Page 1

September, 2010

10


{CONTENT} 10/SEPTEMBER/2010

DESTINATION

22

Menikmati Toba Dari Pelbagai Pejuru

Danau terluas di Asia Tenggara. Seperti samudera tampa ombak, air terhampar luas hingga menyentuh tujuh kabupaten.

TRAVEL CHOICE

61

110 Pulau di Kepulauan Seribu Melakukan snorkeling, menikmati matahari tenggelam, atau sekadar bermain di pantai.

36

WORLD CITY

Melepas Rindu pada Karbala Bukan sekadar perjalanan wisata, tapi juga memahami perjuangan para ahli waris risalah Rasulullah.

EXPLORE KULINER

78

Jakarta, Palembang, Padang, Yogyakarta dan Makassar Aneka wisata kuliner Ramadhan di beberapa daerah.

CULTURE

50

Merangkul Alam Baduy

Masyarakat ini meyakini sebagai bagian dari alam semesta, yang diberi tugas khusus untuk menjaga harmoni dengan alam di Gunung Kendeng.

PHOTOGRAPHY

86

Di Kota-Mu Kami Besujud Ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu.

4 travelounge

OntimE

September, 2010


PENGASUH TRAVELOUNGE,

TRAVELOUNGE, Saya anak Jakarta yang sedang menuntut ilmu di perguruan tinggi negeri di Yogyakarta. Baru tiga kali saya membaca majalah Travelounge saat menunggu keberangkatan pesawat di bandara Soekarno Hatta, namun saya menikmati isinya. Terutama rubrik Leisure yang sedikit bercerita tentang adventure, meski dibungkus dengan gaya hobi. Kapan, Travelounge akan menu-

runkan atau membuat rubrik khusus tentang adventure. Misalnya, kisah mereka-mereka yang melakukan penjelajahan ke puncakpuncak dunia. Atau yang sederhana, seperti kelompok-kelompok mahasiswa yang melakukan ekspedisi. Mudah-mudahan ide bisa menjadi masukan. Terima kasih.

Senang setahun terakhir saya mendapat teman menunggu pesawat di Bandara Soekarno Hatta bacaan yang informatif. Saya seorang penggiat LSM di beberapa daerah di Kalimantan dan Sumatera, dengan binaan masyarakat lokal yang memproduksi barang-barang kerajinan. Bolehkah saya member masukan, mungkin ada baiknya majalah ini mulai memikirkan untuk memberi ruang soal buah tangan khas daerah-daerah di Indonesia. Siapa tahu dengan demikian majalah ini langsung atau tidak ikut mendorong tumbuhnya perekonomian di daerah dan banyak orang akan semakin mandiri. Terima kasih, semoga berkenan.

Alief P. Ringroad Utara, Yogyakarta

DEAR TRAVELOUNGE, Ini foto ketika kami melakukan travelling keluar negeri pertama kali bersama si kecil buah hati kami, Rasya yang baru berusia 3 tahun. Tujuan wisata yang kami pilih adalah Malaysia. Alasannya sederhana, kami tidak ingin membuat Rasya bosan dalam perjalanan panjang di pesawat. Kuala Lumpur cukup dekat dari Jakarta. Dalam banyak hal, kota ini juga banyak memiliki kemiripan dengan Jakarta, sehingga kami mempertimbangkan putri kami tak akan kaget dari segi iklim maupun budaya, namun tetap mendapat pengalaman baru. Selain itu, kami ingin berbagi quality time with family. Maklum saya dan istri saya sama-sama bekerja. Perlu sekali-kali waktu special untuk dia.

6 travelounge

OntimE

September, 2010

Muhammad Satrio Oto Iskandardinata, Jakarta

Pilihan tampat yang kami kunjungi selama di Kuala Lumpur pun kami pilih yang bisa member edukasi bagi Rasya. Ia, misalnya, kami ajak bermain ke Kuala Lumpur Bird Park yang memiliki koleksi 3.000 jenis burung. Perjalanannya juga hanya sekitar 10-15 menit dari kota. Tempat lainnya adalah National Palace. Walaupun hanya sampai di luar pagar istana, cukup menarik untuk foto bersama dengan penjaganya. Rasya senang melihat penjaga istana yang menaiki kuda. Foto dan pengalaman ini kami kirim ke Travelounge, dengan harapan bisa member inspirasi untuk pembaca lainnya. Terima kasih. Iyan Pohan Slipi, Jakarta


Editor’s Note

Prasidono Listiaji Executive Editor

Lebaran

yang jatuh pekan kedua September ini membuat kami pengelola Travelounge bekerja lebih bergegas. Bukan apa-apa, Lebaran di Indonesia boleh dikata adalah holiday season yang sesungguhnya. Jauh lebih serius dibanding libur sekolah tengah tahun atau liburan akhir tahun. Dikatakan lebih serius, sebab jika di saat libur tengah atau akhir tahun masih cukup mudah menghubungi nara sumber, ketika lebaran seluruh nara sumber boleh dikatakan hilang dari orbit. Atas pertimbangan itu, kami bekerja ngebut. Bukan saja untuk menyiapkan edisi September yang tengah Anda baca saat ini, seraya menunggu keberangkatan pesawat yang hendak membawa Anda pulang ke kampong halaman. Kami juga bekerja marathon untuk menyiapkan Travelounge edisi Oktober nanti. Bahkan sebagian materi edisi November. Sejumlah liputan kami gelar. Banyak nara sumber kami buru sebelum keburu mudik atau berlibut. Kami memperkirakan, sejak awal September orang sudah merasa “gerah” menghirup udara Jakarta. Dalam bahasa guyon kami, “separuh nyawa sudah berkumpul dengan handai taulan di kampung halaman untuk berlebaran.” Kehidupan diduga baru akan kembali ‘normal’ pada 20 September. Jelas terlambat jika kami baru bergerak di saat itu, sebab sudah mepet dengan jadwal cetak majalah ini. Selain nara sumber, yang juga kami segerakan adalah pemotretan untuk cover. Bukan saja karena model untuk cover, yang kadang kami pilih di antara para aktris sinetron atau film, juga umumnya fully booked. Baik karena sinetron kejar tayang, atau jadwalnya diambil oleh kesibukan lain. Tak kalah seru-

8 travelounge

OntimE

September, 2010

nya adalah mencari slot kosong studio-studio pemotretan. Kami harus berebut dengan media lain yang juga tengah bergegas menyiapkan edisi-edisi ‘gawat’ mereka. Untuk cover ini, yang membuat pusing juga soal pemilihan wardrobe atau pakaian yang akan dipakai model dalam pemotretan. Selain “berebut” dengan media lain untuk meminjam pakaian edisi terbaru, kami juga kadang kalah cepat dengan konsumen butik atau outlet brand apparel tertentu. Pakaian yang tadinya disetujui akan dipinjamkan outlet, ternyata sudah sold ketika hendak kami ambil untuk pemotretan. Tak apa, bukankah memang itu hak konsumen menikmati produk baru dan rezeki outlet. Untunglah, cuaca Jakarta selama Ramadhan ini lebih sering adem, sehingga teman-teman yang bekerja kejar setoran tak terganggu kekhusukan ibadah puasanya. Dan, yang terpenting, majalah ini bisa terus menemani Anda di Bandara Soekarno Hatta tepat waktu. Pembaca budiman, seperti kami sebut di muka, saat ini mungkin Anda tengah menunggu jadwal penerbangan pesawat Anda. Mudah-mudahan Lebaran ini membawa kebahagian bagi Anda semua, berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga dan handai taulan. Buat Anda yang melewatkan lebaran ini untuk berlibur, semoga mendapatkan kegembiraan lepas dari rutinitas. Akhirnya dari Jakarta, kami ucapkan selamat Idul Fitri 1431 H, mohon maaf lahir dan batin. 


INFOA UTOMOTIVE

Mercedes-Benz

V350

M

ercedes-Benz V350 merupakan lineup van dari model V-Class. Kehadiran V 350 di IIMS 2010 menjadi sangat penting. Pasalnya, V-Class adalah agship yang selalu menjadi pertimbangan utama untuk para pengguna kendaraan keluarga premium. V350 terbaru yang dilengkapi berbagai ďŹ tur kenyamanan terkini, merupakan kendaraan modern multi-fungsi yang nyaman dan prestis. Kendaraan ini bahkan tak bisa disamakan begitu saja dengan MPV, sekalipun yang mengklaim sebagai produk premium. V350 yang mengusung mesin 3.5 liter V6 (3498 cc) bertenaga 258 hp/190 kW pada 5.900 rpm menyediakan ruang kabin yang lapang. Selain itu, beragam fasilitas mewah juga disediakan di dalamnya. Sebut saja, layar monitor LCD 10 inci dengan DVD player di belakang, bangku berpenyelaras elektrik untuk pengemudi dan penumpang depan, boks pendingin, serta THERMOTRONIC 4-zone automatic climate control dan Temperature Automatic Control di bagian belakang.

ADVERTORIAL


Letter from Soekarno-Hatta Airport Hariyanto Kepala Cabang Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Bandara Soekarno – Hatta

Reorganisasi Bandara Internasional Soekarno Hatta

T

raveler dan pengunjung bandara yang budiman, PT Angkasa Pura II Cabang Utama Bandara Internasional Soekarno Hatta telah melakukan perubahan struktur organisasi yang signifikan sebagai upaya agar roda kinerjanya bisa berjalan lebih efektif dan efisien. Perubahan ini ditandai dengan adanya jabatanjabatan baru, di antaranya jabatan posisi baru deputi eksekutif general manager, atau wakil kepala cabang, yang bertugas membawahi delapan senior manager di bidang logistik, keuangan, komersial, kepegawaian, keamanan bandara, teknik umum, mekanikal listrik dan elektronik bandara, dan operasional Bandara Internasional Soekarno Hatta. Posisi deputi eksekutif general manager kini dijabat Bapak Sudaryanto. Kemudian untuk untuk semakin meningkatkan kualitas layanan di setiap sektor bisnis dan terminal di bandara, juga telah dibentuk lima general manager yakni General Manager Terminal 1 yang dijabat Bapak Eduardo Rumiyan; General Manager Terminal 2 dijabat pejabat pelaksana tugas Bapak Jaya Tahonan Sirait; General Manager Terminal 3 dijabat Bapak Anggoro Raras; General Manager Terminal Kargo oleh Bapak Dorman Manalu; dan General Manager Air Traffic Service (ATS) dijabat Bapak Weda Yuwana. Mereka adalah para profesional di bidangnya dan dalam jangka panjang lima general manager ini nantinya akan diproyeksikan sebagai cikal bakal para pengelola sektor-sektor bisnis baru di lingkungan Bandara Internasional Soekarno Hatta. Para pejabat baru ini telah bertugas dan ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Angkasa Pura II Nomor 01.01/00/07/2010/313 yang mulai berlaku sejak 1 Juli 2010. Reorganisasi ini dimaksudkan agar efektifitas kinerja organisasi dan kualitas layanan di Bandara Internasional Soekarno Hatta semakin meningkat. Selain itu, dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan dan persiapan mudik libur perayaan Hari Raya Idul Fitri 1431 H, kami juga telah melakukan persiapan-persiapan khusus untuk memberikan layanan terbaik. Sejak 1 Ramadhan, setiap hari di Bandara

10 travelounge

OntimE

September, 2010

Internasional Soekarno Hatta disediakan 5500 box makanan tajil gratis yang disediakan di semua terminal bagi para pengunjung dan calon penumpang yang kebetulan sedang berada di bandara ketika waktu berbuka puasa tiba. Sedangkan untuk persiapan musim mudik libur Idul Fitri 1431 H, pengelola bandara akan membentuk Posko Angkutan Lebaran di Terminal 2D, membentuk posko pengendalian keamanan di area parkir Terminal 2D, penambahan tenaga sekuriti dan inspektur test di setiap terminal. Untuk antisipasi membludaknya jumlah kunjungan dan penumpang angkutan lebaran pada H-7 hingga H+7 akan ada penambahan personil kepolisian dan bantuan relawan Pramuka sebanyak 35 orang, yang akan beroperasi bersama melayani dan mendampingi para penumpang di area publik, terutama untuk mengantisipasi jika terjadi hal-hal emergensi yang berkaitan dengan kondisi kesehatan tiap penumpang. Untuk melihat semua persiapan iitu, pada H-9, Menteri Perhubungan Bapak Freddy Numberi akan melakukan pemeriksaan langsung dalam apel siaga di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Persiapan-persiapan itu semata-mata kami tujukan untuk memberikan dan meningkatkan kualitas layanan di Bandara Internasional Soekarno Hatta agar semua calon penumpang dapat merasakan kenyamanan, kekhusyukan, sekaligus kegembiraan rohani dalam suasana melaksanakan ibadah puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1431 H. Semoga perjalanan mudik lancar dan selamat sampai di tujuan, dan layanan kami selama di bandara bisa memuaskan para pengunjung dan pemakai jasa bandara semua. Dalam kesempatan istimewa ini, kami selaku pengelola Bandara Internasional Soekarno Hatta mengucapkan selamat menjalankan ibadah Puasa Ramadhan 1431 H, dan dengan rendah hati turut mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H mohon maaf lahir dan batin. Selamat menikmati perjalanan. Salam Soekarno Hatta.


Publisher PT Tempo Inti Media Chief Executive Officer Bambang Harymurti Managing Director Gabriel Sugrahetty Editor in Chief S. Malela Mahargasarie

Cover Note

Executive Editor Prasidono Listiaji Travelounge Editor Rita Nariswari Project Coordinator Endang Sarsito On Time Board Editor Deni Krisnowibowo Gito Nugroho Agus Candra

PIRAMIDA atau piramid dari batu padu dibangun sebagai makam firaun, raja-raja Mesir. Piramid Mesir pertama dibuat pada zaman Kerajaan Lama oleh arkitek Imhotep untuk Raja Zoser (2650 SM). Piramid yang paling terkenal ialah di Giza, yaitu Piramid Besar Kufu, salah satu daripada tujuh keajaiban dunia. Piramid ini selesai dibangun pada 2600 SM, pembangunannya selama 20 tahun, mengandung dua juta batu blok yang setiap satunya seberat 1 ton dan tapaknya seluas 5 hektare dan tingginya 482 kaki. Piramid Mesir mempunyai permukaan batu kapur yang licin. Pada masa sekarang kebanyakan permukaan batu kapur tersebut telah diambil sebagai bahan baku bangunan sekitarnya, meninggalkan permukaan batu kasar yang kelihatan pada masa sekarang.

Staff Writer Wahyuana Photography Editor Rully Kesuma Design Arcaya Manikotama Kemas M. Ridwan

COVER • Model Fanny Fabriana • Photographed by Arnold Simanjuntak • Makeup by Teh Yeti (087878109905) • Dress by Ghea S Panggabean • Background image istock.com • Cover Design Arcaya Manikotama

Guest Editor Burhan Solihin Nur Khoiri Copy Editor Habib Rifai Advertising Nurulita Pasaribu (Manager) Ana Gustini Boy Maula Pangribowo Agung Susetyo Business Development Meiky Sofyansah Circulation & Promotion Winda Laksana Ismet Tamara Rachadian Nashidik Secretary Silvia Husnaeni (Marketing) Ria Puji Lestari (Production) Office Kebayoran Center Blok A11-15 Kebayoran Baru, Mayestik Jakarta 12240 Phone +62 21 7255625 Fax. +62 21 7255645, 7206995 email: travelounge@mail.tempo.co.id

Contributors Joko T Suroso. Pria kelahiran 1968 ini menjabat sebagai direktur Inowa sejak 2001. Memiliki pengalaman luas dalam industri sanitasi air sejak 1993, ia meraih gelar sarjana Ilmu Komunikasi (1992) dan Hukum (2006) dari Universitas Pajadjaran (Unpad), Bandung. Pada edisi kali ini, ia menuliskan pengalamannya mengunjungi Karbala, Irak dalam rubrik WorldCity.

Candra Malik. Pria yang lahir di Solo, Jawa Tengah, 25 Maret 1978, ini memulai kariernya sebagai jurnalis sejak 1999. Pernah bergabung di Jawa Pos mulai 2000, pada 2008 aktif sebagai jurnalis lepas di berbagai media cetak. Di luar itu, ia juga menulis cerita pendek dan novel. Sejak tiga tahun lalu, ia juga mengelola sebuah kedai kopi 24 jam nonstop di Solo, Jawa Tengah.

Printing PT Temprint Prasetya M. Brata. Pria 40 tahun ini sehari-hari menjabat Ketua Yayasan Dharma Bumiputera, lembaga pendidikan di bawah sebuah kelompok usaha asuransi jiwa di Indonesia. Ia juga pengajar di MMUI, trainer mind management dan hypnosis dalam aplikasinya untuk pengembangan diri dan bisnis, praktisi hypnotherapy yang berafiliasi kepada Indonesian Society of Clinical Hypnosis, Master Practitioner Neurosemantics-NLP.

12 travelounge

OntimE

September, 2010


Style

TAPPUTI diperkirakan adalah wanita yang tercatat sebagai pembuat parfum pertama di dunia. Dia menggunakan bunga, minyak, dan calamus bersama dengan cyperus, myrrh, dan balsem. Dia menambahkan air kemudian disuling dan disaring beberapa kali.

Selebritas Baru di

Twitterland upakan @jokoanwar atau @ndorokakung. Lupakan @enda. Lupakan sementara. Itu kalau Anda biasa cuit-cuit di Twitterland atau ranah situs mikroblog Twitter. Twitterland kini punya selebritas baru. Mereka adalah tokoh-tokoh politik. Kalau biasanya mereka bersuara di depan kamera televisi, sidang DPR, kini Anda bisa mendengarkan langsung argumen mereka. Bahkan, bisa mendebatnya. Demam Twitter di Indonesia memang telah membuat banyak orang penting terjun ke dunia Twitter. Lihat saja ada muka baru

L

seperti @anasurbaningrum. Ini adalah akun milik Ketua Umum Partai Demokrat. Ada juga @pramonoanung. Ini adalah akun milik Pramono Anung dedengkot PDI Perjuangan. Ada juga @hattarajasa milik Menteri Koordinator Perekonomian sekaligus Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa. Karena pamor mereka sudah mencorong dalam waktu singkat mereka bisa menggaer banyak pengikut atau dalam istilah Twitter disebut follower. Anas, misalnya sudah mendapat 20.510. Bahkan, di pekan kedua, Anas mau mengadakan acara berbuka pua-

sa bersama penggemarnya di restoran Sambhara, Jakarta Selatan. Bahkan, kiprahnya telah menyedot para selebritas Twitter dari mulai penulis Raditya Dika (@radityadika) sampai putri Menteri Perindustrian Fahmi Idris, yakni Fahira Idris.

Meloloskan Diri dari

TRIVIA

Jebakan Mudik Mudik, kata orang, seperti menyusuri masa kecil, masa terindah dalam hidup. Itulah yang selalu membikin kangen. Suasana kampung, aura keakraban, aroma nasi gudeg atau pecel, semua berwana ceria. Tapi, itu bila Anda bisa lolos dari kemacetan rutin mudik. Peranti ini mungkin bisa membuat Anda meloloskan Anda dari jebakan macet.

PAPAGO R5800 Ini alternatif peranti GPS yang oke. Petanya sudah dilengkapi dengan bangunan tiga dimensi. Layarnya lebih lebar, yakni 5 inchi. Desainnya keren. Prosesornya besar, 500 Mhz. Petanya menggunakan peta dari komunitas Indonesia: Navigasi.net. Sudah dilengkapi pemutar MP3. Harga Rp 2,8 juta

14 travelounge

OntimE

September, 2010

MIO Moov S500 Peranti GPS ini penantang setia Garmin. Sudah lebih dulu ada di Indonesia ketimbang PAPAGO dan TOMTOM. Sudah dilengkapi bahasa Indonesia plus peta Jawa-Sumatra. Ada slot microSD Harga Rp 2,99 juta

Hal serupa juga dilakukan Pramono Anung yang mengudang makan malam para influencer Twitter ke rumahnya. Segera saja Pramono Anung kebanjiran pengikut. Selebritas-selebritas baru telah tumbuh di Twitterland. ď Ž

Berapa orang yang mudik: Pemerintah memperkirakan pada Lebaran 2010 kali ini ada 15,5 juta orang yang pulang kampung. Tapi, Masyarakat Transportasi Indonesia memprediksikan akan ada arus mudik 17-18 juta orang.

TomTom Go 530 Traffic

Garmin Nuvi 255W

Ini peranti yang bisa memilih rute dengan IQ Route. Dia bisa membandingkan kepadatan lalu lintas hari kerja dan akhir pekan. Layar sentuh 4,3 inci, tampilan minimalis. Dilengkapi dengan MP3 Player. Di luar negeri info macet, cuaca juga bisa muncul di peranti ini.

Ini peranti GPS paling legendaris. Komunitas penggunanya juga aktif menambahkan peta baru. Layar 4,3 inci, dilengkapi dengan slot SD.

Harga Rp 3 juta Peringkat: 9 dari 10 (Trusted Reviews)

Harga Rp 3 juta. Rating CNET (3,5 dari 5)


Style

Pada Agustus 2005, Adidas mengakuisi rivalnya, Reebok, dalam upaya memperketat persaingan dengan Nike. Selama lebih dari 80 tahun, grup Adidas telah menjadi bagian dari dunia olahraga dengan menawarkan sepatu, pakaian serta beragam aksesori pelengkap olahraga yang bernilai seni pada setiap produknya.

Rekor

Lady Gaga ayangkan ini: satu kali pentas, 15 kali ganti busana, 28 delapan truk, sebuah pancuran darah. Siapa yang bisa mengalahkan tur Lady Gaga? Majalah Rollingstone menyebut tur Lady Gaga di arena Monster Balla adalah tur musim panas terbesar. Lady Gaga adalah gadis penuh kejutan. Bahkan manajer turnya pun kerap dibikin terkejut. Dalam tur di Monster Ball akhir Juli lalu itu, misalnya, tiba-tiba dia mengagetkan seluruh kru karena menyanyikan lagu baru, "You and I", lagu Billy Joel. Seluruh kru pun gelagapan menyesuaikan diri, termasuk tata lampu. Lady Gaga kerap berarti rekor baru. Jumlah penggemarnya di Facebook, contohnya, mengalahkan penggemar Presiden Amerika Serikat Barrack Obama. Dia menggaet lebih dari 10 juta penggemar. Videonya yang diunggah di YouTube,

B

Selamat Tinggal

Perut Buncit DIA SEPERTI SIHIR. Wizard Jeans namanya. Perusahaan denim ini yang didirikan mantan bankir Sally Allen ini tahun lalu telah membantu perempuan agar tetap bisa makan enak dan menikmati muffin tanpa takut gemuk.

16 travelounge

OntimE

September, 2010

Awalnya, celana jeans hanya dikenakan oleh pekerja, terutama di pabrik-pabrik selama Perang Dunia II. Selama periode ini, celana jeans pria memiliki ritsleting di bagian depan, sedangkan celana jins perempuan memiliki ritsleting di sisi kanan.

dia

adalah gadis penuh kejutan.

sebenarnya suma 15 video, tapi telah ditonton oleh satu miliar orang. Karena kepopulerannya itulah Lady Gaga tahun lalu telah mngantongi pendapatan sekitar US$ 62 juta (Rp 558 miliar). Penyanyi ini meniti jejak seperti Madonna: menyanyi tapi dengan busana seksi dan ngawur. Misalnya, pernah dia tampil hanya dengan bikini dan branya tiba-tiba menyeburkan api atau branya dihiasi dua senapan laras panjang. Gaga Stefani Germanotta, nama asli Lady Gaga, siapa mengira bisa begitu meroket. Dulu, dia adalah gadis manis biasa dengan rambut pirang lurus. Tak ada tampang urakan di wajahnya. Sampai kini dia pun masih terkejut dengan keberhasilanyya. "Saat saya bangun di pagi hari, saya merasa semas seperti gadis 24 tahun yang lain," katanya. Kemudian dia berkata kepada diri sendiri. "Hei, kamu adalah Lady Gaga. Bangkit dan berjalanlah."

Wizard Jeans membikin celana jins dengan teknologi khusus yang bisa mengurangi lemak perut.. Kini, Wizard Jeans datang untuk kaum pria. Teknologinya akan membuat pria-pria berperut buncit merasa nyaman dan seksi. Tak ada celana ketat mengikat pinggang. Saku pun lebih longgar dan mudah dirogoh. Sebuah celana ajaib dijual 95 pound sterling (Rp 1,3 juta).

Antologi dari

Sebuah Jam ADIDAS tak melulu identik dengan desain sporty. Dia juga bisa sedikit manis. Lihat saja jam tangan Adidas seri Country Splice. Terinspirasi dari bendera berbagai negara Adidas menyugughkan jam tangan warnay-warni yang asyik. Ada warna merahputih, merah-kuning, hijau-putih-merah. Warnawarni inilah yang membuatnya bisa diterima di segala suasana, termasuk menghangatkan suasana Lebaran. Dengan bahan dari polikarbonat jam ini bisa tahan di air sampai 50 meter. Harga Rp 450 ribu.


Style

Sepatu kulit tertua di dunia, terbuat dari kulit sapi. Ditemukan di sebuah gua di Armenia pada tahun 2008 dan diyakini berasal dari tahun 3.500 SM. Sampai sekitar tahuan 1800-an, sepatu masih dibuat tanpa diferensiasi kiri atau kaki kanan.

Sepatu Santai

Julia

Julia Roberts Bersaing dengan

Kakaknya

PERSAINGAN JULIA ROBERTS dengan kakaknya, Eric Roberts, bukan hal yang biasa di dunia ini. Di pekan film Julia terbaru diluncurkan, Eat Pray Love, film yang ikut dibintangi kakaknya, The Expendables, juga dilansir. Hasilnya, film Julia tersingsir ke

posisi dua dibawah film aksi The Expendables. Eat Pray Love sendiri adalah film dengan koneksi Indonesia yang kuat karena sebagian syuting di Bali. Dalam film ini, Roberts berperan sebagai janda yang menemukan cintanya di Bali. Film ini di-

Wewangian

Pabrik parfum Creed sendiri sudah beroperasi ratusan tahun, sejak abad 18, di Eropa. Produk di masa lalu banyak digemari kalangan istana-istana Eropa. Sekarang pasarnya berkembang sehingga kalangat elit lain seperti bintang Hollywood juga ikut menggemari. Creed Fleurissimo sendiri harganya per botol 74 ml adalah US$250.

Julia INGIN SEWANGI Julia Roberts? Gampang. Tiru parfum yang ia pakai: Creed Fleurissimo. Parfum ini tidak hanya digemari Julia tapi juga orang top seperti Pangeran Charles, Robbie Williams, sampai Madonna.

18 travelounge

OntimE

September, 2010

www.perfume.com

buat berdasarkan memoir penulis Elizabeth Gilbert. Dengan film ini, berarti lebih dari dua dekade Julia menjadi bintang papan atas yang tetap ayu dan larku. Kunci awet muda Julia ini: “Kunci rahasia kecantikannya adalah berbahagia.” 

DI SELA-SELA syuting Eat Pray Love di India, Julia Roberts “tertangkap basah” mengenakan sepatu santai Toms Shoes Tangerine Suede. Toms Shoes, merek sepatu yang baru beberapa tahun berdiri, sangat unik konsep bisnisnya. Pabriknya menyumbang sepasang sepatu kepada kaum tidak mampu setiap kali ada sepasang sepatu yang terjual. Blake Mycoskie, pendiri Toms Shoes, mendapat ide pemasaran unik ini saat mengunjungi Argentina pada 2006. Desain sepatu sendiri mengikuti konsep alas kaki tradisional Argentina, alpargata. Untuk mendirikan pabrik sepatu, Mycoskie menjual usaha lamanya: kursus menyetir via Internet. Usaha ini sangat sukses, dan membantu banyak orang tidak mampu di wilayah seperti Afrika, sehingga Julia Roberts pun mengeluarkan sekitar US$ 65 untuk Tangerine Suede-nya. www.shopcelebrity.net


NISSAN MOTOR INDONESIA

Dukungan Maksimal di Jalur Mudik

B Teddy Irawan, Vice President Director National Sales & Promotion PT. NMI

Posko Siaga, Service Car dan Bengkel Siaga Nissan tersedia di jalur mudik. Diskon suku cadang diberikan bagi pelanggan yang memeriksakan kendaraanya.

agi Anda pengguna mobil Nissan, tak perlu khawatir mudik saat Lebaran. Sebab, selama periode libur Lebaran 2010 PT . Nissan Motor Indonesia (NMI) kembali menggelar layanan khusus untuk pemilik kendaraan Nissan. Layanan itu berupa posko Nissan Rest Point (NRP), Nissan Mobile Siaga, Emergency Road Assistance (ERA), dan bengkel Nissan Siaga di sepanjang jalur mudik di Pulau Jawa, Bali, Sumatera, juga di Manado dan Makassar. Layanan Nissan Mobile Siaga dan NRP beroperasi sejak 4 sampai 13 September 2010. Sedangkan, Nissan Siaga beroperasi pada 8-9 September dan 13-14 September 2010. “Tujuan layanan ini adalah untuk memberikan perasaan aman dan nyaman kepada para pemilik kendaraan Nissan yang melakukan perjalanan mudik ke kampung halamannya selama libur Lebaran,” kata Vice President Director National Sales & Promotion PT. NMISales & Marketing NMI, Teddy Irawan. Posko NRP yang beroperasi 24 jam berlokasi di enam titik jalur mudik, yaitu di Rest Area KM57 - Tol Jakarta Cikampek, Telaga Warna Puncak Bogor sebelum Puncak Pass, Nagrek Bandung (RM Nasi Liwet Asep Stroberi), Tol Kanci Cirebon KM 26, Alas Roban (RM Luwes Asli), dan Caruban (RM Saradan Asri). Sedangkan BBengkel Siaga Nissan tersebar di Sumatera (7 bengkel), Jabodetabek 7 bengkel, Jawa-Bali 8 bengkel dan Sulawesi 2 bengkel. Khusus pada hari Raya Idul Fitri semua bengkel Nissan tutup. Sedangkan Layanan Nissan Mobile Siaga (NMS) merupakan service car bergerak yang bertugas membantu pemilik mobil Nissan bila mengalami masalah di jalur Pantura. Untuk layanan NMS, Nissan bekerja sama dengan Telkomsel. Bagi pemakai kartu Telkomsel, tinggal tekan 2323 untuk menghubungi teknisi NMS. Wilayah operasi NMS mencakup Pamanukan (jalur Cikampek sampai Cirebon), Purwokerto (jalur Prupuk sampai Kebumen/Karang Puncung), Tegal (jalur Cirebon Kanci sampai dengan Pemalang/Prupuk), Bakauheuni (jalur Bakauheuni sampai Lampung), Ciamis (jalur Tasikmalaya sampai Karangpucung), Lasem (jalur Kudus sampai Lamo-

ngan), dan Pasir Putih (jalur Pasuruan sampai Ketapang). Di samping itu, Nissan ERA yang merupakan layanan bantuan darurat di jalan (emergency road assistance) 24 jam bagi kendaraan Nissan yang mengalami masalah di jalan umum juga tetap beroperasi selama musim libur Lebaran. Sementara ini baru melayani tiga wilayah yaitu Jakarta (021-7591-8000), Bandung (022-520-8000) dan Surabaya (031535-8000). Selain itu NMI juga menggelar paket layanan Ramadan yang mengajak konsumen yang mengajak konsumen mau menyiapkan kendaraan mudiknya jauh-hari sebelum lebaran. “Ini untuk menghindari penumpukan kendaraan yang melakukan perawatan berkala di satu waktu pada bengkel-bengkel kami,” ujar Teddy. Diskon suku cadang (maintenance parts atau fast moving) 25 persen diberikan kepada konsumen yang memeriksakan mobilnya pada periode selama 2-13 Agustus. Tersedia juga free check- up bagi konsumen yang melakukan perawatan berkala. Untuk periode 14-27 Agustus 2010 diskon suku cadang hanya 10 persen. Dengan dukungan maksimal Nissan di sepanjang jalur mudik, perjalanan Anda bersama keluarga pun terasa aman dan nyaman. „

Persiapan Sebelum Mudik Berikut ini beberapa tips dari NMI bagi Anda yang ingin mudik dengan kendaraan pribadi. „ Lakukan perawatan berkala jauh hari sebelum Lebaran. „ Cek akhir kendaraan sebelum berangkat, misal kesiapan ban serep, kunci, dongkrak, air aki, radiator, oli dan minyak rem. „ Siapkan bekal makanan ringan, minuman, dan obat-obatan pribadi. Jangan membeli bekal di jalan karena waktu tempuh akan sangat lama. „ Pilih waktu keberangkatan yang tepat untuk menghindari kemacetan. „ Rencanakan jalur alternatif. Jaraknya relatif lebih jauh tapi waktu tempuhnya lebih cepat dari jalur normal. „ Siapkan peta dan optimalkan penggunaan GPS untuk mencari jalur alternatif.


Steven Tyler Style

Harmonika modern ditemukan pada tahun 1821 oleh Christian Friedrich Buschmann. Sebuah instrumen musik tiup sederhana yang terdiri dari plat-plat getar dari logam yang disusun secara horozontal. Desain awal dari Buschmann akhirnya banyak ditiru dan dimodifikasi. Salah satu contohnya adalah harmonika buatan Richter.

Musik rock adalah genre musik populer yang mulai diketahui secara umum pada pertengahan tahun 50an. Akarnya berasal dari rhythm and blues, musik country dari tahun 40 dan 50-an serta berbagai pengaruh lainnya.

Juri American

Idol

AP PHOTO/CLAUDIO BRESCIANI/SCANPIX SWEDEN

Entah bagaimana nanti komentar Tyler, yang lagu-lagu era awal 1990-an masih diingat dunia sampai sekarang, saat memberi komentar kepada para peserta American Idol. Apalagi gayanya sangat metal, sangat berbeda dengan para juri yang cenderung “manis” musik-musiknya. Tapi ia memiliki bekal lebih dari cukup untuk menjadi juri.

PENYANYI GRUP ROCK legendaris Aerosmith, Steven Tyler, bakal menjadi juri ajang pencari bakat paling top Amerika Serikat, American Idol, mulai tahun depan. Desas-desus rocker gaek itu bakal menjadi juri sudah muncul berapa lama tapi Tyler baru memberi konfirmasi awal bulan ini. “Ya, saya akan ke sana,” katanya di depan kamera televisi TMZ.

Ia menjadi pemain musik kelas dunia sejak awal 1970-an. Ia menulis lagu dan manggung selama empat dekade. Meski rocker, sebagian lagu yang ia tulis memiliki sentuhan pasar yang kuat. Pengalamannya cukup untuk ia bagikan kepada para peserta yang semua bermimpi menjadi penyanyi kelas dunia itu.

Harmonika

Tyler Steven Tyler memang lebih serius sebagai penyanyi. Tapi ia juga jago memainkan harmonika yang menghiasi sejumlah lagu Aerosmith. Nah, karena kedekatan ini, Hoh

Sepeda Motor T

Y

L

SELAIN bermusik, hobi Steven Tyler yang lain adalah menunggang sepeda motor. Begitu serius ia menyukai hobi ini sampai ia, bersama dua orang lain, mendirikan pabrik sepeda motor dengan merek Dirico sejak beberapa tahun silam. Sepeda motor itu di-

20 travelounge

OntimE

E

R

rancang oleh Mark Dirico dengan sentuhan gaya mengikuti selera Tyler. Selera Tyler ini membuat Dirico berkesan sebagai sepeda motor kuno dan klasik. Seluruh bodi dibuat oleh Dirico dengan mesin yang dipasang buatan Harley Davidson berukuran 1.450 cc. Mesin

August, 2010

Harley dipilih agar Dirico gampang diperbaiki oleh bengkel-bengkel di seluruh dunia. Seri

Flyer, yang termurah, dilepas oleh Dirico dengan harga US$32 ribu. 

ner, pabrik harmonika nomor satu, melansir produk signature Steven Tyler. Harganya US$90. Spesifikasinya mengikuti harmonika yang digunakan Tyler. Meski bagus dan kemasannya enak dipandang, harmonika ini memang lebih sebagai pajangan, bukan alat musik betulan karena hanya keluar dengan kunci “A”. 


ENTERTAINMENT Jimmie VaughanPlays Blues, Ballads & Favorites Artis: Jimmie Vaughan Label: Shout Factory (2010) Format: VCD Genre: Blues

INI ADALAH ALBUM terbaru Jimmie Vaughan setelah album terakhirnya yang keluar sembilan tahun lalu, Do You Get the Blues? (2001). Kontribusi Jimmie terhadap blues membawa

pengaruh rock ke dalam blues. Bersama gitaris Steve Ray Vaughan (almarhum), adiknya, mereka dianggap pioner blues beraliran rock. Berkali-kali dia menggondol Grammy untuk album blues. Album ini berisi 13 lagu blues ballads yang enak didengarkan sambil berkendaraan di jalan yang lengang atau sedang sendirian di rumah. Salah satu kelebihan para maestro blues, selain jago gitar, mereka jago menyanyi. Maklum, blues berakar dari tradisi musik kafe, di mana musisi tampil sebagai penyanyi sekaligus memainkan alat musik.  W

M U S I C

Euphoria Artis: Enrique Iglesias Label: Universal Latino/Universal Republic (2010) Format: CD Genre: Pop, General

A

lbum superstar pop Enrique Iglesias ini terdiri atas dua bahasa, delapan lagu dalam bahasa Inggris dan enam lagu dalam bahasa Spanyol. “Saya telah membuat sedikit kompetisi kreativitas dalam otak saya dengan membuat album yang terdiri atas dua bahasa ini. Sungguh artistik,” demikian komentar Enrique atas peluncuran album ini. Sejumlah single dalam album ini sudah populer, seperti lagu I Like It (April, 2010), yang menduduki nomor 8 Billboard 100, dan Cuando Me Enamoro (Mei, 2010), yang menjadi top hit tangga lagu pop Spanyol. Semua lagu dalam album dikerjakan Enrique Iglesias bersama

sejumlah kolega, seperti Lionel Richie, Victor Martinez, Nadir Khayat, dan Mark Taylor. Sejumlah diva dunia pun turut terlibat sebagai backing vocal atau tampil bareng, seperti dalam lagu I Like It (featuring Pitbull), Heartbeart (featuring Nicole Schezinger), Cuando Me Enamora (featuring Juan Luis Guerra), Dirty Dancer (featuring Usher), hingga One Day at a Time (featuring Akon). Enrique Iglesias, putra bintang pop Spanyol yang juga miliuner Julio Iglesias, sepertinya

100 Miles From Memphis ALBUM KETUJUH SHERYL CROW, gitaris, pencipta lagu, dan penyanyi musik country, pop, folk, dan blues. Album ini buah kerja sama Crow dengan musisi blues

highlights

mewarisi kisah sukses ayahnya. Kini ia merupakan bintang pop Spanyol paling berhasil di panggung internasional. Penjualan albumnya sejak awal karier 1995 hingga kini diperkirakan lebih dari 40 juta keping. Meskipun kaya dan anak miliuner, ia tampil sederhana dan inilah salah satu hal yang disukai para penggemarnya. Ia lebih sering mengenakan T-shirt, sepatu kets, dan aksesori sederhana, yang membuatnya menjadi salah satu ikon mode cowok yang simpel.  Wahyuana

Artis: Sheryl Crow Label: A&M (2010) Format: CD Genre: Country, Pop, Blues

Doyle Bramhall II dan Justin Stanley. Situs resensi musik Knoxville.com mengomentarinya sebagai album paling impresif dan ambisius dari Crow selama ini. Sedangkan BBC.com juga memberikan tanggapan yang bagus, dan menyebutnya sebagai album campuran soul, rock, dan reggae. Album ini berisi 12 lagu, di antaranya Eye to Eye (featuring Keith Richard-Rolling Stone) yang enak didengar, dan sedikit beda dari tembang Crow selama ini karena pengaruh gitar rock dari Keith, Sign Your Name (featuring

Justin Timberlake), Sideways (featuring Citizen Cope), 100 Miles from Memphis, Roses and Moonlight, Our Love is Fading, dan I Want You Back. Kolaborasinya dengan musisi blues Doyle Bramhall II sudah sering dilakukan di atas panggung. Kehadiran Bramhall II dalam album ini memberikan sentuhan lain dari album-album country Sheryl Crow sebelumnya. Selain sebagai musisi, ia dikenal sebagai aktivis politik liberal dan gerakan pro-lingkungan hidup. W

Lima lagu Indonesia terbaik sepanjang masa versi Rolling Stone: Bongkar (Swami, 1989), Kebyar-kebyar (Gombloh, 1979), Badai Pasti Berlalu (Berlian Hutauruk, 1977), Bis Sekolah (Koes Bersaudara, 1972), Guru Oemar Bakrie (Iwan Fals, 1981).

August, 2010 OntimE

travelounge

21


DESTINATION

22 travelounge

OntimE

September, 2010


NASKAH: Rita Nariswari FOTO: Toni Hartawan

September, 2010 OntimE

travelounge

23


DESTINATION

24 travelounge

OntimE

DARI PRAPAT. Pemandangan Danau Toba dari Prapat, terlihat Batu Bergantung yang menjadi legenda setempat.

September, 2010


DESTINATION

KERAMBA IKAN Keramba ikan memenuhi Danau Toba.

ANAK PENYELAM Di pelabuhan Ajibata anak menyelam untuk mencari uang yang dilempar penumpang kapal feri.

M

ata masih mengantuk ketika kami memutuskan mulai perjalanan menuju Prapat, pagi itu. Tentu, untuk menikmati Danau Toba, yang disebut sebagai sijujung baringin alias obyek wisata paling utama di provinsi di Sumatera Utara ini. Danau seluas 1.072,16 kilometer persegi ini, konon merupakan terbesar di Asia Tenggara. Terbayang bukan, betapa airnya terhampar luas seperti samudera tak berombak,

yang menyentuh daratan hingga ke tujuh kabupaten. Pada Toba itu, kami ingin menatapnya dari berbagai titik. Pagi masih merambat pelan pada Ahad itu, kendaraan kami melaju cepat di jalanan kota Medan. Menikung dan memasuki jalan bebas hambatan, meninggalkan rumah-rumah beratap seng di kanan kiri jalan. Setelah melampaui Deli Serdang, pelan-pelan kami menyusuri wilayah Serdang Bedagai yang dikenal karena makanan dodol pulut, yang gurih dan legit, September, 2010 OntimE

travelounge

25


DESTINATION yang biasa menjadi ole-ole khas dari kota ini. Kami tiba di Pematangsiantar kurang lebih pukul 09.00, artinya kami telah melakukan perjalanan sekitar 2 jam dengan jarak tempuh 128 km. Inilah kota yang cukup asri, tampak di kiri-kanan jalan gereja mulai dipenuhi jemaat. Kaum ibu dengan kebaya panjang dan songket serta ulos di pundaknya. Kaum remaja dengan busana rapi dan cantik. Sebuah pagi yang sentosa. Di kota ini, becak motor (bentor) yang menggunakan mesin BSA berseliweran. Motor Inggris semacam itu biasa dipakai tentara asing di Indonesia saat Perang Dunia II disekitar tahun 1940-an. Yang masih banyak digunakan adalah yang berkapasitas 350 cc dan 500 cc karena kota ini berbukit. Jika anda sempat singgah di sini, sempatkan menengok sentra ulos di daerah Parluasan, begitu mempesona, dan mengagumkan. Keluar dari Parluasan, jalanan mulai menanjak. Kiri-kanan pohon-pohon besar, tak lagi perkebunan seperti di sepanjang rute Serdang Bedagai ke Pematangsiantar. Saya tak sabar untuk segera sampai dan menikmati Danau Toba. Agaknya harapan saya tak meleset dari kenyataan. Ketika jalan mulai menyempit dan semakin tinggi, saya pun dapat memandang danau dari kejauhan. Inilah titik pertama menikmati Danau Toba setelah perjalanan selama beberapa jam dari Medan. Titik itu adalah Prapat, di sebuah warung, dengan pemandangan terdekat Batu Bergantung, yang legendanya berkembang dengan masyarakat setempat. Langit biru dan udara masih segar. Saat itu pukul 11.00, sehingga terik mentari belum menyengat. Monyet-monyet kecil berekor wilayah memiliki dan menggunakan panjang melompat di antara dahan persis bahasa daerah yang berbeda satu sama di depan saya. Minuman dan camilan telah habis, kami lain. Sekitar 30 menit menjelang sepakat untuk langsung menyeberang ke keberangkatan, lahan parkir sudah penuh. Samosir, sehingga Dermaga Ajibata-lah yang kami tuju, pelabuhan penyeberangan Saya membeli tiket untuk kendaraan roda empat seharga Rp 95 ribu untuk sekali ke Samosir. Berputar-putar mencari hotel penyeberangan. Akhirnya kami masuk ke dan penginapan, kami pun tiba di Ajibata. perut kapal, dan pukul 13.30 kami meningButir-butir pasir di dermaga sebagian galkan dermaga. Langit memantulkan sinar kemiterang dan sinar mentari lau. Kami pun meyang menyengat menjadi Siang itu sudah ada tiga teman selama perjalanan. mobil yang menunggu nemukan titik Sekitar satu jam menatap keberangkatan untuk disepertama untuk air dan pegunungan di berangkan. Tiga pengamen menikmati Dasekelilingnya, akhirnya cilik asyik bernyanyi kami pun menginjak bergantian melantunkan nau Toba. TiTomok, pelabuhan feri di lagu dan bahasa daerah tik itu adalah Samosir. Bila menggunakan setempat, Batak Toba. Di Prapat. perahu penumpang, penyeTana Tapanuli ini, setiap

26 travelounge

OntimE

September, 2010

BUKIT GUNDUL. Sebagian bukit yang mengelilingi Danau Toba minim pohon.

berangan hanya perlu waktu sekitar 30 menit. Deretan toko suvenir menyambut. Di dekat pelabuhan sudah ada satu obyek wisata bersejarah, pemakaman Raja Sidabutar dan keturunannya, yang berumur ratusan tahun. Terbuat dari batu alam tanpa sambungan. Di situ juga pertunjukan boneka Si Gale-gale digelar, dalam bentuk sederhana, hanya ada boneka dan iringan musik dari kaset. Tentu ada seorang pria menggerakkan boneka. Si Galegale dipercayai dulu digerakkan oleh kekuatan magis. Mumpung belum sore, kami memilih jalan berkeliling, mengarah ke Ambarita dan Simanindo. Menikmati jalan cukup mulus yang tidak terlalu lebar. Suasana sepi, tak banyak kendaraan lewat. Sesekali ada turis dengan sepeda. Tanda lalu lintas yang ada bergambar kerbau, karena jenis


DESTINATION

LEKUKAN TOBA. Salah satu titik untuk memandang Danau Toba.

hewan ini sering tampak berduyun-duyun. Bisa jadi mereka menyeberang jalan tiba-tiba. Merasa seperti menyusuri jalan tak berujung, kami pun berbalik arah dan menuju Tuk-tuk. Gerbangnya di jalanan menanjak seperti menjulang ke langit. Di sini, keramaian baru terasa. Penginapan dan hotel tampak berderet di pinggir Danau Toba, hingga akhirnya kami memilih salah satunya. Hotel dengan beberapa kamar bercirikan rumah adat. Ada banyak pilihan obyek wisata di

pulau seluas 630 kilometer persegi ini. Dan kami akan mendatanginya esok hari. Setelah puas disatu hari menikmati danau dengan latar belakang deretan hotel-hotel di Prapat serta bukit-bukit di sisi kiri dan kanannya. Hari ini saatnya belajar adat dan budaya Batak Toba lewat ulos dan rumah adat. Pertama, sejarah itu kami sibak melalui obyek wisata Batu Parsidangan Siallagan di Desa Siallagan. Kompleks rumah adat Raja Siallagan, yang terkenal dengan hukuman mati di masa lampau. Dari rumah adat, banyak tradisinya bisa dikorek habis dari pemandu wisata, belum cerita batu persi-

dangan, yang merupakan tempat berkumpul raja, dukun, serta hakim saat membahas satu kasus, dan tentunya menjatuhkan hukuman. Belajar adat, budaya, dan sejarah Batak Toba ada di Samosir tempatnya. Kabupaten ini masih memiliki rumah-rumah adat dalam kondisi terawat. Sepanjang jalan dari Tomok menuju Pangururan--ibu kota kabupaten--rumah adat berdiri tegak di antara rumah-rumah modern. Para perajin

Yang paling banyak dikenal tentunya di Desa Lumban Suhi-suhi karena mereka menenun secara berkelompok. ulos tersebar di beberapa desa. Di depan rumah adat sesekali masih ditemukan ibu atau remaja asyik menjalin benang menjadi ulos. Yang paling banyak dikenal tentunya di Desa Lumban Suhi-suhi karena mereka menenun secara berkelompok. Esok pagi, baru kami menyaksikan tarian Si Gale-gale di Museum Huta Bolon Simanindo. Rumah adat yang dijadikan museum ini merupakan peninggalan Raja Sidauruk. Pertunjukan berlangsung setiap hari pukul 11.00. Ada beberapa jenis tarian, seperti yang menjadi ciri khas Tor tor, selain Si Gale-gale. Di akhir acara, pengunSeptember, 2010 OntimE

travelounge

27


DESTINATION KAPAL KE SAMOSIR Dari Ajibata dan Tiga Raja, kapal membawa penumpang ke Samosir.

MENCARI IKAN . Penduduk mencari ikan di danau sebagai mata pencaharian .

PANTAI PASIR PUTIH. Mencuci pakaian dan peralatan dapur pun masih dilakukan di pinggir danau padahal ini obyek wisata Pantai Pasir Putih di Desa Perbaba.

jung pun menari. Selepas makan siang di Pangururan, kami meninggalkan Samosir melalui jalan darat. Tidak perlu lagi ke Tomok. Kami seperti menyusuri bibir Danau Toba. Melingkarinya, naik-turun. Mencermati desa di ujung danau dengan lahan sawahnya. Ketika rumah tak tampak lagi, jalanan semakin sempit, bahkan berbatuan. Namun tak lama kami disambut dengan jalanan tanah lebar dengan debu berhamburan, hingga akhirnya tiba di jalan penuh kelokan dengan tebing batu di sisi kiri dengan bebatuan yang sepertinya siap-siap berguling, sementara di sisi kanan jurang nan supercuram. Pecahan batu terceceran. Rasa cemas langsung menyergap, ter-

28 travelounge

OntimE

September, 2010

ingat akan kecelakaan yang beberapa kali terjadi di jalur ini. Maka sepanjang jalan hanya doa yang bisa saya panjatkan. Namun di sinilah kami menemukan titik-titik terindah memandang Danau Toba. Ke mana mata memandang, yang tampak hanya hamparan air danau, yang kini tengah didengungkan soal ancaman kerusakannya. Bukit di sekelilingnya yang gundul dan airnya yang tercemar karena pengambilan ikan dengan bahan-bahan kimia. Setelah meliuk-liuk hampir dua jam, kami tiba di Menara Pandang Tele. Sebuah menara yang terdiri atas empat lantai, di mana orang bisa memandang Danau Toba dengan Pulau Samosir yang utuh. Rasa lega pun memuncak. Kendaraan melaju ke arah tujuan akhir hari itu: Brastagi. Belum lama menikmati jalan mulus, ka-

mi harus menemui jalan berlubang. Kemudian, sebelum mencapai Taman Simalem Resort, ada pula perbaikan jalan akibat longsornya dinding tebing. Hingga akhirnya tiba di resor ketika langit mulai gelap. Beruntung, kami masih bisa memandang lagi keindahan Danau Toba dengan pegunungan di sekelilingnya. Meski harus terusik lagi karena ada bukit botak. Beranjak dari resor itu, kami masih menemui jalan berlubang sebesar ban di Simpang Merek. Padahal jalan tersebut merupakan jalur lintas Kota Kabanjahe-MerekSidikalang. Akhirnya kami tiba di Kabanjahe sekitar pukul 20.00 dengan perasaan dan badan lelah. Tujuh jam perjalanan dari Pangururan. Kami pun beristirahat di Brastagi, dan tentu tak ada lagi Danau Toba di depan mata. ď Ž


EXPLORE

L U G G A G E

Koper

ala Perancang

Busana ejumlah perancang busana tak hanya melahirkan desain untuk menutup tubuh, tapi juga tas dan aksesori lain. Barangkali, bila busana sudah pas di hati, demikian juga koper kreasinya. Para perancang yang melahirkan kreasi berbentuk tas perjalanan itu antara lain Pierre Cardin, Calvin Klien, Louis Vuitton, Diane von Furstenberg, dan Tommy Hilfiger. Seperti halnya goresannya untuk busana, Calvin Klien konsisten memilih garis serupa—chic dan minimalis. Koper dengan merek ini muncul dalam warna hitam, biru, dan abu-abu, dengan jenis rolling garment bag, wheeled upright cases, rolling collapsible duffel, dan tas jinjing. Ini tentu saja cocok bagi yang ingin bergaya tapi sederhana. Tengok saja Calvin Klein Luggage Manhattan Wheeled Garment Bag yang biru polos. Tidak ingin model macammacam? Bisa juga model konservatif dari Tommy Hilfiger. Merek asal Amerika Serikat ini terilhami oleh gaya Amerika pada 1960-an. Tas-tasnya ba-

S

Kebanyakan klasik dan chic.

nyak menggunakan warna hitam, abu-abu, biru, dan cokelat. Merah lebih sering dimunculkan sebagai aksen pemanis dan memang bagian dari logonya. Tersedia dalam beragam model, dari duffel bag, flight tote, dan jenis koper lainnya yang beroda. Serupa juga dengan model koper yang ditawarkan Pierre Cardin: klasik dan sederhana. Perancang busana, tas, sepatu, aksesori, dan jam tangan ini juga menawarkan satu set koper dengan berbagai ukuran dalam warna yang netral pula, kalaupun ada motif, muncul tidak mencolok. Di antara merek koper, Louis Vuitton (LV) termasuk yang paling banyak ditenteng para selebritas dunia. Corak berupa logo yang bertebaran di seluruh lapisan tas maupun koper membuat orang langsung mengenalinya sebagai produk LV.

Di bandara, koper, duffel bag, maupun tas tangan dari LV sempat terlihat didorong atau dijinjing oleh David Beckham, Jessica Simpson, Anna Kournikova, Linsday Lohan, dan Kim Kardashian. Didominasi warna cokelat, mulai muda hingga tua, sebenarnya yang disodorkan pun bergaya klasik. LV membagi jenis tas untuk perjalanan dan tas tangan, juga ada produk dompet dan tas kecil. Untuk koper, ada tiga jenis, seperti soft-sided luggage, rolling luggage, hard-sided luggage. Di samping juga aksesorinya. Bila ingin lebih berwarna, Diane von Furstenberg layak dipilih. Putri kerajaan, pengusaha, dan pelancong kelas dunia ini menyuguhkan warna lain, meski tetap dengan model klasik. Ada koper beroda berwarna oranye, ungu, merah muda, hijau. Ia juga menawarkan warna-warna netral, seperti hitam, abu-abu, biru, dan cokelat. Dengan model bermacam-macam juga, semisal ginger tote, rolling suitcase, dan city bag. ď Ž RITA | Berbagai sumber

Tip Merawat

Tas Kulit

1

Kualitas bisa ditunjukkan dengan baunya. Pada produk premium, aroma aslinya masih sedikit tersimpan dibandingkan dengan bau bahan kimia.

2

Dengan perhatian sedikit saja, produk kulit bisa tahan bertahun-tahun, bahkan hingga generasi berikutnya.

3

Kondisi terbaik untuk tas kulit adalah udara. Jenis produk ini perlu bernapas, hingga hindari penggunaan lapisan untuk menutup permukaannya.

4

Agar tidak mudah rusak, hindarkan dari hujan atau air.

5

Jika ada noda, segera bersihkan dengan kain lembap dan usap secara perlahan-lahan. Bila tidak, cari cairan khusus pembersih tas atau penghilang noda.

September, 2010 OntimE

travelounge

29


DESTINATION

C

O

M

B

I

the Curves of

N

G

Lake Toba Southeast Asia's largest lake, with water spread in seven districts

30 travelounge

OntimE

September, 2010


LAKE TOBA is an immense volcanic lake covering an area of 1707 sq km (1,000 sq km bigger than Singapore) with an island in the center. Formed by a gigantic volcanic eruption some 70,000 years ago, it is probably the largest resurgent caldera on Earth. Some studies say it might have been associated with causing previous ice age/climate change and the largest human population bottleneck ever. (wikitravel)

TEXT: Rita Nariswari | PHOTO: Toni Hartawan

It was early morning, I still wanted to shut my eyes, but we had to leave early so I had no other choice but to take a shower immediately, have a breakfast, and get in the car. It was time to go to Prapat, one of the best locations to enjoy Lake Toba, known as sijujung baringin, the main tourism attraction in in North Sumatra. Lake Toba is the largest lake in Southeast Asia. With an area of 1072.16 square kilometers, this body of waters is spread wide like an ocean in seven districts. In this trip we would try to view the lake from various points. The journey began at seven o’clock in a quiet Sunday morning. Our car drove fast through the streets of Medan before riding though the highway, leaving tin-roofed houses behind.

We soon reached Deli Serdang before arriving in Bedagai Serdang, passing rows of shops selling the town’s famous traditional chewy sweet snack made from sticky rice, which is locally called dodol pulut. The sun was not high when we drove on the streets Pematangsiantar, 128 km from Medan. It was still 9:00 in the morning and either side of the road was full of church congregation. Mothers with long kebaya and songket sarong with ulos on their shoulders and teenagers wearing their best Sunday dress, all look neat and charming. Pemantangsiantar is known for its BSA mill house motorcycles used as rickshaws (bentor). The British motorcycles were used by the royal army during their brief stay in Indonesia in the World War II, during the 1940s. Since Pematangsiantar is a hilly town, the ones still widely used have 350 cc and 500 cc machine. In the city, we took time to go to ulos regional center

in Parluasan. Not long after leaving Parluasan, the road began to hike. The view changed. There were no longer plantations such as found along the route to Pematangsiantar and Bedagai Serdang. They were replaced by large trees right and left. The change of scenery made me anticipate the view of Lake Toba even more. My hope was soon realized. When the road narrowed and reached the top of the hill, I could finally catch the glimpse of the lake, which was formed by a volcanic eruption 75 thousand years ago, from a distance. After a four-hour trip from Medan, we stopped at the first view point to enjoy Lake Toba. From a tavern in Prapat, we could see the famous Batu Bergantung or Hanging Stone, which is legendary to the local community. The sky was blue and the air was fresh. It was 11:00, so the sweltering sun was not too scorching. Little monkeys with long tail were jum-

ping through the branches in front of me. After finishing our drinks and snacks, we headed to Ajibata Pier to cross the lake to Samosir Island. To reach Ajibata pier, we passed by some hotels and inns. Grains of sand on the lakeshore reflected blinding mirage as we got closer to the lake. It was already midday and the heat of the sun began to blister our skin. But the ferry to cross us wouldn’t leave in the next one hour, so we had to wait. There were already three other cars waiting for departure. Three young street singers entertained us. "They sing songs in Batak Toba dialect," said the driver. The Batak Toba dialect is, it turns out, quite different than other Batak dialects. I nodded my head as I was listening to these tanned-skinned boys singing their lungs out. Sometimes, I understand what they were saying when they spoke in Indonesian. Thirty minutes before departure, the parking lot was full. I bought a ticket for September, 2010 OntimE

travelounge

31


DESTINATION

four-wheeled vehicle that cost Rp 95 thousand for one time crossing. Finally we boarded the ferry and at 13:30 we left the dock. I was so excited that bright skies and scorching sun became my friends on the trip. We crossed the lake for an hour, enjoying the view of surrounding mountains before we finally reached Tomok, the ferry port on Samosir Island. If we used a boat, it would only take 30 minutes to cross the lake. As we got off the ferry, rows of souvenir shops welcomed us. Not far from the port, we could visit a historical tourism attraction, the tombs of King Sidabutar and his descendants. The hundreds of years old tombs were each made of one gigantic piece of natural stone. In the tomb complex, tourists can enjoy a puppet show called Si Gale-gale. Today, the puppet show is performed in its simplest form, with only the puppets and music from a cassette player. And of course the puppeteer who moves the puppets

32 travelounge

OntimE

September, 2010

around. But in fuller scale, si Gale-gale puppets are believed to be moved by magical powers. Since we still had some time before dark, we chose to take a walk to Ambarita and Simanindo. We drove along fairly smooth, not too wide road. The surrounding was quiet, few vehicles passed us by. Occasionally there were some tourists riding bicycles. There are many traffic signs with a buffalo picture on them to warn road users that these animals may suddenly cross the road in a horde. Feeling like going nowhere on unbeaten, endless roads, we decided to turn around and headed for Tuk-tuk. The gate to the village was on a steep road, as if we were climbing up into the sky. Tuk-Tuk was crowded with hotels and inns lined up on the edge of Lake Toba. We chose one with traditional decor. There are many choices of attractions on the 630-square kilometer island that we had planned on doing the following day. We spent the morning enjoying the

view of the lake, mesmerized by the picturesque view of the hills in the background. Then it was time to learn local customs and culture from Batak Toba ulos and traditional houses. First stop, we went to Batu Parsidangan Siallagan Siallagan village to learn the history of Batak Toba ethnic group. King Siallagan traditional house complex was famous for its death penalty enforcement in the past. In the complex, the guide told us many stories about local traditions, from the story about batu persidangan or court rock where kings, shamans and judges used to gather to try a crime and decide the punishment. For those who are interested in learning the customs, culture and history of Batak Toba, Samosir Island is the place to be. There are still many traditional houses in good conditions in the district. Along the road from Tomok to Pangururan – the district capital – lines of traditional houses stand side by side with more modern


DESTINATION

ones. Ulos craftsmen can be found throughout villages. In front of the traditional houses, we can still occasionally find women or teenage girls weaving threads into ulos. The most well known is Lumban Suhi-suhi village, where women and teenage girls can be found weaving in groups. Samosir Island has some coastal sandy areas. One place that I visited was a white sand beach in Parbaba village. Since we came not during a holiday, the place was quite empty. There was only a group of school children on their way home and stopped to rest under a tree near the beach. On another side, there were women washing kitchen equipments at the edge of the lake. There is a pavement for visitors to stroll along the lake. The following morning, we watched the Si Gale-gale dance at Huta Bolon Simanindo Museum. This once traditional house turned museum is a relic of King Sidauruk. The show performs daily at 11:00. There are several types of traditio-

For those who are interested in learning the customs, culture and history of Batak Toba, Samosir Island is the place to be. nal dances, such as the unique Tor tor, in addition to Si Gale-gale. At the end of the event, patrons were asked to join and dance. After having lunch at Pangururan, we chose to leave Samosir Island by road, so we didn’t have to go back to Tomok. We drove along the coastline of Lake Toba, circling the lake, up and down, passing villages by the lake and paddy fields. We also passed by a mosque, Al-Huda, which was built in the 1940s. That is the scenery on our left side. On the right side we could see the view of another village. But after awhile, there were no more houses on either side. The roads became narrower and rocky and the asphalt roads began to vanish and replaced with dirt. The

roads along the edge of the cliff were dusty and full of turns. Our driver had to carefully zigzag through patchy narrow roads, weary with the danger that the car might fall down the cliff like rolling stones. Panic began to attack, especially after being told about a number of accidents that occurred along the route we took. All I could do to calm my nerves down was saying a prayer, especially when we were caught up between rock cliffs and steep abyss. At every turn, my heart was beating faster. Time went by so slow. But the reward for our effort was priceless. Along the route, we found the most beautiful view points of Lake Toba. BeauSeptember, 2010 OntimE

travelounge

33


DESTINATION

tiful blue waters spread before my eyes. But as I absorbed the beauty of the lake, I was also reminded to damaging threats underway. The hills were heavily deforested and the water was polluted by chemicals used for fishing. Fortunately, there are still some greenish spots found on the hills. After nearly two hours of off road journey, we finally arrived at Menara Pandang Tele, a four story tower where people can take a look at the view of Lake Toba and Samosir Island as one whole picture. I had forgotten all the trouble to get there because the view of the lake from on top of the tower is just so heavenly beautiful. I felt calm and tranquil. We then drove to our final destination of the day: Brastagi. We hit another patchy road after enjoying a brief smooth journey. Then, before reaching Simalem Park Resort, we had to slow down due to road repair caused by landslide. We finally arrived at the resort at dusk. Luckily, we could still view the beauty of Lake Toba with mountains all around for one last look before it was too dark. Although the

34 travelounge

OntimE

September, 2010

view was not as beautiful as it should have been since the hills look like an old man's head: mostly bald. We left Bukit Merek after having a tour around the area. On the way to Kabanjahe, there were holes as big as a tire in Simpang Brand, despite the road is the main link between Kabanjahe, Merek and Sidikalang. Finally we arrived at around 20.00 in Kabanjahe, feeling really exhausted. After seven hour drive from Pangururan, we finally had a chance to rest in Brastagi. But from here, we could no longer view the beauty of Lake Toba.

THREE THINGS ABOUT SAMOSIR

1

Crossing. There are two ports that provide transportation to Samosir Island from Prapat. The one with higher frequency is Port Ajibata. If you take a vehicle, you should take a ferry, which has five-time return trip a day. If not, you can go by boat, scheduled to depart for every hour. You can also rent a

boat. From the Three Kings (Tiga Raja) market, there is a direct boat trip to Tuk Tuk. Therefore, tourists can directly go to their hotel by the lake. The boat is scheduled to depart eight times a day.

2

Hotels. Hotels are most commonly found in Tuk Tuk village and, for your own convenience, we recommend you to select a hotel in this area. The area has the most adequate tourist facilities such as bike rental and souvenir shops. Kiosks and cafes are also easily found.

3

Tourism. Besides Lake Toba and the customs of Batak Toba, Samosir district has many other interesting objects of attraction, especially water related. These include hot water spring at Pangururan, Mount Pusuk Buhit and several other water springs, Lake Sidihoni – a lake within a lake – and Parngongo Datuk spring. Each sub-district has its own objects of attraction such as springs, waterfalls, beaches, and other similar types of tourist attractions. 


WORLDCITY

Kemewahan Dubai, Uni Emirat Arab, setelah saya kelilingi dalam empat hari bersama istri dan anak akhirnya saya tinggalkan. Saatnya melepas rindu pada Karbala, Irak, untuk sebuah wisata rohani dan sejarah. Kami pun bertemu dengan dua kelompok jemaah Semesta Rindu Rasul, yang akan membimbing menuju Kota Najaf dan Karbala. Kami sadar wisata rohani ini akan tidak mudah dijalani. Karena itu pula, kami niatkan perjalanan ini tak sekadar wisata, tapi juga perjalanan untuk memahami perjuangan para ahli waris risalah Nabi Muhammad SAW dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemurnian agama. Kami sangat berharap perjalanan ini akan semakin meneguhkan cinta kami kepada mereka, melanjutkan perjuangan menegakkan Islam yang penuh cinta kasih. Bukan Islam yang penuh kekerasan. Karena itu, sederet rintangan harus dihadapi dengan penuh kesabaran. Bandara Bahrain menjadi cobaan pertama, yang mengaduk-aduk kesabaran pada perjalanan pada pertengahan Mei lalu itu. Kami dipaksa semalaman tidur di kursi ruang tunggu oleh pihak imigrasi setempat. Petugas menolak kami masuk ke Bahrain karena dianggap tak memiliki visa. 36 travelounge

OntimE

September, 2010

NASKAH: Joko T. Suroso


AP PHOTO/HADI MIZBAN

September, 2010 OntimE

travelounge

37


AP PHOTO/AHMED ALHUSSEINEY

WORLDCITY

PENZIARAH. Ribuan penziarah datang ke kota-kota suci Najaf dan Karbala setiap tahunnya.

Sebelumnya, kami mendapat informasi tak perlu visa khusus dari Dubai menuju Bahrain untuk selanjutnya ke Najaf, Irak. Apalagi kami menggunakan perusahaan penerbangan terkemuka. Rupanya hal itu hanya berlaku jika melanjutkan perjalanan jarak jauh dengan penerbangan yang sama. Untuk waktu tempuh cuma sekitar satu jam, ketentuan itu tak berlaku. Meski kami telah memiliki bukti reservasi hotel di Bahrain. “Jadi Anda bisa datang lagi ke sini besok pagi untuk terbang ke Najaf,” ujar petugas imigrasi dengan enteng. Ekspresinya dingin dan kaku. Tanpa senyum. “Gila. Ma-

38 travelounge

OntimE

September, 2010

sak kami harus kembali ke Dubai,” dalam batin saya menggerutu. Penolakan serupa tak cuma menimpa kami. Rombongan Profesor Jalaluddin Rakhmat berjumlah 15 orang, yang baru menunaikan ibadah umrah, selang beberapa jam kemudian pun mendapat perlakuan serupa. Kang atau Ustad Jalal—begitu kami menyapa pakar ilmu komunikasi itu—yang sempat berpamitan untuk menuju penginapan di Kota Bahrain, akhirnya kembali dan membaur di ruang tunggu. Total jemaah yang tertolak masuk Bahrain 40 orang. Kelompok jemaah berikutnya yang dipimpin Miftah Fauzi Rakhmat dan baru

tiba dari Jakarta pun mengalami nasib sama. Setelah molor berjam-jam, keesokan harinya kami pun terbang menuju Najaf. Wajah jemaah tampak semringah. Sejak menunaikan haji pada 2004, saya dan istri selalu mengidamkan untuk bisa berziarah ke tempat-tempat suci Islam, yang berserak di sejumlah negara. Karbala menjadi salah satu tempat yang terus-menerus menggoda batin saya. Di kota itu, bersemayam jenazah cucu Nabi Muhammad SAW, Husain AS. Sekitar 1,5 jam penerbangan dilalui dengan sukacita, tiba-tiba terjadi badai gurun


AP PHOTO/ALAA AL-MARJANI

WORLDCITY MAKAM CUCU NABI MUHAMMAD. Para peziarah berkumpul di dekat makam Imam Hussain di Karbala, 80 kilometer (50 mil) arah selatan Baghdad, Irak

September, 2010 OntimE

travelounge

39


WORLDCITY

“karbun”,

Nama kota ini berasal dari kata

“bala”

yang artinya kesedihan,

yang artinya musibah.

di Bandara Najaf sehingga kami pun kembali ke Bahrain. Kali ini, sebagian besar dari kami dapat memasuki Bahrain tanpa banyak hambatan, hanya beberapa orang menjalani pemeriksaan imigrasi yang bertele-tele. Namun masih ada tujuh anggota jemaah yang terpaksa kembali menginap di area bandara. Beberapa orang di antara kami terpaksa mengakui teman satu rombongan sebagai suami-istri untuk mendapatkan izin tinggal di situ. Superaneh, tapi nyata! Keesokan harinya, cuaca Bahrain tampak cerah seperti hari-hari sebelumnya. Kami kembali melangkah memasuki pesawat dengan pasti. Kami optimistis kali ini bisa menembus Najaf, dan segera bersujud di tanah Karbala. Setelah sempat diguncang badai, dalam sejam berlalu, pesawat mendarat dengan mulus di Bandara Internasional Najaf Al-Ashraf. Bangunan-

nya tak terlalu besar. Jauh lebih sederhana dibandingkan dengan bandara Adisutjipto di Yogyakarta. Bandara Najaf sebetulnya pangkalan militer. Tak mengherankan jika fasilitasnya amat sederhana. Tak ada toko suvenir, apalagi restoran. Cuma ada deretan kursi tunggu, dan 2-3 ruang imigrasi. Cuaca terik. Suhu mencapai 40 derajat Celsius. Selama perjalanan dari Najaf menuju Karbala, hampir setiap beberapa kilometer ada pos penjagaan militer lokal Irak. Bus yang kami tumpangi harus mengurangi kecepatan setiap kali mendekati pos-pos penjagaan. Sejam lebih baru kami memasuki Karbala. Nama kota ini berasal dari kata “karbun”, yang artinya kesedihan, dan “bala”, yang artinya musibah. Karena alasan keamanan, bus harus berhenti 500 meter dari hotel. Semua bawaan dijemput dengan gerobak. Setelah diperiksa dengan

AP PHOTO/AHMED AL-HUSSAINEY

IMAM HUSSEIN. Tiga wanita mengunjungi makam Imam Hussain.

40 travelounge

OntimE

September, 2010

pendeteksi logam, kami harus berjalan kaki menuju hotel. Meski rezim Saddam Hussein telah lama kocar-kacir, sesekali aksi bom bunuh diri masih terjadi. Tubuh terasa letih dan penat. Tapi kerinduan untuk segera berziarah ke makam Imam Husain membuat kami kembali bugar meski cuma satu jam beristirahat. Dengan berjalan kaki, kami menuju kompleks pemakaman, yang jaraknya tak sampai 1 kilometer dari hotel. Kami harus melewati tiga kali pemeriksaan sebelum akhirnya masuk ke lingkungan makam. Namun para pemeriksa terbilang ramahramah, terlebih setelah mereka tahu kami dari Indonesia. Dari kejauhan tampak ribuan orang menyemut di kompleks pemakaman nan megah. Luasnya mungkin hingga belasan hektare. Pemandangan semacam itu baru beberapa tahun terakhir terjadi. Sejak re-


WORLDCITY AP PHOTO/HADI MIZBAN

AP PHOTO/ALAA AL-MARJANI

IMAM ALI. Pengunjung di masjid Imam Ali di, Najaf, 160 kilometer arah selatan dari Baghdad, Irak.

 DI KARBALLA Moalla/Faize-Hussainy maupun di Najaf-eAshraf, telepon genggam, kamera, dan aneka produk digital dilarang. Disediakan lemari khusus untuk menyimpannya dan mengambil kembali setelah berziarah. Karena itu, bawa barang sesedikit mungkin.

Di kompleks

Pemakaman juga terdapat lokasi terbunuhnya

Imam Husaina

zim Saddam Hussein berkuasa pada 1979, Karbala menjadi kota terlarang untuk diziarahi. Kompleks makam terdiri atas bangunan utama berupa makam dan halaman yang sangat luas. Sebelum masuk ke gerbang, kami harus antre melewati tiangtiang besi dan pemeriksaan badan. Di pintu gerbang banyak orang berdoa, ada yang mencium-cium pintu gerbang yang wangi. Setelah gerbang selasar luas berlantai marmer, di beberapa tempat terhampar karpet. Tampak orang menunaikan salat dan sekadar duduk-duduk. Lukisan kaligrafi nan indah menghiasi hampir seluruh dinding. Sebelum masuk ke pintu berikutnya, sepatu, kamera, dan barang lainnya harus dititipkan. Di depan gerbang, pengunjung bisa membaca doa yang tercantum di sisi kiri dan kanan gerbang itu. Makam Imam Husain terkurung pagar perak, harum wangi menyebar dari makam itu. Di dalamnya banyak sekali uang dari berbagai negara, kertas-kertas, kain-kain, dan obat-obatan. Di banyak titik, tersedia air minum gratis bagi para peziarah. Juga tersedia ratusan alat penyejuk udara berukuran superjumbo. Karena itu, meski jemaah men-

capai belasan ribu orang, suasana tak terasa pengap. Rasa haru langsung menyergap. Air hangat di pelupuk mata menggenang. Terbayang pertempuran Imam Husain melawan pasukan bengis yang dipimpin Yazid bin Muawiyah dari Dinasti Umayah, 14 abad lalu. Akibat pertempuran yang tak seimbang, Imam Husain terbunuh. Mereka menusuk dan memotong kepalanya. Lalu, dengan tombak, potongan kepala itu dibawa berkeliling padang tandus, sambil menyebut “Allahu Akbar”. Sebelumnya, tangan Imam Husain tertembus panah saat menggendong Ali alAshgar. Bayi berusia enam bulan itu menangis kehausan dan akan diberi minum dari air Sungai Eufrat. Bayi Ali tak sempat menikmati tetesan air Sungai Eufrat karena lehernya keburu tertembus anak panah tentaranya Yazid. Bayi itu wafat seketika. Bulu kuduk merinding. Lamat-lamat, saya teringat puisi W.S. Rendra yang dilantunkan Iwan Fals dalam album “Kantata Takwa”: Orang bicara cinta, atas nama Tuhannya, sambil mereka membunuh, membantai berdasarkan keyakinannya. September, 2010 OntimE

travelounge

41


AP PHOTO/HADI MIZBAN

WORLDCITY

FESTIVAL MUHARRAM. Warga Irak berkumpul di sekitar makam Imam Abbas, saudara dari Imam Hussein

 Kaum perempuan diminta mengenakan pakaian tertutup sepenuhnya, rambut pun tak boleh sedikit pun tampak. Sedangkan kaum pria disarankan mengenakan saya kurta dan topi setiap saat.  Sebaiknya visa diurus sebelum kedatangan, bisa saja diurus saat tiba tapi dengan biaya ganda, sekitar US$ 82, atau lebih tinggi US$ 40.

42 travelounge

OntimE

September, 2010

Di kompleks pemakaman juga terdapat lokasi terbunuhnya Imam Husain, dan makam para sahabat, seperti Imam Abbas, yang juga terbantai di Karbala. Letaknya sekitar 200 meter dari makam Imam Husain. Kami menginap dua malam di Karbala. Keesokan harinya, kami mengunjungi beberapa tempat bersejarah lainnya di sekitar Karbala: Sungai Eufrat, tempat Ali Asghar dipanah saat dalam buaian Zainab, buaian Ali Asgar, dan lain-lain. Kami juga mengunjungi Masjid Kufah atau masjidnya Imam Ali AS. Di tengah masjid terdapat air mancur. Konon, airnya terus mengalir sepanjang masa. Mata air itu adalah sisa air dari era Nabi Nuh AS yang diselamatkan Allah SWT. Hampir di setiap titik yang diziarahi, kami melakukan salat dan memanjatkan

doa-doa. Total kami melakukan 10-12 kali salat 2 rakaat, dipimpin Ustad Jalal. Menurut pemandu masjid, di titik-titik tersebut terdapat tempat-tempat para nabi berdoa dan menjalankan salat. Kami menangis tersedu saat tiba di mimbar masjid Imam Ali, terkenang saat leher beliau ditebas pedang pihak musuh. Hampir dua jam lamanya kami berada di kompleks suci itu. Selanjutnya, kami mengunjungi rumah Imam Ali, tak jauh dari kompleks masjid. Ketika tiba di rumah sang imam, tebersit rasa malu membandingkan dengan kediaman kami di Bandung. Karena rumah sang imam tergolong mungil. Bentuk dan bahan bangunannya pun sangat sederhana. Rumah itu cuma terdiri atas kamar tidur, ruang tamu, sumur yang digali sendiri, serta ruang kecil tempat jenazah Imam Ali dikafani.


WORLDCITY AP PHOTO/KHALID MOHAMMED

HARI ASHOURA. Anak-anak bermain di bawah mural kematian putra Imam Hussein "Abdullah kecil".

Dari Masjid Kufah, kemudian kami melanjutkan perjalanan ke Najaf, bermaksud berziarah ke makam Imam Ali AS. Imam Ali bin Abi Thalib, ayah Imam Husain, yang juga menantu/keluarga Nabi Muhammad SAW. Perjalanan ke Najaf ditempuh sekitar dua jam. Di hotel kami sekadar check-in dan bersih-bersih, dan langsung menuju kompleks pemakaman. Kami tiba sekitar pukul 21.00 waktu setempat. Kondisinya ternyata lebih luas dan lebih megah ketimbang Karbala. Angin berembus sangat kencang, membuat kami harus menutup wajah menghindari terpaan debu bercampur pasir. Di depan gerbang kompleks, kami dibuat terpesona oleh keagungan kompleks tersebut. Suasana di sekitar kompleks sangat benderang oleh sorot lampu ratusan ribu watt. Kubah yang terbuat dari emas

pun tampak berkilau. Kubah masjid Imam Ali semula berwarna putih. Namun, pada akhir era pemerintahan Safawid diubah menjadi kuning emas. Pembaruan dilakukan setiap 30 tahun dan membutuhkan sekitar 200 kilogram emas 24 karat. Selain kubah emas, masjid Imam Ali memiliki dua menara dengan ketinggian berbeda. Menuju ruangan tengah masjid bisa lewat dari lima pintu, yakni pintu kiblat, pintu pasar besar, pintu Imarat, pintu Tusi, dan pintu kecil. Kompleks makam Imam Ali dibangun pada 700 M. Menurut kepala lembaga Waqaf Syiah di Irak, Hussein Shami, luas kompleks kuburan yang meliputi kuburan dan ruangan ziarah sekitar 5.000 meter persegi. Sedangkan luas kuburan dan ruangan tengah secara keseluruhan sekitar 15 ribu meter persegi. Kami baru tiba di penginapan selepas

pukul 24.00 dalam kondisi letih dan penuh kesan. Kami tak punya cukup waktu untuk berjalan-jalan di Najaf. Pesawat ke Bahrain memang baru akan berangkat pukul 12.00, tapi tiba-tiba ada info jemaah harus ada di bandara empat jam sebelumnya. Meski merasa tak lazim, toh kami patuh. Pukul 06.30, segenap jemaah sudah bersiap di bus menuju bandara. Rupanya jaringan Internet bandara bermasalah. Pelayanan untuk satu penumpang perlu 15 menit. Belum lagi pemeriksaan keamanan yang berlapis. Sebelum memasuki area bandara, kami harus menyerahkan semua tas tanpa kecuali. Setelah dibawa petugas entah ke mana, kami lama juga menunggu. Kemudian petugas mempersilakan kami masuk ke balik dinding sebelah. Di sana kami melihat tas-tas digeletakkan berjejer di lapangan. ď Ž September, 2010 OntimE

travelounge

43


WORLDCITY

Not just a journey for tourism, but also a journey to understand the struggles of the heirs of Prophet Muhammad TEXT: Joko T. Suroso

44 travelounge

OntimE

September, 2010


AP PHOTO/HADI MIZBAN

Fulfilling the Feeling of Longing Towards

Karbala After four days exploring the luxury of Dubai, United Arab Emirates with my wife and children, I finally left. It is now time to fulfill the feeling of longing towards Karbala, Iraq, for a spiritual and historical journey. We will meet two groups of pilgrims ‘Semesta Rindu Rasul’, which will lead us to the city of Najaf and Karbala. We are aware that this spiritual journey will not be easy to endure. Because of that, our purpose of this trip is not just for touring, but also

a journey to understand the struggles of the heirs of Prophet Muhammad in fighting for and maintaining the purity of religion. We really hope this trip will affirm our love for them more, and inspire us to continue the struggle to uphold Islam which is a religion full of love and affection. Islam is not full of violent. Therefore, a series of obstacles should be overcome with patience. Bahrain Airport became the first trial, which tested our patience in that mid-May travel. We were forced to sleep

September, 2010 OntimE

travelounge

45


WORLDCITY room. The total of people that were rejected to enter Bahrain was 40 people. The next group of pilgrims was led by Miftah Fauzi Rachmat who just arrived from Jakarta also suffered the same fate. After waiting for hours, the next day we flew to Najaf. The faces of the members of the group looked happy. After performing the hajj in 2004, my wife and I always dreamed of going on a pilgrimage to several Islamic holy places in several countries. Karbala became one of the places that constantly tempted me. In the city, lies the grave of Hu-

oks sunny as it were in the previous days. We stepped back into the plane for sure. We were optimistic that this time can enter Najaf and soon prostrate on the ground of Karbala. After a hit by the storm, within an hour, the plane landed smoothly at the International Airport of Najaf al-Ashraf. The building was not that big. It is far simpler than the Adisutjipto airport in Yogyakarta. Najaf airport is actually a military base. Therefore it is not surprising if the facility is very simple. There is no gift shops, no restaurants. There are just a row of waiting

AP PHOTO/HADI MIZBAN

overnight in the waiting room chair by the local immigration authorities. The officer refused to give us permit to enter Bahrain because we were considered not to have visa. Previously, we had been informed that we do not need a special visa from Dubai to Bahrain and then to Najaf, Iraq. Moreover, we used a leading aviation company. Apparently that only applies if travelling long distance using the same flight. For a travel time of only one hour, the rule does not apply, although we already had evidence of hotel reservation in Bahrain.

THE MONTH OF

MUHARRAM. sain AS, the grandson of Pro"You can come back here toShiite followers attend Friday phet Muhammad. morrow morning to fly to Naprayers at the Kufa mosque in The 1.5-hour flight was pasjaf," said an immigration offiNajaf, Iraq Friday sed with joy, but suddenly thecer lightly. His expression was re was a desert storm in Najaf airport so we cold and stiff, without a smile. "He is mad, had to go back to Bahrain. This time, most telling us that to go back to Dubai,� in my of us could enter Bahrain without much reheart I muttered. Similar rejection did not sistance, only a few people who went happen just to us. The group of Professor Jalaluddin Rakhmat with a number of 15 pe- through some complicated immigration inspections. However, there are seven memople, who were going for the Umrah pilgribers of the group who had to stay in the airmage, within the next few hours later, also got similar treatment. Kang or Ustad Jalal-so port area. Some of us had to admit friends in the group as husbands or wives in order we greet the science communication exto get permission to stay there. Super odd, perts-who then said goodbye and wanted to go to the hotel in the town of Bahrain, final- but true! The next day, the weather in Bahrain loly went back and mingled in the waiting

chairs, and 2-3 immigration rooms. The weather was very hot, it reached 40 degrees Celsius. During the trip from Najaf to Karbala, almost every few miles there was a local Iraqi army checkpoint. The bus we rode had to reduce speed whenever approaching the checkpoints. More than an hour later we entered Karbala. The name of the city is derived from the word "karbun", which means sorrow, and the word "bala", which means disaster. Because of security reasons, the bus must stop 500 meters from the hotel. All luggages were picked up by a cart. After having checked with metal detectors, we had to walk to the hotel. Although Saddam Hussein's regime has long been

The name of the city is derived from the word "karbun", which means sorrow, and the word "bala", which means disaster.

46 travelounge

OntimE

September, 2010


WORLDCITY AP PHOTO/ALAA AL-MARJANI

The tomb of Imam Husain is caged by silver fence; fragrant smell spreads from the tomb. Inside there were a lot of money from various countries, papers, cloths, and medicines.

IMAM ALI MOSQUE. A worshipper kisses ding which is a tomb and a vast dissolved, the occasional suicide the closed gates of yard. Before entering the gate, we bombings still occur. Imam Ali Mosque that had to queue through the iron poMy body felt tired. But the dewas briefly closed to the public in Najaf. les and go through physical exasire to immediately visit the tomb mination. At the gate a lot of peoof Imam Husain refreshed us ple were praying, some kissing the scent full though we had only an hour of rest. By walgate. After the gate area with marble-floored king, we headed to the cemetery, with a dishall, in some places lays some carpets. We tance of less than one kilometer from the hotel. We had to pass three examinations be- could see people conducting prayer and also fore finally we were able to go into the grave- people just sitting. Beautiful calligraphy paintings decorate almost every wall. yard. The inspecting officers were friendly, Before entering the next door, shoes, caespecially after they knew we were from Inmeras, and other items should be deposidonesia. ted. At the front gate, visitors can read the From a distance we could see thousands prayers listed on the left and right gate. The of people at the majestic cemetery. The cetomb of Imam Husain is caged by silver fenmetery is probably more than ten hectace; fragrant smell spreads from the res. Such scenery can be spotted just in retomb. Inside there were a lot of money from cent years. When the regime of Saddam various countries, papers, cloths, and mediHussein was in power in 1979, Karbala becines. At many points, free drinking water is came a forbidden city for pilgrimage. The cemetery complex consists of the main buil- available for the pilgrims. Big Air Condition-

ing equipments are also available at many spots. Therefore, although the visitor reached thousands of people, it did not feel hot and stuffy. It soon felt emotional, warm tears at the edge of the eyes could be felt. I soon imagined the battle of Imam Husain against the ruthless force lead by Yazid bin Muawiyah from the Umayyad dynasty, 14 centuries ago. As a result of an unbalanced battle, Imam Hussain was killed. They stabbed and cut off his head. Then, with a spear, the head was carried around the barren desert, while calling "Allahu Akbar". The hand of Imam Husain was pierced by arrows while holding Ali al-Ashgar. The six-month-old baby was crying of thirst and were about to be given a drink of water from the Euphrates River. Baby Ali did not have the chance to enjoy the drops of water from the Euphrates River because his neck was pierced by the arrows of Yazid’s army. The baby died instantly. Goose bumps arose. Indistinctly, I remembered the poem of W.S. Rendra sang by Iwan Fals in the album "Kantata Takwa": People speak of love, in the name of their God, while they kill, massacre according to their conviction. In the cemetery there is also the location where Imam Husain was killed, and the graves of the Companions, such as Imam Abbas, who was also slain in Karbala. His tomb is located about 200 meters from the tomb of Imam Husain. We stayed two nights in Karbala. The next day, we visited several other historic sites near Karbala: Euphrates River, where Ali Asghar was pierced by an arrow while in the hands of Zainab, the cradle of Ali Asgar, etc. We also visited the Kufah Mosque or the mosque of Imam Ali. In the middle of the mosque there is a fountain. It was foretold that the water continues to flow over the period. The spring water is a leftover from the era of Noah which is saved by Allah SWT. September, 2010 OntimE

travelounge

47


WORLDCITY

AP PHOTO / GHASSAN AL-YASSIR

VISIT THE SHRINE ON FRIDAY Worshippers visit the tomb of Imam Hussein, grandson of the the prophet Mohammad, who is buried in a shrine in the Shiite holy city of Karbala

Not just a journey for tourism, but also a journey to understand the struggles of the heirs of Prophet Muhammad

Almost at every point visited, we performed prayers. In total we performed 10-12 times of prayers, led by Ustad Jalal. According to the guide of the mosque, at those points there are places where the prophet prayed. We wept when we arrived at the podium of the Imam Ali mosque; we were reminded by the story where his neck was cut by the sword of the enemy. We were in the sacred complex for almost two hours. Next, we visited the house of Imam Ali, not far from the mosque complex. When we arrived at the house of Imam Ali, the feeling of shame flashed within me when comparing the place to our house in Bandung. The house of Imam Ali is quite small. The shape and building materials is also very simple. The house only consists of a bedroom, a living room, a well, and a small room where the body of Imam Ali was wrapped with shroud. From the Mosque of Kufah, we continued our journey to Najaf, with the intention of visiting the tomb of Imam Ali. Imam Ali bin Abi Talib, the father of Imam Husain, who was also the son in law of the Prophet Muhammad. The trip to Na-

48 travelounge

OntimE

September, 2010

jaf took about two hours. At the hotel we just checked in and washed-up, and headed straight for the cemetery. We arrived at around 21:00 local time. The condition was more spacious and more magnificent than Karbala. The wind was blowing very hard, making us having to cover our face to avoid exposure to dust mixed with sand. In front of the gate complex, we were made fascinated by the majesty of the complex. The atmosphere around the complex is lit by hundreds of thousands of watts of lights. The dome that is made of gleaming gold looks very shiny. The dome of the Imam Ali Mosque was originally white. At the end of the era of the Safawid government, it was changed into yellow gold. Renewal is done every 30 years and requires about 200 kilograms of 24 carat gold. In addition to the gold dome, the Imam Ali Mosque has two towers with different heights. To head to the middle of the room of the mosque, we could pass five-doors. Imam Ali's cemetary complex was built in 700 AD. According to the head of Waqaf Syiah in Iraq, Hussein Shami, the vast

complex of cemetery includes the tomb and the shrine room of about 5000 square meters. While the vast of the cemetery and the middle room as a whole is about 15 thousand square meters. We arrived at the hotel after 24.00 hours local time in tired condition but fully impressed. We did not have enough time to take a walk in Najaf. The flight to Bahrain will only leave at 12:00, but suddenly there were information that pilgrims should arrive at the airport four hours earlier. Despite the unusual feeling, we decided to be obedient. At 6:30, the whole members of the group were ready on the bus to go to the airport. Apparently the internet network at the airport was experiencing some problems. Service for one passenger took 15 minutes of time. Not to mention the layered security checks. Before entering the airport area, we must submit all bags without exception. After the officers take the bags somewhere, we had to wait for a long time. Then the officer ushered us into the back of the next wall. There we spotted our bags lined the field. ď Ž


Saatnya Mobil Lama Berganti Baju Hadiah utama Toyota Avanza baru untuk pembeli mobil bekas periode Juni-September. Tidak ada perbedaan harga jual menjelang lebaran.

radisi lebaran di Indonesia memang unik. Kemenangan melawan hawa nafsu selama Ramadhan ternyata tak hanya dirayakan dengan membeli pakaian baru. Kebiasaan lainnya yakni mengganti mobil lama dengan mobil bekas yang lebih bagus. Mobil88 berani memperkirakan penjualan mobil bekasnya menjelang lebaran akan meningkat. Anak perusahaan grup Astra International ini memprediksi angka penjualannya mencapai 1.200 unit selama Agustus 2010. “Jumlah itu meningkat se-

T

kitar 20 persen dibanding Juli yang mencapai sekitar 1050 unit,” kata Leovan Widjaja, General Manager Mobil88. Tren peningkatan penjualan bekas menurut Leovan terjadi sejak akhir Juli lalu. Dalam kegiatan ‘Weekend Surprise’ selama tiga hari sejak 2325 Juli, terjual 160 unit mobil di Jakarta dan total sebanyak 260 unit di seluruh Indonesia. Soal harga jual, tak ada perbedaan menjelang lebaran kali ini. Mobil bekas yang ditawarkan Mobil88 berkisar antara Rp 90 juta - Rp 200 juta. Jenis kendaraan yang paling laris

Toyota Avanza. Sebanyak 75 persen penjualan Mobil88 adalah dari merek Toyota. Sepanjang 2010 Mobil88 menargetkan total penjualan mobil bekas mencapai 20 ribu unit. Angka itu meningkat sekitar 66,6 persen dari pencapaian penjualan 2009 sebanyak 12 ribu unit. Untuk mencapai target penjualan 2010 itu, Mobil88 memperluas jaringan pemasaran dengan menambah gerai baru di Bekasi, Surabaya, dan Bandung. Dengan ekspansi ini, total cabang yang dimiliki unit bisnis PT Serasi Autoraya ini mencapai 17 cabang sampai akhir 2010 nanti. Untuk menggenjot penjualannya menjelang Lebaran mobil88 menggelar program ‘Gebyar Hadiah’. Lewat program ini, pembeli mobil bekas tipe apa saja di Mobil88 berkesempatan meraih hadiah mobil Toyota Avanza baru. Hadiah lainnya, berupa 15 unit motor Honda Absolute Revo dan 27 Blackberry. Program ini berlaku untuk pembelian 8 Juni hingga 10 September 2010. Pengundian tahap pertama dan kedua sudah dilakukan sejak Juli lalu. Sedangkan pengundian tahap ketiga sekaligus pengundian grand prize Toyota Avanza baru, akan dilakukan pada 25 September 2010 mendatang.z       INFORIAL

Cermat Memilih Mobil Second BAGI Anda yang tertarik membeli mobil bekas untuk mudik atau berwisata menjelang lebaran, simak tips GM Mobil88 Leovan Widjaja. Sebaiknya, beli mobil bekas di tempat penjualan yang aman dan bisa dipercaya. Langkah ini penting, terutama bagi Anda yang kurang mengerti kondisi mobil dan masalah dokumen mobil. Di tempat-tempat penjualan mobil bekas besar yang bisa dipercaya, mobil yang dijual siap pakai, dan bahkan diberikan garansi bahwa

dokumen mobil yang dijual adalah asli. Jangan mudah tergiur oleh harga murah di bawah harga pasaran. Karena, biasanya harga mobil yang murah menandakan kondisi mobil dan mesinnya yang tidak baik. Atau, lebih parah lagi mobil yang ditawarkan itu tidak memiliki dokumen resmi. Jadi, belilah mobil bekas di tempat yang aman dan bertanggung jawab. Ayo nikmati mobil ‘baru’ untuk mudik Lebaran nanti.z

September, 2010 OntimE

travelounge

49


CULTURE

NASKAH: Wahyuana | FOTO: Arie Basuki

50 travelounge

OntimE

September, 2010


September, 2010 OntimE

travelounge

51


CULTURE

S

ekitar 160 kilometer di barat Jakarta, di Desa Kanekes, Rangkasbitung, Lebak, Banten, tinggal komunitas suku Baduy dengan gaya hidup yang sederhana untuk ukuran warga Jakarta. Tidak ada telepon seluler, tak juga listrik, kosmetik, pestisida, dan tentu jauh dari tabiat pamer kemewahan. Waktu seperti berjalan lambat. Kehidupan seperti ada dimasa silam, ketika listrik dan teknologi masih menjadi ilusi.

Tangtu atau Baduy Dalam adalah kelas sosial tertinggi, merupakan komunitas paling ketat dan taat menjalankan kebiasaan yang hidup sebagai tradisi. Mereka tinggal di Kampung Cibeo, Cikertawan, dan Cikeusik. Berbeda dengan Panamping atau Baduy Luar, yang lebih longgar menjalankan adat-istiadat, tinggal di Kampung Cikadu, Kadu Ketuk, Kadu Kolot, Gajeboh, dan Cisagu. Semua berada di wilayah Desa Kanekes. Sedangkan

dan Baduy Luar memiliki wilayah lahan garapan sendiri. Di dalam komunitas Baduy Dalam, tidak dikenal sistem kepemilikan tanah. Semua lahan milik bersama. Masing-masing keluarga diperbolehkan menggarap lahan sesuai dengan kemampuannya mengolah. Kini ada 83 keluarga penghuni Baduy Dalam. Dengan sistem perladangan berpindah, setelah lahan digunakan 2-3 kali musim tanam, lahan akan ditinggalkan untuk mencari lahan baru, dan baru akan ditanami kembali 4-5 tahun kemudian. Sementara itu, di Baduy Luar sudah dikenal sistem kepemilikan lahan. Mereka diperbolehkan melakukan jual-beli lahan, namun hanya sesama suku Baduy. Masyarakat Baduy Dalam sepenuhnya menolak penggunaan teknologi, pupuk, pestisida, bahkan melarang tanah dibajak dengan hewan atau traktor. Mereka menganggap teknik seperti itu akan me-

PEREMPUAN BADUY. Warga suku Baduy Luar di Ciboleger, Baduy Luar

menanam padi, yakni upacara ngaseuk, mantramantra dialunkan dengan diiringi bunyi angklung dan kendang kecil. Ada tradisi khusus sebelum

LUMBUNG PADI. Warga suku Baduy Dalam berjalan melintasi lumbung padi

Diperkirakan sudah lebih dari 600 tahun orang Baduy hidup seperti sekarang ini. "Zaman boleh berubah, tapi budaya nenek moyang seyogianya tetap dijaga," ujar Dainah, Kepala Desa Kanekes. Komunitas orang Baduy, atau orang Kanekes, terbagi dalam tiga kelas sosial, yakni Tangtu, Panamping, dan Dangka.

52 travelounge

OntimE

September, 2010

Dangka adalah Baduy yang sudah melakukan akulturasi dengan kebudayaan modern. Ada di luar Kanekes, seperti Desa Cibengkung dan Sirah Dayeuh. Suku Baduy adalah petani yang menggantungkan hidup sepenuhnya pada alam. Di Baduy Luar dan Baduy Dangka, sejumlah orang kini menjadi perajin suvenir wisata atau perajin tenun pakaian, namun jumlah mereka tak banyak. Masing-masing komunitas Baduy Dalam

rusak kesuburan tanah. Lahan hanya digemburkan ala kadarnya dengan menggunakan arit dan kayu untuk membuat lubang tempat menanam benih. Sedangkan di Baduy Luar, pestisida dan teknologi sudah digunakan. Ada tradisi khusus sebelum menanam padi, yakni upacara ngaseuk, mantramantra dialunkan dengan diiringi bunyi angklung dan kendang kecil, untuk menandai penanaman atau perkawinan antara Dewi Padi (Nyi Pohaci) dengan tanah (pertiwi). Upacara ini wajib dilakukan di setiap kampung dan juga keluarga. Di Baduy Dalam, ketaatan kepada pemimpin komunitas atau kepala suku— disebut puun—sangat kuat. Warga baru akan mulai menanam padi, setelah sang puun melakukannya terlebih dulu. Mereka pun tak mengenal sistem terassering, lahan terhampar di bukit-bukit tanpa petak-petak. Tak mengenal irigasi, pengairan hanya mengandalkan hujan turun. Musim tanam biasanya dilakukan Okto-


CULTURE

ber, awal musim hujan. Setelah masa tanam, selain menyiangi gulma pengganggu, mereka menggelar 39 kali upacara menghalau serangan hama yang datang. Catatan penelitian Johan Iskandar (2001), untuk menanggulangi hama walang sangit, misalnya, orang Baduy Dalam akan menggelar upacara tawa kungkang, yakni menabur ramuan buah pinang dengan pasir ke area ladang serta menyemprotkan panglay (Zingiber cassumuar Roxb) langsung dari mulut si penanam disertai mantra-mantra.

Tak hanya berkonsep

"go green"

dalam pertanian, orang Baduy Dalam

antimesin.

kaki meskipun harus menempuh Terhadap hama lain, pengRAKIT. Warga suku Baduy Dalam jarak ratusan kilometer. Sedangkan obatan dilakukan dengan menggunakan rabagi warga Baduy Luar diperbolehmembakar daun beraroma kit di Ciboleger, kan naik kendaraan umum, meskimenyengat, seperti walang (ZiBaduy Luar. pun rata-rata tidak memiliki kendangiberaceae sp), kanyere (Brideraan bermotor. Rumah-rumah lia monoica), dan bungur (Lagerstromia sp). Asapnya mengepul mener- panggung pun dibangun dari bambu, dan dilarang mengubah kontur permukapa padi dan mengusir hama. Walhasil, an tanah fondasi, sehingga panjang pehama takut mendekat, dan tikus pun tak berani muncul. Makanan sehari-hari dari nyangga atap rumah panggung orang Baladang, serta haram memelihara dan me- duy sering tidak sama. Masyarakat Baduy meyakini mereka makan daging binatang berkaki empat, seperti kambing, babi, atau kuda. Anjing adalah bagian dari alam semesta yang diberi tugas khusus untuk menjaga harmodipelihara hanya untuk berburu. Tak hanya berkonsep "go green" dalam ni dengan alam di Gunung Kendeng. Di dalam kepercayaan ini dikenal prinsip Pipertanian, orang Baduy Dalam antimesin. Tak ada motor di sana, juga tidak ada kukuh atau kepatuhan terhadap konsep dalam bahasa Baduy: Lojor heunteu beukendaraan transportasi dengan binatang nang dipotong, pèndèk heunteu beunang dikaki empat. Ke mana-mana orang Baduy sambung (Panjang tidak bisa/tidak boleh selalu berjalan kaki tanpa alas kaki. Jika dipotong, pendek tidak bisa/tidak boleh terpaksa bepergian ke Jakarta, Banten, disambung) atau konsep hidup statis, keatau Bogor, mereka tetap akan berjalan September, 2010 OntimE

travelounge

53


CULTURE

BENANG TENUN. Warga suku Baduy luar membuat benang tenun di Ciboleger, Baduy Luar, Banten

Baduy meyakini mereka adalah bagian dari alam semesta yang diberi tugas khusus untuk menjaga harmoni dengan alam di Gunung Kendeng. Masyarakat

hidupan dilakoni tanpa perubahan apa pun atau perubahan diusahakan sesedikit mungkin. Yang dilaksanakan secara harfiah dan radikal. Dalam penerapan di kehidupan seharihari, diterapkan etik tabu terhadap banyak hal yang dilarang. Tabu menggunakan sabun, pestisida, maupun bahan-bahan kimia lain. Mereka memilih bahanbahan dari alam yang ramah lingkungan. Mereka juga tabu bertengkar. Di Baduy tidak ada perkelahian, umumnya hanya sebatas cekcok mulut. Ada tabu sekolah, karena orang Baduy hanya mengenal budaya lisan, tidak ada sekolah di sana. Mereka selalu berkata jujur, polos, tanpa basa-basi, bahkan tidak ada tawar-menawar dalam perdagangan barter mereka. Ada banyak tabu yang diterapkan berdasarkan tradisi dan kepemimpinan para puun. Pelanggaran terhadap tabu akan mendapat peringatan dari jaro (wakil kepala suku) atau puun. Jika pelanggaran

cukup berat dan setelah mendapat hukuman tidak jera, pelanggar akan diusir dari komunitas. "Semua patuh, jarang sekali ada pelanggaran," ujar Dainah, Kepala Desa Kanekes.

Enjoy Baduy Orang Baduy tidak suka disebut sebagai suku terasing. Mereka hidup seperti itu karena memang memilih mengasingkan diri menjauhi peradaban. Karena kebudayaan yang mereka warisi dari nenek moyang, mereka anggap lebih baik dari kebudayaan peradaban modern. Mereka memiliki kesadaran politik sistem kekuasaan yang baik, yang cukup buat menandakan bahwa mereka sesungguhnya kumpulan orang cerdas dan memiliki kesadaran peradaban. Salah satunya tradisi seba. Setiap tahun orang Baduy rutin seba (kunjungan) ke Gubernur

Banten, dulu Gubernur Jawa Barat, untuk menghantar hasil panen (padi, palawija, buah-buahan) sebagai tanda kepatuhan dan pengakuan kepada penguasa. Tradisi yang dilaksanakan ratusan tahun, sejak zaman Kesultanan Banten berkuasa atas wilayah mereka pada abad ke-16. Untuk itu, mereka rela berjalan kaki ratusan kilometer tanpa alas kaki menghadap gubernur diantar Bupati Lebak. Untuk kepatuhan ini, mereka pun bisa hidup tetap enjoy di kawasan Pegunungan Kendeng tanpa banyak gangguan orang luar, meskipun mempunyai adat kebiasaan yang bisa dibilang unik dan naif dibanding orang Banten pada umumnya. Kawasan ekologis Baduy seluas sekitar 6.000 hektare pun kini telah ditetapkan sebagai zona Perlindungan Hak Ulayat Masyarakat Baduy berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 32 Tahun 2001 Provinsi Banten, yang menjamin keberlangsungan eksistensi mereka. ď Ž

Kunjungan ke

Baduy SUKU BADUY kini menjadi sasaran kunjungan wisata budaya dan ekologi di Provinsi Banten. Hampir setiap pekan puluhan wisatawan datang untuk menikmati pemandangan alam dan udara yang segar, atau menginap semalam di perkampungan Baduy yang unik. Rute bisa ditempuh dari Jakarta-Rangkasbitung-Ciboleger-Baduy (Kanekes) atau Banten (Serang)-Rangkasbitung-Ciboleger-Baduy (Kaneskes). Fisik yang prima dibutuhkan, karena desa hanya bisa dicapai dengan berjalan kaki. Tak jarang Anda harus berjalan delapan jam nonstop. Meskipun kolot, mereka selalu terbuka dan senang berkomunikasi dengan orang luar. l

54 travelounge

OntimE

September, 2010


CULTURE change ancestor maintained.

Time may , but the culture inherited from the is still well

NASKAH: Wahyuana | FOTO: Arie Basuki

56 travelounge

OntimE

September, 2010


Baduy A

pproximately 160 miles west of metropolitan Jakarta, precisely in Kanekes Village, Rangkasbitung, Lebak, Banten, lives the Baduy tribal community. They live with a lifestyle that is 180 degrees different than other Jakarta residents. No cell phones, electricity, cosmetics, pesticides, or other exhibitions of luxury. Time seem to run slow. Their lives are like that in the past, when electricity and technology were still an illusion. It is estimated that the Baduy people live like this for already more than 600 ye-

Embracing Nature Covered with Taboo ars. "Time may change, but the culture of our ancestors ought to be preserved," said Dainah, the chief of Kanekes Village. The Baduy community, or Kanekes community according to the name of the village, is divided into three social classes, namely Tangtu, Panamping, and Dangka. Tangtu or Baduy Dalam is the highest social class and is the community that is most stringent and conservative in running the tradition. They live in Kampong Cibeo, Cikertawan, and Cikeusik. Panamping or Baduy Luar is looser in running the tradition; they live in Kampung Cikadu, Kadu

September, 2010 OntimE

travelounge

57


CULTURE

Ketuk, Kadu Kolot, Gajeboh, and Cisagu. All are in the area of Kanekes Village. While Dangka are Baduy people who have committed acculturation with modern culture and live outside the Kanekes Village, such as Cibengkung Village and Sirah Dayeuh Village. The people of the Baduy tribe are farmers who depend their lives entirely on nature. A number of people of the Baduy Luar and Baduy Dangka have now become souvenir artisans or weaving craftsmen, but not so many of them are. Each community, the Baduy Dalam and the Ba-

58 travelounge

OntimE

September, 2010

duy Luar has their own farming area. In the community of Baduy Dalam, and land tenure system is unknown. All land belongs together. Each family is allowed to work on any land area in accordance with their processing capability. Now there are 83 families of Baduy Dalam. With a system of shifting cultivation, after the land is used 2-3 times growing season, the land would be left to seek new land, and will be planted back 4-5 years later. Meanwhile, in the Baduy Luar, land tenure systems are already known. They are allowed to buy and sell land, but only

within the Baduy Tribe. Interestingly, people of the Baduy Dalam fully reject the use of technology, fertilizers, pesticides, and even prohibits the land plowed by animals or tractors. They consider such techniques will damage soil fertility. Soil is crumbled using sickles and wood to make a hole where to plant the seed. Meanwhile, the people of Baduy Luar already use pesticides and technologies. There is a special tradition before planting rice, namely the ngaseuk ceremony, where mantras are chanted accompanied


CULTURE

by the sound of angklung and small drums, to mark the planting or marriage between the Goddess of Rice (Nyi Pohaci) with soil. This ceremony must be carried out in every village and also at the family level. In the Baduy Dalam tribe, devotion to community leaders or chiefs-called puun- is very strong. New residents will begin to grow rice, after the puun has conducted first. They are not familiar with the rice terrace system; land lay in the hills without plots. Not familiar with irrigation, and only rely on rain water. Planting season is usually done in October, the beginning of the rainy season. After the planting season, besides pulling out the weeds, they will also hold a ceremony to 3-9 times in order to withhold the attack of pests. In Johan Iskandar (2001) research note, it is noted that to tackle the rice pest, for example, the people of Baduy will hold the tawa kungkang ceremony, ie spreading the fruit nut with sand to the field area and squirt panglay (Zingiber cassumuar Roxb) directly from the mouth of the planter with special mantras for rice. Against other pests, treatment is done

Visit to Baduy The unique life and maintained ecosystem makes Baduy now become a target of cultural and ecological tourist attraction in the province of Banten. Almost every weekend dozens of tourists come to visit and enjoy the natural scenery and fresh air, or staying overnight in a unique Badui village. Routes that can be traveled from Jakarta-RangkasbitungCiboleger-Baduy (Kanekes) or Banten (Serang)-Rangkasbitung-Ciboleger-Baduy (Kanekes). Excellent physical condition is needed to go to visit the Baduy tribe, because their village can only be reached by walking between the hills of Mount Kendeng and the virgin jungles. Quite often you have to walk eight hours nonstop to visit between the villages. Although running the tradition strongly, they are always open and glad to communicate with outsiders. They also allow tourists to stay overnight at the house of the Baduy Dalam people, as long as willing to comply with all the regulations and taboos. Forget the iPod and no need to bring kola if visiting the Baduy tribe.

by burning leaves with stinging scent, like Zingiberaceae sp, Bridelia monoica, and Lagerstromia sp in the farming area. The smoke will spread and drive away pests. As a result, pests fear to come close, and the mice do not dare to appear. Daily food is taken from the farm and growing and eating the flesh of fourlegged animals such as goats, buffaloes, cows, pigs, or horses is forbidden. Dogs are kept for hunting purposes. Not only adapting the concept "go green" in agriculture, the people of Baduy Dalam are against machine. There are no motorcycle, and also no transport vehicle with four legged animals. Everywhere the Baduy people always walk barefoot. If forced to travel to Jakarta, Banten, or Bogor, they will go by walking even if they have to travel hundreds of kilometers. As for the people of Baduy Luar, they are allowed to use public transport, although most of them have no motor vehicles. Stage houses are built using materials from bamboo, and it is prohibited to change the contour of the surface of the soil foundation, so the poles supporting the roof of the house of the Baduy people are often September, 2010 OntimE

travelounge

59


CULTURE not the length. The Baduy people believe that they are part of the universe that is given the special duty to maintain harmony with nature in Mount Kendeng. Within this belief it is known the Pikukuh principles or adherence to the concepts in the Baduy language: Lojor heunteu beunang dipotong, pèndèk heunteu beunang disambung (Long can not / should not be cut, short can not / should not be connected) or the concept of static life, life run without any change or any attempt of change should be as little as possible. This principle is implemented literally and radically. In the application in the daily life, it is applied the ethics of taboo against many things that are forbidden, taboo to use soap, shampoo, toothpaste, pesticides, or other chemical materials. They choose to use materials from nature that are environmentally friendly. There is no acne or dandruff among the people of Baduy. They are white, clean, and always fresh without a touch of cosmetic pro-

"All obey, there is rarely a violation," said Dainah, chief of the Kanekes Village.

60 travelounge

OntimE

September, 2010

ducts or modern fashion. It is also taboo for them to argue. Among the Baduy people, there are no fights, generally only limited to oral arguments. School is taboo, because Baduy people only know oral culture, therefore there is no school there. They are always telling the truth, plain, without further ado, not even a bargain in their barter trade. There are many taboos imposed by tradition and leadership of the puun. The violation of taboos will get a warning from Jaro (deputy chief of the tribe) or puun. If the violation is severe, and after receiving punishment not deterrent, violators will be expelled from the community. "All obey, there is rarely a violation," said Dainah, chief of the Kanekes Village.

Enjoy Baduy In Australia, there are also known the Aboriginal tribes that live exclusively like this, also some Indian tribes in South America, and many exclusive ethnic groups in Asia. They are often referred as isolated ethnic groups who usually live primitively because unfamiliar to modern culture. But the people of Baduy do not like being called as an isolated tribe. They live like that because they choose to alienate themselves away from civilization. Because the culture they had inheri-

ted from their ancestors, they consider being better than the culture of modern civilization. They have the political awareness of a good system of power, which is enough to mark that they actually are a group of smart people and have awareness towards civilization. One of them is the Seba tradition. Every year the Baduy people carry out the routine of Seba (visits) to the governor of Banten, previously the West Java governor, to deliver the crops (rice, arable crops, fruits) as a sign of obedience and confession to the authorities. Tradition which is routinely carried out for hundreds of years, since the era of the Sultanate of Banten was in power over their territories in the 16th century. For that, they are willing to walk hundreds of kilometers barefoot in order to visit the governor with the accompaniment of Bti Lebak. Because of this compliance, they can still enjoy life in the Kendeng Mountains region without much interference from outsider, despite having a somewhat unique and naive custom compared to the people of Banten in general. The ecological area of the Baduy people covers approximately 6000 hectares has now been established as a zone of the customary rights protection of the Baduy community based on Regional Regulation No. 32 Year 2001 of the Banten province, which ensures their continued existence. ď Ž


Travel

Choice NASKAH: Wahyuana FOTO: Arcaya Manikotama

110 Pulau di Kepulauan Seribu

Melakukan snorkeling, menikmati matahari tenggelam, atau sekadar bermain di pantai. September, 2010 OntimE

travelounge

61


Travel

Choice

Pulau Seribu boleh dibilang sedang naik daun. Dua tahun belakangan, Pulau Tidung dan Pulau Pramuka menjadi favorit wisatawan. Kegiatan yang bisa dilakukan beragam, mulai snorkeling, menyelam, wisata budaya, kuliner, jet ski, berselancar, wisata sejarah, memancing, hingga wisata konservasi di Kawasan Taman Nasional Pulau Seribu. Ada sekitar 110 pulau kecil yang bisa dikunjungi. Mulai pulau dengan resor mewah dan eksklusif hingga tempat wisata massal yang murah. Untuk melakukan penjelajahan, wisatawan bisa memilih Pulau Pramuka sebagai base camp. Snorkeling di Pulau Semak Daun Dicapai dalam 20 menit dengan perahu kayu dari Pulau Pramuka. Merupakan pulau konservasi seluas 8 hektare yang tak berpenghuni. Memiliki pantai pasir putih yang bersih, indah, dan nyaman buat berenang karena landai. Sekitar 500 meter lepas pantainya merupakan zona koral pada kedalaman 3-10 meter, spot snorkeling paling bagus di sekitar Pulau Pramuka. Anda bisa menyewa peralatan sebesar Rp 35 ribu dari penyewaan di Pulau Pramuka. Jenis karang yang ditemukan antara lain karang batu, karang kipas, karang daun, dan karang jamur. Juga banyak terdapat aneka jenis ikan hias laut yang berwarna-warni.

Konservasi Penyu di Pulau Pramuka Nikmati sensasi melakukan pelepasan penyu ke habitat asli. Anda bisa melakukannya

62 travelounge

OntimE

September, 2010

Taman Nasional Pulau Seribu.

Mentari Tenggelam di Jembatan Cinta Pulau Tidung Pulau Tidung sekitar 1,5 jam perjalanan dengan perahu kayu dari Pulau Pramuka. Jem-

di pos konservasi penyu milik dinas Taman Nasional Pulau Seribu, yang berada di belakang Pulau Pramuka. Ada pembudidayaan jenis penyu sisik (Eretmochelys imbricata), salah satu penyu paling langka dan dilindungi dalam Cites Appendix 1. Kalau ingin melihat habitat penyu dewasa di alam liar dengan populasi banyak, bisa pula mengunjungi Pulau Peteloran Timur dan Pulau Peteloran Barat. Selain penyu, di pos konservasi ini juga dikembangkan pembibitan mangrove. Sambil berwisata, Anda bisa turut menjadi sukarelawan penanaman bibit mangrove yang disediakan pihak konservasi

batan Cinta merupakan jembatan kayu atau dermaga sepanjang sekitar 1 kilometer yang menghubungkan Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil. Inilah tempat favorit turis. Jembatan ini unik dengan struktur yang naik-turun dan meliuk-liuk karena ba-


Travel

Choice gian bawah jembatan juga menjadi lalu lintas kapal nelayan. Dari sini matahari tenggelam menjadi atraksi yang paling menarik dari wisata Pulau Tidung. Tidung juga arena berenang dan snorkeling yang nyaman karena memiliki pantai yang dangkal dan bersih.

Elang Bondol di Pulau Kotok

Di bagian selatan pulau menjadi tempat konservasi elang bondol (Heliastur indus) dan elang laut berkepala putih, yang sudah sangat langka. Elang bondol merupakan maskot Kota Jakarta, yang jumlahnya terus menyusut. Di Pulau Kotok ditangkarkan sekitar 30-an ekor. Konservasi ini dikelola lembaga swadaya masyarakat Jakarta Animal Aid Network. Elang bondol adalah elang pemakan ikan laut. Nikmati sensasi Anda memancing, tapi, begitu diangkat, ikan akan disambar secara cepat oleh kawanan elang bondol, yang mengintip dari balik pulau.

Berlayar Antarpulau Nikmati kenyamanan berlayar antarpulau di kawasan Pulau Seribu. Anda bisa menyusun rencana perjalanan sendiri. Sewa perahu kayu nelayan setempat sekitar Rp 450 ribu sehari untuk mengunjungi 4-6 pulau. Salah satu rute favorit adalah Pulau Pramuka–Pulau Karya–Pulau Semak Daun–Pulau Ayer–Pulau Air–Pulau Karang Beras–Pulau Pramuka. Memancing selama perjalanan bisa menjadi pilihan aktivitas yang menarik. Di setiap pulau yang dikunjungi Anda bisa

berhenti sebentar sekitar 1 jam untuk menjelajahi pulau atau berfoto-foto di pantainya. Setiap pulau memiliki keunikan sendirisendiri. Ombak di Kepulauan Seribu tidak begitu besar, jadi cukup nyaman buat perjalanan.

Resto Nusa Cafe di Pulau Pramuka Ini restoran unik di atas keramba seluas sekitar 2 hektare tempat budi daya aneka ikan laut. Anda bisa memesan kepiting, cumi, kakap, bandeng, ikan cuwe, udang, kerang, lengkap dengan berbagai menu pelengkapnya, seperti cah kangkung, sup sayuran, hingga sup tom yam. Menikmati restoran ini di malam hari akan lebih asyik karena

berada di tengah laut, di antara suara ombak dan cahaya lampu restoran yang romantis. Dilengkapi dengan karaoke. Untuk mencapainya, Anda bisa naik ojek perahu dari dermaga Pulau Pramuka.

Dermaga Pulau Untungjawa Pulau Untungjawa bisa ditempuh sekitar 1 jam dari Pantai Marina, Ancol, juga sekitar 1 jam dari Pulau Pramuka. Pulau ini banyak berbenah dengan menambah fasilitas wisata di sekitar dermaganya. Merupakan spot memancing favorit bagi para wisatawan, juga untuk snorkeling. Penataan kampungkampung di Pulau Untungjawa yang teratur juga menjadi obyek wisatawan yang mena-

September, 2010 OntimE

travelounge

63


Travel

Choice yang tak jauh dari Pantai Marina, Ancol, dan telah populer sebagai resor wisata pantai. Sedangkan yang dimaksud di sini adalah Pulau Ayer yang berada tidak jauh dari Pulau Pramuka, sekitar 45 menit perjalanan dengan perahu kayu. Pulau ini tak berpenghuni. Anda bisa menikmati pantai berpasir putih, memasang tenda, atau berenang di pantainya yang landai dan berombak tenang. Uniknya, pulau ini dibelah oleh laut dan di kiri-kanannya dipenuhi mangrove hijau.

Benteng Kuno di Pulau Onrust dan Kelor Pulau Onrust dan Pulau Kelor berada dalam kawasan Pulau Bidadari, yang dapat ditempuh sekitar 1,5 jam perjalanan perahu kayu

dari Pulau Pramuka. Keduanya merupakan pulau kecil, yang menjadi lokasi wisata sejarah. Di Pulau Onrust terdapat sisa-sisa benteng Belanda. Di era kolonial, pulau ini merupakan penjara dan tempat isolasi para penderita penyakit lepra. Sedangkan di Pulau Kelor terdapat peninggalan Belanda berupa galangan kapal dan benteng yang dibangun VOC untuk menghadapi serangan Portugis pada abad ke-17. Kedua pulau kini menjadi tujuan wisata purbakala Pulau Seribu. Kedua pulau ini lebih populer dicapai melalui dermaga Marina, Ancol.

Snorkeling di Pulau Karang Beras rik. Anda bisa menyewa sepeda sekitar Rp 10 ribu, yang bisa digunakan untuk berkeliling pulau. Terdapat dua dermaga, yakni dermaga sebelah barat pulau dan dermaga sebelah timur. Dermaga timur merupakan spot memancing favorit. Belum ada hotel, turis bisa menyewa rumah penduduk.

Menyelam di Soft Coral Pulau Panggang

merupakan tempat tinggal residen Belanda yang membawahkan kekuasaan seluruh kawasan Pulau Seribu. Bangunan bekas tempat tinggal residen Belanda itu kini menjadi kantor Kelurahan Panggang. Sekitar 1 kilometer lepas pantai Panggang terdapat spot menyelam soft coral dengan kedalaman hingga lebih dari 20 meter. Ada sekitar 144 jenis ikan hias laut.

Membelah Pulau Ayer Pulau Panggang bisa ditempuh sekitar 20 menit dari Pulau Pramuka. Ini merupakan pulau dengan pemukiman terpadat di Pulau Seribu. Di era kolonial, Pulau Panggang

64 travelounge

OntimE

September, 2010

Di kawasan Kepulauan Seribu terdapat beberapa pulau yang bernama Pulau Ayer. Seperti Pulau Ayer Besar, Pulau Ayer Kecil,

Pulau Karang Beras juga merupakan spot snorkeling bagus di kawasan Pulau Serib. Dapat ditempuh dari Pulau Pramuka dengan perahu kayu sekitar 45 menit. Spot ini biasanya diambil satu rute snorkeling dengan pantai Pulau Aer, Pulau Payung, dan Pulau Tidung. Memiliki aneka koral. Berbagai jenis ikan hias laut. Untuk ke Karang Beras, Anda bisa menyewa perahu kayu Rp 120 ribu sekali perjalanan dari dermaga Pulau Pramuka. ď Ž Foto-foto menggunakan kamera Sony Alpha 850.


Travel

Choice

How to Get There Pulau Pramuka dan Pulau Tidung di Kepulauan Seribu dapat dicapai lewat dua jalur. Naik speedboat dari Dermaga 21 Pantai Marina, Ancol, Jakarta Utara, atau perahu kayu melalui dermaga pelabuhan rakyat Muara Angke, Jakarta Barat. Dari Marina, Ancol, tersedia KM Kerapu, yang berangkat pukul 08.00 dengan rute Marina–Pulau Bidadari–Pulau Untungjawa–Pulau Pari–Pulau Pramuka/Pulau Tidung, harga tiket Rp 32 ribu termasuk asuransi. Kapal jenis speedboat ukuran kecil muat sekitar 25 penumpang. Dengan jumlah peminat yang banyak, sebaiknya Anda antre sejak pagi hari untuk mendapatkan tiket. Sedangkan

jadwal kepulangan KM Kerapu dari dermaga Pulau Pramuka dengan rute sama pada pukul 13.00. Rute tersedia setiap hari. Lama perjalanan sekitar 2 jam. Sedangkan kapal dari dermaga Muara Angke ke Pulau Pramuka atau

66 travelounge

OntimE

September, 2010

Pulau Tidung berangkat dua kali setiap hari, yakni pada pukul 07.00 dan 13.00 dengan harga tiket Rp 32 ribu termasuk asuransi. Berupa kapal kayu berkapasitas besar. Pada akhir pekan, kapal biasanya dipenuhi banyak penumpang, hingga mungkin Anda berisiko tidak mendapatkan tempat duduk selama perjalanan. Pada pukul yang sama tersedia kapal kepulangan dari dermaga Pulau Pramuka dengan rute sama menuju Pelabuhan Muara Angke. Lama perjalanan sekitar 2,5 jam. Akomodasi Pulau Pramuka Villa Delima Telepon (021) 54373149, 0813 1955 1955 Lokasi pinggir pantai dekat dermaga Pulau Pramuka. Villa Dermaga Telepon 0817 6405654 Lokasi dekat lapangan bola. Homestay Laylad Telepon (021) 70591444 Lokasi dekat dermaga Pulau Pramuka. Homestay Pak Maing Telepon (021) 32437733

Lokasi depan kantor Kabupaten Kepulauan Seribu. Wisma Taman Nasional Kepulauan Seribu Telepon (021) 3519773 Lokasi belakang pulau, dekat penangkaran penyu. Pulau Tidung Losmen Lima Bersaudara Telepon 085888742129 (Haji Hamid) Lokasi di tengah perkampungan penduduk.


New Honda Freed

Mudik Serba Otomatis dan Aman


Double Layered Dashboard

Panel Pintu Geser Otomatis & Pelipat Spion Otomatis Penempatan posisi tombol pengoperasian sliding door dan electric mirror dalam satu jangkauan tangan untuk kemudahan serta kenyamanan pengemudi.

Transmisi Otomatis 5-percepatan Tombol D3 untuk akselerasi tambahan saat mendahului kendaraan lain/ menanjak atau keadaan jalan lainnya. Plus, fitur transmisi automatic 5 percepatan mengangkat mesin 1500 cc i-VTEC tetap bertenaga.

AC Otomatis

Fitur AC yang secara otomatis bisa mengatur besarnya hembusan udara dan tingkat suhu yang akan memberi efisiensi tinggi serta waktu pendinginan cepat hanya dengan satu sentuhan.


K

Dual SRS Front Airbags

Pretensioner With Load Limiter

eselamatan keluarga tercinta adalah yang terpenting. Nah, untuk perjalanan anggota keluarga Anda, apalagi perjalanan yang relatif jauh, tentunya Anda membutuhkan kendaraan yang sudah memiliki fitur keselamatan terlengkap di kelasnya. Honda Freed menjadi pilihan utama New Generation Family, dengan penampilan yang makin mewah serta fitur serba otomatis untuk kelas MPV, seperti Power Retractable Door Mirror with Side Turn Signal, Power Sliding Door, dan Automatic A/C serta dilengkapi dengan fitur keselamatan tingkat tertinggi di kelasnya. Konsep bodi aerodinamis dan fleksibilitas fungsi yang tinggi, Honda Freed akan menjadi trendsetter untuk kelas MPV di masa depan. Fitur keselamatan tingkat tinggi yang

menjadi ciri produk Honda pun tersedia, antara lain G-CON+ACE, Dual SRS Airbags yang bisa secara otomatis mengembang saat terjadi tabrakan, Pretensioner Seat Belt, dan Pedestrian Protection Body. Semua fitur itu membuat Honda Freed meraih peringkat tertinggi 6 bintang dari Japan New Car Assessment Program (JNCAP). Dan, untuk mencegah pencurian kendaraan, New Honda Freed dilindungi fitur keamanan immobilizer anti-theft system dan security alarm. Sejak diluncurkan pertama kali di Indonesia pertengahan tahun lalu, berbagai penghargaan telah diperoleh Honda Freed di Indonesia, seperti “Car of the Year 2010” dari Tabloid Otomotif, “Most Favourite MPV” dari majalah Autocar, dan “Debut Model of the Year” dari Frost & Sullivan.


Perjalanan mudik menjadi makin menyenangkan. Aman di perjalanan dan selamat sampai tujuan. Honda Freed patut dipercaya sebagai kendaraan keluarga dalam perjalanan kembali ke kampung halaman.

Freed: It’s A New Life. Let’s FREED.

Mobil: New Honda Freed Model: Freddy (Look), Latizia (Look), Dey, Nay Busana: Metro Dept. Store (Mal Pondok Indah 1), Lois Jeans (Mal Pondok Indah 1), Osh Kosh B’gosh (Mal Pondok Indah 2) Lokasi: Rumah Tanah Baru-Depok, Graha Buana (Jl. Jurangmangu Barat, Pondok Aren, Bintaro)


NASKAH & FOTO: Heru C Nugroho

Sebuah

restoran yang menyajikan menu istimewa, bahkan menu ekstrem, jamak ditemui di berbagai kota. Namun restoran yang menyajikan minuman dan makanan kesukaan raja-raja Keraton Yogyakarta hanya ada di restoran Bale Raos. Berada di Magangan Kulon No. 1, Yogyakarta, resto ini tidak sulit dijangkau. Berada di kompleks Keraton Yogyakarta, arena makan ini tidak jauh dari bekas Pasar Burung Ngasem. Tinggal lurus ke arah timur hingga memasuki gapura Magangan. Restoran Bale Raos berada sekitar 10 meter di sebelah kiri gapura. Begitu memasuki gapura beratap lengkung dengan tulisan Bale Raos, pengunjung dibawa ke suasana keraton dengan dua pendopo sebagai bangunan utama rumah makan yang diresmikan oleh Gusti Kanjeng Ratu Hemas (permaisuri Sultan Hamengku Buwono X) pada 23 Januari 2004 itu. Alunan gending Jawa serta senyum awak restoran berkostum batik akan menyambut setiap tamu.

72 travelounge

OntimE

September, 2010

Kehadiran dua pendopo berukir berkapasitas 80 tempat duduk itu benar-benar memperkuat atmosfer keraton. Warna hijau sebagai warna khas Keraton Yogya mendominasi bangunan joglo, ditambah aksen warna merah dan kuning emas di beberapa bagian. Kapasitas restoran ini bisa dimaksimalkan menjadi 200 tempat duduk dengan menambah tenda-tenda besar di antara dua joglo. “Dulu lokasi ini berupa tanah kosong. Atas inisiatif Gusti Kanjeng


Ratu Hemas, kemudian didirikan sebuah restoran dengan konsep menyajikan masakan kegemaran rajaraja Keraton Yogya,” kata Garjito Tomo, supervisor restoran. Ada 11 koki yang beraksi di dapur. “Mereka bukanlah koki profesional, namun ka-

um muda yang dididik secara khusus untuk memasak makanan dan minuman kegemaran raja-raja Keraton Yogya,” ujar Tomi, panggilan sehari-hari Garjito Tomo. Sebagian besar pengunjung restoran Bale Raos adalah wisatawan

asing. Namun tidak jarang turis lokal datang karena terdorong rasa penasaran terhadap menu ala raja-raja Yogyakarta. Mereka ingin menjajal “kecerdasan lidah” para penguasa keraton tempo dulu, seperti yang dilakukan Handika, seorang karyawan September, 2010 OntimE

travelounge

73


ES KRIM. Pilihan segar, es krim cokelat dan vanila dibubuhi buah plum

Bir Jawa ini terbuat dari ramuan dan yang direbus dengan dan diberi

kayu secang cengkeh air gula putih. perusahaan penambangan yang sedang berlibur di Yogya, beberapa waktu lalu. Malam itu Handika mengajak serta istri dan anak-anaknya. “Benar-benar surprised,” kata pria asal Pekalongan yang kini menetap di Balikpapan, Kalimantan, itu. Dalam benak Handika, keraton merupakan lingkungan tertutup. “Ternyata ada bagian tertentu yang terbuka. Bahkan kami bisa menikmati makanan kesukaan raja-raja Keraton Yogya. Malam ini saya merasa sedang menjadi raja,” katanya dengan mata berbinar. Malam itu Handika memesan bir Jawa dan gecok kambing. Bir Jawa adalah minuman kegemaran Sultan Hamengku Buwono IX (1944-1985). Menurut Tomi, bir Jawa adalah minuman favorit para pengunjung restoran. Tamu cukup mengeluarkan Rp 12 ribu untuk segelas besar minuman yang menyegarkan itu. Bir Jawa ini terbuat dari ramuan kayu secang dan cengkeh yang direbus dengan air dan diberi gula putih. Hasil rebusan berupa cairan merah terang berkhasiat menghangatkan badan. Biasanya ditambah air jeruk nipis, yang akhirnya meng-

74 travelounge

OntimE

September, 2010

BALE RAOS Jalan Magangan Kulon No. 1 Keraton Yogykarta

BUKA Pukul 09.30-21.30 (kecuali Senin 09.30-15.00)

MENU Bebek Suwar Suwir Semur Piyik Urip Urip Gulung Gecok Kambing Manuk Nom Prawan Kenes Kapiratu Tapak kucing Bendul Bir Jawa

KAPASITAS 200 tempat duduk

ES KRIM. Pilihan segar, es krim cokelat dan vanila dibubuhi buah plum

ubah warna merah menjadi kuning kecokelatan, mirip warna bir umumnya. Sebelum dituang, lebih dulu dikocok sehingga muncul pula

buih. Menurut Tomi, bir Jawa ini merupakan kreasi Sultan Hamengku Buwono IX. Dulu ia sering menjamu tamu, yang sebagian besar orang asing, di Wisma Kaliurang. Biasanya tamu-tamu bule itu meneguk bir, dan Sultan memilih bir Jawa. Para tamu tidak pernah menyangka jika yang diminum Sultan adalah “bir palsu”, karena secara visual memang mirip. “Yang membedakan hanya bir Jawa itu tidak mengandung alkohol sama sekali,” ucap Tomi. Selain bir Jawa, ada satu minuman khas lain, yakni wedang adu limo, minuman kegemaran Sultan Hamengku Buwono VIII (1921-1939). Minuman ini ramuan lima unsur, yakni kencur, kunyit, cengkeh, kayu manis, dan sedikit air jeruk nipis. Khasiatnya, selain menghaluskan kulit, menyegarkan badan. Harganya Rp 8.500 per gelas. “Disebut wedang adu limo karena ada lima unsur yang diadu di dalam ge-


FINEDINE

ES KRIM. Pilihan segar, es krim cokelat dan vanila dibubuhi buah plum

las,� Tomi menjelaskan. Sedangkan menu makan utama yang menjadi favorit pengunjung restoran Bale Raos adalah bebek suwar suwir, kegemaran Sultan Hamengku Buwono IX. Menu ini terdiri atas irisan daging bebek goreng di atas nanas dan saus kedondong. Irisan buah kedondong diletakkan selang-seling dengan irisan daging bebek goreng. Nanas, saus kedondong, serta irisan kedondong berfungsi menetralisasi bau anyir daging bebek. Perpaduan antara daging bebek goreng yang empuk dan gurih serta rasa asam nanas dan kedondong memang memunculkan sensasi rasa sangat unik jika dinikmati dengan nasi putih hangat. Harga satu porsinya Rp 40 ribu. Menu unik lain adalah semur piyik, kegemaran Sultan Hamengku Buwono VII (1877-1921). Satu ekor burung dara muda (piyik) yang dimasak dalam kuah kecap kental plus bumbu tertentu. Burung dara muda utuh yang telah dimasak itu disajikan dalam piring besar, dinikmati dengan irisan kentang goreng. Satu porsinya Rp 35 ribu. Harganya per porsi memang ratarata di bawah Rp 50 ribu.

Ingin satu set menu lengkap, ada nasi tradisional yang terdiri atas nasi putih dan nasi merah dengan aneka lauk-pauk seperti lombok kethok (daging sapi diiris dadu dan dimasak dengan irisan cabai besar merah dan hijau), gecok ganem (daging sapi yang dibikin bulat seperti bakso kemudian dimasak dengan santan, putih telur, dan irisan tomat hijau), tahu dan tempe bacem, oseng daun pepaya, serta karak (kerupuk gendar). Buat yang doyan kambing, ada gecok kambing seperti yang dinikmati Handika pada kunjungan pertamanya di restoran Bale Raos, Juli lalu. Makanan kesukaan Sultan Hamengku Buwono IX ini yang merupakan campuran daging kambing muda yang dimasak dengan belimbing wuluh, cabai rawit, dan tomat hijau, serta diberi kuah bening. Untuk jenis kudapan, ada bendul dan tapak kucing, kesukaan Sultan Hamengku Buwono IX. Bendul tak lain dari parutan singkong dicampur susu dan parutan kelapa. Dibikin bulat-bulat dan ditusuk bambu, kemudian dibakar. Sedangkan tapak kucing terbuat dari pisang raja, yang dibelah,

kemudian digulung dan digoreng dengan mentega. Gulungan pisang raja itu disusun dalam piring kecil dan ditaburi gula putih halus dan bubuk kayu manis. Selain itu, ada juga prawan kenes, kegemaran Sultan Hamengku Buwono VIII. Terbuat dari pisang kepok kuning yang dibelah, kemudian dijepit bilah bambu. Setelah diolesi santan kanil (santan kelapa), pisang itu dibakar di atas bara arang. “Hasilnya, seperti perawan yang sedang berhias,â€? kata Tomi. Harganya Rp 8.000 ke bawah. Selain minuman, kudapan, dan menu utama, restoran Bale Raos menyediakan menu pembuka dan penutup yang unik. Salah satunya adalah kapiratu, kegemaran Sultan HB VIII. Bentuknya mirip lumpia basah dengan daging sapi giling yang dimasak dengan bumbu rempah dan kemudian digulung dalam dadar telur dan disajikan dengan acar mentimun serta wortel. Untuk penutup, bisa pilih manuk nom, yakni puding yang ditambah adonan tape ketan hijau dan telur kocok. Uniknya, Sultan HB VII menjadikannya sebagai hidangan penutup, sedangkan Sultan HB VIII memilihnya untuk pembuka. ď Ž September, 2010 OntimE

travelounge

75


FINEDINE

Special Dishes of the

Generally, guests want to taste the "the intelligence of the tongue" of former palace rulers.

TEXT & PHOTO: Heru C Nugroho

76 travelounge

OntimE

September, 2010

Kings

A restaurant

that serves special dishes, even extreme dishes can be found in various places. But a restaurant that serves drinks and favorite foods of the kings of the Yogyakarta Palace is only the Bale Raos Restaurant. Located in Magangan Kulon No. 1, Yogyakarta, this restaurant is not difficult to reach. Being inside the Yogyakarta Palace Complex, this dining arena is not far from the former Ngasem Bird Market. You only have to go straight to the east to enter the Magangan gate. The Bale Raos Restaurant is located approximately 10 meters to

the left of the gate. Once entering the arched gate with the inscription “Bale Raos�, visitors are brought to two pavilions with the atmosphere of the palace as the main building of the restaurant which was inaugurated by Gusti Kanjeng Ratu Hemas (empress of Sultan Hamengku Buwono X) on January 23, 2004. Strains of Javanese music and smile of the staffs wearing Javanese batik will welcome every guest. The presence of the two carved pavilion with a capacity of 80 seats really streng-


thens the palace atmosphere. Green as the distinctive color of the Yogya Palace dominates the pavilion, added by accents of red and golden yellow colors in some parts. This restaurant can be maximized into a capacity of 200 seats by adding a large tent between the two pavilions. "Before this location was an empty land. On the initiative of Gusti Kanjeng Ratu Hemas, then it was built a restaurant with the concept of serving the favorite foods of the kings of the Yogya Palace, "said Garjito Tomo, the supervisor of the restaurant. There are 11 chefs in the kitchen. "They are not professional chefs, but young people that are specifically trained to cook foods and beverages of the kings of Yogya Palace," said Tomi, the nickname of Garjito Tomo. Most guests of the Bale Raos Restaurant

sed," said the man from Pekalongan who now live in Balikpapan, Kalimantan. In the mind of Handika, the palace is a closed environment. "Apparently there are certain parts that are open. Even we can enjoy the favorite foods of the kings of Yogya Palace. Tonight I feel like I am a king, "he said with sparkling eyes. That night Handika ordered Javanese beer and a dish called ‘Gecok Kambing’. The Javanese beer is a favorite drink of Sultan Hamengku Buwono IX (1944-1985). According to Tomi, the Javanese beer is the favorite drink of most guests of the restaurant. Guests simply pay Rp 12 thousand for a large glass of that refreshing drink. The Javanese beer is made from a combination of Secang wood and cloves boiled with water and white sugar. The result is a

are foreign tourists. But not infrequently the local tourists come driven by their curiosity to taste the foods of the kings of Yogyakarta. They want to taste the "the intelligence of the tongue" of the former palace rulers, as did by Handika, a mining company employee who was vacationing in Yogya, some time ago. That night Handika took his wife and children to dinner. "We were really surpri-

bright red colored liquid which has the effect of warming the body. Usually this drink is added with lime juice which ultimately changes the color from bright red to yellowbrownish color, resembling the color of beer in general. Before being poured, it is firstly shaken and foam will appear. According to Tomi, the Javanese Beer is a creation of Sultan Hamengku Buwono IX. He used to often entertain guests, most-

ly foreigners, in Wisma Kaliurang. Usually the Western guests drink beer, and the Sultan of Java prefers Javanese beer. Guests never thought if what the Sultan drank is "fake beer", because it was visually similar. "What distinguishes the Javanese beer with regular beer is that the Javanese beer contains no alcohol at all," said Tomi. Besides the Javanese beer, there is one other unique beverages, namely wedang adu limo, a favorite drink of the Sultan Hamengku Buwono VIII (1921-1939). The drink is a combination of five elements, namely Kaempferia galangal, turmeric, cloves, cinnamon, and a little bit of lemon juice. This drink functions to smooth the skin and refresh the body. The price of the drink is Rp 8,500 per glass. "It is called wedang adu limo because there are five elements contained in the drink," Tomi explains. Meanwhile the main dish that is a favorite of the guests of Bale Raos Restaurant is called ‘Bebek Suwar Suwir’, which was the favorite dish of Sultan Hamengku Buwono IX. This dish consists of slices of fried duck meat on top of a pineapple and kedondong (an Indonesian fruit) sauce. Kedondong fruit slices are placed alternately with the slices of fried duck meat. Pineapple, kedondong sauce, and the slices of kedondong fruit serve to neutralize the rancidity of the duck meat. The combination of the tender and tasty fried duck meat and the sour taste of pineapple and kedondong fruit indeed raise a very unique taste sensation when served with warm white rice. The price of the dish for one portion is Rp 40 thousand. Another unique menu is called ‘Semur Piyik’, a favorite dish of Sultan Hamengku Buwono VII (1877-1921). Squab (piyik) which is cooked in thick soy sauce added with some seasonings. The whole squab that has been cooked is presented in a large dish, served with slices of fried potato. One price of the dish for one portion is Rp 35 thousand. The price of dishes per portion is approximately bellow Rp 50 thousand. In addition to drinks, snacks, and main dishes, the Bale Raos Restaurant provides a unique appetizers and desserts. One of them is ‘Kapiratu’, the favorite of Sultan Hamengku Buwono VIII. This dish looks like spring rolls with ground beef cooked with herbs and spices and then rolled in egg omelets and served with pickled cucumbers and carrots. For dessert, you can choose ‘Manuk Nom’, which is pudding added with green sticky fermented rice and beaten eggs. Uniquely, Sultan Hamengku Buwono VII made it as dessert, while the Sultan Hamengku Buwono VIII made it for appetizer.  September, 2010 OntimE

travelounge

77


EXPLORE

C U L I N A R Y

JAKARTA

Berlimpah Ruah di

Benhil

Didominasi masakan Padang, tapi ada juga olahan Palembang, Yogya, Bandung dan Jakarta. NASKAH: Rita Nariswari | FOTO: Toni Hartawan

H

ari masih terang, tapi suara hiruk-pikuk sudah menggema di Pasar Ramadan Benhil (Bendungan Hilir) Jakarta Pusat, yang mulai buka pukul 15.00 selama puasa. Jejeran meja penuh makanan bisa jadi yang membuat pengunjung panik sehingga suara mereka riuh-rendah. Begitu sulit menentukan pilihan. Belum lagi dalam tenda puluhan pedagang sibuk menawarkan penganannya. Didominasi takjil maupun menu utama dari Sumatera Barat, namun terselip juga sajian dari Bandung, Jakarta, Palembang, Yogyakarta. Yang langsung menyita perhatian pertama jika kita datang dari arah Sudirman tentu saja aneka olahan Minang ala RM Selera Nusa. Berada di ujung tenda, hidangan dalam baskom dalam warna merah dan kuning menebar aroma sedap. Tak hanya rendang ayam dan daging, gulai kepala kakap, cumi saus Padang, tapi juga yang unik seperti gulai rebung dan semur jengkol. Sepotong rendang daging seharga Rp 8.000 pun bisa menjadi teman yang pas untuk berbuka maupun sa-

Bakar Benhil, yang menawarkan gurami bakar seharga Rp 25 ribu serta ikan laut, semisal ikan baronang bakar. Di tempat ikan bakar lain ada juga cumi bakar. Tak mau dibakar? Ada aneka pepes ikan, juga bandeng tanpa tulang. Atau gudeg Yogya lengkap,

hur. Olahan Minang pun ditawarkan RM Sederhana dan RM Buffet Mini.

yang disajikan dalam kendil. Atau yang simpel tapi beraroma khas, seperti nasi kebuli.

Tak mau yang berkuah untuk menu sahur, ada aneka ikan kering dari Danau Singkarak dan Maninjau, Sumatera Barat, yang telah digoreng dan dikemas dalam plastik. Lengkap dengan sekantong kecil sambal hijau. Pilihan jenis ikan lain dari meja Spesial Ikan

Mau yang segar di malam hari setelah salat tarawih, pempek dan asinan pilihannya. Ada beberapa pedagang pempek di sini dengan harga rata-rata Rp 10 ribu untuk kapal selam. Asinan Betawi salah satunya ditawarkan Ibu Upiek. Di bawah bendera Asinan

78 travelounge

OntimE

September, 2010

Oma Umay, warga Pisangan, Jakarta Timur, ini menerima pesan-antar dengan minimal 50 bungkus. “Saya bawa 300 (bungkus) selalu habis,” ujarnya. Per bungkus ia patok Rp 11 ribu. Ia menyebutkan, kuahnya tahan hingga seminggu dan rasanya khas karena menggunakan cuka khusus. Jangan lupa membeli olahan untuk berbuka, yang nikmat tentunya yang segar. Aneka es buah mudah ditemukan. Yang sedikit berbeda adalah koktail lemans, perpaduan antara markisa, melon kuning, dan kweni. Per gelas Rp 6.000. Penjual sudah tiga tahun berturut-turut berdagang minuman segar ini. Minuman ini hanya dibuat khusus untuk Ramadan. Untuk yang manis, bubur kampiun khas Minang pun layak dicicipi. Perpaduan bubur sumsum, ketan putih, srikaya, candil, kolak pisang, dan ubi seharga Rp 8.000 rasanya “nendang” untuk menu pembuka. Di luar tenda, masih ada pedagang lain dengan menu pilihan berbeda, seperti sebuah mobil dengan aneka dim sum dan kue khamir. Nah, siapa yang tak panik melihat pilihan berlimpah ruah begitu! 


JAKARTA

Di Ujung ke Ujung

Beragam dalam balutan merah, kuning, dan hijau.

Kapau

NASKAH: Rita Nariswari | FOTO: Toni Hartawan

nya hanya berjualan di pagi hari. Di antara deretan itu, salah satunya adalah Nasi Kapau Sabana Bana. Pemiliknya H Moh Nasir T. berusia sekitar 75 tahun dan termasuk yang pertama berjualan di pojokan Jalan Kramat tersebut. Ia memulai usahanya dengan olahan Minang ini pada 1960. Sempat diusir pada 1970-an, akhirnya ia kembali mengibarkan bendera Sabana Bana pada 1980-an. Kata sabana-bana berarti yang sebenarnya. Maksudnya, sajian yang ditawarkan asli dari Sumatera Barat. Maklum, banyak juga hidangan diolah oleh peranakan, misalnya Padang-Sunda.

B

agi kebanyakan orang, hidangan kapau memang penambah salero. Betapa tidak, kuah yang kuning maupun merah juga sambal hijau membuat nafsu makan langsung melonjak. Pilihannya begitu beragam. Tengok saja ke pojokan Kramat, deretan kapau berbaris mulai bangunan LP3I hingga Java Motor. Pilihan dari ujung ke ujung sebenarnya sama. Hidangan manis untuk berbuka pun serupa juga, khas dari Sumatera Barat, seperti keripik pedas, bareh. Sebenarnya ada juga pedagang yang tidak berlokasi di pinggir jalan, seperti penjual es tebak. Juga Nasi Kapau Ibu Kaca Mata, yang biasa-

lum meninggalkan bangku panjangnya, tak lupa penutup es tebak. Mirip dengan es campur dengan serutan es menggunung. Di dalamnya ada cendol dari tepung beras, agar-agar hitam, tape, nangka. Kapau-kapau tidak hanya membukakan pintu bagi orang yang hendak berbuka, tapi juga sahur. Nasir menyatakan warungnya selama bulan puasa buka dari pukul 14.00 hingga pukul 04.00. Jika Anda dekat di tempat itu atau kebetulan lewat, menu itu memang bisa jadi pilihan untuk bersantap dengan keragaman menu utama, seperti dendeng balado, tambunsu, gulai ayam, dan tunjang dengan harga rata-rata per buah Rp 10 ribu. Atau bisa juga sate Padang, yang disajikan anak Pak Nasir. Dan tentunya menjadi benar-benar komplet karena ada dua pilihan yang manis untuk berbuka, yang hangat atau yang dingin, bubur kampiun atau es tebak. ď Ž

Nasir menawarkan itik lado ijo sebagai ciri khas. Sajian nasi dan itik berbalur cabai hijau seharga Rp 30 ribu pun langsung membuat lambung penuh dan badan sulit bergerak. Apalagi sebelumnya berbuka dimulai dengan bubur kampiun. Lantas, sebe-

September, 2010 OntimE

travelounge

79


CULINARY PALEMBANG

Duo Ragit dan Pempek

Lenggang

Yang satu roti jala ala Arab dengan bumbu kari, yang satu lagi pempek dengan telur bebek. NASKAH & FOTO: Arif Ardiansyah

D

atangnya Ramadan berarti saatnya masyarakat Palembang mencecap ragit. Sajian ini disebut juga martabak atau roti jala. Terbuat dari tepung terigu, seperti martabak namun tipis. Pada hari-hari biasa, ragit biasanya dijumpai di arena makan komunitas Arab. Seperti di warung-warung kopi di Jalan M. Isa, daerah Kuto, dan Tembok Batu. Namun, saat Ramadan, serupa pasarpasar beduk atau pasar berbuka selalu menawarkan menu khas ini. Biasanya dibuat per paket dengan isi kuah kari dengan harga Rp 6.000-10.000.

daerah Masjid Agung Palembang. Menurut Syam, penjual pempek lenggang Mang Udju, setiap hari pempek lenggang terjual hingga 150 buah. Warung ini buka sekitar pukul 14.00 WIB dan harga per porsi Rp 7.000.

Biasanya kuah disajikan secara terpisah. Cara makan dengan dicocol, baik dengan kecap asin maupun kuah. Selain ragit, pempek menjadi pilihan yang digemari untuk berbuka. Ada beragam jenis pempek, tapi yang satu ini memiliki kelas lebih tinggi. Pempek lenggang namanya. Cara pembuatannya relatif lebih rumit. Tak semua warung atau toko pempek di Kota Palembang menjual jenis pempek ini. Biasanya pempek ini dijual berbarengan dengan pempek tunu (panggang). Salah satu tempat yang menjual pempek lenggang yang enak adalah pempek lenggang Mang Udju di

80 travelounge

OntimE

September, 2010

Bila kebetulan Anda mampir ke warung Mang Udju untuk berbuka puasa, jangan lupa mencicipi makanan khas lain, seperti srikaya yang gurih dan manis serta es blimbing yang segar... lemak nian oi ...(enak banget wooi). ď Ž

Ragit terbuat dari terigu, telur ayam, garam, dan diolah dengan cara didadar. Kari yang menjadi teman ragit dibuat dari kentang yang dihaluskan ditambah cacahan daging sapi, santan, dan bahan kari. Biasanya disajikan juga dengan sedikit kecap asin dan cabai rawit. Pempek lenggang. Bahan utama ikan, telur ayam, dan sagu. Hanya ditambahkan telur bebek sebelum dipanggang. Olesan telur ini

membuat warnanya kuning. Awalnya adonan ditaruh pada wadah yang terbuat dari daun pisang ukuran 10 x 10 sentimeter, lalu dipanggang. Sebelumnya, agar tidak gosong, daun pisang diolesi minyak sedikit. Setelah adonan mulai mengeras, wadah dilepas lalu pempek dipanggang lagi hingga matang. Bayangkan aroma ikan dan telur meruap dari panggangan. Warung Pempek Lenggang 1. Pempek Lenggang Saga atau Sudi Mampir Depan Kantor Wali Kota Palembang, Jalan Merdeka 2. Simpangan Cek Bakar Arah ke kampus bukit Universitas Sriwijaya (ada sekitar 5 penjual pempek lenggang) 3. Pasar Kuto Jalan M. Isa Kuto Batu, Palembang 4.Pempek Lenggang Mang Udju Depan Masjid Agung Palembang ď Ž


CULINARY PADANG

Manis-Legit ala Pasa

Pabukoan

Berbuka belum lengkap bila tak makan lemang tapai.

NASKAH & FOTO: Febrianti

B

ulan puasa merupakan kesempatan penyuka masyarakat Padang berburu makanan enak di Pasa Pabukoan—pasar khusus untuk sajian berbuka—seperti di Lapangan Imam Bonjol, Padang. Berbagai jenis masakan Minang keluar, digelar di atas lapak dan ditata dalam piring serta baskom besar. Mulai lauk-pauk hingga makanan yang legit dan manis untuk berbuka puasa, seperti onde-onde, lapek bugih, sarabi, lemang golek, pinukuik, dan lemang tapai.

Ada beberapa yang menjadi favorit, salah satunya lemang tapai. Yang satu ini selalu laris terjual. Bagi orang Minang, berbuka puasa belum lengkap bila tidak makan lemang tapai, apalagi pada awal-awal puasa. Tradisi masyarakat setiap menyambut Ramadan, Lebaran, dan Maulid Nabi, terutama di kampungkampung, orang wajib membuat lemang untuk makanan kenduri hingga untuk hantaran ke rumah mertua. Untuk orang yang tinggal di kota, mereka membelinya di Pasa Pabukoan, karena membuat lemang cukup sulit dan lama. Lemang tapai adalah lemang beras ketan putih yang padat dengan rasa gurih, pas dipadu dengan tapai ketan hitam yang manis, sedikit asam, dan segar. Selain lemang, lopis sipulut (lopis dari beras ketan) dan sarabi muncul di mana-mana. Tidak hanya di Pasa Pabukoa. Padahal biasanya hanya dijual di pasar tradisional. Dibandingkan dengan lemang, rasa lopis lebih lembut dan tidak terasa berminyak karena tidak menggunakan santan kelapa. Menjadi legit karena berkuah gula merah. Lopis biasanya dipadu dengan sarabi berkuah gula aren. Penjual lopis ketan juga menyediakan bubur

sumsum. “Kalau dicampur semua, namanya jadi bubur lopis sipulut,” kata One Ani, 50 tahun, penjual lopis di Pasa Pabukoan. Onde-Onde. Penganan kecil yang manis ini termasuk legendaris di Padang. Bukan hanya untuk kudapan biasa, tapi juga salah satu ma-

Lemang Tapai. Bahan utamanya ialah beras ketan putih dan santan yang diberi sedikit garam. Beras ketan dicuci dan direndam semalam, lalu dimasukkan ke buluh bambu yang di dalamnya dilapisi daun pisang. Ditambahkan santan dan dibakar di tungku khusus yang bisa untuk tempat menyandarkan buluh-buluh bambu lemang selama 4-5 jam. Lopis Sipulut. Lopis terbuat dari beras ketan putih atau ketan hitam yang diperciki air kapur sirih, lalu dibungkus daun pisang yang dirangkap dua, dibentuk kerucut dan diisi dengan beras ketan sampai agak penuh. Lopis direbus selama 2-3 jam. Setelah matang, tiriskan dulu, lalu buka daun pembungkusnya. Tambahkan kinca.

kanan hantaran untuk mertua saat menyambut puasa. Asal namanya, konon, saat dimakan, gula merah yang ada di dalamnya menyemprot keluar dan mengenai baju. Karena kaget, orang itu berteriak “ondeh-ondeh” (ungkapan terkejut dalam bahasa minang). 

Onde-onde. Mirip klepon, tapi bahannya dari tepung ketan, tidak dicampur tepung singkong. Warna hijau dari daun suji dan pandan. Di tengahnya diberi gula aren, dibulatkan, lalu dikukus dan dibaluri kelapa parut. September, 2010 OntimE

travelounge

81


CULINARY YOGYAKARTA

Mencicip Kicak di

Hanya ada di bulan Ramadan, dan dijual di Kampung Kauman.

Kauman

NASKAH & FOTO: Heru C Nugroho

membentuk adonan liat seperti jadah (uli). Siapkan parutan kelapa muda yang kemudian dimasak bersama gula putih, vanili, pandan wangi, dan potongan buah nangka. Jika adonan telah masak, masukkan uli itu dan diaduk hingga rata. “Kelapa parut bersama gula putih harus dimasak hingga matang sebelum dicampur jadah. Jika tidak, nanti kicaknya cepat basi,� kata Mbah Wahono, yang sudah lebih dari 25 tahun membuat penganan ini. Nasi megono adalah nasi yang dimasak hingga lima jam dengan campuran bumbu, seperti bawang merah, bawang putih, lengkuas, daun serai, daun salam, dan bumbu lainnya. Nasi ini dikemas dalam bungkus daun pisang atau plastik biasa dengan harga Rp 1.000-1.500 per bungkus.

Y

ogya dikenal sebagai kota dengan kreasi makanan yang beragam. Anehnya, kota ini hanya mempunyai satu jenis sajian Ramadan, yakni kicak. Penganan yang terbuat dari ketan yang hanya diproduksi dan dijajakan di Kampung Kauman selama bulan Ramadan. Kicak biasanya disantap untuk berbuka puasa. Rasanya manis dan gurih. Generasi tua pembuat kicak, seperti Mbah Wahono, 75 tahun, dan Mbah Sutinah, 75 tahun, menyebutkan, dulu kicak dibuat dari singkong. Belakangan, beralih ke ketan hingga sekarang. Kedua nenek ini termasuk generasi awal pembuat kicak dari beras ketan. Sajian ini merupakan perpaduan antara jadah legit dan baluran parutan kelapa muda, yang dimasak bersama gula putih, vanili, dan pandan wangi. Ditambahkan juga buah nangka, meski hanya sepotong, memberi andil aroma tersendiri. Kicak bisa diperoleh dengan mudah di Pasar Sore Ramadan di ka-

82 travelounge

OntimE

September, 2010

wasan Kauman, Yogya. Yang dibungkus daun pisang harganya Rp 1.500, sedangkan yang dikemas kotak plastik Rp 2.000. Dulu kicak hanya dijajakan di depan rumah para pembuatnya di kawasan Kauman, Yogya, menjelang berbuka puasa. Atas inisiatif sejumlah pemuka di daerah itu, didirikanlah Pasar Sore Ramadan, Kauman, pada sekitar 1990-an. Pasar berada di sebuah gang sepanjang sekitar 300 meter yang membelah Kampung Kauman. Aktivitas jual-beli dimulai sekitar pukul 14.30. Selain kicak, pasar ini menyediakan aneka makanan dan minuman lain. Dan yang sering diburu oleh pengunjung adalah nasi megono dan srabi kocor. Berbeda dengan kicak, yang hanya muncul setiap bulan Ramadan, nasi megono dan srabi kocor masih bisa dijumpai di luar bulan puasa. l Kicak terbuat dari beras ketan yang dicuci dan ditanak. Setelah matang, ketan putih tanpa bumbu itu kemudian dilumat hingga

Srabi kocor sebenarnya adalah kue serabi biasa dengan tambahan kuah dari santan yang dicampur gula merah dan sedikit garam. Paduan antara kue serabi yang legit dan kuah santan ini terasa segar saat disantap sebagai hidangan buka puasa. ď Ž


CULINARY MAKASSAR

Warna - warni Pisang

Berbuka

Cita rasa manis pisang menunjukkan kekayaan kultur Bugis-Makassar.

NASKAH: Irmawati | FOTO: Ayu Ambong

D

i Makassar, takjil khas daerah ini kebanyakan berbahan utama pisang, tapi dengan cita rasa berbeda-beda. Salah satunya pisang ijo, yang sudah dikenal luas. Warna khas pisang hijau dengan vla santan putih yang gurih dan manis. Makin menggoda dengan siraman sirop DHT pisang Ambon yang khas Makassar berwarna merah muda. Ditambah serutan es batu.

Disajikan dalam piring, tapi ada juga yang menggunakan mangkuk seperti di Kafe Mama di Jalan Serui No. 19, Makassar. Mimi Tanyadji, pemilik toko kue dan es krim Mama, menyuguhkannya dalam bentuk lebih mungil, tapi rasanya maknyus. Ditambahkan juga candil dan bubur hitam. “Paduan Jawa dan Makassar,� ujarnya. Meski dipadukan dengan olahan dari daerah lain, cita rasa kebangsawanan Bugis-Makassar tak hilang. Satu porsi pisang ijo di Kafe Mama ini dihargai Rp 15 ribu. Pisang ijo juga menu andalan di kios Bravo di Jalan Andalas No. 154 dan kios Hawai di Jalan Ranggong. Saat Ramadan, penjaja pisang ijo banyak kita jumpai, seperti di bazar dan pasar kaget Ramadan. Harganya relatif lebih murah, pada kisaran Rp 5.000-10.000. Selain itu, ada pallubutung, yang agak mirip pisang ijo. Yang berbeda jenis pisangnya karena pallubutung menggunakan jenis pisang kepok. Dihidangkan dalam kondisi agak hangat, tetapi lebih enak lagi jika dingin, ditambah serutan es batu. Jika tidak suka dengan rasanya yang polos, dapat dicampurkan de-

ngan sedikit susu kental manis serta sirop DHT pisang Ambon. Jenis sajian ini mudah didapat di kafe maupun kios. Satu lagi menu berbuka berbahan pisang kapok adalah barongko. Bagi sebagian besar warga Bugis-Makassar, kue ini menjadi menu wajib saat berbuka puasa. Rasanya enak dan segar. Nah, jika ingin berkreasi sedikit, adonan bisa juga berupa irisan nangka, sehingga aromanya juga lebih sedap. Selain nangka, bisa juga ditambah kenari yang dicincang kasar. Paling pas dimasukkan ke lemari es dulu dan dihidangkan dingin-dingin. Pada hari-hari biasa agak susah didapat, tetapi di bulan

Ramadan hampir semua pasar dadakan Ramadan menjajakannya. Kue ini mudah ditemukan saat hajatan atau upacara adat.

Pisang Ijo. Berbahan utama pisang raja, yang dibungkus dengan adonan hijau yang dibentuk seperti kulit pisang. Warna hijau ini berasal dari perasan daun pandan. Sementara itu, campuran adonannya terdiri atas tepung terigu, santan, gula pasir, susu, dan sedikit garam. Sedangkan vlanya terbuat dari santan,tepung beras, gula pasir, dan garam Pallubutung. Diolah dari pisang kepok yang dikukus kemudian, dikupas kulitnya, lalu pisangnya dipotong-potong serong. Besarannya cukup untuk sekali suap. Irisan pisang ini kemudian dimasukkan ke dalam vla. Barongko. Untuk membuat kue barongko, pisang kepok dihaluskan, ditambah gula, telur, dan santan. Adonannya relatif encer. Lalu dibungkus daun pisang dan dikukus selama 30 menit. ď Ž

September, 2010 OntimE

travelounge

83


UNIQUE

Tur Robben Island

Tur Alcatraz San Francisco, Amerika Serikat - Penjara pun bisa menjadi tempat tujuan wisata yang unik. Salah satu yang legendaris adalah penjara di Pulau Alcatraz, San francisco, Amerika Serikat. Didukung banyak film yang berkisah tentang penjara ini, Alcatraz telah menjadi momok gambaran penjara dan kriminalitas nan kejam dan brutal. Semula digunakan sebagai penjara militer pada 1850, kemudian menjadi penjara federal pada 1933, hingga ditutup pada 1963 oleh John F. Kennedy setelah dinyatakan bangkrut akibat tingginya biaya pengelolaan. Total ada 250 narapidana kelas kakap yang menghuninya. Al Capone, Robert Franklin Stroud, dan Alvin Karpis adalah tiga nama “besar” yang pernah menjadi penghuninya. Kini Alcatraz sepenuhnya menjadi tujuan wisata yang dikelola oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Untuk memasukinya, dikenakan tiket US$ 50 per hari per orang.

Cape Town, Afrika Selatan Ini situs wisata penjara yang paling banyak dikunjungi, dan turis mengaku terharu serta kagum terhadap kisah yang melatarbelakangi keberadaannya. Di penjara ini, tokoh pejuang anti-apartheid Afrika Selatan, Nelson Mandela, dipenjara selama 18 tahun dari 27 tahun masa penahanannya. Mandela ditahan sejak 1962, ketika ia dinyatakan mendapat

Dari pulau karang yang tak berpenghuni ini, selain melihat seramnya bangunan penjara, wisatawan bisa melihat keindahan sepanjang pantai San Francisco dan gemerlap kota pada malam hari. Pada 1969, pulau ini sempat diduduki oleh suku Indian, yang mengklaimnya sebagai bagian dari tanah adat dalam suatu pemberontakan selama delapan bulan.  W

Tur

San Pedro La Paz, Bolivia -- Tidak ada paket wisata resmi ke penjara yang namanya naik daun setelah lahir buku Marching Power (2003) dari tangan Rusty Young dan Thomas McFadden. Buku itu memoir Thomas Mc Fadden, yang menjalankan bisnis wisata ke penjara San Pedro, dan kisah penyamaran Rusty Young selama tiga bulan “berlibur” dalam penjara terbesar di Bolivia itu. Penjara ini tergolong aneh. Dihuni lebih dari 1.500 narapidana. Penuh sesak, beberapa sekeluarga--bapak, anak, ibu--semua tinggal di penjara. Ada sekitar 200 anak dan sel penjara dijual atau disewakan menurut kelas-kelas,

84 travelounge

OntimE

September, 2010

dari yang mewah dengan fasilitas televisi kabel, kulkas, telepon, dan mesin penyejuk udara, hingga sel sewaan yang hanya seukuran tubuh. Kemiskinan dan pengangguran yang merebak membuat ratusan narapidana, terutama perempuan dan anak-anak, hidup dari membuat kerajinan tangan dan menjualnya kepada para turis yang berkunjung ke penjara. Koridor penjara dipenuhi kios-kios kaki lima yang menjual aneka kebutuhan dan cendera mata, tempat karaoke, warung makan, tem-

pat biliar, hingga online game. “Di sini sudah seperti komunitas dengan pemerintahan tersendiri,” kata Rusty. Untuk bisa masuk, rata-rata turis harus menyuap 400 bolivianos kepada para penjaga penjara. Pengunjung bisa menginap, ada hotel di dalamnya.  W

hukuman seumur hidup, setelah menolak mundur dari gerakan anti-apartheid. Robben Island merupakan pulau kecil mirip Alcatraz, 12 kilometer di seberang Teluk Cape Town. Mendiami sel seluas 5 meter persegi, selama dipenjara, Mandela mendapat perlakuan yang kejam, menjalani kerja paksa setiap hari, tidur di lantai, tanpa kamar mandi, tanpa lampu, hanya diizinkan menerima sekali kunjungan selama setahun untuk bertamu selama 30 menit, serta hanya diperbolehkan menulis dan menerima satu surat setiap enam bulan. Selain bekas penjara, kini didirikan Museum Nelson Mandela. Per kunjungan dikenakan tarif 150 rand (sekitar Rp 200 ribu) per dua jam per orang.  Wahyuana


PHOTOGRAPHY

Di Kota-Mu Kami Besujud

In Your City We Prostate

NASKAH: Rully Kesuma FOTO: Maha Eka Swasta/Antara

Labaik allahuma labaik ... Labaik la sharika laka labaik ... Ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu.

86 travelounge

OntimE

September, 2010


PHOTOGRAPHY

Lafal kalimat tabliyah ini mengalir deras tiada henti. Tidak juga melemah saat jemaah haji berjalan dari Mina menuju Jamarat untuk Jumroh, salah satu rukun haji yang harus dilalui. Desah nafas peziarah yang melantunkan Asma Allah saling bersahut membuat suasana begitu syahdu. Setiap tahun di bulan Dzulhijah, jutaan muslim dari seluruh penjuru dunia datang dan luruh menunaikan Rukun Islam ke-5. Di Mekkah inilah, Ka’bah tempat seluruh sujud umat Islam menyatu.

The tabliyah prayer was uttered endlessly. The prayer was not subdued when millions of pilgrims walked from Mina to Jamarat to throw jumroh, one of the pillars (rukun) that every hajj must take. The sound of pilgrims’ wheezing breath chanting the names of God (Asma Allah) was like a canon of prayers that made the atmosphere became serene. Every year in the month of Dh? al-Hajja, the last month in Islamic calendar, millions of Muslims from all over the world come and perform the fifth Pillar of Islam, the pilgrimage of hajj. In Mecca, the Ka’bah brings Muslims from all over the world together to prostate on the ground in prayers.

88 travelounge

OntimE

September, 2010


PHOTOGRAPHY

Kota ini merupakan lembah yang dikelilingi pegunungan dengan batuan yang tingkat kekerasannya cukup tinggi. Mekkah secara geografi terletak pada 21°25'24” Lintang Utara dan 39°49'24” Bujur Timur. Posisinya sekitar 300 meter di atas permukaan laut. Kota ini merupakan lembah yang dikelilingi pegunungan dengan batuan yang tingkat kekerasannya cukup tinggi. Kota perdagangan dan pelayanan jasa ini berada di lokasi yang gersang dan sempit, sehingga berpuluh terowongan digunakan untuk menghubungkan satu kawasan dengan kawasan lainnya. Maha Eka Swasta, pewarta foto Antara, mendapat kesempatan mengunjungi tanah suci. Selain melaksanakan ibadah haji, ia sekaligus merekam jejak jemaah haji Indonesia dan kehidupan sehari-hari di kota ini. Merekam saat Mekkah masih sepi dari kedatangan para jemaah haji Indonesia, merasakan sulitnya berjalan di antara himpitan lautan manusia, hingga kota ini kembali lengang, senyap. Memotret merupakan pekerjaan sehari-hari Maha, tapi memotret di Mekkah tidaklah mu-

Mecca is geographically located at 21 ° 25'24 "north latitude and 39 ° 49'24" east longitude. It’s approximately 300 meters above sea level. The city is actually a valley surrounded by mountains with high level of rock hardness. It’s a city of trade and services, located in arid location and narrow land that tens of tunnels are used to connect one area with another. Maha Eka Swasta, Antara’s photojournalist, got an opportunity to visit the holy land. In addition to performing the rituals of Hajj, he simultaneously recorded Indonesian pilgrims’ trail and the everyday life of the city. He took pictures of Mecca when the city is still free from the arrival of hundreds of thousands of pilgrims from Indonesia. He captured the difficult experience of walking in between crushing human ocean, and when the city is, once again, quiet. Photography is an everyday job for Maha, but taking pictures in Mecca is easier said than done. Some places forbid people to take picture. And if you September, 2010 OntimE

travelounge

89


PHOTOGRAPHY

The 60-day pilgrimage trip to Mecca is a gift that makes a Muslim’s life full and whole.

90 travelounge

dah. Beberapa tempat memang dilarang memotret, belum lagi Askar (polisi) Mekkah yang selalu mengawasi, salah-salah kamera disita. Kamera Maha sempat diambil sekali di Madinah dan dua kali di Mekkah, beruntung masih dikembalikan. Tantangan memotret justru datang dari penduduk setempat. Sulit sekali mendekati penduduk kota ini, karena bagi mereka hal ini tak lazim. Mereka akan merasa canggung bila ada yang berusaha memotret. Apalagi Perempuan, juga jarang terlihat di keramaian.

insist on trying, the ubiquitous and watchful Askars (Mecca’s police) might confiscate your camera. Fortunately, Maha’s camera, which had been confiscated three times, once in Medina and twice in Mecca, was returned back to him. The bigger challenge in taking pictures in Mecca, however, comes from local people. It is very difficult to approach and take the pictures of the citizens of Mecca for they find such request is rare. They feel awkward whenever someone's trying to take their pictures. Particularly the women, who are also rarely seen in public.

Perjalanan suci 60 hari di Mekkah adalah sebuah anugerah yang membuat jiwa penuh dan utuh. Tidak ada rasa lelah, yang ada hanyalah rasa rindu untuk kembali ke sana, kembali ke tanah suci, bersujud di kota-Mu, menyentuh dan mencium Kabah. ***

The 60-day pilgrimage trip to Mecca is a gift that makes a Muslim’s life full and whole. There is no sense of fatigue, only a sense of longing to return to the holy land, to prostate on the ground at God’s city, to touching and to kiss the Ka’bah. ***

Note Rekaman visual ritual ibadah haji dan sisi lain kehidupan sehari-hari kota Mekkah ini dipamerkan di Pejaten Villge selama 27 Agustus – 5 September 2010.

Note Pictures of Hajj rituals and the other side of everyday life of the city of Mecca are on exhibition at Pejaten Village from August 27 to September 5, 2010.

OntimE

September, 2010


SHOPPING

Menangkis dan Membanting

92 travelounge

OntimE

September, 2010


NASKAH DAN FOTO: Candra Malik

BELANJA BUSANA PUN PERLU JAM TERBANG DAN SIASAT.

B

randed dan banderol. Dua kata ini tidak dijual di Pasar Klewer, Solo, Jawa Tengah. Barang bagus toh tak selalu harus dilepas dengan harga mati. Di sini, seni menawar adalah segalanya. Meski pasar modern dan butik ternama muncul berbalapan, pasar yang satu ini tidak pernah tenggelam. Apalagi setelah motif batik naik daun lagi, orang-orang berdesakan datang ke Klewer demi busana yang paling unik. Semakin siang, pasar di Jalan Dr Radjiman, Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon, ini semakin sesak. Orang membeli berbagai produk tekstil tidak hanya dipakai sendiri. Apalagi di pasar ini produknya beragam, pakaian pria, wanita, anak hingga bayi, serta produk lain, seperti seprai, mukena, sarung bantal, dan gorden. Sebagian orang memborongnya untuk oleh-oleh, sebagian lain untuk dijual lagi. Keduanya, jika merupakan pembeli pemula, perlu jurus yang sama. �Jangan kaget dengan nominal yang disebutkan pedagang. Itu hanya gertak sambal. Mengukur apakah Anda pembelanja andal atau amatiran,� kata Nur Atika, bendahara Dinas Pasar Klewer. Ia lantas membeberkan jurus-jurus menawar barang. Anggaplah angka selangit dari pedagang adalah tohokan ke ulu hati, maka jurus pertama si pembelanja adalah tangkisan. Jangan malah menunjukkan gelagat jantung copot. �Silakan debat dengan pedagang, misalnya, katakan bahwa harga segitu tak sesuai deSeptember, 2010 OntimE

travelounge

93


SHOPPING

ngan barang begini.” Menurut Atika, memang demikianlah asyiknya seni tawar-menawar. Pengunjung Pasar Klewer tak usah sungkan, ragu-ragu, atau bahkan takut banting harga. Sebab, tak ada rupiah murah dari lidah manis mereka. “Yang ada, harga sudah dilipatgandakan dari nominal yang disebutkan,” ujarnya. Biasanya tangkisan yang lihai akan membuat pedagang mundur selangkah, dan berkata, ”Memang mau ambil berapa?” Tentu, bagi yang akan membeli banyak, mudah menjawabnya. Tapi, bagi yang tak punya niat memborong, tak usah berkecil hati. Cukup katakanlah, ”Satu dulu. Kalau memang bagus, saya ke sini lagi dan jadi pelanggan.” Selanjutnya, potonglah separuh harga. Ya… lima puluh persen dari angka yang dipatok. ”Tidak perlu khawatir. Dibeli dengan harga di bawah itu saja pedagang tidak rugi, kok. Di sini, siapa pandai menawar, dia juaranya,” kata Atika. Ia menambahkan, pengunjung tak perlu kaget melihat pedagang tampak cemberut atau bahkan marah karena penawaran sengit. Tampang sedingin mungkin adalah modal uta-

94 travelounge

OntimE

September, 2010

ma pembelanja di salah satu pusat grosir tekstil terbesar di Indonesia ini. ”Karena itu pula, jangan pasang tampang butuh. Kalem saja. Kalau harga susah turun, berpura-puralah batal membeli dan tinggalkan kios itu. Tapi, berjalanlah pelanpelan. Jangan tergesa pergi. Akting saja,” Atika memaparkan sejumlah jurus. Gerakan lamban itu akan memberi ruang dan waktu berpikir bagi pedagang untuk melepas jualannya. Biasanya, menurut Atika, pedagang tersebut akan memanggil kembali pengunjung itu dan berujar, ”Ya sudah. Tapi harga ini cuma untuk Anda. Jangan bilang siapa-siapa.” Ikhtiar ini berlangsung saban hari di pasar yang seumur dengan Keraton Surakarta Hadiningrat ini. Awalnya pada 1744, pasar ini adalah arena parkir Kereta Kuda Sentana dan tamu-tamu kerajaan ketika Raja Sri Susuhunan Pakubuwono II memindahkan istana dari Kartasura ke Desa Sala. Sejarawan Sudharmono dari Universitas Sebelas Maret mengatakan, ketika itu pasar di atas tanah seluas 12.950 meter persegi ini masih bernama Pasar Pakretan-sesuai dengan fungsi utama sebagai lot

parkir kereta kuda. Tatkala Nederlandsch Indië Spoor Maatschappig pada 1 April 1923 membangun jalur kereta api 33 kilometer dari Solo hingga Wonogiri, pasar berubah nama lagi. ”Jadilah Pasar Slompretan. Artinya, trompet mini atau peluit kondektur. Karena Stasiun Kota di Kampung Sangkrah berdekatan dengan pasar, lengkingan slompret menjadi pertanda bagi para pembeli dan pedagang bahwa kereta api telah tiba atau berangkat,” papar Sudharmono. Tahun 1942-1945 adalah rentang terburuk bagi para pedagang. Invasi Jepang membuat rakyat nelangsa. Mereka menjual kainkain bekas demi sesuap nasi. Dari sini muncul nama Klewer dari kata “kleweran” atau berjuntaian karena kain-kain lungsuran dijajakan secara ala kadarnya, bahkan pating klewer ke tanah. Nama terakhir inilah yang mapan hingga kini, meski kain-kain yang dijual sudah ditata lebih rapi sehingga tak lagi berjuntaian. Pada 9 Juni 1971, presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto, meresmikannya sebagai pusat grosir tekstil dan batik. ”Saat ini terdapat 2.112 kios dan 600 opro-


SHOPPING

”Saat ini terdapat 2.112 kios dan 600 oprokan (lapak) di Pasar Klewer. Sebagian besar kiosnya dijalankan keluarga secara turun-temurun,”

kan (lapak) di Pasar Klewer. Sebagian besar kiosnya dijalankan keluarga secara turuntemurun,” kata Atika. Di pasar yang terletak di sebelah barat daya Alun-alun Utara Keraton Surakarta itu, para pengunjung leluasa memilih batik tulis dan cap tidak hanya dari Kampung Batik Kauman dan Laweyan, Solo. Tapi ada pula dari Yogyakarta, Banyumas, Pekalongan, dan Madura. Para pedagang tidak hanya berjualan di kios, tapi juga di oprokan. Mereka ngoprok atau duduk setengah jongkok pada dingklik atau kursi rendah dan menata dagangan di lantai koridor, bahkan pada anak-anak tangga pasar berlantai dua itu dan sudut-sudut lainnya. ”Di sini kita biasa punggung bertemu punggung karena koridornya sempit. Tubuh didorong dari depan-belakang juga harus rela. Kalau penjaja wedang teh lewat sambil berteriak ‘panas, panas, panas’, kita harus lebih minggir lagi. Inilah romantika belanja,” kata Kadek Suryanti. Ibu dua anak dari Singaraja, Bali, itu menjual produk batik segala rupa, mulai baju tidur, kemeja, celana, kipas, sampai sandal, untuk dijual lagi di kampung halamannya

Kisah Ulin Ariyani, seorang pemilik kios, beda lagi. Dia melanjutkan bisnis keluarganya. ”Karena terbiasa tawar-menawar, saya bahkan menawar tarif dokter gigi. Ini sudah seperti bawaan orok buat saya,” ujarnya seraya tertawa. Berbeda dengan kebanyakan pedagang, Ulin berjualan busana muslim dengan segala perlengkapannya. Demikianlah, nyang-nyangan atau tawarmenawar menjadi urat nadi pasar tradisional yang telah melewati usia lebih dari tiga abad ini. Dan, dengan tradisinya ini, pedagang Pasar Klewer toh menghasilkan omzet yang tidak main-main. ”Per hari, omzet mencapai Rp 5 miliar. Bahkan pernah sampai Rp 10 miliar. Uang beredar di Klewer tak bisa disepelekan. Tak kalah dibanding mal,” kata Atika. Selain cara berdagang konvensional, beberapa pedagang memang telah memulai berjualan secara online. Namun, itu toh tak mengubah kebiasaan tawar-menawar. Yang sempat cukup mengganggu justru kehadiran para pedagang liar. Mereka berjualan di luar pasar dengan mobil-mobil terparkir di Jalan Radjiman, atau di area

parkir Masjid Agung, di depannya. Abdul Kadir, Ketua Himpunan Pedagang Pasar Klewer, menambahkan, produk-produk tekstil Cina juga sempat mengusik mereka. Namun para pedagang telah membuat kesepakatan lisan untuk setia berdagang tekstil lokal. ”Jika menjual batik Cina, kami justru bisa kehilangan keunikan Pasar Klewer. Lagi pula pelanggan kami yang telah puluhan tahun kulak grosir atau beli eceran juga menolaknya,” kata dia. Sebagai alternatif, wisatawan bisa pula berburu kain dan busana batik di Kampung Kauman, tak jauh dari Pasar Klewer. Untuk menikmati utuh atmosfer Kota Solo, berkunjung ke Keraton Surakarta adalah pilihan yang baik. Dan, bila perut sudah keroncongan, tengkleng Bu Edi di bawah Gapura Klewer bisa menendang perut. Tengkorak, tulang-tulang, kaki, mata, kuping, lidah, pipi, sumsum, dan otak dimasak mirip gulai tongseng, tapi tanpa santan. Itulah tengkleng yang khas Solo. Pulang belanja, bolehlah memborong aneka penganan untuk oleh-oleh. Jangan lupa: tawar harganya, ya!  September, 2010 OntimE

travelounge

95


TRAVELLER’SNOTE

Bulan Madu Hemat Ke

NASKAH DAN FOTO

HADERIS ALKAF Advertising Manager

PERNIKAHAN pastilah merupakan momen penting, sehingga banyak orang, selain membuat pesta yang meriah, juga menyiapkan bulan madu untuk membuatnya menjadi kenangan indah. Bulan Madu? Waduh, kebayang dong budget yang mesti disiapkan. Terlebih setelah resepsi perkawinan. Namun, sesungguhnya perjalanan perayaan pernikahan bisa dilakukan dengan hemat. Ini saya lakukan Juli lalu. Dengan istri

96 travelounge

OntimE

September, 2010

Phuket

uk Butuh kesabaran dan ketekunan unt memilih dan memesan paketnya.

saya, Ade, perjalanan bulan madu paket hemat saya lakukan ke Phuket, Thailand. Tentu butuh kesabaran dan ketekunan untuk memilih dan memesan paketnya. Penerbangan murah kami pilih melalui browsing di internet empat bulan sebelumnya. Di sana kami peroleh program promo Air Asia. Tiket yang sungguh murah, bahkan kata teman kantor lebih murah dari tiket ke Yogyakarta. Tiket kami dapatkan un-

tuk perjalanan 5 hari 4 malam. Urusan selanjutnya adalah pemilihan dan pemesanan hotel. Situs www.agoda.com menjadi solusi jitu, murah dan puas. Tak seluruh malam kami habiskan di hotel yang sama, sebab kadang memang tidak ada kamarnya. Atau, juga pilihan soal harga yang pas. Dua malam pertama kami ambil di Hotel South Sea Karon di Karon beach yang sengaja dipilih karena tenang dan nyaman.


Sedangkan dua malam hari berikutnya kami pesan di Hotel Salathai Resort, Phatong Beach. Upaya menghemat juga kami lakukan selama lima hari di Phuket, berikut perjalanan wisata bulan madu hemat kami. Hari Pertama Setiba di Phuket, di bandara kami sengaja memilih ‘taksi liar’, lebih murah dan supirnya bersahabat, Sulaiman namanya. Setiba di South Sea Karon hotel kami langsung mencari rental sepeda motor. Wooww, banyak pilihan motor skutik yang seru dan murah. Yamaha Fino dengan 400 baht kami sewa untuk dua hari. Selepas makan sore, kami mencari paket wisata ke James Bond Island, dan ternyata banyak biro travel yang harganya bisa ditawar. Pilihlah program wisata dengan kapal besar, sebab biasanya harga sudah termasuk makan siang, snack dan minuman melimpah. TOTAL PENGELUARAN (2 ORANG): Tiket Air Asia PP: Rp 1.100.000,Hotel South Sea Karon (2 night): Rp 770.000,Hotel Salathai Resort (2 night) Rp 918.000,- (include breakfast) Taksi Phuket – South Sea Karon 600 baht

Hari Kedua Jam 8 pagi kami dijemput di hotel, 30 menit perjalanan ke dermaga. Lebih kurang 150 orang dari berbagai negara bersama kami. Ada empat pulau yang menjadi tujuan : Lawa, James Bond, Hong dan Panak Island. Di tiap pulau kami berenang, berkano, juga menyusuri goa dengan pemandu kano menjadi wisata yang fantastis. James Bond Island menjadi daya tarik kami untuk berkano dan foto-foto tentunya. Tujuh Jam perjalanan hingga tiba kembali di hotel jam 6 sore. Hari Ketiga Terlelap hingga siang, setelah check out dan menitipkan barang di hotel, kami puas bermotor ria menyusuri pantai dan dilanjutkan makan siang di Kata Beach, 3 km dari hotel. Ini dilanjutkan ber-tuk-tuk menuju Salathai Resort Pathong. Di Kota ini lebih baik berjalan kaki, karena wisata belanja, makan dan hiburan malam menjadi daya tariknya. Program wisata ke Phi-phi Island esok kami dapatkan dengan harga yang negotiable, termasuk makan siang dan lain-lain. Pilihlah menggunakan speedboat dengan tiga mesin karena lebih cepat dan duduk lebih nyaman.

Sewa Motor 2 hari 400 baht Bbm motor (2,5 liter) 100 baht dinner day 1 295 baht Tour James Bond Island 2.600 baht Dinner day 2 640 baht Lunch day 3

280 baht Tuk tuk taxi 250 baht Tour Phi Phi Island 2.400 baht Dinner day 3 264 baht Thai Massage 400 baht Dinner day 4 (kaki lima) 80 baht

Hari Keempat 45 menit perjalanan dari hotel memulai program wisata eksotis kami menuju kepulauan Phi Phi Ley. Pulau Maya Bay ‘the Beach’nya Leonardo Dicaprio tujuan pertama

dan untuk satu jam berenang, santai dan berfoto. Kemudian satu jam snorkling di Pulau Loh Samah Bay dengan keindahan karang lautnya. Selepas Pileh Cove dengan keindahan tanjungnya menuju Viking cave pulau dengan budidaya sarang waletnya dan singgah sebentar di Monkey Beach sebelum singgah di Phi Phi Don perkampungan muslim dengan sajian makanan yang halal, enak dan khas Thailand. Wisata terakhir 30 menit menuju Khai Island, dimanjakan dengan dua jam bersantai di pantai dan snorkeling melihat keindahan karang dan ikan-ikan yang colorful. Hari Kelima Tepat 06.00 Sulaiman menjemput kami di hotel menuju bandara phuket dan meninggalkan erotisme laut Andaman menuju tanah air.  Taksi Phatong - bandara 550 baht Tips2, Foto tour, snack dll (5 hari) 760 baht Pulsa (paket BB unlimited 3 day) 20 baht (2 nomor lokal) TOTAL Rp 2,788,000 + 9,739 Baht (@285,-) Rp 5.563.615,-

September, 2010 OntimE

travelounge

97


EXPLORE

AUTOMOTIVE

Mesin Rotary Berbeda dengan mesin kebanyakan, piston rotary berbentuk triangular. Gerak memutar bukan naik turun seperti piston konvensional. Oleh sebab itulah mesin rotary kubikasi menengah, misal 1300 cc, kekuatannya setara dengan mesin konvensional 2000 cc. Generasi terbaru mesin rotary Mazda adalah Renesis (Rotary Engine Genesis). Renesis ini diaplikasikan ke Generasi Mazda RX-8, sebuah sport car yang didesain untuk

Mazda dan Mesin Rotary Generasi baru RX-8 Renesis, menghasilkan power 49 persen lebih besar. Mazda dan mesin rotary ibarat sayur dan garam. Tak terpisahkan. Meski hanya sebagian kecil produk Mazda yang menggunakan mesin rotary, namun pabrikan Jepang inilah yang turut mengembangkan mesin ciptaan Felix Wankel pada 1957. Oleh sebab itulah, di dunia, mesin rotary sering juga disebut sebagai mesin Wankel. Selama bertahun-tahun insinyur Mazda mengembangkan mesin rotary – yang dikembangkan Wangkel bersama pabrikan Jerman NSU

Motorenwerke AG - ini untuk berbagai produknya. Tercatat pertama kali memasang mesin rotary untuk Mazda Cosmo Sport pada 1967 yang selanjutnya diteruskan pada sport car modern Mazda RX-8. Uniknya sport car ini hanya bermesin 1.300 cc (satu unit 654cc dengan dua rotor). Namun sudah mengadopsi versi terbaru rotary yaitu Renesis. Mesin baru itu menghasilkan tenaga 49 persen lebih besar dibanding pendahulunya, RX-7. Dalam perkembangannya,

gejolak ekonomi dunia di era 1960an memaksa Mazda merelakan sebagian sahamnya dibeli Ford Motor Company Amerika. Oleh sebab itulah di pasaran sebagian produk Mazda dipasarkan dengan merek Ford, seperti pick-up B-Series (Ford Courier), Mazda Familia (Ford Laser dan Escort), Mazda Capella yang dipasarkan dengan nama Ford Telstar. Hal yang lumrah bagi dua perusahaan untuk berbagi platform. ď Ž NUGROHO ADHI

Simbol Mazda Berasal dari nama dewa kuno Persia, Ahura Mazda yang menyimbolkan keseimbangan antara ilmu dan kebijaksanaan. Situs resmi perusahaan menyebut akronim dari pendirinya yaitu Jujiro Matsuda. Berdiri sejak 1920, barulah pada 1962 pabrikan yang berpusat di Jepang ini mempunyai logo resmi perusahaan. Dan hingga kini telah berganti logo hingga lima kali.

98 travelounge

OntimE

September, 2010

empat penumpang. Yang paling dahsyat, Renesis ini berukuran 654cc dengan dua mesin rotor, namun mempunyai tenaga 250 PS (184 kW) pada 8500 rpm. Torsinya mencapai 216 Nm (22.0 kg-m) pada putaran 5500 rpm.

August, 2010 OntimE

travelounge

98


LEISURE

Mengadu Nyali dengan

Jet Ski

NASKAH: Rully Kesuma FOTO: Toni Hartawan

Nyali, ketahanan fisik, serta keterampilan dan strategi mengatasi medan air menjadi modal.

100 travelounge

OntimE

August, 2010


M

elesat dengan mobil berkecepatan 100 kilometer per jam di jalan tol tidak banyak menghasilkan sensasi. Begitu juga jika dengan kendaraan roda dua. Paling hanya ketegangan sesaat. Namun cobalah menggunakan jet ski di laut lepas. Dengan kecepatan 60 kilometer per jam saja, Anda sudah berisiko terpelanting atau bahkan terlempar dari motor jika tak pandai mengendalikan kemudi. Namun, jangan khawatir, semua itu bisa dilakukan dengan aman. Dibanding kebut-kebutan dengan sepeda motor atau mobil di daratan, bermain jet ski

memiliki tantangan yang lebih banyak; selain uji nyali, juga ketahanan fisik melawan terpaan angin laut, kecerdikan menyiasati situasi medan air yang sering berubah, dan keterampilan mengolah setir dalam mengatasi terjalnya gelombang laut yang kadang sekeras karang. Justru keempat hal itulah yang menjadi keasyikan bermain jet ski. “Coba dua kali deh, habis itu pasti akan ketagihan karena gampang dilakukan oleh siapa pun, asyik buat bermain-main, dan keren,� ujar Saiful Ihsan, Ketua Indonesia Jetsport Boating Association, organisasi olahraga jet

August, 2010 OntimE

travelounge

101


LEISURE

ski di Indonesia. Disebut gampang karena memang mudah mengendarainya. Pemain hanya perlu menarik gas pada kemudi, tidak ada rem dan persneling, serta semua panel otomatis. Walhasil, semua orang dari segala usia dan kelamin, kecuali bayi dan kanak-kanak tentunya, bisa mengendarainya dengan gampang. Nyali lebih dibutuhkan karena permainan berada di medan air laut yang penuh tantangan, dan perlu sedikit keterampilan memainkan kemudi motor. Kalau Anda bisa mengendarai motor, pasti juga bisa mengendarai jet ski. Jet ski masih dimasukkan dalam kategori olahraga ekstrem, hingga masih banyak orang yang takut mencobanya. Karena itu, jet ski kurang populer. Padahal, menurut Saiful, kebut-kebutan dengan jet ski sebenarnya jauh lebih aman dibanding dengan motor atau mobil. Kini telah banyak standar perlengkapan keamanan yang wajib dikenakan untuk melindungi keselamatan. Seperti setiap pemain diwajibkan memakai pelampung ketika bermain di tengah laut lepas, juga wajib mengenakan line yard atau gelang kait pengaman yang dililitkan pada tangan kanan pemain, yang terhubung ke bagian kendali gas pada kemudi motor. Dengan dua alat pengaman ini, ketika pemain terpelanting atau terlempar dari

102 travelounge

OntimE

September, 2010

Kalau Anda belum cukup bernyali untuk motor, line yard akan lepas dari stir, yang main sendirian, di sini juga tersedia jet ski secara otomatis akan mematikan dan menghentikan laju jet ski. Dan dengan pe- tandem dengan instruktur. Biaya sewanya sekitar Rp 600 ribu per lampung (life vest) yang membalut tubuh, 30 menit atau Rp 1 juta per satu jam. Supemain jet ski terjamin tidak akan tenggedah termasuk perlengkapannya. Di sini julam meskipun jatuh dari jet ski dan tidak bisa berenang di tengah laut. “Risiko kece- ga tersedia lintasan closed course sepanjang 1,5 kilometer layaknya arena lakaan minim, kecuali kalau balapan jet ski profesional. terjadi tabrakan, atau menaTIDAK PERLU SER- Ada banyak tempat penyewabrak suatu benda keras. Kalau an jet ski di Jakarta, sehingga hanya berputar-putar di teTIFIKAT ATAU untuk menikmatinya Anda ngah laut, sangat aman untuk PELATIHAN KHUSUS tak harus memiliki jet ski, aktivitas rileks,� ujar Aero Sutan Azwar, juara I Expert KALAU SEKADAR yang rata-rata harganya sekitar Rp 120–140 juta per buah. American Power Boat AssociaMEMAINKANNYA. Tidak perlu sertifikat atau tion Watercross National Tour pelatihan khusus kalau seka2010 di Lake Havasu, Arizona, Amerika Serikat, salah satu kompetisi bala- dar memainkannya. Hanya perlu paham teknik dasarnya, di antaranya menggunapan jet ski bergengsi di dunia, yang juga kan pelampung dan line yard pada pergeputra sulung Saiful Ihsan. langan tangan sebelum Anda menghidupBersama atlet-atlet jet ski muda binaan Indonesia Jetsport Boating Association, Ae- kan mesin. Cukup membawa badan, tanpa aksesori lain. Melengkapi diri dengan ro Sutan setiap akhir pekan rutin berlatih jet ski di kawasan Pantai Marina, Ancol, Ja- helm, kacamata air, dan sepatu jet ski akan lebih baik. Setelah menghidupkan mesin, karta Utara. Mereka tergabung dalam Homelajulah pada kecepatan dasar dulu, yakrison Watersport Club, yang bermarkas di ni di bawah 15 mph (meter per hour), untuk belakang Hotel Mercure, Pantai Marina, Ancol. Selain berlatih sebagai atlet, mereka mengarahkan jet ski keluar dari dermaga juga melayani penyewaan jet ski dan mem- menuju area lintasan. Angka kecepatan ini bisa dilihat di speedometer jet ski. berikan layanan pemandu untuk wisatSetelah jet ski keluar dari dermaga, baruawan Ancol yang ingin bermain jet ski unlah Anda bisa menarik gas untuk kecepattuk menikmati keindahan Pantai Marina.


LEISURE JIKA LAUT SEDANG BERGELOMBANG BESAR, SEBAIKNYA JANGAN MELEWATINYA DENGAN MENERJANG OMBAK SECARA LANGSUNG Dari an sedang (15-30 mph) menuju area lintasan. Pada kecepatan ini, laju jet ski masih sejajar dengan permukaan air, sehingga tidak terlalu berbahaya. Setelah berada di lintasan atau area bebas, gas motor baru bisa digeber pada kecepatan di atas 30 mph, yang akan membuat busur depan jet ski sedikit terangkat dari permukaan air, sehingga Anda harus pandai memainkan ke-

lewatinya tanpa lonjakan yang besar. Jika Anda sudah cukup mahir dan bernyali, jet ski juga bisa digunakan untuk menjalani tur laut yang menempuh jarak jauh atau seri cross country. “Petualangan yang penuh adrenalin. Saya pernah menempuh Jakarta–Singapura selama empat hari dengan jet ski,” ujar Saiful Ihsan. Untuk menjalani petualangan “gila” ini,

Batam Raja Ampat H i n g g a

Ada banyak tempat di Jakarta

mudi untuk berbelok ke kanan atau kiri. Bergantung pada kecepatan angin yang sedang dihadapi, tapi biasanya memainkan jet ski dengan kecepatan di atas 50 mph akan membuat busur depan jet ski semakin terangkat dari permukaan air, badan jet ski berisiko oleng, sehingga pemain harus pandai menjaga keseimbangan. Jika laut sedang bergelombang besar, sebaiknya jangan melewatinya dengan menerjang ombak secara langsung, karena akan membuat jet ski justru terangkat ke atas, dan penggunanya terlempar. Anda bisa menyiasatinya dengan membelokkan kemudi, dan mengambil sudut di bawah 45 derajat menerjang ombak, agar bisa me-

dengan jet ski bertenaga 800 cc dan 1.200 cc, Saiful Ihsan bersama 12 temannya harus juga mengoperasikan satu kapal besar pembawa bahan bakar, yang mengawal perjalanan. Maklum, rata-rata jet ski hanya mampu membawa sekitar Rp 70-80 liter bensin, untuk jarak tempuh sekitar 200 kilometer. Sehingga, kalau bahan bakar habis di tengah samudra, tangki jet ski segera bisa diisi kembali. Mereka menempuh jalur Pantai Mutiara, Jakarta, Pulau Genteng, Lampung, Bangka, Belitung, Batam, dan berakhir di Singapura. “Sempat tiga kali diterkam badai di perairan Belitung-Batam," kata Saiful Ihsan menceritakan pengalamannya. Hmmm.. seru bukan main! 

yang menyediakan penyewaan jet ski, seperti di Pantai Marina, Ancol, Jakarta Utara; Pantai Mutiara; Pantai Carita, dan Pantai Anyer. Di beberapa resor di Kepulauan Seribu juga tersedia penyewaan jet ski, seperti di Pulau Tidung dan Pulau Bidadari. Menurut Saiful Ihsan, bermain jet ski sebaiknya di wilayah yang mempunyai banyak pulau, sehingga bisa melakukan petualangan jet ski antarpulau yang tidak terlalu menempuh jarak jauh. Seperti dari Pantai Marina, Ancol, ke berbagai pulau di kawasan Kepulauan Seribu, Jakarta Utara. Selain Jakarta dan sekitarnya, tempat yang baik untuk petualangan jet ski, di antaranya wilayah Kepulauan Riau dan Batam, yang memiliki banyak pulau kecil; Pantai Tanjung Benoa, Nusa Dua, Bali, yang sudah terkenal sebagai arena jet ski, dan tersedia paket tur jet ski rute Nusa Dua–Pulau Nusa Lembongan, dan Nusa Dua–Lombok; Teluk Bunaken, Sulawesi Utara; Ambon dan Kepulauan Maluku merupakan tempat yang paling baik untuk jet ski di Indonesia, namun belum banyak fasilitasnya; sedangkan di Raja Ampat, Papua Barat, merupakan tempat yang paling nyaman untuk berjet ski ria, fasilitas pun sudah lengkap tersedia. 

September, 2010 OntimE

travelounge

103


ART

NASKAH: Bambang Bujono

Seni Lukis di tengah Gemuruh Seni “Kontemporer”

AGUNG SURYANTO. City of Tomorrow

104 travelounge

OntimE

September, 2010


ADITYA NOVALI . (My) Comfort Zone

S Seni rupa Indonesia modern bertolak dari seni lukis, Persatuan Ahli-ahli Gambar Indonesia. Aneh, padahal kita mempunyai candi dan stupa dengan patung dan relief yang sangat prima. Tapi perkembangan kemudian membentuk seni rupa yang apa saja, dan justru seni lukis seperti ditinggalkan. JAA mencoba meniupkan napas ke dalam seni lukis kita.

eni rupa Indonesia sejak pertengahan 1990-an tidak lagi hanya seni lukis, patung, grafis dan varian di antara ketiga cabang tersebut. Seni rupa Indonesia sejak itu bisa apa saja, karena telah bergerak dari konsep yang berat pada bahasa seni rupa dasar (garis, bidang, warna, bentuk, dan ruang) ke yang lebih condong pada gagasan. Dan untuk mewujudkan gagasan itu menjadi karya seni rupa, medium pun bisa apa saja, sesuai kebutuhan. Di masa itulah di dunia seni rupa Barat (Eropa dan Amerika) muncul para perumus perkembangan tersebut. Di antara mereka, yang menurut saya paling moderat adalah Arthur Danto. Filsuf dan kritikus seni rupa itu tinggal di Amerika, dan pada usia di awal 80-an tahun kini, ia terus ajeg menulis kritik. Danto, pada pertengahan 1990-an mengatakan bahwa apa saja bisa menjadi karya seni rupa. Kebebasan dan keleluasaan ini sekaligus, menurut Danto menandakan kematian seni rupa.

Dua hal itu merupakan dua sisi mata uang yang sama, jadi tergantung dari mana kita melihatnya: dari kematian seni rupa, atau dari apa saja bisa menjadi karya seni rupa. Ihwal mata uang ini berlanjut sampai sekarang. Juga di Indonesia, yang sejak “seni rupa bisa apa saja” seni rupa Indonesia ternyata bisa go international. Dalam suasana seperti ini sebuah kompetisi dua tahunan yang membatasi pada seni lukis saja, diluncurkan, 2004, disebut Jakarta Art Award (JAA). Kompetisi ketiga, JAA 2010, menyeleksi 80-an lukisan yang hingga akhir Agustus 2010 dipamerkan di North Art Space Gallery, Ancol Bay City.

Sesungguhnya JAA berharga dari sisi pluralisme kesenian. Di kalangan para seniman muda ada kecenderungan bahwa mereka ingin menjadi seniman masa kini, bukan masa lalu. Ini diterjermahkan dengan cara mengikuti (tentu saja dengan kreatif), kecenderungan mutakhir dalam seni rupa. Ya itu tadi: seni rupa bisa apa saja. Yang terjadi, bakat-bakat menggambar (artinya seni lukis) dikorbankan demi menjadi “kontemporer”. JAA berniat membuat bakat-bakat itu pede (percaya diri) bahwa seni lukis bukan suatu cabang seni rupa yang tak bisa menjadi “kontemporer”. Lebih dari itu, semangat yang mendasari JAA, saya lihat, mengembalikan fitrah penciptaan: seniman adalah makhluk kreatif yang selalu menemukan jalan sendiri untuk memperkaya hidup. Antara Niat dan Kenyataan Itukah yang akan Anda temukan bilamana Anda mengunjungi North September, 2010 OntimE

travelounge

105


ART ANGGA SUKMA PERMANA. Lie of Life

PUTU WIRANTAWAN. The Wandering Soul III

Art Space Gallery? Yang memamerkan karya para senirupawan berusia 30-an dan 40-an tahun (lebih dari 76%)? Tidak sepenuhnya. Bila saya sebutkan usia sebagian peserta yang muda itu, usia yang menurut para ahli psikologi sedang sangat produksi dan kreatif, dua hal ini kurang tecermin di JAA. Salah satu sebabnya jelas, senirupawan kita yang berusia 30-an dan 40-an tahun yang tak menjadi peserta JAA 2010 juga banyak. JAA 2010 menyodorkan tema “Aspek-aspek Urban”. Tema ini oleh sebagian besar peserta diterjemahkan lebih ke masalah fisik. Masalah fisik ini pun tidak terolah lebih jauh, sekadar reportase pemandangan sebuah kota besar. Banyak karya yang menggambarkan kemacetan lalu-lintas, susunan jalan layang yang menakjubkan, gedung-gedung pencakar langit. Dan meski kelihaian para seni rupawan itu dalam menggambar bentuk pantas dipuji, namun tak ditemukan hal yang musykil yang membuat kita terpaksa berhenti dan mengakui: ini sebuah kreativitas. Dari lukisan yang menggambarkan sebuah “dunia lain” berupa makhlukmakhluk mesin atau sesuatu yang su-

106 travelounge

OntimE

September, 2010

realistis sampai potret profil sebuah gedung dan pemandangan sehari-hari yang fotografis, mengingatkan kita padaya para senirupawan yang sudah beken. Mengingatkan kita pada karya dari Dede Eri Supria yang antara lain terkenal dengan kotak-kotak labirin pemandangan kotanya, realisme fotografisnya Sucipto Adji, dan “surealismenya” Ivan Sagito. Apa yang terjadi? Dugaan teringan, waktu yang diberikan oleh panitia kurang cukup. Ini diakui oleh panitia tak secara langsung. Yakni, untuk JAA berikut, pengumuman akan disebarkan selekas mungkin, begitu selesai pameran JAA 2010 ini. Dugaan yang mencemaskan, ada kemalasan mencari dan meriset berkenaan dengan baik sisi visualnya maupun sisi gagasannya.

Tapi menurut saya panitia JAA ikut menanggung sebagian “dosa” ini. Selain pengakuan kurang memberikan waktu yang cukup kepada peserta, ada yang lebih serius. Yakni, tema karya hanya ditawarkan dalam satu kalimat pendek, “Aspek-aspek Urban.” Niat panitia baik: memberikan keleluasaan kepada peserta menafsirkan kalimat itu. Namun menafsirkan satu kalimat yang sangat terbuka seperti itu, sebenarnya sama saja dengan tidak memberikan tema. Tegasnya, tidak mengajak peserta untuk mencari, merenungkan, dan mencipta sesungguhnya “kota besar” itu apa, siapa, mengapa dan seterusnya. Sebuah tema yang sangat terbuka juga membingungkan seandainya peserta berniat melakukan riset. Ke mana arah riset? Dua hal tersebut konon akan diper-


ART

Tembok yang realistis ini tiba-tiba terasa janggal, mengganggu.

IMAM ABDILAH. Dimensi Perburuan

baiki oleh panitia. Bahkan salah satu juri yang tampaknya memiliki otoritas terhadap panitia, Gubernur Fauzi Bowo, meminta tema di JAA selanjutnya disampaikan dalam bentuk esei pendek. Dari Tembok Tetangga sampai Jiwa Mengembara Baiklah, dari segala kekurangan itu, apa yang bisa kita peroleh? Di sana-sini terselip kesegaran karya sampai kecermatan detail. Dari ketekunan menyukil hardboard (seni grafis) sampai upaya eksperimen bidang gambar. Adalah lukisan berjudul Di Balik Tembok Tetangga karya Desart Fianda yang mengesankan. Lukisan tembok yang memenuhi hampir seluruh kanvas, hanya tersisa sekitar 10% di atas tembok yang diisi dengan langit dan sepotong bukit.

Tembok yang realistis ini tiba-tiba terasa janggal, mengganggu, dan inilah yang justru membuat karya ini membuat kita betah berlama-lama di depannya. Kejanggalan itu rupanya terjadi pada tembok yang realistis itu, yang sangat besar, tak ada perspektif pada ketebalan tembok. Bidang tebal tembok dibuat panjang dan lebar sama persis,. Semestinya, di sini berlaku rumus perspektif, makin jauh jarak makin menyempit. Tapi Desrat membuat lebar tebal tembok di bawah dan di atas sama. Gangguan ini juga terasa karena bidang gambar Desrat bukan empat persegi panjang sebagaimana lazimnya lukisan, melainkan lebih ke bentuk trapesium. Dengan demikian lukisan ini menawarkan kepada kita untuk tak melihat tembok sebagai tembok melainkan sesuatu yang lain. Mungkin itu “tembok” yang memi-

sahkan dua hal yang tak semestinya dipisahkan, tembok komunikasi antara kita dan orang lain, tembok antara dunia nyata dan dunia imaji, antara hidup dan kematian. Inilah salah satu kesegaran yang menggarap bentuk sinkron dengan gagasan. Beberapa yang menyegarkan dengan bentuk dan gagasan berbeda ada pada enam pemenang. Dari karya Putu Wirantawan berjudul The Wandering Soul III, Agung “Tato” Suryanto dengan City of Tomorrow, Imam Abdillah dengan karya Dimensi Perburuan, Aditya Novali (My) Comfort Zone, sampai Angga Suka Permana Lie of Life dan Farhan Siki Here We Are/Ini Jakarta (Kita) Bung. Aditya Novali menggarap eksperimen mengambil kanvas “jendela” yang “daun” jendelanya berupa susunan balok yang tiap sisi membentuk gambar berbeda. Inilah “kanvas” seperti pada bidang gambar iklan yang berubah-ubah di pertandingan bola zaman sekarang yang dinamakan rotateble bars atau batang balok yang bisa diputar. Ini bukan sekadar kekenesan teknik. Dengan “jendela” itu Aditya “menggugat” kavas konvensional dari sisi bentuk, dan “menggugat” kerutinan pemandangan yang disaksikan seseorang dari jendela di rumah masing-masing. Tidakkah kecenderungan kita semua adalah memandang sesuatu dari sisi yang sama seperti harihari kemarin? Lima karya pemenang lain memang tersaji dengan lebih utuh, hampir tanpa cacat teknis dibandingkan karya lain. Jika tak memberikan perspektif ke depan, apa boleh buat, ini memang karya kompetisi yang bebas namun terbatas, yang mengajak mencari namun kurang membekali.  September, 2010 OntimE

travelounge

107


ENTERTAINMENT

B O O K

The Malacca

Conspiracy Penulis: Don Brown Penerbit: Zondervan (2010) Genre: Fiksi

M

engambil latar belakang kejadian di Singapura, Indonesia, Malaysia, dan Amerika Serikat, novel ini bercerita tentang aksi jaringan terorisme di laut lepas, pembunuhan politik, dan perdagangan nuklir di kawasan perairan Laut Malaka. Dua tokoh, Zack dan Diane, ada-

lah karakter favorit Don yang juga menjadi tokoh utama dalam novel terlaris Don Brown lain. Plot dimulai dengan serangan terorisme terhadap sebuah tanker minyak di lepas laut dekat pelabuhan Malaka, Malaysia. Aksi teror ini ternyata bertujuan untuk menimbulkan krisis demi menaikkan harga minyak di pasar dunia. Namun aksi itu ternyata memiliki hubungan rahasia dengan rencana pembunuhan Presiden

Indonesia, dan selanjutnya mendapatkan nuklir untuk menyerang kota-kota di Amerika Serikat. Petugas intelijen angkatan laut Amerika Serikat, Zack Brewer dan Diane Colcernian, pun bereuni kembali untuk menguak serta mengatasi aksi jaringan teroris ini. Presiden Amerika Serikat Mack William

The Man Who

L o v e d

Ecological Intelligence:

The Hidden Impact of

B o o k s

What We Buy

Too Much Penulis: Allison Hoover Bartlett Penerjemah: Lulu Fitri Rahman Penerbit Edisi Indonesia: Pustaka Alvabet (2010) Genre: True Story BUKU YANG MENARIK, tak keliru jika Library Journal merekomendasikan sebagai buku terbaik. Kisahnya tentang John Gilkey, seorang pencinta dan kolektor buku, yang terobsesi mengumpulkan buku-buku sastra dunia edisi pertama dari daftar 100 buku sastra dunia terbaik abad ke-21 versi Modern Library. Harapan yang tak mudah karena, selain bukubuku itu harganya tinggi,

John Gilkey bukanlah orang kaya. Dia hanya pegawai toko. Untuk memperolehnya, ia memutuskan mencuri. Lantas ia pun menjadi pencuri buku paling terkenal se-Amerika Serikat. Modusnya, ia memesan buku yang ia taksir secara online dengan kartu kredit orang yang sedang ia layani berbelanja di toko tempatnya bekerja. Setelah itu, ia akan menyamar sebagai orang suruhan untuk mengambil buku pesanan tersebut. Aksi Gilkey rupanya mendorong Ken Sanders, seorang agen buku sekaligus kepala divisi keamanan asosiasi buku antik Amerika Se-

Penulis: David Coleman Penerbit edisi Indonesia: Gramedia Pustaka Utama (2010) Genre: Bisnis, Ekologi

rikat, melakukan penyelidikan. Sanders terobsesi untuk bisa menangkap dan membongkar kejahatan Gilkey. Mereka pun terlibat dalam upaya adu cerdas untuk saling mengelabui lawannya. Narasi ceritanya kaya akan data dan liku-liku dunia perbukuan antik. Allison, sang pengarang, memang sebelumnya seorang jurnalis. W

highlights GUGLIEMO LIBRI (1803-1869) pencuri buku paling legendaris. Ia pembuat katalog di perpustakaan yang menukar bukubuku berharga dengan buku biasa, dan kemudian membawa pulang buku berharga itu. Ia dikenai penjara 10 tahun. Timbunan koleksinya berjumlah 30 ribu buku dan 18 truk naskah kuno, yang kini nilainya ditaksir sekitar 1,56 juta euro.

108 travelounge

OntimE

September, 2010

pun kemudian mengirim armada laut ke tujuh ke kawasan Teluk Malaka, mendampingi Zack dan Diane. Plot pun kemudian bercerita tentang liku-liku dan romantika Zack dan Diane ini menghadapi perlawanan dan ancaman hidupmati dari berbagai kelompok dan orang yang terlibat.  Wahyuana

DAVID COLEMAN DIKENAL lewat karya terlarisnya yang mendunia, Emotional Intelligence (1995). Dalam buku terbarunya ini, Coleman membahas dampak tersembunyi di balik barang-barang yang kita konsumsi sehari-hari terhadap lingkungan hidup dan ekologi global. Tujuannya agar, dengan pengetahuan baru ini, para pembaca bisa membuat perubahan penting untuk menyelamatkan bumi dan dirinya sendiri. Coleman mengungkapkan, banyak barang konsumsi berlabel “green” hanya omong kosong, dan ada penipuan produk di balik label “green consumer”. Seperti sampo herbal, ternyata masih menggunakan senyawa kimia industri yang dapat mengancam kesehatan dan dapat meracuni lingkungan. l


HEALTH

Jaga jadwal tidur, asupan makanan, dan olahraga agar mengemudi dengan prima.

Perjalanan tanpa 110 travelounge

OntimE

September, 2010

Kantuk


NASKAH: Rita Nariswari Orang dengan usia 21-55 tahun yang tidurnya kurang dari tujuh jam juga ternyata lebih rawan terkena flu.

angit masih cukup terang, waktu memang masih menunjukkan pukul 16.00. Namun Shinta tergopohgopoh merapikan meja kerjanya. Tak lama, ibu dua anak yang bekerja di jalan Radio Dalam, Jakarta Selatan, ini sudah siap untuk beranjak dari kantornya yang mungil. Namun, apa mau dikata, rekan seperjalanannya malah masih asyik berkutat dengan komputernya. “Habis buka (puasa)lah, aku lemas dan ngantuk,� ujar Diya. Wajah ibu muda ini terlihat kusut. Ia pun berucap pelan, �Aku nggak sanggup nyetir.� Sore itu, Shinta pun mengurungkan niatnya untuk berbuka puasa di rumah. Tidak tega ia meninggalkan kawannya. Ia kemudian teringat artikel yang berisi laporan The American Academy of Sleep Medicine yang mengungkapkan bahwa 1 dari 5 kecelakaan bermotor terkait dengan kondisi pengemudi yang terlalu lelah. Diperkirakan juga, sebanyak 100 ribu kecelakaan mobil yang terjadi setiap tahun disebabkan oleh pengemudi yang mengantuk. Kondisi tersebut menyumbang sekitar 1.500 kematian. Tentu belum lagi cedera, dan kejadian tersebut berdampak pada kondisi jalan yang macet, maupun tabrakan beruntun.

L

TIDUR YANG BAIK adalah tidur yang berkualitas baik. Dan kualitas tidur dipengaruhi oleh beberapa hal, di antaranya terlelap atau tidak dan frekuensi bangun di malam hari yang bila tinggi akan bikin tubuh menjadi tidak segar ketika bangun. Juga kadar oksigen dalam tubuh saat tidur. Saat seseorang tidur, terjadi pemulihan energi dan daya tahan tubuh. Pada saat inilah sel-sel kekebalan tubuh dibentuk, dan sebagian hormon, seperti hormon pertumbuhan dan insulin.

Mengingat perjalanan dari Jakarta Selatan ke Bekasi cukup panjang, ia pun tak tega memaksa rekannya. Tidur atau mengantuk memang bukan hal sepele. Kurang tidur bisa berefek pada banyak hal. Hal pertama seperti sering diungkapkan ahli medis adalah memicu gangguan konsentrasi dan daya ingat. Saat seseorang kurang tidur, otak akan bekerja lebih keras untuk melawan efek kurang tidur. Akibatnya, otak menjadi kurang efektif dalam menjalankan fungsinya yang lain. Hal ini ditandai dengan penurunan konsentrasi dan daya ingat, yang ujung-ujungnya dapat mengganggu produktivitas dan meningkatkan risiko kecelakaan kerja ataupun kecelakaan lalu lintas. Belum lagi efek seperti penurunan daya tahan. Penelitian dr Michael Irwin dari University of California terhadap responden berusia 21-55 tahun yang tidurnya kurang dari tujuh jam juga ternyata lebih rawan terkena flu hingga tiga kali lipat dibanding kelompok responden yang tidur lebih dari delapan jam. Penelitian terbaru tahun ini, Charumathi Sabanayagam, MD, PhD, dan Anoop Shankar, MD, PhD dari Department of Community Medicine, West Virginia University School of Medicine, Morgantown, pun mengungkapkan bahwa jam tidur yang kurang maupun lebih panjang dari tujuh jam berkorelasi positif dengan penyakit kardiovaskuler. Hal ini menambah panjang hasil penelitian sebelumnya, yang menyebutkan bahwa jam tidur berkaitan dengan serangan penyakit hipertensi dan diabetes melitus. Selain itu, sering kali jam tidur yang tidak memadai juga memicu emosi lebih labil, sehingga yang bersangkutan lebih mudah mengalami stres maupun depresi. Tidur memang berperan besar dalam menentukan kesehatan dan kualitas hidup. Seperti dikutip dari Sleep Clinic Disorder Jakarta, yang membahas triumvirate of he-

alth yang digagas oleh Profesor William Dement, bapak kedokteran tidur. Konsep Dement menyebutkan tiga faktor yang membuat kesehatan menjadi prima. Yakni, kebugaran fisik, keseimbangan nutrisi, dan kesehatan tidur. Ketiganya saling mempengaruhi dan melengkapi. Olahraga yang rutin, asupan nutrisi yang terjaga, dan tidur yang baik akan berdampak positif pada metabolisme tubuh. Tidur yang sehat pun menyumbang kebugaran fisik. Ketika bulan puasa, rasa lemas dan lelah memang kerap mendera, terutama di awal bulan puasa, karena tubuh baru beradaptasi dengan tidak adanya asupan di pagi dan siang hari, jadwal tidur yang berubah bahkan kurang, dan kemungkinan juga jadwal latihan kebugaran yang ditiadakan. Dengan perubahan jadwal tidur itu, kemampuan konsentrasi dan refleks berkendaraan akan menurun drastis. Dalam kondisi tersebut, sering kali tibatiba selama 10-15 menit pengemudi seperti sejenak kehilangan konsentrasinya. Ia lupa apa yang sudah dilewatinya. Ini tandanya sebagian otak sudah tertidur. Bila kondisi ini terjadi pada Anda, sebaiknya beristirahat sejenak selama 15-20 menit, usahakan untuk tidur. Bila mengendarai sepeda motor, berhenti dan lakukan gerakan ringan. Setelah itu, baru melanjutkan perjalanan. Ini baru di dalam kota, yakni perjalanan rumah-kantor, bayangkan jika saat mudik menjelang Lebaran. Persiapan pun harus dilakukan dari sekarang. Tak hanya kendaraan yang harus dicek. Pesan Dement itu harus diingat, pengemudi pun perlu nutrisi yang memadai, jam tidur yang cukup dan berkualitas baik, serta tentunya latihan kebugaran. Tiga hari sebelum berangkat, usahakan jam tidur memadai dan asupan pilih yang bergizi. Mudah-mudahan mudik pun dijalani dalam kondisi sehat dan selamat di perjalanan. ď Ž BERBAGAI SUMBER

Kantuk yang Berbahaya 1

2

3

4

5

6

7

Kehilangan konsentrasi, sering mengerjapkan mata, atau mata terasa berat.

Pikiran menerawang.

Sulit mengingat apa yang dilewati atau melewatkan beberapa rambu atau lampu merah saat berkendaraan.

Berulang kali menguap dan mengusapusap mata.

Sulit menjaga kepala dalam posisi tegak.

Melenceng dari jalur, dan melanggar marka-marka jalan.

Merasa lelah dan mudah terpancing emosi.

September, 2010 OntimE

travelounge

111


ENTERTAINMENT

M O V I E

highlights

Tanah

Air Beta

Film Ketika Cinta Bertasbih I merupakan film box office Indonesia teratas 2009 dengan jumlah penonton 2,4 juta, diikuti Garuda di Dadaku (1,4 juta), Ketika Cinta Bertasbih II (1,4 juta), Get Married 2 (1,2 juta), dan Perempuan Berkalung Sorban (800 ribu).

SUTRADARA: Ari Sihasale AKTOR: Alexandra Gottardo, Asrul Dahlan Griffit Patricia, Lukman Sardi PRODUKSI: Alenia Pictures (2010) FORMAT: DVD GENRE: Drama

The Back-Up

Plan SUTRADARA: Alan Poul AKTOR: Jennifer Lopez, Alex O'Loughlin PRODUKSI: Sony Pictures (2010) FORMAT: DVD, Blu-ray GENRE: Roman, Komedi

S

TANAHAIRBETATHEMOVIE.COM.COM

D

ua karya film Ari Sihasale sebelumnya, Denias Senandung Negeri di Awan (2006) dan King (2009), banyak mengeksplorasi lanskap keindahan alam. Dalam film Tanah Air Beta ini, kekuatannya pada situasi yang melatarbelakangi ceritanya yang kuat. Tentang konflik saat Timor Timur melepaskan diri dari wilayah Indonesia. Berkisah tentang

dua kakak-adik yang terpaksa hidup berpisah akibat konflik tersebut. Merry, 10 tahun, harus hidup dengan ibunya, Tatiana, 29 tahun, di sebuah tempat pengungsian di Atambua, Nusa Tenggara Timur, karena berada pada pihak pro-Indonesia. Sedangkan kakak laki-lakinya, Mauro, 12 tahun, tinggal bersama pamannya, yang pejuang kemerdekaan di Timur Leste.

Fokus ceritanya kemudian tentang perjuangan Tatiana kembali mengumpulkan keluarganya yang tercerai-berai. Perpisahan akibat konflik politik tak seharusnya memisahkan hubungan mereka sebagai keluarga. Sampai suatu hari Tatiana mendapatkan bantuan dari seorang sukarelawan kemanusiaan tentang kemungkinan ia bisa bertemu kembali dengan anak laki-lakinya tersebut. 

Oceans SUTRADARA: Jacques Perrin, Jacques Cluzaud AKTOR: Jacques Perrin, Pierce Brosnan PRODUKSI: Disneynature (2010) FORMAT: DVD GENRE: Dokumenter

DI BIOSKOP Indonesia, film ini beredar sejak Juni 2010, namun DVD-nya layak dikoleksi. Ini adalah salah satu film dokumenter tentang lingkungan hidup yang layak tonton, setelah film dokumenter karya Al Gore berjudul An Inconvenient Truth (2006), yang bercerita tentang pemanasan global. Film ini dokumentasi kehidupan bawah laut hasil 75 kali ekspedisi selama empat tahun di lebih dari 50 lokasi di dunia. Termasuk kehidupan laut di

112 travelounge

OntimE

September, 2010

Selat Lembeh, Sulawesi. Karya baru Jacques Perrin, setelah Microcosmos (1996) dan Winged Migration (2001). Narasi film ini di antaranya dibawakan Pierce Brosnan. Digambarkan juga kebiadaban manusia memotong sirip ikan hiu. Ada pula data Greenpeace tentang 73 juta ikan hiu yang mati di tengah laut di tangan pemburunya.  W

etelah bertahuntahun berpacaran, Zoe (Jennifer Lopez) masih juga belum menemukan pria idaman. Padahal ia juga mempunyai keinginan menjadi seorang ibu. Akhirnya Zoe pergi ke klinik inseminasi buatan untuk bisa mendapatkan seorang anak tanpa harus menikah terlebih du-

lu. Pada hari saat ia memutuskan melakukan itu, tanpa sengaja ia bertemu dengan Stan (Alex O'Loughlin). Keduanya berebut taksi hingga akhirnya berkenalan, dan saling jatuh cinta. Zoe menyembunyikan kehamilan dari inseminasi buatan yang dilakukannya. Kisah pun diwarnai kekonyolan.  Wahyuana


QUOTE

REZEKI TINGGAL DIJEMPUT Prasetya M. Brata

"P

isang den ...," tawar seorang nenek memecah obrolan saya bersama teman-teman fasilitator pelatihan di suatu malam minggu di Batu, Malang.

Guratan kerasnya hidup di wajah nenek itu tampak jelas sekali. Saya memperkirakan umurnya sekitar 70-an. Ia mengenakan kebaya yang tampak rapi berkerudung sederhana, menenteng sebuah tas di tangan kiri, dan tangan kanan menenteng sesisir pisang. Ia menatap kami dengan mata berharap, lalu menjulurkan tangan kanan yang memegang sesisir pisang berwarna hijau. Entah apa yang ada di pikiran saya, saya langsung membuka telapak tangan saya, tanda menolak. "Mboten, bu (tidak, bu)..." Ia lalu pergi ke belakang dan menawarkan pisang itu kepada pemilik warung. Jalannya tertatih-tatih. Tapi setelah berdiri sesaat di hadapan pemilik warung, saya melihat bayangan gelengan kepala sang pemilik warung. Nenek itu beranjak hendak meninggalkan warung. Tiba-tiba ada perasaan menggemuruh di dada. Saya baru saja menerima honor mengajar, dan nenek itu sedang memerlukan nafkah. Kalau jam delapan malam seseorang masih menawarkan jualannya yang hanya sesisir pisang, dalam tafsir saya, ia memang sedang memerlukan uang. Begitu nenek tadi melintas di depan saya, segera saya memanggilnya dan bertanya, "Bu, harga pisangnya berapa?" tanya saya. Ia menengok ke arah saya. Wajahnya menyiratkan perasaan lega ada yang memanggil dirinya. "Tujuh ribu lima ratus," katanya. Sekelebat yang ada di kepala saya adalah, berarti nenek tadi Cuma untung beberapa ribu rupiah. Apa bisa ya untuk makan di tengah harga BBM dan bahan pokok yang melambung tinggi? Seketika saya ingin memberinya rezeki lebih. Setelah mengambil pisang dari tangannya, saya mengeluarkan dompet dan memberi uang dua puluh ribuan. "Tidak usah dikembalikan, bu," kata saya. Mungkin karena pendengarannya kurang, atau kata-kata saya yang kurang jelas, atau memang sengaja mengabaikan kata-kata saya, ia tetap mengeluarkan dompet recehan dari tasnya dan membukanya. Saya segera mengulangi, "Bu, mboten sah diwangsuli.” Artinya, bu tidak usah dikasih kembalian. Ia melihat ke arah saya sejenak, lalu tetap kembali mencari uang receh sambil berkata, "Kulo wangsuli nggih ?” (Saya kembalikan

114 travelounge

OntimE

September, 2010

ya?). Kembali saya bilang, "Oooh, mbotensah bu .. sedoyo mawon .. (oooh, tidak usah bu, semuanya saja)." Ia menatap saya dan tampak tidak percaya. Lalu wajahnya seperti menyiratkan rasa syukur. Kemudian ia meluncurkan kalimat yang cukup panjang dalam bahasa jawa yang intinya berterima kasih sekali dan mendoakan mudah-mudahan saya banyak rezeki. Saya trenyuh. Nenek ini benar-benar memberi pelajaran luar biasa tentang hidup dan bekerja. Saya yakin nenek ini tidak tinggal di sekitar warung tempat saya nongkrong tadi. Artinya, ia berjalan cukup jauh menyusuri jalan malam-malam. Yang ia punyai cuma sesisir pisang dan harapan akan datangnya rezeki Tuhan. Ia tidak meminta-minta. Ia malah hampir berkeras mengembalikan uang saya. Setelah sang nenek pergi, pengalaman emosional ini saya ringkas dalam pesan SMS dan saya kirimkan ke beberapa orang dekat saya. Sahabat saya Maya membalas dengan SMS: "Nenek itu kaya banget, ya, Prass. Lebih kaya dari presiden, pemilik microsoft, dll .." Saya cukup lama merenungkan pesan pendek Maya -- panggilan 'rumah' Ira Maya Sopha. Saya kemudian mengerti bahwa yang dimaksud 'kaya' oleh Maya adalah nenek itu merasa cukup dengan 7.500 rupiah, sehingga bermaksud mengembalikan uang saya. Entah karena jualannya cuma sesisir, atau tinggal sesisir, tapi malammalam menjual sesisir pisang yang tampak tidak 'sale-able' dalam kaca mata saya tidaklah lazim dan termasuk perbuatan 'nekat'. Kalau fenomena nenek penjual sesisir pisang ini dianalisis dengan teori-teori pemasaran yang canggih-canggih mungkin tak 'masuk'. Nyatanya, karena sang nenek berusaha, ia dipertemukan oleh Tuhan dengan rezeki yang sudah dipersiapkan untuknya jika dijemput. Sang Nenek telah menjemput rezekinya. Ia diberi rezeki bukan karena pisangnya, tapi karena usahanya. Seorang teman yang saya ceritakan kisah ini memprovokasi, "Ahh, kamu terlalu sensitif bin melankolis. Nenek itu ‘kan cuma iseng-iseng saja jualan pisang malam-malam. Siapa tahu anakanaknya juga sudah menyokong hidup nenek itu dengan cukup." Saya bilang, “Bisa jadi begitu. Tapi tafsir yang saya pilih seperti tadi, buat saya jauh lebih bermanfaat. Saya jadi punya 'ladang' amal, nenek itu jadi punya rezeki tambahan, dan kita mendapat pesan dan pelajaran hidup tentang rejeki dan usaha. Teman saya itu bilang, "Kita? Eloe aja kali ..."  ***


PEOPLE FANNY FABRIANA Memilih

Film dan

Gunung Bila rasa senang sudah segunung, apa pun dijalani. Tak ada rasa lelah, yang ada pasti keriangan. ila disuruh memilih antara muncul di layar televisi dan layar lebar, Fanny Fabriana, 25 tahun, akan memilih layar yang besar. Cintanya ia berikan seutuhnya untuk bermain film. “Sekarang masih ada satu FTV, tapi itu karena terikat kontrak aja,” katanya. Setelah itu, mojang Bandung ini pun lebih banyak melirik film. Persiapan pembuatan film yang lebih panjang tak mengurangi cintanya pada layar lebar. “Untuk reading (naskah film) seminggu saja kurang. Paling tidak sebulan, itu pun rasanya masih kurang juga,” ujarnya. Ia mengaku ingin total bermain film, tapi tidak membawanya dalam kzehidupan sehari-hari. Dia sempat sering tertunduk malu seperti perannya sebagai Aisya dalam Serigala Terakhir. Beruntung, ia segera sadar, dan mengubahnya serta menjadi dirinya sendiri. Di rumah atau di luar film, dia adalah Fanny, sementara di film ia bisa muncul sebagai Aisya seperti dalam Serigala terakhir, Helena dalam Sehidup (tak) Semati, atau menjadi Amanda dalam Hari untuk Amanda. Yang terbaru, dalam I Know What You Did on Facebook, yang ditayangkan awal Juli ini, Fanny menjadi Luna.

B

116 travelounge

OntimE

August, 2010

Kebanyakan film mengambil lokasi di sekitar Jakarta, cuma Preman in Love yang membuatnya harus melangkah ke Wonosobo. Di kota tersebut, udara dingin menjadi teman akrabnya selama dua minggu. “Cuma, kalau syuting mesti di atas jam 2 siang, karena jam segitu baru ada matahari,” ujarnya. Tinggal di Bandung, yang dikelilingi gunung, membuatnya memang lebih gemar gunung ketimbang laut sebagai tujuan wisata. Meski ia juga sebenarnya senang suasana pantai. “Kadang-kadang aku suka gunung, kadang-kadang aku suka laut. Tapi aku nggak suka udara panas,” ucapnya. Walhasil, bintang iklan ini pun menetapkan gunung menjadi destinasi wisata favorit. Hanya, kesibukannya sebagai presenter, model, dan bintang film membuatnya tak mempunyai waktu banyak lagi untuk berlibur. Sementara ini liburan pun tak menjadi prioritas. Kesenangan pada film membuat tak mengenal lelah untuk terus beraksi di depan kamera. Tidak ada rasa capek? “Memang senang, gimana, ya?” ia mengungkapkan. Bila rasa senang sudah segunung, apa pun dijalani. Tak ada rasa lelah, yang ada pasti keriangan. Moga-moga saja syuting dilakukan di pegunungan, hingga model dengan tinggi 175 sentimeter ini bisa sekalian melancong.  RITA


Wawancara Iwan Fals: Tentang Galang dan Tuhan Kepada U-Mag, menjelang buka puasa, Iwan Fals bicara blak-blakan. Tentang dialognya dengan Tuhan, tentang Twitter dan ledakan gas... juga tentang Galang Rambu Anarki, putra kesayangannya yang meninggal dunia. “Kalau bisa, saya ingin mengkloning dia dan memulai dari awal,” katanya.

Pilihan Astrid Tiar Dia sempat menghilang lima tahun dari panggung hiburan. Astrid ternyata kosentrasi kuliah di fakultas hukum. Kini, sambil menunggu kuliah pascasarjana, dia kembali sejenak ke dunia hiburan. “Hidup adalah pilihan,” katanya.

Gua Para Pria Pria kerap suka menyendiri. Mereka membutuhkan ruang khusus di rumah atau kantor untuk “bertapa” dan tidak diganggu oleh siapa pun. Tertarik untuk membuatnya?

Seksualita: Durasi Bercinta Berapa lama waktu yang ideal dalam bercinta? Banyak pria berusaha selama mungkin di atas ranjang. Ternyata, tak semua wanita suka berlama-lama.

DAPATKAN segera di toko buku terkemuka SEKARANG.

Hotline: 021 5360409 ext.9

Hadiah Eksklusif Optical Nano Mouse Wireless 2.4 Ghz untuk setiap paket berlangganan 1 tahun.

Harga Cover Rp 36.000


PEOPLE

Prihatin Pariwisata

Indonesia Chantal Della Concetta, 30 tahun, yang biasa populer ditemui pemirsa sebagai pembawa berita di RCTI, beberapa bulan terakhir ini tidak terlihat di layar kaca. Ke mana gerangan? “Sejak Juli, saya ganti tantangan baru, menjadi public relations organisasi masyarakat Nasional Demokrat (Nasdem). Mencoba bidang baru setelah enam tahun jadi presenter,” ujarnya saat ditemui Travelounge bulan lalu. Apakah ingin merintis karier di dunia politik? “Belum terpikirkan ke arah situ, sih. Di Nasional Demokrat, saya digaji sebagai pekerja public relations profesional. Kalau mau berpolitik, hingga saat ini masih belum ada partai politik yang saya anggap menarik,” ujar penyiar yang pernah berkarier di Metro TV dan RCTI ini. Dengan posisi baru ini, Chantal sering kali harus berkeliling ke berbagai daerah di Indonesia untuk memperkenalkan organisasinya. “Sekalian wisata,” ujarnya. Berkesempatan mengunjungi banyak daerah dan tempat wisata di Tanah Air

justru membuat ia merasa prihatin atas dunia pariwisata Indonesia. “Potensi pariwisata kita besar sekali. Sesungguhnya bisa hidup dari sektor pariwisata saja. Tetapi entah kenapa tidak berkembang, pengelolaannya rata-rata masih kurang baik. Ini menjadi tantangan pemerintah daerah, terutama Papua,” kata ibu dua anak ini. Dari semua tempat yang pernah ia kunjungi, Chantal paling menyukai Bali, terutama panorama dan suasana pedesaan Ubud, Bali. “Suasananya enak buat liburan dan jalan-jalan, lingkungannya juga baik,” ujarnya sambil menunjukkan tato pada punggung dan lengan atas yang ia dapat sebagai kenangkenangan dari seniman tato Ubud. Meskipun banyak jalan, dia tidak terlalu menyukai wisata kuliner. “Bagiku, semua makanan sama enaknya, jadi enggak terlalu memperhatikan secara khusus. Tapi Bandung tempat makan favorit, karena sejak kecil suka tinggal di sana sehingga sudah tahu peta kulinernya,” tuturnya.  WAHYUANA

Chantal Della Concetta

Pijatan Indonesia

Paling Enak Presenter Nila Sari, 37 tahun, tak bisa lepas dari jalan-jalan. “I love beaches, mountain, and the city. Kalau ditanya paling suka traveling ke mana, aku bingung jawabnya,” kata ibu satu anak ini saat ditemui pada acara pembukaan butik Mark & Spencer Pondok Indah Mall, Jakarta, belum lama ini. Bali, Istanbul, New York, San Francisco, Milan, Sydney, Melbourne, dan kota-kota di Belanda adalah beberapa tujuan wisata favoritnya. Melancong pun tak harus identik dengan hotel mahal. Tak jarang ia juga melaju ala backpacker. Soal ini, ia pun punya pengalaman seru. Sewaktu bekerja sebagai staf humas untuk tas Hermes, Nila mengikuti rapat di Paris. Dalam perjalanan menuju bandara, ia melihat sebuah iklan tiket murah ke Istanbul. Nila langsung berubah pikiran. Tak jadi terbang ke Jakarta, ia malah mampir dulu melihat keindahan Selat Bosporus. Rencana “mampir” sehari berubah jadi empat hari. “Pas di Istanbul, ketemu teman

lama yang lagi backpacking,” kata Nila menyebutkan alasannya. Jadilah dua perempuan itu menjelajahi Istanbul bersama. Satu hal yang tak terlupakan adalah ketika Nila mencoba pijatan ala Turki. “Turkish massage itu terkenal banget, saya coba. Yang ada bukannya enak, saya malah kesakitan, teriak tiap kali dipijat,” tuturnya sembari tertawa. “Pokoknya pijatan Indonesia paling enak, pas dan bikin rileks,” ia menambahkan. Saat ini Nila justru mengurangi aktivitas wisatanya. “Yah, sejak punya anak, saya enggak traveling lagi. Kasihan Gavyn,” ucapnya sembari menyebut anak semata wayangnya, Gavyn Osdell Zacharias, 1,5 tahun. Namun tahun ini Nila hendak meng-

Nila Sari

118 travelounge

OntimE

September, 2010

ajak Gavyn jalan-jalan agak jauh. “Aku pingin ngajakin Gavyn ke Bali. Dia kayaknya udah mulai bisa diajak jalan agak jauh,” katanya. Hati-hati di jalan, ya, Nila dan Gavyn!  AMANDRA MUSTIKA MEGARANI


ONLOCATION

Menyihir

Forks

Menjadi Kota

Twilight Popularitas Forks semakin menjulang setelah novel Stephenie Meyer dijadikan film.

120 travelounge

OntimE

edra Reed, Wali Kota Forks, Washington, Amerika Serikat, menetapkan 13 September yang merupakan hari lahir Isabella “Bella� Swan, tokoh utama dalam novel dan film seri Twilight, sebagai hari Stephenie Meyer, sang pengarang cerita. Pada hari itu perayaan pun diadakan, ada pesta kuliner ala Twilight, kontes mirip Bella, api unggun, dan dansa-dansi khas Amerika dengan peserta berpakaian gaya drakula atau serigala. Ribuan pengunjung dari berbagai kota di Amerika Serikat pun turut bergabung. Itulah sebagian upaya kota ini memperkuat labelnya sebagai kota wisata Twilight. Tiga tahun belakangan, kota ini mereguk untung dengan kenaikan kunjungan wisatawan lebih dari 600 persen setelah

N

September, 2010

menjadi lokasi syuting film seri Twilight (2008). Forks hanya kota kecil, dihuni tak lebih dari 3.120 penduduk, terletak di Clallam County, Negara Bagian Washington, DC. Bertahun-tahun ekonominya digerakkan oleh industri pengolahan kayu dari hutan pinusnya yang lebat di sepanjang Pegunungan Olimpiade yang memagari kota. Berada 15 mil dari pantai Teluk Clallam, Forks sebelumnya dikenal sebagai surga mancing ikan trout di terusan Sungai Quillayute yang melintasinya. Mulai dekade 1980–1990-an industri kayu merosot dan sumber ekonomi semakin terbatas. Para penduduknya tak menyangka, sebuah sumber ekonomi baru tiba-tiba muncul, yakni menjadi tempat wisata Twilight sejak Stephenie Meyer menggunakan Forks sebagai latar cerita empat seri


novelnya yang laris, Twilight (2005), New Moon (2006), Eclipse (2007), dan Breaking Dawn (2008), serta versi tambahannya, The Twilight Saga: The Official Guide (2008). Padahal, ketika memulai menulis, Meyer bahkan belum pernah menginjakkan kaki di kota ini. Ia hanya melakukan pencarian lewat Internet: kota yang bercorak gotik, ber-

Olimpiade yang menjadi lokasi kejadian film. Berkunjung ke Pantai La Push tempat Bella meloncat dari tebing untuk menarik perhatian pacarnya Edward Cullen, tempat yang juga menjadi markas gerombolan serigala manusia Jacob Blacks dan teman-temannya. Banyak para Twilighter yang mengambil batu-batu atau sekadar kayu ter-

namun paling disukai para Twilighter. “Favoritnya Pantai La Push dan rumah Bella,” ujar Marcia Bingham, pengurus kamar dagang kota Fork. Seri Twilight bercerita tentang romantika cinta segitiga antara remaja cantik Isabella Swan dan pemuda ganteng, Edward Cullen, seorang vampir vegetarian yang tidak

pantai, berlumut, serta memiliki hutan lebat dan seram untuk latar cerita drakula dan serigala dalam novelnya. Dia pun menemukan tempat itu di Forks. Popularitas Forks kemudian semakin menjulang setelah novel karya Stephenie dibuatkan versi filmnya. Sekarang, apa pun di Forks serba berbau Twilight. Restoran menawarkan burger Bella, burger Cullen, dan burger Jacob Black, nama-nama yang diambil dari tokoh film. Tentu saja drakula dan serigala manusia yang sesungguhnya tidak ditemukan disini. Semua hanya fiksi dalam cerita fiksi. Namun pengunjung dapat menelusuri hutanhutan pinus berlumut di Pegunungan

apung di pantai ini sebagai cindera mata. Twilighter adalah sebutan bagi para penggemar cerita Twilight. Obyek lain yang sering didatangi turis adalah Quileute Indian Reservation, tempat Jacob Black membuka kedok Edward Cullen. Juga rumah sakit Forks, tempat ayah Edward Cullen bekerja, dengan papan parkir “Dr Cullen: Reserved Parking Only”, salah satu tempat yang disukai para twilighter berfoto. Mengunjungi kantor polisi Fork, tempat ayah Bella, Charlie Swan, bekerja. Mengunjungi Fork High School, yang menjadi lokasi Edward Cullen dengan satu tangan menghalau mobil yang mau menabrak Bella --sebuah adegan tak masuk akal

mau mengisap darah manusia tapi darah hewan; dan pemuda gagah Jacob Blacks, seorang serigala manusia. Bangsa serigala dengan vampire saling bermusuhan; vampir vegetarian dengan yang non vegetarian juga saling bermusuhan. Cerita berkisah cinta remaja, putus cinta, pengkhianatan, kesetiaan, dengan gambar banyak menampilkan lanskap keindahan alam Forks. “Waktunya libur keluarga dan anak perempuan saya memilih Forks,” ujar Deborah Emerie, turis dari Brisbane, Australia. Sedang Eleanor Currit, sembari melambaikan suvenir gigi drakula, “disini seperti saya melompat ke dalam halaman buku (novel).”  Wahyuana|Berbagai Sumber September, 2010 OntimE

travelounge

121


WHAT’SON

Sept 01 11

Pekan Syawalan. Mendekati bulan Syawal, digelar beragam kegiatan untuk menyambutnya. Di Solo dikenal sebagai Pekan Syawalan dan berlangsung pada 11-21 September. Tahun ini acara tersebut dipusatkan di Taman Satwa Taru Jurug, Taman Balekambang, dan Ngarsopuro.

Pergelaran Junjung Besaoh. Selama September, ada tiga kegiatan budaya yang digelar di Bangka Selatan. Di awal bulan ada Pergelaran Junjung Besaoh, yang mempertunjukkan budaya setempat. Acara terpusat di Toboali, Bangka Selatan. Selain itu, ada Sembahyang Bulan atau Sun Go Kong, tradisi orang Tionghoa yang beragama Kong Hu Cu melakukan sembahyang berkaitan dengan posisi bulan yang menjadi pertanda untuk bercocok tanam. Dilakukan saat bulan purnama. Dan kue bulan pun menjadi sesajian untuk menghormati leluhur.

13 Gebyar Seni Tradisional Gayo. TEMPO/ FRANSISKUS S.

25

Festival Pasar Terapung 2010. Tanggal 25-27 September di Banjarmasin akan digelar Festival Pasar Terapung 2010. Diperlihatkan adat budaya Banjar, permainan rakyat, parade budaya daerah , dan pergelaran budaya sungai. Juga diperkenalkan produk kerajinan dan sajian khas.

TEMPO/ KHAIDIR RAHMAN

Merupakan pesta rakyat yang diselenggarakan setiap tahun. Acara ini kini digelar Dinas Perhubungan dan Pariwisata Aceh Tengah. Berlangsung selama dua hari (13-14 September). Salah satu jenis tarian adat Gayo yang terkenal adalah tari bines. Para gadis Linge dengan pakaian adat Gayo duduk berjajar menyanyikan syair tentang dakwah maupun informasi lainnya. Mereka melakukan gerakan perlahan, tapi lama-kelamaan menjadi cepat dan akhirnya berhenti mendadak tapi serentak. Acara digelar di Gedung Gentala Takengon.

29

Festival Schouwburg IX 2010.

TEMPO/ HERU CN

26 122 travelounge

OntimE

September, 2010

Festival Keraton Sedunia. Para raja dari sejumlah negara akan berkumpul di Solo pada 26-28 September. Mereka memperkenalkan tradisi di kerajaan masing-masing kepada publik maupun raja dari negeri lain dalam sebuah festival. Sejumlah negara yang diundang antara lain Thailand, Brunei Darussalam, Korea, Jepang, Filipina, India, dan Kamboja. Selain itu, tentunya ada puluhan kerajaan dari dalam negeri yang akan berpartisipasi. Rangkaian acara berupa pertunjukan budaya, pameran benda bersejarah, kirab budaya, dan saresehan.

Acara ini tak lain dari kegiatan yang diselenggarakan untuk merayakan ulang tahun Gedung Kesenian Jakarta. Panggung di gedung pertunjukan ini pun akan dipenuhi oleh berbagai karya, dari seni tradisional, klasik, hingga modern. Tak hanya maestro seni Tanah Air yang akan memeriahkan acara ini, tapi juga partisipan dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Jepang. Italia, Belanda, Jerman, Rusia, dan Brasil. Acara berlangsung dari 29 Oktober hingga 3 November.


OUR AIRPORT 124 AIRLINES EVENT 126 GALLERY 128 FLIGHT INFO 130 INSIDE

September, 2010 OntimE

travelounge

123


INSIDE

Bandara Siap Sambut

Lonjakan Pemudik NASKAH: Wahyuana

TEMPO/TRI HANDIYATNO

J

umlah penumpang dan pengunjung Bandara Internasional Soekarno Hatta menjelang lebaran tahun ini, diperkirakan akan naik hingga 40 persen lebih. Trafik orang per hari pada hari biasanya tercatat sekitar 110 ribu orang. “Menjelang, selama Ramadhan dan Idul Fitri diperkirakan akan ada kenaikan 25 persen, menjadi sekitar 135 ribu orang per hari,” ujar Hariyanto, Eksekutif General Manajer Bandara Internasio-

124 travelounge

OntimE

September, 2010

nal Soekarno Hatta. Untuk memperlancar lonjakan arus kedatangan dan keberangkatan penumpang di bandara ini, menurut Hariyanto, pihaknya akan menambah jumlah petugas layanan yang berjaga di setiap terminal, menambah personil keamanan, memperbanyak loket check in, menambah kamera pengintai (CCTV) di setiap tempat, menambah luas parkir inap kendaraan, serta mempekerjakan sejumlah relawan Pramuka yang akan

menjadi tenaga siap bantu bagi setiap pengunjung bandara yang membutuhkan. “Kami juga akan membentuk posko angkutan lebaran di terminal 2B,” ujar Hariyanto. Lonjakan tertinggi diperkirakan akan terjadi pada tanggal 8 dan 9 September 2010, dan pada 13 dan 14 September 2010. Selama H-7 dan H+7 seluruh personil bantuan mudik siap membantu kenyamanan penumpang selama di bandara. Agar tidak terjadi antrian panjang, jumlah


INSIDE TEMPO/ADITIA NOVIANSYAH

TEMPO/ADITIA NOVIANSYAH

rektur Utama Lion Air, maskapai penerbangan yang melayani segmen penerbangan berbiaya murah. Menurut Andang Santoso, belajar dari tahun-tahun sebelumnya, dia berharap para pemudik juga lebih siap melakukan perjalanan. “Jika tidak perlu banget sebaiknya menggunakan kendaraan umum saja ke bandara, agar tidak terjadi kepadatan mobil. Sebaiknya mudik juga membawa perlengkapan secukupnya saja, agar tidak terjadi kelebihan barang penumpang diarea bandara,” ujar Andang. Terhadap kekhawatiran akan terjadi lagi peristiwa listrik padam di bandara seperti yang terjadi pada 6 Agustus 2010 lalu yang membuat kekacauan pelayanan penumpang di terminal, Andang Santoso menjamin tidak akan terjadi lagi selama musim mudik lebaran tahun ini. “Masalah listrik mati sudah tertangani. Kami sudah menambah genset otomatis yang secara langsung akan mensuplai listrik jika terjadi listrik mati,” ujar Andang. Selama musim mudik lebaran, konter Pusat Informasi (Information Center) yang tersedia di setiap terminal, juga akan lebih diefektifkan operasinya. Empat nomor telepon hotline disediakan yakni (021) 550 5179, 550 5307, 550 5308, dan 550 5309 untuk siap membantu secara gratis bagi para calon penumpang yang ingin memperoleh bantuan informasi di bandara.

TIP MUDIK Bikin Rencana Mudik. Buatlah perencanaan mudik secaran matang. Cek dompet. Pastikan anggaran mudik Anda dan sesuaikan kemampuan penerbangan apa yang akan dipilih. Beli tiket sebaiknya jauh hari sebelum keperangkatan, dan beli tiket pulang – pergi sekaligus. Pastikan waktu. Berapa lama Anda akan mudik, sendiri, atau bersama keluarga. Pengamanan rumah. Pastikan rumah telah aman ketika ditinggalkan mudik. Komunikasi. Beritahu orang ditempat tujuan akan rencana kedatangan Anda, tanyakan oleh-oleh apa yang dia harapkan, dan mintalah dijemput untuk mendapatkan kehangatan kepulangan. Cek sarana. Persiapkan barang-barang yang akan dibawa mudik, sebaiknya jangan membawa banyak barang dan perhiasan dalam perjalanan. Pastikan kondisi kesehatan sebelum terbang.

1 2

konter check in akan ditambah 205 meja, terutama di Terminal 1 dan Terminal 2 yang melayani penerbangan dalam negeri. Untuk keamanan dan kenyamanan penumpang, akan ditambah 80 unit kemera pengintai (CCTV) dari yang selama ini berjumlah 364 unit, lalu jumlah mesin pemindai atau x-ray juga ditambah dari 66 unit menjadi 75 unit. Selain personil pengamanan internal bandara, akan ditambah dari personil polisi sari Polres Metro Bandara Soekarno Hatta. Bandara Internasional Soekarno Hatta juga menjadi salah satu dari empat bandara yang dipantau oleh Departemen Perhubungan dalam penjualan harga tiket selama lebaran, tiga yang lain yakni Bandara Polonia (Medan), Juanda (Surabaya), dan Sultan Hasanuddin (Makassar). Menurut hubungan masyarakat PT Angkasa Pura II, Andang Santoso, lonjakan pe-

numpang biasanya akan menumpuk terutama pada terminal 1 yang melayani penerbangan domestik. “Kami sudah berkoordinasi dengan para airline untuk menambah personil layanan agar proses chek in dan bagasi pesawat bisa lebih cepat. Agar tidak terjadi penumpukan penumpang,” ujar Andang Santoso. Sedangkan di terminal 2 yang menjadi jalur penerbangan internasional dan domestik Garuda Citylink, diperkirakan lonjakan penumpang tidak akan seramai di terminal 1. Demikian juga di terminal 3 yang menjadi home base penerbangan dalam negeri Mandala Air dan Air Asia. Sejumlah airline juga telah menyatakan kesiapannya menghadapi lonjakan penumpang mudik lebaran. “Lion Air telah siap menghadapi lonjakan penumpang lebaran. Kami akan menyediakan 56 pesawat yang siap melayani rute resmi Lion,” ujar Edward Sirait, Di-

3 4 5 6 7

September, 2010 OntimE

travelounge

125


AIRLINES EVENT

Besaran tarif tiket dibagi tiga, yakni pertama kategori layanan lengkap atau full service, kedua layanan menengah atau medium service, dan ketiga layanan penerbangan tiket murah atau no frill service.

Penerbangan Murah,

What is That? TEMPO/ WAHYU SETIAWAN

Untuk melindungi konsumen dan agar tidak terjadi persaingan harga tiket yang melambung tinggi antar maskapai penerbangan komersial, Departemen Perhubungan telah menetapkan surat Keputusan Menteri Nomor 26 Tahun 2010 tentang penetapan tarif batas atas penumpang kelas ekonomi maskapai penerbangan berjadwal dalam negeri, yang telah berlaku sejak Juli 2010. Harga pada ketentuan tarif atas itulah batas harga tiket termahal yang boleh dijual maskapai penerbangan kepada penumpang, terutama untuk mengantisipasi permainan harga tiket di musim peak season seperti musim mudik lebaran bulan ini. Ketentuan batas tarif atas itu ditetapkan berdasarkan rata-rata biaya yang dibutuhkan tiap jarak penerbangan yang ditempuh. “Sebaiknya para penumpang tahu (ketentuan ini) agar bisa melakukan complain jika 126 travelounge

OntimE

September, 2010

harga tiket pesawat dinaikkan sampai diluar batas oleh maskapai penerbangan,� ujar Tengku Burhanuddin, Sekretaris Jendral Asosiasi Perusahaan Penerbangan Sipil Indonesia (INACA) kepada Travelounge. Kategori harga tiket itu sekaligus menunjukkan kualitas layanan yang harus dipenuhi oleh maskapai penerbangan sesuai dengan kelas harga tiket. Dalam ketentuan itu besaran tarif tiket dibagi tiga, yakni pertama kategori layanan lengkap atau full service, kedua layanan menengah atau medium service, dan ketiga layanan penerbangan tiket murah atau no frill service. Untuk kategori layanan lengkap, harga tiket diperbolehkan dijual sampai 100 persen sesuai batas ketentuan tarif atas. Misalkan (lihat tabel) untuk penerbangan Jakarta - Surabaya sesuai ketentuan ditetapkan batas atas sebesar Rp. 1.206.000, maka

penerbangan kategori full service diperbolehkan menjual tiket termahal pada harga tersebut. Dari data di Direktorat Perhubungan Udara Departemen Perhubungan, maskapai penerbangan yang mendaftarkan diri melayani segmen pasar full service hanya Garuda Indonesia. Pada segmen ini sejumlah fasilitas kenyamanan perjalanan pun wajib disediakan bagi para penumpang seperti tersedianyan makanan dan minuman (lebih dari 1 jenis), fasilitas hiburan televisi dan musik, jarak minimum antar tempat duduk 31 inchi, tersedia bahan bacaan 3-4 jenis koran atau majalah, bukti cetak tiket, fasilitas gratis bagasi yang lebih banyak, kualitas tempat duduk yang lebih nyaman, dan aneka fasilitas kenyamanan perjalanan udara lain. Sedang untuk kategori layanan menengah, besar tarif tiket yang dijual maksimal


hanya boleh 90 persen dari tarif ketentuan batas atas. Misalkan penerbangan Jakarta Surabaya harga tiket termahal hanya boleh 90 persen dari Rp 1.206.000 yakni sebesar Rp 1.085.400, harga sudah termasuk beban biaya pajak dan asuransi. Untuk kategori la-

TEMPO/ADITIA NOVIANSYAH

AIRLINES EVENT

Beberapa Contoh Rute dan Ketetapan Tarif Batas Atas Rute Jakarta - Yogyakarta Jakarta - Semarang Jakarta - Solo Jakarta - Surabaya Jakarta - Malang Jakarta - Denpasar Jakarta - Makassar Jakarta - Medan

Jarak (Km) Ketetapan Tarif (Rp) 509 967.000 473 898.000 547 1.039.000 778 1.206.000 780 1.209.000 1.079 1.478.000 1.476 1.846.000 1.495 1.847.000

TEMPO/ NICKMATULHUDA

yanan menengah, penumpang berhak mendapatkan sejumlah fasilitas kenyamanan seperti makanan dan minuman ( 1 jenis sesuai yang tersedia), jarak minimum antar tempat duduk 30 inchi, tersedia fasilitas hiburan minimal seperti musik, tersedia bahan bacaan 1-2 koran dan majalah, bukti cetak tiket, fasilitas bagasi, tempat duduk yang empuk, dan aneka fasilitas kenyamanan perjalanan lain. Data di Direktorat Perhubungan Udara, maskapai-maskapai penerbangan yang memberikan layanan di segmen pasar menengah, diantaranya Merpati Nusantara Air-

TENGKU BURHANUDDIN. Sekretaris Jendral Asosiasi Perusahaan Penerbangan Sipil Indonesia (INACA).

lines, Batavia Air, Sriwijaya Air, Kartika Air, Kalstar Aviation, Trigana Air Service, Riau Air, Indonesia Air Transport, dan Air Express. Sedangkan untuk kategori layanan penerbangan murah atau no frill service, besar tarif harga tiket maksimal 85 persen dari batas ketentuan tarif atas. Misalkan penerbangan Jakarta - Surabaya harga tiket termahal yang

boleh dijual untuk kategori penerbangan murah 85 persen dari Rp 1.206.000 yakni sebesar Rp 1.025.100, harga sudah termasuk pajak dan asuransi. Untuk kategori layanan penerbangan murah ini, penumpang tidak akan mendapatkan fasilitas apa-apa selama perjalanan. Sejumlah keperluan seperti makanan, minuman, bahan bacaan, bisa diperoleh diatas pesawat dengan cara membeli langsung. Data di Direktorat Perhubungan Udara, maskapai-maskapai penerbangan yang memberikan layanan di segmen pasar penerbangan murah, diantaranya Lion Air, Wings Air, Indonesia AirAsia, Dirgantara Air Service, Travia Air dan Mandala Airlines Dari data di atas, sekarang pembaca bisa memilih bentuk penerbangan dan kualitas kenyamanan macam apakah yang dicari dalam perjalanannya, disesuaikan dengan kemampuan kocek masing-masing. Jika kocek cukup tebal bisa memilih menggunakan maskapai penerbangan Garuda Indonesia yang menawarkan layanan kenyamanan penuh. Anda bisa memilih penerbangan dengan kualitas layanan menengah seperti Batavia Air atau Sriwijaya Air. Atau dengan menggunakan penerbangan berbiaya murah seperti Lion dan Air Asia. Ketentuan itu hanya mengatur batas harga tiket termahal yang diperbolehkan dijual kepada konsumen. Kini di seluruh Indonesia

ada sekitar 367 rute penerbangan domestik antarkota antarpulau yang telah ditetapkan tarif batas atasnya seperti tercantum di dalam ketetapan menteri itu. Jika Anda membeli tiket jauh hari sebelum keberangkatan, biasanya maskapai-maskapai penerbangan bisa memberikan diskon harga sampai lebih dari 50 persen. Sehingga membeli tiket jauh hari sebelum berangkat tentu lebih baik, lebih irit, dan lebih menjamin kepastian terbang. Namun jika membeli mendadak dan Anda mendapatkan perlakuan tiket dijual dengan harga melambung mahal, Anda bisa protes berdasarkan ketetapan itu. Tiket penerbangan layanan penuh seperti Garuda biasanya lebih banyak dijual melalui biro perjalanan. Sedangkan tiket penerbangan berbiaya murah kini lebih banyak mengandalkan penjualannya melalui sistem online atau beli langsung di loket tiket airline di bandara. Jika Anda mengambil perjalanan berjarak pendek dengan waktu terbang kurang dari 1 jam, mengambil penerbangan berbiaya murah akan lebih membuat irit kantong, namun jika mengambil perjalanan berjarak panjang dan memakan waktu lama, mempertimbangkan faktor kenyamanan selama di pesawat tampaknya patut bahan pertimbangan utama dalam menentukan membeli tiket. ď ŽW

September, 2010 OntimE

travelounge

127


GALLERY

Saphire d’Consulate

Eksekutif Lounge di Terminal 2D

Executive lounge adalah hal biasa di bandara, namun ada yang istimewa dengan Saphire d’Consulate. Yang unik dari eksekutif lounge ini adalah adanya fasilitas layanan airline check in dan airport tax di dalam lounge, sehingga calon penumpang tak perlu lagi antri di depan konter check in airline yang kadang bisa makan waktu lama. Urusan bagasi pun sudah diurus di lounge ini, tak perlu lagi repot dorong-dorong trolly barang selama berada di airport. Termasuk asistensi untuk pengurusan dokumen imigrasi dan fiskal bagi penumpang tujuan luar negeri. Bagi penumpang yang hendak bepergian, begitu tiba di airport bisa langsung menuju ke eksekutif lounge yang terletak di Terminal 2D ini, check in dan bagasi akan diurus pelayannya, sehingga Anda tinggal mengurus fiskal dan imigrasi sebelum naik pesawat yang juga bisa dikerjakan dari lounge ini. Sedangkan untuk penumpang kedatangan, begitu turun dari pesawat bisa langsung menuju ke 128 travelounge

OntimE

September, 2010

lounge ini yang juga siap membantu mengurus segala keperluan perjalanan selanjutnya atau memesankan taksi bandara. Sesuai namanya, eksekutif lounge baru di Bandara Internasional Soekarno Hatta ini merupakan kerjasama antara Saphire dan d’Consulate. Saphire adalah produk layanan premium di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Sedangkan d’Consulate adalah brand jaringan global pengelola lounge-lounge di bandara internasional yang telah dikenal baik reputasinya. “Lounge ini terbuka untuk umum dan diharapkan dapat memenuhi tuntutan kebutuhan para frequent fliyers atau rich and premium yang sering bepergian melalui Soekarno Hatta,” ujar Edyana Paramitasari, President Director PT Angkasa Pura Schipol, perusahaan pengelola Saphire. Saphire d’Consulate Lounge terletak di area publik di samping pintu depan Terminal Internasional 2D. Lounge baru ini diresmikan pada 24 Agustus 2010 oleh Direktur PT Ang-

kasa Pura II Tri S. Sunoko, bersama dengan Edyana Paramitasari direktur Saphire, dan David Awuy perwakilan d’Consulate Group Indonesia. “Semoga kehadiran lounge ini bisa membantu mengurangi antrian chek in didalam terminal yang dalam waktu-waktu sibuk sering membentuk antrian panjang,” ujar Tri S. Sunoko dalam sambutannya. Khusus pemegang kartu anggota Saphire, lounge premium ini merupakan fasilitas layanan tambahan yang baru di luar aneka fasilitas yang selama ini sudah dinikmati dari program Saphire, yakni area parkir khusus, pintu masuk khusus ke dalam area check in, konter khusus, dan proses keimigrasian yang singkat dengan menggunakan scanning retina mata melalui mesin automatic border passage. Bagi anggota Saphire dibebaskan uang masuk. Lounge yang terletak di area publik ini juga terbuka untuk umum dengan membayar tiket Rp 325 ribu per orang. W


GALLERY Sebagai travel resmi bandara, tentu saja ada quality control jaminan layanan yang bagus. Jika penumpang kecewa dengan layanannya bisa melakukan complain ke pihak travel maupun ke pihak bandara.

Siapapun pasti sudah kenal dengan layanan travel door to door service dari Cipaganti Travel yang terkenal nyaman, tepat waktu, dan aman. Travel yang khusus melayani trayek Jakarta – Bandung dan sebaliknya itu kini juga hadir di Bandara Internasional Soekarno Hatta. “Ya kami senang dipercaya PT Angkasa Pura II sebagai travel resmi Bandara Soekarno Hatta,” ujar Andianto Se-

Ke Bandung Langsung dari

Soekarno Hatta

tiabudi, pemilik Cipaganti Group. Kini travel ini bisa ditemui konter pemesanan-nya di setiap Terminal 1, 2, dan 3 bandara. Ini satu-satunya travel khusus trayek Bandara Soekarno Hatta – Bandung dan sebaliknya yang diperbolehkan resmi beroperasi. Sebagai travel resmi bandara, tentu saja ada quality control jaminan layanan yang bagus. Jika penumpang kecewa dengan layanannya bisa melakukan complain ke pihak travel maupun ke pihak bandara. Sebagai travel door to door service, para penumpang akan diantar sampai rumah tempat tujuan. Tidak diturunkan di pull travel atau di terminal. “Tentu saja bagi yang rumah tujuannnya dalam kota ya,” ujar Ronny, petugas operasional Cipaganti. Setiap hari, ratusan penumpang dari Bandung ke bandara setiap hari, demikian juga ratusan penumpang dari bandara melanjutkan perjalanannya ke Bandung. Maklum, untuk wilayah seluas Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, hampir seluruh tujuan penerbangan komersial dilayani lewat Bandara Internasional Soekarno Hatta. Di Bandung juga terdapat Bandara Hussein Sastranegara, namun kapasitasnya masih kecil, sehingga banyak warga Bandung yang ingin bepergian jauh lebih memilih melakukan perjalanan

dengan travel ke Jakarta terlebih dulu, untuk selanjutnya meneruskan penerbangan lewat Bandara Internasional Soekarno Hatta. Tak hanya penumpang dari Bandung, Cipaganti juga memberikan layanan ke Bogor, Tasikmalaya, dan Cirebon. Ada tiga bentuk layanan travel yang disediakan yakni berupa shuttle bus Jakarta – Bandung, pulang – pergi, dengan tiket seharga Rp 75.000 per orang; shuttle colt diesel Jakarta – Bandung, pulang – pergi, dengan tiket seharga Rp 90.000 per orang; dan layanan rental (sewa) VIP Alphard Shuttle Jakarta – Bandung, dengan harga sewa Rp 200.000 sekali perjalanan. “Lama perjalanan sekitar 3 jam dengan shuttle colt diesel, sedang kalau menggunakan shuttle bus sekitar 3,5 jam,” ujar petugas operasi Cipaganti di bandara. Di Bandung, bus akan berhenti di Pasteur, Jalan Gatot Subroto, Jalan Asia Afrika, Bandung Trade Center, dan tempat-tempat strategis lain didalam kota. Sedangkan untuk tujuan Jabodetabek juga disediakan shuttle bus dengan tiket Rp 50.000 – 60.000 untuk tujuan Bogor dan Kelapa Gading. Fasilitas didalam kendaraan berupa AC, tempat duduk yang nyaman, bersih, dan interior lapang. Penumpang untuk shuttle colt

diesel biasanya sekitar 4-7 orang, sedangkan untuk bus maksimal bisa 21 orang. “Tapi tidak pernah diisi penuh agar penumpang bisa leluasa. Meskipun hanya 1 orang kami juga akan tetap kami berangkatkan,” ujar Agus, petugas operasional Cipaganti di terminal 2D. Jika berminat Anda bisa menghubunginya di konter Cipaganti yang tersedia di semua terminal. Atau bisa melakukan pemesanannya melalui telepon di : Cipaganti Bandara Internasional Soekarno Hatta (021)55910074 - 55910092 - 55910042 – 55912616 atau Bandung (022) 7319498.  W September, 2010 OntimE

travelounge

129


Domestic Flight

JAM DAN TERMINAL KEBERANGKATAN BISA BERUBAH KARENA KONDISI TERTENTU.

D E P A R T U R E

AIRLINE

DESTINATION

FLIGHT NO

DAY

TIME

TERM

GARUDA

Balikpapan

GA 0510

Every day

06:30

2F

INDONESIA

Balikpapan

GA 0514

Every day

11:30

2F

Balikpapan

GA 0516

Every day

13:40

2F

Balikpapan

GA 0518

Every day

15:10

2F

Balikpapan

GA 0520

Every day

16:40

2F

130 travelounge

OntimE

Balikpapan

GA 0522

Every day

21:35

2F

Bandar Lampung

GA 0132

Every day

06:30

2F

Bandar Lampung

GA 0134

Every day

16:15

2F

Banjarmasin

GA 0530

Every day

06:30

2F

Banjarmasin

GA 0534

Every day

11:50

2F

Banjarmasin

GA 0536

Every day

18:15

2F

Batam

GA 0150

Every day

06:00

2F

Batam

GA 0152

Every day

12:30

2F

Batam

GA 0156

Every day

17:00

2F

Denpasar

GA 0402

Every day

09:20

2F

Denpasar

GA 0404

Every day

10:20

2E

Denpasar

GA 0406

Every day

11:30

2F

Denpasar

GA 0408

Every day

14:10

2F

Denpasar

GA 0410

Every day

15:40

2F

Denpasar

GA 0412

Every day

18:30

2F

Denpasar

GA 0414

Thu

19:50

2F

Denpasar

GA 0418

Every day

21:35

2F

Jambi

GA 0130

Every day

07:15

2F

Jambi

GA 0136

Every day

15:10

2F

Malang

GA 0290

Every day

07:00

2F

Manado

GA 0600

Every day

10:50

2F

Mataram

GA 0430

Every day

09:30

2F

Mataram

GA 0432

Every day

18:00

2F

Medan

GA 0180

Every day

06:00

2F

Medan

GA 0182

Every day

07:45

2F

Medan

GA 0184

Every day

09:30

2F

Medan

GA 0186

Every day

10:50

2F

Medan

GA 0188

Every day

13:00

2E

Medan

GA 0190

Every day

14:00

2F

Medan

GA 0192

Every day

16:20

2F

Medan

GA 0196

Every day

18:50

2F

Padang

GA 0160

Every day

06:00

2F

Padang

GA 0162

Every day

10:25

2F

Padang

GA 0164

Every day

16:00

2F

Palangkaraya

GA 0550

Every day

08:50

2F

September, 2010


KONVENSI CHICAGO AIRLINE

Konvensi Penerbangan Sipil Internasional atau biasa disebut Konvensi Chicago karena ditandatangani di Chicago 7 Desember 1944 meliputi tugas dan tanggung jawab setiap Negara dalam pengawasan keselamatan penerbangan.

DESTINATION

FLIGHT NO

DAY

TIME

TERM

Palembang

GA 0110

Every day

06:00

2F

Palembang

GA 0112

Every day

08:00

2F

Palembang

GA 0114

Every day

10:00

2F

Palembang

GA 0116

Every day

11:40

2F

Palembang

GA 0118

Every day

14:20

2F

Palembang

GA 0120

Every day

16:40

2F

Palembang

GA 0122

Every day

17:50

2F

Pangkalpinang

GA 0128

Every day

06:30

2F

Pangkalpinang

GA 0138

Every day

13:15

2F

Pekanbaru

GA 0170

Every day

07:00

2F

Pekanbaru

GA 0174

Every day

11:45

2F

Pekanbaru

GA 0176

Every day

16:25

2F

Pontianak

GA 0500

Every day

06:05

2F

Pontianak

GA 0502

Every day

11:00

2F

Semarang

GA 0230

Every day

06:00

2F

Semarang

GA 0232

Every day

07:00

2F

Semarang

GA 0234

Every day

09:15

2F

Semarang

GA 0236

Every day

11:10

2F

Semarang

GA 0238

Every day

13:20

2F

Semarang

GA 0242

Every day

16:40

2F

Semarang

GA 0244

Every day

18:00

2F

Semarang

GA 0246

Every day

19:00

2F

Solo

GA 0220

Every day

06:00

2F

Solo

GA 0222

Every day

09:35

2F

Solo

GA 0224

Every day

14:20

2F

Surabaya

GA 0300

Every day

05:00

2E

Surabaya

GA 0304

Every day

07:00

2F

Surabaya

GA 0306

Every day

08:00

2F

Surabaya

GA 0308

Every day

09:00

2F

Surabaya

GA 0310

Every day

10:00

2F

Surabaya

GA 0312

Every day

11:00

2F

Surabaya

GA 0314

Every day

12:00

2F

Surabaya

GA 0316

Every day

13:00

2F

Surabaya

GA 0318

Every day

14:00

1C

Surabaya

GA 0320

Every day

15:00

1C

Surabaya

GA 0324

Every day

17:00

1C

Surabaya

GA 0326

Every day

18:00

2F

Surabaya

GA 0328

Every day

19:00

2F

Surabaya

GA 0330

Every day

20:00

2F

Surabaya

GA 0332

Every day

21:00

2F

September, 2010 OntimE

travelounge

131


FLIGHTINFO DomesticFlight D

E

P A

R

T

U

AIRLINE

KARTIKA AIR

BATAVIA AIR

132 travelounge

OntimE

R

E

DESTINATION

FLIGHT NO

DAY

TIME

TERM

Ujung Pandang

GA 0602

Every day

08:30

2F

Ujung Pandang

GA 0604

Every day

07:10

2F

Ujung Pandang

GA 0610

Every day

15:10

2F

Ujung Pandang

GA 0612

Every day

19:30

2F

Ujung Pandang

GA 0650

Every day

21:10

2F

Ujung Pandang

GA 0652

Every day

06:10

2F

Yogyakarta

GA 0202

Every day

06:00

2F

Yogyakarta

GA 0204

Every day

08:00

2F

Yogyakarta

GA 0206

Every day

10:00

2F

Yogyakarta

GA 0210

Every day

13:20

2F

Yogyakarta

GA 0212

Every day

14:30

2F

Yogyakarta

GA 0214

Every day

16:00

2F

Yogyakarta

GA 0216

Every day

17:00

2F

Yogyakarta

GA 0218

Every day

19:00

2F

Sampit

3Y 0740

Wed

13:00

1B

Batam

3Y 0750

Tue,Wed,Thu, Sat, Sun

10:00

1B

Batam

3Y 0750A

Tue

16:30

1B

Batam

3Y 0752

Tue,Thu, Sat

10:00

1B

Palembang

3Y 0770

Tue,Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

09:15

1B

Sampit

3Y 0740

Sat

13:00

1B

Ambon

7P 0851

Mon,Tue,Wed,Thu,Fri,Sat

00:50

1B

Balikpapan

7P 0631

Every Day

15:30

1B

Balikpapan

7P 0655

Every Day

06:45

1B

Bandar Lampung

7P 0505

Every Day

08:00

1B

Banjarmasin

7P 0361

Every Day

18:00

1B

Batam

7P 0571

Every Day

07:10

1B

Batam

7P 0573

Mon,Tue

16:20

1B

Batam

7P 0577

Every Day

11:40

1B

Bengkulu

7P 0551

Mon,Tue,Wed,Thu,Fri,Sat

12:55

1B

Denpasar

7P 0741

Every Day

18:45

1B

Denpasar

7P 0743

Every Day

13:05

1B

Gorontalo

7P 0621

Wed,Fri

01:30

1B

Jambi

7P 0541

Every Day

09:00

1B

Jambi

7P 0543

Every Day

14:30

1B

Jambi

7P 0545

Tue,Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

07:00

1B

Kupang

7P 0711

Every Day

05:00

1B

Malang

7P 0243

Tue,Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

10:00

1B

Manado

7P 0635

Every Day

08:40

1B

Mataram

7P 0761

Every Day

09:15

1B

Medan

7P 0591

Every Day

07:00

1B

Medan

7P 0593

Every Day

13:10

1B

August, 2010


FLIGHTINFO INTERNATIONAL CIVIL AVIATION ORGANIZATION (ICAO) AIRLINE

Organisasi dari PBB ini mengeluarkan Safety Oversight Manual (ICAO Doc 9734) yang memberikan informasi dan panduan mengenai pendirian sistem pengawasan keselamatan negara sekaligus sebagai kerangka legislatif pendirian otoritas penerbangan sipil suatu negara.

DESTINATION

FLIGHT NO

DAY

TIME

TERM

Medan

7P 0595

Every Day

16:30

1B

Medan

7P 0597

Every Day

10:00

1A

Padang

7P 0581

Every Day

15:45

1B

Padang

7P 0583

Every Day

10:45

1B

Padang

7P 0585

Every Day

07:00

1B

Palangkaraya

7P 0371

Every Day

11:50

1B

Palembang

7P 0511

Tue,Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

17:25

1B

Palembang

7P 0515

Every Day

09:00

1B

Palembang

7P 0515A

Mon,Tue

13:15

1B

Palu

7P 0671

Every Day

16:05

1B

Pangkalpinang

7P 0521

Every Day

09:35

1B

Pangkalpinang

7P 0523

Every Day

14:20

1B

Pekanbaru

7P 0561

Every Day

16:40

1B

Pekanbaru

7P 0563

Every Day

08:20

1B

Pekanbaru

7P 0565

Every Day

10:40

1B

Pontianak

7P 0201

Every Day

06:00

1B

Pontianak

7P 0203

Every Day

10:05

1B

Pontianak

7P 0205

Every Day

14:05

1B

Pontianak

7P 0207

Every Day

11:40

1B

Pontianak

7P 0209

Every Day

17:15

1B

Pontianak

7P 0211

Wed,Thu,Sat,Sun

12:35

1B

Semarang

7P 0311

Every Day

07:00

1B

Semarang

7P 0315

Every Day

15:40

1B

Surabaya

7P 0341

Every Day

16:25

1B

Surabaya

7P 0343

Every Day

06:00

1B

Surabaya

7P 0345

Every Day

17:15

1B

Surabaya

7P 0347

Every Day

19:20

1B

Surabaya

7P 0651

Every Day

09:15

1B

Surabaya

7P 0701

Every Day

15:20

1B

Surabaya

7P 0725

Tue,Thu,Sun

07:15

1B

Surabaya

7P 0735

Mon,Wed,Sat

07:15

1B

Tanjung Pandan

7P 0531

Mon,Tue

10:25

1B

Ternate

7P 0643

Every Day

01:30

1B

Ujung Pandang

7P 0661

Every Day

10:30

1B

Ujung Pandang

7P 0731

Wed,Sun

10:10

1B

Ujung Pandang

7P 0843

Tue,Thu,Fri,Sun

22:45

1B

Ujung Pandang

7P 0845

Mon,Wed,Sat

22:45

1B

Ujung Pandang

7P 7331

Tue,Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

08:20

1B

Yogyakarta

7P 0321

Mon,Tue

18:00

1B

Yogyakarta

7P 0325

Every Day

14:45

1B

Yogyakarta

7P 0327

Tue,Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

12:50

1B

August, 2010 OntimE

travelounge

133


FLIGHTINFO DomesticFlight D

E

P A

R

T

U

AIRLINE

E

DESTINATION

AIRFAST

LION AIR

134 travelounge

R

OntimE

FLIGHT NO

DAY

TIME

TERM

Surabaya

AP 0001

Tue,Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

07:00

1C

Surabaya

AP 0001A

Mon

22:00

1C

Ambon

JT 0790

Every Day

01:30

1A

Balikpapan

JT 0762

Every Day

18:45

1A

Balikpapan

JT 0758

Every Day

09:55

1A

Balikpapan

JT 0760

Every Day

06:15

1A

Balikpapan

JT 0764

Every Day

12:45

1A

Balikpapan

JT 0766

Every Day

14:40

1A

Banda Aceh

JT 0304

Mon,Tue,Thu,Sun

08:35

1A

Banjarmasin

JT 0320

Every Day

06:15

1A

Banjarmasin

JT 0324

Every Day

11:00

1A

Banjarmasin

JT 0326

Every Day

15:30

1A

Banjarmasin

JT 0328

Every Day

19:55

1A

Batam

JT 0374

Every Day

07:00

1A

Batam

JT 0378

Every Day

13:30

1A

Batam

JT 0304

Wed,Fri,Sat

08:35

1A

Batam

JT 0370

Every Day

10:45

1A

Bengkulu

JT 0636

Every Day

08:30

1A

Bengkulu

JT 0634

Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

13:20

1A

Bengkulu

JT 0630

Every Day

17:45

1A

Denpasar

JT 0012

Every Day

13:05

1A

Denpasar

JT 0024

Every Day

16:45

1A

Denpasar

JT 0010

Every Day

20:40

1A

Denpasar

JT 0016

Every Day

18:15

1A

Denpasar

JT 0018

Every Day

15:00

1A

Denpasar

JT 0020

Every Day

09:35

1A

Denpasar

JT 0022

Every Day

11:35

1A

Jambi

JT 0608

Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

13:15

1A

Jambi

JT 0604

Every Day

09:25

1A

Jambi

JT 0606

Every Day

17:30

1A

Kendari

JT 0728

Every Day

13:55

1A

Manado

JT 0742

Every Day

13:30

1A

Manado

JT 0770

Every Day

18:35

2E

Manado

JT 0776

Mon,Tue,Wed,Sun

05:00

1A

Mataram

JT 0652

Every Day

13:35

1A

Mataram

JT 0650

Every Day

19:15

1A

Medan

JT 0200

Every Day

07:35

1A

Medan

JT 0300

Every Day

07:00

1A

Medan

JT 0302

Every Day

09:00

1A

Medan

JT 0380

Every Day

06:00

1A

Medan

JT 0382

Every Day

13:35

1A

Medan

JT 0384

Every Day

14:05

1A

September, 2010


FLIGHTINFO CIVIL AVIATION AUTHORITY (CAA) AIRLINE

berfungsi untuk membangkitkan gaya angkat. Spoiler berbentuk plat kecil yang terletak di sayap pesawat berfungsi mengurangi gaya angkat pesawat sesaat setelah mendarat.

DESTINATION

FLIGHT NO

DAY

TIME

TERM

Medan

JT 0394

Every Day

08:00

1A

Medan

JT 0306

Every Day

17:35

1A

Medan

JT 0308

Every Day

21:00

1A

Medan

JT 0386

Every Day

19:15

1A

Medan

JT 0396

Every Day

15:35

1A

Medan

JT 0398

Every Day

11:00

1A

Padang

JT 0350

Every Day

07:45

1A

Padang

JT 0354

Every Day

16:35

1A

Padang

JT 0356

Mon,Tue,Wed,Thu,Fri,Sat

19:00

1A

Padang

JT 0352

Every Day

12:30

1A

Palembang

JT 0334

Every Day

14:10

1A

Palembang

JT 0338

Every Day

12:00

1A

Palembang

JT 0340

Every Day

07:00

1A

Palembang

JT 0330

Sun

09:30

1A

Palembang

JT 0330

Mon,Tue,Wed,Thu,Fri,Sat

09:05

1A

Palembang

JT 0332

Mon,Tue,Wed,Thu,Fri,Sat

19:30

1A

Palembang

JT 0336

Every Day

17:05

1A

Pangkalpinang

JT 0610

Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

06:50

1A

Pangkalpinang

JT 0618

Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

17:00

1A

Pangkalpinang

JT 0616

Every Day

11:55

1A

Pekanbaru

JT 0294

Every Day

15:40

1A

Pekanbaru

JT 0388

Every Day

06:50

1A

Pekanbaru

JT 0390

Every Day

09:15

1A

Pekanbaru

JT 0392

Every Day

18:10

1A

Pontianak

JT 0714

Every Day

13:35

1A

Pontianak

JT 0710

Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

06:15

1A

Pontianak

JT 0716

Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

15:20

1A

Pontianak

JT 0712

Every Day

09:30

1A

Semarang

JT 0506

Every Day

13:45

1A

Semarang

JT 0504

Every Day

09:45

1A

Semarang

JT 0510

Every Day

17:25

1A

Solo

JT 0536

Every Day

07:30

1A

Solo

JT 0538

Every Day

15:30

1A

Surabaya

JT 0570

Every Day

06:50

1A

Surabaya

JT 0572

Every Day

08:40

1A

Surabaya

JT 0584

Every Day

21:40

1A

Surabaya

JT 0582

Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

19:55

1A

Surabaya

JT 0696

Every Day

17:10

1A

Surabaya

JT 0574

Every Day

10:10

1A

Surabaya

JT 0576

Every Day

12:35

1A

Surabaya

JT 0578

Every Day

15:15

1A

Surabaya

JT 0580

Every Day

19:55

1A

Ujung Pandang

JT 0774

Every Day

11:55

1A

September, 2010 OntimE

travelounge

135


FLIGHTINFO DomesticFlight D

E

P A

R

T

U

AIRLINE

MERPATI AIRLINE

AIRASIA

136 travelounge

OntimE

R

E

DESTINATION

FLIGHT NO

DAY

TIME

TERM

Ujung Pandang

JT 0778

Every Day

08:25

1A

Ujung Pandang

JT 0782

Every Day

16:40

1A

Ujung Pandang

JT 0788

Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

18:00

1A

Ujung Pandang

JT 0798

Every Day

22:15

1A

Ujung Pandang

JT 0772

Every Day

20:20

1A

Ujung Pandang

JT 0776

Thu,Fri,Sat

05:00

1A

Ujung Pandang

JT 0784

Every Day

18:00

1A

Ujung Pandang

JT 0792

Every Day

05:30

1A

Yogyakarta

JT 0552

Every Day

07:45

1A

Yogyakarta

JT 0556

Every Day

13:15

1A

Yogyakarta

JT 0568

Mon,Tue,Wed,Thu,Fri,Sat

19:00

1A

Yogyakarta

JT 0550

Every Day

15:00

1A

Yogyakarta

JT 0554

Every Day

17:00

1A

Yogyakarta

JT 0558

Every Day

10:10

1A

Yogyakarta

JT 0562

Every Day

06:15

1A

Bandar Lampung

MZ 0206

Tue,Wed,Thu,Fri,Sat

16:20

2F

Banjarmasin

MZ 0582

Mon

17:20

2F

Denpasar

MZ 0644

Mon

05:30

2F

Sampit

MZ 0538

Tue,Wed,Thu,Sat

10:00

2F

Surabaya

MZ 0334

Mon,Tue,wed,Thu,Fri,Sat

20:00

2F

Surabaya

MZ 0336

Fri

20:00

2F

Ujung pandang

MZ 0762

Every Day

05:00

2F

Ujung pandang

MZ 0774

Mon,Tue,wed,Thu,Fri,Sat

21:30

2F

Ujung pandang

MZ 0802

Wed,Fri,Sun

05:30

2F

Ujung pandang

MZ 0882

Tue,Fri,Sun

11:00

2F

Batam

QZ 7552

Mon,wed

11:30

3

Denpasar

QZ 7514

Every day

14:15

3

Denpasar

QZ 7518

Every day

21:05

3

Denpasar

QZ 7510

Every day

06:35

3

Denpasar

QZ 7512

Mon,Tue,Wed,Thu,Fri,Sat

10:50

3

Medan

QZ 7492

Every day

07:00

3

Medan

QZ 7496

Every day

15:05

3

Padang

QZ 7526

Thu,Fri,Sat,Sun

15:40

3

Pekanbaru

RA 0142

Tue,Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

07:15

3

Pekanbaru

RA 0146

Every day

17:30

3

Pontianak

RA 0160

Mon,Wed,Fri,Sun

09:50

3

Surabaya

QZ 7210

Every day

08:00

3

Surabaya

QZ 7218

Mon,Tue,Wed,Thu,Fri,Sat

17:55

3

Ujung pandang

QZ 7086

Thu,Fri,Sat,Sun

16:15

3

Yogyakarta

QZ 7340

Every day

06:00

3

Yogyakarta

QZ 7344

Every day

15:05

3

September, 2010


FLIGHTINFO TUGAS CAA AIRLINE

Otoritas Penerbangan Sipil mengatur semua aktivitas penerbangan sipil di negara mereka, meliputi operator udara, organisasi perawatan, bandar udara, Air Navigation Service Provider, lisensi pilot dan teknisi, mendaftarkan pesawat, dan mensertifikasi pesawat dan desain mesinnya untuk dipakai.

DESTINATION

FLIGHT NO

DAY

TIME

TERM

REPUBLIK REPUBLIK EXPRESS AIRLINE EXPRESS AIRLINE

Balikpapan

RH 0803

Tue,Thu,Sat

05:00

1A

Denpasar

RH 0807

Tue,Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

18:00

1A

MANDALA AIR

Balikpapan

RI 0394

Every Day

06:00

3

Balikpapan

RI 0396

Tue,Wed,Thu,Fri,Sun

11:20

3

Bengkulu

RI 0134

Every Day

07:40

3

Denpasar

RI 0592

Every Day

09:05

3

Denpasar

RI 0598

Fri,Sun

20:25

3

Jambi

RI 0022

Every Day

11:10

3

Jambi

RI 0026

Sun

15:20

3

Padang

RI 0088

Mon,Tue,Wed,Thu,Fri

14:10

3

Padang

RI 0060

Fri,Sun

11:20

3

Pangkalpinang

RI 0110

Mon,Tue,Wed,Thu,Fri,Sat

16:45

3

Pangkalpinang

RI 0114

Sun

15:50

3

Pekanbaru

RI 0070

Mon,Tue,Wed,Thu,Fri,Sat

19:15

3

Pekanbaru

RI 0072

Tue,Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

09:45

3

Pekanbaru

RI 0072A

Mon

14:00

3

Pontianak

RI 0250

Mon,Tue,Wed,Thu,Sat

07:25

3

Pontianak

RI 0256

Fri,Sun

07:25

3

Semarang

RI 0290

Mon,Tue,Wed,Thu,Fri,Sat

06:00

3

Semarang

RI 0294

Every Day

16:25

3

Semarang

RI 0292

Every Day

13:35

3

Semarang

RI 0298

Wed,Thu,Fri,Sun

19:20

3

Surabaya

RI 0272

Mon,Tue,Fri

16:35

3

Surabaya

RI 0280

Every Day

08:45

3

Surabaya

RI 0270

Every Day

09:45

3

Surabaya

RI 0276

Every Day

17:50

3

Surabaya

RI 0278

Mon,Tue,Wed.Thu,Sat

20:00

3

Yogyakarta

RI 0342

Every Day

19:55

3

Yogyakarta

RI 0344

Fri,Sun

19:35

3

Yogyakarta

RI 0350

Every Day

10:50

3

Balikpapan

SJ 0160

Every Day

06:10

1B

Bandar Lampung

SJ 0086

Every Day

16:30

1B

Bandar Lampung

SJ 0088

Every Day

07:00

1B

Bandar Lampung

SJ 0098

Every Day

16:20

1B

Bandar Lampung

SJ 0096

Every Day

10:00

1B

Banjarmasin

SJ 0172

Every Day

10:00

1B

Batam

SJ 0032

Every Day

08:10

1B

Batam

SJ 0034

Every Day

11:00

1B

SRIWIJAYA AIR

Bengkulu

SJ 0090

Every Day

13:15

1B

Denpasar

SJ 0260

Mon,Tue,Sat,Sun

13:15

1B

Jambi

SJ 0060

Every Day

08:15

1B

September, 2010 OntimE

travelounge

137


FLIGHTINFO DomesticFlight D

E

P A

R

T

U

AIRLINE

TRIGANA

EXPRESS AIR

138 travelounge

OntimE

R

E

DESTINATION

FLIGHT NO

DAY

TIME

TERM

Jambi

SJ 0062

Every Day

16:20

1B

Malang

SJ 0248

Every Day

13:55

2E

Malang

SJ 0250

Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

07:00

1B

Medan

SJ 0010

Every Day

09:05

1B

Medan

SJ 0014

Every Day

19:35

1B

Medan

SJ 0016

Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

16:20

1B

Padang

SJ 0022

Every Day

16:10

1B

Padang

SJ 0020

Every Day

12:35

1B

Palangkaraya

SJ 0190

Every Day

12:10

1B

Palembang

SJ 0082

Every Day

06:30

1B

Palembang

SJ 0080

Every Day

19:10

1B

Palembang

SJ 0084

Every Day

17:55

1B

Pangkalpinang

SJ 0070

Every Day

06:45

1B

Pangkalpinang

SJ 0072

Every Day

09:30

1B

Pangkalpinang

SJ 0074

Every Day

12:55

1B

Pangkalpinang

SJ 0076

Every Day

16:50

1B

Pangkalpinang

SJ 0078

Every Day

18:00

1B

Pekanbaru

SJ 0040

Every Day

12:20

1B

Pontianak

SJ 0180

Every Day

06:00

1B

Pontianak

SJ 0182

Every Day

14:30

1B

Pontianak

SJ 0184

Every Day

18:10

1B

Semarang

SJ 0222

Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

18:05

1B

Semarang

SJ 0224

Every Day

08:10

1B

Semarang

SJ 0220

Every Day

19:15

1B

Solo

SJ 0210

Every Day

09:10

1B

Solo

SJ 0214

Every Day

16:45

1B

Solo

SJ 0212

Every Day

18:05

1B

Surabaya

SJ 0266

Every Day

08:30

1B

Surabaya

SJ 0254

Every Day

10:10

1B

Surabaya

SJ 0256

Every Day

20:00

1B

Surabaya

SJ 0258

Wed,Fri

08:15

1B

Surabaya

SJ 0260

Wed,Thu,Fri,Sun

13:15

1B

Surabaya

SJ 0268

Every Day

05:45

1B

Tanjung Pandan

SJ 0050

Every Day

06:20

1B

Tanjung Pandan

SJ 0052

Every Day

14:55

1B

Tanjung Pinang

SJ 0038

Every Day

19:00

1B

Ujung pandang

SJ 0592

Every Day

05:30

1B

Ujung pandang

SJ 0590

Tue,Wed,Thu,Fri,Sat,Sun

11:35

1B

Pontianak

TN 0708

Tue,Thu,Sat

13:50

1C

Ujung Pandang

TN 0782

Mon,Wed,Fri,Sun

06:30

1C

Ujung Pandang

XN 0800

Mon,Tue,Wed,Thu,Fri,Sat

05:00

1B

September, 2010


September, 2010

10


Travelounge // September 2010 // 10  

Jakarta International Airport Magazine

Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you