Page 1

Edisi 008/V/2012 12 Jumadilakhir 1433 H

BULETIN DAKWAH BULANAN MAJELIS ULAMA INDONESIA KABUPATEN TABALONG buletinummati.blogspot.com

Renungan Buat Kita Oleh: Hasbiyallah

K

ita sama-sama menyadari, kita sedang hidup di dunia yang serba canggih dan modern. Bahkan pada aspek-aspek tertentu terasa sangat modern. Banyak ilmuan dan pakar menyatakan, modernitas ini akan membawa berkah bagi kehidupan. Tapi ternyata, yang kita dapati keadaan yang sebaliknya. Semua ini menunjukkan bahwa umat manusia telah melenceng dari Jalan Lurus yang digariskan oleh Allah dan Rasul-Nya. Sebagai gambaran yang sangat nyata ialah: negeri kita Indonesia ini adalah negeri yang sangat kaya akan sumber daya alam. Kita semua sudah tahu hal ini. Tetapi kenapa Indo-

T

nesia menjadi negeri yang miskin di dunia? Ke mana kekayaan alam kita selama ini? Seharusnya negeri kita ini bisa makmur dan maju sebagaimana negara-negara maju yang ada di dunia. Tapi faktanya sebaliknya. Sungguh ini patut menjadi renungan kita bersama. Di dalam al-Qur‟an Allah menyatakan: walaw anna ahlal qurâ âmanû wattaqau lafatahnâ alaihim barakâtin min as-samâi wal-ardhi walâkin kadzzabû fakhadznâhum bimâ kânû yakdzibun. Seandainya, kata Allah, penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa maka Aku akan berikan untuk mereka berkah dari langit dan bumi. Sayangnya, mereka mendustakan ayat-ayat-Ku sehingga Aku

azab mereka lantaran dusta mereka itu. Ayat lain menyatakan: zhahara al fasâdu fil-barri wal-bahri bimâ kasabat aydinnâs... Segala kerusakan yang ada di daratan dan lautan adalah akibat dari perbutan manusia itu sendiri. Ayat di atas menyatakan bahwa manusia cenderung serakah. Manusia cenderung ingkar terhadap ayat-ayat Allah. Manusia cenderung tidak beriman dan bertakwa. Dan semua itu menyebabkan bumi dan segala kekayaan yang ada di dalamnya hanya dinikmati oleh segelintir umat manusia. Wallahu A’lam.

BAZDA Kaltim Kunjungi MUI Tabalong

epat pada Sabtu, 21 April lalu, Badan Amil Zakat Daerah Kaltim datang bersilaturrahmi dengan BAZDA Kabupaten Tabalong yang bertempat di Gedung MUI. Hadir pada kesempatan tersebut Drs. H. Abdel Fadillah M.Si selaku ketua BAZDA Kabupaten Tabalong. Dalam kesempatan tersebut, Abdel Fadillah menyatakan perlunya melakukan perbaikan sis-

tem pengelolaan zakat selama ini. “BAZDA harus dapat meyakinkan para muzakki untuk membayar zakat melalui badan ini dan bukan seperti yang selama ini berjalan, meski banyak pihak yang merasa lebih puas hatinya bila menyerahkan zakat langsung kepada sasaran yang dikehendaki,” papar Abdel yang juga menjabat sebagai Sekda Tabalong. BAZDA Kaltim memberikan

masukan di antaranya membebaskan sang muzakki untuk menentukan sendiri kepada siapa ia hendak berzakat, asalkan sesuai dengan ketentuan syariat. Artinya, jika si muzakki menunjuk Si A sebagai mustahik maka harus dicek, apakah benar ia mustahik zakat. Ini dalam rangka merangsang muzakki untuk berzakat melaui BAZDA.

BULETIN INI UNTUK KALANGAN SENDIRI & TIDAK DIPERJUAL BELIKAN


MENJADI KEKASIH ALLAH Sambungan

C

elakalah orang yang bertakwa lisannya sementara hatinya berada dalam kedurhakaan kepada Allah. Lisannya tampak mengucap syukur, tapi hatinya ingkar kepada Allah. Allah menyindir hamba yang demikian ini dalam hadis qudsi: Wahai Bani Adam: KebaikanKu turun menyapamu, sedang kejahatanmu naik kepadaKu.

Celakalah orang yang mengaku dirinya sebagai hamba Allah, sementara ketaatannya ia berikan keada selainNya. Seandainya ia merasa hamba Allah, pastilah ia akan berpihak hanya kepadaNya. Ia tidak sekadar mengaku saja, tapi juga membuktikannya secara nyata. Mukimin yang taat dan beriman kepada Allah tidak

akan taat kepada hawa nafsunya dan tidak pula kepada Setan Durjana. Karena itu, ia remehkan dunia ini dan ia cari kebahagiaan di akhirat semata. Yang ia rindukan hanyalah Allah SWT, bukan dunia dan segala isinya. [Sumber: Al Fath ar Rabbani: Syaikh Abdul Qadir Jailani]

La Tahzan (Jangan Bersedih)

J

ika kau berada di pagi hari, janganlah kau menunggu tibanya malam hari. Hari inilah yang akan Anda jalani, bukan hari kemarin yang sudah berlalu dengan segala kebaikan dan keburukannya, dan bukan pula esok atau lusa yang belum tentu milik Anda. Jadi, hari inilah hari Anda. Karena itu, Sebaiknya Anda

mencurahkan seluruh perhatian, kepedulian, dan kerja keras Anda saat ini. Lakukan banyak kebaikan: baca Qur‟an, shalat sunat, zikir, shalawat, dan seterusnya. Berakhlaklah dengan akhlak yang mulia, ikhlaslah dengan segala pemberian dari Allah. Bijaklah membagi waktu. Tanamlah kebaikan sebanyak Anda bisa melakukannya.

Berdoalah memohon yang terbaik kepada Allah dan mintalah ampun atas segala salah dan dosa. Terimalah segela rejeki yang diberikan Tuhan kepada Anda. Jangan mengeluh. Jangan bersedih. Anda akan beruntung jika Anda terus bersandar hanya kepada Allah. [Sumber: La Tahzan. Karya: Dr. „Aidh al Qarni]

Kalam Hikmah Ibnu Athaillah (Kalam Hikmah 4)

Arih nafsaka min at tadbîr. Famâ qâma bihî ghairuka ‘anka lâ taqum bihî linafsika. Artinya, hendaknya engkau jangan merisaukan masalah kebutuhan duniawimu. Sebab Allah sudah memberikan jaminan hidup untukmu. Sebagai manusia, kita memang wajib berusaha, namun hendaknya kita tidak usah risau atau galau memikirkan hasilnya. Tu-

2

han memang memberi jatah yang berbeda beda bagi kita, kita hanya diminta untuk berikhtiar dengan segala daya dan kemampuan yang ada pada kita. Kalam hikmah yang keempat ini mengajarkan kita untuk tetap memiliki jiwa yang tenang, damai, tenteram dan tidak ambil pusing dengan prestasi yang kita capai. Hidup adalah ibadah, itulah intinya. Setiap tarikan nafas kita

adalah anugerah Allah yang seharusnya kita syukuri dan bila kita dapat mensyukurinya maka kita sudah beribadah kepadaNya. Yang dimaksud tawakal adalah, kerja dan berusaha baru setelah itu hasilnya kita serahkan kepada Allah. [Sumber: Al Hikam: Syaikh Ibnu Athaillah]

Alamat Blog Ummati Sekarang Pindah ke: buletinummati.blogspot.com


Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) MUI dalam Musyawarah Nasional (Munas) VII tepatnya pada tanggal 26-29 Juli 2005, setelah:

honan Fatwa kepada MUI; Bahwa oleh karena itu MUI memandang perlu menetapkan Fatwa tentang status hukum Islam mengenai HAKI Menimbang: untuk dijadikan pedoman Bahwa dewasa ini pelang- bagi umat Islam dan pihakgaran terhadap Hak Atas pihak yang memerlukannya Kekayaan Intelektual (HAKI) telah sampai pada tingkat Mengingat: yang sangat meresahkan, Firman Allah tentang merugikan dan membaha- larangan memakan harta yakan banyak pihak, tertuta- orang lain secara batil (tanpa ma pemegang hak, negara hak) dan larangan merugikan dan masyarakat; harta orang lain seperti yang terekam dalam surah An-Nisa Bahwa terhadap pelanggaran ayat 29, surat Al-Baqarah tersebut, Masyarakat Indone- Ayat 188, Asy-Syuâ€&#x;ara ayat sia Anti Pemalsuan (MIAP) 183 dan banyak hadits nabi telah mengajukan permo- yang menegaskan

EDISI 008/V/2012

pelarangan itu, maka MUI: Memutuskan: Bahwa HAKI dipandang sebagai salah satu hak kekayaan yang mendapat perlindungan hukum. Setiap bentuk pelanggaran terhadap HAKI termasuk menggunakan, mengungkapkan, membuat, memakai, menjual, mengimpor, mengekspor, mengedarkan, menyerahkan, menyediakan, mengumumkan, memperbanyak, menjiplak, memalsu, membajak HAKI milik orang lain secara tanpa hak merupakan kezaliman dan hukumnya adalah haram.

3


M

ekah menggelegak terbakar kebencian terhadap orang-orang Muslim karena kekalahan mereka di Perang Badar dan terbunuhnya sekian banyak pemimpin serta bangsawan mereka saat itu. Hati mereka membara dibakar keinginan untuk menuntut balas. Bahkan karenanya, Quraisy melarang semua penduduk Mekah meratapi para korban di Badar dan tidak perlu terburuburu menebus para tawanan, agar orang-orang Muslim tidak merasa diatas angin karena tahu kegundahan dan kesedihan hati mereka. Hingga tibalah saatnya Perang Uhud. Di antara pahlawan perang yang bertempur tanpa mengenal rasa takut pada waktu itu adalah Hanzhalah bin Abu Amir. Ayahnya adalah seorang tabib yang disebut si Fasik.

Ghasilil Malaikat Hanzhalah baru saja melangsungkan pernikahan. Saat mendengar gemuruh pertempuran, di mana ketika itu dia masih berada dalam pelukan istrinya, maka dia segera melepaskan pelukan istrinya dan langsung beranjak untuk berjihad. Saat sudah terjun ke kancah pertempuran berhadapan dengan pasukan musyrikin, dia menyibak barisan hingga dapat berhadapan langsung dengan komandan pasukan musuh, Abu Sufyan bin Harb. Pada saat itu dia sudah dapat menundukkan Abu Sufyan, namun hal itu diketahui oleh Syaddad bin AlAswad yang kemudian menikamnya hingga meninggal dunia sebagai syahid. Tatkala perang usai dimana kaum muslimin menghimpun jasad para syuhada dan akan menguburkannya, mereka ke-

S

hilangan usungan mayat Hanzhalah. Setelah mencari ke sana kemari, mereka mendapatkannya di sebuah gundukan tanah yang masih menyisakan guyuran air di sana. Rasulullah SAW mengabarkan kepada para shahabatnya bahwa malaikat sedang memandikan jasadnya. Lalu beliau bersabda, "Tanyakan kepada keluarganya, ada apa dengan dirinya?" Lalu mereka bertanya kepada istrinya, dan dikabarkan tentang keadaannya sedang junub saat berangkat perang. Dari kejadian ini Hanzhalah mendapatkan julukan Ghasilul Malaikat (Orang yang dimandikan malaikat). Wallahu ta'ala 'alam Sumber: Sirah Nabawiyah, Syeikh Shafiyyur Rahman Al Mubarakfury

Alhamdulillah

ari al-Suqthi, seorang ulama ahli ilmu tauhid yang sangat wara' berkata, "Sudah tiga puluh tahun lamanya aku selalu membaca istighfar, dan baru sekali ini aku membaca alhamdulillah." "Bagaimana ceritanya?" tanya seorang sahabatnya. "Pada waktu terjadi peristiwa kebakaran di pasar Baghdad,

seseorang dengan tergopohgopoh datang menemuiku seraya memberitahukan bahwa kedaiku selamat. Spontan aku berucap 'Alhamdulillah!' Tetapi, lantas aku menyesal, karena mensyukuri keberuntunganku sendiri di atas penderitaan orang banyak," jawabnya. Sumber: Al-Wafi bi al-Wafyat, al -Shafadi

Buletin UmmatĂŽ - Penerbit: MUI Kabupaten Tabalong, Pemimpin Umum/Pembina: KH. Ahmad Rasyidi Amin, Lc, Pemimpin Redaksi: Zoelmanni, Wakil Pemimpin Redaksi/Layouter: Muhammad Rusyadi. Dewan Pimpinan: KH Ahmad Rasyidi Amin, Lc, KH Abdullah Sabiq, Drs. H. Birhasani, M.Si, Drs. H. Yazidi Haya, H. Zulfan Syahrani, S.Ag, H. Fathurrahman, S.Ag, Hj. Saidah Mahlan, S.Ag. Sekretaris Umum: Drs. Fadliyadi, M.Ag, Drs. H. Sabilarrusdi, Drs. H. Hormansyah, H. Muttaqin Mukhtar, S.Ag, H. Ahmad Syurkati, S.Ag M.Si, Tukacil, M.Hum, Dra. Faridah. Bendahara Umum: Drs. Rusmadi, MM, Bendahara: Drs. H. Mustafa Inani. Komisi Dakwah Pendidikan, & Pengkaderan Ulama: Aspani, S.Ag (Ketua), Drs. Ardiansyah (Sekretaris), Anggota: Najibul Khairani, S.Ag, Zarkasi HS., Drs. Ahmad Kamejan, S.Pd., H. Irham Maskuni, S.Pd S.Ag, Drs. Hermansyah, Akhmad Nopiardi, S.Sos

Buletin Ummati Edisi 008  

Buletin Bulanan MUI Kabupaten Tabalong

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you