysia. Namun, menurut Perry Tristiano, 40 tahun, itulah buah dari mengangkat Bandung sebagai tujuan wisata, tentu saja yang harus disesuaikan adalah prasarana berupa jalan yang memadai, bukan malah menyalahkan kehadiran berbagai gerai yang kini memenuhi ibu kota Jawa Barat ini.

J

Pria ini memang berobsesi mengangkat Bandung sebagai kota wisata. Maka ide tak hentihentinya meluncur dari tangannya. Setelah digelari “raja factory outlet” namun saat pasar FO ramai, ia melepas beberapa gerai ke tangan orang lain. Kemudian ia pun mencari ide segar lain, seperti mendirikan arena makan sekaligus bermain untuk keluarga. Kebanyakan berlokasi di Lembang, di antaranya All about Strawberry, Rumah Sosis, Kampung Bakso, POM Tahu, dan De Ranch. Semuanya menawarkan santapan dan arena bermain untuk anak, yang kemudian membuat semakin banyak pilihan dan hal yang menyenangkan ke-

TEMPO/PRIMA MULIA

tika orang singgah ke Bandung. Untuk mengembangkan kota ini sebagai kota wisata itulah, Perry menyebutkan perlu selalu ada ide baru sehingga orang datang pun tak ada bosan-bosannya. “Makanya saya merasa perlu terus belajar. Dari berbagai kejadian di sekitar kita, kita bisa belajar,” ia menyebutkan. Dengan

cara belajar itu, ia bisa menelurkan berbagai ide kreatif dalam berbisnis. “Sebenarnya saya tidak membikin sesuatu dari yang tidak ada. Memang sebelumnya sudah ada. Seperti di Lembang, memang sudah ada kuda-kuda. Cuma, saya memfasilitasinya, sehingga jadilah De Ranch,” ia menjabarkan.  RITA November, 2010 OntimE

travelounge

101


ONLOCATION

Wisata Kemiskinan

ala Slumdog Millionaire

J Turis mengunjungi kamar mandi umum, yang pada pagi hari antreannya lebih dari 16 ribu warga.

102 travelounge

OntimE

November, 2010

amal kecil (Ayush Mahesh Khedekar) sedang buang air besar di sebuah WC umum di tengah kampung kumuh Dharavi, Mumbai, India, ketika sebuah pesawat yang membawa bintang film terkenal India, Amitabh Bachchan, meraung-raung di atas kepala. Ribuan orang berlarian mengejar pesawat sang idola, yang hari itu dijadwalkan berkunjung ke perkampungan paling miskin di India tersebut. Demikian juga Salim (Azharuddin Mohammed Ismail), kakak Jamal, yang bekerja sebagai penjaga WC umum. Jamal, yang terobsesi mendapatkan

tanda tangan Amitabh Bachchan pada foto yang selalu ia bawa ke mana-mana, pun ingin pula segera bergabung mengejar pesawat itu, namun ia tidak bisa keluar dari WC, yang pintunya diganjal Salim. Kesal terkunci, Jamal mencari jalan keluar. Melompat tembok tak mungkin karena tubuhnya terlalu kecil. Satu-satunya jalan, ia harus nyebur ke lubang limbah kotoran. Rasa cintanya kepada Amitabh Bachchan rupanya mampu mengalahkan akal sehat. Dengan memejamkan mata, satu tangan menutup hidung, dan satu tangan lagi mengacung ke atas,


ia terjun ke lubang WC tradisional dan kemudian merangkak keluar. Dengan tubuh masih belepotan tinja, Jamal pun langsung berlari merangsek menuju kerumunan Bachchan. Orang-orang minggir sambil menutup hidung, juga para pengawal Bachchan yang merasa jijik. Ia pun sukses besar mendapatkan tanda tangan Amitabh Bachchan langsung. Namun, sial kembali merundung. Ketika ia sedang mandi membersihkan diri, foto bertanda tangan sang legenda itu dicuri Salim, dan kemudian dijual kepada kolektor. Jamal kesal bukan main, namun tak bisa berbuat apa-apa lagi. Itulah salah satu potongan adegan yang amat mengharukan dalam film Slumdog Millionaire karya sutradara Dany Boyle, yang memboyong delapan Piala Oscar (2008). Film yang mengeksplorasi kemiskinan dan kekumuhan Kampung Dharavi, kampung seluas 175 hektare di

yang lazim di pagi hari, antrean lebih dari 16 ribu warga. Mengunjungi sungai berair hitam pekat yang membelah Dharavi, yang menjadi saluran limbah rumah tangga, sekaligus tempat orang mencuci pakaian dan mandi. “Film itu seperti dongeng, kenyataan di sini jauh lebih gelap, lebih memprihatinkan,” ujar Bill Alves dari Seattle, seperti dikutip The Financial Express. Turis ditarik bayaran US$ 10-20 atau sekitar Rp 100–200 ribu untuk dua

kembali kepada warga miskin, yang disalurkan melalui sebuah lembaga swadaya masyarakat setempat, paket tur ini kembali memunculkan debat lama tentang etik wisata kemiskinan. Etiskah seseorang datang dengan membayar uang mahal untuk melihat penderitaan dan kemiskinan orang lain? Jika ingin membantu atau menyumbangkan uang kepada mereka, kenapa tidak diberikan secara langsung? Tur kekumuhan di Mumbai

jam jalan-jalan di Dharavi atau sekitar Rp 800 ribu untuk paket wisata kemiskinan di berbagai tempat di Mumbai, seperti mengunjungi anak-anak jalanan, ke stasiun kereta api kota tempat ribuan gelandangan tinggal, melihat spot-spot syuting film Slumdog Millionaire, serta mengunjungi industri rumahan para gelandangan, yang menjual berbagai kerajinan tangan dari bahan-bahan sampah. Meskipun menurut pendiri biro tur kemiskinan Reality Tours, Chris Way, 80 persen bayaran para turis disumbangkan

sempat pula merebak di Jakarta: mengunjungi kampung-kampung miskin dan kumuh di pinggiran bantaran Kali Ciliwung, bawah jembatan, atau sepanjang rel kereta api kota, yang tak kalah menyedihkan. Dan memunculkan kontroversi serupa. Namun, terlepas dari kontroversinya, sukses Slumdog Millionaire mengilhami orang mengunjungi Mumbai menunjukkan bahwa sebuah karya seni amat efektif untuk mendongkrak minat kunjungan ke suatu tempat.  Wahyuana

Sejak itu, jumlah wisatawan ke Mumbai meningkat 25 persen. Setiap hari 50–200 turis datang khusus ke Kampung Dharavi.

tengah Kota Mumbai (dulu Bombay) dan didiami lebih dari 1 juta orang. Digambarkan dalam film secara amat realistis. Adegan-adegan mengharukan dalam film itu telah mendorong orang datang melihat realitasnya secara langsung di Mumbai. “Semua orang membicarakan film ini, mereka ingin tahu yang sebenarnya,” ujar Ganesh Tikonkar, pemandu wisatawan dari Reality Tours. Sejak itu, jumlah wisatawan ke Mumbai meningkat 25 persen. Setiap hari 50–200 turis datang khusus ke Kampung Dharavi. Selama tur, turis dilarang memotret atau mengambil video, dan harus didampingi pemandu. Mereka hanya boleh berjalan-jalan di sepanjang lorong-lorong kumuh Dharavi, mampir ke rumah penduduk setempat untuk mengobrol, memberi bantuan langsung, atau turut mencoba fasilitas-fasilitas umum di sana guna merasakan sensasinya. Di antaranya mengunjungi kamar mandi umum yang terdiri atas enam buah. Pemandangan

November, 2010 OntimE

travelounge

103


HEALTH

Kereta api termasuk jenis transportasi ramah lingkungan.

Selalu ingin cepat sampai dan cepat menikmati alam yang indah tanpa kehilangan waktu serta energi membuat orang lebih senang melakukan perjalanan dengan pesawat terbang ketimbang alat transportasi lain. Apalagi perbedaan harga kadang kala tidak terlalu mencolok, sehingga terbang pun menjadi pilihan utama. Namun, bila sudah sampai ke tempat tujuan, haruskah Anda juga terbang antarkota di sekelilingnya? Barangkali, sebelum memutuskan hal itu, perlu diingat-ingat bahwa transportasi, terutama penerbangan, memberi pengaruh paling besar terhadap lingkungan. 104 travelounge

OntimE

November, 2010


Sebuah riset menyebutkan, perjalanan 60 jam dengan kendaraan di darat menghasilkan karbon dioksida yang sama dengan penerbangan lima jam. Untuk terbang ke luar pulau maupun mancanegara, pesawat terbang bisa menjadi pilihan transportasi yang tepat. Namun, untuk mengunjungi kota lain di dekatnya atau berkeliling ke obyek wisata, ada banyak pilihan, di mana jenis transportasi lain itu menimbulkan pencemaran lingkungan lebih rendah, bahkan seminim mungkin.

bisa mampir. Pengalaman bisa bergudanggudang. Bila pilihannya pada menyewa kendaraan roda empat, pilihlah jenis kendaraan yang hemat bahan bakar. Paling mudah dengan memilih jenis ukurannya yang kecil. Kenali juga jenis kendaraan yang hemat bahan bakar. Lantas, sebisa mungkin, dalam perjalanan, matikan mesin penyejuk udara. Buka jendela dan nikmati udara segar. Yang satu ini tentunya mengasyikkan! Ketika tiba ISTOCK.COM

HIJAU 1

Penerbangan langsung. Pilih perjalanan nonstop karena jenis penerbangan ini menghasilkan emisi yang lebih rendah.

2

Sadar akan perlunya menjaga lingkungan dan mengurangi buangan emisi yang tinggi dari pesawat terbang, sejumlah perusahaan penerbangan pun melakukan berbagai langkah. Pilihan lain itu antara lain bus atau kereta api. Bahkan perjalanan antara negara di Asia maupun Eropa bisa dilakoni dengan dua jenis transportasi ini. Banyak hal bisa dipetik dalam perjalanan darat. Melihat detail sebuah kota lebih lengkap, plus dana yang dikeluarkan bisa lebih rendah. Ketika melancong ke daratan Eropa, berkeliling dengan kereta api pun memberi segudang kenyamanan dan pengalaman wisata yang lebih lengkap. Kereta api juga tercatat memerlukan energi yang lebih rendah per penumpang per mil dibanding pesawat terbang dan mobil. Karena itu, jenis transportasi ini paling ramah lingkungan, tapi tentunya masih kalah ramah lingkungan jika dibanding dengan berjalan kaki atau bersepeda. Emisi karbon dari kereta api menimbulkan kerusakan lingkungan yang lebih kecil dibanding pesawat terbang karena emisi dari kendaraan nan panjang ini tidak dilepas langsung ke atmosfer bagian atas. Di samping itu, dengan efisiensi energi, perusahaan kereta api tidak akan terlalu terganggu bila ada kenaikan harga bahan bakar. Karena itulah harga tiket kereta api cenderung lebih stabil, penumpang pun lebih hemat. Pemandangan dari balik gerbong pun jelas tak monoton, tidak hanya awan dan hamparan laut atau kehijauan yang tidak tampak jelas. Keindahan benar-benar di depan mata. Pilihan rute pun bisa ditentukan sendiri. Di sejumlah negara, kenyamanan berkereta api dijamin. Melancong pun nikmat dengan kendaraan roda empat. Di setiap pojok yang indah, kita

Terbang Lebih

Kelas ekonomi. Pilih tempat duduk di kelas ekonomi karena, semakin banyak yang terangkut, semakin jarang penerbangan dilakukan.

3

di kota tujuan, saatnya si roda empat beristirahat dan paling asyik berkeliling kota atau menuju obyek wisata dengan mengayuh sepeda atau melangkahkan kaki. Dua kegiatan ini membuat perjalanan ke mana pun lebih menyehatkan. Di sejumlah obyek wisata, kini dengan mudah ditemukan penyewaan sepeda. Nah, kenapa tidak memanfaatkan fasilitas yang tersedia? Perjalanan bisa dilakukan mulai pagi hari, di tengah udara segar. Sejumlah agen perjalanan juga menawarkan paket mengunjungi obyek wisata dengan bersepeda maupun berkuda. Pilihan ini pun tak kalah ramah lingkungan. Sadar akan perlunya menjaga lingkungan dan mengurangi buangan emisi yang tinggi dari pesawat terbang, sejumlah perusahaan penerbangan pun melakukan berbagai langkah. Paling tidak beberapa maskapai menyatakan telah melakukan penerbangan ramah lingkungan. Seperti dikutip dari Seatguru.com, Continental, perusahaan penerbangan dari Amerika Serikat, mengganti sebagian besar pesawat terbangnya dengan jenis yang lebih hemat energi. Sementara itu, Virgin Atlantic sudah menjajal energi alternatif untuk pesawat terbangnya. Sebanyak 20 persen bahan bakarnya adalah ramah lingkungan karena terbuat dari kelapa dan minyak babassu, sedangkan 80 persen adalah bahan bakar biasa. Industri manufaktur pesawat pun mengeluarkan jenis pesawat yang lebih efisien. ď Ž RITA| BERBAGAI SUMBER

Multidestinasi. Satu kali perjalanan, lakukan untuk mengunjungi beberapa destinasi. Dengan cara ini, Anda akan mengurangi bahan bakar yang diperlukan untuk pesawat terbang maupun jenis kendaraan lain.

4

Agen “hijau�. Beli tiket dari agen perjalanan yang “hijau� atau memiliki perhatian pada lingkungan dan memberi donasi rutin untuk perbaikan lingkungan.

5

Tiket elektrik. Gunakan tiket elektrik untuk mengurangi limbah kertas.

6

Botol minuman. Bawa botol minuman ke mana pun juga, sehingga Anda hanya perlu mengisi ulang tanpa harus membuang limbah plastik (botol). Bawa juga makanan kecil dalam kotak bekal. Tak hanya menghemat, tapi juga mengurangi buangan plastik atau kemasan sejenis.

7

Koper superringan. Bawa koper seringan mungkin karena, semakin kecil bawaan, semakin rendah bahan bakar yang diperlukan pesawat terbang.

8

Kendaraan umum. Gunakan kendaraan umum dari bandara menuju hotel. Mengurangi polusi udara ketimbang naik taksi atau dijemput kendaraan pribadi.

November, 2010 OntimE

travelounge

105


QUOTE HARGA SEBUAH

MAQOM etika sudah ketemu tanggal untuk meluncurkan secara resmi buku kedua saya “Provokasi 2:MANTRA Mengubah Nasib Dengan Kata” yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, saya segera mengirimkan short message service (SMS) kepada mas Prie GS, budayawan, seniman, kartunis, penulis, dan kolumnis yang tinggal di Semarang. “Mas, launching dan bedah buku “Provokasi 2” 16 Oktober 2010. Saya ingin panjenengan (Anda) jadi pembicara”. Mas Prie GS yang saya anggap sebagai guru berpikir substansial dan ‘olah rasa’ dengan maqom yang tinggi, menjawabnya

usaha ticketing. Singkat cerita, setelah saya terkejut dengan harga tiket Semarang-Jakarta pp yang jauh tinggi, saya akhirnya menyetujui membeli dari teman itu. Keesokan hari tiket saya lunasi lewat transfer bank, dan e-ticket langsung saya forward ke mas Prie. Keesokan hari, saya meminta sekretaris memeriksa harga tiket di agen langganan. Saya terkejut saat diberitahu kalau harganya ternyata separuh dari harga yang saya bayar kepada teman lama tadi. Transaksi telanjur terjadi. Belakangan teman saya mengaku speedy-nya sedang mati dan dia mengambil tiket dari agen lain plus pungutan jasa. Ia menyalahkan saya yang tak mengecek harga di tempat lain sebelum memesan ke dia. Saya cuma bisa garuk-garuk kepala karena trust dan niat membantu saya ke dia diutilisasi olehnya menjadi ta-

“Bisa”. Keberuntungan ini segera saya rayakan secara pribadi melalui ucapan lisan ‘alhamdulillah’ dan duduk terdiam sebentar merasakan rasa senang yang menjalar ke seluruh tubuh. Saya tahu, dalam konteks hubungan batin kami, mas Prie jauh dari membayangkan undangan saya ini sebagai job-order. Sebuah hubungan dari jiwa yang otentik, memberi kekuatan kepada sang pemilik raga untuk memuliakan dan meluhurkan sesamanya. Bahkan ketika saya meminta nama aslinya untuk dipesankan tiket, ia sempat bilang, “Sudah nanti saya beli sendiri saja …” Kali itu saya merasa perlu melakukan “retorika politik” agar tetap bisa membelikan tiket. Saya yang biasanya meminta bantuan sekretaris untuk urusan per-tiketan, kali itu menghubungi sendiri seorang teman sekolah yang baru saja membuka

meng pembelaan diri. Saat hari “H” tiba, mas Prie tiba-tiba menelepon. Ia sudah di bandara dan di depan konter check-in. mas Prie bilang kalau tiketnya bukan tanggal 16, melainkan tanggal 2 Oktober! Saya terkejut dan panik sebentar. Saya membayangkan jika saya yang berada pada situasi mas Prie, saya pasti malu bukan kepalang. Dengan tenang, mas Prie kemudian membeli sendiri tiket ke Jakarta dan menaiki pesawat pada jam yang sama dengan yang tertera pada tiket expired tersebut.Jadilah ia terbang ke Jakarta. Saya segera sadar yang salah tetaplah saya karena tidak memeriksa dengan teliti tanggal tiket yang disodorkan teman lama saya itu. Ibarat bermain bola dengan alam, ‘gocekan’ alam belum selesai. Begitu selesai berbicara dengan mas Prie yang sudah mendarat di bandara Soekarno-Hatta melalui earphone blackberry, saya berada pada posisi baru saja melewatkan cabang jalan tol ke

K

106 travelounge

OntimE

November, 2010

Prasetya M. Brata

Bandara SoekarnoHatta. Saya keterusan dan mau tak mau mencari jalan memutar masuk kembali ke tol di arah Pekan Raya Jakarta. Saya tiba di parkiran bandara satu jam dari perkiraan semula. Di sinilah saya makin paham, mengapa di luar negeri, mengemudi sambil bertelepon lewat earphone-pun tidak diperkenankan. Mas Prie sudah sejam lebih menunggu saya di bandara. Di telepon ia bilang berdiri di depan restoran KFC. Saya berdiri di AW. Mas Prie bilang akan menemui saya di AW. Tunggu punya tunggu, mas Prie belum muncul juga. Saya lantas melakukan ‘sweeping’ sekitar AW dan tidak menemukan Mas Prie. Mas Prie telepon kalau sudah di AW. Saya bergerak menuju KFC dan menemukan ternyata ada konter AW (lainnya) juga di sebelah kanan KFC. Di forum launching dan bedah buku yang menghadirkan saya dan Mas Prie GS sebagai pembicara, saya bercerita bahwa inilah ‘aturan’ alam tentang sebuah kesuksesan. Mas Prie saya anggap sukses setelah ia sendiri membayar harga yang luar biasa tinggi dalam perjalanannya. Namun setelah itu dilewati, segenap pengalaman yang membuatnya menemukan kesejatian dan makna hidup, ditebus kembali oleh orangorang sekitarnya melalui serangkaian harga yang harus dibayar orang-orang itu untuk mendapatkan wisdom dan ilmu keberhasilan hidup yang dititipkan kepadanya. Selama kita menjalankan mandat menyampaikan ilmu melalui kata dan laku, penghidupan yang cukup merupakan sebuah keniscayaan. Setidaknya ada empat ‘kegoblokan’ saya untuk ‘mendapatkan’ mas Prie dalam acara buku saya. Inilah harga yang sepadan untuk membayar seseorang dengan maqom yang tinggi. Ada rupa ada harga. Saya tak menyesali kegoblokan saya, malah itu perlu disyukuri karena ikut mengantarkan saya memiliki ilmu untuk lebih waspada, lebih pandai dan lebih bijak di masa-masa mendatang. Saya berharap sedang bergerak ke maqom yang lebih tinggi … Masih mau mendapatkan apa-apa secara gratisan? 


ENTERTAINMENT

M U S I C

Clapton

S

etelah empat tahun absen, Eric Clapton kembali mengeluarkan album dengan judul sederhana, Clapton, dengan kemasan sampul berupa foto dirinya tengah berambut panjang; sepertinya dia ingin menyapa dalam hubungan yang lebih spesial dengan para Claptonis di seluruh dunia. Lagu baru dalam album ini sebagian besar pernah dibawakan Clapton di berbagai konsernya, yang tiketnya selalu terjual habis. Sejak dekade 1960-an, Clapton telah mendulang hit lagu-lagunya, maestro blues yang karakter vokal dan permainan gitarnya sungguh luar biasa. Gaya vokalnya yang impresif dan kuat dapat dilihat pada tembang Autumn Leaves, How Deep Is the

highlights 108 travelounge

OntimE

November, 2010

Artist: Justin Beiber, Lady Gaga, Rihanna, dkk. Label: Universal Music (2010) Format: CD Genre: Pop Hits

Artist: Eric Clapton Label: Reprise Format: CD Genre: Blues, Pop

Ocean, dan Judgment Day dalam album ini. Sebelas lagu lain dalam album ini di antaranya Travellin' Alone, Rocking Chair, River Runs Deep, My Very Good Friend The Milkman, Can't Hold Out Much Longer, Hard Times Blues, dan Run Back to Your Side. Dalam waktu hampir bersamaan, pada tahun ini Clapton juga mengeluarkan album Crossroad 2010, yakni kompilasi lagu-lagu dari konser musik blues terbesar

Vakansi INI BAND yang lengkap, tak hanya pada pilihan lagu, tapi fashion dan segala aksesorinya juga bergaya oldist dan tropikal. Hingga pada foto-fotonya tampak sering berpose dengan skuter, rok panjang, sepatu putih, makan bareng-bareng, dan lanskap-lanskap tropis klasik. Menikmati White Shoes seperti bertemu dengan legenda. Ini album ketiga mereka, setelah White Shoes & The Couples Company (2008) dan Skenario Masa Muda (2008). Album berisi 13 lagu, lirik-liriknya diambil dari kisah-kisah band ini selama delapan tahun terakhir berkreativitas. Seperti Kisah dari Jakarta Selatan, diciptakan oleh Leo Pattiselano, gitaris jazz, yang beberapa kali berkolaborasi dengan mere-

POWER HITS 2010

yang dikelola Clapton, yakni Eric Clapton Crossroads Guitar Festival 2010, yang diadakan Juni lalu di Chicago. Dalam album ini, sejumlah maestro blues, seperti BB King, Robert Cray, Jimmy Vaughan, Buddy Guy, Sheryl Crow, ZZ Top, dan Joe Bonamassa. ď Ž WAHYUANA

ALBUM kompilasi lagu-lagu terdahsyat dan terpopuler 2010 ini berisi 20 lagu, yang hampir semuanya pernah masuk tangga lagu Billboard 100 Amerika Serikat. Seri Indonesia berisi 18 lagu, yang didominasi musik-musik bergenre R&B, hip-hop, dan electropop. Seperti Justin Beiber, yang berduet dengan Ludacris, single

Artist: White Shoes & The Couples Company Label: demajors Independent Music Industry (DIMI, 2010) Format: CD Genre: Pop, Jazz, Klasik

ka. Yes Good O'Days, karya Ade Firza Paloh, yang terasa nikmat di telinga. Matahari, dibuat bersama Saleh Husein. Selangkah ke Seberang, hasil kolaborasi dengan Fariz R.M. Vakansi, hasil kerja Ricky Surya Virgana dan Sari, yang nada-

nadanya mengingatkan akan lagu-lagu Jack Lesmana. Selain itu, masih ada Zamrud Khatulistiwa, Senja Menggila, Rented Room, Kampus Kemarau, Sans Tire, Hacienda, dan Masa Remaja. Album ini perlu dijadikan koleksi. ď Ž W

Piano adalah alat musik yang dimainkan dengan jari-jemari tangan. Dipercayai dibuat pertama kali oleh Bartolomeo Cristofori (1655-1732) pada 1720 untuk menggabungkan keindahan nada clavichord (klasik) dengan kekuatan harpsichor.

terlaris tahun ini: Baby. Lady Gaga dengan Telephone yang ia nyanyikan tanpa Beyonce. Eminen dengan lagu We Made You. Fireflies dengan Owl City. Craig David dengan One More Lie. Cheryl Cole dengan Parachute. Janet Jackson dengan Make Me. Jay Sean dengan Do You Remember. Black Eyed Peas dengan Rock That Body, dan masih banyak lagi. Yang menarik untuk edisi Indonesia, lagu Wavin' Flag, yang pernah menjadi theme song Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, ditampilkan dua kali dalam album ini. ď Ž W


G A D G E T

Garmin-Asus Android

EXPLORE

Samsung

Craft S

amsung Craft diklaim sebagai handset komersial pertama di dunia yang mendukung teknologi 4G Long Term Evolution (LTE). Bentuk fisik Samsung Craft terlihat mirip dengan Samsung Epic 4G yang dirilis operator Sprint dan mendukung WiMax. Keyboard qwerty gaya sliding. Bedanya, jika Epic berbasis OS terbuka Android, Samsung Craft memakai OS proprietary buatan Samsung dengan antar muka Touch-

Wizz. Memakai layar Amoled 3,3 inch, ponsel ini memiliki fitur lumayan, seperti kamera 3,2 megapixel, Wi-Fi , slot MicroSD, dan Bluetooth. Untuk pertama kalinya, MetroPCS, operator telekomunikasi di Amerika Serikat merilis Samsung Craft. Guna menunjang produk ini, MetroPCS sudah membangun jaringan LTE di negeri Paman Sam yang nantinya bakal dinikmati oleh pengguna Samsung Craft. ď Ž

G

armin-Asus terjun ke pasar Android. Tentu dengan kehebatan navigasi paten ala Garmin. Dua model terbaru yang diluncurkan akhir Oktober lalu adalah Garmin-Asus A10 dan A50. Keduanya berbasis Android 2.1 dengan dukungan prosesor 600 MHz. Memori internal sebesar 4 Gigabita. Tak kurang 500 Megabita lebih dialokasikan khusus untuk 400 aplikasi dari Android Market. Garmin-Asus A10 dan A50 memakai piranti lunak yang

dipakai di perangkat GPS Garmin 1460. Piranti lunak ini memiliki kemampuan Time to First Fix selama 32 detik. Artinya, secepat itulah kemampuannya mendeteksi posisi ponsel di dalam sebuah koordinat. Penggunaan peta dan piranti lunak ini juga tak membutuhkan koneksi data sehingga tak menyulitkan pengguna, tak seperti Google Map. Inilah salah satu kekuatan GarminAsus meramaikan pasar ponsel Android. ď Ž

Seabird V

endor teknologi Mozilla menjawab tuntutan ponsel masa depan dengan Seabird. Ponsel itu terlihat futuristik dan cantik. Bagian belakang ponsel terlihat gembung di bagian atas dan menipis di bagian bawah. Seabird tampil mengusung layar sentuh yang mengisi sebagian besar sisi depan.

Ponsel yang mirip digunakan Tony Stark dalam sekuel Iron Man ini memiliki proyektor yang mampu memancarkan keyboard virtual dalam dua bentuk, QWERTY dan split, yang dipancarkan dari dua sisi badan ponsel. Canggihnya, pengisian baterai dapat dilakukan secara nirkabel. Canggih bukan? ď Ž

November, 2010 OntimE

travelounge

109


UNIQUE

Restoran Bawah Laut MALE, MALADEWA -- Negeri yang terdiri atas beberapa pulau kecil ini merupakan tujuan favorit setiap pelancong dunia. Surga wisata pantai dan laut tropis. Banyak warga Bali bekerja di berbagai hotel di negara Pasifik ini. Daya tariknya semakin menjadijadi dengan kehadiran sebuah restoran di bawah laut yang unik dan satu-satunya di dunia. Restoran itu bernama Ithaa, yang dalam bahasa lokal berarti “mutiara”. Arena bersantap ini berada lima meter di bawah gelombang Samudra Hindia, dikelilingi terumbu karang dan ribuan ikan pelagis, dalam sebuah lorong dari akrilik, sehingga 270 pengunjungnya dapat menikmati makan siang seperti di dalam sebuah akuarium besar.

Beroperasi sejak 2005, restoran inovatif ini dibangun dengan biaya US$ 5 juta di Pulau Rangalifinolhi, salah satu pulau kembar Hilton Maldives Resort & Spa. Akibat bencana tsunami pada 2004, kawasan ini hancur-lebur. Namun kini dibangun lagi dengan 79 vila dan spa village di atas air yang mewah, dan sebuah restoran bawah air yang unik. Menu utama yang disajikan tentu saja makanan laut. Resto unik dan mewah ini kini menjadi salah satu tujuan favorit turis di Maladewa.  Wahyuana

Restoran

Mata-mata

MILWAUKEE, WISCONSIN -- Sepintas gedung tua di Milwaukee itu tak menunjukkan sesuatu yang istimewa: hanya kantor perwakilan perusahaan ekspor-impor dari luar negeri. Namun, jika Anda perhatikan lebih saksama, di pintu depan terdapat sebuah tanda merah dan tulisan. Gedung itu tak lain adalah safe house, tempat para intel berkumpul. Untuk bisa menerobosnya, Anda harus bisa menyebutkan “kata kunci” yang benar. Itulah restoran dan bar mata-mata Safe House Restaurant di Milwaukee,

110 travelounge

OntimE

November, 2010

Wisconsin, Amerika Serikat. Memanfaatkan psikologi thriller kisah para mata-mata dari era Perang Dingin, restoran ini beroperasi mirip sebuah kantor mata-mata asing yang serba tertutup dan rahasia. Dibuka sejak 1966, dulunya memang sebuah bekas kantor agen mata-mata. Setelah masuk, Anda akan melihat banyak lubang dan lorong rahasia, beberapa dinding dilengkapi dengan cermin, sehingga bisa memantau kehadiran seseorang dari balik tembok. Sebuah lorong gelap akan menghubungkan dengan ruang interogasi, ruang data, hingga ruang sosialisasi. Disediakan ruang khusus untuk meninggalkan jas, jaket, dan segala senjata yang Anda bawa sebelum masuk ke ruang umum. Kalau memesan makanan atau minuman, Anda mesti bersabar. Pelayan akan melayani Anda dari sebuah dapur berjarak jauh, dan mesti melewati lorong gelap nan panjang.  W

Restoran Layang-layang BRUSSEL, BELGIA -- Melamar pacar sehabis makan malam di ketinggian 50 meter di atas permukaan tanah, di tengah warna-warni pemandangan Kota Brussel yang berudara bersih, tentu sangat romantis. Dan hal itu bisa dilakukan di Sky Dinner Restaurant. Restoran

yang unik karena meja, kursi, beserta semua tamu dan koki dikerek hingga ketinggian di atas panorama kota. Anda bisa memilih tempat dengan pemandangan Kota Brussel yang paling indah, dan restoran ini bisa digeser ke spot pilihan tamu. Mungkin asyik juga makan malam di atas jalan tol yang sedang ramai. Ingat selalu, ikatkan sabuk pengaman dan jaga garpu jangan sampai jatuh. Biayanya sekitar 8.700 euro atau sekitar Rp 110 juta untuk waktu delapan jam. Restoran berdaya tampung 22 orang. Restoran serupa ada juga di Kanada dan Paris. W


November WHAT’SON

05

06 Festival Seni Surabaya

Festival Laskar Pelangi Selama sebulan penuh Desa Sastra Linggang di Kecamatan Gantong, Belitong Timur, menjadi tempat Festival Laskar Pelangi. Sebuah festival seni dan budaya rakyat yang digelar di tengah warung-warung kopi khas Melayu seperti gambaran Andrea Hirata dalam novel-novelnya. Tema yang diangkat adalah “Menjunjung Martabat Budaya dan Pariwisata Belitong Timur-Negeri Laskar Pelangi”. Desa Sastra Lingga dan Festival Laskar Pelangi diperkenalkan sebagai wisata baru di Belitong selain Pantai Tanjong Tinggi sekaligus media bagi seniman, budayawan, dan pendidik untuk berekspresi. Festival ini juga diharapkan menjadi media bagi para pekerja seni untuk memanfaatkan Desa Sastra Linggang sebagai bagian dari writers/artist residential program, obyek fotografi lanskap dan kultural, serta lokasi pembuatan film. Selama sebulan, turis bisa menikmati musikalisasi puisi bersama Aminoto Kosim dan kawan-kawan, pertunjukan film pendidikan, mencicipi sajian khas Belitong, mengikuti workshop film bersama Mira Lesmana dan Riri Reza dan tentu nongkrong di warung kopi. 

11 26

112 travelounge

Festival Keraton Nusantara VII Kesultanan Palembang Darussalam kali ini menjadi tuan rumah festival yang digelar untuk ketujuh kalinya. Mengambil tema peranan keraton dalam lingkungan hidup, festival juga menjadikan menanam pohon sebagai salah satu kegiatannya. Acara selama tiga hari ini dimulai dengan jamuan makan malam oleh tuan rumah Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin. Esok harinya, ada parade pasukan keraton, juga pergelaran seni dan budaya di Benteng Kuto Besak dengan keragaman karena ada sekitar 15 kabupaten/kota yang ambil bagian dalam pertunjukan. Bagi pencinta benda pusaka, ada pameran benda pusaka dan manuskrip kuno di Museum Sultan Mahmud Badaruddin. 

OntimE

November, 2010

22

Yayasan Seni Surabaya menjadi penyelenggara perhelatan akbar pada 6-14 November ini di Balai Pemuda Surabaya. Kali ini bertema “Surabaya Experience”. Festival ingin menunjukkan perjalanan sejarah Kota Surabaya, yang telah menjadi saksi, inspirasi, dan melahirkan beribu karya dari berbagai warga dunia. Hingga kinilah saatnya bagi Surabaya untuk becermin melihat sejarah perjalanan dirinya. Ada sejarah yang mungkin tidak lagi diingat banyak orang. Sejumlah karya seniman dunia yang menunjukkan bahwa Surabaya erat dengan karya seni internasional. 

Festival Kintamani Keindahan Danau Batur menjadi pusat perhatian selama lima hari, yakni pada 11-14 November. Tarian, musik, dan pertunjukan seni lainnya membuat pesona Dunung dan Danau Batur semakin memikat selama Festival Kintamani. Tak hanya penampilan di panggung, karya perajin pun akan dipamerkan. Ada juga pengenalan budaya Bali lebih dalam. Selain itu, pengunjung festival bisa menikmati program menyenangkan, seperti hiking, berkano, bersepeda, dan yoga. 

Festival Teluk Semaka. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, kembali menggelar Festival Teluk Semaka pada 22-26 November. Atraksi seni budaya akan dipusatkan di Kota Agung, Tanggamus. Kegiatan ini diharapkan bisa mengingatkan kembali akan identitas budaya Tanggamus. Program yang digelar berupa musyawarah adat, pemberian adok atau gelar adat, ruwat laut, festival musik, lintas alam, lomba tari tradisional, lomba lagu pop daerah, gitar klasik, lomba mewarnai, pawai budaya, lomba cipta puisi, dan lain-lain. 


OUR AIRPORT 114 AIRPORT NEWS 116 MAP 121 FLIGHT INFO 122 INSIDE

November, 2010 OntimE

travelounge

113


INSIDE TEMPO/ARNOLD SIMANJUNTAK

Tri Suriadjie Sunoko, Diretur Utama PT Angkasa Pura II

Menjadikan Soekarno-Hatta

World Class Airport ejak tiga bulan lalu Tri Suriadji Sunoko adalah Direktur Perhubungan Udara Kementrian Perhubungan. Kini ia menempati posisi sebagai Direktur Utama PT Angkasa Pura II, badan usaha milik negara yang mengelola 12 bandara di wilayah Indonesia bagian barat, di antaranya Bandara Internasional Soekarno Hatta. Dari seorang birokrat penerbangan komersial menjadi chief executif officer perusahaan pengelola bandara, tentu saja ia diharapkan akan membawa banyak perubahan perbaikan di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Apa saja gagasan, pemikiran, dan rencananya tentang Bandara Internasional Soekarno Hatta, berikut petikan perbincangan Tri Suriadjie dengan Travelounge di kantornya di Jakarta, awal Oktober lalu.

S

114 travelounge

OntimE

November, 2010

Apa rencana yang akan segera dilakukan manajemen baru terhadap Soekarno Hatta? Harus disadari dulu bandara itu memiliki multiperan, sehingga tidak sederhana dan gampang untuk melakukan perubahan-perubahan, karena bandara itu merupakan entitas bisnis yang sarat dengan regulasi dan peraturan-peraturan. Secara umum kami akan menyempurnakan dan memperbaiki fungsi-fungsi umum Bandara Internasional Soekarno Hatta, di antaranya dalam perannya sebagai gateway atau pintu masuk uta-


TEMPO/ARNOLD SIMANJUNTAK

INSIDE Kita targetkan pada 2014-2015 sudah akan terlihat perubahan besar di Bandara Internasional Soekarno Hatta menjadi lebih baik, profesional, dan membuat para penunjung nyaman, aman, dan kerasan di bandara. ma Indonesia. Ini akan diperbaiki performance-nya karena ini wajah dan trade mark Indonesia. Kami tingkatkan kualitas layanan-layanan di bandara guna mewujudkan 'good governance' sesuai amanat UU No. 25 tahun 2009. Kami jalankan moto 3S + 1C (safety, security, service dan comply) untuk menjadi bandara dengan kualitas world class yang selamat, aman, dan nyaman. Kemudian juga akan kami tingkatkan peran bandara sebagai pusat kegiatan masyarakat dan entitas aktivitas bisnis. Secara praktis apa saja yang akan dilakukan? Kami akan melakukan pembenahan total terhadap Bandara Internasional Soekarno Hatta. Di antaranya akan dilakukan auditing total peralatan-peralatan dan infrastruktur bandara, auditing keandalan peralatan yang ada. Kemudian akan ditindaklanjuti dengan rehabilitasi fasilitas-fasilitas yang ada dan pengembangan peralatan-peralatan baru untuk disesuikan dengan pertumbuhan bandara. Bandara ini dulu kan desainnya untuk menampung sekitar 18 juta penumpang, kemudian mulai tahun lalu ditambah terminal 3, sekarang total mampu menampung 22 juta penumpang, padahal sekarang penumpang sudah sekitar 38 juta per tahun. Jadi bandara ini mengalami lack of capacity, atau kekurangan kapasitas. Layout terminal-terminal akan diperbarui sehingga diharapkan kapasitas bandara akan meningkat dan diharapkan kira-kira akan mampu menampung sekitar 40 juta penumpang per tahun. Untuk mengatasi penumpukan penumpang? Ya, sistem check in akan dibenahi, sehingga flow dan kapasitas penumpang bisa bertambah sekaligus tidak menumpuk yang akan membuat antrian panjang. Seperti di bandara Changi, Singapura, akan dibuat sistem sentralisasi check in sehingga tidak terjadi penumpukan antrian penumpang. Kemudian juga akan diperbarui sistem ban berjalan, sehingga barang dari penumpang setelah proses check in bisa langsung ke bagasi. Sehingga sirkulasi calon penumpang pesawat bisa lebih lancar dan cepat, serta koridor ruang check in bisa lebih lapang.

Apa yang menjadi tantangan utama? Pertama kapasitas, ini dihadapi seluruh indsutri penerbangan. Pertumbuhan penumpang angkutan udara per tahun kini bisa mencapai 20 persen, sehingga diperlukan penyesuaian-penyesuaian cepat untuk antisipasinya, baik bagi perusahaan airline maupun bandaranya. Kalau sekarang 38 juta per tahun, beberapa tahun kedepan sudah akan melonjak cepat. Memang sempat pertumbuhan menurun pada krisis tahun lalu sampai minus 8 persen. Tapi kalau dirata-rata pertumbuhannya, sejak bandara ini lebih terbuka pada 2002, rata-rata per tahun tumbuh 15 – 20 persen, sehingga mengelola bandara kini harus turut berpacu dengan tuntutan pertumbuhan yang cepat. Lima tahun mendatang, mungkin Bandara Internasional Soekarno Hatta ini dikunjungi 50 juta orang pertahun, ini yang menjadi tantangan utama untuk mengantisipasinya. Tidak boleh terlambat lagi. Makanya selain perubahan layout terminal untuk meningkatkan kapasitas yang ada, juga sudah direncanakan untuk membangun Terminal 4. Bagaimana dengan jalur akses ke bandara yang sudah semakin menumpuk ? Untuk koridor jalan luar, akses jalan menuju bandara juga sedang kita perbaiki dan atur kembali, melalui kerjasama dengan Jasa Marga. Kalau akses ke bandara masih seperti sekarang ini, lima tahun lagi akan terjadi stuck, kemacetan, dan penumpukan di jalan menuju bandara. Kita kerjasama dengan Pemerintah Daerah Tangerang, untuk menutup jalan belakang yang selama ini masih menjadi jalur lalu lintas umum. Karena menurut ketentuan seluruh wilayah bandara ini merupakan zona restricted, sehingga harus dibebaskan dari lalu lintas umum. Nantinya diarahkan lewat JORR sehingga tidak perlu lagi memadatkan jalan bandara. Bagaimana dengan sektor layanan bandara ? Ya tadi untuk rencana pengembangan fisik. Kami juga sedang melakukan pengembangan kultur sumberdaya manusia Angkasa

Pura II, manusianya juga perlu dibenahi. Sebab kultur yang profesional menjadi kunci kualitas layanan yang baik di sebuah bandara yang sarat dengan tuntutan kualitas layanan serba paripurna. Jadi pengembangan fisik, prosedur, dan kualitas kultur, ini semua sedang kami kerjakan secara simultan. Kita targetkan pada 2014-2015 sudah akan terlihat perubahan besar di Bandara Internasional Soekarno Hatta menjadi lebih baik, profesional, dan membuat para penunjung nyaman, aman, dan kerasan di bandara. Bagaimana dengan bandara-bandara lain dibawah otoritas Angkasa Pura II ? Angkasa Pura II membawahi 12 bandara di kawasan Indonesia bagian barat, diantara program yang menonjol, kami segera akan merenovasi bandara Polonia, Medan, untuk menjadi bandara hub, yakni menjadi bandara penghubung ke berbagai destinasi disekitarnya, dan seluruh Asia Tenggara. Karena pesawat-pesawat dari Eropa ternyata sebenarnya lebih irit kalau menggunakan bandara di Medan sebagai bandara transitnya menuju berbagai kota di Asia Tenggara, dibanding dengan bandara Changi atau Kuala Lumpur. Ini akan menjadi prioritas saya. Jadi kami akan mengelola dua bandara internasional yakni Soekarno Hatta dan Polonia, Medan. ď Ž Wahyuana


TEMPO/RULLY KESUMA

AIRPORT NEWS

Bebas Lampu

dan AC Padam

J

angan lagi khawatir mengalami kegerahan atau kegelapan di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Pihak pengelola bandara, PT Angkasa Pura II, telah menaikkan status suplai listrik lampu penerangan dan penyejuk ruangan (AC) di area publik terminal dari kategori non-prioritas menjadi prioritas. “Dengan demikian ketika terjadi gangguan stok listrik dari PLN, lampu dan AC di semua terminal bandara akan tetap menyala. Ini salahsatu prioritas layanan kami untuk menjamin kenyamanan para pengguna jasa bandara,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri Suriadjie Sunoko dalam rilis yang dikeluarkan Divisi Corporate Secretary akhir Oktober. Perbaikan ini sebagai respon atas seringnya listrik padam dalam empat bulan terakhir akibat gangguan stok listrik dari PLN, sementara sistem back up listrik yang dimiliki bandara belum mampu mencukupi semua kebutuhan. Menurut Tri Suriadjie Sunoko, bandara saat ini memiliki total cadangan listrik 7300 KVA, sekitar 3000 KVA di antaranya dialokasikan untuk back up listrik fasilitas high priority dan priority. Fasilitas high priority yakni perangkat teknikal dan air side yang berkai-

tan dengan sistem lalu lintas dan pergerakan pesawat seperti peralatan navigasi, runway, radar, dan lain-lain. Kategori priority meliputi fasilitas check in, imigrasi, bea dan cukai, karantina, xray, conveyer, dan lainlain. Kategori non-priority yakni fasilitas penerangan umum, AC, dan fasilitasfasilitas lain di publik area, yang selama ini mengandalkan sepenuhnya dari stok listrik PLN. Sehingga ketika listrik PLN mati, fasilitas non-priority ini yang paling terkena dampak. “Kita harapkan peristiwa padam lampu dan AC akibat gardu induk PLN Kosambi terganggu beberapa waktu lalu, tidak akan terulang kembali,” ujar Tri Suriadjie Sunoko. PT Angkasa Pura juga akan meningkatkan kapasitas back up listrik bandara dengan menambah genset berkapasitas 3 x 2 MVA dan 5 x 2 MVA. Sebelum rencana itu terealisir, kini juga telah disewa genset berkapasitas

9800 KVA untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan gangguan listrik terulang lagi. “Itu cukup untuk meng-cover kebutuhan listrik di semua terminal 1, 2 dan 3,” ujar Tri Suriadjie Sunoko. Pihak PLN sendiri merencanakan akan menambah dari jaringan suplay listri dari Gardu Induk Teluk Naga dan Tangerang, disamping pasokan yang saat ini sudah ada dari Gardu Induk Cengkareng yang menyalurkan listrik dari PLTU Suralaya dan Muara Karang.  W

Mulai Tahun Depan

J

ika selama ini Anda perlu menunjukkan kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) setelah check in sebelum terbang keluar negeri agar dibebaskan dari kewajiban membayar uang fiskal, mulai Januari tahun depan kewajiban itu hal itu sudah tidak perlu lagi. Pemerintah melalui Direktorat Jendral Pajak Departemen Keuangan telah memutuskan akan menghapuskan pajak bagi orang yang bepergian keluar negeri atau fiskal luar negeri mulai Januari 2011. Sekedar mengingatkan, pemerintah sejak terjadinya krisis ekonomi memberlakukan pajak fiskal Rp 1 juta pada setiap orang yang hendak keluar negeri. Sesuai Undang-Undang Pajak Penghasilan, kebijakan membayar pajak fiskal itu sejak Januari 2008 telah dibebaskan bagi para pemilik Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan kemudian akan diberlakukan secara menyeluruh mulai Januari 2011. Kebijakan ini tentu saja disambut para warga yang sering bepergian keluar negeri,

116 travelounge

OntimE

November, 2010

terutama para Tenaga Kerja Indonesia. “Tentu saja (kebijakan itu) menyenangkan, uangnya bisa buat menambah uang saku,” ujar Iskandar yang ditemui di terminal 2 Bandara Internasional Soekarno Hatta. Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jendral Pajak, Iqbal Alamsyah, mengatakan target perolehan pajak fiskal tahun 2010 sebesar Rp 39,57 miliar, dan sampai Oktober ini baru terealisasi Rp 8,78 miliar. Pembebasan fiskal memang sudah selayaknya dihapus sejak lama. Di negara lain penerapan fiskal luar negeri sudah ti-

TEMPO/RULLY KESUMA

Bebas Fiskal Luar Negeri

dak jamak lagi diterapkan. Biasanya hanya negara-negara dalam situasi sulit saja yang masih membebankan fiskal bagi warga negaranya yang hendak bepergian keluar negeri.  W


AIRPORT NEWS

Radar Baru

TEMPO/ADITIA NOVIANSYAH

S

eperangkat radar baru akan segera memperkuat layanan navigasi di Bandara Internasional Soekarno Hatta, setelah PT Angkasa Pura II, memutuskan akan segera membangun JAATS 2 (Jakarta Auto-

mation Air Traffic Sytem) tahun depan. “Selambat-lambatnya akhir 2011 sudah akan beroperasi,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri Suriadjie Sunoko. Menurut Tri Suriadjie Sunoko kini sedang dikerjakan penyusunan kerangka kerja. Sedangkan spesifikasi peralatan, proses pengadaan, dan pemasangan JAATS 2 telah dibahas oleh tim yang terdiri dari para ahli navigasi udara dari Institut Teknologi Bandung, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Direktorat Jendral Perhubungan Udara Kementrian Perhubungan dan pihak Angkasa Pura II. “Proses tender pengadaan gedung sebagai langkah awal sudah akan dimulai Desember mendatang,” ujar Tri Suriadjie Sunoko, Minggu (24/10). Diperkirakan proyek ini akan menelan dana sekitar Rp 500 miliar yang berasal dari dana Kementrian Perhubungan dan Kementrian Badan Usaha Milik Negara. Direktur Operasi dan Teknis PT Angkasa Pura II, Salahudin Rafi, menambahkan alasan dibalik rencana pembangunan JAATS 2 ini tidak untuk menggantikan JAATS 1 yang usianya sudah relatif tua, dan sempat beberapa kali mengalami gangguan beberapa saat lalu.

“Keberadaan JAATS 2 mengadopsi teknologi terkini untuk memperkuat dan menambah kapasitas JAATS 1,” ujar Salahudin Rafi. JAATS adalah sistem penginderaan jarak jauh yang digunakan oleh petugas pengatur lalu lintas udara (Air Traffic Controller/ATC) untuk memberikan pelayanan lalu lintas penerbangan di wilayah udara Jakarta dan Indonesia bagian barat. Pelayanan ini biasanya disebut sebagai Air Traffic Service yang rencananya akan menjadi satu divisi anak perusahaan baru dibawah lingkungan kerja PT Angkasa Pura II. Salahudin Rafi menambahkan, radar JAATS yang kini beroperasi di Bandara Internasional Soekarno Hatta mulai dioperasikan pertama kali 1996 silam, dan saat itu diproyeksikan untuk melayani pergerakan pesawat hingga 600 pesawat per hari dan pelayanan data sebanyak 900 pesan Aeronautical Fixed Telecommunication Network (AFTN). Namun kini kesibukan wilayah udara Jakarta telah mencapai lebih dari 2000 pergerakan pesawat dan mengelola sebanyak 4000 AFTN, sehingga diperlukan penambahan kapasitas radar.  W

R

ibuan orang mengantri di depan loket Mignight Sale Garuda Indonesia Travel Fair 2010 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, pada Sabtu, 9 Oktober 2010, malam, untuk mendapatkan tiket murah dari program promosi Garuda Indonesia. “Tahun lalu saya juga ngantri seperti ini. Lumayan dapat tiket US $ 250 return untuk ke Guangzhou. Itu sangat membantu rencana liburan saya,” ujar Stephen, salah seorang pengantri, yang suasananya seperti sebuah antrian beras murah. Malam itu merupakan malam terakhir digelarnya program midnight sale yang menawarkan tiket Garuda Indonesia jauh di bawah harga normal. Sebagian besar pengunjung telah datang dan mengantri sejak sore hari. Program midnight sale ini diadakan pada pukul 22.00 -24.00. Acara Garuda Indonesia Travel Fair tahun ini, 8-10 Oktober 2010, merupakan yang kedua kali setelah program promo serupa pada tahun lalu mendulang sukses besar. Acara tahun ini lebih meriah, karena dihadiri Miss Universe Jimena Navarette yang membuka

acara bersama Direktur Garuda Indonesia Emirsyah Sattar. Selain acara favorit midnight sale, pameran ini diikuti para mitra usaha Garuda Indonesia, seperti travel agen, wholesalers, retailers, hotel& resort, dan pelaku industri pariwisata lain. Direktur Garuda Indonesia, Emirsyah sattar mengatakan GITF 2010 merupakan event tahunan Garuda Indonesia untuk mendukung perkembangan pariwisata Indonesia, khususnya dalam menggairahkan pariwisata domestik. Maskapai Garuda Indonesia merupakan satu-satunya maskapai yang memberikan layanan penuh disetiap penerbangannya dengan harga tiket yang relatif lebih kompetitif dibanding maskapai penerbangan lain. Sehingga program penjualan tiket murah ini amat menarik dan diserbu para calon wisatawan. Bayangkan, harga tiketreturn untuk rute domestik dijual antara Rp 250.000 hingga

TEMPO/SUBEKTI

Sukses Garuda Travel Fair

Rp 750.000. Tiket-tiket tersebut berlaku hingga Maret 2011. “Sekarang saya bisa memastikan tahun depan liburan ke Bali,” ujar Yovita, salah seorang pengunjung senang setelah mengantri 4 jam. Tak hanya untuk rute domestik, Garuda Indonesia juga menjual tiket murah rute internasional. Untuk tiket penerbangan ke Singapura atau Kuala Lumpur per orang dijual sebesar US$ 60, Bangkok US$ 150, Hongkong atau Guangzhou US$ 250, Perth US$ 275, serta kota-kota lain di Jepang, Australia, dan Belanda. Ingin jalan-jalan murah, segera rencanakan liburanmu, dan dapatkan tiket murahnya di Garuda Indonesia Travel Fair tahun depan.  W November, 2010 OntimE

travelounge

117


INSIDE

TEMPO/WISNU AGUNG PRASETYO

Terminal 1

118 travelounge

OntimE

November, 2010

Terpadat dan Tersibuk


INSIDE TEMPO/WISNU AGUNG PRASETYO

“Tak ada bandara lain di dunia yang mempunyai desain unik seperti terminal 1 dan 2.”

I

nilah terminal bandara terpadat dan paling sibuk di Indonesia. Dalam sehari sekitar 35 ribu penumpang meninggalkan Jakarta, dan sekitar 31 ribu orang datang ke ibukota dari berbagai kota di Indonesia lewat terminal ini. Itu data di bulan biasa, data bulan September 2010. Bisa dibayangkan bila di musim padat penumpang seperti musim libur sekolah Juli -Agustus, saat Hari Idul Fitri, dan di bulan Desember-Januari untuk musim liburan akhir tahun. Jumlah trafik bisa dua kali lipat. Itulah Terminal 1 Bandara Internasional Soekarno Hatta. Saking padatnya calon penumpang, terminal yang melayani lebih dari 450 penerbangan setiap hari ini sering dikritik sudah mirip suasana pasar sayur atau terminal bus umum. “Di hari kerja biasa, mulai subuh hingga jam 8 pagi merupakan puncak kepadatan,” ujar Eduardus Rumyaan, General Manager Terminal 1 Bandara Internasional Soekarno Hatta. Sesungguhnya wajar saja terminal ini sibuknya luar biasa, maklum saja, terminal ini memang khusus melayani penerbangan domestik atau tujuan dalam negeri -ke dan dari seluruh wilayah Indonesia yang maha luas ini. Yang menghubungkan Jakarta dengan hampir semua bandara di Indonesia, dari Jakarta ke Sabang hingga Merauke, demikian sebaliknya. Sekaligus bandara transit dari pesawat-pesawat dari kawasan timur Indonesia ke barat, dan sebaliknya. “Ini seperti meeting point dan persimpangan jalan orang seluruh Indonesia dengan berbagai keanekaragamannya,” ujar Eduardus Rumyaan. Terminal 1 ini memiliki 3 subterminal, yakni terminal 1A, 1B, dan IC. Penumpukan antrian penumpang terutama terjadi di terminal 1A yang menjadi markas maskapai penerbangan Lions Air dan Wings Air.

Sehari-hari lebih dari 110 pesawat keberangkatan dan 115 kedatangan melewati terminal ini, dengan trafik penumpang kedatangan dan keberangkatan sekitar 40 ribu penumpang lewat terminal 1A. Sedangkan di terminal 1B yang menjadi markas maskapai penerbangan Sriwijaya Air dan Kartika Airline, sehari-hari dilalui sekitar 30 ribu penumpang datang dan pergi. Sedangkan di terminal 1C yang menjadi markas maskapai penerbangan Batavia Air dan Citylink Garuda, sehari-hari melayani lalu lalang sekitar 500 orang penumpang. Jumlah diatas, belum termasuk jumlah para pengantar penumpang dan pengunjung bandara lain. Melihat data diatas, terlihat terjadi penumpukan penumpang yang luar biasa di terminal 1A, yang sering dikritik para pengunjung Bandara Internasional Soekarno Hatta; suasananya sudah seperti terminal bus umum. “Kami sedang merencanakan untuk melakukan perombakan agar distribusi penumpang bisa merata, tidak menumpuk di 1A,” ujar Eduardus Rumyaan. Terminal 1 merupakan cikal bakal Bandara Internasional Soekarno Hatta. Dibuka pertama kali 1985 memiliki ciri unik berupa bangunan dengan arsitektur rumah gaya Jawa dan Bali, beberapa kali memenangkan penghargaan bandara dengan arsitektur terbaik. Karya arsitek Paul Andreu yang juga mendesain bandara Charles de Gaulle di Paris “Tak ada bandara lain di dunia yang mempunyai desain unik seperti terminal 1 dan 2,” ujar Eduardus. Ketika Soekarno Hatta dibangun, diproyeksikan untuk menampung 30 juta penumpang pertahun, namun lonjakan industri penerbangan, tahun 2006 penumpang sudah lebih 30 juta, dan kini tercatat lebih 38 juta penumpang pertahun melewati bandara komersial satusatunya di Jakarta ini. Sehingga PT Angka-

sa Pura II, perusahaan plat merah pengelola bandara ini, kini tengah melakukan perombakan besar-besaran untuk mengantisipasi lonjakan daya tampung dan memperbaiki kualitas layanan, salahsatunya ya di terminal 1 ini. Diantaranya diadakan reorganisasi menajemen terminal. Kini ditempatkan seorang general manajer disetiap terminal, agar pengelolaan tiap terminal semakin efektif dan fokus. Dan sejak tiga bulan lalu, ditempatkan Eduardus Rumyaan, sebagai general manajer terminal 1. “Kini kalau mau mengeluhkan layanan terminal tidak perlu diarahkan ke manajemen bandara secara keseluruhan, tapi disalurkan saja ke manajer terminal. Kalau kurang puas dengan layanan Bandara Internasional Soekarno Hatta, padahal kasus yang dialami di terminal domestik, keluhkan saja langsung ke manajer terminal domestik,” ujar Eduardus Rumyaan. Untuk mengurangi kepadatan pengunjung bandara di terminal 1A yang sering dikeluhkan sudah seperti terminal bus itu, menurut Manajer Operasional dan Teknik Terminal 1, Andika Nuryaman, beberapa rute pesawat Lions Air di terminal 1A akan segera dipindah ke terminal 1B. “Semua pesawat Lions Air jurusan Sumatera akan dipindahkan ke terminal 1 B, agar kepadatan terdistribusi lebih merata,” ujar Andika Nuryaman. Sementara interior dalam terminal juga akan lebih dibuka, menjadi ruang-ruang yang lebih leluasa, seperti konsep terminal open space yang sudah diberlakukan di terminal 1C. Didalam konsep terminal open space ini, para calon penumpang dan pangantar diperbolahkan bertemu kembali di ruang komersial setelah menyelesaikan proses check in tiket. Bahkan, terminal juga terbuka untuk kunjungan orang umum, meski ia tidak hendak naik November, 2010 OntimE

travelounge

119


INSIDE TEMPO/WISNU AGUNG PRASETYO

Tips Terminal 1

1

Merokoklah di ruang yang disediakan, jangan merokok di lorong ruang tunggu bandara dan di boarding lounge karena akan mengganggu orang lain

2

Barang bawaan dalam penerbangan sebaiknya hanya perlengkapan personal. Barang-barang berat, barang cair, hewan, tumbuhan, atau makanan, sebaiknya dikirim melalui kargo

3 4

Pergunakan toilet dan sarana ibadah sesuai keperluan, dan jaga kebersihan

Jangan beli tiket melalui calo. Belilah langsung di loket penjualan tiket setiap maskapai penerbangan yang tersedia di terminal 1.

5 6 7 8 9 10

Jangan menaiki taksi gelap atau ojek. Pililah taksi yang berstiker bandara

Jajaran Manajemen Terminal 1 Bandara Soekarno Hatta.

pesawat. Pengunjung boleh menuju ruang komersial yang menjadi ruang publik. Laksana sebuah megamal, pengunjung itu bisa belanja atau jalan-jalan di ruang publik yang dipenuhi aneka store, food court, hingga entertainmen. Sebuah konsep terminal mutakhir yang sudah diberlakukan di terminal 3 dan terminal 1C. “Dengan begitu kepadatan di 1A diharapkan bisa dikurangi,” ujar Eduardus Rumyaan. Menurut ketua umum Masyarakat Transportasi Indonesia, Danang Parikesit, kepadatan terminal 1A selama ini tidak saja terjadi didalam area terminal, tapi sudah terjadi sejak di area parkir. “Parkir di terminal 1 tidak dipisahkan antara yang masuk dan keluar, tidak ada penjaluran yang jelas, dan masih bercampur dengan parkir terminal 2. Kemudian public space di dalam terminal sudah terlalu sempit, sehingga setiap hari terjadi pemandangan antrian calon penum-

pang sampai bermeter-meter terutama di 1A,” ujar Danang Parikesit. Menurut Danang yang juga peneliti transportasi di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta ini, salah satu sebab lambannya proses perombakan bandara, karena pemerintah memang belum memiliki perangkat regulasi tentang standard kualitas sebuah bandara, sehingga membuat para pengelola bandara lambat melakukan perbaikan-perbaikan. Salah satu masalah yang juga dihadapi terminal 1 selain tingkat kepadatan pengunjung yang tinggi, yakni masih menjemurnya berbagai permasalahan sosial bandara, yakni adanya calo tiket, taksi gelap, ojek liar, pedagang asongan, tukang semir, pedagang parfum, hingga peminta amal. “Hampir setiap hari kami melakukan penertiban tetapi masih saja kembali setelah dilakukan penanganan,” ujar PS Butar-Butar, manager security terminal 1.  Wahyuana

Maskapai penerbangan di Terminal 1 Melayani rute penerbangan domestik atau tujuan dalam negeri, terdiri 3 sub-terminal :

Terminal

Terminal

Terminal

1A

1B

1C

 Lion Air  Wings Air

 Sriwijaya Air  Kartika Airline  Express Air

 SBatavia Air  Citylink Garuda  Trigana Air  Riau Air  Airfast Indonesia

120 travelounge

OntimE

November, 2010

Belanjalah di toko-toko resmi, jangan melalui penjual eceran yang tidak beridentitas Parkir kendaraan ditempatnya

Datanglah minimal 50 menit sebelum jadwal keberangkatan pesa-

wat

Jangan melayani permintaan sumbangan dari orang yang tidak beridentitas jelas

Hubungi konter customer care di terminal jika membutuhkan bantuan, melihat jadwal pesawat, atau bantuan keperluan lain.

Customer Care Terminal 1 DI TERMINAL 1 tersedia kios information center yang terletak di depan pintu kedatangan terminal 1A. Melalui konter ini Anda bisa menanyakan segala kebutuhan Anda mulai dari informasi jadwal penerbangan, loket tiket, pemesanan taksi, hingga kebutuhan transportasi dan akomodasi untuk perjalanan Anda selanjutnya. Fasilitas customer care ini juga dilengkapi dengan hotline empat nomor telepon, (021) 550 5179, 550 5307, 550 5308, dan 550 5309, dimana Anda bisa mendapatkan informasi-informasi tadi melalui telepon 24 jam.


MAP

Airport Map

November, 2010 OntimE

travelounge

121


FLIGHTINFO

Domestic Flight

JAM DAN TERMINAL KEBERANGKATAN BISA BERUBAH KARENA KONDISI TERTENTU.

D E P A R T U R E

AIRLINE GARUDA INDONESIA

122 travelounge

OntimE

DESTINATION

FLIGHT NO

DAY

TIME

TERM

Balikpapan

GA 0510

Every day

06:30

2F

Balikpapan

GA 0514

Every day

11:30

2F

Balikpapan

GA 0516

Every day

13:40

2F

Balikpapan

GA 0518

Every day

15:10

2F

Balikpapan

GA 0520

Every day

16:40

2F

Balikpapan

GA 0522

Every day

21:35

2F

Bandar Lampung

GA 0132

Every day

06:30

2F

Bandar Lampung

GA 0134

Every day

16:15

2F

Banjarmasin

GA 0530

Every day

06:30

2F

Banjarmasin

GA 0534

Every day

11:50

2F

Banjarmasin

GA 0536

Every day

18:15

2F

Batam

GA 0150

Every day

06:00

2F

Batam

GA 0152

Every day

12:30

2F

Batam

GA 0156

Every day

17:00

2F

Denpasar

GA 0402

Every day

09:20

2F

Denpasar

GA 0404

Every day

10:20

2E

Denpasar

GA 0406

Every day

11:30

2F

Denpasar

GA 0408

Every day

14:10

2F

Denpasar

GA 0410

Every day

15:40

2F

Denpasar

GA 0412

Every day

18:30

2F

Denpasar

GA 0414

Thu

19:50

2F

Denpasar

GA 0418

Every day

21:35

2F

Jambi

GA 0130

Every day

07:15

2F

Jambi

GA 0136

Every day

15:10

2F

Malang

GA 0290

Every day

07:00

2F

Manado

GA 0600

Every day

10:50

2F

Mataram

GA 0430

Every day

09:30

2F

Mataram

GA 0432

Every day

18:00

2F

Medan

GA 0180

Every day

06:00

2F

Medan

GA 0182

Every day

07:45

2F

Medan

GA 0184

Every day

09:30

2F

Medan

GA 0186

Every day

10:50

2F

Medan

GA 0188

Every day

13:00

2E

Medan

GA 0190

Every day

14:00

2F

Medan

GA 0192

Every day

16:20

2F

Medan

GA 0196

Every day

18:50

2F

Padang

GA 0160

Every day

06:00

2F

Padang

GA 0162

Every day

10:25

2F

Padang

GA 0164

Every day

16:00

2F

Palangkaraya

GA 0550

Every day

08:50

2F

November, 2010


BANDAR UDARA INTERNASIONAL HONG KONG (HKIA) AIRLINE

atau dikenal juga sebagai Bandara Chek Lap Kok karena terletak di Pulau Chek Lap Kok dan sejak dibuka pada 1998, menjadi salah satu pusat transit yang penting di dunia. Bandara berkapasitas sebesar 45 juta penumpang dengan 3 juta ton kargo dan setelah landas pacu kedua dibuka pada Mei 1999, kapasitas meningkat menjadi 87 juta penumpang dan 9 juta ton kargo.

DESTINATION

FLIGHT NO

DAY

TIME

TERM

Palembang

GA 0110

Every day

06:00

2F

Palembang

GA 0112

Every day

08:00

2F

Palembang

GA 0114

Every day

10:00

2F

Palembang

GA 0116

Every day

11:40

2F

Palembang

GA 0118

Every day

14:20

2F

Palembang

GA 0120

Every day

16:40

2F

Palembang

GA 0122

Every day

17:50

2F

Pangkalpinang

GA 0128

Every day

06:30

2F

Pangkalpinang

GA 0138

Every day

13:15

2F

Pekanbaru

GA 0170

Every day

07:00

2F

Pekanbaru

GA 0174

Every day

11:45

2F

Pekanbaru

GA 0176

Every day

16:25

2F

Pontianak

GA 0500

Every day

06:05

2F

Pontianak

GA 0502

Every day

11:00

2F

Semarang

GA 0230

Every day

06:00

2F

Semarang

GA 0232

Every day

07:00

2F

Semarang

GA 0234

Every day

09:15

2F

Semarang

GA 0236

Every day

11:10

2F

Semarang

GA 0238

Every day

13:20

2F

Semarang

GA 0242

Every day

16:40

2F

Semarang

GA 0244

Every day

18:00

2F

Semarang

GA 0246

Every day

19:00

2F

Solo

GA 0220

Every day

06:00

2F

Solo

GA 0222

Every day

09:35

2F

Solo

GA 0224

Every day

14:20

2F

Surabaya

GA 0300

Every day

05:00

2E

Surabaya

GA 0304

Every day

07:00

2F

Surabaya

GA 0306

Every day

08:00

2F

Surabaya

GA 0308

Every day

09:00

2F

Surabaya

GA 0310

Every day

10:00

2F

Surabaya

GA 0312

Every day

11:00

2F

Surabaya

GA 0314

Every day

12:00

2F

Surabaya

GA 0316

Every day

13:00

2F

Surabaya

GA 0318

Every day

14:00

1C

Surabaya

GA 0320

Every day

15:00

1C

Surabaya

GA 0324

Every day

17:00

1C

Surabaya

GA 0326

Every day

18:00

2F

Surabaya

GA 0328

Every day

19:00

2F

Surabaya

GA 0330

Every day

20:00

2F

Surabaya

GA 0332

Every day

21:00

2F

November, 2010 OntimE

travelounge

123


FLIGHTINFO DomesticFlight D

E

P A

R

T

U

AIRLINE

KARTIKA AIR

BATAVIA AIR

124 travelounge

OntimE

R

E

DESTINATION

FLIGHT NO

DAY

TIME

TERM

Ujung Pandang

GA 0602

Every day

08:30

2F

Ujung Pandang

GA 0604

Every day

07:10

2F

Ujung Pandang

GA 0610

Every day

15:10

2F

Ujung Pandang

GA 0612

Every day

19:30

2F

Ujung Pandang

GA 0650

Every day

21:10

2F

Ujung Pandang

GA 0652

Every day

06:10

2F

Yogyakarta

GA 0202

Every day

06:00

2F

Yogyakarta

GA 0204

Every day

08:00

2F

Yogyakarta

GA 0206

Every day

10:00

2F

Yogyakarta

GA 0210

Every day

13:20

2F

Yogyakarta

GA 0212

Every day

14:30

2F

Yogyakarta

GA 0214

Every day

16:00

2F

Yogyakarta

GA 0216

Every day

17:00

2F

Yogyakarta

GA 0218

Every day

19:00

2F

Sampit

3Y 0740

Wed

13:00

1B

Batam

3Y 0750

Tue,Wed,Thu, Sat, Sun

10:00

1B

Batam

3Y 0750A

Tue

16:30

1B

Batam

3Y 0752

Tue,Thu, Sat

10:00

1B

Palembang

3Y 0770

Tue,Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

09:15

1B

Sampit

3Y 0740

Sat

13:00

1B

Ambon

7P 0851

Mon,Tue,Wed,Thu,Fri,Sat

00:50

1B

Balikpapan

7P 0631

Every Day

15:30

1B

Balikpapan

7P 0655

Every Day

06:45

1B

Bandar Lampung

7P 0505

Every Day

08:00

1B

Banjarmasin

7P 0361

Every Day

18:00

1B

Batam

7P 0571

Every Day

07:10

1B

Batam

7P 0573

Mon,Tue

16:20

1B

Batam

7P 0577

Every Day

11:40

1B

Bengkulu

7P 0551

Mon,Tue,Wed,Thu,Fri,Sat

12:55

1B

Denpasar

7P 0741

Every Day

18:45

1B

Denpasar

7P 0743

Every Day

13:05

1B

Gorontalo

7P 0621

Wed,Fri

01:30

1B

Jambi

7P 0541

Every Day

09:00

1B

Jambi

7P 0543

Every Day

14:30

1B

Jambi

7P 0545

Tue,Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

07:00

1B

Kupang

7P 0711

Every Day

05:00

1B

Malang

7P 0243

Tue,Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

10:00

1B

Manado

7P 0635

Every Day

08:40

1B

Mataram

7P 0761

Every Day

09:15

1B

Medan

7P 0591

Every Day

07:00

1B

Medan

7P 0593

Every Day

13:10

1B

November, 2010


FLIGHTINFO BANDAR UDARA INTERNASIONAL NARITA (NRT) AIRLINE

merupakan nama bandara yang terletak di Narita, Prefektur Chiba, Jepang. Bandara ini merupakan bandara tersibuk kedua di Jepang setelah Bandara Haneda. Pada 2004, bandara ini menampung 31.057.252 penumpang.

DESTINATION

FLIGHT NO

DAY

TIME

Medan

7P 0595

Every Day

16:30

1B

Medan

7P 0597

Every Day

10:00

1A

Padang

7P 0581

Every Day

15:45

1B

Padang

7P 0583

Every Day

10:45

1B

Padang

7P 0585

Every Day

07:00

1B

Palangkaraya

7P 0371

Every Day

11:50

1B

Palembang

7P 0511

Tue,Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

17:25

1B

Palembang

7P 0515

Every Day

09:00

1B

Palembang

7P 0515A

Mon,Tue

13:15

1B

Palu

7P 0671

Every Day

16:05

1B

Pangkalpinang

7P 0521

Every Day

09:35

1B

Pangkalpinang

7P 0523

Every Day

14:20

1B

Pekanbaru

7P 0561

Every Day

16:40

1B

Pekanbaru

7P 0563

Every Day

08:20

1B

Pekanbaru

7P 0565

Every Day

10:40

1B

Pontianak

7P 0201

Every Day

06:00

1B

Pontianak

7P 0203

Every Day

10:05

1B

Pontianak

7P 0205

Every Day

14:05

1B

Pontianak

7P 0207

Every Day

11:40

1B

Pontianak

7P 0209

Every Day

17:15

1B

Pontianak

7P 0211

Wed,Thu,Sat,Sun

12:35

1B

Semarang

7P 0311

Every Day

07:00

1B

Semarang

7P 0315

Every Day

15:40

1B

Surabaya

7P 0341

Every Day

16:25

1B

Surabaya

7P 0343

Every Day

06:00

1B

Surabaya

7P 0345

Every Day

17:15

1B

Surabaya

7P 0347

Every Day

19:20

1B

Surabaya

7P 0651

Every Day

09:15

1B

Surabaya

7P 0701

Every Day

15:20

1B

Surabaya

7P 0725

Tue,Thu,Sun

07:15

1B

Surabaya

7P 0735

Mon,Wed,Sat

07:15

1B

Tanjung Pandan

7P 0531

Mon,Tue

10:25

1B

Ternate

7P 0643

Every Day

01:30

1B

Ujung Pandang

7P 0661

Every Day

10:30

1B

Ujung Pandang

7P 0731

Wed,Sun

10:10

1B

Ujung Pandang

7P 0843

Tue,Thu,Fri,Sun

22:45

1B

Ujung Pandang

7P 0845

Mon,Wed,Sat

22:45

1B

Ujung Pandang

7P 7331

Tue,Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

08:20

1B

Yogyakarta

7P 0321

Mon,Tue

18:00

1B

Yogyakarta

7P 0325

Every Day

14:45

1B

Yogyakarta

7P 0327

Tue,Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

12:50

1B

November, 2010 OntimE

TERM

travelounge

125


FLIGHTINFO DomesticFlight D

E

P A

R

T

U

AIRLINE

E

DESTINATION

AIRFAST

LION AIR

126 travelounge

R

OntimE

FLIGHT NO

DAY

TIME

TERM

Surabaya

AP 0001

Tue,Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

07:00

1C

Surabaya

AP 0001A

Mon

22:00

1C

Ambon

JT 0790

Every Day

01:30

1A

Balikpapan

JT 0762

Every Day

18:45

1A

Balikpapan

JT 0758

Every Day

09:55

1A

Balikpapan

JT 0760

Every Day

06:15

1A

Balikpapan

JT 0764

Every Day

12:45

1A

Balikpapan

JT 0766

Every Day

14:40

1A

Banda Aceh

JT 0304

Mon,Tue,Thu,Sun

08:35

1A

Banjarmasin

JT 0320

Every Day

06:15

1A

Banjarmasin

JT 0324

Every Day

11:00

1A

Banjarmasin

JT 0326

Every Day

15:30

1A

Banjarmasin

JT 0328

Every Day

19:55

1A

Batam

JT 0374

Every Day

07:00

1A

Batam

JT 0378

Every Day

13:30

1A

Batam

JT 0304

Wed,Fri,Sat

08:35

1A

Batam

JT 0370

Every Day

10:45

1A

Bengkulu

JT 0636

Every Day

08:30

1A

Bengkulu

JT 0634

Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

13:20

1A

Bengkulu

JT 0630

Every Day

17:45

1A

Denpasar

JT 0012

Every Day

13:05

1A

Denpasar

JT 0024

Every Day

16:45

1A

Denpasar

JT 0010

Every Day

20:40

1A

Denpasar

JT 0016

Every Day

18:15

1A

Denpasar

JT 0018

Every Day

15:00

1A

Denpasar

JT 0020

Every Day

09:35

1A

Denpasar

JT 0022

Every Day

11:35

1A

Jambi

JT 0608

Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

13:15

1A

Jambi

JT 0604

Every Day

09:25

1A

Jambi

JT 0606

Every Day

17:30

1A

Kendari

JT 0728

Every Day

13:55

1A

Manado

JT 0742

Every Day

13:30

1A

Manado

JT 0770

Every Day

18:35

2E

Manado

JT 0776

Mon,Tue,Wed,Sun

05:00

1A

Mataram

JT 0652

Every Day

13:35

1A

Mataram

JT 0650

Every Day

19:15

1A

Medan

JT 0200

Every Day

07:35

1A

Medan

JT 0300

Every Day

07:00

1A

Medan

JT 0302

Every Day

09:00

1A

Medan

JT 0380

Every Day

06:00

1A

Medan

JT 0382

Every Day

13:35

1A

Medan

JT 0384

Every Day

14:05

1A

November, 2010


FLIGHTINFO BANDAR UDARA INTERNASIONAL CHANGI SINGAPURA (SIN) AIRLINE

adalah bandara internasional yang terletak di daerah Changi di bagian ujung timur Pulau Singapura dan merupakan salah satu fasilitas penerbangan terbaik di Asia dan dunia. Bandara ini dikelola oleh Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS). Pada 2004, jumlah penumpang di Changi sebanyak 30,4 juta orang dan kargo yang dilayani sebesar 1,78 juta ton.

DESTINATION

FLIGHT NO

DAY

TIME

TERM

Medan

JT 0394

Every Day

08:00

1A

Medan

JT 0306

Every Day

17:35

1A

Medan

JT 0308

Every Day

21:00

1A

Medan

JT 0386

Every Day

19:15

1A

Medan

JT 0396

Every Day

15:35

1A

Medan

JT 0398

Every Day

11:00

1A

Padang

JT 0350

Every Day

07:45

1A

Padang

JT 0354

Every Day

16:35

1A

Padang

JT 0356

Mon,Tue,Wed,Thu,Fri,Sat

19:00

1A

Padang

JT 0352

Every Day

12:30

1A

Palembang

JT 0334

Every Day

14:10

1A

Palembang

JT 0338

Every Day

12:00

1A

Palembang

JT 0340

Every Day

07:00

1A

Palembang

JT 0330

Sun

09:30

1A

Palembang

JT 0330

Mon,Tue,Wed,Thu,Fri,Sat

09:05

1A

Palembang

JT 0332

Mon,Tue,Wed,Thu,Fri,Sat

19:30

1A

Palembang

JT 0336

Every Day

17:05

1A

Pangkalpinang

JT 0610

Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

06:50

1A

Pangkalpinang

JT 0618

Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

17:00

1A

Pangkalpinang

JT 0616

Every Day

11:55

1A

Pekanbaru

JT 0294

Every Day

15:40

1A

Pekanbaru

JT 0388

Every Day

06:50

1A

Pekanbaru

JT 0390

Every Day

09:15

1A

Pekanbaru

JT 0392

Every Day

18:10

1A

Pontianak

JT 0714

Every Day

13:35

1A

Pontianak

JT 0710

Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

06:15

1A

Pontianak

JT 0716

Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

15:20

1A

Pontianak

JT 0712

Every Day

09:30

1A

Semarang

JT 0506

Every Day

13:45

1A

Semarang

JT 0504

Every Day

09:45

1A

Semarang

JT 0510

Every Day

17:25

1A

Solo

JT 0536

Every Day

07:30

1A

Solo

JT 0538

Every Day

15:30

1A

Surabaya

JT 0570

Every Day

06:50

1A

Surabaya

JT 0572

Every Day

08:40

1A

Surabaya

JT 0584

Every Day

21:40

1A

Surabaya

JT 0582

Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

19:55

1A

Surabaya

JT 0696

Every Day

17:10

1A

Surabaya

JT 0574

Every Day

10:10

1A

Surabaya

JT 0576

Every Day

12:35

1A

Surabaya

JT 0578

Every Day

15:15

1A

Surabaya

JT 0580

Every Day

19:55

1A

Ujung Pandang

JT 0774

Every Day

11:55

1A

November, 2010 OntimE

travelounge

127 127


FLIGHTINFO DomesticFlight D

E

P A

R

T

U

AIRLINE

MERPATI AIRLINE

AIRASIA

128 travelounge

OntimE

R

E

DESTINATION

FLIGHT NO

DAY

TIME

TERM

Ujung Pandang

JT 0778

Every Day

08:25

1A

Ujung Pandang

JT 0782

Every Day

16:40

1A

Ujung Pandang

JT 0788

Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

18:00

1A

Ujung Pandang

JT 0798

Every Day

22:15

1A

Ujung Pandang

JT 0772

Every Day

20:20

1A

Ujung Pandang

JT 0776

Thu,Fri,Sat

05:00

1A

Ujung Pandang

JT 0784

Every Day

18:00

1A

Ujung Pandang

JT 0792

Every Day

05:30

1A

Yogyakarta

JT 0552

Every Day

07:45

1A

Yogyakarta

JT 0556

Every Day

13:15

1A

Yogyakarta

JT 0568

Mon,Tue,Wed,Thu,Fri,Sat

19:00

1A

Yogyakarta

JT 0550

Every Day

15:00

1A

Yogyakarta

JT 0554

Every Day

17:00

1A

Yogyakarta

JT 0558

Every Day

10:10

1A

Yogyakarta

JT 0562

Every Day

06:15

1A

Bandar Lampung

MZ 0206

Tue,Wed,Thu,Fri,Sat

16:20

2F

Banjarmasin

MZ 0582

Mon

17:20

2F

Denpasar

MZ 0644

Mon

05:30

2F

Sampit

MZ 0538

Tue,Wed,Thu,Sat

10:00

2F

Surabaya

MZ 0334

Mon,Tue,wed,Thu,Fri,Sat

20:00

2F

Surabaya

MZ 0336

Fri

20:00

2F

Ujung pandang

MZ 0762

Every Day

05:00

2F

Ujung pandang

MZ 0774

Mon,Tue,wed,Thu,Fri,Sat

21:30

2F

Ujung pandang

MZ 0802

Wed,Fri,Sun

05:30

2F

Ujung pandang

MZ 0882

Tue,Fri,Sun

11:00

2F

Batam

QZ 7552

Mon,wed

11:30

3

Denpasar

QZ 7514

Every day

14:15

3

Denpasar

QZ 7518

Every day

21:05

3

Denpasar

QZ 7510

Every day

06:35

3

Denpasar

QZ 7512

Mon,Tue,Wed,Thu,Fri,Sat

10:50

3

Medan

QZ 7492

Every day

07:00

3

Medan

QZ 7496

Every day

15:05

3

Padang

QZ 7526

Thu,Fri,Sat,Sun

15:40

3

Pekanbaru

RA 0142

Tue,Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

07:15

3

Pekanbaru

RA 0146

Every day

17:30

3

Pontianak

RA 0160

Mon,Wed,Fri,Sun

09:50

3

Surabaya

QZ 7210

Every day

08:00

3

Surabaya

QZ 7218

Mon,Tue,Wed,Thu,Fri,Sat

17:55

3

Ujung pandang

QZ 7086

Thu,Fri,Sat,Sun

16:15

3

Yogyakarta

QZ 7340

Every day

06:00

3

Yogyakarta

QZ 7344

Every day

15:05

3

November, 2010


FLIGHTINFO BANDARA INTERNASIONAL SUVARNABHUMI (BKK) AIRLINE

DESTINATION

adalah bandara internasional yang melayani Bangkok, Thailand, terletak di Racha Thewa, Bang Phli, provinsi Samut Prakan, sekitar 25 kilometer sebelah timur Bangkok. Suvarnabhumi artinya tanah emas. Bandara ini mempunyai menara kontrol dengan tinggi 132,2 meter, menjadikannya sebagai bandara dengan menara kontrol tertinggi di dunia.

FLIGHT NO

DAY

TIME

TERM

REPUBLIK REPUBLIK EXPRESS AIRLINE EXPRESS AIRLINE

Balikpapan

RH 0803

Tue,Thu,Sat

05:00

1A

Denpasar

RH 0807

Tue,Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

18:00

1A

MANDALA AIR

Balikpapan

RI 0394

Every Day

06:00

3

Balikpapan

RI 0396

Tue,Wed,Thu,Fri,Sun

11:20

3

Bengkulu

RI 0134

Every Day

07:40

3

Denpasar

RI 0592

Every Day

09:05

3

Denpasar

RI 0598

Fri,Sun

20:25

3

Jambi

RI 0022

Every Day

11:10

3

Jambi

RI 0026

Sun

15:20

3

Padang

RI 0088

Mon,Tue,Wed,Thu,Fri

14:10

3

Padang

RI 0060

Fri,Sun

11:20

3

Pangkalpinang

RI 0110

Mon,Tue,Wed,Thu,Fri,Sat

16:45

3

Pangkalpinang

RI 0114

Sun

15:50

3

Pekanbaru

RI 0070

Mon,Tue,Wed,Thu,Fri,Sat

19:15

3

Pekanbaru

RI 0072

Tue,Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

09:45

3

Pekanbaru

RI 0072A

Mon

14:00

3

Pontianak

RI 0250

Mon,Tue,Wed,Thu,Sat

07:25

3

Pontianak

RI 0256

Fri,Sun

07:25

3

Semarang

RI 0290

Mon,Tue,Wed,Thu,Fri,Sat

06:00

3

Semarang

RI 0294

Every Day

16:25

3

Semarang

RI 0292

Every Day

13:35

3

Semarang

RI 0298

Wed,Thu,Fri,Sun

19:20

3

Surabaya

RI 0272

Mon,Tue,Fri

16:35

3

Surabaya

RI 0280

Every Day

08:45

3

Surabaya

RI 0270

Every Day

09:45

3

Surabaya

RI 0276

Every Day

17:50

3

Surabaya

RI 0278

Mon,Tue,Wed.Thu,Sat

20:00

3

Yogyakarta

RI 0342

Every Day

19:55

3

Yogyakarta

RI 0344

Fri,Sun

19:35

3

Yogyakarta

RI 0350

Every Day

10:50

3

SRIWIJAYA AIR

Balikpapan

SJ 0160

Every Day

06:10

1B

Bandar Lampung

SJ 0086

Every Day

16:30

1B

Bandar Lampung

SJ 0088

Every Day

07:00

1B

Bandar Lampung

SJ 0098

Every Day

16:20

1B

Bandar Lampung

SJ 0096

Every Day

10:00

1B

Banjarmasin

SJ 0172

Every Day

10:00

1B

Batam

SJ 0032

Every Day

08:10

1B

Batam

SJ 0034

Every Day

11:00

1B

Bengkulu

SJ 0090

Every Day

13:15

1B

Denpasar

SJ 0260

Mon,Tue,Sat,Sun

13:15

1B

Jambi

SJ 0060

Every Day

08:15

1B

November, 2010 OntimE

travelounge

129


FLIGHTINFO DomesticFlight D

E

P A

R

T

U

AIRLINE

TRIGANA

EXPRESS AIR

130 travelounge

OntimE

R

E

DESTINATION

FLIGHT NO

DAY

TIME

TERM

Jambi

SJ 0062

Every Day

16:20

1B

Malang

SJ 0248

Every Day

13:55

2E

Malang

SJ 0250

Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

07:00

1B

Medan

SJ 0010

Every Day

09:05

1B

Medan

SJ 0014

Every Day

19:35

1B

Medan

SJ 0016

Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

16:20

1B

Padang

SJ 0022

Every Day

16:10

1B

Padang

SJ 0020

Every Day

12:35

1B

Palangkaraya

SJ 0190

Every Day

12:10

1B

Palembang

SJ 0082

Every Day

06:30

1B

Palembang

SJ 0080

Every Day

19:10

1B

Palembang

SJ 0084

Every Day

17:55

1B

Pangkalpinang

SJ 0070

Every Day

06:45

1B

Pangkalpinang

SJ 0072

Every Day

09:30

1B

Pangkalpinang

SJ 0074

Every Day

12:55

1B

Pangkalpinang

SJ 0076

Every Day

16:50

1B

Pangkalpinang

SJ 0078

Every Day

18:00

1B

Pekanbaru

SJ 0040

Every Day

12:20

1B

Pontianak

SJ 0180

Every Day

06:00

1B

Pontianak

SJ 0182

Every Day

14:30

1B

Pontianak

SJ 0184

Every Day

18:10

1B

Semarang

SJ 0222

Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

18:05

1B

Semarang

SJ 0224

Every Day

08:10

1B

Semarang

SJ 0220

Every Day

19:15

1B

Solo

SJ 0210

Every Day

09:10

1B

Solo

SJ 0214

Every Day

16:45

1B

Solo

SJ 0212

Every Day

18:05

1B

Surabaya

SJ 0266

Every Day

08:30

1B

Surabaya

SJ 0254

Every Day

10:10

1B

Surabaya

SJ 0256

Every Day

20:00

1B

Surabaya

SJ 0258

Wed,Fri

08:15

1B

Surabaya

SJ 0260

Wed,Thu,Fri,Sun

13:15

1B

Surabaya

SJ 0268

Every Day

05:45

1B

Tanjung Pandan

SJ 0050

Every Day

06:20

1B

Tanjung Pandan

SJ 0052

Every Day

14:55

1B

Tanjung Pinang

SJ 0038

Every Day

19:00

1B

Ujung pandang

SJ 0592

Every Day

05:30

1B

Ujung pandang

SJ 0590

Tue,Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

11:35

1B

Pontianak

TN 0708

Tue,Thu,Sat

13:50

1C

Ujung Pandang

TN 0782

Mon,Wed,Fri,Sun

06:30

1C

Ujung Pandang

XN 0800

Mon,Tue,Wed,Thu,Fri,Sat

05:00

1B

November, 2010


November 2010

12

Travelounge // November, 2010 // 12  

Jakarta International Airport Magazine

Travelounge // November, 2010 // 12  

Jakarta International Airport Magazine

Advertisement