Page 1

[Type the company name]

deFundamental Sanitera Darma ASUS


Pengantar Sesaat sebelum mengambil keputusan terkait transaksi pada trading forex, maka seorang trader yang baik akan terlebih dahulu melakukan analisa.

Analisa kemudian dapat dibedakan dalam 2 kelompok , yaitu analisa fundamental dan analisa teknikal.

Banyak trader berpendapat dikarenakan minimnya dasar ilmu mengenai ekonomi, maka analisa fundamental seringkali diabaikan dan dia hanya terfokus kepada analisa teknikal saja. Saya tidak akan mengatakan hal ini buruk, namun bagaimanapun fundamental sering memicu satu kondisi ‘keseruan’ saat trading.

Ebook ini disusun berdasarkan catatan = catatan fundamental yang saya buat sendiri sehingga besar kemungkinan mengandung banyak kesalahan. Untuk itu saya mohon maaf, namun besar harapan saya ebook ini dapat ‘sedikit’ membantu teman-teman untuk memahami dan menggunakan fundamental dalam kegiatan trading forex sehari-hari.

Sanitera Darma

DeFundamental 1


deFundamental Pengantar ..................................................................................................................... 1 Secuil Fundamental ...................................................................................................4 Resource ......................................................................................................................5 Forexfactory.com .................................................................................................5 Tradingeconomics.com .........................................................................................6 Forexlive.com .........................................................................................................6 Teletrader.com/news...........................................................................................7 Membaca Jadwal Rilis Data ...................................................................................8 Harga vs Supply vs Demand ................................................................................. 11 Kelompok Fundamental .......................................................................................... 12 Fundamental Pejabat .............................................................................................. 13 Donald Trump .......................................................................................................13 Jerome Powell ......................................................................................................14 Boris Johnson .......................................................................................................14 Mark Carney .........................................................................................................15 Fundamental Statistik ........................................................................................... 16 Balance of Trade .................................................................................................16 Surplus / Defisit ............................................................................................. 16 Inflasi .....................................................................................................................19 CPI ( Consumer Price Index )......................................................................19 PPI ( Producer Price Index ) .......................................................................21 Retail Sales ...................................................................................................... 22 Pertumbuhan Ekonomi ....................................................................................... 23 Monetary Polecy ................................................................................................. 24

DeFundamental 2


DeFundamental 3


Secuil Fundamental Kita mulai dulu dari bagian serba-serbi fundamental.

Fundamental adalah pemberi informasi mengenai kondisi ekonomi dari satu negara.

Kondisi ekonomi negara yang berubah-ubah ini kemudian menghasilkan ‘keseruan’ pada pergerakan harga. Jadi kita juga bisa simpulkan secara sederhana bahwa fundamental itu cenderung bagus untuk memberi jawaban ‘KENAPA’ . Misal , kenapa NZDUSD terjatuh ? dan jawabannya karena bank sentralnya melakukan pemangkasan terhadap suku bunga.

Pertanyaan ‘kenapa’ tadi rada sulit dijawab dengan menggunakan metode teknikal , karena teknikal lebih memfokuskan diri pada ‘LEVEL’ , semisal level support atau level resistance sebagai level entry atau level exit.

Bagian yang menarik dari fundamental selanjutnya adalah dia memiliki ‘JADWAL’ rilis data yang bisa kita temukan di banyak situs.

Karena ter-jadwal , maka kita kemudian dapat memanfaatkan hal itu sebagai bagian dari manajemen waktu trading.

Seandainya.. ‘jam 19.00 – GBPUSD di jadwalkan breakout dari support’ .. jadi tidak perlu memperhatikan chart ber jam-jam ya… DeFundamental 4


Resource

Sebenarnya ada banyak sekali situs yang memberikan informasi secara fundamental yang dapat kita gunakan, namun berikut adalah beberapa situs yang menurut saya menarik dijadikan sebagai referensi saat kita melakukan analisa secara fundamental.

Forexfactory.com

Situs ini terkenal sebagai penyedia jadwal rilis data yang juga termasuk cepat dalam menyajikan angka ‘actual’ .

DeFundamental 5


Tradingeconomics.com

Situs ini menarik karena menyediakan grafik dari data statistic secara gratis.

Forexlive.com

Situs ini menyajikan semacam ‘market update’ , jadi menarik terutama saat kita mencari jawaban ‘kenapa’ . DeFundamental 6


Teletrader.com/news

Ingin terlihat ‘profesional’ .. hehehe….

Terutama jika anda juga trading saham, sepertinya situs ini menarik untuk digunakan dan akan terasa lebih ‘pas’ jika anda menggunakan dual monitor pada pc anda.

DeFundamental 7


Membaca Jadwal Rilis Data

Saya menggunakan jadwal rilis data dari forexfactory.com.

Untuk membaca jadwal rilis data ini, yang saya lakukan pertama adalah mengabaikan kolom ‘impact’ dan kolom ‘previous’.

DeFundamental 8


Saya mengabaikan kolom impact agar saya ‘mau’ untuk mempelajari apa dan bagaimana data yang tidak ditandai ‘high impact’ oleh si forexfactory. Terkadang data-data yang tidak ‘high impact’ pun ternyata juga menghasilkan pergerakan yang ‘seru’.

Sementara kolom ‘previous’ saya abaikan agar tidak terlalu menggunakan model membandingkan antara actual dan previous tapi juga akan memaksa saya untuk ‘mau’ mengetahui lebih dalam mengenai rilis data tersebut.

Kemudian ‘secara umum’, saya membaca angka yang ada pada jadwal tersebut dengan menambahkan kata ‘meningkat’ atau ‘mengalami peningkatan’ pada angka positif dan menambahkan kata ‘menurun’ atau ‘mengalami penurunan’ pada angka negatif.

Jadi pada contoh diatas, saya membaca PPI Jepang secara tahunan diprediksi mengalami penurunan 0.5%. DeFundamental 9


Jika kolom previous tidak ditutup, maka kita akan membacanya PPI Jepang secara tahunan prediksi nya -0.5% vs -0.1%.

Mana yang lebih mudah dipahami ?

Selanjutnya kemudian kita harus mengetahui apa dan bagaikana mengenai data tersebut, sehingga bisa menilai apakah data tersebut dapat disebut sebagai data yang bagus jika rilis seperti forecast atau disebut sebagai data yang buruk jika rilis seperti forecast.

Contoh berikut, perhatikan pada tabel tersebut mengenai claimant count change yang diprediksi meningkat 42K. Claimant count ini adalah data mengenai jumlah warga UK yang sedang menganggur, jadi andai rilis seperti forecast artinya terjadi peningkatan jumlah warga yang menganggur, datanya jadi bagus atau buruk ?

DeFundamental 10


Harga vs Supply vs Demand Ini adalah teori ekonomi yang menyatakan bahwa perubahan harga dipengaruhi oleh ‘supply’ dan ‘demand’.

Supply pada pasar mata uang disini pada pemahaman saya adalah jumlah uang beredar di masyarakat, sementara demand adalah besaran permintaan terhadap mata uang tersebut.

Karena jumlah uang beredar membutuhkan kebijakan tambahan untuk berubah, maka di sini ‘supply’ cenderung kita anggap tetap.

Fundamental yang memberi informasi mengenai kondisi ekonomi kemudian memicu perubahan ‘demand’.

Saat ada data yang dinilai bagus, cenderung kemudian akan meningkatkan demand terhadap mata uang dan dengan supply yang dianggap tetap, maka harga mata uang tersebut cenderung akan naik. Sementara saat ada data yang dinilai buruk, cenderung kemudian akan menurunkan demand terhadap mata uang dan dengan supply yang dianggap tetap, maka harga mata uang tersebut cenderung akan turun.

Saat misal ada data UK yang dianggap bagus, maka berpotensi menghasilkan penguatan terhadap mata uang GBPUSD.

DeFundamental 11


Kelompok Fundamental Mari kita sedikit lebih serius lagi .. hehehe..

Saya mengelompokkan fundamental kedalam 2 ( dua ) kelompok besar yaitu : 1. Fundamental Pejabat Saya menyebutnya sebagai fundamental pejabat, karena dia dihasilkan oleh komentar, pendapat atau pidato dari pejabat terkait kebijakan ekonomi.

Fundamental yang satu ini termasuk rada rumit untuk dianalisa, karena terkadang tidak ada jadwal jelas dan kita tidak bisa menduga atau memperkirakan apa yang kemudian akan disebut oleh pejabat tersebut. Sehingga kelompok ini baru bisa kita analisa setelah rilis dari pidato,komentar atau pendapat dari pejabat tersebut.

2. Fundamental Statistik

Sementara yang ini, dia berbentuk angka yang kemudian bisa di buat semacam grafik nya sehingga memungkinkan kita secara visual memperoleh informasi mengenai kondisi ekonomi negara tersebut.

Fundamental yang satu ini juga jelas kapan rilis nya , sehingga kita bisa membuat semacam analisa sebagai persiapan menghadapi pergerakan harga sebelum data di rilis. DeFundamental 12


Fundamental Pejabat Beberapa nama, cenderung perlu diperhatikan karena berpotensi menghasilkan ‘keseruan’ saat mereka tampil mengemukakan komentar, pidato atau pendapatnya.

Untuk kawasan Amerika , ada 2 nama yang menurut saya menarik dicermati yaitu Donald Trump dan Jerome Powell. Yang satu adalah presiden Amerika Serikat sementara satunya lagi adalah direktur bank sentral Amerika ( Federal Reserve )

Donald Trump

Beliau adalah presiden ke 46 dari Amerika Serikat.

`

Bagian yang menarik saat ini adalah mengenai perang dagang antara Amerika dan Cina yang kemudian memacu beliau untuk ‘meminta’ The Fed untuk menurunkan tingkat suku bunganya. Jadi menarik , karena permintaan tersebut menghasilkan ‘pertanyaan’ seputar independensi bank sentral Amerika tersebut. Tapi juga sedikit memberi kita petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed

DeFundamental 13


Jerome Powell

Beliau adalah direktur bank sentral Amerika Federal Reserve ke 16. Dicalonkan secara pribadi oleh Donald Trump. Terakhir di bulan Juli, The Fed memutuskan untuk melakukan pemangkasan suku bunga dan Powell juga menyampaikan masih terbuka peluang untuk kembali melakukan pemangkasan.

Untuk kawasan UK , saya memperhatikan ada Boris Johnson dan Mark Carney.

Boris Johnson

Perdana Mentri Inggris sejak Juli 2019 menggantikan Theresa May. Problematika Brexit menjadi tantangan terbesar Boris Johnson, terutama karena besar kemungkinan akan terjadi kondisi ‘hard brexit’ dan juga data ekonomi UK yang terus terlihat memburuk.

DeFundamental 14


Mark Carney

Direktur bank sentral Inggris ( Bank of England ) sejak 2013. Brexit dan kondisi menurunnya GDP dan sejumlah data ekonomi UK berpotensi mengubah kebijakan keuangan yang telah ada menjadi tugas berat bagi seorang Mark Carney.

Saya hanya menampilkan nama-nama tersebut yang menurut saya akan menjadi motor bagi pergerakan harga hingga akhir tahun 2019 ini.

Diluar nama-nama itu sebenarnya masih banyak nama lain semisal Mario Draghi yang sering menghasilkan pergerakan melemahnya EURUSD saat beliau berpidato, namun beliau kemungkinan besar akan pension dan digantikan oleh Lagarde.

Update berita seputar fundamental pejabat ini bisa kita temukan di forexlive.com, cnn.com,cnbc.com , dan Bloomberg.com

DeFundamental 15


Fundamental Statistik Agar menjadi mudah untuk dipahami, saya kelompokkan lagi menjadi beberapa kelompok yaitu :

-

Data Balance of Trade Data Inflasi Data Pertumbuhan Ekonomi Data Monetary Policy

Balance of Trade

Angka di data ini memberi informasi mengenai selisih antara ekspor dan impor.

Saya menggunakan data ini untuk memperhatikan apakah akan hadir upaya untuk menguatkan atau melemahkan mata uang oleh bank sentral terkait.

Surplus / Defisit Saat balance of trade memiliki angka positif , maka kondisi ini kemudian dinamakan sebagai kondisi surplus. Kondisi ini terjadi oleh adanya nilai ekspor yang lebih tinggi dibandingkan nilai impor.

DeFundamental 16


Karena ekspor yang lebih banyak, maka akan menguntungkan bagi negara terkait untuk memiliki mata uang yang dalam kondisi melemah.

Maka saat balance of trade dalam kondisi surplus, dapat kita temukan upaya pemerintah melalui bank sentral untuk melemahkan mata uangnya. Upaya popular yang menghasilkan dampak pelemahan mata uang adalah dengan menggunakan suku bunga rendah atau merendahkan suku bunga ( cut rate ) atau dengan menambahkan penggunaan stimulus.

Sementara saat balance of trade menggunakan angka negatif, maka kondisi ini disebut sebagai defisit. Kondisi ini terjadi oleh nilai impor yang lebih tinggi dibandingkan nilai ekspor.

Karena nilai impor yang lebih tinggi dibandingkan nilai ekspor, maka akan lebih menguntungkan bagi negara terkait untuk memiliki mata uang yang dalam kondisi menguat.

Maka saat balance of trade dalam kondisi defisit, dapat kita temukan upaya pemerintah melalui bank sentral untuk menguatkan mata uangnya. Upaya popular yang menghasilkan dampak penguatan mata uang adalah dengan menggunakan suku bunga tinggi atau meninggikan suku bunga ( hike rate ).

Jadi terkadang melalui data balance of trade ini, kita dapat ‘memahami’ sedikit kebutuhan negara tersebut apakah negara tersebut lebih mengusahakan kondisi penguatan mata uangnya atau justru sedang berusaha melemahkan mata uangnya. DeFundamental 17


Memperhatikan balance of trade dari negara kita, saya mendapati kesan rupiah kita cenderung lebih diminati untuk berada dalam kondisi melemah karena balance of trade kita yang sedang dalam kondisi surplus.

DeFundamental 18


Inflasi

Inflasi adalah kondisi naiknya harga barang dan jasa secara terus menerus di satu wilayah di kurun waktu tertentu.

Dari pengertian tersebut, maka angka di kelompok data ini memberi informasi mengenai tingkat perubahan harga.

Beberapa data yang terkait inflasi adalah : - CPI ( Consumer Price Index ) - PPI ( Producer Price Index ) - Retail Sales

CPI ( Consumer Price Index ) Angka di data ini memberi informasi mengenai perubahan tingkat harga yang dirasakan oleh konsumen.

Secara tahunan, angka CPI ini kemudian disebut sebagai angka inflasi dan digunakan oleh bank sentral sebagai indicator penting bagi pengambilan keputusan suku bunga.

Saat inflasi terlihat dalam kondisi trend peningkatan, maka suku bunga kemudian cenderung akan dinaikkan oleh bank sentral. Begitu juga saat inflasi terlihat dalam kondisi trend penurunan, maka suku bunga kemudian cenderung akan diturunkan oleh bank sentral. DeFundamental 19


Untuk mempermudah melihat kondisi inflasi, maka bank sentral kemudian menetapkan satu angka yang disebut sebagai ‘Target Inflasi’.

Saat inflasi terus bergerak naik dan kemudian semakin tinggi disbanding angka target inflasi, maka cenderung kemudian menjadi saat yang tepat untuk mulai menaikkan tingkat suku bunga. Sebaliknya saat inflasi terus bergerak turun dan semakin rendah disbanding target inflasi, maka cenderung kemudian menjadi saat yang tepat untuk mulai menurunkan tingkat suku bunga.

Secara umum, banyak bank sentral menetapkan angka 2% sebagai target inflasinya.

Sebagai contoh, coba kita perhatikan grafik diatas yang memadukan antara tingkat inflasi Amerika dan suku bunga The Fed. DI bagian akhir terlihat inflasi rada sulit untuk kembali naik dan berada diatas target DeFundamental 20


inflasi sehingga kemudian memicu keputusan The Fed untuk memangkas suku bunganya.

PPI ( Producer Price Index ) Angka di data ini memberi informasi mengenai perubahan ‘biaya produksi’ oleh produsen.

Peningkatan biaya produksi secara mudah akan kemudian menghasilkan peningkatan terhadap harga jual dan harga jual adalah harga yang diterima oleh konsumen.

Jadi secara gampang .. hehehe‌data PPI ini dapat mempengaruhi CPI. Saat PPI meningkat, CPI jadi memiliki kecenderungan untuk meningkat sementara saat PPI menurun, CPI jadi memiliki kecenderungan untuk menurun.

DeFundamental 21


Cuma sebagai catatan, data ini termasuk tidak terlalu di respon market.

Retail Sales Angka di data ini memberi informasi mengenai tingkat penjualan barang=barang ritel.

Saat penjualan meningkat, terdapat informasi jika consumer sedang aktif berbelanja atau sedang terjadi peningkatan demand terhadap barang ritel. Kondisi ini berpotensi menaikkan harga barang ritel tersebut.

Jika tingkat penjualan barang ritel mengalami peningkatan, maka berpotensi menghasilkan kenaikan inflasi begitu juga sebaliknya saat tingkat penjualan barang ritel menurun, maka berpotensi menghasilkan penurunan inflasi.

DeFundamental 22


Pertumbuhan Ekonomi

Disini, saya menggunakan data GDP .

Angka di data ini pada pemahaman saya memberi informasi mengenai tingkat ‘pendapatan’ warga negara tersebut.

Menurut data tersebut, maka tingkat pendapatan warga Indonesia meningkat 4,2%

Di bagian data ini, terkadang cukup memperhatikan bagaimana kondisi pertumbuhan ekonomi dalam 3 kuartal terakhir.

Kondisi meningkatnya GDP, cenderung kemudian akan meningkatkan tingkat inflasi yang kemudian dapat memicu kebijakan kenaikan tingkat suku bunga. Sebaliknya saat GDP dalam keadaan menurun atau bahkan DeFundamental 23


menggunakan angka negatif ( resesi ) selama 2 ( dua ) kuartal atau lebih dalam setahun, maka cenderung akan kemudian berpotensi menurunkan tingkat inflasi yang kemudian dapat memicu pemangkasan suku bunga atau penggunaan stimulus.

Monetary Polecy

Saya sering juga mengatakan di banyak kesempatan, ujung-ujungnya pengamatan fundamental adalah mengenai ‘monetary policy’ atau kebijakan keuangan.

Ada dua hal yang popular di bagian ini yaitu, kebijakan suku bunga dan stumulus.

Kebijakan suku bunga yang mungkin terjadi ada 2 ( dua ) yaitu : DeFundamental 24


1. Kebijakan penggunaan suku bunga tinggi atau meningkatkan tingkat suku bunga ( hike rate ). Kebijakan ini biasanya diambil saat balance of trade dalam kondisi defisit,GDP meningkat dan inflasi meningkat 2. Kebijakan penggunaan suku bunga rendah atau menurunkan tingkat suku bunga ( cut rate ). Kebijakan ini biasanya diambil saat balance of trade dalam kondisi surplus. GDP menurun atau negatif dan inflasi menurun.

Sementara stimulus adalah kebijakan tambahan yang bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dengan meng-‘injeksi’ pasar secara langsung dengan sejumlah uang. Ini terutama dilakukan saat GDP terus menerus menurun atau bernilai negatif dan inflasi juga menurun.

Stimulus disebut dengan ‘quantitative easing’ oleh Bank of England ( BoE ) di kawasan UK, disebut ‘bond purchasing’ oleh European Central Bank ( ECB ) untuk kawasan EU, dan lalu disebut ‘qualitative quantitative easing’ oleh Bank of Japan ( BoJ ) untuk Jepang.

DeFundamental 25

Profile for nitra

deFundamental  

Secuil tulisan untuk melakukan analisa fundamental

deFundamental  

Secuil tulisan untuk melakukan analisa fundamental

Advertisement